pt bank commonwealth dan anak perusahaan/ pt bank

advertisement
PT BANK COMMONWEALTH DAN
ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
31 DESEMBER/DECEMBER 2010 DAN/AND 2009
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
NERACA KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2010 DAN 2009
CONSOLIDATED BALANCE SHEETS
31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
2010
2009
ASET
ASSETS
Kas
186,459 2b,2e,2f,3
166,684
Giro pada Bank Indonesia
499,159 2b,2e,2g,4
349,904
Giro pada bank lain
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai
sebesar Rp nihil pada tahun 2010
(2009: Rp 1.222)
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar
Rp nihil pada tahun 2010
(2009: Rp 20.143)
Efek-efek
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar
Rp nihil pada tahun 2010
(2009: Rp 4.974)
Tagihan derivatif
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar
Rp nihil pada tahun 2010
(2009: Rp 119)
Tagihan akseptasi
setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 103
pada tahun 2010 (2009: Rp 84)
Pinjaman yang diberikan
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar
Rp 53.041 pada tahun 2010
(2009: Rp 76.895)
Goodwill setelah dikurangi
akumulasi amortisasi sebesar
Rp 108.501 pada tahun 2010
(2009: Rp 76.065)
Penyertaan
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar
Rp 32 pada tahun 2010
(2009: Rp 64)
Aset tetap
setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar
Rp 261.784 pada tahun 2010
(2009: Rp 191.286)
Aset pajak tangguhan - bersih
Aset lain-lain
JUMLAH ASET
32 2b,2m,11
-
323,101
2n,12
8,598
2r,14c
497,290 2b,2o,13
340,531
28,172
219,990
Cash
Current accounts with Bank
Indonesia
Current accounts with
other banks
net of allowance for
impairment losses of
Rp nil in 2010
(2009: Rp 1,222)
Placements with Bank Indonesia
and other banks
net of allowance for
impairment losses of
Rp nil in 2010
(2009: Rp 20,143)
Marketable securities
net of allowance for
impairment losses of
Rp nil in 2010
(2009: Rp 4,974)
Derivative receivables
net of allowance for
impairment losses of
Rp nil in 2010
(2009: Rp 119)
Acceptance receivables
net of allowance for
impairment losses of Rp 103
in 2010 (2009: Rp 84)
Loans
net of allowance for
impairment losses of
Rp 53,041 in 2010
(2009: Rp 76,895)
Goodwill
net of accumulated
amortisation of Rp 108,501
in 2010 (2009: Rp 76,065)
Investment in shares
net of allowance for
impairment losses of
Rp 32 in 2010
(2009: Rp 64)
Fixed assets
net of accumulated
depreciation of
Rp 261,784 in 2010
(2009: Rp 191,286)
Deferred tax assets - net
Other assets
11,350,753
TOTAL ASSETS
147,001
2b,2e,
2g,5
122,679
1,817,460
2b,2e,
2h,6
1,994,204
2,159,186
2b,2e,2i,
2j,7
3,306,860
22,677
2b,2e,2i,
2j,8
33,221
10,232
2b,2e
2l,9
13,044
5,818,964
53,677
11,543,836
2b,2e,2k,
10
4,689,351
2d
86,113
Lampiran - 1/1 - Schedule
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian.
The accompanying notes form an integral part of
these consolidated financial statements.
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
NERACA KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
CONSOLIDATED BALANCE SHEETS
31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Catatan/
Notes
2010
2009
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
LIABILITIES AND EQUITY
KEWAJIBAN
Simpanan nasabah
Simpanan dari bank lain
Kewajiban derivatif
Kewajiban akseptasi
Hutang pajak
Estimasi kerugian atas komitmen
dan kontinjensi
Kewajiban lain-lain
JUMLAH KEWAJIBAN
HAK MINORITAS
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar -1.500.000 saham
(2009: 1.500.000 saham) dengan
nilai nominal Rp 1.000.000
(Rupiah penuh) per saham
Modal ditempatkan dan
disetor penuh - 1.134.500 saham
(2009: 913.500 saham)
Tambahan modal disetor
Kerugian yang belum direalisasi
atas efek-efek yang
tersedia untuk dijual, bersih
setelah pajak
Cadangan wajib
Saldo laba
JUMLAH EKUITAS
JUMLAH KEWAJIBAN
DAN EKUITAS
LIABILITIES
9,786,348
374,517
5,810
10,335
25,625
2b,2e,
2p,15
2b,2q,16
2b,2e,2i,
2j,8
2b,2e,
2m,17
2r,14a
4,290 2s,18,25
98,498
2b,19
10,305,423
314
10,101,848
82,355
Deposits from customers
Deposits from other banks
20,110
Derivative payables
13,128
34,917
Acceptance payables
Taxes payable
Estimated losses on commitments
3,432
and contingencies
112,575
Other liabilities
10,368,365
TOTAL LIABILITIES
310
MINORITY INTEREST
2c,20
(506)
17
43,970
EQUITY
Share capital
Authorised - 1,500,000 shares
(2009: 1,500,000 shares)
par value Rp 1,000,000 (full
Rupiah amount) per share
Issued and fully paid 1,134,500 shares
(2009: 913,500 shares)
Additional paid up capital
Unrealised losses on
available for sale
marketable securities,
net after tax
Statutory reserves
Retained earnings
1,238,099
982,078
TOTAL EQUITY
11,543,836
11,350,753
TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY
1,134,500
25,097
161
17
78,324
21
913,500
25,097
22
Lampiran - 1/2 - Schedule
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian.
The accompanying notes form an integral part of
these consolidated financial statements.
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARIES
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Catatan/
Notes
2010
2009
PENDAPATAN DAN BEBAN
OPERASIONAL
Pendapatan bunga
Pendapatan provisi dan komisi
Beban bunga
Pendapatan bunga bersih
Pendapatan operasional lainnya:
Provisi dan komisi selain
dari pinjaman yang diberikan
Keuntungan transaksi
mata uang asing
Pendapatan lainnya
OPERATING INCOME AND
EXPENSES
877,798
-
2u,23
2v
977,230
9,432
Interest income
Fees and commission income
877,798
(374,870)
2u,24
986,662
(558,310)
Interest expense
502,928
428,352
Net interest income
Other operating income:
Non loan fees and
commissions
206,644
2v
153,765
67,683
1,352
2e
112,821
18,540
Foreign exchange gains
Other income
Pendapatan operasional lainnya
275,679
285,126
Other operating income
JUMLAH PENDAPATAN
OPERASIONAL
778,607
713,478
TOTAL OPERATING INCOME
2b,25
(79,635)
Allowance for impairment losses
on financial and
non-financial assets
26
27
2d
(314,079)
(236,904)
(32,436)
(6,192)
Other operating expenses:
General and administrative
Salaries and allowances
Goodwill amortisation
Others
Beban cadangan kerugian
penurunan nilai aset keuangan
dan non keuangan
(65,500)
Beban operasional lainnya:
Umum dan administrasi
Gaji dan tunjangan
Amortisasi goodwill
Lainnya
(365,680)
(320,258)
(32,436)
(7,991)
Beban operasional lainnya
(726,365)
(589,611)
Other operating expenses
JUMLAH BEBAN OPERASIONAL
(791,865)
(669,246)
TOTAL
OPERATING EXPENSES
(13,258)
44,232
TOTAL OPERATING
(EXPENSE)/INCOME - NET
JUMLAH (RUGI)/LABA
OPERASIONAL - BERSIH
PENDAPATAN DAN BEBAN
NON OPERASIONAL
NON OPERATING INCOME
AND EXPENSES
Kerugian penjualan aset tetap dan
agunan yang diambil alih - bersih
Management service fees
(904)
33,500
JUMLAH PENDAPATAN/
(BEBAN) NON OPERASIONAL
LABA SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN
Beban pajak penghasilan
LABA KONSOLIDASIAN
SEBELUM HAK MINORITAS
HAK MINORITAS ATAS LABA
BERSIH ANAK PERUSAHAAN
LABA BERSIH
(6,235)
-
Loss on sale of fixed assets and
foreclosed assets - net
Management service fees
32,596
(6,235)
TOTAL NON OPERATING
INCOME/(EXPENSE)
19,338
37,997
INCOME BEFORE TAX
(16,630)
30
2r,14b
(30,146)
CONSOLIDATED INCOME
7,851 BEFORE MINORITY INTEREST
2,708
(4)
Income tax expense
2c,20
2,704
(10)
MINORITY INTEREST IN NET
INCOME OF SUBSIDIARY
7,841
NET INCOME
Lampiran - 2 - Schedule
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian.
The accompanying notes form an integral part of
these consolidated financial statements.
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penerbitan saham baru
Keuntungan yang
belum direalisasi atas efek-efek
yang tersedia untuk dijual,
bersih setelah pajak
Laba bersih
Saldo pada tanggal
31 Desember 2009
Penyesuaian saldo awal berkaitan
dengan penerapan PSAK 55
(Revisi 2006) – setelah dikurangi
pajak tangguhan
Penerbitan saham baru
Kerugian yang
belum direalisasi atas efek-efek
yang tersedia untuk dijual,
bersih setelah pajak
Laba bersih
Saldo pada tanggal
31 Desember 2010
Kerugian
yang belum
direalisasi atas efekefek yang tersedia
untuk dijual, bersih
setelah pajak/
Unrealised losses
on available for sale
marketable
securities, net after
tax
Tambahan
modal
disetor/
Additional
paid up
capital
Modal
saham/
Share
capital
Saldo pada tanggal
31 Desember 2008
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
837,500
25,097
76,000
-
-
-
913,500
25,097
Cadangan
wajib/
Statutory
reserves
(9,974)
Saldo laba/
Retained
earnings
Jumlah
ekuitas/
Total equity
Balance at
31 December 2008
17
36,129
888,769
-
-
-
76,000
9,468
-
-
7,841
9,468
7,841
Issuance of new shares
Unrealised
gains on available
for sale marketable
securities, net after tax
Net income
17
43,970
982,078
Balance at
31 December 2009
(506)
221,000
-
-
-
31,650
-
31,650
221,000
-
-
667
-
-
2,704
667
2,704
Adjustment to opening balance in
respect of implementation of
SFAS 55 (Revised 2006) net of deferred tax
Issuance of new shares
Unrealised
losses on available
for sale marketable
securities, net after tax
Net income
1,134,500
25,097
161
17
78,324
1,238,099
Balance at
31 December 2010
Lampiran - 3 - Schedule
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
The accompanying notes form an integral part of
these consolidated financial statements.
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2010
2009 *)
CASH FLOWS FROM OPERATING
ACTIVITIES
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba sebelum pajak penghasilan
Penyesuaian untuk merekonsiliasi
laba sebelum pajak
penghasilan menjadi
kas bersih diperoleh dari
aktivitas operasi:
Penyusutan aset tetap
Amortisasi biaya sistem informasi bisnis
yang ditangguhkan
Amortisasi goodwill
Keuntungan dari penjualan
aset tetap
Kerugian dari penjualan agunan yang
diambil alih
Biaya cadangan kerugian aset
produktif dan non produktif
Beban imbalan karyawan
Arus kas dari aktivitas operasi
sebelum perubahan aset dan
kewajiban operasi
(Kenaikan)/penurunan aset operasi:
Penempatan pada bank lain
Pinjaman yang diberikan
Pajak dibayar di muka
Aset lain-lain
Tagihan derivatif
Tagihan akseptasi
Kenaikan/(penurunan) kewajiban operasi:
Hutang pajak
Simpanan nasabah
Giro dari bank lain
Simpanan dari bank lain
Kewajiban derivatif
Kewajiban akseptasi
Kewajiban lain-lain
Hasil penjualan agunan yang
diambil alih
Pembayaran pajak penghasilan badan
Pembayaran manfaat imbalan
pasca kerja karyawan
Pembayaran kontribusi ke DPLK Manulife
Kas bersih (digunakan untuk)/diperoleh
dari aktivitas operasi
19,338
37,997
Income before tax
3,908
6,387
61,050
12,485
61,791
11,936
Adjustments to reconcile income
before tax
to net cash provided
from operating activities:
Depreciation of fixed assets
Amortisation of deferred business
information system costs
Goodwill amortisation
Gain from
disposal of fixed assets
Loss from sale of
foreclosed assets
Allowance for impairment
losses on earning
and non earning assets
Employee benefit expense
211,338
Cash flows from operating
activities before changes in
operating assets and liabilities
79,080
56,478
1,388
32,436
4,465
32,436
(3,004)
206,681
(152)
(1,163,139)
(333,804)
10,663
2,793
649,167
(60,477)
1,695
(107,893)
37,122
7,950
8,848
(315,500)
(3,712)
19,169
(51,187)
343,349
(14,300)
(2,793)
16,633
63,085
(372,677)
(51,656)
(7,950)
(22,359)
40,281
(25,657)
51,231
(41,434)
(3,280)
(39,921)
(826)
-
(1,527,014)
160,435
(1,320,333)
371,773
*) Disajikan kembali (lihat Catatan 2a dan 34)
(Increase)/decrease in
operating assets:
Placement with other banks
Loans
Prepaid tax
Other assets
Derivative receivables
Acceptance receivables
Increase/(decrease) in operating
liabilities:
Taxes payable
Deposits from customers
Current accounts
from other banks
Deposits from other banks
Derivative payables
Acceptance payables
Other liabilities
Proceeds from sale
of foreclosed assets
Corporate income tax payment
Employee benefit paid
during the year
Contribution paid to DPLK Manulife
Net cash (used for)/provided
from operating activities
Restated ( see Notes 2a and 34)*)
Lampiran - 4/1- Schedule
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian.
The accompanying notes form an integral part of
these consolidated financial statements.
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2010
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
2009 *)
Pengurangan efek-efek
Pembelian aset tetap
Hasil penjualan aset tetap
Hak minoritas
(454,859)
(62,142)
3,496
4
CASH FLOWS FROM INVESTING
ACTIVITIES
(505,385) Decrease in marketable securities
(162,449)
Purchase of fixed assets
152 Proceeds from sale of fixed assets
310
Minority interest
Kas bersih digunakan untuk
aktivitas investasi
(513,501)
(667,372)
Net cash used for
investing activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerbitan saham baru
221,000
CASH FLOWS FROM FINANCING
ACTIVITIES
76,000
Issuance of new shares
Kas bersih diperoleh dari
aktivitas pendanaan
221,000
76,000
KENAIKAN BERSIH KAS
DAN SETARA KAS
(1,612,834)
(219,599)
Net cash provided from
financing activities
NET INCREASE IN CASH
AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
4,262,913
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT THE BEGINNING
4,482,512
OF THE YEAR
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
2,650,079
4,262,913
Kas dan setara kas:
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT THE END OF THE YEAR
Cash and cash equivalents:
Kas
186,459
166,684
Giro pada Bank Indonesia
499,159
349,904
Giro pada bank lain - bruto
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain – bruto
Sertifikat Bank Indonesia
147,001
123,901
1,817,460
-
2,014,347
1,608,077
Cash
Current accounts with
Bank Indonesia
Current accounts with
other banks - gross
Placements with Bank Indonesia
and other banks – gross
Certificates of Bank Indonesia
Total kas dan setara kas
2,650,079
4,262,913
Total cash and cash equivalents
*) Disajikan kembali (lihat Catatan 2a dan 34)
Restated ( see Notes 2a and 34)*)
Lampiran - 4/2- Schedule
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian.
The accompanying notes form an integral part of
these consolidated financial statements.
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
INFORMASI UMUM
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
1. GENERAL INFORMATION
PT Bank Commonwealth (“Bank”) didirikan
sebagai suatu perseroan terbatas berdasarkan
kerangka hukum negara Republik Indonesia
melalui Akta Notaris No. 63 tanggal 20 Agustus
1996 yang diubah melalui Akta Notaris No. 72
tanggal
12
Desember
1996,
keduanya
dikeluarkan oleh Notaris Sutjipto, S.H.,M.Kn. Akta
Notaris Bank disahkan oleh Menteri Kehakiman
melalui Surat Keputusan No. C2-156 HT 01.01
TH 1997. Bank menerima izin operasi dari
Menteri Keuangan dengan rekomendasi dari
Bank Indonesia tanggal 11 Juni 1997, dan mulai
beroperasi secara penuh sejak tanggal 1 Juli
1997.
PT Bank Commonwealth (the “Bank”) was
incorporated as a limited liability company within
the framework of the laws of the Republic of
Indonesia by Notarial Deed No. 63 dated
20 August 1996 of Sutjipto, S.H.,M.Kn. and as
amended by Notarial Deed No. 72 dated
12 December 1996. The Bank’s Articles of
Association were approved by the Minister of
Justice under Decree No. C2-156 HT 01.01 TH
1997. The Bank received its banking license from
the Ministry of Finance together with the
recommendation from Bank Indonesia on 11 June
1997, and commenced full banking operations on
1 July 1997.
Berdasarkan Akta Notaris No. 23 tanggal
6 Desember 2007 yang dikeluarkan oleh Notaris
Sutjipto, S.H.,M.Kn. dan Akta Notaris No. 90
tanggal 16 Nopember 2007 yang dikeluarkan
oleh Notaris Sutjipto, S.H.,M.Kn., manajemen dan
pemegang saham utama Bank dan Bank Arta
Niaga
Kencana
(“ANK”)
melaksanakan
penggabungan usaha ANK ke dalam Bank
sehingga
menjadi
satu
badan
hukum.
Penggabungan usaha kedua bank tersebut
berlaku efektif pada tanggal 31 Desember 2007.
By virtue of Notary Deed No. 23 dated
6 December
2007
of
Notary
Sutjipto,
S.H.,M.Kn.and Notary Deed No. 90 dated
16 November 2007 of Notary Sutjipto, S.H.,M.Kn.
both management and majority shareholders of
the Bank and Bank Arta Niaga Kencana (“ANK”)
formalised the merger plan of ANK with the Bank
as one legal entity. The merger of the two banks
became effective 31 December 2007.
Penggabungan usaha ini telah disetujui oleh
Bank Indonesia melalui Keputusan Gubernur
Bank
Indonesia
No.
9/65/KEP.GBI/2007
tertanggal 10 Desember 2007. Penggabungan
usaha antara Bank dan ANK juga telah diterima
dan dicatat oleh Menteri Kehakiman dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
surat No.
C-UM.HT.01.10-6720
tertanggal
27 Desember 2007 dan berlaku efektif sejak
tanggal 1 Desember 2007.
The merger was approved by Bank Indonesia
through the Governor of Bank Indonesia’s
Decision Letter No. 9/65/KEP.GBI/2007 dated
10 December 2007. The merger between the
Bank and ANK was accepted and recorded by the
Minister of Justice and Human Rights of the
Republic
of
Indonesia
through
letter
No. C-UM.HT.01.10-6720 dated 27 December
2007 with an effective date of 31 December 2007.
Pada tanggal 23 Juli 2008, melalui surat
No. KEP -812/WPJ.04/2008,
Departemen
Keuangan Republik Indonesia - Direktorat
Jenderal Pajak telah menyetujui penggunaan nilai
buku atas pengalihan harta dalam rangka
penggabungan usaha antara Bank dan ANK.
On 23 July 2008, through its letter
No. KEP-812/WPJ.04/2008, Minister of Finance
of the Republic of Indonesia - Directorate General
of Tax approved the use of book value on assets
transfer in the merger between the Bank and
ANK.
Bank menyediakan pelayanan jasa ritel dan
komersial perbankan, penyaluran reksadana, dan
produk perbankan lainnya.
The Bank provides retail and commercial banking
services, mutual fund distribution, and other
banking operations.
Lampiran - 5/1 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
INFORMASI UMUM (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
1.
GENERAL INFORMATION (continued)
Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa
kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris
No. 52 tertanggal 15 Desember 2010 yang
dikeluarkan Notaris F.X. Budi Santoso Isbandi,
S.H., terkait dengan penambahan modal
ditempatkan dan disetor penuh sebesar
Rp 221.000. Perubahan ini telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
suratnya nomor AHU-AH.01.10-32913 tanggal
22 Desember
2010.
Berdasarkan
surat
No. 13/10/DPB2/TPB2-2 tanggal 20 Januari
2011, peningkatan modal ditempatkan dan
disetor tersebut telah dicatat dalam administrasi
Bank Indonesia.
The Bank's Articles of Association have been
amended several times, the latest amendment by
Notary Deed No. 52 dated 15 December 2010 by
Notary F.X. Budi Santoso Isbandi, S.H., in
relation to increase in issued and fully paid capital
amounting Rp 221,000. This amendment has
been approved by the Minister of Law and
Human Rights of the Republic of Indonesia
through its letter number AHU-AH.01.10-32913
dated 22 December 2010. Based on letter
No. 13/10/DPB2/TPB2-2 dated 20 January 2011,
the increase in issued and paid up capital has
been
recorded
in
Bank
Indonesia’s
administration.
Kantor pusat Bank berlokasi di Wisma
Metropolitan II Jl. Jenderal Sudirman Kav. 29 31, Jakarta. Pada tanggal 31 Desember 2010,
Bank memiliki 84 kantor cabang dan outlet di
Indonesia (2009: 74) dan 1.792 karyawan (2009:
1.504 karyawan).
The Bank’s head office is located at Wisma
Metropolitan II Jl. Jenderal Sudirman Kav. 29 31, Jakarta. As at 31 December 2010, the Bank
has 84 branches and outlets in Indonesia (2009:
74) and has 1,792 employees (2009: 1,504
employees).
a. Dewan Komisaris dan Direksi
a.
Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi
Bank pada tanggal 31 Desember 2010 dan
2009 adalah sebagai berikut:
2010
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris
Geoffrey David Coates
Wakil Presiden Komisaris Craig Anthony Carland
Komisaris Independen
Jeffrey Turangan
Komisaris Independen Franciskus Antonius Alijoyo
Direksi
Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Antonio Da Silva Costa
Andriaan Laoh
Tuti Hartini
-
Board of Commisioners and Directors
The
composition
of
the
Board
of
Commissioners and Directors of the Bank as
at 31 December 2010 and 2009 are as
follows:
2009
Board of Commissioners
Garry Lynton Mackrell
President Commissioner
Craig Anthony Carland
Deputy President Commissioner
Jeffrey Turangan
Independent Commissioner
Franciskus Antonius Alijoyo
Independent Commissioner
Andriaan Laoh*)
Preditha Dewi
Malakai Ratu
Tanicuvu Naiyaga
Tuti Hartini
*) Ad interim
Directors
President Director
Director
Director
Director
Ad interim *)
Lampiran - 5/2 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
INFORMASI UMUM (lanjutan)
b.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
1.
Anak Perusahaan
b.
Bank memiliki Anak Perusahaan berikut pada
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009:
Anak Perusahaan/
Subsidiary
PT Commonwealth
Securities (dalam tahap
pengembangan/on a
development stage)
GENERAL INFORMATION (continued)
Domisili/
Domicile
Jakarta
Jenis
usaha/
Nature of
business
Subsidiary
The Bank had ownership interests in the
following Subsidiary as at 31 December 2010
and 2009:
Persentase
kepemilikan/
Percentage
of ownership
2010
2009
Perusahaan efek
dan perantara
pedagang efek/
Securities company
and a stockbroker
99%
99%
Jumlah aset/
Total assets
2010
2009
34,899
33,458
Pada tanggal 16 Maret 2009, Bank
menyetorkan uang muka setoran modal
sebesar Rp 29.700 di PT Commonwealth
Securities,
sebuah
perusahaan
yang
melakukan
kegiatan
usaha
sebagai
perusahaan efek dan perantara pedagang
efek, yang didirikan tanggal 23 Desember
2008. Uang muka setoran modal tersebut
setara
dengan
99%
modal
saham
PT Commonwealth Securities yang disetor
penuh.
On 16 March 2009, the Bank made an
advance for share subscriptions amounting to
Rp 29,700 in PT Commonwealth Securities,
a company which carries out businesses as a
securities company and as a stockbroker,
which was established on 23 December
2008. The advance for share subscriptions
equals to 99% of paid up capital of
PT Commonwealth Securities.
Berdasarkan
persetujuan
dari
Bank
Indonesia atas penyertaan saham di
PT Commonwealth Securities yang diperoleh
melalui surat No. 11/76/DPB2/TPB2-6
tanggal 9 Mei 2009, Bank mencatat uang
muka setoran modal sebagai penyertaan
saham di PT Commonwealth Securities,
sehingga PT Commonwealth Securities
menjadi Anak Perusahaan dari Bank.
Based on the approval from Bank Indonesia
to invest in PT Commonwealth Securities
through its letter No. 11/76/DPB2/TPB2-6
dated 9 May 2009, the Bank recorded the
advance for share subscriptions as
investments in shares at PT Commonwealth
Securities, resulting in PT Commonwealth
Securities being a Subsidiary of the Bank.
PT
Commonwealth
Securities
telah
memperoleh ijin operasi dari Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (“Bapepem-LK”) melalui surat No.
KEP -01/BL/PPE/2009 tanggal 27 Oktober
2009. Pada tanggal 31 Desember 2010,
PT Commonwealth
Securities
belum
beroperasi secara komersial dan saat ini
sedang dalam proses memformalisasi
strategi bisnisnya di masa depan untuk
mencapai
tujuannya
agar
dapat
mengoperasikan bisnis sekuritas.
PT Commonwealth Securities has obtained
an operational license from the Capital
Market and Financial Institution Supervisory
Agency (“Bapepam-LK”) through its letter
No. KEP -01/BL/PPE/2009 dated 27 October
2009.
As
at
31 December
2010,
PT Commonwealth Securities has not yet
started its commercial operations and is
currently in the process of formalising its
future business strategy on how best to
pursue its objective of operating a securities
business.
Lampiran - 5/3 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
INFORMASI UMUM (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
1.
c. Entitas bertujuan khusus
Entitas bertujuan khusus/
Special purpose entity
Reksa Dana Proteksi Melati
Optima IX
2.
GENERAL INFORMATION (continued)
c.
Domisili/
Domicile
Jenis
usaha/
Nature of
business
Jakarta
Reksadana/
Mutual fund
Special purpose entity
Persentase
kepemilikan/
Percentage
of ownership
2009
Jumlah aset/
Total assets
2009
100%
276,892
Pada tanggal 27 Juli 2009, Bank
menandatangani
kontrak
dengan
PT Danareksa
Investment
Management
(“Danareksa”) untuk membentuk reksadana
terproteksi khusus untuk Bank. Danareksa
akan bertindak sebagai manajer investasi
dan PT Bank Internasional Indonesia Tbk
sebagai bank kustodian. Untuk keperluan
pembentukan reksadana tersebut, Bank
menjual obligasi pemerintah yang digunakan
sebagai underlying aset dari unit penyertaan
reksadana, yang kemudian dibeli kembali
seluruhnya oleh Bank. Investasi dalam unit
reksadana ini dicatat sebagai efek-efek
dalam bentuk unit penyertaan reksadana
yang diklasifikasikan sebagai “tersedia untuk
dijual”.
On 27 July 2009, the Bank entered an
agreement with PT Danareksa Investment
Management (“Danareksa’) to establish an
exclusive protected mutual fund for the Bank.
Danareksa is the investment manager and
PT Bank Internasional Indonesia Tbk is the
custodian bank. For the purpose of
establishing the mutual fund, the Bank sold
its government bonds which became the
underlying assets of the mutual fund units,
and were subsequently repurchased entirely
by the Bank. This investment in mutual fund
units is recorded as marketable securities in
the form of mutual fund participation unit
which is classified as “available for sale”.
Karena Bank memiliki pengendalian atas
reksadana ini melalui kepemilikan 100% atas
seluruh unit penyertaan yang dimiliki, maka
reksadana tersebut dikonsolidasikan ke
dalam laporan keuangan Bank.
Given the fact that the Bank has 100%
control over the mutual fund through
ownership of issued units, the mutual fund is
consolidated into the Bank’s financial
statements.
Laporan keuangan konsolidasian pada
tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2009 menyajikan unit
penyertaan reksadana yang dimiliki sesuai
dengan underlying aset yang mendasari,
yaitu obligasi pemerintah.
The consolidated financial statements as at
and for the year ended 31 December 2009
present the mutual fund participation unit
based on its underlying assets, which are
government bonds.
Pada tanggal 28 Desember 2010, Bank telah
menjual seluruh unit penyertaan yang dimiliki.
Sehingga sejak tanggal tersebut Bank tidak
lagi mengkonsolidasikan reksadana tersebut
ke dalam laporan keuangan Bank.
On 28 December 2010, the Bank has sold all
its ownership of issued units in the mutual
fund. Therefore, since this date the mutual
fund is no longer consolidated into the Bank’s
financial statements.
KEBIJAKAN AKUNTANSI
2.
ACCOUNTING POLICIES
Direksi bertanggung jawab atas penyusunan
laporan keuangan konsolidasian Bank dan Anak
Perusahaan yang telah diselesaikan pada
tanggal 21 Maret 2011.
Directors are responsible for the preparation of
the consolidated financial statements of the Bank
and Subsidiary which have been completed on
21 March 2011.
Berikut ini adalah kebijakan akuntansi utama
yang diterapkan dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasian Bank dan Anak
Perusahaan:
Presented below are the principal accounting
policies adopted in preparing the consolidated
financial statements of the Bank and Subsidiary:
Lampiran - 5/4 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
a.
Dasar penyusunan
konsolidasian
laporan
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
keuangan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
a.
Basis of preparation of consolidated
financial statements
Laporan keuangan konsolidasian disusun
sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia, yaitu Standar
Akuntansi Keuangan dan Peraturan Bank
Indonesia.
The consolidated financial statements have
been
prepared
in
accordance
with
accounting principles generally accepted in
Indonesia, which are Financial Accounting
Standards and Bank Indonesia Regulations.
Laporan keuangan konsolidasian disusun
berdasarkan harga perolehan, kecuali untuk
aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai
tersedia untuk dijual, aset dan kewajiban
keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi, dan kontrak
derivatif yang diukur berdasarkan nilai wajar.
Laporan keuangan konsolidasian disusun
berdasarkan akuntansi berbasis akrual.
The consolidated financial statements have
been prepared under historical cost
convention, except for financial assets
classified as available for sale, financial
assets and liabilities held at fair value through
profit and loss, and all derivative contracts
which have been measured at fair value. The
consolidated
financial
statements
are
prepared under the accrual basis of
accounting.
Laporan keuangan konsolidasian dijabarkan
dalam mata uang Rupiah, yang merupakan
mata uang pelaporan Bank dan Anak
Perusahaan. Seluruh angka dalam laporan
keuangan konsolidasian ini dibulatkan
menjadi jutaan Rupiah yang terdekat, kecuali
dinyatakan secara khusus.
The consolidated financial statements are
presented in Rupiah, which is the reporting
currency of the Bank and Subsidiary. Figures
in these consolidated financial statements
are rounded to and stated in millions of
Rupiah, unless otherwise stated.
Laporan arus kas konsolidasian disusun
dengan metode tidak langsung dengan
mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan. Untuk
tujuan pelaporan arus kas konsolidasian,
sebelum 1 Januari 2010 kas dan setara kas
meliputi kas, giro pada Bank Indonesia, giro
pada bank lain.
The consolidated statement of cash flows is
prepared based on the indirect method by
classifying cash flows into operating,
investing and financing activities. For the
purpose of the consolidated statement of
cash flows, before 1 January 2010, cash and
cash equivalents including cash, current
accounts with Bank Indonesia and current
accounts with other banks.
Sejak 1 Januari 2010, untuk keperluan
laporan arus kas konsolidasian, kas dan
setara kas meliputi kas, giro pada Bank
Indonesia, giro pada bank lain, penempatan
pada Bank Indonesia dan bank lain, dan
Sertifikat Bank Indonesia yang jatuh tempo
dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak
tanggal
perolehan,
sepanjang
tidak
digunakan sebagai jaminan atas pinjaman
yang
diterima
serta
tidak
dibatasi
penggunaannya.
Perubahan
tersebut
sehubungan dengan dicabutnya PSAK 31,
“Akuntansi Perbankan” efektif tanggal
1 Januari 2010. Untuk tujuan perbandingan,
laporan arus kas untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2009 telah
disajikan kembali (lihat Catatan 34).
After 1 January 2010, for the purpose of the
consolidated statement of cash flows, cash
and cash equivalents include cash, current
accounts with Bank Indonesia, current
accounts with other banks, placements with
Bank Indonesia and other banks, and
Certificates of Bank Indonesia that mature
within three months or less from the date of
acquisition, as long as they are not being
pledged as collateral for borrowings nor
restricted. This change is due to the
withdrawal of SFAS 31, “Accounting for
Banks”
effective
1
January
2010.
Accordingly, for comparative purposes, the
statement of cash flows for the year ended
31 December 2009 have been restated (see
Notes 34).
Lampiran - 5/5 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
a.
b.
Dasar penyusunan laporan
konsolidasian (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
keuangan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
a.
Basis of preparation of consolidated
financial statements (continued)
Dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian
sesuai
dengan
prinsip
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia,
dibutuhkan estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi:
 nilai aset dan kewajiban dilaporkan, dan
pengungkapan atas aset dan kewajiban
kontinjensi
pada
tanggal
laporan
keuangan konsolidasian;
 jumlah pendapatan dan beban selama
periode pelaporan.
The preparation of consolidated financial
statements in conformity with accounting
principles generally accepted in Indonesia
requires the use of estimates and
assumptions that affects:
 the reported amounts of assets and
liabilities and disclosure of contingent
assets and liabilities at the date of
consolidated financial statements;
 the reported amounts of revenues and
expenses during the reporting period.
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan
pengetahuan terbaik manajemen atas
kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang
timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang
diestimasi semula.
Whilst these estimates are based on
management’s best knowledge of current
events and activities, actual results may differ
from those estimates.
Seluruh angka dalam laporan keuangan
konsolidasian ini, kecuali dinyatakan lain,
dibulatkan menjadi jutaan Rupiah yang
terdekat.
Figures in the consolidated financial
statements are rounded to and stated in
millions of Rupiah, unless otherwise stated.
Perubahan kebijakan akuntansi
b.
Changes to accounting policies
Sejak tanggal 1 Januari 2010, terdapat
perubahan beberapa kebijakan akuntansi
utama yang disebabkan oleh penerapan
beberapa PSAK baru dan pencabutan PSAK
31 “Akuntansi Perbankan”. Perubahan utama
adalah penerapan PSAK 50 (Revisi 2006),
“Instrumen
Keuangan:
Penyajian
dan
Pengungkapan” dan PSAK 55 (Revisi 2006),
“Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran”.
Starting 1 January 2010, there are changes
in several accounting policies due to the
implementation of several new SFAS and the
withdrawal of SFAS 31 “Accounting for
Banks”. The main changes are the
implementation of SFAS 50 (Revised 2006)
“Financial Instruments: Presentation and
Disclosures” and SFAS 55 (Revised 2006)
“Financial Instruments: Recognition and
Measurement”.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
tahun
ini
konsisten
dengan
tahun
sebelumnya kecuali kebijakan akuntansi
yang dipengaruhi oleh penerapan PSAK 50
(Revisi
2006),
“Instrumen
Keuangan:
Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK 55
(Revisi
2006),
“Instrumen
Keuangan:
Pengakuan
dan
Pengukuran”
yang
diterapkan sejak 1 Januari 2010. Sesuai
dengan ketentuan transisi atas kedua
standar tersebut, penerapan PSAK ini
dilakukan secara prospektif, oleh karena itu,
tidak terdapat penyajian kembali pada
informasi pembanding. Mengenai dampak
penerapan PSAK 50 (Revisi 2006) dan
PSAK 55 (Revisi 2006) lihat Catatan 29.
The current year’s accounting policies used
are consistent with the prior year, except for
those impacted by the implementation of
SFAS 50 (Revised 2006) “Financial
Instruments: Presentation and Disclosures”
and SFAS 55 (Revised 2006) “Financial
Instruments: Recognition and Measurement”
starting 1 January 2010. In accordance with
the transitional provisions of the standards
these two standards are prospectively
implemented since 1 January 2010.
Therefore, there is no restatement to the
comparative information. In relation to the
impact on implementation of SFAS 50
(Revised 2006) and SFAS 55 (Revised 2006)
see Note 29.
Lampiran - 5/6 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
b.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b.
Changes
(continued)
to
accounting
policies
Cadangan kerugian penurunan nilai untuk
aset keuangan dalam laporan keuangan
konsolidasian pada tanggal dan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2010,
telah disusun berdasarkan PSAK 50 (Revisi
2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006).
Sebelumnya cadangan kerugian penurunan
nilai untuk aset keuangan laporan keuangan
konsolidasian pada tanggal dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2009 disusun berdasarkan PSAK 31.
The allowance for impairment losses on
financial assets in the consolidated financial
statements as at and for the year ended
31 December 2010 are prepared based on
SFAS 50 (Revised 2006) and SFAS 55
(Revised 2006). The previous allowance for
impairment losses for financial assets in the
consolidated financial statements as at and
for the year ended 31 December 2009 was
prepared based on SFAS 31.
Pencabutan PSAK 31 “Akuntansi Perbankan”
The withdrawal of SFAS 31 “Accounting for
Banks”
Pada tahun 2010, kas dan setara kas dalam
laporan arus kas konsolidasian mengalami
perubahan sehubungan dengan dicabutnya
PSAK 31, dan untuk perlakukan dan
penyajiannya, lihat Catatan 2a.
In 2010, cash and cash equivalents in the
consolidated statement of cash flows were
changed in relation to the withdrawal of
SFAS 31, and for the treatment and
presentation, refer to Note 2a.
Perubahan kebijakan akuntansi utama
sehubungan dengan penerapan PSAK 50
(Revisi
2006),
”Instrumen
Keuangan:
Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK 55
(Revisi
2006)
”Instrumen
Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran” sejak tanggal
1 Januari 2010 adalah sebagai berikut:
The main changes in accounting policy in
relation to the implementation of SFAS 50
(Revised 2006) “Financial Instruments:
Presentation and Disclosures” and SFAS 55
(Revised 2006) “Financial Instruments:
Recognition and Measurement”
since
1 January 2010 are as follows:
(i) Aset dan kewajiban keuangan
(i) Financial assets and liabilities
A. Aset keuangan
A. Financial assets
Bank
dan
Anak
Perusahaan
mengklasifikasikan aset keuangannya
dalam kategori (a) aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi, (b) pinjaman yang
diberikan dan piutang, (c) aset
keuangan dimiliki hingga jatuh tempo,
dan (d) aset keuangan tersedia untuk
dijual. Klasifikasi ini tergantung dari
tujuan perolehan aset keuangan
tersebut.
Manajemen menentukan
klasifikasi aset keuangan tersebut
pada saat awal pengakuannya.
The Bank and Subsidiary classifies its
financial assets in the following
categories of (a) financial assets at
fair value through profit and loss, (b)
loans and receivables, (c) held to
maturity financial assets, and (d)
available for sale financial assets. The
classification depends on the purpose
for which the financial assets are
acquired. Management determines
the classification of its financial assets
at initial recognition.
Pada tanggal neraca, Bank dan Anak
Perusahaan tidak memiliki aset
keuangan
yang
diklasifikasikan
sebagai aset keuangan dimiliki hingga
jatuh tempo. Oleh karena itu,
kebijakan akuntansi yang berkaitan
dengan klasifikasi aset keuangan ini
tidak diungkapkan.
At the balance sheet date, the Bank
and Subsidiary do not have financial
assets classified as held to maturity.
Therefore, the accounting policies
related to this classification are not
disclosed.
Lampiran - 5/7 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
b.
2.
Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(i) Aset
dan
(lanjutan)
kewajiban
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
keuangan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b.
Changes
(continued)
to
accounting
(i) Financial
assets
(continued)
A. Aset keuangan (lanjutan)
and
policies
liabilities
A. Financial assets (continued)
(a) Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba
rugi
(a) Financial assets at
through profit or loss
fair value
Kategori ini terdiri dari dua subkategori: aset keuangan yang
diklasifikasikan dalam kelompok
diperdagangkan
dan
aset
keuangan
yang
pada
saat
pengakuan awal telah ditetapkan
oleh Bank untuk diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi.
This category comprises two
subcategories: financial assets
classified as held for trading, and
financial assets designated by the
Bank as at fair value through profit
or loss upon initial recognition.
Aset keuangan diklasifikasikan
dalam kelompok diperdagangkan
jika
diperoleh
atau
dimiliki
terutama untuk tujuan dijual atau
dibeli kembali dalam waktu dekat
atau jika merupakan bagian dari
portofolio instrumen keuangan
tertentu yang dikelola bersama
dan terdapat bukti mengenai pola
ambil untung dalam jangka pendek
(short-term profit taking) yang
terkini. Derivatif juga dikategorikan
dalam kelompok diperdagangkan,
kecuali derivatif yang ditetapkan
dan efektif sebagai instrumen
lindung nilai.
Financial asset is classified as
held for trading if it is acquired or
incurred principally for the purpose
of selling or repurchasing it in the
near term or if it is part of a
portfolio of identified financial
instruments that are
managed
together and for which there is
evidence of a recent actual pattern
of
short-term
profit
taking.
Derivatives are also categorized
as held for trading unless they are
designated and effective as
hedging instruments.
