Clustering Goal SDG`s dan Rencana Kerja Perangkat Daerah

advertisement
Clustering Goal SDG’s dan Rencana Kerja Perangkat Daerah
No
Target
Goal 1: Menghapus kemiskinan
1.1
Pada 2030, mengentaskan
kemiskinan pada semua orang, di
mana pun, saat ini ukurannya
adalah orang-orang yang
penghidupannya kurang dari
USD 1,25/ hari
1.2
1.3
1.4
Strategi
Sasaran
Perangkat Daerah
Keterangan
1. BPS
Pada 2030, mengurangi
setidaknya setengah jumlah lakilaki, perempuan, dan anak-anak
di segala usia yang hidup dalam
kemiskinan di segala dimensi
menurut definisi nasional
Implementasi nasional sistem dan
ukuran jaminan sosial yang layak
untuk semua orang, termasuk
yang terbawah, dan pada 2030
mencapai cakupan luas atas
penduduk miskin dan rentan
1. BPS,
Pada 2030 menjamin bahwa
seluruh laki-laki dan perempuan,
terutama yang miskin dan rentan,
memiliki hak yang setara atas
sumber daya ekonomi,
sebagaimana pula akses pada
pelayanan dasar, kepemilikan dan
kendali atas tanah dan bentuk
1.Dinas Koperasi dan Usaha
Mikro
2.Dinas Perikanan
3.Dinas
Tanaman
Pangan
Hortikultura dan Perkebunan
4. Dinas Perindustrian dan
Perdagangan.
5. Dinas Tenaga Kerja
1. Dinas Pendidikan
2. Dinas Kesehatan
3. Dinas Sosial
1.5
1.a
1.b
properti lainnya, harta warisan,
sumber daya alam, teknologi baru
dan layanan keuangan yang
layak, termasuk microfinance
Pada 2030, membangun
ketahanan penduduk miskin dan
yang berada dalam situasi rentan,
serta mengurangi keterpaparan
dan kerentanan mereka terhadap
kejadian ekstrem terkait iklim
serta bencana dan goncangan
ekonomi, sosial dan lingkungan
lainnya
Memastikan mobilisasi berarti
atas sumber daya dari berbagai
sumber, termasuk melalui kerja
sama pembangunan yang telah
ditingkatkan, untuk menyediakan
alat yang mencukupi serta
terprediksi untuk negara-negara
berkembang, terutama negara
tertinggal, untuk
mengimplementasikan program
dan kebijakan untuk mengakhiri
kemiskinan di seluruh
dimensinya
Menyusun kerangka kebijakan
yang kuat di tingkat nasional,
regional, dan internasional,
berdasarkan strategi
1. BPBD
2. Dinas Sosial
1. BAPPEDA,
1. Bappeda
2. Dinas Pemberdayaan
Perempuan Dan Anak
pembangunan yang pro-rakyat
miskin serta sensitif gender,
untuk mendukung investasi yang
telah dipercepat dalam tindakan
pengentasan kemiskinan
Goal 2: Menghapus kelaparan dan
mewujudkan pertanian yang
berkelanjutan
2.1
Pada tahun 2030, mengakhiri
kelaparan dan menjamin akses
pangan yang aman, bergizi, dan
mencukupi bagi semua orang,
khususnya masyarakat miskin
dan rentan termasuk bayi, di
sepanjang tahun.
2.2
2.3
Pada tahun 2030, menghilangkan
segala bentuk kekurangan gizi,
termasuk pada tahun 2025
mencapai target yang disepakati
secara internasional untuk anak
pendek dan kurus di bawah usia
5 tahun, dan memenuhi
kebutuhan gizi remaja
perempuan, ibu hamil dan
menyusui, serta manula.
Pada tahun 2030, menggandakan
produktivitas pertanian dan
pendapatan produsen makanan
skala kecil, khususnya
1.Dinas Ketahanan Pangan
2 Dinas Tanaman Pangan
Hortikultura dan Perkebunan
3.Dinas Kesehatan
1. Dinas Kesehatan
1.Dinas Tanaman Pangan
Hortikultura dan Perkebunan
2.Dinas Perindustrian dan
Perdagangan
perempuan, masyarakat
penduduk asli, keluarga petani,
penggembala dan nelayan,
termasuk melalui akses yang
aman dan sama terhadap lahan,
sumber daya produktif, dan
input lainnya, pengetahuan, jasa
keuangan, pasar, dan peluang
nilai tambah, dan pekerjaan
nonpertanian
2.4
Pada tahun 2030,
menduakalilipatkan produktivitas
dan pendapatan pertanian pada
produsen berskala kecil, terutama
perempuan, bangsa pribumi,
petani keluarga, peternak dan
nelayan, termasuk melalui akses
yang aman dan merata kepada
tanah, input dan sumber daya
produktif lainnya, pengetahuan,
layanan keuangan, pasar dan
peluang untuk pekerjaan
pertambahan nilai maupun nonpertanian
1 .Dinas Tanaman Pangan
Hortikultura dan Perkebunan
2.5
Pada tahun 2030, memastikan
sistem produksi pangan yang
berkelanjutan dan
mengimplementasikan praktik
pertanian yang berketahanan
yang meningkatkan produktivitas
1 .Dinas Tanaman Pangan
Hortikultura dan Perkebunan
dan produksi, yang membantu
mempertahankan ekosistem, yang
memperkuat kapasitas adaptasi
terhadap perubahan iklim, cuaca
ekstrem, kekeringan, banjir dan
bencana lainnya serta yang secara
progresif meningkatkan kualitas
daratan dan tanah
2.a
Pada tahun 2020,
mempertahankan
keanekaragaman genetik pada
bibit, tanaman budidaya serta
hewan ternak dan jinak beserta
spesies liar terkaitnya, termasuk
secara bijaksana mengelola dan
melakukan diversifikasi bank
bibit dan tanamandi tingkat
nasional, regional, dan
internasional, serta memastikan
akses kepada bagi hasil, dan bagi
hasil yang adil dan merata
melalui penggunaan sumber
daya genetik dan asosiasi
pengetahuan tradisional,
sebagaimana disetujui secara
internasional
2.a
Meningkatkan investasi, termasuk
melalui peningkatan kerja sama
internasional, pada infrastruktur
pedesaan, penelitian dan
1. Dinas Tanaman Pangan
Hortikultura dan Perkebunan
2. Dinas Peternakan dan
Kesehatan Hewan
1. Dinas
Tanaman
Pangan
Hortikultura dan Perkebunan
ekstensifikasi layanan pertanian,
pengembangan teknologi dan
bank genetik tanaman dan ternak
untuk peningkatan kapasitas
produksi pertanian di negara
berkembang, khususnya negara
tertinggal
2.b
Mengoreksi dan mencegah
restriksi perdagangan serta
distorsi pada pasar pertanian
dunia, termasuk melalui eliminasi
paralel segala bentuk subsidi
ekspor pertanian dan segala jenis
ekspor yang berdampak serupa,
sesuai mandat Doha
Development Round
2.c
Mengadopsi cara-cara untuk
memastikan fungsi pasar
komoditas pangan yang
semestinya berikut turunannya
serta memfasilitasi akses tepat
waktu kepada informasi pasar,
termasuk mengenai cadangan
pangan untuk membantu
membatasi perubahan ekstrem
harga pangan
Goal 3: Kesehatan untuk semua lapisan
usia
1.dinas
Tanaman
Pangan
Hortikultura dan Perkebunan
1.Dinas Tanaman Pangan
Hortikultura dan Perkebunan
2.Dinas Ketahanan Pangan
3.1
Pada 2030, mengurangi angka
kematian ibu hingga di bawah 70
per 100.000 kelahiran hidup
3.2
Pada 2030, mengakhiri kematian
bayi dan balita yang dapat
dicegah, dengan seluruh negara
berusaha menurunkan Angka
Kematian Neonatal setidaknya
hingga 12 per 1.000 KH dan
Angka Kematian Balita 25 per
1.000 KH
3.3
3.4
3.5
Pada 2030, mengakhiri epidemi
AIDS, tuberkulosis, malaria dan
penyakit tropis yang terabaikan,
serta memerangi hepatitis,
penyakit bersumber air dan
penyakit menular lainnya.
