31 BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian

advertisement
BAB 3
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
3.1.1 Gambaran Umum Perusahaan
Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERUM
PERURI) didirikan pada tahun 15 September 1971, merupakan gabungan
dari dua perusahaan, yaitu PN.Pertjetakan Kebajoran dan PN. Artha Yasa
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor: 60 tahun 1971, selanjutnya
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor: 25 tahun 1982, kemudian
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2000 dan
disempurnakan untuk terakhir kalinya melalui Peraturan Pemerintah Nomor
32 tahun 2006.
Sebagai satu-satunya Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di
bidang Percetakan Uang di Indonesia, tugas utama PERUM PERURI adalah
menyelenggarakan usaha mencetak uang rupiah Republik Indonesia (baik
uang kertas maupun uang logam) untuk Bank Indonesia serta mencetak
produk kertas berharga non uang sesuai pesanan perusahaan pemesan.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) satu-satunya yang
dipercaya oleh Negara untuk mencetak uang rupiah (baik uang kertas maupun
uang logam) bagi Republik Indonesia, sesuai dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 32 tahun 2006. Selain mencetak uang rupiah Republik Indonesia, juga
mencetak produk sekuriti lainnya, termasuk cetakan kertas berharga non-uang
dan logam non uang. Penyajian informasi yang cepat, tepat dan akurat
merupakan suatu kebutuhan di era keterbukaan informasi. Menyadari hal
tersebut, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERUM
PERURI) melalui media komunikasi dan informasi berbasis internet,
berupaya menyajikan informasi yang tidak saja cepat, tepat dan akurat, tetapi
juga up to date sesuai dengan perkembangan perusahaan.
31
32
Pembentukan anak Perusahaan, Perum Peruri Group:
1. PT Kertas Padalarang (PTKP), Perusahaan yang berlokasi di
Padalarang, Jawa Barat, ini bergerak di bidang produksi kertas
dokumen sekuriti. Sejak tahun 2012 menjadi salah satu anak
perusahaan Perum Peruri.
2. PT Sicpa Peruri Securink (SPS), merupakan perusahaan joint venture
antara perusahaan tinta sekuriti SICPA SA di Switzerland dan Peruri,
Indonesia, yang bergerak di bidang produksi tinta sekuriti untuk
pencetakan uang. Dibentuk pada 27 April 2009, berlokasi di
Karawang.
3. PT Peruri Wira Timur (PT PWT), anak perusahaan Peruri berlokasi di
Surabaya, Jawa Timur. Didirikan pada 19 Januari 2011, merupakan
peningkatan status dari Kerja Sama Operasi (KSO) antara Peruri dan
perusahaan daerah Jawa Timur.
4. PT Peruri Digital Security (PDS), bergerak di bidang pengembangan
teknologi sekuriti digital, merupakan anak perusahaan Peruri yang
didirikan pada 15 September 2011, berlokasi di Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan.
5. PT Peruri Properti (PEPRO), Peruri memiliki aset baik berupa lahan
tanah maupun bangunan yang sangat strategis. Maka dibentuklah anak
perusahaan Peruri pada 15 September 2012, yang berlokasi di
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
3.1.2 Visi Dan Misi
Visi
PERUSAHAAN BERKELAS DUNIA DI BIDANG “INTEGRATED
SECURITY PRINTING AND SYSTEM”
Misi
MENGHASILKAN PRODUK BERKUALITAS DAN BERNILAI
SEKURITI TINGGI KEBANGGAAN BANGSA
33
3.1.3 Struktur Organisasi
Gambar 3.1
Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia
DIREKTORAT UTAMA
Corporate
Affair
Direktorat
Pemasaran dan
Pengembangan
Usaha
Perencanaan
Perusahaan dan
Manajemen
Direktorat
Teknik dan
Produksi
Divisi
Keuangan dan
Akuntansi
Departemen
Keuangan
Seksi
Akuntansi
Umum
Direktorat
SDM dan
Umum
Direktorat
Keuangan
Divisi Pengelolaan
Aset dan Pembinaan
Anak Perusahaan
Departemen
Akuntansi
Seksi
Akuntansi
Biaya
Satuan
Pengawas
Internal
Departemen
Pengelolaan
Aset
Departemen
Administrasi
Anak Perusahaan
Seksi Pajak
dan Analisa
keuangan
Sumber: Keputusan Nomor KEP-1/II/2013 tentang struktur organisasi Perum Peruri
34
Tugas Pokok dan Fungsi Struktur Organisasi:
1. Direktorat Utama
Memiliki fungsi mengkordinasi aktivitas yang dijalankan perusahaan,
serta mempunyai wewenang dan tanggung jawab terhadap segala
aktivitas perusahaan.
