sd 30 Juni 2016, 445 APIP (70,86 % ) berada di level 1

advertisement
PENGUATAN PERAN APIP
DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI
PASCA UU NOMOR 30 TAHUN 2014
Dr. ARDAN ADIPERDANA., Ak., MBA., CA., CFrA., FCMA., CGMA
KEPALA BPKP
Jakarta, 10 Agustus 2016
BEBERAPA CATATAN
No.
TAHUN
OPINI
1.
Wajar Tanpa Pengecualian
2.
Wajar Dengan Pengecualian
3.
Tidak Wajar
4.
Tidak Memberi Pendapat
Jumlah Pemda
2015
295
2014
252
171
2013
2012
156
119
248
311
320
4
5
11
6
20
34
46
79
490
539
524
524
Sumber: www.acch.kpk.go.id tanggal 1 Desember 2015
BPKP: 3.037 Laporan kasus TPK telah disampaikan kepada APH (tahun 2011 s.d Juli 2016)
Titik Tolak UU 30/2014 Administrasi Pemerintahan
(menurut Prof. Eko Prasojo)
1. Indonesia adalah negara hukum (Pasal 1 ayat (3) UUD
Negara RI Tahun 1945):
 Semua keputusan atau tindakan pejabat harus
berdasarkan hukum.
 Pejabat diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk
menjalankan wewenang.
2. UU 30/2014 tentang Administrasi Pemerintah diterbitkan
dalam rangka pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang
bertujuan
 Mewujudkan kepemerintahan yang baik (good
governance).
 Ukurannya : efektif, efisien, bebas dari KKN.
Tujuan UU 30/2014
Pasal 3
a. Menciptakan tertib penyelenggaraan Administrasi
Pemerintahan;
b. Menciptakan kepastian hukum;
c. Mencegah terjadinya penyalahgunaan Wewenang;
d. Menjamin akuntabilitas Badan dan/atau Pejabat
Pemerintahan;
e. Memberikan pelindungan hukum kepada Warga Masyarakat
dan aparatur pemerintahan;
f. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan
dan menerapkan AUPB; dan
g. Memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada Warga
Masyarakat.
4
UU NO 30 TAHUN 2014
larangan
penyalahgunaan
Badan dan/atau • Jenis
wewenang (pasal 17 ayat 2);
Pejabat
Pemerintahan
• Melampaui wewenang
dilarang
menyalahgunak
• Mencampuradukkan
wewenang;
an Wewenang
dan/atau
(Pasal 17)
• Bertindak sewenang wenang
• Hasil pengawasan APIP berupa:
Pengawasan
• Tidak terdapat kesalahan
Penyalahgunaan
• Terdapat kesalahan administratif; atau
Wewenang
• Terdapat kesalahan administratif yang
(Pasal 20)
menimbulkan kerugian keuangan negara
TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN APIP
Kesalahan
Administratif
• Dilakukan tindak lanjut dalam
bentuk penyempurnaan administrasi
sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Kesalahan
Administratif
yang
Menimbulkan
KN
• Dilakukan pengembalian kerugian
keuangan negara paling lama 10
(sepuluh) hari kerja terhitung sejak
diputuskan dan diterbitkannya hasil
pengawasan.
Respon masyarakat - 1
UU no 30/2014
sebagai trigger (pemicu) dalam upaya
penegakan hukum administrasi
sekaligus memberantas tindak pidana
korupsi yang hingga saat ini marak
dalam birokrasi pemerintahan.
Prof Guntur Hamzah, Guru Besar FH Unhas.
(Seminar HUT Ikahi ke-62)
Sebab, jika tindakan penyalahgunaan wewenang
ini sudah dicegah (upaya preventif) dalam
birokrasi pemerintahan melalui Aparatur
Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), maka
sudah tidak ada lagi unsur tindak pidana korupsi.
“Norma inilah yang men-trigger lahirnya UU
Adminitrasi Pemerintahan dalam kaitannya
upaya pemberantasan korupsi,”
Respon masyarakat - 2
Konsep terpenting dalam UU Administrasi
Pemerintahan ini ada empat yakni tindakan,
keputusan, wewenang, dan kewenangan.
“Filosofisnya, UU Administrasi Pemerintahan ini
ingin mewujudkan good governance dengan
mengadopsi restorative justice dan upaya
preventif,” sambung Zudan
Prof Zudan Arif Fakhrulloh. Staf Ahli
Mendagri. (Seminar dlm rangka HUT Ikahi ke62)
PERAN STRATEGIS APIP
UU 30/2014
ADMINISTRASI
PEMERINTAHAN
(Psl 17-20)
• Badan
dan/atau
Pejabat
Pemerintahan
dilarang
menyalahgunakan Wewenang;
• Pengawasan terhadap larangan penyalahgunaan wewenang
dilakukan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah;
• Hasil pengawasan :
• tidak terdapat kesalahan;
• terdapat kesalahan administratif; atau
• terdapat kesalahan administratif yang menimbulkan
kerugian keuangan negara.
