judul dalam bahasa indonesia, ditulis dengan huruf tnr

advertisement
Hubungan Motivasi Belajar .... (Astri Prastiwi) 2.553
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN PEER ACCEPTANCE DENGAN
PRESTASI BELAJAR
THE CORRELATION BETWEEN MOTIVATION AND PEER ACCEPTANCE AND LEARNING
ACHIEVEMENT
Oleh: Astri Prastiwi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar Fakultas
Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar, hubungan
peer acceptance dengan prestasi belajar, hubungan motivasi belajar dan peer acceptance dengan prestasi belajar,
besarnya sumbangan motivasi belajar terhadap prestasi belajar, besar sumbangan peer acceptance terhadap
prestasi belajar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 128 siswa yang diambil dari 10
Sekolah Dasar yang ada di gugus Yos Sudarso, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah skala dan dokumentasi. Uji validitas menggunakan rumus Product Moment,
sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Uji hipotesis menggunakan korelasi sederhana dan
korelasi hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat hubungan yang positif dan signifikan
antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa dengan sumbangan sebesar 23,3%. Kedua,terdapat hubungan
yang positif dan signifikan antara peer acceptance dengan prestasi belajar dengan sumbangan sebesar 24,4%.
Ketiga,terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dan peer acceptance dengan prestasi
belajar siswa dengan sumbangan sebesar 27,41%.
Kata kunci : motivasi belajar, peer acceptance, prestasi belajar.
Abstract
The research aims at knowing the correlation between motivation and the students’ achievement, correlation
between peer acceptance and students’ achievement, correlation between motivation and peer acceptance and
students’ achievement, the influence’s percentage of motivation toward student’s achievement, the influence’s
percentage of peer acceptance toward students’ achievement. The subjects were 128 of grade IV students from 10
elementary schools of Yos Sudarso group, Ngadirojo district, Wonogiri regency. The instruments used for
collecting data were scale and documentation. The research show: first, there is a positive and significant
correlation between motivation and achievement with the percentage 23,3%, second, there is a positive and
significant correlation between peer acceptance and achievement with percentage 24,4%, third, there is a positive
and significant correlation between motivation and peer acceptance and achievement with the percentage 27,41%
Keywords: Motivation, peer acceptance, achievement.
sangat berkaitan dengan kegiatan belajar.
PENDAHULUAN
Menurut Gagne (dalam Dimyati, 2006:10)
Pendidikan dipandang sebagai proses
yang sangat bermanfaat di dalam kehidupan
yang
bukan
semata-mata
hanya
sebagai
persiapan untuk melanjutkan ke jenjang yang
lebih
tinggi,
tetapi
pendidikan
memegang
peranan penting dalam mempersiapkan sumber
daya manusia yang berkualitas. Pendidikan
merupakan salah satu kebutuhan yang penting
bagi kehidupan manusia. Proses pendidikan
diselenggarakan melalui kegiatan pengajaran,
pengarahan, dan bimbingan. Kegiatan tersebut
belajar merupakan kegiatan yang
kompleks.
Hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar
orang memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap,
dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut dari
adanya stimulus yang berasal dari lingkungan,
dan
proses
kognitif
yang
dilakukan
oleh
pembelajar. Dengan demikian, belajar adalah
seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat
stimulasi
informasi,
lingkungan,
menjadi
melewati
kapasitas
pengolahan
baru.
Dalam
kegiatan belajar, seseorang akan mendapatkan
2.554 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 26 Tahun ke-5 2016
pengalaman
sebagai
dengan
dan faktor lingkungan masyarakat. Di sekolah
lingkungan. Seseorang akan mengerti mana yang
terdapat guru yang dapat membimbing setiap
baik untuknya dan mana yang nantinya akan
jalannya pembelajaran yang dapat membantu
merugikan bagi dirinya sendiri. Dari sebuah
memotivasi siswa dalam belajar, sedangkan di
pengalaman-pengalaman
diperoleh,
lingkungan masyarakat terdapat teman sebaya
menampung
yang harusnya dapat mendorong siswa untuk
seseorang
akan
hasil
interaksi
yang
mampu
pengetahuan dan menjadikannya manusia yang
belajar.
lebih dewasa, sehingga dapat mencapai tujuan
dalam hidupnya.
