1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Penelitian
Pengetahuan mengenai pasar dan keunggulan bersaing merupakan
panduan dalam sebuah bisnis dan strategi pemasaran (Cravens, 1996). Pasar selalu
bertambah kompleks,berturbulensi dan menciptakan tantangan tersendiri bagi para
manajer untuk memahami struktur sebuah pasar dan dapat mengidentifikasi setiap
kesempatan yang ada untuk terus berkembang (Cravens, 1996). Menurut Cravens,
paradigma klasik bahwa suatu pasar dan ruang untuk berkompetisi adalah stabil
terhadap perubahan serta dapat diprediksi. Perspektif ini menurut Cravens dapat
menjadi kesalahan yang sangat berbahaya saat batasan-batasan pada pasar yang
ada sudah mulai berubah karena perubahan teknologi, kompetisi maupun desain
model bisnis yang baru.
Strategi bisnis adalah rencana permainanperusahaan, dimana rencana
tersebut akan menjadi kerangka bagi keputusan yang dipilih. Strategi bisnis
mencerminkan
informasi
dan
pengetahuan
perusahaan
mengenai
bagaimana,kapan, dan dimana perusahaan akan bersaing, dengan siapa sebaiknya
perusahaanbersaing dan untuk tujuan apa perusahaan harus bersaing. Barney
(2007) dalambukunya “Gaining and Sustaining Competitive Advantage”
menyebutkan bahwastrategi dari suatu perusahaan adalah suatu teori mengenai
bagaimana perusahaan itudapat berhasil dalam suatu persaingan. Ditambah lagi
menurut Porter (2008) bahwapersaingan adalah inti dari keberhasilan atau
1
kegagalan
perusahaan
karena
persainganmenentukan
ketepatan
aktivitas
perusahaan yang dapat menyokong kinerjanya,seperti inovasi, budaya kohesif,
pelaksanaan atau implikasi yang baik sehingga pada akhirnya akan menciptakan
suatu keunggulan bersaing pada perusahaan tersebut.
Menurut Porter (2008), kemampuan bersaing adalah kata kunci yang
menentukan keberhasilan atau kegagalan perusahaan. Dalam membaca kondisi
lingkungan yang akan datang dibutuhkan suatu peramalan yang akurat
berdasarkan analisis lingkungan, situasi perusahaan serta sifat strategi yang telah
dihasilkan.Menurut Pearce dan Robinson (2008), peramalan yang akurat tentang
variabel-variabel lingkungan yang berubah merupakan bagian penting dari
manajemen strategi.
Perubahan kondisi eksternal politik, ekonomi, sosial budaya dan teknologi
ternyata mampu mempengaruhi kondisi pasar. Oleh karena itu diperlukan upaya
untuk mencari dan menyusun strategi perusahaan guna memanfaatkan kekuatan
dan memperbaiki kelemahan perusahaan dalam rangka memperoleh keunggulan
bersaing.
Perusahaan dalam menyusun strategi bisnisnya harus jelas dan strategi
yangdipilih harus sesuai dengan visi dan misi, kompetensi dan keunggulan yang
dimilikioleh perusahaan (Dickmen, Birgonul & Budayan, 2009).
Pasar yang dimasuki oleh Jaringan Rumah Makan cepat saji dengan merk
Yogya Chicken pada awalnya adalah untuk daerah Yogyakarta,akan tetapi saat ini
sudah berkembang di kota-kota besar lain di Pulau Jawa. Rumah makan Yogya
Chicken ini menawarkan produk yang terjangkau bagi masyarakat Jaringan
2
Rumah makan Yogya Chicken ini pada awalnya didirikan pada tahun 1997 saat
krisis moneter menyerang negara Indonesia dengan pangsa kelas mahasiswa
ataupun anak-anak dan keluarga yang menginginkan makanan ayam goreng
tepung dengan harga terjangkau. Hingga saat ini di Yogyakarta sudah ada 15
cabang Jaringan Rumah Makan Yogya Chicken.Industi rumah makan cepat saji
lokal asli Indonesia merupakan bisnis yang masih potensial untuk dikembangkan.
Data dari BPS (Badan Pusat Statistik) jumlah pertumbuhan restoran di
berbagai propinsi di Indonesia meningkat pesat, termasuk untuk wilayah
Yogyakarta dan Jawa Tengah.Berikut data perkembangan usaha dari BPS periode
2007-2010 untuk berbagai propinsi di Indonesia.
