bab 2 kajian pustaka

advertisement
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
2.1.
State Of The Art
Dasar atau acuan berupa temuan-temuan atau teori-teori melalui hasil
berbagai penelitian sebelumnya merupakan hal yang sangat perlu dan dapat dijadikan
sebagai data pendukung.Salah satu data pendukung yang menurut peneliti perlu
dijadikan bagian tersendiri adalah penelitian terdahulu (state Of The Art) yang
relevan dengan permasalahan yang sedang dikaji dalam penelitian ini.Oleh karena
itu, peneliti melakukan langkah kajian terhadap beberapa hasil penelitian terdahulu
berupa jurnal-jurnal melalui internet.Berikut beberapa penelitian terdahulu yang
peniliti jadikan acuan dalam pembuatan penelitian ini.
Tabel 2.1 State Of The Art
NAMA
PENGARANG
Ahmad
JUDUL
DESKRIPSI SINGKAT
New Media
Over the years, the transitional advancement in
Muhammad
and Education:
digital technologies and the increasing
Auwal
An Overview of numbers of newmedia platforms have
Its Impacts on
revolutionized the ways in which people
(e-Journal,
the Academic
communicate and share information. The new
Department Of
Performances
information and communication technologies
Mass
of Nigerian
have impacted on the society positively and
Communication, Students
negatively. These technologies have affected
Nasarawa State
the socio-cultural, political and economic
University -
structures of the contemporary society.
2015)
Advancement in technologies have eased and
expandedthe frontiers of communication and
information reception and dissemination
among people. The Information and
Communication Technologies (ICTs),
particularly the Internet, have impacted greatly
onthe society; increasing access to information
9
10
and creating fresh challenges for the society.
This study appraises the relationship between
new media/ICT and education in Nigeria. It
also examines the impacts of new media on the
academic performances of students and the
society in general.
Bakare,
Social Media
This paper examines social media tools as
Oluwabunmi
Tools as
medium for knowledge sharing among
Dorcas,
Medium for
students and academic staff of Nigerian
Chiemenem,
Knowledge
universities: case study of students’
Chioma
Sharing among
andacademic staff of the Federal University of
Monika,
Students and
Agriculture, Abeokuta, Ogun state, Nigeria.
Bamigboye,Olus Academic Staff
The survey research method was adopted for
ola Bamidele,
of Nigerian
this study because similar studies adopted this
Okonedo, Sarah
Universities:
approach. A structured questionnaire was
Case Study of
designed and used to collect data for this
(e-Journal,
Students’ and
study. Population for the study comprises of
Federal
Academic Staff
Two hundred and fifty (250) academic staff
University of
of the Federal
and One thousand two hundred (1200)
Agriculture -
University of
students. The data obtained were analyzed
2015)
Agriculture,
using simple percentages and frequency
Abeokuta,
counts. Findings of the study revealed that
Ogun State,
students make use of social media tools than
Nigeria
academic staff. It also revealed that majority of
academic confirmed that they are strongly
aware of social media tools which was
supported with 158 (69%), while
undergraduate students’ supported with 690
(86%) and post-graduate students’ supported
with 289 (79.1%). Social networking sites are
the most used by both students and academic
staff and the main purpose of using social
media tools by academic staff is for research
11
purpose while students use social media tools
mainly to keep in touch with friends and
download applications.
Arif Fadillah
Efektivitas
Penelitian ini adalah penelitian yang
Website
menggunakan metode penelitian deskriptif
(e-Journal Ilmu
SMAN 5
kualitatif yaitu penelitian berusaha
Komunikasi
Samarinda
menggambarkan atau menjabarkan obyek yang
Universitas
Sebagai Media
diteliti berdasarkan fakta yang ada di
Mulawarman -
Komunikasi
lapangan. Dengan menggunakan
Tahun 2013
dan Informasi
key informan dan informan sebagai sumber
Siswa
data, data-data yang disajikan menggunakan
data primer dan sekunder melalui wawancara,
dokumen, buku-buku,jurnal ilmiah dan
internet, kemudian teknik analisis data yang
digunakan pada penelitian ini adalah analisis
data kualitatif dengan model interaktif dari
Mathew B.Miles dan A. Michael Huberman
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
Efektivitas Website SMAN 5 Samarinda
menunjukkan bahwa website merupakan yang
mampu menjadi media yang bermanfaat bagi
siswa yang dapat dilihat dari: pesan, target
sasaran, respon siswa, hambatan, dan
efektivitas dari website tersebut. Berdasarkan
indikator-indikator diatas, maka website
SMAN 5 Samarinda dapat disimpulkan efektif
sebagai media komunikasi dan informasi
siswa.
