75 BAB V KESIMPULAN Berdasarkan hasil

advertisement
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan mengenai tahapan-tahapan
analisa yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini adalah
sebagai berikut :
 Lokasi penelitian terletak di Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Provinsi
Sulawesi Tenggara. Penelitian dilakukan pada suatu kompleks batuan dasar yang
secara stratigrafi termasuk pada batuan dasar Kompleks Mekongga. Contoh batuan
yang diteliti merupakan batuan metamorf yang termasuk pada batuan dasar
Kompleks Mekongga. Dari 11 stasiun pengamatan diambil 10 contoh batuan yang
kemudian dianalisis lebih lanjut. Seluruh contoh batuan kemudian dideskripsi
secara megaskopis dan mikroskopis. Penamaan mikroskopis didasarkan pada
kandungan mineral yang dominan dan tekstur yang terdapat pada batuan tersebut.
 Secara megaskopis contoh batuan yang diambil termasuk ke dalam sekis mika, hal
ini didasarkan pada kenampakan di lapangan. Dengan banyaknya keterdapatan
mineral mika dan adanya struktur foliasi pada batuan metamorf tersebut. Secara
mikroskopis batuan metamorf tersebut tersusun atas biotite schist muscovite.
Berdasarkan kandungan mineral kuarsa, K-feldspar dan mika, protolith dari batuan
ini adalah batuan pelitik.
75
76
 Berdasarkan data geokimia, protolith dari sekis muskovit adalah batupasir atau
greywacke. Analisis pada diagram AFM adalah untuk mengetahui mineral-mineral
yang tidak teridentifikasi saat analisis petrografi. Asosiasi mineral yang terdapat
pada diagram AFM adalah staurolit, kordierite dan kloritoid menunjukan bahwa
batuan metamorf Kompleks Mekongga merupakan batuan metamorf berderajat
tinggi (high grade metamorphism). Selain itu juga setelah data geokimia diplot
pada diagram K2O/Na2O dan SiO2 (Roser & Korch) dapat menunjukan bahwa
lokasi diendapkannya protolith dari batuan metamorf Kompleks Mekongga berada
pada batas antara island arc dan active continental margin. Kemudian setelah
diplot apada diagram Pettijohn menunjukan bahwa protolith dari batuan metamorf
Kompleks Mekongga adalah greywacke.
 Petrogenesis batuan metamorf didasarkan atas analisis petrografi dan geokimia.
Menunjukan bahwa batuan metamorf Kompleks Mekongga merupakan batuan
metamorf derajat tinggi. Batuan metamorf Kompleks Mekongga termasuk ke
dalam jenis metamorfisme regional, yang merupakan metamorfosa yang identik
dengan zona subduksi. Fasies yang berkembang pada Batuan Dasar Kompleks
Mekongga adalah fasies amfibolit hal ini dilihat berdasarkan kemunculan mineralmineral khas pada contoh batuan yang di analisis.
Download