• Pengaduan
masyarakat
atas
dugaan
penyimpangan diperiksa oleh APIP dan/atau
UU 23/ 2014
Aparat Penegak Hukum (APH);
PEMERINTAHAN
• Pemeriksaan APH terlebih dahulu harus
DAERAH
koordinasi dengan APIP;
(Psl 385)
• Penyimpangan administratif diserahkan APIP,
penyimpangan pidana deselesaikan APH
ARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
(ISTANA PRESIDEN RI, BOGOR TANGGAL 24 AGUSTUS 2015)
1
Kebijakan tidak dipidana – kesalahan administrasi ditangani APIP sesuai
UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan
2
Kesalahan Administrasi tidak harus dipidanakan, dan pengembalian
kerugian negara
3
Kerugian keuangan negara harus konkret, ada mufakat jahat
4
Tindak Lanjut atas Hasil Pemeriksaan BPK diberi waktu 60 hari, bila belum
dilakukan dapat diserahkan kepada APH
5
Tidak dilakukan ekspose tersangka kepada media sebelum dilakukan
penuntutan
10
PERAN APIP DALAM PSN (1)
Perpres 3/2016
Percepatan
Pelaksanaan
PSN
(Psl 31)
• Penyelesaian Pengaduan masy. atas PSN, dilakukan
dengan mendahulukan proses adm.
• Pengaduan yang diterima oleh Kejagung atau Polri
diteruskan kepada pimpinan instansi terkait untuk
dilakukan pemeriksaan dan TL.
• Pimpinan instansi memeriksa pengaduan dari
masyarakat baik yang diterima oleh instansi
bersangkutan ataupun laporan yang diteruskan
Kejagung atau Polri.
• Apabila hasil pemeriksaan awal ditemukan indikasi
penyalahgunaan wewenang, pimpinan instansi
meminta APIP untuk melakukan pemeriksaan/audit.
• Hasil pemeriksaan APIP dapat berupa:
• kesalahan administrasi yang tidak menimbulkan
kerugian negara;
• kesalahan administrasi yang menimbulkan
kerugian negara; atau
• tindak pidana yang bukan bersifat administratif.
PERAN APIP DALAM PSN (2)
Perpres 3/2016
Percepatan
Pelaksanaan
PSN
(Psl 31)
• Apabila hasil pemeriksaan APIP berupa kesalahan
adm yang tidak menimbulkan kerugian negara
penyelesaian dilakukan melalui penyempurnaan
adm.
• Apabila hasil pemeriksaan APIP berupa kesalahan
adm. yang menimbulkan kerugian negara
penyelesaian dilakukan melalui penyempurnaan
adm. dan pengembalian kerugian negara.
• Penyelesaian hasil pemeriksaan APIP disampaikan
oleh pimpinan kementerian/lembaga, gubernur, atau
bupati/walikota kepada Kejaksaan Agung atau
Kepolisian Negara Republik Indonesia
• Apabila hasil pemeriksaan APIP berupa tindak
pidana yang bukan bersifat adm pimpinan instansi
menyampaikan kpd Kejagung atau Polri untuk di-TL
sesuai ketentuan perUUan
SOP Terintegrasi
Perlunya penyepakatan prosedur
lintas kelembagaan dalam
penanganan permasalahan hukum
yang berimplikasi (maupun yang
tidak berimplikasi) pada kerugian
keuangan negara
UU SISTEM PENGAWASAN INTERN
GOOD GOVERNANCE & CLEAN GOVERMENT
UNDANG-UNDANG KEUANGAN NEGARA
UNDANG-UNDANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
UNDANG-UNDANG PEMERINTAHAN DAERAH
UNDANG-UNDANG YANG
MENGATUR AUDITOR
EKSTERNAL
UNDANG-UNDANG YANG
MENGATUR
PENGAWASAN INTERNAL
Kondisi Yang diharapkan
Kondisi Saat Ini
PP 2/2015: RPJMN 2015-2019
628 APIP NASIONAL
(KL 86+ PEMDA 542)
sd 30 Juni 2016, 445 APIP (70,86 % ) berada di
level 1 (initial), baru 176 APIP (28,03%) berada
di level 2 (infrastructured)) dan 7 APIP (1,11%)
berada di level 3 (integrated)
Sebagian besar APIP (445 APIP/ 70,86%)
baru mencapai Level 1 sehingga belum dapat
memberikan keyakinan yang memadai,
proses sesuai dengan peraturan,mampu
mendeteksi terjadinya korupsi
Independensi
Profesionalisme
Proses Bisnis
TABEL 7.1 BUKU 2 RPJMN
Indikator Kinerja RPJMN 2015 -2019 Bidang
Aparatur Negara
GAP
APIP
Tahun 2019, 85% Kapabilitas APIP
berada pada level 3 (Integrated),
Outcome: reasonable assurance atas
ketaatan, meningkatkan 3E dan
advisory services untuk perbaikan GRC
APIP Level 2 mampu memberikan
Mengacu IACM
keyakinan yang memadai, proses
sesuai dengan peraturan,mampu
mendeteksi terjadinya korupsi
 Struktur dan kewenangan APIP yang belum menjamin tercapainya tujuan APIP.
