bangkok bank public company limited – cabang jakarta/jakarta branch

advertisement
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED –
CABANG JAKARTA/JAKARTA BRANCH
LAPORAN KEUANGAN/
FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013/
FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2013
DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/
AND INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED –
CABANG JAKARTA
DAFTAR ISI
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED –
JAKARTA BRANCH
TABLE OF CONTENTS
Halaman/
Page
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
1
LAPORAN KEUANGAN –
Pada tanggal 31 Desember 2013 serta untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
FINANCIAL STATEMENTS –
For the year ended December 31, 2013
Laporan Posisi Keuangan
3
Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi Komprehensif
5
Statement of Comprehensive Income
Laporan Perubahan Akun Kantor Pusat
6
Statement of Changes in Head Office Account
Laporan Arus Kas
7
Statement of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan
9
Notes to Financial Statements
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2013
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
DECEMBER 31, 2013
2013
Rp
Catatan/
Notes
2012
Rp
ASET
Kas
ASSETS
8.203.549.319
5
5.177.388.062
Giro pada Bank Indonesia
281.604.521.857
6
211.309.480.036
Giro pada Bank Lain
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah
30.608.304.431
157.787.620.258
188.395.924.689
Penempatan pada Bank Indonesia
dan Bank Lain
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah
147.895.750.000
1.034.450.000.000
1.182.345.750.000
Efek-efek
Dimiliki hingga jatuh tempo
Tersedia untuk dijual
Jumlah
1.173.870.916.153
189.346.425.000
1.363.217.341.153
Tagihan Akseptasi - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
Rp 8.048.023.623 pada 31 Desember 2013 dan
Rp 4.017.654.060 pada 31 Desember 2012
Tagihan Derivatif
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah
Kredit
Pihak berelasi
Pihak ketiga - setelah dikurangi dengan
cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
Rp 350.755.084.684 pada 31 Desember 2013 dan
Rp 314.518.550.888 pada 31 Desember 2012
Jumlah
Piutang Bunga
7
32
8
32
24.326.171.523
73.017.463.158
97.343.634.681
26.645.987.489
26.645.987.489
486.286.354
10
11
32
12
32
11.542.870.114.348
11.543.356.400.702
32.677.924.963
Demand Deposits with Other Banks
Related parties
Third parties
Total
193.694.550.000
547.989.082.139
741.683.632.139
103.188.396.064
103.188.396.064
Securities
Held-to-maturity
Available-for-sale
Total
199.723.600.803
Acceptances Receivable - net of allowance
for impairment losses of
Rp 8,048,023,623 as of December 31, 2013 and
Rp 4,017,654,060 as of December 31, 2012
22.983.020.366
26.870.669.909
49.853.690.275
696.032.996
6.595.140.590.200
6.595.836.623.196
13,32
Demand Deposits with Bank Indonesia
Placements with Bank Indonesia and
Other Banks
Related parties
Third parties
Total
9
342.223.039.754
Cash
22.956.025.650
Derivative Receivables
Related parties
Third parties
Total
Loans
Related parties
Third parties - net of allowance of
for impairment losses of Rp 350,755,084,684
as of December 31, 2013 and
Rp 314,518,550,888 as of December 31, 2012
Total
Interest Receivables
Aset Tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar
Rp 22.220.128.546 pada 31 Desember 2013 dan
Rp 19.587.215.949 pada 31 Desember 2012
96.069.213.905
14
8.179.376.686
Aset Pajak Tangguhan
65.831.578.087
29
27.894.988.771
Deferred Tax Assets
Aset Lain-lain
31.699.104.404
15
47.605.059.674
Other Assets
JUMLAH ASET
15.162.270.336.322
8.110.751.896.037
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
Premises and Equipment - net of accumulated
depreciation of Rp 22,220,128,546
as of December 31, 2013 and
Rp 19,587,215,949 as of December 31, 2012
TOTAL ASSETS
See accompanying notes to financial statements which are an integral
part of the financial statements.
-3-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 - Lanjutan
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
DECEMBER 31, 2013 - Continued
2013
Rp
Catatan/
Notes
2012
Rp
LIABILITAS DAN AKUN KANTOR PUSAT
LIABILITIES AND HEAD OFFICE ACCOUNT
LIABILITAS
LIABILITIES
Liabilitas Segera
76.238.288
Simpanan
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah
2.199.547.140
2.608.569.684.353
2.610.769.231.493
Simpanan dari Bank Lain
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah
184.998.243.256
335.000.000.000
519.998.243.256
Liabilitas Akseptasi
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah
1.965.322.834
348.305.740.543
350.271.063.377
Liabilitas Derivatif
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Jumlah
Utang Pajak
Pinjaman yang Diterima
Biaya Masih Harus Dibayar
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja
Liabilitas Lain-lain
JUMLAH LIABILITAS
33.080.450
16.896.377.121
16.929.457.571
107.660.620.986
16
17
32
18
32
10
32
11
32
19
75.289.333
2.204.653.017
1.426.679.429.476
1.428.884.082.493
Pendapatan Komprehensif Lain
Laba Belum Ditransfer
Deposits
Related parties
Third parties
Total
7.584.626.737
195.106.250.000
202.690.876.737
Deposits from Other Banks
Related parties
Third parties
Total
1.120.956.900
202.620.297.963
203.741.254.863
Acceptances Payable
Related parties
Third parties
Total
1.143.427.998
46.742.114.827
47.885.542.825
Derivative Payables
Related parties
Third parties
Total
53.103.614.062
Taxes Payable
8.701.550.000.000
20,32
4.240.500.000.000
13.162.143.073
21,32
29.601.811.044
6.555.643.000
28
5.980.186.000
Post-employment Benefits Obligation
22,32
9.399.881.411
Other Liabilities
109.362.626.850
12.436.335.267.894
6.221.862.538.768
AKUN KANTOR PUSAT
Dana dari Kantor Pusat
Liabilities Due Immediately
Borrowings
Accrued Expenses
TOTAL LIABILITIES
HEAD OFFICE ACCOUNT
1.942.569.030.000
(859.251.505)
784.225.289.933
23
1.213.751.030.000
Head Office Contribution Fund
9
-
Other Comprehensive Income
23
675.138.327.269
Unremitted Earnings
JUMLAH AKUN KANTOR PUSAT
2.725.935.068.428
1.888.889.357.269
TOTAL HEAD OFFICE ACCOUNT
JUMLAH LIABILITAS DAN AKUN
KANTOR PUSAT
15.162.270.336.322
8.110.751.896.037
TOTAL LIABILITIES AND HEAD OFFICE
ACCOUNT
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
See accompanying notes to financial statements which are an integral
part of the financial statements.
-4-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
STATEMENT OF COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2013
2013
Rp
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga
Beban bunga
Pendapatan Bunga - Bersih
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
Provisi dan komisi lainnya - bersih
Keuntungan transaksi mata uang asing bersih
Pendapatan lain-lain - bersih
Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya
595.659.750.601
(118.965.641.409)
353.125.042.087
(129.320.059.714)
17.802.171.403
16.388.396.828
OTHER OPERATING REVENUES
Other commissions and fees - net
23.817.176.997
2.248.385.060
14.566.891.959
2.161.104.467
Gains on foreign exchange transactions - net
Other revenues - net
43.867.733.460
33.116.393.254
Total Other Operating Revenues
Jumlah Kerugian Penurunan Nilai
136.502.100.000
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
Beban personalia
Beban umum dan administrasi
29.167.672.785
30.335.882.182
Jumlah Beban Operasional Lainnya
9
10
12
(1.023.336.715)
(10.724.771.908)
41.683.275.756
PROVISION (REVERSAL OF PROVISION)
FOR IMPAIRMENT LOSSES
Securities
Acceptances receivable
Loans
Total Provision for Impairment Losses
24.242.822.812
22.672.762.662
OTHER OPERATING EXPENSES
Personnel expenses
General and administration expenses
59.503.554.967
46.915.585.474
Total Other Operating Expenses
324.556.187.685
180.070.623.020
26,32
27,32
(2.629.489.265)
321.926.698.420
BEBAN PAJAK
130.300.326.220
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN
191.626.372.200
673.015.434
180.743.638.454
29
72.679.960.352
108.063.678.102
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
OPERATING REVENUES - NET
NON-OPERATING REVENUES (EXPENSES)
INCOME BEFORE TAX
TAX EXPENSE
NET INCOME FOR THE YEAR
OTHER COMPREHENSIVE INCOME
(1.432.085.841)
Manfaat pajak tangguhan terkait komponen
pendapatan komprehensif lain
572.834.336
JUMLAH PENDAPATAN KOMPREHENSIF
LAIN TAHUN BERJALAN SETELAH
PAJAK
(859.251.505)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN
Interest Revenues - Net
29.935.167.133
LABA SEBELUM PAJAK
Kerugian yang belum direalisasi atas perubahan
nilai efek-efek tersedia untuk dijual
OPERATING REVENUES AND EXPENSES
Interest revenues
Interest expenses
223.804.982.373
2.974.628.042
133.527.471.958
PENDAPATAN (BEBAN) NON-OPERASIONAL
24,32
25,32
2012
Rp
476.694.109.192
BEBAN (PEMULIHAN) KERUGIAN
PENURUNAN NILAI
Efek-efek
Tagihan akseptasi
Kredit
PENDAPATAN OPERASIONAL - BERSIH
Catatan/
Notes
9
-
Unrealized losses from changes in fair value
of available-for sale securities
29
-
Deferred tax benefit related to components
of other comprehensive income
-
TOTAL OTHER COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEAR AFTER TAX
190.767.120.695
108.063.678.102
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEAR
See accompanying notes to financial statements which are an integral
part of the financial statements.
-5-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED - CABANG JAKARTA
LAPORAN PERUBAHAN AKUN KANTOR PUSAT
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013
Catatan/
Notes
Saldo 1 Januari 2012
Transfer dari Kantor Pusat
23
Dana dari
Kantor Pusat/
Head Office
contribution fund
Rp
Transfer dari Kantor Pusat
23
Transfer laba ke Kantor Pusat
23
-
459.576.030.000
-
Saldo 31 Desember 2013
Saldo laba
belum ditransfer/
Unremitted
earnings
Rp
567.074.649.167
-
Jumlah akun
Kantor Pusat/
Total Head
Office account
Rp
1.321.249.649.167
Transfer from Head Office
Total comprehensive income for the year
-
108.063.678.102
108.063.678.102
1.213.751.030.000
-
675.138.327.269
1.888.889.357.269
728.818.000.000
-
9,29
-
Balance as of January 1, 2012
459.576.030.000
-
Laba bersih tahun berjalan
Kerugian yang belum direalisasi atas
perubahan nilai efek-efek tersedia
untuk dijual setelah pajak
Pendapatan
komprehensif lain/
Other comprehensive
income
Rp
754.175.000.000
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan
Saldo 31 Desember 2012
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED - JAKARTA BRANCH
STATEMENT OF CHANGES IN HEAD OFFICE ACCOUNT
FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2013
728.818.000.000
Balance as of December 31, 2012
Transfer from Head Office
-
-
(82.539.409.536)
(82.539.409.536) Remitted earnings to Head Office
-
-
191.626.372.200
191.626.372.200
-
(859.251.505)
1.942.569.030.000
(859.251.505)
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
784.225.289.933
Net income for the year
Unrealized losses from changes in
fair value of available-for-sale
(859.251.505)
securities after tax
2.725.935.068.428
Balance as of December 31, 2013
See accompanying notes to financial statements which are an integral
part of the financial statements.
-6-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
STATEMENT OF CASH FLOWS
FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2013
2013
Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba sebelum pajak
Penyesuaian untuk:
Pendapatan bunga
Beban bunga
Penyusutan aset tetap
Amortisasi aset takberwujud
Beban imbalan pasca kerja
Kerugian penjualan dan penghapusan
aset tetap
Penyisihan kerugian penurunan nilai
Kerugian selisih kurs yang belum direalisasi atas
pinjaman yang diterima
Arus Kas Operasi sebelum Perubahan
Modal Kerja
Penurunan (kenaikan) aset operasi
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank
lain
Tagihan akseptasi
Tagihan derivatif
Kredit
Aset lain-lain
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi
Liabilitas segera
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Liabilitas akseptasi
Liabilitas derivatif
Utang pajak
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas imbalan pasca kerja
Liabilitas lain-lain
Pembayaran pajak penghasilan - bersih
Bunga yang diterima
Bunga yang dibayar
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi
2012
Rp
321.926.698.420
180.743.638.454
(595.659.750.601)
118.965.641.409
2.632.912.597
557.095.482
4.239.591.000
(353.125.042.087)
129.320.059.714
2.562.810.848
308.230.688
4.879.655.000
40.266.903.357
242.000.000
47.725.052.204
1.114.300.000.000
165.300.000.000
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Income before tax
Adjustments for:
Interest revenues
Interest expenses
Depreciation of premises and equipment
Amortization of intangible assets
Post-employement benefits expense
Loss on sales and write-off of premises
and equipment
Provision for impairment losses
Unrealized losses on foreign exchanges of
borrowings
1.007.229.091.664
177.956.404.821
Operating Cash Flows before Working Capital
Changes
212.251.582.139
(146.529.808.514)
23.207.702.786
(4.983.756.311.301)
11.595.419.718
(384.229.206.872)
(8.943.347.747)
(44.690.747.188)
(2.675.316.436.686)
422.140.534
948.955
1.181.885.149.000
317.307.366.519
146.529.808.514
(30.956.085.254)
(161.977.966)
(836.355.485)
(3.664.134.000)
17.423.335.903
60.352.913
670.534.076.389
136.137.782.630
8.943.347.747
46.938.653.815
568.920.512
1.779.165.240
(3.475.812.000)
(51.341.404.944)
(3.255.703.358.986)
(2.302.612.515.657)
(109.191.656.239)
585.937.851.288
(134.568.953.895)
(71.862.080.502)
336.776.202.956
(110.101.399.959)
(1.906.297.026.168)
(1.969.843.388.341)
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
Decrease (increase) in operating assets
Placements with Bank Indonesia and other
banks
Acceptances receivable
Derivative receivables
Loans
Other assets
Increase (decrease) in operating liabilities
Liabilities due immediately
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
Derivative payables
Taxes payable
Accrued expenses
Post-employment benefits obligation
Other liabilities
Payment of income tax - net
Interest received
Interest paid
Net Cash Used in Operating Activities
See accompanying notes to financial statements which are an integral
part of the financial statements.
-7-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2013 - Lanjutan
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
STATEMENT OF CASH FLOWS
FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2013 - Continued
2013
Rp
2012
Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penempatan efek-efek
Perolehan aset tetap
Hasil penjualan aset tetap
(1.261.461.030.930)
(90.522.749.816)
-
(62.358.102.083)
(6.205.060.027)
(242.000.000)
CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Placement of securities
Acquisition of premises and equipment
Proceeds from sale of premises and equipment
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas
Investasi
(1.351.983.780.746)
(68.805.162.110)
Net Cash Used in Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan pinjaman yang diterima
Penambahan dana dari Kantor Pusat
3.346.750.000.000
728.818.000.000
1.445.625.000.000
459.576.030.000
CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Increase in borrowings
Additional Head Office contribution fund
Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan
4.075.568.000.000
1.905.201.030.000
Net Cash Provided by Financing Activities
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS
817.287.193.086
(133.447.520.451)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
660.712.552.779
794.160.073.230
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT
BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
1.477.999.745.865
660.712.552.779
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT
END OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI:
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain (Catatan 30)
Jumlah
8.203.549.319
281.604.521.857
188.395.924.689
5.177.388.062
211.309.480.036
97.343.634.681
999.795.750.000
346.882.050.000
1.477.999.745.865
660.712.552.779
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
NET INCREASE (DECREASE) IN CASH
AND CASH EQUIVALENTS
CASH AND CASH EQUIVALENTS
CONSIST OF:
Cash
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Placements with Bank Indonesia and other
banks (Note 30)
Total
See accompanying notes to financial statements which are an integral
part of the financial statements.
-8-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
1.
UMUM
1.
GENERAL
Bangkok Bank Public Company Limited – Cabang
Jakarta (Cabang) adalah kantor cabang Bangkok
Bank Public Company Limited yang didirikan di
Bangkok, Thailand. Cabang melakukan kegiatan
usahanya sejak bulan Juli 1968 berdasarkan
Undang-undang Perbankan No. 14 tahun 1967
sebagaimana telah diperbaharui.
Bangkok Bank Public Company Limited - Jakarta
Branch (the Branch) is a branch office of Bangkok
Bank Public Company Limited (Head Office),
incorporated in Bangkok, Thailand. The Branch
has been operating since July 1968 under the
framework of Banking Law No. 14 of 1967 as
amended.
Cabang memperoleh izin untuk melakukan
kegiatan usahanya dari Menteri Keuangan
Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya
No. D.15.6.3.26 pada tanggal 21 Juni 1968.
Sesuai surat keputusan Bank Indonesia
No. 4/12/KEP.DIR tanggal 22 Juni 1968,
ditetapkan status Cabang sebagai bank devisa.
The Branch obtained its license as a general bank
from the Minister of Finance of the Republic of
Indonesia through his decree No. D.15.6.3.26
dated June 21, 1968. Pursuant to Bank
Indonesia’s Decree No. 4/12/KEP.DIR dated
June 22, 1968, the Branch obtained an approval
for its status as a foreign exchange bank.
Cabang merupakan bagian dari Bangkok Bank
Public Company Limited dan tidak mempunyai
status hukum atau keberadaan yang terpisah.
The Branch is part of Bangkok Bank Public
Company Limited and has no separate legal
status or existence.
Sesuai dengan Klausa 3 Anggaran Dasar Kantor
Pusat, ruang lingkup kegiatan Cabang adalah
menjalankan usaha bank komersial termasuk
usaha lainnya yang terkait dengan bank.
According to Clause 3 of the Head Office’s
Memorandum of Association, the scope of its
activity is to carry on commercial banking
business as well as businesses related or
incidential to banking.
Cabang berdomisili di Jakarta dengan alamat di
Jl. M.H. Thamrin No. 3, Jakarta. Cabang memiliki
subcabang yang berlokasi di Surabaya dan
Medan. Jumlah karyawan Cabang masing-masing
adalah 77 dan 68 orang pada tanggal
31 Desember 2013 dan 2012.
The Branch is domiciled in Jakarta and is located
at Jl. M.H. Thamrin No. 3, Jakarta. The Branch
has subbranches which is located in Surabaya
and Medan. The Branch has a total of 77 and 68
employees as of December 31, 2013 and 2012,
respectively.
Manajemen Cabang pada tanggal 31 Desember
2013 dan 2012 terdiri dari:
The Branch management at December 31, 2013
and 2012 consists of the following:
Manajer Umum
Wakil Manajer Umum
Direktur Kepatuhan
2.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED
2013
2012
Chalit Tayjasanant
Joko Chahjono
Udomsab Srirojanakul
Nilubol Isarankura Na Ayudya
Anwar Munaf
Chalit Tayjasanant
Joko Chahjono
Udomsab Srirojanakul
Anwar Munaf
PENERAPAN
STANDAR
AKUNTANSI
KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN
INTERPRETASI
STANDAR
AKUNTANSI
KEUANGAN (ISAK)
2.
a. Standar yang berlaku efektif pada tahun
berjalan
Compliance Director
ADOPTION
OF
NEW
AND
REVISED
STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING
STANDARDS (PSAK) AND INTERPRETATIONS
OF PSAK (ISAK)
a.
Dalam tahun berjalan, Cabang telah
menerapkan standar revisi berikut yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia
yang relevan dengan operasinya dan efektif
untuk periode akuntansi yang dimulai pada
tanggal 1 Januari 2013.
General Manager
Deputy General Manager
Standard effective in the current period
In the current year, the Branch adopted the
following revised standard issued by the
Financial Accounting Standard Board of the
Indonesian Institute of Accountants that is
relevant to its operations and effective for
accounting period beginning on January 1,
2013.
-9-
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Penyesuaian PSAK 60, Instrumen Keuangan:
Pengungkapan
Amendment
to
PSAK
Instruments: Disclosure
Standar ini mensyaratkan pengungkapan
antara lain deskripsi agunan yang dimiliki
entitas sebagai jaminan, dan peningkatan
kualitas kredit lain, dan dampak keuangannya
(misalnya kuantifikasi sejauh mana agunan
dan peningkatan kualitas kredit lain dalam
memitigasi risiko kredit) dengan mengacu
pada jumlah terbaik yang mencerminkan
eksposur maksimum terhadap risiko kredit.
Among other things, the standard requires the
disclosures of the description of collateral
held as security and of other credit
enhancements, and their financial effect (e.g.,
quantification of the extent to which collateral
and other credit enhancements mitigate credit
risk) in respect of the amount that best
represents the maximum exposure to credit
risk.
b. Standar dan interpretasi telah diterbitkan
tapi belum diterapkan yang relevan
i.
Efektif untuk periode yang dimulai pada
atau setelah 1 Januari 2014 adalah:


ii.
b.




ii.


PSAK 1 (revised 2013), Presentation
of Financial Statements
PSAK 24 (revised 2013), Employee
Benefits
PSAK 68, Fair Value Measurements
As of the issuance date of the financial
statements, management is evaluating the
effect of these standards and interpretations
on the financial statements.
KEBIJAKAN AKUNTANSI
a.
ISAK 27, Transfers of Assets from
Customers
ISAK 28, Extinguishing Financial
Liabilities with Equity Instruments
Effective for periods beginning on or after
January 1, 2015:

Sampai dengan tanggal penerbitan laporan
keuangan, manajemen sedang mengevaluasi
dampak dari standar dan interpretasi
terhadap laporan keuangan.
3.
Effective for periods beginning on or after
January 1, 2014 :

ISAK 27, Pengalihan Aset dari
Pelanggan
ISAK 28, Pengakhiran Liabilitas
Keuangan dengan Instrumen Ekuitas
PSAK 1 (revisi 2013), Penyajian
Laporan Keuangan
PSAK 24 (revisi 2013), Imbalan
Kerja
PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar
Financial
Standards and interpretations in issue not
yet adopted that are relevant
i.
Efektif untuk periode yang dimulai pada
atau setelah 1 Januari 2015 adalah:
60,
3.
Pernyataan Kepatuhan
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES
a.
Laporan keuangan Cabang disusun sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia.
Statement of Compliance
The Branch’s financial statements have been
prepared in accordance with the Indonesian
Financial Accounting Standards. These
financial statements are not intended to
present the financial position, results of
operations and cash flows in accordance with
accounting principles and reporting practices
generally accepted in other countries and
jurisdictions.
- 10 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
b.
c.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Dasar Penyusunan
b.
Dasar
penyusunan
laporan
keuangan
Cabang, kecuali untuk laporan arus kas,
adalah dasar akrual. Mata uang penyajian
yang digunakan untuk penyusunan laporan
keuangan adalah mata uang Rupiah (Rp) dan
laporan keuangan disusun berdasarkan nilai
historis, kecuali beberapa akun tertentu
disusun
berdasarkan
pengukuran
lain
sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut.
The Branch’s financial statements, except for
the statements of cash flows, are prepared
under the accrual basis of accounting. The
presentation currency used in the preparation
of the financial statements is the Indonesian
Rupiah (Rp) while the measurement basis is
the historical cost, except for certain accounts
which are measured on the basis described
in the related accounting policies.
Laporan
arus
kas
disusun
dengan
menggunakan metode tidak langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan. Kas dan
setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank
Indonesia, giro pada bank lain, penempatan
pada Bank Indonesia dan bank lain dan
Sertifikat Bank Indonesia yang jatuh tempo
dalam waktu tiga bulan atau kurang dari
tanggal perolehannya dan yang tidak
dijaminkan
serta
tidak
dibatasi
penggunaannya.
The statements of cash flows are prepared
using the indirect method with classifications
of cash flows into operating, investing and
financing activities. Cash and cash equivalent
consists of cash on hand, demand deposits
with Bank Indonesia, demand deposits with
other banks, placements with Bank Indonesia
and other banks and Bank Indonesia
Certificates (SBI) with maturities of three
months or less from the date of placement
and not pledged or restricted.
Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang
Asing
c.
Pembukuan Cabang diselenggarakan dalam
mata uang Rupiah, mata uang dari
lingkungan ekonomi utama dimana entitas
beroperasi (mata uang fungsionalnya).
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan
dalam mata uang asing dicatat dengan kurs
yang berlaku pada saat terjadinya transaksi.
Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing disesuaikan
dalam
mata
uang
Rupiah
dengan
menggunakan kurs spot Reuters pada pukul
16.00 WIB untuk mencerminkan kurs yang
berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan
atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan
atau dibebankan dalam laba rugi.
d.
Basis of Preparation
Foreign Currency
Balances
Transactions
and
The books of accounts of the Branch are
maintained in Indonesian Rupiah, the
currency
of
the
primary
economic
environment in which the entity operates (its
functional currency). Transactions during the
year involving foreign currencies are recorded
at the prevailing exchange rate at the time the
transactions are made. At reporting date,
monetary assets and liabilities denominated
in foreign currencies are adjusted into
Indonesian Rupiah using Reuters’ spot rate at
4.00 P.M Western Indonesian Time to reflect
the prevailing exchange rate at that date. The
resulting gains or losses are credited or
charged to profit or loss.
Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
d.
Transactions with Related Parties
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau
entitas yang terkait dengan Cabang (entitas
pelapor):
A related party is a person or entity that is
related to the Branch (the reporting entity):
a.
a.
Orang atau anggota keluarga dekatnya
yang mempunyai relasi dengan entitas
pelapor jika orang tersebut:
i.
memiliki
pengendalian
pengendalian
bersama
pelapor;
A person or a close member of that
person's family is related to the reporting
entity if that person:
atau
entitas
i.
has control or joint control over the
reporting entity;
ii. memiliki pengaruh signifikan entitas
pelapor; atau
ii.
has significant influence over the
reporting entity; or
iii. merupakan
personil
manajemen
kunci entitas pelapor atau entitas
induk dari entitas pelapor.
iii.
is a member of the key management
personnel of the reporting entity or of
a parent of the reporting entity.
- 11 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
b.
e.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Suatu entitas berelasi dengan entitas
pelapor jika memenuhi salah satu hal
berikut:
b.
An entity is related to the reporting entity
if any of the following conditions applies:
i.
Entitas dan entitas pelapor adalah
anggota dari kelompok usaha yang
sama (artinya entitas induk, entitas
anak, dan entitas anak berikutnya
saling berelasi dengan entitas lain).
i.
The entity and the reporting entity
are members of the same group
(which means that each parent,
subsidiary and fellow subsidiary is
related to the others).
ii.
Satu entitas adalah entitas asosiasi
atau ventura bersama dari entitas
lain (atau entitas asosiasi atau
ventura bersama yang merupakan
anggota suatu kelompok usaha,
yang mana entitas lain tersebut
adalah anggotanya).
ii.
One entity is an associate or joint
venture of the other entity (or an
associate or joint venture of a group
of which the other entity is a
member).
iii.
Kedua entitas tersebut adalah
ventura bersama dari pihak ketiga
yang sama.
iii.
Both entity are joint ventures of the
same third party.
iv.
Satu entitas adalah ventura bersama
dari entitas ketiga dan entitas yang
lain adalah entitas asosiasi dari
entitas ketiga.
iv.
One entity is a joint venture of a third
entity and the other entity is an
associate of the third entity.
v.
Entitas tersebut adalah suatu
program imbalan pasca kerja untuk
imbalan kerja dari salah satu entitas
pelapor atau entitas yang terkait
dengan entitas pelapor. Jika entitas
pelapor
adalah
entitas
yang
menyelenggarakan
program
tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor.
v.
The entity is a post-employment
defined benefit plan for the benefit of
employees of either the reporting
entity or an entity related to the
reporting entity. If the reporting entity
is itself such a plan, the sponsoring
employers are also related to the
reporting entity.
vi.
Entitas yang dikendalikan atau
dikendalikan bersama oleh orang
yang diidentifikasi dalam huruf (a).
vi.
The entity is controlled or jointly
controlled by a person identified in
(a).
vii. Orang yang diidentifikasi dalam
huruf (a) (i) memiliki pengaruh
signifikan atas entitas atau personil
manajemen kunci entitas (atau
entitas induk dari entitas).
vii. A person identified in (a) (i) has
significant influence over the entity
or is a member of the key
management personnel of the entity
(or of a parent of the entity).
Seluruh transaksi yang dilakukan dengan
pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan
kondisi dan persyaratan yang sama dengan
pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada
laporan keuangan.
All transactions with related parties, whether
or not made at similar terms and conditions
as those done with third parties, are disclosed
in the financial statements.
Aset Keuangan
e.
Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan
pengakuannya pada tanggal diperdagangkan
dimana pembelian dan penjualan aset
keuangan
berdasarkan
kontrak
yang
mensyaratkan penyerahan aset keuangan
dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh
kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya
diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya
transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang
awalnya diukur sebesar nilai wajar.
Financial Assets
All financial assets are recognized and
derecognized on trade date where the
purchase or sale of a financial asset is under
a contract whose terms require delivery of the
financial
asset
within
the
timeframe
established by the market concerned, and are
initially measured at fair value plus transaction
costs, except for those financial assets
classified as at fair value through profit or
loss, which are initially measured at fair value.
- 12 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
Aset keuangan
sebagai berikut:
Cabang
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
The Branch’s financial assets are classified as
follows:
diklasifikasikan

Nilai wajar melalui laba rugi




Dimiliki hingga jatuh tempo
Tersedia untuk dijual
Pinjaman yang diberikan dan piutang



Fair Value Through Profit
(FVTPL)
Held-to-maturity
Available-for-sale (AFS)
Loans and receivables
or
Loss
Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL)
Fair Value Through Profit or Loss (FVTPL)
Aset keuangan diklasifikasi dalam FVTPL, jika
aset
keuangan
sebagai
kelompok
diperdagangkan atau pada saat pengakuan
awal ditetapkan untuk diukur pada FVTPL.
Financial assets are classified as at FVTPL
when the financial asset is either held for
trading or it is designated as at FVTPL.
Aset keuangan diklasifikasi sebagai kelompok
diperdagangkan, jika:
A financial asset is classified as held for
trading, if:

diperoleh atau dimiliki terutama untuk
tujuan dijual kembali dalam waktu dekat;
atau

it has been acquired principally for the
purpose of selling in the near term; or

pada pengakuan awal merupakan bagian
dari portofolio instrumen keuangan
tertentu yang dikelola bersama dan
terdapat bukti mengenai pola ambil
untung dalam jangka pendek aktual
terkini; atau

on initial recognition it is part of an
identified portfolio of financial instruments
that the entity manages together and has
a recent actual pattern of short-term
profit-taking; or

merupakan
derivatif
yang
tidak
ditetapkan dan tidak efektif sebagai
instrumen lindung nilai.

it is a derivative that is not designated
and effective as a hedging instrument.
Aset keuangan selain aset keuangan yang
diperdagangkan, dapat ditetapkan sebagai
FVTPL pada saat pengakuan awal jika:
A financial asset other than a financial asset
held for trading may be designated as at
FVTPL upon initial recognition if:

penetapan tersebut mengeliminasi atau
mengurangi secara signifikan ketidakkonsistenan pengukuran dan pengakuan
yang dapat timbul; atau

such
designation
eliminates
or
significantly reduces an inconsistent
measurement or recognition that would
otherwise arise; or

kelompok aset keuangan, liabilitas
keuangan atau keduanya dikelola dan
kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai
wajar, sesuai dengan manajemen risiko
atau
strategi
investasi
yang
didokumentasikan dan informasi tentang
Cabang tersebut disediakan secara
internal kepada manajemen kunci
entitas, misalnya direksi dan chief
excecutive officer.

a group of financial assets, financial
liabilities or both is managed and its
performance is evaluated on a fair value
basis, in accordance with a documented
risk management or investment strategy,
and information about the Branch is
provided internally on that basis to the
entity’s key management personnel, for
example the entity’s board of directors
and chief executive officer.
Aset keuangan FVTPL disajikan sebesar nilai
wajar, keuntungan atau kerugian yang timbul
diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau
kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi
mencakup dividen atau bunga yang diperoleh
dari aset keuangan. Nilai wajar ditentukan
dengan cara seperti dijelaskan pada
Catatan 36.
Financial assets at FVTPL are stated at fair
value, with any resultant gain or loss
recognized in profit or loss. The net gain or
loss is recognized in profit or loss
incorporates any dividend or interest earned
on the financial asset. Fair value is
determined in the manner described in
Note 36.
- 13 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Dimiliki hingga jatuh tempo
Held-to-maturity
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai
investasi dimiliki hingga jatuh tempo hanya
jika investasi tersebut memiliki pembayaran
yang tetap atau telah ditentukan dan jatuh
temponya telah ditetapkan serta Cabang
mempunyai intensi positif dan kemampuan
untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga
jatuh tempo. Pada saat pengakuan awal,
investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur
pada nilai wajar ditambah dengan biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan aset keuangan.
Setelah pengakuan awal, investasi dimiliki
hingga jatuh tempo diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan
metode suku bunga efektif dikurangi kerugian
penurunan nilai yang ada.
Financial assets are classified as held-tomaturity investment only if these investments
have fixed or determined payments and their
maturity date has been determined and the
Branch has the positive intention and ability to
hold such financial assets to maturity. Heldto-maturity investments are initially measured
at fair value plus transaction costs which are
attributable directly to the acquisition of the
financial assets. After initial recognition, heldto-maturity investments are measured at
amortized cost, using effective interest rate
method less any impairment losses.
Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS)
Available-for-sale (AFS)
Aset keuangan yang tidak diklasifikasikan
sebagai dimiliki hingga jatuh tempo, diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi, atau
pinjaman yang diberikan dan piutang
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan
yang tersedia untuk dijual diukur pada nilai
wajar ditambah dengan biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung. Setelah
itu, aset keuangan tersedia untuk dijual diukur
dan dicatat pada nilai wajar.
Financial assets that are not classified as
held-to-maturity, measured at fair value
through profit or loss, or loans and
receivables, are classified as available-forsale. Available-for-sale financial assets are
initially measured at fair value plus any
directly
attributable
transaction
cost.
Subsequently, available-for-sale financial
assets are measured at fair value.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
perubahan
nilai
wajar
diakui
dalam
pendapatan komprehensif lainnya dan
akumulasi revaluasi investasi AFS di ekuitas
kecuali untuk kerugian penurunan nilai, bunga
yang dihitung dengan metode suku bunga
efektif dan laba rugi selisih kurs atas aset
moneter yang diakui pada laba rugi. Jika aset
keuangan dilepas atau mengalami penurunan
nilai, akumulasi laba atau rugi yang
sebelumnya diakui pada revaluasi investasi
AFS, direklas ke laba rugi.
Gains and losses arising from changes in fair
value are recognized in other comprehensive
income and in equity as accumulated in AFS
investment revaluation, with the exception of
impairment losses, interest calculated using
the effective interest method, and foreign
exchange gains and losses on monetary
assets, which are recognized in profit or loss.
When the investment is disposed of or is
determined to be impaired, the cumulative
gain or loss previously accumulated in AFS
investment revaluation is reclassified to profit
or loss.
Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak
tercatat di bursa yang tidak mempunyai
kuotasi harga pasar di pasar aktif dan nilai
wajarnya tidak dapat diukur secara andal
diklasifikasikan sebagai AFS, diukur pada
biaya perolehan dikurangi penurunan nilai.
Investments in unlisted equity instruments
that are not quoted in an active market and
whose fair value cannot be reliably measured
are also classified as AFS, measured at cost
less impairment.
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Loans and receivables
Aset keuangan dengan pembayaran tetap
atau telah ditentukan dan tidak mempunyai
kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai
pinjaman yang diberikan dan piutang, yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga
efektif dikurangi kerugian penurunan nilai.
Bunga diakui dengan menggunakan metode
suku bunga efektif, kecuali piutang jangka
pendek dimana pengakuan bunga tidak
material.
Financial assets that have fixed or
determinable payments and that are not
quoted in an active market are classified as
loan and receivables. Loans and receivables
are measured at amortized cost using the
effective interest method less impairment
losses. Interest is recognized by applying the
effective interest rate method, except for
short-term receivables when the recognition
of interest would be immaterial.
- 14 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Metode suku bunga efektif
Effective interest method
Metode suku bunga efektif adalah metode
yang digunakan untuk menghitung biaya
perolehan
diamortisasi
dari
instrumen
keuangan dan metode untuk mengalokasikan
pendapatan bunga atau biaya selama periode
yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku
bunga yang secara tepat mendiskontokan
estimasi penerimaan atau pembayaran kas
masa depan (mencakup seluruh komisi dan
bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh
para pihak dalam kontrak yang merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga
efektif, biaya transaksi dan premium dan
diskonto lainnya) selama perkiraan umur
instrumen keuangan, atau jika lebih tepat,
digunakan periode yang lebih singkat untuk
memperoleh nilai tercatat bersih dari aset
keuangan pada saat pengakuan awal.
The effective interest method is a method of
calculating the amortized cost of a financial
instrument and of allocating interest income
or expense over the relevant period. The
effective interest rate is the rate that exactly
discounts estimated future cash receipts or
payments (including all fees and points paid
or received that form an integral part of the
effective interest rate, transaction costs and
other premiums or discounts) through the
expected life of the financial instrument, or
where appropriate, a shorter period to the net
carrying amount on initial recognition.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga
efektif untuk instrumen keuangan selain dari
instrumen keuangan FVTPL.
Income is recognized on an effective interest
basis for financial instruments other than
those financial instruments at FVTPL.
Penurunan nilai aset keuangan
Impairment of financial assets
Aset keuangan, selain aset keuangan
FVTPL,
dievaluasi
terhadap
indikator
penurunan nilai pada setiap tanggal
pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya
bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari
satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah
pengakuan awal aset keuangan, yang
berdampak pada estimasi arus kas masa
depan atas aset keuangan.
Financial assets, other than those at FVTPL,
are assessed for indicators of impairment at
each reporting date. Financial assets are
impaired where there is objective evidence
that, as a result of one or more events that
occurred after the initial recognition of the
financial asset, the estimated future cash
flows of the investment have been affected.
Untuk investasi ekuitas AFS yang tercatat
dan tidak tercatat di bursa, penurunan yang
signifikan atau jangka panjang dalam nilai
wajar dari investasi ekuitas di bawah biaya
perolehannya dianggap sebagai bukti objektif
terjadinya penurunan nilai.
For listed and unlisted equity investments
classified as AFS, a significant or prolonged
decline in the fair value of the security below
its cost is considered to be objective evidence
of impairment.
Untuk aset keuangan lainnya, bukti objektif
penurunan nilai termasuk sebagai berikut:
For all other financial assets, objective
evidence of impairment could include:

kesulitan keuangan signifikan yang
dialami penerbit atau pihak peminjam;
atau

significant financial difficulty of the issuer
or counterparty; or

pelanggaran kontrak, seperti terjadinya
wanprestasi atau tunggakan pembayaran
pokok atau bunga; atau

default or delinquency in interest or
principal payments; or

terdapat kemungkinan bahwa pihak
peminjam akan dinyatakan pailit atau
melakukan reorganisasi keuangan.