2. Corporate Affair
a. Sekretaris
1. Mempersiapkan dokumen dan mengatur akomodasi untuk dinas.
2. Mengelola administrasi dokumen dan korespondensi perusahaan.
3. Mengkoordinir
fungsi
administrasi
dan
kesekretariatan
perusahaan.
4. Mengkoordinir kegiatan seremonial perusahaan.
5. Mengatur kegiatan dan jadwal Direksi.
b. Biro Komunikasi Perusahaan
1. Mempersiapkan materi komunikasi dan publikasi perusahaan.
2. Mengkoordinir program kepedulian sosial.
3. Mengkoordinir program untuk membangun citra perusahaan.
4. Memelihara hubungan dengan media massa.
5. Melaksanakan rekomendasi terkait dengan kriteria dan kebijakan
Good Corporate Governance.
c. Biro Hukum Perusahaan
1. Memantau kesesuaian aspek hukum terhadap kegiatan perusahaan
2. Memberikan pandangan hukum.
3. Menyediakan panduan untuk hukum perusahaan.
3. Perencanaan Perusahaan dan Manajemen Resiko
a. Perencanaan Strategis dan Kebijakan Perusahaan
1. Penyusunan rencana strategis dan kebijakan perusahaan.
2. Identifikasi kebutuhan sistem manajemen perusahaan.
3. Memonitor dan mengevaluasi perkembangan perusahaan.
b. Biro Tinjauan Risiko
1. Identifikasi risiko perusahaan.
35
2. Menetapkan ukuran kinerja risiko dan tinjauan pengelolaan risiko.
3. Melakukan analisis risiko.
4. Pengelolaan data/dokumen risiko.
c. Biro Pelaporan Risiko
1. Melakukan risk proses dan mengevaluasi penerapannya.
2. Melakukan kordinasi, konsultasi dan monitoring penerapan risiko.
4. Satuan Pengawas Internal Perusahaan
a. Pengawasan Keuangan
1. Memantau dan memastikan terpenuhinya prosedur yang berlaku.
2. Mengkoordinir kegiatan audit rutin dan insidentil.
3. Melakukan rekomendasi atas penyimpangan prosedur keuangan.
4. Memberikan rekomendasi peningkatan fungsi kontrol.
b. Pengawasan Operasional
1. Memastikan terpenuhinya aturan dan prosedur perusahaan.
2. Mengkoordinir kegiatan audit rutin dan insidentil.
3. Melakukan
investigasi
atas
penyimpangan
operasional
manajemen.
c. Kebijakan dan Perencanaan Audit
1. Menangani audit planning dan audit charter.
2. Memberikan rekomendasi terkait kriteria dan kebijakan audit.
3. Memberi saran dalam menciptakan standar dan kualifikasi audit.
4. Mengkompilasi hasil dan temuan audit.
5. Direktorat Pemasaran dan Pengembangan Usaha
a. Seksi Penunjang Penjualan
1. Mempersiapkan dukungan administrasi untuk kegiatan penjualan.
2. Mengkoordinir proses pengiriman produk jadi ke konsumen.
3. Mengelola database pelanggan dan pemesanan.
b. Departemen Penjualan
1. Melaksanakan persiapan, negosiasi sampai dengan pengesahan
dokumen dengan Bank Indonesia.
