perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user 33 BAB III

advertisement
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
BAB III
METODE PENELITIAN
Secara umum metode adalah suatu cara atau prosedur yang tepat untuk
dapat melakukan sesuatu secara sistematis. Menurut Sugiyono (2012:2)
menyebutkan bahwa “Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah
untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Sementara
metodologi ialah suatu kajian untuk mempelajari peraturan-peraturan dari suatu
metode jadi metode penelitian adalah kajian untuk mempelajari peraturanperaturan dalam penelitian.
A. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SLB-E Bhina Putera Surakarta yang
beralamatkan di Jalan Blibis Baru No. 3 Cengklik Surakarta Sekolah ini
bernaung dibawah Yayasan Pembinaan Anak Nakal (YPAN) dengan ijin dari
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
Alasan pemilihan SLB E Bhina Putera Surakarta sebagai tempat
penelitian dikarenakan peneliti sudah memiliki hubungan yang yang cukup
baik dengan pihak sekolah, baik dari pihak guru, kepala sekolah, maupun
siswa-siswa yang ada dalam lingkungan sekolah tersebut, dan sekolah
tersebut belum pernah digunakan sebagai tempat penelitian dengan judul
yang sejenis sehingga terhindar dari kemungkinan penelitian ulang . Dengan
pertimbangan tersebut memungkinkan peneliti untuk menerapkan permainan
Thematic Dominoes sebagai salah satu upaya meningkatkan perbendaharaan
kata dalam pelajaran Bahasa Inggris pada anak tunalaras.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan, mulai pada bulan Januari
s/d Mei 2014. Penelitian ini diawali dengan pengajuan judul, penyusunan
proposal, perijinan, penyusunan desain penelitian berupa instrumen,
commit to user
33
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
34
pengumpulan data, analisis data dan penyusunan laporan. Adapun rincian
waktu yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Jenis dan Waktu Kegiatan Penelitian
Tahun 2014
No
Kegiatan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
Pengajuan Judul
Penyusunan
Proposal
3
Perijinan
4
Pengumpulan Data
5
Analisis Data
6
Penyusunan Laporan
B. Rancangan/Desain Penelitian
Menurut Suryabrata (2004:59), “Metode penelitian adalah suatu
rangkaian langkah-langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna
mendapatkan pemecahan suatu masalah”. Sedangkan Kartono (1990:15)
menyatakan “Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan dan
melakukan klarifikasi terhadap kebenaran suatu peristiwa dengan menggunakan
metode ilmiah”.
Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif
eksperimen. Menurut Suryabrata (2004:88), “Penelitian eksperimen bertujuan
untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan akibat dengan cara mengenakan
satu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan satu atau
lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan”. Oleh karena itu, penelitian
eksperimen erat kaitanya dalam menguji suatu hipotesis dalam rangka mencari
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
35
pengaruh, hubungan, maupun perbedaan perubahan terhadap kelompok yang
dikenakan perlakuan.
Penelitian ini penulis menyelidiki ada tidaknya pengaruh penggunaan
permainan Thematic Dominoes terhadap peningkatan perbendaharaan kata Bahasa
Inggris anak tunalaras kelas VIII
SLB E Bhina Putera Surakarta Tahun
2013/2014. Sebagai variabel terikatnya adalah perbendaharaan kata Bahasa
Inggris anak tunalaras kelas VIII SLB E Bhina Putera Surakarta sedangkan
variabel bebasnya adalah penggunaan permainan Thematic Dominoes.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group PretestPosttest Design, dimana sekelompok subyek diberikan perlakuan untuk jangka
waktu tertentu. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan diberikan,
dan perbedaan antara hasil pengukuran awal (T1) dengan hasil pengukuran akhir
(T2) adalah merupakan pengaruh perlakuan yang diberikan. Desain penelitian ini
digambarkan seperti tabel berikut :
Tabel 3.2 Desain Penelitian One Group Pretest-Posttest
Pengukuran (Pre tes)
Perlakuan (Treatment)
Pengukuran (Post test)
Pre test
Variabel Indipendent
Post test
T1
X
T2
(Suryabrata, 2004 : 102)
Keterangan:
T1
: Tes awal sebelum diberi perlakuan (Pre test)
X
: Perlakuan menggunakan permainan Thematic Dominoes
T2
: Tes akhir setelah diberikan perlakuan (Post test)
Menurut Suryabrata (2004:102) prosedur penelitian eksperimental jenis
commit to user
one group pre test- post test adalah sebagai berikut :
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
36
1) Mengenakan T1, yaitu Pre test, untuk mengukur kemampuan
perbendaharaan kata bahasa Inggris sebelum subyek diberi perlakuan
dengan Permaianan Thematic Dominoes.
