RIYANINGSIH XI IPS 1

advertisement
RIYANINGSIH XI IPS 1
1.TATA SURYA
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Planet
Planet
Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:


mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang;
mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi
tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga
benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan
hidrostatik (bentuk hampir bulat);
 tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi
termonuklir terhadap deuterium di intinya; dan,
 telah "membersihkan lingkungan" (clearing the
neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati bendabenda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya
sendiri) di daerah sekitar orbitnya
 Berdiameter lebih dari 800 km
Berdasarkan definisi di atas, maka dalam sistem Tata Surya
terdapat delapan planet. Hingga 24 Agustus 2006, sebelum
Persatuan Astronomi Internasional (International
Astronomical Union = IAU) mengumumkan perubahan pada
definisi "planet" sehingga seperti yang tersebut di atas,
terdapat sembilan planet termasuk Pluto, bahkan benda
langit yang belakangan juga ditemukan sempat dianggap
sebagai planet baru, seperti: Ceres, Sedna, Orcus, Xena,
Quaoar, UB 313. Pluto, Ceres dan UB 313 kini berubah
statusnya menjadi "planet kerdil/katai."
Planet diambil dari kata dalam bahasa Yunani Asteres
Planetai yang artinya Bintang Pengelana. Dinamakan
demikian karena berbeda dengan bintang biasa, Planet dari
waktu ke waktu terlihat berkelana (berpindah-pindah) dari
rasi bintang yang satu ke rasi bintang yang lain. Perpindahan
ini (pada masa sekarang) dapat dipahami karena planet
beredar mengelilingi matahari. Namun pada zaman Yunani
Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet
1
RIYANINGSIH XI IPS 1
dianggap sebagai representasi dewa di langit. Pada saat itu yang dimaksud dengan planet adalah
tujuh benda langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Astronomi
modern menghapus Matahari dan Bulan dari daftar karena tidak sesuai definisi yang berlaku
sekarang. Sebelumnya, planet-planet anggota tata surya ada 9, yaitu Merkurius, Venus, Bumi,
Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006,
para ilmuwan sepakat untuk mengeluarkan Pluto dari daftar planet sehingga jumlah planet di tata
surya menjadi hanya 8.
[sunting] Planet dalam tata surya
Menurut IAU (Persatuan Astronomi Internasional) sesuai dengan defenisi yang baru, maka
terdapat delapan planet dalam sistem Tata Surya:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Merkurius
Venus
Bumi
Mars
Yupiter
Saturnus
Uranus
Neptunus
[sunting] Sejarah
Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, pengertian istilah “planet” berubah dari
“sesuatu” yang bergerak melintasi langit (relatif terhadap latar belakang bintang-bintang yang
“tetap”), menjadi benda yang bergerak mengelilingi Bumi. Ketika model heliosentrik mulai
mendominasi pada abad ke-16, planet mulai diterima sebagai “sesuatu” yang mengorbit
Matahari, dan Bumi hanyalah sebuah planet. Hingga pertengahan abad ke-19, semua obyek apa
pun yang ditemukan mengitari Matahari didaftarkan sebagai planet, dan jumlah “planet” menjadi
bertambah dengan cepat di penghujung abad itu.
Selama 1800-an, astronom mulai menyadari bahwa banyak penemuan terbaru tidak mirip dengan
planet-planet tradisional. Obyek-obyek seperti Ceres, Pallas dan Vesta, yang telah
diklasifikasikan sebagai planet hingga hampir setengah abad, kemudian diklasifikan dengan
nama baru "asteroid". Pada titik ini, ketiadaan definisi formal membuat "planet" dipahami
sebagai benda 'besar' yang mengorbit Matahari. Tidak ada keperluan untuk menetapkan batasbatas definisi karena ukuran antara asteroid dan planet begitu jauh berbeda, dan banjir penemuan
baru tampaknya telah berakhir.
Namun pada abad ke-20, Pluto ditemukan. Setelah pengamatan-pengamatan awal mengarahkan
pada dugaan bahwa Pluto berukuran lebih besar dari Bumi, IAU (yang baru saja dibentuk)
menerima obyek tersebut sebagai planet. Pemantauan lebih jauh menemukan bahwa obyek
tersebut ternyata jauh lebih kecil dari dugaan semula, tetapi karena masih lebih besar daripada
semua asteroid yang diketahui, dan tampaknya tidak eksis dalam populasi yang besar, IAU tetap
mempertahankan statusnya selama kira-kira 70 tahun.
