Protokol penilaian kepatuhan pasien terhadap terapi obat

advertisement
 SOP kepatuhan terapi obat di Unit Hemodialisa (HD) RSSA Farmasi klinis Lab/SMF Farmasi FKUB‐RSSA Protokol penilaian kepatuhan pasien terhadap terapi obat Berikut ini adalah hal‐hal yang harus digali dari pasien dan keluarga/pengantar pasien oleh farmasis. Semua jawaban/respon dicatat pada lembar dokumentasi farmasis klinis. A. Pertanyaan untuk penilaian kepatuhan pasien pada AWAL jumpa/pertamakali HD: 1. Identitas pasien (nama, usia/tanggal lahir, asuransi). 2. Penyakit penyebab pasien menjalani hemodialisa. 3. Lama menjalani hemodialisa dan frekuensi hemodialisa tiap minggu. 4. Cek riwayat pengobatan; jenis, frekuensi dan lama pengobatan yang diterima pasien 5. Cek obat yang sekarang dikonsumsi pasien: selama menjalani hemodialisa sering minum obat apa saja baik yang diresepkan dokter maupun yang tanpa resep (kalau pasien lupa kita arahkan dengan menyebutkan beberapa contoh obat yang sering digunakan di ruang hemodialisa seperti captopril, furosemide, adalat atau melihat Kartu Pengambilan Obat pasien). 6. Signa/frekuensi penggunaan obat tersebut per harinya. 7. Sudah berapa lama pasien menggunakan obat‐obatan tersebut. 8. Apakah pasien rutin minum obat atau tidak. 9. Jika tidak rutin, ditanyakan alasannya (lupa, tidak suka, tidak telaten, efek samping, atau tidak percaya manfaat obat, dll). 10. Diskusikan usualan/rekomendasi tindakan berkaitan dengan alasan ketidakpatuhan pasien (misalnya penyesuaian carapakai atau signa/regimen obat; mengganti obat, atau penambahan obat untuk mengatasi efek samping). 11. Konseling untuk memperbaiki kepatuhan pasien minum obat (misalnya: penjelasan mengenai penyakit; manfaat dan hasil klinis serta progresi jika minum/tidak minum obat, usulan supaya tidak lupa waktu minum obat kepada pasien/yang merawat; dll) B. Daftar pertanyaan tentang kepatuhan pasien RUTIN setiap kali menjalani sesi hemodialisa : 1. Obatnya masih diminum secara rutin atau tidak 2. Alasan pasien tidak meminum secara rutin 3. Dalam satu minggu kemarin pernah lupa minum obat atau tidak 4. Kalau pasien lupa berapa kali lupa minum obat 5. Diskusikan usualan/rekomendasi tindakan berkaitan dengan alasan ketidakpatuhan pasien 6. Usulan/rekomendasi tindakan berkaitan dengan alasan ketidakpatuhan (misalnya: ganti obat atau penyesuaian cara pakai/signa obat) 7. Konseling untuk memperbaiki kepatuhan pasien minum obat C. Selain melalui assessment terhadap pasien dan keluarganya dilakukan juga pengecekan Kartu Pengambilan Obat (KPO) pasien. Cek apakah bersesuaian. Konfirmasi ke pasien. Halaman 1 dari 1 Berlaku per 22 Juli 2009 Draft oleh Rudy Salam, D. Lyrawati 
Download