4 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Manajemen Produksi

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi
Sebelum membahas lebih jauh mengenai pemeliharaan mesin, perlu diuraikan
terlebih dahulu mengenai pengertian dari manajemen dan manajemen produksi dan
operasi itu sendiri.
Pengertian manajemen begitu luas, sehingga terdapat perbedaan definisi
beberapa pakar manajemen. Pengertian manajemen menurut T Hani Handoko
(2001, p3) : “Manajemen adalah seni untuk menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain.” Menurut Stephen. P. Robbins (2002, p2) dalam bukunya “Management”
mengatakan bahwa:
“Management is process of coordinating work activities so that they are
completed efficiently and effetively with and through other people.”
Pengertian manajemen menurut Malayu S.P.Hasibuan (1997, p10) Manajemen
adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumber sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan
tertentu.
Menurut Basu Swastha dan Ibnu Sukotjo (2002, p82):
“Manajemen
adalah
ilmu
dan
seni
merencanakan,
mengorganisasi,
mengarahkan dan mengkoordinasi serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan
alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.”
Dari beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen
adalah suatu usaha atau kegiatan yang harus dilakukan secara efisien dan efektif
dengan menggunakan bantuan dan bersama orang lain melalui kerjasama yang
4
5
terpadu, agar tercapai tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan untuk
memperoleh keuntungan maksimal.
Sedangkan pengertian produksi begitu luas, sehingga terdapat perbedaan
definisi beberapa pakar sebagai berikut :
Menurut Sukanto (2004, p3), produksi adalah:
“Produksi merupakan penciptaan atau penambahan faedah bentuk, waktu dan
tempat atas factor-faktor produksi sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan
kebutuhan manusia.”
Sedangkan menurut Jay Heizer dan Barry Render, (2000, p4) adalah:
“Production is the creation of goals and services”.
Dari pengertian produksi diatas, maka disimpulkan bahwa produksi adalah
penciptaan atau penambahan faedah atau kegunaan atas faktor-faktor produksi yang
telah diolah sedemikian rupa sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan
manusia sehari-hari.
Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi, menurut Sofyan Assauri
(2004, p12) adalah:
“Manajemen Produksi dan Operasi merupakan kegiatan untuk mengatur dan
mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya yang berupa sumber daya
manusia, sumber daya alat dan sumber daya dana serta bahan, secara efektif dan
efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan sesuatu barang atau jasa”.
Menurut T Hani Handoko (2000, p3) :
“Manajemen Produksi dan Operasi merupakan usaha-usaha pengelolaan secara
optimal penggunaan sumber daya-sumber daya (atau sering disebut faktor-faktor
produksi), tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan sebagainya.-
6
dalam proses transformai bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk
atau jasa”.
Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi, menurut Nicholas J. Aquilano
(2001, p6) adalah:
“Operation management is defined as the design, operation and improvement of
the systems that create and deliver the firm’s primary product and services.”
Jadi dapat disimpulkan bahwa Manajemen Produksi dan Operasi merupakan
usaha-usaha pengelolaan sumber daya yang ada secara optimal di dalam proses
produksi agar dapat menciptakan dan menambah nilai atau kegunaan suatu produk
atau jasa.
2.2. Pengertian Proses Produksi
Perusahaan tidak terlepas dari proses produksi dalam melaksanakan kegiatan
usahanya. Oleh karena itu, perusahaan berusaha agar proses produksi dapat
dilaksanakan dengan baik, ekonomis, serta mencegah timbulnya hambatan terhadap
kegiatan operasi perusahaan.
Pengertian proses produksi menurut Aquilano (2001, p8) adalah sebagai berikut:
“A system that uses resources to transform inputs into some desired outputs“
Pengertian perencanaan produksi, menurut Martin K. Starr (1997, p17) adalah
sebagai berikut :
“Production planning is an old venerable term used by engineers, economists,
intrepreneurs and managers to describer physical work both in homes and in
factories to produce a material product .”
7
Sedangkan menurut Sofyan Assauri (2004, p75) definisi proses produksi adalah:
Proses produksi adalah cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau
menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber
(tenaga kerja, mesin, bahan-bahan, dana) yang ada.
