Analisis Pengaruh Motivasi….. (Taroreh) Analisa Pengaruh Motivasi

advertisement
Analisis Pengaruh Motivasi….. (Taroreh)
90
Analisa Pengaruh Motivasi Kerja, Pelatihan, Kepemimpinan, Komunikas Dan
Kerjasama Tim Terhadap Kinerja Para Suster Dina ST.Yoseph Di Indonesia
Imeldi Maria Taroreh
Program Magister Manajemen Fakutas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi
( [email protected] )
Abstract
This study aims to find the relationship between motivation, training, leadership,
communication, and teamwork on job achievement. Furthermore, the main goal of this
research is to identify and ensure a strong and significant influence of motivation, training,
leadership, communication, and teamwork on job achievement of The Little Sister of St.
Joseph (Dina Santo Yoseph/DSY) in Indonesia. In order to analyze the motivation, training,
leadership, communication, and teamwork as a variable for the job achievement, in this
research, I asked for the participation of 70 nuns of The Little Sisters of St, Joseph by filling
out a questionnaire. The results showed a strong relationship and significant effect of
motivation, training, leadership, communication, and teamwork on job achievement. This is
means that an increase in motivation, training, leadership, communication, and teamwork
will improve job achievement as well. Analysis of the data used in this study is a multiple
linear regression analysis.
Keywords: Motivation, Training, Leadership, Communication, Teamwork, and Job
achievement.
Abstrak
Studi ini bertujuan untuk menemukan hubungan antara motivasi, pelatihan, kepemimpinan ,
komunikasi, dan kerja sama, dengan prestasi kerja. Selanjutnya, yang menjadi tujuan utama
penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi dan memastikan pengaruh kuat dan signifikan
dari motivasi, pelatihan, kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim dengan prestasi
kerja para suster dina St.Yoseph di Indonesia. Dalam rangka menganalisa motivasi, pelatihan,
kepemimpinan, komunikasi dan kerja sama tim sebagai variabel bagi prestasi kerja, 70 suster
Dina St.Yoseph di Indonesia berpartisipasi dalam penelitian ini dengan cara mengisi
kuesioner. Hasilnya menunjukkan hubungan yang kuat dan pengaruh yang signifikan dari
motivasi, pelatihan, kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim terhadap prestasi kerja.
Hal ini berarti bahwa peningkatan pada motivasi, pelatihan, kepemimpinan, komunikasi, dan
kerja sama tim akan meningkatkan pula prestasi kerja. Analisa data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda.
Kata Kunci: Motivasi, Pelatihan, Kepemimpinan, Komunikasi, kerja sama tim, dan prestasi
kerja.
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol.2 ,No.4, 2014:90-102.
bersangkutan “. Kinerja seorang karyawan
Latar Belakang Masalah
Persaingan
91
dunia
juga dipengaruhi oleh kualitas seorang
mengharuskan
setiap
pemimpin.
Kualitas
dari
menunjukkan
kualitas
seringkali
dianggap
sebagai
supaya eksistensi tetap berlanjut. Kualitas
terpenting
sebuah lembaga sedikit banyak ditentukan
kegagalan organisasi (Menon, 2002:135).
oleh sumber daya yang dimiliki oleh
Selain itu pula, dibutuhkan komunikasi
lembaga tersebut, salah satunya ialah
yang baik untuk mencapai hasil yang
sumber daya manusia. Dengan demikian,
maksimal. Misalnya saja tindakan manajer
pengelolaan sumber daya manusia menjadi
yang sederhana dengan mendengarkan dan
salah
keberlanjutan
memberi umpan balik kepada karyawan
Pengelolaan
akan membangkitkan semangat kerja dan
Sumber Daya Manusia merupakan aspek
berpikir kreatif (Mangkuprawira, 2009:
penting
sebuah
75). Penting juga untuk diperhatikan
organisasi. Adapun pengelolaan Sumber
adalah untuk mendapatkan hasil kinerja
daya manusia tersebut amat berkaitan
pegawai
bahkan
dari
diperlukan kerja sama tim. Dewasa ini,
Motivasi Kerja, Pelatihan, Kepemimpinan,
pembentukan kerjasama tim dianggap
Komunikasi, dan Kerjasama Tim.
solusi terbaik untuk mencapai kesuksesan
kelembagaan
lembaga
untuk
satu
dalam
kunci
bagi
eksistensi sebuah lembaga.
dalam
tidak
Menurut
keberhasilan
dapat
dilepaskan
Luthans
dari
yang
pemimpin
faktor
keberhasilan
memuaskan
atau
maka
(2006:223)
di dalam organisasi. Harris (1996) dalam
motivasi adalah proses sebagai langkah
Tarricone dan Luca (2002: 343), kerjasama
awal seseorang melakukan tindakan akibat
tim merupakan sekumpulan individu yang
kekurangan secara fisik dan psikis atau
bekerjasama
dengan kata lain adalah suatu dorongan
bersama.
