BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran

advertisement
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1
Gambaran Umum Obyek Penelitian
Commonwealth Bank Indonesia merupakan anak perusahaan Commonwealth
Bank of Australia yang berbasis di Sydney dan merupakan penyedia jasa keuangan
terpadu terbesar di Australia. Kehadiran Commonwealth Bank Indonesia merupakan
bagian dari strategi jangka panjang Commonwealth Bank of Australia untuk
mengembangkan bisnisnya hingga ke Asia Pasifk, khususnya di Indonesia dan Cina.
Di Indonesia sendiri, ditandai dengan dibukanya kantor perwakilan
Commonwealth Bank of Australia pada tahun 1990. Pada tahun 1997 Commonwealth
Bank of Australia membentuk perusahaan joint venture untuk menyediakan layanan
perbankan koporat bagi entitas bisnis Indonesia dan perusahaan lainnya. Pada tahun
2000, perusahaan tersebut menjadi Commonwealth Bank Indonesia, dengan
Commonwealth Bank of Australia sebagai pemegang saham utama.
Pada tahun 2007, sebagai bagian dari rencana pengembangan pasar Usaha
Kecil Menengah (UKM), Commonwealth Bank Indonesia mengakuisisi saham Bank
Artha Niaga Kencana (ANK) yang berbasis di Surabaya dengan penguasaan pasar
yang dominan di wilayah Jawa Timur. Akuisisi tersebut telah membantu
Commonwealth Bank Indonesia memperkuat bisnis UKM serta membangun jaringan
yang lebih luas di Indonesia bagian timur.
56
57
Layanan Perbankan yang Lengkap
Commonwealth Bank Indonesia menyediakan layanan perbankan yang
lengkap. Dengan kedudukannya sebagai penyedia layanan Wealth Management
terkemuka, Bank juga mengembangkan fokus usahanya pada layanan Retail Bankin,
UKM dan Wholesale Banking, dengan menawarkan solusi keuangan yang dirancang
khusus sesuai dengan kebutuhan nasabah Commonwealth Bank Indonesia
menawarkan produk dan layanan Retail Banking yang lengkap, yaitu meliputi
produk-produk simpanan dan pinjaman, reksa dana, serta bancassurance, yang
ditujukan pada empat kelompok nasabah. Salah satunya adalah kalangan kelas
menengah Indonesia yang sedang bertumbuh pesat.
Tiga kelompok nasabah lain yang sama pentingnya adalah segmen high networth individuals, UKM, dan wholesale banking. Melayani nasabah melalui 91 (per
31 Agustus 2012) kantor cabang di 32 kota besar di Indonesia, Commonwealth Bank
Indonesia berkomitmen penuh memperluas jaringan distribusi. Hal ini agar dapat
melayni basis nasabah baru ynag terus berkembang sejak beberapa tahun terakhir dan
diperkirakan akan semakin berkembang.
Commonwealth Bank Indonesia akan terus meningkatkan kehadirannya guna
menjangkau segmen kelas menengah di Indonesia. Untuk itu, Bank menambah
fasilitas dan layanan bernilai-tambah seperti jaringan ATM yang luas serta layanan
Internet Banking bagi nasabah perorangan maupun korporasi.
58
Commonwealth Bank Indonesia mengoperasikan lebih dari 141 ATM (per 30
June 2012) dan akan terus ditambah. Selain terkoneksi dengan jaringan ATM global
Commonwealth Bank of Australia, layanan ATM Commonwealth Bank Indonesia
terhubung juga dengan jaringan ATM terluas di Indonesia yaitu ATM Bersama dan
PRIMA/BCA. Seluruh jaringan tersebut memberi akses ke lebih dari 40.000 ATM
(per 30 June 2012) di seluruh wilayah Indonesia.Commonwealth Bank Indonesia juga
menawarkan kemudahan berbelanja melalui kerja sama dengan jaringan Debit
PRIMA/BCA dan Maestro, yang memungkinkan kartu ATM Commonwealth Bank
Indonesia digunakan sebagai kartu debit di lebih dari 100.000 toko atau penjual di
Indonesia. Kartu ATM Commonwealth Bank Indonesia didesain sesuai dengan selera
pasar kelas menengah. Selain itu, Commonwealth Bank Indonesia juga memberikan
layanan perbankan yang nyaman, andal, mudah dan terjangkau bagi nasabah
melalui Internet Banking dan Mobile Banking. Aplikasi Mobile Banking ini
merupakan yang pertama di Indonesia dengan fitur investasi yang memudahkan
nasabah membeli reksa dana dan menempatkan deposito kapan pun dan dimana pun.