2.3. Pengertian Proses Produksi
Menurut Sofjan Assauri (2004, p75), proses produksi dapat dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu:
1. Proses produksi yang terus-menerus (continuous processes)
Menurut beberapa ahli, pengertian proses produksi yang terus-menerus adalah
sebagai berikut:
Menurut Sofjan Assauri (2004, p75), proses produksi adalah :
Proses produksi terus-menerus adalah proses produksi yang menggunakan
mesin dan peralatan yang dipersiapkan untuk memproduksi produk dalam jangka
waktu yang lama/panjang, tanpa mengalami perubahan untuk jenis produksi yang
sama.
Menurut T. Hani Handoko (2000, p122).:
Proses
produksi
yang
terus-menerus
adalah
proses
produksi
yang
memproduksi kumpulan-kumpulan produk dalam jumlah besar dengan mengikuti
serangkaian operasi yang sama dengan kumpulan produk sebelumnya.
Dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa proses produksi yang
terus-menerus adalah suatu proses produksi yang memproduksi produk yang sejenis
dalam jangka waktu yang panjang.
8
Menurut Sofjan Assauri (2004, p76) sifat-sifat atau ciri-ciri proses produksi
yang terus-menerus ialah:
a. Produk yang dihasilkan dalam jumlah besar (produksi masa) dengan variasi yang
sangat kecil dan sudah distandardisasi.
b. Biasanya menggunakan system atau cara penyusunan berdasarkan urutan
pengerjaan dari produk yang dihasilkan, yang disebut product lay out atau
departmentation by product.
c. Mesin-mesin yang dipakai dalam mesin produksi adalah mesin-mesin yang
bersifat khusus untuk menghasilkan produk tersebut, yang dikenal dengan nama
special purpose machines.
d. Oleh karena mesin-mesinnya yang bersifat khusus dan biasanya agak otomatis,
maka pengaruh individual operator terhadap produk yang dihasilkan kecil sekali,
sehingga operatornya tidak perlu mempunyai keahlian atau skill yang tinggi untuk
pengerjaan produk tersebut.
e. Jika salah satu mesin atau peralatan terhenti atau rusak, maka seluruh proses
produksi akan terhenti.
f. Mesinnya bersifat khusus dan variasi dari produksinya kecil maka job structurenya sedikit dan jumlah tenaga kerjanya tidak perlu banyak.
g. Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses adalah lebih rendah dari pada
intermittent process/manufacturing.
h. Bahan-bahan
dipindahkan
dengan
peralatan
menggunakan tenaga mesin seperti ban berjalan.
handling
yang
tetap
yang
9
2. Proses produksi yang terputus-putus (intermittent processes)
Menurut beberapa ahli, pengertian dari proses produksi yang terputus-putus
itu adalah sebagai berikut:
Menurut Assauri (2004, p75), pengertian dari proses produksi terputus-putus
adalah sebagai berikut:
Proses
produksi
yang
terputus-putus
adalah
proses
produksi
yang
menggunakan waktu yang pendek dalam persiapan peralatan untuk perubahan yang
cepat guna dapat menghadapi variasi produk yang berganti-ganti.
Menurut T. Hani Handoko (2000, p123), pengertian dari proses produksi
terputus-putus adalah sebagai berikut:
Proses produksi yang terputus-putus adalah suatu proses produksi yang
mempunyai ciri produk dalam kumpulan-kumpulan/kelompok-kelompok barang yang
sejenis dalam interval waktu yang terputus-putus.
Berdasarkan kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa proses
produksi yang terputus-putus adalah proses produksi yang memproses produk yang
variasinya berganti-ganti dalam jangka waktu yang pendek dengan menggunakan
mesin dan peralatan yang cepat guna.
