standar kompetensi ii: sistem hukum dan peradilan nasional

advertisement
MATERI KOMPETENSI DASAR II :
HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL
I.
PENDAHULUAN
Sebelum membahas hukum dan peradilan nasional keta kembali memngingat
tentang nilai dan norma
Makna Nilai
1. Nilai adalah kegiatan manusia yang menghubungkan sesuatu dengan sesuatu
yang lain untuk mengambil keputusan.
2. Menurut Kimball Young; Nilai adalah asumsi abstrak dan sering tidak disadari
tentang apa yang benar dan apa yang penting.
3. Menurut A.W. Green; Nilai adalah kesadaran yang secara relative berlangsung
disertai emosi terhadap objek.
4. Menurut Woods; Nilai merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah
berlangsung lama yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam
kehidupan sehari-hari.
Macam-Macam Nilai
1. Macam-Macam Nilai Menurut Prof.Dr.Notonagoro:
A. Nilai Material adalah segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia.
B. Nilai Vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat
mengandalkan kegiatan atau aktivitas .
C. Nilai Kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia .
Nilai Kerohanian dibedakan atas empat Macam :
a) Nilai Kebenaran atau kenyataan, yakni bersumber dari unsur akal
manusia ( Nalar, Ratio, Budi, Cipta )
b) Nilai Keindahan, yakni bersumber dari unsur rasa manusia ( Perasaan,
Estetika )
c) Nilai Moral atau Kebaikan, yakni bersumber dari unsur kehendak atau
kemauan ( Karsa, etika )
d) Nilai Regius, yakni merupakan nilai ketuhanan, kerohanian yang tinggi,
dan mutlak yang bersumber dari keyakinan atau kepercayaan manusia.
Makna Norma
Norma merupakan aturan-aturan dengan sanksi-sanksi yang dimaksudkan untuk
mendorong bahkan menekan orang perorangan, kelompok atau masyarakat secara
keseluruhan untuk mencapai nilai-nilai sosial.
Macam-Macam Norma dan Sangsinya
1. Macam-macam norma dan sanksinya dilihat dari tingkat sanksi atau kekuatan
mengikatnya terdapat beberapa macam norma :
D. Tata cara ( usage )
Tata cara merupakan norma yang menunjuk kepada satu bentuk perbuatan
dengan sangsi yang sangat ringan terhadap pelanggarnya.
Misalnya : Cara memegang garpu atau sendok ketika makan,
1
Pelanggaran atau penyimpangan terhadapnya tidak akan mengakibatkan
hukuman yang berat, tetapi hanya sekedar celaan atau dinyatakan tidak
sopan oleh orang lain.
E. Kebiasaan (folkways)
Kebiasaan atau Folkways merupakan cara-cara bertindak yang digemari oleh
masyarakat sehingga dilakukan berulang-ulang oleh banyak orang. Folkways
mempunyai kekuatan untuk mengikat yang lebih besar dari pada cara.
Misalnya: Mengucapkan salam ketika bertemu, membungkukkan badan
sebagai tanda penghormatan kepada orang yang lebih tua. Apabila tindakan
itu tidak dilakukan maka sanksinya adalah berupa teguran, sindiran, atau
perunjingan.
F. Tata Kelakuan (mores)
Tata kelakuan merupakan norma yang bersumber kepada filsafat, ajaran
agama atau ideology yang dianut oleh masyarakat.
Misalnya : Larangan berzina,berjudi,minum-minuman keras, penggunaan
narkotika dan zat-zat adiktif (obat-obatan terlarang) dan mencuri.
Tata kelakuan sangat penting dalam masyarakat,karena berfungsi :
a) Memberikan batas-batas pada kelakuan-kelakuan individu.Setiap
masyarakat mempunyai tata kelakuan masing-masing yang seringkali
berbeda yang satu dengan yang lain.
b) Tata
kelakuan
mengidentifikasikan
individu
dengan
kelompoknya.Disatu pihak tata kelakuan memaksa agar individu
menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan tata kelakuan yang
berlaku,dan di lain pihak memaksa masyarakat untuk menerima
individu berdasarkan kesanggupannya menyesuaikan dirinya dengan
tata kelakuan yang berlaku.
c) Tata kelakuan menjaga solidaritas antara anggota-anggota masyarakat
sehingga mengkukuhkan ikatandan mendorong tercapainya integrasi
social yang kuat.
