PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN

advertisement
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2016
2015
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
2c,2d,2t,4
Piutang usaha - setelah dikurangi pencadangan
penurunan nilai piutang sebesar
Rp26.803.903.203 dan Rp25.686.409.459
pada 2016 dan 2015
2c,2e,2f,2t,5
Pendapatan yang masih harus diterima
2t,6
Piutang lain-lain
2c,2f,2t,7
Persediaan
2g,2o,8
Pajak dibayar di muka
2s,20a
Aset lancar lainnya
2c,2h,9
JUMLAH ASET LANCAR
ASET TIDAK LANCAR
Penyertaan pada entitas asosiasi
Penyertaan pada pengendalian
bersama entitas
Properti investasi - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp4.639.632.667 dan Rp6.609.536.978
pada 2016 dan 2015
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp1.394.213.292.578
dan Rp1.253.451.854.268
pada 2016 dan 2015
Aset tak berwujud
Beban ditangguhkan - setelah
dikurangi akumulasi amortisasi sebesar
Rp0 dan Rp104.154.295.363
pada 2016 dan 2015
Aset tetap yang belum dimanfaatkan
Aset pajak tangguhan
Aset lain-lain
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR
JUMLAH ASET
2.200.769.796.594
1.479.384.440.740
125.321.592.573
54.410.007.969
66.087.137.688
20.116.083.124
14.638.571.077
2.481.343.189.025
155.877.564.385
84.757.329.602
11.871.104.742
21.226.159.916
471.145.085
13.085.701.905
1.766.673.446.375
2i,10
44.426.032.784
36.488.271.884
2j,11
900.759.210.428
530.010.140.028
2k,12
8.849.841.133
10.216.956.447
2l,2o,2r,13
2m,14
3.750.634.523.627
80.451.824.082
3.073.381.562.700
26.221.198.722
2n,15
2o,2y,16
23.935.009.251
10.951.679.929
4.820.008.121.234
16.335.093.089
25.879.756.366
62.850.280
6.646.306.180
3.725.242.135.696
7.301.351.310.259
5.491.915.582.071
17
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
1
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
2016
2015
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Utang lain-lain
Utang pajak
Biaya yang masih harus dibayar
Pendapatan diterima di muka jangka pendek
Utang bank jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK
2c,2f,2t,18
2c,2f,2t,19
2s,20b
2c,21
25
1.075.335.306.782
112.864.937.500
35.955.877.699
209.002.860.663
31.427.777.357
369.076.778.798
58.561.040.391
67.737.183.224
301.653.375.812
39.963.644.346
2c,2r,2t,22
47.000.000.000
1.511.586.760.001
277.468.815.000
1.114.460.837.571
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 2c,2r,2t,22
Utang obligasi
2c,2f,2p,23
Pendapatan diterima di muka jangka panjang
25
Liabilitas pajak tangguhan
2s,20d
Liabilitas Imbalan kerja
2u,24
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG
52.883.016.545
995.770.735.699
236.963.533.712
49.321.401.959
153.649.951.025
1.488.588.638.940
270.026.408.045
261.351.917.354
205.851.329.851
737.229.655.250
JUMLAH LIABILITAS
3.000.175.398.941
1.851.690.492.821
1.700.000.000.000
1.700.000.000.000
2y,27
538.812.899.239
538.812.899.239
28
1.402.206.722.174
733.602.829.177
(114.903.276.811)
807.084.784.907
700.396.937.267
(107.718.081.087)
2b,29
4.259.719.173.779
41.456.737.539
4.301.175.911.318
3.638.576.540.326
1.648.548.924
3.640.225.089.250
7.301.351.310.259
5.491.915.582.071
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp1.000.000 per saham
Modal dasar - 1.800.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
dan 1.700.000 saham pada 2016 dan 2015
Bantuan Pemerintah yang belum ditetapkan
statusnya (BPYBDS)
Saldo laba:
Ditentukan penggunaannya
Belum ditentukan penggunaannya
Pengukuran kembali imbalan pasca kerja
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
Kepentingan non pengendali
JUMLAH EKUITAS
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
26
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
Pendapatan usaha
2q,30
Pendapatan lainnya
Pendapatan bunga
Laba (rugi) selisih kurs
Beban pegawai
Beban penyusutan dan amortisasi
Beban bahan
Beban sewa
Beban kerjasama mitra usaha
Beban umum
Beban pemeliharaan
Beban bunga dan administrasi bank
Beban imbalan pasca kerja
Beban administrasi kantor
Beban asuransi
Beban lainnya
Laba penyertaan
2q,39
2q,31
2q,32
2q,33
2q,34
2x,30
2q,35
2q,36
2r
24
2q,37
2q,38
2q,39
1d,2i,2j,10,11
LABA SEBELUM PAJAK
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Pajak kini
Pajak tangguhan
2s,20c
2s,20d
LABA TAHUN BERJALAN
PENGHASILAN (BEBAN) KOMPREHENSIF LAIN
Pengukuran kembali imbalan kerja
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
LABA YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
Pemilik entitas induk
Kepentingan non pengendali
2b,29
Laba per saham dasar
2016
2.408.899.664.963
2015
2.340.724.008.344
47.758.710.794
81.679.006.551
(6.103.509.762)
(338.016.140.945)
(200.346.697.628)
(146.153.199.442)
(278.431.439.829)
(110.300.712.983)
(187.064.926.381)
(86.418.179.712)
(69.976.407.713)
57.584.143.208
(32.892.892.395)
(31.383.137.999)
(115.323.747.277)
2.335.831.300
23.914.235.317
57.157.946.081
28.821.786.240
(324.744.569.933)
(272.889.447.974)
(155.817.396.886)
(225.087.239.295)
(114.607.837.616)
(168.322.362.022)
(78.116.767.430)
(47.730.941.631)
(36.773.542.386)
(31.498.906.756)
(41.480.864.013)
(109.514.672.226)
2.234.185.942
995.846.364.750
846.267.613.756
(210.764.590.159)
(51.779.317.481)
(262.543.907.640)
(197.358.059.287)
51.458.472.524
(145.899.586.763)
733.302.457.110
700.368.026.993
(7.185.195.724)
(7.185.195.724)
14.935.797.485
14.935.797.485
726.117.261.386
715.303.824.478
726.417.633.453
(300.372.067)
726.117.261.386
715.332.734.752
(28.910.274)
715.303.824.478
427.304
420.784
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
3
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bantuan
Pemerintah yang
belum ditetapkan
statusnya
(BPYBDS)
Pengukuran
kembali imbalan
pasca kerja
Ekuitas yang
dapat diatribusikan
kepada pemilik
entitas induk
Kepentingan
non pengendali
550.957.655.540
(122.653.878.572)
3.022.966.657.007
167.459.198
-
700.396.937.267
700.396.937.267
14.935.797.485
14.935.797.485
700.396.937.267
14.935.797.485
715.332.734.752
-
-
-
-
-
1.510.000.000
1.510.000.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
451.234.804.107
-
(87.990.751.265)
(451.234.804.107)
(11.732.100.168)
Saldo 31 Desember 2015
511.960.000.000
1.188.040.000.000
538.812.899.239
807.084.784.907
700.396.937.267
(107.718.081.087)
3.638.576.540.326
1.648.548.924
3.640.225.089.250
Saldo 1 Januari 2016
511.960.000.000
1.188.040.000.000
538.812.899.239
807.084.784.907
700.396.937.267
(107.718.081.087)
3.638.576.540.326
1.648.548.924
3.640.225.089.250
-
-
-
-
733.602.829.177
733.602.829.177
(7.185.195.724)
(7.185.195.724)
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
595.121.937.267
-
511.960.000.000
1.188.040.000.000
538.812.899.239
1.402.206.722.174
Catatan
Saldo 1 Januari 2015
Laba komprehensif tahun berjalan:
Laba tahun berjalan
Penghasilan komprehensif tahun berjalan
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan
Setoran modal kepentingan non pengendali
2b,29
Penambahan modal
Pembagian laba tahun 2014:
Dividen dan lainnya
Cadangan umum
Dana PKBL
28
28
28
Laba komprehensif tahun berjalan:
Laba tahun berjalan
Penghasilan komprehensif tahun berjalan
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan
Setoran modal kepentingan non pengendali
Pembayaran deviden kepentingan
non pengendali
Pembagian laba tahun 2015:
Dividen dan lainnya
Cadangan umum
Dana PKBL
Saldo 31 Desember 2016
2b,29
28
28
28
Modal
ditempatkan
dan
disetor penuh
Tambahan
modal disetor
511.960.000.000
1.188.040.000.000
538.812.899.239
355.849.980.800
-
-
-
-
-
-
-
Saldo laba
Ditentukan
Belum ditentukan
penggunaannya
penggunaannya
(105.275.000.000)
(595.121.937.267)
733.602.829.177
-
(114.903.276.811)
(87.990.751.265)
(11.732.100.168)
733.602.829.177
(7.185.195.724)
726.417.633.453
(105.275.000.000)
4.259.719.173.779
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
4
(28.910.274)
(28.910.274)
-
(300.372.067)
(300.372.067)
40.160.000.000
(51.439.318)
41.456.737.539
Jumlah
3.023.134.116.205
700.368.026.993
14.935.797.485
715.303.824.478
(87.990.751.265)
(11.732.100.168)
733.302.457.110
(7.185.195.724)
726.117.261.386
40.160.000.000
(51.439.318)
(105.275.000.000)
4.301.175.911.318
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Penerimaan kas lain-lain
Pembayaran kas ke pemasok, karyawan
dan lainnya
Pembayaran pajak penghasilan
KAS BERSIH DIPEROLEH DARI
AKTIVITAS OPERASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan investasi
Penerimaan bunga
Perolehan aset tetap dan properti investasi
Penjualan aset tetap
Pembayaran beban ditangguhkan
KAS BERSIH DIGUNAKAN UNTUK
AKTIVITAS INVESTASI
2.429.657.704.271
44.061.183.604
2s,20c
(687.941.218.872)
(238.688.780.222)
1.547.088.888.781
2i,2j,10,11
2k,2l,12,13,16
2n,15
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank
Beban keuangan
2r
Penambahan modal disetor pada entitas
anak - non pengendali
Penerbitan obligasi
2p,23
Pembayaran atas pembagian saldo laba:
Dividen dan lainnya
28
KAS BERSIH DIPEROLEH DARI/
(DIGUNAKAN UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS
SALDO AWAL KAS DAN SETARA KAS
SALDO AKHIR KAS DAN SETARA KAS
2016
2c,2d,2t,4
2015
2.334.653.535.292
27.630.411.676
(1.068.203.401.551)
(156.037.859.657)
1.138.042.685.760
(376.351.000.000)
81.679.006.551
(948.206.531.626)
4.159.309.980
-
(254.998.000.000)
57.157.946.081
(363.981.568.624)
332.124.457
(29.713.633.732)
(1.238.719.215.095)
(591.203.131.818)
(447.612.206.500)
(69.976.407.713)
(195.586.181.500)
(46.368.449.918)
40.160.000.000
995.770.735.699
(105.326.439.318)
1.510.000.000
(99.722.851.433)
413.015.682.168
(340.167.482.851)
721.385.355.854
206.672.071.091
1.479.384.440.740
1.272.712.369.649
2.200.769.796.594
1.479.384.440.740
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
5
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dahulu pada masa penjajahan Belanda adalah sebuah Perusahaan
dengan nama “Haven Badrift”. Selanjutnya setelah kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945
sampai dengan tahun 1950 Perusahaan berubah status menjadi Jawatan Pelabuhan. Pada tahun 1969
Jawatan Pelabuhan berubah menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan status Perusahaan
Negara Pelabuhan disingkat dengan nama PNP. Pada periode tahun 1969 sampai dengan tahun 1983,
PN Pelabuhan berubah menjadi Lembaga Pengusaha Pelabuhan dengan nama Badan Pengusahaan
Pelabuhan disingkat BPP. Pada tahun 1983 berdasarkan Peraturan Pemerintah No.11 tahun 1983
Badan Pengusahaan Pelabuhan (BPP) dirubah menjadi Perseroan Umum Pelabuhan I disingkat
Perumpel I. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 56 tahun 1991 Perumpel I berubah status menjadi
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero).
Perubahan nama Perusahaan menjadi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) berdasarkan Akta No. 1
tanggal 1 Desember 1992 dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C28519.HT.01.01 tahun 1992 tertanggal 1 Juni 1992 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 8612 tanggal 1 Nopember 1994, tambahan No. 87.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
berdasarkan akta notaris nomor 207 tanggal 30 Juni 2014 oleh Risna Rahmi Arifa, S.H., Notaris di
Medan, mengenai Risalah Rapat Umum Pemegang Saham PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), yang
berisi peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan. Perubahan
anggaran tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-05403.40.20.2014 tertanggal 11 Juli 2014.
Sebelum tahun 2008, Perusahaan bergerak dalam bidang jasa kepelabuhanan, pelayanan peti kemas,
terminal dan depo peti kemas, usaha galangan kapal, pelayanan tanah, listrik dan air, pengisian BBM,
distribusi termasuk hewan, jasa konsultasi kepelabuhanan dan pengusahaan kawasan pabean. Sejak
tahun 2008, dalam rangka optimalisasi sumber daya maka Perusahaan dapat melakukan kegiatan
usaha lain meliputi jasa angkutan, sewa dan perbaikan fasilitas, perawatan kapal dan peralatan, alih
muat kapal, properti di luar kegiatan utama kepelabuhanan, kawasan industri, fasilitas pariwisata dan
perhotelan, jasa konsultan dan surveyor, komunikasi dan informasi, konstruksi kepelabuhanan,
ekspedisi, kesehatan, perbekalan, shuttle bus, penyelaman, tally, pas pelabuhan dan timbangan.
Kegiatan usaha Perusahaan dibidang pelayanan jasa kepelabuhanan ini meliputi wilayah kerja 4
(empat) Propinsi yakni Propinsi Sumatera Utara, Propinsi Aceh, Propinsi Riau, dan Kepulauan Riau.
Pelabuhan yang dikelola Perusahaan berjumlah 16 (enambelas) Pelabuhan Cabang dan 11 (sebelas)
Pelabuhan Kawasan (Perwakilan), serta 2 (dua) unit usaha. Dari seluruh cabang pelabuhan/unit usaha
yang dikelola, terdapat 5 (Lima) Cabang yang menjadi Pelabuhan Andalan yaitu Cabang Belawan
International Container Terminal (BICT), Cabang Dumai, Cabang Belawan, Cabang Terminal Peti
Kemas Domestik, dan Cabang Pekanbaru, karena memberikan kontribusi laba yang signifikan bagi
Perusahaan.
Kantor Pusat Perusahaan berlokasi di Jl. Krakatau Ujung No. 100, Medan, Sumatera Utara.
6
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Penawaran Umum Obligasi Perusahaan
Pada tanggal 10 Juni 2016, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No. S-281/D.04/2016 untuk melaksanakan penawaran umum
obligasi Perusahaan dengan jumlah sebesar Rp1.000.000.000.000 (satu triliun rupiah). Pada tanggal 31
Desember 2016, jumlah utang obligasi yang belum dilunasi atau belum jatuh tempo sebesar
Rp1.000.000.000.000 dengan rincian sebagai berikut:
No
1
2
3
4
Obligasi
Obligasi Seri A
Obligasi Seri B
Obligasi Seri C
Obligasi Seri D
Jumlah
(Rp)
50.000.000.000
500.000.000.000
400.000.000.000
50.000.000.000
Tenor
(Tahun)
3
5
7
10
Tanggal
Penerbitan
21/6/2016
21/6/2016
21/6/2016
21/6/2016
Tanggal Jatuh
Tempo
21/6/2019
21/6/2021
21/6/2023
21/6/2026
Status
Belum lunas
Belum lunas
Belum lunas
Belum lunas
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Komite Manajemen Risiko dan Karyawan
Berdasarkan Akta No. 46 tanggal 31 Agustus 2016 dan Akta No. 1 tanggal 4 Oktober 2016 yang dibuat
di hadapan Notaris Risna Rahmi Arifa, S.H,susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada
tanggal 31 Desember 2016 sebagai berikut:
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris Independen
Direktur Utama
Direktur
:
:
:
:
:
M. Nawawiy Loebis
Umar Aris
Zulfahmi Rizal
Djarot Sri Sulistyo
Icu Zukafril
:
:
:
:
:
Bambang Eka Cahyana
Syahputera Sembiring
Iman A. Sulaiman
Farid Luthfi
M. Hamied Wijaya
Berdasarkan Akta No. 58 tanggal 31 Oktober 2014 yang dibuat di hadapan Notaris Rahmad Nauli
Siregar, S.H, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2015
sebagai berikut:
Komisaris Utama
Komisaris
:
:
:
:
:
Mustofa Widjaja
Icu Zukafril
M. Nawawiy Loebis
Umar Aris
Zulfahmi Rizal
Direktur Utama
Direktur
:
:
:
:
:
Bambang Eka Cahyana
Syahputera Sembiring
Iman A. Sulaiman
Farid Luthfi
M. Hamied Wijaya
7
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Susunan Komite Audit dan Komite Manajemen Resiko Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2016
dan 2015 sebagai berikut:
2016
2015
Ketua Komite Audit
Wakil Ketua
Anggota
:
:
:
:
Icu Zukafril
Djarot Sri Sulistyo
Ambal Lubis
Lidya Noor Haryanto
Icu Zukafril
Armen Lubis
Lidya Noor Haryanto
Ketua Komite Manajemen Resiko
Wakil Ketua
Anggota
:
:
:
:
Umar Haris
Zulfahmi Rizal
Armen Lubis
Denny Purwanto
M. Nawawiy Loebis
Ambal Lubis
Denny Purwanto
Jumlah gaji dan tunjangan yang diterima Komisaris dan Direksi untuk tahun 2016 dan 2015 masingmasing sebesar Rp14.381.855.927 dan Rp12.447.341.725.
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, Perusahaan mempunyai masing-masing 1.141 dan 1.192
karyawan tetap (tidak diaudit).
d. Struktur Entitas Anak, Pengendalian Bersama dan Entitas Asosiasi
Penyertaan entitas yang dimiliki Perusahaan atas entitas anak, pengendalian bersama dan entitas
asosiasi pada tanggal adalah sebagai berikut:
Tahun
beroperasi
secara
komersial
% Efektif pemilikan
perusahaan
2016
2015
Jumlah aset (sebelum
eliminasi) *)
2016
2015
Entitas
Domisili
Entitas anak
PT Prima Indonesia Logistik
PT Prima Pengembang kawasan
PT Prima Husada Cipta Medan
Medan
Medan
Medan
2014
2015
2017 **)
99
90
99
99
90
-
110.600
405.314
16.001
80.713
9.311
-
Pengendalian Bersama
PT Prima Terminal Petikemas
PT Prima Multi Terminal
Medan
Medan
2013
2014
70
55
70
55
495.574
1.960.527
419.804
1.005.978
Entitas Asosiasi
PT Terminal Petikemas Indonesia
Jakarta
2013
25
25
140.075
142.519
*) disajikan dalam jutaan rupiah
**) rencana mulai beroperasi
PT Prima Indonesia Logistik
PT Prima Indonesia Logistik didirikan berdasarkan akta No. 34 yang dibuat di hadapan Rahmad Nauli
Siregar, S.H., Notaris di Medan pada tanggal 26 September 2014 dan telah mendapatkan persetujuan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU27882.40.10.2014 tanggal 6 Oktober 2014. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan,
terakhir dengan Akta Notaris No. 15 dan 16 yang dibuat di hadapan Notaris Hapizo, S.H., Notaris di
8
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Medan tertanggal 16 Desember 2015 mengenai penambahan modal disetor dan pergantian pengurus
(komisaris) Perusahaan, dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU-3599821.AH.01.11.TAHUN 2015.
Sesuai dengan pasal 3 dari Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan ini adalah
melakukan usaha di bidang pelayanan jasa depo peti kemas dan jasa logistik lainnya dengan pelayanan
prima.
Nilai saham penyertaan Perusahaan pada PT Prima Indonesia Logistik adalah sebesar
Rp67.320.000.000 di tahun 2016 dan 2015 atau sebesar 99%, sedangkan 1% lainnya dimiliki oleh
Koperasi Karyawan Pelabuhan Unit Usaha Terminal Peti Kemas Kota Medan (KOPKARPEL UTPK).
PT Prima Pengembang Kawasan
PT Prima Pengembangan Kawasan didirikan berdasarkan akta No.15 yang dibuat dihadapan Risna
Rahmi Arifa, S.H., Notaris di Medan pada tanggal 8 September 2015 dan telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
Nomor AHU-2455231.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 8 September 2015. Anggaran Dasar Perusahaan
telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 9 yang dibuat di hadapan Notaris Risna
Rahmi Arifa, S.H., Notaris di Medan tertanggal 21 Nopember 2016 mengenai pergantian Direktur
Perusahaan, dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU-AH.01.03-0103276 tanggal 29 November 2016.
Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) No. KU.60/1/20/PPK-16
tanggal 1 Desember 2016, Perusahaan telah memutuskan dan menyetujui penambahan modal dasar
dan modal disetor pada tahun 2016, namun pembuatan akta notaris atas RUPS-LB tersebut masih
dalam proses.
Perusahaan memulai kegiatan operasionalnya pada tahun 2015. Maksud dan tujuan Perusahaan adalah
untuk menyediakan jasa dengan melakukan kegiatan usaha utama antara lain: Jasa penyewaan dan
pengelolaan kawasan industri, meliputi pengelolaan dan penyewaan, pemeliharaan, perawatan serta
penyediaan fasilitas penunjang lainnya, seperti pabrik, gudang dan kegiatan terkait; Jasa pembangunan
dan pengelolaan kawasan industri; Konsultasi bidang manajemen operasi dan pemeliharaan kawasan
industri beserta sarana dan prasarana fisik infrastruktur wilayah.
Nilai saham penyertaan Perusahaan pada PT Prima Pengembangan Kawasan adalah sebesar
Rp369.000.000.000 dan Rp9.000.000.000 di tahun 2016 dan 2015 atau sebesar 90%, sedangkan
sisanya sebesar 10% dimiliki oleh PT Prima Multi Terminal.
PT Prima Husada Cipta Medan
PT Prima Husada Cipta Medan didirikan berdasarkan akta No. 4 yang dibuat dihadapan Risna Rahmi
Arifa, S.H., Notaris di Medan pada tanggal 8 November 2016 dan telah mendapatkan persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU0052052.AH.01.01.Tahun 2016 tanggal 22 November 2016. Berdasarkan Risalah Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) No. UM.50/1/3/PHCM-16.TU tanggal 21 Desember 2016,
Perusahaan telah memutuskan dan menyetujui rencana Perusahaan untuk melakukan pengoperasian
klinik estetika dan penambahan modal disetor, namun RUPS-LB tersebut belum dituangkan dalam akta
notaris.
9
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sesuai dengan pasal 3, maksud dan tujuan Perusahaan ini adalah melakukan usaha di bidang
pelayanan jasa kesehatan: Rumah Sakit, Klinik, Poliklinik, Balai Pengobatan, serta usaha terkait.
Nilai saham penyertaan Perusahaan pada PT Prima Husada Cipta Medan adalah sebesar
Rp10.890.000.000 di tahun 2016 atau sebesar 99%, sedangkan 1% lainnya dimiliki oleh Koperasi
Karyawan Kantor Pusat PT Pelabuhan Indonesia I Medan.
PT Prima Terminal Petikemas
PT Prima Terminal Petikemas didirikan berdasarkan akta No. 162 yang dibuat di hadapan Rahmad
Nauli Siregar, S.H., Notaris di Medan pada tanggal 20 Juli 2013 dan telah mendapatkan persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU46327.AH.01.01.Tahun 2013. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan terakhir dengan
Akta Notaris No. 73 yang dibuat di hadapan Notaris Risna Rahmi Arifa, S.H., Notaris di Medan
tertanggal 30 Nopember 2015 dan telah mendapat mendapatkan pengesahan dengan Surat Keputusan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-AH.01.03.0991253 tanggal 24 Desember 2015.
Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) No. UM.50/4/17/PTP-15 tanggal 18
Desember 2015, Perusahaan telah memutuskan dan menyetujui penambahan modal disetor pada tahun
2016, namun RUPS tersebut belum dituangkan dalam akta notaris.
Sesuai dengan pasal 3 dari Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan ini adalah
menyediakan jasa pelayanan terminal petikemas internasional.
Nilai saham penyertaan Perusahaan pada PT Prima Terminal Petikemas adalah sebesar
Rp336.501.000.000 dan Rp259.000.000.000 tahun 2016 dan 2015 atau sebesar 70%, sedangkan
sisanya dimiliki oleh PT Wijaya Karya sebesar 15% dan PT Hutama Karya sebesar 15% dengan tujuan
pengendalian bersama.
PT Prima Multi Terminal
PT Prima Multi Terminal didirikan berdasarkan akta No. 04 yang dibuat di hadapan Tuti Sumarni, S.H.,
Notaris di Jakarta pada tanggal 26 September 2014 dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU26883.40.10.2014 tanggal 29 September 2014. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 20 yang dibuat di hadapan Notaris Risna Rahmi Arifa,
S.H., Notaris di Medan tertanggal 22 November 2016 mengenai peningkatan modal dasar dan modal
disetor Perusahaan, dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU-0023804.AH.01.02.TAHUN 2016 tanggal 13
Desember 2016.