2
RIYANINGSIH XI IPS 1
Pada 1990-an dan awal 2000-an, terjadi banjir penemuan obyek-obyek sejenis Pluto di daerah
yang relatif sama. Seperti Ceres dan asteroid-asteroid pada masa sebelumnya, Pluto ditemukan
hanya sebagai benda kecil dalam sebuah populasi yang berjumlah ribuan. Semakin banyak
astronom yang meminta agar Pluto didefinisi ulang dari sebuah planet seiring bertambahnya
penemuan obyek-obyek sejenis. Penemuan Eris, sebuah obyek yang lebih masif daripada Pluto,
dipublikasikan secara luas sebagai planet kesepuluh, membuat hal ini semakin mengemuka.
Akhirnya pada 24 Agustus 2006, berdasarkan pemungutan suara, IAU membuat definisi planet
yang baru. Jumlah planet dalam Tata Surya berkurang menjadi 8 benda besar yang berhasil
“membersihkan lingkungannya” (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus dan
Neptunus), dan sebuah kelas baru diciptakan, yaitu planet katai, yang pada awalnya terdiri dari
tiga obyek, Ceres, Pluto dan Eris.
[sunting] Sejarah nama-nama planet
Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter dan Saturnus)
telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang.
Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet (lihat tabel nama
planet di bawah). Pada abad ke-6 SM, bangsa Yunani memberi nama Stilbon (cemerlang) untuk
Planet Merkurius, Pyoroeis (berapi) untuk Mars, Phaethon (berkilau) untuk Jupiter, Phainon
(Bersinar) untuk Saturnus. Khusus planet Venus memiliki dua nama yaitu Hesperos (bintang
sore) dan Phosphoros (pembawa cahaya). Hal ini terjadi karena dahulu planet Venus yang
muncul di pagi dan di sore hari dianggap sebagai dua objek yang berbeda.
Pada abad ke-4 SM, Aristoteles memperkenalkan nama-nama dewa dalam mitologi untuk planetplanet ini. Hermes menjadi nama untuk Merkurius, Ares untuk Mars, Zeus untuk Jupiter, Kronos
untuk Saturnus dan Aphrodite untuk Venus.
Pada masa selanjutnya di mana kebudayaan Romawi menjadi lebih berjaya dibanding Yunani,
semua nama planet dialihkan menjadi nama-nama dewa mereka. Kebetulan dewa-dewa dalam
mitologi Yunani mempunyai padanan dalam mitologi Romawi sehingga planet-planet tersebut
dinamai dengan nama yang kita kenal sekarang.
Hingga masa sekarang, tradisi penamaan planet menggunakan nama dewa dalam mitologi
Romawi masih berlanjut. Namun demikian ketika planet ke-7 ditemukan, planet ini diberi nama
Uranus yang merupakan nama dewa Yunani. Dinamakan Uranus karena Uranus adalah ayah dari
|Kronos (Saturnus). Mitologi Romawi sendiri tidak memiliki padanan untuk dewa Uranus. Planet
ke-8 diberi nama Neptunus, dewa laut dalam mitologi Romawi.
3
RIYANINGSIH XI IPS 1
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya
Tata Surya
Tata Surya[a] adalah
kumpulan benda langit yang
terdiri atas sebuah bintang
yang disebut Matahari dan
semua objek yang terikat
oleh gaya gravitasinya.
Objek-objek tersebut
termasuk delapan buah
planet yang sudah diketahui
dengan orbit berbentuk elips,
lima planet kerdil/katai, 173
satelit alami yang telah
diidentifikasi[b], dan jutaan
benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet
bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort
diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang
terluar.
Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta
km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km),
Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak
pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit
planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil
tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet
kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea
(6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).
Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami.
Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan
partikel lain.
Sejarah penemuan
Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Yupiter dan Saturnus)
telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang.
Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa
manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei
4
RIYANINGSIH XI IPS 1
(1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia "lebih tajam"
dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang.
Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk
penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi
Venus terhadap Matahari. Penalaran Venus mengitari Matahari makin memperkuat teori
heliosentris, yaitu bahwa Matahari adalah pusat alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya
digagas oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543). Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi
oleh Merkurius hingga Saturnus.
Model heliosentris dalam manuskrip Copernicus.Teleskop Galileo terus
disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang
menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak orbit
Bumi-Yupiter.
Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan
perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang
lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan
puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi.
Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan
perhitungan benda-benda langit selanjutnya
Pada 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan cermat orbit Uranus
menyimpulkan bahwa planet ini ada yang mengganggu. Neptunus ditemukan pada Agustus
1846. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus. Pluto
kemudian ditemukan pada 1930.
Pada saat Pluto ditemukan, ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa yang berada
setelah Neptunus. Kemudian pada 1978, Charon, satelit yang mengelilingi Pluto ditemukan,
sebelumnya sempat dikira sebagai planet yang sebenarnya karena ukurannya tidak berbeda jauh
dengan Pluto.
Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil lainnya yang letaknya melampaui
Neptunus (disebut objek trans-Neptunus), yang juga mengelilingi Matahari. Di sana mungkin
ada sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai Objek Sabuk Kuiper (Sabuk Kuiper
adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Belasan benda langit termasuk dalam Objek
Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1.250 km pada Juni 2002), Huya (750 km pada Maret 2000),
Sedna (1.800 km pada Maret 2004), Orcus, Vesta, Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61
(1.500 km pada Mei 2004).
Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Objek Sabuk Kuiper ini diketahui juga
memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari Pluto. Dan puncaknya
adalah penemuan UB 313 (2.700 km pada Oktober 2003) yang diberi nama oleh penemunya
Xena. Selain lebih besar dari Pluto, objek ini juga memiliki satelit.
5
RIYANINGSIH XI IPS 1
2.SEJARAH DUNIA
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Penyatuan_kembali_Jerman
1.Penyatuan kembali Jerman
Penyatuan kembali Jerman (Jerman Deutsche Wiedervereinigung)
berlangsung pada tanggal 3 Oktober 1990, ketika mantan daerah Republik
Demokratis Jerman ("Jerman Timur") digabungkan ke dalam Republik
Federal Jerman ("Jerman Barat").
Selepas pemilihan umum bebas pertama Jerman Timur pada tanggal 18
Maret 1990, rundingan di antara Jerman Timur dan Jerman Barat selesai dalam satu kesatuan perjanjian,
manakala rundingan di antara Jerman Timur dan Jerman Barat serta empat kuasa pendudukan
menghasilkan kononnya "Perjanjian dua tambah empat" yang menegaskan kedaulatan penuh kepada
negara kesatuan Jerman.
Negara Jerman yang telah bersatu menjadi anggota Komunitas
Eropa (kemudian Uni Eropa) dan NATO. Istilah "Penyatuan kembali"
digunakan berbeda dengan persatuan awal negara Jerman pada
tahun 1871. Walaupun biasanya disebut dengan istilah "Penyatuan
kembali", ia sebenarnya suatu "penyatuan" bagi negeri Jerman
kepada satu entitas yang lebih besar, yang tidak pernah ada
sebelum ini (lihat Sejarah Jerman). Para politisi Jerman sendiri
menghindari pemakaian istilah seperti ini dan lebih suka
menyebutnya sebagai die Wende.
[sunting] Latar belakang
Pemisahan Jerman Barat dan Jerman Timur
Selepas habisnya Perang Dunia II di Eropa, Negara Jerman telah
dibagi-bagi menjadi empat zona pendudukan. Ibu kota lama Berlin,
sebagai pusat Dewan Kontrol Tentara Sekutu sendiri dibagi menjadi
empat zona. Meskipun niat kuasa pendudukan adalah untuk
mengawal Jerman bersama-sama dari tahun 1947, kedatangan
Perang Dingin menyebabkan Perancis, Britania Raya dan Amerika
Serikat menggabungkan zona-zona mereka ke dalam Republik
Federal Jerman (dan Berlin Barat) pada 1949, tidak termasuk zona
Uni Soviet yang kemudian menjadi Republik Demokratik Jerman
(termasuk Berlin Timur) pada tahun yang sama. Selain itu, sejajar
6
RIYANINGSIH XI IPS 1
dengan syarat-syarat Konferensi Yalta pada Februari 1945, wilayah-wilayah timur Pomerania dan Silesia,
serta separuh daripada selatan Prusia Timur, diberikan kepada Polandia dan separuh daripada utara
Prusia Timur (kini dikenal sebagai Kaliningrad Oblast) diberikan kepada Uni Soviet.
