ft BUPATI BENGKAYANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT

advertisement
^2
t
f
BUPATI BENGKAYANG
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
PERATURAN BUPATI BENGKAYANG
NOMOR 31 TAHUN 2014
TENTANG
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BENGKAYANG
BERBASIS AKRUAL
TAHUN 2014
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI BENGKAYANG,
Menimbang
bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 6 ayat
(4) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013
tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis
Akrual pada Pemerintah Daerah maka perlu menetapkan
Peraturan Bupati tentang Sistem Akuntansi Pemerintah
Daerah Berbasis Akrual dengan berpedoman pada Standar
Akuntansi Pemerintah;
Mengingat
1. Undang-Undang
Nomor
10
Tahun
1999' tentang
Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999
Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3823);
2. Undang-Undang Nomor
17 Tahun 2003
tentang
Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang-Undang
Nomor
1
Tahun
2004
tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-Undang
Pemeriksaaan
Nomor
15
Tahun
Pengelolaan
dan
2004
tentang
Tanggungjawab
Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4400);
5. Undang-Undang Nomor
Pemerintahan
Daerah
32 Tahun 2004 tentang
(Lembaran
Negara
Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana
telah diubah beberapa kali, terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 tentang ^erubahan
Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
6. Undang-Undang Nomor
33 Tahun 2004
tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4438 );
7. Undang-Undang
Pembentukan
Nomor
12
Tahun
Peraturan
2011
tentang
Perundang-undangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 82,
Tambahan
Lembaran
Negara
Republik
Indonesia Nomor 5234);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan
Keuangan
Daerah
(Lembaran
Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
9. Peraturan Pemer
intah Nomor 39 Tahun 2007 tentang
Pengelolaan Uang Negara/ Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang
Standar Akuntansi Pemer
intahan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165);
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang
Pedoman
Pengelolaan
sebagaimana telah diubah
Keuangan
Daerah
beberapa kali, terakhir
dengan Peraturan Menteri Dalam Neger
i Nomor 21
Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan
Menter
i Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
12. Peraturan Menteri Dalam Neger
i Nomor 1 Tahun 2014
tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;
13. Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2007 tentang
Pembagian
Urusan
Pemer
intahan
yang
menjadi
Kewenangan Pemer
intah Kabupaten Bengkayang;
14. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2007 tentang PokokPokok Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah
diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Daerah
Nomor
19 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2007 tentang PokokPokok Pengelolaan Keuangan Daerah;
15. Peraturan Daerah Nomor
13 Tahun 2011
tentang
Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bengkayang
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah
Nomor
10
Tahun
2012
Peraturan Daerah Nomor
tentang
Perubahan
13 Tahun 2011
Atas
tentang
Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bengkayang;
16. Peraturan Daerah Nomor 1
Tahun 2014 tentang
Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Kabupaten Bengkayang Tahun Anggaran 2014;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan
: PERATURAN
BUPATI
TENTANG
SISTEM
AKUNTANSI
PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG BERBASIS
AKRUAL TAHUN 2014
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Pengertian
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan :
1. Pemerintah adalah pemer
intah pusat dan pemer
intah daerah.
2. Akuntansi
adalah
proses
identif
ikasi,
pencatatan,
pengukuran,
pengklasif
ikasian, pengikht
isaran transaksi dan kejadian keuangan, penyajian
laporan, serta penginterpretasian atas hasilnya.
3. Standar Akuntansi Pemer
intahan, selanjutnya disingkat SAP adalah prinsipprinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan
keuangan pemerintah/pemerintah daerah.
4. Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah yang selanjutnya disingkat SAPD
adalah rangkaian sistematik dari prosedur, penyelenggara, peralatan dan
elemen lain untuk mewujudkan fungsi akuntansi sejak analisis transaksi
sampai dengan pelaporan keuangan di lingkungan organisasi pemerintahan
daerah.
5. SAP Berbasis Akrual adalah SAP yang mengakui pendapatan, beban, aset,
utang, dan ekuitas dalam pelaporan f
inansial berbasis akrual, serta mengakui
pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam pelaporan pelaksanaan anggaran
berdasarkan basis yang ditetapkan dalam APBD.
6. Basis Akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan
peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa
memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
7. Basis Kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan
peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
8. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah rencana keuangan
tahunan pemerintah daerah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah.
9. Laporan
laporan
Realisasi
Anggaran
yang
selanjutnya
disingkat
LRA
adalah
yang menyajikan informasi realisasi pendapatan-LRA, belanja,
transfer, surplus/defisit-LRA, pembiayaan, dan sisa lebih/kurang pembiayaan
anggaran, yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam
satu periode.
10.Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih yang selanjutnya disingkat LPSAL
adalah laporan yang menyajikan informasi kenaikan dan penurunan SAL
tahun pelaporan yang terdir
i dari SAL awal, SiLPA/SiKPA, koreksi dan SAL
akhir.
11. Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan suatu
entitas pelaporan mengenai aset, utang dan ekuitas dana pada tanggal
tertentu.
12. Laporan Operasional yang selanjutnya disingkat LO adalah laporan yang
menyajikan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keuangan
entitas
pelaporan
surplus/defisit
yang
tercermin
operasional
dalam
dar
i
pendapatan-LO,
suatu
entitas
beban
pelaporan
dan
yang
penyajiannya disandingkan dengan periode sebelumnya.
13. Laporan Arus Kas yang selanjutnya disingkat LAK adalah laporan yang
menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan
setara kas selama satu periode akuntansi, serta saldo kas dan setara kas pada
tanggal pelaporan.
14. Laporan Perubahan Ekuitas yang selanjutnya disingkat LPE adalah laporan
yang menyajikan informasi mengenai perubahan ekuitas yang terdir
i dar
i
ekuitas awal, surplus/defisit-LO, koreksi dan ekuitas akhir.
15. Catatan atas Laporan Keuangan yang selanjutnya disingkat CaLK adalah
laporan yang menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau
analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam LRA, LPSAL, LO, LPE,
Neraca dan LAK dalam rangka pengungkapan yang memadai.
16.Aset adalah Sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh
pemer
intah daerah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dar
i mana
manfaat ekonomi da/atau social dimasa depan diharapkan dapat diperoleh
oleh pemer
intah daerah, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk
sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi
masyarakat umum dan sumber - sumber daya yang dipelihara karena alas an
sejarah dan budaya.
17.Aset tak berwujud adalah asset nonkeuangan yang dapat diidentifikasi dan
tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam
menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainya termasuk
hak atas kekayaan intelektual
18.Aset Tetap adalah set berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dar
i 12
(dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemer
intah daerah atau
dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
19. Dana Cadangan adalah dana yang disisihkan untuk menampung kebutuhan
yang memerlukan dana relative besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu
tahun anggaran.
20. Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih pemerintah daerah yang merupakan
selisih antara asset dan kewajiban pemer
intah daerah.
21. Entitas Akuntansi adalah Satuan Kerja Pengguna Anggaran/Pengguna Barang
dan oleh karenannya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun
laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan. Yang termasuk
ke dalam entitas akuntansi adalah SKPD dan PPKD.
22. Entitas Pelaporan adalah Pemerintah Daerah yang terdiri dari satu atau lebih
entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang - undangan
wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan
pemda.
23. Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperolej manfaat ekonomik
seperti bunga, deviden, dan royalty, atau manfaat social sehingga dapat
meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam rangka pelayanan
masyarakat.
24. Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di Bank yang setiap saat dapat
digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan.
25. Kas Umur
a Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan
oleh Bendaharawan Umum Daerah untuk menampung seluruh penerimaan
dan pengeluaran pemerintah daerah.
26. Kewajiban adalah utang yang timbul dar
i perist
iwa masa lalu yang
penyelesaiannya
mengakibatkan
aliran
keluar
sumber
daya
ekonomi
pemerintah daerah.
27. Laporan
Keuangan
Gabungan
adalah
suatu
laporan
keuangan
yang
merupakan gabungan keseluruhan laporan keuangan entitas akuntansi
sehingga tersaji sebagai satu entitas pelaporan tunggal.
28. Mata uang Asing adalah mata uang selain mata uang rupiah.
29.Materialitas adalah suatu kondisi jika tidak tersajikannya atau salah saji suatu
informasi akan mempengaruhi keputusan atau penilaian pengguna yang
dibuat atas dasar laporan keuangan. Materialitas tergantung pada hakikat atau
besarnya pos atau kesalahan yang dipertimbangkan dari keadaan khusus
dimana kekurangan atau salah saji terjadi.
30. Nilai Wajar adalah nilai tukar asset atau penyelesaian kewajiban antar pihak
yang memahami dan berkeinginan untuk melkukan transaksi wajar.
31. Pembiayaan (Financing) adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali
dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran
bersangkutan maupun tahun - tahun
anggaran berikutnya, yang dalam
penganggaran pemerintah daerah terutama dimaksudkan untuk menutup
def
isit atau memanfaatkan surflus anggaran.
32. Pendapatan adalah semua pener
imaan Rekening Kas umum Daerah yang
menambah ekuitas dana lancar dalam periode
tahun anggaran yang
bersangkutan yang menjadi hak pemerintah daerah, dan tidak perlu dibayar
kembali oleh pemer
intah daerah.
33. Belanja
adalah semua pengeluaran dar
i rekening kas umum daerah yang
mengurangi ekuitas dana lancer dalam per
iode tahun anggaran bersangkutan
yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah daerah
34. Penyusutan adalah penyesuain nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas
dan manfaat dar
i suatu asset.
35. Persediaan adalah asset lancer dalam bentuk barang atau perlengkapan yang
dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah daerah, dan
barang - barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam
rangka pelayanan kepada masyarakat.
36. Rekening Kas Umum Daerah
adalah rekening tempat penyimpanan uang
daerah yang ditentukan oleh Gubernur/Bupati/Walikota untuk menampung
seluruh pener
imaan daerah ddan membayar seluruh pengeluaran daerah pada
bank yang ditetapkan.
37. Selisih Kurs adalah selisih yang timbul karena penjabaran mata uang asing ke
rupiah pada kurs yang berbeda.
38.Sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran (SILPA/SIKPA) adalah selisih
lebih/kurang antara realisasi pener
imaan dan pengeluaran APBD selama satu
per
iode pelaporan.
39. Surplus/Def
isit adalah selisih lebih/kurang antara pendapatan dan belanja
selama satu per
iode pelaporan.
40.Tanggal Pelaporan adalah tanggal har
i terakhir dan suatu per
iode pelaporan.
41. Penyesuaian adalah transaksi penyesuaian pada akhir per
iode untuk
mengakui pos-pos seperti persediaan, piutang, utang dan yang lain yang
berkaitan dengan adanya perbedaan waktu pencatatan dan yang belum
dicatat pada transaksi berjalan atau pada per
iode yang berjalan.
BAB II
KETENTUAN KHUSUS
Pasal 2
Sistem Akuntansi Pemer
intah Daerah memuat pilihan prosedur dan teknik
akuntansi dalam melakukan ident
if
ikasi transaksi, pencatatan pada jurnal,
posting kedalam buku besar, penyusunan neraca saldo ser
ta penyajian laporan
keuangan.
Pasal 3
Penyajian laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 terdiri atas:
a. laporan realisasi anggaran;
b. laporan perubahan saldo anggaran lebih;
c. neraca;
d. laporan operasional;
e. laporan arus kas;
f. laporan perubahan ekuitas; dan
g. catatan atas laporan keuangan.
Pasal 4
Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2
terdiri atas:
a. sistem akuntansi PPKD; dan
b. sistem akuntansi SKPD
Pasal 5
Sistem akuntansi PPKD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a
mencakup teknik pencatatan, pengakuan dan pengungkapan atas pendapatan-LO,
beban, pendapatan-LRA, belanja, transfer, pembiayaan, aset, kewajiban, ekuitas,
penyesuaian dan koreksi, penyusunan laporan keuangan
PPKD
ser
ta
penyusunan laporan keuangan konsolidasian pemerintah daerah.
Pasal 6
Sistem akuntansi SKPD
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4
huruf b
mencakup teknik pencatatan, pengakuan dan pengungkapan atas pendapatanLO, beban, pendapatan-LRA, belanja, aset, kewajiban, ekuitas, penyesuaian dan
koreksi serta penyusunan laporan keuangan SKPD.
Pasal 7
Penyusunan tentang Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang
Berbasis Akrual sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.
BAB III
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 8
Dengan berlakunya Peraturan Bupati ini, maka Peraturan Bupati yang mengatur
tentang Sistem Akuntansi dan Prosedur Penatausahaan serta Pertanggungjawaban
APBD Pemer
intah Daerah Kabupaten Bengkayang Nomor 30 Tahun 2013 masih
berlaku sampai Tahun 2014 dan Penerapan Sistem Akuntansi Pemer
intah Daerah
Rerhasis Akrual Tahun 2014 berlaku mulai Tahun 2015.
BAB IV
KETENTUAN PENUTUP
Pasal9
Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan
Bupati ini dengan menempatkannya dalam Berita Daerah Kabupaten Bengkayang.
Ditetapkan di Bengkayang
pada tanggal y-| September 2014
//BUPATI BENGKAYANG,/ V
f
t
SURYADMAK GIDOT
Diundangkan di Bengkayang
pada tanggal R.5 -September-
2014
SEKRETAgl&JDAERAH
ffc KABUPj^E^jpE^SKAYANG,]^
BERITA DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG TAHUN 2014 NOMOR 3 I
LAMPIRAN
PERATURAN BUPATI BENGKAYANQ
NOMOR :
31
TAHUN2014
TANGGAL: 2H $ef
tEn\
TENTANG :
K 2014
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH
DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG
BERBASIS AKRUAL
DAFTAR ISI
BAB I
BAB II
PROSEDUR AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH
1
A. Kerangka Umum Siklus Akuntansi
4
B. Dokumen Sumber
6
C. Pencatatan Transaksi
6
D. Pengklasif
ikasian
16
E. Pengikhtisaran
17
F. Penyusunan Laporan Keuangan
18
SISTEM AKUNTANSI SATUAN KERJA PBRANGKAT DAERAH. 19
A. Akuntansi Pendapatan-LO dan Pendapatan-LRA
20
B. Akuntansi Beban dan Belanja
27
C. Akuntansi Piutang
34
D. Akuntansi Persediaan
35
E. Sistem dan Prosedur Akuntansi Aset Tetap
36
F. Sistem dan Prosedur Akuntansi Kewajiban
38
G. Sistem dan Prosedur Akuntansi Ekuitas
39
H. Sistem dan Prosedur Akuntansi Penyesuaian dan Koreksi... 39
BAB in
SISTEM AKUNTANSI PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN
DAERAH (PPKD)
43
A. Akuntansi Pendapatan-LO dan Pendapatan-LRA
44
B. Akuntansi Beban, Belanja, dan Transfer
50
C. Akuntansi Pembiayaan
54
D. Akuntansi Aset dan Kewajiban
59
BAB IV
E. Akuntansi Koreksi
60
AKUNTANSI KONSOLIDASI
61
A. Transaksi Antar Entitas Akuntansi
62
B. Penyesuaian Akun Antara
63
C- Prosedur Penggabungan Laporan Keuangan SKPD dan
PPKD
BAB v
BAB VI
64
D. Penyajian LKPD Konsolidasian
67
JURNAL STANDAR AKUNTANSI
68
A. Jurnal Standar Anggaran
68
B. Jurnal Standar Pendapatan-LO dan Pendapatan LRA
71
C. Jurnal Standar Beban dan Belanja
77
D. Jurnal Standar Pembiayaan
84
E. Jurnal Standar Aset, Kewajiban dan Ekuitas
90
F. Jurnal Standar Penyesuaian Akhir Tahun
103
G. Jurnal Standar Penutup
103
H. Jurnal Koreksi
106
1. Koreksi Kesalahan yang Berulang dan Sistematik
106
2. Koreksi Kesalahan Yang Tidak Berulang
107
BAGAN AKUN STANDAR
114
BAB VII TATA CARA PBNATAUSAHAAN DAN PBNTUSUNAN LAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN
BENDAHARA
SERTA
PENTAMPAIANNTA
.
183
Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah
183
B- Tata Cara Penatausahaan Penerimaan
185
C- Tata Cara Penatausahaan Pengeluaran
211
D- Penyusunan Laporan Bendahara Umum Daerah
276
BAB I
PROSEDUR AKITNTANSI PEMERINTAH DAERAH
Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah merupakan serangkaian
prosedur mulai dari proses pengumpulan data (dokumen sumber),
pencatatan transaksi, pengklasif
ikasian, pengikhtisaran, sampai dengan
penyusunan
laporan
keuangan
dalam
rangka
pertanggungjawaban
pengelolaan keuangan daerah, yang dapat dilakukan secara manual atau
menggunakan teknologi informasi/aplikasi komputer. Sesuai Permendagri
Nomor 64 Tahun 2013, Sistem Akuntansi
Pemer
intah Daerah (SAPD)
merupakan suatu instrument penting yang harus disiapkan dalam rangka
implementasi SAP berbasis akrual. SAPD sebagai alat untuk mewujudkan
pr
insip- prinsip dasar yang telah ditetapkan oleh SAP dan kebijakan
akuntansi menjadi serangkaian prosedur pencatatan dengan menggunakan
akuntansi double entry melalui alat-alatnya berupa buku jurnal, buku
besar, neraca saldo, dan laporan keuangan itu sendir
i.
Sesuai dengan fungsi pengelolaan keuangan di pemer
intah daerah
maka sistem akuntansi
dibagi
menjadi
dua yaitu sistem akuntansi
SKPD dan sistem akuntansi PPKD. Sistem Akuntansi SKPD adalah sistem
akuntansi yang diselenggarakan oleh masing-masing SKPD yang mencatat
transaksi atas Pendapatan dan Belanja. Transaksi Pendapatan yang dicatat
adalah transaksi Pendapatan Asli Daerah sedangkan
yang
dicatat
Pegawai
dan
adalah
Belanja
Belanja
Tidak
transaksi
Belanja
Langsung khususnya Belanja
Langsung yang terdir
i dar
i Belanja Pegawai,
Belanja Barang dan Jasa, serta Belanja Modal.
Sistem Akuntansi PPKD adalah sistem akuntansi yang diselenggarakan oleh
Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) yang mencatat transaksi atas
Pendapatan,
Belanja
Tidak
Langsung,
dan
Pembiayaan.
Transaksi
Pendapatan yang dicatat adalah Pendapatan Transfer dan Lain-Lain
Pendapatan Daerah yang Sah, sedangkan transaksi Belanja yang dicatat
adalah Belanja Tidak Langsung yang terdir
i dari Belanja Bunga, Subsidi,
Hibah, Bantuan Sosial, Bagi Hasil, dan Belanja Tidak Terduga. PPKD
sebagai BUD juga menyelenggarakan transaksi Kas Daerah. PPKD akan
mengkompilasi semua Pendapatan dar
i SKPD dan Pendapatan dar
i PPKD
sehingga dapat disusun Laporan Arus Kas. Pada pemerintah daerah, Satuan
Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) mempunyai dua fungsi yaitu
sebagai SKPD
dan
PPKD
sehingga
SKPKD
menyelenggarakan
dua
sistem akuntansi yaitu sistem akuntansi SKPD dan PPKD.
Selain akuntansi SKPD dan PPKD, juga mencakup akuntansi
konsolidasi yang berfungsi menggabungkan
laporan keuangan
dar
i
seluruh SKPD dan laporan keuangan PPKD sehingga menjadi laporan
keuangan
pemerintah
daerah.
Dengan
demikian,
sistem
akuntansi
keuangan pemer
intah daerah dimaksud mencakup :
1. Akuntansi pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
2. Akuntansi pada Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD)
3. Akuntansi Konsolidasi
Sistem Akuntansi pada SKPD dan selanjutnya disebut akuntansi SKPD
(termasuk SKPD pada SKPKD) diselenggarakan oleh masing masing
SKPD sebagai entitas akuntansi dan Kepala SKPD yang bertanggungjawab
atas
penyelenggaraannya.
Dalam
ketentuan
dan
pelaksanaannya
akuntansi SKPD dilakukan oleh Pejabat Penatausahaan Keuangan pada
SKPD (PPK-SKPD). Hasil akhir dar
i sistem akuntansi SKPD adalah Laporan
Keuangan SKPD berupa:
1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
2. Laporan Operasional
3. Laporan Perubahan Ekuitas
4. Neraca
5. Catatan atas Laporan Keuangan
Akuntansi PPKD diselenggarakan oleh SKPKD sebagai entitas akuntansi.
Kepala SKPKD bertanggungjawab atas penyelenggaraan akuntansi
Dalam pelaksanaannya, akuntansi
PPKD
Penatausahaan Keuangan
SKPKD
menyelenggarakan
pada
PPKD.
dilimpahkan kepada Pejabat
(PPK-SKPKD)
yang
juga
akuntansi SKPD pada SKPKD. Hasil dar
i proses
akuntansi pada PPKD adalah laporan keuangan berupa:
1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
2. Laporan Operasional
3. Laporan Perubahan Ekuitas
4. Neraca
5. Catatan atas Laporan Keuangan
Transaksi akuntansi yang diselenggarakan oleh PPKD termasuk juga
transaksi akuntansi
yang
diselenggarakan
oleh
BUD.
Hal
ini
disebabkan PPKD bertindak dalam kapasitas sebagai BUD. Kepala SKPKD
bertanggungjawab atas penyelenggaraannya dan dalam pelaksanaannya,
dilimpahkan
kepada
Kuasa BUD
atau
pejabat yang melaksanakan
fungsi pengelolaan kas daerah pada SKPKD.
Sistem Akuntansi SKPD dan Sistem Akuntansi PPKD dibangun
dengan struktur kantor pusat dan kantor cabang atau Home Office dan
Branch Off
ice (HOBO). Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan transaksinya,
PPKD diibaratkan sebagai kantor pusat (Home Off
ice) dan SKPD sebagai
kantor cabang (Branch Off
ice). Transaksi keuangan antara PPKD dan
SKPD merupakan transaksi antar entitas akuntansi sehingga memerlukan
akun transitoris untuk melakukan proses akuntansi. Oleh sebab itu,
harus dibuat sebuah akun perantara yang berfungsi untuk menjembatani
antara PPKD dan SKPD. Akun yang dimaksud adalah R/K PPKD dan R/K
SKPD. Pada Akuntansi PPKD dibuatkan akun R/K SKPD untuk menampung
seluruh transaksi yang terkait dengan entitas akuntansi SKPD dan pada
Akuntansi SKPD dibuatkan akun R/K PPKD untuk menampung transaksi
yang terkait dengan akun yang diselenggarakan entitas akuntansi PPKD.
Transaksi akuntansi yang terjadi antara PPKD (BUD) dengan SKPD
pada umumnya merupakan transaksi kas. Sebagai contoh adalah transaksi
penyetoran Pendapatan Retr
ibusi oleh Bendahara Penerimaan SKPD kepada
BUD/Kas Daerah maka transaksi tersebut akan menambah R/K PPKD dan
mengurangi Kas di Bendahara Penerimaan SKPD.
Akuntansi Konsolidasi menggabungkan laporan keuangan seluruh SKPD
termasuk SKPKD
sebagai SKPD dan PPKD.
Akuntansi Konsolidasi
diselenggarakan oleh SKPKD dan hasil dari proses konsolidasi tersebut
adalah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah berupa :
1. Laporan Realisasi Anggaran
2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih
3. Laporan Operasional
4. Laporan Perubahan Ekuitas;
5. Neraca
6. Laporan Arus Kas
7. Catatan atas Laporan Keuangan
A. Kerangka Umum Siklus Akuntansi
Secara umum siklus akuntansi dapat digambarkan pada f
lowchart
h#r
ikijt ini :
9. Transaksi pencatatan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas
10. Transaksi Penyesuaian dan Penutup akhir tahun anggaran
11. Transaksi awal tahun anggaran (jurnal balik).
Dokumen sumber yang dihasilkan dari transaksi tersebut diatas
misalnya berupa Perda APBD, DPA, SP2D, bukti pengeluaran, bukti
penerimaan,
dan bukti memorial. Berdasarkan dokumen sumber
kemudian dilakukan proses pencatatan transaksi pada buku jurnal,
sebagai contoh transaksi pendapatan dicatat pada buku jurnal
pendapatan, transaksi belanja dicatat pada buku jurnal pengeluaran
dan transksi penyesuaian dicatat pada buku jurnal memor
ial.
Setelah
pencatatan
berikutnya adalah
dengan
jurnal
pengklasif
ikasian
selesai
yaitu
dilakukan,
dengan
proses
melakukan
post
ing ke Buku Besar dan Buku Pembantu di subsistem masingmasing. Tahap berikutnya adalah pengikhtisaran dimana dilakukan
perhitungan saldo dari masing-masing akun yang terdapat pada buku
besar. Dengan mengikhtisarkan buku besar dan buku pembantu di
setiap pusat pertanggungjawaban keuangan akan dihasilkan laporan
keuangan pemerintah daerah.
Dari f
lowchart diatas, siklus akuntansi secara umum meliputi:
1. Dokumen sumber
2. Pencatatan transaksi
3. Pengklasif
ikasian
4. Pengikhtisaran
5. Penyusunan Laporan Keuangan.
B. Dokumen Sumber
Dokumen sumber adalah dokumen berisi informasi transaksi keuangan
yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan pencatatan akuntansi
(jurnal/proses input data). Contoh Dokumen Sumber adalah sebagai
ber
ikut:
1. Dokumen sumber untuk pengakuan Anggaran, contohnya adalah
Perda APBD dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD (DPA-SKPD).
2. Dokumen sumber untuk pengakuan Pendapatan-LO, contohnya
adalah Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKP-D) dan Surat Ketetapan
Retr
ibudi Daerah (SKRD) untuk Pendapatan Asli Daerah dan
Peraturan Presiden tentang Besaran Dana Alokasi Umum Daerah
Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk Pendapatan Dana Perimbangan.
3. Dokumen sumber untuk pengakuan Pendapatan-LRA, contohnya
adalah Surat
Daerah
dan
Tanda
Setoran
(STS)
untuk
Pendapatan
Asli
Nota Kredit/Bukti Transfer Bank untuk Pendapatan
Dana Perimbangan.
4. Dokumen sumber untuk pengakuan Beban, contohnya adalah Surat
Tagihan, Berita Acara Penyerahan Barang, dan Berita Acara
Kemajuan Pekerjaan.
5. Dokumen sumber untuk pengakuan Belanja, contohnya adalah
Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) GU/LS/N1HIL untuk Belanja
Pegawai, Barang dan Jasa, dan Belanja Modal.
6. Dokumen
sumber untuk pengakuan
Pener
imaan Pembiayaan,
contohnya adalah Nota Kredit atas penerimaan pinjaman dari Bank
dan Bukti Pencairan Dana Cadangan.
7. Dokumen sumber untuk pengakuan Pengeluaran Pembiayaan,
contohnya adalah Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)-LS untuk
penyertaan modal pemer
intah daerah.
C. Pencatatan Transaksl
Proses pencatatan transaksi pada dasarnya adalah mencatat pada
buku
jurnal
berdasarkan
dokumen
sumbernya.
Dalam
proses
pencatatan transaksi satu hal yang penting adalah masalah pengakuan
{recognit
ion).
Pengakuan
adalah
penentuan
kapan
berdasarkan basis/dasar akuntansi.
suatu
transaksi
aicatat
Basis akrual adalah
basis
akuntansi yang mengakui transaksi dan peristiwa lainnya pada saat
transaksi dan per
istiwa terjadi (dan bukan hanya pada saat kas atau
setara kas diterima atau dibayar). Oleh karena itu transaksi- transaksi
dan per
istiwa dicatat dalam catatan akuntansi dan diakui dalam laporan
keuangan pada per
iode terjadinya.
Contoh buku jurnal adalah sebagai ber
ikut :
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKAYANG
DINAS "X"
JURNAL UHUM
Tahun Anggaran 20X1
No.
Tanggal KodeAkun
Pencatatan
transaksi
untuk
Uraian
Ref Debet Kredit
pengakuan
Fendapatan-iAJ
menurut
kondisinya dapat dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut :
1. Pencatatan
Miuiiiin
transaksi
untuk
pengakuan
Pendapatan-LO
Imis r
iiterima.
Contoh transaksi untuk pengakuan pendapatan-LU sebeium Kas
diterima adalah Pajak Bumi dan Bangunan dan Pajak Air Permukaan
yang diakui pendapatannya
Daerah
pada
saat
Surat
Ketetapan
Pajak
(SKP-D) diterbitkan dengan mencatatnya di jurnal umum.
mniur.hn.rt nva daDat digambarkan sebagai berikut :
a. Pengakuan Pendapatan Asli Daerah-LO
Gambar 2
Flowchart Pengakuan Pendapatan Asli Daerah-LO Sebelum Kas
Diter
ima
Disptnd.
Penbmt
o
SW-O K1M>
0
ttntf
lmo
SKP-D/SC
T-0
I
Cwcatatan
Jumsl
ft
etf
cg
Ketika terdapat pelunasan oleh wajib pajak atau wajib retr
ibusi
(WP/WR), maka akan diakui Pendapatan-LRA dan Perubahan
SAL, Kas di Bendahara Penerimaan ber
tambah, dan Piutang
WP/WR berkurang. Flowchart atas transaksi tersebut adalah
sebagai berikut :
Gambar 3
Flowchart Pelunasan Pendapatan Asli Daerah-LO Oleh
WP/WR
Btndihin Ptrnrimiin
SWD/SMO,
HakKOft
mebWtwi
ftmbtfuan
0
0
0
0
b. Pengakuan Pendapatan Dana Transfer-LO
Gambar 4
Flowchart Pengakuan Pendapatan Dana Transfer-LO Sebelum Kas
Diterima
@
10
Seperti
halnya
Pendapatan
Asli
Daerah,
ketika
terdapat
transfer atas Pendapatan Dana Transfer, maka akan diakui
Pendapatan-LRA
dan Perubahan SAL.
Kas di Kas Daerah
bertambah dan Piutang Dana Transfer berkurang. Flowchart atas
transaksi tersebut adalah sebagai ber
ikut :
Gambar 5
Flowchart Transfer Pendapatan Dana
Transfer-LO
Panwriir
tah Punt/Provinri|
PuMt/Provt
osi
0
i
0
Houindtyaii
-L
-r^ i
I
+
MembuatNot
o
Kiwt
t
i
0
Penyusunan
Ner
acsLguf
dM*IWMai o>eJ
0
2. Pencatatan
pada
transaksi
untuk
pengakuan
Pendapatan-LO
saat bersamaan dengan penerimaan kas
Apabila dalam hal proses transaksi pendapatan daerah tidak
terjadi perbedaan waktu antara penetapan hak pendapatan daerah
dan pener
imaan Kas Daerah, dimana penetapan hak pendapatan
dilakukan bersamaan dengan diterimanya kas, maka Pendapatan LO
diakui/dicatat pada jurnal pada saat kas diterima dan terbitnya
dokumen penetapan. Contoh dari jenis pajak ini adalah Pajak
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Hotel dan Restoran,
dan Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Flowchart nya dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 6
Flowchart Pengakuan Pendapatan Asli Daerah-LO Bersamaan Dengan
Pener
imaan Kas
Pi^aJ.
SMW
Wntt
of
r
aaht
f
oihiniMan't
aili
0 I 0
SMf
lOW
****k
JMfSMW
00
@r
aup
SMjMMm
0
3. Pencatatao transaksl iintuk pengakuan Pendapatan-LO setelah
penerimaan kas
Apabila dalam hal proses transaksi pendapatan daerah terjadi
perbedaan waktu antara penetapan hak pendapatan daerah dan
12
pener
imaan kas daerah,
dimana
dahulu,
dapat diakui sebagai Pendapatan karena
namun
belum
kas
telah
diter
ima
terlebih
belum menjadi hak pemer
intah daerah, maka Pendapatan-LO
diakui/dicatat pada jurnal pada saat pendapatan telah menjadi hak
pemer
intah daerah. Contoh dari jenis pajak ini adalah Pajak
Kendaraan Bermotor dan Pajak Reklame. Flowchart nya dapat
digambarkan sebagai berikut :
Gambar 7
Flowchart Pengakuan Pendapatan Asli Daerah-LO Setelah Dengan
Pener
imaan Kas
0
0
00
0
Pencatatan transaksi untuk pengakuan Beban menurut kondisinya
juga dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai ber
ikut :
1. Pencatatan transaksi untuk pengakuan Beban sebelum pengeluaran
kas.
Dalam hal proses transaksi pengeluaran daerah terjadi perbedaan
waktu antara penetapan kewajiban daerah dan pengeluaran kas,
dimana penetapan kewajiban daerah dilakukan lebih dulu, maka
13
, //
beban diakui/dicatat
pada jurnal
penetapan/pengakuan
pada
kewajiban
saat
walaupun
terbit
dokumen
kas
belum
dikeluarkan. Misalnya, Surat Tagihan, Ber
ita Acara Penyerahan
Barang (BAPB), atau Ber
ita Acara Kemajuan Pekerjaan (BAKP).
Flowchart nya dapat digambarkan sebagai ber
ikut :
Gambar 8
Flowchart Pengakuan Beban Sebelum Pengeluaran Kas.
PFTX/Pih.k K l|i
Btndihin Parntluinn
I|
@
Met
akakan
penjeoeUn
Pencjtaun
dat
onf
tif
aj
JunH
7
V
Penytf
iunan
Keracal^tir
Post*
0
Apabila Bendahara
Pengeluaran atau
Kas Daerah melakukan
pembayaran atas Surat Tagihan, Ber
ita Acara Penyerahan Barang
atau Berita Acara Kemajuan Pekerjaan kepada Pihak Ketiga, maka
akan diakui pengakuan Belanja, yang digambarkan pada flowchart
14
berikut ini :
Gambar 9
ninmrhnrt. Pembavaran Tagihan Kepada Pihak Ket
iga.
.nd.h.r.rin..lu...n/K d- | Plhik K Hl
0
meWuikanpengMfit
ondan
pembaywanlcepadaMt
a*
Ket a.*d kanKt
t<U
memprwesSP2EKS
benhsarmnSPM
2. Pencatatan
transaksi
unniK
penganian
@>
Uo>o uu...u
pengeluaran kas
Apabila dalam hal proses transaksi pengeluaran daerah tidak
terjadi perbedaan waktu antara penetapan kewajiban daerah dan
pengeluaran kas daerah, maka beban diakui/dicatat pada jurnal
bersamaan
dengan saat pengeluaran kas. Flowchart nya dapat
PPTK/Pih k f
atlgi
andjhar
t
e Pn|<mf n/k d
Gambar 10
Flowchart Pengakuan Beban Bersamaan Pengeluaran Kas.
// / @"" B@ @**"
/
o
0
Melakiriuuipengecelan
dwiPembayannkcpada
Mm*KM*
3. Pencatatan transaksi untuk pengakuan Beban setelah pengeluaran
kas
Apabila dalam hal proses transaksi pengeluaran daerah terjadi
perbedaan
pengeluaran
waktu
kas
antara
penetapan
daerah, dimana
kewajiban
penetapan
daerah
kewajiban
dan
daerah
dilakukan setelah pengeluaran kas, maka Beban diakui/dicatat pada
jurnal saat
barang
atau
jasa
diterima walaupun kas sudah
dikeluarkan. Pada saat pengeluaran kas mendahului saat barang
atau jasa dimanfaatkan, pengeluaran tersebut belum dapat diakui
sebagai Beban. Pener
imaan tersebut diklasifikasikan sebagai Beban
16
Dibayar di Muka (akun neraca).
Flowchart nya dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 11
Flowchart Pengakuan Beban Setelah Pengeluaran Kas.
PPTK/Plhik Kr
tifa
I B ndh r P ng lu in/k di
o
4/ *.fg=r /
M lafcukan pengecet
en
danPembayarankepada
PAakK*tl|a
i
D.
Pengklaslf
ikast
an
Setelah
pencatatan
dengan
jurnal
selesai
dilakukan,
proses
berikutnya adalah melakukan posting ke Buku Besar atau Sub
Buku
Besar
di
subsistem
masing-masing.
Post
ing
adalah
memindahkan catatan dari Buku Jurnal ke dalam Buku Besar/Sub
Buku Besar sesuai dengan jenis transaksi dan nama akun masingmasing. Contoh Buku Besar adalah sebagai berikut:
PEMERINTAH KABUPATEN "X"
DINAS "X"
BUKUBESAR
Tahun Buku 20X1
Unit Organisasi :
DINAS "X"
Kode Akun
:
1
Nama Akun
:
Kas di Kas Daerah
Saldo Normal
:
Debet
1
1
1
Ref.
No.
Tanggal
Debet Kredlt Saldo
Uraian
Jurn
Jtiml&h
Pejabat Penatausahaan Keuangan pada Dinas/Badan/Kantor dan
Pejabat Fungsi Akuntansi pada PPKD setelah melakukan posting
pada buku besar, secara berkala akan menyusun Neraca Lajur
sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.
E. Pengikhtisaran
Pengikhtisaran merupakan tahap perhitungan saldo dari masing-masing
akun yang terdapat pada buku besar. Tahapan prosedur pengikhtisaran
secara r
ingkas dapat dijelaskan adalah sebagai berikut :
1. Saldo-saldo buku besar pada akhir per
iode diikhtisarkan dalam
Neraca Lajur.
2. Berdasakan Neraca
untuk
pos- pos
Lajur
yang
kemudian
dilakukan
penyesuaian
memerlukan penyesuaian. Beberapa pos
yang memerlukan penyesuaian pada akhir tahun meliputi :
1)
Persediaan
18
2) Piutang
3) Penyusutan Aset Tetap
4) Bagian Lancar Tagihan
5) Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
3. Setelah seluruh penyesuaian dimasukan akan dihasilkan jumlahjumlah
saldo
buku
besar
setelah
penyesuaian.
Langkah
berikutnya adalah memindahkan masing-masing saldo tersebut ke
Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Operasional, dan Neraca.
Akun nominal dipindahkan ke LRA atau LO, sedangkan akun nil
dipindahkan ke Neraca.
4. Membuat Jurnal Penutup.
5. Menyajikan Laporan Keuangan.
F. Penyusunan Laporan Keuangan
Dengan mengikhtisarkan buku besar dan buku pembantu di setiap
pusat
pertanggungjawaban
keuangan
akan
dihasilkan
Laporan
Keuangan. Laporan tersebut disusun pada akhir tahun anggaran
maupun pada periode tertentu. Laporan Keuangan pada SKPD selaku
entitas akuntansi terdiri dari:
1. Laporan Realisasi Anggaran
2. Laporan Operasional
3. Laporan Perubahan Ekuitas
4. Neraca
5. Catatan atas Laporan Keuangan
Laporan Keuangan pada PPKD selaku entitas pelaporan terdiri dari :
1. Laporan Realisasi Anggaran
2. Laporan Operasional
3. Laporan Perubahan Ekuitas
4. Neraca
5. Laporan Perubahan SAL
19
BAB II
SISTEM AKUNTANSI SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah perangkat daerah
pada pemer
intah daerah
selaku
pengguna
anggaran/barang.
SKPD
merupakan entitas akuntansi yaitu suatu entitas/unit pada pemer
intahan
yang mengelola anggaran, kekayaan, dan kewajiban. Selaku entitas
akuntansi, SKPD wajib menyelenggarakan sistem akuntansi, yaitu dengan
melakukan pencatatan atas transaksi-transaksi keuangan yang terjadi di
lingkungannya dan menyajikannya dalam bentuk laporan keuangan untuk
digabungkan pada entitas pelaporan.
Sesuai PP Nomor 71 Tahun 2010 dan Permendagri Nomor 64 Tahun
2013, laporan keuangan yang harus disajikan oleh SKPD terdir
i dar
i:
Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
- Neraca
- Laporan Operasional (LO)
Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)
Terkait
dengan
kewajiban
SKPD
untuk
menyajikan
laporan
keuangan, SKPD harus menyelenggarakan akuntansi dalam bentuk suatu
sistem, baik manual ataupun terkomputerisasi. Penyelenggaraan sistem
tersebut meliputi pihak-pihak terkait dan dokumen yang terkait serta
prosedumya. Sistem akuntansi pada SKPD dilaksanakan oleh Pejabat
Penatausahaan Keuangan SKPD
(PPK-SKPD) berdasarkan dokumen-
dokumen sumber yang diserahkan oleh bendahara penerimaan, bendahara
pengeluaran,
terjadi
atau pihak
terkait
lainnya.
Transaksi-transaksi
yang
di lingkungan satuan kerja harus dicatat dan dibukukan oleh PPK-
SKPD. Transaksi- transaksi tersebut antara lain:
21
- Akuntasi Pendapatan-LO dan Pendapatan-LRA
- Akuntansi Beban dan Belanja
- Akuntansi Piutang
- Akuntansi Persediaan
- Akuntansi Aset Tetap
- Akuntansi Kewajiban
- Akuntansi Ekuitas
- Akuntansi Penyesuaian dan Koreksi
A. Akuntansi Pendapatan-LO dan Pendapatan-LRA
Akuntansi
Pendapatan-LO
Pendapatan
dan
pada
Pendapatan-LRA.
SKPD
meliputi
Perlakuan
akuntansi
akuntansi
yang
berbeda atas kedua jenis pendapatan tersebut merupakan implikasi
berlakunya basis akrual sebagaimana diatur dalam PP No. 71 Tahun
2010. Perlakuan akuntansi di atas meliputi pengakuan, pengukuran,
penyajian, dan pengungkapan. Pengukuran Pendapatan, baik LO
ataupun LRA, dilaksanakan berdasarkan asas bruto, yaitu dengan
membukukan pener
imaan secara bruto dan tidak mencatat jumlah
netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).
Akuntansi Pendapatan pada lingkup SKPD dilakukan hanya
untuk mengakui, mencatat, dan melaporkan Pendapatan Asli Daerah
(PAD) yang berada dalam wewenang SKPD. Pendapatan tersebut terdiri
dari Pendapatan Pajak, Pendapatan Retribusi, dan Lain-lain PAD yang
Sah. Adapun Lain-lain PAD yang Sah meliputi pendapatan hasil
penjualan
kekayaan
daerah
yang
tidak
dipisahkan, jasa
giro,
pendapatan bunga, penerimaan atas tuntutan ganti kerugian daerah,
penerimaan komisi, potongan ataupun bentuk lain sebagai akibat dari
penjualan dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa oleh daerah,
penerimaan keuntungan dar
i selisih nilai tukar rupiah terhadap mata
uang asing,
pendapatan denda atas keterlambatan pelaksanaan
pekerjaan, pendapatan denda pajak, pendapatan denda retr
ibusi,
22
pendapatan hasil eksekusi
penyelenggaraan
atas jaminan,
pendidikan
dan
dan
pelatihan,
pendapatan
pendapatan
dar
i
hasil
pemanfaatan kekayaan daerah, dan pendapatan dar
i angsuran/cicilan
penjualan. Pembahasan akuntansi pendapatan meliputi pihak yang
terkait, dokumen yang terkait, serta sistem dan prosedur akuntansi
akan dijelaskan berikut ini.
1. Pihak yang terkait
Pihak-pihak yang terkait dalam prosedur akuntansi PendapatanLO dan Pendapatan-LRA dikelompokkan sebagai berikut:
a. Pihak yang terkait dengan penetapan Pendapatan-LO
- Kepala SKPD yang menerbitkan SKP-Daerah dan SKRD
- PPK-SKPD
- Pihak ketiga (WP/WR/pihak ketiga lainnya)
b. Pihak yang terkait dengan penetapan Pendapatan-LRA
- PPK-SKPD
- Bendahara Penerimaan
- BUD
2. Dokumen yang terkait
Dokumen yang terkait dalam prosedur akuntansi PendapatanLO
dan Pendapatan-LRA secara umum dikelompokkan sebagai
ber
ikut:
a. Dokumen penetapan Pendapatan-LO, antara lain:
- Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKP-Daerah)
- Surat Ketetapan Retr
ibusi Daerah (SKRD)
- Tanda Bukti Pener
imaan (TBP) dar
i Bendahara Pener
imaan
kepada
pihak
ketiga
(dalam
hal
Pendapatan-LO
diakui
bersamaan dengan penerimaan kas)
- Surat Tanda Setoran (STS) (dalam hal Pendapatan-LO diakui
bersamaan dengan penerimaan kas)
23
- Bukti
transfer/setor
(dalam
hal
Pendapatan-LO
diakui
bersamaan dengan penerimaan kas)
- Nota kredit bank (dalam hal Pendapatan-LO diakui bersamaan
dengan penerimaan kas)
- Bukti memor
ial
b. Dokumen penetapan Pendapatan-LRA
- TBP
- STS
- Bukti transfer/setor
- Nota kredit bank
- Bukti transaksi penerimaan kas lainnya
c. Dokumen penyetoran ke Kas Daerah oleh Bendahara Pener
imaan
- STS
- bukti transfer/ setor
3. Slstem dan prosedur akuntansi
Terkait
dengan penerapan basis
akrual,
terdapat
tiga
kondisi pengakuan Pendapatan-LO yang akan mempengaruhi sistem
dan prosedur akuntansi Pendapatan-LO. Ketiga kondisi tersebut
adalah Pendapatan-LO diakui sebelum pener
imaan kas, PendapatanLO diakui bersamaan dengan penerimaan kas, dan Pendapatan-LO
diakui setelah pener
imaan kas.
a. Pendapatan-LO diakui sebelum penerimaan kas
1) Pada
kondisi
ini,
diawali
pihak
PPK-SKPD
mener
ima
dokumen penetapan Pendapatan-LO dar
i Kepala SKPD yang
menerbitkan SKP- Daerah atau
Berdasar
dokumen
tersebut,
pihak
terkait
lainnya.
PPK- SKPD akan mencatat
pengakuan Pendapatan-LO dan Piutang.
2) WP/pihak ketiga lainnya melakukan pembayaran melalui
Bendahara
Pener
imaan,
dan
atas
pembayaran
tersebut,
24
Bendahara Pener
imaan menerbitkan TBP. Selanjutnya TBP
tersebut ditembuskan pada PPK-SKPD untuk membukukan
pengakuan Pendapatan-LRA, penambahan kas di Bendahara
Pener
imaan, dan pengurangan Piutang. Berdasar TBP tersebut,
Bendahara Pener
imaan membuat STS untuk menyetorkan
pener
imaan tersebut ke Kas Daerah. Selanjutnya STS tersebut
ditembuskan pada PPK-SKPD untuk membukukan R/K PPKD
dan pengurangan kas di Bendahara Pener
imaan.
3) Apabila WP/pihak ketiga lainnya melakukan pembayaran
langsung ke Kas Daerah, Kas Daerah akan menerbitkan bukti
transfer/setor untuk WP/ pihak ketiga dan nota kredit untuk
PPK-SKPD
untuk
membukukan
R/K
PPKD,
pengurangan
Piutang, dan pengakuan Pendapatan-LRA.
b. Pendapatan-LO diakui bersamaan dengan penerimaan kas
1) WP/WR/pihak
melalui
ketiga
Bendahara
lainnya
melakukan
Pener
imaan,
dan
atas
pembayaran
pembayaran
tersebut, Bendahara Penerimaan menerbitkan TBP. Selanjutnya
TBP
tersebut
ditembuskan
pada
membukukan penambahan kas di
pengakuan
Pendapatan-LO,
dan
PPK-SKPD
untuk
Bendahara Penerimaan,
pengakuan Pendapatan-LRA.
Berdasar TBP tersebut, Bendahara Penerimaan membuat STS
untuk
menyetorkan
Selanjutnya
SKPD
kas
STS
pener
imaan
tersebut
untuk membukukan
di
tersebut
ke
ditembuskan
R/K
PPKD
Kas
Daerah.
kepada
dan
PPK-
pengurangan
Bendahara Pener
imaan.
2) Apabila WP/WR/pihak ketiga lainnya melakukan pembayaran
langsung ke Kas Daerah, Kas Daerah akan menerbitkan bukti
transfer/setor untuk WP/WR/pihak ketiga dan
nota kredit
untuk PPK-SKPD untuk membukukan R/K PPKD, pengakuan
Pendapatan-LO, dan pengakuan Pendapatan-LRA.
25
c. Pendapatan-LO dlakui setelah penerlmaan kas
l) WP/pihak
ketiga lainnya
bendahara
penerimaan,
melakukan
dan
atas
pembayaran
pembayaran
melalui
tersebut,
bendahara pener
imaan menerbitkan TBP. Selanjutnya TBP
tersebut ditembuskan pada PPK-SKPD untuk membukukan
penambahan
kas
di
Bendahara
Pener
imaan,
pengakuan
Pendapatan-LRA, dan Pendapatan Diter
ima di Muka. Berdasar
TBP tersebut, Bendahara Pener
imaan membuat STS untuk
menyetorkan pener
imaan tersebut ke Kas Daerah. Selanjutnya
STS tersebut ditembuskan pada PPK-SKPD untuk membukukan
R/K PPKD dan pengurangan kas di Bendahara Pener
imaan.
2) Apabila WP/pihak
ketiga lainnya melakukan pembayaran
langsung ke Kas Daerah, Kas Daerah akan menerbitkan bukti
transfer/setor untuk WP/ pihak ketiga dan nota kredit untuk
PPK-SKPD. Berdasarkan bukti transfer/setor atau nota kredit
tersebut, PPK-SKPD membukukan R/K PPKD dan pengakuan
Pendapatan-LRA.
3) Terkait
dengan
pajak
pembayaran tersebut di
SKP-Daerah
Berdasarkan
daerah,
atas,
Kepala
dan ditembuskan
SKP-Daerah
bersamaan
dengan
SKPD
menerbitkan
kepada
PPK-SKPD.
tersebut, untuk setiap periode
pengakuan, PPK-SKPD membuat bukti memor
ial dan mencatat
pengakuan
Pendapatan-LO
dan
pengurangan Pendapatan
Diter
ima Dimuka.
Adapun dokumen yang digunakan sebagai dasar pengakuan
Pendapatan-LO dan Pendapatan-LRA untuk pendapatan pajak,
pendapatan retribusi, dan Iain-lain PAD yang sah diuraikan pada
tabel di bawah ini.
26
NO
JBNISPENDAPATAN
DOKUMEN
PENETAPAN
PENDAPATAN-LO
1
PajakDaerah
DOKUMEN
PENETAPAN
PENDAPATAN-
LRA
Surat Ketetapan Pajak
Daerah (SKP- D)
- TBP
2
Retr
ibusi Daerah
Surat
Ketetapan
Retr
ibusi Daerah
(SKRD)
- Bukti
transfer/setor
- Nota kredit
- TBP
Hasil PenjualanAset
DaerahyangTidak
Dipisahkan
Surat PerjanjianJual
Beli
4
Pener
imaan Jasa Giro
Rekening Koran
Rekening Koran
5
Pendapatan Bunga
Deposito
Sertif
ikat Deposito
Sertifikat Deposito
6
Tuntutan Ganti Kerugian
Surat
- STS
Daerah
Tanggung
3
7
Komisi, Potongan, dan
Selisih NilaiTukar
Rupiah
- Surat Tanda
Setoran(STS)
- TBP
Keterangan
Jawab
Mutlak(SKTJM)
- TBP
- SuratPerjanjian
- STS
Jual Beli (untuk
komisi dan
potongan}
- TBP
- Nilai kurs saat
transaksi
{published rate)
8
Pendapatan Denda atas
Keterlambatan
Pelaksanaan Pekerjaan
- Perjanjian/ kontrak
- STS
kerja sama
- Ber
ita Acara
- TBP
Penyelesaian
Pekerjaan
9 Pendapatan Denda
SKP-D
- Bukti
transfer/setor
Pajak
NO
JENISPENDAPATAN
DOKUMEN
PENETAPAN
PENDAPATAN-LO
DOKUMEN
PENETAPAN
PENDAPATAN-
LRA
- Nota kredit
- TBP
10
SKRD
Pendapatan Denda
- Bukti
Retribusi (denda
transfer/setor
administrasi)
- Notakredit
- TBP
11
Pendapatan Hasil
- Perjanjian/
EksekusiatasJaminan
- STS
kontrakkerja sama - TBP
- BeritaAcara
Penyelesaian
Pekerjaan
12
Pendapatan dari
Dokumen
- STS
Pengembalian
penetapan
- TBP
kelebihan bayar
13
Pendapatan dari
Surat perjanjian
- STS
- TBP
Penyelenggaraan
Pendidikan dan
Pelatihan
14
Pendapatan
dari
- STS
Angsuran/Cicilan
-
- TBP
Penjualan-LRA
15
16
Hasil dari Pemanfaatan Surat Perjanjian
- STS
Kekayaan Daerah
- TBP
Pendapatan Zakat
Surat Ketetapan
- STS
Zakat
- TBP
17 Pendapatan BLUD Laporan
Laporan
keuangan
keuangan
berkala
berkala
B. Akuntansi Beban dan Belanja
Berdasarkan PP
No.
71
Tahun
2010
dan
Permendagr
i
Nomor 64 Tahun 2013 dikenal istilah beban dan belanja. Perlakuan
akuntansi yang berbeda atas beban dan belanja merupakan implikasi
berlakunya basis akrual sebagaimana di atur dalam PP No. 71 Tahun
2010 dan Permendagri Nomor 64 Tahun 2013.
Akuntansi Beban pada lingkup SKPD melingkupi pengakuan,
pencatatan,
dan
pelaporan
beban
gaji
dan
tunjangan,
beban
honorarium/lembur/vakasi/tunjangan khusus dan beban pegawai
transito, beban kontribusi sosial, beban barang, beban jasa, beban
pemeliharaan, beban perjalanan dinas, dan beban murni akrual.
Beban kontr
ibusi sosial terdiri dar
i beban pensiun dan uang tunggu
PNS, beban pensiun dan uang tunggu pejabat negara, beban tunjangan
hari tua, iuran asuransi kesehatan PNS dan pejabat negara serta
penerima pensiun, serta cadangan perubahan sharing.
Beban
barang
terdiri
dar
i
beban
bahan
pakai
habis,
beban
bahan/mater
ial, beban pengir
iman surat dinas pos pusat, beban
cetak dan penggandaan, beban
makanan
dan minuman, beban
barang operasional lainnya, beban barang transito, dan beban barang
non operasional lainnya.
Beban jasa terdir
i dar
i beban langganan daya dan jasa, beban sewa
rumah/gedung/gudang/ parkir, beban sewa sarana mobilitas, beban
sewa alat berat, beban sewa perlengkapan dan peralatan kantor, beban
jasa konsultan, beban jasa profesi, dan beban jasa lainnya.
Beban
murni
akrual
digunakan
untuk
mencatat
beban-beban
murni akrual yang hanya digunakan pada LO dan tidak ada pada LRA
seperti beban penyusutan, beban penyisihan piutang tidak tertagih,
29
beban amortisasi, dan beban kerugian selisih kurs.
Pembahasan akuntansi beban dan belanja meliputi pihak yang
terkait, dokumen
yang
terkait
serta
sistem
dan
prosedur
akuntansi, yang akan dijelaskan di bawah ini.
1. Pihak yang terkait
Pihak-pihak yang terkait dalam prosedur akuntansi beban dan
belanja dikelompokan sebagai berikut:
a. Pihak yang terkait dengan penetapan beban
- PPTK
Pihak ketiga
- PPK-SKPD
Kepala Dinas yang berwenang
b. Pihak yang terkait dengan penetapan belanja
Pihak ketiga
Bendahara Pengeluaran
- PPK-SKPD
- BUD
2. Dokumen yang terkait
Dokumen yang terkait dalam prosedur akuntansi beban dan belanja
dikelompokkan sebagai berikut :
a. Dokumen pendapatan beban
1) SuratTagihan
2) Ber
ita Acara Penyelesaian Pekerjaan/Serah Terima Barang
3) Bukti Memorial
b. Dokumen penetapan belanja
1) SP2D GU/LS/Nihil
2) Nota Debet
30
3. Sistem dan prosedur akuntansi
Terkait dengan penggunaan basis akrual, terdapat tiga kondisi
pengakuan beban yang akan mempengaruhi sistem dan prosedur
akuntansi beban. Ketiga kondisi
sebelum
pengeluaran
kas,
tersebut adalah beban
beban
diakui
bersamaan
diakui
dengan
pengeluaran kas, dan beban diakui setelah pengeluaran kas.
a. Beban diakui sebelum pengeluaran kas
Pengeluaran kas di lingkungan SKPD umumnya melalui Bendahara
Pengeluaran, PPTK, atau langsung oleh BUD.
Penjelasan atas pengeluaran tersebut diuraikan di bawah ini.
1) Pengeluaran kas melalui Bendahara Pengeluaran
(a) Pada kondisi ini,
tembusan dokumen
diawali pihak PPK-SKPD mener
ima
penetapan beban
dari
Bendahara
Pengeluaran atau pihak terkait lainnya. Berdasar dokumen
tersebut, PPK-SKPD akan mencatat pengakuan Beban dan
Utang Beban.
(b) Apabila Bendahara Pengeluaran melakukan pembayaran
pada pihak ketiga, bukti pengeluaran tersebut ditembuskan
pada PPK- SKPD. Atas tembusan tersebut, PPK-SKPD akan
mencatat pengurangan Utang Beban dan pengurangan Kas
di Bendahara Pengeluaran.
(c) Setelah SP2D GU diterbitkan oleh BUD, PPK-SKPD
mencatat penambahan kas di Bendahara Pengeluaran, R/K
PPKD dan pengakuan Belanja.
2) Pengeluaran kas melalui BUD
(a) Pada kondisi ini, diawali pihak Bendahara Pengeluaran
menerima surat tagihan/dokumen penetapan beban dari
pihak ketiga dan menembuskannya pada PPK-SKPD.
Berdasar dokumen tersebut, PPK-SKPD akan mencatat
pengakuan Beban dan Utang Beban.
31
(b) Kemudian BUD menerbitkan SP2D-LS dan menembuskan
pada PPK-SKPD. Berdasar dokumen tersebut, PPK-SKPD
akan mencatat pengurangan Utang Beban, R/K PPKD, dan
pengakuan Belanja.
b. Beban dlakui bersamaan dengan pengeluaran kas
1) Pengeluaran kas melalui Bendahara Pengeluaran
(a) Pada kondisi ini,
dokumen
diawali pihak PPK-SKPD menerima
penetapan
Beban
(surat
tagihan,
rekenlng
listr
ik/telepon, atau lainnya) dari Bendahara Pengeluaran
atau pihak terkait lainnya. Berdasar dokumen tersebut,
Bendahara Pengeluaran melakukan pembayaran pada pihak
ketiga dan bukti pengeluaran tersebut ditembuskan
PPK-SKPD. PPK-SKPD akan mencatat Uang Muka
pada
dan
pengurangan kas pada Bendahara Pengeluaran. Setelah
bukti-bukti pengeluaran di atas disahkan oleh Pengguna
Anggaran, maka Beban diakui dan Uang Muka dikredit.
(b) Kemudian BUD menerbitkan SP2D-GU terkait pengeluaran
di atas dan
ditembuskan
pada
PPK-SKPD.
PPK-SKPD
akan mencatat
penambahan kas pada Bendahara Pengeluaran, R/K PPKD,
dan pengakuan Belanja.
2) Pengeluaran kas melalui BUD
Pada
kondisi
ini,
tagihan/dokumen
diawali
pihak
penetapan
BUD
beban
menerima
dari
surat
Bendahara
Pengeluaran dengan tembusan kepada PPK-SKPD. Kemudian
BUD menerbitkan SP2D-LS dan menembuskannya pada PPKSKPD. Berdasar dokumen tersebut, PPK- SKPD akan mencatat
pengakuan Beban, R/K PPKD, dan Belanja.
3)
Pengeluaran kas r
aelalui PPTK
Pada praktiknya, terkadang terjadi pember
ian uang panjar
kegiatan kepada PPTK dari Bendahara Pengeluaran. Adapun
sistem dan prosedur akuntansi terkait dengan pengeluaran kas
melalui PPTK diuraikan di bawah ini.
(a) Kondisi
ini
diawali
Bendahara Pengeluaran
tersebut
dengan
kepada
pengeluaran
PPTK.
kas
Bukti
dar
i
panjar
ditembuskan pada PPK-SKPD dan berdasar
dokumen tersebut PPK-SKPD mencatat
Panjar
Kegiatan
dan pengurangan Kas pada Bendahara Pengeluaran.
(b) Kemudian PPTK mempertanggungjawabkan penggunaan
uang panjar kegiatan tersebut pada Bendahara Pengeluaran
dan bukti pertanggungjawaban tersebut ditembuskan pada
PPK-SKPD. Selanjutnya PPK-SKPD mencatat Uang Muka dan
pengurangan Panjar Kegiatan serta mencatat penambahan
Kas pada Bendahara Pengeluaran apabila masih ada sisa
uang panjar kegiatan.
(c) Setelah bukt
i-bukti pengeluaran di atas disahkan oleh
Pengguna Anggaran, maka PPK-SKPD akan mengakui Beban
dan mengkredit Uang Muka. Selanjutnya, apabila bukti-bukti
tersebut disahkan oleh BUD maka BUD akan menerbitkan
SP2D GU dan menembuskannya kepada PPK-SKPD. PPKSKPD akan mencatat pengakuan Belanja, penambahan Kas
pada Bendahara Pengeluaran, dan R/K PPKD.
c. Beban diakul setelah pengeluar
an kas
1) Pengeluaran kas melalui Bendahara Pengeluaran
(a) Pada kondisi ini, diawali pengeluaran kas oleh Bendahara
Pengeluaran dan bukti pengeluaran tersebut ditembuskan
pada PPK-SKPD. PPK-SKPD akan mencatat Beban Dibayar
33
Dimuka, dan pengurangan kas di Bendahara Pengeluaran.
(b) Selanjutnya BUD akan menerbitkan SP2D-GU terkait
pengeluaran kas di atas dan ditembuskan pada PPK-SKPD.
Berdasar
SP2D
pengakuan
tersebut,
Belanja,
PPK-SKPD
penambahan
kas
akan
di
mencatat
Bendahara
Pengeluaran, dan R/K PPKD.
(c) Pada
setiap akhir per
iode yang ditetapkan,
berdasar
bukti memorial yang dibuat, PPK-SKPD akan mencatat
pengakuan Beban dan pengurangan Beban Dibayar Dimuka.
2) Pengeluaran kas melalui BUD
(a) Pada kondisi ini, diawali dengan penerbitan SP2D-LS oleh
BUD dan ditembuskan pada PPK-SKPD. PPK-SKPD akan
mencatat
Beban
Dibayar
Dimuka,
R/K
PPKD,
dan
pengakuan Belanja.
(b) Pada
setiap
akhir
periode
yang ditetapkan, berdasar
bukti memor
ial yang dibuat, PPK-SKPD akan mencatat
pengakuan Beban dan pengurangan Beban Dibayar Dimuka.
Dokumen yang digunakan sebagai dasar pengakuan Belanja
adalah SP2D GU, LS, ataupun Nihil, sedangkan dokumen yang
digunakan untuk mengakui Beban diuraikan pada tabel di bawah
ini.
34
NO
JENIS BBBAN
DOKUMENPBNETAPAN
BBBAN
1
Beban gaji dan tunjangan
Daftar gaji dan tunjangan
2
Beban
Daf
tar
honorar
ium/lembur/vakasi/
honorarium/lembur/vakasi/
tunjangan khusus & beban
tunjangan khusus 8s beban
pegawai transito
pegawai transito
Beban pensiun dan
Daftar pensiun dan uang
uang tunggu PNS dan
tunggu PNS dan pejabat
pejabat negara
negara
4
Beban tunjangan hari tua
Daftar tunjangan hari tua
5
Iuran asuransi kesehatan
Daftar iuran asuransi
PNS dan pejabat negara
kesehatan PNS dan pejabat
serta pener
ima pensiun
negara serta penerima
3
pensiun
6
Beban bahan pakai habis
Invoice/Kuitansi/Bukti
Memorial
7
Beban bahan/mater
ial
Invoice/Kuitansi/ Bukti
Memorial
8
Beban pengiriman surat
Bukti Memor
ial/Kuitansi
dinas pos pusat
9
Beban cetak
Bukti Memor
ial/Kuitansi
dan
10
Beban makanan dan
Bukti Memor
ial/Kuitansi
11
Beban barang
Bukti Memor
ial/Kuitansi
operasional lainnya
12
Beban barangtransito
Bukti Memor
ial/Kuitansi
dan beban barangnon
operasional lainnya
Beban langganan daya
13
Surat tagihan
danjasa
35
DOKUMEN PENETAPAN
JENISBBBAN
NO
BBBAN
14
Suratperjanjian sewa
Beban sewa
rumah/gedung/ gudang/
parkir, sarana mobilitas,
alatberat, perlengkapan
dan peralatan kantor
15
Surat perjanjian/kontrak
Bebanjasa konsultan,
jasa profesi, danjasa
16
Beban penyusutan
Bukti memor
ial
17
Beban penyisihan
Bukti memor
ial
piutangtidak ter
tagih
18
Beban amortisasi
Bukti memor
ial
19
Beban deplesi
Bukti memor
ial
ial
Beban kerugian selisih kurs Bukti memor
20
C. Akuntansi Piutang
Piutang daerah adalah jumlah uang yang wajib dibayar kepada
pemer
intah daerah dan/atau hak pemerintah daerah yang dapat dinilai
dengan uang sebagai akibat perjanjian atau akibat lainnya berdasarkan
peraturan perundang-undangan
Prosedur
pelaporan
atau
akibat
lainnya
yang
sah.
akuntansi piutang pada SKPD meliputi pencatatan dan
akuntansi
atas transaksi-transaksi yang mengakibatkan
penambahan maupun pengurangan nilai piutang.
Penambahan saldo piutang umumnya disebabkan adanya transaksi
dimana hak pemerintah daerah atas suatu pendapatan sudah dapat
diakui namun kas belum diterima. Pengurangan atas saldo piutang
umumnya disebabkan adanya kas masuk atas pendapatan yang telah
diakui atau
adanya penghapusan piutang tak tertagih.
Kecuali
36
penghapusan piutang tak tertagih, sistem dan prosedur akuntansi atas
penambahan dan pengurangan piutang telah dibahas dalam sistem dan
prosedur akuntansi Pendapatan-LO dan Pendapatan-LRA.
Pada praktiknya, tidak semua piutang dapat tertagih. Sistem dan
prosedur akuntansi atas piutang yang tidak dapat ditagih akan
diuraikan sebagai berikut:
1. Pihak yang terkait a. Kepala Daerah b. PPK-SKPD
2. Dokumen yang terkait
a. Piutang Sementara Belum Dapat Ditagih (PSBDT)
b. Bukti Memorial
3. Sistem dan prosedur akuntansi
Terdapat dua metode penghapusan piutang yang mempengaruhi
sistem dan prosedur akuntansi penghapusan piutang, yaitu metode
langsung dan tidak langsung. Masing-masing tersebut akan dijelaskan
di bawah ini.
a. Metode Langsung
Berdasar buku piutang, PPK-SKPD membuat bukti memorial
atas jumlah piutang yang tak tertagih. Setelah mendapatkan
tembusan
pengakuan
PSDBT
Beban
dari Kepala Daerah, PPK-SKPD mencatat
Penyisihan
Piutang
Tidak
Tertagih
dan
pengurangan Piutang.
b. Metode Tidak Langsung
Berdasar buku piutang, PPK-SKPD membuat bukti memorial atas
jumlah piutang yang tak tertagih. Berdasar bukti memorial
tersebut, PPK-SKPD mencatat pengakuan Beban Penyisihan Piutang
Tidak Tertagih dan pembentukan
Penyisihan Piutang Tidak
Tertagih. Setelah mendapatkan tembusan PSDBT dari kepala
daerah, PPK-SKPD mencatat pengurangan Penyisihan Piutang Tidak
Tertagih dan pengurangan Piutang.