Instrumen
keuangan
yang
dikelompokkan ke dalam kategori
ini diakui pada nilai wajarnya pada
saat pengakuan awal; biaya
transaksi diakui secara langsung
ke dalam laporan laba rugi
konsolidasian. Keuntungan dan
kerugian
yang
timbul
dari
perubahan
nilai
wajar
dan
penjualan instrumen keuangan
diakui di dalam laporan laba rugi
konsolidasian dan dicatat masingmasing sebagai “Keuntungan/
(kerugian) yang belum direalisasi
dari kenaikan/(penurunan) nilai
wajar instrumen keuangan” dan
“Keuntungan/(kerugian)
dari
penjualan instrumen keuangan”.
Pendapatan bunga dari instrumen
keuangan
dalam
kelompok
diperdagangkan dicatat sebagai
“Pendapatan bunga”.
Financial instruments included in
this category are recognised
initially at fair value; transaction
costs are taken directly to the
consolidated income statement.
Gains and losses arising from
changes in fair value and sales of
these financial instruments are
included
directly
in
the
consolidated income statement
and are reported respectively as
“Gains/(losses) from increase/
(decrease) in fair value of financial
instruments” and “Gains/(losses)
from sale of financial instruments”.
Interest income on financial
instruments held for trading are
recorded in “Interest income”.
Lampiran - 5/8 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(i) Aset
dan
(lanjutan)
kewajiban
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
keuangan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
yang
accounting
(i) Financial
assets
(continued)
A. Aset keuangan (lanjutan)
(b) Pinjaman
piutang
to
and
policies
liabilities
A. Financial assets (continued)
diberikan
dan
(b) Loans and receivables
Pinjaman yang diberikan dan
piutang adalah aset keuangan
non derivatif dengan pembayaran
tetap atau telah ditentukan dan
tidak mempunyai kuotasi di pasar
aktif, kecuali:
yang dimaksudkan oleh Bank
untuk dijual dalam waktu dekat,
yang
diklasifikasikan
dalam
kelompok diperdagangkan, serta
yang pada saat pengakuan awal
ditetapkan sebagai diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba
rugi;
yang pada saat pengakuan awal
ditetapkan dalam kelompok
tersedia untuk dijual; atau
dalam hal mungkin tidak akan
memperoleh kembali investasi
awal secara substansial kecuali
yang
disebabkan
oleh
penurunan kualitas pinjaman
yang diberikan dan piutang.
Loans and receivables are nonderivative financial assets with
fixed or determinable payments
that are not quoted in an active
market, other than:
Pada saat pengakuan awal,
pinjaman yang diberikan dan
piutang diakui pada nilai wajarnya
ditambah biaya transaksi dan
selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga
efektif. Pendapatan dari aset
keuangan
dalam
kelompok
pinjaman yang diberikan dan
piutang dicatat di dalam laporan
laba rugi konsolidasian dan
dilaporkan sebagai ‘Pendapatan
bunga’.
Dalam
hal
terjadi
penurunan
nilai,
kerugian
penurunan nilai dilaporkan sebagai
pengurang dari nilai tercatat dari
aset keuangan dalam kelompok
pinjaman yang diberikan dan
piutang, dan diakui di dalam
laporan laba rugi konsolidasian
sebagai
“Cadangan
Kerugian
Penurunan Nilai”.
Loans and receivables are initially
recognised at fair value plus
transaction
costs
and
subsequently
measured
at
amortised cost using the effective
interest rate method. Interest
income
on
financial
assets
classified as loans and receivables
is included in the consolidated
income statement and is reported
as ‘Interest income’. In the case of
impairment, the impairment loss is
reported as a deduction from the
carrying value of the financial
assets classified as loan and
receivables recognised in the
consolidated income statement as
‘Allowance for impairment losses’.
Lampiran - 5/9 - Schedule
 those that the Bank intends to
sell immediately or in the short
term, which are classified as
held for trading, and those that
the
entity
upon
initial
recognition designates as at
fair value through profit or loss;
 those that the Bank upon initial
recognition
designates
as
available for sale; or
 those for which the Bank may
not recover substantially all of
its initial investment, other than
because
of
loans
and
receivables deterioration.
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(i) Aset
dan
(lanjutan)
kewajiban
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
keuangan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
accounting
(i) Financial
assets
(continued)
A. Aset keuangan (lanjutan)
(c) Aset keuangan
dijual
to
and
policies
liabilities
A. Financial assets (continued)
tersedia
untuk
(c) Available for sale financial assets
Aset keuangan dalam kelompok
tersedia untuk dijual adalah aset
keuangan yang ditetapkan untuk
dimiliki untuk periode tertentu di
mana akan dijual dalam rangka
pemenuhan
likuiditas
atau
perubahan suku bunga, valuta
asing
atau
yang
tidak
diklasifikasikan sebagai pinjaman
yang diberikan atau piutang, aset
keuangan yang diklasifikasikan
dalam kelompok dimiliki hingga
jatuh tempo atau aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi.
Available for sale financial assets
are financial assets that are
intended to be held for indefinite
period of time, which may be sold
in response to needs for liquidity or
changes
in
interest
rates,
exchange rates or that are not
classified
as
loans
and
receivables, held to maturity
financial assets or financial assets
at fair value through profit or loss.
Pada saat pengakuan awalnya,
aset keuangan tersedia untuk
dijual diakui pada nilai wajarnya
ditambah biaya transaksi dan
selanjutnya diukur pada nilai
wajarnya di mana keuntungan
atau kerugian atas perubahan nilai
wajar
diakui
pada
laporan
perubahan ekuitas kecuali untuk
kerugian penurunan nilai dan laba
rugi selisih kurs, hingga aset
keuangan
dihentikan
pengakuannya.
Available for sale financial assets
are initial recognised at fair value,
plus
transaction
costs,
and
measured subsequently at fair
value with gains and losses being
recognised in the statement of
changes in equity, except for
impairment losses and foreign
exchange gains and losses, until
the
financial
assets
are
derecognised.
Jika aset keuangan tersedia untuk
dijual mengalami penurunan nilai,
akumulasi
keuntungan
atau
kerugian yang belum direalisasi
atas perubahan nilai wajar, yang
sebelumnya diakui pada laporan
perubahan ekuitas, diakui pada
laporan laba rugi konsolidasian.
Pendapatan
bunga
dihitung
menggunakan metode suku bunga
efektif dan keuntungan atau
kerugian yang timbul akibat
perubahan nilai tukar dari aset
moneter
yang
diklasifikasikan
sebagai kelompok tersedia untuk
dijual diakui pada laporan laba rugi
konsolidasian.
If an available for sale financial
asset is determined to be
impaired,
the
cumulative
unrealised gain or loss from the
change in fair value, which was
previously recognised in the
statement of changes in equity, is
recognised in the consolidated
statement of income. Interest
income is calculated using the
effective interest method, and
foreign currency gains or losses on
monetary assets classified as
available for-sale are recognised in
the consolidated statement of
income.
Lampiran - 5/10 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(i) Aset
dan
(lanjutan)
kewajiban
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
keuangan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
accounting
(i) Financial
assets
(continued)
A. Aset keuangan (lanjutan)
and
policies
liabilities
A. Financial assets (continued)
Pengakuan
Recognition
Bank
menggunakan
akuntansi
tanggal perdagangan untuk mencatat
transaksi aset keuangan yang lazim
(regular).
The Bank uses trade date accounting
for regular way contracts when
recording financial asset transactions.
B. Kewajiban keuangan
B. Financial liabilities
Bank mengklasifikasikan kewajiban
keuangan
dalam
kategori
(a)
kewajiban keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi dan (b) kewajiban keuangan yang
diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi.
The Bank classifies its financial
liabilities in the category of (A)
financial liabilities at fair value through
profit or loss and (B) financial
liabilities measured at amortised cost.
(a) Kewajiban keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi
(a) Financial liabilities at fair value
through profit or loss
Kategori ini terdiri dari dua subkategori: kewajiban keuangan
diklasifikasikan
sebagai
diperdagangkan dan kewajiban
keuangan
yang
pada
saat
pengakuan awal telah ditetapkan
oleh Bank untuk diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi.
This category comprises two
subcategories: financial liabilities
classified as held for trading, and
financial liabilities designated by
the Bank as at fair value through
profit
or
loss
upon
initial
recognition.
Kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika
diperoleh terutama untuk tujuan
dijual atau dibeli kembali dalam
waktu dekat atau jika merupakan
bagian dari portofolio instrumen
keuangan tertentu yang dikelola
bersama dan terdapat bukti
mengenai pola ambil untung
dalam jangka pendek yang terkini.
Derivatif diklasifikasikan sebagai
kewajiban diperdagangkan kecuali
ditetapkan dan efektif sebagai
instrumen lindung nilai.
A financial liability is classified as
held for trading if it is acquired or
incurred principally for the purpose
of selling or repurchasing it in the
near term or if it is part of a
portfolio of identified financial
instruments that are managed
together and for which there is
evidence of a recent actual pattern
of
short-term
profit
taking.
Derivatives are also categorized
as held for trading unless they are
designated and effective as
hedging instruments.
Lampiran - 5/11 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(i) Aset
dan
(lanjutan)
kewajiban
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
keuangan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
accounting
(i) Financial
assets
(continued)
B. Kewajiban keuangan (lanjutan)
and
policies
liabilities
B. Financial liabilities (continued)
(a) Kewajiban keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi (lanjutan)
(b) Financial liabilities at fair value
through profit or loss (continued)
Keuntungan dan kerugian yang
timbul dari perubahan nilai wajar
kewajiban
keuangan
yang
diklasifikasikan
sebagai
diperdagangkan dicatat dalam
laporan laba rugi konsolidasian
sebagai
”Keuntungan/(kerugian)
dari
perubahan
nilai
wajar
instrumen
keuangan”.
Beban
bunga dari kewajiban keuangan
diklasifikasikan
sebagai
diperdagangkan dicatat di dalam
“Beban bunga”.
Gains and losses arising from
changes in fair value of financial
liabilities classified held for trading
are included in the consolidated
income
statement
and
are
reported as “Gains/(losses) from
changes in fair value of financial
instruments”. Interest expenses on
financial liabilities held for trading
are
included
in
“Interest
expenses”.
Jika Bank pada pengakuan awal
telah
menetapkan
instrumen
hutang tertentu sebagai nilai wajar
melalui laporan laba rugi (opsi nilai
wajar),
maka
selanjutnya,
penetapan ini tidak dapat diubah.
Berdasarkan PSAK 55, instrumen
hutang
yang
diklasifikasikan
sebagai opsi nilai wajar, terdiri dari
kontrak utama dan derivatif
melekat yang harus dipisahkan.
If the Bank designated certain debt
securities upon initial recognition
as at fair value through profit or
loss (fair value option), then this
designation cannot be changed
subsequently. According to SFAS
55, the fair value option is applied,
as the debt securities consist of
debt
host
and
embedded
derivatives that must otherwise be
separated.
(b) Kewajiban keuangan yang diukur
dengan
biaya
perolehan
diamortisasi
(b) Financial liabilities at amortised
cost
Kewajiban keuangan yang tidak
diklasifikasikan sebagai kewajiban
keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi
dikategorikan dan diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi.
Financial liabilities that are not
classified as at fair value through
profit and loss fall into this
category and are measured as
amortised cost.
Pada saat pengakuan awal,
kewajiban keuangan yang diukur
dengan
biaya
perolehan
diamortisasi diukur pada nilai
wajar ditambah biaya transaksi.
Financial liabilities at amortised
cost are initially recognised at fair
value plus transaction costs.
Setelah pengakuan awal, Bank
mengukur
seluruh
kewajiban
keuangan yang diukur dengan
biaya
perolehan
diamortisasi
dengan menggunakan metode
suku bunga efektif.
After initial recognition, the Bank
measures all financial liabilities at
amortised cost using effective
interest rates method.
Lampiran - 5/12 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(ii)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Reklasifikasi aset keuangan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
accounting
policies
(ii) Reclassification of financial assets
Bank
tidak
diperkenankan
untuk
mereklasifikasi instrumen keuangan dari
atau ke kategori instrumen keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi selama instrumen
keuangan
tersebut
dimiliki
atau
diterbitkan.
The Bank shall not reclassify any
financial instrument out of or into the fair
value through profit or loss category
while it is held or issued.
Bank tidak boleh mengklasifikasikan
aset keuangan sebagai investasi dimiliki
hingga jatuh tempo, jika dalam tahun
berjalan atau dalam kurun waktu dua
tahun sebelumnya, telah menjual atau
mereklasifikasi investasi yang dimiliki
hingga jatuh tempo dalam jumlah yang
lebih dari jumlah yang tidak signifikan
sebelum jatuh tempo (lebih dari jumlah
yang tidak signifikan dibandingkan
dengan jumlah nilai investasi dimiliki
hingga jatuh tempo), kecuali penjualan
atau reklasifikasi tersebut:
The Bank shall not classify any financial
assets as held to maturity if the entity
has, during the current financial year or
during the two preceeding financial
years, sold or reclassified more than an
insignificant amount of held to maturity
investments before maturity (more than
insignificant in relation to the total
amount of held to maturity investments)
other than sales or reclassifications that:
(a) dilakukan ketika aset keuangan
sudah mendekati jatuh tempo atau
tanggal pembelian kembali di mana
perubahan suku bunga tidak akan
berpengaruh
secara
signifikan
terhadap nilai wajar aset keuangan
tersebut;
(b) terjadi
setelah
Bank
telah
memperoleh secara substansial
seluruh jumlah pokok aset keuangan
tersebut sesuai jadwal pembayaran
atau
Bank
telah
memperoleh
pelunasan dipercepat; atau
(c) terkait dengan kejadian tertentu yang
berada di luar kendali Bank, tidak
berulang,
dan
tidak
dapat
diantisipasi secara wajar oleh Bank.
(a) are so close to maturity or the
financial asset’s repurchase date
that changes in the market rate of
interest would not have a significant
effect on the financial asset’s fair
value;
Lampiran - 5/13 - Schedule
(b) occur after the Bank has collected
substantially all of the financial
asset’s original principal through
scheduled
payments
or
prepayments; or
(c) are attributable to an isolated event
that is beyond the entity’s control, is
non-recurring and could not have
been reasonably anticipated by the
Bank.
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(ii)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Reklasifikasi aset keuangan (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
accounting
policies
(ii) Reclassification of financial assets
(continued)
Reklasifikasi
aset keuangan
dari
kelompok dimiliki hingga jatuh tempo ke
kelompok tersedia untuk dijual dicatat
sebesar nilai wajarnya. Keuntungan
atau kerugian yang belum direalisasi
tetap dilaporkan dalam komponen
ekuitas sampai aset keuangan tersebut
dihentikan pengakuannya, dan pada
saat itu, keuntungan dan kerugian
kumulatif yang sebelumnya diakui
dalam ekuitas harus diakui pada laporan
laba rugi konsolidasian.
Reclassification of financial assets from
held to maturity classification to available
for sale is recorded at fair value. The
unrealised gains or losses are recorded
in the equity section and shall be
recognised directly in equity section until
the financial assets are derecognised, at
which time the cumulative gains or
losses previously recognised in equity
shall be recognised in the consolidated
statement of income.
Reklasifikasi
aset keuangan
dari
kelompok tersedia untuk dijual ke
kelompok dimiliki hingga jatuh tempo
dicatat pada nilai tercatat. Keuntungan
atau kerugian yang belum direalisasi
harus diamortisasi menggunakan suku
bunga efektif sampai dengan tanggal
jatuh tempo instrumen tersebut.
Reclassification of financial assets from
available for sale to held to maturity
classification are recorded at carrying
amount. The unrealised gains or losses
are amortised using effective interest
rate up to the maturity date of those
instruments.
(iii) Klasifikasi instrumen keuangan
(iii) Classification of financial instruments
Bank
dan
Anak
Perusahaan
mengklasifikasikan instrumen keuangan
ke dalam klasifikasi tertentu yang
mencerminkan sifat dari informasi dan
mempertimbangkan karakteristik dari
instrumen
keuangan
tersebut.
Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel
berikut:
Lampiran - 5/14 - Schedule
The Bank and Subsidiary classifies the
financial instruments into classes that
reflects the nature of information and
take into account the characteristic of
those
financial
instruments.
The
classification can be seen in the table
below:
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(iii) Klasifikasi
(lanjutan)
instrumen
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
keuangan
Kategori yang didefinisikan
oleh PSAK 55 (Revisi 2006)/
Category as defined by PSAK
55 (Revised 2006)
Aset keuangan
yang diukur pada
nilai wajar melalui
laba rugi/
Financial assets
at fair value
through profit or
loss
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
accounting
policies
(iii) Classification of financial instruments
(continued)
Golongan (Ditentukan
oleh Bank dan Anak
Perusahaan)/
Class (as determined by
the Bank and Subsidiary)
Aset keuangan dalam
kelompok diperdagangkan/
Financial assets held for
trading
Subgolongan/
Subclasses
Tagihan derivatif - Bukan lindung
nilai/Derivative receivables - non
hedging
Giro pada Bank Indonesia/Current accounts with Bank Indonesia
Giro pada bank lain/Current accounts with other banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain/
Placements with Bank Indonesia and other banks
Pinjaman yang diberikan/Loans
Tagihan akseptasi/Acceptance receivables
Aset
keuangan/
Financial
assets
Pinjaman yang
diberikan dan
piutang/Loans and
receivables
Aset lain-lain/Other assets
-
-
Aset keuangan
tersedia untuk
dijual/Available for
sale financial
assets
Efek-efek/Marketable securities
Derivatif lindung
nilai/Hedging
derivatives
Lindung nilai atas nilai
wajar/Hedging instruments
in fair value hedges
Lampiran - 5/15 - Schedule
Piutang reksa dana/Mutual
fund receivable
Piutang bunga/Interest
receivables
Transitory ATM, cash credit
card
Pendapatan atas jasa
penyaluran reksa dana yang
masih harus diterima/Mutual
distrib ution fee receivables
Biaya penggantian dari pihak
yang mempunyai hubungan
istimewa/Reimbursement costs
from related parties
Tagihan derivatif - Terkait lindung
nilai atas nilai wajar/Derivative
receivables - Hedging instruments
in fair value hedges
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(iii) Klasifikasi
(lanjutan)
instrumen
keuangan
to
accounting
Subgolongan/
Subclasses
Kewajiban
keuangan
dalam
kelompok
diperdagangkan/Financial
liabilities held for trading
Kewajiban
keuangan
yang
diukur
dengan
biaya amortisasi/
Financial liabilities
at amortised cost
Simpanan nasabah/Deposits from customers
Derivatif lindung
nilai/Hedging
derivatives
policies
(iii) Classification of financial instruments
(continued)
Kewajiban
keuangan
yang
diukur pada nilai
wajar melalui laba
rugi/Financial
assets
at
fair
value
through
profit or loss
Kewajiban derivative - bukan
lindung nilai/Derivative payables non hedging
Simpanan dari bank lain/Deposits from other banks
Kewajiban akseptasi/Acceptance payables
Kewajiban
liabilities
Rekening
administratif/
Off-balance
sheet
financial
instruments
b. Changes
(continued)
Golongan (Ditentukan
oleh Bank dan Anak
Perusahaan)/Class (as
determined by the Bank
and Subsidiary)
Kategori yang didefinisikan
oleh PSAK 55 (Revisi 2006)/
Category as defined by PSAK
55 (Revised 2006)
Kewajiban
keuangan/
Financial
liabilities
ACCOUNTING POLICIES (continued)
lain-lain/Other
Lindung nilai atas nilai
wajar/Hedging instruments
in fair value hedges
- Hutang bunga/Interest payables
- Beban
yang
masih
harus
dibayar/Accrued expenses
Kewajiban derivatif - Terkait
lindung nilai atas nilai wajar/
Derivative payables - Hedging
instruments in fair value hedges
related
Fasilitas pinjaman committed yang diberikan yang belum digunakan/Committed
unused loan facilities granted
Letters of credit yang tidak dapat dibatalkan/Irrecoverable letters of credit
Garansi yang diberikan/Guarantees issued
Standby letters of credit
(iv) Saling hapus instrumen keuangan
(iv) Offsetting financial instruments
Aset
keuangan
dan
kewajiban
keuangan saling hapus disajikan dalam
neraca sebesar nilai bersihnya jika
memiliki hak yang berkekuatan hukum
untuk melakukan saling hapus buku
atas jumlah yang telah diakui tersebut
dan berniat untuk menyelesaikan secara
neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan kewajibannya secara
simultan.
Lampiran - 5/16 - Schedule
Financial assets and liabilities are offset
and the net amount reported in the
balance sheet when there is a legally
enforceable right to offset the recognised
amounts and there is an intention to
settle on a net basis or realise the asset
and settle the liability simultaneously.
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(v)
Penurunan nilai dari aset keuangan
(a)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
accounting
policies
(v) Impairment of financial assets
Aset keuangan yang dicatat
berdasarkan
biaya
perolehan
diamortisasi
(a) Financial assets carried at amortised
cost
Pada setiap tanggal neraca, Bank
mengevaluasi apakah terdapat
bukti yang obyektif bahwa aset
keuangan atau kelompok aset
keuangan mengalami penurunan
nilai.
Aset keuangan atau
kelompok
aset
keuangan
diturunkan nilainya dan kerugian
penurunan nilai telah terjadi, jika
dan hanya jika, terdapat bukti yang
obyektif mengenai penurunan nilai
tersebut sebagai akibat dari satu
atau lebih peristiwa yang terjadi
setelah pengakuan awal aset
tersebut
(peristiwa
yang
merugikan), dan peristiwa yang
merugikan tersebut berdampak
pada estimasi arus kas masa
depan atas aset keuangan atau
kelompok aset keuangan yang
dapat diestimasi secara handal.
The Bank assesses at each reporting
date whether there is objective
evidence that a financial asset or
group of financial assets is impaired.
A financial asset or a group of
financial assets is impaired and
impairment losses are incurred only if
there is an objective evidence of
impairment as a result of one or more
events that occurred after the initial
recognition of the asset (a “loss
event”) and that loss event (or
events) has an impact on the
estimated future cash flows of the
financial asset or group of financial
assets that can be reliably estimated.
Kriteria yang digunakan oleh Bank
untuk menentukan bukti obyektif
dari
penurunan
nilai
adalah
sebagai berikut:
Criteria that the Bank uses to
determine that there is an objective
evidence of impairment loss are as
follows:
a. kesulitan keuangan signifikan
yang dialami pihak penerbit
atau peminjam;
b. terjadinya wanprestasi atau
tunggakan pembayaran pokok
atau bunga;
c. pihak
pemberi
pinjaman
dengan alasan ekonomi atau
atau
hukum
sehubungan
dengan kesulitan keuangan
yang dialami pihak peminjam,
memberikan
keringanan
(konsesi) pada pihak peminjam
yang tidak mungkin diberikan
jika pihak peminjam tidak
mengalami kesulitan tersebut;
d. terdapat kemungkinan bahwa
pihak
peminjam
akan
dinyatakan
pailit
atau
melakukan
reorganisasi
keuangan lainnya;
a. significant financial difficulty of the
issuer obligor;
Lampiran - 5/17 - Schedule
b. default or delinquency in interest
or principal payments;
c. the lender, for economic or legal
reasons relating to the borrower’s
financial difficulty, granting to the
borrower a concession that the
lender would not otherwise
consider;
d. probability that the borrower will
enter
bankruptcy
or
other
financial reorganisation;
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(v)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Penurunan nilai dari aset keuangan
(lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Chang to accounting policies (continued)
(v)
Impairment
(continued)
of
financial
assets
(a) Aset
keuangan
yang
dicatat
berdasarkan
biaya
perolehan
diamortisasi (lanjutan)
(a) Financial assets carried at amortised
cost (continued)
e. hilangnya pasar aktif dari aset
keuangan
akibat
kesulitan
keuangan; atau
f. data yang dapat diobservasi
mengindikasikan
adanya
penurunan yang dapat diukur
atas estimasi.
e. the disappearance of an active
market for that financial asset
because of financial difficulties; or
f. observable data indicating that
there is a measurable decrease
in the estimation.
Bank pertama kali menentukan
apakah terdapat bukti obyektif
seperti tersebut di atas mengenai
penurunan nilai atas aset keuangan.
Penilaian individual dilakukan atas
aset keuangan yang signifikan yang
mengalami penurunan nilai dengan
menggunakan metode discounted
cash flows. Aset keuangan yang
tidak signifikan namun mengalami
penurunan nilai dan aset keuangan
yang tidak mengalami penurunan
nilai dimasukkan dalam kelompok
aset keuangan yang memiliki
karakteristik yang serupa dan
dilakukan penilaian secara kolektif.
Initially the Bank assesses whether
objective evidence of impairment for
financial assets exists as described
above. The individual assessment is
performed on the significant impaired
financial asset using discounted
cash flows method. The insignificant
impaired financial assets and nonimpaired
financial
assets
are
included in a group of financial
assets with similar credit risk
characteristics
and
collectively
assessed.
Jika Bank menentukan tidak terdapat
bukti obyektif mengenai penurunan
nilai atas aset keuangan yang dinilai
secara individual, baik untuk aset
keuangan tersebut signifikan atau
tidak, maka akun atas aset
keuangan tersebut akan masuk ke
dalam kelompok aset keuangan
yang memiliki karakteristik risiko
kredit yang serupa dan menilai
penurunan nilai kelompok tersebut
secara
kolektif.
Akun
yang
penurunan nilainya dinilai secara
individual, dan untuk itu kerugian
penurunan nilai diakui atau tetap
diakui,
tidak
termasuk
dalam
penilaian penurunan nilai secara
kolektif.
If the Bank assesses that there is no
objective evidence of impairment for
financial asset as individual, both for
significant and insignificant amount,
hence the account of financial asset
will be included in a group of
financial assets with similar credit
risk characteristics and collectively
assesses them for impairment.
Accounts that are individually
assessed for impairment and for
which an impairment loss is or
continues to be recognised are not
included in a collective assessment
of impairment.
Lampiran - 5/18 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(v)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Penurunan nilai dari aset keuangan
(lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
(v) Impairment
(continued)
accounting
of
financial
policies
assets
(a) Aset
keuangan
yang
dicatat
berdasarkan
biaya
perolehan
diamortisasi (lanjutan)
(a) Financial assets carried at amortised
cost (continued)
Untuk tujuan evaluasi penurunan
nilai secara individual, jumlah
kerugian penurunan nilai diukur
berdasarkan selisih antara nilai
tercatat aset keuangan dengan nilai
kini dari estimasi arus kas masa
datang
yang
didiskontokan
menggunakan tingkat suku bunga
efektif awal dari aset keuangan
tersebut. Nilai tercatat aset tersebut
dikurangi menggunakan cadangan
kerugian penurunan nilai dan jumlah
kerugian penurunan nilai diakui pada
laporan laba rugi. Jika pinjaman
yang diberikan memiliki suku bunga
variabel, maka tingkat diskonto yang
digunakan untuk mengukur setiap
kerugian penurunan nilai adalah
suku bunga efektif yang berlaku
yang ditetapkan dalam kontrak.
For the purposes of individual
evaluation of impairment, the amount
of the loss is measured as the
difference between the asset’s
carrying amount and the present
value of estimated future cash flows
discounted at the financial asset’s
original effective interest rate. The
carrying amount of the asset is
reduced through the use of an
allowance account and the amount
of the loss is recognised in the
statement of income. If a loan has a
variable interest rate, the discount
rate for measuring any impairment
loss is the current effective interest
rate determined under the contract.
Perhitungan nilai kini dan estimasi
arus kas masa datang atas aset
keuangan
dengan
agunan
mencerminkan arus kas yang dapat
dihasilkan
dari
pengambilalihan
agunan dikurangi biaya-biaya untuk
memperoleh dan menjual agunan,
terlepas apakah pengambilalihan
tersebut berpeluang terjadi atau
tidak.
The calculation of the present value
of the estimated future cash flows of
a collateralised financial asset
reflects the cash flows that may
result from foreclosure less costs for
obtaining and selling the collateral,
whether or not foreclosure is
probable.
Untuk tujuan evaluasi penurunan
nilai secara kolektif, aset keuangan
dikelompokkan
berdasarkan
kesamaan karakteristik risiko kredit
seperti
mempertimbangkan
segmentasi
kredit
dan
status
tunggakan. Karakteristik yang dipilih
adalah relevan dengan estimasi arus
kas masa datang dari kelompok aset
tersebut
yang
mengindikasikan
kemampuan debitur atau rekanan
untuk membayar seluruh kewajiban
yang jatuh tempo sesuai persyaratan
kontrak dari aset yang dievaluasi.
For the purposes of a collective
evaluation of impairment, financial
assets are grouped on the basis of
similar credit risk characteristics
such
by
considering
credit
segmentation and past-due status.
Those characteristics are relevant to
the estimation of future cash flows
for groups of such assets by being
indicative
of
the
debtor
or
counterparts’ ability to pay all
amounts due according to the
contractual terms of the assets being
evaluated.
Lampiran - 5/19 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(v)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Penurunan nilai dari aset keuangan
(lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
(v) Impairment
(continued)
accounting
of
financial
policies
assets
(a) Aset
keuangan
yang
dicatat
berdasarkan
biaya
perolehan
diamortisasi (lanjutan)
(a) Financial assets carried at amortised
cost (continued)
Arus kas masa datang dari kelompok
aset keuangan yang penurunan
nilainya dievaluasi secara kolektif,
diestimasi berdasarkan arus kas
kontraktual dan kerugian historis
yang pernah dialami atas aset-aset
yang memiliki karakteristik risiko
kredit
yang
serupa
dengan
karakteristik risiko kredit kelompok
tersebut di dalam Bank. Kerugian
historis
yang
pernah
dialami
kemudian disesuaikan berdasarkan
data terkini yang dapat diobservasi
untuk mencerminkan kondisi saat ini
yang tidak berpengaruh pada
periode terjadinya kerugian historis
tersebut, dan untuk menghilangkan
pengaruh kondisi yang ada pada
periode historis namun sudah tidak
ada lagi saat ini.
Future cash flows in a group of
financial assets that are collectively
evaluated
for
impairment
are
estimated on the basis of the
contractual cash flows and historical
loss experience for assets with credit
risk charactersitics similar to those in
the group. Historical loss experience
is adjusted on the basis of current
observable data to reflect the effects
of current conditions that did not
affect the period on which the
historical loss experience is based
on to remove the effects of
conditions in the historical period that
do not currently exist.
Ketika pinjaman yang diberikan tidak
tertagih,
kredit
tersebut
dihapusbukukan dengan menjurnal
balik cadangan kerugian penurunan
nilai. Pinjaman yang diberikan
tersebut
dapat
dihapusbukukan
setelah semua prosedur yang
diperlukan telah dilakukan dan
jumlah kerugian telah ditentukan.
When a loan is uncollectible, it is
written off against the related
allowance for impairment loss. Such
loans are written off after all the
necessary procedures have been
completed and the amount of the
loss has been determined.
Beban penurunan nilai yang terkait
dengan pinjaman yang diberikan
diklasifikasikan di dalam beban
penurunan nilai.
Impairment charges relating to loans
are classified in impairment charges.
Jika pada periode berikutnya, jumlah
kerugian penurunan nilai berkurang
dan pengurangan tersebut dapat
dikaitkan secara obyektif pada
peristiwa yang terjadi setelah
penurunan nilai yang sebelumnya
diakui
(seperti
meningkatnya
peringkat kredit debitur) harus
dipulihkan, baik secara langsung
maupun dengan menyesuaikan akun
cadangan.
Jumlah
pemulihan
penurunan nilai diakui pada laporan
laba rugi konsolidasian.
If in a subsequent period, the
amount of the impairment loss
decreases and the decrease can be
related objectively to an event
occuring after the impairment was
recognised (such as an improvement
in the debtor’s credit rating), the
previously recognised impairment
loss is reversed by adjusting the
allowance account. The amount of
the
impairment
reversal
is
recognised in the consolidated
statement of income.
Lampiran - 5/20 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(v)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Penurunan nilai dari aset keuangan
(lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
(v) Impairment
(continued)
accounting
of
financial
policies
assets
(a) Aset
keuangan
yang
dicatat
berdasarkan
biaya
perolehan
diamortisasi (lanjutan)
(a) Financial assets carried at amortised
cost (continued)
Penerimaan kemudian atas kredit
yang
diberikan
yang
telah
dihapusbukukan dikreditkan dengan
menyesuaikan pada akun cadangan.
Subsequent recoveries of loan
written off are credited to the
allowance account.
(b) Aset keuangan yang diklasifikasikan
sebagai tersedia untuk dijual
(b) Financial assets
available for sale
classified
as
Pada
setiap
tanggal
neraca
konsolidasian, Bank mengevaluasi
apakah terdapat bukti yang obyektif
bahwa
aset
keuangan
atau
kelompok aset keuangan mengalami
penurunan nilai.
Lihat Catatan
2b(v)(a) untuk kriteria bukti obyektif
adanya penurunan nilai. Penurunan
yang signifikan atau penurunan
jangka panjang atas nilai wajar dari
investasi dalam instrumen hutang di
bawah
biaya
perolehannya
merupakan bukti obyektif terjadinya
penurunan nilai dan menyebabkan
pengakuan kerugian penurunan nilai.
Ketika terdapat bukti tersebut di atas
untuk aset yang tersedia untuk
dijual, kerugian kumulatif, yang
merupakan selisih antara biaya
perolehan dengan nilai wajar kini,
dikurangi kerugian penurunan nilai
aset keuangan yang sebelumnya
telah diakui pada laporan laba rugi,
dikeluarkan dari ekuitas dan diakui
pada
laporan
laba
rugi
konsolidasian.
The Bank assesses at each date of
the consolidated balance sheet
whether there is objective evidence
that a financial asset or group of
financial assets is impaired. Refer to
Note 2b(v)(a) for the criteria of
objective evidence of impairment. In
the case of debt instruments
classified as available for sale, a
significant or prolonged decline in
the fair value of the security below its
cost is objective evidence of
impairment
resulting
in
the
recognition of an impairment loss. If
any such evidence exists for
available for sale financial assets,
the cumulative loss - measured as
the
difference
between
the
acquisition cost and the current fair
value, less any impairment loss on
that financial asset previously
recognised in profit or loss - is
removed from equity and is
recognised in the consolidated
statement of income.
Jika pada periode berikutnya, nilai
wajar instrumen hutang
yang
diklasifikasikan dalam kelompok
tersedia untuk dijual meningkat dan
peningkatan tersebut dapat secara
obyektif
dihubungkan
dengan
peristiwa yang terjadi setelah
pengakuan kerugian penurunan nilai
pada laporan laba rugi, maka
kerugian penurunan nilai tersebut
harus dipulihkan melalui laporan
laba rugi konsolidasian.
If in a subsequent period, the fair
value of a debt instrument classified
as available for sale increases and
the increase can be objectively
related to an event occurring after
the impairment loss was recognised
in profit or loss, the impairment loss
is reversed through the consolidated
statement of income.
Lampiran - 5/21 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(v)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
b. Changes to accounting policies (continued)
Penurunan nilai dari aset keuangan
(lanjutan)
(c) Kontrak jaminan keuangan
tagihan komitmen lainnya
ACCOUNTING POLICIES (continued)
(v) Impairment
(continued)
of
financial
assets
dan
(c) Financial guarantee contract and
other commitment payables
Kontrak jaminan keuangan adalah
kontrak
yang
mengharuskan
penerbit
untuk
melakukan
pembayaran yang ditetapkan untuk
mengganti uang pemegang kontrak
atas kerugian yang terjadi karena
debitur
tertentu
gagal
untuk
melakukan pembayaran pada saat
jatuh
tempo,
sesuai
dengan
ketentuan dari instrumen hutang.
Jaminan
keuangan
tersebut
diberikan
kepada
bank-bank,
lembaga keuangan dan badanbadan lainnya atas nama debitur
untuk menjamin kredit dan fasilitasfasilitas perbankan lainnya.
Financial guarantee contracts are
contracts that require the issuer to
make
specified
payments
to
reimburse the holder for a loss
incurred because a specified debtor
defaulted to make payments when
due, in accordance with the terms of
a debt instrument. Such financial
guarantees are given to banks,
financial institutions and other
institutions on behalf of customers to
secure loans and other banking
facilities.
Jaminan keuangan awalnya diakui
dalam
laporan
keuangan
konsolidasian sebesar nilai wajar
pada tanggal jaminan diberikan. Nilai
wajar dari jaminan keuangan pada
saat dimulainya transaksi pada
umumnya sama dengan provisi yang
diterima untuk jaminan diberikan
dengan syarat dan kondisi normal.
Setelah
pengakuan
awal,
pendapatan provisi yang diperoleh
diamortisasi selama jangka waktu
jaminan
dengan
menggunakan
metode garis lurus.
Financial guarantees are initially
recognised
in
the
financial
statements at fair value on the date
the guarantee was given. The fair
value of a financial guarantee at
inception is likely to equal the
premium received because all
guarantees are agreed on arm’s
length terms. Subsequent to initial
recognition, the fee income earned is
amortised over the period of
guarantees using the straight line
method.
Lampiran - 5/22 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(v)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Penurunan nilai dari aset keuangan
(lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
(v) Impairment
(continued)
accounting
of
financial
policies
assets
(c) Kontrak jaminan keuangan dan
tagihan komitmen lainnya (lanjutan)
(c) Financial guarantee contract and
other
commitment
payables
(continued)
Cadangan kerugian penurunan nilai
atas kontrak jaminan keuangan dan
penyediaan dana yang belum ditarik
dihitung
berdasarkan
Peraturan
Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005
tanggal 20 Januari 2005 dan sesuai
dengan Surat Bank Indonesia
No. 12/516/DPNP/IDPnP
tanggal
21 September 2010.
Allowances for impairment losses on
financial guarantee contracts and
unused provision of funds facilities
are calculated based on Bank
Indonesia Regulation No. 7/2/PBI/
2005 dated 20 January 2005 and in
accordance with Letter from Bank
Indonesia No. 12/516/DPNP/IDPnP
dated 21 September 2010.
Peningkatan jumlah kewajiban yang
berkaitan dengan jaminan keuangan
dilaporkan sebagai biaya operasi
lain-lain pada laporan laba rugi
konsolidasian.
Increase in the liability relating to
guarantees is reported as other
operating
expense
in
the
consolidated statement of income.
(d) Cadangan kerugian penurunan nilai
atas aset produktif dan non produktif
sebelum berlakunya PSAK 55
(Revisi 2006)
(d) Allowance for impairment losses of
earning assets and non-earning
assets prior to the implementation of
SFAS 55 (Revised 2006)
Sebelum 1 Januari 2010, seluruh
aset produktif dan non produktif
wajib dibentuk cadangan kerugian
yang lebih dikenal dengan istilah
“Cadangan kerugian atas aset
produktif dan non produktif” sebesar
ketentuan minimum dari Bank
Indonesia.
Prior to 1 January 2010, all earning
assets should be covered by
allowance for impairment losses on
earning and non-earning assets,
which are known as “Allowance for
possible losses of earning and nonearning assets” based on minimum
Bank Indonesia regulation.
Aset produktif terdiri dari giro pada
bank lain, penempatan pada bank
lain dan Bank Indonesia, efek-efek,
tagihan derivatif, pinjaman yang
diberikan,
tagihan
akseptasi,
penyertaan, serta komitmen dan
kontinjensi yang mempunyai risiko
kredit.
Earning assets include current
assets with other banks, placements
with other banks and Bank
Indonesia, marketable securities,
derivative
receivables,
loans,
acceptance
receivables,
investments,
as
well
as
commitments and contingencies
which carry credit risk.
Komitmen dan kontinjensi yang
mempunyai risiko kredit antara lain
terdiri dari penerbitan jaminan, letter
of credit, standby letter of credit, dan
fasilitas kredit yang belum ditarik
yang bersifat committed.
Commitments and contingencies
with credit risk, include issued
guarantees, letters of credit, standby
letters of credit, and committed
unused loan facility.
Lampiran - 5/23 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(v)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
Penurunan nilai dari aset keuangan
(lanjutan)
to
(v) Impairment
(continued)
accounting
of
financial
policies
assets
(d) Cadangan kerugian penurunan nilai
atas
aset
produktif
sebelum
berlakunya PSAK 55 (Revisi 2006)
(lanjutan)
(d) Allowance for impairment losses of
earning assets and non-earning
assets prior to the implementation of
SFAS 55 (Revised 2006) (continued)
Sesuai dengan Peraturan Bank
Indonesia, Bank mengklasifikasikan
aset produktif ke dalam satu dari
lima kategori dan aset non produktif
ke dalam satu dari empat kategori.
Aset produktif tidak bermasalah
(performing) diklasifikasikan sebagai
“Lancar” dan “Dalam Perhatian
Khusus”, sedangkan aset produktif
bermasalah
(non-performing)
diklasifikasikan ke dalam tiga
kategori yaitu: “Kurang Lancar”,
Diragukan” dan “Macet”.
In accordance with Bank Indonesia
(BI) regulations, the Bank classifies
earning assets into one of five
categories and non-earning assets
into one of four categories.
Performing assets are categorised
as “Current” and “Special Mention”,
while non-performing assets are
categorised into three categories:
“Substandard”,
“Doubtful”
and
“Loss”.
Pengklasifikasian aset produktif dan
jumlah minimum penyisihan kerugian
atas aset serta komitmen dan
kontinjensi yang memiliki risiko kredit
dihitung
berdasarkan
Peraturan
Bank
Indonesia
(PBI)
No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari
2005 tentang Penilaian Kualitas Aset
Bank Umum sebagaimana telah
diubah terakhir dengan PBI No.
11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari
2009.