it is becoming probable that the borrower
will enter bankruptcy or financial
reorganization.
- 15 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang,
aset yang dinilai tidak akan diturunkan secara
individual, disamping itu, akan dievaluasi
penurunan nilainya secara kolektif. Di dalam
menentukan penurunan nilai kolektif, aset
keuangan
dikelompokkan
berdasarkan
karakteristik risiko kredit yang serupa. Arus
kas masa depan dari kelompok aset
keuangan ini diestimasi berdasarkan arus kas
kontraktual dan pengalaman kerugian historis
untuk aset yang memiliki karakteristik risiko
kredit yang serupa. Pengalaman kerugian
historis disesuaikan berdasarkan hasil
pengamatan data pada masa kini sehingga
konsisten dengan situasi masa kini.
For loans and receivables, assets that are
assessed not to be impaired individually are,
in addition, assessed to be impaired on a
collective basis. In determining collective
impairment, financial instruments are grouped
according to their similar credit risk
characteristics. Future cash flows for an
assets group is estimated based on
contractual cash flows and historical loss
experience for assets with similar credit risk
characteristics as the group. Historical loss
experience is adjusted based on current
observable data so it is consistent with
current conditions.
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi, jumlah kerugian
penurunan nilai merupakan selisih antara nilai
tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari
estimasi arus kas masa datang yang
didiskontokan menggunakan tingkat suku
bunga efektif awal dari aset keuangan.
For financial assets carried at amortized cost,
the amount of the impairment is the
difference between the asset’s carrying
amount and the present value of estimated
future cash flows, discounted at the financial
asset’s original effective interest rate.
Jumlah tercatat aset keuangan tersebut
dikurangi dengan kerugian penurunan nilai
secara langsung atas aset keuangan, kecuali
piutang yang jumlah tercatatnya dikurangi
melalui penggunaan akun cadangan piutang.
Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut
dihapuskan melalui akun cadangan piutang.
Pemulihan kemudian dari jumlah yang
sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan
terhadap akun cadangan. Perubahan nilai
tercatat akun cadangan piutang diakui dalam
laba rugi.
The carrying amount of the financial assets is
reduced by the impairment loss directly for all
financial assets with the exception of
receivables, where the carrying amount is
reduced through the use of an allowance
account. When a receivable is considered
uncollectible, it is written off against the
allowance account. Subsequent recoveries of
amounts previously written off are credited
against the allowance account. Changes in
the carrying amount of the allowance account
are recognized in profit or loss.
Jika aset keuangan AFS dianggap menurun
nilainya, keuntungan atau kerugian kumulatif
yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas
direklasifikasi ke laba rugi.
When an AFS financial asset is considered to
be impaired, cumulative gains or losses
previously recognized
in equity
are
reclassified to profit or loss.
Pengecualian dari instrumen ekuitas AFS,
jika, pada periode berikutnya, jumlah
penurunan nilai berkurang dan pengurangan
tersebut dapat dikaitkan secara objektif
dengan peristiwa yang terjadi setelah
penurunan nilai tersebut diakui, kerugian
penurunan nilai yang diakui sebelumnya
dipulihkan melalui laba rugi hingga nilai
tercatat investasi pada tanggal pemulihan
penurunan nilai tidak melebihi biaya
perolehan diamortisasi sebelum pengakuan
kerugian penurunan nilai dilakukan.
With the exception of AFS equity instruments,
if, in a subsequent period, the amount of the
impairment loss decreases and its decrease
can be related objectively to an event
occurring
after
the
impairment
was
recognized, the previously recognized
impairment loss is reversed through profit or
loss to the extent that the carrying amount of
the investment at the date the impairment is
reversed does not exceed what the amortized
cost would have been had the impairment not
been recognized.
Dalam hal efek ekuitas AFS, kerugian
penurunan nilai yang sebelumnya diakui
dalam laba rugi tidak boleh dipulihkan melalui
laba rugi. Setiap kenaikan nilai wajar setelah
penurunan nilai diakui secara langsung ke
pendapatan komprehensif lain.
In respect of AFS equity investments,
impairment losses previously recognized in
profit or loss are not reversed through profit
or loss. Any increase in fair value subsequent
to an impairment loss is recognized directly in
other comprehensive income.
- 16 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
f.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Penghentian pengakuan aset keuangan
Derecognition of financial assets
Cabang menghentikan pengakuan aset
keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual
atas arus kas yang berasal dari aset
keuangan berakhir, atau Cabang mentransfer
aset keuangan dan secara substansial
mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika
Cabang tidak mentransfer serta tidak memiliki
secara substansial atas seluruh risiko dan
manfaat
kepemilikan
serta
masih
mengendalikan aset yang ditransfer, maka
Cabang mengakui keterlibatan berkelanjutan
atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait
sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar.
Jika Cabang memiliki secara substansial
seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset
keuangan yang ditransfer, Cabang masih
mengakui aset keuangan dan juga mengakui
pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman
yang diterima.
The Branch derecognizes a financial asset
only when the contractual rights to the cash
flows from the asset expire, or when it
transfers the financial asset and substantially
all the risks and rewards of ownership of the
asset to another entity. If the Branch neither
transfers nor retains substantially all the risks
and rewards of ownership and continues to
control the transferred asset, the Branch
recognizes its retained interest in the asset
and an associated liability for amounts it may
have to pay. If the Branch retains
substantially all the risks and rewards of
ownership of a transferred financial asset, the
Branch continues to recognize the financial
asset and also recognizes a collateralised
borrowing for the proceeds received.
Penghentian pengakuan aset keuangan
secara keseluruhan, selisih antara jumlah
tercatat aset dan jumlah pembayaran dan
piutang yang diterima dan keuntungan atau
kerugian kumulatif yang telah diakui dalam
pendapatan
komprehensif
lain
dan
terakumulasi dalam ekuitas diakui dalam laba
rugi.
On derecognition of financial asset in its
entirety, the difference between the asset’s
carrying amount and the sum of the
consideration received and receivable and
the cumulative gain or loss that had been
recognized in other comprehensive income
and accumulated in equity is recognized in
profit or loss.
Penghentian pengakuan aset keuangan
terhadap satu bagian saja (misalnya ketika
Cabang masih memiliki hak untuk membeli
kembali bagian aset yang ditransfer), Cabang
mengalokasikan jumlah tercatat sebelumnya
dari aset keuangan tersebut pada bagian
yang tetap diakui berdasarkan keterlibatan
berkelanjutan dan bagian yang tidak lagi
diakui berdasarkan nilai wajar relatif dari
kedua bagian tersebut pada tanggal transfer.
Selisih
antara
jumlah
tercatat
yang
dialokasikan pada bagian yang tidak lagi
diakui dan jumlah dari pembayaran yang
diterima untuk bagian yang tidak lagi diakui
dan setiap keuntungan atau kerugian
kumulatif yang dialokasikan pada bagian
yang tidak lagi diakui tersebut yang
sebelumnya telah diakui dalam pendapatan
komprehensif lain diakui pada laba rugi.
Keuntungan dan kerugian kumulatif yang
sebelumnya diakui dalam pendapatan
komprehensif lain dialokasikan pada bagian
yang tetap diakui dan bagian yang dihentikan
pengakuannya, berdasarkan nilai wajar relatif
kedua bagian tersebut.
On derecognition of financial asset other than
its entirety (e.g. when the Branch retains an
option to repurchase part of a transferred
asset), the Branch allocates the previous
carrying amount of the financial asset
between the part it continues to recognize
under continuing involvement, and the part it
no longer recognizes on the basis of the
relative fair values of those parts on the date
of the transfer. The difference between the
carrying amount allocated to the part that is
no longer recognized and the sum of the
consideration received for the part no longer
recognized and any cumulative gain or loss
allocated to it that had been recognized in
other comprehensive income is recognized in
profit or loss. A cumulative gain or loss that
had been recognized in other comprehensive
income is allocated between the part that
continues to be recognized and the part that
is no longer recognized on the basis of the
relative fair values of those parts.
Liabilitas
Ekuitas
Keuangan
dan
Instrumen
f.
Financial
Liabilities
Instruments
and
Equity
Klasifikasi sebagai liabilitias atau ekuitas
Classification as liabilities or equity
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas
yang diterbitkan oleh Cabang diklasifikasi
sesuai
dengan
substansi
perjanjian
kontraktual dan definisi liabilitas keuangan
dan instrumen ekuitas.
Financial liabilities and equity instruments
issued by the Branch are classified according
to the substance of the contractual
arrangements entered into and the definitions
of a financial liability and an equity
instrument.
- 17 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Instrumen ekuitas
Equity instruments
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang
memberikan hak residual atas aset Cabang
setelah
dikurangi
dengan
seluruh
liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat
sebesar hasil penerimaan bersih setelah
dikurangi biaya penerbitan langsung.
An equity instrument is any contract that
evidences a residual interest in the assets of
an entity after deducting all of its liabilities.
Equity instruments are recorded at the
proceeds received, net of direct issue costs.
Liabilitas keuangan
Financial liabilities
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
FVTPL
atau
pada
biaya
perolehan
diamortisasi.
Financial liabilities are classified as either at
FVTPL or at amortized cost.
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi (FVTPL)
Financial liabilities at FVTPL
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
FVTPL pada saat liabilitas keuangan baik
dimiliki untuk diperdagangkan atau ditetapkan
pada FVTPL.
Financial liabilities are classified as at FVTPL
when the financial liability is either held for
trading or it is designated as at FVTPL.
Liabilitas
keuangan
diperdagangkan jika:
A financial liability is classified as held for
trading if:
dimiliki
untuk

diperoleh terutama untuk tujuan dibeli
kembali dalam waktu dekat; atau

it has been acquired principally for the
purpose of repurchasing in the near
term; or

pada pengakuan awal merupakan bagian
dari portofolio instrumen keuangan
tertentu yang dikelola bersama dan
terdapat bukti mengenai pola ambil
untung dalam jangka pendek aktual
terkini; atau

on initial recognition it is part of an
identified
portfolio
of
financial
instruments that the entity manages
together and has a recent actual pattern
of short-term profit-taking; or

merupakan
derivatif
yang
tidak
ditetapkan dan tidak efektif sebagai
instrumen lindung nilai.

it is a derivative that is not designated
and effective as a hedging instrument.
Liabilitas keuangan selain liabilitas keuangan
yang diperdagangkan dapat ditetapkan
sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal
jika:
A financial liability other than a financial
liability held for trading may be designated as
at FVTPL upon initial recognition if:

penetapan tersebut mengeliminasi atau
mengurangi secara signifikan ketidakkonsistenan pengukuran dan pengakuan
yang dapat timbul; atau

such
designation
eliminates
or
significantly reduces an inconsistent
measurement or recognition that would
otherwise arise; or

kelompok aset keuangan, liabilitas
keuangan atau keduanya dikelola dan
kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai
wajar, sesuai dengan manajemen risiko
atau
strategi
investasi
yang
didokumentasikan dan informasi tentang
Cabang tersebut disediakan secara
internal kepada manajemen kunci
entitas, misalnya direksi dan chief
executive officer.

a group of financial assets, financial
liabilities or both is managed and its
performance is evaluated on a fair value
basis, in accordance with a documented
risk management or investment strategy,
and information about the Branch is
provided internally on that basis to the
entity’s key management personnel, for
example the entity’s board of directors
and chief executive officer.
- 18 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
g.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar, keuntungan atau kerugian yang timbul
diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau
kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi
mencakup setiap bunga yang dibayar dari
liabilitas keuangan. Nilai wajar ditentukan
dengan cara yang dijelaskan dalam
Catatan 36.
Financial liabilities at FVTPL are stated at fair
value, with any resultant gain or loss
recognized in profit or loss. The net gain or
loss recognized in profit or loss incorporates
any interest paid on the financial liability. Fair
value is determined in the manner described
in Note 36.
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan
diamortisasi
Financial liabilities at amortized cost
Pada saat pengakuan awal, liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi, diakui pada nilai wajarnya.
Nilai wajar tersebut dikurangi biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung
dengan penerbitan liabilitas keuangan
tersebut. Selanjutnya, liabilitas keuangan
diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga
efektif,
dimana
beban bunga diakui
berdasarkan tingkat pengembalian yang
efektif, kecuali untuk liabilitas jangka pendek
dimana pengakuan bunganya tidak material.
At initial recognition, financial liabilities
measured at amortized cost are recognized at
fair value. The fair value is reduced by
transaction costs which are directly
attributable to the issuance of such financial
liabilities. Subsequently, these financial
liabilities are measured at amortized cost
using the effective interest method, where
interest expense is recognized based on the
rate of effective return, except for short-term
liabilities when the recognition of interest
would be immaterial.
Penghentian pengakuan liabilitas keuangan
Derecognition of financial liabilities
Cabang menghentikan pengakuan liabilitas
keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas
Cabang telah dilepaskan, dibatalkan atau
kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat
liabilitas
keuangan
yang
dihentikan
pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan
dan utang diakui dalam laba rugi.
The Branch derecognizes financial liabilities
when, and only when, the Branch’s
obligations are discharged, cancelled or
expired. The difference between the carrying
amount of the financial liability derecognized
and the consideration paid and payable is
recognized in profit or loss.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
g.
Fair Value of Financial Instrument
Nilai wajar adalah nilai yang digunakan untuk
mempertukarkan suatu aset atau untuk
menyelesaikan suatu liabilitas antara pihakpihak yang memahami dan berkeinginan
untuk melakukan transaksi secara wajar
(arm’s length transaction).
Fair value is the value which is used to
exchange an asset or to settle a liability
between parties who understand and are
willing to perform a fair transaction (arm’s
length transaction).
Dalam rangka konsistensi dan perbandingan
dalam
pengukuran
nilai
wajar
dan
pengungkapan terkait dalam dan diantara
entitas
pelapor,
Cabang
melakukan
pengukuran nilai wajar atas instrumen
keuangan yang dimiliki dengan hirarki berikut:
In order to increase consistency and
comparability in fair value measurements and
related disclosures within and between
reporting entities, the Branch measures the
fair value of the financial instruments held
based on the following hierarchy that
categorized into three levels the inputs to
valuation techniques:

Tingkat 1, pengukuran nilai wajar adalah
yang berasal dari harga kuotasian (tidak
disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset
atau liabilitas yang identik.

Level 1, fair value measurements are
those derived from quoted prices
(unadjusted) in active markets for
identical assets or liabilities.

Tingkat 2, pengukuran nilai wajar adalah
yang berasal dari input selain harga
kuotasian yang termasuk dalam Tingkat
1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
liabilitas, baik secara langsung (misalnya
harga) atau secara tidak langsung
(misalnya deviasi dari harga).

Level 2, fair value measurements are
those derived from inputs other than
quoted prices included within Level 1 that
are observable for the assets or
liabilities, either directly (i.e. as prices) or
indirectly (i.e. deviation from prices).
- 19 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

h.
i.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)

Tingkat 3, pengukuran nilai wajar adalah
yang berasal dari teknik penilaian yang
mencakup input untuk aset atau liabilitas
yang bukan berdasarkan data pasar
yang dapat diobservasi (input yang tidak
dapat diobservasi).
Reklasifikasi Instrumen Keuangan
h.
Level 3, fair value measurements are
those derived from valuation techniques
that include inputs for the assets or
liabilities that are not based on
observable market data (unobservable
inputs).
Reclassifications of Financial Instruments
Reklasifikasi aset keuangan
Reclassifications of financial assets
Cabang
tidak
diperkenankan
untuk
melakukan reklasifikasi aset keuangan ke
kelompok aset keuangan FVTPL setelah
pengukuran awal. Cabang hanya dapat
melakukan reklasifikasi aset keuangan ke
kelompok pinjaman yang diberikan dan
piutang jika aset keuangan tersebut
memenuhi definisi pinjaman yang diberikan
dan piutang dan Cabang memiliki intensi dan
kemampuan memiliki aset keuangan untuk
masa mendatang yang dapat diperkirakan
atau hingga jatuh tempo dari kelompok aset
keuangan FVTPL atau dari kelompok tersedia
untuk dijual. Aset keuangan tersebut
direklasifikasi pada nilai wajar pada tanggal
reklasifikasi yang menjadi biaya perolehan
diamortisasi yang baru. Setiap keuntungan
dan kerugian yang sudah diakui dalam laba
rugi tidak boleh dibalik. Setiap keuntungan
dan kerugian yang sudah diakui dalam
pendapatan komprehensif lain diamortisasi ke
laba rugi selama sisa umur aset keuangan
(jika aset keuangan memiliki jatuh tempo
tetap) atau tetap diakui dalam pendapatan
komprehensif lain sampai aset keuangan
tersebut dilepas atau dijual (jika aset
keuangan tidak memiliki jatuh tempo tetap).
The Branch is not allowed to reclassify any
financial assets into the FVTPL after initial
recognition. The Branch only reclassifies
financial assets into loans and receivables if
the financial assets meet the definition of
loans and receivables and the Branch has the
intention and ability to hold the financial
assets for the foreseeable future or until
maturity, from financial assets measured at
FVTPL or from available for sale. The
financial assets are reclassified at fair value,
which on the date of reclassification become
its new amortized cost. Any gains or losses
already recognized in profit or loss are not
reversed. Any gains or losses that have been
recognized in other comprehensive income
are amortized through profit or loss over the
remaining life of the financial assets (for
financial assets that have fixed maturities) or
continue to be recognized in other
comprehensive income until the financial
assets are sold or otherwise disposed (for
financial assets that do not have fixed
maturities).
Reklasifikasi liabilitas keuangan
Reclassification of financial liabilities
Cabang
tidak
diperkenankan
untuk
mereklasifikasi liabilitas keuangan dari atau
ke kelompok liabilitas keuangan FVTPL.
The Branch is not allowed to reclassify any
financial liabilities from or to a group of
FVTPL financial liabilities.
Saling Hapus Antara Aset Keuangan dan
Liabilitas Keuangan
i.
Netting of Financial Assets and Financial
Liabilities
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling
hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam
laporan keuangan, jika dan hanya jika,
Cabang:
Financial assets and liabilities are off-set and
the net amount is presented in the financial
statements, when and only when, the Branch:

saat ini memiliki hak yang berkekuatan
hukum untuk melakukan saling hapus
atas jumlah yang telah diakui tersebut;
dan

currently has a legally enforceable right
to offset against the recognized amount;
and

berniat untuk menyelesaikan secara neto
atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan
liabilitasnya
secara
bersamaan.

