TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Tumbuha Liana Liana merupakan

advertisement
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Tumbuha Liana
Liana merupakan tumbuhan yang berakar pada tanah, tetapi batangnya
membutuhkan penopang dari tumbuhan lain agar dapat menjulang dan daunnya
memperoleh cahaya matahari maksimum (Indriyanto, 2008). Liana atau tumbuhan
pemanjat adalah salah satu jenis tumbuhan yang menjadi penciri khas dari
ekosistem hutan hujan tropis dan keberadaannya menambah keanekaragaman
jenis tumbuhan pada ekosistem hutan tersebut. Contoh liana adalah sirih, rotan,
anggur, labu, dan lain-lain (Simamora dkk, 2015).
Liana merupakan spesies tumbuhan merambat. Tumbuhan itu memiliki
batang yang tidak beraturan dan lemah, sehingga tidak mampu ,mendukung
tajuknya. Menurut Soerianegara dan Indrawan (1982) dalam Indriyanto (2006),
adanya liana di hutan merupakan salah satu ciri khas hutan hujan tropis, terutama
spesies liana berkayu. Liana berkayu di hutan-hutan merupakan bagian vegetasi
yang membentuk lapisan tajuk hutan dan mampu mendesak tajuk-tajuk pohon
tempat bertumpu. Tajuk tumbuhan liana juga mengisi lubang-lubang tajuk hutan
di antara beberapa pohon dalam tegakan hutan agar mendapatkan sinar matahari
sebanyak-banyaknya, sehingga liana akan memperapat dan mempertebal lapisan
tajuk pada stratum atas. Contoh spesies tumbuhan liana antara lain Plumbago
capensis, Bougenvillea spp.,dan berbagai spesies rotan, misalnya Calamus
caesius, Calamus manan, Calamus scipionum, Calamus javensis, Daemonorops
draco, dan Daaemonorops melanochaetes
Secara ekologi beberapa jenis liana memiliki peranan yang sangat penting
diantaranya adalah sebagai inang dari beberapa tumbuhan parasit yang langka
Universitas Sumatera Utara
contohnya Tetrastigma sp. yang merupakan inang dari Rafflesia. Liana juga
memiliki peranan mencegah tumbangnya pohon akibat angin kencang, karena
pertumbuhannya yang menjalar secara horizontal di antara pohon-pohon dalam
hutan, namun dari segi negatifnya, tumbuhan ini dapat menyebabkan kerusakan
mekanik pada pohon yang dipanjatnya. Secara ekonomi, kelompok tumbuhan ini
dapat bermanfaat sebagai obat-obatan contohnya akar kuning yang biasa
digunakan oleh masyarakat sekitar hutan untuk menyembuhkan penyakit, Pusat
Penelitian Ilmiah Swiss menemukan satu spesies liana di Kamerun, Ancistocladus
korupensis, mengandung alkaloid yang melawan HIV. Selain itu kelompok
tumbuhan ini dapat dijadikan sebagai barang kerajinan yang bernilai ekonomi
contohnya tas, bakul, keranjang, kursi, meja, bola takraw dan tali pengikat
(Asrianny dkk. 2008)..
Liana adalah tumbuhan merambat berkayu yang memanjat tumbuhan lain
untuk naik mencapai kanopi hutan, cara hidup dari liana yang tidak mandiri ini
telah dianggap sebagai adaptasi evolusioner yang didorong oleh persaingan dalam
mendapatkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Liana hampir berada di semua
hutan akan tetapi liana lebih berlimpah di hutan-hutan yang sudah terganggu dan
memiliki intensitas cahaya yang tinggi (Putz, 1984)
Ciri-ciri Tumbuhan Liana
Menurut Vickery (1984) yang dikutip oleh Indriyanto (2008) tetumbuhan
lianasangat beranekaragam dan dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1. Perambat (leaners), yaitu liana yang tidak mempunyai perlengkapan
khususuntuk berpegangan pada tumbuhan penopang, contohnya adalah
Plumbagocapensis.
Universitas Sumatera Utara
2.
Liana berduri (thorn lianas), yaitu liana yang mempunyai duri atau
penusukpada batangnya, meskipun duri tersebut tidak secara spesifik
dihasilkan denganmaksud membantu liana untuk menjangkau pada tumbuhan
penopang. Contohliana berduri adalah Bogainvillea spp.
