BAB2 KAJIANPUSTAKA 2.1. PenelitianSebelumnya

advertisement
BAB2
KAJIANPUSTAKA
2.1. PenelitianSebelumnya(StateoftheArt)
Penelitian ini didasari atas beberapa penelitian sebelumnya yang dapat
diuraikan sebagai berikut:
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
Nama dan
Judul
Penelitian
Teori yang
digunakan
peneliti
Metode
Penelitian,
Teknik
Pengumpulan
Data dan
Teknik Analisa
Data
Rahmat
Teori yang KuantitatifSawempi
Metodologi Tipe
digunakan
1201003932 penelitiMedia Riset
Binus
massa
Populasi
dan
University
Kognitif
sampel
Pengaruh
sosial
Keabsahan
Tayangan
Televisi
Penelitian
Jejak
Komunikasi
Teknik Analisis
Petualang di Massa
Trans7
Komunikasi
Terhadap
Perilaku
Perilaku
Media massa
Menjaga
Kelestarian
Alam
9
Hasil Penelitian
Perbedaan dengan
penelitian saya
Dari
hasil
penelitian,
berdasarkan
penghitungan
koefisien korelasi
Pearson
Product
Moment, didapat
hasil sebesar 0,680.
Hal
ini
menunjukkan
bahwa
terdapat
hubungan yang kuat
dari tayangan Jejak
Petualangterhadap
perilaku menjaga
kelestarian
alam
anggotaUKM
KLIFONARA
Angkatan 2012. 3.
Tayangan
Jejak
Petualang memiliki
peranan
sebesar
46,3%
terhadap
perilaku menjaga
kelestarian
alam
anggota
UKM
KLIFONARA
angkatan 2012 di
Universitas
Bina
Nusantara.
Sedangkan sisanya
sebesar 53,7%
Teori
yang
digunakan
di
penelitian
saya
definisi komunikasi,
teori
komunikasi
massa,komunikasi
budaya, media massa,
televisi,
film
documenter,
minat,
Teori Uses and effect,
Metode
Penelitian
yang saya gunakan
adalah
Kuantitatif
Teknik
Pengumpulan data
yang saya gunakan
adalah Survey
MetodePengumpulan
Data
yang
saya
gunakan,
Kuesioner
10
Pengaruh
Program
Explore
Indonesia
Terhadap
Minat
Traveling
Teori yang
digunakan
peneliti
-.komunikasi
- komunikasi
massa
Media
Massa
- Televisi
- Feature
- Travelling
- Uses and
Graticication
- Minat
Metode
Penelitian,Teknik
Pengumpulan
Data dan Teknik
analisa data
-Kuantitatif
- Eksplanatif
- Survei
- Non Probability
Sampling
- Skala Likert
Hasil
Penelitian
Terdapat
hubungan antara
kedua variabel
sebesar
0,796
dimana variabel
memiliki
hubungan yang
kuat
karena
berada diantara
0,60-0,799.
Maka sebagian
besar responden
mengetahui
program
Explore
Indonesia
sehingga
responden dapat
mengisi
kuesioner yang
diberikan oleh
peneliti.
Berdasarkan
penelitian
program
Explore
Indonesia
memiliki
pengaruh yang
cukup
kuat
terhadap minat
traveling
mahasiswa Bina
Nusantara, hal
tersebut
menjadikan
Program
Explore
Indonesia dapat
menjelaskan
variasi variabel
minat traveling
sebesar 63,4%
dan
sisanya
sebesar 36,6%
merupakan
faktor-faktor
lain yang tidak
Teori
yang
digunakan
di
penelitian
saya
adalahdefinisi
komunikasi,
teori
komunikasi
massa,komunikasi
budaya, media massa,
televisi,
film
documenter,
minat,
Teori Uses and effect,
Metode
Penelitian
yang saya gunakan
adalah
Kuantitatif
Teknik
Pengumpulan data
yang saya gunakan
adalah Survey
MetodePengumpulan
Data
yang
saya
gunakan,
Kuesioner
11
diikutsertakan
dalam
model
penelitian.
Pengaruh
Teori yang Metode
Hasil
Teori
yang
Program
digunakan
Penelitian,Teknik Penelitian
digunakan
di
Acara "Koki peneliti
Terbukti variabel penelitian
saya
Pengumpulan
Cilik"
Di Observational
adalah
definisi
Data dan Teknik Tayangan
Trans7
komunikasi,
teori
analisa data
learning
Terhadap
Program Koki
-Kuantitatif
komunikasi
Minat
Anak -Disinhibitory
massa,komunikasi
Cilik di Trans 7
- Korelasi
Untuk Belajar
budaya,
media massa,
effect
Memasak
mempunyai
- Regresi
televisi,
film
(Studi
Pada -Vicarious
pengaruh sebesar documenter,
minat,
Murid Kelas 4,
Teori Uses and effect,
5, 6 Sdn 11 reinforcement
47.3% atau bisa
Pagi
Kebon -Self-efficac
Metode
Penelitian
dibilang
Jeruk)/ Ketut
yang saya gunakan
Resky
mempunyai
adalah
Satyawati
Kuantitatif
pengaruh yang
Binus
Universuty
cukup signifikan
terhadap minat
anak untuk
Teknik
Pengumpulan data
yang saya gunakan
adalah Survey
belajar memasak
pada SDN 11
Pagi Kebon
Jeruk, Jakarta
MetodePengumpulan
Data
yang
saya
gunakan,
kuesioner
Barat.
Factors
Media Massa
Quality Of
Teori yang Metode
digunakan
Penelitian,Teknik
peneliti
Pengumpulan
-Quality
Data dan Teknik
analisa data
performance
-Kuantitatif
mempengaruhi
Academic
-Achievement
-Korelasi
nilai belajar anak
Performance:
-
-Regresi
remaja
A Case Of
socioeconomic
Secondary
-status
School Level/
M.S. Farooq,
A.H.
Chaudhry, M.
Shafiq,
G.
Berhanu
(2011)
-demographic
Affecting
Students’
factors
Hasil
Penelitian
televisi dapat
Teori
yang
digunakan
di
penelitian
saya
definisi komunikasi,
teori
komunikasi
massa,komunikasi
budaya, media massa,
televisi,
film
documenter,
minat,
Teori Uses and effect,
Metode
Penelitian
yang saya gunakan
adalah
Kuantitatif
-gender
-academic
achievement
Teknik
Pengumpulan data
yang saya gunakan
adalah Survey
MetodePengumpulan
12
Children’s and
-socio-
-Kuantitatif
Parents’
demographic
- survey
Perception
profile
-Regresi
towards TV
-perceptions of
Programs
TV programs
and the
-practice of
Practice of
parental
Parental
mediation
Mediation/
-TV exposure
Flordeliz
Lualhati
Abanto (2004)
Data
yang
saya
gunakan,
Kuesioner
The computed
Teori
yang
digunakan
di
means showed in
penelitian
saya
Tables 1-4
definisi komunikasi,
teori
komunikasi
support the
massa,komunikasi
findings that there
budaya, media massa,
are no significant televisi,
film
documenter,
minat,
differences
Teori Uses and effect,
between the
Metode
Penelitian
parents and
yang saya gunakan
children in terms adalah
Kuantitatif
of how they
perceive TV
programs and
practice
parental
mediation.