intends either to settle on a net basis or
to realize its asset and settle its liability
simultaneously.
- 20 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
j.
k.
l.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
j.
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain
diklasifikasikan dalam kategori pinjaman yang
diberikan dan piutang.
Demand deposits with Bank Indonesia and
other banks are classified as loans and
receivables.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengukuran awal, reklasifikasi,
penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan
penghentian pengakuan giro pada Bank
Indonesia dan bank lain dibahas pada
Catatan 3e, 3g dan 3h.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, reclassification, fair value,
impairment and derecognition of demand
deposits with Bank Indonesia and other
banks are discussed in Notes 3e, 3g and 3h.
Penempatan pada Bank Indonesia dan
Bank Lain
k.
Placements with Bank Indonesia and
Other Banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank
lain diklasifikasikan dalam kategori pinjaman
yang diberikan dan piutang.
Placements with Bank Indonesia and other
banks are classified as loans and
receivables.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengukuran awal, reklasifikasi,
penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan
penghentian pengakuan penempatan pada
Bank Indonesia dan bank lain dibahas pada
Catatan 3e, 3g dan 3h.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, reclassification, fair value,
impairment and derecognition of placements
with Bank Indonesia and other banks are
discussed in Notes 3e, 3g and 3h.
Efek-efek
l.
Securities
Efek-efek diklasifikasikan dalam kelompok
dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk
dijual.
Securities are classified as held-to-maturity
and available-for-sale.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengukuran awal, reklasifikasi,
penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan
penghentian pengakuan efek-efek dibahas
pada Catatan 3e, 3g dan 3h.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, reclassification, fair value,
impairment and derecognition of securities
are discussed in Notes 3e, 3g and 3h.
m. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Tagihan
kategori
piutang.
n.
Demand Deposits with Bank Indonesia
and Other Banks
akseptasi
pinjaman
m. Acceptances Receivable and Payable
diklasifikasikan dalam
yang diberikan dan
Acceptances receivable are classified as
loans and receivables.
Liabilitas
akseptasi
diklasifikasi
dalam
kategori liabilitas keuangan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Acceptances payable are classified
financial liabilities at amortized cost.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengukuran awal, reklasifikasi,
penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan
penghentian pengakuan tagihan dan liabilitas
akseptasi dibahas pada Catatan 3e, 3f, 3g
dan 3h.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, reclassification, fair value,
impairment and derecognition of acceptances
receivable and payable are discussed in
Notes 3e, 3f, 3g and 3h.
Tagihan dan Liabilitas Derivatif
n.
Tagihan dan liabilitas derivatif diklasifikasikan
dalam kategori diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi (FVTPL).
as
Derivative Receivables and Payables
Derivative receivables and payables are
classified as fair value through profit or loss
(FVTPL).
- 21 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Tagihan dan liabilitas derivatif disajikan
sebesar keuntungan atau kerugian yang
belum direalisasi yang berasal dari kontrak
derivatif dengan tujuan bukan untuk lindung
nilai. Keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi tersebut dihitung dari selisih antara
nilai kontrak dan nilai wajar instrumen
derivatif pada tanggal pelaporan. Nilai wajar
ditentukan berdasarkan harga pasar, model
penentuan harga atau harga pasar instrumen
lain yang memiliki karakteristik serupa.
Keuntungan atau kerugian dari instrumen
derivatif yang tidak memenuhi kriteria untuk
dapat diklasifikasikan sebagai lindung nilai
diakui sebagai laba rugi tahun berjalan
(Catatan 3e, 3f dan 3g).
o.
p.
Derivative receivables and payables are
stated at the amount of unrealized gains or
losses arising from derivative contracts with
purposes not to hedge. The unrealized gains
or losses are calculated from the difference
between the contract value and fair value of
derivative instruments at the reporting date.
The fair value is determined based on market
price, pricing models or quoted prices for
instruments with similar characteristics. Gains
or losses from derivative instruments that do
not qualify to be classified as hedges are
recognized as profit or loss for the year
(Notes 3e, 3f and 3g).
Kredit
o.
Kredit
diklasifikasikan
dalam
kategori
pinjaman yang diberikan dan piutang.
Loans are
receivables.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengukuran awal, reklasifikasi,
penentuan nilai wajar, penurunan nilai dan
penghentian pengakuan kredit dibahas pada
Catatan 3e, 3g dan 3h.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, reclassification, fair value,
impairment and derecognition of loans are
discussed in Notes 3e, 3g and 3h.
Kredit Direstrukturisasi
p.
Bila memungkinkan, Cabang berusaha untuk
merestrukturisasi kredit daripada mengambil
kepemilikan agunan. Hal ini mungkin meliputi
perpanjangan pembayaran dan perjanjian
kondisi kredit baru. Setelah syarat-syarat
telah dinegosiasi ulang, kredit tidak lagi
dianggap jatuh tempo. Manajemen terusmenerus mereview kredit direstrukturisasi
untuk memastikan bahwa semua kriteria
terpenuhi dan pembayaran di masa
mendatang kemungkinan besar terjadi. Kredit
terus menjadi subjek penilaian penurunan
nilai secara individual atau kolektif yang
dihitung dengan menggunakan suku bunga
efektif awal dari kredit tersebut. Perbedaan
antara nilai tercatat kredit awal dan nilai
sekarang dari arus kas direstrukturisasi,
didiskontokan pada suku bunga efektif awal,
diakui dalam cadangan kredit dan kerugian
penurunan nilai dalam laporan laba rugi
komprehensif.
q.
Loans
classified
as
loans
and
Restructured Loans
Where possible, the Branch seeks to
restructure loans rather than to take
possession of collateral. This may involve
extending the payment arrangements and the
agreement of new loan conditions. Once the
terms have been renegotiated, the loan is no
longer considered past due. Management
continuously reviews the restructured loans
to ensure that all criteria are met and that
future payments are likely to occur. The loans
continue to be subject to an individual or
collective impairment assessment, calculated
using the loan’s original effective interest
rate. The difference between the recorded
value of the original loan and the present
value of the restructured cash flows,
discounted at the original effective interest
rate, is recognized in allowance for credit and
impairment losses in the statement of
comprehensive income.
Aset Tetap
q.
Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan
penyediaan barang atau jasa atau untuk
tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya
perolehan setelah dikurangi akumulasi
penyusutan
dan
akumulasi
kerugian
penurunan nilai.
Premises and Equipment
Premises and equipment held for use in the
supply of goods and services, or for
administrative purposes, are stated at cost,
less accumulated depreciation and any
accumulated impairment losses.
- 22 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Bangunan disusutkan dengan menggunakan
metode garis lurus (straight-line method),
sedangkan aset tetap lainnya disusutkan
dengan
menggunakan
metode
saldo
menurun ganda (double-declining balance
method) berdasarkan tarif sebagai berikut:
Building is depreciated using the straight-line
method, while the other premises and
equipment item are depreciated using the
double-declining balance method based on
the following rates:
Persentase/
Percentage
Bangunan
Peralatan kantor
Perabotan dan perlengkapan kantor
Kendaraan bermotor
5%
25% - 50%
25% - 50%
5%
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan
metode penyusutan dikaji setiap akhir tahun
dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi
tersebut berlaku prospektif.
The estimated useful lives, residual values
and depreciation method are reviewed at
each year end, with the effect of any changes
in estimate accounted for on a prospective
basis.
Tanah
dinyatakan
berdasarkan
perolehan dan tidak disusutkan.
Land is stated at cost and not depreciated.
biaya
Beban
pemeliharaan
dan
perbaikan
dibebankan pada laba rugi pada saat
terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi
selanjutnya yang timbul untuk menambah,
mengganti atau memperbaiki aset tetap
dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan
hanya jika besar kemungkinan manfaat
ekonomis di masa depan berkenaan dengan
aset tersebut akan mengalir ke entitas dan
biaya perolehan aset dapat diukur secara
andal. Aset tetap yang sudah tidak digunakan
lagi atau yang dijual dikeluarkan dari
kelompok aset tetap berikut akumulasi
penyusutannya. Keuntungan atau kerugian
dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan
dalam laba rugi pada tahun yang
bersangkutan.
r.
The cost of maintenance and repairs is
charged to operations as incurred. Other
costs incurred subsequently to add to,
replace part of, or service an item of premises
and equipment, are recognized as asset if,
and only if it is probable that future economic
benefits associated with the item will flow to
the entity and the cost of the item can be
measured reliably. When assets are retired or
otherwise disposed of, their carrying values
and the related accumulated depreciation and
any impairment loss are removed from the
accounts and any resulting gain or loss is
reflected in the current operations.
Aset Takberwujud
r.
Aset takberwujud terdiri dari perangkat lunak
dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi amortisasi. Amortisasi diakui
dalam laba rugi dengan menggunakan
metode saldo menurun ganda (doubledeclining
balance
method)
dengan
menggunakan tarif 50%. Masa manfaat
ekonomis, nilai residu dan metode amortisasi
direview setiap akhir tahun.
s.
Buildings
Office equipments
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Intangible Assets
Intangible assets consist of software which
are stated at cost less accumulated
amortization. Amortization is recognized in
profit or loss using the double-declining
balance method based on 50% rate. The
estimated useful lives, residual values and
amortization method are reviewed at each
year end.
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
s.
Pada setiap akhir periode pelaporan, Cabang
menelaah nilai tercatat aset non-keuangan
untuk menentukan apakah terdapat indikasi
bahwa aset tersebut telah mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi
tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali
dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat
kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak
memungkinkan untuk mengestimasi nilai
yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset
individu, Cabang akan mengestimasi nilai
yang dapat diperoleh kembali dari unit
penghasil kas atas aset.
Impairment of Non-Financial Asset
At the end of each reporting period, the
Branch reviews the carrying amounts of nonfinancial assets to determine whether there is
any indication that those assets have suffered
an impairment loss. If any such indication
exists, the recoverable amount of the asset is
estimated in order to determine the extent of
the impairment loss (if any). Where it is not
possible to estimate the recoverable amount
of an individual asset, the Branch estimates
the recoverable amount of the cash
generating unit to which the asset belongs.
- 23 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
t.
u.
v.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh
kembali adalah nilai tertinggi antara nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai
pakai. Dalam menilai nilai pakai, estimasi
arus kas masa depan didiskontokan ke nilai
kini menggunakan tingkat diskonto sebelum
pajak yang menggambarkan penilaian pasar
kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik
atas aset yang mana estimasi arus kas masa
depan belum disesuaikan.
Estimated recoverable amount is the higher
of fair value less cost to sell and value in use.
In assessing value in use, the estimated
future cash flows are discounted to their
present value using a pre-tax discount rate
that reflects current market assessments of
the time value of money and the risks specific
to the asset for which the estimates of future
cash flows have not been adjusted.
Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari
aset non-keuangan (unit penghasil kas)
kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset
(unit penghasil kas) dikurangi menjadi
sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali
dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke
laba rugi.
If the recoverable amount of the non-financial
asset (cash generating unit) is less than its
carrying amount, the carrying amount of the
asset (cash generating unit) is reduced to its
recoverable amount and an impairment loss
is recognized immediately against earnings.
Simpanan
t.
Deposits
Simpanan diklasifikasikan dalam kategori
liabilitas keuangan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Deposits are classified as financial liabilities
at amortized costs.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengukuran awal, penentuan nilai
wajar dan penghentian pengakuan simpanan
dibahas pada Catatan 3f dan 3g.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, fair value and derecognition of
deposits are discussed in Notes 3f and 3g.
Simpanan dari Bank Lain
u.
Deposits from Other Banks
Simpanan dari bank lain diklasifikasikan
dalam kategori liabilitas keuangan diukur
pada biaya perolehan diamortisasi.
Deposits from other banks are classified as
financial liabilities at amortized costs.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengukuran awal, penentuan nilai
wajar dan penghentian pengakuan simpanan
dari bank lain dibahas pada Catatan 3f
dan 3g.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, fair value and derecognition of
deposits from other banks are discussed in
Notes 3f and 3g.
Pinjaman yang Diterima
v.
Borrowings
Pinjaman yang diterima diklasifikasikan dalam
kategori liabilitas keuangan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Borrowings are classified
liabilities at amortized cost.
Pengakuan, pengukuran awal, pengukuran
setelah pengukuran awal, penentuan nilai
wajar dan penghentian pengakuan pinjaman
yang diterima dibahas pada Catatan 3f
dan 3g.
Recognition, initial measurement, subsequent
measurement, fair value and derecognition of
borrowings are discussed in Notes 3f and 3g.
w. Pengakuan Pendapatan dan Beban Bunga
as
financial
w. Recognition of Interest Revenues and
Expenses
Pendapatan dan beban bunga diakui secara
akrual menggunakan metode suku bunga
efektif (Catatan 3e dan 3f).
Interest revenues and expenses are
recognized on an accrual basis using the
effective interest method (Notes 3e and 3f).
- 24 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Pendapatan dan beban bunga yang diakui
dalam laporan keuangan termasuk bunga
pada aset dan liabilitas keuangan pada biaya
perolehan
diamortisasi
yang
dihitung
menggunakan metode suku bunga efektif.
x.
y.
z.
Interest revenues and expense recognized in
the financial statement includes interest on
financial assets and liabilities measured at
amortized costs using the effective interest
rate method.
Pengakuan Pendapatan dan Beban Provisi
dan Komisi
x.
Recognition of Revenues and Expenses
on Commissions and Fees
Pendapatan provisi dan komisi yang
berkaitan
langsung
dengan
kegiatan
perkreditan atau jangka waktu tertentu yang
jumlahnya signifikan ditangguhkan dan
diamortisasi sesuai dengan jangka waktunya
dengan menggunakan metode suku bunga
efektif.
Commissions and fees income related to loan
activities or specific terms and with significant
amounts are treated as deferred transaction
cost which directly attributable to the financial
instruments and amortized over the periods
of the related financial instruments using the
effective interest rate method.
Provisi dan komisi yang tidak berkaitan
dengan kegiatan perkreditan atau pinjaman
dan jangka waktu tertentu atau nilainya tidak
material menurut Cabang diakui sebagai
pendapatan atau beban pada saat terjadinya
transaksi.
Commissions and fees, which are not related
to loan activities and terms of the loan or
whose amount is not material according to
the Branch are recognized as revenues or
expenses at the time the transactions are
made.
Sewa
y.
Lease
Pembayaran sewa operasi diakui sebagai
beban dengan dasar garis lurus (straight-line
basis) selama masa sewa, kecuali terdapat
dasar sistematis lain yang dapat lebih
mencerminkan pola waktu dari manfaat aset
yang dinikmati pengguna. Rental kontinjen
diakui sebagai beban di dalam periode
terjadinya.
Operating lease payments are recognized as
an expense on a straight-line basis over the
lease term, except where another systematic
basis is more representative of the time
pattern in which economic benefits from the
leased asset are consumed. Contingent
rentals arising under operating leases are
recognized as an expense in the period in
which they are incurred.
Dalam hal insentif diperoleh dalam sewa
operasi, insentif tersebut diakui sebagai
liabilitas. Keseluruhan manfaat dari insentif
diakui sebagai pengurangan dari biaya sewa
dengan dasar garis lurus kecuali terdapat
dasar
sistematis
lain
yang
lebih
mencerminkan pola waktu dari manfaat yang
dinikmati pengguna.
In the event that lease incentives are
received to enter into operating leases, such
incentives are recognized as a liability. The
aggregate benefit of incentives is recognized
as a reduction of rental expense on a
straight-line basis, except where another
systematic basis is more representative of the
time pattern in which economic benefits from
the leased asset are consumed.
Imbalan Pasca Kerja
z.
Post-employment Benefits
Cabang menyelenggarakan program pensiun
manfaat pasti untuk karyawan tetap lokal
yang dikelola oleh Dana Pensiun Bangkok
Bank - Cabang Jakarta (DPBB). Jumlah
kontribusi merupakan kontribusi Cabang yang
dihitung secara aktuaria.
The Branch established defined benefit
pension plan covering local permanent
employees which is managed by Dana
Pensiun Bangkok Bank - Jakarta Branch
(DPBB). Total contributions represent the
Branch’s contributions computed on an
actuarial basis.
Aset dari program pensiun manfaat pasti
Cabang
dikelola
oleh
DPBB
yang
pendiriannya telah disetujui oleh Menteri
Keuangan berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Keuangan Republik Indonesia
No. KEP-127/M/BW/1992 tanggal 3 Maret
1992.
The establishment of the Branch’s DPBB was
approved by the Minister of Finance of the
Republic of Indonesia based on Decision
Letter No. KEP-127/M/BW/1992 dated
March 3, 1992.
- 25 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Cabang juga memberikan imbalan pasca
kerja berdasarkan ketentuan Dana Pensiun
dan Undang-undang Tenaga Kerja No. 13
tahun 2003 (UUTK), mana yang lebih tinggi,
dan tunjangan pensiun sesuai dengan
peraturan Cabang.
The Branch also provides post-employment
benefits based on Dana Pension’s policy and
the requirement of Labor Law No. 13 year
2003 (LL), whichever is higher as well as
pension allowance in accordance with the
Branch’s policy.
Beban pensiun untuk karyawan Cabang yang
bukan merupakan anggota DPBB juga
dihitung oleh aktuaris berdasarkan UUTK dan
peraturan Cabang.
Pension costs for the Branch’s employees
who are not members of DPBB are also
computed by the actuary based on labor law
and Branch’s policy.
Perhitungan
imbalan
pasca
kerja
menggunakan metode Projected Unit Credit.
Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial
bersih yang belum diakui yang melebihi
jumlah yang lebih besar diantara 10% dari
nilai kini liabilitas imbalan pasti dan 10% dari
nilai wajar aset program diakui dengan
metode garis lurus selama rata-rata sisa
masa kerja yang diperkirakan dari para
pekerja dalam program tersebut (pendekatan
koridor). Biaya jasa lalu dibebanan langsung
apabila imbalan tersebut menjadi hak atau
vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai
beban dengan metode garis lurus selama
periode rata-rata sampai imbalan tersebut
menjadi hak atau vested.
The cost of providing post-employment
benefits is determined using the Projected
Unit Credit method. The accumulated
unrecognized actuarial gains and losses that
exceed 10% of the greater of the present
value of the Branch’s defined benefit
obligations and the fair value of plan assets,
are recognized on a straight-line basis over
the expected average remaining working lives
of the participating employees (corridor
approach). Past service cost is recognized
immediately to the extent that the benefits are
already vested, and otherwise is amortized on
a straight-line basis over the average period
until the benefits become vested.
Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan
pasti di laporan posisi keuangan merupakan
nilai kini liabilitas imbalan pasti disesuaikan
dengan keuntungan dan kerugian aktuarial
yang belum diakui, biaya jasa lalu yang belum
diakui dan nilai wajar aset program.
The benefit obligation recognized in the
statements of financial position represents the
present value of the defined benefit
obligation, as adjusted for unrecognized
actuarial gains and losses and unrecognized
past service cost, and as reduced by the fair
value of scheme assets.
aa. Pajak Penghasilan
aa. Income Tax
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba
kena pajak dalam periode yang bersangkutan
yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku.
Current tax expense is determined based on
the taxable income for the year computed
using prevailing tax rates.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui
atas konsekuensi pajak periode mendatang
yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat
aset dan liabilitas menurut laporan keuangan
dengan dasar pengenaan pajak aset dan
liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui
untuk semua perbedaan temporer kena pajak
dan aset pajak tangguhan diakui untuk semua
perbedaan temporer yang boleh dikurangkan,
sepanjang
besar
kemungkinan
dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena
pajak pada masa datang.
Deferred tax assets and liabilities are
recognized for the future tax consequences
attributable to differences between the
financial statement carrying amounts of
assets and liabilities and their respective tax
bases. Deferred tax liabilities are recognized
for all taxable temporary differences and
deferred tax assets are recognized for all
deductible temporary differences to the extent
that it is probable that taxable income will be
available in future periods against which the
deductible temporary differences can be
utilized.
- 26 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
4.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur
dengan menggunakan tarif pajak yang
diekspektasikan berlaku dalam periode ketika
liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan
dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang
telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada akhir periode pelaporan.
Deferred tax assets and liabilities are
measured at the tax rates that are expected
to apply in the period in which the liability is
settled or the asset realized, based on the tax
rates (and tax laws) that have been enacted,
or substantively enacted, by the end of the
reporting period.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak
tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak
yang sesuai dengan cara yang Cabang
ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan,
untuk memulihkan atau menyelesaikan
jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.
The measurement of deferred tax assets and
liabilities reflect the consequences that would
follow from the manner in which the Branch
expects, at the end of the reporting period, to
recover or settle the carrying amount of their
assets and liabilities.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji
ulang pada akhir periode pelaporan dan
dikurangi
jumlah
tercatatnya
jika
kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi
tersedia dalam jumlah yang memadai untuk
mengkompensasikan sebagian atau seluruh
aset pajak tangguhan tersebut.
The carrying amount of deferred tax asset is
reviewed at the end of each reporting period
and reduced to the extent that it is no longer
probable that sufficient taxable profits will be
available to allow all or part of the asset to be
recovered.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling
hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan
saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas
pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan
dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan
pajak penghasilan yang dikenakan oleh
otoritas perpajakan yang sama serta Cabang
yang berbeda yang bermaksud untuk
memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
dengan dasar neto.
Deferred tax assets and liabilities are offset
when there is legally enforceable right to set
off current tax assets against current tax
liabilities and when they relate to income
taxes levied by the same taxation authority
and the Branch intends to settle their current
tax assets and current tax liabilities on a net
basis.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui
sebagai beban atau penghasilan dalam laba
atau
rugi,
kecuali
sepanjang
pajak
penghasilan yang berasal dari transaksi atau
kejadian yang diakui, di luar laba atau rugi
(baik dalam pendapatan komprehensif lain
maupun secara langsung di ekuitas), dalam
hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau
rugi.
Current and deferred tax are recognized as
an expense or income in profit or loss, except
when they relate to items that are recognized
outside of profit or loss (whether in other
comprehensive income or directly in equity),
in which case the tax is also recognized
outside of profit or loss.
PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN
ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
4.
CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND
ESTIMATES
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Cabang,
yang dijelaskan dalam Catatan 3, manajemen
diwajibkan
untuk
membuat
pertimbangan,
estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset
dan liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain.
Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang
dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin
berbeda dari estimasi tersebut.
In the application of the Branch accounting
policies, which are described in Note 3, the
management is required to make judgements,
estimates and assumptions about the carrying
amounts of assets and liabilities that are not
readily apparent from other sources. The
estimates and associated assumptions are based
on historical experience and other factors that are
considered to be relevant. Actual results may
differ from these estimates.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah
secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi
diakui dalam periode yang perkiraan tersebut
direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode
itu, atau pada periode revisi dan periode masa
depan jika revisi mempengaruhi kedua periode
tersebut.
The estimates and underlying assumptions are
reviewed on an ongoing basis. Revisions to
accounting estimates are recognized in the period
which the estimates is revised if the revision
affects only that period, or in the period of the
revision and future periods if the revision affects
both periods.
- 27 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
Pertimbangan
Kritis
Kebijakan Akuntansi
dalam
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Penerapan
Critical Judgement in Applying Accounting
Policies
Di bawah ini adalah pertimbangan kritis, selain
dari estimasi yang telah diatur, dimana
manajemen telah membuat suatu proses
penerapan kebijakan akuntansi Cabang dan
memiliki pengaruh paling signifikan terhadap
jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
Below are the critical judgements, apart from
those
involving
estimations,
that
the
managements have made in the process of
applying the Branch accounting policies and that
have the most significant effect on the amounts
recognized in the financial statements.
Aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh
tempo
Held-to-maturity financial assets
Manajemen telah menelaah aset keuangan
Cabang yang dimiliki hingga jatuh tempo karena
persyaratan pemeliharaan modal dan likuiditas
dan telah dikonfirmasi intensi positif Cabang dan
kemampuan untuk memiliki aset tersebut hingga
jatuh tempo. Rincian dan jumlah tercatat aset
keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo
diungkapkan dalam Catatan 9.
The management has reviewed the Branch’s
held-to-maturity financial assets in the light of its
capital maintenance and liquidity requirements
and has confirmed the Branch’s positive intention
and ability to hold those assets to maturity. The
details and its carrying amounts of the held-tomaturity financial assets are disclosed in Note 9.
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Key Sources of Estimation Uncertainty
Asumsi utama mengenai masa depan dan
sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya
pada akhir periode pelaporan, yang memiliki
risiko
signifikan
yang
mengakibatkan
penyesuaian material terhadap jumlah tercatat
aset dan liabilitas dalam periode pelaporan
berikutnya dijelaskan di bawah ini:
The key assumptions concerning future and other
key sources of estimation uncertainty at the end of
the reporting period, that have a significant risk of
causing a material adjustment to the carrying
amounts of assets and liabilities within the next
reporting period are discussed below:
Rugi Penurunan Nilai Aset Keuangan
Impairment Loss on Financial Assets
Cabang menilai penurunan nilai aset keuangan
pada
setiap
tanggal
pelaporan.
Dalam
menentukan apakah rugi penurunan nilai harus
dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat
penilaian, apakah terdapat bukti objektif bahwa
kerugian telah terjadi. Suatu aset keuangan
dinyatakan mengalami penurunan nilai bila ada
bukti
objektif
terjadinya
peristiwa
yang
berdampak pada estimasi arus kas atas aset
keuangan. Bukti tersebut meliputi data yang
dapat diobservasi yang menunjukkan bahwa
telah terjadi peristiwa yang merugikan dalam
status pembayaran debitur atau kondisi ekonomi
nasional atau lokal yang berkorelasi dengan
kelalaian pembayaran piutang.
The Branch assesses its financial assets at each
reporting date. In determining whether the
impairment loss should be recorded in profit or
loss, management makes judgement as to
whether there is objective evidence that loss
event has occurred. Financial assets are
considered to be impaired when there is objective
evidence that, as a result of one or more events
that occurred after the initial recognition of the
financial asset, the estimated future cash flows of
the financial assets have been affected. The
evidence includes observable data which
indicates that an adverse event has occurred in
the payment status of borrowers or in the national
or local economic conditions that correlate with
the omission of payment of receivables.
Cadangan kerugian penurunan nilai akan
dibentuk untuk mengakui kerugian penurunan
nilai yang terjadi dalam portofolio aset keuangan.
Manajemen
menggunakan
perkiraan
berdasarkan pengalaman kerugian historis untuk
aset dengan karakteristik risiko kredit dan bukti
objektif adanya penurunan nilai yang serupa
dengan yang ada dalam portofolio pada saat
penjadwalan arus kas masa depan.
Provision for loss on impairment will be set up to
recognize the impairment loss that occurs in a
portfolio of financial assets. Management uses
estimates based on historical loss experience for
assets with credit risk characteristics and
objective evidence of impairment similar to those
in the portfolio when scheduling the future cash
flows.
- 28 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Manajemen juga membuat penilaian atas
metodologi dan asumsi untuk memperkirakan
jumlah dan waktu arus kas masa depan yang
direview secara berkala untuk mengurangi
perbedaan antara estimasi kerugian dan
kerugian aktualnya.
Management also makes judgement as to the
methodology and assumptions for estimating the
amount and timing of future cash flows which are
reviewed regularly to reduce any difference
between loss estimate and actual loss.
Cabang
melakukan
penilaian
terhadap
penurunan nilai secara individual, yaitu dilakukan
untuk jumlah aset keuangan yang melebihi
ambang batas (threshold) tertentu dan aset
keuangan yang memiliki bukti objektif penurunan
nilai yang telah teridentifikasi secara terpisah
pada tanggal laporan posisi keuangan. Kerugian
penurunan nilai adalah selisih antara nilai
tercatat dan nilai kini dari estimasi terbaik atas
arus kas masa depan dan realisasi agunan pada
tingkat suku bunga efektif awal dari aset
keuangan tersebut. Estimasi ini dilakukan
dengan mempertimbangkan kapasitas utang dan
fleksibilitas
keuangan
debitur,
kualitas
pendapatan debitur, jumlah dan sumber arus
kas, industri di mana debitur beroperasi dan nilai
realisasi agunan. Estimasi jumlah dan waktu
pemulihan masa depan akan membutuhkan
banyak pertimbangan. Jumlah penerimaan
tergantung pada kinerja debitur pada masa
mendatang dan nilai agunan, keduanya akan
dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di masa
depan, di samping itu agunan mungkin tidak
mudah dijual. Nilai aktual arus kas masa depan
dan tanggal penerimaan mungkin berbeda dari
estimasi tersebut dan akibatnya kerugian aktual
yang terjadi mungkin berbeda dengan yang
diakui dalam laporan keuangan.
The Branch performs assessment of the
impairment amounts individually, which is made to
the amount of financial assets that exceed certain
threshold and to certain financial assets that have
objective evidence that impairment has been
identified separately on the date of statement of
financial position. Impairment loss is the
difference between the carrying amount and the
present value of the best estimated future cash
flows and realization of collateral at the initial
effective interest rates of financial assets. The
estimates are made by considering the debt
capacity and financial flexibility of the debtor,
debtor's earnings quality, quantity and source of
cash flows, industry in which the debtor operates
and realizable value of collateral. Estimating the
amount and timing of future recovery will require a
lot of considerations. The amount of revenue
depends on the performance of the debtor in the
future and the value of collateral, both of which
will be affected by future economic conditions, in
addition to the fact that the collateral may not be
easily sold. The actual value and date of receipt of
future cash flows may differ from the estimates
and as a result, actual loss which occurs may be
different from the amount recognized in the
financial statements.
Manfaat Karyawan
Employee Benefits
Penentuan liabilitas imbalan kerja tergantung
pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan
oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas
tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain
tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji.
Realisasi yang berbeda dari asumsi Cabang
diakumulasi dan diamortisasi selama periode
mendatang dan akibatnya akan berpengaruh
terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang diakui
di masa mendatang. Walaupun asumsi Cabang
dianggap tepat dan wajar, perubahan signifikan
pada kenyataannya atau perubahan signifikan
dalam
asumsi
yang
digunakan
dapat
berpengaruh secara signifikan terhadap liabilitas
imbalan pasca kerja Cabang.
Determination of liability for employee benefits
depends on the selection of certain assumptions
used by actuaries in calculating the amount of
such liability. These assumptions include, among
others, the discount rate and the rate of increase
in salaries. Different realization of the Branch’s
assumptions is accumulated and amortized over
future periods and consequently will affect the
amount of costs and liabilities recognized in the
future periods. Although the assumptions used by
the Branch are assessed to be appropriate and
fair, significant changes in actual events or
significant changes in the assumptions used can
significantly affect the Branch's post-employment
benefits obligation.
Nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja Cabang
diungkapkan dalam Catatan 28.
The present value of the post-employment
benefits obligation of the Branch are disclosed in
Note 28.
- 29 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap
Estimated Useful Lives of Premises and
Equipment
Masa manfaat setiap aset tetap Cabang
ditentukan
berdasarkan
kegunaan
yang
diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini
ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal
dan pengalaman atas aset sejenis. Masa
manfaat setiap aset direview secara periodik dan
disesuaikan apabila perkiraan berbeda dengan
estimasi
sebelumnya
karena
keausan,
keusangan teknis dan komersial, hukum atau
keterbatasan lainnya atas pemakaian aset.
Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil
operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi
secara signifikan oleh perubahan atas jumlah
serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan
karena perubahan faktor yang disebutkan di
atas.
The useful life of each item of the Branch’s
premises and equipment are estimated based on
the period over which the asset is expected to be
available for use. Such estimation is based on
internal technical evaluation and experience with
similar assets. The estimated useful life of each
asset is reviewed periodically and updated if
expectations differ from previous estimates due to
physical wear and tear, technical or commercial
obsolescence and legal or other limits on the use
of the asset. It is possible, however, that future
results of operations could be materially affected
by changes in the amounts and timing of recorded
expenses brought about by changes in the factors
mentioned above.
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat
mempengaruhi jumlah biaya penyusutan yang
diakui dan mengurangi nilai tercatat aset
tersebut.
A change in the estimated useful life of any item
of premises and equipment would affect the
recorded depreciation expense and decrease the
carrying values of these assets.
Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam
Catatan 14.
The carrying amounts of premises and equipment
are disclosed in Note 14.
Penilaian Instrumen Keuangan
Valuation of Financial Instruments
Seperti dijelaskan dalam Catatan 36, Cabang
menggunakan teknik penilaian yang meliputi
input yang tidak didasarkan pada data pasar
yang dapat diobservasi untuk mengestimasi nilai
wajar dari beberapa jenis instrumen keuangan.
Catatan 36 memberikan informasi yang rinci
mengenai asumsi utama yang digunakan dalam
menentukan nilai wajar instrumen keuangan.
As describe in Note 36, the Branch uses valuation
techniques that may include inputs that are not
based on observable market data to estimate the
fair value of certain types of financial instruments.
Note 36 provide the detailed information about the
key assumptions used in the determination of the
fair value of financial instruments.
Manajemen berpendapat bahwa teknik penilaian
yang dipilih dan asumsi yang digunakan adalah
tepat dalam menentukan nilai wajar dari
instrumen keuangan.
The management believes that the chosen
valuation techniques and assumptions used are
appropriate in determining the fair value of
financial instruments.
5.
KAS
5.
2013
Rp
CASH
2012
Rp
Rupiah
Mata uang asing
5.685.328.990
2.518.220.329
3.993.222.103
1.184.165.959
Rupiah
Foreign currencies
Jumlah
8.203.549.319
5.177.388.062
Total
- 30 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
6.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
GIRO PADA BANK INDONESIA
6.
DEMAND DEPOSITS WITH BANK INDONESIA
2013
7.
2012
Rp
%GWM
Rp
%GWM
Rupiah
Dollar Amerika Serikat
102.705.521.857
178.899.000.000
14,44
10,35
86.021.980.036
125.287.500.000
11,03
12,16
Jumlah
281.604.521.857
211.309.480.036
Rupiah
US Dollar
Total
Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI)
No. 15/15/PBI/2013 tanggal 24 Desember 2013
yang berlaku efektif sejak 31 Desember 2013,
tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada
Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing,
setiap bank di Indonesia diwajibkan mempunyai
saldo giro minimum di Bank Indonesia untuk
cadangan likuiditas. Giro Wajib Minimum (GWM)
dalam Rupiah terdiri dari GWM Primer ditetapkan
sebesar 8% dan GWM Sekunder ditetapkan
sebesar 4%, serta GWM Loan to Deposit Ratio
(LDR) sebesar perhitungan antara parameter
disinsentif di bawah atau parameter disinsentif
atas dengan selisih antara LDR Cabang dan LDR
target dengan memperhatikan selisih antara
kewajiban penyediaan Modal Minimum (KPMM)
Branch dan KPMM insentif. GWM dalam Dollar
Amerika Serikat ditetapkan sebesar 8%.
In accordance with Bank Indonesia Regulation
(PBI) No. 15/15/PBI/2013 dated December 24,
2013 which is effective from December 31, 2013,
regarding Minimum Statutory Reserves (GWM)
with Bank Indonesia in Rupiah and Foreign
Currencies, each bank in Indonesia is required to
maintain minimum deposit balances with Bank
Indonesia, as liquidity reserve. The GWM in
Rupiah consists of Primary GWM which is set at
8% and secondary GWM which is set at 4%, and
GWM Loan to Deposit Ratio (LDR GWM) which is
determined based on parameters under
disincentive and over disincentive for the
difference between the Branch’s LDR and target
LDR by taking into account the difference between
the Branch’s Capital Adequacy Ratio (CAR) and
CAR incentive. GWM in the United States Dollar is
