Sustainable Asset Quality Growth

advertisement
Sustainable
Asset Quality Growth
Laporan Tahunan 2016 Annual Report
Sustainable Asset
Quality Growth
Pertumbuhan Kualitas Aset
yang Berkelanjutan
Sebagai kelanjutan dari program transformasi yang telah
dilakukan di 2015, PT Bank Victoria International Tbk. telah
menentukan arah kebijakan bank sesuai dengan visi dan misi
Bank yaitu meningkatkan pertumbuhan yang signifikan. Bank
telah menetapkan strategi-strategi kunci untuk mencapai
pertumbuhan kualitas aset yang berkelanjutan. Bank telah
melakukan pengelolaan penyaluran kredit dan penghimpunan
dana pihak ketiga.
As a continuation of the transformation program which has been
carried out in 2015, PT Bank Victoria International Tbk. has set
the direction of the bank in accordance with the Bank’s vision
and mission that is improving a significant growth. The Bank has
established key strategies to achieve sustainable asset quality
growth. The Bank has managed its lending distribution and thirdparty funding.
Strategi-strategi tersebut dilaksanakan dengan fokus pada 5
(lima) aspek besar yaitu 1) memaksimalkan peranan Kantor
Cabang dan Digitalisasi dalam mendorong pelaksanaan Sales
Process dan pengembangan Retail Banking, 2) memperkuat brand
image serta aktif dalam pengembangan produk dan strategi
pemasaran, 3) menerapkan organisasi yang efektif untuk
mendukung peningkatan produktivitas, 4) memperkuat aspek
operasional, perkreditan, serta kapasitas sistem teknologi
informasi dan infrasturktur, dan 5) memperkuat penerapan dan
pengelolaan kepatuhan, manajemen risiko, dan pengendalian
internal di seluruh aspek operasional dan bisnis Bank, termasuk
dalam menghadapi ketentuan konglomerasi keuangan.
These strategies were implemented with a focus on 5 (five)
great aspects: 1) maximized the role of Branch Office and
Digitization in pushing the execution of the Sales Process and the
development of Retail Banking, 2) strengthened the brand image
and actively developing the product and marketing strategies, 3)
applied effective organization to support increased productivity,
4) strengthened the operational aspects, lending, as well as the
information technology systems and infrastructure capacity,
and 5) strengthened the implementation and management of
compliance, risk management and internal control in all Bank’s
operations and the business aspects, including in the face of
financial conglomerates provision.
Strategi tersebut telah menghasilkan peningkatan kinerja
yang cukup signifikan. Selama tahun 2016, Bank telah berhasil
meningkatkan asetnya sebesar 10,59%. Ke depannya, Bank
akan senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas aset secara
berkelanjutan.
The strategy has yielded significant performance improvements.
During 2016, the Bank has managed to increase its assets by
10.59%. Going forward, the Bank will continue to maintain and
improve the quality of assets on an ongoing basis.
1
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Kesinambungan Tema
Theme Continuity
2015
Transformation
towards Excellence
with Good Governance
Bank Victoria berkomitmen untuk menjalankan transformasi
dalam upayanya untuk meraih keunggulan dengan senantiasa
melakukan continuous improvement. Fokus transformasi
khususnya terkait dengan improvement people, process,
technology dan quality.
Bank Victoria is committed to a transformation towards
achieving excellence through continuous improvement. The
transformation particularly focuses on the improvement of
people, processes, technology, and quality.
2014
GROWING
THROUGH EFFECTIVENESS
Fokus pada efektifitas proses.
Focus on the process effectiveness.
2013
CORPORATE GOVERNANCE
FOR SUSTAINABLE GROWTH
Pengelolaan perbankan yang sehat mendorong pertumbuhan
bisnis yang berkelanjutan.
Healthy banking governance drives sustainable business
growth.
2012
GROWING SUSTAINABLY
THROUGH EXCELLENT SERVICE
Pengembangan usaha yang berpijak pada tiga landasan utama,
yaitu layanan yang personal, inovasi produk, dan manajemen
yang pruden.
The business development rests on three primary foundations,
which are personalized service, product innovation and prudent
management.
2016
Sustainable
Asset Quality Growth
Sebagai kelanjutan dari program transformasi
yang telah dilakukan, Bank telah menetapkan
strategi-strategi
kunci
untuk
mencapai
pertumbuhan kualitas aset yang berkelanjutan.
Bank telah melakukan pengelolaan penyaluran
kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga.
Strategi tersebut telah menghasilkan peningkatan
kinerja yang cukup signifikan. Selama tahun
2016, Bank telah berhasil meningkatkan asetnya
sebesar 10,59%.
As a continuation of the transformation program
which has been carried out, the Bank has
established key strategies to achieve sustainable
asset quality growth. The Bank has managed its
lending distribution and third-party funding. The
strategy has yielded significant performance
improvements. During 2016, the Bank has
managed to increase its assets by 10.59%.
2
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Pencapaian Penting
Important Achievements
Aset tumbuh sebesar
Growth of Assets by
10,59%
Penyaluran kredit tumbuh sebesar
Growth of Growth of Total Lending Value by
6,64%
Pendapatan bunga dan syariah tumbuh sebesar
Growth of Interest and Sharia Income
7,30%
NPL gross turun dari
NPL gross Decreased from
4,48%
menjadi
to
3,89%
NPL netto turun dari
NPL net Decreased from
3,93%
menjadi
to
2,37%
2016 Annual Report
• Meraih penghargaan as the Winner
of Best Banking Brand 2016 for Best
Reputation, Best Digital, Best Service,
and Best Performance Title dalam acara
Indonesia Best Banking Brand yang
diselenggarakan oleh Warta Ekonomi
• Received an award As The Winner of
Best Banking Brand in 2016 for Best
Reputation, Best Digital, Best Service,
and Best Performance Title in the
Indonesia Best Banking Brand organized
by Warta Ekonomi
• Meraih Peringkat 3 Kategori Corporate
Social Responsibility kelas Bank Buku
II dalam acara Anugerah Perbankan
Indonesia (APBI) – V – 2016 yang
diselenggarakan oleh Majalah Economic
Review bekerjasama dengan Perbanas
Institute
• Achieved Third Ranked in Corporate
Social Responsibility Category for Bank
Buku II class in the Indonesian Banking
Award (APBI) - V - 2016 event organized
by the Economic Review magazine in
cooperation with the Banks Association
Institute
3
PT Bank Victoria International Tbk.
• Meraih Peringkat 2 Kategori Buku
II (Aset Rp10 Triliun sampai dengan
Rp25 Triliun) dalam acara Anugerah
Perbankan Indonesia (APBI) – V – 2016
yang diselenggarakan oleh Majalah
Economic Review bekerjasama dengan
Perbanas Institute
• Achieved Second Ranked in Buku II
Category (Assets between Rp10 Trillion
up to Rp25 trillion) in the Indonesian
Banking Award (APBI) - V - 2016 event
organized by the Economic Review
magazine in cooperation with the Banks
Association Institute
• Peringkat 4 Kategori Private Keuangan
Listed dalam acara Annual Report Award
2015
• Ranked Fourth in Listed Financial
Private Institution category in the 2015
Annual Report Award event
4
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Jejak Langkah
Milestones
1992
1994
1997
1999
PT Bank Victoria International Tbk.
didirikan di Jakarta.
PT Bank Victoria International Tbk. was
established in Jakarta.
2007
Mulai beroperasi sebagai Bank Umum
secara komersial berdasarkan ijin dari
Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Beginning to operate as a Commercial
Bank based on the license from the Finance
Minister of the Republic of Indonesia.
• Issued Bank Victoria Bonds II in 2007
with Fixed Interest Rate and Bank
Victoria Subordinated Bond in 2007 with
Fixed Interest Rate, each amounting to
Rp200,000,000,000.
• Akuisisi PT Bank Swaguna sebagai entitas
anak Bank Victoria.
Memperoleh ijin dari Bank Indonesia
sebagai Pedagang Valuta Asing.
Obtained a license from Bank Indonesia to
operate as the Foreign Exchange Trader.
• Menjadi
Perusahaan Publik (Listed
Company)
dengan
melakukan
penawaran umum saham perdana
sejumlah 250.000.000 saham dengan
nilai nominal Rp100 per saham dan
sejumlah 80.000.000 Waran Seri I.
• Became a Public Listed company by
conducting an initial public offering
of 250,000,000 shares with a nominal
value of Rp100 per share and
80,000,000 Series I Warrants.
• Menerbitkan
Obligasi Bank Victoria
I Tahun 2000 Dengan Tingkat Bunga
Tetap dan Mengambang sejumlah
Rp100.000.000.000 yang terbagi dalam
2 seri Obligasi, yaitu Seri A sejumlah
Rp75.000.000.000 dan seri B sejumlah
Rp25.000.000.000.
• Issued Bank Victoria Bonds I in 2000
with Fixed And Floating Interest Rate
amounting to Rp100,000,000,000
which was divided into two series
of Bonds: Series A amounting to
Rp75,000,000,000 and Series B
amounting to Rp25,000,000,000.
• Menerbitkan Obligasi Bank Victoria II Tahun
2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap dan
Obligasi Subordinasi I Bank Victoria Tahun
2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap, masingmasing sejumlah Rp200.000.000.000,-.
• Acquired PT Bank Swaguna as a subsidiary of
Bank Victoria.
2006
Melakukan PUT III sejumlah 670.363.760
saham dengan nilai nominal Rp100 per saham
yang ditawarkan dengan harga Rp115 per
saham dan sejumlah 469.277.676 Waran Seri IV.
Conducted a LPO III of 670,363,760 shares with
a nominal value of Rp 100 per share offered at
at Rp115 per share and 469,277,676 Series IV
Warrant.
2003
Melakukan PUT II sejumlah 705.243.360
saham dengan nilai nominal Rp100,-/saham dan
sejumlah 423.146.016 Waran Seri III.
Conducted a LPO II of 705,243,360 shares with
a nominal value of Rp 100,-/ and 423,146,016
Series III Warrants.
2000
Melakukan penawaran umum terbatas (PUT)
I sejumlah 614.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp100 per saham yang ditawarkan
dengan harga Rp115 per saham dan sejumlah
85.960.000 Waran Seri II.
Conducted a limited public offering (LPO)
I amounting to 614,000,000 shares with a
nominal value of Rp100 per share offered
at Rp115 per share and 85,960,000 Series II
Warrants.
2016 Annual Report
2008
Melakukan PUT IV sejumlah 1.167.498.560
saham dengan nilai nominal Rp100 per saham
dan sejumlah 630.449.220 Waran Seri V.
Conducted a LPO IV amounting to
1,167,498,560 shares with a nominal value of
Rp 100 per share and 630,449,220 Series V
Warrants.
2010
Konversi
PT
Bank
Swaguna
menjadi
PT Bank Victoria Syariah.
Convertion of PT Bank Swaguna to
PT Bank Victoria Syariah.
2011
Melakukan PUT V sejumlah 1.954.919.259
saham dengan nilai nominal Rp100 per saham
dan sejumlah 1.448.939.990 Waran Seri VI.
Conducted a LPO V amounting to 1,954,919,259
shares with a nominal value of Rp 100,-/share
and 1,448,939,990 Series V Warrants.
5
PT Bank Victoria International Tbk.
2016
2012
Menerbitkan Obligasi Bank Victoria III Tahun
2012 Dengan Tingkat Bunga Tetap sejumlah
Rp200.000.000.000. dan Obligasi Subordinasi
Bank Victoria II Tahun 2012 Dengan Tingkat
Bunga Tetap sejumlah Rp300.000.000.000.
Issued Bank Victoria Bonds III 2012 with Fixed
Interest Rate amounting to Rp200,000,000,000
and Bank Victoria Subordinated Bonds II in
2012 with Fixed Interest Rate amounting to
Rp300,000,000,000.
Bank
Victoria
memperoleh
izin
operasional
sebagai
Bank Devisa dan melakukan
PMTHMETD sebesar 9% oleh
DEG-Deutsche Investitions-und
Entwicklungsgesellschaft mbH.
Bank Victoria got the license
to operate as a
Foreign
Exchange Bank and performed
PMTHMETD of 9% by DEGDeutsche
Investitions-und
Entwicklungsgesellschaft mbH.
2013
Menerbitkan Obligasi Bank Victoria IV
Tahun 2013 Dengan Tingkat Bunga Tetap
sejumlah Rp200.000.000.000 dan Obligasi
Subordinasi Bank Victoria III Tahun 2013
Dengan Tingkat Bunga Tetap sejumlah
Rp300.000.000.000.
Issued Bank Victoria Bonds IV in 2013
with Fixed Interest Rate amounting to
Rp200,000,000,000 and Bank Victoria
Subordinated Bonds III in 2013 with
Fixed Interest Rate amounting to
Rp300,000,000,000.
PT Bank Victoria International Tbk.
6
Laporan Tahunan 2016
2016 Annual Report
7
PT Bank Victoria International Tbk.
Mengapa
berinvestasi
di bank victoria?
why invest in bank victoria ?
8
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
1
MEMILIKI JUMLAH 102 KANTOR OPERASIONAL
YANG FOKUS PADA PENETRASI PASAR
JABODETABEK, BANDUNG, SURABAYA, MANADO
A TOTAL OF 102 OPERATIONAL OFFICES FOCUSING
ON MARKET PENETRATION AT GREATER JAKARTA, BANDUNG,
SURABAYA, MANADO
Bank masih tetap fokus dalam ekspansi usaha yang terpusat di
wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan
fokus pada segmen pasar corporate dan retail customer. Penetapan
fokus penetrasi pasar pada daerah tersebut telah menjadi
kekuatan Bank saat ini. Hal ini dikarenakan fokus pengembangan
usaha lebih terarah pada daerah yang memiliki pertumbuhan
ekonomi yang tinggi. Namun, sebagai upaya peningkatan bisnis
bank telah memperluas jaringan kantor dengan membuka
kantor cabang pada kota Bandung, Surabaya dan Manado. Bank
melaksanakan persiapan ekspansi untuk tahun ke depan dengan
merencanakan membuka cabang baru di kota yang potensial.
Kedepannya, Bank merencanakan pembukaan 4 (empat) Kantor
Cabang (KC) dan 1 (satu) Kantor Kas yaitu di Bali, Medan,
Makasar, dan Semarang, serta Kantor Kas di Surabaya.
The Bank still focusing its business expansion that centered
in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi with a focus
on the corporate and retail customers market segment. The
determination of market penetration focus on the area has
become the Bank’s current strength. This is because the business
development focus is targeted on areas with high economic
growth. However, as an effort to improve its business, the Bank
has expanded its office network by opening branch offices in
Bandung, Surabaya and Manado. The Bank is preparing for
expansion for the next year by planning to open new branches in
potential cities. Going forward, the Bank has planned to open 4
(four) Office Branch (KC) and 1 (one) Cash Office in Bali, Medan,
Makassar, Semarang and Surabaya Cash Office.
9
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
2
MEMILIKI TINGKAT KECUKUPAN MODAL (CAR)
YANG KUAT SEHINGGA MAMPU MENOPANG
PERTUMBUHAN PORTOFOLIO KREDIT
YANG BERKUALITAS
HAVE A STRONG CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) TO SUPPORT
QUALITY CREDIT PORTFOLIO GROWTH
Kecukupan Modal (CAR) Bank Vitoria ditunjukkan dalam grafik
berikut.
Bank Victoria Capital Adequacy Ratio (CAR) shown in the
following graph.
KPMM Dengan Memperhitungkan Risiko Kredit, Risiko Operasional dan Risiko Pasar
KPMM Taking into Account Credit, Operational and Market Risk
(dalam persen / in percentage)
17.96
17.95
18.35
19.3
24.58
2012
2013
2014
2015
2016
10
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
3
MEMILIKI POTENSI SINERGI DAN SALING
MENGUNTUNGKAN DENGAN SELURUH
GRUP USAHA DAN ANAK PERUSAHAAN
HAS THE POTENTIAL FOR SYNERGY AND MUTUAL BENEFIT
WITH ALL BUSINESS GROUP AND SUBSIDIARIES
Bank Victoria memiliki grup usaha yang mendukung
perkembangan bisnis Bank sehingga dapat dilakukan cross
selling terhadap nasabah yang ada maupun calon nasabah. Ke
depan, Bank Victoria secara bertahap akan melakukan sinergi
dengan seluruh grup usaha yang dimiliki. Adapun perusahaan
yang menjadi grup usaha Bank adalah PT Victoria Investama
Tbk., PT Victoria Securities Indonesia, PT Victoria Insurance,
PT Bank Victoria Syariah, PT Victoria Manajemen Investasi dan
PT Victoria Alife Indonesia. Bank memperkuat sinergi dengan
melakukan kerjasama dengan perusahaan perusahaan dalam grup
Bank. Sinergi yang dilakukan antara lain dengan melakukan joint
sales ataupun aktivitas marketing dari perusahaan-perusahaan
dalam grup Bank, khususnya Bank Victoria Syariah maupun
perusahaan sekuritas dan asuransi. Hal ini dilakukan untuk
mewujudkan value proposition dari Bank untuk mengedepankan
relationship Bank kepada seluruh nasabahnya melalui aktivitas
cross selling maupun up selling.
Bank Victoria has a business group that support the Bank’s
business development so crossselling can be done to existing
and prospective customers. Going forward, Bank Victoria will
gradually synergy with the whole business group. The companies
that included int the Bank’s business group are PT Victoria
Investama Tbk., PT Victoria Securities Indonesia, PT Victoria
Insurance, PT Bank Victoria Syariah, PT Victoria Manajemen
Investasi and PT Victoria Alife Indonesia. The Bank strengthens
synergies through cooperation with the companies included in
the Bank’s group. The synergy that will be carried out among
others are jointsales or marketing activities between companies
in the Bank Group, in particular Bank Victoria Syariah as well as
securities and insurance companies. This is done to realize the
Bank’s value proposition to advocate the Bank’s relationship to
all customers through cross-selling and up selling activities.
11
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
4
GO LIVE
MENJADI BANK DEVISA
GO LIVE TO BECOME FOREIGN EXCHANGE BANK
Setelah memperoleh izin menjadi Bank Devisa, Bank
mentargetkan pada triwulan I tahun 2017 telah melakukan
kegiatan operasional Bank Devisa. Bank tengah berupaya
memenuhi sistem aplikasi dalam menjalankan bank Devisa.
Dengan memiliki kegiatan dalam valuta asing, maka peluang dan
manfaat kegiatan usaha penghimpunan Dana Pihak Ketiga dalam
valuta asing dan jasa-jasa valuta asing yang cukup menjanjikan.
After obtaining permits to become a Foreign Exchange Bank, the
Management expects the Bank will execute any operations of a
Foreign Exchange Bank on the first quarter of 2017. The Bank is
working to fulfill the application system requirement in carrying
out the task of a Foreign Exchange Bank. By having foreign
exchange operations, the opportunities and benefits of business
activities in collecting Third Party Funding in foreign currencies
and foreign exchange services are quite promising.
12
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
5
MEMILIKI ANAK USAHA BANK VICTORIA SYARIAH
UNTUK MENGAKOMODASI KEBUTUHAN
PERBANKAN SYARIAH
HAVE A SUBSIDIARY IN FORM OF BANK VICTORIA SYARIAH TO
ACCOMODATE ISLAMIC BANKING NEEDS
Bank Victoria Syariah merupakan anak perusahaan Bank Victoria
International Tbk yang merupakan Bank Umum berbasis syariah.
Bank Victoria Syariah memiliki beberapa keunggulan antara lain:
Bank Victoria Syariah is a subsidiary of Bank Vicroria
International Tbk which is a sharia-based Commercial Bank.
Bank Victoria Syariah has several advantages such as:
Fasilitas Selengkap Bank Konvensional. Banyak orang yang
berpikiran bahwa karena perbankan syariah masih baru, jenis
transaksi yang dapat dilakukan hanya sedikit. Anggapan tersebut
dulu mungkin bisa dimengerti, tapi sekarang sama sekali tidak
benar. Bank Victoria Syariah saat ini sangat modern. Semua jenis
transaksi mulai dari tabungan, deposito, pembiayaan usaha,
Pembiayaan rumah, kliring, dan sebagainya dapat dilakukan
dengan nyaman. Bank Victoria Syariah terhubung dengan
jaringan online ATM Prima sehingga nasabah dapat tarik tunai
dan transfer real time dari/ke bank lain dengan mudah.
A complete Conventional Banks facilities. Many people think
that because Islamic banking is still new, only a handful of
transaction types can be performed by this kind of bank. This
assumption in the past may be understandable, but now this is
totally untrue. Bank Victoria Syariah is very modern. All kinds of
transactions ranging from savings, deposits, business financing,
home financing, clearing, and others can done comfortably. Bank
Victoria Syariah has been connected with ATM Prima online
network so that customers can withdraw cash and performs
realtime transfer from/to other banks with ease.
Manajemen Finansial yang Lebih Aman. Tragedi finansial kredit
subprime tahun 2007 nyaris tidak menggoyahkan investasi yang
berbasis syariah. Di saat banyak bank investasi dan bank-bank
besar bangkrut maupun membutuhkan kucuran dana, banyak
Bank Syariah baru yang justru bermunculan atau buka cabang.
Krisis ekonomi justru telah membuktikan bahwa manajemen
finansial berbasis syariah jauh lebih aman dibandingkan ekonomi
liberal yang dianut bank konvensional.
Safer Financial Management. Subprime loans financial tragedy
in 2007 barely shakes the sharia-based investments. While many
investment banks and large banks go bankrupt and in need of
extra funding, many new Islamic Bank established or open new
branches. The economic crisis has actually proved that shariabased financial management was much more secure than liberal
economic embraced by conventional banks.
Sistem Bagi Hasil Langsung Memperkuat Bank Syariah. Bank
Syariah memberikan nisbah (“bunga” simpanan) berdasarkan
perkembangan finansial perusahaan. Secara tidak langsung
nasabah menjadi “pemegang saham” di Bank Syariah. Setiap
simpanan nasabah akan memperkuat investasi bank. Setiap
pinjaman nasabah akan memperkuat keuntungan bank. Semakin
usaha nasabah berkembang, bank juga semakin berkembang
karena kredit yang diberikan menggunakan skema bagi-hasil.
Semakin maju bank, semakin banyak pula keuntungan bank yang
dapat dibagikan sebagai nisbah kepada para nasabah.
Direct Profit Sharing System strengthening Islamic Bank.
Bank Syariah provide a profit sharing (deposits “interest”) to
its customers based on the company’s financial development.
Indirectly, the customers become “shareholders” in the Islamic
Bank. Each customer’s deposits will strengthen the bank’s
investment. Each customer’s lending will strengthen the bank’s
profit. The better the development of the customer business,
the bank will also grow because of the loans that distributed are
using a profit-sharing scheme. The more advanced the bank, the
more bank’s profits which can be distributed to its customers.
Didukung oleh Grup yang Kuat dan Permodalan yang Baik.
Sebagai anak perusahaan, Bank Victoria Syariah didukung
oleh Group Victoria yang sangat kuat dengan komitmen yang
konsisten untuk memperbesar Bank Victoria Syariah, PT Bank
Victoria International Tbk terus memperkuat permodalan
dengan menambah permodalan Bank Victoria syariah sesuai
dengan pertumbuhan bisnisnya sehingga Bank Victoria Syariah
tidak terkendala dari sisi permodalan.
Backed by Powerful Group and Good Capital. As a subsidiary,
Bank Victoria Syariah is supported by a very strong Victoria Group
with a consistent commitment to expand Bank Victoria Syariah,
PT Bank Victoria International continues to strengthen its capital
by increasing Bank Victoria Syariah capital in accordance with its
business growth so that Bank Victoria Syariah do not have any
constrained in terms of capital side.
14
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Kilas Kinerja 2016
Performance Highlights 2016
Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights
(dalam juta Rupiah)
Uraian
(in million Rupiah)
2016
2015
2014
2013
2012
Description
Posisi Keuangan Konsolidasian / Consolidated Financial Position
Aset / Assets
Kas
73,136
68,339
58,857
53,249
36,624
Cash
1,467,640
1,425,748
1,524,951
1,120,641
975,766
Current Account with Bank
Indonesia
20,202
8,852
12,317
11,047
6,899
Current Account with Other
Banks
Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain neto
1,449,178
1,837,189
2,310,712
1,403,927
1,438,492
Placement with Bank Indonesia
and Other Banks - net
Efek-efek Dikurangi:
Cadangan kerugian
penurunan nilai
7,282,892
5,830,697
4,758,264
5,102,133
3,951,593
Marketable Securities Less:
Allowance for impairment
losses
-
214,535
-
-
-
Securities purchased under
resale agreement
214,417
188,759
135,609
129,026
99,898
Interest Receivable
-
15,768
5,865
-
-
Prepaid Taxes
17,469
16,878
21,255
15,456
15,016
Prepaid Expenses
14,260,847
12,824,744
12,245,677
11,057,798
7,580,958
Loans - net
9,730
6,049
-
397
-
Acceptance Receivables – net
Penyertaan Saham – neto
60
60
60
60
29
Investment in Shares - net
Agunan yang diambil alih–
neto
532,102
202,461
-
-
-
Foreclosed Assets - net
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada Bank Lain - neto
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali
Pendapatan bunga yang masih
akan diterima
Pajak dibayar dimuka
Beban dibayar dimuka
Pinjaman yang Diberikan –
neto
Tagihan Akseptasi - neto
Aset Pajak Tangguhan-neto
Aset Tetap - neto
Aset Tidak Berwujud – neto
99,374
15,468
26,620
13,465
1,084
Deferred Tax Assets - net
544,490
567,678
227,702
230,698
237,018
Fixed Assets – net
5,076
4,380
5,646
2,319
2,250
Intangible Assets – net
Aset Lain-lain
23,365
23,081
31,347
13,437
46,855
Other Assets
TOTAL ASET
25,999,981
23,250,686
21,364,882
19,153,131
14,352,840
TOTAL ASSETS
Liabilitas, Dana Syirkah Temporer, dan Ekuitas / Liabilities, Temporary Syirkah Funds and Equity
Liabilitas Segera
Tabungan
Giro
Deposito Berjangka
Simpanan dari Bank Lain
Liabilitas Akseptasi
Efek-efek yang Diterbitkan
Utang Pajak
Estimasi Kerugian Komitmen
dan Kontijensi
3,373
2,312
4,225
2,511
1,371
Obligation Due Immediately
1,617,021
1,126,929
878,870
670,694
702,445
Savings Deposits
490,407
445,620
681,685
1,102,048
1,102,020
Demand Deposits
17,416,842
15,600,517
14,617,423
12,380,340
13,327,762
Time Deposits
1,332,527
1,646,350
1,067,844
1,157,510
696,743
Deposits from Other Banks
4,682
-
-
397
-
Acceptance Payable
995,161
993,189
991,653
990,843
493,737
Securities Issued
30,700
36,017
32,736
39,350
44,272
Taxes Payable
-
Estimated Losses on
Commitments and
Contingencies
-
-
-
-
15
2016 Annual Report
Uraian
Liabilitas pajak tangguhan neto
Liabilitas imbalan kerja
Akrual dan liabilitas lain-lain
Liabilitas Lain-lain
TOTAL LIABILITAS
2016
2015
PT Bank Victoria International Tbk.
2014
2013
2012
Description
-
35,875
-
-
17,485
Deferred Tax Liability – Net
62,654
51,671
50,602
36,990
25,063
Employee Benefits Obligation
119,922
93,111
109,585
98,711
65,538
Accruals and Other Liabilities
-
180,657
160,187
135,701
108,086
Other Liabilities
22,174,912
20,031,590
18,434,623
16,479,394
12,234,750
TOTAL LIABILITIES
625,190
TEMPORARY SYIRKAH
FUNDS
DANA SYIRKAH TEMPORER
1,198,799
1,105,406
1,170,430
1,047,182
Simpanan nasabah
1,167,549
1,083,256
1,116,830
979,174
4,166
Deposits from Customers
Simpanan bank lain
31,250
22,150
53,600
68,007
621,024
Deposits from Other Banks
789,065
713,917
713,916
663,027
660,434
Share CapitaL
Ekuitas / Equity
Modal saham
21,945
21,945
21,945
21,945
21,945
Additional Paid in Capital
Saham disetor dimuka
Tambahan modal disetor
267,776
-
-
-
-
Paid-up Shares in Advance
Kerugian yang belum
direalisasi atas perubahan
nilai wajar efek-efek yang
tersedia untuk dijual, setelah
pajak
(14,306)
(6,047)
395,442
(11,288)
78,358
Unrealized loss from available
for sale marketable securities,
net of tax
Surplus revaluasi aset tetap
setelah pajak
339,470
260,083
-
-
-
Fixed asset revaluation surplus
after tax
Saldo laba:
Telah ditentukan
penggunaannya
Retained earnings:
116,000
91,000
66,000
41,000
16,000
Appropriated
Belum ditentukan
penggunaannya
1,106,303
1,032,776
957,545
911,841
692,426
Unappropriated
Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan Kepada Pemilik
Entitas Induk
2,626,253
2,113,674
1,759,802
1,626,526
1,469,164
Total Equity Attributable to
Equity Holders of the Parent
Entity
Kepentingan Non Pengendali
17
16
27
29
28
Non-controlling Interest
2,626,270
2,113,690
1,759,829
1,626,555
1,469,192
TOTAL EQUITY
14,352,840
TOTAL LIABILITIES,
TEMPORARY SYIRKAH
FUND, AND EQUITY
TOTAL EKUITAS
TOTAL LIABILITAS, DANA
SYIRKAH TEMPORER, DAN
EKUITAS
25,999,981
23,250,686
21,364,882
19,153,131
Laba (Rugi) Komprehensif Konsolidasian / Consolidated Comprehensive Income (Loss)
Pendapatan Bunga dan
Syariah
2,160,859
2,013,810
2,031,299
1,512,739
1,117,272
Interest and Sharia Income
(1,857,234)
(1,657,331)
(1,693,679)
(1,097,475)
(1,123,819)
Interest and Sharia Expenses
Pendapatan Bunga dan
Syariah-Bersih
303,624
356,479
337,620
415,264
388,920
Interest and Sharia Income
- Net
Pendapatan Operasional
Lainnya
313,458
203,314
131,954
106,500
56,142
Other Operating Income
(531,820)
(466,966)
(366,089)
(225,775)
(199,430)
Other Operating Expense
85,262
92,828
103,485
295,989
235,987
Income from Operation
Beban Bunga dan Syariah
Beban Operasional Lainnya
Laba Operasional
16
PT Bank Victoria International Tbk.
Uraian
Pendapatan Non Operasional
- neto
Laba Sebelum Beban Pajak
Penghasilan
Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan - neto
Laba Bersih Tahun Berjalan
Penghasilan Komprehensif
Lain Tahun Berjalan, Setelah
Pajak
2016
2015
Laporan Tahunan 2016
2014
2013
2012
Description
7,599
1,170
18,048
15,962
16,607
Non-Operating Income – net
92,861
93,997
121,533
311,950
252,594
Income Before Income Tax
Expense
7,500
76
(15,833)
(67,535)
(47,023)
Income Tax Benefit (Expense)
- net
100,360
94,073
105,699
244,415
205,571
Net Income for the Year
69,293
259,796
11,683
(89,645)
45,840
Other Comprehensive Income
for the Year, After Tax
Laba tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada:
Yang Diatribusikan Kepada
Pemilik Entitas Induk
Profit for the year attributable
to:
100,362
94,076
105,703
244,415
205,569
Attributed to Equity Holders
of the Parent Entity
(2)
(2)
(4)
1
2
Attributed to Noncontrolling Interest
Penghasilan Komprehensif
Lain Tahun Berjalan - neto
69,293
259,797
11,683
(89,645)
45,840
Comprehensive Income for the
Year – Net
Jumlah Laba Komprehensif
Tahun Berjalan Yang Dapat
Diatribusikan Kepada:
169,653
353,870
117,382
154,770
251,411
Total Comprehensive Income
for the Year Attributable to:
169,652
353,881
117,385
154,769
251,410
Equity holders of the parent
entity
1
(11)
(2)
1
2
Non-controlling Interest
Dasar
13.56
13.18
15.26
36.95
31.29
Dilusian
13.56
11.73
13.53
30.52
25.50
Yang Diatribusikan
Kepada Kepentingan Non
Pengendali
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non
Pengendali
Laba per Saham*
Earning per Share*
Basic
Diluted
*Stated in full amount in
Rupiah
*dinyatakan dalam nilai
Rupiah penuh
Laporan Arus Kas Konsolidasian / Consolidated Statements of Cash Flow
797,854
541,396
1,119,540
875,582
(538,199)
Net Cash From Operating
Activities
(1,992,936)
(1,108,175)
339,279
(1,262,498)
363,303
Net Cash Used in Investing
Activities
342,924
30
15,890
502,592
502,592
Net Cash From Financing
Activities
Penurunan Bersih Kas dan
Setara Kas
(852,158)
(566,779)
1,474,708
115,676
327,697
Net Decrease in Cash and
Cash Equivalent
Kas dan Setara Kas Awal
Periode
3,340,128
3,906,907
2,336,370
2,220,694
2,361,059
Cash and Cash Equivalent at
Beginning of Year
Kas dan Setara Kas Akhir
Periode
2,487,970
3,340,128
3,811,078
2,336,370
2,688,758
Cash and Cash Equivalent at
End of Year
Kas Bersih Diperoleh dari
Aktivitas Operasi
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi
Kas bersih Diperoleh dari
Aktivitas Pendanaan
17
2016 Annual Report
Uraian
2016
2015
2014
PT Bank Victoria International Tbk.
2013
2012
Description
Rasio Keuangan (%) / Financial Ratio (%) **
Permodalan (%) / Capital
KPMM Dengan
Memperhitungkan Risiko
Kredit, Operasional
26.18
20.38
18.35
18.00
17.97
CAR with Credit,
Operational Risk
KPMM Dengan
Memperhitungkan Risiko
Kredit, Risiko Operasional,
dan Risiko Pasar
24.58
19.30
18.35
17.95
17.96
CAR with Credit,
Operational and Market Risk
Aktiva Tetap Terhadap
Modal
20.73
17.38
17.38
18.77
18.37
Fixed Assets to Capital
Aset Produktif dan Non
Produktif Bermasalah
Terhadap Total Aset
Produktif dan Non Produktif
2.18
2.63
2.07
0.49
1.28
Non-Performing Productive
and Non Productive Assets
to Total Productive and NonProductive Assets
Aset Produktif Bermasalah
Terhadap Total Aset
Produktif
2.35
2.86
2.25
0.45
1.37
Non-Performing Productive
Assets to Total Productive
Assets
CKPN Aset Keuangan
Terhadap Aset Produktif
1.07
1.08
0.85
0.94
1.96
Impairment Losses to
Productive Assets
Pemenuhan CKPN Aset
Produktif
76.13
80.79
77.09
129.21
182.09
Fulfillment for Impairment
Allowance of Productive
Assets
Pemenuhan CKPN Aset Non
Produktif
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
Fulfillment for Impairment
Allowance of Non-Productive
Assets
NPL Gross
3.89
4.48
3.52
0.70
2.30
Gross Non Performing Loan
(NPL)
NPL Nett
2.37
3.93
2.61
0.32
1.76
Net Non Performing Loan
(NPL)
Aset Produktif (%) / Productive Assets
Profitabilitas / Profitability
ROA
0.52
0.65
0.80
1.97
2.17
Return on Assets (ROA)
ROE
4.79
6.73
7.62
16.72
16.48
Return on Equity (ROE)
NIM
1.53
2.08
1.88
2.33
3.12
Net Interest Margin (NIM)
94.30
93.89
93.25
81.35
78.82
Operating Expenses to
Operating Income (BOPO)
Rasio Laba (Rugi) Terhadap
Jumlah Aset
0.39
0.54
0.63
1.34
1.52
Income (Loss) to Total Assets
Ratio
Rasio Laba (Rugi) Terhadap
Jumlah Ekuitas
3,82
5.65
7.31
15.18
13.99
Income (Loss) to Total Equity
Ratio
Rasio Liabilitas Terhadap
Jumlah Aset
89.90
90.41
91.37
91.18
89.17
Liabilities to Total Assets
Ratio
Rasio Liabilitas Terhadap
Ekuitas
890.00
1,000
1,114.03
1,077.53
876.92
Liabilities to Total Equity
Ratio
BOPO
18
PT Bank Victoria International Tbk.
Uraian
2016
2015
2014
Laporan Tahunan 2016
2013
2012
Description
Likuiditas / Liquidity
LDR
68.38
70.17
70.25
73.39
67.59
Loan to Deposit Ratio (LDR)
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
Pihak Terkait
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
Related Parties
Pihak Tidak Terkait
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
Third Parties
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
Kepatuhan / Compliance
Persentase Pelanggaran
BMPK
Persentase Pelampauan
BMPK
Pihak Terkait
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
Pihak Tidak Terkait
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
GWM Primer - Rupiah
GWM Sekunder - Rupiah
GWM LFR
Posisi Devisa Netto
Percentage of LLL Violation
Percentage of LLL Excess
Related Parties
Third Parties
7.52
8.35
8.86
8.06
9.13
Primary Minimum Reserve
Requirements - Rupiah
14.46
12.21
12.67
-
-
Secondary Minimum Reserve
Requirements - Rupiah
0.00
0.00
0.00
-
-
LFR Minimum Reserve
Requirements
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
** merupakan angka PT Bank Victoria International Tbk. (induk saja)
** the figure is for PT Bank Victoria International Tbk. (parent only)
Net Open Position
19
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
KAS
CASH
KREDIT YANG DIBERIKAN - NETO
LOANS - NET
TOTAL ASET
TOTAL ASSETS
(dalam juta Rupiah / in million Rupiah)
(dalam juta Rupiah / in million Rupiah)
(dalam juta Rupiah / in million Rupiah)
14,260,847
25,999,981
12,824,744
12,245,677
73,136
68,339
23,250,686
11,057,798
21,364,882
58,857
53,249
19,153,131
7,580,958
14,352,840
36,624
2012
2013
2014
2015
2016
TABUNGAN
SAVING DEPOSITS
(dalam juta Rupiah / in million Rupiah)
2012
2013
2014
2016
2015
2012
2013
2014
2015
DEPOSITO BERJANGKA
TIME DEPOSITS
TOTAL EKUITAS
TOTAL EQUITY
(dalam juta Rupiah / in million Rupiah)
(dalam juta Rupiah / in million Rupiah)
1,617,021
17,416,842
2016
2,626,270
1,126,929
15,600,517
878,870
2,113,690
14,617,423
1,759,829
702,445
1,626,555
13,327,762
670,694
2012
2013
1,469,192
12,380,340
2014
2015
2016
2012
2013
2014
2015
2016
2012
2013
2014
2015
PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH
INTEREST INCOME AND SHARIA
Pendapatan OPERASIONAL lainnya
Other OPERATIng income
LABA TAHUN BERJALAN
PROFIT FOR THE YEAR
(dalam juta Rupiah / in million Rupiah)
(dalam juta Rupiah / in million Rupiah)
(dalam juta Rupiah / in million Rupiah)
2016
2,160,859
2,031,299
313,458
244,415
2,013,810
205,571
1,512,739
203,314
1,117,272
131,954
105,699
106,500
94,073
100,360
56,142
2012
2013
2014
2015
2016
2012
2013
2014
2015
2016
2012
2013
2014
2015
2016
20
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Ikhtisar Operasional
Operational Highlights
(dalam unit rekening)
(in account unit)
Produk
2016
2015
2014
2013
2012
Products
Produk Simpanan / Deposit Products
Tabungan
Giro
65,902
52,391
37,839
27,715
21,663
2,149
2,165
2,211
2,141
1,779
Saving Deposits
Demand Deposits
Deposito Berjangka
21,667
15,601
16,671
14,420
13,052
Time Deposits
Total
89,718
72,008
56,721
44,276
36,494
TOTAL
(dalam juta Rp)
(in million Rp)
Produk Pinjaman / Loan Products
8,038,413
7,631,078
7,800,601
6,367,391
3,564,986
Pinjaman Konsumen
Pinjaman Tetap
508,011
544,281
542,381
465,204
353,064
Pinjaman Rekening Koran
870,078
1,058,895
1,139,861
1,212,714
1,236,635
Overdraft Loans
Fixed Loans with
Instalments
Pinjaman Tetap Dengan
Angsuran
Pinjaman Serba Guna
Pinjaman Tanpa Agunan
Pembiayaan Syariah
Total
3,789,218
2,615,929
1,713,609
2,129,128
2,011,106
117,884
167,396
157,441
184,703
181,206
457
788
1,073
1,314
0
1,212,690
1,075,681
1,075,424
859,945
476,870
14,536,751
13,094,048
12,430,390
11,220,399
7,823,867
Fixed Loans
Consumer Loans
Multipurpose
Loans
Unsecured Loans
Sharia Financing
TOTAL
Informasi Harga Saham
Stock Highlights
Pembukaan
Opening
(Rp)
Terendah
Lowest
(Rp)
Tertinggi
Highest
(Rp)
Penutupan
Closing
(Rp)
Volume
Perdagangan
Trading
Volume
Jumlah Saham
Beredar (lembar)
Number of Share
Outstanding
Kapitalisasi Pasar
Market
Capitalization
(Rp)
Tw 1
105
103
106
105
167,162
7,139,187,980
751,314,544,562
Tw 2
101
100
103
102
89,419
7,803,486,594
793,080,663,843
Tw 3
105
104
107
106
356,352
7,890,653,827
833,779,087,720
Tw 4
96
94
98
97
754,457
8,671,048,162
837,356,450,967
Tw 1
119
121
118
120
261,784
7,139,166,980
856,811,587,084
Tw 2
118
118
116
118
91,638
7,139,167,280
839,675,905,471
Tw 3
108
109
105
108
47,370
7,139,167,280
767,676,821,002
Tw 4
104
106
102
104
39,759
7,139,167,280
744,636,781,144
Periode
Period
2016
2015
21
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Grafik Kinerja BVIC Tahun 2015-2016
BVIC 2015-2016 Performance Charts
Harga
Penutupan
Closing Price
(Rp)
Volume
Perdagangan
Trading
Volume
25,000,000
140
120
20,000,000
100
15,000,000
80
60
10,000,000
40
5,000,000
20
0
0
TW 1
TW 2
TW 3
TW 4
TW 1
TW 2
2015
TW 3
TW 4
2016
Volume Perdagangan
Trading Volume
Harga Penutupan
Closing Price
Aksi Korporasi
Corporate Actions
Keterangan
Jumlah
Saham yang
Diterbitkan
Total Shares
Issued
Nilai Nominal
Nominal Value
Harga yang
ditawarkan
Price offered
Jumlah Saham
yang Beredar
Total Shares
Listed
Description
Saham yang berasal dari
pendiri
250,000,000
Rp100
-
250,000,000
Founders’ shares
Saham yang berasal dari
kapitalisasi saldo laba
34,000,000
Rp100
-
284,000,000
Shares from capitalization of
retained earning
Saham yang berasal dari
Penawaran Umum Perdana
pada tahun 1999
250,000,000
Rp100
Rp100
534,000,000
Shares from Initial Public Offering in 1999
Saham yang berasal dari
Penawaran Umum Terbatas
I dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu pada tahun
2000
100,000,000
Rp100
Rp115
634,000,000
Shares from Limited Public
Offering with Pre-emptive
Rights (Right Issue) I in 2000
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri I dan
II pada tahun 2002
66,793,400
-
-
700,793,400
Shares from Exercise of Series
I and II Warrants in 2002
Saham yang berasal dari
Penawaran Umum Terbatas
II dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu pada tahun
2003
400,000,000
Rp100
Rp100
1,100,793,400
Shares from Limited Public
Offering with Pre-emptive
Rights (Right Issue) II in 2003
22
PT Bank Victoria International Tbk.
Keterangan
Jumlah
Saham yang
Diterbitkan
Total Shares
Issued
Laporan Tahunan 2016
Nilai Nominal
Nominal Value
Harga yang
ditawarkan
Price offered
Jumlah Saham
yang Beredar
Total Shares
Listed
Description
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri III
pada tahun 2004
193,799,960
Rp100
Rp115
1,294,593,360
Shares from Exercise of Series
III Warrants in 2004
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri III
pada tahun 2006
46,200,000
Rp100
Rp115
1,340,793,360
Shares from Exercise of Series
III Warrants in 2006
Saham yang berasal dari
Penawaran Umum Terbatas
III dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu pada tahun
2006
670,363,760
Rp100
Rp115
2,011,157,120
Shares from Limited Public
Offering with Pre-emptive
Rights (Right Issue) III in 2006
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri IV
pada tahun 2007
323,840,000
Rp100
Rp100
2,334,997,120
Shares from Exercise of Series
IV Warrants in 2007
1,167,498,560
Rp100
Rp100
3,502,495,680
Shares from Limited Public
Offering with Pre-emptive
Rights (Right Issue) IV in 2008
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri IV
dan V pada tahun 2009
344,244,500
Rp100
Rp100
3,846,740,180
Shares from Exercise of Series
IV and V Warrants in 2009
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri IV
dan V pada tahun 2010
249,707,135
Rp100
Rp100
4,096,447,315
Shares from Exercise of Series
IV and V Warrants in 2010
Saham yang berasal dari
Penawaran Umum Terbatas
V dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu pada tahun
2011
1,954,919,259
Rp100
Rp100
6,051,366,574
Shares from Limited Public
Offering with Pre-emptive
Rights (Right Issue) V in 2011
Saham yang berasal dari
Penerbitan Saham Tanpa
Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu pada tahun 2011
414,580,000
-
-
6,465,946,574
Shares with Issuance of Shares
without Pre-emptive Rights
in 2011
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri IV
dan V pada tahun 2011
81,724,314
Rp100
Rp100
6,547,670,888
Shares from Exercise of Series
IV and V Warrants in 2011
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri V dan
VI pada tahun 2012
56,673,554
Rp100
Rp100
6,604,344,442
Shares from Exercise of Series
V and VI Warrants in 2012
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri V dan
VI pada tahun 2013
25,923,831
Rp100
Rp100
6,630,268,273
Shares from Exercise of Series
V and VI Warrants in 2013
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri VI
pada tahun 2014
508,898,707
Rp100
Rp100
7,139,166,980
Shares from Exercise of Series
VI Warrants in 2014
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri VI
pada tahun 2015
300
Rp100
Rp100
7,139,167,280
Shares from Exercise of Series
VI Warrants in 2015
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri VI
pada tahun 2016
751,486,547
Rp100
Rp100
7,890,653,827
Shares from Exercise of Series
VI Warrants in 2016
8,671,048,162
Capital Increase Without Preemptive Rights by Deutsche
Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH
8,671,048,162
Total of Shares Fully Issued
Saham yang berasal dari
Penawaran Umum Terbatas
IV dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu pada tahun
2008
Penambahan Modal
Tanpa Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu oleh
Deutsche Investitions-und
Entwicklungsgesellschaft
mbH
Jumlah Modal Saham Yang
Ditempatkan Penuh
780,394,335
Rp100
Rp100
23
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Aksi Penghentian Sementara Perdagangan Saham (Suspension)
dan/atau Penghapusan Pencatatan Saham (Delisting)
Share Trading Temporary Suspension and/or Share Delisting Measure
Sampai dengan Desember 2016, Bank Victoria tidak pernah
dikenakan sanksi penghentian sementara perdagangan saham
(suspension) dan/atau penghapusan pencatatan saham (delisting).
Up to December 2016, Bank Victoria never took any sanction to
temporary suspension of its trading shares and / or the delisting
of shares.
Informasi Obligasi
Bond Highlights
Tanggal
Efektif
Effective
Date
Jumlah
Obligasi
(miliar)
Bond Total
(billion)
Tanggal Jatuh
Tempo
Dates of
Maturity
Tingkat
Suku
Bunga
Interest
Rate
Status
Pembayaran
Payment
Status
Obligasi Bank Victoria
III Tahun 2012 Dengan
Tingkat Bunga Tetap
Bank Victoria Bond III in
2012 with Fixed Interest
Rate
27 Juni 2012
27 June 2012
Rp200
27 Juni 2017
27 June 2017
10.00%
Belum Lunas
Not Paid
idA- (Outlook
Stable)
idA(Outlook
Negative)
Obligasi Subordinasi Bank
Victoria II Tahun 2012
Dengan Tingkat Bunga
Tetap
Bank Victoria
Subordinated Bond II in
2012 with Fixed Interest
Rate
27 Juni 2012
27 June 2012
Rp300
27 Juni 2019
27 June 2019
11.00%
Belum Lunas
Not Paid
idBBB+
(Outlook
Stable)
idBBB+
(Outlook
Negative)
Obligasi Bank Victoria
IV Tahun 2013 Dengan
Tingkat Bunga Tetap
Bank Victoria Bond IV in
2013 with Fixed Interest
Rate
27 Juni 2013
27 June 2013
Rp200
27 Juni 2018
27 June 2018
9.50%
Belum Lunas
Not Paid
idA- (Outlook
Stable)
idA(Outlook
Negative)
Obligasi Subordinasi Bank
Victoria III Tahun 2013
Dengan Tingkat Bunga
Tetap
Bank Victoria
Subordinated Bond III in
2013 with Fixed Interest
Rate
27 Juni 2013
27 June 2013
Rp300
27 Juni 2020
27 June 2020
10.50%
Belum Lunas
Not Paid
idBBB+
(Outlook
Stable)
idBBB+
(Outlook
Negative)
Uraian
Description
Catatan : Semua Obligasi Bank Victoria dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
Notes : All Bank Victoria Bonds have been listed at Indonesia Stock Exchange
Peringkat
Rating
2016
2015
PT Bank Victoria International Tbk.
24
Laporan Tahunan 2016
2016 Annual Report
25
PT Bank Victoria International Tbk.
Senantiasa berupaya memenuhi
kebutuhan nasabah, membina hubungan
yang baik dengan nasabah, serta memberi
layanan yang terbaik kepada para nasabah.
Bank Victoria continually attempts to fulfill the customers’ needs, to develop good
relationship with the customers as well as to provide the best services for the
customers.
26
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Peristiwa Penting di Tahun 2016
Significant Events in 2016
30 31
Januari / January
11
FEBRUari / February
11
april / April
Rapat Kerja Tahunan Bank Victoria
2016
Bank Victoria 2016
Annual Meeting
Bank Victoria Jalin Kerjasama
Dengan PT MNC Life Assurance
The Partnership of Bank Victoria
with PT MNC Life Assurance
Relokasi Cabang Pasar Jatinegara
Pasar Jatinegara Branch Relocation
Bank Victoria mengadakan Rapat Kerja
Tahunan di Mason Pine, Padalarang
yang dihadiri oleh seluruh jajaran
Direksi, Komisaris, Kepala Divisi, Kepala
Bagian, Branch Manager serta Kepala
Operasional dari Area Bank Victoria
untuk membahas dan mendiskusikan
rencana, strategis dan target pada masa
mendatang.
Bank Victoria senantiasa melakukan
inovasi dalam mengembangkan produk
dan layanan bagi kebutuhan nasabah
terutama untuk produk bancassurance.
Bank Victoria menjalin kerjasama dengan
perusahaan asuransi jiwa nasional
PT MNC Life Assurance (MNC Life),
dalam menyediakan produk perlindungan
asuransi kecelakaan diri bagi nasabah
Bank Victoria. Seremoni peresmian
dihadiri oleh Direktur Utama Bank
Victoria, Daniel Budirahayu dan Presiden
Direktur MNC Life, Rolla Bawata di
Gedung MNC Financial Center, Kebon
Sirih, Jakarta.
Cabang
Talang Betutu telah resmi
direlokasikan
ke
Cabang
Pasar
Jatinegara. Acara peresmian yang
dihadiri oleh Dewan Komisaris dan
DIreksi Bank Victoria. Peresmian ini
sebagai strategi Bank Victoria dalam
mencapai target New to Bank (NTB)
sebesar 100.000 hingga akhir tahun
2016.
Bank Victoria organized its Annual
Meeting at Mason Pine, Padalarang
which was attended by the entire Board
of Directors, Board of Commissioners,
Division Heads, Section Heads, Branch
Managers and Head of Area Operations
of Bank Victoria to review and discuss
plans, strategies and targets in the
future.
Bank Victoria continues to innovate in
developing products and services for
fulfilling customers’ needs, especially for
bancassurance products. Bank Victoria
formed a partnership with a national
life insurance company PT MNC Life
Assurance (MNC Life), in providing the
protection products in form of personal
accident insurance for Bank Victoria
customers. The inauguration ceremony
was attended by the President Director
of Bank Victoria, Daniel Budirahayu,
and President Director of MNC Life,
Rolla Bawata at MNC Financial Center
Building, Kebon Sirih, Jakarta.
Talang Betutu Branch has officially
relocated to Pasar Jatinegara Branch.
The ceremony was attended by the Board
of Commissioners and Directors of Bank
Victoria. This inauguration was a strategy
made by Bank Victoria to achieve New to
Bank (NTB) target amounted to 100,000
by the end of 2016.
27
2016 Annual Report
20
april / April
10
Juni / June
PT Bank Victoria International Tbk.
24
Juni / June
Pembukaan Kantor Cabang Bank
Victoria di Manado
The Opening of Bank Victoria
Branch Office in Manado
Peluncuran Internet Banking dan
Mobile Banking Bank Victoria
The Launching of Bank Victoria
Internet Banking and Mobile
Banking
Public Expose Bank Victoria
2016: Bank Victoria Kinerjanya
Konsisten Baik
Banks Victoria 2016 Public Expose:
Bank Victoria’s Performance is
Consistently Good
Bank Victoria telah membuka kantor
cabang yang ke -102 di Indonesia dan
pertama di wilayah Indonesia bagian
Timur tepatnya di Manado, Sulawesi
Utara. Peresmian ini dihadiri oleh
Direktur Utama Bank Victoria, Daniel
Budirahayu. Pembukaan kantor cabang
ini bertujuan agar Bank Victoria dapat
menguasai pasar Indonesia Timur melalui
pengembangan bisnis di segmen-segmen
unggulan seperti sektor mikro usaha kecil
maupun segmen ritel banking.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan
terhadap kemudahan dan kenyamanan
bertransaksi nasabah, Bank Victoria
meluncurkan fitur Internet Banking
dan Mobile Banking. Peluncuran ini
bertempat di Panin Tower, Senayan City
Lt. 25.
Bank Victoria menyelenggarakan Public
Expose (Pubex) dalam acara ini, Bank
Victoria melalui jajaran Direksinya
memaparkan kinerja Bank Victoria
selama tiga tahun terakhir ini kepada para
awak media dan calon investor.
Bank Victoria has opened its 102nd
branch offices in Indonesia and the
first in the eastern part of Indonesia
precisely in Manado, North Sulawesi.
The inauguration was attended by the
President Director of Bank Victoria,
Daniel Budirahayu. The purpose of the
opening of this branch office was so that
Bank Victoria can dominate the East
Indonesian market through business
development in the featured segments
such as micro and small businesses
sector as well as retail banking
segments.
In order to improve service for the
comfort and convenience of our
customers, Bank Victoria launched
Internet Banking and Mobile Banking
features. The launching was held at Panin
Tower, Senayan City Lt. 25
Bank Victoria held a Public Expose
(Pubex). In this event, Bank Victoria
through the ranks of its Board of
Directors presented its performance for
the last three years to the members of the
media and potential investors.
28
PT Bank Victoria International Tbk.
7
september /
September
8
september /
September
Laporan Tahunan 2016
9
september /
September
Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa
Extraordinary General Meeting of
Shareholders
Kerjasama Bank Victoria dengan
PT Panin Dai-ichi Life
The Partnership between Bank
Victoria with PT Panin Dai-ichi Life
Pembukaan Kantor Cabang di
Kelapa Gading
The Opening of Kelapa Gading
Branch Office
Bank Victoria telah mengadakan Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa
yang diadakan bertempat di Graha BIP,
Lantai 11, Jl. Jend. Gatot Subroto no. 23,
Jakarta.
Penandatangan Kerjasama Bank Victoria
dengan PT Panin Dai-ichi Life untuk
produk VIP Critical Illness, produk asuransi
jiwa yang memberikan perlindungan
optimal selama 20 tahun terhadap 39
jenis penyakit kritis. Penandatangani
dilakukan oleh Direktur Utama Bank
Victoria, Daniel Budirahayu dan Direktur
Utama Panin Dai-ichi Life, Fajar Gunawan
bertempat di Panin Tower, Senayan City
Lt. 15.
Peresmian pembukaan kantor cabang
Kelapa Gading dengan pemotongan
pita dan tumpeng dilakukan oleh
Komisaris Utama Oliver Simorangkir
dan diserahkan kepada Bapak Henry
Indradjaja selaku Area Manager Kelapa
Gading. Turut dihadiri pula Direktur
Bisnis Bank Victoria, Fransiska Rita
Gosal.
Bank Victoria held an Extraordinary
General Meeting of Shareholders held
in Graha BIP, 11th Floor, Jl. Jend. Gatot
Subroto no. 23, Jakarta.
The partnership sign-off between
Bank Victoria with PT PaninDai-ichi
Life for VIP Critical Illness products,
life insurance products that provides
optimum protection for 20 years against
39 critical illnesses. The signing off was
carried out by the President Director of
Bank Victoria, Daniel Budirahayu and
President Director of Panin Dai-ichi Life,
Fajar Gunawan at Panin Tower, Senayan
City Lt. 15.
The inauguration of Kelapa Gading
branch with ribbon cutting and rice
cone was carried out by the President
Commissioner Oliver Simorangkir and
handed over to Mr. Henry Indradjaja
as the Area Manager of Kelapa Gading
Branch. This event also was attended by
the Director of Business Bank Victoria,
Fransiska Rita Gosal.
29
2016 Annual Report
29
september /
September
Penandatanganan MOU
Perpanjangan tentang
Pendampingan untuk Menjadi
Bank Devisa antara BNI dengan
Bank Victoria
The signing of MOU Extension
on Assistance to Become Foreign
Exchange Bank between BNI and
Bank Victoria.
PT Bank Victoria International, Tbk (Bank
Victoria) dan PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk (BNI) mengadakan kerjasama
nota kesepahaman (Memorandum of
Understanding)
Perpanjangan tentang
Pendampingan
Capacity
Building
untuk Menjadi Bank Devisa. Acara
penandatanganan
MOU
tersebut
dilaksanakan di Gedung BNI Lantai 32.
Penandatangan
Nota
Kesapahaman
dilakukan oleh Direktur Treasury dan
Internasional BNI, Bapak Panji Irawan
dengan Direktur Utama Bank Victoria,
Bapak Daniel Budirahayu dan didampingi
oleh Wakil Direktur Utama Bank Victoria,
Bapak Rusli.
PT Bank Victoria International Tbk
(Bank Victoria) and PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk (BNI) signed an
MoU (Memorandum of Understanding)
Extension of Capacity Building Assistance
to Become a Foreign Exchange Bank.
The MOU signing ceremony was held
in BNI Building Floor 32. The signing of
the Memorandum of Understanding was
carried out by the Director of Treasury and
International BNI, Mr. Panji Irawan with the
President Director of Bank Victoria, Mr.
Daniel Budirahayu and accompanied by the
Deputy President Director of Bank Victoria,
Mr. Rusli.
5
oktober /
October
PT Bank Victoria International Tbk.
13
oktober /
October
Bank Victoria Meraih Dua
Penghargaan
Bank Victoria Achieved Two Awards
Perayaan HUT Bank Victoria ke-22
Bank Victoria 22nd Anniversary
Celebration
Segenap jaringan cabang dan kantor
pusat merayakan ulang tahun Bank
Victoria yang ke-22. Perayaan dilakukan
dengan serentak dengan berdoa
bersama dengan semua komponen Bank
Victoria, termasuk karyawan kantor
pusat dan keseluruhan dari 102 jaringan
cabang Bank Victoria yang tersebar di
Jabodetabek, Surabaya, Bandung dan
Manado. Kemeriahan dalam ulang tahun
ini melalui berbagai kegiatan sepert
Pertandingan Futsal, Badminton, Lomba
Video Kreatif dan Donor Darah.
The entire branches and head office
celebrated Bank Victoria 22nd birthday.
The celebration was done in unison by
performing praying together with all
of the components of Bank Victoria,
including employees at the head office
and the entire network of 102nd Bank
Victoria branches that spread in Greater
Jakarta, Surabaya, Bandung and Manado.
The excitement in this anniversary was
captured through various activities such
as Futsal, Badminton, Creative Video
Competition and Blood Donor.
Bank Victoria berhasil mendapatkan 2
(dua) Penghargaan pada acara Anugerah
Perbankan Indonesia (APBI) – V – 2016
yang diselenggarakan oleh Majalah
Economic Review dan Perbanas Institute.
Bank Victoria menganugerahkan Bank
Victoria sebagai Bank Peringkat Kedua
kategori Bank Buku II (Aset Rp 10
Triliun sampai dengan Rp25 Triliun) dan
Peringkat Ketiga kategori Corporate
Social Responsibility (CSR) kelas Buku
II.
Bank Victoria managed to achieve 2
(two) Awards at the Indonesia Banking
Awards (ICMA) - V – 2016 event
organized by Economic Review magazine
and the Banks Association Institute.
Bank Victoria was given the Second
Ranked Bank at Bank Buku II category
(assets between Rp 10 trillion up to Rp25
trillion) and Third Ranked at Corporate
Social Responsibility (CSR) responsibility
Buku II class.
30
PT Bank Victoria International Tbk.
18 19
oktober /
October
19
november /
November
Laporan Tahunan 2016
14
desember /
December
Rapat Kerja Kuartal III
Bank Victoria
Bank Victoria Third Quarter
Working Meeting
Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa
Extraordinary General Meeting of
Shareholders
Bank Victoria Mengembangkan
Produk Unggulan Sinarmas MSIG
Life
Bank Victoria Developed Sinarmas
MSIG Life Featured Products
Segenap Pimpinan Area dan Cabang
melaksanakan Rapat Kerja Mini Kuartal
III (Periode Juli-September 2016) dengan
fokus pembahasan pada bidang kredit
yang diadakan di Panin Tower, Senayan
City Lt. 25. Rangkaian acara ini juga
disosialisasikan mengenai format laporan
minggu kinerja cabang yang menjadi acuan
KPI (Key Performance Indicator), Struktur
baru pada Direktorat Bisnis serta terkait
prosedur penanganan Non Performing Loan
(NPL).
Bank Victoria telah mengadakan Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang
bertempat di Graha BIP, Lantai 11, Jl. Jend.
Gatot Subroto No. 23, Jakarta dengan dua
agenda pembahasan mengenai Penanaman
Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu (PMTHMETD) serta pergantian
Susunan Komisaris Perusahaan.
Bank
Victoria
senantiasa
mengembangkan produk bancassurance
dalam memenuhi kebutuhan pada
nasabah. Hal ini terjalin kerjasama
bank Victoria dengan PT Asuransi
Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG
Life), dengan meluncurkan tiga produk
bancassurance yakni VIP Medical
Plan, VIP Hospital dan VIP Edu Plan
Insurance.
The entire Area and Branch Heads held a
mini third quarter Working Meeting (JulySeptember 2016) with the discussion
focusing on the field of credit was held
in Panin Tower, Senayan City Lt. 25. This
event was also used to socialize branch
performance weekly report format as the
KPI (Key Performance Indicator) reference,
the new structure of the Directorate of
Business as well as related procedures
for handling Non Performing Loan
(NPL).
Bank Victoria held an Extraordinary
General Meeting of Shareholders at Graha
BIP, 11th Floor, Jl. Jend. Gatot Subroto No.
23, Jakarta with two discussion agenda on
Capital Investment Without Preemptive
Rights (PMTHMETD) as well as the
change in the composition of Board of
Commissioners.
Bank
Victoria
always
develops
bancassurance products to meet its
customer’s needs. This was achieved by
Bank Victoria by signing a partnership
with PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG
(Sinarmas MSIG Life), with the launch of
three bancassurance products namely
VIP Medical Plan, VIP Hospital and VIP
Edu Insurance Plan.
31
2016 Annual Report
16
desember /
December
17
desember /
December
Natal Bersama Bank Victoria:
The Greatest Gift of All is Him
Christmas with Bank Victoria:
The Greatest Gift of All is Him
Penandatangan Kerjasama Bank
Victoria dengan Capital Life
The Signing of Partnership
between Bank Victoria with
Capital Life
Untuk merayakan kebersamaan dari
seluruh komponen keluarga besar Bank
Victoria, Bank Victoria mengadakan
acara Natal Bersama di Graha BIP.
Perayaan kali ini berlangsung dengan
hikmat dan sederhana, dengan penuh
ucapan syukur dalam tema “The Greatest
Gift of All is Him”.
Penandatangan Kerjasama Bank Victoria
dengan Capital Life Bank Victoria
telah melakukan penandatangan MOU
dengan PT Capital Life Indonesia. Dalam
penandatangan turut hadir Direktur
utama Bank Victoria, Daniel Budirahayu
dan Direktur Bisnis Bank Victoria,
Fransiska Rita Gosal serta Capital life
yang diwakili Hengky Setiono, Komisaris
Utama dan Direktur Utama Antony
Japan, bertempat di Kantor Pusat Bank
Victoria.
To celebrate the togetherness of all the
components of Bank Victoria’s large
family, Bank Victoria held a Christmas
event at Graha BIP. This year celebration
was taking place peacefully and simple.
The theme was “The Greatest Gift of All
is Him”.
Bank Victoria has signed an MOU with
PT Capital Life Indonesia. The President
Director of Bank Victoria, Daniel
Budirahayu and Business Director of
Bank Victoria, Fransiska Rita Gosal
were present at this event whereas
Capital Life was represented by Hengky
Setiono, President Commissioner and
the President Director, Antony Japari, at
Bank Victoria Head Office.
PT Bank Victoria International Tbk.
32
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Daftar Isi
Table of Contents
Sustainable Asset Quality Growth
Profil Perusahaan
Pertumbuhan Kualitas AseT yang Berkelanjutan
Company Profile
i
66
68
Identitas Perusahaan / Company identity
69
Riwayat Singkat / Brief History
70
Brand Perusahaan / Company Brand
71
Bidang Usaha / Line of Business
Pencapaian Penting
74
Produk dan Jasa / Products and Services
Important Achievements
74
Produk Simpanan / Deposit Products
2
76
Produk Bancassurance / Bancassurance Products
78
Produk Pinjaman/Kredit / Loan Products/Credits
KESINAMBUNGAN TEMA
Theme Continuity
1
Jejak Langkah
Milestones
4
Mengapa berinvestasi di bank victoria
79
Wilayah Operasional / Operational Areas
84
Struktur Organisasi / Organization Structure
88
Visi, Misi dan Budaya Perusahaan /
Vision, Mission and Corporate Culture
why invest in bank victoria
6
KILAS KINERJA 2016
88
Visi / Vision
89
Misi / Mission
89
Review Visi dan Misi oleh Dewan Komisaris dan Direksi /
Vision and Mission Review by
The Board of Commissioners and Directors
PERFORMANCE HIGHLIGHTS 2016
14
16
Ikhtisar Keuangan / Financial Highlights
20
Ikhtisar Operasional / Operational Highlights
20
Informasi Harga Saham / Stock Highlights
21
Aksi Korporasi / Corporate Actions
23
Aksi Penghentian Sementara Perdagangan Saham (Suspension)
Dan/Atau Penghapusan Pencatatan Saham (Delisting) / Share
Trading Temporary Suspension and/or Share Delisting Measure
23
Informasi Obligasi / Bond Highlights
Peristiwa Penting di Tahun 2016
Significant Events in 2016
90
Nilai Budaya Perusahaan / Corporate Values
91
Profil Dewan Komisaris /
Profile of the Board of Commissioners
95
Profil Direksi / Profile of the Board of Directors
104
Profil Jajajaran Manajemen / Profile of Management
111
Profil Karyawan / Employees Profile
117
Komposisi Pemegang Saham / Shareholders Composition
118
Komposisi Kepemilikan Saham /
Composition of Shares Ownership
119
Komposisi 20 Pemegang Saham Terbesar /
The Composition of 20 Biggest Share Owners
120
Komposisi Pemegang Saham 5% Atau Lebih /
The Composition of Shareholders with Ownership of 5% or
More Shares
121
Kelompok Pemegang Saham Masyarakat Dengan
Kepemilikan Saham Masing-Masing Kurang Dari 5% / Public
Shareholders Group with Share Ownership Less Than 5%
26
Daftar Isi
Kepemilikan Saham Dewan Komisaris Dan Direksi /
Shares Ownership of the Board of Commissioners and Board
of Directors
Table of Contents
32
Laporan DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Jasa Layanan / Services
82
122
Entitas Anak dan/atau Entitas Asosisasi / List of Subsidiaries
and/or Associated Entities
Board of comissioners and board directors Report
122
Entitas Anak / Subsdiaries
36
125
Entitas Asosiasi / Associated Entities
36
48
Laporan Dewan Komisaris / Report of the Board of Commissioners
125
Struktur Grup Perusahaan / Corporate Group Structure
Laporan Direksi / Report of the Board of Directors
126
Kronologi Pencatatan Saham / Chronology of Shares Listing
129
Kronologi Pencatatan Obligasi / Chronology of Bonds Listing
133
Lembaga Penunjang Pasar Modal / Capital Market Supporting
Institutions
Tanggung Jawab Laporan
Responsibility of Reporting
63
33
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
136
Lembaga Profesi yang Memberikan Jasa Secara Berkala /
Professional Institutions Providing Regular Services
211
Proyeksi 2017 / Forecast 2017
136
Penghargaan 2016 / 2016 Awards
212
137
Sertifikasi / Certification
Informasi Material yang Terjadi Setelah Tanggal Laporan
Akuntan / Material Information that Happened After Date of
Accounting Reports
Nama dan Alamat Entitas Anak dan Kantor Cabang /
Subsidiary and Branch Office Names and Addresses
212
Kebijakan Dividen / Dividend Policy
138
212
Program Kepemilikan Saham oleh
Manajemen dan/atau Karyawan / Sharehold Ownership
Program by Management and/or Employees
212
Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum /
Realization of the use of the Results of Public Offerings
213
Informasi Material Mengenai Investasi, Ekspansi, Divestasi,
Akuisisi, atau Restrukturisasi Hutang dan Modal / Material
Information on Investments, Expansions, Divestments,
Acquisitions, and Debt or Capital Restructuring
214
Informasi Transaksi Material dengan Pihak Berelasi / Material
Transaction Information with Related Parties
217
Informasi Transaksi Material yang Mengandung Benturan
Kepentingan / Material Transaction Information Containing
Conflict of Interests
217
Komitmen dan Kontijensi /
Commitment and Contingence
218
Larangan, Batasan, dan/atau Hambatan Signifikan untuk
Melakukan Transfer Dana Antara Bank dan Entitas Lain Dalam
Satu Kelompok Usaha / Bans, Limitations, and/or Significant
Barriers to do a Transfer of Funds between Banks and Other
Entities in one Business Group
218
Perubahan Peraturan Perundang-Undangan yang
Berpengaruh Signifikan terhadap Bank/ Regulations Changes
that Significantly Affect the Company
221
Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Dampaknya Terhadap
Laporan Keuangan / Changes in Accounting Policies and
Impact on Financial Statements
222
Informasi Kelangsungan Usaha / Going Concern Information
222
Kinerja Anak Perusahaan / Subsidiary Performance
143
Akses Informasi / Access to Information
144
Informasi Pada Website Perusahaan / Information on the
Company’s Website
144
Pendidikan dan/atau Pelatihan Dewan Komisaris, Direksi,
Komite-Komite, Sekretaris Perusahaan dan Unit Audit
Internal / Education and/or Training of the Board of
Commissioners, Board of Directors, Committees, Company
Secretary, and Internal Audit Unit
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Management Discussion and Analysis
150
153 Tinjauan Industri / Industrial Review
153
Tinjauan Industri Perekonomian Global / Industry Overview of
The Global Economy
154
Perekonomian Indonesia / Indonesian Economy
156
Kondisi Industri Perbankan / The Banking Industry Conditions
157
Posisi Bank Victoria di Industri Perbankan /
Bank Victoria’s Position in Banking Industry
158 Tinjauan Operasional / Operational Review
159
Strategi Pengembangan Bisnis 2016 /
2016 Business Development Strategy
162
Aspek Pemasaran / Marketing Aspects
163
Pangsa Pasar / Market Share
167
Tinjauan Segmen Usaha / Review of Business Segments
181
Prospek Usaha / Business Prospect
168
Strategi dan Rencana Kerja 2017 / Strategy and Work Plan
2017
TINJAUAN FUNGSI PENDUKUNG BISNIS
Business support function review
226
190 Tinjauan Keuangan / Financial Review
190
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian /
Consolidated Statement of Financial Position
195
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian / Consolidated Income Statement and Other
Comprehensive Income
202
Laporan Arus Kas Konsolidasian /
Consolidated Cash Flow Statement
203
Tingkat Kesehatan Bank / Bank Soundness Level
204
Rasio Keuangan / Financial Ratio
204
Kemampuan Membayar Utang dan Kolektibilitas Piutang /
Ability to Pay Debt and Receivable Collectibility
206
Kontribusi Kepada Negara / Contributions to the State
207
Dampak Perubahan Tingkat Suku Bunga
terhadap Kinerja Bank / Impact of Interest Rate Changes on
Bank Performance
207
Akselerasi Pertumbuhan Fee Based Income /
Growth Acceleration of Fee Based Income
208
Struktur Modal / Capital Structure
209
Ikatan Material Investasi Barang Modal / Material Related to
the Investments of Capital Goods
209
Realisasi Investasi Barang Modal / Realization of Capital
Goods Investment
210
Derivatif Dan Fasilitas Lindung Nilai / Derivatives and Hedging
Facilities
210
Perbandingan Target dan Realisasi serta Target/Proyeksi 2017
/ Comparison of Target and Realization and Target/Projection
2017
SUMBER DAYA MANUSIA
HUMAN RESOURCES
228
229 Manajemen Human Capital / Human Capital Management
230
Human Capital Management Roadmap / Human Capital
Management Roadmap
231
Struktur Pengelola Human Capital / Human Capital Management
Structure
231
Fungsi dan Ruang Lingkup Tugas Divisi Human Capital
Management / Function and Scope of Work of Human Capital
Management Division
232 Perencanaan Kebutuhan Human Capital / Manpower Planning
232
Rekrutmen Human Capital / Employee Recruitment
234
Skema Rekrutmen Pegawai / Recruitment Scheme
234
Pengembangan Kompetensi Human Capital / Human Capital
Competence Development
235
Evaluasi Pengembangan Kompetensi / The Evaluation of
Competency Development
235
Biaya Pengembangan Kompetensi Tahun 2016 / Cost of
Competency Development in 2016
235 Knowledge Management / Knowledge Management
236 Performance Management / Performance Management
236 Pengembangan Karir / Career Development
PT Bank Victoria International Tbk.
237 Human Capital Engagement / Human Capital Engagement
238 Industrial Relation / Industrial Relation
239 Tingkat Turnover Karyawan / Employees Turnover Level
Internalisasi Corporate Culture / Corporate Culture
239
Internalisation
239
Profil Karyawan / Employees Profile
239
Komposisi SDM Bank Victoria Berdasarkan Level Jabatan /
Composition of Bank Victoria’s Human Resource Based on
Position Level
240
Komposisi Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan /
Composition of the Employess Based on Education Level
241
Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian /
Composition of the Employees Based on Employment Status
241
Komposisi Karyawan Berdasarkan Masa Kerja / Composition
of the Employees Based on Working Period
242
Komposisi Karyawan Berdasarkan Gender / Composition of
the Employees Based on Gender
242
Rencana Kerja Human Capital Tahun 2017 / 2017 Human Capital
Work Plan
TEKNOLOGI INFORMASI
34
Laporan Tahunan 2016
349
Organ dan Komite di Bawah Dewan Komisaris / Organs and
Committees under the Board of Commissioners
376
Sekretaris Perusahaan / Corporate Secretary
381
Komite di Bawah Direksi / Committees under the Board of
Directors
Penerapan Tata Kelola Terintegrasi / The Implementation of an
398 Integrated Governance Application
401
Informasi Pemegang Saham Utama dan Pengendali / Information
408 Concerning Main and Controlling Shareholders
409
244
Dasar Penerapan Teknologi Informasi / Legal Basis for
Information Technology Implementation
246 Roadmap Teknologi Informasi / Information Technology Roadmap
Struktur Pengelola Teknologi Informasi / Information Technology
247
Management Structure
Kebijakan dan Pelaksanaan Program Kerja Teknologi Informasi
248 Tahun 2016 / The Policy and Execution of Information
Technology Working Program in 2016
250
Rencana Kerja Divisi Teknologi Informasi Tahun 2017 /
The Information Technology Division Working Plan in 2017
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Perlakuan yang Sama Terhadap Seluruh Pemegang Saham /
Equal Treatment to All Shareholders
Satuan Kerja Audit Intern/Terintegrasi dan Anti Fraud /
409 Integrated/Internal Audit Work Unit and Anti Fraud
410
Struktur Organisasi dan Ketua Satuan Kerja Audit Intern/
Terintegrasi dan Anti Fraud / The IAWU/ Integrated and Anti
Fraud Organization Structure
411
Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala SKAI/Terintegrasi
dan Anti Fraud / The Appointment and Discharge of the
Head of IAWU/Integrated and Anti Fraud
411
Profil Kepala SKAI/Terintegrasi dan Anti Fraud / Head of Iawu/
Integrated and Anti Fraud Profile
411
Tugas dan Tanggung Jawab SKAI/Terintegrasi dan Anti Fraud
/ The Tasks And Responsibility of IAWU/ Integrated and Anti
Fraud
412
Pedoman SKAI/Terintegrasi dan Anti Fraud / IAWU/ Integrated
and Anti Fraud Charter
413
Komposisi Personil SKAI/Terintegrasi dan Anti Fraud / The
Composition of IAWU/Integrated and Anti Fraud Personnel
413
Sertifikasi Profesi SKAI/Terintegrasi dan Anti Fraud /
Profession Certification of IAWU/ Integrated and Anti Fraud
Division
414
Kode Etik Auditor / Code Auditor’s Code of Ethics
414
Pengembangan Kompetensi SKAI/Terintegrasi dan Anti Fraud
/ Competence Development for IAWU/ Integrated And Anti
Fraud Division
415
Laporan Singkat Pelaksanaan Kegiatan SKAI/Terintegrasi
dan Anti Fraud Tahun 2016 / A Brief Report of The IAWU/
Integrated and Anti Fraud Acitivites in 2016
419
Temuan dan Tindak Lanjut Hasil Audit / Audit Findings and
Follow Up
INFORMATION TECHNOLOGY
244
Assessment Tata Kelola Terintegrasi / Integrated Governance
Assessment
419 Akuntan Publik / Public Accountant
420
Penunjukan Akuntan Publik / Public Accountant Appointment
Corporate Governance Framework Bank Victoria / Corporate
255 Governance Framework of Bank Victoria
420
Kantor Akuntan Publik, Nama Akuntan dan Fee Periode 6
Tahun Terakhir / Public Accountant Firm, Accountant Name
and Fee for the Last 6 Period
256
Bank Sebagai Lembaga Kepercayaan / Bank as a Trustworthy
Institution
420
Jasa Lain Yang Diberikan Akuntan / Other Service Provided by
the Accountant
257
Bank Merupakan Pelayan Publik / Bank as Public Servant
420
Koordinasi Auditor Eksternal dan Komite Audit / The
Coordination Between External Audit and The Audit
Committee
252
Manfaat Implementasi GCG Bagi Bank Victoria / Benefits of GCG
257 Implementation for Bank Victoria
258 Dasar Penerapan GCG / Basis GCG Implementation
Peningkatan Kualitas GCG Secara Berkelanjutan / Continuous
260 Quality Improvement of GCG
Penetapan Standar Kualitas Implementasi GCG / Establishing
260 Quality Standard of GCG Implementation
421 Fungsi Manajemen Risiko / Risk Management Function
421
Struktur Organisasi Manajemen Risiko / Risk Management
Organization Structure
424
Sistem Manajemen Risiko / Risk Management System
427
Profil Risiko / Risk Profile
432
Penilaian Profil Risiko / Risk Profile Assessment
433
Perbaikan dan Peningkatan Pengelolaan Risiko / Risk
Management Improvement
262
Pelaksanaan dan Pemonitoran Implementasi GCG /
PERFORMANCE AND MONITORING OF GCG IMPLEMENTATION
262
Assessment GCG / GCG Assessment
262
Assessment GCG / Follow up on the GCG Assessment
434
264
Peningkatan Kualitas dan Benchmarking / Quality
Improvement And Benchmarking
Pelaksanaan Implementasi Basel / The Implementation of
Basel
435
Pelaksanaan Penerapan Aspek Dan Prinsip Tata Kelola
Perusahaan Sesuai Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan /
Evaluasi Pelaksanaan Sistem Manajemen Risiko / Evalua Tion
on the Risk Management System Implementation
436
Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi / Integrated Risk
Management Implementation
264 Implementation of Corporate Governance Principles Aspect
Under the Terms of Authority of Financial Services
272 Struktur dan Mekanisme GCG / Structure and GCG Mechanism
Rapat Umum Pemegang Saham / General Meeting of
274 Shareholders (GMS)
Sistem Pengendalian Internal / Internal
436 Control System
438
Pengawasan Oleh Manajemen dan Kultur Pengendalian /
Supervision by the Management and Control
291
Dewan Komisaris / Board of Commissioners
439
Kegiatan Pengendalian Internal / Internal Control Activities
318
Direksi / Board of Directors
439
Evaluasi Efektivitas Sistem Pengendalian Internal / Evalua
Tion of the Internal Control System Effectiveness
2016 Annual Report
440
Kesesuaian Pengendalian Internal Dengan Kerangka COSO /
The Alignment of Internal Control with COSO Framework
35
PT Bank Victoria International Tbk.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
441 Fungsi Kepatuhan / Compliance Function
441
Struktur Organisasi Fungsi Kepatuhan / Compliance Function
Organization Structure
442
Profil Kepala Divisi Kepatuhan, UKPN/Terintegrasi dan Sistem
Prosedur / Division Head of Compliance, UKPN/Integrated
and Procedure System
442
Tugas dan Tanggung Jawab Fungsi Kepatuhan / Compliance
Function Tasks and Responsibilities
442
468
Pendekatan Holistik Terintegrasi Dalam Pelaksanaan Corporate
470 Social Responsibility / Integrated and Holistic Approach
In CSR Implementation
471
Dasar Penerapan Program CSR / Basic Corporate Social
Responsibility Regulations
Pengembangan Kompetensi Fungsi Kepatuhan /
The Competence Development for the Compliance Function
472
Struktur Pengelola Corporate Social Responsibility / Corporate
Social Responsibility Related to the Environment
443
Program Kerja Fungsi Kepatuhan Tahun 2016 / Work Program
of Compliance Function in 2016
472 Corporate Social Responsibility
445
Pelaksanaan Program Kerja Fungsi Kepatuhan Tahun 2016 /
The Execution of Work Program of Compliance Function in
2016
Program Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan
448 Terorisme (PPT) / Anti Money Laundering (APU) and
Prevention of Funding Terrorism (PPT) Program
Corporate Social Responsibility Terkait Dengan Lingkungan Hidup /
Related to the Environment
Corporate Social Responsibility Terkait Dengan Ketenagakerjaan,
474 Kesehatan dan Keselamatan Kerja / Manpower and
Occupational Health and Safety Corporate Social Responsibility
Corporate Social Responsibility Terkait dengan Pengembangan
479 Sosial dan Kemasyarakatan / Social and Community
Development Corporate Social Responsibility
450 Permasalahan Hukum / Legal Cases
Corporate Social Responsibility Terkait dengan Tanggung Jawab
450
Perkara Penting Yang Dihadapi Perusahaan / Significant Cases
Faced by the Company
485 Produk dan Nasabah / Corporate Social Responsibility
450
Permasalahan Hukum Yang Sedang Dihadapi Dewan
Komisaris dan Direksi Yang Sedang Menjabat / Legal Cases
Faced by Subsidiary Entities
491 Jawab Kepada Pemasok / Supplier-Related Corporate Social
450
Perkara Hukum Yang Dihadapi Entitas Anak / Legal Cases
Faced by Subsidiary Entities
Related to Products and Customers
Corporate Social Responsibility Terkait Dengan Tanggung
Responsibility
452 Pemberian Dana Kegiatan Politik / Funding for Political Purpuses
MANAJEMEN RISIKO
Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait dan Penyediaan Dana
452 Besar / Provision of Funds to Related Parties and Provision of
Risk MANAGEMENt
Large Funds
492
Information Tecnology Governance / Information Tecnology
452 Governance
453
Strategic Planning IT Governance, Risk dan Organisasi / Strategic
Planning IT Governance, Risk and Organization
454
Strategic Planning IT Operation / Strategic Planning IT
Operation
455 Akses Informasi / Access to Information
455
494
Struktur Permodalan / Capital Structure
495
Kecukupan Permodalan / Capital Adequacy
498
Eksposur Risiko dan Penerapan Manajemen Risiko / Risk
Exposure and Implementation of Risk Management
Website / Website
456 Siaran Pers / Press Release
456
Struktur Permodalan dan Praktik Manajemen Risiko / Capital
494
Structure and Risk Management Practice
Transparansi Penyampaian Laporan / Transparancy of Report
Submisson
456 Code of Conduct / Code of Conduct
499
Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi / Active
Oversight from Board of Commisioners and Board of
Directors
501
Kecukupan Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan Limit /
Adequacy of Policies, Procedures, and Establishment of
Limits
456
Isi Code of Conduct / Content of Code of Conduct
458
Kepatuhan Terhadap Code of Conduct / Compliance Towards
Code of Conduct
501
458
Penyebarluasan Code of Conduct / Code of Conduct
Socialization
Proses Manajemen Risiko dan Sistem Informasi Manajemen
Risiko / Risk Management Process and Risk Management
Information System
502
Sistem Pengendalian Intern / Internal Control System
458
Upaya Penerapan Dan Penegakan Code of Conduct / Effort in
The Implementation and the Enforcement of Code of Conduct
502
Organisasi Manajemen Risiko / Organization of Risk
Management
459 Gratifikasi / Gratification
459
Pengelolaan Pengendalian Gratifikasi / Gratification Control
Management
459
Sosialisasi Gratifikasi / Gratification Socialization
459
Laporan Gratifikasi Tahun 2016 / Gratification Report Year
2016
459 Whistleblowing System (WBS) / Whistleblowing System (WBS)
460
Penyampaian Laporan Pelanggaran / Submission of Violation
Report
460
Pengelolaan Whistleblowing System / The Whistleblowing
System Management
463
Perlindungan Bagi Whistleblower / Protection for the
Reporting Party (Whistleblower)
465
Sosialisasi Whistleblowing System / Dissemination of
Whistleblowing System
466
Jenis Pelanggaran yang Dapat Dilaporkan / Types of Violations
That Can be Reported
467
Laporan Whistleblowing System 2016 / Whistleblowing System
Report For 2016
467 Penyimpangan Internal / Internal Fraud
503
Pengungkapan Eksposur Risiko dan Penerapan Manajemen
Risiko Bank / isclosure of Risk Exposure and Implementation of
Bank’s Risk Management
Referensi Silang Peraturan SEOJK
Nomor 30/SEOJK.04/2016 dan Kriteria
Annual Report Awards (ARA) 2016
Cross Reference for SEOJK Nomor 30/SEOJK.04/2016
Regulations and ARA Criteria for the Year 2016
565
LAPORAN KEUANGAN
FINANCIAL REPORTS
586
PT Bank Victoria International Tbk.
36
Laporan Tahunan 2016
Laporan
Dewan
Komisaris
Report of the Board of Commissioners
Dewan Komisaris menyampaikan penghargaan atas kinerja Direksi yang telah mampu
mengelola Bank dengan sangat baik. Pertumbuhan aset, kredit dan DPK Bank Vicoria
di 2016 telah berhasil meningkatkan pangsa pasar Bank pada di industri perbankan.
Pangsa pasar Bank Victoria di tingkat Buku II berdasarkan aset untuk tahun 2016,
2015, dan 2014 masing-masing adalah sebesar 3,08%, 2,63% dan 2,13%. Untuk pangsa
pasar berdasarkan kredit, besarnya pangsa pasar Bank Victoria di tingkat Buku II
tahun 2016, 2015, dan 2014 masing-masing adalah sebesar 2,56%, 2,30% dan 1,92%.
Sedangkan pangsa pasar berdasarkan DPK Bank Victoria di tingkat Buku II untuk
tahun 2016, 2015, dan 2014 masing-masing sebesar 3,41%, 3,00% dan 2,60%.
The Board of Commissioners commends the performance of the Board of Directors who has been able to
manage the Bank very well. The growth of Bank Vicoria’s assets, credit and DPK in 2016 has succeeded in
increasing the Bank’s market share in the banking industry. Bank Victoria’s market share at Buku II based
on level for 2016, 2015 and 2014 were 3.08%, 2.63%, and 2.13% respectively. For market share based on
credit, Bank Victoria’s market share at Buku II level oin 2016, 2015 and 2014 are 2.56%, 2.30% and 1.92%,
respectively. Bank Victoria’s market share based on DPK at Buku II level for 2016, 2015 and 2014 were
3.41%, 3.00% and 2.60%, respectively.
Pemegang saham dan para pemangku kepentingan lainnya yang
kami hormati,
Dear Valued Shareholders and other Stakeholders,
Sebagaimana diamanahkan dalam Anggaran Dasar Bank dan
peraturan perundangan yang berlaku, Dewan Komisaris telah
menjalankan tugas pengawasan dan pemberian pengarahan
kepada Direksi dengan penuh tanggung jawab. Dewan
Komisaris bertanggung jawab kepada pemegang saham dalam
hal mengawasi dan pemberian nasihat atas kebijakan Direksi
terhadap operasional Bank secara umum yang mengacu
kepada rencana bisnis yang telah ditetapkan, serta memastikan
kepatuhan terhadap seluruh peraturan dan perundang-undangan
yang berlaku.
As mandated by the Bank’s Articles of Association and the
prevailing regulations, the Board of Commissioners has
responsibly performed its duty of supervision and provided
guidance to the Board of Directors. The Board of Commissioners
is responsible to shareholders in supervising and advising
the Board of Directors as regards policymaking in the Bank’s
operations in general to refer to the predetermined business
plan, and as regards ensuring compliance with all regulations.
2016 Annual Report
37
PT Bank Victoria International Tbk.
Oliver
Simorangkir
Komisaris Utama
President Commissioner
Dewan Komisaris telah menjalankan perannya untuk senantiasa
berupaya memastikan Bank telah dikelola sesuai kepentingan
stakeholder. Berkaitan dengan hal tersebut, Dewan Komisaris
senantiasa menjaga obyektivitas dan independensi dalam
menjalankan tugas, sehingga tidak terlibat dalam pengambilan
keputusan operasional Bank, kecuali hal-hal yang diatur
dan ditetapkan dalam Anggaran Dasar Bank dan peraturan
perundang-undangan.
The Board of Commissioners has performed its role to ensure
that the Bank has been well managed in accordance with the
interests of the stakeholders. Thus, the Board of Commissioners
always maintains objectivity and independence in performing its
duties, so as not to be involved in the decisionmaking side of the
Bank’s operations, apart from matters regulated in the Bank’s
Articles of Association and the prevailing regulations.
Dalam melaksanakan tugasnya Dewan Komisaris dibantu oleh
Komite Penunjang, yaitu Komite Audit, Komite Nominasi dan
Remunerasi, Komite Pemantau Risiko serta Komite Tata Kelola
In performing its duties, the Board of Commissioners has been
assisted by Supporting Committees, namely: Audit Committee,
Nomination and Remuneration Committee, Risk Monitoring
PT Bank Victoria International Tbk.
38
Laporan Tahunan 2016
Terintegrasi. Tugas dan wewenang komite-komite penunjang
Dewan Komisaris telah didefinisikan dengan jelas, sehingga dapat
berperan secara efektif dalam membantu Dewan Komisaris.
Committee, and Integrated Governance Committee. The roles
and authority of the supporting committees of the Board of
Commissioners have been clearly defined, so they were able to
effectively assist Board of Commissioners.
Dalam laporan ini Dewan Komisaris melaporkan penilaian
kinerja Direksi, pandangan atas prospek usaha yang disusun
oleh Direksi, penerapan good corporate governance, penilaian
atas komite-komite penunjang Dewan Komisaris dan perubahan
komposisi Dewan Komisaris.
Herewith the Board of Commissioners reports the evaluation on
the performance of the Board of Directors, review of the business
plan prepared by the Board of Directors, and evaluation of
supporting committees of the Board of Commissioners as well as
the changes to the composition of the Board of Commissioners.
PENILAIAN ATAS KINERJA DIREKSI
EVALUATION ON THE BOARD
DIRECTORS’ PERFORMANCE
Dewan Komisaris menyampaikan penghargaan atas kinerja
Direksi yang telah mampu mengelola Bank dengan sangat baik.
Penilaian Dewan Komisaris atas kinerja Direksi didasarkan atas
pertimbangan-pertimbangan berikut ini.
The Board of Commissioners commends the performance of
the Board of Directors who has been able to manage the Bank
very well. The Board of Commissioners’ assessment of the Board
of Directors performance has been based on the following
considerations.
TINJAUAN MAKRO EKONOMI
MACRO ECONOMICS REVIEW
Dewan Komisaris berpendapat bahwa Direksi telah mampu
menghadapi tantangan perekonomian nasional di tahun
2016. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di tahun 2016
mengalami peningkatan, namun masih belum cukup signifikan.
Perekonomian Indonesia di tahun 2016 tumbuh 5,02% lebih
tinggi dibanding capaian tahun 2015 sebesar 4,79%.
The Board of Commissioners believes that the Board of Directors
has been able to face the challenges of the national economy in
2016. Indonesia’s economic growth in 2016 has experienced an
improvement, however it was still not significant enough. The
Indonesian economy in 2016 grew 5.02% higher than in 2015 at
4.79%.
Pemulihan ekonomi di tahun 2016 juga seiring dengan
menguatnya industri jasa keuangan. Stabilitas sistem keuangan
Indonesia tetap terjaga ditopang oleh tingginya ketahanan sistem
perbankan. Ketahanan industri perbankan tetap kuat dengan
risiko-risiko kredit, likuiditas dan pasar yang cukup terjaga.
Selain itu, rasio kecukupan modal yang memadai masih mampu
memelihara industri perbankan secara keseluruhan.
The economic recovery in 2016 was also in line with the
strengthening of the financial services industry. The stability
of Indonesia’s financial system was supported by the resilience
of the banking system. This resilience of the banking industry
remained strong with all credit, liquidity and markets risks well
maintained. In addition, adequate capital adequacy ratio was still
able to maintain the banking industry as a whole.
Meskipun pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2016 melambat,
DPK mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan kredit pada
Desember 2016 tercatat sebesar 7,85% (yoy) atau lebih rendah
dibandingkan posisi Desember 2015 sebesar 10,40% (yoy). Di sisi
lain, DPK mengalami peningkatan pertumbuhan. DPK tumbuh
9,60% (yoy) pada Desember 2016, lebih tinggi dibandingkan
pertumbuhan Desember 2015 yang sebesar 7,26% (yoy).
Although credit growth throughout 2016 has slowed down,
Third Party Deposits grew. Credit growth in December 2016 was
recorded at 7.85% (yoy) or lower compared in December 2015
at 10.40% (yoy). On the other hand, Third Party Deposits have
experienced a significant growth. Third Party Deposits grew
9.60% (yoy) in December 2016, higher than growth in December
2015 at 7.26% (yoy).
Ketahanan industri perbankan tetap kuat, didukung oleh risiko
kredit yang terjaga dan rasio kecukupan modal yang kuat. Pada
Desember 2016, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/
CAR) masih tinggi, yaitu sebesar 22,93%, jauh di atas ketentuan
minimum 8%. Kondisi ini mencerminkan daya tahan perbankan
yang masih cukup tinggi dalam mengatasi tekanan dan gejolak di
perekonomian. Sementara itu, rasio kredit bermasalah net (Non
Performing Loan/NPL net) tetap rendah dan berada di kisaran
1,24%.
The resilience of the banking industry remained strong,
supported by sound credit risks and strong capital adequacy
ratio. In December 2016, the Capital Adequacy Ratio (CAR) was
still high at 22.93%, well above the minimum requirement of 8%.
This condition reflected the strong banking industry resilience in
overcoming the economy pressure and turmoil. Meanwhile, the
net Non-Performing Loan (NPL net) ratio remained low and was
in the range of 1.24%.
EVALUASI KINERJA 2016
2016 PERFORMANCE EVALUATION
Melihat tantangan perekonomian yang belum sepenuhnya
mengalami pemulihan, Dewan Komisaris berpendapat
bahwa Kinerja Direksi sangat baik. Pada 2016, Bank memiliki
pertumbuhan aset, kredit dan DPK di atas pertumbuhan
perbankan.
Looking at the economic challenges that have not fully recovered,
the Board of Commissioners believes that the Board of Directors
performance was very good. In 2016, the Bank’s growth in assets,
credit and deposits was above the growth in the banking industry.
OF
2016 Annual Report
39
PT Bank Victoria International Tbk.
Pada tahun 2016,
tingkat kesehatan Bank
berada pada Peringkat
Komposit 2 yang
mencerminkan kondisi
Bank secara umum
sehat, sehingga dinilai
mampu menghadapi
pengaruh negatif yang
signifikan dari perubahan
kondisi bisnis dan faktor
eksternal lainnya.
In 2016, the Bank’s health
level was on Composite Rating
2 which reflected the Bank’s
condition is generally healthy,
so the Bank was judged to be
able to deal with significant
negative effects caused by the
changes in business conditions
and other external factors.
Berdasarkan perbandingan kinerja Bank Victoria dibandingkan
dengan rata-rata industri perbankan pada tahun 2016, Bank
Victoria berhasil mencetak pertumbuhan Aset, Kredit, dan
DPK masing-masing sebesar 11,82%, 11,20% dan 13,69%.
Pertumbuhan tersebut berada jauh di atas pertumbuhan industri
perbankan nasional (Bank Umum). Pertumbuhan Aset, Kredit,
dan DPK pada tahun 2016 industri perbankan tercatat masingmasing sebesar 10,40%, 7,85% dan 9,60%. Pertumbuhan laba
bersih yang berhasil dicapai oleh Bank Victoria sebesar 6,68%
berada di atas rata-rata industri perbankan nasional yaitu
sebesar 5,39%. Hal ini menunjukkan pengelolaan Bank selama
tahun 2016 sudah sangat efektif.
Based on the comparison of Bank Victoria’s performance with
the average of the banking industry in 2016, Bank Victoria
managed to generate asset, credit and deposits growth of
11.82%, 11.20% and 13.69% respectively. The growth was well
above the growth of the national banking industry (Commercial
Bank). The Asset, Credit and DPK growth in 2016 was recorded
at 10.40%, 7.85% and 9.60%, respectively. Bank Victoria’s net
profit growth of 6.68% was above the national banking industry’s
average of 5.39%. This has showed that the Bank’s management
during 2016 has been very effective.
Pertumbuhan aset, kredit dan DPK Bank Vicoria di 2016 telah
berhasil meningkatkan pangsa pasar Bank pada di industri
perbankan. Di tingkat Buku II, pangsa pasar Bank berdasarkan
aset, kredit dan DPK telah mengalami peningkatan selama tiga
tahun berturut-turut. Pangsa pasar Bank Victoria di tingkat Buku
II berdasarkan aset untuk tahun 2016, 2015, dan 2014 masingmasing adalah sebesar 3,08%, 2,63% dan 2,13%. Untuk pangsa
pasar berdasarkan kredit, besarnya pangsa pasar Bank Victoria
di tingkat Buku II tahun 2016, 2015, dan 2014 masing-masing
adalah sebesar 2,56%, 2,30% dan 1,92%. Sedangkan pangsa
pasar berdasarkan DPK Bank Victoria di tingkat Buku II untuk
tahun 2016, 2015, dan 2014 masing-masing sebesar 3,41%,
2,30% dan 1,92%.
The growth of Bank Vicoria’s assets, credit and DPK in 2016 has
succeeded in increasing the Bank’s market share in the banking
industry. At Buku II level, the Bank’s market share based on
assets, credit and DPK has increased for three consecutive years.
Bank Victoria’s market share at Buku II based on level for 2016,
2015 and 2014 were 3.08%, 2.63% and 2.13% respectively. For
market share based on credit, Bank Victoria’s market share at
Buku II level oin 2016, 2015 and 2014 are 2.56%, 2.30% and
1.92%, respectively. Bank Victoria’s market share based on DPK
at Buku II level for 2016, 2015 and 2014 were 3.41%, 3.00% and
2.60%, respectively.
PT Bank Victoria International Tbk.
40
Laporan Tahunan 2016
TINGKAT KESEHATAN BANK
THE LEVEL OF THE BANK’S RATING
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.4/
POJK.03/2016 tanggal 26 Januari 2016 tentang Penilaian
Tingkat Kesehatan Bank Umum dengan menggunakan
pendekatan risiko (Risk – based bank rating), Tingkat kesehatan
Bank tercermin dari hasil penilaian kondisi Bank yang dilakukan
terhadap risiko dan kinerja Bank yang dapat dilihat dari peringkat
akhir hasil penilaian.
Based on the Regulation of the Financial Services Authority No.
4/POJK.03/ 2016 dated January 26, 2016 concerning the Rating
of Commercial Banks based on risk-based bank rating, the Bank
health level was reflected in the Bank’s assessment of the Bank’s
risks and performance that can be seen from the final rating
assessment results.
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum menggunakan
pendekatan risiko (Risk – based bank rating) yang mencakup
empat faktor yaitu:
1. Profil Risiko,
2. Good Corporate Governance (GCG),
3. Rentabilitas (Earnings),
4. Permodalan (Capital).
The Rating of Commercial Banks uses a risk-based bank rating
approach that includes four factors:
Pada tahun 2016, tingkat kesehatan Bank berada pada Peringkat
Komposit 2 yang mencerminkan kondisi Bank secara umum
sehat, sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif
yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal
lainnya.
In 2016, the Bank’s health level was on Composite Rating 2 which
reflected the Bank’s condition is generally healthy, so the Bank
was judged to be able to deal with significant negative effects
caused by the changes in business conditions and other external
factors.
PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA
BANK YANG TELAH DISUSUN DIREKSI
REVIEW ON THE BANK’S BUSINESS
PROSPECT PREPARED BY THE BOARD
OF DIRECTORS
Relaksasi kebijakan moneter Bank Indonesia, baik melalui
penurunan suku bunga acuan, rasio Giro Wajib Minimun (GWM)
serta perubahan rasio penyaluran kredit dari Loan to Deposit
(LDR) menjadi Loan to Funding (LFR) disambut baik oleh kalangan
perbankan. Kebijakan ini diperkirakan dapat memperkuat
likuiditas, mendorong pertumbuhan kredit perbankan serta
diversifikasi komponen pendanaan untuk kredit di tengah
ketatnya likuiditas perbankan. Selain itu relaksasi kebijakan
moneter ini diimbangi dengan peraturan OJK mengenai capping
suku bunga untuk mendukung transmisi penurunan suku bunga
dana dan pinjaman, sehingga menimbulkan tantangan dan
peluang bersaing yang lebih sehat antar perbankan di Indonesia.
Di tengah tantangan perekonomian global dan lokal, masih
terdapat potensi penguatan industri perbankan pada tahun
2017. Diperkirakan laju petumbuhan kredit di tahun 2017
tumbuh dikisaran 9-12% ditambah dengan potensi pasar
perbankan dengan masih tingginya porsi dana masyarakat yang
belum masuk dalam industri perbankan, maka diperkirakan
dana masyarakat di tahun 2017 masih akan tumbuh 10-14%.
The relaxation of Bank Indonesia’s monetary policy, both through
lowering the benchmark interest rate, the Minimum Mandatory
Reserves (GWM) and changes in credit distribution ratio from
Loan to Deposit (LDR) to Loan to Funding (LFR) were welcomed
by the banking industry. This policy is expected to strengthen
liquidity, encourage banking credit growth as well as diversify the
financing component amid the tight banking liquidity. In addition,
this relaxation of monetary policy is counterbalanced by the FSA
regulation on interest rate capping to support the transmission of
interest rate cuts on funds and loans, thereby creating healthier
challenges and opportunities between banks in Indonesia. In
the midst of global and local economic challenges, there is still
a potential strengthening of the banking industry in 2017. It is
estimated that the credit growth in 2017 will be in the range of
9-12% combined with still high banking market potential due
to many public funds that have not been injected in the banking
industry. It is estimated that public funds in 2017 will still grow
10-14%.
Dewan Komisaris memandang bahwa Direksi akan mampu
memanfaatkan peluang yang ada dan optimis bahwa prospek
usaha yang telah disususn oleh Direksi telah sesuai. Hal tersebut
didasarkan pada pertimbangan bahwa Direksi telah menyusun
strategi-strategi pengembangan usaha yang tepat. Sehingga
The Board of Commissioners believes that the Board of
Directors will be able to take advantage of existing opportunities
and optimistic that the business prospects that have been set
by the Board of Directors are appropriate. This is based on
the consideration that the Board of Directors has developed
1. Risk Profile,
2. Good Corporate Governance (GCG),
3.Earnings,
4.Capital.
2016 Annual Report
41
PT Bank Victoria International Tbk.
diharapkan profitabiltas dan kualitas aktiva produktif akan
terus membaik. Di lain pihak melalui anak perusahaannya
Bank Victoria Syariah, Direksi juga telah memprioritaskan
pengembangan target UKM untuk mendukung pengembangan
usaha kecil dan menengah.
appropriate business development strategies. So it is expected
that profitability and the quality of productive assets will
continue to improve. On the other hand, through its subsidiary,
Bank Victoria Syariah, the Board of Directors has also prioritized
the development of MSME targets to support the development
of small and medium enterprises.
PANDANGAN ATAS PENERAPAN GOOD
CORPORATE GOVERNANCE
REVIEW ON THE GOOD CORPORATE
GOVERNANCE IMPLEMENTATION
Implementasi Good Corporate Governance (GCG) menjadi
perhatian utama bagi Dewan Komisaris dalam menjalankan
fungsi pengawasan dan pemberian nasehat kepada Direksi.
Oleh karena itu dalam menjalankan fungsi pengawasannya,
Dewan Komisaris turut serta dalam memastikan bahwa seluruh
peraturan dari regulator telah dituangkan kedalam Standar
Operational Prosedure (SOP) sebagai panduan dalam menjalankan
kegiatan usaha secara Good Corporate Governance. Selain itu
Dewan Komisaris juga melakukan monitoring implementasi
SOP melalui rapat-rapat berkala seperti issue-issue operasional
dan temuan SKAI dan melakukan memonitoring terhadap
tindak lanjut perbaikan yang akan dilakukan melalui perangkatperangkat Dewan Komisaris.
The implementation of Good Corporate Governance (GCG) is a
major concern for the Board of Commissioners in carrying out
supervisory and advisory functions to the Board of Directors.
Therefore, in executing its supervision function, the Board of
Commissioners participated in ensuring that all regulations have
been incorporated into Standard Operating Procedures (SOP) as
guidance in conducting business activities in accordance to Good
Corporate Governance. In addition, the Board of Commissioners
also monitored the implementation of SOP through periodic
meetings such as operational issues and IAWU findings and
conducted monitoring on follow-up improvements that will be
made through the Board of Commissioners’ instruments.
Dewan Komisaris berpendapat bahwa Direksi telah menerapkan
GCG dengan efektif dan konsisten di tahun 2016. Bank
Victoria senantiasa melakukan evaluasi penerapan GCG secara
berkelanjutan, sehingga penerapan GCG akan selalu mengalami
peningkatan.
The Board of Commissioners believes that the Board of Directors
has implemented GCG effectively and consistently in 2016. Bank
Victoria continually evaluates the implementation of GCG in
a sustainable manner, so that the implementation of GCG will
always improve for the better.
Dalam rangka evaluasi penerapan GCG, Bank melaksanakan
GCG Assessment yang dilaksanakan secara periodik dan
konsisten setiap tahun berupa dari Self Assessment sesuai
ketentuan OJK. Dasar pelaksanaan self assessment adalah
POJK No. 55/POJK.03/2016 tentang penerapan Tata Kelola
Bagi Bank Umum. Hasil pelaksanaan self assessment di tahun
2016 menunjukkan nilai komposit 2 yang mencerminkan
Manajemen Bank telah melakukan penerapan Good Corporate
Governance yang secara umum BAIK. Hasil dari assessment serta
ditambah dengan masukan dari seluruh stakeholders digunakan
sebagai pertimbangan di dalam melakukan peningkatan kualitas
implementasi GCG.
In evaluating the implementation of GCG, the Bank conducts GCG
Assessment which is carried out periodically and consistently
every year in the form of Self Assessment in accordance with
the provisions of the FSA. The legal basis for self-assessment is
FSA Regulation No. 55/POJK.03/2016 on the implementation
of Governance for Commercial Banks. The results of self
assessment in 2016 showed composite value 2 which reflected
the Bank’s Management has been implementing the Good
Corporate Governance which is generally GOOD. The results
of the assessment with additional input from all stakeholders
are used as a consideration in improving the quality of the GCG
implementation.
Sejalan dengan diterbitkannya POJK No.18/POJK.03/2014
tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi Bagi Konglomerasi
Keuangan dan dikeluarkannya Surat Edaran OJK No.15/
SEOJK.03/2015, Bank Victoria telah ditunjuk sebagai entitas
utama dari Group Victoria. Berkaitan dengan itu, Bank Victoria
telah melakukan perubahan struktur organisasi yang dibutuhkan,
pembentukan Komite Tata Kelola Terintegrasi, penyusunan
pedoman dan tata tertib Komite Tata Kelola Terintegrasi Grup
Victoria, dan penyusunan Laporan Pelaksanaan Tata Kelola
Terintegrasi. Bank juga telah melakukan assessment Tata Kelola
In accordance with the issuance of FSA Regulation No. 18/
POJK.03/2014 ceoncerning the Implementation of Integrated
Governance for Financial Conglomeration and the issuance of FSA
Circular Letter No. 15/SEOJK.03/2015, Bank Victoria has been
appointed as the main entity of the Victoria Group. In this regard,
Bank Victoria has made changes to the required organizational
structure, the establishment of an Integrated Governance
Committee, the preparation of the guidelines and discipline
of the Integrated Governance Committee Victoria Group, and
the preparation of the Integrated Governance Implementation
PT Bank Victoria International Tbk.
42
Laporan Tahunan 2016
Terintegrasi. Hasil penilaian penerapan tata kelola terintegrasi
selama 2016 menunjukkan bahwa Bank berada pada peringkat
2 (dua) yang berarti bahwa Secara Terintegrasi, Bank Victoria
dan anggota LJK konglomerasi Keuangan, telah melakukan
penerapan Tata Kelola Terintegrasi yang secara umum BAIK.
Report. The Bank has also undertaken an Integrated Governance
assessment. The result of the assessment of the implementation
of integrated governance during 2016 indicated that the Bank
is ranked 2 (two) which means that integratedly, Bank Victoria
and other LJK members of the Finance Conglomeratin have been
implementing a GOOD Integrated Approval.
Beberapa isu kunci dalam penerapan GCG seperti manajemen
risiko, penerapan whistleblowing system, dan corporate social
responsibility juga menjadi perhatian Dewan Komisaris. Berikut
pandangan Dewan Komisaris terhadap penerapan manajemen
risiko, whistleblowing system, dan corporate social responsibility di
Bank Victoria.
Some key issues in the implementation of GCG such as risk
management, the application of whistleblowing system, and
corporate social responsibility are also became a concern for the
Board of Commissioners. The following are the views of the Board
of Commissioners on the implementation of risk management,
whistleblowing system, and corporate social responsibility at
Bank Victoria.
MANAJEMEN RISIKO
RISK MANAGEMENT
Dewan Komisaris menilai bahwa sistem manajemen risiko telah
diterapkan dengan baik. Dalam rangka penerapan manajemen
risiko yang efektif, Direksi Bank telah menetapkan struktur
organisasi yang disusun dengan kejelasan tugas dan tanggung
jawab terkait penerapan manajemen risiko yang disesuaikan
dengan tujuan dan kebijakan usaha, ukuran dan kompleksitas
kegiatan usaha Bank. Kecukupan kerangka pendelegasian
wewenang disesuaikan dengan karakteristik dan kompleksitas
produk, tingkat risiko yang akan diambil Bank dan selaras dengan
rencana strategis Bank.
The Board of Commissioners considers that risk management
has been duly performed. In order to apply an effective risk
management, the Board of Directors has established an
organization structure that is arranged with a clear definition
of duties and responsibilities related to risk management
implementation in accordance with the Bank’s goals and business
policy, as well as the size and complexity of the Bank’s business
activities. The adequacy of the authority delegation framework is
adjusted to the products’ characteristics and complexity, the risk
level to be taken, and in line with the Bank’s strategic plan.
Terdapat 8 (delapan) risiko yang dikelola Bank yaitu risiko kredit,
risiko likuiditas, risiko pasar, risiko operasional, risiko stratejik,
risiko kepatuhan, risiko hukum dan risiko reputasi. Menurut
pendapat Dewan Komisaris, kedelapan risiko tersebut telah
dikelola dengan baik. Berdasarkan hasil penilaian Bank sendiri
(self assessment), maka peringkat risiko Bank Victoria berada
pada tingkat low to moderate. Hal ini menunjukkan bahwa risikorisiko telah dikelola dengan baik.
There are 8 (eight) risks managed by the Bank, namely: credit
risk, liquidity risk, market risk, operational risk, strategic risk,
compliance risk, legal risk, and reputation risk. In the Board of
Commissioners’ view, all of the eight risks have been duly well
manged. Based on the Bank’s own assessment, the risk rating of
Bank Victoria is at a low to moderate level. This indicates that the
risks have been well managed.
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/
POJK.03/2014 tanggal 18 November 2014 tentang Penerapan
Manajemen Risiko Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan dan
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 14/SEOJK.03/2015
tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi Bagi
Konglomerasi Keuangan tanggal 25 Mei 2015, terhitung posisi
Desember 2015 laporan Profil Risiko pertama kali dilakukan.
Bank Victoria merupakan LJK yang ditunjuk sebagai Entitas
Utama dalam hal Pengawasan Terintegrasi Konglomerasi
Keuangan Grup Victoria.
In accordance with the Financial Services Authority (OJK)
Regulation no. 17/POJK.0 2014 dated November 18, 2014 on
the Implementation of Integrated Risk Management for Financial
Conglomeration and Circular Letter of the Financial Services
Authority No. 14/SEOJK.03/ 2015 on the Implementation of
Integrated Risk Management for Financial Conglomeration
dated May 25, 2015, the Risk Profile report was first prepared as
of December 2015. Bank Victoria is an LJK that designated to be
the Main Entity in the case of the Integrated Supervision of the
Victoria Group Financial Conglomeration.
Dewan Komisaris menilai bahwa penerapan manajemen risiko
terintegrasi telah sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas
usaha Bank, serta risiko yang dihadapi Entitas Utama dan
anggota LJK Grup Victoria lainnya. Direksi dan Dewan Komisaris
Entitas Utama telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
sesuai dengan Pedoman yang telah ditetapkan dan tetap
mengedepankan prinsip kehati-hatian.
The Board of Commissioners considers that the implementation
of integrated risk management is in accordance with the Bank’s
objectives, size and complexity of its business, as well as the risks
faced by the Main Entity and other members of the Victoria Group
LJK. The Board of Directors and the Board of Commissioners of
the Main Entity have carried out their duties and responsibilities
in accordance with the established Guidelines and continue to
prioritize the principles of prudence.
2016 Annual Report
43
PT Bank Victoria International Tbk.
WHISTLEBLOWING SYSTEM
WHISTLE BLOWING SYSTEM
Sejak awal pengembangannya, Dewan Komisaris sangat peduli
terhadap penerapan whistleblowing system (WBS). Peran Dewan
Komisaris dalam pengembangan WBS adalah melakukan arahan
dalam penyusunan standard operational procedure (SOP) dan
sistem yang digunakan. Dalam penerapannya, peran Dewan
Komisaris antara lain dijelaskan sebagai berikut.
1. Untuk pengaduan pelanggaran yang diduga dilakukan oleh
anggota Direksi atau keluarganya, laporan pengaduan
ditujukan kepada Dewan Komisaris dengan dengan alamat
email [email protected].
2. Untuk pengaduan pelanggaran yang hasil investigasinya
terbukti sebagai tindakan fraud, maka kasusnya akan dibahas
di Rapat Pleno Dewan Komisaris dan Direksi.
Since its establihsment, the Board of Commissioners is very
concerned about the application of whistleblowing system
(WBS). The role of the Board of Commissioners in the
development of WBS is by providing guidance in the preparation
of Standard Operational Procedures (SOPs) and systems used.
In its application, the role of the Board of Commissioners is
explained as follows.
1. For violations report that allegedly committed by members of
the Board of Directors or their families, the complaint report
is addressed to the Board of Commissioners via the following
email address [email protected].
2. For customer complaints that after investigation proven to
be fraud, the case will be discussed at the Plenary Meeting of
the Board of Commissioners and the Board of Directors.
Menurut pandangan Dewan Komisaris, penerapan WBS di Bank
Victoria telah berjalan dengan baik. Namun demikian, Dewan
Komisaris memberikan arahan agar kedepannya penerapan WBS
lebih ditingkatkan lagi efektivitasnya.
In the opinion of the Board of Commissioners, the implementation
of WBS at Victoria Bank has been going well. Nevertheless, the
Board of Commissioners always provides guidance to improve
the effectiveness of the WBS implementation in the future.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
Hal penting lainnya yang mendapatkan perhatian dari Dewan
Komisaris adalah Corporate Social Responsibility (CSR). Dewan
Komisaris berpendapat bahwa CSR akan berdampak bagi kinerja
perusahaan, melalui legitimasi dari para stakeholders. CSR akan
meningkatkan reputasi Bank dan selanjutnya akan terjalin
hubungan yang harmonis antara Bank dan para pemangku
kepentingan.
Another important thing that gets the attention of the Board
of Commissioners is Corporate Social Responsibility (CSR).
The Board of Commissioners believes that CSR will affect
the Company’s performance, through the legitimacy of the
stakeholders. CSR will enhance the Bank’s reputation and further
harmonize relationships between the Bank and its stakeholders.
Dewan Komisaris berpendapat bahwa Direksi telah menjalankan
kegiatan CSR dengan efektif meliputi program pelestarian
alam dan lingkungan hidup; ketenagakerjaan, kesehatan dan
keselamatan kerja; pengembangan sosial kemasyarakatan
dan tanggung jawab terhadap nasabah. Sehingga, parameter
keberhasilan adalah dengan mengedepankan prinsip moral dan
etis, yakni menggapai hasil terbaik tanpa merugikan kelompok
masyarakat lainnya. Bank Victoria menganut prinsip bahwa yang
mengajarkan agar suatu pihak memperlakukan pihak lain sama
seperti apa yang mereka ingin diperlakukan. Dengan demikian,
Bank Victoria berkeyakinan bahwa perusahaan yang bekerja
dengan mengedepankan prinsip moral dan etis akan memberikan
manfaat terbaik bagi masyarakat.
The Board of Commissioners believes that the Board of
Directors has conducted CSR activities effectively covering
the nature conservation and the environment programs;
Employment, occupational health and safety; social and
community development and responsibility to customers. Thus,
the parameters of success are by promoting moral and ethical
principles to achieve the best results without harming other
community groups. The Bank adheres to the principle that
teaches a party must treats other party just as they would like
to be treated. Thus, Bank Victoria believes that companies that
work by promoting moral and ethical principles will bring the
best benefits to society.
PENILAIAN KINERJA KOMITE-KOMITE
DI BAWAH DEWAN KOMISARIS
AN ASSESSMENT ON THE COMMITTEES’
PERFORMANCE UNDER THE BOARD OF
COMMISSIONERS
Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komisaris dibantu oleh
Komite Penunjang yaitu Komite Audit, Komite Nominasi dan
Remunerasi, Komite Pemantau Risiko. Untuk menjalankan
POJK No.18/POJK.03/2014 tentang Penerapan Tata Kelola
In performing its duties, the Board of Commissioners is assisted
by the Supporting Committees, they are the Audit Committee, the
Nomination and Remuneration Committee, the Risk Monitoring
Committee. To enforce FSA Regulation No. 18/POJK.03/2014
PT Bank Victoria International Tbk.
44
Laporan Tahunan 2016
Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan, Dewan Komisaris
telah membentuk Komite Tata Kelola Terintegrasi.
on the Implementation of Integrated Governance for Financial
Conglomeration, the Board of Commissioners has established an
Integrated Governance Committee.
Dewan Komisaris menilai bahwa selama 2016, komite-komite
tersebut telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
dengan efektif. Penilaian atas kinerja komite-komite di bawah
Dewan Komisaris disajikan sebagai berikut.
The Board of Commissioners believes that in 2016, these
committees have performed their duties and responsibilities
effectively. The assessment of the performance of committees
under the Board of Commissioners is presented as follows.
KOMITE AUDIT
AUDIT COMMITTEE
Komite Audit bertugas untuk membantu Dewan Komisaris
yang meliputi antara lain memantau dan melaksanakan
evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan kerja Audit Intern,
melakukan kajian atas informasi yang terkait dengan
penyusunan laporan Keuangan yang diterbitkan Bank, termasuk
kajian tentang aspek bisnis dan laporan tata kelola Bank yang
berkaitan dengan audit dan manajemen risiko, melakukan kajian
atas kesesuaian pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik
eksternal dengan prinsip dan standar audit yang berlaku di
Indonesia, memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris
tentang penunjukkan Akuntan Publik, dan melakukan evaluasi
penerapan pelaksanaan pengendalian Internal Bank.
The Audit Committee is in charge of assisting the Board of
Commissioners in monitoring and evaluating Internal Audit Unit
performance, reviewing information related to the preparation of
the financial statements published by the Bank including a review
on the business aspect and governance related to audit and risk
management, reviewing audit performance by the external public
accounting firm in accordance with the audit principles and
standards prevailing in Indonesia, providing recommendations
to the Board of Commissioners on the appointment of a Public
Accounting Firm, and evaluating the Bank’s internal control
performance.
Komite Audit telah menyelenggarakan 8 (delapan) kali rapat
dengan tingkat kehadiran yang tinggi dari anggota Komite Audit.
Komite Audit juga telah beberapa kali menyelenggarakan rapat
dengan Satuan Kerja Audit Internal dan Auditor Eksternal.
Sepanjang tahun 2016, Komite Audit telah melaksanakan
tugas dan tanggung jawabnya secara profesional sesuai dengan
program kerja yang telah ditetapkan.
The Audit Committee held 8 (eight) meetings that has high
attendance rate from the Audit Committee members, and
conducted several meetings with the Internal Audit Work Unit
and External Auditor in 2016. Furthermore, the Audit Committee
professionally performed its duties and responsibilities in
accordance with its work plans.
KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
NOMINATION
COMMITTEE
Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas membantu Dewan
Komisaris terkait dengan nominasi dan remunerasi Dewan
Komisaris dan Direksi serta kebijakan remunerasi bagi Pejabat
Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan. Dewan Komisaris
menilai bahwa kinerja Komite Nominasi dan Remunerasi selama
2016 telah efektif sesuai dengan Piagam Komite Nominasi dan
Remunerasi.
The Nomination and Remuneration Committee is in charge of
assisting the Board of Commissioners in the nomination and
remuneration of the Boards of Commissioners and Directors,
and also the remuneration policy for Executive Officers and all
employees. The Board of Commissioners evaluates that the
performance of the Nomination and Remuneration Committee
in 2016 has been effective and in line with the Nomination and
Remuneration Committee Charter.
Selama tahun 2016, Komite Nominasi dan Remunerasi telah
menyelenggarakan 12 (dua belas) kali rapat. Komite Nominasi
dan Remunerasi telah melaksanakan tugas antara lain.
1. Mengevaluasi Pedoman Penilaian Konduite dan Kinerja
sebagai Dasar Remunerasi;
2. Merumuskan kebijakan Pedoman Gratifikasi bagi Pengurus
dan Pegawai Bank untuk direkomendasikan kepada Dewan
Komisaris;
3. Melakukan evaluasi atas struktur organisasi Bank Victoria;
4. Melakukan evaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi;
In 2016, the Nomination and Remuneration Committee has
conducted 12 (twelve) meetings. The duties performed by the
committee are as follows.
1. Evaluated the Conduit and Performance Assessment
Guidelines as the basis for providing remuneration;
2. Formulated the Guidelines on Gratification for the Bank’s
Management and Employees to be recommended to the
Board of Commissioners;
3. Evaluated the organization structure of Bank Victoria;
4. Evaluated the performance of the Board of Commissioners
and the Board of Directors; and
5. Evaluated the adequacy of the composition of the Bank’s
Management and Executive Officers.
5. Mengevaluasi kecukupan susunan Pengurus Bank dan
Pejabat Eksekutif.
AND
REMUNERATION
2016 Annual Report
45
PT Bank Victoria International Tbk.
KOMITE PEMANTAU RISIKO
Risk Monitoring Committee
Komite Pemantau Risiko memiliki tugas membantu
Dewan Komisaris yang meliputi antara lain memantau dan
melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan
Kerja Manajemen Risiko dan hasil telaahan Komite Manajemen
Risiko, melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kerangka
kebijakan manajemen risiko Bank dengan pelaksanaan kebijakan
manajemen risiko, dan memantau laporan terhadap kepatuhan
yang diwajibkan, terkait dengan kebijakan manajemen risiko dan
kerangka manajemen risiko. Dewan Komisaris menilai bahwa
kinerja Komite Pemantau Risiko di 2016 telah efektif.
The Risk Monitoring Committee’s duty is to assist the Board
of Commissioners in monitoring and evaluating the Risk
Management Division’s execution of duties and the review results
of the Risk Management Committee, evaluating the conformity
of the Bank’s risk management policy framework with the risk
management policy implementation, and monitoring reports
on compulsory compliance related to risk management policy
and risk management framework. The Board of Commissioners
considers that the performance of the Risk Monitoring
Committee in 2016 has been effective.
Sesuai dengan tugasnya, Komite Pemantau Risiko telah
melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan
manajemen risiko serta evaluasi kesesuaian antara kerangka
kebijakan manajemen risiko bank dengan pelaksanannya.
Selama tahun 2016, Komite Pemantau Risiko telah menjalankan
perannya secara efektif dan telah menyelenggarakan 7 kali rapat.
In accordance with its duties, the Risk Monitoring Committee
performed monitoring and evaluation functions in relation to risk
management and also evaluation of conformity of the Bank’s risk
management policy framework with the implementation thereof.
In 2016, the Risk Monitoring Committee effectively performed
its role and conducted 7 meetings.
KOMITE TATA KELOLA TERINTEGRASI
Integrated Governance Committee
Komite Tata Kelola Terintegrasi Bank dibentuk oleh Dewan
Komisaris dan menjalankan tugasnya sesuai peraturan yaitu
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.03/2014
tanggal 18 November 2014 tentang Penerapan Manajemen
Risiko Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No.18/POJK.03/2014 tanggal
18 November 2014 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi
Bagi Konglomerasi Keuangan, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan No.14/SEOJK.03/2014 tanggal 25 Mei 2015 tentang
Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi Bagi Konglomerasi
Keuangan, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.15/
SEOJK.03/2014 tanggal 25 Mei 2015 tentang Penerapan Tata
Kelola Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan. Meskipun
baru dibentuk di bulan Oktober 2015, Dewan Komisaris menilai
bahwa Komite telah menjalankan perannya dengan cukup efektif.
The Bank’s Integrated Governance Committee was established
by the Board of Commissioners and has performed its duties in
accordance with OJK Regulation No. 17/POJK.13/2014 dated
18 November 2014 on the Implementation of Integrated Risk
Management for Financial Conglomerates, OJK Regulation
No. 18/POJK.13/2014 dated 18 November 2014 on the
Implementation of Integrated Risk Management for Financial
Conglomerates, OJK Circular No. 14/SEOJK.03/2014 dated
25 May 2015 on the Implementation of Integrated Risk
Management for Financial Conglomerates, and OJK Circular
No. 15/SEOJK.03/2014 dated 25 May 2015 on the
Implementation of Integrated Risk Management for Financial
Conglomerates. Although it was onyly recently established, i.e. in
October 2015, according to the Board of Commissioners’ view,
the committee has effectively performed its role.
Sampai dengan laporan tahunan ini diterbitkan, Komite tersebut
telah melaksanakan beberapa tugasnya sesuai dengan tugas
dan tanggungjawabnya yang tercantum dalam pedoman dan
tata tertib yang Komite. Selama tahun 2016, Komite Tata Kelola
Terintegrasi Grup Victoria telah menyelenggarakan 4 (empat)
kali rapat dan dihadiri oleh seluruh anggotanya.
Up to the publishment of this annual report, the Committee has
performed several of its tasks in accordance with its duties and
responsibilities contained in the Committee’s guidelines and
rules. During 2016, the Victoria Group Integrated Governance
Committee has held 4 (four) meetings and was attended by all of
its members.
46
PT Bank Victoria International Tbk.
PERUBAHAN
KOMISARIS
KOMPOSISI
Laporan Tahunan 2016
DEWAN
CHANGES TO THE COMPOSITION OF
THE BOARD OF COMMISSIONERS
Selama tahun 2016, telah terjadi perubahan komposisi Dewan
Komisaris. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang
diselenggarakan tanggal 18 November 2016 memutuskan:
During 2016, there has been a change in the composition of the
Board of Commissioners. The Extraordinary General Meeting of
Shareholders held on November 18, 2016 has decided to:
1. Menerima pengunduran diri Nyonya Suzanna Tanojo
dari jabatannya selaku Komisaris Perseroan dengan
ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikiran
yang diberikan selama menjabat sebagai anggota Dewan
Komisaris dan membebaskan dari tanggung jawab dan segala
tanggungan (acquit et de charge) atas tindakan pengawasan
yang dijalankan sepanjang disetujui oleh Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan 2016 yang diselenggarakan di
tahun 2017.
2. Mengangkat Nyonya Debora Wahjutirto Tanoyo sebagai
Komisaris Perseroan, terhitung sejak ditutupnya Rapat
sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan yang
diadakan pada tahun 2019.
3. Pengangkatan Komisaris Perseroan tersebut berlaku setelah
mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas
penilaian kemampuan dan kepatutan (Fit and Proper Test) dan
memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.
1. Accept the resignation of Mrs. Suzanna Tanojo from
her position as the Commissioner of the Company with
acknowledgment of the contribution given during her term
of office as a member of the Board of Commissioners and to
free from responsibility and all charges (acquit et de charge)
for supervisory actions carried out as approved by the 2016
Annual General Meeting of Shareholders held in 2017.
Nyonya Debora Wahjutirto Tanoyo telah efektif sesuai
persetujuan OJK (Fit and Proper Test) tanggal 17 Februari 2017.
Mrs. Debora Wahjutirto Tanoyo has been effective in accordance
with the approval from FSA (Fit and Proper Test) dated
17 February 2017.
Dengan demikian, terhitung sejak ditutupnya Rapat tersebut
sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan Perseroan yang diadakan pada tahun 2019, maka
susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai
berikut:
Therefore, as of the closing of the Meeting until the closing of
the Company’s Annual General Meeting of Shareholders held in
2019, the composition of the Company’s Board of Commissioners
will be as follows:
Komisaris Utama
:
Komisaris/
:
Komisaris Independen
Komisaris/Komisaris Independen :
President Commissioner
Commissioner/
Independent Commissioner
Commissioner/
Independent Commissioner
Commissioner
Tuan Oliver Simorangkir
Tuan Gunawan
Tenggarahardja
Tuan Zaenal Abidin
Komisaris
: Nyonya Debora Wahjutirto Tanoyo
2. Appoints Mrs. Debora Wahjutirto Tanoyo as Commissioner
of the Company, effective from the closing of the Meeting
until the closing of the Company’s Annual General Meeting
of Shareholders held in 2019.
3. The ppointment of the Board of Commissioners shall be
effective upon approval of the Financial Services Authority
on fit and proper test and comply with applicable laws and
regulations.
: Mr. Oliver Simorangkir.
: Mr. Gunawan Tenggarahardja
: Mr. Zaenal Abidin.
: Mrs. Debora Wahjutirto Tanoyo
47
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
PENUTUP
CLOSING
Demikian laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris
atas kinerja dan pelaksanaan usaha Bank di tahun 2016.
Dewan Komisaris akan selalu berupaya untuk profesional
dan independen dalam menjalankan fungsi pengawasan dan
pemberian nasehat agar kinerja Bank bisa selalu meningkat di
masa yang akan datang,
Hereby we conclude the report on our supervisory activities
of the Bank’s performance and business in 2016. The Board of
Commissioners will strive at all times to be professional and
independent in performing its functions to monitor and provide
advice so that the Bank’s performance continues to improve in
the future.
Sekali lagi, Dewan Komisaris menyampaikan penghargaan
kepada segenap jajaran Direksi dan seluruh karyawan Bank
Victoria, berkat dedikasi dan kerja keras, Bank mampu bertahan
dalam kondisi perekonomian yang penuh tantangan.
The Board of Commissioners expresses gratitude to the Board of
Directors and all employees of Bank Victoria for their dedication
and hard work that have kept the Bank standing in such an
economic condition replete with remarkable challenges.
Jakarta, April 2017
Jakarta, April 2017
Atas Nama Dewan Komisaris
On behalf of the Board of Commissioners
PT Bank Victoria Internasional Tbk.
Oliver Simorangkir
Komisaris Utama
President Commissioner
PT Bank Victoria International Tbk.
48
Laporan Tahunan 2016
2016 Annual Report
49
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan
Direksi
Report of the Board of Directors
Kinerja Bank Victoria tahun 2016 mencetak pertumbuhan Aset, Kredit, dan DPK
masing-masing sebesar 11,82%, 11,20% dan 13,69%. Sedangkan pertumbuhan
Aset, Kredit, dan DPK industri perbankan nasional (Bank Umum) tercatat masingmasing sebesar 10,40%, 7,85% dan 9,60%. Pertumbuhan laba bersih Bank Victoria
sebesar 6,68% di atas rata-rata industri perbankan nasional yaitu sebesar 5,39%.
Secara umum, pencapaian target yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank
di 2016 telah menunjukkan hasil yang baik, pencapaian total aset sebesar 107,69%,
ekuitas sebesar 102,90%, pendapatan bunga konsolidasi dengan syariah sebesar
161,10%, dan laba bersih sebesar 228,80%.
Bank Victoria’s performance in 2016 achieved growth in Assets, Credits and Deposits by 11.82%,
11.20% and 13.69% respectively. At the same time, the asset, credit and DPK growth in national
banking industry (Commercial Bank) recorded at 10.40%, 7.85% and 9.60% respectively. Bank
Victoria’s net profit growth of 6.68% was above the national banking industry average of 5.39%.
In general, the achievement of the targets set in the Bank’s Business Plan in 2016 has shown good
results, the achievement of total asset was at 107.69%, equity at 102.90%, consolidated interest
income with sharia at 161.10%, and net income at 228.80%.
Daniel
Budirahayu
Direksi Utama
President Director
PT Bank Victoria International Tbk.
50
Laporan Tahunan 2016
Perseroan telah mendapatkan izin menjadi Bank Devisa pada tanggal
13 Desember 2016 sesuai dengan Surat Kepala Departemen Perizinan
dan Informasi Perbankan – Otoritas Jasa Keuangan
No. S-423/PB.12/2016 dan efektif beroperasi menjadi bank devisa
pada tanggal 20 Februari 2017.
The Company has obtained the license to become a Foreign Exchange Bank in December 13, 2016 by
the issuance of the Letter from Department Head of Banking Licensing and Information - Financial
Services Authority No. S-423/PB.12/2016 and actively operated as a foreign exchange bank on 20
February 2017.