Pada 2030, mengurangi sepertiga
kematian prematur akibat
penyakit tidak menular melalui
pencegahan dan perawatan, serta
mendorong kesehatan dan
kesejahteraan mental.
Memperkuat pencegahan dan
perawatan penyalahgunaan zat,
termasuk penyalahgunaan
narkotika dan alkohol yang
1. Dinas Kesehatan
2. Dinas Pengendalian Penduduk
dan KB,
1.Dinas Kesehatan
2.Dinas Pengendalian Penduduk
dan KB,
1. Dinas Kesehatan
1. Dinas Kesehatan
1. Dinas Kesehatan
2. BNN Kab Malang
membahayakan
3.6
3.7
3.8
3.9
Pada 2020, mengurangi setengah
jumlah global kematian dan
cedera akibat kecelakaan lalu
lintas
Pada 2030, menjamin akses
semesta kepada pelayanan
kesehatan seksual dan reproduksi
, termasuk keluarga berencana
(KB), informasi dan edukasi, serta
integrasi kesehatan reproduksi ke
dalam strategi dan program
nasional.
Mencapai universal health
coverage, termasuk perlindungan
risiko keuangan, akses kepada
pelayanan kesehatan dasar
berkualitas dan akses kepada
obat-obatan dan vaksin dasar
yang aman, efektif, dan
berkualitas bagi semua orang.
Pada 2030, mengurangi secara
substansial kematian dan
kesakitan akibat senyawa
berbahaya serta kontaminasi dan
polusi udara, air, dan tanah.
1. Dinas Perhubungan
1. Dinas Kesehatan
2. Dinas Pengendalian Penduduk
dan KB,
1. Dinas Kesehatan
2. Dinas sosial
1. Dinas LH
2. Dinas Sumberdaya air
3.a
Memperkuat implementasi FCTC
(Framework Convention on
Tobacco Control) WHO di
seluruh negara, sesuai keperluan
3.b
Mendukung penelitian dan
pengembangan vaksin dan obat
penyakit menular maupun tidak
menular yang mempengaruhi
terutama negara-negara
berkembang, menyediakan akses
kepada obat dan vaksin dasar
yang terjangkau, sesuai Doha
Declaration tentang TRIPS
Agreement and Public Health,
yang menegaskan hak negara
berkembang untuk menggunakan
secara penuh ketentuanketentuan dalam Kesepakatan
atas Aspek-Aspek terkait
Perdagangan pada Hak Properti
Intelektual terkait keleluasaan
untuk melindungi kesehatan
masyarakat, dan, pada
khususnya, menyediakan akses
obat bagi semua orang.
3.c
Secara substansial meningkatkan
pembiayaan kesehatan serta
rekrutmen, pengembangan,
pelatihan, dan retensi tenaga
kesehatan di negara-negara
Indicator Pemerintah Pusat
1.Dinas Kesehatan
1. Dinas Kesehatan
berkembang, terutama
negaranegara tertinggal dan
negara bagian pulau kecil yang
sedang berkembang.
3.d
Memperkuat kapasitas seluruh
negara, khususnya negara-negara
berkembang dalam hal peringatan
dini, penurunan risiko serta
pengelolaan risiko kesehatan
nasional dan global.
1. Dinas Kesehatan
Goal 4: Pendidikan yang berkualitas dan
merata
4.1
4.2
Pada 2030 memastikan bahwa
seluruh anak perempuan dan
laki-laki menyelesaikan
pendidikan dasar dan menengah
yang gratis, merata dan
berkualitas yang mengarah pada
dampak pembelajaran yang
relevan dan efektif
Pada 2030 memastikan bahwa
seluruh anak perempuan dan
laki-laki memiliki akses kepada
pengembangan, perawatan, dan
pendidikan pra-dasar usia dini
yang berkualitas sehingga siap
untuk mengikuti pendidikan
dasar
1.Dinas Pendidikan
1.Dinas Pendidikan
4.3
4.4
4.5
4.6
Pada 2030 memastikan akses
pendidikan teknis, kejuruan, dan
tersier yang merata untuk seluruh
perempuan dan laki-laki,
termasuk untuk universitas
Pada 2030, meningkatkan secara
substansial jumlah anak muda
dan orang dewasa yang memiliki
keterampilan relevan, termasuk
keterampilan teknis dan kejuruan
untuk lapangan pekerjaan,
pekerjaan serta kewirausahaan
yang layak
Pada 2030, menghilangkan
kesenjangan gender dalam
pendidikan dan memastikan
akses yang merata kepada
seluruh jenjang pendidikan dan
pelatihan kejuruan bagi
masyarakat rentan, termasuk
penyandang disabilitas,
penduduk pribumi dan anakanak yang dalam kondisi rentan
Pada 2030, memastikan bahwa
seluruh anak muda dan proporsi
substansial orang dewasa baik
laki-laki maupun perempuan,
mencapai kemampuan mmebaca
dan berhitung
Dinas Pendidikan
1.Dinas Pendidikan
2.Dinas Tenaga Kerja
3. Dinas Sosial
4. Dinas Perindag
5. PKK
1.Dinas Pendidikan
1.Dinas Pendidikan
2. PKK
4.7
4.a
4.b
Pada 2030, memastikan bahwa
seluruh peserta pembelajaran
memperoleh pengetahuan dan
keterampilan yang diperlukan
untuk mendorong pembangunan
berkelanjutan, termasuk, di
antaranya, melalui pendidikan
berkelanjutan , serta gaya hidup,
hak asasi, kesetaraan gender,
promosi budaya damai dan antikekerasan, kependudukan global
serta penghargaan terhadap
keberagaman budaya yang (juga)
berkelanjutan dan daripada
kontribusi budaya kepada
pembangunan berkelanjutan
Membangun dan mengupgrade
fasilitas pendidikan yang sensitif
anak-anak, penyandang
disabilitas, dan gender, serta
menyediakan lingkungan
pembelajaran yang aman,
antikekerasan, inklusif dan efektif
bagi semua orang
Pada 2020, memperluas
ketersediaan beasiswa secara
substansial di tingkat global
untuk negara-negara
berkembang, terutama negara
tertinggal, negara bagian
1.Dinas Pendidikan
2.Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan
anak
3.Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata
4. PKK
1.Dinas Pendidikan
2 Dinas Perumahan Kawasan
Permukiman dan Cipta Karya
3.Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan
anak
1.Dinas Pendidikan
berkembang berupa pulau kecil
serta negara Afrika, untuk
pendaftaran pendidikan tinggi,
termasuk pelatihan kejuruan dan
teknologi informasi dan edukasi,
program teknis, permesinan dan
ilmiah pada negara maju maupun