set at 8%.
Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, GWM
sekunder Cabang yang terdiri dari Surat Utang
Negara masing-masing sebesar 198,56% dan
16,05%.
As of December 31, 2013 and 2012, the Branch’s
secondary statutory reserve which consists of
Indonesian Government Bonds were 198.56%
and 16.05%, respectively.
Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012,
Cabang telah memenuhi Giro Wajib Minimum
yang harus disediakan sesuai dengan ketentuan
Bank Indonesia.
As of December 31, 2013 and 2012, the Branch
has complied with the required minimum deposit
balances under the Bank Indonesia regulation.
GIRO PADA BANK LAIN
7.
DEMAND DEPOSITS WITH OTHER BANKS
2013
Rp
2012
Rp
Pihak berelasi
Mata uang asing
30.608.304.431
24.326.171.523
Related parties
Foreign currencies
Pihak ketiga
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
910.950.000
156.876.670.258
157.787.620.258
110.000.000
72.907.463.158
73.017.463.158
Third parties
Rupiah
Foreign currencies
Subtotal
Jumlah
188.395.924.689
97.343.634.681
Total
- 31 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
8.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN
BANK LAIN
8.
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
berdasarkan jenis penempatan adalah sebagai
berikut:
Jangka waktu/
Period
Pihak berelasi
Mata uang asing
Penempatan pasar uang
1 bulan/m onth
antar bank
Pihak ketiga
Mata uang asing
Penempatan pasar uang
7 - 94 hari/days
antar bank
PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA AND
OTHER BANKS
Placements with Bank Indonesia and other banks
by type of placements are as follows:
2013
Tingkat bunga efektif
rata-rata per tahun/
Average annual
effective interest
rates
2,13%
0,56%
Jumlah
Jangka waktu/
Period
Pihak berelasi
Mata uang asing
Penempatan pasar uang
antar bank
28 - 64 hari/days
Pihak ketiga
Rupiah
BI intervensi - setelah
dikurangi bunga yang
belum diamortisasi
sebesar
91 - 267 hari/days
Rp 198.417.867
Penempatan pasar uang
90 - 92 hari/days
antar bank
Mata uang asing
Penempatan pasar uang
5 hari/days
antar bank
Subjumlah
2012
Tingkat bunga efektif
rata-rata per tahun/
Average annual
effective interest
rates
1,14%
Jumlah/
Total
Rp
147.895.750.000
Related parties
Foreign currencies
Interbank money
market
1.034.450.000.000
Third parties
Foreign currency
Interbank money
market
1.182.345.750.000
Total
Jumlah/
Total
Rp
193.694.550.000
Related parties
Foreign currencies
Interbank money
market
Third parties
Rupiah
4,21%
119.801.582.139
4,78%
380.000.000.000
0,30%
48.187.500.000
547.989.082.139
Jumlah
741.683.632.139
- 32 -
BI intervention - net of
unamortized interest
of Rp 198,417,867
Interbank money
market
Foreign currency
Interbank money
market
Subtotal
Total
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
berdasarkan sisa umur sampai dengan jatuh
tempo pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012
adalah sebagai berikut:
Placements with Bank Indonesia and other banks
as of December 31, 2013 and 2012 according to
remaining period to maturity are as follows:
2013
Rp
Rupiah
≤ 1 bulan
> 1 - 3 bulan
Subjumlah
9.
2012
Rp
-
229.908.018.824
269.893.563.315
499.801.582.139
Rupiah
≤ 1 month
> 1 - 3 months
Subtotal
Mata uang asing
≤ 1 bulan
> 1 - 3 bulan
Subjumlah
1.060.645.750.000
121.700.000.000
1.182.345.750.000
241.882.050.000
241.882.050.000
Foreign currencies
≤ 1 month
> 1 - 3 months
Subtotal
Jumlah
1.182.345.750.000
741.683.632.139
Total
EFEK-EFEK
9.
2013
Rp
Dimiliki hingga jatuh tempo
Rupiah
Sertifikat Bank Indonesia - setelah
dikurangi diskonto yang belum
diamortisasi sebesar
Rp 20.935.561 tahun 2013 dan
Rp 1.811.603.936 tahun 2012
Surat Perbendaharaan Negara setelah dikurangi diskonto yang
belum diamortisasi sebesar
Rp 11.950.507.828 tahun 2013
Mata uang asing
Wesel ekspor
Subjumlah
Tersedia untuk dijual
Rupiah
Surat Utang Negara
Diskonto yang belum diamortisasi
Penyesuaian nilai efek-efek
Subjumlah
Jumlah
2012
Rp
Held-to-maturity
Rupiah
19.979.064.439
1.140.267.492.172
13.624.359.542
1.173.870.916.153
193.810.000.000
(3.031.489.159)
(1.432.085.841)
189.346.425.000
1.363.217.341.153
Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun:
Rupiah
Sertifikat Bank Indonesia
Surat Perbendaharaan Negara
Surat Utang Negara
Mata uang asing
Wesel ekspor
SECURITIES
103.188.396.064
103.188.396.064
103.188.396.064
Certificates of Bank Indonesia net of unamortized discount of
Rp 20,935,561 in 2013 and
Rp 1,811,603,936 in 2012
Government Treasury Bills - net of
unamortized discount of
Rp 11,950,507,828 in 2013
Foreign currency
Export bills
Subtotal
Available-for-sale
Rupiah
Government Bonds
Unamortized discount
Mark-to-market of securities
Subtotal
Total
The average annual effective interest rates:
2013
2012
4,89%
3,98%
7,78%
4,39%
-
5,00%
-
- 33 -
Rupiah
Certificates of Bank Indonesia
Government Treasury Bills
Government Bonds
Foreign Currency
Export bills
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Jangka waktu efek-efek sejak tanggal pembelian
hingga tanggal jatuh tempo adalah sebagai
berikut:
Dimiliki hingga jatuh tempo
Sertifikat Bank Indonesia
Surat Perbendaharaan Negara
Wesel ekspor
The terms of the above securities from
acquisition dates to maturity dates are as follows:
2013
2012
9 bulan/months
9 bulan/months 1 tahun/year
1 bulan/month
9 bulan/months
-
Mutasi perubahan nilai wajar atas pemilikan efekefek tersedia untuk dijual:
Held-to-maturity
Certificates of Bank Indonesia
Government Treasury Bills
Export bills
Movement of net changes in fair value of
available-for-sale securities:
2013
Rp
Saldo awal sebelum pajak tangguhan
Kerugian yang belum direalisasi pada tahun
berjalan
(1.432.085.841)
Unrealized losses during the year
Penyesuaian nilai efek-efek
Manfaat pajak tangguhan
(1.432.085.841)
572.834.336
Mark-to-market of securities
Deferred tax benefit
Saldo akhir setelah pajak tangguhan
Mutasi penyisihan kerugian
adalah sebagai berikut:
penurunan
Beginning balance before deferred income tax
(859.251.505)
nilai
Ending balance after deferred income tax
The changes in the allowance for impairment
losses are as follows:
2012
Rp
Saldo awal tahun
Pemulihan tahun berjalan
Selisih kurs penjabaran
1.019.549.700
(1.023.336.715)
3.787.015
Saldo akhir tahun
-
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat
bukti objektif penurunan nilai sehingga tidak perlu
dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai atas
efek-efek.
Balance at beginning of year
Reversal of provision during the year
Exchange rate difference
Balance at end of year
Managements believes that there is no objective
evidence of impairment, therefore no allowance
for impairment losses on securities is necessary.
- 34 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
10. TAGIHAN DAN LIABILITAS AKSEPTASI
a.
10. ACCEPTANCES RECEIVABLE AND PAYABLE
Tagihan Akseptasi
a.
Rincian tagihan akseptasi pada tanggal
31 Desember 2013 dan 2012 berdasarkan
pihak dan mata uang adalah sebagai berikut:
Acceptances Receivable
The details of acceptances receivable as of
December 31, 2013 and 2012 based on
parties and currencies are as follows:
2013
Rp
2012
Rp
Pihak ketiga - bukan bank
Mata uang asing
Cadangan kerugian penurunan nilai
350.271.063.377
(8.048.023.623)
203.741.254.863
(4.017.654.060)
Third parties - non banks
Foreign currencies
Allowance for impairment losses
Jumlah - bersih
342.223.039.754
199.723.600.803
Total - net
Rincian tagihan akseptasi pada tanggal
31 Desember 2013 dan 2012 berdasarkan
kolektibilitas adalah sebagai berikut:
The details of acceptances receivable as of
December 31, 2013 and 2012 based on
collectibility are as follows:
2013
Rp
2012
Rp
Lancar
Dalam perhatian khusus
Jumlah
Cadangan kerugian penurunan nilai
350.271.063.377
350.271.063.377
(8.048.023.623)
164.524.033.294
39.217.221.569
203.741.254.863
(4.017.654.060)
Current
Special mention
Total
Allowance for impairment losses
Jumlah - bersih
342.223.039.754
199.723.600.803
Total - net
Rincian tagihan akseptasi pada tanggal
31 Desember 2013 dan 2012 berdasarkan
jangka waktu perjanjian adalah sebagai
berikut:
The details of acceptances receivable as of
December 31, 2013 and 2012 based on
maturity from recognition date are as follows:
2013
Rp
2012
Rp
≤ 1 bulan
1 - 3 bulan
3 - 6 bulan
6 - 12 bulan
Jumlah
Cadangan kerugian penurunan nilai
4.012.340.392
123.056.436.394
217.417.885.591
5.784.401.000
350.271.063.377
(8.048.023.623)
7.376.411.430
193.194.672.232
3.170.171.201
203.741.254.863
(4.017.654.060)
≤ 1 month
1 - 3 months
3 - 6 months
6 - 12 months
Total
Allowance for impairment losses
Jumlah - bersih
342.223.039.754
199.723.600.803
Total - net
- 35 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Rincian tagihan akseptasi berdasarkan sisa
umur jatuh tempo pada tanggal 31 Desember
2013 dan 2012 adalah sebagai berikut:
The details of acceptances receivable as of
December 31, 2013 and 2012 based on
remaining period until maturity are as follows:
2013
Rp
2012
Rp
≤ 1 bulan
> 1 - 3 bulan
> 3 - 6 bulan
> 6 - 12 bulan
Jumlah
Cadangan kerugian penurunan nilai
76.214.927.817
214.580.363.441
53.691.371.119
5.784.401.000
350.271.063.377
(8.048.023.623)
123.065.690.800
80.675.564.063
203.741.254.863
(4.017.654.060)
≤ 1 month
> 1 - 3 months
> 3 - 6 months
> 6 - 12 months
Total
Allowance for impairment losses
Jumlah - bersih
342.223.039.754
199.723.600.803
Total - net
Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai
tagihan akseptasi adalah sebagai berikut:
The changes in the allowance for impairment
losses on acceptances receivable are as
follows:
2013
Rp
2012
Rp
Saldo awal tahun
Pembentukan (pemulihan)
tahun berjalan
Selisih kurs penjabaran
4.017.654.060
14.570.379.173
2.974.628.042
1.055.741.521
(10.724.771.908)
172.046.795
Saldo akhir tahun
8.048.023.623
4.017.654.060
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan
kerugian penurunan nilai untuk tagihan
akseptasi adalah cukup untuk menutup
kerugian yang mungkin timbul akibat tidak
tertagihnya tagihan akseptasi.
b.
Balance at end of year
Management believes that the allowance for
impairment losses is adequate to cover
possible losses which might arise from
uncollectible acceptances receivable.
Liabilitas Akseptasi
b.
Rincian liabilitas akseptasi pada tanggal
31 Desember 2013 dan 2012 berdasarkan
pihak dan mata uang adalah sebagai berikut:
Acceptances Payable
The details of acceptances payable as of
December 31, 2013 and 2012 based on
parties and currencies are as follows:
2013
Rp
Pihak berelasi - bank
Mata uang asing
Balance at beginning of year
Provision (reversal)
during the year
Exchange rate difference
2012
Rp
Related parties - banks
Foreign currency
1.965.322.834
1.120.956.900
Pihak ketiga - bank
Mata uang asing
348.305.740.543
202.620.297.963
Third parties - banks
Foreign currencies
Jumlah
350.271.063.377
203.741.254.863
Total
- 36 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Rincian liabilitas akseptasi pada tanggal
31 Desember 2013 dan 2012 berdasarkan
jangka waktu perjanjian adalah sebagai
berikut:
The details of acceptances payable as of
December 31, 2013 and 2012 based on
maturity from recognition date are as follows:
2013
Rp
2012
Rp
≤ 1 bulan
1 - 3 bulan
3 - 6 bulan
6 - 12 bulan
4.012.340.392
123.056.436.394
217.417.885.591
5.784.401.000
7.376.411.430
193.194.672.232
3.170.171.201
-
≤ 1 month
1 - 3 months
3 - 6 months
6 - 12 months
Jumlah
350.271.063.377
203.741.254.863
Total
Rincian liabilitas akseptasi berdasarkan sisa
umur jatuh tempo pada tanggal 31 Desember
2013 dan 2012 adalah sebagai berikut:
The details of acceptances payable as of
December 31, 2013 and 2012 based on
remaining period until maturity are as follows:
2013
Rp
2012
Rp
≤ 1 bulan
> 1 - 3 bulan
> 3 - 6 bulan
> 6 - 12 bulan
76.214.927.817
214.580.363.441
53.691.371.119
5.784.401.000
123.065.690.800
80.675.564.063
-
≤ 1 month
> 1 - 3 months
> 3 - 6 months
> 6 - 12 months
Jumlah
350.271.063.377
203.741.254.863
Total
11. TAGIHAN DAN LIABILITAS DERIVATIF
11. DERIVATIVE RECEIVABLES AND PAYABLES
Cabang melakukan transaksi derivatif dalam
bentuk kontrak pembelian atau penjualan
berjangka mata uang asing (forward) dan
perjanjian swap mata uang asing dengan pihak
berelasi dan pihak ketiga.
The Branch entered into transactions involving
derivative instruments consisting of forward
exchange contracts and cross-currency swap
agreements with related parties and third parties.
Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, tidak
ada transaksi derivatif Cabang untuk tujuan
lindung nilai. Dengan demikian seluruh laba atau
rugi yang berasal dari transaksi derivatif diakui
pada laba rugi tahun berjalan.
As of December 31, 2013 and 2012, none of the
Branch’s derivative transactions were designated
as hedging instruments for accounting purposes.
Accordingly, all gains and losses resulting from
the derivative transactions are recognized in
current year profit or loss.
Jangka waktu dari transaksi instrumen derivatif
Cabang pada tanggal 31 Desember 2013 dan
2012 masing-masing berkisar antara 3 hingga 369
hari dan 5 hingga 289 hari.
The Branch’s derivative instruments as of
December 31, 2013 and 2012 have original terms
ranging from 3 to 369 days and 5 to 289 days,
respectively.
- 37 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Rincian tagihan dan liabilitas derivatif per
31 Desember 2013 dan 2012 adalah sebagai
berikut:
The details of derivative receivables and payables
as of December 31, 2013 and 2012 are as follows:
2013
Jumlah nosional/
Notional amount
Beli/
Jual/
Buy
Sell
Rp
Rp
Tagihan
derivatif/
Derivative
receivables
Rp
Liabilitas
derivatif/
Derivative
payables
Rp
Pihak berelasi
Forward
-
Pihak ketiga
Forward
Swap
Spot
Subjumlah
557.641.729.410
300.075.000.000
99.185.429.700
956.902.159.110
564.701.557.725
332.752.904.736
12.260.000.000
909.714.462.461
15.651.757.989
10.912.500.000
81.729.500
26.645.987.489
8.596.209.356
7.397.667.765
902.500.000
16.896.377.121
Third parties
Forward
Swap
Spot
Subtotal
Jumlah
956.902.159.110
911.358.812.011
26.645.987.489
16.929.457.571
Total
1.644.349.550
-
33.080.450
Related party
Forward
2012
Jumlah nosional/
Notional amount
Beli/
Jual/
Buy
Sell
Rp
Rp
Tagihan
derivatif/
Derivative
receivables
Rp
Liabilitas
derivatif/
Derivative
payables
Rp
Pihak berelasi
Forward
Swap
Spot
Subjumlah
273.158.511.612
2.163.359.534
275.321.871.146
10.721.321.170
63.836.390.625
865.159.905
75.422.871.700
22.797.498.491
185.521.875
22.983.020.366
1.143.324.009
103.989
1.143.427.998
Pihak ketiga
Forward
Swap
Spot
Subjumlah
407.835.933.676
90.901.659.600
498.737.593.276
692.290.354.494
326.907.250.000
87.805.504.620
1.107.003.109.114
23.031.310.922
2.889.800.125
949.558.862
26.870.669.909
43.824.574.159
327.001.872
2.590.538.796
46.742.114.827
Third parties
Forward
Swap
Spot
Subtotal
Jumlah
774.059.464.422
1.182.425.980.814
49.853.690.275
47.885.542.825
Total
- 38 -
Related parties
Forward
Swap
Spot
Subtotal
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
12. KREDIT
12. LOANS
Rincian kredit yang diberikan adalah sebagai
berikut:
The details of loans are as follows:
a.
a.
Jenis Kredit
2013
Rp
2012
Rp
Rupiah
Pihak berelasi
Pinjaman karyawan
486.286.354
696.032.996
Pihak ketiga
Modal kerja
Investasi
Rekening koran
Ekspor-impor
Pinjaman karyawan
Subjumlah
1.708.859.105.062
501.382.366.557
94.220.183.503
62.957.672.330
4.884.397.939
2.372.303.725.391
1.166.921.240.000
261.001.056.007
78.052.936.052
18.253.822.747
2.798.966.697
1.527.028.021.503
Third parties
Working capital
Investment
Overdraft
Export-import
Staff loans
Subtotal
5.532.032.425.045
3.239.304.497.073
544.789.553.951
205.194.997.572
9.521.321.473.641
2.828.194.139.376
1.987.226.314.912
407.220.968.203
159.989.697.094
5.382.631.119.585
Foreign currency
Third parties
Investment
Working capital
Overdraft
Export-import
Subtotal
11.894.111.485.386
6.910.355.174.084
Mata uang asing
Pihak ketiga
Investasi
Modal kerja
Rekening koran
Ekspor-impor
Subjumlah
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
Jumlah - bersih
b.
By Type of Loans
(350.755.084.684)
11.543.356.400.702
Sektor Ekonomi
Rupiah
Industri pengolahan
Jasa dunia usaha
Real estate
Transportasi
Perikanan
Perdagangan, restoran dan hotel
Lain-lain
Subjumlah
(314.518.550.888)
6.595.836.623.196
b.
Total
Allowance for impairment
losses
Total - net
By Economic Sector
2013
Rp
2012
Rp
1.516.491.210.769
668.000.000.000
96.849.428.220
38.637.200.000
26.847.000.000
20.594.488.463
5.370.684.293
2.372.790.011.745
846.091.864.623
600.000.000.000
27.984.218
50.377.662.594
10.178.586.538
17.552.956.833
3.494.999.693
1.527.724.054.499
- 39 -
Rupiah
Related parties
Staff loans
Rupiah
Manufacturing
Business services
Real estate
Transportation
Fishery
Trading, restaurant and hotel
Others
Subtotal
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
2013
Rp
2012
Rp
7.861.010.679.987
1.222.925.640.513
330.036.784.577
46.569.218.288
58.144.345.276
2.634.805.000
9.521.321.473.641
3.661.593.756.624
1.276.805.289.083
307.116.454.084
67.560.188.926
57.070.174.905
12.485.255.963
5.382.631.119.585
Jumlah
Cadangan kerugian penurunan
nilai
11.894.111.485.386
6.910.355.174.084
Jumah - bersih
11.543.356.400.702
Mata uang asing
Industri pengolahan
Perdagangan, restoran dan hotel
Real estate
Transportasi
Pertambangan
Perikanan
Subjumlah
c.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
(350.755.084.684)
Jangka Waktu
1.
(314.518.550.888)
6.595.836.623.196
c.
Berdasarkan periode perjanjian kredit:
Foreign currency
Manufacturing
Trading, restaurant and hotel
Real estate
Transportation
Mining
Fishery
Subtotal
Total
Allowance for impairment
losses
Total - net
By Maturity
1.
Based on the term of loan agreements:
2013
Rp
2012
Rp
Rupiah
≤ 1 tahun
1 - 2 tahun
2 - 5 tahun
> 5 tahun
Subjumlah
1.174.676.830.922
561.384.380.664
145.506.000.406
491.222.799.753
2.372.790.011.745
267.993.246.836
994.899.671.836
5.085.694.583
259.745.441.244
1.527.724.054.499
Rupiah
≤ 1 year
1 - 2 years
2 - 5 years
> 5 years
Subtotal
Mata uang asing
≤ 1 tahun
1 - 2 tahun
2 - 5 tahun
> 5 tahun
Subjumlah
1.486.383.773.909
2.316.255.779.639
301.972.593.585
5.416.709.326.508
9.521.321.473.641
812.686.835.474
1.740.234.499.154
210.278.247.596
2.619.431.537.361
5.382.631.119.585
Foreign currency
≤ 1 year
1 - 2 years
2 - 5 years
> 5 years
Subtotal
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
11.894.111.485.386
6.910.355.174.084
Jumah - bersih
11.543.356.400.702
(350.755.084.684)
- 40 -
(314.518.550.888)
6.595.836.623.196
Total
Allowance for impairment
losses
Total - net
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
2.
d.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Berdasarkan sisa umur jatuh tempo:
2.
Based on remaining term from balance
sheet date until maturity date:
2013
Rp
2012
Rp
Rupiah
≤ 1 tahun
> 1 - 2 tahun
> 2 - 5 tahun
> 5 tahun
Subjumlah
1.866.141.931.229
13.918.272.012
101.425.576.821
391.304.231.683
2.372.790.011.745
1.265.693.514.555
2.123.840.400
135.108.739.246
124.797.960.298
1.527.724.054.499
Rupiah
≤ 1 year
> 1 - 2 years
> 2 - 5 years
> 5 years
Subtotal
Mata uang asing
≤ 1 tahun
> 1 - 2 tahun
> 2 - 5 tahun
> 5 tahun
Subjumlah
3.904.808.778.533
239.889.316.210
1.576.704.145.688
3.799.919.233.210
9.521.321.473.641
2.570.548.707.627
103.652.344.466
519.417.912.648
2.189.012.154.844
5.382.631.119.585
Foreign currency
≤ 1 year
> 1 - 2 years
> 2 - 5 years
> 5 years
Subtotal
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
11.894.111.485.386
6.910.355.174.084
Jumlah - bersih
11.543.356.400.702
(350.755.084.684)
Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun
adalah sebagai berikut:
Rupiah
Mata uang asing
(314.518.550.888)
6.595.836.623.196
d.
Total
Allowance for impairment
losses
Total - net
The average annual effective interest rates
are as follows:
2013
2012
8,56%
4,90%
8,20%
4,76%
Rupiah
Foreign currency
e.
Kredit tertentu dijamin dengan agunan yang
diikat dengan hak tanggungan, jaminan lain
atau aset yang umumnya diterima oleh
industri perbankan antara lain deposito
berjangka, emas, kendaraan bermotor, tanah
dan bangunan.
e.
Certain loans are secured by collaterals which
are legalized by deed of encumbrance, other
guarantees or assets that are generally
accepted in the banking industry, such as
time deposits, gold, vehicles, land and
buildings.
f.
Kredit sindikasi merupakan pinjaman yang
diberikan kepada debitur di bawah perjanjian
pembiayaan bersama dengan bank-bank lain.
Jumlah kredit sindikasi yang diberikan oleh
Cabang per tanggal 31 Desember 2013
dan
2012
adalah
masing-masing
sebesar
Rp
1.244.991.000.122
dan
Rp 963.750.000.000. Keikutsertaan Cabang
dalam kredit sindikasi per 31 Desember 2013
dan 2012 adalah masing-masing sebesar
31,54% dan 45,45% dari jumlah kredit
sindikasi.
f.
The syndicated loans represent loans granted
to debtors under syndicated loans agreement
with
other
banks.
Total
syndicated
loans
of
the
Branch
amounting
to
Rp
1,244,991,000,122
and
Rp 963,750,000,000 as of December 31,
2013
and
2012,
respectively.
The
participation of the Branch in the syndicated
loans is 31.54% and 45.45% of total
syndicated loans as of December 31, 2013
and 2012, respectively.
g.
Kredit karyawan merupakan kredit yang
diberikan kepada karyawan Cabang untuk
pemilikan kendaraan, rumah, dan keperluan
Iainnya dengan jangka waktu berkisar antara
2 sampai dengan 13 tahun dengan tingkat
bunga sebesar 2% - 8% per tahun pada
tahun 2013 dan 2012.
g.
Employee loans consist of loans given to the
Branch’s employees for acquisition of
employees’ vehicles, houses and other
personal purposes, with maturities of 2 to 13
years and bear interest at 2% - 8% per
annum in 2013 and 2012, respectively.
- 41 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
h.
Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012,
jumlah kredit yang direstrukturisasi masingmasing sebesar Rp 26.667.634.200 dan
Rp 67.482.902.009 dengan jumlah cadangan
kerugian
penurunan
nilai
sebesar
Rp 26.667.634.200 dan Rp 67.482.902.009.
h.
As of December 31, 2013 and 2012, total
outstanding restructured loans amounting to
Rp 26,667,634,200 and Rp 67,482,902,009,
respectively, with total allowance for
impairment
losses
amounting
to
Rp 26,667,634,200 and Rp 67,482,902,009,
respectively.
i.
Klasifikasi risiko kredit dari portofolio Cabang
beserta masing-masing cadangan kerugian
penurunan nilainya adalah sebagai berikut:
i.
The credit risk classification of the Branch’s
outstanding loan portfolio and the respective
allowance for impairment losses is as follows:
2013
Lancar/
Current
Rp
Pihak berelasi
Rupiah
Pihak ketiga
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
486.286.354
Dalam perhatian
khusus/
Special mention
Rp
Macet/
Loss
Rp
-
-
Jumlah/
Total
Rp
486.286.354
2.372.303.725.391
9.362.637.594.165
11.734.941.319.556
78.204.420.000
78.204.420.000
80.479.459.476
80.479.459.476
2.372.303.725.391
9.521.321.473.641
11.893.625.199.032
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
11.735.427.605.910
78.204.420.000
80.479.459.476
11.894.111.485.386
(1.815.983.354)
(76.430.959.476)
Jumlah - bersih
11.462.919.464.056
76.388.436.646
4.048.500.000
Lancar/
Current
Rp
Dalam perhatian
khusus/
Special mention
Rp
Macet/
Loss
Rp
-
-
1.527.028.021.503
5.065.082.483.507
6.592.110.505.010
92.712.788.550
92.712.788.550
224.835.847.528
224.835.847.528
1.527.028.021.503
5.382.631.119.585
6.909.659.141.088
Jumlah
Cadangan kerugian
penurunan nilai
6.592.806.538.006
92.712.788.550
224.835.847.528
6.910.355.174.084
(1.829.189.466)
(182.221.922.623)
Jumlah - net
6.462.339.099.207
90.883.599.084
42.613.924.905
(272.508.141.854)
(350.755.084.684)
11.543.356.400.702
Related parties
Rupiah
Third parties
Rupiah
Foreign currency
Subtotal
Total
Allowance for impairment
losses
Total - net
2012
Pihak berelasi
Rupiah
Pihak ketiga
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
j.
696.032.996
(130.467.438.799)
Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012,
rincian kredit bermasalah (kurang lancar,
diragukan dan macet) menurut sektor
ekonomi adalah sebagai berikut:
j.
2013
Rp
Mata uang asing
Industri pengolahan
Pertambangan
Jumlah
Cadangan kerugian penurunan nilai
Jumlah - bersih
Jumlah/
Total
Rp
696.032.996
(314.518.550.888)
6.595.836.623.196
Related parties
Rupiah
Third parties
Rupiah
Foreign currency
Subtotal
Total
Allowance for impairment
losses
Total - net
As of December 31, 2013 and 2012 nonperforming loans (classified as substandard,
doubtful and loss) based on economic sector
are as follows:
2012
Rp
26.667.634.200
53.811.825.276
80.479.459.476
(76.430.959.476)
182.221.922.623
42.613.924.905
224.835.847.528
(182.221.922.623)
4.048.500.000
42.613.924.905
- 42 -
Foreign currency
Manufacturing
Mining
Total
Allowance for impairment losses
Total - net
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
k.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai
kredit adalah sebagai berikut:
Rupiah
Rp
k.
2013
Mata uang
asing/
Foreign
currency
Rp
Jumlah/
Total
Rp
Saldo awal tahun
Penyisihan tahun berjalan
Penghapusan
Selisih kurs penjabaran
6.319.530.840
-
308.199.020.048
133.527.471.958
(199.103.068.047)
101.812.129.885
314.518.550.888
133.527.471.958
(199.103.068.047)
101.812.129.885
Saldo akhir tahun
6.319.530.840
344.435.553.844
350.755.084.684
2012
Mata uang
asing/
Foreign
currency
Rp
Jumlah/
Total
Rp
Rupiah
Rp
Balance at beginning of year
Provision during the year
Write off
Exchange rate difference
Balance at end of year
Saldo awal tahun
Penyisihan tahun berjalan
Selisih kurs penjabaran
6.319.530.840
-
248.901.693.031
41.683.275.756
17.614.051.261
255.221.223.871
41.683.275.756
17.614.051.261
Balance at beginning of year
Provision during the year
Exchange rate difference
Saldo akhir tahun
6.319.530.840
308.199.020.048
314.518.550.888
Balance at end of year
Cadangan kerugian penurunan nilai secara
individual dan kolektif pada tanggal
31 Desember 2013 dan 2012 adalah sebagai
berikut:
The allowance for impairment losses based
on individual and collective assessment as of
December 31, 2013 and 2012, respectively,
are as follows:
2013
Rp
l.
The changes in the allowance for impairment
losses on loans are as follows:
2012
Rp
Individual
Kolektif
76.430.959.476
274.324.125.208
182.221.922.623
132.296.628.265
Individual
Collective
Jumlah
350.755.084.684
314.518.550.888
Total
Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012,
jumlah kredit yang dijamin dengan jaminan
tunai (kredit back-to-back) masing-masing
sebesar
Rp
3.158.841.493.113
dan
Rp 18.240.766.784.
As of December 31, 2013 and 2012, the total
loans
secured
by
cash
collateral
(back-to-back
loans)
amounting
to
Rp 3,158,841,493,113 and Rp 18,240,766,784,
respectively.
Manajemen berpendapat bahwa cadangan
kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
Management believes that the established
allowance for impairment losses is adequate.
Rasio non-performing loan (NPL) pada
tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 masingmasing sebagai berikut:
NPL gross
NPL bersih
l.
As of December 31, 2013 and 2012, nonperforming loan (NPL) ratios as follows:
2013
2012
0,68%
0,03%
3,25%
0,62%
- 43 -
NPL gross
NPL net
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
m. Mutasi kredit yang
sebagai berikut:
dihapuskan
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
adalah
m. The changes in the loans written-off are as
follows:
2013
Rp
2012
Rp
Saldo awal tahun
Penambahan
209.456.211.226
199.103.068.047
209.456.211.226
-
Balance at beginning of the year
Addition
Saldo akhir tahun
408.559.279.273
209.456.211.226
Balance at end of the year
n.
Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012
tidak terdapat kredit yang diberikan yang
melampaui batas maksimum pemberian
kredit Cabang.
n.
As of December 31, 2013 and 2012 there
were no loans outstanding which were in
excess of the Branch’s legal lending limit.
o.
Nilai tercatat biaya perolehan diamortisasi
dari kredit adalah sebagai berikut:
o.
The carrying amount of loans at amortized
cost is as follows:
2013
Rp
2012
Rp
Kredit
Piutang bunga (Catatan 13)
Pendapatan ditangguhkan
11.925.645.617.678
29.318.711.060
(31.534.132.292)
6.933.796.014.756
22.955.153.254
(23.440.840.672)
Loans
Interest receivables (Note 13)
Deferred income
Jumlah
Cadangan kerugian penurunan nilai
11.923.430.196.446
(350.755.084.684)
6.933.310.327.338
(314.518.550.888)
Total
Allowance for impairment losses
Jumlah - bersih
11.572.675.111.762
6.618.791.776.450
Total - net
13. PIUTANG BUNGA
13. INTEREST RECEIVABLES
2013
Rp
Rupiah
Kredit
Efek-efek - tersedia untuk dijual
Subjumlah
2012
Rp
5.712.263.408
2.619.717.431
8.331.980.839
5.491.492.370
5.491.492.370
Rupiah
Loans
Securities - available-for-sale
Subtotal
Mata uang asing
Kredit
Penempatan pada bank lain
Subjumlah
23.606.447.652
739.496.472
24.345.944.124
17.463.660.884
872.396
17.464.533.280
Foreign currencies
Loans
Placements with other banks
Subtotal
Jumlah
32.677.924.963
22.956.025.650
Total
14. ASET TETAP
Biaya perolehan:
Tanah dan bangunan
Peralatan kantor
Perabotan dan
perlengkapan kantor
Kendaraan bermotor
Jumlah
Akumulasi penyusutan:
Bangunan
Peralatan kantor
Perabotan dan
perlengkapan kantor
Kendaraan bermotor
Jumlah
Jumlah tercatat bersih
14. PREMISES AND EQUIPMENT
1 Januari/
January 1, 2013
Rp
Penambahan/
Additions
Rp
Pengurangan/
Deductions
Rp
14.981.815.142
6.878.433.395
87.518.750.000
1.253.741.956
-
102.500.565.142
8.132.175.351
2.462.444.098
3.443.900.000
27.766.592.635
796.407.860
953.850.000
90.522.749.816
-
3.258.851.958
4.397.750.000
118.289.342.451
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Total
10.724.583.776
5.473.623.736
915.470.177
933.068.393
-
11.640.053.953
6.406.692.129
Accumulated depreciation:
Buildings
Office equipments
2.042.151.136
1.346.857.301
19.587.215.949
270.479.766
513.894.261
2.632.912.597
-
2.312.630.902
1.860.751.562
22.220.128.546
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Total
8.179.376.686
31 December/
December 31, 2013
Rp
96.069.213.905
- 44 -
At cost:
Land and buildings
Office equipments
Net carrying value
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
Biaya perolehan:
Tanah dan bangunan
Peralatan kantor
Perabotan dan
perlengkapan kantor
Kendaraan bermotor
Jumlah
Akumulasi penyusutan:
Bangunan
Peralatan kantor
Perabotan dan
perlengkapan kantor
Kendaraan bermotor
Jumlah
Jumlah tercatat bersih
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
1 Januari/
January 1, 2012
Rp
Penambahan/
Additions
Rp
Pengurangan/
Deductions
Rp
31 December/
December 31, 2012
Rp
13.645.250.142
5.087.592.768
1.336.565.000
1.790.840.627
-
14.981.815.142
6.878.433.395
1.837.589.698
2.232.400.000
22.802.832.608
624.854.400
2.452.800.000
6.205.060.027
1.241.300.000
1.241.300.000
2.462.444.098
3.443.900.000
27.766.592.635
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Total
10.051.367.543
4.570.937.037
673.216.233
902.686.699
-
10.724.583.776
5.473.623.736
Accumulated depreciation:
Buildings
Office equipments
1.753.865.730
1.889.534.791
18.265.705.101
288.285.406
698.622.510
2.562.810.848
1.241.300.000
1.241.300.000
2.042.151.136
1.346.857.301
19.587.215.949
Furniture and fixtures
Motor vehicles
Total
4.537.127.507
8.179.376.686
At cost:
Land and buildings
Office equipments
Net carrying value
Pada bulan Juli 2013, Cabang membeli tanah dan
bangunan sebagai kantor subcabang Surabaya
sebesar Rp 85.996.250.000, termasuk bea
perolehan hak atas tanah.
In July 2013, the Branch acquired land and
building intended as subbranch office in Surabaya
amounting to Rp 85,996,250,000, including
landright cost.
Beban penyusutan yang dibebankan pada laba
rugi adalah sebesar Rp 2.632.912.597 untuk
tahun 2013 dan Rp 2.562.810.848 untuk tahun
2012 (Catatan 27).
Depreciation expenses charged to operations
amounting to Rp 2,632,912,597 in 2013 and
Rp 2,562,810,848 in 2012 (Note 27).
Aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan
pada PT Asuransi Permata Nipponkoa Indonesia
pada tahun 2013 dan diasuransikan pada
PT Victoria Insurance dan PT Asuransi Permata
Nipponkoa Indonesia pada tahun 2012. Nilai
pertanggungan
asuransi
adalah
sebesar
Rp 12.411.000.000 dan US$ 13.600.000 pada
tahun 2013 dan Rp 17.290.700.000 dan
US$ 13.600.000 pada tahun 2012. Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi
tersebut memadai untuk menutupi kemungkinan
kerugian dari aset yang dipertanggungkan.
Premises and equipment, except land, were
insured by PT Asuransi Permata Nipponkoa
Indonesia in 2013 and were insured with
PT Victoria Insurance and PT Asuransi Permata
Nipponkoa Indonesia in 2012. Total sum insured
are Rp 12,411,000,000 and US$ 13,600,000 in
2013
and
Rp
17,290,700,000
and
US$ 13,600,000 in 2012. Management believes
that the insurance coverage is adequate to cover
any probable losses on the assets insured.
15. ASET LAIN-LAIN
15. OTHER ASSETS
2013
Rp
Tagihan kelebihan pembayaran pajak
Tahun pajak 2008
Tahun pajak 2006
Uang muka
Biaya dibayar dimuka
Aset takberwujud (perangkat lunak
komputer) - setelah dikurangi
akumulasi amortisasi sejumlah
Rp 2.568.016.312 pada tahun 2013 dan
Rp 2.010.920.830 pada tahun 2012
Alat tulis dan barang cetakan
Lain-lain
Jumlah
2012
Rp
20.748.113.043
4.661.290.568
3.358.845.800
1.257.881.945
21.869.929.197
7.292.914.485
1.385.399.445
15.969.145.555
761.747.196
342.803.065
568.422.787
622.142.985
170.783.300
294.744.707
31.699.104.404
47.605.059.674
- 45 -
Claim for tax refund
Fiscal year 2008
Fiscal year 2006
Advances
Prepaid expenses
Intangible assets (computer
software) -net of accumulated
amortization of Rp 2,568,016,312
in 2013 and Rp 2,010,920,830
in 2012
Stationary and printing
Others
Total
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Termasuk dalam biaya dibayar dimuka pada
tanggal 31 Desember 2012 adalah biaya sewa
gedung terkait dengan pembukaan subcabang
baru di Surabaya sebesar Rp 13.375.000.000.
Included in prepaid expenses as of December 31,
2012 is prepaid of building rental related to the
opening of new subbranch in Surabaya amounting
to Rp 13,375,000,000.
Lain-lain terdiri dari uang jaminan telepon, sewa
gedung dan listrik.
Others include security deposits for telephone,
building rental and electricity.
16. LIABILITAS SEGERA
16. LIABILITIES DUE IMMEDIATELY
Akun ini terdiri dari liabilitas kepada nasabah yang
timbul dari transaksi pengiriman uang.
This account consists of liabilities to customers for
money transfer transactions.
17. SIMPANAN
17. DEPOSITS
Simpanan terdiri dari:
Deposits consist of the following:
Pihak berelasi/
Related parties
Rp
2013
Pihak ketiga/
Third parties
Rp
Jumlah/
Total
Rp
Giro
Deposito berjangka
500.604.301
1.698.942.839
792.785.090.100
1.815.784.594.253
793.285.694.401
1.817.483.537.092
Demand deposits
Time deposits
Jumlah
2.199.547.140
2.608.569.684.353
2.610.769.231.493
Total
Pihak berelasi/
Related parties
Rp
2012
Pihak ketiga/
Third parties
Rp
Jumlah/
Total
Rp
Giro
Deposito berjangka
682.512.520
1.522.140.497
403.293.796.245
1.023.385.633.231
403.976.308.765
1.024.907.773.728
Demand deposits
Time deposits
Jumlah
2.204.653.017
1.426.679.429.476
1.428.884.082.493
Total
a.
Giro terdiri dari:
a.
2013
Rp
Demand deposits consist of the following:
2012
Rp
Pihak berelasi
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
61.581.408
439.022.893
500.604.301
1.365.727
681.146.793
682.512.520
Pihak ketiga
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
136.851.611.873
655.933.478.227
792.785.090.100
105.112.540.677
298.181.255.568
403.293.796.245
Third parties
Rupiah
Foreign currencies
Subtotal
Jumlah
793.285.694.401
403.976.308.765
Total
- 46 -
Related parties
Rupiah
Foreign currency
Subtotal
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
2013
Tingkat bunga efektif rata-rata
per tahun:
Rupiah
Mata uang asing
b.
2012
3,06%
0,30%
The average annual effective
interest rates:
Rupiah
Foreign currencies
2,75%
0,10%
Deposito berjangka terdiri dari:
b.
2013
Rp
Time deposits consist of the following:
2012
Rp
Pihak berelasi
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
746.713.359
952.229.480
1.698.942.839
888.779.321
633.361.176
1.522.140.497
Pihak ketiga
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
597.787.019.055
1.217.997.575.198
1.815.784.594.253
535.778.125.483
487.607.507.748
1.023.385.633.231
Third parties
Rupiah
Foreign currencies
Subtotal
Jumlah
1.817.483.537.092
1.024.907.773.728
Total
Tingkat bunga efektif rata-rata
per tahun:
Rupiah
Mata uang asing
7,73%
1,55%
6,77%
1,65%
Related parties
Rupiah
Foreign currency
Subtotal
The average annual effective
interest rates:
Rupiah
Foreign currencies
Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan
periode dan sisa umur sampai dengan saat
jatuh tempo adalah sebagai berikut:
Classification of time deposits based on the
term and remaining periods to maturity dates
are as follows:
Berdasarkan periode deposito berjangka:
Based on original term of time deposits:
Rupiah
Rp
2013
Mata uang asing/
Foreign currencies
Rp
Jumlah/Total
Rp
≤ 1 bulan
1 - 3 bulan
3 - 6 bulan
6 - 12 bulan
> 12 bulan
91.630.740.928
188.265.785.300
272.792.241.959
8.702.743.401
37.142.220.826
396.907.572.974
568.276.895.689
216.994.187.531
11.805.677.297
24.965.471.187
488.538.313.902
756.542.680.989
489.786.429.490
20.508.420.698
62.107.692.013
Jumlah
598.533.732.414
1.218.949.804.678
1.817.483.537.092
Rupiah
Rp
2012
Mata uang asing/
Foreign currencies
Rp
Jumlah/Total
Rp
≤ 1 bulan
1 - 3 bulan
3 - 6 bulan
6 - 12 bulan
> 12 bulan
37.587.306.858
173.460.260.838
306.534.476.787
14.702.450.373
4.382.409.948
48.238.364.605
136.029.421.271
270.027.514.172
5.237.950.561
28.707.618.315
85.825.671.463
309.489.682.109
576.561.990.959
19.940.400.934
33.090.028.263
Jumlah
536.666.904.804
488.240.868.924
1.024.907.773.728
- 47 -
≤ 1 month
1 - 3 months
3 - 6 months
6 - 12 months
> 12 months
Total
≤ 1 month
1 - 3 months
3 - 6 months
6 - 12 months
> 12 months
Total
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat
jatuh tempo:
Based on remaining period to maturity:
Rupiah
Rp
2013
Mata uang asing/
Foreign currencies
Rp
Jumlah/Total
Rp
≤ 1 bulan
> 1 - 3 bulan
> 3 - 6 bulan
> 6 - 12 bulan
> 12 bulan
387.194.724.966
200.538.408.239
5.024.443.966
5.776.155.243
-
1.091.379.488.590
117.127.168.381
10.443.147.707
-
1.478.574.213.556
317.665.576.620
15.467.591.673
5.776.155.243
-
≤ 1 month
> 1 - 3 months
> 3 - 6 months
> 6 - 12 months
> 12 months
Jumlah
598.533.732.414
1.218.949.804.678
1.817.483.537.092
Total
Rupiah
Rp
2012
Mata uang asing/
Foreign currencies
Rp
Jumlah/Total
Rp
≤ 1 bulan
> 1 - 3 bulan
> 3 - 6 bulan
> 6 - 12 bulan
> 12 bulan
267.366.013.111
256.264.242.966
11.338.552.401
1.698.096.326
361.884.126.172
114.254.136.692
12.025.816.580
76.789.480
629.250.139.283
370.518.379.658
23.364.368.981
1.774.885.806
Jumlah
536.666.904.804
488.240.868.924
1.024.907.773.728
18. SIMPANAN DARI BANK LAIN
≤ 1 month
> 1 - 3 months
> 3 - 6 months
> 6 - 12 months
> 12 months
Total
18. DEPOSITS FROM OTHER BANKS
Simpanan dari bank lain terdiri dari:
Deposits from other banks consist of the following:
Pihak berelasi/
Related parties
Rp
2013
Pihak ketiga/
Third parties
Rp
2.448.243.256
Giro
Penempatan pasar uang
antar bank
182.550.000.000
335.000.000.000
517.550.000.000
Demand deposits
Interbank money
market
Jumlah
184.998.243.256
335.000.000.000
519.998.243.256
Total
Pihak berelasi/
Related parties
Rp
Giro
Penempatan pasar uang
antar bank
7.584.626.737
Jumlah
7.584.626.737
-
-
Jumlah/Total
Rp
2012
Pihak ketiga/
Third parties
Rp
-
2.448.243.256
Jumlah/Total
Rp
195.106.250.000
195.106.250.000
Demand deposits
Interbank money
market
195.106.250.000
202.690.876.737
Total
- 48 -
7.584.626.737
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
a.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Giro terdiri atas:
a.
2013
Rp
b.
Demand deposits consist of the following:
2012
Rp
Pihak berelasi
Rupiah
Mata uang asing
1.280.789.151
1.167.454.105
1.110.608.934
6.474.017.803
Related parties
Rupiah
Foreign currency
Jumlah
2.448.243.256
7.584.626.737
Total
Penempatan pasar uang antar bank terdiri
atas:
b.
Interbank money market consists of the
following:
2013
Rp
2012
Rp
Pihak berelasi
Mata uang asing
182.550.000.000
-
Pihak ketiga
Rupiah
Mata uang asing
Subjumlah
335.000.000.000
335.000.000.000
65.000.000.000
130.106.250.000
195.106.250.000
Third parties
Rupiah
Foreign currency
Subtotal
Jumlah
517.550.000.000
195.106.250.000
Total
Tingkat bunga efektif rata-rata per tahun:
Rupiah
Mata uang asing
Related party
Foreign currency
The average annual effective interest rates:
2013
2012
7,23%
0,47%
4,13%
0,27%
Rupiah
Foreign currency
Klasifikasi penempatan pasar uang antar
bank berdasarkan periode dan sisa umur
sampai dengan saat jatuh tempo adalah
sebagai berikut:
Classification of interbank money market
based on the term and remaining periods to
maturity dates are as follows:
Berdasarkan periode
uang antar bank:
Based on original term of interbank money
market:
penempatan
pasar
Rupiah
Rp
2013
Mata uang asing/
Foreign currency
Rp
Jumlah/Total
Rp
≤ 1 bulan
1 - 3 bulan
3 - 6 bulan
210.000.000.000
75.000.000.000
50.000.000.000
182.550.000.000
-
392.550.000.000
75.000.000.000
50.000.000.000
≤ 1 month
1 - 3 months
3 - 6 months
Jumlah
335.000.000.000
182.550.000.000
517.550.000.000
Total
Rupiah
Rp
2012
Mata uang asing/
Foreign currency
Rp
≤ 1 bulan
65.000.000.000
130.106.250.000
- 49 -
Jumlah/Total
Rp
195.106.250.000
≤ 1 month
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat
jatuh tempo:
Rupiah
Rp
Based on remaining periods from reporting
date until maturity dates:
2013
Mata uang asing/
Foreign currency
Rp
Jumlah/Total
Rp
≤ 1 bulan
> 1 - 3 bulan
285.000.000.000
50.000.000.000
182.550.000.000
-
467.550.000.000
50.000.000.000
≤ 1 month
> 1 - 3 months
Jumlah
335.000.000.000
182.550.000.000
517.550.000.000
Total
Rupiah
Rp
2012
Mata uang asing/
Foreign currency
Rp
≤ 1 bulan
65.000.000.000
130.106.250.000
19. UTANG PAJAK
Jumlah
195.106.250.000
≤ 1 month
19. TAXES PAYABLE
2013
Rp
Pajak kini (Catatan 29)
Pajak penghasilan:
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25 (Catatan 29)
Pasal 26
Pasal 26 - pajak atas laba
cabang (Catatan 29)
Pajak pertambahan nilai - bersih
Jumlah/Total
Rp
2012
Rp
36.420.199.689
16.734.092.884
316.186.956
24.616.974
7.065.100.787
960.486.130
388.266.361
5.327.704
2.915.810.002
1.064.732.961
62.874.030.450
-
31.990.443.150
4.941.000
Current tax (Note 29)
Income tax:
Article 21
Article 23
Article 25 (Note 29)
Article 26
Article 26 - branch profit
tax (Note 29)
Value added tax - net
107.660.620.986
53.103.614.062
Total
Pajak penghasilan pasal 26 - pajak atas laba