yang ditunjukan untuk memenuhi tujuan
tertentu.
untuk
mencapai
tujuan
Berdasarkan uraian diatas tentang 5
Sedangkan pelatihan menurut
unsur yang sangat mempengaruhi kinerja
Nitisemito (2004:225), adalah sebagai
para karyawan, maka penulis mencoba
berikut: “Pelatihan adalah suatu kegiatan
untuk mengadakan penelitian terhadap
dari perusahaan yang dimaksud untuk
Suster-suster
memperbaiki dan mengembangkan sikap,
Indonesia. Suster Dina St.Yoseph (DSY)
tingkah
dan
adalah sebuah tarekat religius atau sebuah
pengetahuan dari para karyawan sesuai
lembaga gerejani yang berada di bawah
dengan keinginan dari perusahaan yang
naungan keuskupan sejak didirikan oleh
laku,
keterampilan
Dina
Santo
Yoseph
di
Analisis Pengaruh Motivasi….. (Taroreh) 92
seorang Imam Diosesan yang bernama
sama tim berpengaruh
Petrus Yoseph Savelberg. Sejak didirikan
para suster Dina St. Yoseph? (2) Apakah
pada tanggal 21 Juni 1872, tarekat atau
motivasi kerja berpengaruh
lembaga ini
memiliki visi utama yakni
kinerja para suster Dina St. Yoseph?. (3)
“melayani di tempat di mana tidak ada
Apakah pelatihan berpengaruh terhadap
orang lain yang menolong” (Konstitusi
kinerja para suster Dina St. Yoseph? (4)
DSY: 1992, no.23). Dalam mencapai visi
Apakah
ini tarekat memiliki beberapa bidang karya
terhadap kinerja para suster Dina St.
pelayanan yang ditangani oleh para suster
Yoseph?.
sendiri. Contoh pelayan dari para suster di
berpengaruh terhadap kinerja para suster
bidang
Dina St. Yoseph?. (6) Apakah kerja sama
pastoral,
pendidikan
dan
terhadap kinerja
kepemimpinan
(5)
berpengaruh
Apakah
sebagainya. Masih ada banyak bidang
tim berpengaruh
pelayanan lain lagi yang digeluti oleh para
suster Dina St. Yoseph?
terhadap
komunikasi
terhadap kinerja para
suster ini.
Workshop para suster DSY se-
Argumen Orisinalitas / Kebaruan
Indonesia menyoroti kinerja para suster
Model dari penelitian ini adalah
yang semakin menurun. Hal ini disebabkan
gabungan dari beberapa variabel pada
oleh beberapa hal, yaitu: melemahnya
penelitian terdahulu seperti pada : Harry
motivasi, kelonggaran dalam pembinaan,
Murti dan Veronika Agustini Srimulyani
lemahnya
(2012),
kepemimpinan,
kurangnya
Ardhyan
Krisdiyanto,
Safitri,
komunikasi antara para suster sendiri
Amri, dan M. Shabri dan Arifin (2004).
dalam lingkup kerja, kurangnya kerjasama
Juga penelitian ini diaplikasikan pada
antara para suster sendiri dan minimnya
Suster-suster
pelatihan. Secara lebih spesifik dapat
Indonesia, yang jarang diteliti secara
dikatakan bahwa, selama kurun waktu
ilmiah.
Dina
St.
Yoseph
Di
beberapa tahun terakhir memang terjadi
degradasi dalam kinerja para suster. Salah
Kajian Teoritik dan Empiris
satu
Motivasi Kerja
indikatornya
yakni
melemahnya
motivasi dari para suster yang nampak
Pada dasarnya motivasi adalah
dalam kehidupan harian dari para suster.
daya
penggerak
Berdasarkan latar belakang permasalah di
keinginan dan energi dalam mencapai
atas, maka rumusan masalah yang diangkat
sesuatu
adalah (1) Apakah motivasi, pelatihan,
menggerakkan orang untuk melakukan
kepemimpinan, komunikasi, dan kerja
sesuatu. Menurut Nawawi (2005:351),
tujuan
yang
tertentu.
memadukan
Motivasi
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol.2 ,No.4, 2014:90-102. 93
motivasi berarti dorongan, sebab atau
karyawan melaksanakan pekerjaan saat ini
alasan
sesuatu.
secara lebih baik. Pengembangan mewakili
Motivasi itu adalah sesuatu yang kompleks
investasi pengembangan yang berorientasi
karena
masa depan pada diri karyawan. Dessler
seseorang
di
melakukan
dalamnya
sudah
tercakup
pikiran, perasaan dan pengalaman masing-
(2009
masing individu (Werhter dan Davis,
merupakan proses mengajar keterampilan
1996:500).