G. Adat ( customs )
Adat merupakan norma ynag tidak tertulis namun sangat kuat mengikat,
sehingga anggota-anggota masyarkat yang melanggar adat istiadat akan
menderita, karena sanksi keras yang kadang-kadang secara tidak langsung
dikenakan.
Misalnya : Pada masyarakat yang melarang terjadinya perceraian,apabila
terjadinya perceraian maka tidak hanya yang bersangkutan yang
mendapatkan sanksi atau menjadi tercemar, tetapi seluruh keluarga bahkan
masyarakatnya.
H. Hukum (laws)
Hukum merupakan norma yang bersifat formal dan berupa aturan tertulis.
Ketentuan sanksi terhadap pelanggar paling tegas apabila dibandingkan
dengan norma-norma yang disebut terdahulu.
2. Macam-macam norma dan sanksinya dibedakan berdasarkan jenis atau
sumbernya, yaitu :
A. Norma Agama adalah norma mutlak yang berasal dari Tuhan Yang Maha
Kuasa.
Sanksinya: mendapat dosa
2
B. Norma Kesusilaan adalah petunjuk hidup yang berasal dari akhlak atau dari
hati nurani sendiri tentang apa yang lebih baik dan apa yang buruk.
Sanksinya: akan dikucilkan orang lain
C. Norma Kesopanan adalah petunjuk hidup yang mengatur bagaimana
seseorang harus bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat .
Sanksinya: akan dicemoohkan oleh masyarakat dalam pergaulan .
D. Norma Hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau peraturan-peraturan
oleh pemerintah.
Sanksinya: dipenjara atau denda.
II. Pengertian Hukum
 Hukum merupakan peraturan-peraturan hidup didalam masyarakat yang dapat
memaksa orang supaya mentaati tata tertib dalam masyarakat serta
memberikan sangsi yang tegas (berupa hukuman) terhadap siapa yang tidak
mau patuh mentaatinya.
III. Penggolongan Hukum
1. Berdasarkan Wujudnya:
a) Tertulis, yaitu hukum yang dapat kita temui dalam bentuk tulisan dan
dicantumkan dalam berbagai peraturan negara.
b) Tidak Tertulis, yaitu hukum yang masih hidup dan tumbuh dalam keyakinan
masyarakat tertentu (Hukum Adat).
2. Berdasarkan Ruang atau wilayah berlakunya:
a) Lokal, yaitu hukum yang hanya berlaku disuatu daerah tertentu (Hukum
Adat Batak, Minangkabau, Jawa dan sebagainya).
b) Nasional, yaitu hukum yang berlaku di suatu daerah tertentu (Hukum
Indonesia, Malaysia, Mesir, dan sebagainya).
c) Internasional, yaitu hukum yang mengatur hubungan antara dua negara atau
lebih (Hukum Perang, Perdata Internasional dan sebagainya).
3. Berdasarkan Waktu Yang Diaturnya:
a) Hukum yang berlaku sekarang ini atau saat ini atau hukum positif.
b) Hukum yang berlaku pada waktu yang akan datang.
c) Hukum antarwaktu yaitu hukum yang mengatur suatu peristiwa yang
menyangkut hukum yang berlaku saat ini dan hukum berlaku pada masa lalu.
4. Berdasarkan Pribadi Yang diaturnya:
a) Hukum satu golongan, yaitu hukum yang mengatur dan berlaku hanya bagi
satu golongan tertentu.
b) Hukum semua golongan, yaitu hukum yang mengatur dan berlaku bagi
semua golongan warga negara.
c) Hukum antar golongan, yaitu hukum yang mengatur dua orang atau lebih
yang masing-masing pihak tunduk pada hukum yang berbeda.
