Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran

advertisement
Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, NHT dan TGT pada
Konsep Sistem Peredaran Darah Manusia
(Kuasi Eksperimen di MTs.N.13 JAKARTA)
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk
Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
Oleh
BACHTIAR
NIM: 109016100063
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2016
ABSTRAK
BACHTIAR (109016100063), “Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe STAD, NHT dan TGT Terhadap Hasil Belajar Biologi Pada Konsep Sistem
Sirkulasi Darah” Skripsi Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan, Universitas Islam Negri Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan
STAD, NHT dan TGT. Penelitian ini dilakukan di Mts.N. 13 Jakarta Tahun Ajaran
2013/2014. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian
sebagai sampel. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling.
Pengambilan data menggunakan instrument menggunakan berupa tes hasil belajar
berbentuk pilihan ganda. Hasi lpenelitian mengungkapkan bahwa ada perbedaan nilai
rata-rata pembelajaran STAD 83.38, NHT 78.82, TGT 79,12 dan nilai uji Anava satu
jalur pada data pretes, nilai Fhitung yaitu 79.7 lebih dari Ftabel yaitu 3.07. Kesimpulan hasil
penelitian ini adalah terdapat perbedaan hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran
STAD, NHT dan TGT pada konsep sistem sirkulasi darah.
Kata kunci : Model STAD, NHT dan TGT, perbedaan hasil belajar konsep sistem
sirkulasi darah.
ABSTRACT
BACHTIAR (109016100063), “Difference of student Learning Outcomes Using
Studing Team Achievement Division, Numbered Head Togeteher, and Team Games
Tournament at Sirculation Concept’’. Undergraduate Thesis Biology Education
Program Departmen of Science Education, Faculty of Tarrbiyah and Teaching, Syarif
Hidayatullah State Islamic University Jakarta.
The Purpose of This Study was to determine difference in student learning Outcomes
using Studing Team Acchievment Division, Numbered Head Togeteher, and Team Games
Tournament. This research was conducted at MTs. N. 13 Jakarta, Academic year
2013/2014. The method used is Quasi-Experimental research design using a pre test –
post test control group, wich involved 120 students in the sample. The samples using
cluster random sampling technique. Retrieval of data using instrument such achievement
test multiple choice. The results of study revealed that there are differences in the
average value of learning Studing Team Achievement Division is 83.38, Numbered Head
Togeteher is 78.82 and Team Games Tournament value 79.12 and the pretest data path,
the value of Fcount is 79,7 greater than the Ftable is 3,07. The Conclusion of this study is
that there is defference in studing learning Outcomes Using Studing Team Acchievment
Division, Numbered Head Togeteher, and Team Games Tournament at sirculation
concept.
Keywords : Studing Team Acchievment Division, Numbered Head Togeteher, and
Team Games Tournament at Sirculation Concept
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan
hidayah-Nya maka skripsi ini dapat terselesaikan. Skripsi ini merupakan salah satu syarat
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi pada Fakultas Ilmu Pengetahuan dan
Keguruan Universitas Islam Negri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Disadari sepenuhnya bahwa kemampuan dan pengetahuan penulis sangat terbatas,
maka adanya bimbingan, pengarahan dan dukungan dari berbagai pihak sangat
membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Untuk itu penulis mengucapkan
terimakasih yang sedalam-dalamnya, kepada yang terhormat :
1. Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, MA, selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiah dan
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Baiq Hana Susanti, M.Sc, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Alam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang
telah memberikan arahan, pelajaran, dan kepercayaan yang pernah diberikan
kepada penulis selama menjadi mahasiswa.
3. Dr. Yanti Herlanti, M.Pd, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Tarbiah dan Keguruan UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
4. Dr. Sujiyo Miranto, M.Pd selaku pembimbing 1 dan Dr. Yanti Herlanti, M.Pd,
selaku pembimbing 2 yang telah memberikan waktu, bimbingan arahan, motivasi,
dan semangat dalam membimbing penulis selama ini. Terlepas dari segala
perbaikan dan kebaikan yang diberikan, semoga ibu bapak selalu berada dalam
kemuliaan-Nya
5. Dr. Sujiyo Miranto, M.Pd selaku pembimbing akademik, Seluruh Dosen dan Staff
Jurusan Pendidikan Biologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah
memberikan ilmu pengetahuan serta bimbingan kepada penulis selama mengikuti
perkuliahan, semoga ilmu yang telah bapak dan ibu berikan mendapat keberkahan
dari Allah SWT.
6. Pimpinan dan Staff Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta yang telah memberi kemudahan dalam pembuatan surat-surat serta
sertifikat.
7. Keluarga besar Mts.N.13 Jakarta, Ibu Ratna dewi, M.Pd selaku kepala sekolah,
Dra. H. Halwati selaku guru Biologi dan Dewan Guru serta siswa siswi Mts.N. 13
Jakarta.
8. Keluarga tercinta Ayahanda Drs. Bakti, Ibunda Murtini yang tak henti-hentinya
mendo’akan, melimpahkan kasih sayang dan dukungan lahir batin kepada penulis.
Adik tersayang Dwi Intan Agustini dan calon istri Nikmah Fitriyana serta semua
keluarga yang selalu mendo’akan, mendorong penulis untuk tetap semangat dalam
mengejar dan meraih cita-cita
9. Sahabat terbaik dan tergokil Ichsanul Ferdiansyah, Adipati Murfi, Syahri
Saripuddin, Abdul Chalik, Annisa, Ashabul kahfi, Wahyu Hubaidi, Indra Purnama,
Ali Fikri, dan teman-teman seperjuangan Pendidikan Biologi Angakatan 09 yang
memberikan motivasi penuh selama penyusunan skripsi.
10. Staff perpustakaan serta kakak kelas dan juga adik kelas yang telah memberikan
do’a dan motivasi kepada penulis dalam penyusunan skripsi.
Ucapan terima kasih juga ditunjukan kepada semua pihak yang namanya tidak
dapat penulis sebutkan satu persatu.
Demikianlah, betapa pun penulis telah berusaha dengan segenap kemampuan yang
ada untuk menyusun karya tulis yang sebaik-baiknya, namun diatas lembaran-lembaran
skripsi ini masih saja ditemui berbagai macam kekurangan dan kelemahan. Karena itu,
kritik dan saran dari siapa saja yang membaca skripsi ini akan penulis terima dengan hati
terbuka. Penulis berharap semoga skripsi ini membawa manfaat yang sebesar-besarnya
bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.
Jakarta, 1 April 2015
Penulis
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI …………………..
i
LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………………
ii
SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI ……………………………..
iii
ABSTRAK …………………………………………………………………...
iv
ABSTRACT …………………………………………………………………..
v
KATA PENGANTAR ………………………………………………………..
vi
DAFTAR ISI …………………………………………………………………
viii
DAFTAR TABEL ..…………………………………………………………..
x
DAFTAR LAMPIRAN .…………………………………………………......
xi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah……...…………………………………....
1
B. Identifikasi Masalah………………………………………………..
5
C. Pembatasan Masalah……………………………………………….
6
D. Rumusan Masalah………………………………………………….
6
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian …………………………………....
6
BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Deskripsi Teoritik
1. Pembelajaran Kooperatif ..……………………………………..
7
2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ………………….
11
3. Model Pembelajarn Koperatif Tipe NHT ……………....….......
14
4. Model Pembelajarn Koperatif Tipe TGT ……….……………
18
5. Pengertian Hasil Belajar ....…………………………………….
21
B. Hasil Penelitian yang Relevan……………………………………..
25
C. Kerangka Berpikir………………………………………………….
28
D. Hipotesis Penelitian………………………………………………..
29
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
30
A. Tempat dan Waktu Penelitian……………………………………...
30
B. Metode dan Desain Penelitian……………………………………..
31
C. Populasi dan Sampel…………………………………………….....
32
D. Variabel Penelitian…………………………………………………
32
E. Teknik Pengumpulan Data…………………………………………
38
F. Teknik Analisis Data .……………………………………………
42
G. Hipotesis Statistik ..………………………………………………..
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian…………………………………………………….
44
B. Analisis Data ..……………………………………………………..
49
C. Pembahasan dan Temuan Penelitian .…………..………………….
55
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan…………………………………………………………….
62
B. Saran……………………………………………………………………
62
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………
63
LAMPIRAN…………………………………………………………………...
66
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif………….......... 10
Tabel 2.2 Kelebihan dan Kelemahan Kooperatif ..…………………………… 17
Tabel 3.1 Desain Penelitian…………………………………………………
30
Tabel 3.2 Klasifikasi Interpretasi Reliabilitas.……………......………………. 34
Tabel 4.1 Perbandingan Distribusi data Pretest kelompok STAD, NHT dan
TGT ...…………………………...………………………………....
45
Tabel 4.2 Presentase Indikator pada Sistem Sirkulasi ………………………..
46
Tabel 4.3 Kategori nilai N-Gain padakelas STAD, NHT dan TGT ………….
48
Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Uji Normalitas………………………………….. 49
Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Uji Homogenitas………………………………
51
Tabel 4.6 Ringkasan Perhitungan Anova……………………………………
52
Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Uji t Dunnet ……………………………………. 53
Tabel 4.8 Hasil Observasi Aktivitas Guru…………………………………….
54
Tabel 4.9 Hasil Observasi Teman Sejawat……………………………………
55
Tabel 4.10 Perbedaan kelompok belajar kooperatif dengan kelompok belajar
tradisional…………………………………………………………..
56
Tabel 4.11 Sajian Tahapan Pembelajaran ………………………….……........ 57
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 RPP Kelas STAD………………………………...……………..
66
Lampiran 2 RPP Kelas NHT .………………………………...……………..
84
Lampiran 3 RPP Kelas TGT …………………………………...…………… 102
Lampiran 4 LKS STAD, NHT, dan TGT ..…………………………………. 118
Lampiran 5 Instrumen Kuis ……………………............................................ 127
Lampiran 6 Kisi-kisi Instrumen …………………………………………….. 132
Lampiran 7 Kisi-kisi Instrumen Penelitian Tes Objektif …………………
138
Lampiran 8 Uji Coba Instrumen ……………………………………………. 156
Lampiran 9 Soal Uji Kompetensi Sistem Sirkulasi ..……………………….
165
Lampiran 10 Kunci Jawaban Uji Kompetensi ...……………………………
171
Lampiran 11 Data skor kelompok STAD, NHT dan TGT …………….......
172
Lampiran 12 Nilai Perindikator Tes Konsep Sistem Sirkulasi……………...
179
Lampiran 13 Nilai N- Gain………………………………………………….
185
Lampiran 14 Distribusi Frekuensi Pre Test…………………………………
187
Lampiran 15 Uji Normalitas Pre Test……………………………………….
199
Lampiran 16 Uji Homogenitas Pre Test…………………………………….
202
Lampiran 17 Uji Hipotesis Pre Test………………………………………...
204
Lampiran 18 Distribusi Frekuensi Post Test………………………………..
206
Lempiran 19 Uji Normalitas Post Test……………………………………..
218
Lampiran 20 Uji Homogenitas Post Test…………………………………...
221
Lampiran 21 Uji Hipotesis Post Test……………………………………….
223
Lampiran 22 Lembar Observasi Aktivitas Guru……………………………
226
Lampiran 23 Tabel Nilai Kritis Distribusi Chi Kuadrat…………………….
232
Lampiran 24 Tabel Distribusi F…………………………………………….
234
Lampiran 25 Tabel Distribusi t……………………………………………..
238
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina
kepribadiannya
sesuai
dengan
nilai-nilai
di
dalam
masyarakat
dan
kebudayaan1. Pendidikan adalah proses perubahan sikap dan tingkah laku
seorang atau sekelompok orang dalam mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan pelatihan2. Edgar Dalle dalam Anwar pendidikan dapat
dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan
bimbingan, pembelajaran dan latihan yang berlangsung disekolah dan diluar
sekolah3.
Penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru sebagai
pendidik dan siswa sebagai peserta didik, diwujudkan dengan adanya interaksi
belajar mengajar atau proses pembelajaran. Guru merencanakan kegiatan
pengajarannya secara sistematis dan berpedoman pada seperangkat aturan dan
rencana tentang pendidikan yang dikemas dalam bentuk kurikulum. Kurikulum
adalah seperangkat rencna dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar
mengajar4. Kurikulum sebagai suatu sistem keseluruhan memiliki komponenkomponen yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya yakni : (1)
Tujuan, (2) Materi, (3) Metode, (4) Organisasi, dan (5) Evaluasi. komponenkomponen tersebut, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama
menjadi dasar utama dalam mengembangkan sistem pembelajaran 5. Kurikulum
secara berkelanjutan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan
1
Hasbullah. Dasar- Dasar Ilmu Pendidikan. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, Cet. IX,
2011), h.1.
2
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 1995), h. 10.
3
Hafid Anwar dan Ahiri Jafar, dkk. Konsep Dasar Ilmu Pendidikan. (Jakarta: CV
ALFABETA, 2013), Cet. I, h. 29.
4
5
Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran. (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), Cet XII, h.18
Ibid.h. 24
1
2
berorientasi pada kemajuan sistem pendidikan nasional, tampaknya belum
dapat direalisasikan secara maksimal. Salah satu masalah yang dihadapi dalam
dunia pendidikan di Indonesia adalah lemahnya proses pembelajaran.
Pengamatan di lapangan melibatkan proses pembelajaran di sekolah
kurang meningkatkan kreativitas siswa. Masih banyak tenaga pendidik yang
menggunakan
metode
konvensional
secara
monoton
dalam
kegiatan
pembelajaran di kelas, sehingga suasana belajar terkesan kaku dan di dominasi
oleh sang guru. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kreativitas oleh guru dalam
memvariasikan proses belajar mengajar. Pembelajaran kreatif mengoptimalkan
kegiatan belajar siswa dalam proses pembelajaran6. Guru dapat menumbuhkan
kreativitas siswa dengan cara mengajar menyenangkan, menghargai siswa
sebagai pribadi yang unik, mengaktifkan siswa dalam belajar7.
Salah satu bentuk pembelajaran yang kreatif adalah pendekatan
konstruktivis yaitu model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif
menggalakan siswa berinteraksi secara aktif dan positif dalam kelompok.
Pembelajaran kooperatif mengacu kepada kaidah pembelajaran yang
melibatkan siswa dengan berbagai kemampuan untuk bekerja sama dalam
kelompok kecil guna mencapai satu tujuan yang sama, sasaranya adalah tahap
pembelajaran yang maksimum bukan saja untuk diri sendiri tetapi juga temanteman lain dalam kelompok.
Terdapat lima macam metode belajar kooperatif yang berhasil
dikembangkan para peneliti pendidikan di John Hopkins University, yaitu :
STAD
(Student
Team
Achievement
Division),
TGT
(Team
Games
Tournament), TAI (Team Accelareted Instruction), CIRC (Cooperative
Integrated Reading and Composition) dan Jigsaw8. Selain itu terdapat beberapa
pembelajaran koooperatif lainnya yakni NHT (Numbered Head Together),
6
Lif Khoiru Ahmadi & Sofyan Amri, Strategi Pembelajaran Sekolah berstandar Internasional
dan Nasional. (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2010), Cet. I, h.122.
7
Ibid.h.123
8
Zulfiani., dkk. Strategi Pembelajaran Sains. (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN, 2009) Cet. I.
h.137
3
Group Investigation, learning Together dan lain sebagainya9. Beberapa model
pembelajaran kooperatif dengan pendekatan dan metode sederhana yaitu
STAD, NHT dan TGT.
STAD (Student Team Achievement Division) merupakan pendekatan
koooperatif yang paling sederhana. Dalam metode ini, siswa dibagi dalam
bentuk kelompok beranggotakan 4-5 orang yang heterogen. Guru menyajikan
informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu menggunakan presentasi
verbal atau teks. Secara individual setiap dua minggu siswa diberi kuis 10. TGT
hampir sama dengan STAD, namun dalam TGT tidak menggunakan kuis atau
silang Tanya melainkan menggunakan turnamen atau lomba mingguan 11. NHT
(Numbered Head Together) hampir sama dengan STAD. Ciri khas dari model
pembelajaran kooperatif tipe NHT ini adalah adanya penomoran pada masingmasing anggota dalam kelompok 12.
Kegagalan seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran atau
pesan sering terjadi, sehingga tidak dapat diterima oleh siswa dengan optimal
atau tidak seluruh materi pelajaran dapat dipahami dengan baik oleh siswa dan
lebih parahnya lagi siswa sebagai penerima pesan salah menangkap isi pesan
yang disampaikan13. Siswa dan guru merupakan unsur yang penting dalam
proses pembelajaran, jika dalam interaksi antara siswa dan guru mengalami
kegagalan maka tidak akan tercapai tujuan dalam proses pembelajaran yaitu
hasil belajar yang baik.
Dalam setiap materi pelajaran memiliki tingkat kesukaran yang
berbeda, apalagi jika anak didik dihadapkan dengan bahan pelajaran yang
memiliki tingkat kesukaran yang tinggi, mereka akan menjadi cepat merasa
bosan dan kelelahan terlebih bagi anak didik yang kurang menyukai bahan
pelajaran yang disampaikan.
9
Ibid.h.138.
10
11
12
Ibid
Ibid
Kristianti, Pengaruh Model Pendekatan Kooperatif dengan model pembelajaran NHT
(Numbered Head Together) terhadap Hasil Belajar Ekonomi ditinjau dari Gaya Berpikir Siswa,
Jurnal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, Vol. 4, 2013.
13
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta :
Kencana Prenada Media Group, 2009), Cet. XI, h. 160.
4
Pembelajaran kooperatif dapat diterapkan pada pendidikan Biologi di
kelas karena IPA Biologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami
alam secara sistemastis yang dapat dilakukan dengan cara kerja sama antar
siswa untuk memperoleh pengatahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep,
prinsip-prinsip juga proses penemuannya. Konsep biologi mengenai sistem
peredaran darah memuat
submateri tentang darah, jantung, pembuluh
darah, perdaran darah dan gangguan serta penyakit pada sistem peredaran
darah14. Konsep sistem peredaran darah merupakan salah satu konsep
biologi abstrak yang seringkali memunculkan pemikiran yang berbeda-beda
diantara
peserta
didik,
karena
peserta
didik seringkali
sulit
untuk
membayangkan isi materi dari konsep biologi yang belum pernah dilihat
sebelumnya secara jelas. Seringkali siswa mengalami kesulitan memahami
konsep ini
ketika membedakan
mengidentifikasi
penggolongan
sifat serta fungsi komponen darah,
darah
dan
mekanisme transfusi
darah
selain itu pada umumnya masih terdapat bahasa latin yang masih asing
terdengar oleh siswa.
Konsep sistem peredaran darah, kompetensi dasar yang harus
dicapai siswa adalah mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia
dan hubungannya dengan kesehatan. Agar kompetensi tersebut dapat
tercapai siswa dengan baik, siswa diharapkan dapat memahami dan mengingat
konsep pelajaran dengan baik serta dengan cara yang tidak membosankan.
Sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep
sistem peredaran darah.
Beberapa penelitian menyebutkan pembelajaran kooperatif STAD,
NHT dan TGT dapat meningkatkan hasil belajar. Sebagai contoh dari
penelitian Muhammad Anwar Hidayat bertujuan untuk mengetahui perbedaan
belajar
14
model
pembelajaran
kooperatif
tipe
STAD
dengan
model
Daroji dan Hayati, Ilmu Pengetahuan Alam: Untuk kelas VIII SMP dan MTs, Solo : PT
Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2012), Cet 1,h.8
5
konvensional15. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif STAD
dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kristianti dalam penelitiannya berjudul
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif dengan Model Pembelajaran
Kooperatif NHT terhadap Hasil Belajar Ekonomi ditinjau dari Gaya Berpikir
Siswa16. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif NHT dari ranah
kognitif lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.
Iklilul Millah, dalam penelitiannya Pengaruh Penerapan Model Pembelajaram
Kooperatif tipe TGT terhadap Prestasi Belajar siswa kelas X SMA
Laboratorium UM pada Materi Hidrokarbon17. Hasil penelitian menunjukkan
terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan
model pembelajaran TGT dan siswa yang dibelajarkan dengan model
pembelajaran konvensional (ceramah).
Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwa STAD dibandingkan
pembelajaran
konvensional,
NHT
dibandingkan
dengan
pembelajaran
konvensional, dan TGT dibandingkan dengan pembelajaran konvensioanal
memiliki keunggulan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Namun belum ada yang membandingkan antara STAD, NHT dan TGT. Maka
peneliti
tertarik
untuk
membandingkan
hasil
belajar
siswa
dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif tersebut. Maka penelitian ini
berjudul
“Perbedaan
Hasil
Belajar
Siswa
Menggunakan
Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, NHT dan TGT pada Konsep Sistem
Peredaran Darah Manusia”.
15
Muhammad anwar hidayat, “Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran Kooperatif tipe
Student Team Achievement Division (STAD) dan Model Konvensional pada pelajaran PKN”,
Jurnal pendidikan. 2011
16
Kristianti, “Pengaruh Model Pendekatan Kooperatif dengan model pembelajaran NHT
(Numbered Head Together) terhadap Hasil Belajar Ekonomi ditinjau dari Gaya Berpikir Siswa,
Jurnal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, Vol. 4, 2013.
17
Iklilul millah, Pengaruh penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT (Teams
Games Tournament) terhadap Prestasi Belajar Siswa pada materi Hidrokarbon, Jurnal Pendidikan
Kimia FMIPA, 2011.
6
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka
terdapat beberapa masalah yang dapat diidentifikasi yaitu :
1. Proses belajar mengajar yang masih monoton
2. Guru masih jarang mengggunakan pembelajaran kooperatif.
3. Di bandingkan pembelajaran konvensional pembelajaran kooperatif tipe
STAD, NHT dan TGT memberikan hasil lebih tinggi. Namun belum
diketahui yang paling objektif antara STAD, NHT dan TGT.
C. Pembatasan Masalah
Untuk memudahkan dalam penyusunan skripsi ini maka penulis
membatasi permasalahan pada :
1. Penggunaan model pembelajaran adalah cooperative learning tipe STAD,
TGT dan NHT pada konsep materi sistem peredaran darah
2. Hasil belajar yang dicapai oleh siswa di tinjau dari ranah kognitif pada
jenjang C1, C2, C3 dan C4.
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah di uraikan, rumusan
masalahnya yaitu : “Apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang
mendapat pembelajaran kooperatif tipe STAD, model kooperatif tipe NHT
serta model kooperatif tipe TGT dalam konsep materi sistem peredaran darah
kelas VIII Mts. N. 13 Jakarta?”
E. Tujuan dan Manfaat Penellitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kelas
tipe STAD, NHT,dan TGT pada konsep sistem peredaran darah. Hasil
peneltian ini diharapkan dapat memeberi manfaat kepada semua pihak yang
terkait dalam dunia pendidikan terutama bagi :
7
1. Bagi guru, agar dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam
memilih variasi pembelajaran biologi untuk menigkatkan hasil belajar
sisiwa.
2. Bagi pembaca, sebagai sumber informasi ilmiah dan dapat dijadikan
referensi untuk mengadakan penelitian lanjutan yang berkaitan dengan
penelitian ini.
8
BAB II
KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Deskripsi Teoritik
1. Pembelajaran kooperatif
a. Pengertian pembelajaran kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang
berdasarkan paham konstruktivis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi
belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat
kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap
siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan membantu untuk
memahami materi pelajaran. Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah
kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara
berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama18.
Pembelajaran kooperatif merujuk pada berbagai macam metode
pengajaran dimana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk
saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi pelajaran. 19
Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan
sistem pengelompokan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang
mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, rasa, atau
suku yang berbeda (heterogen)20.
Pembelajaran kooperatif mempunyai efek yang
berarti terhadap
penerimaan yang luas terhadap keragaman ras, budaya dan agama, strata sosial,
kemampuan, dan ketidak mampuan21. Pembelajaran kooperatif memberikan
peluang kepada siswa yang berbeda latar belakang dan kondisi untuk bekerja
saling bergantung satu sama lain atas tugas-tugas bersama, dan melalui
18
Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovasi-Progresif, (Jakarta: Kencana, 2012), Cet.
VI, h. 58.
19
Robert E. Slavin, Kooperatif Teori, Riset dan Praktik, Terj. Narulita Yusron, (Bandung:
Nusa Media, 2010), Cet. 8, h. 4.
20
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta:
Kencana, 2010), Cet. 7, h. 242.
21
Op. cit. h.60
8
9
penggunaan struktur penghargaan kooperatif, belajar untuk menghargai satu
sama lain.
Pembelajaran
kooperatif
bernaung
dalam
teori
konstruktivis.
Pembelajaran ini muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah
menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi
dengan temannya. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling
membantu memecahkan masalah-masalah yang kompleks. Jadi, hakikat sosial
dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajaran
kooperatif.
b. Tujuan Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif menekankan pada tujuan dan kesuksesan
kelompok, yang hanya dapat dicapai jika semua anggota kelompok mencapai
tujuan atau penguasaan materi. Karena siswa bekerja dalam suatu team, maka
dengan sendirinya dapat memperbaiki hubungan diantara para siswa dari
berbagai latar belakang etnis dan kemampuan, mengembangkan keterampilanketerampilan proses kelompok dan pemecahan masalah.
Manfaat penerapan belajar kooperatif adalah dapat mengurangi
kesenjangan pendidikan khusus dalam wujud input pada level individual.
Disamping itu, belajar kooperatif dapat mengembangkan solidaritas sosial
dikalangan siswa. Dengan belajar kooperatif, diharapkan kelak akan muncul
generasi baru yang memiliki prestasi akademik yang cemerlang dan
memilikislidaritas sosial yang kuat.
Pembelajaran
kooperatif
merupakan
sebuah
kelompok
strategi
pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara kolaborasi untuk mencapai
tujuan bersama. Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk
meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap
kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan
kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa
yang berbedaan latar belakangnya. Jadi dalam pembelajaran kooperatif siswa
berperan ganda yaitu sebagai siswa ataupun sebagai guru. Dengan bekerja
10
secara kolaboratif untuk mencapai sebuah tujuan bersama, maka siswa akan
mengembangkan keterampilan berhubungan dengan sesama manusia yang
akan sangat bermanfaat bagi kehidupan sekolah.
Arends dalam Trianto menyatakan bahwa pelajaran yang menggunakan
Pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri, yaitu : ketuntasan materi
pembelajaran, kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan
heterogen, dan penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok
ketimbang individu22.
c. Prinsip Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif terdapat empat prinsip dasar, yaitu : Prinsip
ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, interakasi tatap muka,
dan partisipasi komunikasi.
Pertama, Prinsip Ketergantungan Positif (positive interdependence),
Untuk terciptanya kelompok kerja yang efektif, setiap anggota kelompok
masing-masing perlu membagi tugas sesuai dengan tujuan kelompoknya.
Tugas tersebut tentu saja disesuaikan dengan kemampuan setiap anggota
kelompok. Inilah hakikat ketergantungan positif, artinya tugas kelompok tidak
mungkin bisa diselesaikan manakala ada anggota yang tak bisa menyelesaikan
tugasnya dan semua ini memerlukan kerja sama yang baik dari masing-masing
anggota kelompok. Anggota kelompok yang mempunyai kemampuan lebih
diharapkan mau dan mampu membantu temannya untuk menyelesaikan
tugasnya.
Kedua, Tanggung Jawab Perseorangan (individual accountability),
Prinsip ini merupakan konsekuensi dari prinsip yang pertama. Oleh karena
keberhasilan kelompok tergantung pada setiap anggotanya, maka setiap
anggota harus memiliki tanggung jawab sesuai dengan tugasnya. Setiap
anggota harus memberikan yang terbaik untuk keberhasilan kelompoknya.
22
Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovasi-Progresif, (Jakarta: Kencana, 2012).
Cet. VI. h. 65.
11
Ketiga, Interaksi Tatap Muka (face to face promotion interaction) ,
Pembelajaran kooperatif memberikan ruang dan kesempatan yang luas kepada
setiap anggota kelompok untuk bertatap muka saling memberikan informasi.
Interaksi tatap muka akan memberikan pengalaman yang berharga pada setiap
anggota kelompok untuk bekerja sama, menghargai setiap perbedaan,
memanfaatkan kelebihan masing-masing anggota dan mengisi kekurangan
masing-masing.
Terakhir, Partisipasi dan Komunikasi (participation communication),
Pembelajaran kooperatif melatih siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dan
berkomunikasi. Kemampuan ini sangat penting sebagai bekal mereka dalam
kehidupan di masyarakat kelak.
Terdapat enam langkah utama atau tahapan di dalam pelajaran dengan
menggunakan pembelajaran kooperatif. Langkah-langkah tersebut digambar
pada tabel 2.1.
Tabel 2.1 Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif
Fase
Tingkah Laku Guru
Fase-1
Guru menyampaikan semua tujuan
Menyampaikan tujuan dan
pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran
memotivasi siswa
tersebut dan memotivasi siswa belajar.
Fase-2
Guru menyajikan informasi kepada siswa
Menyajikan informasi
dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan
bacaan.
Fase-3
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana
Mengorganisasikan siswa
cara membentuk kelompok belajar dan
ke dalam kelompok
membantu setiap kelompok agar melakukan
kooperatif
transisi secara efisien.
Fase-4
Guru membimbing kelompok-kelompok
Membimbing kelompok
belajar pada saat mereka mengerjakan tugas
bekerja dan belajar
mereka.
Fase-5
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang
12
materi yang telah dipelajari atau masingEvaluasi
masing kelompok mempresentasikan hasil
kerjanya.
Fase-6
Guru mencari cara-cara untuk menghargai
Memberikan penghargaan
baik upaya maupun hasil belajar individu
dan kelompok23.
Jadi, pembelajaran kooperatif mencerminkan pandangan bahwa
manusia belajar dari pengalaman mereka dan partisipasi aktif dalam kelompok
kecil membantu siswa belajar keterampilan sosial yang penting, sementara itu
secara bersamaan mengembangkan sikap demokrasi dan keterampilan berpikir
logis. Keberhasilan pembelajaran ini tergantung dari keberhasilan masingmasing individu dalam kelompok, dimana keberhasilan tersebut sangat berarti
untuk mencapai suatu tujuan yang positif dalam belajar kelompok24.
2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
a. Konsep-konsep Student Teams of Achievment Division ( STAD)
Menurut Slavin dalam Rusman, model STAD merupakan variasi
pembelajaran kooperatif yang paling banyak diteliti. Model ini juga sangat
mudah di adaptasi,telah digunakan dalam matematika, IPA, IPS, bahasa
inggris, teknik dan banyak subjek lainnya dan pada pihak tingkat sekolah dasar
sampai perguruan tinggi25.
Slavin menyatakan bahwa “Gagasan utama dibelakang STAD adalah
memacu siswa agar saling mendorong dan membantu satu sama lain untuk
menguasai keterampilan yang diajarkan guru” 26. Jika siswa menginginkan
23
Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovasi-Progresif. (Jakarta: Kencana,2009), Cet
VI, h. 67
24
Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovasi-Progresif. (Jakarta: Kencana, 2009), Cet.
VI, h. 66.
25
Rusman,Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Professional Guru (Jakarta : Raja
Grafindo Persada, 2011), cet.4, h. 213.
26
Robert, E. Slavin, Cooperative Learning : Teori, Riset dan Praktik,Terj. Dari cooperative
learning : theory, Research and practice oleh Narulita Yusron (Bandung : Nusa Media, 2010),
cet.VIII, h.12.
13
kelompok memperoleh hadiah, mereka harus membantu teman sekelompok
mereka dalam mempelajari pelajaran. Mereka harus mendorong teman
sekelompok untuk melakukan yang terbaik, memperlihatkan norma-norma
bahwa belajar itu penting, berharga dan menyenangkan.
Para siswa diberi waktu untuk bekerjasama setelah pelajaran diberikan
oleh guru, tetapi tidak saling membantu dalam menjalankan kuis, sehingga
setiap siswa harus menguasai materi itu (tanggung jawab perseorangan). Para
siswa mungkin bekerjasama berpasangan dan bertukar jawaban, mendiskusikan
ketidaksamaan, dan saling membantu satu sama lain, mereka bisa
mendiskusikan pendekatan-pendekatan untuk masalah itu.
b. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif model STAD
Langkah-langkah ada 6,yaitu :Penyampaian tujuan motivasi, pembagian
kelompok, persentasi dari guru, kerja tim, kuis dan penghargaan prestasi tim.
Pertama, Penyampaian tujuan dan motivasi yaitu menyampaikan tujuan
pelajaran yang ingin dicapai pada
pembelajaran
tersebut dan memotivasi
siswa untuk belajar
Kedua, Pembagian kelompok yaitu siswa dibagi kedalam beberapa
kelompok, dimana setiap kelompoknya terdiri dari 4-5 siswa yang
memprioritaskan heterogenitas (keragaman) kelas dalam prestasi akademik,
gender / jenis kelamin, rasa tau etnik.
Ketiga, Presentasi dari guru yaitu Guru menyampaikan materi pelajaran
dengan teknik dahulu menjelaskan tujuan pelajaran yang ingin dicpai pada
pertemuan tersebut serta pentingnya pokok bahasan tersebut dipelajari. Guru
member motivasi siswa agar dapat belajar dengan aktif dan kreatif. Di dalam
proses pembelajaran guru dibantu oleh media, demontrasi, pertanyaan atau
masalah nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dijelaskan juga
tentang keterampilan dan kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa, tugas
dan pekerjaan yang harus di lakukan serta cara-cara mengerjakannya.
Keempat, Kerja tim yaitu Siswa belajar dalam kelompok yang telah
dibentuk. Guru menyiapkan lembaran kerja sebagai pedoman bagi kerja
14
kelompok,
sehingga
semua
anggota
menguasai
dan
masing-masing
memberikan kontribusi. Selama tim bekerja, guru melakukan pengamatan,
memberikan bimbingan, dorongan dan bantuan bila diperlukan. Kerja tim ini
merupakan ciri terpentig STAD.
Kelima, Kuis (Evaluasi), yaitu guru mengevaluasi hasil belajar melalui
pemberian kuis tentang materi yang dipelajari dan juga melakukan penilaian
terhadap presentasi hasil kerja masing-masing kelompok. Siswa diberikan kursi
secara individual dan tidak dibenarkan bekerja sama. Ini dilakukan untuk
menjamin agar siswa secara individu bertanggung jawab kepada diri sendiri
dalam memahami bahan ajar tersebut. Guru menerapkan skor batas penguasaan
untuk setiap soal, misalnya 60, 75, 84 dan seterusnya sesuai dengan tingkat
kesulitan siswa.
Keenam, Penghargaan prestasi tim, Setelah pelaksanaan kuis, guru
memeriksa hasil kerja siswa dan diberikan angka dengan rentang 0-100.
Selanjutnya pemberian penghargaan atas keberhasilan kelompok dapat
dilakukan oleh guru dengan melakukan tahapan berikut : menghitung skor
individu, menghitung skor kelompok, pemberian hadiah dan pengakuan skor
skor kelompok.
Menghitung skor individu,
Menurut Slavin dalam Trianto, untuk
menghitung perkembangan skor individu di hitung sebagaimana dalam tabel
berikut27 :
No
Nilai tes
Skor
perkembangan
1
Lebih dari 10 poin dibawah skor dasar
0 poin
2
Skor 0 sampai 10 poin diatas skor dasar
10 poin
3
Lebih dari 10 poin diatas skor dasar
20 poin
4
Pekerjaan sempurna
30 poin
(tanpa memperhatikan skor awal)
27
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, (Jakarta : Prestasi Pustaka,
2007), h. 72
15
Menghitung skor kelompok, Skor kelompok dihitung dengan membuat
rata-rata skor perkembangan angggota kelompok, yaitu dengan menjumlahkan
semua skor perkembangan individu anggota kelompok dan membagi sejumlah
anggota tersebut. Sesuai dengan rata-rata skor perkembangan kelompok,
diperoleh skor kelompok sebagaimana dalam tabel :
No
Rata-rata skor
Kualifikasi
1
0≤ N≤5
-
2
6 ≤ N ≤ 15
Tim baik
3
16 ≤ N ≤ 20
Tim yang baik sekali
4
21 ≤ N ≤ 30
Tim yang istimewa
Pemberian hadiah dan pengakuan skor kelompok,
Setelah masing-
masing kelompok atau tim memperoleh predikat, guru memeberikan hadiah
atau penghargaan kepada masing-masing kelompok sesuai dengan prestasinya.
STAD merupakan suatu metode generik tenang pengaturan kelas dan bukan
metode pengajaran komprehensif untuk subjek tertentu, guru menggunakan
pelajaran dan materi mereka sendiri. Lembar tugas dan kuis disediakan bagi
kebanyakan subjek sekolah untuk siswa, tetapi kebanyakan guru menggunakan
materi mereka sendiri untuk menambaha atau mengganti materi itu.
3. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads
Together)
Number Heads Together (NHT) atau penomoran berpikir bersama
adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk
mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur
16
kelas tradisional28. Struktur yang dikembangkan oleh Kagan ini dimaksudkan
sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional, seperti resitasi, dimana
guru mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas dan siswa memberikan
jawaban setelah mengangkat tangan dan ditunjuk oleh guru. Struktur yang
dikembangkan oleh Kagan ini menghendaki siswa bekerja saling membantu
dalam kelompok kecil dan lebih dicirikan oleh penghargaan kelompok, dari
pada penghargaan individual.
Numbered Heads Together penomoran berpikir bersama adalah suatu
metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu
kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Numbered
Heads Together (NHT) melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi
yang tercangkup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka
terhadap isi pelajaran tersebut. Tujuan model pembelajaran NHT adalah agar
pemahaman siswa bercerita melalui model NHT yang diberikan dalam bentuk
tugas berkelompok agar siswa
dapat
saling menambah kekurangan
pembendaharaan kata dalam merangkai kembali cerita yang dipelajarinya 29.
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam proses pembelajaran
dilaksanakan melalui tahap persiapan, penyajian kelas, kegiatan kelompok,
melaksanakan evaluasi, penghargaan kelompok dan menghitung ulang skor
dasar setiap kelompok.
Pertama, Tahap persiapan. Terdiri dari memilih materi pokok, membuat
RPP, Lembar Pengamatan dan LKS, menentukan skor dasar individu,
membentuk
kelompok-kelompok
kooperatif.
Pembentukan
kelompok
kooperatif didasarkan dari yang mengatakan bahwa pembentukan kelompok
belajar harus berdasarkan heterogenitas (kemacam ragaman) merupakan ciriciri yang menonjol dalam metode pembelajaran kooperatif.Kelompok
28
29
Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovasi-Progresif. (Jakarta: Kencana, 2012),
Cet. VI, hal.82.
Feronica, Rina, dkk. Penerapan model pembelajarab kooperatif tipe Numbered Head
Together (NHT) dalam pembelajaran Biologi. Jurnal Pendidikan IPA. 2011.
17
heterogenitas bisa dibentuk dengan memperhatikan keanekaragaman gender,
latar belakang agama, sosial, ekonomi dan etnik, serta kemampuan akademis.
Dalam hal kemampuan akademis, kelompok pembelajaran kooperatif, biasanya
terdiri dari satu orang berkemampuan akademis tinggi, dua orang dengan
kemampuan sedang, dan satu lainnya dari kelompok kemampuan akademik
kurang.
Kedua, Tahap penyajian kelas, terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti
dan kegiatan akhir. Kegiatan awal dalam pembelajaran kooperatif tipe NHT
dimulai dengan pendahuluan dan penjelasan tentang garis besar materi. Pada
kegiatan awal guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa apa yang
akan dipelajari dan kenapa hal itu sangat penting dipelajari. Hal ini bertujuan
untuk merangsang rasa ingin tahu siswa terhadap konsep yang akan dipelajari.
Selanjutnya guru meninjau ulang informasi atau pengetahuan prasyarat.
Kemudian guru menginformasikan materi pembelajaran dengan memberikan
penekanan pada materi yang akan dipelajari oleh siswa dalam kelompok.
Kegiatan inti, Pada kegiatan inti siswa dibimbing dalam pembelajaran
kooperatif tipe NHT dengan langkah-langkah sebagai berikut :
(a) Guru memberikan penomoran pada setiap siswa selanjutnya siswa duduk
dalam kelompok membahas dan mendiskusikan materi pembelajaran.
(b) Kegiatan selanjutnya siswa mengerjakan lembar kegiatan siswa (LKS)
dibawah bimbingan guru.
(c) Masing-masing kelompok menyatukan pendapat terhadap jawaban yang
ada pada lembar kerja siswa, sehingga masing-masing siswa mengetahui
kesimpulan jawaban yang benar berdasarkan hasil diskusi kelompok.
d) Guru mengecek pemahaman siswa dengan cara mengajukan pertanyaan
kepada salah satu nomor dan nomor yang dipanggillah yang berhak
menjawab pertanyaan tersebut.
Kegiatan akhir,
Pada kegiatan ini setelah siswa mempertanggung
jawabkan hasil kerja kelompoknya, maka guru bersama dengan siswa
18
melakukan serangkaian kegiatan yaitu menarik kesimpulan yang didapatkan
dari hasil kegiatan pada hari itu. Kemudian guru memberikan PR dalam bentuk
tugas di rumah.
Ketiga Evaluasi, Evaluasi dikerjakan secara individu dalam waktu yang
telah ditentukan guru, pada saat evaluasi siswa harus bisa menunjukkan
penguasaan tentang materi yang telah dibahas dalam kelompok. Skor yang
diperoleh siswa dalam evaluasi selanjutnya diproses untuk menentukan nilai
perkembangan individu yang akan disumbangkan sebagai skor kelompok.
Keempat,
Penghargaan
Kelompok,
Untuk
menentukan
bentuk
penghargaan kelompok langkah-langkahnya yaitu Menghitung skor Individu
dan skor kelompok. Perhitungan skor individu ditunjukkan untuk menentukan
nilai perkembangan individu yang akan disumbangkan sebagai skor kelompok.
Nilai perkembangan individu dihitung berdasarkan perolehan selisih skor dasar
dengan tes hasil belajar biologi (setelah dilakukan tindakan). Siswa
memperoleh point untuk kelompoknya berdasarkan tingkatan dimana skor
kuisnya melampaui skor dasar mereka. Kemudian memberikan penghargaan
kelompok dan skor kelompok dihitung berdasarkan nilai perkembangan yang
disumbangkan anggota kelompok. Skor kelompok adalah nilai perkembangan
individu yang disumbangkan kepada kelompok dan dihitung nilai rata-rata dari
nilai perkembangan setiap anggota kelompok. Penghargaan kelompok
diberikan berdasarkan skor kelompok yang disesuaikan dengan kriteria
penghargaan kelompok yaitu :
a) Kelompok dengan rata-rata skor 15, kelompok baik.
b) Kelompok dengan rata-rata skor 20, kelompok hebat.
c) Kelompok dengan rata-rata skor 25, kelompok super.
Dari model pembelajaran ini memiliki beberapa kelebihan dan
kelemahannya, adapun kelebihan maupun kelemahannya dapat dilihat ditabel
berikut:30
30
Lif Khoiru Ahmadi, dkk, Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu, (Jakarta,: Tim Prestasi
Pustaka, 2011), h.59-60.
19
Tabel 2.2 kelebihan dan kelemahan kooperatif
Kelebihan
Kelemahan
 Setiap siswa menjadi siap semua
 Kemungkinan
nomor
yang
dipanggil, dipanggil lagi oleh guru
 Dapat
melakukan
diskusi
dengan  Tidak semua anggota kelompok
sungguh-sungguh
dipanggil oleh guru
 Siswa yang pandai dapat mengajari
siswa yang kurang pandai
4. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (TGT)
Secara umum TGT sama saja dengan STAD. TGT menggunakan
turnamen akademik dan menggunakan kuis-kuis dan skor kemajuan individu,
dimana para siswa berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain
yang kinerja akademik sebelumnya setara seperti mereka. TGT sangat sering
digunakan dikombinasikan dengan STAD dengan menambahkan turnamen
tertentu pada struktur STAD yang biasanya. Deskripsi dari komponenkomponen TGT ada 3 yaitu: Presentasi dikelas (sama seperti STAD),
pembentukan tim (sama seperti STAD), Game dan tournament 31.
Game terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang konten relevan yang
dirancang untuk menguji pengetahuan siswa yang diperolehnya dari presentasi
dikelas dan pelaksanaan kerja tim. Game tersebut dimainkan diatas meja
dengan tiga orang siswa yang memiliki tim yang berbeda . kebanyakan game
hanya berupa nomor-nomor pertanyaan yang ditulis pada lembar yang sama.
seorang siswa mengambil kartu bernomor dan harus menjawab pertanyaan
sesuai nomor yang tertera pada kartu tersebut.
Turnamen adalah sebuah struktur dimana game berlangsung. Pada
turnamen pertama, guru menunjuk siswa untuk berada pada meja turnamen.
31
Robert, E. Slavin, Cooperative Learning : Teori, Riset dan Praktik, terj. dari cooperative
learning: theory, research and practice oleh nurulita yusron (Bandung : Nusa Media, 2010),
cet.VIII, h.166.
20
Tiga siswa berprestasi tinggi sebelumnya pada meja 1, tiga berikutnya pada
meja 2, dan seterusnya. Setelah turnamen pertama, para siswa akan bertukar
meja tergantung pada meja turnamen akhir. Pemenang pada tiap meja naik
tingkat ke meja berikutnya yang lebih tinggi (misalnya dari meja ke 6 ke meja
5). Skor tertinggi kedua tetap tinggal pada meja yang sama dan yang skornya
paling rendah diturunkan. Dengan cara ini, jika pada awalnya siswa sudah
salah ditempatkan, untuk seterunya mereka akan terus dinaikkan atau
diturunkan sampai mereka mencapai tingkat kinerja yang sesungguhnya.
Dalam metode ini, setiap siswa dalam kelompok harus saling
membantu dalam mempersiapkan diri untuk permainan dengan mempelajari
lembar kegiatan dan menjelaskan masalah satu sama lain. Tetapi ketika
dalam turnamen teman sekelompok tidak boleh saling membantu. Sehingga
sangat penting tanggung jawab individu dalam metode ini. Berikut ini deskripsi
dari komponen-komponen dalam metode ini.
Tim. Terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh
komponen kelas seperti kemampuan akademik dan jenis kelamin. F ungsi
utama tim adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar,
dan mempersiapkan anggotanya untuk menghadapi turnamen. Tim merupakan
bagian yang penting dalam metode TGT. Tim memberikan dukungan
kelompok bagi kinerja akademik dalam pembelajaran seperti memberikan
perhatian dan respek terhadap anggota kelompok. Sehingga dengan adanya hal
tersebut dapat meningkatkan hubungan emosional antar kelompok, rasa
harga diri, dan saling menghargai terhadap kelebihan dan kekurangan yang
dimiliki masing- masing anggota kelompok.
Game. Game pada TGT terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang
kontenya relevan yang dirancang untuk menguji pengetahuan siswa yang
diperolehnya dari presentasi di kelas dan pelaksanaan tim. Game dalam
TGT dilaksanakan bersamaan dengan turnamen yaitu berupa kegiatan cerdas
cermat antar kelompok dengan masing-masing kelompok memberikan
perananan dalam kemenangan kelompoknya.
21
Turnamen.
Turnamen
adalah
sebuah
struktur
dimana
game
berlangsung. Pada turnamen pertama, guru menunjuk siswa untuk berada pada
meja turnamen – tiga siswa berprestasi tinggi sebelumnya berada di meja 1,
tiga berikutnya pada meja 2, dan seterusnya. Ilustrasi hubungan antara tim
heterogen dan meja turnamen homogen dapat dilihat pada gambar 2.1.
Gambar 2.1. Penempatan anggota kelompok pada meja turnamen 32
Slavin menjelaskan terdapat lima komponen utama dalam TGT,
yaitu: pembelajaran awal, kelompok belajar, permainan, turnamen/ kompetisi,
dan pengakuan kelompok.33
a) Pembelajaran awal, pembelajaran awal pada metode TGT tidak berbeda
dengan pengajaran biasa, hanya pelajaran difokuskan kepada materi
yang sedang dibahas saja. Tujuan pelajaran awal adalah membentuk siswa
dalam
kecakapan
komunikasi,
menggali
informasi,
kecakapan
bekerjasama dalam kelompok, dan kecakapan dalam memecahkan
masalah.
b) Kelompok belajar (Team Study), pada
mempelajari materi
32
pelajaran
dari
kelompok belajar siswa
sumber
belajar
kemudian
Robert E Slavin.Cooperative Learning: Teori, Riset dan Praktik, terj. Nurulita Yusron
(Bandung: Nusa Media, 2010), Cet ke – 15, 168
33
Zulfiani, dkk, Op. Cit., h. 145
22
menjawab
pertanyaan- pertanyaan yang disusun oleh guru. Setelah
menjawab pertanyaan tersebut, perwakilan siswa
hasil
belajarnya. Tujuan
mempresentasikan
kelompok belajar pada kegiatan ini adalah
memperoleh kecakapan mengolah informasi, mengambil keputusan
dengan cerdas, kecakapan bekerjasama dan kecakapan berkomunikasi.
c) Permainan (Games), pertanyaan dalam permainan disusun dan dirancang
dari materi-materi yang telah disajikan untuk menguji pengetahuan siswa
yang diperoleh mewakili masing-masing kelompok. Setiap siswa
mengambil sebuah kartu yang diberi nomor dan menjawab pertanyaan
sesuai dengan pada kartu tersebut.
d) Turnamen, sisswa yang berada dalam satu kelompok akan dipisahkan
kepada meja-meja pertandingan sesuai dengan tingkatan kecerdasan
mereka. Pada meja pertandingan disediakan satu set lembar pertandingan
berupa kunci jawaban, kartu nomor dan format pertandingan.
e) Penghargaan tim (Team Recognition), Penghargaan diberikan kepada
kelompok yang memiliki poin tertinggi. Penghargaan dapat berupa hadiah
atau sertifikat atas usaha yang dilakukan kelompok selama belajar
sehingga mencapai kriteria yang telah disepakati bersama.
Pembelajaran STAD, NHT dan TGT secara garis besar merupakan
pembelajaran kooperatif yang berpusat pada siswa. Hampir semua kegiatan
dalam pembelajaran ketiga kelompok model pembelajaran tersebut sama.
Hanya tahapan nya sedikit yang berbeda.
23
Tabel 2.3
Berikut ini disajikan tahapan pembelajaran :
Model pembelajaran
STAD
NHT
TGT






