24 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian

advertisement
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1
Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah
penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau
lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel
yang lain (Sugiyono, 2007, p11). Penelitian asosiatif/hubungan merupakan penelitian yang
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono,2007, p11).
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey. Kerlinger (1973)
yang dikutip oleh Sugiyono (2007, p7) mengemukakan bahwa, penelitian survey adalah
penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari
adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadiankejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel sosiologis maupun
psikologis.
Dalam hal ini, unit analisis adalah individu untuk semua tujuan penelitian, yaitu
setiap pelanggan PT. Karya Deltapersada sebagai sumber data individual. Sedangkan time
horizon pada penelitian ini adalah data cross sectional yaitu sekumpulan data untuk meneliti
suatu fenomena tertentu dalam satu kurun waktu saja, misalnya data hasil pengisian
kuesioner tentang perilaku pembelian oleh sekelompok responden pada bulan April – Mei
2009.
Dalam tabel dibawah ini terlihat desain penelitian yang akan dilakukan untuk masingmasing tujuan penelitian.
24
25
Tabel 3.1
Desain Penelitian
Jenis dan Metode
Penelitian
Tujuan
Unit Analisis
Time Horizon
T-1
Deskriptif-Survei
Individu Æ Pelanggan
Cross-sectional
T-2
Deskriptif-Survei
Individu Æ Pelanggan
Cross-sectional
T-3
Deskriptif-Survei
Individu Æ Pelanggan
Cross-sectional
Sumber: Hasil Pengolahan Data
Keterangan :
T1 :
Untuk mengetahui pengaruh kepercayaan konsumen terhadap minat sewa alat berat
pada PT. Karya Deltapersada.
T2 :
Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap minat sewa alat berat pada
PT. Karya Deltapersada.
T3 :
Untuk mengetahui pengaruh kepercayaan konsumen dan kualitas pelayanan
terhadap minat sewa alat berat pada PT. Karya Deltapersada.
26
3.2
Operasionalisasi Variabel Penelitian
Tabel 3.2
Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel/
Subvariabel
Kepercayaan
konsumen
Konsep
Variabel &
Subvariabel
Harapan umum
yang
dipertahankan
oleh individu
yang ucapan dari
satu pihak ke
pihak lainnya
dapat dipercaya.
Kepercayaan
merupakan
variabel
terpenting dalam
membangun
hubungan
jangka panjang
antara satu
pihak dengan
pihak lainnya
Dimensi
Integritas
Reliabilitas
Contact
Personnel
Lingkungan
fisik
Kualitas
Pelayanan
Perbandingan
antara harapan
pelanggan
dengan
kinerja kualitas
jasa pelayanan
Keandalan
Indikator
Utama
Ukuran
Interval
1. Karyawan
menunjukkan nilai-nilai
dan prinsip-prinsip
kerja yang benar
2. Setiap masalah yang
dihadapi konsumen
diselesaikan oleh sesuai
dengan konteks dan
sistem yang berlaku
1. Kemampuan
perusahaan untuk
memenuhi harapan
konsumen
2. Pengalaman
perusahaan dalam
bidang industri tersebut
1. Cara karyawan
menyampaikan
informasi kepada
konsumen
1. Karakteristik fisik yang
ada pada perusahaan
2. Fasilitas fisik yang
dimiliki perusahaan
1. Kelengkapan/variasi alat Interval
berat yang tersedia
2. Kepastian janji dan
kesanggupan untuk
melakukan pekerjaan
yang diminta konsumen
Skala
Pengujian
Skala Likert
Skala Likert
27
Variabel/
Subvariabel
Minat sewa
Konsep
Indikator
Skala
Variabel &
Dimensi
Ukuran
Utama
Pengujian
Subvariabel
yaitu lebih
Keresponsifan 1. Memiliki karyawan yang
/ketanggapan
cepat tanggap dalam
menekankan
menanggapi keluhan
pada
pelanggan
kata pelanggan,
2.
Karyawan
yang selalu
pelayanan,
bersedia memenuhi
kualitas dan level
permintaan pelanggan.
atau tingkat.
