BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Sebelumnya

advertisement
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Penelitian Sebelumnya
2.1.1 Uraian State of The Art
State of The Art adalah seni untuk melihat referensi dari penelitian – penelitian
sebelumnya untuk melakukan sebuah penelitian yang baru. Peneliti mengambil 3 jurnal
internasional dan 2 jurnal lokasi sebagai referensi yang terdiri atas:
1. Jurnal lokal yang dimiliki Rindah Fitriani Hamid, Watief A. Rachman Indra ,
dan Fajarwati Ibnu dengan judul
EFEKTIFITAS PROGRAM TALKSHOW
TAMBAHAN OBAT TRADISIONAL TERHADAP PERILAKU PENDENGAR
RADIO DI KOTA MAKASSAR pada tahun 2014 peneliti tersebut menggunakan teori
talkshow dan teori radio. Peneliti tersebut menggunakan pendekatan penelitian kualitatif
dan menggunakan pendekatan fenomologi.
2. Jurnal lokal yang dimiliki Dina Febriyana dengan judul PROSES PRODUKSI
PROGRAM TALK SHOW “REDAKSI 8” PADA TELEVISI LOKAL TEPIAN TV
SAMARINDA, peneliti tersebut menggunakan teori tahapan produksi dengan teknik
pengumpulan data dari kepustakaan dan catatan lapangan
3. Jurnal asing yang dimiliki Jaime S. Bell dengan judul A QUALITATIVE LOOK
AT MIDDLE SES PRESCHOOLERS: MEDIA CONSUMPTION AND SOCIAL
BEHAVIORS, peneliti tersebut menggunakan teori belajar sosial dan teori media massa
dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan penelitian deskriptif.
4. Pada jurnal asing yang dimiliki Onyekosor, A. I, N. N. Nwankpa dengan judul
TELEVISION PROGRAMME judul PREFERENCE AND THE PERCEPTION OF
CRIME AMONG YOUTHS IN TERTIARY INSTITUTIONS IN PORT HARCOURT,
NIGERIA menggunakan teori komunikasi massa,teori persepsi mengenai kriminal, dan
teori penggunaan dan gratifikasi media dengan menggunakan pendekatan penelitian
kualitatif dan jenis penelitian deskriptif.
7
8
5. Penelitian yang dilakukan oleh Jay Leno dengan judul aspects of talk show
interaction: the jonathan ross show and the tonight show menggunakan teori analisis
percakapan dan analisis talkshow dengan pendekatan penelitian kuantitatif.
Dalam penelitian ini membahas strategi produksi program meja bundar yang
merupakan program talkshow dengan menganalisis SWOT program tersebut dengan
melakukan wawancara mendalam dan observasi di lapangan.
Keterangan
Saya
Peneliti
Rindah
Peneliti
Peneliti
Peneliti
Peneliti
Dina
Jaime S.
Onyekosor,
Jay Leno
Febriyana
Bell
A. I, N. N.
Fitriani
Nwankpa
Hamid,
Watief A.
Rachman,
Indra
Fajarwati
Ibnu
Masalah
Meneliti
Meneliti
Meneliti
Meneliti
Meneliti
Meneliti
Penelitian
strategi
efektifitas
proses
konsumsi
persepsi
aspek
Produksi
program
produksi
media yang
kriminal
interaksi
Program
talkshow
talkshow
mempengar
bagi anak
talkshow the
Meja
tambahan
redaksi 8
uhi tingkah
muda
jonathan
Bundar
obat
pada televisi
laku pada
dalam
ross show
tradisional
lokal tepian
anak – anak
penyajian
and the
terhadap
tv samarinda
pra sekolah
tayangan di
tonight show
televisi
dengan
perilaku
pendengar
melihat
radio di kota
aspek
makassar
presenter
dalam
talkshow
sebagai
kesuksesan
program
9
Teori
Teori
Teori Radio,
Teori
Teori
Teori
Analisis
tahapan
Teori
tahapan
Belajar
Komunika
Percakapan,
produksi
Talkshow
produksi.
Sosial &
si
Analisis
dan
Teori Media
massa,Teo
Talkshow
analisis
Massa.
ri Persepsi
swot
mengenai
kriminal,
dan
Teori
Pengguna
an dan
Gratifikasi
Media
Metode
Penelitian
Penelitian
Penelitian
Penelitian
Penelitian
Penelitian
Penellitian
Kualitatif
Kualitatif
Kualitatif
Kualitatif
Kualitatif
Kuantitatif
Hasil
Pelaksaan
Efektifitas
Proses
Media sudah
Terdapat
Keberhasilan
Penelitian
produksi
program
Produksi
tersebar
signifikan
talkshow
dapat
dapat berjalan
seudah
sampai anak
antara
dapat
berjalan
dengan
berjalan
pra sekolah ,
program
dipengaruhi
dengan
karena
sesuai SOP
dan orang
televisi dan
oleh
baik
penyiar yang
( Standard
tua harus
persepsi
pemilihan
sesuai
baik
Operational
memiliki
criminal
pembawa
dengan
memberikan
Procedure )
peran
dan
acara dalam
tahapan
suasana
dan
terhadap
Televisi
program
produksi
program yang
Tim Kreatif
paparan dari
harus
tersebut
yang
nyaman
dalam
media itu
mempertim
yang
dilakukan
lebih
Produksi
sendiri dan
bangkan
mempengaru
informatif.
sangat
melihat
pengguna
hi
diperlukan
lansung
an
pembawaan
agar
perkembang
kekerasan
topik dan
Program
an tingkah
kontak dan
penggunaan
tidak terlihat
laku anak
ekspresi
waktu dapat
kaku
agar tidak
kemarahan
berjalan
terpengaruh
yang
dengan baik
dengan
memberika
media
n pengaruh
baik
dapat
dan
bagi Anak
10
Muda
Tabel 2.1 State Of The Art
2.2 Landasan Konseptual
Teori Umum
2.2.1
Komunikasi
2.2.1.1. Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah proses interaksi satu sama lain untuk membangun hubungan
dengan cara berkomunikasi dan saling bertukar pesan dan diterima masing – masing
setiap individu. Dalam bahasa latin, pengertian komunikasi terbagi dua, yaitu secara
etimologis, kata komunikasi berasal dari Bahasa Latin Communicatio, dari kata yang
berpatisipasi atau memberitahukan. Dalam bahasa latin, communicatus yang artinya
berbagi atau milik bersama ( Ardianto dan Q-Anees, 2007). Dalam kata memiliki makna
‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk
kebersamaan atau kesamaan makna dan pengertian komunikasi secara terminologis
merujuk adanya sebuah proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada
orang lain.
Disini, bahwa komunikasi adalah membangun komunikasi dengan manusia
karena pengertian ini terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Dasar pengertian ini,
merujuk pada pengertian (Ruben and Stewart, 2013) mengenai komunikasi manusia
yaitu “Human communication is the process through which individuals –in
relationships, group, organizations and societies - respond to and create messages to
adapt to the environment and one another”. Pengertian diatas mengatakan bahwa
komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu
11
hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan
untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
Setiap
manusia
mengungkapkan
sebuah
pesan
komunikasi
yang
menurut Bernard Berelson & Gary A. Steiner (Ardianto dan Q-Anees, 2007)
komunikasi merupakan sebuah transmisi informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan
sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol – kata-kata, gambar, figur, grafik dan
sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang disebut proses komunikasi yang
didalamnya terdapat pesan komunikasi memiliki dampak tersendiri dimana proses
penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau
mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan maupun tak
langsung melalui media (Effendy, 2006: 5).
Jadi, pengertian diatas komunikasi adalah proses interaksi melibatkan individu –
individu dalam melakukan proses penyampaian pesan yang berisi berupa gagasan,
informasi, gambar, figur, dan grafik dan dampak tersebut dalam penyampaian pesan
dilihat dari perubahan sikap, perilaku baik disampaikan secara langsung atau tidak
langsung.
2.2.1.2. Fungsi Komunikasi
Pengertian dari komunikasi, terdapat fungsi dari pesan komunikasi yang
disampaikan. Menurut Rudolph F. Verderber (Deddy Mulayana, 2009) mengemukakan
bahwa komunikasi mempunyai dua fungsi yang terdiri dari :
1.
Fungsi Sosial
Fungsi ini digunakan untuk kesenangan dan membangun ikatan dengan orang
lain . Ikatan yang dilakukan dapat membangun sebuah hubungan satu dengan yang lain.
Fungsi ini mengisyaratkan komunikasi yang berperan penting untuk berinteraksi dengan
berbagai lingkungan.
2.
Fungsi Pengambilan Keputusan
Fungsi ini digunakan untuk memutuskan hal yang ingin dilakukan atau tidak.
Sebagian keputusan dapat dibuat sendiri dan sebagian lagi dibuat setelah berkonsultasi
12
dengan orang lain. Keputusan bersifat emosional dan melalui pertimbangan –
pertimbangan yang matang.
Kedua fungsi ini dilakukan secara bersamaan yang mendukung proses
komunikasi yang dibangun. Fungsi ini menjadi keterikatan dalam hubungan manusia
satu dengan yang lain dengan memiliki tujuan yang berbeda – beda setiap orang.