Maksud dan tujuan Perusahaan ini untuk menyediakan jasa pelayanan Terminal Multi Purpose untuk
memenuhi kebutuhan pelanggan di Terminal Kuala Tanjung dalam rangka menyukseskan Program
MP3EI Sei Mangke dan tuntutan pasar atas keberadaan Terminal Curah Cair/Terminal Multi Purpose
yang terbuka untuk umum.
Nilai saham penyertaan Perusahaan pada PT Prima Multi Terminal adalah sebesar Rp559.548.000.000
dan Rp269.698.000.000 tahun 2016 dan 2015 atau sebesar 55%, sedangkan sisanya dimiliki oleh PT
Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk sebesar 30% dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebesar
15% dengan tujuan pengendalian bersama.
10
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT Terminal Petikemas Indonesia
PT Terminal Petikemas Indonesia didirikan berdasarkan akta No. 36 yang dibuat di hadapan
Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H, M.K, Notaris di Jakarta pada tanggal 10 April 2013 dan
telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan Nomor AHU-21873.AH.01.01.Tahun 2013 tanggal 24 April 2013 dan diumumkan
dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 10 September 2013. Anggaran
Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 1 yang dibuat di
hadapan Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H, M.K, Notaris di Jakarta pada tanggal 02
Desember 2016 mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan yang telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan Nomor No. AHU-AH.01.03-0104991 tanggal 05 Desember 2016.
Sesuai dengan pasal 3 dari Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan ini adalah
bergerak di bidang kegiatan pengusahaan di pelabuhan.
Nilai saham penyertaan Perusahaan pada PT Terminal Petikemas Indonesia adalah sebesar
Rp37.500.000.000 atau sebesar 25%.
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Berikut ini ikhtisar kebijakan akuntansi yang penting yang dipergunakan dalam rangka menyusun
laporan keuangan konsolidasian PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Desember 2016 dan 2015.
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan patuh sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan
Indonesia (DSAK - IAI), Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan Nomor KEP-347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten
atau perusahaan publik, dan Pedoman Akuntansi Perusahaan Pelabuhan Indonesia (PAPPI).
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) No. 1 (Revisi 2013), “Penyajian Laporan Keuangan”.
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost),
kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam
kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas. Laporan
arus kas disajikan dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran
kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun
yang berakhir tanggal 31 Desember 2016 adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan
dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember
2015.
11
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi tertentu. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk
membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan. Area yang kompleks
atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan estimasi
berdampak signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di catatan 3.
b. Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak yang
dikendalikannya, dimana Perusahaan memiliki lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung,
hak suara di entitas anak dan dapat menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari entitas anak
untuk memperoleh keuntungan dari aktivitas entitas anak tersebut.
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas bertujuan khusus) dimana Perusahaan memiliki
kendali. Perusahaan mengendalikan suatu entitas ketika Perusahaan terkena, atau memiliki hak atas
pengembalian variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan ketika Perusahaan memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi pengembalian melalui kuasanya atas entitas.
Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian dialihkan kepada
Perusahaan. Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal Perusahaan kehilangan
pengendalian.
Saldo dan transaksi termasuk keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antar
perusahaan dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan entitas
anak sebagai satu kesatuan usaha.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk
peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Apabila entitas anak menggunakan kebijakan
akuntansi yang berbeda dari kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan
konsolidasian, maka dilakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap laporan keuangan entitas anak
tersebut.
Kepentingan non pengendali atas ekuitas entitas anak dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham
non pengendali atas laba bersih dan ekuitas entitas anak tersebut sesuai dengan persentase
kepemilikan pemegang saham non pengendali pada entitas anak tersebut, dan disajikan sebagai bagian
ekuitas dalam laporan keuangan konsolidasian.
Kerugian yang menjadi bagian dari pemegang saham non pengendali pada suatu entitas anak dapat
melebihi bagiannya dalam modal disetor dan disajikan tetap negatif.
Transaksi pihak-pihak berelasi, saldo dan keuntungan antar entitas Perusahaan yang belum direalisasi
telah dieliminasi. Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi. Kebijakan akuntansi entitas anak
diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan akuntasi yang diadopsi oleh
Perusahaan.
Transaksi dengan kepentingan non-pengendali yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian
merupakan transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dibayar dan bagian yang diakuisisi
atas nilai tercatat aset neto entitas anak dicatat pada ekuitas. Keuntungan atau kerugian pelepasan
kepentingan nonpengendali juga dicatat pada ekuitas.
12
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ketika Perusahaan tidak lagi memiliki pengendalian atas sesuatu entitas, kepentingan Perusahaan yang
masih tersisa di entitas tersebut diukur kembali berdasarkan nilai wajarnya pada tanggal hilangnya
pengendalian, dan perubahan nilai tercatat diakui dalam laporan laba rugi. Nilai tercatat awal adalah
sebesar nilai wajar untuk kepentingan pengukuran kembali kepentingan yang tersisa sebagai entitas
asosiasi, ventura bersama atau aset keuangan. Di samping itu, jumlah yang sebelumnya diakui pada
penghasilan komprehensif lain sehubungan dengan entitas tersebut dicatat seolah-olah Perusahaan
telah melepas aset atau liabilitas terkait. Hal ini dapat berarti bahwa jumlah yang sebelumnya diakui
pada penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laporan laba rugi.
Prosentase jumlah aset entitas anak yang dikonsolidasikan dibandingkan dengan aset konsolidasian
Perusahaan per 31 Desember 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2016
31 Desember 2015
Jumlah Aset
Konsolidasian
7.301.351.310.259
5.491.915.582.071
Jumlah Aset Entitas
Anak
531.915.879.739
90.024.895.632
Presentase
7,29%
1,64%
c. Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset Keuangan
Aset keuangan yang pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung.
Aset keuangan dikelompokkan menjadi 4 kategori, yaitu (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi komprehensif, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) investasi yang
dimiliki hingga jatuh tempo serta (iv) aset keuangan yang tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung
dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan
tersebut pada saat awal pengakuannya.
(i)
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif adalah aset
keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset
keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam
waktu dekat dan terdapat bukti adanya kecenderungan untuk transaksi ambil untung dalam jangka
pendek. Piutang derivatif dikategorikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan kecuali
ditetapkan sebagai lindung nilai.
Keuntungan dan kerugian yang timbul atas perubahan nilai wajar derivatif, diakui dalam laporan
laba rugi komprehensif sebagai bagian dari “keuntungan/ kerugian selisih kurs”.
Pada tahun 2016 dan 2015, Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif.
13
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(ii)
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran
tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal,
pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan
selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga
efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat pinjaman
dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, maupun melalui proses
amortisasi.
(iii) Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo
Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah investasi non-derivatif dengan pembayaran tetap
atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, dimana manajemen mempunyai intensi
positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, selain:
a) Investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif;
b) Investasi yang ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan
c) Investasi yang memenuhi definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.
Pada saat pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya
ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Pada tahun 2016 dan 2015, Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan
sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo.
(iv) Aset keuangan tersedia untuk dijual
Aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang
ditetapkan untuk dimiliki selama periode tertentu, dimana akan dijual dalam rangka pemenuhan
likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak diklasifikasikan sebagai
pinjaman yang diberikan atau piutang, investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki
hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
komprehensif.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada nilai wajarnya
ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya dimana laba atau rugi diakui
pada laporan perubahan ekuitas kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan laba rugi komprehensif
dari selisih kurs hingga aset keuangan dihentikan pengakuannya. Jika aset keuangan tersedia
untuk dijual mengalami penurunan nilai, akumulasi laba rugi komprehensif yang sebelumnya diakui
pada bagian ekuitas akan diakui pada laporan laba rugi komprehensif, sedangkan pendapatan
bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dan keuntungan atau kerugian
akibat perubahan nilai tukar dari aset moneter yang diklasifikasikan sebagai kelompok tersedia
untuk dijual diakui pada laporan laba rugi komprehensif.
14
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Investasi saham dengan kepemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan
dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya).
Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui
penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif tahun
berjalan.
Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan
Nilai tercatat aset tersebut berkurang melalui penggunaan akun penyisihan dan jumlah kerugian diakui
dalam laporan laba rugi komprehensif. Penghasilan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang
diturunkan nilainya berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal dari aset tersebut. Pinjaman yang
diberikan dan piutang beserta dengan penyisihan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan
pemulihan di masa depan yang realistik dan semua jaminan telah terealisasi atau telah dialihkan kepada
Perusahaan. Jika pada periode berikutnya nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan
bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui
maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui ditambah atau dikurangi dengan menyesuaikan
akun penyisihan. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan maka jumlah
pemulihan tersebut diakui pada laporan laba rugi komprehensif.
Untuk cadangan kerugian penurunan nilai pinjaman dan piutang, Perusahaan menerapkan metode Roll
Rate atau Flow Model.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dikelompokkan ke dalam kategori (i) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi komprehensif dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi.
(i)
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif
Nilai wajar liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif
adalah liabilitas keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli
kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek
terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas diperdagangkan kecuali ditetapkan dan efektif
sebagai instrumen lindung nilai.
Pada tahun 2016 dan 2015, Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi komprehensif.
(ii)
Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi komprehensif dikategorikan dan diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
15
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabiitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan posisi
keuangan, jika dan hanya jika saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui dan terdapat maksud untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajibannya secara bersamaan.
Estimasi nilai wajar
Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya perolehan
yang diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi.
Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam
perhitungan amortisasi biaya perolehan ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi,
jumlah nilai wajar atau amortisasi dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian
atau asumsi yang berbeda. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi
Perusahaan
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan nilai
pasar yang berlaku pada laporan keuangan konsolidasian.
Nilai wajar untuk instrumen keuangan lain yang tidak diperdagangkan di pasar ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian tertentu.
Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan yang diamortisasi dengan
menggunakan tingkat suku bunga telah mendekati nilai wajar pada akhir tahun buku.
d. Kas dan Setara Kas
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan
sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan
atau kurang sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya.
e. Piutang Usaha
Perusahaan menetapkan cadangan kerugian penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutang
dengan menggunakan metode Roll Rate Model. Metode ini juga dikenal sebagai Migration Analysis atau
Flow Model, menggunakan pengalaman masa lalu untuk menghitung rata-rata persentase perpindahan
(roll rate average) dan disesuaikan secara statistik untuk persentase-persentase yang berubah secara
signifikan.
Piutang usaha disajikan dalam nilai wajar awal, dan diukur dalam nilai yang diamortisasi setelah
dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu.
f. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan
keuangannya (dalam hal ini dirujuk sebagai "entitas pelapor").
16
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas pelapor atau entitas pelapor; atau
iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dan entitas pelapor.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk,
entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya).
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga.
v. Entitas tersebut adalah penyelenggara suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja
dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas
pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor.
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf
(a).
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil
manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi baik yang dilakukan dengan persyaratan dan
kondisi yang sama dengan atau tidak sama dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian.
g. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan harga terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.
Untuk persediaan rusak, seluruh atau sebagian telah usang, atau harga jualnya telah menurun, serta
jika estimasi biaya penyelesaian atau estimasi biaya untuk membuat penjualan telah meningkat maka
nilai persediaan diturunkan ke nilai realisasi bersih secara terpisah untuk setiap item atau kelompok item
dalam persediaan yang serupa atau berkaitan. Selisih yang timbul akibat penurunan nilai persediaan
dibebankan langsung dalam laporan laba rugi komprehensif pada pos “pendapatan/(beban) lain-lain”.
Persediaan rusak, alat induknya sudah tidak ada atau secara ekonomis tidak dapat digunakan
dipisahkan penyajiannya ke dalam kelompok “aset lain-lain”.
h. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus.
17
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
i. Penyertaan pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Perusahaan mempunyai pengaruh signifikan melalui
kepemilikan hak suara antara 20% sampai dengan 50%. Investasi pada entitas asosiasi diukur dengan
menggunakan metode ekuitas. Sesuai dengan metode ekuitas, nilai investasi diakui sejumlah nilai
perolehan ditambah atau dikurang dengan bagian atas laba atau rugi bersih, dan penerimaan dividen
dari entitas asosiasi sejak tanggal perolehan.
Keberadaan pengaruh signifikan dibuktikan dengan cara masing-masing dewan direksi mewakili setiap
pemegang saham. Perusahaan terwakili di dalam dewan direksi melalui penunjukan direktur keuangan.
Akta pendirian juga mengakomodasi partisipasi Perusahaan di dalam proses pengambilan keputusan
dan penetapan kebijakan.
Laporan laba rugi komprehensif mencerminkan bagian atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila
terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, mengakui bagiannya atas
perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika relevan, dalam laporan perubahan ekuitas. Laba
atau rugi yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara dengan entitas asosiasi
dieliminasi pada jumlah sesuai dengan kepentingan dalam entitas asosiasi.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan.
Perusahaan menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas
investasi dalam entitas asosiasi. Perusahaan menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah
terdapat bukti yang obyektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami
penurunan nilai. Dalam hal ini, Perusahaan menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih
antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya
dalam laba atau rugi.
j. Penyertaan Pada Pengendalian Bersama Entitas
Pengendalian bersama entitas adalah suatu entitas dimana Perusahaan memiliki pengendalian bersama
dengan satu venturer atau lebih. Pengendalian bersama entitas memiliki pengaruh signifikan dan dicatat
dengan menggunakan metode ekuitas, sebesar partisipasi atas pengendalian bersama entitas. Dimana
pengendalian bersama entitas melibatkan pendirian suatu Perseroan Terbatas, yang mana setiap
venturer mempunyai bagian partisipasi dari perjanjian kontraktual antara venturer yang menciptakan
pengendalian bersama.
Setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan melakukan penilaian ketika terdapat bukti objektif bahwa
investasi pada pengendalian bersama entitas mengalami penurunan nilai.
Hasil usaha pengendalian bersama entitas dimasukkan atau dikeluarkan di dalam laporan keuangan
konsolidasian Perusahaan masing-masing sejak tanggal akuisisi atau tanggal pelepasan.
k. Properti Investasi
Properti Investasi adalah properti yang dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan
untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan
dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif atau dijual dalam
kegiatan usaha sehari-hari.
18
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Properti Investasi dinyatakan berdasarkan model biaya yang dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset. Hak atas tanah tidak disusutkan dan
disajikan sebesar biaya perolehan. Bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis (2-50 tahun). Biaya pemeliharaan dan perbaikan
dibebankan ke dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya, sedangkan pemugaran dan
penambahan dikapitalisasi.
Transfer ke properti investasi dilakukan jika terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan
berakhirnya pemakaian. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika terdapat
perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya
pengembangan untuk dijual.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut
tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat
diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan
properti investasi diakui dalam laba rugi komprehensif dalam tahun terjadinya penghentian atau
pelepasan tersebut.
l. Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar harga perolehan yang mencakup semua pengeluaran yang terkait secara
langsung dengan perolehan aset tetap dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Sesuai dengan PSAK
16, Perusahaan memilih metode biaya untuk pengukuran aset tetapnya. Penyusutan aset tetap dihitung
dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang estimasi masa manfaat dikurangi nilai residunya.
Pengelompokan persentase penyusutan dan umur aset adalah sebagai berikut:
Jenis Aset
Bangunan dan prasarana
Kapal
Alat fasilitas Pelabuhan
Peralatan
Kendaraan
% Penyusutan
/tahun
2 – 50
5 – 10
5 – 20
5 – 25
20
Nilai Sisa
Rp 1.000.000 atau 2%
2%
2%
2%
20%
Nilai residu aset tetap dikaji ulang, dan telah disesuaikan pada setiap tanggal laporan keuangan
konsolidasian.
Perusahaan telah melakukan pengkajian ulang atas nilai sisa dimana nilai sisa yang baru dihitung dari
persentase tertentu dari harga perolehan kecuali untuk kolam pelabuhan, penahan gelombang,
lapangan penumpukan, jalan, jembatan, lapangan parkir dan taman. Sebelumnya nilai sisa dari aset
tetap adalah Rp0 (nihil).
Tanah dicatat berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk mendapatkan
hak legal diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah dan tidak didepresiasikan. Biaya terkait dengan
pembaharuan hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasikan sepanjang umur
hukum hak.
19
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Biaya perbaikan dan perawatan aset untuk menjaga manfaat ekonomi masa yang akan datang
dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya. Penyempurnaan yang
menambah nilai, kegunaan dan masa manfaat dalam jumlah besar dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah
tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan
yang bersangkutan dan keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan suatu
aset tetap diakui sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi komprehensif tahun
berjalan.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset
tetap. Akumulasi biaya perolehan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada
saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.
Aset yang tidak dipergunakan lagi, biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dipindahkan ke
akun aset tetap tidak berfungsi dalam akun aset lain-lain pada kelompok aset tidak lancar dan dicatat
sebesar nilai residunya. Aset tetap yang belum digunakan dicatat sebesar biaya perolehan pada akun
aset tetap belum dimanfaatkan dalam kelompok aset tidak lancar.
Transaksi sewa digolongkan sebagai sewa pembiayaan (financial lease) apabila memenuhi semua
kriteria yang diisyaratkan (disajikan sebagai bagian dalam aset tetap). Jika salah satu kriteria tidak
terpenuhi, maka transaksi sewa dikelompokkan sebagai transaksi sewa operasi (operating lease). Aset
sewa dengan sewa pembiayaan dinyatakan sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa selama
masa sewa ditambah nilai sisa yang harus dibayar pada akhir masa sewa. Setiap pembayaran sewa
dialokasikan sebagai angsuran pokok.
Kewajiban sewa dan beban bunga. Penyusutan atas aset yang disewa dengan sewa pembiayaan
dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang
sama dengan yang diterapkan untuk aset tetap yang bersangkutan.
Nilai aset yang dapat dipulihkan diestimasi pada saat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan
yang mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan kembali sesuai PSAK
No. 48 “Penurunan Nilai Aset“. Penurunan nilai aset diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi
komprehensif.
Aset tetap yang belum dan/atau tidak produktif diakui dalam laporan posisi keuangan sebagai aset tetap
tidak produktif pada kelompok aset lain-lain dan diukur sebesar nilai tercatatnya.
Mengacu pada SK Direksi PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV Nomor KU.60/2/9/PI-12,
NomorHK.56/5/12/PI.II-11, Nomor HK.04/19/P.III-2011, dan Nomor 1/HK.104/DUT-2012 tanggal 30
Desember 2011 batasan minimum pengeluaran pemeliharaan aset tetap yang dapat dikapitalisasi diatur
sebagai berikut:
20
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Batas Minimum Kapitalisasi
(% dariReplacement Cost)
Bangunan fasilitas pelabuhan
Kapal
Alat-alat fasilitas pelabuhan
Instalasi fasilitas pelabuhan
Tanah, jalan dan bangunan
Peralatan
Kendaraan
Emplasemen
2
2
5 – 20
4 – 10
3 – 10
4 – 25
20
4 – 34
Bunga dan biaya pinjaman lain yang timbul baik yang langsung maupun yang tidak langsung digunakan
dalam membiayai konstruksi aset tetap, dikapitalisasikan sampai dengan saat aset tetap telah siap
dipakai. Bunga dan biaya pinjaman yang timbul setelah aset tetap tersebut siap digunakan dibebankan
dalam laporan laba rugi komprehensif.
Untuk biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung terhadap aset kualifikasian, maka
jumlah biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi sebesar biaya pinjaman aktual yang terjadi selama
periode berjalan dikurangi penghasilan investasi dari investasi temporer pinjaman tersebut.
Untuk biaya pinjaman yang tidak dapat diatribusikan secara langsung terhadap aset kualifikasian, maka
jumlah biaya pinjaman yang dapat dikapitalisasi ditentukan dengan menggunakan tingkat kapitalisasi
untuk pengeluaran atas aset tersebut.
Tingkat kapitalisasi adalah rata-rata tertimbang biaya pinjaman atas saldo pinjaman yang dapat
diterapkan atas saldo pinjaman selama periode berjalan, selain pinjaman yang secara spesifik untuk
tujuan memperoleh aset kualifikasian. Jumlah biaya pinjaman dikapitalisasi selama suatu periode tidak
boleh melebihi jumlah biaya pinjaman yang terjadi pada periode tersebut.
m. Aset Tak Berwujud
Aset tak berwujud dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi
penurunan nilai aset. Biaya perolehan meliputi biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk
memperoleh aset bersangkutan.
Seluruh aset yang diklasifikasikan sebagai aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas
diamortisasikan. Jumlah yang dapat disusutkan aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas yaitu
biaya perolehan dikurangi nilai residunya.
Amortisasi atas aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas menggunakan metode garis lurus.
Metode amortisasi aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas selalu dikaji ulang pada setiap
tanggal pelaporan.
Nilai residu aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas selalu dikaji ulang, dan dilakukan
penyesuaian jika diperlukan, pada setiap tanggal pelaporan. Umur manfaat untuk setiap aset tak
berwujud dengan umur manfaat terbatas adalah 5 (lima) tahun.
21
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Nilai tercatat suatu aset tak berwujud diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkan aset tak berwujud
bersangkutan, jika nilai tercatat aset tak berwujud tersebut lebih besar daripada nilai terpulihkannya.
Penurunan nilai aset tak berwujud diakui sebagai kerugian penurunan nilai dalam laporan laba rugi
komprehensif pada pos ”pendapatan/(beban) lain-lain-bersih”.
Aset tak berwujud yang sudah tidak memiliki manfaat ekonomi manfaat depan atau yang dijual
dikeluarkan dari kelompok aset tak berwujud berikut akumulasi amortisasinya.
n. Beban Ditangguhkan
Beban yang memberikan manfaat pada masa yang akan datang atau lebih dari 12 bulan disajikan
sebagai beban ditangguhkan. Beban ditangguhkan meliputi pengerukan kolam dan beban pemeliharaan
kapal yang digolongkan intermediate dan special survey serta beban pengurusan legal hak atas tanah
berupa hak guna bangunan dan hak pakai yang jumlahnya material.
Beban ditangguhkan disajikan sebagai aset tidak lancar sebesar nilai tercatatnya serta diamortisasi
dengan menggunakan metode garis lurus selama 5 tahun.
Beban investasi yang dikeluarkan namun tidak dapat diatribusikan ke jenis aset tetap juga dikapitalisasi
sebagai beban ditangguhkan.
o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Perusahaan menelaah apakah terdapat indikasi suatu
aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan penurunan
nilai aset perlu dilakukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak
menghasilkan arus kas masuk yang secara signifikan independen dari aset atau kelompok aset lain.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan
mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan nilai menjadi sebesar nilai terpulihkannya.
Rugi penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi komprehensif sebagai “Rugi penurunan nilai”. Dalam
menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu
uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menghitung nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual,
transaksi pasar kini juga diperhitungkan, jika tersedia.
Jika transaksi pasar kini tidak tersedia, Perusahaan menggunakan model penilaian yang sesuai untuk
menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini harus didukung oleh metode penilaian tertentu
(valuation multiples) atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.
Kerugian penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi komprehensif sesuai dengan kategori biaya yang
konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat
indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada
lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Perusahaan mengestimasi
jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya
22
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
dipulihkan hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah
terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset
dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pemulihan tersebut dibatasi sehingga nilai tercatat aset tidak
melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada
rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Pemulihan
rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Setelah pemulihan tersebut,
penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset
yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
p. Utang Obligasi dan Biaya Emisi Obligasi
Utang obligasi disajikan sebesar nilai nominal setelah memperhitungkan amortisasi premium atau
diskonto. Biaya emisi obligasi merupakan biaya transaksi yang dikurangkan langsung dari hasil emisi
dalam menentukan hasil emisi bersih obligasi. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal
merupakan diskonto atau premium dan diamortisasi selama jangka waktu obligasi yang bersangkutan.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan usaha jasa kepelabuhanan diakui pada saat kegiatan pelayanan jasa telah selesai
dilakukan (accrual basis). Kegiatan jasa pelayanan yang telah selesai dilakukan sampai dengan akhir
periode yang belum diterbitkan nota tagihannya dicatat sebagai pendapatan yang masih akan diterima.
Pendapatan sewa aset tetap diakui pada saat timbulnya hak sewa bagi penyewa sesuai masa kontrak
sewa. Pendapatan usaha galangan kapal dan pelayanan rumah sakit diakui pada saat jasa telah selesai
diberikan.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
r. Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman merupakan bunga dan selisih kurs pinjaman yang diterima dalam mata uang asing dan
biaya lainnya (amortisasi diskonto/premi dari pinjaman diterima) yang terjadi sehubungan dengan
peminjaman dana.
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau
pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut. Biaya
pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada saat terjadinya.
Jika Perusahaan meminjam dana secara khusus untuk tujuan memperoleh aset kualifikasian, maka
Perusahaan menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasikan sebesar biaya pinjaman
aktual yang terjadi selama tahun berjalan dikurangi penghasilan investasi atas investasi sementara dari
pinjaman tersebut.
Jika pengembangan aktif atas aset kualifikasian dihentikan, Perusahaan menghentikan kapitalisasi
biaya pinjaman selama periode yang diperpanjang tersebut.
Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan saat selesainya secara subtansi seluruh aktivitas yang diperlukan
untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya.
23
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
s. Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari
perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer
antara aset dan liabilitas untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan.
Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan (jika ada) juga diakui
sejauh realisasi atas manfaat pajak tersebut dimungkinkan.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah
berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam
laporan laba rugi komprehensif, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung
ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan, kecuali aset dan liabilitas pajak
tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan
liabilitas pajak kini.
Perubahan terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterima atau,
jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.
t. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan disajikan dalam Rupiah yang juga merupakan mata uang
fungsional Perusahaan. Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan
menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap tanggal pelaporan, aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs
tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian dari selisih kurs
yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam
mata uang asing ke mata uang Rupiah, dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan.
Kurs yang digunakan pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 masing-masing adalah sebagai
berikut:
Dolar Amerika Serikat (USD)
2016
13.436
2015
13.795
u. Imbalan Kerja
PSAK 24 menyediakan pedoman untuk penghitungan dan penambahan pengungkapan untuk imbalan
kerja dengan beberapa ketentuan transisi. Standar ini memberikan pilihan pengakuan laba atau rugi
komprehensif aktuarial sebagai alternatif atas penggunaan pendekatan koridor, dimana laba atau rugi
komprehensif aktuarial diakui sebagai laba atau rugi komprehensif pada periode terjadinya sebagai
bagian dari pendapatan komprehensif lain.
24
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perusahaan memiliki program pensiun sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan dan kebijakan
Perusahaan. Program ini pada umumnya didanai melalui pembayaran kepada pengelola dana pensiun
sebagaimana ditentukan dalam perhitungan aktuarial yang dilakukan secara berkala. Program pensiun
imbalan pasti adalah program pensiun yang menentukan jumlah imbalan pensiun yang akan diberikan,
biasanya berdasarkan pada satu faktor atau lebih seperti usia, masa kerja atau kompensasi. Program
pensiun iuran pasti adalah sebuah program pensiun dimana Perusahaan akan membayar iuran tetap
kepada sebuah entitas yang terpisah (dana pensiun) dan tidak memiliki kewajiban hukum atau
konstruktif untuk membayar kontribusi lebih lanjut apabila dana pensiun tersebut tidak memiliki aset
yang memadai untuk membayar seluruh imbalan karyawan yang berhubungan dengan pelayanan yang
diberikan oleh karyawan pada periode kini dan sebelumnya.
Kewajiban program pensiun imbalan pasti yang diakui di laporan posisi keuangan adalah nilai kini
kewajiban imbalan pasti pada tanggal laporan posisi keuangan dikurangi nilai wajar aset program, yang
disesuaikan dengan keuntungan atau kerugian aktuaria dan biaya jasa lalu yang belum diakui.
Kewajiban imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode
projected-unit-credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus
kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat suku bunga obligasi perusahaan berkualitas
tinggi dalam mata uang yang sama dengan mata uang imbalan yang akan dibayarkan dan waktu jatuh
temponya kurang lebih sama dengan kewajiban yang bersangkutan.
Biaya jasa kini dari program pensiun imbalan pasti diakui pada beban imbalan kerja dalam laporan laba
rugi yang mencerminkan peningkatan kewajiban imbalan pasti yang dihasilkan dari jasa karyawan
dalam tahun berjalan.
Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian pengalaman dan perubahan asumsi
aktuarial dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas di penghasilan komprehensif lain pada periode
terjadinya.
Sebelum penerapan PSAK 24 (revisi 2013), keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari
penyesuaian pengalaman dan perubahan asumsi aktuarial yang melebihi dari jumlah yang lebih besar
antara 10% nilai wajar aset program atau 10% nilai kini kewajiban imbalan pasti pada awal tahun
diamortisasi dan diakui sebagai biaya atau keuntungan selama rata-rata sisa masa kerja yang
diharapkan dari para pekerja yang berhak. Biaya jasa lalu diakui segera dalam laporan laba rugi, kecuali
perubahan pada program pensiun tergantung pada kondisi pekerja memberikan jasanya selama periode
tertentu (periode vesting). Dalam hal ini, biaya jasa lalu diamortisasi dengan metode garis lurus
sepanjang periode vesting.
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti dan iuran pasti untuk karyawan yang
memenuhi syarat. Kontribusi didanai dan dibayar oleh Perusahaan dan karyawan. Selain itu,
Perusahaan juga memberikan imbalan kerja kepada karyawan yang berhak sesuai dengan UndangUndang No. 13 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja.
v. Laba Komprehensif Per Saham
Sesuai PSAK No. 56, tentang laba per saham, laba per saham dihitung dengan membagi laba yang
dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar selama tahun yang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham masing-masing sebesar
1.700.000 saham untuk tahun 2016 dan tahun 2015.
25
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
w. Informasi Segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan
penyajian laporan keuangan. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang
sama);
b) hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya;
dan
c) tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan alokasi sumber daya
dan penilaian kinerjanya lebih difokuskan pada kategori masing-masing jasa.
x. Kerjasama Mitra Usaha
Pendapatan kontrak kerjasama operasi yang mencakup dan memenuhi kriteria perjanjian konsesi jasa
pembangunan atau peningkatan kemampuan, berupa aset keuangan atau aset tak berwujud, diukur
pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau akan diterima.
Pendapatan dan beban kontrak diakui berdasarkan tahap penyelesaian aktivitas kontrak pada tanggal
akhir periode pelaporan (metode persentase penyelesaian).
Taksiran rugi yang timbul karena jumlah biaya kontrak melebihi jumlah pendapatan kontrak diakui
sebagai beban. Jumlah kerugian tersebut ditentukan tanpa memperhatikan pekerjaan telah atau belum
dilaksanakan, tahap penyelesaian aktivitas kontrak dan jumlah taksiran laba yang akan diperoleh dari
kontrak lain yang tidak diperlakukan sebagai satu proyek tunggal konstruksi.
Jika hasil transaksi yang terkait dengan penjualan jasa dapat diestimasi secara andal, maka pendapatan
sehubungan dengan transaksi tersebut diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi
pada akhir periode pelaporan.
y. Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS)
Aset tetap
Aset tetap yang diperoleh dari donasi Pemerintah diakui dan diukur sebesar biaya perolehannya dan
disajikan di dalam laporan posisi keuangan sebagai aset tidak lancar. Biaya perolehan meliputi nilai
wajar aset dan biaya yang dapat diatribusikan secara langsung agar aset tetap bersangkutan dalam
kondisi siap digunakan sesuai keinginan dan maksud manajemen. Aset tetap yang diperoleh dari donasi
Pemerintah diakui berdasarkan bukti serah terima.
Apabila aset tetap yang diperoleh dari donasi Pemerintah tidak dapat diukur dengan nilai wajar maka
biaya perolehannya diukur sesuai dengan nilai transaksi pasar yang serupa.
26
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penyertaan Modal Negara
Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diperoleh dari donasi Pemerintah dicatat secara terpisah dari
modal saham Perusahaan dan diakui sebesar nilai wajar kas dan/atau aset keuangan dan/atau aset non
keuangan yang diterima.
PMN berupa aset yang diperoleh dari donasi Pemerintah diakui berdasarkan bukti obyektif bahwa
Perusahaan telah memenuhi kondisi dan persyaratan donasi tersebut dan donasi tersebut akan
diperoleh.
PMN berupa aset dan didukung oleh berita acara serah terima diakui bagian dari ekuitas sebagai
bantuan Pemerintah yang belum ditetapkan statusnya sampai dengan Peraturan Pemerintah atas PMN
tersebut sudah terbit.
3.
PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN, DAN ASUMSI MANAJEMEN
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, seperti yang diungkapkan dalam catatan 2 pada
laporan keuangan, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat aset
dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut adalah
berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan
dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang
dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan.
1) Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan diperlukan dalam menentukan provisi pajak penghasilan untuk laporan
keuangan konsolidasian. Perhitungan pajak penghasilan akhir akan dilakukan untuk laporan keuangan
konsolidasian. Perhitungan pajak untuk laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2016, dilakukan dengan mengasumsikan koreksi fiskal konsisten dengan
koreksi fiskal atas laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2015.
2) Penilaian Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi
yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual
pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi
kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.
3) Penentuan Metode Penyusutan Aset Tetap dan Masa Manfaat Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap 2 tahun
sampai dengan 50 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana
Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset. Manajemen Perusahaan tidak melakukan
perubahan estimasi masa manfaat aset tetap berdasarkan evaluasi terkini.
27
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4) Penilaian Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Tertentu
PSAK No. 48 mensyaratkan bahwa penilaian penurunan nilai dilakukan pada aset non-keuangan
tertentu apabila terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat
tidak dapat diperoleh kembali.
Faktor-faktor yang dianggap penting oleh Perusahaan yang dapat memicu penelaahan atas penurunan
nilai adalah sebagai berikut:
a) kinerja yang kurang signifikan relatif terhadap expected historical atau hasil dari operasional yang
diharapkan dari proyek masa depan;
b) perubahan signifikan dalam cara penggunaan aset yang diperoleh atau strategi bisnis secara
keseluruhan; dan
c) Industri negatif yang signifikan atau tren ekonomi.
Kerugian akibat penurunan nilai diakui apabila nilai tercatat aset non-keuangan melebihi jumlah yang
dapat dipulihkan. Menentukan jumlah yang dapat dipulihkan atas aset-aset tersebut membutuhkan
estimasi atas arus kas yang diharapkan dapat dihasilkan dari penggunaan lanjutan dan disposisi akhir
dari aset tersebut.
5) Penentuan Biaya Pensiun dan Liabilitas Imbalan Kerja
Beban dari program pensiun imbalan pasti dan nilai kini dari kewajiban pensiun ditentukan dengan
menggunakan metode projected-unit-credit. Penilaian aktuaris mencakup penentuan asumsi yang
bervariasi yang antara lain terdiri dari, tingkat diskonto, tingkat kenaikan kompensasi dan tingkat
kematian. Setiap perubahan dari asumsi tersebut akan berdampak terhadap nilai tercatat dari kewajiban
pensiun. Oleh karena kompleksitas dari penilaian yang dilakukan, asumsi terkait dan sifatnya yang
jangka panjang, kewajiban imbalan pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi.
Meskipun Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi Perusahaan sudah memadai dan tepat, perbedaan
signifikan dalam pengalaman aktual Perusahaan atau perubahan signifikan dalam asumsi dapat
mempengaruhi secara material beban dan kewajiban pensiun dan imbalan kerja jangka panjang lainnya.
Semua asumsi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan.
28
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.
KAS DAN SETARA KAS
2016
Kas
Bank:
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 40)
2015
1.300.721.422
1.804.756.990
454.897.519.097
139.487.604.044
3.164.762.576
273.341.563
376.931.543
3.815.035.682
7.372.163.004
2.623.056.432
9.995.219.436
458.712.554.779
149.482.823.480
Dolar Amerika Serikat
Pihak berelasi (Catatan 40)
3.702.979.913
41.227.947.504
Pihak ketiga:
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
Sub jumlah
43.223.476
3.746.203.389
4.110.395.034
45.338.342.538
462.458.758.168
194.821.166.018
1.350.668.347.189
600.400.630.640
42.000.000.000
11.306.711.654
2.500.000.000
51.759.032.075
97.967.887.092
-
5.353.626.086
112.919.369.815
5.000.000.000
102.967.887.092
1.463.587.717.004
703.368.517.732
Dolar Amerika Serikat
Pihak berelasi (Catatan 40)
273.422.600.000
579.390.000.000
Pihak ketiga:
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
Sub jumlah
273.422.600.000
579.390.000.000
Jumlah deposito berjangka
1.737.010.317.004
1.282.758.517.732
Jumlah kas dan setara kas
2.200.769.796.594
1.479.384.440.740
Pihak ketiga:
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
PT Bank Bukopin, Tbk
PT Bank Permata Syariah
Sub jumlah
Jumlah bank
Deposito Berjangka:
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 40)
Pihak ketiga:
PT Bank CIMB Niaga, Tbk
PT Bank Permata Syariah
PT Bank Bukopin, Tbk
PT Bank Tabungan Negara Syariah
PT Bank Tabungan Pensiunan
Nasional Syariah
Sub jumlah
29
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Jangka waktu deposito berjangka:
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
Tingkat bunga deposito berjangka pertahun:
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
2016
2015
8 s.d 90 hari
30 s.d 90 hari
30 s.d 180 hari
30 hari
5,50% - 7,00%
0,50% - 1,00%
7,50% - 9,50%
0,50% - 1,00%
Tingkat suku bunga yang diperoleh dari penempatan kas pada bank, dan deposito berjangka pada bank
pihak berelasi sebanding dengan tingkat bunga yang diperoleh dari bank pihak ketiga.
5.
PIUTANG USAHA
2016
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 40)
Pihak ketiga:
PT Rizkia Armada Nusantara
PT Godwin Austen Indonesia
PT Bintang Samudera Utama
Usda Seroja Jaya
PT Cuaca Marina Servicatama
PT Ivo Mas Tunggal
PT Shohibul Barokah
PT Snepac Shipping
PT Dobel Mas
Naga Mas
PT Bintika Bangun Nusa
PT Intibenua Perkasatama
PT Riau Andalas Jasa Dermaga
PT Bahari Sandi P
PT Wilmar Nabati Indonesia
PT Tanto Intim Line
Piutang Perorangan
PT Gresik Cipta Sejahtera
PT Citra Pase Indah
PT Sobeldia Indonesia
Pelita Agung
PT Samudera Indonesia
PT Bintan Golden
PT Victorindo Alam Lestari
Perusahaan Bongkar Muat
PT Armada Maritim Nusantara
PT Addei Plantiton
PT Asia Pasific Energindo
PT Charoen Pokhand Indonesia
Jumlah dipindahkan
30
2015
21.927.144.996
28.935.577.236
5.678.631.061
3.772.105.855
3.712.348.681
3.017.525.583
2.827.238.151
2.669.124.587
2.490.978.747
2.045.100.048
2.021.819.800
2.002.880.583
1.923.974.315
784.638.166
752.899.113
709.463.481
698.918.006
584.192.209
518.229.065
456.955.767
371.026.700
327.262.768
211.741.548
186.510.084
145.259.840
114.400.000
67.571.466
11.061.001
3.133.656
2.890.471
1.740.929
38.109.621.681
7.831.290.701
3.307.013.115
2.886.571.732
9.707.400.403
1.053.155.006
2.893.648.961
2.585.365.270
4.401.064.150
2.021.819.800
2.604.909.074
2.908.083.801
1.363.032.074
1.168.473.832
1.094.366.684
1.466.768.320
2.056.757.385
1.465.724.179
1.144.211.900
1.377.100.161
1.886.575.121
2.104.522.830
2.522.539.558
1.609.773.341
1.741.739.663
1.311.593.418
2.478.665.216
1.597.570.975
1.286.535.500
1.085.129.725
70.961.401.895
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2016
Jumlah pindahan
PT Tebeka Terminal
Lain-lain (dengan saldo masing-masing
dibawah Rp1.000.000.000)
Sub jumlah
38.109.621.681
-
70.961.401.895
1.135.167.000
77.514.795.799
115.624.417.480
56.289.895.944
128.386.464.839
137.551.562.476
157.322.042.075
1.200.782.575
2.140.100.706
2.234.439.718
1.976.768.813
1.839.870.646
1.666.075.824
1.488.488.694
932.966.991
2.294.142.298
2.149.336.597
2.157.230.261
2.853.997.198
1.642.100.699
1.000.956.273
3.234.540.039
14.573.933.300
10.004.067.737
24.241.931.769
152.125.495.776
(26.803.903.203)
125.321.592.573
181.563.973.844
(25.686.409.459)
155.877.564.385
Dolar Amerika Serikat
Pihak berelasi (Catatan 40)
Pihak ketiga:
PT Citra Abadi Marine
PT The Nasional Global
PT Tri Eka Lines
PT Cuaca Marina Service Utama
PT Sandico Ocean Line
PT Garuda Mahakam Pratama
Lain-lain (dengan saldo masing-masing
di bawah Rp1.000.000.000)
Sub jumlah
Jumlah piutang usaha
Pencadangan penurunan nilai piutang
Jumlah piutang usaha bersih
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:
2016
Umur piutang:
0 s/d 12 bulan
12 s/d 24 bulan
24 s/d 36 bulan
>36 bulan
148.607.954.685
1.437.700.694
371.377.037
1.708.463.360
152.125.495.776
(26.803.903.203)
125.321.592.573
Pencadangan penurunan nilai piutang
Jumlah
2015
2015
172.177.369.648
2.409.873.774
939.295.730
6.037.434.692
181.563.973.844
(25.686.409.459)
155.877.564.385
Perubahan pencadangan penurunan nilai adalah sebagai berikut:
2016
Saldo awal
Pencadangan selama tahun berjalan
Pemulihan selama tahun berjalan
Saldo akhir
(25.686.409.459)
(6.466.291.778)
5.348.798.034
(26.803.903.203)
2015
(21.298.748.232)
(4.754.432.311)
366.771.084
(25.686.409.459)
Manajemen berkeyakinan bahwa pencadangan penurunan nilai piutang cukup untuk menutupi kerugian
dari tidak tertagihnya piutang.
Piutang usaha merupakan piutang tanpa bunga. Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat
piutang usaha kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
31
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6.
PENDAPATAN YANG MASIH HARUS DITERIMA
2016
Pelayanan unit galangan kapal
Pelayanan kapal dan barang
Pelayanan terminal petikemas
Lain-lain
Jumlah
30.356.042.678
2.126.950.636
5.980.812.550
15.946.202.105
54.410.007.969
2015
25.498.238.881
9.897.959.950
14.089.537.157
35.271.593.614
84.757.329.602
Perusahaan mengakui pendapatan yang masih harus diterima berdasarkan pra nota tagihan ketika
pemberian jasa telah dilakukan namun belum dibuatkan nota penagihan kepada pelanggan bersangkutan.
Pada tahun 2016, pendapatan yang masih harus diterima lain-lain Rp15.946.202.105 terdiri atas pelayanan
Tanah Bangunan Air Listrik sebesar Rp6.143.561.430 pada Cabang Lhokseumawe dan Dumai, pelayanan
terminal khusus sebesar Rp3.639.867.566 pada cabang Lhokseumawe, Tanjung Balai Karimun,
Tembilahan dan Batam, pelayanan Rumah Sakit sebesar Rp1.770.961.482, serta pelayanan lainnya
sebesar Rp4.391.811.627.
Pada tahun 2015, pendapatan yang masih harus diterima lain-lain sebesar Rp35.271.593.614 terdiri atas
pelayanan Tanah Bangunan Air Listrik sebesar Rp27.530.239.707 pada cabang Cabang Belawan, Dumai,
dan Tembilahan, pelayanan rumah sakit sebesar Rp1.277.079.263, serta pelayanan lainnya sebesar
Rp6.464.274.644.
7.
PIUTANG LAIN-LAIN
2016
Rupiah
Pihak Berelasi (Catatan 40):
PT Prima Multi Terminal
Havenbedrijf Rotterdam N.V
PT Pengerukan Indonesia (Persero)
Lain-lain (dengan saldo masing-masing
di bawah Rp1.000.000.000)
Sub jumlah
Pihak ketiga:
Piutang karyawan
Lain-lain (dengan saldo masing-masing
di bawah Rp1.000.000.000)
Sub jumlah
Jumlah piutang lain-lain
Pencadangan penurunan nilai piutang
Jumlah piutang lain-lain bersih
2015
40.000.000.000
20.347.553.951
4.550.000.000
3.175.038.425
4.550.000.000
399.262.718
65.296.816.669
1.410.883.429
9.135.921.854
2.727.077.660
2.755.299.660
1.694.197.999
4.421.275.659
2.669.765.708
5.425.065.368
69.718.092.328
(3.630.954.640)
66.087.137.688
14.560.987.222
(2.689.882.480)
11.871.104.742
Piutang kepada PT Prima Multi Terminal pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp40.000.000.000
merupakan piutang atas penyertaan tambahan modal pada PT Prima Pengembang Kawasan dan pada
tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp3.175.038.425 merupakan piutang atas biaya-biaya pra pendirian
PT Prima Multi Terminal.
32
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Piutang kepada Havenbedrijf Rotterdam N.V pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp20.347.553.951
merupakan piutang atas biaya-biaya pra pendirian PT Pelabuhan Industri Kuala Tanjung sesuai dengan
perjanjian usaha patungan antara PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dan Havenbedrijf Rotterdam N.V
(Port Of Rotterdam Authority) tanggal 23 November 2016.
Piutang kepada PT Pengerukan Indonesia (Persero) (Rukindo) adalah pinjaman untuk revitalisasi Rukindo
berdasarkan permintaan Kementerian BUMN. Sesuai dengan surat nomor KU.008/1/3/DIRUT-2016 tanggal
13 Desember 2016, pihak Rukindo masih dalam proses restrukturisasi utang dengan cara melakukan
penjadwalan pembayaran dan permintaan diskon.
Piutang karyawan adalah merupakan piutang yang timbul karena pengambilan uang muka kegiatan
operasional yang belum dipertanggungjawabkan, atas potensi piutang yang tidak tertagih telah dilakukan
pencadangan penurunan nilai.
Rincian piutang lain-lain berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:
2016
Umur piutang:
0 s/d 12 bulan
12 s/d 24 bulan
24 s/d 36 bulan
>36 bulan
60.774.602.670
1.065.606.436
2.024.573.224
5.853.309.998
69.718.092.328
(3.630.954.640)
66.087.137.688
Pencadangan penurunan nilai piutang
Jumlah
2015
9.258.827.283
5.302.159.939
14.560.987.222
(2.689.882.480)
11.871.104.742
Perubahan pencadangan penurunan nilai adalah sebagai berikut:
2016
Saldo awal
Pencadangan selama tahun berjalan
Pemulihan selama tahun berjalan
Saldo Akhir
(25.686.409.459)
(6.466.291.778)
5.348.798.034
(26.803.903.203)
2015
(21.298.748.232)
(4.754.432.311)
366.771.084
(25.686.409.459)
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang cukup untuk menutupi kerugian dari
tidak tertagihnya piutang.
8.
PERSEDIAAN
2016
Suku cadang
Bahan bakar minyak dan pelumas
Perlengkapan kantor
Obat-obatan
Lain-lain
Jumlah
14.865.449.140
3.626.181.099
920.452.552
247.216.739
456.783.594
20.116.083.124
2015
14.749.779.507
4.164.416.258
1.147.472.556
327.877.286
836.614.309
21.226.159.916
Pada 31 Desember 2016 dan 2015, persediaan tidak diasuransikan, karena manajemen berpendapat
bahwa persediaan Perusahaan tidak memerlukan perlindungan asuransi sesuai dengan kondisi persediaan
yang ada.
33
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9.
ASET LANCAR LAINNYA
2016
Uang muka
Biaya dibayar di muka
Jumlah
10.493.294.616
4.145.276.461
14.638.571.077
2015
3.382.972.006
9.702.729.899
13.085.701.905
Uang muka merupakan biaya untuk pembelian bahan bakar, uang muka pelaksanaan pekerjaan, dan
keperluan operasional kantor.
Biaya dibayar dimuka merupakan pembayaran pajak tahun 2015 atas revaluasi aset tetap Perusahaan
yang akan dikompensasi dengan angsuran PPh Badan.
10. PENYERTAAN PADA ENTITAS ASOSIASI
2016
Biaya perolehan
Akumulasi rugi investasi
Nilai tercatat
46.500.000.000
(2.073.967.216)
44.426.032.784
2015
37.500.000.000
(1.011.728.116)
36.488.271.884
PT Terminal Petikemas Indonesia
Pada bulan 10 April 2013, Perusahaan telah menandatangani perjanjian dengan PT Pelabuhan Indonesia
II, III dan IV (Persero) untuk mendirikan entitas asosiasi dengan nama PT Terminal Petikemas Indonesia
(TPI) dengan penyertaan saham sebesar Rp37.500.000.000 atau sebesar 25% yang dimiliki bersama
dengan PT Pelindo II, III dan IV.
Berdasarkan akta pendirian, masing-masing dewan direksi mewakili setiap pemegang saham. Perusahaan
terwakili di dalam dewan direksi melalui penunjukan direktur keuangan. Akta pendirian juga
mengakomodasi partisipasi Perusahaan di dalam proses pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan.
Kegiatan usaha utama TPI adalah kegiatan pengusahaan di Pelabuhan. Pembukuan TPI dimulai pada 1
Januari 2014.
Sampai dengan 31 Desember 2016, Perusahaan memiliki penyertaan saham pada TPI sebesar
Rp35.852.193.160 dan mengakui kerugian nilai penyertaan saham sebesar Rp636.078.724 dalam laporan
laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2016.
34
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rangkuman informasi keuangan TPI sebagai berikut:
2016
Tanggal 31 Desember
Aset lancar
Aset tidak lancar
Liabilitas jangka pendek
138.907.737.781
1.167.754.600
1.044.996.904
Periode yang berakhir 31 Desember
Pendapatan usaha
Beban usaha
Pendapatan/(beban) lainnya - net
Rugi komprehensif
(11.154.156.113)
8.609.841.216
(2.544.314.897)
2015
140.791.144.842
1.727.754.600
944.088.258
(1.495.985.712)
(1.495.985.712)
PT Prima Tangki Indonesia (Anak Usaha PT Prima Indonesia Logistik)
Berdasarkan akta Nomor 65 yang dibuat dihadapan Ashoya Ratam, S.H., M.kn, Notaris di Jakarta pada
tanggal 27 April 2016 tentang Pernyataan Keputusan di Luar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa,
PT Prima Indonesia Logistik (PIL) telah menyertakan saham sebanyak 18.000 lembar saham pada entitas
asosiasi dengan nama PT Prima Tangki Indonesia (PTI) dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp9.000.000.000 atau sebesar 20% dari jumlah saham PTI.
Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha PTI adalah melaksanakan kegiatan usaha berupa penyediaan
fasilitas pelabuhan berupa tangki timbun (tank storage).
Sampai dengan 31 Desember 2016, PIL memiliki penyertaan saham pada PTI sebesar Rp8.573.839.624
dan mengakui kerugian nilai penyertaan saham sebesar Rp426.160.376 dalam laporan laba rugi
komprehensif untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2016.
Rangkuman informasi keuangan PTI sebagai berikut:
2016
Tanggal 31 Desember
Aset lancar
Aset tidak lancar
Liabilitas jangka pendek
40.564.793.555
2.363.377.300
59.279.750
Periode yang berakhir 31 Desember
Pendapatan usaha
Beban usaha
Pendapatan/(beban) lainnya - net
Rugi komprehensif
(2.217.287.685)
86.485.806
(2.130.801.879)
35
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PENYERTAAN PADA PENGENDALIAN BERSAMA ENTITAS
2016
Biaya perolehan
Akumulasi laba investasi
Nilai tercatat
2015
896.049.000.000
4.710.210.428
900.759.210.428
528.698.000.000
1.312.140.028
530.010.140.028
Perubahan nilai penyertaan selama tahun berjalan dapat diikhtisarkan sebagai berikut:
Saldo awal
PT Prima Terminal
Petikemas
PT Prima Multi
Terminal
Jumlah
260.543.627.687
77.501.000.000
269.466.512.341
530.010.140.028
289.850.000.000
367.351.000.000
Saldo awal
PT Prima Terminal
Petikemas
PT Prima Multi
Terminal
Jumlah
Penambahan/
(pengurangan)
Penambahan/
(pengurangan)
2016
Bagian laba/
(rugi) bersih
Dividen
(412.090.320)
3.810.160.720
3.398.070.400
2015
Bagian laba/
(rugi) bersih
Saldo akhir
-
337.632.537.367
-
563.126.673.061
900.759.210.428
Dividen
Saldo akhir
176.662.236.906
81.000.000.000
2.881.390.781
-
260.543.627.687
95.741.720.752
272.403.957.658
173.998.000.000
254.998.000.000
(273.208.411)
2.608.182.370
-
269.466.512.341
530.010.140.028
PT Prima Terminal Petikemas
Pada bulan Juli 2013, Perusahaan telah menandatangani “Perjanjian Perusahaan Patungan” (Joint Venture
Agreement) dengan PT Wijaya Karya dan PT Hutama Karya, untuk mendirikan PT Prima Terminal
Petikemas (Prima TPK). Prima TPK bergerak dalam bidang menyediakan jasa pelayanan terminal
petikemas internasional.
Sampai dengan 31 Desember 2016, Perusahaan memiliki penyertaan saham pada Prima TPK sebesar
Rp337.632.537.367. Penambahan investasi pada tahun 2016 merupakan tambahan setoran modal yang
dilakukan Perusahaan pada Prima TPK dan tidak merubah komposisi kepemilikan pada Prima TPK
per 31 Desember 2016 dengan kepemilikan tetap sebesar 70% serta mengakui kerugian dari penurunan
nilai penyertaan sebesar Rp412.090.320 dalam laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2016.
Penambahan investasi pada tahun 2015 merupakan tambahan setoran modal yang dilakukan oleh
Perusahaan pada Prima TPK, yang pelunasan penuhnya dilakukan pada tahun 2015. Sehingga
penambahan investasi ini dibukukan oleh Perusahaan sebagai uang muka tambahan setoran modal dan
tidak merubah komposisi kepemilikan pada Prima TPK per 31 Desember 2015 dengan kepemilikan tetap
sebesar 70% dan mengakui kenaikan nilai penyertaan pada Prima TPK sebesar Rp2.881.390.781 dalam
laporan laba rugi komprehensif pada tanggal 31 Desember 2015 sehingga nilai penyertaan saham sampai
dengan 31 Desember 2015 menjadi Rp260.543.627.687.
36
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rangkuman informasi keuangan Prima TPK sebagai berikut:
2016
Tanggal 31 Desember
Aset lancar
Aset tidak lancar
Liabilitas jangka pendek
Periode yang berakhir 31 Desember
Pendapatan usaha
Beban usaha
Pendapatan/(beban) lainnya - net
Laba (rugi) komprehensif
2015
384.988.845.849
110.584.716.173
13.242.080.069
365.525.320.441
54.278.567.099
47.598.705.130
(13.357.903.357)
12.769.202.900
(588.700.457)
(11.538.730.420)
15.655.002.964
4.116.272.544
PT Prima Multi Terminal
Pada bulan September 2014, Perusahaan telah menandatangani “perjanjian Perusahaan patungan” (Joint
Venture Agreement) dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero)
Tbk, untuk mendirikan PT Prima Multi Terminal (PMT). PMT bergerak dalam bidang pembangunan dan
pengoperasian jasa pelayanan terminal curah cair/terminal multi purpose untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan di Pelabuhan Kuala Tanjung.
Sampai dengan 31 Desember 2016, Perusahaan memiliki penyertaan saham pada PMT sebesar
Rp563.126.673.061. Penambahan investasi pada tahun 2016 merupakan tambahan setoran modal
yang dilakukan Perusahaan pada PMT dan tidak merubah komposisi kepemilikan pada PMT
per 31 Desember 2016 dengan kepemilikan tetap sebesar 55% serta mengakui keuntungan dari kenaikan
nilai penyertaan sebesar Rp3.810.160.720 dalam laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2016.
Per 31 Desember 2015, Perusahaan memiliki penyertaan saham pada PMT sebesar Rp269.466.512.341
dengan kepemilikan sebesar 55% dan mengakui kerugian dari penurunan nilai penyertaan pada
PMT sebesar Rp273.208.411 dalam laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2015.
Rangkuman informasi keuangan PMT sebagai berikut:
2016
Tanggal 31 Desember
Aset lancar
Aset tidak lancar
Liabilitas jangka pendek
Liabilitas jangka panjang
Periode yang berakhir 31 Desember
Pendapatan usaha
Beban usaha
Pendapatan/(beban) lainnya - net
Laba (rugi) komprehensif
751.407.045.601
1.209.119.962.670
448.686.410.843
487.973.919.134
1.414.117.160
(22.307.108.241)
27.820.556.026
6.927.564.945
2015
358.131.275.333
647.846.491.986
516.038.653.971
(15.601.414.154)
15.104.671.590
(496.742.564)
Persentase kepemilikan pada pengendalian bersama entitas tersebut dapat dilihat dalam catatan 1d pada
laporan keuangan.
37
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PROPERTI INVESTASI
Saldo Awal
Harga Perolehan:
Tanah
Bangunan dan Prasarana
Akumulasi Penyusutan:
Bangunan dan Prasarana
Nilai tercatat
4.777.574.584
12.048.918.841
16.826.493.425
(6.609.536.978)
(6.609.536.978)
Akumulasi Penyusutan:
Bangunan dan Prasarana
Nilai tercatat
-
(3.688.351.911)
(3.688.351.911)
(321.261.308)
(321.261.308)
2.291.165.619
2.291.165.619
Saldo Akhir
65.590.468
285.741.818
351.332.286
-
4.843.165.052
8.646.308.748
13.489.473.800
-
-
(4.639.632.667)
(4.639.632.667)
10.216.956.447
Saldo Awal
Harga Perolehan:
Tanah
Bangunan dan Prasarana
2016
Mutasi
Reklasifikasi
Penambahan Pengurangan Penambahan Pengurangan
8.849.841.133
2015
Mutasi
Reklasifikasi
Penambahan Pengurangan Penambahan Pengurangan
4.437.931.789
12.046.772.841
16.484.704.630
595.481.521
595.481.521
-
2.146.000
2.146.000
(6.311.409.139)
(6.311.409.139)
(296.024.759)
(296.024.759)
-
(2.103.080)
(2.103.080)
10.173.295.491
(255.838.726)
(255.838.726)
-
Saldo Akhir
4.777.574.584
12.048.918.841
16.826.493.425
(6.609.536.978)
(6.609.536.978)
10.216.956.447
Pada tahun 2016, penambahan dari reklasifikasi tanah merupakan tanah di Cabang Kuala Tanjung sebesar
Rp54.745.074 yang disewakan kepada pihak lain yang sebelumnya dicatat sebagai aset tetap dan sebesar
Rp10.845.382 merupakan pemanfaatan atas tanah di Cabang Kuala Tanjung yang sebelumnya dicatat
sebagai aset tetap yang belum dimanfaatkan, sedangkan penambahan bangunan sebesar Rp285.741.818
merupakan renovasi terminal penumpang di Cabang Gunung Sitoli yang direklasifikasi dari aset dalam
penyelesaian. Pengurangan harga perolehan bangunan sebesar Rp3.688.351.911 dan akumulasi
penyusutan sebesar Rp2.291.165.619 merupakan realisasi penghapusan bangunan fasilitas pelabuhan
(lihat catatan 13.f).
Penambahan pada tahun 2015 merupakan tanah dan bangunan yang disewakan kepada pihak lain yang
sebelumnya digunakan kegiatan operasional oleh Perusahaan sebesar Rp597.627.521, sedangkan
pengurangan merupakan tanah yang kontrak sewanya sudah habis dan digunakan kembali untuk kegiatan
operasional Perusahaan sebesar Rp255.838.726.
Properti investasi telah diasuransikan kepada PT Jasa Asuransi Indonesia (Persero) (lihat catatan 13.b).
38
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TETAP
Saldo Awal
Harga Perolehan:
Tanah
Bangunan dan
prasarana
Kapal
Peralatan
Kendaraan
Aset dalam
penyelesaian
Akumulasi Penyusutan:
Bangunan dan
prasarana
Kapal
Peralatan
Kendaraan
Nilai Tercatat
Akumulasi Penyusutan:
Bangunan dan
prasarana
Kapal
Peralatan
Kendaraan
Nilai Tercatat
2016
Pengurangan
Reklasifikasi
(54.745.074)
Saldo Akhir
99.238.331.647
3.839.335.000
-
3.247.381.598.910
511.614.588.579
69.711.865.410
11.933.818.637
9.536.391.780
14.459.541.235
-
(5.381.581.371)
-
319.256.152.241
59.372.359.781
2.558.848.572
297.700.000
3.570.792.561.560
585.446.489.595
72.270.713.982
12.231.518.637
386.953.213.785
4.326.833.416.968
854.610.075.379
882.445.343.394
(5.381.581.371)
(440.479.678.306)
(59.049.362.786)
801.083.610.858
5.144.847.816.205
(979.993.725.036)
(214.207.353.391)
(50.089.859.024)
(9.160.916.817)
(1.253.451.854.268)
(163.474.225.364)
(22.375.488.823)
(4.841.861.192)
(376.456.910)
(191.068.032.289)
3.528.504.314
3.528.504.314
26.128.340.398
20.630.697.648
19.051.619
46.778.089.665
(1.113.811.105.688)
(215.952.144.566)
(54.912.668.597)
(9.537.373.727)
(1.394.213.292.578)
3.073.381.562.700
Saldo Awal
Harga Perolehan:
Tanah
Bangunan dan
prasarana
Kapal
Peralatan
Kendaraan
Aset dalam
penyelesaian
Penambahan
103.022.921.573
3.750.634.523.627
Penambahan
2015
Pengurangan
Reklasifikasi
Saldo Akhir
99.571.803.530
6.170.912
-
(339.642.795)
99.238.331.647
3.167.864.827.750
502.943.610.610
63.063.899.092
11.935.414.637
102.857.538.550
8.953.372.728
6.950.970.167
-
(586.979.272)
(757.849)
(1.596.000)
(22.753.788.118)
(282.394.759)
(302.246.000)
-
3.247.381.598.910
511.614.588.579
69.711.865.410
11.933.818.637
137.901.111.330
3.983.280.666.949
387.892.263.301
506.660.315.658
(589.333.121)
(138.840.160.846)
(162.518.232.518)
386.953.213.785
4.326.833.416.968
(829.889.440.795)
(192.433.812.812)
(43.645.055.298)
(7.803.326.258)
(1.073.771.635.163)
(163.824.460.156)
(22.050.287.443)
(6.741.004.806)
(1.358.867.360)
(193.974.619.765)
505.315.540
1.276.801
506.592.341
13.214.860.375
276.746.864
296.201.080
13.787.808.319
(979.993.725.036)
(214.207.353.391)
(50.089.859.024)
(9.160.916.817)
(1.253.451.854.268)
2.909.509.031.786
3.073.381.562.700
39
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
a. Penyusutan aset tetap yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2016 dan 2015 masing-masing sebesar
Rp191.068.032.289 dan Rp193.974.619.765.
b. Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, Perusahaan mengasuransikan aset tetap dan properti
investasi kepada pihak ketiga PT Jasindo (Persero) terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan
nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp2.453.973.947.311 dan Rp3.482.902.808.889, yang
menurut pendapat manajemen memadai untuk menutup kemungkinan terjadinya kerugian yang timbul
dari risiko-risiko tersebut.
c. Beberapa aset tetap dijaminkan ke beberapa bank atas fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan
(lihat catatan 22).
d. Pada tahun 2016 Perusahaan telah mereklasifikasi yang terdiri dari penambahan dan pengurangan aset
tetap. Penambahan aset merupakan alat-alat fasilitas pelabuhan dan peralatan cabang Belawan yang
digunakan kembali untuk kegiatan operasional yang sebelumnya dicatat sebagai aset tetap belum
dimanfaatkan sebesar Rp1.452.640.000 dan sebesar Rp149.068.333 dan alat-alat fasilitas pelabuhan
cabang Gunung Sitoli sebesar Rp196.900.000 yang sebelumnya dicatat sebagai aset tidak berfungsi.
Pengurangan tanah cabang Kuala Tanjung sebesar Rp54.745.086 merupakan tanah yang disewakan
kepada pihak lain dan dicatat sebagai properti investasi, serta pengurangan aset bangunan fasilitas
pelabuhan, alat-alat fasilitas pelabuhan, jalan dan bangunan, kapal, instalasi fasilitas pelabuhan, dan
peralatan sebesar Rp53.637.440.957 merupakan reklasifikasi aset tetap ke akun aset tidak berfungsi
karena tidak lagi digunakan dalam kegiatan operasional Perusahaan.
Reklasifikasi di tahun 2015 terdiri dari bangunan fasilitas pelabuhan, kapal, alat fasilitas pelabuhan,
instalasi fasilitas pelabuhan, peralatan dan emplasmen. Reklasifikasi aset tetap atas bangunan dan
prasarana ke akun aset tidak berfungsi akibat adanya indikasi penurunan nilai (impairment aset)
container dan reach stacker yang dibukukan sebagai beban tahun 2015.
e. Aset dalam penyelesaian per 31 Desember 2016 dan 2015 terdiri dari:
2016
Bangunan fasilitas pelabuhan
Alat-alat fasilitas pelabuhan
Kapal
Jalan dan bangunan
Instalasi fasilitas pelabuhan
Emplasemen
Peralatan
Nilai tercatat
394.756.847.061
267.796.279.575
21.388.938.795
112.684.249.427
4.457.296.000
801.083.610.858
2015
165.138.571.657
78.017.473.651
73.866.387.850
61.641.832.117
7.708.369.252
56.351.986
524.227.272
386.953.213.785
Perusahaan mereklasifikasi aset dalam penyelesaian sebagian besar ke aset tetap berdasarkan
realisasi penyelesaian yang didukung dengan berita acara serah terima pekerjaan masing-masing
sebesar Rp433.836.328.304 dan Rp138.840.160.846 untuk tahun 2016 dan 2015.
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, persentase penyelesaian aset dalam penyelesaian rata-rata
berkisar antara 50% sampai dengan 80%.
40
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
f.
Pada tahun 2016 terdapat realisasi penghapusan aset atas persetujuan penghapusbukuan aset
Perusahaan sesuai dengan Surat Menteri BUMN Nomor S-253/MBU/05/2015 tanggal 7 Mei 2015,
Nomor S-399/MBU/07/2016 tanggal 11 Juli 2016, dan Nomor S-566/MBU/09/2016 tanggal
29 September 2016 yang tersebar pada akun aset sebagai berikut:
- Properti investasi sebesar harga perolehan Rp3.688.351.911 dan nilai buku Rp1.397.186.292.
- Aset tetap sebesar harga perolehan Rp5.381.581.361 dan nilai buku Rp1.853.077.047.
- Aset tetap belum dimanfaatkan sebesar nilai bukuRp332.193.400.
- Aset tidak tetap berfungsi sebesar harga perolehan Rp269.569.000 dan nilai buku Rp5.391.380.
Pada tahun 2015 terdapat realisasi penghapusan aset atas persetujuan penghapusbukuan aset
Perusahaan sesuai dengan Surat Menteri BUMN Nomor S-84.MBU/02/2015 tanggal 11 Februari 2015
dan Nomor S-253/MBU/05/2015 tanggal 7 Mei 2015 sebesar harga perolehan Rp589.333.121 dan nilai
buku sebesar Rp82.740.780.
14. ASET TAK BERWUJUD
2016
Konsultan penelitian dan pengembangan
Pendidikan karyawan
Lainnya
2015
298.470.000
13.886.210.295
72.123.991.821
86.308.672.116
(5.856.848.034)
80.451.824.082
Akumulasi amortisasi
Nilai tercatat
1.651.526.159
124.100.000
104.892.448.251
106.668.074.410
(80.446.875.688)
26.221.198.722
Aset tak berwujud pendidikan karyawan adalah merupakan program pengembangan sumber daya manusia
yang antara lain terdiri dari program pendidikan pasca sarjana dan sertifikasi karyawan. Pada tahun 2016
dan 2015, Perusahaan telah menghapuskan aset tak berwujud yang telah diamortisasi secara penuh.
Saldo aset tak berwujud lainnya pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 sebesar Rp72.123.991.821 dan
Rp104.892.448.251, sebagian besar merupakan aset implementasi SIM Terpadu.
15. BEBAN DITANGGUHKAN
2016
Beban pengerukan kolam dan alur pelayaran
Beban pengurusan hak atas tanah
Beban pemeliharaan aset tetap
Beban pendirian perusahaan
Beban ditangguhkan lain-lain
2015
-
Akumulasi amortisasi
Nilai tercatat
69.902.989.282
4.222.759.161
2.745.301.683
1.861.677.600
41.756.660.726
120.489.388.452
(104.154.295.363)
16.335.093.089
Pada tahun 2016, Perusahaan telah menghapuskan beban ditangguhkan yang telah diamortisasi secara
penuh.
41
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Beban ditangguhkan lain-lain tahun 2015 merupakan beban atas pengembangan amdal, peningkatan
perluasan perairan wajib, pengurusan ijin pemanduan, penerapan sistem manajemen mutu ISO 900114001 dan penerapatan SMK3 dan penataan aturan K3.
16. ASET TETAP YANG BELUM DIMANFAATKAN
2016
Tanah
Bangunan fasilitas pelabuhan
Jalan dan bangunan
Kapal
Alat-alat fasilitas pelabuhan
Peralatan
Kendaraan
Nilai tercatat
789.609.797
21.968.133.230
16.242.000
527.000.000
634.024.224
23.935.009.251
2015
800.455.179
21.968.133.230
16.242.000
527.000.000
1.452.640.000
149.068.333
966.217.624
25.879.756.366
Pada tahun 2016, pengurangan tanah sebesar Rp10.845.382 merupakan pemanfaatan atas tanah di
cabang Kuala Tanjung yang direklasifikasi ke properti investasi, pengurangan alat-alat fasilitas pelabuhan
dan peralatan sebesar Rp1.452.640.000 dan sebesar Rp149.068.333 merupakan alat-alat fasilitas
pelabuhan dan peralatan di cabang Belawan yang digunakan kembali untuk kegiatan operasional yang
direklasifikasi ke aset tetap, sedangkan pengurangan kendaraan sebesar Rp322.193.400 merupakan
realisasi penghapusan aset (lihat catatan 13.f).
Pada tahun 2015, terdapat penambahan kendaraan sebesar Rp966.217.624 yang merupakan aset tetap
kendaraan yang sudah diperoleh izin penghapusbukuannya dari Kementerian BUMN namun masih dalam
proses pelelangan untuk dijual dan pengurangan bangunan fasilitas pelabuhan sebesar Rp16.242.000 yang
merupakan kelanjutan pekerjaan pembangunan jembatan yang berlokasi di pelabuhan Dumai.
Saldo bangunan fasilitas pelabuhan merupakan bangunan pelabuhan di Tembilahan dan Tanjung Balai
Asahan yang belum bisa dimanfaatkan karena akses jalan/jembatan menuju ke area tersebut belum
tersedia. Manajemen berkeyakinan bahwa aset tetap yang belum dimanfaatkan masih berada dalam nilai
wajar sehingga tidak perlu diturunkan nilainya.
17. ASET LAIN-LAIN
2016
Aset tetap tidak berfungsi
Piutang lain-lain
Uang jaminan
Lainnya
81.681.521.007
13.703.068.370
315.728.210
9.208.648
95.709.526.235
(12.312.620.702)
(72.445.225.604)
10.951.679.929
Cadangan penyisihan piutang lain-lain
Amortisasi aset tetap tidak berfungsi
Nilai tercatat
2015
31.528.722.620
11.005.114.469
271.228.210
62.065.537
42.867.130.836
(11.005.114.469)
(25.215.710.187)
6.646.306.180
Aset tetap tidak berfungsi merupakan aset tetap yang tidak dapat dioperasikan lagi dalam kegiatan
operasional Perusahaan, yang sebagian besar terdiri atas kapal dan alat-alat fasilitas pelabuhan seperti
Transtainer, Rubber Tire Gantry Crane, Forkliftdan Reach Steaker.
Saldo piutang lain-lain pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 sebesar Rp13.703.068.370 dan
Rp11.005.114.469 merupakan piutang usaha tidak tertagih lebih dari 3 tahun dan telah dibentuk cadangan
penyisihannya.
42
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG USAHA
2016
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 40)
Pihak ketiga:
Sennobogen Maschinenfabrik GmbH
Liebherr Werk Nenzing
PT Wahana Adidaya Pertiwi
Terberg Tractors Malaysia SDN BHD
Kaharutama
Harijadi Sukses
PT Karya Hutama Unggul
Konsulindo Informatika Perdana
Shanghai Zhenhua Heavy Industri.Co
PT Brama Sari
CV Kawasan Industri Dumai
PT Primus Indonesia
Andi Hakim
Arkindo
PT Daya Radar Utama
PT Antaraksa
Koperasi UPTK Belawan
PT Chairani
PT Tisa Lestari
PT Price Water House Coopers Consulting
PT Sena Sanjaya Makmur Sejahera
PT Aneka Kimia Raya Corporindo
Harbarindo Baharitama
PT Lemo, TM
CV Aryaguna Jaya
Multi Jaya Samudera
Kemenangan
PT Maha Karya Geo Survey
Pelayaran Multi Jaya Samudera
Tiga Lestari
PT Haskoning Indonesia
PT Inti Persada Raya Lestari
PT Rasya Utama
CV Trijaya Anugrah Lestari
PT Bina Pemuda
PT Sumatra Komputer Center
CV Mitra Sukses
Prima Teknik Husada
PT Tirta Nusa Persada
Mandiri Teknik Utama Sejahtera
Jet Marine Supplier
PT Sinar Jaya Mandiri
PT Asha Portindo
Jumlah dipindahkan
43
2015
458.739.474.247
91.568.151.067
109.960.400.000
91.272.950.000
48.325.224.000
25.125.000.000
22.105.664.436
17.627.281.818
16.516.265.310
13.866.433.438
11.705.330.264
10.886.769.091
9.477.379.294
9.418.169.859
9.297.402.182
9.012.617.409
8.261.009.705
7.792.749.162
6.494.793.288
6.332.727.273
6.188.954.544
6.074.380.182
5.985.360.000
5.808.564.372
4.803.971.005
4.477.713.052
3.904.370.348
3.900.000.000
3.638.129.000
3.549.276.000
3.304.800.000
2.927.960.000
2.902.647.353
2.763.996.860
2.429.648.545
2.266.000.000
2.196.460.000
2.097.539.620
2.025.691.130
1.876.093.229
1.851.051.221
1.830.441.600
1.820.240.909
1.803.903.636
1.681.974.496
515.587.333.631
1.809.312.000
11.705.330.264
11.543.800.000
7.586.250.000
7.283.219.858
9.001.538.820
17.515.200.000
3.283.603.353
12.621.500.000
3.436.363.636
2.909.558.300
5.985.360.000
5.458.926.003
8.274.213.318
1.523.033.010
4.489.244.312
1.321.188.000
4.529.586.896
120.277.227.770
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2016
Jumlah pindahan
PT Abadi Tetap Jaya
Roland Berger Strategy Consultans
PT Harijadi Sukses
Gambir Mas Pangkalan
PT Adei Plantation & Industry
Putra Rahyan Gemilang
CV Khoda Medan
PT Kurnia Samudera
PT Synergy Engineering
PT Layar Dumai Sejahtera
Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia
CV Putera Gemilang
PT Wisaka Tidar Jaya
Lain-lain (dengan saldo masing-masing
di bawah Rp1.000.000.000)
Sub jumlah
Dolar Amerika Serikat
Pihak berelasi (Catatan 40)
Pihak ketiga:
Shanghai Zhenhua Heavy Industri Co.Ltd
PT Dwisaka Mas Indah
PT Daya Radar Utama
Lain-lain (dengan saldo masing-masing
di bawah Rp1.000.000.000)
Sub jumlah
Utang Kerjasama Mitra Usaha
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 40)
Pihak ketiga:
PT Musim Mas
DPC INSA
PT Metito Indonesia
PT Karya Karimun Mandiri
PT Indoterminal Belawan Perkasa
PT Hamparan Alam Baruna Indonesia
Poetra Fajar
PT Waruna Nusa Sentana
PT Lemo TM
Jumlah dipindahkan
44
2015
515.587.333.631
1.643.554.273
1.530.191.600
1.502.124.454
1.482.395.577
1.435.000.000
1.387.990.450
1.364.545.455
1.355.668.637
1.325.025.000
1.254.393.048
120.277.227.770
6.957.208.000
1.435.000.000
1.172.886.742
1.211.450.328
1.035.142.836
1.020.823.975
-
43.746.607.608
576.882.246.872
88.331.386.050
218.173.708.562
1.035.621.721.119
309.741.859.629
294.323.574
302.187.614
9.597.872.240
2.213.245.100
1.866.260.400
9.854.320.300
9.089.525.500
7.664.502.000
428.481.231
14.105.858.971
310.912.400
26.919.260.200
14.400.182.545
27.221.447.814
2.141.526.187
456.200.713
4.997.924.339
2.830.018.825
1.609.764.856
1.437.193.128
1.214.221.801
1.028.917.000
13.118.039.949
7.103.602.766
1.266.952.913
1.163.481.329
1.059.863.636
1.980.909.091
1.866.825.383
1.772.384.757
16.214.019.875
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2016
Jumlah pindahan
PT Wisaka Tidar Jaya
PT Multimas Nabati Asahan
PT Mitra Rama Samudera
Lain-lain (dengan saldo masing-masing
di bawah Rp1.000.000.000)
Dolar Amerika Serikat
Pihak ketiga:
PT Karya Karimun Mandiri
Lain-lain (dengan saldo masing-masing
di bawah Rp1.000.000.000)
Sub jumlah
Jumlah utang usaha
2015
13.118.039.949
-
16.214.019.875
1.334.780.549
1.307.908.597
1.286.756.810
4.369.446.830
17.487.486.779
4.188.412.476
24.331.878.307
19.629.012.966
24.788.079.020
4.258.501.236
4.372.285.245
1.425.888.916
5.684.390.152
2.953.107.090
7.325.392.335
25.313.403.118
32.113.471.355
1.075.335.306.782
369.076.778.798
Utang usaha pihak berelasi kepada PT Wijaya Karya pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar
Rp176.873.193.014 (Catatan 40), merupakan pekerjaan penataan terminal multipurpose pelabuhan
Belawan yang meliputi: pekerjaan perpanjangan dermaga IKD 150x25M, Proteksi Sheet File, Perkuatan
Dermaga Ferry, Pembangunan Gudang Curah, Pembangunan Conveyor Belt, Breasthing Dolphin dan
Pembangunan Kantor Kepanduan, dengan periode kontrak pekerjaan sampai dengan tahun 2017.