Pelayanan Prima
Sejalan dengan visi Bank menjadi penyedia layanan keuangan terbaik di
Indonesia melalui customer service excellence, Commonwealth Bank Indonesia
menempati peringkat pertama di antara bank-bank asing dan peringkat ketiga diantara
seluruh bank di Indonesia dalam segi kualitas pelayanan.
59
Hasil ini berdasarkan survei oleh Synovate, sebuah perusahaan survei
independen. Sebagai pengakuan terhadap service excellence yang diberikan oleh
Bank, pada tahun 2012 Bank menerima penghargaan Trailblazer Awards 2012
Special Commendation untuk layanan Mobile Banking dari Banking and Payments
Asia, sebuah konsultan analis keuangan berbasis di Inggris. Bank juga memperoleh
penghargaan Service Quality Award 2012 dengan kategori Emas untuk Regular
Banking – Multinational Banking Group dari Carre CCSL dan majalah Service
Excellence. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan pandangan nasabah terhadap
kualitas pelayanan dan nilai pelayanan Bank.
Kokoh dan Percaya Diri
Pada tahun 2010 Fitch Ratings memberikan peringkat “National Long-term
AAA with a Stable Outlook” kepada Commonwealth Bank Indonesia. Pada tahun
2011, peringkat AAA tersebut berhasil dipertahankan oleh Bank. Peringkat tersebut
lebih diperkuat pada bulan Oktober 2012 pada saat Fitch Ratings sekali lagi
memberikan peringkat AAA(idn) untuk peringkat Bank Nasional dalam Jangka
Panjang dan Stable Outlook untuk Surat Utang Jangka Menengah Bank. Peringkat ini
mengisyaratkan bahwa Bank akan terus menerima dukungan kuat dari perusahaan
induknya, Commonwealth Bank of Australia (CBA), dan menggarisbawahi peranan
Bank yang strategis dalam pertumbuhan bisnis CBA secara regional di Asia Pacific.
Peringkat AAA tersebut hanya diterima oleh Commonwealth Bank Indonesia
dan sembilan bank lain di Indonesia, mencerminkan kondisi keuangan Bank yang
60
stabil. Peringkat tersebut memberikan kemudahan bagi Bank untuk menerbitkan
instrumen utang di dalam negeri guna membiayai pertumbuhannya di masa depan.
Sebagai salah satu pasar utama yang menjadi komitmen Commonwealth Bank of
Australia di Asia, Indonesia menawarkan peluang pertumbuhan yang menjanjikan di
layanan pinjaman, simpanan maupun layanan investasi.
4.2
Hasil Penelitian
4.2.1 Deskripsi Penemuan
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti kepada 2 orang
narasumber, maka didapat hasil penelitian mengenai strategi Electronic Customer
Relationship Management (e-CRM) yang dilakukan di PT Bank Commonwealth.
Dengan mengacu kepada fokus penelitian yaitu, Profile, Interactions, History,
Transaction, Preference, dan customer data, maka ditemui hasil wawancara dengan
narasumber bahwa strategi e-CRM yang ada di PT Bank Commonwealth berada di
bawah lingkup kerja Marketing and Communication. PT Bank Commonwealth juga
menerapkan stratgi e-CRM dalam menjalankan kegiatan e-CRM-nya.
1.2.2
Hasil Analisis Data
PT Bank Commonwealth melaksanakan e-CRM tujuannya adalah untuk
memelihara hubungan jangka panjang dengan nasabah sehingga mendapatkan profit
yang maksimal. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa untuk mendapatkan nasabah
61
yang baru lebih sulit bila dibandingkan dengan mempertahankan nasabah yang sudah
ada. Caranya adalah dengan mendengarkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh
nasabah dan memberikan respon yang cepat dan tepat sehingga nasabah merasa puas
dengan pelayanan yang diberikan oleh PT Bank Commonwealth atau bahkan dapat
melampaui ekspektasi mereka. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu strategi e-CRM
dengan kerja sama yang baik antar tim serta didukung oleh teknologi yang memadai.
1.