2.2.1.3 Tujuan Komunikasi
Menurut (Fajar, 2009) tujuan komunikasi dapat dijabarkan tujuan penggunaan
proses komunikasi sebagai berikut:
1. Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
2. Mempengaruhi perilaku seseorang
3. Mengungkapkan perasaan
4. Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
5. Berhubungan dengan orang lain
6. Menyelesaian sebuah masalah
7. Mencapai sebuah tujuan
8. Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
9. Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain
2.2.1 4 Unsur Komunikasi
Setiap komponen komunikasi menjadi peranan penting dalam berkomunikasi
yang agar komunikasi berjalan dengan baik. Menurut Laswell, Komunikasi pada
dasarnya merupakan suatu proses yang menjawab pertayaan dari who? says what? in
which channel? to whom? with what effect dengan menjelaskan siapa? mengatakan
apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? Analisis lima
unsur menurut Lasswell (Mulyana, 2009) adalah:
13
1. Who? (siapa/sumber).
Sumber/komunikator adalah pelaku utama atau pihak yang mempunyai kebutuhan
untuk
berkomunikasi
atau
yang
memulai
suatu
komunikasi
seorang
individu,kelompok,organisasi,maupun suatu negara sebagai komunikator.
2. Says What? (pesan).
Apa yang akan disampaikan atau dikomunikasikan kepada penerima ( komunikan),
dari sumber (komunikator ) atau isi informasi pesan yang disamapaikan menggunakan
seperangkat symbol verbal / non verbal yang mewakili perasaan , nilai, gagasan atau
maksud sumber. Didalamnya ada tiga komponen pesan yaitu makna , symbol untuk
menyampaikan makna, dan bentuk atau organisasi pesan.
3. In Which Channel? (saluran/media).
Wahana atau alat untuk menyampaikan pesan dari komunikator (sumber) kepada
komunikan (penerima) . Bentuk saluran atau media dapat disampaikan baik secara
langsung ( tatap muka), maupun tidak langsung (melalui media cetak / elektronik).
4. To Whom? (untuk siapa/penerima).
Orang/kelompok /organisasi /suatu negara yang menerima pesan dari sumber
kepada tujuan akhir pesan itu diterima (destination) /pendengar (listener )/ khalayak (
audience)/komunikan /penafsir /penyandi balik (decoder).
5. With What Effect? (dampak/efek).
Setelah
pesan sudah diterima. Dampak/efek yang terjadi pada komunikan
(penerima) setelah menerima pesan dari sumber. Perubahan yang terjadi bisa dilihat
seperti perubahan sikap, dan bertambahnya pengetahuan.
2.2.2 Komunikasi Massa
2.2.2.1 Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa atau
komunikasi dengan menggunakan media massa. Massa di sini adalah kumpulan orang orang yang hubungan antar sosialnya tidak jelas dan tidak mempunyai struktur tertentu.
Menurut Gerbner (Jalaluddin, 2014) komunikasi massa adalah “Mass
communication is the technologically and institutionally based production and
14
distribution of the most broadly shared continuous flow of messages in industrial
societies”
Jadi, Gerbner berpendapat bahwa komunikasi massa adalah produksi dan
distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu
serta paling luas dimiliki orang dan masyarakat Industri. Definisi komunikasi massa
juga dikemukakan oleh Bittner (Ardianto, Elvinaro dkk, 2007) yakni komunikasi massa
adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang
(mass communication is messages communicated through a mass medium to a large
number of people). Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi massa itu
harus menggunakan media massa.
2.2.2.2 Karateristik Komunikasi Massa
Dari pengertian komunikasi massa, interaksi antar individu yang memiliki proses
psan yang diterima bersama. Maka, komunikasi massa memiliki karateristik komunikasi
massa. Karateristik komunikasi massa (Ardianto, Elvinaro dkk, 2007) adalah sebagai
berikut:
1.
Komunikator Terlembaga
Ciri komunikasi massa yang pertama adalah komunikatornya. Menurut Wright
komunikasi massa bergerak dalam organisasi yang kompleks. Secara kronologis proses
penyusunan pesan oleh komunikator sampai pesan itu diterima oleh komunikan. Apabila
pesan disampaikan melalui surat kabar , maka komunikator menyusun pesan dalam
bentuk artikel . Dengan begitu , pesan dapat diterima sesuai dengan permintaan media
massa yang bersangkutan.
Selanjutnya pesan tersebut diperiksa oleh penanggung jawab rubrik. Dari
penanggung
jawab rubrik diserahkan kepada redaksi untuk diperiksa layak
atau
tidaknya pesan itu untuk dimuat dengan pertimbangan utama yaitu tidak menyalahi
kebijakan dari lembaga media massa itu. Ketika pesan sudah layak
settingnya,pesan diperiksa
dibuat
oleh korektor, lalu disusun oleh layout man agar
komposisinya bagus, dibuat plate, kemudian masuk ke mesin cetak. Tahap terakhir
15
setelah dicetak merupakan tugas bagian distribusi untuk mendistribusikan surat kabar
yang berisi pesan itu kepada pembacanya.
Apabila media komunikasi yang digunakan adalah media televisi, tentu akan
banyak lagi melibatkan orang, seperti juru kamera, juru lampu, pengarah acara, bagian
make up, floor manager dan lain-lain. Selain itu, peralatan yang digunakan lebih banyak
serta dana yang diperlukan lebih besar.
2. Pesan Bersifat Umum
Komunikasi massa itu bersifat terbuka, artinya komunikasi massa itu ditujukan
untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk sekelompok tertentu. Oleh karenanya,
pesan komunikasi massa bersifat umum. Pesan komunikasi massa dapat berupa fakta,
peristiwa atau opini. Pesan komunikasi massa yang dikemas dan dibentuk apa pun yang
memenuhi kriteria penting atau menarik, atau penting juga sekaligus menarik, bagi
sebagian besar komunikan.
3. Komunikan Anonim dan Heterogen
Komunikasi massa tidak mengenal komunikannya. Jadi, pada komunikasi massa
pada komunikan bersifat anonim. Selain anonim, komunikasi massa yang terdiri dari
lapisan masyarakat yang besar dan banyak dan menggunakan media atau tidak tatap
muka maka komunikasi massa bersifat heterogen. Heterogen dilihat dari berbagai
lapisan masyarakat yang berbeda, yang dapat dikelompokkan berdasarkan faktor usia,
jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, latarbelakang budaya, agama dan tingkat ekonomi.
4. Pesan Serempak
Kelebihan komunikasi massa dibandingkan komunikasi lainya adalah jumlah
sasaran khalayak atau komunikan yang dicapainya relatif banyak dan tidak terbatas.
Keserampakan media massa itu ialah keserampakan kontak dengan sejumlah besar
penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator, dan penduduk tersebut satu sama
lainnya berada dalam keadaan terpisah dalam waktu bersamaan.
16
5. Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan
Setiap komunikasi melibatkan unsur isi dan unsur hubungan sekaligus. Pada
komunikasi antarpersonal, unsur hubungan sangat penting. Sebaliknya pada komunikasi
massa, yang penting adalah isi. Dalam komunikasi massa, pesan yang disampaikan atau
topik yang dibicarakan tidak perlu menggunakan sistematika tertentu. Dalam
komunukasi massa, pesan harus disusun sedemikian rupa berdasarkan sistem tertentu
dan disesuaikan dengan karakteristik media massa yang akan digunakan.
6. Bersifat Satu Arah
Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa. Penggunaan Media
massa menjadikan komunikator aktif dalam menyampaikan pesan dan komunikan aktif
menerima pesan namun keduanya tidak malakukan tatap muka langsung seperti dialog
yang dilakukan komunikasi antarpesona. Dengan demikian, komunikasi massa bersifat
satu arah.
7. Stimulasi Alat Indera yang Terbatas
Dalam komunikasi massa, stimuli alat indera terbatas. Dalam komuniaksi massa,
stimulasi alat indra bergantung pada jenis komunikasi massa. Pada surat kabar dan
majalah, pembaca hanya menggunakan indra penglihatan dengan melihat. Pada siaran
radio dan rekaman auditif, khalayak hanya mendengar, sedangkan pada media televisi
dan film, kita menggunakan indra penglihatan dan pendengaran. Sedangkan, komunikasi
antarpersonal yang bersifat tatap muka, maka seluruh alat indera pelaku komunikasi,
komunikator dan komunikan, dapat digunakan secara maksimal.
8. Umpan Balik Tertunda (Delayed)
Komponen umpan balik atau feedback merupakan faktor penting dalam bentuk
komunikasi apapun.. Efektivitas komunikasi seringkali dapat dilihat dari feedback yang
disampaikan oleh komunikan. Dengan begitu, umpan balik bersifat langsung dan segera.
17
2.2.2.3 Fungsi Komunikasi Massa
Komunikasi massa memiliki fungsi bagi khalayak. Fungsi komunikasi masssa
menurut Dominick (Mursito BM, 2006) dapat dirumuskan menjadi beberapa macam,
diantaranya terdiri dari:
1. Surveillance
Fungsi pengawasan dilakukan dalam penyebaran informasi mengenai
kejadian - kejadian dalam lingkungan dalam maupun luar masyarakat. Fungsi
pengawasan komunikasi massa dibagi dalam dua bentuk utama yaitu pengawasan
peringatan dan pengawasan instrumental. Pengawasan peringatan dalam media massa
adalah menginformasikan bentuk peringatan dalam aktivitas preventif untuk mencegah
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Pengawasan instrumental adalah bentuk
penyebaran informasi yang berguna bagi khalayak.
