taksasi buah

advertisement
`AGROTEKNOLOGI
TANAMAN PERKEBUNAN`
(2/1 SKS)
SEMESTER GENAP T. A. 2014/2015
DR. IR. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
BUDIDAYA TANAMAN KAKAO
• HAMA & PENYAKIT
• PANEN
INTRODUKSI
• Hama tanaman kakao yang sangat
merugikan
(musuh
terbesar)
adalah CACAO MOT (Acrocercops
cramerella) dan kepik penghisap
buah (Helopeltis Spp.)
Hama lain yang kadang menjadi
berbahaya adalah ulat yang
menyerang daun, yakni ulat kilan
(Hyposidra talaca) dan penggerek
batang (Zeuzera coffeae)
INTRODUKSI
(LANJUTAN)
• Penyakit utama pada kakao adalah sbb.:
Penyakit busuk buah dan kanker batang oleh Phytophthora
palmivora;
VSD (Vascular Streak Dieback) oleh Oncobasidium
theobromae;
Tunas bengkak (swollen shoot) oleh Cacao Swollen Shoot
Virus (CSSV);
Penyakit sapu (Wiches’ broom) oleh cendawan Marasmius
perniciosus.
CACAO MOT
(Acrocercops cramerella)
• Sasaran serangan hanya terjadi pada buah.
• Kupu-kupunya termasuk golongan kupu-kupu
malam;
setelah
matahari
terbenam
meletakkan telurnya pada permukaan buah.
Segera setelah telur menetas, ulat yang
masih kecil membuat lubang masuk ke dalam
buah.
• Meskipun buah terus bertumbuh, biji-bijinya
tetap muda, gepeng dan kopong.
• CARA PENGENDALIAN:
Pemberantasan hama ini dilakukan dengan
perampasan; buah yang terserang dirampas.
Acrocercops cramerella
KEPIK PENGHISAP
(Helopeltis Spp.)
• Dikenal 2 jenis Helopeltis, yakni : Helopeltis
antonii dan Helopeltis theivora.
H. antonii : warna dasarnya hitam, pada dadanya
berwarna merah.
H. theivora : ditandai dengan tanduk yang
membengkok kebelakang.
• Sasaran serangan selain terjadi pada buah, juga
menyerang bagian pupus (tunas muda).
• Bagian yang terserang menunjukkan tandatanda bekas tusukan berupa bintik hitam. Pada
serangan yang sudah berat akan menimbulkan
efek pembusukan.
• Dikendalikan secara kimiawi atau menggunakan
serangga antagonisnya, yakni : semut hitam.
PENYAKIT BUSUK BUAH & KANKER BATANG
(Phytophthora palmivora)
• Tanda-tanda yang ditimbulkan :
1, Busuk buah (sering disebut sebagai black
pod disease).
2. Kangker batang atau kulit busuk; ditandai
dengan timbulnya noda coklat kehitaman
pada kulit batang dan jika diiris bagian
dalamnya berwarna merah anggur.
3. Buah muda mati (berubah berwarna hitam)
4. Dijumpai menyerang biji saat di bedeng
perkecambahan.
• CARA PENGENDALIAN:
Mengiris/memotong bagian yang menderita
sakit; kemudian dilumasi dengan fungsida.
PENYAKIT TUNAS BENGKAK
(CSSV = Cacao Swollen Shoot Virus)
• Tanda-tanda yang ditimbulkan :
Terjadi pembengkakan pada cabang,
seringkali terjadi di bawah ujung batang
yang mati.
Terjadi penghambatan pertumbuhan,
tanaman menjadi lebih pendek dari
ukuran standar.
Klrorosis terjadi pada tulang-tulang
daun.
CARA PENGENDALIAN:
membongkar pohon yang menderita
sakit
PENYAKIT SAPU (WITCHES’ BROOM)
(Marasmius perniciosus)
• Tanda-tanda yang ditimbulkan :
Terjadi perubahan pertumbuhan bentuk
ranting (bentuk aneh & cenderung tumbuh ke
arah vertikal) diikuti mengeringnya ranting
(umumnya terjadi saat musim penghujan,
saat flusf terterbentuk) dan dapat pula
menginfeksi tongkol diiukti pembengkakan
dan mengeras serta berwarna gelap
(umumnya terjadi pada musim kemarau)
CARA PENGENDALIAN:
Mengatur kelembaban (pengaturan naungan)
membuang ranting-ranting yang menderita
sakit.