cabang merupakan pajak penghasilan atas bentuk
usaha
tetap
masing-masing
sebesar
Rp 62.874.030.450 dan Rp 31.990.443.150 pada
tanggal 31 Desember 2013 dan 2012.
Income tax on article 26 - branch profit tax
represents
income
tax
on
permanent
establishment amounting to Rp 62,874,030,450
and Rp 31,990,443,150 in December 31, 2013
and 2012, respectively.
20. PINJAMAN YANG DITERIMA
20. BORROWINGS
Akun ini merupakan fasilitas pinjaman yang
diterima Cabang dari Kantor Pusat masing-masing
sejumlah
US$
715.000.000
(ekuivalen
Rp 8.701.550.000.000) dan US$ 440.000.000
(ekuivalen Rp 4.240.500.000.000) pada tanggal
31 Desember 2013 dan 2012. Rincian pinjaman
tersebut adalah sebagai berikut:
This account represents loan facilities obtained by
the Branch from its Head Office amounting to
US$
715,000,000
(equivalent
to
Rp 8,701,550,000,000) and US$ 440,000,000
(equivalent to Rp 4,240,500,000,000) as of
December 31, 2013 and 2012, respectively. The
details of outstanding borrowings are as follows:
- 50 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
a.
Pada tanggal 30 Januari 2006, Cabang
memperoleh fasilitas pinjaman dari Kantor
Pusat sebesar US$ 30.000.000 dengan
jangka waktu jatuh tempo awal 2 tahun
setelah penarikan dan dapat diperpanjang.
Fasilitas ini telah jatuh tempo pada tanggal
2 Pebruari 2012 dan telah diperpanjang
hingga 3 Pebruari 2014. Fasilitas ini tanpa
jaminan dan dikenakan tingkat bunga
mengambang sebesar SIBOR 6 bulan
ditambah 1,30%.
a.
On January 30, 2006, the Branch obtained
loan facility amounting to US$ 30,000,000
from its Head Office with initial maturity date
of two years after drawdown date and can be
extended. This facility has expired on
February 2, 2012 and has been extended
until February 3, 2014. This facility is
unsecured and bears floating interest at
SIBOR 6 months plus 1.30%.
b.
Pada tanggal 4 Juni 2007, Cabang
memperoleh fasilitas pinjaman dari Kantor
Pusat sebesar US$ 30.000.000 yang telah
jatuh tempo pada tanggal 13 Juni 2013 dan
telah diperpanjang hingga tanggal 13 Juni
2015. Fasilitas ini tanpa jaminan dan tanpa
bunga.
b.
On June 4, 2007, the Branch obtained loan
facility amounting to US$ 30,000,000 from its
Head Office which had been matured on
June 13, 2013 and has been extended until
June 13, 2015. This facility is unsecured and
non-interest bearing.
c.
Pada tanggal 29 Januari 2008, Cabang
memperoleh fasilitas pinjaman dari Kantor
Pusat sebesar US$ 50.000.000. Pinjaman ini
ditarik pada tanggal 5 Maret 2008 dengan
jangka waktu jatuh tempo 2 tahun setelah
tanggal penarikan dan dapat diperpanjang.
Fasilitas ini telah jatuh tempo pada tanggal
5 Maret 2012 dan telah diperpanjang hingga
5 Maret 2014. Fasilitas ini tanpa jaminan dan
dikenakan tingkat bunga mengambang
sebesar SIBOR 6 bulan ditambah 1,30%.
c.
On January 29, 2008, the Branch obtained
loan facility amounting to US$ 50,000,000
from its Head Office. The loan was drawn on
March 5, 2008 with initial maturity date of two
years after drawdown date and can be
extended. This facility has expired on
March 5, 2012 and has been extended until
March 5, 2014. This facility is unsecured and
bears floating interest at SIBOR 6 months
plus 1.30%.
d.
Pada tanggal 18 Oktober 2011, Cabang
memperoleh pinjaman dari Kantor Pusat
sebesar US$ 70.000.000 dengan jangka
waktu 2 tahun setelah penarikan. Fasilitas ini
telah jatuh tempo pada tanggal 17 Oktober
2013 dan telah diperpanjang hingga
19 Oktober 2015. Fasilitas ini tanpa jaminan
dan tanpa bunga.
d.
On October 18, 2011, the Branch obtained
loan facility amounting to US$ 70,000,000
from its Head Office with due date two years
after drawdown date. This facilities has
expired on October 17, 2013 and has been
extended until October 19, 2015. This facility
is unsecured and non-interest bearing.
e.
Pada tanggal 23 April 2012, Cabang
melakukan konversi dua pinjaman untuk
pinjaman dari Kantor Pusat sebesar
US$ 50.000.000 dan US$ 60.000.000
menjadi pinjaman sebesar US$ 110.000.000.
Jangka waktu jatuh tempo adalah 2 tahun
setelah penarikan dan dapat diperpanjang
untuk periode 2 tahun berikutnya. Fasilitas ini
tanpa jaminan dan dikenakan tingkat suku
bunga mengambang sebesar SIBOR 6 bulan
ditambah 1,30%.
e.
On April 23, 2012, the Branch converted two
loan facilities from its Head Office each
amounting
to
US$
50,000,000
and
US$ 60,000,000 into loan facility amounting
to US$ 110,000,000. Maturity period of the
drawndown loan is two years after drawdown
date and can be extended for another two
years. This facility is unsecured and bears
floating interest at SIBOR 6 months plus
1.30%.
f.
Pada tanggal 23 April 2012, Cabang
memperoleh pinjaman dari Kantor Pusat
sebesar US$ 75.000.000. Fasilitas ini jatuh
tempo dua tahun setelah penarikan. Fasilitas
ini tanpa jaminan dan dikenakan tingkat
bunga mengambang sebesar SIBOR 6 bulan
ditambah 1,30%.
f.
On April 23, 2012, the Branch obtained loan
facility amounting to US$ 75,000,000 from its
Head Office. The loan will mature two years
after drawdown date. This facility is
unsecured and bears floating interest at
SIBOR 6 months plus 1.30%.
g.
Pada tanggal 9 Oktober 2012, Cabang
memperoleh pinjaman dari Kantor Pusat
sebesar US$ 75.000.000. Fasilitas ini jatuh
tempo dua tahun setelah penarikan. Fasilitas
ini tanpa jaminan dan dikenakan tingkat
bunga mengambang sebesar SIBOR 6 bulan
ditambah 1,30%.
g.
On October 9, 2012, the Branch obtained
loan facility amounting to US$ 75,000,000
from its Head Office. The loan will mature two
years after drawdown date. This facility is
unsecured and bears floating interest at
SIBOR 6 months plus 1.30%.
- 51 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
h.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Pada tanggal 13 Mei 2013, Cabang
memperoleh fasilitas pinjaman dari Kantor
Pusat sebesar US$ 275.000.000. Fasilitas ini
jatuh tempo dua tahun. Fasilitas ini tanpa
jaminan dan tanpa bunga.
h.
On May 13, 2013, the Branch obtained loan
facility amounting to US$ 275,000,000 from
its Head Office. The loan will mature two
years after drawdown date. This facility is
unsecured and non-interest bearing.
Seluruh pinjaman dari Kantor Pusat tersebut di
atas dinyatakan sebagai Dana Usaha Cabang.
All loan facility from Head Office mentioned above
was declared as Working Capital Funds.
Rencana penambahan Dana Usaha Cabang pada
tahun 2012 telah disetujui oleh Bank Indonesia
melalui surat No. 14/7/DPB2/TPB2-4 tanggal
11 April 2012 dan pada tahun 2013 telah disetujui
oleh
Bank
Indonesia
melalui
surat
No. 15/16/DPB2/PB2-4 tanggal 15 April 2013.
The plan to increase Working Capital Funds in
2012 has been approved by Bank Indonesia
through letter No. 14/7/DPB2/TPB2-4 dated
April 11, 2012 and in 2013 has been approved
by
Bank
Indonesia
through
letter
No. 15/16/DPB2/PB2-4 dated April 15, 2013.
Berdasarkan
surat
Bank
Indonesia
No. 15/26/DPB2/PB2-4 tanggal 15 April 2013,
Bank Indonesia meminta untuk menghentikan
pembebanan bunga Dana Usaha Cabang karena
akan mengubah sifat dana usaha menjadi
pinjaman. Oleh karena itu, sejak tanggal jatuh
tempo pembayaran bunga yang terakhir, Cabang
telah menghentikan pembayaran bunga Dana
Usaha Cabang ke Kantor Pusat.
Based
on
Bank
Indonesia
letter
No. 15/26/DPB2/PB2-4 dated April 15, 2013, Bank
Indonesia requested to discontinue interest
charging on Working Capital Funds since it
changes the nature of working capital funds into
borrowings. Therefore, from the due date of the
last interest payment, the Branch has
discontinued the interest payment of Working
Capital Funds to Head Office.
21. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
21. ACCRUED EXPENSES
2013
Rp
Bunga dari pinjaman yang diterima
Bunga dari simpanan
Bunga dari simpanan dari bank lain
Biaya profesional
Biaya pelatihan
Lain-lain
Jumlah
2012
Rp
9.349.437.585
1.776.485.943
650.040.413
544.155.237
842.023.895
20.272.595.896
6.456.640.118
522.508.547
121.061.702
2.229.004.781
Interest from borrowings
Interest from deposits
Interest from deposits from other banks
Professional expenses
Training expenses
Others
13.162.143.073
29.601.811.044
Total
22. LIABILITAS LAIN-LAIN
22. OTHER LIABILITIES
2013
Rp
Liabilitas ke Kantor Pusat
Setoran jaminan
Pendapatan diterima dimuka
Lain-lain
Jumlah
2012
Rp
82.539.409.536
23.179.699.453
3.488.149.605
155.368.256
8.353.606.123
1.008.320.832
37.954.456
Liabilities to Head Office
Margin deposits
Unearned income
Others
109.362.626.850
9.399.881.411
Total
Liabilitas ke Kantor Pusat merupakan utang
transfer laba bersih tahun sebelumnya ke Kantor
Pusat (Catatan 23).
Liabilities to Head Office represents transfer of
previous year’s net income to Head Office that is
still payable (Note 23).
Setoran jaminan merupakan uang jaminan yang
diterima Cabang terutama dari penerbitan letters
of credit, garansi bank dan transaksi derivatif.
Margin deposit represents deposit received by the
Branch mainly for the issuance of letters of credit,
bank guarantees and derivative transactions.
Pendapatan
diterima
dimuka
merupakan
pendapatan provisi kredit dan provisi lainnya yang
diterima dan belum diamortisasi.
Unearned
income
represents
unamortized
unearned fees on loans and other transactions.
- 52 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
23. DANA DARI KANTOR PUSAT
23. HEAD OFFICE CONTRIBUTION FUND
Akun ini merupakan dana dari Kantor Pusat,
termasuk tambahan dana yang berasal dari laba
yang belum ditransfer untuk tujuan modal kerja.
Selama tahun 2012, tidak terdapat transfer laba
ke Kantor Pusat dari laba yang belum ditransfer.
The account represents fund from Head Office,
including additional fund taken from unremitted
earnings for working capital purposes. There were
no transfer to Head Office from unremitted
earnings during 2012.
Pada bulan April 2012, Cabang menerima
tambahan dana dari Kantor Pusat sebesar
US$ 50.000.000 (Rp 459.576.030.000). Rencana
penambahan dana dari Kantor Pusat telah
disetujui oleh Bank Indonesia melalui surat
No. 14/7/DPB2/TPB2-4 tanggal 11 April 2012.
In April 2012, the Branch obtained additional Head
Office
contribution
fund
amounting
to
US$ 50,000,000 (Rp 459,576,030,000). The plan
to increase Head Office contribution fund has
been approved by Bank Indonesia through letter
No. 14/7/DPB2/TPB2-4 dated April 11, 2012.
Pada bulan April 2013, Cabang menerima
tambahan dana dari Kantor Pusat sebesar
US$ 75.000.000 (Rp 728.818.000.000). Rencana
penambahan dana dari Kantor Pusat telah
disetujui oleh Bank Indonesia melalui surat
No. 15/20/DPB2/PB2-4 tanggal 15 April 2013.
In April 2013, the Branch obtained additional Head
Office
contribution
fund
amounting
to
US$ 75,000,000 (Rp 728,818,000,000). The plan
to increase Head Office contribution fund has
been approved by Bank Indonesia through letter
No. 15/20/DPB2/PB2-4 dated April 15, 2013.
Sesuai dengan memorandum dan instruksi Kantor
Pusat, Cabang diharuskan untuk mentransfer laba
bersih tahun sebelumnya ke Kantor Pusat
sebesar Rp 82.539.409.536 pada tahun 2013.
According to memorandum and instruction from
Head Office, the Branch is obligated to transfer
previous year’s net income to Head Office
amounting to Rp 82,539,409,536 in 2013.
24. PENDAPATAN BUNGA
24. INTEREST REVENUES
Rupiah
Rp
2013
Mata uang asing/
Foreign currencies
Rp
Jumlah/Total
Rp
Kredit
Efek-efek
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank
lainnya
192.178.228.636
36.348.434.535
351.129.182.848
760.905.822
543.307.411.484
37.109.340.357
12.236.783.780
3.006.214.980
15.242.998.760
Jumlah
240.763.446.951
354.896.303.650
595.659.750.601
Rupiah
Rp
2012
Mata uang asing/
Foreign currencies
Rp
Total
Jumlah/Total
Rp
Kredit
Efek-efek
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank
lainnya
118.404.504.263
23.026.718.661
195.373.126.728
594.089.810
313.777.630.991
23.620.808.471
14.116.533.138
1.610.069.487
15.726.602.625
Jumlah
155.547.756.062
197.577.286.025
353.125.042.087
Jumlah pendapatan bunga dari pihak berelasi
pada tahun 2013 dan 2012 masing-masing
sebesar Rp 671.839.093 dan Rp 961.167.672
(Catatan 32).
Loans
Securities
Placements with Bank
Indonesia and other
banks
Loans
Securities
Placements with Bank
Indonesia and other
banks
Total
Total interest revenues from related parties
amounting
to
Rp
671,839,093
and
Rp 961,167,672 in 2013 and 2012, respectively
(Note 32).
- 53 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
25. BEBAN BUNGA
25.
INTEREST EXPENSES
2013
Mata uang asing/
foreign currencies
Rp
Rupiah
Rp
Jumlah/
Total
Rp
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Pinjaman yang diterima
55.868.392.236
11.534.076.450
-
19.549.787.137
218.095.589
31.795.289.997
75.418.179.373
11.752.172.039
31.795.289.997
Jumlah
67.402.468.686
51.563.172.723
118.965.641.409
2012
Mata uang asing/
foreign currencies
Rp
Rupiah
Rp
Total
Jumlah/
Total
Rp
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Pinjaman yang diterima
44.627.742.024
4.282.197.729
-
10.878.211.678
55.127.878
69.476.780.405
55.505.953.702
4.337.325.607
69.476.780.405
Jumlah
48.909.939.753
80.410.119.961
129.320.059.714
Jumlah beban bunga kepada pihak berelasi pada
tahun 2013 dan 2012 masing-masing sebesar
Rp 31.807.549.200 dan Rp 69.476.780.405
(Catatan 32).
Deposits
Deposits from other banks
Borrowings
Deposits
Deposits from other banks
Borrowings
Total
Total interest expenses to related parties
amounting
to
Rp
31,807,549,200
and
Rp 69,476,780,405 in 2013 and 2012, respectively
(Note 32).
26. BEBAN PERSONALIA
26. PERSONNEL EXPENSES
2013
Rp
2012
Rp
Gaji
Imbalan pasca kerja (Catatan 28)
Bonus
Asuransi
Tunjangan perumahan
Lain-lain
19.793.155.801
4.239.591.000
2.778.021.025
1.124.398.494
703.160.000
529.346.465
15.402.273.612
4.879.655.000
2.225.421.083
978.818.446
470.417.830
286.236.841
Salary
Post-employment benefits (Note 28)
Bonus
Insurance
Housing allowance
Others
Jumlah
29.167.672.785
24.242.822.812
Total
- 54 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
27. GENERAL AND ADMINISTRATION EXPENSES
2013
Rp
Biaya administrasi (Catatan 32)
Penjaminan simpanan (Catatan 34)
Komunikasi
Biaya alih daya
Penyusutan (Catatan 14)
Biaya profesional
Pelatihan
Perjalanan dinas dan transportasi
Biaya sewa gedung subcabang
Surabaya
Listrik dan air
Perbaikan dan pemeliharaan
Telepon dan pos
Amortisasi perangkat lunak
Cetakan dan alat tulis
Lain-lain
Jumlah
2012
Rp
5.443.283.580
4.603.503.373
3.542.596.680
3.089.518.939
2.632.912.597
2.259.002.513
1.812.687.605
1.429.076.117
3.779.721.100
2.280.189.066
3.012.592.403
1.564.863.988
2.562.810.848
1.736.914.574
1.524.316.797
994.803.037
1.314.615.900
1.102.093.669
666.957.484
593.473.076
557.095.482
483.664.712
805.400.455
1.625.000.000
669.558.494
753.371.514
506.935.378
308.230.688
643.631.284
709.823.491
30.335.882.182
22.672.762.662
28. PROGRAM DANA PENSIUN DAN IMBALAN
PASCA KERJA LAINNYA
Administration fees (Note 32)
Deposit guarantee (Note 34)
Communication
Outsourcing expense
Depreciation (Note 14)
Professional fee
Training
Business trip and transportation
Rental expense for Surabaya
subbranch
Electricity and water
Repairs and maintenance
Telephone and postage
Amortization of computer software
Office supplies and stationaries
Others
Total
28. POST-PENSION
PLAN
EMPLOYEE BENEFITS
AND
OTHER
Cabang menyelenggarakan program pensiun
manfaat pasti meliputi seluruh karyawan tetap
lokal. Dana pensiun ini dikelola oleh Dana
Pensiun Bangkok Bank – Cabang Jakarta (DPBB)
yang akta pendiriannya telah disetujui oleh
Menteri
Keuangan
Republik
Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
Republik Indonesia No. KEP-127/M/BW/1992
tanggal 3 Maret 1992.
The Branch established defined benefit pension
plan covering all its local permanent employees.
The plan is managed by Dana Pension Bangkok
Bank – Branch Jakarta (DPBB), the establishment
of which was approved by the Minister of Finance
of the Republic of Indonesia through Decision
Letter of the Ministry of Finance of the Republic of
Indonesia
No.
KEP-127/M/BW/1992 dated
March 3, 1992.
Cabang juga memberikan imbalan pasca kerja
sebagai berikut: (i) imbalan pasca kerja sesuai
dengan Undang-undang Tenaga Kerja No. 13
tahun 2003 (UUTK) yang diberikan bila manfaat
pensiun berdasarkan ketentuan Dana Pensiun
lebih rendah dari UUTK; (ii) tunjangan pensiun
sesuai dengan peraturan Cabang. Program ini
tidak ada pendanaannya.
The Branch also provides post-employment
benefits as follows: (i) post-employment benefits
based on the Labor Law No. 13 year 2003 (LL)
which is paid if the pension benefits based on
Dana Pensiun is lower than LL; (ii) pension
allowance in accordance with the Branch policy.
No funding has been made for the letter program.
Liabilitas imbalan kerja yang termasuk dalam
laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
The employee benefits obligation recognized in
the statements of financial position is as follows:
2013
Rp
2012
Rp
Program pensiun
Imbalan pasca kerja lain
720.434.000
5.835.209.000
907.054.000
5.073.132.000
Pension plan
Other employee benefits
Jumlah
6.555.643.000
5.980.186.000
Total
- 55 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Beban yang termasuk dalam laporan laba rugi
komprehensif adalah sebagai berikut:
The amounts recognized in the statements of
comprehensive income are as follows:
2013
Rp
2012
Rp
Program pensiun
Imbalan pasca kerja lain
3.431.321.000
808.270.000
3.889.153.000
990.502.000
Pension plan
Other employee benefits
Jumlah
4.239.591.000
4.879.655.000
Total
a.
Program Pensiun
a.
Asumsi utama yang digunakan dalam
perhitungan aktuaris atas biaya pensiun pada
tanggal 31 Desember 2013 dan 2012,
dengan metode Projected Unit Credit,
berdasarkan
pada
laporan
aktuaris
independen dari Biro Pusat Aktuaria masingmasing tertanggal 11 Maret 2014 dan
30 Maret 2013 adalah sebagai berikut:
The principal assumptions applied in the
actuarial calculation of pension costs as of
December 31, 2013 and 2012, using the
Projected Unit Credit Method based on the
independent actuarial reports from Biro Pusat
Aktuaria dated March 11, 2014 and March 30,
2013, respectively, are as follows:
2013
Tabel mortalita
Umur pensiun normal
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Tingkat diskonto per tahun
Perhitungan manfaat pensiun
Tingkat imbalan hasil per tahun
yang diharapkan dari aset
program
2012
Tabel Mortalita
Tabel Mortalita
Indonesia/Indonesian
Indonesia/Indonesian
Mortality Table 2011
Mortality Table 1999
(TMI '11)
(TMI '99)
55
55
10%
10%
9%
6%
1,5 x masa kerja x gaji bulan terakhir/
1,5 x years of services x last monthly salary/
5%
5%
Liabilitas
dari
DPBB
pada
tanggal
31 Desember 2013 dan 2012 berdasarkan
laporan aktuaris adalah sebagai berikut:
Kelebihan liabilitas aktuaria
atas nilai wajar aset DPBB
Kerugian aktuaria yang
belum diakui
Nilai kini liabilitas aktuaria
Mortality rate
Normal pension age
Salary increase rate per annum
Discount rate per annum
Pension benefits formula
Expected rate of return
per annum on plan
assets
The
liabilities
of
DPBB
as
of
December 31, 2013 and 2012 based on the
actuarial report are as follows:
2013
Rp
Nilai kini liabilitas aktuaria
Nilai wajar aset DPBB
Pension Plan
2012
Rp
21.988.754.000
(19.316.487.000)
22.153.971.000
(14.755.653.000)
2.672.267.000
7.398.318.000
(1.951.833.000)
(6.491.264.000)
720.434.000
- 56 -
907.054.000
Present value of actuarial obligation
Fair value of DPBB assets
Excess of actuarial obligation
over fair value of DPBB assets
Unrecognized actuarial loss
Present values of actuarial obligation
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Beban pensiun yang dibebankan pada
laporan laba rugi komprehensif, serta
disajikan dalam akun beban personalia,
adalah sebagai berikut:
The pension cost charged in the statements
of comprehensive income, and presented
under personnel expenses, are as follows:
2013
Rp
2012
Rp
Beban jasa kini
Tingkat hasil yang diharapkan
dari aset program
Amortisasi rugi aktuaria diakui
di tahun berjalan
Beban bunga
2.410.008.000
429.858.000
1.329.238.000
324.960.000
1.205.452.000
Current service cost
Expected rate of return per
annum on plan assets
Net actuarial losses recognized
in current year
Interest cost
Jumlah
3.431.321.000
3.889.153.000
Total
(737.783.000)
Mutasi nilai kini liabilitas manfaat pensiun
untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2013 dan 2012 adalah sebagai
berikut:
(640.921.000)
The movements of present value of pension
plan
liability
for
the
years
ended
December 31, 2013 and 2012 are as follows:
2013
Rp
Nilai kini liabilitas manfaat
pensiun awal tahun
Beban jasa kini
Beban bunga
(Keuntungan) kerugian aktuaria
Pembayaran manfaat
Nilai kini liabilitas manfaat
pensiun akhir tahun
2.999.662.000
2012
Rp
22.153.971.000
2.410.008.000
1.329.238.000
(3.804.272.000)
(100.191.000)
17.220.740.000
2.999.662.000
1.205.452.000
728.117.000
-
21.988.754.000
22.153.971.000
Mutasi nilai kini aset manfaat pensiun untuk
tahun
yang
berakhir
pada
tanggal
31 Desember 2013 dan 2012 adalah sebagai
berikut:
Present value of pension plan liability
at beginning of year
Current service cost
Interest cost
Actuarial (gains) losses
Benefit paid
Present value of pension plan liability
at end of year
The movements of present value of pension
plan
asset
for
the
years
ended
December 31, 2013 and 2012 are as follows:
2013
Rp
2012
Rp
Aset DPBB awal tahun
Tingkat hasil yang diharapkan
Kontribusi pemberi kerja
Pembayaran manfaat
Keuntungan aset DPBB
14.755.653.000
737.783.000
3.617.941.000
(100.191.000)
305.301.000
10.682.013.000
640.921.000
3.355.307.000
77.412.000
DPBB assets at beginning of year
Expected return
Employer contribution
Benefit paid
Gain on DPBB assets
Aset DPBB akhir tahun
19.316.487.000
14.755.653.000
DPBB assets at end of year
Aset investasi dana pensiun ditempatkan
seluruhnya dalam bentuk deposito berjangka.
All of the pension fund investment asset is
placed as time deposits.
- 57 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Riwayat penyesuaian adalah sebagai berikut:
2013
Rp
2012
Rp
2011
Rp
2010
Rp
2009
Rp
21.988.754.000
(19.316.487.000)
22.153.971.000
(14.755.653.000)
17.220.740.000
(10.682.013.000)
12.168.103.000
(8.380.973.000)
8.564.661.000
(6.235.436.000)
Present value of pension plan
obligation
Fair value of DPBB assets
2.672.267.000
7.398.318.000
6.538.727.000
3.787.130.000
2.329.225.000
Excess
Penyesuaian liabilitas program
338.112.000
435.548.000
34.302.000
Penyesuaian aset DPBB
(305.301.000)
(77.412.000)
872.993.000
Nilai kini liabilitas manfaat pensiun
Nilai wajar aset DPBB
Surplus
b.
The history of adjustment is as follows:
Imbalan Pasca Kerja Lain
b.
Asumsi utama yang digunakan dalam
menentukan biaya manfaat pensiun adalah
sebagai berikut:
Tabel mortalita
Umur pensiun normal
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Tingkat diskonto per tahun
-
-
Adjustments on plan liabilities
1.571.000
-
Adjustments on DPBB assets
Other Employee Benefits
The principal assumptions used in the
determination of pension costs are as follows:
2013
2012
Tabel Mortalita
Indonesia/Indonesian
Mortality Table 2011
(TMI '11)
55
10%
9%
Tabel Mortalita
Indonesia/Indonesian
Mortality Table 1999
(TMI '99)
55
10%
6%
Liabilitas dari program ini pada tanggal
31 Desember 2013 dan 2012 berdasarkan
laporan Biro Pusat Aktuaria masing-masing
tertanggal 11 Maret 2014 dan 30 Maret 2013,
adalah sebagai berikut:
2012
Rp
Nilai kini liabilitas aktuaria
Keuntungan aktuaria yang
belum diakui
Biaya jasa lalu yang belum
diakui - belum menjadi hak
5.059.149.000
5.141.486.000
1.032.849.000
227.646.000
Nilai kini liabilitas aktuaria
5.835.209.000
(256.789.000)
Beban manfaat karyawan yang diakui pada
laporan laba rugi komprehensif, serta
disajikan dalam akun beban personalia,
adalah sebagai berikut:
(296.000.000)
5.073.132.000
Present value of actuarial obligation
Unrecognized actuarial gains
Unrecognized past service
cost-non vested
Present values of actuarial obligation
Employee benefit cost recognized in the
statements of comprehensive income, and
presented under personnel expenses, are as
follows:
2013
Rp
Jumlah
Normal pension age
Salary increase rate per annum
Discount rate per annum
The liabilities of this program as of
December 31, 2013 and 2012 based on the
actuarial report of Biro Pusat Aktuaria dated
March 11, 2014 and March 30, 2013,
respectively, are as follows:
2013
Rp
Beban jasa kini
Amortisasi keuntungan aktuaria
diakui di tahun berjalan
Amortisasi biaya jasa lalu
Beban bunga
Mortality rate
2012
Rp
581.086.000
686.765.000
(120.516.000)
39.211.000
308.489.000
(25.238.000)
39.211.000
289.764.000
Current service cost
Net actuarial gain recognized
in current year
Amortization of past service cost
Interest cost
808.270.000
990.502.000
Total
- 58 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja
lain untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2013 dan 2012 adalah
sebagai berikut:
The movements of present value of other
post-employment benefits liability for the
years ended December 31, 2013 and 2012
are as follows:
2013
Rp
2012
Rp
Nilai kini liabilitas awal tahun
Beban jasa kini
Beban bunga
(Keuntungan) kerugian aktuaria
Pembayaran manfaat
5.141.486.000
581.086.000
308.489.000
(925.719.000)
(46.193.000)
4.139.476.000
686.765.000
289.764.000
145.986.000
(120.505.000)
Present value of liability at beginning
of year
Current service cost
Interest cost
Actuarial (gains) losses
Benefit paid
Nilai kini liabilitas akhir tahun
5.059.149.000
5.141.486.000
Present value of liability at end of year
Riwayat penyesuaian adalah sebagai berikut:
2013
Rp
Nilai kini liabilitas imbalan
pasca kerja lain
The history of adjustment is as follows:
2012
Rp
2011
Rp
2010
Rp
5.059.149.000
5.141.486.000
4.139.476.000
(85.655.000)
(118.276.000)
(209.977.000)
Penyesuaian liabilitas program
29. PAJAK PENGHASILAN
3.230.756.000
-
2009
Rp
265.274.000
-
Present value of other post-employment
benefits obligation
Adjustments on plan liabilities
29. INCOME TAX
Beban (manfaat) pajak terdiri dari:
Tax expense (benefit) consists of the following:
2013
Rp
2012
Rp
Pajak kini
Pajak tangguhan
167.664.081.200
(37.363.754.980)
85.307.848.400
(12.627.888.048)
Jumlah
130.300.326.220
72.679.960.352
Current tax
Deferred tax
Total
Pajak Kini
Current Tax
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut
laporan laba rugi dengan laba kena pajak adalah
sebagai berikut:
A reconciliation between income before tax per
statements of income and taxable income is as
follows:
2013
Rp
Laba sebelum pajak menurut
laporan laba rugi
Perbedaan temporer:
Cadangan kerugian penurunan
nilai
Imbalan pasca kerja
Penyusutan aset tetap
dan amortisasi
Provisi lainnya
Jumlah
Perbedaan yang tidak dapat
diperhitungkan menurut fiskal:
Personalia
Umum dan administrasi
Penghasilan non-operasional yang
telah dikenakan pajak final
Jumlah
Laba kena pajak
2012
Rp
321.926.698.420
180.743.638.454
Income before tax per statements
of income
Temporary differences:
91.544.908.327
575.457.000
29.748.884.702
1.403.843.000
132.054.197
1.156.967.925
93.409.387.449
416.992.417
31.569.720.120
1.827.558.494
2.539.799.154
159.189.995
1.102.524.103
(543.240.000)
3.824.117.648
419.160.203.517
- 59 -
(305.451.000)
956.263.098
213.269.621.670
Allowance for impairment losses
Post-employment benefits
Depreciation on premises and
equipment and amortization
Other provision
Total
Permanent differences:
Personnel
General and administration
Non-operational income
subject to final income tax
Total
Taxable income
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Perhitungan beban dan utang pajak kini adalah
sebagai berikut:
Current tax expense and payable are computed
as follows:
2013
Rp
Beban pajak kini
Dikurangi pembayaran pajak
penghasilan di muka
2012
Rp
104.790.050.750
53.317.405.250
Current tax expense
61.304.750.274
33.667.502.364
Less prepayment of income tax
43.485.300.476
19.649.902.886
Current tax payable
Laba kena pajak (dibulatkan)
Beban pajak kini
419.160.203.000
104.790.050.750
213.269.621.000
53.317.405.250
Taxable income (rounded)
Current tax expense
Laba bersih setelah pajak
314.370.152.250
159.952.215.750
Net income after tax
Utang pajak kini
Pajak penghasilan atas laba cabang
pasal 26
Pajak penghasilan atas transfer laba
ke Kantor Pusat
Pajak kini
46.366.148.543
31.990.443.150
16.507.881.907
104.790.050.750
53.317.405.250
Income tax on branch profit
article 26
Income tax on remitted earnings
to Head Office
Current tax
Jumlah beban pajak kini
167.664.081.200
85.307.848.400
Total current tax expense
Laba kena pajak dan beban pajak kini tahun 2012
Cabang
telah
sesuai
dengan
Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang disampaikan
oleh Cabang kepada Kantor Pelayanan Pajak.
The taxable income and current tax payable of the
Branch for 2012 are in accordance with the
Annual Corporate Tax Returns filed by the Branch
to the Tax Service Office.
Pajak Tangguhan
Deferred Tax
Rincian dari aset pajak tangguhan Cabang adalah
sebagai berikut:
The details of the Branch’s net deferred tax
assets are as follows:
1 Januari/
January 1,
2012
Rp
Aset (liabilitas) pajak
tangguhan
Cadangan kerugian penurunan
nilai
Imbalan pasca kerja
Penyusutan aset tetap dan
amortisasi
Provisi lainnya
Kerugian yang belum direalisasi
atas perubahan nilai wajar
efek-efek tersedia untuk dijual
Aset pajak tangguhan - bersih
Dikreditkan
(dibebankan)
ke laba rugi
tahun berjalan/
Credited
(charged) to
income for the year
Rp
31 Desember/
December 31,
2012
Rp
Dikreditkan
(dibebankan)
ke laba rugi
tahun berjalan/
Credited
(charged) to
income for the year
Rp
Dikreditkan
(dibebankan)
ke pendapatan
komprehensif lain/
Credited
(charged) to other
comprehensive
income
Rp
572.834.336
Deferred tax assets
(liabilities)
Provision for impairment losses
62.346.587.071
other than loans
2.622.257.200
Post-employment benefits
Depreciation of premises and
(172.887.690)
equipment and amortization
462.787.170
Other provision
Unrealized losses on changes
in fair value of available-for-sale
572.834.336
securities
572.834.336
65.831.578.087
13.829.069.859
1.830.537.200
11.899.553.881
561.537.200
25.728.623.740
2.392.074.400
36.617.963.331
230.182.800
-
(392.506.336)
-
166.796.967
-
(225.709.369)
-
52.821.679
462.787.170
-
15.267.100.723
12.627.888.048
-
-
27.894.988.771
Berdasarkan Undang-undang Perpajakan yang
berlaku di Indonesia, Cabang menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya
jumlah pajak yang terutang. Untuk tahun pajak
2007 dan sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak
(DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas
pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak
saat terutangnya pajak, atau akhir tahun 2013,
mana yang lebih awal. Berdasarkan Undangundang No. 28 tahun 2007 tentang Ketentuan
Umum dan Tata Cara Perpajakan yang
diberlakukan terhadap tahun pajak 2008 dan
tahun-tahun selanjutnya DJP dapat menetapkan
dan mengubah liabilitas pajak tersebut dalam
batas waktu lima tahun sejak saat terutangnya
pajak.
37.363.754.980
31 Desember/
December 31,
2013
Rp
Deferred tax assets - net
Under the Taxation Laws of Indonesia, the Branch
submits tax returns on the basis of self
assessment. For fiscal year 2007 and earlier, the
Directorate General of Tax (DGT) may assess or
amend taxes within ten years of the time the tax
becomes due, or until the end of 2013, whichever
is earlier. According to Law No. 28 year 2007
regarding Taxation General Provisions and
Procedures which applicable to fiscal year 2008
and subsequent years, DGT may assess or
amend taxes within five years of the time the tax
becomes due.
- 60 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil
perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan
tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:
Laba sebelum pajak menurut laporan
laba rugi komprehensif
A reconciliation between the total tax expense
and the amounts computed by applying the
effective tax rates to income before tax is as
follows:
2013
Rp
2012
Rp
321.926.698.420
180.743.638.454
Income before tax per statements
of comprehensive income
Beban pajak dengan tarif pajak efektif
25% x Rp 321.926.698.420 tahun
2013 dan Rp 180.743.638.454
tahun 2012
Jumlah
80.481.674.000
80.481.674.000
45.185.909.614
45.185.909.614
Pengaruh pajak atas beban yang tidak
dapat dikurangkan
1.529.647.059
382.505.239
48.289.005.161
27.111.545.499
Tax effect on the Branch's profit
130.300.326.220
72.679.960.352
Total tax expense
Pengaruh pajak atas laba Cabang
Jumlah beban pajak
Tax expenses at effective tax:
25% x Rp 321,926,698,420 in 2013
and Rp 180,743,638,454 in 2012
Total
Tax expense of non-deductive
expenses
Pemeriksaan Pajak periode 2006
2006 Tax Assessments
Pada bulan Pebruari 2010, sebagai hasil
pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2006,
Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Surat
Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas
berbagai
macam
pajak
sebesar
Rp 17.093.561.984. Dari hasil pemeriksaan
tersebut, Cabang telah mengajukan permohonan
keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak pada
tanggal 16 Pebruari 2010 dan telah membayar
seluruh SKPKB tersebut di bulan Maret dan April
2010. Pada bulan Pebruari 2011, Cabang
menerima surat keputusan Direktur Jenderal
Pajak yang menerima sebagian keberatan
Cabang dan mengurangi jumlah kurang bayar
menjadi Rp 9.025.906.998. Cabang telah
menerima pengembalian dari Direktur Jenderal
Pajak sebesar Rp 8.073.720.520 di bulan Maret
2011. Kemudian, Cabang telah mengajukan
permohonan banding kepada pengadilan pajak
atas sisa kurang bayar sebesar Rp 9.025.906.998
di bulan Mei 2011.
In February 2010, as a result of the tax
examination for fiscal year 2006, the Director
General of Taxation issued tax underpayment
assessment letters (SKPKB) on various taxes
amounting to Rp 17,093,561,984. In relation to
the assessment result, the Branch has filed an
objection to the Director General of Taxation on
February 16, 2010 and has paid the tax
assessment in full in March and April 2010. In
February 2011, the Branch received the decision
letter from the Director General of Taxation which
partially approved the Branch’s objection and
reduced the tax assessment to Rp 9,025,906,998.
The Branch received the refund from the Director
General
of
Taxation
amounting
to
Rp 8,073,720,520 in March 2011. Then, the
Branch filed an appeal to the tax court to pursue
for the remaining balance of tax assessment
amounting to Rp 9,025,906,998 in May 2011.
Pada bulan September 2012, Cabang menerima
surat keputusan banding yang menerima
sebagian banding atas pajak penghasilan badan
pasal 25/29 sebesar Rp 1.039.795.608 dan pajak
penghasilan pasal 26 sebesar Rp 693.196.905.
Cabang telah menerima pengembalian tersebut
pada bulan September 2012. Kemudian, Cabang
telah mengajukan kasasi kepada mahkamah
agung atas keputusan banding tersebut sebesar
Rp 4.420.764.905.
In September 2012, the Branch received tax court
appeal decision letter which partially approved the
appeal of income tax article 25/29 amounting to
Rp 1,039,795,608 and income tax article 26
amounting to Rp 693,196,905. The Branch has
received the refunds on September 2012. Then,
the Branch filed a cassation to the supreme court
to pursue the remaining balance of tax court
appeal
decision
letter
amounting
to
Rp 4,420,764,905.
- 61 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Pada bulan Pebruari 2013, Cabang menerima
surat keputusan banding pengadilan pajak yang
menerima seluruh banding Cabang atas pajak
penghasilan
pasal
26
sebesar
Rp 2.631.623.917. Cabang telah menerima
pengembalian tersebut pada bulan April 2013.
In February 2013, the Branch received tax court
appeal decision letter which fully approved the
Branch’s appeal of income tax article 26
amounting to Rp 2,631,623,917. The Branch
received the refund in April 2013.
Cabang mencatat jumlah tagihan pajak tersebut
sebagai “Tagihan Kelebihan Pembayaran Pajak”
di aset lain-lain.
The Branch recorded those tax receivables as
“Claim for Tax Refund” in the other assets.
Keputusan dari permohonan banding yang belum
diputuskan oleh Direktur Jenderal Pajak dan
kasasi belum dapat ditentukan pada saat ini.
The outcome of the appeals which have not been
decided by Director General of Taxation and the
cassation are not presently determinable.
Pemeriksaan Pajak periode 2008
2008 Tax Assessment
Pada tahun pajak 2008, Cabang mengajukan
klaim lebih bayar pajak penghasilan badan
sebesar Rp 11.706.908.276. Setelah dilakukan
pemeriksaan pajak pada tahun 2010, Direktur
Jenderal Pajak menerbitkan Surat Ketetapan
Pajak Kurang Bayar (SKPKB) pajak penghasilan
badan sebesar Rp 17.691.069.828. Atas SKPKB
tersebut, Cabang mengajukan permohonan
keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak pada
tanggal 12 Juli 2010. Pada bulan Juni dan Juli
2011, Cabang menerima surat keputusan Direktur
Jenderal Pajak yang menolak sebagian keberatan
Cabang dan menambah jumlah kurang bayar
menjadi Rp 19.245.570.253. Cabang menerima
sebagian SKPKB atas pajak penghasilan pasal 23
dan
pajak
pertambahan
nilai
sebesar
Rp 121.866.999 dan telah mengajukan banding
kepada pengadilan pajak di bulan September
2011 atas pajak penghasilan pasal 26, pasal 26
(BUT) dan pasal 29 (pajak penghasilan badan)
sebesar Rp 19.123.704.254 setelah membayar
setoran yang diwajibkan yaitu sejumlah
Rp 9.561.852.127 yang merupakan 50% dari
jumlah hasil pemeriksaan pajak.
In fiscal year 2008, the Branch claimed a refund
of Rp 11,706,908,276 for the overpayment of
corporate income tax. After the tax examination in
2010, the Director General of Taxation issued a
corporate income tax underpayment assessment
letter (SKPKB) amounting to Rp 17,691,069,828.
In relation to the assessment result, the Branch
filed an objection to the Director General of
Taxation on July 12, 2010. In June and July 2011,
the Branch received the decision of the Director
General of Taxation which rejected the Branch’s
objection and added the tax assessment to
Rp 19,245,570,253. The Branch partially
accepted the tax assessment of income tax article
23 and VAT amounting to Rp 121,866,999 and
filed an appeal to the tax court in September 2011
for the income tax article 26, article 26 (BUT) and
article 29 (corporate tax) amounting to
Rp 19,123,704,254 after paying the required
deposit amounting to Rp 9,561,852,127 which
represents 50% of the amount of tax assessment.
Pada bulan Juli 2013, Cabang menerima surat
keputusan banding pengadilan pajak yang
menerima sebagian banding Cabang atas pajak
penghasilan pasal 26 dan mengurangi jumlah
kurang bayar menjadi Rp 174.662.445. Cabang
telah menerima pengembalian tersebut sebesar
Rp 1.121.816.154 di bulan Agustus 2013.
In July 2013, the Branch received tax court appeal
decision letter which partially approved the
Branch’s appeal of income tax article 26 and
reduced the tax assessment to Rp 174,662,445.
The Branch received the refund amounting to
Rp 1,121,816,154 in August 2013.
Cabang mencatat jumlah tagihan pajak tersebut
sebagai “Tagihan Kelebihan Pembayaran Pajak”
di aset lain-lain.
The Branch recorded those tax receivables as
“Claim for Tax Refund” in the other assets.
Keputusan dari permohonan banding yang belum
diputuskan oleh Direktur Jenderal Pajak belum
dapat ditentukan pada saat ini.
The outcome of the appeals which have not been
decided by Director General of Taxation is not
presently determinable.
- 62 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
30. CATATAN ATAS LAPORAN ARUS KAS
30. NOTES TO STATEMENT OF CASH FLOWS
Jumlah penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain sebagai kas dan setara kas pada
tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 adalah
sebagai berikut:
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain bukan sebagai
kas dan setara kas
Kas dan setara kas
The amounts of placements with Bank Indonesia
and other banks as cash and cash equivalents as
of December 31, 2013 and 2012 are as follows:
2013
Rp
2012
Rp
1.182.345.750.000
741.683.632.139
182.550.000.000
394.801.582.139
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Placements with Bank Indonesia and
other banks not considered as
cash and cash equivalents
999.795.750.000
346.882.050.000
Cash and cash equivalents
31. KOMITMEN DAN KONTINJENSI
31. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES
2013
Rp
Komitmen
Tagihan komitmen
Kontrak pembelian spot yang
belum diselesaikan
Liabilitas komitmen
Fasilitas kredit kepada nasabah
yang belum digunakan
Irrevocable letter of credit
yang masih berjalan
Kontrak penjualan spot yang
belum diselesaikan
Jumlah liabilitas komitmen
Jumlah liabilitas komitmen - bersih
Kontinjensi
Tagihan kontinjensi
Pendapatan bunga dalam
penyelesaian
2012
Rp
Commitments
Commitment receivables
99.185.429.700
93.065.019.134
7.379.011.488.520
2.737.186.548.432
1.533.362.431.889
483.583.936.010
12.260.000.000
8.924.633.920.409
88.670.664.525
3.309.441.148.967
(8.825.448.490.709)
(3.216.376.129.833)
Unsettled spot purchase contracts
Commitment liabilities
Unused loan commitments granted
to customers
Outstanding irrevocable letter
of credit
Unsettled spot sell contracts
Total commitments receivables
Total commitment liabilities - net
7.515.920.001
71.582.022.004
Contingencies
Contingent receivables
Interest income on
non-performing loans
Liabilitas kontinjensi
Garansi bank yang diterbitkan
165.363.618.650
267.730.244.643
Contingent liabilities
Bank guarantees issued
Jumlah liabilitas kontinjensi - bersih
(157.847.698.649)
(196.148.222.639)
Total contingency liabilities - net
- 63 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
32. SIFAT DAN
BERELASI
TRANSAKSI
DENGAN
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
PIHAK
32. NATURE
OF
RELATIONSHIP
AND
TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES
Sifat Berelasi
Nature of Relationship
Pihak-pihak berelasi adalah perusahaan, entitas
dan individu yang mempunyai keterkaitan
kepemilikan dan/atau kepengurusan secara
langsung maupun tidak langsung dengan Cabang.
Related parties are companies, entities and
individuals, which has the same stockholders
and/or management directly or indirectly, as the
Branch.
a.
Cabang adalah cabang dari Bangkok Bank
Public Company Limited (Kantor Pusat).
a.
The Branch is a branch of Bangkok Bank
Public Company Limited (Head Office).
b.
Perusahaan dan entitas berelasi karena
keterkaitan kepemilikan dan kepengurusan
secara langsung maupun tidak langsung
adalah sebagai berikut:
b.
Company and entities that are directly or
indirectly related in terms of ownership and
management with the Branch are as follows:








c.
Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang New York
Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang London
Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang Singapura
Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang Hong Kong
Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang Tokyo
Bangkok Bank Berhad, Malaysia
Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang Taipei
Bangkok Bank Public Company Limited
Cabang Kota Ho Chi Minh
-

-

-

-

-

-


-

Pihak berelasi yang merupakan personil
manajemen kunci Cabang.
c.
Bangkok Bank Public Company Limited
New York Branch
Bangkok Bank Public Company Limited
London Branch
Bangkok Bank Public Company Limited
Singapore Branch
Bangkok Bank Public Company Limited
Hong Kong Branch
Bangkok Bank Public Company Limited
Tokyo Branch
Bangkok Bank Berhad, Malaysia
Bangkok Bank Public Company Limited
Taipei Branch
Bangkok Bank Public Company Limited
Ho Chi Minh City Branch
-
-
Related parties which are key management
personnel of the Branch.
Transaksi-transaksi Pihak Berelasi
Transactions with Related Parties
Dalam kegiatan usahanya, Cabang juga
mengadakan transaksi tertentu dengan pihakpihak berelasi. Transaksi-transaksi tersebut
meliputi antara lain:
In the normal course of business, the Branch
entered into certain transactions with related
parties. These transactions included, among
others, the following:
1.
Giro pada bank lain, piutang bunga dan
pendapatan bunga (Catatan 7, 13 dan 24).
1.
Demand deposits with other banks, interest
receivables and receipt of interest (Notes 7,
13 and 24).
2.
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank
lain, piutang bunga dan pendapatan bunga
(Catatan 8, 13 dan 24).
2.
Placements with Bank Indonesia and other
banks, interest receivables and receipt of
interest (Notes 8, 13 and 24).
3.
Pemberian kredit, piutang bunga dan
pendapatan bunga (Catatan 12, 13 dan 24).
3.
Granting of loans, interest receivables and
receipt of interest (Notes 12, 13 and 24).
4.
Penempatan dana dari pihak-pihak berelasi
dalam bentuk simpanan dan simpanan dari
bank lain, utang bunga dan pembayaran
bunga (Catatan 17, 18, 21 dan 25).
4.
Placements of funds by related parties in the
form of deposits and deposits from other
banks, interest payables and payment of
interest (Notes 17, 18, 21 and 25).
5.
Tagihan dan liabilitas derivatif (Catatan 11).
5.
Derivative
(Note 11).
6.
Liabilitas akseptasi (Catatan 10).
6.
Acceptances payable (Note 10).
7.
Pinjaman yang diterima, utang bunga dan
pembayaran bunga (Catatan 20, 21 dan 25).
7.
Borrowings, interest payables and payment of
interest (Notes 20, 21 and 25).
- 64 -
receivables
and
payables
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
8.
Liabilitas lain-lain (Catatan 22).
8.
Other liabilities (Note 22).
9.
Transfer laba (Catatan 23).
9.
Remitted earnings (Note 23).
10. Kompensasi kepada karyawan kunci Cabang
(Catatan 26).
10. Compensations for the key personnel of the
Branch (Note 26).
11. Biaya administrasi dan beban umum dan
administrasi lainnya (Catatan 27).
11. Administration fees and other general and
administration expenses (Note 27).
Persentase giro pada bank lain, penempatan
pada Bank Indonesia dan bank lain, tagihan
derivatif, kredit dan piutang bunga kepada pihak
berelasi terhadap jumlah giro pada bank lain,
penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain,
tagihan derivatif, kredit dan piutang bunga adalah
sebagai berikut:
The percentage of demand deposits with other
banks, placements with Bank Indonesia and other
banks, derivative receivables, loans and interest
receivables for related parties to total demand
deposits with other banks, placements with Bank
Indonesia and other banks, derivative receivables,
loans and interest receivables are as follows:
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia
dan Bank lain
Tagihan derivatif
Kredit
Piutang bunga
2013
2012
16,25%
12,51%
24,99%
26,12%
0,00%
0,08%
46,00%
0,01%
0,00%
Persentase simpanan, simpanan dari bank lain,
liabilitas akseptasi, liabilitas derivatif, pinjaman
yang diterima, biaya masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain dari pihak berelasi terhadap
jumlah simpanan, simpanan dari bank lain,
liabilitas akseptasi, liabilitas derivatif, pinjaman
yang diterima, biaya masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain adalah sebagai berikut:
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Liabilitas akseptasi
Liabilitas derivatif
Pinjaman yang diterima
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas lain-lain
The percentage of deposits, deposits from other
banks, acceptances payable, derivative payables,
borrowings, accrued expenses and other liabilities
from related parties to total deposits, deposits
from other banks, acceptances payable, derivative
payables, borrowings, accrued expenses and
other liabilities are as follows:
2013
2012
0,08%
35,58%
0,56%
0,20%
100,00%
0,31%
75,47%
0,15%
3,74%
0,55%
23,88%
100,00%
68,57%
-
Persentase pendapatan bunga, beban bunga dan
beban umum dan administrasi dari atau kepada
pihak berelasi terhadap jumlah pendapatan
bunga, beban bunga dan beban umum dan
administrasi adalah sebagai berikut:
Pendapatan bunga
Beban bunga
Beban umum dan administrasi
Demand deposits with other banks
Placement with Bank Indonesia
and other banks
Derivative receivables
Loans
Interest receivables
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
Derivative payables
Borrowings
Accrued expenses
Other liabilities
The percentage of interest revenues, interest
expenses and general and administration
expenses from or to related parties to total interest
revenues, interest expenses and general and
administration expenses are as follow:
2013
2012
0,11%
26,74%
18,83%
0,27%
53,72%
18,30%
- 65 -
Interest revenues
Interest expenses
General and administration expenses
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Cabang menyediakan manfaat pada karyawan
kunci Cabang, sebagai berikut:
The Branch provides benefit to key personnel of
the Branch, as follows:
2013
Rp
2012
Rp
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan pasca kerja
Imbalan kerja jangka panjang
lainnya
8.244.456.783
245.419.000
5.853.609.188
242.854.000
57.331.000
59.239.000
Jumlah
8.547.206.783
6.155.702.188
Persentase terhadap beban
personalia
29,30%
33. MONETARY
ASSETS
AND
LIABILITIES
DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES
2013
Mata uang
asing/
Foreign
currencies
Aset
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Ef ek-ef ek
Tagihan akseptasi
Tagihan deriv atif
Kredit
Piutang bunga
Aset lain-lain
Jumlah aset
Total
Percentage to personnel
expenses
27,15%
33. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM
MATA UANG ASING
Short-term employee benefits
Post-employment benefits
Other long-term employee
benefits
2012
Ekuiv alen
dalam Rupiah/
Equivalent
in Rupiah
Mata uang
asing/
Foreign
currencies
Ekuiv alen
dalam Rupiah/
Equivalent
in Rupiah
USD
THB
USD
USD
SGD
EUR
THB
JPY
HKD
GBP
AUD
CAD
CHF
NZD
MY R
SEK
DKK
205.784
37.260
14.700.000
11.592.176
2.889.026
928.597
3.590.172
7.131.684
220.723
8.466
13.255
5.318
4.153
3.659
8.295
15.573
6.975
2.504.391.280
13.829.049
178.899.000.000
141.076.781.311
27.798.439.482
15.562.639.353
1.332.492.394
825.492.421
346.433.146
170.253.460
143.887.383
60.805.407
56.787.271
36.574.940
30.820.716
29.546.641
14.020.764
120.640
68.280
13.000.000
4.031.006
2.557.742
2.664.931
5.651.993
1.404.399
70.068
128.924
3.892
5.318
5.349
4.349
8.295
42.228
6.975
1.162.668.001
21.497.958
125.287.500.000
38.848.821.000
20.151.452.883
33.928.894.410
1.779.529.856
156.969.696
87.113.211
2.000.251.409
38.951.729
51.513.647
56.360.252
34.435.767
26.113.196
62.441.378
10.786.247
USD
THB
USD
USD
HKD
EUR
USD
EUR
JPY
USD
USD
THB
USD
97.000.000
5.000.000
1.119.504
28.617.682
1.270.353
1.129.755
155.757
782.360.022
2.000.404
2.778
2.561
1.180.490.000.000
1.855.750.000
13.624.359.542
348.277.193.590
1.993.869.787
13.749.113.667
2.610.374.045
9.521.321.473.641
24.344.913.151
1.030.973
31.174.794
11.477.201.448.208
25.000.000
3.000.000
21.091.246
37.259
4.269.032
322.748
83.961
558.509.066
1.812.053
2.771
2.773
240.937.500.000
944.550.006
203.266.882.364
474.372.499
41.142.800.461
4.109.107.291
9.384.329
5.382.631.119.585
17.463.660.884
872.396
26.720.933
6.114.712.271.388
- 66 -
Assets
Cash
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Securities
Acceptances receiv able
Deriv ativ e receiv ables
Loans
Interest receiv ables
Other assets
Total assets
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
2013
Mata uang
asing/
Foreign
currencies
Liabilitas
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Liabilitas akseptasi
Liabilitas deriv atif
Pinjaman y ang diterima
Biay a masih harus dibay ar
Liabilitas lain-lain
USD
SGD
EUR
THB
JPY
USD
USD
HKD
EUR
USD
EUR
JPY
SGD
USD
USD
THB
USD
EUR
THB
JPY
150.648.602
2.890.006
624.010
7.939.265
6.188.526
15.095.929
28.617.682
1.270.353
753.985
105.387
715.000.000
251.061
2.844
1.591.242
359.223
1.890
-
Jumlah liabilitas
Jumlah aset - bersih
2012
Ekuiv alen
dalam Rupiah/
Equivalent
in Rupiah
Mata uang
asing/
Foreign
currencies
Ekuiv alen
dalam Rupiah/
Equivalent
in Rupiah
1.833.393.488.787
27.807.864.882
10.457.972.144
2.946.658.102
716.321.883
183.717.454.105
348.277.193.590
1.993.869.787
9.175.999.737
1.766.207.834
8.701.550.000.000
3.055.409.507
1.055.647
19.365.410.197
6.020.324.348
701.433
11.150.245.931.983
76.577.224
2.621.354
7.434.513
336.228
14.171.753
21.091.246
37.259
4.272.333
317.367
128.035
9
440.000.000
2.305.174
11.602
262.758
265.523
1.596
313.796
738.012.993.819
20.652.627.070
2.340.756.265
37.580.199
136.580.267.803
203.266.882.364
474.372.499
41.174.607.739
4.040.598.962
14.310.517
70.932
4.240.500.000.000
22.216.109.670
3.652.925
2.532.334.176
3.380.534.588
502.479
35.072.975
5.415.263.274.982
326.955.516.225
Seluruh aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan
menggunakan kurs tengah Reuters pukul 16.00
WIB dengan rincian sebagai berikut:
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
Dollar Australia
Dollar Kanada
Frank Swiss
Kroner Denmark
Euro
Poundsterling Inggris
Dollar Hong Kong
Yen Jepang
Ringgit Malaysia
Dollar Selandia Baru
Kroner Swedia
Dollar Singapura
Baht Thailand
Dollar Amerika Serikat
AUD
CAD
CHF
DKK
EUR
GBP
HKD
JPY
MYR
NZD
SEK
SGD
THB
USD
699.448.996.406
Liabilities
Deposits
Deposits f rom other banks
Acceptances receiv able
Deriv ativ e pay ables
Borrowings
Accrued expenses
Other liabilities
Total liabilities
Total assets - net
All monetary assets and liabilities denominated in
foreign currencies are translated to Rupiah using
the middle exchange rates published in Reuters at
4.00 PM Western Indonesia Time, with details as
follows:
2013
Rp
2012
Rp
10.855,65
11.434,19
13.674,16
2.010,28
16.759,31
20.110,93
1.569,54
115,75
3.715,47
9.995,83
1.897,36
9.622,08
371,15
12.170,00
10.007,10
9.686,91
10.536,25
1.546,52
12.731,62
15.514,93
1.243,27
111,77
3.147,97
7.918,18
1.478,66
7.878,61
314,85
9.637,50
34. JAMINAN
PEMERINTAH
TERHADAP
KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
Australian Dollar
Canadian Dollar
Swiss Franc
Danish Kroner
Euro
Great Britain Poundsterling
Hong Kong Dollar
Japanese Yen
Malaysian Ringgit
New Zealand Dollar
Swedish Kroner
Singapore Dollar
Thailand Baht
US Dollar
34. GOVERNMENT
GUARANTEE
OBLIGATIONS OF COMMERCIAL BANKS
Berdasarkan
Salinan
Peraturan
Lembaga
Penjamin Simpanan (LPS) No. 1/PLPS/2005 pada
tanggal 26 September 2005 tentang Program
Penjaminan Simpanan yang menyatakan bahwa
sejak tanggal 22 September 2005, LPS menjamin
simpanan yang meliputi giro, deposito berjangka,
sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lain
yang dipersamakan dengan itu yang merupakan
simpanan yang berasal dari masyarakat termasuk
yang berasal dari bank lain.
ON
Based on the Indonesia Deposit Insurance
Agency (LPS) Regulation No. 1/PLPS/2005 dated
September 26, 2005 regarding Deposit Guarantee
Program, since September 22, 2005 LPS will
guarantee bank deposits consisting of demand
deposits, time deposits, certificate of deposits,
savings deposit, and other forms of deposits from
public, including deposits from other banks.
- 67 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 66/2008
tanggal 13 Oktober 2008 tentang Besaran Nilai
Simpanan yang Dijamin LPS, saldo yang dijamin
untuk setiap nasabah pada satu bank adalah
maksimal Rp 2.000.000.000.
Based on Government Regulation No. 66/2008
dated October 13, 2008 regarding Deposits
Balance Guaranted by LPS, the guaranted bank
balance of each customer is Rp 2,000,000,000.
Beban premi penjaminan Pemerintah yang
dibayar untuk tahun 2013 dan 2012 masingmasing
sebesar
Rp
4.603.503.373
dan
Rp 2.280.189.066 dicatat dan diakui pada akun
beban umum dan administrasi.
The Government guarantee premiums paid in
2013 and 2012 amounting to Rp 4,603,503,373
and Rp 2,280,189,066, respectively, are included
under the general and administration expenses.
35. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL
MINIMUM
35. CAPITAL ADEQUACY RATIO
Sebagai bank yang beroperasi di Indonesia,
Cabang diwajibkan oleh Bank Indonesia untuk
memenuhi kewajiban penyediaan modal minimum
(KPMM) di atas persentase tertentu.
As a bank operating in Indonesia, the Branch is
required by Bank Indonesia to maintain all the
times a capital adequacy ratio (CAR) above a
specific percentage.
Tujuan manajemen permodalan Cabang adalah
untuk memastikan bahwa Cabang memiliki
permodalan yang kuat sehingga mampu
menyerap potensi kerugian baik akibat krisis
keuangan dan ekonomi, memenuhi seluruh
kegiatan
operasionalnya
dan
peraturan
permodalan, serta mendukung pertumbuhan
bisnis dan pelanggan, deposan dan kepercayaan
pasar. Praktik manajemen permodalan Cabang
difokuskan untuk menjaga kualitas posisi
keuangan dengan mempertahankan modal dasar
yang kuat dan memaksimalkan laba ke Kantor
Pusat.
The Branch’s capital management objective is to
ensure that the Branch is well capitalized and able
to absorb potential losses from financial and
economic crisis, fulfill all operational activity and
regulatory capital, support business growth and
sustain customers, depositors and market
confidence. The Branch’s capital management
practices are focused on preserving the quality of
its financial position by maintaining a solid capital
base and maximizing returns to the Branch’s
Head Office.
Rasio kecukupan modal Cabang pada tanggal
31 Desember 2013 dan 2012 adalah sebagai
berikut:
The capital adequacy ratio of the Branch as of
December 31, 2013 and 2012 is as follows:
2013
Rp
2012
Rp
Modal:
Modal inti
Modal pelengkap
11.392.332.168.332
208.451.259.705
5.860.068.196.516
80.070.963.075
Capital:
Core capital
Supplementary capital
Jumlah modal
11.600.783.428.037
5.940.139.159.591
Total capital
Aset tertimbang menurut risiko:
untuk risiko kredit
untuk risiko pasar
untuk risiko operasional
16.676.100.776.393
174.026.679.218
442.503.112.359
8.801.126.000.000
63.509.402.224
446.946.000.000
Risk weighted assets:
for credit risk
for market risk
for operational risk
Rasio KPMM dengan memperhitungkan:
risiko kredit
risiko pasar dan kredit
69,57%
68,85%
67,49%
64,23%
risiko kredit, operasional dan pasar
67,09%
63,79%
- 68 -
CAR after calculating:
credit risk
market and credit risk
credit, operational and
market risk
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Perhitungan rasio KPMM dilakukan sesuai
dengan
Peraturan
Bank
Indonesia
No. 14/18/PBI/2012 tanggal 28 Nopember 2012
dan
Surat
Edaran
Bank
Indonesia
No. 14/37/DPNP tanggal 27 Desember 2012.
Untuk perhitungan risiko kredit, operasional dan
pasar didasarkan pada Surat Edaran Bank
Indonesia No. 13/6/DPNP tanggal 18 Pebruari
2011 untuk risiko kredit, Surat Edaran Bank
Indonesia No. 11/3/DPNP tanggal 27 Januari
2009 untuk risiko operasional dan Surat Edaran
Bank Indonesia No. 14/21/DPNP tanggal 18 Juli
2012 untuk risiko pasar.
Capital Adequacy Ratio Calculation was
calculated in accordance with the Bank Indonesia
Regulation
No. 14/18/PBI/2012
dated
November 28, 2012 and the Bank Indonesia
Circular
Letter
No. 14/37/DPNP
dated
December 27, 2012. As for the calculation of
credit, operational and market risk are based on
Bank Indonesia Circular Letter No. 13/6/DPNP
dated February 18, 2011 for credit risk, Bank
Indonesia Circular Letter No. 11/3/DPNP dated
January 27, 2009 for operational risk and Bank
Indonesia Circular Letter No. 14/21/DPNP dated
July 18, 2012 for market risk.
36. KLASIFIKASI DAN NILAI WAJAR ATAS ASET
DAN LIABILITAS KEUANGAN
36. CLASSIFICATION AND FAIR VALUE
FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES
Tabel di bawah ini menyajikan nilai tercatat dan
nilai wajar dari instrumen keuangan Cabang yang
tercatat dalam laporan keuangan.
OF
The table below shows the carrying amounts and
fair value of the Branch’s financial instrument that
are carried in the financial statements.
2013
Diukur pada
nilai wajar
melalui
Biaya perolehan
Pinjaman yang
laba rugi (FVTPL)/
diamortisasi
Jumlah
diberikan dan
Measured at fair
lainnya/
tercatat/
Nilai
wajar/
piutang/
value through
Dimiliki hingga
Tersedia
Other
Total
Loans and
profit or loss
jatuh tempo/
untuk dijual/
amortized
carrying
Fair
receivables
(FVTPL)
Held-to-maturity
Available-for-sale
costs
amount
value
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
8.203.549.319
-
-
-
-
8.203.549.319
8.203.549.319
Giro pada Bank Indonesia
281.604.521.857
-
-
-
-
281.604.521.857
281.604.521.857
Giro pada bank lain
188.395.924.689
-
-
-
-
188.395.924.689
188.395.924.689
Aset Keuangan
Kas
Financial Assets
Cash
Demand deposits with Bank
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Efek-efek - bersih
Tagihan akseptasi - bersih
Tagihan derivatif
Placements with Bank Indonesia
1.182.345.750.000
-
-
342.223.039.754
-
-
189.346.425.000
-
-
-
1.182.345.750.000
1.182.345.750.000
-
1.363.217.341.153
1.363.217.341.153
-
342.223.039.754
342.223.039.754
-
-
-
26.645.987.489
26.645.987.489
11.543.356.400.702
-
-
-
-
11.543.356.400.702
11.542.125.296.423
Piutang bunga
32.677.924.963
-
-
-
-
32.677.924.963
32.677.924.963
292.801.500
-
-
-
-
292.801.500
292.801.500
-
14.968.963.241.426
14.967.732.137.147
Aset lain-lain
26.645.987.489
1.173.870.916.153
Kredit - bersih
Jumlah
Indonesia
Demand deposits with other banks
13.579.099.912.784
26.645.987.489
1.173.870.916.153
189.346.425.000
Liabilitas Keuangan
and other banks
Securities - net
Acceptances receivable - net
Derivative receivables
Loans - net
Interest receivables
Other assets
Total
Financial Liabilities
Liabilitas segera
-
-
-
76.238.288
76.238.288
76.238.288
Simpanan
-
-
-
-
2.610.769.231.493
2.610.769.231.493
2.610.769.231.493
Simpanan dari bank lain
-
-
-
-
519.998.243.256
519.998.243.256
519.998.243.256
Deposits from other banks
Liabilitas akseptasi
-
-
-
-
350.271.063.377
350.271.063.377
350.271.063.377
Acceptances payable
Liabilitas derivatif
-
-
-
16.929.457.571
16.929.457.571
Derivative payables
Pinjaman yang diterima
-
-
-
-
8.701.550.000.000
8.701.550.000.000
8.465.127.129.545
Biaya masih harus dibayar
-
-
-
-
13.162.143.073
13.162.143.073
13.162.143.073
Liabilitas lain-lain
-
-
-
-
23.179.699.453
23.179.699.453
23.179.699.453
-
-
12.219.006.618.940
12.235.936.076.511
11.999.513.206.056
Jumlah
-
16.929.457.571
16.929.457.571
- 69 -
-
Liabilities due immediately
Deposits
Borrowings
Accrued expenses
Other liabilities
Total
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
2012
Diukur pada
nilai wajar
melalui
Pinjaman yang
laba rugi (FVTPL)/
diberikan dan
Measured at fair
piutang/
value through
Biaya perolehan
Dimiliki hingga
Tersedia
diamortisasi
Jumlah
lainnya/
tercatat/
Nilai
Other
Total
wajar/
Loans and
profit or loss
jatuh tempo/
untuk dijual/
amortized
carrying
Fair
receivables
(FVTPL)
Held-to-maturity
Available-for-sale
costs
amount
value
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
5.177.388.062
-
-
-
-
5.177.388.062
5.177.388.062
211.309.480.036
-
-
-
-
211.309.480.036
211.309.480.036
97.343.634.681
-
-
-
-
97.343.634.681
97.343.634.681
741.683.632.139
-
-
-
-
741.683.632.139
741.683.632.139
-
-
103.188.396.064
103.188.396.064
Securities - net
-
199.723.600.803
Acceptances receivable - net
Aset Keuangan
Kas
Financial Assets
Cash
Demand deposits with Bank
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - bersih
Efek-efek - bersih
Tagihan akseptasi - bersih
Placements with Bank Indonesia
-
-
-
-
-
-
49.853.690.275
49.853.690.275
-
-
-
-
6.595.836.623.196
6.595.836.623.196
Piutang bunga
22.956.025.650
-
-
-
-
22.956.025.650
22.956.025.650
-
-
8.027.072.470.906
8.027.072.470.906
75.289.333
75.289.333
75.289.333
-
7.874.030.384.567
-
103.188.396.064
6.595.836.623.196
Jumlah
199.723.600.803
-
Kredit - bersih
Tagihan derivatif
Indonesia
Demand deposits with other banks
49.853.690.275
49.853.690.275
103.188.396.064
199.723.600.803
Liabilitas Keuangan
and other banks - net
Derivative receivables
Loans - net
Interest receivables
Total
Financial Liabilities
Liabilitas segera
-
-
-
Simpanan
-
-
-
-
1.428.884.082.493
1.428.884.082.493
1.428.884.082.493
Simpanan dari bank lain
-
-
-
-
202.690.876.737
202.690.876.737
202.690.876.737
Deposits from other banks
Liabilitas akseptasi
-
-
-
-
203.741.254.863
203.741.254.863
203.741.254.863
Acceptances payable
Liabilitas derivatif
-
-
-
47.885.542.825
47.885.542.825
Derivative payables
Pinjaman yang diterima
-
-
-
-
4.240.500.000.000
4.240.500.000.000
4.240.500.000.000
Biaya masih harus dibayar
-
-
-
-
29.601.811.044
29.601.811.044
29.601.811.044
Liabilitas lain-lain
-
-
-
-
8.353.606.123
8.353.606.123
8.353.606.123
-
-
6.113.846.920.593
6.161.732.463.418
6.161.732.463.418
Jumlah
-
47.885.542.825
47.885.542.825
-
Liabilities due immediately
Deposits
Borrowings
Accrued expenses
Other liabilities
Total
Teknik penilaian dan asumsi yang diterapkan
untuk tujuan pengukuran nilai wajar
Valuation techniques and assumptions applied for
the purposes of measuring fair value
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan
sebagai berikut:
The fair values of financial assets and liabilities
are determined as follows:

Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat
kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada
bank lain, penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain, efek-efek untuk dimiliki hingga
jatuh tempo, tagihan akseptasi, kredit, aset
lain-lain, simpanan, simpanan dari bank lain,
liabilitas akseptasi, pinjaman yang diterima,
biaya masih harus dibayar dan piutang serta
utang bunga terkait yang diakui dalam
laporan keuangan mendekati nilai wajarnya
karena jatuh tempo dalam jangka pendek
atau yang memiliki tingkat suku bunga pasar.