2. Correlation
Fungsi korelasi merupakan interpretasi pesan yang menyangkut lingkungan
dan tingkah laku atau reaksi terhadap peristiwa yang terjadi. Fungsi ini berdasarkan hasil
sosialisasi terhadap lingkungan dan membentuk kesepakatan sebagai fungsi editorial.
Fungsi editorial dikatakan sebagai pertanggunjawaban atas berita yang disajikan. Hal
yang berhubungan dengan fungsi editorial adalah memberikan bimbingan kepada
masyarakat, menjelaskan peristiwa yang terjadi secara actual dan memilih hal yang
menjadi prioritas masyarakat. Fungsi ini menjadikan peran media massa sebagai
penghubung antara berbagai komponen masyarakat dalam memberikan informasi yang
disiarkan melalui media massa.
3. Transmisi
Fungsi Transmisi merupakan cara mengkomunikasikan sebuah informasi,
nilai – nilai dan norma – normas sosial budaya dari generasi ke generasi dengan cara
bersosialisasi. Sosialisasi yang berkembang dimulai dari sebuah individu - individu yang
mengadopsi perilaku dan nilai – nilai kelompok. Dalam komunikasi massa, fungsi ini
berperan aktif dalam fungsi pendidikan.
18
4. Entertainment
Fungsi hiburan merupakan fungsi dalam komunikasi massa yang berisi
kegiatan -kegiatan hiburan dan berisi berita ringan. Tujuan fungsi entertainment ini
adalah untuk memberikan hiburan tanpa mengharapkan efek – efek tertentu.
2.2.2.4 Tindakan Komunikasi Massa
Menurut John Vivian (Vera, 2008) komunikasi yang dibangun adalah suatu
proses penyampaian pesan dari seorang komunikator kepada komunikan. Dari
pengertian tersebut dapat dilihat bahwa komunikasi mempunyai elemen-elemen yaitu
komunikator, pesan, dan komunikan yang harus ada pada proses komunikasi.
Komunikasi memiliki tingkatan yang dilihat berdasarkan seberapa banyak jumlah orang
yang terlibat dalam proses komunikasi.
1.
Intrapersonal Communication (Komunikasi dengan diri sendiri).
Komunikasi interpersonal mempunyai elemen-elemen sebagai syarat minimal
terjadinya proses komunikasi, yaitu komunikator-pesan-komunikan. Dalam komunikasi
intrapersonal proses komunikasi terjadi pada dirinya sendiri sebagai komunikator dan
komunikan. Aktifitas dari komunikasi ini dilakukan dalam kegiatan sehari – hari yaitu
apabila berbicara seseorang berbicara pada diri sendiri dan melakukan proses pada
dirinya untuk berimajinasi yang kreatif. Komunikasi intrapersonal tersebut mendahului
ucapan atau tindakan seseorang.
2.
Interpersonal Communication (Komunikasi antar pribadi).
Komunikasi antar pribadi melibatkan dua atau tiga orang dalam proses
komunikasinya, ada noise, dan komunikan bertindak juga sebagai komunikator selama
proses komunikasi berlangsung. Pada hakekatnya, komunikasi interpersonal dapat
mendapatkan umpan balik dari proses komunikasi yang dibangun antar dua orang secara
fisik dalam bentuk percakapan.
19
3.
Group Communication (Komunikasi kelompok)
Di dalam komunikasi kelompok, ciri utamanya adalah dimana sejumlah orang
mengurangi keintiman dalam proses komunikasi. Dalam komunikasi kelompok dapat
dibagi menjadi dua yaitu, komunikasi kelompok kecil dan komunikasi kelompok besar,
tergantung jumlah orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut.
4.
Mass Communication (Komunikasi massa).
Komunikasi massa merupakan komunikasi yang kompleks karena melibatkan
jumlah orang yang relatif sangat banyak, baik komunikator maupun komunikannya.
Komunikasi massa ciri utamanya adalah mampu menjangkau ribuan atau bahkan jutaan
orang yang dilakukan melalui media massa baik cetak maupun elektronik. Dalam
komplekitas jumlah orang yang relatif banyak, pesan yang disampaikan harus
membutuhkan sebuah keahlian sendiri agar pesan dapat diterima oleh banyak orang.
2.2.3 Media Massa
2.2.3.1 Pengertian Media Massa
Media massa adalah alat komunikasi yang digunakan dalam proses komunikasi
massa. Menurut Agee (Ardianto, Elvinaro dkk, 2007)
media massa yaitu saluran
sebagai alat atau sarana yang dipergunakan dalam proses komunkasi massa. Media
massa juga mempengaruhi pemikiran dan tindakan khalayak baik dari segi budaya,
sosial, politik dipengaruhi oleh media.
Menurut (Nurudin, 2007) media massa adalah alat - alat dalam komunikasi yang
bisa menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audiens yang luas dan
heterogen.
Kesimpulan diatas, media massa memiliki jangkauan yang luas dan mampu
menyaring massa dalam jumlah besar. Saat ini, kepopuleran media massa sangat tinggi
karena media massa mampu menjadi alat komunikasi untuk menyampaikan pesan media
dengan jarak jauh. Pesan atau informasi dari media massa yang mampu menjangkau
semua khalayak , media massa memberikan pengaruh yang kuat bagi khalayak dalam
20
menerima informasi baru secara serempat dan cepat. Kecepatan media massa juga yang
membentuk pola pikir masyarakat dalam merespon informasi baru.
2.2.3.2 Jenis – Jenis Media Massa
Jenis – jenis Media massa memiliki garis besar yang dibagi sebagai berikut :
1. Media Cetak (Printed Media)
Media Cetak adalah suatu media statis yang mengutamakan fungsinya sebagai
media penyampaian informasi. Maka media cetak terdiri dari lembaran dengan sejumlah
kata, gambar, atau dalam tata warna dan halaman putih seperti surat kabar, tabloid dan
majalah dengan fungsi utama untuk memberikan informasi atau menghibur. Menurut
(Ardianto, Elvinaro dkk, 2007) media cetak juga adalah suatu dokumen atas segala hal
yang dikatakan orang lain dan rekaman peristiwa yang ditangkap oleh jurnalis dan
diubah dalam bentuk kata-kata, gambar, foto, dan sebagainya. Media Cetak terdiri dari :
1. Surat Kabar
Surat kabar merupakan media massa paling tua dibandingkan dengan jenis media
lainnya. Sejarah keberadaan surat kabar dimulai sejak ditemukannya mesin cetak oleh
Guternberg di Jerman. Menurut Agee (Ardianto, Elvinaro dkk, 2007) surat kabar
memiliki tiga fungsi utama dan fungsi sekunder. Fungsi utama media adalah :
1.
To inform
Fungsi ini bertujuan untuk menginformasikan kepada pembaca secara objektif tentang
berita atau peristiwa yang terjadi untuk kepentingan publik.
2.
To comment
Fungsi ini bertujuan untuk memberikan komentar atau tanggapan mengenai berita yang
disampaikan dan berusaha untuk dikembangkan ke dalam fokus berita.
3.
To provide
21
Fungsi ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas atau keperluan informasi bagi pembaca
yang membutuhkan barang dan jasa yang disampaikan melalui pemasangan iklan di
media.
Fungsi Sekunder media adalah:
1.
Fungsi ini bertujuan untuk mengkampanyekan proyek-proyek yang bersifat
kemasyarakatan dengan keperluan untuk membantu kondisi-kondisi tertentu
2. Fungsi ini memberikan hiburan kepada pembaca dengan sajian cerita komik,
kartun dan cerita-cerita khusus.
3. Fungsi ini bertujuan untuk melayani pembaca sebagai konselor yang ramah,
menjadi agen informasi dan memperjuangkan hak – hak masyarakat.
2. Majalah
Keberadaan Majalah dimulai masa menjelang Kemerdekaan Indonesia. Majalah
berisi macam - macam artikel dengan subjek yang bervariasi. Keberadaan majalah yang
banyak digemari masyarakat karena majalah memiliki sasaran khalayak yang spesifik.
Subjek majalah dapat disesuaikan dengan gaya hidup atau hobi khalayak seperti subjek
olahraga. Menurut (Dominick, 2005) klasifikasi majalah dibagi kedalam lima kategori
utama, yakni:
1. General consumer magazine (majalah konsumen umum)
2. Business publication (majalah bisnis)
3. Literacy reviews and academic journal (kritik sastra dan majalah ilmiah)
4. Newsletter (majalah khusus terbita berkala)
5. Public Relations Magazines (Majalah Humas)
3. Tabloid
Tabloid sebenarnya adalah istilah suatu format surat kabar yang lebih kecil (597
mm × 375 mm) dari ukuran standar koran harian. Istilah ini biasanya dikaitkan dengan
penerbitan surat kabar reguler non harian (bisa mingguan, dwimingguan, dll), yang
terfokus pada hal-hal yang lebih “tidak serius”, terutama masalah selebritas, olah raga,
22
kriminal, dll.
4. Media Elektronik (Electronic Media)
Media Elektronik merupakan media komunikasi atau media massa yang
menggunakan alat-alat elektronik (mekanis). Media elektronik kini terdiri dari Radio,
Televisi (Muda, 2005)
a. Radio
Radio merupakan
media elektronik tertua dan paling luwes .
