7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori-Teori Dasar

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
Teori-Teori Dasar/Umum
2.1.1 Analisis dan Perancangan Sistem
2.1.1.1 Analisis Sistem
Analisis sistem adalah sebuah metode dengan mana
sesuatu dipisahkan menjadi bagian-bagian, dan bagian-bagian
yang berkaitan, logis, dan dengan pengawasan rinci sehingga
dalam rekening konsisten dan relatif lengkap dari unsur-unsur
hal dan prinsip-prinsip organisasi mereka (C.Hugh Holman &
William Harmon, 1986: 20). Sedangkan Laudon (1998: 400)
mendefinisikan analisis sistem sebagai pemeriksaan masalah
yang ada dan akan diselesaikan oleh perusahaan dengan
menggunakan sistem informasi.
2.1.1.2 Perancangan Sistem
Menurut Laudon (1998: 400), perancangan sistem
adalah bagaimana cara sebuah sistem dapat memenuhi
kebutuhan informasi yang telah ditentukan oleh analisis
sistem.
2.1.2 Sistem Basis Data
2.1.2.1 Data
Menurut Rob & Coronel (2002: 6), data adalah fakta
mentah. Kata mentah digunakan untuk menunjukkan bahwa
fakta belum diproses untuk mengungkapkan makna dari fakta
tersebut.
Representasi objek dan peristiwa yang memiliki arti
dan kepentingan di lingkungan pengguna adalah definisi dari
data (Hoffer et al, 2009: 46). Sedangkan menurut Indrajani
(2011: 2), data adalah fakta atau observasi mentah yang
biasanya mengenai fenomena fisik atau transaksi bisnis.
7
8
2.1.2.2 Basis Data
Basis
data
adalah
koleksi
dari
data,
biasanya
menggambarkan kegiatan dari satu atau lebih relasi antara
organisasi yang terkait (Raghu Ramakrishnan, 2000: 3).
Menurut Connolly dan Begg (2010: 65), Basis data adalah
sekumpulan data yang saling terhubung secara logikal, yang
dirancang dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi dalam
sebuah organisasi.
2.1.2.3 Sistem Basis Data
Sistem Basis data adalah suatu sistem yang ada pada
dasarnya menyimpan record-record di dalam suatu sistem
yang dilakukan secara komputerisasi yang tujuannya secara
keseluruhan adalah untuk menyimpan informasi dan untuk
membuat informasi tersebut tersedia berdasarkan permintaan
(C.J Date, 2000: 5).
2.1.3 Pendekatan Basis Data(Database Approach)
2.1.3.1 Database Management System(DBMS)
Menurut Connolly dan Begg (2010: 66), DBMS adalah
sebuah sistem perangkat lunak yang memungkinkan pengguna
membuat, memelihara dan mengontrol akses ke suatu basis
data.
Beberapa fungsi yang dimiliki oleh DBMS antara lain:
1. DDL (Data Definition Language), DDL memberikan
fasilitas kepada pengguna untuk menspesifikasikan tipe
data dan strukturnya serta batasan aturan mengenai data
yang bisa disimpan ke dalam basis data tersebut.
2. DML (Data Manipulation Language), DML memberikan
fasilitas kepada pengguna untuk menambah, mengedit,
menghapus, serta memperoleh kembali data.
3. Pengendalian akses ke dalam basis data, meliputi:
a. Keamanan Sistem: mencegah pengguna yang tidak
memiliki hak akses untuk memasuki basis data.
9
b. Integritas Sistem: menjaga konsistensi data di dalam
basis data.
c. Pengendalian share data.
d. Backup dan recovery system: mengembalikan data ke
dalam kondisi semula apabila terjadi kegagalan dalam
perangkat keras ataupun perangkat lunak.
e. Terdapat katalog yang dapat diakses pengguna yang
berisi deskripsi data dalam basis data.
2.1.3.2 Komponen DBMS
DBMS memiliki
beberapa
komponen-komponen
utama (Connolly dan Begg, 2010: 68-71), antara lain adalah:
1. Hardware, mencakup mini computer, network computer,
personal computer, dan mainframe.
2. Software,
mencakup
application
software,
DBMS
software, Operating System, dan software jaringan
(apabila diperlukan).
3. Data,
merupakan
komponen
terpenting
yang
menghubungkan antar komponen mesin (Software dan
Hardware) serta komponen manusia (Procedures dan
people).
4. Procedures, merupakan instruksi dan aturan-aturan yang
hanya ada dalam desain dan penggunaan basis data.
5. People, merupakan komponen yang juga terlibat dengan
sistem yang meliputi:
a. Data Administrator (DA), mengatur sumber daya data
yang meliputi: perancangan basis data, pengembangan
dan pemeliharaan standar, kebijakan, prosedur, dan
desain basis data konseptual dan logikal.
b. Database Administrator (DBA), mengatur realisasi
fisik dari aplikasi database yang meliputi desain fisik
basis data, implementasi, pengaturan keamanan dan
kontrol integritas, pengawasan performa sistem dan
pengaturan ulang basis data.
10
c. Desainer basis data.
d. Pengembangan aplikasi.
e. End Users.
2.1.3.3 Structured Query Language (SQL)
Menurut Connolly dan Begg (2010: 184), SQL adalah
bahasa yang dirancang menggunakan relasi untuk mengubah
input menjadi output yang diinginkan. SQL memiliki 2
komponen utama:
1.
Data Definition Languange (DDL): digunakan untuk
menentukan struktur database dan mengontrol akses ke
data. Perintah SQL pada DDL, yaitu :
a.