negara berkembang lainnya
4.c
Pada 2030, meningkatkan secara
substansial suplai guru
berkualifikasi, termasuk melalui
kerja sama internasional untuk
pelatihan guru di negara
berkembang, terutama negara
tertinggal dan negara bagian
berkembang berupa pulau kecil
Goal 5: Kesetaraan gender dan
pemberdayaan perempuan dan remaja
perempuan
1.Dinas Pendidikan
5.1
Mengakhiri segala bentuk
diskriminasi terhadap perempuan
dan anak perempuan di mana
pun
1.Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan
anak
5.2
Menghilangkan segala bentuk
kekerasan terhadap seluruh
perempuan dan perempuan pada
ruang publik maupun pribadi,
termasuk perdagangan manusia,
seks dan jenis eksploitasi lainny
1.Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan
anak
2. P2TP2A
Menghilangkan segala bentuk
kekerasan terhadap seluruh
perempuan dan perempuan pada
ruang publik maupun pribadi,
termasuk perdagangan manusia,
seks dan jenis eksploitasi lainnya
5.3
Menghilangkan segala bentuk
praktik berbahaya, seperti
pernikahan anak-anak, usia dini
dan terpaksa, serta sunat
perempuan
5.4
Mengakui dan memberi nilai
pada pelayanan tak berbayar dan
pekerja rumah tangga dengan
penyediaan kebijakan-kebijakan
layanan umum, infrastruktur dan
jaminan sosial, serta promosi
pembagian tanggung jawab
dalam rumah tangga dan
keluarga sesuai dengan kondisi
nasional
5.5
Memastikan partsipasi penuh dan
efektif serta peluang yang sama
untuk kepemimpinan pada
seluruh tingkat pengambilan
keputusan dalam kehidupan
politik, ekonomi, dan masyarakat
1.Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan
anak
2.Dinas Pengendalian
Penduduk dan KB
3.Dinas Kesehatan
4. PKK
1.Dinas Tenaga Kerja
BKD
Sekretariat Dewan
( Menjamin partisipasi penuh dan
efektif, dan kesempatan yang
sama bagi perempuan untuk
memimpin di semua tingkat
pengambilan keputusan dalam
kehidupan politik, ekonomi, dan
masyarakat --- Indikator)
5.6
5.a
5.b
Menjamin akses semesta kepada
kesehatan seksual dan reproduksi
serta hak-hak reproduksi
sebagaimana yang disetujui,
sesuai Programme of Action of
the International Conference on
Population and Development
serta Beijing Platform for Action
berikut dokumen hasil konferensi
kajiannya
Melakukan reformasi untuk
memberikan kesetaraan hak
sumber daya ekonomi kepada
perempuan, sebagaimana pula
akses kepada kepemilikan dan
kendali atas tanah dan properti
lainnya, layanan keuangan, harta
warisan, dan sumber daya alam,
sesuai hukum nasional
Meningkatkan penggunaan
teknologi yang mendukung,
khususnya teknologi informasi
1.Dinas Kesehatan
2.Dinas Pengendalian
Penduduk dan KB
.Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan PA
1.Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan PA
5.c
dan komunikasi, untuk
mendorong pemberdayaan
perempuan
2.Dinas Informasi dan
Komunikasi
Mengadopsi dan memperkuat
kebijakan yang logis serta legislasi
yang dapat ditegakkan untuk
mendorong kesetaraan gender
dan pemberdayaan seluruh
perempuan dan perempuan di
segala tingkatan
1.Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan
anak
Goal 6: Ketersediaan air minum dan
sanitasi untuk semua
6.1
Mencapai akses air minum aman
yang universal dan merata
6.2
Mencapai akses sanitasi dan
higiene yang cukup dan merata
bagi semua orang serta
mengakhiri defekasi terbuka,
memberi perhatian khusus pada
kebutuhan perempuan dan
wanita serta orangorang yang
berada pada situasi rentan
6.3
Meningkatkan kualitas air dengan
mengurangi polusi,
menghilangkan penumpukan
1. Dinas Sumberdaya air
2. Dinas Perumahan Kawasan
Permukiman dan Cipta Karya
3. PDAM
Dinas Perumahan Kawasan
Permukiman dan Cipta Karya
1.Dinas Sumberdaya air
2.Dinas Perindustrian dan
Perdagangan
sampah, dan meminimalisir
pembuangan kimia dan materi
berbahaya, mengurangi setengah
proporsi air limbah yang tidak
dimurnikan serta meningkatkan
daur ulang dan penggunaan
kembali yang aman secara global
3.Dinas Lingkungan Hidup
4.Bagian SDA
6.4
Meningkatkan efisiensi
penggunaan air di seluruh sektor
dan memastikan pengambilan
dan suplai air tawar yang
berkelanjutan untuk mengatasi
kelangkaan dan secara substansial
mengurangi jumlah orang yang
mengalami kelangkaan air
1.Dinas Sumberdaya air
2. Dinas Perumahan Kawasan
Permukiman dan Cipta Karya
3.Bagian SDA
6.5
Mengimplementasikan
pengelolaan sumber daya air
terintegrasi di seluruh tingkatan,
termasuk melalui kerja sama
transperbatasan, sebagaimana
mestinya
Melindungi dan memulihkan
ekosistem terkait air, termasuk
pegunungan, hutan, lahan basah,
sungai, mata air dan danau
1.Dinas Sumberdaya air
2.Bagian Kerjasama
3.Dinas Lingkungan Hidup
Memperluas kerja sama
internasional dan dukungan
peningkatan kapasitas untuk
negara-negara berkembang dalam
1.Dinas Sumberdaya air
2.Bagian Kerjasama
3.Bagian SDA
6.6
6.a
1.Dinas Sumberdaya air
2.Dinas Lingkungan Hidup
aktivitas dan program terkait air
dan sanitasi, termasuk teknologi
pemanenan air, pemurnian dari
garam, efisiensi air, penanganan
limbah, serta daur ulang dan
penggunaan kembali
6.b
Mendukung dan memperkuat
partisipasi masyarakat lokal
dalam perbaikan pengelolaan air
dan sanitasi
Goal 7: Energi untuk semua
7.1
7.2
7.3
7.a
Pada 2030, menjamin akses
universal kepada layanan energi
yang terjangkau, terpercaya, dan
modern
Pada 2030, meningkatkan secara
substansial pembagian energi
terbarukan dalam paduan energi
global (global energy mix).
