PEMBUATAN MUSIK TRADISIONAL MODERN MENGGUNAKAN

advertisement
PEMBUATAN MUSIK TRADISIONAL MODERN MENGGUNAKAN
DIGITAL AUDIO WORKSTATION
NASKAH PUBLIKASI
diajukan oleh
Tyno Isbat Elsa Wibowo
10.11.4368
kepada
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
AMIKOM
YOGYAKARTA
2014
MAKING TRADITIONAL MODERN MUSIC USE
DIGITAL AUDIO WORKSTATION
PEMBUATAN MUSIK TRADISIONAL MODERN MENGGUNAKAN
DIGITAL AUDIO WORKSTATION
Tyno Isbat Elsa Wibowo
Pandan P Purwacandra
NIK. 190302190
Jurusan Teknik Informatika
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ABSTRACT
In this modern age, type of music is very diverse. Growing one is a blend of
traditional music with modern music. It is caused due to the technological development in
the world of making music. sulk the fact that the author is trying to develop a piece of
traditional music in containers with a modern feel that more would be accepted today's
society, especially young people.
Making music is done by using the Digital Audio Workstation especially Fruity
Loops, Cubase, Wavelab. Fruity Loops used for music creation, Cubase for recording,
and a final wavelab for mastering. The author makes music This with the aim to fulfill the
final project and is expected to assist in the preservation of Indonesian culture.
From the results obtained, the modern traditional music more attractive to young
people because of the uniqueness of its own. Making music was the main attraction for
the general public are still new to music production. So hope for the preservation of
traditional music can be seen more clearly. And Digital Audio Workstation into a forum for
musicians to distribute or kratifitasnya talent.
Keyword: Music, DAW, MID
1.
Pendahuluan
Di era modern saat ini, tehnologi komputer sangat berperan penting pada segala
bidang kegiatan manusia. Salah satu nya pada bidang musik. Muncul nya rekaman
digital yang di bantu oleh tehnologi komputer ini menarik perhatian para seniman musik.
Dengan adanya studio rekaman digital atau biasa di sebut DAW (Digital Audio
Workstation) ini sangat membantu dalam proses produksi sebuah musik. DAW (Digital
Audio Workstation) adalah sebuah sistem rekaman berbasis komputer yang memberi
fasilitas untuk memudahkan pemusik untuk berkreativitas. Adapun kelebihan rekaman
digital di banding dengan analog adalah biaya lebih murah, hemat waktu, permainan
nada irama ekstrim yang sulit bahkan tidak mungkin di mainkan dengan alat musik
sebenarnya, dll. Namun, dengan segala kelebihannya musik digital memiliki kekurangan
juga yaitu karena kemudahan dalam perekaman dan penggandaan maka dapat
memudahkan terjadinya pembajakan yang tentunya akan merugikan. Beberapa
komponen yang di butuhkan pada DAW adalah mic dan midi controller sebagai input,
audio converter dan komputer yang di dukung beberapa aplikasi musik sebagai
pemroses, dan speaker atau headphone sebagai output. Hasil dari rekaman tersebut
juga tidak lepas dari keahlian pemusik itu sendiri.
Genre musik yang ada sekarang sangatlah beragam, misalnya pop, rock, rnb,
jazz, hip-hop, dll.
Tentunya hal tersebut memicu para seniman musik untuk terus
berkarya mengembangkan kreativitas dalam bermusik. Salah satu caranya adalah
dengan menggabungkan beberapa genre musik. Upaya ini mempunyai beberapa tujuan,
yaitu untuk memunculkan atau memperkenalkan kembali genre musik yang mungkin
telah hilang di makan oleh zaman, untuk menyalurkan kreativitas, dan untuk memberikan
nuansa yang baru pada sebuah musik.
Cara berkreasi seorang musisi adalah bermain secara live ataupun rekaman.