5. Berdasarkan Isi Masalah Yang diaturnya:
a) Hukum Publik, yaitu hukum yang mengatur hubungan antar warga negara
dan negara yang menyangkut kepentingan umum.
b) Hukum Privat, yaitu hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu
dengan yang lain dan bersifat pribadi.
6. Berdasarkan Tugas dan Fungsinya:
a. Hukum Material, yaitu hukum yang berisi perintah dan larangan(terdapat di
dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Perdata, Dagang, dan
sebagainya )
3
b. Hukum Formal, yaitu hukum yang berisi tentang tata cara melaksanakan dan
mempertahankan hukum material (terdapat di dalam Hukum Acara Pidana,
Hukum Acara Perdata, dan sebagainya).
IV. Bentuk Hukum
1. Hukum Publik
Hukum publik mengatur hubungan antara warga negara dengan negara yang
menyangkut kepentingan umum.
a. Hukum Tata Negara
 Hukum tata negara adalah serangkaian peraturan hukum yang mengatur
bentuk negara, susunan dan tugas-tugas serta hubungan antara alat-alat
perlengkapan negara.
 Hukum Tata Negara hanya khusus menyoroti negara tertentu yang
mempelajari bentuk negara, bentuk pemerintahan, hak-hak asasi warga
negara, dan sebagainya.Yang menitikberatkan hal-hal yang bersifat
mendasar (fundamental) dari nagara.
b. Hukum Administrasi Negara
 Hukum administrasi negara merupakan seperangkat peraturan yang
mengatur cara berkerja alat-alat perlengkapan negara, termasuk cara
melakukan kekuasaan dan wewenang yang dimiliki oleh setiap organ
negara dalam melakukan tugasnya.
 Hukum Administrasi Negara menitikberatkan pada hal-hal yang bersifat
teknis yang dibuat berdasarkan wewenang yang diberikan oleh Hukum
Tata Negara.
c. Hukum Pidana
Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur pelanggaran-pelanggaran dan
kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum dan perbuatan mana
diancam dengan sangsi pidana tertentu.Bentuk atau jenis pelanggaran dan
kejahatan dimuat didalam kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Dalam KUHP, yang dikasud dengan Pelanggaran adalah hal-hal kecil atau
ringan yang diancam dengan hukuman denda. Contohnya : mengendarai
kendaraan tidak membawa SIM
Sanksi pidana menurut pasal 10 KUHP dalam bentuk hukuman,antara lain
mencakup hal-hal berikut.
a) Hukuman Pokok,terdiri dari:
(1) hukuman mati
(2) hukuman penjara,yang terdiri dari:
(a) Hukuman seumur hidup
(b) Hukum sementara waktu (setinggi-tingginya 20 tahun dan
sekurang-kurangnya 1 tahun)
(c) Hukuman kurungan (setinggi-tingginya 1 tahun dan sekurangkurangnya 1 hari)
b) Hukuman Tambahan,terdiri dari:
(1) Pencabutan hak-hak tertentu
(2) Perampasan (penyitaan) barang-barang tertentu
(3) Pengumuman keputusan hakim
d. Hukum Acara/Hukum Formal
4
 Hukum Acara/Hukum Formal merupakan seperangkat aturan yang berisi
tata cara untuk menyelesaikan, melaksanakan, atau mempertahankan
Hukum Material.
 Hukum Acara dibedakan antara Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara
Perdata. Dalam Hukum Acara Pidana, diatur tata cara penangkapan,
penahanan, penyitaan, penggeledahan, dan penuntutan. Dalam Hukum
Acara
juga
diatur
siapa-siapa
yang
berhak
melakukan
penyitaan,penyidikan,pengadilan mana yang berwenang mengadili dan
sebagainya.Semua itu diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara
Pidana (KUHP),yaitu UU No.8 Tahun 1981.
2. Hukum Perdata (privat)
Perdata sama artinya dengan warga negara,pribadi,sipil,atau privat.Sumber
pokok hukum perdata adalah Burgerlijk Wetboek (BW) yang dalam arti luas
juga mencakup Hukum Dagang dan Hukum Adat. Jadi Hukum Perdata adalah
hukum yang mengatur tentang kepentingan-kepentingan orang perorangan.