Siswa kelas IV Sekolah Dasar yang
berada pada usia kanak-kanak akhir, memiliki
untuk
keinginan untuk bergaul dengan pihak dari luar.
mengetahui ketercapaian tujuan itu adalah dengan
Pergaulan itu biasanya dilakukan dengan siswa
melihat prestasi belajar yang dimilikinya. Prestasi
yang tingkat usianya hampir sama dengannya, hal
belajar merupakan hasil yang diharapkan seorang
ini biasa disebut dengan teman sebaya. Jika siswa
siswa
sesuatu.
merasa senang dengan hubungan dengan luar,
berusaha
siswa akan terdorong untuk berperilaku dengan
mempelajari materi pelajaran saat malam hari,
cara yang dapat diterima orang luar tersebut.
menyelesaikan pekerjaan rumah, dan tugas dari
Karena
guru lainnya, baik secara individu maupun
penerimaan sosial sangat kuat pada masa kanak-
kelompok. Akan tetapi, banyak sekali faktor yang
kanak akhir, pengaruh kelompok teman sebaya
dapat mempengaruhi proses belajar siswa dalam
lebih kuat dibanding dengan sewaktu masa
mencapai prestasi belajarnya dengan baik.
prasekolah ketika siswa kecil kurang berminat
Cara yang didapat digunakan
setelah
Seorang
mempelajari
siswa
tentunya
Faktor-faktor
yang
segala
telah
mempengaruhi
proses dan prestasi belajar menurut Hawadi
hasrat
bermain
terhadap
dengan
teman
pengakuan
sebaya
dan
(Hurlock,
2005:257).
(Fika Puspitasari, 2008:29) terdapat dua faktor,
Aktivitas siswa dalam bermain biasanya
yaitu faktor yang berasal dari dalam diri
dilakukan dengan siswa lainnya yang memiliki
seseorang itu sendiri (faktor internal) dan faktor
kesamaan dalam minat bermain. Maka dari itu
dari luar diri seseorang itu sendiri (faktor
muncullah kelompok-kelompok dalam pergaulan
eksternal). Adapun faktor internal meliputi:
siswa.
kemampuan intelektual, minat, bakat, sikap,
pergaulan jika minatnya berbeda dengan teman
motivasi berprestasi, konsep diri, dan sistem
sebayanya. Hal ini dapat menimbulkan tekanan
nilai.
adalah
pada diri siswa. Tekanan dalam pergaulan terbagi
lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan
menjadi dua jenis, yaitu tekanan yang bersifat
lingkungan masyarakat. Dalam hal ini faktor
negatif maupun tekanan yang bersifat positif.
internal juga berkaitan dengan faktor eksternal,
Tekanan yang bersifat negatif adalah tekanan
dimana faktor internal dapat di bentuk dari faktor
yang mendorong siswa melakukan hal-hal buruk
eksternal. Sebagai mana mestinya faktor internal
yang juga dilakukan oleh kelompok teman
dapat dibentuk dari faktor lingkungan sekolah
sebayanya. Lain halnya dengan tekanan yang
Sedangkan
faktor
eksternal
Siswa
cenderung
akan
ditolak
dari
Hubungan Motivasi Belajar .... (Astri Prastiwi) 2.555
bersifat positif, yaitu dorongan untuk giat belajar,
memberikan pengaruh yang positif, maka akan
dorongan untuk mencapai prestasi yang tinggi,
dapat membuat siswa memiliki motivasi dalam
maupun persaingan sehat dalam melakukan
belajar. Motivasi berprestasi merupakan salah
permainan.
satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan
Adanya tekanan yang positif dalam
peer acceptance (penerimaan teman sebaya)
dalam belajar. Besar kecilnya pengaruh tersebut
tergantung pada intensitasnya.
diharapkan mampu membawa perubahan pada
Klausmeier
(dalam
Djaali,
2008:110)
siswa itu sendiri ke arah yang positif pula,
menyatakan bahwa perbedaan dalam intensitas
termasuk
motivasi
dalam
mencapai
prestasi
belajar
berprestasi
(need
to
achieve)
yang tinggi. Dalam pergaulan dengan teman
ditunjukkan dalam berbagai tingkatan prestasi
sebaya
Adanya
yang dicapai oleh berbagai individu. Dapat
penerimaan dalam teman sebaya inilah yang
dikatakan dengan kata lain bahwa, motivasi dan
mampu
belajar
terdapat
penerimaan.
memberikan
dorongan
untuk
anak
menjadi lebih baik ataupun sebaliknya bagi
merupakan
dua
hal
yang
saling
mempengaruhi.
anak yang mengalami penolakan dalam teman
Motivasi dan belajar merupakan dua hal
sebaya. Terdapat beberapa kategori penerimaan
yang saling mempengaruhi. Belajar adalah suatu
teman sebaya menurut Hurlock (1978:294)
pembentukan,
yang diantaranya adalah star, accepted, isolate,
pengurangan perilaku individu. Pembentukan atau
finger,
beberapa
perubahan itu bersifat menetap atau permanen,
kategori ini anak dapat memberikan berbagai
dan disebabkan oleh adanya latihan yang terarah.
dampak bagi anak dalam pertemanan sebayanya.
Sedangkan, motivasi menurut Sumadi Suryabrata
Penerimaan
memberikan
(dalam Djaali, 2008:101) adalah keadaan yang
itu
terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya
climber,
beberapa
neglectee.
teman
fungsi
sebaya
bagi
Dari
ini
anak
sendiri,
diantaranya akan memberikan support yang
untuk
positif
pencapaian
bagi
anak
sehingga
dia
mampu
perubahan,
melakukan
suatu
penambahan
aktivitas
tujuan.
tertentu
Motivasi
dan
guna
diartikan
mengembangkan dirinya dengan baik. Apabila
sebagai suatu dorongan untuk mencapai suatu
anak
tujuan
memiliki
support
yang
positif
bagi
dirinya sendiri, maka akan membantu anak
apabila
dalam berprestasi yang baik pula.
arah
Menurut pendapat Abu Ahmadi dan
Widodo
Supriyono
(2004:138)
menyatakan
bahwa lingkungan kelompok atau penerimaan
yang
dapat
memberikan
hasil
tercapai.
datujuan
pada
mempertahankan
perilaku
kepuasan
Motivasi memberi
kegiatan
berprestasi,
belajar,
serta
mendorong siswa untuk memilih dan menyukai
kegiatan belajar.
teman sebaya dapat mempengaruhi prestasi
Seseorang yang memiliki motivasi kuat
belajar siswa. Apabila sebuah pergaulan dapat
akan mempunyai banyak energi untuk melakukan
terjalin secara positif, maka akan memberikan
kegiatan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa
dorongan ke arah yang lebih positif pula.
siswa yang memiliki motivasi belajar akan dapat
Seperti halnya, apabila dalam sebuah pergaulan
meluangkan waktu belajar lebih banyak dan lebih
2.556 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 26 Tahun ke-5 2016
tekun dari pada siswa yang kurang memiliki atau
Gugus Yos Sudarso, Kecamatan Ngadirojo,
sama sekali tidak mempunyai motivasi belajar.