Keunggulan radio siaran ini bisa berada dimana saja, di tempat itdur, di dapur, di dalam
mobil, di kantor, di jalan, di pantai dan berbagai tempat lainnya. Gaya radio siaran
mencakup hal – hal yang bersifat imanjinatif yang memiliki gagasan – gagasan yang
unik agar pendengar dapat terbawa suasana sesuai dengan keinginan pendengar, dan
sifat radio yang auditori yang hanya menggunakan indera pendengaran. Media radio ini
memiliki gaya conversational yang menjadikan penyiar dan pendengar terlihat akrab
seperti berbicara langsung.
b. Televisi
Televisi merupakan media elektronik yang paling berpengaruh pada
kehidupan manusia. Televisi berisi program – program yang memberikan informasi,
menghibur dan memujuk. Fungsi menghibur dalam televisi lebih dominan di media
televisi. Tujuan utama khalayak menonton televisi adalah untuk memperoleh hiburan,
selanjutnya untuk memperoleh informasi.berita. Pada umumnya, penonton yang
menyukai media ini, dapat menghabiskan waktu menonton televisi sekitar tujuh jam
dalam sehari. Keunggulan dari media televisi adalah sifatnya yang audiovisual. Dengan
begitu, penonton dapat terpuaskan kebutuhannya untuk mendapatkan informasi dari
media ini.
5. Media Online
Media online merupakan media yang menggunakan internet. Dengan perkembangan
media baru muncul sebuah teknologi dengan menggunakan internet. Internet ini juga
23
merupakan salah satu media yang berisi berbagai informasi dan hiburan yang
dibutuhkan oleh semua masyarakat. Dengan segala karateristik, cara penggunaan yang
mudah, media yang berbasis internet ini digemari oleh masyarakat katena mudah
digunakan dan dapat dijangkau oleh masyarakat karena secara garis besar, internet jauh
leih mudah dalam menjembatani waktu dan jarak dibandingkan media-media yang
sudah ada terlebih dahulu. Sebagai media komunikasi internet menjadi sebuah alat
(channel) untuk menyampaikan pesan (message) dari komunikator/penyalur pesan
(source) kepada komunikan/penerima pesan (receiver). Dengan begitu, internet sebagai
media komunikasi adalah transaksional, dalam artian terdapat interaksi antar individu
secara intensif (terus-menerus) dan ada umpan balik (feedback) dari antar individu
dalam setiap interaksi tersebut. Selain itu, terdapat partisipasi antar individu dengan
mempertimbangkan untung/rugi dalam setiap interaksi (Mondry, 2008).
2.2.4 Televisi
2.2.4.1 Pengertian Televisi
Televisi berasal dari dua kata yaitu (tele) yang artinya jauh dan (visi) artinya
pandangan, yang bermakna pandangan jarak jauh. Namun arti secara global adalah
sebuah alat media informasi audiovisual satu arah. (Ilham Z, 2010)
Televisi mengalami perkembangan yang drastis yang melalui pertumbuhan
televisi kabel. Transmisi program televisi kabel dapat menjangkau di seluruh pelosok
negeri dengan bantuan satelit dan diterima langsung pada layar televisi di rumah dengan
menggunakan wire atau microwave (wireless cables) yang menyediakan saluran televise
bagi pemirsa (Ardianto, Elvinaro dkk, 2007).
Pengertian di atas televisi adalah sebuah alat media yang utama digunakan dan
dipakai oleh seluruh khalayak. Karateristik televisi yang terdiri dari gambar dan audio
dengan bantuan satelit yang dapat ditangkap langsung pada layar televisi di rumah
menjadikan media ini sebagai alat media yang dapat penyampaian pesan informasi yang
jela , lengkap dan cepat.
24
2.2.4.2 Sejarah Televisi Indonesia
Siaran televisi di Indonesia dimulai pada tahun 1962 saat TVRI menayangkan
langsung upacara hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke - 17 pada tanggal 17
Agustus 1962. Sejak Pemerintah Indonesia membuka TVRI , maka selama 27 tahun
penonton televisi di Indonesia hanya dapat menonton satu saluran televisi. Pada tahun
1989, pemerintah memberikan izin operasi kepada kelompok usaha Bimantara untuk
membuka stasiun Televisi RCTI yang merupakan televisi swasta pertama di Indonesia ,
kemudian disusul dengan SCTV , Indosiar , ANTV , dan TPI. Gerakan Reformasi pada
tahun 1998 dan menjelang tahun 2000 , muncul hamper serentak lima televisi swasta
baru yaitu Metro, Trans, TV7,Lativi, dan Global serta beberapa televisi daerah (Morisan,
2008)
Dalam Undang – Undang Penyiaran disahkan pada tahun 2002, jumlah televisi
baru di Indonesia diperkirakan kan terus bermunculan, khususnya di daerah, yang
terbagi dalam empat kategori yaitu televisi publik, swasta, berlangganan dan komunitas .
Kini penonton televisi Indonesia dapat menikmati berbagai program televisi. (Morissan,
2008)
Menurut (Ardianto, Elvinaro dkk, 2007) televisi memiliki metode penyampaian
program televisi dibagi menjadi 5 (lima) metode yang dapat dikembangkan yaitu:
1. Over – the – air reception of network and local station program. Kualitas gambar
yang masih kuno ditingkatkan dengan High Density Television (HDTV).
2. Cable. Program disampaikan melalui satelit ke system kabel lokal, kemudian
didistribusikanke rumah – rumah dengan kabel di bawah tanah atau dengan
tambahan kabel.
3. Digital cable. Kabel serat optic yang ditanam di bawah tanah tetapi memiliki
kapasitas lebih tinggi yang bisa memuat 500 lebih saluran. System ini
memungkinkan terjadinya komunikasi televisi dua arah.
4. Wireless cable. Sejumlah system kabel menyampaikan program bagi pelanggan yang
menggunakan
bawah tanah.
transmisi microwave (gelombang pendek) meskipun kael ini di
25
5. Direct Broadcast Satellite (DBS). Program – program ditransmisikan oleh satelit
langsung dengan menggunakan piringan yang berdiameter 18 inci sitaruh di atap
rumah atau yang lebih dikenal dengan istilah antenna parabola.
2.2.4.3 Karateristik Televisi
Media massa memiliki karateristik yang berbeda – beda. Karateristik media
dapat dilihat dari bentuk fisik, penyajiannya dan stimuli panca indera. Kelebihan media
televisi adalah jenis media yang bentuk penyajiannya menggunakan alat panca indera
penglihatan dan pendengaran. Menurut (Ardianto, Elvinaro dkk, 2007) terdapat tiga
macam karakteristik televisi yang terdiri atas :
1. Audiovisual
Televisi memiliki kelebihan dibandingkan dengan media penyiaran lainnya,
yakni tampilan gambar dan suara. Jika media radio hanya dapat mendengar kata-kata,
musik dan efek suara, maka khalayak televisi dapat melihat gambar yang bergerak.
Maka dari itu, televisi disebut sebagai media massa elektronik audiovisual. Tampilan
gambar dan suara menjadi peranan penting untuk menyajikan informasi. Maka,
penyajian keduanya harus harmonis dan tidak ada kekhususan pengambilan gambar atau
suara.
2. Berpikir dalam gambar
Kelancaran acara televisi dilihat dalam pembuatan naskah acara atau membaca
naskah acara. Seorang Komunikator dalam menggunakan media ini mencoba membuat
naskah dan mengolah naskah dalam kata – kata yang merupakan isi pesan mengadung
informasi dan dapat diterima dan dimengerti khalayak. Naskah yang dibuat dapat
direpresentasikan dalam urutan kejadian yang sebenarnya. Terdapat dua tahap yang
dilakukan dalam
proses berpikir dalam gambar. Pertama adalah visualisasi
(visualization) yakni menerjemahkan kata-kata yang mengandung gagasan yang menjadi
gambar secara individual. Kedua, penggambaran (picturization) yakni kegiatan
26
merangkai gambar-gambar individual sedemikian rupa sehingga kontinuitasnya
mengandung makna tertentu.
3. Pengoperasian lebih kompleks
Dibandingkan dengan radio siaran, pengoperasian televisi siaran jauh lebih
kompleks, dan lebih banyak melibatkan orang. Pengoperasian media televisi juga
dibutuhkan orang yang terampil dan terlatih. Dalam pengoperasian televisi dibutuhkan
peralatan yang lebih banyak dan untuk mengoprasikannya jauh lebih rumit dengan
menggunakan orang-orang yang terampil dan terlatih. Dalam contoh seperti acara siaran
berita butuh melibatkan 11 orang dalam pengoperasiannya yang terdiri dari produser,
pengarah acara, pengarah teknik, pengarah studio, pemandu gambar, tiga juru kamera,
juru video, juru rias, juru suara, dan lainnya. Apabila dalam acara drama musik yang
lokasinya diluar studio, tentu lebih banyak lagi melibatkan orang atau sering juga
disebut kerabat kerja televisi (crew).
2.2.4.4 Program Televisi
Prinsip penyelenggaraan siaran stasiun televisi dapat terbagi menjadi dua yang
terdiri atas:
1. Karya Artistik
Karya ini menekankan aspek estetika sehingga menampilkan unsur keindahan
yang dapat menjadi keunggulan dalam program yang dibuat. Yang tergolong ke dalam
karya artistik adalah :
1. Film
2. Sinetron (sinema alektronik)
3. Pergelaran musik, tari, pantomin, lawak, sirkus, sulap, dan teater
4. Acara keagamaan
5. Variety Show
6. Kuis
7. Ilmu pengetahuan dan teknologi
8. Penerangan umum
27
9. Iklan ( komersial dan layanan masyarakat)
2. Karya Jurnalistik
Karya ini melakukan pendekatan jurnalistik yang mengutamakan kecepatan
penyampaian dan mengangkat informasi dari sumber pendapat, realita, dan peristiwa.