CREATE TABLE: untuk membuat tabel.
b.
ALTER
TABLE:
untuk
menambah
atau
memindahkan kolom, menambah atau mengahapus
table constraint, menentukan atau menghapus
default kolom.
c.
DROP
TABLE:
untuk
memindahkan
atau
menghapus tabel.
d.
CREATE VIEW: untuk membuat view.
e.
DROP
VIEW:
untuk
memindahkan
atau
menghapus view.
2.
Data Manipulation Language (DML): digunakan untuk
mendapatkan kembali (retrieve) dan memperbarui data
(update).
a.
SELECT: untuk memilih data dalam database.
b.
INSERT: untuk memasukkan data ke dalam tabel.
c.
UPDATE: untuk memperbaharui data dalam tabel.
d.
DELETE: untuk menghapus data dalam tabel.
Fungsi agregatyang dimiliki SQL:
a.
COUNT: untuk menampilkan banyak nilai dalam
suatu kolom.
b.
SUM: untuk menampilkan jumlah nilai dalam
suatu kolom.
11
c.
AVG: untuk menampilkan jumlah nilai rata-rata
dalam suatu kolom.
d.
MIN: untuk menampilkan nilai terkecil dalam
suatu kolom.
e.
MAX: untuk menampilkan nilai terbesar dalam
suatu kolom.
2.1.4 Database System Development Lifecycle (DSDLC)
Gambar 2.1 Database System Development Lifecycle (DSDLC)
Berikut ini penjelasan ringkasan dari aktivitas utama di setiap langkah
siklus aplikasi basis data, antara lain:
a.
Database Planning (Perencanan Basis Data)
Menurut Connolly dan Begg (2010: 313), peracangan
basis data merupakan aktivitas-aktivitas manajemen yang
memungkinkan tahapan dari sistem database direalisasikan
seefisien dan seefektif mungkin.
12
b.
System Definition (Pendefinisian sistem)
System Definition menjelaskan ruang lingkup dan
batasan dari aplikasi database dan pandangan pengguna(user
view) utama (Connolly dan Begg, 2010: 316). Sebelum
merancang
sebuah
sistem
database,
maka
harus
mengidentifikasi batasan dari sistem dan bagaimana sistem
tersebut berinteraksi dengan bagian lain dari informasi
perusahaan.
User view mendefinisikan apa yang dibutuhkan oleh
sistem database dari sudut pandang jabatan tertentu, seperti
manajer atau pengawas, maupun dari sudut pandang area
aplikasi perusahaan, seperti pemasaran, personalia, atau
pengawas persediaan, dalam hubungannya dengan data yang
akan disimpan dan transaksi yang akan dijalankan terhadap
data itu (Connolly dan Begg, 2010: 316).
c.
Requirement Collection and Analysis (Pengumpulan dan
Analisis Kebutuhan)
Pengumpulan
dan
Analisis
Kebutuhan
menurut
Connolly dan Begg (2010: 316), adalah proses mengumpulkan
dan analisis informasi tentang bagian dari organisasi didukung
oleh sistem basis data dan menggunakan informasi ini untuk
mengidentifikasi kebutuhan pengguna pada sistem baru.
Pada tahap ini melibatkan pengumpulan dan analisis
informasi
tentang
bagian
dari
enterprise
yang
akan
menggunakan atau terkait dengan basis data yang akan dibuat.
d.
Database Design (Perancangan basis data)
Peracangan basis data menurut Connolly dan Begg
(2010: 320), adalah proses menciptakan desain yang akan
mendukung keseluruhan operasi dan tujuan misi perusahaan.
Terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan untuk
merancang basis data, yaitu:
1. Bottom Up Approach
Pendekatan Bottom Up dimulai dari atribut awal(entity
dan relationship) yang dianalisa asosiasi antar atribut,
13
kemudian dibentuk relasi yang memiliki tipe dari entitas
dan hubungan antar entitas. Pendekatan ini sesuai untuk
perancangan basis data yang sederhana dengan jumlah
atribut yang sedikit.
2. Top Down Approach
Pendekatan Top Down dimulai dengan pengembangan
data model yang terdiri dari sedikit atau banyak entitas dan
hubungan, kemudian melakukan perbaikan top down untuk
mengidentifikasikan entitaslower-level, relationship, dan
asosiasi antar atribut. Pendekatan ini dimulai dari
identifikasi entitas dan hubungan antar entitas. Pada bagian
ini (database design) dibagi menjadi tiga yaitu
1. Tahap Konseptual
Proses membangun sebuah model dari data
yang digunakan dalam suatu perusahaan, independen
dari semua pertimbangan fisik.
2. Tahap Logikal
Proses membangun sebuah model dari data
yang digunakan dalam suatu perusahaan berdasarkan
pada model data yang spesifik, tetapi independen dari
DBMS tertentu dan pertimbangan fisik lainnya.
3. Tahap Fisikal
Proses
implementasi
database
pada
penyimpanan sekunder yang menggambarkan relasi
dasar, organisasi dan indeks yang digunakan untuk
mencapai akses yang efisien terhadap data, dan setiap
kendala
integritas
terkait
dan
langkah-langkah
keamanan.
e.
DBMS Selection (Pemilihan DBMS)
DBMS Selection menurut Connolly dan Begg (2010:
325) yaitu pemilihan DBMS (Database Management System)
yang sesuai untuk aplikasi-aplikasi basis data. Berikut ini
adalah langkah-langkah untuk seleksi pemilihan DBMS:
14
1. Mendefinisikan kriteria berdasarkan spesifikasi kebutuhan
pemakai.