Management believes that carrying amount of
cash, demand deposits with Bank Indonesia,
demand deposits with other banks,
placements with Bank Indonesia and other
banks,
held-to-maturity
securities,
acceptances receivable, loans, other assets,
deposits, deposits from other banks,
acceptances payable, borrowings, accrued
expenses and the related interest receivables
and payables that are recognized in the
financial statements approximate their fair
values either because of their short-term
maturities or they carry market rates of
interest.

Nilai wajar efek-efek dengan syarat dan
kondisi standar dan diperdagangkan di pasar
aktif ditentukan dengan mengacu pada
kuotasi harga pasar.

Fair value of securities with standard terms
and conditions and traded in active market is
determined by reference to the quoted market
prices.

Nilai wajar tagihan dan liabilitas derivatif
diukur dengan menggunakan kurs kuotasi
dan kurva yield yang berasal dari suku bunga
kuotasi mencocokkan jatuh tempo kontrak.

The fair value of derivative receivables and
payables are measured at the exchange rate
quotations and yield curves derived from
quotations to match the interest rate maturity
of the contract.
- 70 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)

Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas
keuangan lainnya (tidak termasuk yang
dijelaskan di atas) ditentukan sesuai dengan
model penentuan harga yang berlaku umum
berdasarkan analisis discounted cash flow
menggunakan harga dari transaksi pasar
yang dapat diamati saat ini dan kutipan
dealer untuk instrumen sejenis.
Tabel berikut ini memberikan analisis dari
instrumen keuangan yang diukur setelah
pengakuan
awal
sebesar
nilai
wajar,
dikelompokkan ke tingkat 1 sampai 3 didasarkan
pada sejauh mana nilai wajar diamati.
The fair values of other financial assets and
financial liabilities (excluding those described
above) are determined in accordance with
generally accepted pricing models based on
discounted cash flow analysis using prices
from observable current market transactions
and dealer quotes for similar instruments.
The following table provides an analysis of
financial instruments that are subsequently
measured at fair value, grouped into levels 1 to 3
based on the degree to which the fair value is
observable.
2013
Tingkat 1/
Level 1
Rp
Tingkat 2/
Level 2
Rp
Tingkat 3/
Level 3
Rp
Jumlah/
Total
Rp
Aset keuangan pada FVTPL
Tagihan deriv atif
Aset keuangan tersedia untuk
dijual
Ef ek- ef ek
-
26.645.987.489
-
26.645.987.489
189.346.425.000
-
-
189.346.425.000
Financial assets at FVTPL
Deriv ativ e receiv ables
Av ailable-f or-sale f inancial
assets
Securities
Jumlah
189.346.425.000
26.645.987.489
-
215.992.412.489
Total
-
16.929.457.571
-
16.929.457.571
Liabilitas keuangan pada FVTPL
Liabilitas deriv atif
Financial liabilities at FVTPL
Deriv ativ e pay ables
2012
Tingkat 1/
Level 1
Rp
Tingkat 2/
Level 2
Rp
Tingkat 3/
Level 3
Rp
Jumlah/
Total
Rp
Aset keuangan pada FVTPL
Tagihan deriv atif
-
49.853.690.275
-
49.853.690.275
Financial assets at FVTPL
Deriv ativ e receiv ables
Liabilitas keuangan pada FVTPL
Liabilitas deriv atif
-
47.885.542.825
-
47.885.542.825
Financial liabilities at FVTPL
Deriv ativ e pay ables
Pada tahun 2013 dan 2012, tidak terdapat
perpindahan metode pengukuran nilai wajar dari
tingkat 1 menjadi tingkat 2, dan sebaliknya.
In 2013 and 2012, there was no movement of fair
value measurement method from level 1 to level 2,
and vice versa.
Nilai tercatat aset keuangan yang menghasilkan
bunga dan nilai tercatat liabilitas keuangan yang
berbunga adalah sebesar Rp 14.439.674.576.540
dan
Rp 2.977.011.921.344
pada
tanggal
31 Desember 2013 dan Rp 7.755.227.202.287 dan
Rp 5.860.405.509.459 pada tanggal 31 Desember
2012.
The carrying amount of the interest bearing financial
assets
and
liabilities
amounting
to
Rp 14,439,674,576,540 and Rp 2,977,011,921,344
as of December 31, 2013 and Rp 7,755,227,202,287
and Rp 5,860,405,509,459 as of December 31,
2012.
37. MANAJEMEN RISIKO
37. RISK MANAGEMENT
In conducting the Branch’s business, it is
constantly exposed to daily risks such as market
risk, liquidity risk, credit risk, legal risk, operational
risk and other risks, which relates to the Branch’s
business.
Dalam melakukan kegiatan usahanya, Cabang
sering dihadapkan pada risiko-risiko sehari-hari
seperti risiko pasar, risiko likuiditas, risiko kredit,
risiko legal, risiko operasional dan risiko terkait
lainnya.
- 71 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Berdasarkan
peraturan
Bank
Indonesia
No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003, sebuah
bank wajib membentuk Komite Manajemen Risiko.
Cabang telah membentuk Komite Manajemen
Risiko (KMR) pada tanggal 30 Oktober 2003,
sesuai peraturan Bank Indonesia dan Surat
Edaran Bank Indonesia No. 5/21/DPNP mengenai
penerapan manajemen risiko dalam industri
perbankan.
Based
on
Bank
Indonesia
regulation
No. 5/8/PBI/2003 dated May 19, 2003, it is
mandatory for a bank to establish a Risk
Management Committee. The Branch has
established its Risk Management Committee
(RMC) on October 30, 2003 to comply with Bank
Indonesia regulation, and its circular letter No.
5/21/DPNP regarding the implementation of risk
management in banking industry.
Adapun fungsi dan tanggung jawab Komite
Manajemen
Risiko
adalah
memberikan
rekomendasi kepada Manajer Umum, yang
sekurang-kurangnya meliputi:
The function and responsibility of Risk
Management
Committee
is
to
provide
recommendation to General Manager covering at
least the following:
1.
Penyusunan kebijakan, strategi dan pedoman
penerapan manajemen risiko.
1.
Formulation of policy, strategy and guidelines
for implementation of risk management.
2.
Perbaikan atau penyempurnaan pelaksanaan
manajemen risiko berdasarkan hasil evaluasi
pelaksanaan yang dimaksud.
2.
Correction or improvements
for risk
management implementation based on the
risk management evaluation.
3.
Penetapan hal-hal yang terkait dengan
keputusan bisnis yang menyimpang dari
prosedur normal.
3.
Justification on matters pertaining to business
decision made in irregularities from normal
procedure.
Antisipasi telah dilakukan terhadap delapan risiko
yang melekat di bisnis perbankan sebagai berikut:
The anticipated action has been taken for eight
risks inherent to the bank business as follows:
RISIKO KREDIT
CREDIT RISK
Risiko kredit adalah risiko yang terjadi akibat
kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi
kewajibannya. Risiko kredit dapat bersumber dari
berbagai aktivitas fungsional Cabang seperti
perkreditan (penyediaan dana), treasuri dan
investasi, dan pembiayaan perdagangan, yang
tercatat dalam banking book maupun trading
book.
Credit risk is the risk of default by counterparty.
Credit risk may arise from various functional
activities of the Branch, such as credit (provision
of funds), treasury and investment, and trade
financing, recorded both in the banking book and
the trading book.
Penerapan manajemen risiko kredit tidak hanya
ditujukan untuk menempatkan Cabang sebagai
bank yang patuh terhadap regulasi, namun
merupakan suatu tuntutan manajemen untuk
menerapkan sistem pengelolaan risiko kredit yang
baik dan sesuai dengan praktik di perbankan.
Penerapan manajemen risiko yang dilakukan tidak
hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya
penurunan kualitas kredit, namun juga diharapkan
mampu mendorong kegiatan bisnis Cabang.
Credit risk management implementation is not
only intended to position the Branch as a bank
that complies with regulation, but is also a
management requirement to implement a proper
credit risk management system in accordance with
sound banking practices. Credit risk management
is implemented not only to prevent credit quality
deterioration but also to support the Branch’s
business activity.
Terkait dengan risiko kredit, Cabang telah
menerapkan manajemen risiko sebagai berikut:
In relation to credit risk, the Branch has
implemented the following risk management
policies:


Menetapkan kebijakan dan prosedur kredit,
temasuk Credit Risk Rating (CRR) serta
General Underwriting Standard (GUS), yang
berlaku sebagai acuan dalam melakukan
analisis kredit.
- 72 -
Establishing lending policy and procedures,
including Credit Risk Rating (CRR) and
General Underwriting Standard (GUS), which
are used as a guideline in analyzing credit.
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)

Melakukan review dan memutakhirkan
kebijakan
perkreditan,
sesuai
dengan
rekomendasi Unit Kepatuhan Bank Indonesia,
Kantor Pusat, serta peraturan-peraturan baru
yang berlaku.

Reviewing and updating the lending policy to
be in accordance with the recommendations
from Compliance Unit of Bank Indonesia,
Head Office, as well as other prevailing new
regulations.

Membentuk Credit Acceptance Unit (CAU),
untuk membantu proses review dan evaluasi
aplikasi kredit yang diajukan oleh bagian
pemasaran Cabang.

Establishing Credit Acceptance Unit (CAU) to
help in reviewing and evaluating the credit
applications proposed by the Branch’s
marketing department.

Melakukan Loan Committee Meeting untuk
memutuskan
pemberian
kredit
baru,
perpanjangan, maupun merekomendasikan
aplikasi kredit ke Kantor Pusat.

Conducting Loan Committee Meetings to
approve new credit, facility extension, as well
as recommending credit application to Head
Office for further approval.

Melakukan analisis portofolio kredit Cabang
berdasarkan
parameter-parameter
yang
senantiasa disesuaikan dengan bisnis dan
kompleksitas Cabang.

Performing credit portfolio analysis, based on
parameters that are always adjusted to the
business and the complexity of the Branch.

Melakukan analisis stress testing yang
dilakukan minimum setahun sekali, Cabang
juga dapat melakukan stress test tambahan
sepanjang tahun tergantung pada terjadinya
peristiwa ekonomi tertentu yang mungkin
mempengaruhi kemampuan debitur untuk
membayar. Dalam stress test tahunan ini,
Cabang menggunakan dua skenario dasar
yaitu:

Performing stress testing in annual basis at
the minimum, there is a chance for the
Branch to conduct additional stress test
throughout the year depending on the
occurrence of economic events. In this
annually stress test, the Branch uses 2 basic
scenarios as follow:
1.
Analisis
dampak
terhadap
rasio
kewajiban penyediaan modal minimum
(KPMM) akibat kenaikan nilai tukar
US$/IDR hingga 50% disertai penurunan
1 level kualitas kolektibilitas atas 15
debitur terbesar.
1.
Impact to capital adequacy ratio (CAR)
analysis as the result of depreciation of
US$/IDR rate up to 50% followed by 1
collectability level decrease on 15 major
debtors.
2.
Analisis dampak terhadap rasio KPMM
akibat kenaikan nilai tukar US$/IDR
hingga 50% disertai penurunan 1 level
kualitas kolektibilitas atas 15 debitur
terbesar, serta penurunan 2 level kualitas
kolektibilitas
atas
debitur
dengan
orientasi ekspor ke Amerika, Eropa dan
Jepang.
2.
Impact to CAR analysis as the result of
depreciation of US$/IDR rate up to 50%
followed by 1 collectability level decrease
on 15 major debtors and 2 collectability
level decrease of export oriented debtors
to United States, European Union, and
Japan.
KPMM sebelum stress test dilakukan adalah
sebesar 69,57%. Berdasarkan hasil stress
test scenario terhadap empat risiko utama
yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas
dan risiko operasional yang dilakukan pada
bulan Desember 2013, skenario tersebut
memberikan dampak penurunan KPMM
sebesar 13,81% menjadi 55,75%. Namun,
tingkat kecukupan modal setelah stress test
dilakukan masih lebih besar daripada rasio
yang dipersyaratkan oleh Bank Indonesia
maupun BASEL 3. Dengan demikian
permodalan Cabang sangat memadai dalam
menghadapi kondisi stres.
CAR before stress testing was conducted is at
69.57%. Based on the stress testing to four
main risks, i.e. credit risk, market risk, liquidity
risk and operational risk, which is conducted
on December 2013, the scenario would have
impact to decrease CAR by 13.81% become
55.75%. However, the impacted CAR is still
significantly higher than Bank Indonesia and
BASEL 3 requirement. Hence, the Branch’s
capital is significantly adequate during stress
condition.
- 73 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Eksposur Maksimum Terhadap Risiko Kredit
Maximum Exposure to Credit Risk
Untuk aset keuangan yang diakui di laporan posisi
keuangan, eksposur maksimum terhadap risiko
kredit sama dengan nilai tercatatnya. Untuk
liabilitas
kontinjensi,
eksposur
maksimum
terhadap risiko kredit adalah nilai maksimum yang
harus Cabang bayarkan dalam hal timbul
kewajiban atas instrumen yang diterbitkan. Untuk
komitmen kredit, eksposur maksimum terhadap
risiko kredit adalah sebesar jumlah fasilitas yang
belum ditarik dari nilai penuh fasilitas kredit yang
telah disepakati (committed) kepada nasabah.
For financial asset recognized in the statements of
financial position, the maximum exposure to credit
risk equals their carrying amount. For contingent
liabilities, the maximum exposure to the credit risk
is the maximum amount that the Branch would
have to pay if the obligations of the instrument
assured are called upon. For loan commitments,
the maximum exposure to credit risk is equal to
the number of facilities that have not been
withdrawn from the full amount granted to
customers.
Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum
terhadap risiko kredit Cabang atas instrumen
keuangan pada laporan posisi keuangan dan
komitmen dan kontinjensi (rekening administratif),
tanpa memperhitungkan agunan yang dimiliki atau
jaminan kredit lainnya
The following table presents the Branch’s
maximum exposure to credit risk of statements of
financial position and off-balance sheet financial
instrument without taking into account any
collateral held or other credit enhancement.
2013
Rp
Laporan Posisi Keuangan
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Tagihan akseptasi
Tagihan derivatif
Kredit
Piutang bunga
Aset lain-lain
Subjumlah
Komitmen dan Kontinjensi
Fasilitas kredit kepada nasabah
yang belum digunakan
Irrevocable letters of credit
yang masih berjalan
Kontrak penjualan spot yang
belum diselesaikan
Bank garansi yang diterbitkan
Subjumlah
Jumlah
2012
Rp
281.604.521.857
188.395.924.689
211.309.480.036
97.343.634.681
1.182.345.750.000
1.363.217.341.153
350.271.063.377
26.645.987.489
11.894.111.485.386
32.677.924.963
292.801.500
741.683.632.139
103.188.396.064
203.741.254.863
49.853.690.275
6.910.355.174.084
22.956.025.650
-
15.319.562.800.414
8.340.431.287.792
7.379.011.488.520
2.737.186.548.432
1.533.362.431.889
483.583.936.010
12.260.000.000
165.363.618.650
88.670.664.525
267.730.244.643
9.089.997.539.059
3.577.171.393.610
24.409.560.339.473
11.917.602.681.402
- 74 -
Statement of Financial Position
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Securities
Acceptances receivable
Derivative receivables
Loans
Interest receivables
Other assets
Subtotal
Commitments and Contingencies
Unused loan commitments granted
to customers
Outstanding irrevocable letters
of credit
Unsettled spot sell contracts
Bank guarantees issued
Subtotal
Total
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Kualitas Kredit dari Aset Keuangan
Credit Quality of Financial Assets
Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012,
eksposur risiko kredit atas aset keuangan terbagi
atas:
As at December 31, 2013 and credit risk
exposures relating to financial assets are divided
as follows:
Belum jatuh tempo
dan tidak mengalami
penurunan nilai/
Neither past due
nor impaired
2013
Telah jatuh tempo
tetapi tidak mengalami
penurunan nilai/
Past due but
not impaired
Mengalami
penurunan nilai/
Impaired
Jumlah/Total
Rp
Rp
Rp
26.645.987.489
-
-
26.645.987.489
189.346.425.000
-
-
189.346.425.000
-
281.604.521.857
188.395.924.689
Rp
Aset keuangan pada FVTPL
Tagihan derivatif
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Efek-efek
Financial assets at FVTPL
Derivative receivables
Available-for-sale financial assets
Securities
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Efek-efek
Tagihan akseptasi
Kredit
Piutang bunga
Aset lain-lain
281.604.521.857
188.395.924.689
-
1.182.345.750.000
1.363.217.341.153
350.271.063.377
11.813.632.025.910
32.677.924.963
292.801.500
-
80.479.459.476
-
1.182.345.750.000
1.363.217.341.153
350.271.063.377
11.894.111.485.386
32.677.924.963
292.801.500
Loans and receivables
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Securities
Acceptances receivable
Loans
Interest receivables
Other assets
Jumlah
15.428.429.765.938
-
80.479.459.476
15.508.909.225.414
Total
Belum jatuh tempo
dan tidak mengalami
penurunan nilai/
Neither past due
nor impaired
Rp
Nilai wajar melalui laporan laba rugi
Tagihan derivatif
2012
Telah jatuh tempo
tetapi tidak mengalami
penurunan nilai/
Past due but
Mengalami
penurunan nilai/
not impaired
Rp
Impaired
Rp
Jumlah/Total
Rp
49.853.690.275
-
-
49.853.690.275
-
211.309.480.036
97.343.634.681
Fair value through profit or loss
Derivative receivables
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Efek-efek
Tagihan akseptasi
Kredit
Piutang bunga
211.309.480.036
97.343.634.681
-
741.683.632.139
103.188.396.064
203.741.254.863
6.685.519.326.556
22.956.025.650
-
224.835.847.528
-
741.683.632.139
103.188.396.064
203.741.254.863
6.910.355.174.084
22.956.025.650
Loans and receivables
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Securities
Acceptances receivable
Loans
Interest receivables
Jumlah
8.115.595.440.264
-
224.835.847.528
8.340.431.287.792
Total
Peringkat kredit dinilai dengan menggunakan
sistem Credit Risk Rating (CRR). Peringkat
diperoleh dengan memperhitungkan faktor
kuantitatif dan kualitatif sebagai berikut:
Credit rating is assessed by using Credit Risk
Rating (CRR) system. The rating is derived by
considering quantitative and qualitative factors
as follows:
a.
a.
Faktor kuantitatif:




b.
Quantitative factors:




peringkat kemampuan pembayaran
peringkat efisiensi aset
peringkat leverage
peringkat likuiditas
repayment capacity rating
assets efficiency rating
leverage rating
liquidity rating
Faktor kualitatif:
b.
Qualitative factors:
 peringkat industri
 peringkat manajemen dan operasi


 industry rating
 management and operational rating
- 75 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Penggolongan kualitas kredit Cabang ditetapkan
sebagai berikut:
Classification of the Branch’s credit rating is
designed as follows:


Kelompok lancar
Kelompok lancar adalah kredit yang memiliki
peringkat internal 1 – 10.

Current group
Current group is loans with internal rating 1
– 10.

Kelompok telah jatuh tempo
Overdue group
Kelompok telah jatuh tempo dibagi menjadi
dua yaitu:
Overdue group is divided into two parts as
follows:

Telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami
penurunan nilai (jatuh tempo dari
kelompok kolektif)

Past due but not impaired (overdue
from collective group)

Mengalami penurunan nilai (jatuh tempo
dari kelompok individual)

Individually impaired (overdue from
individual group)
Risiko Konsentrasi Kredit
Credit Concentration Risks
Tabel berikut menyajikan konsentrasi aset
keuangan berdasarkan jenis debitur sebelum
memperhitungkan agunan yang dimiliki:
The following table presents the concentration of
financial assets by type of debtors without taking
into account any collateral held:
2013
Pemerintah dan
Bank Indonesia/
Government and
Bank Indonesia
Rp
Bank-bank/
Banks
Rp
Korporasi dan
perorangan/
Corporates and
personal
Rp
Giro pada Bank Indonesia
dan bank lain
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Tagihan akseptasi
Tagihan derivatif
Kredit
Piutang bunga
Aset lain-lain
Komitmen dan kontinjensi
281.604.521.857
188.395.924.689
1.349.592.981.611
2.619.717.431
-
1.182.345.750.000
14.664.293.672
739.496.472
12.260.000.000
13.624.359.542
350.271.063.377
11.981.693.817
11.894.111.485.386
29.318.711.060
292.801.500
9.067.737.539.059
Demand deposits with Bank
Indonesia and other banks
Placements with Bank Indonesia and
other banks
Securities
Acceptances receivable
Derivative receivables
Loans
Interest receivables
Other assets
Commitments and contingencies
Jumlah
1.633.817.220.899
1.398.405.464.833
21.367.337.653.741
Total
6,70%
5,73%
Persentase
- 76 -
-
87,57%
Percentage
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
2012
Pemerintah dan
Bank Indonesia/
Government and
Bank Indonesia
Rp
Giro pada Bank Indonesia
dan bank lain
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Tagihan akseptasi
Tagihan derivatif
Kredit
Aset lain-lain
Komitmen dan kontinjensi
Jumlah
Persentase
Korporasi dan
perorangan/
Corporates and
personal
Rp
Bank-bank/
Banks
Rp
211.309.480.036
97.343.634.681
119.801.582.133
103.188.396.064
-
621.882.050.006
-
203.741.254.863
49.853.690.258
6.910.355.174.084
46.983.000.000
3.704.247.028.525
434.299.458.233
719.225.684.687
10.915.180.147.730
3,61%
5,98%
-
90,40%
Demand deposits with Bank
Indonesia and other banks
Placements with Bank Indonesia and
other banks
Securities
Acceptances receivable
Derivative receivables
Loans
Other assets
Commitments and contingencies
Total
Percentage
Agunan
Collateral
Dalam rangka mitigasi risiko kredit, salah satu
bentuk upaya yang dilakukan Cabang adalah
dengan meminta nasabah memberikan agunan
yang akan digunakan sebagai jaminan atas
pelunasan fasilitas kredit yang telah diberikan oleh
Cabang jika nasabah mengalami kesulitan
keuangan yang menyebabkan nasabah tidak
dapat melunasi kewajibannya.
In order to mitigate credit risk, one of the efforts
undertaken by the Branch is requesting customers
to provide collateral to be pledged as assurance
for repayment of the loan if the customer will
experience financial difficulties that may had to
non-settlement of such obligation.
Bentuk-bentuk jaminan yang dapat diterima
sesuai dengan kebijakan kredit Cabang meliputi:
 deposito berjangka, rekening tabungan dan
deposito angsuran
 standby L/C
 piutang
 tanah dan bangunan
 mesin dan peralatan
 persediaan
 garansi
perusahaan
maupun
garansi
perorangan
Forms of acceptable collateral in accordance with
the loan policy of the Branch include:
 deposits, savings accounts and installment
deposit
 standby L/C
 receivables
 land and building
 machineries and equipment
 inventories
 corporate guarantee or personal guarantee