Dalam ilmu pengetahuan hukum,hukum perdata dapat dibagi sebagai berikut:
a. Hukum Perorangan (pribadi)
Hukum Perorangan adalah himpunan peraturan yang mengatur tentang
manusia sebagai subjek hukum dan tentang kecakapannya memiliki hak-hak
serta bertindak sendiri dalam melaksanakan hak-haknya itu.
b. Hukum Keluarga
 Hukum keluarga adalah hukum yang memuat rangkaian peraturan yang
timbul dari pergaulan hidup dalam keluarga.
 Hubungan keluarga terjadi karena adanya perkawinan antara seorang
laki-laki dan perempuan yang kemudian melahirkan anak. Hukum
keluarga antara lain sebagai berikut:
a) Kekuasaan orang tua, yaitu orang tua yang wajib membimbing
anak-anaknya sebelum cukup umur. Kewajiban anak adalah
menghomati orang tuanya.
b) Perwalian, yaitu seseorang atau perkumpulan tertentu yang
bertindak sebagai wali untuk memelihara anak yatim-piatu sampai
dengan cukup umur. Perwalian dapat terjadi apabila perkawinan
orang tua putus dan kekusaan orang tua dicabut oleh pihak yang
berwenang.
c) Pengampuan, yaitu seseorang atau badan-badan perkupulan yang
ditunjuk oleh hakim untuk menjadi curator (pengampu) bagi orang
yang telah dewasa, tetapi yang sakit ingatan, boros, lemah daya, tidak
sanggup mengurus kepentingan diri sendiri dengan semestinya,dan
yang memiliki kelakuan buruk yang kelewat batas atau mengganggu
keamanan.
d) Perkawinan, yaitu peraturan hukum yang mengatur perbuatanperbuatan hukum serta akibat-akibatnya antara dua pihak, yaitu
seorang laki-laki dan seorang wanita dengan maksud hidup bersama
untuk waktu yang lama menurut undang-undang yang ditetapkan
yang diatur dalam UU no.1/1974.
c. Hukum Kekayaan
 Hukum kekayaan adalah peraturan-peraturan hukum yang mengatur hakhak dan kewajiban manusia yang bernilai uang.
5
 Hukum Kekayaan mengatur benda dan hak-hak yang dapat dimiliki atas
benda.Yang dimaksud benda adalah segala barang dan hak yang dapat
menjadi milik orang atau sebagai objek hak milik.
Hukum harta kekayaan mencakup dua lapangan hukum,yaitu:
(a) Hukum Benda, adalah hukum yang mengatur hak-hak kebendaan yang
bersifat mutlak. Artinya hak terhadap benda yang diakui dan dihormati
setiap orang. Benda dapat dibedakan menjadi:
(1) Benda Bergerak
Dibedakan menjadi dua,yaitu benda bergerak karena sifatnya,seperti
kendaraan bermotor; benda bergerak karena penetapan undangundang, seperti surat-surat berharga.
(2) Benda Tidak Bergerak
Dibedakan menjadi tiga, yaitu benda tidak bergerak karena sifatnya,
seperti tanah dan bangunan; benda tidak bergerak karena tujuannya,
seperti mesin-mesin pabrik; serta benda tidak bergerak karena
penataan undang-undang seperti hak postal dan hak hipotik.
(b) Hukum Perikatan adalah hukum yang mengatur hubungan yang
bersifat kehartaan antara dua orang atau lebih.Yang menjadi objek
percintaan ialah prestasi, yaitu hal pemenuhan perikatan. Macam-macam
prestasi adalah:
(1) Memberikan sesuatu, yaitu membayar harga, menyerahkan barang,
dan sebagainya.
(2) Berbuat sesuatu, yaitu memperbaiki barang rusak, membongkar
bangunan, karena putusan pengadilan, dan sebagainya.
