BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Data dan informasi

advertisement
4 BAB 2
DATA DAN ANALISA
2.1 Sumber Data
Data dan informasi yang digunakan untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini
berasal dari sumber-sumber terpercaya. Sumber data dan literatur adalah :
1. Mass media cetak dan literatur
2. Internet
3. Anjungan Lampung, Taman Mini Indonesia Indah
4. Zulkarnain Zubairi, wartawan harian Lampung Post
2.2 Data
2.2.1 Lampung
Tanggal penting :
18 Maret 1964 (Hari Jadi)
Ibu kota :
Bandar Lampung
Gubernur :
Sjachroedin ZP
Luas :
35.376 km2
Penduduk :
7.348.623 (2007)
Kabupaten :
14
5 Kodya/Kota :
2
Kecamatan :
162
Kelurahan/Desa :
2.072
Suku :
Suku Lampung (25%), Suku Jawa, Suku
Sunda, Suku Bali
Agama :
Islam
(92%),
Protestan
(1,8%),
Katolik
(1,8%), Buddha (1,7%), Lain-lain (2,7%)
Bahasa :
Bahasa Lampung, Bahasa Indonesia, Bahasa
Sunda, Bahasa Jawa, Bahasa Bali
Zona waktu :
WIB
Lagu Daerah
Sang Bumi Ruwa Jurai dan Pang Li Pandang
Lampung adalah sebuah provinsi yang paling selatan di Pulau Sumatra.
Di sebelah utara berbatasan dengan Bengkulu dan Sumatra Selatan. Provinsi
Lampung seluas 35.376,50 km2 terletak pada garis peta bumi: timur-barat di
antara 105o 45' serta 103o 48' bujur timur; utara selatan di antara 3o dan 45'
dengan 6o dan 45' lintang selatan. Daerah ini di sebelah barat berbatasan
dengan Selat Sunda dan di sebelah timur dengan Laut Jawa. Beberapa pulau
termasuk dalam wilayah Provinsi Lampung, yang sebagian besar terletak di
Teluk Lampung, di antaranya: Pulau Darot, Pulau Legundi, Pulau Tegal, Pulau
6 Sebuku, Pulau Ketagian, Pulau Sebesi, Pulau Poahawang, Pulau Krakatau,
Pulau Putus, dan Pulau Tabuan. Ada juga Pulau Tampang dan Pulau Pisang di
yang masuk ke wilayah Kabupaten Lampung Barat.
Keadaan alam Lampung, di sebelah barat dan selatan, di sepanjang pantai
merupakan daerah yang berbukit-bukit sebagai sambungan dari jalur Bukit
Barisan di Pulau Sumatera. Di tengah-tengah merupakan dataran rendah.
Sedangkan ke dekat pantai di sebelah timur, di sepanjang tepi Laut Jawa terus
ke utara, merupakan perairan yang luas.
Gunung-gunung yang puncaknya cukup tinggi, antara lain:
•
Gunung Pesagi (2262 m) di Sekala Brak, Lampung Barat.
•
Gunung Seminung (1.881 m) di Sukau, Lampung Barat.
•
Gunung Tebak (2.115 m) di Sumberjaya, Lampung Barat.
•
Gunung Rindingan (1.506 m) di Pulau Panggung, Tanggamus.
•
Gunung Pesawaran (1.161 m) di Kedondong, Lampung Selatan.
•
Gunung Betung (1.240 m) di Teluk Betung, Bandar Lampung.
•
Gunung Rajabasa (1.261 m) di Kalianda, Lampung Selatan.
Sungai-sungai yang mengalir di daerah Lampung menurut panjangnya
adalah:
•
Way Sekampung, panjang 265 km.
•
Way Semaka (Semangka), panjang 90 km.
•
Way Seputih, panjang 190 km.
7 •
Way Jepara, panjang 50 km.
•
Way Tulangbawang, panjang 136 km.
•
Way Mesuji, panjang 220 km.
Lampung fokus pada pengembangan lahan bagi perkebunan besar seperti
kelapa sawit, kopi, jagung dan tebu. Dan di beberapa daerah pesisir, komoditas
perikanan seperti tambak udang lebih menonjol, bahkan untuk tingkat nasional.