Yang tergolong dalam kategori jurnalistik adalah:
1. Berita aktual yang bersifat timeconcern
2. Berita nonaktual yang bersifat timeless
3. Penjelasan yang bersifat actual atau sedang hangat – hangatnya yang tertuang
dalam acara seperti monolog, dialog, laporan dan siaran langsung.
2.2.5 Berita
2.2.5.1 Pengertian Berita
Berita laporan tentang fakta atau ide terkini , yang dipilih staf redaksi suatu
harian yang disiarkan , yang dapat menarik perhatian pembaca, entah karena luar biasa,
openting atau akibatnya , entah pula karena mencakup segi human interest, seperti
humor, emosi dan ketegangan (Ermanto, 2005)
Dari pengertian diatas, berita adalah informasi yang penting atau menarik bagi
khalayak audien. Informasi yang dapat kita pilih sebagai berita harus memenuhi dua
aspek yaitu:
1. Aspek Penting
Informasi dikatakan penting apabila informasi tersebut dapat memberikan pengaruh
yang kuat atau memiiliki dampak kepada pada penonton. Informasi yang memberikan
pengaruh atau memiliki dampak ysng kust kepada penonton adalah informasi yang
bernilai berita.
28
2. Aspek Menarik
Berita yang menarik adalah jika informasi yang disampaikan dapat meningkatkan aspek
rasa kagum, lucu/humor, atau informasi mengenai peristiwa yang unik mengenai sesuatu
atau seseorang (Morissan, 2008).
2.2.5.2 Jenis – Jenis Berita Televisi
.
Media Televisi memiliki program – program yang terdiri menjadi dua bagian
yaitu program informasi dan program hiburan ( Morissan, 2008).
1.
Program Informasi
Program informasi memberikan banyak informasi untuk memenuhi rasa ingin tahu
penonton terhadap sesuatu hal. Tujuannya adalah memberikan tambahan pengetahuan
(informasi) kepada khalayak. Penyajian informasi dibagi dalam dua bagian besar :
A. Berita Keras atau Hard News
Segala informasi penting atau menarik harus segera disiarkan oleh media
karena sifatnya harus segera diketahui khalayak seccepatnya. Dalam penyajian berita ini,
televisi menjadi medium informasi yang paling dipercaya. Berita keras atau Hard News
dibagi dlam bentuk berita yaitu : Straight News, Features, dan Infotainment.
Straight News berarti berita langsung maksudnya berita yang singkat (tidak detail)
dan menyajikan informasi yang mencakup 5W + 1H ( who, what, where, why, dan how).
Berita ini sangat terikat waktu (deadline) karena informasi ini cepat basi jika terlambat
disampaikan.
Feature adalah program berita ringan namun menarik. Berita ini tidak terikat
waktu. Namun ada kalanya suatu feature terkait suatu peristiwa penting dan terikat
waktu yang disebut News Feature. Berita ini merupakan sisi lain dari berita straight
news yang menekankan human interest. Durasinya sangat singkat ( kurang dari lima
mentit ).
29
Infotainment yaitu yang berasal dari dua kata dari information yang berarti
informasi dan entertainment yang berarti hiburan. Infotainment menyajikan informasi
mengenai kehidupan orang – orang yang dikenal masyarakat ( celebrity ). Infotainment
salah satu berita keras karena memuat informasi yang harus segera ditayangkan.
B. Berita Lunak atau Soft News
Segala Informasi yang penting dan menarik yang disampaikan secara
mendalam ( in depth ) namun tidak bersifat harus segera ditayangkan. Berita kategori ini
ditayangkan pada satu program tersendiri diluar program berita. Program yang masuk
dalam kategori berita lunak adalah current affair, magazine, dokumenter, dan talkshow.
Current Affair adalah persoalan kekinian. Current Affair menyajikan informasi
yang terkait dengan suatu berita penting yang dibuat secara lengkap dan mendalam.
Berita tersebut masih memiliki kekinian dan isi berita mengandung isu – isu kejadian
yang menarik perhatian khalayak.
Magazine adalah mengambil nama dari suatu majalah (magazine) yang
menyajikan tema sebagai topik pembicaraan. Magazine adalah program yang
menampilkan informasi ringan namun mendalam atau dengan kata lain magazine adalah
feature yang memiliki durasi panjang. Magazine menekankan aspek menarik ketimbang
aspek pentingnya. Biasanya durasi tiga puluh menit atau satu jam dengan satu topik atau
beberapa topik.
Dokumenter adalah program informasi yang bertujuan sebagai pembelajaran
sebagai kehidupan yang bersejarah di suatu masyarakat. Talkshow adalah perbincangan
yang menampilkan satu atau beberapa orang untuk membahas topik tertentu yang
dipandu oleh pembawa acara (Host).
2.
Program Hiburan
Program dengan bentuk siaran dengan tujuan untuk menghibur khalayak. Program
hiburan ini biasanya memiliki ketertarikan penonton yang tinggi dibandingkan program
informasi. Program yang termasuk dalam kategori hiburan adalah drama, permainan,
musik, dan pertunjukan.
30
A. Program drama
Program ini menyajikan cerita mengenai kehidupan atau karakter seseorang
dengan melibatkan konflik dan emosi dalam cerita. Program ini diikuti sejumlah pemain
yang memerankan tokoh. Program ini disajikan dalam dua bentuk yaitu sinetron dan
film.
Sinetron merupakan program yang sangat popular di semua usia. Program ini
menyajikan cerita dengan berbagai tokoh dan ditayangkan dalam media televisi.
Program sinetron ditayangkan dalam beberapa episode. Dalam pembuatan program ini
mengisahkan kehidupan yang fiktif dan memiliki masalah yang berkepanjangan.
Film merupakan jenis program dram yang ditayangkan di layar lebar seperti
bioskop. Perbedaan dengan sinetron, program ini memiliki durasi yang lebih pendek dari
sinetron.
B. Program Permainan
Program ini merupakan bentuk program yang melibatkan sejumlah orang
baik secara individu dan kelompok untuk memenangkan suatu bentuk permainan.
Program ini memberikan ide kreatif dalam penyusunan permainan dan menunjukkan
hiburan bagi khalayak dari pemain yang terlibat dalam permainan. Program permainan
disajikan dalam dua bentuk yaitu Quiz Show, Ketangkasan, dan Reality Show.
Quiz show adalah bentuk program
dalam bentuk permainan yang cara
permainanya menggunakan sejumlah peserta bersaing menjawab pertanyaan dari
beberapa kategori pertanyaan. Permainan ini menekankan kemampuan intelektualitas
karena permainan ini merupakan permainan menggunakan otak dalam mengingat
subjek, objek maupun tempat.
Ketangkasan adalah bentuk program yang menunjukkan kemampuan fisik atau
ketangkasannya untuk melewati berbagai rintangan yang membutuhkan perhitungan
dan strategi. Permainan ini didominasi kecepatan gerakan dan berfikir dengan
31
melibatkan sejumlah pemain untuk menyelesaikan tujuan permainan dari awal sampai
akhir.
Reality Show adalah bentuk program yang menyajikan situasi seperti konflik,
persaingan berdasarkan realitas sebenarnya. Program ini mencoba menyajikan suatu
keadaan yang terlihat seperti realitas sebenarnya.
C. Program Musik
Program musik merupakan program yang menyajikan konten musik.
Program ini ditampilkan dalam dua format yaitu videoclip atau konser. Program musik
merupakan program konser yang dapat dilakukan di lapangan (outdoor) maupun di
dalam studio (indoor) dengan menentukan artis yang dapat menarik penonton.
Dengan demikian, seorang programmer menyajikan acara musik dengan
mempertimbangkan sebanyak audien yaitu dengan melakukan pemilihan artis yang
memiliki demografis yang besar dan melakukan pengambilan gambar yang menarik
secara visual. Televisi yang bersifat audiovisual menjadikan pemuatan gambar sangat
penting untuk menampilkan gambar yang diganti – ganti secara dinamis.
D. Program Pertunjukan
Program Pertunjukan adalah program yang menampilkan kemampuan
seseorang pada suatu lokasi baik di studio maupun diluar studio. Program ini mencoba
mendemostrasikan bentuk kegiatan yang ditekuni oleh narasumber.
2.2.6 Program Talkshow
2.2.6.1 Pengertian Talkshow
Menurut (Morissan, 2008) program talkshow adalah perbincangan program
yang menampilkan satu atau beberapa orang untuk membahas sebuah topic yang
dipandu oleh pembawa acara ( host )
32
Menurut (Wibowo, 2009) program talkshow diskusi adalah program
pembicaraan tiga orang atau lebih mengenai suatu permasalahan. Dalam program ini
masing-masing tokoh yang diundang dapat saling berbicara mengemukakan pendapat
dan presenter bertindak sebagai moderator yang kadangkadang juga melontarkan
pendapat atau membagi pembicaraan.
Menurut (Naratama, 2006) talkshow atau dialog atau debat atau argumentasi atau
blak-blakan atau apalah namanya. Sang pembicara bebas membantah, sang moderator
boleh mengkritik, sang bintang tamu boleh menangis, bila memang perlu Pokoknya
bicara menjadi menu primer.