Jerman Barat dan Jerman Timur kedua-dua mengklain sebagai pengganti sah bagi penduduk Kerajaan
Jerman yang Lama (Deutsches Reich). Bagaimanapun jua, Jerman Timur mengubah pendapatnya selepas
itu, dan menyatakan bahwa Negara Jerman telah berhenti ada pada tahun 1945 dan bahwa kedua-dua
Jerman Barat dan Jerman Timur adalah negara baru.
Rencana pertama untuk menyatukan bagi-bagian wilayah Jerman
diajukan oleh Josef Stalin pada 1952 di bawah syarat-syarat
sebagaimana yang kemudian diambil untuk Austria (lihat Perjanjian
Negeri Austria). Ia memerlukan penciptaan satu Negara Jerman
yang netral dengan sebuah perbatasan timur yang disebut sebagai
Perbatasan Oder-Neisse dan semua pasukan bersekutu dipindahkan
pada tahun yang sama. Pemerintahan Jerman Barat di bawah
Kanselir Konrad Adenauer lebih menyukai integrasi lebih dekat
dengan Eropa Barat dan meminta Penyatuan kembali dirundingkan
dengan syarat pemilihan umum seluruh Jerman dan dipantau Dunia
Internasional. Syarat ini ditolak oleh Uni Soviet. Satu lagi rencana
Stalin ialah melibatkan Penyatuan kembali Negara Jerman dengan
mengikuti perbatasan sesuai tanggal 31 Desember 1937 di bawah syarat bahwa Negara Jerman
bergabung dengan Pakta Warsawa (Blok Timur). Pendudukan Jerman pada 1945
Mulai 1949 dan seterusnya, Republik Federal Jerman dibangun menjadi suatu negara barat kapitalis
dengan sebuah "ekonomi pasar sosial" dan pemerintahan demokratis berparlemen. Pertumbuhan
ekonomi berpanjangan bermula dalam 1950 dan menghasilkan satu "keajaiban ekonomi" 30-tahun
(Wirtschaftswunder). Manakala di Republik Demokratis Jerman menubuhkan suatu pemerintahan
otoriter dengan suatu gaya meniru ekonomi Uni Soviet. Walaupun Jerman Timur menjadi terkaya dan
negara paling maju di Blok Timur, banyak dari warganya yang masih melihat ke Barat untuk kebebasan
politik dan kemakmuran ekonomi. Pelarian orang Jerman Timur ke negara non-komunis melalui Berlin
Barat menyebabkan Jerman Timur menegakkan satu sistem penjagaan perbatasan ketat (yang mana
Tembok Berlin adalah bagian darinya) pada 1961 untuk mencegah pelarian massal ini.
Pemerintahan Jerman Barat dan sekutu NATO-nya pada mulanya tidak mengakui Republik Demokratis
Jerman (Jerman Timur) atau Republik Rakyat Polandia, mengikut Doktrin Hallstein. Hubungan antara
Jerman Timur dan Jerman Barat senantiasa dingin sehingga Kanselir Barat Willy Brandt melancarkan
pemulihan hubungan baik yang kontroversial dengan Jerman Timur (Ostpolitik) pada tahun 1970-an.
[sunting] Berakhirnya pemisahan (die Wende)
Pada pertengahan tahun 1980-an Penyatuan kembali Jerman oleh rakyat Jerman Barat dan Timur secara
luas dianggap sebagai suatu cita-cita atau harapan tinggi tak terhingga yang sulit dicapai. Namun
harapan untuk Penyatuan kembali Jerman tiba-tiba muncul kembali dengan reformasi politik yang
7
RIYANINGSIH XI IPS 1
digelindingkan oleh pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev di tahun 1985. Setelah ini angin perubahan
mulai berhembus di Blok Timur, dan memunculkan harapan baru di dalam Jerman Timur.
Pada bulan Agustus 1989, pemerintahan reformis Hongaria menghilangkan peraturan ketat di
perbatasannya dengan Austria dan pada September lebih dari 13.000 warga Jerman Timur bisa
melarikan diri ke Barat melalui Hongaria. Ribuan warga Jerman Timur berusaha mencapai Jerman Barat
dengan mengadakan aksi pendudukan kantor-kantor perwakilan diplomatik Jerman Barat di ibu kota-ibu
kota negara-negara Eropa Timur, terutama di Praha, Cekoslowakia. Pemerintahan Republik Demokratis
Jerman (Jerman Timur) lalu mengumumkan akan memberikan fasilitas dengan mengoperasikan keretakereta api ekstra yang membawa mereka ke Jerman Barat dan menyatakan bahwa mereka mengusir
"para pengkhianat antisosial yang tak bertanggung jawab dan kaum kriminal"[1]. Sementara itu
demonstrasi menentang rezim Jerman Timur berawal di tanah air sendiri, terutama yang paling penting
adalah demonstrasi-demonstrasi Senin di Leipzig.