Utang usaha pihak berelasi kepada PT Hutama Karya pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar
Rp91.430.336.409 (Catatan 40) merupakan pekerjaan pengembangan dedicated terminal pelabuhan
Belawan yang meliputi : pembangunan car terminal di Belawan lama dan penyiapan instalasi CPO antar
pulau di pelabuhan Belawan yaitu: pembangunan tangki timbun, instalasi pipa dan pompa, akses jalan
masuk, perbaikan dermaga, pembuatan daprah dan mooring dolphin untuk CPO antar pulau.
Utang usaha pihak berelasi kepada PT Brantas Abipraya pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar
Rp66.209.897.652 (Catatan 40) terdiri atas pekerjaan pengerasan beton (rigid) jalan raya pelabuhan
Belawan yang meliputi: pekerjaan badan jalan, pekerjaan ramp, marka jalan dan pulau jalan sebesar
Rp54.557.205.402 dan sebesar Rp11.652.692.250 atas pekerjaan lanjutan pembangunan jembatan sungai
dumai (progress 18,489%).
Utang usaha pihak berelasi kepada PT Nindya Karya pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar
Rp30.560.811.595 (Catatan 40) merupakan pekerjaan penataan lingkungan Belawan.
Tidak ada utang usaha yang dijaminkan.
45
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. UTANG LAIN-LAIN
2016
Pihak berelasi (Catatan 40):
Utang setoran modal
Pihak ketiga:
Uang muka pelanggan
Uang titipan
Jumlah
2015
77.501.000.000
-
15.336.496.062
20.027.441.438
112.864.937.500
25.059.085.667
33.501.954.724
58.561.040.391
a. Utang setoran modal merupakan utang penyertaan atas tambahan modal pengendalian bersama
kepada PT Prima Terminal Petikemas.
b. Uang muka pelanggan merupakan pendapatan diterima di muka sebelum pelayanan jasa
kepelabuhanan diberikan kepada pelanggan.
c. Uang titipan pada tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp20.027.441.438 terdiri dari klaim asuransi
sebesar Rp1.725.436.452, serta iuran peserta Taspen, pensiun, koperasi, serikat pekerja dan lainnya
sebesar Rp18.302.004.986.
Uang titipan pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp33.501.954.724 terdiri dari klaim asuransi
sebesar Rp1.843.386.425, jasa pipanisasi sebesar Rp2.167.604.781, PNBP sebesar Rp11.010.950.985
atas penerapan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2015 tentang jenis dan tarif
atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Perhubungan, serta iuran
peserta Taspen, pensiun, koperasi, dan lainnya sebesar Rp18.480.012.533.
20. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar di muka
2016
2015
Perusahaan
-
-
Entitas Anak
Pajak Pertambahan Nilai
Jumlah
-
471.145.085
471.145.085
46
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Utang pajak
2016
2015
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai
Pajak Penghasilan Pasal 25
Pajak Penghasilan Pasal 29
Pajak lainnya
Sub jumlah
6.171.492.176
15.613.245.566
23.388.288
11.792.510.009
33.600.636.039
8.028.502.097
12.980.762.469
32.739.324.267
12.137.409.150
65.885.997.983
Entitas Anak
Pajak Pertambahan Nilai
Pajak Penghasilan Pasal 21
Pajak Penghasilan Pasal 23
Pajak Penghasilan Pasal 29
Pajak lainnya
Sub jumlah
468.893.830
127.554.909
43.752.685
1.711.411.204
3.629.032
2.355.241.660
106.757.102
75.868.550
1.263.559.589
405.000.000
1.851.185.241
35.955.877.699
67.737.183.224
Jumlah
c. Pajak penghasilan
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif dan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun-tahun berakhir 31 Desember 2016 dan
2015 adalah sebagai berikut:
2016
Beban pajak kini
Perusahaan
Entitas Anak
Jumlah pajak penghasilan
Manfaat/(Beban) pajak tangguhan
Perusahaan
Entitas Anak
Jumlah manfaat/(beban) pajak tangguhan
Jumlah beban pajak penghasilan
(207.215.851.250)
(3.548.738.909)
(210.764.590.159)
(195.521.015.750)
(1.837.043.537)
(197.358.059.287)
(53.276.640.257)
1.497.322.776
(51.779.317.481)
51.453.930.241
4.542.283
51.458.472.524
(262.543.907.640)
47
2015
(145.899.586.763)
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perhitungan rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif
dengan taksiran penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut:
2016
Laba sebelum pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi komprehensif
Dikurangi:
Laba sebelum pajak
penghasilan - entitas anak
Penyesuaian eliminasi konsolidasi
Beda temporer:
Beban manfaat karyawan bersih
Penyisihan piutang usaha
Beda amortisasi beban ditangguhkan
secara fiskal dan komersil
Beda penyusutan aset tetap dan properti
investasi secara fiskal dan komersil
995.846.364.750
846.267.613.756
(11.639.931.083)
(2.335.831.300)
981.870.602.367
(7.716.116.603)
(2.263.096.216)
836.288.400.937
(61.781.639.793)
(1.117.493.744)
(81.103.230.119)
(4.387.661.227)
4.521.919.113
42.899.105.000
(55.982.875.873)
(114.360.090.297)
Beda tetap:
Biaya yang tidak dapat dikurangkan
Penghasilan yang telah dikenakan
pajak final
Taksiran penghasilan kena pajak
Taksiran penghasilan kena pajak dibulatkan
Tarif pajak
Beban pajak kini
Dikurangi kredit pajak:
PPh pasal 22
PPh pasal 23
PPh pasal 25
Kurang bayar pajak penghasilan badan
2015
(44.586.540.034)
(87.178.326.380)
87.274.234.713
191.680.997.459
(125.921.341.307)
(38.647.106.594)
828.863.405.476
828.863.405.000
25%
207.215.851.250
(158.707.009.016)
32.973.988.443
782.084.063.000
782.084.063.000
25%
195.521.015.750
(23.807.909.822)
(183.384.553.140)
(207.192.462.962)
(1.298.449.393)
(5.714.092.462)
(155.769.149.628)
(162.781.691.483)
23.388.288
32.739.324.267
Perhitungan Pajak Penghasilan badan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016
adalah suatu perhitungan yang dibuat untuk tujuan akuntansi pada waktu Perusahaan menyampaikan
Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan.
Pajak penghasilan yang dibebankan/(dikreditkan) sehubungan dengan pendapatan komprehensif
lainnya selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
2016
2015
Beban Imbalan Kerja yang diakui di laporan
ekuitas - Program DP4
Beban/(Pendapatan) Imbalan Kerja yang diakui di
laporan ekuitas- PPUKP
(Pendapatan)/Beban pajak
5.722.823.144
360.607.399
3.857.437.823
(2.395.065.243)
(20.275.004.045)
4.978.599.161
Beban/(Pendapatan) Imbalan Kerja yang diakui di
laporan ekuitas
7.185.195.724
(14.935.797.485)
48
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
d. Aset (Liabilitas) pajak tangguhan
Dikreditkan/
(Dibebankan)
ke laporan laba
rugi
2015
Aset/(Liabilitas) pajak tangguhan:
Aset tetap dan properti investasi
Beban ditangguhkan
Imbalan kerja
Cadangan piutang
Beban lainnya
Kerugian fiskal yang belum digunakan
Jumlah
(64.127.125.081)
6.471.810.617
51.462.832.463
6.236.361.630
14.428.368
4.542.282
62.850.279
(31.999.221.655)
(6.111.382.089)
(15.445.409.948)
279.373.436
1.497.322.776
(51.779.317.480)
Dikreditkan/
(Dibebankan)
ke laporan laba
rugi
2014
Aset/(Liabilitas) pajak tangguhan:
Aset tetap dan properti investasi
(122.016.827.312)
Beban ditangguhkan
(8.015.047.694)
Imbalan kerja
26.349.253.609
Cadangan piutang
6.793.032.552
Beban lainnya
14.428.368
Kerugian fiskal yang belum digunakan
Jumlah
(96.875.160.477)
57.889.702.231
14.486.858.311
4.978.599.162
(556.670.922)
4.542.282
76.803.031.064
Dikreditkan/
(Dibebankan)
ke ekuitas
2.395.065.242
2.395.065.242
Dikreditkan/
(Dibebankan)
ke ekuitas
20.134.979.692
20.134.979.692
2016
(96.126.346.736)
360.428.528
38.412.487.757
6.515.735.066
14.428.368
1.501.865.058
(49.321.401.959)
-
2015
(64.127.125.081)
6.471.810.617
51.462.832.463
6.236.361.630
14.428.368
4.542.282
62.850.279
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disesuaikan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode ketika
aset yang direalisasikan dan liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak yang ditetapkan.
Rekonsiliasi antara jumlah beban/(penghasilan) pajak dan jumlah yang dihitung dengan menggunakan
tarif pajak yang berlaku sebagai berikut:
2016
2015
Laba sebelum taksiran pajak penghasilan
Tarif pajak yang berlaku
(sesudah pembulatan)
Dampak pajak penghasilan pada:
Laba setelah pajak entitas asosiasi
Efek pajak dari beda tetap:
Beban yang tidak dapat dikurangkan
Pemanfaataan imbalan kerja
Penghasilan kena pajak final
995.846.364.750
846.267.613.756
248.961.591.188
211.566.903.439
Beban pajak penghasilan
e. Administrasi perpajakan
49
(2.397.128.738)
(2.494.803.205)
48.509.154.663
(1.049.374.146)
(31.480.335.327)
52.479.594.341
(4.559.344.976)
(39.676.752.254)
262.543.907.640
217.315.597.345
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menyampaikan surat pemberitahuan sendiri
atas jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan dan mengubah kewajiban
pajak dalam batas waktu 5 tahun sejak tanggal terutangnya pajak.
Pada tahun 2016, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan Nomor
Pemb-00069/WPJ.19/KP.0405/RIK.SIS/2016 dan Pemb-00070/WPJ.19/KP.0405/RIK.SIS/2016 tanggal
7 Juni 2016 atas pemeriksaan pajak tahun 2013 dan 2014. Sampai dengan diterbitkan laporan
keuangan ini, belum terdapat kewajiban yang timbul dari pemeriksaan pajak tersebut.
21. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
2016
Biaya pegawai
Biaya umum
Biaya asuransi
Biaya bahan
Biaya sewa
Biaya pemeliharaan
Biaya administrasi kantor
Biaya di luar usaha
Biaya kerjasama mitra usaha
Lain-lain
Jumlah
98.838.565.963
34.130.778.507
2.115.340.759
22.860.885.868
12.761.060.152
5.808.498.142
2.380.781.888
1.665.749.208
10.873.979.923
17.567.220.253
209.002.860.663
2015
104.177.328.226
62.422.642.768
15.340.064.203
14.212.057.642
8.327.675.459
5.725.679.589
4.803.698.315
3.722.063.455
2.409.566.584
80.512.599.571
301.653.375.812
Biaya lain-lain tahun 2016, antara lain merupakan fee konsesi atas penerapan Peraturan Menteri
Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 15 Tahun 2015, biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP), dan biaya KSMU Petikemas.
Biaya lain-lain tahun 2015, antara lain merupakan fee konsesi atas penerapan Peraturan Menteri
Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 15 Tahun 2015 tentang Konsesi dan Bentuk Kerjasama
Lainnya antara Pemerintah dengan Badan Usaha Pelabuhan di Bidang Kepelabuhan. Perusahaan
mengakui akrual atas fee konsesi dengan besaran 2,5% dari pendapatan bruto yaitu sebesar
Rp56.962.394.136.
22. UTANG BANK
2016
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 40):
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
Dolar Amerika Serikat
Pihak berelasi (Catatan 40):
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
Jumlah
50
2015
72.583.056.564
27.299.959.981
99.883.016.545
92.583.056.564
48.450.000.000
49.299.959.981
190.333.016.545
99.883.016.545
357.162.206.500
357.162.206.500
547.495.223.045
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2016
Bagian utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun:
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 40):
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
Dolar Amerika Serikat
Pihak berelasi (Catatan 40):
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
Jumlah jatuh tempo
Utang bank jangka panjang setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
2015
25.000.000.000
22.000.000.000
47.000.000.000
20.000.000.000
48.450.000.000
22.000.000.000
90.450.000.000
47.000.000.000
187.018.815.000
187.018.815.000
277.468.815.000
52.883.016.545
270.026.408.045
Batasan rasio keuangan yang dipersayaratkan untuk masing-masing pinjaman bank:
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
Bank BNI (Persero), Tbk.
:
:
Bank BRI (Persero), Tbk.
:
Current ratio: 100%, DSCR: 110%, Leverage Ratio: 250%
Current ratio: 100%, Debt Equity Ratio: 220%, DSCR: 100%, Days
Receivable: 60 hari
Debt Equity Ratio: 210%
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
Berdasarkan perjanjian kredit investasi Nomor CRO.KP/016/KI/11 tanggal 02 Pebruari 2011, PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk. memberikan fasilitas Letter of Credit (L/C) / Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri
(SKBDN) kepada Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:
-
Limit/plafond kredit
:
-
Jenis kredit
Tujuan
:
:
-
Jenis fasilitas/plafond
Jangka waktu
:
:
-
Penarikan kredit
:
USD 39.000.000 (tiga puluh sembilan juta US dollar) termasuk sub limit
fasilitas L/C / SKBDN maksimum sebesar USD 35.000.000 (tiga puluh lima
juta dolar AmerikaSerikat).
Kredit Investasi (KI) dengan sub limit L/C / SKBDN.
Untuk refinancing dan atau membiayai pembelian mesin / alat-alat fasilitas
Belawan International Container Terminal (BICT).
LC Impor / SKBDN.
7 (tujuh) tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit termasuk
di dalamnya masa penarikan kredit sampai dengan akhir triwulan I tahun
2012.
Penarikan kredit dengan cara reimburse atas alat-alat / mesin fasilitas
pelabuhan yang telah dibeli Perusahaan dengan komposisi pembiayaan
80% (Kredit Investasi) : 20% (Self Financing) dengan disertai invoice asli.
Penarikan kredit untuk pembelian / pengadaan mesin / alat-alat fasilitas
pelabuhan yang menggunakan L/C / SKBDN dengan ketentuan sebagai
berikut:
- Pembayaran L/C / SKBDN dilakukan selama masa penarikan kredit
sampai dengan maksimal akhir triwulan I tahun 2012.
- Dana fasilitas Kredit Investasi maksimal sebesar 80% dan dana
Perusahaan (Self Financing) minimal sebesar 20%.
51
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
-
-
Agunan kredit
:
Menyerahkan dokumen progres pengawasan pelaksanaan proyek yang
ditandatangani oleh konsultan pengawas / pihak ketiga dan Perusahaan.
- Jika L/C / SKBDN diterbitkan dalam valuta berbeda dengan valuta
fasilitas kredit, Perusahaan akan melakukan konversi menjadi valuta L/C
/ SKBDN dengan kurs yang berlaku di Bank pada saat pelaksanaan
transaksi.
Agunan berupa mesin/ alat-alat fasilitas pelabuhan yang dibiayaidengan
fasilitas Kredit Investasi dengan nilai pengikatan Fidusia minimal sebesar
Rp360.000.000.000 (tiga ratus enam puluh milyar rupiah) atau total nilai
agunan aset tetap yang diikat mengcover minimal 100% terhadap total
fasilitas kredit.
Atas seluruh barang agunan yang telah diserahkan wajib diikat sesuai
ketentuan perundangan yang berlaku. Agunan yang Insurable
diasuransikan dengan Banker’s clause PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
melalui Perusahaan asuransi rekanan PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
Seluruh biaya yang timbul menjadi beban Perusahaan.
Berdasarkan perjanjian kredit Nomor CRO.KP/089/KI/11 tanggal 05 April 2011 dan Nomor
CRO.KP/090/KI/11 tanggal 05 April 2011, PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. memberikan penawaran
tambahan fasilitas kredit kepada Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:
-
Limit/plafond kredit
-
Jenis kredit
Tujuan
:
:
:
:
-
Jenis fasilitas/plafond
Jangka waktu
:
:
-
Suku bunga
-
Provisi kredit
Agunan kredit
:
:
:
:
USD 21.000.000 (dua puluh satu juta US dollar).
Rp126.000.000.000 (seratus dua puluh enam miliar rupiah).
Kredit Investasi.
Untuk membiayai pengadaan alat-alat fasilitas pelabuhan atas nama
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) termasuk cabang pelabuhannya.
LC Impor / SKBDN.
8 (delapan) tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit atau
maksimum sampai dengan 31 Desember 2018 termasuk masa tenggang
pembayaran angsuran pokok dan masa penarikan kredit s.d akhir triwulan
IV 2012.
USD = 4,00% p.a. (dibayar setiap triwulan).
Rp = 9,50% p.a. (dibayar setiap triwulan).
0,25% (dibayar pada saat penarikan kredit).
USD = Agunan berupa alat-alat pelabuhan yangidibiayai dengan
fasilitas Kredi tInvestasi dengan nilai pengikatan fidusia minimal
USD21.500.000 dan atau Equivalent Rupiah atau total nilai
agunan aset tetap yang diikat mengcover minimal 100%
terhadap total fasilitas kredit.
Rp
= Agunan berupa alat-alat pelabuhan yang dibiayai dengan
fasilitas Kredit Investasi dengan nilai pengikatan fidusia minimal
Rp126.500.000.000 dan atau total nilai agunan aset tetap yang
diikat mencakup minimal 100% terhadap total fasilitas kredit.
52
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
Berdasarkan surat Perjanjian Kredit Nomor R.II.272-ADK/DKR/07/2011 tanggal 27 Juli 2011, dari PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Perusahaan mendapat fasilitas kredit dengan rincian sebagai berikut:
-
Limit/plafond kredit
Jenis kredit
Tujuan penggunaan
Jangka waktu
Suku bunga
Provisi kredit
Commitment fee
:
:
:
:
:
:
:
-
Biaya administrasi
:
-
Pengikatan
Agunan kredit
:
:
Rp400.000.000.000 (empat ratus milyar rupiah).
Kredit Investasi.
Bangunan fasilitas pelabuhan, kapal dan alat-alat fasilitas pelabuhan.
84 (delapan puluh empat) bulan (termasuk grace period selama12 bulan).
9,5% p.a. (riviu per 3 bulan).
0,5 % (dibayar pada saat penarikan kredit).
0,5 % dihitung dari jumlah porsi yang belum ditarik sampai denganakhir
periode penarikan.
Rp80.000.000
(delapan
puluh
juta
rupiah)
dibayar
sebelum
penandatanganan Surat Perjanjian Kredit.
Notariil.
1. 4 unit Kapal Tunda 2x 1600 HP.
2. 5 unit Kapal Pandu cepat (KP) Konstruksi.
3. 2 unit Wheel loader (multi years).
4. 1 unit Truk Tangki BBM kap 5.000.
5. 1 unit Forklift Kap 2,5 ton.
6. 1 unit Mobile Genset 1250 KVA dan instalasi external supply.
7. 1 unit Mobile Crane 60 ton.
8. 100 m Dermaga.
9. 2 unit Gudang 4000 m.
10. 400 m Perpanjangan Dermaga B400M dan Trestel.
11. 640 m2 Gedung Workshop.
12. 1 unit Genset Kapasitas 2725 KVA dan trafo.
13. 1 unit Genset 1825 KVA.
14. 1 unit Mobile Genset 1250 KVA.
15. 1 LS Conveyor System terminal Curah.
Pemberian fasilitas-fasilitas kredit investasi sebesar Rp400.000.000.000 (empat ratus milyar rupiah) telah
diaktakan Nomor 21 tertanggal 14 Desember 2011 dari Notaris Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris
di Jakarta.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Berdasarkan surat Perjanjian Kredit Nomor 038/KPS/PK/2011 tanggal 27 September 2011 dan PPPK No.
(1) 038/KPS/PK/2011 tanggal 17 Nopember 2011, dari PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Perusahaan mendapat fasilitas kredit dengan rincian sebagai berikut:
-
Limit/plafond kredit
Jenis kredit
Tujuan penggunaan
Jangka waktu
Suku bunga
Commitment fee
Agunan Kredit
:
:
:
:
:
:
:
Rp264.000.000.000 (dua ratus enam puluh empat miliar rupiah).
Kredit Investasi.
Pengembangan pelabuhan dan pembelian peralatan.
5 (lima) tahun sejak perjanjian kredit ditandatangani.
8,75% per tahun (riviu per 3 (tiga) bulan).
0,25 % dihitung dari Maksimum Kredit.
Negative pledge.
53
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan surat Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit Nomor (2) 038/KPS/PK/2011 tanggal 5 April
2012 bahwa PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyetujui penurunan fasilitas kredit PT Pelabuhan
Indonesia I (Persero) sebagai berikut:
-
Limit/plafond kredit
Jenis kredit
Tujuan penggunaan
Jangka waktu
Suku bunga
Commitment fee
Agunan Kredit
:
:
:
:
:
:
:
Rp204.000.000.000 (dua ratus empat miliar rupiah).
Kredit Investasi.
Pengembangan pelabuhan dan pembelian peralatan.
5 (lima) tahun sejak perjanjian kredit ditandatangani.
8,75% per tahun (riviu per 3 (tiga) bulan).
0,25 % dihitung dari Maksimum Kredit.
Negative pledge.
23. UTANG OBLIGASI
2016
Nilai nominal
Biaya transaksi perolehan obligasi
Akumulasi amortisasi biaya perolehan obligasi
Jumlah utang obligasi
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Utang obligasi bagian jangka panjang
1.000.000.000.000
(4.644.505.179)
415.240.878
995.770.735.699
995.770.735.699
2015
-
Obligasi I Pelindo 1 Gerbang Nusantara Tahun 2016 diterbitkan tanpa warkat dan dijamin secara
kesanggupan penuh (Full Commitment) yang terdiri dari 4 (empat) seri, sebagai berikut:
Seri A
:
Seri B
:
Seri C
:
Seri D
:
Obligasi dengan tingkat bunga sebesar 8,25% (delapan koma dua puluh lima persen) per
tahun berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak tanggal emisi. Jumlah pokok obligasi Seri A yang
ditawarkan adalah sebesar Rp50.000.000.000 (lima puluh milyar Rupiah) secara kesanggupan
penuh (Full Commitment). Pembayaran obligasi Seri A akan dilakukan secara penuh (bullet
payment) sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok obligasi Seri A pada tanggal
pelunasan pokok obligasi yaitu pada tanggal 21 Juni 2019.