Teknik
Pengumpulan data
yang saya gunakan
adalah Survey
MetodePengumpulan
Data
yang
saya
gunakan,
Kuesioner
Tabel 2.2 Penelitian Sekarang
Peneliti
Dwi putri amalia,
(2015)
BINUS
University
Judul
Teori
Pengaruh Program “SI Teori uses
BOLANG” di TRANS 7, effect
Terhadap minat menonton
dikalangan anak-anak.
(Studi Kasus:
siswa/i
SDN kelas 5C, 5D. SDN
Margahayu 13 Bekasi
Timur)
Metodologi
and Pendekatan
Penelitianadalah
kuantitatif
Jenis penelitian saya
adalah deskriptif,
Metode
penelitian
saya adalah survey,
Variable penelelitian
saya adalah Variable
bebas dan terikat,
Teknik dan metode
pengumpulan data
saya
adalah
menggunakan
kuesioner
(field
13
research)
Teknik analisis dan
Inprentasi data saya
menggunakan
Uji Validitas,
Uji Reabilitas,
Uji Normalitas,
Uji Regresi
2.2. Landasan Teori
Pada teori dasar ini peneliti akan menjelaskan teori-teori umum dan
khusus yang berhubungan dengan topik penelitian skripsi penelit seperti
komunikasi, teori komunikasi massa, media massa, televisi, uses and effect, dan
teori hypodermic sebagai dasar penelitian dalam penelitian penulis.
2.2.1. Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu kebutuhan bagi makhluk sosial. Setiap
individu
pasti
akan
melakukan
komunikasi,
karena
komunikasi
(communication) adalah proses sosial di mana individu-individu menggunakan
simbol-simbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam
lingkungan mereka. Kata komuikasi atau communication dalam bahasa Inggris
berasal dari kata Latin communis yang berarti “sama”. Istilah pertama
(communis) paling sering disebut sebagai asal kata komunikasi, yang
merupakan akar dari kata-kata latin lainnya. Komunikasi menyarankan bahwa
suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama. Oleh karena
itu, komunikasi seharusnya dipertimbangkan sebagai aktivitas di mana tidak ada
tindakan atau ungkapan yang diberi makna secara penuh, kecuali jika
diidentifikasikan oleh partisipan komunikasi yang terlibat.
Kata lain yang mirip dengan komunikasi adalah komunitas (community)
yang juga menekankan kesamaan atau kebersamaan. Komunitas adalah
sekelompok orang yang berkumpul atau hidup bersama untuk mencapai tujuan
tertentu dan mereka berbagi makna dan sikap. Berbicara tentang definisi
komunikasi, tidak ada definisi yang benar ataupun yang salah. Seperti juga
model atau teori, definisi harus dilihat dari kemanfaatannya untuk menjelaskan
fenomena yng didefinisikan dan mengevaluasinya.
14
Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss dalam buku Human Communication
menjelaskan 3 model komunikasi :
Pertama, model komunikasi linear, yaitu model komunikasi satu arah
(one-way view of communication). Dimana komunikator memberikan suatu
stimulus dan komunikan memberikan respons atau tanggapan yang diharapkan
tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi.
Kedua, model komunikasi dua arah adalah model komunikasi
interpersonal, merupakan kelanjutan dari pendekatam linier. Pada model ini,
terjadi komunikasi umpan balik (feedback) gagasan. Ada pengirim (sender)
yang mengirimkan informasi dan ada penerima (receiver) yang melakukan
seleksi, interpretasi dan memberikan respon balik terhadap pesan dari pengirim
(sender). Dengan demikian, komunikasi berlangsung dalam proses dua arah
(two-way) maupun proses predaran perputaran arah (cyclical process),
sedangkan setiap partisipan memiliki peran ganda, di mana pada satu waktu
bertindak sebagai sender, sedangkan pada waktu lain berlaku sebagai receiver,
terus seperti itu sebaliknya.
Ketiga, model komunikasi transaksional, yaitu komunikasi hanya dapat
dipahami dalam konteks hubungan (relationship) di antara dua orang atau lebih.
Proses komunikasi ini menekan semua perilaku adalah komunikatif dan masingmasing pihak yang terlibat dalam komunikasi memiliki konteks pesan yang
dibawanya dan saling bertukar dalam transaksi (Sendjaja, 2002:4.4)
Komunikasi juga sebagai media untuk mengungkapkan pesan, ide atau
gagasan dari satu orang ke orang lain agar lawan bicara kita mengerti apa yang
kita inginkan. Oleh karena itu, komunikasi sangat dibutuhkan bagi setiap
individu baik itu secara lisan, bahasa tubuh, tulisan, dsb. Menurut Richard West
dan Lynn H. Turner (2007) Komunikasi didefinisikan lima istilah kunci, yaitu :
1. Sosial
Komunikasi adalah suatu proses sosial. Ketika menginterpretasikan
komunikasi secara sosial (social), maksud yang disampaikan adalah
komunikasi selalu melibatkan manusia serta interaksi. Artinya komunikasi
selalu melibatkan dua orang, pengirim dan penerima. Keduanya memainkan
peranan yang penting dalam proses komunikasi. Ketika Komunikasi
dipandang secara sosial, komunikasi selalu melibatkan dua orang yang
berinteraksi dengan berbagai niat, motivasi dan kemampuan.
15
2. Proses (process)
Ketika kita membicarakan komunikasi sebagai proses, hal ini berarti
komunikasi bersifat kesinambungan dan tidak memiliki akhir. Komunikasi
juga dinamis, kompleks, dan senantiasa berubah. Oleh karena itu,
komunikasi tidak memiliki awal dan akhir yang jelas.
3. Simbol (symbol)
Simbol adalah sebuah representasi dari fenomena. Kata adalah simbol untuk
konsep dan benda. Misalnya kata cinta merepresentasikan sebuah ide
mengenai cinta, sedangkan kata kursi merepresentasikan tentang benda yang
kita duduki.
