pendidikan pancasila - Universitas Mercu Buana

advertisement
Modul ke:
PENDIDIKAN
PANCASILA
Makna dan Aktualisasi Sila Kemanusiaan Yang Adil dan
Beradab dalam kehidupan bernegara
Fakultas
EKONOMI DAN
BISNIS
Program Studi
Akuntansii
www.mercubuana.ac.id
Oni Tarsani, S.Sos.I., M.Ikom
Makna dan Aktualisasi sila Kemanusiaan
yang Adil dan Beradab dalam kehidupan
bernegara (Ekonomi,politik, sosialbudaya, dan Hankam
Pembahasan
Makna yang terkandung dalam sila
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab adalah
mengandung nilai suatu kesadaran sikap
moral dan tingkah laku manusia yang
didasarkan pada potensi budi nurani
manusia dalam hubungan dengan normanorma dan kebudayaan pada umumnya baik
terhadap diri sendiri, terhadap sesama
manusia maupun terhadap lingkungannya.
Nilai kemanusiaan yang adil mengandung
suatu makna bahwa hakikat manusia sebagai
makhluk yang berbudaya dan beradab harus
berkodrat adil. Hal ini mengandung suatu
pengertian bahwa hakikat manusia harus adil
dalam hubungan dengan diri sendiri, adil
terhadap manusia lain, adil terhadap
masyarakat bangsa dan negara, adil terhadap
lingkungannya serta adil terhadap Tuhan Yang
Maha Esa.
Pokok pikiran dari sila Kemanusiaan yang Adil dan
Beradab :
1. Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya
sebagai makhluk Tuhan. Maksudnya,
kemanusiaan itu universal.
2. Menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak
segala bangsa. Menghargai hak setiap warga dan
menolak rasialisme.
3. Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak
lemah.
Butir-butir sila ke-2 :
1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan
kewajiban antar sesama manusia.
2. Saling mencintai sesama manusia.
3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4. Tidak bersikap semena-mena terhadap orang lain.
5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
8. Merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia,
karena itu perlu mengembangkan sikap saling
menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
Implementasi sila ke-2
1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan
persamaan kewajiban antara sesama manusia.
2. Saling mencintai sesama manusia.
Kata cinta menghendaki adanya suatu keinginan yang
sangat besar untuk memperoleh sesuatu dan rasa untuk
memiliki dan kalau perlu pengorbanan untuk
mempertahankannya.
Dengan rasa cinta kasih itu pula orang akan berbuat ikhlas,
saling membesarkan hati, saling berlaku setia dan jujur,
saling menghargai harkat dan derajat satu sama lain.
3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
Aspek Penting Dalam IPTEK
4. Harusnya dalam bertingkah laku baik lisan maupun
perbuatan kepada orang lain, hendaknya diukur dengan
diri kita sendiri; bilamana kita tidak senang disakiti
hatinya, maka janganlah kita menyakiti orang lain. Sikap
tenggang rasa juga dapat kita wujudkan dalam toleransi
dalam beragama.
5. Tidak semena-mena terhadap orang lain. Semenamena berarti sewenang-wenang, berat sebelah, dan tidak
berimbang. Oleh sebab itu butir ini menghendaki, perilaku
setiap manusia terhadap orang tidak boleh sewenangwenang, harus menjunjung tinggi hak dan kewajiban.
Kesimpulan
Dari uraian pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan
sebagai berikut:
1. Sila kedua Pancasila mengandung nilai dan makna yaitu
dalam kehidupan kenegaraan haruslah oleh moral
kemanusiaan, saling menghargai dan adil.
2. Sila kedua Pancasila mengandung makna warga Negara
Indonesia mengakui adanya manusia yang bermartabat,
memperlakukan manusia secara adil dan beradab
3. Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam sila kedua
pancasila membentuk watak bangsa kita menjadi bangsa
yang lemah lembut, sopan santun, tengang rasa, saling
mencintai, bergotong royong dalam kebaikan, dan lain
sebagainya.
TERIMA KASIH
Download