13 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam

advertisement
13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam perkembangan dunia usaha yang semakin maju, bidang keuangan
menjadi bidang yang sangat penting bagi perusahaan. Perekonomian yang
semakin kompleks dan tidak menentu dengan persaingan antar perusaaan yang
semakin ketat membuat bidang keuangan harus mendapat perhatian yang lebih.
Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan dalam menghadapi persaingan
yang ketat tersebut, maka diperlukan suatu penanganan dan pengelolaan yang
dilakukan oleh pihak manajemen dengan baik. Pihak manajemen, selain dituntut
untuk dapat mengkoordinasikan penggunaan seluruh sumber daya yang dimiliki
oleh perusahaan secara efisien dan efektif, juga dituntut untuk dapat menghasilkan
keputusan-keputusan yang menunjang terhadap pencapaian tujuan perusahaan
dimasa yang akan datang.
Dalam rangka pengambilan keputusan, pengelola perusahaan memerlukan
informasi khususnya informasi mengenai apa yang akan terjadi dimasa yang akan
datang. Informasi yang cepat dan berkesinambungan berupa informasi akuntansi
dalam bentuk laporan keuangan dapat membantu perusahaan untuk mengetahui
keadaan dan kinerja ekonomi suatu perusahaan. Dalam pengertian yang
sederhana, laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan
perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu (Kasmir, 2008:7).
Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan biasanya terdiri atas neraca,
Universitas Sumatera Utara
14
laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan catatan atas
laporan keuangan, dan laporan keuangan ada untuk membantu investor dan
kreditur dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan perusahaan. Laporan
laba rugi contohnya, suatu perusahaan dapat saja memberikan gambaran bahwa
perusahaan tersebut mendapatkan laba yang tinggi. Namun laporan arus kas bisa
saja memperlihatkan bahwa perusahaan sebenarnya kekurangan uang kas.
Menurut Skousen dkk (2009 : 284), laporan arus kas menjelaskan perubahan pada
kas atau setara kas (cash equivalent) dalam periode tertentu. Setara kas adalah
investasi jangka pendek yang amat likuid yang bisa segera ditukar dengan kas.
Dalam laporan arus kas, penerimaan dan pengeluaran kas diklasifikasikan
menurut tiga kategori utama yaitu : aktivitas operasi, aktivitas investasi, aktivitas
pendanaan.
Aktivitas operasi menimbulkan pendapatan dan beban dari operasi utama
suatu perusahaan. Arus masuk kas terbesar dari operasi berasal dari pengumpulan
kas pelanggan. Arus keluar kas operasi meliputi pembayaran terhadap pemasok
dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak. Arus kas operasi dicatat pada
bagian awal laporan arus kas, karena arus kas operasi merupakan sumber kas
terbesar dan sangat penting untuk sebagian besar perusahaan. kegagalan operasi
perusahaan untuk menghasilkan arus kas masuk yang besar untuk suatu periode
yang panjang dapat merupakan tanda adanya kesulitan pada perusahaan.
Aktivitas investasi meningkatkan dan menurunkan aktiva jangka panjang
yang digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatannya. Pada laporan arus kas
Universitas Sumatera Utara
15
kegiatan investasi mencakup lebih dari sekedar pembelian dan penjualan aktiva
yang digolongkan sebagai investasi di neraca. Pemberian pinjaman juga
merupakan suatu kegiatan investasi karena pinjaman menciptakan piutang kepada
peminjam. Pelunasan pinjaman tersebut juga dilaporkan sebagai kegiatan investasi
pada laporan arus kas. Kegiatan investasi juga merupakan perolehan dan
penjualan aktiva yang digunakan dalam operasi. Karena itu, penjualan aktiva tetap
dan penjualan investasi merupakan arus kas masuk dari kegiatan investasi.