Pada zaman dahulu rekaman sebuah musik menggunakan media analog. Namun media
analog mempunyai keterbatasan antara lain overdubbing atau kemampuan pita yang
dapat dihapus / direkam ulang. Selain itu, biaya yang di butuhkan juga mahal, misalnya
untuk
membuat
scoring
film
paling
tidak
di
butuhkan
instrument
asli
dan
perlengkapannya. Belum lagi ketika merekam sebuah musik orchestra juga di butuhkan
tempat yang luas. Hal ini menyebabkan produksi musik menjadi tidak efisien.
Untuk pemusik pada umum nya, mengabadikan karya musik atau rekaman
merupakan hal yang sulit. Maka DAW inilah yang akan menjadi solusinya. Berdasar pada
latar belakang masalah tersebut maka penulis mengambil sebuah judul “Pembuatan
Musik Tradisional Modern menggunakan Digital Audio Workstation” yang di harapkan
1
nantinya akan membantu pemusik dalam berkarya dan sekaligus untuk mengangkat
kembali budaya tradisional yang mulai hilang di makan zaman.
2.
Landasan Teori
2.1
Musik
Musik adalah bunyi yang diatur menjadi pola yang dapat menyenangkan telinga
kita atau mengkomunikasikan perasaan atau suasana hati. Musik mempunyai ritme,
melodi, dan harmoni yang memberikan kedalaman dan memungkinkan penggunaan
beberapa instrument atau bunyi-bunyian (Oxford Ensiklopedi Pelajar, 2005).
Dapat disimpulkan juga bahwa musik adalah bunyi yang diatur menjadi sebuah
pola yang tersusun dari bunyi atau suara dan keadaan diam (sound and silence) dalam
alur waktu dan ruang tertentu dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal yang
berkesinambungan
sehingga
mengandung
ritme,
melodi,
warna
bunyi,
dan
keharmonisan yang biasnya dihasilkan oleh alat musik atau suara manusia yang dapat
menyenangkan telinga dan mengekspresikan ide, perasaan, emosi atau suasana hati.
2.1.1
Musik Tradisional
Menurut Sedyawati (1992 : 23) musik tradisional adalah musik yang digunakan
sebagai perwujudan dan nilai budaya yang sesuai dengan tradisi. Musik tradisional
menurut Tumbijo (1977 : 13) adalah seni budaya yang sejak lama turun temurun telah
hidup dan berkembang pada daerah tertentu. Maka dapat dijelaskan bahwa musik
tradisional adalah musik masyarakat yang diwariskan secara turun – temurun dan
berkelanjutan pada masyarakat suatu daerah. Kesenian tradisional pada umumnya juga
tidak dapat di ketahui secara pasti kapan dan siapa penciptanya. Hal ini dikarenakan
kesenian tradisional atau kesenian rakyat bukan merupakan hasil kreatifitas individu,
tetapi tercipta secara anonim bersama kreatifitas masyarakat yang mendukungnya
(Kayam : 60).
2.1.3
Musik Modern
Musik Modern adalah musik yang sudah mendapat sentuhan-sentuhan teknologi
baik dari segi instrumen maupun penyajian, musik modern selalu berkembang dan ada
pembaharuan seiring berkembangnya zaman, musik modern bersifat universal serta
menyeluruh sehingga semua orang bisa saja mengerti, memahami, dan menikmati musik
modern tersebut.
2
2.2
RITME (TEMPO)
Ritme atau tempo merupakan hal yang sangat mendasar dalam permainan
musik pada umumnya. Permainan musik sesuai dengan tempo yang dimainkan akan
menghasilkan alunan nada yang terdengar indah.
Dalam permainan gitar yang baik, tempo harus dipahami dan dikuasai dengan
benar. Saat memainkan lead melodi, memainkan rhythm, ataupun bersolo gitar, kita
harus mengerti tempo yang dimainkan. Pada intinya, semua alat musik haruslah
1
dimainkan dengan tempo yang stabil .