3. Pembelit (twiner), yaitu liana yang umumnya berupa herba (herbaceous)
yangseluruh batangnya membelit mengelilingi batang tumbuhan penopang.
Contohtumbuhan pembelit adalah Ipomoea spp.
4. Liana bersulur (tendril lianas), yaitu liana yang mempunyai organ
spesialberupa sulur-sulur yang dihasilkan secara khusus untuk membantu
lianamemanjat pada tumbuhan penopang. Contoh tumbuhan liana bersulur
spesiesanggota
Cucurbitaceae
dan
sebagian
dari
spesies
anggota
Leguminosae.
Berdasarkan atas posisinya dalam kanopi atau tajuk hutan, maka liana
dapatdikelompokkan menjadi dua yaitu golongan heliophytes dan golongan
sciophytes.Liana heliophytes daun-daunnya menyebar di atas kanopi pohon-pohon
dan semakyang menopangnya, sedangkan liana sciophytes daun-daunnya tidak
pernahmencapai permukaan kanopi pohon atau semak yang menopangnya,
apalagi kebagian atas kanopi.Hutan tropis adalah hutan yang terletak di daerah
khatulistiwa, yaitu yang dibatasioleh dua garis lintang 23, 5° LS dan 23, 5° LU.
Hutan hujan tropik adalah salahsatu tipe hutan tropik yang mempunyai curah
hujan sampai 4000 mm/tahun,temperatur rata-rata 25°C dan kelembapan berkisar
dari 60 hingga 100% (Vickery,1984 yang dikutip oleh Asrianny dkk. (2008).
Menurut Jacobs (1980) yang dikutip oleh Asrianny dkk. (2008) tumbuhan
lianayang
batangnya
menopang
pada
tumbuhan
berpohon
tegak
juga
Universitas Sumatera Utara
mengisikomunitas hutan. Liana memperoleh cahaya matahari sesuai yang
diperlukandapat dilakukan dengan cara memanjat, batangnya berkayu tetapi tidak
dapatberdiri tegak tanpa penopang, mempunyai diameter batang mencapai 1 cm
danpanjang batangnya mencapai 70 meter. Liana ditemukan hidup 90% di
hutantropik dan merupakan tumbuhan khas pada hutan hujan tropik. Kepadatan
lianabergantung kepada kehangatan dan kelembapan udara di suatu habitat. Jenisjenisliana diperkirakan sebanyak 8% dari jumlah jenis tumbuhan yang ada di
hutan hujan tropis.
Gambar 1. (a)Habitus Tumbuhan Liana
(b). Liana di Hutan Sekunder
Tumbuhan ini yang umum disebut liana, dapat memecahkan masalah
untuk mencukupi kebutuhan cahaya matahari adalah dengan cara memanjat atau
menopang pada tumbuhan tegak lainnya. Tumbuhan liana ini memanjat pohon
lain sebagai penopang sampai mencapai mahkota pohon yang ditumpangi.
Kemudian di tempat tersebut dedaunan liana akan cepat berkembang sehingga
bisa memanfaatkan cahaya matahari secara efisien (Setia, 2009).
Melihat perilaku yang demikian antara tumbuhan liana dengan tumbuhan
pohon lain maka dapat dikatakan liana bersifat komensal, yaitu mengambil
keuntungan tetapi tidak merugikan inangnya. Walaupun tidak merugikan
tumbuhan inang, tetapi kadang- kadang jika dedaunan liana di kanopi terlalu
Universitas Sumatera Utara
banyak, maka akan dapat meredupkan atau menaungi pohon yang ditumpangi dan
mengurangi keperluan sinar tumbuhan inang. Batang dari liana, dikatakan sebagai
kabel karena : lentur, tidak mudah patah dan penampang melintangnya berbentuk
bintang atau seperti pita. Berdasarkan cara memanjat untuk mencapai kanopi dari
pohon yang ditumpangi maka tumbuhan liana dapat diklasifikasikan sebagai:
a.
Leaners
(tumbuhan
bersanda
pada
pendukungnya),
misalnya:
Plumbagocapensis
b. Thorn Lianas (tumbuhan yang mempunyai duri untuk mengkait tumbuhan
pendukungnya) misalnya: Bougenvillea spp
c. Tendril Lianas (tumbuhan liana yang menggunakan sulur untuk memanjat
pendukungnya) misalnya: dari suku jenis-jenis Leguminosae.