36
2. Melaksanakan persiapan, negosiasi sampai dengan pengesahan
dokumen dalam rangka melaksanakan pencetakan keimigrasian,
pita cukai, meterai, dan dokumen pertanahan.
3. Melakukan pendekatan bisnis negosiasi dan pelengkapan proses
dokumen dalam rangka pelaksanaan pencetakan dokumen securiti,
uang dan dokumen negara lain.
4. Menyediakan jasa yang bernilai securiti tinggi, dan usaha lain
sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan.
c. Pemasaran dan Pengembangan Usaha
1. Menerjemahkan keinginan konsumen ke dalam desain produk,
spesifikasi material dan proses produksi.
2. Menghitung estimasi biaya produksi suatu pesanan pelanggan.
3. Memelihara komunikasi dengan pelanggan.
6. Direktorat Teknik dan Produksi
a. Departemen Perencanaan dan Pengendalian Produksi
1. Merencanakan jadwal dan kebutuhan material produksi.
2. Mengkoordinir pemenuhan sumber daya untuk produksi.
3. Memantau pelaksanaan produksi dan penanganan masalah.
4. Memantau kinerja unit produksi.
5. Memberikan informasi kemajuan pengerjaan pesanan.
6. Menyiapkan laporan yang berkaitan dengan produksi.
b. Departemen Pemeliharaan Teknik
1. Melakukan pemeliharaan preventive dan corrective untuk mesin
dan peralatan produksi.
2. Memberikan layanan bengkel/workshop.
3. Membantu kajian untuk investasi mesin.
4. Melakukan kalibrasi mesin dan peralatan serta sertifikasinya.
7. Direktorat SDM dan Umum
a. Departemen Pengadaan dan Pergudangan
1. Melakukan vendor manajemen dan menyusun kebijakan.
2. Merencanakan pengadaan barang dan jasa serta mengendalikan
tingkat sediaan material.
37
3. Mengawasi pelaksanaan pengadaan barang dan jasa baik investasi
maupun non-investasi serta lokal maupun impor.
b. Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia
1. Membuat perencanaan SDM serta mengkoordinir dan memantau
proses pemenuhannya.
2. Mengembangkan
kebijakan
dan
sistem
manajemen
SDM
mengelola proses rekrutmen karyawan dan pelatihan karyawan.
3. Memonitor perkembangan karir, kinerja, dan kompetensi.
8. Direktorat Keuangan
a. Departemen Keuangan
1. Menyusun anggaran dan mengendalikan anggaran perusahaan.
2. Mengelola pendanaan, kas perusahaan, hutang dan piutang
perusahaan, penagihan.
b. Departemen Akuntansi
1. Mengelola akuntansi umum, akuntansi biaya dan perpajakan.
2. Membuat analisa dan laporan keuangan.
c. Departemen Pengelolaan Aset
1. Memelihara data aset.
2. Mengkoordinir kegiatan penilaian aset.
3. Melaksanakan pengelolaan asuransi.
d. Departemen Administrasi Anak Perusahaan
1. Mengelola kerjasama dan joint venture dalam pemanfaatan dan
pengembangan aset.
2. Menjembatani pelaporan organisasi non struktural.
38
3.1.4 Bidang Usaha
Perum Peruri menyediakan berbagai macam produk dan layanan antara
lain:
1. Uang Kertas
Dalam pencetakan uang kertas, Perum Peruri menerapkan teknologi
cetak dengan fitur sekuriti yang tinggi, dimulai dari desain, kertas, tinta
maupun proses cetaknya. Fitur sekuriti yang dikenal oleh masyarakat
umum dan dapat dilihat dengan mata adalah penggunaan watermark, hasil
cetak intaglio, benang pengaman dan tinta sekuriti. Selain fitur-fitur
sekuriti yang mudah dikenali oleh masyarakat umum tersebut juga
diterapkan unsur pengaman tertentu yang hanya dapat diketahui oleh
petugas laboratorium atau forensik.