Kabupaten Wonogiri menunjukkan bahwa siswa
Seseorang dengan intelegensi yang tinggi akan
memiliki motivasi dalam belajar yang sedang,
gagal jika memiliki motivasi yang rendah.
seperti dalam mengerjakan tugas harian dan
Dengan kata lain, usaha yang didasari dengan
pekerkerjaan rumah. Kehadiran siswa setiap
motivasi yang kuat akan melahirkan prestasi yang
harinya tergolong sedang, terdapat beberapa
baik. Dalam pengertian tersebut seharusnya siswa
siswa tidak masuk karena alasan sakit dan hanya
setelah mendapatkan motivasi dalam belajarnya
izin. Tetapi, ketika jam pembelajaran, siswa
secara tidak langsung dalam prestasinya juga
kebanyakan cenderung diam dan apabila ditanya
meningkat, tetapi kenyataannya banyak siswa
oleh guru hanya siswa- siswa aktif yang mau
yang motivasi belajarnya menurun, sehingga hal
menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
tersebut juga mempengaruhi pada prestasinya.
Masih terdapat siswa yang kurang aktif dalam
Berdasarkan hasil wawancara dengan
pembelajaran.
guru IV SD Gugus Yos Sudarso, Kecamatan
Dari data hasil ulangan akhir semester 1,
Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri pada tanggal
nilai sebelum mengalami perbaikan terdapat nilai
4 Januari 2015, dan dari hasil wawancara
dibawah
memberikan informasi bahwa pergaulan siswa
mengalami
kelas IV merupakan pergaulan yang belum
semester 1 masih tergolong sedang. Apabila
secara
dilihat dari hasil ulangan akhir semester tersebut,
langsung
mendorong
siswa
untuk
standar
kelulusa
perbaikan
rata-rata
telah
nilai
akhir
sebelum
dalam hal pergaulan merupakan kegiatan yang
mereka kurang memenuhi syarat. Selain itu,
belum memberikan manfaat seperti halnya
berdasarkan hasil wawancara, siswa yang aktif
siswa masih sering berkelahi karena hal sepele,
dikelas memiliki prestasi baik, sebaliknya siswa
apabila siswa yang lain melakukan kesalahan
yang pasif di kelas memiliki prestasi yang biasa
maka teman sebayanya tidak mengingatkan,
saja
dan saat melakukan kegiatan ekstrakurikuler
disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa kelas
masih terdapat
dapat
IV SD se-Gugus Yos Sudarso, Kecamatan
berkelompok dengan siswa yang lain atau
Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri masih tergolong
masih pilih-pilih teman, serta masih terdapat
sedang dan peer acceptance yang dilakukan oleh
siswa yang diabaikan dalam setiap kegiatan
siswa belum dapat mendorong siswa untuk
dan permainan dengan teman sebaya. Apabila
meraih prestasi tinggi.
dilihat
dari
siswa
hasil
yang
tidak
wawancara
rendah.
perbaikan
ketika
berprestasi. Kegiatan yang dilakukan siswa
atau
mengalami
dan
Dengan
hasil
demikian,
belajar
dapat
tersebut,
Berdasarkan uraian diatas maka peneliti
menunjukkan bahwa pergaulan yang dilakukan
bermaksud melakukan penelitian yang berjudul:
oleh siswa kurang bermanfaat dan belum dapat
“Hubungan antara Motivasi Belajar dan Peer
mendorong siswa untuk meningkatkan prestasi
Acceptance dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas
belajarnya.
IV SD se-Gugus Yos Sudarso,
Dari pemaparan wali kelas IV SD
Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri”.
Kecamatan
Hubungan Motivasi Belajar .... (Astri Prastiwi) 2.557
Azwar, 2014:3). Skala digunakan untuk
METODE PENELITIAN
variabel
A. Jenis Penelitian
motivasi
belajar
dan
peer
Penelitian ini termasuk dalam penelitian
acceptance, yang masing-masing sebanyak 29
kuantitatif . Tujuan penelitian ini adalah untuk
butir instrument dan 30 butir instrumen.
menguji korelasi dan signifikansi antara
Sedangkan dokumentasi adalah salah satu
motivasi belajar dengan prestasi belajar, peer
cara untuk mengumpulkan data mengenai
acceptance dengan prestasi belajar, serta
responden dalam bentuk catatan, transkrip,
motivasi belajar dan peer acceptance dengan
buku, surat kabar, agenda, majalah, prasasti,
prestasi belajar.
notulen
rapat,
lengger,
(Suharsimi
B. Setting Penelitian
Arikunto,
Dokumentasi
Penelitian Kuantitatif iini dilaksanakan
dal
pada
lain-lain
2013:206).
penelitian
ini
menggunakan nilai semester 1 siswa kelas IV.
di Kelas IV SD Gugus Yos Sudarso,
Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.