Ada bentuk lain dari liana misalnya yang ditemukan pada beberapa jenis
Ficus spp, yaitu: mula-mula tumbuh seperti epifit di kanopi inangnya kemudian
akarnya turun ke tanah. Kadang-kadang tipe jenis ini dapat mencekik tumbuhan
inangnya sehingga mati. Tipe ini disebut Strangler(Setia, 2008).
Ciri-ciri Tumbuhan Liana
Tumbuhan liana sangat beranekaragam dan dapat dikelompokkan sebagai
berikut.
1. Perambat (leaners), yaitu liana yang tidak mempunyai perlengkapan khusus
untuk
berpegangan
pada
tumbuhan
penopang,
contohnya
adalah
Plumbagocapensis.
2. Liana berduri (thorn lianas), yaitu liana yang mempunyai duri atau penusuk
pada batangnya, meskipun duri tersebut tidak secara spesifik dihasilkan dengan
Universitas Sumatera Utara
maksud membantu liana untuk menjangkau pada tumbuhan penopang. Contoh
liana berduri adalah Bogainvillea spp.
3. Pembelit (twiner), yaitu liana yang umumnya berupa herba (herbaceous) yang
seluruh batangnya membelit mengelilingi batang tumbuhan penopang. Contoh
tumbuhan pembelit adalah Ipomoea spp.
4. Liana bersulur (tendril lianas), yaitu liana yang mempunyai organ spesial
berupa sulur-sulur yang dihasilkan secara khusus untuk membantu liana
memanjat pada tumbuhan penopang. Contoh tumbuhan liana bersulur spesies
anggota Cucurbitaceae dan sebagian dari spesies anggota Leguminosae.
Berdasarkan atas posisinya dalam kanopi atau tajuk hutan, maka liana dapat
dikelompokkan menjadi dua yaitu golongan heliophytes dan golongan
sciophytes. Liana heliophytes daun-daunnya menyebar di atas kanopi pohonpohon dan semak yang menopangnya, sedangkan liana sciophytes daundaunnya tidak pernah mencapai permukaan kanopi pohon atau semak yang
menopangnya, apalagi ke bagian atas kanopi (Setia, 2009).
Jenis-Jenis Tumbuhan Liana
Berdasarkan penelitian Simamora, dkk (2015) bahwa jenis-jenis tumbuhan
liana yang telah diidentifikasi di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachaman
sebanyak 8 spesies diantaranya yaitu brotowoli, markisa, lada, rotan cacing,
rayutan, sirih hutan, suruhan dan vanili. Berdasarkan penelitian Setia (2009)
mengenai peran liana dalam kehidupan orangutan telah ditemukan dan diidentifikasi
jenis-jenis liana yaitu Tinomiscium phytocrenoides,Pycnarrhenia longifolia,Rourea minor
, Acacia pennata Mimosaceae, Brousonnetia kurzii, Maclura amboinensis,Cambretum
Universitas Sumatera Utara
latifolium, Aspidopterys sp, Celastrus hindsii,Salacia chinensis, Cissus sp 1, Cissus sp 2,
Cissus sp 3, Iodes yatesii,Strychnos ignatii.
Berdasarkan penelitian K, Nurfazliza, dkk (2012) di hutan tanah renda di
Negeri Sembilan di temukan beberapa jenis liana yaitu Byttneria maingayi,
Combretum nigrescens, Caesalpinia parviflora, Agelaea borneensis, Bauhinia
bidentata. Berdasarkan penelitian Asrianny (2008) liana yang ditemukan di Hutan
Alam di Universitas Hasanuddin yaitu Personsia sp., Aristolochia sp., Smilax sp.,
dan Salacia sp.
Hasil penelitian E.G. Foli dan M.A. Pinard (2009)
ditemukan tujuh
spesies liana di hutan tropis di Ghana. Tumbuhan-tumbuhan liana tersebut adalah
Acacia pennataWilld., Combretum smeathmannii G. Don.,Griffonia simplicifolia
(Vahl ex D.C.) Baill.,Hippocratea africana (Willd) Loes., Landolphiaowariensis
P. Beauv and Stachyanthusoccidentalis (Keay and Miège) Boutique.
Berdasarkan penelitian Wahyu dkk (2014) jenis liana yang ditemukan di
hutan dataran rendah Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi tengah yaitu
Dinochloa scandens, Piper decumanu, Tetrastigma papyrifera, Piper gibbilimbum
C. DC, Lygodium circinatum, Smilax zeylanica, Ficus sp., Calamus minahassa,
Ficus trachypison, Piper amboinens.