2) Mengenakan subyek dengan simbol X, yaitu metode Thematic
Dominoes dalam bentuk Permainan untuk jangka waktu tertentu.
3) Memberikan T2, yaitu Post test, untuk mengukur kemampuan
perbendaharaan kata Bahasa Inggris setelah subyek dikenakan variabel
eksperimental X.
4) Membandingkan T1 dan T2 untuk menentukan berapa besar perbedaan
yang timbul, jika sekiranya ada, sebagai akibat dari digunakannya
variabel eksperimental X.
5) Menerapkan test statistik yang cocok dalam hal ini tes untuk
menentukan apakah perbedaan itu signifikan.
Alasan digunakannya desain ini adalah pada penelitian ini hanya ada satu
kelompok sehingga tidak ada kelompok perbandingan. Variabel dalam penelitian
ini ada dua. Yaitu variabel bebasnya penggunaan permainan Thematic Dominoes
dan variabel terikat yaitu perbendaharaan kata Bahasa Inggris pada anak tunalaras
kelas VIII SLB E Bhina Putera.
C. Populasi dan Sampel
Arikunto (2002:115) menyatakan bahwa “Populasi adalah keseluruhan
subyek yang akan dieliti”. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas
VIII Semester II SLB E Bhina Putera Surakarta tahun pelajaran 2013/2014, yang
terdiri dari 1 kelas dengan jumlah siswa 5 orang. Suharsimi Arikunto (2002:115)
mengemukakan bahwa, “Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang
diteliti”. Sedangkan menurut Sugiyono (2012:81) menyatakan bahwa “Sampel
adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut”.
Pelaksanaan penelitian ini tidak menggunakan sampel melainkan memakai
seluruh populasi yang ada yaitu seluruh anak kelas VIII Semester II SLB E Bhina
Putera Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
37
D. Teknik Pengambilan Sampel
Sugiyono (2012: 81) menyatakan “Teknik sampling adalah teknik
pengambilan sampel”. Dalam penelitian ini pemilihan subjek menggunakan teknik
sampling jenuh karena jumlah subjek dalam populasi tunalaras dalam penelitian
ini adalah terbatas. “Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua
anggota populasi digunakan sebagai sampel”. (2012:85). Hal ini sering dilakukan
bila jumlah populasi relativ kecil, kurang dari 30 orang, atau peneliti yang ingin
membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel
jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.
Pelaksanaan penelitian ini semua anak tunalaras atau semua populasi kelas VIII
di SLB E Bhina Putera Surakarta akan dijadikan sebagi sampel dalam penelitian
yang berjumlah 5 orang anak.
E. Pengumpulan Data
1. Variabel Instrumen
Arikunto, (2002:9) mengemukakan “Variabel penelitian adalah halhal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap dalam suatu kegiatan
penelitian (point to be noticed) yang menunjukkan variasi baik secara
kuantitatif ataupun kualitatif”.
Hal berbeda diungkapkan oleh Sugiyono (2008:38) “variabel
penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut,
kemudian ditarik kesimpulannya”.
Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Variabel bebas (independent) yaitu Permainan Thematic Dominoes.
b. Variabel terikat (dependent) yaitu meningkatkan perbendaharaan kata
Bahasa Inggris.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
38
2. Metode pengumpulan data
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:239) “Data
adalah keterangan yang benar dan nyata, keterangan atau bahan nyata yang
dapat dijadikan dasar kajian”. Sumber data dalam penelitian adalah subjek
dari mana data dapat diperoleh. Di dalam sumber data terdapat dua macam
sumber data yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber data primer adalah
sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.
Sumber data primer merupakan data yang diperoleh dari hasil berupa catatan
lapangan (fieldnote) yang didapatkan peneliti dari hasil observasi, tes, dan
tindakan. Sedangkan sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak
langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat dokumen.
Sumber data primer didapatkan dari informan dalam penelitian ini
adalah Kepala Sekolah, Guru Kelas, dan siswa kelas VIII di SLB E Bhina
Putera Surakarta. Sedangkan sumber data sekunder berupa dokumen seperti
hasil assesmen siswa, hasil pengukuran (Pre test), perlakuan (Treatment) dan
perlakuan (Post test).
Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah :
a. Observasi
Observasi atau pengamatan adalah kegiatan yang meliputi
pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh
alat indra. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan,
penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecapan untuk mendapatkan
informasi yang dibutuhkan. Observasi yang dilakukan adalah dengan
observasi sistematis. Observasi sistematis dilakukan oleh pengamat
dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan.
Pedoman observasi berisi daftar kegiatan yang akan diamati dalam
proses observasi. Adapun hal-hal yang diamati antara lain :
1) Kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas VIII SLB E Bhina
Putera Surakarta.
commit
to pembelajaran
user
2) Interaksi guru dan siswa
saat
Bahasa Inggris.
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
39
3) Penggunaan media ajar guru ketika proses pembelajaran Bahasa
Inggris berlangsung.
4) Minat siswa terhadap pembelajaran Bahasa Inggris.
5) Kemampuan kosakata/perbendaharaan kata Bahasa Inggris anak
tunalaras kelas VIII SLB E Bhina Putera Surakarta.
b. Tes
Arikunto
(2006:150)
menyatakan
bahwa
“Tes
adalah
serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk
mengukur ketrampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat
yang dimiliki oleh individu atau kelompok”. Sedangkan menurut
Sarwiji Suwandi (2009:39) “Tes merupakan suatu bentuk pemberian
tugas atau pertanyaan yang harus dikerjakan oleh siswa yang sedang
dites”.
Ditinjau dari sasaran atau subjek yang akan dievaluasi, maka
dipilih tes prestasi atau achivement test. Tes prestasi yaitu tes yang
digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari
sesuatu. Tes prestasi diberikan sesudah objek yang dievaluasi
mempelajari hal-hal sesuai dengan yang akan diteskan. Dalam
menggunakan tes, peneliti menggunakan instrumen berupa tes atau
soal-soal tes. Soal tes terdiri dari banyak butir tes/item yang masingmasing mengukur satu jenis variabel.
1) Jenis –Jenis Tes
Menurut Suwandi (2009: 40-44) dalam Nurgiyantoro (1987)
tes dapat dibedakan menjadi berbagai macam yaitu sebagai
berikut:
a) Jenis tes menurut individu yang di tes.
Berdasarkan jumlah individu yang di tes, tes dapat
dibedakan menjadi tes individual dan tes kelompok.
b) Jenis tes menurut jawaban
Berdasarkan jawaban yang dikehendaki, tes dibedakan
menjadi tes perbuatan dan verbal. Tes perbuatan adalah
tes yang menuntut respon tingkah laku siswa yang
melibatkan
gerakan
commit
to user otot (aspek psikomotorik),
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
40
sedangkan tes verbal adalah menghendaki jawaban siswa
yang berbentuk bahasa yang berisi kata-kata dan kalimat.
c) Jenis tes menurut penyusunnya
Berdasarkan penyusunnya, tes dapat dibedakan ke dalam
tes buatan guru dan tes standar. Tes buatan guru adalah
tes yang dibuat oleh guru kelas itu sendiri. Sedangkan tes
standar adalah tes yang telah distandarkan. Standar yang
dimaksud bahwa tes dikerjakan oleh semua siswa dengan
petunjuk dan waktu yang sama, dengan demikian, ada
standar tertentu yang menghasilkan penampilan standar
tertentu sehingga dimungkinkan membandingkan
penampilan kelompok lain dengan kelompok standar itu.
2) Bentuk Tes
Menurut Sarwiji Suwandi (2009: 48) secara garis
besar, dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut:
1. Tes esai
Tes esai adalah suatu bentuk pertanyaan yang menuntut
jawaban siswa dalam bentuk uraian dengan
menggunakan bahasa sendiri.
2. Tes objektif
Jawaban terhadap tes objektif bersifat pasti, hanya ada
satu kemungkinan jawaban yang benar. Jenis tes objektif
yang banyak digunakan orang adalah tes jawaban benarsalah, pilihan ganda, isian dan penjodohan.