Community
Dalam proses e-CRM dimulai dari sebuah community, yaitu nasabah PT Bank
Commonwealth. Menurut Muhamad Hakim selaku supervisor Marketing and
Communication, PT Bank Commonwealth menyasar masyarakat kalangan
menengah ke atas, tapi tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat kalangan
bawah untuk menjadi nasabah. Nasabah tersebut digolongkan berdasarkan
saldo, produk dan fasilitas yang mereka miliki. Bagi nasabah yang memiliki
semua produk yang ada di PT Bank Commonwealth dan saldo yang mereka
miliki juga di atas Rp. 500.000.000,- maka akan diberikan service yang
maksimal, karena nasabah yang seperti ini akan menguntungkan bagi
perusahaan, dan sebaliknya.
2.
Saluran Online dan Offline
Nasabah-nasabah PT Bank Commonwealth memberikan feedback melaui dua
saluran yaitu online dan offline. Saluran online bisa melalui sosial media,
seperti Facebook dan Twitter yang dimiliki oleh PT Bank Commonwealth
62
sedangankan saluran offline bisa melalui kantor cabang, call center, dan
email. Menurut Devi Maya, penggunaan kedua saluran ini sesuai dengan
segementasi dan demografi nasabah. Dengan adanya saluran online dapat
memudahkan nasabah untuk mendapatkan informasi seputar produk dan
fasilitas yang dimiliki oleh PT Bank Commonwealth. Bagi nasabah yang
ingin complaint juga bisa melalui saluran online tersebut. Sedangkan saluran
offline lebih sering digunakan bagi nasabah-nasabah yang ingin menanyakan
banyak hal atau hanya sekedar untuk “ngobrol”.
“Ada nasabah yang complaint di Twitter atau Facebook ‘kenapa tidak ada
pemberitahuan melalui telpon atau SMS mengenai charge biaya cek saldo di
ATM bank lain, dan adapula informasi yang diberikan oleh PT Bank
Commonwealth mengenai Mall activation”.
3.
Listening Tool
Sebuah alat pendengar yang terintegrasi langsung ke sistem CRM PT Bank
Commonwealth. Alat ini terintegrasi dari saluran Online, yaitu Facebook dan
Twitter. Sedangkan untuk saluran Offline tidak ada alat yang terintegrasi ke
sistem CRM.
63
4.
Sistem CRM
a.
Profile
Profile nasabah PT Bank Commonwealth dapat dilihat dari jenis
kelamin, umur, tempat tinggal, produk yang dimiliki, saldo yang
dimiliki, occupation dan marrial status. Menurut Muhamad Hakim
profile nasabah menjadi sangat penting karena dari data tersebut
perusahaan dapat memberikan produk dan pelayanan yang sesuai
dengan kebutuhan mereka.
“Ketidaksesuaian produk dengan segementasi atau profile nasabah
dapat menimbulkan complaint, atau berkurangnya nasabah karena
mereka lebih memilih produk di bank lain yang sesuai dengan
kebutuhan mereka. Misalnya saja, untuk produk resksadana, untuk
nasabah yang ingin investasi jangka panjang perusahaan memberikan
jenis reksadana pasar uang, itu kan tidak sesuai dengan kebutuhan”.
Selain itu, Dewi Maya menambahkan bahwa dari profile nasabah akan
diberikan pelayanan yang prima bagi nasabah yang menguntungkan.
b.
Interaction
Sejak aktif di Facebook dan Twitter, PT Bank Commonwealth
menyatakan bahwa interaksi yang terjadi antara perusahaan dengan
64
nasabah menjadi lebih intens, karena bersifat dua arah dan
memberikan dampak yang postif bagi kedua belah pihak. Hal ini
disampaikan oleh Muhamad Hakim, bahwa interaksi yang terjadi
menjadi lebih efektif, kalau dulu sebelum aktif di Twitter dan
Facebook, banyak komplain-komplain yang masuk responnya lama
dari PT Bank Commonwealth. Namun sejak berkonsentrasi di Twitter
dan Facebook, PT Bank Commonwealth bisa memberikan feedback
sesegara mungkin atau paling tidak memberikan ‘pertolongan
pertama’ bagi nasabah yang menyampaikan keluhannya. Hal ini
diperkuat oleh pernyataan dari Muhamad hakim,
“Misalnya nasabah komplain mengenai token yang terblokir tanpa
ada pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak bank baik melalui SMS
ataupun telepon. Nanti pihak bank akan langsung memberikan respon
dan memberikan solusi kepada nasabah tersebut”.
c.