Tabel 1.1Perkembangan usaha restoran/rumah makan berskala menengah
dan besar menurut propinsi tahun 2007-2010
Usaha / Perusahaan
Provinsi
2007 2008 2009
2010
Pertumbuhan 2010/2009 (dalam %)
DKI Jakarta
720
1359
3,66%
Jawa Tengah
49
57
64
74
15,63%
33
34
39
52
33,33%
1028 1311
DI
Yogyakarta
( sumber www.bps .co.id diakses 4 Januari 2013)
Restoran fastfood atau restoran keluarga sangat mudah ditemukan di
propinsi Jawa Tengah baik di pusat perbelanjaan, kawasan bisnis dan perkantoran
3
ataupub daerah wisata.Perkembangan ini menyebabkan tingginya tingkat
persaingan bisnis restoran.Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1.1.
Makanan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang diperlukan
untuk mempertahankan hidupnya. Dengan demikian makanan akan selalu
berdampingan dengan eksistensi manusia. Dari data Badan Pusat Statistik ( BPS )
tahun diketahui bahwa presentase pengeluaran rata-rata penduduk Indonesia per
kapita/ per bulan tahun 2011 untuk makanan adalah 49,45% sedangkan sisanya
utuk bukan makanan.
Tabel 1.2Persentase Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan menurut
Kelompok Barang Indonesia, 2009-2011
Kelompok barang
Makanan
Jumlah makanan
Bukan makanan
Jumlah bukan
makanan
2009
2010
2012
50.62
51.43
49.45
49.38
48.57
50.55
Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional, Modul konsumsi 2009, 2010,
dan 2012 (2003, 2004, dan 2006 hanya mencakup panel rumah tangga,
sedangkan 2007, 2008, 2009, dan 2010 mencakup panel 68.800 rumah tangga ).
Untuk tahun 2011 merupakan data Susenas Triwulan I ( Maret 2011 ) dengan
sampel 75.000 rumah tangga.
Catatan :* Termasuk minuman berakohol
Badan Pusat Statistik mengukur adanya penurunan pengeluaran khususnya
makanan bagi setiap individu setiap tahunya. Hal ini menjadikan adanya suatu
tingat persaingan diantara pemilik restoran untuk mempertahankan konsumennya.
4
Selain ketatnya persaingan, perusahaan juga harus mengetahui kemana
dan bagaimana pengembangan usaha akan dilakukan. Tingginya tingkat
persaingan membutuhkan perencanaan strategis yang baik dan terpadu, sehingga
perusahaan mampu membaca dan menerjemahkan setiap perubahan situasi dan
memanfaatkanya menjadi peluang.
Untuk memasuki pasar di luar Yogyakarta sebagai asal mula berdirinya
Jaringan Rumah Makan Yogya Chicken, maka diperlukan sebuah strategi yang
tepat supaya usaha pada bidang ini dapat berkembang dan dapat diterima dengan
baik oleh pasar. Diperlukan pengaturan strategi yang tepat dalam mencapai tujuan
sebuah organisasi/perusahaan. Menurut David (2001), tahapan dalam proses
manajemen strategi ada 3 yaitu : formulasi strategi, implementasi strategi dan
evaluasi strategi. Proses pada manajemen strategi adalah berdasarkan kebutuhan
organisasi/perusahaan supaya dapat terus memonitor lingkungan internal dan
eksternal sehingga dapat mengantisipasi perubahan yang terjadi pada lingkungan
tersebut.
1.2
Rumusan Permasalahan
Peluang untuk pengembangan bisnis kuliner di daerah Jawa Tengah masih
sangat potensial untuk dikembangkan. Akan tetapi dengan semakin potensialnya
pasar yang ada, kompetisi persaingan dalam merebut pasar juga semakin ketat.
Pangsa pasar bisnis kuliner di Jawa Tengah masih terus tumbuh seiring
dengan semakin meningkatnya daya beli masyarakat serta pertumbuhan jumlah
penduduk daerah Jawa Tengah. Para pengusaha yang memasuki usaha bidang
5
kuliner ini ada yang berhasil tetapi ada pula yang akhirnya gulung tikar karena
tidak bisa bersaing dengan para pengusaha lainnya. Peluang yang ada pada bisnis
ini jika tidak dianalisis dengan baik akan efektifitas dalam mengelola bisnis ini,
serta inovasi yang terus menerus dilakukan, akan sia-sia dan tidak dapat
menambah keunggulan kompetitif bagi para pengusaha tersebut.