Ditinjau dari sasaran atau subjek yang akan dievaluasi, maka
dipilih tes prestasi atau achivement test. Tes prestasi yaitu tes yang
digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari
sesuatu. Tes prestasi diberikan sesudah subjek yang dievaluasi
mempelajari hal-hal sesuai dengan yang akan diteskan. Dalam
menggunakan tes, peneliti menggunakan instrumen berupa tes atau soalsoal. Soal tes terdiri dari banyak butir tes/item yang masing-masing
mengukur satu jenis variabel. Bentuk soal yang disusun adalah tes esai dan
tes obyektif (pilihan ganda). Tuckman (dalam Suwandi, 2009:47)
menyatakan bahwa “tes esai adalah suatu benutk pertanyaan yang menurut
jawaban siswa dalam bentuk uraian dengan cara dan bahasanya sendiri”.
Sedangkan tes obyektif disebut juga sebagai tes jawaban singkat (short
commit to user
answer test) yang menuntut siswa hanya memberikan jawaban singkat,
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
41
bahkan hanya dengan memilih kode-kode tertentu yang mewakili
alternatif-alternatif jawaban yang telah disediakan seperti model soal
obyektif berupa pilihan ganda.
Instrumen
tes
yang
berupa
soal
tes
adalah
alat
untuk
mengumpulkan data penelitian. Instrumen tes dalam penelitian ini disusun
sendiri oleh penulis yang kemudian dikonsultasikan kepada ahli berkaitan
dengan materi dan sasaran. Adapun ahli yang dilibatkan adalah ahli bahasa
untuk menilai penggunaan bahasa yang bisa diterima oleh siswa, ahli
kontent dalam hal ini ahli di bidang Bahasa Inggris dan ahli
psikomeri/pengukuran untuk siswa SLB E Bhina Putera Surakarta kelas
VIII.
1) Materi : Mengenal Macam-macam pekerjaan/profession
2) Kisi-kisi : Silabus merupakan alternatif bagi guru dalam menjalankan
kegiatan
pembelajaran
di
kelas.
Praktiknya,
guru
dapat
mengembangkannya sesuai dengan kreatifitas guru masing-masing
dengan menggunakan permainan Thematic Dominoes dengan tema
profesi/profession
yang
disesuaikan
dengan
kebutuhan
dan
kemampuan siswa. Kisi-kisi soal tes didasarkan pada silabus yang
digunakan di SLB E Bhina Putera Surakarta.
3) Penilaian/Skoring
Menurut Suryabrata (2004:296) “Penilaian hasil-hasil pendidikan ialah
usaha untuk mengetahui (dengan alasan yang bermacam-macam) pada
waktu dilakukan penilaian itu sudah sejauh manakah kemajuan anak
didik”. Sistem penilaian pada soal ini adalah:
a) Soal dengan jawaban benar pada romawi I diberi skor 1 (NI).
b) Soal dengan jawaban benar pada romawi II diberi skor 4(NII).
c) Soal dengan jawaban benar pada romawi III diberi skor 10
(NIII).
d) Dihitung dengan rumus :
NI
N II
= Jawaban benar X 1
commit benar
to userX 4
= Jawaban
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
42
N III
N Akhir
= Jawaban benar X 10
= NI + NII + NIII
e) Nilai akhir maksimal adalah 100
f) Tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban salah.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
43
Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
44
F. Validasi Instrumen Penelitian
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:1258), “validitas
diartikan sebagai sifat benar menurut bahan bukti yang ada, logika berpikir, atau
kekuatan hukum yang memiliki sifat kesahihan”. Latipun (2004:76, dalam
Psikologi Eksperimen) mengatakan “suatu eksperimen dianggap valid jika
variabel perlakuan benar-benar mempengaruhi perilaku yang diamati dan akibatakibat yang terjadi pada variabel terikat tersebut bukan karena variabel lain”.
Suatu alat ukur hasil belajar Bahasa Inggris bisa dikatakan valid apabila alat ukur
tersebut benar-benar mengukur hasil belajar Bahasa Inggris. Validitas alat ukur
tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan alat ukur sebagai alat, tetapi
terutama pada kesesuaian hasilnya, sesuai dengan tujuan penyelanggaraan alat
ukur (Surapranata, 2004).
Umumnya valliditas digolongkan dalam tiga kategori, yaitu content
validity (validitas isi), construct validity (validitas konstruk), dan criterion-related
validity (validitas berdasar kriteria). Dalam penelitian ini penulis menggunakan
validitas isi/content validity untuk menguji kesahihan alat ukur (instrumen).