4. Makna
Selain proses dan simbol, makna juga memegang peranan penting dalam
definisi komunikasi kita. Makna adalah yang diambil orang dari suatu
pesan. Dalam episode-episode komunikasi, pesan dapat memiliki lebih dari
satu makna dan bahkan berlapis-lapis makna. Tanpa berbagi makna,kita
semua akan mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa yang sama
atau dalam menginterpretasikan suatub kejadian yang sama.
5. Lingkungan
Istilah kunci yang terakhir dalam definisi komunikasi kita adalah
lingkungan. Lingkungan (environment) adalah situasi atau konteks dimana
komunikasi terjadi. Lingkungan terdiri atas beberapa elemen, seperti waktu,
tempat, periode sejarah, relasi, dan latar belakang budaya pembicara dan
pendengar. Lingkungan juga dapat dihubungkan. Maksutnya, komunikasi
dapat terjadi dengan adanya bantuan dari teknologi.
2.2.1.1. Proses Komunikasi
Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan
kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna
antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan
untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi
pada umumnya). Proses komunikasi termasuk juga suatu proses penyampaian
informasi dari satu pihak ke pihak lain dimana seseorang atau beberapa orang,
kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi
agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi berasal dari
16
bahasa latin communis yang berarti sama. Communico, communicatio atau
communicare yang berarti membuat sama. Secara sederhana komunikasi dapat
terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang
menerima pesan.
Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang
dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang
dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan
menggunakan gerak-gerik badan, dan menunjukkan sikap tertentu seperti
tersenyum, mengangkat bahu dan sebagainya. Komunikasi ini disebut
komunikasi nonverbal. Proses komunikasi bertujuan untuk menciptakan
komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada
penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi. Melalui komunikasi
sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak
lain.
a. Komunikator
Komunikator adalah pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam
sebuah proses komunikasi.Dengan kata lain, komunikator merupakan
seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber
dalam sebuah hubungan.Seorang komunikator tidak hanya berperan dalam
menyampaikan pesan kepada penerima, namun juga memberikan respons
dan tanggapan, serta menjawab pertanyaan dan masukan yang disampaikan
oleh penerima, dan publik yang terkena dampak dari proses komunikasi
yang berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung.
b. Pesan
Pesan adalah setiap pemberitahuan, kata, atau komunikasi baik lisan
maupun tertulis, yang dikirimkan dari satu orang ke oranglain.Pesanmenjadi
inti dari setiap proses komunikasi yang terjalin pesan terbagi menjadi dua,
yakni pesan verbal dan non-verbal. Pesan verbal adalah jenis pesan yang
penyampaiannya menggunakan kata-kata, dan dapat dipahami isinya oleh
penerima berdasarkan apa yang didengarnya. Sedangkan, pesan non-verbal
adalah jenis pesan yang penyampaiannya tidak menggunakan kata-kata
secara langsung, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan
gerak-gerik,
tingkah
laku,
mimik
wajah,
atau
ekspresi
muka
17
pengirimpesan.Padapesan non-verbal mengandalkan indera penglihatan
sebagai penangkap stimuli yang timbul.
c. Penerima
Penerima adalah pihak yang memperoleh pesan atau stimulus yang
dikirmkan oleh sumber. Stimulus yang diterima tersebut dapat terdiri dari
beraneka ragam bentuk, seperti kata-kata, tulisan, gerak-gerik, mimik muka,
ekspresi wajah, sentuhan, aroma, serta perbuatan atau tingkah laku lawan
bicara.Selanjutnya, peran penerima adalah mencerna dan menanggapi
stimulus
tersebut
dengan
mendengar,
melihat,
membau,
atau
merasakan.Secara garis besar, penerima dapat terbagi menjadi penerima
aktif dan penerima pasif.Penerima pasif adalah orang yang hanya menerima
stimulus yang datang kepadanya, tanpa memberikan tanggapan serta umpan
balik (feedback).Sedangkan, penerima aktif adalah orang yang tidak saja
menerima stimulus yang datang kepadanya, tetapi juga memberikan
tanggapan atau feedback secara aktif (berkelanjutan) kepada pengirim.
d. Feedback
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan
dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim
pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini
penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan
sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat
disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima
pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya
merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan
tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau
tidak.
Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi
balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan
menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang
diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang
dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan
kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat
memperjelas persepsi.
18
Sumber
informasi
(Information
Source)
Pesan
(Message)
Tujun
(Destination)
Penerima
(Receiver)
Transmitter
Sinyal
(Signal)
Sinyal
(Signal)
Pesan
(Message)
Sumber Gangguan
(Noice Source)
Gambar 2.1
Proses Komunikasi
2.2.1.2. Jenis-jenis Komunikasi.
Untuk mengetahui komunikasi antara pimpinan perusahaan dengan
karyawan komunikasi dibedakan menjadi tiga menurut jenisnya: (Soejono
Trimo, Analisis Kepemimpinan Angkasa Bandung. 1995)
a. Downward Communication
Koordinasi melalui rencana yang telah dibuat (by plan) yang dapat
dikatakan koordinasi itu mencapai bentuk komunikasi yang akhirnya
berjalan kebawah.Komunikasi ini bersifat satu arah dari pemimpin kepada
bawahanya. Informasi yang disampaikan meliputi antara lain, kebijaksanaan
pemimpin, peraturan, ketentuan yang harus diikuti oleh pekerja. jadwal
kegiatan atau program dan alokasi sumber-sumber.
Makin jelas atau pasti suatu kegiatan atau pekerjaan makin kurang
bimbingan atau pemrosesaninformasi yang diperlukan, sehingga pemimpin
cukup mengkoordinasikan pekerjaan bawahan melalui rencanakerja yang
telah disiapkan.
b. Upward Communication
Koordinasi melalui umpan balik (feed back), berarti komunikasi teratur
keatas, dari bawahan kepimpinan terutama dalam melaksanakan pekerjaanpekerjaan yang bersifat teknis, pemimpin atau manajer sangat memerlukan
input informasi yang berupa laporan, saran dari bawahan untuk dapat
mengkoordinasikan seluruh kegiatan itu.
19
c. Komunikasi Horizontal atau Diagonal
Koordinasi melalui interaksi lateral sebenarnya merupakan satu alur
komunikasi atau informasi yang sifatnya horizontal atau diagonal antar
departemen/unit-unit dalam organisasi.
Informasi dipakai pemimpin bilamana karakteristik tugas atau pekerjaan itu
mengandung derajat ketidak pastian yang tinggi.
Dalam kondisi tugas atau pekerjaan semacam ini pemimpin atau bawahan
amat membutuhkan pemrosesan informasi yang tinggi berkaitan enggan
tugas atau pekerjaan yang dilaksanakan, masukan-masukan tidak hanya dari
kelompok atau unit kerjanya sendiri, akan tetapi memerlukan pula informasi
dari unit-unit kerja lain dalam organisasi itu.