Menurut (Arifin, 2010) mengatakan bahwa program
talkshow adalah acara
program interaktif, atau dialog dimana broadcasting televisi menghadirkan seorang
tokoh masyarakat, di bidang politik, kesehatan, ekonomi, psikologi yang berkaitan
dengan tema acara yang disajikan pada talkshow tersebut.
Dari kesimpulan diatas program talkshow adalah program yang dibawakan oleh
pembawa acara dengan mengangkat tema yang spesifik baik dalam bidang politik,
sosial, dan budaya yang
memiliki akar permasalahan yang akan dibahas bersama
narasumber atau bintang tamu yang hadir pada program tersebut melalui ebuah
perbicangan yang bersifat interaktif untuk membahas sebuah permasalahan dan
menyampaikan sebuah gagasan, pendapat maupun saran serta mencari jawaban atas
permasalahan yang dibahas berkaitan dengan tema acara untuk menyampaikan sebuah
gagasan, pendapat maupun saran.
2.2.6.2 Jenis – Jenis Program Talkshow
Jenis- jenis program talk Show dan syarat pengemasannya. Berikut jenis-jenis
program talk show yang terdiri atas (Fred Wibowo, 2009):
1. Program Uraian Pendek atau Pernyataan (The Talk Program).
Program ini ketika menonton menyaksikan acara televisi, pada saat itu muncul
seorang presenter/ host (pembawa acara) menceritakan sesuatu yang menarik. Presenter
akan muncul di tengah suatu program yang mengawali sebagai pembukaan atau dalam
33
suatu acara cerita menarik yang disajikan secara khusus. Dalam tahap perencanaan yang
harus diperhatikan adalah permasalahan yang diuraikan sedang hangat menjadi bahan
pembicaraan umum, sangat penting dan penonton membutuhkan penjelasan mengenai
hal itu, uraian juga harus dapat membuat gembira penonton. Saat produksi presenter
harus memulai uraian dengan sesuatu yang membangkitkan rasa ingin tahu dari
penonton.
2. Program Vox-pop Masyarakat.
Suatu program yang mengambil pendapat umum tentang suatu masalah. Suatu
permasalahan yang ingin dibahas dengan menggunakan tema yang diangkat mencoba
mempertanyakan ke beberapa masyarakat yang dipandu oleh seorang reporter. Teknik
pelaksanaan, reporter harus menunjukkan sikap ramah, sopan dan simpatik, perkenalkan
identitas dan kemukakan keperluan secara jelas. Apabila pribadi itu menyatakan
kesediaannya, reporter dapat langsung mulai mengajukan pertanyaan sambil memberi
tanda kepada cameraman menyiapkan tombol kamera video.
3. Program Wawancara (interview).
Program ini mencari sebuah informasi dari seorang narasumber yang hadir. Seorang
presenter akan membuat sebuah pertanyaan mengenai permasalahan yang ada dan
memberikan pandangan – pandangan mengenai peristiwa yang sudah terjadi dengan cara
bertukar pikiran dan pendapat untuk menemukan jawaban dari permasalahan tersebut.
4. Program Panel Diskusi.
Program talk show diskusi adalah program pembicaraan tiga orang atau lebih mengenai
suatu permasalahan. Dalam program ini masing-masing tokoh yang diundang dapat
saling berbicara mengemukakan pendapat dan presenter bertindak sebagai moderator
yang terkadang juga melontarkanpendapat atau membagi pembicaraan.
34
2.2.7 Wawancara
2.2.7.1 Pengertian Wawancara
Menurut (Morissan, 2008) wawancara adalah tanya jawab antara reporter televisi
dengan narasumber dengan tujuan untuk mendapatkan penjelasan atau keterangan
mengenai permasalahan yang ada kepada narasumber. Alasan hadirnya narasumber
yaitu karena mengetahui permasalahan yang kedua, karena ia terlibat langsung atau
tidak langsung (hanya menyaksikan) dengan kejadian atau peristiwa yang menjadi topik
pembicaraan. Keterangan dari narasumber ini menjadi jawaban atau sumber atas
permasalahan yang terjadi. Seorang pewawancara disini harus mengetahui akar
permasalahan dan mampu menguasi situasi dan keadaan saat proses wawancara yang
berlangsung. Dalam wawancara di teleisi ini dapat berjalan dengan baik jika informasi
yang dibutuhkan akan diinformasikan kepada khalayak agar menjadi sebuah informasi
yang sangat diperlukan oleh khalayak. Dari wawancara tersebut unsur yang kuat selain
dari informasi melalui kata – kata adalah respon dari narasumber melalui mimik wajah,
ekspresi dan emosi yang menambah suasana yang mendukung program tersebut.
Melihat tempat penyelenggaraan wawancara dapat dibagi dua yaitu:
1. Wawancara di studio oleh presenter
2. Wawancara di lokasi oleh reporter
Dari kedua tempat penyelenggaraan wawancara, pemberitaan yang dilakukan
dalam bentuk wawancara dapat menarik perhatian masyarakat dan menjadi keberhasilan
dalam program tersebut. Wawancara yang dilakukan oleh presenter dan reporter
memiliki isi tujuan atau konsep dalam melakukan sebuah wawancara.
2.2.7.2 Jenis Wawancara
Menurut (Morissan, 2008) dalam wawancara bertujuan untuk mendapatkan
informasi yang diinginkan. Terdapat empat jenis wawancara:
35
1. Penyingkapan
Wawancara ini reporter memberikan pertanyaan - pertanyaan kepada orang yang
bertanggung jawab yang bersifat untuk melaporkan peristiwa yang tersembunyi dan
secara personal. Pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara adalah jenis pertanyaan
yang singkat dan spesifik sehingga narasumber dapat menjawab secara singkat sesuai
tujuan informasi yang diingkan.
2. Emosional
Wawancara yang menggunakan sisi emosional dalam mengajukan pertanyaan kepada
narasumber. Dalam wawancara ini pewawancara akan mengajukan sebuah tanggapan
dari narasumber secara lembut atau simpatik karena berhubungan dengan sisi psikologis
narasumber. Pewawancara harus mampu membawa suasana yang nyaman agar
narasumber dapat berbicara dengan baik.
3. Reaktif
Wawancara yang melihat hasil reaksi spontan atau langsung kepada narasumber
terhadap suatu peristiwa yang bersifat dramatis dan populer. Tujuan wawancara ini
memberikan tanggapan mengenai peristiwa besar yang sedang terjadi.
4. Informatif
Wawancara ini adalah menggali informasi yang dibutuhkan kepada narasumber
siapapun yang dapat memberikan sebuah keterangan dan penjelasan. Dan pewawancara
Dalam jenis wawancara ini narasumber biasanya akan lebih mudah diarahkan untuk
mendapatkan pengambilan gambar yang baik oleh juru kamera atau diminta untuk
mengulang kembali jawaban yang mereka berikan.
2.2.7.3 Elemen Penting Wawancara
Berikut ini adalah elemen-elemen penting wawancara yang dijelaskan (Steward
& Cash, 2012) adalah
36
1. Interaktif
Wawancara ini adalah sebagai pertukaran atau pembagian, sebuah peran, tanggung
jawab, perasaan, kepercayaan, motif, dan informasi. Proses interaktif ini tidak terjadi
jika salah satu orang hanya berbicara terus menerus.
2. Proses
Sebuah proses adalah interaksi yang terus menerus dalam tingkatan sistem atau
struktur. Interaksi yang dibangun satu sama lain membentuk sebuah proses yang
dirasakan satu sama lain dengan memahami makna antar satu dengan yang lain
3. Pihak
Wawancara adalah sebuah proses dyadic (dua pihak), dengan begitu membutuhkan
wawancara yang melibatkan lebih dari dua orang. Pihak tersebut dibagi atas pihak
pewawancara dan pihak yang diwawancarai yang membahas sebuah permasalahan.
4. Tujuan
Sebuah wawancara pasti memiliki tujuan yang ingin diungkapkan melalui wawancara.
Dengan persiapan yang matang dan berdasarkan permasalahan yang terjadi. Untuk
mencapai sebuah tujuan yang diinginkan dibutuhkan konsep acara yang jelas. Konsep
acara yang mendukung tujuan wawancara ini dapat menarik perhatian khalayak menjadi
program yang baik dan tidak keluar pada jalur yang sudah ditetapkan.
5. Pertanyaan
Utama dalam sebuah wawancara adalah pertanyaan. Pertanyaan ini sangat penting
untuk menjalinnya komunikasi antara pewawancara dan narasumber untuk bertukar
pikiran dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
2.2.8 Term Of Refence
Setiap program televisi memiliki susunan acara program yang dibuat oleh tim
produksi. Tujuan pembuatan Term of Reference ini agar tayangan yang dihasilkan
37
sesuai yang diinginkan. Menurut (Fachruddin, 2012) isi susunan pembuatan Term of
Reference terbagi atas:
1. Masalah
Pada bagian ini berisi latar belakang masalah yang akan diangkat yang menjiwai isi
dari keseluruhan program. Masalah bisa dilihat dari permasalahan sosial, pemerintah,
politik, dan lingkungan. Cakupan masalah ini merupakan jangkauan dari permasalahan
yang terjadi di lingkungan masyarakat.