History
Nasabah-nasabah PT Bank Commonwealth bisa dilihat historical nya
dari respon yang mereka berikan pada saat menyampaikan komplain
atau menimpali tweet yang diberikan oleh pihak bank. Menurut
Muhamad Hakim pada saat nasabah menyampaikan keluhan baik
secara online ataupun offline akan disimpan datanya. Apabila suatu
65
ketika mereka menyampaikan komplain lagi maka akan muncul
nasabah tersebut pernah memberikan keluhan berapa kali dan
keluhannya tentang apa.
d.
Transaction
PT Bank Commonwealth mengadakan promo-promo yang menarik
untuk dapat menarik calon nasabah. Seperti, pembukaan rekening
sebesar Rp. 500.000,- dan dana di lock sebesar Rp. 200.000,- selama
dua bulan. Pada saat pembukaan rekening calon nasabah akan
mendapatkan voucher belanja sebesar Rp. 100.000,- dan voucher
Chatime sebesar Rp. 20.000,-. Selain itu nasabah juga akan
mendapatkan point reward, dimana setiap saldo kelipatan Rp. 100.000
akan mendapatkan satu point yang dapat ditukarkan dengan hadiah
yang menarik, voucher MAP, voucher Carrefour, voucher Ace
Hardware, dan lain sebagainya.
Dengan demikian, calon nasabah
hanya membuka rekening sebesar Rp. 80.000,- saja. Promo-promo
seperti ini akan menarik perhatian calon nasabah untuk membuka
rekening di PT Bank Commonwealth. Promo ini selain disampaikan
oleh karyawan juga disampaikan melalui media sosial Twitter dan
Facebook yang dimiliki oleh PT Bank Commonwealth.
66
e.
Preference
“Ada uang perusahaan disayang, tidak ada uang perusahaan dibuang”.
Hal ini tentu saja tidak diinginkan oleh PT Bank Commonwealth. Cara
yang ditempuh seperti yang dijelaskan oleh Ibu Dewi Maya,
“Voice of Customer. Artinya PT Bank Commonwelath berusaha untuk
mendengarkan suara nasabah supaya kita dapat mengetahui apa yang
nasabah harapkan dan inginkan. Setiap nasabah memiliki kebutuhan
dan keinginan masing-masing bahkan mereka juga memiliki
ekspektasi sendiri. Kalau kita hanya mengandalkan sumber daya
manusia seperti customer service dan call centre, dan customer care,
nasabah PT Bank Commonwealth mungkin saja tidak akan terpenuhi
semua keinginan dan kebutuhannya karena keterbatasan waktu dan
tenaga kerja. Oleh sebab itu PT Bank Commonwealth menggunakan
media online untuk dapat terus berinteraksi dengan nasabah.
Contohnya saja penggunaan twitter, di twitter nasabah bisa
menyampaikan
keluhannya,
kepuasannya
terhadap
PT
Bank
Commonwealth. Dari pihak bank nanti akan langsung merespon hal
tersebut karena dengan menggunakan media online kita bisa 24 jam
non-stop berinteraksi dengan nasabah dan ada bagian khusus yang
me-maintance-nya. Melalui twitter juga PT Bank Commonwealth
menyampaikan informasi-informasi terbaru mengenai produk kita”.
67
PT Bank Commonwealth selalu mendengarkan suara pelanggan, baik
itu yang postif ataupun negatif. Dengan mendengarkan suara
pelanggan PT Bank Commonwealth bisa menciptakan loyalitas
dengan nasabah. Setiap ada keluhan dari nasabah akan langsung
ditanggapi oleh pihak bank melalui media online yang sifatnya real
time selama 24 jam non-stop. Hal tersebut tentu saja dapat membuat
nasabah mempercayai PT Bank Commonwelath. Selain itu, di media
online tersebut PT Bank Commonwelath juga akan memberikan
informasi seputar produk atau jasa yang dijual.
f.
Customer Data
Semua data-data nasabaha akan disimpan ke dalam sebuah sistem
database yang bernama Customer Informtion File (CIF). Segala
bentuk informasi atau data diri mengenai nasabah akan tersimpan di
dalam sistem ini.
5.