Sedangkan sifat-sifat atau ciri-ciri dari proses produksi yang terputus-putus
menurut Sofjan Assauri (2004, p76-77) adalah:
a. Produk yang dihasilkan dalam jumlah yang sangat kecil dengan variasi yang
sangat besar (berbeda) dan didasarkan atas pesanan.
b. Proses seperti ini biasanya menggunakan sistem, atau cara penyusunan
peralatan berdasarkan atas fungsi dalam proses produksi atau peralatan yang
sama dikelompokkan pada tempat yang sama, yang disebut dengan process lay
out atau departmentation by equipment.
10
c.
Mesin yang dipakai dalam proses produksi seperti ini adalah mesin-mesin yang
bersifat umum.
d. Produk yang dihasilkan sangat besar, sehingga operatornya perlu mempunyai
keahlian atau skill yang tinggi dalam pengerjaan produk tersebut.
e. Proses produksi tidak mudah/akan terhenti walaupun terjadi kerusakan atau
terhentinya salah satu mesin atau peralatan.
f.
Persediaan bahan mentah biasanya tinggi, karena tidak dapat ditentukan
pesanan apa yang akan dipesan oleh pembeli dan juga persediaan bahan dalam
proses
lebih
tinggi
daripada
continuous
process/manufacturing,
karena
prosesnya terputus-putus/terhenti-henti.
g. Biasanya bahan-bahan dipindahkan dengan peralatan handling yang dapat
flexible (varied path equipment) yang menggunakan tenaga manusia seperti
kereta dorong atau forklift.
2.4. Mesin Produksi
Penemuan mesin-mesin dan peralatan merupakan bagian dari sejarah dan
peradaban manusia dalam usaha peningkatan produktivitas dan memperbanyak
produk baik variasi maupun jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jadi
adanya mesin-mesin sangat membantu manusia dalam melaksanakan proses
pengerjaan atau produksi suatu barang, sehingga barang dapat dihasilkan dalam
waktu yang lebih pendek, jumlah yang lebih banyak dan kualitas yang lebih baik.
Menurut Sofjan Assauri (2004, p79) pada prinsipnya mesin dapat dibedakan
menjadi dua jenis, yaitu:
11
1. Mesin yang bersifat umum atau serba guna (general purpose machine)
Mesin yang serba guna merupakan suatu mesin yang dibuat untuk
mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tertentu untuk berbagai jenis barang atau produk
atau bagian dari produk.
Adapun sifat atau ciri-ciri dari mesin-mesin serba guna adalah:
a. Mesin-mesin seperti ini biasanya dibuat dengan bentuk standar dan selalu atas
dasar untuk pasar dan bukan atas dasar pesanan.
b. Mesin-mesin serba guna ini sangat fleksibel penggunaannya karena dengan
beberapa macam operasi ini dapat menghasilkan beberapa macam produk (dalam
suatu variasi yang sama).
c. Oleh karena mesin-mesin ini bersifat umum atau serba guna, maka untuk
membuat variasi atau bermacam-macam operasi, dibutuhkan adanya pekerjapekerja yang terdidik dan berpengalaman atau mempunyai keahlian (skill) yang
tinggi dalam melayani mesin-mesin tersebut.
d. Dengan adanya kemungkinan untuk menghasilkan beberapa jenis barang atau
produk sekaligus, maka diperlukan kegiatan pemeriksaan atau inspeksi atas apa
yang dikerjakan pada mesin serba guna ini.
e. Oleh karena mesin-mesin serba guna ini biasanya tidak otomatis, untuk
menjalankan mesin-mesin tersebut dibutuhkan banyak tenaga kerja terutama
tenaga-tenaga ahli, maka operasi produksi yang menggunakan mesin ini
membutuhkan biaya yang lebih mahal.
f. Biaya pemeliharaan mesin-mesin serba guna ini lebih murah dan kegiatan
pemeliharaannya lebih murah, demikian juga penggantian (replacement) mesin
lebih mudah dilakukan karena bentuk mesin-mesin ini standar.
12
g. Oleh karena penggunaan mesin ini serba guna (bersifat umum) maka mesinmesin seperti ini tidak mudah ketinggalan zaman atau menjadi kuno (tua) seperti
mesin-mesin bersifat khusus.