Robby Soetikno
Efektivitas
Pesan Iklan merupakan sarana komunikasi
Pesan Iklan
massa yang dapat menimbulkan efek
(e-Journal Ilmu
Telkomsel
komunikasi. Salah satu perusahaan
Komunikasi
“Kartu AS
telekomunikasi terkemuka di Indonesia, yaitu
Universitas
Wow Gratis
Telkomsel lewat produknya kartu AS
Kristen Petra
100X Lipat”
mengirimkan pesan iklan melalui televisi
12
Surabaya -
Terhadap
untuk bersaing merebut pasar konsumen maka
Tahun 2013
Customer
menuntut iklan harus efektif. Jenis penelitian
Telkomsel di
ini adalah penelitian kuantitatif. Iklan yang
Surabaya
efektif adalah iklan yang memiliki dampak.
Efektivitas pesan iklan televisi dapat diukur
dengan Direct Rating Method atau Metode
Penentuan Peringkat Langsung. Tujuannya
adalah untuk mengukur tingkat attention,
readthrougness, cognitive, affective dan
behavior. Semakin tinggi peringkat yang
diperoleh berarti iklan tersebut makin efektif
dan hasilnya iklan tersebut efektif.
Pramudita
Efektivitas
Jurnal ini berisikan tentang Efektivitas Google
Oktisia
Google Talk
Talk Dalam Meningkatkan efisiensi Kerja
Dalam
Karyawan BanKaltim Cabang Syariah
(e-Journal FISIP
Meningkatkan
Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk
Universitas
Efisiensi Kerja
mendeskripsikan dan menganalisis Efektivitas
Mulawarman -
Karyawan
Google Talk Dalam Meningkatkan Efisiensi
Tahun 2014)
Bank Kaltim
Kerja Karyawan Bank Kaltim Cabang Syariah
Cabang
Samarinda. Dengan menggunakan informan
Syariah
sebagai sumber data, data-data yang disajikan
Samarinda
menggunakan data primer dan sekunder
melalui wawancara, dokumen, buku-buku dan
internet, kemudian teknik analisis data yang
digunakan pada penelitian ini adalah analisis
data kualitatif dengan model interaktif dari
Methew B. Miles dan A. Michael Huberman.
2.2.
Landasan Teori
2.2.1. Definisi Komunikasi
Kata komunikasi berasal dari bahasa latin “communis”, yang berarti
kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar
katanya “communis” adalah “communico”, yang artinya berbagi Stuart, dalam
13
Vardiansyah, (2005). Komunikasi menurut Webester New Collegate Dictionary
(Riswandi, 2009) adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui
sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku.
Menurut Everest M Rogers dalam Mulyana (2005), komunikasi adalah proses
suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan
maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. Sedangkan menurut Harold Laswell
(Mulyana, 2005) cara terbaik untuk menggambarkan komunikasi adalah dengan
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: siapa mengatakan apa dengan saluran apa
kepada siapa dengan pengaruh bagaimana?
Berdasarkan definisi Lasswell dapat diturunkan lima unsur komunikasi yang
saling bergantung satu sama lain, yaitu sumber (source) atau (sender), penyandi
(encoder), komunikator (commmunicator), pembicara (speaker), atau originator.
WHO
SAYS
WHAT
IN WHICH
CHANNEL
MESSAGE
MEDIUM
COMMUNICATOR
WITH WHAT
EFFECT?
EFFECT
TO WHOM
RECEIVER
Gambar 2.1 Paradigma Laswell
Paradigma Laswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima
unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni:
1. Communicator (Orang yang menyampaikan pesan)
2. Message (Pernyataan yang didukung oleh lambang)
3. Medium (Media yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut)
4. Receiver (Orang yang menerima pesan)
5. Effect (Dampak dari pesan tersebut)
14
Dari pengertian diatas, peneliti memberi kesimpulan bahwa komunikasi
adalah proses untuk menyampaikan gagasan dan menyalurkan emosi kepada pihak
lain baik secara lisan maupun tulisan/simbol dan dimanfaatkan juga untuk menerima
informasi dari orang lain. Kegiatan komunikasi terjadi pada saat ada pemberi pesan
yang membawakan pesan tersebut melalui media yang telah dipilih. Tujuan dari
komunikasi akan sampai kepada penerima pesan dan menghasilkan efek.
Komunikasi hanya akan berjalan efektif apabila terdapat kesamaan interpretasi pada
pemberi pesan dan penerima pesan.