F. Instrumen Penelitian
1. Skala Psikologi
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas
IV SD Gugus Yos Sudarso, Kecamatan
Ngadirojo,
Kabupaten
Wonogiri.
Jumlah
populasi terdiri dari 190siswa, dan jumlah
sampel
terdiri dari 128
siswa.
Alasan
pemilihan subjek ini karena motivasi belajar,
peer acceptance, dan prestasi belajar siswa
G. Metode dan Teknik Analisis Data
Analisis
penelitian
mengacu pada instrumen penelitian
digunakan,
analisis
yaitu
data
skala
dalam
psikologi.
penelitian
ini
yang
Teknik
ini
menggunakan teknik analisis data kuantitatif.
Teknik analisis kuantitatif untuk menganalisis
menggunakan
teknik
analisis
data
secara
statistik deskriptif. Dalam penelitian ini untuk
D. Desain Penelitian
menggunakan
dalam
hasil skala dan nilai semester I dengan
masih berada pada golongan sedang.
Dalam
data
penelitian
ini
peneliti
penelitian
expost
facto
mengetahui hubungan antara motivasi belajar
dan peer acceptance dengan prestasi belajar
siswa menggunakan bantuan program SPSS 20
(Husein Umar, 2005:126).
for windows. Untuk mengetahui hipotesis
E. Metode dan Teknik Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan
data
dalam
penelitian ini dengan menggunakan teknik
skala
dan
dokumentasi.
skala
adalah
perangkat pertanyaan yang disusun untuk
mengungkapkan
terhadap
atribut
pernyataan
melalui
tersebut
respon
(Saifuddin
digunakan rumus korelasi product moment,
korelasi ganda. dalam penelitian ini terdapat
tiga hipotesis yang diajukan, adapun pengujian
terhadap
hipotesis
yang
diajukan
dalam
penelitian ini diuraikan sebagai berikut.
1. Pengujian Hipotesis I
Hasil analisis untuk menguji hubungan
2.558 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 26 Tahun ke-5 2016
motivasi belajar dengan prestasi belajar yang
diperoleh dengan menggunakan bantuan program
Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.
komputer
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
diperoleh
rhitung
sebesar
0,483
Sedangkan nilai α (alpha) yang diperoleh sebesar
Hubungan antara variabel bebas dan
0,000 (0,000<0,05) artinya terdapat hubungan
variabel terikat, yaitu:
yang signifikan antara motivasi belajar denga
1. Hubungan Antara Motivasi Belajar dengan
prestasi belajar. Hasil analisis ini menyatakan
Prestasi Belajar Siswa.
bahwa terdapat hubungan yang positif dan
Hasil
signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi
belajar kelas IV SD Gugus Yos Sudarso,
Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.
hubungan
motivasi
belajar dengan prestasi belajar siswa kelas IV
SD Yos Sudarso, Kecamatan Ngadirojo,
Kabupaten
2. Pengujian Hipotesis II
analisis
Wonogiri adalah
nilai rhitung
sebesar 0,483 Nilai r = 0,483 artinya
Hasil analisis untuk menguji hubungan
hubungan antara variabel motivasi belajar
antara peer acceptance dengan prestasi belajar
dengan
dengan bantuan SPSS statistics 20 diperoleh rhitung
Koefisien determinasi (r2) sebesar 0,233 hal
sebesar 0,494. Sedangkan nilai α
ini
(alpha)
prestasi
berarti
belajar
23,3%
siswa
besarnya
sedang.
sumbangan
diperoleh sebesar 0,000 (0,000<0,05) artinya
perubahan prestasi belajar ditentukan oleh
terdapat hubungan antara peer acceptance dengan
motivasi belajar.
prestasi belajar. Hasil analisis ini menyatakan
Dari hasil perhitungan diketahui nilai α
bahwa terdapat hubungan yang positif dan
signifikan antara peer acceptance dengan prestasi
belajar siswa Kelas IV SD Yos Sudarso,
Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.
