BAB II LANDASAN TEORI

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Persedian (Inventory)
Secara umum Inventory adalah bahan mentah, barang dalam proses (work in
process), barang jadi, bahan pembantu, bahan pelengkap, komponen yang di
simpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan.
Secara fisik, item persediaan dapat dikelompokan dalam lima kategori yaitu
sebagai berikut:
a.
Bahan Mentah (Raw Material)
Yaitu barang-barang yang diperoleh dari sumber alam, atau dibeli dari
pemasok (supplier), atau di olah sendiri oleh perusahaan untuk digunakan
dalam proses produksinya sendiri.
b.
Komponen (Component)
Yaitu barang-barang yang terdiri atas bagian-bagian yang diperoleh oleh
perusahaan lain atau hasil produksi sendiri untuk digunakan dalam
pembuatan barang jadi atau setengah jadi.
c.
Barang Setengah Jadi (Work in Process)
Barang-barang keluaran dari tiap operasi produksi atau perakitan yang telah
memiliki bentuk lebih kompleks daripada komponen, namun masih perlu
proses lebih lanjut untuk menjadi barang jadi.
d.
Barang Jadi (Finished Good)
Barang-barang yang telah selesai diproses dan siap di distribusikan ke
konsumen.
e.
Bahan Pembantu (Supplies Material)
Barang-barang yang diperlukan dalam proses pembuatan atau perakitan
barang, namun bukan merupakan komponen barang jadi. Termasuk bahan
penolong seperti listrik, air, dan lain-lain.
6
http://digilib.mercubuana.ac.id/
7
2.1.1 Definisi Sistem Persediaan
Sistem persediaan adalah suatu mekanisme mengenai bagaimana mengelola
masukan-masukan yang sehubungan dengan persediaan menjadi output, dimana
diperlukan umpan balik agar output memenuhi standar tertentu. Mekanisme ini
adalah pembuatan serangkaian kebijakan yang memonitor tingkat persediaan yang
harus dijaga, kapan persediaan harus diisii, dan berapa besar pesanan harus
dilakukan. Sistem ini bertujuan menetapkapkan dan menjamin tersedianya produk
jadi, barang dalam proses, komponen, dan bahan baku secara optimal, dalam
kualitas yang optimal dan waktu yang optimal. Kriteria optimal adalah minimasi
biaya total yang terkait persediaan, yaitu biaya penyimpanan, biaya pemesanan, dan
biaya kekurangan persediaan.
Secara luas tujuan dari sistem persediaan adalah menemukan solusi optimal
terhadap seluruh masalah yang terkait dengan persediaan. Dikaitkan dengan tujuan
umum perusahan atau lembaga, maka ukuran optimalitas pengendalian seringkali
diukur dengan keuntungan maksimum yang dicapai. Karena perusahaan memiliki
banya subsistem lain selain persediaan, maka mengukur kontribusi pengendalian
persediaan biasa diukur dengan total biaya minimal pada suatu periode tertentu.
2.1.2 Sistem Persediaan untuk Bahan Tidak Tahan Lama
Forgarty (2011) mengemukakan bahwa perishability item merupakan produk
yang dapat rusak apabila telah melewati ketahanan dari item tersebut. Perishability
item memerlukan penanganan khusus baik dalam hal penyimpanan, persiapan,
penampilan dan pemeliharaannya. Perishability meliputi bahan-bahan seperti
bahan makanan susu, telur, buah-buahan, roti, sayuran dan lain-lain. Perusahaan
yang menjual produk perishability seringkali memiliki masalah ketika persediaan
barang tersebut masih banyak stock nya, hal ini menyebabkan produk tersebut
memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan produk baru.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
8
2.2
2.2.1
Perancangan Basis Data
Data
Kata data dalam bahasa Inggris berasal dari kata datum yang berarti fakta.
Secara conceptual, data yaitu deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas ataupun
transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung
kepada pemakai (Kadir, 2010).
Dapat diartikan juga bahwa data adalah suatu deskripsi tentang benda,
kejadian, aktifitas atupun transaksi yang dimana nantinya dapat di olah sebagai
sebuah informasi.
2.2.2 Database
Menurut Connolly dan Begg (2010), database adalah sekumpulan data
tersebar yang berhubungan secara logis, dan penjelasan dari data ini dirancang
untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.