Dalam
penerapan
PBI
No. 7/2/PBI/2005 tersebut, Bank
melakukan klasifikasi aset produktif
berdasarkan evaluasi atas kinerja
debitur,
prospek
usaha
dan
kemampuan membayar
kepada
Bank.
The classification of earning assets
and the minimum amount of
allowance for impairment losses on
assets and commitments and
contingencies with credit risk is
calculated based on Bank Indonesia
Regulation (PBI) No. 7/2/PBI/2005
dated 20 January 2005 regarding
Asset Quality Rating for Commercial
Banks, as last amended by PBI No.
11/2/PBI/2009 dated 29 January
2009. In connection with the
implementation
of
PBI
No.
7/2/PBI/2005, the Bank determined
the classification of earning assets
based on the evaluation of the
management on each borrower’s
financial performance, business
prospects and ability to repay.
Pembentukan penyisihan minimum
sesuai dengan Peraturan Bank
Indonesia tersebut adalah sebagai
berikut:
The minimum allowance amounts in
accordance with the Bank Indonesia
Regulation are as follows:
Klasifikasi
Lancar
Dalam perhatian khusus
Kurang lancar
Diragukan
Macet
Persentase minimum penyisihan kerugian/
Minimum percentage of allowance for
possible losses
1%
5%
15%
50%
100%
Lampiran - 5/24 - Schedule
Classification
Pass
Special mention
Substandard
Doubtful
Loss
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(v)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Penurunan nilai dari aset keuangan
(lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
(v) Impairment
(continued)
accounting
of
financial
policies
assets
(d) Cadangan kerugian penurunan nilai
atas
aset
produktif
sebelum
berlakunya PSAK 55 (Revisi 2006)
(lanjutan)
(d) Allowance for impairment losses of
financial assets and non-financial
assets prior to the implementation of
SFAS 55 (Revised 2006) (continued)
Persentase di atas berlaku untuk
aset produktif dan komitmen dan
kontinjensi, dikurangi nilai agunan,
kecuali untuk aset produktif dan
komitmen dan kontinjensi yang
dikategorikan sebagai lancar, di
mana
persentasenya
berlaku
langsung atas saldo aset produktif
dan komitmen dan kontinjensi yang
bersangkutan
setelah
dikurangi
dengan nilai agunan tunai.
The above percentages are applied
to earning assets and commitments
and contingencies, less collateral
value, except for earning assets and
commitments and contingencies
categorised as pass, where the rates
are
applied
directly
to
the
outstanding balance of earning
assets and commitments and
contingencies after deducted with
cash collateral.
Untuk aset produktif dalam bentuk
Sertifikat Bank Indonesia dan Surat
Hutang
Pemerintah
(Obligasi
Pemerintah) dan untuk aset produktif
yang dijamin dengan agunan tunai
berupa giro, deposito, tabungan,
setoran jaminan, emas, Sertifikat
Bank Indonesia atau Surat Utang
Negara,
Jaminan
Pemerintah
Indonesia sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku,
standby letter of credit dari prime
bank yang diterbitkan sesuai dengan
Uniform Customs and Practice for
Documentary Credits, International
Chamber of Commerce Publication
No. 600 (UCP 600) dan International
Standard Banking Practice (ISBP),
tidak perlu dibentuk penyisihan.
No provision should be provided for
earning assets in Certificates of
Bank Indonesia and Government
Bonds and for earning assets which
are guaranteed with cash collateral
such as current accounts, time
deposits,
savings,
guarantee
deposits, gold, Certificates of Bank
Indonesia or Government Debenture
Debt,
Indonesia
Government
Guarantees in accordance with the
applicable
regulations,
standby
letters of credit from prime bank
which are issued in accordance with
Uniform Customs and Practice for
Documentary Credits, International
Chamber of Commerce Publication
No. 600 (UCP 600) and International
Standard Banking Practices (ISBP).
Lampiran - 5/25 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(v)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
Penurunan nilai dari aset keuangan
(lanjutan)
to
(v) Impairment
(continued)
accounting
of
policies
financial
assets
(d) Cadangan kerugian penurunan nilai
atas
aset
produktif
sebelum
berlakunya PSAK 55 (Revisi 2006)
(lanjutan)
(d) Allowance for impairment losses of
financial assets and non-financial
assets prior to the implementation of
SFAS 55 (Revised 2006) (continued)
Untuk efek-efek, sesuai dengan
Peraturan
Bank
Indonesia
No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari
2005 tentang “Penilaian Kualitas
Aset Bank Umum”, penyisihan
minimum yang wajib dibentuk adalah
sebagai berikut:
For
marketable
securities,
in
accordance with Bank Indonesia
Regulation No. 7/2/PBI/2005 dated
20 January 2005 on “Asset Quality
Ratings for Commercial Banks”, the
minimum allowance are as follows:
Klasifikasi
Persentase minimum penyisihan kerugian/
Minimum percentage of allowance for
possible losses
Lancar
Kurang lancar
Macet
1%
15%
100%
Classification
Pass
Substandard
Loss
Estimasi kerugian untuk komitmen
dan kontinjensi yang mempunyai
risiko kredit disajikan sebagai
kewajiban
pada
neraca
konsolidasian.
The estimated loss on commitments
and contingencies with credit risk is
presented in the liabilities section of
the consolidated balance sheets.
Saldo aset produktif dengan kualitas
macet dihapusbukukan pada saat
manajemen
Bank
berpendapat
bahwa aset produktif tersebut tidak
dapat tertagih. Penerimaan kembali
aset
produktif
yang
telah
dihapusbukukan dicatat sebagai
penambahan penyisihan kerugian
aset produktif selama periode/tahun
berjalan. Jika terdapat kelebihan dari
penerimaan pokok, kelebihannya
diakui sebagai pendapatan bunga.
The outstanding balances of earning
assets classified as loss are written
off against the respective allowance
for impairment losses when the
Bank’s management believes that
the earning assets are uncollectible.
Recoveries of earning assets
previously written off are recorded as
an addition to the allowance for
impairment losses during the year. If
the recovery exceeds the principal
amount, the excess will be
recognised as interest income.
Lampiran - 5/26 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(v)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Penurunan nilai dari aset keuangan
(lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
(v) Impairment
(continued)
accounting
of
policies
financial
assets
(d) Cadangan kerugian penurunan nilai
atas
aset
produktif
sebelum
berlakunya PSAK 55 (Revisi 2006)
(lanjutan)
(d) Allowance for impairment losses of
financial assets and non-financial
assets prior to the implementation of
SFAS 55 (Revised 2006) (continued)
Sesuai dengan PBI No. 7/2/PBI/2005
tanggal 20 Januari 2005 tentang
“Penilaian Kualitas Aktiva Bank
Umum” yang diubah dengan PBI
No. 8/2/PBI/2006 tanggal 30 Januari
2006,
bank-bank
juga
wajib
melakukan pembentukan cadangan
kerugian khusus terhadap aset non
produktif seperti agunan yang
diambil alih, properti terbengkalai,
rekening antar kantor, dan suspense
account.
In accordance with Bank Indonesia
regulation (PBI) No. 7/2/PBI/2005
dated 20 Januari 2005 on “Asset
Quality Ratings for Commercial
Banks” which was amended by BI
regulation No. 8/2/PBI/2006 dated
30 January 2006, banks are also
required to make a special allowance
for possible losses on non-earning
assets, such as foreclosed assets,
abandoned properties, interbranch
accounts, and suspense accounts.
Dalam peraturan tersebut, klasifikasi
agunan yang diambil alih dan
properti
terbengkalai
ditetapkan
sebagai berikut:
This regulation classifies foreclosed
assets and abandoned properties
into the following classification:
Klasifikasi dan
persentase
Batas waktu/
Period
Lancar
Kurang lancar (15%)
Sampai dengan 1 tahun/ Up to 1 year
Lebih dari 1 tahun sampai dengan 3 tahun/
More than 1 year up to 3 years
Lebih dari 3 tahun sampai dengan 5 tahun/
More than 3 years up to 5 years
Lebih dari 5 tahun/More than 5 years
Diragukan (50%)
Macet (100%)
Klasifikasi untuk rekening antar
kantor dan suspense account
ditetapkan sebagai berikut:
Klasifikasi dan
persentase
Lancar
Macet (100%)
Classification and
percentage
Pass
Substandard (15%)
Doubtful (50%)
Loss (100%)
The classification for interbranch
accounts and suspense accounts
are as follows:
Batas waktu/
Period
Sampai dengan 180 hari/Up to 180 days
Lebih dari 180 hari/More than 180 days
Lampiran - 5/27 - Schedule
Classification and
percentage
Pass
Loss (100%)
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
(vi) Penentuan nilai wajar
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
accounting
policies
(vi) Determination of fair value
Nilai wajar untuk instrumen keuangan
yang diperdagangkan di pasar aktif,
seperti
efek-efek,
ditentukan
berdasarkan nilai pasar yang berlaku
pada tanggal neraca menggunakan
harga yang dipublikasikan secara rutin
dan berasar dari sumber yang
terpercaya seperti Bloomberg, Reuters
atau harga yang diberikan oleh broker
(quoted price). Investasi dalam unit
reksadana dinyatakan sebesar nilai
pasar sesuai nilai aset bersih dari
reksadana pada tanggal neraca.
The fair value of financial instruments
traded in active markets, such as
marketable securities, is determined
based on quoted market prices at the
balance sheet date from credible
sources such quoted market prices from
Bloomberg, Reuters or broker’s quoted
price. Investments in mutual fund units
are stated at market value, in
accordance with the net value of assets
of the mutual funds at the balance sheet
date.
Instrumen keuangan dianggap memiliki
kuotasi di pasar aktif, jika harga kuotasi
tersedia sewaktu-waktu dan dapat
diperoleh secara rutin dari bursa,
pedagang efek (dealer), perantara efek
(broker), kelompok industri, badan
pengawas (pricing service or regulatory
agency),
dan
harga
tersebut
mencerminkan transaksi pasar yang
actual dan rutin dalam suatu transaksi
yang wajar. Jika kriteria di atas tidak
terpenuhi, maka pasar aktif dinyatakan
tidak tersedia. Indikasi-indikasi dari
pasar tidak aktif adalah terdapat selisih
yang besar antara harga penawaran
dan permintaan atau kenaikan signifikan
dalam selisih harga penawaran dan
permintaan
dan
hanya
terdapat
beberapa transaksi terkini.
A financial instrument is regarded as
quoted in an active market if quoted
prices are readily and regularly available
from an exchange, dealer, broker,
industry group, pricing service or
regulatory agency, and those prices
represent actual and regularly occurring
market transactions on an arm’s length
basis. If the above criteria are not met,
the market is regarded as being inactive.
Indications that a market is inactive are
when there is a wide bid-offer spread or
significant increase in the bid-offer
spread or there are few recent
transactions.
Untuk efek-efek yang tidak mempunyai
harga pasar, estimasi atas nilai wajar
efek-efek ditetapkan dengan mengacu
pada nilai wajar instrumen lain yang
substansinya sama atau dihitung
berdasarkan arus kas yang diharapkan
terhadap aset bersih efek-efek tersebut.
For marketable securities with no quoted
market price, a reasonable estimate of
the fair value is determined by reference
to the current market value of another
instrument which substantially have the
same characteristics or calculated based
on the expected cash flows of the
underlying net asset base of the
marketable securities.
Pada tanggal 31 Desember 2010 dan
2009, seluruh instrumen keuangan
dihitung nilai wajarnya berdasarkan
harga pasar.
As at 31 December 2010 and 2009, all
financial instruments’ fair value are
calculated based on quoted market price.
Lampiran - 5/28 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
to
accounting
policies
(vii) Ketentuan transisi penerapan awal
PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55
(Revisi 2006)
(vii) Transition rule of implementation of
SFAS 50 (Revised 2006) and SFAS 55
(Revised 2006)
Ketentuan Transisi Penerapan Awal
PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55
(Revisi 2006) dilakukan sesuai dengan
Buletin Teknis No.4 yang dikeluarkan
oleh
Ikatan
Akuntan
Indonesia,
memberikan
tambahan
pedoman
dibawah ini:
Transitional Provisions Upon First Time
Implementation of SFAS 50 (Revised
2006) and SFAS 55 (Revised 2006) is
performed based on “Buletin Teknis”
No. 4 issued by the Indonesian Institute
of Accountants, provides additional
guidance below:
Perhitungan suku bunga efektif
Perhitungan suku bunga efektif untuk
instrumen keuangan yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi yang
diperoleh sebelumnya dan masih
bersaldo pada tanggal 1 Januari 2010
ditentukan berdasarkan arus kas masa
depan yang akan diperoleh sejak
penerapan awal PSAK 55 (Revisi 2006)
sampai dengan jatuh tempo instrumen
keuangan tersebut.
Effective interest rate
The effective interest rate for financial
instruments measured at amortised cost
that were acquired prior to and still have
a balance remaining as at 1 January
2010 is calculated by referring to the
future cash flows that will be generated
from the time SFAS 55 (Revised 2006) is
first implemented up to the maturity of
the financial instruments.
Penghentian pengakuan
Instrumen keuangan yang sudah
dihentikan
pengakuannya
sebelum
tanggal 1 Januari 2010 tidak dievaluasi
kembali
berdasarkan
ketentuan
penghentian pengakuan dalam PSAK
55 (Revisi 2006).
Derecognition
Financial instruments that have been
derecognised prior to 1 January 2010
should not be reassessed subsequently
to determine whether they would meet
the derecognition criteria under SFAS 55
(Revised 2006).
Instrumen keuangan majemuk
Instrumen keuangan majemuk yang ada
pada tanggal 1 Januari 2010 harus
dipisahkan antara komponen kewajiban
dan ekuitas berdasarkan paragraf 11
PSAK 50 (Revisi 2006). Pemisahan
tersebut ditentukan berdasarkan sifat,
kondisi, persyaratan, dan hal lainnya
dari instrumen keuangan tersebut pada
tanggal 1 Januari 2010.
Compound financial instruments
Compound financial instruments that
have existed as at 1 January 2010
should be bifurcated into debt and equity
components
in
accordance
with
paragraph 11 of SFAS 50 (Revised
2006) requirements. The bifurcation
should be based on the nature, condition
and requirements relating to those
financial instruments as at 1 January
2010.
Klasifikasi
instrumen
keuangan
sebagai kewajiban atau ekuitas
Pada tanggal 1 Januari 2010, Bank
mengklasifikasikan instrumen keuangan
sebagai kewajiban atau ekuitas sesuai
dengan paragraf 11 PSAK 50 (Revisi
2006).
Classification of financial instruments
as debt or equity
As at 1 January 2010, the Bank classified
its financial instruments as a debt or
equity instrument in accordance with the
requirements in paragraph 11 of SFAS
50 (Revised 2006).
Lampiran - 5/29 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Changes
(continued)
accounting
policies
(vii) Ketentuan transisi penerapan awal
PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55
(Revisi 2006) (lanjutan)
(vii) Transition rule of implementation of
SFAS 50 (Revised 2006) and SFAS 55
(Revised 2006) (continued)
Penurunan nilai instrumen keuangan
Pada tanggal 1 Januari 2010, Bank
menentukan penurunan nilai instrumen
keuangan berdasarkan kondisi pada
saat itu. Selisih antara penurunan nilai
ini dengan penurunan nilai yang
ditentukan
berdasarkan
prinsip
akuntansi yang berlaku sebelumnya
diakui langsung ke saldo laba pada
tanggal 1 Januari 2010.
Impairment of financial instruments
As at 1 January 2010, the Bank
determined any possible impairment of
financial
instruments
based
on
conditions existing at that date. Any
difference between this impairment and
the impairment calculated based on the
previous
applicable
accounting
principles is recognised in retained
earnings as at 1 January 2010.
Lihat Catatan 29 mengenai dampak
penerapan awal PSAK 50 (Revisi 2006)
dan PSAK 55 (Revisi 2006).
Refer to Note 29 for the impact of the
implementation of SFAS 50 (Revised
2006) and SFAS 55 (Revised 2006).
(viii) Penghentian pengakuan
(viii) Derecognition
Penghentian pengakuan aset keuangan
dilakukan ketika hak kontraktual atas
arus kas yang berasal dari aset
keuangan tersebut berakhir, atau ketika
aset keuangan tersebut telah ditransfer
dan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat atas kepemilikan aset telah
ditransfer (jika, secara substansial
seluruh risiko dan manfaat tidak
ditransfer, maka Bank melakukan
evaluasi untuk memastikan keterlibatan
berkelanjutan atas kontrol yang masih
dimiliki tidak mencegah penghentian
pengakuan).
Kewajiban
keuangan
dihentikan
pengakuannya
ketika
kewajiban
telah
dilepaskan
atau
dibatalkan atau kadaluwarsa.
c.
to
Prinsip-prinsip konsolidasian
Financial assets are derecognised when
the contractual rights to receive the
cash flows from these assets have
ceased to exist or the assets have been
transferred and substantially all the risks
and rewards of ownership of the assets
are also transferred (that is, if
substantially all the risks and rewards
have not been transferred, the Bank
tests control to ensure that continuing
involvement on the basis of any retained
powers of control does not prevent
derecognition). Financial liabilities are
derecognised when they have been
redeemed, cancelled, or otherwise
extinguished.
c.
Principles of consolidation
Laporan
keuangan
konsolidasian
menggabungkan aset dan kewajiban Bank
dan Anak Perusahaan (2009: Bank, Anak
Perusahaan dan entitas bertujuan khusus), di
mana Bank memiliki kepemilikan sebesar
lebih dari setengah hak suara atau mampu
menentukan kebijakan keuangan dan
operasional entitas tersebut.
The consolidated financial statements
incorporate the assets and liabilities of the
Bank and Subsidiary (2009: Bank, Subsidiary
and special purpose entity), in which the
Bank has an interest of more than half of the
voting rights or otherwise has the power to
govern the financial and operating policies of
the entity.
Seluruh transaksi signifikan antar Bank dan
Anak Perusahaan, saldo dan keuntungan
signifikan yang belum direalisasi dari
transaksi tersebut telah dieliminasi dalam
penyajian laporan keuangan konsolidasian.
All material intercompany transactions,
balances
and
unrealised
gains
on
transactions between Bank and Subsidiary
have been eliminated in the consolidated
financial statements.
Lampiran - 5/30 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c.
d.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
c.
Principles of consolidation (continued)
Hak minoritas atas hasil usaha dan ekuitas
entitas yang dikendalikan Bank disajikan
secara terpisah baik pada laporan laba rugi
maupun neraca konsolidasian atas hasil
usaha dan ekuitas entitas tersebut sesuai
dengan persentase kepemilikan pemegang
saham minoritas pada entitas tersebut.
Minority interest represents the minority
shareholders’ proportionate share in the net
income and equity of the controlled entities,
which is presented based on the percentage
of ownership of the minority shareholders in
the controlled entities.
Bila pengendalian atas suatu entitas
diperoleh dalam periode berjalan, hasil
usaha entitas tersebut dimasukan dalam
laporan laba rugi konsolidasian sejak tanggal
pengendalian diperoleh. Bila pengendalian
berakhir dalam periode berjalan, hasil usaha
entitas tersebut dimasukan ke dalam laporan
keuangan konsolidasian untuk periode di
mana pengendalian masih berlangsung.
Where control of an entity is obtained during
a financial period, its results are included in
the consolidated statement of income from
the date on which control commences.
Where control ceases during a financial
period, its results are included in the
consolidated financial statements for the part
of the period during which control existed.
Akuntansi Bank dan Anak Perusahaan
1.
Anak Perusahaan
d.
Accounting of the Bank and Subsidiary
1.
Subsidiary
Laporan
keuangan
konsolidasian
meliputi laporan keuangan Bank beserta
Anak Perusahaan yang berada di bawah
pengendalian Bank, kecuali Anak
Perusahaan yang sifat pengendaliannya
adalah sementara atau jika ada
pembatasan jangka panjang yang
mempengaruhi
kemampuan
anak
perusahaan
untuk
memindahkan
dananya ke Bank.
The consolidated financial statements
include the financial statements of the
Bank and its Subsidiary that are
controlled by the Bank, other than those
excluded because control is assumed to
be temporary, or due to long-term
restrictions significantly impairing a
subsidiary’s ability to transfer funds to
the Bank.
Anak Perusahaan, yang merupakan
suatu entitas di mana Bank memiliki
kepemilikan sebesar lebih dari setengah
hak suara atau mampu menentukan
kebijakan keuangan dan operasional,
harus dikonsolidasikan.
The Subsidiary, as an entity in which the
Bank has an interest of more than one
half of the voting rights or otherwise has
the power to govern the financial and
operating policies, is consolidated.
Akuisisi Anak Perusahaan dicatat
dengan menggunakan metode akuntansi
pembelian. Biaya akuisisi diukur sebesar
nilai wajar aset yang diserahkan, saham
yang diterbitkan, atau kewajiban yang
diambil alih pada tanggal akuisisi,
ditambah biaya yang terkait secara
langsung dengan akuisisi. Kelebihan
biaya akuisisi atas nilai wajar aset bersih
Anak Perusahaan dicatat sebagai
goodwill (lihat Catatan 2d2 untuk
kebijakan akuntansi atas goodwill).
Acquisition of the Subsidiary is
accounted for using the purchase
method of accounting. The cost of an
acquisition is measured at fair value of
the assets given up, shares issued, or
liabilities assumed at the date of
acquisition plus costs directly attributable
to the acquisition. The excess of the
acquisition cost over the fair value of net
assets of the Subsidiary acquired is
recorded as goodwill (refer to Note 2d2
for the accounting policy of goodwill).
Lampiran - 5/31 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
2.
Akuntansi Bank dan Anak Perusahaan
(lanjutan)
1.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Anak Perusahaan (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
d.
Accounting
(continued)
1.
Kebijakan akuntansi yang digunakan
dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian ini telah diterapkan secara
konsisten oleh Anak Perusahaan,
kecuali jika dinyatakan lain.
2.
Goodwill
2.
Penjabaran mata uang asing
and
Subsidiary
Subsidiary (continued)
The accounting policies adopted in
preparing the consolidated financial
statements have been consistently
applied by the Subsidiary, unless
otherwise stated.
Goodwill merupakan selisih lebih antara
harga perolehan investasi dan bagian
Bank atas nilai wajar aset bersih Anak
Perusahaan yang diakuisisi pada tanggal
akuisisi. Goodwill diamortisasi dengan
metode garis lurus selama 5 tahun
dengan pertimbangan bahwa estimasi
manfaat ekonomis atas goodwill tersebut
adalah 5 tahun.
e.
Bank
Goodwill
Goodwill represents the excess of the
acquisition cost over the Bank’s share of
fair value of the acquired Subsidiary’s
net assets at the date of the acquisition.
Goodwill is amortised using the straight
line method over a period of 5 years on
the basis that the estimated economic
benefits of the goodwill is 5 years.
e. Foreign currency translation
Mata uang pelaporan
Reporting currency
Laporan keuangan konsolidasian disajikan
dalam mata uang Rupiah, yang merupakan
mata uang pelaporan Bank dan Anak
Perusahaan.
The consolidated financial statements are
presented in Rupiah, which is the reporting
currency of Bank and Subsidiary.
Transaksi dan saldo
Transactions and balances
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan
ke dalam mata uang Rupiah dengan
menggunakan kurs yang berlaku pada
tanggal transaksi.
Transactions
denominated
in
foreign
currencies are translated into Rupiah at the
date of the transactions.
Pada tanggal neraca, semua aset dan
kewajiban moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah
dengan menggunakan kurs tengah Reuters
pada pukul 16.00 WIB pada tanggal neraca.
Aset dan kewajiban non-moneter yang diukur
berdasarkan biaya perolehan diamortisasi
dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah
dengan kurs pada tanggal pengakuan awal.
Aset dan kewajiban non-moneter yang diukur
berdasarkan nilai wajar dijabarkan ke dalam
mata uang Rupiah dengan kurs pada tanggal
nilai wajar ditentukan.
At the balance sheet date, all monetary
assets and liabilities in foreign currency are
translated into Rupiah using the Reuters
middle rate at 16.00 Western Indonesian
Time prevailing at balance sheet date. Nonmonetary assets and liabilities measured at
historical costs denominated in foreign
currencies are translated into Rupiah using
the exchange rates as at the date of initial
recognition. Non-monetary assets and
liabilities in foreign currencies which are
measured at fair value are translated into
Rupiah using the exchange rates at the date
when the fair values are determined.
Lampiran - 5/32 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
e.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
Penjabaran mata uang asing (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
e. Foreign currency translation (continued)
Keuntungan dan kerugian dari selisih kurs
yang timbul dari transaksi dalam mata uang
asing dan penjabaran aset dan kewajiban
moneter dalam mata uang asing, diakui pada
laporan laba rugi konsolidasian tahun
berjalan.
Exchange gains and losses arising from
transactions in foreign currencies and on the
translation of foreign currency monetary
assets and liabilities are recognised in the
current year’s consolidated statement of
income.
Selisih penjabaran mata uang asing atas
efek utang dan aset moneter keuangan
lainnya yang diukur berdasarkan nilai wajar
dicatat sebagai bagian dari keuntungan dan
kerugian selisih kurs. Selisih penjabaran
mata uang asing atas unsur-unsur nonmoneter seperti efek yang diperdagangkan
dilaporkan sebagai bagian dari keuntungan
atau kerugian nilai wajar. Selisih penjabaran
mata uang asing atas efek tersedia untuk
dijual dicatat pada akun keuntungan/
(kerugian) yang belum direalisasi atas
perubahan nilai wajar efek dalam kelompok
tersedia untuk dijual dalam ekuitas.
Translation differences on debt securities and
other monetary financial assets measured at
fair value are included in foreign exchange
gains and losses. Translation differences on
non-monetary items such as equities held for
trading are reported as part of the fair value
gain or loss. Translation differences on
available for sale equities are included in the
unrealised gains/(losses) from changes in fair
value of available for sale marketable
securities in equity.
Berikut ini adalah kurs mata uang asing
utama yang digunakan untuk penjabaran ke
Rupiah pada tanggal 31 Desember 2010 dan
2009 (dalam Rupiah penuh):
Below are the major exchange rates used for
translation into Rupiah as at 31 December
2010 and 2009 (in full Rupiah amount):
2010
1 Dolar Amerika Serikat
1 Dolar Australia
1 Dolar Hongkong
1 Dolar New Zealand
1 Dolar Singapura
1 Euro
1 Poundsterling Inggris
100 Yen Jepang
f.
2009
9,010
9,169
1,159
6,970
7,026
12,018
13,941
11,075
Kas
9,395
8,453
1,211
6,828
6,705
13,542
15,165
10,219
f.
Kas meliputi kas kecil, kas besar, kas di
dalam Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan
bank notes.
g.
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain
United States Dollar 1
Australian Dollar 1
Hongkong Dollar 1
New Zealand Dollar 1
Singapore Dollar 1
Euro 1
Great Britain Pound Sterling 1
Japanese Yen 100
Cash
Cash includes petty cash, cash, cash in
Automatic Teller Machines (ATMs) and bank
notes.
g.
Current accounts with Bank Indonesia
and other banks
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain
diklasifikasikan sebagai pinjaman yang
diberikan dan piutang. Lihat Catatan 2b
untuk kebijakan akuntansi atas pinjaman
yang diberikan dan piutang.
Current accounts with Bank Indonesia and
other banks are classified as loans and
receivables. Refer to Note 2b for the
accounting policy for loans and receivables.
Sebelum 1 Januari 2010, giro pada Bank
Indonesia dinyatakan sebesar saldo giro
sedangkan giro pada bank lain dinyatakan
sebesar saldo dikurangi dengan cadangan
kerugian penurunan nilai.
Prior to 1 January 2010, current accounts
with Bank Indonesia are stated at the
balance of current accounts while current
accounts with other banks are stated at the
outstanding balance less allowance for
impairment losses.
Lampiran - 5/33 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
g.
h.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain
(lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
g.
Current accounts with Bank Indonesia
and other banks (continued)
Giro wajib minimum
Minimum statutory reserves
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI)
No. 10/19/PBI/2008 tanggal 14 Oktober 2008
tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum
pada Bank Indonesia dalam rupiah dan
valuta asing, sebagaimana telah diubah
dengan PBI No. 10/25/PBI/2008 tanggal
23 Oktober 2008 yang telah diubah dengan
PBI No. 12/19/PBI/2010 tanggal 4 Oktober
2010. Peraturan tersebut menetapkan Giro
Wajib Minimum (GWM) dalam Rupiah
ditetapkan sebesar 10,50% dari Dana Pihak
Ketiga (DPK) dalam Rupiah yang terdiri dari
GWM Primer dan GWM Sekunder, dan GWM
dalam mata uang asing ditetapkan sebesar
1,00% dari DPK dalam mata uang asing.
GWM Primer dalam Rupiah ditetapkan
sebesar 8,00% dari DPK dalam Rupiah dan
GWM Sekunder dalam Rupiah ditetapkan
sebesar 2,50% dari DPK dalam Rupiah yang
mulai berlaku pada tanggal 1 November
2010.
Based on Bank Indonesia Regulation (“PBI”)
No. 10/19/PBI/2008 dated 14 October 2008
regarding the Minimum Statutory Reserves at
Bank Indonesia for Commercial Banks in
Rupiah and foreign currencies, as amended
by PBI No. 10/25/PBI/2008 dated 23 October
2008 which was amended again by PBI
12/19/PBI/2010 dated 4 October 2010. In
accordance with such regulation, the
minimum ratio of Statutory Reserves which
Bank shall maintain is 10.50% from Third
Party Funds (“TPF”) in Rupiah which consist
of Primary Minimum Statutory Reserves and
Secondary Minimum Statutory Reserves. The
Minimum Statutory Reserves in foreign
currencies is 1.00% from TPF in foreign
currencies. Primary Minimum Statutory
Reserves is 8.00% of TPF in Rupiah and
Secondary Minimum Statutory Reserves is
2.50% of TPF in Rupiah, effective
1 November 2010.
GWM Utama adalah simpanan minimum
yang wajib dipelihara oleh bank dalam
bentuk saldo rekening giro pada Bank
Indonesia yang besarnya ditetapkan oleh
Bank Indonesia sebesar persentase tertentu
dari DPK.
Primary Statutory Reserve is the minimum
deposit that should be maintained by a bank
in current accounts with Bank Indonesia as a
certain percentage of TPF which is
determined by Bank Indonesia.
GWM Sekunder adalah cadangan minimum
yang wajib dipelihara oleh bank dalam
bentuk Sertifikat Bank Indonesia (“SBI”),
Surat Utang Negara (“SUN”) dan/atau
Excess Reserve, yang besarnya ditetapkan
oleh Bank Indonesia sebesar persentase
tertentu.
Secondary Statutory Reserve is the minimum
reserve that should be maintained by a bank
in form of Bank Indonesia Cerfificates (“SBI”),
Government Debenture Debt (“SUN”) and/or
Excess Reserve, as a certain percentage
determined by Bank Indonesia.
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain
h. Placements with Bank Indonesia and other
banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank
lain merupakan penanaman dana dalam
bentuk Fasilitas Simpanan Bank Indonesia
(FASBI), call money, penempatan “fixed
term”, deposito berjangka dan lain-lain.
Placements with Bank Indonesia and other
banks represent placements in the form of
Bank Indonesia deposit facility (FASBI), call
money,
“fixed-term” placements,
time
deposits and others.
Lampiran - 5/34 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
h.
i.
j.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
ACCOUNTING POLICIES (continued)
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain (lanjutan)
h. Placements with Bank Indonesia and other
banks (continued)
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank
lain disajikan sebesar biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan suku
bunga efektif dikurangi dengan cadangan
kerugian penurunan nilai.
Placements with Bank Indonesia and other
banks are stated at amortised cost using
effective interest rate less any allowance for
impairment losses .
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank
lain diklasifikasikan sebagai pinjaman yang
diberikan dan piutang. Lihat Catatan 2b
untuk kebijakan akuntansi atas pinjaman
yang diberikan dan piutang.
Placements with Bank Indonesia and other
banks are classified as loans and
receivables. Refer to Note 2b for the
accounting policy for loans and receivables.
Sebelum 1 Januari 2010, penempatan pada
Bank Indonesia dinyatakan sebesar saldo
penempatan dikurangi dengan pendapatan
bunga yang ditangguhkan, sedangkan
penempatan pada bank lain dinyatakan
sebesar saldo penempatan dikurangi dengan
cadangan kerugian penurunan nilai.
Prior to 1 January 2010, placements with
Bank Indonesia are stated at the outstanding
balance less unearned interest income and
placements with other banks are stated at
their outstanding balance less allowance for
impairment losses.
Efek-efek
i.
Marketable securities
Efek-efek yang dimiliki terdiri dari efek-efek
yang diperdagangkan di pasar uang seperti
Setifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi
pemerintah, obligasi perusahaan (termasuk
Euro Commercial Papers), Negotiable Bills,
Bills Discounts, dan Credit Linked Notes.
The marketable securities consist of
Certificates of Bank Indonesia (“SBI”),
government
bonds,
corporate
bonds
(including
Euro
Commercial
Papers),
Negotiable Bills, Bills Discounts, and Credit
Linked Notes.
Efek-efek diklasifikasikan sebagai aset
keuangan dalam kelompok tersedia untuk
dijual. Lihat Catatan 2b untuk kebijakan
akuntansi atas aset keuangan dalam
kelompok tersedia untuk dijual.
Marketable securities are classified as
available for sale financial assets. Refer to
Note 2b for the accounting policy of available
for sale financial assets.
Instrumen
keuangan
akuntansi lindung nilai
derivatif
dan
j.
Derivative financial instruments and hedge
accounting
Dalam melakukan usaha bisnisnya, Bank
melakukan transaksi instrumen keuangan
derivatif seperti forward mata uang asing,
swap suku bunga dan Credit Linked Notes.
In the normal course of business, the Bank
enters into transactions involving derivative
financial instruments such as foreign currency
forwards, interest rate swaps and Credit
Linked Notes.
Seluruh instrumen
derivatif
(termasuk
transaksi
valuta
asing
untuk
tujuan
pendanaan dan perdagangan) dicatat dalam
neraca konsolidasian berdasarkan nilai
wajarnya.
All derivative instruments (including foreign
currency transactions for funding and trading
purposes) are recognised in the consolidated
balance sheet at their fair values.
Lampiran - 5/35 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
j.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
Instrumen
keuangan
derivatif
akuntansi lindung nilai (lanjutan)
dan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
j.
Derivative financial instruments
hedge accounting (continued)
and
Tagihan
derivatif
disajikan
sebesar
keuntungan yang belum direalisasi dari
kontrak derivatif, setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai. Kewajiban derivatif
disajikan sebesar kerugian yang belum
direalisasi dari kontrak derivatif.
Derivative receivables are presented at the
amount of unrealised gain from derivative
contracts, less allowance for impairment
losses. Derivative payables are presented at
the amount of unrealised loss from derivative
contracts.
Beberapa derivatif yang melekat pada
instrumen keuangan lainnya diperlakukan
sebagai derivatif yang terpisah apabila
karakteristik ekonomi dan risiko tidak
berkaitan erat dengan kontrak utamanya dan
kontrak utamanya tidak dicatat sebagai nilai
wajar melalui laporan laba rugi dengan
perubahan di nilai wajarnya. Derivatif yang
melekat ini dihitung secara terpisah pada nilai
wajar, dengan perubahan nilai wajar diakui
dalam laporan laba rugi konsolidasian.
Certain derivatives embedded in other
financial instruments are treated as separate
derivatives
when
their
economic
characteristics and risks are not closely
related to those of the host contract and the
host contract is not carried at fair value
through profit or loss. These embedded
derivatives are separately accounted for at
fair value with changes in fair value
recognised in the consolidated statement of
income.
Keuntungan atau kerugian dari kontrak
derivatif disajikan dalam laporan keuangan
konsolidasian berdasarkan tujuan Bank atas
transaksi yaitu untuk (1) lindung nilai atas
nilai wajar, (2) lindung nilai atas arus kas, dan
(3) instrumen perdagangan, sebagai berikut:
Gains or losses from derivative contracts are
presented in the consolidated financial
statements based on its purpose designated
upon acquisition, as (1) fair value hedge, (2)
cash flow hedge, and (3) trading instruments
1. Keuntungan atau kerugian dari kontrak
derivatif yang ditujukan dan memenuhi
syarat sebagai instrumen lindung nilai
atas nilai wajar dan keuntungan atau
kerugian atas perubahan nilai wajar aset
dan kewajiban yang dilindungi, diakui
sebagai laba atau rugi yang dapat saling
hapus dalam periode/tahun akuntansi
yang sama. Setiap selisih yang terjadi
menunjukkan terjadinya ketidakefektifan
lindung nilai dan secara langsung diakui
sebagai laba atau rugi konsolidasian
tahun berjalan.
1. Gain or loss on a derivative contract
designated and qualifying as a fair value
hedging instrument and the gain or loss
arising from the changes in fair value of
hedged assets and liabilities is recognised
as gain or loss that can be set off one
another during the same accounting year.
Any difference representing hedge
ineffectiveness is directly recognised as
gain or loss in the current year’s
consolidated statement of income.
2. Bagian efektif dari keuntungan atau
kerugian atas kontrak derivatif yang
ditujukan sebagai lindung nilai atas arus
kas dilaporkan sebagai pendapatan
komprehensif lainnya pada bagian ekuitas
secara terpisah. Bagian yang tidak efektif
dari lindung nilai dilaporkan sebagai laba
atau rugi konsolidasian tahun berjalan.
2. The effective portion arising from gain or
loss of derivative contracts, which are both
designated and qualify as a cash flow
hedge instruments is reported as other
comprehensive income, a separate
component under the equity section. The
hedge
ineffectiveness
portion
is
recognised as a gain or loss in the current
year consolidated statement of income.
Lampiran - 5/36 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
j.
k.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
Instrumen
keuangan
derivatif
akuntansi lindung nilai (lanjutan)
dan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
j.
Derivative financial instruments
hedge accounting (continued)
and
3. Keuntungan atau kerugian dari kontrak
derivatif yang tidak ditujukan sebagai
instrumen lindung nilai (atau kontrak
derivatif
yang
tidak
memenuhi
persyaratan sebagai instrumen lindung
nilai) diakui sebagai laba atau rugi
konsolidasian pada tahun berjalan.
3. Gain or loss arising from derivative
contract not designated as a hedging
instrument (or derivative contract that
does not qualify as a hedging instrument)
is recognised in the current year
consolidated statement of income.
Ketika instrumen lindung nilai kadaluwarsa
atau dijual atau ketika suatu lindung nilai
tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai
akuntansi
lindung
nilai,
akumulasi
keuntungan maupun kerugian yang ada pada
ekuitas saat itu dibebankan dalam laporan
laba rugi. Ketika suatu transaksi lindung nilai
perkiraan tidak lagi mungkin terjadi,
akumulasi keuntungan atau kerugian yang
ada pada ekuitas saat itu dibebankan dalam
laporan laba rugi konsolidasian.
When a hedging instrument expires or is sold,
or when a hedge no longer meets the criteria
for hedge accounting, any cumulative gain or
loss existing in equity at that time remains in
equity and is recognised when the forecast
transaction is ultimately recognised in the
consolidated income statement. When a
forecast transaction is no longer expected to
occur, the cumulative gain or loss that was
reported in equity is immediately transferred
to the consolidated income statement.
Pinjaman yang Diberikan
k.
Loans
Pinjaman yang diberikan adalah penyediaan
uang atau tagihan yang dapat disetarakan
dengan kas, berdasarkan persetujuan atau
kesepakatan
pinjam-meminjam
dengan
peminjam, mewajibkan pihak peminjam
untuk melunasi hutang berikut bunganya
setelah jangka waktu tertentu.
Loans represent the provision of cash or cash
equivalents based on agreements to
borrowers, where borrowers required to
repay their debts with interest after specified
periods.
Pinjaman yang diberikan dalam rangka
pembiayaan bersama “without recourse”
dinyatakan sebesar pokok pinjaman yang
diberikan sesuai dengan porsi risiko yang
ditanggung oleh Bank. Piutang pembiayaan
bersama “without recourse” disajikan di
neraca
konsolidasian
secara
bersih.
Pendapatan pembiayaan konsumen dan
beban
bunga
yang
terkait
dengan
pembiayaan bersama “without recourse”
disajikan secara bersih di laporan laba rugi
konsolidasian.
Loans under joint financing without recourse
are stated at principal amount according to
the portion of risk assumed by the Bank. Joint
financing receivables without recourse are
presented on a net basis in the consolidated
balance sheet. Consumer financing income
and interest expenses related to joint
financing without recourse are presented on
a net basis in the consolidated statements of
income.
Pinjaman yang diberikan diklasifikasikan
sebagai pinjaman yang diberikan dan
piutang. Lihat Catatan 2b untuk kebijakan
akuntansi atas pinjaman yang diberikan dan
piutang.
Loans are classified as loans and
receivables. Refer to Note 2b for the
accounting policy of loans and receivables.
Lampiran - 5/37 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
k.
l.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
Pinjaman yang Diberikan (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
k.
Loans (continued)
Sebelum 1 Januari 2010, pinjaman yang
diberikan dinyatakan sebesar saldo kredit
dikurangi
dengan
cadangan
kerugian
penurunan nilai.
Prior to 1 January 2010, loans are stated at
their outstanding balances less any
allowances for impairment losses.