Kuis



Games Turnamen



Penghitungan skor



Penghargaan tim



Penyajian kelas
( presentasi )
Kegiatan diskusi
kelompok
5. Pengertian Hasil Belajar
Setiap proses belajar yang dihasilkan oleh peserta didik akan
menghasilkan hasil belajar. James O. Whittaker, misalnya merumuskan belajar
sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan
atau pengalaman.34Cronbach berpendapat bahwa learning shown by change in
behaviour as a result of experience. Belajar sebagai suatu aktivitas yang
ditunjukan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman35.
Howard L.kingskey mengatakan bahwa “learning is the proces by which
behaviour (in the broader sense) is originated or change through practice or
training.” Belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas)
34
35
Djamarah, Syaiful Bahri. Psikologi Belajar. (Jakarta: Rineka Cipta, 2011), Cet. III, h.12.
Ibid.
24
ditimbulkan atau diubah melalui latihan.36 Slameto menyatakan bahwa belajar
ialah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seorang untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Sebagai hasil
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.37 Dan dapat
disimpulkan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk
memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai pengalaman hasil individu
dalam interaksi dengan lingkungannya menyangkut kognitif,afektif dan
psikomotor.
Hasil belajar merupakan pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian,
sikap apresiasi, kemampuan (ability), dan keterampilan38. Wingkel dalam
purwanto mengatakan belajar adalah aktivitas mental /psikis yang berlangsung
dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang mengahasilkan perubahanperubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan sikap39. Belajar bukan suatu
tujuan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan, belajar adalah
modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman40.
Hasil belajar sering kali digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui
seberapa jauh seseorang mengetahui bahan
yang diajarkan. Untuk
mengaktualisasikan hasil belajar tersebut diperlukan serangkaian pengukuran
menggunakan alat evaluasi yang baik dan memenuhi syarat.
Banyak orang mendeskripsikan pengertian antara evaluasi, pengukuran
(measurement), tes, dan penilaian (assessment). Padahal keempatnya memiliki
pengertian yang berbeda. Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat
apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum,
berharga atau tidak, dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi
pelaksanaannya. Adapun pengukuran (measurement) adalah proses pemberian
36
Ibid.
Slameto, belajar & faktor – faktor yang mempengaruhinya, (Jakarta : Rineka Cipta, 2010)
cet v, h.2
38
Feronica, Rina, dkk. Penerapan model pembelajarab kooperatif tipe Numbered Head
Together (NHT) dalam pembelajaran Biologi. Jurnal Pendidikan IPA. 2011.
39
Purwanto, Evaluasi hasil belajar, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2011), Cet. III.h.39.
40
Oemar Hamalik, proses belajar mengajar, (Jakarta : Bumi Aksara, 2003), Cet 11, h.27
37
25
angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana
seorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. Penilaian
(assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat
penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar
peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta
didik. Tes adalah cara penilaian yang dirancang dan dilaksanakan kepada
peserta didik pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang
memenuhi syarat-syarat tertentu yang jelas.
Indikator hasil belajar merupakan target pencapaian kompetensi secara
operasional dari kompetensi dasar dan standar kompetensi. Ada tiga aspek
kompetensi yang harus dinilai untuk mengetahui seberapa besar capaian
kompetensi tersebut, yakni penilaian terhadap : (1) penguasaan materi
akademik (kognitif), (2) hasil belajar yang bersifat proses normatif (afektif),
dan (3) aplikatif produktif (psikomotor). Selanjutnya akan dibahas lebih jelas
mengenai ketiga ranah atau domain tersebut.
Hasil belajar penguasaan materi (Kognitif), penilaian terhadap hasil belajar
penguasaan materi bertujuan untuk mengukur penguasaan dan pemilihan
konsep dasar keilmuan (content objectives) berupa materi-materi esensial
sebagai konsep kunci dan prinsip utama. Konsep kunci dan prinsip utama
keilmuan tersebut harus dimiliki dan dikuasai siswa secara tuntas, bukan hanya
dalam bentuk hafalan. Ranah kognitif ini merupakan ranah yang lebih banyak
melibatkan kegiatan mental atau otak. Pada ranah kognitif terdapat enam
jenjang proses berfikir, mulai dari yang tingkatan rendah sampai tinggi, yakni:
(1) pengetahuan/ingatan- knowledge, (2) pemahaman-comprehension, (3)
penerapan-application, (4) analisis- analysis, (5) sintesis- synthesis, dan (6)
evaluasi – evaluation.
Pada 2001 Rin W. Anderson dan David R. Krathwohl melakukan revisi
terhadap Taksonomi Bloom menjadi: (1) remember, (2) understand, (3) apply,
(4) analyze, (5) evaluate, dan (6) create. Namun dalam bab berikut hanya akan
diuraikan Taksonomi Bloom sebelum direvisi, karena masih kuat dan banyak
26
dianut masyarakat pendidikan negara kita. Untuk menilai aspek penguasaan
materi (kognitif) ini digunakan bentuk tes, yang dapat mengukur keenam
tingkatan tersebut. Kemampuan-kemampuan yang termasuk domain kognitif
oleh Bloom dkk. Dikategorikan lebih terinci secara hierarkis kedalam enam
jenjang kemampuan, yakni hafalan (ingatan) (C1), pemahaman (C2),penerapan(
C3), analisis(C4), sintesis(C5), dan Evaluasi (C6).41
Hasil belajar proses (Normatif/Afektif), hasil belajar proses berkaitan
dengan sikap dan nilai, berorientasi pada penguasaan dan pemilikan kecakapan
proses atau metode. Ciri-ciri hasil belajar ini akan tampak pada peserta didik
dalam
berbagai
tingkah laku, seperti: perhatian terhadap pelajaran,
kedesiplinan, motivasi belajar, rasa hormat kepada guru, dan sebagainya.
Ranah afektif ini dirinci oleh Krathowohl dkk, menjadi lima jenjang, yakni: (1)
perhatian/penerimaan (receiving), (2) tanggapan (responding), (3) penilaian/
penghargaan
(valuing),
(4)
pengorganisasian
(organization),
dan
(5)
karakterisasi terhadap suatu atau beberapa nilai (characterization by a value
complex). Kecakapan ini bersifat generik, dimiliki semua disiplin ilmu, sebagai
prasyarat yang harus dimiliki siswa agar dapat menguasai disiplin ilmu dan
keahlian kejuruan.untuk menilai hasil belajar ini dapat digunakan instrumen
evaluasi yang bersifat nontes, misalnya: kuesioner dan observasi. 42
Hasil belajar Aplikasi (Psikomotor), hasil belajar ini merupakan ranah
yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertinak setelah
seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Simpson menyatakan bahwa
hasil belajar psikomotor ini tampak dalam bentuk keterampilan dan
kemampuan bertindak individu. Hasil belajar psikomotor merupakan
kelanjutan dari hasil belajar kognitif dan afektif, akan tampak setelah siswa
menunjukan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai dengan makna yang
terkandung pada kedua ranah tersebut dalam kehidupan siswa sehari-hari.
Ranah psikomotor ada yang membagi menjadi 7 tingkatan dan ada pula
yang membaginya menjadi 6 tingkatan, yakni: Persepsi- perception (mampu
41
Ahmad Sofyan, dkk, Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (Jakarta, : Tim
Kreatif Gaung Persada, 2006), h.14-15
42
Ibid., h.19-20
27
menafsirkan ransangan, peka terhadap rangsangan, menyeleksi objek),
Kesiapan – set (mampu berkonsentrasi, menyiapkan diri secara fisik, emosi,
dan mental), Gerakan terbimbing – guided response ( mampu meniru contoh,
mencoba-coba, pengembangan respon baru), Gerakan terbiasa – mechanism
(berketerampilan, berpegang pada pola, respons baru muncul dengan
sendirinya), Gerakan kompleks – complex overt response (sangat terampil
secara lancar, luwes, supel, gesit, lincah), Penyesuaian pola gerakan –
adaptation (mampu menyeuaikan diri, bervariasi, pemecahan masalah),
Kreatifitas/ keaslian – creativity/ origination (mampu menciptakan yang baru,
berinisiatif).
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah
perubahan yang terjadi dalam dalam diri organisme sebagai hasil
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan, dimana pada saat
orang belajar maka responnya menjadi lebih baik. Sebaliknya, bila ia tidak
belajar maka responnya menurun.
B. Hasil penelitian Yang Relevan
Motlan dan Makmur Hartono dalam jurnalnya yang berjudul “Perbedaan
Antara Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran STAD
(Students Teams Achievment Division) dan NHT (Numbered Head Together)
pada Materi Pokok Listrik Statis Kelas IX SMP Pahlawan Nasional”
menyimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar fisika siswa
yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD
dan yang diajar dengan menggunakan NHT. Hal ini dapat dilihat dari uji
perbedaan rata-rata hasil postes kedua kelas sampel dan diperoleh hasil T hitung
> Ttabel (3,20 > 1,99)43.
Fitri dalam skripsinya yang berjudul, “Perbedaan Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) dan TGT (Teams Games
Tournament) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa pada Pokok
43
Motlan, dkk,”Perbedaan Antara Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model
Pembelajaran STAD (Students Teams Achievment Division) dan NHT (Numbered Head Together)
pada Materi Pokok Listrik Statis”. Jurnal pendidikan IPA. 2011.
28
Bahasan Interaksi Sosial Kelas VII SMP Nurul Hikmah Cipondoh Kota
Tangerang” menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara
kelas yang menggunakan model pembelajaran NHT (Numbered Head
Together) dengan TGT (Teams Games Tournament), dimana model
pembelajaran NHT lebih baik daripada model pembelajaran TGT. Hal ini
dapat dilihat dari analisis data nilai rata-rata hasil belajar kelas VII-1 sebesar
78,5 sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kelas VII-2 hanya sebesar 64,7 44.
Yekti kartika sari dalam jurnalnya yang berjudul “Studi komparasi
pembelajaran dengan metode TGT dan STAD terhadap prestasi belajar siswa
pada materi hidrokarbon ditinjau dari kemampuan memori siswa kelas X
SMA negri kebak karamat tahun pelajaran 2012” menyatakan bahwa terdapat
pengaruh antara metode pembelajaran kelas eksperimen I (metode TGT) dan
kelas eksperimen II (metode STAD) terhadap prestasi belajar kognitif siswa
pada materi sistem koloid. Lebih lanjut, jika dilihat dari tabel 4 rata-rata
prestasi kognitif kelas dengan metode pembelajaran TGT (86,26) lebih besar
daripada kelas dengan metodepembelajaran STAD (80,88) 45.
Muhammad Anwar Hidayat dkk. Dalam penelitiannya yang bertujuan
mengetahui perbedaan belajar model pembelajaran kooperatif tipe STAD
dengan model konvensional. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata
hasil belajar kognitif peserta didik kelas eksperimen (74,55) lebih baik
daripada kelas kontrol (70,88). Hasil tersebut sama secara signifikan α = 0,031
< 0,05 pada taraf signifikansi 5%. Sedangkan hasil belajar afektif (82,55) dan
psikomotor (84,02) peserta didik kelas eksperimen lebih baik daripada hasil
belajar afektif (81,67), psikomotor (83,23) peserta didik kelas kontrol. Hal ini
menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar peserta didik kelas X SMKN
6 Malang pada pelajaran PKn yang diajar dengan menggunakan model
44
Fitri, “Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together)
dan TGT (Teams Games Tournament) untuk Meningkatkan Hasil Belajar’’. Skripsi, (Jakarta:
Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2010), h. i. tidak dipublikasikan
45
Yekti, “Studi komparasi pembelajaran dengan metode TGT dan STAD terhadap prestasi
belajar siswa pada materi hidrokarbon ditinjau dari kemampuan memori siswa”. Jurnal pendidikan
IPA. 2012
29
pembelajaran kooperatif tipe STAD dan yang diajar dengan menggunakan
model pembelajaran konvensional.46
Marnoko dengan judul penelitian Perbedaan Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe TGT dan Model Pembelajaran Konvensional pada Hasil
Belajar Ekonomi Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
apakah ada perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games
Tournament dan model pembelajaran konvensional pada hasil belajar ekonomi
Mahasiswa FE UNPAB Medan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Mahasiswa FE kelas pagi yang berjumlah 466 orang serta Sampel
penelitian ini diambil keseluruhan kelas A401 dan kelas A402 sebanyak 100
orang, yaitu 50 orang dikelas A401 sebagai eksperimen dan 50 orang dikelas
A402. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling.
Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji
beda47.
Kristianti
dalam
penelitiannya
yang
berjudul
Pengaruh
Model
Pembelajaran Kooperatif dengan Model Pembelajarn Kooperatif NHT
terhadap Hasil Belajar Ekonomi ditinjau dari Gaya Berpikir Siswa. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan prestasi belajar ekonomi antara
kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Number
Head Together dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran
langsung ditinjau dari gaya belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan siswa
yang memiliki gaya belajar divergen cocok belajar dengan menggunakan
model pembelajaran kooperatif Number Head Together 48.
Iklilul Millah, dengan judul penelitian Pengaruh Penerapan Model
Pembelajaran Kooperatif tipe TGT terhadap Prestasi Belajar siswa kelas X
46
Muhammad anwar hidayat, “Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran Kooperatif tipe
Student Team Achievement Division (STAD) dan Model Konvensional pada pelajaran PKN”.
Jurnal pendidikan. 2011
47
Marnoko, Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dan
Model Pembelajaran Konvensional pada Hasil Belajar Ekonomi Mahasiswa, Jurnal Ilmiah Abdi
Ilmu, Vol. 4, 2011.
48
Kristianti, Pengaruh Model Pendekatan Kooperatif dengan model pembelajaran NHT
(Numbered Head Together) terhadap Hasil Belajar Ekonomi ditinjau dari Gaya Berpikir Siswa,
Jurnal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, Vol. 4, 2013.
30
SMA Laboratorium UM pada Materi Hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa yang dibelajarkan
dengan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan siswa yang
dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (ceramah) pada materi
hidrokarbon.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan prestasi
belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TGT dan
siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (ceramah).
Siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran TGT mempunyai ratarata nilai kognitif (75,9) dan rata-rata nilai afektif (54,1) lebih tinggi
dibandingkan
siswa
yang
dibelajarkan
dengan
model
pembelajaran
konvensional (ceramah) yang mempunyai rata-rata nilai kognitif (71,6) dan
rata-rata nilai afektif (52,3)49.
C. Kerangka berpikir
Biologi merupakan salah satu cabang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
yang dengan metode ilmiahnya dapat melatih siswa untuk berpikir kritis,
terampil, kreatif dan menumbuhkan sikap ilmiah seorang saintis. Layaknya
cabang ilmu IPA yang lain, teori-teori atau konsep-konsep materi biologi
berasal dari temuan fakta-fakta yang dilakukan oleh para ilmuan. Dalam
menemukan fakta tersebut dibutuhkan keterampilan-keterampilan tertentu agar
dapat
dengan
mudah
menemukan
fakta
tersebut.
Sehingga
dalam
mempelajarinya pun, kita harus dapat menemukan dan menunjukan fakta-fakta
tersebut ke dalam dunia pendidikan.
Begitu pun dalam hal pembelajaran materi biologi dibutuhkan konsep
yang tepat dalam mempelajarinya. Kesalahan konsep adalah pengertian tentang
suatu konsep yang tidak tepat, salah dalam menggunakan nama konsep, salah
dalam mengklasifikasikan contoh-contoh konsep, keraguan terhadap konsepkonsep yang berbeda, tidak tepat dalam menghubungkan berbagai macam
49
Iklilul millah, Pengaruh penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT (Teams
Games Tournament) terhadap Prestasi Belajar Siswa pada materi Hidrokarbon, Jurnal Pendidikan
Kimia FMIPA, 2011.
31
konsep dalam susunan hierarkinya atau pembuatan generalisasi suatu konsep
yang berlebihan atau kurang jelas.
Model STAD
Model NHT
Pembelajaran
Kooperatif
Pembelajaran
Menyenangkan,
Siswa lebih aktif
dan berperan
di kelas
Model TGT
Gambar 2.2 Skema Kerangka Teori
Hasil Belajar
Biologi - IPA
Siswa
D. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan landasan teori di atas, maka hipotesis pada penelitian :
Ha : Ada perbedaan hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran STAD,
NHT, dan TGT dalam konsep sistem peredaran darah.
Ho : Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran
STAD, NHT, dan TGT dalam konsep sistem peredaran darah
Untuk mengetahui perbedaan itu berasal dari X1, X2, atau X3 maka
dibuat hipotesis minor.
Ha1 : Ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang mendapat model
pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang mendapat model
pembelajaran NHT
Ha2 : Ada perbedaan hasil pembelajaran antara siswa yang mendapat model
pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang mendapat model
pembelajaran TGT
Ha3 : Ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang mendapat model
pembelajaran kooperatif tipe NHT dan siswa yang mendapat model
pembelajaran TGT.
32
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di MTs.N. 13 Jakarta yang terletak dijalan H.
Muchtar Raya Petukangan Utara Jakarta Selatan. Sedangkan waktu
pelaksanaan penelitian adalah Semester genap tahun ajaran 2013 / 2014.
B. Metode dan Desain Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitaif dengan
metode eksperimen semu atau quasi eksperimen yaitu metode yang tidak
memungkinkan peneliti melakukan pengontrolan secara penuh terhadap faktor
lain yang mempengaruhi variabel dan kondisi ekperimen, misalnya faktor
minat, motivasi dan inteligensi.
Desain penelitian ini menggunakan pre tes-post test kelompok kontrol.
Variasi dari desain ini dapat dimaksudkan untuk menguji pengaruh perlakuan
yang berbeda.50
Tabel 3.1 Desain Penelitian
Kelompok
Tes Awal
Perlakuan (X)
Tes Akhir
STAD
O1
X1
O2
O1
X2
O2
O1
X3
O2
(Eksperimen I)
NHT
(Eksperimen II)
TGT
(Eksperimen III)
50
Hajar, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan, ( Jakarta : PT Raja
Grafindo Persada, 1999), Cet II, h. 331
32
33
Keterangan:
O1 : Pre test yang diberikan sebelum proses belajar mengajar dimulai,
diberikan kepada kedua kelompok eksperimen
X
: Pemberian proses belajar mengajar menggunakan STAD, NHT, danTGT
O2 : Post test yang diberikan setelah proses belajar mengajar berlangsung dan
diberikan kepada ketiga kelompok
C. Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Sedangkan sampel adalah
sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh yang di ambil untuk penelitian.
Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Mts.N.13 Jakarta
tahun ajaran 2013/2014. Sedangkan populasi terjangkau adalah siswa kelas
VIII Mts.N.13 Jakarta. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian
adalah sampel acak kelompok atau Group random sampling.
Jumlah kelas VIII Mts.N.13 Jakarta sebanyak 5 kelas. Penempatan
siswaa VIII Mts.N.13 Jakarta dilakukan secara merata dalam hal kemampuan,
artinya tidak ada kelas unggulan serta kurikulum yang diberikan juga sama,
maka karakteristik antar kelas dapat dikatakan homogen, sedangkan
karakteristik dalam kelas cukup heterogen, artinya ada siswa yang memiliki
kemampuan tinggi, sedang dan rendah.
Berdasarkan karakteristik yang telah dijelaskan, maka pemilihan sampel
yang dilkukan dengan teknik sampel acak kelompok (Group Random
Sampling), dengan mengambil tiga kelas secara acak dari 5 kelas yang
memiliki karakteristik yang sama.
Teknik ini digunakan saat tidak menemukan data-data tentag individu.
Yang dilihat data mengenai kelasnya, dan kelas tersebut haruslah homogen.
Dari seluruh kelas X yang ada, kemudian dirandom dan terpilih tiga. Kemudian
dari ketiga kelas tersebut dirandom lagi untuk menentukan kelas eksperimen
dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, NHT atau TGT.
34
D. Variabel Penelitian
Terdapat dua variabel yang dilibatkan dalam penelitian ini, yaitu
variabel bebas dan variabel terikat. Variabel penelitian pada dasarnya adalah
segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut dan kemudian ditarik
kesimpu lannya51. Dalam penelitian ini terdapat dua macam variabel, yaitu
variabel bebas dan variabel terikat.
Variabel bebas adalah merupakan variabel
yang
mempengaruhi
atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen
(terikat)52. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang
menjadi akibat, karena adanya variabel bebas53.
1. Variabel bebas (X) adalah hasil belajar biologi. Instrumen variabel
terikat menggunakan tes hasil belajar biologi yang dibuat oleh peneliti.
2. Variabel terikat (Y) adalah model pembelajaran yang digunakan
(STAD, NHT dan TGT).
Peneliti
membuat
rencana
pelaksanaan
pembelajaran untuk kelas eksperimen I (STAD), kelas eksperimen
II (NHT) dan kelas eksperimen III (TGT).
E. Tekhnik pegumpulan data
1.
Instrumen Test
Penelitian ini menggunakan tes kemampuan sebagai instrument
pengumpulan data dalam bentuk pilihan ganda. Instrument penelitian perlu
dilakukan uji validitas agar mendapatkan data yang valid dan ketepatan alat
penilaian terhadap konsep yang dinilai sesuai, sehingga betul-betul menilai
apa yang seharusnya dinilai. Validitas yang digunakan adalah validitas item,
yaitu ketepatan mengukur yang dimiliki oleh sebutir item dalam mengukur
apa yang seharusnya diukur lewat butir item tersebut.
51
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. (Bandung: ALFABETA,
2008). Cet IV. h.60.
52
Ibid., h. 61.
53
Ibid.
35
Butir soal objektif maka menggunakan koefisien korelasi biseral.
Rumus yang digunakan untuk menghitung. koefisien korelasi biseral antara
skor butir soal dengan skor total tes adalah:
a. Uji Validitas
Keterangan :
= koefisisien korelasi antara skor butir soal nomor I dengan
skor total
= rata-rata skor total responden menjawab benar butir soar
nomor i
= rata-rata skor total semua responden
= standar deviasi skor total semua responden
= proposisi jawaban benar untuk butir nomor i
= proposisi jawaban salah untuk butir nomor i
Dengan ketentuan :
Jika
maka item ke-I dinyatakan tidak valid.
Jika
maka item ke-I dinyatakan valid.54
Di atas adalah rumus untuk menentukan soal yang valid. Tetapi peneliti
menggunakan cara lain untuk membantu menentukan soal yang valid dengan
menggunakan software anastesv4. Berdasarkan hasil perhitungan dengan
software anastesv4 dari 45 soal yang diuji cobakan diperoleh 35 butir soal yang
valid melingkup semua indikator yang diukur. Lampiran 5 dan lampiran 8.
54
Ahmad Sofyan, dkk, Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (UIN Jakarta Press,
2006), Cet. ke 1, h. 108
36
b. Uji Reliabilitas
Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila instrument tersebut konsisten
dan memberikan penilaian atas apa yang diukur.
Keterangan :
= koefisien realibitas instrument
= jumlah varian skor tiap-tiap item
= varian total
= banyaknya item yang valid
= bilangan konstan
Klasifikasi interpretasi reliabilitasi yang digunakan adalah sebagai berikut :
Tabel 3.2 Klasifikasi Interpretasi Reliabilitas
Nilai Korelasi
Interpretasi
Tidak ada korelasi
Korelasi rendah
Korelasi sedang
Korelasi tinggi
Korelasi sangat tinggi
Korelasi sempurna
Di atas adalah rumus untuk menentukan nilai realibilitas soal. Tetapi
peneliti menggunakan cara lain untuk membantu menentukan tingkat
kerealibitisannya dengan menggunakan software anates v.4. Berdasarkan hasil
perhitungan uji realibilitas instrument, diperoleh nilai 0,73 untuk validasi
37
pertama dan 0,52 untuk validasi kedua, maka instrument penelitian tersebut
dapat disimpulkan memiliki kriteria koefisien reliabilitas yang tinggi untuk
validasi pertama dan koefisien realibilitas yang sedang untuk validasi kedua,
oleh karena itu memenuhi persyaratan instrument yang memiliki ketetapan jika
digunakan.
c. Taraf Kesukaran
Uji taraf kesukaran instrument penelitian dihitung dengan menghitung
indeks besarannya. Indeks kesukaran adalah bilangan yang menunjukan sukar
dan mudahnya sesuatu soal. Besarnya indeks kesukaran antara 0,0 sampai 1,0.
Indeks kesukaran ini menunjukan taraf kesukaran soal. Hal ini bertujuan untuk
mengetahui soal-soal tersebut mudah, sedang dan sukar. Untuk itu gunakan
rumus55 :
Keterangan :
P
= taraf kesukaran
B
= banyak siswa yang menjawab soal itu dengan betul
N
= jumlah seluruh siswa peserta tes
Klasifikasi tingkat kesukaran.
0,00 < P ≤ 0,30
: soal sukar
0,30 < P ≤ 0,70
: soal sedang
0,70 < P ≤ 1,0
: soal mudah
Di atas adalah rumus untuk menentukan tingkat kesukaran soal. Tetapi
peneliti menggunakan cara lain untuk membantu menentukan tingkat
kesukaran soal dengan menggunakan software anatesv4. Berdasarkan hasil
perhitungan uji tingkat kesukaran butir soal instrument, dari 45 soal yang
digunakan diperoleh 5 soal dengan tingkat kesulitan “mudah”, 25 soal dengan
tingkat kesulitan “sedang” dan 5 soal dengan tingkat kesulitan “sukar”.
55
Ibid., h. 103
38
d. Daya Pembeda
Daya pembeda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan
siswa yang yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh
(berkemampuan rendah). Seluruh pengikut tes dikelompokkan menjadi 2
kelompok, yaitu kelompok pandai atau kelompok atas (upper group) dan
kelompok bodoh atau kelompok bawah (lower group). Daya pembeda suatu
soal tes dapat dihitung dengan menggunakan rumus56 :
Keterangan :
: Banyaknya peserta kelompok atas
: Banyaknya peserta kelompok bawah
: Jumlah peserta tes
Klasifikasi daya pembeda :
D
: 0,00 – 0,20 : jelek
D
: 0,20 – 0,40 : cukup
D
: 0,40 – 0,70 : baik
D
: 0,70 – 1,00 : baik sekali
Di atas adalah rumus untuk menentukan kemampuan soal untuk
membedakan siswa tingkat atas dan siswa tingkat bawah. Tetapi peneliti
menggunakan cara lain untuk membantu menentukan kemampuan soal dengan
menggunakan software anatesv4. Dari hasil perhitungan daya pembeda soal,
ditemukan bahwa dari 30 soal yang digunakan, 1 soal memiliki daya pembeda
“jelek”, 7 soal memiliki daya yang “cukup”, 18 soal memiliki daya beda “baik”
dan 4 soal memiliki daya beda “baik sekali”.
56
Ibid., h. 104
39
e. Kisi-kisi Instrumen
Ranah Kognitif
Indikator
Mengidentifikasi
komponen-komponen
darah
Menjelaskan fungsi
komponen-komponen
darah
Menjelaskan proses
pembekuan darah
C1
1
11
C2
C3
Persen
C4
Jumlah -tase
2,3
4, 5
5
11,1%
6, 7,8
9
4
8,8%
12
13
4
8,8%
16, 17
18
5
11,1%
10
Mengidentifikasi macammacam golongan darah
14, 15
Menjelaskan fungsi
peredaran darah pada
manusia
Mengidentifikasi alat-alat
peredaran darah
19
20, 21
22
4
8,8%
23
24, 26
25
4
8,8%
Mendeskripsikan struktur
alat-alat peredaran darah
manusia
Membedakan proses
peredaran darah besar dan
kecil
Menjelaskan sistem
peredaran getah bening
Menjelaskan berbagai
penyakit pada sistem
peredaran darah dan
hubungannya dengan
kesehatan
Jumlah
28
27
29, 30
4
8,8%
31
32, 34
35
5
11,1%
36
37
38
3
6,7%
7
15,5%
Presentasi
40, 44
33
39, 41 42, 43, 45
11
16
9
9
24,4%
35,6%
20%
20%
45
100%
40
2. Instrument Non Tes
a. Observasi
Data hasil observasi disajikan dalam bentuk tabel untuk memudahkan
dalam membaca data, selanjutnya dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui
aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung.
Observasi aktivitas guru, dimana responden hanya membubuhkan tanda
ceklist pada kolom yang sesuai. Untuk observasi aktivitas siswa, setiap aspek
yang diamati, observer diberikan 3 pilihan penilaian yaitu baik, cukup, dan
kurang. Untuk setiap pilihan jawaban kemudian diberi skor untuk mengetahui
secara deskriptif kegiatan pembelajaran. Skor tersebut kemudian dibandingkan
dengan skor netral untuk mengetahui kecendrungan kegiatan pembelajaran
yang dilakukan sebagai bahan refleksi untuk kegiatan pembelajaran
selanjutnya. Pemberian skor diberikan oleh observer dengan skor terendah 1
dan tertinggi 3. Skor tiap pertemuan dijumlahkan kemudian dihitung rataratanya.
F. Teknik Analisis Data
Data yang telah diperoleh pretest dan posttest dilakukan uji normalitas
dan uji homogenitas. Uji normalitas menggunakan Chi-Kuadrat dan uji
homogenitasnya menggunakan Analisis Varian (ANOVA).
a. Uji Normalitas dengan Rumus Chi-Squre
Uji Normalitas dengan Rumus Chi-Kuadrat (Chi-sque) digunakan untuk
menguji data dengan bentuk data kelompok dalam tabel frekuensi.Chi kuadrat
adalah teknik statistic yang digunakan untuk menguji hipotesis bila dalam
populasi terdiri atas dua atau lebih kelas dimana data berbentuk nominal dan
sampelnya besar57. Langkah-langkah kerja uji Normalitas dengan Rumus ChiSqure58:
57
Sugiyono. Statistika untuk Penelitian. (Bandung: ALFABETA, 2011), h.107.
58
Ibid
41
1) Perumusan hipotesis
H0: Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal
H1: Sampel berasal dari populasi berdistribusitidak normal
2) Data dikelompokan kedalam distribusi frekuensi
3) Menentukan luas interval dari suatu distribusi normal melalui
tranformasi ke skor baku:
4) Menentukan F (z) yang merupakan luas daerah dari harga z
5) Menghitung selisih dari F(z) berikutnya dengan F(z) sebelumnya ( luas
kelas interval)
6) Menghitung Fo = luas kelas interval x jumlah sampel
7) Menghitung nilai
8) Menentukan
tabel
pada derajat bebas (db) = k-3, diman k banyaknya
kelompok
9) Kriteria pengujian
Jika
tabel maka
Jika
tabel maka
H0diterima
H0ditolak
Kesimpulan
tabel:
Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal
tabel : Sampel
berasal dari populasi berdistribusi tidak normal
b. Homogenitas Varians dengan Uji-Bartlett
Andaikan empat kelompok A1, A2, A3 dan A4 dengan ukuran sampel
masing-masing sebesar 40 subjek. Uji homogenitas varians dari empat
kelompok, yaitu kelompok A1, A2, A3 dilakukan dengan menggunakan uji
Bartlett.59
1) Hipotesis yang akan diuji adalah:
H0:
H1: Bukan H0
59
Riduwan. Pengantar statistik sosial (Bandung: ALFABETA, 2009), h.191.
42
2) S2gabumgan =
3) B = (Log S2gabungan)
4)
hitung =
log s2)
(In10)(B –
5) Jika
hitung
(
, berari
H0 diterima
6) Jika
hitung
(
, berari
H0 ditolak.
c. N-Gain
Ketika data sudah berdistribusi normal dan homogeny maka dilakukan
uji hipotesis statistik menggunakan anova tetapi sebelumnya perlu diketahui
dahulu peningkatan hasil belajar siswa menggunakan N-Gain :
d. Analisis Variansi (ANOVA)
“Analisis variansi digunkan untuk menguji hipotesis yang berkenaan
dengan perbedaan dua mean atau lebih. Indeks perbedaan menggunakan
variansi melalui –F rasio.”60 Dengan menggunakan F-test, dapat di uji perbedaan
mean dari tiga sampel secara serentak. Dengan demikian, maka ditinjau dari
segi waktu penggunaan F-test lebih efisien.
Anava satu jalur adalah teknik statistik parametrik yang digunakan
untuk menguji perbedaan antara 3 atau lebih kelompok data berskala interval.
Langkah-langkah yangditempuh untuk menghitung Anava 1 jalur adalah
sebagai berikut:61
1) Menghitung jumlah kuadrat (sum of squares) total (Jkt) antara
kelompok (Jka), dan dalam kelompok (Jkd). Untuk menghitung
masing-masing harga Jk digunakan rumus sebagai berikut:
a. Jkt =
60
Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2007), h. 211
Op.cit .h. 157
61
43
Dimana
disebut juga dengan suku koreksi (sk) atau corection (c)
b. Jka =
c. Jkd = Jkt - Jka
2) Menghitung derajat kebebasan (degree of freedom) total (dbt), antar
kelompok (dba) dan dalam kelompok (dbd), dengan rumus:
a. dbt = N - 1
b. dba = K - 1
c. dbd = N – k
3) Menghitung rata-rata kuadrat (mean of squares) antara kelompok
(Rka), dan dalam kelompok (Rkd), dengan rumus:
a. Rka =
b. Rkd =
4) Menghitung nisbah atau rasio F dengan rumus:
F=
5) Melakukan interpretasi dan uji signifikansi pada Frasio yang diperoleh
dengan membandingkannya dengan harga Fteoritik yang terdapat dalam
tabel nilai-nilai F. Frasio yang diperoleh disebut Fempirik (Fe) sedangkan
harga F yang terdapat pada tabel disebut Fteoritik (Ft). Apabila Fe
Ft
maka diinterpretasikan signifikan yang berarti terdapat perbedaan,
apabila Fe
Ft maka diinterpretasikan tidak signifikan yang berarti
tidak terdapat perbedaan diantara kategori data yang diteliti.
Sedangkan prosedur untuk melihat tabel nilai F adalah dengan
menggunakan dba sebagai pembilang dan dbd sebagai penyebut.
44
e. Uji lanjutan (t-Dunnet)
Setelah
mengetahui
terdapat
perbedaan
hasil
belajar
antara
pembelajaran STAD, NHT, dan TGT. Selanjutnya, untuk menguji rata-rata hasil
belajar biologi kelompok mana yang berbeda secara signifikan dilakukan uji
lanjut statistik Dunnet 62.
Hipotesis statistic :
1)
2)
3)
Keterangan :
= Pembelajaran STAD
A2 = Pembelajaran NHT
A3 = Pembelajaran TGT
G. Hipotesis Statistik
Adapun hipotesis statistik yang akan diuji adalah sebagai berikut :
62
Riduan, op,cit,.h,. 208
45
Keterangan :
= rata-rata test pembelajaran dengan pembelajaran STAD
= rata-rata test pembelajaran dengan pembelajaran NHT
= rata-rata test pembelajaran dengan pembelajaran TGT
46
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan disajikan data – data hasil penelitian dan
pembahasannnya. Ada dua jenis data yang dikumpulkam yaitu data kuantitatif
dan data kualitatif. Data kuantitatif meliputi hasil pretest dan posttest dari kelas
STAD, NHT dan TGT. Sedangkan data kualitatif berupa lembar observasi.
A.
Hasil penelitian
1. Deskripsi data
Peneltian tentang hasil belajar biologi di MTs.N.13 Jakarta ini
dilakukan terhadap tiga kelas untuk dijadikan sampel penelitian kelas VIII- A
sebagai kelas STAD, VIII-B sebagai kelas NHT dan kelas VIII- D sebagai
kelas TGT dan masing-masing kelas terdiri dari 34 siswa.
Materi yang diajarkan pada penelitian ini adalah konsep sistem
sirkulasi. Dalam penelitian ini, untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada
konsep sistem sirkulasi maka diberikan pretest sebelum pemebelajaran.
Setelah dilakukan pretes hasilnya dapat diasumsikan bahwa sebelum
diberikannya perlakuan pemebelajaran pada ketiga kelompok eksperimen
tersebut, ketiga kelompok eksperimen bersifat homogen berdasarkan uji
statistik.
Hasil belajar biologi ketiga kelas tersebut diukur setelah diberikan
perlakuan dengan menggunakan pembelajaran yang berbeda. Ketiga kelas
diberikan tes berbentuk pilihan ganda. Berikut ini akan disajikan data hasil
pretest dan posttest pada ketiga kelas eksperimen.
46
47
Tabel 4.1
Perbandingan distribusi data pretest kelompok STAD, NHT dan TGT
STAD
Perbandingan
NHT
Pretest
TGT
Pretest
Posttest
Posttest
Pretest
Postest
Rata-rata
47.44
83.38
54.03
78.82
54.97
79.12
Simpangan baku
8.87
5.83
5.36
6.99
5.13
7.64
Nilai tertinggi
65
95
63
90
63
95
Nilai terendah
35
70
43
63
43
63
Melihat data pada tabel 4.1, tampak perbandingan antara hasil pretes dan
posttest pada ketiga kelas tersebut. Untuk nilai rata-rata setiap kelas
eksperimen mengalami peningkatan, itu artinya ketiga pembelajaran yang
dilaksanakan berpengaruh terhadap hasil belajar.
Tampak bahwa kemampuan awal siswa dari ketiga kelas eksperimen
relatif sama. Walaupun kelas STAD mempunyai nilai rata-rata agak dibawah
kelas NHT dan TGT namun tidak terlalu jauh. Pada kelas STAD rata-rata nilai
prestasinya yaitu 47,44, kelas NHT rata-rata nilai pretes yaitu 54,03, sedangkan
kelas TGT yaitu 54,97.
Pada hasil posttest terlihat bahwa rata-rata skor pada ketiga kelas
tersebut berbeda meskipun tidak terlalu jauh. Pada kelas STAD rata-rata nilai
postestnya yaitu 83,38 kelas NHT rata-rata nilai postesnya yaitu 78,82,
sedangkan kelas TGT yaitu 79,12 .Dengan demikian, untuk menguatkan
prediksi bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dari ketiga metode tersebut,
maka dilakukan uji statistic untuk data pretest dan postestnya.
48
2.
Indikator pembelajaran
Dalam penelitian ini hasil belajar yang diteliti terdiri dari sepuluh
indikator pembelajaran, sebagai gambaran umum hasil penelitian pada konsep
sistem sirkulasi maka disajikan perbandingan pencapaian indicator pada ketiga
kelas dalam data pretest dan posttest.
Tabel 4.2
Presentase indikator pada sistem peredaran darah
SK
Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
Pretest
No.
Indikator
STAD