Obligasi dengan tingkat bunga sebesar 9% (sembilan persen) per tahun berjangka waktu 5
(lima) tahun sejak tanggal emisi. Jumlah pokok obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar
Rp500.000.000.000 (lima ratus milyar Rupiah) secara kesanggupan penuh (Full Commitment).
Pembayaran obligasi Seri B akan dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100%
(seratus persen) dari jumlah pokok obligasi Seri B pada tanggal pelunasan pokok obligasi yaitu
pada tanggal 21 Juni 2021.
Obligasi dengan tingkat bunga sebesar 9,25% (sembilan koma dua puluh lima persen) per
tahun berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak tanggal emisi. Jumlah pokok obligasi Seri C yang
ditawarkan adalah sebesar Rp400.000.000.000 (empat ratus milyar Rupiah) secara
kesanggupan penuh (Full Commitment). Pembayaran obligasi Seri Cakan dilakukan secara
penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok obligasi Seri C pada
tanggal pelunasan pokok obligasi yaitu pada tanggal 21 Juni 2023.
Obligasi dengan tingkat bunga sebesar 9,5% (sembilan koma lima persen) per tahun
berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal Emisi. Jumlah pokok obligasi Seri D yang
ditawarkan adalah sebesar Rp50.000.000.000 (lima puluh milyar Rupiah) secara kesanggupan
penuh (Full Commitment). Pembayaran obligasi Seri D akan dilakukan secara penuh (bullet
payment) sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok obligasi Seri D pada tanggal
pelunasan pokok obligasi yaitu pada tanggal 21 Juni 2026.
54
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi yang
bersangkutan. Pembayaran bunga obligasi pertama dilakukan pada tanggal 21 September 2016 sedangkan
pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing seri obligasi adalah pada
tanggal 21 Juni 2019 untuk obligasi Seri A, tanggal 21 Juni 2021 untuk obligasi Seri B, tanggal 21 Juni 2023
untuk obligasi Seri C, dan tanggal 21 Juni 2026 untuk obligasi Seri D. Pembayaran Obligasi dilakukan
secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
Seluruh obigasi dijual pada nilai nominal dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan PT Bank
Tabungan Negara Tbk. sebagai wali amanat.
Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan
baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada
dikemudian hari menjadi jaminan bagi pemegang obligasi sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan
1132 KUHP. Hak pemegang obligasi adalah paripassu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur emiten
lainnya baik yang ada sekarang maupun dikemudian hari, kecuali hak-hak kreditur perseroan yang dijamin
secara khusus dengan kekayaan perseroan baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari.
Dalam rangka penerbitan obligasi Ini, Perusahaan telah memperoleh hasil pemeringkatan atas surat hutang
jangka panjang (obligasi) dari PT Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”) dan PT Pemeringkat Efek Indonesia
(”Pefindo”) dengan peringkat: AA(idn) / idAA (Double A).
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat jumbo obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas
nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti hutang untuk kepentingan pemegang
obligasi. Obligasi ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan pemegang rekening di KSEI yang
selanjutnya untuk kepetingan pemegang obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya sertifikat
jumbo obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan obligasi bagi pemegang obligasi adalah
konfirmasi tertulis yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.
Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (Buy Back) Obligasi, dapat ditujukan sebagai pelunasan
atau disimpan untuk kemudian dijual kembali dengan harga pasar, pelaksanaan pembelian kembali obligasi
dilakukan melalui Bursa Efek atau di luar Bursa Efek, pembelian kembali obligasi baru dapat dilakukan 1
(satu) tahun setelah tanggal penjatahan sebagaimana disebutkan dalam prospektus.
24. IMBALAN KERJA
Liabilitas imbalan kerja terdiri dari:
2016
Liabilitas imbalan kerja - Program DP4
Liabilitas imbalan kerja - PPUKP
2015
5.742.384.940
-
147.907.566.085
205.851.329.851
153.649.951.025
205.851.329.851
Beban imbalan kerja terdiri dari
2016
Beban Imbalan Kerja yang diakui di laporan laba
rugi- Program DP4
(Pendapatan)/Beban Imbalan Kerja yang diakui di
laporan laba rugi- PPUKP
55
2015
1.675.146.691
1.482.200.863
(59.259.289.899)
35.291.341.523
(57.584.143.208)
36.773.542.386
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
a. Program Dana Pensiun Manfaat Pasti
Program Dana Pensiun Manfaat Pasti dikelola oleh Dana Pensiun Perseroan Pelabuhan dan
Pengerukan (DP4) yang akta pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia
dalam Surat Keputusannya No. KEP-248/KM.6/2002 tanggal 21 Oktober 2002. DP4 merupakan dana
pensiun yang didirikan oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dengan mitra pendiri dari PT
Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Pelabuhan Indonesia IV
(Persero) dan PT Pengerukan Indonesia (Persero).
Perhitungan beban pensiun dan aset manfaat dana pensiun pada tanggal 31 Desember 2016dan 2015
menggunakan angka yang dihitung oleh Aktuaris PT Bestama Aktuaria melalui laporannya dengan
Nomor16017/PEL-1/EP/01/2017 tanggal 5 Januari 2017dan Nomor 15026/PEL-1/EP/01/2016 tanggal 27
Januari 2016.
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban imbalan pasti
2016
Nilai kini kewajiban imbalan pasti awal tahun
Biaya bunga (interest cost )
Biaya jasa kini (current service cost )
Pembayaran imbalan kerja (benefit paid )
(Keuntungan)/kerugian aktuaria - Asumsi
(Keuntungan)/kerugian aktuaria - Kewajiban
Nilai kini kewajiban imbalan pasti awal tahun
183.320.055.766
15.546.311.759
2.287.619.103
(22.298.705.914)
(4.634.878.370)
4.563.780.374
178.784.182.718
2015
204.279.253.319
16.538.906.650
2.189.423.461
(21.597.185.400)
(1.380.131.565)
(16.710.210.699)
183.320.055.766
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari aset program
2016
Aset program awal periode
Hasil Pengembangan riil
Pembayaran iuran-iuran - Pemberi kerja
Pembayaran iuran-iuran - Peserta program
Pembayaran imbalan kerja
Aset program akhir periode - Aktual
192.188.493.093
883.113.605
1.655.584.895
613.312.099
(22.298.705.914)
173.041.797.778
2015
205.905.599.243
5.344.749.410
1.842.808.262
692.521.578
(21.597.185.400)
192.188.493.093
Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan
Penentuan defisit/(surplus)
2016
Nilai kini kewajiban imbalan pasti
akhir periode - Aktual
Aset program akhir periode - Aktual
Defisit/(surplus) sesuai paragraf 57 PSAK 24
56
178.784.182.718
(173.041.797.778)
5.742.384.940
2015
183.320.055.766
(192.188.493.093)
(8.868.437.327)
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Liabilitas imbalan kerja
2016
Nilai kini liabilitas imbalan pasti
Nilai wajar aset program
Defisit/(Surplus) program yang didanai
Batas atas aset
Liabilitas/(Aset)
178.784.182.718
(173.041.797.778)
5.742.384.940
5.742.384.940
2015
183.320.055.766
(192.188.493.093)
(8.868.437.327)
8.868.437.327
-
Beban yang diakui di laba rugi
2016
Biaya jasa kini
Beban bunga neto
Iuran peserta
Jumlah yang diakui dalam laba rugi
2.287.619.103
839.687
(613.312.099)
1.675.146.691
2015
2.189.423.461
(14.701.020)
(692.521.578)
1.482.200.863
Perubahan liabilitas bersih
2016
Liabilitas bersih awal tahun
Biaya imbalan pasti
Pengukuran kembali imbalan kerja
Pembayaran imbalan kerja oleh entitas
Pembayaran iuran tahun berjalan
Liabilitas bersih akhir tahun
1.675.146.691
5.722.823.144
(1.655.584.895)
5.742.384.940
2015
1.482.200.863
360.607.399
(1.842.808.262)
-
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto
2016
Jumlah pengukuran kembali awal tahun
- Keuntungan aktuaria
- Imbal hasil atas aset program
- Perubahan atas dampak atas aset diluar
bunga neto aset/liabilitas
Jumlah pengukuran kembali tahun berjalan
Akumulasi jumlah pengukuran kembali
9.932.835.952
(71.097.996)
15.457.857.295
9.572.228.553
(18.090.342.264)
11.347.097.664
(9.663.936.155)
5.722.823.144
15.655.659.096
7.103.851.999
360.607.399
9.932.835.952
Persentase setiap kategori utama dari aset investasi
Surat Berharga Pemerintah
Deposito On Call
Deposito Berjangka
Saham
Obligasi
Sukuk
Reksadana
Penempatan Langsung
Tanah
Bangunan
Tanah dan Bangunan
Lainnya
Jumlah
Taksasi (%)
31 Desember 2016
14,28%
0,00%
3,75%
3,74%
0,00%
0,00%
37,37%
9,43%
29,42%
2,01%
0,00%
0,00%
100,00%
57
2015
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Asumsi Aktuaria
Perhitungan Aktuaria untuk biaya imbalan pasti, menganut prinsip nilai sekarang dari jumlah
pembayaran atas imbalan karena pensiun, imbalan karena meninggal dunia dan imbalan karena cacat.
Perhitungan nilai sekarang diperoleh dari penggunaan berbagai asumsi aktuaria. Tidak hanya
berdasarkan tingkat bunga tetapi juga berdasarkan atas kenaikan PhDP, tingkat kematian, cacat dan
pengunduran diri. Perhitungan atas semua faktor dimaksud lazim disebut nilai tunai aktuaria.
Metode Perhitungan Aktuaria yang digunakan adalah metode Projected Unit Credit, sesuai yang
dipersyaratkan oleh PSAK 24 (Revisi 2013). Metode Projected Unit Credit digunakan sesuai ketentuan
yang disyaratkan pada paragraf 67 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan nomor 24 (Revisi 2013)
tentang imbalan kerja. Perhitungan Aktuaria dengan metode ini adalah dengan mengalokasikan setiap
unit imbalan kerja kedalam masa kerja yang mungkin dijalani sampai dengan pensiun.
Asumsi-asumsi aktuaria yang digunakan untuk perhitungan nilai kini liabilitas imbalan pasti untuk tahun
2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan PhDP
Tabel mortalita
Tingkat cacat
Tingkat pengunduran diri
:
:
:
:
:
2016
2015
8,00%
4,00%
8,97%
7,00%
AMT - 1949 Mod
1,00% dari tingkat kematian
1,00% pada usia 20 tahun dan menurun secara linier
sampai dengan 0 pada usia pensiun normal
Jumlah, waktu, dan arus kas masa depan
i. Analisis sensitivitas berdasarkan perubahan tingkat diskonto
Nilai Kini Kewajiban
Perubahan
Imbalan Pasti
0,50%
177.722.282.629
-0,59%
-0,50%
179.899.684.801
0,62%
ii. Analisis iuran jatuh tempo
Tahun ke
Iuran Jatuh Tempo
<1
1.351.947.694
1-<2
1.351.182.902
2-<3
1.288.558.103
3-<4
1.268.595.307
4-<5
1.244.874.586
>= 5
8.531.411.992
58
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Imbalan Pasti Pasca Kerja Lainnya
Selain program pensiun di atas, Perusahaan memiliki Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon
(PPUKP) yang dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,
manfaat PPUKP dapat dikompensasikan terhadap semua kewajiban Perusahaan kepada karyawannya
dalam memenuhi ketentuan Undang-undang Tenaga Kerja No.13/2003 pada saat karyawan memasuki
usia pensiun maupun karyawan yang terkait dengan kasus Pemutusan Hubugan Kerja (PHK),
sepanjang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau Peraturan Perusahaan.
Beban imbalan kerja lainnya pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 menggunakan angka yang
dihitung oleh Aktuaris PT Bestama Aktuaria melalui laporannya dengan Nomor 16017/PEL1/EP/01/2017tanggal 5 Januari 2017dan Nomor 15026/PEL-1/EP/01/2016tanggal 27 Januari 2016,
adalah sebagai berikut:
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas imbalan pasti
2016
Nilai kini kewajiban imbalan pasti awal
periode
Biaya bunga
Biaya jasa kini
Kurtailmen
Biaya jasa lalu
Pembayaran imbalan kerja
(Keuntungan)/kerugian aktuaria - Asumsi
(Keuntungan)/kerugian aktuaria - Kewajiban
Nilai kini kewajiban imbalan pasti akhir
periode - aktual
2015
294.265.333.505
25.562.408.900
13.006.037.119
(120.132.935.525)
28.870.103.176
(33.483.173.023)
579.757.064
145.518.404
307.229.564.016
25.284.173.931
13.547.815.708
(33.085.204.195)
(12.168.145.918)
(6.542.870.037)
208.813.049.620
294.265.333.505
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari aset program
2016
Aset program awal tahun
Hasil Pengembangan riil
Pembayaran iuran-iuran - Pemberi kerja
Pembayaran iuran-iuran - Peserta program
Pembayaran imbalan kerja
Aset program akhir tahun - Aktual
88.414.003.654
3.432.741.214
(30.941.261.333)
60.905.483.535
2015
5.104.636.207
100.000.000.000
(16.690.632.553)
88.414.003.654
Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan
2016
Nilai kini kewajiban imbalan pasti
Nilai wajar aset program
Defisit/(surplus)
Batas atas aset
Liabilitas/(Aset)
208.813.049.620
(60.905.483.535)
147.907.566.085
147.907.566.085
59
2015
294.265.333.505
(88.414.003.654)
205.851.329.851
205.851.329.851
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Jumlah beban yang diakui di laba rugi
2016
Biaya jasa kini
Bunga neto atas liabilitas/(aset)
Kurtailmen
Biaya jasa lalu
Jumlah yang diakui dalam laba rugi
13.006.037.119
18.997.505.331
(120.132.935.525)
28.870.103.176
(59.259.289.899)
2015
13.547.815.708
21.743.525.815
35.291.341.523
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto
2016
Jumlah pengukuran kembali awal tahun
- Kerugian/(Keuntungan) aktuaria
- Imbal hasil atas aset program
- Perubahan atas dampak atas aset diluar
bunga neto aset/liabilitas
Jumlah pengukuran kembali akhir tahun
2015
79.892.183.447
725.275.468
3.132.162.355
100.167.187.492
(18.711.015.954)
(1.563.988.091)
83.749.621.270
79.892.183.447
Perubahan liabilitas bersih
Liabilitas bersih awal tahun
Biaya imbalan pasti
Pembayaran imbalan kerja oleh entitas
Pembayaran iuran periode berjalan
Liabilitas bersih akhir tahun
2016
2015
205.851.329.852
(55.401.852.077)
(2.541.911.690)
147.907.566.085
307.229.564.016
15.016.337.478
(16.394.571.642)
(100.000.000.000)
205.851.329.852
Asumsi Aktuaria
Perhitungan Aktuaria untuk biaya imbalan pasti, menganut prinsip nilai sekarang dari jumlah
pembayaran atas imbalan karena pensiun, imbalan karena meninggal dunia dan imbalan karena cacat.
Perhitungan nilai sekarang diperoleh dari penggunaan berbagai asumsi aktuaria. Tidak hanya
berdasarkan tingkat bunga tetapi juga berdasarkan atas kenaikan upah, tingkat kematian, cacat dan
pengunduran diri. Perhitungan atas semua faktor dimaksud lazim disebut nilai tunai aktuaria.
Metode Perhitungan Aktuaria yang digunakan adalah metode Projected Unit Credit, sesuai yang
dipersyaratkan oleh PSAK 24 (Revisi 2013). Metode Projected Unit Credit digunakan sesuai ketentuan
yang disyaratkan pada paragraf 67 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan nomor 24 (Revisi 2013)
tentang imbalan kerja. Perhitungan Aktuaria dengan metode ini adalah dengan mengalokasikan setiap
unit imbalan kerja kedalam masa kerja yang mungkin dijalani sampai dengan pensiun.
60
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Asumsi-asumsi aktuaria yang digunakan untuk perhitungan beban pensiun dan aset manfaat pensiun
untuk tahun 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:
2016
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan upah
Tabel mortalita
Tingkat cacat
:
:
:
:
Tingkat pengunduran diri
:
2015
8,60%
9,00%
6,60%
7,00%
Tabel Mortalita Indonesia tahun 2011
1,00% dari kemungkinan orang meninggal
pada masing-masing usia
1,00% pada usia 20 tahun dan menurun secara linier
sampai dengan 0 pada usia pensiun normal
Jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan
i. Analisis sensitivitas berdasarkan perubahan tingkat diskonto
Nilai Kini Kewajiban
Perubahan
Imbalan Pasti
0,50%
201.401.346.371
-3,55%
-0,50%
216.751.325.239
3,80%
ii. Analisis manfaat jatuh tempo dan nilai kini kewajiban imbalan pasti
Tahun ke
Manfaat Jatuh Tempo
Nilai Kini Kewajiban
Imbalan Pasti
<1
20.910.541.367
20.306.647.980
1-<2
21.559.029.747
18.919.032.592
2-<3
15.041.771.847
11.602.855.319
3-<4
18.257.566.160
12.463.837.958
4-<5
17.981.773.829
10.674.071.611
>= 5
1.406.769.916.708
134.846.604.161
25. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
2016
Pendapatan sewa diterima di muka
Dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun
Bagian jangka panjang
268.391.311.069
(31.427.777.357)
236.963.533.712
2015
301.315.561.700
(39.963.644.346)
261.351.917.354
Pendapatan sewa diterima dimuka merupakan pendapatan sewa tanah dan bangunan dari pihak ketiga.
61
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. MODAL SAHAM
Jumlah modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh pemegang saham pada tanggal 31
Desember 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:
Nama Pemegang
Saham
Pemerintah Republik Indonesia
Kepemilikan
(%)
Lembar
Saham
100
1.700.000
Nominal
(Rp)
1.700.000.000.000
Berdasarkan Akta No. 1, tanggal 15 Agustus 2008 oleh Agus Sudiono Kuntjoro, S.H., Notaris di Bekasi,
anggaran dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan peningkatan modal dasar Perusahaan dari
Rp1.248.000.000.000 yang terbagi atas 1.248.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000.000 per saham
menjadi Rp1.800.000.000.000 yang terbagi atas 1.800.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000.000 per
saham.
Peningkatan modal disetor Perusahaan sesuai Akta No.1 tanggal 15 Agustus 2008 Notaris Agus Sudiono
Kuntjoro, S.H., dari sebesar Rp312.000.000.000 menjadi sebesar Rp455.059.000.000 dilakukan dengan
cara mengeluarkan saham dalam portepel sejumlah 143.059 saham atau sebesar Rp143.059.000.000 yang
seluruhnya diambil bagian oleh Negara Republik Indonesia. Perubahan anggaran dasar tersebut telah
mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU85564.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 13 Nopember 2008.
Berdasarkan Akta No. 88 tanggal 16 Agustus 2012 yang dikeluarkan oleh Notaris Rahmad Nauli Siregar,
S.H., anggaran dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan peningkatan modal disetor Perusahaan
dari Rp455.059.000.000 yang terbagi atas 455.059 saham dengan nilai nominal Rp1.000.000 per saham
menjadi Rp511.960.000.000 yang terbagi atas 511.960 saham dengan nilai nominal Rp1.000.000 per
saham, terdiri atas:
a. Sebesar Rp455.059.000.000 merupakan setoran modal sesuai Akta nomor 1 tanggal 15 Agustus 2008
yang dibuat oleh Notaris Agus Sudiono Kuntjoro.
b. Sebesar Rp48.167.600.000 merupakan Penyertaan Modal Negara (PMN) sesuai PP No. 79 tahun 2011.
c. Sebesar Rp85.000 merupakan kapitalisasi Cadangan Perseroan sampai dengan tahun buku 2011.
d. Sebesar Rp8.733.315.000 merupakan Penyertaan Modal Negara (PMN) sesuai PP No. 34 tahun 2012.
Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU.AH.01.1.0-3524 Tahun 2012 tanggal 28 September 2012.
Berdasarkan Akta No. 207 tanggal 30 Juni 2014 yang dikeluarkan oleh Notaris Risna Rahmi Arifa, S.H.,
anggaran dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan peningkatan modal dasar Perusahaan dari
Rp1.800.000.000.000 yang terbagi atas 1.800.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000.000 per saham
menjadi Rp6.800.000.000.000 yang terbagi atas 6.800.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000.000 per
saham. Berdasarkan akta tersebut juga telah terjadi peningkatan modal disetor Perusahaan dari
Rp511.960.000.000 yang terbagi atas 511.960 saham dengan nilai nominal Rp1.000.000 per saham
menjadi Rp1.700.000.000.000 yang terbagi atas 1.700.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000.000 per
saham, terdiri atas:
a. Sebesar Rp511.960.000.000 merupakan setoran modal lama sesuai Akta Nomor 88 tanggal 16 Agustus
2012 yang dikeluarkan oleh Notaris Rahmad Nauli Siregar, S.H.
62
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Sebesar Rp1.188.040.000.000 merupakan kapitalisasi Cadangan Perseroan sampai dengan tahun buku
2013.
Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU.05403.40.20.2014 tanggal 11 Juli 2014.
27. BANTUAN PEMERINTAH YANG BELUM DITETAPKAN STATUSNYA
Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS) sebesar Rp538.812.899.239 untuk
masing-masing 31 Desember 2016 dan 2015, merupakan Penyertaan Modal Negara berupa aset yang
berasal dari proyek-proyek Pemerintah dengan rincian sebagai berikut:
2016
Tambahan Aset BPYBDS Tahun 2011
a) Bersumber dari Kementerian Perhubungan
Dermaga dan Fasilitas Pelabuhan
Dumai Phase III
Jumlah I
Tambahan Aset BPYBDS Tahun 2013
a) Bersumber dari Kementerian Perhubungan
Pembangunan Dermaga sisi Selatan dan
fasilitas pendukung lainnya (8,3x43,5 M)
di Sibolga
1 (satu) unit Forklift Merk Patria
Kapasitas 3 Ton
1 (satu) unit Forklift Merk Patria
Kapasitas 5 Ton
Fasilitas Pelabuhan Gunung Sitoli
63
2015
427.056.982.506
427.056.982.506
427.056.982.506
427.056.982.506
36.743.091.536
36.743.091.536
196.900.000
196.900.000
365.200.000
19.203.989.000
365.200.000
19.203.989.000
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2016
2015
b) Bersumber dari Kementerian Perhubungan
1 (satu) unit Kapal Tunda TB Krueng Raya
di Malahayati
3 (tiga) unit Forklift Merk Patria
Kapasitas 3 Ton
3 (tiga) unit Forklift Merk Patria
Kapasitas 5 Ton
Pembukuan pencatatan BPYBDS
c) Bersumber dari Kementerian Perhubungan
1 (satu) unit Kapal Tunda Krueng Geukueh
di Lhokseumawe
Jumlah II
26.780.218.098
111.755.916.733
26.780.218.098
111.755.916.733
Jumlah (I + II)
Jumlah
538.812.899.239
538.812.899.239
538.812.899.239
538.812.899.239
26.799.668.974
26.799.668.974
590.700.000
590.700.000
1.095.600.000
(19.450.875)
1.095.600.000
(19.450.875)
Dermaga dan Fasilitas Pelabuhan Dumai Phase III
Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Dumai Nomor
KN.38/2/20/DJPL-11 tanggal 29 Maret 2011 perihal penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Indonesia
kepada PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), maka pada tahun 2011 terdapat penambahan aset dengan
nilai penyerahan sebagai berikut:
DalamRupiah(Rp)
Dalam Dolar Amerika Serikat (USD)
Dalam Yen Jepang (¥)
:
:
:
349.273.056.206
2.905.914
474.296.987
Nilai penyerahan dalam mata uang asing sebagaimana tersebut di atas dikonversi ke dalam mata uang
rupiah dengan kurs buku Perusahaan pada bulan April 2011 sebesar Rp8.900/ USD 1 (¥ 100 ekuivalen
dengan USD 1,23) sehingga nilai penyerahan BPYBDS menjadi Rp427.056.982.506.
Dermaga Dumai phase III sudah digunakan secara komersil sejak tahun 2012, pada tanggal 31 Desember
2013 disajikan sebagai aset dalam penyelesaian, dan per tanggal 31 Desember 2014 telah dilakukan
reklasifikasi ke dalam aset tetap - bangunan dan prasarana (catatan 13).
Tambahan Aset Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS) tahun 2013
Penambahan aset BPYBDS Terdiri dari 2 (dua) unit Kapal Tunda di Cabang Pelabuhan Malahayati dan
Lhokseumawe, Forklift 3 (tiga) ton dan 5 (lima) ton di Cabang Pelabuhan Gunung Sitoli dan Malahayati,
Dermaga dan Fasilitas di Cabang Pelabuhan Gunung Sitoli. Sudah diusulkan kepada Kementerian Teknis
pada tanggal 19 Nopember 2013 dan diriviu oleh BPKP pada tanggal 14 Agustus 2013 dan 02 Desember
2013.