Pada 2030, menduakalilipatkan
angka perbaikan global untuk
efisiensi energi
Pada 2030, meningkatnya
kerjasama international untuk
memfasilitasi akses teknologi dan
penelitian energi bersih, termasuk
energi terbarukan, efisiensi energi
serta teknologi energi fosil yang
lebih canggih dan bersih, juga
1.Dinas Sumberdaya air
2.Dinas Perumahan Kawasan
Permukiman dan Cipta Karya
SESUAI UU NO 23 TAHUN
2014 MERUPAKAN
WEWENANG DARI
PROPINSI
7.b
mempromosikan investasi
infrastruktur energi dan teknologi
energi bersih.
Pada 2030, memperluas
infrastruktur dan meningkatkan
teknologi untuk pasokan energi
modern dan berkelanjutan bagi
semua di negara-negara
berkembang, khususnya negara
tertinggal dan negara kecil
kepulauan, dan negara
berkembang terkurung daratan
(landlocked), sesuai dengan
program pendukung masingmasing.
Goal 8: Pertumbuhan ekonomi yang
inklusif dan lapangan kerja layak
8.1
Mempertahankan pertumbuhan
ekonomi per kapita sesuai dengan
kondisi nasional, khususnya,
pertumbuhan produk domestik
bruto minimal 7 persen per tahun
di negara-negara berkembang
8.2
Mencapai tingkat yang lebih
tinggi dari produktivitas ekonomi
melalui diversifikasi ,
peningkatan teknologi dan
inovasi, termasuk melalui fokus
pada sektor nilai tinggi dan padat
tenaga kerja.
BPS
1.Bagian Perekonomian
2.Dinas Tenaga Kerja
3. Dinas Tanaman Pangan
Hortikultura dan Perkebunan
8.3
Mendorong kebijakan berorientasi
pembangunan yang mendukung
kegiatan produktif, penciptaan
lapangan kerja yang layak ,
kewirausahaan , kreativitas dan
inovasi dan memotivasi
formalisasi bentuk usaha mikro,
kecil dan menengah, termasuk
melalui ketersediaan akses
layanan keuangan.
1.Bagian Perekonomian
2.Dinas Tenaga Kerja
3.Dinkop dan UMKM
8.4
Meningkatkan secara progresif
sampai tahun 2030 , efisiensi
sumber daya global dalam
konsumsi dan produksi dan
berusaha untuk memisahkan
pertumbuhan ekonomi dari
degradasi lingkungan, sesuai
dengan kerangka 10 tahun
program konsumsi dan produksi
yang berkelanjutan, dengan
negara-negara berkembang yang
maju memimpin
Indicator Pemerintah Pusat
8.5
Pada tahun 2030 , mencapai
kondisi pekerja tetap dan
produktif dan pekerjaan yang
layak untuk semua wanita dan
laki-laki , termasuk untuk orangorang muda dan penyandang
cacat, dan upah yang sama untuk
pekerjaan yang sama nilainya.
2.Dinas Tenaga Kerja
8.6
8.7
8.8
8.9
8.10
Pada tahun 2020 , secara
substansial mengurangi proporsi
pemuda tidak dalam pekerjaan ,
pendidikan atau pelatihan .
Mengambil tindakan efektif dan
segera untuk menjamin
pelarangan dan penghapusan
bentuk-bentuk pekerjaan
terburuk untuk anak,
memberantas kerja paksa dan
pada tahun 2025 , akhir pekerja
anak dalam segala bentuknya,
termasuk perekrutan dan
penggunaan tentara anak
Melindungi hak-hak buruh dan
mempromosikan aman dan aman
lingkungan kerja untuk semua
pekerja, termasuk pekerja migran,
migran perempuan khususnya ,
dan orang-orang dalam pekerjaan
berbahaya
Pada tahun 2030, menyusun dan
melaksanakan kebijakan untuk
mempromosikan pariwisata
berkelanjutan yang menciptakan
pekerjaan dan mempromosikan
budaya lokal dan produk
Memperkuat kapasitas lembaga
1.Dinas Tenaga Kerja
2. Dinas Pendidikan
3. PKK
1.Dinas Tenaga Kerja
2.Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan PA
1.Dinas Tenaga Kerja
1.Dinas Tenaga Kerja
2.Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata
Indicator Pemerintah Pusat
keuangan domestik untuk
mendorong dan memperluas
akses layanan perbankan ,
asuransi dan keuangan untuk
semua
8.a
Meningkatkan dukungan bantuan
dan perdagangan untuk negaranegara berkembang, terutama
negara-negara tertinggal,
termasuk melalui Enhanced
Integrated Framework for TradeRelated Technical Assistance to Least
Developed Countries (Kerangka
Kerja Terintegrasi yang Baik
untuk Asistensi Teknis terkait
Perdagangan untuk NegaraNegara Teringgal)
8.b
Pada 2020, mengembangkan dan
mengoperasionalisasikan strategi
global untuk pekerjaan bagi anak
muda dan mengimplementasikan
Global Jobs Pact of the
International Labour Organization
(Pakta Pekerjaan Global yang
dikeluarkan oleh ILO
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
Goal 9: Infrastruktur yang kuat dan
industrialisasi yang berkelanjutan
9.1
Mengembangkan kualitas,
1. Dinas Perumahan Kawasan
infrastruktur yang handal,
berkelanjutan dan tangguh,
termasuk daerah dan infrastruktur
lintas batas, untuk mendukung
pembangunan ekonomi dan
kesejahteraan manusia, dengan
fokus pada akses yang dapat
diterima semua orang dan merata
untuk semua
Permukiman dan Cipta
Karya
2. Dinas Pekerjaan Umum
Bina Marga
9.2
Mempromosikan industrialisasi
yang inklusif dan berkelanjutan,
pada tahun 2030, secara
signifikan meningkatan peran
dunia kerja dan GDP, sejalan
dengan kondisi nasional, dan
menggandakan pangsa di negara
berkembang.
Indicator Pemerintah Pusat
9.3
Meningkatkan akses industri skala
kecil dan industri lainnya,
khususnya di negara-negara
berkembang, ke layanan
keuangan, termasuk kredit yang
mudah diterima, dan integrasi
mereka ke dalam rantai nilai dan
pasar
9.4
Pada tahun 2030, upgrade
infrastruktur industri agar
berkelanjutan, dengan
peningkatan sumber daya yang
efisiensi dan penggunaan
teknologi yang lebih bersih dan
ramah lingkungan, dengan semua
1.Dinas Perindustrian dan
Perdagangan
2.Dinas Koperasi dan Usaha
Mikro
1. Dinas Perindustrian dan
Perdagangan
2. Dinas Lingkungan Hidup
negara mengambil tindakan
sesuai dengan mereka
kemampuan masing-masing
9.5
Meningkatkan penelitian ilmiah,
meningkatkan kemampuan
teknologi sektor industri di semua
negara, khususnya negaranegara berkembang, termasuk,
pada tahun 2030, mendorong
inovasi dan meningkatkan jumlah
peneliti dan pekerja pengembang
per 1 juta orang serta belanja
penelitian dan pengembangan
publik maupun swasta.