D. Akuntansi Persediaan
Akuntansi Persediaan pada SKPD meliputi pencatatan dan pelaporan
atas transaksi-transaksi yang terkait dengan Persediaan. Terdapat dua
metode yang mempengaruhi
sistem
dan
prosedur
akuntansi
persediaan, yaitu metode periodik dan perpetual. Penjelasan sistem dan
prosedur akuntansi masing- masing metode tersebut, diuraikan dibawah
ini:
1. Pihak yang terkait
a. PPK-SKPD
b. Bendahara Pengeluaran
c. BUD
d. Bagian Pener
imaan Barang/Gudang
2. Dokumen yang terkait
a. SP2DGU/LS
b. Bukti Pembayaran
c. Bukti Memor
ial
d. Ber
ita Acara Hasil Opname Fisik Persediaan
3. Sistem dan prosedur akuntansi
a. Metode Per
iodik
a) Pada awal tahun, berdasar Bukti Memorial, PPK-SKPD
mencatat pengakuan Beban Persediaan dan pengurangan
Persediaan atas persediaan awal pada neraca.
b) Berdasarkan
tembusan
SP2D
dar
i
BUD/Invoice, PPK-
SKPD akan mencatat pengakuan Beban Persediaan dan R/K
PPKD/ pengakuan Utang.
tersebut,
PPK-SKPD juga
Berdasarkan
tembusan
SP2D
akan mencatat Belanja Bahan
Habis Pakai.
c) Pemakaian persediaan pada periode berjalan tidak dibukukan.
d) Pada akhir tahun, berdasarkan tembusan ber
ita acara hasil
opname fisik persediaan dar
i bagian gudang, PPK-SKPD akan
38
melakukan pencatatan Persediaan (akhir) dan pengurangan
Beban Persediaan.
b.
Metode Prepetual
a) Berdasarkan tembusan SP2D dar
i BUD atas pembelian
barang persediaan, PPK-SKPD akan mencatat Belanja Bahan
Habis Pakai
b) Berdasarkan
SKPD
tembusan
SP2D
dari
BUD/Invoice,
PPK-
akan mencatat Persediaan dan R/K PPKD/ pengakuan
Piutang.
c) Berdasarkan
bukti
memor
ial,
pada
saat
penggunaan/
pemakaian persediaan, PPK-SKPD akan mencatat pengakuan
Beban Persediaan dan pengurangan Persediaan.
d) Persediaan akhir
merupakan
saldo Persediaan awal +
pembelian - pemakaian Persediaan selama tahun berjalan.
E. Sistem dan Prosedur Akuntansi Aset Tetap
Pada bagian ini, yang dibahas adalah akuntansi Aset Tetap, sedangkan
pembahasan atas aset lancar telah dibahas pada bagian pendapatan dan
piutang. Prosedur akuntansi Aset Tetap pada SKPD meliputi pencatatan
dan pelaporan akuntansi atas transaksi-transaksi yang mengakibatkan
penambahan maupun pengurangan nilai aset tetap yang dimiliki SKPD.
Transaksi-transaksi dalam akuntansi aset tetap dikelompok menjadi
dua, yaitu :
1. Penambahan nilai aset tetap berasal dari perolehan aset tetap
melalui belanja modal, perolehan aset tetap dar
i bantuan, hibah,
atau donasi, revaluasi aset dar
i hasil kegiatan sensus barang, dan
lain sebagainya.
2. Pengurangan nilai aset tetap terjadi karena pelepasan aset
(penjualan dan hibah aset tetap kepada pihak ketiga), penghapusan,
dan penyusutan.
Sistem dan prosedur akuntansi penambahan dan pengurangan nilai aset
39
tetap meliputi:
1.Pihak yang terkait
a. PPK-SKPD
b. Bendahara Pengeluaran
c. BUD
d. Penyedia Barang/Jasa
e. Panitia/Pejabat Pener
ima Hasil Pekerjaan
2. Dokumen yang terkait
a. Ber
ita Acara Penerimaan Barang
b. Berita Acara Serah Terima Barang
c. Bukti Memor
ial
d. Ber
ita Acara Sensus Barang
e. Ber
ita Acara Penjualan
f. Bukti Pembayaran
g. STS
3. Sistem dan prosedur akuntansi
Pembahasan tentang sistem dan prosedur akuntansi atas aset tetap
dibagi menjadi dua kelompok yaitu: sistem dan prosedur penambahan
nilai aset tetap serta sistem dan prosedur akuntansi pengurangan
nilai aset tetap.
a. Penambahan nilai aset
1) Berdasarkan tembusan SP2D yang diterbitkan BUD untuk
membayar penyelesaian pekerjaan pengadaan aset tetap kepada
pihak ketiga, PPK-SKPD akan mencatat pengakuan Belanja
Modal untuk perolehan aset tetap.
2) Kemudian berdasarkan tembusan bukti transaksi berupa Ber
ita
Acara Penerimaan Barang, PPK-SKPD akan mencatat pengakuan
penambahan nilai Aset Tetap dan R/K PPKD.
b. Pengurangan nilai aset
Sistem dan prosedur akuntansi pengurangan nilai aset yang
40
diuraikan di bawah ini membahas akuntansi pengurangan nilai
aset karena adanya penjualan aset tetap. Sistem dan Prosedur
Penyusutan aset Tetap akan dibahas pada bagian ber
ikutnya.
1) Berdasar
tembusan
bukti
pembayaran
dar
i
Bendahara
Pener
imaan, tembusan dokumen pelepasan barang
(contoh:
Berita Acara Penjualan, PPK-SKPD akan mencatat pengakuan
pengurangan nilai Aset Tetap, pengurangan nilai Akumulasi
Penyusutan Aset Tetap, penambahan
Kas
di
Bendahara
Penerimaan dan Surplus/Def
isit Penjualan Aset.
2) Berdasar
dokumen/bukti
pembayaran
dari
Bendahara
Penerimaan, PPK-SKPD mencatat pengakuan Hasil Penjualan
Aset Daerah yang Tidak Dipisahkan-LRA. Setelah Bendahara
Penerimaan menyetorkan penerimaan kas tersebut ke BUD,
Bendahara Penerimaan akan menembuskan STS pada PPKSKPD.
Berdasarkan
tembusan
tersebut, PPK-SKPD
akan
mencatat R/K PPKD dan pengurangan kas di Bendahara
Penerimaan.
F. Sistem dan Prosedur Akuntansi Kew^jiban
Sistem
dan
prosedur
meliputi pencatatan
transaksi
akuntansi
dan
kewajiban/utang
pelaporan
akuntansi
pada
atas
SKPD
transaksi-
yang menimbulkan Utang Jangka Pendek bagi SKPD.
Penambahan saldo Utang Jangka Pendek pada SKPD dapat timbul
akibat beban yang belum dibayar atau perpindahan status dar
i
pinjaman jangka panjang menjadi pinjaman jangka pendek, sedangkan
pengurangan atas saldo Utang Jangka Pendek disebabkan adanya kas
keluar untuk pelunasan utang. Pembahasan tentang sistem dan
prosedur akuntansi atas penambahan dan pengurangan Utang Jangka
Pendek telah dibahas dalam sistem dan prosedur akuntansi Beban dan
Belanja.
G. Sistem dan Prosedur Akuntansi Bkuitas
Sistem dan prosedur akuntansi Ekuitas biasanya terkait dengan jurnal
penutup
pada
akhir
tahun,
baik
untuk
menutup
akun-akun
Pendapatan-LO dan Beban, maupun untuk menutup akun-akun
Pendapatan-LRA dan Belanja. Selain itu, Nilai Ekuitas juga bisa
berubah apabila terdapat koreksi kesalahan yang terjadi pada periodeper
iode
sebelumnya, yang laporan keuangannya sudah diterbitkan.
Dokumen yang dipakai untuk membuat jurnal penutup maupun untuk
melakukan koreksi adalah Bukti Memorial.
H.
Sistem dan Prosedur Akuntansi Penyesuaian dan Koreksi
Prosedur pencatatan jurnal penyesuaian dan koreksi pada SKPD
merupakan pencatatan akuntansi yang berkaitan dengan semua
transaksi atau kejadian yang bersifat penyesuaian dan koreksi atas
akun-akun
terkait.
Penyesuaian tersebut meliputi penyesuaian
Persediaan dan Penyusutan Aset Tetap.
Sistem dan prosedur akuntansi penyesuaian dan koreksi meliputi:
1. Pihak yang terkait
a. PPK-SKPD
2. Dokumen yang terkait
a. Bukti Memorial
b. Bukti-bukti transaksi
3. Sistem dan prosedur akuntansi
a. Penyesuaian Persediaan
Pada setiap akhir periode sebelum menyusun laporan keuangan,
secara rutin biasanya akan dilakukan stock opnarne untuk
mengetahui
sisa
persediaan
yang
dimiliki.
Apabila
SKPD
melakukan transaksi persediaan dengan menggunakan metode
periodik, maka berdasarkan berita acara stock opname tersebut,
42
PPK-SKPD akan mengakui
Persediaan (akhir) dan mengurangi
Beban Persediaan.
b. Penyusutan Aset Tetap
Selain Tanah dan Konstruksi dalam Pengerjaan, seluruh Aset
Tetap
SKPD
dapat
disusutkan
sesuai
dengan
sifat
dan
karakter
istik aset tersebut. Jurnal penyusutan Aset Tetap ini
dibuat pada akhir tahun.
Berdasar bukti memorial, setiap
akhir tahun PPK-SKPD akan mencatat penambahan Beban
Penyusutan Aset Tetap dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap.
c. Koreksi Kesalahan Pencatatan
Koreksi merupakan tindakan pembetulan secara akuntansi agar
akun/pos yang tersaji dalam laporan keuangan entitas menjadi
sesuai dengan yang seharusnya. Ditinjau dari sifat kejadiannya,
sistem dan prosedur akuntansi untuk
koreksi
kesalahan
dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu sistem dan prosedur
akuntansi
untuk
kesalahan
yang
berulang/sistemik
serta
kesalahan yang tidak berulang.
1) Koreksi Kesalahan yang Berulang dan Sistemik
Jurnal koreksi tidak perlu dibuat untuk kesalahan jenis ini,
akan tetapi berdasarkan bukti pengeluaran/penerimaan Kas
untuk mengembalikan kelebihan/kekurangan pendapatan, PPKSKPD akan mengurangi/menambah Pendapatan-LRA maupun
Pendapatan-LO yang bersangkutan.
2) Koreksi Kesalahan yang Tidak Berulang
Sistem dan prosedur akuntansi atas koreksi kesalahan yang
tidak berulang dibagi dalam dua kelompok, yaitu koreksi
atas kesalahan yang terjadi pada periode berjalan dan koreksi
atas kesalahan yang terjadi pada periode-periode sebelumnya.
a. Koreksi Kesalahan yang Tidak Berulang pada Per
iode Berjalan
Berdasar bukti memor
ial yang telah diotorisasi,
PPK-
43
SKPD
akan
membuat
koreksi
bersangkutan dalam periode berjalan,
Pendapatan-LRA
atau
Pendapatan-LO
atau
mempengaruhi
posisi
akun
pada
akun yang
baik
pada akun
Belanja, maupun akun
akun
Beban.
kas,
Apabila
pencatatan
tidak
pembetulan
hanya dilakukan pada akun-akun neraca terkait, pada
per
iode kesalahan ditemukan.
b. Koreksi Kesalahan yang Tidak Berulang pada PeriodePer
iode Sebelumnya
Apabila kesalahan ditemukan sebelum laporan keuangan
diterbitkan, maka berdasarkan bukti memorial PPK-SKPD
akan melakukan koreksi dengan melaksanakan prosedur
koreksi sebagaimana koreksi kesalahan yang tidak berulang
pada periode berjalan.
Jika
kesalahan
ditemukan
setelah laporan keuangan
diterbitkan, berdasar bukti memorial PPK-SKPD melakukan
koreksi dengan prosedur sebagai berikut:
Koreksi
posisi
kesalahan
yang
tidak
mempengaruhi
Kas, pembetulan dilakukan pada akun-akun
neraca terkait, pada periode kesalahan ditemukan.
Kesalahan atas kelebihan pengeluaran Belanja/Beban
sehingga
mengakibatkan
pener
imaan
kembali
Belanja/Beban dan menambah posisi Kas, pembetulan
dilakukan pada akun Pendapatan Lain-lain-LRA dan
Pendapatan Lain-lain-LO.
-
Kesalahan atas kekurangan pengeluaran Belanja/Beban
sehingga
mengakibatkan penambahan Belanja/Beban
dan mengurangi posisi Kas, pembetulan dilakukan pada
akun Saldo Anggaran Lebih (SAL) atau akun Ekuitas.
Koreksi
kesalahan
atas
pener
imaan
Pendapatan-
44
LRA/Pendapatan-LO
yang
menambah
maupun
mengurangi posisi Kas, dilakukan dengan pembetulan
pada akun
Kas dan akun
Saldo Anggaran
Lebih
(SAL)/akun Ekuitas.
Koreksi kesalahan atas penerimaan
atau pengeluaran
pembiayaan yang menambah maupun mengurangi posisi
Kas, pembetulan dilakukan pada akun Kas dan akun
Saldo Anggaran Lebih (SAL).
Koreksi kesalahan atas perolehan aset selain
Kas
yang menambah atau mengurangi posisi Kas, dilakukan
dengan pembetulan pada akun Kas dan akun aset
bersangkutan.
Koreksi
kesalahan atas pencatatan kewajiban yang
menambah maupun mengurangi posisi Kas, dilakukan
dengan pembetulan
pada
akun
Kas
dan
akun
Kewajiban bersangkutan.
45
BAB HI
SISTEM AKUNTANSI
PEJABAT PENGELOLA KBUANGAN DAERAH (PPKD)
Sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya,
Akuntansi
PPKD adalah
Sistem
sistem akuntansi yang diselenggarakan oleh
Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) yang mencatat transaksi atas
Pendapatan,
Belanja
Tidak
Langsung,
dan
Pembiayaan.
Transaksi
Pendapatan yang dicatat adalah Pendapatan Transfer dan Lain-Lain
Pendapatan Daerah yang Sah, sedangkan transaksi Belanja yang dicatat
adalah Belanja Tidak Langsung yang terdiri
dari
Belanja Bunga,
Subsidi, Hibah, Bantuan Sosial, Bagi Hasil, dan Belanja Tidak Terduga.
PPKD sebagai BUD juga menyelenggarakan transaksi Kas Daerah.
Akuntansi keuangan yang diselenggarakan oleh PPKD meliputi:
a. Pencatatan Anggaran pada PPKD
b. Akuntansi Pendapatan-LO dan Pendapatan-LRA
c. Akuntansi Beban, Belanja, dan Transfer
d. Akuntansi Penerimaan Pembiayaan
e. Akuntansi Pengeluaran Pembiayaan
f. Akuntansi Aset dan Kewajiban
g. Akuntansi Koreksi
Peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai jenis-jenis
transaksi yang terjadi pada PPKD antara lain:
@
Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 123A ayat (3), yang
menyatakan bahwa DPA PPKD digunakan untuk menampung: a)
pendapatan yang berasal dari dana per
imbangan dan pendapatan hibah;
b) belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial,
46
belanja bagi hasil, belanja bantuan keuangan, dan belanja tidak
terduga; dan c) Pener
imaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan
daerah;
@ Permendagr
i Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pember
ian
Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dar
i APBD pasal 12 yang
menyebutkan
bahwa pelaksanaan anggaran hibah berupa uang
berdasarkan atas DPA-PPKD dan pasal
bantuan sosial berupa uang
29
ayat
(1)
menyatakan
dicantumkan dalam RKA-PPKD;
@ Permendagr
i Nomor 62 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan
Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang menyatakan bahwa PPKD
Provinsi melaksanakan anggaran BOS berdasarkan DPA-PPKD Provinsi;
@ Peraturan
Menter
i
Keuangan
165/PMK.07/2012 tentang
Republik
Pengalokasian
Indonesia
Anggaran
Nomor
Transfer
ke
Daerah, yang menyatakan bahwa Transfer ke Daerah adalah dana
yang bersumber dari APBN yang dialokasikan kepada daerah dalam
rangka pelaksanaan desentralisasi yang terdiri dar
i Dana Per
imbangan,
Dana Otonomi Khusus, dan Dana Penyesuaian.
A.
Akuntansi Pendapatan-LO dan Pendapatan-LRA
Pendapatan yang dikelola PPKD provinsi/kabupaten/kota adalah
pendapatan yang
pemer
intah
pusat
berasal
dar
i
dana
transfer,
baik
dar
i
maupun pemerintah provinsi, yang ditetapkan
berdasarkan peraturan perundang- undangan tentang alokasi dana
tersebut. Selain Pendapatan Transfer, PPKD juga mengelola Lain-lain
Pendapatan yang Sah dan pendapatan yang dihasilkan dar
i dana
transfer yang disimpan pada Kas Daerah berupa Jasa Giro atau Bunga.
Pendapatan yang dikelola PPKD meliputi:
1. Pendapatan transfer dar
i pemer
intah pusat, yaitu:
a. Dana Perimbangan, berupa Pendapatan Dana Bagi Hasil Pajak,
Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (Kehutanan, Per
tambangan
Umum, Per
ikanan, Migas, dan Panas Bumi), Dana Alokasi
47
Umum, dan Dana Alokasi Khusus.
b. Dana
Otonomi
Papua,
Khusus,
berupa
Dana
Otonomi
Khusus
Dana Otonomi Khusus Papua Barat, Dana Otonomi
Khusus Aceh, Dana Infrastruktur Otsus Papua, dan Dana
Infrastruktur Otsus Papua Barat.
c. Dana Penyesuaian, berupa Tunjangan Profesi Guru Pegawai
Negeri Sipil Daerah,
Pegawai
Negeri
Dana
Tambahan
Penghasilan
Guru
Sipil Daerah, Bantuan Operasional Sekolah,
dan Dana Insentif Daerah.
2. Pendapatan
transfer
dar
i
pemer
intah
provinsi
untuk
kabupaten/kota yaitu Pendapatan Bagi Hasil Pajak Provinsi, dan
Pendapatan Dana Otonomi Khusus.
3. Lain-lain Pendapatan yang Sah, yaitu:
a. Pendapatan
Hibah, yang dapat diterima dari pemerintah,
pemerintah daerah lainnya, badan/lembaga/organisasi swasta
dalam negeri, kelompok masyarakat/perorangan, dan lembaga
luar neger
i yang tidak mengikat dalam bentuk uang maupun
barang (jika dalam kebijakan pengelolaan keuangan daerah
menyatakan bahwa pendapatan hibah tidak dikelola oleh SKPD);
b. Pendapatan
Dana
Darurat
(dari
pemerintah)
dalam
rangka penanggulangan korban/kerusakan akibat bencana alam.
c. Pendapatan Lainnya, yaitu pendapatan yang tidak termasuk
dalam kelompok pendapatan sebagaimana di atas.
Pembahasan akuntansi pendapatan meliputi pihak yang terkait,
dokumen yang terkait, serta sistem dan prosedur akuntansi akan
dijelaskan ber
ikut ini.
1. Pihak yang terkait
Pihak-pihak yang terkait dalam prosedur akuntansi pendapatan pada
PPKD secara umum antara lain:
48
a. Kementer
ian Keuangan
b. PPKD
c. BUD
d. Pungsi Akuntansi PPKD
e. Bank Kas Daerah.
Untuk Pendapatan Hibah melibatkan juga:
a. Pemerintah daerah lain, dan
b. Pihak pemberi hibah selain pemerintah.
2. Dokumen terkait
Dokumen-dokumen yang terkait dengan Transfer dari pemerintah
pusat ke pemerintah provinsi/kabupaten/kota, antara lain:
a. DAU : Peraturan Presiden RI Tentang Dana Alokasi Umum
Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota (yang diterbitkan tiap
tahun).
b. DAK : Peraturan Menteri Keuangan tentang Pedoman Umum dan
Alokasi Dana Alokasi Khusus (yang diterbitkan tiap tahun).
c. Dana Bagi Hasil :
- Peraturan
Menteri
Keuangan
tentang Bagi
Hasil
Pajak
Penghasilan(yang diterbitkan tiap tahun).
- Peraturan Menteri Keuangan tentang Perkiraan Alokasi Dana
Bagi Hasil Sumber Daya Alam (Pertambangan Umum, Migas,
Kehutanan, dan Cukai yang diterbitkan tiap tahun).
- Peraturan Menteri Keuangan tentang Alokasi Kurang Bayar
Dana Bagi Hasil (yang diterbitkan tiap tahun).
d. Dana Otonomi Khusus
Peraturan Menteri Keuangan tentang Alokasi Dana Otonomi
Khusus ke Provinsi (yang diterbitkan tiap tahun).
e. Dana Penyesuaian:
- Peraturan Menteri Keuangan tentang Tunjangan Profesi Guru
49
Pegawai Negeri Sipil Daerah (yang diterbitkan tiap tahun);
Peraturan Menteri Keuangan
tentang
Dana
Tambahan
Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah.
- Peraturan
Menteri
Keuangan
tentang
Alokasi
Dana
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) (untuk provinsi) yang
diterbitkan tiap tahun, Peraturan Kepala Daerah tentang Satuan
Pendidikan Dasar Penerima Dana BOS (untuk kabupaten/kota),
Rekening Koran Bank Satuan Pendidikan Dasar Penerima Hibah
BOS dari provinsi.
- Peraturan Menteri Keuangan tentang Alokasi Dana Insentif
Daerah (yang diterbitkan tiap tahun).
Dokumen-dokumen
yang
terkait
dengan
Lain-lain
Pendapatan
yang Sah, antara lain:
a.
Dana Hibah:
- Naskah Perjanjian Hibah Daerah (antara pemerintah daerah
dengan pemerintah pusat/pemerintah daerah lainnya/pihak
selain pemerintah).
- Naskah Perjanjian Penerusan
Hibah (antara pemerintah
pusat dengan pemerintah daerah atas hibah yang sumber
dananya dari hibah luar negeri).
- Dokumen-dokumen
lain
yang
dipersyaratkan
untuk
permintaan pencairan dana hibah dari pemerintah, antara lain
Surat
Permintaan
Penyaluran
Hibah,
Surat
Pernyataan
Tanggung Jawab Mutlak, Rencana Penggunaan Hibah, salinan
DPA-SKPD, salinan SPM yang disampaikan oleh SKPD kepada
BUD, salinan rekening koran, Laporan Kemajuan Pelaksanaan
Kegiatan, salinan SP2D yang disahkan oleh BUD untuk
pembayaran hibah tahap sebelumnya, Laporan Penggunaan
Hibah, Laporan Penggunaan Dana Pendamping untuk tahap
50
sebelumnya.
- Ber
ita Acara Serah Terima Barang yang dihibahkan.
b. Dana Darurat : Keputusan Menter
i Keuangan tentang Alokasi
Dana Darurat
Dokumen lainnya yang terkait dengan Pendapatan Transfer dan Lainlain Pendapatan yang Sah, antara lain Nota kredit dar
i Bank Kas
Daerah atas Rekening Koran dar
i Bank Kas Daerah.
Dokumen-dokumen yang terkait dengan Transfer dar
i pemer
intah
provinsi ke pemerintah kabupaten/kota ini antara lain:
a. Dana Bagi Hasil Provinsi : Peraturan Gubernur tentang penetapan
alokasi Bagi Hasil Pajak provinsi ke kabupaten/kota (yang
diterbitkan tiap tahun);
b. Dana Otonomi Khusus ke kabupaten/kota: Peraturan Gubernur
tentang alokasi Dana Otonomi Khusus kepada kabupaten/kota
(yang diterbitkan tiap tahun);
c. Nota kredit dar
i Bank Kas Daerah pemer
intah kabupaten.
3. Slstem dan prosedur akuntansi
Dalam peraturan perundang-undangan tentang alokasi dana transfer,
baik oleh
pemer
intah pusat maupun pemer
intah daerah
telah
dinyatakan dengan jelas entitas pener
ima dana, jumlah
dana
yang akan diber
ikan, waktu penyalurannya, dan hal-hal lain terkait
jika terjadi kekurangan atau kelebihan penyaluran dana. Berdasarkan
hal tersebut, maka Pendapatan Transfer-LO pada PPKD, seluruhnya
dapat
diakui
sebelum
penerimaan
kas,
yaitu
saat
diterbitkan/ditetapkannya dokumen peraturan perundang- undangan
atas
alokasi
dana
transfer
dokumen tersebut oleh PPKD.
tersebut
atau
saat
diter
imanya
Otonomi Khusus ke provinsi, sedangkan PPKD pemerintah
kabupaten/kota mengakui Pendapatan-LO ini saat terbitnya
Peraturan Gubernur tentang alokasi Dana Otonomi Khusus
kepada kabupaten/kota.
f. Pendapatan Hibah
Pendapatan-LO
ini
diakui
PPKD
pemer
intah
provinsi/
kabupaten/kota saat disepakatinya Naskah Perjanjian Hibah
Daerah
ataupun
Naskah Perjanjian Penerusan Hibah. Jika
Hibah dalam bentuk barang diter
ima sebelum adanya
Naskah
Perjanjian Hibah Daerah, maka Pendapatan Hibah-LO diakui
berdasarkan
tanggal
Ber
ita Acara
Serah Ter
ima
Barang.
Pendapatan Hibah dalam bentuk barang dinilai berdasarkan
harga wajar pada tanggal pengakuan.
g. Pendapatan Dana Darurat
Pendapatan-LO
ini
diakui
PPKD
pemer
intah
provinsi/
kabupaten/kota saat terbitnya Keputusan Menteri Keuangan
tentang Alokasi Dana Darurat.
Prosedur akuntansi atas pencatatan Pendapatan Transfer adalah
sebagai ber
ikut:
a. Fungsi Akuntansi PPKD mencatat Pendapatan Transfer-LO dan
Piutang Transfer saat ditetapkan/diterimanya dokumen peraturan
perundang- undangan atas alokasi dana transfer.
b. Saat dana tersebut ditransfer dar
i Kas Negara/Kas Daerah
Provinsi dan diter
ima oleh Kas Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota,
maka Bank Kas Daerah membuat Nota Kredit atas pener
imaan
tersebut dan disampaikan kepada Fungsi Akuntansi PPKD.
c. Berdasar
akuntansi
Nota
Kredit
dar
i
Bank
Kas
Daerah,
Fungsi
PPKD membukukan penambahan Kas Daerah dan
pengurangan Piutang Transfer. Bersamaan dengan itu, Fungsi
Akuntansi PPKD membukukan Pendapatan Transfer-LRA.
53
B.
Akuntansi Beban, Belanja, dan Tr
ansf
er
Akuntansi Beban pada lingkup PPKD dilakukan untuk mengakui,
mencatat, dan melaporkan Beban Bunga, Beban Subsidi, Beban Hibah,
Beban Bantuan Sosial, Beban Transfer (termasuk Transfer Bantuan
Keuangan), dan Beban Luar Biasa.
Akuntansi Belanja pada lingkup PPKD dilakukan untuk mengakui,
mencatat, dan melaporkan Belanja Bunga, Belanja Subsidi, Belanja
Hibah, Belanja Bantuan Sosial, dan Belanja Tak Terduga.
Akuntansi Transfer pada lingkup PPKD dilakukan untuk mengakui,
mencatat, dan
pengeluaran
melaporkan
uang
dari
Transfer.
Transfer
merupakan
suatu entitas pelaporan kepada entitas
pelaporan lain, yang meliputi:
@ Transfer pemerintah provinsi ke pemerintah kabupaten/kota, berupa
Transfer Bagi Hasil Pajak dan Transfer Bagi Hasil Pendapatan Lainnya.
@ Transfer pemerintah kabupaten/kota ke desa, berupa Transfer
Bagi Hasil Pajak, Transfer Bagi Hasil Retr
ibusi, dan Transfer Bagi
Hasil Pendapatan Lainnya.
1. Pihak yang terkait
Pihak-pihak yang terkait dalam prosedur akuntansi
Belanja, dan Transfer pada PPKD secara umum antara lain:
Beban,
a. BUD
b. Fungsi Akuntansi PPKD
c. Kas Daerah
d. Pihak Ketiga
2. Dokumen yang terkait
Bukti
transaksi
yang
digunakan
dalam
prosedur
dan
akuntansi Beban, Belanja, dan Ttransfer pada PPKD antara lain:
a.
Surat Perjanjian Pinjaman Jangka Panjang
54
b. Naskah Perjanjian Hibah Daerah dengan pener
ima hibah
c. Naskah Perjanjian Bantuan Sosial dengan pener
ima bantuan
d. Peraturan Kepala Daerah tentang Bantuan Keuangan kepada
Partai Politik
e. Peraturan Kepala Daerah tentang Alokasi Bantuan Keuangan
f.
Peraturan
Pajak/Bagi
g. Peraturan
Daerah
Provinsi
tentang
Bagi
Hasil
Hasil Pendapatan Lainnya ke kabupaten/kota
Daerah
Kabupaten/Kota
tentang
Bagi
Hasil
Pajak/Bagi Hasil Retr
ibusi/ Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke
desa
h.
Surat Tagihan dar
i pihak ketiga
i.
SP2D
3. Sistem dan prosedur akuntansi
Terkait dengan penggunaan basis akrual, pengakuan Beban pada
PPKD dapat diakui sebelum pengeluaran kas atau bersamaan dengan
pengeluaran kas.
Pengakuan Beban tersebut ditetapkan sebagai berikut:
a.
Beban diakui sebelum pengeluaran kas.
Pengakuan beban sebelum pengeluaran kas terjadi pada saat
peralihan kewajiban dar
i pihak lain ke pemer
intah daerah tanpa
diikuti keluarnya kas dar
i kas umum daerah, meliputi:
1) Beban Bunga
Beban ini diakui PPKD pemer
intah provinsi/kabupaten/kota
sesuai
tanggal
jatuh
tempo
pembayaran
bunga
yang
dinyatakan dalam Perjanjian Pinjaman Jangka Panjang. Jika
dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa pembayaran
bunga pinjaman jatuh tempo setiap tanggal
30 November,
maka Beban Bunga di akui oleh PPKD setiap tanggal 30
November dengan menggunakan Memo Jurnal.
55
2) Beban Subsidi
Beban ini diakui PPKD pemer
intah provinsi/kabupaten/kota
sesuai dengan tanggal disetujuinya Tagihan Subsidi dari
pihak ketiga kepada pemerintah daerah.
3) Beban Hibah dalam bentuk uang
Beban ini diakui PPKD pemerintah provinsi/kabupaten/kota
sesuai dengan tanggal disepakatinya Naskah Perjanjian Hibah
Daerah dengan Penerima Hibah.
4) Beban Bantuan Sosial dalam bentuk uang (baik
yang telah direncanakan maupun yang belum direncanakan)
Meskipun bantuan sosial telah direncanakan dengan jelas
dalam APBD, namun untuk pencairannya tetap berdasarkan
Naskah Perjanjian Bantuan Sosial dengan penerima bantuan.
Beban Bantuan Sosial dalam bentuk uang diakui PPKD
pemerintah
provinsi/kabupaten/kota
pada
saat
ditandatanganinya Perjanjian Bantuan Sosial dengan penerima
bantuan.
5) Beban Bantuan Keuangan
Beban ini diakui PPKD pemerintah kabupaten sesuai dengan
tanggal
diterbitkannya
Peraturan
Kepala Daerah tentang
Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik, dan Peraturan
Kepala Daerah tentang Alokasi Bantuan Keuangan (termasuk
Alokasi Dana Desa).
6) Beban Transfer.
Beban ini diakui PPKD pemerintah provinsi saat terbitnya
Peraturan Daerah Provinsi tentang Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil
Pendapatan
Lainnya
ke
kabupaten,
dan
diakui
PPKD
pemerintah kabupaten sesuai dengan saat terbitnya Peraturan
Daerah Kabupaten tentang Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil
Retribusi/ Bagi Hasil Pendapatan Lainnya ke desa.
56
Prosedur akuntansi atas pencatatan Beban/Belanja/Transfer ini
adalah sebagai berikut:
a) Fungsi Akuntansi PPKD mencatat pengakuan Beban dan
Utang berdasarkan dokumen pengakuan Beban sebagaimana
yang diuraikan di atas.
b) Berdasarkan SP2D-LS atas pembayaran Beban, maka Fungsi
Akuntansi PPKD mencatat pengurangan Kas Daerah dan Utang
Beban. Pada saat yang bersamaan Fungsi Akuntansi PPKD juga
membukukan Belanja/Tranfer.
b.
Beban diakui bersamaan dengan pengeluaran kas
Beban diakui saat pengeluaran kas kepada pihak lain yang tidak
didahului timbulnya kewajiban, misalnya pengakuan atas Beban
Luar Biasa. Beban Luar Biasa salah satunya adalah untuk
membiayai keadaan darurat akibat bencana alam. Keadaan
darurat memaksa pemerintah daerah harus bergerak cepat untuk
menanganinya
sehingga
prosedur
pengadaan
tidak
dapat
dilakukan sebagaimana mestinya. Beban Luar Biasa dibukukan
oleh Fungsi Akuntansi PPKD pemer
intah provinsi/kabupaten/kota
saat diterbitkannya SP2D-LS untuk pembayaran pengeluaran luar
biasa tersebut. Pada saat yang bersamaan Fungsi Akuntansi PPKD
juga membukukan Belanja Tak Terduga.
C. AJnintansi Pembiayaan
Pembiayaan adalah setiap pener
imaan yang perlu dibayar kembali
dan/atau pengeluaran
tahun
anggaran
berikutnya,
yang
yang
akan
bersangkutan
dalam
diterima
maupun
penganggaran
kembali,
baik
pada
tahun-tahun
anggaran
pemerintah
terutama
dimaksudkan untuk menutup def
icit atau memanfaatkan surplus
anggaran.
57
1. Akuntansi Pener
imaan Pembiayaan
Penerimaan Pembiayaan meliputi semua penerimaan Kas Daerah
yang antara lain berasal dar
i penerimaan pinjaman jangka panjang,
penjualan obligasi
pemerintah,
pr
ivatisasi
perusahaan
daerah,
penerimaan kembali pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga,
dan pencairan dana cadangan.
a. Pihak yang terkait
1) BUD
2) Bendahara Penerimaan
3) Fungsi Akuntansi PPKD
4) Bank Kas Daerah
5) Pihak Ket
iga.
b. Dokumen yang terkait
1)Nota Kredit dari Bank Kas Daerah
2)Rekening Koran dari Bank Kas Daerah
c. Sistem dan prosedur akuntansi
Penerimaan pembiayaan diakui oleh PPKD bersamaan dengan
penerimaan kas di Kas Daerah, dan dibukukan oleh Fungsi
Akuntansi PPKD berdasarkan Nota Kredit/Rekening Koran dari
Bank Kas Daerah.
Berdasarkan IPSAP Nomor 03, pengakuan Pener
imaan Pembiayaan
mencakup :
1) Pener
imaan pembiayaan yang diterima pada RKUN/RKUD;
2) Pener
imaan
pembiayaan
pada
rekening khusus,
yang
dibentuk untuk menampung transaksi pembiayaan yang
bersumber dar
i utang;
3) Pencairan
BUN/BUD
oleh
pemberi
pinjaman
atas
perintah
untuk membayar pihak ketiga atau pihak lain
terkait atas dana pinjaman yang dianggarkan sebagai
58
pembiayaan.
Transaksi Penerimaan Pembiayaan antara lain :
1) Pener
imaan Pinjaman Jangka Panjang
Pinjaman yang diter
ima oleh pemerintah daerah dapat berasal
dari pemerintah, pemer
intah derah lain, lembaga keuangan
bank, lembaga
keuangan
bukan
bank,
dan
lainnya.
Sepanjang tidak diatur secara khusus dalam perjanjian
pinjaman, pada umumnya utang dalam neger
i diakui pada
saat dana diterima di Kas Daerah. Pada saat Nota Kredit/
Rekening
Koran
dar
i
Bank
Kas
Daerah
diterima
dan
menunjukkan terjadinya penerimaan Kas Daerah dar
i pinjaman
ini, PPKD membukukan Utang Dalam Neger
i. Bersamaan
dengan itu dibukukan pula Pener
imaan Pinjaman Dalam Neger
i
(akun Pener
imaan Pembiayaan) .
2) Penjualan Obligasi Pemer
intah Daerah
Obligasi adalah Surat Pengakuan Utang Jangka Panjang.
Sepanjang tidak diatur secara
khusus dalam
perjanjian,
penerimaan penjualan obligasi diakui pada saat dana diter
ima
di Kas Daerah. Pada saat Nota Kredit/ Rekening Koran dar
i
Bank
Kas
Daerah diterima dan menunjukkan terjadinya
penerimaan Kas Daerah dar
i pinjaman ini, Fungsi Akuntansi
PPKD membukukan Utang Dalam Negeri-Obligasi. Bersamaan
dengan itu dibukukan pula Pener
imaan Hasil
Penerbitan
Obligasi Daerah (akun Penerimaan Pembiayaan). Sehubungan
dengan transaksi penjualan obligasi maka pemer
intah daerah
mempunyai kewajiban untuk melakukan pembayaran bunga
obligasi kepada pembeli obligasi.
3) Privatisasi Perusahaan Daerah
Privatisasi
perusahaan
kepemilikan pemer
intah
daerah
adalah
daerah atas
penjualan
suatu
hak
perusahaan
59
daerah. Hasil dari penjualan saham ini dapat menimbulkan
keuntungan atau kerugian bagi pemer
intah daerah jika nilai
kas yang diterima lebih besar atau lebih kecil dar
i nilai buku
saham tersebut. Pada saat Nota Kredit/Rekening Koran dari
Bank Kas Daerah diterima dan menunjukkan terjadinya
pener
imaan Kas Daerah dar
i penjualan ini, maka Fungsi
Akuntansi PPKD membukukan pengurangan Penyertaan Modal
Pemer
intah Daerah. Jika terjadi keuntungan, maka akan
dibukukan Surplus Penjualan Aset Non Lancar-LO sebesar
selisih kas yang diterima dengan nilai buku Penyertaan Modal.
Jika terjadi kerugian, maka akan dibukukan Def
isit Penjualan
Aset Non Lancar-LO sebesar selisih nilai buku Penyertaan
Modal dengan kas yang diter
ima.
Bersamaan dengan itu dibukukan juga Hasil Penjualan
Perusahaan Milik Daerah (akun pener
imaan pembiayaan).
4) Pener
imaan Kembali Pinjaman Jangka Panjang;
Transaksi ini dicatat oleh PPKD saat Nota Kredit/Rekening
Koran dar
i Bank Kas Daerah diterima dan menunjukkan
terjadinya penerimaan Kas Daerah. PPKD menjurnal dengan
mendebet Kas di Kas Daerah dan mengkredit Pinjaman Jangka
Panjang kepada Entitas Lainnya. Bersamaan dengan itu
dibukukan Penerimaan Kembali Piutang Jangka Panjang (akun
Penerimaan Pembiayaan) .
5) Pencairan Dana Cadangan
Pencairan Dana Cadangan adalah transaksi pemindahan
(reklas) akun Dana Cadangan, yang kemungkinan dalam
bentuk deposito, menjadi bentuk kas yang dapat dipergunakan
untuk
pembiayaan
kegiatan
yang
telah
direncanakan.
Berdasarkan Nota Kredit/ Rekening Koran dar
i Bank Kas
Daerah yang menunjukkan terjadinya reklas tersebut, Fungsi
Akuntansi
PPKD
membukukan
penambahan Kas dan
pengurangan Dana Cadangan. Bersamaan dengan itu Fungsi
Akuntansi
PPKD
juga
membukukan
Pencairan
Dana
Cadangan.
2. Akuntansi Pengeluaran Pembiayaan
Pengeluaran Pembiayaan meliputi semua pengeluaran
Kas Daerah,
antara lain untuk pember
ian pinjaman kepada pihak ketiga,
penyertaan modal pemerintah, pembayaran pokok pinjaman,
dan
pembentukan dana cadangan.
a. Pihak yang terkait
1. BUD
2. Fungsi Akuntansi PPKD
3. Bank Kas Daerah
4. Pihak Ketiga.
b. Dokumen yang terkait
1) SP2D-LS
2) Perjanjian Pinjaman Jangka Panjang
c. Sistem dan prosedur akuntansi
Pengeluaran Pembiayaan diakui oleh PPKD bersamaan dengan
pengeluaran kas dari Kas Daerah, dan dicatat berdasarkan
terbitnya SP2D-LS atas pengeluaran tersebut. Berdasarkan 1PSAP
Nomor 03, pengakuan Pengeluaran Pembiayaan mencakup juga
pengeluaran pembiayaan yang tidak melalui RKUD yang diakui
oleh BUD.
Transaksi Pengeluaran Pembiayaan antara lain :
1) Pember
ian Pinjaman kepada Pihak Ketiga
Pemberian pinjaman yang dikelola oleh PPKD adalah yang
bersifat jangka panjang. Pember
ian Pinjaman ini dibukukan
oleh
Fungsi
Akuntansi
PPKD
berdasarkan
SP2D
yang
61
diterbitkan oleh BUD dengan membukukan pengurangan atas
Kas dan penambahan Pinjaman Jangka Panjang kepada Entitas
Lainnya. Bersamaan dengan itu Fungsi Akuntansi PPKD
membukukan Pemberian Pinjaman Daerah (akun Pengeluaran
Pembiayaan).
2) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah
Transaksi
ini
berdasarkan
membukukan
dibukukan
SP2D
yang
oleh
Fungsi
diterbitkan
penambahan
Akuntansi
oleh
Penyertaan
BUD
Modal
PPKD
dengan
Pemerintah
Daerah dan pengurangan Kas. Bersamaan dengan itu Fungsi
Akuntansi PPKD membukukan Penyertaan Modal pada BUMD
(akun Pengeluaran Pembiayaan).
3) Pembayaran Kembali Pokok Pinjaman
Transaksi ini merupakan pembayaran pokok pinjaman (Utang)
pemerintah daerah kepada pihak pemberi pinjaman. Pada saat
transaksi ini terjadi seharusnya masih terdapat saldo pada akun
Utang Dalam Negeri, yang menunjukkan bahwa masih ada
utang yang harus di bayar.
Pembayaran
kembali
pokok
pinjaman
ini
diakui
saat
dikeluarkannya SP2D oleh BUD untuk pembayaran tersebut.
Berdasarkan SP2D, Fungsi Akuntansi PPKD membukukan
pengurangan Kas Daerah dan Utang Dalam Negeri. Bersamaan
dengan itu Fungsi Akuntansi PPKD membukukan Pembayaran
Pokok Pinjaman Dalam Negeri (akun Pengeluaran Pembiayaan).
4) Pembentukan Dana Cadangan
Pembentukan Dana Cadangan adalah pembentukan dana yang
disisihkan untuk menampung kebutuhan yang memerlukan
dana yang relatif besar yang tidak dapat dipenuhi dalam satu
tahun anggaran.
62
Dana Cadangan harus disimpan dalam bentuk yang ber
isiko
rendah namun tetap dapat menghasilkan. Bentuk Dana
Cadangan yang mungkin dapat direalisasikan adalah Deposito.
Deposito ini harus dengan nomor rekening tersendiri yang
terpisah dengan rekening Kas Daerah.
Pembentukan Dana Cadangan dilakukan dengan penerbitan
SP2D oleh BUD. Berdasarkan SP2D tersebut Fungsi Akuntansi
PPKD mer
abukukan Dana Cadangan dan mengurangi Kas
Daerah.
Bersamaan dengan itu Fungsi Akuntansi PPKD
membukukan Pembentukan Dana Cadangan (akun Pengeluaran
Pembiayaan). Pendapatan bunga deposito atas Dana Cadangan
akan menambah nilai Dana Cadangan.
D. Akuntansi Aset dan Kewajiban
Dari pencatatan atas transaksi-transaksi Pendapatan, Beban, Belanja,
Transfer, dan Pembiayaan sebagaimana diuraikan di atas, maka akan
dihasilkan akun- akun di Neraca antara lain sebagai berikut:
1. Aset : meliputi Kas di Kas Daerah, Piutang Transfer, Pinjaman
Jangka
Panjang,
Penyertaan
Modal
Pemerintah,
dan
Dana
Cadangan
2. Kewajiban : meliputi Utang Beban Bunga/Subsidi/Hibah/ Bantuan
Sosial/Bantuan Keuangan/Transfer, dan Utang Dalam Neger
i.
Selain transaksi-transaksi
Pendapatan,
Beban,
Belanja,
Transfer,
dan Pembiayaan, di PPKD terdapat transaksi lainnya yang akan
mempengaruhi akun-akun Neraca, meliputi:
1. Pengakuan Bagian Lancar Pinjaman Jangka Panjang
Transaksi
ini
adalah pengakuan
atas piutang jangka panjang
yang akan jatuh tempo di tahun berikutnya. Pengakuan ini dilakukan
63
diakhir tahun dengan mekanisme jurnal penyesuaian. Dokumen
yang dijadikan dasar untuk melakukan pembukuan adalah Memo
Penyesuaian Akhir Tahun, yang telah mencantumkan uraian atas
piutang
jangka
panjang
yang
disesuaikan
diser
tai
nilai
penyesuaiannya. Berdasarkan Memo Penyesuaian, Fungsi Akuntansi
PPKD membukukan
Bagian Lancar Pinjaman Jangka Panjang dan
mengurangi Pinjaman Jangka Panjang.
2. Pengakuan Bagian Lancar Utang Dalam Negeri
Transaksi ini adalah pengakuan atas Utang Jangka Panjang yang
akan jatuh tempo di tahun berikut
aya. Pengakuan ini dilakukan
diakhir tahun dengan mekanisme jurnal penyesuaian. Dokumen yang
dijadikan
dasar untuk melakukan
penjurnalan
adalah
Memo
Penyesuaian Akhir Tahun yang telah mencantumkan uraian atas
Utang
Jangka
penyesuaiannya.
Panjang
yang
Berdasarkan
disesuaikan
Memo
disertai
Penyesuaian,
nilai
Fungsi
Akuntansi PPKD membukukan Bagian Lancar Utang Dalam Negeri
dan pengurangan Utang Dalam Negeri.
E. Akuntansi Koreksi
Koreksi atas pencatatan akuntansi yang dilakukan oleh PPKD dilakukan
dengan menggunakan Jurnal Koreksi berdasarkan dokumen Memo
Koreksi. Dokumen ini harus dengan jelas mencantumkan uraian atas
koreksi yang akan dilakukan dan disertai dengan nilai koreksinya.
Koreksi kesalahan pada PPKD pada umumnya sama dengan koreksi
kesalahan pada SKPD. Jurnal koreksi yang secara khusus ada di
PPKD dan tidak ada di SKPD adalah koreksi kesalahan atas transaksi
penerimaan atau pengeluaran pembiayaan.
Koreksi kesalahan atas penerimaan dan pengeluaran pembiayaan yang
tidak berulang, yang terjadi pada periode-periode sebelumnya dan
menambah maupun mengurangi posisi Kas, apabila laporan keuangan
per
iode tersebut belum diterbitkan, pembetulan dilakukan pada akunakun yang bersangkutan. Apabila laporan keuangan tersebut sudah
diterbitkan, pembetulan dilakukan pada akun Kas di Kas Daerah dan
akun Saldo Anggaran Lebih (SAL).
65
BAB IV
AKUNTANSI KONSOLIDASI
PPKD dan SKPD sebagai entitas akuntansi menyusun laporan
keuangan masing- masing. Selanjutnya, PPKD akan menggabungkan
laporan keuangan PPKD dengan seluruh laporan SKPD ditambah dengan
laporan BLUD menjadi laporan keuangan pemerintah daerah sebagai
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Laporan keuangan yang digabung
meliputi LRA, LO, LPE, Neraca, dan CaLK. Gabungan laporan-laporan
tersebut merupakan laporan keuangan pemerintah daerah yang merupakan
laporan entitas pelaporan (EP). Selain lima laporan tersebut, PPKD juga
menyusun LAK dan LPSAL, sehingga jumlah komponen laporan keuangan
pemerintah daerah menjadi tujuh laporan.
Penggabungan laporan keuangan entitas akuntansi (EA) dan Badan
Layanan Umum Daerah (BLUD) menjadi
laporan keuangan entitas
pelaporan (EP) dapat digambarkan dalam skema sebagai ber
ikut :
SKEMA PENOGABUNOAN LAPORAN KEUANGAN PEMDA
AKUNTANSI
KONSOLIDASI
PENGGABUNGAN PD
/\
6
A. Transaksi Antar Entitas Akuntansi
Transaksi keuangan antara PPKD dan SKPD merupakan txansaksi antar
entitas akuntansi sehingga memerlukan akun transitoris berupa akun
perantara yang berfungsi sebagai jembatan antara PPKD dan SKPD
untuk melakukan proses akuntansi. Hubungan akuntansi antara
PPKD, yang juga menyelanggarakan akuntansi BUD, dengan SKPD
secara teknis umumnya merupakan
hubungan transaksi
kas.
Penyetoran penerimaan pendapatan SKPD kepada BUD, misalnya,
akan menambah Kas Daerah di BUD dan menambah Pendapatan di
SKPD.
Untuk itu, perlu dibuka akun R/K SKPD pada PPKD untuk menampung
seluruh transaksi yang terkait dengan akun yang diselenggarakan
entitas akuntansi SKPD. Begitu pula di entitas akuntansi SKPD dibuka
akun R/K PPKD untuk menampung transaksi yang terkait dengan akun
yang diselenggarakan entitas akuntansi PPKD yaitu akun Kas di Kas
Daerah.
Mekanisme transaksi antar entitas akuntansi yang memerlukan akun
transitor
is untuk melakukan proses akuntansi adalah sebagai berikut:
1. Fungsi Akuntansi PPKD menerima salinan Laporan Posisi Kas
Harian dari BUD. Laporan ini akan menjadi dokumen sumber
untuk penjurnalan akuntansi pada PPKD.
2. Dari
PPKD
Laporan
Posisi
Kas
Har
ian
ini,
Fungsi
Akuntansi
harus mengidentifikasi aliran kas keluar dar
i BUD kepada
Bendahara Pengeluaran SKPD (berdasarkan dokumen sumber SP2D)
dan sebaliknya aliran kas masuk dar
i Bendahara Pener
imaan SKPD
ke BUD (berdasarkan dokumen sumber Nota Kredit).
3. Fungsi Akuntansi PPKD kemudian mencatat aliran dana dar
i Kas
Daerah ke Kas di Bendahara Pengeluaran SKPD. Karena akuntansi
PPKD tidak dapat membebani atau membukukan langsung ke akun
Kas di Bendahara Pengeluaran maka dibukukan ke akun perantara
yaitu R/ K SKPD, dengan jurnal sebagai ber
ikut:
R/KSKPD
Kas di Kas Daerah
4. Untuk mencatat aliran dana dar
i Bendahara Penerimaan SKPD
ke Kas Daerah, Fungsi Akuntansi PPKD mencatat jurnal sebagai
ber
ikut:
Kas di Kas Daerah
R/K SKPD
B. Penyesualan Akun Antara
Akun R/K SKPD dan R/K PPKD selaku akun perantara bersifat timbal
balik (reciprocal) sehingga perlu disesuaikan pada saat penggabungan
dalam rangka penyusunan LKPD. Dalam kondisi normal, pada akhir
tahun akun R/K SKPD pada PPKD akan bersaldo debet, sedangkan
akun R/K PPKD pada SKPD akan bersaldo kredit.
Penggabungan
pada
akhir
tahun yang dilakukan
oleh
Fungsi
Akuntansi PPKD terkait dengan akun perantara di atas adalah sebagai
berikut:
R/K PPKD
R/K SKPD
68
Dengan dilakukannya penggabungan tersebut, maka pada nera
pemer
intah daerah seharusnya tidak akan ada lagi akun R/K SKF
maupun akun R/K PPKD.
C.
Prosedur Penggabungan Laporan Keuangan SKPD dan PPKD
Laporan keuangan untuk tujuan umum dari unit pemer
intahan yan
ditetapkan sebagai entitas pelaporan disajikan secara terkonsolida;
menurut SAP agar mencerminkan satu kesatuan entitas. Lapora:
keuangan konsolidasian pada pemer
intah daerah sebagai entita
pelaporan mencakup laporan keuangan semua entitas akuntansi
termasuk laporan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)
Periode pelaporan keuangan konsolidasian sama dengan per
iod(
pelaporan keuangan entitas akuntansi. Proses konsolidasi diikut
dengan eliminasi
akun-akun
timbal
balik
(reciprocal
accounts)
Namun demikian, apabila eliminasi dimaksud belum dimungkinkan,
maka hal tersebut diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
1.
Penyusunan Neraca Awal Pemerintah Daerah
Setelah
neraca
awal
SKPD
dan
PPKD
berdasarkan
hasil
mapping dar
i basis kas menuju akrual (PP 24 Tahun 2005) ke
basis akrual (PP 71 Tahun 2010) tersedia, maka seluruh neraca
awal tersebut digabung menjadi neraca awal pemerintah daerah
dengan mekanisme sebagai ber
ikut:
a. Membuat
kertas
kerja
penggabungan
neraca
awal
dengan memasukan seluruh rekening yang ada dalam neraca
awal dari setiap entitas akuntansi.
b. Mengeliminasi
akun
timbal
balik
[reciprocal
account)
di
antara entitas akuntansi yaitu akun R/K SKPD pada PPKD
dengan akun R/K PPKD pada SKPD
c. Menggabungkan/menjumlahkan semua akun yang sama.
d. Menyusun neraca awal pemerintah daerah.
69
Kertas kerja penggabungan neraca awal disajikan pada halaman
304.
2. Penyusunan Neraca Akhir Pemerintah Daerah
Prosedur/mekanisme penggabungan neraca akhir SKPD dan PPKD
menjadi neraca akhir pemerintah daerah sama dengan penyusunan
neraca awal di atas.
Kertas kerja penggabungan neraca akhir sama dengan neraca
awal (halaman 304).
3. Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah
Penyusunan Laporan Realiasasi Anggaran (LRA) pemerintah daerah
dilakukan dengan menggabungkan saldo akun-akun LRA masingmasing SKPD dan PPKD untuk dijumlahkan per masing-masing
akun LRA dalam kertas kerja untuk mendapatkan saldo akun
pemerintah daerah. Berdasarkan
kertas
kerja
tersebut
kemudian dapat disusun LRA pemerintah daerah.
Kertas kerja penggabungan LRA disajikan pada halaman 307.
4. Penyusunan Laporan Operasional Pemerintah Daerah
Penyusunan
Laporan
Operasional
(LO)
pemer
intah
daerah
dilakukan dengan membuat kertas kerja yang menggabungkan
saldo akun-akun Pendapatan-LO (termasuk Pendapatan TransferLO), Beban (termasuk Beban Transfer), Kegiatan Non Operasional,
dan Pos Luar Biasa dari seluruh SKPD dan PPKD.
Ker
tas kerja penggabungan LO disajikan pada halaman 311.
5. Penyusunan Laporan Perubahan Ekuitas Pemerintah Daerah
Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) pemerintah daerah disusun
dengan membuat kertas kerja yang menggabungkan saldo Ekuitas
Awal dari seluruh SKPD dan PPKD lalu ditambah/dikurangi dengan
Surplus/Defisit-LO masing-masing SKPD dan PPKD, kemudian
ditambah/dikurangi
dengan
dampak
kumulatif
perubahan
kebijakan/kesalahan mendasar
periode-periode
sebelumnya,
(misalnya: koreksi
selisih
revaluasi
kesalahan
Aset Tetap)
masing-masing SKPD dan PPKD. Saldo Ekuitas Awal dapat kita
peroleh dari Neraca Awal masing-masing SKPD dan PPKD, saldo
Surplus/ Def
isit-LO dari Laporan Operasional masing-masing SKPD
dan PPKD, dampak kumulatif perubahan kebijakan/kesalahan
mendasar juga dari masing-masing SKPD dan PPKD.
Saldo
Ekuitas Akhir yang diperoleh dari hasil proses penggabungan
tersebut seharusnya sama nilainya dengan saldo Ekuitas pada
Neraca Akhir pemerintah daerah.
Kertas kerja penggabungan LPE disajikan pada halaman 314.
Penyusunan Laporan Arus Kas Pemerintah Daerah
Penyusunan Laporan Arus Kas (LAK) pemerintah daerah juga
memerlukan kertas kerja. Meskipun hanya PPKD yang membuat
laporan arus kas, pada kertas kerja kita perlu menampilkan arus
kas tiap-tiap aktivitas (aktivitas operasi, investasi, pendanaan,
dan
transitor
is) pada masing-masing kolom SKPD/PPKD agar
laporan arus kas yang dihasilkan memperlihatkan arus masuk dan
keluar dari keseluruhan aktivitas PPKD maupun SKPD yang ada.
Dalam kaitannya dengan akun Lain-Lain PAD yang Sah, hal yang
perlu diperhatikan dalam pembuatan ker
tas kerja penyusunan
laporan arus kas gabungan ini adalah: Jumlah Lain-Lain PAD yang
Sah perlu dikurangj dengan jumlah pendapatan dari penjualan aset
tetap. Pengurangan ini perlu dilakukan agar jumlah Lain-Lain PAD
yang Sah tersebut murni berasal dari aktivitas operasi dan tidak
tercampur dengan aktivitas investasi aset non keuangan seperti
pendapatan penjualan aset tetap. Pendapatan
aset
tetap tersebut masuk
dari
penjualan
ke dalam kelompok arus kas dari
aktivitas investasi.
Kertas kerja penggabungan LAK disajikan pada halaman 315.
71
7.
Penyusunan
Laporan
Perubahan
Saldo
Anggaran
Lebih
Pemer
intah daerah
Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL) pemerintah
daerah disusun
pemer
intah
dengan
menggunakan
akun-akun
LRA
daerah (bukan dar
i masing-masing SKPD). Saldo
Anggaran Lebih Akhir diperoleh dengan cara: SAL Awal
-
Penggunaan SAL sebagai salah satu unsur penerimaan pembiayaan
tahun
berjalan
+/-
SiLPA/SiKPA
+/-
koreksi
kesalahan
pembukuan tahun sebelumnya +/- Lain-lain.
LPSAL pemer
intah daerah dapat dilihat pada halaman 318.
D.
Penyajlan LKPD Konsolidaslan
Berdasarkan proses konsolidasi, laporan keuangan konsolidasian
pemerintah daerah yang harus disajikan dan merupakan lembar
muka Laporan Keuangan Pemer
intah Daerah (LKPD) meliputi :
1. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (LRA)
2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL)
3. Laporan Arus Kas (LAK)
4. Laporan Operasional (LO)
5. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
6. Neraca
BABV
JURNAL STANDAR AKUNTANSI
A. JURNAL STANDAR ANGGARAN
Anggaran
merupakan
target
iskal
f
yang
menggambarkan
keseimbangan antara belanja, pendapatan, dan pembiayaan pada instansi
pemer
intah. Anggaran mengoordinasikan aktivitas belanja pemerintah dan
memberi landasan bagi upaya perolehan pendapatan dan pembiayaan oleh
pemerintah untuk suatu periode tertentu.
Menurut PP 71 Tahun 2010 pemerintah daerah masih diwajibkan
menyusun dan menyajikan laporan realisasi anggaran dengan basis
kas.
Untuk
dapat menyajikan LRA perlu dikembangkan sistem
akuntansi anggaran untuk mengumpulkan dan mengolah data anggaran
dan realisasi anggaran. Akuntansi anggaran merupakan teknik akuntansi
untuk mencatat transaksi-transaksi yang terdapat pada anggaran mulai
dari saat anggaran disahkan, dialokasikan, dilaksanakan/direalisasikan
sampai ditutup pada akhir tahun anggaran.
Akuntansi anggaran merupakan teknik akuntansi yang menyajikan
jumlah yang dianggarkan, dan dicatat secara berpasangan (double entry).
Akuntansi
anggaran
merupakan
praktik
akuntansi yang
banyak
digunakan organisasi sektor publik khususnya pemerintahan, yang
mencatat dan menyajikan akun operasi dalam format yang sama dan
sejajar dengan anggarannya. Jumlah akun belanja yang dianggarkan
akan dikreditkan terhadap akun yang sesuai. Kemudian apabila belanja
tersebut direalisasikan, maka akun tersebut didebit kembali. Saldo yang
ada dengan demikian menunjukkan jumlah anggaran yang belum
dibelanjakan. Teknik akuntansi anggaran dapat membandingkan secara
sistematik dan kontiniu jumlah anggaran dengan realisasi anggaran.
Tujuan utama teknik ini adalah menekankan peran anggaran dalam siklus
73
perencanaan, pengendalian, dan akuntabilitas.
Alasan yang melatarbelakangi teknik akuntansi anggaran adalah
anggaran dan realisasi harus selalu dibandingkan sehingga dapat
dilakukan koreksi apabila terdapat var
ians (selisih). Namun pada
praktiknya, akuntansi anggaran lebih menekankan kepada bentuk dar
i
akun-akun keuangan bukan isi (content) dar
i akun itu sendir
i. Salah satu
kelemahan teknik akuntansi anggaran adalah teknik ini sangat kompleks.
Akan lebih mudah dan lebih komprehensif apabila akun-akun yang ada
menunjukkan
realisasi
pendapatan
dan
belanja,
dan
anggaran
menunjukkan pendapatan dan belanja yang dianggarkan.
Apabila pemerintah daerah menerapkan akuntansi anggaran maka
diperlukan jurnal anggaran. Jurnal anggaran merupakan salah satu cir
i
khas dar
i jurnal akuntansi pemerintahan, yang dibuat ketika anggaran
(APBD) ditetapkan. Jurnal anggaran dilakukan dengan mendebet akun
Estimasi Pendapatan dan Estimasi Penerimaan Pembiayaan
mengkredit
Akun
Apropiasi
Belanja
dan
Apropr
iasi
serta
Pengeluaran
Pembiayaan. Selisih dar
i akun Estimasi Pendapatan dan Estimasi
Pener
imaan Pembiayaan dengan Apropriasi Belanja dan Apropr
iasi
Pengeluaran Pembiayaan dimasukkan dalam akun "Estimasi Perubahan
SAL" yang merupakan akun penyeimbang. Ilustrasi penjurnalan anggaran
sebagai ber
ikut:
Estimasi Pendapatan
Estimasi Pener
imaan Pembiayaan
XXX (a)
XXX (b)
Apropriasi Belanja
XXX (c)
Apropriasi Pengeluaran Pembiayaan
XXX (d)
Estimasi Perubahan SAL
XXX (a+b-c-d)
Dengan pertimbangan kepraktisan dan biaya/manfaat
pemer
intah
daerah dapat tidak menyelenggarakan pencatatan anggaran secara
berpasangan dengan pertimbangan:
74
Perubahan
Pendapatan-LRA
Perubahan
Penerimaan
SALSAL
Pembiayaan-Pinjaman
1. Nilai anggaran pada laporan realisasi anggaran diperoleh dar
i
dokumen anggaran seperti DPA SKPD dan DPA PPKD.
2. Pengendalian
anggaran
yang
merupakan
salah
satu
tujuan
diselenggarakan akuntansi anggaran telah diakomodasi pada sistem
penatausahaan pelaksanaan anggaran.
Dengan alasan tersebut maka informasi anggaran tidak perlu lagi diolah
dan disajikan dalam sistem dan prosedur akuntansi anggaran secara
tersendiri. Apabila pemer
intah daerah tidak menyelenggarakan pencatatan
anggaran secara berpasangan maka pencatatan realisasi anggaran baik
pener
imaan kas maupun pengeluaran kas dibukukan pada akun realisasi
anggaran yaitu akun "Perubahan SAL" yang
pemerintah
daerah
tidak
melakukan
mengasumsikan
pencatatan anggaran. Jurnal
standar atas transaksi realisasi anggaran adalah sebagai berikut:
1.
Realisasi Pendapatan LRA
Relisasi Pendapatan-LRA dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
XXX
2.
R ealisasi Belanja
ealisasi Belanjadiakui dan dicatat denganjurnal sebagaiberikut:
R
XXX
XXX
3.
Realisasi Penerimaan Pembiayaan
XXX
XXX
4.
Realisasi Pengeluaran Pembiayaan
Pengeluaran Pembiayaan-Penyertaan Modal pada BUMD.... XXX
Perubahan SAL
XXX
75
B. JURNAL STANDAR PENDAPATAN-LO DAN PENDAPATAN-LRA
Penerapan akuntansi berbasis akrual dalam pengelolaan keuangan
pemerintah membawa
beberapa konsekuensi
antara lain
terhadap
pengakuan pendapatan. Menuruti PP 71 Tahun 2010, dalam komponen
laporan keuangan terdapat dua jenis pendapatan dalam akuntansi
berbasis akrual, yaitu Pendapatan-LO pada Laporan Operasional dan
Pendapatan-LRA pada Laporan Realisasi Anggaran. Pendapatan-LO adalah
hak pemerintah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih.
Pendapatan-LO diakui pada saat hak untuk memperoleh pendapatan
telah terpenuhi tanpa memperhatikan apakah kas telah diterima di
Rekening Kas Umum Negara/ Daerah.
Dalam konteks keuangan daerah, Pendapatan-LRA adalah semua
penerimaan Rekening Kas Umum Daerah yang menambah Saldo
Anggaran Lebih dalam per
iode tahun anggaran yang bersangkutan yang
menjadi hak pemerintah daerah, dan tidak perlu dibayar kembali.
Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diter
ima di rekening Kas Umum
Daerah.
Berdasarkan paragraf 21 PSAP 02 Lampiran I PP No. 71 Tahun
2010 Pendapatan- LRA diakui pada saat diter
ima pada Rekening Kas
Umum Daerah. Namun berdasarkan IPSAP 02 Tahun 2012 tentang
Pengakuan Pendapatan Diterima RKUN/RKUD, pengakuan Pendapatan
ditentukan oleh BUN/BUD sebagai pemegang otoritas dan bukan sematamata oleh RKUN/RKUD sebagai salah satu tempat penampungannya.
Oleh karena itu, pernyataan bahwa Pendapatan diakui pada saat diter
ima
pada RKUN/RKUD perlu diinterpretasikan, sehingga mencakup transaksi
berikut:
1. Pendapatan kas yang telah diterima pada RKUN/RKUD.
2. Pendapatan kas yang diter
ima oleh bendahara pener
imaan yang
sebagai pendapatan negara/daerah dan hingga tanggal pelaporan
76
belum disetorkan keRKUN/RKUD,
penerimaan
dengan
ketentuan
bendahara
tersebut merupakan bagian dar
i BUN/BUD.
3. Pendapatan kas yang diter
ima satker/SKPD dan digunakan langsung
tanpa disetor ke RKUN/RKUD, dengan syarat entitas penerima wajib
melaporkannya kepada BUN/BUD untuk diakui sebagai pendapatan
negara/daerah.
4. Pendapatan kas yang berasal dari hibah langsung dalam/luar negeri
yang digunakan untuk mendanai pengeluaran entitas dengan syarat
entitas penerima wajib melaporkannya kepada BUN/BUD untuk diakui
sebagai pendapatan negara/daerah.
5. Pendapatan
kas
yang
diterima
entitas
lain
di
luar
entitas
pemerintah berdasarkan otoritas yang diberikan oleh BUN/BUD,
dan BUN/BUD mengakuinya sebagai pendapatan.
Pada praktiknya, terdapat tiga kondisi pengakuan Pendapatan-LO bila
dikaitkan dengan penerimaan kas, yaitu:
1. Pendapatan-LO diakui sebelum penerimaan kas
2. Pendapatan-LO diakui bersamaan dengan penerimaan kas
3. Pendapatan-LO diakui setelah penerimaan kas
Untuk
mengakomodasi
ketiga
kondisi
di
atas,
diperlukan jurnal
standar atas Pendapatan-LO maupun Pendapatan-LRA, baik pada SKPD
maupun PPKD.
1.
Pendapatan-LO Diakui Sebelum Penerimaan Kas
Apabila dalam hal proses transaksi pendapatan daerah terjadi
perbedaan waktu antara penetapan hak pendapatan daerah dan
penerimaan kas daerah, dimana penetapan hak pendapatan dilakukan
lebih dulu, maka pendapatan LO harus diakui pada saat terbit
dokumen penetapan walaupun kas belum diterima. Contoh dari jenis
pajak ini adalah Pajak Bumi dan
Bangunan,
pendapatannya
Ketetapan Pajak Bumi dan
pada
saat
Surat
yang
diakui
Bangunan diterbitkan.
77
Jurnal Pendapatan-LO pada SKPD
a. Pada saat dokumen penetapan pendapatan daerah diterbitkan,
maka dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
Piutang
XXX
Pendapatan-LO
XXX
b. Pada saat kas diter
ima oleh Bendahara Penerimaan ataupun BUD
yang didukung dengan Surat Tanda Setoran dar
i pihak ketiga
akan dijurnal sebagai berikut:
1) Pada saat kas diterima oleh Bendahara Penerimaan
Kas di Bendahara Penerimaan
XXX
Piutang
XXX
2) Apabila pihak ketiga langsung melakukan penyetoran ke Kas
Daerah
R/KPPKD
XXX
Piutang
Pengakuan
pada
saat
penerimaan
XXX
kas
dilakukan
dengan
mendebet akun Kas untuk proses penyajian Laporan Operasional
(LO). Dengan demikian, terkait pener
imaan kas untuk proses
penyajian
Laporan Realisasi Anggaran (LRA) tidak dapat
menggunakan akun Kas agar tidak terjadi duplikasi pengakuan
Kas. Oleh karena itu, untuk mencegah duplikasi pencatatan akun
Kas dalam sistem akuntansi berbasis akrual ini akan digunakan
akun Perubahan Saldo Anggaran Lebih (Perubahan SAL). Akun
ini akan menjadi pengganti akun Kas terkait dengan sistem
akuntansi yang akan menghasilkan penyajian LRA.