2. Mesin-mesin yang bersifat khusus (special purpose machines)
Mesin-mesin yang bertujuan bersifat khusus (special purpose machines)
adalah mesin-mesin yang direncanakan dan dibuat untuk mengerjakan satu atau
beberapa jenis kegiatan yang sama.
Adapun sifat atau ciri-ciri mesin yang bertujuan bersifat khusus adalah:
a. Mesin-mesin seperti ini biasanya dibuat atas dasar pesanan dan dalam jumlah
atau volume yang kecil (sedikit).
b. Mesin-mesin bersifat khusus ini biasanya agak otomatis, sehingga pekerjaannya
lebih cepat, dan oleh karena itu dipergunakan dalam pabrik yang menghasilkan
produknya dalam jumlah yang besar (produksi massa).
c. Oleh karena mesin-mesin ini agak otomatis, maka biasanya terdapat pekerjaan
(job) yang lebih uniform dan jumlahnya lebih sedikit, sehingga dibutuhkan tenaga
kerja yang lebih sedikit.
d. Biaya pemeliharaan dari mesin-mesin ini adalah lebih mahal dari mesin-mesin
serba guna, karena untuk kegiatan pemeliharaan mesin-mesin ini dibutuhkan
tenaga-tenaga ahli yang khusus.
e. Oleh karena mesin-mesin ini dipergunakan untuk produksi massa, maka biaya
produksi/operasi per unit relatif lebih rendah.
f. Mesin-mesin seperti ini tidak dapat digunakan untuk menghadapi perubahan dari
produk yang diminta oleh konsumen atau pelanggan.
g. Oleh karena penggunaan mesin ini untuk tujuan khusus/tertentu maka mesinmesin seperti ini cepat ketinggalan zaman atau menjadi kuno (tua).
13
2.5. Alasan Penggantian Mesin
Kelancaran proses produksi sangat penting bagi suatu perusahaan agar dapat
bersaing dengan industri lainnya. Agar proses produksi dapat berjalan lancar maka
diperlukan penggantian mesin. Adapun alasan suatu mesin perlu diganti menurut
Sofjan Assauri (2004, p105), adalah:
1.
Adanya
keuntungan
potensial
dari
penggunaan
mesin
baru.
Misalnya
penggunaan mesin baru akan lebih menguntungkan karena penggunaan bahan
dan tenaga kerja yang lebih sedikit, sehingga harga pokok produk menjadi lebih
rendah atau memberikan penghematan yang terbesar.
2.
Mesin
yang
dipergunakan
sudah
rusak
sehingga
tidak
dapat
bekerja
sebagaimana mestinya. Mesin rusak perlu diganti, karena apabila mesin ini tidak
diganti dan terus dipergunakan maka akan menimbulkan kerugian-kerugian
seperti:
a. Waktu pengerjaan (operation time) dari produk di mesin tersebut
bertambah;
b. Produksi
perusahaan
menurun,
karena
waktu
produksi
per
satuan
bertambah;
c. Kualitas produk menurun;
d. Biaya tenaga kerja akan bertambah besar;
e. Biaya maintenance juga akan bertambah besar.
Jika mesin yang dipakai telah rusak, maka persoalannya bukan menentukan
mesin ini apakah diganti atau tidak, tetapi mesin mana yang akan dibeli untuk
menggantikan mesin yang rusak tersebut.
3.
Mesin yang dipergunakan telah kuno/tua atau ketinggalan zaman. Walaupun
mesin yang kuno masih dapat berfungsi, tetapi tidak dapat memenuhi tuntutan
kemajuan teknologi yang modern (dalam arti ekonomis), sehingga produk yang
14
dihasilkan tidak dapat bersaing dengan produk lain di pasar, yang diproduksi
dengan mesin baru yang lebih efisien.
4.
Mesin yang dipergunakan tidak cocok atau tidak mampu untuk menghasilkan
produk baru yang berbeda sebagai akibat perubahan keinginan dari konsumen
atau perubahan pasar. Perubahan keinginan dari konsumen mengharuskan atau
memaksa perusahaan mengadakan perubahan desain dari produk, perubahan
mana dapat merupakan perubahan kecil ataupun perubahan besar, dan
perubahan ini menyebabkan mesin yang dimiliki tidak cocok atau tidak dapat
dipergunakan lagi.