Masyarakat Lampung yang plural menggunakan berbagai bahasa, antara
lain bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Bali, bahasa
Minang, dan bahasa setempat yang disebut bahasa Lampung. (Sumber :
www.wikipedia.com)
2.2.2 Pariwisata Lampung
Lampung, yang terkenal akan gajahnya, merupakan salah satu provinsi di
Pulau Sumatera. Lampung memiliki empat belas kabupaten, yaitu Lampung
Selatan, Metro, Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Barat, Lampung
Timur, Lampung Utara, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Pesawaran,
Pringsewu, Mesuji, Way Kanan, dan Ibukota Provinsi Bandar Lampung.
Keanekaragaman tempat wisata terdapat di Lampung, seperti pantai, air
terjun, taman nasional, taman wisata, danau, perkampungan asli dan lain lain.
Lampung memiliki dua taman nasional yang cukup terkenal, yakni Taman
Nasional Way Kambas dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Taman
8 Nasional Way Kambas merupakan suaka alam dataran rendah yang terkenal
sebagai pusat pelatihan gajah. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
merupakan Taman Nasional terbesar ke-3 di Pulau Sumatera. Taman Nasional
yang terbentang dari ujung selatan Provinsi Lampung bagian barat hingga
selatan Provisi Bengkulu ini sangat kaya akan keanekaragaman hayati dan
merupakan tempat tinggal bagi tiga spesies hewan langka di dunia, yakni
gajah Sumatera, badak Sumatera, dan harimau Sumatera. Dan ada Taman
Wisata Bumi Kedaton yang bernuansa pegunungan juga terkenal akan atraksi
gajah dan kuda pencak.
Di Lampung Selatan terdapat Gugusan Kepulauan Krakatau yang sangat
indah untuk disaksikan. Gunung ini sangat terkenal akan letusannya yang
terjadi pada tahun 1883. Kita dapat menyaksikan rumah-rumah khas Lampung
di beberapa daerah seperti Desa Wana, Bandar Lampung, Kota Bumi, Selalau,
Mulang Maya, dan Negeri Jungkarang. Lampung mempunyai banyak pantai
indah yang masih asri, bahkan beberapa pantai itu belum dikomersilkan untuk
tempat pariwisata. Pantai-pantai tersebut adalah Pantai Pasir Putih, Pantai
Mutun, Pantai Merak Belantung, Pantai Wartawan, Pantai Terbaya, Pantai
Tanjung Setia, Pantai Penengahan, dan Pantai Siging.
Air terjun di Lampung yang indah yaitu Air Terjun Curup Tujuh, Air
Terjun Way Jalaan, dan Air Terjun Curup Gangsa. Lampung juga memiliki
dua danau yang amat indah, yakni Danau Ranau dan Danau Menjukut.
(Sumber : Booklet Selamat Datang di Lampung, Keindahan Alam, Pesona
Budaya dan Keramahtamahan)
9 2.2.3 Taman Nasional Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terletak di sebelah utara
Lampung ini identik dengan gajah, walaupun sebetulnya taman nasional itu
juga tempat hidup satwa langka seperti badak, harimau sumatera dan lain lain.
Taman Nasional Way Kambas sudah terkenal ke mancanegara. Taman
nasional ini mempunyai luas 125.621,3 hektar dan secara administratif
pemerintahan terletak di Kab. Lampung Timur dan Kabupaten Lampung
Tengah. Temperatur udara 28° - 37° C. Curah hujan 2.500 - 3.000 mm/tahun.
Ketinggian tempat 0 - 60 m. dpl. Letak geografis 4°37’ - 5°15’ LS, 106°32’ 106°52’B T. Taman Nasional Way Kambas merupakan perwakilan ekosistem
hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alangalang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera.
Di Taman Nasional Way Kambas, kita bisa menikmati atraksi gajah yang
sudah terlatih. Atraksi gajah yang seperti apa yang bisa kita nikmati disana?
Atraksi yang bisa kita dilihat adalah atraksi gajah menari, sampai atraksi gajah
dengan iringan musik, misalnya sepak bola gajah yang cukup popular di
kalangan wisatawan lokal, mengalungkan bunga, berjabat tangan, dan
berenang. Jika mau, kita bisa menunggang gajah-gajah ini dengan membayar
sejumlah uang tentunya. Selain itu, jika berminat kita bisa mengelilingi
Taman Nasional Way Kambas dengan menunggang gajah, tenang saja karena
gajah – gajah tersebut sudah terlatih. Jika beruntung, kita bisa juga menjumpai
berbagai satwa liar penghuni taman nasional way kambas. Namun, waktu
terbaik untuk bisa melihat satwa – satwa liar itu adalah di pagi atau sore hari.