Restrukturisasi kredit meliputi modifikasi
persyaratan kredit, konversi kredit menjadi
saham atau instrumen keuangan lainnya
dan/atau kombinasi dari keduanya.
Loan restructuring may involve a modification
of the terms of the loans, convertion of loans
into equity or other financial instruments
and/or a combination of both.
Sebelum 1 Januari 2010, kerugian yang
timbul dari restrukturisasi kredit yang
berkaitan dengan modifikasi persyaratan
kredit diakui bila nilai sekarang dari jumlah
penerimaan kas masa depan yang telah
ditentukan dalam persyaratan kredit yang
baru,
termasuk
penerimaan
yang
diperuntukkan sebagai bunga maupun
pokok, adalah lebih kecil dari nilai kredit yang
diberikan
yang
tercatat
sebelum
restrukturisasi. Sejak 1 Januari 2010,
kerugian
yang
mungkin
timbul
dari
restrukturisasi kredit merupakan bagian dari
cadangan kerugian penurunan nilai.
Prior to 1 January 2010, losses on loan
restructurings in respect of modification of the
terms of the loans are recognised only if the
present value of total future cash receipts
specified by the new terms of the loans,
including both receipts designated as interest
and those designated as loan principal, are
less than the carrying amount of loans before
restructuring. Since 1 January 2010, the
possible losses from loan restructuring are
part of the allowance for impairment losses.
Tagihan dan Kewajiban Akseptasi
l. Acceptance Receivables and Payables
Tagihan akseptasi diklasifikasikan sebagai
pinjaman yang diberikan dan piutang. Lihat
Catatan 2b untuk kebijakan akuntansi atas
pinjaman yang diberikan dan piutang.
Acceptance receivables are classified as
loans and receivables. Refer to Note 2b for
the accounting policy of loans and
receivables.
Kewajiban akseptasi diklasifikasikan sebagai
kewajiban keuangan yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan
2b untuk kebjakan akuntansi atas kewajiban
keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi.
Acceptance payables are classified as
financial liabilities at amortised cost. Refer to
Note 2b for the accounting policy for financial
liabilities at amortised cost.
Sebelum 1 Januari 2010, tagihan akseptasi
disajikan sebesar saldo nominal dikurangi
dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Before 1 January 2010, the acceptance
receivables are stated at outstanding
balance less allowance for impairment
losses.
Lampiran - 5/38 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
m. Penyertaan Saham
n.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
m. Investment in Shares
Penyertaan saham merupakan investasi
jangka panjang pada perusahaan non-publik.
Investment in shares represents long-term
investment in non-publicly-listed companies.
Penyertaan saham di perusahaan asosiasi
dengan persentase kepemilikan 20% sampai
dengan 50% dicatat dengan metode ekuitas
yaitu penyertaan dicatat sebesar biaya
perolehan disesuaikan dengan bagian Bank
atas ekuitas perusahaan asosiasi dan
dikurangi dengan penerimaan dividen sejak
tanggal perolehan, dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai.
Investment in shares representing ownership
interests of 20% to 50% are accounted for
under the equity method. Under this method,
investments are stated at cost and adjusted
for the Bank’s proportionate share in the net
equity of the investees and reduced by
dividends earned since the acquisition date
net of by allowance for impairment losses.
Penyertaan saham lainnya dicatat dengan
metode biaya yaitu sebesar biaya perolehan
dikurangi
dengan
cadangan
kerugian
penurunan nilai.
All other investments are carried at cost less
an allowance for impairment losses.
Aset tetap
n. Fixed assets
Aset tetap dicatat sebesar harga perolehan
dikurangi akumulasi penyusutan. Harga
perolehan mencakup semua pengeluaran
yang terkait secara langsung dengan
perolehan aset tetap.
Fixed assets are stated at cost less
accumulated depreciation. Historical cost
includes expenditures that are directly
attributable to the acquisition of the items.
Biaya-biaya setelah pengakuan awal diakui
sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau
sebagai aset yang terpisah sebagaimana
mestinya, hanya apabila kemungkinan besar
Bank
dan
Anak
Perusahaan
akan
mendapatkan manfaat ekonomis masa depan
berkenaan dengan aset tersebut dan biaya
perolehan aset dapat diukur dengan handal.
Nilai tercatat komponen yang diganti tidak
lagi diakui.
Biaya perbaikan dan
pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan
laba rugi konsolidasian selama periode di
mana biaya-biaya tersebut terjadi.
Subsequent costs are included in the asset’s
carrying amount or are recognised as a
separate asset, as appropriate, only when it
is probable that future economic benefits
associated with the item will flow to the Bank
and Subsidiary and the cost of the item can
be measured reliably. The carrying amount
of the replaced part is derecognised. All
other repairs and maintenance are charged
to the consolidated statement of income
during the financial period in which they are
incurred.
Tanah tidak disusutkan. Penyusutan aset
tetap
selain
tanah
dihitung
dengan
menggunakan metode garis lurus (straight
line method) untuk mengalokasikan harga
perolehan hingga mencapai nilai sisa
sepanjang estimasi masa manfaatnya
sebagai berikut:
Land is not depreciated. Depreciation on
fixed assets other than land is calculated
using a straight line method to allocate their
costs to their residual values over their
estimated useful lives, as follows:
Lampiran - 5/39 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
n. Aset tetap (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
n. Fixed assets (continued)
Tahun/Years
Bangunan
Renovasi gedung
Perabot dan perlengkapan
Kendaraan bermotor
Peralatan kantor
20
Sesuai dengan periode sewa gedung/
Over the lease period of the premises
4-8
4
4-8
Buildings
Leasehold improvements
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Office equipments
Nilai residu dan umur manfaat setiap aset
tetap ditelaah, dan disesuaikan jika perlu,
pada setiap tanggal neraca.
The fixed assets’ residual values and useful
lives are reviewed, and adjusted if required,
at each balance sheet date.
Apabila nilai tercatat aset lebih besar dari nilai
yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat
aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang
dapat
diperoleh
kembali,
dengan
menggunakan nilai tertinggi antara harga jual
neto dan nilai pakai.
When the carrying amount of an asset is
greater than its estimated recoverable
amount, it is written down immediately to its
recoverable amount, which is determined as
the higher of net selling price or value in use.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau
dijual, maka nilai perolehan dan akumulasi
penyusutannya dihapuskan dari laporan
keuangan konsolidasian. Keuntungan atau
kerugian yang terjadi, diakui dalam laporan
laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
When fixed assets are no longer in use or
disposed of, their costs and the related
accumulated depreciation are written off in
the consolidated financial statements. The
resulting gain or losses are recognised in the
consolidated statement of income for the
year.
Akumulasi biaya konstruksi bangunan serta
pemasangan peralatan kantor, dikapitalisasi
sebagai aset dalam penyelesaian. Biaya
tersebut direklasifikasi ke akun aset tetap
pada
saat
proses
konstruksi
atau
pemasangan selesai. Penyusutan mulai
dibebankan pada tanggal yang sama.
The accumulated costs of the construction of
buildings and the installation of office
equipment are capitalised as construction in
progress. These costs are reclassified to
fixed assets accounts when the construction
or installation is complete. Depreciation is
charged from such date.
o. Aset lain-lain
o. Other assets
Terdiri dari aset yang tidak dapat digolongkan
dalam pos-pos sebelumnya. Termasuk dalam
aset lain-lain adalah beban dibayar di muka,
piutang bunga, biaya bunga yang belum
diamortisasi, agunan yang diambil alih dan
properti terbengkalai, biaya penggantian dari
pihak yang mempunyai hubungan istimewa,
uang muka, setoran jaminan, dan biaya
sistem informasi bisnis yang ditangguhkan.
Represent assets that cannot be classified
under the above accounts. Included in other
assets are prepaid expenses, interest
receivables, unamortised interest expense,
mutual fund distribution fee receivables,
foreclosed collaterals and abandoned
property, reimbursement costs from related
parties, advance payment, security deposits,
and deferred business information system
costs.
Aset lain-lain disajikan sebesar nilai tercatat,
yaitu harga perolehan setelah dikurangi
dengan amortisasi, penurunan nilai dan
cadangan kerugian penurunan nilai.
Other assets are stated at their carrying
amounts, which are costs less amortisation,
decrease in value and allowance for
impairment losses.
Lampiran - 5/40 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
o. Aset lain-lain (lanjutan)
p.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
o. Other assets (continued)
Beban dibayar di muka
Prepaid expenses
Beban dibayar di muka diamortisasi selama
masa manfaat dengan menggunakan metode
garis lurus.
Prepaid expenses are amortised over their
beneficial periods using the straight line
method.
Agunan yang diambil alih dan properti
terbengkalai
Foreclosed
property
Agunan yang diambil alih (AYDA) adalah aset
yang diperoleh Bank, baik melalui pelelangan
maupun di luar pelelangan berdasarkan
penyerahan secara sukarela oleh pemilik
agunan dalam hal debitur tidak memenuhi
kewajibannya kepada Bank.
AYDA
merupakan jaminan pinjaman yang diberikan
yang telah diambil alih sebagai bagian dari
penyelesaian pinjaman yang diberikan.
Foreclosed assets represent assets acquired
by the Bank, both from auction and non
auction based on voluntary transfer by the
debtor or based on debtor’s approval to sell
the collateral where the debtor could not fulfill
their obligations to the Bank. Foreclosed
assets represent loan collateral acquired in
settlement of loans.
Properti terbengkalai adalah aset tetap dalam
bentuk properti yang dimiliki oleh Bank tetapi
tidak digunakan untuk kegiatan usaha
operasional Bank.
Abandoned properties represent the Bank’s
fixed assets in form of property which are not
used for the Bank’s operational business
activities.
AYDA dan properti terbengkalai diakui
sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi
(net realisable value), yaitu nilai wajar agunan
setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan.
Kelebihan saldo pinjaman yang diberikan
yang belum dilunasi oleh peminjam di atas
nilai AYDA, dibebankan terhadap cadangan
kerugian penurunan nilai pinjaman yang
diberikan. Selisih antara nilai bersih yang
dapat direalisasi dengan hasil penjualan
AYDA diakui sebagai keuntungan atau
kerugian tahun berjalan pada saat dijual.
Foreclosed assets and abandoned properties
are presented at their net realisable value.
Net realisable value is the fair value of the
assets less estimated cost of liquidating the
assets. Any excess of the loan balance over
the value of the assets, which is not
recoverable from the borrowers, is charged
to the allowance for impairment losses.
Difference between the estimated realisable
value and the proceeds from sale of the
assets are recognised as current year gain or
loss at the time of sale.
Beban-beban
yang
berkaitan
dengan
pemeliharaan
AYDA
dan
properti
terbengkalai dibebankan ke laporan laba rugi
konsolidasian tahun berjalan pada saat
terjadinya. Bila terjadi penurunan nilai yang
bersifat permanen, maka nilai tercatatnya
dikurangi
untuk
mengakui
penurunan
tersebut dan kerugiannya dibebankan pada
laporan laba rugi konsolidasian tahun
berjalan.
Expenses for maintaining foreclosed assets
and abandoned properties are recognised in
the current year’s consolidated statement of
income. The carrying amount of the
repossessed assets is impaired to recognise
a permanent decrease in value of the
repossessed
assets.
Any
impairment
inccurred is charged to the current year’s
consolidated statement of income.
Simpanan nasabah
p.
Simpanan nasabah adalah dana yang
dipercayakan oleh masyarakat (selain bank)
kepada
Bank
berdasarkan
perjanjian
penyimpanan dana. Termasuk dalam pos ini
adalah giro, tabungan, deposito berjangka,
sertifikat deposito, dan bentuk lain yang dapat
dipersamakan dengan itu.
collaterals
and
abondoned
Deposits from customers
Deposits from customers are funds placed by
customers (excluding banks) with the Bank
based on fund deposit agreements. Included
in this account are demand deposits, saving
deposits, time deposits, certificates of
deposits, and other forms which are similar.
Lampiran - 5/41 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
p.
q.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
Simpanan nasabah (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
p.
Deposits from customers (continued)
Giro merupakan simpanan nasabah yang
dapat digunakan sebagai alat pembayaran,
yang penarikannya dapat dilakukan setiap
saat melalui cek, kartu Anjungan Tunai
Mandiri
(ATM),
atau
dengan
cara
pemindahbukuan dengan bilyet giro atau
sarana perintah pembayaran lainnya.
Demand deposits represent deposits of
customers that may be used as instruments
of payment, and which may be withdrawn at
any time by cheque, Automated Teller
Machine (ATM) card, or other orders of
payment or transfers.
Tabungan merupakan simpanan nasabah
yang penarikannya hanya dapat dilakukan
melalui counter dan ATM atau dengan cara
pemindahbukuan melalui SMS Banking,
Phone Banking, dan Internet Banking jika
memenuhi persyaratan yang disepakati,
tetapi penarikan tidak dapat dilaksanakan
dengan menggunakan cek atau instrumen
setara lainnya.
Saving deposits represent deposits of
customers that may be withdrawn over the
counter and via ATMs or fund transfers by
SMS Banking, Phone Banking, and Internet
Banking when certain agreed conditions are
met, but which may not be withdrawn by
cheque or other equivalent instruments.
Deposito berjangka merupakan simpanan
nasabah yang penarikannya hanya dapat
dilakukan pada waktu tertentu sesuai dengan
perjanjian antara nasabah dengan Bank.
Time deposits represent customer’s deposits
that may only be withdrawn after a certain
time based on the agreement between the
depositor and the Bank.
Simpanan nasabah diklasifikasikan sebagai
kewajiban keuangan yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan
2b untuk kebijakan akuntansi atas kewajiban
keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi.
Deposits from customers are classified as
financial liabilites at amortised cost. Refer to
Note 2b for the accounting policy for financial
liabilities at amortised cost.
Sebelum 1 Januari 2010, simpanan nasabah
disajikan sebesar saldo simpanan.
Prior to 1 January 2010, deposits from
customers are stated at the outstanding
balances.
Simpanan dari bank lain
q.
Deposits from other banks
Simpanan dari bank lain terdiri dari kewajiban
terhadap bank lain, baik lokal maupun luar
negeri, dalam bentuk giro, tabungan,
simpanan berjangka, dan interbank call
money dengan periode jatuh tempo menurut
perjanjian kurang dari atau sama dengan 90
hari, deposito berjangka dan sertifikat
deposito.
Deposits from other banks represent
liabilities to domestic and overseas banks, in
the form of demand deposits, savings, time
deposits, and interbank call money with
maturity period based on agreement less
than or equal to 90 days, time deposits and
certificates of deposit.
Simpanan dari bank lain diklasifikasikan
sebagai kewajiban keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi. Lihat
Catatan 2b untuk kebijakan akuntansi atas
kewajiban keuangan yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi.
Deposits from other banks are classified as
financial liabilities at amortised cost. Refer to
Note 2b for the accounting policy for financial
liabilities at amortised cost.
Sebelum 1 Januari 2010, simpanan dari bank
lain disajikan sebesar saldo simpanan.
Prior to 1 January 2010, deposits from other
banks are stated at the outstanding
balances.
Lampiran - 5/42 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
r.
s.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
Perpajakan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
r.
Taxation
Pajak penghasilan terdiri dari pajak
penghasilan kini dan tangguhan. Pajak
penghasilan ini dicatat dalam laporan laba
rugi. Beban pajak penghasilan kini dihitung
berdasarkan peraturan pajak yang berlaku
atau yang telah secara substantif berlaku
pada tanggal neraca. Manajemen melakukan
evaluasi secara periodik atas posisi yang
diambil dalam surat pemberitahuan pajak
apabila terdapat situasi di mana peraturan
perpajakan yang berlaku adalah subjek atas
interpretasi. Bank memberuk cadangan, jika
dianggap perlu berdasarkan jumlah yang
diestimasikan akan dibayarkan ke kantor
pajak.
Pajak
penghasilan
tangguhan
disajikan dengan menggunakan metode
kewajiban neraca (balance sheet liability
method) untuk semua perbedaan temporer
yang muncul antara dasar pengenaan pajak
atas aset dan kewajiban dengan nilai
tercatatnya dalam rangka kebutuhan laporan
keuangan pada setiap tanggal pelaporan.
Tarif pajak yang berlaku digunakan dalam
menentukan pajak penghasilan tangguhan.
The income tax comprises current and
deferred tax. Tax is recognised in the income
statement. The current income tax charge is
calculated on the basis of the tax laws
enacted or substantively enacted at the
balance sheet date. Management periodically
evaluates positions taken in tax returns with
respect situation in which applicable tax
regulation is subject to interpretation. It
establishes provisions where appropriate on
the basis of amounts expected to be paid to
the tax authorities. Deferred income tax is
determined using the balance sheet liability
method, for all temporary differences arises
between the tax bases of assets and
liabilities and their carrying values for
financial reporting purposes at each reporting
date. Currently enacted or substantially
enacted tax rates are used to determine
deferred income tax.
Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat
kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal
pada masa datang akan memadai untuk
mengkompensasi aset pajak tangguhan yang
muncul akibat perbedaan temporer tersebut.
Deferred tax assets are recognised to the
extent that it is probable that future taxable
profit will be available against which the
deferred tax asset arising from temporary
differences can be utilised.
Koreksi terhadap kewajiban perpajakan
diakui saat surat ketetapan pajak diterima
atau jika mengajukan keberatan, pada saat
keputusan atas keberatan tersebut telah
ditetapkan.
Amendments to taxation obligations are
recorded when an assessment is received or,
if appealed against, when the results of the
appeal have been decided.
Penyisihan atau kewajiban diestimasi
Penyisihan atau kewajiban diestimasi untuk
tuntutan hukum diakui ketika:
 Bank mempunyai kewajiban hukum atau
konstruktif di masa kini sebagai akibat
dari kejadian di masa lalu;
 Terdapat kemungkinan besar bahwa
akan ada arus keluar sumber daya untuk
menyelesaikan kewajiban tersebut; dan
 Jumlahnya dapat diestimasi secara
andal.
s.
Provisions or estimated liabilities
Provisions for legal claims are recognised
when:
 the Bank has a present legal or
constructive obligation as a result of past
events;
 it is more likely than not that an outflow of
resources will be required to settle the
obligation; and
 the amount has been reliably estimated.
Lampiran - 5/43 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
s.
Penyisihan
(lanjutan)
atau
kewajiban
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
diestimasi
ACCOUNTING POLICIES (continued)
s.
Apabila terdapat beberapa kewajiban yang
serupa, kemungkinan arus keluar sumber
daya yang akan terjadi untuk menyelesaikan
kewajiban tersebut ditentukan dengan
mempertimbangkan kelompok kewajiban
tersebut secara keseluruhan.
t.
Imbalan kerja
Provisions
(continued)
or
estimated
liabilities
Where there are numbers of similar
obligations, the likelihood that an outflow,
that is required in settlement of such
obligations is determined by considering the
class of obligations as a whole.
t.
Employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek
Short-term employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada
saat
terhutang
kepada
karyawan
berdasarkan metode akrual.
Short-term employee benefits are recognised
when they accrue to the employees.
Kewajiban pensiun
Pension obligations
Bank memiliki program pensiun sesuai
dengan peraturan dan perundang-undangan
yang berhubungan dengan ketenagakerjaan
atau kebijakan yang ditetapkan oleh Bank.
Program ini pada umumnya didanai melalui
pembayaran kepada pengelola dana pensiun
sebagaimana ditentukan dalam perhitungan
aktuarial yang dilakukan secara berkala.
The Bank has pension schemes in
accordance with prevailing labor-related laws
and regulations or the Bank’s policies. The
schemes are generally funded through
payments to trustee-administered funds as
determined by periodic actuarial calculations.
Program pensiun imbalan pasti adalah
program pensiun yang akan diberikan,
biasanya berdasarkan pada satu faktor atau
lebih seperti usia, masa kerja, atau
kompensasi. Program pensiun iuran pasti
adalah
program
pensiun
di
mana
perusahaan akan membayar iuran tetap
kepada sebuah entitas yang terpisah (dana
pensiun) dan tidak memiliki kewajiban hukum
atau konstruktif untuk membayar kontribusi
lebih lanjut apabila dana pensiun tersebut
tidak memiliki aset yang memadai untuk
membayar seluruh imbalan karyawan yang
timbul dari pelayanan yang diberikan oleh
karyawan pada periode kini dan sebelumnya.
A defined benefit plan is a pension plan that
defines an amount of pension benefit to be
provided, usually as a function of one or
more factors such as age, years of service,
or compensation. A defined contribution plan
is a pension plan under which the company
pays fixed contributions into a separate entity
(a fund) and will have no legal or constructive
obligations to pay further contributions if the
fund does not hold sufficient assets to pay all
employee benefits relating to employee
service in the current and prior periods.
Bank harus menyediakan program pensiun
dengan jumlah minimal tertentu sesuai
dengan
Undang-Undang
(UU)
Ketenagakerjaan No. 13/2003. Karena UU
Ketenagakerjaan menentukan rumus tertentu
untuk menghitung jumlah minimal imbalan
pensiun, pada dasarnya, program pensiun
berdasarkan UU Ketenagakerjaan adalah
program imbalan pasti.
The Bank is required to provide a minimum
amount of pension benefits in accordance
with Labor Law No. 13/2003. Since the Labor
Law sets the formula for determining the
minimum amount of benefits, in substance,
pension plans under Labor Law represent
defined benefit plans.
Lampiran - 5/44 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
t.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
Imbalan kerja (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
t.
Employee benefits (continued)
Kewajiban pensiun (lanjutan)
Pension obligations (continued)
Kewajiban program pensiun imbalan pasti
yang diakui di necara konsolidasian adalah
nilai kini kewajiban imbalan pasti pada
tanggal
neraca
disesuaikan
dengan
keuntungan/kerugian aktuarial dan biaya jasa
lalu yang belum diakui. Kewajiban imbalan
pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris
independen menggunakan metode Projected
Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti
ditentukan dengan mendiskontokan estimasi
arus kas keluar masa depan dengan
menggunakan
tingkat
bunga
obligasi
pemerintah dalam mata uang yang sama
dengan mata uang imbalan yang akan
dibayarkan dan waktu jatuh tempo yang
kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo
imbalan yang bersangkutan.
The liability recognised in the consolidated
balance sheet in respect of defined pension
benefit plans is the present value of the
defined benefit obligation at the balance
sheet date adjusted for unrecognised
actuarial gains or losses and past service
costs. The present value of defined benefit
obligation is calculated annually by
independent actuaries using the Projected
Unit Credit method. The present value of a
defined benefit obligation is determined by
discounting the estimated future cash
outflows using interest rates of government
bonds that are denominated in the currency
in which the benefit will be paid, and that
have the terms to maturity approximating the
terms of the related pension liability.
Keuntungan dan kerugian aktuarial dapat
timbul dari penyesuaian yang dibuat
berdasarkan pengalaman dan perubahan
asumsi-asumsi aktuarial. Apabila jumlah
keuntungan atau kerugian aktuarial ini
melebihi 10% dari imbalan pasti maka
kelebihannya dibebankan atau dikreditkan
pada laporan laba rugi konsolidasian selama
sisa masa kerja rata-rata para karyawan
yang bersangkutan.
Actuarial gains and losses arising from
experience adjustments and changes to
actuarial assumptions when exceeding 10%
of defined benefit obligations are charged or
credited to the consolidated statement of
income over the average remaining service
lives of the relevant employees.
Kewajiban imbalan paska-kerja lainnya
Other post-retirement obligations
Bank memberikan imbalan kerja lainnya
seperti uang pisah, uang jasa, dan imbalan
lainnya sesuai dengan yang ditentukan
dalam UU Ketenagakerjaan.
The Bank provides other benefits such as
severance pay, service pay, and other
benefits which are determined in compliance
with the Labor Law.
Perkiraan biaya imbalan ini dicadangkan
sepanjang masa kerja karyawan, dengan
menggunakan metodologi akuntansi yang
sama dengan metodologi yang digunakan
dalam perhitungan program pensiun imbalan
pasti. Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh
aktuaris independen yang kompeten.
The expected costs of these benefits are
accrued over the period of employment,
using an accounting methodology similar to
that for defined benefit pension plans. These
obligations are determined annually by
independent qualified actuaries.
Pesangon pemutusan kontrak kerja
Termination benefits
Pesangon pemutusan kontrak terhutang
ketika karyawan diberhentikan sebelum usia
pensiun normal. Bank mengakui pesangon
pemutusan kontrak kerja ketika Bank
menunjukkan
komitmennya
untuk
memutuskan hubungan kerja dengan
karyawan berdasarkan suatu rencana formal
terperinci yang kecil kemungkinannya untuk
dibatalkan. Pesangon yang akan dibayarkan
dalam waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan
setelah
tanggal neraca
konsolidasian
didiskontokan untuk mencerminkan nilai kini.
Termination benefits are payable whenever
an employee’s employment is terminated
before the normal retirement age. The Bank
recognise termination benefits when it is
demonstrably committed to terminate the
employment of current employees according
to a detailed formal plan and the possibility of
withdrawing the plan is low. Benefits falling
due more than 12 (twelve) months after the
consolidated balance sheet date are
discounted to reflect their present values.
Lampiran - 5/45 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
u.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
Pendapatan dan beban bunga
ACCOUNTING POLICIES (continued)
u.
Interest income and expense
Pendapatan dan beban bunga untuk semua
instrumen keuangan dengan interest bearing
dicatat dalam pendapatan bunga dan beban
bunga di dalam laporan laba rugi
konsolidasian menggunakan metode suku
bunga efektif.
Interest income and expense for all interestbearing financial instruments are recognised
within ‘interest income’ and ‘interest expense’
in the consolidated income statement using
the effective interest rate.
Metode suku bunga efektif adalah metode
yang digunakan untuk menghitung biaya
perolehan diamortisasi dari aset keuangan
atau kewajiban keuangan dan metode untuk
mengalokasikan pendapatan bunga atau
beban bunga selama periode yang relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang
secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas di masa
datang selama perkiraan umur dari
instrumen keuangan, atau jika lebih tepat,
digunakan periode yang lebih singkat untuk
memperoleh nilai tercatat bersih dari aset
keuangan atau kewajiban keuangan.
The effective interest rate method is a
method of calculating the amortised cost of a
financial asset or a financial liability and of
allocating the interest income or interest
expense over the relevant period. The
effective interest rate is the rate that exactly
discounts estimated future cash payments or
receipts through the expected life of the
financial instrument or, when appropriate, a
shorter period to the net carrying amount of
the financial asset or financial liability.
Pada saat menghitung suku bunga efektif,
entitas mengestimasi arus kas dengan
mempertimbangkan seluruh persyaratan
kontraktual dalam instrumen keuangan
tersebut (seperti pelunasan dipercepat, opsi
beli (call option) dan opsi serupa lainnya),
namun tidak mempertimbangkan kerugian
kredit di masa datang. Perhitungan ini
mencakup seluruh komisi, provisi, dan bentuk
lain yang dibayarkan atau diterima oleh para
pihak dalam kontrak yang merupakan bagian
tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya
transaksi, dan seluruh premi atau diskon
lainnya.
When calculating the effective interest rate,
the Bank estimates cash flows considering all
contractual terms of the financial instrument
(for example, prepayment options, call option
and other similar options) but does not
consider future credit losses. The calculation
includes all fees, commissions and other fees
paid or received between parties to the
contract that are an integral part of the
effective interest rate, transactions costs and
all other premiums or discounts.
Jika aset keuangan atau kelompok aset
keuangan serupa telah diturunkan nilainya
sebagai akibat kerugian penurunan nilai,
maka pendapatan bunga yang diperoleh
setelahnya diakui berdasarkan suku bunga
yang digunakan untuk mendiskonto arus kas
masa datang dalam menghitung kerugian
penurunan nilai.
Once a financial asset or a group of a similar
financial assets has been written down as a
result of an impairment loss, interest income
is recognised using the rate of interest used
to discount the future cash flows for the
purpose of measuring the impairment loss.
Lampiran - 5/46 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
u.
v.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.
Pendapatan dan beban bunga (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
u.
Interest income and expense (continued)
Sebelum 1 Januari 2010
Prior to 1 January 2010
Sebelum 1 Januari 2010, pendapatan dan
beban bunga diakui berdasarkan konsep
akrual. Pendapatan bunga atas pinjaman
yang diberikan atau aset produktif lainnya
yang diklasifikasikan sebagai bermasalah
diakui pada saat pendapatan tersebut
diterima.
Pada saat
aset keuangan
diklasifikasikan sebagai bermasalah, bunga
yang telah diakui tetapi belum ditagih akan
dibatalkan
pengakuannya.
Selanjutnya,
bunga yang dibatalkan tersebut diakui
sebagai tagihan kontinjensi.
Prior to 1 January 2010, interest income and
expenses are recognised on an accrual
basis. Interest income on loans or other
earning assets that are classified as nonperforming is recognised only to the extent
that the interest is received in cash. When a
loan is classified as non-performing, any
interest income previously recognised but not
yet collected is reversed against interest
income. The reversed interest income is
recognised as a contingent receivable.
Seluruh penerimaan pembayaran yang
berhubungan
dengan
pinjaman
yang
diberikan dengan kolektibilitas diragukan dan
macet, diakui terlebih dahulu sebagai
pengurang terhadap pokok pinjaman yang
diberikan.
Kelebihan
penerimaan
pembayaran atas pokok pinjaman yang
diberikan diakui sebagai pendapatan bunga
dalam laporan laba rugi konsolidasian.
Cash receipts from loans that are classified
as doubtful or loss are first applied to the loan
principal. The excess of cash receipts over
loan principal is recognised as interest
income in the consolidated statements of
income.
Pendapatan bunga yang masih harus
diterima atas aset non-performing Bank
dicatat sebagai tagihan kontinjensi dalam
laporan komitmen dan kontinjensi pada
catatan
atas
laporan
keuangan
konsolidasian.
Interest receivable on non-performing assets
of the Bank and its Subsidiary is recorded as
contingent receivables in the commitment
and contingency statement in the notes to
the consolidated financial statements.
Pendapatan provisi dan komisi
v.
Fees and commissions income
Sejak 1 Januari 2010, provisi dan komisi
yang berkaitan langsung dengan kegiatan
pemberian
kredit
diakui
sebagai
bagian/pengurang dari biaya perolehan kredit
dan diakui sebagai pendapatan bunga
dengan cara diamortisasi berdasarkan
metode suku bunga efektif.
Starting 1 January 2010, fees and
commissions income directly related to
lending activities, are recognised as a
part/deduction of lending cost and are
recognised as interest income by amortising
the carrying value of loan with effective
interest rate method.
Sebelum 1 Januari 2010, pendapatan provisi
dan komisi yang jumlahnya signifikan yang
berkaitan
langsung
dengan
kegiatan
pemberian kredit, atau pendapatan provisi
dan komisi yang berhubungan dengan jangka
waktu tertentu, diamortisasi berdasarkan
metode garis lurus sesuai dengan jangka
waktu kontrak. Untuk kredit yang dilunasi
sebelum jatuh temponya, saldo pendapatan
provisi dan komisi yang ditangguhkan diakui
pada saat kredit dilunasi. Pendapatan provisi
dan komisi yang tidak berkaitan dengan
kegiatan pemberian kredit atau suatu jangka
waktu
diakui
sebagai
pendapatan
operasional lainnya.
Prior to 1 January 2010, significant fees and
commissions income directly related to
lending activities, or fees and commissions
income that relate to a specific period, are
amortised using a straight line method over
the term of the underlying contract.
Unamortised fees and commissions relating
to loans settled prior to maturity are
recognised at the settlement date. Fees and
commissions income which are not related to
lending activities or a specific period are
recognised as revenue on the transaction
date as other operating income.
Lampiran - 5/47 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
w. Transaksi dengan pihak-pihak
mempunyai hubungan istimewa
3.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
yang
ACCOUNTING POLICIES (continued)
w. Transactions with related parties
Bank dan Anak Perusahaan melakukan
transaksi
dengan
pihak-pihak
yang
mempunyai hubungan istimewa seperti yang
didefinisikan dalam Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (“PSAK”) No. 7 “Pengungkapan
Pihak-pihak
yang
Mempunyai Hubungan Istimewa”.
The Bank and Subsidiary enter into
transactions with related parties as defined in
Statement of Financial Accounting Standards
(“SFAS”) No. 7 - “Related Party Disclosures”.
Definisi pihak-pihak
yang
mempunyai
hubungan istimewa adalah antara lain:
Related parties are principally defined as:
1) perusahaan di bawah pengendalian Bank
dan Anak Perusahaan;
2) perusahaan asosiasi;
3) investor yang memiliki hak suara, yang
memberikan investor tersebut suatu
pengaruh yang signifikan;
4) perusahaan di bawah pengendalian
investor yang dijelaskan dalam point 3 di
atas; dan
5) karyawan kunci dan anggota keluarganya.
1)
Jenis transaksi dan saldo dengan pihak yang
mempunyai hubungan istimewa diungkapkan
dalam catatan atas laporan keuangan
konsolidasian.
The nature of transactions and balances of
accounts with related parties are disclosed in
the notes to the consolidated financial
statements.
KAS
3.
2010
Rupiah
Mata uang asing
4)
entities controlled by investors under
point 3 above; and
5)
key management and their relatives.
CASH
2009
112,513
73,946
79,371
87,313
186,459
166,684
Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, saldo
kas termasuk uang kas dalam Anjungan Tunai
Mandiri (“ATM”) masing-masing adalah sebagai
berikut:
2010
Rupiah
Dolar Singapura
Dolar Amerika Serikat
2)
3)
entities under the control of the Bank and
its Subsidiary;
associated companies;
investors with an interest in the voting
that gives them significant influence;
Rupiah
Foreign currencies
As at 31 December 2010 and 2009, cash balance
includes cash in Automated Teller Machines
(“ATM”) as follows:
2009
23,844
35
4,539
12,551
2,548
28,418
15,099
Lampiran - 5/48 - Schedule
Rupiah
Singapore Dollars
United States Dollars
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
4.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
GIRO PADA BANK INDONESIA
4.
2010
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
CURRENT
INDONESIA
306,866
43,038
499,159
349,904
Giro Wajib Minimum (“GWM”) dalam mata uang
Rupiah dan mata uang asing pada tanggal
31 Desember 2010 dan 2009 adalah:
BANK
Rupiah
United States Dollars
As at 31 December 2010 and 2009, the
minimum statutory reserves in Rupiah and
foreign currency are:
2010
2009
8%
6%
1%
5%
27%
1%
Rupiah
Primary statutory reserves Secondary statutory reserves*) Foreign currency
*) tidak termasuk Excess Reserve
excluding Excess Reserve *)
GWM Bank telah sesuai dengan PBI
No.7/29/PBI/2005 tanggal 6 September 2005
yang
telah
diubah
dengan
PBI
No.10/19/PBI/2008 tanggal 14 Oktober 2008,
selanjutnya
diubah
dengan
PBI
No.
10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008 dan
PBI No.12/19/PBI/2010 tanggal 4 Oktober 2010
mengenai GWM Bank Umum pada Bank
Indonesia dalam Rupiah yang terdiri dari GWM
Utama dan GWM Sekunder masing-masing
sebesar 8% dan 2,5% (2009: 5% dan 2,5%) dan
mata uang asing sebesar 1% (2009: 1%).
5.
WITH
2009
457,253
41,906
Rupiah
- Giro wajib minimum utama
- Giro wajib minimum sekunder*)
Mata uang asing
ACCOUNTS
The Bank’s minimum statutory reserves comply
with BI regulation
No.7/29/PBI/2005 dated
6 September 2005 which has been amended
with BI
regulation
No.10/19/PBI/2008
dated 14 October
2008,
BI
regulation
No. 10/25/PBI/2008 dated 23 October 2008, and
the latest amendment with BI Regulation No.
12/19/PBI/2010 dated 4 October 2010 concerning
Primary Statutory Reserves and Secondary
Statutory Reserve of 8% and 2.5%, respectively
(2009: 5% and 2.5%) and foreign currency of 1%
(2009: 1%).
GIRO PADA BANK LAIN
5.
CURRENT ACCOUNTS WITH OTHER BANKS
Giro pada bank lain yang mempunyai hubungan
istimewa diungkapkan pada Catatan 30.
Informasi mengenai jatuh tempo diungkapkan
pada Catatan 31.
Current accounts with related parties are
disclosed in Note 30. Information with respect to
maturity is disclosed in Note 31.
a.
a.
Berdasarkan mata uang
2010
Rupiah
- Pihak ketiga
Mata uang asing
- Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
- Pihak ketiga
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
By currency
2009
20,511
15,254
Rupiah
Third parties Foreign currencies
25,848
100,642
7,199
101,448
Related parties Third parties -
147,001
123,901
147,001
(1,222)
122,679
Lampiran - 5/49 - Schedule
Less: allowance for impairment
losses
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
5.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
GIRO PADA BANK LAIN (lanjutan)
b.
5.
Berdasarkan kolektibilitas Bank Indonesia
CURRENT ACCOUNTS WITH OTHER BANKS
(continued)
b.
By Bank Indonesia’s collectability
Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009,
seluruh giro pada bank lain digolongkan
sebagai lancar.
c.
As at 31 December 2010 and 2009, all
current accounts with other banks were
classified as current.
Cadangan kerugian penurunan nilai
c.
2010
Saldo awal
Penyesuaian saldo awal
berkaitan dengan
penerapan PSAK 55
(Revisi 2006) (lihat Catatan 29)
Penambahan cadangan
(lihat Catatan 25)
Selisih kurs penjabaran
6.
Allowance for impairment losses
2009
(1,222)
(607)
1,222
-
-
(733)
118
-
(1,222)
Beginning balance
Adjustment to opening balance
in respect of implementation of
SFAS 55 (Revised 2006)
(refer to Note 29)
Additional of allowance
(refer to Note 25)
Exchange rate differences
Direksi berpendapat bahwa cadangan
kerugian penurunan nilai yang dibentuk
sudah memadai.
The Directors believe that the allowance for
impairment losses is adequate.
Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009,
tidak terdapat giro pada bank lain yang
mengalami penurunan nilai.
As at 31 December 2010 and 2009, there
were no impairment losses in respect of
current accounts with other banks.
PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN
BANK LAIN
6.
PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA AND
OTHER BANKS
Penempatan pada bank lain yang mempunyai
hubungan istimewa diungkapkan pada Catatan
30. Informasi mengenai jatuh tempo dan suku
bunga diungkapkan pada Catatan 31.
Placements with related parties are disclosed in
Note 30. Information with respect to maturities
and interest rates are disclosed in Note 31.
a.
a.
Berdasarkan jenis dan mata uang
2010
Rupiah
- Bank Indonesia
- Call money
- Deposito Berjangka
Mata uang asing
- Call money
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
2009
295,279
10,000
5,000
310,279
-
1,507,181
2,014,347
1,817,460
Terdiri dari:
- Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
- Pihak ketiga
By type and currency
(20,143)
Rupiah
Bank Indonesia Call money Time depositForeign currencies
Call money Less: allowance for
impairment losses
1,994,204
Consist of:
193,162
1,624,298
302,000
1,712,347
1,817,460
2,014,347
Lampiran - 5/50 - Schedule
Related parties Third parties -
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
6.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN
BANK LAIN (lanjutan)
b.
6.
Berdasarkan kolektibilitas Bank Indonesia
b.
2010
Lancar
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
1,817,460
2,014,347
-
(20,143)
c.
2010
7.
Current
Less: allowance for impairment
losses
1,994,204
Cadangan kerugian penurunan nilai
Saldo awal
Penyesuaian saldo awal
berkaitan dengan
penerapan PSAK 55
(Revisi 2006) (lihat Catatan 29)
Penambahan cadangan
(lihat Catatan 25)
Selisih kurs penjabaran
By Bank Indonesia’s collectability
2009
1,817,460
c.
PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA AND
OTHER BANKS (continued)
Allowance for impairment losses
2009
(20,143)
(17,844)
20,143
-
-
(5,845)
3,546
-
(20,143)
Beginning balance
Adjustment to opening balance
in respect of implementation of
SFAS 55 (Revised 2006)
(refer to Note 29)
Additional of allowance
(refer to Note 25)
Exchange rate differences
Direksi berpendapat bahwa cadangan
kerugian penurunan nilai yang dibentuk
sudah memadai.
The Directors believe that the allowance for
impairment losses is adequate.
Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009
tidak terdapat penempatan pada bank lain
yang mengalami penurunan nilai.
As at 31 December 2010 and 2009 there were no
impairment losses in respect of placement with
other banks.
EFEK-EFEK
7.
MARKETABLE SECURITIES
Efek-efek yang mempunyai hubungan istimewa
diungkapkan pada Catatan 30. Informasi
mengenai jatuh tempo dan tingkat suku bunga
diungkapkan pada Catatan 31.
Marketable securities with related parties are
disclosed in Note 30. Information with respect to
maturities and interest rates are disclosed in Note
31.
a.
a.
Berdasarkan jenis dan mata uang
2010
Nilai wajar/
Fair value
Tersedia untuk dijual:
Rupiah
- Sertifikat Bank Indonesia
- Obligasi pemerintah
By type and currency
2009
Nilai wajar/
Fair value
345,589
-
1,608,077
276,798
345,589
1,884,875
Lampiran - 5/51 - Schedule
Available for sale:
Rupiah
Certificates of Bank Indonesia Government bonds -
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
7.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
EFEK-EFEK (lanjutan)
a.
Berdasarkan
(lanjutan)
jenis
7.
dan
mata
uang
a.