Pada saat pihak III menyetor kas, baik kepada Bendahara
Penerimaan ataupun langsung kepada BUD, maka PendapatanLRA dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
78
Perubahan SAL
XXX
Pendapatan-LRA
c.
Pada
saat
Bendahara
Penerimaan
XXX
menyetorkan
penerimaan pendapatan di atas ke Kas Daerah, maka dicatat
dengan jurnal sebagai ber
ikut:
R/KPPKD
XXX
Kas di Bendahara Penerimaan
XXX
Jurnal Pendaoatan-LO oada PPKD (BUD!
Pada saat BUD menerima setoran dari Bendahara Penerimaan
ataupun setoran langsung dar
i pihak III ataupun wajib pajak, maka
dicatat dengan jurnal sebagai ber
ikut:
Kas di Kas Daerah
XXX
R/KSKPD
XXX
2. Pendapatan-LO Diakui Bersamaan dengan Pener
imaan Kas
Apabila dalam hal proses transaksi pendapatan daerah tidak terjadi
perbedaan waktu antara penetapan hak pendapatan daerah dan
penerimaan kas daerah, dimana penetapan hak pendapatan dilakukan
bersamaan dengan diter
imanya kas, maka pendapatan LO diakui pada
saat kas diterima dan terbitnya dokumen penetapan. Contoh dari jenis
pajak ini adalah Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak
Hotel dan Restoran, dan Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan
Bangunan (BPHTB).
tl Pendaoatan-LO nada SKPD
f
a. Pada saat kas diterima oleh Bendahara Penerimaan, maka
dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
Kas di Bendahara Penerimaan
Pendapatan-LO
XXX
XXX
79
dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
b. Bila pihak ketiga langsung menyetor ke Kas Daerah, maka
dicatat dengan jurnal sebagai ber
ikut:
R/K PPKD
XXX
Pendapatan-LO
XXX
Pada saat pihak III menyetor kas, baik kepada Bendahara
Pener
imaan ataupun langsung kepada BUD, maka PendapatanLRA dicatat dengan jurnal sebagai ber
ikut:
Perubahan SAL
XXX
Pendapatan-LRA
XXX
c.Pada saat kas disetor oleh Bendahara Penerimaan ke Kas
Daerah, dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
R/K PPKD
XXX
Kas di Bendahara Penerimaan
XXX
Jumal Pendapatan-LO pada PPKD (BUD)
Pada saat BUD menerima setoran dari Bendahara Pener
imaan
ataupun setoran langsung dari pihak III ataupun wajib pajak, maka
Kas di Kas Daerah
XXX
R/K SKPD
3.
XXX
Pendapatan-LO Diakui Setelah Penerimaan Kas
Apabila dalam hal proses transaksi pendapatan daerah terjadi
perbedaan waktu antara penetapan hak pendapatan daerah dan
pener
imaan kas daerah,
dimana
dahulu,
dapat diakui sebagai pendapatan karena
namun
belum
kas
telah
diterima
terlebih
belum menjadi hak pemda, maka Pendapatan-LO diakui pada saat
pendapatan telah menjadi hak pemerintah daerah. Contoh dari jenis
pajak ini adalah Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Reklame.
a. Pada saat kas diterima oleh Bendahara Penerimaan berdasarkan
Surat Tanda Setoran dari pihak ketiga, Pendapatan-LO belum bisa
diakui, sehingga dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
Kas di Bendahara Penerimaan
XXX
Pendapatan Diter
ima di
XXX
Apabila pihak ket
iga langsung menyetorkan ke Kas Daerah
(tidak melalui Bendahara Penerimaan), maka dicatat dengan
jurnal sebagai berikut:
R/KPPKD
Pendapatan Diter
ima Dimuka...
XXX
XXX
Pada saat kas diterima oleh Bendahara Penerimaan ataupun
BUD dari pihak ket
iga, maka dicatat dengan jurnal sebagai
berikut:
Perubahan SAL
XXX
Pendapatan-LRA
XXX
b. Pada saat kas disetor oleh Bendahara Pener
imaan ke Kas
Daerah, maka dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
R/KPPKD
Kas di Bendahara Penerimaan
XXX
XXX
c. Apabila telah jatuh tempo pengakuan Pendapatan-LO, maka
dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
Pendapatan Diterima di Muka
Pendapatan-LO
XXX
XXX
81
C. JURNAL STANDAR BEBAN DAN BELANJA
Selain terhadap pendapatan, berlakunya akuntansi berbasis
akrual juga membawa konsekuensi terhadap pengakuan Beban dan
Belanja.
Beban disajikan
Belanja
disajikan
dalam
Laporan
Operasional
sedangkan
dalam Laporan Realisasi Anggaran. Beban adalah
kewajiban pemerintah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan
bersih. Beban diakui
pada saat timbulnya kewajiban,
konsumsi
terjadinya
aset,
atau
penurunan
terjadinya
manfaat ekonomi atau
potensi jasa.
Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum
Negara/Daerah yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode
tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya
kembali oleh pemer
intah. Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluran
dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah. Khusus untuk pengeluaran
melalui Bendahara Pengeluaran, pengakuan Belanja terjadi pada saat
pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang
mempunyai fungsi perbendaharaan.
Selain itu, berdasarkan IPSAP 02 Tahun 2012 Belanja sudah dapat
diakui terkait dengan pengakuan pendapatan di bawah ini:
1. Pendapatan kas yang diterima satker/SKPD dan digunakan langsung
tanpa disetor ke RKUN/RKUD, dengan syarat entitas pener
ima wajib
melaporkannya kepada BUN/BUD untuk diakui sebagai pendapatan
negara/daerah.
2. Pendapatan kas yang berasal dar
i hibah langsung dalam/luar neger
i
yang digunakan untuk mendanai pengeluaran entitas dengan syarat
entitas penerima wajib melaporkannya kepada BUN/BUD untuk diakui
sebagai pendapatan negara/daerah.
3. Pendapatan
kas
yang
diter
ima
entitas
lain
di
luar
entitas
pemer
intah berdasarkan otor
itas yang diber
ikan oleh BUN/BUD,
83
diterbitkan, maka dicatat dengan jurnal sebagai ber
ikut:
dan BUN/BUD mengakuinya sebagai pendapatan.
Terkait dengan Beban, terdapat tiga kondisi yang mempengaruhi saat
pengakuan Beban, yaitu:
1. Beban diakui sebelum pengeluaran kas
2. Beban diakui bersamaan dengan pengeluaran kas
3. Beban diakui setelah pengeluaran kas
Di bawah ini diuraikan jurnal standar atas perlakuan Beban dengan
kondisi tersebut di atas pada SKPD dan PPKD.
1. Beban Diakui Sebelum Pengeluaran Kas
Dalam hal proses transaksi pengeluaran daerah terjadi perbedaan
waktu antara penetapan kewajiban daerah dan pengeluaran kas,
dimana penetapan kewajiban daerah dilakukan lebih dulu, maka
beban diakui pada saat terbit dokumen penetapan/pengakuan
kewajiban walaupun kas belum dikeluarkan. Misalnya, Surat Tagihan,
Berita Acara Penyerahan Barang, atau Berita Acara Kemajuan
Pekerjaan.
Jurnal pada SKPD
1. Pengeluaran kas dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran
a. Pada
saat
dokumen
penetapan/pengakuan
Beban
kewajiban
XXX
Utang Beban
XXX
b. Pada saat kas dikeluarkan oleh Bendahara Pengeluaran,
maka dicatat dengan jurnal sebagai ber
ikut:
Utang Beban
Kas di Bendahara Pengeluaran
XXX
XXX
84
maka dicatat dengan jurnal sebagai ber
ikut:
c. Selama belum diterbitkan SP2D GU dar
i Bendahara Umum
Daerah, maka pengeluaran kas belum dapat diakui sebagai
Belanja sehingga dicatat dengan jurnal sebagai ber
ikut:
Uang Muka
XXX
Perubahan
XXX
d. Apabila telah diterbitkan SP2D GU dari BUD, maka dicatat
dengan jurnal sebagai berikut:
Kas di Bendahara Pengeluaran
XXX
R/K PPKD
Belanja
XXX
XXX
UangMuka
XXX
2. Pengeluaran kas dilakukan oleh BUD
Apabila pengeluaran dilakukan langsung dar
i Kas Daerah
melalui mekanisme LS, maka dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
Utang Beban
XXX
R/K PPKD
XXX
Sedangkan Belanja diakui dan dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
Belanja
XXX
Perubahan SAL
XXX
Jurnal pada PPKD IBUDI
Pada saat BUD menerbitkan SP2D GU ataupun SP2D LS,
R/KSKPD
Kas di Kas Daerah
XXX
XXX
85
Aira^t ^pnoan iiirnqi ttfhprjai Vw*]-j]fiit*
2.Beban Diakui Bersamaan dengan Pengeluaran Kas
Apabila dalam hal proses transaksi pengeluaran daerah tidak terjadi
perbedaan
waktu
antara
penetapan
kewajiban
daerah
dan
pengeluaran kas daerah, maka beban diakui bersamaan dengan saat
pengeluaran kas.
Jr
arnal Pf
tda SKPP
1. Pengeluaran kas dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran
a. Pada saat kas dikeluarkan oleh Bendahara Pengeluaran, maka
Beban
XXX
Kas di Bendahara Pengeluaran
XXX
b. Selama belum diterbitkan SP2D GU dari Bendahara Umum
Daerah, maka pengeluaran kas di atas belum bisa diakui sebagai
Belanja sehingga dicatat dengan jurnal sebagai ber
ikut:
Uang Muka
XXX
Perubahan SAL
XXX
c. Apabila telah diterbitkan SP2D GU dari BUD, maka dicatat
dengan jurnal sebagai berikut:
Kas di Bendahara Pengeluaran
XXX
R/K PPKD
XXX
Belanja
XXX
Uang Muka
XXX
2. Pengeluaran kas dilakukan oleh BUD
Apabila
pengeluaran
dilakukan
langsung dar
i
Kas
Daerah
melalui mekanisme LS, maka dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
86
Beban
XXX
R/KPPKD
XXX
Sedangkan Belanja diakui dan dicatat dengan jurnal sebagai
berikut:
Belanja
XXX
Perubahan SAL
XXX
Jnrnal Pf
tda PPKD fBUDl
Pada saat BUD menerbitkan SP2D GU ataupun SP2D LS,
maka dicatat dengan jurnal sebagai ber
ikut:
R/K SKPD
XXX
Kas di Kas Daerah
XXX
Jumal Pember
ian ITpng H^yf
tp tfelanja kepada PPTK
Pada praktiknya, terkadang terjadi pember
ian uang muka belanja
kepada
PPTK oleh Bendahara Pengeluaran.
1. Saat pengeluaran kas oleh Bendahara Pengeluaran kepada PPTK,
dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
Panjar Kegiatan
XXX
Kas di Bendahara Pengeluaran
XXX
2. Pada saat PPTK mempertanggungjawabkan penggunaan panjar
kegiatan kepada Bendahara Pengeluaran, maka dicatat dengan
jurnal sebagai ber
ikut:
Uang Muka
XXX
Kas di Bendahara Pengeluaran
XXX
Panjar Kegiatan
XXX
87
Pendebetan akun Kas di Bendahara Pengeluaran pada jurnal di
atas dilakukan apabila ada selisih lebih antara panjar yang
diber
ikan oleh Bendahara Pengeluaran dengan penggunaan panjar
tersebut oleh PPTK.
3. Pada saat SPJ dari PPTK di atas disahkan oleh Pengguna Anggaran/
Kuasa Pengguna Anggaran, akan didijurnal sebagai berikut:
Beban
XXX
Uang Muka
4. Pengakuan
baru
belanja
atas
XXX
penggunaan
panjar
oleh
PPTK
bisa dilakukan setelah diterbitkan SP2D GU oleh BUD, yang
dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
Kas di Bendahara Pengeluaran
XXX
R/KPPKD
Belanja
XXX
XXX
Perubahan SAL
XXX
Jurnal pada PPKD {BUD!
Pada saat BUD menerbitkan SP2D GU ataupun SP2D LS, maka dicatat
dengan jurnal sebagai berikut:
R/K SKPD
XXX
Kas di Kas Daerah
XXX
3.Beban Diakui Setelah Pengeluaran Kas
Apabila dalam hal proses transaksi pengeluaran daerah terjadi
perbedaan waktu antara penetapan kewajiban daerah dan pengeluaran
kas daerah, dimana penetapan kewajiban daerah dilakukan setelah
pengeluaran kas, maka
Beban
diakui
saat
barang atau jasa
dimanfaatkan
walaupun
kas sudah dikeluarkan. Pada saat
pengeluaran kas mendahului saat barang atau jasa dimanfaatkan,
pengeluaran tersebut belum dapat diakui sebagai Beban tetapi
diklasifikasikan sebagai Beban Dibayar di Muka (akun neraca).
Jurnal nada 8KPD
1.
Pengeluaran kas dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran
a. Pada saat Bendahara Pengeluaran mengeluarkan kas sementara
pengeluaran tersebut belum merupakan kewajiban, maka
dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
Beban Dibayar Dimuka
Kas di Bendahara Pengeluaran
XXX
XXX
Selama belum diterbitkan SP2D GU dari Bendahara Umum
Daerah, maka pengeluaran kas belum bisa diakui sebagai
belanja dan tidak dilakukan penjurnalan atas akun-akun LRA.
b. Pada saat SP2D GU diterbitkan oleh BUD, maka dicatat dengan
jurnal sebagai berikut:
Kas di Bendahara Pengeluaran
R/KPPKD
Belanja
Perubahan SAL
2.
XXX
XXX
XXX
XXX
Pengeluaran kas dilakukan oleh BUD
a. Apabila pengeluaran dilakukan langsung dari Kas Daerah
melalui mekanisme LS, maka dicatat dengan jurnal sebagai
berikut:
Beban Dibayar Dimuka
XXX
R/K PPKD
XXX
Belanja
XXX
Perubahan SAL
XXX
b. Pada saat penetapan kewajiban, maka Beban dicatat dengan
jurnal sebagai berikut:
Beban
XXX
Beban Dibayar Dimuka
XXX
Jurnal pada PPKD IBOD)
Pada
saat
penerbitan
SP2D
GU
(kas
dikeluarkan
oleh
Bendahara Pengeluaran SKPD) ataupun pengeluaran kas melalui
mekanisme SPM-LS, maka dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
R/KSKPD
XXX
Kas di Kas Daerah
XXX
D. JURNAL STANDAR PEMB1AYAAN
Transaksi pembiayaan adalah transaksi pener
imaan yang
perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima
kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun tahuntahun anggaran ber
ikutnya, yang dalam penganggaran pemer
intah
terutama dimaksudkan untuk menutup def
isit atau memanfaatkan
surplus anggaran.
Transaksi penerimaan pembiayaan antara lain berupa:
90
1. Penggunaan SiLPA tahun sebelumnya
2. Pener
imaan pinjaman
3. Penjualan obligasi pemerintah
4. Privatisasi perusahaan negara/daerah
5. Pener
imaan kembali pinjaman yang diber
ikan kepada pihak
ketiga
6. Penjualan investasi permanen lainnya
7. Pencairan dana cadangan
Transaksi pengeluaran pembiayaan antara lain berupa:
1. Pember
ian pinjaman kepada pihak ketiga
2. Penyertaan modal pemer
intah
3. Pembayaran kembali pokok pinjaman dalam periode tahun
anggaran tertentu
4. Pembentukan dana cadangan
Berdasarkan
No.71
paragraf 52
Tahun
dan
56
PSAP 02
Lampiran
I
PP
2010 Pener
imaan/Pengeluaran Pembiayaan diakui
pada saat diter
ima/dikeluarkan Rekening Kas Umum Daerah. Namun
berdasarkan IPSAP 03 Tahun 2012 tentang Pengakuan Pener
imaan
Pembiayaan yang Diterima pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah
dan Pengeluaran Pembiayaan yang Dikeluarkan dar
i Rekening Kas
Umum
Negara/daerah
RKUN/RKUD,
pengakuan
pener
imaan/pengeluaran pembiayaan ditentukan oleh BUN/BUD
sebagai pemegang otoritas dan bukan semata-mata oleh RKUN/RKUD
sebagai salah satu tempat penampungannya.
Oleh
karena
itu,
pernyataan
bahwa
Penerimaan/Pengeluaran
Pembiayaan diakui pada saat diterima pada RKUN/RKUD perlu
diinterpretasikan, sehingga mencakup transaksi ber
ikut:
1. Penerimaan pembiayaan yang diter
ima pada RKUN/RKUD.
2. Penerimaan
dibentuk
pembiayaan
pada
rekening
khusus,
yang
untuk menampung transaksi pembiayaan yang
91
Kas
Perubahan
di Kas Daerah
SAL
bersumber dari utang.
3. Pencairan oleh pemberi pinjaman atas per
intah BUN/BUD
untuk membayar pihak ketiga atau pihak lain terkait atas dana
pinjaman yang dianggarkan sebagai pembiayaan.
4. Pengeluaran pembiayaan yang dikeluarkan dar
i RKUN/RKUD.
5. Pengeluaran pembiayaan yang tidak melalui RKUN/RKUD yang
diakui oleh BUN/BUD.
Transaksi Penerimaan/ Pengeluaran Pembiayaan baik penganggaran
maupun realisasinya dicatat pada PPKD sebagai BUD.
a. Jurnal Standar Transaksi Penerimaan Pembiayaan
1.
Penggunaan SiLPA tahun sebelumnya:
Perubahan SAL
XXX
Penggunaan SiLPA Tahun Sebelumnya
XXX
2. Penerimaan pinjaman:
Kas di Kas Daerah
XXX
Utang
XXX
Perubahan SAL
XXX
Pener
imaan Pembiayaan-Pinjaman
XXX
3. Penjualan obligasi pemerintah:
XXX
UtangDalam Neger
i-Obligasi
XXX
XXX
Pener
imaan Hasil Penerbitan Obligasi Daerah
XXX
4. Privatisasi perusahaan daerah:
a. Jika
pr
ivatisasi
perusahaan
daerah
menghasilkan
keuntungan, yaitu nilai kas yang diter
ima lebih besar dari
92
Kas di Kas Daerah
Non Lancar-LO
nilai buku Penyer
taan Modal Pemer
intah pada Perusahaan
Daerah.
Kas di Kas Daerah
XXX
Penyertaan Modal Pemer
intah Daerah
XXX
Surplus Penjualan Aset Non Lancar-LO
t>erubahan SAL
XXX
XXX
Hasil penjualan perusahaan milik daerah/BUMD ....XXX
b. Jika privatisasi perusahaan daerah menimbulkan kerugian,
yaitu nilai kas yang diterima lebih kecil dari nilai buku
Penyertaan Modal Pemerintah pada Perusahaan Daerah:
...XXX
Def
isit Penjualan Aset
XXX
Penyertaan ModalPemerintah Daerah ....
.XXX
Perubahan SAL
XXX
Hasil Penjualan Perusahaan Milik Daerah/ BUMD
5.
XXX
Pener
imaan kembali pinjaman yang diberikan kepada pihak
ketiga:
Kas di Kas Daerah
XXX
Pinjaman Jangka Panjang kepada Entitas Lainnya
Perubahan SAL
Penerimaan Kembali Piutang kepada
6.
XXX
XXX
XXX
Penerimaan dar
i pengumuman laba BUMD dan pembayaran
dividen BUMD.
a. Pengumuman laba perusahaan daerah
1) Jika
kepemilikan saham pemda di perusahaan daerah
93
menggunakan metode biaya (kepemilikan saham kurang
dari 20% modal perusahaan daerah dan tidak memiliki
pengaruh yang signifikan dalam pengendalian perusahaan
daerah), maka pada saat pengumuman laba perusahaan
idak ada jurnal pembiayaan.
t
2) Jika
kepemilikan
saham
pemda
di
perusahaan
daerah menggunakan metode ekuitas (kepemilikan lebih
dari 20 % atau kurang dari 20 % modal perusahaan daerah,
tetapi
memiliki
pengaruh
yang
pengendalian perusahaan daerah),
pengumuman
laba
signifikan
maka
dalam
pada
saat
perusahaan dicatat dengan jurnal
sebagai berikut:
Penyertaan Modal Pemer
intah Daerah
XXX
Bagian Laba atas Penyertaan Modal pada BUMD-LO....XXX
Nilai yang dijurnal adalah = Y % kepemilikan x Nilai
laba yang diumumkan.
'emhayaran dividen
Penyertaan Modal Pemerintah
Perubahan SAL
XXX
XXX
Bagian Laba atas Penyertaan Modal pada BUMD-LRA... XXX
7.
Pencairan dana cadangan
Pencairan dana cadangan berar
ti petnindahan akun Dana
Cadangan, yang kemungkinan dalam bentuk deposito, menjadi
bentuk kas yang dapat dipergunakan untuk pembiayaan kegiatan
yang telah direncanakan. Atas transaksi tersebut akan dicatat
dengan jurnal sebagai berikut:
94
1. Pemberian pinjaman kepada pihak ketiga
Kas di Kas Daerah
XXX
Dana Cadangan
Perubahan SAL
XXX
XXX
Pencairan Dana Cadangan
XXX
Jika terdapat hasil dari Dana Cadangan yang didepositokan,
maka pener
imaan bunga deposito Dana Cadangan tersebut
harus menambah Dana Cadangan dengan jurnal sebagai ber
ikut:
Dana Cadangan
XXX
Pendapatan Bunga-LO
b.
XXX
Jurnal Standar Transaksl Pengeluaran Pemblayaan
Pinjaman Jangka Panjang kepada Entitas Lainnya
Kas di Kas Daer
ah
Pember
ian Pinjaman Daerah kepada
XXX
XXX
XXX
Perubahan SAL
XXX
2. Penyertaan modal pemerintah pada perusahaan daerah
Penyertaan Modal Pemerintah Daerah
Kas di Kas Daerah
Pengeluaran pembiayaan-Penyertaan Modal pada BUMD
XXX
XXX
XXX
Perubahan SAL
XXX
3. Pembayaran kembali pinjaman
Pinjaman Jangka Panjang kepada Entitas Lainnya
Beban Bunga Utang Pinjaman
Kas di Kas Daerah
XXX
XXX
XXX
95
Pembayaran Pokok Pinjaman kepada....-LRA
Belanja Bunga Utang Pinjaman
Perubahan SAL
XXX
XXX
XXX
4. Pembentukan dana cadangan
Dana Cadangan
XXX
Kas di Kas Daerah
Pembentukan Dana Cadangan
XXX
XXX
Perubahan SAL
XXX
E. JURNAL STANDAR ASBT, KEWAJIBAN, DAN EKUITAS
B.I Jurnal Standar Aset
Bab ini menguraikan jurnal standar untuk transaksi-transaksi
yang melibatkan Aset Tetap
tersebut
memerlukan
dan
Persediaan.
Kedua akun
perlakuan yang disesuaikan dengan
berbagai var
iasi transaksi yang terjadi.
Transaksi-transaksi yang melibatkan Aset Tetap antara lain:
1. Pengadaan aset tetap, yang terdiri dari:
a. Pembelian
b. Pembangunan
c. Penerimaan hibah
2. Penetapan dan mutasi aset tetap
3. Pemanfaatan aset tetap, yang terdiri dari:
a. Menyewakan
b. Pinjam pakai
c. Kerjasama operasi (KSO)
96
d. Bangun Serah Guna (Built Transfer Operate - BTO)
e. Bangun Guna Serah (Built Operate Transfer- BOT)
4. Penyusutan aset tetap
5. Penghentian dan pelepasan aset tetap, yang terdir
i dar
i:
a. Reklasif
ikasi dari Aset Tetap ke Aset Lain-lain
b. Penghapusan aset tetap yang rusak berat
c. Penjualan
d. Pertukaran
e. Hibah
f. Aset tetap sebagai penyertaan modal pemerintah
1. Jurnal Standar Aset Tetap
a. Pembelian
Perolehan aset dengan pembelian dapat dilakukan dengan SPMUP melalui Bendahara Pengeluaran ataupun melalui PPKD
dengan mekanisme SPM - LS.
1) Pembelian aset melalui Bendahara Pengeluaran dengan
Uang Persediaan (UP)
a) Saat pengeluaran kas dengan Uang Persediaan, SKPD
akan menjurnal sebagai berikut:
AsetTetap
XXX
Kas di Bendahara Pengeluaran
UangMuka
XXX
XXX
Perubahan SAL
XXX
b) Saat penerbitan SP2D GU, SKPD akan menjurnal sebagai
ber
ikut:
Belanja Modal Pengadaan
UangMuka
XXX
XXX
97
Jurnal di SKPD:
Jurnal di PPKD:
R/K SKPD
XXX
Kas di Kas Daerah
XXX
2) Perolehan aset melalui mekanisme SPM-LS:
AsetTetap
XXX
R/KPPKD
Belanja Modal Pengadaan
XXX
XXX
Perubahan SAL
XXX,
Jurnal di PPKD:
R/KSKPD
XXX
Kas Di Kas Daerah
XXX
UtangPFK
XXX
Utang PFK merupakan utang kepada Kas Negara atas
kewajiban pungut atas PPh dan PPN oleh Bendahara Umum
Daerah.
b. Pembangunan
Perolehan
aset
dengan
pembangunan
dilakukan
dengan
mekanisme SPM-LS. Selama pembangunan aset tetap belum
selesai 100%, maka setiap realisasi pembayaran ditampung
dalam akun Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP). Jurnal standar
transaksi sama dengan pembelian melalui mekanisme SPM-LS.
Setelah pembayaran selesai 100% dan Ber
ita Acara Serah Terima
Barang (BAST) dibuat, maka akun KDP direklas menjadi akun
Aset Tetap.
98
Jurnal di SKPD :
1) Saat belum selesai 100%
Konstruksi Dalam Pengerjaan
XXX
R/KPPKD
XXX
Belanja Modal Pengadaan
XXX
Perubahan SAL
XXX
Jurnal di PPKD:
R/K SKPD
XXX
Kas Di Kas Daerah
XXX
UtangPFK
XXX
2) Saat selesai 100% dan dibuat Ber
ita Acara Serah Terima
(BAST)
Jurnal di SKPD:
AsetTetap
XXX
Konstruksi Dalam Pengerjaan
XXX
c. Pener
imaan Hibah
Aset Tetap/Aset Lain-lain
Pendapatan Hibah dari
XXX
-LO
XXX
Akun Lain-lain dimunculkan jika aset diterima oleh pemda dan
dikelola
oleh
PPKD
sehingga
belum
ditetapkan
SKPD
penggunanya. Setelah ditetapkan penggunanya, maka Aset Lainlain tersebut dipindahkan ke laporan keuangan SKPD yang
bersangkutan.
99
d. Mutasi Aset Tetap
Mutasi Aset Tetap adalah perubahan pengguna aset tetap yang
didasarkan pada SK penetapan pengguna aset tetap. Mutasi
aset tetap dapat terjadi baik dari SKPD kepada PPKD maupun
dari PPKD kepada SKPD.
1) Mutasi aset tetap dari SKPD kepada PPKD
Jurnal di SKPD:
R/KPPKD
XXX
AsetTetap
XXX
Jurnal di PPKD:
Aset Lain-lain
XXX
R/KSKPD
XXX
2) Mutasi aset tetap dar
i PPKD kepada SKPD
Jurnal di SKPD:
AsetTetap
XXX
R/KPPKD
XXX
Jurnal di PPKD:
R/KSKPD
XXX
Aset Lain-lain
XXX
e. Henyewakan
Menyewakan aset tetap kepada pihak lain t
idak menimbulkan
jurnal khusus atas aset tetap, melainkan dibuatnya jurnal atas
pendapatan sewa tersebut sesuai jurnal standar pendapatan di
bab sebelumnya. Aset
yang
disewakan
adalah
aset
yang
100
berikut:
Menyewakan aset tetap kepada pihak lain tidak menimbulkan
jumal khusus atas aset tetap, melainkan dibuatnya jurnal atas
pendapatan sewa tersebut sesuai jurnal standar pendapatan di
bab sebelumnya. Aset
yang
disewakan
adalah
aset
yang
dikelompokkan dalam Aset Lain-lain karena tidak dipergunakan
oleh SKPD.
Untuk mencatat Pendapatan pada SKPD dibuat jurnal sebagai
Kas di Bendahara Penerima
XXX
Hasil dari Pemanfaatan Kekayaan Daerah-LO
Perubahan SAL
XXX
XXX
Hasil dari Pemanfaatan Kekayaan Daerah-LRA
XXX
f. Pinjam Pakai
Transaksi pinjam pakai aset pemda oleh pihak lain juga tidak
menimbulkan jurnal khusus atas aset yang dipinjampakaikan.
Aset yang dipinjampakaikan adalah aset yang dikelompokkan
dalam Aset Lain- lain karena tidak digunakan oleh SKPD.
g. Keijasama Oper
as! (KSO)
Jurnal standar untuk mencatat transaksi KSO sebagai berikut:
1)
Jika dilakukan oleh PPKD sebagai pengelola barang:
Kemitraan dengan Pihak Ketiga-Kerjasama Operasi
Aset Lain-lain
2)
XXX
XXX
Jika dilakukan oleh SKPD sebagai pengguna barang:
Kemitraan dengan Pihak Ketiga- Kerjasama Operasi
Aset Tetap/Aset Lain-lain
XXX
XXX
101
keijasama tersebut dengan jurnal sebagai berikut:
h. Bangun Serah Guna {Built Transfer Operate @ BTO)
1) Pada
tanah
saat
kontrak
ditandatangani
dan
dibuat
BAST
milik pemda untuk dikerjasamakan, maka dicatat
dengan jurnal sebagai berikut:
Bangun Serah Guna (BTO)
XXX
Tanah
2) Pada
saat
bangunan
dengan
XXX
BTO
telah
selesai
dan
diserahkan ke pemda dengan BAST, maka dicatat dengan
jurnal sebagai berikut:
Bangun Serah Guna (BTO)
XXX
Utang Jangka Panjang Lainnya
XXX
3) Pada saat aset BTO telah menghasilkan, maka selama
masa kerjasama, misalnya 10 tahun, dicatat pendapatan dari
Kas di Kas Daerah
XXX
Hasil dar
i Pemanfaatan Kekayaan Daerah-LO
Perubahan SAL
XXX
XXX
Hasil dar
i Pemanfaatan Kekayaan Daerah-LRA
4) Pada
XXX
saat kerjasama dengan pihak kedua telah selesai
maka berdasarkan memo jurnal dijurnal sebagai berikut:
Bangunan
XXX
Tanah
XXX
Bangun Serah Guna (BTO)
XXX
i. Bangun Guna Serah (Built Operate Transfer - BOT)
1) Pada
tanah
saat
kontrak
ditandatangani
dan
dibuat
BAST
milik pemda untuk dikerjasamakan, maka dicatat
102
dengan jurnal sebagai ber
ikut:
Bangun Guna Serah (BOT)
XXX
Tanah
XXX
2) Pada saat aset BOT telah menghasilkan, maka dicatat
dengan jurnal sebagai berikut:
Kas di Kas Daerah
XXX
Hasil dari Pemanfaatan Kekayaan Daerah-LO
Perubahan SAL
XXX
XXX
Hasil dari Pemanfaatan Kekayaan Daerah-LRA
3)
Pada
saat
bangunan
dengan
BOT
XXX
telah
selesai
dikerjasamakan dan diserahkan ke pemda, maka berdasarkan
memo jurnal dijurnal sebagai berikut:
Tanah
Bangunan
XXX
XXX
Bangun Guna Serah (BOT)
XXX
Pendapatan Lainnya-LO
XXX
Akun Pendapatan Lainnya-LO digunakan untuk mencatat
pendapatan atas penerimaan aset tetap berupa Bangunan
dari pihak kedua sesuai nilai buku pada saat penyerahan.
j. Penyusutan Aset Tetap
Beban Penyusutan
Akumulasi Penyusutan
XXX
XXX
k. Tukar Menukar Aset
1) Jika pertukaran aset menghasilkan keuntungan karena
nilai aset yang masuk lebih tinggi dari aset yang keluar.
103
Aset Tetap (yang masuk)
XXX
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (yang keluar)
XXX
Aset Tetap...(yang keluar)
XXX
Surplus Penjualan Aset Non Lancar-LO
XXX
2) Jika pertukaran aset menimbulkan kerugian karena nilai
aset yang masuk lebih rendah dar
i aset yang keluar.
Aset Tetap...(yang masuk)
XXX
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (yang keluar)
XXX
Defisit Penjualan Aset Non Lancar-LO
XXX
Aset Tetap...(yang keluar)
XXX
1. Penjualan Aset
Kas di Bendahara Penerimaan/Piutang
XXX
Akumulasi Penyusutan
XXX
Surplus Penjualan Aset Nonlancar-LO
AsetTetap
Perubahan SAL
XXX
XXX
XXX
Hasil Penjualan Aset Daerah yang Tidak Dipisahkan-LRA..XXX
2. Jurnal Standar Persediaan
a. Metode Periodik
1) Pada awal tahun diakui beban persediaan atas persediaan
awal pada neraca
Beban Persediaan
Persediaan
XXX
XXX
2) Saat pembelian persediaan
Beban Persediaan
Kas di Bendahara Pengeluaran
XXX
XXX
104
Belanja Bahan Pakai Habis
XXX
Perubahan SAL
XXX
3) Saat penggunaan/pemakaian persediaan tidak dilakukan
penjurnalan.
4) Pada akhir tahun, untuk mengakui saldo persediaan pada
neraca berdasarkan hasil opname f
isik, dengan jurnal
sebagai berikut:
Persediaan
XXX
Beban Persediaan
XXX
b. Metode Perpetual
1) Di awal tahun tidak dilakukan penjurnalan.
2) Saat pembelian persediaan:
Persediaan
XXX
Kas di Bendahara Pengeluaran
Belanja Bahan Pakai Habis
Perubahan SAL
3)
XXX
XXX
Saat penggunaan/pemakaian persediaan:
Beban Persediaan
Persediaan
4)
XXX
XXX
XXX
Tidak terdapat jurnal di akhir tahun.
E.2 Jurnal Standar Kewajiban
Kewajiban terdiri dari kewajiban jangka pendek dan kewajiban
jangka panjang. Kewajiban Jangka Pendek adalah kewajiban yang
jatuh tempo atau diharapkan dibayar dalam 12 bulan setelah
tanggal pelaporan, antara lain utang transfer pemerintah, utang
105
kepada pegawai, utang bunga pinjaman, utang jangka pendek
kepada pihak ketiga, utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK), utang
ganti rugi kepada masyarakat, dan bagian lancar utang jangka
panjang.
Kewajiban Jangka Panjang adalah kewajiban yang jatuh tempo atau
diharapkan dibayar setelah 12 bulan setelah tanggal pelaporan
antara lain utang pinjaman kepada pemerintah.
Transaksi yang berkaitan dengan kewajiban meliputi:
- Pengakuan kewajiban
- Penyelesaian/pelunasan kewajiban
1. Pengakuan Kewajiban
a. Utang transfer pemerintah
Transaksi ini dijurnal pada saat Peraturan Kepala Daerah
tentang alokasi transfer ke daerah bawahan ditetapkan, dengan
jurnal standar sebagai berikut:
Beban Transfer
XXX
Utang Beban Transfer
XXX
b. Utang kepada pegawai
Transaksi
ini
dijurnal
pada
saat
timbulnya
kewajiban
pemer
intah kepada pegawai atas gaji, tunjangan pegawai, serta
honor pegawai, dengan jurnal standar sebagai berikut:
Beban Pegawai
Utang Beban Pegawai
XXX
XXX
c. Utang bunga pinjaman
Untuk pengakuan beban bunga yang jatuh tempo kurang
dari
12 bulan setelah tanggal pelaporan, akan dibuat jurnal
standar sebagai ber
ikut:
106
Beban Bunga
XXX
Utang Bunga
XXX
d. Utangjangka pendek dari pihak ketiga
Transaksi ini dijurnal pada saat pemda mener
ima hak atas
barang dari pihak ketiga, termasuk barang dalam perjalanan
yang telah menjadi haknya.
Pemer
intah
harus
mengakui
kewajiban atas jumlah yang belum dibayarkan untuk barang
tersebut, dengan jurnal standar sebagai ber
ikut:
Beban Persediaan (metode per
iodik)
XXX
Utang Beban Barang
XXX
e. Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)
Transaksi ini dijurnal pada saat Bendahara Pengeluaran
melakukan pemotongan dan memungut iuran Taspen, Askes,
Taperum, dan PPh Pusat dar
i pembayaran gaji pegawai dan
melakukan pemungutan PPh Pusat dan PPN Pusat dari rekanan,
dengan jurnal standar sebagai ber
ikut:
Kas di Kas Daerah/ Kas di Bendahara Pengeluaran
Utang Perhitungan Pihak Ketiga
f.
XXX
XXX
Utang ganti rugi kepada masyarakat
Transaksi ini dijurnal pada saat pemerintah secara tidak sengaja
menyebabkan kerusakan pada kepemilikan pr
ibadi. Kewajiban
timbul sepanjang hukum yang berlaku dan kebijakan yang
ada memungkinkan pemerintah akan membayar kerusakan,
dan sepanjang jumlah pembayarannya dapat diestimasi dengan
handal. Jurnal standar transaksi ini adalah sebagai berikut:
Beban Lain-lain
Utang Beban Lain-lain
XXX
XXX
107
g. Pengakuan utang jangka pendek yang berasal dar
i utang
jangka panjang. Transaksi ini dijurnal pada akhir tahun untuk
mereklas utang jangka panjang yang jatuh tempo
setelah
tanggal
12 bulan
laporan keuangan, dengan jurnal standar
sebagai ber
ikut:
Utang Jangka Panjang
XXX
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
XXX
2. Penyelesalan/Pelunasan Kewajiban
Penyelesaian
kewajiban
pada
umumnya
dilakukan
oleh
pemer
intah melalui pengeluaran kas yang dibayarkan kepada
pihak yang memberikan utang (kreditur). Jurnal standar untuk hal
ini adalah:
Utang
XXX
Kas di Kas Daerah/ Bendahara Pengeluaran
XXX
Jika penyelesaian utang dengan pengeluaran kas tersebut untuk
utang beban, selain jurnal di atas, maka harus juga dibuat jurnal
untuk mengakui belanja LRA atas pengeluaran kas tersebut.
Belanja
Perubahan SAL
XXX
XXX
Jika penyelesaian utang dilakukan dengan penyerahan barang
milik pemerintah, maka apabila terdapat selisih antara nilai
barang yang diserahkan dengan saldo utang akan diakui sebagai
Pendapatan-LO atau Beban.
Jurnal standar untuk transaksi ini adalah:
a. Jika nilai buku aset tetap yang diserahkan lebih kecil dari nilai
utang:
108
Utang
XXX
Akumulasi Penyusutan AsetTetap
XXX
AsetTetap
XXX
Surplus Penjualan Aset Non Lancar-LO
XXX
b. Jika nilai buku aset tetap yang ditukarkan lebih besar dari nilai
utang:
Utang
XXX
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap
XXX
Def
isit Penjualan Aset Non Lancar-LO
XXX
Aset Tetap
XXX
E.3 Jurnal Standar Ekuitas
Jurnal standar Ekuitas terdapat pada jurnal penutup LO akhir
tahun untuk menambah/mengurangi ekuitas pada tahun berjalan.
Selain itu, Ekuitas juga akan dijurnal ketika terdapat koreksi
kesalahan atas periode yang telah lalu yang laporan keuangannya
sudah diterbitkan, yang mengakibatkan kas keluar/masuk atas
kesalahan Pendapatan-LO atau kas keluar atas kesalahan Beban.
F. JURNAL STANDAR PENYESUAIAN AKHIR TAHUN
Pada akhir tahun perlu dilakukan penyesuaian terhadap akun
neraca
agar neraca
keuangan
pemerintah
yang
disajikan
menggambarkan
posisi
daerah yang sebenarnya. Jurnal standar
penyesuaian akhir tahun yang dibuat meliputi transaksi-transaksi:
1. Penyesuaian
isik
f
persediaan
berdasarkan
hasil
opname
dengan menggunakan metode periodik
Persediaan
Beban Persediaan
XXX
XXX
109
2. Pengakuan Bagian Lancar Piutang Jangka Panianf,
Bagian Lancar Tagihan/Pinjaman Jangka Panjang
XXX
Tagihan/Pinjaman Jangka Panjang
XXX
3- Pe"gaf
euan Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
Utang Jangka Panjang
XXX
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang
XXX
4. Pengakuan Beban dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap
!__
_
Beban Penyusutan Aset Tetap
XXX
Akumulasi Penyusutan
XXX
5. Pengakuan Beban dan Akumulasi Penyisihan Piutang
Beban Penyisihan Piutang
XXX
Penyisihan Piutang
XXX
G. JURNAL STANDAR PENUTUP
Jurnal Penutup merupakan jurnal pada akhir tahun untuk
menihilkan saldo buku besar akun-akun nominal (akun LRA dan akun
LO, termasuk akun Perubahan SAL) agar di awal tahun berikutnya
mempunyai saldo awal nol. Setelah akun-akun nominal tersebut
ditutup, kita bisa mendapatkan saldo/nilai Ekuitas akhir yang akan
terbawa ke Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) dan Neraca, serta
saldo/nilai SiLPA/SiKPA pada LRA dan Saldo Anggaran Lebih (SAL)
akhir pada Laporan Perubahan SAL (LPSAL).
1. Jurnal untuk menutup akun-akun LO adalah sebagai berikut:
Pendapatan-LO
XXX
Beban
XXX
Surplus/ Def
isit-LO
XXX
no
Surplus/Def
isit-LO
XXX
Ekuitas
2.
XXX
Jurnal untuk menu tup akun-akun LRA adalah sebagai berikut:
Pendapatan-LRA
Belanja
XXX
XXX
Transfer
XXX
Surplus/Def
isit-LRA
XXX
Penerimaan Pembiayaan
XXX
Pengeluaran Pembiayaan
XXX
Pembiayaan Netto
XXX
Surplus/ Def
isit-LRA
XXX
Pembiayaan Netto
XXX
SiLPA/SiKPA
XXX
Nilai SiLPA pada jurnal penutupan merupakan selisih antara
(Pendapatan-LRA + Penerimaan Pembiayaan) dengan (Belanja +
Transfer + Pengeluaran Pembiayaan). Nilai SiLPA dari proses jurnal
penutupan ini harus sama dengan saldo akhir Perubahan SAL.
Akhir dari proses penutupan ini adalah dengan menutup akun
SiLPA/SiKPA dan akun Perubahan SAL, dengan jurnal sebagai berikut:
SiLPA/SiKPA
Perubahan SAL
XXX
XXX
Jika dengan jurnal terakhir tersebut ternyata akun Perubahan SAL
masih bersaldo, maka dapat disimpulkan bahwa masih terdapat
kesalahan pada jurnal transaksi/penyesuaian/penutup yang perlu
dikoreksi.
H. JURNAL KOREKSI
Koreksi adalah tindakan pembetulan secara akuntansi karena
adanya kesalahan agar
akun-akun
yang tersaji
dalam
laporan
keuangan entitas menjadi sesuai dengan yang seharusnya. Kesalahan
dalam penyusunan laporan keuangan dapat terjadi pada satu atau
beberapa periode sebelumnya yang baru ditemukan pada periode
berjalan.
Kesalahan dapat terjadi karena adanya:
1.Keterlambatan
penyampaian
bukti
transaksi
oleh
pengguna
anggaran,
2. Kesalahan perhitungan matematis,
3. Kesalahan dalam penerapan standar dan kebijakan akuntansi,
4. Kesalahan interpretasi fakta,
5. Kecurangan, atau
6. Kelalaian.
Ditinjau
dari
sifat
kejadiannya,
kesalahan
dikelompokkan
ke
dalam dua jenis, yaitu kesalahan yang berulang dan sistemik serta
kesalahan yang tidak berulang.
H.I Koreksi Kesalahan yang Berulang dan Sistemik
Kesalahan ini disebabkan sifat alamiah (normal) dari jenis-jenis
transaksi tertentu yang diperkirakan akan terjadi secara berulang.
Koreksi ini biasanya terjadi pada penerimaan pajak dari Wajib
Pajak (WP) berupa kelebihan atau kekurangan bayar pajak.
Berdasarkan SAP, jurnal koreksi tidak perlu dibuat untuk
kesalahan
seperti
ini,
pengeluaran/penerimaan
tetapi
kas
dicatat
pada
untuk
saat
terjadi
mengembalikan
112
1. Transaksi Wajib Pajak Lebih Bayar:
kelebihan/kekurangan
menambah
pendapatan
Pendapatan-LRA
dengan
maupun
mengurangi/
Pendapatan-LO
yang
bersangkutan.
Jurnal standar untuk koreksi ini sebagai berikut:
Pendapatan Pajak ... -LO
XXX
Kas di Kas Daerah
XXX
Pendapatan Pajak ... -LRA
XXX
Perubahan SAL
XXX
2. Transaksi Wajib Pajak Kurang Bayar:
Kas di Kas Daerah
XXX
Pendapatan Pajak ... -LO
XXX
Perubahan SAL
XXX
Pendapatan Pajak ... -LRA
XXX
H.2 Koreksi Kesalahan yang TIdak Berulang
Koreksi ini merupakan koreksi atas kesalahan yang diharapkan
tidak akan terjadi kembali pada masa-masa yang akan datang.
Koreksi ini dapat terjadi pada periode berjalan maupun pada
periode-per
iode sebelumnya.
1. Koreksi Kesalahan yang Tidak Berulang pada Periode
Berjalan
Baik mempengaruhi posisi Kas maupun tidak, koreksi atas
kesalahan ini dilakukan
dengan pembetulan
pada
akun
yang bersangkutan dalam periode berjalan, baik pada akun
Pendapatan-LRA
atau
akun
Belanja,
maupun
akun
113
Pendapatan-LO atau akun Beban. Apabila tidak mempengaruhi
posisi Kas, pembetulan hanya dilakukan pada akun-akun
neraca terkait pada per
iode kesalahan ditemukan.
2. Koreksi
Kesalahan
yang
Per
iode-Per
iode Sebelumnya
Tidak
Berulang
pada
a. Apabila laporan keuangan belum diterbitkan:
1) Jika
mempengaruhi
dilakukan
posisi
Kas,
koreksi
dengan pembetulan pada akun yang
bersangkutan, baik pada akun Pendapatan-LRA atau
akun Belanja, maupun akun Pendapatan- LO atau
akun Beban.
2) Jika
tidak mempengaruhi posisi kas,
pembetulan
dilakukan pada akun-akun neraca terkait, pada periode
kesalahan ditemukan.
b. Apabila laporan keuangan telah diterbitkan
1) Koreksi
posisi
kesalahan
yang
tidak
mempengaruhi
Kas, pembetulan dilakukan pada akun-akun
neraca terkait, pada periode kesalahan ditemukan.
2) Kesalahan atas kelebihan pengeluaran belanja/beban
sehingga
mengakibatkan
penerimaan
belanja/beban dan menambah
pembetulan
dilakukan
pada
posisi
kembali
Kas,
maka
akun Kas, Pendapatan
Lain-lain-LRA, dan Pendapatan Lain-lain-LO.
Kas di Kas Daerah/Bendahara Pengeluaran ....XXX
Pendapatan Lainnya-LO
Perubahan SAL
Pendapatan Lainnya-LRA
XXX
XXX
XXX
114
SiLPA/SiKPA
XXX
Perubahan SAL
6) Koreksi
kesalahan
pengeluaran
atas
pembiayaan
XXX
penerimaan
sehingga
atau
mengakibatkan
penambahan maupun pengurangan posisi Kas, pembetulan
dilakukan pada akun Kas, SiLPA/SiKPA, dan akun neraca
yang terkait.
a) Pener
imaan Pembiayaan - mengakibatkan penambahan
posisi Kas. Kesalahan
atas
kekurangan
Pener
imaan
Pembiayaan sehingga mengakibatkan penambahan posisi
Kas.
Contoh: Pemda menerima setoran atas kekurangan
pembayaran angsuran pokok pinjaman tahun lalu dan
BUMD, akan dijumal sebagai berikut:
Kas di Kas Daerah
XXX
Pinjaman Jangka Panjang kepada BUMD
Perubahan SAL
XXX
XXX
SiLPA/SiKPA
XXX
b) Penerimaan Pembiayaan - mengakibatkan pengurangan
posisi
Kas.
Kesalahan
atas
kelebihan
Pener
imaan
Pembiayaan sehingga mengakibatkan pengurangan posisi
Kas
Contoh:
Pemda
angsuran pokok
mengembalikan
pinjaman
kelebihan
tahun
lalu
setoran
kepada
BUMD, akan dijurnal sebagai berikut:
116
dicatat, akan dikoreksi sebagai berikut:
Pinjaman Jangka Panjang kepada BUMD
XXX
Kas di Kas Daerah
SiLPA/SiKPA
XXX
XXX
Perubahan SAL
XXX
c) Pengeluaran Pembiayaan - mengakibatkan penambahan
posisi Kas.
Kesalahan
atas kelebihan Pengeluaran
Pembiayaan sehingga mengakibatkan penambahan posisi
Kas
Contoh
:
Pemda menerima kelebihan pembayaran
angsuran utang jangka panjang tahun lalu kepada
pemer
intah pusat, akan dijurnal sebagai berikut:
Perubahan SAL
SiLPA/SiKPA
Kas di Kas Daerah
Utang Pemer
intah Pusat
XXX
XXX
XXX
XXX
d) Pengeluaran Pembiayaan - mengakibatkan pengurangan
posisi Kas. Kesalahan atas kekurangan Pengeluaran
Pembiayaan sehingga mengakibatkan pengurangan posisi
Kas.
Contoh : Terdapat pembayaran angsuran utang jangka
panjang tahun lalu kepada pemerintah pusat yang belum
Utang Pemerintah Pusat
Kas di Kas Daerah
XXX
XXX
117
SiLPA/SiKPA
XXX
Perubahan SAL
.
XXX
.
7) Koreksi kesalahan atas perolehan aset selain Kas dan
menambah atau mengurangi posisi Kas, dilakukan dengan
pembetulan pada aknn Kas, SiLPA/SiKPA, dan akun Aset
bersangkutan.
a) Jika
menambah
Kas
dan
mengurangi
nilai
Aset
Tetap.
Misalnya,
pemda kelebihan membayar harga tanah
yang dibeli, akan dikoreksi sebagai ber
ikut:
Kas di Kas Daerah/Bendahara Pengeluaran XXX
Tanah Kantor
XXX
Perubahan SAL
XXX
SiLPA/SiKPA
XXX
b) Jika mengurangi Kas dan menambah nUai Aset I
Tetap.
Misalnya, pemda kurang membayar harga peralatan
kantor yang dibeli.
Peralatan Kantor
XXX
Kas di Kas Daerah/Bendahara Pengeluaran
SiLPA/SiKPA
Perubahan SAL
XXX
XXX
XXX
118
I
8) Koreksi
kesalahan
atas
pencatatan
kewajiban
yang
menambah maupun mengurangi posisi Kas, dilakukan dengan
pembetulan
pada
akun
Kas,
SiLPA/SiKPA,
dan
akun
Kewajiban bersangkutan.
a) Jika
menambah
Kas.
Misalnya,
pemda
kelebihan
membayar angsuran utang jangka panjang.
Kas di Kas Daerah
XXX
Utang
XXX
Perubahan SAL
XXX
SiLPA/SiKPA
b)
Jika
mengurangi
Kas.
Misalnya,
XXX
Pemda
kurang
membayar angsuran utang jangka panjang.
Utang
XXX
Kas di Kas Daerah
SiLPA/SiKPA
Perubahan SAL
XXX
XXX
XXX
119
BAB VI
BAGAN AKUN STANDAR
Pengelolaan keuangan negara yang baik memerlukan adanya suatua
klasiilkasi dalam sistem yang dijabarkan dalam Bagan Akun Standar. BAS
antara lain mencakup kode p[erkiraan buku besar akuntansi. Kode
perkiraan tersebut terdiri dar
i kumpulan akun nominal dan akun riil secara
lengkap. Kumpulan akun tersebut digunakan didalam pembuatan jurnal,
buku besar, neraca lajur, neraca percobaan dan laporan keuangan.
BAS merupakan tools untuk mensinkronkan prose perencanaan dan
penganggaran dengan proses akuntansi dan pelaporan. Diharapkan dengan
adanya BAS, kebutuhan akan pelaporan yang konsisten dari sejak
terjadinya proses perencanaan dan penganggaran akan dapat terpenuhi.
Mengingat pentingnya peran kode BAS
tersebut maka diperlukan
standar
isasi kode akun sehingga akan dicapai keseragaman dalam
pemakaiannya.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka BAS seyogyanya disusun
sedemikian rupa sehingga dapat ber
fungsi secara efektif. Untuk itu
setidaknya perlu dipertimbangkan agar memenuhi hal-hal sebagai berikut :
1. Memungkinkan adanya analisis "multi dimensional level" dalam
penyusunan BAS.
2. Menghasilkan pelaporan keuangan dan manajer
ial yang bermanfaat;
3. Menyederhanakan proses manual sehingga dapat mempunyai lebih
banyak
waktu
untuk
melakukan
reviu
analistis
dan
pengembangan/perbaikan proses bisnis;
4. Kombinasi yang tepat antara orang, proses dan teknologi.
120
Tujuan pembakuan kode perkiraan akuntansi adalah mengakomodasi
proses manajemen keuangan dengan anggaran berbasis kinerja sedemikian
rupa agar diperoleh :
1. Perencanaan anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan dilakukan
secara proporsional, transparan dan profesional;
2. Pelaksanaan
anggaran
berbasis
kinerja
dilakukan
secara
lebih
akuntabel; dan
3. Laporan Keuangan mengakomodasi secara baik pengendalian anggaran,
pengukuran kinerja dan pelaporan kinerja keuangan dalam Laporan
Keuangan.
Ber
ikut adalah Bagan Akun Standar Pemer
intah Daerah.
Deposito
PiutangsiPajak
Jangka
Jangka
Hotel
Parkir
Pendck
Fendek BLUD
Kas dan Sctara Kas
"Kag"di"Kaa3aerah
Kas di Kas Daer
ah
Kas di Bendahar
a Pener
imaan
TtasdTBcndahara Pener
imaan
Kas di Bendahara Pcngeluaran
Kaa di Bendahar
a Pengeluai
KasdiBLUD
IInveatasi Jangka Pcndek
/cstasi dalam Saham
Invcstasi dalam Saham ....
Dst'TTTTT"""'
[investasi daiam Deposito
taaidalam SUN
Lrestasi dalam SUN_
Hnvestaai dalam SBI
[inveslasi dalam SBI
nvestasi dalam SPN
jlnveatam dalam SPN
ft Peruf
ck BLUD
si Jangka Pendek Lainnya
Plu tang f^ndapstan
Piutang Pajak Dacrah
[Piutang Bea BaUk Nama Kendaraan Bermotor
rpiiitang Pajak Sahan Bakar Kendaraan Bermotoi
Piulang Pajak Air Pcrmukaan
Piutang Pajak Rokok
g P^jak Restor
er]
Piutang Pajak Reklamc
pYutang Pajak Pcncrangan Jalan
Piutang Pajak Air' inah
Piutang Pajak Sar
ong Burung Walet
Piutang Pajak Mineral Bukart Logam dan Baluan
Piutang Pajak Bumi dan Bangunan Pcdeaaan dan Pcrkota
Piutanjj Bea Per
olehan Hak Atas Tanah dan Bangunan
122
DM...
Plutang
' Transfer Dana BOS Kurang Salur
Piutang Retr
ibusi
Piutang Retr
ibusi Pelayanan Kesehatan
oihan
Piutang Retribusi Pclayanan Persampahan/Keber
aiggantian Biaya Cetak Kar
tu Tanda Penduduk dan Akta Catalan S(pil_ _
Piutang Retr
ibusi Ft
Piutang Retr
ibusi Pelayanan Femakaman dan Pengabuan Mayat
Piutang Retr
ibusi Pelayanan Parlor di Tepi Jalan Umum
Piutang Retr
ibusi Pelayanan T'asar
Piulang Retr
ibusi Pengujian Kendaraan Bermotor
l^utang Retr
ibusi Pemeriksaan
Pemer
iksaan Alat Be
Pe madam Kebakaran
Kcbakara
,Pi u tang Retr
ibusi Penggantian Blaya Cctak Peta
Piutang Retr
ibusi Pcnyediaan dan/atau Fenyedotan Kakus
jpjutang Retribusi
| Piutang Retr
ibusi
[Phitang Retribusi
Piutang Retribuai
Piutang Retribuai Pelayanan Kepelabuhan
jPiutang Retrlbusi Tempat Rekreasl dan Olah r
aga
angan Air
Piutang Retr
ibusi^ Penyebr
Piutang Retr
ibuai Pcnjualan Produksi Usaha Daerah
iitan Bangurtan '
Piutang Retr
ibusi Izin Mendlr
Piutang Retr
ibusi ion Tempat Penjualan Minuman Bei
Piutang Rctribusi
Piutang Retr
ibuai Izin Trayek
Piutang Retr
ibus
Piutang Retribua Pengendalian LaJu Lintas
[Piutang Retr
ibusi Ferpanjangan Mn Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (1MTA)
[Piutang Hasil Pcngelolasn Kckayaan Dacr
ah yang Dipisahkan
[Piutang Bagian l*ba at
ea pcnyertaan moda] pada Pemsahaan MiiHTDaerah/BUMD
Ipiutang Hasil Ekaekusi atas Jar
oinan
Piutang dan Pengembalian
ifaatan Kckayaan Dacrah
Piutang Hasil Penjualan Aact Daerah Yang Tidak Dipiaahkan
[Piulang Hasil dar
i pengeloban dana bcrgulir
tnafer Pemer
intah Puaat-Dana Per
imbangan
Fiutang Bagi Hasil Bukan Pjuak/Sumber C
Piutflng Transfer Pcmerintah Lainnya
Piutang Tr
ansfer Pten* tah Daerah Lainnya
Piutang Tr
ansfer Bagi Hasil Pajak Daerah
Dat
DS1
"i
1
i
3 08
3 ,08 01
3 08 02
1
1
01
T ~4 01
i
l
i
IT
4
_.L
01
02
BagianLancarTagihanPinjamanJangkaPanjangkepadaEntitasLainnya
02
4 02 01 BagianLancarTagihanPinjamankepadaBadanUsahaMilikNcgara
4 02 02 BagianLancarTagihanPinjamankepadaBadanUsahaMilikDaerah
4 n? 03
04 BagianLancarTagihanPinjamankepadaPemerintahDaerahLainnya
4
02 05
i
i
i
i
l
~r
i
i
i
i
i
i
4 03
4 03 01 BagianLancarTagihanPcnjualanAngauranPcnjualanRumahDinasDaerahGolonganHi
4 03 02 BagianLancarTagihanPenjualanAnRSuranPenjualanKendaraanPeronuiganDinas
4 03 03
i
i
_*_ 04
ahTerhadapBendahara
~04 bT BagianlancarTuntutanOantiKerugianDaer
ahTcrhadapPegawaiNegeriBukanBendahara
4 04 02 BagianlancarTuntutanOantiKerugianDaer
i
i
i
05
05 01
4 05 02
i
4
i
i
i
i
i
i
i
i
i
i
)
i
i
i
i
l
i
i
i
i
i
t
i
i
"F
i
i
5
~5~
5
5
5
5
5
01
01
01
01
01
01
5 01
ft 01
02
02
02
02
5 02
5 02
5 02
of
02
03 PenyisihanPiutangFlaailPengctolaanKekayaanDaerahyangDipiaahkan
04
05 PenyiaihanPiutangTransferPemerintahPusat-DanaPerimbangan
06
07
08
5
01
02 PenyisihanBagianLancarTagihanPinjamanJangkaPanjangkepadaEntitaaLainnya
03 PenyisihanBagianLancarTagihanPenjualanAngnuran
04 PenyisihanBagianlancarTuntutanOantiKerugian
05
06
j.
6 @__
i
i 6 01
01
i 6
"f 6
02
i"
01 03
~r
i
i
l
_L i
i
1
1
i
02
6 02 01
02
6
BebanJaaaDibayarDimuka
03
6 03 01 BebanJasaDibayarDimuka
ft 03 02
f> 03 03
I T ~6~
6 04 01
1 1 6 04J)2
124
BebanLainnya
Dst
Investaaikepada~BadanUsahaMiloTNeRara
InvestasidalamObligasi
3st
3KSKPD
Dat
Dst
nvestasidalamProyekPernbangunan
D8t
nvestasiNonPermanenLainnya
1
i
1
"
Per
eediaan
01
i
i
i
i
i
l
i
i
l
~
BebanUinnya
05
05 01
05 02
1
1
T
"~
r
i
i
i
i
i
i
i
i
.._]_
i
i
i
i
i
i
i
i
-1- _L
01
01
01
01
01
01
01
01
01
02
03
04
05
06
07
08
09
02
02
02
02
02
Wi
02
02
01
02
03
04
05
Of)
07
Ptr
acdiaanBahan"PakaiHabis
~ "
Prr
ecdiaanAlatTulisKantor
PersedlaanDokumen/AdmlnlstrasiTender
PcrsediaanAlatListr
ikdandcklronik(lampupijar,batterykering)
Pcr
acdiaanPcrangko,materaidanbcndaposlainnya
PcrsediaanPeralatankeberaihandanbahanpcmbcrsih
PeraediaanBahanBakarMinyak/Gas
PeraediaanIsitabungpt^nadamkebakaran
PcrsediaanIsitabunggas
Per
aediaanBahanbakubangunan
PersediaanBahan/bibittanaman
Per
aediaanBibittcrnak
Per
aediaanBahanobat-obaian
Per
aediaanBahankimla
Per
aediaanBahanMakananPokok
03
aediaanBarangYangAkandiBenkanKepadaPihakKetiga
03 01 Per
03 02
[
1
1
i
i
l
_L.
i
8
1
1
1
i
i
i
RKSKPD
8 01
8 01 01
01 02
1
2
1
?.
AsetUntukDikonsolidasikan
1NVESTAS1JANOKAPAN.IANG
1
InvestasiJangkaPanjangkepadaEntitasl^ainnya
2 -|01" 01
2
2 1 01 02
T' 2 1 01 03
i 2 1 01 04
1
1
I
InvestasidalamObligaai
02
02 01
(YJ m
1
03
2
1
03 02
!
2
2
?
l" 04 01
1 04 0?
1
1
1
2
2
?
1
j
!
DcpositoJangkaPanjang
05
05 01
05 02
1
1
?
?
2
1
1
1
Of
i
Of
i 01
06 02
1
2
2
i
i
i
-f
2
2
)
i 1 03 01
[nvestasiJangkaPanjangPermanen
? 7 01
1 2 2 01 01 PenycrtaanModalKepadaBUMN
taanModalKepadaBUMD
2 @2 01 02 Penyer
125
11 02TTanah
[bat
Tanah Udang
Untuk Banginan Gedung Pcrdagangan/Perusahaan
Tanah Ferkampungan
Tanah Kampung
|Tanah Empiaamen
[D = 17". .._
PPcrtanian
Sawah Satu Tahui
Tcgalan
Pariah Perkebum
Tanah Perkebunan
"Dst"r~.
Kebun Campuran
__
Bidang Tanah Yang Tidak Ada Jar
ingan Fengain
02 |Tumbuh Liar Bercampur Jenis Lain
IHutan Lebat
[Hutan Belukar
|Hutan~AJam Sejenis/Hutan Raw a
[Tlutan Untuk Pcnggunaan Khusui
roster
Air Tawar
iah Taniius/Rusak
pTanah Ruaak
Alang-alang dan Padang Kumput
Padang Rumput
__
_
ITanah Untuk Bangunan Gedung
Tanah Untuk Bangunan Induatr
i ___
[Tanah Untuk Bangunan Tcmpat Keija/Jasf
[Tanah Koaong
I Tan ah ^tcrnakan
Tanah Lcmbir
an/Bantaran/lcpe-lepe/Sctrcn dot
Dst
"_
126
Dat
1
1
;
J...
l
I
l
"I
i
l
i
l
l
l
V
i
2
2 01
2 02
3
3 01
3 02
- 3 03
3
13
13
3
3
3
3
3
13
1.1
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
2
01
01 01
o 02
03
01 04
01 05
01 06
07
08
01 09
01 10
01 11
01 12
-
-
n?
0? 01
02
02 03
02 04
02 05
0? 06
3
03
03
03
0,1
0.1
03
03
OS
{J
3
j
o
03
04
05
06
07
OH
09 PcmbangkitUapAirPanas/SistetnGenerator
10
4
04
04
04
04
04
04
04
-
01
02
03
04
orBcrodaDua
05 KendaraanBermot
odaTiga
06 KendaraanBermotorBer
07
OS
05 01
05 02
endaraanTakBermotorKhusus
05 03 t
127
Dst
Dst
Dat
-
2
2
2
2
06
66 01
06 02
0 i 03
AlatAngkutApungBermotor
AlatAngkutApungBermotorBarang
AlatAngkutApungBermotorPenumpang
AlatAngkutApunfiBermotorKhusus
2
2
2
2
07
( 7 01
( 7 02
0 7 03
AlatAngkutApungTakBermotor
AlatAngkutApungTakBermotorUntukBarang
AlatAngkutApungTakBermotorPenumpang
AlatAngkutApungTakBermotorKhusus
AlatAngkutBermotorUdara
2( i
2 0 8 01 PesawatTerbang
2 ( 3 02
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
09
( 9 01
( 9 02
( 9 03
( 9 04
( 9 05
( @9 06
( 9 07
( 9 08
09 09
0 9 10
AlatBcngkelBermesin
PcrkakasKonstruksiLogamTcrpasangpadaPondasi
FerkakasKonstruksiLogamyangBerpindah
PerkakasBengkellistr
ik
PerkakasBengkelService
PerkakasPengangkatBcrmcsin
PerkakasBcngkclKayu
PcrkakasBengkelKhusus
PeralatanLas
PerkakasPabr
ikEs
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
1 )
: 0 01
: 3 02
1
1 0" 04
; ) 05
1 0 06
1 ) 07
1 0 08
] ) 09
1 ) 10
1 1 11
1 0 12
AtatBengkelTakBermesin
PerkakasBengkelKonstruksiLogam
PerkakasBengkelListrik
PerkakasBengkelService
PerkakasPengangkat
PerkakasStandar(StandartTool)
PcrkakasKhusus(SpecialTool)
fcrkakasBengkelKerja
PeralatanTukang-tukangBesi
PeralatanTukangKayu
Per
at
atanTukangKulit
PeralatanUkur,Qip&Feting
2 1
2""T 1 01
2 1 I 02
2 1 1 03
2 1 I 04
2 1 1 05
2 1 1 06
2 ! 1 07
2 1 1 08
2 ] 1 09
2 1 1 10
2 1 1 11
2 1 I 12
I-? 1 1 13
2 1 i 14
2 1 1 15
2 i 1 16
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
AlatUkur
AlatUkuruniversal
AlatUkur/TestIntelegensia
AlatUkur/TestAlatKepr
ibadian
AlatUkur/TestKlinisUin
AlatCalibr
asi
Oscilloscope
UniversalTester
AlatUkur/Per
nbanding
AlatUkurLainnya
AlatTimbangan/Blora
\ akTimbangan/Biasa
TakaranKer
ing
TakaranBahanBangunan2HL
TakaranLatex/GetahSusu
GelasTakarBerbagaiCapasitas
AlatPengolahan
I
1 2 01 AlatPengolahanTanahdanTanaman
1 2 02 AlatPanen/Pengolahan
1 2 03 Alat-AlatPetemakan
1 2 04 AlatPenyimpananHasilPercobaanPertanian
iumPertanian
1 2 05 AlatLaborator
1 2 06 AlatProcessing
1 2 07 AlatPascaPancn
1 2 08 AlatProduksiPerikanan
1 2 09
128
Alat-alat
|Dsi.....T...""