Cabang menggunakan penilai independen untuk
menilai jaminan untuk tanah, bangunan maupun
mesin dan peralatan. Penilaian jaminan dilakukan
kembali secara berkala.
The Branch is using an independent appraiser for
the collateral assessment of land, building,
machineries and equipment. This assessment is
being performed periodically.
- 77 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Berikut adalah jumlah agunan yang menjadi
jaminan portofolio kredit:
The following are the amount of collateral for
loans portfolio:
2013
Rp
Exposure kredit dengan jaminan:
Eksposur kredit
Deposito berjangka
Tanah dan bangunan
Mesin dan peralatan
Persedian
Jaminan perusahaan maupun
jaminan perorangan
Lainnya
Jumlah jaminan
11.727.104.118.498
75.747.213.000
11.094.629.409.724
5.509.451.636.824
1.317.286.834.697
300.000.000.000
3.638.866.764.134
21.935.981.858.379
Cakupan jaminan (%)
Exposure kredit tanpa jaminan:
Eksposur kredit
100,00%
167.007.366.889
Loan credit exposure w ith collateral:
Credit exposure
Time deposits
Land and building
Machineries and equipment
Inventories
Corporate guarantee or
personal guarantee
Others
Total collateral
Coverage of collateral (%)
Loan credit exposure w ithout collateral:
Credit exposure
RISIKO PASAR
MARKET RISK
Risiko pasar merupakan risiko yang timbul karena
adanya pergerakan variabel pasar dan portofolio
yang dimiliki oleh Cabang, yang dapat merugikan
Cabang. Risiko pasar terdiri dari risiko suku
bunga, risiko posisi modal, risiko komoditas, risiko
nilai tukar dan risiko harga option. Cabang hanya
mempertimbangkan risiko nilai tukar mata uang
asing dalam risiko pasar. Cabang telah mampu
mengatur dan mengendalikan risiko ini dengan
melakukan pemantauan melalui laporan harian
yang dihasilkan oleh sistem komputer.
Market risk is the risk arising from movement in
market variables in portfolios held by the Branch
that could contribute losses for the Branch. Market
risk consists of interest rate risk, equity position
risk, commodity risk, foreign exchange risk and
option price risk. The Branch has exposure only to
foreign exchange risk in market risk. The Branch
is able to manage and control this risk by
monitoring the daily report generated by in-house
computer system.
Risiko Tingkat Bunga
Interest Rate Risk
Risiko tingkat bunga timbul dari adanya
kemungkinan bahwa perubahan tingkat bunga
akan mempengaruhi aliran kas di masa depan
atau nilai wajar instrumen keuangan. Cabang
menetapkan batasan atas perbedaan tingkat
bunga untuk periode yang ditentukan. Posisi ini
dipantau secara harian dan strategi lindung nilai
(hedging) digunakan untuk memastikan bahwa
posisi tersebut tetap berada dalam batasan yang
telah ditetapkan.
Interest rate risk arises from the possibility that
changes in interest rates will affect future cash
flows or the fair values of financial instruments.
The Branch has established limits on the interest
rate gaps for stipulated periods. Positions are
monitored on a daily basis and hedging strategies
are used to ensure positions are maintained within
established limits.
Manajemen risiko suku bunga atas batasan
repricing gap dilakukan dengan memonitor
sensitifitas aset dan liabilitas keuangan atas
berbagai skenario suku bunga baik standar dan
non-standar. Skenario standar yang dilakukan tiap
bulan mencakup kenaikan atau penurunan paralel
100 basis poin pada kurva imbal hasil. Analisis
atas sensitivitas Cabang atas kenaikan atau
penurunan tingkat suku bunga pasar, dengan
asumsi bahwa tidak ada pergerakan asimetris di
kurva imbal hasil dan posisi laporan posisi
keuangan yang tetap adalah sebagai berikut
(dalam jutaan Rupiah):
The management of interest rate risk against
repricing gap limits is supplemented by monitoring
the sensitivity of the Branch’s financial assets and
liabilities to various standard and non-standard
interest rate scenarios. Standard scenarios that
are considered on a monthly basis include a 100
basis points parallel fall or rise in all curves. An
analysis of the Branch’s sensitivity to an increase
or decrease in market interest rates, assuming no
asymmetrical movement in curves and a constant
position of statements of financial position is as
follows (in million Rupiah):
- 78 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Kenaikan (penurunan) paralel
100 basis poin/
Parallel increase (decrease)
100 basis point
2013
2012
Sensitivitas atas proyeksi
pendapatan bunga - bersih
Per 31 Desember
Rata-rata 12 bulan
106.574/(106.574)
60.655/(60.655)
24.167/(24.167)
19.587/(19.587)
Tabel di bawah ini menunjukkan repricing profile
aset dan liabilitas keuangan Cabang yang sensitif
terhadap suku bunga dan diurutkan berdasarkan
mana yang lebih awal kapan suku bunga tersebut
di-repricing (untuk suku bunga mengambang)
atau tanggal jatuh temponya (untuk suku bunga
tetap).
Sensitivity of projected
net interest revenues
As of December 31
Average 12 months
The table below shows the repricing profile of
the Branch’s rate sensitive financial assets
and liabilities, sorted by repricing date for
floating rate assets or liabilities and by
maturity for fixed rate assets or liabilities.
2013
Sampai dengan
1 bulan/
1 month or less
Rp
Aset keuangan
Tanpa bunga
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Tagihan akseptasi
Tagihan derivatif
Piutang bunga
Aset lain-lain
Suku bunga variabel
Kredit
Suku bunga tetap
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Efek-efek
Kredit
Jumlah aset
1-12 bulan/
1-12 months
Rp
>1 tahun/
>1 year
Rp
Jumlah/
Total
Rp
8.203.549.319
281.604.521.857
188.395.924.689
76.214.927.817
9.659.493.779
29.865.853.920
-
274.056.135.560
16.986.493.710
2.812.071.043
-
292.801.500
8.203.549.319
281.604.521.857
188.395.924.689
350.271.063.377
26.645.987.489
32.677.924.963
292.801.500
2.152.360.708.494
3.728.083.947.180
6.008.296.145.420
11.888.740.801.094
1.060.645.750.000
33.603.423.981
-
121.700.000.000
1.140.267.492.172
104.970.334
189.346.425.000
5.265.713.959
1.182.345.750.000
1.363.217.341.153
5.370.684.293
3.840.554.153.856
5.284.011.109.999
6.203.201.085.879
15.327.766.349.734
Liabilitas keuangan
Tanpa bunga
Liabilitas segera
Simpanan
Simpanan pada bank lain
Liabilitas akseptasi
Liabilitas derivatif
Pinjaman yang diterima
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas lain-lain
Suku bunga variabel
Simpanan
Suku bunga tetap
Simpanan
Simpanan pada bank lain
1.478.615.601.900
467.550.000.000
338.867.935.192
50.000.000.000
Jumlah liabilitas
2.836.616.821.110
4.835.569.255.401
76.238.288
151.307.310.149
2.448.243.256
76.214.927.817
4.900.768.724
8.681.162.575
4.844.184.149
641.978.384.252
274.056.135.560
12.028.688.847
4.137.800.000.000
4.480.980.498
18.335.515.304
-
- 79 -
4.563.750.000.000
-
76.238.288
151.307.310.149
2.448.243.256
350.271.063.377
16.929.457.571
8.701.550.000.000
13.162.143.073
23.179.699.453
-
641.978.384.252
-
1.817.483.537.092
517.550.000.000
4.563.750.000.000
12.235.936.076.511
Financial assets
Non-interest bearing
Cash
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Acceptances receivable
Derivative receivables
Interest receivables
Other assets
Variable interest rate
Loans
Fixed interest rate
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Securities
Loans
Total assets
Financial liabilities
Non-interest bearing
Liabilities due immediately
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
Derivative payables
Borrowings
Accrued expenses
Other liabilities
Variable interest rate
Deposits
Fixed interest rate
Deposits
Deposits from other banks
Total liabilities
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
2012
Sampai dengan
1 bulan/
1 month or less
Rp
Aset keuangan
Tanpa bunga
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain
Tagihan akseptasi
Tagihan derivatif
Piutang bunga
Suku bunga variabel
Kredit
Suku bunga tetap
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain
Efek-efek
Kredit
Jumlah aset
Liabilitas keuangan
Tanpa bunga
Liabilitas segera
Simpanan
Simpanan pada bank lain
Liabilitas akseptasi
Liabilitas derivatif
Biaya masih harus dibayar
Liabilitas lain-lain
Suku bunga variabel
Simpanan
Pinjaman yang diterima
Suku bunga tetap
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Jumlah liabilitas
1-12 bulan/
1-12 months
Rp
>1 tahun/
>1 year
Rp
Jumlah/
Total
Rp
5.177.388.062
211.309.480.036
97.343.634.681
123.065.690.800
4.548.876.730
22.956.025.650
80.675.564.063
45.304.813.545
-
-
5.177.388.062
211.309.480.036
97.343.634.681
203.741.254.863
49.853.690.275
22.956.025.650
1.544.801.489.766
2.293.256.496.992
3.068.802.187.633
6.906.860.174.391
471.790.068.824
31.731.706
269.893.563.315
103.188.396.064
28.864.177
3.434.403.810
741.683.632.139
103.188.396.064
3.494.999.693
2.481.024.386.255
2.792.347.698.156
3.072.236.591.443
8.345.608.675.854
Assets
Non-interest bearing
Cash
Demand deposits with Bank Indonesia
Demand deposits with other banks
Acceptances receivable
Derivative receivables
Interest receivables
Variable interest rate
Loans
Fixed interest rate
Placements with Bank Indonesia
and other banks
Securities
Loans
Total assets
75.289.333
4.084.823.034
7.584.626.737
123.065.690.800
3.226.938.585
29.601.811.044
-
80.675.564.063
44.658.604.240
8.353.606.123
-
75.289.333
4.084.823.034
7.584.626.737
203.741.254.863
47.885.542.825
29.601.811.044
8.353.606.123
399.891.485.731
963.750.000.000
3.276.750.000.000
-
399.891.485.731
4.240.500.000.000
629.250.139.283
195.106.250.000
393.882.748.639
-
1.774.885.806
-
1.024.907.773.728
195.106.250.000
Liabilities
Non-interest bearing
Liabilities due immediately
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
Derivative payables
Accrued expenses
Other liabilities
Variable interest rate
Deposits
Borrowings
Fixed interest rate
Deposits
Deposits from other banks
2.355.637.054.547
3.804.320.523.065
1.774.885.806
6.161.732.463.418
Total liabilities
Risiko Nilai Tukar
Currency Risk
Risiko nilai tukar merupakan risiko di mana nilai
instrumen keuangan akan berfluktuasi karena
perubahan kurs nilai tukar. Cabang telah
menetapkan batasan posisi berdasarkan mata
uang. Posisi ini dipantau secara harian dan
strategi lindung nilai (hedging) digunakan untuk
memastikan bahwa posisi tersebut tetap berada
dalam batasan yang telah ditetapkan.
Currency risk is the risk that the value of financial
instruments will fluctuate due to changes in
foreign exchange rates. The Branch has set limits
on positions by currency. Positions are monitored
on a daily basis and hedging strategies are used
to ensure positions are maintained within
established limits.
Tabel dibawah menggambarkan posisi mata uang
asing atas aset dan liabilitas moneter yang tidak
diperdagangkan pada tanggal 31 Desember 2013
dan 2012 dimana Cabang memiliki risiko yang
signifikan terhadap arus kas masa depan. Analisis
tersebut menghitung pengaruh dari pergerakan
wajar mata uang asing yang memungkinkan
terhadap Rupiah, dengan seluruh variabel lain
dianggap konstan, terhadap laporan laba-rugi
komprehensif (akibat adanya perubahan nilai
wajar aset dan liabilitas moneter yang tidak
diperdagangkan yang sensitif terhadap nilai
tukar).
The table below indicates the foreign currencies
position of non-trading monetary assets and
liabilities as of December 31, 2013 and 2012
which the Branch has significant exposure against
its forecast cash flows. The analysis calculates the
effect of a reasonably possible movement of the
currency rate against the Indonesian Rupiah, with
all variables held constant, on the statements of
comprehensive income (due to change of the fair
value of currency sensitive non-trading monetary
assets and liabilities).
- 80 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Kenaikan
(penurunan)
dalam basis poin/
Increase (decrease)
in basis point
Mata uang
Dollar Amerika Serikat
Euro
Yen Jepang
Sensitivitas dalam laporan laba rugi/
Sensitivity of profit (loss)
2013
2012
100/(100)
100/(100)
100/(100)
35.655/(35.655)
899/(899)
1.092/(1.092)
(114.209.962)/114.209.962
(45.894.554)/45.894.554
(38.539.345)/38.539.345
Currencies
US Dollar
Euro
Japanese Yen
Berdasarkan
Peraturan
Bank
Indonesia
No. 5/13/PBI/2003 tanggal 17 Juli 2003 dan
perubahannya,
Peraturan
Bank
Indonesia
No. 6/20/PBI/2004 tanggal 15 Juli 2004,
No. 7/37/PBI/2005 tanggal 30 September 2005,
No. 12/10/PBI/2010 tanggal 1 Juli 2010, dan
No. 14/5/PBI/2012 tanggal 8 Juni 2012, bankbank diwajibkan untuk memelihara posisi devisa
netonya setinggi-tingginya 20% dari modal.
Berdasarkan pedoman Bank Indonesia, posisi
devisa neto merupakan penjumlahan dari nilai
absolut atas selisih bersih aset dan liabilitas untuk
setiap mata uang asing dan selisih bersih tagihan
dan liabilitas, berupa komitmen dan kontinjensi di
rekening administratif, untuk setiap mata uang,
yang semuanya dinyatakan dalam Rupiah.
Based
on
Bank
Indonesia
Regulation
No.5/13/PBI/2003 on July 17, 2003 and its
amendments,
Bank
Indonesia
Regulation
No.6/20/PBI/2004
on
July
15,
2004,
No.7/37/PBI/2005 on September 30, 2005,
No.12/10/PBI/2010 on July 1, 2010, and
No. 14/5/PBI/2012 on June 8, 2012, banks are
obliged to maintain their net open portion at 20%
of total capital at maximum. Under Bank Indonesia
guidelines, net open position means the sum of
the absolute value of the net difference between
asset and liability balances for each foreign
currency, and the net differences between claims
and liabilities, in the form both commitments and
contingencies in administrative accounts, for each
foreign currency, which are stated in Rupiah.
Berikut ini disajikan rincian Posisi Devisa Neto
(PDN) Cabang:
The following table shows the Branch’s Net Open
Position (NOP):
Mata uang
Dollar Amerika Serikat
Dollar Hong Kong
Yen Jepang
Euro
Baht Thailand
Pounsterling Inggris
Dollar Australia
Dollar Kanada
Franc Swiss
Dollar Selandia Baru
Ringgit Malay sia
Krone Swedia
Krone Denmark
Dollar Singapura
Jumlah
Aset dan tagihan komitmen dan
kontinjensi/Assets and commitment and
contingent receivables
Mata uang
asing/
Ekuiv alen
Foreign
dalam Rp/
currencies
Equivalent in Rp
988.041.731
1.491.076
791.676.067
12.582.134
8.630.210
8.466
13.255
5.318
4.153
3.659
8.295
15.573
6.975
2.889.026
12.024.467.871.237
2.340.302.933
91.636.504.766
210.867.885.503
3.203.102.422
170.253.460
143.887.383
60.805.407
56.787.271
36.574.940
30.820.716
29.546.641
14.020.764
27.798.439.482
12.360.856.802.925
2013
Liabilitas dan liabilitas komitmen dan
kontinjensi/Liabilities and commitment
and contingent liabilities
Mata uang
asing/
Ekuiv alen
Foreign
dalam Rp/
currencies
Equivalent in Rp
985.016.092
1.270.353
789.359.908
12.597.581
7.943.999
2.890.006
11.987.645.834.521
1.993.869.787
91.368.409.307
211.126.770.463
2.948.415.182
27.807.864.882
12.322.891.164.142
Jumlah modal
Posisi Dev isa Bersih absolut/
Absolute Net Open Position
Mata uang
asing/
Ekuiv alen
Foreign
dalam Rp/
currencies
Equivalent in Rp
3.025.640
220.723
2.316.159
15.447
686.211
8.466
13.255
5.318
4.153
3.659
8.295
15.573
6.975
980
36.822.036.716
346.433.146
268.095.459
258.884.960
254.687.240
170.253.460
143.887.383
60.805.407
56.787.271
36.574.940
30.820.716
29.546.641
14.020.764
9.425.400
US Dollar
Hong Kong Dollar
Japanese Yes
Euro
Thailand Baht
Great Britain Pounsterling
Australian Dollar
Canadian Dollar
Swiss Franc
New Zealand Dollar
Malay sian Ringgit
Swedish Krone
Danish Krone
Singapore Dollar
38.502.259.503
Total
11.600.783.428.037
Persentase PDN
terhadap modal
0,33%
- 81 -
Currencies
Total capital
Persentage of NOP
to capital
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
Mata uang
Dollar Amerika Serikat
Euro
Yen Jepang
Dollar Singapura
Baht Thailand
Poundsterling Inggris
Dollar Hong Kong
Krone Swedia
Franc Swiss
Dollar Kanada
Dollar Australia
Dollar Selandia Baru
Ringgit Malaysia
Krone Denmark
Aset dan tagihan komitmen dan
kontinjensi/Assets and commitment and
contingent receivables
Mata uang
asing/
Ekuivalen
dalam Rp/
Foreign
Equivalent in Rp
currencies
692.327.067
23.432.190
5.280.168.259
2.631.133
8.722.898
128.924
70.068
42.228
5.349
5.318
3.892
4.349
8.295
6.975
Jumlah
6.672.302.110.719
298.329.736.553
590.164.406.316
20.729.669.793
2.746.404.301
2.000.251.409
87.113.211
62.441.378
56.360.252
51.513.647
38.951.729
34.435.767
26.113.196
10.786.247
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
2012
Liabilitas dan liabilitas komitmen dan
kontinjensi/Liabilities and commitment
and contingent liabilities
Mata uang
asing/
Ekuivalen
dalam Rp/
Foreign
Equivalent in Rp
currencies
693.519.737
23.779.599
5.313.399.264
2.804.850
7.437.897
120.000
-
7.586.640.294.518
6.683.796.469.771
302.752.824.238
593.878.635.683
22.098.322.977
2.341.821.747
1.861.791.525
-
Posisi Devisa Bersih absolut/
Absolute Net Open Position
Mata uang
asing/
Ekuivalen
dalam Rp/
Foreign
Equivalent in Rp
currencies
1.192.670
347.410
33.231.004
173.718
1.285.001
8.924
70.068
42.228
5.349
5.318
3.892
4.349
8.295
6.975
7.606.729.865.941
Jumlah modal
11.494.359.052
4.423.087.685
3.714.229.367
1.368.653.184
404.582.554
138.459.884
87.113.211
62.441.378
56.360.252
51.513.647
38.951.729
34.435.767
26.113.196
10.786.247
US Dollar
Euro
Japanese Yen
Singapore Dollar
Thailand Baht
Great Britain Poundsterling
Hong Kong Dollar
Swedish Krone
Swiss Franc
Canadian Dollar
Australian Dollar
New Zealand Dollar
Malaysian Ringgit
Danish Krone
21.911.087.153
Total
5.940.139.159.591
Persentase PDN
terhadap modal
Currencies
0,36%
Total capital
Persentage of NOP
to capital
Batas nilai (absolut) PDN yang diperkenankan
dengan menggunakan modal akhir tahun pada
tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 masingmasing sebesar Rp 2.320.156.685.607 dan
Rp 1.188.027.831.918.
PDN Cabang
tidak
melampaui
batas
nilai
(absolut)
yang
diperkenankan oleh Bank Indonesia.
The (absolute) value of NOP as of December 31,
2013 and 2012 using capital at the end of the year
amounting to Rp 2,320,156,685,607 and
Rp 1,188,027,831,918, respectively. NOP of the
Branch did not exceed the maximum (absolute)
limit permitted by Bank Indonesia.
RISIKO LIKUIDITAS
LIQUIDITY RISK
Risiko
likuiditas
merupakan
risiko
atas
ketidakmampuan Cabang dalam memenuhi
kewajiban pembayaran saat jatuh tempo baik
dalam keadaan normal maupun dalam keadaan
tertekan. Untuk membatasi risiko ini, manajemen
memperbanyak sumber dana tambahan selain
dari simpanan utama yang dimiliki, mengelola
aset dengan memperhatikan tingkat likuiditas dan
memantau aliran kas di masa depan dan likuiditas
harian.
Liquidity risk is the risk that the Branch will be
unable to meet its payment obligations when they
fall due under normal and stress circumstances.
To limit this risk, management has arranged
diversified funding sources in addition to its core
deposit base, manages assets with liquidity in
mind, and monitors future cash flows and liquidity
on a daily basis.
Cabang memelihara portofolio aset yang sangat
likuid dan dapat dipasarkan, yang dengan mudah
dapat dicairkan apabila terjadi gangguan pada
aliran kas yang tidak terduga. Cabang juga
memiliki fasilitas kredit dari bank-bank afiliasi lain
yang dapat
digunakan untuk
memenuhi
kebutuhan likuiditasnya. Selain itu, Cabang
memiliki simpanan wajib pada Bank Indonesia
yang setara dengan persentase tertentu dari
simpanan yang diterima. Posisi likuiditas diawasi
dan dikelola dalam berbagai skenario, dengan
mempertimbangkan
faktor-faktor
penyebab
tekanan yang mempengaruhi pasar pada
umumnya dan Cabang pada khususnya. Aset
yang likuid terdiri dari kas, simpanan di Bank
Indonesia, penempatan pada bank-bank dan efekefek yang sangat likuid.
The Branch maintains a portfolio of highly liquid
and marketable assets that can be easily
liquidated in the event of unforeseen interruption
of cash flow. The Branch also has lines of credit
from other affiliated banks that can be accessed to
meet liquidity needs. In addition, the Branch
maintains a statutory deposit with Bank Indonesia
that equal to a certain percentage of deposit
liabilities. The liquidity position is assessed and
managed under a variety of scenarios, giving due
consideration to stress factors relating to both the
market in general and specifically to the Branch.
Liquid assets consist of cash, deposits with Bank
Indonesia, placements with other banks and
highly liquid investment securities.
- 82 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Cabang mengukur dan memantau risiko likuiditas
melalui analisis perbedaan jatuh tempo likuiditas
dan rasio-rasio likuiditas. Salah satu rasio
likuiditas adalah rasio dari aset likuid terhadap
liabilitas lancar. Pada tanggal 31 Desember 2013
dan 2012, rasio dari aset likuid terhadap liabilitas
lancar adalah sebagai berkut:
The Branch measures and monitors liquidity risk
through analysis of liquidity gap and liquidity
ratios. One of the liquidity ratios is liquid assets to
liquid liabilities. As of December 31, 2013 and
2012, the ratios were as shown below:
2013
Rp
Kas
Giro dan penempatan pada
Bank Indonesia
Efek-efek - tersedia untuk dijual
Giro dan penempatan pada
bank lain
Jumlah aset likuid bersih
Simpanan
2012
Rp
8.203.549.319
5.177.388.062
281.604.521.857
189.346.425.000
331.111.062.169
-
1.370.741.674.689
1.849.896.170.865
719.225.684.687
1.055.514.134.918
Cash
Demand deposits and placements
w ith Bank Indonesia
Securities - available-for-sale
Demand deposits and placements
w ith other banks
Total net liquid assets
3.130.767.474.749
1.631.574.959.230
Deposits
Rasio
59,09%
64,69%
Tabel berikut merupakan rincian sisa jatuh tempo
kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif
dengan periode pembayaran yang disepakati milik
Cabang. Tabel telah disusun berdasarkan arus
kas tidak terdiskonto dari liabilitas keuangan
berdasarkan tanggal awal di mana Cabang harus
melakukan pembayaran. Tabel ini mencakup arus
kas bunga dan pokok. Apabila arus kas bunga
menggunakan tingkat bunga mengambang, maka
jumlah tidak terdiskonto berasal dari kurva suku
bunga pada akhir periode pelaporan. Jatuh tempo
kontrak didasarkan pada tanggal awal di mana
Cabang melakukan pembayaran.
Ratio
The following tables detail the Branch remaining
contractual maturity for its non-derivative financial
liabilities with agreed repayment periods. The
table has been drawn up based on the
undiscounted cash flows of financial liabilities
based on earliest date on which the Branch can
be required to pay. The table includes both
interest and principle cash flow. To the extent that
interest flows are floating rate, the undiscounted
amount is derived from interest rate curves at the
end of the reporting period. The contractual
maturity is based on the earliest date on which the
Branch may be required to pay.
2013
Sampai dengan
1 bulan/
1 month
1-3 bulan/
3-6 bulan/
6-12 bulan/
> 12 bulan/
Jumlah/
or less
1-3 months
3-6 months
6-12 months
> 12 months
Total
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
76.238.288
-
-
-
-
76.238.288
151.307.310.149
-
-
-
-
151.307.310.149
2.448.243.256
-
-
-
-
2.448.243.256
-
350.271.063.377
Tanpa bunga
Liabilitas segera
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Liabilitas akseptasi
Pinjaman yang diterima
Non-interest bearing
76.214.927.817
-
214.580.363.441
53.691.371.119
5.784.401.000
973.600.000.000
2.251.450.000.000
912.750.000.000
4.563.750.000.000
8.701.550.000.000
Liabilities due immediately
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
Borrowings
Biaya masih harus dibayar
8.681.162.575
4.216.418.689
133.062.446
131.499.363
-
13.162.143.073
Accrued expenses
Liabilitas lain-lain
4.844.184.149
8.267.422.949
3.352.938.807
6.715.153.548
-
23.179.699.453
Other liabilities
-
642.776.847.991
-
1.824.781.480.213
518.533.454.083
Instrumen tingkat bunga variabel
Simpanan
Variable interest rate instruments
642.776.847.991
-
-
-
Instrumen tingkat bunga tetap
Simpanan
Simpanan dari bank lain
Jumlah
Deposits
Fixed interest rate instruments
1.481.839.190.965
321.151.530.508
468.173.731.861
50.359.722.222
2.836.361.837.051
1.572.175.457.809
15.703.902.669
6.086.856.071
-
-
-
2.324.331.275.041
931.467.909.982
4.563.750.000.000
- 83 -
12.228.086.479.883
Deposits
Deposits from other banks
Total
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
2012
Sampai dengan
1 bulan/
1 month
1-3 bulan/
3-6 bulan/
6-12 bulan/
> 12 bulan/
Jumlah/
or less
1-3 months
3-6 months
6-12 months
> 12 months
Total
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
75,289,333
-
-
-
-
75,289,333
Simpanan
4,084,823,034
-
-
-
-
4,084,823,034
Deposits
Simpanan dari bank lain
7,584,626,737
-
-
-
-
7,584,626,737
Deposits from other banks
-
-
-
203,741,254,863
-
-
-
-
29,601,811,044
Accrued interest
-
-
-
8,353,606,123
Other liabilities
-
-
-
-
400,197,022,356
4,662,813,800
381,744,892,838
877,731,676,900
4,167,216,696,263
5,431,356,079,801
372,915,185,780
23,799,256,633
-
1,838,932,479
1,029,117,663,784
Tanpa bunga
Non-interest bearing
Liabilitas segera
Liabilitas akseptasi
Biaya masih harus dibayar
123,065,690,800
80,675,564,063
29,601,811,044
Liabilitas lain-lain
-
8,353,606,123
Instrumen tingkat bunga variabel
Simpanan
Acceptances payable
Variable interest rate instruments
400,197,022,356
Pinjaman yang diterima
-
Instrumen tingkat bunga tetap
Deposits
Borrowings
Fixed interest rate instruments
Simpanan
630,564,288,892
Simpanan dari bank lain
195,124,418,733
Jumlah
Liabilities due immediately
1,390,297,970,929
458,253,563,643
-
-
-
405,544,149,471
886,085,283,023
4,169,055,628,742
195,124,418,733
7,309,236,595,808
Deposits
Deposits from other banks
Total
The following tables detail the Branch’s liquidity
analysis for its derivative financial instruments.
The table has been drawn up based on the
undiscounted contractual net cash inflows and
outflows on derivative instruments that settle on a
net basis and the undiscounted gross inflows and
outflows on those derivatives that require gross
settlement. When the amount payable or
receivable is not fixed, the amount disclosed has
been determined by reference to the projected
interest rates as illustrated by the yield curves at
the end of the reporting period.
Tabel berikut merinci analisis likuiditas Cabang
untuk instrumen keuangan derivatif. Tabel telah
disusun berdasarkan arus kas masuk dan arus
kas keluar bersih kontraktual tidak didiskontokan
dari instrument derivatif yang diselesaikan
secara neto dan arus masuk dan arus kas keluar
bruto tidak didiskontokan atas derivatif tersebut
yang mengharuskan penyelesaian secara bruto.
Ketika jumlah utang atau piutang tidak tetap,
jumlah yang diungkapkan telah ditentukan
dengan
mengacu
pada
suku
bunga
diproyeksikan seperti yang digambarkan oleh
kurva yield pada akhir periode pelaporan.
2013
Penyelesaian kotor
Forward
Swap
Sampai dengan
1 bulan/
1 month
1-3 bulan/
3-6 bulan/
6-12 bulan
> 12 bulan/
Jumlah/
or less
1-3 months
3-6 months
6-12 months
> 12 months
Total
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
(555.459.293)
4.061.322.605
6.134.954.848
(7.380.000.000)
Spot
(820.770.500)
Jumlah
4.758.725.055
1.319.295.617
-
(3.318.677.395)
-
2.197.309.254
-
7.022.468.183
4.759.877.387
-
3.514.832.235
-
(820.770.500)
-
9.716.529.918
-
1.319.295.617
6.957.186.641
Gross settled
Forward
Swap
Spot
Total
2012
Penyelesaian kotor
Forward
Swap
Sampai dengan
1 bulan/
1 month
1-3 bulan/
3-6 bulan/
6-12 bulan
> 12 bulan/
Jumlah/
or less
1-3 months
3-6 months
6-12 months
> 12 months
Total
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
101.411.323
801.714.364
2.203.583.334
544.736.794
Spot
(983.056.512)
Jumlah
1.321.938.145
1.346.451.158
60.987.643
-
(103.202.085)
-
-
860.911.245
Gross settled
Forward
-
2.748.320.128
Swap
(528.414.547)
(129.612.864)
-
(1.641.083.923)
Spot
(467.426.904)
(232.814.949)
-
1.968.147.450
Total
Analisis Perbedaan Jatuh Tempo
Maturity Mismatch Analysis
Tabel di bawah ini menyajikan analisis jatuh
tempo aset dan liabilitas keuangan Cabang pada
tanggal 31 Desember 2013 dan 2012,
berdasarkan jangka waktu yang tersisa sampai
tanggal jatuh tempo kontrak dan asumsi perilaku
(behavioral assumptions):
The table below shows the maturity mismatch
analysis as of December 31, 2013 and 2012,
based on remaining period until maturity and
behavioral assumptions:
- 84 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
2013
Aset
Tidak memiliki
Sampai dengan
jatuh tempo/
1 bulan/
No contractual
1 month
1 - 3 bulan/
3 - 6 bulan/
6 - 12 bulan/
> 12 bulan/
Jumlah/
maturity
or less
1 - 3 months
3 - 6 months
6 - 12 months
> 12 months
Total
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Tanpa bunga
Assets
Non-interest bearing
Kas
-
8.203.549.319
-
-
-
-
8.203.549.319
Cash
Giro pada Bank Indonesia
-
281.604.521.857
-
-
-
-
281.604.521.857
Giro pada bank lain
-
188.395.924.689
-
-
188.395.924.689
Demand deposits with other banks
Tagihan akseptasi
-
76.214.927.817
214.580.363.441
53.691.371.119
5.784.401.000
-
350.271.063.377
Acceptances receivable
Tagihan derivatif
-
9.659.493.779
5.046.613.749
2.068.342.056
9.871.537.905
-
26.645.987.489
Derivative receivables
Piutang bunga
-
29.865.853.920
1.341.203.924
1.470.867.119
-
32.677.924.963
Interest receivables
Aset lain-lain
-
Demand deposits with
-
-
-
-
-
-
292.801.500
292.801.500
Suku bunga variabel
Kredit
Indonesia dan bank lain
-
1.233.619.058.397
1.441.478.490.438
2.593.315.153.907
502.433.036.686
6.117.895.061.666
11.888.740.801.094
Loans
Fixed interest rate
-
Placements with Bank Indonesia
-
1.060.645.750.000
121.700.000.000
Efek-efek
-
33.603.423.981
426.462.610.034
Kredit
-
Jumlah aset
Other assets
Variable interest rate
Suku bunga tetap
Penempatan pada Bank
Bank Indonesia
-
2.210.609.281.586
713.804.882.138
3.364.350.616.339
-
189.346.425.000
1.182.345.750.000
1.363.217.341.153
104.970.334
5.265.713.959
5.370.684.293
518.193.945.925
6.312.800.002.125
15.327.766.349.734
-
2.921.812.503.759
Liabilitas segera
-
76.238.288
-
-
-
-
76.238.288
Simpanan
-
151.307.310.149
-
-
-
-
151.307.310.149
Simpanan pada bank lain
-
2.448.243.256
-
-
-
-
2.448.243.256
Liabilitas akseptasi
-
76.214.927.817
214.580.363.441
53.691.371.119
5.784.401.000
-
350.271.063.377
Liabilitas derivatif
-
4.900.768.724
8.365.291.144
749.046.439
2.914.351.264
-
16.929.457.571
Pinjaman yang diterima
-
973.600.000.000
2.251.450.000.000
912.750.000.000
Biaya masih harus dibayar
-
8.681.162.575
4.216.418.689
133.062.446
131.499.363
-
13.162.143.073
Liabilitas lain-lain
-
4.844.184.149
8.267.422.949
3.352.938.807
6.715.153.548
-
23.179.699.453
Liabilitas
and other banks
Securities
Loans
Total assets
Liabilities
Tanpa bunga
Non-interest bearing
-
4.563.750.000.000
8.701.550.000.000
Suku bunga variabel
Simpanan
Deposits
Deposits from other banks
Acceptances payable
Derivative payables
Borrowings
Accrued expenses
Other liabilities
Variable interest rate
-
641.978.384.252
-
-
-
-
641.978.384.252
Suku bunga tetap
Deposits
Fixed interest rate
Simpanan
-
1.478.615.601.900
317.624.188.276
Simpanan dari bank lain
-
467.550.000.000
50.000.000.000
-
2.836.616.821.110
1.576.653.684.499
Jumlah liabilitas
Liabilities due immediately
15.467.591.673
2.324.844.010.484
5.776.155.243
934.071.560.418
-
1.817.483.537.092
-
517.550.000.000
4.563.750.000.000
12.235.936.076.511
Deposits
Deposits from other banks
Total liabilities
2012
Tidak memiliki
Aset
Sampai dengan
jatuh tempo/
1 bulan/
no contractual
1 month
1 - 3 bulan/
3 - 6 bulan/
6 - 12 bulan/
> 12 bulan/
Jumlah/
maturity
or less
1 - 3 months
3 - 6 months
6 - 12 months
> 12 months
Total
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Tanpa bunga
Assets
Non-interest bearing
Kas
-
5.177.388.062
-
-
-
-
5.177.388.062
Giro pada Bank Indonesia
-
211.309.480.036
-
-
-
-
211.309.480.036
Giro pada bank lain
-
97.343.634.681
-
-
-
-
97.343.634.681
Tagihan akseptasi
-
123.065.690.800
80.675.564.063
-
-
203.741.254.863
Tagihan derivatif
-
4.548.876.730
3.953.278.669
-
49.853.690.275
Piutang bunga
-
22.956.025.650
-
22.956.025.650
Cash
Demand deposits with Bank
-
38.668.389.000
-
2.683.145.876
-
Suku bunga variabel
Kredit
Acceptances receivable
Derivative receivables
Interest receivables
Variable interest rate
-
1.484.405.085.219
1.011.094.726.279
1.012.661.110.444
326.267.512.050
3.072.431.740.399
6.906.860.174.391
Suku bunga tetap
Loans
Fixed interest rate
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain
Indonesia
Demand deposits with other banks
Placements with Bank Indonesia
-
471.790.068.824
269.893.563.315
741.683.632.139
-
103.188.396.064
and other banks
-
-
-
31.731.706
-
2.420.627.981.708
Liabilitas segera
-
75.289.333
-
-
-
-
75.289.333
Simpanan
-
4.084.823.034
-
-
-
-
4.084.823.034
Deposits
Simpanan pada bank lain
-
7.584.626.737
-
-
-
-
7.584.626.737
Deposits from other banks
Liabilitas akseptasi
-
123.065.690.800
80.675.564.063
-
-
-
203.741.254.863
Liabilitas derivatif
-
3.226.938.585
2.606.827.511
-
47.885.542.825
Derivative payables
Biaya masih harus dibayar
-
29.601.811.044
-
29.601.811.044
Accrued expenses
Liabilitas lain-lain
-
-
8.353.606.123
1.385.513.696.675
1.134.621.331.159
-
-
Kredit
-
83.291.831.715
-
Efek-efek
Jumlah aset
19.896.564.349
-
28.864.177
3.434.403.810
3.494.999.693
328.979.522.103
3.075.866.144.209
8.345.608.675.854
Liabilitas
Loans
Total assets
Liabilities
Tanpa bunga
Non-interest bearing
-
39.135.815.904
2.915.960.825
-
-
-
-
-
-
-
-
-
399.891.485.731
-
-
-
4.240.500.000.000
8.353.606.123
Suku bunga variabel
Liabilities due immediately
Acceptances payable
Other liabilities
Variable interest rate
Simpanan
-
399.891.485.731
Pinjaman yang diterima
-
1.734.750.000.000
2.505.750.000.000
Suku bunga tetap
Deposits
Borrowings
Fixed interest rate
Simpanan
-
629.250.139.283
Simpanan dari bank lain
-
195.106.250.000
-
3.126.637.054.547
Jumlah liabilitas
Securities
370.518.379.658
2.959.550.771.232
23.364.368.981
62.500.184.885
- 85 -
11.269.566.948
1.774.885.806
1.774.885.806
1.024.907.773.728
195.106.250.000
6.161.732.463.418
Deposits
Deposits from other banks
Total liabilities
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
Giro dapat ditarik setiap waktu, sedangkan
deposito berjangka dapat ditarik pada tanggal
jatuh tempo yang sebagian besar akan jatuh
tempo dalam 30 hari. Namun demikian, pada
kenyataannya, sebagian dari giro dan deposito
berjangka seringkali disimpan untuk jangka waktu
yang lama tanpa penarikan (contohnya deposito
berjangka yang diperpanjang). Sebagai bagian
dari stategi bisnis, Cabang telah melakukan
langkah-langkah
untuk
mempertahankan
nasabahnya dan menarik nasabah baru untuk
meningkatkan pertumbuhan simpanannya.
Demand deposits can be withdrawn at any time,
while time deposits may be withdrawn on the
specified maturity dates, which are mostly 30
days. However, in reality, certain percentages of
these demands and time deposits are often
maintained for long periods without withdrawal
(e.g. time deposits are rolled over). As part of the
Branch's business strategy, the Branch has
measures in place to maintain its existing
depositors and attract new depositors to promote
the growth of its deposit liabilities.
RISIKO OPERASIONAL
OPERATIONAL RISK
Risiko operasional merupakan risiko kerugian atas
kegagalan
sistem,
kesalahan
manusia,
kecurangan atau kejadian eksternal. Apabila
pengendalian ini gagal diterapkan, risiko
operasional dapat merusak reputasi, berimplikasi
pada pelanggaran hukum atau peraturan atau
mengakibatkan kerugian finansial. Cabang tidak
diharapkan akan dapat menghilangkan seluruh
risiko operasional, akan tetapi melalui kerangka
pengendalian dan dengan memantau serta
menanggapi risiko yang potensial terjadi, Cabang
diharapkan dapat mengelola risiko-risiko tersebut.
Pengendalian tersebut mencakup pembagian
tugas, pembatasan akses, otorisasi dan prosedur
rekonsiliasi, proses pendidikan dan evaluasi
karyawan yang efektif, termasuk penggunaan
audit intern.
Operational risk is the risk of loss arising from
systems failure, human error, fraud or external
events. When controls fail to perform, operational
risks can cause damage to reputation, have legal
or regulatory implications or lead to financial loss.
The Branch cannot expect to eliminate all
operational risks, but through a control framework
and by monitoring and responding to potential
risks, the Branch is able to manage the risks. The
controls include effective segregation of duties,
access limitation, authorization and reconciliation
procedures, staff education and assessment
process, including the use of internal audit.
RISIKO HUKUM
LEGAL RISK
Risiko hukum adalah risiko yang disebabkan oleh
adanya kelemahan aspek yuridis, yang antara lain
disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan
peraturan perundang-undangan yang mendukung,
atau
kelemahan
perikatan
seperti
tidak
dipenuhinya
syarat
sahnya
kontrak
dan
pengikatan agunan yang tidak sempurna.
Legal risk is the risk arising from legal
weaknesses, among others resulting from legal
actions, absence of supporting provisions in laws
and regulations, or weakness of legally binding
provisions, such as failure to comply with legal
requirements for contracts and loopholes in
binding of collateral.
Dalam mengelola risiko hukum, Cabang
memastikan bahwa pengikatan kredit telah
dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dengan mengacu kepada prinsip kehati-hatian
dalam upaya melindungi kepentingan Cabang.
To manage legal risk, the Branch ensures credit
binding contract to comply with regulation which
refer to prudential banking principle that is in line
with the Branch’s purpose.
RISIKO REPUTASI
REPUTATION RISK
Risiko reputasi adalah risiko akibat menurunnya
tingkat kepercayaan stakeholder yang bersumber
dari persepsi negatif terhadap Cabang.
Reputation risk is the risk resulting from the
decrease of stakeholder trust arising from
negative perception on the Branch.
Risiko reputasi antara lain dapat dipengaruhi oleh
faktor-faktor seperti citra Cabang, publikasi
negatif, penyelesaian pengaduan nasabah yang
tidak diselesaikan (buruk), pelayanan buruk
terhadap nasabah atau pihak lain, konflik internal
Cabang dan lain-lain.
Reputation risk is affected among the following
factors: the Branch’s image, negative publicity,
unsatisfactory resolution of customer complaints,
poor service to customers or other parties, internal
conflict and etc.
- 86 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)
RISIKO STRATEJIK
STRATEGIC RISK
Risiko strategik adalah risiko yang antara lain
disebabkan oleh penetapan dan implementasi
strategi Cabang yang tidak tepat, pengambilan
keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang
responsifnya Cabang terhadap perubahan
eksternal.
Strategic risk is risk among which others brought
about by poor setting and implementation of the
Branch strategy, poor business decision-making,
or lack of responsiveness of the Branch to
external changes.
Risiko strategik antara lain dipengaruhi oleh
faktor-faktor visi misi Cabang, rencana strategis,
target-target keuangan, perubahan kepemilikan,
peluncuran produk/ aktivitas baru dan perubahan
eksternal.
Factors that affect the strategic risk are the
Branch’s vision and mission, strategic plan,
financial targets, change of ownership, launch of
new products/activities and external changes.
Sehubungan dengan hal di atas, Cabang telah
membentuk, merumuskan, menyusun, memantau
serta mengevaluasi impelementasi strategi bisnis
melalui rencana bisnis.
Therefore,
the
Branch
has
established,
formulated, developed, monitored and evaluated
its strategy through out the implementation of the
business plan.
RISIKO KEPATUHAN
COMPLIANCE RISK
Risiko kepatuhan adalah risiko akibat Cabang
tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan
peraturan perundang-undangan dan ketentuan
yang berlaku. Ketidakmampuan Cabang untuk
mengikuti dan mematuhi seluruh peraturan
perundangan yang terkait dengan kegiatan usaha
Cabang dapat berdampak terhadap kelangsungan
usaha Cabang. Di bawah ini adalah kegiatan
Cabang yang menitigasi risiko kepatuhan:
Compliance risk is the risk resulting from the noncompliance of the external laws and regulation.
The Branch’s incapability to comply with laws and
regulation related to the Branch’s businesses will
affect the business continuity. The following is the
Branch’s activities that mitigate compliance risk:

Terdapatnya
fungsi
pengawasan
oleh
Direktur Kepatuhan, untuk memastikan
kepatuhan Cabang terhadap peraturan yang
berlaku.

Monitoring that carried out by the Compliance
Director, to ensure the Branch’s compliance
towards all prevailing regulations.

Menginformasikan serta mensosialisasikan
peraturan-peraturan baru dan terkini kepada
manajemen serta setiap departemen yang
bersangkutan.

Circulating as well as socializing all new and
updated regulations to the management, as
well as all related departments.
38. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
38. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD

Pada tanggal 2 Januari 2014, Cabang telah
mentransfer laba bersih periode sebelumnya
ke Kantor Pusat.

On January 2, 2014, the Branch has remitted
previous year’s net income to Head Office.

Pada bulan Maret 2014, Cabang menerima
dua surat keputusan banding pengadilan
pajak yang menerima sebagian banding
Cabang atas pajak penghasilan pajak badan
pasal 25/29 dan pasal 26 tahun pajak 2008
dimana sebelumnya jumlah yang masih
harus dibayar masing-masing sebesar
Rp 6.190.384.751 menjadi Rp 5.864.505.002
dan
Rp
9.991.037.416
menjadi
Rp 9.838.960.020.

In March 2014, the Branch received decision
letters on its appeal that tax court has partially
approved the Branch’s appeal on income tax
article 25/29 and tax article 26 for
fiscal year 2008 that previously was at
underpayment of Rp 6,190,384,751 become
underpayment of Rp 5,864,505,002 and
Rp 9,991,037,416 become underpayment of
Rp 9,838,960,020, respectively.
- 87 -
BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED CABANG JAKARTA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2013 DAN UNTUK TAHUN YANG
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

BANGKOK BANK PUBLIC COMPANY LIMITED JAKARTA BRANCH
NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
DECEMBER 31, 2013 AND FOR THE YEAR THEN
ENDED (Continued)

Cabang menerima dua Surat Tagihan Pajak
(STP) tertanggal 1 April 2014 atas Surat
Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) PPh
pasal 25/29 dan SKPKB PPh pasal 23 untuk
tahun pajak 2008 masing-masing sebesar
Rp 5.864.505.002 dan Rp 9.838.960.020.
The Branch received two tax collection letters
(STP) dated April 1, 2014 for tax
underpayment assessment letter (SKPKB)
income tax article 25/29 and SKPKB income
tax article 23 for tax year 2008 amounting to
Rp 5,864,505,002 and Rp 9,838,960,000,
respectively.
39. MANAGEMENT’S
APPROVAL TO
STATEMENTS
39. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN
PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Penyusunan dan penyajian wajar laporan
keuangan dari halaman 3 sampai 88 telah
disetujui oleh Manajer Umum untuk diterbitkan
pada tanggal 14 April 2014.
RESPONSIBILITY
AND
ISSUE THE FINANCIAL
The preparation and fair presentation of the
financial statements on pages 3 to 88 were
approved by the General Manager and authorized
for issue on April 14, 2014.
*********
- 88 -
Download