Pada tanggal 6–7 Oktober 1989, Gorbachev melawat Jerman Timur untuk memperingati hari ulang
tahun Jerman Timur yang ke-40 dan mendorong para pemimpin Jerman Timur untuk menerima
perubahan. Berhadapan dengan huru-hara, pemimpin Jerman Timur Erich Honecker telah dipaksa untuk
meletakkan jabatan pada 18 Oktober 1989 oleh anggota Politburonya sendiri dan digantikan oleh Egon
Krenz. Hal ini diikuti dengan pengunduran diri besar-besaran anggota kabinet Jerman Timur yang
akhirnya jatuh pada tanggal 7 November. Lalu Gunther Schwabowski sebagai juru bicara pemerintahan
Jerman Timur pada tanggal 9 November malam mengumumkan di televisi bahwa semua restriksi
perjalanan ke Jerman Barat dihilangkan. Semula warga Jerman Timur kurang mengerti maksud
pernyataannya. Setelah itu jutaan warga Jerman Timur berbondong-bondong pergi ke pos-pos
perbatasan yang kemudian dibuka oleh para penjaga perbatasan. Setelah itu banyak warga Jerman baik
Barat dan Timur memberanikan diri merusak Tembok Berlin. Peristiwa ini menjadi salah satu peristiwa
berita mengesankan pada abad ke-20.
Pada tanggal 18 Maret 1990 pemilihan umum bebas pertama dan satu-satunya dalam sejarah Jerman
Timur telah dilaksanakan. Pemerintahan yang dipilih diberi mandat utama untuk berunding dengan
Jerman Barat masalah persatuan dan membubarkan dirinya sendiri. Seorang ahli ideologi ternama
Jerman Timur dalam 1989, menyatakan "Polandia akan tetap menjadi Polandia meskipun komunisme
runtuh, tetapi tanpa komunisme negara Jerman Timur tidak mempunyai alasan untuk tetap berdiri."[2]
Di bawah Perdana Menteri Lothar de Maizière, Jerman Timur berunding dengan Jerman Barat, Britania
Raya, Perancis, Amerika Serikat dan Uni Soviet mengenai syarat-syarat untuk Penyatuan kembali
Jerman. Karena keberatan Uni Soviet bahwa Jerman Timur ditarik menjadi anggota NATO, maka sebuah
perjanjian dibuat bahwa Jerman yang bersatu boleh tetap menjadi anggota NATO, namun tentara NATO
tidak boleh ditaruh di Jerman Timur. Selain itu Kanselir Helmut Kohl meyakinkan para pemimpin
Perancis dan Britania Raya bahwa mereka tidak perlu khawatir bahwa sebuah Jerman yang bersatu akan
mengancam mereka dengan berjanji bahwa sebuah Negara Jerman bersatu akan lebih berusaha
berintegrasi dengan Uni Eropa.
8
RIYANINGSIH XI IPS 1
Paralel dengan perundingan multilateral, rundingan bilateral antara pemerintahan Timur dan Barat
berlangsung dan menuju pada penanda tangan perjanjian pada tanggal 18 Mei 1990 untuk Uni Ekonomi,
Sosial dan Moneter yang berlaku mulai tanggal 1 Juli 1990. Pada tanggal 23 Agustus, Volkskammer
(Parlemen Jerman Timur) mengesahkan tanggal 3 Oktober 1990 sebagai tanggal bergabungnya Jerman
Timur dengan Jerman Barat.
Einigungsvertrag ("Perjanjian Persatuan") telah ditanda tangani pada tanggal 31 Agustus 1990 oleh
wakil-wakil Jerman Barat dan Jerman Timur. Pada tanggal 12 September 1990 Perjanjian Penyelesaian
Akhir yang Berkenaan dengan Negara Jerman ("Perjanjian Dua tambah Empat") telah ditandatangani
dan secara resmi mendirikan ulang kedaulatan kedua-dua negara Jerman.