2. Fokus
Pada bagian ini berisi tentang penyudutan masalah pada satu item. Dari semua
permasalahan yang terjadi diambil menjadi satu fokus yang akan ditampilkan dalam
keseluruhan program tersebut. Fokus disini menjadikan pesan yang disampaikan kepada
khalayak melalui alat media televisi mudah dimengerti dengan baik.
3. Angle
Pada bagian ini berisi sudut mana kita akan mengetengahkan/membahas tema ini.
Bagaimana sebuah program dikemas menjadi satu kesatuan dengan sudut yang sama
terkait dengan permasalahan yang terjadi dan bagaimana bentuk penyelesaiannya
terhadap permasalahan tersebut
4. Sumber dan Pertanyaan
Pada tahap ini berisi pertanyaan untuk narasumber serta garis besar pertanyaannyan
dan langkah penyelesaiannya
5. Visual
Pada tahap ini berisi garis-garis besar gambar yang akan digunakan untuk mendukung
permasalahan dan alur cerita yang diangkat
38
2.2.9 Rating & Share
Riset penyiaran merupakan upaya media penyiaran untuk mengukur kinerjanya.
Jenis riset ratingmerupakan upaya untuk mengetahui respon audiens terhadap program
yang tayang atau disiarkan (Morrisan, 2008). Menurut Head & Sterling pada buku
(Morrisan, 2008), dua perusahaan yang terbesar dalam riset audien adalah A.C Nielsen
dan Arbitron. Di Indonesia, hingga tahun 2005, A.C. Nielsen menjadi satu – satunya
sumber informasi untuk mengetahui peringkat acara stasiun penyiaran. Perhitungan yang
diukur sebagai peringkat suatu program dibagi dua yang terdiri atas (Morrisan, 2008)
Rating
Rating adalah perhitungan yang didasarkan pada jumlah pesawat televisi yang
digunakan oleh suatu kelompok audien yang dijadikan sampel, dan sampel tidak akan
pernah menghasilkan suatu ukuran yang dianggap mutlak (absolut).
Rating = Jumlah penonton program A x 100 %
Jumlah Populasi TV
Share
Share adalah perhitungan berdasarkan membagi jumlah pemirsa yang menyaksikan
program tersebut dengan keseluruhan rumah tangga yang betul – betul menyaksikan
televisi.
Share =
Jumlah penonton program A
x 100 %
Total Penonton TV Disaat Bersamaan
2.2.10 Program Meja Bundar
Meja Bundar merupakan Program yang berjenis talkshow yang ditayangkan di
tvOne. Program Acara ini adalah Program Mingguan yang ditayangkan secara live di
39
Epicentrum Walk, Kuningan Timur setiap hari Jumat pukul 19.00 – 20.00 WIB.
Pembawa Acara pada program ini adalah Fenny Anastasia. Program ini merupakan
program yang bersifat informasi dengan jenis berta yang bersifat bersifat Current Affair.
Bentuk program ini berisi wawancara. Seorang presenter melakukan wawancara
kepada narasumber dalam bentuk dialog untuk mengklarifikasikan kejadian atau
peristiwa yang terjadi. Isu yang diangkat dalam program ini adalah jenis program yang
mengangkat sebuah isu – isu atau topik hangat yang bersifat emosional. Suasana yang
dibangun dalam program ini adalah suasana yang menampilkan kehangatan, emosi dan
rasa simpati yang dalam yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Dalam
bentuk lain, program ini juga memberikan sebuah empati kepada masyarakat mengenai
peristiwa yang diangkat dalam program meja bundar.
Teori Khusus
2.2.11 Tahapan Pelaksanaan Produksi
Tahapan produksi dalam setiap program dibutuhkan agar setiap pelaksanaan
program berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Sebuah perencanaan yang matang dan
kerjasama tim yang baik dapat memberikan hasil tayangan sesuai dengan harapan.
Adapun proses produksi yang menjadi sebuah panduan untuk pelaksanaan program yang
maksimal adalah sebagai berikut (Wibowo, 2009)
A. Praproduksi (ide, perencanaan dan persiapan)
Pada tahap ini merupakan langkah pertama dalam proses produksi. Tahapan ini
menjadi sebuah kesuksesan sebuah program yang disusun oleh tim produksi. Berikut
tahapan pra produksi terbagi atas:
1.
Penemuan Ide
Tahap ini merupakan penemuan ide atau gagasan tentang tema yang akan di
angkat sesuai dengan konsep program tersebut. Ide atau gagasan dapat diperoleh hal
kreatifitas, inovasi dan pengalaman. Penemuan ide dapat juga dilakukan dengan
40
membuat sebuah riset oleh tim untuk mengumpulkan, mengolah dan dituliskan dalam
sebuah tulisan sebuah perencanaan program
2.
Perencanaan
Dari ide yang sudah disusun menjadi sebuah tema yang dibawakan dalam sebuah
program, maka dimulainya sebuah perencanaan untuk melakukan penyempurnaan dari
kebutuhan – kebutuhan yang dibutuhkan menjadi sebuah persiapan yang matang.
Persiapan dilakukan dari jangka waktu kerja, pencarian narasumber, pembuatan
rundown, pencarian tempat lokasi syuting dan insert gambar atau suara yang mendukung
jalannya sebuah program.
3.
Persiapan
Tahap ini meliputi pembuatan perizinan, perjanjian, persiapan lokasi syuting,
persiapan insert gambar atau suara, persiapan narasumber, distribusi peralatan sampai
proses syuting yang dibuat sesuai rundown setelah disepakati bersama. Proses persiapan
ini akan dilaksanakan dalam jangka waktu kerja yang sudah di tetapkan.
B. Produksi (pelaksanaan)
Setelah pra produksi sudah selesai dilaksanakan, tahap selanjutnya adalah tahapan
produksi yang akan berlangsung. Tahapan ini adalah tahapan melakukan proses syuting.
Tim akan bekerjasama dengan tim produksi agar terjadi keharmonisan tayangan
program yang dijalankan. Pencatatan kode waktu (time code) untuk mengetahui durasi
tayangan yang sudah dipakai. Pengambilan jenis kamera akan dipimpin oleh seorang PD
dan akan mengkomunikasikan kepada FD yang sesuai dengan intruksi dari seorang
produser. Segala kebutuhan saat syuting seorang produser akan dibantu oleh tim.
C. Paskaproduksi (penyelesaian penayangan)
Pada tahap ini merupakan tahap akhir yaitu tahap pasca –produksi memiliki tiga
langkah utama, yaitu editing offline, editing online, dan mixing. Dalam hal ini, terdapat
41
dua macam teknik editing, yaitu pertama, yang disebut editing dengan teknik analog
atau linier. Kedua, editing dengan teknik digital atau non linier dengan computer
1. Editing offline dengan teknologi digital
Pada tahap ini melakukan pengumpulan gambar – gambar dan data mentah yang ang
dijadikan materi yang akan diedit.Setiap materi yang diperoleh akan masuk dalam
editing kasar yang disesuaikan dengan urutan yang diinginkan.Tambahan naskah akan
dimasukkan sebagai penambahan sebuah rangkaian gambar dan suara yang akan dibuat
menjadi sebuah Video on Tape (VOT) dan Soundbite of Tape (SOT) dan Grafix (GPX).
Kemudian hasil offline akan masuk dalam hasil online.
2. Editing online dengan teknik digital
Gambar dan suara yang sudah disusun berdasarkan kebutuhannya, maka pada tahap
ini merupakan penambahan efek gambar dan suara yang disesuaikan dengan keinginan
program.
Berdasarkan naskah editing, editor mengedit hasil shooting asli. Sambungan –
sambungan setiap shoot dan adegan (scene) di buat tepat berdasarkan catatan time-code
dalam naskah editing. Setelah editing online ini selesai berlanjut ke proses mixing.
3. Mixing (percampuran gambar dengan suara)
Naskah yang sudah di rekam dan dipersiapkan serta gambar dan suara yang sudah
diurutkan sesuai susunan dengan baik. Pada tahap ini, akan masuk dalam tahap akhir
yaitu menyeimbangkan antara narasi, gambar dan suara. Setelah digabungkan, gambar
akan di cek kembali agar tidak terjadi kesalahan yang fatal. Tahapan produksi menurut
(Zettl, 2010) untuk memberikan program berjalan dengan baik yaitu sebagai berikut:
1. Preproduction Planning: Program Idea & Coordination
a. Program Idea
Seluruh jenis program televisi memiliki ide atau konsep untuk menarik jumlah
penonton yang menonton program ini. Ide atau konsep merupakan gagasan utama untuk
memulai langkah awal terbentuknya program.
42
b. Preproduction Planning: Coordination
1. Preparing Budget
Persiapan yang dilakukan selain pembuatan dan perincian program adalah anggaran
program. Anggaran ini digunakan untuk semua kegiatan pelaksanaan produksi untuk
kebutuhan personal, fasilitas, peralatan sesuai dengan anggaran biaya yang tersedia.
2. Promotion
Kegiatan promosi yang digunakan untuk meningkatkan jumlah penonton yang
menonton program ini. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari:
1. Promosi On Air
Promosi yang dilakukan untuk menampilkan bentuk program secara singkat yang
ditayangkan dalam media televisi secara langsung. Jenis promosi yang dilakukan adalah:
a.