10 Gajah-gajah di taman nasional itu tidak berada dalam kehidupan liar yang
sebenarnya karena mereka semua berada dalam program pelatihan gajah.
Gajah-gajah yang masih liar dijinakkan dan dilatih di Pusat Pelatihan Gajah
Way Kambas. Pusat pelatihan ini didirikan untuk mengatasi masalah gajah liar
yang kehidupannya terdesak karena habitatnya digunakan untuk ladang
pertanian.
Selain pusat latihan gajah, Taman Nasional Way Kambas memiliki Suaka
Rhino
Sumatera
(SRS)
yang
merupakan
satu-satunya
tempat
pengembangbiakan satwa liar badak Sumatera di Indonesia. Bahkan SRS
merupakan satu-satunya lokasi tempat pengembangbiakan badak Sumatera
secara semi alami di Asia atau mungkin dunia. Namun kunjungan wisata alam
di
SRS
sangat
dibatasi
karena
untuk
kepentingan
penelitian
dan
pengembangan badak sumatera. (Sumber : http://wisatalampung.com)
2.2.4 Kepulauan Krakatau
Secara administratif Kepulauan Krakatau masuk ke dalam wilayah
Propinsi Lampung. Krakatau terletak di Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan
Sumatera dan telah dikenal dengan baik juga tercatat di dalam sejarah sejak
abad 16. Pada saat itu Selat Sunda telah menjadi jalur lalulintas bisnis yang
ramai dari Eropa (Belanda, Inggris, dan lain sebaginya) menuju ke India Timur
(Indonesia). Dalam abad modern saat ini Selat Sunda memegang peranan lebih
penting lagi sebagai jalur lalu lintas bisnis juga sebagai lapangan penelitian
11 ilmu geologi dan kelautan. Salah satu letusan Gunung Krakatau yang sangat
besar terjadi pada 27 Agustus 1883. Saat itu, letusan Krakatau menyebabkan
gelombang setinggi 40 m dan letusan terdengar hingga 4.500 km dari titik
letusan, antara lain Australia, Ceylon, dan negara-negara di Asia Tenggara.
(Sumber: www.lampungtourism.com)
2.2.5 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan adalah sebuah taman nasional
yang ditujukan untuk melindungi hutan hujan tropis pulau Sumatra beserta
kekayaan alam hayati yang dimilikinya. UNESCO menjadikan Taman
Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Warisan Dunia. Bukit Barisan Selatan
dinyatakan sebagai Cagar Alam Suaka Margasatwa pada tahun 1935 dan
menjadi Taman Nasional pada tahun 1982. Pada awalnya ukuran taman adalah
seluas 356.800 hektar . Tetapi luas taman saat ini yang dihitung dengan
menggunakan GIS kurang-lebih sebesar 324.000 Ha.
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan terletak di ujung wilayah barat
daya Sumatera. Tujuh puluh persen dari taman (249.552 hektar) termasuk
dalam administrasi wilayah Lampung Barat dan wilayah Tanggamus, dimana
keduanya adalah bagian dari Provinsi Lampung. Bagian lainnya dari taman
mencakup 74.822 hektar (23% dari luas taman keseluruhan) dan berada di
12 wilayah Kaur dari provinsi Bengkulu. Sumatera Selatan juga sangat penting
bagi tumpang-tindih perbatasan taman dengan perbatasan provinsi.
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan memiliki beberapa hutan dataran
rendah. Sangat kaya dalam hal keanekaragaman hayati dan merupakan tempat
tinggal bagi tiga dari spesies yang paling terancam di dunia: gajah Sumatera
(lebih sedikit dari 2000 ekor yang bertahan hidup saat ini), badak Sumatera
(populasi global keseluruhan: 300 hewan dan semakin berkurang drastis
jumlahnya) dan harimau Sumatera (populasi global keseluruhan sekitar 400
hewan).