Alal
Alat Pendingin
Aiat
Pf
Repr
enyimpanan
Saudi
odukai (Pengganda)
Per
iengkapan Kantor
jAlat Pcmcliharaan Tar
jAJat Pcmeliharaan Tar
|Aln! Penyimpanan
jAlal Laborator
ium
Alat Pcnangkap Ikan __ __
Meain Hilung/Jumlah
Alat Kan lor Lainnya
Alat Rumah Tangga
Alat Pengukur Waktu
Alat Rumah fangga Lalnnya (Home Uaej _
Aiat Pemadam Kcbakar
an
Per
alatan Komputer Mainfraii
Per
alatan Mini Komputer
Persia tan Personal Komputcr
PcrJQtfln iJflrio^Bn
Mcja Dan Kur
ai Kcija/Rapat Pcjabat
jMeja Kerja Pejabal
Meja Rapat Pejabat
Kursi Rapal Pejabet
___
Kurai Hadap Depan Meja Kerja Pejabat
AJat Studio
Persia Ian Studio Visual
Peraiatan Studio Video~dan Filir
Pcralalan Studio Video dan J^iln
Per
aiatan Cctak
Per
alatan Femetaan Ukur
Mat Komunlkasi Telephone" ~
Alat Komunikaai Radio SSB
Alat Komunikasi Radio HF/FM
Alat Komunikaai Radio VHF
Alat Komun*ikasTRadio~UHF'"'
Per
alatan Pemancar MF/MW __
PenUatan Pemancar HF/SW
Peralatan Pemancar VHF/FM
pWaJatanJ^manoar UHF
129
PcralatanAntenaHF/SW
Dst
Ost
- -
-
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
J20
^20
20
'20
05
06
07
Of
t
09
10
11
12
13
14
15"
16
1?
lft
19
20
Per
alatanPemancarSHF
Per
eiatanAntenaMP/MW
PeralatanAntenaUHF
Per
alatanAntenaSHF/Parabola
Per
alatanTranslatorVHF/UHF
PeralatanTr
anslatorUHF/VHF
PeralatanMicrovaweFPU
PeralatanMicr
ovaweTer
estr
ial
Per
alatanMicrovaweTVRO
SwitcherAntena
Switcher/MenaraAntena
Feeder
"22~ Humiti^Control
"23 Pr
ogramInputEquipment
alatanAntenaPener
imaVHF
24 Per
25
?1
21
21
21
21
?l
21
21
21
21
21
21
21
21
21
21
21
?1
21
71
?1
21
21
21
01
02
03
04
OS
06
07
OB
09
0
AlatKedokteran
AlatKedokter
anUmum
AlatKedokteranMata
AlatKedokteranT.H.T
Ala!Farmasi
AlatKedokter
anBedah
AlatKesehatanKebidanandanPenyakitKandungan
AlatKedokteranBanianPenyakitDalam
a AlatKesehatanAnak
3 PoliklinikSet
itaCacatTubuh
4 Pendcr
6
17
IS
11
m
21
22
23
^
AlatKedokteranNuklir
AlatKedokter
anKulitdanKelamin
AlatKedokter
anOawatDarurat
AlatKedokteranJtwa
AlatKedokter
anHewan
AlatKesehatan
AlatKeaehatanPerawatan
AlfltKeaehatanRehabUitasiMedis
AlalKesehatanMatraLaut
AlatKeaehatanMatr
a Udar
a
AlatKeaehatanKedokteranKepolisian
AlatKesehatanOlahraga
Dst
. . ....
_
22
22
22
7?
22
22
22
0)
02
0.1
04
05
06
07
23
23
23
T.\
3
23
23
23
73
23
?1
?3
2,1
23
Unit-UnitLaboratorium
atoriumKimiaAir
01 AlalLabor
0?
ator
iumHidroKimia
(13 AlatLabor
04
iumBuatan/Geologi
OS AlatLaborator
ator
iumBahanBangunanKonstruksi
06 AlatLabor
ator
iumAspalCat&Kimia
07 AlatLabor
iumMekanikTanah&Batuan
m AlatLaborator
iumCocokTanam
m AlatLaboralor
10
n
iumUmum
@@> AlatLftborator
atoriumUr
aumA
13 AlatLabor
130
5sl
Dst
iumKedokteran
3 2 23 14 AlatLaborator
, 2 23 15
iumKimia
3 2 23 16 AlatLaborator
J 2 23 IS
2 23 19
23 20
2 23 21
2 23 22
2 23 23
23
23
2 23
2 23
2 23
2 23
25
26
27
28
29
30
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
2 23
2 23
2 23
2 23
2 23
45
46
47
48
49
50
SI
52
53
54
55
56
57
5B
59
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
61
62
63
64
65
AlatLaborator
iumPatologj
AlatLaborator
iumImmunologi
AlatLaborator
iumHematologi
AlatUiborator
iumFilm
AlatLaborator
iumMakanan
Ala!laborator
iumStandar
isasi,Kalibrasldaninstrumental
AlatLaborator
iumFarmasi
AlatLaborator
iumFisika
AlatLaborator
iumHidr
odinamika
AlatLaborator
iumKhmatolofri
AlalLaborator
iumPr
osesPeleburan
AlatLaborator
iumPasir
AlatLaboratoriumProsesPembuatanCetakan
AlatLaborator
iumMetalogr
aphy
AlatLaborator
iumUjiPr
osesPengelasan
AlfltLabor
ator
iumProsesPembuatanLogam
AlatLaboratoriumMatrologie
AlatLaborator
iumProsesPclapfsanLogam
AlatLaborator
iumPr
osesPengolahanPanas
AlatLaborator
iumUjiTekstel
UatLaborator
iumPr
osesTeknot
ogiKeramik
AlalLabor
atoriumProsesTeknologiKulitKaret
AlatLaborator
iumUjiKulit,KaretdanPlastik
AlatLaborator
iumUjiKer
amik
AlalLabor
ator
ium ProsesTeknologiSelulosa
AlalLaborator
iumPertanian
AlatLaborator
iumPertanianA
UatLaborator
iumPertanianB
AlatLaborator
iumEk-ktr
onikadanDays
AlatLaborator
iumKonversiBatubaradanBlomas
AlatLaborator
iumOceanof
cr
aii
UatLaboratoriumLingkunganPerairan
AlatLaborator
iumGeofisika
AlatLaborator
iumTar
nbang
AlatLaborator
iumProses/TeknikKimia
AlatLaborator
iumProsesIndustr
i
AlatLaboratoriumKesehatanKena
Laborator
iumKearsipan
^borator
iumHematologi&Ur
inalisis
^borator
iumHematologif
tUr
inalisisA
AlatLaborator
iumLainnya
2 24
2 ?4 01 3idangStud :BahasaIndonesia
2 ?4 m. BidangStud :Matematika
cStud :(PADasar
2 V4 03 3idanf
2 24 04 3idangStud :IPALanjutan
2 74 OS BidangStud
2 24 06 BidangStud :IPAAtas
2 24 07 BidangStud :TPS
2 V4 OK BidangStud
2 ?4 09 3idangStud
2 24 10 BidangStud :Kesenian
2 24 _!.!_ BidangStud :OlahRaga
2
2
?4
24
ampilanLain-lain
13 AlatPeraga/PraktekSekolahBidangPendidikan/Kelr
14
UnitAlalLaborator
iumKimiaNuklir
2 ?5
01 Analyticalinstrument
2
131
Dst
Dsi
D
2S
25
25
25
35
25
26
26
26
26
26
26
_26
26
26
26
- - - - 26
27
27
27
27
27
27
27
02
03
04
05
06 LaboratorySafetyEquipment
07
AlatUborator
iumFisikaNuklir/Elektr
onika
01 RadiationDetector
02
03
04
05
06
07
08 Accclator
09 ReactorExpermentalSystem
10
AlatProteksiRadiasi/ProteksiUngkunRan
01 AlatUkurFisikaKcschatan
02
03
04
05 SumberRadiasi
i*.
RadiationAplkationandNonDestructiveTestingLaboratory(BATAM)
28
r 28 6i
-
-
-
28
28
28
38
02
03
04
05
29
29
29
29
29
29
29
iumKualitasAirdantanah
01 Alatlaborator
iumKualitasUdara
02 AlatLaborator
iumKebtaingandanOetaran
03 AlatLaborator
04
05
06
PeralatanLaboratoriumHidr
odinamika
30
.10 01
.10 07 WaveGeneratorandAbsorber
30 03
04 CavitationTunnel
30 05 OverheadCranes
30 06
30 07 Pemesinan:ModelShipWorkshop
30 08
30 09 Pemesinan:MechanicalWorkshop
30 10 Pemeainan:PrecisionMechanicalWorkshop
30 11
30 12 Pemesinan:ShipModelPreparationShop
icalWorkshop
30 13 Pemesinan:Electr
30 14 MOB
30 IS
30 16
31
31 01
02
31 03
31 04
;ti 05
31 06
31 07
31 08
31
31
31 11
Sen^taApi
AnbLapisBaja
Artiler
i Medan(Armedl
PeluruKendali/Rudal
Kavaler
i
SenjataLain-lain
D
Non
t@@@"Senjata
"!" _
Api
Per
aenjataan Non Senjata A|
Alat Kcamanan
|Senjata Sinar
'
[P^i^i:- ""
"
'
~
Alal Keamanan dan Periindunyan
Alat Bantu Keamanan
Alat Perlindungan
Alat Bantu Lalu Unta Dar
at dan Air
IGedung dan Bangunan
[Bangunan Qcdung Kantor
~
[Bangunan Ocdung Tempat Pertemuan
Bangunan Oedung Ternpa I Pendkiikan
PBangunan Gcdung Tempat Olah Raga
[Bangunan
n Gedung
Gedung Pertokoan/Kopcrasi/
Fertokoan / Kopcrasi/Pasar
Bangunan Gedunf
t Untuk Per
n J\
Bangunan Qedung Gar
asi/Pool
Bangunan Qcdung Pemotongan Hcwan
Bangunan Gcdung Pabr
ik
'
Bangunan Stasiun Bus
|Bangunan GedungPcrpuatakaan
Bangunan Qcdung Muaeiii
Bangunan Gedung Terminal/Pclabuhan/Bandar
Bangunan Lcmbaga Petnaayarakatan
Banyinan Rutnah Tahanan
__
Bangunan Gedung Kramator
i ur
n
Bangunan Fembakar
an Bangkai Hc
t
Bangunan Gedung Tempat Kcrja Lai
Bangurmn Gedung Tempat Ting
Rumah Negar
a Golongan I
Rumah Negara Golongan II
Rumah Negara Golongan III
Meas/wistna/Bungalow/Tempal Peristir
ahati
Bangunan Mcnara Telekomunlkasi
Dst ;
~~
IBangunan Ber
acjar
ah
Istana Pcnngata
Rumah Adat
[Rumah Feninggalan Se
Makam Sejar
ah"
_
Bangunan ^Tcmpal Ibadah Beraejarah
133
.-
*!
Dst
3 05
3 05 01
3 05 02
as 03
-
Candi
3
3 06 ~oT CandiHindhu
3 06 02 CandiBudha
3 06 _9J3 CandiLainnya
-
3 07
3 07 _01.
3 08
3 08 01
OH 02
-
~3~
3
3
3
m
at
09 01 RambuBcrsuarLaluLintasDar
09 02 RambuTidakBcrsuar
09 03
3
~3~
3
3
3
_3^
3
3
ib
10
10
10
10
|
O
]
Rambu-Rambu I^aluLintasUdara
01
02
03
04
07
4
4
~4~
4
4
4
4
4
4
of
01
01
01
01
01
01
01
01
03
04
07
08
09
l
j
o
01
4
02
4
4 (Y? 03
4 02 04
07 05
- 4 0? 06
-4 02 07
4 02 08
02 09
4 02 10
0.1
03
03
03
03
4 03
4 03
4 03
4
4
4
4
4
O4
04
04
04
4
"O4
4
01
02
03
04
OS BangunanPengamanIngasi
igasi
06 DanminanPelcngkapIr
07
_ _
01
02
03 BangunanPembawaPasangSurut
04 DangunanPcmbuangPasangSurut
134
[Ban gu nan Per
obuang Pa sang Surut
[Bangunan Pengaman Pasang Surut
pB ngiinan Pelengkap Pa sang Surut
[Banf
linan Sawah Pasang Surut
f
Bangunan Air Rawa
Bangunan Air Fengembang Rawa dan f*oder
[Bangunan Pengembalian Pa sang Rawa
Bangunan Fengamanan Paaang Surut
Bangunan Pelengkap Pasang Raws
Bangunan Sawah Pengeinbangan Raw a
lan Pfcngaman Sungai dan Fenanggulangan Bencana Alam
Bangunan Waduk Fenanggulangan Sungai
02 JBanguna
Bangunan Pembuatig Fcngftinan
Bangunan Pembuang Pengaman Sungai
Bangunan Pcngaman Pengamanan Sungai
Bangunan Pekengkap Fengamanan Sungai
~Dstl.....
'_
___
'
~_
Bangunan Pengembangan Sumber Air dan Air Tanah
Bangunan Waduk Pcngembangan Sumber Air
Bangunan Pengambilan Pengcmbangan Sumber Air
iBangunan Fcmbawa Pengembangan Sumber Air
Bangunan Fembuang Fgngembangan Sumbcr Air
Bangur
a i Pengamanan Pengembangan Sumber Air
Bangum i Peliengkap Ftngembangan Sumber Air
Pat...
Bangunan Air Ber
aih/Baku
_
Waduk^Air Ber
aih/Air Baku
Bangunan Pengambilan Air Bcrain/Baku
[Bangum i Pembawa Air Beraih
a Pembuang Air Ber
ath/Atr Baku
n Pelengkap Air Ber
aih/Air Baku
Bangunan Air Kotor
____
angunan f
cngaman Air Kotoi
[Bangunan Pckngkf
lp Air Kot
o
rfnatf
llasi Air Minui
[XirMukaTanah
Air Sumber /Mata Air
Air Tanah Daiam
Air Tanah Dangkal
Air Bersih/Air Baku LainnjTi
[Stalest Air Kotor
stalasi Air Kotor
instaiasi Fcngolahan Sampah Organik dan Non Organik
talasi f
trngolahan Sam pah Non Organik
135
Dst
InstalasiPengoiahanBahanBangunan
Dst
3st
3 4
3 4
3 4
3
3
3
3
3
3
3
3
_
3
3
--3
I
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
InstalesiPengoiahanBahanBangunan
14
14 01
14 02
15
15
15
15
15
15
15
15
15
01
02
03
04
OS
06
07
08
09
15 10
15 11
InstalesiPembangkitUstrik
PembangkitListr
ikTenagaAir(PLTA)
PembangkitListr
ikTenagaDiesel(PLTD)
PembangkitLiatr
ikTenagaMikr
o (Hidr
o)
PembangkitUstrikTenagaAngin(PLTAN)
PembangkitListr
ikTenagaUap(PLTU)
PembangkitListrikTenagaNuklir(PLTN)
PembangkitListr
ikTenagaGas(PLTG)
PembangkitListrikTenagaPanasBumi(PLTP)
PembangkitListrikTenagaTenagaSurya(PLTS)
PembangkitListrikTenagaBiogas(PLTB)
PembangkitListr
ikTenagaSamudra/GelombangSamudr
a (PLTSm)
[nstalasiGarduListr
ik
r 4 76 01 InstalasiGarduListr
ikInduk
ikDistr
ibusi
1 4 16 02 InstalasiGarduListr
ik
3 4 16 03 InstalasiPusatPengaturListr
1 4 16 04
i 4
; 4
i 4
InstalasiPertahanan
17
17 01 nstalasiPertahananDiDarat
17 02
i 4
1 4
1 4
InstalasiGas
18
18 01 InstalasiGarduGas
inganPipaGas
IS 02 InstalasiJar
i 4
, 4
3 4
InstalasiPengaman
19
19 01 InstalasiFengamanPenangkalPetir
19 02
, 4 20
; 4"1 20 01
> 4 20 02
; 4 20 03
i 4 20 04
; 4 20 05
Jar
inganAirMinum
Jar
inganPembawa
Jar
inganIndukDistr
ibusi
Jar
inganCabangDistr
ibusi
Jar
inganSambungankerumah
3 4
, 4
; 4
21~ @ Jar
inganListr
ik
21 01 JaringanTransmisi
inganDistr
ibusi
21 02 Jar
3
3
;
%
Jar
inganTelepon
22
inganTeleponDiatasTanah
22 01 Jar
22 02 JaringanTeleponDibawahTanah
22 03 JaringanTeleponDidalamAir
4
4
4
4
JannganGas
. 4 23
inganPipaGasTransmisi
4 23 01 Jar
inganPipaDistr
ibusi
J 4 23 02 Jar
@ 4 23 03 JaringanPipaDinas
4 23 04 JaringanBBM
4 23 05
5
@ AsetTctapLainnya
3uku
01
01 01 Jmum
01 02 Filsafat
01 03 Agama
01 04 llmuSostal
01 05 llmuBahasa
5 01 06 Matematika&Pengetahuanalam
5 01 07 ImuPengetahuanPraktis
5 01 OH Arsitektur, Kesenian,Olahraga
ali,Sejar
ah
5 01 09 GeograG,Biogr
5 01 10
5
5
5
5
5
-
136
Dst
Dat
Dst
KonstruksiDalamPengerjaan
Qst
Terbitan
5 02
5 02 01 TcrbitanBerkala
5
02
5 03 03
I
Barang-BarangPerpustakaan
Peta
5
5
S
5
5
5
5
5
5
5
5
5
03
0,1
03
on
03
03
03
03
03
03
03
03
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
04
04
04
O4
04
04
04
04
04
04
.__.
01 Pahatan
02
03 AlatKesenian
04
OS
06 MaketdanFotoDokumen
07
08
09
S
5
5
5
5
OS
05
05
05
05
01 Senam
02
03 AlatOlahRagaUdara
04
5
5
5
5
5
5
5
5
Of,
Of
t
06
06
06
06
06
06
01
02
03
04
05
06
07
S 07
07
5 07
5 07
5 07
5 07
07
01
02
03
04
05
06
Muslk
ThreeDimensionalArtet
acsandRcallta
Tar
acalt
Hewan
TanamanHoitikultura
TanamanKehutanan
TanamanHias
TanamanObatdanKosmetika
h 08
S OR 01
5 08 02
_6_
01
6 0]
6 01
konstruksiDalamPengerjaan
01
02
7
7
7
7
7
"7
7
01
oi
01
01
01
AkumulasiPimyusuianperalatandanMesin
01
02
03
04
05 AkumulasiPenyusutanAlatAngkutanBeratTakBermotor
137
Akumulasi Penyusutan Bangunan Rambu-Rambu
JAkumulf
lsl Penyusutan Alat Rumah Tangga
Ultumulasi Penyusutan Peralatan Komputer
tAkumulaai Pcnyusutan Meja Dan Kur
ai Kerja
Rapar Pejabat
Akumulasi Fenyi ulan Ala! Studio
[Akumulaai Penyuautan Alat Komunikaai
Akumulaai Ptnyusutan Per
alatan Pemancar
Akumutasi Fenyu mtan Alat Kedokter
an
AkumuLasi Pcnyu tutan Alat Kcsehatari
Akumulasi Fenymmtan Unit-Unit Laborato
Akumulasi Penyusutan Alat
Alal Feraga/Praktek
P raga/Prali
Sekotah
Akumulaai Penyusulan Unit Alat Laborator
Labora ium Kimia Nuklir
ator
ium
Akumulaai Pcnyuautan Alat Ubor
Laborator
ui Fiaika Nuklir / Elektrwiikr '""'"~~
Akumulaai Penyusulan Alat Proteksi Radiasi / Pr
oteksi Lingkungan
Akumulasi Penyu:
n Aplicati( and Non Destructive Testing Laboratory (BATAM)
Akumulaai Penyusutan Alat Labors t
ori um Ungkungan Hidup
30 JAkumulaai Pcnyuautan Peralatan Labor
atorium Hidr
odinamika "
Akumulasi Penyuautan Feraenjataan Non Senjata Api
Akumuiaai Penyuautan Alat Keamanan dan Fer
iindungan
Akumulasi Penyusutan Qedung dan Bangunan
Akumulasi PenyuButan Bangunan Oedung Tempat Kerja
Akumulasi Penyusuttm BoiuEunsji Gcdunfl Tcinpflt Tinggal
Akumulflsi Penyusutan Bangunan Menara
Akumulasi f
cnyusutan Bangurtan Beraejarah
Akumulasi Fenyusutan Tugu Per
ingalan
Akumulasi Fenyuautan Candi
Akumulasi Penyusutan Monumen/Bangunan Ber
aejarah
Akumulasi Penyuautan Tugu Titik Kontrol/Pasti
Akumulasi Fenyusutan Bangunan Rambu-Rambu Lalu Lintas Udar
n Jalan, Ir
igasi, dan jaringan
Akumulasi Penyusi rt Jalan
Akumulasi Penyusi n Jcmbata
Akum ulaai Penyuautan Bangunan
Bangun Air Paaang Suru
AkumuLasi Fcnyuautan Bangunan
Bangun Air Rawa
Akumulasi Penyuautan
itan Bangunan
Bangun Pengaman Sungai dan Fenanggulangan Bcncana Alam
itan Bangunan Rengembangan Sumber Air dan Air Tanah
Akumulasi Penyusutitan Bangunan Air Ber
aih/Baku
Akumulaai f
cnyusutan Bangurian Air Kotor
Akumulasi Benyusuian Bangunan Air
Akumulasi Pcnyusutan Inataiasi Air Minum/Air Bcr8ih
Akumulasi Penyuautan Instat
es! Air Kotor
Akuntulaai Penyusutan Instalasi Pengolahan Sampah
Akumulaai Fcnyusutan lnstalasi Pengolahan Bahan Bangunan
Akumulasi Penyusutan Instalasi Pembangkit Listr
ik
Akumulasi Penyuautan Instalasi Gardu Lisirik
Akumulaai
Rmyusutan Inatalasi
Inatalasi Pcitalianan
Pertahanan
lulfl&i Ptnyusutan
Aku i u la si Pfcnyusutan Instalaai Oaa
Akum
li Penyusutan Instalaai Pengamai
Akumulaai Penyuautan Jar
ingan Air Minum
Akumulaai PenyuButan Jarlngan Llstrik
jAkumulasi Penyuautan Jar
ingan Tetepon
I Akumulaai Penyusulan Jar
ingan Gaa
138
."
DanaCadangan
Sewa
Bangungunascr
Dst
Bangunser
08[
KcrjasamaPemanfaatan
Dat
Jst
[)
Dst
3stt
ahguna
ah
1
4
DANACADANGAN
J
4
1
DanaCadangan
1
1
1
4
4
4
1
1
1
DanaCadangan
01
01 01
01 02
ASET1.AINNYA
1
1
1
1
1
\
5
5
5
5
1
5
5
1
5
J
1
1
5
5
5
5
.... 5
TagihanJangkaPanjang
1 01
TagihanPenjualanAngsur
an
anPenjualanRumahDinasDaerahGolongan111
01 of TagihanAngsur
orangan Dinas
1 01 02 TagihanAngsuranPenjualanKendaraanPcr
1 01 03
TuntuIanGantiKerugianDaerah
02
a
2 02 01 TuntutanGantiKcrugianDaerahTerhadapBendahar
ahTerhadapPegawaiNeger
i BukanBendahara
2 02 02 TuntutanGantiKerugianDaer
Kemitr
aandenganPihakKctiga
Scwa
2 01
2 01 01
2 01 02
KerjaaamaPemanfaatan
2 02
02 01
2 02 02
]
1
1
5
5
5
Bangungunaserah
J@ 03
2 03 01
2 03 02
1
I
5
5
5
3angunserahguna
2 04
2 O4 01
2 04 02
X
5
3
J
5
5
1
T R
i
i
5
5
i
5
i
5
l
5
1
1
1
1
@
GoodwiU
3 01
3 01 ~oT Goodwill
3 01 02
Liaensidanfrenchise
3 02
3 02 01 LLBensidanircnchise.,-.
02 02
HakCipta
3 03
1 03 01
3 03 02
f>
Paten
3 04
3 04 01 Paten....
3 04 02
5
5
5
5
3
3
3
3
3
3
s 3
3
R .1
3
j
1
1
1
1
5
"
AsctTidalBerwujudLainnya
OS
05 01 Software
05 02 Kajian
05 03
AkumulasiAmoriisasiAsctTidakBerwujud
Ob
06 01 \ umulamAmortiaaniGoodwill
anchise
06 02 AkumulasiAmortisasiUsensidanfr
06 03 AkumulasiAmortiaasiHakCipta
On 04 AkumulasiAmortisasiPaten
Of
t f)S AkumulasiAmortisasiAsetTidakBerwujudUiinnya
139
AsetLainlain
Dst
Dst
Dst
Dst
@_-:---_
r ~5~ 4
i
i
i
5
5
5
4
4
4
AsctLain-lain
AaetUin-lain
01
01 01
01 02
KEWAJIBAN
2
KEWAJ1BANJANGKAPENDEK
2
1
2
1
2
2
1 01
1
_L __!_ 01
2
2
i
l
"2
2
2
2
2
2
T
1
01
02
02 01
i
i
]
1
1
1
I
1
03
0.1
03
03
03
03
2
2
i
i
1
1
04
04 _oT
2
2
i
i
1
I
OS
05 01
2
2
i
i
1
1
06
06 01
2
2
2
-- ~i
i
i
07
07 01
07 02
2
a
i
i
i
i
i
i
08
08 01
oa 02
2
,
2
2
2
i
i
7. 01
1 01
?
2
i
i
2 02
7. 02 01
2 02 02
7 i
? i
_2_ i
} 03
7 03 01
7 03 02
i
i
ni
02
03
O4
05
01
?
?
2
i
i
i
2 04
2 04 01
2 04 02 UtangBungfl kepadaLembagaKeuanganBukanBank
?
?
l
i
i
2 05
7 OS 01
?. OS 02_
?
2
i
i
i
t
2 Of
1 Of
i 01
2 06 02
2
i
3
Baf
tian1-ancarUtangJangkaPanjang
2 i 3 01
? i 3 01 01
2
3 01 02
140
BagianLancarUtangPemerintahPusat
UangMukaPenjualanPr
Setor
Dst
3agianLancarUtangdanLembagaKeuanganBukanBank
bst
UangMukaLelangPenjualanAsetDaerah
UtangBelanjaOajidanTunjangan
UtangTransferLainnya
Jst
BagianLancarUtangPemer
Dat
PendapatanDiterimaDimukalainnya
Dst
3st anKekrbihanPembayaranDar
odukPemdaDar
intahKabupaten/Kota
i PihakHI
i Pihak111
2
2
2
1
1
1
BagianLancarUtangdariLembagaKeuanganBukanBank
3 02
3 02 01
3 02 02
2
2
2
1
1
1
3agianLancarUtangFemer
intahPusat
3 03
3 03 01
3 m 02
2
2
2
1
1
BagianLancarUtangPemertntahProvinsILainnya
3 04
3 04 01
3 04 02
2
2
2
I
1
1
BagianLancarUtangPemer
intahKabupaten/Kota
3 05
3 OS 01
.1 Ofi 02
2
1
4
~2~
2 1
2 1
4
4
4
PendapatanDiterimaDir
auka
SetoranKetebihanPembayaranDariPihakIII
01
01 01
01 02
2
2
2
1
1
1
UangMukaPenjualanPr
odukPemdaDar
i Ptnak[II
4 02
4 02 0]
4 02 02
2
2
2
1
1
1
UangMukaLelangPenjualanAaetDaer
ah
4 03
4 03 01
4 03 02
2
2
2
1
1
1
PendapatanDiter
imaDimukalainnya
4 04
4 04 01
4 04 02
2
1
f>
2
2
2
1
1
1
UtangBelanjaPegawai
5 01
5 01 01
01 02
2
2
2
2
2
2
2
1
1
1
1
1
1
1
,S
5
S
H
5
5
5
02
02
02
02
02
02
02
UtangBelanjaBar
angdanJasa
01
02 JtangBelanjaPemeliharaan
03
04 UtangBelanjaBeasiswaPendidikanPNS
05 UtangBelanjakursus,pelatihan,sosialisasidanbimbinganteknisPNS
06
2 1
2 _I
2
2 1
2 1
2 1
5
5
S
5
5
5
03
03
03
03
03
03
01
02
03
04
05
2
2
2
2
2
I
1
1
1
1
04
5 04
04
5 04
5 04
2
2
2
2
1
1
1
1
5
5
5
5
UtangBelanja
UtangBelanjaModal
UtangBelanjaModalTanah
UtangBelanjaModalPer
alatandanMesln "
UtangBelanjaModalQedungdanBangunan
UtangBelanjaModalJalan,Ir
igasidanJanngan
UtangBelanjaModalAsetTetapLainnya
" ""
UtangBelanjaSubsidi
01 UtangBelanjaSubsidikepadaBUMN
02 UtangBelanjaSubsidikepadaBUMD
03 UtangBelanjaSubsidikepadaPihakKetigaLainnya
04
UtangTransferPemer
intahDaer
ahLainnya
05
05 01 UtangTransferBagiBasilPajakDaerah
05 02
05 03
UtangBelanjaLain-lain
2 1 5 06
2 1 R 06 01
2 I s 06 02
141
Dst
]
~T
2
2
2
fi
6
6
6
6
6
1
m
01
01
01 03 JtangKekebihanPembayaranHasilPcngclolaanKckayaandaerahyangclipisahkan
anLain-lainPADyangaah
01 04 UtangKclebihanPembayar
tf 0?
UlangKeleblhanPembayaranTr
ansferPemer
intahPusat-DanaPer
imbangan
6
UtangMclebihanPembayaranTransferPemer
intahPusatLainnya
6
UtangKelebihanPembayar
anTr
ansferPemer
intahDaer
ahLainnya
6
anTr
ansferBantuanKeuangandanProvinaidanPemer
intah Daer
ahLainnya
"(12 "oV UtangKelebihanPembayar
2
2
2
2
7
...
6 03
01
6
6 03 02 UtangKelebihanPembayaranPendapatanLainnya
O4
rw
04
04
04
04
~04
2
7
2
7
2,
2
2
if
6
6
fi
6
6
6
2
7
7
tf 05
i 05 01
f
fi 05 02
2
KEWAJ1BANJANGKAPANJANG
2
~T
2
7
7
01
ansferBagiHasilPendapatanLainnya
02 UtangTr
ansferBantuanKeuangankePemerintahDaer
ahLainnya
03 UtangTr
04
05
06~
2
2
2
1
1
ni
01
UtangDalamNeger
i ScktorPerbankan
01
ui ,02
02 ~oT UtanRDanLembagaKeuanganBukanBank
2
7
@.
?
j
1
03
03 01
7
2
2
2
j
1
04
04 01
7,
2
7
]
05
05 01
2
7
2
?
2
06
2" 2
01
2 2
~2 2 _2_ oi
01
@
UtangJangkaPanjangLainnya
UtanKJanftkaPaniangLainnya
142
@@
EKUITAS
3
EKUITAS
3
1
3
1
1
Ekuit
as
3
3
1
1
1
1
Ekuitas
01
01 01 Ekuitas
3
3
1
1
1 02
1 02 01
3
1
2
3
3
1
1
2 01
2 01 01
3
3
1
1
EatiniasiPcticr
imaanPembiayaan
2 02
2 02 01
3
3
I
1
a 03
2 03 01
3
3
I
1
2 04
2 04 01
3
3
I
1
EstimasiPerubahanSAL
2 05
2 05 01 EstimasiPerubahanSAL
3
3
1
1
2 Ob
2 06 01
3
1
3
3
3
1
1
RKPPKD
3 01
3 01 01 RKPPKD
EkuitasSAL
EkuitasuntukDikonaalidasukan
PENDAPATAN-LRA
4
4
PENDAPATANASL1DAERAH(PAD)-LRA
1
4 1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
01
01
01
01
01
01
01
01
01
01
01
01
01
01
02
03
04
05
Ob
07
OB
oy
10
11
12
1
1
1
I
1
1
1
1
1
1
1
1
1
02
02
02
02
02
02
02
02
02
02
02
02
02
BeaBalikNamaKendaraanBermotor(BBNKB)-LRA
01
02
03 BBNKB-MobilPenumpang-Minibus-LRA
obus-LRA
04 BBNKB-MobUBus-Micr
05 BBNKB-MobilBus-Bus-LRA
06 BBNKB-MobilBarang/Beban-pickUp-LRA
ang/Beban-LightTruck-LRA
07 BBNKB-MobUBar
08 BBNKB-MobilBarang/Beban-Truck-LRA
09 BBNKB-SepedaMotor-SepedaMotorRoda2-LRA
10 BBNKB-SepedaMotor-SepedaMotorRoda3-LRA
asikandiAir-LRA
11 BBNKB-KendaraanBermotoryangDioper
12
PKB-MobilPenumpang-Minibus-LRA
PKB-MobilBus-Microbua-LRA
PKB-MobUBus-Bus-LRA
PKB-MobilBar
ang/Beban-LightTruck-LRA
PKB-MobilBar
ang/Beban-Truck-LRA
PKB-SepedaMotor-SepedaMotorRoda3-LRA
PKB-KendaraanBermotoryangDioperasikandiAir-LRA
143
1
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
PajakSarangBliningWalet-LRA
13
13 01 PajakSarangBurungWale!-LRA
i
I
PajakMiner
alBukanLogamdanBatuan-LRA
14
14 01 Asbcs-LRA
14 02 BaluTulis-LRA
14 03 Batusetengahpermata-LRA
04 BatuK pur-LRA
14 05 BatuApung-LRA
14 06 BatuPcrmata-LRA
07
- -@
.14 08 Dolomit LRA
1
14 09 Feldspar-LRA
l
14 10 GaramBalu(Halite|-LRA
afit-LRA
14 1 Gr
l
anit/Andesit-LRA
1'
2 Gr
i
1-1
3 Gipa-LRA
l
1
14 4 Kalsit-LRA
i
14 5 Kaolin-LRA
1
6 Leusil-LRA
1
14 7 Magnesit-LRA
8 Mika-LRA
l
14 9 Manner-LRA
l
H 20 Nitrat-LRA
i
14 21 Opsidien-LRA
i
i
14 22 Oker-LRA
1
14 23 Pasirdankerikil-LRA
1
24 PasirKuarsa LRA
14 25 Perlit-LRA
i
26 Phospat LRA
"14 27 Talk-LRA
"if 28 TanahScrap(Pullersearth)-LRA
r29 PanahDiatome-LRA
14 30 TanahLiat-LRA
i
14 31 Tawas(Alum|-LRA
i
32 Tras LRA
-j14 33 Yarosif-LRA
14 34 Zeolli-LRA
1
\ 35 Jasal-LRA
akit-LRA
1
14 36 Tr
albukanlogamdanlainnya-LRA
11 37 Miner
]
l
l
l
1
i
j
l
i
~ ~
*ajakBumidanBangunanPcdesaandanPerkotaan-LRA
15
15 01 PajakBumidanBangunanPedesaandanPerkotaan-LRA
4
4
1
1
4
4
4
1
1
4
V
4
4
4
4
4
4
4
1
1
1
1
]
1
1
2
2
i
2
i
2
2
4
1
]
2
J
4
I
4
1
4
4
4
4
4
4
tetribusiPenggantianBlayaCetakKanuTandaPendudukdanAktaCatalanSipil-LRA
}, 03
tartuTandaPenduduk-LRA
2 03
2 03 02 CartuKelcranganBertempeiTinggal-LRA
i 7 01 0.1 CartuIdenlitaaKerja-LRA
a -LRA
! 7 0.3 04 CartuPendudukSemcntar
l 2 03 05 KartuIdcntitaaPendudukMusiman-LRA
-
- -- - " "
"
eaPer
t
olchanHakAtasTanahdanBangunan(BPHTB)-LRA
16
16 01 JPHTB-PemindahanHak-LRA
ianHakBaru-LRA
16 m 3PHTB-Pember
'endapatanRetribusiDaer
ah-LRA
ibusiPelayananKesehatan-LRA
01 @ Rctr
01 01 PclayanankeaehatandiPuskesmas-LRA
01 02 'uskesmaskehling-LRA
01 03 'uskesmaspembantu-LRA
01 04 BalaiPengobatan-LRA
01 05 iumahSakitUmumDaerah-LRA
01 06 "cmpatpclayanankesehatanlainnyayangsejenisyangdimilikidan/ataudikelolaolehpemda-LRA
02 @
02 01
(etr
ibusiPelayananPeraampahan/Kcbersihan-LRA
^eiTiKanibilAn/Pengumpulun Smnpvil1]dunsumberriyiikeluluisjpdribukuiguiiueuienUim-LRA
1engangkutanSampahdariSumbemyadan/ataulokasipembuanganacmentarakelokasipembuangan/peinbuangan
2 02 02 akhirsampah-LRA
? 02 03 @nyediaanLokasin^nbuangan/Pemusnahan AkhirSampah-LRA
1
;
145
Retr
FasiiitasLainnyadiLingkunganTerminal-LRA
PelelanganIkan-LRA
PeklanganTcmak-LRA
PelelanganHasilBumi
ibusiTerminal-LRA
LRA
4
4
4
4
4
4
1
I
1
1
1
4
1
]
2
2
2
2
J
17
17
17
17
17
Rctr
ibusiTempatPelelangan-LRA
1
4
4
1
I
2
2
Retr
ibusiTempatKhususParkir-LRA
19
19 01 PelayananTempatKhususParkir-LRA
~4
4
1
1
2
2
Retr
ibusiTempatPenginapan/ Pesanggr
ahan/Villa-LRA
20
ahan/Vila-LRA
20 01 PelayananTempatPenginapan/Pesanggr
4
4
1
1
Retr
ibusiRumahPotongHewan-LRA
1 21
iksaanKesehatanHewansebelumdipotong-LRA
2 21 01 PelayananPemcr
2_ ^21 02 PelayananPemeriksaanKesehatanHewansesudahdipotong~LRA
~4~
4
i
2
22 01
i
i
i
i
2
2
2
2
Retr
ibusiTempatRckr
eaaidanOlahr
ega-LRA
23
easi-LRA
23 01 PelayananTempatRekr
iwisata-LRA
23 02 PelayananTempatPar
23 03
4
4
4..
i
i
2
2
2
Retr
ibusiRsnyeberanganAir-LRA
24
24 01
24 02 PelayananPenyrbcranganBanang-LRA
4
4
i
i
2
2
Retr
ibusiPenjuaJanPr
odukaiUsahaDacr
ah-LRA
25
25 01
4
4
i
i
2
2
RetnbusiIzinMendir
ikanBangunan-LRA
26
26 01
4
4
i
2
2
Retr
ibusiIzinTempatPenjualanMinumanBeralkohol-LRA
27
ianliinfcmpatPenjualanMinumanBeralkohol-LRA
27 01 Pember
4
4
4
i
i
i_
@2
@2
2
Retr
ibusiIzinOangguan-LRA
28
ibadi-LRA
2H 01 @emberianMnUangguantempatUsaha/KegiatankepadaUrangPr
iH 02 'emberianIzinGangguantempatUsaha/KegiatankepadaBadan-LRA
4
4
4
i
2
2
2
Retr
ibusiIzinTrayek-LRA
29
ianizinTrayekkepadaOrangPr
ibadi-LRA
29 01 Pember
ianIzinTr
ayekkepadaBadan-LRA
29 02 Pember
4
4
4
i
i
i
2
2
2
(etr
ibusiIzinPer
ikanan-LRA
30
ibadi-LRA
10 01 PemberianIzinusahaPerikanankepadaOrangPr
30 02 PemberianIzinusahaPerikanankepadaBadan-LRA
4
4
i
2
2
2
2
Jl
31
31
31
4
" "~
""
JasaPelelanganscrtaFasilitasLainnyayangdisediakandiTempatPelclangan-LRA
4
4
4
4
4
@@@
01
02
03
04
2
@2
2
2
T
" ""
"
" -- - _'
IB
eanPcnumpangdanBisUmur
o -LRA
IB 01 PelayananPenyediaanTempatParkiruntukKendar
"
"""
IB 02 TempatKegiatanUsaha-LRA
18 03
r 2 22
i
i
"
'
@
'"
Retr
ibusiPelayananKepelabuhan-LRA
"
"
Retr
ibusiPengendalianLalulintas-LRA
01
02
03
@enggunaankawasantertentupadawaktutertentuolehkendaraanbermotorpcrseorangandanbarang-LRA
Jetr
ibusiPerpanjanganIzinMempekerjakanTenagaKerjaAsing(IMTA)-LRA
4 i 2 12
ianPerpanjanganIMTAkepadaPcmberiKer
iaTenagaKerjaAsing-LRA
4 i 2 32 31 Pember
O2| 01 JPendapatan
[Bagian
[Pendapatan
Hatul
Pendapatan
PCnjualan
LabaHasil
Denda
yang
Dcnda
tr
f
a
Pengrlolaan
dibagikan
atas
Pajak
latanKeterlambatan
dan
Hotel
kepada
Kekayaan
Meain
- LRAPetnda
- LRA
Pelakaanaan
Daerah
(deviden)
yangFf
atas
c
Dtpisahkan
kerjaan
penyertaan
j_LRA
modal
- LRA pada BUMN
- LRA__
Ragian Laba yang dlbagikan kcpada Bemda (devidcn) atas pcnyer
taan modal pads Peru ahaan Milik Dacrah/BUMD - LRA
ahaan Dacr
ah/BUMD"
]
iBagian Laba yong dibaf
fkan kepada Betnda (deviden) a a penyertaan modal pada Peru
LRA
021
JBagian Laba yang dibagikan kepada Pemda (dcviden) atas penyertaan modal pada Pemaihaan Milik Negara/BUMN _ LRA
Bagiian Laba yang dibagikan kepada fVmda (deviden) atas penyertaan modai peda Pcruaahaan Milik Swaste - LRA
Bagian Laba yang dibagikan kepada Pemda (deviden) atas penyertaan modal pada Pemsahaan Milik Swasta ..
Lain-lain PAD Yang Sah - LRA
Hasil Fenjualan Aaet Daer
ah Yang Tidak Dipiaahkan LRA
HasiTPenjualan Tanah - LRA
Pener
imaaif Komisi dan Penempatan Kas Daer
ah - LRA
Pener
imaan Polongan dari
- LRA
Pener
imaan Keuntungan Selisih Nilai Tukar Rupi
Dst
~. ""
~_
"___
Pendapatan Denda ataa Keterlambatan Pelakaanaan Pckerjaan - LRA
Pendapalan Dcnda F^jak - LRA
Pcndapatan Denda Rajah Kendaraan Bermotor - LRA
Pendapatan Denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor - IRA
Pendapatan Dcnda
Dcnda f
tyak Bahan Bakar Kendaraan Bcrmotor - LR
Pcndapatan
Pendapetari Denda Pajak Air Permukaan - LR>
Pendapatan Denda Pujak Rokok - LRa"
Pcndapatan Dcnda Pajak Restoran - LRA
Ptndapatan Denda Pajak Hibur
an - LRA
Pendapatan Dcnda Pajak Reklame - LRA
Pendapatan Dt-nda Pajak PcnerangarTjalan - LRA_
Fendapatan Dcnda Pajak Parkir - LRA
12 | Pendapatan Denda Pajak Air Tanah - LRA
148
Pendapatan
PendapatanDenda
PCnyelcnggaraafTPiklf
Retr
ibuai
busi Tempat
PengganUan
lt -Pcielangan
LRABiaya
~" C
- tRA
ak Pe'ta - LRA
Pendapatan Denda Pajak Mineral Bukan Logam dan Baiuan - LRA
Pendapatan Denda Pajak Bumi dan Bangunan Pedeaaan dan Perkptaan - LRA
Pcndapetan Denda Bca Per
otehan Hak Atas Tanah dan Bangunan - LRA
[Pendapatan Dcnda Retr
ibusi - LRA
[Pcndapatan benda Retr
ibuai Relayanankcachatan - LRA
'
Pendapatan Dcnda Retribusi Pclayanan Peraampahan/ Kcbcrsihan - LRA
Pendapatan Denda Retr
ibuai Penggantian Biaya Cctak Kartu Tanda Pcnduduk dan Akta Catatan Sipil - LRA
Pendapatan Denda Rctr
ibuaT PeJayanan Parkir di Tepi Jaian Umum - LRA
|Pendapatan Denda Retr
ibusi Pelayanan Paaar - LRA
Pendapatan Denda Retr
ibusi Pengujian Kcndar
aan Bermotor - LRA
Pendapatan Denda Retr
ibusi Pemer
iksaan Mat Pemadam Kebakaran - LRA
____
Pendapatan Denda Rctr
ibusi Penyediaan dan/atau Fenyedotan Kakus - LRA
Pendapatan Pcnda Retr
ibusi Fcngoiahan Limbah Cair - l.RA
__
Pendapatan Denda Retr
ibusi Pelayanan Tcra/Tcra Ulang - LRA
Pcndapatan Deoda Retr
ibusi Felayanan Pendidikan - LRA
Pendapatan Denda Retr
ibuai Fengendalian Menara Telekomunikasi - LRA
Pendapatan Denda Retribusi Pasar Gr
osir dan/ atau Pertokoan - LRA
Pcndapatan Pcnda Retr
ibuaJ Terminal - LRA
Pendapatan Penda Retr
ibusi Ter
opat Khuaus Parlor - LRA
n Denda Retr
ibusi Tempat Pengi
tn/ Peaanggr
ahan/ Villa - LRA
lapatan Dcnrta Retr
ibusi Rumah Potong Hewan - LRA
Pendapatan Pendfl Retribusi tempat Rekreasi dan Olah r
aga- LRA
Pen da pe tan
ibusi Penjualan Produkw Uaaha Paer
ah - LRA
Pendapatan Denda~ Retr
Pendapaian Denda' Retr
ibuai Izln Tempat Penjualan Minuman Bcmlkohol - LRA
Pendapatan Denda Retribuai Izin Gangguan - LRA
Pendapalan Denda Rctribusi Izin Trayek - LRA
Pendapatan Dcnda Retribusi ban Per
ikanan - LRA
n Dcnda Retr
ibusi Pengendalian Lahi Lintaa @ LRA
an Der
nla Rctiibusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan T^naga Keija Aaing (1MTA) - LRA
Pendapatan Denda Pcmanfaatan Asct Daerah - LRA
Fendapatan Denda S^a Aact Dacrah ~ LRA
ah - LRA
Pendapatan Denda Kerji a Pemanfaatan Aact Dacr
Pendapatan Denda Bangun Guna Scrah - LRA
Pendapatan Denda Bangun Scran Guna - LRA __
Pcndapalan Pcnda Atas Pr
ianggaran Perda - LRA
_
Pendapatan Dcnda Alas Pelanggaran Perda
- LRA
is Pcngadaan Bar
ang/.lasa - LRA_
Vpembongkar
an Reklnme - LRA
Pcndapatan dar
i Fengetnbalian
Prndapatan dar
i Pengembalian Kelebihan Pajak Fenghaailan PaaaJ 21 - LRA
Pendapetan Dan Pcngcmbalian Kelcbihan Pembayaran Asuransi Keaehatan -LRA
Pendspetan Dari Pengcmbalian Kelebihan Pembeyar
an Osyi dan Tunjangan - LRA
Pendapatan Dar
i Pengemballan Kelebihan Pcmbayar
an PCrjalanan Dinas - LRA
Pcndapatan Penyelenggaraan Sekolah dan Dikt
at - LRA
Pendapatan Penyelenggaraan Sekolah - LRA
Dst
^..^
[Pcndapatan dar
i Angsuran/Cicilan Penjualan - LRA
Angsur
an/Cicilan f
enjualan Rumah Dinas Daerah Oolongan [II - LRA
Angsuran/Cicilan Penjualan Kendanutn Per
orangan
Haail dar
i Pemanf
aatan Kekayaan Daerah Sewa - LRA
"'
^^_
Dot
PendapatanHasilKerjasamaBLUD-LRA
Jst
HasildariPemanfaatanKekayaanDaerahBangunScrahGuna-LRA
4
4
4
1
1
4
4
4
"f 4
j_ 4
-r
4
4
i 4
i_ 4
4
4
i
4
2
4
2
4
4
'
i PemanfaatanKekayaanDaer
ahKcnasamaPemanfaatan- LRA
16 02 Hasildar
ahBangunGunaSerah-LRA
16 03 HasildanPcmanfaatanKekayaanDaer
16 04
PendapatanBLUD-LRA
IS
18 01 PcndapetanJasaLayananUmumBLUD-LRA
02 PendapatanHibahBLUD-LRA
18 03
18 04
Lain-lainPADyangSahLainnya-LRA
19 01 Lain-lainPADyangSahLainnya-LRA
@
"
PENDAPATANTRANSFER-LRA
PendapatanTransf
erPemer
intahPusat-DanaPer
imbangan-LRA
1
^2 T 01
2 -j- Ul 01
01 02
4 1
2 i 01 03
4
2
i
4
2
i
BagiHasilPajak-LRA
BagHasildar
i PajakBumidanBangunanaelctorPertambangan-LRA
BagiHasildariPajakBumidanBangunansektorPerlcebunan~T~RA "
BagiHasildanPajakBumidanBangunansektorPerhutanan-LRA
BagiHasildar
i PajakPenghasilan(PPh)Paaal25danPasal29WajibPajakOr
angPr
ibadiDatamNeger
i danPPhPasal21
01 O4
LRA
01 05 BagihasUCukaiHasilTembakau-LRA
4
2
2
2
2
02
02
02
02
02
02
02
02
02
02
02
)anaAlokasiUmum(DAU|-LRA
0.1
03 01 DanaAlokasiUmum-LRA
4
4
4
4
4
4
4
4
4
2
2
2
2
2
2
i
l
i
i
i
i
l
j
i
l
i
4
4
?
2
i
l
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
04
04
04
04
04
04
i 04
i O4
i 04
l 04
i 04
04
i !H
i 04
t O4
i 04
i O4
i 04
? i [M
2 i 04
2 j_ 04
2
2
2
2
2
2
2
?
2
2
?
2
2
2
2
?
i
l
i
i
i
4
?
?
4
4
?
?
?
?
?
?
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
01
02
0.1
04
05
06
07
OK
0<J
10
11
12
13
14
15
16
17
IK
19
20
BagiHasilBukanPajak/SumberDayaAlam-LRA
BagiHasildarilur
anHakPcngusahaanHutan-LRA
BagiHasildar
iPr
ovisiSumberDayaHutan-LRA
BagiHasildar
i DanaReboisasi-LRA
BagiHasildar
i lur
anTetap(Land-Rent)-LRA
BagiHasildariluranEksplorasidanluranEkspkntasi(Royalti)-LRA
BagiHasildanPungutanPengusahaanPerikanan-LRA
lagiHasildar
i PungutanHasilPerikanan-LRA
BagiHasildar
i PertambanganMinyakBumi-LRA
BagiHasildar
i PertambanganGasBumi-LRA
BagiHasildanPertambanganPanasBumi-LRA
)anaAlokasiKhusus(DAK)-LRA
DAKBidangInfrastrukturJalan-LRA
)AKBidangInfrastrukturIr
igasi-LRA
)AKBidangInfrastrukturAirMinum-LRA
DAKBidangInfr
astrukturSanitaai-LRA
DAKBidangKeluargaBer
encana -LRA
DAKBidangKehutanan-LRA
3AKBidangPerumahandanKawasanPemukiman-LRA
)AKBidangKcsehatan-LRA
)AKBidangKelautandanPerikanan-LRA
DAKBidangPrasaranaPemer
intahan-LRA
DAKBidangTransports*!Perdesaan-LRA
1AKBidangPerdagangan-LRA
}AKBidangLingkunganHidup@LRA
DAKBidangSaranadanPrasaranaDaerahTertinggal(SPOT)-LRA
DAKBidangPertanian-LRA
)AKBidangEnei^iPedesaan-LRA
MKBidangSaranadanPrasaranaKawaaanPerbatasan-LRA
DAKBidangPendidikan-LRA
)AKBidangKesclamatanTransportasiDarat-LRA
@endapatanTr
ansf
erPemerintahPusat-Lainnya-LRA
JanaOtonomiKhusus-LRA
01
(11 01 DanaOtonomiKhusus-LRA
01 n? JanaTambahanInfrastruktur-LRA
)anaPenyesuaian-LRA
4 2 2 1)3
ofesiGuruPNSD LRA
4 2 2 03 01 @unjanganPr
150
Ds!
Dal
Dst
Dsl
Dst
4
4
4
4
4
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
4
^
3~ - _ PendapatanTransferPemcrintahDaerahLainnya-LRA
4
4
4
2
2
2
3 01
3 01 01
3 01 02
4
4
4
2
2
2
PendapatanBagihasilLainnya-LRA
3 02
3 02 01
3 02 02
4
2
2
3 03
3 03 01
4
4
4
4
2
2
2
2
4
4
4
4
01
01
01
4
4
4
2
2
2
4
4
4
BantuanKeuangandar
i Pemer
intah DaerahKabupaten-LRA
02
02 01 BantuanKeuangandanPemenntah UaeraiiKabupaten
02 02
4
4
4
2
4
4
BantuanKeuangandar
i Pemer
intah Daer
ahKota-LRA
03
intah Daer
ahKota
03 01 BantuanKeuangandanPemer
_O3 02 Dst ..".,".. ""
4
3
4
3
J
4
4
3
3
1
L
n\
1 01
4
4
.1
3
i
l
02
i Pemer
intahDaerahLainnya-LRA
02 -P-L ^endapatanHibahdar
4 3
4 3
4 L3
1
i
i
PendapatanHibahdar
i Badan/Lembaga/Organises)SwastadalamNcger
i -LRA
03
i Badan/Lembaga/OrganiaasiSwastadalamNcger
i
-LRA
03 01 PendapatanHibahdar
03
4 3
4 3
.1. 3
i
i
i
PendapatanHibahdankelompokmasyarakat/perorangan -LRA
04
04 01
04 02
4
3
2
4
4
4
3
3
2 01
? 01 01
2 01 02
4
3
3
4
4
4
3
3
3
3 01
3 01
3 01
2
03
03
03
03
03
02
ah-LRA
03 DanaInsentifDaer
DanaProyekPemer
intahDaerahdanDesentralisasiProvinsi-LRA
BantuanOperasionalSekolah-LRA@
"
05
06
BantuanKeuangandanPemcrintah DaerahPr
ovinsiLainnya-LRA
intah DaerahPr
ovinsi -LRA
ot BantuanKeuangandanPemer
02
-LKA
-LRA
LAIN-LAINPENDAPATANDAERAHYANGSAH-LRA
_.
DanaDarur
at-LRA
01
02
@
5
1ELANJAOPERASI
5
1
5
1
5
5
;- 1 01 01
1
1
01
1 01 02
151
Insentif
Biaya Pemungutan
PemungutanPajak
Retr
ibusi
Bumi
Daer
dan
ahBangunan
- Pengolahan
Perhutanan
Limbah Cair - LRA ^__
i Jtunjangan Ber
as
'_ "_'_
' iTunjangan PPh/Tunjangan Khusua
. I Per
nbulaun G^i
JTunjangan Badan Musyaw
ijTunjangan Komisi
: JTunjangan Badan Anggara
Tur^angan Badan Kehormatan
Tunjangan Alal Kcleneitapan~Laii
Tunjangan Pcrumahan ~ ~
Uang Duka Wafat/fewaa
Uang Jasa
"
a Pengabdion
Pengabdian^
Ffambahan Pen^iasilan berdasarkan ter
npat bertugas
[Tambahan Penghasilan berdaaarkan kondisj ktrja
Tambahan Penghasilan berdaaarkan kelangkaan profeai
;r
ta KDH/WKDH
[ Biaya Pcmungutan Pajak By mi dan Bangui
Biaya Fcmungut
on Pajak Bumi dan Bangui
iBiaya
Fcmungutan
Bangunan Pertamb
Biaya Femungutan Pajak Bumi dan Bangunan Pcrkebui
Insentif Pemungutan Pajak Dacr
ah - Pajak Kendaraan Bermotor - I,RA
inacntif Pemungutan f
tuak Dae r
ah - Bea Balik Nama Kendar
aan it
ennot
of"-" LRA
[nsentif Pemungutan Pajak Dacrah - Pajak Bahan Bakar Kendaraan Ef
crmotor -LR
[naentif Pemungutan Fajah Dae r
ah - Pajak Air Per
oiukaan - LRA
_
Insentif Penmngulan Pajak Daer
ah - Pajak Rokok - LRA" ~~~ ~ ^ ~
Insentif Pemungutan
Prmiinmiiun Pajak
PaiuL' Daerah
nQi-@^ - Pajak
UnJ-i' Hotel
u--i - LRA
' da
[nsentif Pemungutan Fajak Dae r
ah - Pajak Restor
an - LRA
Inscntif Pemungutan Fujak Daer
ah - Pajak Hibur
an - LRA _
Inaentif Pemungutan Pajak Daer
ah - Pajak Keklamc - LRA
'
Inscntif Pemungutan Piyak Daerah - Pajak Pencrangan Jalan - LRA
Inseritif Pemungutan Pajak Daer
ah - Pajak_Parkir ^RA
~
_
"
Insentif Pemungutan Pajak Daerah - Pajak Sarang Burung Walct - LRA~
'_ "
nsentif Pemungutan Pajak Daer
ah - Pajak Mineral Bukan LoganTdan Batuan - LRA ~ ~~
naentif Pemungutan Pajak Daer
ah - Pajak Bumi dan Bangunan Pcdeaaan dan Perkotaan* -~LRA
nacntif Pemungutan Pajak Daerah - Bea Per
okhan Hak Alas Tanah dan Bangunan - LRA
[nsentif Femungutan Rctr
ibuai Dacr
ah
Insentif Ptmungutan Retr
ibuai Daerah - Pclayanan Keaehatan - LRA
InBentif Pemungotan Retr
ibusi Daer
ah - Peiayanan Rer
aampahan/ Kebcr
aihan - LRA~
isentif Pemungutan Retr
ibusi Daer
ah - Penggantian Biaya Cetak Kami Tanda Penduduk dan Akta Cata
iseniif Pemungutan Retr
ibusi Daerah - Pelayanan Pcmakaman dan Pengabuan Mayat - LRA
Insentif Pcmungutan Retr
ibusi Daerah - Pelayanan Pasar - LRA
In sent if Pcmungutan Retr
ibusi Daerah * Pengujian Kcndaraan Dcrmotor - LRA
Insmli? Pcmungutan Retr
ibusi Daerah - Pemeriksaan Atat Pemadam Kcbakar
an - LRA
Inscntif Pemungutan Retr
ibuai Daerah - Penggantian Biaya Cctak Pcta - LRA
if Pemungutan Retribusi Daer
ah - Fenycdiaan dan/amu Penyedoian Kakus
~~
Inacntif Pemungutan Retr
ibusi Dacrah - Pelayanan Ter
a/Ter
a Ulang - LRA
Insentif Pemungutan Retr
ibusi Daer
ah - Pelayanan Rendidikan - LRA
Inaentif Pemungutan Retribuai Dacrah - Penaendalian Mcnara Tctekomunikaai - LRA
mtif Pemungutan Retr
ibuai Daerah - Pcmakaian Kekayaan Daerah - LRA
InaenUf Hemungutan Retr
ibuai Dacr
ah - Paaar Gr
oair dan/ atau Pcr
tokoaii- LRA
[ risentif Pemungutan Retr
ibusi Daerah - Tempat Pelelangan - LRA
152
ilif Pemungutan Relr
ibusi Daerah - Ter
isentif Pemungutan Rctr
ibusi Daer
ah - Tempat Khusua Parkir - LRA
;ntif Pernungutan Rctr
ibusi Daerah - Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/ Villa - LRA
[nsentif Pemungutan Retribusi Daer
ah - Rumah Potong Hew an - LRA
[nsentif Pemungutan Retr
ibusi Daerah - Pel ayan an Kepelabuhan - LRA
insentif Pemungutan Retr
ibusi Daer
ah - Tempat Rekreaai dan Olah r
aga- LRA
Insentif Pemungutan Retribusi Daer
ah - Penjualan Produksi Uaaha Daerah - LRA
Insentif Pemungutan Retribusi Daer
ah - Izin Mendir
ikan Bangunan - LRA
Insentif Pemimgutart Rctr
tbusi Daerah - lzln Tempat Pcnjualan Min
n Beralkohol - LRA
icntif Pernungutan Retr
ibusi Daer
ah - Ian Gangguan - LRA
isentif Pcmungutan Rctr
ibusi Daerah - Izin Trayck - LRA
ntif Pemungutan Retr
ibusi Daerah - Izin Per
ikanan - LRA
lehtirKmungutah Betr
ibuaT Dacrati - Pcrpanjangan Izin Mcmpekerjakan Tenaga Keija"Asfng"(IHTA) - LRA
Uang Lembur
Uang~Leinbur>NS
UangLembur Non PNS
[Belaya Barang dan Jaaa
I Belanja Bahan PHkai Hat
jBetania alat tulis kanto
iBelanja dokumen/administrasi lender
[Belanja alat listr
ik dan elektr
onik (lampu pijar, battery ker
ing)
Belanja perangko, materai dan benda pos lainnya
BelatxJa peralatan kebersihan dan bahan pember
aih
Belanja Prcmi Asuransi Barang Milik Daer
ah
I5sr.~~~~~. z~.
~~
Belanja Perawatan Kendaraan Bennoto
Belanja Jaaa Service
Belanja Penggantian Suku Cadang
Belanja Bahan f
takar Mttiyak/Oaa dan p
iclanja Jasa KIR
[gejanja Pajak Kendaraan Bermotor
jBdanja Bea Batik Nama Kendaraan Bern
__
iBelanja Cetak dan Per
[Belflnja Fenggandaan
153
[Belanja
ja aewa gedung/
pakaian adat/lradtaional
kantor/temjxit_
[Belanja Sewa Rumah/Oedung/Oudang/Parldr
Belanja sewa rumah jabatan/rumah dinas
va gedung/ kan tor/ter
npat
@a ruang r
apat/pertemtian
jBelanja aewa tempat parkir/uang tambat/har^
IBelanja Sewa Sarana Mobilitas
Beianja aeWa Sarana Mobililaa Para
pBeianJa aewa Sarana MoblBtag Air"'"
Belanja aewa Sarana Mobilitaa Udar
a
pelanja Sewa Alat Beral
|Bclar\ a aewa Eskavator
[Belanja scwa Buldoaer
Belaya Sewa Pterlengkapan dan Per
alatan Kantor
Belanja aewa meja kursi
Belanja aewa kompuler dan printer
Belanja scwa pr
oycktor
BcJanja sewa generator
Belai\ a aewa tends
iBelanJa Makanan dai
Belanja makanan dai
[Belanja makanan dan minui
JBclanja makanan dan minuman tamu
JBclf
lnja makanan dan minuman pelatihan
Belanja Pakaian Dinas dan Atr
ibutnya
Belanja pakaian Dinas KOH dan WKDH
Bclanja Pakaian Sipil Har
ian(P3H|
[Bclaoja Pakaian Sipil Lengkap (P9L)
n [PDHI
Belanja Pakaian Dinas Upacar
a (PDU|
Bclanja Pakaian Kerja
[Belanja pakaian kerja lapangan
rBclanja Pakaian khusvjs dan har
i-hari t<
iBelanja pakaian KORPRI
[Belanja pakaian adat dacrah
elanja pakaian batik tradiaional
B^ianja pakaian olahr
aga
|Belanja Perjalanan Dinaa
Bclanja peijalanan dinas dalam daerah
Belagja pcrjat
anan dlnaa luar daerah
[Belanja pcrjalanan dinas luar neger
i
Bclanja Feijalanan Pindah Tugas
Belanja perjalanan pindah tugas dalam daerah
Belanja perjalanan pindah tugas luar daer
ah
Belar^a pemulangan pegawai yang penaiun dalam daerah
jBelanja pcmulmigan pegawai yang pensiun luar daetah
MBelanja Pemeliharaan
[Bclanja Pcmelihar
an Tanah
fBeiaqja Pemeliharan Pf
er
alatan dan Meain
IBelanja Femelihar
an Gedung dan Banguni
iBelanja Femeliharan Jalan, Ir
igaai, dan Ja
Belanja Peme'liharan Aset Tetap Lainnya
154
BungaUtangObligasi
Dst
Dsl
1st
Dst
JS(
BelanjaJasaKonsultansi
5
5
S
5
5
1
1
1
]
I
2
2
2
2
2
19
19
iy
19
19
5
5
_5_
1
1
1
2
2
2
BelanjaBar
angUntukDiserahkankcpadaMasyar
akat/PihakKetiga
20
20 01 BelanjaBarangYangAkanDiserahkanKepadaMasyarakal
2oJ 02 BelanjaBarangYangAkanDiserahkanKepadaPihakKetiga
5
5
5
1
1
1
2
2
BelanjaBarangUntukDgualkepadaMasyar
akat/PihakKetiga
'2\
angYangAkanDuualKepadaMasyarakat
1 01 BelanjaBar
angYangAkanDijualKepadaPihakKetiga
21 02 BelanjaBar
5
5
5
5
5
5
1 , 2 22
1 2 22 01
1 2 22 02
1 2 22 03
2 22 04
1 2 22 05
1
1
1
1
1
h
5
5
5
01
02
03
04
BclanjaJasaKonsultansiPenelitian
BelanjaJasaKonsultansiPrrcncanaan
BelanjaJasaKonsultansiPtngawasan
Dst
'
BelanjaBeasiswaPtndidikanPNS
ielanjabeasiswatugasbclajarD3
BelanjabeasiswatugasbelajarSI
BelanjabcasiswatugasbelajarS2
3elanjabeasiswatugasbclajarS3
Belanjakur
eus,pelatihan,sosialisasidanbimbingantcknisPNS
2 23
2 2.1 ~oi Jcianjakursus-kursussingkat/pelatihan
2 23 02 Belanjasosialisasi
2 23 03 ) lanjabimbinganteknis
2 23 04
f 2 24
5
5
5
5
1
1
1
BelanjaHonorariumNonF*egawal
2 24 01
2 24 02 Moderator
2 24 03
5
5
5
5
5
1
1
1
1
1
Honorar
iumPNS
2 25
ariumPanidaPelakaanaKegiatan
2 25 01 Honor
iumTimPcngadaanBar
angdanJaaa
2 25 02 (onorar
asumber
2 25 03 lonoranumTenagaAhli/lnstruktur/Nar
2 25 O4
5
5
5
5
@
Honorar
iumNonPNS
2
ariumTenagaAhli/lnstruklur/Nar
asumber
2 2fi 01 Honor
iumPegawaiHonor
er/TidakTetap
i 2 26 02 honorar
j__ 2 26 03
;
5 -j5
5 i
5 i
2 27
JanguntukdiberikankepadaPihakKetiga/Maayar
akat
2 27 01 UanguntukdibenkankepadaPihakKetiga
akat
2 27 02 JanguntukdibenkankepadaMasyar
2 27 03
5
-L 3
5
5
5
5
5
5
i
i
i
l
i
i
~
3 01
II
3 )l
3 01
3 01
3 01
5
5
i
l
.1
3
4
5
5
5
5
i
i
i
i
4
4
4
4
J>
l
5
lelanjaBunga
BungaUtangPinjaman
intah
01 lungaUtangPinjamankepadaPemer
intahDaerahlainnya
02 )ungaUtangPinjamankepadaPemer
03 3ungaUtangPinjamankepadaLembagaKeuanganBank
04 BungaUtangPinjamankepadalembagaKeuanganBukanBank
05 lungaUtangPiiijantanLainnya
0?
02 01
JungaUtangObligasi
elanjaSubsidi
t
IclanjaSubsidi
01
01 01 BclanjaSubsidikepadaBUMN
)} 02 telanjaSubsidikepadaBUMD
01 03 BclanjaSubsidikepadaPihakKetigaLainnya
_
BclanjaHibah
clanjaHibahkepadaPemerintah
f
5 i s 01
inWh
'-50101BclanjaHibahkepadaftmcr
155
"
Belanja Hiheh kepada Perusahaan Daer
ah/BUMD _
Belanja Hibah kepada Pemerintah Dacrah lainnya
Tlibah kepada f
trnerintah Pr
ovinsi
Hibah kepada Pemcrintah Kabupaicn
Hibah kcpada Ptmer
inlah Kota
Beianja Hibah kepada t
ouaahaan Paerah/BUMD ..