5.
Apabila semangat kerja dari para pekerja telah menurun dan kondisi kerja yang
menjadi jelek, karena keadaan-keadaan yang tidak menyenangkan para pekerja
yang ditimbulkan oleh mesin yang dipergunakan. Dalam hal ini mesin-mesin
yang menimbulkan keadaan-keadaan tersebut seperti suara mesin yang
ribut/keras, asapnya banyak, dan sering menimbulkan kecelakaan, haruslah
diganti dengan mesin baru agar semangat kerja dapat bertambah baik dan
kondisi kerja dapat ditingkatkan atau lebih menyenangkan. Jika keadaan
tersebut dibiarkan, maka akan menimbulkan jumlah produksi menurun, atau
kualitas hasil yang menurun.
2.6. Kesulitan yang Dihadapi Dalam Penggantian Mesin
Di dalam penggantian mesin, di mana mesin yang diganti adalah mesin yang
telah lama dipergunakan, dan mesin yang baru membutuhkan sesuatu yang baru
sama sekali seperti suasana kerja, modal dan keahlian, maka selalu terdapat kesulitan.
Kesulitan yang dihadapi dalam penggantian mesin adalah:
1. Adanya sifat atau behavior bahwa orang tidak mau mengganti mesin yang
dimilikinya sebelum mesin tersebut rusak sama sekali atau secara teknis tidak
15
dapat dipergunakan lagi. Jadi walaupun mesinnya telah tua dan tidak efisien lagi
tetapi masih tetap dipergunakan.
2. Terdapatnya keadaan di mana mesin yang walaupun secara teknis belum tua atau
aus, tetapi secara ekonomis telah tua aus atau ketinggalan zaman (obsolescent).
Timbulnya obsolescent ini karena terdapatnya mesin baru di pasar yang
menggunakan tenaga kerja yang lebih sedikit, dan lebih menjamin keselamatan
kerja, serta dengan menggunakan peralatan (tools) yang serba otomatis.
3. Adanya kesulitan keuangan yang dihadapi perusahaan untuk mengadakan
pembelian mesin baru, oleh karena mesin baru membutuhkan sejumlah uang yang
cukup besar. Jika uang yang dibutuhkan tidak ada, maka harus dilakukan
pinjaman, sedangkan untuk melakukan pinjaman diperlukan syarat-syarat yang
kadang-kadang sukar dipenuhi.
4. Dibutuhkannya tenaga pekerja yang cakap dan dalam jumlah yang cukup besar,
terutama apabila dibeli mesin-mesin yang mekanisasinya tinggi. Dalam hal ini
manajer
harus
memperhatikan
perawatan
mesin-mesin
tersebut
di
mana
dibutuhkan tenaga-tenaga yang mampu dan tepat. Kalau tenaga yang dibutuhkan
tidak ada maka harus diusahakan untuk mendidik dan melatihnya terlebih dahulu.
2.7. Metode-Metode Pemilihan dan Penggantian Mesin
Secara teoritis ada beberapa metode yang dapat digunakan sebagai pedoman
atau petunjuk dalam penggantian mesin. Metode-metode pemilihan dan penggantian
mesin menurut Sofjan Assauri (2004, p106), adalah:
1. Annual Cost Saving Approach
2. Total Life Average Approach
3. Present Worth Method
4. The New MAPI Formula
16
Sebelum membahas metode-metode penggantian mesin, perlu diketahui
bahwa biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pembelian mesin baru dapat dibedakan
atas dua macam adalah:
1. Recurring costs yaitu biaya-biaya yang terus-menerus timbul atau terjadi dari tahun
ke tahun selama mesin tersebut digunakan. Biaya-biaya ini terdiri dari biaya upah
langsung (direct labor costs), biaya upah tidak langsung (indirect labor costs),
tenaga listrik (power), biaya pemeliharaan (maintenance cost), pajak dan asuransi.