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan tercakup dalam Global 200
Ecoregions, yaitu peringkat habitat darat, air tawar dan laut di bumi yang
paling mencolok dari sudut-pandang biologi yang dibuat oleh WWF. Taman ini
disorot sebagai daerah prioritas untuk pelestarian badak Sumatera melalui
program Asian Rhino and Elephant Action Strategy (AREAS) dari WWF.
Selain itu, IUCN, WCS dan WWF telah mengidentifikasi Taman Nasional
Bukit Barisan Selatan sebagai Unit Pelestarian Macan (Wikramanayake, dkk.,
1997), yaitu daerah hutan yang paling penting untuk pelestarian harimau di
dunia. Terakhir, pada tahun 2002, UNESCO telah memilih daerah ini untuk
diusulkan sebagai World Heritage Cluster Mountainous Area beserta Taman
Nasional Gunung Leuser dan Kerinci Seblat. (Sumber : www.wikipedia.com)
13 2.2.6 Teluk Kiluan
Teluk Kiluan yang berada di wilayah Teluk Semangka dan sebagian
besar merupakan wilayah Kabupaten Tanggamus, memiliki daerah berupa
pesisir pantai hingga perbukitan. Untuk kalangan tertentu, teluk ini sudah
dikenal cukup lama karena di wilayah ini dapat dijumpai sebaran lumbalumba dalam jumlah besar dan merupakan daerah pemancingan yang sangat
potensial untuk dikembangkan menjadi wisata pancing. Jumlah lumba-lumba
di Teluk Kiluan bahkan mencapai ribuan ekor, tersebar di beberapa lokasi, di
antaranya Lengkalit, Teluk Bera, Pulau Legundi, Pulau Rakata, Pulau Tabuan,
dan Pulau Hiu. Selain itu juga, di daerah ini dapat dijumpai penangkaran
Penyu Sisik (Program DKP Lampung tahun 2007) karena di wilayah ini
merupakan tempat bertelur (spawning ground) berbagai jenis penyu, seperti
penyu sisik.
Selain keragaman keindahan alam, Teluk Kiluan memiliki keragaman
penduduk dari beberapa suku, seperti Sunda, Jawa, Bali, Bugis hingga
Lampung sehingga tidaklah heran jika penduduknya memiliki adat istiadat,
agama, dan bahasa yang berbeda-beda.
Semua penduduk umumnya
merupakan pendatang, walaupun ada sebagian kecil yang merupakan
penduduk asli. Namun, semuanya dapat hidup dan berdampingan dengan
rukun.
Untuk mencapai Teluk Kiluan, apabila ingin menggunakan mobil pribadi,
kendaraan harus parkir di Desa Bawang, Kecamatan Punduh Pedada,
14 Kabupaten Lampung Selatan. Dari sana, perjalanan diteruskan dengan ojek.
Tarif ojek dari Desa Bawang hingga ke Teluk Kiluan sebesar Rp 30.000. Jika
dengan kendaraan laut dari Teluk Betung, Bandar Lampung, teluk ini dapat
dicapai dalam waktu tiga jam.
Pemandangan unik juga bisa kita lihat di sepanjang jalan ketika naik ojek
ke arah Kiluan. Kurang lebih tiga kilometer sebelum Kiluan ada perkampungan
orang Bali, dimana semua kehidupan yang ada di situ persis adanya seperti di
Bali. Dari mulai bangunan, tempat ibadah, cara berladang, bermasyarakat
sampai dengan proses kehidupan sehari-hari.
Melalui jalan darat, pengunjung akan disuguhi panorama keindahan
alam perbukitan dan lembah, ditambah dengan medan darat yang cukup
menantang sehingga selain diperlukan kendaraan prima juga kesiapan mental
dan keahlian berkendara dari pengunjung. Walaupun jalanan sedikit terjal,
hal ini akan terasa nyaman karena kita akan disuguhi panorama alam pesisir
seperti perbukitan yang hijau. Daerah pesisirnya kaya akan komposisi batubatu, pasir, daerah hutan mangrove (bakau), dan hutan pantai (Littoral forest)
yang menambah daya tarik tersendiri. Lebih kurang empat jenis vegetasi
(tumbuhan) penyusun hutan mangrove dapat dijumpai di sekitar Dusun
Bandung Jaya, seperti Bakau (Rhizophora sp), Api-api (Avicenia sp), Nipah
(Nypa fruticans), dan Drujon/Deruju (Acanthus ilicifolius).