Menurut Kadir (2010) basis data adalah suatu pengorganisasian sekumpulan
data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh
informasi. Basis data dimaksudkan untuk mengatasi problem pada sistem yang
memakai pendekatan berbasis berkas. Sistem basis data dapat terbagi dalam empat
komponen penting, yaitu:
1.
Sistem Operasi (Operating System)
Sistem Informasi merupakan program yang mengaktifkan/memfungsikan
system computer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dalam
komputer dan melakukan operaso-operasi dasar dalam komputer (operasi I/O,
pengelolaan file, dan lain-lain).
2.
Hardware
Merupakan perangkat keras berupa komputer dengan media penyimpanan
sekunder yang digunakan untuk menyimpan data karena pada umumnya
database memiliki ukuran yang besar. Perangkat keras dapat berupa personal
computer (PC), minikomputer, mainframe, dan lain-lain.
3.
Software
http://digilib.mercubuana.ac.id/
9
Merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan pengelolaan
database. Perangkat lunak ini sering disebut sebgaai database management
system (DBMS).
4.
User
Merupakan pengguna yang menggunakan data yang tersimpan dan terkelola.
User dapat berupa seseorang yang mengelola database tersebut yaitu disebut
database administrator (DBA) bisa juga end user yang mengambil hasil dari
pengelolaan database melalui bahasa query. User juga dapat seorang
programmer yang membangun aplikasi yang terhubung ke database dengan
menggunakan bahasa pemrograman seperti C, Visual Basic, PHP dan lainlain
Tujuan basis data yang efektif menurut Kendall, 2010 adalah sebagai berikut:
a.
Memastikan bahwa data dapat dipakai diantara pemakai untuk berbagai
aplikasi.
b.
Memelihara data baik keakuratan maupun konsistenannya.
c.
Memastikan bahwa semua data yang diperlukan untuk aplikasi sekarang dan
yang akan datang akan disediakan dengan cepat.
d.
Membolehkan basis data untuk berkembang dan kebutuhan pemakai untuk
berkembang.
e.
Membolehkan pemakai untuk membangun pandangan personalnya tentang
data tanpa memperhatikan cara data disimpan secara fisik
2.2.3 Database Management System (DBMS)
Menurut Connolly dan Begg (2010), Database Management System (DBMS)
adalah
sebuah
sistem
software
yang
memungkinkan
pengguna
untuk
mendefinisikan, membuat, me-maintain, dan mengontrol akses ke database.
DBMS mengengelola basis data yang secara fisik tidak dilakukan oleh
pemakai secara langsung, tetapi di tangani oleh sebuah Perangkat Lunak (system)
yang khusus/spesifik. DBMS menentukan bagaimana data di simpan, diubah, dan
diambil kembali. Dapat dikatakan DBMS memungkinkan pengguna untuk
mendefinisikan, membuat, me-maintain, mengontrol akses, memodifikasi,
http://digilib.mercubuana.ac.id/
10
menyimpan, dan mengambil data dalam cara yang terstruktur serta mengontrol
akses ke database. Selain itu DBMS menyediakan fasilitas-fasilitas berikut :
1.
Data Definition Language (DDL)
DDL memungkinkan pengguna untuk membedakan tipe dan struktur data,
dan batasan data yang akan disimpan ke dalam database.
2.
Data Manipulation Language (DML)
DML memungkinkan pengguna untuk memperbarui (update), meyisipkan,
menghapus, dan menerima data dari database.
3.
Menyediakan akses kontrol ke database berupa:
a. Sistem keamanan yang mencegah pengguna yang tidak bertanggung
jawab mengakses database.
b. Pemulihan Sistem Kontrol, yang mengembalikan database ke dalam
keadaan yang konsisten sebelum hardware ataupun software mengalami
kegagalan.
c. Concurrency Control System, yang memungkinkan berbagi akses pada
database.
d. User Akses Katalog, yang berisikan deskripsi data-data yang berada pada
database.