2.2.1.3. Fungsi Komunikasi
Seperti dikatakan Rudolph F. Verderber dalam buku Deddy Mulyana
(2013:5) mengemukakan bahwa komunikasi mempunyai dua fungsi. Pertama,
fungsi sosial, yakni untuk tujuan kesenangan, untuk menunjukkan ikatan dengan
orang lain, membangun dan memelihara hubungan. Kedua, fungsi pengambilan
keputusan, yakni memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu
pada saat tertentu. Berikut ini kita akan membahas empat fungsi komunikasi
berdasarkan kerangka yang dikemukakan William I. Gorden dalam buku Deddy
Mulyana (2007: 5-33) yaitu :
1. Fungsi Pertama : Komunikasi Sosial
Fungsi Komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan
bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep-konsep diri kita,
aktualisasi-diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan,
terhindar dari tekanan dan ketegangan
2. Fungsi Kedua : Komunikasi Ekspresif
Erat kaitannya dengan komunikasi sosial adalah komunikasi ekspresif yang
dapat dilakukan baik sendirian ataupun dalam kelompok. Komunikasi
ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, namun dapat
dilakukan
sejauh
komunikasi
tersebut
menjadi
menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) kita.
instrument
untuk
20
3. Fungsi Ketiga : Komunikasi Ritual
Erat kaitannya dengan komunikasi ekspresif adalah komunikasi ritual, yang
biasanya dilakukan secara kolektif.
4. Fungsi Keempat : Komunikasi Instrumental
Komunikasi
instrumental
mempunyai
beberapa
tujuan
umum:
menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan,
dan mengubah perilaku atau menggerakkan tindakan, dan juga menghibur.
Bila diringkas, maka kesemua tujuan tersebut dapat disebut membujuk
(bersifat persuasif). Komunikasi yang berfungsi memberitahukan atau
menerangkan (to inform) mengandung muatan persuasif dalam arti bahwa
pembicara menginginkan pendengarnya mempercayai bahwa fakta atau
informasi yang disampaikannya akurat dan layak diketahui.
2.2.2. Teori Komunikasi Massa
2.2.2.1. Pengertian
Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi kepada
khalayak luas dengan menggunakan saluran komunikasi. Definisi komunikasi
massa yang paling sederrhana dikemukakan oleh Bittner (Rakhmat,2004),
yakni: komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media
massa pada sejumlah besar orang (mass communication is messages
communicated through a mass medium to a large number of people). Dari
definisi tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi massa itu harus
menggunakan media massa. (Rakhmat, Jalaluddin. 2004. Metode Penelitian
Komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.)
Menurut Nurudin (2007:2). Pengantar Komunikasi Massa,Komunikasi
massa adalah studi ilmiah tentang media massa yang beserta pesanyang
dihasilkan oleh pembaca / pendengar / penonton yang akan cobadiraihnya, dan
efeknya terhadap mereka. Sementara itu dalam buku yang sama(Nurudin,
2007:12)
Secara teori, pada satu sisi, konsep komunikasi massa mengandung
pengertian sebagai suatu proses di mana institusi media massa memproduksi
dan menyebarkan pesan kepada publik secara luas, namun pada sisi lain
21
komunikasi massa merupakan prosses di mana pesan tersebut dicari, digunakan,
dan dikonsumsi oleh audience. Fokus kajian dalam komunikasi massa adalah
media massa. Media massa adalah institusi yang menebarkan informasi berupa
pesan, peristiwa, atau produk budaya yang mempengaruhi dan merefleksikan
suatu masyarakat. Sehubungan dengan itu, maka institusi media massa juga
adalah bagian dari sistem kemasyarakatan dari suatu masyarakat dalam konteks
yang lebih luas.
Beberapa definisi komunikasi massa yang dikemukakan di atas,
tampaknya tidak ada perbedaan yang mendasar atau prinsip, bahkan definisidefinisi itu satu sama lain saling melengkapi. Rakhmat merangkum definisidefinisi komunikasi massa menjadi: “Komunikasi massa diartikan sebagai jenis
komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen,
dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama
dapat diterima secara serentak dan sesaat (Rakhmat, 2004)
2.2.2.2. Karakteristik Komunikasi Massa
Namun, agar karakteristik komunikasi massa itu tampak jelas, maka
pembahasannya perlu dibandingkan dengan komunikasi antarpersona. Menurut
Ardianto dikutip dalam buku Pengantar Komunikasi Massa (2012: 6-12)
Karakteristik komunikasi massa adalah sebagai berikut:
1. Komunikator Terlembagakan
Ciri komunikasi massa yang pertama adalah komunikatornya. Kita sudah
memahami bahwa komunikasi massa itu menggunakan media massa, baik
media cetak maupun elektronik. Dengan mengingat kembali pendapat
Wright,
bahwa
komunikasi
massa
itu
melibatkan
lembaga
dan
komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks, mari kita
bayangkan secara kronologis proses penyusunan pesan oleh komunikator
sampai pesan itu disampaikan oleh komunikan. Apabila media komunikasi
yang digunakan adalah televisi, tentu akan lebih banyak lagi orang yang
terlibat, seperti juru kamera (lebih dari satu), juru lampu, pengarah acara,
bagian make up, floor manager, dan lain-lain. Selain itu peralatan yang
digunakan lebih banyak serta dana yang diperlukan lebih besar.
2. Pesan Bersifat Umum
22
Komunikasi massa itu bersifat terbuka, artinya komunikasi massa itu
ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk sekelompok orang
tertentu. Oleh karenanya, pesan komunikasi massa bersifat umum. Pesan
komunikasi massa dapat berupa fakta, peristiwa atau opini. Namun tidak
semua fakta dan peristiwa yang terjadi di sekitar kita dapat dimuat di media
massa. Pesan komunikasi massa yang dikemas dalam bentuk apa pun harus
memenuhi kriteria penting atau menarik, atau penting sekaligus menarik,
bagi sebagian besar komunikan.
3. Komunikan Anonim dan Heterogen
Komunikan pada komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen. Dalam
komunikasi massa, komunikator tidak mengenal komunikan (anonim),
karena komunikasinya menggunakan media dan tidak tatap muka.
Disamping anonim, komunikan komunikasi massa adalah heterogen, karena
terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang berbeda, yang dapat
dikelompokkan berdasarkan faktor: usia, jenis kelamin, pendidikan,
pekerjaan, latar belakang budaya, agama dan tingkat ekonomi.