Bclanja Hibah kepada Kelompok Maayarakat
[Belanja Hibah kepada Kciompok Masyar
akat ,
[Belanja Hibah kepada Organisasi Kemaayar
akatan
iBelanja Hibah kepada Organiaasi Kemaayaralcaian ..
|Belanja Hibah Dana BOS untuk Satu
[Belajija Hibah Dana BOS kc Satuan Fendidikan Daaar di Kabupaten/Kot
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Bantuan SoaiaJ kepada Organisasi Sosial Kemasyar
akata
Belanja Bantuan SosiaJ kepada Qrganisasi Soaial Ketnasyar
akatan
Dst...~.'.~
~
[Belanja Bantuan Sosial kepada Maayar
akat
Bdanja Bantuan Soaial kepada ..
BELANJA MODAL
BeJainja modal Pengadaan Tanah Pcrkampungan
Belanja modal Pengadaan Tanah Kampung
'Belarya. modal Fengadaan fanah EmplaBtnei
JBelanJa modal Pengadaan Tanah Kuburan
" "~
[Belanja modal FengadaanTanah Pertanian
Beianja modal Pengadaan Tanah Sawah Satu Tahun Ditanami
Belanja modal Pengadaan Tanah Tegaian
Belanja modal Pcngadaan Tanah Ladang
iBelanja modal Pengadaan Tanah Pcrkcbunt
[Belanja modal Pengadaan Tanah Perkeburu
[Belanja modal Pengadaan Ktbun Campur
a
IBelarya modal Fengadaan Bidang Tanah Yang Tidak Ada Jaringan Pcngairan
[Bclanja modal PCngHdaan Tumbuh Liar Bcrcampur Jenia Lain
~
[DsT.l.. '"'"
""
_I^J
___ __
Belanja modal Pengadaan
[Betanja modal Pengadaan Hutan Lebat
Bclanja modal Pengadaan Hutan Belukar
Belanja modal Pengadaan Hutan Tanaman Jenis
[Bclanja modal PcngadaanTiutan Alam Sejenis/Hutan Rawa'
Bet
anja modal Pengadi
[Belarus modal Pengadaan Tanah Danau/Rawa
Beianja modal Pengadaan tanah Rawa
02 }Belanja modal Pengadaan tanah Danau
156
Bclanja
Beiai^a
Bet
anja modal
modaJ Fengadaan
t;ngadaan Tanah
f
Penamhangan
Amphibi
Lapangan
Dr
edger Olah Raga
[Bejanja modal Pcngadaan Tanah Tandus/Ruaa
[Belanja modal Pengadaan Tanah Tandus
[Bflanja modal Fengadaan Tanah Rusak
.Uelanja modal Pengadaan Tanah Alang-alang dan Padang Rumput
[Belanja modal Pengadaan tanah Alang-aliang
Belanja modal Pengadaan tanah Radang Rumput
IBelanja modal Pengadaan Tanah Fengguna Lain
Belanja modal Fengarfaan Tanah Pei
[Belanja modal Fengadaan Tanah Untuk Bangunan Gedung
Belanja modal Pengadaan Tanah Bangunan F^rumahan/Odung Ten
Belanja modal Fengadaan Tanah Untuk Bangunan Oedung Berdagangan/Perusahaan
Belanja modal Pengadaan Tanah Untuk Bangunan Industri
Belanja modal Pengadaan Tanah Ontuk Bangum i Tempat Kerja/Jasa
Belanja modal Rengadaan Tanah Kosong
,Belanja modal Pengadaan Tanah Petemakan
|Belanja modal Pengadaan Tanah Bangunan Penf
[Belanja modal lYngudaan Tanah Bangum l Jalan dan Jembatan
cn_
IBetanja modal Pengadaan Tanah Lembirai /Bantaran/ |^:!<^/Setr
hDst.7~
~
Bclanja modal FVngadaan Tanah Pertain b&ngan
Belanja modal Fcngadaan Tanah Untuk Bangun&n Dukan Gedung
n Tanah Lapangan Parlor
Bcla^ja modal Pem
Belanja modal Pengadaan Tanah Lapengan Penir
obun Barang
Belarya modal Pengadaan Tanah Lapangan Pemancar dan Studio Alam
Belanja modal Pengadaan Tanah Lapangan Ftngujian/Pengolahan
Belanja modal Pengadaan Tanah Lapangan Terbang
Belanja modal Pengadaan Tanah Untuk Bangunan Jalan
Belanja modal Pengadaan Tr
actor
Beianja modal Pengadaan Gr
ader
__
Bclanja modal Pengadaan Excavator
Belanja modal Rsngadaan Pile Driver
Belanja modal Pengadaan Hauler
~"
--@@
Belanja modal Pwigadaan Asphal Equipment
Belanja modal Pengadaan Compacting Equipment
Belanja modal Pengadaan Aggregate S Concrete EquipmcnT
Belanja modal Pengadaan Loader
- @-
@
Belanja modal Pengadaan Mesin Pr
oses
JBelanja modal Pengadaan Alat-Alat Beaar Apung
. JBelanja modal Pengadaan Dredger
Bclanja modal Pengadaan Floating Excavator
Bclanja modal Pcngadaan Meain Pr
oses Apung
Belanja modaJ Fengadaan Alat-alal Bai
Belarya modal Ff
engactaan Alat Rsnartk
Bclanja modal Pcngadaan Feeder
Belanja modal Fengadaan Compressor
157
"[Bclanja
Bclanja modal
modal Pengadaan
Pengadaan Perkakaa
Alat UkurBcngkel Kayu
__
Belanja modal Pcngadaan Electr
ic Generating Set
To5 [Belanja modal Pengadaan Pom pa
| 06 jBelanja modal Pengadaan Mesin Bor
jBelanja modal Ft
engadaan Unit Pemcliharaan Lapangan
iBflanja modafPengadaan Alat Penjpiahan Air Kotor
11 03 jBelanja modal Pengadaan Kendaraan Bermotor Angkut
v| fMjBelanja modal Pengadaan Kendar
aan Bennotor Khusu:
BcUuija modal Fengadaan Kendar
aan Bcrmotor Beroda Una
Bclanjs modal Pengadaan Kcndaraan Bermotor Beroda Tiga
Belanja modal Pengadaan Alat Angkutan Darat Tak Bermotor
Belanja modal Pengadaan Kcndaraan Bermotor Angkutan Bar
ang
Bclanja modal Pengadaan Kendaraan Tak Bermotor Berpenumpang
Bclanja modal Pengadaan Alat Angkut Apung Bermotor
n Alat Angkut Apung Bermotor Barang
iBelanja modal Pengadaan Alat Angkut Apung Bcrmolor Pcrtumpang
Belanja modflJ Fenf
fadaan Alat Angkut Apung Bermotor Khusus
01 Belanja modal Fengadaan Alat Angkut Apung Tak Bcrmotor Untuk Barang
02 Bclanja modal Pengadaan At
erAngkut Apung Tak Bcrmotor Penumpang
Bcianja modal Pengadaan Alat Angkut Apung Tak Ber
aiotor Khuoua
Belaya modal Pengadaan Alat Angkut Bern
iBelanja modal f
t^ngpHaan Peaawat Terbang
[Bclanja modal Pengadaan Mat Bengkel Bermesin
[Bclanja modal Pengadaan Pcrkakas Konstrukai Logam Tcrpasang pada Pondasi
Belanja modal Pgngadaan Perkakas Konatruksi Logam yang Berpindah
[Bclanja modal Pengadaan Perkakas Bcngkd Uatr
ik
"
| Belanja modal Pengadaan Perkaka* Bengkcl Service
~"
Belanja modal Pengadoan Perkakas Pengangkat Bermcsin
Belanja modal Pengadaan Pcrkakaa Bengkcl Khu:
[Belanja modal Pcngadaan Peralatan Las
Belanja modal Pcngfldaan Perkakas Pabrik Es
[Belanja modal Pengadaan Alat Bengkel Tak Bermcain
__
[Bclanja ikodal Penepdaan Pcrkakaa Ben^cel Konatruksi LQga'm
elanja modal Pcngadaan Ferkakas Bengke! Lisirik
[BelanjH modal Pcngadaan Perkakas Bengkel Scrv
I Belanja modal Fengadaan Pcrkakas Pengangkal
I Belanja modal Pengadaan Perkakas Standar (Standart Tool)
06JBclanja modal Rmgadaan Perkakas Khusus (Special Toot}
Belanja modal Pengadaan Perkakaa Bengkel Ke_rja_
Belanja modal Pengadaan Peralatan Tukang-Iukang Besi
Belanja modal Pcngadaan Per
alatan Tukang Kayu
tO [Belanja modal Fengadaan Perat
atan Tukang Kulit
11 JBelanja modal PengadaanFer
alatan Ukur, Gip h Feting _
fiTDat 7
"
'
'_
_^
I
__
IBelanja modal Pengadaan AJat Ukur universal
[Belanja modal Pengadaan Aiat Ukur/Teat Intetegensia
fBelanja modal Pengadaan Alat Ukur/Ter
t Mat Kepr
ibadia
IBclanja modal Pengadaan Alat Ukur /Test Klinia Lain
[Belanja modal Pengadaan Alat Calibraai
Bclanja modal Pengadaan Oscilloscope
|BeTanja modal Pengadaan Universal Tester
[Bclanja modal Pengadaan Mat Ukur/Pembanding
Belanja modal Pcngadaan Alat Ukur Utinnya
|Belanja modal f
tpgd'"'i Alat Timbangan/Blora
I I 11 |Belanja modal Pcngadaan Anak Timbangan/Biaaa
158
04[Bclanja
JBelanja
Bclanja modal f
e
Pf
Pengadaan
en^daan
ngadaan Mcja
Ala I Labor
Alat
Panen
nKerja
Hitung/Jumlah
aPqabat
tor
i ur
n __^
lanja modal Pengadaan Takaran Kcr
ing
Belanja modal Pengadaan Takaran Bahan B
Belanja modal Pcngadaan fakar
an Latex/Getah Suau
Belanja modal Fengadaan Oelaa Takar Berbagai Capaaitas
JBelanja modai Pengadaan Alat Pengolahan
Bctanja modal Pt-ngadaan Alat Pcngolahan Tanah dan Tar
[Belanja modal pengadaan Alat Par
en/Pengolahi
IBelanja modal Pengadaan Alat-Alat Peternakan
JBeianja modal Pengadaan Mat Penyimpanan Hasil Percobaan Pertania
|Belanja modal Pengadaan Alat Labors tori um Pertanian
Bclanja modal Pengadaan Mat Pr
occsing
~"
)7 iBelanja modal Pcngadaan At
at Pasca Pancn
)8 iBeianja modal Pcngadaan Alat Produkai Perlkanan
Belanja modal Pengadaan AJat Femelihar
aan Tanaman/Alal Penyimpan
Belanja modal Perigadaan Alat Pemeliharaan Tanamon
03[Belanja modal Fengadaan Alal Penyimpanan
Belanja modal Fengadaan Alat Penangkap Ikan
[Belanja modal Fcngadaan Mat KanI
Bclanja modal Pengadaan Mcsin Kelik
02iBelanja modal Fengadas
03j Beianja modal Pengadat i Mat Repr
odukai (Penggandaj
iBeiaixJa modal Pengadaan Alat Penyimpanan Perlengkapan Kant
Belanja modal Pengadaan Alat Kantor Lainnya
[Bcjanja modal Pengadaan Alat Rur
aah Tangga
Belanja modal Pcngadaan Meubelair
Belanja modal fVngadaan Alat Pengukur Waktu
(Belanja modal Pengadaan Komputer Unit/Jar
ingan
[Belanja modal Ft
engadaan Peralatan Komputer Mainframe
@Betanja modal Fengariaan Mrja Dan Kur
ai Keija/Rapat Pejabai
05 Belanja modal Pengadaan Kurai Hadap Depan Meja Kerja Pejabat
j5T Belanja modal PengadaajTKursi Tamu di Ruangan Pejabat
Belanja modal Pcngadaan Lemar
i dan Araip Prjabal
Bclanja modal Pengadaan Alat Studio
JBeianja modal Fengadaan Peralatan Studio Visual
"
Belanja modal Pengadaf
Fengadaan Pfcr
alatan" Studio Video dan Fflm~X~
03 iBelanja
[Bclanja modal Pengadaan Peralatan Cetak
Belanja modal Ptngadaan Pcralatan Pemetaan Ukur
159
iRrlnnifl modal Pencadaan Alat Komunikasi
mr
amus.nz
D>LiBelania modal Pencadaan Mat Komunikasi Telephone
GE
in
El
El
|_19_[Si.iBelania modal Peneadaan Mat Komunikasi Radio HUB
I.5JI_2J
I
|
\
I
i
I
i
I
I
1
I
I
I
I
I
I
I
|
,
L?J
adaan Mat Komunikaai Radio KF/P'M
Li]I ?JDlILiiL03J Rrlanfa modal Penr
1st,iBelanja modal Pennadaan Alat Komunikasi Radio V1IF
LjlJUlJmt
o
I 05 iBelania modal Penaadaan Alat Komunik&si Radio uhh
UUUJUJU2l
LjUUUUJL19JI 06 iBelanja modal Pen adaan Alat Komunikasi Sosial
modal Penaf
ldaan Alat-alat Sandi
I JJI 2.1mLI9JLZJIRelAtiin
LO J[n t
[ 2lr
a
QE
Id
r_jnr.]?L I
mmwL fBelania modal Pwiaadaan Ptralatan Pemancar
m
LAJL?JL?JUOJLaiJiHHania modal Peiuzadaan Persia Ian FVmancar MP/MW
L?JL?JUl]|20,I 02 iBelania modal Denjtadaan Feralatan Femancar HF/SW
aletan Femancar vhk/km
1.5JuuLUISl ?JiBelania modal Pensadaan Per
UlJL?JUJL20JL JIBelania modal Pengadaan PenUatan Pemancar UHK
I
05
|
iHrlnnia
modal
Pensadaan
Per
alatan Pemancar SHF
LjlJLiJLjlI[20J
d
lR<-l n[a mort
al Pcnoadaan Pfer
alatan Antena MF/MW
r[ 2 1[I]Ho]|06|
a
iBelania modal Pfcnaadaan Pcr
alatan Antena HF/SW
|O
T
|
3
m
m
m 2 1 08 Belanja modal Fengadaan Peralatan
Antena VHF/FM
_
I 2 I L sJ[Betania^modal Pcnfiadaan PcmialBn Antcna UHF
mu mD
__
I 5 I 2 I 2 |I 20] 10JiRj-lania inmtsl Pmoadaan Peralatan Antena SHK/FaraDoia
I
.
modal Pcnsadaan Pcr
alatan Translator VHF/VHF
4\@mRis[Belanja
m4^
iRplnnla modal Pcnandaan FeraiaTan Tr
anslator VHF/UHF
-a 3oj
i tim
m
alatan Translator UHF/VHF
m al 2lMDHjiRflnmn mnrfAl Fenfadaan Fer
J
JLJ335]D15][BHanla modal Penaadaan Peralaten Microvawe PPU
m
ovawe Terminal
LU 2j ^0]LjL<UiRrlanin modal PenoadafUi Ptraiatan Micr
a !Ll[Rrlnnin modal Pwitzadaan Per
elatan Microvawe TVRO
12mD
m^1
mnrinl Prnsadaan Peralatatl Dummy Load
al
m 2] 20]DLJiRHnma
Belania modal Pcnoadaan Switcher Antcna
aSID<J]IiFt
mTJ
elania modal Peneadaan Switcher/Menara Antcna
. ?.!
[jlJ LjlJJLJI Ml
JLl13u ]uuiBelania modal Penjtadaan Feeder
El
I =1 2 | 3j 20JL J n^lnnin modal Ppnaadaan Humititv Control
iBclania modal Fcruadaan ProRr
am Input Equipment
SJ
El331] M]
20 24 iBeianja modal Fcngadaan Peralatan Antena Peneruna VHK
IIT1
m
?
LH:A3
m XI
""
"
[
IRHnnia mortal Pens&daan Alat Kedokter
an
JUJ
an Umum
J Jroi iiRrlnniB modal Peruradaan Alat Kedokter
[Bclanja modal Pengadaan Alal Kedokteran Gigi _^
___
___
20]
_J
2]
25jIriaT'
""""
LJ
LJ
41n\ rRHnnia modal Pwuzadaan Alat Kedokteran Mata
m4\
"
m arljiiJro4i
[Belanja
modal
Pengadaan
At
a
t
Kedokter
a
n
T.H.T
05
|
H1]il]
m
mIDinHIED
~
"
| 06 IIRi-lnniH linnrial Peruradaan Alal Rotsen
iHelania modal f
enoadaan Alat Farmasi
an Bcdah
2] aJJ*iJ[ tl HclBtiia modal PWuzadaan Alat Kedokter
I si 51 2.1 [Ml[Rrlania modal PenmKiafln Alat Kesehatan Kebidanan dan Penyalat Karulungan
Ti^nTH [R^innin mndnl Ppncadflan Alat Kedokteran Bajdan Penyakit Dalam
alnnia modal Rsnaadaan Mortuary
._.
\ Ift
2j 211 I2JiRelnnia modal Peneadaan Alat Keaehatan Anak
iBelaf
lja modal Pengadaan Poliklinik Set
^fvlnnt
o mortal Benaadaan At
ot Kedokteran PMider
iifl Cacat Tubuh
Ftrlania mnrinl f
t-noadaan Alat Kedokteran Neur
ologi (Byar
al)
"2 | il 2.1
J*2 HHarTia modal Peneadaan Alat Kedoktenui Jantung
an Nuklir
2f
lJ vj RHnnia modal Fenaadaan Alat Kcdokter
al
Rrlnnin mort
al Pencadaan Alat Kedokter
an Radiolofd
nrrT7in _1 si[[f
an KuUt dan Kelamln
~llTI 2.1] i9] c-i nia mnHnl Ppruradaan Alat Kedokter
t-noadaan Alat Kedokteran Gawgt Darur
at
2 1 ~a | anraoiiRoUniH mnHaff
an Jiwa
21 IrBclanja modal Pengadaan Mat Kedokter
2i
[Belanja modal Penggdaan Mat Kedoktcran Hewan
^
~2 I
[13
Id
npa
m
mX!313DD
en XI u
Vi1\1\ M
r
a
m
nn
El3113in
n
in
n
no
m
m
1 i
til zizl3
22j
I
I
I
I
|
I
I
|
I
I
I
1
I
I
I
@
_
.
1
I
I
j
I
I
I
.
~ 1
I
j
I
|
I
|
l
-
^i
m 2] 2[ JE
adaan Alat Kesehatan
J Rrlnnia modal Fenr
Bctanja modal Pengadaan AJat Kesehatan Per
awatan
41
\ Inrinnia
[44-S
m
mnrinl Pmmdaan Mai Kesehatan Matr
a Laul
-ft
@Si
-ft
Ml
tf\
Bclanja modal
Fcngadaan Alat
Keaehatan Matra
Udar
aKepoiisian
_"
04 R^lnniH
morfal Ptniadaan
Alat Kcochatan
Kedokteran
1\1\
22]
05 I
I
i
~"
_ _
~~
al Penoadaan Mat Keaehatan Olahraga
a I ^1-@22\r06l n^lonin mort
m^1
T\ HI 07J
ZI in13
]
~ Ji
j
E3
I
160
4
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5~1
2
7
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
7.
2
5
5
5
S
5
5
5
S
5
5
5
5
5
S
5
S
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
S
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
4
-\
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
?3
r"
@-
BelanjamodalPcngadaanUnit-UnitLaboratorium
02
03
04
05
06
07
08
io
1
2
3
4
5
ft
BelanjamodalPcngadaanAlatLabor
ator
iumHidroKimia
BelanjamodalPcngadaanAlatLabor
ator
iumModel/Hidrolika
BelanjamodalPcngadaanAlatlaborator
iumBuatan/C.eologi
BelanjamodalPcngadaanAlatLabor
ator
iumBahanBangunanKonstruksi
BelanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumAapalCat&Kimia
BelanjamodalPengadaanAlatlaborator
iumMekanikTanahdanBatuan
BelanjamodalPengadaanAlatLaboratoriumCocokTanam
BelanjamodalPcngadaanAlatLabor
ator
iumLogam,Mesin,Listrik
BelanjamodalPengadaanAlatLaboratoriumLogam,MesinListr
ikA
BelanjamodalPengadaanAlatLaboratoriumUmum
BelanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumUmumA
BelanjamodalPengadaanAlatLaborator
iumKedoktcran
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
23
2 23
2 23
7
2
2
2
2
2
2
2
2
2
7
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
tf
ator
iumImmunologi
9 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
20 BelanjamodalPengadaanAlatLaboratoriumHematologi
ator
iumFilm
21 BelanjamodalPcngadaanAlatLabor
atorium Makanan
22 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
23 BelanjamodalPcngadaanAlatLaboratoriumStandansasi,KalibrasidanInstrumental
atoriumFarmasi
24 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
atoriumFisika
25 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
26 BelanjamodalPengadaanAlatLaboratoriumKidrodinamika
ator
ium Klimatologi
27 BelanjamodalPcngadaanAlatLabor
ator
iumProsesPeleburan
2H BelanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumPasir
29 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumProsesPembuatanCeiakan
30 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumProsesPembuatanPola
31_j BelanjamodalPcngadaanAlatLabor
iumMetalography
32 BelanjamodalPcngadaanAlatLaborator
ator
iumProsesPengelasan
33 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumUjiProsesPengelasan
34 3elanjamodalPcngadaanAlatLabor
ator
iumProsesPembuatanLogam
35 3elanjamodalPengadaanAlatLabor
atoriumMatrologie
36 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
atoriumProsesPclapisanLogam
37 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
atoriumProsesPengolahanPanas
38 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumProsesTeknologiTextH
39 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
40
iumProsesTeknologiKeramik
41 BelanjamodalPcngadaanAlatLaborator
ator
iumPr
osesTeknologiKulitKarct
42 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumUjiKulit.KarctdanPlastik
43 3elanjamodalPengadaanAlatLabor
SelanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumUjiKeramik
iumProsesTeknologiSelulosa
23 4S BelanjamodalPcngadaanAlatLaborator
23 46
iumPertanianA
23 47 BelanjamodalPengadaanAlatLaborator
3elanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumPertanianB
23
atoriumElektr
omkadanDaya
23 49 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumEnergiSurya
23 50 BeJanjamodalPengadaanAlatLabor
iumKonvcrsiBatubaradanBiomas
23 51 BelaryamodalPengadaanAlatLaborator
23 52
ator
iumLingkunganPerairan
23 53 3elanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumBiologiPeralatan
23 54 3e!anjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumBiologi
23 55 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumGeofisika
23 56 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
ator
iumTambang
23 57 BelanjamodalPengadaanAlatLabor
iumProses/teknikKimia
23 58 BelanjamodalPengadaanAlatLaborator
iumProsesIndustn
23 59 UelanjamodalFengadaanAlatLaborator
elanjamodalPengadaanAlatLabor
atonumKesehatanKerja
91 60 t
iumKearsipan
23 61 BelanjamodalPengadaanLaborator
iumHematologi&Urinalisis
23 62 BelanjamodalPengadaanLaborator
iumHematologi&Ur
inalisisA
23 63 BelanjamodalPcngadaanLaborator
ator
iumLainnya
23 64 3elan]amodalPengadaanAlatLabor
23 65
161
JBclanja
|5
Belar\
Belanja
a modal
modal" Pengadaan
Pengadaan
""'" " ~Pemeainan"7ModeTsh[p
MOB
Mat
Bangunan
Per
iindungan
Oedung Unluk
Workshop
Poa Jaga
__
ium Hidr
odin
c
Belanja modan^igadaan Peralatan Laborator
Belanja modal PcngHttaan Towing Carr
Carriage
iage
Belanja modal Pcngadaan Wave Generator and Abaorbcr
Belanja modal Fengadaan Data Accquistion and Analyzing Systi
[Bclanja modaJ Hengadaan Captation Tunnel
Belanja modal f
engadaan
alatan ur
aum
Be Ut rye modal PengadaonFer
BeLairija
JBelanjiTmodal Fengadaan Femesinan : Pr
opeller Model Workshop
IBe tan) a modal Pengadaan Pcmesinan : Mechanical Workshop
Bclanja modal Fengadaan Femesinan : Precision Mechanical Workshop
[Bclanja modal Pengadaan Peniesinan : Ship Model Preparation Shop
eclanja modal Pcngadaan PemCBinan ^Electr
f
ical Workshop
[Belanja modal Pengadaan Photo and Film Equipment
Bclanja modal Pengadaan Amunisi Dai
fBctanja modal Pengadaan Senji
[Belanja modal Pengadaan Lasc
Belanja modal Pcngadaan Alat Keamanan dan Ferljndungan
Belanja modal Pengadaan Alat Bantu Keamanan
__@
Bclanja modal Pengadaan Atat Bantu Lalu Lintaa Dar
al dan Air
Belanja Modal Gedung dan Bangunan
Belanja
Bangun n Gcdung Tempat Kerja
P
Belanja modal Fengadaan
lielanja
or
Belanja modal Pengadaan
P Bangun n Oedung Kant
Belanja" modal Pengadaan Bangun,
Bclanja modal Pengadaan Bangunan Gudang Untuk Bcngkel
Belanja modal ft
engadaan Bangunan Gedung Instat
es: __
Pengadaan Bangunan Gedung Labor
ator
iur
n
Pengadaan Bangunan Kesehatan
Pengadaan Bangunan Oceanarium/Opscrvator
ii
Pengadaan Bangunan Gcdung Tempal Ibadah
Pengadaan Bangunan Gcdung Tempal f
trtemui
Belanja modal Pengadaan Bangunan Qedung Tempat Pcndidikan
Belanja
Belarya modal Pengadaan Bangunan Gedung Periokoen/koperasi/Pi
Belanja
Belanja modal Pengadaan Bangunan Oedung Garaai/Pool
a modal Pengadaan Bangunan Gedung Pemotongan Hewai
a modal Pengadaan Bangunan Oiedung Pabr
ik
h mcxlal Pcngadaan Bangunan Stasiun Bus
a modal Pengadaan Bangunan Kandang Hewan/Tcrnak
163
Dst
Jst
____
Dst
lat
.._
.._.
5 2
5 2
5 2
5
5 ~2
5 2
5 2
5 2
5 2
01
0!
01
01
01
01
01
01
01
5~ 2
5 2
6 2
__2_
5 2
5 2
5 2
2
5 2
02
02
02
02
02
02
02
02
02
02
5
5
5
5
5
2
2
2
2
2
03
03
03
03
03
5
5
5
5
5
2
2
2
2
2
2
5
V
01
02
03
04
05
04 06
's
5
2
2
?
2
05 @ BelanjamodalPengadaanTuguPenngatan
05 01 JelanjamodalPengadaanTuguKemerdekaan
nbangunan
1)5 02 ielanjamodalPengadaanTuguPer
JelanjamodalPengadaanTuguPer
ingatanLainnya
05
5
5
5
"ff
2
2
2
5
~2~
2
5
5
2
2~
5 2
5 2
_5_ 2_
5
5
5
5
2
2
2
2
~5~
5 2
5 2
5 2
5 2
R 2
5 2
52
.
.
19
20
21
22
23
24
25
26
27
Et
elanjamodalPengadaanBangunanGedungPerpustakaan
BelanjamodalPengadaanttangunan(JedungMuseum
BelanjamodalPengadaanBangunanGcdungTerminal/Pelabuhan/Bandar
BelanjamodalPengadaanBangunanPengujianKelaikan
BelanjamodalPengadaanBangunanLembagaPemaayarakalan
BelanjamodalPengadaanBangunanRumahTahanan
BelanjamodalPengadaanBangunanGedungKramator
ium
BelanjamodalPengadaanBangunanPembakaranBangkaiHewan
BelanjamodalPengadaanBangunanOedungfempatKerjaLainnya
01
02
03
04
05
06
07
BelanjamodalPengadaanBangunanOedungTempatTinggal
BelanjamodalPengadaanBangunanRumahNegaraGolongani
BetanjamodalPengadaanBangunanRumahNegar
a GolonganII
BelanjamodalPengadaanBangunanRumahNegaraGoloonganIII
BelanjamodalPengadaanBangunanMess/Wisma/Bungalow/Tempat Per
istirahatan
BelanjamodalPengadaanBangunanAsrama
BelanjamodalPengadaanBangunanHotel
JelanjamodalPengadaanBangunanMotel
JL
09
BelanjamodalPengadaanBangunanMenar
a
a PerambuanPenerangPantai
01 BelanjamodalPengadaanBangunanMenar
ambutPener
anganPanialTfdakBermenara
02 BelanjamodalPengadaanBangunanPer
03 BelanjamodalPengadaanBangunanMenaraTelekomunikasi
04
04
04
04
04
04
-
..
3elanjamodalPengadaanBangunanBersejarah
BelanjamodalPengadaanIstanaPenngatan
BelanjamodalPengadaanRumahAdat
BelanjamodalPengadaanRumahPeningggalanSejarah
jelanjamodalPengadaanMakamSejarah
lelanjamodalPengadaanBangunanTempatIbadahBersejar
ah
3elanjamodalPengadaanCandi
06
36 01 JelanjamodalPengadaanCandiHindhu
06 02 BelanjamodalPengadaanCandiBudha
06 03 BelanjamodalPengadaanCandiLainnya
07
07 01
ielanjamodalPengadaanMonumen/Bangunan[Jerscjarah
letanjamodalPengadaanBangunanBeraejarahlainnya
JelanjamodalPengadaanTuguPeringatan
OB
-08 01 BelanjamodalPengadaanTuguPer
ingatan
BelanjamodalPengadaanTuguTitik(Contr
ol/Pastl
09
!)9 01 JclanjamodalPengadaanTugu/TandaBatas
09 02
JetanjamodalPengadaanRambU'Ranibu
10
10 01 BelanjamodalPengadaanRambuBersuarLaluLintasDarat
10 02 BelanjamodalPengadaanRambuTidakBersuar
1003
3elanjamodalPengadaanRambu-RambuLalulintasUdar
a
01 ielanjamodalPengadaanRumwey/ThreBholdLight
oachSlopeIndicator(VASI)
02 ielanjamodalPengadaanVisualAppr
03 lelanjamodalPengadaanApproachlight
clanjamodalPengadaanRumweyIdentificationLight(Rella)
04 f
05 3elanjamodalPengadaanSignal
06
07
164
Dst
Dst
)st
Dst
_5
2
SelanjaModalJaJan,irigasidanJar
ingan
4
5
5
5
5
b
5
5
5
$
"5
01
01
01
01
01
01
01
Ol
01
01
_JL
02
5
5
5
5
5
5
5
5
5_
02
02
02
02
02
02
02
02
02
02
03
04
05
06
07
08
09
10
5
5
5
5
5
5
5
5
03
03
03
03
03
03
03
03
01
02
03
04
05
06
07
5
5
04
04
04
04
04
04
04
04
04
"of
02
03
04
05
Ob
07
08
~5
5
05
05
05
OS
05
05
05
A.OS
05
01
0'2
03
04
05
06
07
08~
5
5
5
5
5
"5
5
5
06
06
06
06
06
06
06
06
01
02
03
04
05
O6
07
t
-
"5
5
5
5
Jl
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
-
BelanjamodalPengadaanJalan
BelanjamodalPengadaanJalanNegara/Nasional
BelanjamodalFengadaanJalanPropinsi
BelanjamodalPengadaanJalanKabupaten/Kota
BelanjamodalPengadaanJalanDcsa
belanjamodalr
engadaanJalanKhusus
BelanjamodalPengadaanJalanTol
BelanjamodalPengadaanJalanKer
eta
BelanjamodatPengadaanLamiasanPacuPesawatTerbang
01
02
03
04
05
06
07
OB
09
.
""
BelanjamodalPengadaanJembatan
BelanjamodalPengadaanJembatanPropinsi
BelanjamodalPengadaanJembatanKabupaten/Kota
belanjamodalr
ertgadaanJemDatanUcsa
BelanjamodalPengadaanJembatanKhusua
BelanjamodalPengadaanJembatanPadaJalanfol
BelanjamodalHengadaanJembatanl*adaJalanKeretaApi
BelanjamodalPengadaanJembatanPadaLandaaanPacuPesawatTerbang
BelanjamodalPengadaanJembatanPenyeber
angan
BelanjamodalPengadaanBangunanAirIrigasi
BelanjamodalPengadaanBangunanWaduk
BelanjamodalPengadaanBangunanPengambilanIrigasi
BelanjamodalPengadaanBangunanPembawaIrigasi
BelanjamodalPengadaanBangunanPembuangIrigasi
BelanjamodalPengadaanBangunanPengamanIrigasi
BelanjamodalPengadaanBangunanPelengkapIrigasi
BelanjamodalPengadaanBangunanAirPasangSurut
BelanjamodalPengadaanBangunanWaduk
BelanjamodalPengadaanBangunanPengambilanPasangSurut
BelanjamodalPengadaanBangunanPembawaPasangSurut
BelanjamodalPengadaanBangunanPembuangPasangSurut
BelanjamodalPengadaanBangunanPengamanPasangSurut
BelanjamodalPengadaanBangunanPelengkapPasangSurut
BelanjamodalPengadaanBangunanSawahPasangSurut
BelanjamodalPengadaanBangunanAirRawa
BelanjamodalPengadaanBangunanAirPengembangRawadanPoder
BelanjamodalPengadaanBangunanPengembalianPasangRawa.
clanjamodalPengadaanBangunanPembawaPasangRawa
f
BelanjamodalPengadaanBangunanPembuangPasangRawa
3elanjamodalPengadaanBangunanPengamananPasangSurut
BelanjamodalPengadaanBangunanPelengkapPasangRawa
BelanjamodalPengadaanBangunanSawahPengembanganRawa
BelanjamodalPengadaanBangunanPengamanSungaidanPenanggulanganBencanaAlam
BelanjamodalPengadaanBangunanWadukPenanggulanganSungai
3elanjamodalPengadaanBangunanPengambilanPengamananSungai
BelanjamodalPengadaanBangunanPembuangPengaman
BelanjamodalPengadaanBangunanPembuangPengamanSungai
BelanjamodalPengadaanBangunanPengamanPengamananSungai
BelanjamodalPengadaanBangunanPelengkapPengamananSungai
BelanjamodalPengadaanBangunanPengembanganSumberAirdanAirTanah
07
07 01 BelanjamodaTPengadaanBangunanWadukPengembanganSumberAir
07 02 3elanjamodalPengadaanBangunanPengambilanPengembanganSumberAir
07 03 BelanjamodalPengadaanBangunanPembawaPengembanganSumberAir
0704 3elanjamodatPengadaanBangunanPembuangPengembanganSumberAir
"
O
5
5
5
Ds)
Dst
Dst
D3t
Dst
_
BelanjamodalPengadaanBangunanPcngamananPengembanganSumberAir
4 07
! 4 07 ~Q6 BelanjamodalPengadaanBangunanPekngltapPengembanganSumberAir
2" "4 07 07"
5
BelanjamodalPengadaanBangunanAirBersih/Baku
4
4
4
,U
08
06
OP
tW
O;
01
02
03
04
05
06
4
4
4
4
4
4
4
Ot
&
0<
0<J
<)*
0?
(W
01
02
03
04
05
06
2
2
7.
2
5 i
5 7
2
"is"' 2
5
S
5 2
4
4
4
4
BelanjamodalPengadaanBangunanAir
1C
11 01 BelanjamodalPengadaanBangunanAirLaut
11 02 BelanjamodalPengadaanBangunanAirTawar
10 03
4
4
4
4
4
1
01
1
1 0?
03
04
05
06
?
2
?
4
4
4
4
4
5
"5"
~5~
5
5
5
S
5
5
i
2
2
7.
2
2
2
2
?.
?.
2
2
5
5
5
5
S
5
5
5
5
2
4
4
4
BelanjamodalPengadaanBangunanPengambUanAirBersih/Baku
BelanjamodalPengadaanHangunanPetnbawaAirBersih
BelanjamodalPengadaanBangunanPembuangAirBersih/AirBaku
BelanjamodalPengadaanBangunanPelengkapAirBersih/AirBaku
BelanjamodalPengadaanBangunanAirKotor
BelanjamodalPengadaanBangunanWadukAirKotor
BelanjamodalPengadaanBangunanPembuanganAirKotor
BelanjamodalPengadaanBangunanPengamanAirKotor
BelanjamodalPengadaanBangunanPelengkapAirKotor
BelanjamodalPengadaanInstalasiAirMinumBersih
SelanjamodalPengadaanAirMukaTanah
BelanjamodalPengadaanAirTanahDalam
BelanjamodalPengadaanAirBersih/AirBakuLainnya
01 BelanjamodalPengadaanInstalasiAirKotor
02 BelanjamodalPengadaanInstalasiAirBuarvganlndustri
tanian
03 BelanjamodalPengadaanInstalasiAirBuanganPer
04
"
5 2
5 2
__5_" 7
4
4
BelanjamodalPengadaanInstalasiPengolahanSampahNonUrganik
01 BelanjamodalPengadaanInstalasiPengolahanSampahOrganik
02 BelanjamodalPengadaanInstalasiPengolahanSampahNonOrganik
7
_5_ :@2
4
4
BelanjamodalPengadaanInstalasiPengolahanBahanBangunan
_J_ BelanjamodalPengadaanInstalasiPengolah
S
5
5
@s
7
2
1
7
4
4
4
4
S
7
2
7
2
?,
2
-2
4
4
4
4
5
s"
5
_5
5
2
1
5 2'
5' 2
5
!
I
:
5
4
4
4
4
4
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
^
BelanjamodalPengadaanInstalasiPembangkitListrik
BelanjamodalPengadaanPembangkitListr
i TenagaAir
BeianjamodalPengadaanPembangkitUstr
i TenagaDiesel
o (Hidt
o)
BelanjamodalPengadaanPembangkitLiatr
i :TenagaMikr
BelanjamodalPengadaanPembangkitListr
i tTenagaAngin(PLTAN)
Belanjamodal"PengadaanPembangkitListr
i TenagaUap(PLTUJ
BetanjamodalPengadaanPembangkitListr
i TenagaNukUr(PLTN)
BelanjamodalPengadaanPembangkitListr
i TenagaGas(PLTG|
BelanjamodalPengadaanPembangkitListrikTenagaPanaaBumi(PLTP)
BelanjamodalPengadaanPembangkitUstr
il
BelanjamodalPengadaanPembangkitListr
i<TenagaBiogas(PLTB)
BelanjamodalPengadaanInstalasiPembangkitUstrikTenagaSamudera/QelombangSamudera(PLTSm)
BelanjamodalPengadaanInstalasiGarduListr
ik
01
_02_
ik
03 BelanjamodalPengadaanInstalasiPusatPengaturUstr
04
4
01
02
166
f
Dst
DM
Dst
Dst
"""
5
5
5
5
a
2_
2
BelunjamodalPengadaanInstalasiGas
18
IB 01 BelanjamodalPengadaanInstalasiGarduGas
Tif 02 BelanjamodalPengadaanInstalasiJaringanPipaOas
18 03
5
5
5
2
2
2
BelanjamodalPengadaanInstatasiPengaman
19
19 01 BelanjamodalPengadaanInstalasiPengamanPcnangkalPctir
11 -p-2_
5
5
5
5
5
5
2
2
2
2
2
2
20
20
20
20
20
20
BelanjamodalPengadaanJaringanAirMinum
01 BelanjamodalPengadaanJaringan Pembawa
02
inganCabangDistr
ibusi
03 BelanjamodalPengadaanJar
inganSambunganKcrumah
04 BelanjamodalPengadaanJar
05
5 ~2"
5 2
5 2
21 ~bT
21 02
5 2
5
5
5 @?,
BelanjamodalPengadaanJaringanTelepon
22
22 01 BelanjamodalPengadaanJaringanTeleponDiataaTanah
22 02 BelanjamodalPengadaanJaringanTeleponDibawahTanah
22 03
5
BelanjamodalPengadaanJar
inganGas
23
23 01 BelanjamodalPengadaanJaringanPipaGasTransmisi
23
BelanjamodalPengadaanJarinpmPipaDinas
23
inganBBM
23 04 BelanjamodalPengadaanJar
23 OS
"2
2
2
2
...... 2
5
2
2
2
5 2
5 2
S 2
2
~5~ 2
5 2
5 2
5 1
5
5
5
5
2
7
?
2
?
?
5 a
2
5~ 2
5
5
5
5 2
?"
?
5 ?
5
BelanjaModalAsetTetapLainnya
2
~5
5
ilelanjamodalPengadaanBuku
01
0) 01 3elanjamodalPengadaanUtrtum
01
01 ~o.V BelanjamodalPengadaanAgama
BelanjamodalPengadaanllmuSosial
0)
01 05
01
01 07
ni OR
01
10
02
02 "01
02 0?
02 03 D"
0.1
1)3
03
03
03
l
j
s
01
02
03
04
05
06
07
Of
t
_..
.
.. .
BelanjamodalPengadaanNaskah(Manuskr
ip)
BelanjamodalPengadaanKaryaGraf
ika(GraphicMaterial)
BelanjamodalPengadaanThreeDimensionalArtetacsandRealita
BelanjamodalPengadaanBemukMicro(Microform)
o^
03 10
03 11
167
Dst
TransferBagHaailPendapatanLainnyaKepadaPemenntahanKabupaten/Kota
TransferBagiHasilPajakDaerahKepadaPemer
Dst
intahanKabupaten/Kota
2
2
2
2
2
2
2
5
5
5
5
JT
5
5
5
b
5
s
5
5
5
5~
5
2'"
5
5
04
04
04
04
04
04
O4
04
04
04
01
02
03
04
05
06
07
08
09
BelanjamodalPengadaanAlatOlahRagaLainnya
5
5 05
5 ~2' 5 05 6T
5 2 5 OS 02
5 2 S 05 03
5 2 5 05 04 BelanjamodalPengadaanAlatOlahRagaLainnya
5 2 5 05 05
2
2
2
2
2
2
2
2
5
5
S
5
5
5
5
5
06
06
06
Of.
06
06
06
06
BelanjamodalPengadaanHewan
01 BelanjamodalPcngadaanBinalangTemak
02
03
04
05
06
07
5
S
5
5
5
5
5
2
2
2
2
2
2
?
07
07
07
07
07
07
07
01
02
03
04
05
06
S
.1
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
BELANJATAKTERDUGA
5
1
5
5_ 3
1
1
ni
oi 01
~6~
TRANSFER
._.
6
_l_
"!_
~6~
6
6
6
1
1
1
~K
Tr
ansferBagiHasilPajakDaerahKepadaPemer
intahanKabupaten/Kota
01
01 01
01 02 Dst....
7
6
6
J>
1
1
6
2
6
"f
i
i
1
i
f
TransferBagiHasilPendapatanLainnyaKepadaI'emer
intahanKabupaten/Kota
V 01
2 01
2 |
'?"
0?
TRANSFERBANTUANKEUANOAN
2
]
2
2
r
TransferBantuanKeuangankePemerintahDaerahlainnya
01
01
01 02
6 2 i 02
6 2 i 02
02"o?
6 2
168
Dsl
PinjamanDalamNegendanBank
IBantuan
Dst
PencairanDanaCadangan
Keuangan kepada Partai Politik
transfer Bantuan Keuangan ke Desa
Transfer Bantuan Keuangan kc Desa
[Transfer Bantuan Keuangan ke Desa ..
Ttransf
er Bantuan Keuangan Lainnya
_____
Bantuan Keuangan kepada Partai Politik
[Transfer Dana Otonomi Khm
Tr
ansfer Dana Otsua Kabupaten/Kota
Tr
ansfer Dana Otsus Kab u paten/Kota ..
PEMBIAYAAN
7
7
i
7
1
7
7
7
PenggunaanSiLPA
i
PcnggunaanSiLPAtahunsebelumnya
_i_ 01
01 01 PenggunaanSiLPAtahunsebelumnya
7
7
7
PENER1MAANPEMBIAYAAN
PencairanDanaCadangan
A- 2_
l
l
i
PencairanDanaCadangan
2 01
2 01 01
2 01 02
7~ __ ~3~
7
7
_ HasilPenjualanKekayaanDaerahyangDipisahkan
HasilPenjualanKekayaanDaerahyangDipisahkan
01
01 01 Hasil"penjualankekayaandaerahyangdipisahkanpadaperusahaanmilikPemerintah/BUMN
01 02 Hasilpenjualankekayaandaerahyangdipisahkanpadaperusahaanmilikdaerah/BUMD
01 03 Hasilpenjualankekayaandaerahyangdipisahkanpadaperusahaanmilikswasta
7
j
l
l
i
3
3
3
3
7
i
4
7
l
7
i
PinjamanDalamNeger
i danBank
4 01
4 01 01
4 01 02
7
7
i
i
4
4
l
4 03
4
PfryamanDaiamNeger
i
PinjamanDalamNeger
i dar
i LembagaKeuanganBukanBank
02
i LembagaKeuanganBukanBank
02 01 PinjamanDalamNegeridar
PenerimaanHasilPenC
TbitanObligasiDaerah
SIL PencrimaanHasilPenerbitanObligasiDaerah
7
7
f ~4~ 04
l
4
7
7
i
l
PinjamanDalamNegeridanPemer
intahProvinsiLainnya
4 05
i dar
i Pemer
intahProvinsiLainnya
4 05 01 PinjamanDalamNeger
7
j
4
7
l
5
7
7
l
i
5
5
PinjamanDalamNegeridar
i Pemer
intahPusat
idanPemer
intahPusat
04 01 PinjamanDalamNeger
'uijamanDalamNeger
i danPemer
intahKabupaten/Kota
Of
i
idanPemer
intahKabupaten/Kota
06 01 PinjamanDalamNeger
Pener
imaanKembaliPiutang
PenenmaanKembaltPiutangkepadaPerusahaanNegara
01
imaanKembaliPiutangkepadaPentsahaanNegara
01 01 Pener
Pener
imaanKembaliPiutangkepadaPerusahaanDaerah
7 i 5 02
7 l 5 02 01 PenenmaanKcmbaJiPiutangkepadaPerusahaanDaerah
169
Pelunasan Obligasi Daer
ahingan
Penerimaan Kembali Piutang kcpeda Per
n.
i Kcmbali Piutang kepada Petnerintah Puss
fpcncr
imaf
ln Kembali Piutang kepada Pemer
intah Daerah Lainnya
Penerimaan KembaJi Piutang kepada Pcmer
intah Daer
ah Lainnya
n Kembali Piulang Lainnya
Penerimaan Kembali Piutang La'iinnya
Pcner
imaan Ker
abali lovestasi Non Permancn Lainnya
Pener
imaan Kembali Invcslasi dalam Proyek PcmbanRUi
Pinjaman Luar Neger
i
Pinjaman Luar Negeri
Fener
imaan Utang Jangka Panjang Lainnya__
Pener
imaan Utang Jangka Panjang Lainnya
Pener
imaan Utang Jangka Panjang Lainnya
PENGELUARAN PEMBIAYAAN
Rsmbenlukan Dana Cadangan
I Rwnbentukan Dana Cadai
1 Pembentukan Dana Cadangan
t;nycrtaan Modal/Investami Pemer
f
intah Daer
ah
Penyertaan Modal pada BUM N_
Penyertaan Modal pada BUMN
Penyeftaan Modal pada BUMP
Pcnyeriaan Modal pada~BUMD~
Penyertaan Modal pads
Penycrtaan Modal pada Pcrusahaan Swat
Ptembayar
an Pokok Pinjaman Dalam Negcr
i
Pembayaran Pokok Pinjaman kepada Bank
Pembayaran Pokok Pinjaman kepada Bank
Pembeyaran Pokok Pinjaman kepada Lembaga Keuangan Bukan Bank
Pembayar
an Pokok Pinjaman kepada Lembaga Keuangan Bukan Bank
Pembayaran Pokok Pinjaman kepada Pemcr
intah Puaat
Pembayar
an Pokok Pinjaman kepada Pcmer
intah Pusat
Pcmbayaran Pokok Pinjaman kepada Femerintah Pr
avinsi Lainnya
Pembayaran Pokok Pu\ aman kepada Pemcr
intah Pr
ovinsi I^innya
170
Dst
7
7
2
2
PembayaranPokokPinjamankepadaPemer
intahKabupatcn/Koca
3 06
intahKabupaten/Kota
3 06 01 PembayaranPokokPinjamankepadaPemer
7
2
4
~T 2
7
4
01
01
01
02
02 01
2
~T~~ @},
4
_7_^ 2
_7_ 2
4^ 03
ahkepadaPemerintahPusat
4 03 01 RsmberianPinjamanDaer
PemberianPinjamanDaerahkepadaPemerintahDaer
ahUunnya
CM
ahkepadaPemerintahDaer
ahLainnya
O4 01 PemberianPinjamanDaer
7
7 _2_
4
4
7
2
5
7
7
2
2
PembentukanInvestasidalamProyekPembangunan
5 01
5 01 01 PembentukanInvestasidalamProyekPembangunan
7
2
2
5" 02
5 02 6i~
7
7
2
2
5 03
5 03 01 PembentukanDepositoJangkaPanjang
61
~y
2
?
6
6 oi
7
7
2
2
7
7 01
01
0!
PKNDAPATAN-LO
8
a""
V
PendapaianPajakDaerah-LO
8
8
8
1
1
1
1
rr
H
1
1
1
1
1
1
1
1
ft 1
8 1
8
ft
ft
8
ft
01
m
01
01
01
01
02
IVA
obus-LO
04 PKB-MobilBus-Micr
05 PKB-MobilBus-Bus-LO
06
01 07 PKB-MobilBarang/Beban-LightTruck-LO
io.
01 'n
01 12
02
0?
02
02
07
W
02
0?
02
BeaBallkNamaKendaraanBermotor(BBNKBJ-LO
01
02
03
04
OS BBNKB-MobilBus-Bus-LO
06
07
ang/Beban-Truck-LO
08 BBNKB-MobilBar
172
PajakAirTanah-LO
2 01 PajakAirTanah-LO
i
8~ "i"
8 i
8
8
8
8
8
~8~
PajakSanuigBurungWalet-LO
angBurungWalet-LO
3 01 PajakSar
i
~1
8 i
a i
8 i
8
8
8 ~r
8 i
8 i
8 i
8
8
8 i
8 i
8
8 i
8 i
8 1
8 i
8
8 i
8
8
8 i
8 i
8
8
8 T
8 i
8 i
8 i
8 _L.
8
~8
8 i
8 i
4 01^
4 02
4 03
4 04
4 05
4 06
4 ^7
4 08
4 09
4 10
4 12
4 13
4 14
4 15
4 16
4 17
4 18
4 19
4 20
4 21
4 22
i:i 4 24
4 35
4 26
4 27
4 28
4 29
4 30
4 31
4 32
4 33
4 34
4 35
4 36
4 37
T ~2
8
8
8
t
1
BatuPermata-LO
Bentonit-LO
Doiomit-LO
"
GaramBatu(Halite)-LO
Gr
afit-LO
Granit/Andeait-LO
Gips-LO
Kalsit-LO
Kaolin-LO
Leusit-LO
Magoesit-LO
Mika-LO
Wanner-LO
Nitr
at-LO
Opsdien-LO
Oker-LO
Paairdanker
ikil-1X5
PasirKuaraa-1X3
tr
f
iil-LO
Phospat-LO
Talk LO
TanahScr
ap(Fullersearth)-LO
TanahDiatome-LO
TanahLiat-LO
Tawas(Alum)-LO
Tras-LO
Yar
osif-LO
Zeolil-LO
Basal-LO
Trakit-LO
Miner
albukanlogamdanlainnya-LO
BcaPer
olehanHakAUsTanahdanBangunan(BPHTB)-LO
5
6 01 BPHTB-PcmindahanHak-LO
ianHakBaru-LO
6 02 BPHTB-Pember
i
i
!
1
PajakMiner
alBukanLogamdanBatuan-LO
Asbes-LO
BamTulls-l-O
Satusetengahpermata-IX)
BatuKapur-LO
PajakBumldanBangunanPedesaandanPerkotaan-LO
5 01 PajakBumidanBangunanPcrdesaandanPerkotaan-LO
--
8
8
a
"
2
2
2
2
2
2
2
~'
PcndupatanRelr
ibusiDaer
ah-LO
( 1
( 1
01
01
01
1 1
( 1
01
02
03
04
05
06
Puskesmaspembantu-LO
BalaiPengobatan-LO
RumahSakilUmumDaerah-LO
Ter
opatpelayanankeaehatanlainnyayangaejenisyangdimilUddan/ataudikelolaolchpemda@LO
Retr
ibusiPelayananPer
aampahan/ Keber
eihan-LO
1 i_2 0 2
a -LO
0 2 01 Pengambilan/Pengumpulan Sampahdansumbemyakelokasipembuangansementar
PengangkutanSampahdaiiSumbemyadan/ataulokas)pembuangansementar
a kelokaslpembuangan/pembuangan
c 2 02 akhirsampah-LO
f" ~T
t
r 2 03 PenyediaanLokasiPembuangan/Pemusnahan AkhirSampah-LO
a
;
Rctr
ibusiPenggantianBiayaCctakKartuTandaPendudukdanAktaCatalanSipil-LO
"ft" ~i" 2 C 3
tuTandaPenduduk-LO
a l 2 03 01 Kar
173
"
Dst
8
8
8
8
I
I
"s~ 1
8 ]
8 j.
8
2
2
2"
2
03
03
03
03
03
03
02
03
04
05
06
07
KartuIdcntltasKerja-LO
KanuPcndudukSementara-LO
KartuIdcntitasPcndudukMusiman-LO
KanuKeluw^a-LO
ibusiPclayananPemakamandanPengabuanMayat-LO
2 04 @ Rcir
2 O4 01 PelayananPcnguburan/Pemakaman -I-O
W2 ScwaTempatPemakamanatauPembakaran/PengabuanMayat-LO
RetribusiFtlayananParkirdiTepiJalanUmum-LO
2
2 05 01 PenyediaanPelayananParkirdiTcpiJatanUmum-LO
RetnbusiPelayananPasar-LO
2 06
an-LO
2 06 01 Pclatar
2 06 02 Los-LO
06 03 Kios-LO
~8~
8
1
1
8
8
8
8
8
8
8
1
1
1
IT
....
1
)
u1
1
~8
~8~
A
8
8
8
1
1
1
8
8
1
I
1
@~8~" :@8
8
a i
'8
2
2
2
2
_2_
07
07
07
07
oi
07
07
07
07
07
07
"2- 7)8
2 08
2 O8
I 2 08
1 2
8
8
8
~8~
8
a
2
2
2
2
2
2
2
i
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
It
12
Retr
ibusiPengujianKendaraanBcrmotor-LO
Retr
ibuaiPKB-Mobi!Pcnumpang-Sedan-LO
RetribusiPKB-MobilPcnumpang-Jeep-LO
Retr
ibusiPKB-MobilPenumpang-Minibus-LO
Rctr
ibusiPKB-Mobi!Bus-Mf
crobus-LO
RetribusiPKB-MobilBus-Bus-LO
RetribusiPKB-MobilBar
ang/Beban-PickUp-LO
Retr
ibusiPKB MobilBar
ang/Beban-LightTr
ack-LO
Retr
ibusiPKB-SepedaMotor-ScpedaMotorRoda2-\ i
Retr
ibusiPKB-SepedaMotor-SepedaMotorRoda3-LO
Retr
ibusiPKB-KendaraanBcrmotoryangDioper
asikandiAir-LO
Retr
ibusiPemer
iksaanAlatPonadamKebakaran-LO
iksaandan/atauPengujianAlatPemadamKebakaran-LO
01 PelayananPemer
02 AlatPenanggulanganKebakaran-LO
03 AlatPenyelematanJiwa -LO
04
7
2
7
2
2
7
Tw
09
m
09
09
09
2
7
Retr
ibusiPenyediaandan/atauPenyedotanKakus-LO
10
in 01
2
2
7
2
Retr
ibusiPengolahanUr
nbahCair-LO
11
11 01 RumahTangga-LO
11 02 Rerkantoran-LO
i -LO
11 03 Industr
01 PcnyediaanPetaDasar(Oaris)-LO
02 PenyediaanPetaFoto-LO
03
04
05
~2~
? 1? 01 PengujianAlat-alatukur,takar,timbang,danpcrlengkapannya-LO
2 12 02 Pengujiandalamkeadaanterbungkus-LO
T 7. 13 02 PelatihanTeknis-LO
i
8
8
ft
8
8 i
14 of Pemanfaatanruanguntukmenaratelekomunikasi-IX)
2
2
?
2
15
15
15
15
Ol"
02 Laboratorium-LO
03
04 KendaraanBermotor-LO
8
H
8
1
"I
T
"a
R
i
~8~ T
8 i
8 i
8 1
8
8
8
?
2
2
2
1b
16 01
16 02
16 03 FasilitaaPasaratauFcrtokoanyangdiscdiakan/disclenggarakjinolchPemerintahDaeiah-LO
2
2
2
2
2
17
17
17
17
17
17
2
2
7
2
Retr
ibusiTerminal-LO
18
iuruntukKendar
aanPenumpangdanBisUmum-LO
18 01 PclayananPenyediaanTempatPar
18 02
18 03 FasilitasLainnyadiLingkunganTerminal-LO
i 2
J- 2
H
01
02
03
04
05 JasaPelelangansenaFasilitasLainnyayangdisediakandiTempatPelelangan-LO
19
19 01
2
2_
01
,
iksaanKesehatanHewansebelumdipotong-LO
01 PeiayananPemer
02 PeiayananPemeriksaanKesehatanHewansesudahdipotong-LO
8 1
8
8 "T
2 ~2T
8~ "V
8 i
2
2
22
22 01
8
8
8
8
i
i
i
2
2
2
2
23
23 01
23 02
23 03
a
R
i
i
i
2
2
2
24
24 01
24 02
8
i
2
2
Retr
ibusiPenjuat
anProduksiUsahaDaerah-LO
25
Penjuat
anHasilProduksiUsahaDaerah-LO"
25 01
8
8
i
i
2
2
26
26 01
8
8
i
i
2
2
27
ianIzinuntukTempatPenjualanMinumanBeralkohol-LO
27 01 Pember
8
8
8
i
l
i
2
2
2
28
ianIzinGangguantempatUsaha/KegiatankepadaOrangPribadi-LO
28 01 Pember
28 02 PemberianIzinGangguantempatUsaha/KegiatankepadaBadan-LO
8
8
8
i
i
l
} 29
2 29
2 29 02
8
8
8
i
7
i
2
"
30
;w> 01
ikanankepadaBadan-IX)
30 02 PemberianIzinusahaPer
8 T" 7 31
8 i 2 31 01
02
8 i 2
angandanbarang-LO
8 i T 3T "0T Penggunaankawasantertenlupadawaktutertentuolehkendaraanbermotorperseor
Retr
ibusiPerpanjanganIzinMempekerjakanTenagaKcrjaAsing(IMTA)-LO
8 l 2 32
ianPerpanjanganIMTAkepadaPemneriKerjaTenagaKerjaAsing-LO
8 i 2 32 01 Pember
175
Dst
PendapatanHasilPengelolaanKekayaanDaerahyangDipisahkan-LO
3
8
8
8
8
8
8
~8
8
8
~8~
3 01
1
3
- BagianLabeyangdibagikankepadaPemda(deviden)ataspenyertaanmodalpadaPeru&ahaanMilikDaerah/BUMD-LO
01 BagianLabavary?ditxypkankepadaPemda(devidoi)ataspenyertaanmodalpadaPeruaahaanDaerah-LO
-LO
03
T ~3 of 02 BagianLabayangdibagikankcpadaPemda(deviden)alaspenyertaanmodalpadaBUMD
3 01
i
BagianLabayangdibagikankcpadaPemda(devidcn)ataspenyertaanmodalpadaPeruaahaanMilikPemerintah/BUMN 3 02
LO
l 31 02 01 BagianLabayangdibagikankepadaPemda(deviden}ataspenyertaanmodalpadaBUMN-LO
lH "3" 02 02 P*
i
BagianLabavanndibagikankepadaPemda(deviden)ataspenyertaanmodalpadaPerusahaanMilikSwasta-LO
03
i
3
l
3 03 01 BagianLabayangdibagikankcpadaPemda(devidcn)ataspenyertaanmodalpadaPerusahaanMilikSwasta.... -LO
i
3 03 02
8 j_ 4
8
8
8
01
1)1
()]
01
01
01
4
8
8
i
l
i
i
i
i
8
8
i
i
4 02
4 0'2 01
8
8
8
8
8
i
i
i
4
4
4
4
4
8
8
8
i
i
i
^
i
4
4
4
4
0.1
03
03
03
03
01
02
03
04
05 HasilPenjualanAsetTetapLainnya-LO
01
02
03 JasaGiroDanaCadangan-LO
04
4 (M
4 04 01
4 04 02
4 04 03
IT i
05
8 i ~4~ OS 01
ahTerhadapPcgawaiNegeriBukanBendahara-LO
8^ i A. 05 0? TuntutanGantiKerugianDaer
R
B
8
a
t
f
ft
8
8
06
O6
06
06
U6
i
i
i
i
l
4
4
4
.^_
t
i
i
PendapatanDendaatasKeterlambetanPelakaanaanPekerjaan-LO
07
4 07 01 PendapatanDendaatasKetcrlambatanPclakaanaanPekenaan-LO
4 07 02
i
i
i
i
i
i
i
i
i
i
i
i
l
i
4
4_|
4
4
4
8
'R
4
4
t
f
4
8
4
8
4
8
4
H
4
ft
4
ft
8
4
8 f- 4
l
f
4
8 i 4
01
02,
03"1 Pener
imaanKeuntunganSelisihNilaiTukarRupiahdar
i
-LO
_O4_
08
OB 01
OH 02
08 03
08 04
08 05
08 06
OH 07
OR OR
08 09
08 0
08 1
OH @i
Of
t .1
OB 4
on
Of
t
PendapatanDendaBcaBalikNamaKendar
aanBermotor-LO
PendapatanDendaPajakBahanBakarKendaraanBermotor-LO
PendapatanDendaPajakMineralBukanLogamdanBaiuan-LO
PendapatanDendaPajakBumidanBangunanPcrtJcseandanPerkotaan-LO
PendapatanDendaBeaPerolehanHakAtasTanahdanBangunan-LO
176
Dst
Dst..
8
8
8
8
8
8
8
8
8
m
09
O9
09
09
09
09
0*i
09
09,
09
09
09
09
09
09
09
09
O9
09
09
09
09
09
09
09
09
09
09
09
PendapatanDendaRetr
ibusi-LO
PendapatanDendaRetr
ibusiPelayananKesehatan-LO
PendapatanDendaRetribuaiPelayananPersampahan/Kebersihan-IX)
m~ PendapatanDendaKetnbusiPenggantianBiayaCetakKartu TandaPendudukdanAktaCatalanSipil-LO
ibusiPelayananPemakamandanPengabuanMayat-LO
04 PendapatanDendaRetr
it
irdlTepiJalanUmum-LO
05 PendapatanDendaRetribuaiPelayananPar
06 PendapatanDendaRetribusiPelayananPasar-LO
07 PendapatanDendaRetnbusiPengujianKendaraanBermolor-LO
iksaanAlatPemadamKebakaran-LO
08 PendapatanDendaRetnbusiPemer
09 PendapatanDendaRetribuaiPenggantianBiayaCetakPeta-LO
ibusiPenyediaandan/atauPenyedotanKakus-LO
10 PendapatanDendaRetr
ibusiPengoiahanLimbahCair-LO
11 PendapatanDendaRetr
ibusiPelayananTera/TeraUlang-LO
12 PendapatanDendaRetr
13 PendapatanDendaRetribusiPelayananPendidikan-LO
ibusiPengendalianMenaraTelekomunikasi LO
14 PendapatanDendaRetr
ibusiPemakaianKekayaanDaer
ah-LO
Yb PendapatanDendaRetr
16 PendapatanDendaKetnbusiPasarUrosirdan/atauPcrtokoan-LO
ibusiTempatPelelangan-LO
17 PendapatanDendaRetr
ibusiTerminal-LO
18 PendapatanDendaRetr
PendapatanDendaRetr
ibusiTempatKhususParkir-LO
PendapatanDendaRetr
ibusiTempatPenginapan/Pesanggrahan/Villa-LO
ibusiRumahPotongHcwan-LO
21 PendapatanDendaRctr
ibusiPelayananKepelabuhan-LO
22 PendapatanDendaRctr
ibusiTempatRekreaatdanOlahrags-LO
23 PendapatanDendaRetr
24 PendapatanDendaRetribusiPcnyebranganAir-LO
ibusiPenjualanProdukaiUsahaDaerah-LO
25 PendapatanDendaRetr
ibusiUinMendir
ikanBangunan-LO
26 PendapatanDendaRetr
apatPenjualanMinumanBeralkohol-LO
27 PendapatanDendaRetribusiIzinTer
28 PendapatanDendaRetribusiIzinGangguan-LO
ibusiIzinTrayek-LO
29 PendapatanDendaRctr
30 PendapatanDendaRetribusiIzinPerikanan-LO
ibusiPengendalianLaluLtntas-LO
31 PendapatanDendaRetr
ibusiPerpanjanganIzinMempekerjakanTenagaKenaAsing(IMTA)-LO
32 PendapatanDendaRetr
8
8
8
8
8
10
10
10
10
10
01
O2
03
04
8
8
8
PendapatanDendaAtasPelanggaranPcrda-LRA
11
11 01 PendapatanDendaAtasPelanggaranPerda-LRA
11 02
8
8
PendapatanHasiJEksekusiatasJaminan -LO
12
12 01 HasilEksekusiAtasJaminanatasPelaksanaanPengadaanBarang/Jasa-LO
12 02
12 03
8
8_
8
"4
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
8
-
8
8
8
8
8
01
02
03
04
05"
PendapatandanPengembalian-LO
PendapatandariPengembalianPajakPenghasilanPasal21-LO
PendapatanDar
i PengembalianKelebihanPembayaranAsuransiKesehalan-LO
PendapatanDar
i PengembalianKelebihanPembayaranGajidanTunjangan-LO
PendapatanDar
i PengembalianKelebihanPembayaranPerjalananDinas-LO
FaailitasSoalaldanFasllltasUmum-LO
14
14 01 FasilitasSosial-LO
14 02 FaailitasUmum-LO
14 03
8
8
8
8
~8
8
8
8
13
13
13
13
13
13
PendapatanDendaPemanfaatanAsctDaer
ah-LO
PendapatanDendaSewaAsetDaerah-LO
^endapatanDendaKerjasamaPemanfaatanAsetDaerah-LO
PcndapetanDendaBangunGunaSer
eh-LO
PendapatanDendaBangunSerahGuna-LO
-
@endapatanPenyelenggar
aanSekolahdanDiktat LO
15
15 01 PendapatanPenyelenggaraanSekolah-LO
J5~ 02 VndapatanPenyelenggaraanDiklat-LO
15 03
16
16
16
16
16
8 1 4 17
Pendapatandar
i PenyelenggaraanPendidikandanPelatihan-LO
taran/UjianMasuk-LO
01 UangPendaf
02 UangSekolah/PendidikandanPelatihan-LO
03 UangUjianKenaikanTingkat/Kelas-LO
___
04 Dst
Pendapatandar
i Angsuran/CicilanPenjualan-LO
177
Dst
Dst
8 ~T 4
8
8 -j 4
an/CicilanPenjuaianRumahDinasDacrahGolongan111-LO
IV i_01 Angsur
17 02 Angsuran/CicilanPcnjuaianKenderaanPcrorangan Dinas-LO
17 03
tf
ft
ft
8
ft
1
i
i
i
1
4
4
4
4
4
18
18
18
18
18
tf
8
8
i
i
i
4
4
4
19
19 01
19 02
B
8
8
8
i -4
i 4
i 4
i 4
i 4
20
20
20
20
20
01
02
03
04
8
8
i
i
21
21
01
8
2
8
7
4
4
2
7
Hasi]dariPemanfaatanKekayaanDacrah-LO
HasildanPemanfaatanKekayaanDaerahSewa-LO
HasildanPemanfaatanKekayaanDaerahKerjasamaPemanfaatan-LO
HasildariPemanfaatanKekayaanDaerahBangunOunaSerah-LO
Haaildar
i PemanfaatanKekayaanDaerahBangunScranGuna-LO
PENDAPATANTRANSFER-LO
1
2
tf
8
8
01
02
03
04
1
1
]
i PajakBumidanBangunansektorPertambangan-LO
01 of BagiHasildar
i PajakBumidanBangunansektorPerkebunan-LO
01 02 BagiHasildar
i PajakBumidanBangunansektorPerhutanan-LO
01 Oil BagiHasildar
BagiHasildar
iPajakPenghasilan(PPh|Paaal25danPasal29WajibPajakOrangPr
ibadiDalamNeger
i danPPhPasal21 01 04 LO
01 05
8 2
~ft~ 2
1
1
1
1
8
8
8
8
8
ft
J3
8
7
2
2
'2
2
2
2
2
2
?