%
Postest
NHT

%
TGT

%
STAD

%
NHT

%
TGT

%
1
1)
16,7 49,0
15,3 14,1 15,7 46,1 23,3 68,6 23,7 69,6 25,3 74,5
2
2)
16,0 47,1
16,0 47,1 16,5 48,5 24,3 71,3 26,3 77,2 25,5 75,0
3
3)
17,0 50,0
17,5 51,5 16,8 49,3 24,3 71,3 24,3 71,3 26,5 77,9
4
4)
17,0 50,0
19,0 55,9 19,0 55,9 26,5 77,9 26,5 77,9 31,0 91,2
5
5)
9,8
14,3 41,9 11,8 34,6 25,3 74,3 27,0 79,4 27,8 81,6
6
6)
22,0 64,07 20,3 59,8 20,7 46,8 26,0 76,5 26,0 76,5 27,7 81,4
7
7)
22,0 64,07 21,3 62,7 17,7 52,0 26,0 76,5 25,7 75,5 28,7 84,3
8
8)
14,4 24,4
18,4 54,1 13,0 38,2 24,6 72,4 25,8 75,9 27,2 80,0
9
9)
18,5 54,4
16,0 47,1 16,0 47,1 26,0 76,5 25,5 75,0 26,5 77,9
10
10)
18,0 52,9
15,0 44,1 16,0 47,1 25,6 75,3 25,0 73,5 28,2 82,9
28,7
49
Keterangan :
Indikator
1) Mengidentifikasi komponen-komponen darah
2) Menjelaskan fungsi komponen-komponen darah
3) Menjelaskan proses pembekuan darah
4) Mengidentifikasi macam-macam golongan darah
5) Menjelaskan fungsi peredaran darah pada manusia
6) Mengidentifikasi alat-alat peredaran darah
7) Mendeskripsikan struktur alat-alat peredaran darah manusia
8) Membedakan proses peredaran darah besar dan kecil
9) Menjelaskan sistem peredaran getah bening
10) Menjelaskan berbagai penyakit pada sistem peredaran darah dan
hubungannya dengan kesehatan
Tabel 4.2 menunjukkan perbandingan presentase sepuluh indikator pada
pretes dan posttest di tiap kelas. Terlihat untuk STAD, NHT dan TGT
mengalami peningkatan pada nilai rata-rata dan presentase indikator.Jika
dilihat nilai rata-rata dan presentase pada posttest untuk ketiga kelas
eksperimen, terlihat bahwa kelas TGT pada nilai rata-rata dan presentase lebih
unggul untuk semua indicator dibandingkan dengan kelas STAD dan NHT.
Pencapaian presentase indikator tertinggi adalah mengidentifikasi
macam-macam golongan darah. Pada kelas STAD mencapai 77,9 % kelas
NHT 77,9 % dan pada kelas TGT 91,2 %. Untuk indikator yang lain hanya
berkisar 68,6% - 76,6%. Hal tersebut memberikan kesimpulan pada kelas
STAD, NHT dan TGT sebagian besar siswanya menguasai indikator
mengidentifikasi macam-macam golongan darah.
50
3. Nilai N-Gain
Analisis terhadap nilai N-Gain dimaksudkan untuk mengetahui
penigkatan hasil belajar biologi pada ketiga kelas eksperimen setelah
mendapatkan perlakuan pembelajaran pada kelas STAD, NHT dan TGT.
Tabel 4.3
Kategori N-Gain pada kelas STAD, NHT dan TGT
Nilai N-Gain
STAD
NHT
TGT
Rendah
7
6
1
Sedang
21
22
12
Tinggi
6
6
21
Jumlah ()
34
34
34
Rata – rata
0,51
0,50
0,64
(-)
Kategori
Sedang
Sedang
Sedang
Dari tabel diatas terlihat bahwa pada ketiga kelas eksperimen dengan jumlah
siswa masing-masing 34 orang mengalami peningkatan dalam hasil belajar.
Pada kelas STAD nilai rata-rata N-Gain yang diperoleh 0,51 dengan skor gain
tertinggi 0,76 dan skor gain terendah 0,18. Pada kelas NHT nilai rata-rata NGain yang diperoleh 0,50 dengan skor tertinggi 0,76 dan skor gain terendah 0,
kemudian kelas TGT nilai rata-rata N-Gain yang diperoleh 0,65 dengan skor
gain tertinggi 0,87 dan skor gain terendah 0,19.
Selanjutnya, karena rata-rata skor gain kelas TGT lebih besar daripada
kelas STAD dan NHT, maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil
51
belajar siswa kelas TGT lebih baik daripada peningkatan hasil belajar siswa
kelas STAD dan NHT.
B. Analisis Data
1. Uji prasyarat
a) Uji normalitas
Sebelum melakukan uji anova, maka data harus memenuhi asumsi
kenormalan distribusi data. Untuk menguji kenormalan distribusi data pretest
pada ketiga kelas di gunakan statistic Chi-kuadrat. Dari hasil perhitungan
diperoleh nilai X2 hitung untuk ketiga kelas eksperimen.
Tabel 4.4
Hasil Perhitungan Uji Normalitas
Kelompok
N
X2hitung
X2tabel
Kesimpulan
STAD
34
4,12
9,48
Berdistribusi
normal
NHT
34
3,62
7,81
Berdistribusi
normal
TGT
34
1,73
7,81
Berdistribusi
normal
STAD
34
1,72
9,48
Berdistribusi
normal
NHT
34
4,81
7,81
Berdistribusi
normal
TGT
34
2,77
9,48
Berdistribusi
normal
Pretest
Posttest
Dari hasil pengujian pretest, untuk kelompok untuk kelompok STAD
diperoleh nilai Xhitung = 4,12 dan dari table nilai kritis uji chi kuadrat diperoleh
52
nilai X
table
untuk n = 34 pada taraf signifikan α = 0,05 adalah 9,48. Karena
Xhitung kurang dari X table (4,12< 9,48) maka H0 diterima, artinya data data yang
terdapat pada kelompok STAD berasal dari populasi yang berdistrubusi
normal.
Hasil uji normalitas kelompok NHT, diperoleh nilai X hitung = 3,62 dan
ari tabel nilai kritis uji chi kuadrat diperoleh nilai X tabel untuk n =34 pada taraf
signifikan α = 0,05 adalah 7,81. Karena Xhitung kurang dari Xtabel (3,62<7,81)
maka H0 diterima, artinya data yang terdapat pada kelompok NHT berasal dari
populasi yang berdistribusi normal.
Hasil uji normalitas kelompok TGT, diperoleh nilai Xhitung =1,73 dan
dari tabel nilai kritis uji chi kuadrat diperoleh nilai Xtabel untuk n = 34 pada
taraf signifikan α = 0,05 adalah 7,81. Karena Xhitung kurang dari Xtabel (1,73<
7,81) maka H0 diterima, artinya data yang tetrdapat pada kelompok TGT
berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Karena Xhitung pada ketiga
kelompok kurang dari Xtabel maka dapat disimpulkan bahwa data populasi
ketiga kelompok berdistirbusi normal.
Sedangkan hasil pengujian posttest untuk kelompok STAD diperoleh
nilai Xhitung = 1,72 dan dari table nilai kritis uji chi kuadrat diperoleh nilai
Xtabel untuk n = 34 pada taraf signifikan α = 0,05 adalah 9,48. Karena X hitung
kurang dari Xtable (1,72 < 9,48) maka H0 diterima, artinya data data yang
terdapat pada kelompok STAD berasal dari populasi yang berdistrubusi
normal.
Hasil uji normalitas kelompok NHT, diperoleh nilai Xhitung = 4,81 dan
ari tabel nilai kritis uji chi kuadrat diperoleh nilai Xtabel untuk n=34 pada taraf
signifikan α = 0,05 adalah 7,81. Karena Xhitung kurang dari Xtabel (4,81<7,81)
maka H0 diterima, artinya data yang terdapat pada kelompok NHT berasal dari
populasi yang berdistribusi normal.
Hasil uji normalitas kelompok TGT, diperoleh nilai X hitung = 2,77 dan
dari tabel nilai kritis uji chi kuadrat diperoleh nilai Xtabel untuk n = 34 pada
53
taraf signifikan α = 0,05 adalah 9,48. Karena Xhitung kurang dari Xtabel (2,77<
9,48) maka H0 diterima, artinya data yang tetrdapat pada kelompok TGT
berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Karena X hitung pada ketiga
kelompok kurang dari Xtabel maka dapat disimpulkan bahwa data populasi
ketiga kelompok berdistirbusi normal. Dengan analisis uji normalitas pada
pretest dan posttest menunjukkan ketiga kelompok eksperimen berdistribusi
normal maka dapat dilanjutkan pada uji homogenitas.
b) Uji homogenitas
Uji homogenitas varians ketiga populasi menggunakan uji Bartlett. Uji
Barlett ini dilakukan untuk mengetahui apakah ketiga varians populasi
homogeny atau tidak.
Tabel 4.5
Hasil perhitungan Uji homogenitas
Kelompok
Fhitung
Ftabel
Kesimpulan
0,715
5,991
Data homogen
1,152
5,991
Data homogen
STAD
Pretest
NHT
TGT
STAD
Postest
NHT
TGT
Hasil perhitungan uji homogenitas data pretest diperoleh nilai Fhitung =
0,715 dan Ftabel = 5,991 pada taraf signifikan α = 0,05 karena Xhitung < Xtabel
berarti H0 diterima, H0 :
2
1
=
2
2
=
2
3
=
2
4
(Data Homogen).
54
Sedangkan hasil perhitungan uji homogenitas diperoleh nilai Fhitung =
1,152 dan Ftabel = 5,991 pada taraf signifikansi α = 0,05 karena Xhitung < Xtabel,
berarti H0 diterima. H0:
2
1
=
2
=
2
2
3
=
2
4
(Data Homogen)
c) Uji hipotesis
Berdasarkan hasil uji prasyarat analisis untuk kenormalan distribusi dan
kehomogenan varians populasi ternyata keduanya terpenuhi, selanjutnya
dilakukan pengujian hipotesis. Pengujian ini menggunakan uji anava satu jalur
untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai siswa. Hasil perhitungan uji
hipotesis disajikan pada tabel berikut ini
Tabel 4.6
Ringkasan Perhitungan Anova
Jk
Db
Rk
F
F teoritik
empiric
Antar
128,8
2
64,4
1,36
3,07(5%)
kelompok
Pretest
Dalam
Terima
H0
4672
99
47,1
4,79(1%)
Tidak
terdapat
kelompok
perbedaan
Total
4800,8
101
Antar
3730,7
2
1865
79,7
3,07(5%)
kelompok
Postest
Dalam
Tolak H0
2343,7
99
4,79(1%)
Terdapat
perbedaan
kelompok
Total
23,6
6074,4
101
55
Tabel 4.6 menunjukan hasil uji anava satu jalur untuk ketiga kelas pada
pretest dan posttest. Uji anava pada data pretest dapat terlihat bahwa nilai Fhitung
yaitu 1,36 lebih kecil dari Ftabel yaitu 3,07. Hal ini berarti bahwa kemampuan
awal siswa pada kelas masing-masing tidak terdapat perbedaan. Sedangkan uji
anava satu jalur pada dua pretest dapat terlihat bahwa nilai Fhitung yaitu 79,7
lebih besar dari Ftabel yaitu 3,07. Hal ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar
siswa pada kelas STAD, NHT, dan TGT.
Dengan demikian, karena hasil uji anava pretest tidak terdapat
perbedaan hasil anava posttest terdapat perbedaan maka dapat disimpulkan
bahwa ketiga pembelajaran pada masing-masing kelas mempunyai pengaruh
terhadap hasil belajar dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, NHT,
dan TGT mempunyai hasil belajar yang berbeda.
d) Uji lanjutan
Setelah
mengetahui
terdapat
perbedaan
hasil
belajar
antara
pembelajaran STAD, NHT dan TGT. Selanjutnya, untuk menguji hasil belajar
biologi kelompok mana yang berbeda secara signifikan dilakukan uji statistic
Dunnet.
Tabel 4.7
Hasil perhitungan Uji-t ( Dunnet)
Perbandingan
thitung
ttabel( 0,05;99)
t0 (A1-A2)
- 0,25
1,65
t0(A1-A3)
3,67
1,65
t0(A2-A3)
3,93
1,65
Keterangan :
A1
=
pembelajaran kooperatif tipe STAD
A2 = pembelajaran kooperatif tipe NHT
56
A3 = Pembelajaran kooperatif tipe TGT
Dari hasil uji-t (Dunnet), diperoleh nilai :
t0 (A1-A2)= 3,93 > Ttabel
=
1,65. Dengan demikian hasil belajar Biologi
kelompok STAD lebih tinggi daripada kelompok NHT
t0(A1-A3)=3,67 > Ttabel
=
1,65 Dengan demikian hasil belajar Biologi
kelompok STAD lebih tinggi daripada kelompok TGT
t0(A2-A3)=-0,25 > Ttabel
=
1,65 Dengan demikian hasil belajar Biologi
kelompok TGT lebih rendah daripada kelompok NHT
Berdasarkan data hasil uji lanjutan, dapat di simpulkan bahwa hasil
belajar dengan pembelajaran model kooperataif tipe TGT secara signifkan
lebih tinggi dari pembelajaran model NHT dan STAD. Hasil pembelajaran
STAD secara signifikan lebih rendah dari model pembelajaran kooperatif TGT
dan NHT.
2. Analisis data Observasi
a. Hasil observasi terhadap aktivitas guru oleh guru Bidang studi
Observasi terhadap aktifitas guru selama pembelajaran dilihat dari
keterlaksanaan prosedur pelaksanaan pembelajaran. Data yang diperoleh
selama pembelajaran STAD, NHT dan TGT disajikan dalam tabel 4.8
Tabel 4.8
Hasil observasi guru
Pertemuan
STAD
NHT
TGT
1
100%
100%
100%
2
100%
100%
100%
3
100%
100%
100%
Berdasarkan data hasil observasi yang di lakukan observer, yaitu guru
bidang studi Biologi Mts.N. 13 Jakarta sebagian besar kegiatan penelitian
dilakukan sesuai dengan prosedur penelitian. Hasil lembar observasi kegiatan
57
pembelajaran menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang di lakukan tiga
pertemuan tersebut dilaksanakan sesuai RPP yang telah dibuat.Keterangan
lengkap hasil perhitungan presentase lembar observasi dapat dilihat pada
lampiran.
b. Hasil observasi terhadap aktivitas guru oleh teman sejawat.
Observasi terhadap aktifitas guru selama pembelajaran dilihat dari
keterlaksanaan prosedur pelaksanaan pembelajaran. Data yang diperoleh
selama pembelajaran STAD, NHT dan TGT disajikan dalam tabel 4.9 :
Tabel 4.9
Hasil observasi teman sejawat
Pertemuan
STAD
NHT
TGT
1
100%
100%
100%
2
100%
100%
100%
3
100%
100%
100%
Berdasarkan data hasil observasi yang di lakukan observer, yaitu teman
fakultas UIN syarif hidayatullah Jakarta sebagian besar kegiatan penelitian
dilakukan sesuai dengan prosedur penelitian. Hasil lembar observasi kegiatan
pembelajaran menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang di lakukan tiga
pertemuan tersebut dilaksanakan sesuai RPP yang telah dibuat.Keterangan
lengkap hasil perhitungan presentase lembar observasi dapat dilihat pada
lampiran.
C. Pembahasan dan Temuan Penelitian
Belajar kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok. Sehingga ada
beberapa perbedaan antara model pembelajaran kooperatif dengan model
pembelajaran kelompok tradisional/ konvensional. Kelompok tradisional/
konvensional adalah kelompok pembelajaran tradisional yang diterapkan
disekolah, seperti kelompok diskusi, kelompok tugas dan kelompok lainnya.
58
Menurut Mursel dan nasution, pola konvensional pembelajaran pada garis
besarnya dilakukan melalui pola buku resitasi63.
Sedangkan Percival dan Ellington mengemukakan bahwa strategi
belajar konvensional dilakukan dengan cara : 1) guru mengkomunikasikan
pengetahuaannya kepada siswa dalam bentuk bahasan sesuai silabus, 2)
biasanya sekolah/kelas berlangsung dan selesai dalam waktu tertentu sesuai
jadwal,
3)
metode
yang
mengajar
yang
dipakai
tidak
beragam
bentuknya,metode yang banyak digunakan adalah secara tatap muka, 4) tanpa
adanya usaha untuk mencari dan menerapkan strategi belajar yang berbeda
sesuai dengan kesulitan tiap siswa64.
Salah satu aspek penting pembelajaran kooperatif ialah bahwa
pembelajaran kooperatif membantu mengembangkan tingkah laku kooperatif
mereka dan pembelajaran akademis mereka. Menurut Roger dan David johson
dalam Agus Suprijono mengatakan bahwa tidak semua belajar kelompok bisa
dianggap pembelajaran kooperatif65. Untuk mencapai hasil yang maksimal
lima unsur dalam pembelajaran kooperatif harus diterapkan. 1) Positive
interdependence (Saling ketergantungan positif), 2) Personal responsibility
(Tanggung jawab perseorangan), 3) Face to face Promotive interaction
(Interaksi promotif),4) Interpersonal skill (Komunikasi antar anggota),5)
Group processing (Proses berkelompok).
Selama proses pembelajaran berlangsung yang dilakukan dalam
penelitian ini, peneliti menggunakan tiga kelas untuk dijadikan sebagai sampel
penelitian yaitu kelas STAD, kelas NHT dan kelas.
Dalam pembelajaran ini, proses pembelajaran kegiatan menggunakan
LKS yang sama untuk tiga kelas eksperimen. Setelah dilakukan penelitian,
hasil
perhitungan
statistika
untuk ketiga
kelas
eksperimen tersebut
menunjukkan adanya pengaruh terhadap hasil belajar. Dibuktikan dengan
63
Tengku Zahara Djaafar, Konstribusi Strategi Pembelajaran terhadap Hasil Belajar.(Jakarta:
Universitas Negri Padang, 2001), h.4.
64
Ibid
65
Suprijono, Agus. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM, (Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2011), Cet. VI, h.58.
59
deskripsi nilai N-Gain yang menyatakan bahwa dalam pembelajaran STAD,
NHT dan TGT siswa mengalami peningkatan hasil belajar dengan kategori
sedang. Hasil analisis N-Gain juga menunjukkan bahwa peningkatan hasil
belajar siswa kelas TGT lebih baik daripada peningkatan hasil belajar STAD
dan NHT.
Pada uji anava pretest, menyatakan bahwa ketiga pembelajaran tersebut
tidak
terdapat
perbedaan.
Sedangkan
dilakukan
uji
anava
posttest,
membuktikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa pembelajaran
STAD, NHT dan TGT. Selanjutnya untuk mengetahui hasil belajar biologi
kelompok mana yang berbeda secara signifikan dilakukan uji statistik Dunnet.
Berdasarkan analisis data hasil uji lanjutan, dapat disimpulkan bahwa
hasil belajar dengan pembelajaran STAD secara signifikan lebih tinggi dari
kelompok pembelajaran NHT dan TGT. Hasil belajar dengan pembelajaran
TGT secara signifikan lebih rendah dari kelompok pembelajaran STAD, dan
NHT.
Hal ini dimungkinkan karena model pembelajaran STAD merupakan
sistem diskusi yang sederhana dan sudah biasa mereka lakukan. Membuat
mereka belajar aktif, mengembangkan kemampuan berpikir sistematis dengan
saling bertukar pikiran dengan anggota kelompok masing-masing.
Dalam penelitian ini, untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada
konsep sistem peredaran darah diberikan pretest sebelum pembelajaran.
Dilakukan uji normalitas pada data pretest dengan uji chi-kuadrat (chi-square)
diperoleh kelompok STAD 4,12 < 9,48 (X2tabel), kelompok NHT 3,62< 7,81
(X2tabel), kelompok TGT 1,73 < 7,81(X2tabel), karena ketiga kelompok tersebut
memperoleh
nilai
X2hitung<X2tabel
maka
ketiga
kelompok
eksperimen
berdistribusi normal.
Data pretest juga melalui tahap uji homogenitas. Hasil perhitungan uji
homogenitas data pretest diperoleh nilai Fhitung = 0,715 dan Ftabel = 5,991 pada
60
taraf signifikansi α = 0,05 karena X2hitung < X2tabel,berarti H0 diterima, H0:
2
2
=
2
3
=
2
4
2
1
=
(Data Homogen)
Rata-rata nilai skor pada pretest ketiga kelas masih tergolong redah dan
relatif sama. Sebagaimana juga hasil analisis uji perbedaan rata-rata
menggunakan anava satu jalur diperoleh Fhitung = 1,36 dan Ftabel (0,05;2;117)
=3,07 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan awal antara ketiga
kelas eksperimen tersebut Fhitung < Ftabel, maka tidak terdapat perbedaan yang
berarti antara ketiga kelompok.
Kondisi ini dapat di asumsikan bahwa sebelum diberikannya perlakuan
pembelajaran pada ketiga kelompok eksperimen tersebut, ketiga kelompok
eksperimen tersebut bersifat homogen berdasarkan uji statistik, oleh karena itu
pengujian hipotesis untuk melihat ada tidaknya perbedaan hasil melalui
pembelajaran STAD, NHT dan TGT dapat didasarkan pada hasil test (post
test).
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengolahan data post test
menunjukan bahwa sampel berasal dari populasi yang normal, sehingga
langkah selanjutnya adalah uji homogenitas dengan menggunakan uji Bartlett
dengan taraf signifikansi 5%. Nilai signifikansi yang diperoleh dari uji
homogenitas sebesar 1,152. Nilai tersebut lebih kecil dari X2 tabel sebesar 5,991
dan berdasarkan kriteria pengambilan keputusan maka H0 diterima artinya data
bersifat homogen.
Dari hasil uji normalitas dan uji homogenitas varian, diketahui bahwa
data ketiga kelas berdisribusi normal dan mempunyai varian homogen,
sehingga untuk menguji apakah terdapat perbedaan hasil belajar dari ketiga
kelompok tersebut digunakan uji anava satu jalur. Fhitung dari uji anava satu
jalur yaitu 79,7. Nilai tersebut lebih tinggi dari Ftabel (5%) yaitu 3,07. Hal ini
berarti ada perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran
kooperatif STAD, NHT dan TGT.
61
Penelitian yang dilakukan dapat membuktikan bahwa terdapat
perbedaan hasil belajar menggunakan model pembelajaran STAD, NHT dan
TGT. Hasil belajar biologi pada konsep sistem peredaran darah menggunakan
model pembelajaran STAD lebih tinggi dari kelas NHT dan TGT.
Dalam penelitian ini terdapat 10 indikator yang diujikan yaitu
mengidentifikasi komponen-komponen darah, menjelaskan fungsi komponenkomponen darah, menjelaskan proses pembekuan darah, mengidentifikasi
macam-macam golongan darah, menjelaskan fungsi peredaran darah pada
manusia, mengidentifikasi alat-alat peredaran darah, mendeskripsikan struktur
alat-alat peredaran darah manusia, ,membedakan proses peredaran darah besar
dan kecil, menjelaskan sistem peredaran getah bening, menjelaskan berbagai
penyakit pada sistem peredaran darah dan hubungannya dengan kesehatan.
Pencapaian
presentase
indikator
yang
lebih
tinggi
adalah
mengidentifikasi macam-macam golongan darah. Pada kelas STAD mencapai
77,9 % kelas NHT 77,9 % dan pada kelas TGT 91,2 %. Untuk indikator yang
lain hanya berkisar 68,6% - 76,6%. Hal tersebut memberikan kesimpulan pada
kelas STAD, NHT dan TGT sebagian besar siswanya menguasai indicator
mengidentifikasi macam-macam golongan darah.
Pembelajaran kooperatif model STAD, NHT dan TGT terbukti
berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dibuktikan dengan adanya perbedaan
hasil belajar dan adanya peningkatan hasil belajar. Peningkatan hasil belajar
dibuktikan dengan deskripsi nilai n-gain. Pada kelas STAD nilai rata-rata NGain yang diperoleh 0,51 dengan skor gain tertinggi 0,76 dan skor gain
terendah 0,18, Pada kelas NHT nilai rata-rata N-Gain yang diperoleh 0,50
dengan skor tertinggi 0,76 dan skor gain terendah 0, kemudian kelas TGT nilai
rata-rata N-Gain yang diperoleh 0,65 dengan skor gain tertinggi 0,87 dan skor
gain terendah 0,19.
Selanjutnya, karena rata-rata skor gain kelas TGT lebih besar daripada
kelas STAD dan NHT, maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil
belajar siswa kelas TGT lebih baik daripada peningkatan hasil belajar siswa
kelas STAD dan NHT.
62
Penelitian ini juga melakukan obervasi untuk mengetahui kegiatan
belajar mengajar selama pembelajaran STAD, NHT dan TGT. Guru bidang
studi biologi dan teman sejawat berperan sebagai observer aktivitas peneliti
selama pembelajaran berlangsung. Observasi yang dilakukan mengacu pada
lembar observasi yang telah dibuat sesuai skenario pembelajaran STAD, NHT
dan TGT.
63
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Terdapat
perbedaan hasil
belajar siswa
menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe STAD, NHT dan TGT pada konsep
sistem peredaran darah.
B. Saran
1. Berdasarkan hasil penelitian bahwa hasil belajar biologi dengan model
pembelajaran kooperatif tipe STAD, NHT dan TGT mampu
meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga pembelajaran tersebut
dapat menjadi alternatif pembelajaran biologi yang diterapkan.
2. Agar proses pembelajaran lebih optimal dan nilai siswa mencapai
criteria ketuntasan minimal, siswa harus ada pembiasaan dan
dikondisikan sedemikian sehingga siswa siap dengan setiap kegiatan
dalam
pembelajaran
karena
ketiga
pembelajaran
tersebut
membutuhkan konsep awal terlebih dahulu agar lebih aktif dalam
berdiskusi dan mengemukakan pendapat mengenai permasalahan
dalam pembelajaran.
3. Penelitian ini dilakukan pada pokok bahasan sistem peredaran darah,
untuk penelitian selanjutnya disarankan juga pada pokok bahasan lain.
63
64
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Lif Khoiru, dkk, Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu, (Jakarta,: Tim
Prestasi Pustaka, 2011), h.59-60
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Daryanto. Strategi dan tahapan mengajar bekal keterampilan dasar bagi guru.
Bandung: CV Yrama widya, Cet. I, 2013.
Djamarah, Syaiful Bahri. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta, Cet. III, 2011.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain.Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT
Rineka Cipta. Cet. IV, 2010.
Dian, Eki Purwanti. Jurnal The Comparison between STAD and TGT on student
achievement and motivation.2013.
Feronica, Rina, dkk. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered
Head Together (NHT) dalam pembelajaran Biologi. Jurnal Pendidikan IPA.
2011.
Fitri, “Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head
Together) dan TGT (Teams Games Tournament) untuk Meningkatkan Hasil
Belajar’’. Skripsi, Jakarta: Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
2010, h. i. tidak dipublikasikan
Hafid Anwar dan Ahiri Jafar, dkk. Konsep Dasar Ilmu Pendidikan. CV
ALFABETA, Cet. I, 2013.
Hajar, Dasar-dasar Metodologi Peneltian Kuantitatif dalam Pendidikan. Jakarta :
PT Raja Grafindo Persada, 1999, Cet. II, h. 331
Hamalik, Oemar. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, Cet. XII,
2012.
65
Hasbullah. Dasar- dasar ilmu pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
Cet. IX, 2011.
Hayati dan Daroji, Ilmu Pengetahuan Alam: Untuk kelas VIII SMP dan MTs,
Solo : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2012, Cet. 1,h.8
Iklilul millah, “Pengaruh penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT
(Teams Games Tournament) terhadap Prestasi Belajar Siswa pada materi
Hidrokarbon”, Jurnal Pendidikan Kimia FMIPA, 2011
Kartikasari, Yakti, dkk. Studi Komparasi Pembelajaran degan Metode TGT dan
STAD terhadap hasil prestasi belajar siswa pada materi hidrokarbon ditinjau
dari kemampuan memori siswa. Jurnal Pendidikan Kimia. Vol. 2 No.4.
2013.
Kristianti, Pengaruh Model Pendekatan Kooperatif dengan model pembelajaran
NHT (Numbered Head Together) terhadap Hasil Belajar Ekonomi ditinjau
dari Gaya Berpikir Siswa, Jurnal Program Pascasarjana Universitas
Pendidikan Ganesha, Vol. 4, 2013.
Margono. Metodologi Penelitian Pendidika. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2007.
Marnoko, “Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games
Tournament dan Model Pembelajaran Konvensional pada Hasil Belajar
Ekonomi Mahasiswa”, Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu, Vol. 4, 2011
Motlan, dkk, “Perbedaan Antara Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model
Pembelajaran STAD (Students Teams Achievment Division) dan NHT
(Numbered Head Together) pada Materi Pokok Listrik Statis”. Jurnal
pendidikan IPA. 2011
Muhammad anwar hidayat, “Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran
Kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dan Model
Konvensional pada pelajaran PKN”, Jurnal pendidikan. 2011
66
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung:
Remaja Rosdakarya, 1995.
Muldayanti. Pembelajaran Biologi Model STAD dan TGT di tinjau dari
keingintahuan dan minat belajar siswa. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia.
Vol. 1. 2013
Nurfuadi. Profesional Guru.Purwokerto: STAIN Press, Cet. I, 2012.
Purwanto, Evaluasi hasil belajar, (Yogyakarta: Pustaka belajar, 2011), Cet.
III.h.39.
Rusman. Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru.
Jakarta: Rajawali Pers, Cet. IV, 2011
Robert E. Slavin, Kooperatif Teori, Riset dan Praktik, Terj. Narulita Yusron,
Bandung: Nusa Media, 2010.
Rika, Adriati, dkk. Pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe
TGT terhdap hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi kelas XI IPA
SMAN 1 Riau. 2012.
Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,
Jakarta : Kencana Prenada Media Group, Cet. XI, h. 160, 2009.
Soemanto, Wasty. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Cet. V, 2006.
Suprijono, Agus. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar. Cet.VI, 2011.
Slameto, belajar & faktor – faktor yang mempengaruhinya. Jakarta : Rineka
Cipta, Cet V, 2010.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
ALFABETA, Cet. IV, 2008.
Sugiyono. Statistika untuk Penelitian. Bandung: ALFABETA, 2011.
67
Sofyan, Ahmad, dkk. Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, Jakarta:
UIN Jakarta Press, Cet. ke I, 2006.
Tengku Zahara Djaafar, Konstribusi Strategi Pembelajaran terhadap Hasil
Belajar. Jakarta: Universitas Negri Padang, 2001
Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovasi-Progresif. Jakarta: Kencana,
Cet. VI, 2012.
Yekti, “Studi komparasi pembelajaran dengan metode TGT dan STAD terhadap
prestasi belajar siswa pada materi hidrokarbon ditinjau dari kemampuan
memori siswa, Jurnal pendidikan IPA. 2012
Zulfiani, dkk. Strategi Pembelajaran sains. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN,
Cet. V, 2011.
Lampiran 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS STAD
(RPP)
Sekolah
Kelas / Semester
Mata Pelajaran
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator
: MTS Negeri 13 Jakarta
: VIII (Delapan)/Semester 2
: IPA Biologi
: Ke-1
: 2x40 menit
: 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.
:1.6.Mendiskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan
kesehatan.
1. Menjelaskan struktur dan fungsi komponen penyusun darah
2. Mengidentifikasikan struktur dan fungsi komponen penyusun darah
3. Mengidentifikasi struktur dan fungsi plasma darah, sel darah merah, sel darah
putih dan keping-keping darah.
4. Menjelaskan proses pembekuan darah
5. Menyebutkan fungsi darah
6. Mengidentifikasi penggolongan darah
69
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. menjelaskan pengertian plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah.
2. membedakan komposisi penyusun darah manusia
3. menjelaskan struktur dan fungsi darah.
4. menjelaskan proses pembekuan darah.
5. mengidentifikasi golongan darah manusia.
70
B. Materi Pembelajaran
Sistem peredaran darah
Darah
Alat peredaran
darah
Plasma
darah
Sel darah
Jantung
Pembuluh
darah
Peredaran
darah
Peredaran
darah besar
Peredaran
darah kecil
Gangguan dan
penyakit
Hemofilia
Talasemia
Sel darah merah
Pembuluh nadi
Sel darah putih
Leukimia
Varises
Pembuluh balik
Keeping darah
Aterosklerosis
Pembuluh kapiler
Arteriosklerosis
71
Keterangan:
=
materi yang akan diajarkan pada pertemuan sekarang
C. Metode
Pendekatan
: Kontekstual
Metode
: Ceramah, Diksusi dan Tanya jawab
Model
: STAD
D. langkah pembelajaran
Tahap Kegiatan
pembelajaran
Kegiatan
Guru
Siswa
Alokasi
waktu
Kegiatan awal




Guru mengucapkan salam

Guru membimbing siswa untuk berdoa bersama

Guru mengabsen siswa
Guru memberikan motivasi awal sebelum

melaukan kegiatan pembelajaran

5 menit
Siswa menjawab salam dari guru
Siswa
berdoa
bersama-sama
sebelum melaksanakan proses
pembelajaran
Siswa menjawab absen
Siswa memperhatikan
Kegiatan Inti

Siswa berkelompok
Presentasi kelas

Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok 
secara heterogen. Tiap kelompok terdiri dari 4-5
orang
Guru memberikan apersepsi kepada siswa dengan 
mengajukan pertanyaan:
Ketika kalian terluka, dari kulit kita akan keluar
5 menit
Siswa
mendengarkan dan 15
memperhatikan apersepsi yang menit
diberikan guru
72


Kegiatan
kelompok / tim



kuis



darah.
Bagaimanakah bentuk darah?
Mengapa darah kita berwarna merah??
Guru Menyebutkan Judul materi pembelajaran
pada hari ini: system peredaran darah pada
manusia
Guru Menyampaikan tujuan dan kegiatan
pembelajaran hari ini dan menjelakan system
peredaran darah secara ringkas
Guru membagikan LKS kepada masing-masing
kelompok.
Guru membimbing kegiatan diskusi dan
memberikan bantuan jika siswa mengalami
kesulitan
Guru meminta salah satu perwakilan dari
kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi
kelompoknya dan mendiskusikan- nya dengan
kelompok
lain
untuk
menanggapi
dan
menyempurnakan hasil diskusi
Guru meminta kepada siswa untuk menutup buku
pelajaran
Guru memberikan beberapa pertanyaan kepada
siswa
Setelah selesai, guru meminta siswa untuk saling



Siswa menjawab pertanyaan dari
guru sesuai pemahaman awal
mereka
Mencatat judul pelajaran
Mencatat tujuan pembelajaran dan
memperhatikan penjelasan guru
tentang kegiatan pembelajaran
 Siswa mengerjakan dan menjawab 25
pertanyaan
menit
 Siswa berdiskusi
 Perwakilan
siswa
mempresentasikan hasil diskusinya
15
 Siswa menutup buku pe;ajaran
 Siswa menjawab pertanyaan yang menit
diberikan oleh guru
 Siswa saling bertukar kertas
jawaban
73
Skor
perkembangan
individu
Rekognisi tim


Kegiatan Penutup 

menukar kertas jawaban dan mengoreksinya
Guru meminta siswa untuk menghitung skor kuis  Siswa menghitung nilai skornya
yang telah dilaksanakan
Guru memberika penghargaan kepada kelompok  Siswa
senang
yang memiliki nilai tertinggi
penghargaan
Siswa memperhatikan pen-jelasan 5 menit
siswa
guru dengan seksama.
Guru menutup pelajaran dengan membaca doa 
Siswa mengucapkan hamdallah
Guru meniggalkan kelas dengan menggucapkan
salam.
E. Media Pembelajaran
Alat dan bahan :
1. LCD/ laptop
2. Spidol
3. Papan tulis
mendapatkan
Guru memberikan penguatan materi terhadap 
dan “ Hamdalah”

5 menit

Siswa menjawab salam
74
F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA GLOBAL kelas 2 SMP
2. Buku Biologi GLOBAL kelas 2 SMP
3. LKS Siswa
G. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian (Terlampir)
Tes Tertulis ( kuis dan diskusi kelompok )
2. Bentuk Instrumen (Terlampir)
Uraian
3. Contoh Instrumen (Terlampir)
- Sebutkan fungsi darah bagi manusia ?
Mengetahui,
Guru Mapel Biologi
(Dra. H. Halwati )
Jakarta,
2014
Guru Praktikan
(Bachtiar)
75
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS STAD
(RPP)
Sekolah
Kelas / Semester
Mata Pelajaran
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
: MTS Negeri 13 Jakarta
: VIII (Delapan)/Semester 2
: IPA Biologi
: Ke-2
: 2x40 menit
: 1.Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.
: 1.6.Mendiskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan
hubungannya dengan kesehatan.
1. Menjelaskan struktur dan fungsi jantung, pembuluh darah, dan darah
dalam sistem peredaran darah.
2. Menjelaskan proses peredaran darah pada manusia.
3. Menjelaskan proses peredaran getah bening.
A. Tujuan Pembelajaran
Indikator
Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan fungsi jantung, pembuluh darah, dan darah dalam sistem peredaran darah;
2. menjelaskan proses peredaran darah kecil manusia.
76
3. menjelaskan proses peredaran darah besar manusia.
4. menjelaskan proses peredaran getah bening manusia
5. menyebutkan komponen yang menyusun peredaran getah bening manusia
77
B. Materi Pembelajaran
Sistem peredaran darah
Darah
Alat peredaran
darah
Plasma
darah
Sel darah
Jantung
Pembuluh
darah
Peredaran
darah
Peredaran
darah besar
Peredaran
darah kecil
Gangguan dan
penyakit
Hemofilia
Talasemia
Sel darah merah
Pembuluh nadi
Sel darah putih
Leukimia
Varises
Pembuluh balik
Keeping darah
Aterosklerosis
Pembuluh kapiler
Arteriosklerosis
78
Keterangan:
=
materi yang akan diajarkan pada pertemuan sekarang
C. Metode
Pendekatan
: Eksposfaktor dan Kontekstual
Metode
: Diskusi, Ceramah dan Tanya jawab
Model
: STAD
E. langkah pembelajaran
Tahap Kegiatan
Kegiatan
pembelajaran
Kegiatan awal
Guru
Alokasi
Siswa

Guru mengucapkan salam


Guru membimbing siswa untuk berdoa 
Siswa berdoa bersama-sama sebelum
bersama
melaksanakan proses pembelajaran

Guru mengabsen siswa

Guru memberikan motivasi awal sebelum 
melaukan kegiatan pembelajaran

5
Siswa menjawab salam dari guru
Siswa menjawab absen
Siswa memperhatikan
waktu
5 menit
79
Kegiatan Inti
 Guru membagi siswa dalam beberapa 
5 menit
Siswa berkelompok
kelompok secara heterogen. Tiap kelompok
terdiri dari 4-5 orang
Presentasi kelas
 Guru memberikan apersepsi kepada siswa 
Siswa
mendengarkan
dengan mengajukan pertanyaan:
memperhatikan
Apa peranan jantung dalam sistem transpor
diberikan guru

manusia ?

Termasuk sistem peredaran darah apakah 
sistem peredaran darah manusia
Menyebutkan
pembelajaran
pada
Judul
hari
ini:
yang
Siswa menjawab pertanyaan dari guru
sesuai pemahaman awal mereka
Bagaimana bedanya vena dan arteri ?
 Guru
apersepsi
dan 15 menit
materi
system
peredaran darah pada manusia
 Guru Menyampaikan tujuan dan kegiatan
pembelajaran hari ini dan menjelakan
system peredaran darah secara ringkas
Mencatat judul pelajaran
Mencatat tujuan pembelajaran dan
memperhatikan
penjelasan
tentang kegiatan pembelajaran
guru
80
Kegiatan
kelompok / tim
 Guru membagikan LKS kepada masing-  Siswa mengerjakan dan menjawab 25 menit
masing kelompok.
pertanyaan
 Guru membimbing kegiatan diskusi dan  Siswa berdiskusi
memberikan bantuan jika siswa mengalami  Perwakilan siswa mempresentasikan
kesulitan
hasil diskusinya
 Guru meminta salah satu perwakilan dari
kelompok untuk mempresentasikan hasil
diskusi
kelompoknya
dan
mendiskusikannya dengan kelompok lain
untuk menanggapi dan
menyempurnakan
hasil diskusi
Kuis
 Guru meminta kepada siswa untuk menutup  Siswa menutup buku pe;ajaran
 Siswa menjawab pertanyaan yang
buku pelajaran
 Guru memberikan beberapa pertanyaan
 Siswa saling bertukar kertas jawaban
kepada siswa
 Setelah selesai, guru meminta siswa untuk
saling
menukar
mengoreksinya
diberikan oleh guru
kertas
jawaban
dan
15 menit
81
Skor
perkembangan
 Guru meminta siswa untuk menghitung skor  Siswa menghitung nilai skornya
5 menit
kuis yang telah dilaksanakan
individu
Rekognisi tim
 Guru
memberika
penghargaan
kepada  Siswa
kelompok yang memiliki nilai tertinggi
Kegiatan Penutup
 Guru
memberikan
penguatan
senang
mendapatkan
penghargaan
materi  Siswa memperhatikan penjelasan guru 5 menit
terhadap siswa
dengan seksama.
 Guru menutup pelajaran dengan membaca  Siswa mengucapkan hamdallah
 Siswa menjawab salam
doa dan “ Hamdalah”
 Guru
meniggalkan
menggucapkan salam.
E. Media Pembelajaran
1. LCD, laptop ,Whiteboard dan Spidol
2. Media gambar jantung dan pembuluh darah
kelas
dengan
82
F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA GLOBAL kelas 2 SMP
2. Buku Biologi GLOBAL kelas 2 SMP
3. LKS Siswa
G. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian (Terlampir)
Tes Tertulis ( kuis dan diskusi kelompok )
2. Bentuk Instrumen (Terlampir)
Uraian
3. Contoh Instrumen (Terlampir)
- Terdiri atas apakah alat peredaran pada manusia ? jelaskan !
Mengetahui,
Guru Mapel Biologi
Jakarta,
Guru Praktikan
(Dra. H. Halwati )
(Bachtiar)
2014
83
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS STAD
(RPP)
Sekolah
: MTS Negeri 13 Jakarta
Kelas / Semester
: VIII (Delapan)/Semester 2
Mata Pelajaran
: IPA Biologi
Pertemuan
: Ke-3
Alokasi Waktu
: 2x40 menit
Standar Kompetensi
: 1.Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.
Kompetensi Dasar
: 1.6.Mendiskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya
dengan kesehatan.
Indikator
1. Menjelaskan contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran
darah
2. Menjelaskan penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah dan
upaya mengatasinya.
84
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. mengidentifikasi kelainan dan penyakit yang terdapat pada sistem transpor manusia.
2. menyebutkan contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah
3. menjelaskan contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah yang biasa dijumpai
dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.
4. menjelaskan upaya mengatasi penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah yang biasa
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
85
B. Materi Pembelajaran
Sistem peredaran darah
Darah
Alat peredaran
darah
Plasma
darah
Sel darah
Peredaran
darah
Gangguan dan
penyakit
Jantung
Peredaran
darah besar
Hemofilia
Pembuluh
darah
Peredaran
darah kecil
Talasemia
Sel darah merah
Leukimia
Pembuluh nadi
Sel darah putih
Varises
Pembuluh balik
Keeping darah
Aterosklerosis
Pembuluh kapiler
86
Keterangan:
=
materi yang akan diajarkan pada pertemuan sekarang
B. Metode
Pendekatan
: Kontekstual
Metode
: Ceramah dan Tanya jawab
Model
: STAD
D. Langkah Pembelajaran
Tahap Kegiatan
Kegiatan
pembelajaran
Kegiatan awal
Guru




Kegiatan Inti
Guru mengucapkan salam
Guru membimbing siswa untuk berdoa
bersama
Guru mengabsen siswa
Guru memberikan motivasi awal sebelum
melaukan kegiatan pembelajaran
5
Alokasi
Siswa




 Guru membagi siswa dalam beberapa 
kelompok secara heterogen. Tiap kelompok
terdiri dari 4-5 orang
waktu
5 menit
Siswa menjawab salam dari guru
Siswa berdoa bersama-sama sebelum
melaksanakan proses pembelajaran
Siswa menjawab absen
Siswa memperhatikan
Siswa berkelompok
5 menit
87
Presentasi kelas

Guru memberikan apersepsi kepada siswa 
dengan mengajukan pertanyaan:
Ananda sekalian, apakah ada manusia
ketika ia terluka darahnya sulit untuk 
membeku? Kenapa seperti itu?