64
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PEMBAGIAN LABA DAN CADANGAN UMUM
2016
Penyisihan untuk cadangan umum
Pembagian dividen tunai
Dana untuk PKBL
Jumlah
595.121.937.267
105.275.000.000
700.396.937.267
2015
435.177.922.294
87.990.751.265
11.732.100.168
534.900.773.727
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagaimana tertuang dalam Berita Acara
RUPS PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Nomor 02 tanggal 19 Mei 2016, penggunaan laba bersih
Perusahaan tahun buku 2015 ditetapkan sebagai berikut:
a. Dividen sebesar 15% atau Rp105.275.000.000.
b. Cadangan sebesar 85% atau Rp595.121.937.267.
Laba bersih Perusahaan tahun 2015 sebesar Rp700.396.937.267, Perusahaan menetapkan besaran Dana
untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tahun buku 2016 sebesar Rp12.000.000.000 (dua
belas milyar Rupiah) dihitung equivalen ±2% dari laba bersih tahun 2015, yang sumber dananya diambil
dari beban Perusahaan serta sisa saldo dana PKBL dari rangkaian tahun sebelumnya.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana tertuang dalam Risalah RUPS No.
UM.50/9/18/PI-15.TU tanggal 13 Mei 2015, maka penggunaan laba bersih Perusahaan tahun buku 2014
ditetapkan sebagai berikut:
a. Dividen sebesar 15% atau Rp87.990.751.265.
b. Cadangan sebesar 85% atau Rp498.614.257.171.
Laba bersih Perusahaan tahun 2014 sebesar Rp534.900.773.727, Perusahaan menetapkan Dana untuk
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) diambil dari laba bersih Perusahaan sesuai dengan
Risalah Umum Pemegang Saham Tahunan dan Surat dari Kuasa Menteri BUMN selaku RUPS No. S07/D4.MBU/07/2015 tanggal 14 Juli 2015 sebesar Rp11.732.100.168.
65
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. KEPENTINGAN NON PENGENDALI ATAS ASET BERSIH DAN LABA BERSIH ENTITAS ANAK
Kepentingan non pengendali atas aset bersih dan atas laba/(rugi) bersih entitas anak yang dikonsolidasikan
adalah sebagai berikut:
2016
Kepentingan non pengendali atas aset bersih
entitas anak:
Koperasi Karyawan Pelabuhan Unit Usaha
Peti Kemas Kotamadya Medan
PT Prima Multi Terminal
Koperasi Karyawan Kantor Pusat
PT. Pelabuhan Indonesia I Medan
Jumlah
Kepentingan non pengendali atas laba/(rugi)
bersih entitas anak:
Koperasi Karyawan Pelabuhan Unit Usaha
Peti Kemas Kotamadya Medan
PT Prima Multi Terminal
Koperasi Karyawan Kantor Pusat
PT. Pelabuhan Indonesia I Medan
Jumlah
2015
829.771.274
40.466.953.288
746.044.955
902.503.969
160.012.977
41.456.737.539
1.648.548.924
135.165.637
(435.550.681)
68.585.757
(97.496.031)
12.977
(300.372.067)
(28.910.274)
30. PENDAPATAN USAHA
2016
Pelayanan terminal petikemas
Pelayanan kapal
Pelayanan khusus/duks
Pelayanan barang
Pendapatan terminal
Pendapatan sewa, air, dan listrik
Pendapatan KSMU
Pelayanan unit depo peti kemas
Pelayanan rumah sakit
Pelayanan usaha galangan kapal
Pelayanan pengusahaan alat
Lain-lain
Jumlah
1.038.746.826.183
305.813.449.368
302.516.374.407
281.775.343.688
133.377.767.533
112.772.617.749
80.286.070.944
52.619.095.183
22.294.715.359
9.073.859.607
1.593.622.422
68.029.922.520
2.408.899.664.963
2015
988.570.774.253
332.259.687.415
250.416.593.150
309.074.212.531
129.757.346.747
103.166.636.821
87.058.002.885
34.238.251.129
19.911.786.155
12.932.436.909
1.699.090.599
71.639.189.750
2.340.724.008.344
Pada tahun 2016, Perusahaan mengakui pendapatan KSMU sebesar Rp80.286.070.944 merupakan hasil
dari pendapatan jasa kepelabuhanan yang kegiatannya dikerjasamakan dengan pihak ketiga, sedangkan
pendapatan KSMU yang diakui di dalam pelayanan khusus/duks sebesar Rp100.030.084.590, yang terdiri
dari pelayanan jasa tambat sebesar Rp553.821.678, pelayanan jasa tunda non milik sebesar
Rp88.783.885.035, pelayanan jasa dermaga sebesar Rp10.668.539.927 dan pelayanan jasa lainnya
sebesar Rp23.837.950. Sehingga jumlah pendapatan KSMU dari pelayanan jasa kepelabuhanan
seluruhnya sebesar Rp180.316.155.534 dengan biaya KSMU sebesar Rp110.300.712.983.
66
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tahun 2015, Perusahaan mengakui pendapatan KSMU sebesar Rp87.058.002.885 merupakan hasil
dari pendapatan jasa kepelabuhanan yang kegiatannya dikerjasamakan dengan pihak ketiga, sedangkan
pendapatan KSMU yang diakui di dalam pelayanan khusus/duks sebesar Rp92.394.413.517, yang terdiri
dari pelayanan atas jasa labuh sebesar Rp4.299.058.156, pelayanan jasa tambat sebesar
Rp7.739.951.954, pelayanan jasa tunda non milik sebesar Rp68.295.928.534, pelayanan jasa dermaga
sebesar Rp12.043.015.483 dan pelayanan jasa lainnya sebesar Rp16.459.390. Sehingga jumlah
pendapatan KSMU dari pelayanan jasa kepelabuhanan seluruhnya sebesar Rp179.452.416.402 dengan
biaya KSMU sebesar Rp114.607.837.616.
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan pas pelabuhan, pendapatan sharing bongkar muat dan
pendapatan sharing persewaan tanah.
Untuk pendapatan dengan pihak-pihak berelasi lihat catatan 40.
31. BEBAN PEGAWAI
Beban pegawai sebesar Rp338.016.140.945 dan Rp324.744.569.933 untuk masing-masing tahun 2016
dan 2015 merupakan beban penghasilan merit pegawai, beban tunjangan pegawai, beban lembur, beban
bonus dan beban pegawai lainnya.
32. BEBAN PENYUSUTAN DAN AMORTISASI
2016
Penyusutan aset tetap
Penyusutan properti investasi
Amortisasi aset tidak berwujud
Amortisasi beban ditangguhkan
Jumlah
191.068.032.289
321.261.308
5.647.486.095
3.309.917.936
200.346.697.628
2015
193.974.619.765
296.024.759
23.670.710.417
54.948.093.033
272.889.447.974
33. BEBAN BAHAN
Beban bahan sebesar Rp146.153.199.442 dan Rp155.817.396.886 untuk masing-masing tahun 2016 dan
2015 merupakan beban bahan bakar, pelumas, listrik dan air.
34. BEBAN SEWA
Beban sewa sebesar Rp278.431.439.829 dan Rp225.087.239.295 untuk masing-masing tahun 2016 dan
2015 merupakan beban sewa alat-alat fasilitas pelabuhan, kapal dan kendaraan.
67
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. BEBAN UMUM
2016
Pengembangan usaha
Pajak bumi dan bangunan
Perjalanan dinas
Keamanan pelabuhan
Promosi/pemasaran
Perawatan kesehatan pegawai aktif
Konsultan
Pendidikan dan latihan
Penyisihan piutang
Iklan
Pakaian dinas
Olahraga dan kesenian
Pakaian kerja
Bantuan sosial
Pajak kendaraan
Perjalanan pindah/mutasi
Survei
Ganti rugi
Lainnya
Jumlah
24.226.215.246
24.005.165.803
20.236.880.313
13.826.152.862
11.076.564.541
9.777.787.078
8.602.240.991
8.415.785.791
6.147.500.392
2.805.147.813
2.137.199.116
1.974.336.562
1.652.226.516
1.487.003.617
1.394.653.577
1.107.719.836
86.808.327
900.000
48.104.638.000
187.064.926.381
2015
3.636.086.243
26.945.107.953
18.692.232.503
11.424.117.163
20.470.899.358
7.920.408.390
442.243.227
7.363.228.602
4.387.661.227
3.222.405.358
4.796.079.420
2.065.902.117
954.648.547
1.250.253.518
1.457.282.585
1.085.357.553
71.614.000
6.163.601
52.130.670.657
168.322.362.022
36. BEBAN PEMELIHARAAN
Beban pemeliharaan sebesar Rp86.418.179.712 dan Rp78.116.767.430 untuk masing-masing tahun 2016
dan 2015 merupakan beban pemeliharaan bangunan fasilitas pelabuhan, kapal, jalan, alat-alat fasilitas
pelabuhan, peralatan, dan kendaraan.
37. BEBAN ADMINISTRASI KANTOR
Beban administrasi kantor sebesar Rp32.892.892.395 dan Rp31.498.906.756 untuk masing-masing tahun
2016 dan 2015 merupakan beban alat tulis kantor, cetak dan fotocopy, jasa kirim paket, beban rumah
tangga, dan beban penanganan perkara.
38. BEBAN ASURANSI
Beban asuransi sebesar Rp31.383.137.999 dan Rp41.480.864.013 untuk masing-masing tahun 2016 dan
2015 merupakan beban asuransi bangunan fasilitas pelabuhan, kapal, alat-alat fasilitas pelabuhan,
peralatan, kendaraan dan beban asuransi tenaga kerja.
68
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. PENDAPATAN/(BEBAN) LAIN-LAIN
2016
Pendapatan lain-lain:
Laba penjualan aset tetap
Pendapatan atas denda
Pendapatan administrasi
Pendapatan di luar usaha lainnya
Jumlah
841.224.100
4.103.693.329
246.201.897
42.567.591.468
47.758.710.794
2015
249.383.677
911.313.675
128.969.063
22.624.568.902
23.914.235.317
Pendapatan di luar usaha lainnya tahun 2016 antara lain merupakan penerimaan dari pemanfaatan atas
aset tanah, bangunan dan peralatan, penerimaan klaim asuransi Jasindo, koreksi pembukuan pendapatan
labuh tambat dan koreksi uang titipan.
Pendapatan di luar usaha lainnya tahun 2015 merupakan koreksi atas pengakuan utang KSMU, persewaan
tanah dan bangunan, dan persewaan peralatan.
2016
Beban lain-lain:
Biaya denda dan Penerimaan Negara
Bukan Pajak (PNBP)
Pengobatan pensiun
Penurunan nilai aset
Fee konsesi
Beban di luar usahanya lainnya
Jumlah
(25.929.115.002)
(10.865.587.609)
(2.385.781.504)
(38.399.885.988)
(37.743.377.174)
(115.323.747.277)
2015
(13.223.692.293)
(12.224.298.131)
(7.614.471.490)
(56.962.394.136)
(19.489.816.176)
(109.514.672.226)
Beban di luar usaha lainnya tahun 2016 diantaranya, merupakan pencatatan pembebanan biaya Sektap,
biaya penjualan jasa kapal nasional Pertamina Trans Kontinental, penyesuaian pencatatan atas
penghapusbukuan aset tetap, penyesuaian pembukuan biaya penyusutan (bea masuk impor), dan
penyesuaian pembukuan pencatatan tagihan PNBP.
Beban di luar usaha lainnya tahun 2015 merupakan beban atas penghapusan aset tetap, beban penyisihan
piutang pegawai dan koreksi atas fee konsesi.
69
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. INFORMASI MENGENAI PIHAK-PIHAK BERELASI
Perusahaan dikendalikan oleh Pemerintah Republik Indonesia yang melakukan transaksi-transaksi dengan
pihak berelasi adalah sebagai berikut:
2016
Penjualan:
PT Pertamina
PT Sarana Argo Nusantara
PT Arun NGL
PT Pupuk Sriwijaya Palembang
PT Semen Padang
PT Pelayaran Nasional Indonesia
PT Bahtera Adhiguna
PT Banda Graha Reksa
PT Perkebunan Nusantara III
PT A.S.D.P
PT Telekomunikasi Seluler Tbk.
PT Perkebunan Nusantara IV
PT Sarana Bandar Nasional
PT Pupuk Iskandar Muda
PT Jasa Prima Logistik Bulog
PT Waskita Karya
PT Adhi Karya
PT Wijaya Karya
PT Djakarta LLYOD
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Balai Diklat Belawan
PT Varuna Tirta Prakarsa
PT Lafarge Cement Indonesia
PT Adhiguna Putra
PT Pengerukan Indonesia
Jumlah penjualan
Persentase terhadap jumlah penjualan
137.433.030.491
10.210.564.670
7.397.890.112
6.358.366.513
5.854.585.889
5.416.961.151
2.544.977.595
1.680.042.820
1.438.886.862
485.937.395
374.794.439
329.133.168
232.421.347
231.012.333
180.930.180
148.529.113
134.254.068
128.309.816
96.631.909
84.980.895
69.391.882
41.319.311
180.872.951.959
7,51%
2015
96.410.381.270
15.549.361
14.990.296.681
425.738.020
1.447.507.565
7.727.580.653
4.050.772.619
315.279.831
1.020.121.398
320.353.166
1.033.299.085
648.424.847
11.170.279.936
674.513.658
14.614.667
140.264.712.757
5,99%
Saldo pada pihak berelasi adalah sebagai berikut:
2016
Bank:
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
Sub jumlah
70
2015
156.193.367.961
54.912.903.732
243.791.247.404
454.897.519.097
91.481.124.232
46.555.012.983
1.451.466.829
139.487.604.044
698.669.450
2.872.115.539
132.194.924
3.702.979.913
458.600.499.010
27.214.247.792
13.739.353.027
274.346.685
41.227.947.504
180.715.551.548
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo pada pihak berelasi adalah sebagai berikut:
2016
Deposito Berjangka:
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
PT Bank Tabungan Negara
2015
633.126.890.425
252.663.375.012
402.688.574.088
62.189.507.664
1.350.668.347.189
399.185.288.180
97.000.000.000
64.000.000.000
40.215.342.460
600.400.630.640
Sub jumlah
206.242.600.000
67.180.000.000
273.422.600.000
1.624.090.947.189
137.950.000.000
68.975.000.000
372.465.000.000
579.390.000.000
1.179.790.630.640
Jumlah bank dan deposito berjangka
Persentase terhadap jumlah aset
2.082.691.446.199
28,52%
1.360.506.182.188
24,77%
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
2016
Piutang usaha:
Rupiah
PT Pertamina Trans Kontinental
PT Pertamina UPPDN I
PT Arun NGL
PT Pertamina (Persero)
PT Pelni (Persero)
PT Telekomunikasi Selular Tbk.
Lain-lain (dengan saldo masing-masing
dibawah Rp1.000.000.000)
Sub jumlah
Dolar Amerika Serikat
PT Pelni (Persero)
Lain-lain (dengan saldo masing-masing
dibawah Rp1.000.000.000)
Sub jumlah
Jumlah piutang usaha
Persentase terhadap jumlah aset
11.218.473.988
3.705.638.499
1.906.808.930
1.775.166.671
617.259.681
349.510.406
11.052.102.225
4.329.239.907
3.931.270.935
1.131.721.995
1.105.505.603
2.354.286.821
21.927.144.996
7.385.736.571
28.935.577.236
911.201.707
1.008.036.517
289.580.868
1.200.782.575
1.132.064.189
2.140.100.706
23.127.927.571
0,32%
31.075.677.942
0,57%
2016
Piutang lain-lain:
PT Prima Multi Terminal
Havenbedrijf Rotterdam N.V.
PT Pengerukan Indonesia (Persero)
Lain-lain (dengan saldo masing-masing
di bawah Rp1.000.000.000)
Jumlah piutang lain-lain
Persentase terhadap jumlah aset
71
2015
2015
40.000.000.000
20.347.553.951
4.550.000.000
3.175.038.425
4.550.000.000
399.262.718
65.296.816.669
0,89%
1.410.883.429
9.135.921.854
0,17%
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2016
Utang usaha:
Rupiah
PT Wijaya Karya (Persero)
PT Hutama Karya (Persero)
PT Brantas Abipraya (Persero)
PT Nindya Karya (Persero)
Perusahaan Galangan Kapal
PT Adhi Karya (Persero), Tbk.
PT Prima Indoesia Logistik
PT Virama Karya (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk.
PT Surveyor Indonesia (Persero)
PT Danareksa Sekuritas
PT Sucofindo (Persero)
PT Arkananta Indonesia
Lain-lain (dengan saldo masing-masing
di bawah Rp 1.000.000.000)
Dolar Amerika Serikat
PT Sucofindo (Persero)
Sub jumlah
Utang Kerjasama Mitra Usaha
Rupiah
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)
Lain-Lain (dengan saldo masing-masing
di bawah Rp1.000.000.000)
Sub jumlah
Jumlah utang usaha
Persentase terhadap jumlah liabilitas
176.873.193.014
91.430.336.409
66.209.897.652
30.560.811.595
28.099.110.030
20.822.478.567
19.733.476.316
8.730.375.500
7.281.447.301
3.447.901.956
2.119.000.000
1.745.165.907
-
34.537.369.050
12.117.273.500
28.580.281.500
7.463.159.660
1.416.957.888
2.771.275.300
4.248.805.350
1.686.280.000
458.739.474.247
433.028.819
91.568.151.067
294.323.574
459.033.797.821
302.187.614
91.870.338.681
1.837.367.281
-
304.158.906
2.141.526.187
456.200.713
456.200.713
461.175.324.008
15,37%
2016
Utang lain-lain:
PT Prima Terminal Petikemas
Jumlah utang lain-lain
Persentase terhadap jumlah liabilitas
2015
92.326.539.394
4,99%
2015
77.501.000.000
77.501.000.000
2,58%
2016
Utang bank:
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
Jumlah utang bank
Persentase terhadap jumlah liabilitas
72
0,00%
2015
72.583.056.564
27.299.959.981
99.883.016.545
92.583.056.564
48.450.000.000
49.299.959.981
190.333.016.545
99.883.016.545
3,33%
357.162.206.500
357.162.206.500
547.495.223.045
29,57%
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak yang berelasi
Hubungan
Sifat transaksi
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
PT Bank Tabungan Negara
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Bank,
Deposito berjangka,
Utang bank
Bank,
Deposito berjangka,
Utang bank
Bank,
Deposito berjangka,
Utang bank
Deposito berjangka
PT Pertamina Trans Kontinental
PT Arun NGL
PT Pertamina (Persero)
PT Pelni (Persero)
PT Telekomunikasi Selular Tbk.
PT Pengerukan Indonesia (Persero)
PT Prima Multi Terminal
PT Wijaya Karya (Persero)
PT Brantas Abipraya (Persero)
PT Hutama Karya
Perusahaan Galangan Kapal
PT Arkindo
PT Sucofindo (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero),
Tbk.
PT Prima Terminal Petikemas
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Ventura bersama
perusahaan
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Entitas berelasi dengan
Pemerintah Indonesia
Ventura bersama
perusahaan
73
Piutang usaha,
Pendapatan
Piutang usaha,
Pendapatan
Piutang usaha,
Utang usaha,
Pendapatan
Piutang usaha,
Pendapatan
Piutang usaha,
Pendapatan
Piutang usaha,
Piutang lain-lain,
Utang usaha
Piutang lain-lain
Utang usaha
Utang usaha
Piutang lain-lain,
Utang usaha
Utang usaha
Utang usaha
Utang usaha
Piutang usaha,
Pendapatan
Piutang lain-lain,
Utang lain-lain
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. SEGMEN OPERASI
Manajemen telah menentukan segmen operasi didasarkan pada laporan yang ditelaah oleh Direksi, yang
digunakan dalam mengambil keputusan strategis, Direksi mempertimbangkan operasi bisnis dari perspektif
jenis bisnis dan geografis. Transaksi seluruh transaksi antar segmen telah dieliminasi, informasi menurut
segmen sebagai berikut:
a. Pendapatan usaha berdasarkan kegiatan utama
2016
Sumatera Utara
Pelayanan terminal petikemas
Jasa kepelabuhan
Pelayanan rumah sakit
Depo petikemas
Usaha galangan kapal
Aceh
Jasa kepelabuhan
Riau dan Kepulauan Riau
Jasa kepelabuhan
Pelayanan terminal petikemas
Depo petikemas
Jumlah
2015
1.017.346.648.042
578.430.682.276
22.294.715.359
47.073.173.213
9.073.859.607
967.863.952.174
613.393.297.294
19.911.786.155
29.384.019.824
12.932.436.909
28.683.008.544
29.655.738.283
640.661.723.147
59.789.932.805
5.545.921.970
2.408.899.664.963
606.990.341.596
55.738.204.804
4.854.231.305
2.340.724.008.344
b. Laba usaha sebelum pajak berdasarkan kegiatan utama
Laba usaha sebelum pajak dihitung dengan mengurangkan pendapatan dengan beban usaha
2016
Sumatera Utara
Pelayanan terminal petikemas
Jasa kepelabuhan
Depo terminal petikemas
Pelayanan rumah sakit
Usaha galangan kapal
Kantor pusat
Aceh
Jasa kepelabuhan
Riau dan Kepulauan Riau
Jasa kepelabuhan
Pelayanan terminal petikemas
Jumlah
659.189.805.628
257.708.089.450
17.510.254.498
4.354.919.088
739.000.087
(240.434.851.154)
636.695.220.734
298.097.393.587
8.622.491.153
3.668.767.859
928.654.806
(372.721.616.384)
(3.491.711.538)
(2.028.738.205)
259.325.297.097
40.945.561.594
995.846.364.750
74
2015
250.870.260.683
22.135.179.523
846.267.613.756
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c. Jumlah aset berdasarkan kegiatan utama
2016
Sumatera Utara
Kantor pusat
Pelayanan terminal petikemas
Jasa kepelabuhan
Depo terminal petikemas
Usaha galangan kapal
Pelayanan rumah sakit
Aceh
Jasa kepelabuhan
Riau dan Kepulauan Riau
Jasa kepelabuhan
Pelayanan terminal petikemas
Jumlah
2015
3.971.247.521.409
857.720.711.942
531.579.087.255
45.358.805.125
58.357.053.017
17.734.508.073
2.389.381.506.138
856.097.556.587
532.813.127.441
13.300.941.832
55.547.611.218
19.559.605.124
173.890.464.848
134.581.796.683
1.467.766.114.574
177.697.044.016
7.301.351.310.259
1.324.811.064.106
165.822.372.942
5.491.915.582.071
d. Jumlah liabilitas berdasarkan kegiatan utama
2016
Sumatera Utara
Kantor pusat
Pelayanan terminal petikemas
Jasa kepelabuhan
Depo terminal petikemas
Usaha galangan kapal
Pelayanan rumah sakit
Aceh
Jasa kepelabuhan
Riau dan Kepulauan Riau
Jasa kepelabuhan
Pelayanan terminal petikemas
Jumlah
2015
2.246.324.691.838
124.358.102.585
317.957.742.925
24.609.185.275
24.731.742.675
3.684.478.495
1.183.308.823.119
100.575.022.922
321.779.318.828
6.016.446.330
15.257.120.247
3.206.901.691
7.324.419.975
12.505.930.059
221.848.533.678
29.336.501.495
3.000.175.398.941
187.223.144.170
21.817.785.455
1.851.690.492.821
42. LABA KOMPREHENSIF PER SAHAM
Laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tujuan perhitungan laba
komprehensif per saham adalah sebesar Rp726.417.633.453 tahun 2016 dan sebesar Rp715.332.734.752
tahun 2015. Laba per saham dasar pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 masing-masing adalah
sejumlah Rp427.304 dan Rp420.784 per lembar saham.
75
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
43. PERIKATAN
a. Pelabuhan Belawan menandatangani perjanjian kerjasama No.UM.58/41/18/P.I-04, tanggal 26
Nopember 2004 dengan PT Metito Indonesia untuk Kerjasama Operasi Pengusahaan Air Minum.
Kerjasama ini berlaku dari tanggal 01 Januari 2007 sampai dengan 31 Desember 2021.
b. Pelabuhan Belawan menandatangani perjanjian kerjasama No.B.XV-436/BLW-PP.24, tanggal 30
Agustus 2007 dengan PT Pertamina (Persero) dan PT Dela Rohita untuk Kerjasama Penyediaan dan
Pelayanan Jasa Bunker Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pelabuhan Belawan. Kerjasama ini berlaku dari
tanggal 30 Agustus 2007 sampai dengan 29 Agustus 2025.
c. Pelabuhan Belawan menandatangani perjanjian kerjasama No.B.VIII-373/BLW-US.13, tanggal 18 Juli
2012 dengan PT Indoterminal Belawan Perkasa untuk Maintenance Instalasi Rak dan Pipa serta
Fasilitas Pendukung Terminal Minyak Kelapa Sawit di Dermaga 105 dan 106 Pelabuhan Belawan.