Para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya, yang
kami hormati.
Pada kesempatan yang baik ini izinkan kami menyampaikan
Laporan Pengelolaan Bank untuk Tahun buku 2016. Secara
umum, Bank telah berhasil meningkatkan kinerja operasional dan
keuangan dengan sangat baik, meskipun kondisi perekonomian
global maupun nasional masih belum sepenuhnya pulih.
Dear our esteem Shareholders and all Stakeholders.
On this auspicious opportunity, please allow us to present the
Bank’s Management Report for the financial year 2016. In
general, the Bank has successfully improved its operational
and financial performance, even though the global and national
economic conditions have not fully recovered yet.
TINJAUAN MAKRO EKONOMI
MACRO ECONOMIC REVIEW
Perekonomian global di 2016 masih dihadapkan pada berbagai
ketidakpastian. International Monetary Fund (IMF) mengoreksi
pertumbuhan ekonomi dunia, dari posisi 3,2% pada publikasi
April 2016 menjadi 3,1% pada rilis Juli 2016.
The global economy in 2016 was still adorned with various
uncertainties. The International Monetary Fund (IMF) has
revised its world’s economic growth, from 3.2% in April 2016 to
3.1% in July 2016 release.
Kondisi perekonomian global tentu saja akan mempengaruhi
kondisi perekonomian Indonesia. Meskipun tingkat pertumbuhan
ekonomi Indonesia telah mengalami sedikit peningkatan, yaitu
sebesar 5,02% (yoy) di tahun 2016 meningkat dibanding tahun
2015 yang sebesar 4,79% (yoy), namun pertumbuhan ini masih
dianggap belum cukup signifikan.
The global economy condition was certainly affected the
condition of the Indonesian economy. Although Indonesia’s
economic growth rate has slightly improved at 5.02% (yoy) in
2016, compared to 4.79% (yoy) in 2015, but this growth was
still considered not significant enough.
Masih lambatnya pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016
dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga yang belum pulih.
Daya beli masyarakat masih lemah sebagai konsekuensi dari
menurunnya pendapatan dan inflasi bahan makanan yang masih
cukup tinggi. Meskipun secara umum inflasi cenderung menurun
tetapi inflasi pada barang bergejolak (volatile good) masih tetap
tinggi.
The stunted economic growth in 2016 was affected by
household consumption that has not fully recovered. The public
purchasing power was still weak as a consequence of declining
income and high foodstuffs inflation. Although in general
inflation tends to decline however the inflation in volatile goods
remained high.
Pada sisi lain, nilai tukar rupiah mengalami tren menguat selama
tahun 2016. Namun beberapa fenomena sempat menekan rupiah
untuk beberapa kesempatan. Di awal tahun, rupiah sempat
berada pada posisi yang masih rentan (Rp13.900 per US$) akibat
badai krisis nilai tukar tahun 2015.
On the other hand, Rupiah exchange rate experienced a strong
trend during 2016. Some phenomena were pressing Rupiah in
several occasions. At the beginning of the year, Rupiah stood at
a vulnerable position (Rp13.900 per US $) due to the exchange
rate crisis in 2015.
2016 Annual Report
51
PT Bank Victoria International Tbk.
Namun demikian, stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap
solid dengan ditopang oleh ketahanan industri Perbankan.
Meskipun pertumbuhan kredit pada Desember 2016 tercatat
sebesar 7,85% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan 10,40%
(yoy) pada Desember 2015, namun Dana Pihak Ketiga (DPK)
mengalami peningkatan pertumbuhan. DPK tumbuh 9,60% (yoy)
pada Desember 2016, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan
Desember 2015 yang sebesar 7,26% (yoy).
Nevertheless, the stability of the Indonesian financial system
remains solid, supported by the resilience of the banking
industry. Although the credit growth in December 2016
was recorded at 7.85% (yoy) or lower than 10.40% (yoy) that
enjoyed in December 2015, however the Third Party Funds
(DPK) growth experienced an increased. The Third Party Funds
grew 9.60% (yoy) in December 2016, higher than December
2015 that only grew by 7.26% (yoy).
Pada Desember 2016, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
Ratio/CAR) masih tinggi, yaitu sebesar 22,93%, jauh di atas
ketentuan minimum 8%. Kondisi ini mencerminkan daya tahan
perbankan yang masih cukup tinggi dalam mengatasi tekanan dan
gejolak di perekonomian. Sementara itu, rasio kredit bermasalah
net (Non Performing Loan/NPL net) tetap rendah dan berada di
kisaran 1,24%.
In December 2016, the Capital Adequacy Ratio (CAR) was still
high at 22.93%, well above the minimum requirement of 8%.
This condition reflected the resilience of a still strong banking
industry in overcoming the economy pressure and turmoil.
Meanwhile, the net Non Performing Loan (NPL net) ratio
remained low in the range of 1.24%.
ANALISIS KINERJA BANK
BANK PERFORMANCE ANALYSIS
Kondisi perekonomian global maupun nasional yang telah
memberikan dampak bagi industri perbankan juga menjadi
tantangan bagi Bank Victoria. Berikut kami sampaikan analisis
pencapaian kinerja Bank beserta kebijakan strategis dan kendalakendala yang dihadapi oleh Bank.
Global and national economic conditions that have had an
impact on the banking industry were also became a challenge
for Bank Victoria. We would like to present the Bank’s
performance along with the strategic policies and constraints
faced by the Bank as follows.
KEBIJAKAN STRATEGIS
STRATEGIC POLICY
Pada tahun 2016, Bank Victoria melaksanakan strategi
pengembangan bisnis untuk mendukung tercapainya kinerja
operasional dan kinerja keuangan yang telah ditargetkan dalam
In 2016, Bank Victoria exected a business development
strategy to achieve operational and financial performance
that has been targeted in the Bank’s Business Plan, as well as
PT Bank Victoria International Tbk.
52
Laporan Tahunan 2016
Rencana Bisnis Bank, serta untuk meraih setiap peluang dan
potensi yang tercipta di tahun 2016. Sejalan dengan penetapan
tema Rencana Bisnis Bank 2016 yaitu “Continuous Improvement”,
maka Bank Victoria telah menetapkan langkah-langkah strategis
sebagai berikut.
to achieve every opportunity and potential created in 2016. In
line with the Bank’s Business Plan theme in 2016 “Continuous
Improvement”, Bank Victoria has established the following
strategic measures.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga di tahun 2016 difokuskan
kepada deposan retail dan berdana murah. Hal ini antara
lain dilakukan dengan memperkenalkan beberapa bundling
program tabungan, deposito, dan produk asuransi serta proaktif
melakukan aktivitas Office to Office untuk mendapatkan pay roll
account, membuka booth pada pameran. Begitu juga proses crossselling dalam penggunaan fitur IBMB dapat dalam hal mendorong
peningkatan porsi Tabungan.
The Third Party Funds Collection in 2016 was focused on retail
depositors and low cost fund. This was achieved, among others,
by introducing several bundle programs in form of savings,
deposit and insurance products as well as proactively executed
Office to Office activities to obtain payroll account, and opening
booths at exhibitions. The cross-selling process also conducted
in the IBMB feature that hopefully can improve the Savings
Deposits portion.
Terkait dengan strategi pembiayaan kredit, secara umum, di
tahun 2016 Bank fokus kepada kredit segmen UMKM dan
komersial. Strategi ini dijalankan antara lain dengan penetapan
sasaran/target pasar berdasarkan risk appetite, meningkatkan
pertumbuhan portofolio kredit secara konsisten, dan melakukan
percepatan proses pengajuan kredit agar dapat kompetitif
dengan tetap memperhatikan prinsip “prudential”.
Related to the credit financing strategy, the Bank in general
focuses on MSME and commercial loans segment in 2016.
This strategy was carried out, among others, by setting target/
market targets based on risk appetite, improving a consistent
loan portfolio growth and accelerating the process of credit
application in order to be competitive by still taking into
account the “prudential” principle.
PENCAPAIAN TARGET KINERJA
PERFORMANCE TARGET ACHIEVEMENT
Kinerja Bank Victoria tahun 2016 mencetak pertumbuhan Aset,
Kredit, dan DPK masing-masing sebesar 11,82%, 11,20% dan
13,69%. Sedangkan pertumbuhan Aset, Kredit, dan DPK industri
perbankan nasional (Bank Umum) tercatat masing-masing
sebesar 10,40%, 7,85% dan 9,60%. Pertumbuhan laba bersih
Bank Victoria sebesar 6,68% di atas rata-rata industri perbankan
nasional yaitu sebesar 5,39%. Di samping itu kualitas kredit Bank
Victoria membaik dimana Non Performing Loan (NPL) netto posisi
Desember 2016 sebesar 2,37% lebih kecil dibandingkan NPL
netto posisi Desember 2015 sebesar 3,93%.
Bank Victoria’s performance in 2016 achieved growth in
Assets, Credits and Deposits by 11.82%, 11.20% and 13.69%
respectively. At the same time, the asset, credit and DPK growth
in national banking industry (Commercial Bank) recorded at
10.40%, 7.85% and 9.60% respectively. Bank Victoria’s net
profit growth of 6.68% was above the national banking industry
average of 5.39%. In addition, Bank Victoria’s credit quality has
improved as can be seen from the net Non-Performing Loan
(NPL) position in December 2016 recorded at 2.37% that was
smaller than the net NPL in December 2015 at 3.93%.
Secara umum, pencapaian target yang telah ditetapkan dalam
Rencana Bisnis Bank di 2016 telah menunjukkan hasil yang
baik, pencapaian total aset sebesar 107,69%, ekuitas sebesar
102,90%, pendapatan bunga konsolidasi dengan syariah sebesar
161,10%, dan laba bersih sebesar 228,80%.
In general, the achievement of the targets set in the Bank’s
Business Plan in 2016 has shown good results, the achievement
of total asset was at 107.69%, equity at 102.90%, consolidated
interest income with sharia at 161.10%, and net income at
228.80%.
Perseroan telah mendapatkan izin menjadi Bank Devisa
pada tanggal 13 Desember 2016 sesuai dengan Surat Kepala
Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan – Otoritas Jasa
Keuangan No. S-423/PB.12/2016 dan efektif beroperasi menjadi
bank devisa pada tanggal 20 Februari 2017.
The Company has obtained the license to become a Foreign
Exchange Bank in December 13, 2016 by the issuance of
the Letter from Department Head of Banking Licensing
and Information - Financial Services Authority No. S-423/
PB.12/2016 and actively operated as a foreign exchange bank
on February 20, 2017.
Merujuk pada persetujuan Pemegang Saham Perseroan
dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal
18 November 2016 tentang rencana aksi korporasi Penambahan
Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD),
Bank Victoria mendapat penambahan modal sebesar 9% oleh
DEG – Deutsche Investitions- und Entwicklungsgesell-schaft
mbH pada akhir Desember 2016.
Referring to the approval of the Company’s Shareholders
at the Extraordinary General Meeting of Shareholders on
November 18, 2016 concerning the corporate action plan of
Additional Capital without Preemptive Rights (PMTHMETD),
Bank Victoria obtained a 9% increase in its capital from DEG Deutsche Investitions- und Entwicklungsgesell -schaft mbH at
the end of December 2016.
2016 Annual Report
53
PT Bank Victoria International Tbk.
Disamping perbaikan / pertumbuhan kinerja keuangan Bank
Victoria meraih penghargaan as the Winner of Best Banking
Brand 2016 for Best Reputation, Best Digital, Best Service, and Best
Performance Title dalam acara Indonesia Best Banking Brand yang
diselenggarakan oleh Warta Ekonomi dan meraih Peringkat 2
Kategori Buku II (Aset Rp10 Triliun sampai dengan Rp25 Triliun)
dalam acara Anugerah Perbankan Indonesia (APBI) – V – 2016
yang diselenggarakan oleh Majalah Economic Review bekerjasama
dengan Perbanas Institute.
In addition to the financial performance improvement/growth,
Bank Victoria also has won several awards as the Winner of
Best Banking Brand 2016 for Best Reputation, Best Digital,
Best Service, and Best Performance Title in the Indonesian Best
Banking Brand event organized by Warta Ekonomi magazine
and achieved Rating 2 in Buku II Category (Assets Rp10 Trillion
up to Rp 25 Trillion) in the Indonesian Banking Anugerah (APBI)
- V - 2016 event organized by Economic Review magazine in
cooperation with Perbanas Institute.
KENDALA DAN STRATEGI PENYELESaiaNNYA
CONSTRAINT AND RESOLUTION STRATEGY
Dari sisi Dana Pihak Ketiga yang masih banyak terkonsentrasi
pada deposito menyebabkan cost of fund Bank relatif tinggi selain
itu adanya ketergantungan Cabang-cabang pada Deposan dan
Debitur Inti masih sangat besar.
Most of the Third Party Funds still concentrated in the time
deposits, thus causing a relatively high Bank’s cost of funds. In
addition, the dependence of Branch Offices on Depositors and
Core Debtors was still very large.
Untuk meningkatkan CASA, Bank telah melakukan upaya-upaya
antara lain dengan meluncurkan jasa Internet Banking dan Mobile
Banking (IBMB), menerbitkan produk tabungan VIP Safe dan
Bundled VIP 88. Sedangkan untuk mengurangi porsi deposan
inti, antara lain dilakukan dengan memperbanyak porsi deposan
retail agar DPK portofolio tidak hanya didominasi oleh deposan
inti.
To improve CASA, the Bank has made several efforts, among
others, by launching Internet Banking and Mobile Banking
(IBMB) service, issuing VIP Safe and Bundled VIP 88 savings
products. Meanwhile, reducing the portion of core depositors
by increasing the portion of retail depositors so that the DPK
portfolio is not only dominated by core depositors.
Dari sisi kredit Bank terus menerus melakukan perbaikan mulai
dari proses kredit sampai dengan pelunasan kredit dengan cara
mengklasifikasikan jenis usaha dari yang menjadi prioritas hingga
yang dihindari, memberdayakan lebih lagi peran Divisi Bisnis
sebagai pemegang kendali strategi dan pencapaian portofolio
serta menjaga pemberian kredit yang prudent berdasarkan SOP
dan ketentuan Bank serta history kredit bermasalah sebagai
(lesson learned).
On the credit side, the Bank continues to make improvements
starting from the credit process to credit repayment by
classifying each business type from prioritized customer to the
ones that must be avoided, gave more empowerment to the role
of Business Division as the strategy controller and portfolio
achievement as well as maintain prudent credit distribution
based on the SOP and the Bank’s provisions along with non
performing loans history (lesson learned).
ANALISIS PROSPEK USAHA
BUSINESS PROSPECT ANALYSIS
Tahun 2017 Bank optimis untuk meningkatkan kinerja keuangan,
hal ini didasari oleh beberapa aspek seperti kebijakan ekonomi
yang telah digulirkan di tahun 2015-2016 mulai dapat dirasakan
dampaknya di tahun 2017. Program Tax Amensty yang dinilai
berhasil sehingga penerimaan pajak tahun 2017 dinilai akan lebih
rasional. Pembangunan infrastruktur yang cepat dan merata
masih menjadi andalan untuk pemerataan pembangunan.
In 2017, the Bank is optimistic to improve its financial
performance, this is underlined by seceral aspects such as
economy policy that have been established in 2015-2016
started to give fruit in 2017. The success of Tax Amnesty program
hopefully will result in a more rational tax receipt in 2017. The
rapid and evenly distributed infrastructure development is still
a mainstay for evenly distributed development.
Selain itu Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors
Service memperbaiki Outlook Sovereign Credit Rating Republik
Indonesia dari Stable menjadi Positive.
Aside from that, the international rating institution, Moody’s
Investors Service, made a correction of its Outlook Sovereign
Credit Rating for Republik Indonesia from Stable to Positive.
Ketahanan Industri perbankan masih tetap kuat didukung oleh
memadainya rasio kecukupan modal dan terkendalinya risiko
kredit. Kecukupan modal diperkirakan masih mampu untuk
menahan dampak negatif dari peningkatan risiko kredit. Risiko
kredit menunjukkan perbaikan pada akhir 2016, terindikasi
dari rasio non performing loan (NPL) bruto yang menurun di akhir
tahun 2016.
The resilience of the banking industry remains strong
supported by sufficient capital adequacy ratio and controlled
credit risk. Capital adequacy projected still be able to overcome
the negative impact of increased credit risk. The credit risk has
been better at the end 2016 shown by lower Non Performing
Loans (NPL) ratio at the end of 2016.
54
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Pertumbuhan kredit terus membaik didukung kredit produktif,
yaitu kredit modal kerja (KMK) dan kredit investasi (KI),
sedangkan kredit konsumsi (KK) relatif stabil. Secara sektoral,
kredit disalurkan mayoritas di sektor ekonomi yang tumbuh
positif seperti sektor konstruksi dan industri. Dana Pihak Ketiga
(DPK) di akhir tahun 2016 juga meningkat ditopang oleh deposito
dan giro, sedangkan pertumbuhan tabungan masih cenderung
stabil.
Better credit growth that is supported by productive loans,
namely working capital credit (KMK) and investment credit (KI),
while consumer credit (KK) is relatively stable. On a sectoral
basis, majority credit was distributed in positive economic
sectors such as construction and industry sectors. Third Party
Funds (DPK) at the end of 2016 also increased supported by
deposits and demand deposits, whereas the growth of savings
still tend to be stable.
Dengan kekuatan yang dimiliki serta adanya peluang di industri
perbankan, maka kami memiliki keyakinan akan mampu
menangkap peluang tersebut. Dengan menerapkan strategistrategi yang tepat, Direksi memiliki keyakinan bahwa prospek
usaha Bank akan terus membaik kedepannya.
With our strengths and opportunities in the banking industry,
our Bank has the confidence of being able to capture those
opportunities. By applying appropriate strategies, the Board of
Directors has the confidence that the Bank’s business prospects
will continue to improve in the future.
PENERAPAN
GOVERNANCE
GOOD CORPORATE
IMPLEMENTATION
GOOD
CORPORATE
GOVERNANCE
Komitmen Bank terhadap penerapan good corporate governance
(GCG) diwujudkan dengan menerapkan prinsip-prinsip GCG
secara konsisten dan berkelanjutan. Bank berupaya keras untuk
menyempurnakan dan melaksanakan praktik GCG, tidak hanya
selaras dengan tuntutan regulasi namun juga sesuai dengan
best practices/standard internasional. Bagi Bank, penerapan
GCG merupakan sebuah keharusan, investasi meniti tangga
kesuksesan.
The Bank’s commitment to the implementation of Good
Corporate Governance (GCG) was realized by applying
consistent and continuous GCG principles. The Bank strives
to enhance and implement the GCG practices, not only in line
with regulatory demands but also in line with international
best practices/standards. For the Bank, it is imperative that we
implement of GCG as this is an investment to scale up the ladder
of success.
Dapat kami sampaikan bahwa Bank senantiasa menerapkan
standar praktik GCG yang tinggi yang mengacu pada ketentuan
OJK dan standar internasional. Berbagai upaya intensif telah
dilakukan sebagaimana yang dapat dilihat pada bagian Good
Corporate Governance pada Laporan Tahunan ini.
We are able to convey that the Bank continues to apply
high standards of GCG practice which refer to the FSA and
international standards. Intensive efforts have been undertaken
as can be seen in the Good Corporate Governance section of
this Annual Report.
Bank telah memiliki struktur GCG yang kuat dan efektif
yang terdiri dari organ utama, yaitu Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan Direksi. Ketiga organ
Bank tersebut telah menjalankan perannya masing-masing
dalam memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham dan
pemangku kepentingan lainnya.
The Bank has a strong and effective GCG structure composed of
major organs, namely General Meeting of Shareholders (GMS),
Board of Commissioners and Board of Directors. The Bank’s
three organs have performed their respective roles in fulfilling
their obligations to the shareholders and other stakeholders.
Selama tahun 2016, Bank telah menyelenggarakan RUPS
tahunan dalam waktu yang tidak melewati batas yang
ditentukan yaitu pada tanggal 24 Juni 2016 setelah sebelumnya
menyelenggarakan RUPS Luar Biasa(RUPS LB) pada tanggal
29 Februari 2016. Selain itu Bank juga melakukan dua kali
RUPSLB yaitu pada tanggal 7 September 2017 dan18 November
2016. Dalam penyelenggaraan RUPS, Bank berkomitmen untuk
menegakkan prinsip fairness dengan menerapkan perlakuan yang
sama bagi seluruh pemegang saham.
During 2016, the Bank has held its Annual GMS in a period
not exceeding the limit determined on June 24, 2016 after
previously holding an Extraordinary GMS (EGMS) on 29
February 2016. In addition, the Bank also conducted two EGMS
in September 7, 2016 and November 18, 2016. In conducting
the GMS, the Bank has committed to upholding the fairness
principle by applying equal treatment to all shareholders.
Dewan Komisaris dan Direksi, memiliki wewenang dan
tanggung jawab yang jelas sesuai fungsinya masing-masing
sebagaimana diamanahkan dalam Anggaran Dasar dan peraturan
perundang-undangan. Secara lebih rinci, pedoman dan tata
tertib kerja Dewan Komisaris dan Direksi diatur dalam Board of
Commisionners Charter dan Board of Directors Charter. Dengan
The Board of Commissioners and the Board of Directors, have
clear authority and responsibility in accordance with their
respective functions as mandated in the Articles of Association
and prevailed laws and regulations. In more detail, the guidelines
and work rules of the Board of Commissioners and the Board of
Directors are regulated in the Board of Commisionners Charter
2016 Annual Report
55
PT Bank Victoria International Tbk.
adanya Board Charter diharapkan akan tercapai standar kerja
yang tinggi, selaras dengan prinsip-prinsip GCG.
and Board of Directors Charter. By the existence of the Board
Charther, we expected to achieve high standards of work, in line
with the GCG principles.
Dalam pelaksanaannya, organ Bank memiliki berbagai kebijakan/
pedoman (Infrastruktur GCG) dalam menjalankan fungsi dan
tugasnya. Tujuannya antara lain:
- Melengkapi kebijakan pendukung dalam penerapan GCG.
In practice, the Bank’s organs have various policies/guidelines
(GCG Infrastructure) in carrying out its respective functions
and duties. The objectives are:
- Complete the supporting policies in the implementation of
GCG.
- Became a guidelines for Bank in carrying out daily activities
in accordance with expected corporate cultures.
-
-
Menjadi pedoman bagi Bank dalam menjalankan aktivitas
sehari-hari sesuai dengan budaya (corporate culture) yang
diharapkan.
Merupakan komitmen tertulis bagi seluruh jajaran dan
tingkatan organisasi Bank dalam rangka meningkatkan
disiplin dan tanggung jawab organ Bank dalam rangka
menjaga kepentingan stakeholders sesuai dengan tanggung
jawab masing-masing.
-
A written commitment to all levels of Bank’s organization
in order to improve the discipline and responsibility of
the Bank’s organs in order to safeguard the interests
of stakeholders in accordance with their respective
responsibilities.
Beberapa fungsi kunci dalam penerapan GCG meliputi
manajemen risiko, sistem pengendalian internal, whistleblowing
system, corporate social responsibility dijelaskan dalam uraian di
bawah ini.
Some key functions in the implementation of GCG include
risk management, internal control systems, whistle blowing
systems, corporate social responsibility are described below.
MANAJEMEN RISIKO
RISK MANAGEMENT
Untuk mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan
lingkungan bisnis perbankan yang dinamis dan semakin
kompleks, maka Bank menerapkan manajemen risiko sebagai
konsep strategis. Pendekatan yang dilakukan dalam mendukung
penerapan manajemen risiko secara efektif adalah dengan
melakukan pendekatan komprehensif untuk mengelola risikorisiko Bank secara menyeluruh. Prinsip-prinsip manajemen risiko
paling kurang mencakup 4 (empat) pilar, yaitu:
1. Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi.
To anticipate and adapted to the dynamic and increasingly
complex banking business environment changes, the Bank
implements risk management as a strategic concept. The
approach taken to support the effective implementation of
risk management was to adopt a comprehensive approach in
comprehensively managing the Bank’s risks. The principles of
risk management at least cover 4 (four) pillars, namely:
2. Kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan limit.
3. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan,
dan pengendalian Risiko serta sistem informasi Manajemen
Risiko.
4. Sistem pengendalian intern yang menyeluruh.
1. Active supervision by the Board of Commissioners and
Board of Directors.
2. The adequacy of policies, procedures and limit setting.
3. The adequacy of Risk identification, measurement,
monitoring and control processes as well as Risk
Management information system.
4. Comprehensive internal control system.
Terdapat 8 (delapan) risiko yang dikelola Bank yaitu risiko kredit,
risiko likuiditas, risiko pasar, risiko operasional, risiko stratejik,
risiko kepatuhan, risiko hukum dan risiko reputasi. Menurut
pendapat Dewan Komisaris dan Direksi, kedelapan risiko
tersebut telah dikelola dengan baik. Berdasarkan hasil penilaian
Bank sendiri (self assessment), maka peringkat risiko Bank Victoria
berada pada tingkat low to moderat. Hal ini menunjukkan bahwa
risiko-risiko telah dikelola dengan baik.
There are 8 (eight) risks managed by the Bank namely credit
risk, liquidity risk, market risk, operational risk, strategic risk,
compliance risk, legal risk and reputation risk. In the opinion of
the Board of Commissioners and the Board of Directors, these
eight risks have been well managed. Based on the results of the
Bank’s own assessment, Bank Victoria risk rating was at low to
moderate level. This indicated that the risks are well managed.
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/
POJK.03/2014 tanggal 18 November 2014 tentang Penerapan
Manajemen Risiko Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan dan
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 14/SEOJK.03/2015
tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi Bagi
Konglomerasi Keuangan tanggal 25 Mei 2015, terhitung posisi
Desember 2015 laporan Profil Risiko pertama kali dilakukan.
In accordance with the Financial Services Authority (FSA)
Regulation no. 17/POJK.03/2014 dated November 18, 2014
on the Implementation of Integrated Risk Management
for Financial Conglomeration and Circular Letter of the
Financial Services Authority No. 14/SEOJK.03/2015 on the
Implementation of Integrated Risk Management for Financial
Conglomeration dated May 25, 2015, the Risk Profile report
PT Bank Victoria International Tbk.
56
Laporan Tahunan 2016
Bank Victoria merupakan LJK yang ditunjuk sebagai Entitas
Utama dalam hal Pengawasan Terintegrasi Konglomerasi
Keuangan Grup Victoria.
was first prepared as of December 2015. Bank Victoria is
an LJK that designated to be the Main Entity in the case of
the Integrated Supervision of the Victoria Group Financial
Conglomeration.
Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi dilakukan melalui
pendekatan berdasarkan Risiko dengan prinsip-prinsip:
The implementation of Integrated Risk Management was
conducted through a Risk-based approach with the following
principles:
1. Risk Aggregation, a Risk Assessment based on the Risks
found in the Victoria Group as a whole by taking into
account the impact on the Victoria Group condition.
1. Agregasi Risiko, yaitu penilaian Risiko didasarkan pada
Risiko yang terdapat dalam Grup Victoria secara menyeluruh
dengan memperhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap
kondisi Grup Victoria.
2. Holistik, yaitu penilaian Risiko dilakukan dengan melihat
keterkaitan antara satu faktor dengan faktor lainnya sehingga
diperoleh kesimpulan yang memberikan gambaran mengenai
Risiko Konglomerasi Keuangan secara keseluruhan.
3. Signifikansi/Materialitas dan Proporsionalitas, yaitu
penilaian Risiko dilakukan dengan memperhatikan
signifikansi/materialitas Risiko secara proporsional pada
Grup Victoria secara keseluruhan, dengan memperhatikan
struktur, karakteristik, dan kompleksitas dari Grup Victoria.
4. Komprehensif dan Terstruktur, yaitu penilaian Risiko
dilakukan dengan analisis mendalam dengan memperhatikan
faktor-faktor penilaian secara luas, lengkap, dan utuh.
2. Holistic, a Risk Assessment carried out by looking at the link
between factors in order to obtain conclusions that give a
picture of overall Financial Conglomerate Risk.
3. Significance/Materiality and Proportionality, a Risk
Assessment carried out with due regard to the Risk
significancy/materiality in proportional way at Victoria
Group as a whole, taking into account the structure,
characteristics and complexity of the Group Victoria.
4.Comprehensive and Structured, a Risk Assessment
carried out by in-depth analysis by taking into account
comprehensive
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
INTERNAL CONTROL SYSTEM
Sistem pengendalian internal merupakan komponen penting
dalam manajemen Bank dan menjadi acuan dalam kegiatan
operasional yang sehat dan aman. Tujuan Sistem Pengendalian
Internal Bank adalah untuk memastikan:
• Kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan
yang berlaku (tujuan kepatuhan), yaitu: untuk menjamin
bahwa semua kegiatan usaha Bank telah dilaksanakan sesuai
ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
baik ketentuan yang dikeluarkan otoritas pengawasan Bank
maupun kebijakan, ketentuan, dan peraturan internal yang
ditetapkan.
• Tersedianya informasi keuangan dan manajemen yang benar,
lengkap dan tepat waktu (tujuan informasi), yaitu: untuk
menyediakan laporan yang benar, lengkap, tepat waktu
dan relevan yang diperlukan dalam rangka pengambilan
keputusan yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
•Efisiensi dan efektivitas dari kegiatan usaha Bank (tujuan
operasional), yaitu: untuk meningkatkan efektivitas dan
efisisiensi dalam menggunakan aset dan sumber daya lainnya
dalam rangka melindungi Bank dari risiko kerugian.
• Meningkatkan efektivitas budaya risiko (risk culture) pada
organisasi secara menyeluruh (tujuan budaya risiko), yaitu:
untuk mengidentifikasi kelemahan dan menilai penyimpangan
secara dini dan menilai kembali kewajaran kebijakan dan
prosedur yang ada di Bank secara berkesinambungan.
• Mengurangi dampak kerugian, penyimpangan termasuk
kecurangan/fraud dan pelanggaran aspek kehati-hatian.
The internal control system is an important component in the
Bank’s management and becomes a reference for safe and
sound operational activities. The purpose of the Bank’s Internal
Control System is to ensure:
• Compliance with applicable laws and regulations
(compliance objectives) to ensure that all of the Bank’s
business activities have been executed in accordance with
applicable laws and regulations, whether issued by the
Bank’s supervisory authority as well as internal policies,
regulations and regulations.
• The availability of correct, complete and timely financial
information and management (information objectives) to
provide required correct, complete, timely and relevant
reports in order to make the right decision that can be
accountable.
•Efficiency and effectiveness of the Bank’s business activities
(operational objectives) to enhance the effectiveness and
efficiency in the assets utilization and other resources in
order to protect the Bank from the risk of loss.
• Improve the effectiveness of the organization’s risk culture
as a whole (risk culture objectives) to identify weaknesses
and assess early deviations and reassess the the Bank’s
policy and procedures on an ongoing basis.
• Reduce the impact of losses, irregularities including fraud
and violation on prudential aspect.
2016 Annual Report
57
PT Bank Victoria International Tbk.
Dengan pengendalian internal yang baik diharapkan mampu
mendukung pencapaian sasaran dan kinerja yang ditetapkan
manajemen, menambah kepercayaan bagi manajemen
dan mendorong kepatuhan pada ketentuan dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku serta meminimalisir risiko
kerugian yang timbul melalui proses pengelolaan risiko yang
akurat dan memadai.
It is expected that a good internal control will support the
achievement of targets and performance set by management,
increase trust for the management and encourage compliance
with applicable laws and regulations and minimize the risk of
losses through an accurate and adequate risk management
process.
Bank senantiasa melakukan evaluasi atas pelaksanaan sistem
pengendalian internal di Bank dan melaksanakan perbaikan
dalam mencapai peningkatan yang berkelanjutan dari proses
lini yang ada. Segala sesuatu terkait dengan permasalahan
kecukupan pengendalian internal telah dilaporkan kepada
Direksi. Langkah-langkah tindak lanjut telah dilakukan untuk
meminimalkan risiko. Laporan juga disampaikan kepada Dewan
Komisaris melalui Komite Audit yang telah dibentuk.
The Bank constantly evaluates the implementation of the
Bank’s internal control system and makes improvements in
achieving continuous improvement of existing line processes.
Everything related to the internal control adequacy issues has
been reported to the Board of Directors. Follow-up steps have
been taken to minimize risks. Reports also have been submitted
to the Board of Commissioners through the established Audit
Committee.
Pada periode 2016, Satuan Kerja Audit Internal telah melakukan
pengujian dan evaluasi guna meningkatkan/menyempurnakan
efektivitas sistem pengendalian internal. Berdasarkan
penelaahan dan pembahasan dalam pertemuan pertemuan yang
telah dilakukan oleh Dewan Komisaris, Komite-Komite, Satuan
Kerja Audit Internal dan beberapa divisi terkait dapat dikatakan
bahwa Bank telah memiliki sistem pengendalian internal yang
memadai.
In 2016, the Internal Audit Unit has conducted examinations
and evaluations to improve/enhance the effectiveness of the
internal control system. Based on the review and discussion
in meetings conducted by the Board of Commissioners,
Committees, Internal Audit Working Units and related
divisions, we can conclude that the Bank has established an
adequate internal control system.
WHITSLEBLOWING SYSTEM
WHITSLE BLOWING SYSTEM
Bank Victoria senantiasa berupaya meningkatkan implementasi
GCG salah satunya melalui pembentukan kebijakan tentang
pelaporan atas dugaan pelanggaran (Whistleblowing System/
WBS) termasuk tindak kecurangan (fraud). WBS adalah sistem
yang mengelola pengaduan penyingkapan, mengenai perilaku
melawan hukum, perbuatan tidak etis/tidak semestinya
secara rahasia, anonim dan independen, yang digunakan untuk
mengoptimalkan peran serta jajaran pegawai, manajemen
dan mitra kerja dalam mengungkap pelanggaran yang terjadi
di lingkungan Bank Victoria. Untuk mendukung pelaksanaan
kebijakan tentang Whistleblowing System, Bank menyediakan
sarana/media pelaporan serta mekanisme yang dapat
memudahkan akses pelaporan.
Bank Victoria always strives to improve the GCG
implementation, among others through the establishment of a
policy on reporting alleged violations (Whistleblowing System/
WBS) that includes fraud. WBS is a system that manages
complaints in related to unlawful behaviour, unethical in an
anonymous and independent fashio, which is used to optimize
the employee roles, management and partners in disclosing
violations occurring within Bank Victoria. To support the
implementation of the Whistle blowing System policy, the
Bank provides reporting media/facilities and mechanisms that
facilitate the reporting access.
Untuk pengaduan pelanggaran dilakukan melalui tingkatan yang
berjenjang, yaitu pengaduan pelanggaran yang diduga dilakukan
oleh karyawan Bank, oleh anggota Direksi dan atau keluarganya,
oleh anggota Dewan Komisaris dan atau keluarganya, dan jika
terlapor merupakan anggota Tim Anti Fraud masing-masing
memiliki saluran pengaduan yang berbeda. Dengan demikian,
mekanisme pengaduan akan lebih independen dan efektif
penegakannya.
These violation complaints are categorized through a tiered
level, namely alleged violations committed by the Bank
employees, by members of the Board of Directors and/or their
families, by members of the Board of Commissioners and/or
their families, and if reported is a member of the Anti-Fraud
Team then he/she will have different complaint channels. Thus,
the enforcement of the complaints mechanism will be more
independent and effective.
Semua laporan dugaan pelanggaran (fraud) yang disampaikan
akan dijamin kerahasiaan dan keamanannya oleh Bank dan
pelapor (whistle blower) dijamin haknya untuk memperoleh
informasi mengenai status tindak lanjut atas laporannya. Selama
tahun 2016, Bank tidak terdapat adanya pengaduan terkait
whistleblowing.
The confidentiality and security of all alleged violation (fraud)
reports that have been submitted will be guaranteed by the
Bank. The whistle blower also will be guaranteed the right to
obtain information on the follow-up status to their report.
In 2016, the Bank did not have any complaints related to
whistleblowing.
58
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu dari
penerapan GCG yang utama. Bank sangat menyadari bahwa
pemenuhan hak-hak para pemangku kepentingan yang meliputi,
nasabah, masyarakat, karyawan dan negara merupakan faktor
kunci dalam pencapaian kinerja berkelanjutan.
Corporate Social Responsibility (CSR) is one of the main GCG
implementations. The Bank is well aware that the fulfillment
of the stakeholders rights which includes clients, communities,
employees and the state is a key factor in achieving sustainable
performance.
CSR merupakan hal penting dalam mendukung tumbuh
kembangnya Bank. Bank menempatkan CSR sebagai bagian
program jangka panjang perusahaan. Dalam upaya mencapai
sustainable business, Bank senantiasa berusaha memberikan
kinerja yang optimal untuk para pemegang saham namun juga
bagaimana memberikan kontribusi secara maksimal dalam aspek
sosial dan lingkungan.
CSR is important in supporting the Bank’s growth. The Bank
places CSR as part of the Company’s long-term program. In an
effort to achieve sustainable business, the Bank always strives
to provide optimal performance for the shareholders but also
how to contribute maximally in social and environmental
aspects.
Pelaksanaan CSR meliputi CSR terkait dengan lingkungan
hidup; CSR terkait dengan ketenagakerjaan, kesehatan, dan
keselamatan kerja; CSR terkait dengan pengembangan sosial
dan kemasyarakatan; serta CSR terkait dengan tanggung
jawab kepada konsumen. Bank berkomitmen bahwa dengan
atau tanpa aturan hukum, Bank senantiasa menjunjung tinggi
moralitas. Sehingga, parameter keberhasilan adalah dengan
mengedepankan prinsip moral dan etis, yakni menggapai hasil
terbaik tanpa merugikan kelompok masyarakat lainnya. Selama
2016, kegiatan CSR telah dilakukan secara efektif dan telah
memberikan dampak positif bagi Bank.
The CSR implementation includes CSR related to the
environment; CSR related to employment, health and safety;
CSR related to social and community development; and CSR
related to the responsibility to the consumer. The Bank is
committed that with or without the law, the Bank shall always
uphold morality. Thus, the parameters of success are to
promote moral and ethical principles, that is, to achieve the best
results without harming other community groups. During 2016,
CSR activities have been carried out effectively and have had a
positive impact on the Bank.
GCG ASSESSMENT
LANJUTNYA
GCG ASSESSMENT AND FOLLOW UP EFFORTS
DAN
UPAYA
TINDAK
Dalam rangka evaluasi penerapan GCG, Bank melaksanakan
GCG Assessment yang dilaksanakan secara periodik dan
konsisten setiap tahun yang terdiri dari Self Assessment sesuai
ketentuan OJK. Dasar pelaksanaan self assessment adalah POJK
No. 55/POJK.03/2016 tentang penerapan Tata Kelola Bagi
Bank Umum. Hasil pelaksanaan self assessment di tahun 2016
menunjukkan nilai komposit 2 yang mencerminkan Manajemen
Bank telah melakukan penerapan Good Corporate Governance
yang secara umum BAIK. Hasil dari assessment serta ditambah
dengan masukan dari seluruh stakeholders digunakan sebagai
pertimbangan di dalam melakukan peningkatan kualitas
implementasi GCG.
In evaluating the GCG implementation, the Bank conducts GCG
Assessment which is conducted periodically and consistently
every year consisting of Self Assessment in accordance with
the provisions of the FSA. The legal basis for self-assessment is
FSA Regulation No. 55/POJK.03/2016 on the implementation
of Good Corporate Governance for Commercial Banks. The
results of self assessment in 2016 show composite value 2
which reflected the Bank’s Management has been implementing
the Good Corporate Governance which is generally GOOD.
The results of the assessment with additional input from all
stakeholders are used as a consideration in improving the
quality of the GCG implementation.
PENERAPAN TATA KELOLA TERINTEGRASI
INTEGRATED GOVERNANCE IMPLEMENTATION
Sesuai dengan POJK No.18/POJK.03/2014 tentang Penerapan
Tata Kelola Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan dan
Surat Edaran OJK No.15/SEOJK.03/2015, maka berdasarkan
Keputusan Pemegang Saham Pengendali, melalui Surat
Penunjukantertanggal 25 Maret 2015 maka Bank Victoria
telah ditunjuk sebagai Entitas Utama (EU) dalam Konglomerasi
Keuangan Grup Victoria.
In accordance with the FSA Regulation No. 18/POJK.03/2014
concerning the Implementation of Integrated Governance
for Financial Conglomeration and Circular Letter of FSA
No. 15/SEOJK.03/2015, based on the Decision of Controlling
Shareholder, through Letter of Appointment dated March 25,
2015, Bank Victoria has been appointed as the Main Entity (EU)
in the Victoria Group Financial Conglomeration.
59
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Beberapa hal yang telah dilakukan oleh Bank Victoria terkait
POJK No.18/POJK.02/2014 tersebut adalah sebagai berikut.
Some of the things that have been done by Bank Victoria related
to FSA Regulation No. 18/POJK.02/2014 were as follows.
1. Perubahan Struktur Organisasi Bank Victoria. Bank telah
mengganti beberapa nama Divisi dengan menambahkan kata
Terintegrasi, seperti pada Divisi Manajamen Risiko berganti
nama menjadi Divisi Manajamen Risiko/Terintegrasi, Divisi
Kepatuhan dan UKPN berganti menjadi Divisi Kepatuhan/
Terintegrasi, UKPN, Sistem dan Prosedur, serta pada Satuan
Kerja Audit Internal yang berganti nama menjadi SKAI/
Terintegrasi dan Anti Fraud. Seiring dengan perubahan nama
tersebut, maka terhadap masing-masing divisi, melekat
pula tugas dan tanggung jawab baru yaitu pengawasan
pelaksanaan fungsi Kepatuhan, fungsi Manajemen Risiko
dan fungsi Audit Internal secara terintegrasi dengan
anak perusahaan dan sister company Bank Victoria yang
tergabung dalam Konglomerasi Keuangan Grup Victoria.
1. Changes in Bank Victoria’s Organization Structure. The
Bank replacing some Division name by adding the word
Integrated, such as the Division of Risk Management
changed name to Division of Risk Management/ Integrated,
the Compliance and UKPN Division changed to Division of
Compliance and UKPN/Integrated an the Internal Audit
Working Unit renamed to Division of IAWU/Integrated
and Anti Fraud. Along with the name change, these division
would be assigned new duties and responsibilities to
monitor the implementation of integrated Compliance,
Risk Management and Internal Audit function with the
subsidiaries and Bank Victoria’s sister company that
included in the Group Victoria Financial Conglomeration.
2. Pembentukan Komite Tata Kelola Terintegrasi. Berdasarkan
Surat Keputusan Direksi No. 017/SK-DIR/12/15 tentang
Susunan Keanggotaan Komite Tata Kelola Terintegrasi Grup
Victoria tanggal 29 Desember 2015, Direksi Bank Victoria
telah menetapkan susunan keanggotaan Komite Tata Kelola
Terintegrasi Grup Victoria sesuai ketentuan.
2. Establishment of an Integrated Governance Committee.
Based on the Board of Directors Decree Letter No. 017/
SK-DIR/12/15 on Membership Structure of Integrated
Governance Committee at Victoria Group dated December
29, 2015, the Board of Directors of Bank Victoria has set
the membership of the Integrated Governance Committee
at Victoria Group in accordance with the rule.
3. Penyusunan Pedoman dan Tata Tertib Komite Tata Kelola
Terintegrasi Grup Victoria melalui Surat Keputusan No. 003/
SK-DIR/10/15 pada tanggal 27 Oktober 2015 yang telah
diubah terakhir dengan Surat Keputusan Direksi No. 018/
SK-DIR/12/15 tanggal 29 Desember 2015 tentang Pedoman
dan Tata Tertib Kerja Komite Tata Kelola Terintegrasi Grup
Victoria.
3. Preparation of the Guidelines and Rules of Integrated
Governance Committee for Victoria Group through its
Decision Letter no. 003/SK-DIR/10/15 dated October 27,
2015 which was last amended by Decision Letter of the
Board of Directors no. 018/SK-DIR/12/15 dated December
29, 2015 on the Guidelines and Rules of Integrated
Governance Committee for Victoria Group.
4. Melakukan assessment Tata Kelola Terintegrasi. Hasil
penilaian penerapan tata kelola terintegrasi selama 2016
menunjukkan bahwa Bank berada pada peringkat 2 (dua)
yang berarti bahwa Secara Terintegrasi yaitu Bank Victoria
dan anggota LJK konglomerasi Keuangan, telah melakukan
penerapan Tata Kelola Terintegrasi yang secara umum BAIK.
4. Conduct an integrated Governance assessment. The
result of the assessment of the integrated governance
implementation during 2016 indicates that the Bank is
currently ranked 2 (two) which means that integratedly,
Bank Victoria and other LJK members of the Finance
Conglomeratin have been implementing a GOOD
Integrated Approval.
PENILAIAN KINERJA
BAWAH DIREKSI
DI
AN ASSESSMENT ON THE COMMITTEES’
PERFORMANCE UNDER THE BOARD
OF DIRECTORS
Dalam melaksanaan tugas kepengurusannya, Direksi membentuk
komite-komite di tingkat Direksi sesuai dengan kebutuhan bisnis
Bank dan ketentuan regulasi, yang dapat menciptakan efektivitas
dan efisiensi operasional. Komite-komite tersebut adalah Komite
Manajemen Risiko, Komite Kebijakan Prekreditan, Komite
Kredit, Assets and Liabilities Management Committee, Komite
Teknologi Informasi, Komite Product, Komite Personalia, Komite
Pengadaan Barang dan Jasa, Komite Pemantau Pelaksanaan
Good Corporate Governance, dan Komite Investasi.
in conducting its management duties, the Board of Directors
established committees at the Board of Directors level in
accordance with the Bank’s business needs and regulatory
requirements to create an effective and efficient operation.
These committees are the Risk Management Committee, the
Credit Policy Committee, the Credit Committee, the Assets
and Liabilities Management Committee, the Information
Technology Committee, the Product Committee, the
Personnel Committee, the Goods and Services Procurement
Committee, the Implementation Committee of Good Corporate
Governance, and the Investment Committees.
KOMITE
PT Bank Victoria International Tbk.
60
Laporan Tahunan 2016
Tugas dan tanggung jawab tiap-tiap komite telah didefinisikan
dengan sangat jelas. Direksi menilai bahwa selama 2016, komitekomite tersebut telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
dengan efektif.
The duties and responsibilities of each committee have been
clearly defined. The Board of Directors assessed that these
committees have performed their duties and responsibilities
effectively in 2016.
PERUBAHAN KOMPOSISI DIREKSI
CHANGES TO THE COMPOSITION OF
THE BOARD OF DIRECTORS
Pada tahun 2016 komposisi Direksi Bank mengalami beberapa
kali perubahan.
1. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang
diselenggarakan tanggal 29 Februari 2016 memutuskan:
Menyetujui mengangkat Bapak Rusli sebagai Direktur
Perseroan, terhitung sejak ditutupnya RUPSLB sampai
dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Perseroan yang diadakan pada tahun 2016.
In 2016 the composition of the Board of Directors has been
changed several times.
1. The Extraordinary General Meeting of Shareholders held
on 29 February 2016 decided:
Approved to appoint Mr. Rusli as a Director of the Company,
starting from the closing of the EGMS until the closing of
the Company’s Annual General Meeting of Shareholders
held in 2016.
Pengangkatan Bapak Rusli sebagai Direktur telah efektif dan
telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan
atas penilaian kemampuan dan kepatutan (Fit and Proper Test)
tanggal 16 Mei 2016.
The appointment of Mr. Rusli as Director has been effective
and has been approved by the Financial Services Authority
based on the Fit and Proper Test conducted on 16 May
2016.
Dengan demikian, terhitung sejak ditutupnya Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa sampai dengan penutupan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang
diadakan pada tahun 2016, susunan anggota Direksi adalah
sebagai berikut.
Thus, effective from the closing of the Extraordinary
General Meeting of Shareholders until the closing of the
Company’s Annual General Meeting of Shareholders held
in 2016, the composition of members of the Board of
Directors were as follows.
Direktur Utama
: Bapak Daniel Budirahayu
Direktur
: Bapak Gregorius Andrew Andryanto
Haswin
Direktur
: Bapak Ramon Marion Runtu
Direktur Kepatuhan : Bapak Tamunan
Direktur
: Bapak Rusli
President Director
: Mr. Daniel Budirahayu
Director
: Mr. Gregory Andrew Andryanto Haswin
Director
: Mr. Ramon Marion Runtu
Director of Compliance: Mr. Tamunan
Director
: Mr. Rusli
2. Selanjutnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang
diselenggarakan tanggal 24 Juni 2016 memutuskan:
2. Furthermore, the Annual General Meeting of Shareholders
held on 24 June 2016 decided:
• Menyetujui mengangkat Ibu Rita Gosal sebagai Direktur
Perseroan, dan mengangkat Bapak Rusli sebagai Wakil
Direktur Utama untuk masa jabatan terhitung sejak
ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
(RUPST).
• Approved the appointment of Mrs. Rita Gosal as Director of
the Company and to appoint Mr. Rusli as Deputy President
Director for the term of office as of the closing of the Annual
General Meeting of Shareholder (AGMS).
• Menyetujui mengangkat kembali seluruh anggota
Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan terhitung sejak
ditutupnya RUPST.
• Approved to reappoint all members of the Company’s Board
of Directors and Board of Commissioners of effective from
the closing of the AGMS.
Pengangkatan Ibu Rita Gosal sebagai Direktur Perseroan
telah efektif dan telah mendapat persetujuan Otoritas Jasa
Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (Fit
and Proper Test) tanggal 25 Agustus 2016 dan pengangkatan
Bapak Rusli sebagai Wakil Direktur Utama telah efektif dan
telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan
atas penilaian kemampuan dan kepatutan (Fit and Proper Test)
tanggal 16 September 2016.
The appointment of Mrs. Rita Gosal as Director of the
Company has been effective and has been approved by the
Financial Services Authority based on the Fit and Proper
Test conducted on 25 August 2016 and the appointment
of Mr. Rusli as Deputy President Director has been
effective and has been approved by the Financial Services
Authority based on the Fit and Proper Test conducted on
16 September 2017.
2016 Annual Report
Dengan demikian, terhitung sejak ditutupnya RUPST tahun
2016 sampai dengan penutupan RUPST Perseroan yang
diadakan pada tahun 2019, susunan anggota Direksi adalah
sebagai berikut:
61
PT Bank Victoria International Tbk.
Therefore, as from the closing of the AGMS in 2016 until
the closing of the Company’s AGMS held in 2019, the
composition of the members of the Board of Directors is as
follows:
Direktur Utama
:Bapak Daniel Budirahayu
Wakil Direktur Utama :Bapak Rusli
Direktur
:Bapak Gregorius Andrew
Andryanto Haswin
Direktur
: Bapak Ramon Marlon Runtu
Direktur Kepatuhan :Bapak Tamunan
Direktur
:Ibu Rita Gosal
President Director
: Mr. Daniel Budirahayu
Deputy President Director : Mr. Rusli
Director
: Mr. Gregory Andrew Andryanto Haswin
Director
: Mr. Ramon Marlon Runtu
Director of Compliance
: Mr. Tamunan
Director
: Mrs. Rita Gosal
3. Selanjutnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang
diselenggarakan tanggal 7 September 2017 memutuskan:
3. Furthermore, the Extraordinary General Meeting of
Shareholders held on September 7, 2017 decided:
Menerima dan menyetujui penguduran diri Bapak Gregorius
Andrew Andryanto Haswin dari jabatannya sebagai Direktur
Perseroan terhitung sejak tanggal ditutupnya rapat ini
dengan ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga dan
pikiran yang diberikan selama menjabat sebagai anggota
Direksi dan membebaskan dari tanggung jawab dan segala
tanggungan (acquit et de charge) atas tindakan pengurusan
yang dijalankan sepanjang disetujui oleh Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan 2016 yang diselenggarakan di
tahun 2017.
Accepted and approved the resignation of Mr. Gregorius
Andrew Andryanto Haswin from his position as a Director
of the Company from the date of closing of this meeting
with gratitude for the contribution given during his term
as a member of the Board of Directors and to free from
responsibility and all dependents (acquit et de charge )
For the management actions carried out insofar as they
are approved by the 2016 Annual General Meeting of
Shareholders held in 2017.
Dengan demikian, terhitung sejak ditutupnya RUPSLB
sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan Perseroan yang diadakan pada tahun 2019,
susunan anggota Direksi adalah sebagai berikut.
Therefore, as of the closing of the EGMS until the closing
of the Company’s Annual General Meeting of Shareholders
held in 2019, the members of the Board of Directors are as
follows.
Direktur Utama
:Bapak Daniel Budirahayu
Wakil Direktur Utama :Bapak Rusli
Direktur
:Bapak Ramon Marlon Runtu
Direktur Kepatuhan :Bapak Tamunan
Direktur
:Ibu Rita Gosal
President Director
Deputy President Director
Director
Director of Compliance
Director
Komposisi Direksi saat ini dipandang efektif untuk memenuhi
tuntutan bisnis, mewujudkan visi, misi dan sasaran strategis Bank
berdasarkan evaluasi dari pemegang saham dan rekomendasi
Dewan Komisaris.
: Mr Daniel Budirahayu
: Mr. Rusli
: Mr. Ramon Marlon Runtu
: Mr. Tamunan
: Mrs. Rita Gosal
The composition of the Board of Directors is now considered
effective to meet the business demands, to realize the Bank’s
vision, mission and strategic objectives based on the evaluation
of shareholders and the recommendations of the Board of
Commissioners.
62
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
PENUTUP
CLOSING
Demikian laporan tugas Direksi atas pelaksanaan usaha Bank
selama tahun 2016. Direksi memberikan penghargaan yang
setinggi-tingginya atas kepercayaan, komitmen dan kerja sama
dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya kepada jajaran
tim manajemen dan seluruh karyawan yang telah bekerja keras di
tengah tantangan yang terjadi di industri perbankan. Atas kerja
keras dari tim manajemen dan seluruh karyawan, Bank mampu
meningkatkan kinerjanya di 2016.
Thus the Board of Directors concludes the report on the Bank’s
management in 2016. The Board of Directors would like to
gives the utmost appreciation on the trust, commitment and
cooperation of all stakeholders, especially to the management
team and all employees who have worked hard in the midst
of industry challenges banking. For the hard work of the
management team and all employees, the Bank is able to
improve its performance in 2016.
Dalam kesempatan ini Direksi memberikan penghargaan
yang setinggi-tingginya atas arahan Dewan Komisaris dalam
pencapaian kinerja Bank.
On this occasion the Board of Directors gives the highest
appreciation to the Board of Commissioners’ direction in
achieving the Bank’s performance.
Direksi juga mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada pemegang saham, nasabah dan mitra kerja Bank. Atas
kepercayaan dan dukungan yang diberikan selama ini, sehingga
Bank dapat berkembang dan menunjukkan pencapaian kinerja
yang baik.
The Board of Directors also would like to expresses its highest
appreciation to the shareholders, customers and the Bank’s
business partners. For the trust and support provided so far, the
Bank can grow and show a good performance.
Kedepannya, kami tetap berkomitmen untuk selalu
memberikan yang terbaik dalam pencapaian kinerja secara
berkesinambungan. Kami berharap bahwa Bank akan tetap
menjadi bagian penting dan berkontribusi dalam meningkatkan
pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
Going forward, we remain committed to always giving the
best for sustainable performance improvement. The Board
of Directors expects the Bank to play an important role and
contribute to boosting the economic growth of Indonesia.
Jakarta, April 2017
Jakarta, April 2017
Atas Nama Direksi
On behalf of the Board of Directors,
PT Bank Victoria Internasional Tbk.
Daniel Budirahayu
Direktur Utama
President Director
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Tanggung Jawab Laporan
Responsibility of Reporting
Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab
atas Laporan Tahunan 2016 PT Bank Victoria International Tbk.
The Board of Directors’ Statement of Responsibility
for the 2016 Annual Reporting of PT Bank Victoria International Tbk.
Kami yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bahwa
semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Bank Victoria
International Tbk. Tahun 2016 telah dimuat secara lengkap dan
bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan
ini.
We the undersigned hereby declare that all the information
contained within the 2016 Annual Report of PT Bank Victoria
International Tbk. has been presented completely and we are
fully responsible for the truthfulness of the content of this
Annual Report.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
This statement has been made truthfully.
Jakarta, 25 April 2017
Jakarta, 25th April 2017
Daniel Budirahayu
Direktur Utama
President Director
Rusli
Ramon Marlon Runtu
Wakil Direktur Utama
Deputy President Director
Direktur Kredit
Director of Credit
Rita Gosal
Tamunan
Direktur Business
Director of Business
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko
Director of Compliance and Risk Management
Laporan Tahunan 2016
PT Bank Victoria International Tbk.
Tanggung Jawab Laporan
Responsibility of Reporting
Surat Pernyataan Dewan Komisaris tentang Tanggung Jawab
atas Laporan Tahunan 2016 PT Bank Victoria International Tbk.
The Board of Commissioners’ Statement of Responsibility
for the 2016 Annual Reporting of PT Bank Victoria International Tbk.
Kami yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bahwa
semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Bank Victoria
International Tbk. Tahun 2016 telah dimuat secara lengkap dan
bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan
ini.
We the undersigned hereby declare that all the information
contained within the 2016 Annual Report of PT Bank Victoria
International Tbk. has been presented completely and we are
fully responsible for the truthfulness of the content of this
Annual Report.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
This statement has been made truthfully.
Jakarta, 25 April 2017
Jakarta, 25th April 2017
Oliver Simorangkir
Komisaris Utama
President Commissioner
Gunawan Tenggarahardja
Zaenal Abidin, Ph.D
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Debora Wahjutirto Tanoyo
Komisaris
Commissioner
PT Bank Victoria International Tbk.
66
Laporan Tahunan 2016
2016 Annual Report
67
PT Bank Victoria International Tbk.
Profil
Perusahaan
Company Profile
68
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Identitas Perusahaan
Company Identity
NAMA / NAME
PT Bank Victoria International Tbk.
ALAMAT / ADDRESS
Panin Tower Lantai 15, Senayan City
Jl. Asia Afrika Lot 19
Kel. Gelora, Kec. Tanah Abang
Jakarta Pusat, 10270
Indonesia
BIDANG USAHA / BUSINESS LINE
KEPEMILIKAN / OWNERSHIP
Telepon / Telph.
: (021) 7278 1800
Fax / Facs.
: (021) 7278 1900
E-mail
: [email protected]
Website
: www.victoriabank.co.id
Perbankan Komersial / Commercial Bank
• PT Victoria Investama Tbk. sebesar 45,43% / PT Victoria Investama Tbk. by
45.43%
• Suzanna Tanojo sebesar 11,99% / Suzanna Tanojo by 11.99%
• Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG) sebesar 9% /
Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG) by 9%
• PT Suryayudha Investindo Cipta sebesar 4,96% / PT Suryayudha Investindo Cipta
by 4.96%
• PT Nata Patindo sebesar 2,62% / PT Nata Patindo by 2.62%
• Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) sebesar 26% / The public (each under
5%) by 26%
TANGGAL PENDIRIAN /
DATE OF ESTABLISHMENT
28 Oktober 1992 / 28 October 1992
DASAR HUKUM PENDIRIAN /
LEGAL BASIS OF THE
ESTABLISHMENT
Akta Perseroan Terbatas Nomor 71 oleh Notaris Amrul Partomuan Pohan, SH, LLM
Deed of Limited Liability Companies No. 71 by Notary Amrul Partomuan Pohan, SH,
LLM
MODAL DASAR / AUTHORIZED
CAPITAL
Rp 1,400,000,000,000
MODAL DITEMPATKAN DAN
DISETOR PENUH / ISSUED
AND FULLY PAID CAPITAL
Rp867,104,816,200*
PENCATATAN SAHAM /
LISTED SHARES
Bursa Efek Indonesia (d/h Bursa Efek Jakarta) pada tanggal 30 Juni 1999 /
Indonesia Stock Exchange (previously Jakarta Stock Exchange) on 30 June 1999
KODE SAHAM /
CODE OF SHARES
BVIC
* Peningkatan modal disetor ini telah dituangkan dalam Akta Notaris No. 5 tanggal
17 Januari 2017 dan telah dilaporkan dan diterima oleh Kementerian Hukum dan
HAM melalui surat No. AHU-AH.01.03-0024021 tanggal 19 Januari 2017. Oleh
karena itu, penambahan modal saham Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
sebesar Rp267.775.610 (setelah dikurangi biaya transaksi terkait) ini dicatat
sebagai saham disetor dimuka pada tanggal 31 Desember 2016.
* This increase of paid-in capital has been set forth in the Notarial Deed No. 5 dated
January 17, 2017 and has been reported and received by the Ministry of Justice and
Human Rights through letter no. AHU-AH.01.03-0024021 dated January 19, 2017.
Therefore, the additional share capital without Pre-emptive Rights amounting
to Rp267,775,610 (net of related transaction costs) was recorded as capital
subscribed in advance as of December 31, 2016.
69
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Riwayat Singkat Bank Victoria
Brief History of Bank Victoria
Bank Victoria pertama kali didirikan dengan nama PT Bank Victoria
berdasarkan Akta Perseroan Terbatas Nomor 71 tanggal 28 Oktober
1992
Bank Victoria was first established under the name of PT Bank Victoria based on Limited
Liability Company Act No. 71 dated 28 October 1992
PT Bank Victoria International Tbk (selanjutnya disebut Bank
Victoria atau Bank), telah berdiri lebih dari dua dasawarsa
di dunia perbankan nasional. Bank Victoria pertama kali
didirikan dengan nama PT Bank Victoria berdasarkan Akta
Perseroan Terbatas Nomor 71 tanggal 28 Oktober 1992 yang
dibuat dihadapan Amrul Partomuan Pohan, SH, LLM, Notaris
di Jakarta. Kemudian, PT Bank Victoria berubah nama menjadi
PT Bank Victoria International berdasarkan Akta Pembetulan
Nomor 30 tanggal 8 Juni 1993. Akta Pembetulan tersebut
telah mendapatkan pengesahan Menteri Hukum dan HAM
berdasarkan Surat Keputusan Nomor: C2-4903.HT.01.01.Th.93
tanggal 19 Juni 1993 dan telah didaftarkan pada Kepaniteraan
Pengadilan Negeri Jakarta Utara di bawah Nomor: 342/Leg/1993
tanggal 29 Juni 1993. Akta pembetulan telah diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia Nomor 39 tanggal 15 Mei
1998 dan Tambahan Nomor 2602.
PT Bank Victoria International Tbk. (hereinafter referred to as
Bank Victoria or the Bank), has been established for more than
two decades in the national banking industry. Bank Victoria
was first established under the name of PT Bank Victoria based
on Limited Liability Company Act No. 71 dated 28 October
1992 made before Amrul Partomuan Pohan, SH, LLM, Notary
in Jakarta. PT Bank Victoria name was changed to PT Bank
Victoria International based on the Correction Deed No. 30,
dated 8 June 1993. The Correction Deed was approved by the
Ministry of Justice and Human Rights by Decree No. C2-4903.
HT.01.01.Th.93 dated 19 June 1993 and was registered in North
Jakarta District Court under No.342/Leg/1993 dated 29 June 29
1993, and was published in the Official Gazette of the Republic
of Indonesia No. 39 dated 15 May 1998 and Supplement
No. 2602.
Bank Victoria resmi beroperasi sebagai bank umum setelah
memperoleh izin berdasarkan persetujuan Menteri Keuangan
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor: 402/
KMK.017/1994 tanggal 10 Agustus 1994 dan mulai beroperasi
secara komersial pada tanggal 5 Oktober 1994. Bank Indonesia
juga memberikan ijin kepada Bank Victoria sebagai pedagang
valuta asing, berdasarkan Surat Izin Nomor: 029/126/UOPM
tanggal 25 Mei 1997 yang kemudian diperpanjang melalui Surat
Nomor: 516/KEP.Dir.PIP/2003 tanggal 24 Desember 2003, serta
telah memperoleh pernyataan pencatatan pendaftaran ulang
dari Bank Indonesia melalui Surat Nomor: 10/365/DPIP/Prz
tanggal 8 April 2008.
Bank Victoria officially operates as a commercial bank after
obtaining permission based on approval by the Minister of
Finance of Indonesia with Decree Ketter No. 402/KMK.017/1994
dated August 10, 1994 and commenced commercial operation
on October 5, 1994. Bank Indonesia also granted permission
to Bank Victoria as a foreign exchange trader, based on Permit
No. 029/126/UOPM dated May 25, 1997 which was extended
through Letter No. 516/KEP.Dir.PIP/2003 dated December
24, 2003, and has obtained the re-registration statement from
Bank Indonesia through Letter No. 10/365 / DPIP / Prz April 8,
2008.
Bank Victoria mencatat saham perdana di Bursa Efek Jakarta
dan Surabaya pada tanggal 4 Juni 1999 menjadi Perusahaan
Terbuka. Sejak saat itu, Bank telah aktif melaksanakan
berbagai aksi korporasi, seperti penawaran umum terbatas
dan menerbitkan obligasi. Sampai dengan akhir tahun 2016,
jumlah saham Bank sebesar 8.671.048.162 saham dengan nilai
Rp867.104.816.200.
Bank Victoria listed its IPO in the Jakarta and Surabaya Stock
Exchange on June 4, 1999 to become a public company. Since then,
the Bank has been actively involved in various corporate actions,
such as a limited public offering and issuing bonds. Until the end
of 2016, the Bank’s shares were amounted to 8,671,048,162
shares with a value of Rp867,104,816,200.
Anggaran Dasar Bank telah beberapa kali mengalami perubahan,
perubahan terakhir Anggaran Dasar dengan Akta Nomor 5
tanggal 5 September 2016 yang dibuat dihadapan Dina Chozie,
SH, CN, Notaris di Jakarta. Penerimaan dan pemberitahuan
perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat dalam
The Bank’s Articles of Association has been amended several
times, the latest amendment to the Articles of Association was
made with Deed No. 5 dated September 5, 2016, made before
Dina Chozie, SH, CN, Notary in Jakarta. The acceptance and
notification of changes in the articles of association has been
70
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHUAH.01.03-0078225 tanggal 7 September 2016.
received and recorded in the Legal Entity Administration System
database of the Ministry of Justice and Human Rights of the
Republic of Indonesia No. AHU-AH.01.03-0078225 September
7, 2016.
Bank telah mendapatkan izin menjadi bank devisa pada tanggal
13 Desember 2016 sesuai dengan Surat Kepala Departemen
Perizinan dan Informasi Perbankan – Otoritas Jasa Keuangan
No. S-423/PB.12/2016 dan efektif beroperasi menjadi bank
devisa pada tanggal 20 Februari 2017.
The Bank has got its license to become a foreign exchange bank
on December 13, 2016 in accordance with the Letter from the
Head of the Department of Licensing and Banking Information
- Financial Services Authority No. S-423/PB.12/2016 and
effectively will be operating as a foreign exchange bank on
20 February 2017.
Dengan mendukung pengembangan berbagai produk consumer
banking dan layanan institusional bagi masyarakat. Bank Victoria
juga telah memiliki 103 kantor yang terdiri dari 102 kantor
operasional dan 1 kantor pusat di kawasan Jabodetabek, Jawa
Timur, Jawa Barat dan Sulawesi Utara. Bank telah menyiapkan
strategi pengembangan usaha yang tepat, antara lain dengan
mengoptimalkan potensi dari 102 kantor operasional dan pusat
yang ada melalui pengelolaan kantor yang lebih efektif sesuai
mekanisme area dan cluster. Bank Victoria juga telah melakukan
berbagai inovasi dalam mengembangkan produk simpanan
seperti produk tabungan dan deposito, dengan meluncurkan
Tabungan VIP safe yang merupakan tabungan perorangan dengan
tiering suku bunga yang sangat menarik sekaligus mendapatkan
manfaat gratis perlindungan asuransi kecelakaan diri hingga
maksimum Rp5 miliar, Tabungan Victoria 88 yang merupakan
bundling produk antara deposito berjangka 3 bulan dan tabungan
Victoria yang memberikan imbal hasil yang menarik serta VIP
Giro yang merupakan Giro perorangan dan perusahaan yang
memberikan imbal hasil yang sangat menarik dengan gratis
biaya buku Cek/BG selain itu nasabah perusahaan juga dapat
menjalankan fasilitas penggajian gratis untuk seluruh karyawan
dengan rekening payroll di Bank Victoria.
By supporting the development of a variety of consumer banking
products and institutional services for the community, Bank
Victoria now has 103 offices consisting of 102 operational
offices and 1 head office in Greater Jakarta, East Java, West
Java and North Sulawesi. The Bank has set up the appropriate
business development strategy, among others, by optimizing
the potential of existed 102 operational offices and the head
office through a more effective office management in line with
appropriate mechanisms and cluster area. Bank Victoria also
has made various innovations in developing savings products
such as savings and deposit products, by launching Tabungan
VIP Safe which is a personal savings with very attractive interest
rate tiering as well as get the benefits of free personal accident
insurance up to a maximum of Rp 5 billion, Tabungan Victoria
88 which is a product bundling of 3-month time deposits and
Bank Victoria’s savings that provide attractive returns and VIP
Giro which is an individual and corporate demand deposit that
provides very attractive returns with free Check/BG checkbooks
as well as ability to run a free payroll facility for the corporate
customers for all of its employees who open their payroll account
at Bank Victoria.
Brand Perusahaan
Company Brand
Logo Bank Victoria adalah sebuah simbol yang menggambarkan
kekuatan karakter perusahaan secara utuh dan jelas. Berawal
dari perubahan yang dicanangkan Bank Victoria maka dibuatlah
logo baru yang merupakan pengembangan dari logo yang sudah
ada.
Bank Victoria’s logo is a symbol that illustrates the strength of
the Company’s character as a whole and clear. Starting from the
changes launched by Bank Victoria, new logo was made that was
developed from the existing logo.
Logo Bank Victoria terinspirasi dari perkembangan yang lebih
baik dan menyeluruh dalam Bank Victoria serta kepercayaan
yang telah ditanamkan sejak dulu pada akhirnya mulai
menunjukkan hasil.
Bank Victoria’s Logo was inspired from a better and
thorough development in Bank Victoria and beliefs that have
been embedded since the beginning that at last showing
results.
Bentuk logo “titik” di bawah adalah simbol dari kepercayaan yang
telah mengakar dan dipupuk terus menerus. Sementara bentuk
logo huruf V yang di atasnya terdapat mahkota dengan tiga
lengkungan di setiap sudutnya menggambarkan pertumbuhan
yang dicapai melalui manajemen yang pruden, sentuhan layanan
pribadi dan pengembangan produk inovatif.
The shape of “point” at below of the Log is a symbol of trust that
has been rooted and nurtured continuously. While the logo shape
of the letter V which is topped with a crown with three arches
in each corner illustrates the growth achieved through prudent
management, a touch of personal service and innovative product
development.
71
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Bidang Usaha
Line of Business
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Bank terakhir, ruang lingkup
kegiatan Bank adalah menjalankan usaha sebagai bank umum dalam
arti kata seluas-luasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
In accordance with article 3 of the Bank’s updated Articles of Association, the scope of the
Bank’s activities is doing business as a commercial bank in the broadest sense of the word in
accordance with applicable regulations.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Bank Victoria
dapat melakukan kegiatan usaha antara lain;
KEGIATAN USAHA
BERDASARKAN ANGGARAN DASAR
KEGIATAN USAHA UTAMA
a. Menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan giro,
deposito
berjangka,
sertifikat
deposito, tabungan dan/atau bentuk
lainnya dipersamakan dengan itu;
b. Memberikan kredit, baik kredit
jangka menengah, panjang atau
pendek maupun jenis lainnya yang
lazim dalam dunia perbankan;
To achieve these goals and objectives, Bank Victoria can conducts
businessed, among others;
KEGIATAN USAHA YANG DIJALANKAN BANK VICTORIA
BUSINESS ACTIVITIES RUN BY BANK VICTORIA
KEGIATAN USAHA UTAMA
MAIN BUSINESS ACTIVITIES
SUDAH
ALREADY
√
√
BELUM
NOT YET
BUSINESS ACTIVITIES BASED ON
ARTICLE OF ASSOCIATION
MAIN BUSINESS ACTIVITIES
a. Collecting funds from the public in
the forms of demand deposit, time
deposit, deposit certificate, saving
deposit and/or in other forms equal
to the same;
b. Providing loan for medium-term,
long-term or short-term, as well
as others in the normal banking
business;
72
PT Bank Victoria International Tbk.
KEGIATAN USAHA
BERDASARKAN ANGGARAN DASAR
KEGIATAN USAHA UTAMA
c.
surat
KEGIATAN USAHA YANG DIJALANKAN BANK VICTORIA
BUSINESS ACTIVITIES RUN BY BANK VICTORIA
BUSINESS ACTIVITIES BASED ON
ARTICLE OF ASSOCIATION
KEGIATAN USAHA UTAMA
MAIN BUSINESS ACTIVITIES
SUDAH
ALREADY
MAIN BUSINESS ACTIVITIES
BELUM
NOT YET
pengakuan
√
c.
d. Membeli, menjual atau menjamin
atas risiko sendiri maupun untuk
kepentingan dan atas perintah
nasabahnya:
i) Surat-surat wesel, termasuk
wesel yang diakseptasi oleh
bank yang masa berlakunya
tidak lebih lama dari kebiasaan
dalam
perdagangan
suratmenyurat tersebut;
ii) Surat pengakuan hutang dan
kertas dagang lainnya yang masa
berlakunya tidak lebih lama dari
kebiasaan dalam perdagangan
surat-surat tersebut;
iii)Kertas
Perbendaharaan
Negara Dan Surat Jaminan
Pemerintah;
Bank
Indonesia
iv) Sertifikat
(SBI);
v)Obligasi;
vi)Surat Promes yang dapat
diperdagangkan
dengan
berjangka waktu sampai dengan
(1) satu tahun;
vii)
Surat Berharga lain yang
berjangka waktu sampai dengan
(1) satu tahun.
√
d. Purchasing, selling or insuring at its
own risk or for the benefit of and at
the behest of its customers:
e. Memindahkan uang, baik untuk
kepentingan sendiri maupun untuk
kepentingan nasabah;
√
e. Transferring money, for the benefit
of individual and for the benefit of
customers;
Menempatkan dana pada, meminjam
dana dari, atau meminjamkan dana
kepada bank lain, baik dengan
menggunakan
surat,
sarana
telekomunikasi maupun dengan
wesel unjuk, cek atau sarana lainnya;
√
f. Placing funds, borrowing funds, or
lending funds for other banks either
by using mail, telecommunication
media or notes on the performance,
cheque or other tools.
g. Menerima pembayaran dari tagihan
atas surat berharga dan melakukan
perhitungan dengan atau antara
pihak ketiga;
√
g.Accepting payment from the
receivables of marketable securities
and making calculation with or
between the third parties.
h. Melakukan penempatan dana dari
nasabah kepada nasabah lainnya
dalam bentuk surat berharga yang
tercatat di bursa efek;
√
h. Undertaking fund placement from
customer to other customer in the
form of marketable securities having
been listed in the stock exchange;
i.
Melakukan kegiatan dalam valuta
asing dengan memenuhi ketentuan
yang
ditetapkan
oleh
Bank
Indonesia;
√
i.Performing
foreign
exchange
activities
according
to
the
regulations
issued
by
Bank
Indonesia;
j.
Menyediakan pembiayaan dan atau
melakukan kegiatan lain termasuk
kegiatan berdasarkan prinsip syariah
sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan oleh Bank Indonesia.
√
j.
f.
Menerbitkan
hutang;
Laporan Tahunan 2016
Issuing promissory notes;
i)
Bill of Exchange including those
accepted by the bank with the
maturity period no more than
the normal trading practice of
such bills;
ii) Promissory notes and other with
the validity period no more than
the normal trading practices of
such notes;
iii) Treasury Paper and Government
Guarantee;
iv)Bank
Indonesia
Certificate;
v)Bonds;
vi) Promissory Notes that can be
traded with the maturity period
no more than one year;
vii)
Other marketable securities
with the maturity period of one
year.
Providing
financing
and
or
conducting other activities including
activities under sharia principles
in accordance with the regulations
issued by Bank Indonesia.
73
2016 Annual Report
KEGIATAN USAHA PENUNJANG
a. Menyediakan
tempat
menyimpan barang dan
berharga;
PT Bank Victoria International Tbk.
KEGIATAN USAHA penunjang
supporting BUSINESS ACTIVITIES
SUDAH
ALREADY
untuk
surat
BELUM
NOT YET
SUPPORTING BUSINESS
ACTIVITIES
√
a. Providing a place for storing
the objects and marketable
securities;
√
b.Carrying out safe-keeping
activities for the interest
of other parties under the
contract;
Membeli agunan baik semua
maupun sebagian melalui pelelangan
dalam hal debitur tidak memenuhi
kewajibannya kepada Perusahaan
dengan ketentuan agunan yang dibeli
tersebut wajib dicairkan secepatnya;
√
c. Purchasing either all or some
part of collateral through
a bidding in the event that
a debtor fails to meet its
obligation to the Company,
with a provision that such
purchased collateral shall be
disbursed immediately;
d. Melakukan kegiatan anjak piutang,
usaha kartu kredit dan kegiatan wali
amanat;
√
d. Conducting activities such as
factoring activities, credit card
business and trustee;
√
e.
Conducting
activities
as
pension
fund
manager
pursuant to the prevailing
regulation, either as the
founder of pension fund, the
employer, or the founder and/
or participant of financial
pension fund agency;
b. Melakukan kegiatan penitipan untuk
kepentingan pihak lain berdasarkan
suatu kontrak;
c.
e. Melakukan
kegiatan
sebagai
penyelenggara dana pensiun sesuai
dengan
peraturan
perundangundangan yang berlaku, baik selaku
pendiri dana pensiun pemberi
kerja maupun selaku pendiri dan/
atau peserta dana pensiun lembaga
keuangan;
√
f.
Melakukan kegiatan penyertaan
modal pada bank atau perusahaan
lain di bidang keuangan sewa
guna usaha, perusahaan modal
ventura,
perusahaan
efek,
perusahaan
asuransi,
lembaga
kliring dan penjamin serta lembaga
penyimpanan dan penyelesaian
dengan
memenuhi
ketentuan
yang ditetapkan oleh instansi yang
berwenang;
g. Melakukan kegiatan penyertaan
modal sementara untuk mengatasi
kredit macet, termasuk kegagalan
pembiayaan berdasarkan prinsip
syariah dengan syarat harus menarik
kembali
pernyataannya
sesuai
dengan ketentuan yang ditetapkan
oleh Bank Indonesia;
h. Mengusahakan usaha-usaha lain
yang berhubungan langsung atau
tidak langsung dengan maksud
tersebut di atas yang pelaksanaannya
tidak bertentangan dengan undangundang yang berlaku di Indonesia.
f.Performing
activities
of
capital investment in banks
or
other
companies
in
the financial lease sector,
venture capital companies,
stock exchange companies,
insurance companies, clearing
institutions and guarantor
as well as depository and
settlement agencies pursuant
to the regulations imposed by
authorized institutions;
Melakukan
kegiatan
penyertaan modal pada
bank atau perusahaan
lain di bidang keuangan
yaitu pada Bank Victoria
Syariah / Performing
activities
of
capital
investment in banks or
other companies in the
financial sector, namely in
Bank Victoria Syariah
√
g.
activities
of
Performing
temporary capital investment
to cope with bad debts
including the failure in financing
under sharia principles, with
a provision to withdraw the
statements according to the
regulations issued by Bank
Indonesia;
√
h. Undertaking other efforts
relating directly or indirectly to
the abovementioned purposes
in which the implementation
does not contradict with the
prevailing laws in Indonesia.
74
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Produk dan Jasa
Products and Services
Bank Victoria memiliki Tabungan VIP Safe sebagai produk unggulan
yang memberikan suku bunga menarik serta perlindungan asuransi
kepada nasabah.
Bank Victoria offers the VIP Safe savings account as its featured product, with attractive
interest rates and insurance protection for customers.
Kegiatan usaha Bank Victoria meliputi berbagai produk
simpanan, produk pinjaman, serta berbagai layanan yang
dijelaskan sebagai berikut.
In conducting its business activities, Bank Victoria provides
various products divided into deposit and loan products, as well
as complete services as explained below.
PRODUK SIMPANAN
Deposit Products
Produk simpanan merupakan dana pihak ketiga yang berhasil
dihimpun oleh Bank Victoria melalui berbagai produk tabungan,
giro, dan deposito.
Deposit products are third parties’ fund collected by Bank
Victoria through variety of saving deposit, demand deposit and
term deposit products.
1.Tabungan
1. Saving Deposits
Produk tabungan yang dimiliki Bank Victoria adalah sebagai
berikut:
• Tabungan Victoria
Merupakan rekening tabungan yang menawarkan
kemudahan bertransaksi melalui ATM Victoria yang
Saving deposit products provided by Bank Victoria are as
follows.
• Tabungan Victoria
This is a saving account offering convenient transaction
facilities through ATM network in cooperation with the
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
bekerja sama dengan jaringan ATM Prima, dengan suku
bunga yang kompetitif serta fasilitas untuk pembayaran
tagihan PLN dan TELKOM.
ATM Prima network, with a competitive interest rate
and PLN and TELKOM bill payment facility.
• Tabungan V-Pro
Merupakan rekening tabungan dengan suku bunga
berjenjang yang kompetitif dan poin award dengan
berbagai hadiah menarik yang memberikan kemudahan
bertransaksi melalui ATM Victoria yang bekerjasama
dengan jaringan ATM BCA, serta fasilitas untuk
pembayaran tagihan PLN dan TELKOM.
• Tabungan V-Pro
This is a saving account with competitive tiered interest
rate and award point offering various attractive gifts,
convenient transaction facilities through ATM network
in cooperation with the ATM BCA network, as well as
PLN and TELKOM bill payment facilities.
• Tabungan V-Plan
Merupakan rekening tabungan berencana yang dapat
membantu pengaturan dana untuk berbagai kebutuhan
dengan berbagai hadiah langsung sesuai pilihan dan
perlindungan asuransi jiwa secara gratis.
• Tabungan V-Plan
This is a saving account which can assist the customers
with their fund management for their various needs,
equipped with a choice of direct gifts and free life
insurance protection.
• Tabungan V-Junior
Merupakan rekening tabungan bagi nasabah junior
dengan hadiah langsung yang menarik, suku bunga yang
kompetitif, dan tanpa batasan penarikan.
• Tabungan V-Junior
This is a saving account for junior customers with
attractive gifts, competitive interest rate and unlimited
withdrawal.
• Tabungan V-Bisnis
Merupakan rekening tabungan khusus yang disediakan
untuk para pelaku bisnis perorangan maupun badan
hukum dengan suku bunga yang kompetitif.
• Tabungan V-Bisnis
This is a special saving account provided for individual
business players and legal entities with competitive
interest rate.
• Tabungan VIP Safe
Merupakan tabungan perorangan dengan tiering suku
bunga yang sangat menarik sekaligus mendapatkan
manfaat gratis perlindungan asuransi kecelakaan diri
hingga maksimum Rp5 miliar.
• Tabungan VIP Safe
This is an individual savings with attractive interest rates
tiering while benefiting free personal accident insurance
coverage up to a maximum of 5 billion.
• TabunganKu
Merupakan tabungan untuk perorangan dengan
persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan
secara bersama oleh bank-bank di Indonesia untuk
menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
• TabunganKu
TabunganKu is a personal saving with easy and light
requirements issued jointly by all banks in Indonesia
to encourage the culture of saving and to increase the
social welfare.
• Tabungan Victoria 88
Merupakan bundling produk antara deposito berjangka
3 bulan dan tabungan Victoria yang memberikan
imbal hasil yang menarik untuk deposito berjangka 3
bulan dengan alokasi penempatan nominal yang telah
ditentukan dari total penempatannya pada tabungan
Victoria yang diblokir selama jangka waktu 3 bulan.
• Tabungan Victoria 88
This is a bundling product for 3-month time deposits
and Victoria savings account that provide attractive
returns for the 3-month time deposits, with a certain
predetermined amount of the total placement in Victoria
savings account blocked for a period of 3 months.
2.Giro
75
Adalah simpanan pihak ketiga yang penarikannya dapat
dilakukan sewaktu-waktu tanpa memberitahukan terlebih
dahulu kepada Bank Victoria dengan menggunakan alat
penarikan berupa cek, bilyet giro, surat perintah pembayaran
lainnya, atau dengan cara pemindah bukuan yang disediakan
untuk nasabah perorangan maupun perusahaan.
2. Demand Deposit
This is a third parties saving which can be withdrawn at
any time without prior notice to Bank Victoria by using the
withdrawal means such as cheque, giro, other instruction
letter of payment or by transferring facility provided for an
individual or a company, to other customers.
76
PT Bank Victoria International Tbk.
VIP Giro merupakan Giro perorangan
dan perusahaan yang memberikan
imbal hasil yang sangat menarik
hingga mencapai maksimal 6%, selain
itu untuk memudahkan nasabah
dalam bertransaksi diberikan fasilitas
tambahan gratis biaya buku Cek/
BG. Dengan menggunakan VIP Giro,
nasabah perusahaan juga dapat
menjalankan fasilitas penggajian
gratis untuk seluruh karyawan dengan
rekening payroll di Bank Victoria.
3.Deposito
Bank Victoria
memiliki Tabungan
VIP Safe sebagai
produk unggulan yang
memberikan suku
bunga menarik serta
perlindungan asuransi
kepada nasabah.
Bank Victoria offers the VIP Safe
savings account as its spearheading
product, with attractive interest
rates and insurance protection for
customers.
Laporan Tahunan 2016
VIP Giro is individual and corporate
demand deposit offering very
attractive yields up to a maximum of
6%, in addition to facilitate customers
in performing transactions by
provided additional facilities such as
free checkbook/BG. By using VIP Giro,
corporate customers can also run a
free payroll facility for all employees
who open their payroll accou at Bank
Victoria.
3. Term Deposit
Produk deposito yang dimiliki Bank
Victoria adalah sebagai berikut.
• Deposito Berjangka
Adalah simpanan berjangka untuk
nasabah perorangan maupun
badan usaha yang pencairan
dananya hanya dapat dilakukan
pada akhir jangka waktu tertentu,
yaitu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan,
atau 12 bulan.
This is a term deposit product of Bank
Victoria with below details.
• Time Deposit
This is a term deposit for an
individual customer and an
institution that can be withdrawn
at a specific period of time such as
1 month, 3 months, 6 months or
12 months.
• Deposito Harian
Adalah simpanan berjangka untuk
nasabah perorangan maupun
badan hukum dengan jangka
waktu kurang dari 1 bulan.
• Daily Deposit
This is a term saving for an
individual customer and a legal
entity with a specific time of less
than 1 month.
PRODUK
BANCASSURANCE
BANCASSURANCE
PRODUCTS
Produk Bancassurance merupakan produk
asuransi yang dipasarkan oleh Bank
Victoria kepada nasabahnya sebagai
hasil dari kerjasama antara Bank Victoria
dengan beberapa perusahaan Asuransi
Jiwa.
1. VIP Super Plan
Merupakan produk asuransi pertama
yang diluncurkan hasil kerjasama
bancassurance dengan PT Asuransi
Jiwasraya. Produk ini adalah produk
asuransi jenis endowment dengan
tenor 1 tahun yang memberikan
manfaat asuransi jiwa berupa manfaat
meninggal dunia dan cacat total tetap
karena kecelakaan sebesar premi
pokok ditambah hasil investasi yang
dijamin oleh PT Asuransi Jiwasraya.
Bancassurance products are insurance
products marketed by Bank Victoria to its
customers through cooperation between
Bank Victoria with certain Life Insurance
companies.
2. VIP Pro
Merupakan
produk
asuransi
bekerjasama dengan PT Asuransi
Jiwa Generali Indonesia. Produk ini
adalah produk asuransi jenis Unit
Link dengan pembayaran premi
sekaligus (single) yang diperuntukkan
bagi nasabah yang perorangan yang
berkeinginan untuk memiliki produk
investasi sekaligus dengan manfaat
proteksi asuransi jiwa.
2. VIP Pro
An insurance product marketed in
cooperation with PT Asuransi Jiwa
Generali Indonesia. This product is a
type of Unit Link insurance product
with a single (one-time) premium
payment plan, designed for customers
who desire an individual investment
product with the benefits of a life
insurance.
1. VIP Super Plan
This was the first insurance
product launched in bancassurance
cooperation with PT BNI Life
Insurance. This product is an
endowment insurance product with
a tenor of 1 year which provides life
insurance benefits for death and
permanent total disability due to
accident, with the amount of coverage
being the principal plus investment
returns guaranteed by PT BNI Life
Insurance.
2016 Annual Report
77
PT Bank Victoria International Tbk.
3. VIP Pro Invest
Merupakan produk asuransi Unit Link bekerjasama dengan
PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia. Produk ini adalah
produk asuransi jenis Unit Link dengan pembayaran premi
berkala (reguler) yang diperuntukkan untuk nasabah yang
menginginkan produk investasi sekaligus manfaat proteksi
asuransi jiwa.
3. VIP Pro Invest
Unit Link is an insurance product marketed in cooperation
with PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia. This product is a
Unit Link insurance product with regular premium payment
plan, designed for customers who want to have an investment
product with the benefits of a life insurance.
4. VIP Maxima Link
Merupakan produk asuransi yang diperuntukan untuk
nasabah yang berkeinginan memiliki produk asuransi jiwa
seumur hidup dengan program manfaat investasi jangka
panjang, serta pembayaran premi berkala (reguler). Produk
ini merupakan produk asuransi Unit Link bekerjasma dengan
PT FWD Life Indonesia.
4. VIP Maxima Link
This is an insurance product aimed at customers who wish to
have a life insurance product with the benefit of a long-term
investment program, as well as regular premium payments.
This product is a Unit Link insurance product in cooperation
with PT FWD Life Indonesia.
5. VIP Family Plan
Merupakan produk asuransi hasil kerjasama bancassurance
dengan PT Sinarmas MSIG Life. Produk ini adalah produk
asuransi Unit Link yang memberikan proteksi terhadap
pertanggungan jiwa dan memberikan manfaat pengobatan
dan perawatan rumah sakit sekaligus juga manfaat investasi,
dengan pembayaran premi secara sekaligus dan berkala
(reguler).
5. VIP Family Plan
A bancassurance insurance product marketed in cooperation
with PT Sinarmas MSIG Life. This product is a Unit Link
insurance product that provides life insurance protection and
the benefits of medical treatment and hospital care as well as
investment returns, with a lump-sum premium payment and
periodic (regular) payment options.
6. VIP Lifestyle Protector
Merupakan produk asuransi Unit Link yang memberikan
manfaat investasi dan berbagai manfaat asuransi seperti
manfaat meninggal dunia, manfaat cacat total tetap, bonus
loyalitas dan manfaat jatuh tempo, dengan jangka waktu
perlindungan sampai dengan tertanggung berusia 70 tahun
serta pembayaran premi secara berkala (reguler). Produk
ini merupakan kerjasama bancassurance dengan PT Asuransi
Jiwa Manulife Indonesia.
6. VIP Lifestyle Protector
Unit Link insurance product that provides the benefits of
investment and various insurance benefits such as death,
permanent total disability, loyalty bonuses and maturity
benefits, with a term of protection up to the insured’s age of
70 years, with a regular premium payment plan. This product
is a bancassurance cooperation with PT Asuransi Jiwa
Manulife Indonesia.
7. VIP Edu Plan
Merupakan produk asuransi hasil kerjasama bancassurance
dengan PT Sinarmas MSIG Life. Produk ini adalah program
asuransi jiwa individu yang memberikan proteksi tambahan
dan jaminan dana pendidikan anak-anak dari tingkat SD
sampai dengan Universitas. Selain itu produk ini juga
memberikan manfaat berupa 100 % Uang Pertanggungan
dan manfaat tahapan sebesar persentase tertentu dari Uang
Pertanggungan apabila tertanggung hidup sampai dengan
akhir periode ikut program ini.
7. VIP Edu Plan
This is a bancassurance insurance product in cooperation
with PT Sinarmas MSIG Life. This product is an individual
life insurance program that provides extra protection and
children’s education fund guarantee from primary level up
to the university. In addition, this product also provides the
benefits of 100% of Sum Insured and periodical benefits at
a certain percentage of the Sum Insured if the insured lives
until the end of the program period.
8. VIP Hospital Plan
Merupakan produk asuransi hasil kerjasama bancassurance
dengan PT Sinarmas MSIG Life. Produk ini merupakan
program asuransi yang memberikan manfaat berupa
pembayaran santunan harian Rawat Inap apabila
Tertanggung menjalani Rawat Inap di rumah sakit baik yang
disebabkan oleh penyakit maupun kecelakaan.
8. VIP Hospital Plan
This is a bancassurance insurance product in cooperation
with PT Sinarmas MSIG Life. This product is an insurance
program that provides the benefits of Inpatient daily
compensation payments if the insured must spend a night at
the hospital whether caused by disease or accident.
9. VIP Medical Plan
Merupakan produk asuransi hasil kerjasama bancassurance
dengan PT Sinarmas MSIG Life. Produk ini merupakan
program asuransi kesehatan individu yang memberikan
manfaat perlindungan atas risiko biaya perawatan kesehatan
Tertanggung selama di rumah sakit selama 365 hari dalam 1
tahun pertanggungan.
9. VIP Medical Plan
This is a bancassurance insurance product in cooperation
with PT Sinarmas MSIG Life. This product is an individual
health insurance program that provides benefits protection
against health care costs risk for the Insured at any hospital
for 365 days within 1 year of coverage.
PT Bank Victoria International Tbk.
78
Laporan Tahunan 2016
10. VIP Critical Illness
Merupakan produk asuransi hasil kerjasama bancassurance
dengan PT PaninDai-Chi Life. Produk ini adalah produk
asuransi Unit Link yang memberikan perlindungan terhadap
penyakit kritis dengan fitur pengembalian premi dan
pembayaran yang singkat.
10. VIP Critical Illness
This is a bancassurance insurance product in cooperation
with PT PaninDai-Chi Life. This product is Unit-Linked
insurance product that provides protection against critical
illness with features such as a return of premium and short
payment period.
PRODUK PINJAMAN/KREDIT
Loan Products/Credits
Produk pinjaman/kredit yang disediakan Bank Victoria adalah
sebagai berikut:
Loan products/credits providing by Bank Victoria are as
follows:
KREDIT PRODUKTIF
PRODUCTIVE LOANS
1. Corporate Lending
Kredit produktif (modal kerja dan investasi) yang diberikan
untuk portfolio kredit high end Corporate Customers (Listing
Companies, Company Owned by Indonesian Conglomerats,
National Company), dengan plafond di atas Rp50 miliar
termasuk kredit sindikasi dengan bank-bank besar. Segmen
industry manufacture, trading, property (shopping mall, office
building, real estate, kondominium, apartment), transportasi
dan komunikasi.
1. Corporate Lending
Productive loans (working capital and investment) provided
for high end corporate credit portfolio of Corporate
Customers (Listing Companies, Company Owned by
Indonesian Conglomerats, National Company), with a ceiling
above Rp50 billion including syndicated loans with major
banks. Industrial segment manufacture, trading, property
(shopping mall, office building, real estate, condominium,
apartment), transportation and communication.
2. Commercial Lending
a. Commercial Enterprise Lending
Adalah kredit produktif (modal kerja dan investasi) yang
diberikan kepada High End Commercial Customers, akan
difokuskan pada perusahaan-perusahaan yang memiliki
supply chain/value chain untuk mendukung cross selling
kredit segmen lainnya dengan plafond diatas Rp10 miliar
sampai dengan Rp50 miliar.
2. Commercial Lending
a. Commercial Enterprise Lending
Is a productive credit (working capital and investment)
provided to high-end commercial customers focusing
on companies that have supply/value chain to support
cross-selling of other segments, with a ceiling from Rp10
billion to Rp50 billion.
b. Small Medium Enterprise Lending
Adalah kredit produktif (modal kerja dan investasi)
yang diberikan dengan plafon diatas Rp250 Juta sampai
dengan Rp10 miliar. Segmen industri adalah trading, small
manufacturing, transportation, home industry, jasa, bengkel,
rumah makan, termasuk fasilitas kredit non organik yang
diberikan kepada BPR atau LKBB yang memiliki customer
based sesuai dengan kriteria UU Republik Indonesia
No. 20 Tahun 2008, tanggal 4 Juli 2008 tentang Usaha
Mikro, Kecil dan Menengah.
b. Small Medium Enterprise Lending
Is a productive credit (working capital and investment)
provided with a ceiling above Rp 250 million to
Rp10 billion. Industrial segments are trading, small
manufacturing, transportation, home industry, services,
workshop, restaurant, including non-organic credit
facility provided to BPR or LKBB whose customer base
is in accordance with criteria of Law of the Republic of
Indonesia no. 20 Year 2008, dated 4 July 2008 on Micro,
Small and Medium Enterprises.
3. Multi Finance Lending
Adalah Kredit yang diberikan kepada perusahaan
pembiayaan (multi finance) dalam bentuk modal kerja cicilan
yang digunakan untuk pembiayaan kepada end user baik
untuk pembiayaan mobil, motor, alat berat, elektronik, dan
lain-lain.
3. Multi Finance Lending
Loans provided to multifinance companies in the form of
working capital to finance end users, for the purchase of cars,
motorcycles, heavy equipment, electronics, etc.
KREDIT KONSUMTIF
CONSUMER LOANS
1. Kredit Pemilikan Rumah
Adalah Fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur untuk
pembelian, pembiayaan kembali (refinancing), pengambil
alihan kredit dari kreditur lain (take over) rumah, ruko, rukan,
villa, kavling, rusun, kondominium.
1. Housing Loan
Loans provided to debtors for the purchase, refinancing, or
takeovers from other creditors of houses, shophouses, officehouses, villas, plots of land, flats, condominiums.
2. Kredit Pemilikan Mobil
Adalah Fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur untuk
membeli mobil dengan pengembalianya dengan sistim
angsuran bulanan.
2. Car Loan
Loans provided to customers for the purchase of cars, with a
monthly installment system of repayment.
2016 Annual Report
79
PT Bank Victoria International Tbk.
3. Kredit Multi Guna
Adalah Fasilitas kredit yang diberikan kepada perorangan
(wiraswasta, profesional, karyawan) berdomisili di wilayah
kerja cabang, yang membutuhkan dana dalam rangka
pemenuhan kebutuhan konsumtif dengan menyerahkan
agunan berupa tanah dan bangunan.
3. Multipurpose Loan
Loans provided to individuals (entrepreneurs, professionals,
employees) domiciled in the area of a branch of the Bank,
who require funding for fulfillment of consumptive needs,
with a collateral of land or building.
4.Kredit Implant Banking
Adalah Fasilitas kredit konsumer yang diberikan kepada
karyawan suatu perusahaan secara kolektif berdasarkan
perjanjian kerjasama antara Bank dengan perusahaan atau
koperasi karyawan dan perjanjian kredit antara Bank dengan
Karyawan perusahaan yang bersangkutan.
4. Credit Implant Banking
Consumer loan facility provided to employees of a company
collectively based on the agreement between the Bank and
said company or cooperative of employees, and the loan
agreement between the Bank and the employees of the said
company.
JASA LAYANAN
SERVICES
Produk jasa layanan yang disediakan Bank Victoria adalah
sebagai berikut.
1.Kliring/Inkaso
Layanan Kliring/Inkaso untuk penagihan warkat Bank lain
peserta kliring lokal maupun diluar wilayah kliring ataupun
diluar peserta kliring luar wilayah.
Services provided by Bank Victoria are as follows.
2.Transfer
Menyediakan layanan jasa pengiriman dana kepada
penerima dana di bank lain.
3.RTGS
Layanan transfer dana melalui fasilitas RTGS dari Bank
Indonesia dengan biaya trasnfer dapat dipilih untuk
dibebankan kepada pengirim atau kepada penerima.
4. Pembayaran Tagihan
Layanan pembayaran tagihan rekening listrik PLN, rekening
telpon Telkom, Flexi dan internet Speedy.
1.Clearing
Clearing service for billing other banks’ slips that participate
in local clearing as well as cross-regional clearing.
2.Transfer
Remittance of money to beneficiaries having account in
other banks.
3. RTGS
Fund transfer service through the RTGS facility from Bank
Indonesia, for which the transfer cost can be charged either
to the sender or the recipient.
4. Bills Payment
Service for payment of utility bills, Telkom telephone bills,
Flexi and Speedy internet bills.
PT Bank Victoria International Tbk.
80
Laporan Tahunan 2016
5. ATM Victoria berbasis NSICCS
Kartu ATM Victoria sudah menggunakan format NSICCS
(National Standard Integrated Chip Card), memiliki fitur
keamanan yang sangat tinggi sehingga mengurangi risiko
fraud seperti yang terjadi pada kartu ATM dengan format
magnetic stripe. Kartu ATM Victoria dapat digunakan oleh
nasabah di lebih dari 60.000 ATM yang tergabung dengan
ATM Prima untuk kemudahan bertransaksi sepeti penarikan
tunai, cek saldo, transfer atar rekening di Bank Victoria
maupun di Bank lain anggota jaringan ATM Prima yang
tersebar di seluruh Indonesia.
5. NSICCS based Victoria ATM
Bank Victoria’s ATM card has been using the NSICCS
(National Standard Integrated Chip Card) format. It has a
very high security features, thereby reducing the risk of
fraud that often occur at the ATM card with a magnetic
stripe format. Bank Victoria’s ATM card can be used by
customers in more than 60,000 ATMs connected with
ATM Prima network for easy cash withdrawal transactions,
check balance, transfer to Bank Victoria’s account as well
as to other banks that connented to ATM Prima network
throughout Indonesia.
6. Internet Banking dan Mobile Banking Victoria
Fasilitas electronic banking ini diberikan kepada nasabah
tabungan perorangan untuk melakukan transaksi perbankan
menggunakan smartphone maupun komputer. Dengan
menggunakan fasilitas ini, nasabah dapat melakukan
transaksi perbankan tanpa harus datang ke Kantor Cabang
Bank Victoria. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan,
antara lain Pemindahbukuan, lihat Mutasi dan Histori
transaksi, Transfer online menggunakan jaringan Prima,
Transfer bank lain menggunakan SKN, Transaksi pembelian
listrik dan pulsa, Transaksi pembayaran rutin bulanan seperti
Kartu Kredit, tagihan listrik, internet, TV kabel, asuransi dan
lain – lain.
6. Internet Banking and Mobile Banking Victoria
This electronic banking facility provided to individual
savings customers to perform banking transactions using a
smartphone or computer. By using this facility, customers
can conduct banking transactions without having to come
to the Bank Victoria Branch Office. Some transactions that
can be carried out, among others, are Transfer, see Balance
Mutation and History of transactions, Transfers online using
the Prima network, Transfer of other banks using SKN,
Purchase of electricity voucher and phone pulse transaction,
Regular monthly payment transaction such as Credit Card,
utility bills, internet, cable TV, insurance and others.
7. Auto Save
Fasilitas diberikan kepada nasabah giro perorangan Bank
Victoria untuk mengoptimalkan pengendapan dana.
7. Auto Save
Facility provided to individual demand deposit customers of
Bank Victoria to optimize the deposit of funds.
2016 Annual Report
81
PT Bank Victoria International Tbk.
8. Auto Debet
Fasilitas auto debet yang diberikan kepada nasabah untuk
transaksi yang dilakukan secara periodik, misalnya untuk
pembayaran tagihan listrik (PLN), telpon, PAM dan lain-lain.
8. Auto Debit
Auto debit facility given to customers for transactions
conducted on a periodic basis, such as for payment of utility
(PLN), telephone, water (PAM) bills, and others.
9. Western Union
Menyediakan jasa pengiriman/penerimaan kiriman uang
dalam dan luar negeri tanpa harus memiliki rekening di Bank
Victoria dan tidak harus berdomisili/memiliki alamat tetap
di negara pengirim atau di negara tujuan transfer, serta
bebas mengambil transfer Western Union di agen manapun
sepanjang masih dalam wilayah Negara/kota tujuan transfer.
9. Western Union
Delivery/receipt of remittances in Rupiah and foreign
currencies from within the country and overseas, without
the need of having an account in Bank Victoria and the need
to live/have a permanent residence in the sender’s country or
in the destination country, as well as free pick up of transfer
at any Western Union agent within the destination territory
(country/city).
10. Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN)
Menyediakan dana/jasa atas transaksi yang pada dasarnya
merupakan transaksi jual-beli barang atau jasa antara
pembeli (buyer) dengan penjual (seller) atau perdagangan
pihak-pihak berdomisili di Indonesia.
10. Letter of Credit of the Interior (SKBDN)
Funds/services provided on transactions involving the sale
and purchase of goods or services between the buyers
and the sellers or the trading of parties domiciled in
Indonesia.
11. Bank Garansi
Menyediakan jasa pembukaan berbagai jenis Bank Garansi,
seperti Bid Bond, Advance Payment Bond dan Performance
Bond, serta untuk keperluan pabean.
11. Bank Guarantee
Opening of various types of Bank Guarantee, such as Bid
Bonds, Advance Payment Bonds and Performance Bonds, as
well as for customs purposes.
82
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Wilayah Operasional
Operational Areas
TELUK JAKARTA
KARAWANG
TANGERANG
BEKASI
KOTA
TANGERANG
KOTA BEKASI
Pulau Jawa
Java Island
TANGERANG
Bandung
KOTA DEPOK
Surabaya
BOGOR
Saat ini Bank Victoria memiliki 1 kantor pusat dan 102 jaringan
kantor yang terdiri dari kantor cabang, kantor cabang pembantu
dan jaringan kantor lainnya seperti kantor kas, payment point dan
kantor layanan kas.
Currently, Bank Victoria has one headquarters and 102 branches
in its network, consisting of branch offices, sub-branch offices,
and a network of other offices, such as cash offices, payment
points and cash services offices.
Tabel Jaringan Kantor Tahun 2016
Business Network in 2016
Kantor
2016
2015
2014
2013
2012
2011
Office
Kantor Pusat
1
1
1
1
1
1
Head Office
Kantor Cabang
8
6
6
4
2
1
Branch Office
Supporting Branch
Office
Kantor Cabang
Pembantu
67
63
63
63
63
6
Jaringan Kantor Lain
(Kantor Kas, Payment
Point, dan lainnya)
27
32
32
32
26
20
Other Office Network
(Cash Office, Payment
Point, others.
103
102
102
100
92
85
TOTAL
TOTAL
83
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Manado
Tabel Jaringan Kantor Per Wilayah Tahun 2016
Business Network per Area in 2016
WILAYAH / AREA
KANTOR
JAKARTA
BOGOR
BEKASI
OFFICE
TANGERANG
BANDUNG
SURABAYA
MANADO
Kantor Pusat
1
-
-
-
-
-
-
Head Office
Kantor Cabang
4
1
-
-
1
1
1
Branch Office
Kantor Cabang
Pembantu
59
1
4
4
-
-
-
Supporting
Branch Office
Jaringan Kantor
Lain (Kantor Kas,
Payment Point,dan
lainnya)
23
-
-
3
-
-
-
Other Office
Network
(Cash Office,
Payment Point,
others.
TOTAL
87
2
4
7
1
1
1
TOTAL
Pada tahun 2016, Bank Victoria telah membuka 1 (satu)
kantor Cabang baru yang terletak di Manado, Sulawesi utara
dan merupakan Kantor Cabang pertama yang ada di Wilayah
Indonesia bagian Timur. Pembukaan cabang ini terkait
pengembangan bisnis Bank Victoria pada segmen-segmen
unggulan seperti sektor mikro usaha kecil maupun segmen ritel
banking di kawasan tersebut.
In 2016, Bank Victoria has opened 1 (one) new branch office in
Manado, North Sulawesi and this is the first Branch Office in
Eastern Part of Indonesia region. The opening of this branch is
related to Bank Victoria’s business development in featured
segments such as micro loans, small business loans, or retail
banking segment in the region.
84
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Struktur Organisasi
Organization Structure
Seiring dengan perkembangan bisnis Bank, Struktur Organisasi Bank
Victoria telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir
terjadi pada tahun 2016 dengan Berdasarkan Surat Keputusan
Direksi Nomor: 001/SK-DIR/10/16 tentang Struktur Organisasi
PT Bank Victoria International Tbk tanggal 03 Oktober 2016.
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Along with the development of the Bank’s business, Bank Victoria’s
Organizational Structure has undergone several changes. The latest
amendment took place in 2016 based on the Decision Letter of the
Board of Directors No. 001/SK-DIR/10/16 concerning PT Bank
Victoria International Tbk Organization Structure dated 03 October
2016.
Direktur Utama
President Director
Daniel Budirahayu
Komite
Manajemen Risiko /
Terintegrasi
Risk Management
Committee / Integrated
Wakil Direktur Utama
Deputy President Director
Rusli
ALCO
Direktur Business
Director of Business
Komite Kredit
Credit Committee
Komite
Teknologi Informasi
Information Technology
Committee
Komite Pemantau dan
Pelaksanaan GCG
GCG Implementation
and Monitoring Committee
Komite Personalia
Personnel Committee
Komite Pengadaan
Procurement Committee
M. Rakhmadhani
Finance and Accounting
Division
Operational and Internal
Control Division
Tumbur P. Limbong
Theresia M. Dhewajani
General Affairs Division
Information Technology
Division
Ivan Jonathan
Komite Investasi
Investment Committee
Purwono
Surjadi Hardiman
Cormmecial Banking 1
Division
Hendra Dermawan
Cormmecial Banking 2
Division
Credit Administration Division
Djoko Soendjojo
Financial Institution and
Capital Market Division
Corporate Banking Division
Purwoko
Treasury Division
Ritayana
Komite Product
Product Committee
Rita Gosal
Associate Director
of Operating and System
Marketing Communication
Division
Putri Tiara V.
Irawati Boediman
Multi Finance Division
Ryano A. Tandayu
Business Support Unit
William Yefta
Product Development Unit
Consumer Lending Unit
Panggih Wijoyono
Firman Kosasih
85
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Komite Pemantau Risiko
Risk Monitoring Committee
Komite Nominasi dan Remunerasi
Nomination and Remuneration Committee
Komite Audit
Audit Committee
Komite Tata Kelola Terintegrasi
Integrated Governance Committee
Direktur Kredit
Director of Credit
Direktur Kepatuhan dan
Manajemen Risiko
Director of Compliance and
Risk Management
Ramon M. Runtu
Tamunan
Associate Director of Funding and
Branch Management
Credit Analyst Division
Compliance, UKPN /
Integrated and System
Procedure Division
M. Adi Kusuma
Syarifudin
Special Asset Management
(SAM) Division
Risk Management /
Integrated Division
D.M. Parluhutan
Hermawan
Hasan Lukman
Corporate Secretary
Division
Funding and Wealth
Management Division
Ruly Dwi Rahayu
Getta Leonardo
Law Bureau and
Legal Division
Branch Banking
Network Division
Yosef Sudikbyo
Hertanto Tjahajasurya
SKAI / Integrated and
Anti Fraud Division
Teguh Sukaryanto
Human Capital Management
Division
Syahda Candra
PT Bank Victoria International Tbk.
86
Laporan Tahunan 2016
2016 Annual Report
87
PT Bank Victoria International Tbk.
Bank Victoria mengembangkan
sumber daya manusia yang profesional,
berprinsip dan berdedikasi untuk
memberikan layanan serta memenuhi
kebutuhan nasabah.
Bank Victoria develops professional, discipline, principled and dedicated human
resources to be able to provide services and fulfill the customers’ needs.
88
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan
Vision, Mission and Corporate Culture
Visi
“Menjadi bank pilihan nasabah yang terpercaya,
sehat dan efisien”
Misi
Customers
People
Operations
Risk
Management
Nilai-Nilai Budaya Perusahaan (D A H S Y A T)
Discipline - Accountable - Honest - Solid, Sustain - Youthful Spirit - Accurate - Trust
CAR
LDR
NPL
BOPO
Visi dan Misi
Vision and MIssion
Visi
Vision
“Menjadi bank pilihan nasabah yang terpercaya, sehat
dan efisien”
“To become the customers’ preferred bank which is
trustworthy, sound and efficient.”
Adapun pengertian dari visi tersebut adalah
• Pilihan Nasabah > Bank Victoria dikenal, dipercaya serta
menjadi pilihan nasabah untuk memenuhi kebutuhan
nasabah dalam mendapatkan produk dan layanan perbankan.
The meaning of this vision is
• Customers’ Preferred > Bank Victoria aspires to be
recognized and trusted to be the customers’ preferred
choice bank to fulfill their financial needs in banking products
and services.
• Trustworthy > Bank Victoria is committed to becoming
the bank that is able to provide security and certainty to
customers, employees, Shareholders and other stakeholders.
• Sound and Efficient > Bank Victoria has strong capital
structure, healthy financial condition and is supported by
efficient banking operation.
• Terpercaya > Bank Victoria berkomitmen menjadi bank yang
bisa memberikan rasa aman dan kepastian bagi para nasabah,
karyawan, pemegang saham dan stakeholders lainnya.
• Sehat dan Efisien > Bank Victoria mempunyai struktur modal
yang kuat, kondisi keuangan yang sehat, serta didukung oleh
operasional perbankan yang efisien.
Dengan demikian, diharapkan Bank Victoria dapat menjadi Bank
Pilihan Nasabah yang dapat dipercaya oleh para nasabah, para
karyawan, pihak regulator, kalangan perbankan, baik nasional
maupun internasional, para business partner dan stakeholder
lainnya, serta memiliki struktur modal yang kuat, kondisi
keuangan yang sehat dan didukung oleh operasional perbankan
yang efisien.
Therefore, it is expected that the Bank is able to become the
Customers’ Choice that is trusted by its customers, regulators,
national and international banks, business partners and other
stakeholders as well as having strong capital structure, healthy
financial conditions and is supported by efficient banking
operation.
2016 Annual Report
89
PT Bank Victoria International Tbk.
Visi Bank Victoria telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan
Direksi bersamaan dengan persetujuan Rencana Bisnis Bank
Periode Tahun 2013-2015 berdasarkan Surat Keputusan Direksi
No.20/SK-DIR/11/12 pada tanggal 29 November 2012.
Bank Victoria’s Vision has been approved by the Board of
Commissioners and Board of Directors in conjunction with the
approval of the Bank’s Business Plan for the Period of 2013-2015
based on the Board of Directors Decree No.20/SK-DIR/11/12
dated 29 November 2012.
Misi
Mission
Bank Victoria menjelaskan misinya dengan menggunakan
pendekatan pada 4 (empat) kelompok yang berkaitan langsung
dengan pelaksanaan aktivitas operasionalnya, yaitu:
Bank Victoria explains its mission by using an approach to four
(4) groups that are directly related to the operational activities
implementation, namely:
Customers
Senantiasa berupaya memenuhi kebutuhan nasabah, membina
hubungan yang baik dengan nasabah, serta memberi layanan
yang terbaik kepada para nasabah.
Customers
The Bank continually attempts to fulfill the customers’ needs,
to develop good relationship with the customers as well as to
provide the best services for the customers.
People
People
The Bank develops professional, discipline, principled and
dedicated human resources to be able to provide services and
fulfill the customers’ needs.
Mengembangkan sumber daya manusia yang profesional,
berprinsip dan berdedikasi untuk memberikan layanan serta
memenuhi kebutuhan nasabah.
Operations
Menjalankan operasional perbankan dengan menerapkan prinsip
kehati-hatian secara efisien dan berkesinambungan.
Risk Management
Melakukan pengelolaan risiko dan keuangan secara hati-hati
serta konsisten dan senantiasa menerapkan prinsip-prinsip Good
Corporate Governance.
Operations
The Bank conducts banking operation efficiently, continually by
applying prudent principles.
Risk Management
The Bank implements the risk management and prudent
finance. The Bank also implements Good Governance principles
consistently and continually.
Misi Bank Victoria telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan
Direksi bersamaan dengan persetujuan Rencana Bisnis Bank
Periode Tahun 2013-2015 berdasarkan Surat Keputusan Direksi
No.20/SK-DIR/11/12 pada tanggal 29 November 2012.
Bank Victoria’s Mission has been approved by the Board of
Commissioners and Board of Directors in conjunction with the
approval of the Bank’s Business Plan for the Period of 2013-2015
based on the Board of Directors Decree No.20/SK-DIR/11/12
dated 29 November 2012.
REVIEW VISI DAN MISI OLEH
DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
VISION AND MISSION REVIEW BY
THE BOARD OF COMMISSIONERS
AND DIRECTORS
Dewan Komisaris dan Direksi senantiasa melakukan telaah
terhadap pencapaian visi dan misi Bank. Secara periodik
pencapaian visi dan misi dievaluasi dengan menggunakan
mekanisme penyusunan Rencana Bisnis Bank yang memuat
pencapaian target, rencana strategis dan target kinerja satu
tahun ke depan.
The Board of Commissioners and Board of Directors constantly
review the achievement of the Bank’s vision and mission.
Periodically, this vision and mission achievement will be
evaluated using the Bank Business Plan preparation mechanism
which includes the achievement of targets, the strategic plan and
performance targets one year ahead.
Dewan Komisaris dan Direksi menilai bahwa visi dan misi Bank
masih relevan dengan kondisi dan tujuan Bank. Pencapaian visi
dan misi sampai dengan tahun 2016 telah sesuai dengan arah dan
tahapan yang telah ditetapkan oleh Bank.
The Board of Commissioners and Board of Directors considered
that the Bank’s vision and mission is still relevant to tcurrent
Bank’s conditions and objectives. The vision and mission
achievement until 2016 is still in accordance with the direction
and steps that have been set by the Bank.
PT Bank Victoria International Tbk.
90
Laporan Tahunan 2016
Nilai Budaya Perusahaan
Corporate Values
D-A-H-S-Y-A-T
Discipline
Seluruh karyawan bank tanpa terkecuali harus memiliki
sikap disiplin yang tinggi, baik disiplin terhadap waktu, target
kerja, pengendalian biaya dan lain-lain.
All employees without exception shall have rigorous
discipline towards time, work targets, and cost control etc.
Accountable
Dalam rangka penerapan Good Corporate Governance yang
berkesinambungan, seluruh karyawan memiliki tugas dan
tanggung jawab yang spesifik terhadap bidang tugasnya
masing-masing. Tanggung jawab ini tidak hanya sebatas
terhadap atasan (supervisor) dari karyawan terkait, namun
juga harus memiliki tanggung jawab kepada seluruh
stakeholders dari Bank Victoria (tanggung jawab publik).
To implement sustainable Good Corporate Governance,
each employees has its specific duties and responsibilities.
This accountability is not only limited to the accountability
to the supervisor of related employee, but also the employee
shall have accountability for all stakeholders of Bank Victoria
(accountability for the public).
Honest
Kejujuran menjadi landasan budaya kerja yang sangat
penting bagi setiap perusahaan, terlebih perusahaan yang
bergerak dalam bidang keuangan, seperti bank.
Honesty becomes an extremely important foundation of
work culture for each company, especially for a company
engaging in financial business such as a bank.
Solid, Sustain
Kekompakkan dalam arti positif antar bagian/divisi menjadi
syarat mutlak untuk dapat menjaga pertumbuhan bisnis dari
bank yang berkesinambungan (sustainable growth).
Cohesiveness in a positive meaning between department/
division becomes the absolute requirement in order to
maintain the sustainable growth of the bank.
Youthful Spirit
Seiring dengan era globalisasi dan juga perkembangan
ilmu dan teknologi yang sangat dinamis saat ini, semangat/
jiwa muda dalam setiap kepribadian karyawan menjadi
keharusan agar Bank Victoria dapat terus berkembang
dalam menjalankan aktivitas operasionalnya.
In line with the globalization era and also dynamic
development of science and technology nowadays, the spirit/
youth spirit in the personality of each employee of Bank
Victoria is a must, so that the Bank can continue to develop in
carrying out its operating activities.
Accurate
Sebagai lembaga keuangan dan juga perusahaan terbuka,
keakurasian data terkait dengan penyebaran informasi, baik
formal maupun informal, sudah menjadi suatu kewajiban dari
Bank Victoria untuk dipenuhi.
As a financial institution and also a public company, accurate
data related to dissemination of information both formal and
informal has become an obligation of the bank that shall be
met.
Trust
Bank merupakan lembaga kepercayaan bagi para nasabah
untuk menyimpan dana. Untuk itu unsur trust (kepercayaan)
wajib menjadi nilai budaya yang harus melekat pada seluruh
karyawan Bank Victoria.
Bank is a trustworthy institution for its customers in keeping
their funds. Therefore, the element of trust shall be the
corporate culture embedded within all employees.
2016 Annual Report
91
PT Bank Victoria International Tbk.
Profil Dewan Komisaris
Profile of the Board of Commissioners
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Lahir di Tarutung pada tahun 1950,
saat ini berusia 66 tahun. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari
Universitas Indonesia pada tahun 1980.
Oliver Simorangkir
Komisaris Utama
President Commissioner
Memulai karir di PT Bank Niaga Tbk. Sebagai Officer Development Program (ODP)
tahun 1980-1981, Sub Manager Staff Internal Auditor tahun 1981-1983, Assistant
Manager – Department Head of Credit Administration Cabang Utama Jakarta tahun
1983-1985, Kepala Divisi Operasional Cabang Utama Jakarta tahun 1985-1987,
Senior Manager – Wakil Pimpinan Cabang Thamrin tahun 1987-1988, Assistant
Vice President – Manager in Charge Sentralisasi Operasional Wilayah Jakarta tahun
1988-1989, Vice President Operasional – Manager in Charge Wilayah Jakarta tahun
1990-1994, Group Head Operation System and Procedure Head Office tahun 19941998, Group Head Corporate Planning and Accounting Control Head Office tahun 19982000, serta Senior Vice President – General Manager Internal Audit PT Bank Permata
Tbk. tahun 2001-2003. Beliau mengawali karir di Bank Victoria, sebagai Direktur
Kepatuhan dan Manajemen Risiko tahun 2005-2008 dan sebagai Direktur Operasi
dan Sistem tahun 2008-2015. Selain menjabat sebagai Komisaris Utama di Bank
Victoria, saat ini beliau tidak menjabat di perusahaan maupun lembaga lain. Beliau
tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris lainnya maupun dengan Pemegang Saham Pengendali dan Utama.
Diangkat sebagai Komisaris Utama sejak 2015 berdasarkan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat RUPS Tahunan No. 23 tanggal 20 Oktober 2015 dan dinyatakan
kembali dengan Akta Pernyataan RUPS Tahunan Nomor 97 tanggal 24 Juni 2016.
Indonesian Citizen, currently residing in Jakarta. Born in Tarutung in 1950, currently
66 years old. He obtained his Bachelor of Economics degree from the Accounting
Department of University of Indonesia in 1980.
He started his career in PT Bank Niaga Tbk. as an Officer Development Program
(ODP) in 1980-1981, Sub Manager Staff Internal Auditor in 1981-1983, Assistant
Manager – Department Head of Credit Administration of Jakarta Main Branch
(1983-1985), Head of Operational Division of Jakarta Main Branch in 1985-1987,
Senior Manager – Vice Head of Thamrin Branch in 1987-1988, Assistant Vice
President – Manager in Charge of Operational Centralization of Jakarta Region in
1988-1989, Vice President Operational – Manager in Charge of Jakarta Region in
1990-1994, Group Head Operation System and Procedure Head Office in 19941998, Group Head Corporate Planning and Accounting Control Head Office in
1998-2000, and Senior Vice President – General Manager of Internal Audit of
PT Bank Permata Tbk. in 2001-2003. He served as Director of Compliance and Risk
Management in 2005-2008 and as Director of Operations and Systems in 20082015. In addition to serving as President Commissioner at Bank Victoria, currently
he held no other position in other companies or institutions. He has no affiliation
relationship with members of the Board of Directors, other members of the Board
of Commissioners or with the main and controlling shareholders.
Appointed as the President Commissioner in 2015 based on the Deed of Statement
of AGMS No. 23 dated 20 October 2015 and restated by Deed of Statement AGMS
No.97 dated 24 June 2016.
PT Bank Victoria International Tbk.
92
Laporan Tahunan 2016
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Lahir di Malang pada tahun 1955,
saat ini berusia 61 tahun. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Institut
Teknologi Bandung pada tahun 1981.
Gunawan
Tenggarahardja
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Memulai karir di Schlumberger OSA sebagai International Field Engineer 1 pada
tahun 1982-1984. Pada tahun 1985-1988, beliau menjabat sebagai Assistant
Manager di PT Bank Bali. Selanjutnya, beliau menjabat sebagai General Manager
PT Sampoerna Transport Nusantara tahun 1989-1992 dan menjabat sebagai
Direktur Eksekutif pada PT Duta Pertiwi Tbk. tahun 1992-1996. Pada tahun
1996-1998, beliau menjabat sebagai Direktur di PT Bhuwanatala Indah Permai
Tbk. Beliau juga pernah menjabat sebagai Komisaris utama PT Sigma Karya
Sempurna (Bali Camp) pada tahun 1998-2004 dan mengawali karir di Bank
Victoria sebagai Komisaris sejak tahun 2003 dan pada tahun 2007 beliau
merangkap sebagai Komisaris Independen. Selain menjabat sebagai anggota
Komisaris di Bank Victoria, saat ini beliau menjabat sebagai Komisaris Independen
PT Jakarta Setiabudi International Tbk. sejak tahun 2004 sampai sekarang. Beliau
tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris lainnya maupun dengan Pemegang Saham Pengendali dan Utama.
Beliau diangkat pertama kali sebagai Komisaris berdasarkan Pernyataan Keputusan
RUPS LB Nomor 79 tanggal 28 April 2003. Pada tahun 2007, beliau diangkat
kembali sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen Bank Victoria
berdasarkan Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa Nomor 48 tanggal 19 Desember
2007, Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan Nomor 82 tanggal 25 Juni 2010
yang dinyatakan kembali dengan Akta Pernyataan Kembali RUPS Tahunan Nomor
24 tanggal 21 Oktober 2010, serta berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS
Tahunan Nomor 41 tanggal 17 Oktober 2013 dan dinyatakan kembali dengan Akta
Pernyataan RUPS Tahunan Nomor 97 tanggal 24 Juni 2016.
Indonesian citizen, currently residing in Jakarta. Born in Malang in 1955, currently
61 years old. He obtained his Bachelor degree in Civil Engineering from Bandung
Institute of Technology in 1981.
He began his career in Schlumberger OSA as an International Field Engineer
1 in 1982-1984. In 1985-1988, he served as an Assistant Manager at PT Bank
Bali. Subsequently, he served as a General Manager of PT Sampoerna Transport
Nusantara in 1989-1992 and served as an Executive Director of PT Duta Pertiwi
Tbk. in 1992-1996. In 1996-1998, he served as Director of PT Bhuwanatala Indah
Permai Tbk. Served as the President Commissioner of PT Sigma Karya Sempurna
(Bali Camp) in 1998-2004 and started his career at Bank Victoria as Commissioner
since 2003 and in 2007 he concurrently an an Independent Commissioner. Aside
from become a member of the Board of Commissioners at Bank Victoria, he also
concurrently serves as an Independent Commissioner at PT Jakarta Setiabudi
International Tbk. From 2004 until now. He has no affiliation relationship with
members of the Board of Directors, other members of the Board of Commissioners
or with the main and controlling shareholders.
He was first appointed as the Commissioner based on the Deed of Resolution of
EGMS No. 79 dated 28 April 2003. In 2007, he was reappointed as the Commissioner
concurrently as the Independent Commisioner of Bank Victoria based on the Deed
of Resolution of EGMS No. 48 dated 19 December 2007, the Deed of Statement of
Decision of AGMS No. 82 dated 25 June 2010 which restated by the Deed of AGMS
Restatement No. 24 dated 21 October 2010, and based on the Deed of Statement
of AGMS No. 41 dated 17 October 2013 and restated again with Deed of Statement
of AGMS No. 97 dated 24 June 2016.
2016 Annual Report
93
PT Bank Victoria International Tbk.
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Depok, Jawa Barat. Lahir di Sukabumi
pada tahun 1963, saat ini berusia 53 tahun. Beliau menamatkan pendidikan pada
Fakultas Ekonomi dari Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta pada tahun 1987.
Memperoleh gelar Master Manajemen dari ASIAN Institute of Management (AIM),
Filipina pada tahun 1997 dan memperoleh gelar Doctor of Philosophy dari Santo
Tomas University, Filipina pada tahun 2006.
Zaenal Abidin, Ph.D
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Memulai karir perbankan sebagai Pro Manager Treasury dan Analisa di Bidang Dana
Perbankan pada tahun 1989-1992 di Bank Summa. Beliau juga sebagai pengajar
pada Perbanas Institute sejak tahun 1993-2015, serta Dosen STIE IBS sejak
tahun 2013 sampai sekarang. Selain itu, beliau juga aktif sebagai Koordinator Staf
Khusus Bidang Riset Asosiasi Perbanas sejak tahun 2011-2012 dan sebagai peneliti
senior GCG pada Indonesia Institute Corporate Governance periode 2008 sampai
sekarang. Selain menjabat sebagai anggota Komisaris di Bank Victoria, saat ini
beliau tidak menjabat di perusahaan maupun lembaga lain. Beliau tidak memiliki
hubungan afiliasi baik dengan anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris lainnya
maupun dengan pemegang saham pengendali dan utama.
Sejak 2012, beliau bergabung di Bank Victoria sebagai Komisaris merangkap
Komisaris Independen berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan
Nomor 22 tanggal 8 Oktober 2012 dan Akta Pernyataan Keputusan RUPS
Tahunan Nomor 41 tanggal 17 Oktober 2013 dan dinyatakan kembali dengan Akta
Pernyataan RUPS Tahunan Nomor 97 tanggal 24 Juni 2016.
Indonesian Citizen, currently residing in Depok, West Java. Born in Sukabumi
in 1963, currently 53 years old. He graduated at the Faculty of Economics of
the Indonesian Islamic University, Yogyakarta in 1987. He earned a Master of
Management from the ASIAN Institute of Management (AIM), the Philippines
in 1997 and earned a Doctor of Philosophy from the University of Santo Tomas,
Philippines in 2006.
He started his banking career as a Pro Manager Treasury and Analysis in the
Field of Banking Fund in 1989-1992 at the Bank Summa. He is also a lecturer at
the Institute since 1993-2013 Banks Association, as well as Lecturer STIE IBS
since 2013 until now. In addition, he is also active as Coordinator of Special Staff
for Research Association of Banks Association since 2011-2012 and as a senior
researcher at the Indonesian Institute GCG Corporate Governance from 2008
until now. Aside from serving as Commissioner of Bank Victoria he did not serve on
other company or institution. He has no affiliate relationships with members of the
Board of Directors, other members of the Board of Commissioners or the main and
controlling shareholder.
Since 2012, he joined Bank Victoria as Commissioner concurrently as Independent
Commissioner by the Deed of Statement of AGMS No. 22 dated October 8, 2012
and Deed of Statements of AGMS No. 41 dated October 17, 2013 and restated by
the Deed of Statements of AGMS No. 97 on June 24 2016.
PT Bank Victoria International Tbk.
94
Laporan Tahunan 2016
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Lahir di Surabaya pada tahun 1985.
Saat ini berusia 31 tahun. Memperoleh gelar Bachelor od Science dari Universiity
of San Fransisco, California pada tahun 2006. Meraih gelar Master of Business
Administrtion dari University of San Fransisco, California pada tahun 2009.
Memulai karir sebagai Assurance Staff di Burr Pilger & Mayer LLP, San Fransisco
pada tahun 2007-2008. Pernah menjabat sebagai Senior Associate 2 di Ernst &
Young LLP, Singapore pada tahun 2011-2013. Sebelumnya, beliau bergabung
dengan PT Victoria Investama Tbk sebagai Finance Manager pada periode 20132014. Kemudian, menjabat sebagai Senior Staff Manajemen Risiko pada PT Bank
Victoria International Tbk selama tahun 2014-2015.
Selain menjabat sebagai anggota Komisaris di Bank Victoria, saat ini beliau menjabat
sebagai Direktur PT Victoria Investama Tbk hingga sekarang. Beliau memiliki
hubungan afiliasi dengan Pemegang Saham Pengendali dan Utama.
Debora Wahjutirto
Tanoyo*
Komisaris
Commissioner
Beliau diangkat sebagai Komisaris Bank Victoria berdasarkan Akta Pernyataan
Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal Nomor 30 tanggal 18 November 2016.
Indonesian Citizen, currently residing in Jakarta. Born in Surabaya in 1985.
Currently 31 years old. She earned his Bachelor of Science degree from University
of San Francisco, California in 2006. She holds a Master of Business Administrtion
degree from the University of San Francisco, California in 2009.
She started his career as an Assurance Staff at Burr Pilger & Mayer LLP, San Francisco
in 2007-2008. She previously served as Senior Associate 2 at Ernst & Young LLP,
Singapore in 2011-2013. Previously, she joined PT Victoria Investama Tbk as
Finance Manager in 2013-2014. Then, served as Senior Staff Risk Management at
PT Bank Victoria International Tbk in 2014-2015.
In addition to serving as a member of the Commissioner at Victoria Bank, she serves
as a Director of PT Victoria Investama Tbk until now. She has an affiliate relationship
with the main and controlling shareholder.
She was appointed as Commissioner of Bank Victoria based on the Deed of
Statements of EGMS No. 30 dated 18 November 2016.
* Telah mendapat persetujuan OJK pada tanggal 17 Februari 2017
* Has obtained an approval from the FSA on 17 February 2017
2016 Annual Report
95
PT Bank Victoria International Tbk.
Profil Direksi
Profile of the Board of Directors
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Lahir di Jakarta pada tahun 1952,
saat ini berusia 64 tahun. Meraih gelar Bachelor of Business Administration dari
Technical College of Cologne, Germany pada tahun 1982 dan mengikuti program
Advanced Management di The Wharton School, University of Pennsylvania di tahun
2000.
Daniel Budirahayu
Direktur Utama
President Director
Beliau mengawali karir di perbankan pada tahun 1982, dengan menduduki posisi
penting sebagai Management Trainee di European Asian Bank, Hamburg hingga
tahun 1984. Beliau juga pernah bekerja di Deutsche Bank, Jakarta dengan jabatan
terakhir sebagai Head of Credit Administration pada tahun 1984-1989. Kemudian
berkarir di Bank Central Asia dengan jabatan terakhir sebagai Head of Corporate
Banking sejak tahun 1989 hingga 2003. Beliau pernah menjabat sebagai Konsultan
Independen di Toronto, Kanada selama tahun 2003 hingga 2005. Tahun 2005,
beliau bergabung dengan Bank Mega dengan jabatan terakhir sebagai Direktur
Kredit. Pada tahun 2012, mengawali karir di Bank Victoria sebagai Komisaris Utama
merangkap Komisaris Independen dan sejak tahun 2015 beliau dipercaya untuk
menjabat sebagai Direktur Utama. Selain menjabat sebagai Direktur Utama di Bank
Victoria, saat ini beliau tidak menjabat di perusahaan maupun lembaga lain. Beliau
tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota Direksi lainnya, anggota
Dewan Komisaris maupun dengan Pemegang Saham Pengendali dan Utama.
Diangkat sebagai Direktur Utama Bank Victoria sejak tahun 2015 berdasarkan
Akta Pernyataan Keputusan Rapat RUPS Tahunan Nomor 39 tanggal 30 Juli 2015
dan dinyatakan kembali dengan Akta Pernyataan RUPS Tahunan Nomor 97 tanggal
24 Juni 2016.
Indonesian Citizen, currently residing in Jakarta. Born in Jakarta in 1952, currently
64 years old. He obtained his Bachelor of Business Administration degree from
the Technical College of Cologne, Germany in 1982 and attended the Advanced
Management program at The Wharton School, University of Pennsylvania in 2000.