4. Media Massa Menimbulkan Keserempakan
Kelebihan media massa dibandingkan dengan komunikasi lainnya, adalah
jumlah sasaran khalayak atau komunikan yang dicapainya relatif banyak dan
tidak terbatas. Bahkan lebih dari itu, komunikan yang banyak itu serempak
pada waktu yang bersamaan memperoleh pesan yang sama pula.
5. Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan
Salah satu prinsip komunikasi adalah bahwa komunikasi mempunyai
dimensi isi dan dimensi hubungan (Mulyana, 2002:99). Dimensi isi
menunjukkan muatan atau isi komunikasi, yaitu apa yang dikatakan,
sedangkan
dimensi
hubungan
menunjukkan
bagaimana
cara
mengatakannya, yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para
peserta komunikasi itu.
6. Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah
Selain
ada
ciri
yang
merupakan
keunggulan
komunikasi
massa
dibandingkan dengan komunikasi lainnya, ada juga ciri komunikasi massa
yang merupakan kelemahannya. Karena komunikasinya melalui media
massa, maka komunikator dan komunikannya tidak dapat melakukan kontak
langsung. Komunikator aktif menyampaikan pesan, komunikan pun aktif
23
menerima pesan, namun diantara keduanya tidak dapat melakukan dialog
sebagaimana halnya terjadi dalam komunikasi antarpersona. Dengan kata
lain, komunikasi massa itu bersifat satu arah.
7. Stimulasi Alat Indra Terbatas
Ciri komunikasi massa lainnya yang dapat dianggap salah satu
kelemahannya, adalah simulasi alat indra yang terbatas. Pada komunikasi
antarpersona yang bersifat tatap muka, maka seluruh alat indra pelaku
komunikasi,komunikator dan komunikan, dapat digunakan secara maksimal.
Kedua belah pihak dapat melihat, mendengar secara langsung, bahkan
mungkin merasa. Dalam komunikasi massa, stimulasi alat indra bergantung
pada jenis media massa. Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya
melihat. Pada siaran dan rekaman auditif, khalayak hanya mendengar,
sedangkan pada media televisi dan film, kita menggunakan indra
penglihatan dan pendengaran.
8. Umpan Balik Tertunda (Delayed) dan Tidak Langsung (Indirect)
Dalam proses komunikasi massa, umpan balik bersifat tidak langsung
(indirect) dan tertunda (delayed). Artinya,komunikator komunikasi massa
tidak dapat dengan segera mengetahui bagaimana reaksi khalayak terhadap
pesan yang disampaikannya
2.2.3. Media Massa
2.2.3.1. Pengertian
Menurut Ardianto (2012) Media massa (mass media) adalah saluransaluran atau cara pengiriman bagi pesan-pesan massa. Media massa dapat
berupa surat kabar, televisi, komputer, radio dan sebagainya. Media massa pada
dasarnya dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni media massa cetak dan
media elektronik. Media cetak yang dapat memenuhi kriteria sebagai media
massa adalah surat kabar dan majalah. Sedangkan media elektronik yang
memenuhi kriteria media massa adalah radio siaran, televisi, film, media on-line
(internet). Setiap media cetak memiliki karakteristik yang khas.
2.2.3.2. Jenis – jenis media massa
24
Media massa adalah perantara yang menyampaikan mengenai informasiinformasi, pikiran, gagasan, maupun komunikasi ke masyarakat umum. Berikut
ini jenis-jenis media massa :
25
1. Media Cetak
Media cetak adalah media yang terdiri dari lembaran kertas yang tertulis
dengan sejumlah kata, beberapa gambar, kalimat dan wacana yang disusun
secara rapih berisikan berbagai macam informasi, ilmu pengertahuan,
teknologi, hiburan, tips, lowongan lapangan pekerjaan, bisnis, aspirasi dan
opini masyarakat. Media yang termasuk dalam media cetak adalah Surat
kabar, majalah, tabloid, buletin, buku teks (buku pelajaran), dll.
2. Media Elektronik
Media eletronik adalah sarana komunikasi yang mempergunakan peralatan
elektronik sebagai dalam penyampaian informasi. Media yang termasuk
dalam media elektronik adalah Televisi, radio, handphone, internet,
komputer, dll.
2.2.4. Televisi
2.2.4.1. Pengertian televisi
Dari semua media komunikasi yang ada, televisilah yang paling
berpengaruh pada kehidupan manusia. Televisi merupakan salah satu media
massa yang bersifat dapat didengar dan dilihat dalam bentuk gambar yang
bergerak (audiovisual). Peranan televisi disini adalah sebagai media massa yang
memberikan informasi, hiburan, motivasi pendidikan, serta alat kontrol sosial
kepada khalayak. Selain itu siaran televisi
dapat dikonsumsi oleh semua
kalangan, tidak mengenal gender, status sosial maupun umur, semua dapat
menikmati siaran televisi.
Masyarakat tidak akan bisa hidup tanpa adanya televisi. Televisi pada
saat ini merupakan salah satu sarana media yang tidak bisa dipisahkan dari
kehidupan manusia karena memang manusia tidak akan bisa hidup tanpa adanya
televisi, dimanapun kita berada pasti yang pertama kita cari adalah televisi. Dari
media televisi
masyarakat mendapatkan sebagian dari kebutuhan hidupnya
yaitu, informasi, hiburan, pengetahuan, pendidikan dan lain sebagainya. Dengan
kesempurnaan teknologi yang ada di televisi, televisi mampu menjadi media
penyiaran yang paling diminati oleh masyarakat luas pada saat ini dibanding
dengan media lainnya seperti radio, majalah, koran, dan media lainnya.
26
2.2.4.2. Karakteristik televisi
Dilihat dari penggunaan alat indra, dalam siaran radio, surat kabar dan
majalah hanya satu alat indra yang bekerja. Seperti ketika mendengarkan siaran
radio yang digunakan adalah indra pendengaran, membaca surat kabar dan
majalah dapat dilakukan dengan penglihatan.
1. Audiovisual
Televisi memiliki kelebihan, yakni dapat didengar seklaigus dapat dilihat
(audiovisual). Jadi, apabila siaran radio hanya mendengar kata-kata, musik,
dan efek suara maka televisi dapat melihat gambar yang bergerak. Namun,
tidak berarti gambar lebih penting dari kata-kata. Keduanya harus ada
kesesuaian secara harmonis. Betapa menjengkelkan bila acara televisi hanya
terlihat gambarnya tanpa suara atau sebaliknya suara tanpa gambar.
2. Berfikir dalam gambar
Pihak yang bertanggung jawab atas kelancaran shooting di televisi adalah
produser. Bila ia membuat naskah acara atau membaca naskah acara, ia
harus berpikir dalam gambar (thinks in picture). Begitu pula bagi seorang
komunikator
yang akan menyampaikan informasi, pendidikan, atau
persuasi, sebaiknya ia dapat berpikir dengan gambar.