2. Menentukan beberapa produk DBMS.
3. Mengevaluasi produk-produk DBMS tersebut.
4. Merekomendasikan produk DBMS tersebut.
f.
Application Design (Perancangan aplikasi)
Menurut Connolly dan Begg (2010: 329), perancangan
aplikasi adalah desain antar muka pengguna dan program
aplikasi yang menggunakan dan memproses database.
Terdapat dua aspek perancangan aplikasi, yaitu:
1. Perancangan Transaksi (Transaction Design)Menurut
Connolly dan Begg (2010: 330), transaksi adalah suatu
tindakan atau serangkaian tindakan yang dilakukan oleh
seorang pennguna atau program aplikasi, yang mengakses
atau mengubah isi dari database. Ada tiga jenis transaksi,
yaitu :
a. Transaksi pengambilan data dari basis data untuk
ditampilkan dilayar maupun untuk pembuatan
laporan (retrieval transaction).
b. Transaksi penambahan basis baru, menghapus baris
lama dan memodifikasi baris dalam basis data
(update transaction).
c. Transaksi campuran yang melibatkan pengambilan dan
pembaharuan data (mixed transaction).
g.
Prototyping
Menurut Connolly dan Begg (2010: 333), prototyping
adalah proses membangun sebuah model kerja dari aplikasi
basis
data.
Tujuan
utama
prototyping
adalah
untuk
memungkinkan pengguna menggunakan prototype untuk
mengidentifikasi fitur-fitur yang bekerja dengan baik pada
sistem, atau kekurangannya dan memberikan saran bagi
peningkatan kerja sistem.
15
h.
Implementation(Implementasi)
Menurut
Connolly
dan
Begg
(2010:
333),
implementation adalah realisasi fisik dari desain basis data
dan
desain
aplikasi.
Dalam
tahap
ini
juga
akan
diimplementasikan komponen lain dari aplikasi basis data
seperti layar, pemasukan data, keamanan dan kontrol
integritas.
i.
Data Conversion and Loading (Konversi dan Loading Data)
Menurut Connolly dan Begg (2010: 334), Data
conversion and loading adalah suatu proses mentransfer data
yang ada ke dalam basis data baru dan mengubah aplikasi
yang ada untuk dijalankan dalam basis data baru. Tahap ini
hanya dibutuhkan ketika sistem basis data baru menggantikan
sistem basis data yang lama.
j.
Testing
Testing adalah sebuah proses yang menjalankan sistem
database untuk menemukan kesalahan-kesalahan.(Connolly
dan Begg (2010: 334)).
k.
Operational Maintenance(Pemeliharaan Operasional)
Operational
maintenance
adalah
suatu
proses
memonitor dan memelihara sistem dan diikuti dengan
instalasi (Connolly dan Begg, 2010: 335).
2.1.5 Entity-Relationship Modeling
2.1.5.1 Tipe Entitas (Entity Types)
Menurut Connolly dan Begg (2010: 372) tipe entitas
adalah sekumpulan objek dengan sifat yang sama, yang
diidentifikasi oleh enterprise yang mempunyai keberadaan
independen.
Entity occurrence adalah pengidentifikasian objek secara
unik dari sebuah tipe entitas.
16
Gambar 2.2 Contoh Tipe Entitas
2.1.5.2
Tipe Relasi (Relationship Type)
Relationship Type adalah hubungan antara satu dan
lebih entitas yang saling berhubungan (Connolly dan Begg,
2010: 374).
Gambar 2.3 Contoh Tipe Relasi
Relationship Occurrence adalah sebuah asosiasi unik
yang diidentifikasi, meliputi satu kejadian dari setiap tipe
entitas yang berpartisipasi (Connolly dan Begg, 2010: 375).
Gambar 2.4 Contoh Relationship Occurrence
2.1.5.3
Atribut
Menurut Connolly dan Begg (2010: 379), Atribut
adalah sebuah properti dari suatu entitas atau tipe hubungan.
Macam-Macam Atribut:
1. Simple Attribute
Simple Attibute adalah sebuah atribut terdiri dari
komponen tunggal yang dapat berdiri sendiri dengan
eksistensi independen dan tidak dapat dibagi menjadi
17
komponen yang lebih kecil lagi yang dikenal dengan
nama Atomic Attribute (Connolly dan Begg, 2010: 379).
2. Composite Attibute
Composite Attibute adalah sebuah atribut yang
terdiri dari beberapa komponen, dimana masing-masing
atribut
tersebut
dapat
berdiri
secara
independen
(Connolly dan Begg, 2010: 380).
3. Single Valued Attribute
Menurut Connolly dan Begg (2010: 380), Single
Value Attribute adalah sebuah atribut yang memegang
nilai tunggal untuk setiap kejadian suatu atribut tipe
entitas.
4. Multi Valued Attribute
Menurut Connolly dan Begg (2010: 380), Multi
Valued Attribute adalah sebuah atribut yang memegang
beberapa nilai untuk setiap kejadian suatu atribut tipe
entitas.
5. Derived Attributes
Derived Attributes adalah sebuah atribut yang
memiliki nilai dan dihasilkan dari satu atau lebih atribut
dan tidak harus dari entitas yang sama (Connolly dan
Begg, 2010: 380).