He started his career in the banking industry in 1982, by holding a prestigious
position as a Management Trainee at European Asian Bank, Hamburg until 1984.
He also worked at Deutsche Bank, Jakarta, with his last position as Head of Credit
Administration in 1984-1989. He then worked at Bank Central Asia from 1989 to
2003 with his last position as Head of Corporate Banking. From 2003 to 2005, he
served as an Independent Consultant in Toronto, Canada and since 2005 joined
Bank Mega with his last position as Director of Credit. In 2012, he began his career
at Bank Victoria as President Commissioner and concurrently as Independent
Commissioner and since 2015 he is trusted to serve as the President Director.
Aside from serving as President Director at Bank Victoria, he did not serve on
other company or institution. He has no affiliate relationships with members of the
Board of Directors, other members of the Board of Commissioners or the main and
controlling shareholder.
Appointed as Director of Bank Victoria in 2015 based on the Deed of Resolutions
of Annual General Meeting of Shareholders No. 39 dated 30 July 2015 and restated
with the Deed Statement of Annual GMS No. 97 dated 24 June 2016.
PT Bank Victoria International Tbk.
96
Laporan Tahunan 2016
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Lahir di Tebing Tinggi pada tahun
1971, saat ini berusia 46 tahun. Beliau meraih gelar Insinyur dari Universitas Trisakti
pada tahun 1993.
Mengawali karir di dunia perbankan pada tahun 1992, dengan menduduki
jabatan strategis di PT Bank QNB Indonesia Tbk (d/h PT Bank QNB Kesawan Tbk)
diantaranya Head of Treasury pada tahun 2000-2002, Direktur Treasury pada tahun
2002-2009, Direktur Bisnis pada tahun 2009-2012, Direktur Operasional pada
tahun 2012-2016. Selain menjabat sebagai Wakil Direktur di Bank Victoria, saat
ini beliau tidak menjabat di perusahaan maupun lembaga lain. Beliau tidak memiliki
hubungan afiliasi baik dengan anggota Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris
maupun dengan Pemegang Saham Pengendali dan Utama.
Rusli
Wakil Direktur Utama
Deputy President Director
Beliau bergabung di PT Bank Victoria International Tbk sebagai Direktur Operasi
dan Sistem Bank berdasarkan Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa No.40 tanggal
29 Februari 2016. Diangkat sebagai Wakil Direktur Utama Bank Victoria
berdasarkan Akta Pernyataan RUPS Tahunan Nomor 97 tanggal 24 Juni 2016.
Indonesian Citizen, currently residing in Jakarta. Born in Tebing Tinggi in 1971,
currently 46 years old. He holds a Bachelor of Engineering from Trisakti University
in 1993.
He began his career in banking industry in 1992, with a strategic position in
PT Bank QNB Indonesia Tbk (prev. PT Bank QNB Kesawan Tbk) including as the
Head of Treasury in 2000-2002, Director of the Treasury in 2002 to 2009, Director
of Business in 2009-2012, Director of Operations in 2012-2016. In addition to
serving as Deputy Director of Bank Victoria he did not served on other company or
institution. He has no affiliate relationships with other Board of Directors members,
members of the Board of Commissioners and the main and controlling shareholder.
He joined PT Bank Victoria International Tbk as Director of Operations and Bank
Systems based Deed of Minutes of Meeting of EGMS No. 40 dated 29 February
2016. Appointed as Deputy President Director of Bank Victoria based on the Deed
of statement of AGMS No. 97 dated June 24, 2016.
2016 Annual Report
97
PT Bank Victoria International Tbk.
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Lahir di Pontianak pada tahun
1962, saat ini berusia 54 tahun. Menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Teknik
Sipil dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung pada tahun 1989.
PT Bank International Indonesia Tbk, beliau mengawali karirnya sebagai Pimpinan
Cabang Pembantu MT Haryono pada tahun 1994, kemudian menjabat sebagai Team
Leader Corporate Banking KCU Thamrin pada tahun 1995-1996 dan Team Leader
Corporate Banking KCU Juanda pada tahun 1996-1997. Beliau berkarir di PT Bank
Mega Tbk sebagai Kepala Cabang Gani Djemat selama periode 1997-2000, Kepala
Divisi Kredit Komersial pada tahun 2000-2002, Direktur PT Para Multifinance pada
tahun 2002-2008, Staff Direksi selama Juli-Oktober 2008, serta Kepala Wilayah
Jakarta I PT Bank Mega Tbk. pada periode 2008-2011.
Ramon Marlon Runtu
Direktur Kredit
Director of Credit
Selain menjabat sebagai Direktur di Bank Victoria, saat ini beliau tidak menjabat
di perusahaan maupun lembaga lain. Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
baik dengan anggota Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris maupun dengan
Pemegang Saham Pengendali dan Utama.
Sejak 2011, beliau dipercaya oleh PT Bank Victoria International Tbk sebagai
Direktur Business berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No.11
tanggal 12 Agustus 2011. Saat ini menjabat sebegai Direktur Kredit berdasarkan
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan Nomor 41 Tanggal 17 Oktober 2013
dan dinyatakan kembali dengan Akta Pernyataan RUPS Tahunan Nomor 97 tanggal
24 Juni 2016.
Indonesian Citizen, currently residing in Jakarta. Born in Pontianak in 1962,
currently 54 years old. He finished his education from Civil Engineering Department
at Parahyangan Catholic University, Bandung in 1989.
He started his career as MT. Haryono Sub-branch Manager of PT Bank International
Indonesia Tbk in 1994, then hold the Team Leader of Corporate Banking of KCU
Thamrin in 1995-1996 and Team Leader of Corporate Banking of KCU Juanda in
1996-1997. He joined PT Bank Mega Tbk as the Head of Gani Djemat Branch in
1997-2000, Head of Commercial Credit Division in 2000-2002, Director of PT Para
Multifinance in 2002-2008, Staff of Board of Directors in July-October 2008, and
Head of Jakarta I Region of PT Bank Mega Tbk in 2008-2001.
Aside of serving as a Director at Bank Victoria, he did not served on other company
or institution. He has no affiliate relationships with other Board of Directors
members, members of the Board of Commissioners and the main and controlling
shareholder.
Since 2011, he was appointed by PT Bank Victoria International Tbk as Director
of Business based on the Deed of Statements of AGMS Decision No. 11 dated 12
August 2011. He is currently serves as the Director of Credit based on Deed of
Statements of GMS Decision No. 41 dated 17 October 2013 and restated by Deed
of Statements of AGMS No. 97 dated June 24, 2016.
PT Bank Victoria International Tbk.
98
Laporan Tahunan 2016
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Lahir di Banjarmasin pada tahun 1965, saat
ini berusia 51 tahun. Meraih gelar Sarjana Ekonomi program studi Akuntansi dari Universitas
Lambung Mangkurat, Banjarmasin pada tahun 1990. Pada tahun 2008, telah menamatkan
pendidikan pada Magister Manajemen program studi Manajemen Risiko dari Universitas
Indonesia, Jakarta.
Tamunan
Direktur Kepatuhan dan
Manajemen Risiko
Director of Compliance and
Risk Management
Periode tahun 1987-1988, beliau mengawali karir di KAP Drs. Santoso, Banjarmasin sebagai
Staff Audit. Kemudian beliau berkiprah sebagai Kepala Bagian Administrasi dan Umum di
PT Winduintan Deltatama (Muda Jaya Group), Banjarmasin pada tahun 1988-1990. Di Bank
Andromeda, Jakarta beliau mengawali karir dunia perbankan dengan menduduki posisi terakhir
sebagai Kepala Kantor Bank Andromeda di Gedung Bimantara, Jakarta pada tahun 19901997. Beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Bank Alfa di Menara Kebon Sirih,
Jakarta pada tahun 1997-1999. Beliau juga pernah berkiprah sebagai Staff Badan Penyehatan
Perbankan Nasional (BPPN) pada periode April-September 1999, Manajer Operasional
PT Victoria Sekuritas pada tahun 1999-2001, serta Head of Operation and Compliance
PT Mahastra Capital pada tahun 2001-2003. Beliau bergabung di PT Bank International Tbk
menduduki posisi sebagai pejabat eksekutif pada tahun 2004-2007, Direktur Operasi dan
Teknologi pada tahun 2007-2008 serta merangkap jabatan sebagai Sekretaris Perusahaan pada
tahun 2008-2010.
Selain menjabat sebagai Direktur di Bank Victoria, saat ini beliau tidak menjabat di perusahaan
maupun lembaga lain. Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota Direksi
lainnya, anggota Dewan Komisaris maupun dengan Pemegang Saham Pengendali dan Utama.
Menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko sejak 2008 berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan Nomor 33 tanggal 24 Maret 2009, Akta Pernyataan
Keputusan RUPS Tahunan Nomor 82 tanggal 25 Juni 2010 yang dinyatakan kembali dengan Akta
Pernyataan Kembali RUPS Tahunan Nomor 24 tanggal 21 Oktober 2010, serta berdasarkan
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan Nomor 41 tanggal 17 Oktober 2013 dan dinyatakan
kembali dengan Akta Pernyataan RUPS Tahunan Nomor 97 tanggal 24 Juni 2016.
Indonesian Citizen, currently residing in Jakarta. Born in Banjarmasin in 1965, currently 51
years old. He obtained his Bachelor degree in Accounting from the Faculty of Economics of
Lambung Mangkurat University, Banjarmasin in 1990 and obtained his Master of Management
degree of Risk Management from University of Indonesia, Jakarta in 2008.
He started his career at Public Accountant Firm Drs. Santoso, Banjarmasin as an Audit
Staff in 1987-1988. Then he served as the Head of Administrative and General Division at
PT Winduintan Deltatama (Muda Jaya Group), Banjarmasin in 1988-1990. In Bank Andromeda,
Jakarta, he started his career at banking industry as te Head of Bank Andromeda Office in
Bimantara Building, Jakarta in 1990-1997. He also once served as the Head of Bank Alfa
Office in Kebon Sirih Tower, Jakarta in 1997-1999. He also became a Staff of Indonesian Bank
Restructuring Agency (BPPN) in April-September 1999, Operational Manager at PT Victoria
Sekuritas in 1999-2001 and Head of Operation & Compliance at PT Mahastra Capital in 20012003. He joined with PT Bank Internatinoal Tbk and held executive position in 2004-2007, the
Director of Operation and Technology in 2007-2008, and concurrently as Corporate Secretary
in 2008-2010.
In addition to serving as Director of Bank Victoria he did not served on other company or
institution. He has no affiliate relationships with other Board of Directors members, members
of the Board of Commissioners and the controlling shareholder and main.
He served as Director of Compliance and Risk Management since 2008, based on the Deed of
Statements of AGMS No. 33 dated March 24, 2009, the Deed of Statements of AGMS No. 82
dated June 25, 2010 that restated by the Deed of Statements of AGMS No. 24 dated October
21, 2010, and based on the Deed of Statements of AGMS No. 41 dated October 17, 2013 and
restated by the Deed of Statements of AGMS No. 97 dated June 24, 2016.
2016 Annual Report
99
PT Bank Victoria International Tbk.
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Lahir di Jakarta pada tahun 1966,
saat ini berusia 50 tahun. Menamatkan pendidikan dari Fakultas Ekonomi di
Universitas Atmajaya, Jakarta pada tahun 1989. Meraih gelar Magister Manajemen
dari Universitas Pelita Harapan, Jakarta pada tahun 2003.
Pada tahun 1989-2000, beliau mengawali karirnya di Bank Bali dengan menduduki
jabatan terakhir sebagai Assistant Vice President. Kemudian beliau berkiprah sebagai
Associate Director di PT Paramitra Alfa Sekuritas pada tahun 2001-2003. Beliau juga
pernah menduduki posisi strategis diantaranya sebagai Direktur Perseroan pada
PT Binaartha Parama periode 2003-2006, Senior Vice President pada PT Bank
Permata pada tahun 2006-2013, Executive Director pada PT Bank UOB Indonesia
pada tahun 2013-2016.
Rita Gosal
Direktur Business
Director of Business
Selain menjabat sebagai Direktur di Bank Victoria, saat ini beliau tidak menjabat
di perusahaan maupun lembaga lain. Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
baik dengan anggota Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris maupun dengan
Pemegang Saham Pengendali dan Utama.
Diangkat sebagai Direktur Business sejak Juni 2016 berdasarkan Akta Pernyataan
RUPS Tahunan Nomor 97 tanggal 24 Juni 2016.
Indonesian citizen, residing in Jakarta. Born in Jakarta in 1966, currently 50
years old. She finished her education at Faculty of Economics at the University of
Atma Jaya, Jakarta in 1989. She holds a Master of Management degree from the
University of Pelita Harapan, Jakarta in 2003.
In 1989-2000, she began her career at Bank Bali with the last position as Assistant
Vice President. Then she served as an Associate Director at PT Paramitra Alfa
Sekuritas in 2001-2003. She also has held strategic positions such as Director of
PT Binaartha Parama in 2003-2006, Senior Vice President at PT Bank Permata in
2006-2013, Executive Director at PT Bank UOB Indonesia in 2013-2016.
In addition to serving as Director of Bank Victoria she did not served on other
company or institution. She has no affiliate relationships with other Board of
Directors members, members of the Board of Commissioners as well as mainand
controlling shareholder.
Appointed as Director of Business since June 2016 based on the Deed of Statements
of AGMS No. 97 dated 24 June 2016.
100
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Jajaran Manajemen
The Management
Muhammad
Rakhmadhani
Hasan
Lukman
Associate Director of Operation
and System
Associate Director of Operation
and System
Associate Director of Channels
and Distribution
Associate Director of Channels
and Distribution
Purwono
Ruly Dwi
Rahayu
Kepala Divisi
Financial Institution and
Capital Market
Division Head of
Financial Institution and
Capital Market
Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary
Theresia Maria
Dhewajani
HERTANTO
TJAHAJASURYA
Kepala Divisi Operasional
dan Internal Control
Division Head of Operational
and Internal Control
Kepala Divisi Branch
Banking and Network
Division Head of Branch
Banking and Network
Teguh
Sukaryanto
Yosef
Sudikbyo
Kepala Divisi SKAI/Terintegrasi
dan Anti Fraud
Division Head of IAWU/Integrated
and Anti Fraud
Kepala Divisi Biro Hukum,
Remedial dan Legal
Division Head of Legal Bureau,
Remedial and Legal
Hendra
Dermawan
Kepala Divisi Commercial Banking I
Division Head of Commercial
Banking I
Syarifudin
Kepala Divisi Kepatuhan, Unit Kerja
Pengenalan Nasabah (UKPN)/
Terintegrasi dan Sistem Prosedur
Division Head of Compliance,
UKPN/Integrated and Procedure
System
101
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Ryano Andreas
Tandayu
Djoko
Soendjojo
Kepala Divisi Multi Finance Lending
Division Head of Multi Finance
Lending
Kepala Divisi Administrasi
Perkreditan
Division Head of Loan
Administration
Hermawan
Ritayana
Kepala Divisi Manajemen Risiko/
Terintegrasi
Divison Head of Integrated/Risk
Management
Kepala Divisi Treasury
Division Head of Treasury
Tumbur Parulian
Limbong
Syahda
Candra
Kepala Divisi Keuangan
dan Akunting
Division Head of Finance
and Accounting
Kepala Divisi Human Capital
Management
Division Head of Human Capital
Management
Ivan
Jonathan
Purwoko
Kepala Divisi Teknologi Informasi
Division Head of Information
Technology
Kepala Divisi General Affairs
Division Head of General Affairs
Surjadi
Hardiman
Kepala Divisi
Corporate Banking
Division Head of
Corporate Banking
Irawati
Boediman
Kepala Divisi Commercial Banking II
Division Head of Commercial
Banking II
PT Bank Victoria International Tbk.
102
Laporan Tahunan 2016
M. Adi
Kusuma
DM Parluhutan
Napitupulu
Kepala Divisi Credit
Analisa Kredit
Division Head of Credit Analysis
Kepala Divisi
Special Asset Management
Division Head of Special Asset
Management
Schubert
Chazanah
Devid
Lukman
Wakil Kepala Divisi Kepatuhan,
Unit Kerja Pengenalan Nasabah
(UKPN)/Terintegrasi,
dan Sistem Prosedur
Deputy Division Head of
Compliance (UKPN)/Integrated
and System Procedure
Wakil Kepala Divisi
Special Asset Management
Deputy Division Head of
Special Asset Management
Yohanes Robby
Yuwono
Nio
Effendi
Wakil Kepala Divisi Teknologi
Informasi
Deputy Division Head of
Information Technology
Wakil Kepala Divisi Operasional
dan Internal Control
Deputy Division Head of
Operation and Internal Control
Mariana
Gozali
Novita
Indriyani
Wakil Kepala Divisi Remedial
Deputy Division Head of Remedial
Wakil Kepala Divisi Legal
Deputy Division Head of Legal
Claudia
Audrey
Putri
Tiara Virginta
Wakil Kepala Divisi Keuangan
dan Akunting
Deputy Division Head of Finance
and Accounting
Wakil Kepala Divisi Marketing dan
Komunikasi
Deputy Division Head of Marketing
Communications
103
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Mohamad
Saifudin Zuhri
Sanny
Setiadi
Wakil Kepala Divisi Analisa Kredit
Deputy Division Head of
Credit Analysis
Kepala Area Cabang Senayan
Area Head of Senayan Branch
Bhoyong
Priyonggono
Amelia
Kepala Area Cabang Cideng
Area Head of Cideng Branch
Kepala Area Cabang Fatmawati
Area Head of Fatmawati Branch
HenDry
Indradjaja
Rosita B.
Rajaisun
Kepala Area Cabang Kelapa Gading
Area Head of Kelapa Gading
Kepala Area Cabang Bogor
Area Head of Bogor Branch
Theresia Sri
Pakarti
Erli
Nornawati
Kepala Area Cabang Bandung
Area Head of Bandung Branch
Kepala Area Cabang Surabaya
Area Head of Surabaya Branch
Herry
Sulangi
Kepala Area Cabang Manado
Area Head of Manado Branch
104
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Profil Jajaran Manajemen
Profile of Management
MUHAMMAD RAKHMADHANI
MUHAMMAD RAKHMADHANI
(Associate Director of Operation and System)
Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta pada tahun 1975, saat
ini berdomisili di Jakarta. Memperoleh gelar Diploma Tiga (D3)
Aktuaria FISIP, Universitas Indonesia pada tahun 1997, Master
of Science of Actuarial Match dari University of the Philippines
pada tahun 2001 dan Magister of Management of Information
System dari Universitas Bina Nusantara pada tahun 2005 serta
Actuarial Degree dari Universitas Indonesia pada tahun 1997.
Beliau bergabung di Bank Victoria tahun 2013 sebagai Group
Head of Product Development and Platform Management dan
terakhir menjabat sebagai Group Head Operasi dan Sistem. Sejak
2015 menjabat sebagai Associate Director of Operation and System
dan telah dikinikan dengan Surat Keputusan Direksi Nomor:
010/SK-DIR/HCM/04/16, tanggal 4 April 2016.
(Associate Director of Operation and System)
Indonesian citizen, born in Jakarta in 1975, currently residing in
Jakarta. Obtained a Diploma III (D3) degree from Actuarial FISIP,
University of Indonesia in 1997, Master of Science of Actuarial
Match from University of the Philippines in 2001 and Master
of Management of Information System from Bina Nusantara
University in 2005 and Actuarial Degree from Universitas
Indonesia In 1997. He joined Bank Victoria in 2013 as Group
Head of Product Development and Platform Management and
last served as Group Head of Operations and Systems. Since
2015 he has served as Associate Director of Operations and
System and has been updated with Decree Letter of Board of
Directors No. 010 / SK-DIR / HCM / 04/16 dated April 4, 2016.
HASAN LUKMAN
HASAN LUKMAN
(Associate Director of Channels and Distribution)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Bandung
pada tahun 1970, saat ini berusia 46 tahun. Memperoleh gelar
Bachelor of Business Administration dari University Wales, United
Kingdom (Kampus Jakarta) (1993), memperoleh sertifikat
Charthered Wealth Manage dari American Academy of Financial
Management (AAMF) pada tahun 2013. Menjabat sebagai
Associate Director of Channels and Distribution sejak 2015, dan
ditetapkan kembali berdasarkan Surat Keputusan Direksi
Nomor: 106/SK-DIR/HCM/08/15, tanggal 14 Agustus 2015.
(Associate Director of Channels and Distribution)
Indonesia Citizen, residing in Jakarta, born in Bandung in
1970, currently 46 years old. Obtained a Bachelor of Business
Administration degree from University Wales, United Kingdom
(Campus in Jakarta) (1993), obtained the Chartered Wealth
Manager certification from American Academy of Financial
Management (AAMF) in 2013. Served as Associate Director
of Channels and Distribution since 2013, and was reappointed
based on the Board of Directors Decree Letter No. 106/SK-DIR/
HCM/08/15 dated 14 August 2015.
RULY DWI RAHAYU
RULY DWI RAHAYU
(Sekretaris Perusahaan)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Bekasi. Lahir di Jakarta
pada tahun 1965, saat ini berusia 51 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Kimia dari Universitas Indonesia pada tahun1990. Beliau
mengawali karir sebagai Staff Auditor di PT Bank Panin Tbk pada
tahun 1991-1995. Beliau bergabung dengan PT Bank Victoria
International Tbk sebagai Kepala Satuan Kerja Audit Intern
selama tahun 1995-2006, Kepala Divisi Manajemen Risiko dan
Kepatuhan Bank Victoria pada tahun 2006-2011 serta Kepala
Divisi Manajemen Risiko Bank Victoria pada periode 20112013. Sejak 2013, menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan dan
dikinikan berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor: 012/SKDIR/HCM/06/2015 tanggal 22 Juni 2016.
(Corporate Secretary )
Indonesian Citizen, residing in Jakarta.Bborn in Jakarta in
1965, currently 51 years old. Obtained a Bachelor’s degree in
Chemistry from the University of Indonesia in 1990. She started
her career as an Auditor Staff of PT Panin Bank Tbk. in 19911995. She joined with PT Bank Victoria International Tbk as
the Head of Internal Audit Working Unit in 1995-2006, Head of
Risk Management and Compliance Division in 2006-2011, and
Head of Risk Management Division in 2011-2013. She served
as the Corporate Secretary since 2013 and updated based on
the Decree Letter of the Board of Directors No. 012/SK-DIR/
HCM/06/2015 dated 22 June 2016.
PURWONO
PURWONO
(Kepala Divisi Financial Institution and Capital Market)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di
Yogyakarta pada tahun 1952, saat ini berusia 64 tahun.
Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas
Krisnadwipayana, Jakarta (1983) dan gelar Master Manajemen
dari Universitas Airlangga, Surabaya (2000). Menjabat sebagai
Kepala Divisi Financial Institution and Capital Market sejak 2010
dan dikinikan berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor: 022/
SK-DIR/HCM/04/16 tanggal 4 April 2016.
(Division Head of Financial Institution and Capital Market)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Yogyakarta in
1952, currently 64 years old. Obtained a Bachelor of Economics
degree from Krisnadwipayana University, Jakarta (1983), and a
Magister of Management from Airlangga University, Surabaya
(2000). Served as the Division Head of Financial Institution &
Capital Market since 2010 and updated based on the Decree
Letter of the Board of Directors No. 022/SK-DIR/HCM/04/16
dated April 4, 2016.
2016 Annual Report
105
PT Bank Victoria International Tbk.
THERESIA MARIA DHEWAjANI
THERESIA MARIA DHEWAjANI
(Kepala Divisi Operasional dan Internal Control)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Semarang
pada tahun 1959, saat ini berusia 57 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Hukum bidang perdata dari Universitas 17 Agustus’45,
Semarang (1984). Menjabat sebagai Kepala Divisi Operasional
dan Internal Control sejak 2000 berdasarkan Surat Keputusan
Direksi Nomor: 049/SK-DIR/05/12 tanggal 31 Mei 2012.
(Division Head of Operasional dan Internal Control)
Indonesia Citizen, residing in Jakarta, born in Semarang in 1959,
currently 57 years old. Obtained a Bachelor of Legal degree in
Civil from University of 17 Agustus’45, Semarang (1984). Served
as the Division Head of Operation and Internal Control since
2000 based on the Board of Directors Decree Letter No. 049/SKDIR/05/12, dated 31 May 2012.
HERTANTO TJAHAJA SURYA
HERTANTO TJAHAJASURYA
(Kepala Divisi Branch Banking and Network )
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di
Tangerang pada tahun 1959, saat ini berusia 57 tahun.
Memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Trisakti,
Jakarta (1985). Menjabat sebagai Kepala Divisi Branch Banking
Network sejak 2008 dan dikinikan berdasarkan Surat Keputusan
Direksi Nomor: 023/SK-DIR/HCM/04/16, tanggal 4 April 2016.
(Division Head of Branch Banking and Network )
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Tangerang in
1959, currently 57 years old. Obtained his Bachelor of Legal
degree from Trisakti University, Jakarta (1985). Served as the
Division Head of Branch Banking Network since 2008 and
updated based on the Decree Letter of the Board of Directors
No. 023/SK-DIR/HCM/04/16 dated 4 April 2016.
TEGUH SUKARYANTO
TEGUH SUKARYANTO
(Kepala Divisi SKAI/Terintegrasi dan Anti Fraud)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Bekasi, lahir di
Tanjungkarang, Bandar Lampung pada tahun 1962, saat
ini berusia 54 tahun. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi
dari Universitas Lampung (1987). Mengawali karir di Bank
Victoria pada bulan Juli 2011 sebagai Kepala Divisi Kepatuhan
(Compliance), kemudian pada Desember 2012 menjabat
sebagai Kepala Divisi Sistem dan Prosedur dan berdasarkan
Surat Keputusan Direksi No.031/SK-DIR/HCM/06/15 tanggal
30 Juni 2015 ditetapkan untuk menjabat sebagai Kepala SKAI/
Terintegrasi dan Anti Fraud.
(Division Head of IAWU/Integrated and Anti Fraud)
Indonesian Citizen, residing in Bekasi, born in Tanjung Karang,
Bandar Lampung on 30 August 1962, currently 54 years old.
He holds a Bachelor of Economics degree from the University
of Lampung (1987). He began his career in Bank Victoria in July
2011 as Head of Compliance Division and then in December
2012 served as Chief of the Systems and Procedures Division
and based on the Board of Directors’ Decree Letter No. 031/SKDIR/HCM/06/15 dated 30 June 2015 stipulated to serve as the
Head of IAWU/Integrated and Anti Fraud.
YOSEF SUDIKBYO
YOSEF SUDIKBYO
(Kepala Divisi Biro Hukum dan Legal)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Rembang
pada tahun 1963, saat ini berusia 53 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Hukum dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
(1988) dan lulus program Kenotariatan dan Pertanahan dari
Universitas Indonesia (2001). Menjabat sebagai Kepala Divisi
Biro Hukum dan legal sejak 2004 dan dikinikan berdasarkan
Surat Keputusan Direksi Nomor: 014/SK-DIR/HCM/06/15,
tanggal 22 Juni 2015.
(Division Head of Legal Bureau and Legal)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Rembang in 1963,
currently 53 years old. Obtained a Bachelor of Legal degree from
Parahyangan Catholic University, Bandung (1988) and completed
a Notary and Land Program from Universitas Indonesia (2001).
Served as the Division Head of Legal Bureau, Legal and Remedial
since 2004 and updated based on the Decree Letter of the Board
of Directors No. 014/SK-DIR/HCM/06/15 dated June 22, 2015.
HENDRA DERMAWAN
HENDRA DERMAWAN
(Kepala Divisi Commercial Banking I)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Jakarta
pada tahun 1965, saat ini berusia 51 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Teknik dari Universitas Trisakti, Jakarta (1988). Menjabat
sebagai Kepala Divisi Commercial Banking I berdasarkan Surat
Keputusan Direksi Nomor: 012/SK-DIR/HCM/10/16.
(Division Head of Commercial Banking I)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Jakarta in 1965,
currently 51 years old. Obtained a Bachelor of Engineering
degree from Trisakti University, Jakarta (1988). Served as the
Division Head of Commercial Banking I based on the Decree
Letter of the Board of Directors No. 021/SK-DIR/10/16.
SYARIFUDIN
SYARIFUDIN
(Kepala Divisi Kepatuhan, Unit Kerja Pengenalan Nasabah
(UKPN)/Terintegrasi dan Sistem Prosedur)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Bangka
pada tahun 1965, saat ini berusia 51 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi dari Universitas Lampung(1990). Menjabat
sebagai Kepala Divisi Kepatuhan, UKPN/Terintegrasi dan Sistem
Prosedur sejak 2013 berdasarkan Surat Keputusan Direksi
Nomor:032/SK-DIR/06/13.
(Division Head of Compliance, UKPN/Integrated and Procedure
System)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Bangka in 1965,
currently 51 years old. Earned a Bachelor of Economics degree
from the University of Lampung (1990). He served as Chief of
the Division of Compliance and UKPN/Integrated and Procedure
System since 2013 based on Board of Directors’ Decree Letter
No. 032/SK-DIR/06/13.
PT Bank Victoria International Tbk.
106
Laporan Tahunan 2016
RYANO ANDREAS TANDAYU
RYANO ANDREAS TANDAYU
(Kepala Divisi Multi Finance Lending)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Bandung
pada tahun 1967, saat ini berusia 49 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi dari Universitas Tarumanagara, Jakarta (1991).
Menjabat sebagai Kepala Divisi Multi Finance Lending sejak
2011 berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor: 013/SKDIR/08/11, tanggal 10 Agustus 2011.
(Division Head of Multi Finance Lending)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Bandung in 1967,
currently 49 years old. Obtained a Bachelor of Economics degree
from Tarumanagara University, Jakarta (1991). Served as the
Division Head of Multi Finance Lending since 20qq in based
on the Decree Letter of the Board of Directors No. 013/SKDIR/08/11, dated 10 August 2011.
DJOKO SOENDJOJO
DJOKO SOENDJOJO
(Kepala Divisi Administrasi Perkreditan)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Surabaya
pada tahun 1968, saat ini berusia 48 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Malangkucecwara, Malang (1993). Menjabat sebagai Kepala
Divisi Administrasi Perkreditan sejak 2015 berdasarkan Surat
Keputusan Direksi Nomor: 030/SK-DIR/HCM/06/15, tanggal 6
Juli 2015.
(Division Head of Loan Administration)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Surabaya in
1968, currently 48 years old. Obtained a Bachelor of Economics
in Accounting Major from Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Malangkucecwara, Malang (1993). Served as the Division Head
of Loan Administration since 2015 based on Decree Letter of the
Board of Directors No. 030/SK-DIR/HCM/06/15, dated 6 July
2015.
RITAYANA
RITAYANA
(Kepala Divisi Treasury)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Pontianak
pada tahun 1970, saat ini berusia 46 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (1995).
Menjabat sebagai Kepala Divisi Treasury sejak 2011 berdasarkan
Surat Keputusan Direksi Nomor: 010/SK-DIR/08/11, tanggal 10
Agustus 2011.
(Division Head of Treasury)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Pontianak in
1970, currently 46 years old. Obtained a Bachelor of Economics
degree from Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (1995). Served as
the Division Head of Treasury since 2011 based on the Decree
Letter of the Board of Directors No. 010/SK-DIR/08/11, dated
10 August 2011.
HERMAWAN
HERMAWAN
(Kepala Divisi Manajemen Risiko/Terintegrasi)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Lahir di Jakarta
pada tahun 1970, saat ini berusia 47 tahun. Meraih gelar Diploma
III dari Akademi Borobudur, Jakarta (1992), Sarjana Ekonomi dari
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Administrasi Indonesia,
Jakarta (1995), dan Master Manajemen dari Sekolah Tinggi Ilmu
Manajemen Labora, Jakarta (1997). Menjabat sebagai Kepala
Divisi Manajemen Risiko Sejak 5 Februari 2013 sesuai dengan SK
Direksi No.008/SK-DIR/05/13.
(Divison Head of Integrated/Risk Management)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Jakarta in
1970, currently 47 years old. He has earned his Diploma III
title from Borobudur Academy, Jakarta (1992), his Bachelor
of Economics degree from the Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Yayasan Administrasi Indonesia (College of Economics of the
Administrative Foundation of Indonesia), Jakarta (1995), and his
Master of Management from the Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen
Labora (Labora College of Management), Jakarta (1997). He
serves as the Division Head of the Integrated/Risk Management
since 5 February 2013 based on the Decree Letter of the Board
of Directors No. 008/SK-DIR/05/13.
TUMBUR PARULIAN LIMBONG
TUMBUR PARULIAN LIMBONG
(Kepala Divisi Keuangan dan Akunting)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Jakarta
pada tahun 1974, saat ini berusia 43 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi dari Universitas Borobudur, Jakarta (1996).
Menjabat sebagai Kepala Divisi Finance and Accounting sejak
2007 dan telah dikinikan berdasarkan Surat Keputusan Direksi
Nomor: 012/SK-DIR/HCM/04/16 tanggal 4 April 2016.
(Division Head of Finance and Accounting)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Jakarta 1974,
currently 43 years old. Obtained a Bachelor of Economics
degree from Borobudur University, Jakarta (1996). Served as
the Division Head of Finance and Accounting since 2007 and
has been updated based on the Decree Letter of the Board of
Directors No. 012/SK-DIR/HCM/04/16, dated 4 April 2016.
SYAHDA CANDRA
SYAHDA CANDRA
(Kepala Divisi Human Capital Management)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Jakarta
pada tahun 1974, saat ini berusia 43 tahun. Memiliki latar
belakang pendidikan Sarjana Psikologi Industri dari Universitas
Persada Indonesia YAI, Jakarta pada tahun 1998. Menjabat
Sebagai Kepala Divisi Human Capital Management sejak tanggal
2003 dan ditetapkan kembali berdasarkan SK No. 003/SK-DIR/
HCM/7/15 tanggal 2 Juli 2015.
(Division Head of Human Capital Management)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Jakarta in 1974,
currently 43 years old. Has educational background of Bachelor
of Industrial Psychology from Universitas Persada Indonesia YAI,
Jakarta in 1998. Served as the Division Head of Human Capital
Management since 2003 and was reappointed based on the
Board of Directors Decree Letter No. 003/SK-DIR/HCM/7/15,
dated 2 July 2015
2016 Annual Report
107
PT Bank Victoria International Tbk.
PURWOKO
PURWOKO
(Kepala Divisi Teknologi Informasi)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Jakarta
pada tahun 1976, saat ini berusia 40 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Teknik Elektro dari Institut Sains dan Teknologi Nasional,
Jakarta (2000). Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi
Network and MIS sejak 2014 dan menjabat sebagai Kepala Divisi
Teknologi Informasi berdasarkan Surat Keputusan Direksi
Nomor: 017/SKDIR/08/14, tanggal 4 April 2016.
(Division Head of Information Technology)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Jakarta in
1976, currently 40 years old. Obtained a degree in Electrical
Engineering from Institut Sains dan Teknologi Nasional, Jakarta
(2000). Previously served as the Division Head of Network and
MIS since 2014 and serves as the Division Head of Information
Technology based on the Decree Letter of the Board of Directors
No. 017/SKDIR/08/14, dated 4 April 2014.
IVAN JONATHAN
IVAN JONATHAN
(Kepala Divisi General Affair)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di
Palembang pada tahun 1978, saat ini berusia 38 tahun.
Memperoleh gelar Sarjana Komputer dari Universitas Bina
Nusantara, Jakarta (2001). Menjabat sebagai Kepala Divisi
General Affair sejak 2012 berdasarkan Surat Keputusan Direksi
Nomor: 001/SK-DIR/06/12, tanggal 1 Juni 2012.
(Division Head of General Affair)
Indonesia Citizen, residing in Jakarta, born in Palembang in 1978,
currently 38 years old. Obtained a Bachelor of Computer degree
from Bina Nusantara University, Jakarta (2001). Served as the
Division Head of General Affairs since 2012 based on the Decree
Letter of the Board of Directors No. 001/SK-DIR/06/12, dated 1
June 2012.
SURJADI HARDIMAN
SURJADI HARDIMAN
(Kepala Divisi Corporate Banking)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Jakarta
pada tahun 1969, saat ini berusia 47 tahun. Memperoleh gelar
Bachelor of Science dari California State University Los Angeles
pada tahun 1993 dan Executive MBA dari Asian Institute of
Management, Philippines, pada tahun 2009. Bergabung dengan
Bank Victoria pada Oktober 2016 dan menjabat sebagai Head of
Corporate Banking berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor:
042/SK-DIR/HCM/10/16
(Division Head of Corporate Banking)
Indonesian citizen, residing in Jakarta, born in Jakarta in 1969,
currently 47 years old. Obtained his Bachelor of Science degree
from California State University Los Angeles in 1993 and
Executive MBA from Asian Institute of Management, Philippines,
in 2009. Joined Bank Victoria in October 2016 and served as
Head of Corporate Banking based on the Decree Letter of the
Board of Directors No. 042/SK-DIR/HCM/10/16.
IRAWATI BOEDIMAN
IRAWATI BOEDIMAN
(Kepala Divisi Commercial Banking II)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Lumajang
pada tahun 1967, saat ini berusia 49 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Hukum dari Universitas Tarumanegara Jakarta (1991)
dan Sarjana Psikologi dari Universitas Persada Indonesia Jakarta
(2010 ). Menjabat sebagai Kepala Divisi Commercial Lending II
sejak 2016 berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor: 013/
SK-DrR/HCM/10/16, tanggal 17 Oktober 2016.
(Division Head of Commercial Banking II)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Lumajang in
1967, currently 49 years old. Obtained his Law degree from
Tarumanegara University Jakarta (1991) and Bachelor of
Psychology from Universitas Persada Indonesia Jakarta (2010).
Served as Head of Commercial Lending Division II since 2016
based on Decree Letter of Board of Directors No. 013/SK-DrR/
HCM/10/16, dated 17 October 2016.
M. ADI KUSUMA
M. ADI KUSUMA
(Kepala Divisi Analisa Kredit)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Bandar
Lampung pada tahun 1971, saat ini 45 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia (1996) serta Magister Manajemen dari Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia (2004). Menjabat Kepala Divisi
Credit Analyst sejak 2016 berdasarkan Surat Keputusan Direksi
No. 028/SK-DIR/HCM/06/16.
(Division Head of Credit Analysis)
Indonesian citizen, residing in Jakarta, born in Bandar Lampung
in 1971, currently 45 years old. Obtained his Bachelor degree in
Accounting from Faculty of Economics University of Indonesia
(1996) and Master of Management from Faculty of Economics
University of Indonesia (2004). Appointed as Division Head of
Credit Analyst since 2016 based on Decree Letter of the Board
of Directors No. 028/SK-DIR/HCM/06/16.
DM PARLUHUTAN NAPITUPULU
DM PARLUHUTAN NAPITUPULU
(Kepala Divisi Special Asset Management)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Medan pada
tahun 1955, saat ini berusia 61 tahun. Memperoleh gelar Sarjana
Ekonomi dari Fakultas Ekonomi UKI, Jakarta (1981). Menjabat
sebagai Kepala Divisi Special Assets Management, Direktorat Kredit
sejak 1 September 2016.
(Division Head of Special Asset Management)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Medan in 1955,
currently 61 years old. Obtained his Bachelor of Economics from
Faculty of Economics UKI, Jakarta (1981). Served as Division
Head of Special Assets Management, Directorate of Credit since
1 September 2016.
PT Bank Victoria International Tbk.
108
Laporan Tahunan 2016
DEVID LUKMAN
DEVID LUKMAN
(Wakil Kepala Divisi Special Asset Management)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Bekasi, lahir di Dabo
Singkep (Kepulauan Riau) pada tahun 1964, saat ini berusia 51
tahun. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Katholik
Parahyangan, Bandung (1988). Menjabat sebagai Wakil Kepala
Divisi Special Asset Management sejak April 2016 berdasarkan Surat
Keputusan Direksi Nomor: 007/SK-DIR/04/16, tanggal 04 April
2016.
(Deputy Division Head of Special Asset Management)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Dabo Singkep
(Riau Islands) in 1964, currently 51 years old. Obtained a
Bachelor of Economics from Parahyangan Catholic University,
Bandung (1988). Served as the Division Head of Special Asset
Management since 2016 based on the Decree Letter of the
Board of Directors No. 007/SK-DIR/04/16, dated April 4, 2016.
SCHUBERT CHAZANAH
SCHUBERT CHAZANAH
(Wakil Kepala Divisi Kepatuhan, Unit Kerja Pengenalan Nasabah
(UKPN)/Terintegrasi, dan Sistem Prosedur)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Jakarta pada
tahun 1967, saat ini berusia 49 tahun. Memperoleh gelar Sarjana
Ekonomi dari Universitas Mercu Buana, Jakarta (1991). Menjabat
sebagai Wakil Kepala Divisi Kepatuhan, UKPN/ Terintegrasi, Sistem
& Prosedur sejak 2016 dan ditetapkan kembali berdasarkan Surat
Keputusan Direksi Nomor: 019/SK-DIR/HCM/04/16, tanggal 4 April
2016.
(Deputy Division Head of Compliance (UKPN)/Integrated and
System Procedure)
Indonesian Citizen, residin in Jakarta, born in Jakarta in 1967,
currently 49 years old. Obtained a Bachelor of Economics degree
from Mercu Buana University, Jakarta (1991). Serving as the
Deputy Division Head of Complliance, UKPN/Intgrated and
Systems Procedures since 2016, restated based on the Decree
Letter of the Board of Directors No. 019/SK-DIR/HCM/04/16,
dated 4 April 2016.
YOHANES ROBBY YUWONO
YOHANES ROBBY YUWONO
(Wakil Kepala Divisi Teknologi Informasi)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Jakarta
pada tahun 1969, saat ini berusia 47 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Informasi Manajemen dari STMIK Gunadarma (1994).
Menjabat sebagai Kepala Divisi Teknologi Sistem Informasi sejak
2016 berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor: 016/SKDIR/HCM/4/16, tanggal 4 April 2016.
(Deputy Division Head of Information Technology)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Jakarta in 1969,
currently 47 years old. Obtained a Bachelor of Management
Information from STMIK Gunadarma (1994). Served as the
Division Head Information Technology System since 2016 based
on Decree Letter of the Board of Directors No. 016/SK-DIR/
HCM/4/16, dated April 4, 2016.
NIO EFFENDI
NIO EFFENDI
(Wakil Kepala Divisi Operasional dan Internal Control)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Tanjung
Karang, Bandar Lampung pada tahun 1959, saat ini berusia 57
tahun. Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas
Atma Jaya, Yogyakarta (1987). Menjabat sebagai Wakil Kepala
Divisi Operasional dan Internal Control sejak 2012 dan dikinikan
berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor: 014/SK-DIR/
HCM/04/16, tanggal 4 April 2016.
(Deputy Division Head of Operational and Internal Control)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Tanjung Karang,
Bandar Lampung in 1959, 57 years old. Obtained a Bachelor of
Economics from Atma Jaya University, Yogyakarta (1987). Served
as Deputy Division Head of Operation and Internal Control since
2012 and updated based on the Decree Letter of the Board of
Directors No. 014/SK-DIR/HCM/04/16, dated 4 April 2016.
MARIANA GOZALI
MARIANA GOZALI
(Wakil Kepala Divisi Remedial)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Jakarta
pada tahun 1959, saat ini berusia 57 tahun. Memperoleh
gelar Sarjana Hukum dari Universitas Trisakti, Jakarta (1985).
Menjabat sebagai Wakil Kepala Divisi Biro Hukum, Legal dan
Remedial sejak 2015 berdasarkan Surat Keputusan Direksi
Nomor: 015/SK-DIR/HCM/06/15 tanggal 22 Juni 2015.
(Deputy Division Head of Remedial)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Jakarta in 1959,
currently 57 years old. Obtained a Legal degree from Trisakti
University, Jakarta (1985). Served as Deputy Division Head of
Remedial since 2015 based on the Decree Letter of the Board
of Directors No. 015/SK-DIR/HCM/06/15, dated 22 June 2015.
NOVITA INDRIYANI
NOVITA INDRIYANI
(Wakil Kepala Divisi Legal)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Jakarta
pada tahun 1972, saat ini berusia 44 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Hukum dari Universitas Tarumanagara, Jakarta (1995).
Menjabat sebagai Wakil Kepala Divisi Biro Hukum, Legal dan
Remedial sejak 2015 berdasarkan Surat Keputusan Direksi
Nomor: 013/SK-DIR/HCM/06/15, tanggal 22 Juni 2015.
(Deputy Division Head of Legal)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Jakarta in 1972,
currently 44 years old. Obtained a Bachelor of Legal degree from
Tarumanagara University, Jakarta (1995). Serving as Deputy
Division Head of Legal Bureau, Legal and Remedial since 2015
in accordance with Decree Letter of the Board of Directors
No. 013/SK-DIR/HCM/06/15, dated 22 June 2015.
2016 Annual Report
109
PT Bank Victoria International Tbk.
CLAUDIA AUDREY
CLAUDIA AUDREY
(Wakil Kepala Divisi Keuangan dan Akunting)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Jakarta
pada tahun 1986, saat ini berusia 31 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (2009). Memulai
karir sebagai Auditor Finansial di Pricewaterhouse Coopers
Indonesia (2009-2015). Menjabat sebagai Wakil Kepala Divisi
Keuangan dan Akunting Bank Victoria sejak 2015 berdasarkan
Surat Keputusan Direksi Nomor: 002/SK-DIR/HCM/11/15
tanggal 3 November 2015.
(Deputy Division Head of Finance and Accounting)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Jakarta in 1986,
currently 31 years old. Obtained a Bachelor of Economics from
University of Indonesia (2009). Started her career as a Financial
Auditor at PricewaterhouseCoopers Indonesia (2009-2015).
Served as Deputy Head of Finance and Accounting Division of
Bank Victoria since 2015 based on Decree Letter of the Board of
Directors Number: 002/SK-DIR/HCM/11/15 dated November 3,
2015.
PUTRI TIARA Virginta
Putri TIARA Virginta
(Wakil Kepala Divisi Marketing dan Komunikasi)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Jakarta,
saat ini berusia 36 tahun. Memperoleh gelar Sarjana Komunikasi
dari Univ.Prof.Dr.Moestopo (Beragama), Jakarta (2003) dan
saat ini tengah menyelesaikan studi Master of Governance di
FernUniversitaet Hagen, Jerman. Menjabat sebagai Wakil Kepala
Divisi Marketing dan Komunikasi sejak 2016 berdasarkan Surat
Keputusan Direksi Nomor: 005/SK-DIR/HCM/12/16.
(Deputy Division Head of Marketing and Communications)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Jakarta, currently
36 years old. Obtained a Bachelor degree in Communication from
Univ.Prof.Dr.Moestopo (Beragama), Jakarta (2003) and currently
completing her Master of Governance study at FernUniversitaet
Hagen, Germany. Served as Deputy Head of Marketing and
Communications Division since 2016 based on Decree Letter of
the Board of Directors No. 005/SK-DIR/HCM/12/16.
MOHAMAD SAIFUDIN ZUHRI
MOHAMAD SAIFUDIN ZUHRI
(Wakil Kepala Divisi Analisa Kredit)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Klaten
pada tahun 1964, saat ini berusia 52 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi dari Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta
(1988). Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Area Cabang
Fatmawati sejak 2012 berdasarkan Surat Keputusan Direksi
Nomor: 004/SK-DIR/HCM/12/15, tanggal 23 April 2012.
Menjabat sebagai Wakil Kepala Divisi Analisa Kredit berdasarkan
Surat Keputusan Direksi Nomor: 006/SK- DIR/ HCM/04/16.
(Deputy Division Head of Credit Analysis)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Klaten in 1964,
currently 52 years old. Obtained a Bachelor of Economics degree
from Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta (1988).
Previously served as the Area Head of Fatmawati Branch since
2012 based on the Decree Letter of the Board of Directors
Decree No. 004/SKDIR/HCM/12/15, dated 23 April 2012.
Serves as the Deputy Division Head of Credit Analysis based on
the Decree Letter of the Board of Directors No. 006/SK-DIR/
HCM/04/16.
SANNY SETIADI
SANNY SETIADI
(Kepala Area Cabang Senayan )
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Jakarta
pada tahun 1961, saat ini berusia 55 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi dari Universitas Tarumanagara, Jakarta
(1987). Menjabat sebagai Kepala Area Cabang Senayan sejak
2012 berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor: 009/SKDIR/10/12, tanggal 22 Oktober 2012.
(Area Head of Senayan Branch)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Jakarta in 1961,
currently 55 years old. Obtained a Bachelor of Economics degree
from Tarumanagara University, Jakarta (1987). Served as the
Area Head of Senayan Branch since 2012 based on the Decree
Letter of the Board of Directors No. 009/SKDIR/10/12, dated 22
October 2012.
AMELIA
AMELIA
(Kepala Area Cabang Cideng)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Lampung
Utara pada tahun 1965, saat ini berusia 51 tahun. Memperoleh
gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Jayabaya, Jakarta
(1989). Menjabat sebagai Kepala Area Cabang Cideng sejak
2008 berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor: 001/SKDIR/12/08, tanggal 1 Desember 2008.
Area Head of Cideng Branch
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in North Lampung
in 1965, currently 51 years old. Obtained a Bachelor of Economics
degree from Jayabaya University, Jakarta (1989). Served as the
Area Head of Cideng Branch since 2008 based on the Decree
Letter of the Board of Directors No. 001/SK-DIR/12/08, dated
1 December 2008.
BHOYONG PRIYONGONO
BHOYONG PRIYONGONO
(Kepala Area Cabang Fatmawati)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Pati pada
tahun 1960, saat ini berusia 57 Tahun. Memperoleh gelar Sarjana
Administrasi Niaga dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi STIA
AAN Jakarta (1988). Menjabat sebagai Kepala Area Cabang
Fatmawati sejak 2016. Berdasarkan surat keputusan Direksi
Nomor: 011/SK-DIR/HCM/01/16.
(Area Head of Fatmawati Branch)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Pati in 1960,
currently 57 years old. Obtained his Bachelor degree in Business
Administration from Administrative High School STIA AAN
Jakarta (1988) Served as the Head of Fatmawati Branch Area
since 2016. Based on the Decree Letter of the Board of Directors
No. 011/SK-DIR/HCM /01/16.
PT Bank Victoria International Tbk.
110
Laporan Tahunan 2016
HENDRY INDRADJAJA
HENDRY INDRADJAJA
(Kepala Area Cabang Kelapa Gading)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di Tanjung
Karang pada tahun 1967, saat ini berusia 50 Tahun. Memperoleh
gelar Sarjana Teknik Komputer dari Universitas Budi Luhur,
Jakarta (1992). Menjabat sebagai Kepala Area Cabang Kelapa
Gading sejak 2016 berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor:
009/SK-DIR/HCM/IX/16, tanggal 5 September 2016.
(Area Head of Kelapa Gading Branch)
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Tanjung Karang
in 1967, is currently 50 years old. Obtained a Bachelor Degree
in Computer Engineering from Budi Luhur University, Jakarta
(1992). Served as Area Head of Kelapa Gading Branch since 2016
based on Decree Letter of the Board of Directors No. 009/SKDIR/HCM/IX/16, dated September 5, 2016.
ROSITA B. RAJAISUN
ROSITA B. RAJAISUN
(Kepala Area Cabang Bogor)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta, lahir di
Palembang pada tahun 1971, saat ini berusia 45 tahun.
Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Akademi Keuangan
dan Perbankan, Jakarta (1994). Menjabat sebagai Kepala Area
Cabang Bogor sejak 2013 berdasarkan Surat Keputusan Direksi
Nomor: 030/SK-DIR/06/13, tanggal 27 Juni 2013
Area Head of Bogor Branch
Indonesian Citizen, residing in Jakarta, born in Palembang in
1971, currently 45 years old. Obtained a Bachelor of Economics
degree from Akademi Keuangan dan Perbankan, Jakarta (1994).
Served as Area Head of Bogor Branch since 2013 based on the
Decree Letter of the Board of Directors No. 030/SK-DIR/06/13,
dated 27 June 2013.
THERESIA SRI PAKARTI
THERESIA SRI PAKARTI
(Kepala Area Cabang Bandung)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Bandung, lahir di Tegal
pada tahun 1959, saat ini berusia 57 tahun. Memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung (1984).
Menjabat sebagai Kepala Area Cabang Bandung sejak 2015
berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor: 024/SK-DIR/
HCM/01/15, tanggal 29 Januari 2015
Kepala Area Cabang Bandung
Indonesian Citizen, residing in Bandung, born in Tegal in 1959,
currently 57 years old. Obtained a Bachelor of Economics from
Padjajaran University (1984). Served as Area Head of Bandung
Branch since 2015 based on the Decree Letter of the Board of
Directors No. 024/SK-DIR/HCM/01/15, dated 29 January 2015.
ERLI NORNAWATI
ERLI NORNAWATI
(Kepala Area Cabang Surabaya)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Surabaya, lahir di
Tulungagung pada tahun 1971, saat ini berusia 46 tahun.
Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Kristen
Petra, Surabaya (1995). Menjabat sebagai Kepala Area Cabang
Surabaya sejak 2015 berdasarkan Surat Keputusan Direksi
Nomor: 001/ SK-DIR/HCM/11/15, tanggal 2 November 2015
Kepala Area Cabang Surabaya
Indonesian Citizen, residing in Surabaya, born in Tulungagung in
1971, currently 46 years old. Obtained a Bachelor of Economics
from Universitas Kristen Petra, Surabaya (1995). Served as Area
Head of Surabaya Branch since 2015 based on the Decree Letter
of the Board of Directors No. 001/ SK-DIR/HCM/11/15, dated 2
November 2015.
HERRY SULANGI
HERRY SULANGI
(Kepala Area Cabang Manado)
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Manado, lahir di
Kotamobagu pada 31 Agustus 1966, saat ini berusia 50 Tahun.
Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Sam
Ratulangi, Manado (1989). Menjabat sebagai Kepala Area
Cabang Manado sejak 2016 berdasarkan Surat Keputusan
Direksi Nomor : 003/SK-DIR/HCM/07/16.
(Area Head of Manado Branch)
Indonesian Citizen, residing in Manado, born in Kotamobagu on
31 August 1966, currently 50 years old. Obtained a Bachelor
of Economics from Sam Ratulangi University, Manado (1989).
Served as Area Head of Manado Branch since 2016 based on
the Decree Letter of the Board of Directors No. 003/SK-DIR/
HCM/07/16.
111
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Profil Karyawan
Employees Profile
JUMLAH KARYAWAN Berdasarkan
LEVEL ORGANISASI
TOTAL OF EMPLOYEES based on
ORGANIZATION LEVEL
Komposisi karyawan Bank Victoria berdasarkan level organisasi
adalah sebagai berikut.
Bank Victoria’s employee composition based on the organization
level is as follow.
Tabel Jumlah Karyawan Berdasarkan Level Organisasi
Table of Total Employees Based on Organization Level
Level Organisasi
Position Level
2016
Direksi / Board of Directors
2015
5 orang / people
5 orang / people
Manajemen / Management
275 orang / people
260 orang / people
Pelaksana / Executive
944 orang / people
912 orang / people
1,224 orang / people
1,177 orang / people
TOTAL / TOTAL
JUMLAH KARYAWAN Berdasarkan
TINGKAT PENDIDIKAN
TOTAL OF EMPLOYEES based on
EDUCATIONAL LEVEL
Komposisi karyawan Bank Victoria berdasarkan tingkat
pendidikan adalah sebagai berikut.
Bank Victoria’s employee composition based on the education
level is as follow.
Tabel Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Table of Total Employees Based on Educational Level
Tingkat Pendidikan
Education Level
2016
2015
< SMA / High School
485 orang / people
459 orang / people
Diploma / Diploma
197 orang / people
198 orang / people
Sarjana / Bachelor (Graduate)
509 orang / people
491 orang / people
Pasca Sarjana / Magister (Post Graduate)
TOTAL / TOTAL
33 orang / people
29 orang / people
1,224 orang / people
1,177 orang / people
JUMLAH KARYAWAN BERDASARKAN
STATUS KEPEGAWAIAN
TOTAL OF EMPLOYEES BASED ON
EMPLOYMENT STATUS
Komposisi karyawan Bank Victoria
kepegawaian adalah sebagai berikut.
Bank Victoria’s employee composition based on the employment
status is as follow.
berdasarkan
status
Tabel Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian
Table of Total Employees Based on Employment Status
Status Kepegawaian
Employment Status
2016
2015
Pegawai Tetap / Permanent Employee
659 orang/ people
661 orang/ people
Pegawai Tidak Tetap / Non-permanent Employee
190 orang/ people
163 orang/ people
Outsourcing / Outsourcing
375 orang/ people
353 orang/ people
1,224 orang/ people
1,177 orang/ people
TOTAL / TOTAL
PT Bank Victoria International Tbk.
112
Laporan Tahunan 2016
JUMLAH KARYAWAN BERDASARKAN
MASA KERJA
Total employee based on
work period
Komposisi karyawan Bank Victoria berdasarkan masa kerja
adalah sebagai berikut.
Bank Victoria’s employee composition based on the work period
is as follow.
Tabel Jumlah Karyawan Berdasarkan Masa Kerja
Table Total Employess Based on Work Period
Masa Kerja
Work Period
2016
2015
0 - 5 Tahun / Years
842 orang / people
841 orang / people
6 - 10 Tahun / Years
270 orang / people
259 orang / people
11 - 15 Tahun / Years
79 orang / people
60 orang / people
16 - 20 Tahun / Years
25 orang / people
17 orang / people
Di atas 20 Tahun / Above 20 Years
TOTAL / TOTAL
8 orang / people
-
1,224 orang / people
1,177 orang / people
JUMLAH KARYAWAN BERDASARKAN
GENDER
TOTAL OF EMPLOYEES BASED ON
gender
Komposisi karyawan Bank Victoria berdasarkan gender adalah
sebagai berikut.
Bank Victoria’s employee composition based on the gender is as
follow.
Tabel Jumlah Karyawan Berdasarkan Gender
Table Total Employess Based on Gender
Gender
Gender
Wanita / Female
2016
565 orang / people
2015
550 orang / people
Laki-laki / Male
659 orang / people
627 orang / people
TOTAL / TOTAL
1,224 orang / people
1,177 orang / people
PENGEMBANGAN KOMPETENSI
KARYAWAN
Employee COMPETENCE
DEVELOPMENT
KEBIJAKAN
POLICY
Bank Victoria selalu memastikan untuk memberikan kesempatan
yang sama kepada seluruh karyawan dalam mendapatkan
program pendidikan dan pelatihan yang telah mencerminkan
adanya kesamaan kesempatan untuk masing-masing level
organisasi. Penetapan keikutsertaan karyawan dalam
keseluruhan program pengembangan kompetensi tersebut
ditentukan berdasarkan Training Need Analysis dengan
memperhatikan kesetaraan gender dan persamaaan kesempatan
kepada seluruh karyawan. Kebijakan training yang berlaku saat
ini tertuang dalam Standar Operasional Prosedur Human Capital
Management Bank Victoria yang telah ditetapkan melalui Surat
Keputusan Direksi No. 003/SK-DIR/08/16 tanggal 4 Agustus
2016.
Bank Victoria always makes sure to give equal opportunities
to all employees in receiving education and training program
that already reflects there is an equal opportunity for each
organization level. The establishment of employee participation
in the overall competency development program is in accordance
with Training Need Analysis by taking into account gender
equality and equal opportunity for all employees. Current training
policy is specified in the Standard Operational Procedures of
Bank Victoria Human Capital Management which has been
established through the Board of Directors Decree Letter
No. 003/SK-DIR/08/16 dated August 4, 2016.
113
2016 Annual Report
PELAKSANAAN
PT Bank Victoria International Tbk.
IMPLEMENTATION
Tabel Pengembangan Kompetensi bagi Karyawan Berdasarkan Level Jabatan
Table of Competence Development for Employees Based on Position Level
No
Level Jabatan
Position Level
Jenis Pelatihan
Training Types
Nama Pelatihan
Training Goals
Jumlah Peserta
Total Participates
Direksi / Directors
1
Direksi
Seminar
Publik
Seminar dan Executive Raundtable Konglomerasi Jasa Keuangan di
Indonesia
2
2
Direksi
Training
Training Leadership
7
3
Direksi
Seminar
Publik
Southeast Asia Banking Technology and Innovation Summit
2
4
Direksi
Seminar
Publik
Customer Experience Management ( CEM ) ASIA SUMMIT 2016
1
5
Direksi
Training
“Engagement A Solid Team To Achieve Extraordinary Result in 2016” Team Building dan Outbond
1
6
Direksi
Seminar
Publik
Training/Seminar “National Anti Fraud Conference 2016”
1
7
Direksi
Seminar
Publik
Training/Seminar “Pengawasan Terintegrasi Bagi Konglomerasi
Keuangan”
1
8
Direksi
Sertifikasi
Pemeliharaan Sertifikat Kompetensi Manajemen Risiko (Refreshment) LSPP
1
9
Direksi
Training
Training “Digital Banking (MySys Connect Forum)”
1
Manajer / Manager
10
Manager
Publik
Training dan Workshop PSAK Terkini Sesuai Konvergensi IFRS Per 1
Januari 2015
1
11
Manager
Publik
Training “Pelaporan Sistem Debitur (SID) Dalam Rangka Program
Data Quality Control (QC) SID Tahun 2016”
2
12
Manager
Publik
Training Persiapan Reporting LBU Agustus 2016 : Enhancement LBU
dan Implementasi Seluruh Form Terkait Kredit
4
14
Manager
In House
Training PSAK 50/55
15
Manager
Publik
Training PSAK 55 - CKPN
1
16
Manager
Publik
Training dan Seminar Issuance of Sukuk and Debt
1
17
Manager
Publik
Training Corporate Financial Analyst
2
18
Manager
In House
Training Fundamental Kredit
12
19
Manager
In House
Training Operasional Devisa
8
20
Manager
In House
Training Penanganan Kredit Bermasalah dan Teknik Eksekusi
Agunan
21
Manager
In House
Training Pengetahuan Produk dan Kredit di BBN
22
Manager
In House
Training Penyamaan Pemahaman dan Persepsi Proses Kredit
23
Manager
In House
Training Treasury Forex – Devisa
8
24
Manager
Publik
Credit Risk Management (Refreshment)
1
25
Manager
In House
Training Penerapan Manajemen Risiko Operasional di Lingkungan
Kerja (Refreshment BSMR)
126
26
Manager
In House
Training Penyelarasan Fungsi Kepatuhan, Pengendalian Internal
dan Manajemen Risiko Dalam Rangka Peningkatan Efektifitas
Penerapan Good Corporate Governance (Risk Management
Refreshment)
153
27
Manager
Publik
Training Stress Test Risiko Pasar dan Likuiditas
1
28
Manager
In House
Training Stress Test Bank dan Konglomerasi Keuangan
6
29
Manager
In House
FGD - Kedisiplinan Karyawan, Kepatuhan Terhadap Penerapan
SOP/SK-DIR dan Mitigasi Fraud
30
Manager
Publik
Identifikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM)
2
31
Manager
In House
Training Penerapan Program APU dan PPT
9
15
34
1
15
110
PT Bank Victoria International Tbk.
No
Level Jabatan
Position Level
114
Jenis Pelatihan
Training Types
Laporan Tahunan 2016
Nama Pelatihan
Training Goals
Jumlah Peserta
Total Participates
32
Manager
In House
Audit Untuk Memenuhi Aspek Kepatuhan dan Akuntabilitas
Laporan Keuangan
5
33
Manager
In House
Training Audit Treasury
5
34
Manager
In House
Training Mencegah dan Meminimalisir Penipuan (Fraud) di
Lingkungan Kerja
35
Manager
Publik
Training Peranan Bank Dalam Mencegah Kejahatan Perbankan
Melalui Pengawasan Internal Terpadu
1
36
Manager
Publik
Workshop Pra Konvensi Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia Bidang Audit Intern Bank
1
37
Manager
In House
Training dan Sosialisasi Internet Banking and Mobile Banking
38
Manager
In House
Training Internet Banking and Mobile Banking
39
Manager
Publik
Program Beasiswa Karyawan (Semester Genap Tahun 2015/2016)
1
40
Manager
Publik
Program Beasiswa Kuliah S2 - Semester 1
1
1
102
251
59
41
Manager
Publik
Seminar Antisipasi dan Represi Kejahatan Melalui Internet pada
Industri Keuangan
42
Manager
Publik
Investor Gathering dan Seminar Economy Outlook 2017
1
43
Manager
Publik
Training Memahami Indikator Ekonomi, Menguak Peluang Bisnis
1
44
Manager
Publik
Training ACI World Congress ke 55
2
45
Manager
Publik
Training Market Outlock dan Stock Valuation Knowledge
1
46
Manager
Publik
Training “Fraud Preventation in Banking Industry”
1
47
Manager
In House
Training Assesment Basic Branch Manager
1
23
48
Manager
Publik
Training Bankers Advanced Excel From Zero To Master : Meningkatkan
Kinerja dan Menurunkan Tingkat Kesalahan
49
Manager
Publik
Training Best Practice Research “Potensi Ekonomi Wilayah Untuk
Bisnis Bank”
1
50
Manager
Publik
Training Common Reporting Standard
1
51
Manager
Publik
Training Evaluasi dan Refreshment Terkait Penyelenggaraan SKNBI
1
52
Manager
Publik
Training Evaluasi Forkomkas Tahun 2016
1
9
53
Manager
Publik
Training of Trainer (ToT) Keaslian dan Pengelolaan Uang Rupiah Di
Bank Indonesia, Bogor
54
Manager
In House
Training (Refreshment) Layanan Kiriman Uang Western Union
1
111
55
Manager
Publik
Training Sharing Knowledge “Penanganan Tindak Pidana Pencucian
Uang”
56
Manager
In House
Training English For Business
2
57
Manager
In House
Program Pelatihan Effective Personal Productivity
8
58
Manager
Publik
Gathering Perkaba Bank Indonesia Kota Bandung
1
59
Manager
Publik
Training Analisa Lingkungan Hidup - Efisiensi Energi 2016
60
Manager
In House
Training Beauty Class dan Grooming
61
Manager
Publik
Training Study Kelayakan Pembukaan Jaringan Kantor
1
62
Manager
Publik
Training/Seminar “Menghilangkan Stress, Kemarahan, Trauma dengan Sangat Alami berdasarkan Kecerdasan Tubuh”
1
63
Manager
In House
“Engagement A Solid Team To Achieve Extraordinary Result in 2016”,
Team Building and Outbond
64
Manager
In House
Training Performance Coaching and Problem Solving
65
Manager
In House
Training Build A Harmonious Team And Synergistic
66
Manager
In House
Training Positive Mental Attitude
100
67
Manager
In House
K3 and Service is My Priority - Togetherness for Sustainable Growth
(OutBond)
118
68
Manager
In House
Training Leadership
71
69
Manager
In House
Training Move Up and Move Forward
48
1
94
13
109
97
115
2016 Annual Report
No
Level Jabatan
Position Level
Jenis Pelatihan
Training Types
PT Bank Victoria International Tbk.
Nama Pelatihan
Training Goals
Jumlah Peserta
Total Participates
Pelaksana / Executor
70
Pelaksana
Publik
Tematik Pelaporan LBU 2008 Tahun 2016 Bank Indonesia
2
71
Pelaksana
Publik
Training “Edukasi dan Workshop LKPBU, Form Laporan Pejabat
Ekesekutif, Tenaga Kerja, Jaringan Kantor dan Laporan Publikasi
Publik
3
72
Pelaksana
Publik
Training Akuntansi Aset Tetap dan Persediaan PSAK 16, PSAK 48,
PSAK 58, PSAK 14, ISAK 9 dan ISAK 11
2
73
Pelaksana
Publik
Training Basic Treasury Management
2
74
Pelaksana
In House
Training Effective Writing Proposal
57
75
Pelaksana
In House
Training Fundamental Kredit
14
76
Pelaksana
In House
Training Operasional Devisa
23
77
Pelaksana
In House
Training Penanganan Kredit Bermasalah dan Eksekusi Agunan
32
68
78
Pelaksana
In House
Training Penanganan Kredit Bermasalah dan Teknik Eksekusi
Agunan - Batch 1
79
Pelaksana
In House
Training Pengetahuan Produk dan Kredit di BBN
1
80
Pelaksana
In House
Training Penilaian Agunan Bagi Bisnis Perkreditan Bank
56
81
Pelaksana
In House
Training Product Knowledge and Credit Procedure
84
82
Pelaksana
In House
Training Penyamaan Pemahaman dan Persepsi Proses Kredit
37
83
Pelaksana
In House
Training Trade Finance and Selling Skill
31
84
Pelaksana
In House
Training Treasury Forex – Devisa
56
85
Pelaksana
Publik
(Refreshment) Sertifikasi Manajemen Risiko Level 3
1
86
Pelaksana
Publik
Training Mitigasi Risiko Pemalsuan Cek/Biro Gilyet
1
87
Pelaksana
Publik
Training Pengukuran Risiko
1
88
Pelaksana
Publik
Training Stress Test Risiko Pasar dan Likuiditas
1
89
Pelaksana
In House
Training Stress Test Bank dan Konglomerasi Keuangan
16
90
Pelaksana
Publik
Identifikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM)
1
91
Pelaksana
In House
Training dan Pemantauan Pelaksanaan Program APU dan PPTS
18
18
92
Pelaksana
In House
Training dan Pemantauan Pelaksanaan Program APU PPT serta
Fungsi Kepatuhan Kantor Cabang Surabaya
93
Pelaksana
In House
Training APU PPT dan Anti Fraud Karyawan Manado (OJT)
94
Pelaksana
In House
Training Penerapan Program APU dan PPT
67
18
38
95
Pelaksana
In House
Audit Untuk Memenuhi Aspek Kepatuhan dan Akuntabilitas
Laporan Keuangan
96
Pelaksana
In House
Training Audit Treasury
97
Pelaksana
Publik
Training Peranan Bank Dalam Mencegah Kejahatan Perbankan
Melalui Pengawasan Internal Terpadu
98
Pelaksana
In House
Training Fraud Awareness and Whistleblower System
8
1
86
99
Pelaksana
Publik
Training IT Audit – General Control
1
100
Pelaksana
Publik
CCNP and Roting Switching
2
101
Pelaksana
Publik
Training dan Sertifikasi “Cisco 210 - 216”
1
102
Pelaksana
Publik
Training “CPP Creative Graphic Design (Adobe Illustrator)”
1
103
Pelaksana
Publik
Training Android Programming using Android Studio
104
Pelaksana
In House
Training Creative Power Point
52
105
Pelaksana
In House
Training dan Sosialisasi Internet Banking dan Mobile Banking
29
106
Pelaksana
Publik
Training Data Center Best Practice
107
Pelaksana
In House
Training Internet Banking and Mobile Banking
108
Pelaksana
Publik
Training Security CCNA
109
Pelaksana
In House
Training SKNBI Generasi 2 Tahap 2
110
Pelaksana
Publik
Training User Group Sistem BI - RTGS dan BI - SSSS
2
111
Pelaksana
Publik
Training/Workshop Data Quality Control SID
2
1
1
124
1
100
116
PT Bank Victoria International Tbk.
No
112
Level Jabatan
Position Level
Pelaksana
Jenis Pelatihan
Training Types
Laporan Tahunan 2016
Nama Pelatihan
Training Goals
Jumlah Peserta
Total Participates
Publik
Writing Queries using MS SQL Server 2008
1
1
113
Pelaksana
Publik
Training “Strategic Workshop and Panel Discussion 2017 : Economics
and Financial Outlook”
114
Pelaksana
Publik
Training ACI World Congress ke 55
1
115
Pelaksana
Publik
Training Kiat Menyusun SOP dengan KPI
1
116
Pelaksana
In House
Training Operasional dan Pendampingan Cabang Manado
117
Pelaksana
In House
Training Pembekalan Calon Kepala Operasional
118
Pelaksana
Publik
Training Market Outlook and Stock Valuation Knowledge
1
1
17
123
119
Pelaksana
Publik
Training Market Outlook, Strategi Likuiditas dan Strategi Portfolio
Allocation
120
Pelaksana
Publik
Training Nasional Kearsipan
2
121
Pelaksana
Publik
Training Pertemuan FKKJ dan KPWD Selain BI di Wilayah Kliring
Jakarta
4
122
Pelaksana
Publik
Training dan Sosialisasi Pengembangan Layanan Telkom Pay dan
Review Performasi Layanan Multibiller Finnet
1
123
Pelaksana
Publik
Training Evaluasi dan Refreshment Terkait Penyelenggaraan SKNBI
1
124
Pelaksana
Publik
Training Evaluasi Penyelenggaraan Kliring Tahun 2016
125
Pelaksana
In House
Training Refreshment Layanan Kiriman Uang Western Union
126
Pelaksana
Publik
Training Sharing Knowledge Penanganan Tindak Pidana Pencucian
Uang
1
127
Pelaksana
Publik
Advanced Writing Policy and Procedure (SOP)
1
128
Pelaksana
Publik
Workshop Analisa Fraud Dalam Laporan Keuangan
1
129
Pelaksana
In House
Training English For Business
130
Pelaksana
Publik
Gathering Perkaba Bank Indonesia Kota Bandung
131
Pelaksana
In House
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
120
132
Pelaksana
In House
Pelatihan Satpam
100
133
Pelaksana
In House
Training Beauty Class and Grooming
247
134
Pelaksana
In House
Training Product Knowledge and Problem Solving
122
135
Pelaksana
In House
Training Product Knowledge and Problem Solving Operational
116
37
17
2
115
15
2
136
Pelaksana
In House
“Engagement A Solid Team To Achieve Extraordinary Result in 2016”,
Team Building and Outbond
137
Pelaksana
In House
Training Work With Passion
138
Pelaksana
In House
K3 and Service is My Priority - Togetherness for Sustainable Growth
(OutBond)
224
139
Pelaksana
In House
Training Roleplay Customer Experience
200
TOTAL
4,309
EVALUASI PELAKSANAAN Pengembangan
kompetensi
EVALUATION Of THE IMPLEMENTATION of
competence
Evaluasi pelaksanaan pengembangan kompetensi dilakukan
setiap selesai menyampaikan materi dengan pengisian kuisioner
oleh para peserta yang berkaitan dengan pengajar, materi yang
disampaikan serta sarana dan prasarana kegiatan. Evaluasi ini
dijadikan bahan masukan penilaian pada pelaksanaan program
pendidikan dan pelatihan berikutnya. Pada 2016, pelaksanaan
pengembangan kompetensi telah berjalan efektif.
Evaluation of the implementation of competence development is
done after every training by collecting the questionnaires filled
by the participants related to the teacher, the material presented
as well as the facilities and infrastructure of the activity. This
evaluation is used as an input for the implementation of the next
education and training program. In 2016, the implementation of
competency development has been carried out effectively.
117
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
BIAYA PENGEMBANGAN KOMPETENSI
KARYAWAN
EMPLOYEES COMPETENCE
EXPENDITURE
DEVELOPMENT
Dalam rangka menyiapkan performance oriented and high calibre
personnel sebagai key driver pertumbuhan bisnis yang pruden dan
sesuai dengan azas-azas perbankan yang sehat, Bank Victoria
secara berkelanjutan melakukan pengembangan kompetensi
SDM sesuai kebutuhan dan perkembangan bisnis.
In order to achieve a performance oriented and high caliber
personnel as the key drivers of prudent business growth in
accordance with sound banking principles, Bank Victoria is
continuously developing its human resources competence
according to the needs and business developments.
Selama tahun 2016 Bank telah melaksanakan 146 program
training yang diikuti oleh total 4.309 peserta. Adapun total
biaya penyelenggaraan training selama tahun 2016 mencapai
Rp5.787.864.855 atau sebesar 4,10 % dari total Biaya Tenaga
Kerja tahun 2016 yang mencapai Rp141.039.323.404
During 2016, Bank has held 146 training programs followed by
4,309 participants. Meanwhile, total cost of training operational
during 2016 reached Rp5,787,864,855 or 4.10 % of total Payroll
in 2016, which amounted to Rp141,039,323,404.
Besarnya biaya Pendidikan dan Pelatihan bagi Karyawan Bank
Victoria pada tahun 2016 mengalami penurunan sebesar
Rp378.960.234 atau menurun sebesar 6,2 %.
Costs of employee Education and Training for Bank Victoria
Employees in 2016 has decreased by Rp378,960,234 or
decreased by 6.2%.
Komposisi Pemegang Saham
Shareholders Composition
Komposisi Pemegang Saham Bank Victoria posisi 31 Desember
2016 adalah sebagai berikut.
Christien
Tanoyo
The Composition of Bank Victoria’s Shareholders as of December
31, 2016 are as follow:
Suzanna
Tanojo
9.37%
90.63%
11.99%
PT Gratamulia Pratama
52.43%
99.99%
66.54%
PT Magna
Finance
PT Victoria Manajemen
Investasi
95.00%
7.35%
99.00%
PT Victoria Investama Tbk
PT Victoria
Alife Indonesia
73.37%
99.50%
PT Nata Patindo
2.62%
PT Suryayudha
Investindo Cipta
4.96%
45.43%
PT Victoria
Securities
Indonesia
PT Victoria
Insurance
1.65%
0.93%
0.36%
PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL Tbk.
Masyarakat
Lainnya (masingmasing <5%)
Other Public (each
<5%)
Deutsche
Investitions Und
Entwicklungsge
sellschaft Mbh
23.06%
9.00%
118
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Komposisi Kepemilikan Saham
Composition of Share Ownership
Until the end of 2016, Bank Victoria’s outstanding shares were
8,671,048,162 shares.
Sampai dengan akhir tahun 2016, jumlah saham beredar Bank
Victoria tercatat sebesar 8.671.048.162 lembar saham.
Komposisi Kepemilikan Saham Bank Victoria Per 31 Desember 2016
The Composition of Bank Victoria’s Share Ownership per 31 December 2016
Nama
Name
No.
Jumlah Saham
Number of Shares
Presentase
Kepemilikan
Owner Percentage
Klasifikasi
Classifications
1
PT Victoria Investama Tbk.
3,938,845,330
45.43%
Institusi Lokal / Local Institution
2
Suzanna Tanojo
1,039,538,768
11.99%
Individu Lokal / Local Individual
3
PT Suryayudha Investindo Cipta
430,078,250
4.96%
Institusi Lokal / Local Institution
4
PT Nata Patindo
226,777,000
2.62%
Institusi Lokal / Local Institution
5
Masyarakat Lainnya (masing-masing <5%) /
Other Public (each <5%)
2,255,414,479
26.00%
Individu Lokal / Local Individual
6
Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft
mbH (DEG)
780,394,335
9.00%
Institusi Asing /
Foreign Institution
8,671,048,162
100.00%
TOTAL / TOTAL
Grafik Komposisi Kepemilikan Saham PT Bank Victoria International Tbk.
Table of Share Ownership Composition at PT Bank Victoria International Tbk.
9.00%
PT Victoria Investama Tbk.
Suzanna Tanojo
45.43%
PT Suryayudha Investindo Cipta
PT Nata Patindo
26.00 %
Masyarakat Lainnya (masing-masing <5%)
Public (each <5%)
2.62%
Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG)
4.96%
11.99%
Keterangan
Description
Jumlah Saham
Number of
Shares
Persentase
Percentage
Nilai Nominal
Nominal Value
SAHAM DENGAN SERTIFIKAT KOLEKTIF / SHARES WITH COLLECTIVE CERTIFICATE
Pemegang Saham Pendiri / Founder Shareholders
-
0.00%
-
-
0.00%
-
1,199,500
0.01%
Rp119,950,000
Masyarakat / Public
Pemodal Nasional / National Investors
> =5%
Lainnya / Others
Pemodal Asing / Foreign Investors
>=5%
DEG - Deutsche Investitions Und Entwicklungsgesellschaft
Lainnya / Others
Sub Total / Sub Total
-
0.00%
-
780,394,335
9.00%
Rp78,039,433,500
24,500
0.00%
Rp2,450,000
781,618,335
0.02%
Rp781,618,335
119
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Jumlah Saham
Number of
Shares
Keterangan
Description
Persentase
Percentage
Nilai Nominal
Nominal Value
SAHAM DALAM PENITIPAN KOLEKTIF PT KSEI / SHARES IN PT KSEI COLLECTIVE CUSTODY
Pemegang Saham Pendiri / Founder Shareholders
PT Nata Patindo
226,777,000
2.62%
Rp22,677,700,000
PT Suryayudha Investindo Cipta
430,078,250
4.96%
Rp43,007,825,000
Suzanna Tanojo
1,039,538,768
11.99%
Rp103,953,876,800
PT Victoria Investama Tbk.
3,938,845,330
45.43%
Rp393,884,533,000
1,343,599,045
15.50%
Rp134,359,904,500
910,591,434
13.03%
Rp91,059,143,400
Masyarakat / Public
Pemodal Nasional / National Investor
>=5%
Lainnya / Others
Pemodal Asing
>=5%
Lainnya / Others
Sub Total / Sub Total
7,889,429,827
99.98%
Rp788,942,982,700
TOTAL / Total
8,671,048,162
100.00%
Rp867,104,816,200
KOMPOSISI 20 PEMEGANG SAHAM
TERBESAR
THE COMPOSITION OF 20 BIGGEST
SHARE OWNERS
Komposisi 20 pemegang saham terbesar Bank Victoria untuk
tahun 2016 adalah sebagai berikut.
The composition of 20 biggest share owners of Bank Victoria in
2016 are ase follows.
Tabel Komposisi 20 Pemegang Saham Terbesar Bank Victoria Per 31 Desember 2016
le of the Composition of 20 Biggest Share Owner of Bank Victoria per 31 December 2016
Nama Investor
Investor Name
Domisili
Location
Status
Status
Jumlah Saham
Number of Shares
Persentase
Kepemilikan
Ownership
Percentage
PT Victoria Investama Tbk.
Jakarta
Lokal / Local
3,938,845,330
45.43%
Suzanna Tanojo
Jakarta
Lokal / Local
1,039,538,768
11.99%
DEG - Deutsche Investitions Und
Entwicklungsgesellschaft MBH
Jerman
Asing / Foreign
780,394,335
9.00%
PT Suryayudha Investindo Cipta
Jakarta
Lokal / Local
430,078,250
4.96%
Credit Suisse AG Singapore Trust A/C Clients2023904000
Singapura
Asing / Foreign
349,503,648
4.03%
PT Nata Patindo
Jakarta
Standard Chartered Bank SG PVB Clients AC
Singapura
Lokal / Local
226,777,000
2.62%
Asing / Foreign
224,434,815
2.59%
Debora Wahjutirto Tanoyo
Louise Li
Jakarta
Lokal / Local
216,218,000
2.49%
Jakarta
Lokal / Local
164,550,000
1.90%
PT Victoria Securities Indonesia
Jakarta
Lokal / Local
157,538,768
1.82%
UBS AG Singapore S/A Chemical Asia Corp PTE.
LTD.-2091144679
Singapura
Asing / Foreign
133,395,346
1.54%
Christien Tanoyo/Liauw Tjeung II
Surabaya
Lokal / Local
109,825,000
1.27%
Luciana Tanoyo
Surabaya
Lokal / Local
104,781,000
1.21%
PT Victoria Insurance
Jakarta
Lokal / Local
80,705,800
0.93%
120
PT Bank Victoria International Tbk.
Nama Investor
Investor Name
Laporan Tahunan 2016
Domisili
Location
Status
Status
Jumlah Saham
Number of Shares
Persentase
Kepemilikan
Ownership
Percentage
PT BIP Tridaya Propertindo
Jakarta
Lokal / Local
78,187,500
0.90%
Sutanto
Jakarta
Lokal / Local
53,099,900
0.61%
PT Emperor Finance Indonesia
Jakarta
Lokal / Local
48,329,250
0.56%
Haryanto Leenardi
Jakarta
Lokal / Local
41,306,200
0.48%
Teddy Jeffrey Katuari
Jakarta
Lokal / Local
32,381,350
0.37%
PT Victoria Alife Indonesia
Jakarta
Lokal / Local
31,646,892
0.36%
KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM 5%
ATAU LEBIH
THE COMPOSITION OF
SHAREHOLDERS WITH OWNERSHIP OF
5% OR MORE SHARES
Komposisi pemegang saham Bank Victoria yang memiliki saham
5% atau lebih untuk tahun 2016 adalah sebagai berikut.
The composition of Bank Victoria shareholders with ownership
of 5% or more shares in 2016 are as follows.
Tabel Komposisi Pemegang Saham di atas 5% per 31 Desember 2016
Table of Composition of Shareholders above 5% per 31 December 2016
Nama Investor
Investor Name
Domisili
Location
Status
Status
Jumlah Saham
Number of Shares
Persentase Kepemilikan
Ownership Percentage
PT Victoria Investama Tbk,
Jakarta
Lokal / Local
3,938,845,330
45.43%
Suzanna Tanojo
Jakarta
Lokal / Local
1,039,538,768
11.99%
DEG - Deutsche Investitions Und
Entwicklungsgesellschaft
Jerman
Asing / Foreign
780,394,335
9.00%
KELOMPOK PEMEGANG SAHAM
MASYARAKAT DENGAN KEPEMILIKAN
SAHAM MASING-MASING KURANG
DARI 5%
PUBLIC SHAREHOLDERS GROUP
WITH SHARE OWNERSHIP LESS THAN
5%
Bank Victoria kelompok pemegang saham masyarakat dengan
kepemilikan saham masing-masing kurang dari 5% pemegang
saham yang terdiri dari institusi maupun perorangan.
Bank Victoria’s public shareholders group with share ownership
each less than 5% consist of institution or individual.
Kepemilikan Saham Publik
Public Share Ownership
Jumlah Pemegang Saham
Total of Shareholders
Jumlah Saham (lembar)
Number of Shares
Persentase Kepemilikan
Ownership Percentage
PEMODAL ASING / FOREIGN INVESTORS
Perorangan / Individual
18
186,709,400
2.15%
Perseroan Terbatas/Badan Usaha /
Liability Limited Company /
Institution
14
723,906,534
8.35%
968
910,383,702
10.50%
27
1,091,270,093
12.59%
PEMODAL Nasional / NATIONAL INVESTORS
Perorangan / Individual
Perseroan Terbatas/Badan Usaha /
Liability Limited Company /
Institution
121
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
KEPEMILIKAN SAHAM
DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
SHARES OWNERSHIP OF THE BOARD
OF COMMISSIONERS AND BOARD OF
DIRECTORS
Kepemilikan saham Dewan Komisaris dan Direksi untuk tahun
2016 adalah sebagai berikut.
Share Ownership of the Board of Commissioners and Board of
Directors in 2016 are as follows.
Tabel Kepemilikan Saham Dewan Komisaris dan Direksi Per 31 Desember 2016
Tabel of Shares Ownership of the Board of Commissioners and Board of Directors per 31 December 2016
Nama
Name
Jabatan
Position
Kepemilikan Saham Langsung
Pada Bank Victoria
Direct Shares of Ownership
at Bank Victoria
Lembar Saham
Per Share
Persentase
Percentage
Kepemilikan Saham Tidak
Langsung Pada Bank Victoria
Indirect Shares of Ownership
at Bank Victoria
Lembar Saham
Per Share
Persentase
Percentage
DEWAN KOMISARIS / BOARD OF COMMISSIONERS
Oliver Simorangkir
Komisaris Utama / President
Commissioner
0
0.00%
0
0.00%
Gunawan
Tenggarahardja
Komisaris/Komisaris Independen /
Commissioner/Independent
Commissioner
0
0.00%
0
0.00%
Zaenal Abidin, Ph.D
Komisaris/Komisaris Independen /
Commissioner/Independent
Commissioner
0
0.00%
0
0.00%
Debora Wahjutirto
Tanojo
Komisaris / Commissioner
216,218,000
2.49%
181,523,374
2.09%
DIREKSI / BOARD OF DIRECTORS
Daniel Budirahayu
Direktur Utama / President Director
0
0.00%
0
0.00%
Rusli
Direktur / Director
0
0.00%
0
0.00%
Rita Gosal
Direktur / Director
0
0.00%
0
0.00%
Ramon Marlon Runtu
Direktur / Director
0
0.00%
0
0.00%
Tamunan
Direktur Kepatuhan / Director of
Compliance
0
0.00%
0
0.00%
122
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Entitas Anak dan/atau Entitas Asosiasi
List of Subsidiaries and/or Associated Entities
ENTITAS ANAK
Subsidiaries
Bank Victoria memiliki 1 (satu) Entitas Anak, yaitu Bank
Victoria Syariah dan tidak memiliki entitas asosiasi, Presentase
kepemilikan saham Bank Victoria pada Bank Victoria Syariah
sebesar 99,99%, Deskripsi tentang Bank Victoria Syariah sebagai
berikut:
Bank Victoria has 1 (one) Subsidiary, namely Bank Victoria
Syariah, and no associated entities. Percentage of shareholding
of Bank Victoria in Bank Victoria Syariah is 99.99%. Bank Victoria
Syariah is explained below.
Nama
Name
Bank Victoria
Syariah
Kepemilikan
Saham
Name
Bidang Usaha
Line of
Business
99.99%
Perbankan
Banking
Alamat
Address
Gedung The Victoria
Tomang Jl. Tomang Raya
Kav 33-37, Tomang,
Jakarta Barat, 11440
Tahun Pendirian
Year of Establishment
Status Operasi
Operation Status
Total Aset
Total Assets
1966
Telah Beroperasi
In Operation
Rp1,625
BANK VICTORIA SYARIAH
BANK VICTORIA Syariah
Bank Victoria Syariah didirikan untuk pertama kalinya dengan
menggunakan nama “PT Bank Swaguna” berdasarkan Akta
No. 9 tanggal 15 April 1966, dibuat di hadapan Bebasa Daeng
Lalo, wakil notaris di Jakarta yang telah memperoleh pengesahan
dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. J.A.5/79/5 tanggal 7 Nopember 1967 dan
telah didaftarkan pada Daftar Perusahaan di Kantor Panitera
Pengadilan Negeri I di Cirebon masing-masing di bawah
No. 1/1968 serta telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 42 tanggal 24 Mei 1968, Tambahan No. 62.
Yang kemudian diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar
No. 4 tanggal 5 September 1967 dibuat di hadapan Bebasa Daeng
Lalo, wakil notaris di Jakarta yang telah memperoleh persetujuan
Menteri KehakimanKehakiman Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. J.A.5/79/5 tanggal 7 Nopember 1967 dan
telah didaftarkan pada Daftar Perusahaan di Kantor Panitera
Pengadilan Negeri I di Cirebon masing-masing di bawah
No. 2/1968 pada tanggal 10 Januari 1968 serta telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 42 tanggal 24 Mei
1968, Tambahan No. 62.
Bank Victoria Syariah was established for the first time under the
name of “PT Bank Swaguna” based on Deed No. 9 dated April 15,
1966, made before Bebasa Daeng Lalo, a notary representative in
Jakarta who has been approved by the Minister of Justice of the
Republic of Indonesia based on his Decision Letter no. J.A.5/79/5
dated November 7, 1967 and has been registered on the Company
Register at the Office of the Clerk of the District Court I in
Cirebon, respectively under No. 1/1968 and has been published
in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 42 dated
May 24, 1968, Supplement No. 62. This deed later was amended
by Deed of Amendment of Articles of Association No. 4 dated
September 5, 1967 made before Bebasa Daeng Lalo, a notary
representative in Jakarta who has obtained the approval of the
Minister of Justice of the Judiciary of the Republic of Indonesia
based on his Decision Letter no. J.A.5/79/5 dated 7 November
1967 and has been registered on the Company Register at the
Office of the Clerk of the District Court I in Cirebon, respectively
under No. 2/1968 on January 10, 1968 and has been published in
the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 42 dated May
24, 1968, Supplement No. 62.
Dengan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham
PT. Bank Swaguna (Perubahan Anggaran Dasar Perseroan sesuai
dengan UUPT No. 40/2007) No. 5 tanggal 6 Agustus 2009 dibuat
dihadapan Erni Rohaini, S.H., MBA., Notaris Daerah Khusus
Ibukota Jakarta, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang telah
mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan HAM berdasarkan
Surat Keputusan No. AHU-02731.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal
19 Januari 2010, dan telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 83 tanggal 15 Oktober 2010, Tambahan
No. 31425 (“Akta No.5 tanggal 6 Agustus 2009”), nama “PT Bank
Swaguna” diubah menjadi “PT Bank Victoria Syariah”.
With the Deed Satetment of PT. Bank Swaguna Shareholder
(Amendment to the Company’s Articles of Association in
accordance with Law of Limited Liability Company No. 40/2007)
No. 5 dated August 6, 2009 made before Erni Rohaini, S.H.,
MBA, Notary of the Special Capital Region of Jakarta, domiciled
in South Jakarta, which has been approved by the Minister of
Justice and Human Rights based on his Decision Letter no. AHU02731.AH.01.02.Year 2010 dated January 19, 2010, and has
been published in the State Gazette of the Republic of Indonesia
No. 83 dated October 15, 2010, Supplement No. 31425 (“Deed
No.5 dated 6 August 2009”), the name “PT Bank Swaguna” was
changed to “PT Bank Victoria Syariah”.
123
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Terakhir Anggaran Dasar BVS diubah dengan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat Umum Luar Biasa PT Bank Victoria Syariah
No. 13, tanggal 29 Juni 2016, dibuat dihadapan Setiawan, S.H.,
Notaris Daerah Khusus Ibukota Jakarta bekedudukan di Jakarta
Pusat, untuk perubahan pasal 4 ayat 2 yang pemberitahuan
perubahannya telah diterima dan dicatat dalam database
Sisminbakum Departemen Hukum Dan HAM berdasarkan Surat
No. AHU-AH.01.03-0062667 tanggal 30 Juni 2016. Dan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa PT Bank Victoria
Syariah No. 07, tanggal 06 Februari 2017, dibuat dihadapan
Setiawan, S.H., Notaris Daerah Khusus Ibukota Jakarta
bekedudukan di Jakarta Pusat, untuk perubahan pasal 14 ayat
8 huruf b yang pemberitahuan perubahannya telah diterima dan
dicatat dalam database Sisminbakum Departemen Hukum Dan
HAM berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0063920 tanggal
13 Februari 2017.
The latest BVS Articles of Association was amended by Deed of
Decision of Extraordinary General Meeting of PT Bank Victoria
Syariah No. 13, dated June 29, 2016, made before Setiawan,
S.H., Notary of the Special Capital Region of Jakarta domiciled
in Central Jakarta, for the amendment of article 4, paragraph 2,
whose amendment notification has been received and recorded
in the Sisminbakum database of the Department of Law and
Human Rights based on the Letter No. AHU-AH.01.03-0062667
dated June 30, 2016. And the Deed of Statement of
Extraordinary General Meeting of PT Bank Victoria Syariah
No. 07, dated February 6, 2017, made before Setiawan, S.H.,
Notary of the Special Capital Region of Jakarta domiciled in Central
Jakarta, for the amendment of Article 14 paragraph 8 letter b
whose notice of amendment has been received and recorded in
Sisminbakum database of the Department of Law and Human
Rights based on Letter No. AHU-AH.01.03-0063920 dated
13 February 2017.
Perubahan kegiatan usaha Bank Victoria Syariah dari bank umum
konvensional menjadi bank umum syariah telah mendapatkan
izin dari Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Gubernur Bank
Indonesia No. 12/8/KEP.GBI/DpG/2010 tertanggal 10 Pebruari
2010 dan beroperasi dengan prinsip syariah mulai tanggal 1
April 2010. Pada tanggal 24 Februari 2015 dan tanggal 30 Juni
2016 Bank Victoria melakukan penambahan modal pada Entitas
Anak masing-masing sebesar Rp50.000.000.000 (dalam Rupiah
penuh) sehingga kepemilikan Bank menjadi 99.99%.
The change in business activities of PT Bank Victoria Syariah
from conventional commercial bank to sharia commercial bank
was based on the license obtained from Bank Indonesia pursuant
to the Decision of the Governor of Bank Indonesia No. 12/8/KEP.
GBI/DpG/2010 dated 10 February 2010. Bank Victoria Syariah
has started the operation by implementing the sharia principles
from 1 April 2010. On 24 February 2015 and 30 June 2016, Bank
Victoria made additional capital to each Subsidiaries amounting
to Rp50,000,000,000 (in full amount), increasing the Bank
ownership to 99.99%.
DEWAN KOMISARIS, DIREKSI DAN
PENGAWAS SYARIAH
Board of Commissioners, Board of
Directors and Sharia Supervisory
Board
Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa Nomor 2 tanggal 1 April 2013 yang dibuat dihadapan
Setiawan, SH, Notaris di Jakarta, susunan Komisaris dan Direksi
PT Bank Victoria Syariah sebagai berikut.
Pursuant to Deed of Minutes of Extraordinary General Meeting
of Shareholders No. 02 dated 1 April 2013 having been made by
Setiawan, SH, a Notary of Jakarta, the structure of the Board of
Commissioners and the Board of Directors of PT Bank Victoria
Syariah are the following.
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
(Komisaris Independen)
Komisaris Independen
Komisaris Independen Board of commissioners
Komisaris Utama
(Independent Commissioner) : Sugiharto, SE
Independent Commissioner : Sari Idayanti *
Independent Commissioner : Djoko Nugroho*
: Sugiharto, SE
: Sari Idayanti *
: Djoko Nugroho*
Direksi
Direktur Utama :
Direktur Support Pembiayaan :
Direktur Operasional :
Direktur Kepatuhan :
Firman Ananda Moeis
Andy Sundoro
Deddy Effendi Ridwan**
Nurani Raswindriati**
Board of Directors
President Director :
Director of Financing Support :
Director of Operation
:
Director of Compliance
:
Firman Ananda Moeis
Andy Sundoro
Deddy Effendi Ridwan**
Nurani Raswindriati**
Dewan Pengawas Syariah
Ketua : Prof. DR. H. Hasanuddin AF, MA
Anggota : Prof. DR Hj. Huzaemah Tahido Yanggo
Board of Sharia Supervision
Chairmain: Prof. DR. H. Hasanuddin AF, MA
Member:Prof. DR Hj. Huzaemah Tahido Yanggo
*)
**)
*)
**)
Sedang dalam proses mendapat persetujuan OJK
Telah mendapat persetujuan OJK pada tanggal 14 Maret 2017
In the process of obtaining OJK approval
Received OJK approval on March 14, 2017
PT Bank Victoria International Tbk.
124
Laporan Tahunan 2016
PRODUK-PRODUK BANK VICTORIA
SYARIAH
Products of Bank Victoria Sharia
• Giro iB
Rekening Koran untuk nasabah perorangan maupun badan
hukum dengan fasilitas cek dan Bilyet Giro dan prinsip
wadiah (titipan) dan mudharabah.
• Giro iB
Current account for an individual or a business entity with
the facilities of cheque and Giro facilities with the principle
of wadiah (deposit) and mudharabah.
• Tabungan iB
Simpanan dalam bentuk investasi syariah dengan prinsip
mudharabah (bagihasil) yang saling menguntungkan.
• iB Saving (Tabungan iB)
Deposit in the form of Sharia investment with the principle
of mudharabah (profit sharing) which will give mutual benefit
for the customers.
• Deposito iB
Inventasi syariah berjangka waktu 1, 3, 6 ,dan 12 bulan
yang memberikan keuntungan dengan prinsip mudharabah
(bagihasil) yang kompetitif dan menarik.
• iB Deposit (Deposito iB)
1-month, 3-month, 6-month, 12-month Sharia Investment
with competitive and attractive of mudharabah (profit
sharing) principle.
• Tabungan V-Plan iB
Tabungan yang penarikannya memiliki jangka waktu sesuai
dengan kesepakatan dengan nasabah di awal dengan potensi
bagi hasil yang kompetitif guna memenuhi kebutuhan di
masa yang akan datang, sekaligus memberkan manfaat
proteksi asuransi jiwa gratis.
• V-Plan iB Saving (Tabungan V-Plan iB)
This is a type of saving that have a period time of withdrawal
in accordance with the initial agreement made with the
customers, This product offers a competitive profit sharing
for customers to fulfill their needs in the future, while also
offering benefits of free life insurance protection.
• Tabungan V-Bisnis iB
Tabungan yang diperuntukan bagi perorangan (profesional
dan pengusaha) yang memiliki kegiatan usaha, yang
penarikannya dapat dilakukan sesuai dengan syarat dan
ketentuan tertentu yang telah disepakati dan tidak dapat
ditarik dengan cek, bilyet giro, atau media lainnya yang
dipersamakan dengan itu
• V-Bisnis iB Saving (Tabungan V-Bisnis iB)
This is a saving provided for an Individual (professional
and entrepreneur) having business activities, that may be
withdrawn in accordance with specific terms and conditions
agreed by both parties, and it shall not be withdrawn by using
cheque, giro or other means equivalent to the same.
• Pembiayaan Murabahah (Jual Beli)
Pembiayaan dengan menggunakan sistem jual beli untuk
memenuhi kebutuhan modal kerja atau investasi.
• Murabahah Financing – Sale Purchase
This type of Financing applies a sale – purchase system to
fulfill the needs of working capital or investment.
• Pembiayaan Mudharabah (Bagi Hasil)
Fasilitas pembiayaan dengan menggunakan sistem bagi hasil
untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.
• Mudharabah Financing - Profit Sharing
This type of Financing applies a system of Profit Sharing to
fulfill the needs of working capital.
• Pembiayaan Murabahah Pemilikan Mobil
Fasilitas pembiayaan yang dapat digunakan untuk membiayai
pembelian mobil dengan menggunakan sistem jual beli.
• Murabahah Financing – Car Ownership
This financing facility may be used to financing the car
purchase applying the sale – purchase system.
• Pembiayaan Murabahah Pemilikan Rumah
Fasilitas pembiayaan yang dapat digunakan untuk membiayai
pembelian rumah dengan menggunakan sistem jual beli.
• Murabahah Financing – Home Ownership
This financing facility may be used to financing the purchase
of the house applying the sale – purchase system.
• Pembiayaan Murabahah Mikro
Fasilitas pembiayaan pembelian barang-barang kebutuhan
modal kerja maupun pembelian barang investasi guna
mendukung usaha nasabah sebesar harga pokok ditambah
dengan margin keuntungan bank yang disepakati.
• Murabahah Micro Financing
This financing offers a facility to purchase goods for working
capital or to purchase investment products that will support
the customers’ businesses. The amount required will be at
the cost plus profit margin of the bank agreed by both parties.
• Pembiayaan Multiguna
Fasilitas pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif
dengan menggunakan sistem ijarah (Sewa Manfaat).
• Multi-purpose Financing
This financing facility is provided to fulfill the consumption
needs by applying Ijarah system (lease benefits).
125
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
• Pembiayaan V-Kop iB
Fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada koperasi
karyawan (kopkar), koperasi pegawai, koperasi pegawai
negeri (KPN) atau koperasi sejenis lainnya yang berbasis
syariah yang diteruskan kepada anggotanya untuk memenuhi
berbagai kebutuhan diantaranya untuk pembelian kendaraan
roda empat, pembelian rumah, dan kebutuhan lainnya.
• V-Kop iB Financing
This financing is provided by Bank Victoria Syariah to the
Employee Cooperative (Kopkar), Staff Cooperatives, Civil
Servant Cooperatives (KPN) or other similar cooperatives
with sharia basis principle. This financing will then be passed
on to the cooperative members to fulfill the needs for such as
purchasing four-wheeled vehicles, houses, and other needs.
ENTITAS ASOSIASI
Associated Entities
Sampai dengan 31 Desember 2016, Bank Victoria tidak memiliki
entitas asosiasi.
As of 31 December 2016, Bank Victoria does not have any
associated entities
Struktur Grup Perusahaan
Corporate Group Structure
PT Victoria Investama Tbk.
45.43%
99.50%
73.37%
99.00%
95.00%
PT Bank Victoria
International Tbk.
PT Victoria Securities
Indonesia
PT Victoria
Insurance Tbk.
PT Victoria Alife
Indonesia
PT Victoria
Manajemen Investasi
99.99%
PT Bank Victoria
Syariah
126
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Kronologi Pencatatan Saham
Chronology of Shares Listing
Pada tanggal 4 Juni 1999, Bank memperoleh pernyataan efektif
dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) melalui
Surat No. S-835/PM/1999 untuk melakukan penawaran umum
kepada masyarakat sejumlah 250.000.000 saham dengan nilai
nominal dan harga penawaran sebesar Rp100 (dalam Rupiah
penuh) per saham dan sejumlah 80.000.000 Waran Seri I. Pada
tanggal 30 Juni 1999, saham tersebut telah dicatatkan pada
Bursa Efek Jakarta.
On June 4, 1999, the Bank obtained an effective notification
from the Chairman of the Capital Market Supervisory Agency
(Bapepam) through its letter No. S-835/PM/1999 to conduct
an initial public offering of 250,000,000 shares at par value and
offering price of Rp100 (in full amount) per share and 80,000,000
Series I Warrants. As of June 30, 1999, these shares have been
listed on the Jakarta Stock Exchange.
Pada tanggal 14 Agustus 2000, Bank mencatatkan saham
dan Waran Seri II di Bursa Efek Jakarta, Bank memperoleh
pernyataan efektif dari Ketua Bapepam melalui Surat Nomor:
S-2044/PM/2000 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas
(PUT) I kepada para Pemegang Saham dalam rangka penerbitan
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sejumlah 614.000.000
saham dengan nilai nominal Rp100 yang akan ditawarkan
dengan harga Rp115 per saham dan sejumlah 85.960.000 Waran
Seri II. Pada tanggal 28 September 2000, saham tersebut telah
dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta. Dari total PUT I tersebut,
jumlah yang diambil oleh Pemegang Saham yang berhak sejumlah
100.000.000 saham.
On August 14, 2000, the Bank listed its shares and Series
II Warrants at the Jakarta Stock Exchange. Bank obtained
an effective statement from the Chairman of the Capital
Market Supervisory Agency (Bapepam) through Letter No.
S-2044/PM/2000 to conduct Limited Public Offering (LPO)
I to the Shareholders on the issuance of Pre-emptive Rights
of 614,000,000 shares with par value of Rp100 which will be
offered at Rp115 per share and a total of 85,960,000 Series II
Warrants. On September 28, 2000, these shares were listed on
the Jakarta Stock Exchange. Of the total PUT I, the amount taken
by the entitled Shareholders was amounted to 100,000,000
shares.
Pada tanggal 21 Februari 2003, Bank memperoleh pernyataan
efektif dari Ketua Bapepam melalui Surat Nomor: S-36/PM/2003
tanggal untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II dengan
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sejumlah 705.243.360
saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar yang akan
ditawarkan dengan harga Rp100 dan sejumlah 423.146.016
Waran Seri III.
On February 21, 2003, the Bank obtained an effective notification
from the Chairman of the Capital Market Supervisory Agency
(Bapepam) through Letter Number: S-36/PM/2003 dated to
conduct Limited Public Offering (LPO) II with Pre-emptive
Rights totaling 705,243,360 shares at par value of Rp100 per
share which will be offered at a price of Rp100 and a total of
423,146,016 Series III Warrants.
Pada tanggal 20 Maret 2003, saham tersebut telah dicatatkan
pada Bursa Efek Jakarta. Dari PUT II ini, jumlah yang diambil
oleh pemegang saham yang berhak sejumlah 400.000.000
saham.
On March 20, 2003, these shares were listed on the Jakarta
Stock Exchange. From this LPO II, the amount taken by entitled
shareholders was amounted to 400,000,000 shares.
Pada tanggal 12 Juni 2006, Bank memperoleh pernyataan efektif
dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
(Bapepam-LK) melalui Surat Nomor: S-452/BL/2006 untuk
melakukan Penawaran Umum Terbatas III sejumlah 670.363.760
saham dengan nilai nominal Rp100 yang akan ditawarkan dengan
harga Rp115 per saham dan sejumlah 469.277.676 Waran Seri
IV. Pada tanggal 13 Juli 2006, saham tersebut telah dicatatkan
pada Bursa Efek Jakarta. Dari total PUT III tersebut, jumlah
yang diambil oleh Pemegang Saham yang berhak sejumlah
670.363.760 saham,
On June 12, 2006, the Bank obtained an effective notification
from the Chairman of the Capital Market and Financial Institution
Supervisory Agency (Bapepam-LK) through Letter Number:
S-452/BL/2006 to conduct Limited Public Offering (LPO) III
amounting to 670,363,760 shares with a nominal value of Rp100
which will be offered at Rp115 per share and 469,277,676 Series
IV Warrants. On July 13, 2006, the shares were listed on the
Jakarta Stock Exchange. Of the total LPO III, the amount taken
by the entitled Shareholders was amounted to 670,363,760
shares,
Pada tanggal 26 Juni 2008, Bank memperoleh pernyataan efektif
dari Ketua Bapepam dan LK melalui Surat No.S-4114/BL/2008
untuk melakukan PUT IV sejumlah 1.167.498.560 saham dengan
nilai nominal dan harga penawaran sebesar Rp 100 (dalam
Rupiah penuh) per saham dan sejumlah 630.449.220 Waran Seri
V.
On June 26, 2008, the Bank obtained an effective notification
from the Chairman of Bapepam and LK through Letter No.S4114/BL/2008 to conduct LPO IV of 1,167,498,560 shares at par
value and offering price of Rp 100 (in full amount) per Shares and
a total of 630,449,220 Series V Warrants.
Pada tanggal 17 Juni 2011, Bank memperoleh pernyataan efektif
dari Ketua Bapepam-LK melalui Surat Nomor: S-6737/BL/2011
untuk melakukan PUT V sejumlah 1.954.919.259 saham dengan
nilai nominal Rp100 yang akan ditawarkan dengan harga Rp100
On June 17, 2011, the Bank obtained an effective notification
from the Chairman of Bapepam-LK through Letter Number:
S-6737/BL/2011 to conduct LPO V amounting to 1,954,919,259
shares at par value of Rp100 which will be offered at Rp100 per
127
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
per saham dan sejumlah 1.448.939.990 Waran Seri VI. Pada tahun
2016 terdapat exercise waran seri VI sebesar Rp751.486.547 dan
penambahan modal PMTHMETD oleh Deutsche Investitionsund Entwicklungsgesellschaft mbH sebesar Rp780.394.335.
Sehingga sampai dengan akhir tahun 2016, Bank Victoria tercatat
memiliki sebanyak 8.671.048.162 saham yang seluruhnya telah
tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
share and a total of 1,448,939,990 Series VI Warrants. There was
a Warrant exercise VI series amounting to Rp751,486,547 and
the additional capital of PMTHMETD by Deutsche Investitionsund Entwicklungsgesellschaft mbH of Rp780,394,335 in
2016. So until the end of 2016, Bank Victoria has as many as
8,671,048,162 shares that have been listed on the Indonesia
Stock Exchange.
Berikut adalah kronologis jumlah modal saham yang ditempatkan
dan disetor penuh serta saham yang dicatatkan pada bursa efek
di Indonesia sejak Penawaran Umum Perdana sampai dengan
tanggal 31 Desember 2016.
The chronological overview of total issued and fully paid capital
and shares listed at stock exchange in Indonesia from Initial
Public Offering up to 31 December 2016 is as follows.
Tabel Kronologi Pencatatan Saham Bank Victoria
Chronology of Share Listing of Bank Victoria
Keterangan
Jumlah
Saham yang
Diterbitkan
Total Shares
Issued
Nilai Nominal
Nominal Value
Harga yang
ditawarkan
Price offered
Jumlah Saham
yang Beredar
Total Shares
Listed
Description
Saham yang berasal dari
pendiri
250,000,000
Rp100
-
250,000,000
Founders’ shares
Saham yang berasal dari
kapitalisasi saldo laba
34,000,000
Rp100
-
284,000,000
Shares from capitalization of
retained earning
Saham yang berasal dari
Penawaran Umum Perdana
pada tahun 1999
250,000,000
Rp100
Rp100
534,000,000
Shares from Initial Public
Offering in 1999
Saham yang berasal dari
Penawaran Umum Terbatas
I dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu pada tahun
2000
100,000,000
Rp100
Rp115
634,000,000
Shares from Limited Public
Offering with Pre-emptive
Rights (Right Issue) I in 2000
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri I dan
II pada tahun 2002
66,793,400
-
-
700,793,400
Shares from Exercise of Series
I and II Warrants in 2002
Saham yang berasal dari
Penawaran Umum Terbatas
II dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu pada tahun
2003
400,000,000
Rp100
Rp100
1,100,793,400
Shares from Limited Public
Offering with Pre-emptive
Rights (Right Issue) II in 2003
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri III
pada tahun 2004
193,799,960
Rp100
Rp115
1,294,593,360
Shares from Exercise of Series
III Warrants in 2004
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri III
pada tahun 2006
46,200,000
Rp100
Rp115
1,340,793,360
Shares from Exercise of Series
III Warrants in 2006
Saham yang berasal dari
Penawaran Umum Terbatas
III dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu pada tahun
2006
670,363,760
Rp100
Rp115
2,011,157,120
Shares from Limited Public
Offering with Pre-emptive
Rights (Right Issue) III in 2006
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri IV
pada tahun 2007
323,840,000
Rp100
Rp100
2,334,997,120
Shares from Exercise of Series
IV Warrants in 2007
128
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Jumlah
Saham yang
Diterbitkan
Total Shares
Issued
Nilai Nominal
Nominal Value
Harga yang
ditawarkan
Price offered
Jumlah Saham
yang Beredar
Total Shares
Listed
Description
1,167,498,560
Rp100
Rp100
3,502,495,680
Shares from Limited Public
Offering with Pre-emptive
Rights (Right Issue) IV in 2008
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri IV
dan V pada tahun 2009
344,244,500
Rp100
Rp100
3,846,740,180
Shares from Exercise of Series
IV and V Warrants in 2009
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri IV
dan V pada tahun 2010
249,707,135
Rp100
Rp100
4,096,447,315
Shares from Exercise of Series
IV and V Warrants in 2010
Saham yang berasal dari
Penawaran Umum Terbatas
V dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu pada tahun
2011
1,954,919,259
Rp100
Rp100
6,051,366,574
Shares from Limited Public
Offering with Pre-emptive
Rights (Right Issue) V in 2011
Saham yang berasal dari
Penerbitan Saham Tanpa
Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu pada tahun 2011
414,580,000
-
-
6,465,946,574
Shares with Issuance of Shares
without Pre-emptive Rights
in 2011
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri IV
dan V pada tahun 2011
81,724,314
Rp100
Rp100
6,547,670,888
Shares from Exercise of Series
IV and V Warrants in 2011
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri V dan
VI pada tahun 2012
56,673,554
Rp100
Rp100
6,604,344,442
Shares from Exercise of Series
V and VI Warrants in 2012
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri V dan
VI pada tahun 2013
25,923,831
Rp100
Rp100
6,630,268,273
Shares from Exercise of Series
V and VI Warrants in 2013
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri VI
pada tahun 2014
508,898,707
Rp100
Rp100
7,139,166,980
Shares from Exercise of Series
VI Warrants in 2014
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri VI
pada tahun 2015
300
Rp100
Rp100
7,139,167,280
Shares from Exercise of Series
VI Warrants in 2015
Saham yang berasal dari
Pelaksanaan Waran Seri VI
pada tahun 2016
751,486,547
Rp100
Rp100
7,890,653,827
Shares from Exercise of Series
VI Warrants in 2016
8,671,048,162
Capital Increase Without
Pre-emptive Rights by
Deutsche Investitions-und
Entwicklungsgesellschaft
mbH
8,671,048,162
Total of Shares Fully Issued
Keterangan
Saham yang berasal dari
Penawaran Umum Terbatas
IV dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu pada tahun
2008
Penambahan Modal
Tanpa Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu oleh
Deutsche Investitions-und
Entwicklungsgesellschaft
mbH
Jumlah Modal Saham yang
Ditempatkan Penuh
780,394,335
Rp100
Rp100
129
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Kronologi Pencatatan Obligasi
Chronology of Bonds Listing
Pada tanggal 28 Desember 1999, Bank memperoleh pernyataan
efektif dari Ketua Bapepam melalui Surat No. S-2683/PM/1999
untuk melakukan penawaran umum Obligasi Bank Victoria I
Tahun 2000 sejumlah Rp100.000.000. Pada tanggal 14 Maret
2000, Obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek
Surabaya.
On December 28, 1999, the Bank obtained the effective
notification from the Chairman of the Capital Market Supervisory
Agency (Bapepam) through its letter No. S-2683/PM/1999 to
conduct a public offering of Bank Victoria Bonds I Year 2000
amounting to Rp100,000,000. On March 14, 2000, the Bonds
were listed on the Surabaya Stock Exchange.
Pada tanggal 9 Maret 2007, Bank memperoleh pernyataan efektif
dari Ketua Bapepam-LK melalui Surat Nomor: S-1080/BL/2007
untuk melakukan penawaran umum Obligasi II Bank Victoria
Tahun 2007 dan Obligasi Subordinasi I Bank Victoria Tahun 2007
masing-masing sejumlah Rp200,000,000,000. Pada tanggal 22
Maret 2007, obligasi-obligas tersebut telah dicatatkan pada
Bursa Efek Indonesia.
On March 9, 2007, the Bank obtained the effective notification
from the Chairman of the Capital Market Supervisory Agency
(Bapepam) through Letter Number: S-1080/BL/2007 to conduct
a public offering of Bank Victoria Bond I 2007 and Bank Victoria
Subordinated Bonds I 2007 amounting to Rp200, 000,000,000.
On March 22, 2007, these bonds have been listed on the
Indonesia Stock Exchange.
Pada tanggal 19 Juni 2012, Bank memperoleh pernyataan efektif
dari Ketua Bapepam-LK melalui Surat Nomor: S-7574/BL/2012
untuk melakukan penawaran umum Obligasi Bank Victoria III
Tahun 2012 dan Obligasi Subordinasi Bank Victoria II Tahun
2012 dengan Tingkat Bunga Tetap masing-masing sejumlah
Rp200,000,000,000 dan Rp300,000,000,000. Pada tanggal
28 Juni 2012, Obligasi-Obligasi tersebut telah dicatatkan pada
Bursa Efek Indonesia.
On June 19, 2012, the Bank obtained the Effective Notification
from the Chairman of the Capital Market Supervisory Agency
(Bapepam) through Letter Number: S-7574/BL/2012 to conduct
a public offering of Bank Victoria Bonds III 2012 and Bank
Victoria Subordinated Bonds II Year 2012 with Fixed Rates,
amounting to Rp200,000,000,000 and Rp300,000,000,000,
respectively. On June 28, 2012, these bonds have been listed on
the Indonesia Stock Exchange.
Pada tanggal 19 Juni 2013, Bank memperoleh pernyataan efektif
dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui
Surat Nomor: S-179/D.04/2013 untuk melakukan penawaran
umum Obligasi Bank Victoria IV Tahun 2013 dengan Tingkat
Bunga Tetap dan Obligasi Subordinasi Bank Victoria III Tahun
2013 dengan Tingkat Bunga Tetap masing-masing sejumlah
Rp200,000,000,000 dan Rp300,000,000,000. Pada tanggal 28
Juni 2013, Bank mencatatkan Obligasi Bank Victoria IV Tahun
2013 Dengan Tingkat Bunga Tetap dan Obligasi Subordinasi
Bank Victoria III Tahun 2013 Dengan Tingkat Bunga Tetap telah
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
On June 19, 2013, the Bank obtained an effective notification
from the Board of Commissioners of the Financial Services
Authority (FSA) through Letter Number: S-179/D.04/2013 to
conduct a public offering of Bank Victoria Bond IV in 2013 with
Fixed Rates and Bank Victoria Subordinated Bonds III Year 2013
with Fixed Interest Rate amounting to Rp200,000,000,000
and Rp300,000,000,000 respectively. On June 28, 2013, the
Bank listed Bank Victoria Bond IV Year 2013 with Fixed Rates
and Bank Victoria Subordinated Bond III Year 2013 With Fixed
Interest Rate on the Indonesia Stock Exchange.
Kronologi Pencatatan Obligasi
Chronology of Bond Listing
No.
Obligasi
Bond
1.
Obligasi Bank
Victoria I Tahun
2000 Dengan
Tingkat Bunga
Tetap Seri A
Bank Victoria Bond
I Series A of 2000
at a Fixed Interest
Rate
2.
Obligasi Bank
Victoria I Tahun
2000 Dengan
Tingkat Bunga
Mengambang
Seri B
Bank Victoria
Bond I Series B of
2000 at a Floating
Interest Rate
Jumlah
(Juta Rp)
Total
(Rp
Million)
75,000
25,000
Tenor
(Tahun)
Tenor
(Year)
7
7
Tanggal Terbit
Issuance Date
3 Maret 2000
3 March 2000
3 Maret 2000
3 March 2000
Tanggal Jatuh
Tempo
Dates of
Maturity
Peringkat
Saat
Diterbitkan
Rating when
Issued
Peringkat
Terakhir
Last Rating
Status
Pembayaran
Payment
Status
3 Maret 2007
3 March 2007
BBB+ dari PT
Kasnic Duff &
Phelps Credit
Rating Indonesia
BBB+ from
PT Kasnic Duff
& Phelps Credit
Rating
Indonesia
BBB+ dari PT
Kasnic Duff &
Phelps Credit
Rating Indonesia
BBB+ from
PT Kasnic Duff
& Phelps Credit
Rating Indonesia
Lunas
Paid
3 Maret 2007
3 March 2007
BBB+ dari PT
Kasnic Duff &
Phelps Credit
Rating Indonesia
BBB+ from
PT Kasnic Duff
& Phelps Credit
Rating
Indonesia
BBB+ dari PT
Kasnic Duff &
Phelps Credit
Rating Indonesia
BBB+ from
PT Kasnic Duff
& Phelps Credit
Rating Indonesia
Lunas
Paid
130
PT Bank Victoria International Tbk.
No.
Obligasi
Bond
3.
Obligasi II Bank
Victoria Tahun
2007 Dengan
Tingkat Bunga
Tetap
Bank Victoria
Bond II of 2007 at
a Fixed Interest
Rate
4.
Obligasi
Subordinasi I Bank
Victoria Tahun
2007 Dengan
Tingkat Bunga
Tetap
Bank Victoria
Subordinated
Bond I of 2007 at a
Fixed Interest Rate
5.
Obligasi Bank
Victoria III Tahun
2012 Dengan
Tingkat Bunga
Tetap
Bank Victoria
Bond III of 2012
at a Fixed Interest
Rate
6.
Obligasi
Subordinasi Bank
Victoria II Tahun
2012 Dengan
Tingkat Bunga
Tetap
Bank Victoria
Subordinated
Bond II of 2012 at
a Fixed Interest
Rate
7.
Obligasi Bank
Victoria IV Tahun
2013 Dengan
Tingkat Bunga
Tetap
Bank Victoria
Bond IV of 2013
at a Fixed Interest
Rate
8.
Obligasi
Subordinasi Bank
Victoria III Tahun
2013 Dengan
Tingkat Bunga
Tetap
Bank Victoria
Subordinated
Bond III of 2013
at a Fixed Interest
Rate
Jumlah
(Juta Rp)
Total
(Rp
Million)
200,000
200,000
200,000
300,000
200,000
300,000
Tenor
(Tahun)
Tenor
(Year)
5
10
5
7
5
7
Tanggal Terbit
Issuance Date
21 Maret 2007
21 March 2007
21 Maret 2007
21 March 2007
27 Juni 2012
27 June 2012
27 Juni 2012
27 June 2012
27 Juni 2013
27 June 2013
27 Juni 2013
27 June 2013
Catatan :
•
Semua Obligasi Bank Victoria dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (untuk Obligasi
Bank Victoria I Tahun 2000 Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri A dan Obligasi Bank
Victoria I Tahun 2000 Dengan Tingkat Bunga Mengambang Seri B dicatatkan
pada Bursa Efek Surabaya),
•
Peringkat terakhir Obligasi Bank Victoria I Tahun 2000 Dengan Tingkat Bunga
Tetap Seri A dan Obligasi Bank Victoria I Tahun 2000 Dengan Tingkat Bunga
Mengambang Seri B per Maret 2007, sedangkan peringkat terakhir Obligasi II
Bank Victoria Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap dan Obligasi Subordinasi
I Bank Victoria Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap per Maret 2012.
Laporan Tahunan 2016
Tanggal Jatuh
Tempo
Dates of
Maturity
Peringkat
Saat
Diterbitkan
Rating when
Issued
Peringkat
Terakhir
Last Rating
Status
Pembayaran
Payment
Status
21 Maret 2012
21 March 2012
A3.id dari
PT Moody’s
Indonesia
(setara A-,
Kasnic)
A3.id from
PT Moody’s
Indonesia
(equivalent to A-,
Kasnic)
A3.id dari
PT Moody’s
Indonesia (setara
A-, Kasnic)**
A3.id from
PT Moody’s
Indonesia
(equivalent to A-,
Kasnic)**
Lunas
Paid
21 Maret 2017
21 March 2017
Baa2.id dari
PT Moody’s
Indonesia
(setara BBB,
Kasnic)
Baa2.id from
PT Moody’s
Indonesia
(equivalent to
BBB, Kasnic)
Baa2.id dari
PT Moody’s
Indonesia (setara
BBB, Kasnic)**
Baa2.id from
PT Moody’s
Indonesia
(equivalent to
BBB, Kasnic)**
Lunas
Paid
27 Juni 2017
27 June 2017
idBBB+ (Triple B
plus) dari
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
idBBB+ (Triple B
Plus) from
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
idA- (Single A
Minus) dari
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
idA- (Single A
Minus from
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
Belum Lunas
Not paid
27 Juni 2019
27 June 2019
IdBBB (Triple
B) dari
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
idBBB (Triple B)
from
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
idBBB+ (Triple B
Plus) dari
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
idBBB+ (Triple B
Plus) from
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
Belum Lunas
Not paid
27 Juni 2018
27 June 2018
idA- (Single A
Minus) dari
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
idA- (Single A
Minus) from
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
idA- (Single A
Minus) dari
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
idA- (Single A
Minus) from
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
Belum Lunas
Not paid
27 Juni 2020
27 June 2020
idBBB+ (Triple B
Plus) dari
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
idBBB+ (Triple B
Plus) From
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
idBBB+ (Triple B
Plus) dari
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
idBBB+ (Triple B
Plus) From
PT Pemeringkat
Efek Indonesia
(PEFINDO)
Belum Lunas
Not paid
Note :
All Bank Victoria’s Bond have been listed in Indonesia Stock Exchange (for Bank
•
Victoria Bond I in 2000 with Fixed Interest Rate series A and Bank Victoria Bond
I in 2000 with Fixed Interest Rate series B have been listed in Surabaya Stock
Exchange).
•
Last Rating for Bank Victoria Bond I in 2000 with Fixed Rate Series A and Bank
Victoria Bonds I in 2000 With Floating Rate Series B as of March 2007, while the
last rankings for Bank Victoria Bonds II in 2007 with Fixed Interest Rate and Bank
Victoria Bond Subordinated I in 2007 with Fixed Interest Rate as of March 2012.
131
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Jadwal Pembayaran Bunga Obligasi dan Obligasi Subordinasi Bank Victoria
Interest Payment Schedule of Bank Victoria Bond and Subordinated Bond
Nama Obligasi
Name of Bonds
Obligasi Bank Victoria
III Tahun 2012 Dengan
Tingkat Bunga Tetap
Bank Victoria Bond III of
2012 at a Fixed Interest
Rate
Tanggal Pembayaran
Bunga
Dates of Interest
Payment
Status
Pembayaran
Payment Status
27 September 2012
27 September 2012
Lunas
Paid
27 Desember 2012
27 December 2012
Lunas
Paid
27 Maret 2013
27 March 2013
Lunas
Paid
27 Juni 2013
27 June 2013
Nama Obligasi
Name of Bonds
Obligasi Subordinasi
Bank Victoria II Tahun
2012 Dengan Tingkat
Bunga Tetap
Bank Victoria
Subordinated Bond II of
2012 at a Fixed Interest
Rate
Tanggal Pembayaran
Bunga
Dates of Interest
Payment
Status
Pembayaran
Payment Status
27 September 2012
27 September 2012
Lunas
Paid
27 Desember 2012
27 December 2012
Lunas
Paid
27 Maret 2013
27 March 2013
Lunas
Paid
Lunas
Paid
27 Juni 2013
27 June 2013
Lunas
Paid
27 September 2013
27 September 2013
Lunas
Paid
27 September 2013
27 September 2013
Lunas
Paid
27 Desember 2013
27 December 2013
Lunas
Paid
27 Desember 2013
27 December 2013
Lunas
Paid
27 Maret 2014
27 March 2014
Lunas
Paid
27 Maret 2014
27 March 2014
Lunas
Paid
27 Juni 2014
27 June 2014
Lunas
Paid
27 Juni 2014
27 June 2014
Lunas
Paid
27 September 2014
27 September 2014
Lunas
Paid
27 September 2014
27 September 2014
Lunas
Paid
27 Desember 2014
27 December 2014
Lunas
Paid
27 Desember 2014
27 December 2014
Lunas
Paid
27 Maret 2015
27 March 2015
Lunas
Paid
27 Maret 2015
27 March 2015
Lunas
Paid
27 Juni 2015
27 June 2015
Lunas
Paid
27 Juni 2015
27 June 2015
Lunas
Paid
27 September 2015
27 September 2015
Lunas
Paid
27 September 2015
27 September 2015
Lunas
Paid
27 Desember 2015
27 December 2015
Lunas
Paid
27 Desember 2015
27 December 2015
Lunas
Paid
27 Maret 2016
27 March 2016
Lunas
Paid
27 Maret 2016
27 March 2016
Lunas
Paid
27 Juni 2016
27 June 2016
Lunas
Paid
27 Juni 2016
27 June 2016
Lunas
Paid
27 September 2016
27 September 2016
Lunas
Paid
27 September 2016
27 September 2016
Lunas
Paid
27 Desember 2016
27 December 2016
Lunas
Paid
27 Desember 2016
27 December 2016
Lunas
Paid
27 Maret 2017
27 March 2017
Lunas*
Paid*
27 Maret 2017
27 March 2017
Lunas*
Paid*
27 Juni 2017
27 June 2017
Belum Lunas
Not Paid
27 Juni 2017
27 June 2017
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 September 2017
27 September 2017
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 Desember 2017
27 December 2017
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 Maret 2018
27 March 2018
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 Juni 2018
27 June 2018
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 September 2018
27 September 2018
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 Desember 2018
27 December 2018
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 Maret 2019
27 March 2019
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 Juni 2019
27 June 2019
Belum Lunas
Not Paid
132
PT Bank Victoria International Tbk.
Nama Obligasi
Name of Bonds
Obligasi Bank Victoria
IV Tahun 2013 Dengan
Tingkat Bunga Tetap
Bank Victoria Bond IV of
2013 at a Fixed Interest
Rate
*
Tanggal Pembayaran
Bunga
Dates of Interest
Payment
Laporan Tahunan 2016
Status
Pembayaran
Payment Status
27 September 2013
27 September 2013
Lunas
Paid
27 Desember 2013
27 December 2013
Lunas
Paid
27 Maret 2014
27 March 2014
Lunas
Paid
27 Juni 2014
27 June 2014
Nama Obligasi
Name of Bonds
Obligasi Subordinasi
Bank Victoria III Tahun
2013 Dengan Tingkat
Bunga Tetap
Bank Victoria
Subordinated Bond III of
2013 at a Fixed Interest
Rate
Tanggal Pembayaran
Bunga
Dates of Interest
Payment
Status
Pembayaran
Payment Status
27 September 2013
27 September 2013
Lunas
Paid
27 Desember 2013
27 December 2013
Lunas
Paid
27 Maret 2014
27 March 2014
Lunas
Paid
Lunas
Paid
27 Juni 2014
27 June 2014
Lunas
Paid
27 September 2014
27 September 2014
Lunas
Paid
27 September 2014
27 September 2014
Lunas
Paid
27 Desember 2014
27 December 2014
Lunas
Paid
27 Desember 2014
27 December 2014
Lunas
Paid
27 Maret 2015
27 March 2015
Lunas
Paid
27 Maret 2015
27 March 2015
Lunas
Paid
27 Juni 2015
27 June 2015
Lunas
Paid
27 Juni 2015
27 June 2015
Lunas
Paid
27 September 2015
27 September 2015
Lunas
Paid
27 September 2015
27 September 2015
Lunas
Paid
27 Desember 2015
27 December 2015
Lunas
Paid
27 Desember 2015
27 December 2015
Lunas
Paid
27 Maret 2016
27 March 2016
Lunas
Paid
27 Maret 2016
27 March 2016
Lunas
Paid
27 Juni 2016
27 June 2016
Lunas
Paid
27 Juni 2016
27 June 2016
Lunas
Paid
27 September 2016
27 September 2016
Lunas
Paid
27 September 2016
27 September 2016
Lunas
Paid
27 Desember 2016
27 December 2016
Lunas
Paid
27 Desember 2016
27 December 2016
Lunas
Paid
27 Maret 2017
27 March 2017
Lunas*
Paid*
27 Maret 2017
27 March 2017
Lunas*
Paid*
27 Juni 2017
27 June 2017
Belum Lunas
Not Paid
27 Juni 2017
27 June 2017
Belum Lunas
Not Paid
27 September 2017
27 September 2017
Belum Lunas
Not Paid
27 September 2017
27 September 2017
Belum Lunas
Not Paid
27 Desember 2017
27 December 2017
Belum Lunas
Not Paid
27 Desember 2017
27 December 2017
Belum Lunas
Not Paid
27 Maret 2018
27 March 2018
Belum Lunas
Not Paid
27 Maret 2018
27 March 2018
Belum Lunas
Not Paid
27 Juni 2018
27 June 2018
Belum Lunas
Not Paid
27 Juni 2018
27 June 2018
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 September 2018
27 September 2018
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 Desember 2018
27 December 2018
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 Maret 2019
27 March 2019
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 Juni 2019
27 June 2019
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 September 2019
27 September 2019
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 Desember 2019
27 December 2019
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 Maret 2020
27 March 2020
Belum Lunas
Not Paid
Tenor Sudah Selesai
Tenor Completed
-
27 Juni 2020
27 June 2020
Belum Lunas
Not Paid
Saat Laporan Tahunan ini disusun, Bank telah melunasi pembayaran kupon bunga
obligasi
*
At the time of this Annual Report preparation , the Bank has settled the payment
of its bond interest coupon
133
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Lembaga Penunjang Pasar Modal
Capital Market Supporting Institutions
WALI AMANAT
Trustee
Menara Bank Mega
Jl, Kapten Tendean No, 12-12A
Jakarta, 12970
T +62 -21 7917 5000
F +62-21 7918 7100
www.bankmega.com
Menara Bank Mega
Jl, Kapten Tendean No, 12-12A
Jakarta, 12970
T +62 -21 7917 5000
F +62-21 7918 7100
www.bankmega.com
Nomor STT
: 20/STTD-WA/PM/2000
tanggal
2 Oktober 2000
Keanggotaan Asosiasi :Asosiasi Wali Amanat Indonesia
(AWAI) sesuai Surat Keterangan
AWAI No. AWAI/06/2008 tanggal
17 Desember 2008
Pedoman Kerja
: Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(d/h Bapepam-LK)
STTD Number
: 20/STTD-WA/PM/2000 dated 2
October 2000
Association Memberships : The Indonesian Trustee Association
according to Letter of Statement
AWAI No. AWAI/06/2008 dated
17 December 2008
Work Guidance
:
Regulation of the Financial
Services Authority (previously
Bapepam-LK)
Jasa yang diberikan di Bank terkait perwakilan pemegang
Obligasi Bank Victoria IV Tahun 2013 Dengan Tingkat Bunga
Tetap dan Obligasi Subordinasi Bank Victoria III Tahun 2013
Dengan Tingkat Bunga Tetap berdasarkan surat penunjukkan
Nomor: 041/DIR-EKS/03/13 tanggal 14 Maret 2013.