[sunting] Penyatuan kembali
Negara Jerman secara resmi dipersatukan kembali pada tanggal 3 Oktober 1990 ketika enam negara
bagian Jerman Timur (Bundesländer); Brandenburg, Mecklenburg-Vorpommern, Sachsen, SachsenAnhalt, Thüringen, dan Berlin bersatu secara resmi bergabung dengan Republik Federal Jerman (Jerman
Barat), memilih salah satu dari dua opsi yang diterapkan dalam Konstitusi Jerman Barat (Grundgesetz).
Maka dengan masuknya secara resmi lima negara bagian Jerman yang kembali didirikan ke Jerman Barat
sesuai Pasal 23, lalu wilayah di mana Grundgesetz (Undang-Undang Dasar) berlaku diperluas untuk
memuat mereka. Alternatifnya ialah bahwa Jerman Timur bergabung secara keseluruhan dalam rangka
persatuan resmi antara dua negara Jerman, yang lalu antara lain harus membuat Konstitusi baru bagi
negara yang baru saja didirikan. Meski opsi yang dipilih lebih sederhana, hal ini telah menjadi alasan
adanya sentimen-sentimen tertentu di Timur bahwa mereka telah "diduduki" atau "dianeksasi" oleh
Republik Federal Jerman yang lama (Jerman Barat).
Untuk memudahkan proses ini dan untuk meyakinkan negara-negara lain, Jerman Barat membuat
beberapa perubahan kepada "Undang-undang Dasar". Pasal 146 diubah sehingga Pasal 23 dari konstitusi
yang berlaku bisa dipakai untuk Penyatuan kembali. Lalu, jika lima "negara bagian yang telah didirikan
ulang" di Jerman Timur sudah bergabung, maka Undang-Undang Dasar bisa diubah lagi untuk
menyatakan bahwa tidak ada daerah Jerman lainnya yang ada di luar wilayah negara kesatuan yang
belum bergabung. Namun konstitusi ini bisa diubah lagi pada masa depan dan hal ini masih
memungkinkan diambilnya sebuah konstitusi lain pada masa depan oleh bangsa Jerman.
Pada tanggal 14 November 1990 pemerintah Jerman menanda tangani sebuah perjanjian dengan
Polandia yang menyangkut perbatasan mereka yang dikenal sebagai Perbatasan Oder-Neisse, dan
demikian, melepaskan tuntutan mereka untuk Silesia, Pomerania, Danzig (Gdańsk), dan Prusia Timur.
Bulan berikut, pemilihan umum bebas pertama bagi seluruh rakyat Jerman semenjak tahun 1932,
diadakan. Hasil pemilu ialah mayoritas yang bertambah besar bagi pemerintahan koalisi Helmut Kohl.
[sunting] Efek persatuan ulang
Di seantero mantan wilayah Jerman Timur ditemukan
banyak fasilitas-fasilitas militer yang telah ditinggalkan.
Barak Nedlitz dekat Potsdam, seperti dilihat pada bulan
9
RIYANINGSIH XI IPS 1
Agustus 2002, sedang dikembangkan kembali. Biaya persatuan ulang telah menimbul suatu beban yang
berat kepada ekonomi Jerman dan telah mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Jerman menjadi
tersendat-sendat dalam tahun-tahun terakhir ini. Biaya persatuan ulang diperkirakan berjumlah lebih
dari € 15 trilyun (pernyataan Freie Universität Berlin) . Jumlah ini lebih besar daripada hutang negara
Jerman.
Sebab utama untuk biaya yang sangat besar ini adalah lemahnya ekonomi Jerman Timur, khususnya jika
diperbandingkan dengan Jerman Barat; lalu nilai tukar di antara mata uang Jerman Timur dan Jerman
Barat yang secara artifisial ditinggikan demi alasan politik, dengan hasil Jerman Barat harus melunasi
rekening ini.
Walaupun dilakukan investasi besar-besaran oleh Jerman Barat, banyak perusahaan Jerman Timur
hancur ketika harus bersaing dengan Jerman Barat. Malah sampai sekarang, pemerintah Jerman
memberikan lebih dari € 10 milyar demi perkembangan negara-negara bagian yang terletak di mantan
Jerman Timur.
Selama tahun 1980-an, ekonomi kapitalis Jerman Barat menjadi makmur, sedangkan ekonomi komunis
Jerman Timur merosot; sesudah itu, suplai barang-barang dan jasa ke Jerman Timur menegangkan
sumber penghasilan Barat.