2. Uang Logam dan Logam non Uang
Ukuran pengamanan atau sekuriti pada cetakan uang logam berbeda
dengan uang kertas yang memiliki banyak fitur. Aspek sekuriti
pencetakan uang logam pada prinsipnya lebih banyak ditentukan oleh
kualitas bahan, kerumitan desain, dan ketajaman pencetakan.
3. Kertas Berharga Non Uang
a. Paspor
Paspor Republik Indonesia sebagai salah satu dokumen sekuriti
negara yang penting atau vital, selama ini digunakan sebagai bukti
kewarganegaraan Indonesia bagi pemiliknya dan berfungsi sebagai
dokumen pendukung perjalanan khususnya keluar negeri atau antar
negara.
Direktorat
mempercayakan
Jenderal
pencetakan
dan
Imigrasi
Republik
pembuatan
Indonesia
Paspor Republik
Indonesia kepada Perum Peruri, karena hasil produknya yang selalu
mengutamakan unsur sekuriti. Kini Perum Peruri tidak hanya
mencetak pesanan Paspor RI dari Direktorat Jenderal Imigrasi
39
Republik Indonesia saja, tetapi juga pesanan Paspor dari Luar Negeri,
diantaranya dari Sri Lanka.
b. Pita Cukai
Pita Cukai yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai merupakan bukti pembayaran cukai atas penjualan tembakau
berbentuk rokok kretek dan cigarette. Produk yang oleh Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai dipercayakan pencetakannya ke Perum Peruri
tersebut, memiliki unsur sekuriti yang cukup handal dalam rangka
meminimalkan pemalsuan. Salah satunya adalah pemberian hologram
pada cetakan pita cukai. Pita Cukai dicetak sesuai pesanan dari
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, berdasarkan nilai pajak yang
dikenakan untuk produk yang terkena pajak.
c. Sertifikat
Sertifikat tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional
sebagai tanda bukti kepemilikan dan hak seseorang atas tanah adalah
salah satu dokumen negara yang vital. Atas dasar itulah Badan
Pertanahan Nasional mempercayakan pencetakan dokumen Sertifikat
Tanah kepada Perum Peruri. Sertifikat Tanah yang dicetak oleh
Perum Peruri mempunyai ciri khusus yang lebih mengutamakan unsur
pengamanan (security feature), sehingga dapat memperkecil resiko
pemalsuan.
d. Meterai
Meterai Republik Indonesia sebagai salah satu dokumen sekuriti
negara yang dipergunakan sebagai tanda keabsahan dan legalitas
dokumen surat perjanjian dan penjualan, dikeluarkan oleh Direktorat
Jenderal Pajak Republik Indonesia dan pencetakannya dipercayakan
kepada Perum Percetakan Uang RI. Kepercayaan yang diberikan
kepada Perum Percetakan Uang RI, mengingat produk dokumen
sekuriti yang dicetak oleh Perum Peruri selama ini mengandung
unsur-unsur security feature, diantaranya penggunaan hologram
sekuriti dan teknik cetak Intaglio, sebagaimana yang terdapat pada
uang kertas Republik Indonesia. Meterai yang dicetak oleh Perum
Peruri atas pesanan dari Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia
saat ini bernilai Rp 3.000,- dan Rp 6.000,-
40
41
e. Sertifikasi Lainnya
Dokumen sekuriti kertas berharga non uang lainnya yang dicetak
oleh Perum Percetakan Uang RI antara lain: Perangko, tiket
penerbangan nasional maupun manca negara, dan buku paspor
negara-negara sahabat, soal-soal ujian dan ijazah pendidikan atau
tanda kelulusan berbagai institusi pendidikan dalam negeri, dokumen
perbankan nasional maupun manca negara seperti cek, bilyet giro, cek
perjalanan, dsb.
3.1.5 Kebijakan Akuntansi Perum Peruri
Meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Penyajian Laporan Keuangan :
Mengatur jenis-jenis laporan keuangan yang meliputi laporan posisi
keuangan (neraca), laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan
ekuitas, laporan arus kas serta catatan atas laporan keuangan.