 Pendanaan yang belum memadai.
 Belum ada badan pengawas independen terhadap kegiatan APIP.
 Rekrutmen : Jumlah auditor bersertifikat Des 2015 = 13.064 (28,05%) dari kebutuhan
46.560 orang ( K/L dan Pemda).
 Auditor belum memperoleh pendidikan berkelanjutan yang memadai.
 Belum mengimplementasikan standar audit dan kode etik dari organisasi profesi,
dan telaah sejawat.
 Pengawasan belum berbasis risiko.
 Proses bisnis pengawasan belum dilakukan uji kualitas (telaah sejawat).
 Belum mendorong implementasi e – government untuk efisiensi dan efektivitas
pelayanan publik.
PENINGKATKAN KAPABILITAS APIP
Mempercepat tercapainya tata
kelola pemerintahan yang baik
First / second
line defense
Tujuan Kapabilitas APIP
Pemerintah melakukan tata kelola yang
baik
Terwujudnya pemerintahan yg
bersih, bebas dari KKN
APIP melakukan Peran yang Efektif Psl
11 PP 60 Th 2008
Third line
defense
Inpres No. 4 /2011 ttg percepatan peningkatan kualitas akuntabilitas
keuangan negara, terutama Instruksi No. 2 mempercepat penyelenggaraan SPIP
dan 3 mengintensifkan peran APIP
Pasal 20 UU 30/2014
Pengawasan terhadap larangan penyalahgunaan Wewenang
dilakukan oleh aparat pengawasan intern pemerintah.
PerPres
192 /2014
APIP perlu meningkatkan kualitas hasil audit intern dan perlu meningkatkan
kemampuan (kapabilitasnya) organisasinya
InPres 9 /
2014
RESPON BPKP ATAS
UU 23/2014, UU 30/2014 & PERPRES 3/2016
• Peningkatan kapasitas auditor melalui pelatihan matrikulasi
Internal
hukum atas 106 Pejabat dan PFA pada Deputi Bidang
Investigasi.
BPKP
Eksternal
BPKP
• Memberikan pelatihan Audit Investigatif, Audit PKKN dan
Pemberian Keterangan Ahli kepada APIP dalam rangka
meningkatkan kapabilitas APIP daerah s.d. 30 Juli 2016 sebanyak
1.300 PFA yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, DKI
Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Bengkulu, Kalimantal Selatan,
Lampung, Kalimantan Timur, Sumatera barat, NTB dan Bali.
• Melakukan sertifikasi auditor APIP seluruh Indonesia sejak tahun
2013-2016 sebanyak 20.433 dari target sebesar 18.427 (per Mei
2016)
• Menyelenggarakan program pembelajaran elektronik (e-learning)
yang memungkinkan calon auditor mengikuti pelatihan secara online real time mulai Mei 2014.
• Menyusun pedoman Audit Investigatif dan Audit PKKN bagi APIP
K/L/P yang meliputi pedoman umum, pedoman pelaksanaan,
pedoman pelaporan dan pedoman pemantauan tindak lanjut.
• MoU tentang penanganan perkara TPK dengan Kejagung, POLRI
dan KPK.
ISU STRATEGIS APIP
SOP Terintegrasi Penanganan Kasus TPK
Undang-undang Sistem Pengawasan
Kapabilitas APIP
SDM APIP: Kuantitas dan Kualitas
TERIMAKASIH
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
Jl. Pramuka 33 Jakarta 13120 Telepon (021) 85910031 (hunting)
Web: http://www.bpkp.go.id
email: [email protected]
[email protected]
19
Download