PENYAKIT AKAR
• Penyakit akar yang dominan terjadi pada kakao : Ganoderma
pseudoferreus.
GEJALA:
Daun mngering, rontok dan tidak membentuk tunas; akar berubah
menjadi berwarna merah.
• Penyakit akar lain : Fomes noxius atau Fomes lamaoensis (dikenali
sebagai Penyakit akar coklat).
GEJALA:
Gejala yang timbul : daun menguning (kadang tidak gugur); yang
terlihat khas adalah leher akar diliputi miselia berwarna coklat.
• CARA PENGENDALIAN:
Akar yang terkena serangan dipotong, dibongkar dan dibakar.
Pengaturan naungan (naungan yang berlebih berpotensi mendorong
terjadinya infeksi jamur).
PENYAKIT AKAR KAKAO
Ganoderma pseudoferreus.
Cortisium salmonicolor
PENYAKIT LAIN
• JAMUR DIPLODIA
Menyebabkan mati pucuk, dan biasanya terjadi pada tanaman
yang kondisi fisiologisnya lemah (eks.: kekurangan hara N)
• JAMUR UPAS (Cortisium salmonicolor)
Terjadi pada cabang-cabang yang terlindung (kelembaban udara
tinggi).
GEJALA:
Mula-mula timbul anyaman benang putih, disusul munculnya
bintik-bintik putih dan perkembangan selanjutnya akan terbentuk
jaringan berwarna salm menutupi bagian cabang yang sakit.
CARA PENGENDALIAN:
Akar yang terkena serangan dipotong, dibongkar dan dibakar.
PANEN KAKAO
• Waktu
yang
diperlukan
untuk
pembentukan buah sampai masak lebih
kurang 6 bulan.
Setelah 143 hari buah mencapai ukuran
maksimum dan setelah 170 hari buah
telah menunjukkan tanda-tanda masak &
siap dipetik.
• KRITERIA BUAH MASAK:
Warna alur buah berubah menjadi
kuning/jingga pada buah yang berwarna
merah & untuk buah yang waktu muda
berwarna hijau akan berubah menjadi
kuning tua.
BIJI KAKAO
Mutu A: dalam 100 gram biji terdapat 90-100 butir biji
Mutu B: dalam 100 gram biji terdapat 100-110 butir biji
Mutu C: dalam 100 gram biji terdapat 110-120 butir biji.
PANEN KAKAO
(LANJUTAN)
• MASA PANEN KAKAO
Masa panen besar : Desember-Januari
Masa panen kecil : Mei-Juni
• TAKSASI BUAH:
Taksasi 1 pada bulan Maret/April diulang satu bulan berikutnya.
Taksasi 2 pada bulan Agustus/ Sep-tember diulang satu bulan
berikutnya.
Pelaksanaan taksasi : setiap 10 pohon diambil satu sampel (teknik
sampling arah utara-selatan; timur-barat). Buah dilabel dipilah menjadi
3 kriteria :
BUAH I : berukuran 4-5 cm;
BUAH II : berukuran 6-15 cm dan
BUAH III berukuran >16 cm
PANEN KAKAO
(LANJUTAN)
• PERHITUNGAN TAKSASI
BUAH I : berukuran 4-5 cm = 10% buah menjadi masak
BUAH II : berukuran 6-15 cm = 60% buah menjadi masak
BUAH III berukuran >16 cm = 90% buah menjadi masak
CONTOH PERHITUNGAN :
Jumlah pohon produktif per ha = 1000 pohon
Hasil taksasi : Buah I = 30; Buah II = 20 dan Buah III = 40
1 kg produksi kering dihitung berasal dari 30 tongkol; maka kapasitas
produksi per hektar adalah sbb.:
1000 x [ (30x10%) + (20x60%) + (40x90%)]
--------------------------------------------------------- = 1.700 kg
30
STOP
Any Question??
Download