Services provided at the Bank related to representative of Bank
Victoria Bondholders IV in 2013 with Fixed Interest Rate and
Bank Victoria Subordinated Bonds III in 2013 with Fixed Interest
Ratebased on appointment letter No. 041/DIR-EKS/03/13 dated
14 March 2013.
KONSULTAN HUKUM
Legal consultant
Warens & Partners
Jl, Sisingamangaraja No, 63, Kebayoran Baru
Jakarta, 12190
T +62-21 7278 0011
F +62-21 7278 0010
W www,warenslaw,com
Warens & Partners
Jl, Sisingamangaraja No, 63, Kebayoran Baru
Jakarta, 12190
T +62-21 7278 0011
F +62-21 7278 0010
W www,warenslaw,com
Nomor STTD : 95/STTD-KH/PM/1996
tanggal
10 September 1996
Keanggotaan Asosiasi : Himpunan Konsultan Hukum Pasar
Modal (HKHPM) No, 98016
Pedoman Kerja
: Standar Profesi Konsultan Hukum
Pasar
Modal
(lampiran
dari
Keputusan Himpunan Konsultan
Hukum Pasar Modal No. KEP.01/
HKHPM/2005 tanggal 18 Februari
2005)
STTD Number
Jasa yang diberikan di Bank terkait pemeriksaan segi hukum
untuk corporate action Obligasi Bank Victoria IV Tahun 2013
Dengan Tingkat Bunga Tetap dan Obligasi Subordinasi Bank
Victoria III Tahun 2013 Dengan Tingkat Bunga Tetap berdasarkan
surat penunjukkan Nomor:042/DIR-EKS/03/13 tanggal 14
Maret 2013.
Services provided at the Bank related on legal aspect examination
related to corporate action of Bank Victoria Bond IV in 2013 with
Fixed Interest Rate and Bank Victoria Subordinated Bonds III in
2013 with Fixed Interest Rate based on appointment letter No.
042 / DIR-EKS / 03/13 dated 14 March 2013.
: 95/STTD-KH/PM/1996 dated 10
September 1996
Association Memberships : Capital Market Legal Consultant
Association No. 98016
Work Guidance
: Capital Market Legal Consultant
Profession Standard (appendix for
Capital Market Legal Consultant
Association Decree No. KEP.01/
HKHPM/2005 dated 18 February
2005)
PT Bank Victoria International Tbk.
134
Laporan Tahunan 2016
NOTARIS
notary
Fathiah Helmi, SH
Graha Irama Lantai 6C
Jl, HR Rasuna Said Kav, 1-2
Jakarta, 12950
T +62-21 5290 7304/5290 7305/5290 7306
F +62-21 5261 136
E [email protected]
Fathiah Helmi, SH
Graha Irama Lantai 6C
Jl, HR Rasuna Said Kav, 1-2
Jakarta, 12950
T +62-21 5290 7304/5290 7305/5290 7306
F +62-21 5261 136
E [email protected]
Nomor STTD
: 02/STTD-N/PM/1996
tanggal
12 Februari 1996
Keanggotaan Asosiasi : Ikatan Notaris Indonesia (INI)
Nomor:011.003.027.260958
Pedoman Kerja
: Pernyataan Undang-Undang Nomor
30 Tahun 2004 tentang Jabatan
Notaris dan Kode Etik Ikatan Notaris
Indonesia
STTD Number
: 02/STTD-N/PM/1996 dated 12
February 1996
Association Memberships : Indonesian Notary Association
No. 011.003.027.260958
Work Guidance
: Statement of Law No. 3- year
2004 regarding Notary Title and
Indonesian Notary Association
Code of Conduct
Jasa yang diberikan di Bank terkait pembuatan akta dalam rangka
penawaran umum Obligasi Bank Victoria IV Tahun 2013 Dengan
Tingkat Bunga Tetap dan Obligasi Subordinasi Bank Victoria III
Tahun 2013 Dengan Tingkat Bunga Tetap berdasarkan surat
penunjukan Nomor: 043/DIR-EKS/03/13 tanggal 14 Maret
2013.
Services provided at the Bank related on deed preparation in
the Public Offering of Bank Victoria Bond IV in 2013 with Fixed
Interest Rate and Bank Victoria Subordinated Bonds III in 2013
with Fixed Interest Rate based on appointment letter No. 043/
DIR-EKS/03/13 dated 14 March 2013.
AKUNTAN PUBLIK
Public Accountant
KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan
(Pricewaterhouse Cooper)
Plaza 89
JL, HR Rasuna Said Kav. X7 No. 6
Jakarta, 12940
T +62-21 5212 901
F +62-21 5290 5555/5290 5050
W www.pwc.com/id
KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan
(Pricewaterhouse Cooper)
Plaza 89
JL, HR Rasuna Said Kav. X7 No. 6
Jakarta, 12940
T +62-21 5212 901
F +62-21 5290 5555/5290 5050
W www.pwc.com/id
Nomor STTD
: 384/PM/STTD-AP/2004
Keanggotaan Asosiasi : Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Nomor 11.D8545
Pedoman Kerja
: Pernyataan
Standar
Akuntansi
Keuangan (PSAK) dan Standar
Profesional
Akuntan
Publik
(SPAP)
STTD Number
: 384/PM/STTD-AP/2004
Association Memberships : Indonesian
Accountant
Association No. 11.D8545
Work Guidance
: Statement of Financial Accounting
Standards and Public Accountant
Professional Standard
Jasa yang diberikan di Bank terkait audit Laporan Keuangan
Tahun Buku 2014 berdasarkan kontrak kerja Nomor:
EL2014092904/LLS/FAA/gy tanggal 29 September 2014.
Services provided at the Bank related to Financial Statements
audit for Fiscal Year 2014 was based on a work contract No.
EL2014092904/LLS/FAA/gy dated 29 September 2014.
2016 Annual Report
135
PT Bank Victoria International Tbk.
BIRO ADMINISTRASI EFEK
Securities Administration Bureau
PT Adimitra Jasa Korpora
Rukan Kirana Boutiqe Office
Jl, Kirana Avenue III Blok F3 No, 5
Kelapa Gading
Jakarta Utara, 14250
T +62-21 2974 5222
F +62-21 2928 9961
E [email protected]
PT Adimitra Jasa Korpora
Rukan Kirana Boutiqe Office
Jl, Kirana Avenue III Blok F3 No, 5
Kelapa Gading
Jakarta Utara, 14250
T +62-21 2974 5222
F +62-21 2928 9961
E [email protected]
Ijin Usaha : Keputusan OJK Nomor: KEP 41/D,04/2014 tanggal 19 September
2014
Keanggotaan Asosiasi : Biro Administrasi Efek Indonesia
Nomor ABI/11/2015-012
Service Permit Pedoman Kerja
: Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(d/h Bapepam-LK)
:
FSA
Decision
No.
KEP41/D.04/2014 dated 19 September
2014
Association Memberships: Securities Administration Bureau
of Indonesia Number ABI/11/2015012
Work Guidance
:Regulation of the Financial Services
Authority (previously Bapepam-LK)
Jasa yang diberikan di Bank terkait pencatatan saham serta
obligasi dan obligasi subordinasi Bank Victoria berdasarkan surat
penunjukkan Nomor: PW-01/BV/0599 tanggal 10 Mei 1999.
Services provided at the Bank related to Bank Victoria share,
bonds, subordinated bonds listing based on the appointment
letter Number: PW-01/BV/0599 dated May 10, 1999.
PERUSAHAAN PEMERINGKAT EFEK
Securities Rating Agency
PT Pemeringkat Efek Indonesia
Panin Tower Lantai 17, Senayan City
Jl, Asia Afrika Lot 19
Jakarta, 10270
T +62-21 7278 2380
F +62-21 7278 2370
W www.pefindo.com
PT Pemeringkat Efek Indonesia
Panin Tower Lantai 17, Senayan City
Jl, Asia Afrika Lot 19
Jakarta, 10270
T +62-21 7278 2380
F +62-21 7278 2370
W www.pefindo.com
Nomor STTD
: KEP-39/PM-PI/1994
tanggal
13 Agustus 1994
Keanggotaan Asosiasi : Association of Credit Rating Agency
in Asia (ACRAA)
Pedoman Kerja
: Metodologi
Pemeringkatan
PT Pemeringkat Efek Indonesia
(PEFINDO)
STTD Number
: KEP-39/PM-PID/1994
dated
August 13, 1994
Association Memberships : Association of Credit Rating
Agencies in Asia (ACRAA)
Work Guidance
: PT Pemeringkat Efek Indonesia
(PEFINDO) Rating Methodology
Jasa yang diberikan di Bank terkait pemeringkatan Obligasi Bank
Victoria IV Tahun 2013 Dengan Tingkat Bunga Tetap dan Obligasi
Subordinasi Bank Victoria III Tahun 2013 Dengan Tingkat Bunga
Tetap berdasarkan perjanjian kerja Nomor: 23/PPJP/PEF-DIR/
III/2013 tanggal 26 Maret 2013.
Services provided at the Bank related to ranking of Bank Victoria
Bond IV in 2013 with Fixed Interest Rate and Bank Victoria
Subordinated Bonds III in 2013 with Fixed Interest Rate based
on work agreement Number: 23/PPJP/PEF-DIR/III/2013 dated
26 March 2013.
KUSTODIAN
CUstodian
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lt. 5
Jl, Jenderal Sudirman Kav, 52-53
Jakarta, 12190
T +62-21 515 2855
F +62-21 5299 1199
W www.ksei.co.id
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lt. 5
Jl, Jenderal Sudirman Kav, 52-53
Jakarta, 12190
T +62-21 515 2855
F +62-21 5299 1199
W www.ksei.co.id
136
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Lembaga Profesi yang
Memberikan Jasa secara Berkala
Professional Institutions Providing Regular Services
Akuntan Publik
Public Accountant
Tahun
Year
KAP
Public
Accountant Firm
Periode KAP
Public
Accountant
Period
Imbalan Jasa
Fee
3 Tahun
3 years
Rp1,421,238,000
2016
2015
Periode
Akuntan
Accountant
Period
No. Izin
Akuntan Publik
Public
Accountant
License Number
Lucy Luciana
Suhenda
3 Tahun
3 years
AP. 0229
Junarto Tjahjadi
3 Tahun
3 years
AP. 0168
Rp1,421,238,000
Tanudiredja,
Wibisana & Rekan
2014
Rp808,600,000
2013
2012
Nama Akuntan
(Perorangan)
Accountant Name
(Individual)
Rp400,000,000
Tjahjadi & Tamara
3 Tahun
3 years
2011
Rp375,000,000
Rp300,000,000
Penghargaan 2016
2016 Awards
Peringkat 4 Kategori Private Keuangan Listed
Fourth Rank in Listed Finance Private Category
Acara / Event:
Annual Report Award 2015
Penyelenggara / Organizer:
OJK, BI, IDX, Dirjen Pajak, Kementrian BUMN,
KNKG,IAI
Tanggal / Date:
22 September 2016 /
22 September 2016
Peringkat 2 Kategori Buku II (Aset Rp10 Triliun sampai
dengan Rp25 Triliun)
Second Rank Buku II Category (Assets Rp 10 Trilion up
to to Rp25 Trilion)
Acara / Event:
Anugerah Perbankan Indonesia (APBI) – V – 2016
Penyelenggara / Organizer:
Majalah Economic Review bekerjasama dengan Perbanas
Institute / Economic Review magazine in cooperation with
Perbanas Institute
Tanggal / Date:
13 Oktober 2016 /
13 October 2016
137
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Peringkat 3 Kategori Corporate Social Responsibility
kelas Bank Buku II
Third Rank Corporate Social Responsibility
Category Bank Buku II Class
As The Winner of Best Banking Brand 2016 for Best
Reputation, Best Digital, Best Service, and
Best Performance Title
Acara / Event:
Anugerah Perbankan Indonesia (APBI) – V – 2016
Penyelenggara / Organizer:
Majalah Economic Review bekerjasama dengan Perbanas
Institute / Economic Review magazine in cooperation with
Perbanas Institute
Tanggal / Date:
13 Oktober 2016 /
13 October 2016
Acara / Event:
Indonesia Best Banking Brand Award
Penyelenggara / Organizer:
Warta Ekonomi
Tanggal / Date:
16 Desember 2016 /
16 December 2016
Sertifikasi
Certification
Sampai dengan tahun 2016, Bank Victoria belum memiliki
sertifikasi terkait dengan bisnis yang dijalankan oleh
Bank.
Up to 2016, the Bank Victoria has not any certification related to
the business run by the Bank.
138
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Nama dan Alamat Entitas Anak
dan Kantor Cabang
Subsidiary and Branch Office Names and Addresses
ENTITAS ANAK / SUBSIDIARIES
Kantor Pusat
operasional
PT Bank Victoria Syariah
Gedung The Victoria Tomang
Jl. Tomang Raya Kav 33-37, Tomang
Jakarta Barat, 11440
KANTOR CABANG BANK VICTORIA / BANK VICTORIA BRANCH OFFICES
Kantor Cabang Senayan
Gedung Bank Panin Senayan Lantai Dasar
Jl. Jend. Sudirman No. 1,
Kelurahan Gelora
Jakarta Selatan, 12710
Telp : (021) 573 5425
Fax : (021) 573 5429
Kantor Cabang Cideng
Kantor Cabang Fatmawati
Jl. Cideng Timur No. 33,
Kelurahan Petojo Utara,
Kecamatan Gambir
Jakarta Pusat, 10130
Telp : (021) 633 8913
Fax : (021) 633 8914
Jl. RS. Fatmawati No. 85A
RT 006 RW 005, Cipete Utara
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan, 12150
Telp : (021) 720 1496
Fax : (021) 720 1497
Kantor Cabang Bogor
Kantor Cabang Bandung
Kantor Cabang Surabaya
Jl. Pakuan No. 8
Kelurahan Baranangsiang,
Kecamatan Bogor Timur, Kotamadya Bogor,
Jawa Barat
Telp : (0251) 834 380
Fax : (0251) 834 3807
Jl. Braga No. 16
Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur
Bandung
Bandung, Jawa Barat
Tlp : (022) 426 6846
Fax : (022) 426 6845
Jl. Raya Darmo No. 173
Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo
Surabaya, 60241
Tlp : (031) 567 0778
Fax : (031) 567 0775
Kantor Cabang Manado
KCP Anggrek Neli Murni
KCP Aries Niaga
Jl. Walter Mononginsidi Komplek Ruko Bahu
Mall Blok E No.5
Kelurahan Bahu,
Kecamatan Malalayang, Manado
Sulawesi Utara
Tlp : (0431) 831431
Fax : (0431) 831427
Jl. Anggrek Nelimurni Raya
Blok A No. 97 B
Kelurahan Kemanggisan,
Kecamatan Palmerah
Jakarta Barat, 11480
Telp : (021) 5367 1734
Fax : (021) 5367 1735
Rukan Aries Niaga
Blok A1 No. 3-J,
Jl. Taman Aries Kelurahan Meruya Utara,
Kecamatan Kembangan
Jakarta Barat, 11620
Telp : (021) 5890 6903
Fax : (021) 5890 6904
KCP Ariobimo
KCP Bekasi
KCP Bekasi Square
Gedung Ariobimo Lantai Dasar
Jl. HR Rasuna Said Kav X2 No. 5
Kelurahan Kuningan Timur,
Kecamatan Setiabudi
Jakarta Selatan, 12950
Telp : (021) 522 5891
Fax : (021) 522 5892
Jl. Ir, H, Juanda No. 132
Kelurahan Margahayu,
Kecamatan Bekasi Timur,
Bekasi, 17113
Telp : (021) 880 2358
Fax : (021) 880 2924
Ruko Bekasi Square No. 62
Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Pekayon,
Kecamatan Bekasi Barat
Bekasi, 13710
Telp : (021) 8243 4832
Fax : (021) 8243 4833
KCP Bendungan Hilir
KCP BIP
KCP BSD
Jl. Bendungan Hilir Raya No. 94 D-E,
Kelurahan Bendungan Hilir,
Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat, 10210
Telp : (021) 574 7474
Fax : (021) 573 4988
Graha BIP Lantai Dasar
Jl. Gatot Subroto Kav. 23,
Kelurahan Karet Semanggi,
Kecamatan Setiabudi
Jakarta Selatan, 12930
Telp : (021) 525 8208
Fax : (021) 525 8028
Bumi Serpong Damai Sektor IV
Blok RE No. 52
Kelurahan Lengkong Wetan,
Kecamatan Serpong,
Tangerang
Telp : (021) 5315 2783
Fax : (021) 5315 2785
139
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
KCP Cikini
KCP CBD Pluit
KCP Cempaka Mas
Hotel Formule 1 Unit GF, 06
Jl. Cikini Raya No. 75,
Kecamatan Menteng,
Jakarta Pusat
Telp : (021) 314 5210
Fax : (021) 314 5223
Central Business District Pluit S-01
Jl. Pluit Selatan Raya No. 1,
Kelurahan Penjaringan
Jakarta Utara, 14440
Telp : (021) 6667 2934
Fax : (021) 6667 2935
Komplek Mega Grosir Cempaka Mas
Blok Q No. 8
Jl. Letjend Suprapto, Kelurahan Sumur Batu,
Kecamatan Kemayoran
Jakarta Pusat, 10640
Telp : (021) 422 7453
Fax : (021) 422 7492
KCP Cibubur
KCP Cinere
KCP Citra Dua
PD, Pasar Jaya Cibubur
Lt. Dasar Blok AKS No. 075-077
Jl. Lapangan Tembak - Cibubur
Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas
Jakarta Timur, 13720
Telp : (021) 8771 0873
Fax : (021) 8771 0861
Jalan Cinere Raya Blok A -60
Desa Cinere,
Kecamatan Sawangan,
Bogor, 16514
Telp : (021) 753 5952
Fax : (021) 753 5957
Rukan Citra Niaga Blok A/5
Kelurahan Pegadungan,
Kecamatan Kalideres
Jakarta Barat, 11830
Telp : (021) 5437 6656
Fax : (021) 5437 6695
KCP Daan Mogot
KCP Duta Mas
KCP Green Garden
Rukan Pusat Bisnis Blok KJG
No. 8, Daan Mogot Baru,
Kelurahan Kalideres,
Kecamatan Kalideres
Jakarta Barat, 11840
Telp : (021) 5437 7359
Fax : (021) 5437 7368
Komplek Perumahan Taman Duta Mas
Blok D8 No. 12
Kelurahan Wijaya Kusuma,
Kecamatan Grogol-Petamburan
Jakarta Barat, 11460
Telp : (021) 5697 9990
Fax : (021) 5697 9996
Komplek Green Garden
Blok A 14 No. 28
Jl. Panjang Kedoya Utara,
Kelurahan Kedoya Utara,
Kecamatan Kebon Jeruk
Jakarta Barat, 11520
Telp : (021) 5835 6803
Fax : (021) 5835 6844
KCP Green Ville
KCP Citra 2 Ext
KCP Jababeka
Komplek Green Ville
Blok BG No. 23
Jl. Tanjung Duren Barat Kelurahan Duri
Kepa, Kecamatan Kebun Jeruk
Jakarta Barat, 11510
Telp : (021) 5695 8648
Fax : (021) 5695 8649
Komp, Citra 2 Extension
Blok BG 313 No. 27,
Pegadungan, Kalideres
Jakarta Barat, 11830
Telp : (021) 5437 3764
Fax : (021) 5437 3764
Ruko Metro Boulevard
Blok A No. 23
Jl. Niaga Raya Desa Pasir Sari,
Kecamatan Cikarang
Bekasi, 17550
Telp : (021) 8984 2153
Fax : (021) 8984 2154
KCP JaCC
KCP Jatinegara
KCP Jembatan Dua
Jakarta City Center
Lt, Dasar Blok C35 No. R9
Jl. Kebon Kacang Raya
Kelurahan Kebon Melati,
Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat, 10230
Telp : (021) 3199 0701
Fax : (021) 3199 0703
Pertokoan Bukit Duri
Blok A No. 12
Kelurahan Kampung Melayu,
Kecamatan Jatinegara
Jakarta Timur, 13320
Telp : (021) 852 0446
Fax : (021) 851 5227
Komplek Ruko Robinson
Jl. Jembatan Dua Raya
No. 82 B-M,
Kelurahan Pejagalan,
Kecamatan Penjaringan
Jakarta Utara, 14450
Telp : (021) 6660 7774
Fax : (021) 6660 7775
KCP Jembatan Lima
KCP Joglo
KCP Pasar Baru
Jl. KHM Mansyur
No. 202D (d/h Jembatan Lima)
Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan
Tambora
Jakarta Barat, 11210
Telp : (021) 6386 8721
Fax : (021) 626 1083
Ruko Botanic Junction
Blok H 7 No. 12
JL. Joglo Raya, Kelurahan Joglo,
Kecamatan Kembangan
Jakarta Barat, 11640
Telp : (021) 5890 7173
Fax : (021) 5890 6376
Jl. Kartini Raya 64 No. 2
Kelurahan Kartini,
Kecamatan Sawah Besar
Jakarta Pusat 10710
Telp : (021) 62303120
Fax : (021) 62303125
KCP Kalimalang
KCP Kebayoran Lama
KCP Kebon Jeruk
Jl. KH Noerali No. 41H
Kelurahan Bintara Jaya,
Kecamatan Bekasi Barat
Bekasi, 17136
Telp : (021) 8690 5626
Fax : (021) 8690 5627
Jalan Raya Kebayoran Lama
Blok A 1-2 No. 2
Kelurahan Grogol Selatan,
Kecamatan Kebayoran Lama
Jakarta Selatan, 12220
Telp : (021) 725 0071
Fax : (021) 725 0017
Kompleks Pertokoan Intercon
Blok B No. 4-5
Jl. Meruya Ilir Raya
Kelurahan Srengseng,
Kecamatan kembangan
Jakarta Barat, 11620
Telp : (021) 587 4427
Fax : (021) 584 2379
KCP Kedoya
KCP Kelapa Gading 1
KCP Kelapa Gading 2
Komp, Kedoya Centre
Blok E No. 4-5
Jl. Raya Perjuangan I RT. 014/010
Jakarta Barat, 11530
Telp : (021) 5890 6903
Fax : (021) 5890 6904
Rukan Artha Gading
Blok B No. 20
Jl. Boulevard Artha Gading
Kelurahan Kelapa Gading Barat,
Kecamatan Kelapa Gading
Jakarta Utara, 14240
Telp : (021) 4585 6670
Fax : (021) 4585 6669
Komplek Ruko Kelapa Gading
Blok LC-6 No. 14
Jl. Raya Boulevard Barat
Kelurahan Kelapa Gading Barat,
Kecamatan Kelapa Gading
Jakarta Utara, 14240
Telp : (021) 450 7672
Fax : (021) 452 8854
140
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
KCP Kemang
KCP Ketapang
KCP Kopi
Jl. Kemang Raya No.82 C
Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang
Prapatan
Jakarta Selatan, 12730
Telp : (021) 719 3521
Fax : (021) 719 3721
Komplek Ketapang Indah
Jl. KH Zainul Arifin
Blok B2, No. 16
Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari
Jakarta Barat, 11140
Telp : (021) 633 8559
Fax : (021) 6385 5658
Jl.Kopi No. 28, RT.003/RW. 03
Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora
Jakarta Barat, 11230
Telp : (021) 691 8807
Fax : (021) 691 8808
KCP Lindeteves
KCP Mangga Besar
KCP Muara Karang
Lindeteves Trade Center Blok RA No. 61
Jl. Hayam Wuruk No. 127
Kelurahan Mangga Besar,
Kecamatan Taman Sari
Jakarta Barat, 11180
Telp : (021) 6220 0668
Fax : (021) 6220 0788
Jl. Mangga Besar Raya
No. 30 B-C
Kelurahan Maphar, Kecamatan Taman Sari
Jakarta Barat, 11160
Telp : (021) 625 4832
Fax : (021) 625 4833
Apartemen Riverside No. 21-23
Jl. Pluit Karang Barat
Kelurahan Pluit,
Kecamatan Penjaringan
Jakarta Utara, 14450
Telp : (021) 6660 1881
Fax : (021) 6660 4857
KCP Mutiara Taman Palem
KCP Paramount Serpong
KCP Patal Senayan
Ruko Mutiara Taman Palem
Blok C19 No. 33
Jl. Lingkar Luar Kamal Raya
Kelurahan Cengkareng Timur,
Kecamatan Cengkareng
Jakarta Barat, 11730
Telp : (021) 5435 6551
Fax : (021) 5435 6552
Ruko Rodeo Drive
Blok B No. 6
Jl. Boulevard Gading Serpong
Kelurahan Pakulonan Barat,
Kecamatan Kelapa Dua
Tangerang, 15333
Telp : (021) 5421 7245
Fax : (021) 5421 7247
Rukan Permata Senayan
Blok B No. 6
Jl. Tentara Pelajar
Kelurahan Grogol Utara,
Kecamatan Kebayoran Lama
Jakarta Selatan, 12210
Telp : (021) 5794 0668
Fax : (021) 5794 0667
KCP Pecenongan
KCP Permata Hijau
KCP Pantai Indah Kapuk
Jl. Pecenongan Raya No. 26
Kelurahan Kebon Kelapa,
Kecamatan Gambir
Jakarta Pusat, 10120
Telp : (021) 386 5627
Fax : (021) 386 5637
Ruko Grand ITC Permata Hijau Blok E No. 17
JL. Letjen Soepono
(Jl. Arteri Permata Hijau)
Kelurahan Grogol Utara,
Kecamatan Kebayoran Lama
Jakarta Selatan, 12210
Telp : (021) 5366 4510
Fax : (021) 5366 4511
Bukit Golf Mediterania Blok B/18
Pantai Indah Kapuk
Kelurahan Kamal Muara,
Kecamatan Penjaringan
Jakarta Utara, 14460
Telp : (021) 569 45973
Fax : (021) 569 45974
KCP Pluit
KCP Pondok Indah
KCP Pulogadung
Jl. Pluit Karang Timur No. 44 Blok O-VIII
Kelurahan Pluit,
Kecamatan Penjaringan
Jakarta Utara, 14450
Telp : (021) 6669 7032
Fax : (021) 6669 7034
Plaza Pondok Indah Blok II Blok UPS No. 51
Jl. Metro Pondok Indah
Kelurahan Pondok Pinang,
Kecamatan Kebayoran Lama,
Jakarta Selatan, 12310
Telp : (021) 7591 5628
Fax : (021) 7591 5625
Pulogadung Trade Center
Blok 8A No. 58
Jl. Raya Bekasi KM 21
Kawasan Industri PT JIEP Pulo Gadung
Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Cakung
Jakarta Timur, 13920
Telp : (021) 461 3958
Fax : (021) 461 3959
KCP Puri Indah
KCP Puri Sentra Niaga
KCP Radio Dalam
Komplek Puri Indah Blok A No. 3
Jl. Puri Indah Raya
Kelurahan Kembangan Selatan,
Kecamatan Kembangan
Jakarta Barat, 11610
Telp : (021) 582 0216
Fax : (021) 582 0217
Rukan Sentra Niaga Puri Indah
Blok T4 No. 16
JL. Puri Agung Indah Raya
Kelurahan Kembangan Selatan,
Kecamatan Kembangan
Jakarta Barat, 11610
Telp : (021) 5835 3442
Fax : (021) 5834 3443
Jl. Radio Dalam Raya No, A/I C
RT.001/04 (Komplek Yado)
Kelurahan Gandaria Utara,
Kecamatan Kebayoran Baru
Jakarta Selatan, 12140
Telp : (021) 725 2979
Fax : (021) 725 2980
KCP Senayan City
KCP Senen
KCP Setiabudi
Panin Tower Ground Floor Unit A
Jl. Asia Afrika
Kecamatan Tanah Abang,
Kelurahan Gelora Senayan
Jakarta Pusat, 10270
Telp : (021) 7278 1749
Fax : (021) 7278 1750
Graha Atrium Lantai Dasar Suite G. 03A
Jl. Senen Raya No, 135
Kelurahan Senen, Kecamatan Senen
Jakarta Pusat, 10410
Telp : (021) 351 3119
Fax : (021) 351 3161
Gedung Setiabudi Atrium
Lt. 1 Suite 101F
Jl. HR Rasuna Said Kav. 62
Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi
Jakarta Selatan, 12920
Telp : (021) 522 0565
Fax : (021) 522 0575
KCP Skyline
KCP Sunter
KCP Taman Palem Lestari
Menara Cakrawala Lt. Dasar
Jl. Moh. Husni Thamrin No. 9
Kelurahan Kebon Sirih,
Kecamatan Menteng
Jakarta Pusat, 10340
Telp : (021) 3983 3206
Fax : (021) 3983 3210
Kompleks Rukan Sunter Permai Blok A-9
Jl. Danau Sunter Utara
Kelurahan Sunter Agung,
Kecamatan Tanjung Priok
Jakarta Utara, 14350
Telp : (021) 6530 7347
Fax : (021) 6530 7348
Ruko Taman Palem
Blok D1 No. 19D
Kelurahan Cengakareng Barat,
Kecamatan Cengkareng
Jakarta Barat, 11730
Telp : (021) 5596 0771
Fax : (021) 5596 0772
2016 Annual Report
141
PT Bank Victoria International Tbk.
KCP Taman Rasuna
KCP Tanjung Duren
KCP Tangerang
Rasuna Office Part Tahap 3 Unit UO 1A,
Lantai 4 Podium Selatan,
Jl. HR Rasuna Said
Kecamatan Setiabudi,
Kelurahan Menteng Atas
Jakarta Selatan, 12960
Telp : (021) 8370 5340
Fax : (021) 8370 5242
Jl. Tanjung Duren Raya
Blok Z, III No. 687A
Kelurahan Tanjung Duren Utara,
Kecamatan Grogol Petamburan
Jakarta Barat, 11470
Telp : (021) 5696 0722
Fax : (021) 5696 1711
Jl. Merdeka Raya No. 89A, RT.005/RW.07
Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci
Tangerang, 15114
Telp : (021) 551 0737
Fax : (021) 551 0741
KCP Tebet
KCP Wisma Slipi
KCP Villa Melati Mas
Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH
No. 73 A
Kelurahan Menteng Dalam,
Kecamatan Tebet
Jakarta Selatan, 12870
Telp : (021) 8379 0823
Fax : (021) 8379 0828
Wisma Slipi Lantai Dasar
Jl. Let. Jend. S Parman Kav. 12
Kelurahan Kemanggisan,
Kecamatan Palmerah
Jakarta Barat, 11480
Telp : (021) 530 8800
Fax : (021) 530 7207
Komp, Villa Melati Mas
Blok B-10 No. 53
Jl. Bougenville Raya
Desa Jalupang,
Kecamatan Serpong
Tangerang, 15323
Telp : (021) 537 0591
Fax : (021) 537 0592
Kantor Kas Grand Boutiqe
Kantor Kas Bintaro
Kantor Kas Menteng
Grand Boutique Center Blok D Kav. 1
JL. Mangga Dua Raya
Kelurahan Ancol,
Kecamatan Pademangan
Jakarta Utara, 14430
Telp : (021) 6122 378
Fax : (021) 6122 379
Jl. Raya Bintaro Utama
Blok A No. 7 Sektor 3
Desa Pondok Karya,
Kecamatan Pondok Aren Tangerang, 15225
Telp : (021) 7369 0479
Fax : (021) 7369 0482
Plaza Menteng Unit GF-14
Jl. HOS Cokroaminoto No. 79
Kelurahan Menteng,
Kecamatan Menteng
Jakarta Pusat, 10310
Telp : (021) 390 7615
Fax : (021) 390 7614
Kantor Kas Hang Tuah
Kantor Kas ITC Mangga 2
Kantor Kas Tanah Abang
Jl. Hang-Tuah Raya No. 4
Kelurahan Gunung,
Kecamatan Kebayoran Baru
Jakarta Selatan, 12120
Telp : (021) 7279 7450
Fax : (021) 7279 7483
ITC Mangga Dua Lantai 2
Blok A No. 6
Kelurahan Ancol,
Kecamatan Penjaringan
Jakarta Pusat, 10730
Telp : (021) 6230 0771
Fax : (021) 6230 0964
Pusat Grosir Metro Tanah Abang Lt. 6 Unit 5
Jl. KH Wahid Hasyim
Kelurahan Kebon Kacang,
Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat, 10240
Telp : (021) 3003 6010
Fax : (021) 3003 6030
Kantor Kas Tomang
Kantor Kas Wisma Indocement
Kantor Kas Grand Wijaya
Lobby Gedung Mandala Airlines
Jl. Tomang Raya No, 33-37
Kelurahan Tomang,
Kecamatan Grogol Petamburan
Jakarta Barat, 11440
Telp : (021) 5697 2227
Fax : (021) 5697 2237
Wisma Indocement Lantai Dasar
Jl. Jend. Sudirman Kav. 70 - 71
Kelurahan Setibudi, Kecamatan Setiabudi
Jakarta Selatan, 12970
Telp : (021) 522 3765
Fax : (021) 522 3762
Komplek Grand Wijaya Blok C No. 10
JL. Wijaya II
Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru
Jakarta Selatan, 12160
Telp : (021) 7200 009
Fax : (021) 7202 878
Kantor Kas Talang Betutu
Kantor Kas Hotel Golden
Kantor Kas Lokasari Plaza
Jl. Talang Betutu No. 15
Jakarta Pusat
Telp : (021) 3100 636
Fax : (021) 3100 636
Lobi Golden Boutique Hotel
Jl. Angkasa No. 1
Jakarta Pusat, 10270
Telp : (021) 659 2731
Fax : (021) 659 7091
Lokasari Plaza Blok A02
Jl. Mangga Besar Raya No. 81
Jakarta Pusat
Telp : (021) 625 7417
Fax : (021) 625 7439
Kantor Kas Sahid Sudirman
Kantor Kas Permata Buana
Kantor Kas Meruya Ilir
Sahid Sudirman Residence Unit LB/01
Jl. Jend. Sudirman Kav, 86
Jakarta Pusat, 10220
Telp : (021) 5297 0293
Fax : (021) 5297 0294
Taman Permata Buana Blok D1/31
Jl. Pulau Bira V
Kelurahan Kembangan Utara,
Kecamatan Kembangan
Jakarta Barat, 11610
Telp : (021) 5835 1917
Fax : (021) 5835 1918
Jl, Meruya Ilir Raya No. 12B
RT. 004/RW. 01
Kelurahan Srengseng,
Kecamatan Kembangan
Jakarta Barat, 11630
Telp : (021) 5862 070
Fax : (021) 5849 454
Kantor Kas Asemka
Kantor Kas Duta Merlin
Kantor Kas Teluk Gong
Jl. Pintu Kecil No. 58 E
Kelurahan Roamalaka,
Kecamatan Tambora
Jakarta Barat, 11230
Telp : (021) 6983 0696
Fax : (021) 6983 0697
Komplek Pertokoan Duta Merlin
Blok A No. 10
JL. Gajah Mada No. 3-5
Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir
Jakarta Pusat, 10160
Telp : (021) 6386 5970
Fax : (021) 6386 5971
Komplek Duta Harapan Indah Blok L No. 6
Kelurahan Kapuk Muara,
Kecamatan Penjaringan
Jakarta Utara, 14460
Telp : (021) 6628 390
Fax : (021) 6628 391
PT Bank Victoria International Tbk.
142
Laporan Tahunan 2016
Kantor Kas Karawaci
Kantor Kas Cikokol
Kantor Kas Habibie Centre
Komplek Karawaci Office Park Blok I No. 27
JL. Pintu Besar Selatan
Kelurahan Panunggangan Barat
Kecamatan Cibodas
Tangerang, 15139
Telp : (021) 5582 581
Fax : (021) 5582 592
Ruko Mahkotra Mas
Blok C No. 07
Kelurahan Cikokol, Kecamatan Tangerang
Tangerang, 15117
Telp : (021) 5543 118
Fax : (021) 5543 119
Jl, Kemang Selatan Raya No. 98,
Jakarta Selatan
Telp : (021) 780 8132
Fax : (021) 780 6882
Kantor Kas Mediterania
Kantor Kas Central Park
Kantor Kas Semanan
Apartemen Mediterania Garden
Residence 2 Tower E/SH01/EE
Jl. Tanjung Duren Raya Kav. 5-9,
Tanjung Duren,
Jakarta Barat
Telp : (021) 5698 1783
Fax : (021) 5698 1784
Garden Shopping Arcade B/08/BG
Jl. Tanjung Duren Raya
Kav. 5-9, Tanjung Duren
Jakarta Barat
Telp : (021) 2920 6257
Fax : (021) 2920 6258
Komplek Ruko Plaza deLumina Blok B-3A
Jl. Lingkar Luar Barat, Semanan
Jakarta Barat
Telp : (021) 2903 0615
Fax : (021) 2903 0616
Kantor Kas Hybrida
Kantor Kas La Piazza
Kantor Kas Utan Panjang
Jl, Raya Kelapa Hybrida Blok RA 3/21
Pengangsaan, Kelapa Gading
Jakarta Utara
Telp : (021) 4584 4466
Fax : (021) 4584 4433
Jl. Taman Mandiri I No, 8 Kav. A1-B1
Kelapa Gading Timur,
Jakarta Utara
Telp : (021) 451 4012
Fax : (021) 451 4013
Jl. Utan Panjang Raya III/6D
Kemayoran, Jakarta Pusat
Telp : (021) 424 2630
Fax : (021) 424 2638
Kantor Kas Samanhudi
Kantor Kas Muara Karang 2
Kantor Kas Gedong Panjang
Jl. Samanhudi No. 57-57A
Pasar Baru, Jakarta Pusat
Telp : (021) 351 3109
Fax : (021) 351 3187
Jl. Pluit Karang Utara No. 46
Blok I1 Selatan Kav. 48
Penjaringan, Jakarta Utara
Telp : (021) 660 4144
Fax : (021) 660 4116
Jl. Gedong Panjang Raya No. 5A
Tambora, Jakarta Barat
Telp : (021) 690 0453
Fax : (021) 690 0455
Kantor Kas Tanah Abang
Kantor Kas Bulungan
Kantor kas Gajah Mada
Jl. KH. Fachrudin
Pertokoan Grosir Mall Tanah Abang
Blok B Lantai 5
Loss Ktr. No. 2
Kelurahan Kampung Bali,
Kecamatan Tanah Abang
Jakarta Pusat, 10240
Telp : (021) 3003 6010
Fax : (021) 3003 6030
Jl. Bulungan Raya No. 18
Kramat Pela, Jakarta Selatan
Telp : (021) 722 8138
Fax : (021) 722 8139
Jl. Gajah Mada No. 41
Kelurahan Krukut,
Kecamatan Tamansari
Jakarta Barat
Telp : (021) 6386 6845
Fax : (021) 6386 6846
143
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Akses Informasi
Access to Information
Bank Victoria telah menyediakan akses informasi bagi Pemegang
Saham dan pemangku kepentingan untuk mendapatkan informasi
lebih lanjut melalui:
Bank Victoria has provided access for the Shareholders and Stakeholders to obtain further
information via:
Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary
Ruly Dwi Rahayu
Panin Tower Lantai 15, Senayan City
Jl. Asia Afrika Lot 19
Jakarta, 10270
T +62-21 7278 1800
F +62-21 7278 1900
E [email protected]
W www.victoriabank.co.id
Selain itu, informasi mengenai perkembangan saham dan
permodalan Bank Victoria juga dapat diakses melalui website
Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id).
In addition, information concerning the growth of Bank Victoria
shares and capital is also accessible through the Indonesia Stock
Exchange website (www.idx.co.id).
144
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
INFORMASI PADA WEBSITE
PERUSAHAAN
INFORMATION ON THE COMPANY’S
WEBSITE
Dengan diberlakukannya peraturan OJK No.8/POJK.04/2015
tentang website emiten atau perusahaan publik, maka Bank
Victoria telah melengkapi website perusahaan dengan beberapa
informasi penting seperti Informasi mengenai pemegang
saham, Isi Kode Etik, Informasi mengenai RUPS, struktur grup
perusahaan, analisis kinerja keuangan, laporan keuangan 5 tahun
terakhir, profil Dewan Komisaris dan Direksi serta Piagam/
Charter Dewan Komisaris, Direksi, Komite-komite, dan Unit
Audit Internal. Selain itu, Informasi-informasi yang disajikan
dalam website senantiasa diperbaharui secara berkala.
With the enactment of FSA Regulation No. 8/POJK,04/2015
on the Issuer’s or Public Company’s website, Bank Victoria
has equipped the Company’s website with some important
information such as Shareholder Information, the content of
Code of Conduct, Information on the GMS, the Company’s
group structure, financial performance analysis, the last 5 years
Financial Statement, profiles of the Board of Commissioners and
the Board of Directors as well as the Charters of the Board of
Commissioners, Board of Directors, Committees, and Internal
Audit Unit. In addition, the information presented on the website
is constantly updated regularly.
PENDIDIKAN DAN/ATAU PELATIHAN
DEWAN KOMISARIS, DIREKSI, KOMITEKOMITE, SEKRETARIS PERUSAHAAN,
DAN UNIT AUDIT INTERNAL
EDUCATION AND/OR TRAINING OF
THE BOARD OF COMMISSIONERS,
BOARD OF DIRECTORS, COMMITTEES,
COMPANY SECRETARY, AND INTERNAL
AUDIT UNIT
PENGEMBANGAN KOMPETENSI
DEWAN KOMISARIS
COMPETENCE DEVELOPMENT OF THE BOARD
OF COMMISSIONERS
Sepanjang tahun 2016, anggota Dewan Komisaris Bank Victoria
telah mengikuti berbagai program peningkatan kompetensi
berupa pelatihan, workshop, konferensi, seminar, sebagaimana
tabel berikut ini.
Throughout the year 2016, members of the Bank Victoria’
Board of Commissioners have attended various competency
improvement programs in the form of trainings, workshops,
conferences, seminars, as describe in the following table.
Tabel Pengembangan Kompetensi Dewan Komisaris
Table of Competence Devepment of the Board of Commissioners
Nama
Name
Materi
Pengembangan
Kompetensi /
Pelatihan
Competence
Development/
Training Material
Waktu dan Tempat
Pelaksanaan
Time and Venue
Jenis
Pelatihan dan
Penyelenggara
Type of Training
and Orgnizer
Jabatan
Position
Periode
Period
Oliver Simorangkir
Komisaris Utama
President
Commissioner
Juli 2015 – saat ini
July 2015 – present
Gunawan Tenggarahardja
Komisaris
Independen
Independent
Commissioner
2007 – saat ini
2007 - present
-
-
-
Zaenal Abidin, Ph.D
Komisaris
Independen
Independent
Commissioner
2012 – saat ini
2012 - present
Pelatihan dan
Sertifikasi Asesor
Kompetensi
Competence
Assessor
Certificaion and
Training
Jakarta, 9 Januari - 3
Februari 2016
Jakarta, 9 January - 3
February 2016
Seminar Publik LSP – PM
Public Seminar –
LSP – PM
Certified Risk
Professional (CRP)
Jakarta, 20 dan 27
Februari, 5 dan 12
Maret 2016
Jakarta, 20 and 27
February, 5 and 12
March 2016
Seminar Publik BNSP
Public Seminar BNSP
Training Leadership
Jakarta, 12 dan 19
Maret 2016
Jakarta, 12 and 19
March 2016
In House Diaspora IBS
Training Leadership
Jakarta, 12 dan 19
Maret 2016
Jakarta, 12 and 19
March 2016
In House Diaspora IBS
145
2016 Annual Report
Nama
Name
Jabatan
Position
Periode
Period
PT Bank Victoria International Tbk.
Materi
Pengembangan
Kompetensi /
Pelatihan
Competence
Development/
Training Material
Waktu dan Tempat
Pelaksanaan
Time and Venue
Jenis
Pelatihan dan
Penyelenggara
Type of Training
and Orgnizer
Training Strest
Test Bank dan
Konglomerasi
Keuangan
Training Strest Test
Bank and Financial
Conglomeration
Jakarta, 23 April 2016 In House – STIE
Jakarta, 23 April 2016 Wiyata Mandala
Training/ Seminar
“Pengawasan
Terintegrasi Bagi
Konglomerasi
Keuangan”
Training/Seminar
on “Integrated
Supervision
on Financial
Conglomeration”
Bandung, 10 - 11
November 2016
Bandung, 10 - 11
November 2016
Seminar Publik Otoritas Jasa
Keuangan
Public Seminar Financial Service
Authority
Suzanna Tanojo
Komisaris
Commissioner
2006 – 18
November 2016
2006 – 18
November 2016
-
-
-
Debora Wahjutirto Tanoyo
Komisaris
Commissioner
18 November 2016
– saat ini
18 November 2016
- present
-
-
-
PENGEMBANGAN KOMPETENSI DIREKSI
COMPETENCE DEVELOPMENT OF THE BOARD
OF DIRECTORS
Sepanjang tahun 2016, anggota Dewan Komisaris Bank Victoria
telah mengikuti berbagai program peningkatan kompetensi
berupa pelatihan, workshop, konferensi, seminar, sebagaimana
tabel berikut ini:
Throughout the year 2016, members of the Board of
Commissioners of Bank Victoria have attended various
competency improvement programs in the form of training,
workshops, conferences, seminars, as describe in the following
table:
Tabel Pengembangan Kompetensi Direksi
Table of Competence Development of the Board of Directors
Nama
Name
Daniel Budirahayu
Jabatan
Position
Periode
Period
Direktur Utama
President
Director
30 Juli 2015 – saat
ini
30 July 2015 present
Materi
Pengembangan
Kompetensi /
Pelatihan
Competence
Development/
Training Material
Waktu dan Tempat
Pelaksanaan
Time and Venue
Jenis
Pelatihan dan
Penyelenggara
Type of Training
and Orgnizer
Seminar dan
Executive Raundtable
Konglomerasi
Jasa Keuangan di
Indonesia
Seminar and
Executive Roundtable
Financial Service
Conglomeration in
Indonesia
Jakarta, 13 - 14
Januari 2016
Jakarta, 13 - 14
January 2016
Seminar Publik LPPI
Public Seminar
- LPPI
Training Leadership
Jakarta, 12 dan 19
Maret 2016
Jakarta, 12 and 19
March 2016
In House Diaspora IBS
146
PT Bank Victoria International Tbk.
Nama
Name
Rusli
Ramon Marlon Runtu
Jabatan
Position
Periode
Period
Wakil Direktur
Deputy
President
Director
16 Mei 2016 – saat
ini
16 May 2016 Present
Direktur Kredit
Director of
Credit
17 Oktober 2013 –
saat ini
17 October 2013 –
present
Laporan Tahunan 2016
Materi
Pengembangan
Kompetensi /
Pelatihan
Competence
Development/
Training Material
Jakarta, 12 dan 19
Maret 2016
Jakarta, 12 and 19
March 2016
In House Diaspora IBS
Southeast Asia Banking
Technology and
Innovation Summit
Jakarta
30 - 31 Maret 2016
Jakarta
30 - 31 March 2016
Seminar Publik ESCOM
Public Seminar ESCOM
Training Leadership
Jakarta, 12 dan 19
Maret 2016
Jakarta, 12 and 19
March 2016
In House Diaspora IBS
Pemeliharaan
Sertifikat Kompetensi
Manajemen Risiko
( Refreshment ) LSPP
Maintenance of
Risk Management
Competence
Certificate
(Refreshment) LSPP
Jakarta
16 November 2016
Jakarta
16 November 2016
Refreshment LSPP
Jakarta, 12 dan 19
Maret 2016
Jakarta, 12 and 19
March 2016
In House Diaspora IBS
Seminar & Executive
Raundtable
Konglomerasi Jasa
Keuangan di Indonesia
Seminar & Executive
Raundtable
Financial Service
Conglomeration in
Indonesia
Jakarta
13 - 14 Januari 2016
Jakarta
13 - 14 January 2016
Seminar Publik LPPI
Public Seminar
- LPPI
Training Leadership
In House Jakarta
12 dan 19 Maret 2016 Diaspora IBS
Jakarta
12 and 19 March
2016
Training/ Seminar
“National Anti Fraud
Conference 2016”
Semarang
26 - 28 Oktober 2016
Semarang
26 - 28 October 2016
Seminar Publik ACFE Indonesia
Chapter
Public Seminar –
ACFE Indonesia
Chapter
Training/Seminar
“Pengawasan
Terintegrasi Bagi
Konglomerasi
Keuangan
Training/Seminar
on “Integrated
Supervision
for Financial
Conglomeration”
Bandung
10 - 11 November
2016
Bandung
10 - 11 November
2016
Seminar Publik Otoritas Jasa
Keuangan
Public Seminar –
Finance Service
Authority
Customer Experience
Management (CEM)
ASIA SUMMIT 2016
Jakarta
6 - 9 September 2016
Jakarta
6 - 9 September 2016
Seminar Publik IQPC WorldWide
PTE LTD
Public Seminar IQPC WorldWide
PTE LTD
“Engagement A Solid
Team To Achieve
Extraordinary Result in
2016” - Team Building
and Outbond
Cirebon
15 - 16 Oktober 2016
Cirebon
15 - 16 October 2016
In House - Kalpata
Direktur Treasury 8 Oktober 2012 – 7 Training Leadership
Director of
September 2016
Treasury
8 October 2012 – 7
September 2016
Tamunan
Direktur
Kepatuhan dan
Manajemen
Risiko
Director of
Compliance
and Risk
Management
Rita Gosal
Direktur Bisnis
Director of
Business
24 Juni 2016 – saat
ini
24 June - present
Jenis
Pelatihan dan
Penyelenggara
Type of Training
and Orgnizer
Training Leadership
Gregorius Andrew Andryanto
Haswin
24 Maret 2009 –
saat ini
24 March 2009 present
Waktu dan Tempat
Pelaksanaan
Time and Venue
147
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI
KOMITE AUDIT
COMPETENCE DEVELOPMENT OF THE AUDIT
COMMITTEE
Sepanjang tahun 2016, anggota Komite Audit Bank Victoria tidak
mengikuti program peningkatan kompetensi
Throughout 2016, members of the Audit Committee of Bank
Victoria did not attend any competency improvement program.
Tabel Pengembangan Kompetensi Komite Audit
Table of Competence Development of the Audit Committee
Nama
Name
Jabatan
Position
Materi Pengembangan
Kompetensi /Pelatihan
Competence Development/
Training Material
Jenis Pelatihan dan
Penyelenggara
Type of Training and
Orgnizer
Waktu dan Tempat
Pelaksanaan
Time and Venue
Gunawan Tenggaraharja
Ketua /
Chairman
Pengembangan Kompetensi Beliau dapat dilihat pada bagian Pengembangan Kompetensi Dewan
Komisaris di dalam Bab Tata Kelola Perusahaan pada Laporan Tahunan ini / His Competence
Development can be seen in the Competence Development of the Board of Commissioners
section in Corporate Governance chapter in this Annual Report
Oliver Simorangkir
Anggota /
Member
Pengembangan Kompetensi Beliau dapat dilihat pada bagian Pengembangan Kompetensi Dewan
Komisaris di dalam Bab Tata Kelola Perusahaan pada Laporan Tahunan ini / His Competence
Development can be seen in the Competence Development of the Board of Commissioners
section in Corporate Governance chapter in this Annual Report
Tonny Setiadi
Anggota /
Member
Transformation Towards Excellence
in Good Governance dan Raker
2016
Mason Pine, Padalarang,
30-31 Januari 2016 /
30-31 January 2016
Training, PT Alam Cipta
Transformation Towards Excellence
in Good Governance dan Raker
2016
Mason Pine, Padalarang,
30-31 Januari 2016 /
30-31 January 2016
Training, PT Alam Cipta
Ujian Kompetensi Manajemen
Risiko Level 1
Kampus STIA LAN, Jakarta,
5 Maret 2016 / 5 March
2016
Sertifikasi, Kampus STIA
LAN Jakarta
Retno Dwijanti Widaningsih
Anggota /
Member
PENGEMBANGAN KOMPETENSI
KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
COMPETENCE DEVELOPMENT OF THE
NOMINATION AND REMUNERATION
COMMITTEE
Sepanjang tahun 2016, anggota Komite Nominasi dan
Remunerasi Bank Victoria telah mengikuti berbagai program
peningkatan kompetensi sebagai berikut.
Throughout 2016, members of the Nomination and Remuneration
Committee of Bank Victoria have attended various competency
improvement programs as follows.
Tabel Pengembangan Kompetensi Komite Nominasi dan Remunerasi
Table of Competence Development of the Nomination and Remuneration Committee
Nama
Name
Jabatan
Position
Periode
Materi Pengembangan
Kompetensi /Pelatihan
Competence Development/
Training Material
Waktu dan Tempat
Pelaksanaan
Time and Venue
Jenis Pelatihan
dan Penyelenggara
Type of Training
and Orgnizer
Pengembangan Kompetensi Beliau dapat dilihat pada bagian Pengembangan Kompetensi
Dewan Komisaris di dalam Bab Tata Kelola Perusahaan pada Laporan Tahunan ini / His
Competence Development can be seen in the Competence Development of the Board of
Commissioners section in Corporate Governance chapter in this Annual Report
Gunawan
Tenggarahardja
2012 – saat ini /
Ketua / Chairman
2012 - present
Suzanna Tanojo
Anggota /
Member
2012 –
November
2016 / 2012 November 2016
Pengembangan Kompetensi Beliau dapat dilihat pada bagian Pengembangan Kompetensi
Dewan Komisaris di dalam Bab Tata Kelola Perusahaan pada Laporan Tahunan ini / His
Competence Development can be seen in the Competence Development of the Board of
Commissioners section in Corporate Governance chapter in this Annual Report
Debora Wahjutirto
Tanoyo
Anggota /
Member
Desember
2016 – saat ini /
December 2016
- present
Pengembangan Kompetensi Beliau dapat dilihat pada bagian Pengembangan Kompetensi
Dewan Komisaris di dalam Bab Tata Kelola Perusahaan pada Laporan Tahunan ini / His
Competence Development can be seen in the Competence Development of the Board of
Commissioners section in Corporate Governance chapter in this Annual Report
Jakarta, 19 Maret 2016 /
Jakarta, 19 March 2016
Risk Management
International
2012 – saat ini /
2012 - present
Penyelerasan Fungsi Kepatuhan,
Pengendalian Internal dan
Manajemen Risiko Dalam Rangka
Peningkatan Efektifitas Penerapan
GCG / An Alignment of Compliance,
Internal Control, and Risk
Management Functions in order
to improve the Effectiveness
Leadership
Jakarta, 14 Mei 2016 /
Jakarta, 14 May 2016
Bank VictoriaIndonesia Banking
School (IBS)
Indonesia Banking Human Capital
Conference
Jakarta, 13 Oktober 2016
/ Jakarta, 13 October
Infobank
2016
Syahda Candra
Anggota /
Member
148
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
PENGEMBANGAN KOMPETENSI
KOMITE PEMANTAU RISIKO
COMPETENCE DEVELOPMENT OF THE RISK
MONITORING COMMITTEE
Sepanjang tahun 2016, anggota Komite Pemantau Risiko
Bank Victoria telah mengikuti berbagai program peningkatan
kompetensi sebagai berikut.
Throughout the year 2016, members of the Risk Monitoring
Committee of Bank Victoria have participated in various
competency improvement programs as follows.
Tabel Pengembangan Kompetensi Komite Pemantau Risiko
Table of Competence Development of the Risk Monitoring Committee
Nama
Name
Jabatan
Position
Materi Pengembangan Kompetensi /Pelatihan
Competence Development/Training Material
Zaenal Abidin, Ph.D
Ketua /
Chairman
Pengembangan Kompetensi Beliau dapat dilihat pada bagian Pengembangan Kompetensi
Dewan Komisaris di dalam Bab Tata Kelola Perusahaan pada Laporan Tahunan ini / His
Competence Development can be seen in the Competence Development of the Board of
Commissioners section in Corporate Governance chapter in this Annual Report
Oliver Simorangkir
Anggota /
Member
Pengembangan Kompetensi Beliau dapat dilihat pada bagian Pengembangan Kompetensi
Dewan Komisaris di dalam Bab Tata Kelola Perusahaan pada Laporan Tahunan ini / His
Competence Development can be seen in the Competence Development of the Board of
Commissioners section in Corporate Governance chapter in this Annual Report
Tonny Setiadi
Anggota /
Member
Pengembangan Kompetensi Beliau dapat dilihat pada bagian Pengembangan Kompetensi
Komite Audit di dalam Bab Tata Kelola Perusahaan pada Laporan Tahunan ini / His Competence
Development can be seen in the Competence Development of the Audit Committee section in
Corporate Governance chapter in this Annual Report
Retno Dwijanti
Widaningsih
Anggota /
Member
Pengembangan Kompetensi Beliau dapat dilihat pada bagian Pengembangan Kompetensi
Komite Audit di dalam Bab Tata Kelola Perusahaan pada Laporan Tahunan ini / His Competence
Development can be seen in the Competence Development of the Audit Committee section in
Corporate Governance chapter in this Annual Report
PENGEMBANGAN KOMPETENSI
SEKRETARIS PERUSAHAAN
COMPETENCE DEVELOPMENT OF THE
CORPORATE SECRETARY
Pada tahun 2016, Sekretaris Perusahaan telah mengikuti
program peningkatan kompetensi sebagai berikut.
In 2016, the Corporate Secretary has attended the following
competency improvement program.
Tabel Pengembangan Kompetensi Sekretaris Perusahaan
Table of Competence Development of the Corporate Secretary
Nama
Name
Jenis Kegiatan Pengembangan Kompetensi
Types of Competence Development Acitivites
Penyelenggara
Organizer
19 Maret 2016
19 March 2016
Leadership Batch 3
IBS
14 Mei 2016
14 May 2016
Penyelarasan Fungsi Kepatuhan, Pengendalian Internal dan Management Risiko
Dalam Rangka Peningkatan Efektifitas Penerapan GCG (Refreshment Management
Risiko) / Training on the Alignment of Compliance Function, Internal Control and
Risk Management in order to Improve the Effectiveness of GCG Implementation
(Risk Management Refreshment)
RMI
PENGEMBANGAN KOMPETENSI
UNIT INTERNAL AUDIT
COMPETENCE DEVELOPMENT OF THE
INTERNAL AUDIT UNIT
Pada tahun 2016, Unit Internal Audit telah mengikuti program
peningkatan kompetensi sebagai berikut.
In 2016, the Internal Audit Unit has attended the following
competency improvement program.
Tabel Pengembangan Kompetensi Unit Internal Audit
The Competence Development of the Internal Audit Unit
Nama
Name
Maret
Jenis Kegiatan Pengembangan Kompetensi
Types of Competence Development Acitivites
Penyelenggara
Organizer
Workshop Analisa Fraud Dalam Laporan Keuangan / Fraud Analysis in the Financial
Statement Workshop
IAIB
Identifikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM) / Suspicious Financial
Transaction Identification
FKDKP
149
2016 Annual Report
Nama
Name
PT Bank Victoria International Tbk.
Jenis Kegiatan Pengembangan Kompetensi
Types of Competence Development Acitivites
Penyelenggara
Organizer
Training Audit Treasury Sesi 1 dan 2
Ekuilibrium
Training “Fraud Preventation in Banking Industry”
ACFE
Training Leadership Batch 2
Diaspora
Training Peranan Bank Dalam Mencegah Kejahatan Perbankan Melalui Pengawasan
Internal Terpadu / Training on the Bank Role In Preventing Banking Crime Through
Integrated Internal Control
FKDKP
Training IT Audit - General Control
IAIB
Training Internet Banking and Mobile Banking
Bank Victoria
Training PSAK 50/55
PWC
Training Strest Test Bank dan Konglomerasi Keuangan Sesi 1 dan 2 / Training Stres
Test Bank and Financial Conglomeration Session 1 and 2
STIE Wiyata Mandala
Mei
Training Penyelarasan Fungsi Kepatuhan, Pengendalian Internal dan Manajemen
Risiko Dalam Rangka Peningkatan Efektifitas Penerapan Good Corporate
Government (Refreshment Manajemen Risiko).
Training on the Alignment of Compliance Function, Internal Control and Risk
Management in order to Improve the Effectiveness of GCG Implementation (Risk
Management Refreshment)
RMI dan Arfaidhams
Secret
Oktober
Audit Untuk Memenuhi Aspek Kepatuhan dan Akuntabilitas Laporan Keuangan Sesi
1 / Audit to Fulfill Compliance and Accountability Aspects of a Financial Statement
Session 1
Awesome Consulting
Training Treasury Forex - Devisa Batch 1 dan 2
Bank Victoria
Audit Untuk Memenuhi Aspek Kepatuhan dan Akuntabilitas Laporan Keuangan Sesi
2 / Audit to Fulfill Compliance and Accountability Aspects of a Financial Statement
Session 2
Awesome Consulting
Workshop Pra Konvensi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Audit
Internal Bank
Pre-Convention of Indonesian National Work Competency Standard for Bank’s
Internal Audit Workshop
OJK
Training Operasional Devisa Sesi 1 dan 2 / Training on Foreign Exchange
Operational Session 1 and 2
Phi Solusi Asia
April
November
PT Bank Victoria International Tbk.
150
Laporan Tahunan 2016
2016 Annual Report
151
PT Bank Victoria International Tbk.
Analisis dan
Pembahasan
Manajemen
Management Discussion
and Analysis
PT Bank Victoria International Tbk.
152
Laporan Tahunan 2016
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Atas Kinerja Perusahaan
Management Analysis and Discussions on the Company’s Performance
Berdasarkan perbandingan kinerja Bank Victoria dibandingkan dengan ratarata industri perbankan pada tahun 2016, Bank Victoria berhasil mencetak
pertumbuhan Aset, Kredit, dan DPK masing-masing sebesar 11,82%, 11,20% dan
13,69%. Pertumbuhan tersebut berada di atas pertumbuhan industri perbankan
nasional (Bank Umum). Pertumbuhan Aset, Kredit, dan DPK pada tahun 2016
industri perbankan tercatat masing-masing sebesar 10,40%, 7,85% dan 9,60%.
Di samping itu Bank mengalami peningkatan pendapatan bunga dan syariah
di tahun 2016 sebesar 7,30% atau Rp147,05 miliar dari Rp2,01 triliun di 2015
menjadi Rp2,16 triliun di 2016. Selanjutnya, pada tahun 2016, laba tahun berjalan
mengalami peningkatan Rp6,29 miliar atau sebesar 6,68% dari Rp94,07 miliar di
2015 menjadi Rp100,36 miliar di 2016.
Based on the comparison between the performance of Bank Victoria with the average banking
industry in 2016 Bank Victoria was able to yield growth in Assets, Credits and Third-Party Funds
each consecutively by 11.82%, 11.20% and 13.69%. These growth are above the growth of the
national banking industry (Commercial Banks). The Assets, Credits, and DPK growth in the
banking industry in 2016 was recorded at 10.40%, 7.85% And 9.60% respectively. In addition,
Bank Victoria experienced increases in interest and sharia incomes in 2016 amounted to 7.30%
or Rp 147.05 billion from Rp2.01 trillion to Rp 2.16 trillion in 2016. Furthermore, in 2016 the
current year profit increased by Rp6.29 billion or 6.68% from Rp94.07 billion in 2015 to Rp100.36
billion in 2016.
153
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Tinjauan Industri
Industrial Review
TINJAUAN INDUSTRI PEREKONOMIAN
GLOBAL
INDUSTRY OVERVIEW OF THE GLOBAL
ECONOMY
Perekonomian global di 2016 masih dihadapkan pada berbagai
ketidakpastian. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain
adalah keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa yang berdampak
signifikan pada ekonomi dunia dan tidak sejalannya hasil pemilu
Amerika Serikat yang dianggap tidak sejalan dengan ekspektasi
pasar. Pasar keuangan global bereaksi negatif terhadap hasil
pemilu tersebut. Di samping itu, ketidakpastian kenaikan
Fed Fund Rate (FFR) dan perekonomian China yang belum
sepenuhnya pulih juga menyebabkan perekonomian global masih
dalam kondisi tidak pasti.
The global economy in 2016 was still under various uncertainties.
Some influencing factors among others were Britain’s exit from
The European Union that significantly impacted on the global
economy and the result of the United States election which
was inconsistent with the market expectations. The global
financial markets reacted negatively towards the election result.
Besides, the uncertainties of the Fed Fund Rate (FFR) and China’s
economy that yet to recover also triggered uncertain conditions
of the global economy.
International Monetary Fund (IMF) mengoreksi pertumbuhan
ekonomi dunia, dari posisi 3,2% pada publikasi April 2016
menjadi 3,1% pada rilis Juli 2016. Koreksi pertumbuhan ke
bawah tersebut, salah satunya dipengaruhi keputusan Inggris
untuk ke luar dari Uni Eropa. IMF juga mengoreksi pertumbuhan
ekonomi negara-negara maju menjadi 1,8% dari posisi 1,9%,
karena memiliki integrasi yang tinggi dengan ekonomi Inggris.
Bank Dunia bahkan lebih pesimis terhadap kondisi global dengan
memproyeksi pertumbuhan dunia 2016 hanya akan berkisar
2,4%. Sementara itu, perekonomian negara maju diperkirakan
hanya tumbuh 1,7%.
International Monetary Fund (IMF) revised the growth of the
global economy from 3.2% on April to 3.1% on July 2016. The
downward revision was, among others, influenced by Britain’s
decision to exit from The European Union. IMF also revised the
economy growth of developed countries to 1.8% from 1.9% due
to the high integration with the British economy. The World
Bank was even more pessimistic towards the global condition
by projecting the 2016 global growth would only be around
2.4%. Meanwhile the economy of the developed countries was
predicted to grow only 1.7%.
Secara umum, perkembangan sektor keuangan global mengalami
fluktuasi sepanjang 2016. Salah satu indikator perkembangan
sektor keuangan suatu negara adalah perkembangan bursa
sahamnya. Jika melihat kinerja sejumlah bursa saham sepanjang
tahun 2016 (year to date), maka terdapat beberapa bursa saham
yang mengalami koreksi dan juga ada yang menunjukkan kinerja
yang positif. Sepanjang tahun 2016, bursa saham yang mengalami
koreksi adalah bursa saham Nikkei, Shanghai, dan Euronext.
Koreksi yang terjadi di negara-negara tersebut disebabkan oleh
sejumlah faktor.
Generally the global financial growth fluctuated during 2016.
One of the financial growth indicators of a nation is its stock
market performance. If we look at the performance of some
stock markets during 2016 (year to date) then there were some
stock markets that performed negatively and also stock markets
that performed positively. The stock markets experiencing
corrections throughout 2016 were The Nikkei, Shanghai and
Euronext. The corrections in those countries were caused by
several factors.
Pada kasus Nikkei, koreksi terjadi akibat sejumlah faktor seperti
perlambatan ekonomi yang terus melanda Jepang serta gempa
di Kumamoto yang membuat sejumlah pabrik otomotif dan
elektronik menghentikan produksinya. Sedangkan pada bursa
saham Shanghai, koreksi disebabkan oleh kinerja domestik yang
masih belum membaik. Kondisi ini diperparah dengan keputusan
Moody’s yang menurunkan outlook rating China pada bulan Maret
2016 dari stabil menjadi negatif.
As in the case of Nikkei, the correction was caused by several
factors such as the slowing growth of the economy that hit Japan
as well as the earthquake in Kumamoto that triggered several
automotive and electronic factories to cease production. While
in the case of Shanghai, the correction was caused by domestic
performance that yet to improve. This condition became worse
due to the decision of Moody’s that decreased the outlook rating
of China in March 2016 from stable to negative.
Pada saat yang bersamaan, sejumlah bursa saham menunjukkan
kinerja positif. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah satu
bursa dengan kinerja paling baik sepanjang tahun 2016 dimana
secara year to date (ytd) mengalami peningkatan sebesar
18,9%. Kondisi yang sama juga terjadi di sejumlah bursa saham
lainnya seperti Dow Jones dan SandP 500 yang juga mengalami
peningkatan. Bursa saham Inggris yang awalnya dikhawatirkan
mengalami koreksi akibat hasil referendum yang secara
At the same time, several stock markets performed positively.
The Indonesia Stock Exchange (IDX) became one of the stock
markets with best performances throughout 2016 with a year to
date (ytd) increase of 18.9%. The exact conditions happened in a
number of other stock markets such as the Dow Jones and SandP
500 that performed increases. The British stock markets that was
initially feared to experience correction due to the referendum
result which unexpectedly triggered Britain’s exit from The
PT Bank Victoria International Tbk.
154
Laporan Tahunan 2016
mengejutkan memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa ternyata
hanya memberikan dampak sesaat dan kinerja tahun berjalan
menunjukkan kinerja yang positif.
European Union eventually provided temporarily impact and the
current year performance showed positive performance.
Indikator lainnya dalam menilai perkembangan sektor keuangan
global adalah perkembangan nilai tukar dari sejumlah mata
uang negara-negara di dunia terhadap US Dollar. Sama halnya
dengan perkembangan bursa saham, perkembangan nilai tukar
mata uang juga dipengaruhi oleh faktor global maupun faktor
domestik. Sejumlah mata uang sempat mengalami fluktuasi yang
dalam ketika Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa.
Other indicators to judge the growth in global financial markets
are the growth of the exchange rates of several global currencies
against the US Dollar. As well as the growth of stock markets,
the growth of the exchange rates were also influenced by
global factors and domestic factors. A number of currencies
experienced deep fluctuations when Britain decided to exit from
The European Union.
Ketidakpastian ekonomi Inggris dan Uni Eropa membuat
sejumlah investor memutuskan untuk memindahkan asetnya
dari mata uang GBP menjadi USD dan Yen. Hal ini membuat USD
dan Yen mengalami penguatan pada beberapa waktu setelah
keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa. Di saat yang bersama,
GBP mengalami depresiasi di mana nilai tukarnya terhadap USD
mengalami depresiasi yang sangat tajam dan mencapai level
1,3225 atau paling rendah dalam 31 tahun tearkhir.
The economic uncertainties of Britain and The European
Union caused some investors to shift their assets from GBPdenominated currency to USD and Yen. This caused the USD and
Yen to strengthen for some time after Britain’s decision to exit
from The European Union. At the same time, the GBP depreciated
which the exchange rates against the USD experienced deep
depreciation and reached the level of 1.3225 or the lowest in 31
years time.
Selain faktor Brexit, nilai tukar mata uang negara-negara di
dunia juga dipengaruhi oleh rencana The Fed untuk menaikkan
suku bunga Fed Fund Rate. Hal ini membuat sejumlah mata uang
mengalami depresiasi sepanjang tahun 2016. Hanya beberapa
mata uang saja yang mengalami apresiasi (ytd) seperti Peso
Filipina, Yuan Cina, dan Dollar Australia. Sedangkan sejumlah
mata uang seperti Lira Brasil, Yen Jepang, dan Poundsterling
mengalami depresiasi yang sangat dalam, lebih dari 10%
dibandingkan awal tahun 2016.
Apart from the Brexit factor, the exchange rates of worldwide
currencies were also influenced by the decision of The Fed to
increase the interest rate of the Fed Fund Rate. This triggered a
number of currencies to depreciate throughout 2016. Only a few
currencies appreciated (ytd) such as the Filipino Peso, China’s
Yuan and Australian Dollar. While a number of currencies such
as the Brazilian Lira, Japanese Yen, and Pounds experienced very
deep depreciation, more than 10% compared to early 2016.
(Disarikan dari: Proyeksi Ekonomi Indonesia 2017, Menguji
Ketangguhan Ekonomi Indonesia, INDEF)
(Extracted from: Indonesia Economy Projection 2017, Testing
the Resilience of the Indonesian Economy, INDEF.)
PEREKONOMIAN INDONESIA
INDONESIAN ECONOMY
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di tahun 2016 mengalami
peningkatan, namun tidak signifikan. Perekonomian Indonesia
di tahun 2016 tumbuh 5,02% lebih tinggi dibanding capaian
tahun 2015 sebesar 4,79%. Peningkatan yang kurang signifikan
ini disebabkan oleh tren perlambatan pada sektor tradable
yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia
masih kurang berkualitas. Kinerja sektor eksternal Indonesia
juga masih terus mengalami tren perlambatan dan penurunan
kualitas. Permintaan impor barang jadi mengalami kenaikan yang
signifikan sementara permintaan impor bahan baku dan bahan
penolong yang dibutuhkan dalam proses produksi terus menurun
yang menggambarkan rendahnya daya serap dan produktivitas
industri.
The Indonesian Economic growth in 2016 experienced an
increase, albeit not significantly. The Indonesian economy in
2016 grew 5.02%, an increase from 2015 which was at 4.79%.
This less significant increase was caused by a slowing trend in the
trade-able sector that showed Indonesian economic growth was
still lacking in quality. Indonesia’s external sector performance
has shown a slowing trend and decreasing quality. Demands on
imported finished goods experience significant increase while
demands on imported raw materials and supporting materials
that are essential in the production process keep on decreasing
that describe the low absorption rate and industrial productivity.
Masih lambatnya pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016
dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga yang belum pulih.
Daya beli masyarakat masih lemah sebagai konsekuensi dari
menurunnya pendapatan dan inflasi bahan makanan yang
masih cukup tinggi. Memang, inflasi umum cenderung menurun
tetapi inflasi pada barang bergejolak (volatile food) masih tetap
tinggi. Pasalnya rata-rata porsi pengeluaran komoditas pangan
mencapai sekitar 70% dari total pengeluaran. Wajar jika
pertumbuhan konsumsi rumah tangga tidak bergerak, bahkan
cenderung stagnan.
The slow growth of the economy in 2016 was influenced by
household consumption that yet to recover. The purchasing
power was still weak as a consequence of decreasing income
and high inflation of groceries products. Indeed, in general the
inflation tend to decrease but inflation on volatile food was still
high. The fact was the average of food commodities expenditure
reached around 70% of total expenditure. It was fair to say that
the increase on household consumption halted, and even became
stagnant.
2016 Annual Report
155
PT Bank Victoria International Tbk.
Menuju penghujung tahun, pergerakan inflasi menunjukkan
kecenderungan meningkat. Secara umum inflasi Januari-Oktober
2016 berada pada level 2,11% (ytd). Namun, jika dibandingkan
dengan periode sama tahun lalu (2,16%), inflasi umum tahun
ini cenderung lebih rendah. Tiga kali deflasi dan stagnasi
perkembangan daya beli merupakan faktor penyumbang inflasi
umum sepanjang tahun 2016. Tren inflasi umum yang cenderung
melandai sepanjang tahun 2016 membuat otoritas moneter
yakin bahwa inflasi akhir tahun ini akan berada di batas bawah
target. Namun demikian, jika dilihat berdasarkan disagregasinya,
kondisi inflasi barang bergejolak (volatile food) masih tinggi dan
rentan. Hingga Oktober 2016, tercatat inflasi volatile berada
pada level 7,54% (yoy). Bahkan pada Maret dan April, komponen
inflasi ini melejit hingga hampir 9,60% (yoy).
Towards the end of the year, inflation showed sign of an
increase. Generally inflation between January-October 2016
stood at 2.11% (ytd). However, if compared to the same period
the previous year (2.16%) then the general inflation this year
tends to be lower. Three times deflation and the stagnation
growth of purchasing power contribute to the general inflation
throughout 2016. The inflation trend that tend to slope during
2016 convinced the monetary authorities that the inflation at the
end of this year will be at the lower limit of the target. However,
based on its disaggregation, the volatile food inflation is still high
and vulnerable. Until October 2016 the volatile inflation was
recorded at 7.54% (yoy). Even in March and April this inflation
component rocketed until almost 9.60% (yoy).
Secara umum, nilai tukar rupiah mengalami tren menguat
selama tahun 2016. Namun beberapa fenomena sempat
menekan rupiah untuk beberapa kesempatan. Di awal tahun,
rupiah sempat berada di posisi yang masih rentan Rp13.900/
USD akibat badai krisis nilai tukar tahun 2015. Seperti yang
diprediksi oleh beberapa kalangan, Rupiah berpotensi kembali
melemah seiring dengan berbagai ketidakpastian kondisi global.
Penguatan rupiah pada bulan Februari–April disebabkan oleh
beberapa moment, seperti: Pertama, masuknya kembali sejumlah
besar investasi asing dan testimoni dari Janet Yellen yang pada
saat itu sempat ragu untuk menaikkan tingkat FFR. Kedua,
risiko pasar global yang cukup rentan yang akhirnya mendorong
dana-dana mulai mengalir kembali ke pasar negara berkembang
termasuk Indonesia. Ketiga, pemotongan suku bunga acuan BI
ke 7% ternyata cukup mampu menjadi daya tarik untuk pasar
saham dan obligasi di mata investor asing. Keempat, hasil rilis
BPS menunjukkan penguatan indikator ekonomi nasional.
The Indonesian rupiahs exchange rate generally experienced
a strengthening trend throughout 2016. However, some
phenomena tested the rupiahs in certain cases. The rupiah was
at a vulnerable position at the beginning of the year at Rp 13,900
per USD due to the 2015 exchange rates crisis. The Rupiah
was potentially weaker as predicted due to the uncertainty of
the global condition. The strengthening of the rupiah between
February-April was due to some moments, such as: Firstly, the
re-entry of a large number of foreign investments and testimony
from Janet Yellen who was once doubtful to promote the level
of FFR. Secondly, the risks associated with the vulnerability of
global markets that eventually boosted the re-entry of funds to
developing markets including Indonesia. Thirdly, the cut of the BI
benchmark interest rate to 7% could eventually attract the stock
and bond markets in the eyes of foreign investors. Fourthly, the
results released by the Central Bureau of Statistics (BPS) showed
the strengthening of the national economy indicators.
Pada kisaran Mei-Juni, rupiah kembali terdepresiasi oleh
US dolar hingga menjadi Rp13.600/USD. Permintaan Dollar
Amerika Serikat yang cukup tinggi dari dalam negeri diprediksi
menjadi faktor yang membuat mata uang Rupiah melemah
terhadap Dollar AS. Pergerakan Rupiah pada periode ini sejalan
dengan sejumlah mata uang di kawasan regional Asia. Tercatat
Baht Thailand, Dollar Singapura dan Ringgit Malaysia juga ikut
melemah. Selain itu, hasil notulensi FOMC pada pertengahan
Juni yang berisi The Fed akan membuka peluang kenaikan suku
bunga juga menjadi pemicu melemahnya Rupiah.
Sometime between May-June the rupiah depreciated by the US
dollar to Rp 13,600 per US dollar. The relatively high demand of
the United States Dollars domestically was predicted to be the
factor that caused the Rupiah to weaken against the US dollar.
The movement of the rupiah during this period was in line with
the movements of a number of currencies in the Asian region.
The Thai Baht, Singaporean Dollar and the Malaysian Ringgit
were also weakening. Furthermore, the results of meeting
minutes by the FOMC in mid-June disclosed that The Fed would
raise interest rate was also a trigger for a weakening Rupiah.
Selanjutnya hingga Oktober, rupiah terus menguat hingga
13.100 namun kondisi berbalik pada awal November. Terpilihnya
Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat telah menjadi shock
tersendiri bagi Rupiah. Tercatat hingga 11 November, Rupiah
jatuh hingga 13,300. Namun diprediksi kondisi ini hanya akan
bersifat sementara.
Eventually the rupiah kept on strengthening until October up to
13,100 but the condition turned in early November. The election
of Donald Trump in the United States election became a separate
shock to the Rupiah. It was recorded that up to November 11 the
Rupiah fell as far as 13,300. However it was predicted that that
condition was only momentarily.
Sementara itu, kondisi Rupiah terhadap mata uang lainnya
(Yuan dan Euro) nampak bergerak stabil hingga penghujung
2016. Dari titik Januari ke Oktober, Rupiah terapresiasi sebesar
5,15 persen terhadap Euro dan terapresiasi pula sebesar
8,82 persen terhadap Yuan. Kondisi Eropa yang belum stabil
menjadi momentum tersendiri bagi Rupiah sehingga kondisinya
terapresiasi. Di sisi lain, kondisi China yang belum terlalu stabil
dan potensi devaluasi Yuan telah membuat Rupiah semakin
menguat terhadap mata uang China.
Meanwhile, Rupiah’s condition against other currencies (Yuan
and Euro) was stable until the end of 2016. From January to
October the Rupiah appreciated 5.15% against the Euro and
appreciated 8.82% against the Yuan. Europe’s condition which
was not yet stable became a separate momentum for the
Rupiah’s condition to appreciate. On the other hand, China’s
condition which was not stable yet and the potential of the Yuan
to devaluation triggered the Rupiah to be stronger against the
Chinese currency.
PT Bank Victoria International Tbk.
156
Laporan Tahunan 2016
Terkait perkembangan fiskal, realisasi penerimaan dalam negeri
hingga September 2016 menunjukkan perbaikan dibandingkan
tahun sebelumnya. Per September 2016, realisasi penerimaan
dalam negeri mencapai Rp1.080 triliun atau 60,6% dibandingkan
target yang sudah ditetapkan dalam APBNP 2016. Dari sisi
persentase, realisasi tersebut berada di atas realisasi tahun
2015 sebesar 56,3%. Jika melihat secara lebih detail, realisasi
sejumlah komponen penerimaan dalam negeri pada tahun 2016
menunjukkan persentase yang lebih baik dibandingkan tahun
2015. Hanya komponen cukai dan Pajak Penghasilan (PPh) Migas
yang dari sisi persentase realisasinya tidak sebaik tahun lalu.
Menurunnya realisasi PPh Migas sudah diperkirakan karena
harga komoditas minyak dan gas di pasar global belum kembali
ke posisi di tahun 2015.
In relation to the fiscal growth, the realization of domestic
revenues up to September 2016 showed improvements
compared with the previous year. The realization of domestic
revenues per September 2016 reached Rp1,080 trillion or
60.6% compared with the target that has been set in the Revised
National Budget 2016. From the percentage point of view the
realization figure stood above the 2015 realization figure which
was at 56.3%. By looking into more details the some components
in the 2016 domestic realization showed a better percentage
compared with the percentage in 2015. Only the realization of
the excise and income tax (PPh) of Oil and Gas components which
was in percentage not better than the previous year’s figure.
The downward of the excise and income tax realization has been
predicted due to the global commodity price of oil and gas that
yet to return to the 2015 price.
(Disarikan dari: Proyeksi Ekonomi Indonesia 2017, Menguji
Ketangguhan Ekonomi Indonesia, INDEF)
(Extracted from: Indonesia Economy Projection 2017, Testing
the Resilience of the Indonesian Economy, INDEF.)
KONDISI INDUSTRI PERBANKAN
THE BANKING INDUSTRY CONDITIONS
Stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga ditopang
oleh tingginya ketahanan sistem perbankan. Ketahanan industri
perbankan tetap kuat dengan risiko-risiko kredit, likuiditas dan
pasar yang cukup terjaga. Selain itu, rasio kecukupan modal yang
memadai masih mampu memelihara industri perbankan secara
keseluruhan.
The stability of Indonesian financial system was maintained
supported by the high resilience of the banking system. The
resilience of the banking industry was solid due to the credit,
liquidities and market risks that were quite well maintained.
Besides, the sufficient capital adequacy ratio could still maintain
the overall banking industry.
Namun demikian, pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2016
melambat. Pertumbuhan kredit pada Desember 2016 tercatat
sebesar 7,85% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan posisi
Desember 2015 sebesar 10,40% (yoy). Perlambatan Kredit
ini sejalan dengan masih terbatasnya pertumbuhan ekonomi
yang berdampak pada permintaan kredit. Di sisi lain, DPK
mengalami peningkatan pertumbuhan. DPK tumbuh 9,60% (yoy)
pada Desember 2016, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan
Desember 2015 yang sebesar 7,26% (yoy). Selama tahun
2016, pertumbuhan DPK banyak ditopang oleh pertumbuhan
Tabungan, Giro, dan Simpanan berjangka. Pertumbuhan ini
berasal dari giro yang tumbuh sebesar 23,11%. Berdasarkan jenis
mata uang, DPK Rupiah tumbuh stabil sebesar 11,63% sementara
DPK valas mengalami pertumbuhan negatif di sepanjang 2016.
However the credit growth throughout 2016 slowed down.
The credit growth in December 2016 was recorded at 7.85%
(yoy) or lower than the December 2015 percentage at 10.40%
(yoy). This slowing down of credit was in line with the limitation
of the economic growth that gave impact on credit demand.
On the other hand, third-party funds experienced growth. The
third-party funds grew 9.60% (yoy) in December 2016, higher
if compared with the growth in December 2015 which grew at
7.26% (yoy). Throughout 2016 the growth in third-party funds
was supported by growth in Savings, Current Accounts and
Time Deposits. This growth was derived from Current Accounts
which stood at 23.11%. Based on the types of currencies, thirdparty funds grew stable at 11.63% while the third-party funds of
foreign exchange grew negatively throughout 2016.
Di tengah terbatasnya pertumbuhan ekonomi, ketahanan
industri perbankan tetap kuat, didukung oleh risiko kredit yang
terjaga dan rasio kecukupan modal yang kuat. Pada Desember
2016, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
masih tinggi, yaitu sebesar 22,93%, jauh di atas ketentuan
minimum 8%. Kondisi ini mencerminkan daya tahan perbankan
yang masih cukup tinggi dalam mengatasi tekanan dan gejolak di
perekonomian. Sementara itu, rasio kredit bermasalah net (Non
Performing Loan/NPL net) tetap rendah dan berada di kisaran
1,24%.
Amid limited economic growth, the resilience of the banking
industry was solid, supported by credit risks which was
maintained and a strong capital adequacy ratio. In December
2016 the Capital Adequacy Ratio/CAR was still high at 22.93%,
far above the minimum requirements of 8%. This condition
reflects the banking resilience which is still quite high in
overcoming economic pressure and turmoil. Meanwhile, the net
Non Performing Loan was still low and stood at around 1.24%.
(Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia,
Desember 2016 dan Statistik Perbankan Indonesia, Vol. 15, No.
1, Desember 2016)
(Source: Bank Indonesia Monetary Policy Review, December
2016 and Indonesia Banking Statistics Vol. 15, No. 1 December
2016)
157
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
POSISI BANK VICTORIA DI INDUSTRI
PERBANKAN
BANK VICTORIA’S POSITION IN THE
BANKING INDUSTRY
Berdasarkan perbandingan kinerja Bank Victoria dibandingkan
dengan rata-rata industri perbankan pada tahun 2016, Bank
Victoria berhasil mencetak pertumbuhan Aset, Kredit, dan
DPK masing-masing sebesar 11,82%, 11,20% dan 13,69%.
Pertumbuhan tersebut berada jauh di atas pertumbuhan industri
perbankan nasional (Bank Umum). Pertumbuhan Aset, Kredit,
dan DPK pada tahun 2016 industri perbankan tercatat masingmasing sebesar 10,40%, 7,85% dan 9,60%. Pertumbuhan laba
bersih yang berhasil dicapai oleh Bank Victoria sebesar 6,68%
berada di atas rata-rata industri perbankan nasional yaitu
sebesar 5,39%. Hal ini menunjukkan pengelolaan Bank selama
tahun 2016 sudah sangat efektif.
Based on the comparison between the performance of Bank
Victoria with the average banking industry in 2016 Bank Victoria
was able to yield growth in Assets, Credits and Third-Party
Funds each consecutively by 11.82%, 11.20% and 13.69%. These
growth are far above the growth of the national banking industry
(Commercial Banks). The growth in Assets, Credits and ThirdParty Funds in the 2016 banking industry was each recorded
10.40%, 7.85% and 9.60% consecutively. The net income growth
achieved by Bank Victoria was successfully recorded at 6.68%
and was above the national banking industry average of 5.39%.
This shows that the management of The Bank during 2016 was
already very effective.
Sebagai perbandingan kinerja Bank Victoria terhadap perbankan
nasional, berikut ini merupakan rincian kinerja pertumbuhan dan
rasio perbandingan Bank Victoria dibandingkan dengan rata-rata
industri Perbankan.
The following are the details of the growth performance and
ratios comparison of Bank Victoria with the average banking
industry.
Tabel Kinerja Pertumbuhan Bank dibanding rata-rata Industri
The Bank’s Performance Growth Table in comparison with the Industry’s Average
Tahun 2016
Year 2016
Kinerja
Industri Perbankan
Banking Industry
Aset
11.82%
10.40%
4.15%
Assets
Kredit
11.20%
7.85%
6.09%
Credits
DPK
13.69%
9.60%
5.90%
Third-Party Funds
6.68%
5.39%
3.81%
Net Profit
Laba Bersih
BUKU II
BUKU II
Performance
Bank Victoria
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, Vol. 15, No. 1, Desember 2016
Source: Indonesian Banking Statistics, Vol. 15, No. 1 December 2016
Tabel Perbandingan Rasio Bank dibanding rata-rata Industri The Bank’s Ratios Table in comparison with the Industry’s Average Tahun 2016
Year 2016
Kinerja
Bank Victoria
NIM
1.30%
Industri Perbankan
Banking Industry
5.63%
BUKU II
BUKU II
5.08%
Performance
NIM
ROA
0.39%
2.23%
1.66%
ROA
CASA
10.80%
55.33%
71.56%
CASA
LDR
70.26%
90.70%
98.04%
LDR
CAR
25.14%
22.93%
23.72%
CAR
BOPO
96.10%
82.22%
85.38%
BOPO
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, Vol. 15, No. 1, Desember 2016
Source: Indonesian Banking Statistics, Vol. 15, No. 1 December 2016
158
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Tinjauan Operasional
Operational Review
Dalam menjalankan usahanya, Bank Victoria menghimpun dana
masyarakat yang kemudian disalurkan dalam bentuk pemberian
kredit kepada perorangan maupun korporasi. Selain itu, Bank
juga menyediakan berbagai layanan lainnya yang memudahkan
nasabah dalam melakukan berbagai kegiatan.
In running its business, Bank Victoria gathered funds from the
public which are then distributed in forms of credits to individuals
or corporations. Moreover, the Bank also provided various other
services that made it easy for its customers to conduct various
activities.
Produk dan layanan yang disediakan Bank Victoria sebagai
berikut:
1. Produk Simpanan, terdiri dari:
a.Produk tabungan: Tabungan Victoria, Tabungan
V-Pro, Tabungan V-Plan, Tabungan V-Junior, Tabungan
V-Bisnis, Tabungan VIP Safe, Tabungan Victoria 88, dan
TabunganKu;
b. Produk giro (dalam mata uang Rupiah); serta
The products and services provided by Bank Victoria are as
follow:
1. Deposits products, consist of:
a.Savings products: Victoria Savings, V-Pro Savings, V-Plan
Savings, V-Junior Savings, V-Bisnis Savings, VIP Safe
Savings, Victoria 88 Savings and TabunganKu;
c. Produk deposito: Deposito Berjangka, Deposito Harian,
dan Deposito Berhadiah.
2. Produk Pinjaman, terdiri dari: Kredit Modal Kerja, Kredit
Investasi, Kredit Pemilikan Rumah, Kredit Pemilikan Mobil,
dan Kredit Multi Guna.
3. Jasa Layanan, terdiri dari: Surat Kredit Berdokumen Dalam
Negeri (SKBDN), Western Union, Kliring, Bank Garansi,
Pembayaran Listrik PLN, Pembayaran Telkom, Pembayaran
Gaji Karyawan, Money Changer, serta ATM Victoria.
Selain itu, Bank Victoria melalui anak usaha yang bergerak di
bidang syariah menyediakan produk dan layanan sebagai berikut.
1. Produk Simpanan, meliputi:, Tabungan Visya iB, Tabungan
V-Plan iB, dan Tabungan V-Bisnis iB, Tabungan Vis Berhadiah
X-Tra iB, Giro Vis iB, Giro Vis Prima iB, Deposito Vis iB.
2. Produk Pembiayaan: Pembiayaan Murabahah, Pembiayaan
Mudharabah, Pembiayaan Murabahah Pemilikan Mobil,
Pembiayaan Murabahah Pemilikan Rumah, Pembiayaan
Murabahah Mikro, Pembiayaan Murabahah Usaha Kecil
Menengah, Pembiayaan Multiguna, Pembiayaan V-Kop iB.
Dalam industri jasa perbankan, produksi adalah hasil dari
kegiatan pemasaran produk dan jasa yang dihasilkan. Di bawah ini
akan dijelaskan kinerja produksi dari Bank sebagai entitas utama.
Sedangkan, kinerja segmen syariah sebagai anak perusahaan
disajikan dalam bagian kinerja anak perusahaan pada bagian
analisis dan pembahasan manajemen dalam laporan tahunan ini.
Secara konsolidasi, segmen Bank Victoria terbagi menjadi segmen
operasi dan segmen geografis. Segmen operasi terbagi dalam
kelompok konvensional dan Syariah. Sedangkan, Perseroan
melaporkan segmen geografis berdasarkan daerah Jabotabek,
Jawa Barat, Jawa Tengah dan Luar Jawa.
1.Segmen Operasi
a)Segmen Perbankan Konvensional 1
Penjelasan tentang produksi/kinerja operasional
segmen usaha perbankan Konvensioal disajikan dalam
bagian produksi/kinerja operasional segmen operasi
pada bagian analisis dan pembahasan manajemen dalam
laporan tahunan ini.
b. Current Account Products (in Rupiah currency); as well
as
c.Time deposits products: Time Deposits, Daily Deposits
and Deposits with Prizes.
2.Loan products, consist of: Working Capital Credit,
Investment Credit, Home Ownership Credit, Car Ownership
Credit and Multi-Purpose Credit.
3.Bank Services, consist of: Domestically-Documented
Letter of Credit, Western Union, Clearing, Bank Guarantee,
Electricity Bill Payment, Telephone Bill Payment, Employee
Salary Payment, Money Changer and Victoria ATMs.
Furthermore, Bank Victoria through its subsidiary which
operates in Sharia provides products and services as follow:
1.Savings Products, comprised of: Visya iB Savings, V-Plan iB
Savings, V-Bisnis iB Savings, Vis X-Tra iB with Prizes Savings,
Vis iB Current Account, Vis Prima iB Current Account, and
Vis iB Deposit.
2. Financing Products: Murabahah Financing, Mudharabah
Financing, Murabahah Car Ownership Financing, Murabahah
Home Ownership Financing, Murabahah Micro Financing,
Murabahah Small and Mid-Sized Enterprises Financing,
Multi-Purpose Financing and V-Kop iB FInancing.
In the banking service industry production is the result of the
marketing efforts of the products and services produced. Below
is the explanation of the production performance of the Bank as
the main entity. Whereas the performance of the sharia segment
as a subsidiary is presented within the subsidiary performance
on the management and discussion analysis in this annual report.
From the consolidated point of view, Bank Victoria is segmented
into operations and geographical segments. The operations
Segment consists of conventional and Sharia segments. Whereas
the Company reports the geographical segments based on
Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi, West Java, Central Java and
Outside Java regions.
1. Operating Segments
a) Conventional Banking Segment
A description of the production/operational performance
of the conventional banking business segment is
presented in the production/operational performance
section of the operating segment in the analysis and
discussion section of management in this annual report.
159
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
b)Segmen Syariah
Penjelasan tentang produksi/kinerja operasional segmen
usaha syariah disajikan dalam bagian produksi/kinerja
operasional segmen syariah dan kinerja anak perusahaan
pada bagian analisis dan pembahasan manajemen dalam
laporan tahunan ini.
b)Sharia Segment
A
description
of
the
production/operational
performance of the sharia business segment is presented
in the production/operational performance of sharia
segment and subsidiary performance in the analysis and
discussion section of management in this annual report.
2. Segmen Geografis
Penjelasan tentang produksi/kinerja operasional segmen
geografis disajikan dalam bagian produksi/kinerja
operasional segmen geografis pada bagian analisis dan
pembahasan manajemen dalam laporan tahunan ini.
2. Geographical Segment
A description of the production/operational performance
of the geographical segment is presented in the production/
operational performance section of the geographical segment
in the analysis and discussion section of management in this
annual report.
STRATEGI
2016
BISNIS
BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY
2016
Pada tahun 2016, Bank Victoria melaksanakan strategi
pengembangan bisnis untuk mendukung tercapainya kinerja
operasional dan kinerja keuangan yang telah ditargetkan dalam
Rencana Bisnis Bank, serta untuk meraih setiap peluang dan
potensi yang tercipta di tahun 2016. Sejalan dengan penetapan
tema Rencana Bisnis Bank 2016 yaitu “Continuous Improvement”,
maka Bank Victoria telah menetapkan langkah-langkah strategis
sebagai berikut.
In 2016, Bank Victoria implemented a business development
strategy to support the achievement of operating performance
and financial performance that have been targeted in the Bank’s
Business Plan, as well as to achieve every opportunity and
potential created in 2016. In line with the 2016 Bank Business
Plan theme “Continuous Improvement “, Bank Victoria has also
established the following strategic measures.
1.Strategi Pengembangan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga di tahun 2016 difokuskan
kepada deposan retail dan berdana murah. Adapun beberapa
kunci strategi yang diterapkan oleh Bank adalah sebagai
berikut.
1.Strategy for Developing Third Party Funds
Third Party Funds in 2016 is focused on retail depositors and
low-cost funds. Some of the key strategies adopted by the
Bank are as follows.
a.Strategi Produk (Product Strategy)
- Memperkenalkan produk CASA dan Deposito valas
(USD dan Other Major Currency)
- Mendapatkan ijin APERD dengan mempersiapkan
administrasi dan system
-Memperkenalkan Chip Card ATM
- Meluncurkan IB dan MB (Internet dan mobile banking)
- Mendorong penjualan VIP Safe, V-Plan, V-Junior, dan
V88
- Mewajibkan rekening tabungan untuk pembukaan
deposito
- Memperkenalkan beberapa bundling program
tabungan, deposito, dan produk asuransi.
- Meluncurkan beberapa produk dan program wealth
management seperti bancassurance regular premium
untuk meningkatkan fee based income Bank
a. Product Strategy
-Introducing products of CASA and Foreign Exchange
Deposit (USD and Other Major Currencies)
-Obtain
APERD
permission
by
preparing
administration and system
-Introducing Chip Card ATM
-To launch iB and MB (Internet and mobile banking)
- Encouraging the sale of VIP Safe, V-Plan, V-Junior,
and V88
- Requiring opening of saving accounts for deposits
PENGEMBANGAN
-Introducing some bundling of savings programs,
deposits, and insurance products.
-Launching several wealth management products and
programs such as regular premium bancassurance to
increase fee-based income
PT Bank Victoria International Tbk.
160
Laporan Tahunan 2016
b.Strategi Pemasaran (Marketing Strategy)
- Melakukan kegiatan sosialisasi perbankan melalui
CSR dana atau edukasi terhadap masyarakat
-Setiap
kantor
cabang
pembantu
akan
mengadakan customer event setiap bulannya untuk
memperkenalkan produk unggulan Bank, terutama
VIP Safe
- Melakukan aktivitas customer gathering untuk
produk-produk wealth management
- Bekerjasama dalam hal referensi bancassurance
- Memperkenalkan layanan Call Center Bank
b. Marketing Strategy
-Conducting banking socialization activities through
CSR fund or education to the community
- Each sub-branch office will hold a customer event
every month to introduce the Bank’s flagship
product, especially VIP Safe
c. Strategi Penjualan (Sales Strategy)
- Meningkatkan produktivitas Pimpinan Cabang dan
Marketing Officer dalam pencapaian DPK dan NTB
melalui laporan, monitoring, dan mentoring harian
c.Sales Strategy
-Increasing the productivity of Branch Managers
and Marketing Officers in the achievement of DPK
and NTB through daily reporting, monitoring and
mentoring
- Reducing the portion of core depositors by increasing
the portion of depositors to DPK portfolio not only
dominated by core depositors
- Branch conducts cross selling activities to
Corporate/Commercial Debtors and Corporate
Depositors to sell deposit and VIP Safe products to
employees
-Encourage branches to conduct more aggressive
sales activities by referral, cross selling, and portfolio
deepening
-Activating customers with a dormant or zero balance
by providing up to date deposit information, VIP
Safe product features, and cross selling to Wealth
Management products
- Each Sub-Branch Office conducts an OTO program
at least once a month
- Increasing bank profitability through cross selling of
Bancassurance/Wealth Management products
-Mengurangi
porsi
deposan
inti
dengan
memperbanyak porsi deposan retail agar DPK
portfolio tidak hanya didominasi oleh deposan inti
-Cabang melakukan aktivitas cross selling kepada
Debitur
Korporasi/Komersial
dan
Deposan
Korporasi untuk menjual produk deposito dan VIP
Safe kepada karyawan
- Mendorong cabang untuk melakukan aktivitas sales
yang lebih agresif dengan cara referral, cross selling,
dan portfolio deepening
- Mengaktivasikan nasabah yang sudah dormant
ataupun zero balance dengan memberikan informasi
rate deposito yang up to date, fitur produk VIP Safe,
dan cross selling kepada produk Wealth Management
- Setiap Kantor Cabang Pembantu mengadakan
program OTO minimal satu kali dalam satu bulan
- Meningkatkan profitabilitas Bank melalui cross
selling penjualan produk Bancassurance/Wealth
Management
2.Strategi Pembiayaan kredit
Secara umum, di tahun 2016 Bank fokus kepada kredit
segmen UMKM dan komersial dengan strategi yang
diterapkan sebagai berikut.
a. Menetapkan sasaran/target pasar berdasarkan risk
appetite
- Mengklasifikasikan jenis usaha (perdagangan,
industri, dan jasa) dari yang menjadi prioritas hingga
yang dihindari
- Memberdayakan lebih lagi peran divisi bisnis sebagai
pemegang kendali strategi dan pencapaian portfolio
-
Menjaga pemeberian kredit yang prudent
berdasarkan SOP dan ketentuan Bank serta historical
kredit bermasalah (lesson learned)
b. Meningkatkan pertumbuhan portofolio kredit secara
konsisten
- Memprioritaskan pertumbuhan kredit UMKM
(sampai dengan Rp10 miliar) dan Komersial (sampai
dengan Rp25 miliar)
- Mendorong pertumbuhan kredit di cabang dengan
memantau perkembangan pipeline (cold, warn, hot)
secara disiplin
- Memfokuskan pada Cabang yang sudah memiliki
portofolio kredit cukup besar dan baik serta
potensial untuk dikembangkan
-Conducting customer gathering activities for wealth
management product
-Collaborate on bancassurance references
-Introducing the Bank Call Center service
2. Credit Financing Strategy
In general, in 2016 the Bank focuses on MSME and
commercial segment loans with the following strategies.
a. Setting targets/target market based on risk appetite
-Classify the type of business (trade, industry, and
services) from the prioritized to the avoided.
-Empowering even more the role of business
division as the controller of strategy and portfolio
achievement
- Maintain prudent lending based on SOP and
conditions as well as historical Bank loans (lesson
learned)
b.Increasing the growth of loan portfolio consistently
- Prioritizing the growth of MSMEs (up to Rp10
billion) and Commercial (up to Rp25 billion)
-Encouraging credit growth in the branch by
monitoring the progress of pipeline (cold, warm, hot)
with discipline.
- Focusing on Branches that already have a large and
good credit portfolio and potential to be developed
2016 Annual Report
161
PT Bank Victoria International Tbk.
c. Melakukan percepatan proses pengajuan kredit agar
dapat kompetitif
- Memperbaiki isi usulan permohonan kredit
(meningkatkan kualitas)
- Meningkatkan efisiensi sistem pengecekan alur
proses pengajuan kredit dan dokumentasinya
-Meningkatkan koordinasi yang lebih baik
dengan bagian support, taksasi, agunan (legal dan
administrasi kredit)
- Melakukan koordinasi yang sinergi dengan bagian
analis kredit berdasarkan asas prudential banking dan
kesepakatan risk apetite
c.Accelerating the credit application process to be
competitive
- Fixing the contents of the credit application proposal
(improving the quality)
- Improving the efficiency of the system checking the
process flow of credit application and documentation
-Improving better coordination with support,
taxation, collateral (legal and credit administration)
d. Mengoptimalkan peran Cabang, Divisi Bisnis dan Divisi
Credit Analyst dalam peningkatan kualitas proses kredit
d.Optimizing the role of Branch, Business Division and
Credit Analyst Division in improving credit process
quality
- Centralized credit process at Head Office for Filing
with a ceiling above Rp5 billion
- Branch Offices can perform credit process for a
smaller ceiling of up to Rp 5 billion.
-The credit process can only be done by the Business
Division and Branch Office with a fixed limit
-
Sentralisasi proses kredit di Kantor Pusat untuk
Pengajuan dengan plafon di atas Rp5 miliar
- Kantor Cabang dapat melakukan proses kredit
untuk plafon lebih kecil sampai dengan Rp5 miliar
- Proses kredit hanya dapat dilakukan oleh Divisi
Bisnis dan Kantor Cabang dengan limit yang telah
ditetapkan
- Kantor Cabang Pembantu diperkenankan untuk
membukukan kredit, namun tidak dapat melakukan
pemrosesan kredit
- Kantor Kas tidak diperkenankan untuk memproses
dan membukukan kredit dan hanya bersifat referral
-Peranan Credit Analyst lebih ditingkatkan dengan
menurunkan plafon kredit yang harus dilakukan
review menjadi di atas Rp5 miliar (sebelumnya di atas
Rp10 miliar)
-Coordinate synergies with the credit analyst section
based on prudential banking principles and risk
apetite agreement
-
Sub-Branch Office is allowed to record credit, but
cannot perform credit processing
-
The Cash Office is not allowed to process and record
credit and is only referral
-The role of Credit Analyst is further enhanced by
decreasing the credit ceiling to be reviewed above
Rp5 billion (previously above Rp10 billion)
e. Meningkatkan peran dan kualitas SDM di bidang
perkreditan, terutama BM dan AO
- Menetapkan sasaran kerja individu (KPI) bagi
Kepala Divisi, BM, dan AO berdasarkan pencapaian
portofolio dari sisi kuantitas dan kualitas
-Meningkatkan knowledge and skill BM dan AO
secara melalui program pelatihan (baik dari internal
maupun eksternal)
- Memberikan kewenangan memutus kredit kepada
BM dan di-monitoring secara berkala
e.Increasing the role and quality of human resources in the
field of credit, especially BM and AO
- Setting individual employment goals (KPI) for
Division Head, BM and AO based on portfolio
achievement in terms of quantity and quality
-Improving knowledge and skills of BM and AO
regularly through training programs (both internal
and external).
- Providing authority to make credit decision to BM
and monitored periodically
f.
f.
Meningkatkan penanganan/manajemen account secara
konsisten
-
Melakukan
pemantauan
dan
penagihan
Kolektibilitas 2 secara regular dan disiplin
- Melakukan koordinasi dengan bagian restrukturisasi
dan remedial untuk Kolektibilitas 2 dan Non
Performing Loan
-
Melakukan
pemantauan
perkembangan
Kolektibilitas 3, 4, dan 5 (NPL) yang ditangani baik
oleh bagian restrukturisasi maupun remedial,
termasuk jika membaik dan kembali ke bisnis
3.Aspek Operasional dan Teknologi
Secara umum, tema strategi terkait dengan aspek operasional
dan teknologi yang akan diterapkan oleh Bank kedepan
adalah menyediakan layanan operasional perbankan yang
efisien, nyaman, cepat dan handal yang berbasis kepada
orientasi GCG dan orientasi Bisnis. Adapun poin-poin yang
akan diterapkan oleh Bank kedepan adalah sebagai berikut.
Improving account handling/management consistently
-
Monitoring and collecting Collectibility 2 regularly
and with discipline
-Coordinate with restructuring and remedial sections
for Collectibility 2 and Non Performing Loans
-
Monitoring the development of Collectibles 3, 4, and
5 (NPLs) handled by both restructuring and remedial
sections, including if it improves and returns to
business
3. Operating and Technological Aspects
In general, the strategy theme related to operational and
technological aspects to be applied by the Bank in the future
is to provide efficient, convenient, fast and reliable banking
operation services based on GCG orientation and Business
orientation. The points that will be applied by the Bank in the
future are as follows.
PT Bank Victoria International Tbk.
a. Jalur efektivitas proses operasional dari hulu ke hilir
dievaluasi dan diperbaiki
b. Kualitas administrasi dan percepatan proses dapat
diwujudkan baik dari sisi perkreditan, operasional, dan IT
c.Transaksi yang semakin kompleks dan meningkat
jumlahnya dapat di deliver secara tepat waktu, zero
defect, dan memberikan kepuasan kepada customer
d.Data core banking dapat diolah dan didistribusikan
kepada berbagai unit kerja yang membutuhkan dalam
bentuk laporan yang tepat dan akurat sehingga proses
pengambilan keputusan bisnis lebih efektif
e. Dapat mengikuti perkembangan arah bisnis yang lebih
fokus ke retail banking sehingga dapat sejajar dengan
Bank pesaing
f.Secara berkesinambungan menyempurnakan GCG
Structure yang telah ada dan melakukan enforcement
GCG Process sebagai lanjutan dari GCG Structure melalui
training-training SOP yang insentif dan monitoring
implementasinya oleh Supervisor dan Pimpinan yang
lebih tinggi
162
Laporan Tahunan 2016
a.The operating process effectiveness path from upstream
to downstream is evaluated and improved
b.Administration quality and acceleration process can be
realized both in terms of credit, operations, and IT
c.Transactions increasingly complex and increasing in
number can be delivered in a timely manner, zero defect,
and provide satisfaction to the customers.
d.Core banking data can be processed and distributed to
various working units in need in the form of timely and
accurate report so that the business decision-making
process can be more effective
e.Able to follow the development of a more focused
business direction to retail banking so that it can align
with the competitors Bank
f. Continually refine the existing GCG Structure and
enforcement the GCG Process as a continuation of the
GCG Structure through incentive SOP training and
monitoring its implementation by higher Supervisor and
Leadership.
ASPEK PEMASARAN
MARKETING ASPECTS
Uraian aspek pemasaran meliputi strategi pemasaran serta
pangsa pasar atas produk dan jasa Bank Victoria. Strategi
pemasaran yang tepat akan mendorong peningkatan pangsa
produk dan jasa Bank.
Description of marketing aspect includes marketing strategy and
market share of Bank Victoria products and services. The right
marketing strategy will encourage increased share of the Bank
products and services.
STRATEGI PEMASARAN
MARKETING STRATEGIES
a.Strategi Pemasaran (Marketing Strategy)
- Melakukan kegiatan sosialisasi perbankan melalui CSR
dana atau edukasi terhadap masyarakat
-Setiap kantor cabang pembantu akan mengadakan
customer event setiap bulannya untuk memperkenalkan
produk unggulan Bank, terutama VIP Safe
- Melakukan aktivitas customer gathering untuk produkproduk wealth management
- Bekerjasama dalam hal referensi bancassurance
- Memperkenalkan layanan Call Center Bank
a. Marketing Strategy
-Conducting banking socialization activities through CSR
fund or education to the community
- Each sub-branch office will hold a customer event
every month to introduce the Bank’s flagship product,
especially VIP Safe
-Conducting customer gathering activities for wealth
management products
-Collaborate on bancassurance references
-Introducing the Bank Call Center service
b. Strategi Penjualan (Sales Strategy)
- Meningkatkan produktivitas Pimpinan Cabang dan
Marketing Officer dalam pencapaian DPK dan NTB
melalui laporan, monitoring, dan mentoring harian
- Mengurangi porsi deposan inti dengan memperbanyak
porsi deposan retail agar DPK portfolio tidak hanya
didominasi oleh deposan inti
-Cabang melakukan aktivitas cross selling kepada Debitur
Korporasi/Komersial dan Deposan Korporasi untuk
menjual produk deposito dan VIP Safe kepada karyawan
- Mendorong cabang untuk melakukan aktivitas sales
yang lebih agresif dengan cara referral, cross selling, dan
portfolio deepening
- Mengaktivasikan nasabah yang sudah dormant ataupun
zero balance dengan memberikan informasi rate deposito
yang up to date, fitur produk VIP Safe, dan cross selling
kepada produk Wealth Management
- Setiap Kantor Cabang Pembantu mengadakan program
OTO minimal satu kali dalam satu bulan
- Meningkatkan profitabilitas Bank melalui cross selling
penjualan produk Bancassurance/Wealth Management
b.Sales Strategy
-Increasing the productivity of Branch Managers and
Marketing Officers in the achievement of DPK and NTB
through daily reporting, monitoring and mentoring
- Reducing the portion of core depositors by increasing
the portion of depositors to DPK portfolio not only
dominated by core depositors
- Branch conducts cross selling activities to Corporate/
Commercial Debtors and Corporate Depositors to sell
deposit and VIP Safe products to employees
-Encourage branches to conduct more aggressive
sales activities by referral, cross selling, and portfolio
deepening
-Activating customers with a dormant or zero balance
by providing up to date deposit information, VIP
Safe product features, and cross selling to Wealth
Management products
- Each Sub-Branch Office conducts an OTO program at
least once a month
- Increasing bank profitability through cross selling of
Bancassurance/Wealth Management products
163
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
PANGSA PASAR
MARKET SHARE
Analisis pangsa pasar diklasifikasikan berdasarkan jumlah aset
yang dimiliki, jumlah dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun,
dan jumlah pinjaman yang diberikan oleh Bank.
Market share analysis is classified by the number of assets held,
the amount of third party funds collected, and the amount of
loans provided by the Bank.
Tabel Kinerja Bank Victoria dibanding rata-rata Industri
Table of Bank Victoria Performance Compared to the Industry in average
Uraian
Jumlah Aset
2016
2 2015
2014
Industri
6,729.99
6,132.58
5,615.15
Bank
Victoria
26.00
23.25
21.36
Pangsa Pasar
Industri
Jumlah Dana Pihak
Ketiga
Jumlah Pinjaman
yang Diberikan
0.39%
0.38%
0.38%
4,733.97
4,413.06
4,114.42
Description
Industry
Total Assets
Bank Victoria
Market Share
Industry
Total Third-Party
Funds
Bank Victoria
19.52
17.17
16.18
Pangsa Pasar
0.41%
0.39%
0.39%
Market Share
Industri
4,413.41
4,092.10
3,706.50
Industry
Bank
Victoria
14.54
13.09
12.43
Pangsa Pasar
0.33%
0.32%
0.34%
Total Loans Given
Bank Victoria
Bank Victoria
Market Share
Perbandingan Rasio Keuangan dengan rata-rata industri Bank Umum
Comparison of Financial Ratios with the average of Commercial Banks industry
Industri
CAR
BOPO
ROA
LDR
22.93%
21.39%
19.57%
Bank
Victoria
25.14%
19.00%
18.35%
Industri
82.22%
81.49%
76.29%
Bank
Victoria
96.10%
95.80%
95.20%
Industri
2.23%
2.32%
2.85%
Bank
Victoria
0.39%
0.40%
0.50%
Industri
90.70%
92.11%
89.42%
Bank
Victoria
70.26%
71.70%
71.90%
Industry
CAR
Bank Victoria
Industry
BOPO
Bank Victoria
Industry
ROA
Bank Victoria
Industry
LDR
Bank Victoria
PANGSA PASAR BERDASARKAN ASET
MARKET SHARE BASED ON ASSETS
Berdasarkan jumlah aset yang dimiliki, pangsa pasar Perseroan di
2016 mencapai 0,39%. Besarnya pangsa pasar berdasarkan aset
relatif stabil selama tiga tahun berturut-turut.
Based on the total assets held, the market share of the Company
in 2016 reaches 0.39%. The amount of market share based on
assets is relatively stable for three consecutive years.
PANGSA PASAR BERDASARKAN DANA PIHAK KETIGA
MARKET SHARE BASED ON THIRD-PARTY FUNDS
Berdasarkan jumlah dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun,
pangsa pasar Perseroan di 2016 mencapai 0,41%. Besarnya
pangsa pasar berdasarkan dana pihak ketiga relatif stabil selama
tiga tahun berturut-turut.
Based on the amount of third party funds collected, the market
share of the Bank in 2016 reached 0.41%. The amount of market
share based on third party funds is relatively stable for three
consecutive years.
164
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
PANGSA PASAR BERDASARKAN PINJAMAN YANG
DIBERIKAN
MARKET SHARE BASED ON LOANS
Berdasarkan jumlah pinjaman yang diberikan, pangsa pasar
Perseroan di 2016 mencapai 0,33%. Besarnya pangsa pasar
berdasarkan dana pihak ketigat relatif stabil selama tiga tahun
berturut-turut.
Based on loans, the market share of the Company in 2016
reached 0.33%. The amount of market share based on third party
funds is relatively stable for three consecutive years.
Pangsa Pasar Bank Victoria di Industri Perbankan Indonesia berdasarkan
Jumlah Aset, Jumlah Dana Pihak Ketiga, dan Jumlah Pinjaman yang Diberikan Tahun 2016
Bank Victoria’s Market Share in Indonesian Banking Industry based on
Total Assets, Total Third Party Funds, and Number of Loans Given in 2016
Berdasarkan Jumlah Aset
Based on Assets
Berdasarkan Jumlah Dana
Pihak Ketiga
Based on Third-Party Funds
0.39%
Berdasarkan Jumlah Pinjaman
yang Diberikan
Based on Loans
0.41%
99.61%
0.33%
99.59%
Industri Perbankan
Banking Industry
99.67%
Bank Victoria
Bank Victoria
0.41%
0.39%
0.38%
0.39%
0.39%
0.38%
0.34%
0.32%
2014
2015
2016
2014
2015
2016
2014
2015
0.33%
2016
165
2016 Annual Report
Sedangkan untuk pangsa pasar di industri perbankan kelas Buku
II disajikan sebagai berikut.
PT Bank Victoria International Tbk.
As for the market share in the banking industry class Buku II is
presented as follows.
Tabel Kinerja Bank Victoria dibanding rata-rata Industri Perbankan Kelas BUKU II
Table of Bank Victoria Performance Compared to the Banking Industry Class BUKU II in average
Uraian
Bank Umum
BUKU II
Jumlah Aset
2014
Description
Commercial Banks
BUKU II
885.07
1,003.34
Bank
Victoria
26.00
23.25
21.36
Pangsa Pasar
3.08%
2.63%
2.13%
Market Share
Commercial Banks
BUKU II
Total Assets
Bank Victoria
571.78
572.28
623.12
Bank
Victoria
19.52
17.17
16.18
Pangsa Pasar
3.41%
3.00%
2.60%
Market Share
Commercial Banks
BUKU II
Bank Umum
BUKU II
Jumlah Pinjaman
yang Diberikan
2 2015
844.75
Jumlah Dana Pihak
Ketiga
Jumlah Dana Pihak
Ketiga
2016
568.08
568.01
647.64
Bank
Victoria
14.54
13.09
12.43
Pangsa Pasar
2.56%
2.30%
1.92%
Total Third-Party
Funds
Total Loans Given
Bank Victoria
Bank Victoria
Market Share
Perbandingan Rasio Keuangan dengan rata-rata industri perbankan kelas BUKU II
Comparison of Financial Ratios with the average of banking industry in the BUKU II class
CAR
BOPO
ROA
LDR
Bank Umum
BUKU II
23.72%
22.45%
29.97%
Bank
Victoria
25.14%
19.00%
18.35%
Bank Victoria
Bank Umum
BUKU II
85.38%
89.43%
81.04%
Commercial Banks
BUKU II
Bank
Victoria
96.10%
95.80%
95.20%
Bank Victoria
Bank Umum
BUKU II
1.66%
1.48%
2.38%
Commercial Banks
BUKU II
Bank
Victoria
0.39%
0.40%
0.50%
Bank Victoria
Bank Umum
BUKU II
98,04%
97.04%
101.72%
Commercial Banks
BUKU II
Bank
Victoria
70.26%
71.70%
71.90%
CAR
BOPO
ROA
LDR
Commercial Banks
BUKU II
Bank Victoria
Berbeda dengan pangsa pasar di industri perbankan secara
keseluruhan, pangsa pasar Bank Victoria di industri perbankan
kelas Buku II mengalami peningkatan selama tiga tahun berturutturut.
In contrast to market share in the banking industry as a whole,
Bank Victoria’s market share in the banking industry of Buku II
class has increased for three consecutive years.
PANGSA PASAR BERDASARKAN ASET
MARKET SHARE BASED ON ASSETS
Berdasarkan jumlah aset yang dimiliki, pangsa pasar Bank di 2016
mencapai 3,08% mengalami peningkatan dibandingkan pangsa
pasar di 2015 yang sebesar 2,63% dan 2014 yang sebesar 2,13%.
Based on the number of assets held, the market share of the Bank
in 2016 reached 3.08% increase compared to 2015 market share
of 2.63% and 2014 which amounted to 2.13%.
PANGSA PASAR BERDASARKAN DANA PIHAK KETIGA
MARKET SHARE BASED ON THIRD-PARTY FUNDS
Berdasarkan jumlah dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun,
pangsa pasar Bank di 2016 mencapai 3,41% mengalami
peningkatan dibanding 2015 yang sebesar 3,00% dan 2014 yang
sebesar 2,60%.
Based on the amount of third party funds collected, the market
share of the Bank in 2016 reached 3.41%, an increase compared
to 2015, which was 3.00% and 2014, which was 2.60%.
166
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
PANGSA PASAR BERDASARKAN PINJAMAN YANG
DIBERIKAN
MARKET SHARE BASED ON LOANS
Berdasarkan jumlah pinjaman yang diberikan, pangsa pasar
Perseroan di 2016 mencapai 2,56% mengalami peningkatan
dibandingkan 2015 yang sebesar 2,30% dan 2014 yang sebesar
1,92%.
Based on loans, the market share of the Company in 2016
reached 2.56%, an increase compared to 2015, which was 2.30%
and 2014, and 2014 which was 1.92%.
Pangsa Pasar Bank Victoria di Industri Perbankan Indonesia Kelas Usaha BUKU II berdasarkan
Jumlah Aset, Jumlah Dana Pihak Ketiga, dan Jumlah Pinjaman Yang Diberikan Tahun 2016
The Market Share of Bank Victoria in Indonesian Banking Industry BUKU II Business Class based on
Total Assets, Third Party Funds Amount, and Total Loans Given in 2016
Berdasarkan Jumlah Aset
Based on Assets
Berdasarkan Jumlah Dana
Pihak Ketiga
Based on Third-Party Funds
3.08%
Berdasarkan Jumlah Pinjaman
yang Diberikan
Based on Loans
3.41%
2.56%
96.92%
96.59%
BUKU II
BUKU II
97.44%
Bank Victoria
Bank Victoria
3.41%
3.08%
3.00%
2.63%
2.60%
2.13%
2.56%
2.30%
1.92%
2014
2015
2016
2014
2015
2016
2014
2015
2016
PERBANDINGAN RASIO KEUANGAN DENGAN
RATA-RATA INDUSTRI PERBANKAN BUKU II
COMPARISON OF FINANCIAL RATIOS WITH
AVERAGE BANKING INDUSTRY BUKU II
Berdasarkan rasio keuangan Perseroan, tingkat kecukupan
modal (CAR) di 2016 mencapai 25,14%, meningkat dibandingkan
tahun 2015 dan 2014, masih lebih tinggi dari industri perbankan
BUKU II. Sedangkan beban operasional per pendapatan
operasional (BOPO) mengalami peningkatan di tahun 2016
menjadi 96,10% dibandingkan tahun 2015 namun masih lebih
tinggi dibandingkan industri perbankan BUKU II. Imbal hasil
atas aset (ROA) mengalami penurunan menjadi 0,39% di tahun
2016 namun masih lebih rendah dari industri perbankan BUKU
II. Selain itu, tingkat likuiditas (LDR) menurun menjadi 70,26% di
tahun 2016, namun masih lebih rendah dari industri perbankan
BUKU II.
Based on the Company’s financial ratios, capital adequacy rate
(CAR) in 2016 reached 25.14%, increased compared to 2015 and
2014, still higher than the banking industry BUKU II. Operating
expenses per operating income (BOPO) increased in 2016 by
96.10% compared to 2015 but still higher than the banking
industry BUKU II. Return on assets (ROA) decreased by 0.39%
in 2016 but still lower than the banking industry BUKU II. In
addition, the level of liquidity (LDR) decreased by 70.26% in 2016
but still lower than the banking industry BUKU II.
167
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
TINJAUAN SEGMEN USAHA
REVIEW OF BUSINESS SEGMENTS
Segmen usaha adalah sekelompok aset dan operasi yang
menyediakan barang atau jasa yang memiliki risiko serta tingkat
pengembalian yang berbeda dengan segmen usaha lainnya.
Dalam menjalankan kegiatan usaha, Bank Victoria membagi
segmen usaha berdasarkan peraturan kebijakan akuntansi
menjadi segmen operasi dan segmen geografis.
A business segment is a group of assets and operations that
provide goods or services that are subject to risks and returns
that are different from those of other business segments. In
conducting business, Bank Victoria divides the business segment
based on accounting policy rules into operating segments and
geographical segments.
Bank telah menyajikan segmen operasi berdasarkan PSAK 5
(Revisi 2009) mengenai “Segmen Operasi”. Segmen operasi
dilaporkan sesuai dengan laporan internal Bank yang disiapkan
untuk mengambil keputusan operasional yang bertanggung
jawab untuk mengalokasikan sumber daya ke segmen tertentu
dan penilaian atas performanya.
The Bank has presented operating segments under PSAK 5
(Revised 2009) on “Operating Segments”. Operating segments
are reported in accordance with the Bank’s internal report
prepared to take operational decisions that are responsible for
allocating resources to specific segments and assessment of their
performance.
PENJELASAN DAN KINERJA OPERASIONAL
SEGMEN OPERASI
DESCRIPTION
AND
PERFORMANCE
OPERATING SEGMENT OPERATIONS
Segmen operasi Bank Victoria dibagi ke dalam segmen
konvensional dan segmen syariah. Penjelasan tiap-tiap segmen
diuraikan sebagai berikut.
Bank Victoria’s operating segment is divided into conventional
segments and sharia segments. The description of each segment
is described as follows.
SEGMEN KONVENSIONAL
CONVENTIONAL SEGMENTS
Segmen konvensional memiliki produk dan jasa berupa produk
simpanan, produk pinjaman, dan jasa layanan.
Conventional segments have products and services in the form of
savings products, loan products, and services.
PRODUK SIMPANAN
SAVING PRODUCTS
Produk simpanan merupakan dana pihak ketiga yang berhasil
dihimpun oleh Bank melaui berbagai produk tabungan, giro, dan
deposito.
Savings products represent third party funds collected by Banks
through various savings, current accounts and time deposits.
Pada tahun 2016, jumlah rekening dana pihak ketiga yang
berhasil dihimpun Bank masih didominasi oleh produk tabungan.
Berdasarkan kinerjanya, jumlah rekening dana pihak ketiga
tersebut mengalami peningkatan sebesar 26,87% atau menjadi
83.615 unit rekening dari 65.905 unit rekening di 2015.
Peningkatan tersebut khususnya disebabkan peningkatan jumlah
rekening produk tabungan sebesar 28,67% dari 47.128 unit
rekening di 2015 menjadi 60.639 unit rekening di 2016. Selain
itu peningkatan rekening dana pihak ketiga juga disebabkan oleh
peningkatan jumlah rekening produk deposito berjangka sebesar
25,06% dari 16.821 unit rekening di 2015 menjadi 21.036 unit
rekening di 2016. Namun, pada produk giro terjadi penurunan
jumlah rekening sebesar 0,82% atau sebanyak 16 unit rekening.
Meskipun dari banyaknya unit rekening produk giro mengalami
penurunan, tapi dari jumlah dana mengalami peningkatan yang
cukup signifikan.
In 2016, the number of third party fund accounts collected by
the Bank is still dominated by savings products. Based on its
performance, the number of third party fund accounts increased
by 26.87% or to 83,615 units of accounts from 65,905 units of
accounts in 2015. The increase was mainly due to an increase
in the number of savings accounts accounts for 28.67% from
47,128 units of accounts in 2015 to 60,639 units of accounts in
2016.In addition, the increase in third party funds was also due
to an increase in the number of time deposit account products
by 25.06% from 16,821 units in 2015 to 21,036 units in 2016.
However, on demand products there is a decrease in account
number of 0.82% or as many as 16 units of accounts. Despite a
decrease in the number of units of accounts of demand deposit
products, but the amount of funds has increased significantly.
OF
Jumlah Rekening Dana Pihak Ketiga
Total Third Party Fund Accounts
(dalam unit rekening)
Keterangan
Tabungan
Giro
(in number of accounts)
2016
60,639
Komposisi
Composition
72.52%
2015
47,128
Komposisi
Composition
Pertumbuhan
Growth
Description
71.51%
28.67%
Savings
1,940
2.32%
1,956
2.97%
(0.82%)
Current Account
Deposito Berjangka
21,036
25.16%
16,821
25.52%
25.06%
Time Deposits
TOTAL
83,615
100.00%
65,905
100.00%
26.87%
TOTAL
168
PT Bank Victoria International Tbk.
Dari sisi jumlah dana pihak ketiga, secara keseluruhan, kinerja
jumlah dana pihak ketiga juga mengalami peningkatan sebesar
13,69% atau menjadi Rp19,52 triliun dari Rp17,17 triliun di 2015.
Jumlah dana pihak ketiga yang dihimpun Bank masih didominasi
oleh jumlah dana produk deposito berjangka. Peningkatan dana
produk deposito berjangka sebesar 11,64%, peningkatan dana
produk tabungan sebesar 43,49%, dan peningkatan dana produk
giro sebesar 10,05%.
Laporan Tahunan 2016
In terms of total third party funds, overall, the performance of
third party funds also increased by 13.69% or to Rp19.52 trillion
from Rp17.17 trillion in 2015. The amount of third party funds
collected by the Bank is still dominated by the amount of funds
of time deposit products. Increased funds for time deposits by
11.64%, savings accounts by 43.49%, and 10.05% increase in
demand deposit products.
Jumlah Dana Pihak Ketiga
Total Third Party Funds
(dalam juta Rupiah)
Keterangan
Tabungan
Giro
(in million Rupiah)
2016
Komposisi
Composition
Komposisi
Composition
2015
Pertumbuhan
Growth
Description
1,617,021
8.28%
1,126,929
6.56%
43.49%
Savings
490,407
2.51%
445,620
2.60%
10.05%
Current Account
Deposito Berjangka
17,416,843
89.21%
15,600,517
90.84%
11.64%
Time Deposits
TOTAL
19,524,271
100.00%
17,173,066
100.00%
13.69%
TOTAL
Adapun penjelasan mengenai kinerja produk simpanan diuraikan
sebagai berikut.
The explanation of the performance of deposit products is
described as follows.
Tabungan
Saving Deposits
Kinerja produk tabungan di tahun 2016 menunjukkan hasil yang
baik. Dari sisi kinerja jumlah rekening maupun jumlah dana yang
dihimpun dari produk tabungan mengalami peningkatan.
Savings product performance in 2016 showed good results. In
terms of performance, the number of accounts and the amount
of funds collected from savings products increased.
Jumlah rekening produk tabungan meningkat sebesar 28,67%
atau meningkat sebanyak 13.511 unit rekening dari 47.128
unit rekening di 2015 menjadi 60.639 unit rekening di 2016.
Peningkatan ini berasal dari peningkatan rekening tabungan
pihak ketiga sebesar 28,54% atau sebanyak 13.408 unit rekening
dari jumlah rekening di tahun 2015 yang sebanyak 46.976 unit
rekening menjadi 60.384 unit rekening di tahun 2016.
The number of savings product accounts increased by 28.67% or
increased by 13,511 unit accounts from 47,128 unit accounts in
2015 to 60.639 unit accounts in 2016. This increase comes from
an increase in third-party savings account for 28.54% or 13,408
units of account of the number of accounts in 2015 that as many
as 46,976 unit of account into 60,384 units in 2016.
Jumlah Rekening Produk Tabungan
Total Saving Accounts
(dalam unit rekening)
Keterangan
Pihak Ketiga
Pihak Berelasi
TOTAL
(in number of accounts)
2016
60,384
Komposisi
Composition
99.58%
255
0.42%
60,639
100.00%
Sejalan dengan peningkatan jumlah rekening produk tabungan,
jumlah dana produk tabungan juga mengalami peningkatan
sebesar 43,49% atau sebesar Rp490,09 miliar dari Rp1,13 triliun
di tahun 2015 menjadi Rp1,62 triliun di tahun 2016. Peningkatan
ini berasal dari peningkatan dana produk tabungan pihak ketiga
sebesar 42,18% atau menjadi Rp1,59 triliun dari Rp1,12 triliun
di 2015.
Komposisi
Composition
2015
Pertumbuhan
Growth
Description
46,976
99.68%
28.54%
Third-Party
152
0.32%
67.76%
Related Parties
47,128
100.00%
28.67%
TOTAL
In line with the increase in savings accounts, total deposits also
increased 43.49% or Rp490,09 billion from Rp1.13 trillion in
2015 to Rp1.62 trillion in 2016. This increase comes from an
increase in third party savings funds by 42.18% or to Rp1.59
trillion from Rp1.12 trillion in 2015.
169
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Jumlah Dana Produk Tabungan
Total Saving Deposits
(dalam juta Rupiah)
(in million Rupiah)
Keterangan
Pihak Ketiga
2016
Komposisi
Composition
2015
Pertumbuhan
Growth
Description
1,587,043
98.15%
1,116,225
99.05%
42.18%
Third-Party
29,979
1.85%
10,703
0.95%
180.10%
Related Parties
1.617.021
100.00%
1.126.929
100.00%
43.49%
TOTAL
Pihak Berelasi
TOTAL
Komposisi
Composition
Giro
Current Account
Kinerja produk giro di tahun 2016 berdasarkan jumlah rekening
produk giro yang dihimpun Bank menunjukkan penurunan
dibandingkan tahun sebelumnya. Namun dari sisi jumlah dana,
produk giro tetap mengalami peningkatan yang cukup signifikan
di tahun 2016.
The performance of demand deposits in 2016 based on the
number of checking product accounts collected by the Bank
shows a decrease compared to the previous year. However, in
terms of the amount of funds, giro products still experienced a
significant increase in 2016.
Jumlah rekening produk giro di tahun 2016 menurun sebesar
0,82% atau sebanyak 16 unit rekening dari jumlah rekening
di tahun 2015 yang sebanyak 1.956 unit rekening menjadi
1.940 unit rekening di 2016. Penurunan tersebut disebabkan
penurunan rekening produk giro pihak ketiga sebesar 1,24% atau
sebanyak 24 unit rekening. Namun demikian, jumlah rekening
produk giro pihak berelasi menunjukkan peningkatan sebesar
38,10% atau menjadi 29 unit rekening dari 21 unit rekening di
2015.
The number of demand deposit accounts in 2016 decreased by
0.82% or as much as 16 units of accounts from the number of
accounts in 2015 which amounted to 1,956 units of accounts
became 1,940 unit accounts in 2016. The decline was due to a
decline in third party accounts product account by 1.24% or as
many as 24 units of accounts. However, the number of current
accounts of related parties shows an increase of 38.10% or to 29
units of accounts of 21 units of accounts in 2015.
Jumlah Rekening Produk Giro
Total Giro Accounts
(dalam unit rekening)
Keterangan
(in number of accounts)
2016
Pihak Ketiga
1,911
Pihak Berelasi
TOTAL
Komposisi
Composition
Komposisi
Composition
2015
98.51%
1,935
98.93%
Pertumbuhan
Growth
Description
(1.24%)
Third-Party
29
1.49%
21
1.07%
38.10%
Related Parties
1,940
100.00%
1,956
100.00%
(0.82%)
TOTAL
Sedangkan kinerja jumlah dana produk giro mengalami
peningkatan yaitu sebesar 10,05% atau sebesar Rp44,79 miliar
dari Rp445,62 miliar di 2015 menjadi Rp490,41 miliar di 2016.
Peningkatan ini berasal dari peningkatan produk giro pihak
ketiga yang mencapai 10,28% atau sebesar Rp45,21 miliar
dari Rp439,71 miliar di 2015 menjadi Rp484,92 miliar di 2016.