3. Pengujian Hipotesis III
(alpha)
sebesar
0,000
(0,000
<
0,05)
sedangkan nilai thitung sebesar 7,993 (7,993 >
1,980) dan nilai koefisien korelasi bertanda
positif. Dari hasil tersebut diketahui bahwa
terdapat hubungan yang positif dan signifikan
Hasil analisis untuk menguji hubungan
antara motivasi belajar siswa dengan prestasi
motivasi belajar dan peer acceptance dengan
belajar. Hal ini dapat terjadi karena siswa
prestasi belajar dengan bantuan SPSS statistics
yang memiliki motivasi belajar yang tinggi
20 diperoleh rhitung sebesar 0,521. Sedangkan
dari dalam dirinya diharapkan dapat belajar
nilai α (alpha) yang diperoleh sebesar 0,000
dengan baik. Karena motivasi belajar yang ada
(0,000<0,05) artinya terdapat hubungan yang
akan mendorong siswa untuk rajin belajar
signifikan antara motivasi belajar dan peer
sehingga meningkatkan prestasi belajar yang
acceptance
diperoleh.
dengan
prestasi
belajar
siswa.
Hasil analisis ini menyatakan bahwa terdapat
Seperti yang telah dijelaskan Dalyono
hubungan positif dan signifikan antara motivasi
(2009:55) bahwa salah satu faktor internal
belajar dan peer acceptance dengan prestasi
(berasal
belajar siswa kelas IV SD Yos Sudarso,
motivasi. Siswa yang memiliki motivasi akan
dari
dalam
diri
siswa)
adalah
Hubungan Motivasi Belajar .... (Astri Prastiwi) 2.559
bersemangat dan sungguh-sungguh dalam
yang baik diharapkan dapat terpengaruh
melaksanakan kegiatan belajar. Sependapat
sehingga belajar dengan baik.
dengan pernyataan tersebut, Djaali (2011:99)
Sependapat dengan Djaali (2011:99),
menyatakan bahwa salah satu faktor yang
bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi
mempengaruhi pencapaian prestasi belajar
pencapaian hasil belajar berasal dari luar yaitu
berasal dari dalam diri orang yang belajar
lingkungan sekitar, dalam hal ini lingkungan
yaitu minat atau motivasi. Oleh karena itu,
sekitar siswa adalah teman sebaya. Sedangkan
siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi
menurut Dalyono (2009:55) teman sebaya
akan mencapai prestasi belajar yang tinggi
merupakan salah satu faktor eksternal yang
pula
kurang
dapat mempengaruhi siswa untuk belajar
memiliki motivasi belajar. Sehingga, kuat
dengan rajin sehingga mendapat prestasi
lemahnya motivasi yang dimiliki siswa akan
belajar yang diinginkan secara maksimal. Hal
mempengaruhi
tersebut dapat terjadi karena siswa yang
dibandingkan
siswa
prestasi
yang
belajar
yang
diperoleh.
diterima oleh teman-temannya menghabiskan
2. Hubungan Antara Peer Acceptance dengan
banyak
bersama
dengan
teman
sebayanya sehingga siswa mudah terpengaruh
Prestasi Belajar Siswa.