Untuk mencapai Pulau Kiluan kita masih harus menyeberang 10 menit
lagi dari Teluk Kiluan dengan naik perahu motor. Pulau yang asri, pasir putih,
15 dengan suasana yang hening hanya terdengar deburan ombak, cocok sekali
sebagai tempat peristirahatan atau tempat untuk mencari inspirasi-inspirasi
baru. Penginapan sederhana yang berbentuk rumah panggung juga tersedia di
pulau
ini
untuk
para
tamu
yang
ingin
menginap.
(Sumber
:
www.telukkiluan.org)
2.2.7 Visit Lampung 2009
Lampung
diharapkan
menjadi
daerah
tujuan
wisata
yang
bisa
mendongkrak kunjungan wisatawan Nusantara ke Indonesia seratus persen
setiap tahun. Ketua Tim Persiapan Visit Lampung 2009 Suryono S.W.
mengatakan hal ini saat soft opening Visit Lampung 2009 dan Inauguration
Flight Merpati Nusantara Airlines di Hotel Sheraton Bandar Lampung, tadi
malam (13-12)."diharapkan terjadi peningkatan sebanyak dua kali lipat di
tahun mendatang," kata Suryono. Selama ini sudah ada upaya pengembangan
potensi wisata dari kabupaten/kota di Lampung. Namun, upaya itu belum
terintegrasi hingga tidak bisa menghasilkan daerah sasaran wisata yang utuh.
Kini, sekitar enam juta wisatawan mancanegara ke Indonesia per tahun. Bali,
Jakarta, dan Batam masih menjadi daerah tujuan utama. "Yang masuk Bali 2,5
juta, Jakarta 1,9 juta, dan Batam 1,1 juta. Sisanya satu juta tersebar di berbagai
daerah. Kami menginginkan Lampung masuk menjadi salah satu daerah yang
paling diminati," ujar Suryono. Untuk mencapai target tersebut, Konsultan
Visit Lampung 2009 Nicolas Lumanouw menyatakan perlu peran bupati dan
16 wali kota. "Lampung punya potensi pariwisata luar biasa. Kita punya
Krakatau yang indah dengan Siger yang bertengger di sana. Tapi orang masih
berpikir takut untuk mendatanginya. Inilah yang menjadi tugas kita agar
mereka berubah pikiran," kata dia. (Sumber : Lampung Post)
2.3 Produk
Buku panduan wisata (travel guide) Lampung berjudul Negeri Seribu Gajah ini
merupakan jenis buku panduan wisata (travel guide) yang pantas untuk dikoleksi.
Buku ini memuat tentang tempat-tempat wisata terbaik di Lampung yang dapat
dikunjungi selama perjalanan. Selain bertujuan mempopulerkan wisata Lampung di
masyarakat, buku ini juga merupakan media agar khalayak umum sadar dan ingat
bahwa pariwisata Indonesia itu luas adanya, dan tidak hanya sekedar beberapa
tempat seperti Jogjakarta, Bali, dan Bandung saja.
Buku panduan ini juga memuat segala detail keterangan / info yang bersangkutan
dengan tempat-tempat tersebut. Isi buku ini selain tentang tempat-tempat wisata
yang umum maupun yang unik (tidak diketahui banyak orang), juga menjelaskan
tentang
Lampung
secara
singkat,
menginformasikan
tempat-tempat
untuk
mendapatkan oleh-oleh / cinderamata, hotel, rumah makan, rumah sakit, dan tempattempat lain yang penting diketahui selama perjalanan.