2.2.4 Normalisasi
Normalisasi
adalah
proses
untuk
mengorganisasikan
file
untuk
menghilangkan grup elemen yang berulang-ulang (Jogiyanto, 2011). Tujuan dari
normalisasi ini sendiri adalah untuk mengurangi pemasukan data yang berulang
(redundancy data), ataupun duplikasi data. Selain itu juga mengindari masalah pada
saat mengisi, mengubah ataupun menghapus data. Akan tetapi semua kasus data
yang berulang dapat dipisahkan menjadi satu tabel yang dapat berdiri sendiri.
Adapun bentuk-bentuk dari normalisasi adalah sebagai berikut:
1.
Bentuk Tidak Normal (Unnormallized Form)
Merupakan kumpulan dari data yang direkam, dan tidak ada keharusan untuk
mengikuti suatu format tertentu, data bisa tidak lengkap ataupun terduplikasi.
2.
Bentuk Normal Kesatu (1NF / First Normal Form)
http://digilib.mercubuana.ac.id/
11
Pada bentuk normal kesatu setiap data dibentuk dalam satu record,
mengilangkan semua kelompok yang berulang dan mengidentifikasin kunci
utama.
3.
Bentuk Normal Kedua (2NF / Second Normal Form)
Semua bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu. Atribut
bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama. Semua
ketergantungan partial diubah dan diletakan dalam hubungan lain.
4.
Bentuk Normal Ketiga (3NF / Third Normal Form)
Semua atribut bukan primer tidak mempunyai ketergantungan transitif.
Ketergantungan transitif adalah keadaan dimana atribut bukan kunci
tergantung pada atribut atau kunci lainnya.
2.2.5 ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD adalah suatu komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan
relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut yang mempresentasikan
seluruh fakta dari dunia nyata yang ditinjau. ERD menggambarkan data dan
hubungan antar data secara global (Jogiyanto, 2011).
ERD merupakan bentuk paling awal dalam melakukan perancangan basis data
relational. Ada beberapa jenis hubungan dalam ERD, yaitu:
a.
One to One (1 to 1)
Hubungan ini medeskpripsikan dimana satu entitas hanya berhubungan
dengan satu entitas saja dan tidak berhungan dengan entitas lainnya. Sebagai
contoh satu user hanya memiliki satu ID user. Bukan satu user memiliki
banyak ID.
b.
One to Many (1 to M) atau Many to One
Hubungan ini mendeskripsikan adanya satu entitas berhungan dengan lebih
dari satu entitas ataupun sebaliknya. Sebagai contoh: seorang karyawan
merupakan anggota dalam satu departemen, tetapi setiap departemen
memiliki banyak karyawan.
c.
Many to Many (M to N)
http://digilib.mercubuana.ac.id/
12
Hubungan ini mendeskripsikan dimana suatu entitas dapat berhubungan
dengan banyak entitas lainnya. Sebagai contoh mahasiswa dapat mengambil
banyak mata kuliah, mata kuliah dapat diambil oleh banyak mahasiswa.
2.3 Perancangan Aplikasi
2.3.1 Model SDLC
System Development Life Cycle (SDLC) adalah pendekatan bertahap untuk
melakukan analisa dan membangun rancangan sistem dengan menggunakan siklus
yang spesifik terhadap kegiatan pengguna (Kendall, 2010). SDLC merupakan
proses mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan
menggunakan
model-model
dan
metodelogi
yang
digunakan
untuk
mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya (berdasarkan best
practice atau cara-cara yang sudah teruji baik).
Dapat disimpulan SDLC merupakan sebuah siklus untuk membangun sistem
dan memberikannya kepada user dengan melalui tahapan-tahapan yang telah
ditentukan dengan memahami dan dan menyeleksi keadaan dan proses yang
dilakukan pengguna untuk dapat mendukung kebutuhan yang diinginkan oleh
pengguna.
2.3.2
UML (Unified Modeling Language)
UML adalah salah satu standar bahasa yang banya digunakan di dunia industri
untuk mendifinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta
menggambarkan arsitektur dalam pemograman berorientasi objek.
UML muncul karena adanya kebutuhan permodelan visual untuk
menspesifikasikan, menggambarkan, membangun, dan dokumentasi dari sistem
perangkat lunak. UML merupakan Bahasa visual untuk permodelan dan
komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks
pendukung. UML hanya berfungsi untuk melakukan suatu permodelan, jadi dalam
pemakaian UML tidak terbatass pada metodelogi tertentu, meskipun pada
http://digilib.mercubuana.ac.id/
13
kenyataanya UML paling banyak digunakan dalam metode berorientasi objek.