yang
Motivasi
dipengaruhi,
seseorang sering
secara
internal,
oleh
:
280)
bahwa
dibutuhkan
:
“Pelatihan
karyawan
untuk
melakukan pekerjaannya”. Mangkuprawira
kepercayaan, nilai, minat, rasa takut, dan
(2009:135)
menjelaskan
sebagainya, dan secara eksternal oleh
"Pelatihan
adalah
bahaya, lingkungan atau tekanan dari
mengajarkan pengetahuan dan keahlian
orang tertentu.
tertentu serta sikap agar karyawan semakin
Menurut Riduwan
sebuah
proses
terampil
diukur melalui indikator sebagai berikut :
tanggung jawab dengan semakin baik,
Upah / Gaji yang layak, pemberian
sesuai dengan standar".Adapun tujuan
insentif,
pelatihan menurut Mangkunegara (2009 :
harga
diri,
mampu
:
(2002:66) bahwa motivasi kerja dapat
mempertahankan
dan
bahwa
memenuhi kebutuhan rohani, memenuhi
52)
kebutuhan
menempatkan
penghayatan
yang
sesuai,
meningkatkan
produktivitas
kerja,
menimbulkan rasa aman di masa depan,
meningkatkan
kualitas
kerja,
memperhatikan lingkungan tempat kerja,
meningkatkan perencanaan sumber daya
memperhatikan kesempatan untuk maju,
manusia, meningkatkan sikap moral dan
menciptakan persaingan yang sehat.
semangat kerja, meningkatkan rangsangan
pegawai
partisipasi,
pada
tempat
antara
lain
:
melaksanakan
jiwa
meningkatkan
dan
ideologi,
agar karyawan mampu berprestasi secara
maksimal, meningkatkan kesehatan dan
Pelatihan
Simamora (2004:274) menyatakan
keselamatan, menghindarkan keseragaman
pelatihan dan pengembangan ditujukan
diantara
pegawai,
meningkatkan
untuk mempertahankan dan meningkatkan
perkembangan pribadi karyawan.
prestasi kerja para karyawan. Pelatihan
ditujukan untuk meningkatkan prestasi
Kepemimpinan
kerja saat ini, sedangkan pengembangan
Kepemimpinan berarti seseorang
ditujukan untuk meningkatkan prestasi
dengan figur tertentu memimpin orang lain
kerja saat ini dan masa yang akan datang.
dan
Pelatihan
(2005:2), dalam bukunya yang berjudul
diarahkan
untuk
membantu
dirinya
sendiri.
Menurut
Rivai
Analisis Pengaruh Motivasi….. (Taroreh) 94
“Kepemimpinan Dan Perilaku Organisasi”
komunikasi adalah pertukaran pesan verbal
menyatakan bahwa definisi kepemimpinan
maupun nonverbal antara pengirim dengan
secara
proses
penerima pesan untuk mengubah tingkah
mempengaruhi dalam menentukan tujuan
laku. Komunikasi itu sangat diperlukan
organisasi, memotivasi perilaku pengikut
untuk mendapatkan hasil kerja yang
untuk mencapai tujuan, mempengaruhi
maksimal dari setiap pegawai. Oleh karena
interprestasi mengenai peristiwa-peristiwa
itu,
para pengikutnya, pengorganisasian dan
komunikasi
aktivitas-aktivitas untuk mencapai sasaran,
organisasi
memelihara hubungan kerja sama dan
kesetiakawanan
kerja kelompok, perolehan dukungan dan
bawahan dengan atasan, bawahan dengan
kerja sama dari orang-orang di luar
bawahan, atasan dengan atasan, dan
kelompok atau organisasi. Setiap orang
pegawai dengan organisasi; meningkatkan
memiliki gayanya masing-masing dalam
kegairahan
memimpin suatu lembaga. Menurut Arep
meningkatkan moral dan disiplin pegawai;
dan Tanjung (2003:94) ada empat macam
meningkatkan rasa tanggung jawab semua
gaya
lazim
pegawai; menimbulkan saling pengertian
Kepemimpinan
diantara pegawai; meningkatkan kerjasama
luas,
adalah
meliputi
kepemimpinan
digunakan,
yang
yaitu:
Menurut
Wursanto
sangat
karena:
penting
dalam
menimbulkan
dan
loyalitas
kerja
para
pegawai;
diantara
Otokrasi,
semangat korp di kalangan pegawai.
Paternalistik,
dan
rasa
antara
Demokrasi, kepemimpinan Diktator atau
kepemimpinan
pegawai;
(2003:159)
meningkatkan
kepemimpinan Free Rein atau Laissez
Faire.