2. Non recurring costs yaitu biaya-biaya yang hanya dikeluarkan satu kali saja selama
mesin atau peralatan tersebut dimiliki. Biaya-biaya ini terdiri dari biaya atau harga
pembelian, biaya pengangkutan (transportation cost) dan biaya pemasangan mesin
tersebut.
Di samping kedua biaya tersebut, perlu diperhatikan adanya penyusutan atau
depresiasi dalam nilai mesin atau peralatan. Penyusutan adalah penurunan dari nilai
mesin atau peralatan sebagai akibat penggunaan atau pengorbanan mesin atau
peralatan tersebut untuk menghasilkan barang atau jasa. Metode penyusutan yang
dipergunakan adalah penyusutan yang tetap jumlahnya setiap tahun yang dinamakan
dengan metode garis lurus (straight line method).
1. Annual Cost Saving Approach
Pendekatan atau metode ini menekankan pada ada penghematan (saving)
yang diperoleh dari mesin-mesin yang dipilih. Dalam hal ini perlu diperbandingkan
antara recurring costs dan non recurring costs serta depresiasi dari mesin-mesin yang
akan dipilih. Non recurring costs yang diperhitungkan dalam hal ini adalah sebesar
bunga setiap tahun dari biaya-biaya pembelian, pengangkutan dan pemasaran mesin
tersebut. Bunga dimasukkan dalam perhitungan ini karena jika jumlah uang untuk
investasi dalam mesin itu tersebut tidak dipinjam tetapi dibelanjai dari modal sendiri,
maka besarnya bunga diperhitungkan sebagai “opportunity costs” yang besarnya
17
sama dengan tingkat bunga yang berlaku di pasaran. Dengan annual cost saving
dapat dibandingkan antara mesin yang satu dengan mesin yang lain.
2. Total Life Average Approach
Dalam pendekatan atau metode ini, semua biaya per tahun diperbandingkan
termasuk semua biaya untuk memiliki mesin dan taksiran semua biaya-biaya operasi
(operating cost) dari mesin selama hidupnya (operating life). Semua biaya-biaya
dijumlahkan dan dibagi dengan umur (operating life) dari mesin, maka diperoleh
biaya total rata-rata setiap tahun apabila memiliki dan mengoperasikan mesin yang
ada. Untuk menentukan mesin mana yang akan dipilih, maka biaya total biaya ratarata setiap tahun dari mesin-mesin tersebut diperbandingkan. Sudah tentu mesin
yang mempunyai biaya total rata-rata setiap tahun (total life average) yang terendah
yang akan dipilih, di samping pertimbangan-pertimbangan lain yang perlu
diperhatikan seperti apa yang telah disebutkan dalam metode pertama yaitu Annual
Cost Saving Approach.
Total biaya selama umur mesin = Total Depresiasi + Total biaya operasi + Total bunga
Total biaya operasi = Upah langsung + Upah tidak langsung + Biaya pemeliharaan +
Biaya Listrik + Pajak dan Asuransi
Biaya rata-rata pertahun = Total biaya selama umur mesin
Umur Mesin
3. Present Worth Method
Pengertian Present Worth Method menurut Sofjan Assauri (2004, p111):
“Present Worth Method adalah nilai pada saat sekarang ini dari sejumlah dana
(uang) yang diinvestasikan untuk suatu jangka waktu tertentu (sekian tahun) dari
masa sekarang dengan suatu tingkat bunga (interest rate) tertentu.
Dalam metode Present Worth semua biaya-biaya baik biaya pemilikan
(investasi) maupun biaya operasi dari masing-masing diperkirakan dengan nilai
sekarang dan kemudian diperbandingkan. Metode ini mencoba mengadakan penilaian
18
atas biaya-biaya yang terjadi sekarang dan yang terjadi pada masa yang akan
datang, dengan nilai pada saat sekarang ini. Penilaian ini dilakukan baik untuk mesin
lama maupun mesin baru, sehingga dengan demikian dapat diperbandingkan. Mesin
yang dipilih adalah mesin yang mempunyai nilai biaya pada saat sekarang yang
paling rendah.