(3) Tidak berbuat sesuatu, yaitu tidak mendirikan bangunun, tidak
memakai merek tertentu karena putusan pengadilan.
d. Hukum Waris
 Hukum waris adalah hukum yang mengatur kedudukan hukum harta
kekayaan seseorang setelah ia meninggal, terutama berpindahnya harta
kekayaan itu kepada orang lain/ahli waris kelaurga tersebut.
 Dalam Hukum Waris diatur pembagian harta peninggalan, ahli waris,
urutan penerimaan waris, hibah serta wasiat. Menurut pembagiannya,
warisan dapat dilakukan dengan dua cara berikut:
(a) Menurut Undang-Undang, yaitu pembagian warisan kepada si pewaris
yang memiliki hubungan darah terdekat.
(b) Menurut Wasiat, yaitu pembagian warisan kepada ahli waris
berdasarkan pesan atau kehendak terakhir (wasiat) dari si pewaris. Orang
yang mewarisi disebut Pewaris, yang menerima warisan disebut
Legataris, dan bagian warisan yang diterimanya disebut Legaat.
e. Hukum Dagang dan Hukum Adat
Selain hukum pribadi, hukum keluarga, hukum kekayaan, dan hukum waris,
hukum prifat juga mencangkup hukum dagang dan hukum adat
(a) Hukum Dagang
 Hukum dagang adalah hukum yang mengatur soal-soal perdagangan /
perniagaan yang timbul karena tingkah laku manusia (person) dalam
perdagangan atau perniagaan.
Hal-hal yang diatur didalam hukum dagang adalah:
(1) Hubungan hukum antar produsen serta antara produsen dan
konsumen ( pembelian dan penjualan serta pembuatan perjanjian )
6
(2) Pemberian kepada para perantara, makelar, komisioner, pedagang
keliling, dan sebagainnya)
(3) Hubungan hukum yang terdapat dalam:
a) Bentuk-bentuk asosiasi perdagangan (PT, Firma, dan sebagainya)
b) Pengangkutan (darat, laut dan udara) serta pertanggungan /
asuransi.
c) Penggunaan urat-surat niaga (wesel, cek, aksep dan sebagainya)
Menurut Van Kan, Hukum Dagang adalah suatu tambahan Hukum Perdata,
yaitu tambahan khusus. Bisa juga dikatakan sebagai hukum perdata dalam
arti sempit.
(b) Hukum Adat
 Hukum adat adalah hukum yang tumbuh dan berkembang di dalam
masyarakat tertentu, serta hanya dipatuhi dan ditaati oleh masyarakat
yang bersangkutan
 Hukum adat biasanya merupakan perbuatan yang diulang-ulang
terhadap hal yang sama, yang kemudian diterima dan diakui oleh
masyarakat. Contoh hukum adat: tata cara pernikahan daerah Jawa,
pembagian warisan di Minangkabau dengan system matrilineal atau
patrilineal di Batak, dan sebagainya.
f. Hukum Islam
 Hukum Islam adalah hukum yang bersumber dari ajaran Islam.
a) Sebagai sistem hukum, hukum Islam tidak hanya hasil pemikiran yang
dipengaruhi oleh kebudayaan manusia disuatu tempat pada suatu masa,
tetapi dasarnya ditetapkan oleh Allah melalui Wahyu-nya yang terdapat
dalam Al-Quran.
b) Ruang lingkup yang diaturnya
Ruang lingkup yang diatur oleh Hukum Islam tidak hanya soal hubungan
manusia dengan manusia dan benda serta penguasanya dalam
masyarakat, tetapi juga mengatur hubungan antara manusia dengan Allah
Tuhan yang Maha Esa.
1) Muamalah dalam arti yang luas, yaitu ketetapan yang diberikan Allah
yang langsung dengan kehidupan sosial manusia terbatas pada
pokok-pokoknya saja.
2) Ibadah, yaitu berkenaan dengan tata cara melaksanakan kewajiban
seorang muslim dalam mendirikan sholat, mengeluarkan zakat,
berpuasa selama bulan ramadhan, dan menunaikan ibadah haji.