Aktivitas pendanaan meliputi kegiatan untuk memperoleh kas dari investor
dan kreditor yang diperlukan untuk menjalankan dan melanjutkan kegiatan
perusahaan. kegiatan pendanaan mencakup pengeluaran saham, peminjaman uang
dengan mengeluarkan wessel bayar dan pinjaman obligasi, penjualan saham
perbendaharaan, dan pembayaran terhadap pemegang saham seperti deviden dan
pembelian saham perbendaharaan. Asumsi bahwa ketersediaan kas yang tinggi
dari aktivitas pendanaan akan mempengaruhi jumlah aktiva lancer berupa kas
sehingga memungkinkan perusahaan untuk memiliki tingkat likuiditas yang tinggi
untuk membayar kewajiban jangka pendeknya.
Secara sederhana likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya , yaitu kas atau yang muda dicairkan ke
kas dalam jangka pendek, untuk memenuhi kewajiban yang harus segera dipenuhi
oleh
perusahaan.
Likuiditas
merupakan
kunci
utama
dalam
upaya
mempertahankan suatu usaha agar dapat bertahan. Likuiditas juga berarti
perusahaan mempunyai cukup dana ditangan untuk membayar tagihan pada saat
Universitas Sumatera Utara
16
jatuh tempo dan berjaga-jaga terhadap kebutuhan kas yang tidak terduga. Masalah
likuiditas penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan serta dalam
kebutuhan jangka pendek dan darurat serta fungsi pertumbuhan (investasi) untuk
mengembangkan asset yang dimiliki sesuai dengan harapan yang diinginkan
perusahaan. Perusahaan harus merencanakan likuiditas yang memadai karena
jumlah dana yang terkait mungkin akan membutuhkan waktu lama untuk
memenuhinya. Adapun rasio likuiditas yang digunakan dalam penelitian ini
adalah current ratio. Menurut Walsh (2004 : 106) Current ratio merupakan rasio
favorit dari institusi-institusi pemberi pinjaman, dan penghitungan current ratio
(rasio lancar) didasarkan pada perbandingan sederhana antara total “aktiva lancar”
dan “kewajiban lancar”. Dimana jika suatu perusahaan current ratio nya lebih dari
satu, berarti hal ini menunjukkan bahwa perusahaan itu likuid.
Teori
sinyal (Signaling
theory) menjelaskan
mengapa
perusahaan
mempunyai dorongan untuk memberikan informasi laporan keuangan pada pihak
eksternal. Teori sinyal juga mengemukakan tentang bagaimana seharusnya sebuah
perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini
berupa informasi mengenai kondisi perusahaan kepada pemilik ataupun pihak
yang berkepentingan lainnya (contoh : investor). Sinyal yang diberikan dapat
dilakukan melalui pengungkapan informasi akuntansi, sinyal yang dimaksud
seperti laporan keuangan. Laporan apa yang sudah dilakukan oleh manajemen
untuk merealisasikan keinginan pemilik, atau bahkan dapat berupa promosi serta
informasi lain menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik dari pada
Universitas Sumatera Utara
17
perusahaan lain. Laporan keuangan seharusnya memberikan informasi yang
berguna bagi investor dan kreditor terutama sekali karena kelompok ini berada
dalam kondisi yang paling besar ketidakpastiannya, yang akan digunakan untuk
membuat keputusan investasi, kredit dan keputusan sejenis. Termasuk laporan
arus kas karena laporan arus kas merupakan bagian dari laporan keuangan
sehingga laporan arus kas seharusnya juga berguna untuk pengambilan keputusan.
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan
keuangan
sebagai
dasar
untuk
menilai
kemampuan
perusahaan
dalam
menghasilkan kas dan setara kas, dan menilai kebutuhan perusahaan untuk
menggunakan arus kas tersebut. Dengan menyajikan laporan arus yang
menunjukkan nilai arus kas yang selalu positif, maka perusahaan itu dikatakan
likuid yaitu mampu melunasi kewajiban finansial jangka pendek maupun
kewajiban jangka panjangnya yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan.
PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan merupakan salah satu
BUMN Perkebunan di Indonesia. Perusahaan ini berkedudukan di Sumatra Utara
dan telah memiliki pengalaman yang panjang dalam mengelola bisnis dibidang
perkebunan, mencakup pengusahaan tanaman, pengolahan, pemasaran hasil dan
industri serta jasa-jasa penunjangnya. Investasi yang terdapat di PTPN IV terdiri
dari investasi tanaman dan non tanaman. PT Perkebunan Nusantara IV mendapat
kategori sangat sehat AAA (Triple Sehat) pada tahun 2009. Berdasarkan
Keputusan Menteri BUMN Nomor : KEP-100 / MBU / 2002.
Universitas Sumatera Utara
18
PT Perkebunan Nusantara IV merupakan salah satu Perusahaan Persero di
Indonesia yang memiliki total arus kas yang positif dan terus meningkat dari satu
periode ke periode berikutnya. Hal ini dapat kita lihat pada perbandingan laporan
arus kas pada masing-masing aktivitas dan likuiditas (rasio lancar) pada tahun
2006 - 2010 :
Table 1.1
Ket
2006
2007
2008
2009
2010
86.181.655.968
595.170.176.151
719.357.942.432.
728.167.799.465
1.240.624.301.835
(382.340.680.268)
(339.490.790.378)
(742.100.729.928)
(940.288.140.251)
(1.020.614.193.105)
344.540.971.520
351.997.962.283
(269.232.536.026)
579.646.178.600
(136.406.233.485)
48.381.947.220
607.677.398.047
(291.975.323.522)
367.525.837.814
78.432.612.579
71,9%
129,4%
116,8%
138,35%
120,8%
Aktivitas
Operasi
Aktivitas
Investasi
Aktivitas
Pendanaan
Kenaikan –
Penurunan
Arus Kas
Rasio Lancar
Sumber : diolah oleh penulis
Dari laporan
diatas dapat kita ketahui bahwa kas bersih dari aktivitas
operasi cendrung mengalami kenaikan dari tahun 2006-2010. Sebagai bahan
pengamatan kenaikan dapat dilihat dari arus kas aktivitas tahun 2008 ke 2009.
Dimana
pada
Rp719.357.942.432
tahun
tersebut,
2008
membukukan
kas
bersih
sebesar
dan pada tahun 2009 membukukan kas bersih sebesar
Rp728.167.799.465. Hal ini tampak jelas terjadi kenaikan kas bersih sebesar 1,22%
Universitas Sumatera Utara
19
yang disebabkan oleh adanya kenaikan arus kas masuk yaitu berupa kas yang
diterima dari pelanggan, bunga, dan pendapatan lain-lain. Semua ini sejalan
dengan kenaikan likuiditas (rasio lancar) perusahaan. dimana pada tahun 2008
rasio lancarnya sebesar 116,8% pada tahun 2009 naik menjadi 138,3%. Ini
artinya, semakin besar nilai arus kas dari aktivitas operasi yang dimiliki oleh
perusahaan maka semakin besar pula kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajibannya.
Untuk arus kas aktivitas investasi, kas bersihnya juga cendrung mengalami
kenaikan. Kenaikan aktivitas investasi tersebut terjadi karna PTPN IV
menggunakan kasnya untuk memperluas dan menambah aktiva jangka
panjangnya. Sebagai bahan pengamatan, kenaikan dapat dilihat dari arus kas
aktivitas tahun 2008 ke 2009. Dimana kenaikan yang terjadi untuk tahun 2008 ke
2009 sebesar 26,70%. Kenaikan arus kas investasi ini diharapkan dalam jangka
waktu tertentu akan menghasilkan pendapatan dan arus kas dimasa mendatang.