Kerjasama Tim
Pengertian Kerjasama Tim
atau
Tim kerja adalah kelompok yang usaha-
Komunikasi
Komunikasi
suatu
usaha individualnya menghasilkan kinerja
bentuk penyampaian pesan entah itu dalam
lebih tinggi daripada jumlah masukan
bentuk verbal atau non verbal. Komunikasi
individual
diperlukan
dan
2008:406). Tim kerja menghasilkan sinergi
Hariandja
positif melalui usaha yang terkoordinasi.
(2002:153) menyatakan bahwa komunikasi
Hal ini memiliki pengertian bahwa kinerja
adalah proses menyampaikan informasi
yang dicapai oleh sebuah tim lebih baik
dari satu pihak kepada pihak lain untuk
daripada
mendapatkan
organisasi
memperjelas
Muhammad
merupakan
untuk
mempercepat
suatu
saling
(2005:4)
hal.
pengertian.
mendefinisikan
(Stephen
kinerja
ataupun
dan
Timothy,
perindividu
suatu
disuatu
perusahaan.
Walaupun begitu, kerja sama tim juga
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol.2 ,No.4, 2014:90-102.
harus efektif agar memberikan kontribusi
kinerja
yang baik bagi kinerja karyawan dan hasil
tersebut
kerja dalam suatu lembaga. Oleh karena
dikemukakan Hariandja (2002:195) bahwa
itu, berikut ini adalah ciri-ciri tim yang
“Penilaian unjuk kerja merupakan suatu
efektif menurut Sembel (2005: 11-12):
proses organisasi dalam menilai unjuk
memiliki Tujuan yang sama, antusiasme
kerja pegawainya.” Tentu saja penilaian
yang tinggi, peran dan tanggung jawab
kinerja ini ada tujuannya. Oleh karena itu,
yang jelas, komunikasi yang efektif,
menurut menurut Rivai (2005:312) tujuan
resolusi Konflik, shared Power, keahlian,
penilaian kerja
evaluasi.
(dari 20 tujuan diambil 5 tujuan pertama)
yaitu
para
sesuai
(1)
prestasi
Kinerja Karyawan
anggotanya.”
95
Ungkapan
dengan
apa
yang
pada dasarnya meliputi:
Untuk
mengetahui
karyawan
selama
tingkat
ini.
(2)
Kinerja karyawan lebih diartiakan
Pemberian imbalan yang serasi, misalnya
dimaksudkan
untuk pemberian kenaikan gaji berkala,
atau
pada
bagaimana
seseorang itu melakukan suatu proses
gaji
kerja. Apakah ia melakukannya dengan
insentif
baik atau tidak baik. Hal itu dapat dilihat
pertanggungjawaban dari karyawan. (4)
dari proses yang sedang ia lakukan, apakah
Untuk pembeda antarkaryawan yang satu
sesuai
tidak.
dengan yang lain. (5) Pengembangan
Sedarmayanti (1995:52) yang mengutip
SDM. Tentu saja penilaian kinerja ini
paparan L.A.N mengungkapkan bahwa
memiliki aspek-aspek kinerja yang dinilai.
Performance
diterjemahkan
Menurut menurut Rivai (2004:324), yang
kinerja,
berarti
dengan
juga
instruksi
atau
prestasi
menjadi
kerja,
pokok,
mengutip
kenaikan
uang.
gaji
(3)
penelitian
dari
istimewa,
Mendorong
Lazer
dan
pelaksanaan kerja, pencapaian kerja atau
Wikstron diketahui bahwa faktor yang
hasil kerja/unjuk kerja/penampilan kerja.
paling umum muncul di 61 perusahaan
inerja karyawan itu dapat diukur ataupun
adalah, pengetahuan tentang pekerjaannya,
dinilai sampai dimana seorang karyawan
kepemimpinan,
itu bekerja secara efektif atau tidak.
pekerjaan,
Penilaian atau pengukuran ini sering
keputusan, kreativitas, dapat diandalkan,
disebut dengan penilaian kinerja. Menurut
perencanaan,
komunikasi,
intelegensi
Siagian (2002:168) menyatakan bahwa
(kecerdasan),
pemecahan
masalah,
“Penilaian kinerja merupakan proses di
pendelegasian, sikap usaha, motivasi, dan
mana organisasi berupaya memperoleh
organisasi.