Klasifikasi dan Morfologi Orangutan Sumatera (Pongo abelii)
Klasifikasi ilmiah orangutan Sumatera menurut Groves (2001)
Kerajaan
: Animalia
Filum
: Chordata
Subfilum
: Vertebrata
Kelas
: Mamalia
Bangsa
: Primata
Universitas Sumatera Utara
Keluarga
: Homonidae
Subkeluarga
: Pongoninae
Marga
: Pongo
Jenis
: Pongo abelii (Lesson, 1827) .
Orangutan hidup di hutan tropik dengan tipe habitat hutan rawa, hutan
dataran rendah sampai hutan dataran tinggi lebih kurang 1500 dpl. Hidup
orangutan lebih sering di pepohonan (arboreal) dan sering pada ketinggian antara
10 samapi 20 meter di lapisan tengah kanopi hutan. Walau sering di pepohonan,
kadangkadang orangutan turun juga ke permukaan tanah untuk memakan tanah,
serangga ataupun makanan yang lainnya. Orangutan adalah pemakan buah
(frugivorous), tetapi selain itu memakan juga bagian lain dari tumbuh-tumbuhan
seperti: daun, kulit batang pohon, batang liana, bunga dan biji. Berdasarkan
penelitian Rodman (1977) maka diketahui bahwa proporsi bagian makanan yang
dimakan adalah sebagai berikut: 53,8 % terdiri dari buah, 29 % terdiri dari daun,
14,2% terdiri dari kulit kayu, 2,2% bunga dan 0,8% serangga.
Pakan Orangutan dapat berubah-ubah tergantung pada jenis pakan yang
sedang tersedia dalam ruang dan waktu. Orangutan pada dasarnya termasuk
primata frugivora. Saat sedang musim buah, pakan Orangutan dapat seluruhnya
bersumber pada pakan buah, dan saat bukan musim buah, alternatif pakan
Orangutan adalah dedaunan (25%), kulit kayu (37%), buah (21%), dan serangga
(7%) (Napier dan Napier, 1985). Sumber pakan terpenting adalah buah ara (Ficus
spp.) yang berbuah sepanjang tahun. Orangutan juga merupakan pengumpul
pakan yang oportunis, yaitu memakan apa saja yang dapat diraihnya, termasuk
madu pada sarang lebah. Kegemarannya pada makanan yang tidak biasa ditemui
Universitas Sumatera Utara
dan tertebar acak di habitatnya, menyebabkan Orangutan selalu bergerak dalam
rangka mencari makanan kegemarannya. Saat bukan musim buah Orangutan akan
lebih aktif bergerak dibandingkan pada saat musim buah. Menurut Orangutan
memiliki kemampuan luar biasa dalam menemukan sumber makanan yang kecil,
jarang, dan tertebar acak. (MacKinnon dkk., 1974).
Foto:(Zendrato, 2008).
Gambar 2. Orangutan Sumatera (Pongo abelii. Lesson, 1827.)
Habitat Orangutan
Habitat merupakan keseluruhan resources (sumberdaya), baik biotik
maupun fisik pada suatu area yang digunakan oleh suatu spesies satwaliar
untuksurvival dan reproduksi. Habitat dapat menghubungkan kehadiran
spesies,populasi atau individu (satwa atau tumbuhan) dengan sebuah kawasan
fisik dankarakteristik biologi (Morrison, 2002).
Orangutan sangat peka terhadap perubahan kondisi hutan tropik yang
menjadi habitatnya. Hutan tropik yang menjadi habitatnya harus menyediakan
beragam tumbuhan buah yang menjadi sumber pakan utamanya sehingga primata
ini dapat bertahan hidup. Selain buah, orangutan juga memakan bagian lain dari
tumbuhan seperti bunga, daun muda, kulit kayu, beberapa tumbuhan yang dihisap
getahnya dan berbagai jenis serangga. Dengan demikian pembukaan hutan tropik
Universitas Sumatera Utara
sangat berpengaruh terhadap perkembangan populasinya. Di Kalimantan,
orangutan kehilangan lebih dari separuh habitatnya, dimana dari areal hutan
seluas ± 415.000 km² saat ini tersisa seluas ± 165.000 km²
(± 39,76%),
sedangkan di Sumatera, dari areal hutan seluas ± 89.000 km² saat ini tersisa seluas
±23.000 km² (± 25,84%) (Supriatna dan Wahyono, 2000).