2
1
1
1
1
i
1
1
O'A
iIuranHakPengusahaanHutan-LO
02 01 BagiHasildar
BaRiHasildar
iPr
ovlsiSumberDayaHutan-LO
i DanaReboisasi-LO
02 03 BagiHasildar
i IuranTetap(Land-Rent)-LO
02 O4 BagiHasildar
iIuranEksplor
asidanIuranEksploitasi(Royalti)-LO
02 05 BagiHasildar
i PungutanPengusahaanPenkanan-LO
02 06 BagiHasildar
i PungutanHasitFerikanan-LO
02 07 BagiHaaildar
i PertambanganMinyakBumi-LO
02 08 BagiHasiidar
i PertambanganOasBumi-LO
02 09 BagiHasildar
02 10 BagiHasildanPertambanganPanasBumi-LO
tf
ft
2
2
1
1
DanaAlokasiUmum(DAU)-LO
03
03 01 DanaAlokasiUmum-LO
8
8
I
DanaAlokaaiKhusus(DAK)-LO
1 04
j 04 01
] 04 02
1 O4 03
astrukturSanitasi-LO
1 04 04 DAKBidangInfr
1 04 05 DAKBidangKeluargaBerencana -LO
1 04 Ob
1 04 07 DAKBidangPerumahandanKawasanPemuldman-LO
08 DAKBidangKesehatan-LO
1
O4 09 DAKBidangKelautandanPerikanan-LO
O4 !>
tasiPerdesaan-L0
1 04
1 DAKBidangTranspor
1 04
1 04
DAKBidangSaranadanPrasaranaDaerahTertinggaljSPDT)-LO
1 04
DAKBidangPcrtanian-LO
1 04
DAKBidangEnergiPedcsaan-LO
04
"ft" 2 "T" 04
DAKBidangSaranadanPrasaranaKawasanPerbatasan-LO
8
i 04
DAKBidangKeselamatanTr
ansportasiDarat-LO
8 2 i O4
8 2 i 04 20
8
if
t
f
ft
t
f
ft
8
a
8
8
ft
8
ft
8
8
8
?
2
2
2
2
2
2
2
2
?
2
7
2
2
2
178
Pen'dapalanBagihaaiiLaTnnyaTy.7-1.6
Dst
~"
I Pendapatan Transfer Femerintah Pusat - Lainnya - LO
I Dana Otonomi Khu:
Dana Tambahan Infrastruktur- LO
8
8
8
8
8
8
7
7
7
2
2
2
DanaPenyeauaian-LO
7. 03
of
esiGuruPNSD-LO
7 03 01 TunjanganPr
7 03 02 DanaTambahanPenghasilanGuruPNSD-LO
2 03 03 DanaInsentifDaerah-LO
03 04
2 03 06 DsT~......@..!
8
2
3
8
8
8
2
?.
2
3
3
8
8
8
2
7
7
PendapatanBagihasilLainnya-LO
02
3 02 01
3 02 02
~
PendapatanTransf
erPemerintahDaerahLainnya-LO
PendapatanBagiHasilPajak-LO
01
01 01 PendapatanBagiHaailPajak -LO
01 02
PendapatanDanaOtonomiKhusus-LO
8 2 3 03
"8 ~2~ ~3~ 03 "or PendapatanDanaOtonomiKhusus-LO
BantuanKeuangan-LO
8
2
4
4
01
a
7
2
2
4
01
8
8
8
2
2
2
BantuanKeuangandar
i Pemer
intah DaerahKabupatcn-LO
4 02
i Pemer
intah Daer
ahKabupaten
4 02 01 BantuanKeuangandar
4 02 02 Dst....
8
8
8
2
2
2
4
4
4
8
3
8
3
1
8
a
3
3
1
1
PendapatanHibahdar
i Pemer
intah-LO
01
i Pemer
intah-LO
01 01 PendapatanHibahdar
8
8
3
3
1
1
PendapatanHibahdari Pemer
intahDaerahLainnya-LO
02
iPemer
intahDaerahLainnya-LO
02 01 PendapatanHibahdar
BantuanKeuangandariPemer
intah DaerahProvinsiLainnya-LO
i Pemer
intah DaerahProvinsi -LO
01 BantuanKeuangandar
02
BantuanKeuangandar
i Pemer
intah Daer
ahKota-LRA
03
i Pemer
intah DaerahKota
03 01 BantuanKeuangandar
03 02
-LO
-LRA
LAIN-LAINPENDAPATANDAERAHYANOSAH-LO
~8~ ~3 "l
8 3 1
8 3 1
8
8
8
3
3
3
1
1
1
8
3
2
8 3
a 3
8_ 3
2
2
2
~8~ ~3~ 3
PendapatanHibah-LO
PendapatanHibahdar
i Badan/Lembaga/OrganisesiSwastadalamNeger
i -LO
03
i Badan/Lembaga/Organises!SwastadalamNeger
i....-LO
03 01 PendapatanHibahdar
03 02
PendapatanHibahdankelompokmasyarakat/perorangan-LO
04
04 01 PendapatanHibahdari kelompokmasyarakat-LO
orangan-LO
04 02 PendapatanHibahdankelompokper
DanaDarurat-LO
DanaDarur
at-LO
01
01 01 Korban/KerusakanAkibatBencanaAlam-LO
01 02
PendapatanLainnya-LO
PendapatanLainnya-LO
8 3 3 01
B 3 3 0) 01 PendapatanLainnya-LO
8 3 3 01 02
179
Dst
Dst
Dst
8
~8~
8
8
8
8
8
8
~R
SURPLUSNONOPERASIONAL-LO
4
01
0]
01
01
01
01
01
01
i
~4
4
4
4
i
i
i
4
i
8
4
2_
8
8
8
4
7
2
2
2
2
2
2
2
2
4
4
8
8
8
8
8
4
4
4
8
4
01
07
03
04
0!S
06
07
01
01
01
01
01
01
02
03
04
05
06
01 07
Ol 08
SurplusPcnyelesaianUtangDalamNegeriSektorPerbankan-LO
SurplusPenyelesaianUtangDar
i LembagaKcuanganBukanBank-LO
SurplusPenyelesaianUtangDalamNegen-Obbgasi-LO
SurplusPenyelesaianUtangPemerintahPusat-LO
SurplusPenyelesaianUtangPemer
intahKabupaten/Kola-LO
8 4 "~3~ 01
t"
f
01 7>T
01 m
8 4
8 4 3 01 03
8
B
PENDAPATANLUARB1ASA-LO
8
5^ 1
PendapatanLuarBiaaa-LO
8
8
5
5
01
01
1
3EBAN
q
I
9
01
1
9
9
9 1
9 ~\
9
9 1
9
9
9 1_
9
9
9 1
9
9 ~r
9 i
9
9 i
9 i
9
9 i
9 i
9 i
9 ~i
9 i
__
1
::
01
01
^)f
01
01
01
01
01
01
01
01
01
01
j
o
01
01
01
02
03
04
05
Oft
07
08
09 luranJaminanKesehatan -LO
10
11
12
TunjanganBadanAnggaran-LO
14 TunjanganBadanKehormatan-LO
151
16
, 17 UangDukaWafat/Tewas-LO
18 UangJasaPengabdian-LO
asionalPimptnanDPRD-LO
19 BelanjaPenunjangOper
20
21
BebanTambahanPenghasilanPNS-LO
02
02 01 fambahanPenghasilanberdaaarkanbebankerja -LO
02 02 TambahanPenghasilanbcrdasarkantempatbertugas-LO
180
Dst
9
9
9
02 03 TambaiianPcnghasilanberdasarkankondisikerja-LO
02 O4 TambahanPcnghasilanberdasarkankelangkaanprotest @LO
02 05_
9
9
9
9
BebanPener
imaanlainnyaPimpinandananggotsDP " "* KDH/WKDH-LO
03
03 01 BebanTunjanganKomunikasiintensifPimpinandanAnggotaDPRD-LO
03 02 BebanPenunjangOperasionalKDH/WKDH-LO
03 03
BebanPemungutanPajakBur
ntdanBangunan-LO
O4
04 01 BebanPemungutanPajakBumfdanBangunanPertambangan -LO
04 02 BebanPemungutanPajakBumldanBangunanPerkebunan-IX)
- 04 03 BebanPemungutanPajakBumidanBangunanFerhulanan-LO
9
_9j
~9~
9 9
InsentifPemungutanPajakDaer
ah
InsentifPemungutanPajakDaerah-PajakKendar
aanBennotor-\ >
(nsentifPemungutanPajakDaer
ah-BeaBalikNamaKendar
aanBermotor-LO
InsentifPemungutanPajakDaerah-PajakBahanBakarKendaraanBermotor-LO
In cntifPemungutanPajakDaer
ah-PajakAirPcrmukaan LO
~
~
InsentifPemungutanPajakDaer
ah-PajakRokok-LO
InsentifPemungutanPajakDaer
ah-PajakHotel-LO
InsentifPemungutanPajakDaerah-PajakRestoran-LO
InsentifPemungutanPajakDaer
ah-PajakHiburan-LO
InsentifPemungutanPajakDaer
ah-PajakReklame-LO
InsentifPemungutanPajakDaer
ah-PajakPeneranganJalan-LO
InsentifPemungutanPajakDaerah-PajakParkir-LO
[nsentifPemungutanPajakDaer
ah-PajakAirTanah-LO
[nsentifPemungutanPajakDaerah-PajakSarangBurungWalet-LO
InsenlifPemungutanPajakDaer
ah-PajakMineralBukanLogamdanBatuan-LO
InsentifPemungutanPajakDaer
ah-PajakBumidanBangunanPedesaandanPerkotaan-LO
insentifPemungutanPajakDaer
ah-BeaPerolehanHakAtasTanahdanBangunan-LO
9
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05
05
9
9
9
InsentifPemungutanRetr
ibusiDaerah
06
06 01 InsentifPemungutanRetribusiDaerah-PelayananKesehatan-LO
ibusiDaer
ah-PelayananPersampahan/Keberaihan-LO
Ob 02 InsentifPemungutanRetr
9
ibusiDaerah-PenggantianBiayaCctakKartuTandaPendudukdanAktaCatatanSipil-LO
06 03 InsentifPemungutanRetr
06 04 InsentifPemungutanRetribusiDaerah-PelayananPemakamandanPengabuanMayat-LO
ibusiDaerah-PelayananParkirdiTepiJalanUmum LO
06 05 InsentifPemungutanRetr
ibusiDaerah-PelayananPasar-LO
06 06 InsentifPemungutanRetr
ibusiDaer
ah-PengujianKendaraanBermotor-LO
06 07 InsentifPemungutanRetr
ibusiDaerah-Pemer
iksaanAlatPemadamKebakaran-LO
06 08 InsentifPemungutanRetr
ibusiDaerah-PenggantianBiayaCctakPeta-LO
06 09 InsentifPemungutanRetr
ibusiDaer
ah-Penyediaandan/atauPenyedotanKakus-LO
06 0 InsentifPemungutanRetr
InsentifPemungutanRetr
ibusiDaer
ah-PengolahanLimbahCair-LO
06
ibusiDaerah-PelayananTer
a/TeraUlang-LO
06 2" InsentifPemungutanRetr
ibusiDaerah-PelayananPcndidikan-LO
06 3 [nsentifPemungutanRetr
06 4 InsentifPemungutanRetribusiDaerah-PengendalianMcnaraTelekomunikasi-LO
ibusiDaerah-PemakaianKekayaanDaerah-LO
06 5 insentifPemungutanRetr
ibusiDaerah-PasarOrosirdan/atauPertokoan-LO
06 6 InsentifPemungutanRetr
ibusiDaerah-Ter
npatPelelangan-LO
06 7 InsentifPemungutanRetr
ibusiDaerah-Terminal-LO
06 a InsentifPemungutanRetr
ibusiDaerah-TempatKhususParkir-LO
06 9 InsentifPemungutanRetr
ibusiDaer
ah-TempatPcnginapan/Pesanggrahan/Villa-LO
06 20 InsentifPemungutanRetr
ibusiDaerah-RumenPotongHewan-LO
06 21 InsentifPemungutanRetr
06 22 InsentifPemungutanRetribusiDaerah-PelayananKepelabuhan-LO
ibusiDaerah-TempatRekreasidanOlahr
aga-LO
06 23 InsentifPemungutanRetr
ibusiDaerah-PenyebranganAir-LO
06 24 InsentifPemungutanRetr
ibusiDaerah-PenjualanProduksiUsahaDaerah-LO
06 25 InaentifPemungutanRetr
ibusiDaerah-IzinMendir
ikanBangunan-LO
06 26 InsentifPemungutanRetr
onTempatPenjualanMinumanBeralkohol-LO
06 27 InsentifPemungutanRetribusiDaerah-t
06 28 InsentifPemungutanRetribusiDaerah-IzinQangguan-LO
ibusiDaerah-IzinTrayek-LO
06 29 InsentifPemungutanRetr
ibusiDaer
ah-IzinPerikanan-LO
06 30 nsentifPemungutanRetr
ibuaiDaer
ah-PengendalianLaluUntas-LO
06 31 nsentifPemungutanRetr
ibusiDaer
ah-PcrpanjanganizinMempekerjakanTenagaKerjaAsing(1MTA)-LO
06 32 InsentifPemungutanRetr
9
9
~9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
V
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
J>
9
9
9
-
01
02
03
04
05
06
07
08
i9
0
11
12
13
14
15
16
UangLembur-LO
07
07 01 UangLemburPNS LO
07 02 UangLemburNonPNS-LO
181
Dst
Qst
9
1
9
1
]
9' 1
9
9 I
9 1
9 I
9
~9~ V
9 ....
9
9
9
9
9
1
1
1
1
1
;
9
9 _!
BebanBarangdanJasa
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
0!
ni
01
01
01
01
01
01
2
2
2
2
2
2
2
2
02
02
02
02
02
02
02
02
01
02
03
04
05
06
07
03
03
03
03
03
03
03
03
03
03
03
03
03
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
U
12
01
02
03
O4
05
06
07
08
01" 09
BebanBahanPakaiHabiB
BebanPersediaanalattuliskantor
BebanPersediaandokumen/administrasitender
BebanPersediaanalatlistrikdanelektr
onik(iaxnpupijar,batteryker
ing)
BebanPersediaanpcr
angko,materaidanbendaposlainnya
BebanPer
aediaanperalatankebersihandanbahanpembersih
BebanPersediaanBahanBakarMinyak/Gaa
BebanPersediaanpenglsiantabungpemadamkebakaran
BebanPersediaanpengisianisitabunggas
BebanPersediaanBahan/ Mater
ial
BebanPersediaanbahanbakubangunan
BebanPersediaanbahan/bibittanaman
BebanPersediaanbibitternak
BebanPer
aediaanbahanobat-obatan
BebanPer
aediaanbahankimia
BebanPersediaanMakananPokok "
BebanJasaKantor
BebanJasatelepon
BebanJasaair
BebanJasalistr
ik
BebanJasapengumumanlelang/pemenanglelang
3ebanJasasuratkabar/majalah
BebanJasakawat/faksimili/internet
BebanJasapaket/pengir
iman
BebanJasaSer
tifikasi
BebanJasaTransaksiKeuangan
BebanJasaadministr
asipungutanPajakPeneranganJalanUmuni
BebanJasaadministr
asipungutanPajakBahanBakarKendaraanBermotor
Dst
....
. .
9
9
9
9
9
9
9
y
9
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
9
9
9
9
i
i
i
i
BebanPremiAsuransi
2 04
2 04 01 BebanJasaPremiAsuransiKeaehatan
ansiBarangMilikDaerah
2 04 02 BebanJasaPremiAsur
2 04 03
9
9
9
9
9
9
9
i
1
i
i
i
2
2
2
2
2
2
2
9
9
9
JL
i
i
i
i
i
i
i
i
i
i
i
05
05
05
05
05
05
OS
01
02
03
04
05
Of
i
.
.
BebanPerawatanKendaraanBermotor
BebanJasaService
3ebanPenggantianSukuCadang
BebanBahanBakarMinyak/Gaadanpelumas
BebanJasaKIR
BebanPajakKendaraanBermotor
3ebanBeaBalikNamaKendaraanBermotor
g
9
9
T
1
3ebanCetakdanPenggandaan
T Of*
2
Ot BebanCetak
2 Oft 02 BebanPenggandaan
9
9
9
@)
9
9
1
1
1
1
1
1
2
2
2
7,
2
2
07
07
07
07
07
07
01
02
03
04
05
BebanSewaRumah/Gedung/Oudang/Parkir
3ebanscwaruoiahjabatan/rumahdinas
Bebansewagedung/kantor/ter
npat
3ebansewaruangrapat/pertemuan
3ebansewatempatparldr/uangtambat/hanggarsaranarnobilitas
3st....
9
9
9
9
9
1
1
1
1
1
2
2
?
2
2
08
Of
t
oa
08
oa
01
02
03
04
3ebanSewaSaranaMobilitas
BebanSewaSar
anaMobilitasDarat
BebanSewaSar
anaMobilitasAir
BebanSewaSar
anaMobilitasUdara
Jst...
\
BebanSewaAlatBerat
2 09
2 09 01 3ebanSewaEskavator
2 09 02 3ebanSewaBuldoser
2 09 03 Dst...
9
9
9
9 1
~
182
DaL
9
9
g
9
9
9
9
9
BebanScwaPerlengkapandanPenalatanKantor
2 10
2 10 01 Bebansewar
aejaloirs!
2 1C 02 Bebansewfl bomputerdanpr
inter
2 10 03 Bebansewaprpyektor
ator
2 1C 04 Bebansewagener
2 10 05 Bebanscwatenda
2 10 06
2 10 07 Dst....
9
9
)
9
g
9
2 )1
2 11
2 11
2 11
2 11
2 11
01
02
03
04
05
BebanMakanandanMinuman
Bebanmakanandanminumanhar
ianpegawai
Bebanmakanandanminumanrapat
Bebanmak^nandanminuman'Amu
Bebanmakanandonminumanpelatihan
Dst...
9
9
y
9
9
9
2 12
2 12
2 12
2 12
2 12
2 12
2 12
01
02
03
04
05
06
BebanPakaianDinasdanAtr
ibutnya
BebanpakaianDitiasKDMdanWKDH
BebanPakaianSipilHar
ian(PSH)
BebanPakaianSipilLengkap(PSL)
BebanPakaianDinaaHar
ian(PDH)
BebanPakaianDinasUpacar
a (PDU)
Dst...
9
9
9
2
2
2
9
9
9
9
9
9
2 14
2 14 01
2 14 02
2 14 03
2 14 04
2 14 05
9
9
9
9
2
2
2
2
BebanPcr
ialananDinas
15
15 01 Bebanpeijalanandinasdalamdaer
ah
15 02 Bebanpeijalanandinasluardaerah
i
15 03 Bebanpeijalanandinasluarneger
9
9
9
2
2
2
16
BebanPeijalananPlndahTugas
16 01 Bebanpeijalananpindahtugasdalamdaerah
16 02 Bebanpeijalananpindahtugasluardaerah
9
9
9
2
2
2
17
BebanPemulanganPegawai
17 01 Bebanpemulanganpegawaiyangpensiun.dalamdaerah
17 02 Bebanpemuianganpegawaiyangpensuinluardaerah
9
9
9
9
9
9
9
2 18
2 18
2 18
2 IS
2 18
2 18
2 18
01
02
03
04
05
06
9
9
9
9
9
2
2
2
2
2
3ebanJasaKonsultasi
01 BebanJasaKonsultansiPcnelitian
02 BebanJasaKonsultansiPcrcncanaan
03
04 Dat...
9
9
9
2 20
BebanBar
angUntukDiser
ahkankepadaMasyarakat/PihakKetiga
2 20 01 BebanBarangYangAkanDiserahkanKepadaMasyarakat
2 20 02 t
ebanBarangYangAkanDiserahkanKepadaPihakKetiga
13
BelanjaPakaianKeija
13 01 Bebanpakaiankerjalapangan
13 02 Dst...
19
19
19
19
19
BelanjaPakaiankhususdanhar
i-hariter
tentu
BebanpakaianKORPRI
Bebanpakaianadatdaer
ah
Bebanpakaianbatiktradisional
Dst...
BebanPemelihar
aan
BebanPemeliharanTanah
BebanPemeliharanPeralatandanMesin
BebanPemelihar
anGedungdanBangunan
BebanPemeliharanJalan,Ir
igasi,danJar
ingan
BebanPemeliharanAsetTetapLainnya
9
2 21
BebanBar
angUntukDijualkepadaMaeyamkat/PihakKetiga
9
akat
2 21 01 BebanBarangYangAkanDijualKepadaMasyar
9 22102BebanBarangYangAkanDijualKepadaPihakKetiga
183
BebanHibahkepadaKelompokMasyarakat
Dst
Dst
Dst
_
9
|
1
1
1
1
Bebankur
aus,pelatihan,sosialisasidanbimbinganteknisPNS
? 73
? 7?, 01 Bebankursus-kursussuigkal/pelatihan
07 Bebanaoslallsasi
7
2 22 03 Bebanbimbinganteknis
z; 04
1
i
2
2_
2
2
BebanHonorar
iumNonPegawai
24
ar
iumTcnagaAhJi/Narasumbcr/Inairuktur
24 01 Honor
ator
24 02 Moder
24 03
2
2
2
2
Honor
ar
iumPNS
25
iumPanitiaPelaksanaKegiatan
25 of Honorar
Honorar
iumTimPengadaanBarangdanJasa
25
Honor
ar
iumTenagaAhli/lnstruktur/Nar
asumber
25
25 04 Dsi
2
2
2
2
Honor
ar
iumNonPNS
26
26 01 HonoranumTenagaAhli/lnstruktur/Narasumber
ar
iumPegawaiHonor
er/TidakTetap
26 02 Honor
26 03
~9
9
V
q
9
9
9
9
9
9
9 ~i
"9~
9 i
9
9 i
2
9
9 ~T 2
9 i 2
9 '@ 2
27
22
77
22
'JJ
??
BebanBcasinwaPendidikanPNS
BebenbeasiswatugasbelajarD3
BebanbeasiswatugasbclajarSI
9cbanbeasiswalugasbclajarS2
BebanbeasiswatugasbelajarS3
2
2
7
2
9
9
01
02
03
(M
05
01
01
01
01
01
01
BungaUtangPinjaman
BebanBungaUtangPinjamankepadaPcmcrintah
BebanBungaUtangPinjamankepadaPemerintahDaerahlainnya
BebanBungaUtangPinjamankepadaLcmbagaKeuanganBank
BebenBungaUtangPinjamankepadaLembagaKeuanganBukanBank
SungaUtangPinjamanLainnya
9
9
9
3
3
3
3
3
3
9
9
i
i
BungaUtangOblJgasi
3 07
3 02 01 BungaUtangObligasi
9
i
4
9
9
9
9
i
4
4
4
4
jT
~
BebanBunga
i
i
i
i
i
i
9
9
"
Uanguntukdibcr
ikankepadaPihakKetiga/Masyar
akat
27
ikankepadaPihakKetiga
27 01 Uanguntukdibcr
akat
27 02 UanguntukdibenkankepadaPihakMasyar
27 03
3
9
- - - - _. .
01
02
03
04
05
BebanSubaidi
""" """"
i
i
BebanSubsidi
of 01 BebanSubsidikepadaBUMN
01 02 BebanSubsidikepadaBUMD
UI 03 BebanSubsidikepadaPihakKetigaLainnya
~9~ ~r 5
9
9
i
i
BebanHibah
5 01
5 01
BebanHibahkepadaPemer
intah
angkepadaPemer
intah
01 BebanHibahBar
BebanHibahkepadaPemer
intahDaer
ahlainnya
02
ovinsi
02 01 BebanHibahkepadaPemerintahPr
intahKabupaten
02 02 BebanHibahkepadaPemer
intahKota
02 03 BebanHibahkepadaPemer
9
9_ i
9 i
9 i
5
5~
5
5
9
9
9
BebanHibahkepadaPcrusahaanDaerah/BUMD
5 03
03 01
- - -@ -5 03 02 D -
i
l
lebunHibahkepadaKekimpokMasynrakai
9 -j S~ ~O4
9 i 5 04 01
9 i 5 04 01
184
JBeban
Jjcban
Jf
Beban
Beben
a
leban
benPenyusutan
Penyusutan
inTugu
Senjata
Mat
Alat
Alal Laborator
Mat
Peralatan
Peraga/Praktek
Runmh
Angkul
Bengkel
Titik
ApiPemancar
Kontr
Tangga
Apung
i
Tak
um
ol/Paati
Bermeain
Ungkungan
Bermotor
Sekolah Hidup
Bcban Bantuan Soaial
Bcban Bantuan SosiaJ kepada Organisaai SoaialKemasyarakata
UJeban
Beban Bami
Baniuan Sosial kepada Organiaasi Soaial Kemasyamkata
Beban Bamuan Soaial kepada Masyarakat
Beban Bantuan Sosial b
n dan Amor
t isasi
[Bcban Pcnyuautan Persia tan dan Meain
|Dcban Pcnyut
Beban f
enyusutan Alal-Alat Beaar Apung
jBeben Penyuautan Alat Angkutan Dar
at Bermotor
jBeban Penyuautan Alat Angkutan Ber
at fak Bcrmotor
Beban Pcnyusutan AlaI Angkut Apung Tak Bcrmotor
Beban Fenyusutan Alat Angkut Bermotor Udara
Beban Fenyuautan Mat Ukur
\ I Be ban Penyusulan Alal Pengolahan Pertanian
Ef
eban Penyusutan Alat Pemeliharaan Tanaman/Alat Penyimpan Pertania
Jeban Penyusutan Alat Kan tor
Beban Fenyusutan Per
aJatan Kompute
Bcban Penyusutan Meja Dan Kursi Kerja/Rapat Pcjabat
Beban Penyuautan Alat Studio
JBeban Penyusutan Ala) Komunikasi
iBeban Penyusutan Atat Kedokter
an
iBeban Penyusutan Alat Keaehatan
JBeban Penyuautan Unit-Unit Laborator
ium
I Bcban Penyusutan Unit Alat Labor
at
orium Kimia Nuklir
[Beban Penyijautan Alat Labotator
ium Fiaika Nuklir / Elektronika
1Bcban Pcnyusutan Alal Pr
oleksi Radiaai / Pr
otckai Lingkungan
IBcban Penyusutan Radiation Aplication and
and Non
Hon Destructive
Destructive Testing
Testi Laboratory (BATAM)
@Bcban Penyuautan Fer
alatan Labor
atorium Hidrodint
Be ban Penyusutan Persenjaiaan Non Senjata Api
33 iBeban Penyuautan Alat Keamanan dan Fcr
iindui
[Bebein Rcnyusulan Gedung dan Bangunan
[Beban Pcnyusutan Bangunan Gedung Tempal Kcrja
Beban Pcnyuautan Bangunan Gedung Tempat Tinggal
n Penyusutan Bangunan Menara
n Fenyuautan Bangunan Beraejar
ah
n Penyusutan Tugu Per
ingatan
n R?nyuautan Monu men/Bangunan Beraejarah
n Penyuautan Tugu Per
ingatan Lain
Bcban Penyusulan Bang
n Rambu-Rambu
TBcban Penyuautan Bangunan Rambu-Rambu Lalu Lintas Udara
IBe ban Prtiyuautan Jalan, Irigaai, dan Jaringan
[Bcban Penyuautan Jalan
[Bcban Benyusutaii Jcmbata
185
Dst
Dsl
BebanPenyusutanBangunanAirIr
igasi
BebanPenyusutanBangunanAirPasangSurut
BebenPenyusutanBangunanAirRawa
BebenFenyusutanBangunanPengamanSungaidanPenanggulanganBencanaAlam
BcbanPenyusutanBangunanPenger
abanganSumberAirdanAirTanah
BebanPenyusutanBangunanAirBersih/Baku
BebanPenyusutanBangunanAirKotor
BebanPenyusutanBangunanAir
BebanPenyusutanInslaiasiAirMinum/AirBersih
BebanPenyusutanInstalaslAirKotor
BebanPenyusutanInstalasiPengolahanSampan
BebanPenyusutanInstalasiPengolahanBahanBangunan
BebanPcnyuautanInstalasiPembangkitListr
ik
BebanPenyusutanInstalasiGarduListrik
3ebanPenyusutanInstalasiPer
tahanan
BebanPenyusutanInstalasiOas
BebanPenyusutanInstalasiPengaman
BebanPenyusutanJannganAirMinum
7
03
04
05
06
07
OH
09
0
1
2
3
4
5
b
7
8
9
20
21
03 22
9
9
9
9
7
7
7
7
7
7
04
04
04
04
04
04
BebanAmor
tisasiAsetTidakBerwujud
BebanAmortisasiGoodwill
BcbanAmortisasiUsensidanfrenchise
BebanAmortisasiHakCipta
BebanAmortisasiPaten
BebanAmortisasiAsctTidatBerwujudLainnya
9
8
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
8 01
8_ 01
8 01
8 01
8 01
8 01
8 01
8 01
a 01
8
8 "oil
8 01
1
2
03
04
05
06
07
08
09
10
11
9~
9
9
9
9
9
9
a
8
K
ft
8
8
8
01
02
03
04
05
06
9
9
9
9
BebenPenurunanNilaiInvestaai
9 01
9 01 01 BebenPenurunanNilaiInvestasi
9
9
BebanPenyisihanDanaBergulir
9 02
9 02 01 BebanPenyisihanDanaBergulir
9~
9
9 03 @ BebanLain-lain
9 03 01 BebanLain-lain
9
9
i
p
g
9
9
9
9
9
9
g
9
9
9
9
9
9
9
9 -
7
7
7
7
7
7
7
7
7
7
7
7
7
7
7
7
7
7
9
9
2
9
2
m
03
03
03
03
03
03
03
03
03
03
03
03
03
03
03
03
03
01
02
03
04
05
BebanPenyusulanJar
inganTelepon
BebanPenyusutanJar
inganOas
BcbanPenyisihanPiutang
02
02
02
02
02
02
02
BebanPenyisihanPiutangPendapatan
BebanPenyisihanPiutangPajak
3ebanPenyisihanPiutangRctr
ibusi
BebanPenyisihanPiutangHasilPengelolaanKekayaanDaerahyangDipisahkan
BebanPenyisihanPiutangLain-lainPADyangSah
BebanPenyisihanPiutangTr
ansferPemerintahPusat
BebenPenyisihanPiutangTr
ansf
erPemerintahPusat-Lainnya
BebanPenyisihanPiutangTransferPemer
intahDaerahLainnya
BebanPenyisihanPiutangBantuanKeuangan
BebanPenyisihanPiutangHibah
Beban^nyisihanPiutangPendapatanLainnya
BebanPenyisihanPiutangLainnya
BebanPenyisihanBagianLancarTagflianJangkaPanjang
BebanPenyisihanBagianLancarTagihanPinjamanJangkaPanjangkepadaEntitasLainnya
BebanPenyisihanBagianLancarTaRihanPeniualanAngsuran
BebanPenyisihanBagianlancarTuntutanGantiRugi
BebanPenyisihanUangMuka
BebanLain-lain
BEBANTRANSFER
1
BebanTransferBagiHasilPajakDaerah
BebanTransferBagiHasilPajakDaerahKepadaPemer
intahanKabupaten/Kota
intahanKabupalen/Kola....
01 oT BebanTransferBagiHasilPajakDaerahKepadaPemer
9 2 1 01 02 Dst...
9 ^2
-J 01
186
Dst
BebanTransferBagiHasilPendapatanLainnyaKepadaPemerintahanKabupaten/Kota
BebanTransferBantuanKepadaPartaiPolitik
BebanTr
Dst
ansf
erBantuanKeuangankeKabupaten/Kota
BebanTransferBagiHasilPendapatanLainnya
9
2
2
9
9
2
?
2
2
?
3
9
2
3
9
@}
9
2
?
2
BebanTransferBantuanKeuangankePropinsi
3 01
3 01 01 BebanTransferBantuanKeuangankePropinsi....
3 01 02
9
9
9
2
'/
BebanTransferBantuanKeuangankeKabupaten/Kota
02
3 oy 01
3 0? m
9
2
4
9
g
q
2
2
4
4
BebanTransf
erBagiHasilPendapatanLainnyaKepadaPemer
intahanKabupaten/Kola
01
01
01
02
BebanTransferBantuanKeuangankePemer
intahDaer
ahLainnya
3ebanTransferBantuanKeuangankeDesa
@
01
01
BebanTransferBantuanKeuangankeDesa
erBantuanKeuangankeDesa....
01 BebanTransf
02 Dst....
BebanTransferBantuanKeuanganLainnya
9
BebanTransferBantuanKepadaPartaiPolitik
01
02 Dst....
9
2
2
2
5 01
S 01
5 01
9
2
6
9
9
9
2
2
2
BebanTr
ansferDanaOtsusKabupaten/Kota
6 01
(S 01 0! BebanTransferDanaOtsuaKabupaten/Kota...
i 01 02 Dst....
f
y
3
9
a
9
9
9
9
9
9
9
9
3
.1
.1
3
9
3
3
3
3
3
3
3
3
9 3
9 3
9 3
9 3
9
9
~9~
9
BebanTransferDanaOtonomiKhusus
DEFISITNONOPERAS1ONAL
DefisitPenjualanAsetNonLancar-LO
1
i
i
i
i
i
T
i
1
DefisitPenjualanAsetNonLancar-LO
01
01 01 DefisitPenjualanAsetTanah-LO
01 02 DefisitPenjualanAsetPeralatandanMesin-LO
01 03 DefisitPenjualanAsetGedungdanBangunan-LO
04 DefisitPenjualanAsetNonLancar/AsetTetapLainnya-LO
oi 05 DefiaitPelcpasanlnveatasiJangkaPanjang-LO
01 Of
i DefisitPenjualanAsetLam-lain-LO
01 07
DefisitPenyelesaianKewajibanJangkaPanjang-LO
2
2
2
7
?
?
2
?
2
?
01
01
01
01
01
01
01
01
01
DefiaitPenyeiesaianKewajibanJangkaPanjang-LO
01 DefisitPenyelesaianUtangDalamNegeriSektorPerbankan-LO
02 DefisitPenyeiesaianUtangDariLembagakeuanganBukanBank-LO
i -Obligasi-LO
03 DefisitPenyelesaianUtangDalamNeger
intahPusat-LO
04 DefisitPenyeiesaianUtangPemer
intahProvinsi-LO
05 DefisitPenyclesaianUtangPemer
intahKabupaten/Kota-LO
06 DefisitPcnyelesaianUtangPemer
07 DefisitPenyelesaianPremium(Diskonto)Obligasi-LO
Ofi
187
r~Q~| 3
3
DeflsitdariKeguatanNonOperasionalLainnya- LO
3
3 ni ni
3 m 02
3 01 03
Deflaitdari KegiatanNonOpe asionalLainnya- LO
asionalLainnya- LO
Dcfisi dariKegiatanNonOpcr
Deiisi PelepasanInvestasiJangkaPendek-LO
Dst..
9
9
9
3
9
4
g
4
1
q"
9
9
9
4
4
4
4
,
1
1
1
3EBANLUARB1ASA
Beba LuarBiasa
- Bebai LuarBiasa
01
01 01 Bebar BencanaAlam
01 02 BebanLuarBiasaLainnya
01 03 Dst..
"
. . . . ... ..
BAB VII
TATA CARA PENATAUSAHAAN
DAN PBNYUSUNAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
BENDAHARA SERTA PBNTAMPAIANNYA
A.KEDUDUKAN KEUANQAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA
DAERAH
Sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun
1945, Pemerintah Daerah berwenang untuk mengatur dan
mengurus sendiri urusan pemer
intah menurut asas otonomi dan tugas
pembantuan. Pember
ian otonomi luas kepada daerah diarahkan untuk
mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan
pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat. Prinsip otonomi
daerah menggunakan prinsip otonomi seluas- luasnya dalam arti daerah
diberikan
kewenangan
mengurus
dan
mengatur
semua
urusan
pemerintahan diluar yang menjadi urusan pemer
intah yang ditetapkan
Undang-Undang. Daerah memiliki kewenangan membuat kebijakan daerah
untuk member
i pelayanan, peningkatan peran serta, prakarsa, dan
pemberdayaan masyarakat yang bertujuan pada peningkatan kesejahteraan
rakyat. Sejalan dengan pr
insip tersebut dilaksanakan pula prinsip otonomi
yang nyata dan bertanggungjawab.
Dalam rangka penyelenggaraan otonomi yang luas, nyata, dan
bertanggungjawab tersebut, Bupati dan Wakil Bupati mempunyai peranan
yang
sangat
pembangunan,
strategis
dan
di
bidang
pelayanan
penyelenggaraan
masyarakat
serta
pemer
intahan,
bertanggungjawab
sepenuhnya tentang jalannya pemer
intah daerah.
Oleh karena itu, dalam melaksanakan tugas dan fangsinya sebagai
pejabat Negara perlu diberikan hak keuangan seperti gaji, tunjangan,
tambahan
penghasilan,
dan
biaya
lainnya.
Dalam
melaksanakan
189
kedudukannya sebagai Bupati dan wakil Bupati disediakan biaya
operasional antara lain :
1.Biaya rumah tangga, dipergunakan untuk membiayai kegiatan rumah
tangga Bupati dan Wakil Bupati;
2.Biaya pembelian inventar
is rumah jabatan, digunakan untuk membeli
barang-barang inventar
is rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati;
3.Biaya pemeliharaan rumah jabatan dan barang-barang inventar
is,
digunakan untuk pemeliharaan rumah jabatan dan barang-barang
inventaris yang dipakai atau digunakan oleh Bupati dan Wakil Bupati;
4.Biaya pemeliharaan kendaraan dinas, digunakan untuk pemeliharaan
kendaraan dinas yang dipakai atau digunakan oleh Bupati dan Wakil
Bupati;
5.Biaya
pemeliharaan
kesehatan,
dipergunakan
untuk
pengobatan,
perawatan, rehabilitasi bagi Bupati dan Wakil Bupati beserta keluarga;
6.Uang duka bagi Bupati dan Wakil Bupati, diberikan kepada ahli wans;
7.Biaya perjalanan dinas, dipergunakan untuk membiayai perjalanan dinas
dalam rangka tugas Bupati dan Wakil Bupati;
8.Biaya pakaian dinas, dipergunakan untuk pengadaan pakaian dinas
Bupati dan Wakil Bupati ber
ikut atr
ibutnya;
9.Biaya
penunjang
operasional,
digunakan
untuk
koordinasi,
penanggulangan kerawanan sosial kemasyarakatan, pengamanan, dan
kegiatan khusus lainnya guna mendukung pelaksanaan tugas Bupati
dan Wakil Bupati, kwitansi atau tanda terima lainnya adalah sebagai
bukti surat pertanggungjawaban (SPJ) yang sah dan berlaku untuk tanda
ter
ima penerimaan uang.
10. Besarnya biaya penunjang operasional Bupati dan Wakil Bupati
ditetapkan berdasarkan klasif
ikasi Pendapatan Daerah Asli sebagai
ber
ikut :
a. Sampai dengan Rp 5 milyar paling rendah Rp 125 juta dan paling
tinggi sebesar 3%;
b. Diatas Rp 5 milyar s/d 10 milyar paling rendah Rp 150 juta dan
paling tinggi sebesar 2%;
190
c. Diatas 10 milyar s/d 20 milyar paling rendah Rp 200 juta dan paling
tinggi sebesar 1,50%;
d. Diatas 20 milyar s/d 50 milyar paling rendah Rp 300 juta dan paling
tinggi sebesar 0,80%;
e. Diatas Rp 50 milyar s/d Rp 150 milyar paling rendah Rp 400 juta
dan paling tinggi sebesar 0,40%;
f. Diatas Rp 150 milyar paling rendah Rp 600 juta dan paling tinggi
0,15%.
Menyadari kondisi dan keterbatasan kemampuan keuangan daerah,
maka pengaturan mengenai biaya operasional disesuaikan dengan kondisi
keuangan daerah dan tetap memperhatikan prinsip ef
isiensi, efektif
itas,
transparansi, kehematan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
B. TATA CARA PENATAUSAHAAN PENEMMAAN.
1. PENDAHULUAN
Sistem dan prosedur penatausahaan penerimaan merupakan system
dan
prosedur yang digunakan
menerima,
menyimpan,
mempertanggungjawabkan
dalam
menyetor,
menatausahakan
membayar,
pener
imaan
uang
kegiatan
menyerahkan
yang
berada
dan
dalam
pengelolaan Bendahara Pener
imaan. Penerimaan daerah dianggap sah
bilamana Kuasa Bendahara Umum daerah ( BUD ) telah menerima nota
kredit.
Pungsi Bendahara Penerimaan dapat dibantu oleh Bendahara
Penerimaan Pembantu bilamana terdapat objek pendapatan daerah yang
tersebar atas pertimbangan kondisi geograf
is atau kondisi lainnya yang
menuntut penunjukan Bendahara Pener
imaan Pembantu. Kepala Daerah
juga berhak menunjuk Bank, badan. Lembaga keuangan atau kantor pos
untuk menjalankan sebagian tugas dan fungsi Bendahara Penerimaan.
191
2. KETENTUAN UMUM
1) Semua pener
imaan daerah dalam rangka pelaksanaan urusan
pemer
intahan daerah dikelola dalam APBD. Setiap SKPD yang
mempunyai tugas memungut dan/atau menerima pendapatan daerah
wajib
mengintensif
lcan
pemungutan
pendapatan
yang
menjadi
wewenang dan tanggungjawabnya.
2) SKPD dilarang melakukan pungutan selain dari yang ditetapkan dalam
peraturan daerah.
3) Pener
imaan SKPD dilarang digunakan langsung untuk membiayai
pengeluaran, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangundangan. Pener
imaan SKPD berupa uang atau cek harus disetor ke
Rekening Kas Umum Daerah paling lambat 1 (satu) har
i kerja, kecuali
untuk daerah yang jarak tempuhnya lebih dar
i 6 jam dapat disetorkan
lebih dar
i 2 x 24 jam.
4) Pener
imaan daerah disetor ke Rekening Kas Umum Daerah.
5) Bendahara Penerimaan dilarang melakukan, baik secara langsung
maupun
tidak
langsung
kegiatan
perdagangan,
pekerjaan
pemborongan dan penjualan jasa atau bertindak sebagai penjamin
atas kegiatan/pekerjaan/penjualan.
6) Bendahara Pener
imaan juga tidak boleh membuka rekening dengan
atas nama pr
ibadi pada Bank atau giro pos dengan tujuan
pelaksanaan APBD.
7) Bendahara Penerimaan tidak diperbolehkan menyimpan uang, cek
atau surat berharga lebih dar
i 1 (satu) har
i kerja.
3. FUWGSI TANG TERKAIT
1) Pengguna Anggaran
Dalam kegiatan ini Pengguna Anggaran memiliM wewenang untuk
menerima
dan
mengesahkan
Laporan
Pertanggungjawaban
Penerimaan dari Bendahara Penerimaan melalui PPK-SKPD.
192
2) PPK-SKPD
Dalam kegiatan ini PPK-SKPD memiliki wewenang untuk melakukan
verif
ikasi har
ian atas pener
imaan.
3) Bendahara Penerimaan
Dalam kegiatan ini Bendahara Pener
imaan memiliki wewenang untuk :
a) Menerima pembayaran sejumlah uang yang tertera pada Surat
Ketetapan Pajak Daerah (SKP-Daerah)/Surat Ketetapan Retribusi
Daerah (SKR-Daerah) atau dokumen lain yang dipersamakan dari
Wajib Pajak/Retr
ibusi;
b) Memverif
ikasi kesesuaian jumlah uang yang diter
ima dengan
dokumen
Surat
Ketetapan
Pajak
Daerah
(SKP-Daerah)/Surat
Ketetapan Retr
ibusi Daerah (SKR-Daerah) atau dokumen lain yang
dipersamakan yang diter
imanya.
c) Membuat Surat Tanda Setoran (STS) dan Surat Tanda Bukti
Pembayaran/Bukti lain yang sah.
d) Menyerahkan Tanda Bukti Pembayaran/tanda bukti lain yang sah
kepada Wajib Pajak/Retr
ibusi.
e) Menyerahkan STS (Surat Tanda Setoran) beserta uang yang
diterimanya pada Bank.
f) Membuat
dan
menyampaikan
Laporan
Pertanggungjawaban
Penerimaan kepada Pengguna Anggaran dan PPKD selaku BUD.
4) PPKD selaku BUD
Dalam kegiatan ini PPKD selaku BUD memiliki wewenang untuk :
a. Menerima Laporan Pertanggungjawaban Penerimaan dar
i Bendahara
Penerimaan.
b. Melakukan
ver
ifikasi,
evaluasi
serta
analisis
atas
laporan
pertanggungjawaban bendahara pener
imaan SKPD dalam rangka
rekonsiliasi penerimaan.
193
4.PENATAU8AHAAN
DAN
PENYUSUNAN
LAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN BENDAHARA PENERIHAAN SKPD
Uraian prosedur penatausahaan pener
imaan adalah sebagai berikut :
a. Penatausahaan Pener
imaan Pendapatan
Bendahara penerimaan SKPD menerima pembayaran sejumlah uang
yang tertera pada Surat Ketetapan Pajak (SKP) daerah dan/atau Surat
Ketetapan Retr
ibusi (SKR) dan/atau dokumen lain yang dipersamakan
dengan SKP/SKR dari wajib pajak dan/atau wajib retribusi dan/atau
pihak
ketiga
penerimaan
yang
SKPD
berada
dalam
mempunyai
pengurusannya.
kewajiban
untuk
Bendahara
melakukan
pemeriksaan kesesuaian antara jumlah uang dengan jumlah yang telah
ditetapkan.
Bendahara penerimaan SKPD kemudian membuat Surat Tanda Bukti
Pembayaran/bukti lain yang sah untuk diberikan kepada wajib
pajak/wajib retr
ibusi.
b. Pembukuan Pener
imaan Pendapatan
Pembukuan pendapatan oleh bendahara penerimaan menggunakan
Buku Pener
imaan dan Penyetoran Bendahara Penerimaan
Dalam
melakukan
pembukuan
tersebut,
bendahara pener
imaan
menggunakan dokumen-dokumen tertentu sebagai dasar pencatatan
antara lain :
@ Surat Tanda Bukti Pembayaran
@ Nota Kredit
@ Bukti Penerimaan Yang Sah, dan
@ Surat Tanda Setoran
Daftar STS yang dibuat oleh bendahara pener
imaan didokumentasikan
dalam Register STS
Prosedur pembukuan dapat dikembangkan dalam 3 (tiga) prosedur,
antara lain :
1) Pembukuan atas pendapatan yang dibayar tunai
2) Pembukuan atas pendapatan yang dibayar melalui rekening
bendahara penerimaan
3) Pembukuan atas pendapatan yang dibayar melalui Kas Umum
Daerah
Tata cara pembukuan atas ketiga prosedur tersebut adalah sebagai
ber
ikut :
1) Pembukuan atas pendapatan yang dibayar tunai
Proses pencatatan yang dilakukan dimulai dari saat bendahara
pener
imaan mener
ima pembayaran tunai dar
i wajib pajak atau wajib
retr
ibusi.
Apabila
pembayaran
menggunakan
cek/giro,
maka
pencatatan dilakukan ketika cek tersebut diuangkan bukan pada
saat cek tersebut diterima.
Selanjutnya pencatatan dilakukan pada saat bendahara pener
imaan
menyetorkan pendapatan yang diter
imanya ke rekening kas umum
daerah.
Pencatatan dilakukan pada Buku Kas Umum.
Langkah-langkah pembukuan pada saat pener
imaan tunai adalah
sebagai ber
ikut :
> Berdasarkan Bukti Penerimaan/Bukti Lain Yang Sah, bendahara
penerimaan mengisi Register Tanda Bukt
i penerimaan.
195
> Kemudian bendahara penerimaan mengidentif
ikasi jenis dan kode
rekening pendapatan. Lalu bendahara penerimaan mencatat pada
Buku Kas Umum.
Langkah-langkah pembukuan pada saat penyetoran adalah sebagai
berikut :
> Bendahara penerimaan membuat STS dan melakukan penyetoran
pendapatan yang diter
imanya ke rekening kas umum daerah.
> Bendahara penerimaan mencatat penyetoran ke kas umum
daerah pada buku kas umum pada bagian penyetoran .
Selain pembukuan pada Buku Kas Umum, bendahara pener
imaan
mengisi register STS.
Berikut adalah bagan alir yang menggambarkan proses Pembukuan
Penerimaan dan Penyetoran atas Penerimaan Secara Tunai.
a).l. Pencatatan Pener
imaan Tunai
Uraian
Bendahara Pener
imaan
Proses Penerimaan Tunai
1. Bendahara penerimaan
menyiapkan Surat Tanda Bukti
Pembayaran/Bukti Lain Yang
SuratTandaBukti
Pembayar
an/Bukti
lain Yang Sah
Sah
2. Berdasarkan Dokumen Bukti
Pembayaran/Bukti Lain Yang
Sah tersebut, Bendahara
Penerimaan melakukan
Pengisian Buku Kas Umum
pada bagian pener
imaan.
Melakukan Penglsian
buku kas umum
3. Hasil dar
i penatausahaan ini
adalah buku kas umum yang
sudah terupdate.
197
a).2. Pencatatan atas Penyetoran Penerimaan Tunai
Bendahara Penerimaan
Uraian
ProsesPenyetoran
PenerimaanTunaikekas
1. Bendahara penerimaan
menyiapkan bukti tanda setoran
ke rekening kas umum daerah
2. Berdasarkan STS tersebut,
bendahara penerimaan mengisi
Buku Kas Umum pada Bagian
S**fnr3n
Melakukan Pengisian
buku kas umum
Penyetoran.
3. Kemudian bendahara
pener
imaan mengisi register
Melakukan Pengisisan
register STS
STS
4. Hasil dari penatausahaan ini
adalah buku kas umum dan
register STS yang sudah
Suku Kas Umum
terupdate.
198
2) Pembukuan
atas
pendapatan
yang
dibayar
melalui
rekening
bendahara penerimaan
Wajib pajak/wajib retribusi dapat melakukan pembayaran melalui
rekening bendahara penerimaan. Dalam kondisi tersebut, pencatatan
dilakukan saat bendahara penerimaan menerima informasi dari bank
mengenai adanya penerimaan pendapatan pada rekening bendahara
penerimaan hingga penyetorannya.
Pencatatan dilakukan pada Buku Kas Umum pada saat penerimaan dan
penyetoran
Langkah-langkah dalam membukukan penerimaan yang diterima di
rekening bank bendahara penerimaan adalah sebagai berikut :
1. Bendahara penerimaan menerima pemberitahuan dari pihak Bank
mengenai adanya penerimaan di rekening bendahara penerimaan.
2. Berdasarkan
info
tersebut dan info pembayaran dari wajib
pajak/retribusi bendahara penerimaan melakukan verifikasi dan
rekonsiliasi atas penerimaan tersebut.
3. Setelah melakukan verifikasi dan mengetahui asal pener
imaan,
bendahara penerimaan mencatat penerimaan di buku kas umum.
4. Kemudian bendahara pener
imaan mengisi kolom kode rekening
sesuai dengan jenis pendapatan yang diter
ima.
Langkah-langkah dalam membukukan penyetoran ke rekening kas
umum daerah atas pener
imaan pendapatan melalui rekening bank
bendahara penerimaan adalah sebagai berikut :
1. Bendahara pener
imaan membuat STS dan melakukan penyetoran
pendapatan yang diter
imanya dengan cara mentransfer melalui
rekening bank bendahara penerimaan ke rekening kas umum
daerah.
199
2. Bendahara penerimaan mencatat penyetoran ke kas umutn daerah
pada buku kas umum pada bagian penyetoran.
Selain pembukuan pada buku kas umum bendahara penerimaan
mengisi register STS.
Berikut adalah bagan alir yang menggambarkan proses pembukuan dan
penyetoran atas penerimaan melalui rekening bendahara penerimaan.
b)l. Pembukuan Penerimaan melalui Rekening Bank Bendahara
Penerimaan
Uraian
Bendahara Pener
imaan
ProsesPenerimaandibank
bendaharapenerimaan
1. Bendahara penerimaan
menyiapkan nota
kredit/informasilainnya
mengenai adanya penerimaandi
rekeningbankbendahara
penerimaan
2. Bendahara penerimaan
melakukan pengisian Buku Kas
Umum pada bagian
Nota
kredit/informasi
pener
imaantainnya
(
MelakukanPengisian
bukukasumum
pener
imaan.
3. Hasil dar
i penatausahaan ini
adalahbukukasumum
Bendahara Pener
imaanyang
sudah terupdate.
BukuKasUmum
Bendahara
Ppnprimaan
200
terupdate.
b)2. Penyetoran Penerimaan di rekening Bendahara Penerimaan ke
Kas Umum Daerah
Uraian
Bendahara Penerimaan
ProsesPenyetoran
Penerimaan kekasumum
1. Bendahara penerimaan
menyiapkan bukti surat tanda
setoran ke rekening kas umum
daerah dan nota credit yang
dikeluarkan oleh bank.
2. Berdasarkan STS dan nota
credit tersebut, bendahara
penerimaan mengisi Buku Kas
Umum pada Bagian Penyetoran.
SuratTandaSetoran
NotaKredit
__^^@
MetakukanPengisian
bukukasumum
MelakukanPengisisan
registerSTS
3. Kemudian bendahara
penerimaan mengisi register
STS
| RegisterSTS
|
BukuKasUmum
4. Hasil dari penatausahaan ini
adalah buku kas umum
Bendahara Penerimaan dan
register STS yang sudah
201
3) Pembukuan atas pendapatan yang dibayar melalui Kas Umum Daerah
Wajib pajak/wajib retr
ibusi dapat melakukan pembayaran secara
langsung melalui rekening kas umum daerah. Pencatatan dilakukan
saat bendahara pener
imaan menerima informasi BUD mengenai adanya
penerimaan pendapatan pada rekening kas umum daerah.
Pencatatan dilakukan pada Buku Kas Umum.
Langkah-langkah dalam membukukan penerimaan yang diterima
langsung direkening bank Kas Umum Daerah adalah sebagai berikut :
1. Bendahara penerimaan menerima slip setoran/bukti lain yang sah
dari wajib pajak/retribusi atas pembayaran yang mereka lakukan ke
kas umum daerah.
2. Berdasarkan slip setoran/bukti lainnya, bendahara penerimaan
mencatat pener
imaan
pada
buku
kas
umum
pada
bagian
penerimaan.
3. Lalu berdasarkan slip setoran/bukti lainnya, bendahara penerimaan
juga mencatat penyetoran pada buku kas umum pada bagian
penyetoran.
Berikut adalah bagan alir yang menggambarkan proses pembukuan
penerimaan dan penyetoran pendapatan melalui rekening kas umum
daerah.
202
c) Penerimaan di Rekening Kas Umum Daerah
Uraian
Bendahara Penerimaan
ProsesPenerimaandikas
umumdaer
ah
1
1
MelakukanPengisianbuku
kasumumbendahara
penerimaan
1
MelakukanPenglsianBukukas
umumpadaPenerimaandan
Penyetoran
i
Bukukasumum
BendaharaPenerimaan
4. Hasil akhir dar
i proses ini
adalah buku kasumum.
c. Pertanggungjawaban dan Penyampaian
a) Pertanggungjawaban Administrate
Bendahara
penerimaan
pengelolaan
uang
SKPD
yang
wajib
menjadi
mempertanggungjawabkan
tanggungjawabnya
secara
administrat
ive kepada Pengguna Anggaran melalui PPK SKPD paling
lambat tanggal 10 bulan berikutnya.
Laporan
pertanggungjawaban
penggabungan
dengan
bendahara
laporan
pener
imaan
merupakan
pertanggungjawaban
bendahara
penerimaan pembantu dan memuat informasi tentang rekapitulasi
203
pener
imaan, penyetoran dan saldo kas yang ada di bendahara. Laporan
pertanggungjawaban tersebut dilampiri dengan :
@ Buku Kas Umum
@ Buku Pendapatan Harian
@ Register STS
@ Bukti Penerimaan yang sah dan lengkap
@ Pertanggungjawaban bendahara penerimaan pembantu
Langkah - langkah penyusunan dan penyampaian pertanggungjawaban
bendahara penerimaan SKPD adalah sebagai berikut :
1. Bendahara
pener
imaan
menerima
pertanggungjawaban
yang
dibuat oleh bendahara pembantu paling lambat tanggal 5 bulan
berikutnya.
2. Bendahara pener
imaan melakukan ver
if
ikasi, evaluasi dan analisis
kebenaran pertanggungjawban yang disampaikan oleh bendahara
peneriimaan pembantu.
3. Bendahara penerimaan menggunakan data per
tanggungjawaban
bendahara penerimaan pembantu yang telah diverifikasi dalam
proses
pembuatan
pener
imaan
yang
laporan
pertanggungjawban
merupakan
gabungan
bendahara
dengan
laporan
pertanggungjawaban bendahara pembantu.
4. Bendahara pener
imaan member
ikan laporan pertanggungjawaban
kepada PA/KPA melalui PPK SKPD.
5. Atas pertanggungjawaban yang disampaikan oleh bendahara
pener
imaan, maka PPK SKPD akan melakukan verifikasi kebenaran
terhadap Laporan Pertanggungjawaban tersebut.
6. Apabila disetujui, maka Pengguna Anggaran akan menandatangani
Laporan
Pertanggungjawaban
(administrative)
sebagai bentuk
pengesahan.
204
Per
tanggungjawaban
administrative
pada bulan
terakhir
tahun
anggaran disampaikan paling lambat hari kerja terakhir bulan
tersebut.
b) Pertanggungjawaban Fungsional
Bendahara
pener
imaan
SKPD
juga
menyampaikan
pertanggungjawaban secara fungsional kepada PPKD paling lambat
tanggal
10
bulan
pertanggungjawaban
berikutnya
yang
menggunakan
sama
dengan
format
laporan
pertanggungjawban
administrative. Laporan pertanggungjawaban fungsional ini dilampiri
dengan :
@ Buku Kas Umum
@ Buku Pendapatan Har
ian
@ Register STS
@ Pertanggungjawaban bendahara penerimaan
Langkah
-
langkah
penyusunan
dan
penyampaian
pertanggungjawaban bendahara penerimaan SKPD adalah sebagai
berikut :
1. Bendahara penerimaan menerima pertanggungjawaban yang dibuat
oleh bendahara penerimaan pembantu paling lambat tanggal 5
bulan berikutnya.
2. Bendahara penerimaan melakukan verifikasi, evaluasi dan analisis
kebenaran pertanggungjawaban yang disampaikan oleh bendahara
penerimaan pembantu.
3. Bendahara penerimaan menggunakan data pertanggungjawaban
bendahara penerimaan pembantu yang telah diverifikasi dalam
proses
pembuatan
laporan
pertanggungjawaban
bendahara
205
penerimaan
yang
merupakan
gabungan
dengan
laporan
pertanggungjawaban bendahara pembantu.
4. Bendahara dapat menyempurnakan laporannya apabila terdapat
masukan dari PPK SKPD ket
ika melakukan verif
ikasi atas
pertanggungjawaban administrative.
5. Bendahara penerimaan menyerahkan 1 (satu) lembar laporan
pertanggungjawaban
kepada
PPKD
sebagai
bentuk
pertanggungjawaban fungsional paling lambat tanggal 10 bulan
berikutnya.
6. PPKD kemudian melakukan verif
ikasi, evaluasi dan analisis dalam
rangka rekonsiliasi pendapatan.
Pertanggungjawaban fungsional pada bulan terakhir tahun anggaran
disampaikan paling lambat hari kerja terakhir bulan tersebut.
Format dokumen tata cara penatausahaan penerimaan terdapat pada
halaman 319 sampai dengan 326
Berikut Bagan Alir Penyampaian Pertanggungjawaban Bendahara
Penerimaan
206
8
o S.@ c @
or
1
pifffl
1 I * E 11
8 ?
O o a>a-
5. PENATAUSAHAAN
DAN
PERTANGGUNGJAWABAN
PENTUSUNAN
OLEH
BENDAHARA
LAPORAN
PENERIMAAN
PBMBANTU SKPD
a. Penatausahaan Penerimaan Pendapatan
Bendahara pener
imaan pembantu SKPD mener
ima pemabayaran
sejumlah uang yang ter
tera pada Surat Ketetapan Pajak (SKP) dan/atau
Surat Ketetapan Retr
ibusi (SKR)
dan/atau dokumen lain yang
dipersamakan dengan SKP/SKR dar
i wajib pajak dan/atau wajib
retr
ibusi dan/atau pihak ketiga yang berada dalam pengurusannya.
Bendahara pener
imaan pembantu SKPD mempunyai kewajiban untuk
melakukan pemer
iksaan kesesuaian antara jumlah uang dengan jumlah
yang telah ditetapkan.
Bendahara penerimaan pembantu SKPD kemudian membuat Surat
Tanda Bukti Pembayaran/bukti lain yang sah untuk diberikan kepada
wajib pajak/wajib retr
ibusi.
Setiap pener
imaan yang diterima oleh bendahara pener
imaan pembantu
SKPD harus disetor ke rekening kas umum daerah paling lambat 1
9satu) har
i ker
ia ber
ikutnya dengan menggunakan formulir Surat Tanda
Setoran (STS)
b.Pembukuan Pendapatan
Pembukuan
pendapatan
oleh
bendahara
pener
imaan
pembantu
menggunakan Buku Kas Umum.
Dalam
melakukan
pembukuan
tersebut,
bendahara pener
imaan
pembantu menggunakan dokumen-dokumen tertentu sebagai dasar
pencatatan antara lain :
1. Surat Tanda Bukti Pembayaran
2. Bukti Penerimaan yang Sah, dan
3. Surat Tanda Setoran
208
Daftar STS yang dibuat oleh bendahara pener
imaan pembantu
didokumentasikan dalam Register STS.
Khusus bendahara penerimaan pembantu ada satu prosedur
pembukuan penerimaan dan cara pembayaran yang dilakukan oleh
wajib
pajak
atau
wajib
retribusi.
Prosedur tersebut
adalah
pembukuan atas pendapatan yang dilakukan secara tunai.
Proses pencatatan yang dilakukan dimulai dari saat bendahara
penerimaan pembantu menerima pembayaran tunai dari wajib pajak
atau wajib retribusi. Apabila pembayaran menggunakan cek/giro,
maka pencatatan dilakukan ketika cek tersebut diuangkan bukan
pada saat cek tersebut diterima. Sedangkan pencatatan transaksi
penyetoran dilakukan pada saat bendahara penerimaan pembantu
menyetorkan pendapatan yang diterimanya ke rekening kas umum
daerah.
Pencatatan dilakukan pada Buku Kas Umum pada saat penerimaan
dan pada saat penyetoran.
Berikut Bagan alir yang menggambarkan proses pembukuan
penerimaan dan penyetoran atas pener
imaan secara tunai.
209
b.l). Pembukuan atas Pener
imaanTunai
Uraian
Bendahara Penerimaan
Pembantu
ProsesPenerimaan tunai
i
SuratTandaBukti
Pembavaran
MeiakukanPengisian
bukukasumum
bendahara
penerimaan
BukuKasUmum
bendaharapenerimaan
pembantu
3. Hasil akhir dari penatausahaan
ini adalah buku kasumum
bendahara penerimaan
pembantuyangtelahterupdate.
210
b.2). Pembukuan atas Penyetoran Penerimaan Tunai
Uraian
Bendahara Penerimaan
Pembantu
ProsesPenerimaan tunai
i
1. Bendahara pener
imaan
pembantu menyiapkan bukti
surat tanda setoran ke rekening
kas umum daerah
2. Berdasarkan Surat Tanda
Setoran tersebut penerimaan
pembantu mengisi buku kas
umum bendahara penerimaan.
SuratTandasetoran
MelakukanPengisianbuku
kasumum
MelakukanPenglsfanRegister
STS
3. Kemudian bendahara
penerimaan pembantu mengisi
register STS
4. Hasil akhir dari penatausahaan
ini adalah buku kas umum
bendahara pener
imaan
pembantu yang telah terupdate.
Buku kas umum
bendahara penerlmaan
pembantu
211
c. Pertanggungjawaban dan Penyampaiannya
Bendahara
penerimaan
pembantu
SKPD
menyampaikan
pertanggungjawaban kepada bendahara penerimaan paling lambat
pada tanggal 5 bulan berikutnya.
Pertanggungjawaban ini berupa Buku Pener
imaan dan Penyetoran
yang telah dilakukan penutupan pada akhir bulan, dilampiri dengan :
1. Register STS
2. Bukti pener
imaan yang sah dan lengkap
Pertanggungjawaban bendahara penerimaan pembantu pada bulan
terakhir tahun anggaran disampaikan paling lambat 5 har
i kerja
sebelum har
i kerja terakhir bulan tersebut.
Berikut adalah bagan alir Penyampaian Pertanggungjawaban
Bendahara Pener
imaan Pembantu
212
3;
m\
si
oo
Ec
D O O fl> cl
6. PENATAUSAHAAN
DAN
PBNYUSUNAN
LAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN BENDAHARA PENERIMAAN PPKD 8ERTA
PENYAMPAIANNYA
a. PENATAUSAHAAN PENERIBIAAN PPKD
Penerimaan yang dikelola PPKD dapat berupa pendapatan dana
per
imbangan,
pendapatan
Iain-lain yang
sah,
dan
pembiayaan
pener
imaan. Pener
imaan-penerimaan tersebut diter
ima secara langsung
di Kas Umum Daerah.
b. PEMBUKUAN PENERIMAAN PPKD
Pembukuan
Pendapatan
oleh
bendahara
penerimaan
PPKD
menggunakan Buku Penerimaan Pendapatan PPKD
Dalam melakukan pembukuan tersebut, bendahara penerimaan PPKD
menggunakan dokumen-dokumen tertentu sebagai dasar pencatatan
dengan menggunakan bukti penerimaan lainnya yang sah.
Pembukuan pendapatan PPKD dimulai dari saat bendahara penerimaan
PPKD menerima informasi dari BUD/Kuasa BUD mengenai adanya
penerimaan di rekening kas umum daerah.
Format Buku penerimaan PPKD tercantum dalam halaman 327
Berikut
bagan
alir
yang
menggambarkan
proses
Pembukuan
Penerimaan Pendapatan PPKD
214
b. Pembukuan atas Penerimaan PPKD
Uraian
Bendahara Penerimaan PPKD
Pr
oses Penerimaan dikas
umum daerah yang telah
diatur dalam PerKDH
mengenai system dan
NotaKr
edit/BuktiLain
YangSah
MelakukanPengisianbuku
penerimaanPPKD
3. Hasil akhirdari penatausahaan
ini adalah buku pendapatan
BukuPenerimaan
PPKD
PPKD.
c. PERTANGGUNGJAWABAN DAN PENYAMPAIANNYA
Bendahara penerimaan PPKD mempertanggungjawabkan pengelolaan
uang yang menjadi tanggungjawabnya kepada PPKD paling lambat
tanggal 10 bulan berikutnya. Pertanggungjawaban tersebuut berupa
Buku Penerimaan PPKD yang telah dilakukan penutupan pada akhir
bulan, dilampiri dengan bukti-bukti pendukung yang sah dan lengkap.
Berikut adalah bagan alir yang menggambarkan proses penyusunan
dan penyampaian pertanggungjawaban bendahara penerimaan PPKD
215
c.Penyampaian Per
tanggungjawaban Bendahara Penerimaan PPKD
Uraian
PPKD
Fungsi
Ver
iif
ikasi
Bendahara
Pener
imaan
PPKD
1.
Berdasarkan Buku
Penerimaan PPKD dan
Bukti penerimaan yang
sah
Bendahara
Penerimaan
PPKD
menyusun
Pertanggungjawabannya
2.
Bendahara
pener
imaan
PPKD
menyerahkan
Pertanggungjawaban
bendahara
pener
imaan
PPKD
kepada
verif
ikasi PPKD
Penangfung)Mvab
wiBwK>ah*r*
Pvrwtimun PWCD
fungsi
3.
Dilakukan
proses
verif
ikasi, evaluasi dan
analisis untuk mendapat
informasi
pendapatan
PPKD yang sinkron dan
kredibel
4.