Team
Untuk dapat menciptakan pelanggan yang loyal tidak bisa dilakukan oleh
beberapa orang saja, karena hal ini tidaklah mudah. Ibu Dewi Maya
mengungkapkan seperti berikut,
68
“Tentu saja semua karyawan PT Bank Commonwealth terlibat dalam proses
pencapaian nasabah yang loyal. PT Bank Commonwealth membaginya ke
dalam 3 (tiga) tingkatan, yaitu front line, management dan executive. Kalau
front line adalah orang yang berhadapan langsung dengan nasabah,
management adalah orang yang jabatannya sebagai manager atau setara,
tugas mereka adalah meningkatkan dan mengomptimalkan performa
karyawan dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Dan yang terakhir
adalah level executive terdiri dari orang-orang marcom yang tugasnya
adalah membenrtuk sebuah strategi bisnis yang tepat bagi perusahaan”.
Semua karyawan PT Bank Commonwealth terlibat dalam usaha untuk
menciptakan loyalitas nasabah. Karena hal ini adalah tentang mendengarkan
nasabah. Bagi front liner yang ada di cabang mereka yang akan bertemu
langsung dengan nasabah. Jadi mereka harus dapat mempresentasikan PT
Bank Commonwealth dengan baik dan meningkatkan intensitas hubungan
dengan nasabah. Pihak management akan meningkatkan performa karyawan
dengan memperbaiki sekmen-sekemen yang masih buruk. Dan yang terakhir
adalah pihak executive, adalah mereka yang menyusun strategi. Mereka akan
berfokus pada nasabah berdasarakan respon yang didapat dari nasabah serta
memberikan gambaran seputar hasil loyalitas untuk berbagi kesuksesan
dengan karyawan.
69
6.
Response
Respon yang telah ditentukan atau dijawab oleh PT Bank Commonwealth
akan diberikan lagi kepada nasabah.
1.3
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan dari hasil wawancara
mendalam dengan pihak internal PT Bank Commonwealth, dapat diketahui bahwa eCRM ditangani oleh divisi Marketing and Communication. Aktivitas utama e-CRM
adalah layanan nasabah di web dengan berbagai bentuk. PT Bank Commonwealth
menyatakan alasan mengapa mereka memilih untuk e-CRM karena setiap perusahaan
harus mengikuti tren perkembangan teknologi yang ada untuk lebih mendekatkan diri
kepada nasabah. Melalui e-CRM dapat memudahkan PT Bank Commonwealth dalam
berinteraksi dengan nasabah, mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh
nasabah, serta mengetahui apa yang nasabah harapkan.
Menurut Muhamad Hakim, pada saat sekarang ini, hadir atau tidaknya
perusahaan di dunia online, akan terus ada pembicarann mengenai perusahaan
tersebut, baik di Twitter maupun Facebook. Oleh sebab itu, alangkah lebih baiknya
apabila perusahaan hadir secara digital untuk mengetahui apa yang dibicarakan
publik mengenai perusahaan tersebut.
Dalam menjalankan e-CRM PT Bank Commonwealth melakukan 4 tahap
yaitu, Planing, Organizing, Actuating dan Controlling. Pada tahap Planning, divisi
70
Marketing and Communication menyiapkan konten untuk di Twitter dan Facebook.
Pada tahap Organizing, membuat time table dan budget serta mengatur jadwal kerja
admin. Pada tahap Actuating melakukan eksekusi untuk memposting konten. Dan
tahap terakhir adalah Controlling yang dilakukan setiap satu atau dua bulan sekali
serta melakukan media monitoring setiap harinya
4.3.1 Strategi E-CRM PT Bank Commonwealth
Menghadapi era Menghadapi era globalisasi abad 21 ini, PT Bank
Commonwealth dituntut untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Berkembangnya teknologi, bermunculan produk-produk sejenis yang menawarkan
berbagai macam keunggulan serta banyaknya nasabah yang datang dan pergi muncul
keinginan untuk menciptakan sebuah strategi yang dapat mempertahankan hubungan
nasabah dalam jangka waktu panjang. Nasabah diyakini sebagai asset bagi PT Bank
Commonwealth dan bukan sebagai mitra perusahaan. Oleh sebab itu, muncul
Customer Relationship Management (CRM) sebagai alternatif solusi dalam
mengelola hubungan jangka panjang dengan nasabah.
PT Bank Commonwealth menerapkan CRM karena adanya pergeseran
paradigma baru dari transactional marketing ke relationship marketing. Database
merupakan hal yang sangat penting dalam CRM karena dari database tersebut
perusahaan bisa mengetahui detail informasi mengenai nasabah, mulai dari hari ulang
tahun, jumlah pendapatan per bulan, agama, lokasi tempat tinggal, hobby, tempattempat yang sering dikunjungi dan data-data penting lainnya. Dengan adanya
71
database, PT Bank Commonwealth akan lebih mengenal nasabahnya dan bisa
memusatkan penjualan produk kepada serta meningkatkan pelayanan kepada nasabah
yang menguntungkan. Karena dengan mengenal nasabah secara lebih mendalam akan
memudahkan perusahaan untuk mengoptimalkan keuntungan dan meminimalkan
resiko.