1. Dinas Perindustrian dan
Perdagangan
2. Dinas Tenaga Kerja
3. Badan Penelitian dan
Pengembangan
9.a
Memfasilitasi pembangunan
infrastruktur yang berkelanjutan
dan tangguh di negara-negara
berkembang melalui peningkatan
keuangan , dukungan teknologi
dan teknis untuk negaranegara
Afrika , negara berkembang yang
paling kecil, negara berkembang
daratan dan negara berkembang
kepulauan kecil.
Indicator Pemerintah Pusat
9.b
Mendukung pengembangan
teknologi domestik, penelitian dan
inovasi dalam di negara
berkembang, termasuk dengan
memastikan kebijakan lingkungan
yang kondusif untuk semua,
antara lain diversifikasi industri
dan komoditas nilai tambah.
1. Dinas Perindustrian dan
Perdagangan
2. Dinas Lingkungan Hidup
9.c
Peningkatan yang signifikan
dalam akses teknologi informasi
dan komunikasi dan berusaha
untuk memberikan akses
universal dan dapat diterima
semua ke Internet di negaranegara kurang berkembang pada
tahun 2020
Goal 10: Menurunkan ketimpangan
1.Dinas Komunikasi dan
Informatika
10.1
BPS
10.2
10.3
10.4
Pada tahun 2030, secara
progresif mencapai dan
mempertahankan pertumbuhan
pendapatan dari 40 persen
populasi terbawah pada tingkatan
yang lebih tinggi dari rata-rata
nasional
Pada tahun 2030,
memberdayakan dan
mempromosikan inklusi sosial,
ekonomi dan politik dari semua,
tanpa memandang usia, jenis
kelamin, disabilitas, ras, etnis,
asal, agama atau status ekonomi
atau lainnya
Memastikan kesempatan yang
sama dan mengurangi
kesenjangan hasil, termasuk
dengan menghilangkan hukum,
kebijakan dan praktik yang
diskriminatif, serta
mempromosikan undang-undang,
kebijakan dan tindakan yang
sesuai dalam hal ini
Mengadopsi kebijakan, terutama
Indicator Pemerintah Pusat
Bagain Hukum
Dinas Tenaga Kerja
10.5
10.6
10.7
10.a
10.b
fiskal, kebijakan upah dan
perlindungan sosial, dan secara
progresif mencapai kesetaraan
yang lebih nyata
Memperbaiki regulasi dan
pengawasan pasar keuangan
global dan lembaga-lembaga
serta memperkuat pelaksanaan
peraturan semacamnya
Memastikan peningkatan
representasi dan suara untuk
negara-negara berkembang
dalam pengambilan keputusan di
lembaga keuangan dan ekonomi
internasional global dalam rangka
menjadikan lembaga yang efektif,
kredibel, akuntabel dan sah
Memfasilitas migrasi dan mobilitas
yangi tertib, aman, teratur dan
bertanggung, termasuk melalui
penerapan kebijakan migrasi yang
direncanakan dan dikelola dengan
baik
Menerapkan prinsip perlakuan
khusus dan berbeda untuk
negara-negara berkembang,
khususnya negara tertinggal
khususnya sesuai dengan
perjanjian World Trade
Organization.
Mendorong bantuan keuangan
pembangunan yang resmi,
termasuk investasi asing
langsung, di mana kebutuhan
paling besar seperti di negara-
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
negara berkembang khususnya,
Afrika negara, negara pulau kecil
dan negara-negara berkembang
yang terkurung daratan,
berkembang sesuai dengan
rencana dan program nasional
mereka
10.c
Pada tahun 2030, mengurangi
kurang dari 3 persen biaya
transaksi pengiriman uang migran
dan menghilangkan koridor
remittance dengan biaya yang
lebih tinggi dari 5 persen
Goal 11: Kota dan hunian yang inklusif,
aman, dan berkelanjutan
11.1
Pada 2030, memastikan akses
semua orang terhadap tempat
tinggal dan pelayanan dasar yang
layak, aman dan terjangkau serta
memajukan daerah kumuh
11.2
Pada 2030, membuka akses
semua orang terhadap sistem
transportasi yang aman, murah,
terjangkau dan berkelanjutan,
meningkatkan keamanan jalan,
terutama dengan memperluas
transportasi publik, dengan
perhatian khusus kepada mereka
yang memerlukan seperti
perempuan, anak-anak, orangorang dengan kebutuhan khusus
dan lanjut usia.
11.3
Pada 2030, mendorong
urbanisasi yang inklusif dan
berkelanjutan serta kapasitas
Indicator Pemerintah Pusat
1. Dinas Kesehatan
2. Dinas Perumahan Kawasan
Permukiman dan Cipta Karya
1.Dinas Perhubungan
Indicator Pemerintah Pusat
11.4
11.5
11.6
11.7
11.a
berpartisipasi, perencanaan dan
manajemen pemukiman bagi
manusia yang terintegrasi dan
berkelanjutan di semua negara
Penguatan upaya perlindungan
dan penjagaan terhadap warisan
budaya dan alam dunia
Pada 2030, mengurangi secara
signifikan angka kematian dan
jumlah orang yang terpapar serta
menurunkan secara substansial
kerugian ekonomi terhadap
produk domestik bruto yang
disebabkan oleh bencana alam,
termasuk bencana yang
berhubungan dengan air, dengan
foKus kepada orang miskin dan
orang dalam situasi lemah.
Pada 2030, mengurangi dampak
yang merugikan dari lingkungan
perkotaan per kapita, termasuk
dengan memberikan perhatian
khusus kepada kualitas udara
serta pengelolaan sampah kota
lainnya
Pada 2030, menyediakan akses
yang aman, inklusif dan
terjangkau, ruang yang hijau dan
terbuka, bagi semua orang
terutama untuk perempuan dan
anak-anak, lanjut usia dan orangorang berkebutuhan khusus
Mendukung hubungan ekonomi,
sosial dan lingkungan yang positif
antara kota, pinggiran kota dan
1.Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata
1.Dinas Kesehatan
2. Badan Penanggulangan
Bencana Daerah
1.Dinas Lingkungan Hidup
1.Dinas
Perumahan Kawasan
Permukiman dan Cipta Karya
2.Dinas Lingkungan Hidup
1.Bappeda
2.Dinas Pemberdayaan masy
dan Desa
11.b
11.c
desa melalui penguatan
perencanaan pembangunan
nasional dan daerah
Pada 2020, meningkatkan secara
substansial jumlah kota dan
pemukiman yang mengadopsi
dan menerapkan kebijakan dan
perencanaan yang terintegrasi
menuju inklusivitas, pemanfaatan
sumber daya yang efisien,
mencegah dan adaptasi terhadap
perubahan iklim, ketahanan
terhadap bencana,
mengembangkan dan
menerapkan, sejalan dengan
Hyogo Framework, manajemen
risiko bencana secara
keseluruhan di semua tingkatan.