Kerjasama ini berlaku dari tanggal 01 Januari 2012 sampai dengan 31 Desember 2023.
d. Pelabuhan Belawan menandatangani perjanjian kerjasama No. B.XV-306/BLW-US.12, tanggal 23 Mei
2016 dengan PT Multi Jaya Samudera untuk kerjasama Pelayanan Jasa Penundaan di Pelabuhan
Belawan. Kerjasama ini berlaku dari tanggal 25 Mei 2016 sampai dengan 22 Mei 2017.
e. Pelabuhan Pekanbaru menandatangani perjanjian kerjasama No. B.VII-18/Pbr-US.15, tanggal 15
September 2016 dengan PT Pelayaran Cahaya Papua untuk kerjasama Pelayanan Jasa Penundaan
Kapal di Perairan Wajib Pandu Sei Siak Pekanbaru. Kerjasama ini berlaku dari tanggal 01 Juli 2016
sampai dengan 30 Juni 2017.
f. Pelabuhan Pekanbaru menandatangani perjanjian kerjasama No.B.IX-08/Pbr-US.14, tanggal 4 April
2016 dengan PT Hamparan Alam Baruna Indonesia untuk kerjasama Pengelolaan dan Pengoperasian
Peralatan Bongkar Muat Peti Kemas di Terminal Petikemas Perawang Cabang Pelabuhan Pekanbaru.
Kerjasama ini berlaku dari tanggal 01 April 2016 sampai dengan 31 Maret 2017.
g. Pelabuhan Kuala Tanjung menandatangani perjanjian kerjasama No.B.VIII-13/KTG-US.13 tanggal
17 Januari 2013 dengan PT Inalum untuk kerjasama jasa kepelabuhanan kapal. Kerjasama ini berlaku
dari tanggal 01 Januari 2013 sampai dengan 31 Desember 2018.
h. Pelabuhan Kuala Tanjung menandatangani perjanjian kerjasama No.B.VIII-12/KTG-US.13 tanggal 17
Januari 2013 dengan PT Multimas Nabati Asahan untuk kerjasama pembagian sharing air dan PBM
Dermaga untuk keperluan sendiri. Kerjasama ini berlaku dari tanggal 01 Januari 2013 sampai dengan
31 Desember 2018.
i. Pelabuhan Kuala Tanjung menandatangani perjanjian kerjasama No. 016/PKT/MNA/XII/2016 tanggal
28 Oktober 2016 dengan PT Multi Nabati Asahan tentang kerjasama Pelayanan Jasa Penundaan di
Pelabuhan Kuala Tanjung. Kerjasama ini berlaku dari tanggal 01 November 2016 sampai dengan 2017.
j. Pelabuhan Dumai menandatangani perjanjian kerjasama No.UM.58/41/18/P.I-04 dan No.001/AGR/PIMI/04 tanggal 26 Nopember 2004 dengan PT Metito Indonesia untuk kerjasama operasi pelayanan air.
Kerjasama ini berlaku dari tanggal 01 April 2005 sampai dengan 31 Maret 2019.
76
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
k. Pelabuhan Dumai menandatangani perjanjian kerjasama No.B.XV-05/DUM/US-12 dan No.05/LEGALKID/1/2013 tanggal 15 Januari 2015 dengan PT Kawasan Industri Dumai untuk kerjasama pemanduan
dan penundaan di Tersus PTKID Dumai. Kerjasama ini berlaku dari tanggal 15 Januari 2015 sampai
dengan 14 Januari 2018.
l. Pelabuhan Dumai menandatangani perjanjian kerjasama No. B.XV-10/Dum-US.15 dan
014/SPK/IBP/IX/2015 tanggal 09 September 2015 dengan PT Inti Benua Perkasatama untuk kerjasama
Operasi Pelayanan Jasa Kepelabuhanan pada Terminal Khusus (Tersus) di Lubuk Gaung Dumai.
Kerjasama ini berlaku dari tanggal 01 September 2015 sampai dengan 31 Agustus 2020.
m. Pelabuhan Batam menandatangani perjanjian kerjasama No. US.12/1/3/BTM-16.TU tanggal 10
November 2016 dengan PT Maxsteer Dyrynusa Perdana untuk kerjasama Pengelolaan dan
Pengoperasian Ship Transit Anchorage Area di Perairan Nipah. Kerjasama ini berlaku dari tanggal 11
November 2016 sampai dengan 10 November 2018.
n. Pelabuhan Tanjung Balai Karimun menandatangani perjanjian kerjasama No. US.15/2/6/TBK-16 dan
448/OSCT/SK/VI/16 tanggal 09 Mei 2016 dengan PT Oil Spill Combat Team (OSCT) untuk kerjasama
Pelayanan Jasa Oil Spill Response (OSR). Kerjasama ini berlaku dari tanggal 09 Mei 2016 sampai
dengan 08 Mei 2017.
o. Pelabuhan Tanjung Balai Karimun menandatangani perjanjian kerjasama No.US.15/1/15/TBK-16
tanggal 29 Februari 2016 dengan PT Karya Karimun Mandiri untuk kerjasama pas Masuk Terminal
Penumpang Dalam Negeri di Pelabuhan TBK. Kerjasama ini berlaku dari tanggal 01 Januari 2016
sampai dengan 31 Desember 2016.
p. Pelabuhan Tanjung Balai Karimun menandatangani perjanjian kerjasama No. US.15/1/14/TBK-16
tanggal 29 Februari 2016 dengan PT Karya Karimun Mandiri untuk kerjasama pas Masuk Terminal
Penumpang Luar Negeri di Pelabuhan TBK. Kerjasama ini berlaku dari tanggal 01 Januari 2016 sampai
dengan 31 Desember 2016.
q. Pelabuhan Tanjung Balai Karimun menandatangani perjanjian kerjasama No.US.58/13/21/PI-15 tanggal
08 Januari 2015 dengan PT Oiltanking Indonesia untuk Kerjasama Pemanduandan Penundaan di TUKS
Oiltanking. Kerjasama ini berlaku dari tanggal 08 Januari 2015 sampai dengan 07 Januari 2018.
r. Pelabuhan Tanjung Pinang menandatangani perjanjian kerjasama No.US.11/1/1/TPI-16.TU tanggal
22 Maret 2016 dengan CV Tirta Rizki untuk kerjasama Pelayanan Air Kapaldi Pelabuhan Sei Kolak
Kijang.Kerjasama ini berlaku dari tanggal 01 April 2016 sampai dengan 31 Maret 2017.
77
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
44. PERISTIWA HUKUM
a. T. Aswandin menggugat Kantor Pertanahan Kota Medan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Medan
dengan registrasi perkara No.43/TUN/2009/PTUN-MDN tanggal 18 Mei 2009 atas perbuatan Kantor
Pertanahan Kota Medan yang menolak permohonan penerbitan sertifikat hak milik atas tanah seluas
±66.800 m2 yang terletak di Jalan Bagan Deli, Kelurahan Bagan Deli, tanah seluas ±7.100 m2 yang
terletak di Jalan Pelabuhan Kelurahan Belawan II, dan tanah seluas 10 Ha yang terletak di Jalan Bagan
Deli Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan Propinsi Sumatera Utara, atas nama T. Aswandin, karena
tanah yang dimohonkan penerbitan sertifikatnya atas nama T. Aswandin tersebut merupakan bagian
sertifikat HPL No. 1 Belawan I tanggal 03 Maret 1993 atas nama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero).
Atas gugatan tersebut, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), masuk sebagai Tergugat Intervensi dan
saat ini perkara telah diputus oleh Mahkamah Agung sesuai surat pemberitahuan putusan Peninjauan
Kembali No. 43/G/2009/PTUN-Mdn jo. No. 37/PK/TUN/2013 tanggal18 Juni 2014 yang putusannya
menyatakan menolak permohonan Peninjauan Kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali (PT Pelindo
I). Atas putusan tersebut, PT Pelindo I (Persero) telah membuat surat penolakan eksekusi ke Kepala
Kantor Pertanahan Kota Medan sesuai surat No. HK.45/1/12/PI-14 tanggal 30 Juni 2014 tentang
Penolakan Eksekusi Perkara Tata Usaha Negara Medan No. 43/G/2009/PTUN-Mdn.
b. Nurhayati Asmar, dan kawan-kawan mengajukan gugatan terhadap PT Pelabuhan IndonesiaI (Persero)
dengan registrasi perkara No. 07/Pdt.G/2000/PN-Dum tanggal 17 Pebruari 2000 karena PT Pelabuhan
Indonesia I (Persero) menguasai bidang-bidang tanah milik Nurhayati Asmar dan kawan-kawan seluas
1.839 m2 dan bangunan seluas 1832,34 m2 yang terletak di RT.03 RW.04 Kelurahan Buluh Kasap
Kecamatan Dumai Timur dengan gugatan ganti rugi tambahan sebesar Rp841.151.683. Saat ini perkara
masih dalam proses Kasasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia.
c. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) selaku Penggugat mengajukan gugatan baru terhadap ahli waris
alm. Ali Umar dengan registrasi perkara No. 232/Pdt.G/2011/PN.Mdn tanggal 4 Mei 2011, dengan inti
gugatan menyatakan bahwa sah dan berharga surat jual beli tanah yang dibuat di antara PT Pelindo I
dengan Alm. Muhammad Ali Umar atas sebidang tanah seluas 20.028 m 2 yang terletak di km 20 Medan
- Belawan Labuhan Deli Lingkungan X B Pekan Labuhan Kecamatan Medan Belawan dan pembayaran
Jual beli atas tanah tersebut telah lunas. Saat ini telah relaas pemberitahuan putusan Kasasi No. 1430
K/Pdt/2014 yang menyatakan menolak permohonan kasasi PT Pelindo 1 (Persero).
d. Hafizham menggugat PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) selaku Tergugat I dan Kepala Kantor
Pertanahan Kota Medan selaku Tergugat II dengan registrasi perkara No.561/Pdt.G /2011/PN.Mdn
tanggal 06 Nopember 2011 di Pengadilan Negeri Medan atas kepemilikan tanah seluas ± 10 Ha (yang
dikenal dengan tanah Pantai Anjing) yang merupakan bagian HPL No.1/Belawan I tanggal 03 Maret
1993 atas nama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) di Belawan. Putusan Pengadilan Negeri tanggal
05 Juni 2012, antara lain:
- Menyatakan Penggugat sebagai pemilik sah dari tanah sengketa;
- Menyatakan tidak sah dan tidak berkekuatan hukum Sertipikat Hak Pengelolaan No.1/Belawan I atas
nama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero);
Atas putusan Pengadilan Negeri tersebut PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) melakukan upaya hukum
Banding ke Pengadilan Tinggi Medan. Pada 05 Juni 2013 Pengadilan Tinggi Medan memutuskan
perkara ini dengan No. 375/PDT/2013/PT.MDN, yang amarnya antara lain:
- Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Medan tanggal 05 Juni 2012 Nomor
561/Pdt.G/2011/PN.Mdn;
- Menyatakan Gugatan Penggugat (Terbanding) tidak dapat diterima (Niet Ont Van Kelijke Verklaard).
78
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Atas putusan Banding ini, M. Hafizham mengajukan upaya hukum kasasi dan telah keluar putusan
Mahkamah Agung No. 2843 K/Pdt/2013 tanggal 19 Maret 2014 yang putusannya menyatakan
mengabulkan permohonan M. Hafizham.
Atas putusan Kasasi ini, PT Pelindo I mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali, dan telah keluar
putusan Peninjauan Kembali MA RI No. 227 PK/PDT/2015 yang putusannnya menyatakan
mengabulkan permohonan PK PT Pelindo I (Persero) dan membatalkan putusan PN Medan. Sehingga
perkara perdata tersebut telah berkekuatan hukum tetap dan telah selesai.
e. Gunawan Lusman selaku Penggugat mengajukan gugatan Tata Usaha Negara karena yang
bersangkutan tidak dapat mengurus sertifikat hak milik atas tanahnya, dengan register perkara No.
59/G.TUN/2007/PTUN-Mdn dimana Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan selaku Tergugat dan PT
Pelindo I (Persero) masuk dalam perkara ini selaku Tergugat Intervensi karena objek gugatan yakni
tanah seluas ± 6,3 Ha yang terletak di Pelabuhan Belawan dan merupakan bagian dari Sertifikat HPL
No.1/Belawan I. Dasar gugatannya adalah 7 (tujuh) Surat Pernyataan Melepaskan Hak atas Tanah
(SPMHAT) yang dibuat oleh M. Hafizham selaku Penjual dengan Gunawan Lusman selaku Pembeli
dihadapan Camat Medan Belawan. Inti gugatannya adalah menggugat Kepala Kantor Pertanahan Kota
Medan untuk melakukan pembatalan Sertifikat HPL No. 1/1993 di Pelabuhan Belawan khusus tanah
seluas sekitar 63.000 m 2. Putusan PTUN Medan No. 59/G.TUN/2007/PTUN-Mdn tanggal 06 Desember
2007 adalah batal dan mencabut sertifikat Hak Pengelolaan (HPL) No. 1 Belawan I tertanggal 03 Maret
1993 a.n PT Pelindo I (Persero) khusus terhadap tanah Penggugat seluas sekitar 6,3 Ha dan
memerintahkan Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan untuk mencabut Sertifikat HPL No.1 Belawan I
tanggal 03 Maret 1993 a.n PT Pelindo I (Persero) khusus terhadap tanah Penggugat seluas sekitar 6,3
Ha, dimana putusan ini telah dikuatkan sampai dengan tingkat Peninjauan Kembali oleh MA RI, sesuai
putusan Banding No. 12/BDG/2008/PT.TUN-MDN tanggal 15 April 2008, Kasasi MA RI No. 248
K/TUN/2008 tanggal 3 Februari 2009 dan Putusan Peninjauan Kembali MA RI No. 106 PK/TUN/2009
tanggal 13 Januari 2010.
Pada tanggal 23 Oktober 2015 Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara mengirimkan surat
kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI No. 1393/19-12.600/X/2015 perihal
Pelaksanaan Putusan Pengadilan yang telah memiliki Kekuatan Hukum Tetap. Untuk menolak
pelaksanaan putusan dimaksud PT Pelindo I (Persero) telah mengirimkan surat kepada Menteri Agraria
dan Tata Ruang/Kepala BPN RI No. HK. 45/4/7/PI-15 tanggal 14 Desember 2015 perihal Penolakan
Pembatalan Sertifikat HPL No.1 Belawan I Khusus terhadap tanah seluas sekitar 6,3 Ha atas Putusan
PTUN Medan.
M. Hafizham dan kawan-kawan membuat dan menggunakan surat yang diduga palsu berupa 7(tujuh)
buah SPMHAT yang dikeluarkan oleh Camat Medan Belawan atas tanah seluas sekitar 6,3 Ha, dimana
7 (tujuh) SPMHAT tersebut digunakan oleh M. Hafizham mengajukan gugatan Perdata atas tanah
seluas 10 Ha di PN Medan dan oleh Gunawan Lusman di PTUN Medan atas tanah seluas sekitar 6,3
Ha. PT Pelindo I (Persero) telah melaporkan M. Hafizham dan Gunawan Lusman kepada Direskrimum
Polda Sumatera Utara atas dugaan tindak pidana membuat surat palsu atau menggunakan surat palsu
dan atau menjual tanah di atas tanah yang sudah bersertifikat sebagaimana pasal 263 ayat (1) dan (2)
dan/atau pasal 385 KUH Pidana, sesuai LaporanPidanaNo.LP/796/VII/2014/SPKT “I” tanggal 07 Juli
2014 dan sesuai surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tanggal 22 Desember
2015 M. Hafizham, dkk telah ditetapkan sebagai tersangka dan penetapan M. Hafizham masuk sebagai
Daftar Pencarian Orang (DPO) sesuai Daftar Pencarian Orang No. DPO/258/XII/2015/Ditreskrimum dan
saat ini menunggu pelimpahan berkas kembali dari Penyidik Polda Sumut kepada Penyidik Kejaksaan
Tinggi Sumut. Saat ini PT Pelindo I (Persero) melalui kuasa hukum sedang mengajukan Peninjauan
79
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kembali atas Putusan Peninjauan Kembali MA RI No. 106 PK/TUN/2009 tanggal 13 Januari 2010
sesuai akta Peninjauan Kembali tertanggal 21 September 2016.
e. CV SAA Inti Karya Tehnik melalui kuasanya Abraham Law Firm mengajukan gugatan di Pengadilan
Negeri Medan yang terdaftar dengan register perkara No. 256/Pdt.G/2016/PN.Mdn tanggal 18 Mei 2016
terkait PT Pelindo I (Persero) dianggap melakukan perbuatan melawan hukum karena telah
menimbulkan kerugian atas pemotongan Plat Deck seberat 8.528,99 kg sehingga total kerugian yang
harus dibayar PT Pelindo I (Persero) sebesar Rp505.107.690. Putusan pengadilan Negeri Medan
tanggal 14 Nopember 2016 menyatakan:
- Mengabulkan gugatan CV SAA Inti Karya Tehnik untuk sebagian;
- Menyatakan PT Pelindo I telah melakukan perbuatan melawan hukum;
- Menghukum PT Pelindo I untuk mengembalikan DP kepada CV SAA Inti Karya Tehnik sebesar
Rp186.209.000.
Saat ini PT Pelindo I sedang mengajukan Banding atas putusan PN Medan sesuai akta banding No.
170/2016 tanggal 23 Nopember 2016.
Manajemen berkeyakinan bahwa peristiwa hukum tidak berdampak material pada laporan keuangan
Perusahaan.
45. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
2016
USD
Aset
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Liabilitas
Utang usaha
Utang lain-lain
Aset (Liabilitas) bersih dalam
mata uang asing
Rupiah Equivalen
20.628.818
1.084.693
21.713.511
277.168.803.389
14.573.933.300
291.742.736.689
1.494.833
103.298
1.598.131
20.084.572.697
1.387.908.788
21.472.481.485
20.115.380
270.270.255.204
2015
USD
Aset
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Pendapatan yang masih harus diterima
Liabilitas
Utang bank jangka pendek
Utang bank jangka panjang
Utang usaha
Utang lain-lain
Aset (Liabilitas) bersih dalam
mata uang asing
80
Rupiah Equivalen
45.286.578
1.757.298
8.164
47.052.040
624.728.342.538
24.241.931.769
112.627.622
649.082.901.929
13.557.000
12.333.700
2.504.302
652.892
29.047.894
187.018.815.000
170.143.391.500
34.546.840.149
9.006.643.821
400.715.690.470
18.004.146
248.367.211.459
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
46. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (MANAJEMEN RISIKO)
Berbagai aktivitas yang dilakukan membuat Perusahaan menghadapi berbagai macam risiko keuangan,
termasuk dampak perubahan nilai tukar mata uang asing. Program manajemen risiko yang dimiliki
Perusahaan ditujukan untuk menghadapi ketidakpastian yang dihadapi dalam pasar keuangan dan untuk
meminimalkan dampak yang tidak diharapkan pada kinerja keuangan Perusahaan. Beberapa risiko yang
dihadapi oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko perubahan nilai wajar arus kas di masa mendatang dari
suatu instrumen keuangan yang berfluktuasi sebagai akibat perubahan nilai tukar mata uang asing yang
digunakan oleh Perusahaan. Eksposur Perusahaan terhadap fluktuasi nilai tukar terutama berasal dari kas
dan setara kas, dan utang bank dalam mata uang asing.
Pada saat penyusunan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2016 terdapat aset dalam mata
uang Dolar Amerika Serikat sebesar USD21.713.511 dengan kurs buku Rp13.436/Dolar AS, sedangkan
liabilitas sebesar USD1.598.131, apabila dibandingkan antara aset dan liabilitas pada saat tanggal
penerbitan laporan keuangan audited tahun 2016 (3 Februari 2017 kurs BI Rp13.362/Dolar AS) terdapat
pengurangan rugi selisih kurs sebesar Rp1.488.538.120.
Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga atas arus kas merupakan suatu risiko dimana arus kas masa mendatang suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur yang ada saat ini
terutama berasal dari utang bank dalam mata uang asing dengan suku bunga mengambang. Pinjaman
dengan suku bunga mengambang menimbulkan risiko arus kas.
Manajemen Perusahaan tidak mempunyai kebijakan formal untuk lindung nilai atas risiko suku bunga.
Kebijakan yang diambil oleh Manajemen dalam mengantisipasi risiko suku bunga adalah dengan
melakukan evaluasi secara periodik perbandingan suku bunga tetap terhadap suku bunga mengambang
sejalan dengan perubahan suku bunga yang relevan di pasar. Manajemen juga melakukan survei di
perbankan untuk mendapatkan perkiraan mengenai suku bunga yang relevan.
Perusahaan memiliki kebijakan dalam memperoleh pembiayaan yang akan memberikan campuran yang
sesuai atas tingkat suku bunga mengambang dan tingkat bunga tetap. Di samping itu, suku bunga bank di
dalam perjanjian ditetapkan berdasarkan angka JIBOR plus margin untuk rupiah dan SIBOR plus margin
untuk valuta asing.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Perusahaan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak
lawan akibat gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko
kredit yang terkonsentrasi secara signifikan.
Perusahaan memiliki risiko kredit yang terutama berasal dari simpanan di bank, piutang usaha, pendapatan
yang masih harus diterima, piutang lain-lain, dan aset lancar lainnya.
81
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Manajemen mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan usaha dengan pihak lain yang memiliki
kredibilitas, dan menerapkan cash management system pada operasional pelabuhan serta melakukan
pemantauan atas posisi piutang pelanggan secara teratur. Perusahaan meminimalkan risiko kredit aset
keuangan seperti simpanan di bank dengan memilih bank yang berkualitas untuk penempatan dana.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah suatu risiko yang dapat terjadi dimana pendapatan jangka pendek tidak dapat
menutupi pengeluaran jangka pendek.
Mengingat kebutuhan dana Perusahaan saat ini cukup signifikan akibat dari meningkatnya aktivitas
pengembangan atau perluasan bisnis, maka dalam mengelola risiko likuiditas, Perusahaan terus menerus
memantau dan menjaga tingkat kas dan setara kas agar memadai untuk membiayai kebutuhan operasional
Perusahaan.
Selain itu, Perusahaan juga secara rutin melakukan evaluasi proyeksi arus kas untuk mengatasi dampak
dari fluktuasi arus kas, termasuk jadwal jatuh tempo liabilitas jangka panjang, dan terus menelaah kondisi
pasar keuangan untuk inisiatif penempatan dan penggalangan dana yang meliputi pinjaman bank,
penerbitan ekuitas utang dan ekuitas pasar modal.
Perusahaan memiliki aset keuangan yang likuid dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya.
Pengelolaan Modal
Tujuan Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan Perusahaan dalam
mempertahankan kelangsungan usaha serta memaksimalkan manfaat bagi pemegang saham dan
pemangku kepentingan lainnya, dan mempertahankan struktur permodalan yang optimal untuk mengurangi
biaya modal.
Perusahaan secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola permodalannya untuk memastikan struktur
modal dan pengembalian yang optimal bagi pemegang saham, dengan mempertimbangkan efisiensi
penggunaan modal berdasarkan arus kas operasi dan belanja modal, mempertimbangkan kebutuhan
modal di masa yang akan datang.
Perusahaan memonitor modal berdasarkan rasio pinjaman bank terhadap modal. Rasio ini dihitung dengan
membagi total pinjaman bank dengan total modal. Modal terdiri dari seluruh komponen ekuitas yang ada
sebagaimana jumlah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan
antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan yang dicatat sebesar biaya
perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya baik yang jatuh
tempo dalam jangka pendek atau yang dibawa berdasarkan tingkat suku bunga pasar.
82
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2016 DAN 2015
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Nilai wajar instrumen keuangan ditentukan melalui analisis arus kas yang didiskonto dengan menggunakan
tingkat diskonto yang setara dengan tingkat pengembalian yang berlaku bagi instrumen keuangan yang
memiliki syarat dan periode jatuh tempo yang sama.
Aset keuangan
Pinjaman dan
Piutang
Aset keuangan
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Uang muka
Jumlah
Liabilitas
Utang bank
Utang usaha
Utang lain-lain
Biaya masih harus
dibayar
Jumlah
Liabilitas
Utang bank
Utang usaha
Utang lain-lain
Biaya masih harus
dibayar
Jumlah
Nilai tercatat
Nilai wajar
2.200.769.796.594
152.125.495.776
66.087.137.688
14.638.571.077
2.433.621.001.135
-
2.200.769.796.594
152.125.495.776
66.087.137.688
14.638.571.077
2.433.621.001.135
2.200.769.796.594
152.125.495.776
66.087.137.688
14.638.571.077
2.433.621.001.135
1.075.335.306.782
112.864.937.500
99.883.016.545
-
99.883.016.545
1.075.335.306.782
112.864.937.500
99.883.016.545
1.075.335.306.782
112.864.937.500
209.002.860.663
1.397.203.104.945
99.883.016.545
209.002.860.663
1.497.086.121.490
209.002.860.663
1.497.086.121.490
Nilai tercatat
Nilai wajar
Aset keuangan
Pinjaman dan
Piutang
Aset keuangan
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Uang muka
Jumlah
2016
Liabilitas
keuangan
Biaya perolehan
2015
Liabilitas
keuangan
Biaya perolehan
1.479.384.440.740
155.877.564.385
181.563.973.844
13.085.701.905
1.829.911.680.874
-
1.479.384.440.740
155.877.564.385
181.563.973.844
13.085.701.905
1.829.911.680.874
1.479.384.440.740
155.877.564.385
181.563.973.844
13.085.701.905
1.829.911.680.874
369.076.778.798
58.561.040.391
547.495.223.045
-
547.495.223.045
369.076.778.798
58.561.040.391
547.495.223.045
369.076.778.798
58.561.040.391
301.653.375.812
729.291.195.001
547.495.223.045
301.653.375.812
1.276.786.418.046
301.653.375.812
1.276.786.418.046
47. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang telah
diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 3 Februari 2017.
83
Download