Selain itu juga dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai
untuk dapat menjalin dan menumbuhkan hubungan jangka panjang antara PT Bank
Commonwealth dan nasabahnya. Adanya pusat pelayanan (Call Center) untuk
mengetahui kebiasaan nasabah dan menerima keluhan dari nasabah yang mana data
tersebut nantinya bisa dipergunakan untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan
produk serta untuk mengumpulkan customer history. Adanya Customer Service yang
dapat memberikan mutu pelayanan kepada nasabah, adanya tenaga penjual dan
technical support.
Penerapan CRM di PT Bank Commonwealth dimulai dari
pembentukan/pembuatan Customer Information Files (CIF). CIF tersebut berisi
tentang database nasabah yang mencatat data-data personal dan transaksi-transaksi
mereka. Dari informasi tersebut PT Bank Commonwealth bisa mempelajari dan
menganalisa kebutuhan para nasabah. Ada dua bentuk layanan yang diterapkan PT
Bank Commonwealth, yaitu layanan yang bersifat customer-facing merupakan
layanan yang sifatnya langsung pada pelanggan. Penerapannya bisa dilihat di bagian
customer service. Customer Service akan membantu nasabah melakukan transaksi
pembukaan rekening, pengaduan, atau permintaan informasi mengenai produk-
72
produk perbankan. Layanan semacam ini, kini sudah bisa diakses melalui telepon,
yaitu melalui layanan call center atau phone banking.
Kedua, layanan yang bersifat customer-touching diterapkan melalui
pembuatan media yang bisa digunakan oleh nasabah untuk berinteraksi dengan bank.
Contohnya ATM (Automatic Teller Machine), layanan Mobile Banking, dan Internet
Banking. Dari mesin ATM, nasabah sudah bisa melakukan hampir semua transaksi
perbankan, seperti pengecekan saldo, transfer antar rekening, pemabayaran tagihan,
pembelian voucher, dan penarikan uang.
Kemajuan teknologi ikut mendorong terjadinya perubahan di PT Bank
Commonwealth, terutama pada CRM dalam meningkatkan loyalitas nasabah.
Kemudahan lewat teknologi, kecepatan dan ketepatan dalam merespon kebutuhan
nasabah, serta penawaran variasi produk akan menumbuhkan kepercayaan dalam diri
nasabah terhadap PT Bank Commonwealth. Penggabungan antara teknologi
informasi dan konsep tradisional CRM ini menghasilkan transformasi paradigma
yang berujung pada lahirnya konsep e-CRM. e-CRM adalah sebuah channel yang
powerful, fleksibel yang biasa digunakan oleh nasabah untuk berinteraksi dengan
perusahaan. e-CRM yang diterapkan oleh PT Bank Commonwealth dengan
menggunakan website, Facebook, dan Twitter. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan
kepuasan nasabah dan mendapatkan loyalitas dari nasabah tersebut.
e-CRM banyak menyediakan pelanggan dengan browser self-service didasari
window untuk memesan, cek status pesanan; meninjau sejarah pembelian; meminta
informasi tambahan tentang produk; mengirim e-mail dan terlibat dalam sejumlah
73
kegiatan lainnya. Kemampuan ini memberikan kebebasan pelanggan dalam hal
tempat dan waktu. Pelanggan tidak lagi terbatas untuk menghubungi organisasi
selama jam bisnis biasa, dan organisasi tidak harus memberikan kontak langsung di
bagian lain untuk pertanyaan pelanggan dan permintaan.
Website yang dimiliki oleh PT Bank Commonwealth bisa diakses selama 24
jam di www.commbank.co.id. Disana nasabah ataupun calon nasabah akan
mendapatkan informasi mengenai PT Bank Commonwealth, mulai dari produk,
layanan, kurs dan suku bunga, sekilas tentang perusahaan layanan call center, dan
informasi lainnya. Dengan adanya website akan memudahkan nasabah untuk
mengetahui informasi mengenai PT Bank Commonwealth. Website ini bisa diakses
oleh semua kalangan tanpa terbatas oleh umur, pekerjaan dan jenis kelamin. Bagi
para pengusaha atau profesional yang tidak memiliki waktu banyak untuk datang ke
kantor cabang website ini sangat cocok untuk mereka. Informasi terbaru mengenai
produk dan layanan PT Bank Commonwealth bisa mereka lihat di website.