Hasil
waktu
analisis
hubungan
peer
untuk belajar sama seperti temannya. Dengan
acceptance dengan prestasi belajar
siswa
demikian, semakin diterima siswa dalam
kelas IV SD Yos Sudarso, Kecamatan
pergaulan teman sebaya maka semakin tinggi
Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri adalah nilai
pula prestasi belajar yang dicapai siswa.
rhitung sebesar 0,494 Nilai r = 0,494 artinya
3. Hubungan
Motivasi
Belajar
dan
Peer
hubungan antara variabel peer acceptance
Acceptance dengan Prestasi Belajar Siswa.
dengan
Hasil analisis hubungan motivasi belajar dan
prestasi
belajar
siswa
sedang.
Koefisien determinasi (r2) sebesar 0,244 hal
peer
ini
sumbangan
siswa kelas IV SD Gugus Yos Sudarso,
perubahan prestasi belajar ditentukan oleh
Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri
peer acceptance.
adalah nilai rhitung sebesar 0,521. Nilai r =
berarti
24,4%
Dari
hasil
besarnya
perhitungan
diketahui
0,521
acceptance
artinya
dengan
hubungan
prestasi
antara
belajar
variabel
nilai α (alpha) sebesar 0,000 (0,000 < 0,05)
motivasi belajar dan peer acceptance dengan
sedangkan nilai thitung sebesar 7,351 (7,531
prestasi belajar sedang. Koefisien determinasi
> 1,980)
korelasi
(r2) sebesar 0,272 hal ini berarti 27,2%
tersebut
besarnya
bertanda
dan
nilai koefisien
positif.
Dari
hasil
sumbangan
perubahan
diketahui bahwa terdapat hubungan yang
prestasi belajar ditentukan oleh motivasi
positif
belajar dan peer acceptance.
dan
signifikan
antara
peer
acceptance dengan prestasi belajar siswa.
Dari hasil perhitungan diketahui nilai
Hal ini dapat terjadi karena siswa yang
α (alpha) sebesar 0,000 (0,000 < 0,05)
diterima dalam lingkungan teman sebaya
sedangkan nilai Fhitung sebesar 23,313 (23,313
2.560 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 26 Tahun ke-5 2016
> 3,08) dan nilai koefisien korelasi bertanda
merupakan dorongan dan penggerak dalam
positif. Dari hasil tersebut dapat diketahui
diri siswa untuk belajar. Dari pendapat
bahwa terdapat hubungan yang positif dan
tersebut jelas bahwa fungsi dari motivasi
signifikan antara motivasi belaar dan peer
belajar sebagai daya atau energi penggerak
acceptance dengan prestasi belajar
siswa
yang mendorong siswa untuk belajar guna
kelas IV SD Gugus Yos Sudarso, Kecamatan
mencapai tujuan yang diinginkan dalam
Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.
prestasi belajar yang maksimal.
Dapat diartikan bahwa kenaikan atau
Dari uraian di atas dijelaskan bahwa
peer
motivasi belajar dan peer acceptance keduanya
tingginya
motivasi
belajar
dan
acceptance akan diikuti oleh
kenaikan
prestasi belajar.
bersama-sama
mempunyai
andil
dalam
mengoptimalkan proses belajar mengajar yang
Apabila siswa tidak diterima dalam
sebuah pergaulan dan rendahnya motivasi
dapat
meningkatkan
prestasi
belajar
yang
diperoleh siswa.
belajar yang dimiliki siswa maka prestasi
belajar yang diperoleh tidak akan maksimal.
Sebaliknya,
apabila
siswa
mempunyai
SIMPULAN DAN SARAN
teman-
Simpulan
Dari hasil penelitian yang dilakukan di kelas IV
temannya dan motivasi belajarnya tinggi
SD Gugus Yos Sudarso, Kecamatan Ngadirojo,
maka akan diikuti dengan tingginya prestasi
Kabupaten Wonogiri pada 128 responden, maka
yang diperoleh siswa tersebut.
dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Ada
pergaulan
yang
diterima
oleh
Hal tersebut sesuai dengan pendapat
korelasi positif dan signifikan antara motivasi
Papalia dan Feldman (2014:366), pergaulan
belajar dengan prestasi belajar siswa kelas IV
anak
dapat
SD Gugus Yos Sudarso, Kecamatan Ngadirojo,
prestasi
Kabupaten Wonogiri. Dengan rhitung sebesar 0,483
akademik. Dari pendapat tersebut dapat
dan besar sumbangan motivasi belajar terhadap
dikatakan
acceptance atau
prestasi belajar sebesar 23,3%. Ada korelasi
sebaya
dapat
positif dan signifikan antara peer acceptance
meningkatkan prestasi belajar seorang siswa.
dengan prestasi belajar siswa kelas IV SD Gugus
Hal tersebut dapat terjadi karena anak
Yos Sudarso, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten
lebih
dengan
memotivasi
untuk
bahwa
penerimaan
sebaya
mencapai
peer
teman
mudah
sebayanya.
sebuah
teman
oleh
teman
Wonogiri. Dengan rhitung sebesar 0,494 dan besar
diterima
dalam
sumbangan peer acceptance terhadap prestasi
menghabiskan
belajar sebesar 24,4%. Ada korelasi positif dan
terpengaruh
Anak
yang
pergaulan
akan
memiliki
siginifikan antara motivasi belajar dan peer
keinginan yang lebih untuk melakukan hal
acceptance dengan prestasi belajar siswa kelas
yang sama seperti teman sebayanya.
IV
waktu
dengan
teman
sebaya
Sedangkan menurut Syaiful Bahri
(2011:157),
bahwa
motivasi
belajar
SD
Gugus
Yos
Sudarso,
Kecamatan
Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Dengan rhitung
sebesar 0,521 dan besar sumbangan motivasi
Hubungan Motivasi Belajar .... (Astri Prastiwi) 2.561
belajar dan peer acceptance terhadap prestasi
belajar siswa kelas IV SD Gugus Yos Sudarso,
Kecamatan
Ngadirojo,
Kabupaten
Wonogiri
sebesar 27,41%.
Papalia, Diane E. & Feldman, Ruth Duskin.
(2014). Menyelami Perkembangan Manusia.
Jakarta:Salemba Humanika.
Saran
Berdasarkan
hasil
penelitian
dan
pembahasan, peneliti sampaikan saran sebagai
berikut:
1. Bagi Guru : lebih banyak memberikan
kegiatan siswa secara berkelompok, sehingga
siswa dapat berkomunikasi dengan teman
sebaya
dan
meningkatkan
motivasi
belajarnya.
2. Bagi Siswa : lebih meningkatkan kegiatan
kelompok dan berdiskusi, ikut serta apabila
ada kegiatan dengan teman sebaya.
3. Bagi
Kepala
mengingatkan
Hurlock, Elizabeth B. (1987). Perkembangan
Anak Jilid 1. (Alih Bahasa: Med. Meitasari
Tjandrasa
dan
Muslichah
Zarkasih).
Jakarta:Erlangga
Sekolah
guru
dan
:
senantiasa
siswa
untuk
membentuk lingkungan yang dapat memacu
peningkatan motivasi belajar dan penerimaan
teman sebaya dengan kegiatan di luar kelas.
4. Bagi Peneliti Lain: untuk mencari variabel
lain yang berpengaruh terhadap prestasi
belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu dan Supriyono, Widodo. (2004).
Psikologi Pendidikan. Jakarta:PT Ribeka
Cipta
Drs. M. Dalyono. (2009). Psikologi Pendidikan.
Jakarta:PT Rineka Cipta.
Dimyati, Mudjiono. (2006). Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta:PT Rineka Cipta.
Puspitasari Fika. (2008). Pengaruh Faktor
Individu, Keluarga, dan Sekolah, tehadap
Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar.
Jurnal MIPA. Hlm 29.
Prof. Dr. H. Djaali. (2008). Psikologi Pendidikan.
Jakarta:Bumi Aksara
Saifuddin Azwar. (2014). Penyusunan Skala
Psikologi. Yogyakarta:Pustaka Pelajar
Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian
Suatu Pendeketan Praktik. Jakarta: PT Rineka
Cipta.
Download