V. Sumber Hukum
Sumber hukum adalah segala yang menimbulkan aturan yang mempunyai
kekuatan memaksa, yakni aturan-aturan yang kalau dilanggar mengakibatkan sanksi
yang tegas dan nyata. Sumber Hukum dibedakan antara sumber hukum material dan
sumber hukum formal.
A. Sumber Hukum Material adalah keyakinan dan perasaan hukum individu dan
pendapat umum yang menentukan isi atau materi ( Jiwa )hukum. Isi atau materi
hukum dapat bersumber dari nilai agama maupun kesusilaan, kehendak Tuhan.
B. Sumber Hukum Formal adalah bentuk atau kenyataan yang oleh karenanya kita
dapat menemukan hukum yang berlaku. Macam-macam sumber hukum formal
yaitu:
7
a) Undang-Undang
1) Undang-undang dalam arti material yaitu setiap peraturan yang
dikeluarkan oleh pemerintah yang isinya mengikat secara umum.
2) Undang-undang dalam arti formal adalah setiap peraturan yang karena
bentuknya dapat disebut Undang-undang.
b) Kebiasaan(Hukum Tidak Tertulis)
Dalam praktek penyelenggaraan negara,hukum tidak tertulis disebut
Konvensi. Dipatuhinya hukum tidak tertulis karena adanya kekosongan
hukum tertulis yang sangat dinutuhkan oleh masyarakat/negara.Menurut
Bellefroid, kebiasaan merupakan semua peraturan yang meskipun tidak
diterapkan oleh Pemerintah, tetapi ditaati oleh seluruh rakyat karena mereka
yakin bahwa peraturan itu berlaku sebagai hukum. Agar kebiasaan itu
mempunyai kekuatan dan dapat dijadikan sebagai sebagai sumber hukum,
maka ditentukan oleh 2 faktor :
1) Adanya perbuatan yang dilakukan berulang kali dalam hal yang sama
yang selalu diikuti dan diterima oleh yang alinnya
2) Adanya keyakinan hukum dari orang-orang atau golongan yang
berkepentingan. Maksudnya adanya keyakinan bahwa kebiasaan itu
memuat hal-hal yang baik dan pantas ditaati serta mempunyai kekuatan
mengikat.
c) Yurisprudensi
a. Yurisprudensi adalah keputusan hakim terdahulu terhadap suatu perkara
yang tidak diatur oleh undang-undang dan dijadikan pedoman oleh
hakim lainnya dalam memutuskan perkara yang serupa.
b. Yurisprudensi lahir karena adanya peraturan perundang-undangan yang
kurang atau tidak jelas pengertiannya, sehingga menyulitkan hakim
dalam memutuskan suatu perkara. Dalam membuat yurisprudensi
biasanya seorang hakim akan melaksanakan berbagai macam penafsiranpenafsiran, misalnya:
1) Penafsiran secara gramatikal (tata bahasa), yaitu penafsiran
berdasarkan arti kata,
2) Penafsiran secara historis, yaitu penafsiran berdasarkan sejarah
terbentuknya undang-undang,
3) Penafsiran sistematis, yaitu penafsiran dengan cara menghubungkan
pasal-pasal yang terdapat dalam undang-undang,
4) Penafsiran teleologis, yaitu penafsiran dengan jalan mempelajari
hakekat tujuan undang-undang yang disesuaikan dengan
perkembangan zaman, dan
5) Penafsiran otentik, yaitu penafsiran yang dilakukan oleh si
pembentuk undang-undang itu sendiri.
d) Traktat
Traktat adalah perjanjian yang dibuat oleh dua negara atau lebih mengenai
persoal-soalan tertentu yang menjadi kepentingan negara yang bersangkutan.
Dalam pelaksanaanya, traktat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1) Traktat bilateral adalah perjanjian yang dibuat oleh dua negara
2) Traktat multilateral adalah perjanjian yang dibuat atau dibentuk oleh
lebih dari dua negara.
8
e) Doktrin
Doktrin adalah pendapat para ahli hukum terkemuka yang dijadikan dasar
atau asas-asas penting dalam hukum dan penerapannya.
9
Download