74
Twitter adalah media e-CRM kedua yang dimiliki oleh PT Bank
Commonwealth dalam meningkatkan loyalitas nasabahnya. Melalui akun Twitter-nya
(@Commbank_ID) PT Bank Commonwealth yang sejak Januari 2011 telah
membentuk sebuah komunitas digital ini dirancang untuk berbagi informasi
mengenai produk, layanan, tips praktis perencanaan keuangan, serta tips berinvestasi
dan berbisnis bagi nasabh ataupun calon nasabah. Dengan adanya Twitter PT Bank
Commonwealth dapat menciptakan sebuah interaksi yang real time dengan nasabah
ataupun calon nasabah. Informasi-informasi yang diposting di Twitter berupa promo
produk dan layan PT Bank Commonwealth, seperti keunggulan jika mengambil
fasilitas kredit, keunggulan membuka tabungan di PT Bank Commonwelath. Selain
itu Twitter juga dijadikan sebagai media untuk berinteraksi secara personal oleh
nasabah. Nasabah dapat berinteraksi secara real time tanpa harus datang ke kantor
75
cabang. Karena bagi sebagian nasabah yang enggan untuk bertatap muka dengan
front liner mereka bisa langsung menyampaikan apapun yang mereka inginkan
melalui media Twitter ini. Keunggulan media Twitter dibandingkan dengan website
adalah sifatnya yang realtime.
Pemilihan media Twitter ini hanya untuk nasabah yang mobile yang mana
mereka punya cukup waktu untuk berinteraksi di media sosial. Kalangan profesional
dan pengusaha tidak cocok jika menggunakan media ini. Ketika PT Bank
Commonwealth melakukan posting di Twitter (tweet) tentang informasi yang
berkaitan dengan produk, jasa, layanan, atau tips, maka followers @Commbank_ID
akan memberikan respon (melakukan mention, reply, dan retweet). Ketika followers
@Commbank_ID melakukan respon terhadap tweet @Commbank_ID, dan proses ini
terus dilakukan antar sesama followers @Commbank_ID maka komunikasi many to
many akan terbentuk. Ketika followers @Commbank_ID menerima informasi yang
dibutuhkan oleh nasabah tentang PT Bank Commonwealth, mendapatkan respon
yang cepat dan PT Bank Commonwealth memberikan solusi tentang keluhan
nasabah, memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabah, maka nasabah
akan mereasa puas dengan PT Bank Commonwealth. Ketika PT Bank
Commonwealth dapat memberikan informasi dengan jujur dan tulus, memberikan
rekomendasi kepada
nasabah tentang produk-produk yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan konsumen,
maka nasabah akan percaya dengan PT Bank Commonwealth. Ketika nasabah sudah
merasa puas dan percaya, maka akan terbentuklah loyalitas nasabah. Loyalitas
76
nasabah dapat terbentuk karena PT Bank Commonwealth melalui akun Twitter-nya
mampu menciptakan interaksi antara followers @Commbank_ID dengan PT Bank
Commonwealth.
Facebook adalah media e-CRM ketiga yang diterapkan oleh PT Bank
Commonwealth. Dengan adanya Facebook PT Bank Commonwealth bisa
menciptakan interaksi yang real time baik dengan nasabah ataupun dengan calon
nasabah. Saat ini bisa dikatakan hampir semua orang memiliki Facebook termasuk
nasabah ataupun calon nasabah PT Bank Commonwealth. Facebook menyasar
hampir seluruh kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai orang tua.
Media ini dianggap mampu menciptkan hubungan jangka panjang dengan nasabah
karena berisi informasi-informasi mengenai PT Bank Commonwealth sekaligus
sebagai media interaksi dengan nasabah. Nasabah bisa melihat profil dari PT Bank
Commonwealth dari sejak akun Facebook ini dibuat sampai sekarang. Selain itu
77
nasabah juga bisa melihat historis dan pencapaian-pencapaian yang telah diraih oleh
PT Bank Commonwealth. Dari historis tersebut akan membuat nasabah percaya
dengan PT Bank Commonwealth sehingga dapat tercipta loyalitas nasabah nantinya.
