Slide 1 - Blog UNPAD

advertisement
Rokok Memperburuk Penyakit
Selama Anda masih merokok, tembakau akan selalu menjadi musuh yang mengancam kesehatan. Setiap ada kesempatan, ia menyerang dengan berbagai cara. Jika tidak menyerang
secara langsung melalui penyakit jantung atau kanker, ia lantas mencari jalan lain dengan cara menghalangi kesembuhan penyakit-penyakit yang Anda derita.
Membahayakan Penyakit TBC
Dengan suara bulat, para dokter bersepakat melarang pasien TBC merokok. Iritasi yang terus-menerus pada paru-paru yang sakit, mempersulit tubuh untuk menormalkan kembali
keadaannya. Dokter Samuel Wright dari St. Mary’s Hospital, London, menyatakan, pada kasus TBC yang parah, merokok berarti hidup atau mati.
TBC dapat menyerang bagian-bagian tubuh lainnya, selain paru-paru. Sebuah artikel di jurnal American Medical Association menyebutkan, perokok yang menderita TBC sering
mendapat komplikasi tambahan, yaitu penyakit pangkal tenggorokan (laryngeal involvement). Dalam artikel yang ditulis oleh Dr. Email Bogen, seorang internis, menerangkan bahwa
para penderita TBC yang merokok dan mengalami komplikasi pada pangkal tenggorokan akan pulih dengan cepat begitu ia berhenti merokok.
Penderita Diabetes
Pembuluh nadi penderita diebetes menyempit oleh sifat penyakit yang mereka derita. Perokok yang menderita diabetes sungguh telah memperlakukan diri mereka sendiri dengan
sangat mengerikan, karena dengan merokok, pembuluh darah yang telah mengerut itu menjadi semakin sempit.
Luka pada tubuh para penderita diabetes sering menjadi gangren, yaitu luka membusuk karena darah tidak mengalir pada daerah tersebut. Gangren terjadi akibat sirkulasi darah yang
buruk.
Selain gangren, risiko lainnya yaitu kerusakan trombosit dan buerger’s disease. Sebuah studi yang dilakukan oleh dua orang dokter, Leonard Weinroth dan Joseph Hirzstein, terhadap
301 penderita diabetes di Mount Sinai Hospital. Mereka menemukan 58% perokok yang mengidap diabetes mengalami buerger’s disease, sedangkan penderita diabetes yang tidak
merokok hanya 37% saja.
Penderita Kelenjar Gondok Aktif
Para peneliti menemukan bahwa merokok memperparah penderita kelenjar gondok yang terlalu aktif. Menurut Dr. Kulbs, seorang ahli dari Jerman, merokok menyebabkan penderita
kelenjar gondok menjadi berkeringat, gemetar, gugup, dan lelah.
Dokter F. Schlum, seorang ilmuwan terkemuka, menyatakan, penderita kelenjar gondok aktif adalah orang-orang yang mempunyai tingkat metabolisme yang lebih tinggi dari orang
normal. Jika mereka merokok, tingkat metabolisme mereka akan lebih tinggi lagi. Keadaan ini membuat mereka sulit untuk hidup secara sehat dan normal.
Pembedahan Perut
Sebagai perokok mungkin Anda sering sekali terserang batuk. Batuk seperti itu menimbulkan gerakan-gerakan tak teratur di daerah perut. Tentu hal ini mengganggu proses
penyembuhan jaringan yang baru saja dibedah.
Dokter V.J. Morton mengemukakan, tingkat kematian dalam pembedahan perut enam kali lebih tinggi bagi para perokok dibandingkan orang yang tidak merokok.
Penyakit Telinga
Asap rokok menimbulkan iritasi pada saluran eustasius, yaitu saluran yang menghubungkan antara hidung, telinga, dan tenggorokan. Iritasi menyebabkan selaput lendir yang
melindungi saluran ini mengeluarkan lendir di luar kewajaran. Ini memicu munculnya radang, dan akhirnya tuli. Menurut Dr. Wyatt Wingrave, zat yang bertanggung jawab atas
kerusakan ini adalah piridin.
Masih ada jenis penyakit telinga lain yang terjadi tatkala jaringan syaraf yang sensitif di tengah-tengah telinga rusak terkena pengaruh nikotin. Dalam ceramahnya di depan publik
American Otological Sociaty, Dr. H. Marshall Taylor mengatakan, tembakau berbahaya bagi organ pendengaran. Ia menekankan hal ini, khususnya kepada orang-orang muda, agar
waspada terhadap iritasi jaringan bagian tengah telinga, yang merupakan daerah sangat peka.
Merusak Kulit
Dampak merokok terhadap kulit sangat menarik perhatian kaum perempuan, sebab dapat memudarkan warna kulit dan menyebabkan keriput.
Seperti yang telah diterangkan pada bagian terdahulu, nikotin mengerutkan pembuluh darah, termasuk di bagian wajah dan leher. Dengan mengerutnya pembuluh darah, berarti
jaringan kulit mengalami kekurangan zat makanan sehingga warnanya akan pucat. Biasanya keadaan ini akan diikuti oleh keriput di sekitar wajah.
Kulit tampak sehat dan segar bila di bawahnya terdapat jaringan lemak. Tatkala jaringan lemak ini digunakan untuk menyerap nikotin, kulit pun menjadi kendor. Semua krim dan
pelembap yang ada di dunia tak mampu mengembalikan kemudaan di wajah.
Selain berdampak terhadap warna kulit, menurut Dr. E.B. Eksim, rokok menyebabkan penyakit kulit, eksim, dan ruam pada perokok yang peka terhadap nikotin. Eksim adalah iritasi
berat pada kulit di mana daerah yang terkena menjadi bersisik dan menimbulkan rasa gatal yang menjengkelkan.
Eksim dapat pula ditimbulkan oleh arsenik yang terdapat di dalam tembakau. Dokter Moyers dan Dr. Throne menyatakan, dari keseluruhan penyakit eksim, sebanyak 30% disebabkan
oleh arsenik.
Sumber: Ernest Caldwell, Berhenti Merokok, Pustaka Populer, Yogyakarta, Hal. 37-41.
Download