Guru
Menyebutkan
Judul
materi
pembelajaran pada hari ini: system
peredaran darah pada manusia
Guru Menyampaikan tujuan dan kegiatan
pembelajaran hari ini dan menjelakan
system peredaran darah secara ringkas
Guru membagikan LKS kepada masingmasing kelompok.
Guru membimbing kegiatan diskusi dan
memberikan bantuan jika siswa mengalami
kesulitan
Guru meminta salah satu perwakilan dari
kelompok untuk mempresentasikan hasil
diskusi
kelompoknya
dan
mendiskusikannya dengan kelompok lain
untuk menanggapi dan menyempurnakan
hasil diskusi

Kegiatan
kelompok / tim



Kuis


Siswa
mendengarkan dan mem- 15 menit
perhatikan apersepsi yang diberikan
guru
Siswa menjawab pertanyaan dari guru
sesuai pemahaman awal mereka
Mencatat judul pelajaran
Mencatat tujuan pembelajaran dan
memperhatikan penjelasan
guru
tentang kegiatan pembelajaran
 .siswa mengerjakan dan menjawab 25 menit
pertanyaan
 Siswa berdiskusi
 Perwakilan siswa mempresentasikan
hasil diskusinya
15 menit
 Guru meminta kepada siswa untuk menutup  Siswa menutup buku pe;ajaran
buku pelajaran
 Guru memberikan beberapa pertanyaan
 Siswa menjawab pertanyaan yang
kepada siswa
88
Skor
perkembangan
individu
diberikan oleh guru
 Setelah selesai, guru meminta siswa untuk
saling menukar kertas jawaban dan  Siswa saling bertukar kertas jawaban
mengoreksinya
 Guru meminta siswa untuk menghitung skor  Siswa menghitung nilai skornya
kuis yang telah dilaksanakan
5menit
Rekognisi tim
 Guru memberika penghargaan kepada  Siswa
senang
kelompok yang memiliki nilai tertinggi
penghargaan
Kegiatan Penutup
 Guru memberikan penguatan materi  Siswa memperhatikan penjelasan guru 5 menit
terhadap siswa
dengan seksama.
 Guru menutup pelajaran dengan membaca  Siswa mengucapkan hamdallah
doa dan “ Hamdalah”
 Siswa menjawab salam
 Guru
meniggalkan
kelas
dengan
menggucapkan salam.
E. Media Pembelajaran
1. LCD/ laptop
2. Spidol
3. Papan tulis
mendapatkan
89
F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA GLOBAL kelas 2 SMP
2. Buku Biologi GLOBAL kelas 2 SMP
3. LKS Siswa
G. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian (Terlampir)
Tes Tertulis ( kuis dan diskusi kelompok)
2. Bentuk Instrumen (Terlampir)
Uraian
3. Contoh Instrumen (Terlampir)
Mengapa para penderita hipertensi memiliki tekanan darah yang lebih dibanding dengan orang yang normal?
Mengetahui,
Jakarta,
2014
Guru Mapel Biologi
Guru Praktikum
Dra. H. Halwati
(Bachtiar)
Lampiran 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS NHT
(RPP)
Sekolah
: MTS Negeri 13 Jakarta
Kelas / Semester
: VIII (Delapan)/Semester 2
Mata Pelajaran
: IPA Biologi
Pertemuan
: Ke-1
Alokasi Waktu
: 2x40 menit
Standar Kompetensi
: 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.
Kompetensi Dasar
: 1.6.Mendiskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan
kesehatan.
Indikator
7. Menjelaskan struktur dan fungsi komponen penyusun darah
8. Mengidentifikasikan struktur dan fungsi komponen penyusun darah
9. Mengidentifikasi struktur dan fungsi plasma darah, sel darah merah, sel darah
putih dan keping-keping darah.
10. Menjelaskan proses pembekuan darah
11. Menyebutkan fungsi darah
12. Mengidentifikasi penggolongan darah
91
F. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
6. menjelaskan pengertian plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah.
7. membedakan komposisi penyusun darah manusia
8. menjelaskan struktur dan fungsi darah.
9. menjelaskan proses pembekuan darah.
10. mengidentifikasi golongan darah manusia.
92
G. Materi Pembelajaran
Sistem peredaran darah
Darah
Alat peredaran
darah
Plasma
darah
Sel darah
Peredaran
darah
Gangguan dan
penyakit
Jantung
Peredaran
darah besar
Hemofilia
Pembuluh
darah
Peredaran
darah kecil
Talasemia
Sel darah merah
Leukimia
Pembuluh nadi
Sel darah putih
Varises
Pembuluh balik
Keeping darah
Aterosklerosis
Pembuluh kapiler
93
Keterangan:
H. Metode
Pendekatan
=
materi yang akan diajarkan pada pertemuan sekarang
: Kontekstual
Metode
: Ceramah, Diksusi dan Tanya jawab
Model
: NHT
I. Langkah Pembelajaran
Tahap
Kegiatan
pembelajaran
Kegiatan awal
Kegiatan Inti
Kegiatan
Guru
Alokasi
waktu
Siswa




Guru mengucapkan salam
Guru membimbing siswa untuk berdoa bersama
Guru mengabsen siswa
Guru memberikan motivasi awal sebelum
melaukan kegiatan pembelajaran



Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok 
secara heterogen. Tiap kelompok terdiri dari 4-5
orang


5 menit
Siswa menjawab salam dari guru
Siswa berdoa bersama-sama sebelum
melaksanakan proses pembelajaran
Siswa menjawab absen
Siswa memperhatikan
Siswa berkelompok
5 menit
94
Presentasi
kelas

Guru memberikan apersepsi kepada siswa 
dengan mengajukan pertanyaan:
Ketika kalian terluka, dari kulit kita akan keluar 
darah.

Bagaimanakah bentuk darah?

Mengapa darah kita berwarna merah??

Guru Menyebutkan Judul materi pembelajaran
pada hari ini: system peredaran darah pada
manusia
Guru Menyampaikan tujuan dan kegiatan
pembelajaran hari ini dan menjelakan system
peredaran darah secara ringkas
Guru membagikan LKS kepada masing-masing 
kelompok.
Guru memberikan nomor pada setiap individu di 
dalam kelompok
Guru membimbing kegiatan diskusi dan 
memberikan bantuan jika siswa mengalami
kesulitan

Kegiatan

kelompok
( penomoran ) 
dan berpikir
bersama

Fase
Menjawab

Guru menyebut satu nomor dan para siswa dari 
tiap kelompok dengan nomor yang sama
mengangkat tangan atau berdiri. Guru menunjuk
salah satu dari mereka untuk mempresentasikan
jawaban.
Siswa mendengarkan dan memperhatikan 15 menit
apersepsi yang diberikan guru
Siswa menjawab pertanyaan dari guru
sesuai pemahaman awal mereka
Mencatat judul pelajaran
Mencatat tujuan pembelajaran dan
memperhatikan penjelasan guru tentang
kegiatan pembelajaran
Siswa mengerjakan dan menjawab 25 menit
pertanyaan
Siswa menerima kartu nomor yang
diberikan oleh guru
Siswa berdiskusi
Siswa
yang
ditunjuk
guru 20 menit
mempresentasikan jawaban kemudian
siswa yang lain menanggapi
95


Rekognisi tim

Kegiatan
Penutup



Guru Memberikan klarifikasi jawaban yang 
benar

Guru Mengarahkan siswa untuk menyimpulkan
materi pelajaran yang telah dipelajari.
Guru memberika penghargaan kepada kelompok 
Siswa memperhatikan penjelasan guru
Siswa menyimpulkan materi pelajaran
Guru memberikan penguatan materi terhadap 
siswa
Guru menutup pelajaran dengan membaca doa 
dan “ Hamdalah”

Guru meniggalkan kelas dengan menggucapkan
salam.
Siswa memperhatikan penjelasan guru 5 menit
dengan seksama.
Siswa mengucapkan hamdallah
Siswa menjawab salam
E. Media Pembelajaran
Alat dan bahan :
1. LCD/ laptop
2. Spidol
3. Papan tulis
F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA GLOBAL kelas 2 SMP
2. Buku Biologi GLOBAL kelas 2 SMP
3. LKS Siswa
Siswa senang mendapatkan penghargaan
5 menit
96
G. Penilaian Hasil Belajar
4. Teknik Penilaian
a. Tes Tertulis ( kuis dan diskusi kelompok )
5. Bentuk Instrumen
b. Uraian
6. Contoh Instrumen
a. Sebutkan fungsi darah bagi manusia ?
Mengetahui,
Guru Mapel Biologi
(Dra. H. Halwati )
Jakarta,
2014
Guru Praktikan
(Bachtiar)
97
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS NHT
(RPP)
Sekolah
Kelas / Semester
Mata Pelajaran
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator
: MTS Negeri 13 Jakarta
: VIII (Delapan)/Semester 2
: IPA Biologi
: Ke-2
: 2x40 menit
: 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.
: 1.6.Mendiskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan
kesehatan.
1. Menjelaskan struktur dan fungsi komponen penyusun darah
2. Mengidentifikasikan struktur dan fungsi komponen penyusun darah
3. Mengidentifikasi struktur dan fungsi plasma darah, sel darah merah, sel darah
putih dan keping-keping darah.
4. Menjelaskan proses pembekuan darah
5. Menyebutkan fungsi darah
6. Mengidentifikasi penggolongan darah
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. menjelaskan pengertian plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah.
98
2. membedakan komposisi penyusun darah manusia
3. menjelaskan struktur dan fungsi darah.
4. menjelaskan proses pembekuan darah.mengidentifikasi golongan darah manusia.
B. Materi Pembelajaran
Sistem peredaran darah
Darah
Alat peredaran
darah
Plasma
darah
Sel darah
Peredaran
darah
Gangguan dan
penyakit
Jantung
Peredaran
darah besar
Hemofilia
Pembuluh
darah
Peredaran
darah kecil
Talasemia
Sel darah merah
Leukimia
Pembuluh nadi
Sel darah putih
Varises
Pembuluh balik
Keeping darah
Aterosklerosis
Pembuluh kapiler
99
Keterangan:
=
materi yang akan diajarkan pada pertemuan sekarang
C. Metode
Pendekatan
Metode
Model
: Kontekstual
: Ceramah, Diksusi dan Tanya jawab
: NHT
D. langkah pembelajaran
Tahap
Kegiatan
pembelajaran
Kegiatan awal




Kegiatan Inti

Kegiatan
Guru
Guru mengucapkan salam
Guru membimbing siswa untuk berdoa
bersama
Guru mengabsen siswa
Guru memberikan motivasi awal sebelum
melaukan kegiatan pembelajaran
5
Alokasi
waktu
Siswa




Guru membagi siswa dalam beberapa 
kelompok
secara
heterogen.
Tiap
kelompok terdiri dari 4-5 orang
5 menit
Siswa menjawab salam dari guru
Siswa berdoa bersama-sama sebelum
melaksanakan proses pembelajaran
Siswa menjawab absen
Siswa memperhatikan
Siswa berkelompok
5 menit
100
Presentasi
kelas

Guru memberikan apersepsi kepada siswa 
dengan mengajukan pertanyaan:
Siswa mendengarkan dan memperhatikan 15 menit
apersepsi yang diberikan guru

Apa peranan jantung dalam sistem 
transpor manusia ?
Bagaimana bedanya vena dan arteri ?

Termasuk sistem peredaran darah apakah
sistem peredaran darah manusia?

Siswa menjawab pertanyaan dari guru
sesuai pemahaman awal mereka


Guru
Menyebutkan
Judul
materi
pembelajaran pada hari ini: system
peredaran darah pada manusia
Guru Menyampaikan tujuan dan kegiatan
pembelajaran hari ini dan menjelakan
system peredaran darah secara ringkas
Mencatat judul pelajaran
Mencatat tujuan pembelajaran dan
memperhatikan penjelasan guru tentang
kegiatan pembelajaran
Kegiatan

kelompok
( penomoran ) 
dan berpikir

bersama
Guru membagikan LKS kepada masing- 
masing kelompok.
Guru memberikan nomor pada setiap 
individu di dalam kelompok
Guru membimbing kegiatan diskusi dan 
memberikan
bantuan
jika
siswa
mengalami kesulitan
Siswa mengerjakan dan menjawab 25 menit
pertanyaan
Siswa menerima kartu nomor yang
diberikan oleh guru
Siswa berdiskusi

Guru menyebut satu nomor dan para 
siswa dari tiap kelompok dengan nomor
Siswa
yang
mempresentasikan
Fase
Menjawab
ditunjuk
guru 20 menit
jawaban kemudian
101


Rekognisi tim

Kegiatan
Penutup



yang sama mengangkat tangan atau
berdiri. Guru menunjuk salah satu dari
mereka untuk mempresentasikan jawaban.
Guru Memberikan klarifikasi jawaban 
yang benar
Guru
Mengarahkan
siswa
untuk 
menyimpulkan materi pelajaran yang telah
dipelajari.
Guru memberika penghargaan kepada 
kelompok
siswa yang lain menanggapi
Guru memberikan penguatan materi 
terhadap siswa
Guru menutup pelajaran dengan membaca 
doa dan “ Hamdalah”
Guru
meniggalkan
kelas
dengan 
menggucapkan salam.
Siswa memperhatikan penjelasan guru 5 menit
dengan seksama.
Siswa mengucapkan hamdallah
E. Media Pembelajaran
1. Alat dan bahan : LCD/ laptop, spidol dan papan tulis
F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA GLOBAL kelas 2 SMP
Siswa memperhatikan penjelasan guru
Siswa menyimpulkan materi pelajaran
Siswa senang mendapatkan penghargaan
Siswa menjawab salam
5 menit
102
2. Buku Biologi GLOBAL kelas 2 SMP
3. LKS Siswa
H. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian (Terlampir)
Tes Tertulis ( kuis dan diskusi kelompok )
2. Bentuk Instrumen (Terlampir)
Uraian
3. Contoh Instrumen (Terlampir)
Terdiri atas apakah alat peredaran pada manusia ? jelaskan !
103
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS NHT
(RPP)
Sekolah
: MTS Negeri 13 Jakarta
Kelas / Semester
: VIII (Delapan)/Semester 2
Mata Pelajaran
: IPA Biologi
Pertemuan
: Ke-1
Alokasi Waktu
: 2x40 menit
Standar Kompetensi
: 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.
Kompetensi Dasar
: 1.6.Mendiskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan
kesehatan.
Indikator
1. Menjelaskan struktur dan fungsi komponen penyusun darah
2. Mengidentifikasikan struktur dan fungsi komponen penyusun darah
3. Mengidentifikasi struktur dan fungsi plasma darah, sel darah merah, sel darah putih
dan keping-keping darah.
4. Menjelaskan proses pembekuan darah
5. Menyebutkan fungsi darah
6. Mengidentifikasi penggolongan darah
104
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. menjelaskan pengertian plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah.
2. membedakan komposisi penyusun darah manusia
3. menjelaskan struktur dan fungsi darah.
4. menjelaskan proses pembekuan darah.
5. mengidentifikasi golongan darah manusia
105
B. Materi Pembelajaran
Sistem peredaran darah
Darah
Alat peredaran
darah
Plasma
darah
Sel darah
Peredaran
darah
Gangguan dan
penyakit
Jantung
Peredaran
darah besar
Hemofilia
Pembuluh
darah
Peredaran
darah kecil
Talasemia
Sel darah merah
Leukimia
Pembuluh nadi
Sel darah putih
Varises
Pembuluh balik
Keeping darah
Aterosklerosis
Pembuluh kapiler
106
Keterangan:
=
materi yang akan diajarkan pada pertemuan sekarang
C. Metode
Pendekatan
: Kontekstual
Metode
: Ceramah, Diksusi dan Tanya jawab
Model
: NHT
D. langkah pembelajaran
Tahap
Kegiatan
pembelajaran
Kegiatan awal
Kegiatan Inti
Kegiatan
Guru


Guru mengucapkan salam
Guru membimbing siswa untuk
berdoa bersama
 Guru mengabsen siswa
 Guru memberikan motivasi awal
sebelum
melaukan kegiatan
pembelajaran
 Guru membagi siswa dalam
beberapa
kelompok
secara
heterogen. Tiap kelompok terdiri
dari 4-5 orang
Siswa


Alokasi
waktu


5 menit
Siswa menjawab salam dari guru
Siswa berdoa bersama-sama sebelum
melaksanakan proses pembelajaran
Siswa menjawab absen
Siswa memperhatikan

Siswa berkelompok
5 menit
107
Presentasi
kelas



Kegiatan

kelompok
( penomoran ) 
dan berpikir
bersama

Fase
Menjawab

Guru memberikan apersepsi
kepada siswa dengan mengajukan
pertanyaan:
Ananda sekalian, apakah ada
manusia ketika ia terluka
darahnya sulit untuk membeku?
Kenapa seperti itu?
Guru Menyebutkan Judul materi
pembelajaran pada hari ini:
system peredaran darah pada
manusia
Guru Menyampaikan tujuan dan
kegiatan pembelajaran hari ini
dan menjelakan system peredaran
darah secara ringkas
Guru membagikan LKS kepada
masing-masing kelompok.
Guru memberikan nomor pada
setiap
individu
di
dalam
kelompok
Guru membimbing kegiatan
diskusi dan memberikan bantuan
jika siswa mengalami kesulitan


Siswa
mendengarkan
dan 15 menit
memperhatikan
apersepsi
yang
diberikan guru
Siswa menjawab pertanyaan dari guru
sesuai pemahaman awal mereka

Mencatat judul pelajaran

Mencatat tujuan pembelajaran dan
memperhatikan penjelasan
guru
tentang kegiatan pembelajaran


Siswa mengerjakan dan menjawab 25 menit
pertanyaan
Siswa menerima kartu nomor yang
diberikan oleh guru

Siswa berdiskusi
Guru menyebut satu nomor dan 
para siswa dari tiap kelompok
dengan nomor yang sama
mengangkat tangan atau berdiri.
Siswa
yang
ditunjuk
guru 20 menit
mempresentasikan jawaban kemudian
siswa yang lain menanggapi
108


Rekognisi tim

Kegiatan
Penutup



E. Media Pembelajaran
Alat dan bahan :
1. LCD/ laptop
2. Spidol
3. Papan tulis
Guru menunjuk salah satu dari
mereka untuk mempresentasikan
jawaban.

Guru Memberikan klarifikasi
jawaban yang benar

Guru Mengarahkan siswa untuk
menyimpulkan materi pelajaran
yang telah dipelajari.
Guru memberika penghargaan 
kepada kelompok
Guru memberikan
penguatan 
materi terhadap siswa
Guru menutup pelajaran dengan 
membaca doa dan “ Hamdalah”
Guru meniggalkan kelas dengan 
menggucapkan salam.
Siswa memperhatikan penjelasan
guru
Siswa
menyimpulkan
materi
pelajaran
Siswa senang mendapatkan peng- 5 menit
hargaan
Siswa memperhatikan penjelasan 5 menit
guru dengan seksama.
Siswa mengucapkan hamdallah
Siswa menjawab salam
109
F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA GLOBAL kelas 2 SMP
2. Buku Biologi GLOBAL kelas 2 SMP
3. LKS Siswa
G. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian (Terlampir)
Tes Tertulis ( kuis dan diskusi kelompok)
2.Bentuk Instrumen (Terlampir)
Uraian
3.Contoh Instrumen (Terlampir)
Mengapa para penderita hipertensi memiliki tekanan darah yang lebih dibanding dengan orang yang normal?
Mengetahui,
Guru Mapel Biologi
(Dra. H. Halwati )
Jakarta,
2014
Guru Praktikan
(Bachtiar)
110
Lampiran 3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS TGT
(RPP)
Sekolah
: MTS Negeri 13 Jakarta
Kelas / Semester
: VIII (Delapan)/Semester 2
Mata Pelajaran
: IPA Biologi
Pertemuan
: Ke-1
Alokasi Waktu
: 2x40 menit
Standar Kompetensi
: 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.
Kompetensi Dasar
: 1.6.Mendiskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan
kesehatan.
Indikator
13. Menjelaskan struktur dan fungsi komponen penyusun darah
14. Mengidentifikasikan struktur dan fungsi komponen penyusun darah
15. Mengidentifikasi struktur dan fungsi plasma darah, sel darah merah, sel darah
putih dan keping-keping darah.
16. Menjelaskan proses pembekuan darah
17. Menyebutkan fungsi darah
18. Mengidentifikasi penggolongan darah
111
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. menjelaskan pengertian plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah.
2. membedakan komposisi penyusun darah manusia
3. menjelaskan struktur dan fungsi darah.
4. menjelaskan proses pembekuan darah.
5. mengidentifikasi golongan darah manusia.
112
B. Materi Pembelajaran
Sistem peredaran darah
Darah
Alat peredaran
darah
Plasma
darah
Sel darah
Peredaran
darah
Gangguan dan
penyakit
Jantung
Peredaran
darah besar
Hemofilia
Pembuluh
darah
Peredaran
darah kecil
Talasemia
Sel darah merah
Leukimia
Pembuluh nadi
Sel darah putih
Varises
Pembuluh balik
Keeping darah
Aterosklerosis
Pembuluh kapiler
113
Keterangan:
=
materi yang akan diajarkan pada pertemuan sekarang
C. Metode pembelajaran
Metode
: Ceramah, diskusi dan Tanya jawab
Model
: Cooperative learning tipe TGT
D.langkah pembelajaran
Tahap
Kegiatan
pembelajaran
Kegiatan awal
Kegiatan Inti
Kegiatan
Guru


Guru mengucapkan salam
Guru membimbing siswa untuk berdoa
bersama
 Guru mengabsen siswa
 Guru memberikan motivasi awal
sebelum
melaukan
kegiatan
pembelajaran
5
 Guru membagi siswa dalam beberapa
kelompok secara heterogen. Tiap
kelompok terdiri dari 4-5 orang
Alokasi
waktu
Siswa



5 menit
Siswa menjawab salam dari guru
Siswa berdoa bersama-sama sebelum
melaksanakan proses pembelajaran
Siswa menjawab absen

Siswa memperhatikan
 Siswa berkelompok
5 menit
114
Pembelajaran
awal
(presentasi
kelas)
Kegiatan
kelompok / tim
Permainan
( Games)

Guru memberikan apersepsi kepada
siswa dengan mengajukan pertanyaan:
Ketika kalian terluka, dari kulit kita
akan keluar darah.
Bagaimanakah bentuk darah?
Mengapa darah kita berwarna merah??
 Guru Menyebutkan Judul materi
pembelajaran pada hari ini: system
peredaran darah pada manusia
 Guru Menyampaikan tujuan dan
kegiatan pembelajaran hari ini dan
menjelakan system peredaran darah
secara ringkas
 Guru membagikan LKS kepada
masing-masing kelompok.
 Guru membimbing kegiatan diskusi
dan memberikan bantuan jika siswa
mengalami kesulitan
 Guru
meminta
salah
satu
perwakilan dari kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusi
kelompoknya
dan
mendiskusikannya
dengan
kelompok lain untuk menanggapi
dan menyempurnakan hasil diskusi
 Guru meminta kepada siswa untuk
menutup buku pelajaran
 Guru
memberikan
beberapa

Siswa
mendengarkan
memperhatikan
apersepsi
diberikan guru

Siswa menjawab pertanyaan dari guru
sesuai pemahaman awal mereka
Mencatat judul pelajaran





dan 15 menit
yang
Mencatat tujuan pembelajaran dan
memperhatikan penjelasan
guru
tentang kegiatan pembelajaran
.siswa mengerjakan dan menjawab 25 menit
pertanyaan
Siswa berdiskusi
Perwakilan siswa mempresentasikan
hasil diskusinya


15 menit
Siswa menutup buku pelajaran
Siswa mengambil kartu dan
menjawab
pertanyaan
sesuai
115
Kegiatan
Penutup



pertanyaan kepada siswa melalui
kartu yang diberi nomor.
Guru
memberikan
penguatan
materi terhadap siswa
Guru menutup pelajaran dengan
membaca doa dan “ Hamdalah”
Guru meniggalkan kelas dengan
menggucapkan salam.
D. Media Pembelajaran
Alat dan bahan :
4. LCD/ laptop
5. Spidol
6. Papan tulis
E. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA GLOBAL kelas 2 SMP
2. Buku Biologi GLOBAL kelas 2 SMP
3. LKS Siswa
dengan nomor pada kartu tersebut.


Siswa memperhatikan penjelasan 5 menit
guru dengan seksama.
Siswa mengucapkan hamdallah

Siswa menjawab salam
116
G. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian (Terlampir)
Tes Tertulis ( kuis dan diskusi kelompok )
2. Bentuk Instrumen (Terlampir)
Uraian
3. Contoh Instrumen (Terlampir)
1. Sebutkan fungsi darah bagi manusia ?
Mengetahui,
Guru Mapel Biologi
(Dra. H. Halwati )
Jakarta,
2014
Guru Praktikan
(Bachtiar)
117
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS TGT
(RPP)
Sekolah
: MTS Negeri 13 Jakarta
Kelas / Semester
: VIII (Delapan)/Semester 2
Mata Pelajaran
: IPA Biologi
Pertemuan
: Ke-2
Alokasi Waktu
: 2x40 menit
Standar Kompetensi
: 1.Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.
Kompetensi Dasar
: 1.6.Mendiskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan
hubungannya dengan kesehatan.
Indikator
1. Menjelaskan struktur dan fungsi jantung, pembuluh darah, dan darah
dalam sistem peredaran darah.
2. Menjelaskan proses peredaran darah pada manusia.
3. Menjelaskan proses peredaran getah bening.
118
D. Materi Pembelajaran
Sistem peredaran darah
Darah
Alat peredaran
darah
Plasma
darah
Sel darah
Peredaran
darah
Gangguan dan
penyakit
Jantung
Peredaran
darah besar
Hemofilia
Pembuluh
darah
Peredaran
darah kecil
Talasemia
Sel darah merah
Leukimia
Pembuluh nadi
Sel darah putih
Varises
Pembuluh balik
Keeping darah
Aterosklerosis
Pembuluh kapiler
119
Keterangan:
=
materi yang akan diajarkan pada pertemuan sekarang
B. Metode pembelajaran
Metode
: Ceramah, diskusi dan Tanya jawab
Model
: Cooperative learning tipe TGT
C. langkah pembelajaran
Tahap Kegiatan
pembelajaran
Kegiatan awal
Kegiatan Inti
Kegiatan
Guru




Guru mengucapkan salam
Guru membimbing siswa untuk berdoa bersama
Guru mengabsen siswa
Guru memberikan motivasi awal sebelum
melaukan kegiatan pembelajaran

Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok
secara heterogen. Tiap kelompok terdiri dari 4-5
orang
Siswa




Alokasi
waktu
5 menit
Siswa menjawab salam dari guru
Siswa berdoa bersama-sama sebelum
melaksanakan proses pembelajaran
Siswa menjawab absen
Siswa memperhatikan
 Siswa berkelompok
5 menit
120
Pembelajaran
 Guru memberikan apersepsi kepada siswa dengan 
awal
mengajukan pertanyaan:
(presentasi kelas)
Apa peranan jantung dalam sistem transpor
manusia ?

Bagaimana bedanya vena dan arteri ?
Termasuk sistem peredaran darah apakah sistem
peredaran darah manusia?
 Guru Menyampaikan tujuan dan kegiatan 
pembelajaran hari ini dan menjelakan system
peredaran darah secara ringkas
Kegiatan
kelompok / tim
Permainan
( Games)
 Guru membagikan LKS kepada masing-masing
kelompok.
 Guru membimbing kegiatan diskusi dan
memberikan bantuan jika siswa mengalami
kesulitan
 Guru meminta salah satu perwakilan dari
kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi
kelompoknya dan mendiskusikannya dengan
kelompok
lain
untuk
menanggapi
dan
menyempurnakan hasil diskusi
 Guru meminta kepada siswa untuk menutup buku
pelajaran
 Guru memberikan beberapa pertanyaan kepada
siswa melalui kartu yang diberi nomor.
Siswa
mendengarkan
dan 15 menit
memperhatikan
apersepsi
yang
diberikan guru
Siswa menjawab pertanyaan dari guru
sesuai pemahaman awal mereka
Mencatat tujuan pembelajaran dan
memperhatikan penjelasan
guru
tentang kegiatan pembelajaran
 .Siswa mengerjakan dan menjawab 25 menit
pertanyaan
 Siswa berdiskusi
 Perwakilan siswa mempresentasikan
hasil diskusinya


15 menit
Siswa menutup buku pe;ajaran
Siswa
mengambil
kartu
dan
menjawab pertanyaan sesuai dengan
nomor pada kartu tersebut.
121
Kegiatan Penutup



Guru memberikan penguatan materi terhadap
siswa
Guru menutup pelajaran dengan membaca doa dan
“ Hamdalah”
Guru meniggalkan kelas dengan menggucapkan
salam.
E. Media Pembelajaran
1. laptop / LCD, Whiteboard dan Spidol
2. Media gambar jantung dan pembuluh darah
F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA GLOBAL kelas 2 SMP
2. Buku Biologi GLOBAL kelas 2 SMP
3. LKS Siswa



Siswa memperhatikan penjelasan 5 menit
guru dengan seksama.
Siswa mengucapkan hamdallah
Siswa menjawab salam
122
G. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian (Terlampir)
a. Tes Tertulis ( kuis dan diskusi kelompok )
2. Bentuk Instrumen (Terlampir)
Uraian
3. Contoh Instrumen (terlampir)
Terdiri atas apakah alat peredaran pada manusia ? jelaskan !
Mengetahui,
Guru Mapel Biologi
(Dra. H. Halwati )
Jakarta,
2014
Guru Praktikan
(Bachtiar)
123
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS TGT
(RPP)
Sekolah
: MTS Negeri 13 Jakarta
Kelas / Semester
: VIII (Delapan)/Semester 2
Mata Pelajaran
: IPA Biologi
Pertemuan
: Ke-3
Alokasi Waktu
: 2x40 menit
Standar Kompetensi
: 1.Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.
Kompetensi Dasar
: 1.6.Mendiskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya
dengan kesehatan.
Indikator
3. Menjelaskan contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran
darah
4. Menjelaskan penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah dan
upaya mengatasinya.
124
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
1. mengidentifikasi kelainan dan penyakit yang terdapat pada sistem transpor manusia.
2. menyebutkan contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah
3. menjelaskan contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah yang biasa
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.
4. menjelaskan upaya mengatasi penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah yang
biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
125
B. Materi Pembelajaran
Sistem peredaran darah
Darah
Alat peredaran
darah
Plasma
darah
Sel darah
Peredaran
darah
Gangguan dan
penyakit
Jantung
Peredaran
darah besar
Hemofilia
Pembuluh
darah
Peredaran
darah kecil
Talasemia
Sel darah merah
Leukimia
Pembuluh nadi
Sel darah putih
Varises
Pembuluh balik
Keeping darah
Aterosklerosis
Pembuluh kapiler
126
Keterangan:
=
materi yang akan diajarkan pada pertemuan sekarang
C. Metode pembelajaran
: Ceramah, diskusi dan Tanya jawab
Metode
: Cooperative learning tipe TGT
Model
D. Langkah Pembelajaran
Tahap
Kegiatan
pembelajaran
Kegiatan awal
Kegiatan Inti
Pembelajaran
awal
Kegiatan
Guru




Guru mengucapkan salam

Guru membimbing siswa untuk berdoa bersama

Guru mengabsen siswa
Guru memberikan motivasi awal sebelum

melaukan kegiatan pembelajaran

5
 Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok 
secara heterogen. Tiap kelompok terdiri dari 4-5
orang
 Guru memberikan apersepsi kepada siswa 
dengan mengajukan pertanyaan:
Siswa
Alokasi
waktu
5 menit
Siswa menjawab salam dari guru
Siswa
berdoa
bersama-sama
sebelum
melaksanakan
proses
pembelajaran
Siswa menjawab absen
Siswa memperhatikan
Siswa berkelompok
Siswa
mendengarkan
memperhatikan apersepsi
5 menit
dan 10 menit
yang
127
(presentasi
kelas)
Kegiatan
kelompok / tim
Turnamen
( Tournament)
Penghitungan
Skor
Ananda sekalian, apakah ada manusia ketika ia
terluka darahnya sulit untuk membeku? Kenapa 
seperti itu?
 Guru Menyampaikan tujuan dan kegiatan
pembelajaran hari ini dan menjelakan system 
peredaran darah secara ringkas

diberikan guru
Siswa menjawab pertanyaan dari
guru sesuai pemahaman awal
mereka
Mencatat tujuan pembelajaran dan
memperhatikan penjelasan
guru
tentang kegiatan pembelajaran
 Siswa mengerjakan dan menjawab 10 menit
pertanyaan
 Siswa berdiskusi
Guru membagikan LKS kepada masing-masing
kelompok.
 Guru membimbing kegiatan diskusi dan
memberikan bantuan jika siswa mengalami
kesulitan
 Guru meminta salah satu perwakilan dari 
kelompok untuk mem- presentasikan hasil
diskusi kelompoknya dan mendiskusikannya
dengan kelompok lain untuk menanggapi dan
menyempurnakan hasil diskusi
 Guru meminta kepada siswa untuk mengatur 
meja pertandingan

 Guru meminta siswa untuk pindah ke kelompok
pertandingan
 Guru membimbing siswa melakukan game

 Guru meminta siswa untuk menghitung skor 
yang telah dilaksanakan
Perwakilan
siswa
mempresentasikan hasil diskusinya
40 menit
Siswa mengatur meja pertandingan
Siswa mengatur kelompok masingmasing
Siswa melakukan game tournament
Siswa menghitung nilai skornya
5 menit
128
Rekognisi tim

Guru memberika penghargaan kepada kelompok
yang memiliki nilai tertinggi
Kegiatan
Penutup



Guru memberikan penguatan materi terhadap
siswa
Guru menutup pelajaran dengan membaca
doa dan “ Hamdalah”
Guru
meniggalkan
kelas
dengan
menggucapkan salam.
E. Media Pembelajaran
1. LCD/ laptop
2. Spidol
3. Papan tulis
F. Sumber Pembelajaran
1. Buku IPA GLOBAL kelas 2 SMP
2. Buku Biologi GLOBAL kelas 2 SMP
3. LKS Siswa