informasi yang seakurat mungkin tentang
inisiatif,
kerjasama,
kualitas
pengambilan
Analisis Pengaruh Motivasi….. (Taroreh)
Untuk penelitian penelitian empiris
demokrasi,
kerjasmaa
tim
dan
96
gaya
menggunakan penelitian dari Harry Murti
komunikasi berstruktur secara simultan
dan Veronika Agustini Srimulyani (2012)
berpengaruh
dengan
Motivasi
maupun terhadap kinerja pegawai. Arifin
Dengan
(2004) dengan judul “Pengaruh Faktor-
Variabel Pemediasi Kepuasan Kerja Pada
Faktor Kepuasan Komunikasi Terhadap
PDAM Kota Madiun”. Hasil Penelitian
Kinerja Karyawan”. Dari hasil penelitian
menunjukkan
ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
judul
Terhadap
“Pengaruh
Kinerja
Pegawai
bahwa:
Motivasi
terhadap
Semakin
kerja pegawai, kinerja pegawai, kepuasan
komunikasi
kerja berpengaruh signifikan terhadap
perusahaan, maka semakin tinggi kinerja
kinerja
karyawan
merupakan
variabel
kepuasan
kerja
pemediasi
antara
pekerja
kerja
berpengaruh signifikan pada kepuasan
pegawai,
puas
kepuasan
yang
terjadi
tersebu,
Komunikasi
terhadap
di
Variabel
mempunyai
dalam
Iklim
pengaruh
motivasi dengan kinerja pegawai. Ardhyan
signifikan yang paling besar terhadap
Krisdiyanto
kinerja karyawan.
dengan
judul
“Analisis
Faktor-Faktor
Yang
Motivasi
Pengaruhnya
Dan
Peningkatan
Penelitian
Mempengaruhi
Kinerja
ini
Terhadap
Metode Penelitian
Karyawan”.
menggunakan
Jenis penelitian ini menggunakan
metode
jenis penelitian asosiatif yaitu melihat
purposive sampling, dengan responden
pengaruh antar Motivasi Kerja (X1),
sebanyak 140 orang. Dari hasil penelitian
Pelatihan
disimpulkan bahwa faktor pelatihan dan
Komunikasi (X4), dan Kerja Sama Tim
pengembangan, faktor kepuasan kerja dan
(X5)
faktor budaya organisasi
berpengaruh
Penilitian ini berlokasi di dalam Organisasi
secara positif terhadap kinerja karyawan,
Suster Dina St.Yoseph yakni pada tempat
secara
melalui
para suster DSY berkarya. Yang menjadi
motivasi.Safitri, Amri, dan M. Shabri
populasi dalam penelitian ini adalah
dengan
Gaya
seluruh suster Dina St.Yoseph yang ada di
Dan
Organisasi Suster Dina St.Yosep (DSY)
Gaya Komunikasi Terhadap Kepuasan
yang berjumlah 140 suster. Yang dapat
Kerja Serta Dampaknya Terhadap Kinerja
dianalisis hanya 70 responden. Untuk
Pegawai Pada Sekretariat Daerah Kota
metode analisa data yang digunakan dalam
Sabang”. Hasil penelitian menunjukkan
penelitian ini adalah analisis regresi linier
bahwa
berganda dengan program komputer yang
langsung
judul
Kepemimpinan,
variabel
dan
“Pengaruh
Kerjasama
gaya
Tim,
kepemimpinan
(X2),
terhadap
Kepemimpinan
Kinerja
Suster
(X3),
(Y).
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol.2 ,No.4, 2014:90-102.
97
akan digunakan untuk analisis statistik
maupun uji-F berpatokan pada tingkat
adalah SPSS versi 20. Sedangkan variabel
probabilitas / signifikan. hipotesis diterima
yang
Variabel
/ terbukti / ada pengaruh jika tingkat
Independen (X) : Motivasi Kerja (X1),
probabilitas / siginifikan lebih kecil dari
Pelatihan
(X3),
0.05 ( < 5%), demikian sebaliknya.
Komunikasi (X4) dan Kerja Sama Tim
Variabel Motivasi Kerja(X1) nilai thitung
(X5). Untuk Variabel dependen yaitu
sebesar 3,057 dengan probabilitas sebesar
Kinerja Pegawai (Y)
0,003. Karena |thitung|>ttabel (3,057>1,998)
digunakan
(X2),
adalah
Kepemimpinan
atau sig t < 5% (0,003<0,05) maka secara
parsial variabel Motivasi Kerja (X1)
Pembahasan
Hasil
pengujian
validitas
berpengaruh signifikan positif terhadap
instrumen, semua pertanyaan dinyatakan
variabel Kinerja Suster (Y) bila variabel
valid karena probabilitas hasil korelasi
bebas lain tetap nilainya. Dengan demikian
lebih kecil dari 5 %. Sedangkan
hipotesa diterima.
hasil
pengujian reliabilitas instrumen adalah
Variabel Pelatihan (X2) nilai thitung
reliabel karena mempunyai alpa lebih dari
sebesar 2,622 dengan probabilitas sebesar
0,6 .
