3. sejarah perkembangan bumi

advertisement
Teori-teori Pembentukan Bumi
Berbagai teori pembentukan bumi banyak dimuat dalam berbagai pustaka.
Asal-usul bumi pada dasarnya masih berupa hipotesis, yang dapat disebutkan
sebagai berikut.
1.
Hipotesis kabut (nebular hypothesis), oleh Immanuel Kant dan Pierre Simon
Laplace
o
Asal mula tata surya berasal dari massa gas atau kabut yang berbentuk
cakram
o
Massa gas semakin lama memadat dan berpisah menjadi lingkaranlingkaran yang sepusat, kemudian menggumpal meliputi suatu inti
o
Terbentuk planet-planet yang beredar mengelilingi pusat massa gas,
yang dikenal sebagai matahari
2.
Hipotesis planetesimal (planetesimal hypothesis), oleh Chamberlain dan
Moulton
o
Planet dianggap sebagai hasil perpaduan fragmen-fragmen material
matahari, dikarenakan oleh adanya pengaruh gravitasional
3.
Hipotesis pasang-surut (tidal hypothesis), oleh Jeans dan Jeffreys
o
Mirip dengan teori planetesimal, tetapi penyebabnya ialah adanya bintang
lain yang lewat dekat dengan matahari
o
Berlalunya bintang tersebut menimbulkan gelombang pasang yang
melepaskan diri dari matahari menjadi sejumlah besar butiran
o
Butiran-butiran yang besar menarik butiran-utiran kecil dan membentuk
planet
4.
Hipotesis bintang kembar (twin-sun hypothesis), oleh Hoyle
o
Tata surya berasal dari bekas kembaran matahari yang meledak dan
pecah berkeping-keping
o
Beberapa material menjadi satu, terkonsentrasi membentuk planet oleh
proses gravitasional
5.
Hipotesis protoplanet (protoplanet hypothesis), oleh C.F. von Weizsacker
dan dimodifikasi Gerald P. Kuiper
o
Teori ini menyempurnakan hipotesis kabut Kant dan Laplace
o
Kabut yang berotasi secara cepat akan membentuk pusaran besar pada
beberapa tempat di atas cakram materi kabut
o
Masing-masing
pusaran
besar
tersebut
kemudian
mengumpulkan
material di sekelilingnya karena ikatan gravitasional dan membentuk
suatu protoplanet. Protoplanet ini yang kemudian membentuk planet yang
saat ini dikenal
o
Pusaran yang lebih kecil yang ada dalam pusaran besar membentuk
satelit- satelit planet-planet tersebut.
Kerak Bumi (the crust)
o Lapisan luar berupa Sial (silica-alumina)
o Lapisan bawah berupa Sima (silica-magnesia)
Selubung Bumi (the mantle)
o Lapisan tengah, tersusun oleh materi ultra basis
o Komposisi mineral yang ada antara lain olivine, besi, magnesium
Inti Bumi (the core)
o Banyak mengandung nikel dan besi (Ni-Fe)
o Dapat dibagi menjadi dua:
1. Outer core, bersifat lebih cair atau plastis
2. Inner core, bersifat hampir padat
Tabel 2. Karakteristik Lapisan- lapisan Bumi
No
Bagian
Kedalaman (km)
o
Suhu ( C)
Tekanan (atm)
Bentuk
Kepadatan
(kg/m3)
1
Continental crust
25 - 90
0 - 700
s.d 18.900
Padat
2.500
2
Oceanic crust
5 -10
0 - 700
s.d. 18.900
Padat
3.000
3
Upper mantle
400
700 -1.300
Padat
3.000
4
Transition zone
400 -1.050
1.300 -1.800
Padat
3.380-4.600
5
Lower mantis
1.050 - 2.885
1.800 -2.800
Padai
4.600=5.400
6
Outer core
2.885 - 5.155
3.200
Cair
0,900-12,200
7
Inner core
5.155 - 6.370
4.500
Padat
13.000
s.d. 405.000
s.d. 4.163.450
Download