Industri yang dulu tidak perlu bersaing karena didukung oleh pemerintah Jerman Timur harus
diswastanisasikan, seringkali hal ini menghasilkan kebangkrutan mereka.
Sebagai akibat daripada persatuan ulang, kebanyakan mantan daerah Jerman Timur telah kehilangan
industrinya, menyebabkan suatu pengangguran yang bisa sebesar kira-kira 25 % di beberapa bagian
daerah. Semenjak itu, ratusan ribu warga mantan Jerman Timur secara berkesinambung berhijrah ke
wilayah barat untuk mencari pekerjaan. Hal ini menyebabkan wilayah timur kehilangan tenaga-tenaga
kerja profesional.
Menurut Bank Sentral Jerman (Bundesbank) sebab dari banyak masalah di ekonomi Jerman sejatinya
berakar pada persatuan ulang ini dan bukannya introduksi mata uang Euro pada tahun 2002 seperti
dinyatakan oleh banyak ekonom[3].
10
RIYANINGSIH XI IPS 1
3.PENEMUAN
http://www.ceritakecil.com/tokoh-ilmuwan-dan-penemu/Thomas-Alva-Edison-6
Thomas Alva Edison 11 February 1847 - 18 Oktober 1931
Bola Lampu
Thomas Alva Edison adalah penemu dari Amerika dan merupakan satu dari penemu terbesar
sepanjang sejarah. Edison mulai bekerja pada usia yang sangat muda dan terus bekerja hingga akhir
hayatnya. Selama karirnya, Thomas Alva Edison telah mempatentkan sekitar dari 1.093 hasil
penemuannya, termasuk bola lampu listrik dan gramophone, juga kamera film. Ketiga
penemuannya membangkitkan industri-industri besar bagi industri listrik, rekaman dan film yang
akhirnya mempengaruhi kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Dia juga dikenal sebagai penemu
yang menerapkan prinsip 'produksi massal' bagi penemuan-penemuannya.
Bola lampu pertama
Edison sendiri memperoleh keahliannya dalam bidang kelistrikan dan telegraphy (telegraph untuk
komunikasi) pada usia belasan tahun. Pada tahun 1868, di usia 21 tahun, dia telah mengembangkan
dan mempatentkan penemuannya yang berupa sebuah mesin yang merekam telegraph.
Dimasa kecilnya, Edison hanya bersekolah di sekolah yang resmi selama tiga bulan, selanjutnya
semua pendidikannya diperoleh dari ibunya yang mengajar Edison di rumah. Ibu Edison
mengajarkan Edison cara membaca, menulis, dan matematika. Dia juga sering memberi dan
membacakan buku-buku bagi Edison, antara lain buku-buku yang berasal dari penulis seperti Edward
Gibbon, William Shakespeare dan Charles Dickens.
Edison di usia 12 tahun, memperoleh penghasilan dengan cara bekerja menjual koran dan surat
kabar, buah apel, serta gula-gula di sebuah jalur kereta api. Di usia itu pula, Edison hampir
mengalami kehilangan seluruh pendengaran karena penyakit yang dideritanya, penyakit itu
membuatnya menjadi setengah tuli. Edison pernah menulis dalam diarinya: "Saya tidak pernah
mendengar burung bernyanyi sejak saya berusia 12 tahun."
11
RIYANINGSIH XI IPS 1
Pada usia 15 tahun, Edison, sambil tetap berjualan, membeli sebuah mesin cetak kecil bekas yang
selanjutnya dipasang pada sebuah bagasi mobil. Kemudian dia mencetak korannya sendiri,
WEEKLY HERALD, yang di cetak, diedit dan dijualnya di tempat dia berjualan.
Pada musim panas 1862, Edison menyelamatkan seorang anak berusia tiga tahun yang hampir di
tabrak oleh mobil. Ayah dari anak yang diselamatkan adalah kepala stasiun kereta api di tempatnya
berjualan. Dan sebagai rasa terima kasih, kepala stasiun tersebut mengajari Edison cara
menggunakan telegraph. Setelah 5 bulan mempelajari telegraph, Edison bekerja sebagai ahli
telegraph selama 4 tahun. Hampir semua gaji yang didapatnya dihabiskan dengan membangun
berbagai macam laboratorium dan peralatan listrik.