2010
Nilai wajar/
Fair value
Tersedia untuk dijual:
Mata uang asing
- Credit Linked Notes *)
- Obligasi perusahaan
- Negotiable bills
Dikurangi:
Diskonto efek-efek
yang belum diamortisasi
2009
Nilai wajar/
Fair value
939,500
502,087
461
1,820,761
1,442,048
(7,164)
2,159,186
b.
2010
Less: allowance for
impairment losses
Total marketable securities - net
By Bank Indonesia’s collectability
3,326,923
(7,164)
2,159,186
(15,089)
c. Cadangan kerugian penurunan
(4,974)
Less: allowance for
impairment losses
3,306,860
c.
2010
Current
Less: unamortised discount on
marketable securities
3,311,834
2,159,186
Saldo awal
Penyesuaian saldo awal
berkaitan dengan
penerapan PSAK 55
(Revisi 2006) (lihat Catatan 29)
Penambahan cadangan
(lihat Catatan 25)
Selisih kurs penjabaran
(4,974)
2009
2,166,350
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
(15,089)
The underlying assets are government bonds of *)
Indonesia
Berdasarkan kolektibilitas Bank Indonesia
Lancar
Dikurangi: diskonto efek-efek
yang belum diamortisasi
Available for sale:
Foreign currencies
Credit Linked Notes *) Corporate bonds Negotiable bills Less:
Unamortised discount on
marketable securities
3,306,860
*) Underlying aset adalah obligasi pemerintah
Indonesia
b.
By type and currency (continued)
901,000
916,685
3,076
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
Jumlah efek-efek - bersih
MARKETABLE SECURITIES (continued)
Allowance for possible impairment losses
2009
(4,974)
(2,029)
4,974
-
-
(3,220)
275
-
(4,974)
Beginning balance
Adjustment to opening balance
in respect of implementation of
SFAS 55 (Revised 2006)
(refer to Note 29)
Additional of allowance
(refer to Note 25)
Exchange rate differences
Direksi berpendapat bahwa cadangan
kerugian penurunan nilai yang dibentuk
sudah memadai.
The Directors believe that the allowance for
impairment losses is adequate.
Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009,
tidak terdapat efek-efek yang mengalami
penurunan nilai.
As at 31 December 2010 and 2009, there
were no impairment loss in respect of
marketable securities.
Lampiran - 5/52 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
7.
EFEK-EFEK (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
7.
d. Peringkat efek-efek
MARKETABLE SECURITIES (continued)
d.
Rating of marketable securities
Pada tanggal 31 Desember 2010, obligasi
perusahaan terdiri dari obligasi perusahaan
lainnya dengan peringkat A sampai dengan
AA (berdasarkan peringkat Standard & Poor).
Pada tanggal 31 Desember 2009, obligasi
perusahaan terdiri dari Euro Commercial
+
Paper
(ECP)
dengan
peringkat
A
(berdasarkan peringkat Standard & Poor) dan
obligasi
perusahaan
lainnya
dengan
peringkat A sampai dengan AA (berdasarkan
peringkat Standard & Poor).
8.
TAGIHAN DAN KEWAJIBAN DERIVATIF
As at 31 December 2010, corporate bonds
consist of other corporate bonds with ratings
A to AA (from Standard & Poor rating). As at
31 December 2009, corporate bonds consist
of Euro Commercial Paper (ECP) with rating
A + (from Standard & Poor rating) and other
corporate bonds with ratings A to AA (from
Standard & Poor rating).
8. DERIVATIVE RECEIVABLES AND PAYABLES
Tagihan dan kewajiban derivatif dari pihak yang
mempunyai hubungan istimewa diungkapkan
pada Catatan 30. Informasi mengenai jatuh
tempo dan suku bunga diungkapkan pada
Catatan 31.
a.
Derivative receivables and payables from related
parties are disclosed in Note 30. Information with
respect to maturities and interest rates are
disclosed in Note 31.
Berdasarkan jenis
a.
By type
2010
Nilai nominal
kontrak/
Nominal value
of contract
(ekuivalen
dalam Rupiah /
equivalent to
IDR)
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa:
Spot - beli
Spot - jual
Kewajiban
derivatif/
Derivative
payables
Related parties:
Spot - buy
Spot - sell
158
160
158
160
1,359
1,360
7
6
-
Third parties:
Forward - buy
Forward - sell
Swap - beli
Swap - jual
47,364
2,443
130
4
24
-
Swap - buy
Swap - sell
Spot - beli
Spot - jual
100,283
91,330
311
240
231
306
Spot - buy
Spot - sell
Swap suku bunga
Credit Linked Notes
(Catatan 7a)
870,000
1,116
5,083
901,000
20,711
-
Interest rate swaps
Credit Linked Notes
(Note 7a)
22,519
5,650
22,677
5,810
Pihak ketiga:
Kontrak berjangka - beli
Kontrak berjangka - jual
Jumlah
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
Jumlah
27,666
27,666
Tagihan
derivatif/
Derivative
receivables
Total
-
Less: allowance for
impairment losses
22,677
Total
Lampiran - 5/53 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
8.
TAGIHAN
(lanjutan)
a.
DAN
KEWAJIBAN
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
DERIVATIF
8. DERIVATIVE RECEIVABLES AND PAYABLES
(continued)
Berdasarkan jenis (lanjutan)
a.
By type (continued)
2009
Nilai nominal
kontrak/
Nominal value
of contract
(ekuivalen
dalam Rupiah/
equivalent to
IDR)
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa:
Swap - beli
Swap - jual
Tagihan
derivatif/
Derivative
receivables
-
40
-
15,699
62,921
1,786
290
-
Third parties:
Forward - buy
Forward - sell
Swap - beli
Swap - jual
232,121
46,466
628
2,718
64
Swap - buy
Swap - sell
Spot - beli
Spot - jual
61,437
74,154
128
216
168
80
Spot - buy
Spot - sell
1,050,000
-
16,444
939,500
30,542
346
Interest rate swaps
Credit Linked Notes
(Note 7a)
33,300
20,110
33,340
20,110
Swap suku bunga
Credit Linked Notes
(Catatan 7a)
Jumlah
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
33,221
Berdasarkan kolektibilitas Bank Indonesia
b.
2010
Lancar
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
Total
Less: allowance for
impairment losses
(119)
Jumlah
b.
Related parties:
Swap - buy
Swap - sell
37
3
Pihak ketiga:
Kontrak berjangka - beli
Kontrak berjangka - jual
8,416
8,416
Kewajiban
derivatif/
Derivative
payables
Total
By Bank Indonesia’s collectability
2009
22,677
22,677
33,340
(119)
33,221
Lampiran - 5/54 - Schedule
Current
Less: allowance for
impairment losses
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
8.
TAGIHAN
(lanjutan)
c.
DAN
KEWAJIBAN
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
DERIVATIF
8. DERIVATIVE RECEIVABLES AND PAYABLES
(continued)
Cadangan kerugian penurunan nilai
c.
2010
Saldo awal
Penyesuaian saldo awal
berkaitan dengan
penerapan PSAK 55
(Revisi 2006) (lihat Catatan 29)
Pemulihan cadangan
(lihat Catatan 25)
Allowance for impairment losses
2009
(119)
(662)
119
-
-
543
-
(119)
Beginning balance
Adjustment to opening balance
in respect of implementation of
SFAS 55 (Revised 2006)
(refer to Note 29)
Reversal of allowance
(refer to Note 25)
Direksi berpendapat bahwa cadangan
kerugian penurunan nilai yang dibentuk
sudah memadai.
The Directors believe that the allowance for
impairment losses is adequate.
Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009,
tidak terdapat tagihan derivatif yang
mengalami penurunan nilai.
As at 31 December 2010 and 2009, there
were no impairment loss in respect of
derivative receivables.
d. Lindung nilai wajar dengan kontrak swap
tingkat suku bunga (“IRS”)
d. Fair value hedge using interest rate swap
contracts (“IRS”)
Pada tahun 2009 dan 2010, Bank
menetapkan beberapa kontrak IRS dengan
beberapa bank sebagai instrumen lindung
nilai atas risiko suku bunga dari pinjaman
pembiayaan bersama dan pembelian piutang
pembiayaan konsumen (lihat Catatan 10f).
Nilai wajar IRS tersebut telah termasuk
dalam saldo kewajiban derivatif.
In 2009 and 2010, the Bank designated
some of its IRS contracts with several banks
as hedging instruments on the interest rate
risk of joint financing and purchase of
consumer financing receivables (refer to Note
10f). The IRS fair value was included in
derivative payable balance.
Berdasarkan kontrak, Bank setuju untuk
membayar bunga dengan tingkat bunga tetap
sebesar suku bunga Sertifikat Bank
Indonesia (SBI) dan menerima pembayaran
bunga
dengan
tingkat
suku
bunga
mengambang.
Based on the contracts, the Bank agrees to
pay fixed interest rate at Certificates of Bank
Indonesia (SBI) rate, and receives a floating
interest rate.
2010
Jumlah nosional
Saldo piutang pembiayaan
konsumen
Nilai wajar
Jatuh tempo kontrak
Suku bunga dibayarkan
Suku bunga diterima
2009
425,000
770,000
Notional amount
425,000
4,124
Jan 2011 Aug 2012
SBI
7.55%-11.98%
770,000
13,708
Sept 2010 Dec 2011
SBI
8.25%-10.10%
Consumer financing receivable
Fair value
Contract maturity
Lampiran - 5/55 - Schedule
Interest rate paid
Interest rate received
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
8.
9.
TAGIHAN
(lanjutan)
DAN
KEWAJIBAN
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
DERIVATIF
8. DERIVATIVE RECEIVABLES AND PAYABLES
(continued)
d. Lindung nilai wajar dengan kontrak swap
tingkat suku bunga (“IRS”) (lanjutan)
d. Fair value hedge using interest rate swap
contracts (“IRS”) (continued)
Perubahan nilai wajar dari kontrak IRS
sebagai instrumen lindung nilai dan pinjaman
pembiayaan bersama dan pembelian piutang
pembiayaan
sebagai
item
yang
dilindungnilaikan
sebagai
akibat
dari
penerapan
akuntansi
lindung
nilai,
dibebankan dalam laporan laba rugi
konsolidasian.
Perubahan
nilai
wajar
instrumen lindung nilai dan item yang
dilindungnilai akan saling offset dan bagian
yang
tidak
efektif
dicatat
sebagai
keuntungan/kerugian kontrak derivatif dalam
laporan laba rugi konsolidasian.
The change in fair value of IRS contracts as
the hedge instruments and the joint financing
and purchase of consumer financing
receivables as the hedge items, respectively,
resulting from the implementation of hedge
accounting was charged/credited to the
consolidated income statement. The changes
to fair value of hedge instruments and
hedged items are offset and the ineffective
portion is recorded as gain/loss on derivative
contracts in the consolidated statement of
income.
TAGIHAN AKSEPTASI
a.
9.
Berdasarkan mata uang
ACCEPTANCE RECEIVABLES
a.
2010
Mata uang asing
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
2009
10,335
13,128
(103)
(84)
10,232
b. Cadangan kerugian penurunan nilai
Foreign currencies
Less: allowance for impairment
losses
13,044
b.
2010
Saldo awal tahun
(Penambahan)/pemulihan
cadangan
(lihat Catatan 25)
Selisih kurs penjabaran
By currency
Allowance for impairment losses
2009
(84)
(116)
(22)
3
22
10
(103)
(84)
Direksi berpendapat bahwa cadangan kerugian
penurunan nilai yang dibentuk sudah memadai.
10. PINJAMAN YANG DIBERIKAN
Beginning balance
(Additional)/reversal of
allowance
(refer to Note 25)
Exchange rate differences
The Directors believe that the allowance for
impairment losses is adequate.
10. LOANS
Pinjaman yang diberikan kepada pihak yang
mempunyai hubungan istimewa diungkapkan
pada Catatan 30. Informasi mengenai jatuh
tempo dan tingkat suku bunga diungkapkan pada
Catatan 31.
Loans to related parties are disclosed in Note 30.
Information with respect to maturities and interest
rates are disclosed in Note 31.
Lampiran - 5/56 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
10. PINJAMAN YANG DIBERIKAN (lanjutan)
a.
10. LOANS (continued)
Berdasarkan jenis
a.
2010
Pinjaman konsumen
Modal kerja
Pinjaman investasi
Pinjaman karyawan
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2009
3,596,145
1,677,673
529,463
68,724
2,975,090
1,362,349
371,951
56,856
5,872,005
4,766,246
(53,041)
5,818,964
Berdasarkan mata uang
Rupiah
Mata uang asing
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
c.
2009
5,872,005
4,766,246
(53,041)
By economic sector
2009
3,065,985
589,589
573,013
259,788
32,429
187,764
92,884
4,644
47,603
10,075
5,872,005
4,766,246
5,818,964
Less: allowance for
impairment losses
4,689,351
3,682,592
819,565
647,310
253,542
193,107
178,361
(53,041)
Rupiah
Foreign currencies
(76,895)
c.
2010
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
By currency
4,343,604
422,642
Berdasarkan sektor ekonomi
Kredit konsumer dan lain-lain
Perdagangan, restoran dan hotel
Industri pengolahan
Jasa-jasa dunia usaha
Konstruksi
Jasa-jasa sosial/masyarakat
Pengangkutan, pergudangan, dan
komunikasi
Pertambangan
Loans to the Bank’s employees consist of
interest bearing loans intended for the
acquisition of housing and motor vehicles,
which are due at various dates extending up
to a period of 20 years. The loans are
collected through monthly payroll deductions.
5,286,421
585,584
5,818,964
Less: allowance for
impairment losses
4,689,351
b.
2010
Consumer loans
Working capital
Investment loans
Loans to employees
(76,895)
Pinjaman
karyawan
adalah
pinjaman
berbunga untuk pembelian rumah tinggal dan
kendaraan bermotor dengan jangka waktu
yang bervariasi hingga maksimum 20 tahun.
Pembayaran cicilan kredit dilakukan melalui
pemotongan gaji karyawan setiap bulan.
b.
By type
(76,895)
4,689,351
Lampiran - 5/57 - Schedule
Consumer loans and others
Trading, restaurants and hotels
Manufacturing
Trade services
Construction
Social/community services
Transportation, warehousing, and
communications
Mining
Less: allowance for
impairment losses
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
10. PINJAMAN YANG DIBERIKAN (lanjutan)
d.
Berdasarkan
Indonesia
kolektabilitas
10. LOANS (continued)
Bank
d.
Based on Bank Indonesia’s collectability
31 Desember/December 2010
Tidak
mengalami
penurunan
nilai/
Non impaired
Mengalami
penurunan
nilai/
Impaired
Jumlah/
Total
Rupiah
Mata uang asing
5,201,370
585,584
85,051
-
5,286,421
585,584
Jumlah
5,786,954
85,051
5,872,005
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
-
Jumlah
5,786,954
2010
Cadangan
Jumlah
kerugian
pinjaman
penurunan
yang
nilai/Allowance
diberikan/
for impairment
Total loans
losses
Lancar
Dalam perhatian khusus
Kurang lancar
Diragukan
Macet
Dikurangi:
Cadangan kerugian
penurunan nilai
(53,041)
(53,041)
32,010
5,818,964
Less: allowance for
impairment losses
Total
2009
Cadangan
Jumlah
kerugian
pinjaman
penurunan
yang
nilai/Allowance
diberikan/
for impairment
Total loans
losses
5,507,750
284,079
12,670
12,834
54,672
(13,265)
(16,221)
(3,972)
(6,832)
(12,751)
4,383,948
291,120
17,498
18,002
55,678
(39,415)
(12,991)
(1,879)
(8,463)
(14,147)
5,872,005
(53,041)
4,766,246
(76,895)
(53,041)
(76,895)
5,818,964
4,689,351
Rasio kredit bermasalah (“NPL”) dihitung
sesuai dengan pedoman perhitungan rasio
keuangan sebagaimana tercantum dalam
Surat Edaran BI No.3/30/DPNP tanggal
14 Desember 2001 sebagaimana telah
diubah
dengan
Surat
Edaran
BI
No. 7/10/DPNP tanggal 31 Maret 2005 yang
kemudian diubah melalui Surat Edaran BI
No.12/11/DPNP tanggal 31 Maret 2010.
Pada tanggal 31 Desember 2010, NPL bruto
dan neto Bank masing-masing adalah
sebesar 1,37% (2009: 1,91%) dan 0,97%
(2009: 1,40%).
Rupiah
Foreign currencies
Current
Special mention
Substandard
Doubtful
Loss
Less:
Allowance for impairment
losses
Non performing loans (“NPL”) determined
based on financial ratio calculation guidance
as stated in Circular Letter of BI No.
3/30/DPNP dated 14 December 2001 as
amended with the Circular Letter of BI No.
7/10/DPNP dated 31 March 2005 then
amended by Circular Letter of BI
No.12/11/DPNP dated 31 March 2010. As at
31 December 2010, the percentage of
Bank’s gross and net NPL is 1.37% (2009:
1.91%) and 0.97% (2009: 1.40%).
Lampiran - 5/58 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
10. PINJAMAN YANG DIBERIKAN (lanjutan)
e.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
10. LOANS (continued)
Cadangan kerugian penurunan nilai
e.
2010
Saldo awal
Penyesuaian saldo awal
berkaitan dengan
penerapan PSAK 55
(Revisi 2006) (lihat Catatan 29)
Penambahan cadangan
(lihat Catatan 25)
Penghapusan pinjaman
Penerimaan atas pinjaman yang
telah dihapusbukukan
*)
Lain-lain
f.
Allowance for impairment losses
2009
(76,895)
(67,304)
(54,890)
73,845
(53,594)
50,750
Beginning balance
Adjustment to opening balance
in respect of implementation of
SFAS 55 (Revised 2006)
(refer to Note 29)
Additional of allowance
(refer to Note 25)
Write-offs
(16,487)
5,636
(7,229)
482
Loan recoveries
*)
Others
(53,041)
(76,895)
15,750
-
*) Termasuk selisih kurs karena penjabaran
mata uang asing dan implikasi dari
pengakuan pendapatan bunga atas bagian
yang tidak mengalami penurunan nilai dari
kredit yang mengalami penurunan nilai
(unwinding of interests) pada tanggal 31
Desember 2010.
*) Includes effect of foreign currency translation
and implication from interest income
recognised on the non-impaired portion of the
impaired loans (unwinding of interests) for
31 December 2010.
Direksi berpendapat bahwa cadangan
kerugian penurunan nilai yang dibentuk
sudah memadai.
The Directors believe that the allowance for
impairment losses is adequate.
Pembiayaan bersama dan pembelian
piutang pembiayaan konsumen (asset
buy)
f.
Joint financing and purchase of consumer
financing receivables (asset buy)
Bank mengadakan perjanjian pemberian
fasilitas pembiayaan bersama dengan
beberapa lembaga pembiayaan untuk
membiayai kepemilikan kendaraan bermotor
secara retail. Risiko kredit dalam pembiayaan
bersama tersebut berada pada debitur dari
lembaga pembiayaan tersebut. Jumlah saldo
piutang pembiayaan bersama pada tanggal
31 Desember 2010 adalah sebesar
Rp 3.133.964 (2009: Rp 2.567.586). Saldo ini
termasuk di dalam “pinjaman konsumen”.
The Bank has entered into joint financing
agreements with several multi-finance
companies for financing retail purchases of
vehicles. The ultimate credit risk of loans
under the joint financing lies with the
customers of the multi-finance companies.
The outstanding loan balance under these
agreements as at 31 December 2010 is
Rp 3,133,964 (2009: Rp 2,567,586). This
balance is included under “consumer loans”.
Bank juga mengadakan perjanjian dengan
beberapa lembaga pembiayaan untuk
mengambil
alih
piutang
pembiayaan
konsumen lembaga pembiayaan tersebut
without recourse (asset buy). Risiko kredit
Bank dalam perjanjian tersebut berada pada
debitur dari lembaga pembiayaan tersebut.
Jumlah saldo fasilitas kredit yang dibiayai
Bank
berdasarkan
perjanjian
pengambilalihan tersebut pada tanggal
31 Desember
2010
adalah
sebesar
Rp 243.666 (2009: Rp 237.770). Saldo ini
termasuk di dalam “pinjaman konsumen”.
The Bank has also entered into agreements
with several multi-finance companies to take
over their consumer financing receivables
without recourse (asset buy). Under these
agreements, the ultimate credit risk of the
Bank lies with the customers of the multifinance companies. The outstanding balance
under these consumer financing receivables
as at 31 December 2010 is Rp 243,666
(2009: Rp 237,770). This balance is included
under “consumer loans”.
Lampiran - 5/59 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
10. PINJAMAN YANG DIBERIKAN (lanjutan)
f.
10. LOANS (continued)
Pembiayaan bersama dan pembelian
piutang pembiayaan konsumen (asset
buy) (lanjutan)
f.
Joint financing and purchase of consumer
financing
receivables
(asset
buy)
(continued)
Seperti yang dijelaskan di Catatan 8d, Bank
telah menggunakan kontrak swap tingkat
suku bunga sebagai lindung nilai atas risiko
suku bunga atas kredit pembiayaan bersama
dan
pembelian
piutang
pembiayaan
konsumen dengan saldo sebesar Rp 425.000
(2009: Rp 770.000). Perubahan nilai wajar
kredit tersebut telah termasuk dalam saldo
kredit pinjaman konsumen.
g.
Batas Maksimum
(“BMPK”)
Pemberian
As discussed in Note 8d, the Bank has
designated interest rate swap (IRS) contracts
to hedge interest rate risk of joint financing
and purchase of consumer financing
receivables amounting to Rp 425,000 (2009:
Rp 770,000). The changes to the loan fair
value had been included in the loan balance.`
Kredit
g.
Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009,
Bank memenuhi ketentuan Bank Indonesia
tentang BMPK.
11. PENYERTAAN
Legal Lending Limit (“LLL”)
As at 31 December 2010 and 2009, the Bank
complied with LLL requirement of Bank
Indonesia.
11. INVESTMENTS IN SHARES
a. Berdasarkan metode pencatatan
a. Based on recording method
2010
Metode harga perolehan
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
2009
64
64
(32)
(64)
32
Penyertaan saham berdasarkan metode
harga perolehan adalah sebagai berikut:
Jenis Usaha /
Nature of
Business
PT First State Investment
Indonesia
Investment in shares based on acquisition
cost method was as follow :
Persentase Kepemilikan /
Percentage of ownership
Nilai Nominal/
Face Value Rp
0.15%
64
b. Allowance for impairment losses
2010
Saldo awal
Pemulihan cadangan
(lihat Catatan 25)
-
Manajer Investasi /
Investment
Manager
b. Cadangan kerugian penurunan nilai
Cost method
Less: allowance for impairment
losses
2009
(64)
(64)
32
-
(32)
Direksi berpendapat bahwa cadangan kerugian
penurunan nilai yang dibentuk sudah memadai.
Beginning balance
Additional of allowance
(refer to Note 25)
(64)
The Directors believe that the allowance for
impairment losses is adequate.
Lampiran - 5/60 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
12. FIXED ASSETS
2010
Saldo
awal/
Opening
balance
Harga perolehan:
Tanah
Bangunan
Renovasi gedung
Perabot dan perlengkapan
Kendaraan bermotor
Peralatan kantor
Aset dalam penyelesaian
Akumulasi penyusutan:
Bangunan
Renovasi gedung
Perabot dan perlengkapan
Kendaraan bermotor
Peralatan kantor
Nilai buku bersih
Hapus buku
dan reklasikasi/
Penambahan/ Penjualan/ Write off and
Additions
Sales
reclassification
60,782
80,044
228,644
11,882
8,873
112,388
29,204
868
9,105
286
33,161
18,722
(1,055)
(5,283)
(2,736)
-
531,817
62,142
(9,074)
(23,810)
(84,817)
(7,941)
(7,344)
(67,374)
(191,286)
(6,582)
(50,838)
(1,008)
(425)
(20,227)
(79,080)
1,047
4,799
2,736
8,582
272
46,457
(46,729)
-
340,531
Saldo
akhir/
Closing
balance
60,782
81,184
284,206
11,113
3,590
142,813
1,197
Cost:
Land
Buildings
Leasehold improvements
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Office equipment
Construction in progress
584,885
(30,392)
(135,655)
(7,902)
(2,970)
(84,865)
(261,784)
323,101
Accumulated
depreciation:
Buildings
Leasehold improvements
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Office equipment
Net book value
2009
Saldo
awal/
Opening
balance
Harga perolehan:
Tanah
Bangunan
Renovasi gedung
Perabot dan perlengkapan
Kendaraan bermotor
Peralatan kantor
Aset dalam penyelesaian
Akumulasi penyusutan:
Bangunan
Renovasi gedung
Perabot dan perlengkapan
Kendaraan bermotor
Peralatan kantor
Nilai buku bersih
Hapus buku
dan reklasikasi/
Penambahan/ Penjualan/ Write off and
Additions
Sales
reclassification
60,804
40,551
132,900
10,844
9,227
89,340
26,056
37,057
53,185
1,038
23,049
48,120
(354)
-
369,722
162,449
(354)
(22)
2,435
43,866
(46,279)
-
Saldo
akhir/
Closing
balance
60,782
80,043
229,951
11,882
8,873
112,389
27,897
531,817
(19,263)
(50,958)
(6,937)
(6,908)
(51,096)
(4,547)
(33,859)
(1,004)
(791)
(16,277)
354
-
-
(23,810)
(84,817)
(7,941)
(7,345)
(67,373)
(135,162)
(56,478)
354
-
(191,286)
234,560
Cost:
Land
Buildings
Leasehold improvements
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Office equipment
Construction in progress
340,531
Accumulated
depreciation:
Buildings
Leasehold improvements
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Office equipment
Net book value
Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009,
seluruh aset tetap diasuransikan terhadap risiko
kebakaran,
kerusuhan,
kecelakaan,
dan
pencurian dengan jumlah pertanggungan masingmasing sebesar Rp 603.819 dan Rp 308.137.
As at 31 December 2010 and 2009, fixed assets
were insured against fire, disruption, accidents,
and theft risks for insured sums of Rp 603,189
and Rp 308,137, respectively.
Direktur berpendapat bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
The Directors believe that the insurance coverage
is adequate to cover possible losses on the
assets insured.
Lampiran - 5/61 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
13. ASET LAIN-LAIN
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
13. OTHER ASSETS
Aset lain-lain kepada pihak yang mempunyai
hubungan istimewa diungkapkan pada Catatan
30. Informasi mengenai jatuh tempo dan suku
bunga diungkapkan pada Catatan 31.
2010
Piutang reksa dana
Beban dibayar di muka
Biaya bunga yang belum diamortisasi
Piutang bunga
Piutang biaya jasa manajemen
Transitory ATM, Cash, Credit card
Pendapatan atas jasa penyaluran reksa
dana yang masih harus diterima
Biaya penggantian dari pihak yang
mempunyai hubungan istimewa
Agunan yang diambil alih - bersih
Setoran jaminan
Uang muka
Properti terbengkalai - bersih
Lain-lain
Other assets with related parties are disclosed in
Note 30. Information with respect to maturities
and interest rates are disclosed in Note 31.
2009
130,774
106,975
84,012
55,873
36,850
29,322
89,422
25,645
39,378
9,485
22,890
16,812
5,945
5,493
6,127
1,041
660
11,328
9,653
10,103
5,632
6,218
660
6,982
497,290
219,990
Mutual fund receivable
Prepaid expenses
Unamortised interest expense
Interest receivables
Management service fee receivable
Transitory ATM, Cash, Credit card
Mutual fund distribution fee
receivables
Reimbursement costs from
related parties
Foreclosed collaterals - net
Security deposits
Advance payment
Abandoned property - net
Others
Piutang reksa dana
Mutual fund receivable
Merupakan piutang atas hasil penjualan unit
penyertaan reksa dana terproteksi khusus pada
PT Danareksa Investment Manager pada tanggal
28 Desember 2010 (lihat Catatan 1c). Piutang ini
telah diterima pada tanggal 4 Januari 2011.
Represents receivable from sale of investment in
exclusive protected mutual fund units on
PT Danareksa
Investment
Manager
on
28 December 2010 (refer to Note 1c). This
receivable was subsequently received on
4 January 2011.
Beban dibayar di muka
Prepaid expenses
Termasuk dalam beban dibayar di muka adalah
biaya sewa dibayar di muka sebesar Rp 60.497
(2009: Rp 55.463).
Included in prepaid expenses is prepaid rent of
Rp 60,497 (2009: Rp 55,463).
Piutang biaya jasa manajemen
Management service fee receivable
Merupakan piutang biaya jasa manajemen
(termasuk Pajak Pertambahan Nilai) dari
Commonwealth Bank of Australia (lihat Catatan
30).
Represent management service fee receivable
(including Value Added Tax) from Commonwealth
Bank of Australia (see Note 30).
14. PERPAJAKAN
a.
14. TAXATION
Hutang pajak
a.
2010
Bank
Pajak penghasilan badan
Pajak penghasilan:
- pasal 4 ayat 2
- pasal 21
- pasal 23 dan 26
Pajak Pertambahan Nilai
Taxes payable
2009
3,854
21,994
5,244
8,905
117
7,505
6,677
5,282
518
446
25,625
34,917
Lampiran - 5/62 - Schedule
Bank only
Corporate income tax
Income tax:
article 4 clause 2 article 21 articles 23 and 26 Value Added Tax
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
b.
14. TAXATION (continued)
Beban/(manfaat) pajak penghasilan
b. Income tax expense/(benefit)
2010
Bank
Pajak kini
Pajak tangguhan
2009
7,517
9,111
39,321
(9,173)
16,628
30,148
Anak Perusahaan
Pajak kini
Pajak tangguhan
2
(2)
2
(2)
16,630
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak
seperti yang disajikan dalam laporan laba
rugi konsolidasian dan penghasilan kena
pajak untuk tahun yang
berakhir pada
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah
sebagai berikut:
Laba sebelum pajak penghasilan
dan hak minoritas - Bank
30,146
2009
1,188
Consolidated income before
corporate income tax expense and
37,997
minority interest
Add/(Less) subsidiary’s income before
corporate income tax expense (1,204)
after elimination
20,526
Income before corporate income tax
36,793 expense and minority interest - Bank
19,338
Perbedaan waktu:
Perbedaan penyusutan aset tetap
komersial dan pajak
Cadangan untuk imbalan kerja
Perbedaan cadangan
kerugian atas aset
non produktif
Perbedaaan cadangan kerugian
atas pinjaman yang diberikan
Cadangan biaya promosi
Cadangan bonus karyawan dan
insentif penjualan
Perbedaan nilai hapus buku
pinjaman komersial dan pajak
Subsidiary
Current tax
Deferred tax
The reconciliation between income before tax
as shown in the consolidated statement of
income and taxable income for the year
ended 31 December 2010 and 2009 is as
follows:
2010
Laba konsolidasian sebelum
pajak penghasilan dan hak
minoritas
Ditambah/(dikurangi) keuntungan
sebelum pajak penghasilan Anak
Perusahaan - setelah eliminasi
Bank only
Current tax
Deferred tax
21,987
(30,710)
14,898
11,113
10,610
7,124
(51,562)
4,027
4,200
9,202
-
-
2,541
(15,920)
Temporary differences:
Difference between depreciations of
fixed assets per commercial
and fiscal
Allowance for employee benefits
Difference between allowance
for possible losses
on non earning asset
Difference between allowance
for possible losses on loans
Allowance for promotional expenses
Allowance for employee bonus and
sales incentives
Difference between loan write-off
per commercial and fiscal
76,669
Perbedaan tetap:
Biaya-biaya yang tidak dapat
dikurangkan
45,986
63,763
Non deductible expenses
Laba kena pajak tahun berjalan
30,066
140,432
Taxable income for the year
Beban pajak penghasilan
7,517
39,321
Income tax expense
Pajak penghasilan dibayar
di muka pasal 25
(3,663)
(17,327)
3,854
21,994
Hutang pajak penghasilan
Permanent differences:
Lampiran - 5/63 - Schedule
Prepaid income tax article 25
Income tax payable
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
b.
c.
Beban/(manfaat)
(lanjutan)
14. TAXATION (continued)
pajak
penghasilan
b. Income tax expense/(benefit) (continued)
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk
tahun
yang
berakhir
pada
tanggal
31 Desember 2010 di atas adalah suatu
perhitungan sementara yang dibuat untuk
tujuan akuntansi dan dapat berubah pada
waktu
Bank
menyampaikan
Surat
Pemberitahuan
(“SPT”)
tahunannya.
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk
tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2009 adalah sesuai dengan Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT) Bank.
The above corporate tax calculation for the
year ended 31 December 2010 was a
preliminary estimate made for accounting
purpose and is subject to revision when the
Bank files its annual tax return. The
calculation of income tax for the years ended
31 December 2009 conforms to the Bank’s
Annual Corporate Income Tax Return.
Sejak tahun 2009, Bank mengakui kredit
yang dihapusbukukan selama tahun berjalan
sebagai pengurang laba bruto dengan
memenuhi tiga ketentuan yang disyaratkan
dalam pengakuan piutang yang nyata-nyata
tidak dapat ditagih sebagai pengurang dalam
penghasilan bruto sesuai dengan UndangUndang (“UU”) No. 36 tahun 2008 dan
Peraturan No. 57/PMK.03/2010.
Starting 2009, the Bank has been
recognising written off loans in the current
year as deduction of gross profit by fulfiling
three requirements stipulated in the
recognition of written off receivables as
deduction of gross income according to Law
No. 36 year 2008 and Regulation
No. 57/PMK.03/2010.
Aset pajak tangguhan
c.
Deferred tax assets
2010
Penyesuaian
saldo awal
berkaitan
dengan
penerapan
PSAK 55 (Revisi
2006) yang
didebet ke R/E/
Dikreditkan ke
Adjustment to
laporan laba
opening
rugi
Dikreditkan ke
balance in
konsolidasian/
ekuitas
respect of
Credited to
konsolidasian/ implementation
31
consolidated
Credited to
of SFAS 55
Desember/
1 Januari/ statement of
consolidated
(Revised 2006)
31
1 January
income
equity
debited to R/E
December
Aset pajak tangguhan:
Bank
- Penyusutan aset tetap
- Cadangan kerugian
penurunan nilai
aset produktif
- Cadangan imbalan
kerja karyawan
- Cadangan bonus
karyawan dan
insentif penjualan
8,605
5,497
-
-
8,556
(10,238)
-
(10,558)
9,453
(7,678)
-
-
-
2,301
-
-
- Cadangan biaya promosi
- Hapus buku pinjaman
- (Keuntungan)/kerugian
yang belum direalisasi
atas perubahan nilai
wajar efek-efek yang
tersedia untuk dijual
1,050
635
1,007
-
-
-
-
97
-
97
(10,558)
(129)
28,170
(9,111)
Deferred tax assets:
Bank only
Depreciation of 14,102
fixed assets
Allowance for impairment losses on earning
(12,240)
assets
Allowance for 1,775
employee benefits
Allowance for employee bonus and
2,301
sales incentives
Allowance for 2,057 promotional expense
635
Loan write-off Unrealised (gains)/ losses from changes
to fair value of
available for sale
(32) maketable securities
8,598
Anak Perusahaan
Subsidiary
Depreciation of - Penyusutan aset tetap
Jumlah aset pajak
tangguhan
2
(2)
-
-
-
2
(2)
-
-
-
28,172
(9,113)
97
Lampiran - 5/64 - Schedule
(10,558)
8,598
fixed assets
Total deferred
tax assets
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
c.
14. TAXATION (continued)
Aset pajak tangguhan (lanjutan)
c.
Deferred tax assets (continued)
2009
Dikreditkan ke
laporan laba
rugi
Dikreditkan ke
konsolidasian/
ekuitas
Credited to
konsolidasian/
consolidated
Credited to
1 Januari/ statement of
consolidated
1 January
income
equity
Efek
perubahan
tarif pajak/
Effect from
tax rate
changes
31
Desember/
31
December
Aset pajak tangguhan:
Bank
- Penyusutan aset tetap
- Cadangan kerugian
aset produktif
- Cadangan imbalan
kerja karyawan
- Cadangan biaya promosi
- Hapus buku pinjaman
- (Keuntungan)/kerugian
yang belum direalisasi
atas perubahan nilai
wajar efek-efek yang
tersedia untuk dijual
4,992
3,725
-
(112)
8,605
7,460
1,781
-
(685)
8,556
6,674
2,779
-
-
9,453
-
1,050
635
-
-
1,050
635
3,878
-
(4,007)
-
23,004
9,970
(4,007)
(797)
(129)
28,170
Anak Perusahaan
- Penyusutan aset tetap
Jumlah aset pajak
tangguhan
d.
-
2
-
-
2
-
2
-
-
2
23,004
9,972
(4,007)
(797)
28,172
Pemeriksaan pajak
d.
Deferred tax assets:
Bank only
Depreciation of fixed assets
Allowance for possible losses on earning
assets
Allowance for employee benefits
Allowance for promotional expense
Loan write-off Unrealised (gains)/ losses from changes
to fair value of
available for sale
maketable securities
Subsidiary
Depreciation of fixed assets
Total deferred
tax assets
Tax assessments
Pemeriksaan untuk tahun pajak 2007
Assessment for fiscal year 2007
Untuk tahun pajak 2007, ANK melaporkan
kelebihan pembayaran Pajak Penghasilan
(PPh) badan sebesar Rp 1.695.
For the fiscal year 2007, ANK reported the
tax overpayment of corporate income tax of
Rp 1,695.
Pada tanggal 9 Februari 2009, Bank
menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih
Bayar (SKPLB) PPh No. 00034/406/
07/054/09 dari Kantor Pelayanan Pajak
Perusahaan Masuk Bursa (KPPMB) yang
menyatakan
ANK
memiliki
kelebihan
pembayaran PPh badan sebesar Rp 1.563.
Selain itu Bank juga menerima Surat
Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) PPh
No. 00010/203/07/054/09 dan No. 00002/
240/07/054/09 yang menyatakan ANK
memiliki kekurangan pembayaran PPh
masing-masing pasal 23 sebesar Rp 27 dan
PPh pasal 4 (2) sebesar Rp 74.
On 9 February 2009, the Bank received a
Tax Assessment Letter No. 00034/406/
07/054/09 from Tax Office for Public Listed
Companies which stated that ANK has tax
overpayment of Rp 1,563. The Bank has also
received tax assessment letter No. 00010/
203/07/054/09 and No. 00002/240/07/054/09
which stated that ANK has tax underpayment
for withholding tax article 23 by Rp 27 and
tax underpayment for final tax article 4(2) by
Rp 74, respectively.
Lampiran - 5/65 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
d.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
14. TAXATION (continued)
Pemeriksaan pajak (lanjutan)
d.
Tax assessments (continued)
Pemeriksaan untuk tahun pajak 2007
(lanjutan)
Assessment
(continued)
Kekurangan pembayaran pajak tersebut
masing-masing
dipindahbukukan
atas
kelebihan pembayaran PPh badan PT Bank
ANK sehingga sisa kelebihan pembayaran
PPh badan ANK adalah sebesar Rp 1.462.
Atas
kelebihan
pembayaran
tersebut
KPPPMB telah mengeluarkan surat perintah
membayar kepada KPPN Jakarta V dengan
No. 054-0054-2009 pada tanggal 5 Maret
2009. Pembayaran tersebut telah diterima
oleh Bank pada tanggal 8 Juni 2009. Sisa
dari kelebihan pembayaran PPh badan yang
tidak tertagih sebesar Rp 233 dibebankan
sebagai biaya di laporan laba rugi
konsolidasian tahun 2009.
The above tax underpayments have been
set-off against overpayment of ANK’s
corporate income tax, resulting in tax
overpayment of ANK by Rp 1,462. For this
overpayment, Tax Office for Public Listed
Companies issued Tax Payment Letter to
KPPN Jakarta V No. 054-0054-2009 on 5
March 2009. The Bank received the payment
on 8 June 2009. The remaining uncollected
tax overpayment of Rp 233 was charged as
expense in the 2009 consolidated statement
of income.
Pada tanggal 3 Maret 2009, Bank juga
menerima SKPKB PPh pasal 4 (2) Final No.
00005/240/07/907/09 dari Kantor Pelayanan
Pajak Madya Denpasar yang menyatakan
ANK memiliki kekurangan pembayaran PPh
pasal 4 (2) Final sebesar Rp 3. Kekurangan
atas pembayaran pajak ini telah di bayarkan
oleh Bank pada tanggal 30 Maret 2009 dan
telah dicatat sebagai biaya di laporan laba
rugi konsolidasian tahun 2009.
On 3 March 2009, the Bank also received a
tax
assessment
letter
No.
00005/240/07/907/09 from Tax Office
Denpasar Region which stated ANK’s tax
underpayment for final tax article 4(2) of Rp
3. The tax underpayment was settled to the
Tax Office on 30 March 2009 and charged as
expense in the 2009 consolidated statement
of income.
Pada tanggal 4 Maret 2009, Bank juga
menerima SKPKB PPh pasal 4 (2) Final
No. 00003/240/07/624/09
dari
Kantor
Pelayanan Pajak Pasuruan yang menyatakan
ANK memiliki kekurangan pembayaran PPh
pasal 4 (2) Final sebesar Rp 10. Kekurangan
pembayaran pajak ini telah dibayarkan oleh
Bank pada tanggal 25 Maret 2009 dan dicatat
sebagai biaya di laporan laba rugi
konsolidasian tahun 2009.