Trailer
Merupakan promosi yang dilakukan dalam bentuk promosi film. Isi promosi ini terdiri
dari cuplikan – cuplikan video yang menggambarkan film yang akan diputar. Durasi
yang dibutuhkan tidak lebih dari 3 menit.
b. Teaser
Merupakan promosi dengan tujuan untuk menarik perhatian penonton. Promosi ini
biasa dilakukan dalam promosi sinetron, acara program yang terdiri dari cuplikan –
cuplikan isi program yang singkat. Promosi program ini dilakukan satu jam sebelumnya
sebelum program ditayangkan di televisi.
c. Super Impose
Merupakan promosi program yang ditampilkan secara mendadak dengan frekuensi
yang sedikit. Promosi ini diputar dalam durasi yang sangat singkat dengan durasi yang
sangat minim.
43
d. Running Text
Merupakan promosi program dalam bentuk tulisan yang ditayangkan di televisi.
Promosi ini diletakkan di atas, bawah, samping layar televisi dengan ukuran yang kecil
dan diputar secara bergantian dengan informasi lainnya.
e. Tag On
Merupakan promosi dengan bentuk still photo bukan gambar bergerak. Biasanya
berupa pengumuman penting, pelayanan umum atau apapun gambarnya.
f. Promo Contiunity
Merupakan bentuk promosi yang disampaikan oleh penyiar berupa kata – kata baik
dilakukan secara live atau tapping di televisi sebagai media promosinya.
2. Promo Off Air
Promo yang dilakukan dengan tidak menggunakan media televisi sebagai media
promosinya yang terdiri dari:
a. Media Cetak
Merupakan promosi dalam media yang ditulis dalam cetakan seperti Koran, majalah,
dan tabloid yang berisi promosi dalam tulisan dan gambar.
b. Media Internet
Merupakan media yang disajikan di dalam bentuk animasi, web yang dapat diakses
dalam internet. Promosi ini juga bisa dilakukan dalam website pribadi perusahaan,
pribadi maupun komunitas masyarakat.
c. Pamflet atau brosur
Merupakan bentuk promosi dengan cara dibagi – bagikan kepada masyarakat.
44
d. Spanduk
Merupakan promosi yang dipajang di berbagai titik lokasi strategis di persimpangan
jalan, di jembatan atau di tempat perbelanjaan lainnya.
2. Production Activities
Model Produksi adalah
metode yang digunakan untuk merealisasikan bentuk
program yang akan dijalankan. Proses produksi ini yang menjadi langkah agar program
ini dapat berlangsung sesuai keinginan.Dasar model produksi dapat dimulai dari :
1. Schedule
Schedule merupakan susunan perencanaan kegiatan produksi untuk mempersiapkan
kebutuhan program. Susunan acara kegiatan ini dilakukan agar pelaksanaan di lapangan
sesuai dengan keinginan dan memberikan waktu perencannan yang lebih matang karena
memiliki waktu perencannaan acara yang selalu diawasi oleh seorang produser.
2. Program Objective
Objektif program berawal muncul dari ide atau konsep yang dapat memiliki hasrat
untuk disampaikan kepada pemirsa. Sebuah ide dasar yan dibentuk dapat membentuk
pola pikir program yang akan dibuat dan dapat memutuskan apa yang menjadi sebuah
kebutuhan dalam program.
3. Script
a.
Program title
Merupakan judul program yang menjadi keunikan program ini agar mudah diingat dan
dapat tertanam
masyarakat untuk menonton program ini. Judul program ini berisi
gambaran program yang ditayangkan.
b.
Show Format
Merupakan format tampilan program ini. Tampilan program merupakan jenis tayangan
program ini dilakukan dalam format harian, mingguan atau terdapat seri – seri.
45
Informasi ini penting bertujuan untuk informasi masyarakat mengenai jam tayang
program ini dan sebagai anggaran program ini.
4. Rundown
Pembuatan rundown dilakukan untuk mengetahui gambaran sebuah program yang
akan dilaksanakan. Tujuan program ini bertujuan agar rencana sebuah program dapat
berjalan dengan baik sesuai keinginan dan dapat berjalan dengan teratur dan tepat waktu
karena sebuah program televisi memiliki jangka waktu yang terbatas.
5. Persiapan Show
Setelah semua persiapan sudah dilakukan, maka sebelum proses tayang akan
dilakukan sebuah persiapan dengan tim produksi. Semua peralatan dan kerjasama tim
saat produksi akan dilakukan dimulai dari pengecekan peralatan dan arahan – arahan tim
produksi yang bertugas di lapangan.
6. Show
Pada tahapan ini merupakan pengumpulan gambar dan suara sebuah program yang
menjadi sebuah tayangan di media televisi. Pengumpulan gambar dan suara di program
meja bundar merupakan sebuah permusan kebutuhan untuk menambah dan memperjelas
informasi mengenai tema yang diangkat.
7. Postproduction Activities
Kegiatan post production adalah program yang dilakukan setalah tahap produksi
selesai dilakukan. Pada tahap ini adalah proses akhir untuk menampilkan keutuhan
program sesuai dengan keinginan produser. Kegiatan yang dilakukan pada tahap
postproduction diantaranya adalah:
a. Postproduction Editing
Tahapan ini adalah tahapan penting sebagai hasil produksi yang sudah dibuat. Editing
terbagi menjadi dua bagian yaitu editing offline adalah mencari pengumpulan data – data
mentah yang dijadikan materi yang akan diedit. Editing online adalah penambahan efek
46
gambar dan suara yang disesuaikan dengan kebutuhan sebuah program. Program meja
bundar adalah program live. Tahapan editing dilakukan sebelum melakukan proses
tayang atau show. Tahap editing offline merupakan tahapan untuk memilih, memotong
hasil rekaman gambar atau suara yang sesuai dengan keinginan produser. Setelah
gambar dan suara dikumpulkan, proses editing online dilakukan oleh seorang editing
yang memberikan hasil dari proses editing yang ditampilkan di televisi secara utuh.
b. Evaluation and Feedback
Tahapan ini merupakan bentuk diskusi atau evaluasi dengan duduk bersama dengan
tim produksi untuk membincangkan hasil dari program yang sudah ditayangkan. Hasil
evaluasi ini dapat mengetahui apa kelebihan dan kekurangan dari program yang sudah
ditayangkan sebagai referensi perencanaan program berikutnya.
c. Record Keeping
Program yang sudah ditayangkan akan disimpan dalam sebuah folder sebagai bentuk
penyimpanan dalam arsip program. Data – data yang disimpan merupakan hak cipta
sebuah program tersebut agar menghindari klaim dari pihak – pihak lain.
2.2.12 Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk mengetahui situasi dan
kondisi secara sistematis untuk merumuskan strategi di perusahaan atau tempat yang
menjadi objek penelitian. SWOT adalah singkatan dari strengths dan weaknesses yang
merupakan bagian dalam sebuah kondisi yang terjadi di lapangan serta lingkungan
eksternal akan dipengaruhi dalam oppurtunities dan threats sebuah program. Hal ini
disebut dengan analisis situasi. Model yang paling populer untuk analisis situasi adalah
Analisis SWOT (Rangkuti, 2009). Bagian dari SWOT adalah
1.
Strengths (Kekuatan)
Merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep
bisnis yang ada. Kekuatan akan dianalisis yang menjadi unggulan program Meja
47
Bundar dengan program lain. Kekuatan bisa merupakan dari hasil tayangan program
sendiri, hasil kinerja tim yang merumuskan sebuah program yang akan ditayangkan.
2.
Weakness (Kelemahan)
Merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau
konsep bisnis yang ada.Kelemahan akan dianalisis yang menjadi hasil perbaikan dari
pembuatan program
ini. Setiap kelemahan di dalam sebuah tim terdapat berbagai
macam. Dari kekurangan tersebut menjadikan sebuah tantangan bagi sebuah tim untuk
melakukan sebuah strategi agar menjadi program yang lebih maksimal.
3.
Opportunities (Peluang)
Merupakan kondisi peluang untuk berkembang menjadi lebih baik. Kondisi ini
dapat menjadi keuntungan bagi organisasi agar kedudukan program dengan program
lain tidak mengecil atau menurun. Peluang ditemukan di dalam kondisi lingkungan
sekitar dan kejadian yang terjadi. Peluang bisa ditemukan dari hasil tayangan tersebut,
konten dari sebuah program dan peletakkan waktu tayangan sebuah program yang dapat
mempengaruhi penilaian baik dari segi organisasi maupun di luar organisasi , kompetitor
dan kebijakan pemerintahan
4.
Threats (ancaman)
Merupakan kondisi yang merupakan ancaman bagi sebuah tim. Bentuk ancaman
didapatkan dari sebuah jenis program yang jenis sama, konten program dan hasil
tayangan program itu sendiri. Ancaman yang ada di sebuah program dapat mengganggu
sebuah organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
Hasil analisis SWOT merupakan hasil yang penting untuk mengetahui
bagaimana kondisi program acara yang di teliti dan dapat dijadikan sebagai perbaikan
eksistensi perusahaan tersebut. Metode ini jugadigunakan sebagai barometer untuk
melakukan perbandingan antara produk yang dihasilkan dengan produk pesaing.
48
2.3 Kerangka Pemikiran
PROGRAM MEJA BUNDAR
PROSES PRODUKSI
STRATEGI PRA PRODUKSI
STRATEGI PRODUKSI
LIVE
STRATEGI PASCA
PRODUKSI
Analisis SWOT
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
Download