Siswa
senang
penghargaan



mendapatkan
Siswa
memperhatikan 5 menit
penjelasan
guru
dengan
seksama.
Siswa mengucapkan hamdallah
Siswa menjawab salam
129
G. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian (Terlampir)
Tes Tertulis ( kuis dan diskusi kelompok)
2. Bentuk Instrumen (Terlampir)
Uraian
3. Contoh Instrumen (Terlampir)
1. Mengapa para penderita hipertensi memiliki tekanan darah yang lebih dibanding dengan orang yang normal?
Mengetahui,
Guru Mapel Biologi
(Dra. H. Halwati )
Jakarta,
2014
Guru Praktikan
(Bachtiar)
Lampiran 4
LEMBAR KERJA SISWA 1
( LKS )
Standar kompetensi :
1.Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
Kompetensi Dasar :
1.6.Mendiskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya
dengan kesehatan
Indikator :
1. Menjelaskan struktur dan fungsi komponen penyusun darah
2. Mengidentifikasikan struktur dan fungsi komponen penyusun darah
3. Mengidentifikasi struktur dan fungsi plasma darah, sel darah merah, sel
darah putih dan keping-keping darah.
4. Menjelaskan proses pembekuan darah
5. Menyebutkan fungsi darah
Tujuan pembelajaran :
Peserta didik dapat:
11. Menjelaskan pengertian plasma darah, seldarah merah, seldarah putih, dan
keping-keping darah.
12. Membedakan komposisi penyusun darah manusia
13. Menjelaskan struktur dan fungsi darah.
14. Menjelaskan proses pembekuan darah.
KELOMPOK :
NAMA ANGGOTA :
1.
2.
3.
4.
5.
131
Sistem sirkulasi
Tubuh kita membutuhkan makanan, yang kemudian dicerna dalam usus.
Sari-sari makanan tersebut diserap oleh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh.
Darah merupakan alat transportasi yang sangat penting dalam tubuh manusia.
Sistem peredaran darah manusia sendiri terbagi atas darah dan alat-alat peredaran
darah. Kalian tentu pernah melihat darah bukan? Apa sebenarnya fungsi darah
dalam tubuh kita?
Untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan darah, kerjakanlah soal-soal
berikut.
1. Darah merupakan cairan yang berwarna merah yang terdapat dalam tubuh.
Fungsi daraha dalah:
a.______________________________________________________
b.______________________________________________________
c.______________________________________________________
d.______________________________________________________
2. Darah terbagi atas 2 komponen utama, yaitu: a.
_____________________, yang terbagi atas 3 yaitu
i._________________ ii._____________________ dan
iii.____________________ b. _____________________, yang berfungsi
__________________________, dan tersusun atas ______________,
_______________seperti albumin, hormon, globulin, dan fibrinogen,
____________yang terdiri dari NaCl, natrium bikarbonat, fosfor,
magnesium, dan besi, ______________________seperti glukosa, lemak,
asam amino, enzim, dan antigen.
132
3. Isilah tabel perbandingan berikut !
No
1
Eritrosit
leukosit
trombosit
Tempat
produksi
2
bentuk
3
struktur
4
Fungsi
4. perhatikan gambar di bawah ini !
Berdasarkan gambartersebut, coba kalian jelaskan proses dan sistematika
pembekuan darah!
--------------Selamat Mengerjakan---------------
133
LEMBAR KERJA SISWA 2
( LKS )
Standar kompetensi :
1.Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
Kompetensi Dasar :
1.6.Mendiskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya
dengan kesehatan
Indikator :
1. Menjelaskan struktur dan fungsi jantung, pembuluh darah, dan darah
dalam sistem peredaran darah.
2. Menjelaskan proses peredaran darah pada manusia.
3. Menjelaskan proses peredaran getah bening.
Tujuan pembelajaran :
Pesertadidik dapat:
1. Menjelaskan fungsi jantung, pembuluh darah, dan darah dalam sistem
peredaran darah;
2. Menjelaskan proses peredaran darah kecil manusia.
3. Menjelaskan proses peredaran darah besar manusia.
4. Menjelaskan proses peredaran getah bening manusia
5. Menyebutkan komponen yang menyusun peredaran getah bening manusia
KELOMPOK :
NAMA ANGGOTA :
1.
2.
3.
4.
5.
134
Diskusikan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan anggota kelompokmu!
1. Berilah keterangan-keterangan gambar dibawahini !
a
b
c
e
d
f
2. Lengkapilah tabel perbedaan antara pembuluh arteri dan pembuluh vena di
bawah ini!
Perbedaan
1
Letak
2
Denyut
3
Katup
4
Dinding pembuluh
5
Arah aliran
Arteri
Vena
135
3. Perhatikan gambar dibawah ini !
a. Berilah keterangan bagian yang diberi nomor dengan istilah yang tepat.
b. Berdasarkan gambar tersebut, jelaskan aliran darah pada peredaran darah
kecil!
c. Apakah yang membedakan sistem peredarah darah kecil dengan peredaan
darah besar?
4. Jelaskan secara singkat tentang :
a. Cairan limfa.
b. Fungsi kelenjar Limfa.
--------------Selamat Mengerjakan---------------
136
LEMBAR KERJA SISWA 3
( LKS )
Standar kompetensi :
1.Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
Kompetensi Dasar :
1.6.Mendiskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya
dengan kesehatan
Indikator :
1. Mengidentifikasi penggolongan darah
2. Menjelaskan contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran
darah.
3. Menjelaskan penyakit yang berhubungan dengan sistem peredaran darah
dan upaya mengatasinya.
Tujuan pembelajaran :
Peserta didik dapat:
1. Mengidentifikasi penggolongan darah
2. Mengidentifikasi kelainan dan penyakit yang terdapat pada sistem
sirkulasi manusia.
3. Menyebutkan contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem
peredaran darah
4. Menjelaskan contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem
peredaran darah yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan
upaya mengatasinya.
KELOMPOK :
NAMA ANGGOTA :
1.
2.
3.
4.
5.
137
Sistem sirkulasi
Pernahkah kalian mendengar istilah transfusi darah? Ya, transfusi darah
dilakukan kepada orang yang membutuhkan darah. Sebagai contoh, bila seseorang
mengalami kecelakaan dan mengeluarkan banyak darah, maka bila tidak ada
tersedia darah di PMI maka harus dilakukan transfusi darah. Seluruh keluarga
ditanya mengenai golongan darah masing-masing. Apabila ditemukan yang cocok
maka transfusi bisa dilakukan. Walaupun bersaudara tetapi bila golongan darah
beda, maka transfusi tidak boleh dilakukan. Jadi tidak sembarangan darah yang
diberikan. Dalam hidup juga tidak lepas dari kelainan dan penyakit yang terjadi
pada tubuh, khususnya pada sistem peredaran darah. Salah satu contohnya adalah
anemia, wasir, dan masih ada yang lain.
1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut !
Pengertian:
a. Donor adalah …..
b. Donor universal adalah …...
c. Resepien adalah….
d. Resepien universal adalah …..
e. Aglutinasi adalah….
2. Bila seseorang yang bergolongan darah A mendonorkan darahnya kepada
korban kecelakaan yang bergolongan darah B, maka terjadi
penggumpalan. Mengapa demikian? Jelaskan !
3. Mengapa bila golongan darah O di transfusikan kegolongan darah A tidak
terjadi penggumpalan (aglutinasi)? Jelaskan !
138
4. Jodohkanlah penyakit dan kelainan yang terdapat pada kolom A dengan
pernyataan-pernyataan pada kolom B yang ada hubungannya dengan
penyakit dan kelainan tersebut
A
a. Bertambahnya sel darah putih yang tidak
B
1. Aterosklerosis
terkendali sehingga memakan sel darah
merah
b. Kandungan hemoglobin dalam darah
2. Anemia
rendah
c. Pembengkakan vena pada daerah kaki
3. Varises
d. Daya ikat eritrosit terhadap O2 rendah
4. Thalasemia
karena Terlalu banyak mengkonsumsi
makanan
e. Kegagalan pembentukan hemoglobin
5. Hipertensi
f. Tekanan darah dalam arteri tinggi
6. Hemofilia
g. Pembengkakan vena di sekitar lubang
7. Leukimia
anus
h. Darah sulit membeku ketika terjadi luka
i.
8. Wasir
Pecahnya pembuluh darah di otak
sehingga saraf otak menjadi rusak
--------------Selamat Mengerjakan---------------
139
Lampiran 5
Instrumen Kuis
Sub konsep
Fungsi dan
komposisi
Soal
1. Sebutkan fungsi
darah bagi manusia ?
darah
Jawaban
1. Mengangkut oksigen,
Skor
3
Mengedarkan sari-sari
makanan, membunuh
kuman yang masuk dalam
tubuh
2. Sebutkan komposisi
darah bagi manusia!
2. Plasma darah dan sel-sel
3
darah (eritrosit, leukkosit,
dan trombosit
3. Seseorang yang
3. B dan O, B karena pasien
bergolongan darah B
darah mengandung
mengalami
agltinogen B, sedangkan
kecelakaan , korban
O merupakan pendonor
tersebut memerlukan
untuk semua golongan
daah. Golongan
darah
3
darah apakah yang
dapat menjadi donor
bagi si korban,
jelaskan !
4. apakah yang
4. Mengandung Hemoglobin
1
5. Leukosit
1
menyebabkan Darah
berwarna merah ?
5. Bentuknya tidak
tetap, bisa bergerak
bebas di luar
pembuluh darah,
jumlah normalnya
140
8.000 tiap 1 mm3
darah. Hal tersebut
adalah ciri-ciri?
6. Enzim trombokinase
6. Keeping darah
1
7. antigen A dengan antibodi
2
dihasilkan oleh?
7. Golongan darah A
diberikan kepada
B tidak cocok
golongan darah B
tidak sesuai, sebab?
8. Donor universal
8. O
1
9. Jika terjadi luka
3
(dapat menyalurkan
darah ke semua
golongan) adalah
golongan darah?
9. Bagaimana proses
pembekuan darah
Trombosit pecah
terjadi ? Jelaskan !
mengeluarkan enzim
trombokinase mengubah
protorombin menjadi
thrombin dgn bantuan Ca
dan Vit k , kemudian
fibrinogen mengeluarkan
benan-benang fibrin dan
luka pun tertutup.
141
Fungsi
1. Jenis sel darah yang
Peredaran
berfungsi dalam
Darah
proses pembekuan
1. trombosit
2
.
darah saat luka
adalah?
2. Sel Darah putih
2. memakan
bersifat fagosit
mikroorganisme yang
artinya?
masuk ke tubuh
1. Terdiri atas apakah
1. Jantung dan pembuluh
alat peredaran pada
darah. Jantung terletak di
manusia ? jelaskan !
rongga dada agak sebelah
2
3
kiri terbagi atas 4
ruang,serambi kanan dan
kiri, bilik kanan dan bilik
kiri. Kemudian pembuluh
darah terbagi menjadi 2
yaitu pembuluh nadi dan
pembuluh vena.
Alat-alat
2. Dinding pada jantung
Sirkulasi
yang paling tebal
Darah
adalah dinding?
3. Jantung melakukan
kontraksi dan
relaksasi otot
jantung. Ketika
jantung berkontraksi
menyebabkan?
2. bilik kiri
1
3. tekanan bilik naik
1
142
4. Perhatikan bagan
4. II dan III
2
1. paru-paru ke serambi kiri
2
jantung berikut!
IV
I
III
II
II
Bagian yang banyak
mengandung
karbondioksida
adalah nomor?
Mekanisme
1. Darah yang banyak
Peredaran
mengandung oksigen
Darah
terdapat dalam
jantung
pembuluh yang
mengalirkan darah
dari?
2. Jelaskan Urutan
2. peredaran darah dari
sistem peredaran
Jantung (bilik kanan)
darah kecil
menuju ke paruparu
3
kembali ke jantung
(serambi kiri).
3. Jelaskan mengapa
3. Karena darah manusia
sistem peredaran
beredar melalui pembuluh
darah manusia
darah
disebut sistem
peredaran darah
tertutup?
3
143
Peredaran
1. Cairan limfa
Getah
mengandung sel
Bening
darah putih, keping
1. membekukan darah dan
2
mencegah infeksi
darah, dan
fibrinogen. Oleh
sebab itu, cairan
limfa berfungsi
untuk?
2. Peredaran limfa
2. Peredaran limfa disebut
disebut juga dengan
peredaran darah terbuka
peredaran darah
karena ujungujung
terbuka, jelaskan !
pembuluh peredaran limfa
3
tidak saling menyambung.
Kelainan /
3. Apa fungsi sistem
3. Fungsi sistem limfa bagi
limfa bagi tubuh
tubuh adalah sebagai
manusia ?
penghasil antibodi.
1. Penyakit darah
Penyakit
keturunan dan
pada sistem
ditandai dengan
Peredaran
darah sukar
Darah
membeku disebut?
2. Penimbunan lemak
2
1. Haemofilia
2
2. Atherosclerosis
2
3. Leukemia
2
4. Wasir
2
pada pembuluh darah
disebut?
3. Penyakit yang
merupakan gangguan
pada sel darah ialah?
4. pelebaran pembuluh
darah di sekitar anus
mengakibatkan
penyakit
144
5. Sel darah yang
5. Trombosit
2
6. Anemia adalah keadaan
3
menurun jumlahnya
ketika seseorang
menderita demam
berdarah adalah
6. apakah perbedaan
anatara penyakit
tubuh yang kekurangan
anemia dan
hemoglobin sedangkan
thalasemia?
thalasemia penyakit
keturunan dimana tubuh
tidak mampu
memproduksi hemoglobin
dan sel darah merah
7. Mengapa para
7. Penyebabnya antara lain
penderita hipertensi
adanya penyempitan
memiliki tekanan
pembuluh darah dan
darah yang lebih
gangguan pada jantung
dibanding dengan
orang yang normal ?
3
KISI-KISI INSTRUMEN
Lampiran 6
Standar kompetensi
1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
Kompetensi dasar
1.6 Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubunganya dengan kesehatan
Indikator pembelajaran
Menjelaskan struktur dan
fungsi komponen
penyusun darah
Mengidentifikasi
komponen penyusun
darah.
Indikator soal
Menyebutkan komponen
penyusun darahyang terbesar
Menjelaskan penyebab warna
merah pada darah
Menyebutkan fungsi
kandungan zat besi dalam
darah
Mengidentifikasi struktur
dan fungsi plasma darah,
sel darah merah, sel darah
Menyebutkan nama biologi
bagi sel darah merah
Butir soal
Bagian terbesar penyusun darah adalah ...
a. Sel darah merah c. Keping darah
b. Sel darah putih
d. Plasma darah
Darah berwarna merah karena ....
a. banyak mengandung zat besi
b. terdapat pigmen merah dalam darah
c. terdiri dari macam-macam zat penyusun
d. mengandung hemoglobin
Fungsi zat besi bagi darah adalah ….
a. bahan pembentuk sel darah merah
b. mempertahankan bentuk sel darah
c. membantu pembekuan darah
d. sumber gizi bagi darah
Sel darah merah disebut juga ....
a. eritrosit
c. trombosit
b. leukosit
d. fibrinogen
Kunci
Nomor
Aspek
Jawaban
Soal
Kognitif
D
1
C1
D
3
C2
A
4
C1
A
5
C1
146
putih dan keping-keping
darah.
Menjelaskan sel darah yang
melakukan fungsi tertentu
menentukan jenis sel darah
melalui cirinya
menganalisis fungsi darah
berdasarkan gambar
Jenis sel darah yang berfungsi dalam proses
pembekuan darah saat luka adalah ....
a. Sel darah merah c. Keping darah
b. Plasma darah
d. Sel darah putih
Bentuknya tidak tetap, bisa bergerak bebas di
luar pembuluh darah, jumlah normalnya 8.000
tiap 1 mm3 darah. Hal tersebut adalah ciri-ciri
a. Leukosit
c. eritrosit
b. trombosit
d. plasma darah
fungsi sel darah pada gambar di bawah
C
6
C2
A
7
C3
D
8
C4
adalah…
a. Mengangkut oksigen dan sari makanan ke
seluruh tubuh
b. Membantu proses pembekuan darah
c. Menjaga keseimbangan tubuh
d. Membunuh kuman penyakit yang masuk
ke dalam tubuh
Menyebutkan kandungan isi
hemoglobin
Hemoglobin mengandung unsur ....
a. zat lemak
c. zat besi
b. zat protein
d. zat kapur
C
9
C1
Menyebutkan komponen sel
darah merah yang berfunsi
mengangkut O2
Oksigen dalam darah akan diangkut oleh ...
a. hemoglobin
c. keping darah
b. plasma
d. sel darah putih
A
10
C1
147
Menjelaskan sifat dan fungsi
sel darah putih
Menjelaskan proses
pembekuan darah
Sel Darah putih bersifat fagosit artinya ....
a. menghasilkan antigen pelawan kuman
b. memakan mikroorganisme yang masuk ke
tubuh
c. membawa CO2 ke seluruh tubuh
d. membawa O2 ke seluruh tubuh
Mengidentifikasi cirri-ciri sel
Ciri-ciri darah seperti:
darah merah
1. mempunyai inti
2. mengandung hemoglobin
3. dibentuk dalam sumsum tulang merah
4. menghancurkan kuman
Ciri-ciri yang dimiliki sel darah merah adalah
a. nomor 1 dan 2
c. nomor 3 dan 4
b. nomor 2 dan 3
d. nomor 1 dan 4
menentukaan zat-zat yang
Zat-zat di bawah ini berperan dalam proses
berperan dalam pembekuan
pembekuan darah, kecuali ....
darah
a. trombosit
c. protrombin
b. fibrinogen
d. leukosit
Menyebutkan fungsi keeping
Enzim trombokinase dihasilkan oleh ....
darah dalam proses pembekuan a. keping darah
c. fibrinogen
darah
b. plasma darah
d. limpa
Menyebutkan sel darah yang
Proses pembekuan darah sangat dibantu oleh
berperan dalam pembekuan
adanya
darah
a. Sel darah merah c. Keping darah
b. Sel darah putih
d. Hemoglobin
menganalisis zat-zat yang
Perhatikan bagan pembekuan darah dibawah
berperan dalam proses
ini!
pembekuan darah
B
14
C2
B
16
C4
D
11
C3
A
12
C1
C
13
C1
B
17
C4
148
Trombosit pecah
1
2
Protombin
Trombin
trombin
Menyebutkan fungsi darah Menjelaskan fungsi dari darah
secara umum
Mengidentifikasi
penggolongan darah
Menentukan transfusi yang
cocok antar golongan darah
Menganalisis proses transfusi
yang cocok antar golongan
darah
3
4
Istilah yang tepat untuk melengkapi nomor di
atas adalah…
a. trombokinase, fibrinogen, fibrin, dan Ca
b. trombokinase, Ca, fibrinogen dan fibrin
c. fibrinogen, fibrin, Ca, dan trombokinase
d. fibrinogen, Ca, trombokinase, dan fibrin
Dari pernyataan berikut ini, yang bukan
fungsi darah adalah ….
a. mengangkut oksigen dan karbon dioksida
b. pembunuh kuman
c. meneruskan rangsangan dari otak
d. mengangkut sisa metabolisme
Dalam keadaan darurat seseorang yang
bergolongan darah A bisa menerima darah
dari seseorang yang bergolongan...
a. O
c. B
b. AB
d. AB dan O
Golongan darah A diberikan kepada golongan
darah B tidak sesuai, sebab ....
a. antigen A bertemu antibodi α
b. antigen B bertemu antibodi β
C
2
C2
A
18
C3
C
15
C4
149
Menyebutkan golonmgan
darah universal
Mmenjelaskantransfus yang
cocok antar golongan darah
Menjelaskan struktur dan
fungsi jantung, pembuluh
darah, dan darah dalam
sistem peredaran darah.
Menenutukan jenis –jenis
pembuluh arteri
Menjelaskan cirri jantung
manusia
c. antigen A dengan antibodi B tidak cocok
d. antigen A menggumpalkan antibodi α
Donor universal (dapat menyalurkan darah ke
semua golongan) adalah golongan darah ....
a. A
c. B
b. AB
d, O
Golongan darah AB pada proses transfusi
darah dapat ....
1. mendonorkan darah kepada golongan
darahA
2. mendonorkan darah kepada golongan
darahB
3. mendonorkan darah kepada golongan
darahAB
4. mendonorkan darah kepada golongan
darahO
Pembuluh arteri berikut ini membawa darah
bersih (banyak mengandung O2), kecuali ....
a. arteri pulmonalis
b. arteri ke usus
c. arteri ke ginjal
d. arteri ke jantung
Di bawah ini yang bukan merupakan ciri-ciri
jantung manusia adalah…
a.sebagai alat pemompa darah ke seluruh
tubuh
b. besarnya kurang lebih satu kepalan tangan
D
19
C1
C
20
C2
A
21
C3
D
22
C2
150
Menyebutkan cirri struktur
ruang jantung
Menyebutkan ciri pembuluh
nadi
Menjelaskan ciri pembuluh
balik
Menjelaskan proses
peredaran darah pada
manusia.
Mengidentifikasi bagian
jantung beserta kandungan
darahnya
c. terbagi menjadi empat ruang
d. terdapat katup dua daun yaitu valvula
trikuspidalis
Dinding pada jantung yang paling tebal
adalah dinding pada ....
a. serambi kiri
c. bilik kiri
b. serambi kanan
d. bilik kanan
Pembuluh nadi memiliki karakteristik antara
lain
a. elastis dan tipis
b. mengalirkan darah dari jantung
c. membawa sisa-sisa metabolisme
d. mengalirkan darah menuju jantung
Pernyataan yang benar mengenai pembuluh
balik adalah…
a. memiliki dinding pembuluh tebal, kuat
dan elastis
b. terletak tersembunyi di bawah otot
c. mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke
jantung
d. apaila luka darah memancar keluar
Perhatikan bagan jantung berikut!
C
24
C1
B
25
C1
C
26
C2
C
28
C4
151
IV
III
I
II
II
Bagian yang banyak mengandung
karbondioksida adalah nomor…
a. I dan II
c. II dan III
b. I dan III
d. III dan IV
Menjelaskan proses kontraksi
jantung pada sistem peredaran
darah pada manusia.
Mengurutkan Proses Peredaran
Darah
Jantung melakukan kontraksi dan relaksasi
otot jantung. Ketika jantung berkontraksi
menyebabkan …
a. ruang bilik jantung membesar
b. tekanan bilik naik
c. darah mengalir ke pembuluh vena
d. darah masuk ke jantung
Urutan peredaran darah yang benar, yaitu ....
a. seluruh tubuh - bilik kanan – serambi
kanan - paru-paru - bilik kiri – serambi
kiri - seluruh tubuh
b. seluruh tubuh - bilik kiri - serambi kiri paru-paru - bilik kanan – serambi kanan seluruh tubuh
c. seluruh tubuh - serambi kanan – bilik
kanan - paru-paru - serambi kiri – bilik
kiri - seluruh tubuh
B
23
C2
C
27
C3
152
d. seluruh tubuh - serambi kiri - bilik kiri paru-paru - serambi kanan – bilik kanan seluruh tubuh
Menjelaskan proses
peredaran getah bening.
Menyebutkan bagian pembuluh Darah yang banyak mengandung oksigen
beserta kandungan darahnya
terdapat dalam pembuluh yang mengalirkan
darah dari..
a. jantung ke paru-paru
b. paru-paru ke serambi kiri jantung
c. tubuh ke jantung
d. paru-paru ke serambi kanan jantung
Menjelaskan penyebab aliran
Beredarnya darah ke seluruh tubuh dapat
darah di tubuh
terjadi karena ....
a. otot jantung berkontraksi
b. pembuluh nadi berkontraksi
c. pembuluh balik berkontraksi
d. otot jantung relaksasi
mengurutkan sistem peredara
Urutan sistem peredaran darah kecil adalah ...
darh kecil
a. Jantung ke paruparu ke jantung
b. Jantung ke seluruh tubuh ke jantung
c. Jantung ke seluruh tubuh ke paruparu
d. Paru-paru ke jantung ke paru-paru
Menyebutkan cirri limfa
Di bawah ini merupakan ciri dari limfa
adalah..
a. Terdiri atas sel-sel darah putih
b. Berasal dari sel-sel darah
c. Berasal dari plasma darah
d. Berwarna kekuning-kuningan
B
28
C1
C
29
C2
A
30
C3
B
32
C1
153
Menjelaskan fungsi cairan
limfa
Mengidentifikasi fungsi
kelenjar limfa
Menjelaskan contoh
penyakit yang
berhubungan dengan
sistem peredaran darah
Menyebutkan contoh penyakit
yang diakibatkan sel darah
Menyebutkan contoh penyakit
yang berkaitan dengan
pembuluh darah
Cairan limfa mengandung sel darah putih,
keping darah, dan fibrinogen. Oleh sebab itu,
cairan limfa berfungsi untuk ....
a. membekukan darah dan mencegah infeksi
b. melancarkan aliran darah dan mencegah
infeksi
c. membantu proses peredaran darah
d. membekukan sekaligus melancarkan aliran
darah
Di Bawah ini pernyataaan yang benar
mengenai kelenjar limfa adalah…
a. berfungsi sebagai tempat pembuatan selsel darah merah
b. untuk menyaring kuman penyakit yang
masuk ke dalam tubuh
c. terdapat di bagian kepala, pundak, lutut
dan kaki
d. apabila terinfeksi kelenjar limfa akan
mengecil dan meradang
Penyakit darah keturunan dan ditandai dengan
darah sukar membeku disebut ...
a. Anemia
c. Varises
b. Haemofilia
d.
Trombositopenia
Penimbunan lemak pada pembuluh darah
disebut ...
a. atherosklerosis
c. varises
b. arterio sklerosis
d. stroke
A
33
C2
B
34
C4
B
35
C1
A
36
C1
154
Menyebutkan contoh penyakit
pada sel darah
Menjelaskan penyakit
yang berhubungan dengan
sistem peredaran darah.
Penyakit yang merupakan gangguan pada sel
darah ialah ....
a. penyakit jantung
b. varises
c. tekanan darah tinggi
d. leukemia
Mengidentifikasi penyakit
pelebaran pembuluh darah di sekitar anus
yang berkaitan dengan
mengakibatkan penyakit…
pembuluh darah
a. varises
c. arteriosklerosis
b. bawasir
d. arterosklerosis
Menyebutkan penyebab
Sel darah yang menurun jumlahnya ketika
terjadinya gangguan dan
seseorang menderita demam berdarah adalah
penyakit
a. trombosit
b. basofil
c. monosit
d. leukosit
Menjelaskan proses
Bahaya yang terjadi jika resipien menerima
penggumpalan yang terjadi jika transfusi darah dari donor yang golongan
ada kesalahan pendonoran
darahnya tidak sama adalah ....
a. aliran darah tidak akan berhenti jika ada
luka
b. tubuh resipien akan melemah
c. mengakibatkan anemia
d. terjadi penggumpalan darah
D
37
C1
B
39
C4
A
40
C1
D
38
C2
Lampiran 7
KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN
Jenjang sekolah
Mata Pelajaran
Alokasi Waktu
Jumlah Soal
Bentuk Soal
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
: SMP
: Biologi
: 2x40 menit
: 45
:Tes Objektif Pilihan Ganda
: 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
: 1.6 Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan
Sub Konsep
Indikator
11
14,15
19
23
Aspek Kognitif
C2
C3
2,3
6, 7,8
10
12
16, 17
20,21
22
24,26
25
7. Mendeskripsikan struktur alat-alat peredaran darah manusia
8. Membedakan proses peredaran darah besar dan kecil
28
31
27
32,34
9. Menjelaskan sistem peredaran getah bening
36
37
10. Menjelaskan berbagai penyakit pada sistem peredaran darah
40, 44
39,41,
C1
Fungsi dan komposisi darah
Fungsi Peredaran Darah
Alat-alat Sirkulasi Darah
Mekanisme Peredaran
Darah
Peredaran Getah Bening
Kelainan / Penyakit pada
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Mengidentifikasi komponen-komponen darah
Menjelaskan fungsi komponen-komponen darah
Menjelaskan proses pembekuan darah
Mengidentifikasi macam-macam golongan darah
Menjelaskan fungsi peredaran darah pada manusia
Mengidentifikasi alat-alat peredaran darah
1
33
42,43,
C4
4, 5
9
13
18
5
4
4
5
4
4
29,30
35
4
5
38
3
7
131
sistem Peredaran Darah
dan hubungannya dengan kesehatan
Jumlah soal
11
16
45
9
9
45
132
Lampiran 7
KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN
Jenjang sekolah
Mata Pelajaran
Alokasi Waktu
Jumlah Soal
Bentuk Soal
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
: SMP
: Biologi
: 90 menit
: 45
:Tes Objektif Pilihan Ganda
: 1. Memahami berbagai sistem pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan
: 1.6 Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan
Indikator pembelajaran
Indikator Soal
1. Mengidentifikasi
komponen-komponen
darah
Menyebutkan
komponenkomponen pada
darah
Menjelaskan
komponen yang
termasuk ke
dalam sel-sel
darah manusia
Soal
Apakah bagian terbesar penyusun darah ?
A. Sel darah merah
B. Sel darah putih
Jawaba
n
Tingkat
Kogniti
f
D
C1
No.
Buti
r
Soal
1
C
C2
2
C. Keping darah
D. Plasma darah
Dibedakan menjadi apa sajakah sel-sel darah
manusia?
A. eritrosit dan leukosit
B. granulosit dan agranulosit
C. eritrosit, leukosit, dan trombosit
D. neutrofil, basosil, dan eosinofil
133
Menghubungaka
n komponen
darah dengan
fungsinya
Membandingka
n mekanisme
darah,
komponen
darah, dan sel
darah
Sel darah merah mengandung zat yang disebut
hemoglobin atau Hb. Hemoglobin adalah protein
yang mengandung senyawa besi, yaitu hemin.
Apakah fungsi hemoglobin pada sel darah merah?
A. mengikat oksigen untuk diedarkan ke
seluruh tubuh
B. membawa CO2 ke jaringan
C. membawa glukosa ke seluruh tubuh
D. membantu dalam proses pembekuan darah
Perhatikan gambar di bawah ini !
Berdasarkan gambar sel darah di atas, sel apakah
yang bersifat fagosit, cenderung berwarna merah
dan plasmanya bersifat asam?
A. leukosit
A
C2
3
D
C4
4
134
Menganalisis
mekanisme dari
plasma darah
dan peranan
plasma darah
2. Menjelaskan fungsi
komponen-komponen
darah
Menganalisis
fungsi darah
berdasarkan
gambar
B. neutrofil
C. basofil
D. eosinofil
Plasma darah memiliki banyak komponen di
dalamnya, diantaranya adalah air dan protein.
Protein apakah yang terdapat dalam plasma darah
yang digunakan untuk membentuk zat antibodi dan
mempertahankan keseimbangan air di dalam darah
dan jaringan?
A. Sistein dan Globulin
B. Globulin dan Albumin
C. Albumin dan fibrinogen
D. Sistein dan albumin
Apakah fungsi sel darah pada gambar di bawah ?
B
C4
5
D
C2
6
B
C2
7
e. Mengangkut oksigen dan sari makanan ke
seluruh tubuh
f. Membantu proses pembekuan darah
g. Menjaga keseimbangan tubuh
h. Membunuh kuman penyakit yang masuk ke
dalam tubuh
Menjelaskan
sifat dan fungsi
sel darah putih
Sel Darah putih bersifat fagosit, artinya ?
e.
menghasilkan antigen pelawan kuman
135
f.
memakan mikroorganisme yang masuk ke
tubuh
g.
membawa CO2 ke seluruh tubuh
h.
membawa O2 ke seluruh tubuh
Ciri-ciri darah seperti:
B
C2
8
A. nomor 1 dan 2
C. nomor 3 dan 4
B. nomor 2 dan 3
D. nomor 1 dan 4
Perhatikan gambar di bawah ini!
B
C4
9
Mengidentifikas
i cirri-ciri sel
5. mempunyai inti
darah merah
6. mengandung hemoglobin
7. dibentuk dalam sumsum tulang merah
8. menghancurkan kuman
Ciri-ciri yang dimiliki sel darah merah adalah?
Membandingka
n karakteristik,
fungsi, dan
mekanisme dari
sel darah
Jenis sel-sel darah putih manakah yang berperan
dalam mekanisme pertahanan tubuh yang
136
melibatkan produksi dan distribusi antibodi?
A. Neutrofil
B. limfosit
C. eusinofil
D. monosit
3. Menjelaskan proses
pembekuan darah
menentukaan
Zat-zat di bawah ini yang tidak berperan dalam
zat-zat yang
proses pembekuan darah?
berperan dalam
A. trombosit
C. protrombin
pembekuan
B.
fibrinogen
D. leukosit
darah
Menjelaskan
Dibentuk oleh apakah benang-benang fibrin?
salah satu proses
A. fibrinogen
pembekuan
B. thrombin
darah
C. serum
D. protombin
Menghubungka Pada saat kita terluka, trombosit akan pecah
n komponen
kemudian keluar faktor antihemofilia. Disebut
darah dengan
apakah faktor antihemofilia tersebut?
proses
A. trombokinase
pembekuan
B. fibrin
darah
C. thrombin
D. proteombin
menganalisis
zat-zat yang
berperan dalam Perhatikan bagan pembekuan darah dibawah ini!
proses
pembekuan
D
C2
10
A
C4
11
A
C3
12
B
C4
13
137
darah
Trombosit pecah
1
2
Protombin
3
Trombin
4
Istilah yang tepat untuk melengkapi nomor di atas
adalah?
e.
f.
g.
h.
4. Mengidentifikasi macammacam golongan darah
trombokinase, fibrinogen, fibrin, dan Ca
trombokinase, Ca, fibrinogen dan fibrin
fibrinogen, fibrin, Ca, dan trombokinase
fibrinogen, Ca, trombokinase, dan fibrin
Mengidentifikas Zat apakah yang menentukan golongan darah
i golongan darah manusia?
berdasarkan
A. antigen dan antitoksin
perbedaan
B. aglutinin dan eritrosit
aglutinogen dan
C. aglutinin dan aglutinogen
aglutinin yang
D. aglutinin dan eritrosit
terkandung
C
C1
14
138
dalam darah
Menjelaskan
golongan darah
berdasarkan
perbedaan
aglutinogen dan
aglutinin yang
terkandung
dalam darah
Menganalisis
proses transfusi
yang cocok
antar golongan
darah
Apakah yang terdapat pada membrane sel darah
merah orang yang bergolongan darah A?
A. aglutinogen A
B. aglutinogen B
C. tidak memiliki aglutinogen
D. memiliki aglutinogen A dan B
A
C1
15
Golongan darah A diberikan kepada golongan
darah B tidak sesuai, sebab?
C
C3
16
D
C3
17
e. antigen A bertemu antibodi α
f. antigen B bertemu antibodi β
g. antigen A dengan antibodi B tidak cocok
h. antigen A menggumpalkan antibodi α
Menghubungka
n tipe golongan
darah
berdasarkan
perbedaan
aglutinogen dan
aglutinin yang
terkandung
dalam darah
Golongan darah apakah yang dimiliki oleh
seseorang apabila dalam sel darah merahnya tidak
terdapat aglutinogen, tetapi dalam plasmanya
mengandung aglutinin α dan β?
A. B
B. AB
C. A
D. O
139
Membandingka
n golongan
darah dengan
proses transfusi
darah
9. Menjelaskan
fungsi peredaran
darah pada
manusia
Mengidentifikas
i fungsi sistem
peredaran darah
pada manusia
Menjelaskan
fungsi plasma
darah kaitannya
Perhatikan tabel golongan darah berikut ini :
No
Nama
Golongan Darah
1
Brandon
A
2
Wawan
O
3
Budi
AB
4
Hudson
B
5
Berto
A
Jika Belda yang bergolongan darah A memerlukan
transfusi darah, maka siapa sajakah yang dapat
mendonorkan darahnya untuk Belda?
A. Brandon, Budi, Hudson
B. Brandon, Wawan, Berto
C. Wawan, Hudson, Berto
D. Budi, Hudson, Berto
Pernyataan manakah yang tidak tepat dengan
fungsi sistem peredaran darah pada manusia?
A. mengangkut zat nutrisi ke seluruh jaringan
tubuh
B. mengangkut sisa-sisa metabolisme ke alatalat pengeluaran
C. menghantarkan rangsang ke organ-organ
tubuh
D. mengedarkan oksigen ke seluruh jaringan
tubuh
Apakah fungsi dari plasma darah?
A. mengangkut O2 dan membantu mengangkut
CO2
B
C4
18
C
C1
19
D
C2
20
140
dengan
peredaran darah
Menghubungka
n fungsi
pembuluh darah
dalam sistem
peredaran darah
Menganalisis
fungsi darah
dalam sistem
B. membantu pertahanan tubuh terhadap
infeksi yang masuk
C. membantu proses pembekuan darah
D. mengatur tekanan osmosis darah, membawa
sari-sari makanan, sisa metabolisme, hasil
sekresi, dan beberapa gas
Perhatikan gambar di bawah ini!
Pada pembuluh darah apakah dalam sistem
peredaran darah yang paling mudah menjadi
tempat difusi molekul-molekul?
A. kapiler
B. vena
C. arteri
D. pembuluh limfa
Sistem sirkulasi darah pada manusia berhubungan
dengan sistem-sistem organ yang lainnya. Sistem
organ apakah yang berhubungan langsung dengan
A
C2
21
C
C3
22
141
peredaran darah
dan
hubungannya
dengan sistem
organ yang lain
10. Mengidentifikasi Mengidentifikas
alat-alat peredaran i karakteristik
darah
jantung
sel darah merah?
A. sistem ekskresi
B. sistem koordinasi tubuh
C. sistem pernapasan
D. sistem pencernaan
Pada gambar di
samping,
ditunjukkan
oleh nomor
berapakah
ruang atrium?
A.
B.
C.
D.
Menjelaskan
fungsi jantung
pada sistem
peredaran darah
Menghubungka
n tekanan dan
B
C1
23
A
C2
24
B
C3
25
2 dan 3
1 dan 4
6 dan 5
1 dan 2
Apakah fungsi dari jantung?
A. memompa darah ke seluruh tubuh
B. menyerap O2 dari atmosfer
C. menyaring sisa metabolisme dari darah
D. menghasilkan oksigen
Bagian jantung manakah yang memiliki tekanan
yang paling tinggi saat jantung berdetak?
142
aliran darah
pada jantung
manusia
Menganalisis
alat-alat
sirkulasi
11. Mendeskripsikan
struktur alat-alat
peredaran darah
manusia
Mengidentifikas
i bagian jantung
beserta
kandungan
darahnya
A. Serambi kiri
B. Bilik kiri
C. Serambi kanan
D. Bilik kanan
Di bawah ini adalah alat-alat sirkulasi darah
1. jantung
2. paru-paru
3. ginjal
4. arteri
5. arteriol
6. kapiler
Manakah yang merupakan alat-alat sirkulasi?
A. 1,2,4,5
B. 1,2,3,4
C. 1,4,5,6
D. 1,2,4,6
Perhatikan bagan jantung berikut!
IV
III
I
II
II
Bagian yang banyak mengandung karbondioksida
adalah nomor?
C
C2
26
C
C2
27
143
c. I dan II
d. I dan III
Menjelaskan
ciri-ciri
pembuluh darah
Menghubungka
n karakteristik,
fungsi, dan
mekanisme
pembuluh darah
Menghubungka
n fungsi
pembuluh darah
manusia
C. II dan III
D. III dan IV
Pembuluh darah apakah yang memiliki bentuk
paling kecil?
A. kapiler
B. arteri
C. arteriol
D. vena
Dalam sistem peredaran darah manusia dikenal
adanya tiga pembuluh darah, yaitu arteri, vena, dan
kapiler. Pernyataan manakah yang berkaitan
dengan pembuluh vena?
A. Mengangkut darah di mana kadar darah O2
tinggi
B. Jalannya meninggalkan jantung
C. Mengangkut darah di mana kadar CO2
tinggi
D. Jalannya menuju jantung
Hubungan manakah yang tepat tentang ciri-ciri
pembuluh darah berikut?
Pembuluh darah
Fungsi/ciri-ciri
A
Arteri
Mengalirkan darah
menuju jantung
B
Vena
Mengalirkan darah
menuju jantung
C
Arteri
Lapisan tengah dan
luar sangat tipis
A
C1
28
D
C4
29
B
C4
30
144
D
12. Membedakan
proses peredaran
darah besar dan
kecil
Mengidentifikas
i sistem
peredaran darah
kecil dan sistem
peredaran darah
besar
Menjelaskan
sistem
peredaran darah
kecil dan sistem
peredaran darah
besar
Menjelaskan
sistole dan
diastole dalam
peredaran darah
Mengaplikasi
bagian-bagian
jantung yang
berisi darah
Kapiler
Terdiri atas
beberapa lapisan sel
Disebut peredaran darah apakah yang aliran
darahnya mengalir dari jantung menuju paru-paru
dan kembali ke jantung?
A. Peredaran darah terbuka
B. Peredaran darah tertutup
C. Perdedaran darah kecil
D. Peredaran darah besar
Bagaimanakah urutan aliran darah pada peredaran
darah kecil?
A. Jantung – arteri pulmonalis - paru-paru vena pulmonalis – jantung
B. Jantung – aorta - seluruh tubuh - jantung
C. Jantung – aorta – paru –paru - jantung
D. Jantung – vena pulmonalis – arteri
pulmonalis - jantung
Tekanan darah seseorang menunjukkan angka
120/80 mmHg. Menunjukkan tekanan apakah nilai
80 mmHg pada hasil pengukuran tersebut?
A. Sistole
B. Diastole
C. Darah tinggi
D. Darah rendah
Perhatikan gambar di bawah ini!
C
C1
31
A
C2
32
B
C3
33
D
C2
34
145
kaya Oksigen
ketika peredaran
darah
berlangsung
Membandingka
n sistem
peredaran pada
manusia
Bagian jantung manakah yang hanya berisi darah
kaya oksigen?
A. I dan II
B. II dan III
C. III dan IV
D. II dan IV
Perhatikan tabel berikut !
Huruf
P
Sistem
peredaran
darah
Besar
Q
Kecil
R
Ganda
S
Tertutup
Keterangan
Bilik kanan  seluruh
tubuh  serambi kiri
Bilik kiri paru-paru 
serambi kanan
Darah dua kali beredar ke
seluruh tubuh
Darah mengalir dalam
pembuluh
D
C4
35
146
13. Menjelaskan
Sistem Peredaran
Getah Bening
Mengidentifikas
i kandungan
dalam sistem
peredaran getah
bening
Menjelaskan
fungsi dari
limfosit pada
sistem
peredaran getah
bening
Membedakan
sistem
peredaran darah
dan sistem
peredaran getah
bening
Ditunjukkan oleh huruf apakah sistem peredaran
darah yang benar?
A. P
B. Q
C. R
D. S
Apakah yang tidak terdapat dalam sistem
peredaran getah bening?
A. Sel darah putih
B. Antibodi
C. Katup
D. Zat makanan
Apakah fungsi dari limfosit pada sistem peredaran
getah bening?
A. Menghancurkan antigen
B. Pembentuk antibodi
C. Menguraikan antigen
D. Menurunkan jumlah antibodi
Perbedaan antara peredaran darah dengan
peredaran getah bening
N
Perbedaa
Peredara
Peredara
o
n
n darah
n getah
benih
1. Sistem
Tertutup
Terbuka
peredaran
2. Darah yang
Darah
Getah
dialirkan
berwarna
berwarna
C
C1
36
B
C2
37
B
C4
38
147
Menganalisis
karakteristik
sistem
peredaran getah
bening
3.
Zat yang
diangkut
4.
Pembuluh
Sari
makanan
(protein,
gula), O2,
CO2
Pembuluh
arteri dan
vena
merah
Lemak
Pembuluh
arteri
Pernyataan manakah yang benar tentang
perbedaan peredaran darah dan peredaran getah
bening?
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
Pernyataan manakah yang tidak berhubungan
dengan sistem limfatik?
A. beredar keseluruh tubuh melalui pembuluh
darah
B. beredar ke seluruh tubuh di dalam
pembuluh limfe
C. salah satu organ penyusunnya adalah
kelenjar timus
D. memiliki fungsi menghasilkan sistem
imunitas
A
C2
39
148
14. Menjelaskan
berbagai penyakit
sistem peredaran
darah dan
hubungannya
dengan kesehatan
Mengidentifkasi
kelainan dan
penyakit pada
sistem
peredaran darah
Menyebutkan
penyebab
terjadinya
gangguan dan
penyakit
Menghubungka
n kelainan dan
penyakit pada
sistem
peredaran darah
Membandingka
n kelainan dan
penyakit pada
sistem
peredaran darah
Disebut apakah kelainan yang disebabkan darah
yang sukar membeku?
A. Anemia
B. Talasemia
C. Leukimia
D. Hemofilia
Sel darah yang menurun jumlahnya ketika
seseorang menderita demam berdarah adalah?
e. Trombosit
f. Basofil
g. Monosit
h. Leukosit
Salah satu penyakit pada sistem peredaran darah
manusia adalah terjadinya pembengkakan pada
pembuluh balik di daerah kaki atau betis. Disebut
apakah penyakit tersebut?
A. Varises
B. Anemia
C. Thalasemia
D. Stroke
Ada berbagai macam penyakit dan kelainan yang
berhubungan dengan sistem peredaran darah.
Pernyataan manakah yang paling tepat tentang
kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah
tersebut?
A. Leukimia disebabkan oleh bakteri
B. Olahraga apapun baik untuk penderita
D
C1
40
A
C1
41
A
C3
42
D
C3
43
149
Mengidentifikas
i kelainan dan
penyakit pada
sistem
peredaran darah
dan
hubungannya
dengan
kesehatan
Menjelaskan
proses
penggumpalan
yang terjadi jika
ada kesalahan
pendonoran
kelainan jantung
C. Pola makan tertentu dapat mempengaruhi
golongan darah
D. Stroke disebabkan antara lain oleh
menyempitnya pembuluh darah
Jika seseorang kekurangan eritrosit, tubuhnya
menjadi pucat. Penyakit apakah yang memiliki ciriciri tersebut?
A. Leukimia
B. Sianosis
C. Anemia
D. Leukopenia
Bahaya yang terjadi jika resipien menerima
transfusi darah dari donor yang golongan darahnya
tidak sama adalah?
e. aliran darah tidak akan berhenti jika ada
luka
f. tubuh resipien akan melemah
g. mengakibatkan anemia
h. terjadi penggumpalan darah
C
C1
44
D
C3
45
150
Lampiran 8
SOAL SISTEM PEREDARAN DARAH
I.
Berilah tanda silang(X) pada salah satu huruf A, B,C atau D pada jawaban yang
paling tepat!
1. Apakah bagian terbesar penyusun darah ?
C. Sel darah merah
C. Keping darah
D. Sel darah putih
D. Plasma darah
2. Dibedakan menjadi apa sajakah sel-sel darah manusia?
A. eritrosit dan leukosit
B. granulosit dan agranulosit
C. eritrosit, leukosit, dan trombosit
D. neutrofil, basosil, dan eosinofil
3. Sel darah merah mengandung zat yang disebut hemoglobin atau Hb. Hemoglobin adalah
protein yang mengandung senyawa besi, yaitu hemin. Apakah fungsi hemoglobin pada sel
darah merah?
A. mengikat oksigen untuk diedarkan ke seluruh tubuh
B. membawa CO2 ke jaringan
C. membawa glukosa ke seluruh tubuh
D. membantu dalam proses pembekuan darah
4. Perhatikan gambar di bawah ini !
Berdasarkan gambar sel darah di atas, sel
apakah yang bersifat fagosit, cenderung
berwarna merah dan plasmanya bersifat
asam?
A. leukosit
B. neutrofil
C. basofil
D. eosinofil
5. Plasma darah memiliki banyak komponen di dalamnya, diantaranya adalah air dan protein.
Protein apakah yang terdapat dalam plasma darah yang digunakan untuk membentuk zat
antibodi dan mempertahankan keseimbangan air di dalam darah dan jaringan?
A. Sistein dan Globulin
B. Globulin dan Albumin
C. Albumin dan fibrinogen
D. Sistein dan albumin
151
6. Apakah fungsi sel darah pada gambar di bawah adalah?
A.
B.
C.
D.
Mengangkut oksigen dan sari makanan ke seluruh tubuh
Membantu proses pembekuan darah
Menjaga keseimbangan tubuh
Membunuh kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh
7. Sel Darah putih bersifat fagosit, artinya ?
A. menghasilkan antigen pelawan kuman
B. memakan mikroorganisme yang masuk ke tubuh
C. membawa CO2 ke seluruh tubuh
D. membawa O2 ke seluruh tubuh
8. Ciri-ciri darah seperti:
1. mempunyai inti
2. mengandung hemoglobin
3. dibentuk dalam sumsum tulang merah
4. menghancurkan kuman
Ciri-ciri yang dimiliki sel darah merah adalah?
A. nomor 1 dan 2
C. nomor 3 dan 4
B. nomor 2 dan 3
D. nomor 1 dan 4
9. Perhatikan gambar di bawah ini!
Jenis sel-sel darah putih manakah yang berperan
dalam mekanisme pertahanan tubuh yang
melibatkan produksi dan distribusi antibodi?
A. Neutrofil
B. limfosit
C. eusinofil
D. monosit
10. Zat-zat di bawah ini yang tidak berperan dalam proses pembekuan darah adalah?
A. trombosit
C. protrombin
B. fibrinogen
D. Leukosit
11. Dibentuk oleh apakah benang-benang fibrin?
A. fibrinogen
C. serum
B. thrombin
D. protombin
152
12. Pada saat kita terluka, trombosit akan pecah kemudian keluar faktor antihemofilia. Disebut
apakah faktor antihemofilia tersebut?
A. trombokinase
C. thrombin
B. fibrin
D. protrombin
13. Perhatikan bagan pembekuan darah dibawah ini!
Trombosit pecah
1
2
Protombin
Trombin
3
4
Istilah yang tepat untuk melengkapi nomor di atas adalah?
A.
B.
C.
D.
trombokinase, fibrinogen, fibrin, dan Ca
trombokinase, Ca, fibrinogen dan fibrin
fibrinogen, fibrin, Ca, dan trombokinase
fibrinogen, Ca, trombokinase, dan fibrin
14. Zat apakah yang menentukan golongan darah manusia?
A. antigen dan antitoksin
C. agglutinin dan aglutinogen
B. aglutinin dan eritrosit
D. agglutinin dan eritrosit
15. Plasma darah memiliki banyak komponen di dalamnya, diantaranya adalah air dan protein.
Protein apakah yang terdapat dalam plasma darah yang digunakan untuk membentuk zat
antibodi dan mempertahankan keseimbangan air di dalam darah dan jaringan?