Keyakinan
1. Adanya rasa percaya
karena kredibilitas
perusahaan
2. Jaminan kualitas kerja
karena karyawan yang
berpengalaman
Empati
1. Adanya kesempatan
dan kesediaan
karyawan memberikan
solusi atas kebutuhan
konsumen
Berwujud
1. Lokasi perusahaan
yang strategis
2. Adanya fasilitas
pendukung (telepon
faximile) yang memadai
3. Penggunaan peralatan
yang digunakan
lengkap dan baru
Merek
Merek peralatan yang
Interval
Skala Likert
Proses
digunakan
pengintegrasian
yang digunakan Kualitas
Kualitas peralatan dan
untuk
pelayanan yang diberikan
mengevaluasi
Harga
Harga sewa yang bersaing
perilaku-perilaku
yang menarik
Ketersediaan Jumlah unit peralatan yang
minat konsumen
tersedia
Acuan
Adanya referensi dari
teman, kerabat ataupun
saudara
28
3.3
Jenis dan Sumber Data Penelitian
Tabel 3.3
Jenis dan Sumber Data Penelitian
Tujuan
• Hasil olahan
konsumen
• Hasil olahan
berat
• Hasil olahan
pelayanan
• Hasil olahan
berat
• Hasil olahan
konsumen
• Hasil olahan
pelayanan
• Hasil olahan
berat
T1
T2
T3
3.4
Data
kuesioner tentang kepercayaan
kuesioner tentang minat sewa alat
Jenis Data
Sumber Data
Kuantitatif
Data Primer
Kuantitatif
Data Primer
Kuantitatif
Data Primer
kuesioner tentang kualitas
kuesioner tentang minat sewa alat
kuesioner tentang kepercayaan
kuesioner tentang kualitas
kuesioner tentang minat sewa alat
Teknik Pengumpulan Data
Penulis menggunakan dua sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data
sekunder.
1. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada
pengumpul data. Penulis akan mendapatkan data secara langsung melalui
wawancara dan kuesioner.
a.
Wawancara (interview), yaitu penulis melakukan wawancara secara langsung
dengan responden yang menggunakan jasa perusahaan untuk mendapatkan
data-data yang diperlukan, yaitu berupa bidang usaha perusahaan dan data
konsumen yang menggunakan jasa perusahaan.
b.
Kuesioner, yaitu penulis melakukan teknik pengumpulan data dengan cara
memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden.
29
2. Sumber data sekunder berisikan informasi-informasi yang telah ada dan dikumpulkan
untuk melengkapi data primer. Data-data sekunder ini diperoleh melalui studi
literatur dengan cara melihat, membaca, dan mencatat buku-buku, tesis, dokumendokumen perusahaan yang bersangkutan dan berhubungan dengan topik penelitian
skripsi serta data-data yang penulis dapatkan melalui internet dan jurnal.
3.5
Teknik Pengambilan Sampel
Dalam penelitian ini, metode pengambilan sampel yang digunakan adalah probability
sampling,
yaitu suatu metode dimana setiap unsur populasi mempunyai peluang atau
kemungkinan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Sedangkan teknik yang digunakan
yaitu acak sederhana, dimana sampel dipilih secara acak dari daftar yang terdapat pada
populasinya. (Aritonang R., 2007, pp98-99)
3.6
Teknik Pengolahan Sampel
Untuk pengambilan sampel pada kuesioner kepercayaan konsumen, kualitas
pelayanan dan minat sewa konsumen, jumlah sampel yang diambil dari populasi yaitu
konsumen yang melakukan transaksi penyewaan alat berat pada bulan April-Mei 2009
sebesar 30 orang , dimana pengambilan sampel dalam penelitian ini berdasarkan pendapat
Ariestonandri (2006, p94), yang menjelaskan bahwa pada kasus yang sulit memprediksi atau
memang tidak diketahui jumlah populasinya, maka ukuran sampel dapat diambil dengan
pendekatan sederhana, yaitu memilih sampel/responden yang dinilai dapat mewakili seluruh
anggota populasi.