Validitas isi merupakan validitas yang diperhitungkan melalui pengujian
terhadap isi alat ukur dengan analisis rasional. Pertanyaan yang dicari jawabannya
dalam validasi ini adalah sejauh mana item-item dalam suatu alat ukur mencakup
keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur oleh alat ukur yang
bersangkutan. Hal ini menunjukkan bahwa alat ukur tersebut harus komprehensif
isinya akan tetapi harus pula memuat hanya isi yang relevan dan tidak keluar dari
batasan tujuan ukur.
Validasi isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian
terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgment.
Validitas isi terbagi menjadi dua tipe, yaitu face validity (validitas muka), dimana
instrumen akan dilakukan justifikasi oleh para ahli. Tipe yang kedua adalah
logical validity (validitas logik), dimana instrumen akan dibandingkan dengan
kisi-kisi yang ada. Penulis menggunakan kedua tipe dalam validitas isi ini.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
45
Adapun ahli yang dilibatkan adalah pertama ahli bahasa untuk menilai
penggunaan bahasa yang bisa diterima oleh siswa, kedua ahli mata pelajaran
dalam hal ini ahli di bidang Bahasa Inggris ahli dan yang ketiga adalah ahli dalam
bidang psikomeri untuk menilai dampak psikologis dari instrumen yang telah
dibuat tersebut untuk siswa kelas VIII SLB E Bhina Putera Surakarta tahun ajaran
2013/2014.
Tabel 3.4 Daftar Validator Penguji Instrumen Tes Meningkatkan Perbendaharaan
Kata Bahasa Inggris
No
1
2
3
Nama
Muh. Asrori
NIP. 196010151987021001
Drs. Gunarhadi, MA, Ph.D
NIP. 195502101982031004
Erma Kumala Sari, S.Psi, M.Psi
NIP. 19841130201212
Instansi
Dosen Pendidikan Bahasa Inggris
FKIP-UNS
Dosen Pendidikan Luar Biasa
FKIP-UNS
Dosen Pendidikan Luar Biasa
FKIP-UNS
G. Analisis Data
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data non-parametrik yaitu tes
Uji Rangking Bertanda Wilcoxon (Wilcoxon Signed Rank Test)
yang diberi
simbol T. Teknik tersebut digunakan karena disesuaikan dengan jenis eksperimen
dan data. Peneliti menggunakan One Group PreTest-Posttest Design, yaitu
sekelompok subjek yang dikenali perlakuan dalam jangka waktu tertentu,
pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan diberikan, dan pengaruh
perlakuan diukur dari perbedaan antara pengukuran awal T1 dan pengukuran
akhir T2.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
46
Adapun langkah-langkah analisis Wilcoxon Signed Ranks Test adalah
sebagai berikut :
1. Perumusan Hipotesis
Rumusan hipotesis dua pihak :
Ho : T1= T2
(Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dengan
penggunaan permainan Thematic Dominoes terhadap
peningkatan perbendaharaan kata Bahasa Inggris pada
anak Tunalaras kelas VIII SLB E Surakarta tahun ajaran
2013/2014).
Ha : T1 ≠ T2
(Terdapat pengaruh yang signifikan dengan penggunaan
permainan Thematic Dominoes terhadap peningkatan
perbendaharaan
kata
Bahasa
Inggris
pada
anak
Tunalaras kelas V SLB E Surakarta tahun ajaran
2013/2014).
2. Pemilihan taraf signifikansi (α)
Taraf signifikansi yang dipilih adalah  = 5%.
3. Penentuan Statistik Uji.
Statistik uji yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Ranks Test dengan
program SPSS.
4. Keputusan Uji.
Keputusan uji dalam penelitian adalah:
a) Jika Asymp. Sig Z ≤ 5 % (α = 0,05) maka Ho ditolak dan Ha
diterima.
Maka Hipotesis dalam penelitian ini berbunyi : Ada Pengaruh
Penggunaan Permaian Thematic Dominoes terhadap peningkatan
perbendaharaan kata Bahasa Inggris pada anak Tunalaras Kelas VIII
SLB E Bhina Putera Surakarta Tahun 2013/2014 adalah signifikan.
b) Jika Asymp. Sig Z ≥ 5 % (α = 0,05) maka Ho diterima dan Ha
ditolak.
Maka Hipotesis dalam penelitian ini berbunyi : Ada Pengaruh
commit
to userDominoes terhadap peningkatan
Penggunaan Permaian
Thematic
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
47
perbendaharaan kata Bahasa Inggris pada anak Tunalaras Kelas VIII
SLB E Bhina Putera Surakarta Tahun 2013/2014 adalah tidak
signifikan.
commit to user
Download