Namun demikian, kinerja produk giro pihak berelasi mengalami
penurunan sebesar 7,14% atau sebesar Rp422 juta. Hal ini
menunjukkan bahwa meskipun dalam unit rekening produk giro
pihak ketiga mengalami penurunan, namun dari sisi jumlah dana,
produk giro pihak ketiga tetap mengalami peningkatan yang
cukup signifikan. Peningkatan ini menunjukkan loyalitas nasabah
untuk menyimpan dananya di Bank Victoria.
Meanwhile, the performance of demand deposits increased
by 10.05% or Rp44.79 billion from Rp445.62 billion in 2015 to
Rp490.41 billion in 2016. The increase was attributable to a
10.28% increase in third party giro products or Rp45.21 billion
from Rp439.71 billion in 2015 to Rp484.92 billion in 2016.
However, the performance of the related party’s demand deposit
products decreased by 7.14% or Rp422 million. This indicates
that although there is a decrease in third party giro product, but
in terms of amount of funds, there is a quite significant increase
in third party giro product. This increase shows the loyalty of
customers to save their funds at Bank Victoria.
Jumlah Dana Produk Giro
Total Giro Funds
(dalam juta Rupiah)
Keterangan
Pihak Ketiga
(in million Rupiah)
2016
2015
Komposisi
Composition
Pertumbuhan
Growth
Description
484,918
98,88%
439,709
98.67%
10.28%
Third-Party
5,489
1.12%
5,911
1.33%
(7.14%)
Related Parties
490,407
100.00%
445,620
100.00%
10.05%
TOTAL
Pihak Berelasi
TOTAL
Komposisi
Composition
170
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Deposito Berjangka
Time Deposits
Kinerja produk deposito berjangka di tahun 2016 menunjukkan
hasil yang baik. Jumlah rekening produk deposito berjangka yang
dihimpun Bank menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun
sebelumnya. Hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah dana
produk deposito berjangka.
The performance of time deposit products in 2016 showed good
results. The number of time deposit product accounts collected
by the Bank shows an increase over the previous year. This is in
line with the increase in total time deposit product funds.
Jumlah rekening produk deposito berjangka meningkat sebesar
25,06% atau menjadi 21.036 unit rekening dari 16.821 unit
rekening di 2015. Peningkatan tersebut berasal dari peningkatan
jumlah rekening produk deposito berjangka 1 bulan yang
meningkat sebesar 42,41% atau menjadi 9.805 unit rekening dari
6.885 unit rekening di 2015. Selain itu peningkatan juga berasal
dari produk deposito berjangka 3 bulan dan 12 bulan mengalami
peningkatan masing-masing sebesar 26,60% dan 13,82%. Di
sisi lain, jumlah rekening produk deposito berjangka 6 bulan
mengalami penurunan sebesar 12,46% atau sebanyak 396 unit
rekening dari jumlah rekening di tahun 2015 sebanyak 3.179
unit rekening menjadi 2.783 unit rekening di 2016. Penurunan ini
diakibatkan karena nasabah lebih menyukai jangka waktu yang
lebih singkat karena akan lebih fleksibel dalam menggunakan
dananya dan pertimbangan besarnya tingkat bunga.
The number of time deposit account products increased by
25.06% or to 21,036 units of accounts from 16,821 units of
accounts in 2015. The increase came from an increase in the
number of accounts of 1-month time deposit products which
increased by 42.41% or to 9,805 units of accounts from 6,885
units of accounts in 2015. In addition, the increase also came
from 3-month and 12-month time deposits which increased by
26.60% and 13.82% respectively. On the other hand, 6-month
time deposits accounted for 12.46% or 396 units of accounts
from 2015 accounts totaling 3,179 units of accounts to 2,783
units in 2016. This decrease is because customers prefer a
shorter time period because it will be more flexible in using the
funds and they consider the amount of interest rate.
Jumlah Rekening Produk Deposito Berjangka
Total Time Deposit Accounts
(dalam unit rekening)
Keterangan
1 bulan
(in number of accounts)
2016
9,805
Komposisi
Composition
Komposisi
Composition
2015
46.61%
6,885
40.93%
Pertumbuhan
Growth
42.41%
Description
1 month
3 bulan
7,501
35.66%
5,925
35.22%
26.60%
3 months
6 bulan
2,783
13.23%
3,179
18.90%
(12.46%)
6 months
12 bulan
TOTAL
947
4.50%
832
4.95%
13.82%
12 months
21,036
100.00%
16,821
100.00%
25.06%
TOTAL
Sejalan dengan peningkatan jumlah rekening, kinerja jumlah
dana produk deposito berjangka juga mengalami peningkatan
sebesar 11,64% atau sebesar Rp1,82 triliun dari Rp15,60 triliun
di 2015 menjadi Rp17,42 triliun di 2016. Peningkatan tersebut
khususnya berasal produk deposito berjangka 3 bulan yang
mengalami peningkatan sebesar 23,47% atau sebesar Rp1,18
triliun dan diikuti oleh peningkatan produk deposito berjangka 1
bulan dan 12 bulan yang masing-masing mengalami peningkatan
sebesar 15,24% dan 8,29%. Namun demikian, produk deposito
berjangka 6 bulan mengalami penurunan jumlah dana sebesar
13,89% atau Rp424,34 miliar dari Rp3,05 triliun di 2015 menjadi
Rp2,63 triliun di 2016. Penurunan ini sejalan dengan penurunan
jumlah rekening produk deposito berjangka 6 bulan.
In line with the increase in the number of accounts, the
performance of deposit funds also increased by 11.64% or
Rp1.82 trillion from Rp15.60 trillion in 2015 to Rp17.42 trillion
in 2016. The increase was mainly derived from 3-month time
deposit products which increased by 23.47% or Rp1.18 trillion
and followed by an increase in 1-month and 12-month time
deposit products which increased respectively by 15.24% and
8.29%. However, the 6-month time deposit product decreased
the amount of funds by 13.89% or Rp424.34 billion from Rp3.05
trillion in 2015 to Rp2.63 trillion in 2016. This decline is in line
with the decline in the number of accounts of 6-month time
deposit products.
Jumlah Dana Produk Deposito Berjangka
Total Fund of Time Deposit Products
(dalam juta Rupiah)
Keterangan
1 bulan
(in million Rupiah)
2016
7,203,667
Komposisi
Composition
41.36%
2015
6,250,814
Komposisi
Composition
40.07%
Pertumbuhan
Growth
15.24%
Description
1 month
3 bulan
6,230,026
35.77%
5,045,674
32.34%
23.47%
3 months
6 bulan
2,631,048
15.11%
3,055,386
19.59%
(13.89%)
6 months
12 bulan
TOTAL
1,352,102
7.76%
1,248,643
8.00%
8.29%
12 months
17,416,843
100.00%
15,600,517
100.00%
11.64%
TOTAL
171
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
PRODUK PINJAMAN
LOAN PRODUCTS
Produk pinjaman merupakan pemberian kredit/pembiayaan
kepada pihak ketiga, baik perorangan maupun perusahaan.
Dalam mendukung kinerja produk pinjaman, Bank senantiasa
menawarkan tingkat suku bunga yang menarik dan bersaing.
Selain itu, Bank juga menerapkan percepatan proses kredit
dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian. Hal tersebut telah
berhasil meningkatkan kinerja produk pinjaman di 2016 sebesar
11,03% atau menjadi Rp14,54 triliun dari Rp13,09 triliun di 2015.
Loan products are credit/financing to third parties, both
individuals and companies. In supporting the performance
of loan products, the Bank continues to offer attractive and
competitive interest rates. In addition, the Bank also implements
the acceleration of credit process with due observance of
prudential principles. This has succeeded in increasing loan
product performance in 2016 by 11.03% or to Rp14.54 trillion
from Rp13.09 trillion in 2015.
Berdasarkan pihak/jenis nasabah, kinerja produk pinjaman
mengalami peningkatan sebesar 11,03% atau Rp1,44 triliun
dari Rp13,09 triliun di 2015 menjadi Rp14,54 triliun di 2016.
Peningkatan kinerja produk pinjaman didominasi oleh pihak
ketiga. Kinerja produk pinjaman pihak ketiga mengalami
peningkatan sebesar 10,67% atau sebesar Rp1,39 triliun dari
Rp13,08 triliun di 2015 menjadi Rp14,48 triliun di 2016. Rincian
terkait kinerja produk pinjaman berdasarkan pihak/jenis nasabah
diuraikan sebagai berikut.
Based on the parties/types of customers, loan product
performance increased by 11.03% or Rp1.44 trillion from
Rp13.09 trillion in 2015 to Rp14.54 trillion in 2016. Increase
in loan product performance is dominated by third parties. The
performance of third party lending products increased by 10.67%
or Rp1.39 trillion from Rp13.08 trillion in 2015 to Rp14.48 trillion
in 2016. Details regarding the performance of loan products
based on the parties/types of customers are described as follows.
Rincian terkait kinerja produk pinjaman berdasarkan pihak/jenis
nasabah diurakan dalam tabel sebagai berikut.
Details regarding the performance of loan products based on the
parties/types of customers are described in the table as follows.
Produk Pinjaman Berdasarkan Pihak/Jenis Nasabah
Loan Product by Party/Customer Type
(dalam juta Rupiah)
Keterangan
Pihak Ketiga
Pihak Berelasi
TOTAL
(in million Rupiah)
2016
14,479,92
Komposisi
Composition
99.60%
Komposisi
Composition
2015
13,084,433
Pertumbuhan
Growth
Description
99.93%
10.67%
Third-Party
58,014
0.40%
9,615
0.07%
503.37%
Related Parties
14,537,940
100.00%
13,094,048
100.00%
11.03%
TOTAL
Secara keseluruhan, kinerja produk pinjaman berdasarkan jenis
pinjaman mengalami peningkatan sebesar 11,03% atau Rp1,44
triliun. Peningkatan kinerja produk pinjaman berdasarkan
jenis pinjaman khususnya berasal dari pinjaman tetap dengan
angsuran yang mengalami peningkatan sebesar 44,87% atau
sebesar Rp1,17 triliun dari Rp2,62 triliun menjadi Rp3,79 triliun
di 2016. Kontribusi peningkatan produk pinjaman berdasarkan
jenis pinjaman juga berasal dari produk pinjaman tetap dan
pembiayaan syariah yang masing-masing mengalami peningkatan
sebesar 5,34% dan12,74%.
Overall, loan product performance based on loan type has
increased by 11.03% or Rp1.44 trillion. The increase of loan
product performance based on loan type was mainly from
fixed loan with installment which increased by 44.87% or Rp
1.17 trillion from Rp2.62 trillion to Rp3.79 trillion in 2016. The
contribution of loan product increased based on loan type also
came from fixed loan and syariah financing products which
increased by 5.34% and 12.74%, respectively.
Di sisi lain, kinerja pinjaman rekening koran, pinjaman konsumen,
pinjaman serba guna, dan pinjaman tanpa agunan mengalami
penurunan kinerja dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan
kinerja pinjaman rekening koran mengalami penurunan sebesar
17,82% atau sebesar Rp188,66 miliar dari Rp1,06 triliun di
2015 menjadi Rp870,23 miliar di tahun 2016. Demikian pula
dengan kinerja pinjaman konsumen, pinjaman serba guna, dan
pinjaman tanpa agunan yang masing-masing menurun sebesar
6,62%, 29,50%, dan 39,21%. Penurunan ini disebabkan kebijakan
manajemen untuk lebih memfokuskan pada pemasaran pinjamanpinjaman yang memiliki tingkat risiko yang tidak terlalu tinggi.
On the other hand, the performance of overdraft facility,
consumer loans, multi-purpose loans and unsecured loans
decreased in performance over the previous year. The decrease
in the performance of overdraft facility decreased by 17.82%
or Rp188.66 billion from Rp1.06 trillion in 2015 to Rp870.23
billion in 2016. Similarly, the performance of consumer loans,
multi-purpose loans, loans without collateral which decreased
by 6.62%, 29.50%, and 39.21% respectively. This decline is due
to management policies to focus more on the marketing of loans
with a lesser degree of risk.
172
PT Bank Victoria International Tbk.
Rincian terkait kinerja produk pinjaman berdasarkan jenis
pinjaman diuraikan dalam tabel sebagai berikut.
Laporan Tahunan 2016
Details related to loan product performance based on loan type
are described in the following table.
Produk Pinjaman Berdasarkan Jenis Pinjaman
Loan Product Based On Loan Type
(dalam juta Rupiah)
Keterangan
Pinjaman Tetap
(in million Rupiah)
2016
8,038,703
Komposisi
Composition
55,3%
Komposisi
Composition
2015
7,631,078
58.28%
Pertumbuhan
Growth
5.34%
Description
Fixed Loan
Pinjaman Konsumen
508,247
3,49%
544,281
4.16%
(6.62%)
Consumer Loan
Pinjaman Rekening Koran
870,231
5,99%
1,058,895
8.09%
(17.82%)
Pinjaman Rekening Koran
3,789,570
26,07%
2,615,929
19.98%
44.87%
Pinjaman Tetap Dengan
Angsuran
118,020
0,81%
167,396
1.28%
(29.50%)
Pinjaman Serba Guna
479
0.00%
788
0.01%
(39.21%)
Loans Without Collateral
Pinjaman Tetap Dengan
Angsuran
Pinjaman Serba Guna
Pinjaman Tanpa Agunan
Pembiayaan Syariah
TOTAL
1,212,690
8,34%
1,075,681
8.22%
12.74%
Sharia Financing
14,537,940
100.00%
13,094,048
100.00%
11.03%
TOTAL
Berdasarkan sektor ekonomi, kinerja produk pinjaman mengalami
peningkatan sebesar 11,03% atau Rp1,44 triliun, meningkat dari
Rp13,09 triliun di tahun 2015 menjadi Rp14,54 triliun di tahun
2016. Peningkatan ini khususnya didominasi oleh sektor lembaga
pembiayaan yang meningkat sebesar 38,48% atau Rp1,08 triliun.
Selain itu, peningkatan kinerja produk pinjaman berdasarkan
sektor ekonomi juga berasal dari peningkatan sektor real estate
sebesar 20,33% atau sebesar Rp397,64. Demikian pula dengan
sektor perdagangan, restoran, dan hotel, industri, dan syariah
yang masing-masing meningkat sebesar 5,72%, 0,5%, 12,74%.
Based on the economic sector, the performance of loan products
increased by 11.03% or Rp1.44 trillion, up from Rp13.09 trillion
in 2015 to Rp14.54 trillion in 2016. This increase was mainly
dominated by the financial institution sector which increased by
38.48% or Rp1.08 trillion. In addition, the improvement of loan
product performance based on the economic sector also came
from the real estate sector increase by 20.33%% or Rp 397.64.
Similarly, the trade, restaurants, and hotel, industry and sharia
sectors increased by 5.72%, 0.5%, 12.74% respectively.
Namun, kinerja produk pinjaman sektor konstruksi menurun
sebesar 18,75% atau sebesar Rp187,15 miliar dari Rp1,022
triliun di tahun 2015 menjadi Rp835,073 miliar di tahun 2016.
Demikian pula dengan kinerja produk pinjaman sektor jasajasa sosial/masyarakat dan jasa lain-lain yang masing-masing
menurun sebesar 2,53% dan 6,33%. Penurunan pinjaman pada
sektor konstruksi dan jasa masyarakat seiring dengan kebijakan
manajemen untuk fokus pada pinjaman lembaga pembiayaan,
real estate, perdagangan dan syariah.
However, the performance of loan products in construction
sector decreased by 18.75% or Rp187.15 billion from Rp1.022
trillion in 2015 to Rp835.073 billion in 2016. Similarly, the
performance of loan products in the social services/community
and other services sectors decreased by 2.53% and 6.33%,
respectively. The decline in lending to construction and public
services sectors is in line with the management’s policy to focus
on finance, real estate, trade and sharia financing.
Rincian terkait kinerja produk pinjaman berdasarkan sektor
ekonomi diuraikan dalam tabel sebagai berikut.
Details regarding the performance of loan products based on
economic sectors are outlined in the table as follows.
Tabel Produk Pinjaman berdasarkan Sektor Ekonomi
Table of Loan Product based on Economy Sector
(dalam juta Rupiah)
Keterangan
Lembaga Pembiayaan
(in million Rupiah)
2016
3,888,540
Komposisi
Composition
26.75%
2015
2,807,890
Financial Institutions
16.42%
5.72%
1,724,663
13.17%
0.5%
Industry
16.70%
2,030,271
15.51%
20.33%
Real Estate
5.74%
1,022,228
7.81%
(18.75%)
Construction
1,212,690
8.34%
1,075,681
8.22%
12.74%
Sharia
444,191
3.06%
450,769
3.44%
(2.53%)
Social/Public Services
15.66%
2,149,499
Industri
1,774,744
12.21%
Real Estate
2,427,911
Konstruksi
835,073
Syariah
Lain-lain
TOTAL
Description
Trade, Restaurants and
Hotels
2,276,526
21.44%
Pertumbuhan
Growth
38.48%
Perdagangan, Restoran
dan Hotel
Jasa-jasa Sosial/
Masyarakat
Komposisi
Composition
1,678,265
11.54%
1,833,047
14.00%
(6.33%)
Others
14,537,940
100.00%
13,094,048
100.00%
11.03%
TOTAL
173
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Berdasarkan produk pinjaman yang disalurkan bagi Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM), kinerja produk pinjaman UMKM
mengalami penurunan sebesar 5,6% atau sebesar Rp60,82 miliar
dari Rp1,09 triliun di tahun 2015 menjadi Rp1,03 triliun di tahun
2016. Penurunan tersebut terjadi pada produk pinjaman usaha
mikro, usaha kecil, dan usaha menengah yang masing-masing
turun sebesar 86,88%, 35,34%, dan 1,83%. Penurunan kinerja
produk pinjaman UMKM tersebut disebabkan karena jenis
produk pinjaman UMKM akan fokus dilakukan oleh Entitas Anak
yaitu Bank Victoria Syariah.
Based on loan products disbursed to Micro, Small and Medium
Enterprises (MSMEs), MSME loan product performance
decreased by 5.6% or Rp60.82 billion from Rp1.09 trillion in
2015 to Rp1.03 trillion in 2016 . The decrease occurred in micro,
small and medium business loan products which decreased by
86.88%, 35.34% and 1.83% respectively. The decline in MSME
loan product performance is due to the type of loan product
UMKM will focus on by the Subsidiary Bank Victoria Syariah.
Rincian terkait kinerja produk pinjaman UMKM diuraikan dalam
tabel sebagai berikut.
Details related to MSME loan product performance are described
in the table as follows.
Tabel Produk Pinjaman UMKM
Table of MSME Loan Products
(dalam juta Rupiah)
Keterangan
Usaha Mikro
Usaha Kecil
Usaha Menengah
TOTAL
(in million Rupiah)
2016
Komposisi
Composition
Komposisi
Composition
2015
Pertumbuhan
Growth
Description
45
0.00%
343
0.03%
(86.88%)
Micro Business
78,508
7.66%
121,422
11.18%
(35.34%)
Small Business
946,554
92.34%
964,157
88.79%
(1.83%)
Medium Business
1,025,107
100.00%
1,085,922
100.00%
(5.6%)
TOTAL
JASA LAYANAN
SERVICES
Jasa layanan merupakan usaha penunjang yang disediakan Bank
untuk memberikan kemudahan kepada nasabah Bank dalam
melakukan berbagai kegiatan. Selama 2016, Perseroan telah
melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pemberian jasa
layanan Bank. Hal ini telah berhasil meningkatkan kinerja jasa
layanan yang diuraikan sebagai berikut.
Service is a supporting business provided by the Bank to provide
convenience to Bank customers in conducting various activities.
During 2016, the Company has made various innovations
to improve the Bank’s service delivery. This has successfully
improved the performance of the services described as follows.
Secara keseluruhan, kinerja jasa layanan di 2016 mengalami
peningkatan sebesar 44,75% atau sebesar Rp4,25 triliun dari
Rp9,50 triliun di tahun 2015 menjadi Rp13,75 triliun di tahun
2016. Kinerja jasa layanan Bank didominasi oleh layanan kliring
yang mengalami peningkatan sebesar 54,91% atau Rp4,26 triliun
dari Rp7,75 triliun di tahun 2015 menjadi Rp12,01 triliun di
tahun 2016. Selain itu, peningkatan tersebut berasal dari ATM
Victoria yang mencapai 38,38% atau sebesar Rp320,71 miliar.
Peningkatan ini sejalan dengan peningkatan dana pihak ketiga.
Overall, service performance in 2016 increased by 44.75% or
Rp4.25 trillion from Rp9.50 trillion in 2015 to Rp13.75 trillion in
2016. The Bank’s service performance is dominated by clearing
services which increased by 54.91% or Rp4.26 trillion from
Rp7.75 trillion in 2015 to Rp12.01 trillion in 2016. In addition,
the increase came from fee-based income of Victoria ATM which
reached 38.38% or Rp320.71 billion. This increase is in line with
the increase in third party funds.
Namun demikian, beberapa kinerja jasa layanan menunjukkan
penurunan. Penurunan tersebut terjadi pada jasa layanan Surat
Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan bank garansi
yang menurun sebesar 100,00%. Penurunan juga terjadi pada
pembayaran listrik PLN postpaid dan prepaid yang masingmasing menurun 17,77% dan 42,50%. Selain itu penurunan juga
terjadi pada Western Union, bank garansi, pembayaran Telkom,
dan pembayaran gaji karyawan yang masing-masing menurun
sebesar 42,28%, 12,52%, dan 0,55%. Penurunan ini dipengaruhi
oleh perubahan gaya hidup dan kondisi lingkungan bisnis yang
relevan.
Nevertheless, some service performance showed a decline. The
decline occurred in the service of Domestic Letters of Credit
(SKBDN) and bank guarantee that decreased by 100.00%. The
decline also occurred on postpaid and prepaid PLN electricity
payments, which decreased 17.77% and 42.50% respectively.
In addition, the decline also occurred in Western Union, bank
guarantees, Telkom payments, and employee salary payments
which decreased by 42.28%, 12.52% and 0.55%, respectively.
This decrease is influenced by lifestyle changes and relevant
business environment conditions.
174
PT Bank Victoria International Tbk.
Rincian terkait kinerja jasa dan layanan selama tahun 2016
diuraikan dalam tabel sebagai berikut.
Laporan Tahunan 2016
Details regarding the performance of products and services
during 2016 are described in the table as follows.
Tabel Jasa Layanan
Table of Service Fee
(dalam juta Rupiah)
Keterangan
(in million Rupiah)
Surat Kredit Berdokumen
Dalam Negeri (SKBDN)
Western Union
Kliring
Komposisi
Composition
2016
-
Komposisi
Composition
2015
-
10,432
Pertumbuhan
Growth
Description
0.11%
(100.00%)
Surat Kredit Berdokumen
Dalam Negeri (SKBDN)
1,472
0.01%
2,551
0.03%
(42.28%)
Western Union
12,007,239
87.34%
7,750,950
81.60%
54.91%
Kliring
-
-
231,600
2.44%
(100.00%)
Bank Guarantee
Bank Garansi
Pembayaran Listrik PLN
Praqtis
Postpaid
Prepaid
Pembayaran Telkom
Pembayaran Gaji
Karyawan
Electricity Payments PLN
Praqtis
372,453
TOTAL
452,962
4.77%
(17.77%)
Postpaid
738
0.01%
1,284
0.01%
(42.50%)
10,146
0.07%
11,598
0.12%
(12.52%)
Telkom Payments
200,031
1.45%
201,131
2.12%
(0.55%)
Employee Salary
Payments
Money Changer
ATM Victoria
2.71%
Prepaid
-
-
-
-
-
Money Changer
1,156,378
8.41%
835,673
8.80%
38.38%
ATM Victoria
13,748,457
100.00%
9,498,181
100.00%
44.75%
TOTAL
SEGMEN SYARIAH
SHARIA SEGMENT
Segmen syariah dijalankan oleh Entitas Anak yaitu Bank Victoria
Syariah. Seperti halnya segmen konvensional, segmen syariah
memilili produk dan jasa berupa produk simpanan, produk
pinjaman, dan jasa layanan.
The sharia segment is run by the Subsidiary of Bank Victoria
Syariah. Like the conventional segments, the sharia segment
has products and services in the form of savings products, loan
products, and services.
PRODUK SIMPANAN
SAVING PRODUCTS
Produk simpanan merupakan dana pihak ketiga yang berhasil
dihimpun oleh Bank melaui berbagai produk tabungan, giro, dan
deposito.
Savings products represent third party funds collected by Banks
through various savings, current accounts and time deposits.
Secara keseluruhan, kinerja produk simpanan segmen syariah
mengalami penurunan baik dari jumlah rekening maupun jumlah
dana yang berhasil dihimpun. Jumlah rekening dana pihak ketiga
yang berhasil dihimpun Bank mengalami penurunan sebesar
15,15% atau sebesar 1.849 unit rekening dari 12.206 unit
rekening di tahun 2015 menjadi 10.357 unit rekening di tahun
2016. Penurunan jumlah rekening khususnya berasal dari produk
tabungan pihak ketiga yang menurun sebesar 16,64% atau
sebesar 863 unit rekening. Penurunan ini disebabkan oleh kondisi
persaingan di perbankan syariah yang semakin meningkat.
Overall, the performance of sharia segment products has
decreased both from the number of accounts and the amount
of funds collected. The number of third party fund accounts
collected by the Bank decreased by 15.15% or by 1,849 units of
accounts from 12,206 units of accounts in 2015 to 10,357 units
of accounts in 2016. The decrease in the number of accounts
in particular came from third party savings products which
decreased by 16.64% or by 863 units of accounts. This decrease
is caused by the increasingly competitive condition in sharia
banking.
Adapun rincian terkait kinerja jumlah rekening dana pihak ketiga
segmen syariah diuraikan ke dalam tabel sebagai berikut.
The details related to the performance of the number of third
party funds account in sharia segment is described in the table
as follows.
Tabel Jumlah Rekening Dana Pihak Ketiga
Table of Total Third Party Fund Accounts
(dalam unit rekening)
(in number of accounts)
2016
Komposisi
Composition
2015
Tabungan
4,374
42.23%
5,263
43.12%
(16.89%)
Savings
Pihak Ketiga
4,323
41.74%
5,186
42.49%
(16.64%)
Third-Party
Keterangan
Komposisi
Composition
Pertumbuhan
Growth
Description
175
2016 Annual Report
Keterangan
Komposisi
Composition
2016
Pihak Berelasi
PT Bank Victoria International Tbk.
Komposisi
Composition
2015
Pertumbuhan
Growth
Description
51
0.49%
77
0.63%
(33.77%)
Related Parties
Giro
233
2.25%
209
1.71%
11.48%
Current Account
Pihak Ketiga
232
2.24%
208
1.70%
11.54%
Third-Party
1
0.01%
1
0.01%
0.00%
Related Parties
Deposito Berjangka
580
5.60%
631
5.17%
(8.08%)
Time Deposits
1 bulan
395
3.81%
482
3.95%
(18.05%)
1 month
3 bulan
108
1.04%
105
0.86%
2.86%
3 months
6 bulan
27
0.26%
28
0.23%
(3.57%)
6 months
Pihak Berelasi
12 bulan
TOTAL
33
0.32%
16
0.13%
106.25%
12 months
10,357
100.00%
12,206
100.00%
(15.15%)
TOTAL
Sejalan dengan penurunan jumlah rekening dana pihak ketiga,
kinerja jumlah dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun segmen
syariah juga mengalami penurunan. Secara keseluruhan, jumlah
dana pihak ketiga mengalami penurunan sebesar 30,61% atau
sebesar Rp18,02 miliar dari total perolehan dana pihak ketiga
yang berhasil dihimpun di tahun 2015 sebesar Rp58,88 miliar di
tahun 2015 menjadi Rp40,86 miliar di tahun 2016. Penurunan
ini berasal dari produk tabungan pihak ketiga yang mencapai
20,16% atau sebesar Rp9,99 miliar dari Rp49,56 miliar di tahun
2015 menjadi Rp39,57 miliar di tahun 2016.
In line with the decline in the number of third party fund
accounts, the performance of third party funds collected by the
sharia segment also decreased. Overall, total third party funds
decreased by 30.61% or Rp18.02 billion from total third party
funds raised in 2015 of Rp58.88 billion in 2015 to Rp40.86 billion
in 2016. This decrease comes from third party savings products
which reached 20.16% or Rp9.99 million from Rp49.56 billion in
2015 to Rp39.57 billion in 2016.
Adapun rincian terkait kinerja jumlah dana pihak ketiga segmen
syariah yang berhasil dihimpun diuraikan ke dalam tabel sebagai
berikut.
The details related to the performance of the number of third
party funds sharia segments that have been collected are
described in the table as follows.
Tabel Jumlah Dana Pihak Ketiga
Table of Total Third Party Funds
(dalam juta Rupiah)
Keterangan
(in million Rupiah)
Komposisi
Composition
2016
Komposisi
Composition
2015
Pertumbuhan
Growth
Description
Tabungan
40,158
98.29%
50,138
85.16%
(19.91%)
Savings
Pihak Ketiga
39,568
96.85%
49,559
84.17%
(20.16%)
Third-Party
Pihak Berelasi
590
1.44%
765
1.30%
(22.88%)
Related Parties
Giro
119
0.29%
8,109
13.77%
(98.53%)
Current Account
Pihak Ketiga
119
0.29%
8,109
13.77%
(98.53%)
Third-Party
0
0.00%
0
0.00%
0.00%
Related Parties
Deposito Berjangka
580
1.42%
631
1.07%
(8.08%)
Time Deposits
1 bulan
395
0.97%
482
0.82%
(18.05%)
1 month
3 bulan
108
0.26%
105
0.18%
2.86%
3 months
6 bulan
27
0.07%
28
0.05%
(3.57%)
6 months
Pihak Berelasi
12 bulan
TOTAL
33
0.08%
16
0.03%
106.25%
12 months
40,857
100.00%
58,878
100.00%
(30.61%)
TOTAL
PRODUK PEMBIAYAAN
Produk pembiayaan segmen syariah mencakup produk
pembiayaan UMKM dan Non UMKM. Secara keseluruhan, kinerja
produk pembiayaan segmen syariah mengalami peningkatan
sebesar 15,97% atau Rp167,01 miliar dari Rp1,05 triliun di 2015
menjadi Rp1,21 triliun di 2016. Peningkatan produk pembiayaan
ini berasal dari produk pembiayaan non UMKM yang meningkat
sebesar Rp870,91 miliar di tahun 2016.
FINANCING PRODUCTS
Shariah segment financing products include financing products
of MSME and Non-MSMEs. Overall, the performance of sharia
financing products increased by 15.97% or Rp167.01 billion from
Rp1.05 trillion in 2015 to Rp1.21 trillion in 2016. The increase
in financing products comes from non-micro finance products
which increased by Rp870.91 billion in 2016.
176
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Di sisi lain, produk pembiayaan UMKM yang mencakup
pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah mengalami
penurunan masing-masing sebesar 82,48%, 73,49%, dan 64,35%.
Penurunan ini sejalan dengan penurunan produk simpanan
segmen syariah yang diakibatkan adanya peningkatan persaingan
pada industri perbankan syariah.
On the other hand, MSME financing products covering micro,
small and medium enterprises have decreased 82.48%, 73.49%
and 64.35% respectively. This decline is in line with the decline in
sharia segment products resulting from increased competition in
the sharia banking industry.
Rincian terkait kinerja produk pembiayaan segmen syaria
diuraikan dalam tabel sebagai berikut.
Details regarding the performance of sharia financing products
are described in the table as follows.
Produk Pembiayaan
Financing Products
(dalam juta Rupiah)
(in million Rupiah)
Keterangan
2016
Komposisi
Composition
Komposisi
Composition
2015
Pertumbuhan
Growth
UMKM
Description
UMKM
Usaha Mikro
6,726
Usaha Kecil
Usaha Menengah
NON UMKM
TOTAL
0.55%
38,399
3.67%
(82.48%)
Micro Business
69,711
5.75%
262,922
25.14%
(73.49%)
Small Business
265,344
21.88%
744,361
71.18%
(64.35%)
Medium Business
870,909
71.82%
0
0.00%
N/A
NON UMKM
1,212,690
100.00%
1,045,682
100.00%
15.97%
TOTAL
JASA DAN LAYANAN
SERVICES
Dari segi jasa dan layanan segmen syariah tidak mengalami
peningkatan. Pada tahun 2016, jasa dan layanan segmen syariah
berasal dari perolehan jasa Bank Garansi yang tercatat sebesar
Rp2,53 miliar.
In terms of services fee, the sharia segment has not increased. In
2016, Sharia services and services derived from Bank Guarantee
services amounting to Rp2.53 billion.
Jasa Layanan
Services
(dalam juta Rupiah)
(in million Rupiah)
Keterangan
2016
Komposisi
Composition
2015
Komposisi
Composition
Pertumbuhan
Growth
Description
Bank Garansi
2,532
100,00%
2,532
100,00%
0%
Bank Guarantee
TOTAL
2,532
100,00%
2,532
100,00%
0%
TOTAL
PENDAPATAN DAN PROFITABILITAS
INCOME AND PROFITABILITY
Penjelasan terkait dengan pendapatan dan profitabilias segmen
dalam bagian ini menjadi segmen operasi dan segmen geografis.
The explanations related to the segment’s revenue and
profitability in this section are segments of operations and
geographical segments.
PENDAPATAN
OPERASI
SEGMEN
REVENUE AND PROFITABILITY OF OPERATING
SEGMENTS
Pendapatan dan profitabilitas segmen operasi disajikan dalam
tabel berikut.
Revenue and profitability of operating segments are presented in
the following table.
DAN
PROFITABILITAS
177
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Tabel Pendapatan dan Profitabilitas Segmen Operasi tahun 2016
Table of Operating Segment Revenue and Profitability in 2016
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
2016
Uraian
Konvensional
Conventional
Syariah
Sharia
Eliminasi
Elemination
Jumlah
Total
Details
Pendapatan Bunga
dan Syariah - neto
265,458,082
38,166,265
-
303,624,347
Pendapatan Bunga
dan Syariah - neto
Pendapatan
Operasional Lainnya
312,489,188
968,554
-
313,457,742
Other Operational
Income
(454,062,962)
(77,754,230)
(1,189)
(531,818,381)
Other Operational
Income
123,884,308
(38,619,411)
(1,189)
85,263,708
Laba (Rugi)
Operasional
Jumlah Aset
24,679,512,632
1,625,183,249
(304,714,598)
25,999,981,283
Total Assets
Jumlah Liabilitas
22,032,871,980
232,054,716
(90,015,112)
22,174,911,584
Total Liabilities
Beban Operasional
Lainnya
Laba (Rugi)
Operasional
Tabel Pendapatan dan Profitabilitas Segmen Operasi tahun 2015
Table of Operating Segment Revenue and Profitability in 2015
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
2015
Uraian
Konvensional
Conventional
Syariah
Sharia
Eliminasi
Elemination
Jumlah
Total
Details
Pendapatan Bunga
dan Syariah - neto
316,494,656
39,984,854
-
356,479,510
Pendapatan Bunga
dan Syariah - neto
Pendapatan
Operasional Lainnya
202,083,025
1,231,299
-
203,314,324
Other Operational
Income
(391,862,448)
(73,739,893)
(1,363,881)
(466,966,222)
Other Operational
Income
Laba (Rugi)
Operasional
126,715,233
(32,523,740)
(1,363,881)
92,827,612
Laba (Rugi)
Operasional
Jumlah Aset
22,056,162,584
1,379,258,860
(184,735,793)
23,250,685,651
Total Assets
Jumlah Liabilitas
19,940,425,213
126,675,543
(35,510,931)
20,031,589,825
Total Liabilities
Beban Operasional
Lainnya
Pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas segmen disajikan
dalam tabel berikut ini.
Segment growth and profitability are presented in the following
table.
Tabel Pertumbuhan Segmen
Table of Segment Growth
Uraian
Pendapatan Bunga
dan Syariah - neto
Pertumbuhan
Growth
Konvensional
Conventional
Syariah
Sharia
Eliminasi
Elemination
Jumlah
Total
Details
(16.13%)
(4.55%)
-
(14.83%)
Pendapatan Bunga
dan Syariah - neto
Pendapatan
Operasional Lainnya
54.63%
(21.34%)
-
54.17%
Other Operational
Income
Beban Operasional
Lainnya
15.87%
5.44%
(99.91%)
13.89%
Beban Operasional
Lainnya
Laba (Rugi)
Operasional
(2.23%)
18.74%
(99.91%)
(8.15%)
Laba (Rugi)
Operasional
Jumlah Aset
11.89%
17.83%
64.95%
11.82%
Total Assets
Jumlah Liabilitas
10.49%
83.19%
153.49%
10.70%
Total Liabilities
178
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Berdasarkan
pertumbuhannya,
segmen
konvensional
mengalami penurunan pendapatan bunga dan syariah-neto yang
sebesar 16,13%. Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya
segmen konvensional mengalami peningkatan sebesar 54,63%.
Namun, peningkatan beban operasional lainnya sebesar 15,83%
menyebabkan segmen tersebut mengalami kerugian operasional
sebesar 2,23%. Sedangkan, jumlah aset dan jumlah liabilitas
segmen konvensional mengalami peningkatan masing-masing
sebesar 11,89% dan 10,49%.
Based on its growth, the conventional segment experienced a
decrease in interest income and net sharia by 16.13%. On the
other hand, operating income of other conventional segments
increased by 54.63%. However, another operational expense
increase of 15.83% resulted in the segment experiencing an
operating loss of 2.23%. Meanwhile, total assets and total
liabilities of conventional segment increased by 11.89% and
10.49%, respectively.
Dari sisi segmen syariah, pendapatan bunga dan syariah - neto
serta pendapatan operasional lainnya masing-masing mengalami
penurunan sebesar 4,55% dan 21,34%. Sedangkan, peningkatan
beban operasional mencapai 5,44%. Namun, segmen syariah
tetap mampu memperoleh laba operasional sebesar 18.74%. Di
sisi lain, jumlah aset dan jumlah liabilitas mengalami peningkatan
masing-masing sebesar 17,83% dan 83,19%.
From the sharia segment, interest income and sharia-net
and other operating income decreased by 4.55% and 21.34%
respectively. Meanwhile, the increase in operating expenses
reached 5.44%. However, the sharia segment is still able to gain
operating profit by 18.74%. Meanwhile, total assets and total
liabilities increased by 17.83% and 83.19%, respectively.
PENDAPATAN
GEOGRAFIS
SEGMEN
REVENUE AND PROFITABILITY OF GEOGRAPHIC
SEGMENT
Segmen geografis Bank Victoria disajikan berdasarkan
komponen Bank dan Entitas Anak yang dapat dibedakan dalam
menghasilkan jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu
dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda
dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada
lingkungan (wilayah) ekonomi lain. Bank Victoria melaporkan
segmen geografis berdasarkan daerah Jadetabek, Jawa Barat,
Jawa Tengah dan Jawa Timur dan Luar Jawa.
Bank Victoria’s geographical segment is presented on the basis
of a distinguishable component of the Bank and Subsidiary
in providing services to certain economic environments and
those components are subject to risks and returns that are
different from those of components operating in other economic
environments. Bank Victoria reports the geographical segment
based on Jadetabek, West Java, Central Java and East Java and
Outer Java regions.
DAN
PROFITABILITAS
Tabel Pendapatan dan Profitabilitas Segmen Geografis Tahun 2016
Table of Revenue and Profitability of Geographic Segments in 2016
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
2016
Uraian
Pendapatan Bunga
dan Syariah - neto
Jadetabek
Jakarta Depok
Tangerang
Bekasi
Jawa Tengah
dan Jawa Timur
Central and
East Java
Jawa Barat
West Java
Luar Jawa
Outside Java
Jumlah
Total
Details
323,796,485
(12,542,594)
(12,227,397)
4,597,853
303,624,347
Pendapatan Bunga
dan Syariah - neto
Beban Penyisihan
Kerugian Penurunan
Nilai Aset Keuangan
dan Non-Keuangan
(170,470,614)
(9,186,161)
401,504
(192,115)
(179,447,386)
Beban Penyisihan
Kerugian Penurunan
Nilai Aset Keuangan
dan Non-Keuangan
Pendapatan
Operasional Lainnya
312,305,071
515,601
586,669
50,401
313,457,742
Other Operational
Income
Beban Umum,
Administrasi, Tenaga
Kerja, dan lain-lain
(328,970,924)
(11,627,024
(7,769,333)
(4,003,714)
(352,370,995)
Beban Umum,
Administrasi, Tenaga
Kerja, dan lain-lain
136,660,018
(32,840,178)
(19,008,557)
452,425
85,263,708
Operational Profit
Pendapatan Non
Operasional - Neto
Laba Operasional
21,523,900
(9,452,510)
(3,141,764)
(1,330,701)
7,598,925
Pendapatan Non
Operasional - Neto
Laba Sebelum Pajak
Penghasilan
158,183,918
(64,443,009)
(22,150,321)
(878,276)
92,862,633
Profit Before Income
Tax
7,499,688
-
-
-
7,499,688
Beban Pajak
Penghasilan
Beban Pajak
Penghasilan
165,683,606
(42,292,688)
(22,150,321)
(878,276)
100,362,321
Laba Tahun Berjalan
Jumlah Aset
Laba Tahun Berjalan
25,721,687,071
106,395,498
128,917,864
42,980,850
25,999,981,283
Total Assets
Jumlah Liabilitas
21,305,870,324
294,287,379
447,437,089
127,316,792
22,174,911,584
Total Liabilities
179
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Tabel Pendapatan dan Profitabilitas Segmen Geografis Tahun 2015
Table of Revenue and Profitability of Geographic Segments in 2015
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
2015
Uraian
Pendapatan Bunga
dan Syariah - neto
Jadetabek
Jakarta Depok
Tangerang
Bekasi
Jawa Barat
West Java
Jawa Tengah
dan Jawa Timur
Central and
East Java
Luar Jawa
Outside Java
Jumlah
Total
Details
357,370,299
(13,470,558)
3,904,189
8,675,580
356,479,510
Pendapatan Bunga
dan Syariah - neto
Beban Penyisihan
Kerugian Penurunan
Nilai Aset Keuangan
dan Non-Keuangan
(146,731,807)
(7,388,496)
3,573,301
(2,924,983)
(153,471,985)
Beban Penyisihan
Kerugian Penurunan
Nilai Aset Keuangan
dan Non-Keuangan
Pendapatan
Operasional Lainnya
202,473,483
550,907
289,934
-
203,314,324
Other Operational
Income
Beban Umum,
Administrasi, Tenaga
Kerja, dan lain-lain
(291,768,207)
(11,816,759)
(7,794,434)
(2,114,837)
(313,494,237)
Beban Umum,
Administrasi, Tenaga
Kerja, dan lain-lain
Laba Operasional
121,343,768
(32,124,906)
(27,010)
3,635,760
92,827,612
Operational Profit
Pendapatan Non
Operasional - Neto
(16,368,493)
20,187,831
5,022,119
(7,671,663)
1,169,794
Pendapatan Non
Operasional - Neto
Laba Sebelum Pajak
Penghasilan
104,975,275
(11,937,075)
4,995,109
(4,035,903)
93,997,406
Profit Before Income
Tax
75,810
-
-
-
75,810
Beban Pajak
Penghasilan
Beban Pajak
Penghasilan
Laba Tahun Berjalan
105,051,085
(11,937,075)
4,995,109
(4,035,903)
94,073,216
Laba Tahun Berjalan
Jumlah Aset
22,441,144,776
395,397,908
354,043,320
60,099,647
23,250,685,651
Total Assets
Jumlah Liabilitas
19,303,172,294
379,069,371
286,167,043
63,181,117
20,031,589,825
Total Liabilities
Jawa Tengah
dan Jawa Timur
Central and
East Java
Luar Jawa
Outside Java
Jumlah
Total
(413.19%)
(47.00%)
(14.83%)
Interest and
Sharia Income
- net
Pertumbuhan
Growth
Uraian
Pendapatan Bunga
dan Syariah - neto
Jadetabek
Jakarta Depok
Tangerang
Bekasi
(9.39%)
Jawa Barat
West Java
(6.89%)
Description
Beban Penyisihan
Kerugian Penurunan
Nilai Aset Keuangan
dan Non-Keuangan
16.18%
24.33%
(88.76%)
(93.43%)
16.93%
Provision for
Impairment
Losses on
Impairment of
Financial and
Non-Financial
Assets
Pendapatan
Operasional Lainnya
54.24%
(6.41%)
102.35%
-
54.17%
Other Operating
Income
Beban Umum,
Administrasi, Tenaga
Kerja, dan lain-lain
12.75%
(1.61%)
(0.32%)
89.32%
12.40%
General Expenses,
Administration,
Manpower, and
others
Laba Operasional
12.62%
2.23%
70,276.00%
(87.56%)
(8.15%)
Operating Income
(231.50%)
(146.82%)
(162.56%)
(82.65%)
549.60%
Non-Operating
Income - Net
50.69%
439.86%
(543.44%
(78.24%)
(1.21%)
Profit Before
Income Tax
9,792.74%
-
-
-
9,792.74%
Income Tax
Expenses
Laba Tahun Berjalan
57.72%
254.30%
(543.44%)
(78.24%)
6.69%
CURRENT YEAR
INCOME
Jumlah Aset
14.62%
(73.09%)
(63.59%)
(28.48%)
11.82%
Total Assets
Jumlah Liabilitas
10.37%
(22.37%)
56.36%
101.51%
10.70%
Total Liabilities
Pendapatan Non
Operasional - Neto
Laba Sebelum Pajak
Penghasilan
Beban Pajak
Penghasilan
PT Bank Victoria International Tbk.
180
Laporan Tahunan 2016
Berdasarkan segmen geografis, wilayah Jadetabek merupakan
segmen terbesar. Pada 2016, segmen Jadetabek dan Luar Jawa
mencatat laba operasional masing-masing sebesar Rp136,66
miliar dan Rp452,43 juta. Sedangkan, segmen Jawa Barat serta
Jawa Tengah dan Jawa Timur mencatat rugi operasional masingmasing sebesar Rp32,84 miliar dan Rp19,01 miliar.
Based on the geographical segment, Jadetabek region is the
largest segment. In 2016, Jadetabek and Outer Java segments
recorded operating profit of Rp136.66 billion and Rp452.43
million, respectively. Meanwhile, the segments of West Java and
Central Java and East Java recorded an operating loss of Rp32.84
billion and Rp19.01 billion, respectively.
Berdasarkan pertumbuhannya, di Jadetabek, pendapatan
bunga dan syariah - neto mengalami penurunan sebesar 9,39%.
Pendapatan operasional lainnya mengalami peningkatan sebesar
54,24%. Di sisi lain terjadi peningkatan beban penyisihan
kerugian penurunan nilai aset keuangan dan non keuangan
sebesar 16,18%. Namun, pertumbuhan laba operasional
mengalami peningkatan sebesar 12,62%. Peningkatan laba
operasional sejalan dengan peningkatan laba sebelum pajak
penghasilan dan laba tahun berjalan yang masing-masing sebesar
50,69% dan 57,72%.
Based on its growth, in Jadetabek, interest income and net
sharia decreased by 9.39%. Other operating income increased
by 54.24%. On the other hand, an increase in allowance for
impairment losses on financial and non-financial assets amounted
to 16.18%.However, growth in operating income increased by
12.62%. Increase in operating income is in line with the increase
in income before income tax and profit for the year respectively
by 50.69% and 57.72%.
Sedangkan di wilayah Jawa Barat, pendapatan bunga dan syariah
- neto menunjukkan penurunan sebesar 6,89%. Selain itu,
pendapatan operasional lainnya juga menurun sebesar 6,41%.
Namun, masih dapat menghasilkan peningkatan laba operasional
sebesar 2,23%. Peningkatan laba operasional sejalan dengan
peningkatan laba sebelum pajak penghasilan dan laba tahun
berjalan yang masing-masing sebesar 439,86% dan 254,30%.
While in West Java, interest income and sharia-net showed a
decrease of 6.89%.In addition, other operating revenue also
decreased by 6.41%. However, it can still generate an increase
in operating income by 2.23%. Increase in operating income is in
line with the increase in income before income tax and profit for
the year respectively by 439,86% and 254.30%.
Di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, pendapatan bunga
dan syariah - neto mengalami penurunan sebesar 413,19%.
Sedangkan, pendapatan operasional lainnya meningkat
102,35%. Selain itu, beban penyisihan kerugian penurunan nilai
aset keuangan dan non keuangan juga menurun sebesar 88,76%.
Hal tersebut menyebabkan laba operasional meningkat sebesar
70,276.00%. Namun, penurunan pendapatan non operasional
- neto sebesar 162,56% menyebabkan wilayah tersebut
mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan yang menurun
sebesar 543,44%.
In Central Java and East Java, interest income and net sharia
decreased by 413.19%. Meanwhile, other operating income
increased by 102.35%. In addition, the allowance for impairment
losses on financial and non-financial assets also decreased by
88.76%. This resulted in an increase in operating income by
70.276,00%. However, a decrease in non-operating income - net
of 162.56% resulted in the region’s earnings before income tax
decreased by 543.44%.
Sedangkan di wilayah luar Jawa, pendapatan bunga dan syariah
- neto menurun sebesar 47,00%. Selain itu, beban penyisihan
kerugian penurunan nilai aset keuangan dan non keuangan
menurun sebesar 93.43%. Hal ini menyebabkan laba operasional
turun sebesar 87,56% dan mendorong penurunan laba tahun
berjalan sebesar 78,24%.
While in the outer Java, interest income and sharia - net
decreased by 47.00%. In addition, the allowance for impairment
losses on financial and non-financial assets also decreased by
93.43%.This resulted in a decrease in operating profit by 87.56%
and a decrease in current profit by 78.24%.
Terkait dengan jumlah aset, Bank Victoria yang berada di
wilayah Jadetabek mengalami peningkatan aset sebesar 14,62%,
sedangkan Bank Victoria yang berada pada wilayah Jawa
Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta Luar jawa mengalami
penurunan yang masing-masing sebesar 73,09%, 63,59%,
28,48%. Berdasarkan jumlah liabilitas, Bank Victoria yang
berada di wilayah Jawa Barat mengalami penurunan liabilitas
sebesar 22,37%, sedangkan Bank Victoria yang berada pada
wilayah Jadetabek, Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta Luar
Jawa mengalami peningkatan liabilitas masing-masing sebesar
10,37%, 56,36%, dan 101,51%.
In relation to the number of assets, Bank Victoria offices located
in Jadetabek region experienced an increase in assets by 14.62%,
while Bank Victoria offices located in the regions of West Java,
Central Java and East Java as well as outside Java experienced
a decrease by respectively 73.09%, 63.59%, 28.48%. Based on
total liabilities, liabilities of Bank Victoria branch office in West
Java decreased by 22.37%, while liabilities of Bank Victoria
branch office in Jadetabek, Central Java and East Java, and Outer
Java regions increased by 10.37%, 56.36%, and 101.51%.
181
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Prospek Usaha
Business Prospect
Di era globalisasi saat ini, perekonomian suatu negara seperti
Indonesia, selain dipengaruhi kondisi internal, juga kondisi
eksternal atau global. Pertumbuhan ekonomi global yang
melambat antara lain disebabkan harga komoditas yang terus
berfluktasi dan belum pastinya pemulihan ekonomi di Eropa
setelah Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit. Di tengah
maraknya potensi ketidakpastian paska terpilihnya Donald
Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45 pada tanggal 9
November 2016 lalu, di dalam negeri berkembang kabar baik
yang patut dicermati. Sentimen positif berasal dari dua lembaga
riset ternama dan kredibel yaitu AC Nielsen dan Danareksa
Research Institute (DRI). Keduanya memaparkan hasil tentang
kenaikan indeks kepercayaan konsumen, berdasarkan riset yang
baru saja mereka lakukan.
In the current era of globalization, the economy of a country like
Indonesia is influenced by internal conditions, as well as external
or global conditions. Slowing global economic growth, among
others, is due to fluctuating commodity prices and uncertain
economic recovery in Europe after the United Kingdom out
of the EU or Brexit. Amid the rampant potential of uncertainty
after the election of Donald Trump as the 45th President of the
United States on November 9, 2016, good news emerged in
the country that should be observed. Positive sentiments come
from two renowned and credible research institutes namely AC
Nielsen and Danareksa Research Institute (DRI). Both describe
the results of an increase in consumer confidence index, based on
research they have just done.
Menurut survei Nielsen, indeks kepercayaan konsumen (IKK)
Indonesia terus naik pada tahun 2016 hingga menembus 122
pada triwulan III, meningkat enam poin dibandingkan kuartal
yang sama tahun 2015 sebesar 116. Indeks yang menunjukkan
optimisme konsumen ini merupakan terbaik ketiga di Asia Pasifik
setelah India dan Filipina. Ada dua indikator yang membuat
indeks kepercayaan konsumen naik. Pertama, indikator
keyakinan konsumen akan kondisi keuangan pribadi dalam 12
bulan kedepan yang cukup aman. Kedua, indikator keinginan
berbelanja yang cukup meyakinkan.
According to Nielsen’s survey, Indonesia’s consumer confidence
index (CCI) continued to rise in 2016 to break 122 in the third
quarter, an increase of six points compared to the same quarter
of 2015 of 116. The index showing consumer optimism is the
third best in Asia Pacific after India and the Philippines. There
are two indicators that make the consumer confidence index
rise. First, the indicator of consumer confidence in personal
financial condition in the next 12 months is quite safe. Second,
the indicator of shopping desire is quite convincing.
Sementara itu, survei DRI menyatakan ekspektasi perekonomian
kedepan lebih baik sehingga membuat kepercayaan konsumen
di Indonesia meningkat. Konsumen percaya pemerintah telah
bekerja dengan baik, tercermin pada laju inflasi yang terkendali
yang terefleksi pada harga pangan yang relatif stabil. DRI juga
mencatat konsumen percaya perekonomian yang membaik di
masa depan akan mendorong naiknya investasi. Peningkatan
investasi ini akan memicu penciptaan lapangan kerja dan
peningkatan pendapatan per kapita sehingga daya beli pun
meningkat.
Meanwhile, the DRI survey expressed better economic
expectations for the future, thus increasing consumer confidence
in Indonesia. Consumers believe the government has done well,
reflected in the controlled inflation rate reflected in relatively
stable food prices. DRI also noted that consumers believe an
improving economy in the future will encourage increased
investment. This increase in investment will lead to job creation
and increased per capita income so that purchasing power
increases.
Pada akhirnya hasil survei kedua lembaga riset tersebut
merupakan modal bagi harapan ekonomi Indonesia yang lebih
baik. Kepercayaan konsumen juga dapat berdampak positif
terhadap meningkatnya kepercayaan investor terhadap
Indonesia.
In the end, the survey results of the two research institutes
are a good boost for the hope of a better Indonesian economy.
Consumer confidence can also have a positive impact on
increasing investor confidence in Indonesia.
Diantara negara-negara Asia, India, Tiongkok dan Indonesia
merupakan tiga besar Negara tujuan investasi terbaik. Bahkan
bagi kalangan pebisnis Jepang, Indonesia menduduki peringkat
kedua setelah India. Apresiasi juga patut dialamatkan ke
pemerintah, termasuk keberhasilannya dalam program amnesti
pajak yang juga telah dipuji oleh dunia internasional.
Among Asian countries, India, China and Indonesia are the
top three best investment destinations. Even for the Japanese
businessmen, Indonesia ranks second after India. Appreciation
also deserves to be addressed to the government, including its
success in a tax amnesty program that has also been praised by
the international community.
Tidak bisa dipungkiri juga dukungan dari kalangan internasional.
Rilis Bank Dunia yang baru saja mengumumkan peringkat
kemudahan berusaha atau ease of doing business (EODB)
untuk 190 negara yang disurvei. Dalam survei itu peringkat
kemudahan berusaha Indonesia naik tajam dari posisi 106 di
tahun 2015 ke urutan 91 di tahun 2016. Kenaikan peringkat
itu menunjukkan bahwa melakukan bisnis di Indonesia semakin
mudah. Indonesia pun mencatat rekor dengan melakukan tujuh
Support from the international community is inevitable. The
World Bank’s recently announced ease of doing business (EODB)
rating for 190 countries surveyed. In the survey, Indonesia’s
ranking for ease of doing business rose sharply from 106th
position in 2015 to 91th in 2016. The rating increase shows that
doing business in Indonesia is getting easier. Indonesia also set a
record by conducting seven reforms in the past year, to improve
the business climate for local entrepreneurs. Reforms in the
PT Bank Victoria International Tbk.
182
Laporan Tahunan 2016
reformasi dalam satu tahun terakhir, untuk memperbaiki iklim
usaha bagi pengusaha lokal. Reformasi dalam satu tahun terakhir
juga ditujukan untuk menerapkan atau mendorong penggunaan
sistem online. Memulai usaha menjadi lebih mudah karena adanya
berbagai sistem online yang fungsional.
past year are also intended to implement or encourage the use
of online systems. Starting a business becomes easier because of
the variety of functional online systems.
Kebijakan fiskal masih diharapkan mampu menjadi instrument
efektif untuk memperkuat ekonomi Indonesia dalam menghadapi
tantangan global dan regional dengan mendukung penciptaan
pertumbuhan yang inklusif dan berdaya tahan konsumsi rumah
tangga maupun pemerintah diperkirakan bisa menjadi pendorong
utama perekonomian, sebagai dampak dari laju inflasi yang relatif
terkendali dan hanya mencapai 4% pada tahun 2017. Selain itu,
rendahnya suku bunga acuan yang didukung oleh implementasi
14 jilid paket kebijakan ekonomi dapat mendorong kinerja
investasi dan berdampak positif kepada kinerja pertumbuhan
ekonomi.
Fiscal policy is still expected to be an effective instrument
to strengthen Indonesia’s economy in facing global and
regional challenges by supporting the creation of inclusive and
sustainable growth. Household and government consumption
are expected to be the main driver of the economy, as a result of
relatively controlled inflation rate and only reach 4% by 2017. In
addition, low interest rates supported by the implementation of
a 14-volume package of economic policies can boost investment
performance and have a positive impact on economic growth
performance.
Perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan
skenario dasar pada tahun 2016 dan 2017 adalah sebesar
5.1% dan 5.2% (5.1% dalam APBN 2017). Skenario dasar ini
merupakan kondisi belum diperhitungkanya risiko ekonomi
global dan domestik dalam proses proyeksi.
Estimates of Indonesia’s economic growth based on the basic
scenario in 2016 and 2017 are 5.1% and 5.2% (5.1% in APBN
2017). This basic scenario is a condition not yet taken into
account global and domestic economic risks in the projection
process.
Namun demikian mengingat cukup kuatnya risiko ekonomi
kedepan yang berasal dari risiko global dan domestik,
pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan terkoreksi
dari skenario dasar. Sementara itu risiko ekonomi global dan
domestik yang tidak diantisipasi oleh kebijakan yang tepat
akan dapat memberikan dampak terhadap pencapaian target
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang besarnya 5.0% dan 5.1%
pada tahun 2016 dan 2017.
However, given the strong economic risks ahead of global and
domestic risks, Indonesia’s economic growth is expected to be
corrected from the underlying scenario. Meanwhile, global and
domestic economic risks that are not anticipated by the right
policies will have some impact on achieving Indonesia’s economic
growth target of 5.0% and 5.1% in 2016 and 2017.
(Sumber : Lampiran Perpres No. 45 Tahun 2016 Tentang Rencana
Kerja Pemerintah Tahun 2017)
(Source: Annex Presidential Decree No. 45 Year 2016 Concerning
Government Work Plan of 2017)
Melihat prospek pertumbuhan ekonomi global dan Indonesia di
tahun 2017, maka Bank optimis dapat meraih setiap peluang dan
potensi yang tercipta. Beberapa peluang tersebut yaitu:
Looking at the prospects for global economic growth and
Indonesia in 2017, the Bank is optimistic to achieve every
opportunity and potential created. Some of these opportunities
are:
a. The expansion of office network outside Jabodetabek area
still gives market niche opportunity and market share which
is still open.
b.The existence of demographic bonus with the most
aggressive growth of middle class society in ASEAN level
according to the Bank target market.
c. Prioritizing and improving the development of MSMEs and
commercial target market supported by the existence and
alignment of government programs, Bank Indonesia and
the Financial Services Authority as regulator to support
the development of small and medium enterprises and
infrastructure development.
d. The Bank has a Business Group that supports the Bank’s
business development such as Bank Victoria Syariah, Victoria
Securities, Victoria Insurance and Victoria Investment
Management so that cross selling can be conducted against
existing customers.
e. Building retail banking community through acquisition of
new customers such as individual customers (including
payroll customers) and small and medium enterprise (SME)
segment communities by optimizing the quality of Bank
products and services.
a. Ekspansi jaringan kantor di luar wilayah Jabodetabek yang
masih memberikan peluang ceruk pasar dan market share
yang masih terbuka.
b. Adanya Bonus demografi dengan pertumbuhan masyarakat
kelas menengah (midlle class) paling agresif di tingkat Asean
sesuai dengan target market Bank.
c.Memprioritaskan dan meningkatkan pengembangan
target market UMKM dan komersial yang didukung oleh
keberadaan dan keberpihakan program pemerintah, Bank
Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator
untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah
serta pengembangan infrastruktur.
d. Bank memiliki Grup usaha yang mendukung perkembangan
bisnis Bank seperti Bank Victoria Syariah, Victoria Sekuritas,
Victoria Insurance dan Victoria Manajemen Investasi
sehingga dapat dilakukan cross selling terhadap nasabah yang
ada.
e. Membangun komunitas retail banking melalui akuisisi
nasabah baru seperti nasabah perorangan (termasuk
diantaranya nasabah payroll) dan komunitas segmen usaha
kecil dan menengah (UKM) dengan mengoptimalkan kualitas
produk dan pelayanan Bank.
2016 Annual Report
183
PT Bank Victoria International Tbk.
f.
Memaksimalkan penjualan produk serta meningkatkan
aktivitas transaksional dengan mengedepankan kemudahan
dan efisiensi bagi nasabah dengan terus melakukan proses
digitalisasi dan inovasi pada layanan elektronik.
g. Meningkatkan efisiensi jaringan operasional Bank dengan
menerapkan model bisnis yang tepat dan memperkuat
e-channels.
h. Meningkatkan efisiensi operasional Bank dengan simplifikasi
proses, otomasi dan digitalisasi.
f. Maximizing product sales and increase transactional
activities by promoting ease and efficiency for customers
by continuing to process digitalization and innovation in
electronic services.
g. Improving the efficiency of Bank’s operational network
by applying the right business model and strengthening
e-channels.
h. Improving the Bank’s operational efficiency by simplifying
process, automation and digitization.
Melalui peluang tersebut dan juga didorong oleh aspirasi
manajemen untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan di
tengah dinamika ekonomi global maupun nasional, Bank Victoria
terus meningkatkan kapabilitas internal dalam menghadapi
tantangan makro ekonomi di Tahun 2017. Bank meningkatkan
efektivitas operasional dan kualitas produk serta layanan
jasa dengan mengoptimalkan proses bisnis sehingga sesuai
dengan kebutuhan nasabah. Bank terus mengembangkan dan
berinvestasi pada sistem guna meningkatkan kemampuan
jaringan cabang-cabang kami. Terutama upaya dedikasi
dari seluruh karyawan kami yang sangat signifikan di tahun
ini dan akan berperan semakin penting dalam upaya kami
mengoptimalkan kekuatan dan kemampuan mereka untuk masa
depan. Selain itu juga Bank Victoria optimis dapat mencapai
potensi peningkatan target bisnis Bank yakni pertumbuhan
kredit sebesar 13.84% (sudah termasuk EIR), pertumbuhan DPK
sebesar 6.62%, pertumbuhan laba setelah pajak sebesar 104.02%
serta pertumbuhan aset sebesar 21.18%. Sehubungan dengan
itu, Bank optimis selalu berupaya untuk meningkatkan efisiensi
business model yang dijalankan selama ini, dengan penekanan
lebih pada perbaikan kualitas layanan dan kecepatan akses
bagi nasabah untuk dapat bersaing di industri perbankan dan
meningkatkan pertumbuhan Bank. Adapun produk-produk baru
tersebut antara lain adalah merupakan produk bancassurance,
produk referral dan berbagai layanan perbankan. Bisnis Wealth
Management dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan nasabah
Bank Victoria, baik nasabah individu maupun perusahaan yang
menginginkan solusi optimal bagi perlindungan aset maupun
investasi keuangan mereka. Layanan Wealth Management Bank
Victoria menawarkan berbagai produk proteksi yang disalurkan
melalui layanan one stop service di seluruh cabang Bank Victoria.
Through these opportunities and also driven by the management’s
aspirations to capitalize on growth opportunities amid the global
and national economic dynamics, Bank Victoria continues
to improve its internal capabilities in facing macroeconomic
challenges in 2017. The Bank improves operational effectiveness
and quality of products and services by optimizing business
processes to fit customer needs. The Bank continues to develop
and invest in systems to improve the network capabilities of
our branches. Especially the full of dedication efforts of all our
significant employees this year and will play an increasingly
important role in our efforts to optimize their strengths and
capabilities for the future. In addition, Bank Victoria is optimistic
to achieve the Bank’s business growth target of 13.84%
(including EIR), loan growth of 6.62%, profit after tax of 104.02%
and asset growth of 21.18%. In this regard, the Bank is optimistic
to always strive to improve the efficiency of the business model
over time, with more emphasis on improving service quality
and speed of access for customers to compete in the banking
industry and increase the Bank’s growth. The new products
include bancassurance products, referral products and various
banking services. Wealth Management business is developed
to meet the needs of Bank Victoria customers, both individual
and corporate customers who want an optimal solution for their
asset protection and financial investment. Bank Victoria Wealth
Management Services offers a range of protection products
delivered through one stop service at all branches of Bank
Victoria.
Bank Victoria telah mengembangkan produk-produk proteksi
dan investasi melalui kemitraan dengan berbagai perusahaan
dan investasi melalui kemitraan dengan berbagai perusahaan
asuransi ternama dan manajemen investasi yang mempunyai
reputasi yang baik di Indonesia dan aktif melakukan upaya
penjualan silang (cross selling) untuk mendorong kinerja layanan
Wealth Management. Sedangkan untuk terobosan baru yang akan
dilakukan adalah dengan membuat produk VIP Safe dalam mata
uang US Dollar.
Bank Victoria has developed protection and investment products
through partnerships with various companies and investments
through partnerships with leading insurance companies and
reputable investment management in Indonesia and is actively
conducting cross selling efforts to drive the performance of
Wealth Management. As for the new breakthrough that will be
done is to make VIP Safe products in US$ Dollar currency.
STRATEGI DAN RENCANA KERJA 2017
STRATEGY AND WORK PLAN 2017
Dalam rangka meningkatkan kinerja dan profitabilitas Bank,
manajemen Bank Victoria telah menyusun strategi dan rencana
kerja yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2017. Strategi dan
rencana kerja Bank tersebut diuraikan sebagai berikut.
In order to improve the Bank’s performance and profitability, the
management of Bank Victoria has developed strategies and work
plans to be implemented throughout 2017. The Business Plan of
the Bank is described as follows.
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS 2017
BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY 2017
Sejalan dengan penetapan tema Rencana Bisnis Bank 2017
untuk Sustainable Asset Quality Growth, maka Bank Victoria telah
menetapkan langkah-langkah strategis sebagai berikut.
In line with the theme of Bank Business Plan 2017 for Sustainable
Asset Quality Growth, Bank Victoria has established the
following strategic measures.
PT Bank Victoria International Tbk.
184
Laporan Tahunan 2016
1.Strategi Pengembangan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga di tahun 2017 akan
difokuskan kepada deposan retail dan berdana murah.
Adapun beberapa kunci strategi yang akan diterapkan oleh
Bank adalah sebagai berikut.
1.Strategy for Developing Third Party Funds
Third Party Funds in 2017 will be focused on retail depositors
and cheap donations. The points that will be applied by the
Bank in the future are as follows.
a.Strategi Produk (Product Strategy)
- Memperkenalkan produk CASA dan Deposito valas
(USD dan Other Major Currency)
- Mendapatkan ijin APERD dengan mempersiapkan
administrasi dan system
-Memperkenalkan Chip Card ATM
-Meluncurkan Cash Management dan Virtual
Account
- Mendorong penjualan VIP Safe, V-Plan, dan
V88
- Memasarkan fitur baru VIP Giro
- Mewajibkan rekening tabungan untuk pembukaan
deposito
- Memperkenalkan beberapa bundling program
tabungan, deposito, dan produk asuransi.
- Meluncurkan beberapa produk dan program wealth
management seperti bancassurance regular premium
untuk meningkatkan fee based income Bank
- Memasarkan produk Mutual Fund
b.Strategi Pemasaran (Marketing Strategy)
- Melakukan kegiatan sosialisasi perbankan melalui
CSR dana atau edukasi terhadap masyarakat
-Setiap Cluster akan mengadakan customer event
setiap bulannya untuk memperkenalkan produk
unggulan Bank, terutama VIP Safe
- Melakukan aktivitas customer gathering untuk
produk-produk wealth management
- Bekerjasama dalam hal referensi produk
Bancassurance
- Memperkenalkan layanan Call Center Bank
c. Strategi Penjualan (Sales Strategy)
- Meningkatkan produktivitas Pimpinan Cabang
dan Marketing Officer dalam pencapaian DPK dan
NTB melalui laporan, monitoring, dan mentoring
harian
-Mengurangi
porsi
deposan
inti
dengan
memperbanyak porsi deposan retail agar DPK
portfolio tidak hanya didominasi oleh deposan
inti
-Cabang melakukan aktivitas cross selling kepada
Debitur dan Deposan Korporasi/Komersial untuk
menjual produk deposito dan VIP Safe kepada
karyawan
- Mendorong cabang untuk melakukan aktivitas sales
yang lebih agresif dengan cara referral, cross selling,
dan portfolio deepening
- Mengaktivasikan nasabah yang sudah dormant
ataupun zero balance dengan memberikan informasi
rate deposito yang up to date, fitur produk VIP
Safe, dan cross selling kepada produk Wealth
Management
-Setiap Cluster mengadakan program OTO minimal
satu kali dalam satu bulan
- Meningkatkan profitabilitas Bank melalui cross
selling penjualan produk Bancassurance/Wealth
Management
a. Product Strategy
-Introducing products of CASA and Foreign Exchange
Deposit (USD and Other Major Currencies)
-Obtain
APERD
permission
by
preparing
administration and system
-Introducing Chip Card ATM
-Launching Cash Management and Virtual
Account
-Encouranging the sales of VIP Safe, V-Plan, and
V88
- Marketing the new feature of VIP Giro
- Requiring opening of saving accounts for
deposits
-Introducing some bundling of savings programs,
deposits, and insurance products.
-Launching several wealth management products and
programs such as regular premium bancassurance to
increase fee-based income
- Marketing the Mutual Fund products
b. Marketing Strategy
-Conducting banking socialization activities through
CSR fund or education to the community
-Each Cluster will hold a customer event every month
to introduce the Bank’s flagship product, especially
VIP Safe.
-Conducting customer gathering activities for wealth
management products
-Collaborating
on
bancassurance
product
references
-Introducing the Bank Call Center service
c.Sales Strategy
-Increasing the productivity of Branch Managers
and Marketing Officers in the achievement of DPK
and NTB through daily reporting, monitoring and
mentoring
- Reducing the portion of core depositors by increasing
the portion of depositors to DPK portfolio not only
dominated by core depositors
-
Branch offices conduct cross selling activities to
Debtors and Corporate/Commercial Depositors
to sell deposit and VIP Safe products to
employees
-Encourage branches to conduct more aggressive
sales activities by referral, cross selling, and portfolio
deepening
-Activating dormant or zero balance customers by
providing up to date deposit rate information, VIP
Safe product features, and cross selling to Wealth
Management products
-Each Cluster conducts an OTO program at least once
a month
- Increasing bank profitability through cross
selling of Bancassurance/Wealth Management
products
2016 Annual Report
185
PT Bank Victoria International Tbk.
2.Strategi Pembiayaan kredit
Secara umum, di tahun 2017 Bank akan fokus kepada kredit
segmen UMKM dan Komersial dengan strategi yang akan
diterapkan oleh Bank kedepannya sebagai berikut.
2. Credit Financing Strategy
In general, in 2017, the Bank will focus on MSME and
Commercial segment loans with strategies to be implemented
by the Bank in the future as follows.
a. Menetapkan sasaran/target pasar berdasarkan risk
appetite
- Mengklasifikasikan jenis usaha (perdagangan,
industri, dan jasa) dari yang menjadi prioritas hingga
yang dihindari
- Memberdayakan lebih lagi peran divisi bisnis
sebagai pemegang kendali strategi dan pencapaian
portofolio
- Menjaga pemeberian kredit yang prudent
berdasarkan SOP dan ketentuan Bank serta historical
kredit bermasalah (lesson learned)
b. Meningkatkan pertumbuhan portofolio kredit secara
konsisten
- Memprioritaskan pertumbuhan kredit UMKM
(sampai dengan Rp10 miliar) dan Komersial (sampai
dengan Rp25 miliar)
- Mendorong pertumbuhan kredit di cabang dengan
memantau perkembangan pipeline (cold, warn, hot)
secara disiplin
- Memfokuskan pada Cabang yang sudah memiliki
portofolio kredit cukup besar dan baik serta
potensial untuk dikembangkan
c. Melakukan percepatan proses pengajuan kredit agar
dapat kompetitif
- Memperbaiki isi usulan permohonan kredit
(meningkatkan kualitas)
- Meningkatkan efisiensi sistem pengecekan alur
proses pengajuan kredit dan dokumentasinya
a. Setting targets/target market based on risk
appetite
-Classify the type of business (trade, industry, and
services) from the prioritized to the avoided
- Meningkatkan koordinasi yang lebih baik dengan
bagian support, taksasi agunan (legal dan administrasi
kredit)
- Melakukan koordinasi yang sinerji dengan bagian
analis kredit berdasarkan asas prudential banking dan
kesepakatan risk apetite
d. Mengoptimalkan peran Cabang, Divisi Bisnis dan
Divisi Credit Analyst dalam peningkatan kualitas proses
kredit
- Sentralisasi proses kredit di Kantor Pusat untuk
Pengajuan dengan plafon di atas Rp5 miliar
- Kantor Cabang dapat melakukan proses kredit untuk
plafon lebih kecil sampai dengan Rp5 miliar
- Proses kredit hanya dapat dilakukan oleh Divisi
Bisnis dan Kantor Cabang dengan limit yang telah
ditetapkan
- Kantor Cabang Pembantu diperkenankan untuk
membukukan kredit, namun tidak dapat melakukan
pemrosesan kredit
- Kantor Kas tidak diperkenankan untuk memproses
dan membukukan kredit dan hanya bersifat
referral
-Peranan Credit Analyst lebih ditingkatkan dengan
menurunkan plafon kredit yang harus dilakukan
review menjadi di atas Rp5 miliar (sebelumnya di atas
Rp10 miliar)
e. Meningkatkan peran dan kualitas SDM di bidang
perkreditan, terutama BM dan AO
- Menetapkan sasaran kerja individu (KPI) bagi
Kepala Divisi, BM, dan AO berdasarkan pencapaian
portofolio dari sisi kuantitas dan kualitas
-Empowering even more the role of business
division as the controller of strategy and portfolio
achievement
- Maintain prudent lending based on SOP and
conditions as well as historical Bank loans (lesson
learned)
b.Increasing
the
growth
of
loan
portfolio
consistently
- Prioritizing the growth of MSMEs (up to Rp10
billion) and Commercial (up to Rp25 billion)
-Encouraging credit growth in the branch by
monitoring the progress of pipeline (cold, warm, hot)
with discipline.
- Focusing on Branches that already have a large
and good credit portfolio and potential to be
developed
c.Accelerating the credit application process to be
competitive
- Fixing the contents of the credit application proposal
(improving the quality)
- Improving the efficiency of the system checking
the process flow of credit application and
documentation
-Improving better coordination with support, taxation,
collateral (legal and credit administration)
-Coordinate synergies with the credit analyst section
based on prudential banking principles and risk
apetite agreement
d.Optimizing the role of Branch, Business Division and
Credit Analyst Division in improving credit process
quality
- Centralized credit process at Head Office for Filing
with a ceiling above Rp5 billion
- Branch Offices can perform credit process for a
smaller ceiling of up to Rp 5 billion.
-The credit process can only be done by the Business
Division and Branch Office with a fixed limit
-
Sub-Branch Office is allowed to record credit, but
cannot perform credit processing
-
The Cash Office is not allowed to process and record
credit and is only referral
-The role of Credit Analyst is further enhanced by
decreasing the credit ceiling to be reviewed above
Rp5 billion (previously above Rp10 billion)
e.Increasing the role and quality of human resources in the
field of credit, especially BM and AO
- Setting individual employment goals (KPI) for
Division Head, BM and AO based on portfolio
achievement in terms of quantity and quality
PT Bank Victoria International Tbk.
f.
-Meningkatkan knowledge dan skill BM dan AO
secara melalui program pelatihan (baik dari internal
maupun eksternal)
- Memberikan kewenangan memutus kredit kepada
BM dan di-monitoring secara berkala
Meningkatkan penanganan/manajemen account secara
konsisten
-
Melakukan
pemantauan
dan
penagihan
Kolektibilitas 2 secara regular dan disiplin
- Melakukan koordinasi dengan bagian restrukturisasi
dan remedial untuk Kolektibilitas 2 dan Non
Performing Loan
-
Melakukan
pemantauan
perkembangan
Kolektibilitas 3, 4, dan 5 (NPL) yang ditangani baik
oleh bagian restrukturisasi maupun remedial,
termasuk jika membaik dan kembali ke bisnis
186
Laporan Tahunan 2016
f.
-Improving knowledge and skills of BM and AO
through training programs (both internal and
external).
- Providing authority to make credit decision to BM
and monitored periodically
Improving
account
handling/management
consistently
- Monitoring and collecting Collectibility 2 regularly
and with discipline
-Coordinate with restructuring and remedial
sections for Collectibility 2 and Non Performing
Loans
- Monitoring the development of Collectibles 3, 4, and
5 (NPLs) handled by both restructuring and remedial
sections, including if it improves and returns to
business
3.Aspek Operasional dan Teknologi
Secara umum, tema strategi terkait dengan aspek operasional
dan teknologi yang akan diterapkan oleh Bank kedepan
adalah menyediakan layanan operasional perbankan yang
efisien, nyaman, cepat dan handal yang berbasis kepada
orientasi Bisnis. Adapun poin-poin yang akan diterapkan
oleh Bank kedepan adalah sebagai berikut.
3. Operating and Technological Aspects
In general, the strategy theme related to operational and
technological aspects to be applied by the Bank in the future
is to provide efficient, convenient, fast and reliable banking
operational services based on Business orientation. The
points that will be applied by the Bank in the future are as
follows.
a. Jalur efektifitas proses operasional dari hulu ke hilir
dievaluasi dan diperbaiki
b. Kualitas administrasi dan percepatan proses dapat
diwujudkan baik dari sisi perkreditan, operasional, dan
IT
c.Transaksi yang semakin kompleks dan meningkat
jumlahnya dapat di deliver secara tepat waktu, zero
defect,
dan
memberikan
kepuasan
kepada
customer
d.Data core banking dapat diolah dan didistribusikan
kepada berbagai unit kerja yang membutuhkan dalam
bentuk laporan yang tepat dan akurat sehingga proses
pengambilan keputusan bisnis lebih efektif
e. Dapat mengikuti perkembangan arah bisnis yang lebih
fokus ke retail banking sehingga dapat sejajar dengan
Bank pesaing
a.The operating process effectiveness path from upstream
to downstream is evaluated and improved
b.Administration quality and acceleration process can
be realized both in terms of credit, operations, and
IT
c.Transactions increasingly complex and increasing in
number can be delivered in a timely manner, zero defect,
and provide satisfaction to the customers
d.Core banking data can be processed and distributed to
various working units in need in the form of timely and
accurate report so that the business decision-making
process can be more effective
e.Able to follow the development of a more focused
business direction to retail banking so that it can align
with the competitors Bank
RENCANA KERJA 2017
WORK PLAN 2017
RENCANA JANGKA PENDEK
SHORT TERM PLAN
Meskipun celah pertumbuhan industri perbankan di triwulan III
tahun 2016 dalam tekanan konsolidasi. Bank akan tetap menjaga
pertumbuhan dan kinerja usaha yang lebih baik. Di tahun 2017,
bisnis tetap harus tumbuh dengan kualitas yang lebih baik
dengan ditopang oleh efektivitas proses kerja baik dari aspek
supporting maupun dari aspek bisnis agar proses kerja menjadi
lebih cepat, efisien tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Untuk mencapai hal tersebut Bank memiliki beberapa target
jangka pendek yang telah ditetapkan sebagai berikut:
Although the growth gap of the banking industry in the third
quarter of 2016 in the pressure of consolidation. The Bank will
maintain better growth and business performance. In 2017,
business should still grow with better quality supported by the
effectiveness of the work process both from the supporting
aspects and from the business aspect to work process becomes
faster, efficient without ignoring the prudent principle. To
achieve this the Bank has several short-term targets that have
been set as follows:
1.Jaringan kantor
Di tahun 2017, bank masih akan membuka cabang baru di
kota yang potensial dan mengoptimalkan jaringan kantor
dengan peningkatan status kantor serta merelokasi kantor
kas yang saat ini dinilai tidak produktif ataupun tidak sesuai
dengan target market yang sudah dicanangkan oleh Bank.
1. Office network
In 2017, the bank will still open new branches in potential
cities and optimize its office network by upgrading office
status and relocating cash offices that are currently
considered unproductive or incompatible with the market
target set by the Bank.
2016 Annual Report
187
PT Bank Victoria International Tbk.
Adapun rencana perubahan jaringan kantor yang akan
dilakukan adalah:
• Pebukaan 4 (empat) Kantor Cabang (KC) dan 1 (satu)
Kantor Kas (KK) yaitu di Bali yang merupakan carry
over dari rencana tahun 2016, kota Medan, kota
Makassar dan kota Semarang, serta Kantor Kas di kota
Surabaya.
• Peningkatan status 1 (satu) Kantor Cabang Pembantu
(kcp) menjadi Kantor Cabang (KC) yaitu Kantor Cabang
Pembantu Graha bip menjadi Kantor Cabang Graha
bip.
• Relokasi 1 (satu) Kantor Kas dan 2 (dua) Kantor Cabang
Pembantu, namun ketiga relokasi tersebut diwilayah
yang sama.
2. Pengembangan Produk dan Aktivitas Baru
Produk dan pengembangan aktivitas di tahun 2017
meliputi virtual account, e-money, payment system (bill
system, autodebit and external payment), m-kios dan wealth
management system and product serta trade finance sedangkan
disisi pengembangan dari tahun 2016 adalah corporate
internet banking dan penerbitan bancassurance product.
Pengembangan aktivitas dan produk baru tersebut untuk
mendukung ekspansi bisnis khususnya kepada retail banking.
Pengembangan aktivitas dan produk tersebut sudah menjadi
keharusan bagi Bank Victoria untuk menjadi one stop solution
untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah Bank Victoria.
Persaingan terkait layanan perbankan yang sudah lengkap
sejak lama dikembangkan oleh bank-bank pesaing. Selain
selalu mempertahankan mutu layanan perbankan, Bank
Victoria juga berkomitmen untuk meningkatkan keamanan
perbankan.
3.Meningkatkan penerimaan fee based income
Secara perlahan namun pasti, bank di tahun lalu telah
memperkuat struktur organisasi bisnis dan memulai
meluncurkan produk-produk untuk meningkatkan perolehan
pendapatan operasional dengan meningkatkan penerimaan
fee based income terutama melalui produk dan aktivitas baru
dan pelayanan kepada nasabah.
4. Go Live menjadi Bank Devisa
Ditargetkan pada triwuan I pada tahun 2017, sudah Bank
Victoria sudah melakukan kegiatan operasional Bank Devisa.
Bank tengah berupaya memenuhi sistem dan aplikasi dalam
menjalankan kegiatan Bank Devisa.
5.Memperbaiki Kualitas DPK
Mengurangi ketergantungan dpk kepada Deposan Inti.
Walaupun Deposan Inti Bank Victoria termasuk deposan
yang loyal. Untuk itu porsi Deposan retail harus terus
bertumbuh. Rasio Tabungan dan Giro (CASA) harus tetap
ditingkatkan, mengingat Bank sudah menjadi fitur Internet
Banking dan Mobile Banking (IBMB). Dalam upaya program
presentasi Office to Office (OTO) untuk mendapatkan payroll
account harus berjalan serta berkesinambungan dengan
partisipasi dari seluruh cabang.
Likewise also the cross-selling process by the branch
leadership of depositors to be active in the use of ibmb
features can encourage increased portion of savings in Bank
Victoria.
6. Development of MSME Credit Segmentation
Gradually the ratio of MSME to total credit to be achieved by
the Bank is 15% in 2017 according to Circular Letter Number
17/12/PBI/2015. The bank has set a target that until 2018
the ratio can be met 20%.
Begitu pun juga proses cross-selling oleh pimpinan cabang
terhadap deposan untuk aktif dalam penggunaan fitur ibmb
dapat mendorong peningkatan porsi tabungan di Bank
Victoria.
6. Pengembangan Segmentasi Kredit UMKM
Secara bertahap rasio UMKM terhadap total kredit yang
harus dicapai Bank adalah 15% ditahun 2017 sesuai Surat
Edaran Nomor 17/12/PBI/2015. Bank sudah mencanangkan
target bahwa sampai dengan tahun 2018 rasio tersebut
dapat terpenuhi 20%.
The change to office network plan to be conducted is:
• Opening of 4 (four) branch offices (branch) and 1 (one)
cash office (cash office) in bali which is carry over from
the plan year 2016, also in Medan, Makassar, and
Semarang, and cash office in Surabaya
.
• Upgrading the status of 1 (one) sub-branch office (kcp)
into branch office (kc), which is a Graha BIP sub-branch
office to Graha BIP branch office.
• Relocation of 1 (one) cash office and 2 (two) sub branches,
but the three relocations are in the same region.
2. Development of New Products and Activities
Product and activity development in 2017 includes virtual
account, e-money, payment system (billing system, autodebit
& external payment), m-kios and wealth management
system & product and trade finance while the development
from 2016 is corporate internet banking and issuance of
bancassurance product. The development of new activities
and products to support business expansion especially to
retail banking.
Development of activities and products has become a must
for Bank Victoria to become one stop solution to be able to
meet the needs of Bank Victoria customers. Competition
related to banking services that have been completed since
long developed by competitor banks. In addition to always
maintaining the quality of banking services, Bank Victoria is
also committed to improving banking security.
3. Improving revenues of fee based income
Slowly but surely, the bank in the past year has strengthened
its business organization structure and started launching
products to improve its operating income by increasing feebased income revenue primarily through new products and
activities and services to customers.
4. Go Live becoming Foreign Echange Bank
Targeted in the first quarter of 2017, Bank Victoria has
already conducted the operations of foreign exchange banks.
The Bank is working to meet the system and applications in
performing Foreign Exchange Bank activities.
5. Improving the Quality of DPK
Reducing the dependence of dpk to the Primary Depositors.
Although Bank Victoria Primary Depositors include loyal
depositors. For that reason, the portion of retail Depositors
should continue to grow. Savings and Giro Ratios (CASA)
should be improved, considering that Bank has become a
feature of Internet Banking and Mobile Banking (IBMB). In
the effort of Office to Office (OTO) presentation program
to get payroll account must run and continuous with
participation from all branches.
PT Bank Victoria International Tbk.
188
Laporan Tahunan 2016
Upaya-upaya yang akan terus dilakukan adalah:
• Memberdayakan lebih lagi peran divisi bisnis
sebagai pemegang kendali strategi dan pencapaian
portofolio.
• Meningkatkan kuantitas dan kualitas pembiayaan
khususnya pada Segmentasi UMKM dan Komersil yang
didukung melalui peran aktif DEG dalam memberikan
pengarahan dan pelatihan melalui keahliannya.
• Mengembangkan cakupan pembiayaan kredit ke
perusahaan atau anak perusahaan Jerman di Indonesia
melalui pembentukan German Desk DEG.
• Memantau pertumbuhan kredit di cabang dan memantau
pipeline secara disiplin.
• Disiplin menjalankan step-step kredit proses.
Efforts that will continue to be done are:
• Empowering even more the role of business
division as the controller of strategy and portfolio
achievement.
• Increasing the quantity and quality of financing,
especially on SME and Commercial Segmentation
supported through the active role of DEG in providing
direction and training through its expertise.
• Develop credit financing scopes to German companies
or subsidiaries in Indonesia through the establishment
of the German Desk DEG.
• Monitoring credit growth at branch offices and monitor
pipeline with discipline.
• Being discipline in running the credit process
steps.
RENCANA JANGKA MENENGAH
MEDIUM TERM PLAN
Untuk target jangka menengah (2017-2019), Bank masih
akan tetap memelihara pertumbuhan dan kinerja usaha yang
positif namun dengan melakukan beberapa aktivitas-aktivitas
fundamental guna lebih meningkatkan daya saing Bank di
Industri Perbankan yang ada saat ini maupun kedepannya.
Adapun beberapa target jangka menengah yang telah ditetapkan
oleh Bank yaitu:
For medium-term targets (2017-2019), the Bank will continue
to maintain positive growth and business performance but by
undertaking some fundamental activities to further enhance the
Bank’s competitiveness in the banking industry today and in the
future. Several medium term targets set by the Bank are:
1.Jaringan Kantor
Untuk ekspansi jaringan kantor, target jangka menengah
paling tidak Bank Victoria dapat beroperasi di 7 provinsi,
selain membentuk beberapa Kantor dan ekspansi jaringanjaringan Kantor yang menginduk pada wilayah-wilayah baru
tersebut. Juga melalui pengembangan teknologi perbankan
yakni layanan Internet Banking dan Mobile Banking sebagai
perpanjangan tangan Bank dalam memperluas cakupan
jaringan kantor.
2. Peningkatan Kontribusi Pendapatan Provisi, Komisi dan
Fee Based Income
Melalui peningkatan transaksi ekspor dan impor, valuta
asing di tahun 2017, transaksi pembayaran tagihan listrik,
telepon, pajak, penjualan produk bancassurance, layanan
internet banking dan mobile banking, diharapkan kontribusi
pendapatan provisi, komisi dan fee akan mencapai minimal
12% dari pendapatan bunga di tahun 2019. Proyeksi
Desember 2016 provisi, komisi dan fee based income adalah
lebih besar 10% dari total pendapatan bunga.
3. Fokus Pada Pengembangan/Ekspansi Kredit UMKM dan
Komersial
Bank berencana untuk target jangka menengah lebih
memfokuskan ekspansi pembiyaannya pada segmentasi
UMKM dan komersial sebagaimana telah dijabarkan pada
segmentasi target market diatas.
4. Pengembangan Produk Kredit dan Pendanaan
Beberapa produk kredit dan pendanaan diharapkan dapat
dikembangkan dalam jangka menengah. Hal ini untuk lebih
memanfaatkan fungsi dari core Banking System Bank.
5. Rencana Pengembangan IT dan Core Banking System
Perencanaa strategi IT untuk mendorong rencana bisnis
bank secara keseluruhan dalam memberikan dukungan
teknologi, haruslah dapat memberikan dukungan teknologi
yang inovatif yang dapat mendukung kebutuhan bisnis Bank
dalam memberikan layanan dan keamanan kepada nasabah.
Dengan membangun teknologi sistem informasi yang terkini
sejalan dengan bisnis Bank sehingga memberikan kemudahan
1. Office Network
For office network expansions, the medium-term targets at
least Bank Victoria can operate in 7 provinces, in addition to
establishing several offices and expansion of office networks
that span on these new areas. Also through the development
of banking technology namely Internet Banking and Mobile
Banking services as an extension of the Bank in expanding
the coverage of office network.
2. Increased Contribution of Income Provision, Commission
and Fee Based Income
Through increasing export and import transactions, foreign
exchange in 2017, electricity and telephone bills, tax,
bancassurance product sales, internet banking and mobile
banking transactions, it is expected that the provision,
commission and fee revenue contribution will reach at least
12% of interest income in 2019. The projection of December
2016 provision, commission and fee based income is 10%
greater than the total interest income.
3.Focus on Development/Expansion of MSME and
Commercial Credit
The Bank plans to target medium-term focus more
on expansion of its financing on SME and commercial
segmentation as described in the above target market
segmentation.
4. Development of Credit Products and Funding
Some credit and funding products are expected to be
developed in the medium term. This is to better utilize the
function of the Bank’s core Banking System.
5. Development Plan for IT and Core Banking System
IT strategy planning to drive the bank’s overall business
plan to provide technological support should be able to
provide innovative technology support that can support
the bank’s business needs in providing services and security
to customers. By building the latest information systems
technology in line with the bank’s business so as to provide
easy access, transaction security, back office services
2016 Annual Report
189
PT Bank Victoria International Tbk.
akses, keamanan bertransaksi, membantu layanan back
office dalam mendukung operasional bisnis Bank dan dapat
memberikan efisiensi biaya operasional dalam mendukung
ekspasnsi bisnis Bank yang lebih agresif, hal ini merupakan
target dari pengembangan sistem informasi teknologi di
Bank Victoria.
in support of bank business operations and can provide
operational cost efficiency in support of more aggressive
banking business expansion, this is the target of information
technology system development in Bank Victoria.
Sejalan dengan hal tersebut maka untuk menunjang
kebutuhan bisnis Bank dalam menaikan status dari Bank
umum menjadi “Bank devisa” maka Divisi Teknologi
Informasi melakukan pengembangan yang utama saat ini
adalah merelokasi Data Center (DC) dan Data Recovery
Center (DRC) yang akan digunakan sebagai payment system
dan operasional Bank (bank office) diluar sistem core
banking yang nantinya dapat digunakan untuk memberikan
layanan produk-produk e-channel (digital banking, branchless
banking, customer delivery system serta payment system yang
terintegrasi dengan core system) yang lebih inovatif dari
saat ini. Selain itu, juga dikembangkan core banking untuk
mampu mengakomodir transaksi dalam mata uang valas
selain itu juga akan direncanakan untuk pengembangan
tambahan untuk dapat interface dengan aplikasi pihak ketiga
seperti SWIFT, Bloomberg, yang tentunya akan disesuaikan
dengan kebutuhan bisnis yang berjalan. Selanjutnya dalam
meningkatkan security awarness dan sejalan dengan rencana
badan regulator Bank sentral divisi teknologi informasi
sudah melakukan upgrading sistem kartu ATM dari yang
berbasis magnetik ke berbasis Chip (EMV).
In line with this, to support the bank business needs in raising
the status of commercial banks into “foreign exchange banks”,
the Information Technology Division is currently conducting
key development by relocating Data Center (DC) and Data
Recovery Center (DRC) that will be used as payment System
and bank operations outside the core banking system
which can be used to provide e-channel products (digital
banking, branchless banking, customer delivery system and
payment system integrated with core system) that are more
innovative than they are currently. In addition, core banking
is also developed to be able to accommodate transactions
in foreign currency but it will also be planned for additional
development to be able to interface with third-party
applications such as SWIFT, Bloomberg, that will certainly be
tailored to the needs of running businesses. Furthermore, in
improving security awarness and in line with the plan of the
central bank regulation, information technology division has
been upgrading the ATM card system from a magnetic-based
to Chip-based (EMV).
Terkait dengan security awareness ini juga bank sudah
melakukan sertifikasi pengujian infrastruktur, aplikasi dan
jaringan baik internal dan eksternal dengan melakukan pen
test termasuk remediasi secara regular dari tahun 2014 oleh
pihak ketiga secara dan akan terus dilakukan pada tahun
2017 dan tahun-tahun selanjutnya, hal ini untuk meyakinkan
bahwa infrastruktur, aplikasi dan jaringan Bank Victoria
sudah memiliki tingkat security yang baik dan sejalan dengan
aturan kebijakan regulator Bank Sentral. Sedangkan untuk
mendukung bisnis yang Bank yang berfokus pada segmentasi
retail, maka pada tahun 2017 Bank berencana akan
melakukan Module Loan yang ada saat ini dengan kebutuhan
perkembangan segmentasi retail yang lebih yang lebih
variatif, serta berencana mengimplementasikan E-Account
dan Cash Management (termasuk Virtual Account),
EDC Sistem akan dioptimalkan untuk mendukung M-kios
dan payment system, wealth management system (wms).
Untuk mendukung customer experience, dalam meningkatkan
layanan nasabah dan mendekatkan bank kepada nasabahnya
Divisi Teknologi Informasi juga akan membangun sistem
Call Center yang baik yang dilengkapi dengan teknologi IVR
dengan fitur yang memudahkan nasabah untuk melakukan
perubahan PIN ATM oleh nasabah sendiri dan mengetahui
mutasi terakhir, yang dilengkapi dengan teknologi recording
sistem yang lebih baik. Sehingga memudahkan nasabah
dalam meningkatkan keamanan ATM dan bertransaksi.
EDC System will be optimized to support M-kios and
payment system, wealth management system (wms). To
support customer experience, in improving customer
service and bringing the bank closer to its customers, the
Information Technology Division will also build a good Call
Center system equipped with IVR technology with features
that enable customers to change their ATM PIN by their
own and know the latest transaction history, also equipped
with better recording system technology. So as to facilitate
customers in improving ATM security and doing transaction.
Related to this security awarness, the bank has already
certified the internal and external infrastructure, application
and network testing by pentest including regular remediation
from 2014 by third parties and will continue to be done in
2017 and in the following years. This is to ensure that Bank
Victoria’s infrastructure, applications and networks already
have a good level of security and are in line with central bank
regulatory policy rules. Meanwhile, to support the bank’s
business which focuses on retail segmentation, in 2017
the bank plans to implement the current Module Loan with
the need for more varied retail segmentation and plans to
implement E-Account and Cash Management (including
Virtual Account).
190
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Tinjauan Keuangan
Financial Review
Tinjauan keuangan yang diuraikan berikut mengacu kepada
Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun yang berakhir
tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 yang disajikan dalam
Laporan Tahunan ini. Laporan Keuangan telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan
Rekan (independent member firm of Pricewaterhouse Cooper)
dan mendapat opini wajar, dalam semua hal yang material,
posisi keuangan PT Bank Victoria International Tbk dan Entitas
Anak pada tanggal 31 Desember 2016, serta kinerja keuangan
konsolidasian dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia.
The financial review described below refers to the Consolidated
Financial Statements for the year ended in 31 December 2016
and 2015 as presented in this Annual Report. The Financial
Statements have been audited by the Public Accounting Firm of
Tanudiredja, Wibisana, Rintis and Partners (Independent member
firm of Pricewaterhouse Cooper) and received unqualified
opinion, in all material respects, the financial position of PT Bank
Victoria International Tbk and Subsidiaries as of 31 December
2016, as well as the consolidated financial performance and
consolidated cash flows for the year then ended, in accordance
with Indonesia’s Financial Accounting Standards.
LAPORAN
POSISI
KONSOLIDASIAN
CONSOLIDATED
STATEMENT
FINANCIAL POSITION
KEUANGAN
OF
Tabel Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Table of consolidated statement of financial position
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Pertumbuhan
Growth
Uraian
2016
2015
1
2
3
4=2-3
5=4/3
24,778,043,706
22,404,912,158
2,373,131,548
10.59%
Financial Assets
Description
ASET
Aset Keuangan
Aset Non Keuangan
TOTAL ASET
ASSETS
1,221,937,577
845,773,493
376,164,084
44.48%
Non-Financial Assets
25,999,981,283
23,250,685,651
2,749,295,632
11.82%
TOTAL ASSETS
22,081,558,105
19,908,027,203
2,173,530,902
10.92%
Financial Liability
LIABILITAS
Liabilitas Keuangan
Liabilitas Non Keuangan
1
LIABILITY
93,353,479
123,562,622
(30,209,143)
(24.45%)
Non-Financial Liability
22,174,911,584
20,031,589,825
2,143,321,759
10.70%
TOTAL LIABILITIES
DANA SYIRKAH
TEMPORER
1,198,799,002
1,105,405,580
93,393,422
8.45%
TEMPORARY SYIRKAH
FUNDS
TOTAL EKUITAS
2,626,270,697
2,113,690,246
512,596,700
24.25%
TOTAL EQUITY
25,999,981,283
23,250,685,651
2,749,311,881
11.82%
TOTAL LIABILITIES,
TEMPORARY SYIRKAH
FUND, AND EQUITY
TOTAL LIABILITAS
TOTAL LIABILITAS,
DANA SYIRKAH
TEMPORER, DAN
EKUITAS
191
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam ribuan Rupiah)
Consolidated Financial Position
(in thousand Rupiah)
2015
2016
25,999,981,283
23,250,685,651
22,174,911,584
20,031,589,825
2,626,270,697
1,198,799,002
2,113,690,246
1,105,405,580
Total Aset
Total Asset
Total Liabilitas
Total Liabilities
Dana Syirkah Temporer
Temporary Syirkah Funds
Total Ekuitas
Total Equity
ASET
ASSETS
Per 31 Desember 2016, total aset Perseroan meningkat menjadi
Rp25,99 triliun dari Rp23,25 triliun per 31 Desember 2015.
Peningkatan total aset tersebut mencapai Rp2,75 triliun atau
sebesar 11,82%. Peningkatan total aset tesebut khususnya
berasal dari peningkatan aset keuangan dan non keuangan yang
masing-masing mencapai 10,59% dan 44,48%.
As of 31 December 2016, the Company’s total assets increased
to Rp25.99 trillion from Rp23.25 trillion as of 31 December 2015.
The increase in total assets reached Rp2.75 trillion or 11.82%.
The increase in total assets is derived mainly from the increase
in financial and non-financial assets, which reached 10.59% and
44.48%, respectively.
ASET KEUANGAN
FINANCIAL ASSETS
Aset keuangan Bank mencapai Rp24,78 triliun di 2016.
Pencapaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar
Rp2,37 triliun atau sebesar 10,59% dari 2015 yang mencapai
Rp22,40 triliun. Peningkatan aset keuangan khususnya berasal
dari peningkatan efek-efek - neto serta pinjaman yang diberikan,
pembiayaan dan piutang syariah – neto.
The Bank’s financial assets reached Rp24.78 trillion in 2016.
The achievement shows an increase of Rp2.37 trillion or 10.59%
from Rp22.40 trillion in 2015. The increase in financial assets is
derived mainly from the increase in marketable securities - net,
as well as loans, financing and sharia receivables - net.
Peningkatan efek-efek-neto Bank yang terdiri dari Sertifikat
Bank Indonesia, Surat Utang Negara, Surat Berharga Syariah
Negara, Obligasi Korporasi, Wesel Jangka Menengah, Unit
Penyertaan Reksadana, dan Efek-efek Pasar Uang dan Pasar
Modal Lainnya, mencapai 24,91% atau Rp1,45 triliun dari Rp5,83
triliun di tahun 2015 menjadi Rp7,28 triliun di 2016. Sedangkan
Peningkatan Pinjaman Yang Diberikan, Pembiayaan, dan
Piutang Syariah Neto mencapai 11,20% atau Rp1,44 triliun dari
perolehan di tahun 2015 yang sebesar Rp12,82 triliun menjadi
Rp14,26 triliun di 2016.
The increase in the Bank’s marketable securities – net, consisting
of Bank Indonesia Certificates, Government Securities, Sharia
Securities, Corporate Bonds, Medium Term Notes, Mutual
Funds, and Money Market Securities and other Capital Markets
Securities, amounted to 24.97% or Rp1.45 trillion from Rp5.83
trillion in 2015 to Rp7.28 trillion in 2016. Meanwhile, the
increase in Loans, Financing and Net Sharia Receivables reached
11.20% or Rp1.44 trillion from Rp12.82 trillion in 2015 to
Rp14.26 trillion in 2016.
192
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Tabel Aset Keuangan
Table of Financial Assets
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Uraian
2016
1
2
Kas
Pertumbuhan
Growth
2015
3
4=2-3
Description
5=4/3
1
73,136,238
68,338,994
4,797,244
7.02%
Cash
1,467,640,451
1,425,748,011
41,892,440
2.94%
Current Accounts in
Bank Indonesia
20,202,388
8,851,815
11,350,573
128.23%
Current Accounts in
Other Banks - Net
Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain
- neto
1,449,178,267
1,837,189,165
(388,010,898)
(21.12%)
Current accounts in Bank
Indonesia and other
Banks - net
Efek-efek - neto
7,282,891,945
5,830,696,579
1,452,195,366
24.91%
Securities - net
-
214,535,000
(214,535,000)
(100.00%)
Securities Purchased
With Repurchase
Agreement
214,416,902
188,759,377
25,657,525
13.59%
Accrued Interest
Revenue
14,260,847,014
12,824,743,677
1,436,103,337
11.20%
Loans, Financing and
Sharia Receivables - net
Giro pada Bank
Indonesia
Giro pada Bank Lain neto
Efek-efek yang Dibeli
Dengan Janji Dijual
Kembali
Pendapatan Bunga yang
Masih Akan Diterima
Pinjaman yang
Diberikan, Pembiayaan
dan Piutang Syariah neto
Tagihan Akseptasi
TOTAL
9,730,501
6,049,540
3,680,961
60.85%
Acceptances Receivable
24,778,043,706
22,404,912,158
2,373,131,548
10.59%
TOTAL
ASET NON KEUANGAN
NON-FINANCIAL ASSETS
Aset non keuangan Bank mencapai Rp1,22 triliun di 2016.
Pencapaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 44,48%
atau Rp376,16 miliar dari Rp845,77 miliar di 2015. Peningkatan
aset non keuangan khususnya berasal dari peningkatan agunan
yang diambil alih dan aset pajak tangguhan-neto. Peningkatan
agunan yang diambil alih mencapai 162,82% atau Rp329,64
miliar dari Rp202,46 miliar menjadi Rp532,10 miliar di 2016.
Sedangkan peningkatan aset pajak tangguhan – neto mencapai
542,46% atau Rp83,91 miliar dari Rp15,47 miliar menjadi
Rp99,37 miliar di tahun 2016.
The Bank’s non-financial assets reached Rp1.22 trillion in 2016.
The achievement increased by 44.48% or Rp376.16 billion from
Rp845.77 billion in 2015. Increases in non-financial assets arise
primarily from increases in foreclosed assets and net deferred
tax assets. The increase in foreclosed collaterals reached
162.82% or Rp329,64 billion of Rp202.46 billion to Rp532.10
billion in 2016. Meanwhile, the increase in net deferred tax
assets reached 542.46% or Rp83.91 billion from Rp15.47 billion
to Rp99.37 billion in 2016.
Tabel Aset Non Keuangan
Table of Non-Financial Assets
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Uraian
2016
1
2
Pajak Dibayar Dimuka
Beban Dibayar Dimuka
Pertumbuhan
Growth
2015
Description
3
4=2-3
5=4/3
-
15,768,246
(15,768,246)
(100.00%)
1
17,468,899
16,878,211
590,688
3.50%
Prepaid Expenses
Prepaid Taxes
59,864
59,864
0
0.00%
Investments in shares of
stock - net
Agunan yang Diambil
Alih
532,102,252
202,460,683
329,641,569
162.82%
Foreclosed Collaterals
Aset Pajak Tangguhan
- neto
99,374,395
15,467,762
83,906,633
542.46%
Deferred Tax Asset - net
544,490,501
567,677,865
(23,187,364)
(4.08%)
Fixed Assets - net
5,076,230
4,379,608
696,622
15.91%
Intangible Assets - net
Penyertaan Saham - neto
Aset Tetap - neto
Aset Tidak Berwujud
- neto
Aset Lain-lain - neto
TOTAL
23,365,436
23,081,254
284,182
1.23%
Other Assets - net
1,221,937,577
845,773,493
376,164,084
44.48%
TOTAL
193
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
LIABILITAS
LIABILITY
Pada tahun 2016, total liabilitas Bank meningkat sebesar 10,70%
atau Rp2,14 triliun dari Rp20,03 triliun per 31 Desember 2015
menjadi Rp22,17 triliun per 31 Desember 2016. Peningkatan
tersebut khususnya berasal dari liabilitas keuangan yang
mencapai 10,92% atau Rp2,17 triliun dari Rp19,91 triliun
menjadi Rp22,08 triliun di 2016. Sedangkan, liabilitas non
keuangan mengalami penurunan.
In 2016, the Bank’s total liabilities increased by 10.70% or Rp2.14
trillion from Rp20.03 trillion as of December 31, 2015 to Rp22.17
trillion as of December 31, 2016. The increase mainly came from
financial liabilities which reached 10.92% or Rp2.17 trillion from
Rp19.91 trillion to Rp22.08 trillion in 2016. Meanwhile, nonfinancial liabilities decreased.
LIABILITAS KEUANGAN
FINANCIAL LIABILITIES
Liabilitas keuangan Bank di 2016 mencapai Rp22,08 triliun,
meningkat 10,92% atau sebesar Rp2,17 triliun dari tahun 2015
yang mencapai Rp19,91 triliun. Peningkatan liabilitas keuangan
khususnya berasal dari peningkatan simpanan nasabah dan
efek-efek yang dijual dengan janji dijual kembali. Peningkatan
simpanan nasabah mencapai 13,69% atau sebesar Rp2,35 triliun
dari Rp17,17 triliun di 2015 menjadi Rp19,52 triliun di 2016.
Peningkatan simpanan nasabah khususnya berasal dari produk
deposito berjangka. Sedangkan efek-efek yang dijual dengan
janji dijual kembali mengalami peningkatan sebesar 100,00%
atau Rp101,62 miliar.
The Bank’s financial liabilities in 2016 reached Rp22.08 trillion,
an increase of 10.92% or Rp2.17 trillion from 2015, which
reached Rp19.91 trillion. The increase in financial liabilities arises
mainly from the increase in customer deposits and securities sold
with repurchase agreements. The increase in customer deposits
reached 13.69% or Rp2.35 trillion from Rp17.17 trillion in
2015 to Rp19.52 trillion in 2016. Increase in customer deposits
especially comes from time deposit products. The securities
sold under repurchase agreements increased by 100.00% or
Rp101.62 billion.
Tabel Liabilitas Keuangan
Table of Financial Liabilities
(dalam ribuan Rupiah)
Uraian
(in thousand Rupiah)
2016
1
Liabilitas Segera
Simpanan Nasabah
2
Pertumbuhan
Growth
2015
3
4=2-3
Description
5=4/3
1
3,372,928
2,311,585
1,061,343
45.91%
Immediate Liabilities
19,524,271,129
17,173,065,806
2,351,205,323
13.69%
Customer Deposits
1,332,527,013
1,646,350,365
(313,823,352)
(19.06%)
Deposits from Other
Banks
101,621,102
-
101,621,102
100.00%
Securities sold under
repurchase agrement
4,682,005
-
4,682,005
100.00%
Acceptances Liabilities
Efek-efek yang
diterbitkan
995,161,071
993,188,799
1,972,272
0.20%
Securities issued
Akrual dan Liabilitas
Lain-lain
119,922,857
93,110,648
26,812,209
28.80%
Accruals and Other
Liabilities
22,081,558,105
19,908,027,203
2,173,530,902
10.92%
TOTAL
Simpanan dari Bank Lain
Efek-efek yang dijual
dengan janji dibeli
kembali
Liabilitas Akseptasi
TOTAL
LIABILITAS NON KEUANGAN
NON-FINANCIAL LIABILITIES
Liabilitas non keuangan Bank di 2016 mencapai Rp93,35 miliar,
menurun 24,45% atau Rp30,21 miliar dari Rp123,56 miliar
di tahun 2015. Penurunan ini disebabkan oleh liabilitas pajak
tangguhan yang meningkat sebesar 100% atau Rp35,88 miliar
di tahun 2016. Selain itu utang pajak juga mengalami penurunan
sebesar 14,76% atau Rp5,32 miliar di tahun 2016.
The Bank’s non-financial liabilities in 2016 reached Rp93.35
billion, down by 24.45% or Rp30.21 billion from Rp123.56 billion
in 2015. The decrease was caused by deferred tax liabilities
which increased by 100% or Rp35.88 billion in 2016. In addition,
the tax debt also decreased by 14.76% or Rp5.32 billion in 2016.
194
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Tabel Liabilitas Non Keuangan
Table of Non-Financial Liabilities
(dalam ribuan Rupiah)
Uraian
(in thousand Rupiah)
2016
1
Utang Pajak
Pertumbuhan
Growth
2015
Description
2
3
4=2-3
5=4/3
30,699,853
36,016,761
(5,316,908)
(14.76%)
Tax Debt
35,875,241
(35,875,241)
(100.00%)
Deferred Tax Liabilities
- net
Liabilitas Pajak
Tangguhan - neto
-
1
Liabilitas Imbalan Kerja
62,653,626
51,670,620
10,983,006
21.26%
Liability for Employee
Benefits
TOTAL
93,353,479
123,562,622
(30,209,143)
(24.45%)
TOTAL
DANA SYIRKAH TEMPORER
TEMPORARY SYIRKAH FUNDS
Pada tahun 2016, dana syirkah temporer Bank mencapai Rp1,20
triliun. Pencapaian tersebut meningkat sebesar 8,45% atau
Rp93,39 miliar dari tahun 2015 yang mencapai Rp1,10 miliar.
Peningkatan dana syirkah temporer terjadi pada simpanan
nasabah dan simpanan bank lain. Peningkatan simpanan nasabah
mencapai 7,78% atau sebesar Rp84,29 miliar menjadi Rp1,17
triliun dari Rp1,108 triliun di 2015. Sedangkan, peningkatan
simpanan bank lain mencapai 41,08% atau sebesar Rp9,10 miliar
menjadi Rp31,25 miliar dari Rp22,15 miliar di 2015.
In 2016, the Bank’s temporary shirkah funds reached Rp1.20
trillion. This achievement increased by 8.45% or Rp93.39
billion from 2015 which reached Rp1.10 billion. An increase
in temporary syirkah funds occurs in customer deposits and
deposits with other banks. The increase in customer deposits
reached 7.78% or Rp84.29 billion to Rp1.17 trillion from Rp1.108
trillion in 2015. Meanwhile, the increase in bank deposits reached
41.08% or Rp9.10 billion to Rp31.25 billion from Rp22.15 billion
in 2015.
Tabel Dana Syirkah Temporer
Table of Temporary Syirkah Funds
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Pertumbuhan
Growth
Uraian
2016
2015
1
2
3
4=2-3
1,167,549,002
1,083,255,580
84,293,422
7.78%
Customer Deposits
31,250,000
22,150,000
9,100,000
41.08%
Other Bank Deposits
1,198,799,002
1,105,405,580
93,393,422
8.45%
TOTAL
Simpanan Nasabah
Simpanan Bank Lain
TOTAL
Description
5=4/3
1
EKUITAS
EQUITY
Per 31 Desember 2016, total ekuitas Perseroan meningkat
sebesar 24,25% atau Rp512,60 miliar dari Rp2,11 triliun per 31
Desember 2015 menjadi Rp2,63 triliun per 31 Desember 2016.
Peningkatan total ekuitas khususnya berasal dari saham disetor
dimuka dan surplus revaluasi aset setelah pajak yang masingmasing meningkat sebesar Rp267,77 miliar dan Rp79,39 miliar.
Per December 31, 2016, total equity of the Company increased
by 24.25% or Rp512.60 billion from Rp2.11 trillion at December
31, 2015 to Rp2.63 trillion as of December 31 2016. The increase
in total equity especially comes from prepaid-in capital and
the surplus of asset revaluation after taxes that respectively
increased by Rp267.77 billion and Rp79.39 billion.
Tabel Ekuitas
Table of Equity
(dalam ribuan Rupiah)
Uraian
1
Modal Saham
Tambahan Modal Disetor
Saham disetor dimuka
(in thousand Rupiah)
2016
2
Pertumbuhan
Growth
2015
3
4=2-3
Description
5=4/3
1
789,065,382
713,916,728
75,148,654
10.53%
Capital Stock
21,945,031
21,945,031
-
0.00%
Additional Paid-in
Capital
267,775,610
0
267,775,610
100.00%
Capital subscribed in
advance
195
2016 Annual Report
Uraian
2016
2015
1
2
3
PT Bank Victoria International Tbk.
Pertumbuhan
Growth
4=2-3
Description
5=4/3
1
Kerugian yang Belum
Direalisasi Atas
Perubahan Nilai Wajar
Efek-efek yang Tersedia
Untuk Dijual - setelah
pajak
(14,305,958)
(6,046,461)
(8,259,497)
(136.60%)
Unrealized Losses on
Fair Value Changes
Available for Sale - after
taxes
Surplus Revaluasi Aset setelah pajak
339,470,126
260,082,697
79,387,429
30.52%
Asset Revaluation
Surplus - after tax
1,222,303
1,123,776
98,527
8.77%
Retained Earnings
116,000,000
91,000,000
25,000,000
27.47%
Appropriated
Belum ditentukan
penggunaannya
1,106,303,145
1,032,775,986
73,527,159
7.12%
Non-Appropriated
Jumlah Ekuitas yang
Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas
Induk
2,626,253,336
2,113,673,981
512,579,355
24.25%
Total Equity Attributable
to Owners of the Parent
Entity
17,361
16,265
17,345
6.74%
Non-Controlling
Interests
2,626,270,697
2,113,690,246
512,580,451
24.25%
TOTAL
Saldo Laba
Telah ditentukan
penggunaannya
Kepentingan Non
Pengendali
TOTAL
LAPORAN
LABA
RUGI
DAN
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
KONSOLIDASIAN
CONSOLIDATED INCOME STATEMENT
AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Tabel Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Table of Consolidated Statement and Other Comprehensive Income
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Pertumbuhan
Growth
Uraian
2016
2015
1
2
3
Pendapatan Bunga dan
Syariah Bersih
303,624,347
356,479,510
(52,855,163)
(14.83%)
Net Interest Income and
Sharia Income
Pendapatan dan Beban
Operasional Lainnya
(218,362,486)
(263,651,898)
45,289,412
(17.18%)
Other Operating Income
and Expenses
Laba Operasional
85,261,861
92,827,612
(7,565,751)
(8.15%)
Operating Income
Pendapatan Non
Operasional-neto
7,598,925
1,169,794
6,429,131
549.60%
Non-Operating Income
- Net
92,860,786
93,997,406
(1,136,620)
(1.21%)
Income Before Income
Tax Expense
7,499,688
75,810
7,423,878
9792.74%
Benefits (Expenses) of
Income Tax - Net
100,360,474
94,073,216
6,287,258
6.68%
Net Profit of the Current
Year
69,292,768
259,796,521
(190,503,753)
(73.33%)
Other Comprehensive
Income of the Current
Year - After Taxes
Jumlah Penghasilan
Komprehensif Tahun
Berjalan
169,653,242
353,869,737
(184,216,495)
(52.06%)
Total Comprehensive
Income Of The Current
Year
Laba Tahun Berjalan yang
dapat diatribusikan
100,360,474
94,073,216
6,287,258
6.68%
Profit of the Current
Year Attributable
Jumlah Laba
Komprehensif Tahun
Berjalan yang dapat
diatribusikan
169,653,242
353,869,737
(184,216,495)
(52.06%)
Total Comprehensive
Income for the Current
Year attributable
Laba Per Saham Dasar
(nilai penuh)
13.56
13.18
0.38
2.88%
Basic Earning Per Share
(full value)
Laba Per Saham Dilusian
(nilai penuh)
13.56
11.73
1.83
15.60%
Diluted Earning Per
Share (full value)
Laba Sebelum Beban
Pajak Penghasilan
Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan - Neto
Laba Bersih Tahun
Berjalan
Penghasilan
Komprehensif Lain Tahun
Berjalan - Setelah Pajak
4=2-3
Description
5=4/3
1
196
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
CONSOLIDATED INCOME STATEMENT AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME
(dalam ribuan Rupiah / in thousand Rupiah)
2015
2016
356,479,510
353,869,737
353,869,737
303,624,347
259,796,521
169,653,242
92,827,612
85,261,861
93,997,406
7,598,925
1,169,794
100,360,474
92,860,786
94,073,216
7,499,688
75,810
69,292,768
169,653,242
100,360,474
94,073,216
(218,362,486)
(263,651,898)
Pendapatan
Bunga dan
Syariah Bersih
Net Interest
Income and
Sharia Income
Pendapatan Laba
Operasional
dan Beban
Operasional Operating
Income
Lainnya
Other Operating
Income and
Expenses
Pendapatan
NonOperasionalNeto
Non-Operationg
Income-Nett
Laba Sebelum
Beban Pajak
Penghasilan
Income Before
Income Tax
Expense
Manfaat
(Beban) Pajak
Penghasilan
Benefits
(Expenses) of
Income Tax
Laba Bersih
Tahun Berjalan
Net Profit of
the Current
Year
Penghasilan
Komprehensif
Lain Tahun
Berjalan Setelah Pajak
Other
Comprehensive
Income of the
Current Year After Taxes
Jumlah
Penghasilan
Komprehensif
Tahun Berjalan
Total
Comprehensive
Income Of The
Current Year
Laba Tahun
Berjalan
yang dapat
diatribusikan
Profit of the
Current Year
Attributable
Jumlah Laba
Komprehensif
Tahun Berjalan
yang dapat
diatribusikan
Total
Comprehensive
Profit of the
Current Year
Attributable
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
OPERATING INCOME AND EXPENSES
Pada tahun 2016, pendapatan operasional-neto Bank mencapai
Rp303,62 miliar, menurun sebesar 14,83% atau Rp52,86 miliar
dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp356,48
miliar. Penurunan ini diakibatkan oleh peningkatan beban
bunga dan syariah yang lebih besar dibandingkan peningkatan
pendapatan Bunga dan syariah. Peningkatan pendapatan bunga
dan syariah di tahun 2016 sebesar 7,03% atau Rp147,05 miliar
dari Rp2,01 triliun di 2015 menjadi Rp2,16 triliun di 2016.
Sedangkan peningkatan beban bunga dan syariah mencapai
12,06% atau Rp199,90 miliar dari Rp1,66 triliun di 2015 menjadi
Rp1,86 triliun di 2016.
In 2016, the Bank’s net operating income reached Rp303.62
billion, decreased by 14.83% or Rp52.86 billion from Rp356.48
billion in the previous year. This decrease is caused by higher
interest and sharia expenses than the increase of Interest and
Syariah income. The increase in interest income and sharia in
2016 amounted to 7.03% or Rp147.05 billion from Rp2.01 trillion
in 2015 to Rp2.16 trillion in 2016. Meanwhile, interest expenses
and sharia expenses increased 12.06% or Rp199.90 billion from
Rp1.66 trillion in 2015 to Rp1.86 trillion in 2016.
Peningkatan pendapatan bunga dan syariah berasal dari
peningkatan pendapatan bunga sebesar 9,05% atau sebesar
Rp169,15 miliar dari Rp1,87 triliun di 2015 menjadi Rp2,04
triliun di 2016. Namun peningkatan ini tidak diiringi dengan
pendapatan syariah yang mengalami penurunan sebesar 15,31%
dari Rp144,37 miliar di 2015 menjadi Rp122,26 miliar di 2016.
Adapun peningkatan beban bunga dan syariah ini khususnya
berasal dari simpanan dana pihak ketiga produk deposito yang
mencapai 13,83% atau Rp194,36 miliar. Hal ini sejalan dengan
peningkatan kinerja operasional produk deposito.
The increase in interest income and sharia comes from an
increase in interest income with 9.05% or Rp169.15 billion from
Rp1.87 trillion in 2015 to Rp2.04 trillion in 2016. However, this
increase is not accompanied by sharia revenue which decreased
by 15.31% from Rp144.37 billion in 2015 to Rp122.26 billion
in 2016. The increase in interest expense and sharia is mainly
derived from deposit products of third party deposits that
reached 13.83% or Rp194.36 billion. This is in line with the
increase in operating performance of deposit products.
197
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Tabel Pendapatan dan Beban Operasional
Table of Operating Income and Expenses
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Uraian
2016
2015
1
2
3
Pertumbuhan
Growth
4=2-3
Description
5=4/3
1
PENDAPATAN BUNGA
DAN SYARIAH
2,160,858,817
2,013,810,194
147,048,623
7.30%
INTEREST AND SHARIA
INCOME
Pendapatan Bunga
2,038,596,184
1,869,443,946
169,152,238
9.05%
Interest Income
Pinjaman yang diberikan
1,658,877,382
1,555,583,118
103,294,264
6.64%
Loans
295,652,323
247,278,626
48,373,697
19.56%
Securities
Efek-Efek
Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain
Pendapatan Syariah
84,066,479
66,582,202
17,484,277
26.26%
Placements with Bank
Indonesia and Other
Banks
122,262,633
144,366,248
(22,103,615)
(15.31%)
Sharia Income
Pendapatan margin
29,043,474
45,638,512
(16,595,038)
(36.36%)
Margin income
Pendapatan bagi hasil
69,402,653
76,495,742
(7,093,089)
(9.27%)
Profit sharing income
-
16,930,043
(16,930,043)
(100.00%)
Sharia securities income
301,581
281,814
19,767
7.01%
Ijarah income – net
Pendapatan surat
berharga syariah
Pendapatan ijarah – neto
Pendapatan usaha utama
lainnya
23,514,925
5,020,137
18,494,788
368.41%
Other core business
income
BEBAN BUNGA DAN
SYARIAH
(1,857,234,470)
(1,657,330,684)
(199,903,786)
(12.06%)
INTEREST AND SHARIA
EXPENSES
Simpanan dana pihak
ketiga
(1,719,526,108)
(1,501,970,064)
(217,556,044)
(14.48%)
Third party deposits
Deposito
(1,599,838,225)
(1,405,480,941)
(194,357,284)
13.83%
Deposits
Tabungan
(94,236,199)
(67,221,241)
(27,014,958)
40.19%
Saving Deposits
Giro
(25,451,684)
(29,267,882)
3,816,198
13.04%
Current Accounts
Obligasi yang diterbitkan
(104,650,000)
(102,490,278)
(2,159,722)
(2.11%)
Bond issued
Amortisasi emisi obligasi
(2,658,671)
(2,221,674)
(436,997)
19.67%
Amortization of bond
issuance
Simpanan dari bank lain
(30,399,691)
(50,648,668)
20,248,977
(39.98%)
Deposits from other
banks
Call Money
(29,968,286)
(50,648,668)
20,680,382
40.83%
Call Money
Kewajiban Repo
TOTAL
PENDAPATAN
LAINNYA
DAN
(431,405)
-
(431,405)
(100.00%)
Repo Liability
303,624,347
356,479,510
(52,855,163)
(14.83%)
TOTAL
BEBAN
OPERASIONAL
OTHER OPERATING INCOME AND EXPENSES
Tabel Pendapatan dan Beban Operasional lainnya
Table of Other Operating Income and Expenses
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Uraian
2016
2015
1
2
3
Pendapatan Operasional
Lainnya
313,457,742
203,314,324
83,696,413
177,703,907
Pendapatan dari
investasi Reksadana
Keuntungan Atas
Penjualan Efek-efek yang
Diperdagangkan dan
Tersedia Untuk Dijual
– neto
Pertumbuhan
Growth
4=2-3
Description
5=4/3
1
110,143,418
54.17%
Other Operating Income
67,946,874
15,749,539
23.18%
Income from Mutual
Fund investments
92,237,932
85,465,975
92.66%
Gain On Sale of
Available-For-Sale Stock
Securities - net
198
PT Bank Victoria International Tbk.
Uraian
2016
2015
1
2
3
Laporan Tahunan 2016
Pertumbuhan
Growth
4=2-3
Description
5=4/3
1
Provisi dan Komisi Selain
Dari Pinjaman
15,166,347
8,913,906
6,252,441
70.14%
Provisions and
Commissions Apart from
Loans
(Kerugian)/Keuntungan
Atas Kenaikan Nilai
Wajar Efek-efek yang
Diperdagangkan – neto
-2,304,407
3,772,954
(6,077,361)
(161.08%)
(Loss)/Gains on Fair
Value Increase of NetTraded Securities
Lain-lain
39,195,482
30,442,658
8,752,824
28.75%
Others
Beban Operasional
Lainnya
(531,820,228)
(466,966,222)
64,854,006
13.89%
Other Operating
Expenses
Beban Penyisihan
kerugian penurunan nilai
aset keuangan
(164,068,355)
(116,984,929)
47,083,426
40.25%
Provision for impairment
losses on financial assets
Beban Penyisihan
kerugian penurunan nilai
aset non-keuangan
(15,379,031)
(36,487,056)
21,108,025
57.85%
Provision for impairment
losses on non-financial
assets
Beban Umum dan
Administrasi
(147,670,722)
(131,657,669)
(16,013,053)
(12.16%)
General and
Administrative Expenses
Beban Tenaga Kerja
(176,580,857)
(166,032,115)
(10,548,742)
(6.35%)
PERSONNEL EXPENSES
(28,121,263)
(15,804,453)
(12,316,810)
(77.93%)
Others
(218,362,486)
(263,651,898)
45,289,412
17.18%
TOTAL
Lain-lain
TOTAL
Pada tahun 2016, beban operasional lainnya - neto Bank
mengalami peningkatan Rp45,29 miliar atau sebesar 17,18%
dari Rp263,65 miliar di tahun 2015 menjadi Rp218,36 miliar
di 2016. Peningkatan beban operasional lainnya disebabkan
oleh peningkatan pendapatan operasional lainnya yang lebih
kecil dari peningkatan beban operasional lainnya. Peningkatan
pendapatan operasional lainnya mencapai Rp110,14 miliar atau
sebesar 54,17% dari Rp203,31 miliar di 2015 menajadi Rp313,46
miliar di 2016.
In 2016, other operating expenses - net of the Bank increased
by Rp45.29 billion or 17.18% from Rp263.65 billion in 2015
to Rp218.36 billion in 2016. The increase in other operating
expenses is due to an increase in other operating income that
is smaller than the increase in other operating expenses. The
increase in other operating income reached Rp110.14 billion
or 54.17% from Rp203.31 billion in 2015 to Rp313.46 billion in
2016.
Sedangkan, peningkatan beban operasional lainnya mencapai
Rp64,85 miliar atau sebesar 13,89% dari Rp466,97 miliar di
2015 menjadi Rp531,82 miliar di 2016. Peningkatan beban
operasional lainnya tersebut khususnya disebabkan peningkatan
beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan dan
non keuangan yang masing-masing mencapai 40,25% dan
57,85%.
Meanwhile, the increase in other operating expenses reached
Rp64.85 billion or 13.89% from Rp466.97 billion in 2015 to
Rp531.82 billion in 2016. The increase in operating expenses is
mainly due to an increase in allowance for impairment losses on
financial assets and non-financial assets which reached 40.25%
and 57.85%, respectively.
LABA OPERASIONAL
OPERATING INCOME
Laba operasional Bank mengalami penurunan Rp7,57 miliar atau
sebesar 8,15% dari Rp92,83 miliar di 2015 menjadi Rp85,26
miliar di 2016. Penurunan laba operasional tersebut disebabkan
peningkatan pendapatan operasional yang lebih rendah dari
peningkatan beban operasional lainnya – neto.
The Bank’s operating income decreased Rp7.57 billion or 8.15%
from Rp92.83 billion in 2015 to Rp85.26 billion in 2016. The
decrease in operating profit was due to an increase in operating
income that was lower than the increase in other operating
expenses - net.
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL
NON-OPERATING INCOME (EXPENSE)
Pendapatan non operasional – neto Bank di tahun 2016
mengalami peningkatan sebesar Rp6,43 miliar atau sebesar
549,60% dari Rp1,17 miliar di 2015 menjadi Rp7,60 miliar
di 2016. Peningkatan
pendapatan non operasional–neto
khususnya disebabkan peningkatan pendapatan non operasional
yang mencapai Rp13,99 miliar atau sebesar 997,23% dari Rp1,40
miliar di 2015 menjadi Rp15,40 miliar di 2016. Peningkatan
pendapatan non operasional tersebut khususnya disebabkan
peningkatan laba penjualan aset tetap yang mencapai Rp10,04
miliar atau sebesar 1.415,17%. Selain itu, peningkatan ini juga
berasal dari laba penjualan agunan yang diambil alih yang
mencapai Rp3,93 miliar atau 100,00%
The Bank’s non-operating income in 2016 increased by Rp6.43
billion or 549.60% from Rp1.17 billion in 2015 to Rp7.60 billion
in 2016. The increase in non-operating income-net is primarily
due to a non-operating income increase of Rp13.99 billion or
997.23% from Rp1.40 billion in 2015 to Rp15.40 billion in 2016.
The increase in non-operating income is mainly due to an increase
in fixed assets sales income of Rp10.04 billion or 1.415.17%.
In addition, this increase also came from the sale of foreclosed
collaterals amounting to Rp3.93 billion or 100.00%.
199
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Tabel Pendapatan/(Beban) Non Operasional
Table of Non-Operating Income/(Expense)
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Uraian
2016
2015
1
2
3
Pertumbuhan
Growth
4=2-3
Description
5=4/3
1
Pendapatan Non
Operasional
15,397,271
1,403,282
13,993,989
997.23%
NON-OPERATING
INCOME
Laba penjualan aset
tetap
10,747,716
709,341
10,038,375
1,415.17%
Gain on sale of fixed
assets
3,932,149
-
3,932,149
100.00%
Gain on Sale of
foreclosed assets
Haisl Sewa
165,600
-
165,600
100.00%
Lease Revenue
Lain-lain
551,806
693,941
(142,135)
(20.48%)
Others
Laba penjualan AYDA
Beban Non Operasional
(7,798,346)
(233,488)
(7,564,858)
3239.93%
Non-Operating
Expenses
Rugi Penjualan AYDA
(4,460,664)
-
(4,460,664)
(100.00%)
Loss on Sale of
foreclosed assets
Lain-lain
(3,337,682)
(233,488)
(3,104,194)
1329.49%
Others
7,598,925
1,169,794
6,429,131
549.60%
TOTAL
TOTAL
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN
INCOME BEFORE INCOME TAX EXPENSE
Laba sebelum beban pajak penghasilan Bank di tahun 2016
mencapai Rp92,86 miliar, mengalami penurunan Rp1,14 miliar
atau sebesar 1,21% dari 2015 yang mencapai Rp93,99 miliar.
Penurunan laba sebelum pajak penghasilan tersebut sejalan
dengan penurunan laba operasional.
Earnings before income tax expense of the Bank in 2016 reached
Rp92.86 billion, decreased Rp1.14 billion or 1.21% from Rp93.99
billion in 2015. The decrease in income before income tax is in
line with the decrease in operating income.
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN-NETO
BENEFIT (EXPENSE) OF INCOME TAX - NET
Pada tahun 2015, Bank mencatatkan manfaat pajak penghasilan
– neto yang mencapai Rp7,50 miliar, meningkat sebesar Rp7,42
miliar atau 9.792,74% dari tahun 2015 yang sebesar Rp75,81
juta. Peningkatan manfaat pajak penghasilan tersebut khususnya
disebabkan meningkatnya selisih pajak kini dan pajak tangguhan.
In 2015, the Bank recorded net income tax benefit of Rp7.50
billion, increased by Rp7.42 billion or 9,792.74% from Rp75.81
million in 2015. Increase in income tax benefit is mainly due
to the increase in the difference between the current tax and
deferred tax.
LABA TAHUN BERJALAN
INCOME OF CURRENT YEAR
Pada tahun 2016, laba tahun berjalan mengalami peningkatan
Rp6,29 miliar atau sebesar 6,68% dari Rp94,07 miliar di 2015
menjadi Rp100,36 miliar di 2016. Adapun laba tahun berjalan
tersebut terdiri dari:
i. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk yang mencapai Rp100,36 miliar,
meningkat Rp6,29 miliar atau sebesar 6,68% dari Rp94,08
miliar di 2015; serta
ii. Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
kepentingan non pengendali yang mencapai Rp1,85 juta,
menurun Rp555 ribu atau sebesar 23,11% dari Rp2,40 juta
di 2014.
