Modul Kapita Selekta Ilmu Sosial [TM5]

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Modul Standar untuk
digunakan dalam Perkuliahan
di Universitas Mercu Buana
Fakultas
Program Studi
Ilmu Komunikasi
Broadcasting
Tatap Muka
05
Kode MK
Disusun Oleh
MK85005
Dicky Andika, M.Si
Abstract
Kompetensi
Setelah mempelajari konsepkonsep pokok-pokok dan
cabang-cabang ilmu sosial,
pembahasan lebih mendalam
difokuskan pada isu yang
dihadapi oleh pelaku komunikasi
dalam profesi dan masyarakat,
khususnya berkaitan dengan
dilemma-dilema etik
Dalam pokok bahasan ini adalah
memperkenalkan dan membahas
terhadap ilmu sosial sebagai induk
etika. Setelah mempelajari
konsep-konsep pokok-pokok dan
cabang-cabang filsafat,
pembahasan lebih mendalam
difokuskan pada isu yang dihadapi
oleh pelaku komunikasi dalam
profesi dan masyarakat,
khususnya berkaitan dengan
dilemma-dilema etik
Kebudayaan dan Masyarakat
A. Pengantar
Kata “kebudayaan” berasal dari bahasa sansekerta buddhayah yang
merupakan bentuk jamak kata ”buddhi” yang berarti budi atau akal. Kebudayaan
diartikan sebagai ”hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal”.
Adapun istilah ”culture” yang merupakan istilah bahasa asing yang sama
artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata latin colere. Artinya mengolah
atau mengerjakan, yaitu mengolah tanah atau bertani. Dari asal arti tersebut
yaitu colere kemudian culture, diartikan sebagai segala daya dan kegiatan
manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
Seorang antropolog lain, yaitu E.B Taylor (1871) pernah mencoba
memberikan definisi mengenai kebudayaan sebagai berikut terjemahannya :
kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan serta
kebiasaan-kebiasaan
yang
didapatkan
oleh
manusia
sebagai
anggota
masyarakat. Dengan lain perkataan, kebudayaan mencakup kesemuanya yang
didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
‘13
2
Nama Mata Kuliah dari Modul
Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai
semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan
teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material
culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar
kekuatan serta hasilnya dapat diabadikan untuk keperluan masyarakat.
Untuk kepentingan analisis, maka dari sudut struktur dan tingkatan
dikenal adanya super-culture yang berlaku bagi seluruh masyarakat.
Suatu
super-culture biasannya dapat dijabarkan ke dalam cultures yang mungkin
didasarkan pada kekhususan daerah, golongan etnik, profesi dan seterusnya. Di
dalam suatu culture mungkin berkembang lagi kebudayaan0kebudayaan khusus
yang tidak bertentangan dengan kebudayaan ”induk”, lazimnya dinamakan
subculture. Akan tetapi apabila kebudayaan khusus tadi bertentangan dengan
kebudayaan
”induk”,
maka
gejala
tersebut
disebut
Visualisasinya secara sistematis adalah sebagai berikut :
‘13
3
Nama Mata Kuliah dari Modul
Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
counter-culture.
SUPER-CULTURE
CULTURE (S)
SUB-CULTURE
COUNTER-CULTURE
Counter-culture tidak selalu harus diberi arti negatif, karena adanya gejala
tersebut dapat dijadikan petunjuk bahwa kebudayaan induk dianggap kurang
dapat menyerasikan diri dengan perkembangan kebutuhan.
Secara analitis
dapat diadakan pembedaan antara penyimpangan dengan penyelewengan,
keduanya merupakan counter-culture. Kalau ada unsur kebudayaan luar ingin
diperkenalkan ke dalam suatu masyarakat, maka pertama-tama harus dicegah
pengkualifikasian unsur tersebut sebagai penyelewengan. Oleh karena itu, di
dalam memperkenalkan unsur kebudayaan yang relatif baru, senantiasa harus
ditonjolkan manfaat atau kegunaan riel yang ternyata lebih besar bila
dibandingkan dengan unsur kebudayaan lama (adat istiadat yang telah
tertanam).
‘13
4
Nama Mata Kuliah dari Modul
Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
B. Unsur-Unsur Kebudayaan
Melville J. Herskovits mengajukan 4 unsur pokok kebudayaan, yaitu :
1. alat-alat tekhnologi
2. sistem ekonomi
3. keluarga
4. kekuasaan politik
Bronislaw Malinowski yang terkenal sebagai salah seorang pelopor teori
fungsional dalam antropologi, menyebut unsur-unsur pokok kebudayaan sebagai
berikut :
1. sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota
masyarakat di dalam upaya menguasai alam sekelilingnya.
2. organisasi ekonomi
3. alat-alat dan lembaga atau petugas pendidikan, perlu diingatkan bahwa
keluarga merupakan lembaga pendidikan yang utama.
4. organisasi kekuatan.
Masing-masing
unsur
tersebut,
beberapa
macam
unsur-unsur
kebudayaan, untuk kepentingan ilmiah dan analisisnya diklasifikasikan ke dalam
unsur-unsur pokok atau besar kebudayaan, lazim disebut cultural universals.