PPKD
melakukan
penandatanganan
pertanggungjawaban
bendahara
penerimaan
sebagai
bentuk
Bcndr
tin
Penertmun PPKD
Per
tanBundw*ban
Bendihan
persetujuan
216
C. TATA CARA PENATAUSAHAAN PENGELUARAN
1.PBNDAHULUAN
Prosedur Penatausahaan Bendahara Pengeluaran merupakan Prosedur
yang digunakan menatausahakan menerima, menyimpan, menyetor,
membayar, menyerahkan dan mempertanggungjawabkan pengeluaran
uang yang berada dalam pengelolaan Bendahara Pengeluaran.
2.KETENTUAN UMUH
a. Setiap pengeluaran belanja atas beban APBD harus didukung
dengan bukti yang lengkap dan sah.
b. Bukti tersebut harus mendapat pengesahan oleh pejabat yang
berwenang dan bertanggungjawab atas kebenaran material yang
timbul dari penggunaan bukti tersebut.
c. Bendahara pengeluaran baik secara langsung maupun tidak
langsung dilarang melakukan kegiatan perdagangan, pekerjaan
pemborongan dan penjualan jasa atau bertindak sebagai penjamin
atas kegiatan/pekerjaan/penjualan, ser
ta membuka rekening/giro
pos atau menyimpan uang pada suatu bank atau lembaga keuangan
lainnya atas nama pribadi.
3.FUNGSI TANG TERKAIT
Secara umum fungsi yang terkait pada Prosedur Penatausahaan
Bendahara Pengeluaran antara lain :
1) Bendahara Pengeluaran
Merupakan Pegawai yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan,
membayarkan,
menatausahakan,
dan mempertanggungjawabkan
217
uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan
APBD pada SKPD.
2) Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK )
Merupakan Pejabat pada Unit Kerja SKPD yang melaksanakan satu
atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang
tugasnya dan bertanggungjawab atas pelaksanaan tugasnya kepada
Pengguna Anggaran, PPTK bertugas mencakup :
a) pengendalian pelaksanaan kegiatan;
b) melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan; dan
c) menyiapkan
dokumen
anggaran
atas
beban
pengeluaran
pelaksanaan kegiatan.
3) Pejabat Penatausahaan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (
PPK - SKPD )
Dalam kegiatan ini PPK-SKPD memiliki wewenang untuk melakukan
verif
ikasi harian atas pengeluaran. PPK-SKPD tidak boleh merangkap
sebagai pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan
Negara/daerah, bendahara, dan/atau PPTK.
4) Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran ( PA/KPA)
5) Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Selaku Bendahara Umum
Daerah
(PPKD selaku BUD)
6) Pembantu Bendahara Pengeluaran
7) Kuasa Bendahara Umum Daerah ( Kuasa BUD )
218
4.PENATAUSAHAAN
DAN
PERTANQGUNGJAWABAN
PENYUSUNAN
BENDAHARA
LAPORAN
PENGELUARAN
SKPD
SERTA PENYAMPA1ANNYA
Dalam melakukan penatausahaan pengeluaran Pemer
intah Kabupaten
Bengkayang telah menggunakan Simda Keuangan sehingga Prosedur
penatausahaan pengeluaran mengacu pada peraturan berlaku yang
terdiri atas :
4.1 PBNBRBITAN SURAT PENYEDIAAN DANA (SPD)
Dokumen yang digun.ak.an dalam prosedur penyediaan dana,
penerbitan Surat Penyediaan Dana ( SPD ) adalah sebagai
berikut:
a) Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Pengelolaan
Keuangan Daerah ( DPA - SKPD );
b) Dokumen Anggaran Kas Pemerintah Daerah; dan
c) Surat penyediaan dana (SPD ).
Uraian Prosedur untuk penerbitan Surat penyediaan Dana
(SPD) adalah sebagai berikut :
a) SPD diterbitkan oleh Bendahara Umum Daerah dapat
berdasarkan anggaran kas yang sudah dibuat oleh SKPD dan
sudah ditetapkan sebagai Anggaran Kas Pemerintah Daerah.
b) Dokumen Rancangan Anggaran Kas Pemer
intah Daerah dan
DPA
-
SKPD
yang
sudah
disahkan
kemudian
didistr
ibusikan ke pihak-pihak terkait, Yaitu :
- Bidang Anggaran;
- Satuan Kerja yang bersangkutan, sebagai arsip.
219
c) PPKD selaku BUD membuat dokumen SPD sejumlah 3 (tiga)
rangkap, masing - masing sebagai ber
ikut :
- 2
(dua)
rangkap
diserahkan
kepada
Pengguna
Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.
- 1 (satu) rangkap digunakan sebagai arsip oleh PPKD
selaku BUD.
d) SKPD menggunakan SPD sebagai dasar pengajuan SPP yang
dibuat oleh Bendahara Pengeluaran.
e) Penerbitan SPD dilakukan perbulan, pertriwulan atau
persemester sesuai ketersediaan dana.
Hal - hal yang harus diperhatikan dalam penerbitan SPD
antara lain :
a) Pembuatan SPD tidak dapat dilakukan jika tanggal
pengesahan DPA tidak diisi.
b) Kecuali
sampai
tahun
anggaran
berjalan
belum
ditetapkan APBD, maka dalam rangka pemenuhan
belanja yang bersifat wajib dan mengikat dapat dibuatkan
SPD.
c) Pembuatan
SPD
harus
memasukkan
rencana
penggunaan dana sampai ke rekening rincian objek yang
dapat diambil dari Anggaran Kas yang telah ditetapkan.
4.2 PENGAJUAN SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN (SPP)
Bendahara
pengeluaran
mengajukan
Surat
Permintaan
Pembayaran (SPP) dalam rangka melaksanakan belanja. Dalam
hal ini bendahara pengeluaran menyusun dokumen SPP yang
dapat berupa :
@ Uang Persediaan (UP)
@ Ganti Uang (GU)
@ Tambah Uang (TU)
@ Langung (LS)
@ LS untuk pembayaran Gaji dan Tunjangan
@ LS untuk pengadaan Barang dan jasa
Disamping
membuat
SPP
Bendahara
Pengeluaran
juga
membuat register untuk SPP yang diajukan, SPM dan SP2D
yang sudah diterima oleh bendahara.
a) SPP Uang Persediaan (UP)
Bendahara pengeluaran mengajukan SPP Uang Persediaan
(UP) setiap awal tahun anggaran setelah dikeluarkannya SK
Kepala Daerah tentang besaran UP. SPP-UP dipergunakan
untuk mengisi uang persediaan tiap-tiap SKPD.
Pengajuan UP hanya dilakukan sekali dalam setahun tanpa
pembebanan pada kode rekening tertentu.
Bendahara
mempersiapkan
dokumen-dokumen
yang
diperlukan sebagai lampiran dalam pengajuan SPP UP,
selain dari dokumen SPP UP itu sendiri. Lampiran tersebut
antara lain :
@ Surat Pengantar SPP-UP
@ Ringkasan SPP-UP
@ Rincian SPP-UP
@ Salinan SPD
@ Draf Surat pernyataan Pengguna Anggaran
221
Bendahara Pengeluaran SKPD dapat melimpahkan sebagian
uang persediaan yang dikelolanya kepada bendahara
pengeluaran
pembantu
pelaksanaan kegiatan.
SKPD
untuk
kelancaran
Pelimpahan tersebut dilakukan
berdasarkan persetujuan pengguna anggaran.
b) SPP Ganti Uang Persediaan (GU)
Ganti uang merupakan mekanisme penggantian uang
persediaan yang dapat dilakukan jika realisasi uang
persediaan mencapai 50 % dari total uang persediaan yang
diberikan kepada SKPD
Pada saat uang persediaan telah terpakai bendahara
pengeluaran dapat mengajukan SPP Ganti Uang Persediaan
(GU) dengan besaran sejumlah SPJ penggunaan uang
persediaan yang telah disahkan pada periode waktu
ter
tentu. SPP-GU tersebut dapat disampaikan untuk satu
kegiatan tertentu atau beberapa kegiatan sesuai dengan
kebutuhan yang ada.
Dokumen yang digunakan dalam prosedur pengajuan
Surat Permintaan Pembayaran Ganti Uang ( SPP - GU )
adalah :
@ Surat Pengantar SPP - GU;
@ Ringkasan SPP - GU;
@ Rincian Penggunaan SP2D UP/GU yang lalu;
@ Bukti transaksi yang sah dan lengkap;
@ Salinan SPD
@ Surat Pernyataan Pengguna Anggaran/ Kuasa Pengguna
Anggaran yang menyatakan bahwa uang yang diminta
222
tidak dipergunakan untuk keperluan selain ganti uang
persediaan saat pengajuan SP2D kepada Kuasa BUD;
SPP Tambahan Uang (TU)
Apabila terdapat kebutuhan belanja yang sifatnya
mendesak,
yang
harus
dikelola
oleh
bendahara
pengeluaran, dan uang persediaan tidak mencukupi
karena sudah direncanakan untuk kegiatan yang lain,
maka bendahara pengeluaran dapat mengajukan SPPTU. Batas jumlah pengajuan SPP-TU harus mendapat
persetujuan dari PPKD dengan memperhatikan r
incian
kebutuhan dan waktu penggunaan. Jumlah dana yang
dimintakan
dalam
SPP-TU
ini
harus
dipertanggungjawabkan tersendiri dan bila tidak habis,
harus disetorkan kembali.
Dalam hal dana tambahan uang tidak habis digunakan
dalam l(satu) bulan, maka sisa tambahan uang disetor
ke rekening kas umum daerah. Ketentuan batas waktu
penyetoran sisa tambahan uang dikecualikan untuk :
@ Kegiatan yang pelaksanaannya melebihi 1 (satu)
bulan;
@ Kegiatan yang mengalami penundaan dari jadwal
yang telah ditetapkan yang diakibatkan oleh
per
istiwa diluar kendali PA/KPS;
Dokumen yang digunakan dalam prosedur pengajuan
Surat Permintaan Pembayaran Tambahan Uang ( SPP
TU ) adalah :
@ Surat Pengantar SPP - TU;
@ Ringkasan SPP - TU;
223
@ Rincian rencana penggunaan TU;
@ Salinan SPD;
@ Surat
pernyataan
untuk
ditandatangani
oleh
Pengguna Anggaran/ Kuasa Pengguna Anggaran
yang menyatakan bahwa uang yang diminta tidak
dipergunakan untuk keperluan selain tambahan
uang persediaan saat pengajuan SP2D kepada Kuasa
BUD;
@ Surat keterangan yang memuat penjelasan keperluan
pengisian tambahan uang persediaan;
@ Surat
pernyataan
Pengguna
Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran yang menyatakan bahwa uang
yang diminta akan habis digunakan dalam waktu 1
(satu) bulan, apabila tidak habis maka sisanya akan
dikembalikan
kecuali
untuk
kegiatan
pelaksanaannya lebih dari
(satu)
bulan
yang
1
dan kegiatan yang mengalami
penundaan dari jadwal yang telah ditetapkan yang
diakibatkan oleh peristiwa diluar kendali.
d) SPP Langsung (LS)
SPP Langsung (SPP-LS), yang dipergunakan untuk
pembayaran langsung pada pihak ketiga dengan jumlah
yang te;ah ditetapkan. SPP-LS dapat dikelompokkan
menjadi
@ SPP-LS untuk pembayaran Gaji dan Tunjangan
@ SPP-LS untuk pengadaan Barang dan Jasa
Bendahara mempersiapkan dokumen-dokumen yang
diperlukan sebagai lampiran dalam pengajuan SPP LS,
selain dar
i dokumen SPP LS itu sendir
i. Lampiran
t*r<w*hiit antara lain :
224
Dokumen yang digunakan dalam prosedur pengajuan
Surat Permintaan Pembayaran Langsung ( SPP-LS ) Gaji
dan Tunjangan adalah :
i. Surat Pengantar SPP-LS;
ii. Ringkasan SPP-LS;
iii. Rincian SPP-LS;
iv. Lampiran SPP-LS, yang terdiri dari :
@ Pembayaran gaji induk;
@ Gaji susulan;
@ Kekurangan gaji;
@ Gaji terusan;
@ Uang duka wafat/tewas yang dilengkapi dengan
daftar
gaji
induk/gaji
susulan/kekurangan
gaji/uang duka wafat/tewas;
@ SKCPNS;
@ SKPNS;
@ SK kenaikan Pangkat;
@ SKJabatan;
@ Kenaikan gaji berkala;
@ Surat Pernyataan Pelantikan;
@ Surat pernyataan masih mendudukijabatan;
@ Surat pernyataan melaksanakan tugas;
@ Daftar keluarga (KP4);
@ Fotokopi surat nikah;
@ Fotokopi akte kelahiran;
225
@ Surat
keterangan
pemberhentian
pembayaran
(SKPP) gaji;
@ Daftar potongan sewa rumah dinas;
@ Surat keterangan masih sekolah/kuliah;
@ Surat pindah;
@ Surat kematian;
@ SSP PPh Pasal 21; dan
@ Peraturan
perundang
-
undangan
mengenai
penghasilan pimpinan dan anggota DPRD serta gaji
dan tunjangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah.
Dokumen yang digunakan dalam prosedur pengajuan
Surat
Permintaan
Pembayaran
Langsung
(SPP-LS)
barang dan jasa adalah sebagai berikut:
i. Surat Pengantar SPP-LS;
ii. Ringkasan SPP-LS;
iii. Rincian SPP-LS;
iv. Lampiran SPP-LS, yang terdiri dari :
@ Salinan SPD;
@ Salinan surat rekomendasi dari SKPD teknis
terkait;
@ SSP disertai faktur pajak (PPN dan PPh ) yang
telah ditandatangani wajib pajak dan wajib
pungut;
@ Surat
perjanjian
kerjasama/kontrak
antara
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan pihak
ketiga serta mencantumkan nomor rekekning
Bank pihak ketiga;
226
Ber
ita Acara penyelesaian pekerjaan;
Berita Acara Serah Ter
ima barang dan jasa;
Berita Acara Pembayaran;
Kwitansi
bermaterai,
ditandatangani
pihak
nota/faktur
ketiga dan
yang
PPK
ser
ta
disetujui oleh Pengguna Anggaran;
Surat jaminan Bank atau yang dipersamakan yang
dikeluarkan
oleh Bank atau lembaga keuangan
lainnya non bank;
Dokumen lain yang dipersyaratkan untuk kontrak
- kontrak yang dananya sebagian atau seluruhnya
bersumber dari penelusuran pinjaman/hibah luar
negeri;
Berita acara pemeriksaan yang ditandatangani
oleh pihak ketiga/rekanan serta unsur panitia
pemeriksaan
barang berikut lampiran
daftar
barang yang diper
iksa;
Surat
angkutan
atau
konosemen
apabila
pengadaan barang dilaksanakan di luar wilayah
kerja;
Surat
pember
itahuan
keterlambatan
pekerjaan
potongan
apabila
denda
pekerjaan
mengalami keterlambatan;
Foto/buku/dokumentasi
tingkat
kemajuan
/penyelesaian pekerjaan;
Potongan jamsostek (potongan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku/surat pemberitahuan
jamsostek); dan
227
@ Khusus
untuk
perhitungan
pekerjaan
harganya
konsultan
menggunakan
yang
biaya
personil (billing rate), ber
ita acara presentasi
kemajuan
pekerjaan
dilampiri dengan
bukti
kehadiran tenaga konsultan sesuai pentahapan
waktu pekerjaan dan bukti penyewaan/pembelian
alat penunjang serta bukti pengeluaan lainnya
berdasarkan rincian dalam surat penawaran.
Ber
ikut adalah format register SPP/SPM/SP2D
R
M
O
N
2
P
S
D
L
G
N
A
T
H
A
L
M
U
J
O
M
N
R
M
P
S
L
A
G
N
T
H
A
L
M
U
J
R
M
O
N
P
P
S
T
L
A
G
N
s" 5
2 tO - o
g
D CD D CO
asZ
4.3 PRO8EDUR PENERBITAN SURAT PBRINTAH MEMBAYAR (SP1
@ PPK mener
ima SPP yang diajukan oleh Bendahara Pengeluaj
dan dicatat dalam Register SPP-UP/GU/TU/LS.
@ PPK meneliti kelengkapan dan kesesuaian dokumen ya
diajukan oleh Bendahara Pengeluaran dengan SPD dan DF
SKPD.
@ Penelitian dilakukan dengan cara memberi tanda check list
pada lembar penelitian kelengkapan dokumen.
@ Jika proses verif
ikasi tidak dilakukan SPM tidak dapat disiapke
oleh fungsi tata usaha keuangan (PPK SKPD) dengan aplika
simda keuangan.
. Jika SPP- SPP-UP/GU/TU/LS dinyatakan tidak lengkap mak
PPK-SKPD membuat surat penolakan penerbitan SPM.
@ Surat Penolakan Penerbitan SPM yang diserahkan kepadi
Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran paling lambat ]
(satu) hari kerja sejak SPP diterima.
Format Surat penolakan Penerbitan SPM terdapat pada
halaman 328
@ Pengguna
Anggaran/Kuasa
pengguna Anggaran
melakukan
otorisasi terhadap Surat Penolakan Penerbitan SPM sebelum
mengajukan kembali usulan pembuatan SPP-UP/GU/TU/LS yang
baru kepada bendahara.
@ SPP-UP/GU/TU/LS yang dinyatakan lengkap PPK menyampaikan
kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk
mendapatkan
persetujuan
pembayaran,
atas
dasar
nota
persetujuan maka PPK menyiapkan SPM untuk ditandatangani
oleh Pengguna Anggaran.
230
Penerbitan SPM tersebut paling lambat 2 (dua) har
i kerja
terhitung sejak diter
imanya dokumen SPP-UP/GU/TU/LS.
SPM yang telah diterbitkan tersebut dijadikan dasar pengajuan
SP2D yang diajukan kepada Kuasa BUD untuk penerbitan SP2D.
Penerbitan SPM-UP/GU/TU/LS terdir
i dari 5 rangkap :
- Lembar 1, 2 dan 3 dikirim ke Kuasa BUD (BPKAD)
- Lembar 3 akan dikembalikan ke SKPD (untuk arsip Bendahara
Pengeluaran) setelah dibubuhi cap : telah diterima Kuasa BUD
- Lembar 4 sebagai arsip PPK SKPD
- Lembar 5 untuk PPTK
SPM lembar 1, 2 dan 3 berikut Dokumen SPP (Salinan 1 dan 2)
beserta kelengkapan/lampirannya kemudian disampaikan oleh
Bendahara Pengeluaran kepada Kuasa BUD (BPKAD) untuk
penerbitan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana).
SPM GU yang dipersiapkan oleh PPK SKPD harus memperhatikan
hal - hal sebagai berikut :
- Rekening pada SPM GU menunjuk rekening-rekening belanja
sesuai dengan pengesahan SPJ
atas penggunaan uang
persediaan.
- Rekening-rekening pada SPM GU memisahkan program dan
kegiatan untuk masing-masing realisasi.penggunaan uang
persediaan.
- Dalam SPM GU tidak ada potongan SPM karena SPM GU
merupakan perpindahan kas yang didasarkan atas pengesahan
SPJ, sehingga jumlah nilai pada SPM GU akan sama dengan
jumlah nilai pada pengesahan SPJ.
- Perlakuan, sifat dan nilai SPM GU sesuai dengan SPP GU.
- Jumlah bans rincian objek yang ditampilkan dalam tiap
halaman SPM maxsimal sebanyak 10 baris, maka halaman
SPM
diterbitkan
dalam
beberapa
halaman
dan
harus
231
ditandatangani/diparaf oleh Pengguna Anggaran pada setiaj:
halaman.
SPM TU yang dipersiapkan oleh PPK SKPD juga harus
memperhatikan hal - hal sebagai berikut :
- Uraian rekening pada SPM TU menunjuk ke rekening Kas di
bendahara Pengeluaran sesuai dengan SPP TU.
- SPM TU tidak ada potongan maupun informasi potongan, hal
ini disebabkan oleh SPM TU merupakan sarana transfer kas
dari Kas di Kas daerah ke kas di Kas di Bendahara
Pengeluaran.
SPM LS yang dipersiapkan oleh PPK SKPD harus memperhatikan
hal - hal sebagai berikut :
- Potongan SPM
Potongan SPM akan diperlakukan sebagai pengurangan nilai
pembayaran.
- Informasi SPM
Informasi SPM mempunyai batasan seperti potongan SPM,
namun informasi SPM benar - benar berfungsi sebagai
informasi,
informasiSPM tidak akan mengurangi jumlah
pembayaran SPM.
4.4PROSEDUR PENERBITAN SURAT PERINTAH PBNCAIRAN DANA
(SP2D)
Langkah - langkah dalam penerbitan SP2D adalah :
@ Kuasa BUD menerima dan meneliti kelengkapan SPM yang
diajukan oleh Pengguna Anggaran terhadap pengeluaran yang
diajukan antara lain :
- Tidak melampaui pagu
- Memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan
perundang-undangan
232
Jika
Dokumen
SPM
tidak
lengkap
dan/atau
tidak
sah
pengeluaran melampaui pagu, kuasa BUD menolak menerbitkan
SP2D, paling lama 1 (satu) hari kerja sejak SPM diterima.
Format surat penolakan penerbitan SP2D tercantum pada
halaman 329
Jika Dokumen SPM telah lengkap dan sah, Kuasa BUD
menerbitkan SP2D paling lambat 2 (dua) hari kerja sejak SPM
diterima.
Penerbitan SP2D terdir
i dari 6 lembar :
- Lembar 1 dikjrim ke Bank
- Lembar 2 dikirim ke SKPD (diserahkan kepada PPK)
- Lembar 3 dan 4 untuk arsip Kuasa BUD
- Lembar 5 untuk fungsi akuntansi BPKAD
- Lembar 6 untuk pihak ketiga (pengadaan barang dan jasa).
SP2D untuk pembayaran Uang Persediaan ( UP ) langsung
menunjuk ke rekening Kas di Bendahara Pengeluaran sehingga
belum membebani rekening belanja dan pengakuannya hanya
merupakan perpindahan kas dari Kas di Kas Daerah ke Kas di
Kas Bendahara Pengeluaran. Jurnal untuk perpindahan kas ini
dilakukan dengan lawan rekening antara ( R/K SKPD dan R/K
Pusat)
Dalam hal sisa Uang Persediaan tahun lalu tidak disetor, maka
Bendahara Pengeluaran wajib menyetorkan terlebih dahulu Uang
Persediaan tahun lalu, kemudian SPP UP dapat diajukan sesuai
ketetapan
SP2D untuk pembayaran Ganti Uang Persediaan yang diterbitkan
oleh BUD menunjuk rekening belanja sesuai pengesahan SPJ,
SPP dan SPM. Dalam SP2D untuk pembayaran Gantu Uang ( GU )
mempunyai 2 fungsi yaitu :
233
Pengakuan Belanja
Sesuai penjelasan pada point SPP Nihil bahwa pengakuan
belanja ada di unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan
yaitu SKPKD yang berfungsi sebagai BUD. Dalam aplikasi
simda keuangan semua Pengakuan terletak pada unit yang
mempunyai fungsi perbendaharaan pada saat penerbitan
SP2D. Demikian juga untuk belanja pada penerbitan SP2D
GU, maka rincian belanja/rekening - rekening belanja pada
SP2D
merupakan
pengakuan
belanja
definitive
atas
penggunaan uang persediaan sebelumnya. Jadi pada saat
SP2D atas pembayaran GU belanja - belanja definitive/SPJ
atas penggunaan Uang Persediaan diakui. Pengakuan belanja
ini sesuai dengan rekening-rekening belanja pada pengesahan
SPJ UP/GU.
Pengisian kembali uang persediaan
Rekening - rekening belanja yang telah diakui sebagai belanja
definitive tersebut harus diganti dengan jumlah uang dengan
nilai yang sama dengan pengakuan belanja. Penggantian
kembali uang persediaan tersebut diberikan sebesar jumlah
yang sama dengan pengakuan belanja
SP2D LS, pembayaran langsung dengan SP2D LS merupakan
proses
pembayaran
yang
langsung
membebani
anggaran/mengakui belanja secara definitif. Ketentuan belanja LS
berikut dokumen pendukung mengacu pada ketentuan peraturan
yang berlaku. Rekening - rekening belanja yang diajukan sesuai
dengan SPM akan segera dijurnal/diakui ke belanja yang
bersangkutan saat dokumen ini diterbitkan oleh BUD.
Kas yang dibayarkan kepada penerima sebesar jumlah yang
diminta dikurangi dengan potongan SPM jika ada, untuk
potongan SPM akan secara otomatis dijurnal ke rekening
penerimaan perhitungan Fihak Ketiga ( PFK ) oleh BUD.
234
@ Hal- hal yang harus diperhatikan dalam rangka penerbitan SP2D
antara lain :
a. SP2D merupakan dokumen yang dijadikan dasar pengakuan
belanja.
b.Jurnal pengakuan belanja dilakukan saat dokumen ini dibuat
sehingga penerbitan SP2D merupakan dasar pencatatan atas
semua transaksi belanja.
4.5TATA CARA PENCAIRAN UP/GU/TU/LS
Tata cara pencairan UP/GU/TU/LS dapat dilakukan dengan cara :
@ SP2D yang diterbitkan dapat langsung diserahkan ke Bank untuk
proses pemindahbukuan dar
i rekening Kas Umum Daerah ke
Rekening Bendahara Pengeluaran atau Rekening Pihak Ketiga.
@ SP2D yang telah diterbitkan oleh Kuasa BUD diserahkan ke
Pemegang Kas Daerah untuk dibuatkan Bilyet Giro (BG).
Untuk SP2D LS barang dan jasa dibuatkan dalam 2 BG antara
lain :
1 ( satu ) BG untuk diserahkan kepada pihak ketiga.
1 ( satu ) BG untuk pajak yang dipotong oleh BUD .
BG
yang
telah
diterbitkan
diserahkan
oleh
Bendahara
Pengeluaran kepada Bank untuk dilakukan transfer ke rekening
Bendahara Pengeluaran SKPD,
BG yang diterbitkan untuk pihak ketiga diserahkan kepada Bank
oleh pihak ketiga untuk dilakukan transfer ke rekening pihak
ketiga.
235
4.6 PEMBUKUAN BBLANJA
a) Buku-Buku Yang Digunakan
Pembukuan Belanja oleh bendahara pengeluaran menggunakan :
@ Buku Kas Umum (BKU)
@ Buku Pembantu BKU seperti :
Buku Pembantu Kas Tunai;
Buku Pembantu Simpanan/Bank;
Buku Pembantu Panjar;
Buku Pembantu Pajak;
Buku Pembantu Rincian Objek Belanja.
Dalam pelaksanaannya, tidak semua dokumen pembukuan
digunakan secara bersamaan untuk membukukan satu
transaksi
keuangan
yang
dilakukan
oleh
bendahara
pengeluaran.
Dokumen-dokumen yang digunakan sebagai dasar dalam
melakukan pembukuan adalah :
. SP2D UP/GU/TU/LS
@ Bukti Transaksi yang sah dan lengkap
@ Dokumen-dokumen pendukung lainnya
Format Buku Penatausahaan Pengeluaran terdapat pada
halaman 330 sampai 336
236
b) Pembukuan Penerimaan SP2D UP/GU/TU
Pembukuan pener
imaan SP2D UP/GU/TU merupakan proses
pencatatan transaksi
87pener
imaan SP2D UP/GU ke dalam
BKU dan Buku Pembantu yang terkait. Proses pembukuan
dilakukan ketika bendahara pengeluaran menerima SP2D
UP/GU/TU dan BUD/Kuasa BUD. Pencatatan dilakukan sebesar
jumlah yang tercantum di SP2D sebagai "penerimaan SP2D".
Apabila atas persetujuan
pengeluaran
melakukan
Pengguna Anggaran,
pelimpahan
bendahara
uang persediaan
ke
bendahara pengeluaran pembantu maka pencatatan dilakukan
sebesar jumlah yang dilimpahkan sebagai "pelimpahan UP"
Untuk keperluan pengendalian, bendahara pengeluaran dapat
membuat buku pembantu yang dioperasikan secara khusus
untuk memantau jumlah uang persediaan pada bendahara
pembantu.
Ber
ikut adalah bagan alir untuk menggambarkan prosedur
diatas
237
b. 1) Penatausahaan Penerimaan SP2D UP/GU/TU
Uraian
Bendahara Pengeluaran
ProsespenerbitanSP2D
UP/GUAU
2. Bendahara
pengelual
5P2D UP/GU/TU
mener
ima SP2D UP/GU/Tl]
3. Bendahara pengeluaran
kemudian
melakukan
proses pengisian BKU
pada kolom penerimaan
4. Kemudian
bendahara
pengeluaran melakukan
proses pengisian Buku
Pembantu
Simpanan/Bank
Melakukan pengisian BKU
Melakukan pengisian Buku
Pembantu Simpanan/Bank
pada
kolom pener
imaan
5. Hasil akhir dari proses ini
adalah BKU dan Buku
Pembantu
Simpanan/Bank
c
8uku Pembantu
Simpanan/Bank
yang
sudah ter-update
238
Pengeluaran
b.2) Pembukuan Pergeseran Dana dari Rekening Bank
Bendahara Pengeluaran ke Kas Tunai Bendahara
Uraian
Bendahara Pengeluaran
Prosespergeserandana
1. Bendahara pengeluaran
menyiapkan
bukti
pergeseran dana
2. Berdasarkan
bukti
tersebut,
bendahara
pengeluaran mencatat di
BKU
pada
kolom
pengeluaran
3. Bendahara pengeluaran
mencatat di BKU pada
kolo, penerimaan. Jumlah
yang dicatat sama dengan
jumlah yang dicatat pada
kolom pengeluaran
4. Kemudian
Bendahara
pengeluaran mencatat di
Buku
Pembantu
Simpanan/Bank
pada
kolom pengeluaran
5. Selanjutnya
Bendahara
pengeluaran mencatat di
buku pembantu kas tunai
pada kolom penerimaan
Melakukan pengisian BKU
pada kolom pengeluaran
Melakukan pengisian BKU
pada kolom pengeluaran
Melakukan pengisian Buku
Pembantu Sltnpanan/Bank
Metakukan pengisian Buku
Pembantu Kas Tunai
6. Hasil akhir dari proses ini
adalah BKU dan Buku
Pembantu
BKU
yang
sudah ter-update.
Buku Pembantu
Slmpanan/Bank
Buku Pembantu Kas
Tunai
239
b.3). Pembukuan Pelimpahan Dana UP/GU ke Bendahara Pengeluaran Pembantu
Bendahara
Bendahara
Uraian
Pengeluaran
Pengeluaran
Per
nbantu
Proses
pergesera
1. Bendahara Pengeluaran
melakukan transfer dana
ke
rekcning
bank
bendahara pengeluaran
Bukti transfer
pembantu
2. Berdasarkan
bukti
transfer,
bendahara
pengehaaran mencatat di
BKU
pada
kolom
Melakukan
pengisian BKU
pengeluaran
3. Bendahara
mencatat
Melakukan
pengisian Buku
pengeluar
an
di
Buku
Pembantu
Simpanan/Bank
pada
kolom pengeluaran
4. Bendahara
Melakukan
pertgisian BKU
pengeluaran
pembantu
mencatat
pener
imaan di BKU
5. Bendahara pengeluaran
pembantu
mencatat
penerimaan
di
Buku
Pembantu
Simpanan/Bank
6. Hasil dari proses ini
adalah BKU pembantu
dan Buku Pembantu BKU
c
Butcu Pembantu
Simpanan/Bank
yang terupdate
240
c) Pembukuan Belanja menggunakan Uang Persediaan
Dalam proses belanja menggunakan uang persediaan, terdapat
kemungkinan 2 (dua) cara bagi bendahara pengeluaran dalam
melakukan
pembayaran.
pembayaran
tanpa
Pertama
melalui
bendahara
panjar.
Kedua
melakukan
bendahara
pengeluaran melakukan pembayaran ,elalui panjar terlebih
dahulu kepada PPTK.
@
Pembukuan pembayaran belanja tanpa melalui uang panjar
Proses pembukuan dimulai ketika Bendahara pengeluaran
membayar sejumlah uang atas belanja yang telah dilakukan.
Pembayaran dapat saja menggunakan uang yang ada di kas
tunai maupun uang yang ada di rekening bank bendahara
pengeluaran.
Berdasarkan bukti-bukti belanja yang disiapkan oleh PPTK,
bendahara
melakukan
pembayaran.
Atas
pembayaran
tersebut, bendahara pengeluaran melakukan pembukuan
sebesar nilai belanja bruto sebagai "belanja".
Jika pembayaran dilakukan dengan transfer dari rekening
bank,
bendahara
pengeluaran
melakukan
pembukuan
sebesar nilai belanja bruto sebagai "belanja"
Apabila bendahara pengeluaran melakukan pungutan pajak
atas transaksi belanja di atas, bendahara pengeluaran
melakukan pembukuan sebesar jumlah pajak yang dipotong
sebagai "pemotongan PPh/PPN"
Ketika bendahara pengeluaran penyetoran atas pungutan
pajak,
bendahara
pengeluaran
melakukan
pembukuan
sebesar jumlah pajak yang disetorkan sebagai "setoran
PPh/PPN"
241
1) Pembukuan Belanja UP/GU/TU-Rekening Bendahara Pengeluaran
URAIAN
BENDAHARA PENGELUARAN
Proses BelanjaUP/GUAU |
1. Bendahara
Pengeluaran
menyiapkan bukti belanja dan bukti
pembayaran yang terkait
2. Bendahara pengelauran kemudian
melakukan proses pengisian BKU
pada kolom pengeluaran
3. Bendahara pengeluaran melakukan
proses pengisian Buku Pembantu
Sim panan/Bank pada kolom
pengeluaran
4. Kemudian bendahara pengeluaran
melakukan proses pengisian buku
pembantu r
incian obyek belanja
5. Hasil akhir dari proses ini adalah
BKU dan Buku Pembantu BKU yang
sudah ter-update
Buktl B*ati|.
Melakukan
pengisian BKU
Melakukan
pengisian Suku
Pembantu
Melakukan
pengisian Buku
pern bantu
Buku Pembantu j
Simpanan/Bank |
@| Buku Pembantu
1 rincian
I Simpanan/Bank
242
.2) Pembukuan Belanja UP/OU/TU-Kaa Tunai Bendahara Pengeluaran
URAIAN
BENDAHARA PENGELUARAN
5 Belanja UP/GU/TU
1. Bendahara
Pengeluaran
menyiapkan bukti belanja dan bukti
pembayaran yang terkait
2. Bendahara pengelauran kemudian
melakukan proses pengisian BKU
pada kolom pengeluaran
3. Bendahara pengeluaran melakukan
proses pengisian Buku Pembantu Kas
tunai pada kolom pengeluaran
Bukti BaTanja
Bukti Pembavar
an
Melakukan
pengisian BKU
Melakukan
pengisian Buku
Pembantu Kas
4. Kemudian bendahara pengeluaran
melakukan proses pengisian buku
pembantu rincian obyek bclanja
5. Hasil akhir dar
i proses ini adalah
BKU dan Buku Pembantu BKU yang
sudah ter-update
243
Pembukuan belanja melalui uang panjar
Pembukuan atas uang panjar merupakan proses pencatatan
pember
ian
uang
panjar
kepada
PPTK
termasuk
didalamnya
pencatatan atas pertanggungjawaban yang diberikan oleh PPTK
untuk uang panjar yang diterimanya.
Proses
pembukuan
dimulai
ketika
bendahara
pengeluaran
memberikan uang panjar kepada PPTK untuk melaksanakan kegiatan
yang menjadi tanggung jawabnya. Berdasarkan Nota Pencairan Dana
(NPD),
memo
persetujuan
PA/KPA,
serta
bukti
pengeluaran
uang/bukti lainnya yang sah, Bendahara Pengeluaran mencatat
pemberian uang panjar sebesar uang yang diberikan.
Langkah-langkah dalam membukukan pertanggungjawaban uang
panjar adalah sebagai berikut :
1. Bendahara
pengeluaran
menerima
bukti
belanja/bukti
pengeluaran uang/bukti lainnya yang sah dar
i PPTK sebagai
bentuk
pertanggungjawaban
uang
panjar.
Setelah
pertanggungjawaban tersebut diterima, Bendahara Pengeluaran
mencatat pengembalian panjar.
2. Bendahara
sebenarnya
Pengeluaran
terjadi
kemudian
berdasarkan
mencatat
belanja
yang
per
tanggungjawaban
yang
diberikan PPTK.
3. Apabila uang panjar yang diberikan lebih besar daripada belanja
yang dilakukan, PPTK mengembalikan kelebihan tersebut.
4. Apabila uang panjar yang diberikan kecil daripada belanja yang
dilakukan, bendahara pengeluaran membayar kekurangannya
kepada PPTK.
244
c.3) Pembukuan Pemberian Uang Panjar
Uraian
Bendahara Pengeluaran
Prosespemberian
uangpanjar
1. Bendahara pengeluaran menyiapkan
NPD,
memo
persetujuan,
bukti
pcmbayaran/bukti lainnya yang sah
2. Bendahara
pengeluaran
kemudian
melakukan proses pengisian BKU
Melakukan
pengisian BKU
pada kolom pengeluaran
3. Jika uang panjar diberikan melalui
kas
tunai,
pengeluaran
maka
bendahara
melakukan
proses
Melakukan pengisian
Buku pembantu kas
pengisian buku pembantu kas tunai
kolom pengeluaran
4. Jika uang panjar diberikan melalui
rekening
bank,
maka
bendahara
pengeluaran
melakukan
pengisian
buku
simpanan/Bank
proses
Melakukan pengisian
Buku pembantu kas
pembantu
pada
kolom
pengeluaran
5. Kemudian
bendahara
pengeluaran
melakukan proses pengisian buku
pembantu
panjar
pada
Melakukan pengisian
Buku pembantu
kolom
pengeluaran
6. Hasil akhir dar
i proses ini
adalah
BKU
dan
buku
pembantu BKU yang audah terupdate
245
p74) Pembukuan Pertanggungjawaban Uang Panjar
Bendahara Pengeluaran
Uraian
Proses
Pertanggungjawaban
Bendahara Pengeluaran menerima bukti
belanja/bukti pengeluaran uang lainnya
clar
i PPTK dan sejumlah uang yang
Ij
Bukti belanja
berasal dari sisa uang panjar
Bendahara
pengeluaran
kemudian
melakukan proses pengisian BKU pada
Melakukar^pengisian BKU
kolom penerimaan. Jumlah yang dicatat
sebesar jumlah
uang
panjar
yang
pernah diberikan
Bendahara
Pengeluaran
melakukan
proses pengisian buku pembantu panjar
Melakukanf
engisianBuku
Per
nbantu Panjar
pada kolom penerimaan
Bendahara
Pengeluaran
mencatat
belanja di BKU pada kolom pengeluaran
Melakukan pengisian Buku
Kas Umum
sebesar yang diberikan kepada PPTK
Bendahara
Pengeluaran
mencatat
belanja pada buku pembantu perincian
obyek.
Proses selanjutnya adalah pencatatan
actual belanja yang dilakukan. Apakah
uang panjar kurang dari jumlah belanja
atau lebih dari uang belanja
246
:.5) Pembukuan Pertanggungjawaban Uang Panjar
Uraian
Bendahara Pengeluaran
Jika uang panjar lebih besar dari pada
belanja
maka
mengembalikan
tersebut,
PPTK
sisa
uang
Bendahara
wajib
panjar
Pengeluaran
mencatat pengembalian uang panjar
Melakukan pengisian Buku
Pembantu Kas Tunai atau
Buku Simpatian/Bank
dalam buku pembantu kas tunai atau
buku pembantu simpanan/bank pada
kolom penerimaan sejumlah sisa uang
panjar.
Jika uang panjar kurang dari belanja,
bendahara
pengeluaran
melakukam
pembayaran atas kekurangan tersebut
Bendahara Pengeluaran mencatat pada
buku pembantu kas tunai atau buku
pembantu
simpanan/ bank
sejumlah
kekurangan uang panjar.
I 9. Hasil akhir dari proses ini adalah BKU
Bendahara dan Buku Pembantu BKU
Bendahara Pengeluaran yang sudah
terupdate
247
d) Pembukuan Belanja melalui LS
@ Pembukuan SP2D LS untuk pengadaan Barang dan Jasa
Pembukuan atas proses belanja LS untuk pengadaan barang
dan jasa dimulai ketika bendahara pengeluaran menerima
SP2D LS barang dan jasa dari BUD atau Kuasa BUD melalui
Pengguna Anggaran. Pembukuan dilakukan sebesar jumlah
belanja bruto (sebelum dikurangi potongan) sebagai "belanja
barang dan jasa"
Terhadap informasi potongan pajak terkait belanja pengadaan
barang
dan
jasa,
bendahara
pengeluaran
melakukan
pembukuan sebesar jumlah pajak yang dipotong sebagai
"pemotongan PPh/PPN.
@ Pembukuan SP2D LS untuk pembayaran Gaji dan Tunjangan
Pembukuan atas SP2D LS untuk pembayaran Gaji dan
Tunjangan dimulai ketika bendahara pengeluaran menerima
SP2D LS Gaji dari BUD atau Kuasa BUD melalui Pengguna
Anggaran. Pembukuan dilakukan sebesar jumlah belanja bruto
(sebelum dikurangi potongan)
sebagai "belanja gaji dan
tunjangan''
248
|d. 1) Penatausahaan Belanja SP2D LS Barang dan Jasa
Uraian
Bendahara Pengeluaran
Proses Penerbftan SP2O
15 Barang dan Jasa
Bendahara
Pengeluaran
mener
ima SP2D LS barang dan
jasa
untuk
belanja
SP2D LS Barang
dan Jasa
yang
dilakukan
Bendahara
kemudian
pengisian
pengeluaran
melakukan
BKU
pada
proses
Melakukan pengisian BKU
kolom
penerimaan.
Bendahara
melakukan
Pengeluaran
proses
pengisian
Melakukan pengisian Buku
pada kolom pengeluaran
BKU pada kolom pengeluaran.
Tanggal dan jumlah yang dicatat
sama dengan tanggal dan jumlah
yang
dicatat
di
kolom
penerimaan.
Bendahara
melakukan
Pengeluaran
proses
pengisian
Melakukan pengisian Buku
pembantu rincian objek belanja
buku pembantu rincian objek
belanja
Hasil akhir dari proses ini adalah
BKU dan Buku Pembantu BKU
yang sudah ter-update
249
^1.2) Penatausahaan Belanja SP2D LS Gaji
Uraian
Bendahara Pengeluaran
ProsesPenerbitanSP2D
LSGajl
Bendahara
Pengeluaran
SP2DLSGaji
mener
ima SP2D LS gaji untuk
belanja yang dilakukan
2.
Bendahara
kemudian
pengeluaran
pengisian
melakukan
BKU
pada
proses
MelakukanpengisianBKU
kolom
penerimaan.
Bendahara
melakukan
Pengeluaran
proses
pengisian
Melakukan pengtsian Buku
pada kolom pengeiuaran
BKU pada kolom pengeluaran.
Tanggal dan jumlah yang dicatat
sama dengan tanggal dan jumlah
yang
dicatat
di
kolom
penerimaan.
Bendahara
melakukan
Pengeluaran
proses
pengisian
Melakukan pengisian Buku
pembantu nncian objek belanja
buku pembantu rincian objek
belanja
Hasil akhir dari proses ini adalah
BKU dan Buku Pembantu BKU
yang sudah ter-update
250
4.7 PBRTANGGUNGJAWABAN DAN PBNYAMPAIANNYA
Bendahara Pengeluaran wajib menyampaikan pertanggungjawaban
atas pengelolaan uang yang terdapat dalam kewenangannya.
Pertanggungjawaban tersebut terdiri atas :
1) Pertanggungjawaban Penggunaan Uang persediaan
2) Pertanggungjawaban penggunaan TU
3) Pertanggungjawaban administrative
4) Pertanggungjawaban fungsional
1) Per
tanggungjawaban Penggunaan Uang Persediaan
Bendahara
Pengeluaran
melakukan
pertanggungjawaban
penggunaan uang persediaan setiap akan mengajukan GU.
Dalam melakukan pertanggungjawaban tersebut dokumen yang
disampaikan
adalah
Laporan
Pertanggungjawaban
Uang
Persediaan dan dilampiri dengan bukti - bukti belanja yang
sah.
Langkah - langkah dalam membuat per
tanggungjawaban uang
persediaan adalah :
@ Mengumpulkan bukti - bukti yang sah atas belanja yang
menggunakan uang persediaan termasuk bukti - bukti yang
dikumpulkan oleh Bendahara Pengeluaran pembantu, jika
ada sebagian uang persediaan yang sebelumnya dilimpahkan
kepada bendahara pengeluaran pembantu.
@ Berdasarkan bukti - bukti yang sah tersebut bendahara
pengeluaran merekapitulasi belanja ke dalam Laporan
Pertanggungjawaban
Uang
Persediaan
sesuai
dengan
program dan kegiatannya masing - masing.
251
@ Laporan Pertanggungjawaban Uang Persediaan tersebut
dijadikan lampiran pengajuan SPP-GU
Format Laporan pertanggungjawaban Uang persediaan pada
halaman 337
2) Pertanggungjawaban Penggunaan TU
Bendahara
Pengeluaran
melakukan
pertangungjawaban
penggunaan TU apabila TU yang dikelolanya habis/selesai
digunakan untuk membiayai suatu kegiatan atau telah sampai
pada waktu yang ditentukan sejak TU diter
ima.
Dalam melakukan pertanggungjawaban tersebut dokumen yang
disampaikan adalah Laporan pertanggungjawaban Tambahan
Uang Persediaan. Dokumen ini dilampirkan dengan bukti bukti belanja yang sah dan lengkap.
Langkah - langkah dalam membuat pertanggungjawaban TU
adalah sebagai berikut :
@ Bendahara Pengeluaran mengumpulkan bukti - bukti belanja
yang sah atas penggunaan tambahan uang persediaan.
@ Apabila terdapat TU yang tidak digunakan bendahara
pengeluaran melakukan setoran ke Kas Umum Daerah. Surat
Tanda Setoran atas penyetoran itu dilampirkan sebagai
lampiran laporan pertanggungjawaban TU.
@ Berdasarkan bukti - bukti belanja yang sah dan lengkap
tersebut
dan
bukti
penyetoran
sisa
tambahan
uang
persediaan ( apabila tambahan uang persediaan melebihi
belanja
yang
merekapitulasi
dilakukan)
belanja
bendahara
pengeluaran
kedalam
Laporan
Pertanggungjawaban Tambahan Uang Persediaan sesuai
dengan program dan kegiatannya yang dicantumkan pada
awal pengajuan TU.
@ Laporan pertanggungjawaban tersebut kemudian diberikan
kepada Pengguna Anggaran melalui PPK SKPD.
@ PPK
SKPD
kemudian
pertanggungjawaban
yang
melakukan
dilakukan
verif
ikasi
oleh
atas
bendahara
pengeluaran.
@ Pengguna Anggaran kemudian menandatangani laporan
pertanggungjawaban TU sebagai bentuk pengesahan.
@ Berdasarkan pengesahan SPJ TU, bendahara pengeluaran
membuat SPP nihil. Nilai SPP nihil adalah sebesar nilai
pengesahan pertanggungjawaban SPJ.
@ PPK SKPD melakukan verif
ikasi atas SPP nihil
dan
menyiapkan SPM Nihil. Berdasarkan SPM Nihil, maka BUD
menerbitkan SP2D nihil atas TU tersebut.
@ Dengan terbitnya SP2D Nihil maka penggunaan TU telah
diakui/disahkan pertanggungjawaban belanja -belanjanya
oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan.
Format
Laporan
pertanggungjawaban
Tambahan
Uang
persediaan pada halaman 338
253
f2. Pertanggungjawaban Penggunaan TU
Uraian
Bendahara
PA/KPA
Bendahara Pengeluaran
Pengeluaran
menyiapkan bukti setoran
sisa dana TU ke rekening kas
Umum Daerah dan bukti
belanja atas penggunaan TU
Bendahara
pengeluaran
membuat
laporan
pertanggungjawaban
penggunaan dana TU dan
menyampaikan ke PA/ KPA
melalui PPK SKPD
PPK
SKPD
melakukan
ver
if
ikasi
atas
pertanggungjawaban
yang
disampaikan dan kemudian
memberikan kepada PA/KPA
untuk
mendapatkan
pengesahan
Buktf Setor
an
BuktiBdanja
LapPengguna
TUP
PA/KPS melakukan proses
pengesahan
laporan
pertanggungjawaban
penggunaan TUP
PA/KPA member
ikan laporan
pertanggungjawaban
kepada
TUP
Bendahara
Pengeluaran
Bendahara
Pengeluaran
menyampaikan
iaporan
pertanggungjawaban
dan
bukti
setor
TUP
kepada
Bukti setoran dan Lap
pertanggungjawaban
TUP
BUD/Kuasa BUD
254
3) Pertanggungjawaban Administratif
Pertanggungjawaban administrative dibuat oleh bendahara
pengeluaran dan disampaikan kepada Pejabat Pengguna
Anggaran
paling
lambat
tanggal
10
bulan
berikutnya.
Pertanggungjawaban administrative tersebut berupa Surat
Pertanggungjawaban
(SPJ)
yang
menggambarkan jumlah
anggaran, realisasi dan sisa pagu anggaran baik secara
kumulatif
maupun
perkegiatan.
SPJ
ini
merupakan
penggabungan dengan SPJ Bendahara Pengeluaran Pembantu
Pertanggungjawaban
administrative
berupa
SPJ
dilampiri
dengan :
@ Buku Kas Umum;
@ Laporan Pertanggungjawaban Kas;
@ SPJ Bendahara Pengeluaran Pembantu.
Pertanggungjawaban administrative pada bulan terakhir tahun
anggaran disampaikan paling lambat hari kerja terakhir bulan
tersebut. Per
tanggungjawban tersebut harus dilampiri bukti
setoran sisa uang persediaan.
Langkah - langkah dalam membuat dan menyampaikan SPJ
bendahara pengeluaran adalah sebagai berikut :
@ Bendahara Pengeluaran menyiapkan laporan penutupan kas.
@ Bendahara pengeluaran melakukan rekapitulasi jumlah jumlah belanja dan item terkait lainnya berdasarkan BKU
dan buku pembantu BKU lainnya serta khususnya Buku
Pembantu Rincian Obyek untuk mendapatkan nilai belanja
perrincian obyek.
25S
@ Bendahara Pengeluaran menggabungkan hasil rekapitulasi
tersebut
dengan
hasil
yang
ada
d
SPJ
Bendahara
Pengeluaran Pembantu.
@ Berdasarkan rekapitulasi dan penggabungan itu, bendahara
pengeluaran membuat SPJ atas pengelolaan uang yang
menjadi tanggungjawabnya.
@ Dokumen SPJ beserta BKU, laporan penutupan kas dan SPJ
bendahara pengeluaran pembantu kemudian diberikan ke
PPK SKPD untuk dilakukan verif
ikasi.
@ Setelah
mendapatkan
verif
ikasi,
Pengguna
Anggaran
menandatangani sebagai bentuk pengesahan.
Format
Laporan
penutupan
Pertanggungjawaban
kas
Bendahara
bulanan
dan
Pengeluaran
Laporan
(SPJ-Belanja
Administratif) pada halaman 340 sampai 341
4) Pertanggungjawaban Fungsional
Pertanggungjawaban
fungsional
dibuat
oleh
bendahara
pengeluaran dan disampaikan kepada PPKD selaku BUD paling
lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Pertanggungjawaban
fungsional tersebut berupa Surat Pertanggungjawaban (SPJ)
yang merupakan
penggabungan dengan SPJ
Bendahara
Pengeluaran Pembantu. SPJ tersebut dilampiri dengan :
@ Laporan Penutupan Kas;
@ Berita Acara Penutupan Kas;
@ Buku Kas Umum;
@ Buku Kas Tunai;
@ Buku Pembantu Simpanan/Bank;
@ Buku Pajak ser
ta SSP;
256
@ Rincian Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran;
@ Buku Rekapitulasi Pengeluaran Per
incian Obyek;
@ Pengesahan Per
tanggungjawaban Bendahara Pengeluaran;
@ Surat Pengesahan Bendahara Pengeluaran ( SPJ Belanja).
@ Bukti - bukti belanja yang sah dan lengkap;
Pertanggungjawaban fungsional pada bulan terakhir tahun
anggaran disampaikan paling lambat har
i kerja terakhir bulan
tersebut. Pertanggungjawaban tersebut dilampiri dengan bukti
setoran sisa uang persediaan, sisa UYHD per 31 Desember
harus disetorkan ke Kas Daerah paling lambat tanggal 10
Januari tahun berikutnya.
Format Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran
(SPJ Fungsional) pada halaman 342 sampai 343
Berikut adalah bagan alir pertanggungjawaban bendahara
pengeluaran
257
5. PENATAUSAHAAN BENDAHARA PENGELUARAN PBHBANTU SKPD
a. PENGAJUAN SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN (SPP)
Pengajuan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang dilakukan
bendahara pengeluaran pembantu meliputi :
a)Tambahan Uang (TU)
b) Langsung (LS) Barang dan Jasa
Bendahara pengeluaran pembantu hanya bisa mengajukan SPP TU
dan SPP LS pengadaan barang dan jasa karena untuk UP/GU dan
LS gaji hanya boleh dilakukan oleh bendahara pengeluaran.
Disamping membuat SPP bendahara pengeluaran pembantu juga
membuat register untuk SPP yang diajukan, SPM dan SP2D yang
sudah diterima oleh bendahara pengeluaran pembantu.
a) SPP tambahan Uang (TU)
Apabila terdapat kebutuhan belanja yang sifatnya mendesak,
yang harus dikelola oleh bendahara pengeluaran pembantu, dan
uang persediaan yang diberikan oleh bendahara pengeluaran
tidak mencukupi karena sudah direncanakan untuk kegiatan
yang lain, maka bendahara
pengeluaran pembantu dapat
mengajukan SPP Tambahan Uang (TU). Batas jumlah pengajuan
SPP-TU harus mendapat persetujuan dari PPKD
dengan
memperhatikan rincian kebutuhan dan waktu penggunaan.
Jumlah dana yang dimintakan dalam SPP TU ini harus
dipertanggungjawabkan tersendiri dan bila tidak habis, harus
disetorkan kembali.
Dalam hal dana tambahan uang tidak habis digunakan dalam 1
(satu) bulan, maka sisa tambahan uang disetor ke rekening kas
umum
daerah.
Ketentuan
batas
waktu
penyetoran
sisa
tambahan uang dikecualikan untuk :
259
> Kegiatan yang pelaksanaannya melebihi 1 (satu) bulan;
> Kegiatan yang mengalami penundaan dari jadwal yang telah
ditetapkan yang diakibatkan oleh peristiwa di luar kendali
KPA;
b) SPP Langsung (LS)
Bendahara pengeluaran pembantu dapat mengajukan SPP-LS
Barang dan Jasa kepada Pengguna Anggaran melalui PPK-SKPD
berdasarkan dokumen-dokumen yang disiapkan oleh PPTK.
b. PEMBUKUAN
Pembukuan Belanja oleh bendahara pengeluaran pembantu
menggunakan :
a) Buku Kas Umum (BKU)
b) Buku Pembantu BKU yang terdiri dari :
@ Buku Pembantu Kas Tunai;
@ Buku Pembantu Simpanan/Bank;
@ Buku Pembantu Pajak;
@ Buku Pembantu panjar;
@ Buku Pembantu Rincian Objek Belanja.
Dalam
pelaksanaannya,
tidak
semua dokumen
pembukuan
digunakan secara bersamaan untuk membukukan satu transaksi
keuangan yang dilakukan oleh bendahara pengeluaran pembantu.
Pembukuan penerimaan SP2D TU dan Pelimpahan UP/GU
Pembukaun penerimaan SP2D TU merupakan proses pencatatan
transaksi penerimaan SP2D TU ke dalam BKU dan Buku Pembantu
260
yang terkait. Proses pembukuan dilakukan ketika bendahara
pengeluaran pembantu menerima SP2D TU dari BUD/Kuasa BUD.
Pencatatan dilakukan sebesar jumlah yang tercantum di SP2D
sebagai "pener
imaan SP2D"
Atas persetujuan Pengguna Anggaran, bendahara pengeluaran
pembantu melakukan pelimpahan uang persediaan ke bendahara
pengeluaran pembantu.Atas dasar "pelimpahan UP: tersebut, maka
bendahara pengeluaran pembantu mencatat sebesar jumlah yang
dilimpahkan.
b. 1 Pembukuan Pener
imaan SP2D TU
Uraian
Bendahara
Pembantu
Pengeluaran
Prosespenerbitan
SP2DTU
1. Bendahara
pengeluaran
pembantu menerima SP2D TU
2. Bendahara
pengeluaran
pembantu
kemudian
melakukan proses pengisian
BKU pada kolom pener
imaan
3. Kemudian
pengeluaran
Melakukan
pengisian BKU
bendahara
pembantu
melakukan proses pengisian
Buku
Pembantu
SImpanan/Bank pada kolom
Melakukan
pengisian buku
pembantu
pener
imaan
4. Hasil akhir dari proses ini
adalah
BKU
dan
Buku
Pembantu simpana/bank yang
sudah ter-update
u
Buku Pembantu
Simpanan/Bank
261
b.2 Pembukuan Pelimpahan Dana UP/GU dar
i Bendahar
a Pengeluaran
Bendahara
Pengeluaran
Uraian
. Bendahara Pengeluaran
melakukan transfer dana
kc
rekening
bank
bendahara pengeluaran
pembantu
Berdasarkan
bukti
transfer,
bendahara
pengeluaran mencatat di
Bendahara
Pengeluaran
Pembantu
Melakukan
pengisian BKI
BKU.
3. Bendahara
mencatat
pengeluaran
di
Buku
Pembantu
Simpanan/ Bank
kolom pengeluaran
4. Bendahara
pada
pengeluaran
pembantu
mencatat
penerimaan di BKU
5. Bendaahara pengeluaran
pembantu
mencatat
penerimaan di
Buku
Pembantu
Simpanan/ Bank
Metakukan
penglslan buku
pembantu
Melakukan
pengisian BKU
Melakultan
kukan
pengisiati buku
pembantu
Hasil dari proses ini
adalah BKU pembantu
dan Buku
pembantu
simpanan/bank yang terupdate
262
Pembukuan Belanja Menggunakan Uang Persedlaan
Dalam proses belanja menggunakan uang persediaan, terdapat
kemungkinan 2
(dua) cara bagi bendahara pengelauaran
pembantu dalam melakukan pembayaran. Pertama bendahara
melakukan pembayaran tanpa melalui panjar. Kedua bendahara
pengeluaran melakukan pembayaran melalui panjar terlebih
dahulu kepada PPTK.
@
Pembukuan pembayaran belanja tanpa melalui uang panjar
Proses pembukuan dimulai ketika Bendahara pengeluaran
pembantu membayar sejumlah uang atas belanja yang telah
dilakukan. Pembayaran dapat saja menggunakan uang yang
ada di kas tunai maupun uang yang ada di rekening bank
bendahara pengeluaran.
Berdasarkan bukti-bukti belanja yang disiapkan oleh PPTK,
bendahara pengeluaran pembantu melakukan pembayaran.
Atas
pembayaran
tersebut,
bendahara
pengeluaran
melakukan pembukuan sebesar nilai belanja bruto sebagai
"belanja".
Jika pembayaran dilakukan dengan transfer dari rekening
bank,
bendahara
pengeluaran
melakukan
pembukuan
sebesar nilai belanja bruto sebagai "belanja"
Apabila bendahara pengeluaran melakukan pungutan pajak
atas transaksi belanja di atas, bendahara pengeluaran
melakukan pembukuan sebesar jumlah pajak yang dipotong
sebagai "pemotongan PPh/PPN"
Ketika bendahara pengeluaran penyetoran atas pungutan
pajak,
bendahara
pengeluaran
melakukan
pembukuan
sebesar jumlah pajak yang disetorkan sebagai "setoran
PPh/PPN"
263
Pembukuan Belanja UP/GU/TU-RekeninR Bendahara Pengeluaran Pembantu
Bendahara Pengeluaran Pembantu
Uraian
Pr
osesBelanjaUP/6U/TU
1
Bendahara Pengeluaran pembantu
menyiapkan bukti belanja dan bukti
pembayaran yang terkait
2. Bendahara pengeluaran pembantu
kemudian melakukan
proses
pengisian
BKU
pada
kolom
pengeluaran
3. Bendahara pengeluaran pembantu
melakukan proses pengisian Buku
Pembantu Simpanan/Bank pada
kolom pengeluaran
Melakukan
pengislan BKU
Melakukan
pengisian Buku
Pembantu
4. Kemudian bendahara pcngeluaran
pembantu
melakukan
proseB
pengisian buku pembantu r
incian
obyek belanja
5. Hasil akhir dari proses ini adalah
BKU dan Buku Pembantu BKU yang
sudah ter-update
264
Pembantu
c.2) Pembukuan Belanja UP/GU/TU-Kas Tunai
Bendahara Pengeluaran
Pembantu
Bendahara Pengeluaran
ProsesBeianjaUP/GU/TU
1. Bendahara
Pengeluaran
pembantu menyiapkan bukti
belanja dan bukti pembayaran
yang terkait
2. Bendahara pengeluaran pembantu
kemudian
melakukan
proses
pengisian BKU pada kolom
Bukti Belanja
Bukti Pembayaran
Melakukan
pengisian BKU
pengeluaran
3. Bendahara pengeluaran pembantu
melakukan proses pengisian Buku
Pembantu Kas tunai pada kolom
pengeluaran
4. Kemudian bendahara pengeluaran
pembantu melakukan pr
oses
pengisian buku pembantu r
incian
Meiakukan
pengisian Buku
Pembantu Kas
Melakukan
pengisian 6uku
pembantu
obyek belanja
5. Hasil akhir dari proses ini adalah
BKU dan Buku Pembantu BKU
yang sudah ter-update
265
Pembukuan belanja melalui uang panjar
Pembukuan
pember
ian
atas uang panjar merupakan proses pencatatan
uang
panjar
kepada
PPTK
termasuk didalamnya
pencatatan atas pertanggungjawaban yang diberikan oleh PPTK
untuk uang panjar yang diterimanya.
Proses pembukuan dimulai ketika bendahara pengeluaran pembantu
memberikan uang panjar kepada PPTK untuk melaksanakan kegiatan
yang menjadi tanggung jawabnya. Berdasarkan Nota Pencairan Dana
(NPD),
memo
persetujuan
PA/KPA,
serta
bukti
pengeluaran
uang/bukti lainnya yang sah, Bendahara Pengeluaran pembantu
mencatat pemberian uang panjar sebesar uang yang diberikan.
Langkah-langkah dalam membukukan pertanggungjawaban uang
panjar adalah sebagai berikut :
1. Bendahara
pengeluaran
menerima
bukti
belanja/bukti
pengeluaran uang/bukti lainnya yang sah dar
i PPTK sebagai
bentuk
pertanggungjawaban
uang
panjar.
Setelah
pertanggungjawaban tersebut diterima, Bendahara Pengeluaran
mencatat pengembalian panjar.
2. Bendahara
sebenarnya
Pengeluaran
terjadi
kemudian
berdasarkan
mencatat
belanja
yang
pertanggungjawaban
yang
diberikan PPTK.
3. Apabila uang panjar yang diber
ikan lebih besar daripada belanja
yang dilakukan, PPTK mengembalikan kelebihan tersebut.
4. Apabila uang panjar yang diberikan kecil dar
ipada belanja yang
dilakukan, bendahara pengeluaran membayar kekurangannya
kepada PPTK.
266
c.3) Pembukuan Pemberian Uang Panjar
Uraian
Bendahara Pengeluaran Per
nbantu
Prosespemberian
uangpanjar
1. Bendahara
pengeluaran
pembantu
menyiapkan NPD, memo persetujuan,
bukti pcmbayaran/bukti lainnya yang
sah
2. Bendahara
pengetuaran
pembantu
kemudian melakukan proses pengisian
Melakukan
pengisian BKU
BKU pada kolom pengeluaran
3. Jika uang panjar diberikan melalui kas
,
tunai, maka bendahara pengeluaran
pembantu melakukan proses pengisian
buku pembantu kas tunai kolom
pengeluaran
4. Jika uang panjar diberikan melalui
rekening
bank,
maka
bendahara
pengeluaran
melakukan
pengisian
buku
simpanan/Bank
proses
pembantu
pada
kolom
pengeluaran
5. Kemudian
bendahara
pengeluaran
melakukan proses pengisian buku
pembantu
panjar
pada
kolom
pengeluaran
6. Hasil akhir dar
i proses ini adalah
BKU dan buku pembantu BKU
yang sudah ter-update
267
;.4) Pembukuan Per
tanggungjawaban Uang Panjar
Uraian
Bendahara Pengeluaran
Pembantu
Proses
Pertanggungjawaban
Bendahara Pengeluaran pembantu
mener
ima
bukti
belanja/bukti
pengeluaran uang lainnya dar
i PPTK
0
Bukti belanja
dan sejumlah uang yang berasal
dari sisa uang panjar
Bendahara pengeluaran pembantu
kemudian
pengisian
melakukan
BKU
pada
proses i
Melakukan pengisian BKU
kolom
pener
imaan. Jumlah yang dicatat
sebesar jumlah uang panjar yang
pernah diber
ikan
Bendahara Pengeluaran pembantu
melakukan proses pengisian buku
pembantu
panjar
pada
Melakukan pengisian Buku
Pembantu Panjar
kolom
penerimaan
Bendahara Pengeluaran pembantu
mencatat belanja di BKU pada
Melakukan pengisian Buku
KasUmum
kolom pengeluaran sebesar yang
diberikan kepada PPTK
Bendahara Pengeluaran pembantu
mencatat
belanja
pada
buku
Melakutcan pengtsian Buku
Pembantu Perincian obyek
pembantu per
incian obyek.
Proses
selanjutnya
pencatatan
actual
dilakukan.
Apakah
adalah
belanja
yang
uang panjar
kurang dar
i jumlah belanja atau
I lebih dar
i uang belanja
268
|c.5) Pembukuan Pertanggungjawaban Uang Panjar
Uraian
Bendahara Pengeluaran
Pembantu
Jika uang panjar lebih besar dari
pacla belanja maka PPTK wajib
mengembalikan sisa uang panjar
tersebut,
Bendahara Pengeluaran
pcmbantu mencatat pengembalian
K+rai^
Melakukan pengisian Buku
Pembantu Kas Tunai atau
Buku Simpanan/Bank
uang panjar dalam buku pembantu
kas tunai atau buku pembantu
simpanan / bank
penerimaan
pada
sejumlah
kolom
sisa uang
panjar.
Jika uang
belanja,
panjar
kurang dari
bendahara
pengeluaran
pembantu melakukam pembayaran
atas
kekurangan
tersebut
Bendahara Pengeluaran mencatat
pada buku pembantu kas tunai atau
buku
pembantu
simpanan/bank
sejumlah kekurangan uang panjar.
Hasil akhir dari proses ini adalah
BKU
Bendahara
Pembantu
BKU
dan
Buku
Bendahara
Pengeluaran yang sudah terupdate
269
Pembukuan Belanja melalui LS
@ Pembukuan SP2D LS untuk pengadaan Barang dan Jasa
Pembukuan atas proses belanja LS untuk pengadaan barang
dan jasa dimulai ketika bendahara pengeluaran mener
ima
SP2D LS barang dan jasa dari BUD atau Kuasa BUD melalui
Pengguna Anggaran. Pembukuan dilakukan sebesar jumlah
belanja bruto (sebelum dikurangi potongan) sebagai "belanja
barang dan jasa"
Terhadap Unformasi potongan pajak terkait belanja pengadaan
barang
dan
jasa,
bendahara
pengeluaran
melakukan
pembukuan sebesar jumlah pajak yang dipotong sebagai
"pemotongan PPh/PPN.
270
^i.l) Penatausahaan Belanja SP2D LS Barang dan Jasa
Bendahara Pengeluaran
Pembantu
Uraian
Proies Penerbitan SP2O
LS Barang dan Jasa
Bendahara
Pengeluaran pembantu
mener
ima SP2D LS barang dan jasa
SP2D LS Barang
dan Jasa
untuk belanja yang dilakukan
Bendahara
pengeluaran
kemudian
pengisian
pembantu
melakukan
BKU
proses
pada
Melakukan pengisian BKU
kolom
penerimaan.