2.3
Tanda Birama
Untuk menentukan banyaknya ketukan pada sebuah birama atau bar, kita akan
menggunakan birama, seperti 4/4, 3/4, 2/4, 3/8, dan lain-lain. Angka tersebut
menunjukan banyaknya ketukan pada setiap bar atau birama. Sementara itu, angka
dibawah menunjukan nilai not pada setiap ketukannya.Contoh : 2/4 berarti 2 ketukan
pada setiap biramanya, setiap ketukan bernilai not1/4.
Bar atau birama bisa diibaratkan sebagai sebuah kolom yang berisi nada-nada.
Didalamnya terdapat beberapa ketukan untuk membentuk bar tersebut. Pada tanda
birama 4/4 terdapat 4 ketukan pada setiap bar, dan setiap ketukan bernilai not 1/4.
Penguasaan notasi dan birama akan sangat berguna saat membuat musik
digital. Dengan begitu, instrumen musik bisa dimainkan sesuai ketukan tempo stabil
sehingga bunyi yang dihasilkan lebih nikmat untuk didengarkan. Penguasaan tempo
2
akan sangat berguna juga pada saat melakukan rekaman .
2.4
Sample dan Sample Rate
Kartu suara mengkonversi audio kedalam format digital dengan memecahnya
menjadi serangkaian snapshot, masing-masing adalah potongan informasi yang
berlainan dari audio tersebut. Snapshot ini atau disebut sample, bisa diputar dan
dikonversi kembali dari format digital ke analog sehingga menghasilkan suara. Kecepatan
saat snapshot diambil disebut sample rate. Misalnya sample rate sebesar 32k (kilo),
berarti saat proses digitizing diambil 32 ribu sample per detik.
1
Pamungkas, Adi Jarot, Mainkan Gitarmu dengan Iringan Musik Digital Komputer (2007), Andi,
hal 9.
2
Pamungkas, Adi Jarot, Mainkan Gitarmu dengan Iringan Musik Digital Komputer (2007), Andi,
hal 11-12
3
Semakin tinggi sample rate, semakin tinggi pula kualitas suara yang dihasilkan,
namun ukuran file juga semakin besar. Frekuensi audio sebesar setengah ½ dari sample
rate bisa dihasilkan secara efektif. Jadi untuk menghasilkan audio dengan frekuensi
sebesar 10kHz, paling sedikit harus memakai sample rate 20kHz. Hal ini disebut dengan
Frekuensi Nyquist. Frekuensi Nyquist adalah setengah dari sample rate yang digunakan
3
(misalnya, bernilai 22kHz pada audio ber-sample rate 44kHz) .
2.5
Bit Resolution
Bit resolution adalah jumlah bit yang digunakan untuk menyatakan amplitude
pada suatu sample. Setiap sample memiliki ukuran atau volume, sehingga bila diletakkan
berderet akan terdengar gelombang suara. Amplitudoi atau lebarnya (secara vertikal)
ditentukan oleh jumlah bit yang digunakan untuk melukiskannya. Semakin banyak jumlah
bit yang digunakn untuk melukis tiap sample, semakin banyak pula kemungkinan (variasi)
amplitudonya. Pada audio 8bit, tiap sample memiliki 256 variasi amplitudo sedangkan
4
pada audio 16bit ada 65.536, dan untuk audio 24bit mempunyai sekitar 16,8 juta .
2.6
MIDI
Pada dasarnya, MIDI adalah suatu bahasa musik yang diterima secara umum
dalam dunia musik digital. Mudahnya, MIDI adalah bahasa antara sebuah alat musik
digital dengan alat musik digital lainnya. Seperti halnya kita sebagai manusia
berkomunikasi dengan manusia lain menggunakan bahasa indonesia atau inggris.
Jika anda mempunyai dua buah keyboard, sebutlah keyboard A dengan B.