Ketiga media e-CRM yang diterapkan oleh PT Bank Commonwealth di atas
memiliki segmen pasar yang berbeda-beda disesuaikan dengan kebutuhan nasabah
karena nasabah yang berbeda akan berinteraksi dengan cara yang berbeda juga. Oleh
karena itu, dibutuhkan penanganan secara khusus terhadap kebutuhan serta
karakteristik nasabah yang berbeda-beda tersebut. Website bisa digunakan oleh semua
kalangan sedangkan untuk Facebook dan Twitter hanya nasabah atau calon nasabah
yang memiliki waktu banyak untuk melakukan aktivitas mereka di media sosial.
78
Penggunanaan Twitter dan Facebook oleh nasabah akan langsung terintegrasi
kesistem CRM PT Bank Commonwealth. Dimana akan terlihat bagaimana profile
dari nasabah tersebut dengan adanya sistem informasi database, yaitu dengan
menggunakan Customer Information Files (CIF) dan Know Your Customer (KYC).
Dari CIF dan KYC ini akan terlihat kategori nasabah, apakah itu yang berpenghasilan
Rp. 10.000.000,- sampai Rp. 50.000.000,-/tahun, Rp. 50.000.000,- sampai Rp.
100.000.000,-/tahun, Rp. 250.000.000,- sampai Rp. 500.000.000,-/tahun, Rp.
500.000.000,- sampai Rp. 1.000.000.000,-/tahun atau > Rp. 1.000.000.000,- tahun.
Selanjutnya PT Bank Commonwealth memberikan pelayanan professional
kepada nasabah dan melakukan penanganan keluhan secara baik kepada nasabah.
Untuk mempertahankan pelanggan utama, maka perusahaan harus mempunyai
keunggulan kompetitif, seperti pemberian reward. Tujuan dari pemberian reward
seperti ucapan ulang tahun baik itu untuk instansi maupun individu dan ucapan dalam
rangka hari raya kepada nasabah yang dianggap loyal oleh pihak bank berdasarkan
database yang dimiliki pihak bank adalah sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada
nasabah yang telah setia menggunakan produk dan jasa dari PT Bank Commonwealth
hingga saat ini.
PT
Bank
Commonwealth
mengkategorisasikan
nasabah
berdasarkan
kontribusi yang diberikan kepada perusahaan seperti banyaknya saldo yang dimiliki,
melakukan transaksi secara rutin dan lamanya menjadi nasabah. Pelayanan berbeda
dilakukan PT Bank Commonwealth dapat dilihat dalam pemberian hadiah, baik
berupa hadiah langsung maupun hadiah tidak langsung berdasarkan cluster/kelompok
79
jumlah tabungan nasabahnya. Pelayanan personal ini bertujuan agar pihak bank
mampu melayani nasabah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nasabah.
Informasi nasabah dapat disimpan pada sebuah data historikal sehingga
memudahkan
proses
selanjutnya.
Contohnya
nasabah
komplain
mengenai
transaksinya di ATM “Saya sudah tiga kali komplain untuk masalah yang sama tetapi
sampai sekarang belum ada kelanjutannya!”. Jadi, operator atau bagian khusus yang
menangani hal ini dapat mengetahui apa saja yang pernah dikeluhkan oleh nasabah.
Mengetahui kebutuhan nasabah pada masa yang akan datang, yaitu melalui
hasil transaksi yang sudah dilakukan dan dari hasil analisa data-data transaksi yang
sudah terkumpul.
Sebagai perusahaan jasa yang melayani kebutuhan orang banyak, PT Bank
Commonwealth membutuhkan suatu sistem pengumpulan data yang lebih kompleks.
Cara yang dilakukan adalah dengan membuat nasabah men-follow media yang
dimiliki seperti Twitter dan Facebook. PT Bank Commonwealth akan menawarkan
benefit untuk nasabah yang sudah ikut tergabung dalam Twitter dan Facebook
sehingga hal tersebut dapat menarik perhatian yang lain untuk tergabung ke dalam
Twitter dan Facebook PT Bank Commonwealth. Ketika mereka sudah tergabung
maka data-datanya akan disimpan.
Keputusan PT Bank Commonwealth untuk berlaih ke e-CRM dalam
mempertahankan loyalitas nasabah menunjukan kesesuaian dengan tujuan dari eCRM, yaitu menciptakan hubungan jangka panjang dengan nasbah.
Download