UML terdiri dari beberapa diagram diantaranya.
2.3.2.1 Diagram Use Case
Diagram Use case merupakan permodelan untuk kelakuan (behavior) sistem
informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu
atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Bisa disimpulkan use
case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem
informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut.
Use case juga merupakan gambaran fungsionalitas dari suatu sistem, sehingga
customer atau pengguna sistem paham dan mengerti mengenai kegunaan sistem
yang akan dibangun. Diagram use case merupakan penggambaran sistem dari sudut
pandang pengguna sistem tersebut (user), sehingga pembuatan use case lebih
dititikberatkan pada fungsionalitas yang ada pada sistem, bukan berdasarkan alur
atau urutan kejadian.
Untuk menjabarkan use case dalam sistem, sangat baik bila dimulai dengan
memperhatikan aktor dan actions/aksi yang mereka lakukan dalam sistem. Setiap
use case menggambarkan suatu urutan interaksi antara aktor dengan sistem dan
harus memberikan sejumlah nilai pada satu aktor. Kemudian, kebutuhan fungsional
sistem yang dijelaskan dalam use case merupakan suatu spesifikasi eksternal dari
sebuah sistem. Ketika membuat use case, sangatlah penting menghindari suatu
dekomposisi fungsional yang dalam beberapa use case kecil lebih menjelaskan
fungsi-fungsi individual sistem daripada menjelaskan urutan kejadian yang
memberikan hasil yang berguna bagi aktor. Syarat penamaan use case adalah nama
harus didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal yang utama
pada use case yaitu :
a.
Aktor
Yaitu merupakan human, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan
sistem informasi yang akan dibuat, jadi bisa dikatakan walau simbol dari aktor
tersebut merupakan adalah gambar orang, belum tentu actor tersebut
merupakan human.
b.
Use case
http://digilib.mercubuana.ac.id/
14
Merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang
saling bertukar pesan antara unit atau pun aktor.
Berikut ini adalah notasi-notasi diagram use case:
Tabel 2.1 Notasi Use Case Diagram
No
Gambar
Nama
Keterangan
Menspesifikasikan himpunan peran yang
1
Actor
pengguna
mainkan ketika berinteraksi dengan use case.
Hubungan dimana perubahan yang terjadi pada
2
Dependency
suatu elemen mandiri (independent) akan
mempengaruhi elemen yang bergantung padanya
elemen yang tidak mandiri (independent).
3
Hubungan dimana objek anak berbagi perilaku
Generalization dan struktur data dari objek yang ada di atasnya
objek induk.
Include
Menspesifikasikanbahwa use case sumber secara
eksplisit.
5
Extend
Menspesifikasikan bahwa use case target
memperluas perilaku dari use case sumber pada
suatu titik yang diberikan.
6
Association
7
UseCase
Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang ditampilkan
sistem yang menghasilkan suatu hasil yang
terukur bagi suatu actor.
Collaboration
Interaksi aturan-aturandan elemen lain yang
bekerja sama untuk menyediakan prilaku yang
lebih besar dari jumlah dan elemen-elemennya
(sinergi).
4
8
Apa yang menghubungkan antara objek satu
dengan objek lainnya.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
15
Gambar 2.2 Contoh Use Case Diagram Pada Online Shopping
2.3.2.2 Diagram Aktifitas
Diagram aktivitas atau activity diagram mengambarkan workflow (aliran
kerja) atau aktifitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada
perangkat lunak. Diagram aktivitas juga dapat menggambarkan proses paralel yang
mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Yang perlu diperhatikan disini adalah
bahwa activity diagram menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan
actor, jadi aktifitas yang dapat dilakukan oleh sistem.
Diagram aktivitas tidak menggambarkan jalannya internal sebuah sistem
(dan interaksi antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan prosesproses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum. Activity diagram juga
digunakan untuk mendefinisikan hal-hal berikut :
1.
Rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktivitas yang digambarkan
merupakan proses bisnis sistem yang didefinisikan.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
16
2.