4. The New MAPI Formula
Metode atau pendekatan ini mencoba untuk mengadakan penganalisisan
dalam
mengambil
suatu
keputusan
mengenai
apakah
suatu
mesin
yang
dimiliki/dipergunakan sebaiknya diganti dengan mesin baru yang ada di pasar,
dengan
menggunakan
perbandingan
antara
modal
yang
ditanam
(capital
charges/capital cost) untuk mesin lama yang dimiliki dengan kekurangan atau
ketidaksempurnaan beroperasi (operating inferiority) dari mesin lama. Untuk membeli
mesin baru dibutuhkan sejumlah uang (capital cost) yang harus diperhatikan. Pada
waktu membeli mesin baru ketidaksempurnaan (operating inferiority) adalah pada
titik minimum, sedangkan biaya modal (capital cost) ada pada titik maksimum. Makin
lama mesin dipergunakan maka biaya modal (capital cost/capital charges) terus
menurun, sedang ketidaksempurnaan (operating inferiority) terus menaik. Oleh
karena adanya keadaan yang bertentangan ini, maka menimbulkan persoalan yang
sulit bagi manajer, di mana dia harus memilih di antara:
-
Lebih
besar
biaya
(capital
modal
cost)nya
sedang
kelemahan/kurang
sempurnanya lebih sedikit atau
-
Lebih
kecil
biaya
modal
(capital
cost)nya sedang kelemahan/ kurang
sempurnanya lebih besar.
Konsep dasar dari New MAPI approach menggambarkan bahwa kebanyakan
aktiva (assets) yang dapat disusutkan mempunyai suatu trend yang menurun dalam
19
pendapatan (earnings) yang melebihi umur aktiva (assets). MAPI membagi pola
proyeksi (projection pattern) dari absolute earnings dalam 3 bagian yaitu:
a.
Standard projection pattern yang meliputi aktiva (assets) yang mempunyai
trend earning yang konstan.
b.
Variant A projection pattern yang meliputi aktiva (assets) yang mempunyai
persentase penurunan earnings yang lebih kecil pada setengah tahun pertama
daripada setengah tahun kedua.
c.
Variant B projection pattern yang meliputi assets yang mempunyai persentase
penurunan earnings yang lebih besar pada setengah tahun pertama daripada
setengah tahun kedua.
Setelah diuraikan keempat metode pemilihan dan penggantian mesin diatas,
penulis dalam menganalisis penggantian mesin yang dilakukan perusahaan adalah
dengan menggunakan Annual Cost Saving Approach. Alasan penulis menggunakan
tiga metode adalah karena untuk menentukan mesin mana yang akan dipilih dengan
menggunakan metode Annual Cost Saving Approach, Total Life Average Approach
dan Present Worth Method. Dari ketiga metode tersebut dilakukan pengujian dan
perhitungan untuk mendapatkan biaya operasi yang termurah, baik untuk mesin baru
maupun mesin lama.
2.8. Kerangka Pemikiran
Dalam prakteknya, proses produksi yang dilaksanakan akan memperhatikan
perubahan atau variasi pada spesifikasi atau standar. Untuk itu perlu diadakan suatu
penggantian mesin agar perubahaan atau variasi biaya yang dikeluarkan oleh
perusahaan atas penggantian mesin Oleh karena itu, diperlukan suatu perhitungan
yang pasti atas jalannya pelaksanaan penggantian mesin dalam perusahaan. Selain
20
itu, diperlukan juga teknik dan alat yang tepat untuk membentuk pelaksanaan
penggantian mesin agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
S tu d i P e n d a h u lu a n
Id e n tifik a s i M a s a la h
P e n e ta p a n
T u ju a n P e n e litia n
P e n g u m p u la n D a ta
P e n g o la h a n D a ta
A n a lis is D a ta
Annual Cost
S a v in g A p p ro a c h
T o ta l L ife
A v e ra g e
A p p ro a c h
P re s e n t W o rth
M e th o d
H a s il A n a lis is
K e p u tu s a n In v e s ta s i
M e s in
Sumber : Diolah oleh penulis
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pemikiran
Download