6. Key
Key
adalah
set
atribut
yang
secara
unik
mengidentifikasi setiap kejadian untuk membedakan
antara satu entitas dan entitas yang lain. Menurut
Connolly dan Begg (2010: 381), Key terdiri dari:
a. Candidate key
Menurut Connolly dan Begg (2010: 381),
Candidate Key adalah jumlah minimal atributatribut yang secara unik mengidentifikasi setiap
kejadian pada suatu entitas.
18
b. Primary Key
Primary Key adalah Candidate Key yang
dipilih untuk mengidentifikasi setiap kejadian dari
suatu tipe entitas secara unik(Connolly dan Begg,
2010: 381).
c. Composite Key
Composite Key adalah Candidate key
yang
terdiri dari dua atau lebih atribut(Connolly dan
Begg, 2010: 382).
d. Foreign Key
Menurut Connolly dan Begg (2010: 234),
Foreign Key adalah atribut atau kumpulan atribut
dalam suatu relasi yang sesuai dengan Candidate
Key dari beberapa relasi.
e. Super Key
Menurut Connolly dan Begg (2010: 150), Super
Key adalah atribut atau kumpulan atribut yang
menentukan suatu tuple Secara unik dalam suatu
relasi.
2.1.5.4 Structural Constraint
Batasan atau kendala utama pada Relationship adalah
multiplicity. Menurut Connolly dan Begg (2010: 385),
multiplicity adalah jumlah kejadian yang mungkin terjadi
pada satu entitas yang terhubung ke satu kejadian dari entitas
lain yang berhubungan melalui suatu relationship. Tiga tipe
relationship binary (Connolly dan Begg, 2005: 386)
a. Relasi 1:1 (one-to-one) yaitu relasi antar dua tipe entitas
dimana satu tipe entitas berelasi tepat satu atau nol dengan
tipe entitas lainnya.
b. Relasi 1 : * (one-to-many) yaitu relasi antara dua tipe
entitas dimana satu tipe entitas berelasi nol, satu atau
banyak dengan tipe entitas lainnya.
19
c. Relasi * : * (many-to-many) yaitu relasi antar dua tipe
entitas dimana tipe entitasnya saling berelasi banyak.
d. Multiplicity untuk relasi yang kompleks
Multiplicity untuk relasi yang kompleks adalah jumlah
(atau jangkauan) dari kejadian yang mungkin dari suatu
entitas dalam n-array relationship ketika nilai entitas yang
lain (n-1) diketahui.
e. Cardinality dan Participation Constraint
1. Cardinality
Mendeskripsikan jumlah maksimum dari kemungkinan
kejadian-kejadian yang saling berhubungan untuk
sebuah partisipasi entitas dalam proses penentuan tipe
hubungan(relationship).
2. Participation
Menentukan apakah semua kejadian-kejadian entitas
akan ikut berpartisipasi dalam sebuah hubuungan
(relationship) atau hanya beberapa saja yang ikut
berpartisipasi.
2.1.6 Normalisasi
Menurut Connolly dan Begg (2010: 416), normalisasi adalah
sebuah teknik menghasilkan sebuah kumpulan relasi-relasi dengan
atribut-atribut
yang
diinginkan,
yang
berdasarkan
kebutuhan-
kebutuhan data sebuah perusahaan. Tujuan dari normalisasi adalah
untuk
mengidentifikasi
sekumpulan
relasi
yang
mendukung
persyaratan data sebuah perusahaan.
Tingkatan normalisasi terdiri dari 4 tahap, yaitu:
a. Unnormalized Form (UNF)
Menurut Connolly dan Begg (2010: 428) Unnormalized
Form (UNF) adalah suatu tabel yang terdiri dari satu atau lebih
repeating group. Repeating Group adalah sebuah atribut atau
himpunan di dalam tabel yang memiliki lebih dari nilai (Multiple
Value) untuk sebuah primary key pada tabel tersebut.
20
b. 1stNormal Form (1NF)
Menurut Connolly dan Begg (2010: 430), 1stNormal Form
(1NF) adalah relasi dimana bertemunya setiap baris dan kolom
yang mengandung satu dan hanya satu nilai. Ada dua pendekatan
umum untuk menghilangkan repeating group dari tabel, yaitu:
a. Dengan memasukkan data dari baris yang mengandung data
berulang ke dalam kolom yang kosong yang di sebut juga
tabel ‘flattening’.
b. Dengan menempatkan data berulang, bersama dengan key asli
di dalam atribut pada relasi yang terpisah.
c. 2ndNormal Form (2NF)
Menurut Connolly dan Begg (2010: 434), 2ndNormal Form
(2NF), bentuk ini mempunyai syarat yaitu data harus memenuhi
kriteria 1NF dan setiap atribut non-primary-key harus bergantung
secara fungsional penuh pada primary-key nya. Relasi normalisasi
1NF ke 2NF melibatkan penghapusan partial dependencies.
d. 3rdNormal Form (3NF)
Menurut Connolly dan Begg (2010: 435), 3rdNormal
Form(3NF) adalah sebuah relasi dalam bentuk normal pertama
dan kedua dan yang bukan non-primary-key merupakan sebuah
ketergantungan
transitif
kepada
primary-key
(transitively
dependent). Transitive dependent adalah sebuah kondisi dimana
A, B, dan C adalah atribut dari sebuah relasi bahwa, jika AB
dan BC, maka C adalah transitive dependency pada A yang
melewati B.
2.1.7 Metodologi Perancangan
Metodologi perancangan adalah sebuah pendekatan terstruktur
yang mana menggunakan beberapa prosedur, teknik, alat, dan suatu
dokumentasi yang mendukung dan menfasilitasi suatu proses
pendesainan(Connolly dan Begg, 2010: 466).