3. Pengoperasian Lebih Kompleks
Dibandingkan dengan radio siaran, pengoperasian televisi siaran lebih
kompleks, dan lebih banyak melibatkan orang. Untuk menyangkan acara
siaran berita yang dibawakan oleh dua orang pembaca berita saja dapat
melibatkan 10 orang. Mereka terdiri dari produser, pengarah acara, pengarah
teknik, pengarah studio, pemandu gambar, dua atau tiga juru kamera, juru
video, juru audio, juru rias, juru suara, dan lain-lain. Bila menyangkut acara
drama musik yang lokasinya di luar studio, akan lebih banyak lagi
melibatkan orang yang bekerja (crew).
2.2.4.3. Fungsi Media Televisi
Fungsi Televisi sama dengan fungsi media lainnya (surat kabar dan
siaran radio), yakni memberikan informasi, mendidik, mnghibur dan membujuk.
Tetapi dapat kita lihat sekarang televisi lebih berdominan berfungsi sebagai
27
penghibur. Karena tujuan khalayak menonton televisi adalah untuk memperoleh
hiburan, selanjutnya unuk memperoleh informasi. Melalui televisi, masyarakat
mendapatkan informasi tentang kehidupan sosial, informasi yang mendidik dan
menghibur
2.2.5. Program Televisi
2.2.5.1. Pengertian
Televisi memiliki berbagai jenis program di dalamnya. Televisi semakin
hari semakin berlomba lomba-lomba dalam menciptakan program-program
yang bisa menjadi unggulan mereka dan tidak pernah ada habisnya. Hampir
selama 24jam setiap hari televisi menayangkan rangkaian program mereka yang
dapat disaksikan jutaan pasang mata. Tayangan program di televisi sekaramg
semakin beragam, Program” itu sendiri berasal dari bahasa inggris (programme)
atau program yang berarti acara atau rencana. Undang-undang penyiaran
Indonesia tidak menggunakan kata program untuk acara tetapi menggunakan
istilah “siaran” yang didefinisikan sebagai pesan atau rangkaian pesan yang
disajikan dalam berbagai bentuk. Dengan demikian,pengertian program adalah
segala hal yang ditampilkan stasiun penyiaran untuk memenuhi kebutuhan
audiencenya . Program atau acara yang disajikan adalah faktor yang membuat
audience tertarik untuk mengikuti siaran yang dipancarkan stasiun penyiaran
apakah itu radio atau televisi.
2.2.5.2. Jenis-jenis program televisi
Dari berbagai macam program yang disajikan stasiun penyiaran jenisjenis program terbagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Program informasi, adalah segala jenis siaran yang bertujuan untuk
memberitahuakan tambahan pengetahuan (informasi) kepada khalayak
audience.
a. Berita keras (Hard News), adalah segala bentuk informasi yang penting
dan menarik yang harus segera disiarkan oleh media penyiaran karena
sifatnya yang harus segera ditayangkan agar dapat diketahui oleh
khalayak audience secepatnya.
28
1) Straight News, suatu berita singkat (tidak detail) yang hanya
menyajikan informasi terpenting saja terhadap suatu peristiwa yang
diberitakan.
2) Feature, adalah berita yang menampilkan berita-berita ringan .namun
menarik.
3) Infotaiment, adalah berita yang menyajiakan informasi mengenai
kehidupan orang-orang yang dikenal masyarakat (celebrity).
b. Berita lunak (Soft News), adalah informasi yang penting dan menarik
yang disampaikan secara mendalam (indepth) namun tidak bersifat harus
segera ditayangkan.
1) Current Affair, adalah program yang menyajikan informasi yang
terkait dengan suatu berita penting yang muncul sebelumnya namun
dibuat secara lengkap dan mendalam.
2) Magazine, adalah program yang menampilkan informasi ringan dan
mendalam. Magazine menekankan pada aspek menarik suatu
informasi ketimbang aspek pentingnya.
3) Dokumenter, adalah program informasi yang bertujuan untuk
pembelajarandan pendidikan namun disajikan dengan menarik.
4) Talk Show, adalah yang menampilkan beberapa orang untuk
membahas suatu topik tertentu yang dipandu oleh seorang pembawa
acara.
2. Program Hiburan, adalah segala bentuk siaran yang bertujuan untuk
menghibur audience dalam bentuk musik, lagu, cerita, dan permainan.
Program yang temasuk dalamketegori hiburan adalah drama, musik, dan
permainan (game).
a. Drama, adalah pertunjukan (show) yang menyajikan cerita mengenai
kehidupan atau karakter seseorang atau beberapa orang (tokoh) yang
diperankan oleh pemain (artis) yang melibatkan konflik dan emosi.
b. Sinetron merupakan drama yang menyajika cerita dari berbagai tokoh
secara bersamaan. Masing-masing tokoh memiliki alur cerita mereka
sendiri-sendiri tanpa harus dirangkum menjadi suatu kesimpulan.
c. Film, televisi menjadi media paling akhir yang dapat menayangkan film
ebagai salah satu programnya karena pada awalnya tujuan dibuatnya
29
film untuk layar lebar. Kemudian film itu sendiri didistribusikan menjadi
VCD atau DVD setelah itu film baru dapat ditayangkan di televisi.
2.2.5.3 Tayangan Program
1. Tokoh
Tokoh adalah seseorang yang terkemuka atau kenamaan di
bidangnya, atau seseorang yang memegang peranan penting dalam
suatu bidang atau aspek kehidupan tertentu dalam masyarakat.
Seseorang tersebut berasal, dibesarkan, dan hidup dalam lingkungan
masyarakat tertentu. Menurut Aminudin (2002: 79) tokoh adalah
pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehingga
peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita.
2. Gaya berpakaian
Gaya berpakaian merupakan bentuk nomina yang bermakna
ragam cara atau bentuk terbaru pada suatu waktu tertentu (tata
pakaian, potongan rambut, corak hiasan, dan sebagainya) gaya
berpakaian
yang dikenakan oleh seseorang mampu mecerminkan
siapa si pengguna tersebut. Dan dalam program si bolang ini memiliki
gaya berpakaian yang khas hanya dengan menggunakan kaos dan
perlengkapan yang selalu dipakai yaitu tas ransel , syall dan topi.
3. Lokasi
Dalam program Si Bolang TRANS 7, lokasi berperan penting
dalam penyajian suatu tayangan.. Karena dalam program Si Bolang
ini mempunyai Lokasi setting outdoor dan lokasinya berbeda-beda
dari satu daerah ke daerah lainnya.