Diketahui jumlah populasi orangutan liar telah menurun secara terus
menerus dalam beberapa dekade terakhir akibat hilangnya hutan dataran rendah ,
namun pada beberapa dekade tahun terakhir ini kecepatan penurunan populasi
orangutan terus meningkat. Prediksi para ahli, jika kondisi ini tidak
membaik,maka dalam 10 tahun terakhir kita akan kehilangan hampir 50% dari
jumlah populasi yang ada saat ini (Dephut, 2007).
Perilaku Orangutan
Pada dasarnya orangutan adalah frugifora yaitu proporsi waktu
untukmakan makanan jenis buah - buahan jauh melebihi untuk jenis makanan
lainnya.Dari semua jenis makanan teramati yang dimakan orangutan, buah
menempatiproporsi tertinggi dengan rata - rata persentase 63,2 %, daun 26,2 %,
kulit kayu8,48 % dan lainnya 4,5 % (Krisdijantoro, 2007). Untuk tetap dapat
bertahan hidup, orangutan menggantungkan hidupnya pada habitat dengan
komposisi pepohonan dan liana yang menyediakan pakan pada musim produktif
(buah) dandapat berlangsung secara terus menerus sepanjang tahun serta tetap
berada dalam jarak penjelajahannya (Meijaard dkk, 2001).
Orangutan pada umumnya bersifat individu atau soliter dan pada saat
tertentu dapat hidup berdampingan dengan individu yang lain, seperti saat
reproduksi antara induk betina dengan anak yang belum mandiri. Orangutan
Universitas Sumatera Utara
bersifat
arboreal
yaitu menghabiskan hidupnya
di
pepohonan dengan
bergelantungan dari dahan satu ke dahan lain dengan menggerakkan anggota
tubuhnya dan orangutan selalu membuat sarang untuk tidur menjelang malam
(Supriatna dan Wahyono, 2000).
Menurut Basalamah (2006), aktivitas harian dari orangutan berdasarkan
pencatatan data untuk aktivitas harian yang dijadikan sebagai Point Sampel
dilakukan sesuai dengan batasan yang telah ditentukan adalah :
1. Makan (feeding) yaitu meliputi seluruh waktu yang digunakan untuk memilih,
memegang, mengambil dan sebelum memasukkan makanan ke mulut.
2. Istirahat (resting) yaitu meliputi seluruh waktu yang digunakan individu
orangutan dengan relatif tidak melakukan kegiatan dalam periode waktu
tertentu baik di dalam maupun di luar sarang seperti merebahkan diri, duduk,
berdiri maupun menggantung.
3. Bergerak pindah (moving) yaitu meliputi seluruh waktu yang digunakan
individu target dalam melakukan gerak berpindah dari satu cabang pohon ke
cabang lainnya ataupun dari satu tempat ke tempat lain.
4. Sosial (social) yaitu meliputi seluruh waktu yang digunakan individu target
dalam melakukan kontak dengan individu lain. Beberapa kategori yang
dimasukkan ke dalam aktivitas sosial antara lain adalah pengusiran
(agonistik), bermain (playing), mengutui (grooming) dan reproduksi.
5. Bersarang (nesting) yaitu meliputi seluruh waktu yang digunakan individu
target dalam membuat sarang, diantaranya mematahkan daun/dahan,
membawa dan menyusun daun/dahan sampai menjadi bentuk sarang.
Universitas Sumatera Utara
Bentuk lain dari liana misalnya yang ditemukan pada beberapa jenis Ficus
spp, yaitu: mula-mula tumbuh seperti epifit di kanopi inangnya kemudian akarnya
turun ke tanah. Kadang-kadang tipe jenis ini dapat mencekik tumbuhan inangnya
sehingga mati. Tipe ini disebut Strangler. Liana ditemukan hidup 90% di hutan
tropikdan merupakan tumbuhan khas pada hutan hujan tropik Kepadatan liana
tergantung dari kehangatan dan kelembaban udara di suatu habitat. Jenis liana
menyusun 8% dari jenis tumbuhan lain di hutan hujan tropis (Jacobs, 1980).
Universitas Sumatera Utara
Download