Mendukung negara-negara
miskin, termasuk melalui bantuan
keuangan dan teknis, dalam
membangun bangunan yang
berkelanjutan dan tangguh
dengan memanfaatkan bahan
lokal
Goal 12: Pola konsumsi dan produksi
yang berkelanjutan
12.1
Menerapkan program agenda
kerja 10 tahunan dalam konsumsi
dan produksi yang berkelanjutan,
semua negara turut ambil bagian,
dimana negara-negara maju
memimpin, dengan
mempertimbangkan
pembangunan dan kemampuan
1.Bappeda
2.Badan Penanggulangan
Bencana Daerah
3. Dinas Perumahan Kawasan
Permukiman
dan Cipta Karya
Indicator Pemerintah Pusat
1. dinas Tanaman Pangan
Hortikultura dan Perkebunan
12.2
12.3
12.4
12.5
12.6
negara-negara berkembang
Pada 2030, mencapai
pengelolaan sumber daya alam
yang berkelanjutan secara
manajemen dan efisien
Pada 2030, mengurangi hingga
setengahnya - limbah pangan
global per kapita di tingkat retail
dan konsumen serta mengurangi
kehilangan pangan selama masa
rantai produksi dan pasokan,
termasuk pasca panen
Pada 2020, mencapai
pengelolaan lingkungan dari
bahan kimia dan semua jenis
limbah sepanjang siklus
kehidupannya, sesuai dengan
kerangka kerja internasional yang
disepakati, dan secara signifikan
mengurangi paparannya/polusi ke
udara, air dan tanah untuk
meminimalisir dampak buruk
terhadap kesehatan manusia dan
lingkungan
Pada 2030, mengurangi produksi
limbah secara substansi melalui
pencegahan, pengurangan, daur
ulang dan penggunaan kembali
Mendorong perusahaan, terutama
perusahaan besar dan
transnasional, untuk menerapkan
praktik-praktik yang berkelanjutan
dan untuk mengintegrasikan
informasi yang berkelanjutan di
dalam siklus pelaporannya
Indicator Pemerintah Pusat
1.Dinas Lingkungan Hidup
2.Dinas Perindustrian dan
Perdagangan
3. dinas Tanaman Pangan
Hortikultura dan Perkebunan
1.Dinas Lingkungan Hidup
2.Dinas Perindustrian dan
Perdagangan
3.Dinas Sumberdaya air
1.Dinas Lingkungan Hidup
Indicator Pemerintah Pusat
12.7
12.8
12.a
12.b
12.c
Mendorong praktik lelang publik
yang berkelanjutan, sejalan
dengan kebijakan nasional dan
prioritas
Pada 2030, memastikan semua
orang dimanapun berada memiliki
informasi dan kepedulian yang
sejalan untuk pembangunan dan
gaya hidup yang berkelanjutan
dalam berinteraksi dengan alam
Mendukung negara-negara
berkembang dalam penguatan
sains dan teknologi untuk dapat
lebih maju dalam pola konsumsi
dan produksi yang berkelanjutan
Mengembangkan dan
menerapkan alat-alat dalam
memantau dampak dari
pembangunan yang berkelanjutan
untuk pariwisata yang
berkelanjutan yang dapat
menciptakan lapangan pekerjaan
serta mempromosikan budaya
dan produk local
Rasionalisasi subsidi bahan bakar
fosil yang tidak efisien yang
mendorong pemborosan
pemakaian dengan menghapus
distorsi pasar, sesuai dengan
kondisi nasional, termasuk
dengan restrukturi pajak dan
menghentikan semua subsidi
menghambat pembangunan,
dimana kondisi itu ada, untuk
menggambarkan dampak
1.Bagian ULP
1.Dinas Komunikasi dan
Informatika
2.Dinas Lingkungan Hidup
Dinas Tanaman Pangan
Hortikultura dan Perkebunan
Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata
Indicator Pemerintah Pusat
lingkungannya, dengan
mempertimbangkan secara penuh
kebutuhan khusus dan kondisi
negara-negara berkembang dan
meminimalkan dampak buruk
yang mungkin terjadi dalam
pembangunan dengan cara
melindungi orang miskin dan
masyarakat yang terkena dampak
Goal 13: Melawan perubahan iklim dan
dampaknya
13.1
Memperkuat daya lenting dan
kapasitas adaptif terhadap
bahaya terkait iklim dan bencana
alam di semua negara
13.2
Mengintegrasikan pengukuran
perubahan iklim kepada kebijakan
nasional, strategi dan
perencanaan
13.3
Meningkatkan pendidikan,
meningkatkan kesadaran dan
kapasitas perorangan dan institusi
tentang mitigasi perubahan iklim,
adaptasi, pengurangan dampak
dan peringatan dini
13.a
Mengimplementasikan komitmen
yang disetujui/ditandatangani oleh
kelompok negara-negara maju
pada the United Nations
Framework Convention on
Climate Change (Konvensi
Kerangka Kerja PBB untuk
Perubahan Iklim) untuk tujuan
mobilisasi bersama $100 milyar
setiap tahun pada tahun 2020 dari
1.Badan Penanggulangan
Bencana Daerah
1.Badan Penanggulangan
Bencana Daerah
Badan Penanggulangan
Bencana Daerah
Indicator Pemerintah Pusat
semua sumber untuk mengatasi
kebutuhan negara-negara
berkembang pada konteks aksi
mitigasi yang bermakna dan
transparan dalam implementasi
dan operasional penuh the Green
Climate Fund (Dana Iklim Hijau)
melalui kapitalisasi nya dengan
segera
13.b
Mendorong mekanisme untuk
meningkatkan kapasitas untuk
rencana dan tata kelola yang
efektif terkait perubahan iklim di
negara-negara berkembang,
termasuk fokus pada wanita,
generasi muda, lokal dan
komunitas yang
marjinal/terpinggirkan
Goal 14: Konservasi pemanfaatan laut,
pesisir, dan laut dalam
14.1
Pada 2025, mencegah dan
menurunkan secara
signifikan/nyata segala macam
polusi laut, khususnya dari
aktivitas daratan, termasuk puingpuing/serpihan dari laut, dan
polusi nutrien
14.2
Pada 2025, secara bekelanjutan
mengelola dan melindungi
ekosistem laut dan pantai untuk
menghindari dampak yang
merugikan, termasuk dengan
memperkuat daya tahan dan
mengambil tindakan restorasi
untuk mencapai samudera yang
Indicator Pemerintah Pusat
Indikator Pemerintah Pusat
Indikator Pemerintah Pusat
14,3
14.4
14.5
14.6
sehat dan produktif
Meminimalisir dan mengatasi
dampak pengasaman laut,
termasuk melalui meningkatan
kerjasama ilmiah pada semua
tingkat
Pada 2020, secara efektif
mengatur pemanenan dan
mengakhiri penangkapan ikan
yang berlebihan, illegal, tidak