Perancangan basis data terbagi dalam tiga tahap utama, yaitu
perancangan basis data secara konseptual, logikal, dan fisikal :
21
2.1.7.1 Perancangan Basis Data Konseptual (Conceptual Database
Design)
Perancangan Basis Data Konseptual adalah proses
membangun sebuah model dari data yang digunakan dalam
suatu perusahaan yang bebas dari pertimbangan fisikal
(Connolly dan Begg, 2010: 470)
Menurut Connolly dan Begg (2010: 471), langkahlangkah dalam perancangan konseptual adalah membangun
model data konseptual lokal untuk setiap view, yang dapat
diuraikan sebagai berikut:
1.
Mengidentifikasi tipe entity
Entity ditentukan dengan mencari tahu spesifikasi
kebutuhan user.
2.
Mengidentifikasi tipe relasi atau hubungan
Mengidentifikasi hubungan-hubungan yang penting
antar tipe-tipe entity yang telah diidentifikasikan.
3.
Mengidentifikasi dan menghubungkan atribut dengan
tipe entity(relationship).
Menentukan atribut-atribut apa saja yang terdapat
dalam suatu entity.
4.
Menentukan atribut domain
Menentukan domain pada setiap atribut yang ada di
dalam model.
5.
Menentukan atribut candidate dan primary key
Menentukan candidate key dari suatu entity yang
kemudian akan dipilih sebuah primary key dari
candidate key candidate key yang ada.
6.
Mempertimbangkan
penggunaan
dari
Enhanced
Modeling Concept (langkah opsional).
Mempertimbangkan
perlu
tidaknya
menggunakan
konsep model spesialisasiatau generalisasi, agregasi,
dan komposisi.
22
7.
Mengecek model untuk redundansi.
Memeriksa model data konseptual lokal dengan
spesifikasi objektif dari pengidentifikasi walaupun ada
beberapa redundansi dan menghilangkan redundansi
tersebut.
8.
Menvalidasikan model data konseptual lokal terhadap
transaksi pengguna.
Memeriksa apakah model konseptual lokal sudah dapat
memenuhi segala transaksi yang dilakukan secara
manual maka perlu dilakukan pembetulan terlebih
dahulu.
9.
Meninjau
ulang
data
konseptual
lokal
dengan
pengguna.
Melakukan pemeriksaan ulang dengan penggunauntuk
memastikan apakah model konseptual ini sudah sesuai.
2.1.7.2 Perancangan Basis Data Logikal (Logikal Database
Design)
Perancangan basis data logikal adalah proses
membangun sebuah model dari data yang digunakan dalam
suatu perusahaan berdasarkan pada model data yang spesifik,
tetapi independen dari DBMS tertentu dan pertimbangan fisik
lainnya(Connolly dan Begg, 2010: 489).
Menurut Connolly dan Begg (2010: 490), langkahlangkah dalam metodologi perancangan basis data logikal
sebagai berikut:
1.
Menghilangkan fitur-fitur yang tidak sesuai dengan
model relasional.
Tujuannya untuk memperbaiki model data konseptual
lokal, yaitu:
a. Menghilangkan
many-to-many
(*.*)
relationship type
b. Menghilangkan tipe relasi yang kompleks
c. Menghilangkan multi-valued attributes
binary
23
2.
Membuat hubungan untuk model logikal lokal
Untuk membuat hubungan antara model data
logikal untuk merepresentasikan entitas, relasi, atribut
yang telah diidentifikasikan.
Relasi yang dihasilkan dari kemungkinan
struktur yang ada didalam data model, yaitu:
a. Tipe strong entity
b. Tipe weak entity
c. Tipe relasi biner one-to-many(1:*)
d. Tipe relasi biner one-to-one(1:1)
e. Tipe rekursif one-to-one (1:1)
f. Tipe relasi superclass/subclass
g. Tipe relasi biner many-to-many(*:*)
h. Tipe relasi kompleks
i. Atribut multi-valued
3.
Validasi hubungan dengan menggunakan normalisasi
Normalisasi digunakan untuk meyakinkan suatu
resultant model. Resultant model adalah model yang
sudah konsisten, redudansinya sudah minimal dan
stabilitasnya sudah maksimal.
4.
Validasi hubungan terhadap transaksi user
Memeriksa relasi yang sudah dibuat pada tahap
sebelumnya apakah mendukung transaksi ini, untuk
memastikan tidak ada kesalahan yang dibuat selama
membuat relasi-relasi.
5.
Menentukan Integrity Constraint
Batasan untuk menghindari data menjadi tidak
konsisten. Integrity Constraint yang umum adalah:
a. Required data
b. Attribute domain constraint
c. Entity integrity
d. Referential integrity
e. Enterprise Integrity
24
6. Tinjau kembali model data logikal lokal dengan
pemakai
Untuk memastikan model data logikaldan
dokumentasi pendukung yang menjelaskan model telah
merepresentasikan kebutuhan.
Langkah membuat dan menvalidasi model dan
logikal global:
a. Gabungkan model data logikal lokal ke dalam
model global.
b. Validasi model data logikal global.
c. Periksa perkembangan yang akan datang.
d. Meninjau ulang model data logikal global dengan
pemakai.