On 4 March 2009, the Bank also received a
Tax Assessment Letter No. 00003/240/
07/624/09 from Tax Office Pasuruan Region
which stated ANK’s tax underpayment for
final tax article 4(2) of Rp 10. The tax
underpayment was settled to the Tax Office
on 25 March 2009 and charged as expense
in the 2009 consolidated statement of
income.
Pada tanggal 6 Maret 2009, Bank juga
menerima SKPKB PPh pasal 4 (2) Final
No. 00013/240/07/631/09 dan No. 00012/
240/07/631/09 dari Kantor Pelayanan Pajak
Madya Surabaya yang menyatakan ANK
memiliki kekurangan pembayaran PPh pasal
4 (2) Final masing-masing sebesar Rp 99 dan
Rp 3. Kekurangan atas pembayaran pajak ini
telah dibayarkan oleh Bank masing-masing
pada tanggal 30 Maret 2009 dan 25 Maret
2009 dan dicatat sebagai biaya di laporan
laba rugi konsolidasian tahun 2009.
On 6 March 2009, the Bank also received a
Tax Assessment Letter No. 00013/240/07/
631/09 and No. 00012/240/07/631/09 from
Tax Office Surabaya Region which stated
ANK’s tax underpayment for final tax article
4(2) each of Rp 99 and Rp 3. Tax
underpayment was settled to the Tax Office
on 30 March 2009 and 25 March 2009,
respectively, and charged as expense in the
2009 consolidated statement of income.
Lampiran - 5/66 - Schedule
for
fiscal
year
2007
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
e.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
14. TAXATION (continued)
Administrasi
e.
Administration
Berdasarkan Undang-undang Perpajakan
yang berlaku di Indonesia, Bank menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya
jumlah pajak yang terhutang. Direktur
Jenderal Pajak (“DJP”) dapat menetapkan
atau mengubah kewajiban pajak dalam batas
waktu 10 (sepuluh) tahun sejak saat
terhutangnya pajak, atau akhir tahun 2013,
mana yang lebih awal. Ketentuan ini berlaku
untuk tahun pajak sebelum tahun 2008.
Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap
tahun
pajak
2008
dan
tahun-tahun
selanjutnya menentukan bahwa DJP dapat
menetapkan atau mengubah kewajiban pajak
tersebut dalam batas waktu 5 (lima) tahun
sejak saat terhutangnya pajak.
Under the Taxation Laws in Indonesia, the
Bank submits tax returns on the basis of self
assessment. The Director General of Tax
(“DGT”) may assess or amend taxes within
10 (ten) years of the time the tax becomes
due, or until the end of 2013, whichever is
earlier. This rule is applicable to fiscal year
prior to 2008. There are new rules applicable
for fiscal year 2008 and subsequent years
stipulating that the DGT may assess or
amend taxes within 5 (five) years from the
time the tax becomes due.
Pada bulan September 2008, Dewan
Perwakilan Rakyat menyetujui rancangan
untuk mengubah Undang-Undang Pajak
Penghasilan yang akan berlaku efektif sejak
1 Januari 2009. Berdasarkan undang-undang
yang diubah ini, tarif pajak penghasilan
badan berkurang menjadi tarif tetap sebesar
28% pada tahun fiskal 2009 dan 25% pada
tahun fiskal 2010 dan tahun-tahun berikutnya.
Perubahan tarif pajak ini telah dicerminkan di
dalam perhitungan aset dan kewajiban pajak
tangguhan Bank pada tanggal 31 Desember
2010 dan 2009.
In September 2008, the Indonesian House of
Representatives approved a proposal to
amend the Income Tax Law which became
effective as at 1 January 2009. Under this
amended law, the corporate income tax rate
will be reduced to a fixed rate of 28% for the
fiscal year 2009 and to 25% for the fiscal
year 2010 and subsequent years. This
change in tax rates is reflected in the Bank’s
computation of deferred tax assets and
liabilities as at 31 December 2010 and 2009.
15. SIMPANAN NASABAH
15. DEPOSITS FROM CUSTOMERS
Simpanan nasabah dari pihak yang mempunyai
hubungan istimewa diungkapkan pada Catatan
30. Informasi mengenai jatuh tempo dan tingkat
suku bunga diungkapkan pada Catatan 31.
Customer deposits from related parties are
disclosed in Note 30. Information with respect to
maturities and interest rates are disclosed in
Note 31.
a.
a.
Berdasarkan jenis dan mata uang
2010
Rupiah
- Giro
- Tabungan
- Deposito berjangka
By type and currency
2009
407,891
2,119,141
3,021,795
322,875
1,561,932
3,988,546
5,548,827
5,873,353
Lampiran - 5/67 - Schedule
Rupiah
Current accounts Savings Time deposits -
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
15. SIMPANAN NASABAH (lanjutan)
a.
Berdasarkan
(lanjutan)
jenis
dan
15. DEPOSITS FROM CUSTOMERS (continued)
mata
Mata uang asing
- Giro
- Deposito berjangka
Terdiri dari:
- Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
- Pihak ketiga
b.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
uang
a.
By type and currency (continued)
2010
2009
377,253
3,860,268
320,896
3,907,599
4,237,521
4,228,495
9,786,348
10,101,848
Foreign currencies
Current accounts Time deposits -
Consist of:
276,228
9,510,120
83,075
10,018,773
9,786,348
10,101,848
Simpanan nasabah yang diblokir sebagai
agunan pinjaman yang diberikan
2010
Nominal
130,147
16. SIMPANAN DARI BANK LAIN
b.
Related parties Third parties -
Deposits from customers blocked as
loan collateral
2009
707,133
Principal
16. DEPOSITS FROM OTHER BANKS
Informasi mengenai jatuh tempo dan tingkat
suku bunga diungkapkan pada Catatan 31.
Information with respect to maturities and
interest rates are disclosed in Note 31.
a.
a. By type and currency
Berdasarkan jenis dan mata uang
2010
Rupiah
- Giro
- Tabungan
- Simpanan berjangka
- Call money
Terdiri dari:
- Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
- Pihak ketiga
b.
16,170
2,040
4,305
352,002
67,357
2,292
12,703
3
374,517
82,355
Rupiah
Current accounts –
Savings –
Time deposit –
Call money -
Consist of:
374,517
26,110
56,245
374,517
82,355
Simpanan dari bank lain yang diblokir
sebagai agunan pinjaman yang diberikan
2010
Nominal
2009
2,300
b.
Related parties Third parties -
Deposits from other banks blocked as
loan collateral
2009
800
Lampiran - 5/68 - Schedule
Principal
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
17. KEWAJIBAN AKSEPTASI
17. ACCEPTANCE PAYABLES
2010
Mata uang asing
2009
10,335
13,128
10,335
13,128
18. ESTIMASI KERUGIAN ATAS KOMITMEN DAN
KONTINJENSI
2010
Foreign currencies
18. ESTIMATED LOSSES ON COMMITMENTS
AND CONTINGENCIES
2009
Saldo awal
Penambahan cadangan
(lihat Catatan 25)
Selisih kurs penjabaran
3,432
Saldo akhir
4,290
895
(37)
Direksi berpendapat bahwa estimasi kerugian
atas komitmen dan kontinjensi yang dibentuk
sudah memadai.
19. KEWAJIBAN LAIN-LAIN
2,965
Beginning balance
Additional allowance
(refer to Note 25)
Exchange rate differences
589
(122)
3,432
Provision at the end of the year
The Directors believe that the allowance for
impairment losses on commitments and
contingencies is adequate.
19. OTHER LIABILITIES
Informasi mengenai jatuh tempo diungkapkan
pada Catatan 31.
2010
Beban yang masih harus dibayar
Hutang bunga
Bonus karyawan dan insentif penjualan
Pencadangan biaya reward point
Cadangan imbalan kerja karyawan
Hutang biaya jasa notaris
Angsuran kredit diterima di muka
Lainnya
27,113
18,893
9,906
8,227
7,094
4,790
3,731
18,744
98,498
Information with respect
disclosed in Note 31.
to
maturities
are
2009
34,388
Accrued expenses
18,937
Interest payable
704 Employee bonus and sales incentive
4,200
Provision for reward point
37,810
Allowance for employee benefit
1,663
Notary fee payable
2,761 Loan installments received in advance
12,112
Others
112,575
Lampiran - 5/69 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
19. KEWAJIBAN LAIN-LAIN (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
19. OTHER LIABILITIES (continued)
Penyisihan imbalan kerja karyawan
Provisions for employee benefits
Pada tahun 2010, Bank telah memutuskan untuk
mengkontribusikan 10% dari gaji pokok
karyawan ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan
(DPLK) setiap bulan. Kontribusi tersebut dibiayai
oleh Bank. Akumulasi saldo DPLK dapat
digunakan untuk membiayai imbalan pensiun
normal sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan
No. 13/2003. Rencana ini telah dilaksanakan
pada bulan Oktober 2010. Saldo awal yang
ditransfer ke DPLK Manulife adalah sebesar
Rp 36.022. Akumulasi saldo DPLK pada
31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 39.921.
In 2010, the Bank has decided to contribute 10%
of the employees’ basic salary to their individual
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
every month. The contribution is paid by the
bank. The accumulated DPLK balance can be
used to pay retirement benefit under labour law
No.13/2003 normal. This plan was adopted in
October 2010. The initial balance transferred to
DPLK Manulife amounted to Rp 36,022. The
accumulated DPLK balance as at 31 December
2010 amounted to Rp 39,921.
Kewajiban atas imbalan kerja jangka panjang
dan paska kerja lainnya sesuai Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret
2003 meliputi uang jasa, uang pisah dan
kompensasi lainnya dihitung oleh aktuaria
independen PT Towers Watson Purbajaga
dengan menggunakan metode Projected Unit
Credit.
The liability for long term and post employment
benefits in accordance with Labour Law No.
13/2003 dated 25 March 2003 consists of
service payments, severance payments and
other compensation was calculated by an
independent actuary PT Towers Watson
Purbajaga using the Projected Unit Credit
method.
Berikut ini adalah hal-hal penting yang
diungkapkan dalam laporan aktuaria PT Towers
Watson Purbajaga tertanggal 18 Februari 2011
dan 5 Maret 2010 masing-masing untuk tahun
2010 dan 2009:
The following are the key matters disclosed in
the actuarial report of PT Towers Watson
Purbajaga dated 18 February 2011 and 5 March
2010 for years 2010 and 2009, respectively:
a.
Beban imbalan kerja karyawan
a. Employee benefits expense
2010
Beban jasa kini
Beban bunga
Kontribusi terhadap DPLK
Amortisasi atas keuntungan
aktuaria
6,326
2,882
3,899
(622)
12,485
b.
Penyisihan imbalan karyawan
Kewajiban
8,137
3,690
-
Current service cost
Interest cost
Contribution to DPLK
109
Amortisation of actuarial gain
11,936
b. Provisions for employee benefits
2010
Nilai kini kewajiban imbalan pasti
(Kerugian)/keuntungan aktuaria
yang belum diakui
2009
2009
12,170
28,179
(5,076)
9,631
Present value of defined
benefit obligation
Unrecognised actuarial
(loss)/gain
7,094
37,810
Liability
Lampiran - 5/70 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
19. KEWAJIBAN LAIN-LAIN (lanjutan)
c.
Mutasi penyisihan imbalan
selama tahun berjalan
19. OTHER LIABILITIES (continued)
karyawan
c. Movements
in the provisions
employee benefits during the years
2010
Saldo awal tahun
Beban imbalan karyawan bersih
Pembayaran ke DPLK Manulife
Manfaat yang dibayarkan
selama tahun berjalan
2009
37,810
12,485
(39,921)
26,697
11,936
-
(3,280)
Tingkat kematian
Key assumptions used in the above actuarial
calculations are as follows:
55 Tahun/ 55 Years of age
Normal retirement age
Projected unit credit
Valuation cost method
Tabel Mortalita Indonesia /Indonesian Mortality Table
for disability rate and mortality rate
Tingkat suku bunga diskonto
2010: 9% dan 2009: 11,00% per tahun/
2010: 9% and 2009: 11.00% per annum
Kenaikan gaji
2010: 8% dan 2009: 8,00% per tahun/
2010: 8% and 2009: 8.00% per annum
Tingkat pengunduran diri
Benefits paid during the year
37,810
Asumsi-asumsi utama yang digunakan
dalam perhitungan aktuaria tersebut di atas
adalah sebagai berikut:
Metode penilaian biaya
Beginning balance
Net employee benefits expense
Transfer to DPLK Manulife
(823)
7,094
Umur pensiun normal
Mortality rates
Discount rate
Salary increases
10% per tahun untuk umur 20 tahun dan berkurang
sampai dengan 5% untuk umur 45 tahun dan 5% per tahun
untuk umur antara 45 dan 55 tahun. Seluruh
pengunduran diri diasumsikan secara sukarela/
10% per annum at age 20 and decreasing
linearly to 5% at age 45 and 5% per annum
for ages between 45 and 55. All resignations
are assumed as voluntary resignations
20. HAK MINORITAS
Resignation rates
20. MINORITY INTEREST
Hak minoritas atas kekayaan bersih Anak
Perusahaan adalah sebagai berikut:
The movement of the minority interest’s share in
the net assets of the Subsidiary is as follows:
2010
Saldo awal tahun
Pendirian Anak Perusahaan
Bagian hak minoritas
atas laba bersih Anak Perusahaan
tahun berjalan
for
2009
310
-
300
4
10
314
310
Lampiran - 5/71 - Schedule
Beginning balance
Incorporation of Subsidiary
Net income of Subsidiary
attributable to minority interest
for the current year
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM
21. SHARE CAPITAL
Persentase
kepemilikan/
Percentage
of ownership
Commonwealth Bank of Australia
PT Murni Galaxy
PT Giga Galaxy
PT Samudera Anugerah Megah
PT Ramadewan Winoko
PT Prima Rukun Langgeng
PT Finkom Surya Putra
2010
Jumlah lembar
saham yang
ditempatkan dan
disetor penuh/
Number of
issued and
paid in shares
Jumlah
nominal/
Nominal value
97.40%
0.78%
0.78%
0.39%
0.26%
0.23%
0.16%
1,105,000
8,850
8,850
4,425
2,950
2,655
1,770
1,105,000
8,850
8,850
4,425
2,950
2,655
1,770
100.00%
1.134,500
1,134,500
Persentase
kepemilikan/
Percentage
of ownership
Commonwealth Bank of Australia
PT Murni Galaxy
PT Giga Galaxy
PT Samudera Anugerah Megah
PT Ramadewan Winoko
PT Prima Rukun Langgeng
PT Finkom Surya Putra
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2009
Jumlah lembar
saham yang
ditempatkan dan
disetor penuh/
Number of
issued and
paid in shares
Jumlah
nominal/
Nominal value
96.77%
0.97%
0.97%
0.48%
0.32%
0.29%
0.20%
884,000
8,850
8,850
4,425
2,950
2,655
1,770
884,000
8,850
8,850
4,425
2,950
2,655
1,770
100.00%
913,500
913,500
Menindaklanjuti Rapat Umum Luar Biasa
tanggal 27 dan 30 Maret 2009 yang aktanya
dibuat oleh Notaris F.X. Budi Santoso Isbandi,
S.H. dengan Akta No. 15 tertanggal 3 April 2009,
pemegang saham menyetujui penerbitan 76.000
saham dengan harga Rp 1.000.000 (nilai penuh)
per saham kepada Commonwealth Bank of
Australia (pemegang saham mayoritas Bank)
yang
dibayarkan
penuh
sebesar
Rp 76.000. Setelah penerbitan saham, modal
ditempatkan dan disetor bertambah dari
Rp 837.500 menjadi Rp 913.500. Perubahan ini
telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat
No. AHU-AH.01.10-04989 tanggal 30 April 2009.
Berdasarkan surat No. 11/203/DPB2/TPB2-6
tanggal 30 Desember 2009, peningkatan modal
ditempatkan dan disetor tersebut telah dicatat
dalam administrasi Bank Indonesia.
Commonwealth Bank of Australia
PT Murni Galaxy
PT Giga Galaxy
PT Samudera Anugerah Megah
PT Ramadewan Winoko
PT Prima Rukun Langgeng
PT Finkom Surya Putra
Commonwealth Bank of Australia
PT Murni Galaxy
PT Giga Galaxy
PT Samudera Anugerah Megah
PT Ramadewan Winoko
PT Prima Rukun Langgeng
PT Finkom Surya Putra
Following the Extraordinary General Meeting of
the Bank on 27 and 30 March 2009, as set forth
in deed No. 15 of Notary F.X. Budi Santoso
Isbandi, S.H. dated 3 April 2009, the
shareholders agreed to issue 76,000 shares at
Rp 1,000,000 (full amount) per share to
Commonwealth Bank of Australia (a major
shareholder of the Bank), which were paid in full
for the amount of Rp 76,000. After the issuance,
the total issued and fully paid capital increased
from Rp 837,500 to Rp 913,500. This
amendment was approved by the Minister of
Law and Human Rights of the Republic of
Indonesia through letter No. AHU-AH.01.1004989 dated 30 April 2009. Based on letter No.
11/203/DPB2/TPB2-6 dated 30 December 2009,
the increase in issued and paid up capital has
been
recorded
in
Bank
Indonesia’s
administration.
Lampiran - 5/72 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
21. SHARE CAPITAL (continued)
Berdasarkan keputusan pemegang saham
tertanggal 9 Desember 2010, Commonwealth
Bank of Australia setuju untuk meningkatkan
modal disetor sebesar Rp 221.000, yaitu dari Rp
913.500 menjadi Rp 1.134.500 dan juga
mengubah persentase kepemilikan pemegang
saham. Keputusan ini telah dicatat dalam Akte
Notaris No. 52 tertanggal 15 Desember 2010
oleh F.X. Budi Santoso Isbandi, SH mengenai
Keputusan Pemegang Saham dalam rangka
Peningkatan Modal Commonwealth Bank of
Australia. Perubahan ini telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui surat No. AHUAH.01.10-32913 tanggal 22 Desember 2010.
Berdasarkan surat No. 13/10/DPB2/TPB2-2
tanggal 20 Januari 2011, peningkatan modal
ditempatkan dan disetor tersebut telah dicatat
dalam administrasi Bank Indonesia.
22. CADANGAN WAJIB
Based on the Shareholders' resolution dated
9 December 2010, Commonwealth Bank of
Australia agreed to increase the paid up capital
by Rp 221,000, i.e. from Rp 913,500 to Rp
1,134,500 and also changed the percentage of
shareholders ownership. This decision was
recorded under notarial deed No. 52 dated 15
December 2010 of F.X. Budi Santoso Isbandi,
SH. regarding Commonwealth Bank of Australia
Shareholders' Resolution on Capital Increase.
This amendment was approved by the Minister
of Law and Human Rights of the Republic of
Indonesia through letter No. AHU-AH.01.1032913 dated 22 December 2010. Based on
letter No. 13/10/DPB2/TPB2-2 dated 20 January
2011, the increase in issued and paid up capital
has been recorded in Bank Indonesia’s
administration.
22. STATUTORY RESERVES
Untuk memenuhi Undang-undang No. 40 Tahun
2007 yang mewajibkan perusahaan untuk
membentuk
cadangan
wajib
sekurangkurangnya mencapai 20% dari modal saham
yang ditempatkan dan disetor penuh, maka
Bank telah menyisihkan 1% dari laba bersih
2008 yaitu sebesar Rp 17 untuk ditempatkan
sebagai cadangan wajib. Undang-undang
tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk
pembentukan cadangan tersebut.
23. PENDAPATAN BUNGA
To comply with the Indonesian Limited Company
Law No. 40 Year 2007 which requires
companies to set up a statutory reserve
amounting to at least 20% of the issued and
paid up share capital, therefore the Bank had set
aside 1% of the 2008 net income which
amounted to Rp 17 to create the statutory
reserve. There is no set period of time over
which this amount should be provided.
23. INTEREST INCOME
2010
Pinjaman yang diberikan
Efek-efek
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Giro pada bank lain
Lain-lain
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2009
678,835
163,991
668,747
260,956
34,107
848
17
46,182
920
425
877,798
977,230
Termasuk dalam pendapatan bunga dari
pinjaman yang diberikan adalah pendapatan
bunga atas bagian yang tidak mengalami
penurunan nilai dari pinjaman yang mengalami
penurunan nilai (unwinding of interests) untuk
tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2010
sebesar Rp 5.631 dan pendapatan bunga dari
provisi dan komisi yang berkaitan langsung
dengan kegiatan pemberian kredit yang
diamortisasi berdasarkan metode suku bunga
efektif untuk tahun yang berakhir tanggal 31
Desember 2010 sebesar Rp 8.808.
Loans
Marketable securities
Placement with Bank Indonesia
and other banks
Current accounts with other banks
Others
Included in interest income from loans is
interest income recognised on the non-impaired
portion of the impaired loans (unwinding of
interest) for the year ended 31 December 2010
amounting to Rp 5,631 and fees and
commission directly attributable to lending
activities amortised using effective interest rate
method for the year ended 31 December 2010
amounting to Rp 8,808.
Lampiran - 5/73 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
23. PENDAPATAN BUNGA (lanjutan)
23. INTEREST INCOME (continued)
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan
transaksi dengan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa.
Refer to Note 30 for detailed balances and
transactions with related parties.
24. BEBAN BUNGA
24. INTEREST EXPENSE
2010
Simpanan nasabah
Instrumen keuangan derivatif
Simpanan dari bank lain
Asuransi simpanan nasabah
2009
308,215
28,668
19,296
18,691
450,573
38,023
48,187
21,527
374,870
558,310
Deposits from customers
Derivative financial instruments
Deposits from other banks
Insurance for deposits
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan
transaksi dengan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa.
Refer to Note 30 for detailed balances and
transactions with related parties.
25. BEBAN
CADANGAN
KERUGIAN
PENURUNAN NILAI ASET KEUANGAN DAN
NON KEUANGAN
25. ALLOWANCE FOR IMPAIRMENT LOSSES ON
FINANCIAL AND NON-FINANCIAL ASSETS
2010
Aset Keuangan
Penambahan/(pemulihan)
cadangan kerugian penurunan
nilai atas:
Pinjaman yang diberikan
Aset lain-lain
Tagihan akseptasi
Penyertaan
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Efek-efek
Tagihan derivatif
2009
Financial Assets
54,890
531
22
(32)
55,411
Aset Non Keuangan
Penambahan/(pemulihan)
cadangan kerugian penurunan
nilai atas:
Agunan yang diambil alih
Estimasi kerugian atas
komitmen dan kontinjensi
53,594
(36)
(22)
733
5,845
3,220
(543)
Additional/(reversal) for impairment
losses on:
Loans
Other Assets
Acceptance receivables
Investment in shares
Current accounts with other banks
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Marketable securities
Derivative receivables
62,791
Non Financial Assets
9,194
16,255
895
589
10,089
16,844
65,500
79,635
Lampiran - 5/74 - Schedule
Additional/(reversal) for impairment
losses on:
Foreclosed assets
Estimated losses on
commitment and contingencies
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
26. UMUM DAN ADMINISTRASI
26. GENERAL AND ADMINISTRATIVE
2010
Penyusutan aset tetap
Sewa
Jaringan perbankan, informasi
dan komunikasi
Informasi teknologi
Kurir, keamanan dan kebersihan
Promosi
Perjalanan dan transportasi
Telepon, listrik dan air
Perlengkapan dan beban kantor
Jasa profesional dan konsultasi
Perbaikan dan pemeliharaan
Beban jasa ATM interchange
and switching
Lain-lain
2009
79,078
52,154
56,478
44,928
34,382
33,595
31,188
25,105
19,654
19,273
14,326
14,305
11,505
22,650
28,572
25,055
43,435
11,057
17,895
10,568
17,395
14,053
Depreciation of fixed assets
Rental
Banking networking,
information and communication
Information technology
Courier, security and cleaning
Promotion
Travel and transportation
Telephone, electricity and water
Office supplies and expenses
Professional and consultancy fees
Repairs and maintenances
9,356
21,761
4,642
17,350
ATM interchange and switching fee
Others
365,680
314,079
Lihat Catatan 30 untuk rincian saldo dan
transaksi dengan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa.
27. GAJI DAN TUNJANGAN
Refer to Note 30 for detailed balances and
transactions with related parties.
27. SALARIES AND ALLOWANCES
2010
Gaji
Bonus
Tunjangan lainnya
Tunjangan Hari Raya
Beban pelatihan
Beban imbalan karyawan
Tunjangan pajak
Beban staf temporer
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2009
174,415
48,489
36,453
24,500
15,587
12,491
4,993
3,330
142,210
20,580
24,395
20,176
9,399
11,939
4,026
4,179
320,258
236,904
28. KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Salaries
Bonus
Other allowances
Religious holiday allowances
Training costs
Employee benefit expenses
Tax allowances
Temporary staff costs
28. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES
Seperti di dalam bisnis normal perbankan, Bank
mempunyai komitmen dan kontinjensi yang
dicatat sebagai transaksi rekening administratif.
As part of normal banking business, the Bank
has commitments and contingencies that are
recorded as administrative accounts.
Ikhtisar komitmen dan kontinjensi Bank yang
dinyatakan dalam nilai kontrak setara dengan
mata uang Rupiah adalah sebagai berikut:
The following is a summary of the Bank’s
commitments and contingencies at the
equivalent Rupiah contractual amounts:
Lampiran - 5/75 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
28. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
28. COMMITMENTS
(continued)
a. Berdasarkan jenis
AND
CONTINGENCIES
a. By type
2010
2009
Kewajiban komitmen
- Fasilitas kredit kepada debitur
yang belum digunakan
- Irrevocable letters of credit
yang masih berjalan
536,762
436,328
8,884
11,636
Unused loan facilities Outstanding irrevocable letters of credit
Kewajiban komitmen - bersih
545,646
447,964
Commitment payables - net
15,452
117,559
2,488
10,791
17,940
128,350
59,185
42,469
Contingent payables
Issued guarantees -
(41,245)
85,881
Contingent receivables - net
Tagihan kontinjensi
- SBLC yang diterima
- Pendapatan bunga dalam
penyelesaian
Kewajiban kontinjensi
- Garansi yang diberikan
Tagihan kontinjensi - bersih
Commitment payables
b. Berdasarkan kolektibilitas Bank Indonesia
2010
Kewajiban komitmen
- Lancar
- Dalam perhatian khusus
- Macet
Kewajiban kontinjensi
- Lancar
Contingent receivables
Received SBLC Interest receivables of non performing loan
b. By Bank Indonesia’s collectibility
2009
544,565
1,000
81
447,764
107
93
545,646
447,964
59,185
42,469
Commitment payables
Current Special mention Loss -
Contingent payables
Current -
Komitmen dan kontinjensi yang berhubungan
dengan derivatif disajikan di Catatan 8.
The commitments and contingencies relating to
derivative transaction are disclosed in Note 8.
Perubahan estimasi kerugian atas komitmen dan
kontinjensi dicatat dalam laporan laba rugi
konsolidasian.
The movement in the estimated losses on
commitments and contingencies is recorded in
the consolidated statement of income.
29. DAMPAK PENERAPAN AWAL PSAK 50
(REVISI 2006) DAN PSAK 55 (REVISI 2006)
29. IMPACT ON THE INITIAL IMPLEMENTATION
OF SFAS 50 (REVISED 2006) AND SFAS 55
(REVISED 2006)
Bank menerapkan PSAK 50 (Revisi 2006) dan
PSAK 55 (Revisi 2006) pada tanggal 1 Januari
2010 secara prospektif sesuai dengan ketentuan
transisi atas standar tersebut.
The Bank implements prospectively SFAS 50
(Revised 2006) and SFAS 55 (Revised 2006) on
1 January 2010 in accordance with the
transitional provisions of those standards.
Lampiran - 5/76 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
29. DAMPAK PENERAPAN AWAL PSAK 50
(REVISI 2006) DAN PSAK 55 (REVISI 2006)
(lanjutan)
29. IMPACT ON THE INITIAL IMPLEMENTATION
OF SFAS 50 (REVISED 2006) AND SFAS 55
(REVISED 2006) (continued)
Sebagai akibat penerapan awal PSAK 55
(Revisi 2006) secara prospektif, pada tanggal 1
Januari
2010,
Bank
telah
melakukan
perhitungan kembali Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai Aset Keuangan sesuai dengan
ketentuan transisi. Perbedaan antara saldo
cadangan tersebut per 31 Desember 2009
dengan saldo cadangan yang telah dihitung
berdasarkan PSAK 55 (Revisi 2006) per 1
Januari 2010 untuk semua aset keuangan
sejumlah Rp 42.208 telah didebitkan ke Saldo
Laba awal per 1 Januari 2010 dan aset pajak
tangguhan sebesar Rp 10.558 telah dikerditkan
ke Saldo Laba awal per 1 Januari 2010.
As a result of the initial and prospective
implementation of SFAS 55 (Revised 2006), on
1 January 2010, the Bank has recalculated the
Allowance for Impairment of all financial assets
in accordance with the transitional provisions.
The difference between the balances of such
allowance as at 31 December 2009 and the
required allowance calculated based on SFAS
55 (Revised 2006) for all financial assets as at 1
January 2010 amounting to Rp 42,208 was
debited to the opening balance of Retained
Earnings and deferred tax assets amounting to
Rp 10,558 was credited to the opening balance
of Retained Earnings.
Rincian penyesuaian terhadap saldo cadangan
untuk masing-masing akun aset keuangan
adalah sebagai berikut:
Details of adjustment of such allowance for each
financial assets are as follows:
Jumlah/
Amount
Cadangan kerugian penurunan nilai:
- Giro pada bank lain
- Penempatan pada bank lain
- Efek-efek
- Tagihan derivatif
- Pinjaman yang diberikan
1,222
20,143
4,974
119
15,750
Allowance for impairment losses on:
Current accounts with other banks Placements with other banks Marketable securities Derivative receivables Loans -
42,208
Aset pajak tangguhan
(10,558)
Saldo Laba awal
31,650
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG
MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa/Related parties
Deferred tax assets
Beginning Retained Earnings
30. RELATED PARTIES TRANSACTIONS
Sifat dari hubungan/
Nature of relationship
Sifat dari transaksi/
Nature of transaction
Commonwealth Bank of Australia,
Sydney
Pemegang saham utama Bank/The Bank’s
majority shareholder
Commonwealth Bank of Australia,
Vietnam
Dimiliki oleh pemegang saham akhir yang
sama/Owned by the same ultimate shareholder
Biaya penggantian/Reimbursement
expenses
Commonwealth Bank of Australia,
Hongkong
Dimiliki oleh pemegang saham akhir yang
sama/Owned by the same ultimate shareholder
Penempatan dana/Fund placements
Commonwealth Bank of Australia,
London
Dimiliki oleh pemegang saham akhir yang
sama/Owned by the same ultimate shareholder
Penempatan dana/Fund placements
PT First State Investment Indonesia
Dimiliki oleh pemegang saham akhir yang
sama/Owned by the same ultimate shareholder
Pendapatan atas penyaluran reksa dana
yang masih harus diterima/
Mutual fund distribution fee receivable
Lampiran - 5/77 - Schedule
Penempatan dana/Fund placements
Management service fees/Management
service fees
Transaksi derivatif/Derivative transactions
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG
MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa/Related parties
30. RELATED PARTIES TRANSACTIONS
Sifat dari hubungan/
Nature of relationship
Sifat dari transaksi/
Nature of transaction
ASB Bank Ltd., New Zealand
Dimiliki oleh pemegang saham akhir yang
sama/Owned by the same ultimate shareholder
Penempatan dana/Fund placements
PT Commonwealth Life
Dimiliki oleh pemegang saham akhir yang
sama/Owned by the same ultimate shareholder
Pendapatan atas penyaluran reksa dana
yang masih harus diterima/
Mutual fund distribution fee receivable
Dewan Komisaris, Direksi, dan Pejabat
eksekutif/Board of Commissioners,
Board of Directors and Executive
officers
Karyawan kunci/Key management
2010
Aset
Giro pada bank lain
Commonwealth Bank
of Australia, Sydney
ASB Bank Ltd., New Zealand
Persentase terhadap jumlah
aset
Penempatan pada bank lain
Commonwealth Bank
of Australia, London
Commonwealth Bank
of Australia, Hong Kong
Persentase terhadap jumlah
aset
Tagihan derivatif
Commonwealth Bank
of Australia, Sydney
Persentase terhadap jumlah
aset
Efek-efek
Commonwealth Bank
of Australia, Sydney
Persentase terhadap jumlah
aset
Pinjaman yang diberikan, pendapatan
bunga yang masih harus diterima,
simpanan nasabah, beban
operasional/Loans, accrued interest
income, deposits from customers, operating
expenses
2009
24,325
1,523
3,775
3,424
25,848
7,199
0.22%
0.06%
193,162
183,632
-
118,368
193,162
302,000
1.67%
2.66%
158
40
0.00%
0.00%
55,566
-
0.48%
0.00%
Lampiran - 5/78 - Schedule
Assets
Current accounts with other banks
Commonwealth Bank
of Australia, Sydney
ASB Bank Ltd., New Zealand
Percentage of total assets
Placements with other banks
Commonwealth Bank
of Australia, London
Commonwealth Bank
of Australia, Hong Kong
Percentage of total assets
Derivative receivables
Commonwealth Bank
of Australia, Sydney
Percentage of total assets
Marketable securities
Commonwealth Bank
of Australia, Sydney
Percentage of total assets
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG
MEMPUNYAI
HUBUNGAN
ISTIMEWA
(lanjutan)
30. RELATED
(continued)
2010
Aset (lanjutan)
Pinjaman yang diberikan
Karyawan kunci
Persentase terhadap jumlah
aset
Penyertaan saham
PT First State Investments
Indonesia
Persentase terhadap jumlah
aset
Piutang bunga
Commonwealth Bank
of Australia, London
Commonwealth Bank
of Australia, Hong Kong
Persentase terhadap jumlah
aset
Aset lain-lain
Commonwealth Bank
of Australia, Sydney
Commonwealth Bank
of Australia, Vietnam
PT Commonwealth Life
Persentase terhadap jumlah
aset
Pendapatan atas penyaluran reksa
dana yang masih harus diterima
PT First State Investments
Indonesia
PT Commonwealth Life
Persentase terhadap jumlah
aset
Total aset dengan pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa
Persentase terhadap jumlah aset
PARTIES
TRANSACTIONS
2009
7,495
8,069
0.07%
0.07%
64
64
0.00%
0.00%
15
175
-
28
15
203
0.00%
0.00%
2,998
8,300
2,879
68
-
5,945
8,300
0.05%
0.07%
Assets (continued)
Loans
Key employees
Percentage of total assets
Investments in shares
PT First State Investments
Indonesia
Percentage of total assets
Interest receivables
Commonwealth Bank
of Australia, London
Commonwealth Bank
of Australia, Hong Kong
Percentage of total assets
Other assets
Commonwealth Bank
of Australia, Sydney
Commonwealth Bank
of Australia, Vietnam
PT Commonwealth Life
Percentage of total assets
Mutual fund distribution fee
receivables
PT First State Investments
Indonesia
PT Commonwealth Life
1,416
13,702
275
-
15,118
275
0.13%
0.00%
303,371
326,150
Total assets with related parties
2.63%
2.87%
Percentage of total assets
Lampiran - 5/79 - Schedule
Percentage of total assets
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG
MEMPUNYAI
HUBUNGAN
ISTIMEWA
(lanjutan)
30. RELATED
(continued)
2010
Kewajiban
Simpanan nasabah
Giro
Tabungan
Deposito berjangka
Persentase terhadap jumlah
kewajiban
Kewajiban derivatif
Commonwealth Bank
of Australia, Sydney
Persentase terhadap jumlah
kewajiban
PARTIES
TRANSACTIONS
2009
68,220
5,544
202,464
6,868
4,474
97,843
276,228
109,185
2.68%
1.05%
Liabilities
Deposits from customers
Current accounts
Savings
Time deposits
Percentage of total liabilities
Derivative payables
Commonwealth Bank
of Australia, Sydney
160
-
0.00%
0.00%
448
20
0.00%
0.00%
276,836
109,205
Total liabilities to related parties
2,69%
1.05%
Percentage of total liabilities
1,780
425
Interest income
Persentase terhadap jumlah
pendapatan operasional
0.23%
0.06%
Percentage of total
operational income
Pendapatan non-operasional
lainnya
Management service fees
33,500
-
Other non-operational income
Management service fees
Persentase terhadap jumlah
pendapatan non-operasional
100%
0.00%
Percentage of total
non-operational income
1
6,178
Interest expense
0.00%
0.92%
Percentage of total
operating expenses
Beban yang masih harus dibayar
Beban yang masih harus dibayar
Persentase terhadap jumlah
kewajiban
Total kewajiban dengan
pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
Persentase terhadap jumlah
kewajiban
Pendapatan bunga
Beban bunga
Persentase terhadap jumlah
biaya operasional
Dalam transaksi dengan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa, Bank dan Anak Perusahaan
menerapkan kebijakan harga dan syarat sesuai
dengan yang disepakati kedua belah pihak.
Percentage of total liabilities
Accrued expenses
Accrued expenses
Percentage of total liabilities
In related party transactions, the Bank and
Subsidiary implement price and requirement
policy which agreed by both parties.
Lampiran - 5/80 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG
MEMPUNYAI
HUBUNGAN
ISTIMEWA
(lanjutan)
Berdasarkan kesepakatan antara Bank dengan
Commonwealth Bank of Australia (“CBA”),
selama tahun 2010, Bank telah memberikan jasa
konsultasi manajemen kepada CBA. Atas jasa
tersebut, Bank telah menagih biaya jasa
manajemen (management service fee) sebesar
Rp 33.500
yang
dihitung
berdasarkan
persentase tertentu dari biaya departemen yang
relevan ditambah dengan 5% margin.
31. MANAJEMEN RISIKO
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
30. RELATED
(continued)
PARTIES
TRANSACTIONS
Based on agreement between the Bank and
Commonwealth Bank of Australia (“CBA”),
during the year 2010, the Bank has provided a
management consultancy service to CBA. For
this service, Bank has charged a management
service fee amounting to Rp 33,500, which is
calculated based on certain percentages of
relevant departmental costs plus a 5% margin.
31. RISK MANAGEMENT
Bank telah mengimplementasikan prosedur
manajemen risiko sesuai dengan PBI tentang
Penerapan Manajemen Risiko bagi bank umum
No. 5/8/PBI/2003 sebagaimana telah diubah
dengan PBI No. 11/25/PBI/2009 tanggal 1 Juli
2009 dan Surat Edaran BI No. 5/21/DPNP
tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi
Bank Umum. Menurut surat edaran tersebut,
penerapan manajemen risiko harus dilakukan
tidak hanya pada risiko kredit, risiko pasar
maupun risiko operasional, namun juga untuk
risiko likuiditas, risiko hukum, risiko reputasi,
risiko strategis, dan risiko kepatuhan.
The Bank has implemented a risk management
policy in accordance with BI regulation
No. 5/8/PBI/2003 amended by BI regulation
No. 11/25/PBI/2009 dated 1 July 2009
concerning of “Application of Risk Management
for Commercial Bank” and BI Circular Letter No.
5/21/DPNP concerning of “Risk Management for
Commercial Bank”. As stipulated in the decrees,
processes for application of risk management
shall be implemented for credit risk, market risk,
operational risk, liquidity risk, legal risk,
reputation risk, strategic risk, and compliance
risk.
Risiko Kredit
Credit Risk
Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan
yang timbul jika nasabah, klien atau rekanan
Bank gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya
kepada Bank. Risiko kredit terutama berasal dari
pinjaman yang diberikan kepada konsumen dan
sektor komersial, garansi, letters of credit,
endorsements dan akseptasi.
Credit risk is the risk of financial loss, should any
of the Bank’s customers, clients or market
counterparties fail to fulfil their contractual
obligations to the Bank. Credit risk arises mainly
from consumer and commercial loans,
guarantees, letters of credit, endorsements and
acceptances.
Bank juga dipengaruhi oleh risiko kredit lainnya
yang berasal dari investasi pada efek-efek dan
eksposur lain yang timbul dari aktivitas
perdagangan (eksposur perdagangan).
The Bank is also exposed to other credit risks
arising from investments in marketable
securities and other exposures arising from its
trading activities (trading exposures).
Manajemen melakukan pengelolaan eksposur
risiko kredit dengan hati-hati. Manajemen dan
pengendalian atas risiko kredit dilakukan oleh
tim manajemen risiko kredit, yang bertanggung
jawab kepada Direksi dan pemimpin tiap unit
bisnis secara rutin.
Management carefully manages its exposure to
credit risk. The credit risk management and
control are centralised in the credit risk
management team, which reports to the
Directors and head of each business unit
regularly.
Lampiran - 5/81 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
31. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko Kredit (lanjutan)
Credit Risk (continued)
Faktor
utama
yang
berperan
dalam
pengendalian dan mengurangi risiko kredit
adalah kemampuan dan kematangan satuan
kerja perkreditan dalam membuat analisa kredit,
sehingga pada akhirnya tercapai suatu
keseimbangan antara pengelolaan risiko dengan
pengembangan bisnis. Bersamaan dengan itu,
pengelolaan portofolio dan risiko kredit
merupakan tanggung jawab dari Komite
Manajemen Risiko.