terlaporkan, dan penangkapan
ikan yang tidak diatur/tidak ada
aturannya dan praktik
penangkapan ikan yang
merusak/destruktif, serta
melaksankan manajemen
rencana yang berbasis ilmiah,
dalam rangka mengembalikan
stok ikan dalam waktu yang paling
singkat, setidaknya sampai pada
tahap mampu memproduksi hasil
maksimal yang berkelanjutan,
ditentukan dari karakteristik
biologisnya
Pada 2020, melestarikan
sedikitnya 10 % area pantai dan
laut, sesuai dengan hukum
nasional dan internasional dan
berdasar pada informasi ilmiah
terbaik yang tersedia
Pada 2020, mencegah beberapa
bentuk tertentu dari subsidi
perikanan yang berkontribusi
terhadap kapasitas berlebih
(overcapacity) dan penangkapan
Indikator Pemerintah Pusat
Indikator Pemerintah Pusat
Indikator Pemerintah Pusat
1.Dinas Perikanan
14.7
14.a
ikan yang berlebihan, menghapus
subsidi yang berkontribusi
terhadap penangkapan ikan yang
illegal, tidak terlapor dan tidak
diatur dan menahan diri untuk
tidak memperkenalkan subsidi
baru sejenis, dengan mengetahui
bahwa perlakukan special dan
berbeda yang tepat dan efektif
untuk negara maju dan negara
berkembang harus menjadi
bagian yang terintegrasi dari
negosiasi subsidi perikanan WTO
Pada 2030, meningkatkan
keuntungan ekonomi bagi
kepulauan kecil dan negara
berkembang dari penggunaan
sumber daya laut yang
berkelanjutan, termasuk
manajemen yang berkelanjutan
dari peikanan,
aquaculture/perairan dan
pariwisata
Meningkatkan pengetahuan
ilmiah, mengembangkan
kapasitas penelitian dan alih
teknologi kelautan,
mempertimbangkan the
Intergovernmental Oceanographic
Comission Criteria (Komisi Kriteria
antar Pemerintah untuk Kelautan)
dan Guidelines on the Transfer of
Marine Technology (Pedoman
Alih Teknologi Kelautan), dalam
rangka meningkatkan kesehatan
Indikator Pemerintah Pusat
Indikator Pemerintah Pusat
14.b
14.c
laut dan untuk meningkatkan
kontribusi keragaman hayati
kelautan untuk pembangunan
negaranegara berkembang,
khususnya kepulan kecil dan
negara-negara yang belum maju
Menyediakan akses sumber daya
laut dan pasar untuk nelayan kecil
Meningkatkan konservasi dan
penggunaan lautan serta sumber
dayanya secara berkelanjutan
dengan menerapkan hukum
internasional sebagaimana
tercermin dalam Konvensi Hukum
Kelautan PBB yang menyediakan
kerangka hukum untuk konservasi
dan penggunaan laut dan sumber
daya laut yang berkelanjutan.
Sebagaimana disebutkan pada
paragraf 158 mengenai “The
Future We Want/ Masa Depan
yang kita Inginkan” (pada naskah
deklarasi)
Goal 15: Melindungi dan merestorasi
ekosistem, dan perlindungan hutan
15.1
Pada 2020, memastikan
konservasi, restorasi, dan
penggunaan berkelanjutan dari
ekosistem daratan dan perairan
darat beserta penggunaannya,
pada khususnya hutan, rawa,
gunung, dan lahan kering, sejalan
dengan kewajiban-kewajiban
1.Dinas Perikanan
2.Dinas Perindustrian dan
Perdagangan
1.Dinas Perikanan
2.Dinas Lingkungan Hidup
Indikator Pemerintah Pusat
15.2
15.3
15.4
15.5
untuk kesepakatan internasional.
Pada 2020, mendorong
penerapan pengelolaan
berkelanjutan seluruh jenis hutan,
memperlambat penggundulan
hutan, merestorasi hutan
terdegradasi dan secara
substansial meningkatkan
peghutanan dan reboisasi secara
global.
Pada 2030, memerangi
penggurunan, restorasi daratan
tanah yang terdegradasi,
termasuk daratan yang terkena
dampak penggurunan, kekeringan
dan banjir, serta berusaha
mencapai dunia yang bebas dari
degradasi daratan
Pada 2030, memastikan
konservasi ekosistem gunung,
termasuk
keanekaragamanhayatinya,
dalam rangka meningkatkan
kapasitasnya untuk menyediakan
keuntungan yang penting bagi
pembangunan berkelanjutan
Mengambil tindakan segera dan
signifikan untuk mengurangi
degradasi habitat alami,
menghentikan kerugian
keanekaragaman hayati, dan
pada 2020, melindungi dan
mencegah kepunahan speciesspesies yang terancam
kepunahan.
Indikator Pemerintah Pusat
Indikator Pemerintah Pusat
Indikator Pemerintah Pusat
Indikator Pemerintah Pusat
15.6
15.7
15.8
15.9
15.a
15.b
Mendorong pembagian
keuntungan yang adil dan merata
bersumber penggunaan sumber
daya genetik dan
mempromosikan akses
semestinya kepada sumber daya
tersebut sebagaimana
kesepakatan internasional
Mengambil tindakan segera untuk
mengakhiri perburuan dan jualbeli spesies flora dan fauna yang
dilindungi serta menangani
permintaan dan suplai ilegal untuk
produk alam liar.
Pada 2020, memperkenalkan
cara-cara mencegah pengenalan
dan secara signifikan mengurangi
dampak invasi spesies asing pada
ekosistem darat dan laut atau
penghilangan spesies prioritas.
Pada 2020, mengintegrasikan
nilai-nilai ekosistem dan
keanekaragaman hayati ke dalam
perencanaan, pembangunan,
strategi dan perhitungan
pengentasan kemiskinan di
tingkat nasional dan lokal.
Mobilisasi dan secara signifikan
meningkatkan sumber daya
finansial dari berbagai sumber
untuk konservasi dan
penggunaan keanekaragaman
hayati dan ekosistem secara
berkelanjutan.
Mobilisasi sumber daya berharga
Indikator Pemerintah Pusat
Indikator Pemerintah Pusat
Indikator Pemerintah Pusat
1. Dinas Lingkungan
Hidup
Indikator Pemerintah Pusat
Indikator Pemerintah Pusat
dari berbagai sumber dan seluruh
tingkatan untuk membiayai
pengelolaan hutan yang
berkelanjutan dan menyediakan
insentif yang cukup kepada
negara berkembang untuk
memperbaiki pengelolaan
tersebut, termasuk konservasi
dan penghijauan kembali.
15.c
Meningkatkan dukungan global
untuk upaya-upaya memerangi
perburuan dan jual-beli spesiesspesies dilindungi, termasuk
dengan meningkatkan kapasitas
komunitas lokal untuk meraih
peluang kehidupan berkelanjutan.