2.1.7.3 Perancangan Basis Data Fisikal (Physical Database
Design)
Perancangan basis data fisikal adalah proses
memproduksi penjelasan implementasi basis data pada
penyimpanan sekunder, itu menggambarkan relasi dasar,
organisasi berkas, dan indeks yang digunakan untuk
mencapai akses yang efisien terhadap data, dan setiap
kendala integritas terkait dan langkah-langkah keamanan
(Connolly dan Begg, 2010: 524).
Menurut Connolly dan Begg (2010: 525), langkahlangkah dalam metologi perancangan fisikal sebagai berikut:
1.
Menterjemahkan model data logikal global untuk DBMS
a. Mendesain relasi-relasi dasar
Menetukan bagaimana merepresentasikan relasi
dasar yang telah diidentifikasikan di dalam model
data logikal global ke dalam DBMS.
b. Mendesain representasi derived data
Menentukan
bagaimana
merepresentasikan
beberapa data yang diturunkan dalam model data
logikal global ke dalam DBMS.
25
c. Mendesain enterprise constraint
Tujuannya adalah untuk merancang batasan umum
untuk DBMS yang dituju.
2.
Mendesain gambaran fisikal
a. Menganalisis transaksi
Memahami fungsionalitas dari transaksi yang akan
berjalan pada basis data untuk menganalisa
transaksi-transaksi yang penting.
b.Memilih organisasi file
Menentukan organisasi file secara efisien untuk
setiap relasi dasar.
c. Memilih index
Menentukan apakah penambahan indeks-indeks
akan meningkatkan performa dari sistem.
d.Memperkirakan kebutuhan kapasitas disk
Menentukan jumlah disk space yang dibutuhkan
oleh basis data.
3.
Mendesain user view
Merancang user view yang telah diidentifikasikan
selama tahapan pengumpulan dan analisis kebutuhan dari
relational database application lifecycle.
4.
Merancang mekanisme keamanan
Menentukan
tingkat
keamanan
basis
data
berdasarkan spesifikasi user.
2.1.8 Definisi Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu alat yang digunakan
untuk menggambarkan aliran data sebuah sistem dan tugas atau
pengolahan yang dilakukan oleh sistem (Whitten, 2007: 326).
Jenis-jenis Data Flow Diagram (DFD) adalah sebagai berikut:
1. Diagram konteks, merupakan model yang mendokumentasikan
lingkup sistem, berisi satu dan hanya satu proses.
2. Diagram Nol, menunjukkan interaksi input, output, dan data store
untuk setiap proses.
26
Tabel 2.1 Notasi DFD
Lambang
Pengertian
Penjelasan
Manusia, organisasi,
atau
External Agent
yang
unit
organisasi
berinteraksi
dengan sistem
Nama
Process Name
proses yang
dikerjakan oleh sistem
Arus data yang keluar
Data Flow
dan yang masuk dalam
sistem
Tempat penyimpanan
Data Store
Data.
2.1.9 State Transition Diagram (STD)
Menurut Pressman (2005: 302) STD (State Transition Diagram)
dapat mengindikasikan bagaimana perilaku suatu sistem terhadap
suatu tindakan. Jadi State Transition Diagram adalah sebuah modeling
tool yang menggambarkan ketergantungan waktu pada sistem real
time dan human interface pada sistem online.
Notasi yang paling penting dari STD, sebagai berikut:
1. State
Merupakan kumpulan keadaan atau atribut – atribut yang
mencirikan benda atau orang pada waktu, keadaan, dan
kondisi tertentu.
2. Transisi
Perubahan state ditandakan dengan tanda panah
3. Kondisi
Keadaan lingkuan luar yang dapat dideteksi oleh sistem
dan menyebabkan perubahan state. Kondisi dapat berupa
sinyal, gangguan, dan lainya.
27
4. Aksi
Adalah apa yang dilakukan sistem jika ada perubahan
state. Aksi dapat menghasilkan keluaran, tampilan pesan pada
layar pengguna, membuat kalkulasi, dan lainnya.
2.1.9 Delapan Aturan Emas Desain Tampilan Pengguna
Menurut Shneiderman Ben dan Catherine Plaisant (2005: 74),
merumuskan 8 (delapan) aturan yang dapat digunakan sebagai
petunjuk dasar untuk merancang suatu user interface. Delapan aturan
ini disebut dengan Eight Golden Rules of Interface Design, yaitu:
1. Konsistensi
Merupakan konsistensi terhadap urutan tindakan, perintah, dan
pada istilah-istilah yang digunakan.
2. Universal Usability
Gunanya untuk mengenali kebutuhan pengguna yang beragam dan
desain serta memberikan kemudahan dalam penggunaan, dengan
memfasilitasi transformasi konten agar pengguna yang belum
pernah maupun yang pernah menggunakan aplikasi dapat memakai
penggunaan Desain Interface yang ada.
3. Memberikan umpan balik yang informatif
Umpan balik yang berupa informasi jika ada informasi baru dan
jika ada kesalahan perintah.
4. Merancang dialog untuk menghasilkan suatu penutupan
Urutan tindakan sebaiknya terorganisir, jelas awal, pertengahan dan
akhirnya.
5. Memberikan penanganan kesalahan yang sederhana
Jika terjadi kesalahan, akan ada mekanisme sederhana untuk
menangani kesalahan tersebut.
6. Mudah kembali ke tindakan sebelumnya
Dirancang agar pengguna tidak takut menggunakan menu-menu
baru. Di setiap browser seperti Mozilla, Internet Exploler dan
Google Chrome terdapat menu undo atau back.
28
7. Mendukung tempat pengendali internal (internal locus of control)
Pengguna
menjadi
pengontrol
sistem
bukan
sistem
yang
mengontrol.