0,011. Karena |thitung|>ttabel (2,622>1,998)
Untuk
uji
multikolinieritas
atau sig t < 5% (0,011<0,05) maka secara
diperoleh hasil bahwa semua variabel
parsial variabel Pelatihan (X2) berpengaruh
bebas
(Variance
signifikan positif terhadap variabel Kinerja
Inflating Factor) lebih kecil dari 5 maka
Suster (Y) bila variabel bebas lain tetap
dapat simpulkan model tidak terjadi
nilainya.
multikolinieritas.Berdasarkan
diterima. Variabel Kepemimpinan (X3)
memiliki
nilai
VIF
hasil
uji
Dengan
nilai
diperoleh hasil bahwa semua variabel
probabilitas
bebas probabilitas hasil korelasi lebih
|thitung|>ttabel (2,047>1,998) atau sig t < 5%
besar
(0,045<0,05) maka secara parsial variabel
0,05
(5%)
maka
dapat
sebesar
hipotesa
heterokesdastisitas pada tabel 5.4 di atas
dari
thitung
demikian
sebesar
dengan
0,045.
Karena
simpulkan model tersebut tidak terjadi
Kepemimpinan
heteroskedastisitas.
signifikan positif terhadap variabel Kinerja
Uji hipotesis
Suster (Y) bila variabel bebas lain tetap
Didalam analisis regresi berganda
nilainya.
ada dua jenis uji hipotesis yaitu uji
diterima.
hipotesis parsial yaitu
Dengan
(X3)
2,047
berpengaruh
demikian
hipotesa
uji-t dan uji
Variabel Komunikasi (X4) nilai
hipotesis simultan yaitu uji-F. Untuk uji-t
thitung sebesar 4,752 dengan probabilitas
Analisis Pengaruh Motivasi….. (Taroreh) 98
sebesar
0,000.
(4,752>1,998)
Karena
atau
t
salah
satu
yang
dapat
mempengaruhi kinerja seseorang. Hasil
(0,000<0,05) maka secara parsial variabel
penelitian menunjukkan bahwa secara
Komunikasi (X4) berpengaruh signifikan
parsial variabel berpengaruh signifikan
positif terhadap variabel Kinerja Suster
positif terhadap variabel Kinerja Suster.
(Y) bila variabel bebas lain tetap nilainya.
Profesionalitas dalam suatu profesi sangat
Dengan
dibutuhkan.
hipotesa
<
merupakan
5%
demikian
sig
|thitung|>ttabel
diterima.
Sikap
profesionalitas
itu
melalui
pendidikan
dan
Variabel Kerja Sama Tim (X5) nilai thitung
diperoleh
sebesar 2,068 dengan probabilitas sebesar
pelatihan-pelatihan
0,043. Karena |thitung|>ttabel (2,068>1,998)
nampak dalam pernyataan dari Gomes,
atau sig t < 5% (0,043<0,05) maka secara
(2003: 198) dan Hasibuan, (2009: 135).
parsial variabel Kerja Sama Tim (X5)
Robbins
yang
ada.
(1996),
Seperti
mengemukakan
berpengaruh signifikan positif terhadap
bahwa terdapat empat fungsi manajemen
variabel Kinerja Suster (Y) bila variabel
yang
bebas lain tetap nilainya. Dengan demikian
pegawai,
hipotesa diterima.
kepemimpinan.
Untuk uji simultan ditemukan bahwa
berpengaruh
salah
menunjukkan
terhadap
kinerja
satunya
adalah
Hasil
bahwa
penelitian
secara
dari nilai Fhitung menunjukkan nilai sebesar
variabel
97,726 (signifikansi
F= 0,000). Jadi
signifikan positif terhadap variabel Kinerja
Fhitung>Ftabel (97,726>2,358) atau Sig F <
Suster. Untuk variabel Komunikasi (X4),
5% (0,000<0,05). Artinya bahwa secara
memiliki koefisien regresi sebesar 0,432
bersama-sama variabel Motivasi Kerja
dan memiliki arah positip, hasil ini berarti
(X1), Pelatihan (X2), Kepemimpinan (X3),
bahwa apabila variabel Komunikasi (X4)
Komunikasi (X4) dan Kerja Sama Tim
ditingkatkan maka variabel Kinerja Suster
(X5)
(Y)
berpengaruh
signifikan
terhadap
variabel Kinerja Suster (Y).
Dari
sangatlah
hasil
penelitian
jelas
bahwa
komunikasi
parsial
akan
meningkat,
berpengaruh
demikian
juga
sebaliknya, apabila variabel Komunikasi
itu
maka
(X4) menurun maka Kinerja Suster (Y)
motivasi
akan turun dimana variabel lain dianggap
mempengaruhi hasil kerja ataupun kinerja
tidak
dari setiap orang. Ketika motivasi itu
penelitian
dinaikkan maka akan mempengaruhi hasil
Hariandja (2002:158) dan juga mendukung
kerja pula. Hal ini senada dengan yang
hasil penelitian Halauwet (2007: 54) dan
diungkapkan oleh Handoko (2003: 167)
Juwita (2008: 75).
yang
menyatakan
bahwa
motivasi
berubah
ini
atau
juga
konstan.