Goal 16: Masyarakat yang damai, tanpa
kekerasan, pemerintahan yang
akuntabel, antikorupsi dan nondiskriminasi
16.1
Secara signifikan mengurangi
segala bentuk kekerasan dan
kematian terkait di mana pun
16.2
16.3
16.4
Mengakhiri penyiksaan,
eksploitasi, jual-beli, dan segala
bentuk kekerasan dan penyiksaan
terhadap anak
Mempromosikan aturan hukum
pada tingkat nasional dan
internasional serta memastikan
akses setara kepada keadilan
bagi semua orang
Pada 2030, secara signifikan
mengurangi aliran keuangan dan
Indikator Pemerintah Pusat
1.Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan
anak
2, KesbangPol
1.Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan
anak
2, P2TP2A
1.Bagian Hukum
1.Satpol PP
16.5
16.6
16.7
16.8
16.9
16.10
16.a
persenjataan ilegal, memperkuat
pemulihan dan pengembalian
senjata hasil curian dan
memerangi segala bentuk
kriminalitas terencana
Secara substansial mengurangi
korupsi dan penyuapan dalam
segala bentuk
Mengembangkan institusi yang
efektif, akuntabel, serta
transparan di seluruh tingkatan
Memastikan pengambilan
keputusan yang responsif,
inklusif, partisipatif, dan
representatif di segala tingkatan
Memperluas dan memperkuat
partisipasi negara-negara
berkembang dalam institusiinstitusi pemerintahan global
Pada 2030, menyediakan
identitas legal bagi semua,
termasuk registrasi kelahiran
Memastikan akses publik kepada
informasi dan melindungi
kebebasan asasi, sesuai legislasi
nasional dan kesepakatan
internasional
Memperkuat institusi nasional
yang relevan, termasuk melalui
kerja sama internasional, untuk
membangun kapasitas di segala
tingkatan, terutama negaranegara berkembang, untuk
mencegah kekerasan serta
memerangi terorisme dan
Inspektorat
Dinas Komunikasi dan
Informatika
BAPPEDA
Indikator Pemerintah Pusat
1.Dinas Kependudukan dan
catatan sipil
1.Badan Kesbangpol
1. Badan Kesbangpol
kriminalitas
Mendorong dan menegakkan
hukum dan kebijakan nondiskriminatif untuk pembangunan
berkelanjutan
Goal 17: Kerja sama internasional yang
semakin kuat
17.1
Memperkuat mobilisasi sumber
daya dalam negeri, termasuk
melalui dukungan internasional ke
negara-negara berkembang,
untuk meningkatkan kapasitas
dalam negeri terhadap pajak dan
pengumpulan pendapatan
lainnya.
17.2
Negara-negara maju untuk
melaksanakan sepenuhnya
komitmen mereka terhadap
bantuan pembangunan, termasuk
untuk memberikan 0,7 persen dari
pendapatan bruto nasional dalam
bantuan pembangunan resmi
untuk negara-negara
berkembang, yang mana 0,150,20 persen harus disediakan
untuk setidaknya negara-negara
kurang berkembang.
17.3
Memobilisasi sumber daya
keuangan tambahan untuk
negara-negara berkembang dari
berbagai sumber
17.4
Membantu negara-negara
berkembang dalam mengatasi
hutang jangka panjang melalui
kebijakan terkoordinasi yang
16.b
1.Bagian Hukum
2. Bakesbangpol
Dinas Pendapatan
Indikator Pemerintah Psat
BPKAD dan Dinas
Pendapatan
Indicator Pemerintah Pusat
17.5
17.6
17.7
17.8
bertujuan untuk membina
pembiayaan hutang,
penghapusan hutang dan
restrukturisasi hutang, dan
membantu negara-negara miskin
yang terjerat hutang untuk
mengurangi tekanan hutang
Mengadopsi dan menerapkan
pola promosi investasi bagi
negara-negara tertinggal
Meningkatkan kerjasama UtaraSelatan, Selatan-Selatan dan
kerja sama triangular regional dan
internasional dan meningkatkan
akses ke ilmu pengetahuan,
teknologi dan inovasi dan berbagi
pengetahuan dengan persyaratan
yang disepakati bersama,
termasuk melalui peningkatan
koordinasi antar mekanisme yang
ada, khususnya di tingkat PBB,
dan melalui mekanisme fasilitasi
teknologi global
Mempromosikan pembangunan,
transfer, diseminasi dan
penyebaran teknologi yang ramah
lingkungan ke negara-negara
berkembang, termasuk
persyaratan pemberian dan
preferensi, berdasarkan
kesepakatan bersama
Mengoperasionalkan secara
penuh bank teknologi dan ilmu
pengetahuan, teknologi dan
inovasi mekanisme pembangunan
Dinas Pelayanan Satu Atap
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
17,9
17.10
17.11
17,12
kapasitas bagi negara-negara
yang kurang berkembang pada
tahun 2017 dan meningkatkan
penggunaan teknologi yang
mendukung untuk, informasi
tertentu dan teknologi komunikasi
Meningkatkan dukungan
internasional untuk menerapkan
peningkatan kapasitas yang
efektif dan tepat sasaran di
negara-negara berkembang guna
mendukung rencana nasional
untuk menerapkan semua tujuan
pembangunan yang
berkelanjutan, termasuk melalui
kerjasama Utara-Selatan,
Selatan-Selatan dan triangular
Mempromosikan sistem
perdagangan universal, berbasis
aturan, terbuka, non-diskriminatif
dan keadilan multilateral di bawah
Organisasi Perdagangan Dunia,
termasuk melalui kesimpulan dari
negosiasi di bawah Agenda
Pembangunan Doha
Meningkatkan ekspor negaranegara berkembang secara
signifikan, khususnya dengan
maksud untuk menggandakan
saham negara-negara kurang dari
ekspor global pada tahun 2020
Merealisasikan penerapan akses
pasar bebas bea dan kuota bebas
dengan tepat waktu bagi semua
negaranegara maju, sesuai
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
17.13
17.14
17.15
17.16
17.17
dengan keputusan Organisasi
Perdagangan Dunia, termasuk
dengan menjamin bahwa aturan
awal berlaku untuk impor dari
negara-negara tertinggal yang
transparan dan sederhana , dan
berkontribusi untuk memfasilitasi
akses pasar
Meningkatkan stabilitas
makroekonomi global, termasuk
melalui koordinasi kebijakan dan
koherensi kebijakan
Meningkatkan koherensi
kebijakan untuk pembangunan
berkelanjutan
Menghormati kebijakan dan
kepemimpinan masing-masing
negara untuk membangun dan
menerapkan kebijakan guna
pengentasan kemiskinan dan
pembangunan berkelanjutan
Meningkatkan kemitraan global
untuk pembangunan
berkelanjutan yang dilengkapi
dengan kemitraan multistakeholder yang memobilisasi
dan membagi pengetahuan,
keahlian, sumber dara teknologi
dan keuangan guna mendukung
pencapaian tujuan pembangunan
berkelanjutan di semua negara,
khususnya di negara-negara
berkembang
7. Mendorong dan
mempromosikan kemitraan publik
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
Bagian Kerjasam pada
Sekretariat
17.18
17.19
yang efektif, publik-swasta dan
sipil, membangun pengalaman
dan strategi kemitraan
Pada tahun 2020, meningkatkan
dukungan pembangunan
kapasitas untuk negara-negara
berkembang, termasuk
negaranegara kurang
berkembang dan pulau kecil
negara berkembang, meningkat
secara signifikan ketersediaan
data yang berkualitas tinggi, tepat
waktu dan dapat dipercaya dipilah
berdasarkan pendapatan, jenis
kelamin, usia, ras, etnis, status
migrasi, kecacatan, lokasi
geografis dan karakteristik lain
yang berhubungan dalam konteks
nasional
Pada tahun 2030, membangun
inisiatif yang ada untuk
mengembangkan pengukuran
kemajuan pembangunan
berkelanjutan yang melengkapi
produk domestik, dan mendukung
pembangunan kapasitas statistik
di negara-negara berkembang
Indicator Pemerintah Pusat
Indicator Pemerintah Pusat
Download