In 2016, current year earnings increased by Rp6.29 billion or
6.68% from Rp94.07 billion in 2015 to Rp100.36 billion in 2016.
The current year earnings consist of:
i.
The current year’s profit attributable to owners of the parent
entity reaches Rp100.36 billion, an increase of Rp6.29 billion
or 6.68% from Rp94.08 billion in 2015; and
ii.Current year losses attributable to non-controlling interests
of Rp1.85 million, decreased by Rp555 thousands or by
23.11% from Rp2.40 million in 2014.
200
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Tabel Laba Tahun Berjalan
Table of Current Year Profit
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Uraian
2016
2015
1
2
3
Laba Tahun Berjalan yang
Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas
Induk
Laba Tahun Berjalan yang
Dapat Diatribusikan
Kepada Kepentingan
Non Pengendali
TOTAL
100,362,321
94,075,618
Pertumbuhan
Growth
4=2-3
Description
5=4/3
6,286,703
1
6.68%
Profit of the Current
Year Attributable to
Owners of the Parent
Company
(1,847)
(2,402)
555
23.11%
Profit of the Current
Year Attributable
to Non-Controlling
Interests
100,360,474
94,073,216
6,287,258
6.68%
TOTAL
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN TAHUN
BERJALAN SETELAH PAJAK
OTHER COMPREHENSIVE INCOME OF THE
CURRENT YEAR AFTER TAXES
Tabel Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak
Table of Current Year Other Comprehensive Income After Taxes
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Uraian
2016
2015
1
2
3
Pertumbuhan
Growth
4=2(3
Description
5=4/3
Pos-pos Yang Akan
Direklasifikasi ke Laba
Rugi
1
Items That Will Be
Reclassified to Profit
and Loss
Perubahan Nilai Wajar
Efek-efek yang Tersedia
Untuk Dijual
(10,953,220)
(8,590,497)
(2,362,723)
27.50%
Changes in Fair Value
of Available-for-Sale
Securities
Pajak Tangguhan Terkait
2,693,723
2,148,594
545,129
25.37%
Related Deferred Taxes
Beban penghasilan
komprehensif lain - neto
setelah pajak
(8,259,497)
(6,441,903)
(1,817,594)
28.22%
Other comprehensive
income expenses - net
after tax
Pos-pos Yang Tidak
Akan Direklasifikasi ke
Laba Rugi
Items That Will Not Be
Reclassified to Profit
and Loss
Pengukuran Kembali
Atas Liabilitas Imbalan
Kerja
(2,446,885)
8,207,636
(10,654,521)
(129.81%)
Remeasurement On
Employee Benefit
Liabilities
Surplus revaluasi aset
tetap
79,387,429
346,776,929
(267,389,500)
(77.11%)
Surplus revaluation of
fixed assets
Pajak Tangguhan Terkait
611,721
(88,746,141)
89,357,862
(100.69%)
Related Deferred Taxes
Penghasilan
komprehensif lain - neto
setelah pajak
77,552,265
266,238,424
(188,686,159)
(70.87%)
Other comprehensive
income - net after tax
TOTAL
69,292,768
259,796,521
(190,503,753)
(73.33%)
TOTAL
Penghasilan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak
di 2016 mengalami penurunan Rp190,50 miliar atau sebesar
73,33% dari Rp259,80 miliar di 2015 menjadi Rp69,29 miliar di
2016. Penurunan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan
setelah pajak tersebut khususnya disebabkan peningkatan pospos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi yang mencapai
Rp266,24 miliar atau sebesar 100,00%. Peningkatan pos-pos
yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi tersebut khususnya
disebabkan peningkatan laba atas penilaian kembali aset tetap
yang mencapai Rp346,78 miliar atau sebesar 100,00%.
Other comprehensive income of the current year after tax in
2016 decreased by Rp190.50 billion or 73.33% from Rp259.80
billion in 2015 to Rp69.29 billion in 2016. The decrease of other
comprehensive income for the year after tax was mainly due to
the increase of items that will not be reclassified to gain or loss
of Rp266.24 billion or 100.00%. Increase in items that will not
be reclassified to profit or loss is primarily due to an increase in
return on fixed assets valuation of Rp346.78 billion or 100.00%.
201
2016 Annual Report
JUMLAH
PENGHASILAN
TAHUN BERJALAN
PT Bank Victoria International Tbk.
KOMPREHENSIF
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME OF THE
CURRENT YEAR
Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan Bank di 2016
mencapai Rp169,65 miliar, mengalami penurunan Rp184,22
miliar atau sebesar 52,06% dari Rp353,87 miliar di 2015.
Penurunan jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan
tersebut disebabkan penurunan penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan – setelah pajak. Adapun jumlah penghasilan
komprehensif tahun berjalan tersebut terdiri dari:
The Bank’s comprehensive current year’s total income in 2016
reached Rp169.65 billion, decreased by Rp184.22 billion or
52.06% from Rp353.87 billion in 2015. The decrease in the
current year’s comprehensive income is attributed to a decrease
in other comprehensive income of the current year - after tax.
The total current year’s comprehensive income consists of:
• Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang
mencapai Rp169,65 miliar, menurun Rp184,23 miliar atau
sebesar 52,06% dari Rp353,88 miliar di 2015; serta
• Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada kepentingan non pengendali
yang mencapai Rp1,10 juta, meningkat Rp11,89 juta atau
sebesar 110,15% dari kerugian yang dialami di tahun 2015
sebesar Rp10,80 juta.
• The amount of comprehensive income for the year
attributable to owners of the parent entity amounting to
Rp169.65 billion, decreased by Rp184.23 billion or 52.06%
from Rp353.88 billion in 2015; and
• The amount of comprehensive income of the current
year attributable to non-controlling interests of Rp1,10
million, increased Rp11.89 million or 110.15% of the losses
experienced in 2015 amounting to Rp10.80 million.
Tabel Jumlah Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan
Table of Total Comprehensive Income of the Current Year
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Uraian
2016
2015
1
2
3
Jumlah Penghasilan
Komprehensif
Tahun Berjalan yang
Diatribusikan Kepada
Pemilik Entitas Induk
169,652,146
Jumlah Penghasilan
Komprehensif
Tahun Berjalan yang
Diatribusikan Kepada
Kepentingan Non
Pengendali
TOTAL
353,880,535
Pertumbuhan
Growth
4=2(3
Description
5=4/3
(184,228,389)
1
(52.06%)
Total Comprehensive
Income for the Current
Year Attributed to
Owners of the Parent
Company
1,096
(10,798)
11,894
(110.15%)
Total Comprehensive
Income for the Current
Year Attributed to
Non(Controlling
Interests
169,653,242
353,869,737
(184,216,495)
(52.06%)
TOTAL
LABA PER SAHAM
EARNING PER SHARE
Tabel Laba Per Saham
Table of Earning Per Share
(dalam Rupiah penuh)
(in full Rupiah)
Pertumbuhan
Growth
Uraian
2016
2015
1
2
3
4=2-3
Dasar (nilai penuh)
13.56
13.18
0.38
2.88%
Basic (full value)
Dilusian (nilai penuh)
13.56
11.73
1.83
15.60%
Diluted (full value)
Description
5=4/3
1
LABA PER SAHAM DASAR
BASIC EARNING PER SHARE
Pada tahun 2016, laba per saham dasar Bank mencapai Rp13,56,
mengalami penurunan Rp0,38 atau sebesar 2,88% dari 2015
yang mencapai Rp13,18.
In 2016, the basic earnings per share of the Bank reached
Rp13.56, decreased Rp0.38 or 2.88% from Rp13.18 in 2015.
202
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
LABA PER SAHAM DILUSIAN
DILUTED EARNING PER SHARE
Pada tahun 2016, laba per saham dilusian Bank mencapai
Rp13,56, mengalami penurunan Rp1,83 atau sebesar 15,60%
dari Rp11,73 di 2015. Hal ini sejalan dengan penurunan laba per
saham dasar.
In 2016, diluted earnings per share of Banks reached Rp13.56,
decreased Rp1.83 or 15.60% from Rp11.73 in 2015. This is in line
with the decrease in basic earnings per share.
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
CONSOLIDATED
STATEMENT
CASH
FLOW
Tabel Arus Kas Konsolidasian
Table of Consolidated Cash Flow
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Uraian
2016
2015
1
2
3
Arus Kas Bersih
Diperoleh dari Aktivitas
Operasi
Pertumbuhan
Growth
4=2(3
Description
5=4/3
1
797,854,046
541,395,530
256,458,516
47.37%
Net Cash Flows from
Operating Activities
(1,992,936,104)
(1,108,174,762)
884,761,342
79.84%
Net Cash Flows Used For
Investment Activities
342,924,264
30
342,924,234
1,143,080,780.00%
Net Cash Flows from
Financing Activities
Penurunan Neto Kas dan
Setara Kas
(852,157,794)
(566,779,202)
(285,378,592)
50.35%
Net Income of Cash and
Cash Equivalents
Kas dan Setara Kas Awal
Tahun
3,340,127,985
3,906,907,187
(566,779,202)
(14.51%)
Cash and Cash
Equivalents at Beginning
of Year
Kas dan Setara Kas Akhir
Tahun
2,487,970,191
3,340,127,985
(852,157,794)
(25.51%)
Year End Cash and Cash
Equivalents
Arus Kas Bersih
Digunakan Untuk
Aktivitas Investasi
Arus Kas Bersih
diperoleh dari Aktivitas
Pendanaan
ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Consolidated CASH FLOW STATEMENT
(dalam ribuan Rupiah / in thousand Rupiah)
2015
2016
797,854,046
541,395,530
342,924,264
30
(1,108,174,762)
(1,992,936,104)
Arus Kas Bersih Diperoleh dari
Aktivitas Operasi
Net Cash Flows from Operating
Activities
Arus Kas Bersih Digunakan Untuk
Aktivitas Investasi
Net Cash Flows Used For
Investment Activities
Arus Kas Bersih diperoleh dari
Aktivitas Pendanaan
Total Equity
203
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Pada tahun 2016, Bank mencatatkan kas dan setara kas akhir
tahun yang mencapai Rp2,49 triliun. Kas dan setara kas akhir
tahun tersebut mengalami penurunan Rp852,16 miliar atau
sebesar 25,51% dari kas dan setara kas awal tahun yang
mencapai Rp3,34 triliun. Penurunan kas dan setara kas akhir
tahun tersebut disebabkan peningkatan penggunaan kas untuk
kegiatan investasi yang cukup signifikan.
In 2016, the Bank recorded year-end cash and cash equivalents
amounting to Rp2.49 trillion. Cash and cash equivalents at the end
of the year decreased by Rp852.16 billion or 25.51% from cash
and cash equivalents at the beginning of the year which reached
Rp3.34 trillion. The decrease in cash and cash equivalents at the
end of the year is due to the increase in cash usage for significant
investment activities.
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
CASH FLOWS
ACTIVITIES
Di 2016, Bank mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas operasi yang mencapai Rp797,85 miliar mengalami
peningkatan dari kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
yang sebesar Rp541,39 miliar di 2015. Peningkatan arus kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi khususnya diperoleh
dari penerimaan dari pendapatan bunga dan syariah dan komisi
serta kenaikan dalam kewajiban operasi terkait simpanan
nasabah.
In 2016, the Bank recorded net cash flows generated from
operating activities of Rp797.85 billion, an increase from net
cash provided by operating activities of Rp541.39 billion in 2015.
Increase in net cash flows generated from operating activities
is primarily derived from the revenue from interest income and
sharia and commissions and an increase in operating liabilities
relating to customer deposits.
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
CASH FLOWS
ACTIVITIES
Selama tahun 2016, Bank mencatatkan arus kas bersih
digunakan untuk aktivitas investasi yang mencapai Rp1,99 triliun
mengalami peningkatan dari kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas investasi di tahun 2015 yang sebesar Rp1,11 triliun.
Peningkatan arus kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi
tersebut khususnya digunakan untuk pembelian aset tidak
berwujud berupa piranti lunak yang cukup signifikan di 2016.
In 2016, the Bank recorded net cash flows used for investment
activities which reached Rp1.99 trillion, an increase from net
cash used for investment activities of Rp1.11 trillion in 2015.
The increase in net cash flows used in investing activities is
particularly used for purchases of intangible assets such as
software that are significant in 2016.
ARUS
KAS
PENDANAAN
CASH FLOWS
ACTIVITIES
DARI
(UNTUK)
AKTIVITAS
FROM
FROM
FROM
(FOR)
(FOR)
(FOR)
OPERATING
INVESTMENT
FINANCING
Di 2016, Bank mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas pendanaan yang mencapai Rp342,92 miliar mengalami
peningkatan yang cukup signifikan dari kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas pendanaan yang sebesar Rp30 ribu di
2015. Peningkatan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
pendanaan khususnya berasal dari penambahan modal saham
disetor dimuka dan pelaksanaan waran di 2016.
In 2016, the Bank recorded net cash flows generated from
financing activities of Rp342.92 billion which experienced a
significant increase from net cash generated from financing
activities of Rp30 thousand in 2015. Increase in net cash flows
generated from financing activities is primarily derived from the
addition of paid up capital stock and the exercise of warrants in
2016.
TINGKAT KESEHATAN BANK
BANK SOUNDNESS LEVEL
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.4/
POJK.03/2016 tanggal 26 Januari 2016 tentang Penilaian
Tingkat Kesehatan Bank Umum dengan menggunakan
pendekatan risiko (Risk – based bank rating), Tingkat Kesehatan
Bank tercermin dari hasil penilaian kondisi Perseroan yang
dilakukan terhadap risiko dan kinerja Bank yang dapat dilihat
dari peringkat akhir hasil penilaian.
Based on the Regulation of the Financial Services Authority No.4/
POJK.03/2016 dated 26 January 2016 concerning the Rating of
Commercial Banks with Risk-based bank rating, Bank soundness
is reflected from the results of the Company’s assessment of the
risks and Bank performance that can be observed from the final
rating of the assessment results.
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum menggunakan
pendekatan risiko (Risk – based bank rating) yang mencakup
empat faktor yaitu:
1. Profil Risiko,
2. Good Corporate Governance (GCG),
3. Rentabilitas (Earnings),
4. Permodalan (Capital).
The Rating of Commercial Banks uses a risk-based bank rating
approach that includes four factors:
Pada tahun 2016, Perseroan telah mendapat tingkat kesehatan
Bank Peringkat Komposit 2 yang mencerminkan kondisi Bank
secara umum sehat, sehingga dinilai mampu menghadapi
pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis
dan faktor eksternal lainnya.
In 2016, the Company has obtained a soundness of Bank of
Composite Rating 2 that reflects the Bank’s generally healthy
condition, so it is deemed able to deal with significant negative
effects of changes in business conditions and other external
factors.
1. Risk Profile,
2. Good Corporate Governance (GCG),
3. Profitability (Earnings),
4. Capital.
204
PT Bank Victoria International Tbk.
RASIO KEUANGAN
Laporan Tahunan 2016
FINANCIAL RATIO
Tabel Rasio Keuangan
Table of Financial Ratio
Uraian
2016
2015
Description
1
2
3
1
25.14%
18.94%
Minimum Capital Adequacy Requirement
(KPMM)
Aset produktif bermasalah dan aset non
produktif bermasalah terhadap total aset
produktif dan aset non produktif
2.18%
2.63%
Adversely classified assets and non-earning
assets are problematic to total earning assets
and non-earning assets
Aset produktif bermasalah terhadap total
aset produktif
2.35%
2.86%
Adversely classified assets to total earning
assets
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
aset keuangan terhadap aset produktif
1.07%
1.08%
Allowance for Impairment Losses (CKPN) of
financial assets against earning assets
NPL gross
4.17%
4.92%
NPL gross
RASIO KINERJA / PERFORMANCE RATIO
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
(KPMM)
NPL net
2.37%
3.93%
NPL net
Return on Asset (ROA)
0.39%
0.40%
Return on Asset (ROA)
Return on Equity (ROE)
4.79%
6.73%
Return on Equity (ROE)
Net Interest Margin (NIM)
1.30%
2.08%
Net Interest Margin (NIM)
Biaya Operasional terhadap Pendapatan
Operasional (BOPO)
96.10%
95.80%
Operational Cost to Operating Income
(BOPO)
Loan to Deposit Ratio (LDR)
70.26%
71.72%
Loan to Deposit Ratio (LDR)
CASA
10.80%
9.16%
CASA
• Pihak Terkait
0.00%
0.00%
• Pihak Tidak Terkait
0.00%
0.00%
RASIO KEPATUHAN / COMPLIANCE RATIO
Persentase Pelanggaran BMPK
Percentage of LLL Violation
Persentase Pelampauan BMPK
• Related Parties
• Non-Related Parties
Percentage of LLL Exceedance
• Pihak Terkait
0.00%
0.00%
• Related Parties
• Pihak Tidak Terkait
0.00%
0.00%
• Non-Related Parties
GWM Utama Rupiah
7.52%
8.35%
GWM Primary Rupiah
GWM Valuta Asing
0.00%
0.00%
GWM Foreign Exchange
Posisi Devisa Neto
0.00%
0.00%
Net Open Position
Giro Wajib Minimum
Statutory Reserves
KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG DAN
KOLEKTIBILITAS PIUTANG
ABILITY TO PAY DEBT AND RECEIVABLE
COLLECTIBILITY
KEMAMPUAN MEMBAYAR HUTANG
ABILITY TO PAY DEBT
Kemampuan Perseroan dalam memenuhi seluruh kewajiban baik
kewajiban jangka panjang maupun jangka pendek, diukur melalui
beberapa rasio, antara lain rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan
rasio rentabilitas. Berikut ini adalah rasio keuangan perbankan
untuk mengukur solvabilitas, kolektabilitas dan profitabilitas
Bank.
The ability of the Company to meet all liabilities, both long-term
and short-term liabilities, is measured through several ratios,
including liquidity ratios, solvency ratios, and profitability ratios.
The following is the financial ratios of banks to measure the
solvency, collectibility and profitability of the Bank.
KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG JANGKA PENDEK
(LIKUIDITAS BANK)
ABILITY TO PAY SHORT-TERM DEBT (BANK LIQUIDITY)
Pada tahun 2016, tingkat likuiditas Bank yang diukur melalui
rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio/
LDR) mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rasio
In 2016, the Bank’s liquidity level as measured by the Loan to
Deposit Ratio (LDR) has increased compared to the ratio of
credit to third party funds in 2015. In 2015, the Bank’s credit
205
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
kredit terhadap dana pihak ketiga di 2015. Pada tahun 2015,
rasio kredit Bank terhadap dana pihak ketiga sebesar 71,72%,
sedangkan LDR di tahun 2016 sebesar 70,62%. Tingkat LDR
yang dimiliki Bank menunjukkan bahwa Bank memiliki likuiditas
yang baik dan relatif stabil. Di samping itu, hal tersebut juga
mencerminkan bahwa Bank cukup selektif dalam menyalurkan
pinaman, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini
dan di masa yang akan datang.
ratio to third party funds amounted to 71.72%, while the LDR in
2016 amounted to 70.62%. The Bank’s LDR level shows that the
Bank has good liquidity and is relatively stable. In addition, it also
reflects that the Bank is quite selective in disbursing loans, taking
into account current and future economic conditions.
KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG JANGKA PANJANG
(SOLVABILITAS BANK)
ABILITY TO
SOLVABILITY)
Bank mengukur solvabilitas melalui rasio permodalan bank. Bank
memastikan kecukupan modal Bank untuk dapat memenuhi
risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional yang tercermin
dari Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio (CAR)).
Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio /CAR) adalah
rasio modal terhadap aset tertimbang menurut risiko (RiskWeighted Assets (RWA)). Pada tahun 2016, Rasio Kecukupan
Modal Bank mencapai 25,14%, mengalami peningkatan jika
dibandingkan dengan Rasio Kecukupan Modal tahun 2015 yang
sebesar 19,00%.
Bank measures solvency through bank capital ratio. The Bank
ensures the Bank’s capital adequacy to meet its credit risk,
market risk and operating risks as reflected in the Capital
Adequacy Ratio (CAR). Capital Adequacy Ratio (CAR) is the ratio
of capital to Risk-Weighted Assets (RWA). In 2016, the Bank’s
Capital Adequacy Ratio reached 25.14%, an increase compared
to the Capital Adequacy Ratio of 19.00% in 2015.
Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia (BI), rasio kecukupan
modal minimum yang ditetapkan BI adalah sebesar 8%. Dengan
rasio kecukupan Bank berada pada tingkat 25,14%, struktur
permodalan Bank memiliki kapabilitas untuk mengimbangi
risiko pasar, risiko kredit dan risiko operasional dengan tingakt
rasio lebih tinggi dari rasio kecukupan minimum BI. Hal ini
berarti bahwa Bank telah mengelola dengan baik modal Bank
dan memiliki kecukupan modal untuk melindungi dari risiko
solvabilitas.
In accordance with Bank Indonesia (BI) regulations, the minimum
capital adequacy ratio set by BI is 8%. With the Bank’s adequacy
ratio at 25.14%, the Bank capital structure has the capability to
offset market risk, credit risk and operational risk with higher
ratio than BI’s minimum adequacy ratio. This means that the
Bank has properly managed the Bank’s capital and has sufficient
capital to protect from solvency risk.
RENTABILITAS BANK
BANK PROFITABILITY
Rentabilitas Bank diukur melalui rasio-rasio berikut. Rentabilitas
Bank dengan diukur dengan menggunakan Return on Asset (ROA),
Return on Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM) dan Rasio
Biaya Opersional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO).
Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) menujukkan
adanya penurunan, sedangkan Rasio Biaya Opersional terhadap
Pendapatan Operasional (BOPO) mengalami peningkatan. Hal
ini sejalan dengan penurunan pendapatan dan laba operasional
yang dialami Bank di tahun 2016.
The Bank’s profitability is measured by the following ratios. The
Bank’s profitability measured by Return on Assets (ROA), Return
on Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM) and Operating Cost
Ratio to Operating Income (BOPO) indicates a decrease. Return
on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE) indicate a decline,
while the Opportunity Cost Ratio to Operating Income (BOPO)
has increased. This is in line with the decline in revenue and
operating profit experienced by the Bank in 2016.
PAY
LONG-TERM
DEBT
(BANK
Tabel Rasio Rentabilitas Bank
Table of Bank Profitability Ratios
Keterangan
2016
2015
ROA
0.39%
0.40%
ROA
ROE
4.79%
6.73%
ROE
NIM
BOPO
Description
1.30%
1.70%
NIM
96.10%
95.80%
BOPO
PERINGKAT OBLIGASI
BOND RATINGS
Kemampuan membayar utang obligasi bisa tercermin dari
peringkat obligasi yang dikeluarkan oleh PT Pemeringkat
Efek Indonesia. (Pefindo). Berdasarkan pemeringkatan yang
dilaksanakan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
The ability to pay bond debt can be reflected in the rating of bonds
issued by PT Pemeringkat Efek Indonesia. (Pefindo). Based on the
rating conducted by PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) in
accordance with Letter No. 569/PEF-Dir/IV/2016 dated 6 April
206
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
sesuai dengan Surat No. 568/PEF-Dir/IV/2016 tanggal 6 April
2016, hasil pemeringkatan atas Obligasi Bank Victoria IV Tahun
2013 adalah idA- dan Surat No. 569/PEF-Dir/IV/2016 tanggal 6
April 2016, hasil pemeringkatan atas Obligasi Subordinasi Bank
Victoria III Tahun 2013 adalah idBBB+.
2016, the result of the rating of Bank Victoria IV Subordinated
Bonds in 2013 is idA- and Letter No. 569/PEF-Dir/IV/2016
dated 6 April 2016, the result of the rating of Bank Victoria III
Subordinated Bonds in 2013 is idBBB+.
Di samping itu, berdasarkan pemeringkatan yang dilaksanakan
oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sesuai dengan
Surat No. 568/PEF-Dir/IV/2016 tanggal 6 April 2016, hasil
pemeringkatan atas Obligasi Bank Victoria III Tahun 2012 adalah
idA- dan Surat No. 569/PEF-Dir/IV/2016 tanggal 6 April 2016,
hasil pemeringkatan atas Obligasi Subordinasi Bank Victoria II
Tahun 2012 adalah idBBB+.
In addition, based on the rating performed by PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo) in accordance with the Letter No. 569/
PEF-Dir/IV/2016 dated 6 April 2016, the result of the rating of
Bank Victoria III Subordinated Bonds in 2012 is idA- and Letter
No. 569/PEF-Dir/IV/2016 dated 6 April 2016, the result of the
rating of Bank Victoria II Subordinated Bonds in 2012 is idBBB+.
Dilihat dari pemeringkatan yang diperoleh terhadap obligasi
Bank Victoria, maka kemampuan Bank dalam membayar obligasi
beserta bunganya relative baik.
Judging from the ratings obtained on Victoria Bank’s bonds, the
Bank’s ability to pay bonds and interest rates is relatively good.
KOLEKTIBILTAS PIUTANG
RECEIVABLE COLLECTIBILITY
Kolektibilitas piutang (pinjaman) terlihat dari total kredit
bermasalah (Non Performing Loan - NPL). Pada 31 Desember
2016 dan 2015, Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan
- NPL) kotor masing-masing sebesar 4,17%, dan 4,92%. Rasio
NPL neto masing-masing sebesar 2,37% dan 3,93% pada tanggal
31 Desember 2016 dan 2015. Baik NPL kotor maupun neto
mengalami penurunan di 2016 jika dibandingkan dengan di
2015. Hal ini menunjukkan bahwa Bank mengalami peningkatan
kolektibilitas piutang di 2016. Bank senantiasa melakukan
pemantauan secara aktif terhadap perkembangan kualitas
piutang, khususnya kredit yang telah disalurkan.
The collectibility of receivables (loans) is seen from the total nonperforming loan (NPL). As of December 31, 2016 and 2015, nonperforming loans (NPL) ratio was 4.17% and 4.92%, respectively.
The net NPL ratio was 2.37% and 3.93% as of December 31, 2016
and 2015, respectively. Both gross and net NPLs decreased in
2016 when compared to 2015. This indicates that the Bank has
increased its receivable collectibility in 2016. The Bank continues
to actively monitor the progress of the quality of receivables, in
particular the loans disbursed.
Berdasarkan kolektibilitasnya, pinjaman diklasifikasikan sebagai
berikut.
Based on the collectibility, loans are classified as follows.
Tabel Kolektibilitas Pinjaman
Table of Loan Collectibility
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
2016
Pokok
Principal
Lancar
Dalam perhatian khusus
2015
Cadangan
Reserves
Pokok
Principal
Cadangan
Reserves
12,412,934,825
22,726,511
10,938,512,368
23,340,590
Pass
1,519,207,775
18,460,873
1,511,375,287
118,822,539
In special attention
Kurang lancar
60,243,882
6,804,498
158,498,601
16,172,634
Substandard
Diragukan
89,690,380
39,137,327
88,482,456
8,218,545
Doubtful
Macet
Jumlah
455,863,205
189,963,844
397,179,321
102,750,048
Loss
14,537,940,067
277,093,053
13,094,048,033
269,304,356
Total
KONTRIBUSI KEPADA NEGARA
CONTRIBUTIONS TO THE STATE
PUBLIKASI PEMBAYARAN PAJAK
TAX PAYMENT PUBLICATIONS
Bank Victoria dalam kegiatan operasionalnya telah menjalankan
tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance)
yang dilakukan secara transparan dan akuntabel khususnya
dalam mengelola hak dan kewajiban perpajakannya. Hak dan
kewajiban perpajakan telah dilakukan sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
Bank Victoria, in its operational activities, has implemented
a good corporate governance with transparency and
accountability, especially in managing tax rights and obligations.
Taxation rights and obligations have been made in accordance
with the prevailing regulations.
207
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
PEMBAYARAN PAJAK
TAX PAYMENT
Total Pembayaran Pajak periode Januari sampai dengan
Desember 2016, sebagai berikut.
Total Tax Payment for the period of January to December 2016,
as follows.
Tabel Pembayaran Pajak
Table of Tax Payment
(dalam Rupiah penuh)
(in full amount)
Pajak
-
PPh Pasal 4 ayat (2)
-
-
-
2016
-
PPh Article 4 paragraph (2)
Pph Pasal 21
10,686,731,457
-
PPh Article 21
PPh Pasal 23
228,385,395
-
PPh Article 23
PPh Pasal 25
19,591,946,130
-
PPh Article 25
116,207,662
-
VAT
37,201,860
-
Tax Amnesty
-PPN
-
Tax
324,113,352,714
Amnesti Pajak
Total Pembayaran Pajak
354,773,825,218
Total Tax Payment
KETIDAKPATUHAN
PAJAK
DALAM
PEMBAYARAN
NONCOMPLIANCE IN TAX PAYMENTS
Pada periode 2016, tidak terdapat ketidakpatuhan Perseroan
dalam kewajiban membayar pajak.
In the period of 2016, there was no non-compliance of the
Company in the obligation to pay taxes.
DAMPAK PERUBAHAN TINGKAT SUKU
BUNGA TERHADAP KINERJA BANK
IMPACT OF INTEREST RATE CHANGES
ON BANK PERFORMANCE
Di tahun 2016, Bank Indonesia melakukan perubahan suku
bunga acuan dari sebelumnya menggunakan BI-Rate sebagai
suku bunga acuan kemudian diganti menjadi BI 7-Day Repo Rate
sebagai suku bunga acuan baru yang berlaku efektif tanggal 19
Agustus 2016. Selama tahun 2016 tersebut Bank Indonesia telah
beberapa kali melakukan perubahan tingkat suku bunga acuan
Bank Indonesia dari 7,5% (BI-Rate) menjadi 4,75% (BI 7-Day Repo
Rate), dimana perubahan tersebut merupakan salah satu upaya
untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah masih lemahnya
perekonomian global. Hal ini berdampak pada menurunnya suku
bunga Bank yaitu sumber Dana Pihak Ketiga yang mengalami
penurunan sebesar 1,18% di tahun 2016 bila dibandingkan
tahun 2015, atau selama tahun 2016 cost of fund Dana Pihak
Ketiga Bank mengalami penurunan dari sebesar 9,57% di
awal tahun 2016 menjadi sebesar 8,13% di akhir tahun 2016,
namun demikian Dana Pihak Ketiga Bank mengalami kenaikan
sebesar 13,78%. Selain itu, pertumbuhan kredit yang diberikan
mengalami peningkatan sebesar 10,86%.
In 2016, Bank Indonesia changed its reference rate from
previously using BI Rate as the reference rate to BI 7-Day Repo
Rate as the new reference rate as of August 19, 2016. In 2016,
Bank Indonesia have made several changes to the BI Rate from
7.5% (BI Rate) to 4.75% (BI 7-Day Repo Rate), which is one of
the efforts to maintain economy stability amids weak global
economy. This contributed to the decrease of Bank interest
rate that is the Third Party Funds which decreased by 1.18% in
2016 when compared to 2015, or that the cost of funds of the
Bank’s Third Party Funds decreased from 9.57% in early 2016 to
8.13% by the end of 2016, however the Bank’s Third Party Funds
increased by 13.78%. In addition, credit growth grew by 10.86%.
AKSELERASI PERTUMBUHAN FEE BASED
INCOME
GROWTH ACCELERATION OF
FEE BASED INCOME
Di tahun 2016, Perseroan berhasil meningkatkan fee based
income. Fee based income mengalami peningkatan sebesar
44,75% atau sebesar Rp4,25 triliun dari Rp9,50 triliun di tahun
2015 menjadi Rp13,75 triliun di tahun 2016. Pertumbuhan fee
based income terbesar di 2016 berasal dari layanan kliring yang
mengalami peningkatan sebesar 54,91% atau Rp 4,26 triliun
dari Rp7,75 triliun di tahun 2015 menjadi Rp12,01 triliun di
tahun 2016. Selain itu, peningkatan tersebut berasal dari fee
based income ATM Victoria yang mencapai 38,38% atau sebesar
Rp320,71 miliar.
In 2016, the Company managed to increase fee-based income.
Fee based income increased by 44.75% or Rp4.25 trillion from
Rp9.50 trillion in 2015 to Rp13.75 trillion in 2016. The largest
growth of fee-based income in 2016 comes from clearing services
which increased by 54.91% or Rp 4.26 trillion from Rp7.75 trillion
in 2015 to Rp12.01 trillion in 2016.In addition, the increase came
from fee-based income of Victoria ATM which reached 38.38%
or Rp320.71 billion.
PT Bank Victoria International Tbk.
208
Laporan Tahunan 2016
STRUKTUR MODAL
CAPITAL STRUCTURE
Bagian ini menjelaskan tentang struktur modal dalam Laporan
Posisi Keuangan, untuk penjelasan terkait dengan Struktur
Permodalan disajikan dalam bagian Struktur Permodalan dan
Manajemen Risiko dalam Laporan Tahunan Ini.
This section describes the capital structure in the Statement
of Financial Position, for an explanation related to the
Capital Structure presented in the Capital Structure and Risk
Management section of this Annual Report.
KEBIJAKAN STRUKTUR MODAL
CAPITAL STRUCTURES POLICY
Pada tahun 2016, manajemen Bank Victoria dan Entitas Anak
telah menyusun rencana permodalan berdasarkan penilaian
dari penelaahan atas kebutuhan kecukupan permodalan
yang dipersyaratkan dan mengkombinasikannya dengan
tinjauan perkembangan ekonomi terkini. Bank senantiasa
menghubungkan tujuan keuangan dan kecukupan modal
terhadap risiko melalui proses perencanaan modal. Demikian
pula dengan bisnis yang didasarkan pada permodalan dan
persyaratan likuiditas Bank. Kebutuhan permodalan tersebut
direncanakan dan didiskusikan secara rutin dengan didukung
data-data analisis. Rencana permodalan tersebut disusun oleh
Direksi sebagai bagian dari Rencana Bisnis Bank dan disetujui
oleh Dewan Komisaris.
In 2016, the management of Bank Victoria and Subsidiaries
have made a capital plan based on an assessment of the required
capital adequacy requirement and combine it with a review
of the latest economic developments. The Bank always links
the financial objectives and capital adequacy to risk through
the capital planning process. Similarly, the business is based
on the Bank’s capital and liquidity requirements. The need for
such capital is planned and discussed regularly and supported
by analytical data. The capital plan is prepared by the Board of
Directors as part of the Bank’s Business Plan and approved by
the Board of Commissioners.
Dalam menyusun rencana permodalan, manajemen menerapkan
kebijakan tersebut untuk memastikan bahwa Bank memiliki
modal yang kuat dan untuk menciptakan struktur permodalan
yang kuat sehingga dapat mendukung strategi pengembangan
ekspansi usaha saat ini dan mempertahankan kesinambungan
pengembangan usaha di masa mendatang. Selain itu, kebijakan
permodalan ditetapkan untuk memenuhi ketentuan kecukupan
permodalan yang ditetapkan oleh regulator serta memastikan
agar struktur permodalan Bank telah efisien.
In preparing a capital plan, the management implements the
policy to ensure that the Bank has strong capital and to create
a strong capital structure so as to support its current business
expansion strategy and sustain its business development in the
future. In addition, the capital policy is set to meet the capital
adequacy requirements set by the regulator and ensure that the
Bank’s capital structure is efficient.
RINCIAN STRUKTUR MODAL
DETAILS OF CAPITAL STRUCTURE
Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.11/POJK.03/2016
tanggal 29 Januari 2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum Bank Umum, pasal 9 ayat 1 bahwa modal terdiri atas:
In accordance with the Regulation of the Financial Services
Authority No.11/POJK.03/2016 dated 29 January 2016
concerning the Minimum Capital Requirement for Commercial
Banks, Article 9 paragraph 1 that capital consists of:
1.Theoretical Capital (Tier 1), covering:
a. Key Theoretical Capital (Common Equity Tier 1);
b. Additional Theoretical Capital (Additional Tier 1); and
2.Supplementary Capital (Tier 2)
1. Modal Inti (Tier 1), yang meliputi :
a. Modal Inti Utama ( Common Equity Tier 1);
b. Modal Inti Tambahan (Additional Tier 1); dan
2. Modal Pelengkap (Tier 2)
Rincian struktur permodalan disajikan dalam bagian Struktur
Permodalan dan Praktik Manajemen Risiko dalam Laporan
Tahunan ini.
Details of capital structure are presented in the Capital Structure
and Risk Management Practices section of this Annual Report.
Sedangkan komposisi struktur modal berdasarkan komposisi
aset dan liabilitas di 2016 yang dimiliki oleh Bank adalah 85,29%
berasal dari Liabilitas, 4,61% berasal dari dana syirkah temporer,
dan 10,10% berupa Ekuitas, komposisi ini mengalami perubahan
jika dibandingkan dengan 2015. Komposisi struktur modal yang
berasal dari Liabilitas dan dana syirkah temporer mengalami
penurunan masing-masing sebesar 0,86% dan 0,14%, sedangkan
Ekuitas meningkat sebesar 1,01%.
The composition of capital structure based on the composition
of assets and liabilities in 2016 owned by the Bank is 85.29%
derived from Liabilities, 4.61% comes from temporary syirkah
funds, and 10.10% of Equity, and this composition changes when
compared to 2015. The composition of capital structure derived
from Liabilities and temporary shirkah funds decreased by 0.86%
and 0.14% respectively, while Equity increased by 1.01%.
209
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Tabel Struktur Modal
Table of Capital (dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Uraian
LIABILITAS
2016
22,174,911,584
Presentase
Total Modal
Percentage of
Total Capital
85.29%
Description
LIABILITY
1,105,405,580
4.75%
TEMPORARY SYIRKAH
FUNDS
10.10%
2,113,690,246
9.09%
TOTAL EQUITY
100.00%
23,250,685,651
100.00%
TOTAL LIABILITIES,
TEMPORARY SYIRKAH
FUND, AND EQUITY
1,198,799,002
4.61%
TOTAL EKUITAS
2,626,270,697
25,999,981,283
20,031,589,825
Presentase
Total Modal
Percentage of
Total Capital
86.15%
DANA SYIRKAH
TEMPORER
TOTAL LIABILITAS,
DANA SYIRKAH
TEMPORER, DAN
EKUITAS
2015
IKATAN MATERIAL TERKAIT INVESTASI
BARANG MODAL
MATERIAL
RELATED
TO
THE
INVESTMENT OF CAPITAL GOODS
Pada tahun 2016, Bank Victoria dan Entitas Anak tidak memiliki
ikatan material terkait investasi barang modal yang dilakukan.
Seluruh kegiatan investasi barang modal dalam bentuk tanah
dan bangunan, kendaraan bermotor, mesin-mesin dan peralatan,
perlengkapan dan perabotan kantor, serta aset pra-operasional
dibiayai oleh Bank dalam mata uang Rupiah.
In 2016, Bank Victoria and Subsidiaries have no material ties
related to capital investment. All capital investment activities
in the form of land and buildings, motor vehicles, machinery and
equipment, office equipment and furniture, and pre-operating
assets are financed by the Bank in Rupiah.
Aset tetap, kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko
kebakaran dan pencurian kepada PT Victoria Insurance
(pihak berelasi) dan PT Asuransi Takaful Umum dengan nilai
pertanggungan seluruhnya pada tanggal 31 Desember 2016
dan 31 Desember 2015 masing-masing sebesar Rp313.935.985
dan Rp295.328.977. Manajemen Grup berpendapat bahwa
nilai pertanggungan tersebut telah memadai untuk menutup
kemungkinan kerugian atas aset tetap yang dipertanggungkan.
Fixed assets, except land, are covered by insurance against losses
from fire and theft to PT Victoria Insurance (related party) and PT
Asuransi Takaful Umum with total coverage as of December 31,
2016 and December 31, 2015 amounting to Rp313,935,985 and
Rp295,328,977 respectively. The Group Management believes
that the insurance coverage is adequate to cover possible losses
on the insured property.
REALISASI INVESTASI BARANG MODAL
REALIZATION
INVESTMENT
JENIS, TUJUAN, DAN NILAI INVESTASI BARANG
MODAL
TYPES, OBJECTIVES, AND VALUE OF CAPITAL
GOODS
Pada tahun 2016, Bank Victoria dan Entitas Anak telah
melakukan investasi barang modal dengan tujuan untuk
memenuhi kebutuhan kegiatan operasional Bank. Adapun
kegiatan investasi barang modal tersebut sebagai berikut.
In 2016, Bank Victoria and Subsidiaries have invested capital
goods in order to meet the Bank’s operating needs. The
investment activities of such capital goods are as follows.
OF
CAPITAL
GOODS
Tabel Realisasi investasi barang modal
Table Realization of capital goods investment
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Keterangan
Tanah dan bangunan
Kendaraan bermotor
Mesin-mesin dan Peralatan
Perlengkapan dan perabotan kantor
2016
3,847,609
2015
626,003
Description
Land and building
529,225
463,190
Motor vehicle
2,304,258
2,335,735
Machines and Equipment
732,988
111,912
Office supplies and furnishings
Aset dalam Penyusutan
1,040,904
8,444,167
Assets in Depreciation
Jumlah Investasi Barang Modal
8,454,984
11,981,007
Total Capital Goods Investment
210
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
DERIVATIF DAN FASILITAS LINDUNG
NILAI
DERIVATIVES AND HEDGING FACILITIES
Selama tahun 2016, Bank Victoria tidak melakukan kegiatan
yang megandung transaksi derivatif dan fasilitas lindung nilai.
During 2016, Bank Victoria did not engage in activities containing
derivative transactions and hedging facilities.
PERBANDINGAN
TARGET
DAN
REALISASI SERTA TARGET/PROYEKSI
2017
COMPARISON
OF
TARGET
AND
REALIZATION
AND
TARGET/
PROJECTION 2017
Secara umum, pencapaian target Bank di 2016 telah menunjukkan
hasil yang baik. Bank telah berhasil melampaui target, khususnya
terkait dengan total aset dengan pencapaian sebesar 102,22%,
ekuitas dengan pencapaian sebesar 82,25%, pendapatan bunga
dan syariah bersih dengan pencapaian sebesar 161,10%, dan
laba bersih dengan pencapaian sebesar 159,89%. Uraian terkait
pencapaian target digambarkan dalam tabel berikut.
In general, the achievement of the Bank’s target in 2016 has
shown good results. The Bank has exceeded the target, especially
related to total assets with achievement of 102.22%, equity with
achievement of 82.25%, interest income and sharia net with
achievement of 161.10%, and net income with achievement
of 159.89%. The description of the achievement of targets is
illustrated in the following table.
Perbandingan Rencana Bisnis Bank dan Realisasi 2016
Comparison of Bank Business Plan and Realization 2016
(dalam miliar Rupiah)
(in billion Rupiah)
Uraian
2016*
RBB 2016*
BBP 2016*
Pencapaian
Achievement
1
2
3
4=2/3
Ringkasan Neraca
Total Aset
Penempatan pada Bank Indonesia
Surat Berharga
Kredit yang Diberikan
Komponen Aset Lainnya
Description
1
Statement Summary
24,679.5
102.22%
Total Assets
1,552.1
100.26%
Current accounts in Bank
Indonesia
7,045.8
7,247.4
97.22%
Securities
13,090.6
13,460.5
97.25%
Loans
1,556.2
24,144.3
2,986.9
1,399.3
213.46%
Other Components of Asset
Total Liabilitas
22,032.9
21,571.9
102.14%
Total Liabilities
Total dana pihak ketiga
19,487.1
19,100.0
102.03%
Total third party funds
399.9
561.5
71.22%
Current Accounts
Giro
Tabungan
1,126.9
2,246.2
50.17%
Saving Deposits
Deposito
15,600.5
16,292.3
95.75%
Deposits
Surat berharga yang diterbitkan
993.2
400.0
248.30%
Securities issued
Komponen Liabilitas Lainnya
1,552.6
1,471.9
105.48%
Other Components of Liability
Total Ekuitas
2,115.7
2,572.4
82.25%
Total Equity
Modal disetor & Tambahan Modal
Disetor
Akumulasi Laba/(Rugi)
Komponen Ekuitas Lainnya
811.0
1,117.0
72.61%
Paid-in capital & Additional Paidin Capital
1,030.0
1,079.3
95.43%
Accumulated Gain/(Loss)
274.7
376.1
73.04%
Other Components of Equity
Ringkasan Laba/(Rugi)
Pendapatan Bunga dan Syariah
- Bersih
Pendapatan dan Beban
Operasional selain bunga
Laba/(Rugi) Operasional
Pendapatan Non Operasional –
Bersih
Laba Sebelum Taksiran Pajak
Penghasilan
Taksiran Pajak Penghasilan Tahun
Berjalan
Laba/(Rugi) Sesudah Taksiran
Pajak Penghasilan
*Bank only
*Bank only
Summary of Profit/(Loss)
265.5
188.7
161.10%
Interest and Sharia Income - Net
(141.6)
(93.5)
151.44%
Operating Income and Expenses
other than interest
123.9
95.2
130.15%
Operating Profit/(Loss)
(3.1)
2.1
(147.62%)
Non-Operating Income – Net
120.7
97.3
124.05%
Income Before Estimated Income
Tax
(1.9)
(23.1)
8.23%
Current Year Estimated Income
Tax
118.8
74.3
159.89%
Profit/(Loss) After Estimated
Income Tax
211
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
PROYEKSI 2017
FORECAST 2017
Manajemen Perseroan telah menyusun Rencana Bisnis Bank
untuk tahun 2017 dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi
saat ini dan proyeksi perekonomian di tahun 2017, baik dari segi
makro maupun mikro. Rencana Bisnis Bank tersebut diuraikan
sebagai berikut.
The Company’s management has drawn up a Bank Business
Plan for 2017 taking into consideration the current economic
conditions and economic projection in 2017, both macro and
micro. The Business Plan of the Bank is described as follows.
Perbandingan Realisasi 2016 Dengan Rencana Bisnis Bank 2017
Comparison of Realization 2016 with Bank Business Plan 2017
Uraian
2016*
Proyeksi 2017*
Forecast 2017*
Description
1
2
3
1
Posisi Keuangan
Total Asset
Financial Position
24,679.5
26,746.3
Total Assets
Penempatan pada Bank Indonesia
1,556.2
1,744.2
Current accounts in Bank Indonesia
Surat Berharga
7,045.8
7,842.5
Securities
13,090.6
15,167.8
Loans
2,986.9
1,991.7
Other Components of Asset
Kredit yang Diberikan
Komponen Asset Lainnya
Total Liabilities
22,032.9
23,959.8
Total Liabilities
Total dana pihak ketiga
19,487.1
20,777.8
Total third party funds
399.9
935.0
Current Accounts
Giro
Tabungan
1,126.9
2,805.0
Saving Deposits
Deposito
15,600.5
17,037.8
Deposits
993.2
400.0
Securities issued
Komponen Liabilities Lainnya
Surat berharga yang diterbitkan
1,552.6
2,782.0
Other Components of Liability
Total Ekuitas
2,115.7
2,786.4
Total Equity
811.0
1,120.6
Paid-in capital & Additional Paid-in
Capital
1,030.0
1,289.7
Accumulated Gain/(Loss)
274.7
367.1
Other Components of Equity
Modal disetor & Tambahan Modal
Disetor
Akumulasi Laba/(Rugi)
Komponen Ekuitas Lainnya
Laba/(Rugi)
Profit/(Loss)
Pendapatan dan Beban Bunga
Pendapatan Bunga
Beban Bunga
Pendapatan Bunga - Neto
Interest Income and Expenses
2,038.9
2,125.8
Interest Income
( 1,773.5)
1,780.3
Interest Expense
265.5
345.5
Interest Income - Net
Pendapatan dan Beban Operasional
Selain Bunga
141.6
-
Operating Income and Expenses Other
than Interest
Pendapatan Operasional selain bunga
312.5
386.9
Operating Income other than interest
Beban Operasional selain bunga
(454.1)
(474.5)
Operating Expenses other than interest
Beban Tenaga Kerja
(149.8)
(169.7)
PERSONNEL EXPENSES
( 2.6)
(6.0)
Operating Expense
Beban lainnya
Beban Operasi
(145.5)
(219.6)
Other expenses
Beban Pembentukkan CKPN
(154.8)
(78.6)
CKPN forming expenses
(1.4)
(0.6)
Operating Income and Expenses other
than interest - others
Pendapatan/(Beban) Operasional
Operasional – Neto
(71.0)
(87.6)
Operating Revenue/(Expense) - Net
Laba/(Rugi) Operasional
134.7
257.9
Operating Profit/(Loss)
Beban Operasional Selain Bunga
- Lainnya
Pendapatan/(Beban) Non Operasional
– Bersih
(13.9)
(12.6)
Non-Operating Income/(Expense) –
Net
Laba/(Rugi) Sebelum Taksiran Pajak
Penghasilan
120.7
245.3
Profit/(Loss) Before Estimated Income
Tax
212
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Uraian
2016*
Proyeksi 2017*
Forecast 2017*
1
2
3
Pajak Penghasilan Tahun Berjalan
Laba/(Rugi) Sesudah Taksiran Pajak
Penghasilan
Description
1
(1.9)
(34.8)
Current Year Income Tax
118.8
210.4
Profit/(Loss) After Estimated Income
Tax
*Bank only
*Bank only
INFORMASI MATERIAL YANG TERJADI
SETELAH
TANGGAL
LAPORAN
AKUNTAN
MATERIAL
INFORMATION
THAT
HAPPENED
AFTER
DATE
OF
ACCOUNTING REPORTS
Sampai dengan terbitnya Laporan Tahunan ini, tidak
terdapatinformasi material yang terjadi setelah tanggal laporan
akuntan yang berdampak terhadap kinerja dan risiko usaha di
masa mendatang.
Until the issuance of this Annual Report, no material information
occurs after the date of the accountant’s report that affects
future business performance and risks.
KEBIJAKAN DIVIDEN
DIVIDEND POLICY
Pelaksanaan kebijakan pembagian dividen yang diterapkan
Bank didasarkan pada ketentuan Anggaran Dasar Bank tentang
Penggunaan Laba dan Pembagian Dividen.
Berdasarkan
ketentuan tersebut, kebijakan pembagian dividen disesuaikan
dengan kemampuan Bank berdasarkan
keputusan yang
diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini
dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan dan
tingkat kesehatan keuangan, serta peraturan terkait Peraturan
Bank Indonesia mengenai Alokasi Modal Inti dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di bidang perbankan.
The implementation of the dividend-sharing policy applied by
the Bank is based on the provisions of the Bank’s Articles of
Association concerning Profit and Dividend Sharing. Based on
these provisions, the dividend payout policy is adjusted to the
Bank’s ability based on the decision taken in the General Meeting
of Shareholders (GMS). This is done by considering the financial
condition and financial health level, as well as the related Bank
Indonesia regulations concerning Theoretical Capital and the
prevailing laws and regulations in the banking sector.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Tahunan tanggal 24 Juni 2016 yang dinyatakan dalam Akta
Notaris Fathiah Helmi, SH tanggal yang sama, para pemegang
saham menyetujui penggunaan laba neto untuk pembentukan
cadangan umum sebesar Rp25.000.000 dari laba tahun 2015.
Tidak terdapat pembagian dividen untuk para pemegang saham
di tahun ini.
Based on Minutes of Annual General Meeting of Shareholders
(AGM) dated 24 June 2016 as stated in Notarial Deed of Fathiah
Helmi, SH, dated on the same date, the shareholders approved
the use of net profit for the establishment of general reserve
amounting to Rp25,000,000 of profit in 2015. There is no
dividend payout for shareholders this year.
Kondisi ini masih sama dengan tahun sebelumnya, Pada tahun
2015, Bank Victoria tidak melaksanakan pembagian dividen
tunai. Hal ini disebabkan perolehan laba bersih di tahun 2014
akan menjadi laba ditahan yang akan dipergunakan untuk
memperkuat struktur permodalan Bank dalam mendukung
ekspansi usaha.
This condition is still the same as the previous year, By 2015,
Bank Victoria did not implement distribution of cash dividends.
This is because the net income in 2014 will be retained earnings
that will be used to strengthen the Bank’s capital structure to
support business expansion.
PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM OLEH
MANAJEMEN DAN/ATAU KARYAWAN
SHAREHOLD OWNERSHIP PROGRAM
BY MANAGEMENT AND/OR EMPLOYEES
Bank Victoria tidak melaksanakan program kepemilikan saham
oleh manajemen dan/atau karyawan (Management Employee Stock
Option Plan (MESOP). Hal ini ditetapkan sesuai dengan kode etik
Bank dengan tujuan untuk menghindari terjadinya insider trading.
Victoria Bank does not implement a Management Employee
Stock Option Plan (MESOP). This is determined in accordance
with the Bank’s code of ethics with the aim of avoiding the
occurrence of insider trading.
REALISASI PENGGUNAAN DANA HASIL
PENAWARAN UMUM
REALIZATION OF THE USE OF THE
RESULTS OF PUBLIC OFFERINGS
Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK No.30/
POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana
Hasil Penawaran Umum, Bank telah melaporkan Realisasi
Penggunaan Dana Hasil Konversi Efek Yang Dapat Dikonversi
Menjadi Saham Periode Juli 2016.
According to the Regulation of the Financial Services Authority
No.30/POJK.04/2015 on the Report on the Realization of Funds
Received from Public Offering, Bank has reported Realization of
Funds Received from the Conversion of Securities Convertible to
Shares for the period of July 2016.
213
2016 Annual Report
Realisasi konversi dana hasil exercise waran seri VI periode
Juli 2016 adalah sebesar 87.167.233 lembar atau sebesar
Rp 8.716.723.300.
No.
Jenis
Penawaran
Umum
Type of
Public
Offering
1
1.
Tanggal
Efektif
Effective
Date
2
3
Waran Seri VI
1 Juli 2016
Total Efek yang
diterbitkan
Total Securities
Issued
4
1,478,275,953
PT Bank Victoria International Tbk.
The realization of the conversion of funds received from Series
VI warrants exercise for the period of July 2016 amounted to
87,167,233 pieces or Rp8,716,723,300.
Efek yang telah dikonversi
Converted securities
Jumlah
Amount
Nilai (Rp)
Value (Rp)
5
6
87,167,233
8,716,723,300
Jumlah Efek
yang belum
dikonversikan
Total
Securities
which have
not been
converted
131,844,791
Rencana
Penggunaan
Dana Menurut
Prospektus
Proceed
Utilization Plan
according to
the Prospectus
Menambah atau
meningkatkan
modal kerja
perseroan
Add or increase
the Company’s
working capital
Realisasi
Penggunaan
Dana
Menurut
Prospektus
Proceed
Utilization
Realization
according
to the
Prospectus
Menambah atau
meningkatkan
modal kerja
perseroan
Add or increase
the Company’s
working capital
Sisa Dana
Hasil
Konversi
The
Remaining
Funds of
the Public
Offering
Nihil
INFORMASI MATERIAL MENGENAI
INVESTASI,
EKSPANSI, DIVESTASI,
AKUISISI, ATAU RESTRUKTURISASI
HUTANG DAN MODAL
MATERIAL
INFORMATION
ON
INVESTMENT,
EXPANSION,
DIVESTMENT,
ACQUISITION,
OR
RESTRUCTURING OF DEBTS AND
CAPITAL
INVESTASI
INVESTMENT
Bank melakukan investasi dalam efek-efek jangka pendek.
Rincian efek-efek yang dimiliki Bank selama di 2016 dan 2015
disajikan sebagai berikut.
The Bank invests in short-term securities. The details of securities
held by the Bank during 2016 and 2015 are presented as follows.
Tabel Efek-Efek
Table of Securities
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Uraian
2016
2015
Description
Diperdagangkan
Reksadana
Traded
1,266,468,546
1,458,772,954
1,266,468,546
1,458,772,954
Sertifikat Bank Indonesia
1,073,882,699
566,074,747
Bank Indonesia Certificate
Surat Utang Negara
Tersedia untuk Dijual
Mutual fund
Available for Sale
1,054,600,280
623,764,835
Government Securities
Obligasi korporasi
476,400,344
197,157,810
Corporate Bonds
Reksadana
402,660,353
311,425,232
Mutual fund
Surat Berharga Syariah Negara
172,494,195
397,721,080
Sharia Based Government Securities
Wesel jangka menengah
100,000,000
-
Medium term notes
87,804,950
29,608,571
Asset-backed securities
3,367,842,821
2,125,752,275
Surat Utang Negara
550,577,379
429,832,215
Reksadana
941,120,721
894,546,405
Mutual fund
Obligasi Korporasi
614,557,841
665,578,276
Corporate Bonds
Efek beragun aset
Dimiliki hingga jatuh tempo
Held to maturity
Government Securities
214
PT Bank Victoria International Tbk.
Uraian
Efek beragun aset
Wesel jangka menengah
2016
Laporan Tahunan 2016
2015
-
Description
4,215,510
Asset-backed securities
315,000,000
25,000,000
Medium term notes
2,421,255,941
2,019,172,406
Diukur pada biaya perolehan
Surat Berharga Syariah Negara
Surat Berharga Syariah Korporasi
Measured at acquisition cost
162,107,033
176,141,817
Sharia Based Government Securities
65,217,604
54,307,127
Corporate Sharia Securities
227,324,637
230,448,944
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai
Jumlah Bersih
Reduced:
-
(3,450,000)
Allowance for impairment losses
7,282,891,945
5,830,696,579
Net Total
EKSPANSI
EXPANSION
Pada tahun 2016, Bank Victoria tidak melakukan kegiatan
ekspansi.
In 2016, Bank Victoria did not condut any significant expansion
activities.
DIVESTASI
DIVESTMENT
Selama tahun 2016, Bank Victoria tidak melakukan kegiatan
divestasi.
During 2016, Bank Victoria did not conduct any divestment
activities.
AKUISISI
ACQUISITION
Selama tahun 2016, Bank Victoria tidak melakukan kegiatan
akuisisi.
During 2016, Bank Victoria did not conduct any acquisition
activities.
RESTRUKTURISASI
UTANG
RESTRUKTURISASI MODAL
DEBT RESTRUCTURING
RESTRUCTURING
DAN/ATAU
AND/OR
CAPITAL
Selama tahun 2016, Bank Victoria tidak melakukan transaksi
restrukturisasi utang dan/atau restrukturisasi modal.
During 2016, Bank Victoria does not conduct debt restructuring
and/or capital restructuring transactions.
INFORMASI TRANSAKSI
DENGAN PIHAK BERELASI
MATERIAL
MATERIAL
TRANSACTION
INFORMATION WITH RELATED PARTIES
KEBIJAKAN
MEKANISME
REVIU
ATAS
TRANSAKSI DAN PEMENUHAN PERATURAN
DAN KETENTUAN TERKAIT
REVIEW
MECHANISM
POLICY
FOR
TRANSACTION AND FULFILLMENT OF RELATED
TERMS AND CONDITIONS
Bank Victoria memiliki kebijakan mengenai penyediaan dana
kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar, sebagaimana
diatur dalam Manual Ketentuan Kredit. Evaluasi dan pengkinian
atas kebijakan dalam Manual Ketentuan Kredit tersebut
dilakukan secara berkala. Pendanaan kepada pihak terkait dan
kepada debitur dengan dana dalam jumlah besar senantiasa
dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, serta
telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan maupun
peraturan perundang-undangan lain yang berlaku, antara lain
menyangkut aspek Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).
Bank Victoria has policies regarding the provision of funds to
related parties and the provision of substantial funds, as provided
for in the Loan Provisions Manual. Evaluation and updating of the
policies in the Manual of Credit Terms shall be made periodically.
Funding to related parties and to debtors with large amounts of
funds is always done with due observance of prudent principles,
and has complied with the provisions of the Financial Services
Authority as well as other applicable laws and regulations,
including the Legal Lending Limit (BMPK).
Selain itu, pendanaan kepada pihak terkait juga harus diputuskan
oleh Dewan Komisaris secara independen. Pelaporan rutin
BMPK kepada Otoritas Jasa Keuangan dilakukan secara tepat
waktu dan sepanjang tahun 2016 tidak terdapat pelanggaran
atau pelampauan atas BMPK.
In addition, funding to related parties must also be decided
independently by the Board of Commissioners. Regular LLL
reporting to the Financial Services Authority is conducted in
a timely manner and throughout 2016 there is no violation or
exceedance of LLL.
215
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Selama tahun 2016 tidak terdapat pelanggaran dan/atau
pelampauan terhadap BMPK atas penyediaan dana kepada Pihak
Terkait Bank Victoria.
During 2016 there is no violation and/or exceedance of LLL for
the provision of funds to the Related Parties of Bank Victoria.
KEWAJARAN TRANSAKSI
TRANSACTIONS FAIRNESS
Bank melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi seperti
yang didefinisikan dalam PSAK No.7 (Revisi 2010) tentang
“Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”, yang didefinisikan antara
lain:
The Bank conducts transactions with related parties as defined
in PSAK No.7 (Revised 2010) on “Related Parties Disclosures”,
which are defined as follows:
1)Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi
dengan entitas pelapor jika orang tersebut: memiliki
pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas
pelapor; memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor;
atau personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas
induk dari entitas pelapor.
2) Satu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika: entitas dan
entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang
sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak
berikutnya terkait dengan entitas lain); satu entitas adalah
entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan
anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya); kedua entitas tersebut adalah
ventura bersama dari pihak ketiga yang sama; satu entitas
adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas
yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga; entitas
tersebut adalah suatu program imbalan paska kerja untuk
imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas
yang terkait dengan entitas pelapor; Jika entitas pelapor
adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut,
maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;
entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh
orang yang diidentifikasi sebagai orang atau anggota keluarga
terdekat yang memiliki relasi dengan entitas pelapor; atau
orang yang diidentifikasi sebagai anggota keluarga terdekat
yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor yang memiliki
pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen
kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
1)A person or immediate family member is related to the
reporting entity if the person: has joint control or control
over the reporting entity; has significant influence over the
reporting entity; or the key management personnel of the
reporting entity or the parent of the reporting entity.
Berdasarkan ketentuan tersebut, pihak-pihak berelasi dan sifat
hubungannya dengan Bank diuraikan sebagai berikut.
Based on these provisions, the related parties and the nature of
their relationship with the Bank are described as follows.
NAMA DAN SIFAT HUBUNGAN BERELASI
NAME AND NATURE OF RELATED RELATIONSHIP
Pihak-pihak berelasi adalah perusahaan dan perorangan yang
mempunyai keterkaitan kepemilikan atau kepengurusan secara
langsung maupun tidak langsung dengan Bank sebagaimana
disebutkan di atas.
Related parties are companies and individuals who have direct or
indirect ownership or management relationship with the Bank as
mentioned above.
Pihak berelasi
Related parties
2)An entity is related to the reporting entity if: the entity and
the reporting entity are members of the same business
group (which means that each parent, subsidiary and fellow
subsidiary is related to the others); an entity is an associate
or joint venture of another entity (or an associate or joint
venture entity which is a member of a business group, of
which the other entity is a member); Both entities are joint
ventures of the same third party; an entity is a joint venture
of a third entity and the other entity is an associate entity of
the third entity; the entity is a post-employment benefit plan
for employee benefits from one of the reporting entities or
entities associated with the reporting entity; if the reporting
entity is the entity that organizes the program, then the
sponsoring entity also relates to the reporting entity; the
controlled or jointly controlled entitiy by persons identified
as persons or members of the immediate family who have
relationships with the reporting entity; or person identified
as a member of the immediate family who has a relationship
with a reporting entity having significant influence over the
entity or the key management personnel of the entity (or
parent of the entity).
Sifat dari hubungan
Nature of relationship
Sifat dari transaksi
Nature of transaction
PT Victoria Investama Tbk
Pemegang saham / Shareholder
Simpanan nasabah / Customer deposits
PT Victoria Securities Indonesia
Dimiliki oleh pemegang saham utama / Under
common control
Simpanan nasabah, pinjaman yang diberikan /
Customer deposits, loans
PT Victoria Insurance
Dimiliki oleh pemegang saham utama / Under
common control
Simpanan nasabah, pinjaman yang diberikan,
asuransi aset tetap / Customer deposits,
loans, fixed asset insurance
PT Magna Finance
Dimiliki oleh pemegang saham utama / Under
common control
Simpanan nasabah / Customer deposits
216
PT Bank Victoria International Tbk.
Pihak berelasi
Related parties
Laporan Tahunan 2016
Sifat dari hubungan
Nature of relationship
Sifat dari transaksi
Nature of transaction
PT Merak Energi Indonesia
Dimiliki oleh pemegang saham utama / Under
common control
Simpanan nasabah / Customer deposits
PT Sulfindo Adiusaha
Dimiliki oleh pemegang saham utama / Under
common control
Simpanan nasabah / Customer deposits
PT Nata Patindo
Pemegang saham / Shareholder
Simpanan nasabah / Customer deposits
PT Suryayudha Investindo Cipta
Pemegang saham / Shareholder
Suzanna Tanojo
Pemegang saham / Shareholder
Simpanan nasabah, pinjaman yang diberikan /
Customer deposits, loans
Luciana Tanojo
Hubungan keluarga dengan Suzanna / Family
relationship with Suzanna
Pinjaman yang diberikan / Loans
Dewan Komisaris, Direksi dan pejabat
eksekutif / Board of Commissioners, Board of
Directors and executive officers
Manajemen dan karyawan kunci /
Management and key employees
Simpanan nasabah, pinjaman yang diberikan /
Customer deposits, loans
Simpanan nasabah / Customer deposits
REALISASI TRANSAKSI
REALIZATION OF TRANSACTIONS
Rincian terkait transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi ialah
sebagai berikut.
Details relating to transactions with Related Parties are as
follows.
Keterangan
2016
2015
Description
Aset
Assets
Pinjaman yang diberikan - neto
PT Magna Finance
PT Victoria Securities Indonesia
Suzanna Tanojo
Loans - net
46,536,907
-
PT Magna Finance
230,256
-
PT Victoria Securities Indonesia
-
347,364
Suzanna Tanojo
195,002
-
PT Victoria Investama
Dewan Komisaris, Direksi dan
pejabat eksekutif Grup (masingmasing di bawah Rp 1.000.000)
11,052,193
9,267,505
Board of Commissioners,
Board of Directors and Group
executive officers (each below Rp
1,000,000)
Jumlah pinjaman yang diberikan
-net
58,014,358
9,614,869
Total loans - net
Persentase terhadap jumlah aset
0.22%
0.04%
Percentage to total assets
PT Victoria Investama
Simpanan nasabah
Giro
Customer deposits
5,489,475
5,911,144
Current Accounts
Tabungan
29,978,576
10,702,673
Saving Deposits
Deposito berjangka
25,551,676
60,896,559
Time deposits
Jumlah
61,019,727
77,510,376
Total
0.28%
0.39%
Percentage to total liabilities
28,185,000
950,000
Mudharabah Deposits
Persentase terhadap jumlah
liabilitas
Dana Syirkah Temporer
Deposito mudharabah
Tabungan mudharabah
Jumlah
Persentase terhadap jumlah dana
syirkah temporer
Pendapatan bunga
Persentase terhadap jumlah
pendapatan bunga
Beban bunga
Persentase terhadap jumlah
beban bunga
Temporary Syirkah Funds
589,586
765,276
Mudharabah Saving Deposits
28,774,586
1,715,276
Total
2.40%
0.16%
Percentage to the amount of
temporary syirkah funds
2,585,637
932,134
Interest income
0.12%
0.05%
Percentage to total interest
income
6,294,526
6,499,899
Interest expenses
0.39%
Percentage to total interest
expense
0.34%
217
2016 Annual Report
Keterangan
PT Bank Victoria International Tbk.
2016
2015
Description
Beban tenaga kerja
Gaji dan tunjangan Dewan
Komisaris, Direksi dan pejabat
eksekutif
Persentase terhadap jumlah
beban tenaga kerja
Personnel expenses
43,830,291
47,149,292
Salaries and allowances of the
Board of Commissioners, Board
of Directors and executive
officers
24.82%
28.39%
Percentage to total work load
Komitmen dan kontinjensi
Fasilitas pinjaman yang belum
digunakan
Penerbitan jaminan dalam
bentuk garansi
Jumlah
Persentase terhadap jumlah
liabilitas komitmen dan
kontinjensi – neto
Kommitment and contingence
(20,008,070)
(20,000,000)
Unused loan facility
(685,089)
(157,500)
Issuance of security in the form
of warranty
(20,693,159)
(20,157,500)
Total
1.31%
1.44%
Percentage to total commitment
and contingent liabilities - net
PEMENUHAN PERATURAN DAN
KETENTUAN TERKAIT
FULFILLMENT
CONDITIONS
OF
RELATED
TERMS
AND
Menunjuk Peraturan Bank Indonesia No.7/3/PBI/2005 tanggal
2005 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum,
yang Mana telah diubah dengan PBI No.08/13/pbi/2006
tanggal 5 Oktober 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan
Bank Indonesia Nomor.7/3/PBI/2005 Tentang Batas Maksimum
Pemberian Kredit Bank Umum. Bank wajib menerapkan
prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dalam memberikan
Penyediaan Dana, khususnya Penyediaan Dana Kepada Pihak
Terkait dan atau Penyediaan Dana Besar (large exposure), dan
SK DIR No.017/SK-DIR/06/13 tanggal 18 Juni 2013 tentang
Unit Kerja Pengkonsolidasi Batas Maksimum Pemberian Kredit
(BMPK) bahwa Divisi Kepatuhan sebagai Unit Kerja yang
melakukan pengelolaan informasi eksposur BMPK Terkait.
Referring to Bank Indonesia Regulation No.7/3/PBI/2005 year of
2005 regarding Legal Lending Limit for Commercial Banks, which
has been amended by Bank Indonesia Regulation No.08/13/
pbi/2006 dated 5 October 2006 concerning Amendment to Bank
Indonesia Regulation Number.7/3/PBI/2005 Concerning the
Legal Lending Limit for Commercial Banks. The Bank is required
to apply prudential principles and risk management in providing
Fund Provision, in particular the Provision of Funds to Related
Parties and or the Provision of Large Funds (large exposures),
and SK DIR No.017/SK-DIR/06/13 dated 18 June 2013 on The
Consolidating Unit of the Legal Lending Limit (BMPK) that the
Compliance Division as a Work Unit conducting the management
of the relevant BMPK exposure information.
INFORMASI TRANSAKSI MATERIAL
YANG
MENGANDUNG
BENTURAN
KEPENTINGAN
MATERIAL
TRANSACTION
INFORMATION CONTAINING CONFLICT
OF INTERESTS
Selama tahun 2016, Bank Victoria tidak melakukan transaksi
material yang mengandung benturan kepentingan.
During 2016, Bank Victoria did not conduct any material
transactions containing conflict of interest.
KOMITMEN DAN KONTINJENSI
COMMITMENT AND CONTINGENCE
Bank Victoria mempunyai komitmen dan kontijensi. Adapun
ikhtisar komitmen dan kontinjensi Grup yang dinyatakan dalam
nilai kontrak adalah sebagai berikut.
Bank Victoria is committed and contingent. The summary of
commitments and contingencies of the Group stated in the
contract value are as follows.
Tabel Komitmen dan Kontinjensi
Table of Committment and Contingency
(dalam ribuan Rupiah)
(in thousand Rupiah)
Uraian
2016
2015
Komitmen
Commitment
Liabilitas komitmen
Committment liabilities
Fasilitas pinjaman yang belum digunakan
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Description
Unused loan facility
(20,008,070)
(20,000,000)
Related parties
(1,443,043,454)
(1,335,051,722)
Third parties
218
PT Bank Victoria International Tbk.
Uraian
Liabilitas komitmen - neto
Laporan Tahunan 2016
2016
2015
(1,463,051,524)
(1,355,051,722)
Description
Commitment liabilities - net
Kontinjensi
Contingency
Tagihan kontinjensi
Contingent Bill
Pendapatan bunga dalam penyelesaian pihak ketiga
94,176,477
132,433,177
Liabilitas kontinjensi
Interest income in settlement - third parties
Contingent liabilities
Penerbitan jaminan dalam bentuk Bank
Garansi
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Kontinjensi - neto
Jumlah liabilitas komitmen dan kontinjensi
- neto
Issuance of collateral in the form of bank
guarantee
(272,596,541)
(177,762,978)
Third parties
(685,089)
(157,500)
Related parties
(179,105,153)
(45,487,301)
Contingencies - net
(1,400,539,023)
Total commitment and contingent liabilities
- net
(1,642,156,677)
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 31 Desember 2015, tidak
terdapat komitmen dan kontinjensi signifikan lainnya selain
komitmen dan kontinjensi yang telah diungkapkan di atas.
As of December 31, 2016 and December 31, 2015, there are
no significant commitments and contingencies other than the
commitments and contingencies disclosed above.
LARANGAN,
BATASAN,
DAN/ATAU
HAMBATAN
SIGNIFIKAN
UNTUK
MELAKUKAN TRANSFER DANA ANTARA
BANK DAN ENTITAS LAIN DALAM SATU
KELOMPOK USAHA
BANS,
LIMITATIONS,
AND/OR
SIGNIFICANT BARRIERS TO DO A
TRANSFER OF FUNDS BETWEEN BANKS
AND OTHER ENTITIES IN ONE BUSINESS
GROUP
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Bank Victoria telah
menetapkan kebijakan yang mencakup batasan dalam melakukan
kegiatan transfer dana yang diuraikan sebagai berikut.
In conducting its business activities, Bank Victoria has
established a policy that includes restrictions on performing the
fund transfer activities described as follows.
• Bank Victoria tidak memiliki batasan di dalam prosedur
operasional terkait transfer dana Nasabah baik transfer
masuk maupun keluar antar bank dan entitas lain dalam satu
kelompok usaha.
• Bank Victoria mengacu pada BMPK di buat oleh Divisi
Akunting dan dipantau oleh Divisi Kepatuhan dan Divisi
Analis Kredit terkait dengan Batas Maksimum Pemberian
Kredit Bank Victoria ke Pihak Ketiga Lainnya dan Entitas
dalam satu kelompok usaha.
• Bank Victoria has no restrictions in the operating procedures
regarding the transfer of funds of Customers either inbound
and outbound between banks and other entities within a
business group.
• Victoria Bank refers to BMPK defined by Accounting
Division and monitored by the Compliance Division and
Credit Analyze Division concerning the Maximum Credit
Limit of Bank Victoria to Other Third Parties and Entities in
one business group.
PERUBAHAN
PERATURAN
PERUNDANG–UNDANGAN
YANG
BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP
BANK
REGULATIONS
CHANGES
THAT
SIGNIFICANTLY AFFECT THE COMPANY
Adapun perubahan peraturan perundang-undangan yang
berpengaruh terhadap Bank beserta dampak serta respon Bank
terhadap perubahan tersebut selama tahun 2016 adalah sebagai
berikut.
The changes in legislation affecting the Bank and the impact and
response of the Bank to such changes during 2016 are as follows.
PERATURAN DAN SURAT EDARAN OTORITAS
JASA KEUANGAN
REGULATION AND CIRCULAR LETTER
FINANCIAL SERVICES AUTHORITY
No
Regulasi
Regulation
OF
Dampak/Kajian
Impact/Review
Keterangan
Description
POJK No. 18/POJK.03/2016 tentang
Manajemen Risiko Bagi Bank Umum
Bank wajib menerapkan manajemen risiko
yang mencakup 8 risiko
POJK No. 18/POJK.03/2016 on the Risk
Management of Commercial Banks
Bank is required to apply risk management
that covers 8 risks
Laporan profil risiko telah mencakup
10 risiko yang disesuaikan dengan TKT
dengan perusahaan Induk.
The risk profile report has covered 10 risks
tailored to TKT with the
1
219
2016 Annual Report
No
Regulasi
Regulation
Dampak/Kajian
Impact/Review
PT Bank Victoria International Tbk.
Keterangan
Description
POJK No.11/POJK.03/2016 tanggal
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
Bank Umum
POJK No.11/POJK.03/2016 on the
Minimum Capital Requirement for
Commercial Banks
Bank wajib memperhitungkan Modal
sesuai dengan BUKU II
POJK No.6/POJK.03/2016 tentang
Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor
Berdasarkan Modal Inti
Bank melaksanakaan kegiatan usaha bank
sesuai BUKU II dan merupakan konversi
dari ketentuan yang diatur dalam PBI
POJK No.6/POJK.03/2016 on Business
Activities and Office Networks Based on
Theoretical Capital
Bank wajib melaksanakan kegiatan usaha
bank berdasarkan kecukupan alokasi
modal inti (AMI) yang diatur dalam BUKU
II
The Bank is required to conduct business
activities based on the adequacy of
theoretical capital as set forth in BUKU II
POJK No.4/POJK.03/2016 tentang
Penilaian Tingkat Kesehatan Bank
Bank wajib melakukan penilaian Tingkat
Kesehatan Bank secara berkala
POJK No.4/POJK.03/2016 on the Rating
of Bank Soundness
Banks are required to conduct periodic
Bank Rating
Bank telah menyampaikan secara rutin
TKB kepada otoritas dan merupakan
konversi dari ketentuan yang diatur dalam
PBI
The Bank has submitted the TKB routinely
to the authority and is a conversion of the
provisions stipulated in the PBI
5
POJK No.56/POJK.03/2016 tentang
Kepemilikan Saham Bank Umum
POJK No.56/POJK.03/2016 on Share
Ownership of Commercial Banks
Pemenuhan kewajiban pelaporan kepada
Regulator atas Rencana Pembelian Saham
Fulfilling the reporting obligations to the
Regulator on the Share Purchase Plan
Bank telah melaporkan pada Laporan
perubahan Modal
The Bank has reported on the Capital
Change Report
Kewajiban pelaporan Bank dalam
peluncuran PAB terkait pengembangan TI
Bank telah melaporkan pada Laporan PAB
inisiatif 2017
6
POJK No.38/POJK.03/2016 tentang
Penerapan Manajemen Risiko dalam
Penggunaan Teknologi Informasi oleh
Bank Umum
POJK No.38/POJK.03/2016 concerning
Application of Risk Management in
the Use of Information Technology by
Commercial Banks
The reporting obligation of the Bank in the
launch of PAB related to IT development
The Bank has reported on its 2017 PAB
Initiative Report
POJK No.55/POJK.03/2016 tentang
Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum
Bank wajib menyampaikan laporan
pelaksanaan tata kelola paling lambat
4 bulan sejak tahun buku berakhir dan
dipublikasikan di web Bank Victoria
Banks are required to submit a report on
the implementation of the governance by
no later than 4 months from the end of the
financial year and published on the web of
Bank Victoria.
Bank telah melakukan proses penyusunan
Laporan GCG dan Laporan Tahunan Bank
Victoria
SEOJK No.43/SEOJK.03/2016 tentang
Transparansi dan Publikasi Laporan Bank
Umum Konvensional
SEOJK No.43/SEOJK.03/2016 on
Transparency and Publication of
Conventional Commercial Bank Reports
Bank wajib menyesuaikan form-form yang
mengalami penyesuaian dalam ketentuan
terbaru
The Bank shall adjust the adjusted forms in
the latest terms
Bank telah melakukan Penyesuaian format
laporan LBU/LBBU
SEOJK No.34/SEOJK.03/2016 tentang
Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank
Umum
Bank wajib menetapkan metodologi
terkait dengan laporan Profil Risiko
yang berpedoman pada formulir pada
ketentuan
The Bank shall establish a methodology
related to the Risk Profile report which is
guided by the form under the terms
Bank telah melakukan penyusunan profil
risiko yang mengacu pada formulir terbaru
2
3
Bank is required to calculate capital in
accordance with BUKU II
4
7
8
POJK No.55/POJK.03/2016 on the
Implementation of Good Corporate
Governance for Commercial Banks
9
SEOJK No.34/SEOJK.03/2016 on the
Implementation of Risk Management for
Commercial Banks
Konversi ketentuan KPMM Bank
Indonesia menjadi ketentuan KPMM yang
dikeluarkan oleh OJK
Conversion of LLL provisions of Bank
Indonesia shall be the provisions of LLL
issued by OJK
The Bank carries out business activities
in accordance with BUKU II and is a
conversion of the provisions stipulated in
the PBI
The Bank has undertaken the process of
preparing the GCG Report and the Annual
Report of Bank Victoria
The Bank has adjusted the LBU/LBBU
report format
The Bank has prepared a risk profile
referring to the latest form
220
PT Bank Victoria International Tbk.
PERATURAN
INDONESIA
No
1
2
DAN
SURAT
EDARAN
Regulasi
Regulation
REGULATIONS AND CIRCULAR LETTERS OF
BANK INDONESIA
Dampak/Kajian
Impact/Review
Keterangan
Description
Peraturan Bank Indonesia No. 18/3/
PBI/2016 tanggal 10 Maret 2016 tentang
Perubahan Ketiga atas Peraturan Bank
Indonesia No. 15/15/PBI/2013 tentang
Giro Wajib Minimum Bank Umum dalam
Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum
Konvensional
Bank wajib memperhitungkan Giro Wajib
Minimum dalam rupiah sesuai ketentuan
Bank Indonesia
Bank telah memperhitungkan Giro Wajib
Minimum Bank dan melaporkan secara
berkala
Regulation of Bank of Indonesia
No. 18/3/PBI/2016 dated 10 March 2016
on the Third Amendment to Regulation of
Bank of Indonesia No. 15/15/PBI/2013
concerning Statutory Reserves of
Commercial Banks in Rupiah and Foreign
Currency for Conventional Commercial
Banks
The Bank is required to calculate Statutory
Reserves in rupiahs in accordance with
Bank Indonesia regulations
The Bank has calculated the Statutory
Reserves Bank and reported on a regular
basis
Surat Edaran Bank Indonesia No.18/40/
DPSP tanggal 30 Desember 2016 tentang
Penyelenggaraan Transfer Dana dan
Kliring Berjadwal oleh Bank Indonesia
•
Bank telah melakukan penyesuaian
pengaturan dalam SP Penerbitan Cek dan
Bilyet Giro
•
Circular Letter of Bank of Indonesia
No.18/40/DPSP dated 30 Desember
2016, concerning Implementation of Fund
Transfer and Scheduled Clearing by Bank
Indonesia
•
•
3
BANK
Laporan Tahunan 2016
Pengaturan penyerahan Warkat
Debit berupa cek dan/atau bilyet
giro kepada Peserta pengirim harus
dilakukan oleh nasabah penerima
atau pihak yang menerima kuasa dari
nasabah penerima.
untuk cek dan/atau bilyet giro,
dibatasi paling tinggi sebesar
Rp500.000.000,00 (lima ratus juta
rupiah); dan untuk nota debit tidak
dibatasi
The arrangement of delivery of Debit
Clearing in the form of check and/
or bilyet giro to the sending Member
must be done by the receiving
customer or the party receiving the
authorization from the beneficiary
customer.
For check and/or bilyet giro, the
maximum limit is Rp500.000.000,00
(five hundred million rupiah); And for
debit notes are not restricted.
The Bank has adjusted the arrangement in
the Check and Giro Issuance Application
Letter
Surat Edaran No.18/32/DPSP tanggal
29 November 2016 tentang Bilyet Giro
Bank wajib melakukan penolakan Bilyet
Giro yang ditetapkan oleh Bank Indonesia,
dan khusus untuk alasan penolakan:
• tidak memenuhi syarat formal Bilyet
Giro;
• pencantuman Tanggal Efektif tidak
dalam Tenggang Waktu Pengunjukan;
• diunjukkan tidak dalam Tenggang
Waktu Efektif;
• Bilyet Giro diblokir pembayarannya;
dan
• Bilyet Giro diduga palsu atau
dimanipulasi, dilakukan tanpa
memperhatikan ketersediaan dana
dalam Rekening Giro Penarik
Bank telah melakukan penyesuaian
pengaturan dalam SP Penerbitan Cek dan
Bilyet Giro
Circular letter No.18/32/DPSP dated
29 November 2016 on Bilyet Giro
The Bank is required to reject Bilyet
Giro stipulated by Bank Indonesia, and
specifically for reasons of rejection:
• Does not meet the formal
requirements of Bilyet Giro;
• Inclusion of Effective Date not within
the Grace Period of Appointment;
• Indicated not in the Effective Time
Frame;
• Bilyet Giro payment is blocked; and
• Bilyet Giro is allegedly false or
manipulated, done without regard to
the availability of funds in the Demand
Deposit Account
The Bank has adjusted the arrangement in
the Check and Giro Issuance Application
Letter
221
2016 Annual Report
No
4
Regulasi
Regulation
Dampak/Kajian
Impact/Review
Peraturan Bank Indonesia No.18/21/
PBI/2016 tanggal 3 Oktober 2016 tentang
Sistem Infomasi Debitur
•
•
The Bank Indonesia Regulation No.18/21/
PBI/2016 dated 3 October 2016 on the
Debtor Information System
PT Bank Victoria International Tbk.
•
•
Pihak yang dapat meminta Informasi
Debitur terdiri atas Pelapor, Debitur,
Lembaga Pengelola Informasi
Perkreditan atau pihak lain.
Pelapor wajib menyampaikan
informasi kepada Debitur terkait
pelaporan Penyediaan Dana ke dalam
Sistem Informasi Debitur
Parties that may request Debtor
Information consist of Reporting
Entity, Debtor, Credit Management
Information Institution or other
parties.
The Reporting Party shall be obliged
to convey information to the
Borrower related to the reporting of
Provision of Funds into the Debtor
Information System
Keterangan
Description
Bank telah melakukan Penyesuaian
Standar Prosedur Sistem Infomasi Debitur
The Bank has made a Standard Adjustment
of Debtor Information System Procedure
PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
DAN
DAMPAKNYA
TERHADAP
LAPORAN KEUANGAN
CHANGES IN ACCOUNTING POLICIES
AND
IMPACT
ON
FINANCIAL
STATEMENTS
ALASAN PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
REASONS FOR CHANGES IN ACCOUNTING
POLICIES
Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan dilakukan
untuk mematuhi PSAK yang berlaku. Bank telah menerapkan
standar akuntansi berikut pada tanggal 1 Januari 2016 yang
dianggap relevan yaitu sebagai berikut.
Changes in accounting policies and disclosures are made to
comply with the applicable PSAK. The Bank has implemented the
following accounting standards as of January 1, 2016 which are
considered relevant as follows.
PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
CHANGES IN ACCOUNTING POLICIES
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
(DSAK-IAI) telah menerbitkan standar baru, revisi dan
interpretasi berikut, yang berlaku efektif pada atau setelah
tanggal 1 Januari 2016.
The Financial Accounting Standards Board of the Indonesian
Institute of Accountants (DSAK-IAI) have issued the following
new standards, revisions and interpretations, effective on or
after January 1, 2016.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
PSAK 4 (revisi 2015): Laporan Keuangan Tersendiri;
PSAK 5 (revisi 2015): Segmen Operasi;
PSAK 7 (revisi 2015): Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi;
PSAK 13 (revisi 2015): Properti Investasi;
PSAK 15 (revisi 2015): Investasi pada Entitas Asosiasi dan
Ventura Bersama;
PSAK 19 (revisi 2015): Aset Tak Berwujud;
PSAK 22 (revisi 2015): Kombinasi Bisnis;
PSAK 24 (revisi 2015): Imbalan Kerja;
PSAK 25 (revisi 2015): Kebijakan Akuntansi, Perubahan
Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan;
PSAK 53 (revisi 2015): Pembayaran Berbasis Saham;
PSAK 65 (revisi 2015): Laporan Keuangan Konsolidasian;
PSAK 66 (revisi 2015): Pengaturan Bersama;
PSAK 67 (revisi 2015): Pengungkapan Kepentingan dalam
Entitas Lain;
PSAK 68 (revisi 2015): Pengukuran Nilai Wajar;
PSAK 110 (revisi 2015): Akuntansi Sukuk;
ISAK 30 (revisi 2015): Pungutan
PSAK 70 Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan
Pajak*)
*) Efektif sejak tanggal pengesahan
Pengampunan Pajak tanggal 15 Juli 2016
Undang-undang
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
PSAK 4 (revision 2015): Independent Financial Statements;
PSAK 5 (revision 2015): Operating Segment;
PSAK 7 (revision 2015): Related Party Disclosures;
PSAK 13 (revision 2015): Investment Property;
PSAK 15 (revision 2015): Investments in Joint Associations
and Venture Associations;
PSAK 19 (revision 2015): Intangible Assets;
PSAK 22 (revision 2015): Business Combination;
PSAK 24 (revision 2015): Employee Benefits;
PSAK 25 (revision 2015): Accounting Policies, Changes in
Accounting Estimates, and Errors;
PSAK 53 (revision 2015): Share-based Payments;
PSAK 65 (revision 2015): Consolidated Financial Statement;
PSAK 66 (revision 2015): Shared Settings;
PSAK 67 (revision 2015): Disclosure of Interest in Other
Entities;
PSAK 68 (revision 2015): Fair Value Measurement;
PSAK 110 (revision 2015): Accounting for Sukuk;
ISAK 30 (revision 2015): Charges
PSAK 70 Accounting for Tax Amnesty Assets and
Liabilities*)
*) Effective since the date of the tax amnesty bill of 15 July
2016
PT Bank Victoria International Tbk.
222
Laporan Tahunan 2016
DAMPAK PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
IMPACT OF
POLICIES
CHANGES
IN
ACCOUNTING
PSAK dan ISAK tersebut diatas tidak memiliki dampak yang
signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan dalam laporan
keuangan konsolidasian Grup untuk periode berjalan atau
periode tahun sebelumnya.
The above PSAK and ISAK do not have any significant effect
on the amounts reported in the Group’s consolidated financial
statements for the current period or prior year period.
INFORMASI KELANGSUNGAN USAHA
GOING CONCERN INFORMATION
HAl-HAL YANG BERPOTENSI BERPENGARUH
SIGNIFIKAN
TERHADAP
KELANGSUNGAN
USAHA PERUSAHAAN
ISSUES THAT MAY SIGNIFICANTLY AFFECT THE
BUSINESS CONTINUITY OF THE COMPANY
Tidak terdapat hal-hal yang berpotensi berpengaruh signifikan
terhadap kelangsungan usaha Perseroan.
Nothing has the potential to significantly affect the Company’s
business continuity.
ASSESSMENT MANAJEMEN ATAS HAL-HAL
YANG BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP
KELANGSUNGAN USAHA PERUSAHAAN
MANAGEMENT ASSESSMENT ON THE THINGS
SIGNIFICANTLY AFFECTING THE BUSINESS
CONTINUITY OF THE COMPANY
Manajemen Bank telah melakukan penilaian atas kemampuan
Bank untuk melanjutkan kelangsungan usahanya dan
berkeyakinan bahwa Bank memiliki sumber daya untuk
melanjutkan usahanya di masa mendatang. Selain itu, manajemen
tidak mengetahui adanya ketidakpastian material yang dapat
menimbulkan keraguan yang signifikan terhadap kemampuan
Bank untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Oleh
karena itu, laporan keuangan konsolidasian telah disusun atas
dasar usaha yang berkelanjutan.
The Bank’s management has assessed the Bank’s ability for
its business continuity and believes that the Bank has the
resources to continue its business in the future. In addition,
the management is not aware of any material uncertainty that
may cause significant doubt on the Bank’s ability to maintain its
viability. Therefore, the consolidated financial statements have
been prepared on the basis of going concern principle.
ASUMSI YANG DIGUNAKAN MANAJEMEN
DALAM MELAKUKAN ASSESSMENT
ASSUMPTIONS USED BY THE MANAGEMENT IN
ASSESSMENT
Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan manajemen dalam
melakukan assessment terhadap kelangsungan usaha adalah
sebagai berikut.
- Kinerja Keuangan
-Solvabilitas
- Masalah Internal
- Perkara Hukum
Some of the factors that become the management consideration
in conducting assessment on business continuity are as follows.
KINERJA ANAK PERUSAHAAN
SUBSIDIARY PERFORMANCE
Bank Victoria memiliki 1 (satu) Anak Perusahaan, yaitu Bank
Victoria Syariah dan tidak memiliki entitas asosiasi. Presentase
kepemilikan saham Bank Victoria pada Bank Victoria Syariah
sebesar 99,99%. Deskripsi tentang Bank Victoria Syariah ialah
sebagai berikut.
Bank Victoria has 1 (one) Subsidiary, namely Bank Victoria Sharia
and has no entity association. The percentage of ownership of
Bank Victoria Sharia shares in Bank Victoria Syariah amounted
to 99.99%. Description of Bank Victoria Sharia is as follows.
BANK VICTORIA SYARIAH
BANK VICTORIA SYARIAH
PROFIL
PROFILE
Bank Victoria Syariah didirikan untuk pertama kalinya dengan
menggunakan nama “PT Bank Swaguna” berdasarkan Akta
No. 9 tanggal 15 April 1966, dibuat di hadapan Bebasa Daeng
Lalo, wakil notaris di Jakarta yang telah memperoleh pengesahan
dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. J.A.5/79/5 tanggal 7 November 1967 dan
telah didaftarkan pada Daftar Perusahaan di Kantor Panitera
Bank Victoria Sharia was for the first time established under the
name of “PT Bank Swaguna” based on Deed No. 9 dated 15 April
1966, made before Bebasa Daeng Lalo, a notary representative
in Jakarta who has obtained the approval of the Minister of
Justice of the Republic of Indonesia based on Decision Letter
No. J.A.5 /79/5 dated 7 November 1967 and has been registered
on Company Register at the Registrar’s Office at the Office
- Financial Performance
-Solvency
-Internal Matter
-Legal Matter
2016 Annual Report
223
PT Bank Victoria International Tbk.
Pengadilan Negeri I di Cirebon masing-masing di bawah
No. 1/1968 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 42 tanggal 24 Mei 1968, Tambahan No. 62. Yang
kemudian diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar
No. 4 tanggal 5 September 1967 dibuat di hadapan Bebasa Daeng
Lalo, wakil notaris di Jakarta yang telah memperoleh persetujuan
Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No. J.A.5/79/5 tanggal 7 November 1967 dan
telah didaftarkan pada Daftar Perusahaan di Kantor Panitera
Pengadilan Negeri I di Cirebon masing-masing di bawah
No. 2/1968 pada tanggal 10 Januari 1968 serta telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 42 tanggal 24 Mei
1968, Tambahan No. 62.
of the Clerk of District Court I in Cirebon respectively under
No. 1/1968 and has been published in State Gazette Number 42
dated 24 May 1968, Supplement No. 62, which is then amended
by Amendment Deed of Articles of Association No 4, dated 5
September 1967, made before Bebasa Daeng Lalo, a notary
representative in Jakarta who has obtained the approval of
the Minister of Justice of the Republic of Indonesia based on
Decision Letter No. J.A.5 /79/5 dated 7 November 1967 and
has been registered on Company Register at the Registrar’s
Office at the Office of the Clerk of District Court I in Cirebon
respectively under No. 2/1968 on 10th of January 1968 and has
been published in State Gazette Number 42 dated 24 May 1968,
Supplement No. 62.
Dengan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT. Bank
Swaguna (Perubahan Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan
UUPT No. 40/2007) No. 5 tanggal 6 Agustus 2009 dibuat
dihadapan Erni Rohaini, S.H., MBA., Notaris Daerah Khusus
Ibukota Jakarta, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang telah
mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan HAM berdasarkan
Surat Keputusan No. AHU-02731.AH.01.02. Tahun 2010 tanggal
19 Januari 2010, dan telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 83 tanggal 15 Oktober 2010, Tambahan
No. 31425 (“Akta No.5 tanggal 6 Agustus 2009”), nama “PT Bank
Swaguna” diubah menjadi “PT Bank Victoria Syariah”.
With the Deed of Shareholder Resolution of PT. Bank Swaguna
(Amendment to Company’s Articles of Association in accordance
with UUPT No. 40/2007) No. 5 dated 6 August 2009 made
before Erni Rohaini, S.H., MBA., Notary of Special Region Capital
of Jakarta, domiciled in South Jakarta, which has received
approval from the Minister of Justice and Human Rights based on
Decree No. AHU-02731.AH.01.02. Year 2010 dated 19 January
2010, and has been published in the State Gazette of Republic
of Indonesia No. 83 dated October 15, 2010, Supplement
No. 31425 (“Deed No.5 dated 6 August 2009”), the name
“PT Bank Swaguna” was changed to “PT Bank Victoria Syariah”.
Terakhir Anggaran Dasar Bank Victoria Syariah diubah
dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa
PT. Bank Victoria Syariah No. 13, tanggal 29 Juni 2016, dibuat
dihadapan Setiawan, S.H., Notaris Daerah Khusus Ibukota
Jakarta bekedudukan di Jakarta Pusat, untuk perubahan pasal
4 ayat 2 yang pemberitahuan perubahannya telah diterima dan
dicatat dalam database Sisminbakum Departemen Hukum Dan
HAM berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0062667 tanggal
30 Juni 2016. Dan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum
Luar Biasa PT. Bank Victoria Syariah No. 07, tanggal 06 Februari
2017, dibuat dihadapan Setiawan, S.H., Notaris Daerah Khusus
Ibukota Jakarta bekedudukan di Jakarta Pusat, untuk perubahan
pasal 14 ayat 8 huruf b yang pemberitahuan perubahannya
telah diterima dan dicatat dalam database Sisminbakum
Departemen Hukum dan HAM berdasarkan Surat No.AHUAH.01.03-0063920 tanggal 13 Februari 2017. Bank Victoria
Syariah mulai beroperasi dengan prinsip syariah sejak tanggal 1
April 2010. Adapun kepemilikan saham Bank Victoria pada Bank
Victoria Syariah adalah sebesar 99,99%.
Lastly, the Articles of Association of Bank Victoria Syariah was
amended by the Deed of Resolution of Extraordinary General
Meeting of PT. Bank Victoria Syariah No. 13, dated June
29, 2016, made before Setiawan, S.H., Notary of the Special
Capital Region of Jakarta domiciled in Central Jakarta, for the
amendment of article 4, paragraph 2 whose notice of amendment
has been received and recorded in the database of Sisminbakum
Department of Law and Human Rights based on letter no. AHUAH.01.03-0062667 dated 30th June 2016. And the Deed of
Resolution of Extraordinary General Meeting of PT. Bank Victoria
Syariah No. 07, dated 06 February 2017, made before Setiawan,
S.H., Notary of the Special Capital Region Jakarta is domiciled
in Central Jakarta, for the amendment of article 14 Paragraph
8 letter b whose notice of amendment has been received and
recorded in the database Sisminbakum Department of Law and
Human Rights based on Letter No. AH.01.03-0063920 dated
February 13, 2017. Bank Victoria Sharia entered into operation
with sharia principles since April 1, 2010. As for the share
ownership of Bank Victoria in Bank Victoria Syariah is 99.99%.
DEWAN KOMISARIS, DIREKSI DAN PENGAWAS
SYARIAH
BOARD OF COMMISSIONERS, BOARD OF DIRECTORS
AND SHARIA SUPERVISORS
Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa Nomor 3 tanggal 8 September 2016 yang dibuat dihadapan
Setiawan, SH, Notaris di Jakarta, susunan Komisaris dan Direksi
PT Bank Victoria Syariah sebagai berikut.
Based on Deed of Minutes of Extraordinary General Meeting
of Shareholders Number 3 dated 8 September 2016, made
before Setiawan, SH, Notary in Jakarta, the composition of
Commissioners and Board of Directors of PT Bank Victoria
Syariah as follows.
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
(Komisaris Independen) : Sugiharto, SE
Komisaris Independen : Sari Idayanti *
Komisaris Independen : Djoko Nugroho*
Board of Commissioners:
President Commissioner
(Independent Commissioner) :Sugiharto, SE
Independent Commissioner : Sari Idayanti *
Independent Commissioner :Djoko Nugroho*
PT Bank Victoria International Tbk.
Direksi
Direktur Utama
Direktur Support Pembiayaan
Direktur Operasional
Direktur Kepatuhan
: Firman Ananda Moeis
: Andy Sundoro
: Deddy Effendi Ridwan**
: Nurani Raswindriati**
224
Laporan Tahunan 2016
Board of Directors
President Director
Director of Financing Support
Director of Operations
Director of Compliance
:Firman Ananda Moeis
:Andy Sundoro
:Deddy Effendi Ridwan**
:Nurani Raswindriati**
Dewan Pengawas Syariah
Ketua
:Prof. DR. H. Hasanuddin AF, MA
Anggota :Prof. DR Hj. Huzaemah Tahido Yanggo
Board of Sharia Supervisors
Chairperson :Prof. DR. H. Hasanuddin AF, MA
Members :Prof. DR Hj. Huzaemah Tahido Yanggo
*) Sedang dalam proses mendapat persetujuan OJK
**) Telah mendapat persetujuan OJK pada tanggal 14 Maret 2017
*) In the process of obtaining OJK approval
**) Received OJK approval on 14 March 2017
PRODUK-PRODUK BANK VICTORIA SYARIAH
PRODUCTS OF BANK VICTORIA SYARIAH
• Giro iB
Rekening Koran untuk nasabah perorangan maupun badan
hukum dengan fasilitas cek dan Bilyet Giro dan prinsip
wadiah (titipan) dan mudharabah.
• Giro iB
Current Account for individual customers as well as legal
entities with check facility and Bilyet Giro and wadiah
(deposit) and mudharabah (profit sharing) principles.
• Tabungan iB
Simpanan dalam bentuk investasi syariah dengan prinsip
mudharabah (bagi hasil) yang saling menguntungkan.
• iB Saving Deposits
Deposits in the form of sharia investment with mutually
beneficial mudaraba (profit sharing) principles.
• Deposito iB
Inventasi syariah berjangka waktu 1, 3, 6 ,dan 12 bulan yang
memberikan keuntungan dengan prinsip mudharabah (bagi
hasil) yang kompetitif dan menarik.
• iB Deposits
The 1, 3, 6 and 12 month sharia investments that provide
benefits with competitive and attractive mudaraba principles
(profit sharing).
• Tabungan V-Plan iB
Tabungan yang penarikannya memiliki jangka waktu sesuai
dengan kesepakatan dengan nasabah di awal dengan potensi
bagi hasil yang kompetitif guna memenuhi kebutuhan di
masa yang akan datang, sekaligus memberikan manfaat
proteksi asuransi jiwa gratis.
• V-Plan iB Saving Deposits
Saving deposits whose withdrawals have a period of time
in accordance with the prearranged agreement with the
customers with the potential for a competitive outcome in
order to meet the needs in the future, as well as to provide
the benefits of free life insurance protection.
• Tabungan V-Bisnis iB
Tabungan yang diperuntukan bagi perorangan (profesional
dan pengusaha) yang memiliki kegiatan usaha, yang
penarikannya dapat dilakukan sesuai dengan syarat dan
ketentuan tertentu yang telah disepakati dan tidak dapat
ditarik dengan cek, bilyet giro, atau media lainnya yang
dipersamakan dengan itu.
• V-Bisnis iB Saving Deposits
Saving deposits reserved for individuals (professionals
and entrepreneurs) who have business activities, whose
withdrawals may be made in accordance with certain terms
and conditions agreed upon and cannot be withdrawn by
check, giro, or other equivalent media.
• Pembiayaan Murabahah (Jual Beli)
Pembiayaan dengan menggunakan sistem jual beli untuk
memenuhi kebutuhan modal kerja atau investasi.
• Pembiayaan Murabahah (Bagi Hasil)
Fasilitas pembiayaan dengan menggunakan sistem bagi hasil
untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.
• Murabahah Financing (Buy and Sell)
Financing by using the sale and purchase system to meet the
needs of working capital or investment
.
• Mudharabah Financing (Profit Sharing)
Financing facility using profit sharing system to meet working
capital needs.
• Pembiayaan Murabahah Pemilikan Mobil
Fasilitas pembiayaan yang dapat digunakan untuk membiayai
pembelian mobil dengan menggunakan sistem jual beli.
• Murabaha Financing of Car Ownership
Financing facility that can be used to finance the purchase of
cars using the system of buying and selling.
• Pembiayaan Murabahah Pemilikan Rumah
Fasilitas pembiayaan yang dapat digunakan untuk membiayai
pembelian rumah dengan menggunakan sistem jual beli.
• Murabaha Financing of Home Ownership
A financing facility that can be used to finance the purchase
of a house using the buying and selling system.
• Pembiayaan Murabahah Mikro
Fasilitas pembiayaan pembelian barang-barang kebutuhan
modal kerja maupun pembelian barang investasi guna
mendukung usaha nasabah sebesar harga pokok ditambah
dengan margin keuntungan Bank yang disepakati.
• Micro Murabahah Financing
The financing facility for the purchase of working capital
goods as well as the purchase of investment goods to support
the customer’s business at the cost of the principal plus the
agreed profit margin of the bank.
225
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
• Pembiayaan Multiguna
Fasilitas pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif
dengan menggunakan sistem ijarah (Sewa Manfaat).
• Multipurpose Financing
The financing facility to meet consumer needs by using a
system of ijarah (Lease Benefits).
• Pembiayaan V-Kop iB
Fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada Koperasi
Karyawan (kopkar), Koperasi Pegawai, Koperasi Pegawai
Negeri (KPN) atau koperasi sejenis lainnya yang berbasis
syariah yang diteruskan kepada anggotanya untuk memenuhi
berbagai kebutuhan diantaranya untuk pembelian kendaraan
roda empat, pembelian rumah, dan kebutuhan lainnya.
• Financing for V-Kop iB
The financing facilities provided to Employee Cooperatives
(KOPKAR), Worker Cooperatives, Civil Service Cooperatives
(KPN) or other similar sharia-based cooperatives are
forwarded to its members to meet various needs such as for
the purchase of four-wheeled vehicles, home purchases, and
other necessities.
KINERJA KEUANGAN UTAMA BANK VICTORIA
SYARIAH
KEY FINANCIAL PERFORMANCE OF BANK VICTORIA
SYARIAH
Tabel Kinerja Keuangan Utama Bank Victoria Syariah
Table of Key Financial Performance of Bank Victoria Syariah
(dalam juta Rupiah)
(in million Rupiah)
Uraian
2016
2015
1
2
3
Aset
Pertumbuhan
Growth
4=2-3
Description
5=4/3
1
1,625,183
1,379,266
245,917
17.83%
Assets
232,055
111,208
120,847
108.66%
Liabilities
1,198,799
1,105,406
93,393
8.44%
Temporary Syirkah Funds
194,329
162,266
32,063
19.76%
Equity
Piutang dan Pembiayaan
1,212,690
1,074,047
138,643
12.90%
Receivables and
Financing
Pendapatan Pengelolaan
Dana Oleh Bank Sebagai
Mudharib
122,263
144,366
(22,103)
(15.31%)
Fund Management
Revenue By Bank As
Mudharib
Hak Bagi Hasil Milik
Bank
38,166
39,985
(1,819)
(4.55%)
Sharing Rights Owned
By Bank
Beban Operasional
Lainnya
77,754
73,740
4,014
5.44%
Other Operating
Expenses
Laba Rugi Operasional
(38,619)
(32,524)
6,095
18.74%
Operating Profit Loss
Laba Tahun Berjalan
(18,474)
(24,001)
(5,527)
(23.02%)
Profit of the Current
Year
151
285
(134)
(47.01%)
Comprehensive Income
during the Current Year
Liabilitas
Dana Syirkah Temporer
Ekuitas
Laba Komprehensif
Selama Tahun Berjalan
Sumber: Laporan Keuangan Audited Bank Victoria Syariah
Source: Audited Financial Statement of Bank Victoria Sharia
Rasio Keuangan Utama Bank Victoria Syariah
Key Financial Ratio of Bank Victoria Syariah
Uraian
1
2016
2015
Description
1
2
3
CAR
15.98%
16.14%
FDR
100.67%
95.29%
FDR
ROA
(2.19%)
(2.36%)
ROA
ROE
(17.45%)
(15.06%)
ROE
NIM
2.63%
2.80%
NIM
NPF Net
4.35%
4.82%
NPF Net
CAR
PT Bank Victoria International Tbk.
226
Laporan Tahunan 2016
2016 Annual Report
227
PT Bank Victoria International Tbk.
TINJAUAN FUNGSI
PENDUKUNG BISNIS
Business support function review
PT Bank Victoria International Tbk.
228
Laporan Tahunan 2016
Sumber Daya Manusia
Human Resources
Dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang telah berjalan
sejak tahun lalu, kualitas Human Capital (HC) menjadi tantangan utama bagi
Bank Victoria untuk menapaki persaingan bisnis. Untuk itu, Bank senantiasa
melaksanakan pengembangan HC dengan berbasis kompetensi agar dapat
memberikan hasil sesuai dengan tujuan dan sasaran Bank melalui standar
kinerja yang telah ditetapkan. Pengembangan HC dilakukan secara terpadu
dengan merujuk pada perencanaan korporasi jangka panjang maupun tahunan,
diantaranya melalui membentuk Performance Oriented Culture, melengkapi
Cabang dengan tim yang cukup dan kompeten dan memperkuat Talent Pool.
In addressing the era of ASEAN Economic Community (AEC) which has been running since the last year,
the quality of Human Capital (HC) becomes the main challenge for Bank Victoria to step into business
competition. Therefore, the Bank will be consistently conducting competency-based HC development to
deliver the result which complies with the Bank’s objectives and goals through the defined performance
standard. The HC development is performed in an integrated way by referring to the corporate planning,
either in a long term or annualy, such as by creating Performance Oriented Culture, completing the Branch
with an adequate and competence team, and strengthening the Talent Pool.
2016 Annual Report
229
PT Bank Victoria International Tbk.
MANAJEMEN HUMAN CAPITAL
HUMAN CAPITAL MANAGEMENT
Bank Victoria telah menyusun manajemen pengembangan human
capital (HC) untuk mengoptimalkan potensi HC di Bank Victoria.
Penyusunan manajemen pengembangan HC dilakukan secara
terpadu dengan merujuk pada perencanaan korporasi jangka
panjang maupun tahunan. Wujud dari penyusunan manajemen
pengembangan HC tersebut adalah disusunnya Pedoman
pengelolaan dan manajemen HC di Bank Victoria.
Bank Victoria has prepared Human Capital Management to
optimize its Human Resources potential. It is integrated in a
manner that refers to the Bank’s annual and long-term planning.
The realization of Human Resources Development commenced
with the drafting of the Bank’s Human Capital Management
Guidelines.
Pedoman pengelolaan dan manajemen HC di Bank Victoria
tertuang dalam Kebijakan dan Prosedur Human Capital
Management yang telah disahkan dan diperbaharui dengan Surat
Keputusan Direksi No. 003/SK - DIR/08/16 tanggal 4 Agustus
2016 tentang Standar Operasional Prosedur Human Capital
Management.
Bank Victoria’s Human Capital Management (HCM) Guidelines
are stipulated in HCM Policies and Procedures, with legal
approval under the BOD Decree No. 035/SK-DIR/04/13 dated 30
April 2013, along with the addition of BOD Decree No. 013/SKDIR/09/14 dated 3 September 2014 on Updates and Additions
to the Human Capital Management Policies and Procedures, as
well as BOD Decree No. 015/SK-DIR/07/15 dated 28 July 2015
on Updates to the Human Capital Management Policies and
Procedures, as follows.
Ketentuan dimaksud mengatur diantaranya adalah sebagai
berikut:
BAB I
: Struktur Organisasi HCM;
BAB II
: Penerimaan Karyawan;
BAB III : Pelatihan Karyawan;
BAB IV : Pendidikan dan Pelatihan Direksi;
BAB V : Penilaian Karyawan;
BAB VI : Penggajian;
BAB VII : Mutasi dan Rotasi Karyawan;
BAB VIII : Promosi;
BAB IX : Demosi;
BAB X : Izin dan Cuti Karyawan;
BAB XI : Pinjaman Karyawan;
BAB XII : Alih Daya (Outsourcing);
BAB XIII : Pengunduran Diri Karyawan;
BAB IV : Lain-lain;
BAB XIV : Perjalanan Dinas;
BAB XV : Lain-Lain.
The above provision regulates as follows:
CHAPTER I
CHAPTER II
CHAPTER III
CHAPTER IV
CHAPTER V
CHAPTER VI
CHAPTER VII
CHAPTER VIII
CHAPTER IX
CHAPTER X
CHAPTER XI
CHAPTER XII
CHAPTER XIII
CHAPTER IV
CHAPTER XIV
CHAPTER XV
: Human Capital Management Structure;
: Employee Recruitment;
: Employee Training;
: Education and Training for Directors;
: Employee Assessment;
: Payroll System;
: Job Mutation or Rotation;
: Promotion;
: Demotion;
: Leaves Entitlements;
: Employee Loan;
: Outsourcing;
: Employee Resignation;
: Others;
: Business Trips;
: Others.
230
PT Bank Victoria International Tbk.
HUMAN
ROADMAP
CAPITAL
MANAGEMENT
Tahun 2016 merupakan tahun kedua dari human capital
management roadmap. Adapun penjabaran rencana road map 3
(tiga) tahun ke depan untuk strategi pengembangan sumber daya
manusia disampaikan dalam diagram di bawah ini.
Laporan Tahunan 2016
HUMAN
CAPITAL
ROADMAP
MANAGEMENT
2016 is the second year of human capital management roadmap.
While the elaboration of road map plan for the next 3 (three)
years as the human capital development strategy is presented
below.
2015
2016
2017
1
Membentuk Performance Oriented
Culture
Create a Performance Oriented
Culture
2
Melengkapi Cabang dengan tim
yang cukup dan kompeten
Equip Bank branches with a
sufficient and competent team
Full Cycle Performance Management 2015
Mengintegrasikan data setiap karyawan
secara lengkap dengan HRIS (Human
Resources Information System) /
Integrating each employee’s complete
data with HRIS (Human Resource
Information System)
Review HRIS
HRIS Review
Review HRIS
HRIS Review
Menyeleksi dan menempatkan Branch Manager dengan profile dan kompetensi yang tepat di cabang sehingga mampu
membawa dan mengoptimalkan performance cabang / Select and assigning appropriate and competent Branch Managers
so they can maintain and optimize each branch’s performance
Placement and
Monitoring
3
Memperkuat Talent Pool
Strengthen the Talent Pool
Full Cycle Performance Management 2016-2017
Mengoptimalkan sumber
daya yang ada, Penambahan
karyawan hanya untuk
pembukaan cabang baru dan
kebutuhan spesialist / Optimize
existing human resources.
Recruit more employees only
for newly-opened branches and
fulfill the needs for specialists.
Secara berkelanjutan melakukan proses recruitment, training, placement dan
evaluasi sales team sesuai kebutuhan cabang dan perkembangan bisnis /
Recruit, train, install and evaluate sales teams on an ongoing and regular
basis according to each branch’s business development and needs
Review
Talent
Needs
Recruitment and
Placement Process
Review
Talent
Needs
Recruitment and
Placement Process
Secara umum, rencana pengembangan sumber daya manusia ke
depan adalah menyiapkan performance oriented dan high calibre
personnel sebagai key driver pertumbuhan bisnis yang prudent
dan sesuai dengan asas-asas perbankan yang sehat. Adapun
beberapa key element strategy yang akan diterapkan oleh Bank ke
depannya adalah sebagai berikut:
In general, the human resources development plan aims to
prepare a performance-oriented and high-caliber personnel as a
key driver in developing prudent business growth in accordance
with sound banking principles. Going forward, certain key
element strategies will be implemented by the Bank, namely.
• Membentuk Performance Oriented Culture
Menerapkan Performance Management Process di seluruh
organisasi yang didukung oleh key performance indicator yang
jelas dan transparan serta reward mekanisme yang kuat dan
adil.
• Create a Performance-Oriented Culture
Implementing the Performance Management Process within
the entire organization is supported by clear and transparent
key performance indicators along with a strong and fair
reward mechanism.
• Melengkapi Cabang dengan tim yang cukup dan kompeten
Menempatkan Branch Manager yang kompeten untuk
memimpin Cabang dan didukung oleh sales team yang
mencukupi dan kuat, serta didukung oleh equipping Program
yang berkelanjutan.
• Equip Bank branches with a sufficient and competent team
Assigning competent Branch Managers with support
from sufficient and strong sales teams and the sustainable
equipping Program.
• Memperkuat Talent Pool
Menambah talent pool baik di Kantor Pusat maupun Cabang
dengan profil dan kompetensi yang sesuai (right number, right
people) yang didukung oleh organisasi yang baku (sebagai
baseline untuk recruitment dan menciptakan alignment
equality)
• Strengthen the Talent Pool
Adding to the talent pool of both Head Offices and
Branches with appropriate profiles and competencies (the
right number for the right people) which are supported by
standardized organization (as baseline for recruitment and
for the creation of alignment equality).
231
2016 Annual Report
STRUKTUR PENGELOLA HUMAN CAPITAL
Pengelolaan dan sistem manajemen HC Bank Victoria
dijalankan oleh Divisi Human Capital Management yang
dipimpin oleh Syahda Chandra sebagai Kepala Divisi Human
Capital Management, dan berada di bawah tanggung jawab
Direktur Utama. Tanggung jawab utama Divisi Human
Capital Management adalah melakukan kegiatan pengelolaan
HC di Bank Victoria. Struktur organisasi pengelola HC adalah
sebagai berikut.
PT Bank Victoria International Tbk.
HUMAN
CAPITAL
STRUCTURE
MANAGEMENT
Bank Victoria’s human resources management is run by the
Human Capital Management Division and led by its Head Mr
Syahda Candra, under the Director of Treasury and Retail
Banking. Its primary responsibility is to carry out Human
Resources management duties within the Bank. The HCM
organization structure is as follows:
Direktur Utama
President Director
Daniel Budirahayu
Kepala Divisi Human Capital Management
Division Head of Human Capital Management
Syahda Candra
Kepala Bagian Training
Head of Training Division
Erik Pradityo
Recruitment
Senior Officer
Kepala Bagian Payroll
and Services
Head of Payroll and Services
Erik Pradityo
Payroll and Services
Senior Officer
Recruitment
Junior Officer
Training
Junior Officer
Payroll and Services
Junior Officer
FUNGSI DAN RUANG LINGKUP TUGAS DIVISI
HUMAN CAPITAL MANAGEMENT
FUNCTION AND SCOPE OF WORK OF HUMAN
CAPITAL MANAGEMENT DIVISION
Adapun terdapat 3 (tiga) departemen dan 1 (satu) unit spesialis
pada Divisi Human Capital Management dengan masing-masing
fungsi serta luang lingkup tugas adalah sebagai berikut.
Human Capital Management Division has specific functions and
scope of work, as follows.
Organisasi
Organization
Fungsi
Functions
Ruang Lingkup Tugas
Scope of Work
Sebagai unit kerja yang mengelola kebijakan di bidang
kepegawaian.
Mengelola, memonitor dan melaksanakan perencanaan,
pengelolaan dan administrasi bidang rekrutmen,
pendidikan dan pengembangan, administrasi gaji,
kesejahteraan pegawai, dan pengadministrasian data
karyawan.
As a work unit that manages personnel policies.
Manage, monitor and implement plan, manage and
administer recruitment, training and development,
payroll, employee welfare and data administration.
Sebagai unit kerja yang membantu Kepala Divisi HCM
dalam mengelola pelaksanaan recruitment/penempatan
Mengusulkan,
melaksanakan
penerimaan
dan
penempatan pegawai, melakukan administrasi surat
penerimaan dan mutasi, pengarsipan dokumentasi
pegawai, pembuatan surat pengangkatan jabatan, dan
pengadministrasian lainnya.
As a work unit that assists Head of Human Capital
Management in supervising recruitment or work
placement.
Propose, assign and deploy employees, accept
administrative letters and mutations, archive employee
documentation, make appointments and other
administrative tasks.
Unit kerja HCM
HCM Work Unit
Recruitment
232
PT Bank Victoria International Tbk.
Organisasi
Organization
Laporan Tahunan 2016
Fungsi
Functions
Ruang Lingkup Tugas
Scope of Work
Sebagai unit kerja yang membantu Kepala Divisi
HCM dalam mengelola pelaksanaan pendidikan dan
pengembangan karyawan.
Mengelola, merencanakan, dan mengadministrasi
seluruh kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan
dan pengembangan karyawan seperti seminar, training
baik intern maupun ekstern.
As a work unit that assists Head of HCM Division in
managing employee training and development.
Manage, plan, and administer all activities relating to
employee training and development such as internal and
external seminars.
Sebagai unit kerja yang membantu Kepala Divisi
HCM dalam mengelola pelaksanaan imbalan/gaji dan
kesejahteraan karyawan.
Mengelola dan melaksanakan kebijakan Direksi
mengenai Gaji, Bonus, THR, Pajak Pph 21 dan 23, lembur,
pinjaman, cuti, Jamsostek dan asuransi kesehatan
karyawan.
As a work unit that assists HCM Division Head in
managing remuneration/salaries and employee benefits.
Manage and implement Board of Directors policies
regarding monthly salary, bonus, holiday allowance,
PPH 21 and 23 taxes, overtime allowance, loans, leaves,
Jamsostek and health insurance.
Training
Payroll and services
PROFIL KEPALA
MANAGEMENT
DIVISI
HUMAN
CAPITAL
BRIEF
PROFILE
OF
HUMAN
MANAGEMENT DIVISION HEAD
CAPITAL
Adapun profil ringkas Ibu Syahda Candra dapat dilihat pada data
Pejabat Eksekutif.
A brief profile of Mrs Syahda Candra can be seen in the Executive
Officer data.
PERENCANAAN KEBUTUHAN HUMAN
CAPITAL
MANPOWER PLANNING
Dalam memperkuat organisasi, Bank Victoria senantiasa
merencanakan kebutuhan pegawai yang selaras pada pertumbuhan
bisnis. Bank telah menyusun perencanaan kebutuhan HC (man power
planning) untuk 2016 dengan mengetahui jumlah dan persyaratan
pegawai sesuai dengan standar formasi serta mempertimbangkan
kinerja dan potensi di tahun 2016. Bank Victoria menetapkan
strategi HC untuk tahun 2016 yaitu optimalisasi human capital yang
ada. Rekrutmen yang dilakukan ditujukan untuk memenuhi jabatan
kosong dikarenakan adanya pegawai yang resign, promosi maupun
rotasi pegawai.
In strengthening the organization, Bank Victoria consistently plans
the employee requirement which is in line with business growth.
Bank has arranged man power planning for 2016 by understanding
the numbers and requirements of the employees in compliance with
standard formation and considering the performance and potential
in 2016. Bank Victoria has been establishing the HC strategy for
2016, that is optimization of the existing HC. The recruitment is
conducted to fulfill the vacant positions because of resignation,
promotion, or rotation of the employees.
REKRUTMEN HUMAN CAPITAL
EMPLOYEE RECRUITMENT
Dalam memenuhi standar formasi jabatan seiring dengan
pertumbuhan unit bisnis, Bank Victoria membutuhkan HC yang
baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Rekrutmen dilakukan
dengan pertimbangan hasil analisis kebutuhan tenaga kerja
berdasarkan permintaan dari unit kerja serta latar belakang
dan keberagaman calon tenaga kerja berdasarkan pendidikan,
pengalaman dan keahlian.
Bank Victoria requires sound human resources both in terms of
quality and quantity in order to comply with position standards
which are in line with business unit growth. Employees are
recruited after analyzing workforce needs based on work unit
demands as well as on candidates’ background and diversity
according to their education, experience and expertise.
Pelaksanaan rekrutmen HC Bank Victoria dilakukan melalui
rekrutmen internal dan eksternal. Proses rekrutmen dilakukan
dengan membuka seluas-luasnya kesempatan rekrutmen dengan
tidak membedakan suku, agama, ras dan antar golongan. Proses
rekrutmen yang dilakukan oleh Bank Victoria dibagi menjadi dua
cara, yaitu rekrutmen untuk pegawai organik dan rekrutmen
untuk tenaga berpengalaman.
Bank Victoria’s Employee Recruitment is conducted both
internally and externally. Its recruitment process provides the
widest possible opportunity without discriminating against
race, religion, ethnicity and other backgrounds. The recruitment
process is conducted in two methods, namely organic recruitment
and recruitment for more experienced personnel.
Berdasarkan tertuang dalam Standar Operasional Prosedur
Human Capital Management yang telah disahkan melalui Surat
Keputusan Direksi No.003/SK-DIR/08/16 tanggal 4 Agustus
2016, kelompok tenaga kerja yang direkrut dapat meliputi:
According the provisions stipulated in The Standard Operating
Procedure of Human Capital Management which has been
ratified by the Decree of Board of Directors No. 003/SKDIR/08/16 dated August 4, 2016, the recruited man power may
include:
• Permanent employees;
• Contract employees; and
• Outsourced employees.
• Organik;
• Kontrak; dan
• Outsourcing.
233
2016 Annual Report
Proses rekrutmen pegawai yang dilakukan oleh Bank Victoria
terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut:
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Tahapan
Stages
PT Bank Victoria International Tbk.
Bank Victoria’s recruitment process is conducted in the following
stages:
Uraian
Description
Mengidentifikasi jabatan yang lowong dan
kebutuhan tenaga kerja
Proses rekrutmen dimulai saat adanya bidang pekerjaan baru di perusahaan,
karyawan dipindahkan atau dipromosikan ke posisi lain, mengajukan permintaan
pengunduran diri, adanya PHK, dan lain-lain. Dengan melihat dinamika dari beberapa
hal tersebut dan mencocokkannya dengan perencanaan sumber daya manusia yang
sudah tersusun maka akan diketahui jabatan apa saja yang sedang lowong dan berapa
jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan tersebut.
Identifying vacant positions and employment
needs
The recruitment process begins when new job opportunities become available due
to the transfer or promotion of employees to other positions, resignations, layoffs,
etc. By assessing these dynamics the recruiter will consider the possibilities and align
them with the human resources plan to identify vacant positions and the number of
employees required to fill those positions.
Mencari informasi jabatan melalui analisa
jabatan
Untuk memperoleh uraian jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job
spessification) sebagai landasan dalam membuat persyaratan jabatan. Bank
menerapkan sistem persyaratan jabatan secara hati-hati dan sejelas mungkin
sehingga dalam penerapannya kandidat yang didapatkan benar-benar sesuai dengan
yang diperlukan.
Obtaining job description through job analysis
To obtain a job description and specifications as a cornerstone in drafting job
requirements. The Bank applies the job requirements system carefully and as clearly
as possible to employ candidates as required.
Menetapkan sumber, media, dan sarana untuk
mendapatkan kandidat yang tepat
Terdapat dua alternatif untuk mencari kandidat yakni dari dalam perusahaan atau
dari luar perusahaan. Jika diambil dari dalam, apabila kebutuhan staf untuk masa
yang akan datang telah direncanakan, maka perlu juga diketahui siapa kira-kira
karyawan yang ada saat ini yang dapat dipindahkan atau dipromosikan. Jika kandidat
harus dicari dari luar perusahaan maka perlu dipertimbangkan dengan cermat
metode rekrutmen yang tepat untuk mendapatkan kandidat tersebut.
Assigning resources, media and facilities to
employ the right candidates
There are two alternatives when seeking candidates: from within or outside the
Company. Candidates can be sought internally if employment need in the future is
foreseeable, which means knowing of any existing employees who can be transferred
or promoted in the future. If the Bank recruits candidates externally, the right
recruitment method has to be carefully considered in order to obtain qualified
employees.
Memilih metode-metode proses rekrutmen
yang tepat
Ada banyak metode rekrutmen yang dapat dipilih oleh Bank dalam melakukan
rekrutmen seperti iklan, employee referrals, walk-ins dan write-ins, head hunter,
lembaga pendidikan, dan berbagai sumber lain. Bank juga dapat memilih lebih dari
satu metode, tergantung situasi dan kondisi yang terjadi saat itu.
Choosing appropriate recruitment methods
The Bank has several recruitment methods such as ads, employee referrals, walk-in
and write-in interviews, through head hunters, educational institutions and others.
The Bank can also choose more than one method, depending on the circumstances.
Memanggil kandidat-kandidat yang dianggap
memenuhi persyaratan jabatan.
Mengumpulkan berkas-berkas lamaran kandidat, dan meminta kandidat untuk
mengisi formulir lamaran pekerjaan yang telah disediakan untuk selanjutnya
diproses dalam tahap seleksi.
Shortlisting candidates who meet job
requirements
Compiling candidate application files and asking them to fill in the application form
for further selection phase process.
Menyaring dan menyeleksi kandidat
Prosedur seleksi perlu dilakukan karena: 1) pelaksanaan tugas pada jabatan yang
akan diisi memerlukan ciri-ciri fisik dan psikis tertentu yang tidak dimiliki oleh setiap
orang; 2) ada lebih banyak kandidat yang tersedia dibandingkan jumlah jabatan yang
akan diisi. Ada banyak teknik atau metode seleksi yang digunakan oleh Bank dalam
menyaring karyawan. Hal terpenting untuk diperhatikan adalah bahwa masingmasing teknik seleksi mengukur karakteristik tertentu, sehingga akan memberi
informasi yang berbeda-beda mengenai kandidat.
Screening and selecting candidates
The selection procedure is necessary because: 1) certain job descriptions can be
fulfilled only by those with specific physical and psychological characteristics; 2)
there are more candidates than the number of positions available. There are many
selection techniques or methods to screen employees. The most important aspect
to note is that each selection technique measures certain characteristics required to
provide various information about candidates.
234
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
SKEMA REKRUTMEN PEGAWAI
RECRUITMENT SCHEME
Bank Victoria dalam melaksanakan skema rekrutmen pegawai
dalam mencapai proses Manpower Planning yang efektif dan
efisien, melalui Pemilihan suatu teknik/metode sebagai predictor
dalam prosedur seleksi sangat tergantung pada: ciri-ciri
pekerjaan, validitas dan reliabilitas metode, persentase calon
yang terseleksi, dan biaya penggunaan teknik tertentu. Bank
menggunakan teknik seleksi sebagai berikut:
Specific techniques/methods as a predictor for the selection
procedure is highly dependent on: job characteristics, method
validity and reliability, percentages of selected candidates and
the cost of certain techniques. Bank Victoria uses the following
techniques.
• Mengisi formulir lamaran, data biografi, referensi dan
rekomendasi;
• Tes kemampuan dan kepribadian;
• Wawancara oleh HCM dan End User;
• Tes fisik/fisiologis dan tes simulasi pekerjaan (untuk posisiposisi tertentu).
• Complete the application form, data, references and
recommendations;
• Ability and personality tests;
• Interview by HCM and End User;
• Tests on physical/physiological and work simulation
(required for certain positions).
Berikut adalah skema proses rekrutmen yang berlaku di Bank
Victoria.
Below is Bank Victoria’s applicable recruitment scheme.
Seleksi Administrasi
Administrative Selection
Tes Kemampuan dan Kepribadian
Ability and Personality Tests
Assessment oleh Pihak
Independen
Assessment by independent
parties
PENGEMBANGAN
HUMAN CAPITAL
KOMPETENSI
Wawancara oleh HCM dan
End User
Interview by HCM and End
User
Tes Fisiologis dan
Tes Simulasi Pekerjaan
Physiological and work
simulation tests
HUMAN
CAPITAL
DEVELOPMENT
COMPETENCE
Bank menyadari bahwa pengembangan HC berbasis kompetensi
dapat memberikan hasil sesuai dengan tujuan dan sasaran
perseroan melalui standar kinerja yang telah ditetapkan.
Pengembangan kompetensi HC yang telah dilakukan selama ini
untuk memastikan ketersediaan HC yang andal dan profesional
dalam menjalankan aktivitas bisnis Bank Victoria. Bagi calon
karyawan yang baru direkrut, Bank telah mempersiapkan
berbagai Program Pelatihan sesuai tingkat pendidikan, dengan
target yang telah disiapkan para calon karyawan agar menguasai
tugas-tugas dasar dalam penyelenggaraan usaha Perbankan,
khususnya juga peningkatan kualitas pelayanan (service
excellence). Sementara itu, untuk karyawan yang sudah berkarya,
Bank telah konsisten menyelenggarakan berbagai program
pelatihan untuk meningkatkan kompetensi HC.
HC competence development ensures the availability of reliable
human resources across all of the Bank’s business activities. For
newly recruited employees, Bank Victoria has prepared various
training programs tailored to level of education. The programs
aim to prepare employees to master basic business banking
tasks, particularly in regards to improving service quality (service
excellence). Furthermore, the Bank also consistently conducts
various training programs for existing employees to increase
their competencies.
Salah satu media pengembangan kompetensi HC adalah
melalui pemberdayaan program pendidikan dan pelatihan.
Program pendidikan dan pelatihan bagi karyawan didasarkan
pada kebutuhan pengembangan individu untuk menunjang
keberhasilan kinerja dan karir. Selain itu, program pendidikan
dan pelatihan selalu disesuaikan pada Rencana Pelatihan
Tahunan yang disusun berdasarkan Training Need Analysis,
agar pemenuhan kebutuhan dan tuntutan profesi/sertifikasi.
Bank Victoria juga memandang pengembangan kompetensi HC
sebagai investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak
nyata bagi peningkatan kinerja Bank di masa mendatang.
One method to measure HC competence development is
through empowering education and training programs.
Employee education and training programs are based on
individual development needs in order to support performance
and career success. Moreover, this program is always formulated
in accordance with the Annual Training Plan and Training Needs
Analysis to meet professional/certification standards. The Bank
views HC competency development as a long-term investment
which will impact its future performance.
235
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Bank Victoria selalu memastikan untuk memberikan kesempatan
yang sama kepada seluruh karyawan dalam mendapatkan
program pendidikan dan pelatihan yang telah mencerminkan
adanya kesamaan kesempatan untuk masing-masing level organisasi.
Penetapan keikutsertaan karyawan dalam keseluruhan program
pengembangan kompetensi tersebut ditentukan oleh kebutuhan
perusahaan dan karyawan dengan memperhatikan kesetaraan gender
dan persamaaan kesempatan kepada seluruh karyawan. Kebijakan
training yang berlaku saat ini tertuang dalam tertuang dalam Standar
Operasional Prosedur Human Capital Management Bank Victoria
yang telah disahkan melalui Surat Keputusan Direksi No.003/SK DIR/08/16 tanggal 4 Agustus 2016.
Bank Victoria ensures the provision of opportunities for all
employees in all position levels to access its education and training
programs. Participation in the competence development program
is determined by the needs of the Company and employees with
respect to gender equality and equal opportunities. Training
policies are enforced under Bank Victoria Human Capital
Management Standard Operation Procedure established by
BOD Decree No.003/SK - DIR/08/16 dated 4 August 2016.
Tabel pengembangan kompetensi bagi karyawan berdasarkan
level jabatan dapat dilihat di bagian Profil Perusahaan pada
Laporan Tahunan ini.
The table of competency development for the employees based
on position level can be seen in Company’s Profile of this Annual
Report.
Evaluasi pengembangan kompetensi
THE
EVALUATION
DEVELOPMENT
Untuk mengevaluasi efektivitas atas sistem pembelajaran
dan pengembangan yang telah dilakukan, Bank senantiasa
melakukan evaluasi paska pelatihan yang dilakukan melalui Form
Evaluasi Paska Training. Adapun hasil evaluasi tersebut nantinya
akan digunakan sebagai dasar untuk jenjang karir atapun tingkat
kebutuhan training lanjutan karyawan. Dalam mengembangkan
dan menjaga kualitas HC, Bank berkomitmen untuk secara
berkesinambungan melakukan program pengembangan
kompetensi pegawai, sehingga nantinya dapat mendukung
kinerja Bank dan memberikan kontribusi positif terhadap
keberlanjutan bisnis Bank.
OF
COMPETENCY
To evaluate the effectiveness of the learning and development
system that has been carried, the Company regularly conducts
post-training evaluation using the Post-Training Evaluation
Form. The results of these evaluations are used as a basis for
the career development or determining advanced level training
needs of the employees. In maintaining the human resources
quality, the sustainability of employee competence development
programs is part of the Company’s commitment to supporting
its performance and giving a positive contribution to the
sustainability of the Company’s business.