A. Sistein dan Globulin
B. Globulin dan Albumin
C. Albumin dan fibrinogen
D. Sistein dan albumin
16. Golongan darah A diberikan kepada golongan darah B tidak sesuai, sebab?
A. antigen A bertemu antibodi α
B. antigen B bertemu antibodi β
C. antigen A dengan antibodi B tidak cocok
D. antigen A menggumpalkan antibodi α
153
17. Golongan darah apakah yang dimiliki oleh seseorang apabila dalam sel darah merahnya
tidak terdapat aglutinogen, tetapi dalam plasmanya mengandung aglutinin α dan β?
A. B
B. AB
C. A
D. O
18. Perhatikan tabel golongan darah berikut ini :
No
Nama
Golongan Darah
1
Brandon
A
2
Wawan
O
3
Budi
AB
4
Hudson
B
5
Berto
A
Jika Belda yang bergolongan darah A memerlukan transfusi darah, maka siapa sajakah
yang dapat mendonorkan darahnya untuk Belda?
A. Brandon, Budi, Hudson
C. wawan, Hudson, Berto
B. Brandon, Wawan, Berto
D. Budi, Hudson, Berto
19. Pernyataan manakah yang tidak tepat dengan fungsi sistem peredaran darah pada
manusia?
A. mengangkut zat nutrisi ke seluruh jaringan tubuh
B. mengangkut sisa-sisa metabolisme ke alat-alat pengeluaran
C. menghantarkan rangsang ke organ-organ tubuh
D. mengedarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh
20. Apakah fungsi dari plasma darah?
A. mengangkut O2 dan membantu mengangkut CO2
B. membantu pertahanan tubuh terhadap infeksi yang masuk
C. membantu proses pembekuan darah
D. mengatur tekanan osmosis darah, membawa sari-sari makanan, sisa metabolisme,
hasil sekresi, dan beberapa gas
21. Perhatikan gambar di bawah ini!
154
Pada pembuluh darah apakah dalam sistem peredaran darah yang paling mudah menjadi
tempat difusi molekul-molekul?
A. Kapiler
C. arteri
B. Vena
D. pembuluh limfa
22. Sistem sirkulasi darah pada manusia berhubungan dengan sistem-sistem organ yang
lainnya. Sistem organ apakah yang berhubungan langsung dengan sel darah merah?
A. sistem ekskresi
C. sistem pernapasan
B. sistem koordinasi tubuh
D. sistem pencernaan
23.
Pada gambar di samping, ditunjukkan oleh nomor berapakah
ruang atrium?
E. 2 dan 3
F. 1 dan 4
G. 6 dan 5
H. 1 dan 2
24. Apakah fungsi dari jantung?
A. memompa darah ke seluruh tubuh
B. menyerap O2 dari atmosfer
C. menyaring sisa metabolisme dari darah
D. menghasilkan oksigen
25. Bagian jantung manakah yang memiliki tekanan yang paling tinggi saat jantung berdetak?
A. Serambi kiri
B. Bilik kiri
C. Serambi kanan
D. Bilik kanan
26. Pembuluh darah apakah yang memiliki bentuk paling kecil?
A. kapiler
C. arteriol
B. arteri
D. vena
27. Dalam sistem peredaran darah manusia dikenal adanya tiga pembuluh darah, yaitu arteri,
vena, dan kapiler. Pernyataan manakah yang berkaitan dengan pembuluh vena?
A. Mengangkut darah di mana kadar darah O2 tinggi
B. Jalannya meninggalkan jantung
C. Mengangkut darah di mana kadar CO2 tinggi
D. Jalannya menuju jantung
155
28. Hubungan manakah yang tepat tentang ciri-ciri pembuluh darah berikut?
Pembuluh darah
A Arteri
B Vena
C Arteri
D Kapiler
Fungsi/ciri-ciri
Mengalirkan darah
menuju jantung
Mengalirkan darah
menuju jantung
Lapisan tengah dan
luar sangat tipis
Terdiri atas beberapa
lapisan sel
29. Disebut peredaran darah apakah yang aliran darahnya mengalir dari jantung menuju paruparu dan kembali ke jantung?
A. Peredaran darah terbuka
B. Peredaran darah tertutup
C. Perdedaran darah kecil
D. Peredaran darah besar
30. Bagaimanakah urutan aliran darah pada peredaran darah kecil?
A. Jantung – arteri pulmonalis - paru-paru - vena pulmonalis – jantung
B. Jantung – aorta - seluruh tubuh - jantung
C. Jantung – aorta – paru –paru - jantung
D. Jantung – vena pulmonalis – arteri pulmonalis - jantung
31. Di bawah ini adalah alat-alat sirkulasi darah
1. jantung
2. paru-paru
3. ginjal
4. arteri
5. arteriol
6. kapiler
Manakah yang merupakan alat-alat sirkulasi?
A. 1,2,4,5
B. 1,2,3,4
C. 1,4,5,6
D. 1,2,4,6
156
32. Perhatikan bagan jantung berikut!
IV
I
III
II
II
Bagian yang banyak mengandung karbondioksida adalah nomor?
A. I dan II
B. I dan III
C. II dan III
D. III dan IV
32. Tekanan darah seseorang menunjukkan angka 120/80 mmHg. Menunjukkan tekanan
apakah nilai 80 mmHg pada hasil pengukuran tersebut?
A. Sistole
C. Darah tinggi
B. Diastole
D. Darah rendah
33. Perhatikan gambar di bawah ini!
Bagian jantung manakah yang hanya berisi darah kaya oksigen?
A. I dan II
C. III dan IV
B. II dan III
D. II dan IV
34. Perhatikan tabel berikut !
Huruf
P
Sistem
peredaran
darah
Besar
Q
Kecil
R
Ganda
S
Tertutup
Keterangan
Bilik kanan  seluruh tubuh 
serambi kiri
Bilik kiri paru-paru  serambi
kanan
Darah dua kali beredar ke seluruh
tubuh
Darah mengalir dalam pembuluh
157
Ditunjukkan oleh huruf apakah sistem peredaran darah yang benar?
A. P
C. R
B. Q
D. S
35. Apakah yang tidak terdapat dalam sistem peredaran getah bening?
A. Sel darah putih
B. Antibodi
C. Katup
D. Zat makanan
36. Apakah yang tidak terdapat dalam sistem peredaran getah bening?
A. Sel darah putih
B. Antibodi
C. Katup
D. Zat makanan
37. Apakah fungsi dari limfosit pada sistem peredaran getah bening?
A. Menghancurkan antigen
B. Pembentuk antibodi
C. Menguraikan antigen
D. Menurunkan jumlah antibodi
38. Perbedaan antara peredaran darah dengan peredaran getah bening
No
Perbedaan
Peredaran
Peredaran
darah
getah benih
1. Sistem
Tertutup
Terbuka
peredaran
2. Darah yang
Darah
Getah berwarna
dialirkan
berwarna
merah
Lemak
3. Zat yang
Sari makanan
diangkut
(protein, gula),
O2, CO2
Pembuluh arteri
4. Pembuluh
Pembuluh
arteri dan vena
Pernyataan manakah yang benar tentang perbedaan peredaran darah dan peredaran
getah bening?
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
158
39. Pernyataan manakah yang tidak berhubungan dengan sistem limfatik?
A. beredar keseluruh tubuh melalui pembuluh darah
B. beredar ke seluruh tubuh di dalam pembuluh limfe
C. salah satu organ penyusunnya adalah kelenjar timus
D. memiliki fungsi menghasilkan sistem imunitas
40. Disebut apakah kelainan yang disebabkan darah yang sukar membeku?
A. Anemia
C. leukemia
B. Talasemia
D. Hemofilia
41. Sel darah yang menurun jumlahnya ketika seseorang menderita demam berdarah
adalah?
A. Trombosit
C. Monosit
B. Basofil
D. leukosit
42. Salah satu penyakit pada sistem peredaran darah manusia adalah terjadinya
pembengkakan pada pembuluh balik di daerah kaki atau betis. Disebut apakah
penyakit tersebut?
A. Varises
C. Thalasemia
B. Anemia
D. Stroke
43. Jika seseorang kekurangan eritrosit, tubuhnya menjadi pucat. Penyakit apakah yang
memiliki ciri-ciri tersebut?
A. Leukimia
C. Anemia
B. Sianosis
D. Leukopenia
44. Ada berbagai macam penyakit dan kelainan yang berhubungan dengan sistem
peredaran darah. Pernyataan manakah yang paling tepat tentang kelainan dan penyakit
pada sistem peredaran darah tersebut?
A. Leukimia disebabkan oleh bakteri
B. Olahraga apapun baik untuk penderita kelainan jantung
C. Pola makan tertentu dapat mempengaruhi golongan darah
D. Stroke disebabkan antara lain oleh menyempitnya pembuluh darah
45. Bahaya yang terjadi jika resipien menerima transfusi darah dari donor yang golongan
darahnya tidak sama adalah?
A. aliran darah tidak akan berhenti jika ada luka
B. tubuh resipien akan melemah
C. mengakibatkan anemia
D. terjadi penggumpalan darah
159
Lampiran 9
SOAL SISTEM PEREDARAN DARAH
E. Berilah tanda silang(X) pada salah satu huruf A, B,C atau D pada jawaban yang
paling tepat!
1. Apakah bagian terbesar penyusun darah ?
C. Sel darah merah
C. Keping darah
D. Sel darah putih
D. Plasma darah
2. Dibedakan menjadi apa sajakah sel-sel darah manusia?
A. eritrosit dan leukosit
B. granulosit dan agranulosit
C. eritrosit, leukosit, dan trombosit
D. neutrofil, basosil, dan eosinofil
3. Sel darah merah mengandung zat yang disebut hemoglobin atau Hb. Hemoglobin adalah
protein yang mengandung senyawa besi, yaitu hemin. Apakah fungsi hemoglobin pada sel
darah merah?
A. mengikat oksigen untuk diedarkan ke seluruh tubuh
B. membawa CO2 ke jaringan
C. membawa glukosa ke seluruh tubuh
D. membantu dalam proses pembekuan darah
4. Apakah fungsi sel darah pada gambar di bawah adalah?
A.
B.
C.
D.
Mengangkut oksigen dan sari makanan ke seluruh tubuh
Membantu proses pembekuan darah
Menjaga keseimbangan tubuh
Membunuh kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh
5. Sel Darah putih bersifat fagosit, artinya ?
A. menghasilkan antigen pelawan kuman
B. memakan mikroorganisme yang masuk ke tubuh
C. membawa CO2 ke seluruh tubuh
D. membawa O2 ke seluruh tubuh
160
6. Ciri-ciri darah seperti:
3. mempunyai inti
4. mengandung hemoglobin
3. dibentuk dalam sumsum tulang merah
4. menghancurkan kuman
Ciri-ciri yang dimiliki sel darah merah adalah?
A. nomor 1 dan 2
C. nomor 3 dan 4
B. nomor 2 dan 3
D. nomor 1 dan 4
7. Perhatikan gambar di bawah ini!
Jenis sel-sel darah putih manakah yang berperan
dalam mekanisme pertahanan tubuh yang
melibatkan produksi dan distribusi antibodi?
A. Neutrofil
B. limfosit
C. eusinofil
D. monosit
8. Zat-zat di bawah ini yang tidak berperan dalam proses pembekuan darah adalah?
A. trombosit
C. protrombin
B. fibrinogen
D. Leukosit
9. Dibentuk oleh apakah benang-benang fibrin?
C. fibrinogen
C. serum
D. thrombin
D. protombin
10. Pada saat kita terluka, trombosit akan pecah kemudian keluar faktor antihemofilia. Disebut
apakah faktor antihemofilia tersebut?
C. trombokinase
C. thrombin
D. fibrin
D. protrombin
11. Perhatikan bagan pembekuan darah dibawah ini!
Trombosit pecah
1
2
Protombin
3
Trombin
4
161
Istilah yang tepat untuk melengkapi nomor di atas adalah?
A.
B.
C.
D.
trombokinase, fibrinogen, fibrin, dan Ca
trombokinase, Ca, fibrinogen dan fibrin
fibrinogen, fibrin, Ca, dan trombokinase
fibrinogen, Ca, trombokinase, dan fibrin
12. Zat apakah yang menentukan golongan darah manusia?
A. antigen dan antitoksin
C. aglutinin dan aglutinogen
B. aglutinin dan eritrosit
D. aglutinin dan eritrosit
13. Perhatikan tabel golongan darah berikut ini :
No
Nama
Golongan Darah
1
Brandon
A
2
Wawan
O
3
Budi
AB
4
Hudson
B
5
Berto
A
Jika Belda yang bergolongan darah A memerlukan transfusi darah, maka siapa sajakah
yang dapat mendonorkan darahnya untuk Belda?
i. Brandon, Budi, Hudson
C. wawan, Hudson, Berto
ii. Brandon, Wawan, Berto
D. Budi, Hudson, Berto
14. Pernyataan manakah yang tidak tepat dengan fungsi sistem peredaran darah pada
manusia?
A. mengangkut zat nutrisi ke seluruh jaringan tubuh
B. mengangkut sisa-sisa metabolisme ke alat-alat pengeluaran
C. menghantarkan rangsang ke organ-organ tubuh
D. mengedarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh
15. Apakah fungsi dari plasma darah?
A. mengangkut O2 dan membantu mengangkut CO2
B. membantu pertahanan tubuh terhadap infeksi yang masuk
C. membantu proses pembekuan darah
D. mengatur tekanan osmosis darah, membawa sari-sari makanan, sisa metabolisme, hasil
sekresi, dan beberapa gas
162
16. Perhatikan gambar di bawah ini!
Pada pembuluh darah apakah dalam sistem peredaran darah yang paling mudah menjadi
tempat difusi molekul-molekul?
A. Kapiler
C. arteri
B. Vena
D. pembuluh limfa
17. Sistem sirkulasi darah pada manusia berhubungan dengan sistem-sistem organ yang
lainnya. Sistem organ apakah yang berhubungan langsung dengan sel darah merah?
A. sistem ekskresi
C. sistem pernapasan
B. sistem koordinasi tubuh
D. sistem pencernaan
18.
Pada gambar di samping, ditunjukkan oleh nomor berapakah
ruang atrium?
A. 2 dan 3
B. 1 dan 4
C. 6 dan 5
D. 1 dan 2
19. Apakah fungsi dari jantung?
A. memompa darah ke seluruh tubuh
B. menyerap O2 dari atmosfer
C. menyaring sisa metabolisme dari darah
D. menghasilkan oksigen
20. Bagian jantung manakah yang memiliki tekanan yang paling tinggi saat jantung berdetak?
A. Serambi kiri
B. Bilik kiri
C. Serambi kanan
163
D. Bilik kanan
21. Pembuluh darah apakah yang memiliki bentuk paling kecil?
A. kapiler
C. arteriol
B. arteri
D. vena
22. Dalam sistem peredaran darah manusia dikenal adanya tiga pembuluh darah, yaitu arteri,
vena, dan kapiler. Pernyataan manakah yang berkaitan dengan pembuluh vena?
A. Mengangkut darah di mana kadar darah O2 tinggi
B. Jalannya meninggalkan jantung
C. Mengangkut darah di mana kadar CO2 tinggi
D. Jalannya menuju jantung
23. Hubungan manakah yang tepat tentang ciri-ciri pembuluh darah berikut?
Pembuluh darah
A Arteri
B Vena
C Arteri
D Kapiler
Fungsi/ciri-ciri
Mengalirkan darah
menuju jantung
Mengalirkan darah
menuju jantung
Lapisan tengah dan
luar sangat tipis
Terdiri atas beberapa
lapisan sel
24. Disebut peredaran darah apakah yang aliran darahnya mengalir dari jantung menuju paruparu dan kembali ke jantung?
A. Peredaran darah terbuka
B. Peredaran darah tertutup
C. Perdedaran darah kecil
D. Peredaran darah besar
25. Bagaimanakah urutan aliran darah pada peredaran darah kecil?
A. Jantung – arteri pulmonalis - paru-paru - vena pulmonalis – jantung
B. Jantung – aorta - seluruh tubuh - jantung
C. Jantung – aorta – paru –paru - jantung
D. Jantung – vena pulmonalis – arteri pulmonalis - jantung
26. Tekanan darah seseorang menunjukkan angka 120/80 mmHg. Menunjukkan tekanan
apakah nilai 80 mmHg pada hasil pengukuran tersebut?
A. Sistole
C. Darah tinggi
B. Diastole
D. Darah rendah
164
27. Perhatikan gambar di bawah ini!
Bagian jantung manakah yang hanya berisi darah kaya oksigen?
A. I dan II
B. II dan III
C. III dan IV
D. II dan IV
28. Perhatikan tabel berikut !
Huruf
Sistem
peredaran
darah
Besar
Keterangan
Bilik kanan  seluruh tubuh 
serambi kiri
Q
Kecil
Bilik kiri paru-paru  serambi
kanan
R
Ganda
Darah dua kali beredar ke seluruh
tubuh
S
Tertutup
Darah mengalir dalam pembuluh
Ditunjukkan oleh huruf apakah sistem peredaran darah yang benar?
A. P
C. R
B. Q
D. S
P
29. Apakah yang tidak terdapat dalam sistem peredaran getah bening?
A. Sel darah putih
B. Antibodi
C. Katup
D. Zat makanan
30. Apakah fungsi dari limfosit pada sistem peredaran getah bening?
A. Menghancurkan antigen
B. Pembentuk antibodi
C. Menguraikan antigen
165
D. Menurunkan jumlah antibodi
31. Disebut apakah kelainan yang disebabkan darah yang sukar membeku?
A. Anemia
C. leukemia
B. Talasemia
D. Hemofilia
32. Sel darah yang menurun jumlahnya ketika seseorang menderita demam berdarah adalah?
A. Trombosit
C. Monosit
B. Basofil
D. leukosit
33. Salah satu penyakit pada sistem peredaran darah manusia adalah terjadinya pembengkakan
pada pembuluh balik di daerah kaki atau betis. Disebut apakah penyakit tersebut?
A. Varises
C. Thalasemia
B. Anemia
D. Stroke
34. Jika seseorang kekurangan eritrosit, tubuhnya menjadi pucat. Penyakit apakah yang
memiliki ciri-ciri tersebut?
A. Leukimia
C. Anemia
B. Sianosis
D. Leukopenia
35. Bahaya yang terjadi jika resipien menerima transfusi darah dari donor yang golongan
darahnya tidak sama adalah?
A. aliran darah tidak akan berhenti jika ada luka
B. tubuh resipien akan melemah
C. mengakibatkan anemia
D. terjadi penggumpalan darah
166
LAMPIRAN 10
KUNCI JAWABAN
1.D
11.B
21.A
31.D
2.C
12.C
22.D
32.A
3.A
13.B
23.B
33.A
4.D
14.C
24.C
34.C
5.B
.
6.B
.
7.B
15.D
25.A
35.D
16.A
26.B
17.C
27.D
8.D
18.B
28.B
9.A
19.A
29.C
10.A
20.B
30.B
167
LAMPIRAN 11
DATA SKOR KELOMPOK
STAD
Kelompok 1
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Fika
30
10
20
Adinda
30
15
15
Afdala
20
10
15
Ahdan
10
20
10
Skor tim total
90
55
60
Rata-rata Tim
22,5
13,75
15
Penghargaan Tim
Istimewa
baik
baik
Kelompok 2
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Ajeng
10
15
15
Amanda
20
15
5
Anisa
10
10
10
Bayu
10
10
15
Skor tim total
50
50
45
Rata-rata Tim
12,5
12,5
11,25
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik
Kelompok 3
Anggota Tim
Skor point
168
1
2
3
Zahira
10
15
20
Faiz
15
10
10
Fauzan
5
10
10
Vivi
10
5
15
Skor tim total
40
40
55
Rata-rata Tim
10
10
13,75
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik
Kelompok 4
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Fitri
10
10
15
Hafidz
5
10
15
Huriyah
5
10
10
Jordifa
10
15
20
Skor tim total
30
45
60
Rata-rata Tim
7,5
11,25
15
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik
Kelompok 5
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Kansa
5
10
20
Mistia
10
15
20
Arifin
15
20
25
Azam
10
10
15
Skor tim total
40
55
80
Rata-rata Tim
10
13,75
20
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik Sekali
Kelompok 6
169
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Afri
10
10
15
Arif
5
15
15
Rafi
15
20
25
Amira
15
20
20
Skor tim total
45
65
70
Rata-rata Tim
11,25
16,25
17,5
Penghargaan Tim
Baik
Baik Sekali
Baik Sekali
Kelompok 7
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Noval
5
10
15
Nias
5
10
20
Nurfadilah
5
15
15
Putri Syifa
10
15
20
Skor tim total
25
50
70
Rata-rata Tim
6,25
12,5
17,5
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik Sekali
Kelompok 8
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Rayhanah
10
15
20
Roihan
15
20
20
Cahnaz
10
20
25
Ulfia
15
20
25
Skor tim total
50
75
90
Rata-rata Tim
12,5
18,75
22,5
Penghargaan Tim
Baik
Baik Sekali
Istimewa
170
DATA SKOR KELOMPOK
NHT
Kelompok 1
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Aditya
10
10
15
Alfinsyah
5
10
15
Alfian
5
10
10
Annurmaniah
10
15
20
Skor tim total
30
45
60
Rata-rata Tim
7,5
11,25
15
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik
Kelompok 2
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Aqmarina
5
10
20
Aksa
10
15
20
Bagus
15
20
25
Darul
10
10
15
Skor tim total
40
55
80
Rata-rata Tim
10
13,75
20
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik Sekali
Kelompok 3
Anggota Tim
Skor point
171
1
2
3
Delia
10
10
15
Dwiki
5
15
15
Rafi
15
20
25
Ihsanudin
15
20
20
Skor tim total
45
65
70
Rata-rata Tim
11,25
16,25
17,5
Penghargaan Tim
Baik
Baik Sekali
Baik Sekali
Kelompok 4
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Ilham
5
10
15
Nias
5
10
20
Nurfadilah
5
15
15
Kholil
10
15
20
Skor tim total
25
50
70
Rata-rata Tim
6,25
12,5
17,5
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik Sekali
Kelompok 5
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Malikah
10
15
20
Albiruni
15
20
20
Cahnaz
10
20
25
Ulfia
15
20
25
Skor tim total
50
75
90
Rata-rata Tim
12,5
18,75
22,5
Penghargaan Tim
Baik
Baik Sekali
Istimewa
Kelompok 6
172
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Nabilah
30
10
20
Nada
30
15
15
Afdala
20
10
15
Ahdan
10
20
10
Skor tim total
90
55
60
Rata-rata Tim
22,5
13,75
15
Penghargaan Tim
Istimewa
baik
baik
Kelompok 7
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Nisrina
10
15
15
Nada
20
15
5
Anisa
10
10
10
Bayu
10
10
15
Skor tim total
50
50
45
Rata-rata Tim
12,5
12,5
11,25
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik
Kelompok 8
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Nurdina
10
15
20
Qorifah
15
10
10
Fauzan
5
10
10
Vivi
10
5
15
Skor tim total
40
40
55
Rata-rata Tim
10
10
13,75
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik
173
DATA SKOR KELOMPOK
HASIL PER TANDINGAN TGT
Meja 1
No
Meja 4
Nama
1
Hamidah Holid
2
3
4
Siti Nurmayanti
Eko Kurniawan
Ummu Attyaah
5
6
Deckha P.
Elysa Fauziah
Ke l.
1
2
3
4
5
6
Putaran Ke 1
2
3
10 10
-
-
-
Meja 2
Nama
1
2
Eria K.
3
4
5
Fitr i Andr iani
Wafi Alkhoir iah
6
Tantri Titania
Merry Gustiana
Deviana Putri
1
2
Putaran Ke 1
2
3
-
3
4
5
10
-
10
-
-
6
-
-
-
Ke l.
Meja 5
1
Siti Hajar Y.
1
Putaran Ke 1
2
3
10
-
2
Maulana Malik
2
-
-
-
3
Dwi Liani
3
10
-
-
4
Ai Badriah
4
-
-
-
5
6
Ai Nurahmah
Desi Suherti
5
6
-
-
-
No
No
Nama
Ke l.
1
Nia Sumaryani
1
Putaran Ke 1
2
3
10
2
3
4
5
6
Elisa
Ahmad Bukhor i
2
3
4
5
6
-
No
Nama
Masriah
Pandu Aji N.
Siti Rohmah
Ke l.
10
-
Meja 6
Meja 3
No
Nama
Ke l.
1
M. Hardiansyah
1
Putaran Ke 1
2
3
-
2
3
4
Annisa
Dea Regita
Eka Agustian
2
3
4
-
10
-
5
6
Uwes K.
Vini Alf iani Nur
5
6
10
-
-
No
Nama
Ke l.
1
2
3
Ade Ari G.
Aswin Ma'ruf P.
Siti Annnisa H.
1
2
3
Putaran Ke1
2
3
10
-
4
M. Faisal Fahri
Siska Sintia
Handoko
4
-
-
-
5
6
10
-
-
5
6
-
174
LAMPIRAN 11
DATA SKOR KELOMPOK
STAD
Kelompok 1
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Fika
30
10
20
Adinda
30
15
15
Afdala
20
10
15
Ahdan
10
20
10
Skor tim total
90
55
60
Rata-rata Tim
22,5
13,75
15
Penghargaan Tim
Istimewa
baik
baik
Kelompok 2
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Ajeng
10
15
15
Amanda
20
15
5
Anisa
10
10
10
Bayu
10
10
15
Skor tim total
50
50
45
Rata-rata Tim
12,5
12,5
11,25
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik
Kelompok 3
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Zahira
10
15
20
Faiz
15
10
10
175
Fauzan
5
10
10
Vivi
10
5
15
Skor tim total
40
40
55
Rata-rata Tim
10
10
13,75
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik
Kelompok 4
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Fitri
10
10
15
Hafidz
5
10
15
Huriyah
5
10
10
Jordifa
10
15
20
Skor tim total
30
45
60
Rata-rata Tim
7,5
11,25
15
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik
Kelompok 5
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Kansa
5
10
20
Mistia
10
15
20
Arifin
15
20
25
Azam
10
10
15
Skor tim total
40
55
80
Rata-rata Tim
10
13,75
20
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik Sekali
Kelompok 6
Anggota Tim
Afri
Skor point
1
2
3
10
10
15
176
Arif
5
15
15
Rafi
15
20
25
Amira
15
20
20
Skor tim total
45
65
70
Rata-rata Tim
11,25
16,25
17,5
Penghargaan Tim
Baik
Baik Sekali
Baik Sekali
Kelompok 7
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Noval
5
10
15
Nias
5
10
20
Nurfadilah
5
15
15
Putri Syifa
10
15
20
Skor tim total
25
50
70
Rata-rata Tim
6,25
12,5
17,5
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik Sekali
Kelompok 8
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Rayhanah
10
15
20
Roihan
15
20
20
Cahnaz
10
20
25
Ulfia
15
20
25
Skor tim total
50
75
90
Rata-rata Tim
12,5
18,75
22,5
Penghargaan Tim
Baik
Baik Sekali
Istimewa
177
DATA SKOR KELOMPOK
NHT
Kelompok 1
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Aditya
10
10
15
Alfinsyah
5
10
15
Alfian
5
10
10
Annurmaniah
10
15
20
Skor tim total
30
45
60
Rata-rata Tim
7,5
11,25
15
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik
Kelompok 2
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Aqmarina
5
10
20
Aksa
10
15
20
Bagus
15
20
25
Darul
10
10
15
Skor tim total
40
55
80
Rata-rata Tim
10
13,75
20
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik Sekali
Kelompok 3
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Delia
10
10
15
Dwiki
5
15
15
Rafi
15
20
25
178
Ihsanudin
15
20
20
Skor tim total
45
65
70
Rata-rata Tim
11,25
16,25
17,5
Penghargaan Tim
Baik
Baik Sekali
Baik Sekali
Kelompok 4
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Ilham
5
10
15
Nias
5
10
20
Nurfadilah
5
15
15
Kholil
10
15
20
Skor tim total
25
50
70
Rata-rata Tim
6,25
12,5
17,5
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik Sekali
Kelompok 5
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Malikah
10
15
20
Albiruni
15
20
20
Cahnaz
10
20
25
Ulfia
15
20
25
Skor tim total
50
75
90
Rata-rata Tim
12,5
18,75
22,5
Penghargaan Tim
Baik
Baik Sekali
Istimewa
Kelompok 6
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Nabilah
30
10
20
Nada
30
15
15
179
Afdala
20
10
15
Ahdan
10
20
10
Skor tim total
90
55
60
Rata-rata Tim
22,5
13,75
15
Penghargaan Tim
Istimewa
baik
baik
Kelompok 7
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Nisrina
10
15
15
Nada
20
15
5
Anisa
10
10
10
Bayu
10
10
15
Skor tim total
50
50
45
Rata-rata Tim
12,5
12,5
11,25
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik
Kelompok 8
Anggota Tim
Skor point
1
2
3
Nurdina
10
15
20
Qorifah
15
10
10
Fauzan
5
10
10
Vivi
10
5
15
Skor tim total
40
40
55
Rata-rata Tim
10
10
13,75
Penghargaan Tim
Baik
Baik
Baik
180
DATA SKOR KELOMPOK
HASIL PER TANDINGAN TGT
Meja 1
No
Meja 4
Nama
1
Hamidah Holid
2
Siti Nurmayanti
3
4
Eko Kurniawan
Ummu Attyaah
5
6
Deckha P.
Elysa Fauziah
1
2
Putaran Ke 1
2
3
-
3
4
5
10
-
10
-
6
-
-
Ke l.
Eria K.
-
3
4
5
Fitr i Andr iani
Wafi Alkhoir iah
-
6
Tantri Titania
Merry Gustiana
Deviana Putri
1
2
Putaran Ke 1
2
3
-
3
4
5
10
-
10
-
-
6
-
-
-
Ke l.
Meja 5
Nama
Ke l.
Putaran Ke 1
2
3
10
-
1
2
Siti Hajar Y.
Maulana Malik
1
2
3
Dwi Liani
3
10
-
-
4
Ai Badriah
4
-
-
-
5
6
Ai Nurahmah
Desi Suherti
5
6
-
-
-
1
Nia Sumaryani
1
Putaran Ke 1
2
3
10
2
3
4
5
6
Elisa
Ahmad Bukhor i
2
3
4
5
6
-
No
Nama
Masriah
Pandu Aji N.
Siti Rohmah
Ke l.
10
-
Meja 6
Meja 3
No
Nama
Ke l.
1
2
3
Ade Ari G.
Aswin Ma'ruf P.
Siti Annnisa H.
1
2
3
Putaran Ke1
2
3
10
-
-
4
4
-
-
-
-
5
6
M. Faisal Fahri
Siska Sintia
Handoko
5
6
10
-
-
No
Nama
Ke l.
1
2
3
M. Hardiansyah
Annisa
Dea Regita
1
2
3
Putaran Ke 1
2
3
-
4
Eka Agustian
Uwes K.
Vini Alf iani Nur
4
-
10
5
6
10
-
5
6
Nama
1
2
Meja 2
No
No
-
181
LAMPIRAN 12
PERHITUNGAN N-GAIN
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
PRE TEST
55
58
48
65
65
45
53
55
43
58
48
58
60
65
60
53
50
58
63
50
48
63
65
60
53
43
50
63
50
48
60
58
45
43
STAD
POST TEST N-GAIN
0,18
63
0,05
60
0,71
85
0,66
88
0,14
70
0,60
78
0,43
73
0,18
63
0,39
65
0,29
70
0,58
78
0,24
68
0,25
70
0,37
78
0,75
90
0,53
78
0,70
85
0,40
75
0,46
80
0,76
88
0,81
90
0,32
75
0,43
80
0,50
80
0,79
90
0,70
83
0,40
70
0,68
88
0,50
75
0,81
90
0,45
78
0,76
90
0,60
78
0,53
73
0,50
PRETEST
R
R
T
S
R
S
S
R
S
R
S
R
R
S
T
S
S
S
S
T
T
S
S
S
T
S
S
S
S
T
S
T
S
S
S
53
63
50
43
43
65
43
50
65
65
50
58
55
48
43
68
63
65
55
48
53
60
58
60
60
60
65
60
60
53
48
43
43
60
NHT
POSTTEST
N-GAIN
75
0,47
63
0,00
63
0,26
78
0,61
83
0,70
83
0,51
73
0,53
70
0,40
78
0,37
70
0,14
88
0,76
75
0,40
83
0,62
88
0,77
75
0,56
78
0,31
80
0,46
80
0,43
65
0,22
70
0,42
73
0,43
83
0,58
80
0,52
80
0,50
90
0,75
93
0,83
83
0,51
70
0,25
78
0,45
93
0,85
80
0,62
88
0,79
73
0,53
70
0,25
0,49
PRETEST
S
R
R
S
S
S
S
S
S
R
T
S
S
T
S
S
S
S
R
S
S
S
S
S
T
T
S
R
S
T
S
T
S
R
S
60
60
40
50
53
60
65
65
43
43
45
50
65
40
45
60
50
45
55
55
55
48
35
60
63
58
60
60
50
58
50
50
40
55
TGT
POSTTEST
N-GAIN
0,83
93
0,83
93
0,63
78
0,76
88
0,47
75
0,38
75
0,80
93
0,57
85
0,61
78
0,88
93
0,69
83
0,56
78
0,29
75
0,58
75
0,55
75
0,83
93
0,40
70
0,64
80
0,56
80
0,67
85
0,51
78
0,87
93
0,74
83
0,33
73
0,27
73
0,52
80
0,88
95
0,63
85
0,76
88
0,64
85
0,56
78
0,40
70
0,63
78
0,62
83
0,61
T
T
S
T
R
S
T
S
S
T
S
S
R
S
S
T
S
S
S
S
S
T
T
S
T
S
T
S
T
S
S
S
S
S
S
182
NILAI PER-INDIKATOR KELAS STAD (PRETEST)
NAMA
E1
E2
E3
E4
E5
E6
E7
E8
E9
E10
E11
E12
E13
E14
E15
E16
E17
E18
E19
E20
E21
E22
E23
E24
E25
E26
E27
E28
E29
E30
E31
E32
E33
E34
Jumlah
1
1
1
0
0
0
0
0
0
0
1
0
1
1
0
0
0
0
1
1
0
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
1
0
0
INDIKATOR 1
2 3 Xt Xt^2 4
1 0 2 4 0
1 0 2 4 0
1 0 1 1 0
1 1 2 4 0
1 1 2 4 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 2 4 0
1 0 1 1 0
1 0 2 4 0
1 0 2 4 0
1 0 1 1 0
1 1 2 4 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 2 4 0
0 1 2 4 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
0 1 2 4 0
1 1 2 4 0
1 1 2 4 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
0 1 2 4 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 1 2 4 0
1 0 2 4 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
50 82
5
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
INDIKATOR 2
6 7 Xt Xt^2 8
1 0 2 4 1
1 0 2 4 1
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
1 0 2 4 1
0 1 2 4 1
1 0 2 4 1
0 1 2 4 0
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
1 0 2 4 1
0 0 1 1 0
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
0 0 1 1 0
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
0 0 1 1 0
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
0 1 2 4 1
1 0 2 4 1
0 1 2 4 1
0 1 1 1 1
64 124
9
1
1
0
0
0
0
0
1
0
1
0
1
1
0
0
0
0
1
1
0
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
1
0
0
INDIKATOR 3
INDIKATOR 4
10 11 Xt Xt^2 12 13 Xt Xt^2
0 0 2 4 1 0 1 1
0 0 2 4 1 0 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
0 0 2 4 1 0 1 1
0 0 1 1 0 1 1 1
0 0 2 4 1 0 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
0 0 2 4 1 0 1 1
1 1 3 9 1 1 2 4
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 0 0 0
0 0 2 4 1 0 1 1
0 1 2 4 1 0 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
0 1 2 4 1 0 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
0 1 2 4 1 0 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
0 0 2 4 1 0 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 2 4 0 1 1 1
68 138
34 36
INDIKATOR 5
INDIKATOR 6
INDIKATOR 7
INDIKATOR 8
14 15 16 17 Xt Xt^2 18 19 20 Xt Xt^2 21 22 23 Xt Xt^2 24 25 26 27 28 Xt Xt^2
1 0 0 0 1 1 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 0 0 2 4
1 0 0 0 1 1 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 0 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 1 1 3 9 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 1 1 3 9 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 1 2 4 0 1 0 1 1 0 1 1 2 4 1 0 1 1 1 4 16
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1
1 0 0 0 1 1 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 0 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
1 0 0 0 1 1 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 0 0 2 4
0 1 0 1 2 4 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 1 1 3 9 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
1 0 0 0 1 1 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 0 0 2 4
1 1 0 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 1 0 1 4 16
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 2 4
1 1 0 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 1 0 1 4 16
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 1 1 3 9 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 1 1 3 9 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
1 1 0 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 1 0 1 4 16
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 1 1 3 9 1 0 0 1 0 2 4
1 0 0 0 1 1 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 0 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1
39 49
66 130
66 142
72 172
INDIKATOR 9
29 30 xt Xt^2
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 1 2 4
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
0 1 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
0 1 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
0 1 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
0 1 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
0 1 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
35 37
INDIKATOR 10
31 32 33 34 35
1 1 0 0 0
1 1 0 0 1
0 1 0 0 0
1 1 0 0 0
1 1 0 0 1
0 1 0 0 0
1 1 0 0 0
0 0 1 0 1
0 1 0 0 0
1 1 0 0 1
1 1 0 0 0
1 1 0 0 1
1 1 0 1 0
1 1 0 0 0
1 1 0 0 1
1 1 0 0 0
1 1 0 0 0
1 1 0 0 1
1 1 1 0 0
0 1 0 0 0
0 1 0 0 0
1 1 1 0 0
1 1 0 0 1
1 1 0 0 1
1 1 0 0 0
1 1 0 0 0
0 1 0 0 0
1 1 1 0 0
0 1 0 0 0
0 1 0 0 0
1 1 0 0 1
1 1 0 0 1
0 1 0 0 0
0 1 0 0 0
Rata-rata
per indikator
16,7
16,0
17,0
17,0
9,8
22,0
22,0
14,4
18,5
18,0
Persentase
per indikator
(% )
49,0
47,1
50,0
50,0
28,7
64,7
64,7
42,4
54,4
52,9
Standar
deviasi per
indikator
0,5
0,3
0,2
0,2
0,4
0,2
0,6
0,8
0,2
0,8
JUMLAH NILAI
Xt Xt^2
2 4
3 9
1 1
2 4
3 9
1 1
2 4
2 4
1 1
3 9
2 4
3 9
3 9
2 4
3 9
2 4
2 4
3 9
3 9
1 1
1 1
3 9
3 9
3 9
2 4
2 4
1 1
3 9
1 1
1 1
3 9
3 9
1 1
1 1
72 176
17
18
14
19
19
13
16
17
12
18
16
18
19
16
19
16
15
18
20
15
14
20
19
19
16
16
15
20
15
14
19
18
13
12
55
58
48
60
60
45
53
55
43
58
53
58
60
53
60
53
50
58
63
50
48
63
60
60
53
53
50
63
50
48
60
58
45
43
NILAI PER-INDIKATOR KELAS NHT (PRETEST)
NAMA
E1
E2
E3
E4
E5
E6
E7
E8
E9
E10
E11
E12
E13
E14
E15
E16
E17
E18
E19
E20
E21
E22
E23
E24
E25
E26
E27
E28
E29
E30
E31
E32
E33
E34
Jumlah
Rata-rata per
indikator
Persentase per
indikator (% )
Standar deviasi
per indikator
1
0
1
1
0
0
0
1
0
0
0
0
1
0
0
0
1
1
1
0
0
0
1
1
1
0
1
0
1
1
0
0
0
0
1
INDIKATOR 1
2 3 Xt Xt^2 4
1 0 1 1 0
1 0 2 4 0
1 0 2 4 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
0 0 1 1 1
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 2 4 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 2 4 0
0 1 2 4 0
1 0 2 4 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
0 1 2 4 0
1 0 2 4 0
0 0 1 1 1
1 1 2 4 0
0 1 2 4 0
1 0 1 1 0
0 1 2 4 0
0 1 2 4 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
1 0 1 1 0
0 1 2 4 0
46 73
INDIKATOR 2
5 6 7 Xt Xt^2 8
1 0 1 2 4 1
1 1 0 2 4 0
1 0 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
0 0 0 1 1 1
1 0 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
0 1 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
1 1 1 3 9 1
1 0 0 1 1 0
1 1 1 3 9 1
1 0 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
1 0 0 1 1 0
0 1 1 2 4 1
0 1 1 3 9 1
1 0 1 2 4 1
1 0 0 1 1 0
1 0 1 2 4 1
1 0 0 1 1 0
1 0 0 1 1 0
1 0 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
1 0 1 2 4 1
1 0 0 1 1 0
64 130
INDIKATOR 3
INDIKATOR 4
9 10 11 Xt Xt^2 12 13 Xt Xt^2
0 1 0 2 4 0 1 1 1
1 1 0 2 4 1 1 2 4
0 1 0 2 4 0 1 1 1
0 1 0 2 4 0 1 1 1
0 1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 0 2 4 1 0 1 1
0 0 0 1 1 0 1 1 1
1 0 0 2 4 1 0 1 1
1 0 0 2 4 1 0 1 1
1 0 0 2 4 1 0 1 1
0 1 0 2 4 0 1 1 1
0 0 1 2 4 1 0 1 1
1 0 0 2 4 1 0 1 1
0 1 0 2 4 0 1 1 1
0 1 0 2 4 0 1 1 1
0 1 1 3 9 1 1 2 4
1 0 1 2 4 1 0 1 1
0 1 1 3 9 1 1 2 4
1 0 0 2 4 1 0 1 1
0 1 0 2 4 0 1 1 1
0 1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 1 2 4 1 0 1 1
0 0 1 2 4 1 0 1 1
0 1 1 3 9 1 1 2 4
0 1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 1 2 4 1 0 1 1
1 0 0 2 4 1 0 1 1
1 0 1 2 4 1 0 1 1
1 0 1 2 4 1 0 1 1
0 1 0 2 4 0 1 1 1
0 1 0 2 4 0 1 1 1
0 1 0 2 4 0 1 1 1
0 1 0 2 4 0 1 1 1
1 0 1 2 4 1 0 1 1
70 148
38 46
INDIKATOR 5
INDIKATOR 6
INDIKATOR 7
INDIKATOR 8
14 15 16 17 Xt Xt^2 18 19 20 Xt Xt^2 21 22 23 Xt Xt^2 24 25 26 27 28 Xt Xt^2
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
1 0 1 0 2 4 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 1 2 4 0 1 0 1 1 0 1 1 2 4 1 0 1 1 1 4 16
1 0 0 0 1 1 1 0 1 2 4 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1
0 1 0 1 2 4 0 1 0 1 1 0 1 1 2 4 1 0 1 0 0 2 4
0 1 0 1 2 4 0 1 0 1 1 0 1 1 2 4 1 0 1 1 1 4 16
0 1 0 1 2 4 0 1 0 1 1 0 1 1 2 4 1 0 1 1 1 4 16
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
1 0 1 1 3 9 1 0 1 2 4 1 1 0 2 4 0 1 0 0 1 2 4
0 1 0 1 2 4 0 1 0 1 1 0 1 1 2 4 1 0 1 1 1 4 16
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
0 1 1 1 3 9 0 1 1 2 4 0 1 1 2 4 1 0 0 0 0 1 1
1 1 0 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 1 0 1 4 16
0 0 1 1 2 4 1 1 0 2 4 0 1 1 2 4 0 1 0 1 0 2 4
0 1 0 1 2 4 0 1 0 1 1 0 1 1 2 4 1 0 1 1 1 4 16
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
1 1 0 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 1 0 1 4 16
1 0 1 1 3 9 1 0 1 2 4 1 1 0 2 4 0 1 0 0 1 2 4
0 1 1 1 3 9 1 1 1 3 9 1 1 1 3 9 1 1 1 0 1 4 16
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 1 1 3 9 1 0 0 1 0 2 4
1 1 0 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 1 0 1 4 16
0 1 0 1 2 4 0 1 0 1 1 0 1 1 2 4 1 0 1 1 1 4 16
1 1 0 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 1 0 1 4 16
1 1 0 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 1 0 1 4 16
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
0 1 0 0 1 1 1 0 1 2 4 1 0 1 2 4 1 0 0 1 0 2 4
1 1 0 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 0 2 4 1 1 1 0 1 4 16
57 111
61 117
64 128
92 286
INDIKATOR 9
29 30 xt Xt^2
1 0 1 1
1 1 2 4
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
0 1 1 1
1 0 1 1
0 0 0 0
0 1 1 1
0 1 1 1
1 0 1 1
0 0 0 0
0 1 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
0 1 1 1
0 1 1 1
1 0 1 1
0 1 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
0 1 1 1
0 0 0 0
0 1 1 1
1 0 1 1
0 1 1 1
0 1 1 1
0 1 1 1
0 1 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
0 1 1 1
32 34
INDIKATOR 10
31 32 33 34 35
1 1 0 0 0
1 1 1 0 1
0 1 0 0 0
1 1 0 0 0
1 1 0 0 0
0 0 1 0 1
1 0 0 0 1
1 0 1 0 1
0 0 1 0 1
0 0 1 0 1
0 1 0 0 0
1 1 0 0 0
0 0 1 0 1
0 1 0 0 0
1 1 0 0 0
1 1 0 1 0
1 1 1 0 0
0 0 1 1 0
0 0 1 0 1
0 1 0 0 0
1 1 0 0 0
1 1 1 0 0
1 1 0 0 0
0 0 1 0 1
1 1 0 0 1
1 1 1 0 0
1 0 1 0 1
1 1 1 0 0
1 1 1 0 0
1 1 0 0 0
0 1 0 0 0
1 1 0 0 0
1 1 0 0 0
1 1 1 0 0
15,3
16,0
17,5
19,0
14,3
20,3
21,3
18,4
16,0
15,0
45,1
47,1
51,5
55,9
41,9
59,8
62,7
54,1
47,1
44,1
0,6
0,5
0,3
0,3
0,7
0,5
0,5
1,1
0,3
0,7
JUMLAH NILAI
Xt Xt^2
2 4
4 16
1 1
2 4
2 4
2 4
2 4
3 9
2 4
2 4
1 1
2 4
2 4
1 1
2 4
3 9
3 9
2 4
2 4
1 1
2 4
3 9
2 4
2 4
3 9
3 9
3 9
3 9
3 9
2 4
1 1
2 4
2 4
3 9
75 183
16
20
14
16
16
17
12
15
17
17
15
18
17
14
16
22
20
21
17
14
16
20
18
22
19
20
18
20
20
16
14
16
16
20
53
63
50
53
53
55
43
50
55
55
50
58
55
48
53
68
63
65
55
48
53
63
58
68
60
63
58
63
63
53
48
53
53
63
184
NILAI PER-INDIKATOR KELAS TGT (PRETEST)
INDIKATOR 1
INDIKATOR 7
2
3
Xt Xt^2
4
5
6
7
Xt Xt^2
8
9
10
11
Xt Xt^2 12
13
Xt Xt^2 14
15
16
17
Xt Xt^2 18
19
20
Xt Xt^2 21
22
23
Xt Xt^2 24
25
26
27
28
Xt Xt^2 29
30
xt Xt^2 31
32
33
34
35
Xt Xt^2
E1
1
1
0
2
4
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
0
0
1
1
1
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
14
48
E2
1
1
0
2
4
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
0
0
1
1
1
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
14
48
E3
1
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
1
0
0
0
1
1
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
0
1
1
0
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
11
40
E4
0
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
1
2
4
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
15
50
E5
0
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
1
2
4
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
1
1
0
0
0
2
4
16
53
E6
1
1
0
2
4
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
0
0
1
1
1
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
14
48
E7
1
1
0
2
4
0
1
1
1
3
9
1
0
1
1
3
9
1
1
2
4
0
0
1
1
2
4
1
1
0
2
4
0
1
1
2
4
0
1
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
0
1
1
0
2
4
21
65
E8
1
1
0
2
4
0
1
1
1
3
9
1
0
1
1
3
9
1
1
2
4
0
0
1
1
2
4
1
1
0
2
4
0
1
1
2
4
0
1
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
0
1
1
0
2
4
21
65
E9
0
1
0
1
1
0
0
0
1
1
1
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
0
1
1
0
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
12
43
E10
0
1
0
1
1
0
0
0
1
1
1
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
0
1
1
0
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
12
43
E11
0
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
0
1
1
0
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
13
45
E12
0
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
1
2
4
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
15
50
E13
1
1
0
2
4
0
1
1
1
3
9
1
0
1
1
3
9
1
1
2
4
0
0
1
1
2
4
1
1
0
2
4
0
1
1
2
4
0
1
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
0
1
1
0
2
4
21
65
E14
1
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
1
0
0
0
1
1
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
0
1
1
0
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
11
40
E15
1
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
0
0
0
1
1
0
1
0
1
1
1
0
0
1
1
1
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
0
0
0
0
0
0
0
9
35
E16
1
1
0
2
4
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
0
0
1
1
1
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
14
48
E17
0
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
1
2
4
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
15
50
E18
0
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
0
1
1
0
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
13
45
E19
0
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
1
1
0
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
0
1
0
1
1
0
1
1
2
4
1
0
1
1
1
4
16
0
1
1
1
0
0
1
0
1
2
4
17
55
E20
0
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
1
1
0
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
0
1
0
1
1
0
1
1
2
4
1
0
1
1
1
4
16
0
1
1
1
0
0
1
0
1
2
4
17
55
E21
0
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
1
1
0
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
0
1
0
1
1
0
1
1
2
4
1
0
1
1
1
4
16
0
1
1
1
0
0
1
0
1
2
4
17
55
E22
1
1
0
2
4
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
0
0
1
1
1
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
14
48
E23
1
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1
0
0
0
1
1
0
1
0
1
1
1
0
0
1
1
1
0
0
0
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
1
1
9
35
E24
1
1
0
2
4
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
0
0
1
1
1
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
14
48
E25
1
0
0
1
1
1
1
1
1
4
16
1
1
1
0
3
9
1
1
2
4
1
1
0
1
3
9
1
1
0
2
4
0
1
1
2
4
1
0
0
0
0
1
1
1
1
2
4
1
1
1
1
0
4
16
20
63
E26
1
1
0
2
4
0
0
1
1
2
4
1
0
0
1
2
4
1
0
1
1
1
0
1
1
3
9
1
0
1
2
4
1
1
0
2
4
0
1
0
0
1
2
4
0
0
0
0
1
1
0
0
0
2
4
18
58
E27
1
1
0
2
4
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
0
0
1
1
1
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
14
48
E28
0
1
1
2
4
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
1
1
3
9
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
1
1
0
0
1
3
9
19
60
E29
0
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
1
2
4
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
15
50
E30
1
1
0
2
4
0
0
1
1
2
4
1
0
0
1
2
4
1
0
1
1
1
0
1
1
3
9
1
0
1
2
4
1
1
0
2
4
0
1
0
0
1
2
4
0
0
0
0
1
1
0
0
0
2
4
18
58
E31
0
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
1
2
4
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
15
50
E32
0
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
1
0
1
0
2
4
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
1
2
4
1
0
0
1
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
15
50
E33
1
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
1
0
0
0
1
1
0
1
1
1
0
1
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
0
1
1
0
0
0
1
0
1
1
1
0
1
1
0
1
0
0
0
1
1
11
40
E34
0
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
1
1
0
0
2
4
1
0
1
1