Istilah ini menunjukkan bahwa unsur-unsur tersebut bersifat universal, yaitu
dapat dijumpai pada setiap kebudayaan di manapun di dunia ini.
Para
antropolog yang membahas persoalan tersebut secara lebih mendalam, belum
mempunyai pandangan seragam yang dapat diterima. Antropolog C. Kluckhohn
di dalam sebuah karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture telah
menguraikan ulasan para sarjana mengenai hal itu. Inti pendapat-pendapat para
‘13
5
Nama Mata Kuliah dari Modul
Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
sarjana itu menunjuk pada adanya tujuh unsur kebudayaan yang dianggap
sebagai cultural universals, yaitu :
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alatalat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transpor dan sebagainya)
2. Mata
pencaharian
hidup
dan
sistem-sistem
ekonomi
(pertanian,
peternakan, sistem produksi dan sebagainya).
3. Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem
hukum, sistem perkawinan)
4. Bahasa (lisan maupun tertulis)
5. Sistem pengetahuan
6. Religi (sistem kepercayaan)
Cultural-universals tersebut di atas, dapat dijabarkan lagi ke dalam unsurunsur yang lebih kecil.
kebudayaan
atau
Ralph Linton menyebutnya kegiatan-kegiatan
cultural-activity.
Sebagai contoh,
cultural
universals
pencaharian hidup dan ekonomi, antara lain mencakup kegiatan-kegiatan seperti
pertanian, peternakan, system produksi, system distribusi dan lain-lain.
Kesenian misalnya, meliputi kegiatan-kegiatan seperti seni tari, seni rupa, seni
suara dan lain-lain.
‘13
6
Nama Mata Kuliah dari Modul
Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
C. Fungsi Kebudayaan Bagi Masyarakat
Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan
masyarakat. Bermacam kekuatan yang harus dihadapi masyarakat dan anggotaanggotanya seperti kekuatan alam, maupun kekuatan-kekuatan lainnya di dalam
masyarakat itu sendiri yang tidak selalu baik baginya. Kecuali itu, manusia dan
masyarakat memerlukan pula kepuasan, baik dibidang spiritual maupun materiil.
Kebutuhan-kebutuhan masyarakat tersebut diatas, untuk sebagian besar
dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri.
Dikatakan sebagian besar oleh karena kemampuan manusia adalah terbatas,
dan dengan demikian kemampuan kebudayaan yang merupakan hasil
ciptaannya juga terbatas di dalam memenuhi segala kebutuhan.
Hasil
karya
masyarakat
melahirkan
teknologi
atau
kebudayaan
kebendaan yang mempunyai kegunaan utama di dalam melindungi masyarakat
terhadap lingkungan dalamnya.
Teknologi pada hakikatnya meliputi paling
sedikit tujuh unsur, yaitu :
1. Alat-alat produktif
2. senjata
3. wadah
4. makanan dan minuman
5. pakaian dan perhiasan
6. tempat berlindung dan perumahan
7. alat-alat transpor
‘13
7
Nama Mata Kuliah dari Modul
Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Dalam tindakan-tindakannya untuk melindungi diri terhadap lingkungan
alam, pada taraf permulaan, manusia bersikap menyerah dan semata-mata
bertindak di dalam batas-batas untuk melindungi dirinya. Taraf tersebut masih
banyak dijumpai pada masyarakat-masyarakat yang hingga kini masih rendah
taraf kebudayaannya. Misalnya suku Kubu yang tinggal di pedalaman daerah
Jambi, masih bersikap menyerah terhadap lingkungan alamnya.
Rata-rata
mereka itu masih merupakan masyarakat yang belum mempunyai tempat tinggal
tetap, hal mana disebabkan karena persediaan bahan pangan semata-mata
tergantung dari lingkungan alam.
Akan tetapi setiap orang, bagaimanapun hidupnya ia kan selalu
menciptakan kebiasaan bagi dirinya sendiri. Kebiasaan (habit) merupakan suatu
perilaku pribadi. Pribadi berarti bahwa kebiasaan orang seseorang itu berbeda
dari peri kebiasaan orang lain, walau misalnya mereka hidup dalam satu rumah.
Jadi setiap orang akan membentuk kebiasaan yang khusus bagi dirinya sendiri.
Menurut Ferdinand Tonnies, kebiasaan mempunyai tiga arti, yaitu :
1.
Dalam arti yang menunjuk pada suatu kenyataan yang bersifat obyektif,
Misalnya, kebiasaan untuk bangun pagi, kebiasaan untuk tidur di siang
hari, kebiasaan untuk minum kopi sebelum mandi dan lain-lain. Artinya
adalah, bahwa seseorang biasa melakukan perbuatan-perbuatan tadi
dalam tata cara hidupnya.
‘13
8
Nama Mata Kuliah dari Modul
Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Kepustakaan :
1. Soerjono Soekamto, Pengantar Sosiologi, Raja Graf, Jakarta, 1990
2. Zulkarnaen N, Sosiologi Komunikasi Massa
‘13
9
Nama Mata Kuliah dari Modul
Dicky Andika
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download