30
3.7
Metode Analisis
Metode analisis yang digunakan untuk riset ini adalah Metode Analisis kuantitatif
dengan menggunakan statistik. Selanjutnya, untuk mempermudah dan mempercepat input
data, software statistik digunakan untuk mendukung riset ini. Software yang digunakan
untuk mendukung riset ini adalah program SPSS. Dalam SPSS, data mentah yang telah
diolah menjadi angka di inputkan kedalam SPSS, sehingga mengetahui nilai rata-rata dari
masing-masing responden dan kemudian dilakukan analisis lebih lanjut.
1. Uji Validitas dan Reliabilitas
a. Uji Validitas
Menurut Singarimbun dan Effendi (2006, p122), validitas menunjukan sejauh
mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang diukur. Suatu instrumen
dinyatakan valid bila instrumen itu dapat digunakan untuk mengukur apa yang
dimaksudkan untuk diukur melalui instrumen itu. (Aritonang R., 2007, p144).
Dalam hal ini berarti alat yang digunakan (kuesioner) diharapkan dapat untuk
mengukur kepercayaan konsumen, kualitas pelayanan dan minat konsumen.
Pertanyaan dengan nilai lebih besar dari 0,3 adalah butir pertanyaan yang valid
(Sugiyono, 2003, p116).
b. Uji Reliabilitas
Menurut Singarimbun dan Effendi (2006, p122) reliabilitas adalah istilah yang
dipakai untuk menunjukan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten
apabila pengukuran diulangi dua kali atau lebih. Dalam hal ini berarti hasil
kuesioner diharapkan dapat menghasilkan nilai yang sama jika digunakan pada
masa mendatang.
Suatu angket dikatakan reliabel dengan menggunakan perangkat lunak SPSS
(Statistic Package for Social Science) versi 12.00, yaitu jika nilai Alpha Cronbach
dari variabel tersebut lebih besar dari 0,7 (Kuncoro, 2003, p15).
31
2. Analisis Deskriptif
Statistik yang menggambarkan variabel-variabel penelitian yaitu jawaban-jawaban
pertanyaan dalam data matrix (Burns dan Bush 2005, p433). Statistika deskriptif
mengubah data mentah ke dalam bentuk yang menyediakan informasi yang
menggambarkan faktor situasi (Sekaran 2003, p394). Terdiri dari frekuensi dan central
tendency.
Frekuensi berarti seberapa kali dari setiap sub-kategori dari penelitian tersebut
muncul, di mana persentasi dan kumulatif persentasi yang muncul dapat dengan mudah
dihitung (Sekaran 2003, p395). Penelitian ini tidak menganalisis frekuensi.
Central tendency adalah informasi yang menggambarkan jawaban yang sering
muncul. Terdiri dari mode (nilai yang sering muncul), mean (nilai rata) dan median (nilai
tengah). Penelitian ini menggunakan skala interval, maka central tendency yang akan
dicari adalah mean. Mean rata-rata nilai dari sekelompok angka-angka (Burns dan Bush
2005, p438).
3. Analisis Regresi Sederhana dan Regresi Berganda
a. Analisis Korelasi
Analisis korelasi digunakan untuk menunjukkan hubungan antara variabel bebas
(X) dengan variabel terikat (Y) dengan menggunakan rumus teknik “product
moment” dari Pearson (“Pearson Product Moment Coefficient of Correlation”).
(Supranto, 2000, p143).
Rumus tersebut adalah:
r=
(nΣX
nΣXY − ΣXΣY
2
) (
− (ΣX ) . nΣY 2 − (ΣY )
2
2
)
32
Dimana:
X = variabel independen
Y = variabel dependen
n = sampel responden
Variabel independen yaitu variabel yang tidak terpengaruh oleh variabel lainnya,
sedangkan variabel dependen nilainya tergantung dari variabel independen.
r adalah koefisien korelasi yang dihitung dengan metode product moment, di mana
hasilnya menunjukkan besarnya hubungan/ korelasi antara 2 variabel: X dan Y.