8. Mengurangi beban ingatan jangka pendek
Dirancang agar pengguna tidak terlalu mengingat banyak perintah.
2.2
Teori-Teori Khusus
2.2.1
Internet
Internet atau Interconnection Networking adalah jaringan
besar yang menghubungkan jaringan komputer dari bisnis, organisasi,
lembaga pemerintah, dan sekolah di seluruh dunia, dengan cepat,
langsung, dan hemat. (Turban, Rainer dan Potter, 2003: 200).
2.2.2
World Wide Web
World Wide Web adalah sistem dengan standar yang diterima
secara universal untuk menyimpan, menelusuri, memformat, dan
menampilkan informasi melalui arsitektur client/server, menggunakan
fungsi-fungsi transport dari internet. (Turban, Rainer dan Potter, 2003:
214).
2.2.3 Web Database
Web Database
merupakan aplikasi pengguna web sebagai
platform yang menghubungkan pengguna dengan antarmuka yang
satu atau lebih pada basis data.
Keuntungan dari penggunaan web database (Connolly dan Begg,
2010: 1036-1038), adalah sebagai berikut:
1. Kesederhanaan (Simplicity)
Dalam bentuk asli, HTML sebagai markup language sangat
mudah untuk dipelajari oleh developer maupun pengguna akhir.
2. Tidak tergantung pada platform (Platform independence)
Salah satu alasan dibuatnya aplikasi basis data berbasis web adalah
karena pada umumnya web-client (browser) tidqak tergantung
pada platform sehingga jika suatu aplikasi akan dijalankan pada
sistem operasi yang berbeda, tidak memerlukan modifikasi.
29
3. Grafis antarmuka pengguna (Graphical User Interface / GUI)
Menyedikan dan meningkatkan pengaksesan basis daata, tetapi
GUI (Graphical User Interface) memerlukan program tambahan
yang menyebabkan ketergantungan pada platform.
4. Standarisasi (Standarization)
HTML standar secara de facto dimana seluruh web browser
berada, memungkinkan sebuah dokumen HTML pada satu mesin
dibaca oleh pengguna pada mesin lainnya dibagian belahan dunia
yang lain melalui koneksi internet dan web browser.
5. Dukungan lintas platform (Cross-platform Support)
Web browser ada secara virtual untuk setiap page dari platform
komputer memungkinkan pengguna pada sebagian besar jenis
komputer yang mengakses basis data dari manapun diseluruh
bagian dunia.
6. Memungkinakan akses jaringan yang transparan (Transparent
Network Access)
Akses jaringan terlihat transparan bagi pengguna, kecuali untuk
spesifikasi URL, ditangani sepenuhnya oleh web browser dan web
server.
7. Penyebaran bisa diukur (Scalable Deployment)
Dengan menyimpna aplikasi di server terpisah, maka web
mengeliminasi waktu dan biaya yang berhubungan dengan
aplikasi penyebaran. Hal ini akan menyerderhanakan penanganan
upgrade dan administrasi pengaturan dari banyak platform yang
melalui banyak kantor.
8. Inovasi (Innovation)
Web memungkinkan organisasi untuk menyediakan jasa baru dan
mencapai konsumen baru melalui aplikasi yang dapat diakses
secara global.
Kelemahan web database (Connolly dan Begg, 2010: 1038-1040),
sebagai berikut:
1. Kehandalan (Reliability)
Ketidakpastian perintah dapat terkirim melalui internet.
30
2. Keamanan (security)
Autentifikasi pengguna dan transmisi data sangat kritis karena
banyak pengguna yang tidak dikenal bisa mengakses data.
3. Biaya (Cost)
Biaya perawatan bisa menjadi semakin mahal dengan seiring
meningkatnya permintaan pengguna.
4. skalabilitas (scalability)
Aplikasi web bisa menghadapi load data yang sangat banyak yang
datang secara tidak terduga, hal ini memerlukan pembangunan
performa yang kuat dari arsitektur server yang sangat sulit diukur.
5. Fungsi terbatas dari HTML (limited fungctionality of HTML)
Beberapa aplikasi basis data interaktif ada yang tidak dikonversi
secara mudah ke aplikasi berbasis web selama masih menyediakan
kemudahan yang sama bagi pengguna.
6. Statelessness
Statelessness dari lingkungan web membuat pengaturan dari
koneksi basis data dan transaksi pengguna menjadi sulit dan
membutuhkan aplikasi untuk merawat informasi tambahan.
7. Bandwidth
Kegiatan di dalam internet memerlukan bandwidth bahkan untuk
tugas yang sangat sederhana sekalipun sehingga masalah
Bandwidth menjadi penting.
8. Kinerja (Performance)
Banyak bagian dari web database yang kompleks berpusat pada
interpretasi bahasa yang akhirnya membuatnya lebih lambat
daripada basis data tradisional.
9. Perangkat pembangunan yang belum siap (Immaturity of
development tools)
Pembangunan aplikasi basis data untuk web secara cepat bisa
mengidentifikasi
ketidakpastian
perangkat
pembangunan
lingkungan yang lebih baik dibutuhkan untuk meringankan beban
dari proggrammer aplikasi.
31
2.2.4 PHP
Menurut Welling (2001: 2), PHP adalah sebuah scripting pada
lingkungan server yang dirancang khusus untuk web. Kode PHP dapat
disatukan dalam page yang berisikan –ag-tag HTML dan akan
dieksekusi setiap halaman tersebut diakses. Kode-kode PHP yang
telah dibuat akan diinterpretasikan oleh web server yang kemudian
menghasilkan tag-tag HTML atau output lainnya yang akan dibaca
oleh user.