The main factor that controls and reduces the
credit risk is the ability and maturity of the credit
units to analyse the credit, which results in a
balance between credit risk and business
development consideration. At the same time,
portfolio and credit risk management is the
responsibility of the Risk Management
Committee.
(i)
(i) Credit risk measurement
Pengukuran risiko kredit
Estimasi terhadap eksposur kredit adalah
proses yang kompleks dan memerlukan
penggunaan model, di mana nilai dari suatu
produk bervariasi tergantung dengan
perubahan pada variabel-variabel pasar,
arus kas masa depan dan rentang waktu.
Penilaian risiko kredit atas suatu portofolio
aset memerlukan estimasi-estimasi, seperti
kemungkinan terjadinya wanprestasi, rasio
kerugian dan korelasi wanprestasi antar
rekanan.
The estimation of credit exposure is a
complex process and requires the use of
models, as the value of a product varies
depend on changes in market variables,
expected cash flows and the passage of time.
The assessment of credit risk of a portfolio of
assets entails further estimations as to the
likelihood of defaults occurring, of the
associated loss ratios and of default
correlations between counterparties.
Dalam mengukur risiko kredit untuk
pinjaman
yang
diberikan,
Bank
mempertimbangkan tiga komponen: (i)
estimasi kerugian saat debitur atau rekanan
tidak dapat memenuhi kewajibannya; (ii)
estimasi tingkat eksposur saat debitur atau
rekanan
tidak
dapat
memenuhi
kewajibannya baik pada on-balance sheet
maupun off-balance sheet; dan (iii) estimasi
kerugian yang harus ditanggung oleh Bank
atas kewajiban yang telah wanprestasi.
In measuring the credit risk of loans, the
Bank considers three components: (i) loss
estimation when debtor or counterparts
cannot fulfill their contractual obligations; (ii)
estimated exposure when a debtor or
counterpart cannot fulfill their obligations,
both at on-balance sheet and off-balance
sheet; and (iii) loss estimation on the
defaulted obligations which the Bank should
be beared.
Untuk mengelola dan memantau risiko atas
penyaluran kredit, secara rutin Bank
melakukan analisa terhadap portofolio kredit
berdasarkan segmentasi bisnis dan kualitas
kredit dari debitur atau rekanan.
To manage and monitor credit risk, the Bank
performs a regular portfolio analysis based
on portfolio segmentation and credit quality
from debtors or counterparts.
Penetapan kebijakan limit dan pemantauan
juga dilakukan secara rutin, antara lain:
Batas
Maksimum
Pemberian
Kredit,
segmentasi bisnis (kategori debitur), jenis
mata uang dan sektor ekonomi.
Policy and limits monitoring is conducted on
regular basis including: Legal Lending Limit,
business segmentation (category of debtor),
type of currency and economic sectors.
Lampiran - 5/82 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
31. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko Kredit (lanjutan)
Credit Risk (continued)
(ii) Pengendalian batas risiko dan kebijakan
mitigasi
(ii) Risk limit control and mitigation policies
Bank
mengelola,
membatasi
dan
mengendalikan konsentrasi risiko kredit di
manapun risiko tersebut teridentifikasi secara khusus, terhadap debitur individu
dan kelompok, dan industri serta geografis.
The Bank manages, limits and controls
concentrations of credit risk wherever they
are identified - in particular, to individual
counterparties and groups, and to industries
and geographies.
Bank menentukan tingkat risiko kredit yang
dimiliki dengan menetapkan batas jumlah
risiko yang bisa diterima yang terkait
dengan satu debitur, atau kelompok debitur,
dan berdasarkan segmen geografis dan
industri. Risiko ini dimonitor dengan basis
revolving dan akan ditelaah secara tahunan
atau dengan frekuensi yang lebih sering.
The Bank determines the levels of credit risk
it undertakes by placing limits on the amount
of risk accepted in relation to one borrower,
or groups of borrowers, and to geographical
and industry segments. Such risks are
monitored on a revolving basis and are
subject to an annual or more frequent review,
when considered necessary.
Batas pemberian kredit ditelaah mengikuti
perubahan pada kondisi pasar dan ekonomi
dan telaahan kredit secara periodik dan
penilaian atas kemungkinan wanprestasi.
Lending limits are reviewed in the light of
changing market and economic conditions
and periodic credit reviews and assessments
of probability of default.
Beberapa pengendalian spesifik lainnya dan
pengukuran mitigasi dijelaskan di bawah ini:
Some other specific control and mitigation
measures are outlined below:
Agunan
Collateral
Bank
menerapkan
kebijakan
untuk
memitigasi risiko kredit, antara lain dengan
meminta
agunan
sebagai
jaminan
pelunasan kredit jika jaminan berupa
sumber
pembayaran
utama
debitur
berdasarkan arus kas tidak terpenuhi. Jenis
agunan yang dapat diterima dalam rangka
memitigasi risiko kredit meliputi:
The Bank applies policies to mitigate credit
risk, by asking collateral to secure the
repayment of loan if the main source of
debtor’s payment is based on its cash flow
were not fulfilled. Collateral types that can be
used to mitigate the risk include:
 Kas
 Tanah dan/atau bangunan
 Standby LC/Bank Garansi yang diterima
 Cash
 Land and/or building
 Standby LC/Bank Guarantee received by





Bank
Mesin
Kendaraan bermotor
Piutang dagang
Persediaan
Saham atau surat berharga lainnya





Lampiran - 5/83 - Schedule
the Bank
Machinery
Vehicle
Trade receivable
Inventory
Stock or other marketable securities
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
31. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko Kredit (lanjutan)
Credit Risk (continued)
(ii) Pengendalian batas risiko dan kebijakan
mitigasi (lanjutan)
(ii) Risk limit control and mitigation policies
(continued)
Agunan (lanjutan)
Collateral (continued)
Pemberian pembiayaan dan kredit jangka
panjang kepada debitur korporasi pada
umumnya
disertai
agunan.
Untuk
meminimalisasi kerugian kredit, Bank akan
meminta tambahan agunan dari debitur
ketika terdapat indikasi penurunan nilai atas
pinjaman yang diberikan.
Longer term finance and lending to corporate
entities are generally secured. In addition, in
order to minimise the credit loss, the Bank
will ask for additional collaterals from the
counterparty as soon as impairment
indicators are identified for the relevant
individual loans.
Batas pemberian untuk derivatif dan kredit
Lending limits for derivative and loan books
Risiko penyelesaian (settlement) timbul jika
pembayaran dalam bentuk uang tunai atau
efek dilakukan dengan harapan akan dapat
menerima hak yang setara dengan kas atau
efek. Batas settlement harian ditetapkan
untuk setiap debitur untuk menutupi jumlah
agregat penyelesaian risiko yang berasal
dari transaksi pasar harian.
Settlement risk arises in any situation where
a payment in cash or securities is made with
an expectation of receiving equivalent cash
or securities. Daily settlement limits are
established for each counterparty to cover
the aggregate of all settlement risk arising
from the Bank’s market transactions on any
single day.
(iii) Eksposur maksimum risiko kredit tanpa
memperhitungkan agunan dan pendukung
kredit lainnya
(iii) Maximum exposure to credit risk before
collateral held or other credit enhancements
Eksposur risiko kredit terhadap aset
keuangan pada tanggal 31 Desember 2010
adalah sebagai berikut:
Credit risk exposures relating to financial
assets as at 31 December 2010 are as
follows:
Eksposur maksimum/
Maximum exposure
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain
Efek-efek
Tagihan derivatif
Tagihan akseptasi
Pinjaman yang diberikan
Aset lain-lain
499,159
147,001
1,817,460
2,159,186
22,677
10,335
5,872,005
497,290
11,025,113
Lampiran - 5/84 - Schedule
Current accounts with Bank Indonesia
Current accounts with other banks
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Marketable securities
Derivative receivables
Acceptance receivables
Loans
Other assets
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
31. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko Kredit (lanjutan)
Credit Risk (continued)
(iii) Eksposur maksimum risiko kredit tanpa
memperhitungkan agunan dan pendukung
kredit lainnya (lanjutan)
(iii) Maximum exposure to credit risk before
collateral held or other credit enhancements
(continued)
Eksposur risiko kredit terhadap rekening
administratif pada tanggal 31 Desember
2010 adalah sebagai berikut:
Credit risk exposures relating to off balance
sheet items as at 31 December 2010 are as
follows:
Eksposur maksimum/
Maximum exposure
Fasilitas kredit kepada debitur yang
belum digunakan
Irrevocable letters of credit yang
masih berjalan
SBLC yang diterima
Garansi yang diberikan
536,762
Unused loan facilities
8,884 Outstanding irrevocable letters of credit
(15,452)
Received SBLC
59,185
Issued guarantees
589,379
Tabel di atas menggambarkan eksposur
maksimum atas risiko kredit bagi Bank pada
tanggal 31 Desember 2010, tanpa
memperhitungkan agunan atau pendukung
kredit lainnya. Untuk aset keuangan,
eksposur di atas ditentukan berdasarkan
nilai tercatat bruto seperti yang diungkapkan
pada laporan keuangan konsolidasian atas
posisi keuangan.
The above table represents a worst-case
scenario of credit risk exposure to the Bank
as at 31 December 2010, without taking
account of any collateral held or other credit
enhancements attached. For financial assets,
the exposures set out above are based on
gross carrying amounts as reported in the
consolidated statement of financial position.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, pada
tanggal 31 Desember 2010, 53,26% dari
jumlah eksposur maksimum berasal dari
pinjaman yang diberikan.
As shown above, as at 31 December 2010,
53.26% of the total maximum exposure is
derived from loans.
Manajemen yakin akan kemampuan Bank
untuk mengendalikan dan memelihara
minimal eksposur risiko kredit yang berasal
dari pinjaman yang diberikan berdasarkan
hal-hal sebagai berikut:
Management is confident in its ability to
continue to control and sustain minimal
exposure of credit risk to the Bank resulting
from its loans based on the following:
 Bank telah memiliki pedoman tertulis
 Bank has a documented credit policy
dan
prosedur
manual
mengenai
kebijakan dan proses kredit yang
mencakup seluruh aspek pemberian
kredit yang dilakukan. Setiap pemberian
kredit harus senantiasa mengacu pada
kebijakan tersebut.
 Bank telah memiliki sistem deteksi dini
permasalahan melalui pemantauan
yang disiplin.
 Sebagian besar kredit diberikan dengan
agunan kecuali untuk jenis kredit
tertentu
seperti
personal
loan,
commercial loan dan fasilitas antar
bank.
and manual procedures that covers all
aspects of Bank’s lending activities. At
all times, loan transactions must adhere
to the requirements of the Bank’s policy.
 Bank has early problem detection
system through diciplined monitoring.
 Loans are mainly secured by collateral,
Lampiran - 5/85 - Schedule
except for certain loans such as
personal loan, commercial loan and
interbank loans.
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
31. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko Kredit (lanjutan)
Credit Risk (continued)
(iii) Eksposur maksimum risiko kredit tanpa
memperhitungkan agunan dan pendukung
kredit lainnya (lanjutan)
(iii) Maximum exposure to credit risk before
collateral held or other credit enhancements
(continued)
Konsentrasi risiko aset keuangan dengan
eksposur risiko kredit
Concentration of risks of financial assets with
credit risk exposure
a)
a)
Sektor geografis
Geographical sectors
Tabel berikut menggambarkan rincian
eksposur kredit Bank pada nilai tercatat
(tanpa memperhitungan agunan atau
pendukung
kredit
lainnya),
yang
dikategorikan
berdasarkan
area
geografis pada tanggal 31 Desember
2010. Untuk tabel ini, Bank telah
mengalokasikan
eksposur
area
berdasarkan wilayah geografis tempat
Bank beroperasi.
Jakarta
Giro pada Bank
Indonesia
499,159
Giro pada bank
lain - bruto
147,001
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank lain - bruto
1,817,460
Efek-efek - bruto
Tagihan derivatif bruto
Tagihan akseptasi bruto
Pinjaman yang
diberikan - bruto
Aset lain-lain
Jawa
Barat/
West Java
The following table breaks down Bank’s
credit exposure at their carrying
amounts (without taking into account
any collateral held or other credit
support),
as
categorized
by
geographical region as at 31 December
2010. For this table, the Bank has
allocated exposures to regions based
on the geographical area which
activities are undertaken.
31 Desember/December 2010
Jawa
Jawa
Tengah/
Timur/
Central
East
Java
Java
Sumatera
Jumlah/
Total
-
-
-
-
-
1,817,460
2,154,290
4,896
-
-
-
-
2,159,186
22,677
-
-
-
-
-
22,677
4,561
3,576
-
-
627
1,571
10,335
Current accounts
with Bank Indonesia
Current accounts with
other banks - gross
Placements with
Bank Indonesia and
other banks - gross
Marketable securities gross
Derivative receivables gross
Acceptance receivables gross
4,601,097
461,749
147,049
8,313
765,127
7,774
30,763
762
34,628
10,197
293,341
8,495
5,872,005
497,290
Loans - gross
Other assets
9,707,994
163,834
772,901
31,525
45,452
303,407 11,025,113
-
-
-
-
-
499,159
-
-
-
-
-
147,001
Eksposur risiko kredit atas rekening
administratif adalah sebagai berikut:
Jakarta
Fasilitas kredit kepada
debitur yang belum
digunakan
Irrevocable letters of
credit yang masih
berjalan
SBLC yang diterima
Garansi yang diberikan
Lain-lain/
Others
Jawa
Barat/
West Java
Credit risk exposure relating to off
balance sheet items are as follows:
31 Desember/December 2010
Jawa
Jawa
Tengah/
Timur/
Central
East
Java
Java
Sumatera
284,312
171,170
8,720
2,951
27,508
8,884
(1,937)
59,185
-
-
-
-
350,444
171,170
8,720
2,951
27,508
Lampiran - 5/86 - Schedule
Lain-lain/
Others
Jumlah/
Total
42,101
536,762
Unused loan facilities
(13,515)
-
8,884
(15,452)
59,185
Outstanding irrevocable
letters of credit
Received SBLC
Issued guarantees
28,586
589,379
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
31. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko Kredit (lanjutan)
Credit Risk (continued)
(iii) Eksposur maksimum risiko kredit tanpa
memperhitungkan agunan dan pendukung
kredit lainnya (lanjutan)
(iii) Maximum exposure to credit risk before
collateral held or other credit enhancements
(continued)
Konsentrasi risiko aset keuangan dengan
eksposur risiko kredit (lanjutan)
Concentration of risks of financial assets with
credit risk exposure (continued)
b)
b) Industry sectors
Sektor industri
Tabel berikut menggambarkan rincian
eksposur kredit Bank pada nilai tercatat
(tanpa memperhitungan agunan atau
pendukung
kredit
lainnya),
yang
dikategorikan
berdasarkan
sektor
industri pada tanggal 31 Desember
2010.
The following table breaks down Bank’s
credit exposure at their carrying amounts
(without taking into account any collateral
held or other credit support), as
categorized by industry sectors as at 31
December 2010.
31 Desember/December 2010
Pemerintah/
Government
Giro pada Bank
Indonesia
Giro pada bank lain –
bruto
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank lain - bruto
Efek-efek - bruto
Tagihan derivatif –
bruto
Tagihan akseptasi –
bruto
Pinjaman yang
diberikan -bruto
Aset lain-lain
Lembaga
Keuangan
Bukan Bank/
Financial
Industri
Institution
Pengolahan/
non Banks Manufacturing
Bank/
Bank
Perusahaan
Lainnya dan
Perseorangan/
Other
Companies and Jumlah/
Individual
Total
Jasa-jasa
Dunia
Usaha/
Trade
Services
499,159
-
-
-
-
-
499,159
-
147,001
-
-
-
-
147,001
295,278
1,128,708
393,474
-
-
-
1,817,460
336,322
1,822,718
146
-
-
-
2,159,186
-
22,258
-
-
-
419
22,677
-
-
-
6,631
3,704
-
10,335
Current accounts with
Bank Indonesia
Current accounts with other
banks - gross
Placements with
Bank Indonesia and
other banks - gross
Marketable securities gross
Derivative receivables gross
Acceptance receivables gross
-
259,160
-
3,133,964
-
647,310
-
253,542
-
1,578,029
497,290
5,872,005
497,290
Loans - gross
Other assets
1,130,759
3,379,845
3,527,584
653,941
257,245
2, 075,738
11,025,112
Eksposur risiko kredit atas rekening
administratif adalah sebagai berikut:
Credit risk exposure relating to off
balance sheet items are as follows:
31 Desember/December 2010
Pemerintah/
Government
Fasilitas kredit kepada
debitur yang belum
digunakan
Irrevocable letters of
credit yang masih
berjalan
SBLC yang diterima
Garansi yang diberikan
-
Lembaga
Keuangan
Bukan Bank/
Financial
Industri
Institution
Pengolahan/
non Banks Manufacturing
Bank/
Bank
2,850
2,850
-
Jasa-jasa
Dunia
Usaha/
Trade
Services
150,206
194,227
Perusahaan
Lainnya dan
Perseorangan/
Other
Companies and Jumlah/
Individual
Total
189,479
7,553
(15,452)
2,339
1,331
44,241
12,605
144,646
239,799
202,084
Lampiran - 5/87 - Schedule
-
536,762
8,884
(15,452)
59,185
589,379
Unused loan facilities
Outstanding irrevocable
letters of credit
Received SBLC
Issued guarantees
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
31. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko Kredit (lanjutan)
Credit Risk (continued)
(iv) Pinjaman yang diberikan
(iv) Loans
31 Desember/December 2010
Tidak
mengalami
penurunan
nilai/
Non impaired
Mengalami
penurunan
nilai/
Impaired
Jumlah/
Total
Rupiah
Mata uang asing
5,201,370
585,584
85,051
-
5,286,421
585,584
Jumlah
5,786,954
85,051
5,872,005
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
Jumlah
5,786,954
(53,041)
32,010
(53,041)
5,818,964
Rupiah
Foreign currencies
Less: allowance for possible
impairment losses
Total
Risiko Tingkat Suku Bunga
Interest Rate Risk
Bank melakukan pengawasan terhadap dampak
pergerakan
tingkat
suku
bunga
untuk
mengurangi dampak negatif terhadap Bank, baik
dampak terhadap laba maupun likuiditas, dari
pergerakan tingkat suku bunga yang merugikan.
Untuk mengukur risiko pasar karena pergerakan
suku bunga, Bank melakukan analisa harian
pada pergerakan marjin suku bunga dan juga
melakukan analisa pada profil jatuh tempo
seluruh aset dan pasiva berdasarkan pada
jadwal perubahan suku bunga (repricing
schedule).
Interest rate exposure is also monitored to
minimise any negative impact to the Bank, either
the impact on the profitability or on liquidity, due
to adverse market movements. To measure
market risk fluctuations in interest rates, the
Bank primarily uses interest rate margin and
spread analysis, and also reviews the maturity
gap analysis based on the repricing schedule for
all assets and liabilities.
Risiko tingkat suku bunga timbul dari berbagai
layanan perbankan bagi nasabah.
Interest rate risk arises from the provision of a
variety of banking services to customers.
Tujuan utama pengelolaan tingkat suku bunga
adalah untuk membatasi dampak buruk dari
pergerakan tingkat suku bunga terhadap laba dan
untuk meningkatkan pendapatan di dalam batasan
tertentu. Bila aktivitas nilai lindung alami masih
menghasilkan ketidakcocokan (mismatch) tingkat
suku bunga, lindung nilai dilakukan di dalam
batasan yang telah ditentukan sebelumnya melalui
penggunaan instrumen keuangan fisik dan
instrumen keuangan derivatif lainnya.
The main objective of interest rate risk
management is to limit the adverse effect of
interest rate movements on profit and to
enhance earnings within defined parameters.
Where natural hedging still leaves a resultant
interest rate mismatch, these are hedged within
pre-defined limits through the use of physical
financial instruments and other derivative
financial instruments.
Sebagian besar deposito nasabah dan pinjaman
yang diberikan dengan tingkat suku bunga
mengambang, berkaitan langsung dengan tingkat
suku bunga pasar atau tingkat suku bunga yang
diumumkan, yang disesuaikan secara periodik
guna mencerminkan pergerakan pasar.
A substantial proportion of customer deposits
and lending at floating interest rate is either
directly linked to market rates or based upon
published rates which are periodically adjusted
to reflect market movements.
Tabel di bawah merangkum tingkat suku bunga
rata-rata per tahun untuk Rupiah dan mata uang
asing.
The table below summarises the annual average
interest rates for Rupiah and foreign currencies.
Lampiran - 5/88 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
31. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan)
Interest Rate Risk (continued)
2009
2010
Mata uang
asing/
Foreign
currencies
%
Rupiah/
Rupiah
%
ASET
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Pinjaman yang diberikan
6.38
7.65
15.78
KEWAJIBAN
Simpanan nasabah:
- Giro
- Tabungan
- Simpanan berjangka
Rupiah/
Rupiah
%
1.40
4.50
3.86
2.59
1.28
6.28
Mata uang
asing/
Foreign
currencies
%
8.27
9.62
14.21
0.11
0.00
0.72
1.21
1.54
7.75
Tabel di bawah ini mengikhtisarkan ekposur nilai
wajar
instrumen
keuangan
Bank
yang
diperdagangkan terhadap risiko tingkat suku
bunga (repricing schedule).
2.04
4.85
4.27
ASSETS
Placements with Bank
Indonesia and other banks
Marketable securities
Loans
0.00
0.00
1.46
LIABILITIES
Customer deposits:
Current accounts Savings Time deposits -
The table below summarises Bank’s trading
book fair value exposure to interest rate risk
(repricing schedule).
2010
Aset
Giro pada Bank
Indonesia
Giro pada bank
lain - bruto
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank lain - bruto
Efek-efek - bruto
Tagihan derivatif bruto
Tagihan akseptasi bruto
Pinjaman yang
diberikan - bruto
Aset lain-lain
Jumlah
Floating rate
Lebih dari Lebih dari
1 bulan s/d 3 bulan s/d
Lebih
3 bulan/
12 bulan/
dari
More than More than 12 bulan/
1 month
3 months
More
until
until
than 12
3 months 12 months months
Fixed rate
Lebih dari Lebih dari
1 bulan s/d 3 bulan s/d
Lebih
3 bulan/
12 bulan/
dari
More than More than 12 bulan/
1 month
3 months
More
until
until
than 12
3 months 12 months months
Tidak ter
eksposure
suku
bunga/
Non
interest
bearing
Sampai
dengan
1 bulan/
Up to
1 month
499,159
-
-
-
-
-
-
-
-
-
147,001
-
-
-
-
-
-
-
Sampai
dengan
1 bulan/
Up to
1 month
-
-
-
-
-
1,522,181
295,279
-
-
-
401,061
1,182,393
-
-
12,246
100,546
409,310
53,630
22,677
-
-
-
-
-
Jumlah/
Total
Assets
Current accounts
499,159 with Bank Indonesia
Current accounts with
147,001 other banks - gross
Placements with
Bank Indonesia and
1 ,817,460 other banks - gross
Marketable securities 2,159,186
gross
Derivative receivables 22,677
gross
Acceptance
10,335 receivables - gross
10,335
-
-
-
-
497,290
2,917
-
114
-
569,631
-
137,222
-
163,464
-
456,684
-
1,834,516 2,707,457
-
5,872,005
497,290
Loans - gross
Other assets
1, 029,461
550,979
1,182,507
569,631
137,222
1,697,891
852,509
2,243,826 2,761,087
11,025,113
Total
Kewajiban
-
-
-
-
-
8,893,374
791,790
100,872
312
9,786,348
5,810
10,335
98,498
-
-
-
-
372,012
-
2,505
-
-
-
374,517
5,810
10,335
98,498
Liabilities
Deposits from
customers
Deposits from
other banks
Derivative payables
Acceptance payables
Other liabilities
Jumlah
114,643
-
-
-
-
9,265,386
794,295
100,872
312 10,275,508
Total
Perbedaan
Repricing
914,818
550,979
1,182,507
569,631
Simpanan nasabah
Simpanan dari
bank lain
Kewajiban derivatif
Kewajiban akseptasi
Kewajiban lain-lain
137,222 (7,567,495)
58,214
Lampiran - 5/89 - Schedule
2,142,954 2, 760,775
749,605
Repricing gap
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
31. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko Mata Uang
Currency Risk
Risiko ini umumnya terjadi dari transaksi dan
produk valuta asing, baik dengan nasabah
korporasi maupun ritel, dan dari aktivitas pasar
valuta asing antar bank seperti kontrak
berjangka. Risiko kurs mata uang dimonitor dan
dilaporkan setiap hari oleh Bank untuk
memastikan bahwa dampak pergerakan nilai
tukar mata uang asing yang merugikan dapat
dikendalikan.
Primarily, this exposure arises from foreign
currency products and transactions, both for
corporate and retail clients, and activities in the
interbank foreign currency market such as
forward contracts. Currency rate risk is
monitored and reported daily by the Bank to
ensure that exposure to adverse foreign
currency exchange rate movements are
maintained within pre-defined limits.
Berikut ini adalah posisi devisa neto Bank per
tanggal 31 Desember 2010 dan 2009:
The following is the Bank’s foreign currency net
open position as at 31 December 2010 and
2009:
Mata uang
NERACA
Dolar Australia
Euro
Pound Sterling Inggris
Dolar Hong Kong
Yen Jepang
Dolar Selandia Baru
Dolar Singapura
Dolar Amerika Serikat
Posisi devisa neto neraca
Posisi devisa neto absolut neraca
REKENING ADMINISTRATIF
Dolar Australia
Euro
Pound Sterling Inggris
Yen Jepang
Dolar Selandia Baru
Dolar Amerika Serikat
Posisi devisa neto rekening administratif
Aset/
Assets
2010
Kewajiban/
Liabilities
Nilai bersih/
Net value
1,089,813
330,003
175,372
465
37,123
18,957
75,014
2,482,054
1,042,253
325,809
166,379
24,262
14,922
73,122
2,607,494
47,560
4,194
8,993
465
12,861
4,035
1,892
(125,440)
4,208,801
4,254,241
(45,440)
45,440
2,742
4,657
6,388
202,616
50,882
7,662
9,759
18,607
3,486
72,014
216,403
162,410
(48,140)
(3,005)
(9,759)
(12,219)
(3,486)
130,602
53,993
Posisi devisa neto absolut rekening administratif
Posisi devisa neto absolut keseluruhan
Rasio posisi devisa neto (Neraca dan
rekening administratif)
Posisi Devisa Neto neraca dan rekening
administratif per tanggal 31 Desember 2010
yang dihitung berdasarkan pada Surat
Keputusan Bank Indonesia No. 7/37/PBI/2005
tertanggal 30 September 2005 dan No.
6/20/PBI/2004 tertanggal 15 Juli 2004 adalah
0,99%.
OFF-BALANCE SHEET
Australian Dollar
Euro
Great Britain Pound Sterling
Japanese Yen
New Zealand Dollar
United States Dollar
Net open position administrative accounts
11,245
Absolute net open position administrative accounts
Absolute net open position overall
1,139,224
Total Tier I and II (Capital)
0.99%
Net open position ratio (Balance sheet and
administrative accounts)
53,993
Jumlah Tier I dan II (Modal)
Currency
BALANCE SHEET
Australian Dollar
Euro
Great Britain Pound Sterling
Hong Kong Dollar
Japanese Yen
New Zealand Dollar
Singapore Dollar
United States Dollar
Net open position balance sheet
Absolute net open position balance sheet
The Net Open Position balance sheets and
administrative accounts as at 31 December
2010 which was calculated based on Bank
Indonesia’s Decision Letters No. 7/37/PBI/2005
dated
30
September
2005
and
No. 6/20/PBI/2004 dated 15 July 2004 are
0.99%.
Lampiran - 5/90 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
31. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko Mata Uang (lanjutan)
Currency Risk (continued)
Tabel dibawah ini mengikhtisarkan eksposur
Bank atas risiko nilai tukar mata uang asing
pada tanggal 31 Desember 2010. Termasuk
didalamnya adalah instrumen keuangan pada
nilai tercatat, dikategorikan berdasarkan jenis
mata uang
The table below summarises exposure to
foreign currency exchange rate risk at 31
December 2010. Included in the table are
financial instruments at carrying amounts,
categorised by currency.
2010
Dolar
Amerika
Serikat/
United
States
Dollar
Aset
Kas
Giro pada Bank
Indonesia
Dolar
Singapura/
Singapore
Dollar
Euro/
Euro
Yen
Jepang/
Japanese
Yen
Dolar
Hong
Kong/
Hong
Kong
Dollar
Dolar
Australia/
Australian
Dollar
Pound
Sterling/
Pound
Sterling
Lain-lain/
Others
Jumlah/
Total
41,906
-
-
-
-
-
-
-
41,906
19,165
15,933
13,819
34,930
24,325
465
16,329
1,523
126,489
873,970
904,077
579,470
6,631
18,880
312,468
840
52,694
72
2,132
-
91,695
918,788
4,670
1,571
21,211
-
158,929
13
17,425
4
1,507,181
1,822,865
584,140
10,334
41,020
Assets
Cash
Current account
with Bank Indonesia
Current ac count
with other banks
Placements with
other banks and
Bank Indonesia
Marketable securities
Derivatives receivable
Loans
Acceptances receivable
Other assets
Jumlah aset
2,481,579
329,947
75,014
37,123
1,089,530
465
1 75,271
18,952
4,207,881
Total assets
Kewajiban
Simpanan dari
nasabah
Kewajiban akseptasi
Kewajiban lain-lain
2,593,390
6,631
183,889
325,773
81,123
73,120
2,827
21,931
2,132
13,971
1,036,295
1,571
36,861
488
166,379
11,271
14,922
4,031
4,231,810 Deposits from customers
10,334
Acceptances payable
334,461
Other liabilities
Jumlah kewajiban
2,783,910
406,896
75,947
38,034
1,074,727
488
177,650
18,953
4,576,605
Giro pada bank lain
Penempatan pada
bank lain dan
Bank Indonesia
Efek-efek
Tagihan derivatif
Kredit yang diberikan
Tagihan akseptasi
Aset lain-lain
37,480
706
8,429
61
27,270
-
-
73,946
Liabilities
Posisi keuangan
neraca - bersih
(302,331)
(76,949)
Rekening
administratif - bersih
(200,029)
(1,653)
(933 )
-
(911)
(523)
14,803
(23)
(2,861)
(2,379)
-
-
Total liabilities
(1 )
(368,724 )
Net on balance sheet
financial position
-
(205,066)
Administrative
accounts - net
Risiko Likuiditas
Liquidity Risk
Kebijakan likuiditas Bank didasarkan untuk
memastikan bahwa setiap kebutuhan dana di
saat ini, maupun di masa datang baik untuk
kondisi normal maupun kondisi stres dapat
dipenuhi. Dalam melaksanakan pengendalian
risiko likuiditas, dilakukan dengan beberapa
pendekatan, yaitu: liquidity gap analysis, liquidity
stress test analysis, dan liquidity ratio analysis.
Di mana untuk mengendalikan risiko likuiditas
tersebut ditetapkan beberapa batasan dan
parameter. Di samping itu dalam mengendalikan
risiko likuiditas juga dilakukan pemantauan atas
indikator-indikator internal dan eksternal. Untuk
menghadapi kondisi stres juga ditetapkan
contingency funding plan untuk penanganan
kondisi tersebut. Jumlah aset lancar yang
memadai dipertahankan untuk menjamin
kebutuhan likuiditas yang terkendali setiap
waktu. Hal ini semua sejalan dengan peraturan
baru BI tentang manajemen risiko likuiditas yang
tercantum
dalam
Surat
Edaran
BI
No.11/16/DPNP/2009.
The Bank’s liquidity policy is based on ensuring
that current and future funding requirements can
be met both in normal or stress condition. In
implementation of liquidity risk management,
there are some varieties of methods, such as:
liquidity gap analysis, liquidity stress test
analysis, and liquidity ratios analysis. Whereas
in managing liquidity risk, the Bank sets some
limits and parameters. The Bank also monitors
the internal and external indicators to manage
liquidity risk. The Bank also sets a contingency
funding plan that is used to handle or solve the
crisis condition. Appropriate levels of liquid
assets are held to ensure that a prudent level of
liquidity is maintained at all times. This in line
with BI circular letter No.11/16/DPNP/2009
regarding liquidity risk management.
Lampiran - 5/91 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
31. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko Likuiditas (lanjutan)
Liquidity Risk (continued)
Pengelolaan likuiditas Bank ditekankan pada
penyesuaian arus dana masuk dan keluar.
Kesenjangan arus dana diantisipasi dengan
memelihara aset likuid tingkat pertama yang
berupa pemeliharaan cadangan wajib serta efekefek jangka pendek yang sangat likuid. Aset
likuid tingkat dua dipelihara melalui penempatan
dana jangka pendek di bank lain serta efek-efek
dalam
kelompok
tersedia
untuk
dijual.
Pengelolaan likuiditas juga dilakukan melalui
pengelolaan struktur sumber dana dengan
memperhatikan limit konsentrasi deposan.
Selain itu, Bank senantiasa memelihara
kemampuannya untuk melakukan akses ke
pasar uang, dengan memelihara hubungan
dengan bank-bank koresponden.
The Bank’s liquidity management focuses on
cash inflow and outflow. The gap in cash flow is
anticipated through managing the first tier assets
such as maintenance of reserve requirements
and highly liquid short term marketable
securities. Second tier assets are managed
through short term placements with other banks
and available for sale marketable securities.
Liquidity management is also performed through
managing the structure of funding by
implementing
proper
threshold
on
the
concentrations of depositors. In addition, the
Bank maintains its ability to access the financial
market, by maintaining its relationships with
correspondent banks.
Bank memonitor jangka waktu jatuh tempo
komitmen kredit oleh karena komitmen dengan
jangka waktu yang lebih lama pada umumnya
memiliki risiko kredit yang lebih besar
dibandingkan dengan komitmen yang memiliki
jangka waktu yang lebih pendek.
The Bank monitors the term to maturity of credit
commitments
because
longer
term
commitments generally have a greater degree
of credit risk than shorter term commitments.
Pelaporan jatuh tempo aset dan kewajiban
adalah sebagai berikut:
The maturity profile of the Bank’s assets and
liabilities is as follows:
Tidak
mempunyai
tanggal
jatuh tempo
kontraktual/
No
contractual
maturity
Aset
Kas
Giro pada Bank
Indonesia
Giro pada bank
lain - bruto
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank lain - bruto
Sampai
dengan
1 bulan/
Up to
1 month
2010
Lebih dari Lebih dari Lebih dari
1 bulan
3 bulan
6 bulan
s/d
s/d
s/d
3 bulan/
6 bulan/
12 bulan/
More than More than More than Lebih dari
1 month
3 months 6 months 12 bulan/
until
until
until
More than
3 months 6 months 12 months 12 months
Jumlah/
Total
-
186,459
-
-
-
-
186,459
-
499,159
-
-
-
-
499,159
-
147,001
-
-
-
-
147,001
-
1,522,181
295,279
-
-
-
1,817,460
Efek-efek - bruto
-
58,103
217,754
688,450
255,848
939,031
2,159,186
Tagihan derivatif - bruto
-
850
1,136
2,936
549
17,206
22,677
Tagihan akseptasi - bruto
Pinjaman yang diberikan
- bruto
Penyertaan - bruto
Goodwill - bersih
Pajak dibayar di muka
Aset tetap - bersih
Aset pajak tangguhan
Aset lain-lain
-
7,279
2,429
627
-
-
64
53,677
323,101
8,598
14,329
165,599
330,246
458,200
13,322
668,084
15,739
1,187,734
28,116
3,392,388
95,538
399,769
2,916,877
988,120
1,375,836
1,472,247
4,444,163 11,597,012
Dikurangi:
Cadangan kerugian
penurunan nilai
(53,176)
Jumlah
346,593
-
-
-
-
2,916,877
988,120
1,375,836
1,472,247
Lampiran - 5/92 - Schedule
-
10,335
Assets
Cash
Current accounts
with Bank Indonesia
Current accounts with
other banks - gross
Placements with
Bank Indonesia and
other banks - gross
Marketable securities gross
Derivative receivables gross
Acceptance receivables gross
5,872,005
Loans - gross
64 Investment in shares - gross
53,677
Goodwill - net
Prepaid tax
323,101
Fixed assets - net
8,598
Deferred tax assets
497,290
Other assets
(53,176)
4,444,163 11,543,836
Less:
Allowance for impairment
losses
Total
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
31. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko Likuiditas (lanjutan)
Liquidity Risk (continued)
Tidak
mempunyai
tanggal
jatuh tempo
kontraktual/
No
contractual
maturity
Kewajiban
Simpanan nasabah
Simpanan dari bank lain
Kewajiban derivatif
Kewajiban akseptasi
Hutang pajak
Cadangan kerugian atas
komitmen dan kontinjensi
Kewajiban lain-lain
Jumlah
Perbedaan jatuh tempo
Sampai
dengan
1 bulan/
Up to
1 month
2010
Lebih dari Lebih dari Lebih dari
1 bulan
3 bulan
6 bulan
s/d
s/d
s/d
3 bulan/
6 bulan/
12 bulan/
More than More tha n More than Lebih dari
1 month
3 months 6 months 12 bulan/
until
until
until
More than
3 months 6 months 12 months 12 months
Jumlah/
Total
-
8,893,374
372,012
1,033
7,279
21,771
791,790
2,505
484
2,429
-
50,040
369
627
3,854
50,832
2,182
-
312
1,742
-
9,786,348
374,517
5,810
10,335
25,625
4,290
-
88,360
1,777
768
486
7,107
4,290
98,498
9,383,829
798,985
55,658
53,500
(6,466,952)
189,135
1,320,178
1,418,747
4,290
342,303
9,161 10,305,423
4,435,002
1,238,413
Liabilities
Deposits from customers
Deposits from other banks
Derivative payables
Acceptance payables
Taxes payable
Allowance for possible
losses on commitments
and contingencies
Other liabilities
Total
Maturity gap
Risiko Operasional
Operational Risk
Risiko operasional adalah risiko kerugian
langsung ataupun tidak langsung yang terjadi
karena tidak memadainya atau karena adanya
kegagalan proses internal, kesalahan manusia,
kegagalan sistem atau adanya masalah
eksternal yang dapat mempengaruhi operasional
Bank.
Operational risk is the risk of direct or indirect
loss resulting from inadequate or failure in
internal processes, people and systems or from
external problems that effect the Bank’s
operations.
Proses pengkajian risiko dilakukan untuk menilai
kecukupan pengendalian internal serta proses
identifikasi dan penelaahan risiko untuk setiap
proses dan produk di masing-masing unit kerja
untuk
memastikan
kepatuhan
terhadap
kebijakan, peraturan dan batasan-batasan yang
dibuat oleh manajemen Bank.
A risk assessment process is carried out to
evaluate the adequacy of internal control and
risk identification and assessment in every
process and product in each working unit to
ensure compliance with the policies, rules and
limits set down by Bank’s Management.
Pengelolaan risiko operasional juga dilakukan
dengan memperkuat aspek keamanan dan
kehandalan operasi teknologi informasi sehingga
kesalahan manusia, fraud, kesalahan proses
dan
potensi
kegagalan
sistem
yang
menyebabkan
terganggunya
kelangsungan
bisnis dapat ditekan dan diantisipasi lebih dini.
Operational risk management is also performed
by strengthening security and operational
aspects of information technology so that human
error, fraud, processing errors and system failure
that can affect business continuity can be
anticipated and reduced.
Bank sedang dalam proses pengembangan dan
implementasi 3 garis pertahanan (3 lines of
defense), menekankan kepemilikan risiko dan
budaya risiko di semua aspek Bank. Bank
mengerahkan upaya terbaik untuk mengelola
risiko operasional dengan memastikan akan
pentingnya pengelolaan risiko ini ditanamkan
pada seluruh jajaran organisasi Bank. Bank
berkomitmen penuh untuk meningkatkan
kemampuan pengelolaan risiko operasional
melalui
penggunaan
berbagai
proses
pengendalian dan perangkat.
Bank is in the process of development and
implementation 3 lines of defense, reinforcing
risk ownership and risk culture across all
aspects of the Bank. Bank does its best effort to
manage operational risk by ensuring that the
importance of managing the risk is embedded at
all levels of Bank’s organisation. Bank has fully
committed to increase its capability in managing
operational risk using several control processes
and tools.
Lampiran - 5/93 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
31. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. RISK MANAGEMENT (continued)
Nilai wajar aset dan kewajiban keuangan
Fair value of financial assets and liabilities
Pada tanggal 31 Desember 2010, nilai tercatat
dari aset dan kewajiban keuangan Bank memiliki
nilai yang hampir sama dengan nilai wajarnya.
As at 31 December 2010, the carrying value of
the Bank's financial assets and liabilities
approximates their fair value.