2. Prinsip-prinsip konsolidasian:
Mengatur prinsip konsolidasian yang mencakup laporan keuangan
perusahaan dan entitas-entitas yang dikendalikan secara langsung ataupun
tidak langsung oleh perusahaan.
3. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi:
Mengatur definisi pihak-pihak berelasi yaitu orang atau entitas yang
terkait dengan entitas pelapor (perusahaan), dan kriteria-kriteria pihak
berelasi.
4. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing:
Mengatur pengukuran dan penyajian transaksi dalam mata uang asing,
penggunaan kurs yang berlaku dan pengakuan laba rugi yang timbul dari
transaksi tersebut.
5. Kas dan setara kas:
Mengatur kriteria kas dan setara kas serta penyajian kas dan setara kas
yang ditempatkan sebagai jaminan.
42
6. Piutang usaha dan piutang lain-lain:
Mengatur penyajian piutang usaha dan piutang lain-lain, penyisihan
penurunan nilai piutang serta penghapusan piutang usaha berdasarkan
analisa atas kolektibilitas saldo piutang pada tanggal neraca.
7. Persediaan:
Mengatur pengukuran persediaan sebesar nilai terendah antara harga
perolehan dan nilai realisasi bersih, metode persediaan yang digunakan
serta penyisihan persediaan using dan penurunan nilai persediaan
berdasarkan analisa umur.
8. Sewa:
Mengatur definisi, pengukuran, penyajian sewa dan jenis-jenis sewa yang
meliputi sewa operasi dan sewa pembiayaan serta pengakuan penghasilan
sewa dalam laporan laba rugi.
9. Investasi:
Mengatur dalam bentuk saham dengan persentase kepemilikan tertentu
dan pengukuran serta penyajian penurunan nilai investasi yang bersifat
permanen.
10. Aset tetap:
Mengatur kriteria unsur-unsur biaya perolehan aset tetap, biaya yang
dapat diatribusikan secara langsung, biaya yang dikapitalisir serta metode
penyusutan yang berlaku.
11. Ventura bersama:
Mengatur kriteria dan jenis perjanjian kontraktual antar dua atau lebih
ventura yang menciptakan pengendalian bersama.
12. Asset Tak berwujud:
Mengatur kriteria aset non moneter yang dapat diidentifikasikan tanpa
wujud fisik dan timbul dari kontrak atau hak legal.
13. Properti investasi:
Mengatur kriteria property investasi, model pengukuran yang digunakan
serta pencatatan untuk properti yang masih dalam proses pembangunan
dan pengembangan.
43
14. Biaya pinjaman:
Mengatur kriteria biaya pinjaman, jenis transaksi yang termasuk biaya
pinjaman dan kriteria aset yang dapat dicatat sebagai aset kualifikasian.
15. Penurunan nilai asset:
Mengatur kriteria jenis aset yang harus ditelaah penurunan nilainya,
identifikasi penurunan nilai, pengakuan kerugian dalam laporan laba rugi
tahun berjalan dan prosedur untuk mengukur penurunan nilai yang dapat
diperoleh kembali (recoverable amount).
16. Pembayaran dimuka:
Mengatur kriteria transaksi yang termasuk biaya dibayar dimuka dan uang
muka serta pengakuan dan penilaian serta penyajiannya.
17. Beban tangguhan:
Mengatur kriteria pengeluaran tertentu yang ditangguhkan dan metode
amortisasinya.
18. Aset lain-lain:
Mengatur kriteria aset yang tidak dapat digolongkan dalam aset lancer /
tetap.
19. Utang Usaha:
Mengatur kriteria transaksi yang timbul dari kegiatan utama perusahaan
serta jenis-jenisnya berdasarkan jatuh tempo.
20. Pajak Penghasilan:
Mengatur perhitungan beban pajak kini, aset dan kewajiban pajak
tangguhan untuk semua perbedaan temporer yang timbul antara aset dan
kewajiban menurut fiscal dan laporan keuangan.