BIAYA PENGEMBANGAN KOMPETENSI TAHUN
2016
COST OF COMPETENCY DEVELOPMENT IN 2016
Selama tahun 2016, Bank telah melaksanakan 146 program
training yang diikuti oleh total 4.309 peserta. Adapun total
biaya penyelenggaraan training selama tahun 2016 mencapai
Rp5.787.864.855 atau sebesar 4,10% dari total Biaya Tenaga
Kerja tahun 2016 yang mencapai Rp141.039.323.404.
During 2016, Bank has held 146 training programs followed by
4,309 participants. Meanwhile, total cost of training operational
during 2016 reached IDR5,787,864,855 or 4.10 % of total Payroll
in 2016, which amounted to IDR141,039,323,404.
Besarnya biaya Pendidikan dan Pelatihan bagi Karyawan Bank
Victoria pada tahun 2016 mengalami penurunan sebesar
Rp378.960.234 atau menurun sebesar 6,2% dibandingkan tahun
sebelumnya.
Cost of Bank Victoria’s Employee Education and Training in 2016
decreased by IDR378,960,234 or equal to 6.2 % compared to the
previous year.
Tahun
Year
Total Biaya Tenaga Kerja (Rp)
Total Cost of Workforce (Rp)
Anggaran Training (Rp)
Training Budget (Rp)
Biaya Training (Rp)
Training Cost (Rp)
Rasio By Training
Rasio By Training
2016
141,039,323,404
7,051,966,170
5,787,864,855
4.10 %
2015
138,342,572,188
6,917,128,608
6,166,825,088
4.46 %
KNOWLEDGE MANAGEMENT
KNOWLEDGE MANAGEMENT
Bank Victoria menyadari bahwa proses penyebaran ilmu
pengetahuan harus dikelola serta terstruktur dan menyuluruh.
Untuk mendukung proses penyebaran ilmu pengetahuan
tersebut perusahaan melaksanakan proyek Knowledge
Management (KM) melalui implementasi KM pada 2016.
Bank Victoria realizes that the knowledge dissemination process
should be comprehensively managed and structured. In order to
support this process, the Bank carried out diverse Knowledge
Management (KM) projects in 2014.
Program ini bertujuan untuk menghimpun seluruh pengetahuan,
keterampilan dan pengalaman kerja karyawan menjadi sumber
informasi yang dapat diakses oleh seluruh karyawan untuk
This program aims to bring together knowledge, skills and
experience as resources which can be easily accessed by all
employees in order to develop their competencies. Bank Victoria
236
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
meningkatkan kompetensinya. Bank Victoria telah melakukan
implementasi Knowledge Management Karyawan melalui
beberapa sarana seperti, e-learning, intranet dan vic-news.
has also implemented Knowledge Management through several
projects such as e-learning, intranet and vic-news.
PERFORMANCE MANAGEMENT
PERFORMANCE MANAGEMENT
Bank Victoria menyadari pentingnya dalam melaksanakan kinerja
karyawan dalam menilai kemampuan kerja, displin, hubungan
kerja, kepemimpinan serta hal-hal khusus yang disesuaikan
pada bidang dan level pekerjaan yang dijabatnya. Pelaksanaan
penilaian kinerja karyawan pada Bank Victoria dimaksudkan
untuk mengetahui sejauh mana kinerja dari setiap karyawan
guna melihat kekurangan dan kelebihan, serta kelemahan dan
kekuatan setiap karyawan disamping untuk mengevaluasi
efektivitas sistem-sistem yang berjalan/berlaku di Bank Victoria.
Tujuan dari dilaksanakannya penilaian kinerja karyawan, minimal
setiap tahun oleh Bank adalah untuk membantu meningkatkan
motivasi kerja sekaligus meningkatkan loyalitas karyawan
terhadap Bank Victoria dan penyempurnaan atau perbaikan
sistem-sistem yang ada.
Bank Victoria realizes the urgency of the evaluation of working
ability, discipline, work relationship, leadership, and other special
things of the employees which comply with the work field and
work level they hold. The implementation of evaluation in Bank
Victoria is aimed to find out how far each of employees realizes
their minus and plus, weakness and strength, as well to evaluate
the effectivity of existing system in Bank Victoria. The purpose of
evaluation which conducted at least once in a year is to improve
work motivations and employees’ loyalty, and improvement or
correction of the existing system.
Pedoman dan Prosedur ini tentunya didasarkan pada Peraturan
Perusahaan, Surat Edaran Direksi, Surat Keputusan Direksi
dan kaidah-kaidah umum tentang penilaian karyawan serta
kebiasaan yang ada di lingkungan Bank
Guidelines and Procedures must be in accordance with Company
Regulations, Letters of Directors, Decrees of Directors and other
applicable general rules concerning the employee appraisal
system and best practices.
Secara berkala Bank Victoria melaksanakan penilaian kinerja
berdasarkan Sistem Penilaian Kinerja Karyawan yang ditetapkan
diatur dalam Standar Operasional Prosedur Human Capital
Management yang telah disahkan melalui Surat Keputusan Direksi
No.003/SK-DIR/08/16 tanggal 4 Agustus 2016. Semua hasil
penilaian kinerja karyawan akan menjadi bahan pertimbangan
untuk menetapkan kenaikan remunerasi dan bonus tahunan.
Thus, Bank Victoria periodically assesses employee performance
based on the Appraisal System established by the BOD Decree
No.007/SK-DIR/04/14. Performance appraisal results will be
considered in the increase of remuneration and awarding of
annual bonuses.
Adapun skema sistem penilaian kinerja karyawan yang
diterapkan oleh Bank Victoria adalah sebagai berikut.
The scheme of Bank Victoria’s employee performance appraisal
system is as follows.
Prestasi
Achievement
Maksud dan
Tujuan Penilaian
Purposes and
Objectives
Subjek Penilaian
(Karyawan)
Assessment Subject
(Employee)
Objek Penilaian
Assessment Objects
Tata Cara Kerja
Work Procedures
Kepribadian
Personality
Keputusan Keputusan
HCM
Decision of
HCM
Catatan Tentang Karyawan
Employee Record
Ukuran-Ukuran
Prestasi Kerja
Performance
Measurements
Penilaian
Appraisal
Kriteria yang ada
hubungannya dengan
prestasi kerja
Criteria relating to the
performance
Atasan Langsung
Direct Superior
Unit Head
Unit Head
Kepala Divisi/
Pincab
Division Head/
Branch Manager
Feedback bagi
Karyawan
Employee
Feedback
PENGEMBANGAN KARIR
CAREER DEVELOPMENT
Pengembangan karir dapat dipahami sebagai pendekatan
formal dalam upaya peningkatan atau perbaikan, pertumbuhan,
kepuasan kerja, pengetahuan dan kemampuan pegawai agar
dapat memastikan bahwa orang-orang yang berkualifikasi dan
pengalaman yang tepat tersedia ketika dibutuhkan, dengan
demikian perencanaan dan pengembangan karir yang jelas akan
membantu pegawai dan organisasi dalam meraih sukses.
Career development can be interpreted as formal approach
in improving or increasing the work satisfaction, knowledge
and capability of the employees to ensure that qualified and
experienced people are available when needed. Therefore, a
clear career planning and development will help the employees
to achieve their success.
2016 Annual Report
237
PT Bank Victoria International Tbk.
Pengembangan karir harus dilihat secara holistik, tidak hanya
dari sisi promosi tetapi juga dari sisi peningkatan kapabilitas,
perluasan kewenangan, pengembangan individu dan peningkatan
remunerasi.
Career development should be viewed holistically, not only from
the promotion aspect, but also capability improvement, authority
expansion, individual development and remuneration increases.
Dalam mempertimbangkan pengembangan karir pegawai
mengacu pada Prudential Career Management Guideline sebagai
berikut:
Career development for the employees refers to Prudential
Career Management Guideline as follows:
1.Pegawai yang akan diusulkan untuk dikembangkan karirnya,
harus diyakini telah memberikan kontribusi kinerja yang
konsisten dan berkesinambungan.
2.Pegawai tersebut harus diberikan perluasan tugas/fungsi/
kewenangan. Proses perluasan tugas/fungsi/kewenangan ini
dapat dikompensasikan melalui kenaikan gaji yang memadai
dengan memperhatikan salary range dan anggaran Biaya
Tenaga Kerja yang tersedia.
3.Pegawai yang telah berhasil dalam tugas barunya dapat
dipindahkan ke bidang lain dalam rangka memperluas
pengetahuannya.
1.The employee proposed of his/her career development
should be believed to give a consistent and continuous work
contribution.
2.The employee should be provided with the tasks/functions/
authorities. The expansion of tasks/functions/authorities
can be compensated through an adequate salary increase by
considering salary range and available Payroll budget.
3.The employees who are success in their new tasks can
be transferred to the other task fields to upgrade their
knowledge.
Tujuan Pengembangan Karir
The Objectives of Career Development
1. Membantu pencapaian tujuan individu dan Bank dalam
pengembangan karir pegawai, sebagai hubungan timbal balik
yang bermanfaat bagi kesejahteraan pegawai dan tujuan
perusahaan.
2. Menunjukkan hubungan kesejahteraan pegawai, dengan
meningkatnya kesejahteraan diharapkan loyalitas juga
semakin tinggi.
3. Membantu pegawai memahami potensi dan keahliannya,
sehingga mampu menciptakan iklim kerja positif.
4.Mengurangi turnover, dengan rendahnya turnover dapat
menghemat biaya tenaga kerja, khususnya biaya untuk
mendidik pegawai baru.
1.To help individual and Bank achievement in the employees’
career development, as reciprocal relationships that
are beneficial for the employee’s welfare and company’s
objectives.
2.To show the employee welfare relationship. As the welfare
increases, the loyalty is also expected higher.
Bank Victoria meyakini pengembangan karir merupakan bagian
utama dari proses pembinaan karyawan yang harus dijalankan
secara konsisten dan berkesinambungan guna mendapatkan
karyawan yang profesional agar mampu memberikan nilai tambah
bagi Bank. Pengembangan karir ditujukan untuk memberikan
manfaat sebesar-besarnya bagi karyawan dan Bank. Pengembangan
karir bagi karyawan bermanfaat sebagai sarana pengembangan
diri, peluang menyatakan eksistensi, penumbuhan motivasi, dan
untuk pengukuran kelebihan dan kekurangan dirinya dalam rangka
meningkatkan kemampuan.
Bank Victoria believes that career development plays a major
part in employee training program and it must be implemented
consistently and continuously in order to employ professionals and
provide added value to the Bank. Career development intends to
provide the greatest benefit for both employees and the Bank. It is
seen as beneficial for the personal development and motivation of
employees, and to measure their strengths and weaknesses.
Sedangkan, bagi Bank Victoria, pengembangan karir bermanfaat
sebagai media dalam upaya menyediakan karyawan yang
sesuai dengan strategi Bank, mengatur agar Bank memiliki
dan mengaplikasikan sistem pengembangan karir yang jelas
dan terukur, mengidentifikasikan karyawan yang potensial,
menciptakan iklim kompetisi yang sehat, dan menyediakan
standar kompetensi karyawan yang dibutuhkan pada setiap
jabatan di Bank.
Meanwhile, for Bank Victoria, development of rewarding career is
beneficial as a medium to recruit employees based on its strategies,
to allow the Bank having and applying a measurable career
development system, to identify potential
Employees, to create healthy competition, and to provide a standard
for the employee’s competencies required by every position in the
Bank.
HUMAN CAPITAL ENGAGEMENT
HUMAN CAPITAL ENGAGEMENT
Pegawai yang secara konsisten memberikan nilai lebih dan upaya
yang baik dalam setiap tugas yang diberikan, selalu berawal dari
penghargaan (recognition) dan strategi employee engagement
yang dijalankan, hal inilah yang akan membuat pegawai mau
berkontribusi lebih dan loyal kepada perusahaan. Berbagai cara
dilakukan untuk meningkatkan engagement pegawai di antaranya
The employees consistently delivering higher value and the best
effort in every assigned tasks are always initiated by recognition
and employee engagement strategy being performed. This
encourages the employee to give more contribution and to be
more loyal to the company. There are various efforts in improving
employee engagement, including opportunities for education
3.To help the employees understanding their potential and
expertise, to deliver a positive working climate.
4. To decrease the turnover. A low turnover rate can save the
payroll, especially education cost for the new entry.
PT Bank Victoria International Tbk.
238
Laporan Tahunan 2016
dengan memberikan kesempatan mengikuti pendidikan dan
pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, kesempatan bagi
pegawai terbaik untuk mengembangkan karir melalui promosi,
job rotation, job enrichment, job enlargement atau tantangan lain
seperti terlibat dalam suatu kegiatan/event yang diselenggarakan
perusahaan.
and training to upgrade the knowledge, opportunities for the
best employees to expand their career through promotion, job
rotation, job enrichment, job enlargement, or other challenges,
such as involvement in the events held by the company.
Perusahaan sangat bergantung pada kinerja dan keberhasilan
setiap pegawai dalam menjalankan pekerjaannya, dan ketika
kinerja menurun maka seringkali rendahnya engagement pegawai
dianggap sebagai penyebab utama. Maka menjadi kewajiban
perusahaan untuk senantiasa menciptakan kreativitas kegiatan
atau program untuk meningkatkan engagement dan kinerja
pegawai secara bersamaan.
The company highly depends on the performance and success of
the employees in performing their task. When the performance
is decreased, the low employees engagement could be the main
reason. So, it is company’s responsibility to consistently creates
creativity in its activities or program to improve the engagement
and performance of the employee at the same time.
Setiap tahun, Bank Victoria memberikan beberapa bentuk
penghargaan sebagai apresiasi terhadap karyawan yang
berprestasi dalam mendukung pencapaian target bisnis.
Reward yang diberikan kepada karyawan berupa uang tunai
untuk pencapaian target Asset berdasarkan pembagian Cabang
Retail dan Cabang Hybrid, pencapaian New To Bank terbanyak,
pencapaian Key Performance Indicator terbaik untuk jabatan
Kepala Operasional dan pencapaian terbaik Customer Service
dalam program Community Banking.
Bank Victoria annually provides rewards to show its appreciation
to employees who excel in achieving business targets. Cash
rewards are provided to employees who achieve targets, such
as in Retail and Hybrid Branches, to employees who achieve the
highest New To Bank points, and to employees with the best Key
Performance Indicator for Head of Operations and Customer
Service in the Community Banking program.
Sementara itu, Bank Victoria menindaklanjuti peningkatan
kompetensi HC dan promosi jabatannya seimbang dengan
peningkatan kompetensi dan penilaian kinerja. Proses penilaian
kinerja ini berlangsung melalui siklus manajemen kinerja, mulai
dari penyusunan rencana, performance review secara kontinyu
dan penilaian kinerja secara berkala.
Meanwhile, Back Victoria continues the improvement of
HR competency and promotion with the improvement of
performance competence and evaluation. This evaluation
process takes place through performance management cycle,
started from plan arrangement, continuous performance review,
periodic performance evaluation.
Untuk menentukan kinerja seluruh karyawan perusahaan, Bank
menetapkan Key Performance Indicator (KPI) yang direncanakan dan
ditetapkan mulai level perusahaan, tingkat divisi/tim sampai dengan
tingkat individu. Selanjutnya Bank menetapkan proses pemantauan
atas keseluruhan capaian kinerja masing-masing individu maupun
grup/kelompok. Pemantauan dilakukan melalui coaching, counseling,
dan controlling. Bank selanjutnya melakukan evaluasi atas kinerja
seluruh insan perusahaan, baik pada tingkat individual, team maupun
pada tingkat perusahaan secara periodik.
The Bank has formulated Key Performance Indicators (KPI) in order
to determine employee performance, ranging from the Company
level, to division/team level, to individual levels. Furthermore, it
has also established a monitoring process for overall individual and
group performance achievements. Monitoring includes coaching,
counseling and controlling. The Bank subsequently conducts regular
performance evaluation at the individual, team or Company level.
Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk beberapa tujuan,
yakni:
1.Menjadi feedback bagi pengembangan kompetensi SDM
bersangkutan.
2. Memberikan penghargaan untuk yang memiliki kinerja sama
atau melebihi target sesuai kesepakatan KPI sebelumnya.
3.Penentuan program pembinaan bagi yang kurang atau tidak
dapat mencapai ukuran kinerja yang ditetapkan.
The result of the evaluation is then used for several purposes,
namely:
1. As feedback to develop related HR competencies.
Bank juga telah menerapkan standar penggajian berdasarkan
pemeringkatan karyawan dan jenjang jabatan. Proses tersebut
merupakan upaya standarisasi sistem kompensasi dan imbal jasa
Bank yang diarahkan untuk meningkatkan motivasi karyawan
dalam meningkatkan kompetensi dan kinerjanya.
Bank has also implemented a standard payroll system based on
employee levels and positions. In order to provide competitive
remuneration, the Bank follows a remuneration survey of similar
industries. This is an effort to standardize compensation and
reward systems to improve employee motivation to develop
their competencies and performance.
INDUSTRIAL RELATION
INDUSTRIAL RELATION
Dalam rangka mewujudkan hubungan antara pekerja dengan
manajamen yang harmonis serta menjaga ketenangan bekerja,
terdapat Peraturan Perusahaan Bank Victoria International
Tbk yang telah disahkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan
In order to establish a harmonious relationship between the
employees and management and to maintain peacefulness, there is
Company’s Regulation of Bank Victoria which has been ratified by
the Ministry of Manpower and Transmigration with the Decree of
2. To provide rewards for those who meet or exceed KPI
targets.
3. To provide training program for those who lack or be unable
to achieve specific target or performance.
239
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Transmigrasi melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan
Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Nomor Kep.
456/PHIJSK - PKKAD/PP/IV/2015 tanggal 20 April 2015 tentang
Pengesahan Peraturan Perusahaan PT Bank Victoria International
Tbk. Pembaharuan terhadap Peraturan Perusahaan dilakukan
secara berkala sesuai ketentuan.
Director General of Industrial Relation and Social Security No. 456/
PHIJSK - PKKAD/PP/IV/2015, dated 20 April 20, 2015 on Ratification
of Company’s Regulation of PT Bank Victoria International Tbk. The
update of Company’s Regulation is performed periodically according
to the regulation.
TINGKAT TURNOVER KARYAWAN
EMPLOYEES TURNOVER LEVEL
Dengan berbagai upaya pengelolaan HC yang dilakukan secara fair,
transparan dan berimbang, Bank berhasil menciptakan lingkungan
kerja yang baik bagi segenap karyawan. Hal ini dapat dilihat dari
rendahnya tingkat turnover karyawan. Pada tahun 2016 tercatat 248
karyawan Bank Victoria yang berhenti, atau mencapai 20,26 % dari
total karyawan akhir tahun yang mencapai 1.224 karyawan.
By various efforts to manage the HR in a fair, transparent, and
balanced way, the Company is successful in creating a great working
environment for all employees. It can be seen from the low employees
turnover rate. In 2016, there are 248 resigned employees, or equals
to 20.26% of end of year total employees which amounts to 1.224
employees.
Tingkat turnover karyawan komparatif dua tahun disajikan dalam
tabel berikut.
The comparison of employee turnover rates in the last two years
is presented in the following table.
Tabel Turnover Pegawai 2015-2016
Table of Employee Turnover 2015-2016
No.
Tahun
Year
Pegawai Resign
Number of Employees Resigned
Jumlah Pegawai
Total Numbers of Employees
Turnover Pegawai ( %)
Employee Trunover (%)
1.
2016
248
1,224
20.26
2.
2015
366
1,177
31.10
INTERNALISASI CORPORATE CULTURE
CORPORATE
INTERNALISATION
Corporate Culture pada Bank Victoria menunjang transformasi yang
telah disiapkan, ini bertujuan agar nilai budaya perusahaan menjadi
hidup dalam organisasi dan dijalankan oleh seluruh jajaran pegawai
Bank. Hal ini didukung oleh seluruh jajaran yang berkomitmen
pada waktu dan sumber daya yang telah dikelola secara efektif dan
bertahap. Transformasi budaya perusahaan Bank Victoria diawali
dari tahap awareness, engagement, acceptance dan ownership.
Corporate Culture of Bank Victoria supports the transformation
which is prepared to make the company’s values come alive and
practiced by all Company’s employees. This program is supported
by all position levels who are committed on times and resources
managed effectively and gradually. Cultural transformation of Bank
Victoria is started by awareness, engagement, acceptance and
ownership.
Dengan program kerja yang dilaksanakan dan ditujukan dalam
memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada intrapreneurship
(pelayanan dan penjualan), kinerja, inovasi dan efisiensi. Maka hal
ini terdapat perbaikan kinerja bisnis dan perbaikan proses bisnis.
Pelaksanaan program kerja tersebut meliputi antara lain melalui;
Sosialisasi dan komunikasi nilai budaya perusahaan; Internalisasi
nilai budaya perusahaan; Penyelarasan sistem organisasi dan SDM
dan Pelaksanaan program recognition.
Work plans are performed and aimed to strengthen work culture
oriented on intrapreneurship, performance, innovation, and
efficiency. Hence, it can deliver the improvement in business
performance and business process. The implementation of work
plan consists of socialization and communication of company’s work
culture, internalization of company’s cultural value, alignment of
organizational system and HR, and implementation of recognition
program.
PROFIL KARYAWAN
EMPLOYEES PROFILE
KOMPOSISI
SDM
BANK
BERDASARKAN LEVEL JABATAN
VICTORIA
CULTURE
COMPOSITION OF BANK VICTORIA’S HUMAN
RESOURCE BASED ON POSITION LEVEL
Tabel Jumlah Karyawan Berdasarkan Level Jabatan
Table of Employees Numbers Based on Position Level
Level Jabatan
Position Level
Direksi
2016
Komposisi
Compositions
2015
Komposisi
Compositions
Pertumbuhan (%)
Growth (%)
5
0.41%
5
0.42%
0.00%
Manajemen
275
22.47%
260
22.09%
5.77%
Pelaksana
944
77.12%
912
77.49%
3.51%
TOTAL
1,224
1,177
3.99%
240
PT Bank Victoria International Tbk.
Pada tahun 2016, komposisi karyawan didominasi oleh karyawan
dengan kelompok jabatan pelaksana yaitu sebesar 77,12% atau
944 orang, selanjutnya sebesar 22,47% atau sejumlah 275 orang
merupakan karyawan dengan kelompok jabatan manajemen. Sejalan
dengan kenaikan jumlah karyawan Bank secara keseluruhan, jumlah
karyawan pada 2 level jabatan tersebut juga meningkat masingmasing sebesar 5,77% dan 3,51%.
Laporan Tahunan 2016
In 2016, the employee composition is dominated by the employees
from clerical level, that is 77.12% or as many as 944 employees,
and then 22.47% or 275 employees from managerial level. As the
increasing employees’ numbers in overall, the employees numbers
of both position levels increases respectively by 5.77% and 3.51%.
0.41%
2016
0.42%
2015
22.47%
77.12%
KOMPOSISI
KARYAWAN
TINGKAT PENDIDIKAN
Direksi
Board of Directors
Manajemen
Management
22.09%
Pelaksana
Executive
77.49%
BERDASARKAN
COMPOSITION OF THE EMPLOYESS BASED ON
EDUCATION LEVEL
Tabel Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Table of Employees Numbers Based on Education Level
Tingkat Pendidikan
Education Level
2016
Komposisi
Compositions
< SMA
485
39.62%
459
39.00%
5.66%
Diploma
197
16.09%
198
16.82%
(0.51%)
Sarjana
509
41.58%
491
41.72%
3.67%
33
2.70%
29
2.46%
13.79%
Paska Sarjana
TOTAL
2015
1,224
Komposisi
Compositions
1,177
Berdasarkan jenjang pendidikan, komposisi karyawan Bank Victoria
pada 2016 didominasi oleh lulusan sarjana yaitu sebesar 41,58%
atau sejumlah 509 orang. Diikuti oleh lulusan setara SMA sebesar
39,62%, kemudian Diploma dan Paska Sarjana masing-masing
sebesar 16,09% dan 2,70%. Pada tahun 2016, jumlah karyawan
dengan tingkat pendidikan Paska Sarjana, Sarjana dan setara SMA
mengalami peningkatan masing-masing sebesar 13,79%; 3,67%
dan 5,66%. Sedangkan jumlah karyawan dengan tingkat pendidikan
Diploma menurun sebesar 0,51%.
2.70%
Pertumbuhan (%)
Growth (%)
3.99%
Based on education level, Bank Victoria’s employee composition in
2016 is dominated by bachelor degree, that is 41.58% or as many
as 509 employees. High school, diploma, and magister degree
respectively are 39.62%, 16.09%, and 2.70%. In 2016, the numbers
of employees based on their education level are increased by 5.66%
for high school degree, 3.67% for bachelor degree, and 13.79%
for magister degree. Meanwhile, the numbers of employees with
diploma degree is decreased by 0.51%.
2.46%
< SMA
< High School
2016
41.58%
39.62%
2015
41.72%
16.09%
39.00%
Diploma
Diploma
Sarjana
Bachelor
Paska Sarjana
Magister (Post Graduate)
16.82%
241
2016 Annual Report
KOMPOSISI
KARYAWAN
STATUS KEPEGAWAIAN
BERDASARKAN
PT Bank Victoria International Tbk.
COMPOSITION OF THE EMPLOYEES BASED ON
EMPLOYMENT STATUS
Tabel Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian
Table of The Employees Numbers Based on Employment Status
Status
Kepegawaian
Employee Status
2016
Komposisi
Compositions
Pegawai Tetap
659
53.84%
Pegawai Tidak Tetap
190
Outsourcing
375
TOTAL
Komposisi
Compositions
Pertumbuhan (%)
Growth (%)
661
56.16%
(0.30%)
15.52%
163
13.85%
16.56%
30.64%
353
29.99%
6.23%
1,224
1,177
Komposisi karyawan Bank Victoria berdasarkan status kepegawaian
didominasi oleh Pegawai Tetap yaitu sebanyak 659 orang atau
53,84%. Tahun 2016, jumlah karyawan Tetap menurun 0,30%
dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 661 orang.
Sedangkan jumlah Pegawai Tidak Tetap dan Outsourcing meningkat
masing-masing sebesar 16,56% dan 6,23% dibandingkan tahun
sebelumnya.
30.64%
2015
3.99%
Bank Victoria’s employee composition based on employment status
is dominated by Permanent Status, that is 659 employees or 53.84%.
In 2016, the numbers of permanent employees are decreased
by 0.30% compares to 2015’s 6611 employees. Meanwhile, the
numbers of Non-Permanent Employees and Outsourcing are
increased by 16.56% and 6.23% compared to the previous year.
Pegawai Tetap
Permanent Employee
29.99%
2016
15,52%
KOMPOSISI
MASA KERJA
2015
53.84%
56.16%
Pegawai Tidak Tetap
Non-permanent Employee
Outsourcing
Outsourcing
13.85%
KARYAWAN
BERDASARKAN
COMPOSITION OF THE EMPLOYEES BASED ON
WORKING PERIOD
Tabel Jumlah Karyawan Berdasarkan Masa Kerja
Table of Employees Numbers Based on Working Period
Masa Kerja
Work Period
2016
Komposisi
Compositions
0 - 5 Tahun
842
68.79%
841
71.45%
6 - 10 Tahun
270
22.06%
259
22.01%
4.25%
11 - 15 Tahun
79
6.45%
60
5.10%
31.67%
16 - 20 Tahun
25
2.04%
17
1.44%
47.06%
8
0.65%
-
-
-
Di atas 20 Tahun
TOTAL
1,224
Komposisi karyawan berdasarkan masa kerja didominasi oleh
karyawan dengan masa kerja 0-5 tahun yaitu sebesar 68,79%
atau sebanyak 842 orang, diikuti karyawan dengan masa kerja
6-10 tahun yaitu sebesar 22,06% atau sebanyak 270 orang.
Di tahun 2016, karyawan dengan masa kerja 16-20 tahun
mengalami peningkatan paling tinggi yaitu sebesar 47,06%.
Komposisi
Compositions
2015
1,177
Pertumbuhan (%)
Growth (%)
0.12%
3.99%
The employee composition based on working period is dominated
by employees with 0-5 years working period, that is 68.79% or as
many as 842 employees, followed by employees with 6-10 years
working period, that is 22.06% or as many as 270 employees.
In 2016, employees with 16 - 20 years working period have the
highest increase, that is 47.06%.
242
PT Bank Victoria International Tbk.
6.45%
2.04%
0.65%
Laporan Tahunan 2016
5.10%
1.44%
0 - 5 Tahun
0 - 5 Years
22.06%
22.01%
2016
2015
6 - 10 Tahun
6 - 10 Years
71.45%
11 - 15 Tahun
11 - 15 Years
16 - 20 Tahun
16 - 20 Years
68.79%
Di atas 20 Tahun
Above 20 Years
KOMPOSISI
GENDER
KARYAWAN
BERDASARKAN
COMPOSITION OF THE EMPLOYEES BASED ON
GENDER
Tabel Jumlah Karyawan Berdasarkan Gender
Table of Employees Numbers Based on Gender
Status
Kepegawaian
Employee Status
2016
Komposisi
Compositions
Wanita
565
46.16%
550
46.73%
2.73%
Pria
659
53.84%
627
53.27%
5.10%
TOTAL
1,224
53.84%
RENCANA KERJA
TAHUN 2017
Komposisi
Compositions
1,177
Pada tahun 2016, komposisi karyawan Bank Victoria berdasarkan
jenis kelamin relatif seimbang yaitu sebesar 53,84% atau
sebanyak 659 orang merupakan karyawan laki-laki sedangkan
sisanya sebesar 46,16% atau sebanyak 565 orang merupakan
karyawan perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Victoria
telah menerapkan kesetaraan gender dalam kegiatan operasional
Bank.
2016
2015
46.16%
Pertumbuhan (%)
Growth (%)
3.99%
In 2016, the employee composition based on gender is relatively
balanced, i.e. 53.84% or as many as 659 male employees and
46.16% or as many as 565 female employees. It implies that Bank
Victoria has been applying gender equality in its operational
activities.
2015
46.73%
Wanita
Female
Pria
Male
53.27%
HUMAN
CAPITAL
Divisi Human Capital Management telah menyusun rencana kerja
yang akan dilaksanakan pada tahun 2017, antara lain sebagai
berikut.
2017 HUMAN CAPITAL WORK PLAN
Human Capital Management Division has arranged a work plan
to perform in 2017, as follows.
243
2016 Annual Report
No.
1.
2.
Key Result Area
Strategy
Ketentuan dan Kebijakan
Bidang HCM
Kebijakan
Provision and Policy of HCM
Policy
Pengembangan Karyawan
Employees Development
Training
Training
Rotasi/Mutasi
Rotation/Mutation
Recruitment
Recruitment
3.
Admin Efficiencies and
Developing Payroll Activities
Admin Efficiencies and
developing Payroll Activities
Admin dan Payroll
Admin and Payroll
PT Bank Victoria International Tbk.
Action Plan
1.Perbaikan dan Penyempurnaan Sistem Operasional Prosedur
Human Capital Management
2.Pengesahan Peraturan Perusahaan dan Wajib Lapor
Ketenagakerjaan
3.Perbaikan dan Penyempurnaan KPI Karyawan
1.Correction and Improvement of Human Capital Management
Standard Operation Procedure
2. Ratification of Company’s Regulations and Compulsory Company
Manpower Report
3.Correction and Improvement of Employees KPI
1. Ujian Sertifikasi Manajemen Risiko
2. Ujian Sertifikasi Kepatuhan
3. Ujian Sertifikasi Dealer Treasuri
4. Ujian Sertifikasi Waperd
5. Training Intern
6. Training Ekstern
7.Sosialisasi
1. Risk Management Certification Test
2. Compliance Certification Test
3. Treasury Dealer Certification Test
4. Waperd Certification Test
5.Internal Training
6.External Training
7. Socialization
Melaksanakan rotasi dan mutasi untuk penyegaran dan pengembangan
karir karyawan
To conduct rotation and mutation for Employees’ refreshment and
career development
1. Melaksanakan pemenuhan kebutuhan karyawan untuk
pembukaan Kantor Cabang
2. Melaksanakan pemenuhan kebutuhan karyawan untuk replacing
karyawan resign
3.Penyempurnaan manpower planning
1. Fulfilling employee requirement for branch office opening
2. Fulfilling employee requirement to replace resigned employees
3.Improving manpower planning
1.Pengembangan program portal Human Capital Management
“V-Smart”
2.Penyempurnaan Program Vic Cuti Karyawan
3.Penyempurnaan database Karyawan
1. Developing Human Capital Management “V-Smart” portal
programm
2.Improving Employee Leave Program
3.Improving Employees database
244
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Teknologi Informasi
Information Technology
Untuk menunjang kebutuhan bisnis Bank dalam menaikan status dari bank
umum menjadi “bank devisa” dan memasuki era digitalisasi produk maka Bank
terus meningkatkan dan mengoptimalisasi teknologi informasi serta keamanan
penggunaan teknologi informasi tersebut. Dimana inisiatif terkait optimalisasi
pemanfaatan teknologi informasi antara lain: peningkatan pemanfaatan teknologi
informasi untuk efisiensi, dan produktivitas pelayanan kepada nasabah dan
IT governance, peningkatan pengamanan data/informasi (cyber security), serta
peningkatan infrastruktur teknologi informasi pada keamanan dan keandalan
layanan aplikasi dan data/informasi.
Bank Victoria is aware that corporate social responsibility (CSR) is a moral responsibility to the
stakeholders as its goal is not only to meet the interests of its shareholders. The Bank continues to be
committed to contributing value for its stakeholders as it is aware that the company’s performance
is measured not only by financial aspects, but also by its social and environmental performance. The
Bank also believes that the parameters of success of a company from the point of view of CSR is to
promote the moral and ethical principle to achieve the best results without creating harm to other
groups in the community.
BANK dalam mengoptimalisasi teknologi informasi pada
seluruh kegiatan operasionalnya dan guna untuk meningkatkan
pelayanan bagi nasabah, juga melakukan Pengembangan
terhadap :
1. Pengembangan terhadap Single CIF Collectibility pada
Corebanking;
2.Pengembangan konsep pembayaran dengan umur
tunggakan terlama;
3.Peremajaan server production yang sudah obsolete (usang)
dan penambahan terhadap server backup BCP Bank;
4. Pengembangan SKN Generasi II tahap kedua untuk fitur
bulk payment (kliring one to many transfer);
5. Pengembangan BCP area layout lantai 2 Fatmawati untuk
BCP server area DC dan filling room, command center client;
dan
6. Pengembangan aplikasi IT helpdesk menggunakan sistem
monitor dan penambahan dan pemenuhan Windows License
Client secara bertahap.
In optimizing information technology in all of its operational
activities and in order to improve services for the customers, the
Bank also executed the following development:
DASAR
PENERAPAN
INFORMASI
TEKNOLOGI
LEGAL
BASIS
FOR
INFORMATION
TECHNOLOGY IMPLEMENTATION
Bank Victoria menyadari teknologi dalam dunia perbankan
sangatlah mutlak, saat kemajuan suatu sistem perbankan
sudah harus ditopang oleh peran teknologi informasi. Semakin
berkembang dan kompleksnya fasilitas yang diterapkan
perbankan untuk memudahkan pelayanan, itu berarti semakin
beragam dan kompleks adopsi teknologi yang dimiliki oleh suatu
bank. Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 38/
Bank Victoria is very aware that it is imperative to have a sound
technology in the banking world, in a time when the performance
of a banking system must be sustained by the information
technology role. The more developed and complex the facilities
implemented by the bank to simplified its services, it means the
more diverse and complex the technology owned by a bank. In
accordance with Regulation of the Financial Services Authority
1. Development of Single CIF Collectibility on Corebanking;
2. Development the payment concept for longest outstanding
balance;
3. Rejuvenation obsolete production servers and the addition
of backup server BCP Bank;
4. Development of second phase of SKN Generation II for bulk
payment feature (one to many transfer clearing);
5. Development of BCP area layout on Fatmawati second floor
for BCP server area DC and filling room, command center
client; and
6. Development of the IT helpdesk application using the
system monitor as well as addition and fulfillment of
Windows Client License gradually.
2016 Annual Report
POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam
Teknologi Informasi oleh Bank Umum dapat diuraikan beberapa
aturan terkait Penerapan Teknologi Informasi sebagai berikut:
1. Pasal 7, yakni (1) Bank wajib memiliki Komite Pengarah
Teknologi Informasi (Information Technology Steering
Committee). (2) Komite Pengarah Teknologi Informasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab
memberikan rekomendasi kepada Direksi paling sedikit
terkait dengan:
a. Rencana Strategis Teknologi Informasi yang sejalan
dengan rencana strategis kegiatan usaha Bank;
b. Perumusan kebijakan, standar, dan prosedur Teknologi
Informasi yang utama;
c. Kesesuaian antara proyek Teknologi Informasi yang
disetujui dengan Rencana Strategis Teknologi Informasi;
d.Kesesuaian antara pelaksanaan proyek Teknologi
Informasi dengan rencana proyek yang disepakati
(project charter);
e.Kesesuaian antara Teknologi Informasi dengan
kebutuhan sistem informasi manajemen serta
kebutuhan kegiatan usaha Bank;
f. Efektivitas langkah-langkah dalam meminimalkan risiko
atas investasi Bank pada sektor Teknologi Informasi
agar investasi Bank pada sektor Teknologi Informasi
memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan
bisnis Bank;
g. Pemantauan atas kinerja Teknologi Informasi dan upaya
peningkatan kinerja Teknologi Informasi;
h. Upaya penyelesaian berbagai masalah terkait Teknologi
Informasi yang tidak dapat diselesaikan oleh satuan
kerja pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi
secara efektif, efisien, dan tepat waktu; serta
i. Kecukupan dan alokasi sumber daya yang dimiliki Bank.
2.Pasal 8 yakni (1) Bank wajib memiliki kebijakan,
standar, dan prosedur penggunaan Teknologi Informasi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) huruf b
dan wajib menerapkan kebijakan, standar, dan prosedur
penggunaan Teknologi Informasi secara konsisten dan
berkesinambungan. (2) Kebijakan, standar, dan prosedur
penggunaan Teknologi Informasi paling sedikit meliputi
aspek;
a.Manajemen;
b. Pengembangan dan Pengadaan;
c. Operasional Teknologi Informasi;
d. Jaringan Komunikasi;
e. Pengamanan Informasi;
f. Rencana Pemulihan Bencana;
g. Layanan Perbankan Elektronik;
h. Penggunaan Pihak Penyedia Jasa Teknologi Informasi;
serta
i. Penyediaan Jasa Teknologi Informasi oleh Bank.
245
PT Bank Victoria International Tbk.
No. 38/POJK.03/2016 concerning the Application of Risk
Management in Information Technology by Commercial Banks,
there are several provisions related to the Implementation of
Information Technology as follows:
1. Article 7, namely (1) Banks are required to have an
Information Technology Steering Committee. (2) The
Information Technology Steering Committee as stated in the
paragraph (1) is responsible to provide recommendations to
the Board of Directors, at minimum on:
a. The Information Technology Strategic Plan that in line
with the Bank’s business strategy plan;
b. Formulation of key Information Technology policies,
standards and procedures;
c.The compatibility of an approved Information
Technology project with an Information Technology
Strategic Plan;
d. The compatibility between the implementation of the
Information Technology project with an agreed project
charter;
e. The compatibility between the Information Technology
and the management information system’sneeds as well
as the Bank’s business activity needs.
f. The effectiveness of measures in minimizing the riskon
the Bank’s investment in the Information Technology
sector so that the Bank’s investment in the Information
Technology sector can give contribution to the Bank’s
business achievement;
g.Monitoring of the Information Technology’s
performance and efforts in improving the Information
Technology’s performance;
h. Efforts to solve various problems related to the
Information Technology that cannot be settled by user’s
working unit and the Information Technology provide in
an effective, efficient and timely manner; and
i. The adequacy and allocation of Bank’s resources.
2. Article 8 that stated (1) Banks are required to have policies,
standards and procedures for the use of Information
Technology as meant in the Article 2 paragraph (2) letter
b and required to implementa consistent and sustainable
Information Technology utilization policies, standards and
procedures. (2) The Information Technology utilization
policy, standard and procedure should at least includes the
following aspects;
a.Management;
b. Development and Procurement;
c. Information Technology Operations;
d. Communications Network;
e. Information Security;
f. Disaster Recovery Plan;
g. Electronic Banking Services;
h. Utilization of an Information Technology Provider; and
i. Provision of Information Technology Services by the
Bank.
246
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
ROADMAP TEKNOLOGI INFORMASI
INFORMATION TECHNOLOGY ROADMAP
Adapun penjabaran roadmap strategi pengembangan teknologi
informasi (TI) Bank Victoria dari tahun 2015 hingga tahun 2020
disampaikan sebagai berikut.
The explanation of the of information technology (IT)
development strategy roadmap of Bank Victoria from 2015 to
2020 is as follows.
Roadmap Pengembangan Aplikasi dan Infrastruktur
Infrastructure and Application Development Roadmap
High
2015
2016
2017
2018
2020
2019
Stage 5 : Leverage and Improvement
• Study Analysis New Core System
• Other High Value Applications
• Continuous Enhancement
Stage 4 : Core Renewal
• New DC and DR new Building
• CRM
• Continuous Enhancement
LEVEL OF COMPLEXITY
Stage 3 : Operational Excellence
• Align and Strengthen IT with Business
• Strengthen IT Organization
• Collection Application
• Modernise IT Applicatiions
Stage 2 : Fill the Gaps
• Data Warehouse
• WM Project
• Branchless Banking Project • Smart Network
• Integrated e-Channel Project• Central Monitoring and Control
• Improvement Inventory • Loan Tracking or LOS
Management
Stage 1 : Quick Relief
• IB/MB Project
• Integrated Reporting and Office Automation
• Regulator Project • Network and Security Upgrade
• Upgrade Switching• VOIP and FOIP
Project
Low
Adhoc > Initial
Repeatable
Defined
Managed
SOFTWARE/INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT PROCESS MATURITY
Bank Victoria telah membangun dan merencanakan proses IT
Strategic Plan untuk jangka panjang yang berfokus pada:
1.Meningkatkan/mengupdate aplikasi dan infrastruktur Bank
untuk mendukung kebutuhan bisnis;
2. Menjaga aplikasi dan infrastruktur sesuai bisnis Bank;
3. Meningkatkan manajemen proyek berdasarkan System
Development Life Cycle (SDLC);
4.Meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam
pengembangan TI secara internal dan dengan stakeholders
Bank.
Bank Victoria has built and planned a long-term IT Strategic Plan
process that focuses on:
1.
Improves/updatesthe
Bank’s
applications
and
infrastructures to support its business needs;
2. Maintainsthe applications and infrastructures according to
the Bank’s business;
3. Improves project management based on the System
Development Life Cycle (SDLC);
4. Improves the coordination and communication in the IT
development internally and with the Bank’s Stakeholders.
247
2016 Annual Report
STRUKTUR
INFORMASI
PENGELOLA
PT Bank Victoria International Tbk.
TEKNOLOGI
INFORMATION
TECHNOLOGY
Management STRUCTURE
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.01/SKDIR/09/16
tentang struktur organisasi yang bertugas mengelola teknologi
informasi Bank adalah Divisi Teknologi Informasi yang dipantau
oleh Komite Pengarah Teknologi Informasi. Divisi Teknologi
Informasi bertanggung jawab kepada President Director
(Direktur Utama) sebagai berikut.
Based on the Decree Letterof the Board of Directors
No.01/SKDIR/09/16, the organizational structure in charge of
managing the Bank’s information technology is the Information
Technology Division which is monitored by the Information
Technology Steering Committee. The Information Technology
Division is responsible to the President Director as follows.
Dewan Komisaris
Board of Commissioner
Komite Pengarah
Teknologi Informasi
Information Technology
Steering Committee
Direktur Utama
President Director
Wakil Direktur Utama dan Associate
Director of Operation and System
Deputy President Director and
Associate Director of Operation and System
Kepala Divisi Information Technology
Division Head of Information Technology
Wakil Kepala Divisi
Information Technology
Deputy Division Head of Information
Technology
PT Bank Victoria International Tbk.
248
Laporan Tahunan 2016
KEBIJAKAN
DAN
PELAKSANAAN
PROGRAM KERJA TEKNOLOGI INFORMASI
TAHUN 2016
THE POLICY AND EXECUTION OF
INFORMATION TECHNOLOGY WORKING
PROGRAM IN 2016
Bank Victoria senantiasa melakukan pengembangan dalam
teknologi dan informasi sesuai dengan arahan kebijakan
Rencana Bisnis Bank (RBB), yakni menetapkan bahwa Bank
akan melakukan perubahan pada konsep Branchless Banking
yang juga sejalan dengan target Pemerintah dalam melayani
masyarakat Indonesia sehingga Bank dapat melayani seluruh
nasabahnya dimana pun berada. Dalam hal pengembangan TI
ke depan menuju branchless banking, Bank senantiasa mengikuti
perkembangan teknologi yang ada untuk mendukung kebijakan
produk serta bisnis Bank. Dalam merealisasikan hal tersebut
Bank melakukan tahapan antara lain:
1. Enhancement terhadap Corebanking System yang lebih akurat
dan cepat dengan meningkatkan versi dari 2.01 ke versi 2.03
pada sistem Corebanking-nya;
Bank Victoria continues to develop its technology and
information in accordance with the direction of Bank Business
Plan (RBB), which stipulates that the bank will make changes
to the Branchless Banking concept that is also in line with the
Government target in serving the Indonesian people so that the
Bank can serve all its customers in whole Indonesia. In terms of
future IT development towards branchless banking, the Bank
continues to keep abreast of existing technology to support
the Bank’s product and business policies. In doing so, the Bank
performs the following stages:
2. Melakukan pengembangan terhadap aplikasi pihak ketiga
yang interface ke Corebanking System baik untuk transaksi
delivery channel, payment gateway maupun transaksi
branchless banking (Internet Banking dan Mobile Banking);
2. Developed third-party applications that has interface to
the Corebanking System for delivery channel, payment
gateways and branchless banking transactions (Internet
Banking and Mobile Banking);
3.Meningkatkan link komunikasi pada setiap kantor sehingga
Service Level terhadap pelayanan nasabah dapat tetap
terjaga (upgrade jaringan komunikasi data kantor cabang);
3. Improved the communication link in every office to maintain
the Service Level to customer service (upgrade the branch
office’s data communication);
4. Melakukan penyempurnaan serta pengembangan terhadap
aplikasi yang sudah obsolete (usang) yang disesuaikan
dengan teknologi yang ada baik pada perangkat keras
maupun perangkat lunak;
4.Made improvement and development of obsolete
applications that adapted to existing hardware or software
technology;
5.Memperkuat keamanan dengan melakukan proses
hardening sistem pada setiap perangkat infrastruktur
serta meningkatkan sistem keamanan jaringan dengan
penggunaan triple proteksi firewall pada WAN dan LAN
Bank.
5. Strengthened the security by conducting hardening system
in every infrastructure devices and upgrading network
security system through the usage of triple firewall
protection in the Bank’s WAN and LAN.
Kebijakan Teknologi Informasi telah diwujudkan dengan
pelaksanaan program kerja di 2016 sebagai berikut.
1. Pengembangan terhadap Single CIF Collectibility pada
Corebanking;
2.Pengembangan konsep pembayaran dengan umur
tunggakan terlama;
3.Peremajaan server production yang sudah obsolete (usang)
dan penambahan terhadap server backup Business Continuity
Plan (BCP) Bank;
4. Pengembangan SKN Generasi II tahap kedua untuk fitur
bulk payment (kliring one to many transfer);
5. Pengembangan BCP area layout lantai 2 Fatmawati untuk
BCP server area DC dan filling room, serta command center
client; dan
6. Pengembangan aplikasi IT helpdesk menggunakan sistem
monitor dan penambahan serta pemenuhan Windows
License Client secara bertahap.
The Information Technology Policiesthat have been realized
with the execution of working program in 2016 were as follows.
1. The development of Single CIF Collectibility on Corebanking;
Pada dasarnya seluruh pengurus Bank sangat concern
dengan pengembangan fungsi Sistem Informasi Manajemen
(Management Information System/MIS) sebagai landasan dasar
dalam setiap pengambilan keputusan strategis Bank ke depan.
Secara umum fungsi MIS dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu:
Basically, all of the Bank’s management is very concerned with
the development of Management Information System (MIS) as
the basic foundation in every Bank’s strategic decision making in
the future. In general, the function of MIS is divided into 2 (two),
namely:
1. Enhancement of more accurate and fast Corebanking
System by upgrading it from 2.01 version to last Corebanking
version of 2.03;
2. The development of a payment concept with longest aging
period;
3. Upgraded obsolete server production and made additions
to Bank Business Continuity Plan (BCP backup server;
4. The development of SKN Second Generation for bulk
payment feature (one to many transfersclearing);
5. The development of BCP area layout on the 2nd floor at
Fatmawati bulding for BCP area server DC and filling room,
command center client; and
6. The development of helpdesk IT application using monitoring
system as well as made addition and graduallyfulfillment of
Windows License Client.
249
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
1. MIS untuk keperluan pemenuhan regulasi perbankan ; dan
2.Untuk keperluan internal terkait sistem informasi
manajemen.
1. MIS for the purpose in fulfilling banking regulations; and
2. For internal purposes related to management information
systems.
Direksi dan Dewan Komisaris Bank sepakat untuk
membudayakan management information system sebagai salah
satu faktor acuan dalam setiap pengambilan keputusan. Oleh
karenanya kualitas dan keakuratan informasi laporan keuangan
memiliki peran yang amat krusial baik untuk konsumsi pihak
internal maupun pihak eksternal.
The Bank’s Board of Directors and Board of Commissioners
agree to cultivate management information system as one of
the reference factors in every decision making. Therefore the
quality and accuracy of the financial statement information has
a very crucial role for both internal and external parties.
Untuk mengakomodasi hal tersebut, Divisi IT bersama Divisi
terkait akan mengembangkan data warehouse yang nantinya
dapat menjadi “Single View Data of the Business Analytic”. Adapun
pengembangan data warehouse ini diperuntukkan sebagai:
1. Penyediaan sumber data yang tunggal dan terintegrasi;
2. Kemudahan dan kecepatan dalam memberikan data untuk
pengambilan keputusan;
3. Mempermudah dan lebih fokus terhadap pemecahan
masalah seperti data konsolidasi, risk and compliance
serta financial management, customer insight and marketing
effectiveness, serta Key Performance Indicator (KPI).
To accommodate this, the IT Division with related Divisions
will develop a data warehouse that in the future will become a
“Single View Data of Business Analytic”. The development of this
data warehouse will be intended to:
1. Provision of a single and integrated data sources;
2. Ease and speed in providing data for decision making;
3. Facilitate and focus more on problem solving such as
consolidation data, risk and compliance as well as financial
management, customer insight and marketing effectiveness,
also Key Performance Indicator (KPI).
Konsep Data Warehouse /
Data Warehouse Concept
Source Systems
Core
Card/ATM
LOS
Inventory
Data Integration Tool
(ETL)
Enterprise Data Warehouse
Data Mart
Data Mart
Data Mart
Data Mart
Risk
Finance
Sales/Marketing
Inventory
Management
Reporting and Analysis
Sales/Marketing
Finance
Risk
Regulatory
Inventory
Management
250
PT Bank Victoria International Tbk.
Dengan adanya pengembangan tersebut, maka di masa yang
akan datang, seluruh report yang dibutuhkan oleh tiap Divisi
dapat disediakan oleh Divisi IT. Selain pengembangan data
warehouse, Bank juga akan membangun dan merencanakan
proses IT Strategic Plan untuk jangka panjang yang berfokus
pada:
• Meningkatkan/mengupdate aplikasi dan infrastruktur Bank
untuk mendukung kebutuhan bisnis;
• Menjaga aplikasi dan infrastruktur sesuai bisnis Bank;
• Meningkatkan manajemen proyek berdasarkan System
Development Live Cycle (SDLC);
• Meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam
pengembangan IT secara internal dan dengan stakeholders
Bank.
RENCANA KERJA DIVISI
INFORMASI TAHUN 2017
Laporan Tahunan 2016
With this development, in the future, all reports required by
each Division can be provided by the IT Division. In addition to
developing data warehouses, the Bank will also build and plan
long-term IT Strategic Plan processes that focus on:
• Improves/updates the Bank applications and infrastructures
to support its business needs;
• Maintains applications and infrastructure according to the
Bank’s business;
• Improves the project management based on System
Development Live Cycle (SDLC);
• Improves the coordination and communication in IT
development internally and with the Bank’s stakeholders.
TEKNOLOGI
THE
INFORMATION
TECHNOLOGY
DIVISION WORKING PLAN IN 2017
Perencanaan strategis IT untuk mendorong Rencana Bisnis Bank
secara keseluruhan dalam memberikan dukungan teknologi
informasi, haruslah dapat memberikan produk teknologi yang
inovatif yang dapat mendukung kebutuhan bisnis bank dalam
memberikan layanan dan keamanan kepada Nasabah. Dengan
membangun teknologi sistem informasi yang terkini sejalan
dengan bisnis Bank sehingga memberikan kemudahan akses,
keamanan bertransaksi, membantu layanan back office dalam
mendukung operasional bisnis Bank dan dapat memberikan
efisiensi biaya operasional dalam mendukung ekspansi
bisnis Bank yang lebih agresif, hal ini merupakan target dari
pengembangan sistem informasi teknologi di Bank Victoria.
IT strategic planning to support the Bank Business Plan as a
whole in providing information technology support must be able
to provide innovative technology products that can support the
bank’s business needs in providing services and security to the
Customer. By building the latest information systems technology
that in line with the Bank’s business so as to facilitate ease of
access, transaction security, back office services in supporting
the Bank’s business operations and to provide operational
cost efficiency in supporting a moreaggressive Bank’s business
expansion, this is the target of system development Information
technology at Victoria Bank.
Sejalan dengan hal tersebut untuk menunjang kebutuhan bisnis
Bank dalam menaikan status dari bank umum menjadi “bank
devisa” maka Divisi Teknologi Informasi dengan melakukan
pengembangan yang utama saat ini adalah akan merelokasi
Data Center (DC) dan Data Recovery Center (DRC) yang akan
digunakan sebagai payment sistem dan operasional bank (bank
office) diluar system corebanking yang nantinya dapat digunakan
untuk memberikan layanan produk-produk e-channel (Digital
Banking, Branchless Banking, Customer Delivery System serta
Payment System yang terintegrasi dengan Core System) yang lebih
inovatif dari saat ini. Selain itu juga di kembangkan corebanking
untuk mampu mengakomodir transaksi dalam mata uang
valas. Selain itu Bank juga merencanakan untuk melakukan
pengembangan tambahan agar dapat menjalankan interface
dengan aplikasi pihak ketiga seperti SWIFT, Bloomberg, yang
tentunya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang berjalan.
In line with this, in order to support the Bank’s business needs in
raising its status from commercial banks into “foreign exchange
banks”, the Information Technology Division by executing its
main development which is to relocate Data Center (DC) and
Data Recovery Center (DRC) that will be used as payment
system and bank office outside the system core banking that can
be used to provide more innovative e-channel products (Digital
Banking, Branchless Banking, Customer Delivery System and
Integrated Payment System with the Core System). In addition to
that, the IT Division also develops core banking that will be able
to accommodate transactions in foreign currency. Furthermore,
the Bank also plans to make additional development so it can
run the interface with third-party applications such as SWIFT,
Bloomberg, which is certainly tailored to the needs of current
businesses.
Selanjutnya dalam meningkatkan security awareness dan
sejalan dengan rencana badan regulator Bank Sentral, Divisi
Teknologi Informasi sudah melakukan upgrading sistem kartu
ATM dari yang berbasis Magnetic ke berbasis Chip (EMV).
Terkait dengan security awareness ini, Bank telah melakukan
sertifikasi pengujian infrastruktur, aplikasi dan Jaringan baik
internal dan eksternal dengan melakukan PENTEST termasuk
REMEDIASI secara regular sejak tahun 2014 oleh pihak ketiga
secara independen dan akan terus dilakukan pada tahun 2017
dan tahun-tahun selanjutnya, hal ini untuk meyakinkan bahwa
infrastruktur, aplikasi dan jaringan Bank Victoria sudah memiliki
tingkat security yang baik dan sejalan dengan aturan kebijakan
regulator Bank Sentral.
Furthermore, in improving security awareness and in line with
the Central Bank regulatory agency plan, the Information
Technology Division has upgraded its ATM card system from
Magnetic-based to Chip-based (EMV). In relation to this security
awareness, the Bank has certified its internal and external
infrastructure, application and network testing by conducting
PENTEST which includes REMEDIATION regularly since 2014
by independent third parties and will be continue in 2017 and
subsequent years. This measure is taken to ensure that Bank
Victoria’s infrastructures, applications and networks already
have a good level of security and are in line with Central Bank
regulatory policy rules.
2016 Annual Report
251
PT Bank Victoria International Tbk.
Terkait untuk mendukung bisnis Bank yang berfokus pada
segmentasi retail pada tahun 2016, telah diluncurkan Internet
Banking dan Mobile Banking yang dapat mempermudah Nasabah
melakukan transaksi banking dimanapun Nasabah berada
dengan didukung keamanan (security) yang tinggi dari VeriSign
Secured System dan Mobile Token System, maka pada tahun
2017 Bank juga berencana akan melakukan pengembangan
Module Loan yang ada saat ini dengan kebutuhan perkembangan
segmentasi retail yang lebih variatif, serta berencana
mengimplementasikan E-Account dan Cash Management
(termasuk Virtual Account), EDC Sistem untuk mendukung
M-Kios dan Payment System, serta Wealth Management System
(WMS).
In order to support the Bank’s business that focusing on retail
segmentation in 2016, Internet Banking and Mobile Banking
has been launched so that the Customers can easily perform
banking transactions wherever they are and supported by
high security from VeriSign Secured System and Mobile Token
System. Thus, in 2017 the Bank also plans to develop its existing
Module Loan with more varied retail segmentation needs and
plans to implement E-Account and Cash Management (including
Virtual Account), EDC System to support M-Kiosk and Payment
System, and Wealth Management System (WMS).
Untuk mendukung customer experience, dalam meningkatkan
layanan nasabah dan mendekatkan Bank kepada nasabahnya,
maka Divisi Teknologi Informasi juga akan membangun sistem
Call Center yang berbasis kepada IVR yang langsung terkoneksi
secara host to host sehingga memudahkan nasabah untuk
melakukan penggantian PIN ATM, Cek Saldo, Inquery Saldo
dan personalisasi nasabah private banking juga dikembangkan
menjadi lebih baik, sehingga memudahkan nasabah dalam
meningkatkan keamanan kartu atm dan bertransaksi.
To support the customer experience, in improving customer
service and bringing the Bank closer to its customers, the
Information Technology Division will also build an IVR-based
Call Center system that directly connected host to host, so that
the customers can easily perform ATM PIN changes, Balance
Check, and Balance Inquiry. The personalization of private
banking customers will also be developed to be better, thus
facilitating the customer in improving transaction and ATM card
security.
PT Bank Victoria International Tbk.
252
Tata Kelola
Perusahaan
Corporate Governance
Laporan Tahunan 2016
2016 Annual Report
253
PT Bank Victoria International Tbk.
PT Bank Victoria International Tbk.
254
Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Efektivitas implementasi good corporate governance (GCG) tercermin dari
governance outcome yang telah terjadi. Bank Victoria telah merasakan manfaat
dari implementasi GCG dengan dicapainya kinerja keuangan dan operasional
yang sangat bagus di 2016. Disamping itu, hasil dari implementasi GCG juga
terlihat dari kepercayaan pihak eksternal kepada Bank. Bank Victoria Meraih
penghargaan as the Winner of Best Banking Brand 2016 for Best Reputation,
Best Digital, Best Service, and Best Performance Title, Meraih Peringkat 2
Kategori Buku II (Aset Rp10 Triliun sampai dengan Rp25 Triliun), serta
Meraih Peringkat 3 Kategori Corporate Social Responsibility kelas Bank Buku II.
The effectiveness of good corporate governance (GCG) implementation is reflected in the
governance outcome that has been taken place. Bank Victoria has been experiencing the benefit
of GCG implementation with its excellent financial and operational performance achievement in
2016. Furthermore, the result of GCG implementation is also reflected in bank’s credibility. Bank
Victoria is awarded as the Winner of Best Banking Brand 2016 for Best Reputation, Best Digital,
Best Service, and Best Performance Title, achieving the 2nd Rank in the Buku II Category (IDR10-25
Trillion Asset), and the 3rd Rank in the Corporate Social Responsibility Category of Buku II bank class.
2016 Annual Report
255
PT Bank Victoria International Tbk.
Komitmen Bank Victoria dalam penerapan good corporate
governace (GCG) telah menghasilkan kinerja yang sangat
memuaskan dan diakui oleh pihak eksternal.
Bank Victoria’s commitment in the GCG implementation has
been delivering a very gratifying performance and acknowledged
by external parties.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Aset tumbuh sebesar 10,59%
Penyaluran kredit tumbuh sebesar 6,64%
Pendapatan bunga dan syariah tumbuh sebesar 7,30%
NPL gross turun dari 4,48% menjadi 3,89%
NPL netto turun dari 3,93% menjadi 2,37%
Meraih penghargaan as the Winner of Best Banking Brand
2016 for Best Reputation, Best Digital, Best Service, and Best
Performance Title dalam acara Indonesia Best Banking Brand
yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi
• Meraih Peringkat 2 Kategori Buku II (Aset Rp10 Triliun sampai
dengan Rp25 Triliun) dalam acara Anugerah Perbankan
Indonesia (APBI) – V – 2016 yang diselenggarakan oleh
Majalah Economic Review bekerjasama dengan Perbanas
Institute
• Meraih Peringkat 3 Kategori Corporate Social Responsibility
kelas Bank Buku II dalam acara Anugerah Perbankan
Indonesia (APBI) – V – 2016 yang diselenggarakan oleh
Majalah Economic Review bekerjasama dengan Perbanas
Institute
Assets grows by 10.59%
Lending value grows by 6.64%
Interest and sharia income grows by 7.30%
Gross NPL steps down from 4.48% to 3.89%
Net NPL steps down from 3.93% to 2.37%
Awarded as the Winner of Best Banking Brand 2016 for Best
Reputation, Best Digital, Best Service, and Best Performance
Title in the Indonesia Best Banking Brand event hosted by
Warta Ekonomi
• Awarded as The 2nd Rank in Buku II Category (IDR1025 Trillion Assets) in the event of Anugerah Perbankan
Indonesia (APBI) – V – 2016 hosted by Economic Review
Magazine in collaboration with Perbanas Institute
• Awarded as The 3rd Rank in the Corporate Social
Responsibility of Buku II Bank Class in the event of Anugerah
Perbankan Indonesia (APBI) – V – 2016 hosted by Economic
Review Magazine in collaboration with Perbanas Institute
CORPORATE GOVERNANCE FRAMEWORK
BANK VICTORIA
CORPORATE GOVERNANCE FRAMEWORK
OF BANK VICTORIA
Bank Victoria sangat menyadari bahwa penerapan corporate
governance yang efektif merupakan hal yang sangat penting
dalam industri perbankan pada khususnya dan perekonomian
pada umumnya. Bank memiliki peran penting dalam sebuah
perekonomian melalui perannya sebagai lembaga intermediary
antara para pemilik dana dengan aktivitas-aktivitas usaha
(perusahaan) yang merupakan faktor pendorong utama
pertumbuhan ekonomi. Keamanan dan kesehatan bank
merupakan faktor kunci untuk terciptanya stabilitas keuangan
dalam sebuah negara. Dengan demikian, pengelolaan bank yang
baik merupakan faktor kunci untuk terciptanya perekonomian
yang kuat.
Bank Victoria is fully aware that the corporate gorvenance
implementation is particularly of great importance in the banking
industry, and in the economy in general. Bank has an important
role in the economy through its role as an intermediary
institution between the funds owner and business acitivities
(company) which are the main driving force of economic growth.
Bank’s security and health are the key factor to create financial
stability in a country. Hence, a good management of a bank is the
key factor to create a strong economy.
Tujuan utama penerapan corporate governance di Bank Victoria
adalah memberikan jaminan dipenuhinya hak-hak para pemangku
kepentingan (stakeholders) secara berkelanjutan. Di antara para
pemangku kepentingan, hak para depositor merupakan hal utama
untuk dipenuhi dan berikutnya adalah pemenuhan kepentingan
pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. kerangka
implementasi corporate governance Bank Victoria bisa dilihat
pada gambar berikut ini.
The main purpose of corporate governance implementation
in Bank Victoria is to provide a guarantee for the continuous
fulfillment of the stakeholder’s right. The depositor’s rights are
the main concern to fulfill among the depositor’s right, followed
by the shareholder’s interest and other stakeholders’ interest.
The framework of Bank Victoria’s corporate governance
implementation is as follows:
256
PT Bank Victoria International Tbk.
Gambar Bank Victoria Corporate Governance Framework
Laporan Tahunan 2016
Figure of Bank Victoria’s Corporate Governance Framework
Penetapan strategi
dan sasaran Bank
(Establishing Bank’s
strategies and
objectives)
Pemilihan dan
pengawasan human
capital yang efektif
(Effective selection
and supervision of
human capital)
Menetapkan fungsi
pengendalian yang
efektif
(Establishing an
effective control
function)
Memadukan budaya, kegiatan
usaha dan perilaku dengan tujuan
menjalankan kegiatan usaha yang
aman dan sehat, dengan integritas
dan patuh terhadap peraturan
perundang-undangan
(Integrating the culture, business
activities, and behaviour in order to
practice secure and healthy business
activities, which are integrated and
complying with the regulations)
Alokasi wewenang,
tugas dan tanggung
jawab organ Bank
yang efektif
(Effective allocation
of the Bank’s organs
authority, duties and
responsibilities.)
Pengelolaan Bank
yang profesional
(Professional bank
management)
Melindungi kepentingan
nasabah, memenuhi
kepentingan pemegang saham,
dan pemangku kepentingan
lainnya
(Protecting customers’ interest,
fulfilling the interests of
shareholders and
stakeholders)
BANK SEBAGAI LEMBAGA KEPERCAYAAN
BANK AS A TRUSTWORTHY INSTITUTION
Bank yang merupakan perusahaan penggerak perekonomian
akan banyak mendapatkan penilaian dan sorotan dari publik
maupun dari Pemerintah. Penilaian dan sorotan tersebut akan
sejalan dengan tingkat kepercayaan atas bank tersebut, oleh
karenanya setiap bank akan berusaha untuk memberikan tingkat
kepercayaan yang tinggi kepada setiap stakeholders. Untuk
mendapatkan kepercayaan tersebut Bank harus memberikan
kinerja yang baik yang tergambar dari Tingkat Kesehatan yang
baik, memiliki Kecukupan Modal di atas ketentuan minimum dan
Profil Risiko secara komposit Rendah dan kinerja keuangan yang
kuat.
Bank as the driving force of economy will receive a lot of
judgement and attention, either from public or Government.
Those judgement and attention will be in accordance with the
bank’s credibility, so that every bank will attempt to deliver a high
credibility for all stakeholders. In order to gain that credibility,
Bank needs to have a good performance which reflected in its
good Rating and to have Capital Adequacy above the minimal
requirement, a Low Risk Profile, as well as a strong financial
performance.
Terkait hubungan dengan persaingan usaha, maka setiap bank
harus menjaga nama baiknya dengan melakukan persaingan
secara sehat dalam menetapkan harga (price) atau suku bunga
dana dan kredit/pembiayaan dan mampu melaksanakan etika
bisnis industri perbankan dengan baik. Selain itu, Bank juga
harus mampu mengendalikan risiko reputasi yang dihadapi untuk
tetap menjaga citra positif bagi Bank .
In relation with business competition, each bank should keep
their reputation by practicing a fair competition in setting the
price or interest of funding and financing. Besides, Bank should
also be able to control reputation risk to maintain Bank’s positive
image.
Dari sisi internal, sebagai lembaga kepercayaan, Bank harus
mengelola setiap kegiatannya dengan profesional dan memegang
teguh prinsip GCG. Hal tersebut dimulai dengan adanya Sumber
Daya Manusia yang handal, profesional, berintegritas tinggi,
As a trustworthy institution, internally, Bank should manage
its activities professionally and hold the GCG principles firmly.
Those can be initiated with reliable, professional, integrity, and
2016 Annual Report
257
PT Bank Victoria International Tbk.
berakhlak dan moral yang baik. Setelah itu, penerapan GCG
yang konsisten dan berlanjut disertai dengan inovasi yang tiada
henti dari sisi produk dan pelayanan akan menjamin kepercayaan
setiap pemangku kepentingan.
good moral Human Resources. The continuous and consistent
implementation of GCG followed by never ending innovation,
both of product and service, will ensure the trusthworthy of the
stakeholders.
BANK MERUPAKAN PELAYAN PUBLIK
BANK AS PUBLIC SERVANT
Sebagai pelayan Publik, tentu saja setiap bank akan bersentuhan
langsung dangan para nasabahnya. Oleh karena itu, Bank harus
selalu menjaga kepuasan pelanggan (customer satisfaction)
dengan memberikan pelayanan yang terbaik (servive excellent)
yang timbul dari hati sehingga benar-benar bisa dirasakan oleh
setiap nasabahnya. Selain itu, Bank harus memiliki fasilitas
sarana dan prasarana yang baik, sistem perbankan yang memadai
untuk menunjang kenyamanan transaksi setiap nasabah.
As public servant, every bank will surely interact directly with
their customers. Therefore, Bank should maintain customer
satisfaction by delivering service excellent born from the heart,
so it can be felt by every customer. Besides, Bank should have
great facility and infrastructure, as well as adequate banking
system to support transaction convenience for every customer.
Perbankan yang merupakan objek pelayan publik juga akan
mendapat pengawasan yang sangat ketat dari regulator dan juga
dari nasabahnya sendiri. Hal ini berkaitan dengan fungsi utama
bank sebagai intermediasi yang menghipun dan masyarakat
dalam bentuk simpanan kemudian menyalurkannya kembali
dalam bentuk kredit/pembiayaan. Fungsi tersebut jugalah yang
menjadikan bank sebagai perangsang dan penggerak ekonomi
di suatu daerah, melaksanakan pembangunan, dan sumber
pendapatan daerah untuk peningkatan taraf hidup daerah
tersebut. Bank juga sebagai agent of development di segala sektor
usaha dan bisnis dengan menerapkan prinsip kehati-hatian
(prudential banking).
Banking which is part of public services will also get a strict
supervision from regulator as well as customer. This relates to
bank’s main function as intermediary institution which collect
deposit funds from the society and then distribute it in the form
of credit/financing. It is also this intermediary function which
generates bank as an economic stimulator and driving force
in a region, development executive, and the source of funds
to improve the living standard of the region. Bank also acts as
an agent of development in every business sector by applying
prudential banking.
MANFAAT IMPLEMENTASI GCG BAGI
BANK VICTORIA
BENEFITS OF GCG IMPLEMENTATION
FOR BANK VICTORIA
Untuk meningkatkan kinerja Bank, Bank Victoria selalu
berupaya patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang
berlaku serta nilai-nilai etika yang berlaku umum pada industri
Perbankan, maka dalam melaksanakan kegiatan operasional
berpedoman pada prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan
sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 55 /POJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank
Umum dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.15/15/
DPNP tanggal 29 April 2013 perihal Pelaksanaan Good Corporate
Governance Bagi Bank Umum.
In order to improve its performance, Bank Victoria always tries
to comply with the prevailing regulations as well as ethic value
generally accepted in banking industry, that operational activities
are conducted based on Good Corporate Governance principles
as set out in the Regulations of Financial Services Authority No.
55/POJK.03/2016 on Corporate Governance Implementation
for Commercial Bank and Circular Letter of Financial Services
Authority No. 15/15/DPNP, dated 29th of April, 2013, on Good
Corporate Governance Implementation for Commercial Bank.
Penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan merupakan
unsur penting di dalam industri perbankan dan menjadi suatu
kebutuhan bagi bank mengingat tantangan dan risiko yang
dihadapi semakin meningkat dan komplek. Implementasi
Tata Kelola sebagai sebuah sistem yang dilakukan melalui
proses internal yang melibatkan seluruh tingkatan dan jenjang
organisasi terutama bagi Dewan Komisaris dan Direksi yang
mempunyai peranan sangat penting dalam pelaksanaan Tata
Kelola dilingkungan Bank Victoria.
The implementation of Good Corporate Governance principles
is an important factor in banking industry which turns out
to be bank’s necessity considering the increasingly complex
challenges and risks. Corporate Governance implementation is
a system conducted through an internal process involving the
whole level of organization, particulary for Board of Directors
and Commissioners whose roles are very important in Bank
Victoria’s Corporate Governance implementation.
Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang baik merupakan kunci
utama perusahaan dalam mencapai Visi dan Misi yang ditetapkan
melalui lima prinsip utama yaitu transparansi (transparency)/
keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan
relevan serta keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan,
akuntabilitas (accountability) kejelasan fungsi dan pelaksanaan
pertanggungjawaban organ Bank sehingga pengelolaannya
berjalan secara efektif, pertanggungjawaban (responsibility)
kesesuaian pengelolaan Bank dengan peraturan perundangundangan yang berlaku, prinsip-prinsip pengelolaan Bank yang
A proper implementation of Corporate Governance is the key
factor of a company in order to achieve the Vision and Mission
defined through five main keys. Those keys are transparency/
openness in proposing material and relevant information as
well as openness in decision making process, accountability of
function explication and responsibility performance of Bank’s
organ so that the management runs effectively, responsibility
of Bank’s management concordance with prevailing regulations,
independency of Bank’s management principles through a
professional management which is free from the influence and
PT Bank Victoria International Tbk.
258
Laporan Tahunan 2016
indepeden (indepedency) dengan pengelolaan Bank secara
profesional tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun dan
kewajaran, keadilan dan kesetaraan (fairness) dalam memenuhi
hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. pressure of any party, fairness in fulfilling stakeholder’s right
arising under the agreement and prevailing regulations.
Kelima prinsip ini terlihat dalam pelaksanaan kegiatan
operasional sehari-hari, yang dalam penerapannya selalu
dikaitkan dengan strategi perusahaan, pengelolaan produk
layanan, pengelolaan sumber daya manusia, pengelolaan risiko
dan pengendalian internal. Penerapan kelima prinsip Tata Kelola
Perusahaan pada Bank Victoria sangat penting dilakukan dalam
upaya untuk meningkatkan kepercayaan publik, meningkatkan
kinerja, dan memaksimalkan nilai tambah bagi shareholders
(maximizing shareholder value) dan stakeholders lainnya, serta
menjamin terwujudnya sistem perbankan yang sehat. Hal ini
bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan usaha Bank yang sangat tergantung pada kepercayaan masyarakat yang
harus tercermin pada kinerja dan pengelolaan Bank yang
profesional serta kemampuan bank mengelola risiko.
These five principles are reflected in the daily operational
activities, in which the implementation is related to company’s
strategies, service product management, human resources
management, risk management, and internal control. The
implementation of five Corporate Governance principles in
Bank Victoria is essential in its effort to improve public trust and
performance, to maximize shareholder and other stakeholders’
value, and to ensure the realization of healthy banking system.
The aim is to keep the continuity of Bank’s business which
depends to a great extent on the society’s trust, reflected in the
Bank’s performance, professional management, and ability in
handling the risks.
Dengan demikian maka penerapan regulasi serta prinsip good
corporate governance pada industri perbankan merupakan
persyaratan utama dalam rangka untuk melindungi kepentingan
semua pihak (stakeholders).
Accordingly, the implementation of regulations and good
corporate governance principles in banking industry are of the
main requirements in order to protect the interests of any parties
(stakeholders).
DASAR PENERAPAN GCG
BASIS GCG IMPLEMENTATION
Memperhatikan kondisi pengalaman perbankan masa lalu,
sudah menjadi keharusan bagi Bank untuk menerapkan GCG
sebagaimana yang tertuang dalam beberapa ketentuan yang
berlaku, yakni:
1. Undang-undang Republik Indonesia No.10 tahun 1998
tentang perubahan atas Undang-undang No 7 tahun 1992
tentang Perbankan.
2. Undang-undang Republik Indonesia No. 40 tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas.
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.55/POJK.03/2016
tentang penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum.
Considering the condition of banking’s past experiences, either
General Conventional Bank or General Sharia Bank has to
implement GCG as defined in some prevailing regulations, i.e.:
4. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor. 13/
SEOJK.03/15 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank
Umum.
5. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 32/SEOJK.04/2015
tentang Tata Kelola Perusahaan Terbuka.
6. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.03/2014
tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi Bagi
Konglomerasi Keuangan.
7. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.18/POJK.03/2014
tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi Bagi
Konglomerasi Keuangan.
8. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.8/POJK.04/2015
tentang Situs Web Emiten atau Perusahaan Publik.
9. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.31/POJK.04/2015
tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material
oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
10. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.29/POJK.04/2016
tentang Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik.
11. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.32/POJK.03/2016
tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 6/POJK.03/2015 tentang Transparansi dan Publikasi
Laporan Bank.
1. Act of the Republic of Indonesia No.10 year 1998 on the
amendment of Act No. 7 year 1992 on Banking.
2. Act of the Republic of Indonesia No. 40 year 2007 on Limited
Company.
3. Regulation of Financial Services Authority No.55/
POJK.03/2016 on Corporate Governance Implementation
for Commercial Bank.
4. Circular Letter of Financial Services Authority No.3/
SEOJK.03/15 on Corporate Governance Implementation for
Commercial Bank.
5. Circular Letter of Financial Services Authority No.32/
SEOJK.04/2015 on Corporate Governance of Public
Company.
6. Regulation of Financial Services Authority No.17/
POJK.03/2014
on
Integrated
Risk
Management
Implementation for Financial Conglomerate.
7. Regulation of Financial Services Authority No.18/
POJK.03/2014 on Integrated Corporate Governance
Implementation for Financial Conglomerate.
8. Regulation of Financial Services Authority No.8/
POJK.04/2015 on Websites of the Issuer or Public Company.
9. Regulation of Financial Services Authority No.31/
POJK.04/2016 on Transparency of Information or Material
Facts by Issuer or Public Company.
10. Regulation of Financial Services Authority No.29/
POJK.04/2016 on Annual Report of the Issuer or Public
Company.
11. Regulation of Financial Services Authority No.32/
POJK.03/2016 on the Amendment of Regulation of Financial
Services Authority No. 6/POJK.03/2015 on Transparency
and Publication of Bank’s Report.
259
2016 Annual Report
Selain ketentuan yang diharuskan dari berbagai aturan
perundang-undangan di atas, Bank juga mendasarkan pada
pedoman-pedoman implementasi GCG sebagai berikut.
1. Prinsip-prinsip Corporate Governance yang dikembangkan
oleh Organization for Economic Cooperation and Development
(OECD);
2. ASEAN Corporate Governance Scorecard;
3. Pedoman GCG Indonesia yang dikembangkan oleh Komite
Nasional Kebijakan Governance (KNKG);
4. Pedoman GCG Perbankan Indonesia yang dikembangkan
oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG);
5. Principles for Enhancing Corporate Governance yang diterbitkan
oleh Basel Committee on Banking Supervision.
Internalisasi dari berbagai peraturan perundang-undangan
dan pedoman di atas ke dalam kebijakan internal Bank merupakan komitmen dari Dewan Komisaris dan Direksi dan
seluruh karyawan. Komitmen Bank terhadap penerapan GCG
ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.
PT Bank Victoria International Tbk.
In addition to requirement of several regulations above, Bank is
also conducting GCG implementation based on the guidelines
below.
1. Corporate Governance principles developed by the
Organization for Economic Cooperation and Development
(OECD);
2. ASEAN Corporate Governance Scorecard;
3. The guideline of Indonesian GCG developed by the National
Committee of Governance Policy (Komite Nasional
Kebijakan Governance, KNKG);
4. The GCG Guideline of Indonesian Bank developed by
National Committee of Governance Policy (Komite Nasional
Kebijakan Governance, KNKG).
5. Principles for Enhancing Corporate Governance published
by Basel Committee on Banking Supervision.
The internalization of different acts and guidelines above
into Bank’s internal policy is the commitment of the Board of
Commissioner and Director, and the whole employee. The Bank’s
commitment of GCG implementation is as follows.
GOOD
CORPORATE
SUSTAINABILITY
PROSES GCG / GCG Process
•Komitmen terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik secara berkelanjutan/
Commitment for sutainable good corporate governance implementation
•Pemegang Saham dan RUPS/Pemilik Modal/Shareholders and GMS/ Capital Owners
•Dewan Komisaris/Board of Commissioner
•Direksi/Board of Directors
•Pengungkapan informasi dan transparansi/ The Disclousure Information and Transparancy
Regulasi
Regulation
praktek terbaik
Best Practice
infrastruktur
Infrastructure
organ utama
Main Organ
ORGAN PENDUKUNG
Support Organ
STRUKTUR
GCG
GCG
Structure
• RUPS / General Meeting of
Shareholders
• Dewan Komisaris / Board of
Commisioners
• Direksi / Board of Directors
• Organ Pendukung / Supporting Organs
-
-
-
-
ORGAN PENDUKUNG DEWAN KOMISARIS
Sekretaris Dewan Komisaris, Komite Audit, Komite Nominasi dan
Remunerasi, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Tata Kelola Terintegerasi
Board of Commissioner Supporting Organ
Secretary of the Board of Commissioners, Audit Committee, Nomination and Remuneration Committee, Risk Monitoring Committee,
Integrated Governance Committee
ORGAN PENDUKUNG DIREKSI
Sekretaris Perusahaan, Komite Manajemen Risiko/Terintegrasi,
Komite Kebijakan Perkreditan, Komite Kredit, Asset and Liability Management Committe (ALCO), Komite Teknologi Informasi,
Komite Product, Komite Personalia, Komite Pengadaan Barang dan
Jasa, Komite Pemantau Penerapan Good Corporate Governance,
dan Komite Investasi
The Board of Directors Supporting Organ
Corporate Secretary, Integrated/Risk Management Committee,
Credit Policy Committee, Credit Committee, Information Technology Committee, Product Committee, HR Committee, Goods and
Service Procurement Committee, Good Corporate Governance
Implementation Monitoring Committee
PRINSIP GCG / GCG Principle
Transparansi | Akuntabilitas | Responsibilitas | Independensi | Fairness
Transparency | Accountability | Responsibility | Independency | Fairness
KOMITMEN GCG / GCG COmmitment
Visi
Vision
Misi
Mission
Nilai Budaya Perusahaan
Corporate Culture Value
260
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Komitmen Bank dalam menerapkan GCG terlihat dari visi,
misi dan nilai-nilai budaya Bank. Visi Bank Victoria untuk
menjadi bank pilihan nasabah yang terpercaya, sehat dan
efisien diwujudkan dalam misinya dan didasarkan pada nilainilai budaya Bank. Dalam mewujudkan visi dan menjalankan
misinya, Bank senantiasa berpegang pada asas-asas GCG yaitu
Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi dan
Fairness.
Bank’s commitment in applying GCG is reflected in its vision,
mission, and cultural value. Bank Victoria’s vision to be customers’
choice which is trusted, healthy, and efficient, is translated in
its mission and based on Bank’s cultural value. In realizing its
vision and performing its mission, Bank consistently stick to
GCG principles, i.e. Transparency, Accountability, Responsibility,
Independency, and Fairness.
Berdasarkan asas-asas GCG, Bank mengembangkan struktur
GCG yang meliputi GCG infrastructure dan GCG softstructure
guna menjalankan mekanisme GCG sesuai peraturan perundangundangan serta best practices yang ada. Dengan mendasarkan
kegiatan usahanya berdasarkan prinsip-prinsip GCG,
diharapkan akan tercipta kesinambungan usaha dalam jangka
panjang.
Based on GCG principles, Bank develops GCG structure which
consists of GCG infrastructure and GCG softstructure in order
to implement GCG mechanism based on prevailing regulation
and best practices. By addressing GCG principles in its business
activities, Bank can expect the continuity of its business in a long
run.
PENINGKATAN KUALITAS GCG SECARA
BERKELANJUTAN
CONTINUOUS QUALITY IMPROVEMENT
OF GCG
Pada prinsipnya pelaksanaan penerapan GCG di Bank Victoria
berjalan dengan baik dan dilaksanakan oleh Dewan Komisaris,
Direksi, dan seluruh karyawan pada setiap kegiatan dengan
tujuan untuk melindungi kepentingan Bank, shareholders dan
stakeholders. Bank senantiasa melakukan evaluasi penerapan
GCG secara berkelanjutan, sehingga penerapan GCG akan selalu
mengalami peningkatan.
The implementation of GCG in Bank Victoria, basically, is running
well and conducted by Board of Comissioner, Directors, and all
employees in every activity in order to protect the interests of
Bank, shareholder, stakeholder. Bank consistently performs
continuous evaluation, so that there is always be an improvement
in GCG implementation.
Mekanisme pelaksanaan implementasi GCG digambarkan dalam
siklus implementasi berikut.
The mechanism of GCG implementation is depicted in the
implementation cycle below.
Standar Kualitas
Implementasi GCG
(Quality Standards of GCG
Implementation)
Peningkatan Kualitas
Implementasi GCG
dan Benchmarking
(Quality of GCG Implementation
and Benchmarking Improvement)
Penilaian GCG
GCG Assessment
PENETAPAN
KUALITAS
Implementasi GCG
(GCG Implementation)
Monitoring
Implementasi GCG
(Monitoring of GCG
Implementation)
STANDAR
GCG
ESTABLISHING QUALITY STANDARD OF GCG
IMPLEMENTATION
Dalam rangka mewujudkan Visi dan menjalankan Misinya, Bank
membutuhkan suatu standar implementasi GCG yang dapat
dijadikan sebagai acuan dasar. Acuan dasar tersebut meliputi
kriteria yang akan dicapai dari berbagai aspek yang terkait
dengan implementasi GCG. Selain itu, penetapan standar
implementasi juga bertujuan agar Bank mampu meningkatkan
kualitas implementasi GCG. Standar tersebut dirumuskan
berdasarkan peraturan terkait, masukan dari stakeholders, hasil
assessment dan benchmarking.
In order to bring about its Vision and execute its Mission, Bank
requires a standard of GCG implementation to be the baseline.
This baseline consists of criterias to achieve from various aspects
related to GCG implementation. Besides, establishment of
implementation standard also aims to improve the quality of
GCG implementation. This standard is drawn up based on related
regulations, stakeholders’ input, assessment and benchmarking
result.
IMPLEMENTASI
2016 Annual Report
261
PT Bank Victoria International Tbk.
Lingkup standar implementasi GCG Bank Victoria mengacu
pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.55/POJK.03/2016
tentang penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum, Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Tata
Kelola Perusahaan Terbuka.
The scope of Bank Victoria’s GCG implementation standards
refers to the Regulation of Financial Services Authority No. 55/
POJK.03/2016 on implementation of Corporate Governance for
Commercial Bank, Circular Letter of Financial Services Authority
No. 32/SEOJK.04/2015 on Corporate Governance of Public
Company.
Standar penilaian pelaksanaan GCG meliputi 11 (sebelas) aspek
yaitu:
1. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris;
Assessment Standard of GCG Implementation consists of 11
(eleven) aspects, i.e.:
1. Performance of Task and Responsibility of Board of
Comissioner;
2. Performance of Directors’ Task and Responsibility;
3. Completeness and Performance of Committee’s Task;
4. Conflict of Interest Handling;
5. Implementation of Compliance Function;
6. Implementation of Internal Audit Function;
7. Implementation of External Audit Function;
8. Implementation of Risk Management, including Internal
Control System;
9. Provision of Funds for Related Party and Large Exposure;
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi;
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite;
Penanganan Benturan Kepentingan;
Penerapan Fungsi Kepatuhan;
Penerapan Fungsi Audit Internal;
Penerapan Fungsi Audit Eksternal;
Penerapan Manajemen Risiko termasuk Sistem Pengendalian
Internal;
9. Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) dan
Penyediaan Dana Besar (Large Exposure);
10. Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan Bank,
Laporan pelaksanaan GCG dan Pelaporan Internal;
11. Rencana Strategis Bank.
10. Transparency of Bank’s Financial and Non-financial Reports,
GCG Implementation Report, and Internal Reports;
11. Bank’s Strategic Plans.
Bank Victoria juga menggunakan dasar Pedoman Tata Kelola
Perusahaan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan di
tahun 2015 yang tertuang dalam Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan No.32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola
Perusahaan Terbuka sebagai standar penerapan GCG, yaitu
meliputi 5 (lima) aspek yang diturunkan ke dalam 8 (delapan)
prinsip dan 25 (dua puluh lima) rekomendasi. Aspek-aspek dan
prisip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
Bank Victoria is also affirming the Guideline of Good Corporate
Governance issued by Financial Services Authority in 2015,
included in Circular Letter of Financial Services Authority
No.32/SEOJK.04/2015 on the Guideline of Corporate
Governance of Public Company, which consists of 5 (five)
aspects derived into 8 (eight) principles and 25 (twenty five)
recommendations. Those aspects and principles are as follows:
Aspek 1.
Hubungan Perusahaan Terbuka dengan Pemegang Saham dalam
Menjamin Hak-hak Pemegang Saham.
Aspect 1.
The relationship between Public Company and Shareholders in
Guaranteeing the Shareholders’ Right.
Yang meliputi prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Meningkatkan Nilai Penyelenggaraan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS).
2. Meningkatkan Kualitas Komunikasi Perusahaan Terbuka
dengan Pemegang Saham atau Investor.
It consists of below principles:
1. Improving the Value of General Meeting of Shareholders.
Aspek 2.
Fungsi dan Peran Dewan Komisaris
Aspect 2.
Functions and Roles of Board of Commissioners
Yang meliputi prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Memperkuat Keanggotaan dan Komposisi Dewan Komisaris
2. Meningkatkan kualitas Pelaksanaan Tugas dan Tanggung
Jawab Dewan Komisaris.
It consists of below principles:
1. Strenghening Membership and Composition of Board of
Comissioners
2. Improving Performance Quality of Task and Responsibility of
Board of Comissioners.
Aspek 3.
Fungsi dan Peran Direksi
Aspect 3.
Functions and Roles of Directors
Yang meliputi prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Memperkuat Keanggotaan dan Komposisi Direksi.
2. Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan Tugas dan Tanggung
Jawab Direksi.
It consists of below principles:
1. Strengthening Membership and Composition of Directors.
2. Improving Performance Quality of Task and Responsibility of
Directors.
2. Improving Communication Quality between Public Company
and Shareholders or Investors.
262
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Aspek 4.
Partisipasi Pemangku Kepentingan
Aspect 4.
Participation of Stakeholders
Yang meliputi prinsip : Meningkatkan Aspek Tata Kelola
Perusahaan melalui Partisipasi Pemangku Kepentingan.
It consists of: Improving Corporate Governance Aspects through
the Participation of the Stakeholders.
Aspek 5.
Keterbukaan Informasi
Aspect 5.
Information Transparency
Yang meliputi prinsip: Meningkatkan Pelaksanaan Keterbukaan
Informasi
It consists of: Improving the Implementation of Information
Transparency
PELAKSANAAN
DAN
IMPLEMENTASI GCG
PEMONITORAN
PERFORMANCE AND MONITORING OF GCG
IMPLEMENTATION
Pembentukan dan penguatan atas Organ GCG maupun
infrastruktur GCG sangat diperlukan dalam proses pelaksanaan
dan pemonitoran implementasi GCG. Organ GCG terkait
dengan bagaimana aktivitas organisasi dibagi, diorganisir
dan dikoordinasikan. Melalui pembentukan dan penguatan
tersebut, maka peran dan fungsi masing-masing organ akan
menjadi jelas dan tegas.Sedangkan infrastruktur GCG adalah
seperangkat aturan dan kebijakan yang dimiliki Bank Victoria
dalam menjalankan aktivitas Bank. Untuk menjamin bahwa
standar yang telah ditetapkan dilaksanakan, dipenuhi, dievaluasi,
dan ditingkatkan maka diperlukan monitoring dan evaluasi
pelaksanaan.
Formation and reinforcement either of GCG Organ or GCG
infrastructure are urgently needed in the process of performance
and monitoring of GCG implementation. GCG organ is related
with how the organization is divided, organized, and coordinated.
Through that formation and reinforcement, the roles and
functions of each organ will be clear and rigid. Meanwhile,
GCG infrastructure is a set of rules and policies owned by Bank
Victoria in carrying out Bank’s activities. To ensure that the
defined standard has been implemented, fulfilled, evaluated,
and improved, Bank requires monitoring and evaluation of the
implementation.
Fungsi monitoring dari pelaksanaan implementasi GCG dilakukan
oleh Komite Pemantau GCG melalui penetapan tugas dan
tanggung jawab yang telah disusun sebagai berikut:
• Memantau dan menganalisa setiap kebijakan terbaru
maupun best practice terkait penerapan GCG;
• Melakukan pengkinian/penyempurnaan kebijakan internal
(existing) terhadap setiap perubahan kebijakan GCG;
• Memantau secara berkala atas rencana dan realisasi/
pecapaian bisnis Bank melalui rapat-rapat Komite;
Monitoring function of GCG implementation is performed by
GCG Monitoring Committee through the establishment of roles
and responsibility which have been defined as follows:
• Monitoring and analysing any current policies or best
practices related with GCG implementation;
• Upgrading/improving existing internal policy against the
amendment of GCG policies;
• Periodically monitoring the plans and realization/
achievement of Bank’s business through Committee’s
meetings;
• Determining aspects and Person In Charge in GCG formation
according to respective fields which reflected in GCG
aspects;
• Coordinating the formation of GCG implementation reports;
• Formating Bank’s GCG implementation reports and
conducting self assessment according to the prevailing
regulations.
• Menentukan aspek dan Person In Charge dalam penyusunan
GCG sesuai dengan bidang yang tercermin dari aspek-aspek
GCG;
• Mengkoordinir penyusunan laporan pelaksanaan GCG;
• Menyusun pelaporan pelaksanaan GCG Bank dan melakukan
self assessment sesuai ketentuan yang berlaku.
ASSESSMENT GCG
GCG ASSESSMENT
Self assessment merupakan upaya sistematik untuk menghimpun
dan mengolah data (fakta dan informasi) yang handal dan sahih
sehingga dapat disimpulkan kenyataan yang dapat digunakan
sebagai landasan tindakan manajemen agar pelaksanaan GCG
dapat dilakukan secara efektif. Self assessment menjadi bagian
dari mekanisme check and balances. Dengan evaluasi maka
capaian kegiatan dapat diketahui dengan pasti dan tindakan
lebih lanjut untuk memperbaiki kinerja suatu kegiatan dapat
ditetapkan.
Self assessment is a systematic way to collect and process
reliable and valid data (facts and information) to conclude a fact
that can be drawn to be used as the basis of Management actions,
so that GCG implementation can run effectively. Self assessment
is part of check and balances mechanism. Through evaluation,
the achievement of an action can be acknowledged accurately
and further action to improve the performance of an action can
be defined.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 55/
POJK.03/2016 tentang penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 21/POJK.04/2015
tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka,
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 32/SEOJK.04/2015
tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka serta
According to the Regulation of Financial Services Authority
No. 55/POJK.03/2016 on the implementation of Corporate
Governance for Commercial Bank, Regulation of Financial
Services Authority No. 21/POJK.04/2015 on the Guideline
Implementation of Corporate Governance of Public Company,
Circular Letter of Financial Services Authority No. 32/
263
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Peraturan Bank Indonesia No. 13/1/PBI/2011 tentang penilaian
Tingkat Kesehatan Bank tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank
Umum serta Peraturan Bank Indonesia tentang penilaian Tingkat
Kesehatan Bank, salah satu penilaian poin penilaian tingkat
kesehatan Bank adalah penilaian sendiri (self assessment) atas
pelaksanaan prinsip–prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik
(GCG) pada bank. Pelaksanaan self assessment tersebut dilakukan
secara periodik setiap semester yaitu pada bulan Juni dan
Desember pada tahun berjalan.
SEOJK.04/2015 on the Guideline of Corporate Governance of
Public Company, and Regulation of Bank of Indonesia No.13/1/
PBI/2011 on the Assessment of Bank’s Health Rating, one of
health rating assessment points is self assessment upon the
implementation of Good Corporate Governance (GCG) principles
in the bank. That Self Assessment is conducted periodically every
semester, that is on Juni and December of current year.
Self assessment meliputi 11 (sebelas) faktor penilaian pelaksanaan
GCG yang meliputi:
1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris
Self assessment consists of 11 (eleven) GCG implementation
factors:
1. The implementation of task and responsibility of Board of
Commissioner
2. The implementation of task and responsibility of Directors
3. The completeness and performance of Committee’s task
4. Conflict of interest handling
5. The implementation of compliance function
6. The implementation of internal audit function
7. The implementation of external audit function
8. The implementation of risk management, including internal
control system
9. The provision of funds for related party and large exposure
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi
Kelengkapan dan pelaksanaan tugas Komite
Penanganan benturan kepentingan
Penerapan fungsi kepatuhan
Penerapan fungsi audit internal
Penerapan fungsi audit eksternal
Penerapan manajemen risiko termasuk sistem pengendalian
internal
9. Penyediaan dana kepada pihak terkait (related party) dan
penyediaan dana besar (large exposure)
10. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan Bank,
laporan pelaksanaan Good Corporate Governance dan
pelaporan internal
11. Rencana Strategis Bank
10. The transparency of Bank’s financial and non-financial
reports, Good Corporate Governance implementation
report, and internal reports
11. Bank’s Strategic Plans
Dengan menggunakan mekanisme self assessment di atas, hasil
GCG Self Assessment selama 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat
melalui tabel di bawah ini.
By employing the above self assessment mechanism, the result
GCG Self Assessment for the last 5 (five) years can be observed
from the table below.
Tabel Hasil Self Assessment
Table of Self Assessment Result
Aspek
Nilai / Mark
Aspects
2016
2015
2014
2013
2012
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan
Komisaris
1
1
1
1
1
The implementation of task and responsibility
of Board of Commissioner
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
2
2
1
1
1
The implementation of task and responsibility
of Directors
Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite
2
2
2
2
2
The completeness and performance of
Committee’s task
Penanganan Benturan Kepentingan
2
1
1
1
2
Conflict of interest handling
Penerapan Fungsi Kepatuhan
2
1
1
1
1
The implementation of compliance function
Penerapan Fungsi Audit Internal
2
2
1
2
2
The implementation of internal audit function
Penerapan Fungsi Audit Eksternal
2
1
1
2
1
The implementation of external audit function
Penerapan Manajemen Risiko termasuk Sistem
Pengendalian Internal
2
2
1
1
2
The implementation of risk management,
including internal control system
Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related
Party) dan Penyediaan Dana Besar (Large Exposure)
2
2
1
2
2
The provision of funds for related party and
large exposure
Transparansi Kondisi Keuangan dan Non keuangan Bank, Laporan pelaksanaan GCG dan Pelaporan Internal
1
1
1
1
1
The transparency of Bank’s financial and nonfinancial reports, Good Corporate Governance
implementation report, and internal reports
Rencana Strategis Bank
2
2
2
1
1
Bank’s Strategic Plans
Score of Bank Victoria’s GCG Self Assessment
Skor Self Assessment GCG Bank Victoria
KATEGORI
Skor Self Assessment GCG Bank Victoria Syariah
KATEGORI
2
2
2
2
2
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
CATEGORY
2
2,28
1,93
1,66
2,07
Score of Bank Victoria Syariah’s GCG Self
Assessment
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
CATEGORY
PT Bank Victoria International Tbk.
264
Laporan Tahunan 2016
TINDAK LANJUT ASSESSMENT GCG
FOLLOW UP ON THE GCG ASSESSMENT
Dalam rangka evaluasi penerapan GCG, Bank melaksanakan
assessment GCG yang dilaksanakan secara periodik dan konsisten
setiap tahun. Hasil self assessment menunjukkan penerapan
Good Corporate Governance di Bank secara umum baik.
Namun, Bank tetap berupaya untuk meningkatkan implementasi
Good Corporate Governance dengan menindaklanjuti hasil
self assessment sesuai peraturan dan best practice. Hasil
dari assessment digunakan sebagai pertimbangan di dalam
melakukan peningkatan kualitas implementasi GCG.
In evaluating the implementation of GCG, the Bank performs
periodic assessment on GCG assessment consistently every year.
The result of the self assessment shows that the implementation
of Good Corporate Governance in the Bank is generally good.
However, the Bank keeps working to improve the implementation
of Good Corporate Governance by following up results of the self
assessment according to the rules and best practices. Results
of the assessment are used as a consideration in improving the
quality of GCG implementation.
PENINGKATAN KUALITAS DAN BENCHMARKING
QUALITY IMPROVEMENT AND BENCHMARKING
Hasil dari assessment serta ditambah dengan masukan dari
seluruh stakeholders digunakan sebagai pertimbangan di dalam
melakukan peningkatan kualitas implementasi GCG. Ada dua
macam peningkatan kualitas yaitu peningkatan kualitas untuk
mencapai standar kualitas yang ditetapkan dan peningkatan
kualitas dalam konteks peningkatan standar kualitas yang telah
dicapai melalui benchmarking.
The assessment results along with the input from all
stakeholders may be utilised as considerations in upgrading the
quality of GCG implementation. There are two kinds of quality
improvements: improvement in quality to achieve the defined
quality standards and quality improvement within the context of
improving the quality standards that have been achieved through
benchmarking.
Bank melakukan peningkatan kualitas implementasi GCG
dengan menindaklanjuti hasil self assessment, temuan audit
dan rekomendasi auditor internal, auditor eksternal serta
hasil pengawasan regulator (BI/OJK). Adapun bentuk tindak
lanjut tersebut dilakukan melalui rapat pembahasan antara
Direksi, Divisi Kepatuhan dan Divisi serta Komite terkait yang
dilaksanakan secara rutin setiap bulannya.
The Bank improves the quality of the GCG implementation
by follow up the results of self-assessment, audit findings and
recommendations from internal auditors, external auditors and
the examination results of the regulator supervision (BI/FSA).
The follow up is done through a discussion meeting between the
Board of Directors, Division of and other relevant Divisions as
well as Committees that held regularly every month.
Selanjutnya akan segera dilakukan tindakan koreksi yang
dituangkan dalam program kerja. Pelaksanaan program kerja
senantiasa dipantau kesesuaiannya sehingga akan meningkatkan
kualitas implementasi GCG. Disamping itu, Bank juga melakukan
benchmarking dalam rangka peningkatan kualitas GCG dengan
mengikuti perkembangkan best practices yang ada.
Further corrective actions will be carried out in the work program.
The implementation of the work program constantly monitored
to improve the quality of the GCG implementation. In addition,
the Bank also conducts benchmarking in order to improve the
quality of GCG by following existed best practices development.
PELAKSANAAN PENERAPAN ASPEK DAN
PRINSIP TATA KELOLA PERUSAHAAN
SESUAI KETENTUAN OTORITAS JASA
KEUANGAN
IMPLEMENTATION OF CORPORATE
GOVERNANCE PRINCIPLES
ASPECT
UNDER THE TERMS OF AUTHORITY OF
FINANCIAL SERVICES
Berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.32/
SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan
Terbuka sebagai standar penerapan GCG yang mencakup 5
aspek, 8 prinsip dan 25 rekomendasi penerapan aspek dan prinsip
tata kelola perusahaan yang baik. Rekomendasi penerapan aspek
dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam Pedoman
Tata Kelola adalah standar penerapan aspek dan prinsip tata
kelola perusahaan yang baik yang harus diterapkan Bank Victoria
untuk mengimplementasikan prinsip tata kelola. Adapun uraian
penerapannya, dapat disampaikan, sebagai berikut.
Based on the Circular Letter of the Financial Services Authority
No.32/SEOJK.04/2015 on Public Company Corporate
Governance Guidelines as GCG implementation standards
covering 5 aspects, 8 principles and 25 recommendations on
applying aspects and principles of good corporate governance.
Recommendations on the application of good corporate
governance aspects and principles in the Governance Manual
are the standards for implementing good corporate governance
aspects and principles that Bank Victoria has to implement the
governance principles. The description of the applicant, can be
submitted, as follows.
265
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
Tabel Pelaksanaan Penerapan Aspek dan Prinsip Tata Kelola Sesuai Ketentuan OJK
Table of Implementation of Aspects and Principles of Governance Based on OJK Provisions
No
I
Prinsip
Principle
Rekomendasi
Recommendation
Keterangan Rekomendasi OJK
OJK Recommendation Information
Penjelasan Penerapan di Bank Victoria
Implementation Decription at Bank victoria
Aspek 1: Hubungan Perusahaan Terbuka dengan Pemegang Saham Dalam Menjamin Hak-Hak Pemegang Saham;
Aspect 1: Public Company Relationships with Shareholders in Ensuring Shareholder Rights;
Prinsip 1
Meningkatkan Nilai
Penyelenggaraan RUPS.
1.
Principle 1
Increasing the Value of
the Extraordinary General
Meeting of Shareholders
1. Perusahaan Terbuka
memiliki cara atau prosedur
teknis pengumpulan
suara (voting) baik secara
terbuka maupun tertutup
yang mengedepankan
independensi, dan
kepentingan pemegang
saham.
-
-
The Public Company has a
technical or voting method
of voting openly or closedly,
which prioritizes the
independence and interests
of shareholders.
-
-
2.
Seluruh anggota Direksi dan
anggota Dewan Komisaris
Perusahaan Terbuka hadir
dalam RUPS Tahunan.
2. All members of the Board of
Directors and members of
the Board of Commissioners
of the Public Company are
present at the Annual GMS.
3.
Ringkasan risalah RUPS
tersedia dalam Situs Web
Perusahaan Terbuka paling
sedikit selama 1 (satu) tahun.
3. Summmary of the GMS
should be available on the
Public Company Website at
minimum length of 1 (one)
year.
Setiap saham dengan hak suara yang dikeluarkan
mempunyai satu hak suara (one share one vote). Pemegang
saham dapat menggunakan hak suaranya pada saat
pengambilan keputusan, terutama dalam pengambilan
keputusan dengan cara pengumpulan suara (voting). Namun
demikian, mekanisme pengambilan keputusan dengan cara
pengumpulan suara (voting) baik secara terbuka maupun
tertutup belum diatur secara rinci.
Perusahaan Terbuka direkomendasikan mempunyai
prosedur pengambilan suara dalam pengambilan
keputusan atas suatu mata acara RUPS. Adapun prosedur
pengambilan suara (voting) tersebut harus menjaga
independensi ataupun kebebasan pemegang saham.
Sebagai contoh, dalam pengumpulan suara (voting) secara
terbuka dilakukan dengan cara mengangkat tangan
sesuai dengan instruksi pilihan yang ditawarkan oleh
pimpinan RUPS. Sedangkan, dalam pengumpulan suara
(voting) secara tertutup dilakukan pada keputusan yang
membutuhkan kerahasiaan ataupun atas permintaan
pemegang saham, dengan cara menggunakan kartu suara
ataupun dengan penggunaan electronic voting.
Bank telah comply terhadap Prinsip 1 dan Rekomendasi 1.
Terdapat dalam penjelasan keputusan RUPST tahun 2016
dalam Laporan Tahunan ini.
There is an explanation of the resolution of the AGMS of 2016
in this Annual Report.
Any shares with votes issued, have one share one vote.
Shareholders may use their voting rights at the time of
decision making, especially when voting held. However,
the decision making mechanism by voting either openly
or closedly has not been regulated in details.
The Public Company is recommended to have a
voting procedure in making decisions on an eye of the
GMS. The voting procedure (voting) must maintain
the independence or freedom of shareholders. For
example, voting is openly conducted by raising hands
in accordance with the instructions offered by the
leadership of the GMS. Meanwhile, voting is closed to the
decision that requires confidentiality or at the request of
shareholders, by using a sound card or by using electronic
voting.
Kehadiran seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan
Komisaris Perusahaan Terbuka bertujuan agar setiap anggota
Direksi dan anggota Dewan Komisaris dapat memperhatikan,
menjelaskan dan menjawab secara langsung permasalahan yang
terjadi atau pertanyaan yang diajukan oleh pemegang saham
terkait mata acara dalam RUPS.
The presence of all members of the Board of Directors and
members of the Board of Commissioners of the Public Company
aims to ensure that each member of the Board of Directors and
members of the Board of Commissioners is able to observe,
explain and answer directly the problems or questions raised by
shareholders regarding the agenda of the GMS.
Perusahaan Terbuka wajib membuat ringkasan risalah RUPS
dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing (minimal dalam
bahasa Inggris), serta diumumkan 2 (dua) hari kerja setelah
RUPS diselenggarakan kepada masyarakat, yang salah satunya
melalui Situs Web Perusahaan Terbuka. Ketersediaan ringkasan
risalah RUPS pada Situs Web Perusahaan Terbuka memberikan
kesempatan bagi pemegang saham yang tidak hadir untuk
mendapatkan informasi penting dalam penyelenggaraan RUPS
secara mudah dan cepat. Oleh karena itu, ketentuan tentang
jangka waktu minimal ketersediaan ringkasan risalah RUPS di
Situs Web dimaksudkan untuk menyediakan kecukupan waktu
bagi pemegang saham untuk memperoleh informasi tersebut.
The Public Company must prepare a summary of the minutes
of the GMS in Indonesian and foreign languages (minimum in
English), and announced 2 (two) business days after the GMS is
held to the public, one of which is through the Public Company
Website. The availability of summary of the GMS on the Public
Company Website provides an opportunity for the absent
shareholders to obtain important information in the conduct
of GMS easily and quickly. Therefore, the provisions concerning
the minimum period of availability of summary minutes of the
GMS on the Website are intended to provide sufficient time for
shareholders to obtain such information that year.
Pada prinsipnya Bank Victoria comply terhadap Prinsip 1 dan
Rekomendasi 2.
Terdapat dalam penjelasan keputusan RUPST tahun 2016
dalam Laporan Tahunan ini.
In principle, Bank Victoria complies to Principle 1 and
Recommendation 2.
There is an explanation of the resolution of the AGMS of 2016
in this Annual Report.
Pada prinsipnya Bank Victoria comply terhadap Prinsip 1 dan
Rekomendasi 3.
Telah terdapat dalam website Bank.
In principle, Bank Victoria complies to Principle 1 and
Recommendation 3.
It is available on the Bank’s website.
266
PT Bank Victoria International Tbk.
No
Prinsip
Principle
Rekomendasi
Recommendation
Prinsip 2
Meningkatkan Kualitas
Komunikasi Perusahaan
Terbuka dengan Pemegang
Saham atau Investor.
4.
Perusahaan Terbuka
memiliki suatu kebijakan
komunikasi dengan
pemegang saham atau
investor.
Principle 2
Improve the Quality
of Public Company
Communications with
Shareholders or Investors
4. Public Company has a
communication policy with
shareholders or investors.
Keterangan Rekomendasi OJK
OJK Recommendation Information
-
-
-
-
5.
5. II
Perusahaan Terbuka
mengungkapkan kebijakan
komunikasi Perusahaan
Terbuka dengan pemegang
saham atau investor dalam
Situs Web.
Public Company discloses
Public Company
communications policy with
shareholders or investors in
the Website.
Adanya komunikasi antara Perusahaan Terbuka dengan
pemegang saham atau investor dimaksudkan agar
para pemegang saham atau investor mendapatkan
pemahaman lebih jelas atas informasi yang telah
dipublikasikan kepada masyarakat, seperti laporan
berkala, keterbukaan informasi, kondisi atau prospek
bisnis dan kinerja, serta Pelaksanaan Tata Kelola
Perusahaan Terbuka. Di samping itu, pemegang saham
atau investor juga dapat menyampaikan masukan dan
opini kepada manajemen Perusahaan Terbuka.
Kebijakan komunikasi dengan para pemegang saham atau
investor menunjukan komitmen Perusahaan Terbuka
dalam melaksanakan komunikasi dengan para pemegang
saham atau investor. Dalam kebijakan tersebut dapat
mencakup strategi, program, dan waktu pelaksanaan
komunikasi, serta panduan yang mendukung pemegang
saham atau investor untuk berpartisipasi dalam
komunikasi tersebut.
Laporan Tahunan 2016
Penjelasan Penerapan di Bank Victoria
Implementation Decription at Bank victoria
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 2 dan Rekomendasi 4.
Akses Keterbukaan Informasi Laporan Tahunan ini dan juga
diungkapkan melalui website Bank.
Victoria Bank complies to Principle 2 and Recommendation 4.
Access to this Annual Report Information Disclosure is also
available through the Bank’s website.
Any communication between the Public Company and
the shareholders or investors is intended to enable
shareholders or investors to gain a clearer understanding
of publicly available information, such as periodic
reports, information disclosure, business or performance
conditions and prospects, and The Implementation of
Public Company Governance . To add, shareholders or
investors may also submit feedback and opinions to the
management of the Public Company.
Communications policy with shareholders or investors
demonstrates Public Company commitment in
conducting communications with shareholders or
investors. Such policies may include strategies, programs,
and timelines of communication, as well as guides that
support shareholders or investors to participate in such
communications.
Pengungkapan kebijakan komunikasi merupakan bentuk
transparansi atas komitmen Perusahaan Terbuka dalam
memberikan kesetaraan kepada semua pemegang saham atau
investor atas pelaksanaan komunikasi. Pengungkapan informasi
tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan
peran pemegang saham atau investor dalam pelaksanaan
program komunikasi Perusahaan Terbuka.
Disclosure of communication policy is a form of transparency
of the Public Company’s commitment in providing equality for
all shareholders and investors on the implementation of the
communication. The disclosure of such information also aims to
increase the participation and role of shareholders or investors
in the implementation of the Public Company communication
program.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 2 dan Rekomendasi 5.
Akses Keterbukaan Informasi Laporan Tahunan ini dan juga
diungkapkan melalui website Bank.
Jumlah anggota Dewan Komisaris dapat mempengaruhi
efektivitas pelaksanaan tugas dari Dewan Komisaris.
Penentuan jumlah anggota Dewan Komisaris Perusahaan
Terbuka wajib mengacu kepada ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, yang paling kurang terdiri
dari 2 (dua) orang berdasarkan ketentuan peraturan OJK
tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan
Publik. Selain itu, perlu juga mempertimbangkan kondisi
Perusahaan Terbuka yang antara lain yang meliputi
karakteristik, kapasitas, dan ukuran, serta pencapaian tujuan
dan pemenuhan kebutuhan bisnis yang berbeda diantara
Perusahaan Terbuka. Namun demikian, jumlah anggota
Dewan Komisaris yang terlalu besar berpotensi mengganggu
efektivitas pelaksanaan fungsi Dewan Komisaris.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 3 dan Rekomendasi 6.
Terdapat dalam penjelasan terkait Dewan Komisaris dalam
Laporan Tahunan ini.
Victoria Bank complies with Principle 2 and Recommendation
5.
Access Disclosure of this Annual Report is also available on the
Bank’s website.
Aspek 2: Fungsi dan Peran Dewan Komisaris
Aspect 2: The Functions and Roles of the Board of Commissioners
Prinsip 3
Memperkuat Keanggotaan
dan Komposisi Dewan
Komisaris.
Principle 3
Strengthen the Membership
and Composition of the
Board of Commissioners
6.
6.
Penentuan jumlah
anggota Dewan Komisaris
mempertimbangkan kondisi
Perusahaan Terbuka.
Determining the number
of members of the Board of
Commissioners to consider
the conditions of the Public
Company.
Victoria Bank complies with Principle 3 and Recommendation
6.
There are explanations in the relevant annotations of the Board
of Commissioners in this Annual Report.
The number of members of the Board of Commissioners may
affect the effectiveness of the execution of duties of the Board of
Commissioners. The determination of the number of members
of the Board of Commissioners of the Public Company shall refer
to the applicable laws, at least 2 (two) persons according to the
OJK regulation concerning the Board of Directors and Board of
Commissioners of the Issuer or Public Company. In addition, it
should also consider the condition of Public Company, among
others that include characteristics, capacities and sizes, as
well as the achievement of the objectives and requirements
of different business among public company. However, the
number of members of the Board of Commissioners is too great
to potentially disrupt the effectiveness of the implementation of
the Board of Commissioners functions.
7.
7.
Penentuan komposisi
anggota Dewan Komisaris
memperhatikan
keberagaman keahlian,
pengetahuan, dan
pengalaman yang
dibutuhkan.
The establishment of the
composition of members of
the Board of Commissioners
takes into account the diversity of skills, knowledge, and
experience.
Komposisi
Dewan
Komisaris
merupakan
kombinasi
karakteristik baik dari segi organ Dewan Komisaris maupun
anggota Dewan Komisaris secara individu, sesuai dengan
kebutuhan Perusahaan Terbuka. Karakteristik tersebut
dapat tercermin dalam penentuan keahlian, pengetahuan,
dan pengalaman yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas
pengawasan dan pemberian nasihat oleh Dewan Komisaris
Perusahaan Terbuka. Komposisi yang telah memperhatikan
kebutuhan Perusahaan Terbuka merupakan suatu hal yang
positif, khususnya terkait pengambilan keputusan dalam
rangka pelaksanaan fungsi pengawasan yang dilakukan dengan
mempertimbangkan berbagai aspek yang lebih luas.
The composition of the Board of Commissioners is a
combination of characteristics both in terms of the organ of
the Board of Commissioners and members of the Board of
Commissioners individually, in accordance with the needs of the
Public Company. Such characteristics may be reflected in the
determination of the skills, knowledge, and experience required
for the implementation of supervisory and advisory tasks by the
Board of Commissioners of the Public Company. Compositions
that have taken into account the needs of the Public Company
are a positive thing, especially regarding decision making in
the context of the implementation of supervisory functions
undertaken taking into consideration various broader aspects.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 3 dan Rekomendasi 7.
Terdapat dalam penjelasan terkait Dewan Komisaris dalam
Laporan Tahunan ini.
Victoria Bank complies with Principle 3 and Recommendations
7.
There are explanations in the relevant annotations of the Board
of Commissioners in this Annual Report.
267
2016 Annual Report
No
Prinsip
Principle
Prinsip 4
Meningkatkan Kualitas
Pelaksanaan Tugas dan
Tanggung Jawab Dewan
Komisaris.
Principle 4
Improving the Quality of
Duties and Responsibilities
of the Board of
Commissioners.
Rekomendasi
Recommendation
8.
8.
Dewan Komisaris
mempunyai kebijakan
penilaian sendiri (Self
Assessment) untuk menilai
kinerja Dewan Komisaris.
Keterangan Rekomendasi OJK
OJK Recommendation Information
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 4 dan Rekomendasi 8.
Terdapat dalam penjelasan terkait Dewan Komisaris dalam
Laporan Tahunan ini.
Pengungkapan kebijakan Self Assessment atas kinerja Dewan
Komisaris dilakukan tidak hanya untuk memenuhi aspek
transparansi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan
tugasnya, namun juga, untuk memberikan keyakinan khususnya
kepada para pemegang saham atau investor atas upaya-upaya yang
perlu dilakukan dalam meningkatkan kinerja Dewan Komisaris.
Dengan adanya pengungkapan tersebut pemegang saham atau investor mengetahui mekanisme check and balance terhadap kinerja
Dewan Komisaris.
Self Assessment policy disclosures on the performance of the
Board of Commissioners is not only to meet the transparency as
a form of accountability for the execution of their duties, but also,
to give confidence, especially to shareholders or investors for
the efforts that need to be done in improving the performance
of the Board of Commissioners. With the disclosure of the
shareholders or investors knowing the mechanism of checks and
balances on the performance of the Board of Commissioners.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 4 dan Rekomendasi 9.
Terdapat dalam penjelasan terkait Assessment Dewan
Komisaris dalam Laporan Tahunan ini.
BOC has its own assessment
policy (Self Assessment) to
assess the performance of
the Board of Commissioners.
-
-
9.
10.
10.
Kebijakan penilaian sendiri
(Self Assessment) untuk
menilai kinerja Dewan
Komisaris, diungkapkan
melalui Laporan Tahunan
Perusahaan Terbuka.
Self-assessment policy to
assess the performance of
the Board of Commissioners,
expressed through the
Annual Report of the Public
Company.
Dewan Komisaris
mempunyai kebijakan
terkait pengunduran diri
anggota Dewan Komisaris
apabila terlibat dalam
kejahatan keuangan.
The Board of Commissioners
has a policy related to the
resignation of members of
the Board of Commissioners
if they are involved in
financial crimes.
11.
BOC or the Committee
The Nomination and
Remuneration functioning
of succession in the process
of formulating policies
Nomination of Directors
members.
Victoria Bank complies with Principle 4 and Recommendation
9.
There is explanation regarding the Assessment Board in this
Annual Report.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 4 dan Rekomendasi 10.
Terdapat dalam Anggaran Dasar Bank.
Berdasarkan ketentuan Peraturan OJK tentang Komite Nominasi
dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik, komite yang
menjalankan fungsi nominasi mempunyai tugas untuk menyusun
kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses Nominasi
calon anggota Direksi. Salah satu kebijakan yang dapat mendukung
proses Nominasi sebagaimana dimaksud adalah kebijakan suksesi
anggota Direksi. Kebijakan mengenai suksesi bertujuan untuk
menjaga kesinambungan proses regenerasi atau kaderisasi
kepemimpinan di perusahaan dalam rangka mempertahankan
keberlanjutan bisnis dan tujuan jangka panjang perusahaan.
Under the provisions of the FSA Rules of Nomination and
Remuneration Committee of the Issuer or Public Company,
which perform the function of a nomination committee has the
task to develop policies and criteria required in the process of
candidates for the Board Nomination. One of the policies that can
support the Nomination process referred to is a succession policy
members of the Board of Directors. Policies regarding succession
aim to maintain the continuity of the process of regeneration
or the regeneration of leadership in the company in order to
maintain business continuity and long-term goals of the company.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 4 dan Rekomendasi 11.
Terdapat dalam penjelasan terkait Komite Nominasi dan
Remunerasi dalam Laporan Tahunan ini.
-
−
Dewan Komisaris atau
Komite yang menjalankan
fungsi Nominasi dan
Remunerasi menyusun
kebijakan suksesi dalam
proses Nominasi anggota
Direksi.
Victoria Bank complies with Principle 4 and Recommendation
8.
There are in the relevant annotations of the Board of
Commissioners in this Annual Report
Kebijakan pengunduran diri anggota Dewan Komisaris yang
terlibat dalam kejahatan keuangan merupakan kebijakan
yang dapat meningkatkan kepercayaan para pemangku
kepentingan terhadap Perusahaan Terbuka, sehingga
integritas perusahaan akan tetap terjaga. Kebijakan ini
diperlukan untuk membantu kelancaran proses hukum dan
agar proses hukum tersebut tidak mengganggu jalannya
kegiatan usaha. Selain itu, dari sisi moralitas, kebijakan ini
membangun budaya beretika di lingkungan Perusahaan
Terbuka. Kebijakan tersebut dapat tercakup dalam Pedoman
ataupun Kode Etik yang berlaku bagi Dewan Komisaris.
Selanjutnya, yang dimaksud dengan terlibat dalam
kejahatan keuangan merupakan adanya status
terpidana terhadap anggota Dewan Komisaris dari
pihak yang berwenang. Kejahatan keuangan dimaksud
seperti manipulasi dan berbagai bentuk penggelapan
dalam kegiatan jasa keuangan serta Tindakan Pidana
Pencucian Uang sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan
Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
The resignation policy of members of the Board of
Commissioners involved in financial crimes is a policy
that can increase stakeholders’ trust in the Public
Company, so that the integrity of the company will be
maintained.This policy is necessary to help smooth the
process of law and that the legal process does not disrupt
business activities. Moreover, in terms of morality, this
policy is building a culture of ethics in the public company.
The policy can be included in the Code or the Code of
Conduct applicable to the Board of Commissioners.
Furthermore, what is meant by engaging in financial
crimes is the status of the convict against a member of the
Board of Commissioners of the authorities. Referred to
as the manipulation of financial crimes and other forms of
embezzlement in the financial services activities as well as the
Money Laundering Measures referred to in Law No. 8 of 2010
on the Prevention and Combating of Money Laundering.
-
−
11.
Penjelasan Penerapan di Bank Victoria
Implementation Decription at Bank victoria
Kebijakan penilaian sendiri (Self Assessment) Dewan
Komisaris merupakan suatu pedoman yang digunakan
sebagai bentuk akuntabilitas atas penilaian kinerja Dewan
Komisaris secara kolegial. Self Assessment atau penilaian
sendiri dimaksud dilakukan oleh masing-masing anggota
untuk menilai pelaksanaan kinerja Dewan Komisaris
secara kolegial, dan bukan menilai kinerja individual
masing-masing anggota Dewan Komisaris. Dengan adanya
Self Assessment ini diharapkan masing-masing anggota
Dewan Komisaris dapat berkontribusi untuk memperbaiki
kinerja Dewan Komisaris secara berkesinambungan.
Dalam kebijakan tesebut dapat mencakup kegiatan
penilaian yang dilakukan beserta maksud dan tujuannya,
waktu pelaksanaannya secara berkala, dan tolok ukur
atau kriteria penilaian yang digunakan sesuai dengan
dengan rekomendasi yang diberikan oleh fungsi nominasi
dan remunerasi Perusahaan Terbuka, dimana adanya
fungsi tersebut telah diwajibkan dalam Peraturan OJK
tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau
Perusahaan Publik.
Assessment policy itself (Self Assessment) Board of
Commissioners is a guideline that is used as a form
of accountability for performance assessment BOC
collegially. Self Assessment or own judgments referred
to by each member to assess the implementation of the
performance of the BOC collegial, and not to assess the
individual performance of each member of the Board of
Commissioners. With the Self Assessment is expected
of each member of the Board of Commissioners may
contribute to improve the performance of the Board of
Commissioners on an ongoing basis.
Such policy may include assessment activities
undertaken along with their aims and objectives, periodic
execution time, and benchmarks or assessment criteria
used in accordance with the recommendations given
by the nomination and remuneration function of the
Public Company, where such function is required in the
OJK Regulations On the Nomination and Remuneration
Committee of Issuers or Public Companies.
-
-
9.
PT Bank Victoria International Tbk.
Bank Victoria complies to Principle 4 and Recommendation 10
Contained in the Bank’s Articles
Bank Victoria complies to Principle 4 and Recommendation 11.
Explanations are stated in the regarding the Nomination and
Remuneration Committee in this Annual Report.
268
PT Bank Victoria International Tbk.
No
III
Prinsip
Principle
Rekomendasi
Recommendation
Laporan Tahunan 2016
Keterangan Rekomendasi OJK
OJK Recommendation Information
Penjelasan Penerapan di Bank Victoria
Implementation Decription at Bank victoria
Sebagai organ perusahaan yang berwenang dalam pengurusan
perusahaan, penentuan jumlah Direksi sangat mempengaruhi
jalannya kinerja Perusahaan Terbuka. Dengan demikian, penentuan
jumlah anggota Direksi harus dilakukan melalui pertimbangan yang
matang dan wajib mengacu pada ketentuan Peraturan Perundangundangan yang berlaku, dimana berdasarkan Peraturan OJK
tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan
Publik paling sedikit terdiri dari 2 (dua) orang. Di samping itu, dalam
penentuan jumlah Direksi harus didasarkan pada kebutuhan untuk
mencapai maksud dan tujuan Perusahaan Terbuka dan disesuaikan
dengan kondisi Perusahaan Terbuka, meliputi karakteristik,
kapasitas dan ukuran Perusahaan Terbuka serta bagaimana
tercapainya efektivitas pengambilan keputusan Direksi.
As an authorized institution in the management of the company,
determining the number of Directors greatly affect the course
of the performance of the Public Company. Thus, determination
of the number of Board members shall be done through careful
consideration and must refer to the provisions of legislation
in force, which is based on the FSA Regulations on the Board
of Directors and Board of Commissioners of Public Listed
Company consist of at least two (2) persons. In addition, in
determining the number of Directors shall be based on the need
to achieve the objectives of the Public Company and adapted to
the conditions of the Public Company, include characteristics,
capacity and size of the public company as well as how to
achieve the effectiveness of the Board’s decision-making.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 5 dan Rekomendasi 12.
Terdapat dalam penjelasan terkait Direksi dalam Laporan
Tahunan ini.
Seperti halnya Dewan Komisaris, keberagaman komposisi
anggota Direksi merupakan kombinasi karakteristik yang
diinginkan baik dari segi organ Direksi maupun anggota Direksi
secara individu, sesuai dengan kebutuhan Perusahaan Terbuka.
Kombinasi tersebut ditentukan dengan cara memperhatikan
keahlian, pengetahuan dan pengalaman yang sesuai pada
pembagian tugas dan fungsi jabatan Direksi dalam mencapai
tujuan Perusahaan Terbuka. Dengan demikian, pertimbangan
kombinasi karakteristik dimaksud akan berdampak dalam
ketepatan proses pencalonan dan penunjukan individual
anggota Direksi ataupun Direksi secara kolegial.
As well as the Board of Commissioners, the diversity of the
composition of the Board of Directors members is a combination
of the desired characteristics in terms of both organs and
members of the Board of Directors individually, according to the
needs of the Public Company. The combination is determined
by considering the skills, knowledge and experience relevant
to the duties and functions of office of the Board of Directors
in achieving the objectives of the Public Company. Thus, the
combination of characteristics mentioned considerations will
impact the accuracy of the nomination process and appointment
of individual members of the Board of Directors or collegial.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 5 dan Rekomendasi 13.
Terdapat dalam penjelasan terkait Keberagaman Komposisi
Direksi dalam Laporan Tahunan ini.
-
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 5 dan Rekomendasi 14.
Terdapat dalam penjelasan terkait Direksi dalam Laporan
Tahunan ini.
Aspek 3: Fungsi Dan Peran Direksi
Aspect 3: Functions And Role Of The Board Of Directors
Prinsip 5
Memperkuat Keanggotaan
dan Komposisi Direksi.
principle 5
Strengthen the Membership
and composition of the
Board of Directors.
12.
12.
13.
13.
14.
14.
Penentuan jumlah anggota
Direksi mempertimbangkan
kondisi Perusahaan Terbuka
serta efektifitas dalam
pengambilan keputusan.
Determining the number
of members of the Board of
Directors to consider the
condition of Public Company
and effectiveness in decision
making
Penentuan komposisi
anggota Direksi
memperhatikan,
keberagaman keahlian,
pengetahuan, dan
pengalaman yang
dibutuhkan.
Determining the
composition of members
of the Board of Directors
regard, the diversity of skills,
knowledge and experience
required.
Anggota Direksi yang
membawahi bidang
akuntansi atau keuangan
memiliki keahlian dan/atau
pengetahuan di bidang
akuntansi.
Members of the Board of
Directors which oversees
the field of accounting or
financial expertise and / or
knowledge in the field of
accounting.
-
-
-
Laporan
Keuangan
merupakan
laporan
pertanggungjawaban manajemen atas pengelolaan
sumber daya yang dimiliki oleh Perusahaan Terbuka,
yang wajib disusun dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan yang berlaku umum di Indonesia
dan juga peraturan OJK terkait, antara lain peraturan
perundang-undangan di sektor Pasar Modal yang
mengatur mengenai penyajian dan pengungkapan
Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka. Berdasarkan
peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal
yang mengatur mengenai tanggung jawab Direksi atas
Laporan Keuangan, Direksi secara tanggung renteng
bertanggung jawab atas Laporan Keuangan, yang
ditandatangani Direktur Utama dan anggota Direksi yang
membawahi bidang akuntansi atau keuangan.
Dengan demikian, pengungkapan dan penyusunan
informasi keuangan yang disajikan dalam laporan
keuangan akan sangat tergantung pada keahlian, dan/
atau pengetahuan Direksi, khususnya anggota Direksi
yang membawahi bidang akuntansi atau keuangan.
Adanya kualifikasi keahlian dan/atau pengetahuan di
bidang akuntansi yang setidaknya dimiliki anggota Direksi
dimaksud dapat memberikan keyakinan atas penyusunan
Laporan Keuangan, sehingga Laporan Keuangan tersebut
dapat diandalkan oleh para pemangku kepentingan
(stakeholders) sebagai dasar pengambilan keputusan
ekonomi terkait Perusahaan Terbuka dimaksud. Keahlian
dan/atau pengetahuan tersebut dapat dibuktikan dengan
latar belakang pendidikan, sertifikasi pelatihan dan/atau
pengalaman kerja terkait.
Financial Report is a report on management
accountability for the management of the resources
owned by a public company, which must be prepared
and presented in accordance with accounting standards
generally accepted in Indonesia and also rules the FSA
related to, among other laws and regulations in the sector
of capital market concerning presentation and disclosure
of public company financial statements. Based on the
legislation in the Capital Markets sector concerning
the responsibility of the Board of Directors on the
Financial Statements, the Board of Directors jointly and
severally liable to the Financial Statements, signed by the
President Director and member of the Board of Directors
in charge of accounting or finance.
Accordingly, the disclosure and preparation of financial
information presented in the financial statements will
be highly dependent on the skill and / or knowledge of
the Board of Directors, in particular members of the
Board of Directors in charge of accounting or finance.
Their qualifications, expertise and / or knowledge in the
field of accounting at least owned member of the Board
concerned may provide assurance for the preparation
of financial statements, so that the financial statements
may be relied upon by the stakeholders ( stakeholder s)
as the basis for economic decision-making related to
public company in question. Skills and / or knowledge can
be evidenced by the educational background, training
certification and / or related work experience.
Bank Victoria complies to the Principles 5 and
Recommendation 12.
There is an explanation regarding the Board of Directors in this
Annual Report.
Bank Victoria complies to the Principles 5 and
Recommendation 13
Related explanation contains in the Composition of the Board
of Directors in the Annual Report
Bank Victoria complies to the Principles 5 and
Recommendation 14
Related explanation contains in the Composition of the Board
of Directors in the Annual Report
269
2016 Annual Report
No
Prinsip
Principle
Prinsip 6
Meningkatkan Kualitas
Pelaksanaan Tugas dan
Tanggung Jawab Direksi.
Principle 6
Improving the Quality of
Duties and Responsibilities
of Directors.
Rekomendasi
Recommendation
15.
15.
Direksi mempunyai
kebijakan penilaian sendiri
(Self Assessment) untuk
menilai kinerja Direksi.
Keterangan Rekomendasi OJK
OJK Recommendation Information
-
The Board of Directors has
its own assessment policy (
Self Assessment) to assess
the performance of the
Board of Directors.
-
-
−
16.
16.
17.
17.
Kebijakan penilaian sendiri
(Self Assessment) untuk
menilai kinerja Direksi
diungkapkan melalui
laporan tahunan Perusahaan
Terbuka.
Self Assessment policy to
assess the performance
of the Board of Directors
expressed through the
annual report of the Public
Company.
Direksi mempunyai
kebijakan terkait
pengunduran diri anggota
Direksi apabila terlibat
dalam kejahatan keuangan.
Directors have a policy
related to the resignation
of members of the Board of
Directors engaged in a crime
of finances.
Seperti halnya pada Dewan Komisaris, kebijakan
penilaian sendiri (Self Assessment) Direksi merupakan
suatu pedoman yang digunakan sebagai bentuk
akuntabilitas atas penilaian kinerja Direksi secara
kolegial. Self Assessment atau penilaian sendiri dimaksud
dilakukan oleh masing-masing anggota Direksi untuk
menilai pelaksanaan kinerja Direksi secara kolegial,
dan bukan menilai kinerja individual masing-masing
anggota Direksi. Dengan adanya Self Assessment ini
diharapkan masing-masing anggota Direksi dapat
berkontribusi untuk memperbaiki kinerja Direksi secara
berkesinambungan.
Dalam kebijakan tesebut dapat mencakup kegiatan
penilaian yang dilakukan beserta maksud dan tujuannya,
waktu pelaksanaannya secara berkala, dan tolak
ukur atau kriteria penilaian yang digunakan sesuai
dengan dengan rekomendasi yang diberikan oleh
fungsi nominasi dan remunerasi Perusahaan Terbuka,
dimana pembentukan fungsi tersebut telah diwajibkan
dalam Peraturan OJK tentang Komite Nominasi dan
Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik.