Kemudian, anda menghubungkan kedua buah perangkat dengan jalur MIDI. Anda
membuat keyboard A anda menjadi keyboard master, sedangkan keyboard B menjadi
slave. Dengan demikian , saat anda menekan tuts di keyboard A, keyboard B pun akan
bunyi. Hal ini dapat menjadi suatu solusi jika anda sudah terbiasa dengan tuts keyboard
lama, sedangkan anada ingin membeli keyboard batu, Anda dapat tetap menggunakan
tuts keyboard A (master) , sedangkan suaranya keluar dari keyboard B yang baru saja
5
anda beli .
3
Mudah dan Cepat Mengolah Audio menggunakan Cool Edit 2000 (2004), Andi, hal 2-3.
Ibid, hal 3.
5
P.Purwacandra, Pandan , Asyik Berkreasi dengan Midi (2008), Andi, hal 3.
4
4
2.7
WAV dan MP3
1.
WAV
WAV atau microsoft wave file adalah format file yang mendukung untuk dibuka
pada musik player pada umumnya. Format file itu biasanya digunakan dalam rekaman
multitrack karena memiliki suara yang masih asli, tanpa ada penyusutan kualitas file. Jika
penyimpanan dilakukan dengan format file itu, ukuran file biasanya sangat besar.
2.
MP3
MP3 atau MPEG layer 3 file adalah format file yang mendukung untuk dibuka
hampir pada semua software dan hardware musik player. Format itu berkapasitas lebih
kecil dibandingkan format file WAV. Jika ingin menyimpan file proyek dan memainkannya
6
menggunakan musik player, gunakan bentuk mp3 agar lebih aman .
2.8
VST
VST adalah singkatan dari Virtual Studio Technology yang dikembangkan oleh
Steinberg. Synthesizer tradisional datang sebagai instrumen keyboard atau rak mount
modul expander, tetapi pada era modern ini instrument dapat digunakan dalam bentuk
software plug-in yang bekerja dalam sequencer MIDI atau audio yang paling populer dan
program editing audio. Bagian dari konsep VST adalah bahwa fungsi tambahannya dapat
7
ditambahkan ke program host dengan cara instalasi plugin .
2.9
Recording
Orang awam mengartikan kata “recording” sebagai sebuah proses merekam
sumber suara kedalam sebuah mesin. Namun, bagi para operator rekam, istilah
recording secara lebih spesifik mengacu pada sebuah proses pengambilan sumber suara
dari sebuah media (pita kaset, DAT, maupun harddisk). Proses itu sering juga disebut
dengan istilah tracking karena pada proses sesungguhnya Anda merekam sebuah
komposisi musik kedalam track-track yang terpisah. Misalnya, piano pada track 1, bass
pada track 2, vocal pada track 3, dan seterusnya. Secara sederhana, recording adalah
merekam permainan anda, baik vokal maupun musik.
Proses untuk mendapatkan hasil yang maksimal tidaklah cukup dengan itu. Jika
sudah selesai merekam musik dasar, Anda bisa mendengarkan kembali dan mungkin
menambahkan beberapa harmoni tertentu dalam komposisi musik. Itulah yang kadang
akan mempermanis musik. Harmoni tersebut biasanya datang belakangan atau belum
6
Pamungkas, Adi Jarot, Mainkan Gitarmu dengan Iringan Musik Digital Komputer (2007), Andi,
hal 143.
7
White, Paul, Basic VST Instrument (2009), SMT, hal 1.
5
dipikirkan sebelumnya. Proses itu disebut overdubbing, yaitu menambahkan beberapa
8
harmoni tertentu kedalam musik .
2.10
Editing
Setelah recording/tracking, tahap selanjutnya adalah editing. Dalam sekala kecil
editing, noise atau suara-suara yang tidak diperlukan dibuang, terutama noise dari track
vokal yang biasanya terjadi sebelum bernyanyi. Editing pada skala yang lebih besar
9
adalah memindahkan bagian-bagian lagu .