Bendahara
Pengeluaran pembantu
melakukan proses pengisian BKU
Melakukan pengisian Buku
pada kolom pengeluaran
pada kolom pengeluaran. Tanggal
dan
jumlah
yang
dicatat
sama
dengan tanggal dan jumlah yang
dicatat di kolom penerimaan.
Bendahara
Pengeluaran
pembantu
melakukan proses pengisian buku
Melakukan pengisian Buku
petnbantu rtncian objek belanja
pembantu rincian objek belanja
5.
Hasil akhir dari proses ini adalah
BKU dan Buku Pembantu BKU yang
sudah ter-update
271
c. PERTANGGUNGJAWABAN DAN PENYAMPAIANNYA
Pertanggungjawaban
pengeluaran
merupakan
proses
per
tanggungjawaban seluruh pengeluaran belanja yang dilakukan
oleh bendahara pengeluaran pembantu dalam rangka pelaksanaan
APBD.
Proses ini merupakan proses lanjutan dari proses
pembukuan
pengeluaran.
Pertanggungjawaban
bendahara
pengeluaran pembantu terdiri dari :
a) Pertanggungjawaban penggunaan tambahan uang persediaan
Bendahara
Pengeluaran
pertangungjawaban
penggunaan
pembantu
TU
apabila
melakukan
TU
yang
dikelolanya habis/selesai digunakan untuk membiayai suatu
kegiatan atau telah sampai pada waktu yang ditentukan sejak
TU diterima.
Dalam melakukan pertanggungjawaban tersebut dokumen yang
disampaikan adalah Laporan pertanggungjawaban Tambahan
Uang Persediaan. Dokumen ini dilampirkan dengan bukti bukti belanja yang sah dan lengkap.
Langkah - langkah dalam membuat pertanggungjawaban TU
adalah sebagai berikut :
@ Bendahara Pengeluaran pembantu mengumpulkan bukti bukti belanja yang sah atas penggunaan tambahan uang
persediaan.
@ Apabila terdapat TU yang lidak digunakan bendahara
pengeluaran pembantu melakukan setoran ke Kas Umum
Daerah.
Surat
Tanda
Setoran
atas
penyetoran
itu
dilampirkan sebagai lampiran laporan pertanggungjawaban
TU.
@ Berdasarkan bukti - bukti belanja yang sah dan lengkap
tersebut
dan
bukti
penyetoran
sisa
tambahan
uang
272
persediaan (apabila tambahan uang persediaan melebihi
belanja yang dilakukan) bendahara pengeluaran pembantu
merekapitulasi
belanja
kedalam
Laporan
Pertanggungjawaban Tambahan Uang Persediaan sesuai
dengan program dan kegiatannya yang dicantumkan pada
awal pengajuan TU.
@ Laporan pertanggungjawaban tersebut kemudian diberikan
kepada Pengguna Anggaran melalui PPK SKPD.
@ PPK
SKPD
kemudian
pertanggungjawaban
yang
melakukan
dilakukan
verifikasi
oleh
atas
bendahara
pengeluaran.
@ Pengguna Anggaran kemudian menandatangani laporan
pertanggungjawaban TU sebagai bentuk pengesahan.
273
3.a. PertanggungjawabanPenggunaanTU
PA/KPA
Uraian
1.
Bendahara
PPKSKPD
Pengeluaran
Bendahara Pengeluaran
Pembantu
rr~
1
aukttsetoran |
Pembantu menyiapkan bukti
setoran sisa dana TU kc
L
rekening kas Umum Daerah
dan
bukti
belanja
I
atas
penggunaanTU
2.
Bendahara
Belanja
-~~~'
pengeluaran
Pembantu membuat laporan
| BuktiSetoran
| BuktiSetoran
L| But
t)Belanja |
[1 BuktiBelanja
pertanggungjawaban
LapPenggunaan 1
penggunaan dana TU dan
LapPenggunaan
TUP
TUP
1
menyampaikan ke PA/KPA
melaluiPPKSKPD
3.
PPK SKPD melakukan ver
if
ikasi
atas per
tanggungjawaban yang
member
ikan kepada PA/KPA
untuk
I"""
y^Apakah ^s.
*s. disetujui? j?~
disampaikan dan kemudian
mendapatkan
pengesahan
Y
1 BuktiSetor
an
1 BuktiSetoran
L 1 BuktiBelanja
L I BuktiBelanja |
I LapPenggunaan
TUP
laporan
LapPenggunaan
TUP
1
PA/KPS melakukan proses
pengesahan
1
Proses
pengesahan
pertanggungjawaban
?
penggunaanTUP
5.
6.
PA/KPA memberikan laporan
pertanggungjawaban
TUP
kepada Bendahara Pengeluaran
Pembantu
Bendahara
Pengeluaran
Pembantu
menyampaikan
laporan pertanggungjawaban
TUP dan bukti setor kepada
BUD/KuasaBUD
LJ BukrlBelanja
1 LapPenggunaan
1
t
Ir
uktiSetoran
BuktiSetoran
TUP
1 1 BuktiBelanja |
LapPenggunaan
TUP
@"
Bukti setoran dan
pertanggungjawaban
TUP
274
b) Pertanggungjawaban fungsional
Pertanggungjawaban
fungsional
dibuat
oleh
bendahara
pengeluaran dan disampaikan kepada PPKD selaku BUD paling
lambat tanggal 5 bulan ber
ikutnya.
Pertanggungjawaban
fungsional tersebut berupa Surat Pertanggungjawaban (SPJ)
dilampir
i dengan :
@ Buku kas Umum
@ Laporan Penutupan Kas
Pertanggungjawaban fungsional pada bulan terakhir tahun
anggaran disampaikan paling lambat 5 hari kerja sebelum hari
kerja terakhir bulan tersebut. Pertanggungjawaban tersebut
dilampiri bukti setor sisa uang persediaan.
275
I
2
I SIS
en co n 3
c J E g@a
s o.
Hi
lit
&a!
fggl
Iflfl
pa 6 @ -3 a
6. PBNATAVSAHAAN
DAN
PENYUSUNAN
LAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN BENDAHARA PENGELUARAN PPKD SERTA
PENYAMPAIANNYA
a. PENGAJUAN SURAT PBRMINTAAN PEMBAYARAN (SPP)
Pengajuan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang dilakukan
bendahara
pengeluaran
PPKD
adalah
untuk
melakukan
pengeluaran/belanja PPKD dan pengeluaran pembiayaan. Dalam
proses ini bendahara pengeluaran PPKD menyusun dokumen SPP-LS
PPKD.
SPP-LS PPKD sebagai alat pengajuan dana atas belanja-belanja PPKD
seper
ti belanja hibah, belanja bunga dan belanja tak terduga. SPP-LS
PPKD ini disusun oleh bendahara pengeluaran PPKD.
Bendahara mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan
sebagai lampiran dalam pengajuan SPP-LS, selain dari dokumen SPPLS itu sendiri. Lampiran tersebut antara lain :
> Surat Keputusan Kepala Daerah tentang belanja hibah, belanja
bantuan sosial, belanja bunga dan belanja tak terduga;
> NPHD untuk belanja hibah;
> Proposal pengajuan dana; dan
> Lampiran lain yang diperlukan.
Setelah itu bendahara pengeluaran PPKD mengisi dokumen SPP-LS
PPKD yang telah disiapkan. Disamping membuat SPP, bendahara
pengeluaran PPKD juga membuat register untuk SPP yang diajukan,
SPM dan SP2D yang sudah diterima oleh bendahara.
b. PEMBUKUAN BELANJA PPKD
Pembukuan
bendahara pengeluaran
PPKD
merupakan
proses
pencatatan SP2D LS PPKD ke dalam BKU Pengeluaran dan Buku
Pembantu yang terkait. Pembukuan dimulai ketika bendahara
pengeluaran PPKD menerima SP2D LS PPKD dari BUD/Kuasa BUD
Dokumen-dokumen yang digunakan dalam pembukuan bendahara
pengeluaran PPKD adalah :
a. Buku Kas Umum (BKU)-Bendahara Pengeluaran PPKD
b. Buku Pembantu BKU-Bendahara Pengeluaran PPKD yang terdiri
dari Buku rekapitulasi pengeluaran per rincian objek-bendahara
pengeluaran PPKD
Langkah-langkah dalam membukukan SP2D LS PPKD yang diter
ima
adalah sebagai berikut :
a. Pembukuan bendahara pengeluaran PPKD menggunakan BKUBendahara pengeluaran PPKD dan Buku rekapitulasi pengeluaran
per objek.
b. Terhadap
SP2D
LS
PPKD
yang diterima oleh
bendahara
pengeluaran PPKD, transaksi tersebut dicatat di BKU-bendahara
pengeluaran PPKD. Nilai yang dicatat sebesar jumlah kotor.
Kemudian bendahara pengeluaran PPKD mencatat di BKU
bendahara pengeluaran PPKD pada kolom pengeluaran sebesar
jumlah yang dicatat sebelumnya di kolom penerimaan.
c. Terhadap
semua
pengeluaran
belanja
PPKD
yang
selain
dilakukan
dicatat
pada
oleh
bendahara
BKU-bendahara
pengeluaran PPKD, belanja-belanja tersebut juga perlu dicatat di
Buku Pembantu rincian per objek.
278
2) Pembukuan Belanja SP2D LS PPKD
Uraian
Bendahara Pengeluaran
PPKD
neratiiranvpnohcHakii
1. Bendahara pengeluaran PPKD
mener
ima SP2D LS PPKD
untuk belanja yang dilakukan
2. Bendahara pengeluaran PPKD
kemudian melakukan proses
pengisian
BKU-Bendahara
Pengeluaran
PPKD
pada
Melakukan penglsian
BKU Bend h ra
Pengeluaran PPKD pada
Kolom penerimaan
3.Bendahara pengeluaran PPKD
kemudian melakukan proses
pengisian
BKU-bendahara
pengeluaran
PPKD
pada
Melakukan pengtsian
BKU Bendahara
Pengeluaran PPKO pada
kolom pengeluaran. Tanggal
dan jumlah yang dicatat sama
dengan tanggal dan jumlah
yang dicatat di
kolom
pener
imaan
4.Bendahara pengeluaran PPKD
melakukan proses pengisian
buku
pengeluaran
rekapitulasi
per
Melakufcan peng&an
BKU Bendahara
Pengeluaran PPKD pa da
rincian
objek-bendahara pengeluaran
PPKD
5.Hasil akhir dari proses ini
adalah
BKU-bendahara
pengeluaran PPKD dan Buku
Pembantu
BKU-Bendahara
Pengeluaran PPKD
BKU Bendahara
Peneeluaran PPKO
Buku rekapitulasi
perinclan pengeluaran
per-objek-pengeluaran
279
c. PERTANGGUNGJAWABAN
Bendahara pengeluaran PPKD menyampaikan pertanggungjawaban
atas
pengelolaan
fungsi
tanggungjawabnya
kebendaharaan
setiap
tanggal
10
yang
berada
bulan
dalam
berikutnya.
Pertanggungjawaban disampaikan kepada PPKD. Dalam melakukan
pertanggungjawaban tersebut, dokumen yang disampaikan adalah
Surat Pertanggungjawaban (SPJ)
Dokumen SPJ tersebut dilampirkan dengan :
a. Buku kas Umum (BKU)- bendahara pengeluaran PPKD
b. Ringkasan pengeluaran per rincian objek-bendahara pengeluaran
PPKD yang disertai dengan bukti-bukti pengeluaran yang sah atas
pengeluaran dari setiap rincian objek yang tercantum dalam
ringkasan pengeluaran per rincian objek dimaksud.
Disamping
laporan
pertanggungjawaban
diatas
bendahara
pengeluaran PPKD membuat register untuk SPP yang diajukan serta
SPM dan SP2D yang telah diterbitkan.
Langkah-langkah
dalam
membuat
dan
menyampaikan
SPJ
bendahara PPKD adalah sebagai berikut :
a. Berdasarkan BKU-bendahara PPKD dan buku pembantu BKU
lainnya,
bendahara pengeluaran PPKD membuat SPJ atas
pengelolaan uang yang menjadi tanggungjawabnya.
b. Dokumen SPJ bendahara pengeluaran PPKD dan kelengkapannya
tersebut kemudian diberikan ke PPK SKPKD untuk melakukan
verif
ikasi.
c. Setelah mendapat ver
if
ikasi, dokumen SPJ bendahara pengeluaran
PPKD dan kelengkapannya tersebut kemudian diber
ikan ke PPKD
untuk mendapatkan pengesahan.
280
Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran PPKD
Uraian
PPKD
1. Berdasarkan
BKU
Pengeluaran PPKD, dan
Buku
Pembantu
BKU
pengeluaran
PPKD,
Bendahara
pengeluaran
PPKD
membuat
SPJ
Bendahara
Pengeluaran
PPKD
Bendahara
pengeluaran
PPKD menyerahkan SPJ
bendahara
pengeluaran
PPKD kepada PPKD melalui
PPK SKPKD
3. PPK SKPKD melakukan
ver
ifikasi atas SPJ yang
disampaikan dan kemudian
member
ikan kepada PPKD
untuk
mendapatkan
pengesahan
k. PPKD melakukan verif
ikasi,
|
evaluasi dan analisis atas
SPJ bendahara pengeluaran
PPKD yang disampaikan
Selanjutnya
PPKD
melakukan pengesahan atas
SPJ yang disampaikan oleh
bendahara
pengeluaran
PPKD
282
D. PENYUSUNAN LAPORAN BENDAHARA UMUM DABRAH
Bendahara umum Daerah membuat laporan atas kas umum daerah
yang
berada
dalam
pengelolaannya.
Bendahara
Umum
Daerah
menyampaikan laporan tersebut kepada Kepala Daerah. Dokumendokumen yang dihasilkan oleh penatausahaan dan bukti-bukti transaksi
pada kas umum daerah akan dijadikan dasar dalam membuat laporan
BUD.
Laporan Bendahara Umum Daerah disusun dalam bentuk :
a. Laporan Posisi Kas Har
ian (LPKH); dan
b. Rekonsiliasi Bank
Laporan tersebut dibuat setiap hari dan diserahkan kepada Kepala
Daerah setiap har
i kerja pertama setiap minggunya
Disamping laporan-laporan diatas Bendahara Umum Daerah membuat
register untuk SPP yang diajukan serta SPM dan SP2D yang diterbitkan.
Format dokumen laporan terdapat pada halaman 344 sampai dengan
347
Bendahara Umum Daerah menyusun pertanggungjawabannya setiap har
i
dalam bentuk Rekonsiliasi Bank dan Laporan Posisi Kas Har
ian.
Langkah-langkah dalam menyusun Rekonsiliasi Bank dan Laporan Posisi
Kas har
ian adalah sebagai ber
ikut :
a. Berdasarkan bukti-bukti yang ada (SP2D/STS/Bukti lainnya yang
sah), setiap har
i BUD menyususn laporan posisi kas har
ian.
b. BUD menerima rekening koran dan Bank setiap har
i untuk transaksi
satu har
i sebelumnya.
283
c. Berdasarkan rekening koran dan laporan posisi kas har
ian BUD
menyususn rekonsiliasi bank.
d. Rekonsiliasi bank disusun dengan cara membandingkan saldo kas di
Bank menurut rekening koran dengan saldo kas di Bank menurut
laporan posisi kas harian.
e. Laporan posisi kas harian dan rekonsiliasi bank tersebut diserahkan
kepada Kelapa Daerah hari pertama setiap minggunya.
Berikut adalah bagan alir pertanggungjawaban Bendahara Umum
Daerah
284
Pertanggunaawaban Bendahara Umum Daerah
Uraian
tyttemdinprofiedur
J
1. Bendahara Ur
aum
daerah
mengumpulkan semua buktibukti transaksi yang terjadi
dalam satu har
i.
I SP2D/STS/BuktJ
I lalnnyayang sah
2. Berdasarkan bukti-bukti yang
ada Bendahara Umum Daerah
menyusun laporan posisi kas
harian
3. Laporan posisi kas har
ian akan
dijadikan dasar penyusunan
rekonsiliasi bank
4. BUD menerima rekening kor
an
dar
i bank setiap har
i untuk
transaksi satu har
i sebelumnya
5. BUD menyusun Rekonailiasi
Bank dengan membandingkan
saldo kas pada laporan posisi
kas har
ian dan saldo kas
rekening koran
6. BUD menyerahkan laporan
1 posisi kas harian kepada Kepala
Daerah setiap har
i pertama
kcrja setiap miinggunya
Pembuatan
rekorwlllasl Bank
285
E.
PENBRTCBAN PEMOTONGAN,
PENYETORAN DAN PENCATATAN
PAJAK.
a. Ketentuan Pemotongan Pajak.
Pemotongan Pajak PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23 dan PPN
mengacu pada aturan perpajakan yang berlaku.
Pemer
intah Daerah dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten
Bengkayang dapat membuat peraturan daerah mengenai belanja yang
kena pajak, untuk menambah pendapatan daerah.
b. Pemungutan dan Penyetor
an Pajak
Tata Cara Pemungutan dan Penyetoran :
1) Pemungutan pajak dilakukan oleh bendahara pengeluaran dengan
membuat SSP dan faktur pajak atas setiap pembayaran barang
kena pajak dan/atau jasa kena pajak.
2) Faktur pajak tersebut disesuaikan dengan ketentutan perpajakan
yang berlaku dibuat dalam rangkap 3 ( tiga )
Lembar kesatu untuk bendaharawan
Lembar kedua arsip PKP rekanan
Lembar ketiga untuk KPP
3) SSP sebagaimana yang dimaksud pada angka 1 diisi dengan
membubuhkan
NPWP
serta
identitas
rekanan/bendahara
pemungut dan mengisi kode MAP sesuai dengan jenis pemotongan
pajak menurut ketentuan perpajakan yang berlaku dibuat dalam
rangkap 5 (lima )
@ Lembar kesatu untuk PKP rekanan
@ Lembar kedua untuk KPP melalui Bank/Pos
@ Lembar ketiga untuk lampiran SPT masa PPN
@ Lembar keempat untuk Bank Persepsi/Pos dan Giro
@ Lembar kelima sebagai arsip bendaharawan
4) NPWP rekanan harus berdomisili di Kabupaten Bengkayang
5) SSP tersebut sah apabila telah dibubuhi tandatangan dan telah
dicap oleh Bank persepsi atau Kantor Pos sebagai bukti bahwa
pajak tersebut telah disetorkan ke Kas Negara.
6) Pajak yang telah dipungut harus disetorkan ke kas Negara melalui
Bank Persepsi/pos dan giro di tahun berjalan sehingga tidak ada
pajak yang terhutang.
7) Untuk PPN Penyetoran dilakukan selambat - lambatnya tanggal 7
bulan takwim berikutnya setelah Masa pajak berakhir jika tanggal
7 bertepatan dengan har
i libur, maka penyetoran dilakukan pada
hari kerja berikutnya.
8) PPH Pasal 22 penyetoran dilakukan di hari yang sama.
9) PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 4 ayat (2) penyetoran
dilakukan selambat - lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya.
10) Ketelambatan setor dikenakan sanksi bunga sesuai ketentuan yang
berlaku dalam peraturan perpajakan.
c. Pelaporan Pajak.
Pemungutan pajak yang telah dilakukan wajib dilaporkan oleh
Bendahara ke KPP tempat dimana Bendahara terdaftar. Pelaporan
dilakukan dengan menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT)
a. Untuk PPh Pasal 22 ( Bendahara Jselambat - lambatnya 14 (empat
belas) hari kerja setelah masa pajak berakhir dalam hal tanggal 14
jatuh pada hari libur maka pelaporan dilakukan pada hari kerja
sebelumnya.
b. Untuk PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 4 ayat ( 2)
selambat -
lambatnya
dilaporkan pada
tanggal
20
bulan
berikutnya.
c. Keterlambatan lapor dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang
berlaku dalam peraturan perpajakan.
287
d. Pencatatan Pajak
Pajak yang telah dipungut dan disetorkan oleh Bendahara Pengeluaran
wajib dicatat dalam buku pajak SKPD dengan ketentuan :
@ Pajak yang dipungut dicatat pada sisi pemotongan di Buku pajak.
@ Pencantuman tanggal pungut pada buku pajak sesuai dengan
tanggal transaksi belanja untuk barang kena pajak dilakukan.
@ Pajak yang telah disetorkan dicatat pada sisi penyetoran.
@ Pencantuman tanggal penyetoran pada buku pajak sesuai dengan
tanggal validasi SSP yang dilakukan oleh Bank persepsi/Kantor
Pos.
@ Untuk memudahkan pengendalian dan pengawasan terhadap
pajak yang dipungut dan disetorkan oleh bendahara, pada SSP
sisi kanan atas wajib dicantumkan nomor sesuai dengan nomor
unit pada buku pajak.
F. PEDOMAN PERSYARATAN DOKUMEN YANG VALID DAN AKUNTABEL
UNTUK PBRTANGQUNGMWABAN KEUANGAN DAERAH
Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan akan menekankan pada
bahasan bagaimana menyiapkan laporan keuangan sehingga laporan
keuangan tersebut dapat disajikan dengan akurat dan menampilkan data
dan dokumen yang valid dan akuntable, dasar pembuatan laporan
keuangan adalah surat per
tanggungjawaban bendahara pengeluaran (SPJ)
ser
ta bukti - bukti pendukung yang sah, berikut adalah bukti - bukti yang
sah yang harus dilampirkan dalam surat pertanggungjawaban bendahara
sesuai dengan belanja yang dilakukan:
1. Untuk Belanja Pegawai/Personalia yang meliputi :
Belanja Gaji, Tunjangan Keluarga, Tunjangan Jabatan, Tunjangan
Beras dan Tunjangan PPh harus dilengkapi Daftar Gaji.
- Tunjangan
Kesejahteraan harus dilengkapi oleh
SK Bupati
Bengkayang, Daftar Kesejahteraan Pegawai yang telah ditanda
tangani oleh Pegawai yang bersangkutan dan dikenakan Pajak bagi
Pegawai Golongan IV, HI dan Tenaga Honorer sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
2. Untuk Belanja Beasiswa, Bantuan Tugas Belajar Ikatan Dinas
dilengkapi dengan :
- Rekomendasi /Surat Tugas Bupati tentang Tugas Belajar
- SK Bupati Bengkayang yang memuat Besaran Biaya pertahun atau
perpaket bagi Pegawai yang mendapatkan Biaya Tugas Belajar
Ikatan Dinas yang berjenjang
- Kwitansi adalah tanda terima dari Pegawai yang berhak sesuai
dengan Lampiran SK Bupati Bengkayang.
3. Untuk Belanja Pelatihan dan Kursus Ketrampilan dilengkapi dengan :
Harus terprogram dalam satu tahun jenis - jenis pelatihan dan
kursus ketrampilan yang harus diikuti
Fax/ surat pember
itahuan diadakan Pelatihan/kursus ketrampilan
- Surat Tugas dan Surat Perintah Perjalanan Dinas dari Kepala
Dinas berikut lampiran belakang yang ditandatangani oleh pejabat
yang dikunjungi.
- Kwitansi setoran Pelatihan/kursus ketrampilan.
- Fotocopy Sertifikat Pelatihan atau Kursus Ketrampilan yang diikuti.
- Besaran
Biaya
Perjalanan
Dinas
untuk
Pelatihan/kursus
ketrampilan mengacu pada standar Perjalanan Dinas.
4. Belanja alat listrik dan elektronik, ATK, Penggandaan, Peralatan
pembersih dan bahan pembersih, Belanja penggantian suku cadang
harus dilengkapi dengan :
Harga barang sesuai dengan standar harga barang yang ditetapkan
oleh SK Bupati Bengkayang.
- Surat Pesanan dan Surat Tagihan/SPK yang besarannya sesuai
dengan peraturan mengenai pengadaan barang dan jasa yang
berlaku.
- Kwitansi pembayaran
- Bukti setoran Pajak berupa SPP untuk barang yang kena pajak.
5. Belanja pengisian tabung kebakaran, gas dan belanja perangko,
materai dan benda pos lainnya, BBM harus dilengkapi dengan :
- Surat Pesanan Barang dan Surat Tagihan
- Kwitansi pembayaran
6. Belanja Makan minum dilengkapi dengan :
- Harga barang sesuai dengan standar harga barang yang ditetapkan
oleh SK Bupati Bengkayang;
- Surat Pesanan dan Surat Tagihan/ SPK yang besarannya sesuai
dengan peraturan mengenai pengadaan barang dan jasa yang
berlaku.
290
Pengenaan pajak untuk makan minum sesuai dengan ketentuan
yang berlaku untuk PPh 23 dan Pajak daerah.
Bukti penyetoran pajak berupa SSP yang telah ditandatangani oleh
Bank persepsi/kantor pos.
Bukti setor pajak daerah yang telah ditandatangani oleh Bank.
Kwitansi pembayaran.
7. Belanja Sewa dilengkapi dengan :
Surat perjanjian sewa;
Surat Tagihan, kwitansi pembayaran dan dikenakan pajak sesuai
aturan perpajakan yang berlaku;
- Bukti penyetoran pajak berupa SSP yang telah ditandatangani oleh
Bank persepsi/kantor pos.
Kwitansi pembayaran.
8. Belanja listrik, Telepon, dan Air harus dilengkapi dengan :
Belanja yang dibayar adalah belanja riil keperluan Kantor bukan
yang lainnya.
- Kwitansi ditandatangani oleh petugas yang bersangkutan (pihak
listrik, telepon dan air).
9. Honorarium Tim Panitia Pelaksana Kegiatan, Uang Lembur PNS dan
Uang Lembur Non PNS harus dilengkapi dengan :
SK/Surat Tugas yang ditandatangani oleh Bupati atau Sekretaris
Daerah Kabupaten Bengkayang jika kegiatan yang dilaksanakan
lintas SKPD,
- SK Kepala SKPD/Surat Tugas jika kegiatan yang dilaksanakan
hanya dilingkup SKPD yang bersangkutan,
Daftar nama Pegawai yang menerima honorarium dan uang lembur
yang ditandatangani oleh PPTK dan diketahui oleh Pengguna
Anggaran dan dikenakan Pajak sesuai aturan perpajakan yang
berlaku.
Untuk uang lembur dan Honorarium Tim besarannya sesuai
dengan SK Bupati Bengkayang yang dilengkapi dengan surat tugas,
291
daftar hadir lembur berikut jam lembur
daftar lembur dan
dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Kwitansi yang ditandatangani oleh PPTK.
Bukti penyetoran pajak berupa SSP yang telah ditandatangani oleh
Bank persepsi/kantor pos.
10. Honorar
ium Peserta dilengkapi dengan:
daftar nama serta tanda tangan peserta yang menerima dan
dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Bukti penyetoran pajak berupa SSP yang telah ditandatangani oleh
Bank persepsi/kantor pos.
Kwitansi yang ditandatangani oleh PPTK
11. Upah
Tukang/tukang
tebas/Honorar
ium
Pegawai
tidak
tetap
dilengkapi dengan Surat Tugas, daftar nama serta tanda tangan yang
mener
ima dan kwitansi yang ditandatangani oleh PPTK.
12. Belanja Cetak dan Fotocopy harus dilengkapi dengan :
Harga harus sesuai dengan standar harga barang yang ditetapkan
oleh SK Bupati Bengkayang
- Surat Pesanan dan Surat Tagihan/SPK yang besarannya sesuai
dengan peraturan mengenai pengadaan barang dan jasa yang
berlaku.
Kwitansi Pembayaran.
Bukti penyetoran pajak berupa SSP yang telah ditandatangani oleh
Bank persepsi/kantor pos.
13. Belanja Pakaian Dinas harus dilengkapi dengan :
- Harga barang harus sesuai dengan standar harga barang yang
berlaku.
Kwitansi pembayaran.
Surat Pesanan dan Surat Tagihan/ SPK yang besarannya sesuai
dengan peraturan mengenai pengadaan barang dan jasa yang
berlaku.
- Bukti penyetoran pajak berupa SSP yang telah ditandatangani oleh
Bank persepsi/kantor pos.
292
14. Belanja Perjalanan Dinas harus dilengkapi dengan :
- SPPD dan Surat Tugas
- Berdasarkan Standar biaya perjalanan dinas yang ditetapkan oleh
SK Bupati Bengkayang
Laporan Perjalanan Dinas
Kwitansi diter
ima oleh pegawai yang bersangkutan
15. Untuk belanja yang bersifat LS barang dan jasa kelengkapannya
sesuai dengan Peraturan mengenai pengadaan barang dan jasa
ii
PEMERINTAH KABUPATEN BENOKAYANG
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH - PPKD LAPORAN
RBALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA Untuk Tahun Yang
Berakhir Sampai Dengan Tahun 20X1
Uraian
No
1
2
3
4
5
Anggaran
Realisasi
PENDAPATAN - LRA
PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) -LRA
Pendapatan Pajak Daerah - LRA
Pendapatan Retribusi Daerah - LRA
Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang
Lain-lain PAD yang Sah - LRA
6
Jumlah
Pendapatan Asli Daerah (3 s.d. 6)
7
8
9 PENDAPATAN TRANSFER -LRA
Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat -LRA
10
Bagi Hasil Pajak - LRA
11
Bagi Hasil Sumber Daya Alam - LRA
12
Dana Alokasi Umum (DAU) - LRA
13
Dana Alokasi Khusus (DAK) - LRA
14
jumlah
Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat - LRA
15
(11 s.d. 14)
16
17
18
19
20
21
Pendapatan Bagi hasil Lalnnya - LRA
Pendapatan Bagi Hasil Pajak - LRA
Pendapatan Bagi Hasil Lainnya -LRA
Jumlah Pendapatan Bagi Hasil Lainnya - LRA (18 s.d.
Jumlah Pendapatan Transfer (15 + 20)
23 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH - LRA
Pendapatan Hibah dari Pemer
intah Pusat - LRA
24
Pendapatan Lainnya - LRA
25
Jumlah Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah (24 s.d. 25)
26
27 JUMLAH PENDAPATAN -LRA(7 +21 + 26)
28
29 BELANJA
30 BELANJA OPERASI
Belanja Pegawai
31
Belanja Barang dan Jasa
32
Belanja Bunga
33
Belanja Subsidi
34
Belanja Hibah
35
Belanja Bantuan Sosial
36
Jumlah Belanja Operas! ( 31 s.d. 36)
37
38
295
Ur
aian
No
Anggaran
Realisasl
39 BELANJA TAKTERDUQA
Belanja TakTerduga
40
Jumlah
Belanja TakTerduga (40)
41
42 JUMLAH BELANJA (37 + 41)
43
44 TRANSFER
45 " TRANSFER BAGI HASIL PENDAPATAN
Transfer Bagi Hasil Pajak
46
Transfer Bagi Hasii Pendapatan Lainnya
47
Jumlah Transfer Bagi Hasil Pendapatan (46 s.d. 47)
48
~"4<T
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
'"66
JUMLAH TRANSFER (48)
JUMLAH BELANJA DAN TRANSFER (42 + 50)
SURPLUS/DEFISIT (27 - 51)
PEMBIAYAAN
PENERIMAAN PEMBIAYAAN
Penggunaan SiLPA
Pencairan Dana Cadangan
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
Pinjaman Dalam Neger
i
Pener
imaan Kembali Piutang
Penerimaan Kembali Investasi Dana Bergulir
Jumlah Penerimaan Pembiayaan (56 s.d. 61)
Pembentukan Dana Cadangan
Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri
Pember
ian Pinjaman Daerah
67
Jumlah
Pengeluaran Pemblayaan (65 s.d. 67)
68
69 PEMBIAYAAN NETTO (62 -68)
70
SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANOOARAN (52 + 69)
71
296
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKAYANG
LAPORAN OPERASIONAL
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH - PPKD
Untuk Tahun Tang Berakhir Sampai Dengan Tahun 20X1
Uraian
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
Jumlah
KEGIATAN OPERASIONAL
PBNDAPATAN - LO
PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) - LO
Pendapatan Pajak Daerah - LO
Pendapatan Retr
ibusi Daerah - LO
Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan - LO
Lain-lain PADyang Sah - LO
Jumlah Pendapatan Asli Daerah - LO (4 .d. 7)
PBNDAPATAN TRANSFER-LO
Pendapatan Transfer Pemerlntah Pusat -LO
Bagi Hasil Pajak - LO
Bagi Hasil Sumber DayaAlam - LO
DanaAlokasi Umum (DAU) - LO
DanaAlokasi Khusus (DAK) - LO
Jumlah Pendapatan Transfer Pemerlntah Pusat - LO (11 s.d. 14)
Pendapatan Transfer Pemerlntah Pusat - Lainnya - LO
Dana Otonomi Khusus - LO
Dana Penyesuaian - LO
Dana Darurat - LO
Jumlah Pendapatan Transfer Pemerlntah Pusat - Lainnya - LO
Pendapatan Transfer Pemerlntah Daerah Lainnya - LO
Pendapatan Bagi Hasil Pajak - LO
Pendapatan Bagi Hasil Lainnya - LO
Jumlah Pendapatan Transfer Pemerintah Daerah Lainnya - LO
Bantuan Keuangan - LO
Bantuan Keuangan dar
i Pemerintah Daerah Lainnyayang Bersifat
Umum - LO
Bantuan Keuangan dar
i Pemer
intah Daerah Lainnyayang Bersifat
Khusus - LO
Jumlah Bantuan Keuangan - LO (26 s.d. 27)
Total Pendapatan Transfer 115 + 20 + 24 +28)
LAIN-LAIN PENDAPATAN YANGSAH -LO
Pendapatan Hibah - LO
Pendapatan Lainnya - LO
Total Lain-lain Pendapatan DaerahYangSah (31 s.d. 32)
TOTALPENDAPATAN -LO 18 +29 +331
35
36
BEBAN
BEBANOPERASI-LO
37
Beban Pegawai
38
Beban Barang
39
Beban Bunga
40
Beban Subsidi
41
Beban Hibah
42
Beban Bantuan Sosial
43
Beban Penyusutan
44
Beban Penyisihan Piutang
45
Beban Lain-lain
46
Jumlah
Beban Operas! (38 s.d. 46)
47
297
-
Uraian
No
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
Jumlah
Transfer Bantuan Keuansan ke Pemer
intah Daerah Lainnya
Transfer Bantuan Keuangan ke Desa
Transfer Bantuan KeuanRan Lainnya
Jumlah Beban Transfer (49 *.d. S3)
TOTALBEBANOPERAS! DANTRANSFER(47 +54)
SURPLUS/DEFISIT KEGIATANOPERASIONAL(34- 55)
_S9_
60
61
62
63
64
65
66
67
68
Surplus Penjualan Aset Non Lancar - LO
Surplus Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang- LO
Surplus dari Kegiatan Non Operasional Lainnya - LO
Jumlah Pendapatan Non Operasional - LO (61 s.d. 63)
BEBANNONOPERASIONAL
Def
isit Peniualan Aset Non Lancar - LO
Defisit Penyelesaian Kewajiban Jangka Paniang - LO
Defisit dari Kegiatan Non Operasional Lainnya - LO
Jumlah Beban Non Operasional (66 s.d. 68)
70 ~
71
72
73
74
75
"76
8URPLU8/DEFIS1T KEOIATAN NONOPERASIONAL(64- 691
POSLUARBIASA-LO
Pos Luar Biasa - LO
Jumlah Pos Lnar Blasa (75)
77
BEBAN LUARBIASA
78
79
80
81
SURPLUS/DEFISIT POSLUARBIASA176-80)
82
83
SURPLUS/DEFISIT - LO(57 +71 + 831
84
298
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKAYANG
BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH - PPKD LAPORAN
PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode yang Berakhlr Sampai Dengan 31 Desember 20X1
Uraian
No.
1
2
3
4
5
"~~6~
Jumlah
Ekuitas Awal
ISurplus/Def
isit - LO
DampakKumulatifPerubahan Kebijakan/Kesalahan
- Koreksi Nilai Persediaan
- Selisih RevaluasiAsetTetap
- Lain-lain
EkuitasAkhlr
7
299
JUMLAH KEWAJIBAN (32 + 38)
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKATANO
BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH - PPKD NERACA
Per Desember 20X1 dan 20X0
Uraian
No.
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
20X1
20X0
ASETLANCAR
Kas di Kas Daerah
Investasi Jangka Pendek
R/KSKPD
Jumlah Aset Lancar 13 s/d SI
INVESTASI JANOKAPANJANQ
Piniaman Janeka PanianR
Jumlah Investasi Nonpennanen (9|
InvestasiPermanen
Penvertaan Modal Pemer
intah Daerah
jumlah Investasi Permanen (12 1
Jumlah InvestasiJanKka Panjane (10 +
DANACADANGAN
DanaCadangan
JumlahDanaCadanxan(17)
@ -
@
ASETUUNNYA
Kemitraan denean Pihak KetiRa
Aset Lain-Lain
JumlahAsetLainnya (21 s/d221
JUMLAHASET(6+ 14+ 18 + 23)
KEWAJIBAN JANGKAPENDEK
UtanR PerhitunRan Pihak KetiRa (PFK)
BaRiajl Lancar UtanRJangka PanianR
JumlahKewajibanJanKka Pendek(29 s/d
KEWAJIBANJANGKAPANJANG
UtanR Dalam NeRer
i - Sektor Perbankan
UtanR Pemer
intah Pusat
36
UtanRJanKka PanianR Lainnva
37
jumlahKewajibanJangka Panjanc(35 s/d
38
39
40
EKUITA8
41
EKUITAS
42
JUMLAH KEWAJIBAN DAKEKUITASDANA
43
300
PEMERINTAH KABUPATBN BBNGKATANG
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tabun yang Berakhlr Sampai Dengan 31 Desember 20X1
Uraian
No
Jumlah
ARUS KASDARIAKTIWTASOPERASI
2
Arns Hasnk Km
Penerimaan PajakDaerah
4
5
Penerimaan Retribusi Daerah
Penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerahyang Dipisahkan
Penerimaan Lain-lain PAD yang Sah
-
Penerimaan Dana Bagi Hasil Pajak dar
i Pemerintah Pusat
7
Pener
imaan Dana Bagi Bukan Pajak dar
i Pemerintah Pusat
8
Pener
i
maan
Dana
Alokasi
Umum
9
Penerimaan Dana Alokasi Khusus
10
Penerimaan
Bagi Hasil Pajakdar
i Provinsi
11
Penerimaan
Hibah
12
13
jumlah Arus Masuk Kas
14
15
al Keluar Kas
16 Ar
17
Pembayaran BarangdanJasa
18
19
Pembayaran Subsidi
20
Pembayaran Hibah
21
Pembayaran
Bantuan Sosial
22
Pembayaran
TakTerduga
23
Pembayaran Bagi Hasil Retr
ibusi ke Desa
24
Jumlah Arus Keluar Kas
25
27
28
Arus Kas Bersih dar
i Aktivitas Operas! (14-25)
ARUS KASDARIAKTIVITAS INVESTASI
~ 30
Arus Masuk Kas
Penerimaan dari Penjualan AsetTetap
31
jumlahArus Masuk Kas
32
33
34 Arus Keluar Kas
35
36
Pembayaran Gedung dan Bangunan
37
Pembayaran Jalan, Ir
igasi dan Jaringan
38
Pembayaran
AsetTetap
Lainnya
39
Pembayaran
Aset
Lainnya
40
Jumlah Arus Keluar Kas
41
42
Arus Kas Bersih dariAktivitas Investasi (32-41)
43
@
@
@ - @
301
AnM Jumlah
Masuk Ka
Am* Keluar Ka
Uralan
No
Jumlah
4
45 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
*iL
Pinjaman Dalam Negeri - Pemerintah Pusat
48
Jumlah Arus Hasuk Kaa
49
50
51 {Arus Keluar Kas
Pembentukan Dana Cadangan
52
Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Neger
i - Pemerintah Pusat
53
Pember
ian Pinjaman Kepada Perusahaan Daerah
_55_
56
57
58~
Anu Km Bertlh dar
i Af
ctirlta* Pendanaan (49-56)
59
Iarus kas dari aktivitas trawsitows
61
62
63
[Atus Masuk Kas
Penerimaan Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)
Investasi jangka pendek {Deposito 6 bin)
.inwiiph Arus Blasuk Kan
65
67 I
Pengeluaran Perhitungan Fihak Ketiga (PFK)
~68 |
69
70
71
72
Jumlah Arus Keluar Kas
Ann Km B r ih dari AkOvitas Tr
an itor
i (64-68)
Kenalkan/Penurunan Km (27+43+58+70)
_73
74
Saldo Awal Kas :
- Kas di Kas Daerah
76
11
78
79
?Q_
81
82
~83_
84_
- Kas di Bendahara Pengeluaran
- Kas di Bendahara Pener
imaan
Jumlah Saldo Awal Kas
Soldo Akhlr Km (72+78)
Perincian Saldo Kas
- Kas di Kas Daerah
- Kas di Bendahara Pengeluaran
- Kas di Bendahara Pener
imaan
86^
302
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKAYANQ
LAPORAN PERUBAHAN SALDO ANOOARAN LBBIH
Per 31 Desember 20X1
Uraian
No.
Jtunlah
Saldo Anggaran LebihAwal
Penggunaan SAL sebagai Penerimaan Pembiayaan
Tahun Berjalan
3
4
Subtotal(1-2)
Sisa Lebih/KurangPembiayaanAnggaran
(SILPA/SIKPA)
5
Subtotal(3+4)
Koreksi Kesalahan Pembukuan Tahun Sebelumnya
7
Lain-Lain
SaldoAnggar
anLebihAkbir(5+6+7)
8
303
L?
I
i
i
II
5 -
I"!
1
no
5?
I
a g.
L*
?
I
I
CO U U
KJj >@ O
IT I
2
I:
m. ml -a\
w S K 3
I*
Q g
c
3
OS
@ 3?
1
p
I El
I1
2
o
I
3> s
@ "S
n 55
|a.|
I
3
I
1
Ill
It
II
U ?*
if
5
5 P3
8S
5f
Pi
T |0i|-^|w|K)j -*|O|
l|C*|0i|-*|w|N)|i-'|O|vO|00|- C
11
s
@p
I3
it
!|2 8;
B
S2
I?
@^ no
i?H
@II
s- &. a & >
Sif
ti
a n !
a Hi
g!j
m
@ tr Er p 5
5 m a <@ @
a "i i 3
25??
131
4
3
Is
PEMERINTAH KABUPATEN BBNGKAYANG
LAPORAN PERXJBAHAN SALDO ANGGARAN LEBIH
Per 31 December 20X1
Uraian
No.
1
Saldo Anggaran Lebih Awal
2
Penggunaan SAL scbagai Penerimaan
Pembiayaan Tahun Berjalan
3
4
Jumlah
Subtotal (1-2)
Sisa Lebih/Kurang PembiayaanAnggaran
(SILPA/SIKPA)
Subtotal(3+4)
5
Koreksi
Kesalahan PembukuanTahun Sebelumnya
6
7 Lain-Lain
SaldoAnggaran LebihAkhir(5+6+7)
8
318
FORMAT
BUKU
PENATAU8AHAAN
ATAS
PENERIMAAN
DAN
PENGELUARAN
1. FORMAT BUKU PENATAUSAHAAN PENERIMAAN
a. BUKU KA8 UMUM
KABUPATEN BENGKAYANG
BUKUKAS UMUM
SKPD
:@
Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran
Bendahara Pener
imaan
:3
No
Tgl
No.
Bukti
1
2
3
Kode
Rek
Uraian
4
Pener
imaan
5
Jumlah per
iode ini
Jumlah sampai per
iode lalu
Jumlah sampai per
iode ini
Sisa Kas
:2
Pengeluaran/Penyetoran
6
7
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
T3
Rp,
Rp.
Pada har
i ini
Oleh Kami didapat didalam kas
Dengan huruf)
Mengetahui,
Pengguna Anggaran,
Kuasa Pengguna Anggaran
( tanda tangan )
( nama lengkap )
NIP.
Bendahara Penerimaan
( tanda tangan)
( nama lengkap)
NIP.
319
Cara Pengisian :
1. ' Diisi dengan nama SKPD.
2. 2 Diisi dengan nama pengguna anggaran/kuasa pengguna
anggaran.
3. 3 Diisi dengan nama bendahara pener
imaan.
4. Kolom 1 diisi dengan nomor unit penerimaan kas.
5. Kolom 2 diisi dengan tanggal pener
imaan kas.
6. Kolom 3 diisi dengan nomor STS.
7. Kolom 4 diisi dengan kode rekening penerimaan kas.
8. Kolom 5 diisi dengan uraian penerimaan kas.
9. Kolom 6 diisi dengan jumlah rupiah pener
imaan kas.
10. Kolom 7 diisi dengan jumlah rupiah pengeluaran kas.
320
b. REKAPITULASI PENERIMAAN HARIAN/BUKU PENDAPATAN HARIAN
PEMERINTAH KABUPATEN BBNOKATANG
BUKU PENDAPATAN HARIAN
Unit Organisasi
:'
Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran
Bendahara Pener
imaan
:3
s/d
Periode
Per
iode
Kode
Rek
Uraian
Jumlah
Anggaran
:2
ini
lalu
s/d
per
iode
ini
Penerimaan
Penyetoran
Sisa
Anggaran
sisa
1
2
3
4
5
6
7
Mengetahui,
Pengguna Anggaran,
Bendahara Pener
imaan
( tanda tangan )
( tanda tangan)
( nama lengkap )
( nama lengkap)
NIP.
NIP.
321
Cara Pengisian:
1. Per
iode diisi sesuai per
iode SPJ
2. @ Diisi dengan nama SKPD.
3. 2Diisi dengan nama Pengguna Anggaran/ Kuasa Pengguna Anggaran.
4. 3Diisi dengan nama bendahara pener
imaan.
5. Kolom 1 diisi dengan kode rekening.
6. Kolom 2 diisi dengan uraian penerimaan kas.
7. Kolom 3 diisi dengan jumlah anggaran/target.
8. Kolom 4 diisii dengan jumlah penerimaan periode yang lalu.
9. Kolom 5 diisi dengan jumlah penerimaan per
iode ini.
10. Kolom 6 diisi dengan jumlah total penerimaan sampai periode ini.
11. Kolom 7 diisi dengan jumlah sisa anggaran/target penerimaan
322
(dengan huruf)
c. SURAT TANDA SBTORAN ( STS )
PEMERINTAH KABUPATBN BBNOKATANG
SURAT TANDA SBTORAN
(STS)
STS No
Bank
:..
No. Rekening
Harap diter
ima uang sebesar Rp..
Dengan rincian pener
imaan sebagai berikut :
No
Kode Rekening
Uraian Rincian Objek
Jumlah
(Rp)
1
2
3
4
Rp.
Jumlah Rp.
Mengetahui,
Pengguna Anggaran,
Bendahara Penerimaan
( tanda tangan )
( tanda tangan)
( nama lengkap )
NIP.
( nama lengkap)
NIP.
Catatan :
STS dilampiri slip setoran Bank
Cara Pengisian :
1. Kolom Kode rekening diisi dengan kode rekening setiap r
incian objek
pendapatan;
2. Kolom uraian rincian objek diisi uraian nama rincian objek
pendapatan;
3. KOlom jumlah diisi dengan nilai nominal penerimaan setiap rincian
objek pendapatan
323
Per
iode
d. REGISTER SURAT TANDA SETORAN (STS)
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKAYANG
REGISTER SURAT TANDA SETORAN
Tanggal
No. STS
1
2
Nilai STS
4
Uraian
3
Rp.
Rp.
Total
Cara pengisian :
1. Kolom 1 diisi dengan tanggal sesuai dengan tanggal terima uang
yang tertera di STS;
2. Kolom 2 diisi dengan nomor STS;
3. Kolom 3 diisi dengan Uraian nama rincian objek pendapatan;
4. Kolom 4 diisi dengan nominal penerimaan sesuai dengan STS.
324
2. Bendahara penerimaan Pembantu
Rp
f. LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN ADMINISTRATIF/FUNGSIONAL
BENDAHARA PENERIMAAN
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN ADMINISTRATE/FUNGSIONAL
BENDAHARA PENERIMAAN
SKPD
:
PERIODE
:
Mengetahui,
Pengguna Anggaran,
Bendahara Pener
imaan
( tanda tangan )
( tanda tangan)
( nama lengkap )
( nama lengkap)
NIP.
NIP.
FORMAT BUKU PENEREMAAN PPKD
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKAYANG
BUKU PENERIMAAN PPKD/BKU
BENDAHARA PENERIMAAN PPKD
No
1
Tgl
2
No.
Kode
Bukti
Rek
3
Uraian
4
Penerimaan
5
Jumlah periode ini
Jumlah sampai periode lalu
Jumlah sampai periode ini
Sisa Kas
Pada hari ini
Pengeluaran/Penyetoran
6
7
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
_REL
Rp.
Oleh Kami didapat didalam kas
Dengan huruf)
Mengetahui,
PPKD
Bendahara Penerimaan PPKD
( tanda tangan j
(tanda tangan)
( nama lengkap )
( nama lengkap)
NIP.
NIP.
327
1
FORMAT SURAT PENOLAKAN PBNBRBITAN SPH
KABUPATEN BENGKAYANG
SURAT PENOLAKAN PENERBITAN SPM
.20..
Kepada Yth.
Bendahara/PPTK..
di-
Perihal
: Pengembalian SPP
Bersama ini terlampir Surat Permintaan Pembayaran Uang
Persediaan/Ganti Uang/Tambahan Uang dan Langsung (SPPtanggal
20 dikembalikan karena tidak memenuhi syarat untuk
diproses.
Adapun kekurangannya sebagai ber
ikut :
2.
3.
Demikian disampaikan, atas kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Pengguna Anggaran/
Kuasa Pengguna Anggaran
(tanda tangan)
[nama lengkap)
NIP.
328
1
FORMAT SURAT PENOLAKAN PENERBITAN SP2D
KABUPATEN BENGKAYANG
SURAT PENOLAKAN PENERBITAN SP2D
.20..
Kepada Yth.
Pengguna Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran
di-
Perihal
: Pengembalian SPM
Bersama ini terlampir Surat Per
intah Membayaran Uang
Persediaan/Ganti Uang/Tambahan Uang dan Langsung (SPPtanggal
20 dikembalikan karena tidak memenuhi syarat untuk
diproses.
Adapun kekurangannya sebagai berikut :
Demikian disampaikan, atas kerjasamanya diucapkan ter
ima kasih.
Kuasa Bendahara Umum Daerah
(tanda tangan)
Inama lengkap)
NIP.
329
Sub
c.Surat
Unit
Berharga
Organisasi
Rp
:
2. FORMAT BUKU PENATAUSAHAAN PENGELUARAN
a. BUKU KAS UMUM
PEMERIHTAH KABUPATEN BENGKATANG
BUKU KAS UMUM
BENDAHARA PENGELUARAN
No.
1
Tanggal
No.
Bukti
2
3
Uraian
Kode Rek.
4
5
Penerimaan
Pengeluaran
6
Saldo
7
8
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp..
Dengan huruf)
Terdiri dari :
Mengetahui,
Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran
( tanda tangan)
( nama lengkap )
NIP.
Bendahara Pengeluaran
( tanda tangan)
( nama lengkapl
NIP.
330
Cara Pengisian :
1. Per
iode diisi sesuai dengan per
iode pertanggungjawaban.
2. Unit pemerintahan, bidang pemerintahan, unit organisasi dan sub
unit organisasi diisi sesuai SKPD yang bersangkutan.
3. Kolom 1 diisi dengan nomor urut transaksi BKU Bendahara
Pengeluaran ( dimulai dar
i nomor 1 dan seterusnya).
4. Kolom 2 diisi dengan tanggal transaksi.
5. Kolom 3 diisi sesuai dengan nomor bukti pada kwitansi.
6. Kolom 4 diisi dengan uraian transaksi.
7. Kolom 5 diisi dengan nomor kode rekening
8. Kolom 6 diisi dengan jumlah rupiah transaksi penerimaan.
9. Kolom 7 diisi dengan jumlah rupiah transaksi pengeluaran
10. Kolom 8 diisi dengan jumlah atau saldo
11. Kas dibendahara pengeluaran diisi dengan nilai yang tercantum
pada kolom saldo pada saat penutupan akhir bulan.
Kas
dibendahara pengeluaran dapat berupa kas tunai atau simpanan di
Bank.
331
Perlode
b. BUKU PEMBANTU KAS TUNAI
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKAYANG
BUKU PBMBANTU KAS TUNAI
BENDAHARA PENGELUARAN
Urusan Pemerintahan
Bidang Pemerintahan
Unit Organisasi
Sub Unit Organisasi
Tanggal
No.
Uraian
2
Penerimaan
Pengeluaran
Saldo
Rek.
Bukti
1
Kode
3
4
5
6
7
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp..
Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran
Bendahara Pengeluaran
( tanda tangan)
( tanda tangan)
( nama lengkap )
( nama lenekap)
NIP.
NIP.
Cara Pengisian :
1. Per
iode diisi sesuai dengan per
iode pertanggungjawaban.
2. Unit pemerintahan, bidang pemerintahan, unit organisasi dan sub
unit organisasi diisi sesuai SKPD yang bersangkutan.
3. Kolom 1 diisi dengan tanggal pener
imaan atau pengeluaran tunai
bendahara pengeluaran.
4. Kolom 2 diisi dengan nomor bukti sesuai dengan kwitansi.
5. Kolom 3 diisi dengan uraian penerimaan atau pengeluaran.
6. Kolom 4 diisi dengan kode rekening pengeluaran.
7. Kolom 5 diisi dengan jumlah penerimaan tunai.
8. Kolom 6 diisi dengan jumlah rupiah pengeluaran tunai.
9. Kolom 7 diisi dengan jumlah/saldo kas tunai
332
Per
iode
c. BUKU PEMBANTU SIHPANAN/BANK
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKATANG
BUKU PEMBANTU SIMPANAN/BANK
BENDAHARA PENGELUARAN
Urusan Pemer
intahan
Bidang Pemerintahan
Unit Organisasi
Sub Unit Organisasi
Tanggal
No.
Uraian
Kode
2
Pengeluaran
Saldo
Rek.
Bukti
1
Penerimaan
3
4
5
6
7
Kas di Bendahara Pengeluaran Rp..
Mengetahui,
Pengguna Anggar
an, Kuasa Pengguna Anggaran
Bendahara Pengeluaran
( tanda tangan)
( tanda tangan)
( nama lengkap )
( nama lengkapl
NIP.
NIP.
Cara Pengisian :
1. Periode diisi sesuai dengan periode pertanggungjawaban.
2. Unit pemer
intahan, bidang pemerintahan, unit organisasi dan sub
unit organisasi diisi sesuai SKPD yang bersangkutan.
3. Kolom 1 diisi dengan tanggal penerimaan atau pengeluaran tunai
bendahara pengeluaran.
4. Kolom 2 diisi dengan nomor bukti sesuai dengan kwitansi.
5. Kolom 3 diisi dengan uraian penerimaan atau pengeluaran.
6. Kolom 4 diisi dengan kode rekening pengeluaran.
7. Kolom 5 diisi dengan jumlah penerimaan melalui Bank.
8. Kolom 6 diisi dengan jumlah rupiah pengeluaran melalui Bank.
9. Kolom 7 diisi dengan jumlah/saldo Bank.
333
Per
iode
d. BUKU PEMBANTU PANJAR
PBHBRINTAH KABUPATBN BENGKAYANG
BUKU PBMBANTU PANJAR
BENDAHARA PBNGELUARAN
Urusan Pemer
intahan
Bidang Pemerintahan
Unit Organisasi
Sub Unit Organisasi
Tanggal
No.
Uraian
Penerimaan
Pengeluaran
Saldo
BKU
1
2
3
4
Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran
5
Bendahara Pengeluaran
( tanda tangan )
( tanda tangan)
( nama lengkap)
( nama lengkap)
NIP.
6
NIP.
Cara Pengisian :
1. Per
iode diisi sesuai dengan per
iode pertanggungjawaban.
2. Unit pemerintahan, bidang pemer
intahan, unit organisasi dan sub
unit organisasi diisi sesuai SKPD yang bersangkutan.
3. Kolom 1 diisi dengan tanggal penerimaan atau pengeluaran tunai
bendahara pengeluaran.
4. Kolom 2 diisi dengan nomor unit penerimaan atau
pertanggungjawaban panjar pada BKU
5. Kolom 3 diisi dengan uraian penerimaan atau pertanggungjawaban
panjar.
6. Kolom 5 diisi dengan jumlah rupiah SPJ panjar.
7. Kolom 6 diisi dengan jumlah rupiah pemberian panjar.
8. Kolom 7 diisi dengan jumlah/saldo sisa panjar yang masih berada
pada PPTK.
334
Per
iode
e. BUKU PEMBANTU PAJAK
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKAYANG
BUKU PEMBANTU PAJAK
BENDAHARA PENGELUARAN
Urusan Pemerintahan
Bidang Pemer
intahan
Unit Organisasi
Sub Unit Organisasi
Tanggal
No.
Uraian
Pemotongan
Penyetoran
Saldo
BKU
1
2
3
4
Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran
5
Bendahara Pengeluaran
(tanda tangan )
(tanda tangan|
( nania lengkap )
1 nama lengkapl
NIP.
6
NIP.
Cara Pengisian :
1. Per
iode diisi sesuai dengan per
iode pertanggungjawaban.
2. Unit pemerintahan, bidang pemerintahan, unit organisasi dan sub
unit organisasi diisi sesuai SKPD yang bersangkutan.
3. Kolom tanggal diisi dengan tanggal pemotongan atau penyetoran
pajak.
4. Kolom nomor BKU diisi dengan nomor pemotongan atau penyetoran
pajak.
5. Kolom Uraian diisi dengan uraian pemotongan atau penyetoran
pajak.
6. Kolom Pemotongan diisi dengan jumlah rupiah pemotongan pajak.
7. Kolom penyetoran diisi dengan jumlah rupiah penyetoran pajak.
8. Kolom saldo diisi dengan saldo/jumlah pemotongan atau penyetoran
pajak.
335
f. BUKU RINCIAN OBJBK BELANJA
Kode Rekening
Nama rekening
Kredit APBD
Tahun Anggaran
No. BKU
No. Bukti
1
2
Pengeluaran
UP/GU/TU
LS
3
Jumlah
4
5
Jumlah Per
iode ini
Jumlah sampai per
iode
lalu
Jumlah semua sampai
per
iode ini
Mengetahui,
Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran
Bendahar
a Pengeluaran
( tanda tangan )
( tanda tangan)
( nar
aa lcngkap )
( nama lengkapl
NIP.
NIP.
Cara Pengisian :
1. Kode rekening, nama rekening, kredit APBD dan tahun anggaran diisi
sesuai dengan rekening belanja.
2. Kolom 1 diisi dengan nomor BKU.
3. Kolom 2 diisi dengan nomor SPJ pengesahan.
4. Kolom 3 diisi dengan jumlah rupiah belanja yang menggunakan SPP
LS
5. Kolom 4 diisi dengan jumlah rupiah belanja yang menggunakan SPP
UP/GU/TU.
6. Kolom 5 diisi dengan akumulasi dari setiap transaksi belanja UP/GU,
TU dan LS
336
Kepala SKPD
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN UANG PERSEDIAAN
BENDAHARA PENGELUARAN
Urusan Pemerintahan
Unit Organisasi
Sub Unit Organisasi
Tahun Anggaran
Program
Kegiatan
Tanggal SP2D
KODE
REKENING
URAIAN
JUMLAH
Total
Uang Persediaan/Ganti Uang Persediaan Awal
Periode
Uang Persediaan/Ganti Uang PersediaanAkhir
Per
iode
Menyetujui,
Bendahara Pengeluaran
(nama lengkap)
NIP.
(nama lengkap)
NIP.
337
Kepala SKPD
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN TAMBAHAN UANG PERSEDIAAN
BENDAHARA PENGELUARAN
Urusan Pemer
intahan
Unit Organisasi
Sub Unit Organisasi
Tahun Anggaran
Program
Kegiatan
Tanggal SP2D
KODE
REKENING
URAIAN
JUMLAH
Total
Tambahan Uang Persediaan
SisaTambahan Uang Persediaan
Menyetujui,
Bendahara Pengeluaran
fnama lengkap)
NIP.
(nama lengkap)
NIP.
338
2. Saldo di Bank
BULAN
TAHUN
Rp
FORMAT LAPORAN PENUTUPAN KAS BULANAN
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKAYANG
LAPORAN PENUTUPAN KAS BULANAN
Kepada Yth.
Di Tempat
Tahun tentang Sistem Akuntansi dan Prosedur Penatausahaan dan
Per
tanggungjawaban APBD bersama ini kami sampaikan Laporan
Penutupan Kas Bulanan yang terdapat di Bendahara Pengeluaran
SKPD
adalah sejumlah Rp dengan rincian sebagai berikut :
A. Kas di Bendahara Pengeluaran
Saldo akhir bulan tanggal.... Terdiri dari saldo di kas tunai sebesar
B. Kas di Bendahara Pengeluaran Pembantu
Saldo akhir bulan tanggal.... Terdiri dari saldo di kas tunai sebesar
C. Rekapitulasi Posisi Kas di Bendahara Pengeluaran
3. Saldo Total
Rp..
Bendahara Pengeluaran
( tanda tangan)
( nama lengkap)
NIP.
339
a
g
n
r
i
S
P
u
g
a
s A
(
S
T
)
d
L
G
/
P
U
+
s.
P
S
l
h
J
J
m
u
a
i
B
l
n
a
u
2<
i
B
d
l
s.
a
n
u
o
P
B
S
L
d
J
n
a
s
a
q
r
-
ni
I
d
i
!
B
l
i
s.
a
u
n
P
S
JG
U
T
/
S
P
G
p
J
L
a-
<2<
<<
m53
<<5
X X UJ
ma
si
J
l
h
m
u
a
A
r
a
g
n
ae
2
5
I
J
l
P
h
i
t
K
m
n
a
u
r
p
e
U
i
a
r
n
J
l
h
m
u
a
P
j
k
t
g
n
o
a
D O
0
I li i
R
k
i
e
g
n
K
d
o
e
2 5 13
Df
i D wl
2
PS
D
i
r
P
e
n
m
n
a
CO
h- CM
1
2
CN CN
.S
z
F
P
a. P
F
b. P
F
c. d.
Fi
P
L
l
a- r
n
a
J
l
h
i
P
m
a
u
n
e
r
g
n
a
i
S
P
g
a
u
s A
S
L
(
G
/
P
U
T
)
d
+
s.
l
h
J
J
P
S
m
u
a
B
l
i
n
u
a
: O
:O
: JD
: <1>
: O>
:c
: <D
@ D-
as
O)
I
D
@g
o
0)
o
o
z
-q
P
S
L
B
J
d
n
a
s
a
q
r
-
B
i
l
n
a
u
P
S
JT
U
G
/
P
G
S
i
i
J
L
a-
d
l
B
s.
n
a
u
u
h
J
l
m
u
a
A
n
a
r
g
D
D
O)
O)
c
<
M
en
y
n
e
g
a
u
c
0
O)
c
S
a
T
(
d
T
a
n
o
U
i
a
r
n
P
U
G
(
D
2
S
/
T
L
]
+@
j
t
P
k
a
e
n
r
y
o
r
a
u
n
2
h
P
c.- 2
3
hP
d.
1
2
t
P
b.
> 2
P
N
a.
R
k
i
e
g
n
l
P
g
n
r
e
u
n
a
l
i
L
a
nn
J
l
P
h
m
u
a
e
e
q
n
K
d
o
e
O
-3 m
03 5
3 + -D
SO
3
as -J
el
Q
jr
ot
D <n D co a,
m
"3 m
xi O .2
@
. oh
*!
!@
FORMAT LAPORAN BENDAHARA UMUM DAERAH
KABUPATBN BENGKAYANG
LAPORAN POSISI KAS HARIAN
HARI
:
TANGGAL :
PERIODE :
Transaksi
Nomor
SP2D STS
Penerimaan
Uraian
Lain-
Pengeluaran
lain
1
3
2
4
5
Jumlah
Perubahan Posisi Kas Har
i ini
Posisi Kas (H-l)
Posisi Kas (H)
Rekapitulasi Posisi Kas di BUD
Saldo di Bank 1
Saldo di Bank 2
Total Saldo Kas*
Rp
Rp
Rp
Bendahara Umum Daerah
(Tanda Tangan)
(nama Jelas)
NIP.
?Total saldo harus sama dengan Posisi Kas (H)
Cara Pengisian :
1. Judul diisi dengan nama Kabupaten, Hari, tanggal dan per
iode diisi
dengan hari, tanggal dan bulan laporan posisi kas har
ian.
2. Kolom 1 diisi dengan nomor urut transaksi.
3. Kolom 2 diisi dengan nomor salah satu bukti transaksi apakah
SP2D/STS/Bukti lain yang sah.
4. Kolom 3 diisi dengan uraian sesuai dengan bukti transaksi.
5. KOlom 4 diisi dengan jumlah (Rp) penerimaan yang masuk ke kas
umum daerah.
6. Kolom 5 diisi dengan jumlah (Rp) pengeluaran yang keluar dari kas
umum daerah.
7. Jumlah diisi dengan jumlah kolom penerimaan dan pengeluaran.
8. Perubahan posisi kas hari ini diisi dengan jumlah selisih antara jumlah
kolom penerimaan dengan jumlah kolom pengeluaran. Apabila lebih
besar jumlah kolom penerimaan maka selisih ditulis pada kolom
pengeluaran. Apabila lebih besar jumlah kolom pengeluaran maka
selisih ditulis pada kolom penerimaan.
9. Posisi Kas (H-l) diisi Posisi Kas satu hari sebelumnya.
10. Posisi Kas (H) diisi dengan penjumlahan antara posisi Kas (H-l) dengan
Perubahan Posisi Kas Har
i ini.
345
c. Dst
a.
b.
SP2DKredit
Nota
No
No
Periode
KABUPATEN BENGKAYANG
REKONSILIASI BANK
2.
Saldo Kas Umum Daerah
menurut Buku
Saldo Kas Umum Daerah
menurut Bank
Rp.
Selisih
Rp..
Rp..
Keterangan Selisih
Penerimaan yang telah dicatat
oleh buku,
Belum dicatat oleh Bank
Rp.
b. Bukti Lain yang sah
Rp.
Rp._
Rp..
Rp.
B. Pengeluaran yang telah dicatat
oleh buku,
Belum dicatat oleh Bank
a. SP2D No
b. Bukti Lain yang sah
Rp.
Rp.
Rp.
c. Dst...
Rp.
C. Penerimaanyang telah dicatat
oleh Bank,
BelumdicatatolehBuku
Rp.
Rp.
c. Bukti LainYang Sah
Rp.
Rp.
D
Pengeluaran yang telah dicatat
oleh Bank,
Belum dicatat oleh Buku
a. SP2D No
b. Nota Debit No
c. Bukti Lain Yang San
Rp.
Rp.
Rp.
d. Dst....
Rp.-
Rp..
Rp.
Bendahara Umum Daerah
(Tanda Tangan)
(Nama Jelas)
NIP.
346
Cara Pengisian :
1. Judul diisi dengan nama Kabupaten, per
iode diisi dengan tanggal
rekonsiliasi.
2. Saldo Kas Umum Daerah menurut Buku diisi jumlah saldo akhir kas
pada rekening bank menurut catatan buku pada tanggal rekonsiliasi.
3. Saldo Kas umum daerah menurut Bank diisi jumlah saldo akhir kas di
Bank menurut catatan Bank pada tanggal rekonsiliasi.
4. Selisih diisi dengan jumlah selisih antara kas menurut catatan buku
dan menurut catatan bank.
5. Penerimaan yang telah dicatat oleh buku, belum dicatat oleh Bank diisi
dengan jumlah (Rp) STS/Bukti Lain Yang Sah yang sudah dicatat
dibuku tetapi belum dicatat di Bank.
6. Pengeluaran yang telah dicatat oleh buku, Belum dicatat oleh Bank diisi
dengan jumlah (Rp) SP2D/Bukti lain yang sah yang sudah dicatat di
buku tetapi belum dicatat di Bank.
7. Penerimaan yang telah dicatat oleh Bank, belum dicatat oleh Buku diisi
jumlah (Rp) STS/Bukti lain yang sah yang sudah dicatat di bank tetapi
belum dicatat di Buku.
8. Pengeluaran yang telah dicatat oleh bank, Belum dicatat oleh buku diisi
dengan jumlah (Rp) SP2D/Bukti lain yang sah yang sudah dicatat di
bank tetapi belum dicatat di buku.
A^UPATI BENGKAYANG.f-
b SURYADM^N GIDOT
347
Download