Batas nilai r adalah: paling sedikit -1 dan paling besar 1 ; artinya:
-
Jika r = 1, hubungan X dan Y sempurna positif (mendekati 1 artinya hubungan
antara variabel sangat kuat dan positif )
-
Jika r = -1, hubungan X dan Y sempurna negatif (mendekati -1 artinya hubungan
variabel itu sangat kuat dan negatif )
-
Jika r = 0, hubungan X dan Y lemah sekali atau tidak ada hubungan.
Besaran nilai r dapat diinterpretasi seperti tabel 3.4 berikut ini: (Triton, 2006, p92)
Tabel 3.4
Interpretasi Nilai R Hasil Analisis Korelasi
Interval Nilai r*)
Interpretasi
0,001 – 0,200
Korelasi sangat lemah
0,201 – 0,400
Korelasi lemah
0,401 – 0,600
Korelasi cukup kuat
0,601 – 0,800
Korelasi kuat
0,801 – 1,000
Korelasi sangat kuat
*) Interpretasi berlaku untuk nilai r positif maupun negatif
Sumber: Triton (2006, p92)
33
Setelah diperoleh nilai r, maka untuk mencari besarnya kontribusi variabel X terhadap
naik turunnya variabel Y dengan menggunakan rumus Koefisien Determinasi atau dalam
SPSS disebut “R-Square” , yaitu:
KP = r² x 100%
Keterangan:
KP
= Koefisien determinasi (R-Square)
r
= Koefisien korelasi
b. Analisis Regresi Sederhana
Analisis regresi digunakan untuk melakukan suatu prediksi atau untuk
mengetahui pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya. Variabel yang
diramalkan/dipengaruhi itu disebut kriterium atau variabel dependen (variabel
dependen dilambangkan dengan Y) atau variabel yang variasinya dimaksudkan untuk
dijelaskan. Variabel yang digunakan untuk meramalkan/mempengaruhi disebut
prediktor atau variabel independen (variabel independen dilambangkan dengan X)
atau variabel yang dimaksud untuk dijelaskan. Bila masing-masing variabel dependen
dan variabel independen yang dianalisis hanya satu, maka analisis regresinya disebut
analisis regresi sederhana. Analisis regresi lazim dikemukakan dalam bentuk
persamaan matematika.
Persamaan regresi sederhana
Y = a + bX + e
Persamaan ini merupakan matematika berupa persamaan linier atau garis lurus,
yaitu semua unsur yang dalam persamaannya memiliki pangkat sebesar satu unsur
yang ada pada a, b, dan e merupakan estimator atas α, β, dan ε. (Aritonang R.,
2002, p40)
34
Keterangan :
Y
= variabel dependen atau lazim disebut kriterium, yaitu variabel yang nilainya
akan diprediksi.
a
= titik potong garis regresi pada sumbu vertikal (Y) atau intersep atau
konstanta, yaitu nilai Y yang diprediksi bila nilai X = 0.
b
= tingkat kemiringan garis regresi atau koefisien regresi, yaitu besarnya
perubahan Y’ bila nilai X berubah sebesar satu satuan.
X
= variabel independen atau prediktor, yaitu variabel yang digunakan untuk
memprediksi nilai Y yang diprediksi.
e
= epsilon atau error pada garis regresi, merupakan selisih nilai Y yang
diprediksikan dengan nilai Y yang diperoleh.
c.
Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi (anareg) berganda pada dasarnya sama dengan anareg
sederhana. Perbedaannya terletak pada jumlah variabel independen, di mana dalam
regresi berganda variabel independennya terdiri lebih dari satu variabel.