2.11
Mixing
Mixing adalah proses menggabungkan / memadukan semua sumber bunyi yang
sudah direkam menjadi satu supaya enak didengar. Pada tahap itu untuk mengatur
balance atau keseimbangan volume antara satu track dengan track lainnya, mengatur
posisi stereo / stereo image / pan, memberi efek, dan melakukan ekualisasi.
2.12
Mastering
Ada dua makna mastering dalam industri rekam. Pertama, mastering bisa
diartikan sebagai final touch atau sentuhan akhir dari lagu yang sudah anda mixing
sebelumnya. Kedua, mastering juga bisa diartikan sebagai pembuatan CD master atas
karya musik Anda.
Jika mendengarkan hasil mixing tersebut dengan baik, ada beberapa
kejanggalan yang bisa ditemui. Kejanggalan yang paling umum adalah suara yang tidak
konsisten, ada perbedaan antara volume lagu satu dengan lagu berikutnya atau dengan
lagu yang biasa ada dipasaran. Misalnya suara bass pada lagu pertama enak didengar,
tetapi tidak demikian yang terjadi di lagu yang kedua padahal instrument ang dipakai
sama. Pada tahap mastering ini, masalah tersebut dicoba untuk diselesaikan. Salah
satunya membuat lagu menjadi konsisten dalam hal volume dan frekuensinya. Dengan
demikian mastering menjadi sangat penting dan tak terpisahkan dengan sebuah proses
10
produksi agar hasil musik terdengar lebih profesional .
3.
Analisis
3.1
Analisis Fungsional
Analysis fungsional dari pembuatan lagu ini adalah :
8
P.Purwacandra, Pandan ,Home Recording dengan Adobe Audition1.5 (2007), Andi, hal 21-22.
Ibid, hal 22-23.
10
Ibid, hal 23-24.
9
6
1. Dapat memberikan kemudahan dalam pembuatan musik melalui Digital Audio
Workstation.
2. Dapat mengemas musik secara modern sehingga tetap menarik walaupun
dengan memanfaatkan instrument tradisional yang mulai ditinggalkan.
3. Memberi deskripsi nyata terhadap para pemimpin saat ini.
4. Menuangkan inspirasi hati melalui lagu.
5. Menuangkan kreatifitas dalm bermusik.
3.2.
Analisis Kebutuhan
Analysis kebutuhan sangat dibutuhkan dalam mendukung proses pengerjaan
lagu. Apakah lagu yang dibuat sudah sesuai dengan yang dibutuhkan atau belum. Fungsi
informasi yang penulis buat ini adalah untuk memberikan kemudahan pada saat
pembuatan sebuah lagu.
Kebutuhan hardware yang utama adalah sebuah komputer lengkap yang sudah
terinstal Operating System dan dengan adanya soundcard. Serta kebutuhan tambahan
lainnya adalah keyboard controller dan microphone.
Sedangkan kebutuhan software
yang utama adalah Fruity Loops, Cubase, dan Wavelab. Serta kebutuhan software
tambahan lainnya adalah VSTi lengkap sebagai pendukung untuk pembuatan semua
genre.
Rincian Biaya
Hardware
Biaya
Motherboard
Rp. 900.000
Processor
Rp. 1.200.000
RAM
Rp. 265.000
Harddisk
Rp. 320.000
DVD RW
Rp. 160.000
Monitor
Rp. 650.000
Keyboard + Mouse
Rp. 80.000
UPS
Rp 400.000
Keyboard Controller
Rp. 1.500.000
Microphone
Rp. 800.000
Stand Mic + Pop Filter
Rp. 300.000
Jumlah
Rp. 6.575.000
7
Software
Biaya
Windows XP
Rp. 450.000
Fruity Loops
Rp. 2.000.000
Cubase
Rp. 1.200.000
Wavelab
Rp 1.200.000
Jumlah
4.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.1
Hasil Penelitian
Rp. 4.850.000
Dari hasil yang didapat, musik tradisional modern lebih dapat diminati oleh anak
muda karena adanya keunikan tersendiri. Pembuatan musik pun menjadi daya tarik bagi
masyarakat umum yang masih awam dengan produksi musik. Sehingga harapan untuk
pelestarian musik tradisional dapat terlihat lebih jelas. Dan Digital Audio Workstation
menjadi wadah bagi para pemusik untuk menyalurkan bakat ataupun kratifitasnya.