2.3.1 Isi Buku Negeri Seribu Gajah
1. Lampung, Sang Bumi Ruwa Jurai
17 • Tanah Lampung
• Sejarah Lampung
• Ulun Lampung
• Seni dan Kebudayaan
2. Lampung Selatan
• Pelabuhan Bakaheuni
• Pulau Sebesi
• Kepulauan Krakatau
• Kalianda Resort
• Bandara Radin Inten
3. Bandar Lampung
• Museum Sai Bumi Ruwa Jurai
• Kain Tapis
• Oleh-oleh khas Lampung
4. Lampung Timur
• Taman Purbakala Pugung Raharjo
• Taman Nasional Way Kambas
6. Lampung Barat
• Bukit Barisan Selatan
• Liwa
• Danau Ranau
• Pantai Tanjung Setia
5. Tanggamus
18 • Air Terjun Way Lalaan
• Teluk Kiluan
7. Transportasi
8. Hotel
9. Restoran atau Rumah Makan
10. Buah Tangan
11. Security
12. Rumah Sakit
2.4 Data Penyelenggara (Penerbit)
Penerbit dari buku Negeri Seribu Gajah adalah Dinas Promosi, Investasi,
Kebudayaan, dan Pariwisata Lampung. Dinas Promosi, Investasi, Kebudayaan, dan
Pariwisata Lampung juga merupakan bagian dari Pemerintah Provinsi Lampung
yang turut mengadakan Visit Lampung 2009 dan festival-festival yang setiap tahun
diadakan di Lampung. Dalam hal ini dilibatkan juga pihak swasta (pengusaha /
produsen)
yang
ikut
berpartisipasi
secara
moril
maupun
materil
dalam
pelaksanaannya. Festival-festival tersebut adalah Festival Krakatau yang rangkaian
acaranya diadakan di berbagai Kabupaten Provinsi Lampung, Festival Teluk Stabas
yang diadakan di daerah Lampung Barat, Festival Way Kambas yang diadakan di
Lampung Timur, dan festival-festival lainnya.
19 2.5 Target Konsumen
2.5.1 Psikografi
Gaya hidupnya suka melakukan perjalanan, berwisata ke berbagai macam
tempat, dan menyukai alam bebas. Keinginannya besar untuk mengunjungi
tempat yang beraneka ragam dan tidak monoton, bahkan kadang ke tempat
yang asing baginya sekalipun. Menyukai wisata alam terbuka maupun wisata
budaya daerah setempat. Dan memiliki kegemaran mengoleksi buku panduan
wisata (travel guide) dari berbagai tempat di Indonesia maupun dunia.
2.5.2 Geografi
Masyarakat urban.
2.5.3 Demografi
•
Umur : 22 - 40 tahun
•
Jenis kelamin : Laki-laki dan perempuan
•
Kalangan sosial : Mayoritas B – A, minoritas C.
2.6 Kompetitor
20 Secara spesifik, produk ini tidak memiliki kompetitor. Karena ini merupakan
buku pertama yang membahas tentang tempat wisata di Lampung. Tapi jika yang
dimaksud adalah kompetitor dengan daerah wisata yang berbeda, ada beberapa buku
panduan wisata (travel guide) di Indonesia yang sekiranya dapat sejajar kelasnya
dengan buku Negeri Seribu Gajah ini, yakni buku travel guide Bali dan travel guide
Bali and Lombok.
2.7 Analisa SWOT
2.7.1 Strength
•
Merupakan buku panduan wisata (travel guide) Lampung pertama di
Indonesia.
•
Info cukup lengkap dan sumber dapat dipercaya.
•
Dikeluarkan oleh Dinas Promosi, Investasi, Kebudayaan, dan Pariwisata
Provinsi Lampung.
•
Lampung adalah daerah yang strategis karena terletak di antara Pulau Jawa
dan Provinsi-Provinsi Sumatera.
•
Lampung sebenarnya memiliki daerah wisata alam yang sangat potensial
seperti Kepulauan Krakatau, Pantai Tanjung Setia, Teluk Kiluan, Danau
Ranau, dan lain-lain.
21 2.7.2 Weakness
•
Daerah wisata Lampung belum cukup populer di mata masyarakat.
•
Potensi alam yang belum digarap secara maksimal.
•
Infrastruktur yang sederahana dan kurang baik.
2.7.3 Opportunity
•
Sumber informasi berasal dari Anjungan Lampung, Taman Mini
Indonesia Indah dan surat kabar harian Lampung Post bagian perjalanan
yang ditulis oleh Zulkarnain Zubairi.
•
Dinas Promosi Investasi, Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung
tahun ini mengadakan Visit Lampung 2009.
•
Saat ini, semakin banyak kalangan yang menyukai wisata alam.
2.7.4 Threat
•
Turis Nusantara, umumnya, masih lebih tertarik mengunjungi daerahdaerah wisata seperti Bandung, Bali, Jogjakarta, Lombok, dan beberapa
daerah lain yang sudah populer.
Download