Urutan atau pengelompokan tampilan / user interface dimana setiap aktivitas
dianggap memiliki sebuah rancangan tampilan antarmuka.
3.
Rancangan pengujian dimana setiap aktivitas dianggap memerlukan sebuah
pengujian yang perlu di definisikan kasus ujinya.
4.
Sebagai rancangan menu yang akan ditampilkan pada perangakat lunak.
Berikut notasu diagram aktivitas
Tabel 2.2 Notasi Diagram Aktivitas
No
Gambar
Nama
1
Status Awal
2
Aktivitas
3
Percabangan/Decision
Node
4
Penggabungan/Join
5
Status Akhir
Nama
Swimalane
6
Keterangan
Status awas aktivitas sistem dimana
aliran
kerja dimulai
aktivitas yang dilakukan sistem, bisa
terjadi saat memasuki activity,
meninggalkan activity atau pada event
yang spesifik
Menunjukan suatu keputusan yang
mempunyai satu atau lebih transisi
sesuai dengan suatu kondisi
menunjukan penggabungan dimana lebih
dari satu aktivitas digabungkan
menjadi satu
menujukan dimana aliran kerja diakhiri
Nama
Swimalane
Swimlane
http://digilib.mercubuana.ac.id/
menunjukan siapa yang bertanggung
jawab dalam melakukan aktivitas
dalam suatu diagram
17
Gambar 2.3 Contoh activity diagram pada menu login
2.3.2.3 Diagram Sequence
Sequence diagram menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan
mendeskripsikan waktu hidup objek dan pesan yang dikirimkan atau diterima antar
objek. Oleh karena itu untuk menggambarkan diagram sequence maka harus
diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode
yang dimiliki class yang diinstansiasi menjadi objek itu. Sequence diagram biasa
digunakan untuk menggambarkan sekenario atau rangkaian langkah-langkah yang
dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu.
Diawali dari apa yang men-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja
yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan.
Dalam diagram sequence, setiap objek hanya memiliki garis yang
digambarkan garis putus-putus ke bawah. Pesan antar objek digambarkan dengan
anak panah dari objek yang mengirimkan pesan ke objek yang menerima pesan.
Banyaknya diagram sequence yang harus digambarkan sesuai dengan pendefinisian
use case yang telah dibuat sebelumnya.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
18
Berikut notasi sequence diagram:
Tabel 2.3 Notasi Sequence Diagram.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
19
Gambar 2.4 Contoh diagram sequence
2.4 Perancangan Antarmuka
2.4.2 HTML (HyperText Markup Language)
HTML adalah salah satu bentuk dokumen pada internet yang dapat dibaca
oleh browser. HTML menjadi standar dokumen pada internet karena mempunyai
dua fitur esensial. Pertama, dapatmembuat link pada halaman website yang
mengantarkan user ke halaman lainnya, dan kedua adalah dokumen HTML
tersimpan sebagai dokumen teks, yang hampir semua komputer dapat membacanya
(Castro, 2012).
2.4.3 CSS (Cascanding Style Sheet)
CSS digunakan dalam kode HTML untuk menciptakan suatu kumpulan style
yang terkadang dapat digunakan untuk memperluas kemampuan HTML, sebagai
contoh, kode HTML murni tidak memungkinkan untuk untuk mengatur ukuran font
http://digilib.mercubuana.ac.id/
20
yang diterapkan pada setiap sel dan bahkan tag <BASEFONT> pun tak
berpengaruh pada sel-sel tabel (Kadir, 2010).
CSS secara umum dapat dikelompokkan dalam dua kategori utama, yaitu:
a.
Layout properties, yaitu terdiri dari beberapa sifat yang mempengaruhi posisi
elemen pada halaman web, seperti: margin, padding, keselarasan dan sebagainya.
b.
Formatting properties, yaitu terdiri dari beberapa sifat yang mempengaruhi
tampilan secara visual dari elemen dalam sebuah web, seperti: jenis tulisan, ukuran,
warna, dan sebagainya.
2.4.4 PHP
PHP (Personal Home Page) merupakan bahasa skrip yang menyatu dalam
tag-tag HTML untuk dieksekusi yang bersifat server side (Nugroho, 2013). PHP
termasuk dalam open source product, sehingga source code PHP dapat diubah dan
didistribusikan secara bebas.