2.2.5 Phpmyadmin
Phpmyadmin adalah perangkat lunak bebas yang ditulis dalam
bahasa pemrograman php yang digunakan untuk menangani
administrasi MySQL melalui browser atau world wide web.
Phpmyadmin mendukung berbagai aplikasi mysql, diantaranya
mengelola basis data, table-table, bidang, relasi, indeks, dan
sebagainya. Pada dasarnya, mengelola basis data dengan MySQL
harus dilakukan dengan cara mengetikkan baris-baris perintah yang
sesuai (Command Line) untuk setiap maksud tertentu. (Firdaus, 2007:
15)
Keuntungan menggunankan phpmyadmin:
1.
Dapat diintegrasikan dengan aplikasi web dan PHP
2. Menelusuri
dan
drop
basisdata
(database),
tabel,
view,
bidang(fields) dan indeks.
3. Pemeliharaan server, basis data dan tabel, dengan server
konfigurasi.
4. Pengaksesan data yang compatible dan efektif.
Kekurangan menggunakan phpmyadmin :
1. Kode harus disesuaikan dengan query dan database-nya
2. Membutuhkan waktu untuk menyesuaikan query, coding, dan
struktur tabelnya.
3. Sistem keamanan (security) yang masih kurang.
32
2.2.6 CI Framework
2.2.6.1 Framework
Framework adalah suatu kerangka kerja yang berupa
sekumpulan
folder
yang
memuat
file-file
php
yang
menyediakan class libraries, helpers, plugins dan lainnya.
Framework menyediakan konfigurasi dan teknik coding
tertentu, yang berupa perintah/fungsi dasar yang dapat
membantu dalam menyelesaikan proses-proses yang lebih
kompleks. (Akhman Sofwan, 2007: 2)
2.2.6.2 CI (Code Igniter)
CI (code igniter) adalah framework PHP yang kuat
dengan footprint yang sangat kecil, dibangun untuk PHP
coders yang membutuhkan perangkat yang sederhana dan
elegan untuk membuat fitur lengkap aplikasi web. CI bertujuan
untuk membantu developer untuk membuat aplikasi lebih
cepat dibandingkan dengan membuat aplikasi dari awal dengan
menyediakan library yang umum digunakan untuk pekerjaan
tertentu. (Akhman Sofwan, 2007: 2)
Kelebihan CodeIgniter :
1. Framework CI dikembangkan dengan platform PHP,
dimana aplikasi web dominal dibuat dengan PHP sehingga
dukungan sangat mudah didapat dari berbagai komunitas
pemakai.
2. Plugin dan Libraries sangat banyak.
3.
Kemampuan menerapkan konsep OOP dengan pattern
MVC.
Kekurangan CodeIgniter :
1. Editor khusus CodeIgniter belum ada, sehingga dalam
melakukan create project dan modul-modulnya cukup
rumit karena folder yang terpisah-pisah.
2. Framework CodeIgniter adalah aplikasi gratis
(open-
source), sehingga perlu memodifikasi beberapa bagian
agar integritas dan keamanan data dapat dijaga.
33
Gambar 2.5 Struktur CI Framework
2.3
Hasil Penelitian atau Produk Sebelumnya
Tommy Septian Purnomo (2013) mengemukakan rekruitement online
sebagai suatu inovasi baru dalam perekrutan perusahaan. Perekrutan sangat
penting bagi perusahaan atau organisasi karena memiliki fungsi untuk
menghimpun sumber daya manusia ke dalam suatu organisasi, kemajuan
teknologi yang berkembang telah memaksa perusahaan untuk menerapkan
rekruitement online yaitu sistem perekrutan yang memanfaatkan internet.
Dengan sistem perekrutan secara online terdapat beberapa manfaat yaitu
penghematan
biaya,
kemudahan
dalam
penggunaan
bagi
kandidat,
kemudahaan penggunaan bagi perusahaan, meningkatkan kecepatan proses
perekrutan dan keberhasilan dalam menemukan calon karyawan yang
potensial.
Perekrutan secara online mengacu pada posting lowongan di situs web
perusahaan dan memungkinkan pelamar untuk mengirimkan resume mereka
secara elektronik ketika e-rekruitement dilakukan. Selain itu,alat-alat
interaktif dapat digunakan untuk menghubungkan basis data perusahaan
dengan situs web ,seperti formulis aplikasi interaktif, email dan milis
elektronik (Dysart, 1999; Taylor, 2001). Kemudian lowongan dipublikasikan
di situs perusahaan dan pemohon dapat mengajukan permohonan untuk
lowongan dengan menggunakan internet.
Namun Ellyta Yullyanti (2009) mengatakan bahwa rekruitement
sebagai satu proses pengumpulan calon pemegang jabatan yang sesuai
rencana pegawai untuk menduduki suatu jabatan tertentu dalam fungsi
pekerjaan.
34
Berikut
merupakan
proses
perekrutan
menurut
Ellyta
Yullyanti:
Gambar 2.6 Analisis pekerjaan: perlengkapan dasar manajemen
Agar kinerja perusahaan tetap terjaga maka setiap terjadi
kekosongan jabatan, pihak-pihak yang berkompeten dengan masalah
pegawai perlu menyiapkan pegawai pengganti yang memiliki
kompetensi sesuai dengan kompetensi yang dituntut oleh jabatan
tersebut.
Download