4. Permainan Tradisional
Permainan tradisional merupakan jenis permainan yang
mengandung nilai-nilai budaya pada hakikatnya merupakan warisan
leluhur yang harus dilestarikan keberadaannya. Ada permainan yang
sifatnya bertanding dan ada juga yang diutamakan utamakan untuk
mengisi waktu luang sebagai bentuk rekreasi.Dan dalam program Si
30
Bolang ini menampilkan berbagai macam permainan tradisional dari
setiap daerah asal.
5. Lagu (theme song)
Lagu adalah salah satu bagian terpenting di dalam program Si
Bolang tersebut, dimana lagu itu mengiringi tayangan tersebut
sehingga yang menontonya akan merasa terhibur dengan teks lagu
yang mudah sekali dihafal dan di nyanyikan ulang..
Dari lima elemen tayangan program, peneliti mengambil lima
point dalam tayangan program untuk dimasukkan ke dalam
operasional konsep dan kuesioner yaitu Tokoh, Gaya berpakaian,
Lokasi, Permainan Tradisionl dan Lagu.
Peneliti mengambil lima point itu karena, merupakan pointpoint yang penting untuk dimasukkan ke dalam penelitian.
2.2.6. Film Documenter
Pengertian film documenter adalah film yang mendokumentasikan
kenyataan dan fakta.Dalam film dokumenter tidak ada cerita fiktif yang dibuatbuat untuk mendramatisir adegan dalam film.Artinya, film dokumenter
merepresentasikan kenyataan dan menampilkan kembali fakta yang ada dalam
kehidupan.
Istilah film dokumenter pertama digunakan dalam resensi film Moana
pada tahun 1926 oleh Robert Flaherty, tepatnya pada tanggal 8 Februari 1926.
Istilah dokumenter sempat digunakan untuk semua film non-fiksi.Hal ini berarti
semua film yang menceritakan fakta dan kenyataan termasuk dalam film
dokumenter.
Film dokumenter juga merupakan rekaman kejadian yang diambil
langsung saat kejadian nyata sedang berlangsung.Dalam film dokumenter, unsur
hiburan tidak terlalu ditonjolkan, melainkan unsur pesan khusus dari tema film
dokumenter tersebut. Meski begitu dalam beberapa film dokumenter juga
menampilkan unsur entertain yang tidak sedikit.
Film dokumenter kerap digunakan sebagai media kritik sosial dengan
memotret hal hal kelam dalam negara seperti potret kehidupan masyarakat
31
miskin atau kesenjangan sosial yang terjadi dalam suatu negara.Selain itu film
dokumenter juga digunakan untuk membuat film biografi suatu tokoh.Para artis,
musisi dan penyanyi dunia yang populer juga sering membuat film dokumenter
dengan video dokumentasi hasil konser dan show serta kehidupan sehari-hari
mereka.
Program Si Bolang itu sendiri adalah salah satu film documenter dimana
didalamnya menceritakan tentang seorang anak dan teman-temannya yang
melakukan beragam kegiatan seperti menceritakan adat istiadat di daerahnya,
pemandangan indah,makanan khas,serta permainan tradisional yang tak pernah
ketinggalan. Dalam tayangan si bolang tokoh bolang yang diperankan oleh
seorang anak laki-laki dengan memakai tas, topi, dan syall merah itu seolaholah mengajak kita untuk ikut bermain serta berpetualang bersamanya. Dengan
memperkenalkan budaya-budaya yang ada diindonesia dan tak luput dari
hiburan yang disajikan dalam program tayangan Si Bolang ini.
2.2.6.1. Jenis-jenis film documenter
1. Biografi
Berisi potret, biografi dan profil perjalanan hidup suatu tokoh terkenal
dunia, bisa berupa presiden, menteri, pengusaha, artis, musisi, dan lain-lain.
Contoh : Mandela, Salvador Dali, This Is It Michael Jackson
2. Sejarah
Berisi rekaman kejadian dan peristiwa bersejarah yang terjadi di masa lalu,
bisa berupa perang, perjanjian, kehidupan masa lalu dan lain-lain.
Contoh : Triumph of the Will, Olympia I, Mutiara dari Timur
3. Traveling
Berisi footage laporan perjalanan lengkap ke tempat wisata atau tempat
tempat tertentu bisa dalam bidang antropologi atau bidang hiburan saja.
Contoh : My Trip My Adventure
4. Ilmu Pengetahuan
Berisi film dokumenter tentang pendidikan dan education yang memberikan
informasi bisa dari bidang sains, teknologi, budaya dan lain-lain.
Contoh : Si Bolang, Laptop Si Unyil
5. Investigasi
32
Berisi rekaman penyelidikan dan investigasi secara jurnalistik suatu kasus
atau peristiwa yang sedang dibahas dengan tujuan mengetahui lebih dalam.
Contoh : Investigasi, Siap 86
2.2.7. Minat
2.2.7.1. Pengertian Minat
Banyak pendapat yang menyebutkan bahwa keputusan seseorang untuk
melakukan atau tidak melakukan sesuatu didasarkan kepada minat orang
tersebut. Hardjana mengartikan minat sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa
ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada
dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan
suatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar
minat (Hardjana, 2004:88).
Minat bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir, minat merupakan suatu
hasil belajar, mempengaruhi proses belajar selanjutnya, serta mempengaruhi
penerimaan minat-minat baru. Proses belajar dipengaruhi oleh minat karena
dengan adanya minat, seseorang akan memberikan perhatian yang lebih besar
terhadap subjek tertentu. Perhatian yang lebih besar ini membuat seseorang
lebih giat dan mudah untuk mempelajari sesuatu. Minat merupakan motivator
yang kuat untuk melakukan suatu aktivitas (Sandjaja, 2004:2).
Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal
atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah
penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri.
Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Minat
terbentuk karena adanya kebutuhan seseorang sepanjang perkembangan
seseorang tersebut. Kebutuhan ini sebagai stimulus atau perangsang. Jadi agar
stimulus dapat menimbulkan minat, tentu haruslah menarik minat (manusia
cenderung menyukai yang menarik bagi dirinya dan menguntungkannya).
Agar stimulus dapat menarik haruslah melalui proses :
a) Adanya perhatian terhadap stimulus
b) Stimulus dapat dimengerti
c) Stimulus tersebut dapat diterima (penerimaan).
33
Ketiga kondisi tersebut adalah proses timbulnya minat terhadap
stimulus. Tetapi kondisi tersebut belum sampai pada tahap timbulnya minat
terhadap objek. Objek yang dimaksud dalam penelitian ini adalah program Si
Bolang TRANS 7.
Adapun minat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah minat
menonton. Sarji (1991:71) mengatakan bahwa menonton adalah suatu proses
yang disadari atau tidak disadari dimana penonton ditempatkan pada alam yang
samar yang dihadapkan pada tumpuan cahaya dan membantu menghasilkan
ilusi diatas layar. Suasana ini menimbulkan emosi, pikiran manusia dipengaruhi
oleh tayangan yang ditonton.