21. Biaya yang masih harus dibayar:
Mengatur kriteria dan rincian biaya yang masih harus dibayar serta
penyajiannya.
22. Pendapatan diterima dimuka:
Mengatur kriteria penerimaan uang muka dari relasi dalam hal kegiatan
utama perusahaan serta penyajiaannya.
44
23. Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo:
Mengatur kriteria utang jangka panjang yang akan jatuh tempo yaitu
utang yang telah jatuh tempo serta pelunasan yang kurang dari satu tahun.
24. Utang lain-lain:
Mengatur kriteria utang yang tidak dapat dikelompokan sebagai usaha.
25. Liabilitas jangka panjang:
Mengatur liabilitas pada pihak ketiga yang pelunasannya lebih satu tahun
buku.
26. Liabilitas imbalan kerja pegawai:
Mengatur imbalan jasa masa kerja sesuai Undang-undang, estimasi
kewajiban yang diakui di neraca, metode projected unit credit, serta
keuntungan dan kerugian actuarial.
27. Penggunaan saldo laba berdasarkan persetujuan dari pemilik modal:
Mengatur penentuan saldo laba dan penggunaanya yang meliputi
pembagian dividend dan penyisihan cadangan sesuai UU No.40 tahun
2007 tentang Perseroan Terbatas.
28. Instrumen keuangan:
Mengatur definisi instrumen keuangan yang meliputi aset keuangan dan
kewajiban keuangan, prosedur pengakuan awal dan pengukuran setelah
pengakuan awal, klasifikasi instrumen keuangan, serta teknik pengukuran
nilai wajar.
29. Pengakuan pendapatan dan beban:
Mengatur kriteria untuk menentukan saat pendapatan dan beban diakui
sesuai PSAK terkait dan prinsip yang mengacu pengkaitan antara
pendapatan dan beban.
30. Penggunaan estimasi:
Mengatur penggunaan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah
yang dilaporkan dalam penyusunan laporan keuangan, contoh: denda atau
biaya pemulihan pencemaran lingkungan dan garansi atau jaminan
produk.
45
3.2 Metode Penelitian
Jenis data yang digunakan untuk penelitian dalam penulisan ini adalah
data kualitatif. Data kualitatif yaitu penelitian yang cenderung kepada analisis
terhadap objek penelitian berupa keterangan secara tertulis maupun lisan dari
pemikiran dan aktifitas lembaga. Sumber data yang digunakan yaitu data
primer. Data yang diperoleh dari perusahaan yang menjadi objek penelitian.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini
adalah sebagai berikut:
1. Metode Penelitian Kepustakaan
Metode ini digunakan untuk memperoleh data sekunder untuk
memperkuat landasan teori yang digunakan. Dilakukan dengan membaca
dan mempelajari sejumlah literatur berupa
buku, peraturan undang-
undang serta bahan lain yang dapat digunakan sebagai penunjang dalam
penulisan.
2. Metode penelitian lapangan
Penelitian lapangan merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan di
Kantor Perum Peruri untuk memperoleh data yang diperlukan dalam
penelitian dengan teknik-teknik sebagai berikut:
a. Observasi
Dilakukan dengan melakukan pengamatan secara langsung
terhadap penerapan perhitungan, penyetoran, pelaporan Pajak
Penghasilan Pasal (PPh) 22 atas impor dan Pajak Penghasilan (PPh)
Pasal 23.
b. Wawancara
Dilakukan dengan sistem tanya jawab secara langsung kepada
pihak-pihak yang berkompeten untuk mengetahui segala informasi
yang diperlukan dalam penelitian.
c. Dokumentasi
Merupakan kegiatan mengumpulkan dokumen-dokumen yang
diperlukan, berupa dokumen dengan menelusuri dokumen SPT masa
Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 serta bukti pemungutan. Menelusuri
46
SPT
masa
Pajak
pemotongannya.
Penghasilan
(PPh)
Pasal
23
serta
bukti
Download