0
1
0
1
2
4
0
1
0
1
1
0
1
1
2
4
1
0
1
1
1
4
16
0
1
1
1
0
0
1
0
1
2
4
17
55
47
73
66
142
67
141
38
46
47
79
62
118
53
93
65
153
32
34
48
86
Jumlah
INDIKATOR 2
INDIKATOR 3
INDIKATOR 4
INDIKATOR 5
INDIKATOR 8
INDIKATOR 9
JUMLAH NILAI
INDIKATOR 6
1
NAMA
INDIKATOR 10
Rata-rata
per indikator
15,7
16,5
16,8
19,0
11,8
20,7
17,7
13,0
16,0
16,0
Persentase
per indikator
(% )
46,1
48,5
49,3
55,9
34,6
60,8
52,0
38,2
47,1
47,1
Standar
deviasi per
indikator
0,5
0,6
0,5
0,3
0,7
0,4
0,6
2,2
0,3
0,7
185
NILAI PER-INDIKATOR KELAS STAD (P0STTEST)
NAMA
E1
E2
E3
E4
E5
E6
E7
E8
E9
E10
E11
E12
E13
E14
E15
E16
E17
E18
E19
E20
E21
E22
E23
E24
E25
E26
E27
E28
E29
E30
E31
E32
E33
E34
Jumlah
Rata-rata
per
indikator
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
INDIKATOR 1
2
3 Xt Xt^2 4
1
0
2
4
0
1
0
2
4
0
1
1
3
9
0
1
1
3
9
0
1
0
2
4
0
1
1
3
9
1
1
1
3
9
0
1
0
1
1
0
0
0
1
1
0
1
0
1
1
0
0
0
1
1
1
1
0
2
4
0
1
0
2
4
0
1
0
2
4
1
0
1
2
4
0
1
0
2
4
0
0
1
2
4
1
1
0
2
4
0
1
1
3
9
1
1
0
2
4
1
1
1
3
9
1
1
0
1
1
1
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
0
1
2
4
1
1
0
2
4
0
1
0
2
4
0
1
1
3
9
0
1
0
2
4
1
1
1
3
9
1
1
0
2
4
1
1
1
3
9
1
1
0
2
4
1
1
0
2
4
1
70 160
5
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
INDIKATOR 2
6
7 Xt Xt^2 8
1
0
2
4
1
1
1
3
9
1
1
1
3
9
1
1
1
3
9
1
0
1
2
4
0
1
1
3
9
0
1
1
3
9
1
0
1
2
4
1
0
1
2
4
0
1
0
2
4
1
0
1
3
9
1
1
1
2
4
1
0
1
2
4
0
1
0
3
9
1
1
1
3
9
0
1
1
3
9
1
1
1
4 16 1
1
1
3
9
1
1
0
3
9
1
1
1
4 16 1
1
1
4 16 1
0
0
2
4
1
1
1
3
9
1
1
1
3
9
1
1
1
4 16 1
1
1
3
9
1
1
0
2
4
1
1
1
3
9
1
1
0
3
9
1
0
1
3
9
0
1
0
3
9
1
1
0
3
9
1
0
1
3
9
1
1
0
3
9
1
97 289
9
1
1
0
1
1
1
0
1
1
0
0
0
1
0
1
0
1
0
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
INDIKATOR 3
INDIKATOR 4
10 11 Xt Xt^2 12 13 Xt Xt^2
0
0
2
4
1
0
1
1
1
1
4 16 1
1
2
4
1
1
3
9
1
1
2
4
1
0
3
9
1
0
1
1
1
1
3
9
1
1
2
4
1
1
3
9
1
1
2
4
1
0
2
4
0
1
1
1
0
0
2
4
1
0
1
1
1
0
2
4
0
1
1
1
1
1
3
9
1
0
1
1
1
1
3
9
0
1
1
1
0
1
2
4
1
0
1
1
1
1
3
9
1
1
2
4
1
1
3
9
1
1
2
4
1
1
3
9
1
1
2
4
1
1
3
9
1
1
2
4
1
0
3
9
1
1
2
4
1
1
3
9
1
1
2
4
0
1
3
9
1
0
1
1
0
1
3
9
1
1
2
4
0
1
3
9
1
1
2
4
1
1
3
9
1
1
2
4
0
1
3
9
0
1
1
1
1
1
3
9
1
1
2
4
1
0
3
9
1
1
2
4
0
1
3
9
1
1
2
4
0
1
3
9
1
0
1
1
0
1
3
9
1
0
1
1
1
1
3
9
1
0
1
1
1
1
3
9
1
1
2
4
0
1
3
9
1
1
2
4
0
1
3
9
1
0
1
1
1
0
3
9
1
0
1
1
0
1
2
4
1
1
2
4
97 283
53 91
14
1
1
0
1
0
0
1
1
0
1
0
1
0
1
0
0
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
15
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
INDIKATOR 5
16 17 Xt
0
1
3
1
1
4
1
1
3
0
1
3
0
1
2
0
1
2
1
0
3
0
1
3
1
0
2
0
1
3
1
1
3
1
1
3
0
1
2
1
1
3
1
1
3
1
1
3
0
1
3
1
1
3
0
1
3
0
1
3
0
1
3
1
1
3
1
0
3
1
1
3
0
1
3
0
1
3
0
1
3
1
0
3
1
1
4
1
1
4
1
1
3
1
1
4
1
0
2
0
1
3
101
Xt^2
9
16
9
9
4
4
9
9
4
9
9
9
4
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
16
16
9
16
4
9
309
18
1
1
1
1
0
0
1
1
1
0
1
1
0
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
INDIKATOR 6
19 20 Xt Xt^2 21
1
0
2
4
1
1
1
3
9
1
1
1
3
9
1
1
1
3
9
1
1
1
2
4
0
1
1
2
4
1
0
1
2
4
0
1
0
2
4
0
0
1
3
9
1
1
1
2
4
0
1
1
3
9
1
0
1
2
4
1
1
1
2
4
0
1
0
2
4
1
1
1
2
4
1
1
1
2
4
0
1
0
2
4
1
1
0
2
4
0
0
1
2
4
0
1
1
3
9
1
1
0
2
4
0
0
1
2
4
1
1
0
2
4
0
1
1
3
9
1
1
0
2
4
1
1
1
3
9
1
1
0
2
4
1
1
0
2
4
1
0
1
2
4
1
1
1
3
9
1
1
0
2
4
1
1
1
3
9
1
0
1
2
4
1
1
0
2
4
1
78 186
INDIKATOR 7
22 23 Xt Xt^2 24
1
0
2
4
1
1
1
3
9
1
1
1
3
9
1
1
1
3
9
1
1
1
2
4
1
0
1
2
4
0
1
1
2
4
0
1
1
2
4
1
1
0
2
4
1
1
1
2
4
0
0
1
2
4
1
1
0
2
4
0
1
1
2
4
1
1
0
2
4
0
0
1
2
4
1
1
1
2
4
1
1
1
3
9
1
1
1
2
4
1
1
1
2
4
0
1
1
2
4
1
1
1
2
4
1
0
1
2
4
1
1
1
2
4
1
1
1
3
9
1
1
1
3
9
1
0
1
2
4
1
0
1
2
4
1
1
1
3
9
1
1
1
3
9
1
1
1
3
9
1
1
0
2
4
1
1
1
3
9
1
1
0
2
4
1
0
1
2
4
1
78 186
25
1
1
0
1
0
1
1
0
0
1
0
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
1
0
1
1
INDIKATOR 8
26 27 28
0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
1
0
0
1
1
0
1
0
1
1
1
1
0
0
0
0
1
Xt
2
2
3
4
4
2
3
3
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
3
4
3
4
3
3
123
Xt^2
4
4
9
16
16
4
9
9
16
16
16
9
16
16
16
16
16
16
16
16
16
16
16
16
16
16
16
25
9
16
9
16
9
9
461
29
1
1
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
INDIKATOR 9
30 xt Xt^2
0
1
1
1
2
4
1
2
4
1
2
4
1
1
1
1
2
4
0
1
1
1
1
1
0
1
1
0
1
1
1
2
4
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
2
4
1
1
1
1
2
4
0
1
1
1
2
4
1
2
4
0
1
1
1
2
4
1
2
4
1
1
1
1
2
4
1
2
4
0
1
1
1
2
4
1
1
1
0
1
1
1
2
4
1
2
4
1
2
4
1
2
4
52 88
31
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
0
32
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
INDIKATOR 10
33 34 35 Xt
1
0
0
3
1
0
0
3
1
0
1
4
1
1
1
5
0
1
0
3
1
1
0
4
1
0
1
4
1
0
1
3
1
0
0
3
1
1
0
4
1
0
1
4
0
1
1
3
0
1
0
3
1
1
0
4
1
0
1
4
0
1
1
4
1
1
0
4
1
1
0
3
1
0
1
4
1
1
1
5
1
1
0
4
0
1
1
4
1
0
0
3
1
0
1
4
1
1
0
4
1
0
1
4
1
0
0
3
1
1
1
5
0
1
0
3
1
1
1
5
0
1
1
4
1
1
1
5
1
0
0
3
0
1
1
3
128
23,3
24,3
24,3
26,5
25,3
26,0
26,0
24,6
26,0
25,6
Persentase
per
indikator
(% )
68,6
71,3
71,3
77,9
74,3
76,5
76,5
72,4
76,5
75,3
Standar
deviasi per
indikator
0,7
0,6
0,4
0,5
0,5
0,5
0,5
3,7
0,5
0,7
Xt^2
9
9
16
25
9
16
16
9
9
16
16
9
9
16
16
16
16
9
16
25
16
16
9
16
16
16
9
25
9
25
16
25
9
9
498
JUMLAH NILAI
20
27
29
30
23
26
24
20
21
23
26
22
23
26
27
26
29
25
27
30
28
25
26
27
29
28
23
30
25
31
26
31
20
24
63
80
85
88
70
78
73
63
65
70
78
68
70
78
80
78
85
75
80
88
83
75
78
80
85
83
70
88
75
90
78
90
63
73
186
NILAI PER-INDIKATOR KELAS NHT (POST TEST)
NAMA
E1
E2
E3
E4
E5
E6
E7
E8
E9
E10
E11
E12
E13
E14
E15
E16
E17
E18
E19
E20
E21
E22
E23
E24
E25
E26
E27
E28
E29
E30
E31
E32
E33
E34
Jumlah
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
0
INDIKATOR 1
2 3 Xt Xt^2 4
1 0 2 4 0
1 0 2 4 0
1 1 3 9 0
1 1 3 9 0
1 0 2 4 0
1 1 3 9 1
1 1 3 9 0
1 0 1 1 0
0 0 1 1 1
1 0 1 1 0
1 1 3 9 1
1 1 3 9 0
1 0 2 4 1
1 0 2 4 1
0 0 1 1 0
1 0 2 4 0
1 0 2 4 1
1 1 3 9 0
1 0 2 4 1
1 0 1 1 0
1 0 2 4 1
1 0 2 4 1
0 0 1 1 1
0 1 2 4 1
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 0 2 4 1
1 0 1 1 0
1 0 2 4 0
1 1 3 9 1
1 0 2 4 1
1 1 3 9 1
1 0 2 4 1
1 0 1 1 0
71 167
INDIKATOR 2
5 6 7 Xt
1 1 1 3
1 0 1 2
1 1 1 3
1 1 1 3
1 1 1 3
1 1 1 4
1 1 1 3
1 1 0 2
1 0 1 3
1 1 0 2
1 1 1 4
1 1 1 3
1 0 1 3
1 1 1 4
1 0 1 3
1 1 1 3
1 1 0 3
1 1 1 3
1 1 0 3
1 1 0 2
1 1 1 4
1 1 0 3
1 1 1 4
0 1 1 3
1 1 1 4
1 1 1 4
1 1 0 3
1 1 0 2
1 1 1 3
1 0 1 3
1 1 1 4
1 1 0 3
1 1 1 4
1 1 0 2
105
Xt^2
9
4
9
9
9
16
9
4
9
4
16
9
9
16
9
9
9
9
9
4
16
9
16
9
16
16
9
4
9
9
16
9
16
4
339
8
1
0
1
1
1
0
1
1
1
1
0
1
0
1
0
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
INDIKATOR 3
9 10 11 Xt
1 0 1 3
1 1 0 2
0 1 1 3
1 1 1 4
1 1 1 4
1 1 1 3
0 1 0 2
0 1 1 3
0 1 1 3
0 1 0 2
1 1 1 3
1 0 1 3
1 1 1 3
1 0 1 3
1 1 1 3
0 1 1 3
1 0 1 2
0 1 1 3
1 0 1 2
0 1 0 2
1 0 1 3
0 1 1 3
1 0 1 3
0 1 1 3
1 1 0 3
1 0 1 3
0 1 1 3
0 1 0 2
0 1 1 3
1 1 1 3
1 1 1 4
1 0 1 3
1 0 1 3
0 1 0 2
97
Xt^2
9
4
9
16
16
9
4
9
9
4
9
9
9
9
9
9
4
9
4
4
9
9
9
9
9
9
9
4
9
9
16
9
9
4
287
INDIKATOR 4
12 13 Xt Xt^2
1 1 2 4
0 1 0 0
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
0 1 1 1
1 0 1 1
0 1 1 1
1 0 1 1
0 1 1 1
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 1 2 4
0 1 1 1
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 0 1 1
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
53 93
INDIKATOR 5
14 15 16 17 Xt
1 1 0 1 3
1 0 1 0 2
0 1 0 0 1
1 1 1 1 4
1 1 1 1 4
0 1 1 1 3
1 1 1 0 3
1 1 0 1 3
0 1 1 1 3
1 1 1 1 4
0 1 1 1 3
1 0 1 1 3
1 1 0 1 3
1 1 0 1 3
0 1 1 1 3
0 1 1 1 3
1 1 1 0 3
1 0 1 1 3
1 1 0 1 3
1 1 1 1 4
1 1 0 1 3
1 0 1 1 3
1 1 1 0 3
0 1 1 1 3
1 1 0 1 3
1 1 0 1 3
1 0 1 1 3
1 1 1 1 4
0 1 1 1 3
1 1 1 1 4
1 1 1 1 4
1 1 1 1 4
1 1 0 1 3
1 1 1 1 4
108
Xt^2
9
4
1
16
16
9
9
9
9
16
9
9
9
9
9
9
9
9
9
16
9
9
9
9
9
9
9
16
9
16
16
16
9
16
356
INDIKATOR 6
INDIKATOR 7
INDIKATOR 8
18 19 20 Xt Xt^2 21 22 23 Xt Xt^2 24 25 26 27 28 Xt
1 1 0 2 4 1 1 1 3 9 1 1 0 1 1 4
1 1 0 2 4 1 0 1 2 4 1 1 0 1 0 2
1 0 1 2 4 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 3
1 1 0 2 4 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 3
1 1 1 3 9 1 1 1 3 9 1 1 0 1 0 3
0 1 1 2 4 1 0 1 2 4 0 1 1 1 1 4
1 0 1 2 4 0 1 1 2 4 0 1 1 0 1 3
0 1 1 2 4 0 1 1 2 4 0 1 1 1 1 4
1 1 1 3 9 1 0 1 2 4 1 0 1 1 1 4
0 1 1 2 4 0 1 1 2 4 0 1 1 1 1 4
1 1 1 3 9 1 0 1 2 4 1 0 1 1 1 4
1 0 1 2 4 1 1 0 2 4 0 1 1 1 1 4
0 1 1 2 4 1 1 1 3 9 1 0 1 1 1 4
1 1 1 3 9 1 1 1 2 4 1 1 0 1 1 4
0 1 1 2 4 1 0 1 2 4 1 1 1 0 1 4
0 1 1 2 4 0 1 1 2 4 1 0 1 1 1 4
1 0 1 2 4 1 1 1 3 9 0 1 1 1 1 4
1 1 1 3 9 0 1 1 2 4 1 1 0 1 1 4
1 0 1 2 4 0 1 1 2 4 0 1 1 0 1 3
0 1 1 2 4 0 1 1 2 4 0 1 1 1 1 4
1 1 0 2 4 0 1 1 2 4 1 1 0 1 0 3
1 0 1 2 4 1 1 1 3 9 1 0 1 1 1 4
1 1 0 2 4 0 1 1 2 4 1 1 1 1 1 5
1 1 1 3 9 1 1 1 3 9 1 1 1 0 1 4
1 1 0 2 4 1 1 1 3 9 1 1 1 1 1 5
1 1 1 3 9 1 0 1 2 4 1 1 1 1 1 5
1 0 1 2 4 1 1 1 3 9 1 0 1 1 1 4
0 1 1 2 4 0 1 1 2 4 0 1 1 1 1 4
0 1 1 2 4 0 1 1 2 4 1 0 1 1 1 4
1 1 1 3 9 1 1 1 3 9 1 1 0 1 1 4
1 1 1 3 9 1 1 1 3 9 0 0 1 1 0 3
1 1 1 3 9 1 1 1 3 9 1 0 1 1 1 4
1 1 0 2 4 0 1 1 2 4 1 1 0 1 0 3
0 1 1 2 4 0 1 1 2 4 0 1 1 1 1 4
78 186
77 185
129
Xt^2
16
4
9
9
9
16
9
16
16
16
16
16
16
16
16
16
16
16
9
16
9
16
25
16
25
25
16
16
16
16
9
16
9
16
503
INDIKATOR 9
29 30 xt Xt^2
1 0 1 1
1 1 2 4
1 0 1 1
1 1 2 4
1 1 2 4
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 1 2 4
1 0 1 1
1 1 2 4
1 0 1 1
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 1 1
0 1 1 1
1 1 2 4
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 0 1 1
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 0 1 1
0 1 1 1
1 1 2 4
1 1 2 4
1 1 2 4
1 0 1 1
1 0 1 1
51 85
INDIKATOR 10
31 32 33 34 35 Xt
0 1 1 1 0 3
1 1 0 0 0 2
0 1 0 0 0 1
0 0 1 1 0 2
1 1 0 1 1 4
1 1 1 1 0 4
1 1 1 0 1 4
1 1 1 1 0 4
1 1 1 0 1 4
1 1 1 1 0 4
1 1 1 1 1 5
0 1 0 1 0 2
1 1 1 1 0 4
1 1 1 1 1 5
1 1 1 0 1 4
1 1 1 1 0 4
1 1 1 1 0 4
1 0 1 1 0 3
1 1 0 0 0 2
1 1 1 1 0 4
1 1 1 0 0 3
1 1 0 1 1 4
1 1 1 1 0 4
1 1 1 1 1 5
1 1 1 1 0 4
1 1 1 1 1 5
1 1 0 1 1 4
1 1 1 1 0 4
1 1 1 1 0 4
1 1 1 1 1 5
1 1 1 1 1 5
1 1 0 0 0 2
1 1 1 0 0 3
1 1 1 1 0 4
125
Rata-rata per
indikator
23,7
26,3
24,3
26,5
27,0
26,0
25,7
25,8
25,5
25,0
Persentase
per indikator
(% )
69,6
77,2
71,3
77,9
79,4
76,5
75,5
75,9
75,0
73,5
Standar
deviasi per
indikator
0,8
0,7
0,6
0,6
0,6
0,5
0,6
0,6
0,5
1,0
Xt^2
9
4
1
4
16
16
16
16
16
16
25
4
16
25
16
16
16
9
4
16
9
16
16
25
16
25
16
16
16
25
25
4
9
16
495
JUMLAH NILAI
25
20
20
26
28
28
24
23
26
23
30
25
28
30
25
26
27
27
21
23
24
28
27
27
31
32
28
23
26
32
27
27
24
23
75
63
63
78
83
83
73
70
78
70
88
75
83
88
75
78
80
80
65
70
73
83
80
80
90
93
83
70
78
93
80
80
73
70
187
NILAI PER-INDIKATOR KELAS TGT (P0ST TEST)
NAMA
E1
E2
E3
E4
E5
E6
E7
E8
E9
E10
E11
E12
E13
E14
E15
E16
E17
E18
E19
E20
E21
E22
E23
E24
E25
E26
E27
E28
E29
E30
E31
E32
E33
E34
Jumlah
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
INDIKATOR 1
2 3 Xt Xt^2 4
1 1 3 9 0
1 0 2 4 1
1 1 3 9 0
1 1 3 9 0
1 0 2 4 0
1 1 3 9 1
1 1 3 9 0
1 0 2 4 1
1 0 2 4 0
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 0 2 4 0
1 0 2 4 0
1 0 2 4 0
0 0 1 1 0
1 0 2 4 1
1 0 1 1 0
0 0 1 1 1
0 0 1 1 1
1 0 2 4 1
1 0 2 4 1
1 1 3 9 1
1 0 2 4 1
0 0 1 1 1
1 1 3 9 1
1 0 2 4 0
1 1 3 9 1
1 1 3 9 0
1 0 2 4 1
1 1 3 9 1
1 0 2 4 0
1 1 3 9 1
1 0 2 4 0
1 0 2 4 1
76 186
5
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
INDIKATOR 2
6 7 Xt
1 1 3
1 0 3
1 1 3
1 1 3
1 1 3
1 1 3
1 1 3
1 0 3
1 1 3
1 0 3
0 1 3
1 1 2
0 1 2
1 0 2
0 1 3
1 1 4
1 0 2
1 1 3
1 0 3
0 1 3
1 1 4
0 0 2
1 0 3
1 1 3
1 1 4
1 1 3
1 1 4
1 1 3
1 1 4
0 1 3
1 1 3
1 0 3
1 1 3
1 0 3
102
Xt^2
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
4
4
4
9
16
4
9
9
9
16
4
9
9
16
9
16
9
16
9
9
9
9
9
316
8
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
9
1
1
1
1
1
1
0
0
0
0
0
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
0
0
0
1
1
1
0
1
1
0
1
0
0
INDIKATOR 3
10 11 Xt
1 1 4
1 1 4
1 1 4
1 1 4
1 1 4
1 1 3
1 0 2
1 1 3
1 1 3
1 0 2
1 1 3
0 1 3
1 1 3
1 1 3
1 1 3
0 1 3
1 0 2
1 1 3
1 0 3
0 1 3
0 1 3
1 1 3
1 1 3
1 1 3
1 0 3
0 1 3
1 1 4
1 1 3
1 1 4
1 1 3
1 1 3
0 1 3
1 1 3
1 1 3
106
INDIKATOR 4
Xt^2 12 13 Xt Xt^2
16 1 1 2 4
16 1 1 2 4
16 1 1 2 4
16 1 1 2 4
16 1 1 2 4
9 1 1 2 4
4 0 1 1 1
9 1 1 2 4
9 1 1 2 4
4 1 0 1 1
9 0 1 1 1
9 1 1 2 4
9 1 1 2 4
9 0 1 1 1
9 1 1 2 4
9 1 1 2 4
4 1 0 1 1
9 1 1 2 4
9 1 1 2 4
9 1 1 2 4
9 1 1 2 4
9 1 1 2 4
9 1 1 2 4
9 1 1 2 4
9 1 1 2 4
9 1 1 2 4
16 1 1 2 4
9 1 1 2 4
16 1 1 2 4
9 1 1 2 4
9 1 1 2 4
9 1 0 1 1
9 1 1 2 4
9 1 1 2 4
340
62 118
14
1
1
1
1
1
0
1
1
0
1
0
1
0
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1
0
1
1
1
0
1
1
0
1
0
1
15
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
INDIKATOR 5
16 17 Xt
0 1 3
1 1 4
1 1 4
1 1 4
1 1 4
0 1 2
1 0 3
1 1 4
1 1 3
1 1 4
1 1 3
1 1 3
0 1 2
1 1 3
1 1 3
0 1 3
1 1 4
1 1 3
1 1 3
0 1 3
0 1 3
1 1 4
1 1 3
1 1 3
0 1 3
0 1 3
0 1 3
1 1 3
1 1 4
1 1 4
1 1 3
1 1 4
1 1 3
1 1 3
111
Xt^2
9
16
16
16
16
4
9
16
9
16
9
9
4
9
9
9
16
9
9
9
9
16
9
9
9
9
9
9
16
16
9
16
9
9
373
18
1
1
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
0
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
INDIKATOR 6
19 20 Xt Xt^2 21
1 0 2 4 1
1 1 3 9 1
1 0 2 4 1
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 1 2 4 1
0 1 2 4 0
0 1 2 4 1
1 1 2 4 0
1 1 2 4 1
1 1 3 9 1
0 1 2 4 1
1 1 2 4 0
1 0 2 4 1
1 1 2 4 1
1 1 3 9 1
1 1 2 4 0
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 0 2 4 1
1 1 3 9 1
0 1 2 4 1
1 1 3 9 1
1 0 2 4 1
1 1 3 9 1
1 0 2 4 1
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 1 2 4 0
1 1 3 9 1
1 1 2 4 0
0 1 2 4 1
83 211
INDIKATOR 7
22 23 Xt Xt^2 24
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
0 0 1 1 1
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
0 1 2 4 0
1 1 2 4 0
1 1 3 9 1
1 1 2 4 1
1 1 3 9 1
0 1 2 4 1
1 0 2 4 1
1 1 2 4 1
1 0 2 4 0
0 1 2 4 1
1 1 2 4 1
1 1 2 4 0
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 1 2 4 1
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
0 1 2 4 1
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 1 3 9 1
1 1 2 4 1
1 1 3 9 1
1 1 2 4 0
1 1 3 9 1
86 228
25
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
0
1
0
1
1
0
0
1
0
INDIKATOR 8
26 27 28
1 1 1
1 0 1
1 0 0
1 1 1
1 0 1
1 1 0
1 0 1
1 1 1
1 1 1
1 1 1
1 1 1
1 0 1
1 1 1
1 1 1
1 0 1
0 1 1
1 1 1
1 0 1
1 0 1
0 1 1
1 1 1
1 1 1
1 1 1
1 0 1
1 1 1
1 1 0
1 1 1
0 1 1
1 1 1
0 1 1
1 1 1
1 1 1
1 1 1
1 1 1
Xt
4
3
3
5
4
3
3
4
4
5
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
5
4
4
4
3
5
3
5
4
4
4
4
4
136
Xt^2
16
9
9
25
16
9
9
16
16
25
16
16
16
16
16
16
16
16
16
16
25
25
16
16
16
9
25
9
25
16
16
16
16
16
556
29
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
0
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
0
1
0
1
INDIKATOR 9
30 xt Xt^2
1 2 4
1 2 4
1 2 4
1 2 4
0 1 1
1 2 4
0 1 1
1 2 4
1 1 1
1 2 4
1 2 4
1 2 4
1 1 1
1 2 4
1 1 1
1 2 4
0 1 1
1 1 1
1 1 1
1 2 4
0 1 1
0 1 1
1 2 4
1 1 1
1 2 4
0 1 1
1 2 4
1 2 4
1 2 4
0 1 1
1 1 1
1 2 4
1 1 1
1 2 4
53 91
31
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
1
0
1
32
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
0
INDIKATOR 10
33 34 35 Xt
1 1 1 5
1 1 1 5
1 1 0 2
1 0 1 4
0 1 0 3
1 0 0 3
1 0 1 4
0 1 1 4
1 1 0 4
1 1 1 5
1 0 1 4
0 1 1 4
1 1 1 5
1 1 0 4
1 0 1 4
1 1 1 5
1 1 0 4
1 0 1 4
1 1 1 4
1 1 1 5
1 1 1 5
1 1 1 5
0 1 1 4
1 0 1 4
1 1 1 5
1 0 0 3
1 1 1 5
1 0 1 4
1 1 1 4
1 1 1 3
1 1 0 4
1 1 1 5
1 1 1 4
1 1 1 4
141
Rata-rata per
indikator
25,3
25,5
26,5
31,0
27,8
27,7
28,7
27,2
26,5
28,2
Persentase per
indikator (% )
74,5
75,0
77,9
91,2
81,6
81,4
84,3
80,0
77,9
82,9
Standar deviasi
per indikator
0,7
0,6
0,5
0,4
0,6
0,5
0,6
0,6
0,5
0,7
Xt^2
25
25
4
16
9
9
16
16
16
25
16
16
25
16
16
25
16
16
16
25
25
25
16
16
25
9
25
16
16
9
16
25
16
16
603
JUMLAH NILAI
32
32
26
30
25
25
33
29
26
30
28
26
25
25
26
30
23
27
27
29
30
32
28
24
31
27
33
29
30
29
26
30
26
28
93
93
78
88
75
75
95
85
78
88
83
78
75
75
78
88
70
80
80
85
88
93
83
73
90
80
95
85
88
85
78
88
78
83
188
LAMPIRAN 13
PERHITUNGAN N-GAIN
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
PRE TEST
55
58
48
65
65
45
53
55
43
58
48
58
60
65
60
53
50
58
STAD
POST TEST
63
60
85
88
70
78
73
63
65
70
78
68
70
78
90
78
85
75
N-GAIN
0.18
0.05
0.71
0.66
0.14
0.60
0.43
0.18
0.39
0.29
0.58
0.24
0.25
0.37
0.75
0.53
0.70
0.40
R
R
T
S
R
S
S
R
S
R
S
R
R
S
T
S
S
S
PRETEST
53
63
50
43
43
65
43
50
65
65
50
58
55
48
43
68
63
65
NHT
POSTTEST
75
63
63
78
83
83
73
70
78
70
88
75
83
88
75
78
80
80
N-GAIN
0.47
0.00
0.26
0.61
0.70
0.51
0.53
0.40
0.37
0.14
0.76
0.40
0.62
0.77
0.56
0.31
0.46
0.43
PRETEST
S
60
R
60
R
40
S
50
S
53
S
60
S
65
S
65
S
43
R
43
T
45
S
50
S
65
T
40
S
45
S
60
S
50
S
45
TGT
POSTTEST
93
93
78
88
75
75
93
85
78
93
83
78
75
75
75
93
70
80
N-GAIN
0.83
0.83
0.63
0.76
0.47
0.38
0.80
0.57
0.61
0.88
0.69
0.56
0.29
0.58
0.55
0.83
0.40
0.64
T
T
S
T
R
S
T
S
S
T
S
S
R
S
S
T
S
S
189
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
63
50
48
63
65
60
53
43
50
63
50
48
60
58
45
43
80
88
90
75
80
80
90
83
70
88
75
90
78
90
78
73
0.46
0.76
0.81
0.32
0.43
0.50
0.79
0.70
0.40
0.68
0.50
0.81
0.45
0.76
0.60
0.53
0.50
S
T
T
S
S
S
T
S
S
S
S
T
S
T
S
S
S
55
48
53
60
58
60
60
60
65
60
60
53
48
43
43
60
65
70
73
83
80
80
90
93
83
70
78
93
80
88
73
70
0.22
0.42
0.43
0.58
0.52
0.50
0.75
0.83
0.51
0.25
0.45
0.85
0.62
0.79
0.53
0.25
0.49
R
S
S
S
S
S
T
T
S
R
S
T
S
T
S
R
S
55
55
55
48
35
60
63
58
60
60
50
58
50
50
40
55
80
85
78
93
83
73
73
80
95
85
88
85
78
70
78
83
0.56
0.67
0.51
0.87
0.74
0.33
0.27
0.52
0.88
0.63
0.76
0.64
0.56
0.40
0.63
0.62
0.61
S
S
S
T
T
S
T
S
T
S
T
S
S
S
S
S
S
190
LAMPIRAN 14
Distribusi frekuensi pretes kelas STAD
Konsep sistem sirkulasi
No
1
Nama
E1
Nilai
55
No
18
Nama
E18
Nilai
58
2
E2
58
19
E19
63
3
E3
48
20
E20
50
4
E4
60
21
E21
48
5
E5
60
22
E22
63
6
E6
45
23
E23
60
7
E7
53
24
E24
60
8
E8
55
25
E25
53
9
E9
43
26
E26
53
10
E10
58
27
E27
50
11
E11
53
28
E28
63
12
E12
58
29
E29
50
13
E13
60
30
E30
48
14
E14
53
31
E31
60
15
E15
60
32
E32
58
16
E16
53
33
E33
45
17
E17
50
34
E34
43
191
 Banyak data (n) = 34
 Perhitungan rentang
R = X maks – X min
= 63-43
= 20
 Perhitungan banyak kelas
 K = 1 + 3,3 log (n)
= 1 + 3,3 log 34
= 1 + 3,3 (1,53)
= 1 + 5,04
= 6,04
=6
 Perhitungan Panjang kelas
P=
P=
= 3,3
=3
192
No.
1
2
3
4
5
6
Interval
Batas
Bawah
43 - 46
42.5
47 - 50
46.5
51 - 54
50.5
55 - 58
54.5
59 - 62
58.5
63 - 66
63.5
Jumlah
Batas
Atas
46.5
50.5
54.5
58.5
63.5
67.5
¯x =
=
= 54,03
B. Perhitungan Median
=50,5+3
= 50,5 + 7,2
= 57,5
fi
fi(%)
fk
Titik
Tengah
(xi)
44.5
48.5
52.5
56.5
60.5
64.5
4
11.76
4
6
17.65
10
8
23.53
18
7
20.59
25
7
20.59
32
2
5.88
34
34
100.00
Rata-rata
Median
Modus
Varians (s2)
Simpangan Baku (s)
Tabel distribusi Frekuensi ( STAD)
A. Perhitungan Mean
M e=B b +P
Frekuensi
xi2
1980.25
2352.25
2756.25
3192.25
3660.25
4160.25
fixi
fixi2
178.00
7921.00
291.00 14113.50
420.00 22050.00
395.50 22345.75
423.50 25621.75
129.00
8320.50
1837.00 100372.50
54.03
57.50
55.75
28.73
5.36
193
C. Perhitungan modus
M o=B b+ P
=50,5+ 3
= 50,5 + 5,25
= 55,75
D. Perhitungan varians
S2 =
=
=
= 28,73
E. perhitungan simpangan baku
s=
= 5,36
194
Distribusi frekuensi pretes kelas NHT
Konsep sistem sirkulasi
No
1
Nama
E1
Nilai
53
No
18
Nama
E18
Nilai
65
2
E2
63
19
E19
55
3
E3
50
20
E20
48
4
E4
53
21
E21
53
5
E5
53
22
E22
63
6
E6
55
23
E23
58
7
E7
43
24
E24
68
8
E8
50
25
E25
60
9
E9
55
26
E26
63
10
E10
55
27
E27
58
11
E11
50
28
E28
63
12
E12
58
29
E29
63
13
E13
55
30
E30
53
14
E14
48
31
E31
48
15
E15
53
32
E32
53
16
E16
68
33
E33
53
17
E17
63
34
E34
63
195
 Banyak data (n) = 34
 Perhitungan rentang
R = X maks – X min
= 65 - 43
= 22
 Perhitungan banyak kelas
 K = 1 + 3,3 log (n)
= 1 + 3,3 log (34)
= 6,04
=6
 Perhitungan Panjang kelas
P=
P=
= 3,6
=4
196
Tabel distribusi Frekuensi (NHT)
Frekuensi
Batas Batas
No. Interval
Bawah Atas
1
2
3
4
5
6
43 - 46
42.5
47 - 50
46.5
51 - 54
50.5
55 - 58
54.5
59 - 62
58.5
63 - 66
63.5
Jumlah
46.5
50.5
54.5
58.5
63.5
67.5
fi
¯x =
=
= 54,9
B. Perhitungan Median
M e=B b+P
= 54,5+4
= 54,5 + 2,0
= 56,5
fk
5.88
2
17.65
8
23.53
16
23.53
24
20.59
31
8.82
34
100.00
Rata-rata
Median
Modus
Varians (s2)
Simpangan Baku (s)
A. Perhitungan Mean
2
6
8
8
7
3
34
fi(%)
Titik
Tengah
(xi)
44.5
48.5
52.5
56.5
60.5
64.5
xi2
1980.25
2352.25
2756.25
3192.25
3660.25
4160.25
fixi
fixi2
89.00
3960.50
291.00 14113.50
420.00 22050.00
452.00 25538.00
423.50 25621.75
193.50 12480.75
1869.00 103764.50
54.97
56.50
54.50
26.27
5.13
197
C. Perhitungan modus
M o=B b +P
=54,5+4
= 54,5 + 0
= 54,5
D. Perhitungan varians
S2 =
=
=
= 26,27
E. perhitungan simpangan baku
s=
= 5,12
198
Distribusi frekuensi pretes kelas TGT
Konsep sistem sirkulasi
No
1
Nama
E1
Nilai
48
No
18
Nama
E18
Nilai
45
2
E2
48
19
E19
55
3
E3
40
20
E20
55
4
E4
50
21
E21
55
5
E5
53
22
E22
48
6
E6
48
23
E23
35
7
E7
65
24
E24
48
8
E8
65
25
E25
63
9
E9
43
26
E26
58
10
E10
43
27
E27
48
11
E11
45
28
E28
60
12
E12
50
29
E29
50
13
E13
35
30
E30
58
14
E14
40
31
E31
50
15
E15
35
32
E32
50
16
E16
48
33
E33
40
17
E17
50
34
E34
55
199
 Banyak data (n) = 34
 Perhitungan rentang
R = X maks – X min
= 65 - 35
= 20
 Perhitungan banyak kelas
 K = 1 + 3,3 log (n)
= 1 + 3,3 log (34)
=1 + 3,3 (1,53)
=1 + 5,04
= 6,04
=6
 Perhitungan Panjang kelas
P=
P=
= 3,3
=3
200
Tabel distribusi Frekuensi (TGT)
No.
1
2
3
4
5
6
7
Batas
Interval
Bawah
Batas
Atas
35 - 39
34. 5
40 - 44
39.5
45 - 49
44.5
50- 54
49.5
55 - 59
54.5
60 - 64
59.5
65 - 69
64.5
Jumlah
39.5
44.5
49.5
54.5
59.5
64.5
69.5
A. Perhitungan Mean
¯x =
=
= 47,4
B. Perhitungan Median
M e=B b +P
=44,5+3
= 44,5 + 5,67
= 50,17
Frekuensi
fi
fi(%)
3
8.82
5
14.71
8
23.53
7
20.59
7
20.59
2
5.88
2
5.88
100.00
34
Rata-rata
Median
Modus
Varians (s2)
Simpangan Baku (s)
fk
3
8
16
23
30
32
34
Titik
Tengah
(xi)
37
42
47
57
37
62
67
xi2
1369
1764
2209
3249
1369
3844
4489
fixi
fixi2
111.00 4107.00
210.00 8820.00
376.00 17672.00
399.00 22743.00
259.00 9583.00
124.00 7688.00
134.00 8978.00
1613.00 79591.00
47.44
50.17
51.90
78.68
8.87
201
C. Perhitungan modus
M o=B b +P
=44,5+ 3
= 44,5 + 7,42
= 51,9
D. Perhitungan varians
S2 =
=
=
= 78,68
E. perhitungan simpangan baku
s=
= 8,87
202
Lampiran 15
UJI NORMALITAS (CHI SQUARE) PRETEST KELAS STAD
KONSEP SISTEM SIRKULASI
1. Perumusan hipotesis
H0 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal
H1 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi tidak normal
2. Kriteria pengujian
Jika X2< X2 tabel maka H0 diterima
Jika X2> X2 tabel maka H0 ditolak
No.
1
Kelas
Interval
Batas
Kelas
z
F(z)
42.5
-2.15
0.01573
43 - 46
46.5
2
63- 66
1.77
0.0643
2.18618
4
1.50
0.17505 5.95167
6
0.00
0.27986 9.51507
8
0.24
0.26291 8.93893
7
0.42
0.16352 5.55973
7
0.37
0.02864 0.97361
2
1.08
0.79785
59 - 62
63.5
6
0.83
(FoFe)2/Fe
0.53494
55 - 58
58.5
5
0.09
Fo
0.25508
51 - 54
54.5
4
-0.66
Fe
0.08003
47 - 50
50.5
3
-1.40
Luas
Kelas
Interval
0.96137
66.5
2.33
0.99
Rata-rata
Simpangan Baku
x^2Hitung
x^2 Tabel (0.05)(3)
Kesimpulan : Terima Ho
Data Berasal Dari Populasi Yang Berdistribusi Normal
54.03
5.36
3.62
7.81
203
UJI NORMALITAS (CHI SQUARE) PRETEST KELAS NHT
KONSEP SISTEM SIRKULASI
1. Perumusan hipotesis
H0 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal
H1 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi tidak normal
2. Kriteria pengujian
Jika X2< X2 tabel maka H0 diterima
Jika X2> X2 tabel maka H0 ditolak
No.
1
Kelas
Interval
Batas
Kelas
z
F(z)
42.5
-2.43
0.00753
43 - 46
46.5
2
64 - 66
1.47
2
0.23
0.14242 4.84231
6
0.28
0.27172 9.23841
8
0.17
0.29081 9.88744
8
0.36
0.17462
7
0.19
3
0.50
0.75431
59 - 62
62.5
6
0.69
0.04183 1.42219
0.4635
55 - 58
58.5
5
-0.09
(FoFe)2/Fe
0.19178
51 - 54
54.5
4
-0.87
Fo
Fe
0.04936
47 - 50
50.5
3
-1.65
Luas
Kelas
Interval
5.937
0.92893
0.05877 1.99826
66.5
2.25
0.9877
Rata-rata
Simpangan Baku
x^2Hitung
x^2 Tabel (0.05)(3)
Kesimpulan : Terima Ho
Data Berasal Dari Populasi Yang Berdistribusi Normal
54.97
5.13
1.73
7.81
204
UJI NORMALITAS (CHI SQUARE) PRETEST KELAS TGT
KONSEP SISTEM SIRKULASI
1. Perumusan hipotesis
H0 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal
H1 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi tidak normal
2. Kriteria pengujian
Jika X2< X2 tabel maka H0 diterima
Jika X2> X2 tabel maka H0 ditolak
No.
1
Kelas
Interval
Batas
Kelas
z
F(z)
34.5
-1.46
0.0723
35 - 39
39.5
2
65 - 69
1.92
0.19
0.1848
6.28313
5
0.26
0.22167 7.53695
8
0.03
0.19514 6.63481
7
0.02
0.12606 4.28607
7
1.72
0.05975 2.03161
2
0.49
0.02078 0.70646
2
1.42
0.91303
60 - 64
64.5
7
1.36
3
0.78697
55 - 59
59.5
6
0.80
0.11305 3.84369
0.59183
50- 54
54.5
5
0.23
(FoFe)2/Fe
0.37015
45 - 49
49.5
4
-0.33
Fo
Fe
0.18535
40 44
44.5
3
-0.90
Luas
Kelas
Interval
0.97278
69.5
2.49
0.99356
Rata-rata
Simpangan Baku
x^2Hitung
x^2 Tabel (0.05)(4)
Kesimpulan : Terima Ho
Data Berasal Dari Populasi Yang Berdistribusi Normal
47.44
8.87
4.12
9.48
205
Lampiran 16
UJI HOMOGENITAS (BARTLET) PRE TEST
KONSEP SISTEM SIRKULASI
1. Hipootesis yang akan diuji adalah :
H0:
H1: Bukan H0
2. Jika
Jika
hitung
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
hitung
(
STAD
43
43
43
45
48
48
48
48
48
50
53
53
53
53
53
53
53
53
55
55
55
58
58
58
58
(
, berari
NHT
43
43
48
48
48
50
50
50
53
53
53
53
53
53
53
53
55
55
55
55
58
58
58
58
60
, berari
H0 diterima
H0 ditolak.
TGT
35
35
38
40
40
40
43
43
45
45
45
45
48
48
48
48
50
50
50
50
53
53
53
55
55
206
55
26
60
60
55
27
60
60
58
28
60
60
58
29
60
60
58
30
60
60
60
31
60
60
63
32
60
63
65
33
63
63
65
34
65
65
jumlah
1833
1867
1692
34
34
N
34
Rata-rata
54.19
55.16
47.44
SD (s) 5.951153 5.451537 8.060599
Varians
(s2)
35.41622 29.71925 64.97326
LANGKAH-LANGKAH PERHITUNGAN UJI
BARTLETT:
S12
50.71
dk
33
S22
66.34
dk
33
2
64.97
dk
33
S3
TABEL UJI HOMOGENITAS VARIANS
Sampel
Kel 1
kel 2
kel 3
Jumlah
Dk
1/dk
Si2
33 0.030303 50.71
33 0.030303 66.34
33 0.030303 64.97
99
182.02
VARIANS GABUNGAN
S2
60.67333
NILAI B
B
176.5168
HARGA CHI
KUADRAT
chi kuadrat
0.715145
chi kuadrat
tabel
5.991
Data homogeny
dk . Si2
1673.43
2189.22
2144.01
6006.66
(dk)log
log Si2
Si2
1.705094 56.268089
1.821775 60.11859
1.812713 59.819525
5.339582 176.2062
207
Lampiran 17
UJI HPOTESIS PRETEST
KONSEP SISTEM SIRKULASI
1. Hipotesis statistic
H1 : bukan H0
2. F hitung < F tabel, maka tidak terdapat perbedaan
F hitung < F tabel, maka terdapat perbedaan
STAD
NHT
TGT
TOTAL
X1
X12
X2
X22
X3
X32
∑Xt
∑Xt2
43
43
43
45
48
48
48
48
48
50
53
53
53
53
53
53
53
53
55
55
55
58
58
1849
1849
1849
2025
2304
2304
2304
2304
2304
2500
2809
2809
2809
2809
2809
2809
2809
2809
3025
3025
3025
3364
3364
43
43
48
48
48
50
50
50
53
53
53
53
53
53
53
53
55
55
55
55
58
58
58
1849
1849
2304
2304
2304
2500
2500
2500
2809
2809
2809
2809
2809
2809
2809
2809
3025
3025
3025
3025
3364
3364
3364
35
35
38
40
40
40
43
43
45
45
45
45
48
48
48
48
50
50
50
50
53
53
53
1225
1225
1444
1600
1600
1600
1849
1849
2025
2025
2025
2025
2304
2304
2304
2304
2500
2500
2500
2500
2809
2809
2809
121
121
129
133
136
138
141
141
146
148
151
151
154
154
154
154
158
158
160
160
166
169
169
4923
4923
5597
5929
6208
6404
6653
6653
7138
7334
7643
7643
7922
7922
7922
7922
8334
8334
8550
8550
9198
9537
9537
208
58
58
60
60
60
60
60
60
60
63
65
3364
3364
3600
3600
3600
3600
3600
3600
3600
3969
4225
58
60
60
60
60
60
60
60
63
63
65
1833
99989
1867
3364
3600
3600
3600
3600
3600
3600
3600
3969
3969
4225
55
55
55
55
58
58
58
60
63
65
65
3025
3025
3025
3025
3364
3364
3364
3600
3969
4225
4225
171
173
175
175
178
178
178
180
186
191
195
9753
9989
10225
10225
10564
10564
10564
10800
11538
12163
12675
103501
1692
86346
5392
289836
1) Menghitung Jkt, Jka,Jkd
d. Jkt =
=
=
= 4800,8
e. Jka =
=
= 285542,2 – 285413,4
= 128,8
f. Jkd = Jkt - Jka
= 4800,8-128,8
= 4672
2) Menghitung dbt,dba dan dbd
3)
a. dbt = N – 1
b.dba = K – 1
= 102-1
= 3-1
= 101
=2
Menghitung Rka dan Rkd
c. Rka =
=
d. Rkd =
=
4) Rasio F
c. dbd = N - K
= 102-3
= 99
209
F=
=
= 1,36
5) F tabel ( 0,05 ; 2 ; 9 ) = 3,07
( 0,05 ; 2 ; 9 ) = 4,79
6) Kesimpulan
F hitung <F tabel , maka tidak terdapat perbedaan yang berarti antara ketiga kelompok
tersebut
H0 di terima
210
Lampiran 18
Distribusi frekuensi post test kelas STAD
Konsep sistem sirkulasi
No
1
Nama
E1
Nilai
63
No
18
Nama
E18
Nilai
75
2
E2
80
19
E19
80
3
E3
85
20
E20
88
4
E4
88
21
E21
83
5
E5
70
22
E22
75
6
E6
78
23
E23
78
7
E7
73
24
E24
80
8
E8
63
25
E25
85
9
E9
65
26
E26
83
10
E10
70
27
E27
70
11
E11
78
28
E28
88
12
E12
68
29
E29
75
13
E13
70
30
E30
90
14
E14
78
31
E31
78
15
E15
80
32
E32
90
16
E16
78
33
E33
63
17
E17
85
34
E34
73
211
 Banyak data (n) = 34
 Perhitungan rentang
R = X maks – X min
= 90 - 63
= 27
 Perhitungan banyak kelas
 K = 1 + 3,3 log (n)
= 1 + 3,3 log (34)
=1 + 3,3 (1,53)
=1 + 5,04
= 6,04
=6
 Perhitungan Panjang kelas
P=
P=
= 4,5
=5
212
Tabel distribusi Frekuensi STAD
No.
1
2
3
4
5
6
Batas
Interval
Bawah
Batas
Atas
63 - 67
62.5
68 - 72
67.5
73 - 77
72.5
78 - 82
77.5
83 - 87
82.5
88 - 92
87.5
Jumlah
67.5
72.5
77.5
82.5
87.5
92.5
Frekuensi
fi
3
8.82
5
14.71
5
14.71
10
29.41
6
17.65
5
14.71
34
100.00
Rata-rata
Median
Modus
Varians (s2)
Simpangan Baku (s)
A. Perhitungan Mean
¯x =
=
= 78,82
B. Perhitungan Median
M e=B b +P
=77,5+5
= 77,5 + 2
= 79,5
fi(%)
fk
3
8
13
23
29
34
Titik
Tengah
(xi)
65
70
75
80
85
90
xi2
4225
4900
5625
6400
7225
8100
fixi
fixi2
195.00 12675.00
350.00 24500.00
375.00 28125.00
800.00 64000.00
510.00 43350.00
450.00 40500.00
2680.00 213150.00
78.82
79.50
77.75
48.79
6.99
213
C. Perhitungan modus
M o=B b +P
=77,5+5
= 77,5 + 0,25
= 77,75
D. Perhitungan varians
S2 =
=
=
= 48,79
E. perhitungan simpangan baku
s=
= 6,98
214
Distribusi frekuensi post tes kelas NHT
Konsep sistem sirkulasi
No
1
Nama
E1
Nilai
75
No
18
Nama
E18
Nilai
80
2
E2
63
19
E19
65
3
E3
63
20
E20
70
4
E4
78
21
E21
73
5
E5
83
22
E22
83
6
E6
83
23
E23
80
7
E7
73
24
E24
80
8
E8
70
25
E25
90
9
E9
78
26
E26
93
10
E10
70
27
E27
83
11
E11
88
28
E28
70
12
E12
75
29
E29
78
13
E13
83
30
E30
93
14
E14
88
31
E31
80
15
E15
75
32
E32
80
16
E16
78
33
E33
73
17
E17
80
34
E34
70
215
 Banyak data (n) = 34
 Perhitungan rentang
R = X maks – X min
= 93 - 63
= 30
 Perhitungan banyak kelas
 K = 1 + 3,3 log (n)
= 1 + 3,3 log (34)
=1 + 3,3 (1,53)
=1 + 5,04
= 6,04
=6
 Perhitungan Panjang kelas
P=
P=
=5
216
Tabel distribusi Frekuensi (NHT)
No.
1
2
3
4
5
6
7
Frekuensi
Batas Batas
Interval
Bawah Atas
63 - 67
62.5
68 - 72
67.5
73 - 77
72.5
78 - 82
77.5
83 - 87
82.5
88 - 92
87.5
93 - 97
92.5
Jumlah
67.5
72.5
77.5
82.5
87.5
92.5
97.5
fi
¯x =
=
= 79,1
B. Perhitungan Median
=76,5+5
= 76,5 + 2,0
= 78,5
fk
3
8.82
3
5
14.71
8
6
17.65
14
9
26.47
23
5
14.71
28
4
11.76
32
2
5.88
34
34
100.00
Rata-rata
Median
Modus
Varians (s2)
Simpangan Baku (s)
A. Perhitungan Mean
M e=B b +P
fi(%)
Titik
Tengah
(xi)
65
70
75
80
85
90
95
xi2
4225
4900
5625
6400
7225
8100
9025
fixi
fixi2
195.00 12675.00
350.00 24500.00
450.00 33750.00
720.00 57600.00
425.00 36125.00
360.00 32400.00
190.00 18050.00
2690.00 215100.00
79.12
78.50
76.50
58.30
7.64
217
C. Perhitungan modus
M o=B b +P
=76,5+ 5
= 76,5 + 2,14
= 76,5
D. Perhitungan varians
S2 =
=
=
= 58,3
E. perhitungan simpangan baku
s=
= 7,63
218
Distribusi frekuensi post test kelas TGT
Konsep sistem sirkulasi
No
1
Nama
E1
Nilai
93
No
18
Nama
E18
Nilai
80
2
E2
93
19
E19
80
3
E3
78
20
E20
85
4
E4
88
21
E21
88
5
E5
75
22
E22
93
6
E6
75
23
E23
83
7
E7
95
24
E24
73
8
E8
85
25
E25
90
9
E9
78
26
E26
80
10
E10
88
27
E27
95
11
E11
83
28
E28
85
12
E12
78
29
E29
88
13
E13
75
30
E30
85
14
E14
75
31
E31
78
15
E15
78
32
E32
88
16
E16
88
33
E33
78
17
E17
70
34
E34
83
219
 Banyak data (n) = 34
 Perhitungan rentang
R = X maks – X min
= 95 - 70
= 25
 Perhitungan banyak kelas
 K = 1 + 3,3 log (n)
= 1 + 3,3 log (34)
= 1 + 3,3 (5,04)
= 6,04
=6
 Perhitungan Panjang kelas
 P=
P=
= 4,16
=4
Tabel distribusi Frekuensi (TGT)
No.
1
2
3
4
5
6
7
Batas
Interval
Bawah
Batas
Atas
70 - 73
69.5
74 - 77
73.5
78 - 81
77.5
82 - 85
81.5
86 - 89
85.5
90 - 93
89.5
94 - 97
93.5
Jumlah
73.5
77.5
81.5
85.5
89.5
93.5
97.5
Frekuensi
fi
2
4
8
7
7
4
2
34
¯x =
=
= 83,38
B. Perhitungan Median
=77,5+ 4
= 77,5 + 5,5
= 82,17
fk
5.88
2
11.76
6
23.53
14
20.59
21
20.59
28
11.76
32
5.88
34
100.00
Rata-rata
Median
Modus
Varians (s2)
Simpangan Baku (s)
A. Perhitungan Mean
M e=B b +P
fi(%)
Titik
Tengah
(xi)
71.5
75.5
79.5
83.5
87.5
91.5
95.5
xi2
5112.25
5700.25
6320.25
6972.25
7656.25
8372.25
9120.25
fixi
fixi2
143.00 10224.50
302.00 22801.00
636.00 50562.00
584.50 48805.75
612.50 53593.75
366.00 33489.00
191.00 18240.50
2835.00 237716.50
83.38
82.17
83.90
34.04
5.83
187
C. Perhitungan modus
M o=B b +P
=77,5+ 4
= 77,5 + 6,4
= 83,9
D. Perhitungan varians
S2 =
=
=
= 34,04
E. perhitungan simpangan baku
s=
= 5,83
188
Lampiran 19
UJI NORMALITAS (CHI SQUARE) POST TEST KELAS STAD
KONSEP SISTEM SIRKULASI
1. Perumusan hipotesis
H0 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal
H1 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi tidak normal
2. Kriteria pengujian
Jika X2< X2 tabel maka H0 diterima
Jika X2> X2 tabel maka H0 ditolak
Luas
Kelas
Batas
No.
z
F(z)
Kelas
Fe
Fo
Interval Kelas
Interval
62.5
-2.33 0.00978
1
63 - 67
0.0429 1.45849
3
67.5
-1.62 0.05267
2
68 - 72
0.13028 4.42965
5
72.5
-0.90 0.18296
3
73 - 77
0.24215 8.23311
5
77.5
-0.19 0.42511
4
78 - 82
0.27561 9.37071
10
82.5
0.53
0.70072
5
83 - 87
0.19212 6.53215
6
87.5
1.24
0.89284
6
88 - 92
0.08199 2.7877
5
92.5
1.96
0.97483
Rata-rata
Simpangan Baku
x^2Hitung
x^2 Tabel (0.05)(3)
Kesimpulan : Terima Ho
Data Berasal Dari Populasi Yang Berdistribusi Normal
(FoFe)2/Fe
1.63
0.07
1.27
0.04
0.04
1.76
78.82
6.99
4.81
7.81
189
UJI NORMALITAS (CHI SQUARE) POST TEST KELAS NHT
KONSEP SISTEM SIRKULASI
1. Perumusan hipotesis
H0 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal
H1 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi tidak normal
2. Kriteria pengujian
Jika X2< X2 tabel maka H0 diterima
Jika X2> X2 tabel maka H0 ditolak
Luas
Kelas
Batas
No.
z
F(z)
Kelas
Fe
Fo
Interval Kelas
Interval
62.5
-2.18
0.0148
1
63- 67
0.04934 1.67745
3
67.5
-1.52 0.06414
2
68 - 72
0.12897 4.38508
5
72.5
-0.87 0.19311
3
73 - 77
0.22293 7.57952
6
77.5
-0.21 0.41604
4
78 - 82
0.25487 8.66544
9
82.5
0.44
0.6709
5
83 -87
0.19275 6.55334
5
87.5
1.10
0.86365
6
88 - 92
0.09641 3.27778
4
92.5
1.75
0.96005
7
93 – 97
0.03188 1.08381
2
97.5
2.41
0.99193
Rata-rata
Simpangan Baku
x^2Hitung
x^2 Tabel (0.05)(4)
Kesimpulan : Terima Ho
Data Berasal Dari Populasi Yang Berdistribusi Normal
(FoFe)2/Fe
1.04
0.09
0.33
0.01
0.37
0.16
0.77
79.12
7.64
2.77
9.48
190
UJI NORMALITAS (CHI SQUARE) POST TEST KELAS TGT
KONSEP SISTEM SIRKULASI
1. Perumusan hipotesis
H0 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal
H1 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi tidak normal
2. Kriteria pengujian
Jika X2< X2 tabel maka H0 diterima
Jika X2> X2 tabel maka H0 ditolak
Luas
Kelas
Batas
No.
z
F(z)
Kelas
Fe
Fo
Interval Kelas
Interval
69.5
-2.38 0.00864
1
70 - 73
0.03643 1.23862
2
73.5
-1.69 0.04507
2
74 - 77
0.11152 3.79172
4
77.5
-1.01 0.15659
3
78 81
0.21696 7.37662
8
81.5
-0.32 0.37355
4
82 - 85
0.26839 9.12515
7
85.5
0.36
0.64194
5
86 - 89
0.21115 7.17898
7
89.5
1.05
0.85308
6
90 - 93
0.10562 3.59118
4
93.5
1.74
0.9587
7
94 - 97
0.03358 1.14161
2
97.5
2.42
0.99228
Rata-rata
Simpangan Baku
x^2Hitung
x^2 Tabel (0.05)(4)
Kesimpulan : Terima Ho
Data Berasal Dari Populasi Yang Berdistribusi Normal
(FoFe)2/Fe
0.47
0.01
0.05
0.49
0.00
0.05
0.65
83.38
5.83
1.72
9.48
191
Lampiran 20
UJI HOMOGENITAS (BARTLET) POST TEST
KONSEP SISTEM SIRKULASI
1. Hipootesis yang akan diuji adalah :
H0:
H1: Bukan H0
2. Jika
Jika
hitung
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
hitung
(
, berari
(
, berari
STAD
63
63
63
68
70
70
70
70
73
73
75
75
75
78
78
78
78
78
78
80
80
80
80
H0 diterima
H0 ditolak
NHT
63
63
65
70
70
70
70
70
73
73
73
75
75
75
78
78
78
78
80
80
80
80
80
TGT
70
73
75
75
75
75
78
78
78
78
78
78
80
80
80
83
83
83
85
85
85
85
88
192
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
Jumlah
N
Rata-rata
SD (s)
Varians (s2)
83
83
83
85
85
85
88
88
88
90
90
2644
34
78.82
7.65173
3
58.5490
2
83
83
83
83
83
88
88
88
90
93
93
2652
34
79.12
7.93916
3
63.0303
88
88
88
88
88
90
90
93
93
95
95
2824
34
83.38
6.63754
8
44.0570
4
LANGKAH-LANGKAH PERHITUNGAN UJI
BARTLETT:
S12
58.84
Dk
33
2
63.03
Dk
33
S32
44.05
Dk
33
S2
TABEL UJI HOMOGENITAS VARIANS
Sampel
kel 3
1/dk
0.03030
33
3
0.03030
33
3
0.03030
33
3
Jumlah
99
Kel 1
kel 2
dk
Si2
Si2
58.84
63.03
44.05
165.92
Si2
dk .
log
1941.7 1.76967
2
3
2079.9 1.79954
9
7
1453.6 1.64394
5
6
5475.3 5.21316
6
6
(dk)log
Si2
58.3992
59.3850
6
54.2502
2
172.034
5
193
VARIANS
GABUNGAN
2
S
NILAI B
B
HARGA CHI
KUADRAT
chi kuadrat
chi kuadrat
table
Data homogen
55.3066
7
172.535
1.15243
6
5.991
194
Lampiran 21
UJI HPOTESIS POST TEST
KONSEP SISTEM SIRKULASI
1. Hipotesis statistic
H1 : bukan H0
2. F hitung < F tabel, maka tidak terdapat perbedaan
F hitung < F tabel, maka terdapat perbedaan
STAD
NHT
TGT
TOTAL
X1
X12
X2
X22
X3
X32
∑Xt
∑Xt2
63
63
63
68
70
70
70
70
73
73
75
75
75
78
78
78
78
78
78
80
80
80
3969
3969
3969
4624
4900
4900
4900
4900
5329
5329
5625
5625
5625
6084
6084
6084
6084
6084
6084
6400
6400
6400
63
63
65
70
70
70
70
70
73
73
73
75
75
75
78
78
78
78
80
80
80
80
3969
3969
4225
4900
4900
4900
4900
4900
5329
5329
5329
5625
5625
5625
6084
6084
6084
6084
6400
6400
6400
6400
70
73
75
75
75
75
78
78
78
78
78
78
80
80
80
83
83
83
85
85
85
85
4900
5329
5625
5625
5625
5625
6084
6084
6084
6084
6084
6084
6400
6400
6400
6889
6889
6889
7225
7225
7225
7225
196
199
203
213
215
215
218
218
224
224
226
228
230
233
236
239
239
239
243
245
245
245
12838
13267
13819
15149
15425
15425
15884
15884
16742
16742
17038
17334
17650
18109
18568
19057
19057
19057
19709
20025
20025
20025
195
80
83
83
83
85
85
85
88
88
88
90
90
2644
6400
6889
6889
6889
7225
7225
7225
7744
7744
7744
8100
8100
207542
80
83
83
83
83
83
88
88
88
90
93
93
2652
6400
6889
6889
6889
6889
6889
7744
7744
7744
8100
8649
8649
208936
88
88
88
88
88
88
90
90
93
93
95
95
2824
7744
7744
7744
7744
7744
7744
8100
8100
8649
8649
9025
9025
236012
248
254
254
254
256
256
263
266
269
271
278
278
8120
1) Menghitung Jkt, Jka,Jkd
a. Jkt =
=
=
= 6074,4
b. Jka =
=
= 650146,3 – 646415,6
= 3730,7
c. Jkd = Jkt - Jka
= 6074,4 - 3730,7
= 2343,7
2) Menghitung dbt,dba dan dbd
a. dbt = N – 1
b.dba = K – 1
=102-1
= 3-1
= 101
=2
3)
Menghitung Rka dan Rkd
a. Rka =
=
b. Rkd =
4) Rasio F
=
c. dbd = N - K
= 102-3
= 99
20544
21522
21522
21522
21858
21858
23069
23588
24137
24493
25774
25774
652490
196
F=
=
= 79,7
5) F tabel ( 0,05 ; 2 ; 9 ) = 3,07
( 0,05 ; 2 ; 9 ) = 4,79
6) Kesimpulan
F hitung > F tabel , maka terdapat perbedaan antara ketiga kelompok tersebut
H0 di tolak
197
UJI LANJUTAN ANAVA
Uji T ( Dunnet )
Hippotesis statistic :
4)
5)
6)
=
Kesimpulan ;
t0 (A1-A2)= 3,93> ttabel
=
1,65. Dengan demikian hasil belajar Biologi kelompok
STAD lebih tinggi daripada kelompok NHT
t0(A1-A3)=3,67 >Ttabel
=
1,65 Dengan demikian hasil belajar Biologi kelompok
STAD lebih tinggi daripada kelompok TGT
t0(A2-A3)=-0,25 >Ttabel
=
1,65 Dengan demikian hasil belajar Biologi kelompok
TGT lebih rendah daripada kelompok NHT
198
Lampiran 22
Lembar Observasi Aktifitas Guru
Kelas STAD
Pilihlah jawaban yang sesuai dengan pendapat anda dengan memberikan tanda
ceklist (√) pada kolom jawaban Ya atau Tidak !
Langkah
pembelajaran
Kegiatan
awal
Kegiatan Inti
Presentasi
kelas
Kegiatan
kelompok /
tim
Kegiatan Belajar
Mengajar
 Guru memberikan
motivasi awal
sebelum melaukan
kegiatan
pembelajaran
 Guru membagi siswa
dalam beberapa
kelompok secara
heterogen. Tiap
kelompok terdiri dari
4-5 orang
 Guru Menyampaikan
tujuan dan kegiatan
pembelajaran hari ini
dan menjelakan
system peredaran
darah secara ringkas
 Guru membagikan
LKS kepada masingmasing kelompok.
 Guru membimbing
kegiatan diskusi dan
memberikan bantuan
jika siswa mengalami
kesulitan
 Guru meminta salah
satu perwakilan dari
kelompok untuk
mempresentasikan
hasil diskusi
Pertemuan 1
Ya
Tidak
Pertemuan 2
Ya
Tidak
Pertemuan 3
Ya
Tidak
199
Kuis
Skor
perkembanga
n individu
Rekognisi
Tim
Kegiatan
Penutup
kelompok.
 Guru memberikan
beberapa pertanyaan
kepada siswa.
 Guru meminta siswa
untuk menghitung
skor kuis yang telah
dilaksanakan
 Guru memberikan
penghargaan kepada
kelompok yang
memiliki nilai
tertinggi
 Guru memberikan
penguatan materi
terhadap siswa dan
bersama-sama
memberi kesimpulan
dengan siswa.
Jakarta, Maret 2014
Observer
Dra. Hj. Halwati
200
Lembar Observasi Aktifitas Guru
Kelas NHT
Pilihlah jawaban yang sesuai dengan pendapat anda dengan memberikan tanda
ceklist (√) pada kolom jawaban Ya atau Tidak !
Langkah
pembelajaran
Kegiatan
awal
Kegiatan Inti
Presentasi
kelas
Kegiatan
kelompok
( penomoran)
dan berpikir
bersama
Fase
menjawab
Kegiatan Belajar Mengajar
 Guru memberikan
motivasi awal sebelum
melaukan kegiatan
pembelajaran
 Guru membagi siswa
dalam beberapa
kelompok secara
heterogen. Tiap
kelompok terdiri dari 45 orang
 Guru Menyampaikan
tujuan dan kegiatan
pembelajaran hari ini
dan menjelakan system
peredaran darah secara
ringkas
 Guru membagikan LKS
kepada masing-masing
kelompok.
 Guru memberikan
nomor pada setiap
individu di dalam
kelompok
 Guru membimbing
kegiatan diskusi dan
memberikan bantuan
jika siswa mengalami
kesulitan
 Guru menyebut satu
nomor dan para siswa
dari tiap kelompok
dengan nomor yang
Pertemuan 1
Ya
Tidak
Pertemuan 2
Ya Tidak
Pertemuan 3
Ya
Tidak
201
sama mengangkat
tangan atau berdiri.
Guru menunjuk salah
satu dari mereka untuk
mempresentasikan
jawaban.
Rekognisi
Tim
 Guru memberikan
penghargaan kepada
kelompok yang
memiliki nilai tertinggi
Kegiatan
Penutup
 Guru memberikan
penguatan materi
terhadap siswa dan
bersama-sama memberi
kesimpulan dengan
siswa.
Jakarta,
Maret 2014
Observer
Dra. Hj. Halwati
202
Lembar Observasi Aktifitas Guru
Kelas TGT
Pilihlah jawaban yang sesuai dengan pendapat anda dengan memberikan tanda
ceklist (√) pada kolom jawaban Ya atau Tidak !
Langkah
pembelajaran
Kegiatan