4.2
Pembahasan
Bab ini membahas hasil penelitian yang telah dilakukan pada perancangan yang
telah dibuat pada bab sebelumnya. Hasil dari pembuatan musik ini berupa file-file MIDI
yang dihasilkan oleh perangkat lunak Fruity Loops Studio 11. File MIDI tersebut akan
digunakan untuk membangkitkan suara melalui software synthesizer. Pembuatan musik
ini menggunakan software synthesizer berupa :
a. Sample Tank yang berfungsi untuk membuat suara gong, saron, bonang,
canang, gambang, dan angklung.
b. Hypersonic yang berfungsi untuk membuat suara brass dan techno synth.
Project yang dibuat menggunakan sample rate 44.1kHz pada FL Studio. Pattern
yang digunakan untuk membuat musik ini berjumlah 40 pattern yang meliputi beat,
instrument, dan sound effect. Penambahan feel juga dilakukan untuk perpindahan pada
element
musik.
Masing-masing
instrument
pada
masing-masing
track
direkam
menggunakan keyboard controller, namun hal tersebut juga bisa dilakukan penulisan
pada piano roll menggunakan mouse. Vocal direkam menggunakan microphone jenis
8
condenser dan denagn tambahan tube ultragain untuk menambah power pada vocal
melalui soundcard eksternal berbasis USB dengan mengatur level suara masing-masing
track agar seimbang.
4.2.1
Event List
Event list adalah daftar kejadian yang terjadi dalam lingkungan sistem dan
mempunyai hubungan dengan respon yang diberikan sistem. Tampilan ini akan
menampilkan kejadian yang terdapat pada data MIDI. Misalnya kejadian saat penekanan
tuts yang dilakukan, kapan dilakukan penekanan pedal sustain, penggunaan pitch bend
atau modulation. Tampilan Event List digunakan untuk mengetahui kejadian apa saja
yang terjadi saat dilakukan track yang sedang dibuka Event List nya. Namun tidak semua
software musik mempunyai fitur untuk menampilkan event list, oleh karena itu, penulis
menggunakan SONAR untuk dapat menampilkan event list tersebut dengan cara export
file MIDI dari Fruity Loops kemudian dibuka di SONAR. Setiap baris menampilkan satu
event, diantara parameter yang digunakan antara lain :
a. Trk, digunakan untuk menampilkan nomor track.
b. HMSF digunakan untuk menampilkan posisi event dalam format jam : menit :
detik : frame
c.
MBT digunakan untuk menampilkan posisi event dalam bar : ketukan : tick.
Sedangkan parameter lainnya seperti Ch (channel), kind, dan data isinya tergantung
dari jenis event yang telah dilakukan. Beberapa event diantaranya, yaitu:
a. Note digunakan untuk menandakan MIDI Note. Dengan parameter nama note
atau pitch, velocity, durasi dan MIDI Channel.
b. Wheel digunakan untuk menandakan MIDI pitch wheel position dengan nilai
parameter posisi wheel bernilai -200 sampai dengan 200.
c.
Control digunakan untuk menandakan MIDI Control Change (CC) dengan
parameter nomor controller dari 0-127, nilai controller dari 0-127 dan MIDI
Channel.
d. Patch digunakan untuk menandakan MIDI Patch Change dengan parameter
select method, nomor bank, nomor dan nama patch, dan MIDI Channel.
e. KeyAft digunakan untuk menandakan MIDI Key aftertouch dengan parameter
nama not, velocity, dan MIDI Channel.
f.