Dari arus kas aktivitas pendanaan, angka negatif dan positif terlihat pada kas
bersih dari aktivitas pendanaan. Perusahaan yang sehat angka dari aktivitas
pendanaan bisa saja negatif atau positif. Sebagai bahan pengamatan kita dapat
melihat arus kas aktivitas pendanaan pada tahun 2008 dan 2009. Dapat kita lihat
bahwa kas bersih dari aktivitas pendanaan ditahun 2008 sebesar Rp.269.232.536.026 dan mengalami kenaikan di tahun 2009 sebesar 115,2% dengan
nilai Rp. 579.646.178.600. dan sejalan dengan itu likuiditas juga mengalami
kenaikan, ditahun 2008 sebesar 116,8% naik menjadi 138,3% ditahun 2009. Nilai
Universitas Sumatera Utara
20
yang defisit pada tahun 2008, tidak menurunkan tingkat likuiditas (rasio lancar)
perusahaan dikarenakan kas nya masih tinggi dan dana dari aktivitas lain yaitu
aktivitas operasi dan aktivitas investasi surflus. Sehingga likuiditas (rasio lancar)
pada perusahaan PTPN IV masih dikatakan likuid. Walaupun demikian penulis
akan melanjutkan penelitian ini, dan dari penelitian ini penulis akan mengetahui
apakah setiap aktivitas mempunyai pengaruh atau tidaknya terhadap likuiditas.
Penelitian ini merupakan penelitian baru yang mengadopsi penelitian
terdahulu yang dilakukan oleh Gusmiati (2011) yang berjudul Pengaruh Arus Kas
Operasi Terhadap Tingkat Likuiditas Pada Perusahaan Real Estate Dan Property
Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia , hasil penelitian menunjukkan bahwa
variabel independen yaitu arus kas operasi tidak mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap variabel dependen yaitu likuiditas pada perusahaan real estate
dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.. Perbedaan penelitian
terdahulu dengan penelitian sekarang adalah (1) periode penelitian terdahulu
mengamati hanya laporan arus kas dari aktivitas operasi tahun 2007-2009,
sedangkan penelitian sekarang mengamati laporan arus kas tahun 2006-2010, (2)
objek penelitian terdahulu adalah perusahaan yang terdaftar di BEI, sedangkan
penelitian sekarang pada PT Perkebunan Nusantara IV Medan. Berdasarkan latar
belakang di atas mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan judul
“Pengaruh Arus Kas terhadap Likuiditas pada PT Perkebunan Nusantara
IV (Persero) Medan”.
1.2 Perumusan Masalah
Universitas Sumatera Utara
21
Berdasarkan uraian dan penjelasan diatas, permasalahan yang penulis perlu
diteliti adalah “Apakah arus kas mempunyai pengaruh sinifikan secara parsial dan
simultan terhadap likuiditas pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan“.
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Keterbatasan-keterbatasan dalam
penelitian ini antara lain :
1. Penelitian ini hanya meneliti tiga variabel independen yaitu arus kas
aktivitas operasi, arus kas aktivitas investasi, arus kas aktivitas pendanaan.
Dan satu variabel dependen yaitu likuiditas, adapun rasio likuiditas yang
digunakan dalam penelitian ini adalah rasio lancar (current ratio).
2. Penelitian ini mengambil sampel dari laporan arus kas triwulan induk
perusahaan PT Perkebunan Nusantara IV pada periode 2006 sampai dengan
2010.
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang ada, maka tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh arus kas terhadap Likuiditas pada PT
Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat untuk:
1. Pihak penulis, sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan serta
pengalaman penulis mengenai pengaruh arus kas terhadap likuiditas.
Universitas Sumatera Utara
22
2. Pihak perusahaan, sebagai masukan kepada pihak manajemen perusahaan
yang dapat digunankan dalam meningkatkan kinerja perusahaan dalam
hal ini laporan arus kas.
3. Pihak peneliti selanjutnya, sebagai bahan referensi dan gambaran dalam
melakukan penelitian khususnya yang berhubungan dengan laporan arus
kas dan likuiditas.
Universitas Sumatera Utara
Download