Edison sangat senang mempelajari sesuatu dan membaca buku-buku yang ada. Dari semua yang
dipelajarinya, Edison menerapkan pelajaran tersebut dengan cara bereksperimen di laboratorium
kecilnya. Edison tinggal di laboratoriumnya, hanya tidur 4 jam sehari, dan makan dari makanan yang
dibawa oleh asistennya ke laboratoriumnya. Edison melakukan percobaan dan eksperimen terus
menerus hingga penemuan-penemuannya menjadi sempurna. Mungkin kata yang cocok untuk
menggambarkan kepandaian Edison adalah: "Genius adalah 99% kerja keras"
12
RIYANINGSIH XI IPS 1
http://members.tripod.com/perkembangan_telepon/sejarah.htm
PENEMU TELEPON
Alexander Graham Bell, Penemu Telepon
Saat ini komunikasi antar manusia makin mudah karena udah ada fasilitas telepon
yang sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Lalu siapa tokoh yang paling
berjasa dibalik penemuan telepon? Dia adalah Alexander Graham Bell yang
pertama kali menemukan alat komunikasi ini.
Bell lahir pada tanggal 3 Maret 1847 di Edinburg, Scotland. Bell berasal dari
keluarga yang sangat mementingkan pendidikan. Ayahnya adalah seorang psikolog
dan elocution bernama Alexander Melville Bell, sedangkan kakeknya Alexander Bell
merupakan seorang elucution professor.
Setelah menyelesaikan kuliahnya di University of Edinburg dan University College di
London, Bell memutuskan buat menjadi asisten ayahnya. Dia membantu orangorang yang cacat pendengaran untuk belajar berbicara dengan metode yang telah
diterapkan oleh ayahnya, yaitu dengan memperhatikan posisi bibir dan lidah lawan
bicara.
Pada saat dia bermukim di London, Bell sempat belajar tentang percobaan yang
dilakukan oleh Herman Ludwig von Helmholtz berupa tuning fork dan magnet yang
bisa menghasilkan bunyi yang terdengar nyaring. Kemudian baru pada tahun 1865
Bell mempelajari lebih mendalam tentang suara yang keluar dari mulut saat
berbicara.
Bell semakin tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan bunyibunyian, makanya dia nggak keberatan ketika harus mengajar di Sarah Fuller,
Boston yang merupakan sekolah khusus orang-orang tuli pada tahun 1870, selain
itu Bell juga bekerja sebagai guru privat. Dan ketika dirinya diangkat menjadi guru
besar psikologi di Boston University pada tahun 1873, Bell mengadakan suatu
pertemuan khusus buat para guru yang menangani masalah murid-murid yang
13
RIYANINGSIH XI IPS 1
mengalami cacat pendengaran.
Hampir seluruh hidupnya Bell menghabiskan waktunya untuk mengurusi masalah
pendidikan orang-orang yang cacat pendengaran bahkan kemudian dirinya
mendirikan American Association to Promote the Theahing of Speech to the Deaf.
Bell mulai melakukan penelitian dengan menggunakan phonatograph, multiple
telegraph dan electric speaking telegraph dari tahun 1873 sampai 1976 yang
dibiayai oleh dua orang ayah dari muridnya. Salah satu penyandang dananya
adalah Gardiner Hubbard yang mempunyai seorang putri yang telinganya tuli
bernama Mabel, wanita inilah yang dikemudian hari menjadi istri Bell.
Di kemudian hari Bell mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan suatu alat
komunikasi dengan transmisi gelombang listrik. Bell pun mengajak temannya
Thomas Watson buat membantu menyediakan perlengkapannya. Penelitiannya
dilakukan dengan menggunakan alat pengatur suara dan magnet untuk
menghantarkan bunyi yang akan dikirimkan, peristiwa ini terjadi pada tanggal 2
Juni 1875.
Akhirnya terciptalah karya Bell sebuah pesawat penerima telepon dan pemancar
yang bentuknya berupa sebuah piringan hitam tipis yang dipasang di depan
electromagnet. Baru pada tanggal 14 Februari 1876 Bell mematenkan hasil
penemuannya, tapi oleh US Patent Office penemuan Bell ini baru resmi dipatenkan
pada tanggal 7 Maret untuk “electric speaking telephone”.
Bell terus memperbarui penemuannya dan untuk pertama kalinya dia berhasil
mengirimkan suatu kalimat berbunyi “Watson, come here, I want you” pada
tanggal 10 Maret 1876.
14
Download