PT Bank Victoria International Tbk.
Penjelasan Penerapan di Bank Victoria
Implementation Decription at Bank victoria
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 6 dan Rekomendasi 15.
Terdapat dalam penjelasan terkait Direksi dalam Laporan
Tahunan ini.
Bank Victoria complies to Principle 6 and Recommendation 15
There is the explanation regarding the Board of Directors in
this Annual Report.
As well as on the Board of Commissioners, its own
assessment policy ( Self Assessment ) Board of Directors
is a guideline that is used as a form of accountability
for performance assessment of Directors collegially.
Self Assessment or appraisal itself is performed by
each member of the Board of Directors to assess the
implementation of the performance of the Board of
Directors in a collegial, and not to assess the individual
performance of each member of the Board of Directors.
With the Self Assessment is expected of each member
of the Board of Directors may contribute to improve the
performance of the Board of Directors on an ongoing
basis.
The policy may include assessment activities carried
out along all intents and purposes, the execution time
on a regular basis, and benchmarks or criteria that are
used in accordance with the recommendations given
by the function of the nomination and remuneration
of the Public Company, in which the formation of
these functions have been required in Rule FSA of the
Nomination and Remuneration Committee for Public
Listed Company.
Pengungkapan kebijakan Self Assessment atas kinerja Direksi
dilakukan tidak hanya untuk memenuhi aspek transparansi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugasnya,
namun juga untuk memberikan informasi penting atas upayaupaya perbaikan dalam pengelolaan Perusahaan Terbuka. Informasi tersebut sangat bermanfaat untuk memberikan keyakinan
kepada pemegang saham atau investor bahwa terdapat kepastian pengelolaan perusahaan terus dilakukan ke arah yang lebih
baik. Dengan adanya pengungkapan tersebut pemegang saham
atau investor mengetahui mekanisme check and balance terhadap kinerja Direksi.
Disclosure policy of self assessment on the performance of
the Board of Directors is not only to meet the transparency
as a form of accountability for the execution of their duties,
but also to provide important information on the measures
improvements in the management of the Public Company. Such
information is very useful to provide assurance to shareholders
or investors that there is no assurance company management
being conducted into a better direction. With the disclosure of
the shareholders or investors knowing the mechanism of checks
and balances on the performance of the Board of Directors.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 6 dan Rekomendasi 16.
Terdapat dalam penjelasan terkait Assessment Direksi dalam
Laporan Tahunan ini.
-Kebijakan pengunduran diri anggota Direksi yang
terlibat dalam kejahatan keuangan merupakan kebijakan
yang dapat meningkatkan kepercayaan para pemangku
kepentingan terhadap Perusahaan Terbuka, sehingga
integritas perusahaan akan tetap terjaga. Kebijakan ini
diperlukan untuk membantu kelancaran proses hukum
dan agar proses hukum tersebut tidak mengganggu
jalannya kegiatan usaha. Selain itu, dari sisi moralitas,
kebijakan ini akan membangun budaya beretika di
lingkungan Perusahaan Terbuka. Kebijakan tersebut
dapat tercakup dalam Pedoman ataupun Kode Etik yang
berlaku bagi Direksi.
-
Selanjutnya, yang dimaksud dengan terlibat dalam
kejahatan keuangan merupakan adanya status terpidana
terhadap anggota Direksi dari pihak yang berwenang.
Kejahatan keuangan dimaksud seperti manipulasi
dan berbagai bentuk penggelapan dalam kegiatan
jasa keuangan serta Tindakan Pidana Pencucian Uang
sebagaimana dimaksud dalam Undang Undang Nomor
8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan
Tindak Pidana Pencucian Uang.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 6 dan Rekomendasi 17.
Terdapat dalam Anggaran Dasar Bank.
-
-
Policies resignation of members of the Board of Directors
who are involved in financial crimes is a policy that can
increase the confidence of all stakeholders to establish a
Public Company, so that the integrity of the company will
remain intact. This policy is necessary to help smooth the
process of law and that the legal process does not disrupt
business activities. Moreover, in terms of morality, this
policy will build an ethical culture within the public
company. The policy can be included in the Code or the
Code of Conduct applicable to the Board of Directors.
Furthermore, what is meant by engaging in financial
crimes is the status of the convict against the members
of the Board of the authorities. Referred to as the
manipulation of financial crimes and other forms of
embezzlement in the financial services activities as
well as the Money Laundering Measures referred to in
Law No. 8 of 2010 on the Prevention and Combating of
Money Laundering.
Bank Victoria complies to Principle 6 and Recommendation 16
There is an explanation regarding the Assessment Board of
Directors in this Annual Report.
Bank Victoria complies to Principle 6 and Recommendation 17
Stated in the bank’s Employee Code of Conduct
PT Bank Victoria International Tbk.
No
IV
Prinsip
Principle
Rekomendasi
Recommendation
270
Laporan Tahunan 2016
Keterangan Rekomendasi OJK
OJK Recommendation Information
Penjelasan Penerapan di Bank Victoria
Implementation Decription at Bank victoria
Seseorang yang mempunyai informasi orang dalam dilarang
melakukan suatu transaksi Efek dengan menggunakan informasi orang dalam sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang
mengenai Pasar Modal. Perusahaan Terbuka dapat meminimalisir terjadinya insider trading tersebut melalui kebijakan pencegahan, misalnya dengan memisahkan secara tegas data dan/atau
informasi yang bersifat rahasia dengan yang bersifat publik,
serta membagi tugas dan tanggung jawab atas pengelolaan informasi dimaksud secara proporsional dan efisien.
A person who has confidential information are prohibited from
doing any secret transaction using confidential information as
defined in the Law on the Capital Market. Public Company can
minimize the occurrence of insider trading through prevention
policies, for example by explicitly separating the data and / or
information that is confidential to the public, and divide the
tasks and responsibilities for managing the information referred
to proportionately and efficiently.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 7 dan Rekomendasi 18.
Terdapat dalam Kode Etik Karyawan Bank.
Kebijakan anti korupsi bermanfaat untuk memastikan agar kegiatan usaha Perusahaan Terbuka dilakukan secara legal, prudent,
dan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Kebijakan tersebut dapat merupakan bagian dalam kode etik, ataupun dalam bentuk tersendiri. Dalam kebijakan tersebut dapat
meliputi antara lain mengenai program dan prosedur yang dilakukan dalam mengatasi praktik korupsi, balas jasa (kickbacks),
fraud, suap dan/atau gratifikasi dalam Perusahaan Terbuka.
Lingkup dari kebijakan tersebut harus menggambarkan pencegahan Perusahaan Terbuka terhadap segala praktik korupsi baik
memberi atau menerima dari pihak lain.
Anti-corruption policy is beneficial to ensure that business
activities are legal public company, prudent , and in accordance
with the principles of good governance. The policy may be part
of the code, or in the form of its own. This policy may include,
among others about the program and the procedures performed
in tackling corruption, remuneration ( kickbacks ), fraud , bribery
and / or gratuities in a public company. The scope of the policy
should describe the prevention of Public Company against any
corrupt practices either give or receive from other parties
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 7 dan Rekomendasi 19.
Terdapat dalam Kode Etik Karyawan Bank.
Aspek 4: Partisipasi Pemangku Kepentingan
Aspect 4: Stakeholder Participation
Prinsip 7
Meningkatkan Aspek Tata
Kelola Perusahaan melalui
Partisipasi
Pemangku
Kepentingan.
18.
18.
Principle 7
Improving Corporate
Governance aspect through
participation of Stakeholders
19.
19.
Perusahaan Terbuka
memiliki kebijakan untuk
mencegah terjadinya insider
trading.
Public Company has a policy
to prevent insider trading.
Perusahaan Terbuka
memiliki kebijakan anti
korupsi dan anti fraud.
Public Company has a policy
of anti-corruption and antifraud
Bank Victoria comply to the Principles 7 and Recommendation
18
Stated in the bank’s Employee Code of Conduct
Bank Victoria complies to Principle 7 and Recommendation 19
Stated in the bank’s Employee Code of Conduct
271
2016 Annual Report
No
Prinsip
Principle
Rekomendasi
Recommendation
20.
20.
Perusahaan Terbuka
memiliki kebijakan tentang
seleksi dan peningkatan
kemampuan pemasok atau
vendor.
Public Company has a policy
of selection and upgrades
supplier or vendor
Keterangan Rekomendasi OJK
OJK Recommendation Information
-Kebijakan tentang seleksi pemasok atau vendor
bermanfaat untuk memastikan agar Perusahaan Terbuka
memperoleh barang atau jasa yang diperlukan dengan
harga yang kompetitif dan kualitas yang baik. Sedangkan
kebijakan peningkatan kemampuan pemasok atau
vendor bermanfaat untuk memastikan bahwa rantai
pasokan (supply chain) berjalan dengan efisien dan efektif.
Kemampuan pemasok atau vendor dalam memasok/
memenuhi barang atau jasa yang dibutuhkan perusahaan
akan mempengaruhi kualitas output perusahaan.
-Pelaksanaan kebijakan-kebijakan tersebut dapat
menjamin kontinuitas pasokan, baik dari segi kuantitas
maupun kualitas yang dibutuhkan Perusahaan Terbuka.
Adapun cakupan kebijakan ini meliputi kriteria dalam
pemilihan pemasok atau vendor, mekanisme pengadaan
yang transparan, upaya peningkatan kemampuan
pemasok atau vendor, dan pemenuhan hak-hak yang
berkaitan dengan pemasok atau vendor.
-
-
21.
21.
22.
22.
23.
23.
Perusahaan Terbuka
memiliki kebijakan tentang
pemenuhan hak-hak
kreditur.
Public Company has a policy
of fulfillment of the rights of
creditors
Perusahaan Terbuka
memiliki kebijakan sistem
whistleblowing.
Public Company has a
system of whistleblowing
policy
Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan pemberian insentif jangka panjang kepada
Direksi dan karyawan.
Public Company has a policy
of long-term incentives for
directors and employees
PT Bank Victoria International Tbk.
Penjelasan Penerapan di Bank Victoria
Implementation Decription at Bank victoria
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 7 dan
Rekomendasi 20.
Terdapat dalam Surat Keputusan Direksi No.024/SKDIR/
04/13 tentang Kebijakan dan Prosedur General Affair PT
Bank Victoria International Tbk. dan Komite Tata Kelola
Terintegrasi
Bank Victoria complies to the 7 Principles and
20 Recommendations.
This statement is contained in in the Decree Letter of the Board
of Directors No. 024/SKDIR/04/13 on General Affair Policy
and Procedure of PT Bank Victoria International Tbk. and
Integrated Governance Committee
Selected policy on supplier or vendor is helpful to ensure that the Public Company obtaining the
required goods or services at competitive prices and good
quality. While the policy of increasing the ability of the
supplier or vendor is beneficial to ensure that the supply
chain ( supply chain ) are run efficiently and effectively.
The ability of suppliers or vendors in the supply / meet
the required goods or services the company will affect
the quality of the output of the company.
Implementation of these policies to ensure continuity
of supply, in terms of both quantity and quality required
public company. The coverage of this policy includes
criteria for the selection of suppliers or vendors ,
transparent procurement mechanism, improving the
ability of suppliers or vendors , and fulfillment of the
rights associated with a supplier or vendor .
Kebijakan tentang pemenuhan hak-hak kreditur digunakan sebagai
pedoman dalam melakukan pinjaman kepada kreditur. Tujuan dari
kebijakan dimaksud adalah untuk menjaga terpenuhinya hakhak dan menjaga kepercayaan kreditur terhadap Perusahaan
Terbuka. Dalam kebijakan tersebut mencakup pertimbangan
dalam melakukan perjanjian, serta tindak lanjut dalam pemenuhan
kewajiban Perusahaan Terbuka kepada kreditur.
Policy on the fulfillment of the rights of creditors are used as
guidelines in making the loan to the lender. The aim of such
a policy is to safeguard the rights of creditors and maintain
the confidence of the public company. This policy includes
consideration in the agreement, as well as follow-up to fulfill the
Company’s obligations to creditors Open.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 7 dan Rekomendasi 21.
Terdapat dalam Kode Etik Karyawan Bank.
Kebijakan sistem whistleblowing yang telah disusun dengan baik
akan memberikan kepastian perlindungan kepada saksi atau pelapor atas suatu indikasi pelanggaran yang dilakukan karyawan
atau manajemen Perusahaan Terbuka. Penerapan kebijakan sistem
tersebut akan berdampak pada pembentukan budaya tata kelola
perusahaan yang baik. Kebijakan sistem whistleblowing mencakup
antara lain jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan melalui sistem
whistleblowing, cara pengaduan, perlindungan dan jaminan kerahasiaan pelapor, penanganan pengaduan, pihak yang mengelola
aduan, dan hasil penanganan dan tindak lanjut pengaduan.
System policy whistleblowing has been prepared properly
will assure protection to the witness or the complainant
on an indication of violations committed by employees or
management of the Public Company. Implementation of the
system policy will have an impact on the cultural formation
of good corporate governance. System policy whistleblowing
include, among other types of violations that can be reported
through the system whistleblowing , how, protection and
guarantees the confidentiality of whistleblowers, the handling
of complaints, those who manage the complaints, and the
results of treatment and follow-up of complaints.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 7 dan Rekomendasi 22.
Terdapat dalam penjelasan terkait Whistleblowing System dalam
Laporan Tahunan ini.
-Insentif jangka panjang merupakan insentif yang didasarkan
atas pencapaian kinerja jangka panjang. Rencana insentif
jangka panjang mempunyai dasar pemikiran bahwa kinerja
jangka panjang perusahaan tercermin oleh pertumbuhan
nilai dari saham atau target-target jangka panjang
perusahaan lainnya. Insentif jangka panjang bermanfaat
dalam rangka menjaga loyalitas dan memberikan motivasi
kepada Direksi dan karyawan untuk menigkatkan kinerja
atau produktivitasnya yang akan berdampak pada
peningkatan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
-
Adanya suatu kebijakan insentif jangka panjang merupakan
komitmen nyata Perusahaan Terbuka untuk mendorong
pelaksanaan pemberian insentif jangka panjang kepada
Direksi dan Karyawan dengan syarat, prosedur dan
bentuk yang disesuaikan dengan tujuan jangka panjang
Perusahaan Terbuka. Kebijakan dimaksud dapat mencakup,
antara lain: maksud dan tujuan pemberian insentif jangka
panjang, syarat dan prosedur dalam pemberian insentif,
serta kondisi dan risiko yang harus diperhatikan oleh
Perusahaan Terbuka dalam pemberian insentif. Kebijakan
tersebut juga dapat tercakup dalam kebijakan remunerasi
Perusahaan Terbuka yang ada.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 7 dan Rekomendasi 23.
Terdapat dalam penjelasan terkait struktur remunerasi Dewan
Komisaris dan Direksi dalam Laporan Tahunan ini.
-
-
Long-term incentives are incentives based on the
achievement of long-term performance. Long-term
incentive plan has a premise that the company’s long-term
performance is reflected by the growth in the value of the
shares or long-term targets of other companies. Longterm incentive helpful in maintaining loyalty and provide
motivation to the Board of Directors and employees to
improve performance or productivity will have an impact
on improving the company’s performance in the long term.
The existence of a long-term incentive policy is a real
commitment to promote the implementation of the Public
Company long-term incentives to Directors and Employees
with the terms, procedures and forms adapted to the
Company’s long-term goal Open. Such a policy may include,
among others: the intent and purpose of long-term incentives,
terms and procedures for awarding incentives, as well as the
conditions and risks that must be considered by the Public
Company in incentives. The policy can also be included in the
remuneration policy of the existing public company.
Bank Victoria complies to Principle 7 and Recommendation 21
Stated in the Employee Code of Conduct of the Bank
Bank Victoria complies to Principle 7 and Recommendation 22.
There is the explanation regarding the Whistleblowing System
in this Annual Report.
Bank Victoria complies to Principles 7 and Recommendation
23.
There is an explanation regarding the structure
remuneration for the Board of Commissioners and Directors in
this Annual Report.
272
PT Bank Victoria International Tbk.
No
V
Prinsip
Principle
Rekomendasi
Recommendation
Laporan Tahunan 2016
Keterangan Rekomendasi OJK
OJK Recommendation Information
Penjelasan Penerapan di Bank Victoria
Implementation Decription at Bank victoria
Aspek 5 : Keterbukaan Informasi
Aspect 5 : Information Transparency
Prinsip 8
Meningkatkan Pelaksanaan
Keterbukaan Informasi.
Principle 8
Improving the
Implementation of
Information Disclosure
24.
24.
25.
25.
Perusahaan Terbuka
memanfaatkan penggunaan
teknologi informasi secara
lebih luas selain Situs Web
sebagai media keterbukaan
informasi.
Public Company utilizes
the use of information
technology more widely
apart as the world’s
largest media disclosure of
information
Laporan Tahunan
Perusahaan Terbuka
mengungkapkan pemilik
manfaat akhir dalam
kepemilikan saham
Perusahaan Terbuka paling
sedikit 5% (lima persen),
selain pengungkapan
pemilik manfaat akhir
dalam kepemilikan saham
Perusahaan Terbuka melalui
pemegang saham utama dan
pengendali.
Public Company Annual
Reports reveal the final
beneficial owner in public
share ownership of at
least 5% ( five percent), in
addition to the disclosure
of the final beneficial owner
in the Public Company
Ownership through the main
shareholder and controller.
Penggunaan teknologi informasi dapat bermanfaat sebagai
media keterbukaan informasi. Adapun keterbukaan informasi
yang dilakukan tidak hanya keterbukaan informasi yang telah
diatur dalam peraturan perundang-undangan, namun juga
informasi lain terkait Perusahaan Terbuka yang dirasakan
bermanfaat untuk diketahui pemegang saham atau investor.
Dengan pemanfaatan teknologi informasi secara lebih luas
selain Situs Web diharapkan perusahaan dapat meningkatkan
efektivitas penyebaran informasi perusahaan. Meskipun
demikian, pemanfaatan teknologi informasi yang dilakukan
tetap memperhatikan manfaat dan biaya perusahaan.
The use of information technology can be useful as a medium
of information disclosure. As for the disclosure of information
that do not only the disclosure of information that has been
stipulated in the legislation, but also other information
related to the perceived Public Company worthwhile to note
shareholder or investor. With the utilization of information
technology more widely apart Sites company is expected
to improve the effectiveness of information dissemination
company. However, the utilization of information technology
made taking into account the benefits and costs of the company.
Peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal yang
mengatur mengenai penyampaian laporan tahunan Perusahaan
Terbuka telah mengatur kewajiban pengungkapan informasi
mengenai pemegang saham yang memiliki 5% (lima persen)
atau lebih saham Perusahaan Terbuka serta kewajiban
pengungkapan informasi mengenai pemegang saham utama
dan pengendali Perusahaan Terbuka baik langsung maupun
tidak langsung sampai dengan pemilik manfaat terakhir dalam
kepemilikan saham tersebut. Dalam Pedoman Tata Kelola ini
direkomendasikan untuk mengungkapkan pemilik manfaat
akhir atas kepemilikan saham Perusahaan Terbuka paling
sedikit 5% (lima persen), selain mengungkapkan pemilik
manfaat akhir dari kepemilikan saham oleh pemegang saham
utama dan pengendali.
Legislation in the sectors of Capital Markets governing the
submission of annual report of the Public Company has set the
obligation of disclosure of information about the shareholders
who own 5% (five percent) or more of the shares of Public
Company and the obligation of disclosure of information
regarding the major shareholders and controllers Public
Company well directly or indirectly to the final beneficial owner
in the ownership of these shares. Governance Guidelines are
recommended to disclose the beneficial owner of the top end
of the Public Company Ownership at least 5% (five percent), in
addition to revealing the final beneficial owner of shareholdings
by major shareholders and controllers.
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 8 dan Rekomendasi 24.
Bank Victoria complies to Principle 8 and Recommendations 24
Bank Victoria comply terhadap Prinsip 8 dan Rekomendasi 25.
Terdapat dalam penjelasan terkait informasi pemegang saham
utama dan pengendali dalam Laporan Tahunan ini.
Bank Victoria complies to Principle 8 and Recommendations 25
Explanation regarding the information is available in the main
shareholder and controller in this Annual Report
STRUKTUR DAN MEKANISME GCG
STRUCTURE AND GCG MECHANISM
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT), Organ
Perseroan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),
Dewan Komisaris dan Direksi. Sistem kepengurusan menganut
sistem dua badan (two tier system), yaitu Dewan Komisaris dan
Direksi, yang memiliki wewenang dan tanggung jawab yang jelas
sesuai fungsinya masing-masing sebagaimana diamanahkan
dalam anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan.
Namun demikian, keduanya mempunyai tanggung jawab
untuk memelihara kesinambungan usaha Bank dalam jangka
panjang. Oleh karena itu, Dewan Komisaris dan Direksi harus
memiliki kesamaan persepsi terhadap visi, misi, dan nilai-nilai
perusahaan.
Based on the Law of the Republic of Indonesia Number 40 of
2007 concerning Limited Liability Company (UU PT), Company
Organs of the General Meeting of Shareholders (AGM), Board
of Commissioners and Board of Directors. The management
system embraces the two tier system, which is the Board of
Commissioners and the Board of Directors, which has clear
authority and responsibility according to their respective
functions as mandated in the statutes and laws and regulations.
However, both have a responsibility to maintain the Bank’s longterm sustainability. Therefore, the Board of Commissioners and
the Board of Directors must have a common perception of the
company’s vision, mission and values.
Dalam melaksanakan kepengurusan Bank Victoria, Direksi
didukung oleh struktur manajemen yang efektif. Adapun dalam
melaksanakan fungsi pengawasan dan kepenasehatan, Dewan
Komisaris didukung oleh organ penunjang seperti Komite Audit,
Komite Nominasi dan Remunerasi, Komite Pemantau Risiko dan
Komite Tata Kelola Terintegrasi . Struktur organ perusahaan
Bank Victoria adalah sebagai berikut.
In conducting the management of Bank Victoria, the Board of
Directors is supported by an effective management structure.
In performing supervisory and advisory functions, the Board of
Commissioners is supported by supporting organs such as Audit
Committee, Nomination and Remuneration Committee and Risk
Monitoring Committee And Integrated Governance Committee.
The structure of Victoria Bank’s corporate organs is as follows.
273
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
RAPAT UMUM
PEMEGANG SAHAM
DEWAN
KOMISARIS
KOMITE AUDIT
DIREKSI
KOMITE MANAJEMEN
RISIKO/TERINTEGERASI
KOMITE TEKNOLOGI
INFORMASI
KOMITE KEBIJAKAN
PERKREDITAN
KOMITE Product
KOMITE NOMINASI
DAN REMUNERASI
KOMITE KREDIT
KOMITE PERSONALIA
KOMITE PEMANTAU
RISIKO
ASSET AND LIABILITY
MANAGEMENT COMMITEE
(ALCO)
KOMITE PENGADAAN
BARANG DAN JASA
KOMITE TATA KELOLA
TERINTEGRASI
KOMITE PEMANTAU PENERAPAN GOOD CORPORATE
GOVERNANCE
KOMITE INVESTASI
SEKRETARIS
PERUSAHAAN
SATUAN KERJA AUDIT
INTERN/TERINTEGRASI
DAN ANTI FRAUD
DIVISI KEPATUHAN,
UKPN/
TERINTEGRASI DAN
SISTEM PROSEDUR
Dalam pelaksanaannya, Bank Victoria memiliki berbagai
kebijakan/pedoman dalam menjalankan fungsi dan tugasnya
yang disebut dengan soft structure GCG. Tujuan membangun GCG
Soft Structure antara lain sebagai berikut.
• Melengkapi kebijakan pendukung dalam penerapan GCG.
• Menjadi pedoman bagi Bank dalam menjalankan aktivitas
sehari-hari sesuai dengan budaya (corporate culture) yang
diharapkan.
• Merupakan bentuk komitmen tertulis bagi seluruh jajaran
dan tingkatan organisasi Bank dalam rangka meningkatkan
disiplin dan tanggung jawab organ perusahaan dalam rangka
menjaga kepentingan stakeholders sesuai dengan tanggung
jawab masing-masing.
Infrastruktur GCG yang telah dimiliki oleh Bank Victoria antara
lain adalah:
1. Pedoman GCG yang telah disahkan melalui keputusan
Direksi No. 039/SK-DIR/05/13 tanggal 30 Mei 2013.
2. Board of Commisionners Charter (BOC Charter) yang telah
disahkan melalui Keputusan Dewan Komisaris No. 002/SKKOM/02/16 tanggal 24 Februari 2016.
3. Board of Directors Charters (BOC Charter) yang telah disahkan
melalui Keputusan Direksi No. 007/SK-DIR/02/16 tanggal
24 Februari 2016.
4. 4. Piagam dan Pedoman Kerja Komite Audit yang telah
disahkan melalui Keputusan Dewan Komisaris Nomor. 001/
SK-Kom/03/16 tanggal 2 Maret 2016.
In its implementation, Bank Victoria has various policies/guidelines on performing its functions and tasks called GCG infrastructure. The objectives of establishing GCG infrastructure among
others are.
• To complement the supporting policy on GCG
implementation.
• To become a guideline for the Bank in conducting daily
activities according to the expected corporate culture.
• To serve as a written commitment of all levels of the Bank’s
management and employees as well as the responsibilities
of the corporate organs to preserve the interests of
stakeholders by their respective responsibilities.
GCG infrastructure that have been applied by Bank Victoria
includes:
1 GCG Guideline endorsed through the decision of the Board
of Directors No. 039/SK-DIR/05/13 dated May 30, 2013.
2 Board of Commissioner Charter which has been ratified by
Decree of the Board of Directors No. 007/SK-DIR/02/16
dated 24th of February, 2016.)
3 Board of Directors Charter (BOC Charter) which has been
ratified by Decree of the Board of Directors No. 007 / SK-DIR
/ 02/16 dated 24th of February 2016.
4. The Audit Committee Charter and Working Guideliness as
endorsed by the Board of Commissioner’s Decision No. 001/
SK-Kom/03/16 dated March 2, 2016.
PT Bank Victoria International Tbk.
274
Laporan Tahunan 2016
5. Piagam dan Pedoman Kerja Komite Pemantau Manajemen
Risiko yang telah disahkan melalui Keputusan Dewan
Komisaris Nomor. 002/SK-Kom/03/16 tanggal 3 Maret
2016.
6. Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi yang telah
disahkan melalui Keputusan Dewan Komisaris Nomor. 001/
SK-Kom/02/16 tanggal 22 Februari 2016.
7. Pedoman Anti Fraud yang ditetapkan dalam Surat Keputusan
Direksi No. 013/SK-DIR/07/13 tanggal 16 Juli 2013.
8. Pedoman Etika Karyawan yang ditetapkan berdasarkan
Surat Keputusan Direksi No. 011/SK-DIR/05/08 tanggal 28
Mei 2008.
9. Pedoman dan Tata Tertib Komite Tata Kelola Terintegrasi
Grup Victoria melalui Surat Keputusan Direksi No. 003/SKDIR/10/15 pada tanggal 27 Oktober 2015
10. Pedoman dan Tata Tertib Komite Manajemen Risiko
Terintegrasi Grup Victoria melalui Surat Keputusan Direksi
No. 004/SK-DIR/09/15 pada tanggal 04 September 2015.
11. Kebijakan dan Standard Operating Procedure (SOP).
5. The Risk Management Monitoring Committee Charter and
Working Guidelines as endorsed by the Board of Commissioner’s Decision No. 002/SK-Kom/03/16 dated March 3,
2016.
6. The Nomination and Remuneration Committee Guidelines as
endorsed by the Board of Commissioner’s Decision No. 001/
SK-Kom/02/16 dated February 22, 2016.
7 Anti Fraud Guidelines set out in the Board of Directors’
Decree Letter No. 013/SK-DIR/07/13 dated July 16, 2013.
8 Employee Ethics Guidelines stipulated by Board of Directors’ Decree Letter No. 011/SK-DIR/05/08 dated May 28,
2008.
9 Guidelines and Rules for Integrated Governance Committee at Victoria Group by Board of Directors’ Decree
Letter No. 003/SK-DIR/10/15 on October 27, 2015.
10 Guidelines and Rules for Integrated Risk Management
Committee at Victoria Group by Board of Directors’ Decree Letter No. 004/SK-DIR/09/15 on September 4, 2015.
11 Policies and Standard Operating Procedure (SOP).
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS (GMS)
RUPS adalah organ Bank yang memegang kekuasaan tertinggi
dan memegang segala kewenangan yang tidak dapat didelegasikan
atau diserahkan kepada Direksi dan Dewan Komisaris. RUPS
sebagai organ Bank merupakan wadah para pemegang saham
untuk mengambil keputusan penting berkaitan dengan modal
yang ditanam dalam Bank, dengan memperhatikan ketentuan
Anggaran Dasar dan Undang-undang Perseroan Terbatas. Selain
itu RUPS juga berfungsi sebagai forum pertanggungjawaban
kepengurusan Direksi dan Komisaris atas hasil kinerjanya dalam
kurun waktu yang telah ditentukan.
The General Meeting (GMS) is a corporate organ holding the
highest power and authority unassigned to the Board of Directors
and Board of Commissioners. GMS is a place for shareholders
to make important decisions on all shares by observing the
Articles of Association and Law on Limited Liability Companies.
In addition, the GMS also serves as a forum for the Board of
Directors and Commissioners to convey their responsibilities for
the Company’s performance in the stipulated period.
RUPS memiliki wewenang antara lain untuk:
a. Mengangkat dan memberhentikan Dewan Komisaris dan
Direksi;
b. Menetapkan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi;
GMS has the authorities among others to:
a.Appoint and dismiss the Board of Commissioners and Board
of Directors;
b. Set remuneration for the Board of Commissioners and Board
of Directors;
c.Evaluate the performance of the Board of Commissioners
and Board of Directors;
d. Make a change in Article of Association;
e. Approve annual reports;
f. Determine profit use allocation;
g. Appoint public accountants.
c. Mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi;
d.
e.
f.
g.
Mengesahkan perubahan Anggaran Dasar;
Memberikan persetujuan atas laporan tahunan;
Menetapkan alokasi penggunaan laba;
Menunjuk Akuntan Publik.
Keputusan yang diambil dalam RUPS didasari pada kepentingan
usaha Bank jangka panjang. RUPS dan atau pemegang
saham tidak melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi
dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak
mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan hak sesuai
dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan.
Pengambilan keputusan RUPS dilakukan secara wajar dan
transparan.
Decisions made in the GMS are solely based on the corporate
business interest in the long run. The GMS and or shareholders
may not intervene in the tasks, functions, and authority of
the Board of Commissioners and Board of Directors without
prejudice to the GMS authority to enforce its rights under the
Articles of Association and the laws and regulations. Decisions of
the GMS are made in a reasonable and transparent manner.
Dalam penyelenggaraan RUPS, upaya yang telah dilakukan
Perseroan adalah:
1. Pemegang saham diberikan kesempatan untuk mengajukan
usul mata acara RUPS sesuai dengan peraturan perundangundangan. Panggilan RUPS telah mencakup informasi
mengenai mata acara, tanggal, waktu dan tempat RUPS;
2. Bahan mengenai setiap mata acara yang tercantum dalam
panggilan RUPS tersedia di kantor Bank sejak tanggal
In convening a GMS, efforts made by Bank Victoria are as follows:
1. Shareholders are provided with an opportunity to propose
the GMS agenda under the laws and regulations. A GMS
notice includes information on the agenda, date, time, and
venue of the GMS;
2. Materials pertaining to the agenda set out in a GMS notice
are available at the office of Bank Victoria as from the notice
275
2016 Annual Report
panggilan RUPS, sehingga memungkinkan pemegang saham
berpartisipasi aktif dalam RUPS dan memberikan suara
secara bertanggung jawab. Jika bahan tersebut belum
tersedia saat dilakukan panggilan untuk RUPS, maka bahan
itu disediakan sebelum RUPS diselenggarakan;
3. Risalah RUPS tersedia di kantor Bank, dan Bank menyediakan
fasilitas agar pemegang saham dapat membaca risalah
tersebut.
PT Bank Victoria International Tbk.
date, there by allowing shareholders to actively participate
in the GMS and vote with full responsibility. If the materials
are unavailable upon the GMS notice, such materials must be
made available before the GMS is held;
3. Minutes of GMS will be available at the office of Bank
Victoria, which provides facilities to allow shareholders to
read such minutes of meeting.
RUPS Bank terdiri dari RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa.
Proses pengumuman dan pemanggilan RUPS dilakukan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku, baik RUPS Tahunan maupun
RUPS Luar Biasa (RUPS LB). Pada tahun 2016, Bank telah
menyelenggarakan 1 (satu) kali RUPS Tahunan dan 3 (tiga)
menyelenggarakan RUPS Luar Biasa.
The Company’s General Meeting of Shareholders comprises of
the Annual General Meeting of Shareholders and Extraordinary
General Meeting of Shareholders. The process of announcing and
summonsing the GMS is done in accordance with the applicable
provisions, either the Annual General Meeting of Shareholders
or the Extraordinary GMS (LM AGMS). In 2016, the Bank has
held 1 (one) Annual General Meeting of Shareholders and 3
(three) General Extraordinary GMS.
REFERENSI PERATURAN
REFERENCE REGULATION
RUPS mempunyai kewenangan yang tidak diberikan kepada
Dewan Komisaris dan Direksi dalam batas yang ditentukan oleh
undang-undang dan anggaran dasar Bank. Penyelenggaraan
RUPS di Bank mengacu pada Undang-undang No. 40 Tahun 2007
tentang Perseroan terbatas
The GMS has authority not given to the Board of Commissioners
and Board of Directors, within the limits specified by Laws and
the Bank’s Associate of Articles. The organization of GMS in the
Bank refer to Law no. 40 Year 2007 concerning Limited Liability
Company
PELAKSANAAN RUPS TAHUNAN 2016
IMPLEMENTATION OF 2016 ANNUAL GMS
Tahapan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Bank di 2016 tergambar dalam tabel berikut.
The phases of the implementation of the Annual General Meeting
of Shareholders of Bank in 2016 are illustrated in the following
table
Tabel Pelaksanaan RUPS Tahunan 2016
Table of Annual GMS Year 2016
Pemberitahuan
Notification
Pengumuman
Announcement
Undangan
Invitation
Diberitahukan pada
tanggal 11 Mei 2016
kepada Otoritas Jasa
Keuangan.
Diumumkan pada
tanggal 18 Mei 2016,
melalui iklan di surat
kabar harian Kontan.
Diumumkan pada
tanggal 2 Juni 2016,
melalui iklan di surat
kabar harian Kontan.
Notified on the date
of May 11, 2016 to
the Financial Services
Authority
Announced in
May 18, 2016, via
advertisement in
the Kontan daily
newspaper.
Announced in
June 2, 2016, via
advertisement in
the Kontan daily
newspaper.
Pelaksanaan
Implementation
RUPS tahunan dilaksanakan pada
Jumat, 24 Juni 2016, pada pukul
09.20 WIB – 10.05 WIB bertempat
di Graha BIP, Function Hall Lt. 11,
Jalan Jend. Gatot Subroto Kav. 23,
Jakarta 12930.
Annual General Meeting held on
Friday, June 24, 2016, at 9.20 –
10.05 located at Graha BIP, Function
Hall Lt. 11, Jalan Jend. Gatot
Subroto Kav. 23 Jakarta 12930
Hasil RUPS
Result of GMS
Diumumkan pada
tanggal 28 Juni 2016,
melalui iklan di surat
kabar harian Kontan.
Announced in June 28,
2016, via advertisement
in the Kontan daily
newspaper.
AGENDA RUPS TAHUNAN 2016
AGENDA OF 2016 ANNUAL GMS
Adapun agenda RUPS Tahunan 2016 adalah sebagai
berikut.
1. Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Direksi dan
pengesahan Laporan Keuangan serta Laporan pengawasan
Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2015.
The agenda of the 2016 GMS is as follows.
2. Penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun
buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015.
3. Pertanggungjawaban realisasi penggunaan Dana Hasil
Pelaksanaan Waran Seri VI menjadi saham Perseroan selama
tahun 2015.
4. Perubahan susunan pengurus Perseroan dan peningkatan
kembali pengurus Perseroan.
1. The Annual Report of the Company including the Report
of the Board of Directors and the approval of the Financial
Statements as well as the Supervisory Report of the Board of
Commissioners for the financial year ended on 31 December
2015.
2. Determination of the use of the Company’s net profit for the
financial year ended on 31 December 2015.
3. The liability for the realization of the use of the Series VI
Series Warrants to the Company’s shares during 2015.
4. Changes in the structure of the Company and the restoration
of the Company’s management.
276
PT Bank Victoria International Tbk.
5. Pemberian kuasa dan wewenang kepada wakil pemegang
saham untuk menetapkan besarnya honorarium anggota
Dewan Komisaris dan pemberian kuasa dan wewenang
kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan pembagian
tugas dan wewenang anggota Direksi serta besarnya gaji dan
tunjangan para anggota Direksi.
Laporan Tahunan 2016
6. Penunjukan Akuntan Publik untuk mengaudit buku-buku
Perseroan untuk Tahun Buku 2016 dan pemberian kuasa
kepada Direksi untuk menetapkan honorarium Akuntan
Publik tersebut serta persyaratan lain penunjukannya.
5. To grant power and authority to shareholders’ representatives
to determine the honorarium of the members of the Board of
Commissioners and to grant authorization and authority to
the Board of Commissioners to determine the distribution
of duties and authority of the members of the Board of
Directors and the amount of salaries and allowances of the
members of the Board of Directors.
6. The appointment of a Public Accountant to audit the
Company’s books for the Fiscal Year 2016 and authorize
the Board of Directors to determine the honorarium of the
Public Accountant as well as other terms of appointment.
Rekapitulasi KEHADIRAN PADA RUPS TAHUNAN 2016
ATTENDANCE SUMMARY OF ANNUAL RUPS 2016
Dewan Komisaris dan Direksi yang hadir dalam RUPS Tahunan
2016 adalah sebagai berikut.
Members of the Board of Commissioners and Board of Directors
present at the 2016 Annual GMS were as follows.
Tabel Rekapitulasi Kehadiran RUPS Tahunan 2016
Table of Attendance Recapitulation of 2016 Annual GMS
Nama
Name
Jabatan
Position
Hadir
Present
Tidak Hadir
Absence
Oliver Simorangkir
Komisaris Utama
President Commissioner
√
-
Gunawan Tenggrahardja
Komisaris/Komisaris Independen
Commissioner/Independent Commissioner
√
-
Zaenal Abidin
Komisaris/Komisaris Independen
Commissioner/Independent Commissioner
√
-
Suzanna Tanojo
Komisaris
Commissioner
√
-
Daniel Budirhayu
Direktur Utama
President Director
√
Gregorius Andrew Andryanto
Haswin
Direktur
Director
√
-
Ramon Marlon Runtu
Direktur
Director
√
-
Tamunan
Direktur Kepatuhan
Director of Compliance
√
-
Rusli
Direktur
Director
√
-
277
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
KEPUTUSAN RUPS TAHUNAN 2016
2016 ANNUAL GMS DECISION
Pada Tanggal 24 Juni 2016, Bank Victoria telah menyelenggarakan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan keputusan
sebagai berikut.
On June 24, 2016, Bank Victoria has organized an Annual
General Meeting of Shareholders with decisions as follows.
Tabel Keputusan RUPS Tahunan 2016
Table of 2016 Annual GMS Decision
Setuju
(Jumlah Suara
dan persentase)
Agree (Numbers
and Percentage
of Votes)
Tidak Setuju
(Jumlah Suara
dan persentase)
Disagree
(Numbers and
Percentage of
Votes)
Abstain
(Jumlah Suara
dan Persentase)
Abstain
(Number and
Percentage of
Votes
Menerima baik dan menyetujui laporan tahunan Perseroan untuk tahun
buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, termasuk laporan
Direksi dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Perseroan;
Menerima baik dan menyetujui serta mengesahkan laporan
keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31
Desember2015yang telah diaudit oleh KantorAkuntan Publik“Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat “wajar” sesuai dengan
laporan No.A160329007/DC2/LLS/2016, tanggal 29 Maret 2016 dengan
demikian membebaskan anggota Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan dari tanggung jawab dan segala tanggungan (acquit et de
charge) atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang Direksi dan
Dewan Komisaris jalankan selama tahun buku 2015, sepanjang
tindakan-tindakan mereka tercantum dalam neraca dan laporan laba rugi
Perseroan tahun buku 2015.
To receive well and approve Company’s annual reports for the financial
year ending on 31st of December 2015, including Directors’ report and
supervision report of Company’s Board of Commissioners
To receive well and approve and authorize Company’s annual reports for
the financial year ending on 31st of December 2015, audited by Public
Accounting Firm “Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Co with “Unqualified”
opinion, according to report No.A160329007/DC2/LLS/2016, dated
29th of March 2016. In doing so, it absolves the member of Directors and
Board of Commissioners from their responsibility and liability (acquit et
de charge) for management and supervision actions conducted by Directors and Board of Commissioners during 2015, inasmuch as their actions
are stated in the Company’s 2015 balance sheet and income statement
100%
-
-
Telah terealisasi
Accomplished
Kedua
Second
Menyetujui penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp. 94.075.617.484,(sembilan puluh empat miliar tujuh puluh lima juta enam ratus tujuh belas ribu
empat ratus delapan puluh empat rupiah) dan laba bersih tahun buku 2015
tersebut dipergunakan sebagai berikut:
1.
Sebesar Rp 25.000.000.000,- (dua puluh lima miliar rupiah) digunakan
untuk pembentukan dana cadangan umum guna memenuhi ketentuan
pasal 70 Undang-undang No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
dan pasal 24 Anggaran Dasar Perseroan.
2.
Sisanya sebesar Rp. 69.075.617.484,- (enam puluh sembilan miliar tujuh
puluh lima juta enam ratus tujuh belas ribu empat ratus delapan puluh
empat rupiah) akan dibukukan sebagai laba ditahan.
3.
Perseroan tidak memberikan dividen untuk tahun buku 2015.
(To approve the settlement of Company’s net profit appropriation for financial
year ending on 31st of December 2015 in the amount of IDR94,075,617,484
(ninety four billion seventy five million six hundred seventeen thousand
four hundred and eighty four rupiah). The net profit of 2015 financial year is
appropriated to:
1.
IDR25,000,000,000, (twenty five billion rupiah) is appropriated as
general reserve funds to fulfill the requirement of article 70 Acts No.40
year 2007 on Limited Company and article 24 of Company’s Articles of
Association.
2.
The remaining IDR69,075,617,484 (sixty nine billion seventy five million
six hundred seventeen thousand four hundred and eighty four rupiah)
will be booked to retained profit.
3.
The company does not pay dividends for 2015 financial year.
100%
-
-
Telah terealisasi
Accomplished
Ketiga
Third
Hasil pelaksanaan waran seri VI menjadi saham selama tahun 2015 adalah
sebesar Rp. 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah) dengan realisasi penggunaan dana
adalah untuk menambah atau meningkatkan modal kerja bank.
Laporan realisasi penggunaan dana hasil pelaksanaan waran seri VI menjadi
saham Perseroan selama tahun 2015 telah disampaikan oleh Perseroan kepada
Otoritas Jasa Keuangan setiap periode pelaporan terakhir dengan surat No.
023/DIR-EKS/07/15 tanggal 08 Juli 2015 bersamaan dengan di unggahnya
pada website PT Bursa Efek Indonesia.
The result of exercise of warrant VI series into shares during 2015 was
IDR30,000 (thirty thousand rupiah) which was then appropriated to increase
bank’s working capital.
The realization report of this exercise has been submitted to Financial Services
Authority every last reporting period by letter No.023/DIR-EKS/07/15 dated
8th of July 2015, at the same time as it is uploaded on the website of PT Bursa
Efek Indonesia
Pada agenda ketiga
Rapat ini oleh karena
bersifat laporan,
maka tidak dilakukan
proses tanya jawab
dan pengambilan
keputusan
This third Meeting
agenda was reportation, so questions and
answers and decision
making process were
not conducted
Pada agenda ketiga
Rapat ini oleh karena
bersifat laporan,
maka tidak dilakukan
proses tanya jawab
dan pengambilan
keputusan
This third Meeting
agenda was reportation, so questions and
answers and decision
making process were
not conducted.
Pada agenda ketiga
Rapat ini oleh karena
bersifat laporan,
maka tidak dilakukan
proses tanya jawab
dan pengambilan
keputusan
This third Meeting
agenda was reportation, so questions and
answers and decision
making process were
not conducted
Telah terealisasi
Accomplished
Agenda
Agenda
Pertama
First
Keputusan RUPST
Resolution of Annual RUPS
1.
2.
1.
2.
Realisasi
Accomplishment
PT Bank Victoria International Tbk.
Agenda
Agenda
Keempat
Fourth
Kelima
Fifth
Keputusan RUPST
Resolution of Annual RUPS
1.
Menyetujui mengangkat Ibu Rita Gosal sebagai Direktur Perseroan,
untuk masa jabatan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini dan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan dan mengangkat Bapak Rusli sebagai Wakil Direktur Utama untuk
masa jabatan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini kecuali Otoritas Jasa
Keuangan menentukan lain.
2.
Menyetujui mengangkat kembali seluruh anggota Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini.
Dengan demikian, terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan
penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada tahun 2016, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur Utama
: Bapak Daniel Budirahayu
Wakil Direktur Utama
: Bapak Rusli*
Direktur
: Bapak Gregorius Andrew
Andryanto Haswin.
Direktur
: Bapak Ramon Marlon Runtu.
Direktur Kepatuhan
: Bapak Tamunan
Direktur
: Ibu Rita Gosal**
*Kecuali Otoritas Jasa Keuangan menentukan lain.
**Berlaku efektif sejak mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan
atas penilaian kemampuan dan kepatutan (Fit and Proper Test).
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
: Bapak Oliver Simorangkir
Komisaris/Komisaris Independen : Bapak Gunawan Tenggarahardja
Komisaris/Komisaris Independen : Bapak Zaenal Abidin
Komisaris
: Ibu Suzanna Tanojo
3.
Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk menyatakan keputusan Rapat mengenai perubahan dan pengangkatan kembali anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan dalam akta
tersendiri di hadapan Notaris dan melakukan pengurusan penerimaan
pemberitahuan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia, serta melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan
dengan keputusan tersebut di atas.
1.
To approve the appointment of Mrs. Rita Gosal as Company’s Director,
for the term of office which starts from the closing of this meeting and
will be effective since the approval of Financial Services Authority, and
the appointment of Mr. Rusli as Deputy President Director, for the term
of office which starts from the closing of this meeting, unless the Financial
Services Authority determines otherwise.
2.
To approve the re-appointment of all Company’s Director members and
Board of Commissioner, started from the closing of this Meeting.
By doing so, started from the closing of this Meeting to the closing of
Company’s Annual General Meeting of Shareholders on 2019, the composition of Director members and Board of Commissioners is as follows:
Directors
President Directors
: Mr. Daniel Budirahayu.
Deputy President Director : Mr. Rusli*
Director
: Mr. Gregorius Andrew Andryanto Haswin.
Director
: Bapak Ramon Marlon Runtu.
Director of Compliance : Mr. Tamunan.
Director
: Mrs. Rita Gosal**.
*Unless the Financial Services Authority determines otherwise.
**Effective since the approval of Financial Services Authority upon the
assessment of Fit & Proper Test.
Board of Commissioners
President Commissioner : Mr. Oliver Simorangkir.
Commissioner/
Independent Commissioner: Mr. Gunawan Tenggarahardja
Commissioner/
Independent Commissioner: Mr. Zaenal Abidin.
Commissioner
: Mrs. Suzanna Tanojo.
Laporan Tahunan 2016
Setuju
(Jumlah Suara
dan persentase)
Agree (Numbers
and Percentage
of Votes)
Tidak Setuju
(Jumlah Suara
dan persentase)
Disagree
(Numbers and
Percentage of
Votes)
Abstain
(Jumlah Suara
dan Persentase)
Abstain
(Number and
Percentage of
Votes
100%
-
-
Telah terealisasi
Accomplished
Realisasi
Accomplishment
3.
To authorize the Company’s Directors with substitution right to deliver
the decree of the Meeting concerning the amendment and re-appointment of Company’s Director members and Board of Commissioners on
a separate deed in the presence of a notary, and to handle notification receipt for the Ministry of Laws and Human Rights of Republic of Indonesia,
and to perform any required action in relation with the above decree.
1.
Menyetujui untuk memberi kuasa dan wewenang kepada wakil
pemegang saham Perseroan yaitu PT. Victoria Investama, Tbk untuk
menetapkan besarnya honorarium anggota Dewan Komisaris untuk
tahun 2016.
Menyetujui pelimpahan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan pembagian tugas dan wewenang anggota Direksi serta
besarnya gaji dan tunjangan para anggota Direksi untuk tahun 2016.
To approve and authorize the representation of Company’s shareholders,
that is PT Victoria Investama, Tbk., to set honorarium for the member of
Board of Commissioners for 2016
approve transfer of power to the member of Company’s Board of Commissioner to set task and authority distribution, as well as salary and allowances of Director members for 2016.
100%
-
-
Telah terealisasi
Accomplished
Menyetujui untuk memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan
untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku
2016 dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Audit dan memberikan
kuasa kepada Direksi untuk menetapkan jumlah honorarium dan persyaratan
lain sehubungan dengan penunjukan Kantor Akuntan Publik tersebut.
To approve the authority of Company’s Board of Commissioner to appoint a
Public Accounting Firm registered in Financial Services Authority to audit Company’s Financial Statement for 2016 financial year by taking into account the
recommendation of Audit Committee and to authorize the Director members to
set honorarium and other requirements in relation with the appointment
100%
-
-
Telah terealisasi
Accomplished
2.
1.
2.
Keenam
Sixth
278
279
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
PELAKSANAAN RUPS LUAR BIASA TAHUN 2016
EXTRAORDINARY GMS 2016
Pelaksanaan RUPS Luar Biasa tahun 2016 dilaksanakan sebanyak
3 (tiga) kali. Berikut pelaksanaan RUPS Luar Biasa selama Tahun
2016.
Extraordinary GMS 2016 is held 3 (three) times. Below is the
implementation.
RUPS LUAR BIASA 29 FEBRUARI 2016
EXTRAORDINARY GMS ON THE 29TH OF FEBRUARY
2016
Tahapan pelaksanaan RUPS Luar Biasa tanggal 29 Februari 2016
Tergambar dalam tabel berikut
The stages of the implementation of Extraordinary GMS on
February 29, 2016 are shown in the following table
Tabel Pelaksanaan RUPS Luar Biasa 29 Februari 2016
Table of the Implementation of the Extraordinary GMS on February 29, 2016
Pemberitahuan
Notification
Pengumuman
Announcement
Undangan
Invitation
Diberitahukan pada
tanggal 14 Januari
2016 kepada Otoritas
Jasa Keuangan.
Diumumkan pada
tanggal 21 Januari
2016, melalui iklan
di surat kabar harian
Investor Daily
Diumumkan pada
tanggal 5 Februari
2016, melalui iklan
di surat kabar harian
Investor Daily
Financial Services
Authority was notified
on the 14th of January
2016
Announced on 21st
of January 2016, via
advertisements on
Investor Daily
Announced on 5th of
February 2016, via
Investor Daily
Pelaksanaan
Implementation
RUPS Luar Biasa dilaksanakan pada
Senin, 29 Februari 2016 pada pukul
10.30 WIB - selesai bertempat di
Graha BIP, Function Hall Lt. 11,
Jalan Jend. Gatot Subroto Kav. 23, Jakarta 12930.
Extraordinary GMS was held on
29th of February 2016, at 10.30
GMT +7 - end, in Graha BIP, Function
Hall Fl. 11, Jl. Gatot Subroto Kav 23,
Jakarta 12930
Hasil RUPS
Result of GMS
Diumumkan pada
tanggal 2 Maret 2016,
melalui iklan di surat
kabar harian Investor
Daily
Announced on 2nd of
March 2016, via Investor Daily
AGENDA RUPS LUAR BIASA TAHUN 2016
AGENDA OF 2016 EXTRAORDINARY GMS
Adapun agenda RUPS Luar Biasa tanggal 29 Februari 2016 yaitu
Perubahan susunan Pengurus Perseroan.
The agenda of Extraordinary GMS on 29th of February 2016 is
Amendment of Company’s Management Composition.
Rekapitulasi KEHADIRAN PADA RUPS LUAR BIASA 29
FEBRUARI 2016
ATTENDANCE RECAPITULATION OF THE EXTRAORDINARY
GMS on FEBRUARY 29, 2016
Dewan Komisaris dan Direksi yang hadir dalam RUPS Luar Biasa
adalah sebagai berikut
Members of the Board of Commissioners and Board of Directors
present at the Extraordinary GMS were as follows
Tabel Rekapitulasi Kehadiran pada RUPS Luar Biasa 29 Februari 2016
Table of Attendance Recapitulation of the Extraordinary GMS on February 29, 2016
Nama
Name
Jabatan
Position
Hadir
Present
Tidak Hadir
Absence
Oliver Simorangkir
Komisaris Utama
President Commissioner
√
-
Zaenal Abidin
Komisaris/Komisaris Independen
Independent Commissioner
√
-
Gunawan Tenggarahardja
Komisaris/Komisaris Independen
Independent Commissioner
√
-
Suzanna Tanojo
Komisaris
Commissioner
-
√
Daniel Budirahayu
Direktur Utama
President Director
√
-
Gregorius Andrew Andyanto
Haswin
Direktur
Director
√
Ramon Marlon Runtu
Direktur
Director
√
-
Tamunan
Direktur Kepatuhan
Compliance Director
√
-
280
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
KEPUTUSAN RUPS LUAR BIASA 29 Februari 2016
THE DECISION OF THE EXTRAORDINARY GMS on February
29, 2016
Keputusan RUPS Luar Biasa telah menyetujui yang pada
pokoknya adalah sebagai berikut.
The resolution of Extraordinary GMS has basically approved as
follows.
Tabel Keputusan Rups Luar Biasa 29 Februari 2016
Table of the Extraordinary GMS Decision on February 29, 2016
Keputusan RUPSLB
1.
Menyetujui mengangkat Bapak Rusli sebagai
Direktur Perseroan, terhitung sejak ditutupnya
Rapat sampai dengan penutupan Rapat Umum
Pemegang Saham tahunan Perseroan yang diadakan pada tahun 2016.
Pengangkatan Bapak Rusli sebagai Direktur
tersebut di atas berlaku efektif setelah mendapat
persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas
penilaian kemampuan dan kepatutan (Fit and
Proper Test) dan memenuhi Peraturan Perundangundangan yang berlaku.
Dengan demikian, terhitung sejak ditutupnya
Rapat sampai dengan penutupan Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada tahun 2016, susunan anggota Direksi
dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai
berikut.
Direksi
Direktur Utama Direktur
Direktur
Direktur
Kepatuhan
Direktur
Setuju
(Jumlah
Tidak Setuju
Abstain
Suara/
(Jumlah
(Jumlah
Persentasi)
Suara/%)
Suara/%)
Realisasi
Agree
Resolution Of Extraordinary Gms
Disagree
Abstaince Accomplishmet
(Numbers/
(Numbers of (Numbers of
Percentage
the Vote/%) the Vote/%)
of the Votes)
100%
-
-
Telah terealisasi
Accomplished
1
To approve the appointment of Mr. Rusli as
Company’s Director, started from the closing
of this Meeting to the closing of Company’s
2016 Extraordinary GMS.
The appoint will be effective since the approval
of Financial Services Authority upon the evaluation of Fit and Proper and dan to comply with
the prevailing regulations.
By doing so, started from the closing of this
Meeting to the closing of 2016 Company’s
Annual GMS, the composition of Company’s
Director members and Board of Commissioners is as follows.
Directors
President Directors : Mr. Daniel Budirahayu.
Director
: Mr. Gregorius Andrew
Andryanto Haswin.
Director
: Mr. Ramon Marlon Runtu.
: Bapak Daniel Budirahayu
: Bapak Gregorius
Andrew Andryanto Haswin
: Bapak Ramon Marion Runtu
: Bapak Tamunan
: Bapak Rusli*
Director of Compliance: Mr. Tamunan.
Director: Mr. Rusli*.
*Effective since the approval of Financial Services Authority upon the assessment of
Fit & Proper Test.
Board of Commissioners
President
Commissioner : Mr. Oliver Simorangkir.
Commissioner
/Independent
Commissioner
:Mr. Gunawan Tenggarahardja
Commissioner/
Independent
Commissioner
: Mr. Zaenal Abidin.
Commissioner
: Mrs. Suzanna Tanojo.
*Pengangkatan Bapak Rusli berlaku efektif setelah
mendapat Persetujuan Otoritas Jasa Keuangan atas
penilaian kemampuan dan kepatutan (Fit and Proper
Test).
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Bapak Oliver Simongkir
Komisaris/
Komisaris Independen : Bapak Gunawan
Tenggarahardja
Komisaris/
Komisaris Independen : Bapak Zaenal Abidin
Komisaris : Ibu Suzanna Tanojo
2.
2.
Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan
dengan hak substitusi untuk menyatakan keputusan rapat mengenai perubahan anggota Direksi
dalam akta tersendiri di hadapan Notaris dan
untuk memohon pemberitahuan kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sehubungan dengan perubahan anggota Direksi Perseroan tersebut di atas, serta melakukan
segala tindakan yang diperlukan dan disyaratkan
oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
To authorize the Company’s Directors with
substitution right to deliver the decree of the
Meeting concerning the amendment and reappointment of Company’s Director members
and Board of Commissioners on a separate
deed in the presence of a notary, and to handle
notification receipt for the Ministry of Laws
and Human Rights of Republic of Indonesia,
and to perform any required action in relation
with the above decree.
281
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
RUPS LUAR BIASA 7 SEPTEMBER 2016
THE EXTRAORDINARY GMS on SEPTEMBER 7, 2016
Tahapan Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
tergambar dalam tabel berikut.
The stages of the implementation of the Extraordinary GMS are
shown in the following table
Tabel Pelaksanaan RU PS Luar Biasa 7 September 2016
Table of the Implementation of the Extraordinary GMS on September 7, 2016
Pemberitahuan
Notification
Pengumuman
Announcement
Undangan
Invitation
Pelaksanaan
Implementation
Diberitahukan pada
tanggal 25 Juli 2016
kepada Otoritas Jasa
Keuangan.
Diumumkan pada
tanggal 1 Agustus
2016, melalui iklan
di surat kabar harian
Kontan
Diumumkan pada
tanggal 16 Agustus
2016, melalui iklan
di surat kabar harian
Kontan
Financial Services
Authority was notified
on the 25th of July
2016
Announced on the 1st
of August 2016, via
advertisements on
Kontan newspaper
Announced on the 1st
of August 2016, via
advertisements on
Kontan newspaper
RUPS Luar Biasa dilaksanakan pada
Rabu, 7 September 2016 pada pukul
10.00 WIB - selesai bertempat di
Graha BIP, Function Hall Lt. 11,
Jalan Jend. Gatot Subroto Kav. 23, Jakarta 12930.
The Extraordinary GMS was held on
Wednesday, 7th of September 2016
at 10.00 GMT +7 – end, in Graha
BIP, Function Hall Fl. 11, Jalan Jend.
gatot Subroto Kav. 23,
Jakarta 12930.
Hasil RUPS
Result of GMS
Diumumkan pada
tanggal 9 September
2016, melalui iklan
di surat kabar harian
Kontan
Announced on the 1st
of August 2016, via
advertisements on
Kontan newspaper
AGENDA RUPS LUAR BIASA 7 September 2016
THE EXTRAORDINARY GMS AGENDA on September 7, 2016
Adapun agenda RUPS Luar Biasa tanggal 7 September 2016
yaitu Perubahan susunan Pengurus Perseroan.
The agenda of Extraordinary GMS on 7th of September 2016 is
the Change of Company’s Management Composition.
Rekapitulasi KEHADIRAN PADA RUPS
September 2016
Luar Biasa 7
ATTENDANCE RECAPITULATION OF THE EXTRAORDINARY
GMS on September 7, 2016
Dewan Komisaris dan Direksi yang hadir dalam RUPS Luar Biasa
adalah sebagai berikut.
Members of the Board of Commissioners and Board of Directors
present at the Extraordinary GMS were as follows.
Tabel Rekapitulasi Kehadiran Pada Rups Luar Biasa 7 September 2016
Table of Attendance Recapitulation of the Extraordinary GMS on September 7, 2016
Nama
Name
Jabatan
Position
Hadir
Present
Tidak Hadir
Absence
Oliver Simorangkir
Komisaris Utama / President Commissioner
√
-
Gunawan Tenggarahardja
Komisaris Independen / Independent
Commissioner
√
-
Zaenal Abidin Ph.D
Komisaris Independen / Independent
Commissioner
√
-
Suzanna Tanojo
Komisaris / Commissioner
-
√
Daniel Budirahayu
Direktur Utama / President Director
√
-
Rusli
Wakil Direktur Utama / Deputy President
Director
√
-
Gregorius Andrew Andryanto
Haswin
Direktur / Director
√
-
Ramon Marlon Runtu
Direktur / Director
-
√
Tamunan
Direktur Kepatuhan
Director of Compliance
√
-
Rita Gosal
Direktur
-
√
282
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
KEPUTUSAN RUPS LUAR BIASA 7 SEPTEMBER 2016
THE EXTRAORDINARY GMS DECISION ON SEPTEMBER 7,
2016
Keputusan RUPS Luar Biasa telah menyetujui yang pada
pokoknya adalah sebagai berikut.
The Extraordinary GMS Decision has approved the following.
Keputusan RUPSLB
Menerima dan menyetujui penguduran diri
Bapak Gregorius Andrew Andryanto Haswin dari
jabatannya sebagai Direktur Perseroan terhitung
sejak tanggal ditutupnya rapat ini dengan ucapan
terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikiran
yang diberikan selama menjabat sebagai anggota
Direksi dan membebaskan dari tanggung jawab dan
segala tanggungan (acquit et de charge) atas tindakan
pengurusan yang dijalankan sepanjang disetujui oleh
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2016 yang
diselenggarakan di tahun 2017.
Dengan demikian, terhitung sejak ditutupnya Rapat
ini sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada tahun
2019, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur Utama : Bapak Daniel Budirahayu
Direktur* : Bapak Rusli
Direktur : Bapak Ramon Marlon Runtu
Direktur Kepatuhan : Bapak Tamunan
Direktur : Ibu Rita Gosal
*Bapak Rusli telah diangkat menjadi Wakil Direktur
pada RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal
24 Juni 2016 yang berlaku efektif sejak mendapat
persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian
kemampuan dan kepatutan (Fit and Proper Test).
Dewan Komisaris
Komisaris : Bapak Oliver Simorangkir
Komisaris/
Komisaris Independen : Bapak Gunawan
Tenggarahardja
Komisaris/
Komisaris Independen : Bapak Zaenal Abidin
Komisaris : Ibu Suzanna Tanojo
Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan
hak subsitusi untuk menyatakan keputusan rapat
mengenai perubahan anggota Direksi Perseroan
dalam akta tersendiri di hadapan Notaris dan
untuk memohon pemberitahuan kepada Menteri
Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sehubungan dengan perubahan anggota Direksi
Perseroan tersebut di atas, serta melakukan segala
tindakan yang diperlukan dan disyaratkan oleh
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Setuju
(Jumlah Suara/
Persentasi)
Agree
(Numbers/
Percentage of
the Votes)
99,54%
Dari seluruh saham
dengan hak saham yang
hadir
99.54% of the whole
shares with the rights of
shares are present
Abstain
Tidak Setuju
(Jumlah
(Jumlah
Suara/%)
Suara/%)
Realisasi
Resolution of Extraordinary GMS
Abstained
Accomplishment
Disagree
(Numbers/%
(Numbers/%
of the Votes)
of the Votes)
-
0,46%
Dari seluruh saham
dengan hak saham
yang hadir.
0.46% of the whole
shares with the
rights of shares are
present
Telah
terealisasi
Accomplished
To receive well and approve the resignation of Mr.
Gregorius Andrew Andryanto Haswin for his position
as the Company’s Director, since the closing of this
meeting, followed by acknowledgement for his
contribution during his term as the Director members,
and absolve him from responsibility and any liability
(acquit et de charge) upon any management actions
as long as it is approved by 2016 Annual GMS which
will be held in 2017.
By doing so, starting from the closing of this Meeting
to the closing of Company’s 2019 Annual GMS, the
composition of Company’s Director members and
Board of Commissioner is as follows:
Directors
President Director
: Mr. Daniel Budirahayu.
Director*
: Mr. Rusli.
Director
: Mr. Ramon Marlon Runtu.
Director of Compliance : Mr. Tamunan.
Director
: Mrs. Rita Gosal.
*Mr. Rusli has been appointed to be Deputy President
Director in the Annual GMS held on 24th of June
2016 and effective since the approval of Financial
Services Authority upon the assessment of Fit n
Proper Test.
Board of Commissioners
Comissioner
: Mr. Oliver Simorangkir.
Comissioner/
Independence Comissioner : Mr. Gunawan Tenggarahardja.
Comissioner/
Independence Comissioner : Mr. Zaenal Abidin.
Commissioner
: Mrs. Suzanna Tanojo.
To authorize Company’s substitution rights to
deliver meeting’s resolution on the amendment of
Company’s Director members in a separate deed,
and propose notification to the Ministry of Laws and
Human Rights of Republic of Indonesia in relation
with the amendment of the above Director members,
and to perform any actions required by the prevailing
regulations.
283
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
RUPS LUAR BIASA 18 NOVEMBER 2016
THE EXTRAORDINARY GMS ON 18 NOVEMBER 2016
Tahapan pelaksanaan Rapat umum Pemegang Saham Luar
Biasa tanggal 18 November 2016 tergambar dalam tabel
berikut.
The stages of the implementation of Extraordinary General
Meeting of Shareholders on November 18, 2016 are described
in the following table.
Tabel Pelaksanaan RUPS Luar Biasa 18 November 2016
Table of the implementation of Extraordinary GMS on 18 November 2016
Pemberitahuan
Notification
Pengumuman
Announcement
Undangan
Invitation
Pelaksanaan
Implementation
Diberitahukan pada
tanggal 5 Oktober 2016
kepada Otoritas Jasa
Keuangan.
Diumumkan pada
tanggal 12 Oktober
2016, melalui iklan
di surat kabar harian
kontan
Diumumkan pada
tanggal 27 Oktober
2016, melalui iklan
di surat kabar harian
kontan
Financial Services
Authority was notified
on 5th of October 2016
Announced on the
12th of October 2016,
via advertisements on
Kontan newspaper
Announced on the
27th of October2016,
via advertisements on
Kontan newspaper
RUPS Luar Biasa dilaksanakan pada
Jumat, 18 November 2016 pada pukul 10.00 WIB - selesai bertempat di Graha
BIP, Function Hall Lt. 11, Jalan Jend.
Gatot Subroto Kav. 23, Jakarta 12930.
Extraordinary GMS was held on Friday,
18th of November 2016,
10.00 WIB – end, in Graha BIP, Function Hall Lt. 11, Jalan Jend. gatot
Subroto Kav. 23, Jakarta 12930.
Hasil RUPS
Result of GMS
Diumumkan pada
tanggal 22 November
2016, melalui iklan
di surat kabar harian
kontan
Announced on the 22th
of November 2016,
via advertisements on
Kontan newspaper
AGENDA RUPS LUAR BIASA 18 NOVEMBER 2016
THE EXTRAORDINARY GMS AGENDA ON NOVEMBER 18,
2016
Adapun agenda RUPS Luar Biasa tanggal 18 November 2016
yaitu:
1. Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu
2. Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.
The agenda of extraordinary GMS on 18th of November 2016
are:
1. Capital Increases without Pre-emptive Rights
Rekapitulasi KEHADIRAN PADA RUPS LUAR BIASA 18
NOVEMBER 2016
ATTENDANCE RECAPITULATION OF THE EXTRAORDINARY
GMS ON NOVEMBER 18, 2016
Dewan Komisaris dan Direksi yang Hadir dalam RUPS Luar Biasa
adalah sebagai berikut.
Members of the Board of Commissioners and Board of Directors
Present at the Extraordinary GMS were as follows.
2. Change of Company’s Management Composition.
Tabel Rekapitulasi Kehadiran Pada Rups Luar Biasa 18 November 2016
Table of Attendance Recapitulation of the Extraordinary GMS on November 18, 2016
Nama
Name
Jabatan
Position
Hadir
Present
Tidak Hadir
Absence
Oliver Simorangkir
Komisaris Utama
President Commissioner
√
-
Zaenal Abidin
Komisaris/Komisaris Independen
Commissioner/Independent Commissioner
√
-
Gunawan Tenggarahardja
Komisaris/Komisaris Independen
Commissioner/Independent Commissioner
√
-
Suzanna Tanojo
Komisaris
Commissioner
-
√
Daniel Budirahayu
Direktur Utama
President Director
√
-
Rusli
Wakil Direktur Utama
Deputy President Director
√
Ramon Marlon Runtu
Direktur
Director
√
-
Tamunan
Direktur Kepatuhan
Director of Compliance
√
-
Rita Gosal
Direktur
Director
√
-
284
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
KEPUTUSAN RUPS LUAR BIASA 18 NOVEMBER 2016
THE EXTRAORDINARY GMS DECISION ON NOVEMBER 18,
2016
Keputusan RUPS Luar Biasa telah menyetujui yang pada
pokoknya adalah sebagai berikut.
The decision of the Extraordinary GMS has approved the
followings.
Tabel Keputusan Rups Luar Biasa 18 November 2016
Table of the Extraordinary GMS Decisions on November 18, 2016
Keputusan RUPST
Resolution of Extraordinary GMS
Agenda
Agenda
Pertama
First
1.
2.
1.
2.
Menerima baik dan menyetujui Penambahan modal Perseroan Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar 10% (sepuluh persen) dari modal disetor
dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp.789.065.382 (tujuh ratus
delapan puluh sembilan juta enam puluh lima ribu ti ga ratus delapan puluh dua) saham. Merubah pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar
Perseroan yaitu meningkatkan modal ditempatkan dan disetor
Perseroan dari 7.890.653.827 (tujuh miliar delapan ratus sembilan puluh juta enam ratus lima puluh tiga ribu delapan ratus dua
puluh tujuh) saham atau berjumlah sebesar Rp.789.065.382.700
(tujuh ratus delapan puluh sembilan miliar enam puluh lima juta
tiga ratus delapan puluh dua ribu tujuh ratus rupiah) menjadi
sejumlah sebanyak-banyaknya Rp. 8.679.719.209 (delapan miliar
enam ratus tujuh puluh sembilan juta tujuh ratus sembilan belas
ribu dua ratus sembilan) saham atau sebesar sebanyak-banyaknya
Rp.867.971.920.900 (delapan ratus enam puluh tujuh miliar sembilan ratus tujuh puluh satu juta sembilan ratus dua puluh ribu
sembilan ratus rupiah).
Memberikan kewenangan dan kuasa kepada Dewan Komisaris
Perseroan untuk melaksanakan keputusan Rapat, menyatakan
realisasi jumlah saham yang dikeluarkan dalam penambahan
modal tanpa memberikan HMETD dan menetapkan kepastian
jumlah modal ditempatkan dan disetor serta menyatakan perubahan pasal 4 ayat 2 dan 3 Anggaran Dasar Perseroan di hadapan
Notaris, sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan
disetor Perseroan dan untuk memohon pemberitahuan kepada
Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sehubungan dengan perubahan pasal 4 ayat 2 dan 3 Anggaran Dasar
Perseroan serta melakukan segala tindakan yang diperlukan dan
disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
To receive well and approve Company’s Capital Increases Without
Pre-emptive Rights with a maximum amount of 10% (ten percent)
of the paid up capital with a maximum amount of 789.065.382
(seven hundred eighty nine million sixty five thousand three hundred and eighty two) shares. To amend article 4 verse 2 the Articles of Association, that is to increase issued capital dan oaiduo
capital from 7.890.653.827 (seven billion eight hundred ninety
million six hundred fifty three thousand eight hundred and twenty
seven) shares or equal to IDR789.065.382.700 (seven hundred
eighty nine billion sixty five million three hundred eighty two thousand hundred rupiah) to a maximum amount of 8.679.719.209
(eight billion six hundred seventy nine million seven hundred
nineteen thousand two hundred and nine) shares or a maximum
amount of IDR867.971.920.900 (eight hundred sixty seven billion
nine hundred seventy one million nine hundred twenty thousand
nine hundred rupiah
To provide Board of Commissioners with authority and powers to
implement Meeting’s resolution, to state the realization of share
numbers issued to increase the capital without pre-emptive rights
and determain the certainty of issued capital as well as paid up
capital and declare the amendment of article 4 verse 2 and 3 of
Articles of Association in the presence of a notary, in relation with
the increases of Company’s issued capital and paid up capital and
to request notification to the Ministry of Laws and Human Rights
of Republic of Indonesia concerning the amendment of article 4
verse 2 and 3 of the Company’s Articles of Association and any actions needed and required by the prevailing regulation
Setuju
(Jumlah Suara
dan persentase)
Agree (Numbers
and Percentage
of Votes)
Tidak Setuju
(Jumlah Suara
dan persentase)
Disagree
(Numbers and
Percentage of
Votes)
95,55%
-
Abstain
(Jumlah Suara
dan Persentase)
Realisasi
Abstain
(Number and Accomplishment
Percentage of
Votes
4,45%
Telah terealisasi
Accomplished
2016 Annual Report
Keputusan RUPST
Resolution of Extraordinary GMS
Agenda
Agenda
Kedua
Second
1.
Menerima pengunduran diri Nyonya Suzanna Tanojo dari jabatannya selaku Komisaris Perseroan dengan ucapan terima kasih atas
sumbangan tenaga dan pikiran yang diberikan selama menjabat
sebagai anggota Dewan Komisaris dan membebaskan dari tanggung jawab dan segala tanggungan (acquit et de charge) atas tindakan pengawasan yang dijalankan sepanjang disetujui oleh Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan 2016 yang diselenggarakan di
tahun 2017.
2.
Mengangkat Nyonya Debora Wahjutirto Tanoyo sebagai Komisaris Perseroan, terhitung sejak ditutupnya Rapat sampai dengan
penutupan RUPS Tahunan Perseroan yang diadakan pada tahun
2019.
3.
Pengangkatan Komisaris Perseroan tersebut berlaku setelah
mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dan memenuhi
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan demikian, terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai
dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada tahun 2019, maka susunan anggota
Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur Utama
: Tuan Daniel Budirahayu
Wakil Direktur Utama
: Tuan Rusli
Direktur
: Nyonya Rita Gosal
Direktur
: Tuan Ramon Marlon Runtu
Direktur kepatuhan
: Tuan Tamunan
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
: Tuan Oliver Simorangkir
Komisaris/Komisaris Independen : Tuan Gunawan
Tenggarahardja
Komisaris/Komisaris Independen : Tuan Zaenal Abidin
Komisaris
: Nyonya Debora
Wahjutirto Tanoyo*
*berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa
Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper
test).
4.
Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak
substitusi untuk menyatakan keputusan Rapat mengenai
perubahan anggota Dewan Komisaris Perseroan dalam
akta tersendiri di hadapan Notaris dan untuk memohon
pemberitahuan Kepada Menteri Hukum Dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sehubungan dengan perubahan
Anggota Dewan Komisaris Perseroan tersebut di atas, serta
melakukan segala tindakan yang diperlukan dan disyaratkan oleh
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
1.
2.
3.
To accept the resignation of Mrs. Suzanna Tanojo from his position
as the Company’s Commissioner, followed by acknowledgement
for his contribution during her term as the member of Board of
Commissioners, and to absolve her from responsibility and any liability (acquit et de charge) upon any supervision actions as long
as it is approved by 2016 Annual General Meeting of Shareholders
which will be held in 2017
To appoint Mrs. Debora Whajutirto Tanoyo as the Company’s
Commissioner, starts from the closing of this Meeting to the closing of Company’s Annual GMS which will be held in 2019
The appointment of Company’s Commissioner will be effective
since since the approval of Financial Services Authority upon the
evaluation of Fit and Proper Test and to comply with the prevailing
regulations.
By doing so, started from the closing of this Meeting to the closing
of Company’s 2019 Annual GMS, the composition of Company’s
members of Board of Director and Board of Commissioners is as
follows:
Directors
President Directors
: Mr. Daniel Budirahayu.
Vice President
: Mr. Rusli
Director
: Mrs. Rita Gosal
Director
: Bapak Ramon Marlon Runtu.
Director of Compliance
: Mr. Tamunan.
Board of Commissioners
President Commissioner
: Mr. Oliver Simorangkir.
Commissioner/
Independent Commissioner
: Mr. Gunawan Tenggarahardja
Commissioner/
Independent Commissioner
: Mr. Zaenal Abidin.
Commissioner
: Nyonya Debora
Wahjutirto Tanoyo*.
* Effective after the approval of Financial Services Authority upon
the assessment of Fit & Proper Test.
4.
To authorize the Company’s Directors with substitution right to
deliver the decree of the Meeting concerning the amendment
and re-appointment of Company’s Director members and Board
of Commissioners on a separate deed in the presence of a notary,
and to handle notification receipt for the Ministry of Laws and Human Rights of Republic of Indonesia, and to perform any required
action in relation with the above decree.
285
PT Bank Victoria International Tbk.
Setuju
(Jumlah Suara
dan persentase)
Agree (Numbers
and Percentage
of Votes)
Tidak Setuju
(Jumlah Suara
dan persentase)
Disagree
(Numbers and
Percentage of
Votes)
95,55%
-
Abstain
(Jumlah Suara
dan Persentase)
Realisasi
Abstain
(Number and Accomplishment
Percentage of
Votes
4,45%
Telah terealisasi
Accomplished
286
PT Bank Victoria International Tbk.
PELAKSANAAN
REALISASINYA
RUPS
TAHUNAN
2015
Laporan Tahunan 2016
DAN
IMPLEMENTATION OF 2015 ANNUAL GMS AND ITS
REALIZATION
Tahapan pelaksanaan RUPS Tahunan 2015 tergambar dalam
tabel berikut.
The stages of the implementation of 2015 Annual GMS are
described in the following table.
Tabel Pelaksanaan RUPS Tahunan 2015
Table of the Implementation of the 2015 Annual GMS
Pemberitahuan
Notification
Pengumuman
Announcement
Undangan
Invitation
Pelaksanaan
Implementation
Hasil RUPS
Result of GMS
Diberitahukan pada
tanggal 12 Mei 2015
kepada Otoritas Jasa
Keuangan.
Diumumkan pada
tanggal 20 Mei 2015,
melalui iklan di surat
kabar harian Investor
Daily dan harian Media
Indonesia
Diumumkan pada
tanggal 04 Juni 2015,
melalui iklan di surat
kabar harian Investor
Daily dan harian Media
Indonesia
RUPS tahunan dilaksanakan pada
26 Juni 2015 pada pukul 09.00 WIB
– berakhir, bertempat di Graha BIP
Function Hall Lt.11 Jalan Jend.Gatot
Subroto Kav.23, Jakarta 12930.
Diumumkan pada
tanggal 30 Juni 2015,
melalui iklan di surat
kabar harian Investor
Daily dan harian Media
Indonesia
Diberitahukan pada
tanggal 12 Mei 2015
kepada Otoritas Jasa
Keuangan.
Announced on May
20, 2015, through
an advertisement
on Investor daily
newspaper and
Media Indonesia daily
newspaper
Announced on June
4, 2015, through
an advertisement
on Investor daily
newspaper and
Media Indonesia daily
newspaper
Annual General Meeting of
Shareholders was held on June 26,
2015 at 09:00 WIB - Finish, located in
Graha BIP Function Hall Lt.11 Jend.
Gatot Subroto Street Kav.23, Jakarta
12930.
Announced on June
30, 2015, through
an advertisement
on Investor daily
newspaper and
Media Indonesia daily
newspaper
AGENDA RUPS TAHUNAN 2015
THE AGENDA OF 2015 GMS
RUPS Tahunan 2015 diselenggarakan dengan agenda sebagai
berikut.
1. Laporan Tahunan Perseroan termasuk laporan Direksi dan
pengesahan Laporan Keuangan Tahunan serta Laporan
Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2014.
2. Penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun
buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014.
3. Perubahan Susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
2015 Annual GMS held with the following agenda.
5. Penunjukan Akuntan Publik untuk mengaudit buku-buku
Perseroan untuk tahun buku 2015 dan pemberian kuasa
kepada Direksi untuk penetapan honorarium Akuntan Publik
tersebut serta persyaratan lain penunjukannya.
1 The Bank Annual Report including the Board of Directors’
reports and Annual Financial Report as well as Supervisory
Report of the Board of Commissioners for the fiscal year
ended December 31, 2014.
2 Establishment of the Bank’s net profit usage for the year
ended December 31, 2014.
3 Change in the Board of Directors and Board of Commissioners
composition
4 The delegation of power and authority to the representatives
of shareholders to determine the honorarium of the members
of the Board of Commissioners, the delegation of power and
authority to the Board of Commissioners to assign roles
and responsibilities of the Board of Directors as well as
determining the salary and allowances of the members of the
Board of Directors.
5 The appointment of Public Accountant to audit the Bank’s
books for the financial year of 2015 and granting authority to
the Board of Directors to determine the Public Accountant’s
honorarium and other appointment requirements.
KEHADIRAN RUPS TAHUNAN 2015
ATTENDANCE OF 2015 GMS
Dewan Komisaris dan Direksi yang hadir dalam RUPS Tahunan
2015 adalah sebagai berikut.
Members of the Board of Commissioners and Board of Directors
present at the 2015 Annual GMS were as follows.
4. Pemberian kuasa dan wewenang kepada wakil pemegang
saham untuk menetapkan besarnya honorarium anggota
Dewan Komisaris, pemberian kuasa dan wewenang kepada
Dewan Komisaris untuk menetapkan pembagian tugas dan
wewenang Direksi serta besarnya gaji dan tunjangan para
anggota Direksi.
Tabel Kehadiran Rups Tahunan 2015
Table of Attendance of 2015 Annual GMS
Nama
Name
Jabatan
Position
Hadir
Present
Tidak Hadir
Absence
Daniel Budirahayu
Komisaris Utama / President Commissioner
√
-
Zaenal Abidin
Komisaris Independen / Independent Commissioner
√
-
Gunawan Tenggarahardja
Komisaris Independen / Independent Commissioner
√
-
Suzanna Tanojo
Komisaris / Commissioner
√
-
287
2016 Annual Report
Nama
Name
PT Bank Victoria International Tbk.
Jabatan
Position
Hadir
Present
Tidak Hadir
Absence
Eko Rachmansyah Gindo
Direktur Utama / President Director
√
-
Soewandy
Wakil Direktur Utama / Deputy President Director
√
-
Gregorius Andrew Andryanto
Haswin
Direktur / Director
√
-
Ramon Marlon Runtu
Direktur / Director
√
-
Oliver Simorangkir
Direktur / Director
√
-
Tamunan
Direktur Kepatuhan / Director of Compliance
√
-
KEPUTUSAN RUPS TAHUNAN 2015 DAN REALISASINYA
DECISION OF 2015 ANNUAL GMS AND ITS REALIZATION
Adapun Keputusan RUPS Tahunan 2015 dan realisasinya dapat
dilihat pada tabel berikut.
2015 Annual GMS Decision and its realization can be seen in the
following table.
Tabel Keputusan Rups Tahunan 2015 Dan Realisasinya
Table of 2015 Annual GMS Decision And Its Realization
Setuju
(Jumlah Suara dan
persentase)
Agree (Numbers
and Percentage of
Votes)
Tidak Setuju
(Jumlah Suara dan
persentase)
Disagree (Numbers
and Percentage of
Votes)
Abstain
(Jumlah
Suara dan
Persentase)
Abstain
(Number and
Percentage of
Votes
Menerima baik dan menyetujui laporan tahunan
Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada
tanggal
31
Desember
2014,
termasuk
laporan
Direksi dan laporan tugas pengawasan dewan Komisaris
Perseroan;
Menerima baik dan menyetujui serta mengesahkan
Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik “Tanudiredja,
Wibisana
dan
Rekan
dengan
pendapat
“wajar”
sesuai
dengan
laporan
No.A150330033/DC2/
LLS/I/2015, Tanggal 30 Maret 2015 dengan demikian
membebaskan
anggota
Direksi
dan
Dewan
Komisaris Perseroan dari tanggung jawab dan segala
tanggungan (acquit et de charge) atas tindakan pengurusan dan
pengawasan
yang
Direksi
dan
Dewan
Komisaris
jalankan
selama
tahun
buku
2014,
sepanjang
tindakan-tindakan mereka tercantum dalam neraca dan laporan laba rugi Perseroan tahun buku 2014.
Receive and approve the Bank’s annual report for the fiscal year
ended December 31, 2014 including the reports of the Board of
Directors and Supervisory Report of the Board of Commissioners.
Received and approved as well as ratified the Bank’s Financial
Statements for the financial year ended on December 31, 2014,
audited by Public Accounting Firm of “Tanudiredja, Wibisana, &
Partners” and obtained “unqualified opinion” according to the
report No. A150330033/DC2/LLS/I/2015, on
March 30, 2015, thus detaching the members of the Board of
Directors and the Board of Commissioners from any responsibility and any liabilities (acquit et de charge) for any management and supervision measures which the Board of Directors
and Board of Commissioners have executed in 2014, so long as
all their actions are listed in the Bank’s Balance Sheet and Income Statement of the fiscal year of 2014.
100%
-
-
Telah terealisasi
Accomplished
Menyetujui penetapan penggunaan Laba Bersih Bank untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar
Rp105.699.343.308,- dan laba bersih tahun buku 2014 tersebut
dipergunakan sebagai berikut.
1.
Sebesar Rp25.000.000.000,- digunakan untuk pembentukan
dana cadangan guna memenuhi ketentuan pasal 70 Undangundang nomor 40 tahun 2007 tentang Bank Terbatas dan pasal
26 Anggaran Dasar Perseroan.
2.
Sisanya sebesar Rp80.699.343.308,- akan dibukukan sebagai
laba ditahan.
3.
Perseroan tidak memberikan dividen untuk tahun buku 2014.
100%
-
-
Telah terealisasi
Accomplished
Keputusan RUPST
Resolution of Extraordinary GMS
Agenda
Agenda
Pertama
First
1.
2.
1.
2.
Kedua
Second
Approve the stipulation of the Bank’s Net Income for the fiscal year
ended December 31, 2014 amounting Rp105,699,343,308 and the
net income of fiscal year of 2014 and to be used as follows.
1. 2. 3. Rp25,000,000,000 used for the establishment of a reserve fund
in order to comply with the provisions of article 70 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Bank and article 26 of the
Articles of Association.
The remaining amount of Rp80,699,343,308 will be recorded
as retained earnings.
The Company did not distribute dividends for the financial year
2014.
Realisasi
Accomplishment
PT Bank Victoria International Tbk.
Keputusan RUPST
Resolution of Extraordinary GMS
Agenda
Agenda
Ketiga
Third
1.
Menerima pengunduran diri Bapak Eko Rachmansyah Gindo
dan Bapak Soewandy dari jabatannya masing-masing sebagai
Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama dengan ucapan
terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikiran yang diberikan
selama menjabat sebagai anggota Direksi.
2.
Mengangkat Bapak Daniel Budirahayu sebagai Direktur Utama
Perseroan dan Bapak Oliver Simorangkir sebagai Komisaris Utama
Perseroan serta Bapak Muhammad Rakhmadani sebagai Direktur
Perseroan, terhitung sejak ditutupnya rapat ini sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan yang diadakan pada tahun 2016.
3.
Pengangkatan Direktur Utama, Komisaris Utama dan Direktur
tersebut berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari
Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (Fit & Proper Test) dan memenuhi Peraturan Perundangundangan yang berlaku.
Dengan demikian, terhitung sejak ditutupnya rapat ini sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham sebagai berikut:
Direksi
Direktur Utama
: Bapak Daniel
Budirahayu*
Direktur
: Bapak Gregorius
Andrew
Andryanto
Haswin
Direktur
: Bapak Ramon
Marlon Runtu
Direktur Kepatuhan
: Bapak Tamunan
Direktur
: Bapak
Muhammad
Rakhmadhani*
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
: Bapak Oliver
Simorangkir*
Komisaris/Komisaris Independen : Bapak Gunawan
Tenggarahardja
Komisaris/Komisaris Independen : Bapak Zaenal
Abidin
Komisaris
: Ibu Suzanna
Tanojo
*efektif setelah mendapat Persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (Fit
and Proper Test).
4.
Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan keputusan Rapat mengenai perubahan anggota Direksi dan
Dewan Komisaris Perseroan dalam akta tersendiri di hadapan
Notaris dan untuk memohon pemberitahuan kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sehubungan dengan perubahan anggota Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan tersebut di atas, serta melakukan segala tindakan
yang diperlukan dan disyaratkan oleh Peraturan PerundangUndangan yang berlaku.
1.
Accepted the resignation of Mr. Eko Rachmansyah Gindo and
Mr. Soewandy from their position as the Presdient Director and
Deputy President Director with gratitude for the contribution
of effort and thought given during their tenure as members of
the Board of Directors.
2
Appointed Mr. Daniel Budirahayu as the President Director of
Company and Mr. Oliver Simorangkir as President Commissioner of the Company and Mr. Muhammad Rakhmadhani as a
Director of the Company, as of the closing of this Meeting until
the closing of the Annual General Meeting of Shareholders to
be held in 2016.
3
Appointment of the President Director, President Commissioner and Director is effective after approval by the Financial
Services Authority on the Fit and Proper Test and to comply
with the legislation in force.
Thus, starting from the closing of this Meeting until the closing
of the General Meeting of Shareholders to be held in 2016, the
composition of The Board of Directors and Board of Commissioners are as follows:
Board of Directors
President Director : Mr. Daniel Budi Rahayu *
Director
: Mr. Gregory Andrew
Andryanto Haswin
Director
: Mr. Ramon Marlon Runtu
Compliance Director : Mr. Tamunan
Director
: Mr. Muhammad Rakhmadhani *
Board of Commissioners
President
Commissioner
: Mr. Oliver Simorangkir *
Commissioner /
Independent
Commissioner : Mr. Gunawan Tenggarahardja
Independent
Commissioner Commissioner /
Independent : Mr. Zaenal Abidin, PhD.
Commissioner
Commissioner : Mrs. Suzanna Tanojo
4.
Provided power to the Board of Directors to declare Meeting resolutions regarding changes to members of the Board of Directors and
Board of Commissioners in a separate deed before the Notary and
for notification to the Minister of Justice and Human Rights of the
Republic of Indonesia in connection with a change of members of the
Board of Directors and Board of Commissioners of the above, as well
as perform all acts necessary and required by Regulation legislation
applicable.
288
Laporan Tahunan 2016
Setuju
(Jumlah Suara dan
persentase)
Agree (Numbers
and Percentage of
Votes)
Tidak Setuju
(Jumlah Suara dan
persentase)
Disagree (Numbers
and Percentage of
Votes)
Abstain
(Jumlah
Suara dan
Persentase)
Abstain
(Number and
Percentage of
Votes
Realisasi
Accomplishment
100%
-
-
Telah terealisasi
289
2016 Annual Report
Keputusan RUPST
Resolution of Extraordinary GMS
Agenda
Agenda
Keempat
Fourth
1.
2.
Kelima
fifth
Setuju
(Jumlah Suara dan
persentase)
Agree (Numbers
and Percentage of
Votes)
Tidak Setuju
(Jumlah Suara dan
persentase)
Disagree (Numbers
and Percentage of
Votes)
Abstain
(Jumlah
Suara dan
Persentase)
Abstain
(Number and
Percentage of
Votes
Realisasi
Accomplishment
100%
-
-
Telah terealisasi
100%
-
-
Telah terealisasi
Menyetujui untuk memberi kuasa dan wewenang
kepada
wakil
pemegang
saham
Perseroan
yaitu
PT Victoria Investama Tbk untuk menetapkan besarnya honorarium anggota Dewan Komisaris untuk tahun 2015.
Menyetujui
pelimpahan
kuasa
kepada
Dewan
Komisaris Perseroan untuk menetapkan pembagian
tugas dan wewenang anggota Direksi serta besarnya gaji dan
tunjangan para anggota Direksi untuk tahun 2015.
1.
Approve power and authority delegation to the representatives
of Main Shareholders of the Bank, namely PT Victoria Investama, to determine the honorarium for the members of the Board
of Commissioners in 2015.
2
Approve authority delegation to the Bank’s Board of Commissioners to assign roles and responsibilities of the members of
the Board of Directors as well as its salary and allowances for
2015.
PT Bank Victoria International Tbk.
Menyetujui
untuk
memberikan
wewenang
kepada
Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk Kantor Akuntan
Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2015
dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Audit dan memberikan kuasa kepada Direksi untuk menetapkan jumlah honorarium
dan persyaratan lain sehubungan dengan penunjukan Kantor Akuntan
Publik tersebut.
Agree upon granting authority to the Board of Commissioners to appoint Public Accountant registered on the Financial Services Authority (OJK) to audit the Bank’s Financial Statements for the financial year
of 2014 with regard to the recommendation of the audit committee
and to authorize the Board of Directors to determine the honorarium
and other requirements related with the appointment of the Public
Accountant.
PELAKSANAAN RUPS LUAR BIASA TAHUN 2015
THE IMPLEMENTATION OF 2015 EXTRAORDINARY
GMS
Tahapan Pelaksanaan RUPS Luar Biasa Tahun 2015 tergambar
dalam tabel berikut.
The stages of the implementation of 2015 Extraordinary GMS
are described in the following table.
Tabel Pelaksanaan RUPS Luar Biasa Tahun 2015
Table of 2015 Extraordinary GMS
Pemberitahuan
Announcement
Pengumuman
Invitation
Undangan
Implementation
Pelaksanaan
GMS Results
Hasil RUPS
Result of GMS
Diberitahukan
pada
tanggal 12 Mei 2015
kepada Otoritas Jasa
Keuangan.
Diumumkan
pada
tanggal 20 Mei 2015,
melalui iklan di surat
kabar harian Investor
Daily dan harian Media
Indonesia.
Announced on May
20, 2015, through
an
advertisement
on
Investor
daily
newspaper
and
Media Indonesia daily
newspaper
Diumumkan
pada
tanggal 04 Juni 2015,
melalui iklan di surat
kabar harian Investor
Daily dan harian Media
Indonesia
Announced on June 4,
2015, through an advertisement on Investor daily newspaper
and Media Indonesia
daily newspaper
RUPS Luar Biasa dilaksanakan pada
26 Juni 2015 pada pukul 09.00 WIB
– berakhir, bertempat di Graha BIP
Function Hall Lt.11 Jalan Jend. Gatot
Subroto Kav.23, akarta 12930.
Annual General Meeting of Shareholders was held on June 26, 2015
at 09:00 WIB - Finish, located in
Graha BIP Function Hall Lt.11 Jend.
Gatot Subroto Street Kav.23, Jakarta
12930.
Diumumkan
pada
tanggal 30 Juni 2015,
melalui iklan di surat
kabar harian Investor
Daily dan harian Media
Indonesia
Announced on June
30, 2015, through an
advertisement on Investor daily newspaper
and Media Indonesia
daily newspaper
Notified on May 12,
2015 to the Financial
Service Authority
AGENDA RUPS LUAR BIASA TAHUN 2015
THE AGENDA OF 2015 EXTRAORDINARY GMS
Agenda RUPS Luar Biasa Tahun 2015 yaitu Perubahan Anggaran
Dasar Perseroan antara lain dalam rangka penyesuaian atas
diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/
POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka (“POJK No. 32”)
dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan N0. 33/POJK.04/2014
tentang Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan Publik (“POJK
No.33”).
Amendments to the Articles of Association in the framework of
adjustment to the issuance of the Financial Services Authority
Regulation No. 32/POJK.04/2014 on the Planning and
Organization of the General Meeting of Shareholders of the
Public Company (“POJK 32”) and the Financial Services Authority
Regulation No. 33/POJK.04/2014 of Board of Directors and
Board of Commissioners of Public Companies (“POJK 33”).
290
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Rekapitulasi KEHADIRAN PADA RUPS LUAR BIASA
TAHUN 2015
ATTENDANCE RECAPITULATION
EXTRAORDINARY 2015
ON
2015
ANNUAL
Dewan Komisaris dan Direksi yang hadir pada RUPS Luar Biasa
Tahunan 2015 adalah sebagai berikut.
Members of the Board of Commissioners and Board of Directors
present at the 2015 Annual Extraordinary GMS were as follows.
Tabel Rekapitulasi Kehadiran Pada Rups Luar Biasa Tahun 2015
Table of Attendance Recapitulation at 2015 Annual Extraordinary GMS
Nama
Name
Jabatan
Position
Hadir
Present
Tidak Hadir
Not Present
Oliver Simorangkir
Komisaris Utama / President Commissioner
√
-
Zaenal Abidin, PhD.
Komisaris Independen / Independent
Commissioner
Ketua Komite Pemantau Risiko / Head of Risk
Monitoring Committee
√
-
Gunawan Tenggarahardja
Komisaris Independen / Independent
Commissioner
Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi / Head
Nomination and Remuneration Committee
√
-
Suzanna Tanojo
Komisaris / Commissioner
√
-
Daniel Budirahayu
Direktur Utama / President Director
√
-
Gregorius Andrew Andryanto
Haswin
Direktur / Director
√
-
Ramon Marlon Runtu
Direktur / Director
√
-
Tamunan
Direktur Kepatuhan / Director of Compliance
√
-
KEPUTUSAN RUPS LUAR BIASA TAHUNAN 2015
2015 ANNUAL EXTRAORDINARY GMS DECISION
Bank Victoria telah menyelenggarakan RUPS Luar Biasa Tahunan
2015 dengan keputusan sebagai berikut.
Bank Victoria has held an 2015 Annual Extraordinary GMS with
the following decision
Tabel Keputusan Rups Luar Biasa Tahunan 2015
Table of 2015 Annual Extraordinary GMS Decision
Keputusan RUPSLB
1.
2.
Menerima dan menyetujui perubahan
dan penyusunan kembali anggaran dasar
Perseroan antara lain dalam rangka
penyesuaian dengan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No.32/POJK.04/2014
tentang Rencana dan Penyelanggaraan Rapat Umum Pemegang Saham
Perusahaan Terbuka (“POJK No.32”)
dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No.33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan
Dewan Komisaris Emiten Atau Perusahaan
Publik (“POJK No.33”) serta perubahan pasal
lainnya dalam anggaran dasar Perseroan
sehubungan dengan redaksional, definisi
dan referensi untuk disesuaikan dengan
POJK No.32/POJK.04/2014 dan POJK
No.33/POJK.04/2014 sebagaimana tertera
pada lembar perubahan anggaran dasar
Perseroan yang telah dibagikan dalam Rapat
dan dilampirkan dalam minuta Rapat.
Memberikan kuasa kepada Direksi
Perseroan
dengan
hak
substitusi
untuk menyatakan keputusan rapat
mengenai perubahan anggaran dasar
Perseroan dalam akta tersendiri di hadapan
Notaris dan melakukan pengurusan
penerimaan pemberitahuan kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia,
serta
melakukan
segala
tindakan
yang
diperlukan
sehubungan
dengan
keputusan tersebut di atas.
Setuju
(Jumlah Suara/
Persentasi)
Agree
(Numbers/
Percentage of
the Votes)
Tidak Setuju
(Jumlah
Suara/%)
Disagree
(Numbers of
the Vote/%)
Abstain
(Jumlah
Suara/%)
Abstaince
(Numbers of
the Vote/%)
Realisasi
Accomplishmet
100%
-
-
Telah terealisasi
Resolution Of
Extraordinary Gms
1
2
Accepted and approved budget changes
and realignment of the Company article
of association to comply with the Financial Services Authority Regulation No.
32/POJK.04/2014 on the Planning and
Organization of General Meeting of Shareholders of the Public Company (“POJK
32”) and Financial Services Authority
Regulation No. 33/POJK.04/2014 of the
Board of Directors and Board of Commissioners of the Issuer or Public Company
(“POJK 33”) as well as changes in other
chapters in the Company’s articles of association in connection with editorial, definitions and references to be adjusted to
POJK No. 32/POJK.04/2014 and POJK
No. 33/POJK.04/2014 as listed on the
amendment sheet of the Company’s article
of association which have been distributed
in the Meeting and attached to the minutes
of the Meeting.
Gave power to the Board of Directors with
the right of substitution to declare the decision of the meeting regarding changes to
the Company’s articles of association in a
separate deed before the Notary and administer the notice receipt to the Minister
of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia, and perform all necessary
steps in connection with the aforemention
decision.
291
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
DEWAN KOMISARIS
BOARD OF COMMISSIONERS
Dewan Komisaris adalah organ Bank yang bertugas dan
bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan
pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan
Anggaran Dasar dan memberikan nasihat kepada Direksi serta
memastikan bahwa Bank melaksanakan GCG pada seluruh
tingkatan atau jenjang organisasi. Dalam rangka mendukung
efektivitas pelaksanaan dan tanggung jawabnya, Dewan
Komisaris telah membentuk Komite Audit, Komite Nominasi dan
Remunerasi serta Komite Pemantau Risiko. Dalam memenuhi
tugas dan tanggung jawab tersebut, Dewan Komisaris wajib
bertindak secara independen.
Board of Commissioner is Bank’s organ whose collective tasks
and responsibilities are to perform supervision generally and/or
sppecifically according to Articles of Association, and to provide
advice for Directors, and to ensure that Bank implements GCG
at all levels or organization’s organisasi. In order to support
the effectiveness of its tasks and responsibility, Board of
Commissioner has established the Audit Committee, Nomination
and Remuneration Committee, as well as Risk Monitoring
Committee. In performing its tasks and responsibility, Board of
Commissioner has to act independently.
Dalam melaksanakan tugas, Dewan Komisaris bertanggung
jawab kepada RUPS. Pertanggungjawaban Dewan Komisaris
kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengawasan
atas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsipprinsip GCG. Kinerja Dewan Komisaris dievaluasi berdasarkan
unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite
Nominasi dan Remunerasi. Pelaksanaan penilaian dilakukan
pada tiap akhir periode tutup buku. Hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS.
In performing its tasks, Board of Commissioners is responsible
to the GMS. The responsibility of Board of Commissioners to
the GMS is the realization of supervision accountability upon
Company’s management in implementing GCG principles. The
performance of Board of Commissioners is evaluated based on
the aspects of performance evaluation which is composed by
Nomination and Remuneration Committee. The evaluation is
conducted at the end of financial year period, and the evaluation
result of the Board of Commissioner is submitted to the Board of
Commissioner in the GMS.
REFERENSI PERATURAN
REGULATION REFERENCES
1. Undang-undang No.40 tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.33/POJK.04/2014
tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Bank
Publik
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.55/POJK.03/2016
tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum
1. Act No: 40 year 2007 on Limited Company
4. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 13/
SEOJK.03/2017 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank
Umum.
2. Regulation of Financial Services Authority No. 33/
POJK.04/2014 on Directors and Board of Commissioners of
Issuer or Public Bank
3. Regulation of Financial Services Authority No.55/
POJK.03/2016 on Corporate Governance Implementation
for Commercial Bank.
4. Circular Letter of Financial Services Authority 13/
SEOJK.03/2017 on Corporate Governance Implementation
for Commercial Bank.
TUGAS
DAN
KOMISARIS
TASK AND RESPONSIBILITIES
COMMISSIONERS
TANGGUNG
JAWAB
DEWAN
OF
BOARD
OF
Dewan Komisaris memiliki fungsi, tugas dan tanggung jawab
yang jelas sesuai dengan anggaran dasar dan wewenang yang
diberikan oleh RUPS, yang tertuang dalam Pedoman Kerja
Dewan Komisaris. Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada
pemegang saham dalam hal mengawasi kebijakan Direksi
terhadap operasional Bank secara umum yang mengacu kepada
rencana bisnis yang telah disetujui Dewan Komisaris dan Otoritas
Jasa Keuangan, serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Board of Commissioners has apparent functions, tasks, and
responsibilities according to articles of association and authority
provided by the GMS, which are stated in the Guideline of Board
of Commissioners. Board of Commissioners is responsible to
the shareholders in supervising Directors’ policies on Bank’s
operational generally, which refers to business plans approved
by Board of Commissioners and Financial Services Authority,
and in ensuring the compliance to all prevailing regulations and
acts.
Adapun Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris sesuai yang
diatur dalam Anggaran Dasar Bank sebagai berikut:
1. Tugas dan kewajiban secara Umum
a. Menetapkan tugas dan wewenang setiap anggota
Direksi sebagaimana isi Anggaran Dasar Bank .
Tasks and responsibilities of Board of Commissioner as set in
Articles of Association are as follows:
1. General tasks and liabilities
a.To determine tasks and authorities of Board of
Directors member as stated in Bank’s Articles of
Association.
b. To authorize policy direction, business strategies of
Bank’s Business Plan, i.e short term plan, (annual work
program), meium term plan, and long term plan, which
have to be reported to the Financial Services Authority
(FSO).
b. Memberikan pengesahan tentang arah kebijakan, strategi
usaha dari Rencana Bisnis Bank baik rencana jangka
pendek (program kerja tahunan), jangka menengah,
maupun jangka panjang, yang wajib dilaporkan kepada
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
292
PT Bank Victoria International Tbk.
c. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan maupun
pencapaian Rencana Bisnis.
d. Memberikan keputusan tertulis disertai dengan alasanalasan atas transaksi-transaksi yang diusulkan yang
melampaui batas wewenang Direksi.
e. Menyetujui dan mengevaluasi kebijakan Manajemen
Risiko serta mengevaluasi pertanggung jawaban
pelaksanaan Manajemen Risiko.
f. Menyelenggarakan rapat internal Dewan Komisaris,
sekurang-kurangnya 4 (empat) kali dalam satu
tahun, sesuai dengan ketentuan Good Corporate
Governance.
g. Menghadiri rapat gabungan dengan Direksi untuk
membahas perkembangan dari laporan kinerja Direksi
minimal 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan.
h. Membuat laporan Dewan Komisaris kepada Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) pada setiap akhir semester perihal
pengelolaan dan kinerja Bank termasuk pencapaian
target-target rencana bisnis tahunan yang wajib
disampaikan dalam batas waktu 2 (dua) bulan setelah
bulan laporan.
2. Tugas dan kewajiban terkait Evaluasi Kinerja Dewan
Komisaris dan Direksi
a. Menyusun Key Performance Indicators (KPI) Dewan
Komisaris.
b. Melakukan evaluasi kinerja Dewan Komisaris
berdasarkan Key Performance Indicators (KPI) Dewan
Komisaris dengan system self assessment atau sistem
lain untuk kemudian diputuskan dalam rapat Dewan
Komisaris.
c. Memberikan tanggapan dan rekomendasi mengenai
penetapan KPI Direksi pada setiap awal tahun
kerja.
d. Melakukan evaluasi atas kinerja Direksi berdasarkan
KPI Direksi dan memberikan tanggapan kepada Direksi,
selanjutnya menyampaikan rekomendasi kepada
RUPS.
Laporan Tahunan 2016
c.To supervise the implementation and achievement of
Business Plan.
d. To provide written decision along with the motives of the
transaction proposed beyond the authority of Board of
Directors.
e. To approve and evaluate the Risk Management policy,
as well as the accountability of Risk Management
implementation.
f. To hold internal meeting of Board of Commissioners, at
least 4 (four) times in a year, based on the requirement of
Good Corporate Governance.
g. To attend joint meeting with Board of Directors
discussing the progress of performance report of Board
of Directors, at least 1 (once) in 4 (four) months.
h.To create Board of Commissioners report to the Financial
Services Authority (FSO) every end of the semester
concerning Bank’s management and performance,
including the target achievement of annual business plan
which have to be submitted for the latest 2 (two) months
after reporting month.
2. Tasks and liabilities related with the Performance Evaluation
of Board of Commissioner and Board of Directors
a.To create the Key Performance Indicators (KPI) of Board
of Commissioners.
b. To evaluate the performance of Board of Commissioners
according to Key Performance Indicators (KPI) of Board
of Commissioner through self assessment system or
other systems to be decided later in the meeting of
Board of Commissioners.
c. To provide feed back and recommendations concerning
the KPI formation of Board of Directors every beginning
of working year.
d. To evaluate the KPI performance of Board of Directors
and provide feed back for Board of Directors, and then
forward the recommendation to the GMS.
(Boc
BOARD OF COMMISIONNERS CHARTER (BOC
CHARTER)
Pedoman kerja Dewan Komisaris diatur dalam Surat
Keputusan Komisaris No.002/SK-KOM/02/16 tentang Board
of Commisionners Charter (BOC Charter) PT Bank Victora
International, Tbk. Board Charter Dewan Komisaris membantu
Dewan Komisaris dalam memahami pelaksanaan tugas dan
wewenangnya secara efektif, efisien, transparan, kompeten,
independen, dan dapat dipertanggungjawabkan.
The guideline of Board of commissioner is set by Decree
of Commissioners No. 002/SK-KOM/02/16 on Board of
Commisionners Charter (BOC Charter) of PT Bank Victora
International, Tbk. BOC Charter helps Board of Commissioner
to understand the implementation of their tasks and authorities
effectively, efficiently, transparently, competently, independently,
dan reliably.
Adapun isi dari Board of Commisionners Charter antara lain
mengatur hal-hal sebagai berikut.
I : Fungsi Dewan Komisaris
II : Keanggotaan Dewan Komisaris
III : Program pengenalan dan peningkatan Kapabilitas
IV : Etika jabatan Dewan Komisaris
V : Tugas dan Kewajiban Dewan Komisaris
VI : Wewenang Dewan Komisaris
VII : Hak Dewan Komisaris
VIII: Ketentuan Rapat Dewan Komisaris
IX : Evaluasi Kinerja Dewan Komisaris
X : Organ dan Komite Pendukung Dewan Komisaris
Among others, the content of Board of Commisionners Charter
are as follows.
I : Board of Commissioners Function
II : Board of Commissioners Membership
III : Capability recognition and improvement program
IV : Board of Commissioners Ethics
V :
Task and Responsibility of Board of Commissioners
VI :
Authority of Board of Commissioners
VII :
Rights of Board of Commissioners
VIII:
Conditions of Meeting of Board of Commissioners
IX :
Performance Evaluation of Board of Commissioners
X :
Organ and Supporting Committee of Board of
Commissioners
Board Of
Charter)
Commisionners
Charter
2016 Annual Report
293
PT Bank Victoria International Tbk.
Beberapa pokok pedoman kerja Dewan Komisaris yang diatur
dalam Board of Commisionners Charter dijabarkan sebagai
berikut.
Several points of the guideline of Board of Commissioners are
explained as follows.
WEWENANG DEWAN KOMISARIS
AUTHORITY OF BOARD OF COMMISSIONERS
Adapun wewenang Dewan Komisaris, yaitu:
1. Dewan Komisaris dengan suara terbanyak setiap waktu
berhak memberhentikan untuk sementara waktu seorang
atau lebih Anggota Direksi, jika bertindak bertentangan
dengan Anggaran Dasar serta peraturan lainnya atau
melalaikan kewajibannya atau terdapat alasan yang
mendesak bagi Bank, termasuk dalam hal Direksi sakit
dan tidak dapat menjalankan tugas. Dalam jangka waktu
yang paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal
pemberhentian sementara harus diselenggarakam RUPS.
2. Dalam hal jabatan salah seorang anggota Direksi kosong, baik
mengundurkan diri maupun diberhentikan dan penggantinya
belum ada memangku jabatannya, maka Dewan Komisaris
berwenang menunjuk salah seorang anggota Direksi untuk
menjalankan pekerjaan anggota Direksi lainnya yang kosong
tersebut dengan kekuasaaan dan wewenang yang sama dan
Direktur tersebut dapat bertindak untuk dan atas nama
Direksi serta menunjuk pihak lain untuk mewakili Bank dalam
hal terjadi benturan kepentingan Bank dengan kepentingan
semua anggota Direksi.
3. Menetapkan Komposisi Direksi berdasarkan kewenangan
yang dilimpahkan oleh RUPS.
4. Mendapatkan informasi dari Direksi Anak perusahaan
terkait dengan kondisi Anak Perusahaan.
Authority of Board of Commissioners are:
1. Board of commissioners with the most votes at all times are
entitled to temporarily terminate one or more members of
Board of Directors, in case of acting contrary to the Articles
of Association and other regulations, or neglecting his/her
obligations, or if there is urgent reason for the Bank, including in case Board of Directors is ill or unable to perform the
tasks. In no later than 30 (thirty) days after the termination
date, GMS shall be held.
5. Dewan Komisaris berwenang menyetujui atau menolak
secara tertulis tindakan-tindakan yang dilakukan Direksi
diantaranya sebagai berikut:
a. Menerima pinjaman dari siapapun atau menjadi
terhutang kepada siapapun, badan hukum atau Bank
untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun atau lebih dan apabila
jumlah pinjaman tersebut untuk 1 (satu) kali transaksi
melebihi suatu jumlah yang sama dengan 25% (dua puluh
lima perseratus) dari jumlah modal Bank yang telah
disetor penuh dan cadangan-cadangan yang terakhir
sebagaimana sewaktu-waktu ternyata dari laporan
keuangan Bank yang telah diperiksa, disahkan dan
sebagaimana dinyatakan oleh Akuntan Publik.
b. Memberi pinjaman kepada siapapun juga untuk jangka
waktu 1 (satu) tahun atau lebih sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku apabila jumlah
pinjaman tersebut untuk 1 (satu) kali transaksi melebihi
5% (lima perseratus) dari jumlah modal Bank yang
disetor penuh dan cadangan-cadangan yang terakhir
sebagaimana ternyata dari laporan keuangan Bank yang
telah diperiksa, disahkan dan sebagaimana dinyatakan
oleh Akuntan Publik.
c. Memberi jaminan hutang atau tanggungan untuk
seseorang, badan hukum atau Bank, apabila jumlah yang
dijamin itu untuk setiap transaksi yang dijamin melebihi
suatu jumlah yang sama dengan 5% (lima perseratus)
dari jumlah modal Bank yang disetor penuh dan
cadangan-cadangan yang terakhir sebagaimana ternyata
dari laporan keuangan Bank yang telah diperiksa,
disahkan dan sebagaimana dinyatakan oleh Akuntan
Publik.
2. In the event that the one position of Board of Directors is
vacant, either resigned or dismissed, and the successor is
not available yet, then Board of Commissioner is authorized
to appoint one of the members of Board of Directors to
perform the work of vacant member with the same powers
and authority, and that Director may act for and on behalf of
the Board of Directors and appoint other party to represent
the Bank in case there is conflict of interest between Bank
and the members of Board of Directors.
3. To determine the composition of Board of Directors based on
the authority granted by the GMS.
4. To obtain information from Board of Directors of Subsidiary
Company, related with current condition of the Subsidiary
Company.
5. Board of Commissioners are authorized to approve or reject
in written any actions performed by the Board of Directors,
such as:
a. Receiving a loan from anyone or being indebted to any
person, legal entity, or Bank for 3 (three) years or more term,
and if the loan amount for 1 (one) transaction exceeds an
amount equal to 25% (twenty five percent) of Bank’s paid
up capital and the latest reserves as may be evident from
the Bank’s financial statement which have been reviewed,
approved, and as declared by public accountant.
b. To give a loan to any person for 1 (year) term or more based
on the prevailing regulations, if the loan amount of 1 (one)
transaction exceeds of 5% (five percent) of the Bank’s paid
up capital and the latest reserves as may be evident from
the Bank’s financial statement which have been reviewed,
approved, and as declared by public accountant.
c. To provide a loan guarantee or dependent for a person,
legal entity, or Bank, if the guaranteed amount for every
transaction exceeds the equal amount of 5% (five percent)
of the Bank’s paid up capital and the latest reserves as
may be evident from the Bank’s financial statement which
have been reviewed, approved, and as declared by public
accountant.
PT Bank Victoria International Tbk.
d. Memasang atau membebankan hak tanggungan,
menggadaikan
atau
dengan
cara
lain
mempertanggungkan kekayaan atau kekayaan-kekayaan
Bank untuk setiap transaksi yang merupakan suatu
jumlah yang sama dengan atau melebihi 5% (lima persen)
dari nilai buku dari seluruh jumlah kekayaan Bank
sebagaimana sewaktu ternyata dari laporan keuangan
Bank yang terakhir yang telah diperiksa, disahkan dan
sebagaimana dinyatakan oleh Akuntan Publik.
e. Memperoleh, mengalihkan atau melepaskan dengan
cara apapun hak-hak atas barang-barang tidak bergerak
dan Bank.
294
Laporan Tahunan 2016
d. To encumber or charge, mortgage, or otherwise insure the
wealth or assets of the Bank for every transaction with an
amount which equals to or exceeds of 5% (five percent) of the
book value of the Bank’s total wealth, as may be evident from
the Bank’s financial statement which have been reviewed,
approved, and as declared bu public accountant.
e. To obtain, transfer, or waive by any means the rights to
immovable goods and Bank.
HAK DEWAN KOMISARIS
THE RIGHTS OF BOARD OF COMMISSIONERS
Adapun hak Dewan Komisaris sebagai berikut.
1. Anggota Dewan Komisaris baik bersama-sama maupun
sendiri-sendiri setiap waktu dalam jam kerja Bank berhak
memasuki pekarangan, gedung dan kantor atau tempat lain
yang dipergunakan atau yang dikuasai oleh Bank dan berhak
memeriksa semua pembukuan, surat-surat, serta dokumen
lainnya, memeriksa dan mencocokkan keadaan uang kas
untuk keperluan verifikasi dan lain-lain, memeriksa surat
berharga dan memeriksa kekayaan Bank serta mengetahui
segala tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi.
2. Memperoleh akses atas informasi Bank secara tepat waktu
dan lengkap.
3. Meminta penjelasan tentang segala hal yang dinyatakan atau
yang diminta dari Direksi dan segenap Anggota Direksi.
The rights of board of commissioners are:
1. Members of Board of Commissioners, either collectively
or individually, at all times during the Bank’s working hour,
is entitled to enter the yard, building, and office or other
places utilized or controlled by the Bank and to review all
bookkeepings, letters, and other documents, as well as to
cross-check the condition of the cash for verification and
other purposes, to check the securities and Bank’s wealth,
and to acknowledge any actions performed by the board of
Directors. 2. To get the access to Bank’s information in complete and
timely manner.
3. To request an explanation about anything stated or requested
by the Board of Directors and all of its members .
4. Membentuk Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan
Komite Nominasi dan Remunerasi serta Komite lainnnya
(jika dianggap perlu) dengan memperhatikan kebutuhan dan
kemampuan Bank.
5. Menghadiri rapat Direksi jika diundangan Direksi dan
memberikan pandangan terhadap hal-hal yang dibicarakan.
6. Mengangkat dan memberhentikan Sekretaris Dewan
Komisaris (jika dianggap perlu), untuk memperlancar tugas
Dewan Komisaris.
7. Setiap Anggota Dewan Komisaris berhak untuk menerima
honorarium dan tunjangan atau fasilitas yang jenis dan
jumlahnya ditetapkan oleh RUPS dengan memperhatikan
ketentua peraturan perundang-undangan yang berlaku.
8. Mendapatkan sarana dan fasilitas Bank sesuai dengan
keputusan RUPS yang penyediaannya disesuaikan dengan
kondisi Keuangan Bank, asas kepatutan dan kewajaran serta
tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
9. Anggota Dewan Komisaris memiliki hak untuk membela diri,
jika anggota Dewan Komisaris yang diberhentikan sewaktuwaktu oleh RUPS dengan menyebutkan alasannya, maka
anggota Dewan Komisaris diberi kesempatan untuk hadir
dalam RUPS guna membela diri.
4. To compose Audit Committee, Risk Monitoring Committee,
Nomination and Remuneration Committee, and other
committees (fi required) by considering the Bank’s necessity
and ability.
5. To attend the meeting of Board of Directors if being invited
and to give a view concerning the subject matter.
6. To appoint and dismiss the Secretary of Board of Directors (if required), to facilitate the tasks of Board of Directors
.
7. All members of Board of Directors are entitled to receive
honorarium and allowances or other facilities of the type and
amount specified by the GMS by considering the prevailing
regulations.
8. To receive Bank’s facilities according to the resolution of
GMS, in which the provision is adjusted with the Bank’s
financial condition, principles of decency and fairness, and in
accordance with the prevailing regulations.
9. The members of Boards of Directors have a self-defense
right. In case of being dismissed any time by the GMS which
states the reasons, the members of Board of Commissioners
are entitled to attend the GMS to defend themselves.
KRITERIA ANGGOTA DEWAN KOMISARIS
THE CRITERIA OF BOARD OF COMMISSIONERS
1. Persyaratan formal
a. Cakap melakukan perbuatan hukum.
b. Dalam 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan dan selama
menjabat:
-Tidak pernah dinyatakan pailit.
- Tidak pernah menjadi anggota dan/atau Dewan
Komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan
suatu Bank dinyatakan pailit.
1. Formal requirement
a. Proficient in performing legal actions.
b. Within 5 (five) years before the appointment and during
the term of office:
- Never declared bankrupt.
- Has never been a member and/or Board of
Commissioners who is found guilty in the bankruptcy
of a Bank.
295
2016 Annual Report
PT Bank Victoria International Tbk.
-Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak
pidana yang merugikan keuangan negara dan/atau
yang berkaitan dengan sektor keuangan.
-Tidak pernah menjadi anggota dan/atau anggota
Dewan Komisaris yang selama menjabat:
• Pernah tidak menyelenggarakan RUPS tahunan.
• Pertanggungjawabannya
sebagai
anggota
Dewan Komisaris pernah tidak diterima
oleh RUPS atau pernah tidak memberikan
pertanggungjawaban sebagai anggotaa Dewan
Komisaris kepada RUPS.
• Pernah menyebabkan Bank yang memperoleh
izin, persetujuan, atau pendaftaran dari Otoritas
Jasa Keuangan tidak memenuhi kewajiban
menyampaikan laporan tahunan dan/atau laporan
keuangan kepada Otoritas Jasa Keuangan.
2. Persyaratan materiil
a. Mempunyai akhlak, moral, dan integritas yang baik.
b. Memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan
perundang-undangan.
c. Memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang
dibutuhkan untuk menjalankan tugasnya.
3. Persyaratan lainnya
Anggota Dewan Komisaris dilarang memangku jabatan
rangkap apabila jabatan rangkap tersebut bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan dan/atau apabila
jabatan rangkap tersebut mungkin dapat menimbulkan
benturan kepentingan.
-Never punished for any criminal actions giving that
are detrimental state’s finance and/or related with
financial sector.
- Has never been a member and/or Board of
Directors:
• Who is once not holding annual GMS.
• Whose accountability as the member of Board
of Commissioners is once rejected or who is
once absence in giving his accountability as
the member of Board of Commissioners to the
GMS.
• Who once caused the Bank obtaining license,
approval, or registration from the Financial
Services Authority not to fulfill its obligation
to submit the annual report and/or financial
statement to Financial Services Authority.
2. Material requirement
a.To have a good moral and integrity.
b. To have a commitment to comply with the
regulation.
c. To have knowledge and/or expertise required to perform
the task.
3. Other requirement
The members of board of commissioner are not
allowed to hold multiple positions if it is contrary to the
regulations and/or it is possibly leading to the conflict of
interest.
PENILAIAN KEMAMPUAN DAN KEPATUHAN
FIT AND PROPER TEST
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.27/POJK.03/2016 tentang
Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Lembaga
Jasa Keuangan menyebutkan bahwa calon anggota Dewan
Komisaris wajib memperoleh persetujuan dari OJK sebelum
menjalankan tindakan, tugas, dan fungsinya sebagai Dewan
Komisaris. Anggota Dewan Komisaris yang telah lulus fit and
proper tanpa catatan dan telah mendapat persetujuan dari Bank
Indonesia/OJK, mengindikasikan bahwa setiap anggota Dewan
Komisaris memiliki integritas, kompetensi dan reputasi keuangan
yang memadai, dapat dilihat melalui tabel di bawah ini:
The Regulation of Financial Services Authority No. 27/
POJK.03/2016 on Fit and Proper Test for Key Parties of Financial
Services Institution stipulates that a candidate of member of
Board of Commissioners shall obtain the approval of FSA prior
to before performing their actions, tasks, and functions as Board
of Commissioners. The member of Board of Commissioners
who passes fit and proper test and receives approval from Bank
of Indonesia/FSA, is indicating that every member of Board of
Commissioners has adequate financial integrity, compentency,
and reputation, which can be seen in the table below:
Tabel Penilaian Kemampuan dan Kepatutan
Table of Fit and Proper Test
Nama
Name
Jabatan
Position
Periode
Period
Pelaksana
Executor
15 September 2015 – saat ini
15th of September 2015 - now
Otoritas Jasa Keuangan
Financial Services
Authority
Oliver Simorangkir
Komisaris Utama
President Commissioner
Gunawan
Tenggarahardja
Komisaris Independen
Independent
Commissioner
13 September 2007 - saat ini
13th of September 2007 - now
Bank Indonesia
Bank of Indonesia
Zaenal Abidin, Ph.D
Komisaris Independen
Independent
Commissioner
27 September 2012 – saat ini
27th of September 2012 - now
Bank Indonesia
Bank of Indonesia
Suzanna Tanojo
Komisaris
Commissioner
03 Februari 2006 – 18
November 2016
03th of February 2006 - 18th
November 2016
Bank Indonesia
Bank of Indonesia
18 November 2016 – saat ini
18th November 2016 - Current
Otoritas Jasa Keuangan
Financial Services
Authority
Debora Wahjutirto
Tanoyo
Komisaris
Commissioner
Hasil
Result
Lulus
(Pass)
Lulus
(Pass)
Lulus
(Pass)
Lulus
(Pass)
Telah efektif sesuai persetujuan
ojk (fit and proper test) tanggal 17
Februari 2017
has been effective in accordance
to the approval of FSA (fit and
proper test) on February 17, 2017
296
PT Bank Victoria International Tbk.
DASAR
PENGANGKATAN
KOMISARIS
ANGGOTA
Laporan Tahunan 2016
DEWAN
BASIS FOR APPOINTMENT OF THE MEMBER OF
BOC
Anggota Dewan Komisaris diangkat berdasarkan akta
persetujuan rapat RUPS. Dasar pengangkatan tiap-tiap anggota
Dewan Komisaris adalah sebagai berikut.
The members of BOC are appointed based on approval deeds of
GMS meeting. Basis for appointment of each member of BOC is
as follows:
Tabel Dasar Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris
Table of Basis for Appointment of the Member of BOC
Nama
Name
Jabatan
Position
Periode
Period
Oliver Simorangkir
Komisaris Utama
President Commissioner
26 Juni 2015 – saat ini
26th of Jun 2015 Current
Gunawan
Tenggarahardja
Komisaris Independen
Independent
Commissioner
19 Desember 2007 –
saat ini
19th of Desember
2007 - Current
Dasar Pengangkatan
Basis for Appointment
-
-
-
-
-
-
-
Zaenal Abidin, Ph.D
Komisaris Independen
Independent
Commissioner
29 Juni 2012 – saat ini
29th of June 2012 Current
-
-
-
-
Suzanna Tanojo
Komisaris
Commissioner
7 Februari 2006 – 18
November 2016
7th of Februari 2006 18 November 2016
-
-
-
-
-
-
Debora Wahjutirto
Tanoyo*
Komisaris
Commissioner
18 November 2016 –
saat ini
18 November 2016 Current
*Telah efektif sesuai persetujuan OJK (fit and proper test) tanggal 17 Februari 2017
* Has been effective in accordance to the approval of FSA (fit and proper test) dated February 17, 2017
-
-
Akta Berita Acara RUPS Tahunan No.131 tanggal 26 Juni 2015 /
Deed of Minutes of Annual GMS No.131 dated June 26 2015
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No.23 tanggal 20
Oktober 2015./ Deed of Minutes of Annual GMS No.23 dated
October 20 2015
Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa No.48 tanggal 19 Desember
2007/ Deed of Minutes of the Annual GM No.48 dated June 19, 2011
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Luar Biasa No.25 tanggal 18
Januari 2008. / Deed of Statement of the Annual GMS Resolution No.
25 dated 18 Januari 2008
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No.82 tanggal 25 Juni
2010 yang dinyatakan kembali dengan Akta Pernyataan Kembali RUPS Tahunan No. 24 tanggal 21 Oktober 2010 / Deed of Statement
of Annual GMS Decision No.82 dated 25 June 2010 which is restated
by the Deed of Restatement Annual GMS No. 24 dated October 21,
2010
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No.41 tanggal 17
Oktober 2013 / Deed of Statement of the Annual GMS Resolution
No. 41 dated 17 October 2013
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No. 97 tanggal 24 Juni
2016/ Deed of Statement of the Annual GMS Resolution No. 97
dated 24 June 2016
Akta Berita Acara RUPS Tahunan No.119 tanggal 29 Juni 2012 / Deed of Minutes of the Annual GM No.119 dated June 29, 2012
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No.22 tanggal 8 Oktober
2012./ Deed of Statement of the Annual GMS Resolution No. 22
dated 8 October 2012
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No.41 tanggal 17
Oktober 2013/ Deed of Statement of the Annual GMS Resolution
No. 41 dated 17 October 2013
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No.97 tanggal 24 Juni
2016 / Deed of Statement of the Annual GMS Resolution No. 97
dated 24 October 2016
Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa No.05 tanggal 07 Februari 2006 / Deed of Minutes of the Annual GM No.05 dated Februari 07, 2006
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Luar Biasa No.06 tanggal 07
Februari 2006 / Deed of Statement of the Annual GMS Resolution
No. 06 dated 07 October 2006
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No.48 tanggal 24 Mei
2007 / Deed of Statement of the Annual GMS Resolution No. 48
dated 24 May 2007
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No.82 Tanggal 25 Juni
2010 yang dinyatakan kembali dengan Akta Pernyataan Kembali RUPS Tahunan No. 24 tanggal 21 Oktober 2010 / Deed of Statement
of Annual GMS Decision No.82 dated 25 June 2010 which is restated
by the Deed of Restatement Annual GMS No. 24 dated October 21,
2010
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No.41 Tanggal 17
Oktober 2013 / Deed of Statement of the Annual GMS Resolution
No. 41 dated 17 May 2013
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No.97 tanggal 24 Juni
2016 / Deed of Statement of the Annual GMS Resolution No. 97
dated 24 June 2016.
Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa No.29 tanggal 18 November
2016 / Deed of Minutes of the Annual GM No.29 dated November
18, 2006
Akta Pernyataan Keputusan RUPS Luar Biasa Nomor 30 tanggal 18
November 2016/ Deed of Minutes of the Annual GM No.30 dated
November 18, 2016
2016 Annual Report
297
PT Bank Victoria International Tbk.
KEBIJAKAN KEBERAGAMAN KOMPOSISI DEWAN
KOMISARIS
THE BOARD OF COMMISSIONERS’ COMPOSITION
DIVERSITY
Bank
Victoria
berkomitmen
menerapkan
dan
mengimplementasikan aspek dan prinsip GCG. Keberagaman
komposisi Dewan Komisaris merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari pelaksanaan GCG. Keberagaman komposisi
Dewan Komisaris mencerminkan pelaksanaan fungsi, tugas dan
peran dari Dewan Komisaris secara profesional, efektif, dan
independen. Upaya penguatan fungsi, tugas dan peran Dewan
Komisaris dilakukan melalui penentuan keberagaman komposisi
yang sesuai dalam rangka mencapai tujuan Bank, sehingga dapat
membangun kepercayaan dari para stakeholder.
Bank Victoria is committed to apply and implement the GCG
aspects and principles. The diversity in the composition of
the Board of Commissioners is an integral part of the GCG
implementation. The diversity in the composition of the Board
of Commissioners reflects the implementation of the Board
of Commissioners functions, duties and role in a professional,
effective, and Independent way. Efforts to strengthen the Board
of Commissioners functions, duties and roles were done by the
appropriate diversity composition to achieve the Bank’s goals in
building trust from the stakeholders.
Kebijakan tentang keberagaman komposisi Dewan Komisaris
Bank Victoria diatur dalam Surat Keputusan Board of
Commissioners No.001/SK-KOM/12/16 Tentang Kebijakan
Keberagaman Komposisi Board of Commissioners and Board of
Directors PT Bank Victoria International, Tbk. dinyatakan bahwa
keberagaman komposisi Dewan Komisaris dilakukan dengan
memperhatikan persyaratan minimum dan keseimbangan
pengetahuan, keahlian dan pengalaman juga menjadi
pertimbangan dalam memenuhi komposisi Dewan Komisaris.
Policy on the diversity in the composition of the Bank
Victoria Board of Commissioners is stipulated in the Board
of Commissioners’ Decision Letter No. 001/SK-KOM/12/16
concerning Policy of Diversity in the Composition of PT Bank
Victoria International, Tbk. Board of Commissioners and Board
of Directors stated that the diversity in the composition of the
Board of Commissioners is conducted by taking into account the
minimum requirements. In addition, balance in knowledge, skills
and experiences also become a consideration in fulfilling the
composition of the Board of Commissioners.
Selain itu, keberagaman komposisi Dewan Komisaris Bank
Victoria juga mengacu pada Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan No.32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata
Kelola Perusahaan Terbuka dinyatakan bahwa komposisi
Dewan Komisaris wajib memperhatikan keberagaman
komposisi Dewan Komisaris. Keberagaman komposisi Dewan
Komisaris merupakan kombinasi karakteristik baik dari segi
Dewan Komisaris maupun anggota Dewan Komisaris secara
individu, sesuai dengan kebutuhan Perusahaan Terbuka.
Karakteristik tersebut dapat tercermin dalam penentuan
keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan tugas pengawasan dan pemberian nasihat oleh
Dewan Komisaris Perusahaan Terbuka. Komposisi yang telah
memperhatikan kebutuhan Perusahaan Terbuka merupakan
suatu hal yang positif, khususnya terkait pengambilan keputusan
dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan yang dilakukan
dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang lebih luas.
In addition, the diversity in the composition of Bank Victoria
Board of Commissioners also referred to the Circular Letter of
the Financial Service Authority Finance No. 32/SEOJK.04/2015
on Governance Guidelines on Public Company states that the
composition on the Board of Commissioners shall pay attention
to this diversity. The diversity in the composition of the Board
of Commissioner is a combination of characteristics in terms
of Board of Commissioners as a whole or members of the
Board of Commissioners individually, according to the Public
Company’s needs. These characteristics can be reflected in the
determination of expertise, knowledge, and experience needed
in the execution of supervisory and advising duties by the Board
of Commissioners of a Public Company. The composition that
have consider to the Public Company’s needs is a positive thing,
especially related to the decision making in the framework of the
execution of supervisory functions that has been undertaken by
taking into account various broader aspects.
Pada periode 2016, keberagaman komposisi Dewan Komisaris
Bank tercermin dalam pendidikan, pengalaman kerja, usia dan
jenis kelamin, dapat dilihat sebagaimana dalam tabel di bawah
ini:
In 2016 period, the diversity of composition of the Bank’s BOC
was reflected in education, working experience, age and gender,
which can be seen in the table below:
298
PT Bank Victoria International Tbk.
Laporan Tahunan 2016
Tabel Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris
Table of the Diversity of Composition of BOC
Nama
Name
Oliver Simorangkir
Jabatan
Position
Periode
Period
Usia
Age
Komisaris
Utama
President
Commissioner
26 Juni
2015 – saat
ini
26 th of June
2015 – now
66 tahun
66 years
old
Jenis
Kelamin
Gender
Laki-laki
Ma
Download