SysxData digunakan untuk menandakan pesan System Exclusive dengan
parameter Sysx message yang ukurannya 1-255 bytes.
9
g. Lyric digunakan untuk menandakan adanya lirik dengan parameter satu suku
kata dari lirik.
h. Chord digunakan untuk menandakan adanya chord dengan parameter nama
chord.
i.
Exprsn digunakan untuk menandakan adanya expression mark dengan
parameter teks dari symbol expression.
j.
Hairpin menandakan Hairpin Symbol dengan parameter cresscendo dan de
crescendo.
Pada gambar diatas menandakan bahwa track 2 berada pada detik ke 20, bar 11
dan ketukan ke-1 not ke-15 pada trck 2 ditekan. Ditandai kolom kind bertuliskan note.
Sedangkan kekerasannya sampai 95.
5.
Kesimpulan
Dari pembuatan musik tradisional modern
dengan memanfaatkan Digital Audio
Workstation dapat diambil beberapa kesimpulan :
a. Musik digital sangat membantu dalam proses pembuatan lagu dengan biaya
lebih murah tanpa harus memanfaatkan instrument musik lengkap dan
mendapatkan hasil yang bagus sesuai standard industri musik.
b. File yang dihasilkan dari pembuatan musik lebih sederhana karena MIDI hanya
menyimpan instruksi dan tidak menyimpan file suara aslinya, sehingga
ukurannya lebih kecil . Sedangkan kualitas suara yang dihasilkan sangat
tergantung dengan pembangkit suara seperti sound module dan keyboard untuk
membunyikan suara dan not tertentu.
c.
Aplikasi file MIDI dapat dengan mudah melakukan editing dan update suara
dengan rapi. File MIDI dapat lebih mudah menghapus bagian yang salah atau
tidak terpakai dengan sangat presisi hanya dengan melihat event list nya dan
dapat dihapus berdasar tipe datanya, tidak harus semua data atau event.
d. Tidak semua suara instrument musik digital menyerupai suara instrument
aslinya, sehingga pada saat editing perlu memahamiu karakter dari instrument
musik yang digunakan.
e. Penambaha type sound dapat dilakukan dengan mudah denagn cara download
free plugin ataupun membeli nya.
f.
Efisiensi yang didapat antara lain waktu, tempat, pemusik dan biaya. Waktu yang
digunakan lebih sedikit karena lebih mudah dalam proses pengerjaan, tempat
yang digunakan lebih fleksible karena komponen atau peralatan utama yang
diperlukan hanya sebuah computer, tidak memerlukan banyak pihak dalam
10
proses pengerjaan karena cukup dengan satu orang pun musik dapat
diselesaikan, dan biaya lebih murah karena dalam satu software sudah
mencakup beberapa suara instrument pada aslinya.
Daftar Pustaka
Mudah dan Cepat Mengolah Audio menggunakan Cool Edit 2000 (2004), Andi,
Jogjakarta.
Pamungkas, Adi Jarot, 2007
Komputer , Andi Jogjakarta.
Mainkan Gitarmu dengan Iringan Musik Digital
P.Purwacandra, Pandan , 2008 Asyik Berkreasi dengan Midi , Andi Jogjakarta.
P.Purwacandra, Pandan ,2007 Home Recording dengan Adobe Audition1.5 , Andi
Jogjakarta.
Puspitosari, Heni A, Mengolah Audio dengan FL STUDIO, Skripta, Jogjakarta.
White, Paul, Basic VST Instrument (2009), SMT, Durham.
www.image-line.com/flstudio/ (diakses 20 April 2014).
www.sae.edu/reference_material/audio/pages/Microphones.htm#link (diakses tanggal 5
mei 2014).
11
Download