Model linier analisis regresi ganda adalah sebagai berikut:
Y’ = a + b1X1 + b2X2 +….bkXk + e
Di mana:
Y'
= nilai variabel dependen (Y) yang diprediksi berdasarkan variabel independen
Xl, X2, ..., dan Xk,
a
= intersep atau disebut juga konstanta, yaitu nilai variabel dependen (Y) yang
diprediksi bila nilai variabel independen X1, X2, ..., dan Xk sama dengan nol,
b1
= koefisien regresi parsial Xl, yaitu besarnya perubahan nilai variabel dependen
(Y) yang diprediksi bila nilai variabel independen X1 berubah sebesar satu
satuan tetapi nilai variabel independen lainnya tetap,
35
X1
= variabel independen satu yang digunakan untuk memprediksi nilai variabel
dependen (Y),
b2
= koefisien regresi parsial X2, yaitu besarnya perubahan nilai variabel dependen
(Y) yang diprediksi bila nilai variabel independen X2 berubah sebesar satu
satuan tetapi nilai variabel independen lainnya tetap,
X2
= variabel independen dua yang digunakan untuk memprediksi nilai variabel
dependen (Y),
bk
= koefisien regresi parsial Xk, yaitu besarnya perubahan nilai variabel dependen
(Y) yang diprediksi bila nilai variabel independen Xk berubah sebesar satu
satuan tetapi nilai variabel independen lainnya tetap,
Xk
= variabel independen k yang digunakan untuk memprediksi nilai variabel
dependen (Y),
(Aritonang R., 2002, p49)
3.8
Rancangan Uji Hipotesis
Setelah persamaan regresi didapat, maka tahap berikutnya adalah melakukan
pengujian terhadap hipotesis penelitian untuk mengetahui apakah variabel kepercayaan
konsumen dan kualitas pelayanan (independen) dapat digunakan untuk memprediksi
variabel minat sewa konsumen (dependen). Pengujian hipotesis tersebut dilakukan
dengan uji statistik yaitu menggunakan uji F (secara keseluruhan) dan uji t (secara
parsial).
a. Uji F
Pengujian terhadap model regresi ganda dilakukan dengan uji F terlebih dahulu,
untuk mengetahui apakah variabel independen secara keseluruhan dapat digunakan
untuk menguji variabel dependen. Apabila hasil pengujian menunjukan H0 ditolak,
36
maka dapat disimpulkan bahwa paling sedikit ada satu variabel independen yang
dapat digunakan untuk menjelaskan variabel dependen.
Setelah data di olah melalui program SPSS 15 maka langkah selanjutnya adalah:
1) Merumuskan hipotesis (merumuskan H0 dan Ha)
2) Menentukan nilai α (dalam penelitian ini ditentukan α = 0,05)
3) Membandingkan nilai signifikasi dengan nilai α
4) Menarik kesimpulan:
a) Jika probabilitas atau signifikansi dalam tabel ANOVA< α (0,05), maka H0
ditolak dan Ha tidak dapat ditolak.
b) Jika probabilitas atau signifikansi dalam tabel ANOVA > α (0,05), maka H0
tidak ditolak dan Ha ditolak.
Akan tetapi apabila pada waktu uji F ternyata H0 tidak dapat ditolak maka variabel
independen secara keseluruhan tidak dapat memprediksi variabel dependen, maka
uji t tidak perlu dilakukan lagi
b.
Uji t
Uji t dilakukan untuk mengetahui variabel independen mana dari kepercayaan
konsumen dan kualitas pelayanan (independen) yang paling berperan terhadap
variabel minat sewa konsumen (dependen)
Setelah data di olah melalui program SPSS 15 maka langkah selanjutnya adalah:
1) Merumuskan hipotesis (merumuskan H0 dan Ha)
2) Menentukan nilai α (dalam penelitian ini ditentukan α = 0,05)
3) Membandingkan nilai signifikasi dengan nilai α
4) Menarik kesimpulan:
a) Jika probabilitas atau signifikansi dalam tabel koefisien regresi< α (0,05),
37
maka H0 ditolak dan Ha tidak dapat ditolak.
b) Jika probabilitas atau signifikansi dalam tabel koefisien regresi > α (0,05),
maka H0 tidak ditolak dan Ha ditolak.
3.9
Rancangan Implikasi Hasil Penelitian
Diharapkan implikasi yang dapat diberikan penelitian untuk perusahaan adalah
bagaimana metode peramalan (Regresi) dapat menganalisa pengaruh kepercayaan
konsumen dan kualitas pelayanan yang diasumsikan memiliki pengaruh secara positif
terhadap proses minat sewa alat berat pada PT Karya Deltapersada di Bandar Lampung. Dari
kedua faktor (variabel) tersebut, akan diketahui variabel mana yang paling berpengaruh
terhadap minat sewa alat berat, apakah kepercayaan konsumen atau kualitas pelayanan.
Download