Hasil
mendukung
teori
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol.2 ,No.4, 2014:90-102.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
secara
parsial
variabel
berpengaruh
99
positif terhadap Kinerja Suste Hipotesa
diterima.
(5)
Kerja
Sama
Tim
signifikan positif terhadap variabel Kinerja
berpengaruh signifikan positif terhadap
Suster. Hasil penelitian ini mendukung
Kinerja Suster hipotesa diterima.
pernyataan dari (Newcom, 1961 dalam
Luthans, 2006). Perusahaan terutama para
manajer
hendaknya
Rekomendasi
memberikan
Rekomendasi yang dapat diberikan
kepercayaan pada anggota tim terutama
berdasarkan penelitian ini adalah (1)
pada para karyawan agar setiap anggota
Karyawan dalam hal ini para suster Dina
tim dapat bekerja sama, memberikan
St.Yoseph (DSY) akan memiliki kinerja
penghargaan dan pengakuan pada anggota
seperti yang diharapkan oleh organisasi
tim atas tugas yang terlaksana dengan baik
ketika mereka memiliki motivasi kerja
sehingga akan memotivasi anggota tim
yang tinggi. (2) Karyawan dalam hal ini
untuk bekerja lebih giat dan tangkas,
para suster Dina St. Yoseph (DSY) akan
Memberikan tantangan kepada tim, karena
memiliki kinerja seperti yang diharapkan
reaksi atau tanggapan terhadap tantangan
oleh organisasi ketika mereka diberikan
tersebut
kesempatan untuk mengikuti pelatihan
akan
membentuk
semangat
persatuan, kebanggaan, dan kesatuan tim.
yang sesuai. (3) Karyawan dalam hal ini
para suster Dina St.Yoseph (DSY) akan
Kesimpulan dan Rekomendasi
memiliki kinerja seperti yang diharapkan
Kesimpulan
oleh organisasi ketika mereka memiliki
Berdasarkan
pembahasan
maka
seorang
pemimpin
yang
baik
yang
kesimpulan dirumuskan sebagai berikut :
membawahi mereka. (4) Karyawan dalam
(1) Motivasi Kerja berpengaruh signifikan
hal ini para suster Dina St. Yoseph (DSY)
positif
akan
terhadap
Kinerja
Suster
bila
memiliki
kinerja
seperti
yang
variabel bebas lain tetap nilainya. Hipotesa
diharapkan oleh organisasi ketika mereka
diterima.
berpengaruh
memiliki motivasi komunikasi yang baik
signifikan positif terhadap Kinerja Suster
antar rekan kerja dan atasan di dalam
bila variabel bebas lain tetap nilainya.
organisasi. (5) Karyawan dalam hal ini
Hipotesa diterima. (3) Kepemimpinan
para suster Dina St. Yoseph (DSY) akan
berpengaruh signifikan positif terhadap
memiliki kinerja seperti yang diharapkan
variabel Kinerja Suster bila variabel bebas
oleh organisasi ketika mereka memiliki
lain tetap nilainya. Hipotesa diterima. (4)
suasana kerja sama yang baik antar rekan
Komunikasi
kerja dan atasan di dalam organisasi.
(2)
Pelatihan
berpengaruh
signifikan
Analisis Pengaruh Motivasi….. (Taroreh) 100
Harry
L
dan
dan
Tanjung,
H.,
Veronika
(2012).
Srimulyani.,
Daftar Pustaka
Arep,
Murti
Agustini
“Pengaruh
(2003).
Motivasi
Terhadap
Manajemen Motivasi. Jakarta: Pt.
Pegawai
Dengan
Prenhallindo.
Pemediasi Kepuasan Kerja Pada
Kepuasan
Komunikasi
Riset Manajemen dan Akuntansi
terhadap Kinerja Karyawan, dalam
Jumal
Studi
Manajemen
&
Organisasi Vol. 2 No. 1
Vol.1 No. 1, Februari.
Juwita,
Kristin.,
(2008).
Pengaruh
Motivasi Kerja dan Komunikasi
Dessler, G., (2009). Manajemen Sumber
Daya Manusia. Jakarta: Index.
Gomes,
Variabel
PDAM Kota Madiun” dalam Jurnal
Arifin, Bey., (2005). Pengaruh FaktorFaktor
Kinerja
Organisasi terhadap Produktivitas
Kerja melalui Kepuasan Kerja
Fautino
Cardoso.,
(2001).
Manajemen
Sumber
Daya
Pabrikasi PT. PG Kebon Agung
Yogyakarta:
Penerbit
Malang). Skripsi Program Studi
Manusia.
Andi Offset.
Halauwet,
Sonya.,
(Studi
pada
Manajemen
(2007).