PHP bersifat open source dan gratis, selain itu dengan memakai program open
source ini internet semakin canggih, mudah dipelajari, aman dan harganya
terjangkau. Life cycle dari PHP sendiri singkat sehingga PHP selalu up to date
mengikuti perkembangan internet. PHP sendiri dapat melakukan tugas-tugas yang
dilakukan dengan mekanisme CGI seperti mengambil, mengumpulkan data dari
database, meng-generate halaman yang dinamis, atau bahkan menerima dan
mengirim cookie. PHP dapat dipakai di hampir semua webserver yang ada di
pasaran (terutama Apache dan Microsoft IIS) dan dijalankan pada berbagai sistem
operasi (Linux, Windows, FreeBSD). PHP mendukung koneksi ke banyak database
baik yang gratis ataupun berbayar seperti MySQL, Oracle, Microsoft SQL Server,
dan masih banyak lagi.
2.4.4 MySQL
MySQL adalah salah satu aplikasi DBMS yang sudah sangat banyak
digunakan oleh para pemograman.aplikasi web yang bersifat open source. MySQL
merupakan sistem manajemen database yang bersifat relasional. Artinya data-data
yang dikelola dalam database akan diletakan pada beberapa table yang terpisah
sehingga manipulasi data akan menjadi lebih cepat. MySQL dapat digunakan untuk
http://digilib.mercubuana.ac.id/
21
mengelola database mulai dari yang kecil sampai dengan yang sangat besar. Selain
itu MySQL juga dapat menjalankan perintah-perintah Structured Query Language
(SQL) untuk mengelola database-database relasional yang ada di dalamnya.
Contoh DBMS lainnya adalah SQL server, MS Access dari Microsoft, DB2 dari
IBM, FoxPro, Dbase, dan lain-lain.
Kelebihan dari MySQL sendiri adalah gratis, handal, selalu di-update dan
banyak forum yang memfasilitasi para pengguna jika memiliki kendala. DBMS
sering dibundlling dengan web server sehingga proses instalasinya jadi lebih
mudah.
2.4.5 XAMMP
XAMPP Server adalah perangkat lunak gratis, yang mendukung banyak
sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program untuk menjalankan
fungsinya sebagai server yang berdiri sendiri, yang terdiri atas program Apache
HTTP Server, MySQL database, dan penterjemah bahasa yang ditulis dengan PHP
dan Perl. XAMPP adalah nama yang merupakan singkatan dari X berbagai sistem
operasi (Linux, Mac, Windows), Apache, MySQL, PHP, PERL. Program ini
tersedia dalam GNU General Public License dan bebas, merupakan web server
yang mudah digunakan yang mampu melayani halaman dinamis.
2.4.6 Dreamweaver
Dreamweaver diciptakan pada tahun 1997, merupakan program aplikasi web
editor yang cukup populer untuk pembuatan website, selain tampilannya yang
menarik, kemampuan fitur-fiturnya juga memudahkan para pemakainnya untuk
menciptakan halaman web. Dreamweaver digunakan untuk melakukan desain
secara visual dan mengelola halaman web serta pembuatan aplikasi web.
Dreamweaver telah menjadi software utama bagi para web designer maupun web
programming dalam mengembangkan situs mereka. Hal ini karena ruang kerja,
fasilitas dan kemampuan Dreamweaver mampu meningkatkan produktivitas dan
efektivitas dalam desain maupun dalam membangun situs.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
22
2.5
Black-Box Testing
Black-Box Testing digunakan untuk menguji perangkat lunak dari segi
spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian
dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi masukan dan keluaran dari
perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
Black-Box Testing dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat
mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan
spesifikasi yang dibutuhkan. Kasus Uji yang dibuat untuk melakukan Black-Box
Testing harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah, misalkan untuk kasus
proses login maka kasus uji yang dibuat adalah:
a.
Jika user memasukan nama pemakai (username) dan kata sandi (password)
yang benar.
b.
Jika user memasukan nama pemakai (username) dan kata sandi (password)
yang salah, misalnya nama pemakai benar tapi kata sandi salah, atau
sebaliknya, atau keduanya salah.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Download