Pertumbuhan jumlah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri
makanan serta persaingan dalam industri makanan cepat saji lokal,dengan strategi
yang tepat diharapkan Yogya Chicken dapat mengantisipasi perubahan-perubahan
yang ada dalam lingkungan serta mengimplikasi dampak perubahan tersebut
terhadap kebijakan perencanaan strategi berikutnya.
Berdasarkan latar belakang penelitian dan permasalahan dalam menghadapi
para pesaing yang terus bermunculan maka peneliti melakukan penelitian yang
berjudul “Analisis Strategi Penetrasi Pasar Studi Kasus Pada Rumah Makan
Yogya Chicken ( Daerah Jawa Tengah )”.
1.3
Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan latar belakang penelitian dan menimbang permasalahan yang
dihadapi oleh pemilik jaringan Rumah Makan Yogya Chicken, maka pertanyaan
yang dijawab dalam penelitian ini :
1. Bagaimana strategi yang dilakukan untuk mengembangkan Jaringan
Rumah Makan Yogya Chicken di Jawa Tengah?
2. Apakah strategi partnership yang dilakukan saat ini apakah sudah
mendukung pengembangan penetrasi pasar di daerah Jawa Tengah?
6
1.4
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengidentifikasi strategi pengembangan jaringan Rumah
Makan keluar Yogyakarta.
2. Untuk mengkaji strategi partnership yang dilakukan saat ini apakah
sudah tepat dalam usaha penetrasi pasar ke daerah Jawa Tengah
1.5
Manfaat Penelitian
Penelitian yang dilakukan diharapkan memberikan manfaat bagi :
1. Pemilik Jaringan Rumah Makan Yogya Chicken
Untuk mengidentifikasi yang jelas tentang kondisi persaingan
pada industri makanan,kemampuan dan kelemahan serta ancaman dan
peluang yang dihadapi, sehingga perusahaan dapat menerapkan
alternatif strategi baru dalam meningkatkan keunggulan bersaing.
2. Akademis
Secara akademis, penelitian ini diharapkan akan menambah
referensi pada kajian bisnis di bidang kuliner khususnya yang berbasis
partnership.
1.6
Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
Adapun ruang lingkup dan batasan penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah :
Penelitian ini fokus pada penyusunan strategi bisnis berdasar analisa faktor
internal dan eksternal yang mampu mendukung rencana strategi, kebijakan, dan
7
operasional perusahaan untuk dapat bersaing di pasar Jawa Tengah. Penelitian ini
dilakukan di Jaringan Rumah Makan Yogya Chicken di daerah Jawa Tengah.
1.7
Sistematika Pembahasan
Penulis membagi penelitian ini menjadi beberapa pokok pembahasan, dan
setiap pokok bahasan tersebut dibagi menjadi beberapa subbab yang kesemuanya
saling mendukung sehingga membentuk alur yang jelas.
Bab 1 merupakan pendahuluan dari penelitian yang berisikan latar
belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta
sistematika penulisan. Bab ini memuat penjelasan mengenai masalah yang
dikemukakan, hal-hal apa saja yang akan diteliti, dan manfaat penelitian bagi
perusahaan dan penulis serta kerangka pemikiran penelitian ini.
Bab 2 berisikan landasan teori, merupakan kajian pustaka mengenai
manajamen strategik yang digunakan sebagai dasar analisis penelitian. Bab ini
berisi tentang definisi strategi dan langkah-langkah dalam proses pemilihan
manajemen strategi.
Bab 3 berisikan metode penelitian dan metode analisis yang digunakan
dalam penelitian ini. Bab ini meliputi rancangan penelitian, ,metode pengumpulan
sample dan data, dan cara menganalisa data yang diperoleh.
Bab 4 memuat gambaran umum Yogya Chicken menjelaskan profil
perusahaan dari awal berdiri, perkembangan dan strategi yang telah digunakan
sampai saat ini. Bab ini juga berisi visi dan misi perusahaan, operasional dan tata
kelola perusahaan dan
membahas analisa strategi masuk pasar yang sudah
8
dilakukan beserta hasilnya.Hal ini digunakan untuk menentukan alternatif strategi
bisnis yang dapat dipilih oleh perusahaan untuk mempertahankan pangsa pasar
serta dapat meningkatkan keunggulan bersaing di dalam industri restoran cepat
saji lokal.
Bab 5 berisikan kesimpulan atas hasil analisis dan pembahasan masalah
yang dihadapi sekaligus saran yang dapat diterapkan pada Yogya Chicken.
Didalam bab ini termasuk kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisa dan saransaran yang diberikan kepada perusahaan.
9
Download