Dengan demikian, dari beberapa pengertian tentang minat dan
menonton, dapat diambil kesimpulan bahwa minat menonton adalah keadaan
dimana diri individu atau khalayak terbangkit untuk mengarahkan perhatiannya
secara sadar terhadap objek yang disenanginya dan untuk selanjutnya emosi,
pikiran dan perhatiannya terpengaruh oleh gambar hidup yang dilihatnya
sehingga terangsang untuk menyaksikan objek yang disenangi tersebut.
Sedangkan menurut kamus bahasa Indonesia (2007:74), minat menonton
adalah ketentuan hati yang tinggi terhadap sebuah program televisi yang
ditayangkan. Minat menonton merupakan kecenderungan hati yang tinggi atau
suatu keinginan terhadap sesuatu atau objek, dalam hal ini adalah keinginan
untuk menonton program televisi dalam bentuk program Si Bolang di TRANS
7. Minat menonton dapat ditentukan oleh tiga komponen (Soemanto, 2001:35).
1. Kognitif, yang berhubungan dengan gejala mengenai wujud pengolahan,
pengetahuan dan keyakinan serta harapan individu tentang objek atau
produk tertentu. Aspek kognitif dapat diartikan sebagai letak hubungan antar
bagian pengetahuan yang telah ada dalam diri yang dikontrol oleh akal. Jadi
disini akal sebagai kekuatan yang mengendalikan pikiran.
2. Afektif, berwujud proses yang menyangkut perasaan tertentu ditunjukkan
pada objek tertentu. Aspek afektif dapat diartikan sebagai suasana psikis
yang mengambil bagian pribadi dalam situasi dengan jalan membuka diri
terhadap suatu yang berbeda dengan keadaan atau nilai dalam diri.
3. Konatif, proses tendensi atau kecenderungan untuk berbuat atau tindakan
suatu objek.
34
Jadi minat khalayak dalam penelitian ini adalah perhatian atau
kecenderungan yang terarah secara tertentu terhadap kegiatan menonton
program Si Bolang TRANS7 yang pada akhirnya mampu menimbulkan minat
menonton pemirsa untuk mengikuti setiap episode penayangan program Si
Bolang tersebut
.
2.2.7.2. Faktor Timbulnya Minat
Berdasarkan teori “Acceptance Rejection” yang dikemukakan Fryer,
bahwa keberadaan minat itu berdasarkan pada orientasi suka dan tidak sukanya
individu terhadap objek, subjek atau aktivitas. Orientasi ini pada gilirannya akan
mempengaruhi penerimaan individu. Jika individu suka terhadap objek, subjek,
atau aktivitas tersebut, maka individu akan menerimanya.
Jika individu tidak suka terhadap objek, subjek, atau aktivitas tersebut,
maka ia akan menolaknya. Penentuan minat ini didasarkan pada reaksi individu
(menolak atau menerima). Jika ia menerima berarti ia berminat, jika menolak
berarti ia tidak berminat. (Sarwono S.W, 2003:71).
Faktor timbulnya minat, menurut Crow and Crow (1982), terdiri dari
tiga faktor (Sarwono S.W, 2003:76):
1. Faktor dorongan dari dalam, yaitu rasa ingin tahu atau dorongan untuk
menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda. Dorongan ini dapat membuat
seseorang berminat untuk mempelajari ilmu mekanik, melakukan penelitian
ilmiah, atau aktivitas lain yang menantang.
2. Faktor motif sosial, yakni minat dalam upaya mengembangkan diri dari
dalam hal ilmu pengetahuan, yang mungkin diilhami oleh hasrat untuk
mendapatkan kemampuan dalam bekerja, atau adanya hasrat untuk
memperoleh penghargaan dari keluarga atau teman.
3. Faktor emosional, yakni minat yang berkaitan dengan perasaan dan emosi.
Misalnya, keberhasilan akan menimbulkan perasaan puas dan dapat
meningkatkan minat, sedangkan kegagalan dapat menghilangkan minat
seseorang.
2.2.8. Teori Khusus
2.2.8.1. Teori Uses and Effect
35
Menurut (Sendjaja, 2002 : 5. 41), teori uses and effect pertama kali
dikemukakan Sven Windahl (1979), merupakan sintesis antara pendekatan uses
and gratifications dan teori tradisional mengenai efek. Konsep use
(penggunaan) merupakan bagian yang sangat penting atau pokok dari pemikiran
ini. Karena pengetahuan mengenai penggunaan media yang akan memberikan
jalan bagi pemahaman dan perkiraan tentang hasil dari suatu proses komunikasi
massa. Penggunaan media dapat memiliki banyak arti.Ini dapat berarti
exposureyang semata-mata menunjuk pada tindakan mempersepsi. Dalam
konteks lain, pengertian tersebut dapat menjadi suatu proses yang lebih
kompleks, dimana isi terkait harapan-harapan tertentu untuk dapat dipenuhi,
fokus dari teori ini lebih kepada pengertian yang kedua. Misalnya, bagaimana
media itu digunakan dan menimbulkan efek atas penggunaan media tersebut
sebagai sumber informasi.
Dalam uses and gratification, penggunaan media pada dasarnya ditentukan oleh
kebutuhan dasar individu. Sementara pada uses and effect, kebutuhan hanya
salah satu dari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan media.
Karakteristik individu, harapan dan persepsi terhadap media, dan tingkat akses
terhadap media, akan membawa individu kepada keputusan untuk menggunakan
atau tidak menggunakan isi media massa (Sendjaja, 2004: 41-42).
Kegunaan teori uses and effect pada penelitian ini adalah, media pada
dasarnya ditentukan oleh kebutuhan dasar individu. Program tayangn Si Bolang
telah memberikan tayangan dengan jalan cerita yang berbeda dan unik untuk
memenuhi kebutuhan hiburan dan pengetahuan penonton nya. Semakin banyak
frekuensi
seseorang
dalam
menonton
sebuah
progam
televisi,
besar
kemungkinan akan timbul efek kepada penontonnya itu sendiri terutama anakanak yang masih memiliki rasa keingintahuan terhadap suatu tayangan dengan
meniru adegan-adegan yang mereka tonton.
36
2.3. KerangkaPemikiran
Program
Si Bolang
Trans 7
Variable X
Minat menonton
anak-anak sekolah
dasar.
Variable Y
Tokoh
Kognitif
Gaya Berpakaian
Afektif
Lokasi
Konatif
PermainanTradisional
Lagu
Gambar2.2SkemaKerangkaPemikiran
37
Download