awal

Guru membagi siswa
dalam beberapa
kelompok secara
heterogen. Tiap
kelompok terdiri dari
4-5 orang

Guru Menyampaikan
tujuan dan kegiatan
pembelajaran hari ini
dan menjelakan
system peredaran
darah secara ringkas

Guru membagikan
LKS kepada masingmasing kelompok
Guru membimbing
kegiatan diskusi dan
memberikan bantuan
jika siswa mengalami
kesulitan
Guru meminta salah
satu perwakilan dari
kelompok untuk
mempresentasikan
hasil diskusi
Kegiatan Inti
Presentasi
kelas
Kegiatan
kelompok /
tim


Permainan
( Games)
Kegiatan Belajar
Mengajar
Guru memberikan
motivasi awal
sebelum melaukan
kegiatan pembelajaran

Guru memberikan
beberapa pertanyaan
Pertemuan 1
Ya
Tidak
Pertemuan 2
Ya
Tidak
Pertemuan 3
Ya
Tidak
203
kepada siswa melalui
kartu yang diberi
nomor.

Turnamen
(Tourname)
Penghitungan 
Skor
Guru meminta siswa
berkumpul bersama
anggota kelompoknya
dam melakukan
turnamen
Guru meminta siswa
untuk menghitung
skor yang telah
dilaksanakan
Rekognisi tim 
Guru memberikan
penghargaan kepada
kelompok yang
memiliki nilai
tertinggi

Guru memberikan
penguatan materi
terhadap siswa dan
bersama-sama
memberi kesimpulan
dengan siswa.
Kegiatan
Penutup
Jakarta,
Maret 2014
Observer
Dra. Hj. Halwati
204
LAMPIRAN 23
Tabel Distribusi
db
²

0.1
0.05
0.025
0.01
0.005
1
2
3
4
5
2.70554
4.60518
6.25139
7.77943
9.23635
3.84146
5.99148
7.81472
9.48773
11.07048
5.02390
7.37778
9.34840
11.14326
12.83249
6.63489
9.21035
11.34488
13.27670
15.08632
7.87940
10.59653
12.83807
14.86017
16.74965
6
7
8
9
10
10.64464
12.01703
13.36156
14.68366
15.98717
12.59158
14.06713
15.50731
16.91896
18.30703
14.44935
16.01277
17.53454
19.02278
20.48320
16.81187
18.47532
20.09016
21.66605
23.20929
18.54751
20.27774
21.95486
23.58927
25.18805
11
12
13
14
15
17.27501
18.54934
19.81193
21.06414
22.30712
19.67515
21.02606
22.36203
23.68478
24.99580
21.92002
23.33666
24.73558
26.11893
27.48836
24.72502
26.21696
27.68818
29.14116
30.57795
26.75686
28.29966
29.81932
31.31943
32.80149
16
17
18
19
20
23.54182
24.76903
25.98942
27.20356
28.41197
26.29622
27.58710
28.86932
30.14351
31.41042
28.84532
30.19098
31.52641
32.85234
34.16958
31.99986
33.40872
34.80524
36.19077
37.56627
34.26705
35.71838
37.15639
38.58212
39.99686
21
22
23
24
25
29.61509
30.81329
32.00689
33.19624
34.38158
32.67056
33.92446
35.17246
36.41503
37.65249
35.47886
36.78068
38.07561
39.36406
40.64650
38.93223
40.28945
41.63833
42.97978
44.31401
41.40094
42.79566
44.18139
45.55836
46.92797
26
27
28
29
30
35.56316
36.74123
37.91591
39.08748
40.25602
38.88513
40.11327
41.33715
42.55695
43.77295
41.92314
43.19452
44.46079
45.72228
46.97922
45.64164
46.96284
48.27817
49.58783
50.89218
48.28978
49.64504
50.99356
52.33550
53.67187
205
LAMPIRAN 24
Tabel Titik Kritis Distribusi F
F
α = 0.1
df1
df2
1
2
3
4
5
6
7
1 39.863458 49.500000 53.593245 55.832961 57.240077 58.204416 58.905953
2
8.526316 9.000000 9.161790 9.243416 9.292626 9.325530 9.349081
3
5.538319 5.462383 5.390773 5.342644 5.309157 5.284732 5.266195
4
4.544771 4.324555 4.190860 4.107250 4.050579 4.009749 3.978966
5
4.060420 3.779716 3.619477 3.520196 3.452982 3.404507 3.367899
6
3.775950 3.463304 3.288762 3.180763 3.107512 3.054551 3.014457
7
3.589428 3.257442 3.074072 2.960534 2.883344 2.827392 2.784930
8
3.457919 3.113118 2.923796 2.806426 2.726447 2.668335 2.624135
9
3.360303 3.006452 2.812863 2.692680 2.610613 2.550855 2.505313
10 3.285015 2.924466 2.727673 2.605336 2.521641 2.460582 2.413965
11 3.225202 2.859511 2.660229 2.536188 2.451184 2.389067 2.341566
12 3.176549 2.806796 2.605525 2.480102 2.394022 2.331024 2.282780
13 3.136205 2.763167 2.560273 2.433705 2.346724 2.282979 2.234103
14 3.102213 2.726468 2.522224 2.394692 2.306943 2.242559 2.193134
15 3.073186 2.695173 2.489788 2.361433 2.273022 2.208082 2.158178
16 3.048110 2.668171 2.461811 2.332745 2.243758 2.178329 2.128003
17 3.026232 2.644638 2.437434 2.307747 2.218253 2.152392 2.101689
18 3.006977 2.623947 2.416005 2.285772 2.195827 2.129581 2.078541
19 2.989900 2.605612 2.397022 2.266303 2.175956 2.109364 2.058020
20 2.974653 2.589254 2.380087 2.248934 2.158227 2.091322 2.039703
21 2.960956 2.574569 2.364888 2.233345 2.142311 2.075123 2.023252
22 2.948585 2.561314 2.351170 2.219274 2.127944 2.060497 2.008397
23 2.937356 2.549290 2.338727 2.206512 2.114911 2.047227 1.994915
24 2.927117 2.538332 2.327390 2.194882 2.103033 2.035132 1.982625
25 2.917745 2.528305 2.317017 2.184242 2.092165 2.024062 1.971376
26 2.909132 2.519096 2.307491 2.174469 2.082182 2.013893 1.961039
27 2.901192 2.510609 2.298712 2.165463 2.072981 2.004519 1.951510
28 2.893846 2.502761 2.290595 2.157136 2.064473 1.995851 1.942696
29 2.887033 2.495483 2.283069 2.149415 2.056583 1.987811 1.934521
30 2.880695 2.488716 2.276071 2.142235 2.049246 1.980333 1.926916
31 2.874784 2.482407 2.269548 2.135542 2.042406 1.973361 1.919825
32 2.869259 2.476512 2.263453 2.129288 2.036014 1.966845 1.913196
33 2.864083 2.470990 2.257744 2.123430 2.030027 1.960742 1.906987
34 2.859225 2.465809 2.252387 2.117934 2.024408 1.955014 1.901158
35 2.854655 2.460936 2.247350 2.112765 2.019124 1.949626 1.895676
36 2.850349 2.456346 2.242605 2.107896 2.014147 1.944550 1.890511
37 2.846285 2.452014 2.238128 2.103302 2.009449 1.939760 1.885635
38 2.842442 2.447920 2.233896 2.098959 2.005009 1.935231 1.881026
39 2.838804 2.444044 2.229890 2.094848 2.000805 1.930944 1.876661
40 2.835354 2.440369 2.226092 2.090950 1.996820 1.926879 1.872522
41 2.832078 2.436880 2.222486 2.087250 1.993036 1.923019 1.868593
42 2.828964 2.433564 2.219059 2.083732 1.989439 1.919349 1.864856
43 2.825999 2.430407 2.215796 2.080384 1.986015 1.915856 1.861300
44 2.823173 2.427399 2.212688 2.077194 1.982752 1.912527 1.857909
45 2.820476 2.424529 2.209722 2.074151 1.979639 1.909351 1.854675
46 2.817901 2.421788 2.206890 2.071244 1.976666 1.906317 1.851585
47 2.815438 2.419168 2.204182 2.068465 1.973823 1.903416 1.848631
48 2.813081 2.416660 2.201591 2.065805 1.971103 1.900640 1.845803
49 2.810823 2.414258 2.199109 2.063258 1.968497 1.897981 1.843094
50 2.808658 2.411955 2.196730 2.060816 1.965999 1.895431 1.840496
206
1
3
F
α =0.05
df1
1
2
3
4
df2
1
161.447639 199.500000 215.707345 224.583241
230.161878 233.986000
2
18.512821 19.000000 19.164292 19.246794
3
10.127964
9.552094
9.276628
9.117182
4
7.708647
6.944272
6.591382
6.388233
5
6.607891
5.786135
5.409451
5.192168
6
5.987378
5.143253
4.757063
4.533677
7
5.591448
4.737414
4.346831
4.120312
8
5.317655
4.458970
4.066181
3.837853
9
5.117355
4.256495
3.862548
3.633089
10
4.964603
4.102821
3.708265
3.478050
11
4.844336
3.982298
3.587434
3.356690
12
4.747225
3.885294
3.490295
3.259167
13
4.667193
3.805565
3.410534
3.179117
14
4.600110
3.738892
3.343889
3.112250
15
4.543077
3.682320
3.287382
3.055568
16
4.493998
3.633723
3.238872
3.006917
17
4.451322
3.591531
3.196777
2.964708
18
4.413873
3.554557
3.159908
2.927744
19
4.380750
3.521893
3.127350
2.895107
20
4.351244
3.492828
3.098391
2.866081
21
4.324794
3.466800
3.072467
2.840100
22
4.300950
3.443357
3.049125
2.816708
23
4.279344
3.422132
3.027998
2.795539
24
4.259677
3.402826
3.008787
2.776289
25
4.241699
3.385190
2.991241
2.758710
26
4.225201
3.369016
2.975154
2.742594
27
4.210008
3.354131
2.960351
2.727765
28
4.195972
3.340386
2.946685
2.714076
29
4.182964
3.327654
2.934030
2.701399
30
4.170877
3.315830
2.922277
2.689628
31
4.159615
3.304817
2.911334
2.678667
32
4.149097
3.294537
2.901120
2.668437
33
4.139252
3.284918
2.891564
2.658867
34
4.130018
3.275898
2.882604
2.649894
35
4.121338
3.267424
2.874187
2.641465
36
4.113165
3.259446
2.866266
2.633532
37
4.105456
3.251924
2.858796
2.626052
38
4.098172
3.244818
2.851741
2.618988
39
4.091279
3.238096
2.845068
2.612306
40
4.084746
3.231727
2.838745
2.605975
41
4.078546
3.225684
2.832747
2.599969
42
4.072654
3.219942
2.827049
2.594263
43
4.067047
3.214480
2.821628
2.588836
44
4.061706
3.209278
2.816466
2.583667
45
4.056612
3.204317
2.811544
2.578739
46
4.051749
3.199582
2.806845
2.574035
47
4.047100
3.195056
2.802355
2.569540
48
4.042652
3.190727
2.798061
2.565241
49
4.038393
3.186582
2.793949
2.561124
50
4.034310
3.182610
2.790008
2.557179
5
19.296410
9.013455
6.256057
5.050329
4.387374
3.971523
3.687499
3.481659
3.325835
3.203874
3.105875
3.025438
2.958249
2.901295
2.852409
2.809996
2.772853
2.740058
2.710890
2.684781
2.661274
2.639999
2.620654
2.602987
2.586790
2.571886
2.558128
2.545386
2.533555
2.522538
2.512255
2.502635
2.493616
2.485143
2.477169
2.469650
2.462548
2.455831
2.449466
2.443429
2.437693
2.432236
2.427040
2.422085
2.417356
2.412837
2.408514
2.404375
2.400409
6
19.329534
8.940645
6.163132
4.950288
4.283866
3.865969
3.580580
3.373754
3.217175
3.094613
2.996120
2.915269
2.847726
2.790465
2.741311
2.698660
2.661305
2.628318
2.598978
2.572712
2.549061
2.527655
2.508189
2.490410
2.474109
2.459108
2.445259
2.432434
2.420523
2.409432
2.399080
2.389394
2.380313
2.371781
2.363751
2.356179
2.349027
2.342262
2.335852
2.329771
2.323994
2.318498
2.313264
2.308273
2.303509
2.298956
2.294601
2.290432
2.286436
2.282603
2.278923
2.275388
2.271989
2.268717
2.265567
2.262532
2.259605
2.256780
2.254053
2.251418
2.248871
2.246408
2.244024
2.241716
2.239480
2.237312
2.235210
2.233171
2.231192
2.229271
LAMPIRAN 25
Download