Karyawan
Bagian
Universitas
Negeri
Pengaruh
Malang, Malang. Tidak diterbitkan.
Komunikasi Efektif antara Atasan
Krisdiyanto, Ardhyan., Analisis Faktor-
dan Bawahan terhadap Kepuasan
Faktor
Kerja Karyawan (Studi pada Unit
Motivasi
bengkel, Jasa Pemeliharaan Kilang
Terhadap
PT.
V
Karyawan Jurnal ekonomi dan
Timur).
Bisnis Dian Ekonomi, Vol. VII,
Pasca
Sarjana
No. 2.
Brawijaya,
Malang.
PERTAMINA
Balikpapan
Tesis
Kalimantan
Program
Universitas
UP
Tidak di terbitkan.
Pengaruhnya
Peningkatan
(2006).
Kinerja
Perilaku
Mangkunegara, A.A., (2009). Manajemen
Manusia. Edisi 2. Yogyakarta:
Sumber Daya Manusia Perusahaan.
BPFE.
Bandung : Remaja Rosdakarya.
Efendi
Manajemen
Sumber
Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Daya
Hariandja,
dan
Fred.,
Dan
Mempengaruhi
Organisasi 10th. Edisi Indonesia.
Handoko, Hani T., (1996). Manajemen
Personalia
Luthans,
Yang
M.
T.,
(2002).
Sumber
Daya
Manusia. Jakarta: Gransindo.
Mangkuprawira, Sjafri Tb., (2009). Bisnis,
Manajemen,
dan
Sumberdaya
Manusia. IPB Press, Bogor.
Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Vol.2 ,No.4, 2014:90-102. 101
Muhammad, Arni., (2005). Komunikasi
Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Menon, Maria E., (2002). ”Perceptions of
Pre-Service
and
Teachers
In-Service
Regarding
Effectiveness
of
The
Elementary
Daerah Kota Sabang”. Volume 2,
No. 1, November.
Santoso, Singgih., (2010). Aplikasi SPSS
pada statistik parametik. Jakarta:
PT. Elex Media Komputndo.
Sedarmayanti.,
(1995).
Sumber
Daya
School Leadership in Cyprus”, The
Manusia dan Produktivitas Kerja.
International
Journal
of
Bandung: Ilham Jaya.
Educational
Management,
16
February.
(2005). Komunikasi Yang Efektif.
Nawawi, Hadari., (2005). Manajemen
Sumber
Sembel, Roy dan Prijosuksono, Aribowo.
Daya
Bisnis
Manusia
yang
untuk
www.sinarharapan.co.id,
14
Agustus 2014.
Kompetitif,
Siagian, Sondang., (2002). Manajemen
Yogyakarta, Penerbit Gajah Mada
Sumber Daya Manusia. Jakarta:
University Press,.
Bumi Aksara.
Nitisimeto, Alex S., (2004). Manajemen
Simamora, Henry., (2004). Manajemen
Personalia, cetakan ketujuh, Ghalia
Sumber
Indonesia, Jakarta.
ketiga. Yogyakarta : STIE YKPN.
Riduwan.,
(2002).
Skala
P.,
Penelitian.
A., (2008). Perilaku Organisasi,
edisi 12 Buku 1. Jakarta: Salemba
(1996).
Perilaku
Organisasi. Konsep, kontroversi,
aplikasi.
Terjemahan
Hadyan
Pujaatmaka. Jakarta: Prehallindo.
Rivai, Veithzal., (2005). Kepemimpinan
Dan Perilaku Organisasi. Jakarta:
Rajawali Press.
Kerjasama
Gaya
Tim,
Empat.
Sugiyono.,
(2012).
Metode
Penelitian
Bisnis. Alfabeta. Bandung.
Sumber
Konstitusi: Konstitusi DSY
Tarekat Suster Dina Santo Yoseph
Indonesia. 1992
Tarricone, P. dan Luca, J., (2002).
Safitri, Amri, dan M. Shabri., (2012).
Pengaruh
Edisi
Sthepen, Robbins P dan Timothy, Judge
Alfabeta, Bandung.
S.
Manusia.
Pengukuran
Variabel-Variabel
Robbins,
Daya
Kepemimpinan,
Dan
Gaya
Successful Teamwork: A Case
Study. Herdsa, 640-646. Australia:
Cowan University, Pert.
Komunikasi Terhadap Kepuasan
Werther, William B. & Keith Davis.,
Kerja Serta Dampaknya Terhadap
(1996). Human Resources And
Kinerja Pegawai Pada Sekretariat
Personal
Management.
Analisis Pengaruh Motivasi….. (Taroreh) 102
International
Edition.
McGraw-
Hiil, Inc., USA.
Wursanto, Ig., (2002). Dasar-dasar Ilmu
Organisasi.
Publisher.
Yogyakarta:
Andi
Download