2010
Nilai
tercatat/
Carrying
value
Aset
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia
Efek-efek
Tagihan derivatif
Kredit yang diberikan
Tagihan akseptasi
Aset lain-lain
Kewajiban
Simpanan nasabah
Simpanan dari bank lain
Kewajiban derivatif
Kewajiban akseptasi
Kewajiban lain-lain
Nilai wajar/
Fair value
186,459
186,459
499,159
147,001
499,159
147,001
1,817,460
2,159,186
2,677
5,872,005
10,231
376,895
11,071,073
1,817,460
2,159,186
2,677
5,960,249
10,231
376,895
11,159,317
9,786,348
374,517
5,810
10,335
33,318
10,210,328
9,786,348
374,517
5,810
10,335
33,318
10,210,328
32. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL
MINIMUM (KPMM)
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
(Capital Adequacy Ratio [CAR]) adalah rasio
modal terhadap aset tertimbang menurut risiko
(Risk Weighted Average [RWA]). Berdasarkan
peraturan Bank Indonesia jumlah modal untuk
risiko kredit terdiri dari modal inti (Tier I) dan
modal pelengkap (Tier II) dikurangi penyertaan
pada Anak Perusahaan. Dalam rangka
perhitungan
Risiko
Pasar,
Bank
dapat
memasukkan komponen modal pelengkap
tambahan (Tier III) yaitu Pinjaman Subordinasi
berjangka pendek yang memenuhi kriteria
tertentu sebagai komponen modal. Rasio
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (induk
perusahaan) pada tanggal 31 Desember 2010
dan 2009 adalah sebagai berikut:
Assets
Cash
Current accounts with Bank
Indonesia
Current accounts with other banks
Placement with other banks
and Bank Indonesia
Marketable securities
Derivative receivables
Loans
Acceptances receivable
Other assets
Liabilities
Deposits from customers
Deposits from other banks
Derivative payable
Acceptances payable
Other liabilities
32. CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR)
The Capital Adequacy Ratio (CAR) is the ratio of
Bank’s capital over its Risk Weighted Assets
(RWA). Based on Bank Indonesia regulations,
the total capital for credit risk consists of core
(Tier I) capital and supplementary capital (Tier II)
less investments in subsidiary. To calculate the
market risk exposure, the Bank could include the
supplementary capital (Tier III) in the form of
short term subordinated loans which meet the
criteria as capital components. The CAR (parent
company) as at 31 December 2010 and 2009
are as follows:
Lampiran - 5/94 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
32. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL
MINIMUM (KPMM) (lanjutan)
2010
Bank (dengan memperhitungkan
risiko kredit)
Aset Tertimbang Menurut Risiko
Jumlah modal
Rasio Kewajiban Penyediaan
Modal Minimum
Bank (dengan memperhitungkan
risiko kredit dan pasar)
Aset Tertimbang Menurut Risiko
Jumlah modal
Rasio Kewajiban Penyediaan
Modal Minimum
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
32. CAPITAL
(continued)
ADEQUACY
6,890,490
1,139,224
5,669,962
926,327
Bank only
(with credit risk charge)
Risk Weighted Assets
Total capital
16.53%
16.34%
Capital Adequacy Ratio
6,901,735
1,139,224
5,677,484
926,327
Bank only (with credit
and market risks charge)
Risk Weighted Assets
Total capital
16.51%
16.32%
Capital Adequacy Ratio
7,618,078
1,139,224
-
Bank only (with credit
market, and operational
risks charge)
Risk Weighted Assets
Total capital
14.95%
-
Capital Adequacy Ratio
33. KASUS HUKUM
a.
(CAR)
2009
Bank (dengan memperhitungkan
risiko kredit, pasar dan operasional)
Aset Tertimbang Menurut Risiko
Jumlah modal
Rasio Kewajiban Penyediaan
Modal Minimum
RATIO
33. LEGAL CASES
Pada tahun 1998, Bank bersama dengan 6
bank lainnya (penggugat) memasukkan
gugatan ke Pengadilan Negeri Denpasar
No.
183/Pdt.Plw/1998/PT.Dps
dan
selanjutnya ke Pengadilan Tinggi Denpasar
No.
114/Pdt/1999/PT.Dps
menyatakan
bahwa PT Geria Wijaya Prestige (tergugat)
gagal memenuhi kewajibannya yang tertera
di perjanjian kredit sehingga penggugat
berkeinginan untuk mengeksekusi barang
jaminan tergugat yang merupakan bagian
dari perjanjian.
a. In 1998, the Bank along with 6 other banks
(plaintiffs) filed with the State Court of
Denpasar
civil
case
No.
183/Pdt.Plw/1998/PT.Dps and subsequently
with the High Court of Denpasar case No.
114/Pdt/1999/PT.Dps stating that PT Geria
Wijaya Prestige (the defendant) failed to
meet the terms of its loan agreement with
the syndicate and therefore the plaintiffs
wished to execute the defendant’s
properties that were party to the loan
agreement.
Putusan Pengadilan Negeri Denpasar
tanggal 21 Juni 1999 dan diperkuat oleh
putusan Pengadilan Tinggi Denpasar
tanggal 15 Oktober 1999 memenangkan
tergugat, PT Geria Wijaya Prestige.
Sehubungan dengan itu, pihak penggugat
mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah
Agung
dan
berdasarkan
putusan
No. 679K/Pdt/2001 tanggal 17 Oktober 2002
Mahkamah
Agung
mengabulkan
permohonan penggugat. Pada tahun 2003,
PT Geria Wijaya Prestige mengajukan
permohonan peninjauan kembali (PK)
kepada
Mahkamah
Agung
Republik
Indonesia (“MARI”) untuk peninjauan atas
putusan No. 679K/Pdt/2001. Pihak tergugat
memenangkan
perkara
berdasarkan
putusan MARI No. 327 PK/Pdt/2003.
The State Court of Denpasar and High Court
of Denpasar decrees dated 21 June 1999
and 15 October 1999, respectively ruled in
favor of the defendant, PT Geria Wijaya
Prestige. The plaintiffs subsequently filed an
appeal with the Supreme Court and the
decree No. 679K/Pdt/2001 dated 17 October
2002 was passed in favor of the plaintiffs. In
2003, PT Geria Wijaya Prestige filed for a
judicial review with the Supreme Court
No. 327 PK/Pdt/2003 to review its decree
No. 679K/Pdt/2001. The defendant won the
case based on Supreme Court decree
No. 327 PK/Pdt/2003.
Lampiran - 5/95 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
33. KASUS HUKUM (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
33. LEGAL CASES (continued)
Bersamaan
dengan
upaya
untuk
memperoleh
aset
tergugat
(seperti
penjelasan sebelumnya), tergugat (PT Geria
Wijaya Prestige) mengajukan kasus hukum
lain terhadap penggugat (sindikasi 7 bank)
dengan alasan penggugat telah melakukan
perbuatan melawan hukum sehubungan
dengan pelaksanaan eksekusi jaminan.
Putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat atas kasus No. 490/Pdt.G/1998/
PN.Jkt.Pst tertanggal 20 April 1999 dan
diperkuat oleh Pengadilan Tinggi DKI
Jakarta atas kasus No. 880/Pdt/1999/
PT.DKI tertanggal 16 Mei 2000 adalah
bahwa penggugat (sindikasi 7 bank) menjadi
pihak tergugat dan diwajibkan membayar
Rp 20.000 kepada tergugat (PT Geria
Wijaya Prestige). Bagian yang harus
dibayarkan oleh Bank sekitar 11,76% atau
senilai Rp 2.352. Pada tahun 2002, pihak
penggugat mengajukan kasasi kepada
Mahkamah Agung mengenai keberatan
terhadap putusan Pengadilan Tinggi dan
ditolak oleh Mahkamah Agung.
While the plaintiffs were filing for the
recovery of collateral due to unpaid
installments on the syndicated loan (as
outlined above), the defendant (PT Geria
Wijaya Prestige) filed a separate legal case
against the plaintiffs (syndicate of 7 banks)
for action against the law in relation to
collateral execution. The decision of the
State Court of Central Jakarta based on civil
case No. 490/Pdt.G/1998/PN.Jkt.Pst. dated
20 April 1999 and the subsequent decision
of the High Court of DKI Jakarta based on
civil case No. 880/Pdt/1999/PT.DKI dated
16 May 2000 was that the syndicate of
7 banks becoming the defendants and must
pay a total Rp 20,000 to the defendant
(PT Geria Wijaya Prestige) in damages. The
Bank’s share of the total damages is 11.76%
or Rp 2,352. In 2002, the plaintiff filed an
appeal regarding the decision of the High
Court which was subsequently rejected by
the Supreme Court.
Pada tahun 2003, tergugat kembali
memasukkan
permohonan
peninjauan
kembali kepada MARI. Pada tanggal
19 September 2007, Bank telah menerima
pemberitahuan dari Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat yang menyatakan bahwa
permohonan PK dari tergugat tersebut telah
dinyatakan ditolak.
In 2003, the defendants also filed a judicial
review with the Supreme Court. On the
19 September 2007, the Bank received an
announcement from the State Court of
Central Jakarta that the appeal from
defendants had been rejected.
Permohonan lanjutan menghasilkan putusan
dari MARI No. 3392 K/PDT/2001 Jo.
No. 310/PDT.G/1999/PDT/2001 tertanggal
4 Januari
2008
yang
mengabulkan
permohonan tergugat (PT Geria Wijaya
Prestige).
Bank
telah
melakukan
pembayaran atas kewajibannya pada
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
A subsequent appeal led to a decree from
the Supreme Court No. 3392 K/PDT/2001
Jo. No. 310/PDT.G/1999/PDT/2001 dated
4 January 2008 which was also ruled in
favour of the defendant (PT Geria Wijaya
Prestige). The Bank has paid its proportion
of the damages with the State Court of
Central Jakarta.
Lampiran - 5/96 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
33. KASUS HUKUM (lanjutan)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
33. LEGAL CASES (continued)
Tetapi karena pihak PT Geria Wijaya
Prestige ingin dibayar Rp 20.000 hanya oleh
3 bank yang masih beroperasi dari semula
7 bank (4 bank tidak lagi beroperasi),
sehingga menambah kewajiban bayar Bank
dari Rp 2.352 menjadi sebesar Rp 6.667.
Bank telah melakukan pembayaran atas
kewajibannya melalui Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat pada tanggal 26 Juni 2008
dan membukukannya sebagai beban pada
laporan laba rugi konsolidasian tahun 2008.
However, given the fact that PT Geria
Wijaya Prestige requested the full Rp 20,000
obligation to be divided amongst the
remaining 3 banks from the original 7 banks
(4 banks are no longer operating), the
Bank’s obligation (in the eyes of the plaintiff)
has therefore increased from Rp 2,352 to
Rp 6,667. The Bank has paid their obligation
through the State Court of Central Jakarta
on 26 June 2008 and recorded the expense
on the consolidated statements of income
for the year ended 2008.
Bank mengajukan keberatan kepada
PT Geria
Wijaya
Prestige
melalui
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengenai
keberatan terhadap putusan peninjauan
kembali MARI, tetapi ditolak melalui surat
putusan No. 229/PDT.G./2008/PN.JKT.PST
tanggal 3 April 2009. Selanjutnya, Bank
mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi
berdasarkan No. 69/SRT.PDT.BDG/2009/
PN.JKT.PST tanggal 30 April 2009. Sampai
dengan
tanggal
laporan
keuangan
konsolidasian ini, Bank masih menunggu
putusan Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat.
The Bank has lodged a formal objection to
PT Geria Wijaya Prestige through the State
Court of Central Jakarta with regards to
interpretation of the judicial review of
Supreme Court, but it was rejected with
decree No. 229/PDT.G/2008/ PN.JKT.PST.
Subsequently, the Bank filed an appeal with
the High Court through letter No.
69/SRT.PDT.BDG/2009/PN.JKT.PST dated
30 April 2009. Until the date of these
consolidated financial statements, the
outcome of this appeal is still pending from
the High Court of Central Jakarta.
b. Pada tanggal 4 Mei 2007, Bank telah
menerima pemberitahuan dari Pengadilan
Negeri Semarang mengenai permohonan
PK yang diajukan Ranu Gunawan Urip
(penggugat)
terkait
putusan
MARI
No. 2156K/Pdt/2004 terkait gugatan perdata
atas perkara pencairan Sertifikat Deposito
dan Deposito Berjangka, seluruhnya bernilai
Rp 20.400 dan AUD 100.000. Perkara
perdata tersebut telah dimenangkan Bank
sejak dari putusan Pengadilan Negeri
Semarang, putusan Pengadilan Tinggi Jawa
Tengah maupun Kasasi Mahkamah Agung.
Penggugat mengajukan peninjauan kembali
ke MARI, tetapi ditolak oleh MARI. Bank
telah menerima pemberitahuan dari MARI
No.237PK/Pdt/2008 tertanggal 29 Januari
2009 bahwa MARI menolak permohonan
peninjauan kembali kasus ini dan putusan
hakim telah berkekuatan hukum tetap.
b. On 4 May 2007, the Bank was informed by
the State Court of Semarang regarding an
appeal submitted by Ranu Gunawan Urip
(plaintiff) to the Supreme Court to review its
decision No. 2156K/Pdt/2004 on a civil case
regarding withdrawal of a Certificate Deposit
and Time Deposit amounting to Rp 20,400
and AUD 100,000. The Bank won the case
in all courts from the State Court of
Semarang, High Court of Central Java and
Supreme Court. The plaintiff appealed to
the Judicial Review at the Supreme Court,
but was rejected by the Supreme Court. The
Bank has received written confirmation from
the Supreme Court No.237PK/Pdt/2008
dated 29 January 2009 that the Supreme
Court rejected the appeal request of the
case and the final outcome has been made
in favour of the Bank.
Lampiran - 5/97 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
33. KASUS HUKUM (lanjutan)
c.
d.
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
33. LEGAL CASES (continued)
Pada tanggal 24 Februari 2009, Bank
(tergugat)
mendaftarkan
permohonan
peninjauan kembali ke MARI sehubungan
dengan putusan yang dikeluarkan oleh
pengadilan Hubungan Industrial berkaitan
dengan pembayaran terhadap mantan
pegawai
TA
(penggugat)
Penggugat
memenangkan gugatannya melalui putusan
kasasi No. 328_K/Pdt.Sus/2008 tanggal
28 Juli 2008.
c. On 24 February 2009, the Bank registered a
judicial review at the Supreme Court against
the verdict handed down by the Industrial
Relations District Court in relation to the
settlement of monies due to a former
employee. The plaintiff won the case at
Supreme Courts through its decree
No. 328_K/Pdt.Sus/2008 dated 28 July
2008.
Pada tanggal 8 April 2010, sebagian hasil
keputusan Peninjauan Kembali berkaitan
dengan
pemutusan
hubungan
ketenagakerjaan
oleh
Bank
telah
dikabulkan.
Namun,
hasil
keputusan
Peninjauan
Kembali
tersebut
juga
menyatakan bahwa Bank harus membayar
pesangon penggugat sebesar IDR 2.170
dan AUD 30.810 (nilai penuh). Bank telah
melakukan pembayaran melalui Pengadilan
Negeri Jakarta Pusat pada tanggal
28 Oktober 2010. Bank telah mencadangkan
beban atas kasus ini pada laporan laba rugi
konsolidasian tahun 2009.
On 8 April 2010, the judicial review result
has decided to partially approve the Bank’s
decisions to terminate the employment
agreement. However, the judicial review
result also decided that the Bank has to pay
the termination benefit amounting to IDR
2,170 and AUD 30,810 (full amount) on 28
October 2010. The Bank has paid such
amount through the State Court of Central
Jakarta. The Bank has charged the
provision for this case in 2009 concolidated
statements of income.
Selain itu, pada tanggal 31 Mei 2010, Bank
mengajukan gugatan eksekusi lelang
terhadap jaminan atas pinjaman mantan
pegawai tersebut yang dinyatakan macet
dengan nilai sebesar IDR 2.572. Perkara ini
dimenangkan oleh Bank berdasarkan
Penetapan
Eksekusi
Lelang
Hak
Tanggungan No. 22/Eks.HT/2010/PN.Jkt.Sel
tanggal 5 Oktober 2010. Saat ini, perkara ini
sedang menunggu pelaksanaan lelang di
hadapan umum dari Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan.
In addition, on 31 May 2010, the Bank has
filled for a public auction for the collateral of
the ex-employee loan which has been
declared as a bad debt amounting to IDR
2,572. The Bank won this case through the
Court Determination of Auction Execution of
Mortgage No. 22/Eks.HT/2010/PN.Jkt.Sel
dated 5 October 2010. Currently, this case
is
waiting
for
the
public
auction
implementation by the South Jakarta
Disctrict Court.
Di tahun 2009, Bank mendaftarkan gugatan
melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
atas pinjaman macet Pratama Hernanto
dengan pokok pinjaman, total pinjaman, dan
nilai jaminan berdasarkan nilai wajarnya
masing-masing sejumlah Rp 10.000,
Rp 12.409, dan Rp 16.786. Berdasarkan
penetapan Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan No. 44/Eks.HT/2009/PN.Jkt.Sel
tertanggal 2 Februari 2010, jaminan atas
pinjaman telah disita pada tanggal
4 Februari 2010 dan proses eksekusi lelang
umum jaminan tersebut telah selesai
dilaksanakan pada bulan Februari 2011.
d. In 2009, the Bank registered a case with the
State Court of South Jakarta of non
performing loan Pratama Hernanto, where
the loan principal, total outstanding loan,
and collateral value based on its net
realisable value are Rp 10,000, Rp 12,409,
and Rp 16,786, respectively. Based on the
court order of State Court of South Jakarta
No.
44/Eks.HT/2009/PN.Jkt.Sel
dated
2 February 2010, the loan collateral has
been seized on 4 February 2010 and the
public auction process has been completed
in February 2011.
Lampiran - 5/98 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
34. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN ARUS KAS
34. RESTATEMENT OF STATEMENT OF CASH
FLOWS
Efektif tanggal 1 Januari 2010, komponen kas
dan setara kas berubah seperti dijelaskan dalam
Catatan 2a. Untuk tujuan perbandingan, laporan
arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2009 dilakukan penyajian kembali.
Kas bersih diperoleh dari
aktivitas operasi
Kas bersih digunakan untuk
aktivitas investasi
Kas bersih diperoleh dari
aktivitas pendanaan
Kenaikan bersih kas dan setara kas
Effective 1 January 2010, the components of
cash and cash equivalents have been changed
as explained in Note 2a. Accordingly, for
comparative purposes, the statements of cash
flows for the year ended 31 December 2009,
have been restated.
Sebelum
penyajian
kembali/
Before
restatement
Setelah
penyajian
kembali/
After
restatement
135,645
371,773
(113,593)
(667,372)
76,000
76,000
Net cash provided from
operating activities
Net cash used for
investing activities
Net cash provided from
operating activities
98,052
(219,599)
Net increase in cash and cash
Kas dan setara kas awal tahun
542,437
4,482,512
Cash and cash equivalent at
the beginning of the year
Kas dan setara kas akhir tahun
640,489
4,262,913
Cash and cash equivalent at
the end of the year
35. STANDAR AKUNTANSI BARU
35. PROSPECTIVE ACCOUNTING
PRONOUNCEMENT
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah melakukan
revisi atas beberapa standar akuntansi yang
berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2011
sebagai berikut:
Financial Accounting Standard Board of
Indonesian Institute of Accountants (DSAK-IAI)
has issued revision of the following accounting
standards which will be effective as at 1
January 2011:
-
PSAK 1 (Revisi 2009) – Penyajian Laporan
Keuangan,
PSAK 2 (Revisi 2009) – Laporan Arus Kas,
-
PSAK 3 (Revisi 2010) – Laporan Keuangan
Interim,
PSAK 4 (Revisi 2009) – Laporan Keuangan
Konsolidasi dan Laporan
Keuangan
Tersendiri,
PSAK 5 (Revisi 2009) – Segmen Operasi,
-
PSAK 7 (Revisi 2010) – Pengungkapan
Pihak-pihak yang mempunyai Hubungan
Istimewa,
-
-
-
-
-
-
SFAS 1 (Revised 2009) – Presentation of
Financial Statements,
SFAS 2 (Revised 2009) – Statements of
Cashflows,
SFAS 3 (Revised 2010) – Interim Financial
Reporting,
SFAS 4 (Revised 2009) – Consolidated
Financial
Statements
and
Separate
Financial Statements,
SFAS 5 (Revised 2009) – Operating
Segments,
SFAS 7 (Revised 2010) – Related Party
Disclosures,
Lampiran - 5/99 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
35. STANDAR AKUNTANSI BARU (lanjutan)
-
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
35. PROSPECTIVE ACCOUNTING
PRONOUNCEMENT (continued)
PSAK 8 (Revisi 2010) – Peristiwa Setelah
Akhir Periode Pelaporan,
PSAK 12 (Revisi 2009) – Bagian Partisipasi
dalam Ventura Bersama,
PSAK 15 (Revisi 2009) – Investasi dalam
Entitas Asosiasi,
PSAK 19 (Revisi 2010) – Aset Tak
Berwujud,
PSAK 22 (Revisi 2010) – Kombinasi Bisnis,
-
PSAK 23 (Revisi 2010) – Pendapatan,
PSAK 25 (Revisi 2009) – Kebijakan
Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi,
dan Kesalahan,
PSAK 48 (Revisi 2009) – Penurunan Nilai
Aset,
PSAK 57 (Revisi 2009) – Provisi, Liabilitas
Kontinjensi dan Aset Kontinjensi,
-
PSAK 58 (Revisi 2009) – Aset Tidak Lancar
yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang
Dihentikan,
ISAK 7 (Revisi 2009) – Konsolidasi Entitas
Bertujuan Khusus,
ISAK 9 – Perubahan Atas Liabilitas Purna
Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas
Serupa,
ISAK 10 – Program Loyalitas Pelanggan,
-
ISAK 11 – Distribusi Aset Non-kas Kepada
Pemilik,
ISAK 12 – Pengendalian Bersama Entitas –
Kontribusi Non Moneter oleh Venturer,
-
ISAK 14 – Aset Tak Berwujud – Biaya Situs
Web,
ISAK 17 – Laporan Keuangan Interim dan
Penurunan Nilai.
-
-
-
-
-
-
SFAS 8 (Revised 2010) – Events After the
Reporting Period,
SFAS 12 (Revised 2009) – Interest in Joint
Ventures,
SFAS 15 (Revised 2009) – Investment in
Associates,
SFAS 19 (Revised 2010) – Intangible
Assets,
SFAS 22 (Revised 2010) – Business
Combination,
SFAS 23 (Revised 2010) – Revenue,
SFAS 25 (Revised 2009) – Accounting
Policies, Changes in Accounting Estimates
and Errors,
SFAS 48 (Revised 2009) – Impairment of
Assets,
SFAS 57 (Revised 2009) – Provisions,
Contingent Liabilities and Contingent
Assets,
SFAS 58 (Revised 2009) – Non-Current
Assets Held for Sale and Discontinued
Operations,
Interpretation of SFAS 7 (Revised 2009) –
Consolidation of Special Purpose Entities,
Interpretation of SFAS 9 – Changes in
Existing Decommissioning, Restoration and
Similar Liabilities,
Interpretation of SFAS 10 – Customer
Loyalty Program,
Interpretation of SFAS 11 – Distribution of
Non-Cash Assets to Owners,
Interpretation of SFAS 12 – Jointly
Controlled Entities – Non Monetary
Contributions by Venturers,
Interpretation of SFAS 14 – Intangible
Assets – Web Site Cost,
Interpretation of SFAS 17 – Interim
Financial Reporting and Impairment.
DSAK-IAI juga telah mengeluarkan revisi atas
beberapa standar akuntansi yang berlaku untuk
periode laporan keuangan yang dimulai pada
atau setelah tanggal 1 Januari 2012 sebagai
berikut:
DSAK-IAI has also issued revision of the
following accounting standards which are
applicable for financial statements covering
periods beginning on or after 1 January 2012:
-
PSAK 10 (Revisi 2010) – Pengaruh
Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing,
PSAK 24 (Revisi 2010) – Imbalan Kerja,
-
PSAK 46 (Revisi 2010) – Pajak
Penghasilan,
PSAK 53 (Revisi 2010) – Pembayaran
Berbasis Saham,
-
-
-
-
SFAS 10 (Revised 2010) – The Effects of
Changes in Foreign Exchange Rates,
SFAS 24 (Revised 2010) – Employee
Benefits,
SFAS 46 (Revised 2010) – Income Taxes,
SFAS 53 (Revised 2010) – Share-Based
Payment,
Lampiran - 5/100 - Schedule
PT BANK COMMONWEALTH DAN ANAK PERUSAHAAN/
PT BANK COMMONWEALTH AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
35. STANDAR AKUNTANSI BARU (lanjutan)
-
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS 31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
35. PROSPECTIVE ACCOUNTING
PRONOUNCEMENT (continued)
PSAK 61 (Revisi 2010) – Akuntansi Hibah
Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan
Pemerintah,
PSAK 63 – Pelaporan Keuangan Dalam
Ekonomi Hiper Inflasi,
ISAK 13 – Lindung Nilai Investasi Neto
dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri,
ISAK 15 – Batas Aset Imbalan Pasti,
Persyaratan Minimum dan Interaksinya,
-
-
ISAK 18 – Bantuan Pemerintah – Tidak Ada
Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi,
-
-
ISAK 20 – Pajak Penghasilan – Perubahan
Dalam Status Pajak Entitas atau Para
Pemegang Sahamnya.
-
-
Bank
dan
Anak
Perusahaan
sedang
mengevaluasi dampak dari penerapan revisi
standar ini terhadap laporan keuangan.
35. INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN
-
SFAS 61 (Revised 2010) – Accounting for
Government Grants and Disclosure of
Government Assistance,
SFAS 63 – Financial Reporting in
Hyperinflationary Economies,
Interpretation of SFAS 13 – Hedge of Net
Investment in a Foreign Operation,
Interpretation of SFAS 15 – The Limit on a
Defined Benefit Asset, Minimum Funding
Requirements and their Interaction,
Interpretation of SFAS 18 – Government
Assistance – No Specific Relation with the
Operating Activities,
Interpretation of SFAS 20 – Income Taxes –
Changes in the Tax Status of an Entity or its
Shareholders.
Bank and Subsidiary is currently evaluating the
impact of the implementation of these revised
standards on the financial statements.
35. SUPPLEMENTARY FINANCIAL
INFORMATION
Informasi berikut pada halaman 6/1 sampai
dengan 6/6 adalah informasi keuangan
tambahan PT Bank Commonwealth, induk
perusahaan saja, yang menyajikan penyertaan
Bank pada Anak Perusahaan berdasarkan
metode ekuitas.
The
following
supplementary
financial
information of PT Bank Commonwealth, parent
company only, on pages 6/1 to 6/6, presents
the Bank’s investment in Subsidiaries under the
equity method.
Oleh karena perbedaan antara laporan
keuangan induk perusahaan dengan laporan
keuangan konsolidasian tidak material, maka
catatan
atas
laporan
keuangan
induk
perusahaan saja tidak disajikan dalam informasi
keuangan tambahan ini.
On the basis that the differences between the
parent company and consolidated financial
statements are not material, notes to the
financial statements of the parent company only
have not been included in this supplementary
financial information.
Lampiran - 5/101 - Schedule
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
PT BANK COMMONWEALTH
INDUK PERUSAHAAN/PARENT COMPANY
NERACA
31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
BALANCE SHEETS
31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2010
2009
ASET
ASSETS
Kas
186,459
166,684
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain setelah
dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp nihil
pada tahun 2010 (2009: Rp 1.222)
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar
Rp nihil pada tahun 2010
(2009: Rp 20.143)
Efek-efek
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar
Rp nihil pada tahun 2010
(2009: Rp Rp 4.974)
Tagihan derivatif
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar
Rp nihil pada tahun 2010
(2009: Rp 119)
Tagihan akseptasi
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar
Rp 103 pada tahun 2010 (2009: Rp 84)
Pinjaman yang diberikan
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar
Rp 53.041 pada tahun 2010
(2009: Rp 76.895)
Investasi pada Anak Perusahaan
setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar
Rp 32 pada tahun 2010
(2009: Rp 370)
Goodwill setelah dikurangi
akumulasi amortisasi sebesar
Rp 108.501 pada tahun 2010
(2009 : Rp 76.065)
Aset tetap
setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar
Rp 261.439 pada tahun 2010
(2009: Rp 191.231)
Pajak dibayar di muka
Aset pajak tangguhan
Aset lain-lain
499,159
349,904
146,999
121,015
1,812,460
1,994,204
2,159,186
3,311,774
22,677
33,221
10,232
13,044
5,818,964
4,689,351
31,119
30,343
53,677
86,113
321,626
8,598
500,433
338,839
28,169
218,963
Cash
Current accounts with Bank
Indonesia
Current accounts with other
banks net of allowance for
impairment losses of Rp nil in
2010 (2009: Rp 1,222)
Placements with Bank Indonesia
and other banks
net of allowance for
impairment losses of
Rp nil in 2010
(2009: Rp 20,143)
Marketable securities
net of allowance for
impairment losses of
Rp nil in 2010
(2009: Rp 4,974)
Derivative receivables
net of allowance for
impairment losses of
Rp nil in 2010
(2009: Rp 119)
Acceptance receivables
net of allowance for
impairment losses of Rp 103
in 2010 (2009: Rp 84)
Loans
net of allowance for
impairment losses of
Rp 53,041 in 2010
(2009: Rp 76,895)
Investment in Subsidiaries
net of allowance for
impairment losses of
Rp 32 in 2010
(2009: Rp 370)
Goodwill
net of accumulated
amortisation of Rp 108,501
in 2010 (2009: Rp 76,065)
Fixed assets
net of accumulated
depreciation of
Rp 261,439 in 2010
(2009: Rp 191,231)
Prepaid tax
Deferred tax assets
Other assets
11,571,589
11,381,624
TOTAL ASSETS
JUMLAH ASET
Lampiran - 6/1 - Schedule
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
PT BANK COMMONWEALTH
INDUK PERUSAHAAN/PARENT COMPANY
NERACA
31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
BALANCE SHEETS
31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2010
2009
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN
Simpanan nasabah
Simpanan dari bank lain
Kewajiban derivatif
Kewajiban akseptasi
Hutang pajak
Estimasi kerugian atas komitmen
dan kontinjensi
Kewajiban lain-lain
JUMLAH KEWAJIBAN
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar - 1.500.000 saham
(2009: 1.500.000 saham) dengan
nilai nominal Rp 1.000.000
(Rupiah penuh) per saham
Modal ditempatkan dan
disetor penuh - 1.134.500 saham
(2009: 913.500 saham)
Tambahan modal disetor
Keuntungan/(kerugian) yang belum
direalisasi atas efek-efek yang
tersedia untuk dijual, bersih
setelah pajak
Cadangan wajib
Saldo laba
JUMLAH EKUITAS
JUMLAH KEWAJIBAN
DAN EKUITAS
LIABILITIES AND EQUITY
9,814,523
374,517
5,810
10,335
25,625
4,290
98,390
10,333,490
LIABILITIES
Deposits from customers
Deposits from other banks
Derivative payables
Acceptance payables
Taxes payable
Estimated losses on commitments
3,432
and contingencies
112,524
Other liabilities
10,133,383
82,355
20,110
13,128
34,917
10,399,849
TOTAL LIABILITIES
1,134,500
25,097
913,500
25,097
161
17
78,324
387
17
42,774
EQUITY
Share capital
Authorised - 1,500,000 shares
(2009: 1,500,000 shares)
par value Rp 1,000,000 (full
Rupiah amount) per share
Issued and fully paid shares 1,134,500 shares
(2009: 913,500 shares)
Additional paid up capital
Unrealised gains/(losses) on
available for sale
marketable securities,
net after tax
Statutory reserves
Retained earnings
1,238,099
981,775
TOTAL EQUITY
11,571,589
11,381,624
TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY
Lampiran - 6/2 - Schedule
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
PT BANK COMMONWEALTH
INDUK PERUSAHAAN/PARENT COMPANY
LAPORAN LABA RUGI
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
STATEMENTS OF INCOME
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2010
PENDAPATAN DAN BEBAN
OPERASIONAL
Pendapatan bunga
Pendapatan provisi dan komisi
Beban bunga
Pendapatan bunga bersih
2009
876,412
876,412
(375,183)
975,939
9,432
985,371
(559,887)
501,229
425,484
OPERATING INCOME AND
EXPENSES
Interest income
Fees and commission income
Interest expense
Net interest income
Pendapatan operasional lainnya:
Keuntungan transaksi
mata uang asing
Provisi dan komisi selain
dari pinjaman yang diberikan
Pendapatan lainnya
Other operating income:
67,683
112,821
206,644
3,220
153,765
19,481
Pendapatan operasional lainnya
277,547
286,067
Other operating income
JUMLAH PENDAPATAN
OPERASIONAL
778,776
711,551
TOTAL OPERATING INCOME
Foreign exchange gains
Non loan fees and
commissions
Other income
Beban cadangan kerugian aset
produktif dan non produktif
Beban operasional lainnya:
Umum dan administrasi
Gaji dan tunjangan
Amortisasi goodwill
Lainnya
(65,500)
(79,941)
(364,759)
(320,160)
(32,436)
(7,989)
(313,246)
(236,709)
(32,436)
(6,191)
Allowance for impairment
on earning and losses
non earning assets
Other operating expenses:
General and administrative
Salaries and allowances
Goodwill amortisation
Others
Beban operasional lainnya
(725,344)
(588,582)
Other operating expenses
JUMLAH BEBAN OPERASIONAL
(790,844)
(668,523)
TOTAL
OPERATING EXPENSES
JUMLAH (RUGI)/LABA
OPERASIONAL BERSIH
(12,068)
43,028
TOTAL NET OPERATING
(EXPENSE)/INCOME
BEBAN NON OPERASIONAL
Kerugian penjualan aset tetap dan
agunan yang diambil alih - bersih
Management service fees
(904)
33,500
(6,235)
-
NON OPERATING EXPENSES
Loss on sale of fixed assets and
foreclosed assets - net
Management service fees
JUMLAH LABA/(RUGI)
NON OPERASIONAL
32,596
(6,235)
TOTAL NON OPERATING
INCOME/(EXPENSE)
LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN
20,528
36,793
Beban pajak penghasilan
(16,628)
(30,148)
3,900
6,645
LABA BERSIH
Lampiran - 6/3 - Schedule
INCOME BEFORE TAX
Income tax expense
NET INCOME
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
PT BANK COMMONWEALTH
INDUK PERUSAHAAN/PARENT COMPANY
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penerbitan saham baru
Kerugian yang
belum direalisasi atas surat
berharga yang tersedia untuk
dijual, bersih setelah pajak
Pembentukan cadangan wajib
Laba bersih
Saldo pada tanggal
31 Desember 2009
Penerbitan saham baru
Penyesuaian saldo awal berkaitan
dengan penerapan PSAK 55
(Revisi 2006) – setelah dikurangi
pajak tangguhan
Kerugian yang
belum direalisasi atas surat
berharga yang tersedia untuk
dijual, bersih setelah pajak
Pembentukan cadangan wajib
Laba bersih
Saldo pada tanggal
31 Desember 2010
Keuntungan/
(kerugian)
yang belum
direalisasi atas efekefek yang tersedia
untuk dijual, bersih
setelah pajak/
Unrealised
gains/(losses) on
available for sale
marketable
securities, net after
tax
Tambahan
modal
disetor/
Additional
paid up
capital
Modal
saham/
Share
capital
Saldo pada tanggal
31 Desember 2008
STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
837,500
25,097
76,000
-
-
Cadangan
wajib/
Statutory
reserves
(9,974)
Saldo laba/
Retained
earnings
Jumlah
ekuitas/
Total equity
Balance at
31 December 2008
17
36,129
888,769
-
-
-
76,000
-
10,361
-
-
6,645
10,361
6,645
Issuance of new shares
Unrealised
losses on available
for sale marketable
securities, net after tax
Statutory reserve allocation
Net income
913,500
25,097
387
17
42,774
981,775
Balance at
31 December 2009
221,000
-
-
-
-
221,000
-
-
-
-
31,650
31,650
-
-
-
3,900
(226)
3,900
Issuance of new shares
Adjustment to opening balance in
respect of implementation of
SFAS 55 (Revised 2006) net of deferr ed tax
Unrealised
losses on available
for sale marketable
securities, net after tax
Statutory reserve allocation
Net income
1,134,500
25,097
17
78,32 4
1,238,09 9
Balance at
31 December 2010
(226)
161
Lampiran - 6/4 - Schedule
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
PT BANK COMMONWEALTH
INDUK PERUSAHAAN/PARENT COMPANY
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2010
2009 *)
CASH FLOWS FROM OPERATING
ACTIVITIES
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba sebelum pajak penghasilan
Penyesuaian untuk merekonsiliasi
laba sebelum pajak
penghasilan menjadi
kas bersih diperoleh dari
aktivitas operasi:
Penyusutan aset tetap
Amortisasi biaya sistem informasi
bisnis yang ditangguhkan
Amortisasi goodwill
Keuntungan dari penghapusan
aset tetap
Kerugian dari penjualan agunan
yang diambil alih
Biaya cadangan kerugian aset
produktif dan non produktif
Beban imbalan karyawan
Arus kas dari aktivitas operasi
sebelum perubahan aset dan
kewajiban operasi
Penurunan/(kenaikan) aset operasi:
Penempatan pada bank lain
Pinjaman yang diberikan
Pajak dibayar di muka
Aset lain-lain
Tagihan derivatif
Tagihan akseptasi
Kenaikan/(penurunan) kewajiban operasi:
Hutang pajak
Simpanan nasabah
Giro dari bank lain
Simpanan dari bank lain
Kewajiban derivatif
Kewajiban akseptasi
Kewajiban lain-lain
Hasil penjualan agunan yang
diambil alih
Pembayaran pajak penghasilan badan
Pembayaran manfaat imbalan
pasca kerja karyawan
Pembayaran kontribusi ke DPLK Manulife
Kas bersih (digunakan untuk)/
diperoleh dari aktivitas operasi
20,528
36,793
Income before tax
Adjustments to reconcile income
before tax
to net cash provided
by operating activities:
Depreciation of fixed assets
Amortisation of deferred business
information system costs
Goodwill amortisation
78,791
56,423
1,388
32,436
4,465
32,436
(3,004)
(152) Gain from disposal of fixed assets
Loss from sale of
6,387
foreclosed assets
Allowance for losses on earning
63,097
and non earning assets
11,936
Employee benefit expense
3,908
60,744
12,491
207,282
(1,163,139)
(337,977)
10,663
2,793
211,385
649,167
(61,477)
1,695
(106,858)
37,122
7,950
8,848
(318,861)
(3,712)
50,705
(51,187)
343,349
(14,300)
(2,793)
16,577
63,085
(372,677)
(51,656)
(7,950)
(22,411)
40,281
(25,657)
51,231
(41,434)
(3,280)
(39,921)
(826)
-
(1,534,604)
191,954
(1,327,322)
403,339
*) Disajikan kembali (Catatan 2a dan 34)
Cash flows from operating
activities before changes in
operating assets and liabilities
Decrease/(increase) in
operating assets:
Placement with other banks
Loans
Prepaid tax
Other assets
Derivative receivables
Acceptance receivables
Increase/(decrease) in operating
liabilities:
Taxes payable
Deposits from customers
Current accounts
from other banks
Deposits from other banks
Derivative payables
Acceptance payables
Other liabilities
Proceeds from sales
of foreclosed assets
Corporate income tax payment
Employee benefit paid
during the year
Contribution paid to DPLK Manulife
Net cash (used for)/provided
from operating activities
Restated (Notes 2a and 34)*)
Lampiran - 6/5 - Schedule
INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN/SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION
PT BANK COMMONWEALTH
INDUK PERUSAHAAN/PARENT COMPANY
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2010 DAN 2009
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
STATEMENTS OF CASH FLOWS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2010 AND 2009
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2010
2009 *)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan efek-efek
Penempatan investasi pada
Anak Perusahaan
Pembelian aset tetap
Hasil penjualan aset tetap
Kas bersih digunakan untuk
aktivitas investasi
CASH FLOWS FROM INVESTING
ACTIVITIES
(450,838)
(438)
(62,070)
3,496
(509,850)
(509,404)
Increase) of marketable securities
(30,649) Investment in shares of Subsidiary
(160,701)
Purchase of fixed assets
152 Proceeds from sales of fixed assets
(700,602)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Net cash used for
investing activities
CASH FLOWS FROM FINANCING
ACTIVITIES
Penerbitan saham baru
221,000
76,000
Issuance of new shares
Kas bersih diperoleh dari
aktivitas pendanaan
221,000
76,000
Net cash provided from
financing activities
PENURUNAN BERSIH KAS
DAN SETARA KAS
(1,616,172)
(221,263)
NET DECREASE IN CASH
AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
4,261,249
4,482,512
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT THE BEGINNING
OF THE YEAR
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
2,645,077
4,261,249
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT THE END OF THE YEAR
Kas dan setara kas:
Cash and cash equivalents:
Kas
186,459
166,684
Giro pada Bank Indonesia
499,159
349,904
Giro pada bank lain - bruto
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - bruto
(jangka tempo sampai dengan 3 bulan
dari tanggal perolehan)
Sertifikat Bank Indonesia
(jangka tempo sampai dengan 3 bulan
dari tanggal perolehan)
146,999
122,237
1,812,460
2,014,347
-
1,608,077
Cash
Current accounts with
Bank Indonesia
Current accounts with
other banks - gross
Placements with Bank Indonesia
and other banks - gross
(mature within 3 months from
the date of acquisition)
Certificates of Bank Indonesia
(mature within 3 months from
the date of acquisition)
2,645,077
4,261,249
Total cash and cash equivalents
Total kas dan setara kas
*) Disajikan kembali (lihat Catatan 2a dan 34)
Restated (see Notes 2a and 34)*)
Lampiran - 6/6 - Schedule
Download