2.2.2. Tujuan Komunikasi
Kegiatan komunikasi bertujuan mengharapkan pengertian, dukungan,
gagasan, dan mengubah atau mempengaruhi tindakan. Menurut (Effendy, 2005)
terdapat empat tujuan komunikasi, yaitu:
1. Mengubah sikap (to change the attitude)
2. Mengubah opini atau pendapat (to change the opinion)
3. Mengubah perilaku (to change behaviour)
4. Mengubah masyarakat (to change the society)
Dari penjelasan di atas peneliti memberi kesimpulan bahwa tujuan komunikasi
akan efektif apabila receiver melakukan hal yang sesuai dengan tujuan dan motivasi
sender dalam berkomunikasi. Apabila terjadi perubahan sikap, opini, perilaku
ataupun gaya hidup dalam masyarakat maka tujuan komunikasi dapat dikatakan
berhasil.
2.2.3. Fungsi Komunikasi
Menurut Thomas M. Scheidel yang dikutip dalam (Mulyana, 2005)
mengemukakan bahwa kita berkomunikasi terutama untuk menyatakan dan
mendukung identitas diri, untuk membangun kontak sosial dengan orang disekitar
kita, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berfikir, atau berprilaku
seperti yang kita inginkan.
Menurut Rudolph F. Verderber yang dikutip dalam (Mulyana, 2005)
mengemukakan bahwa komunikasi mempunyai dua fungsi, yaitu:
15
1. Fungsi sosial yakni untuk tujuan kesenangan, untuk menunjukan ikatan
dengan orang lain, membangun dan memelihara hubungan.
2. Fungsi pengambilan keputusan, yakni memutuskan untuk melakukan atau
tidak melakukan sesuatu pada saat tertentu.
2.2.4. Komunikasi Massa
Komunikasi Massa menurut Bitner dalam Rakhmat, (2005) adalah pesan
yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass
communication is messages communicated through a mass medium to a large
number of people).
Komunikasi Massa menurut Gerbner adalah produksi dan distribusi yang
berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas
dimiliki orang dalam masyarakat industri dalam Rakhmat (2005).
Dalam definisi Meletzke, Komunikasi Massa diartikan sebagai setiap bentuk
komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media
penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar
dalam Rakhmat (2005).
Dari pengertian diatas penulis menyimpulkan bahwa Komunikasi Massa
merupakan sebuah jenis komunikasi yang dialamatkan kepada khalayak secara luas
dan tersebar, heterogen, dan anonim melalui media, sehingga pesan yang sama dapat
diterima secara serempak.
2.2.5. Karakteristik Komunikasi Massa
Menurut (Cangara, 2005), komunikasi massa merupakan salah satu dari
komunikasi yang memiliki perbedaan signifikan dengan bentuk komunikasi lainnya,
karena memiliki sejumlah ciri atau karakterisitik yang khas. Karakteristik
Komunikasi Massa tersebut adalah sebagai berikut:
1. Komunikator Terlembaga
Ciri komunikasi massa yang pertama adalah komunikatornya, komunikasi
massa menggunakan media massa baik media cetak maupun elektronik.
16
Melalui surat kabar, maka proses adalah komunikator menyusun pesan
dalam bentuk artikel, apakah atas keinginannya atau atas permintaan media
massa yang bersangkutan. Selanjutnya pesan tersebut diperiksa oleh
penanggung jawab rubrik, dari penanggung jawab rubrik diserahkan kepada
redaksi untuk diperiksa layak tidaknya pesan itu untuk dimuat dengan
pertimbangan utama tidak menyalahi kebijakan dari lembaga media massa
itu. Ketika sudah layak, pesan dibuat setting-nya lalu diperiksa oleh
korektor, disusun oleh lay-out man agar komposisinya bagus dibuat plate
kemudian masuk mesin cetak dan pada tahap akhir setelah dicetak bagian
distribusi bertugas untuk mendistribusikan surat kabar kepada pembacanya.
2. Pesan Bersifat Umum
Komunikasi massa itu bersifat terbuka, artinya komunikasi massa itu
ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk sekelompok orang
tertentu. Pesan yang disampaikan dalam surat kabar berupa berita-berita
yang memiliki fakta dan untuk diketahui oleh masyarakat umum.
3. Komunikannya Anonim dan Heterogen
Dalam komunikasi massa, komunikatornya tidak mengenal komunikan atau
anonim (tidak mengetahui nama, pendidikkan, sikap, pekerjaan) karena
komunikasi tidak bertatap muka secara langsung. Selain itu, komunikan
juga heterogen karena terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang
berbeda, yang dapat dikelompokkan berdasarkan faktor usia, jenis kelamin,
pendidikkan, pekerjaan, latar belakang budaya, agama, dan tingkat ekonomi.
4. Media Massa Menimbulkan Keserempakan
Keserempakan media massa itu sebagai keserempakan kontak dengan
sejumlah besar penduduk dalam jarak jauh dari komunikator, dan penduduk
tersebut satu sama lainnya dalam keadaan terpisah. Contohnya berita-berita
yang memenuhi kolom surat kabar secara serempak dapat diterima oleh
pembacanya diberbagai tempat. Apabila berita tersebut tidak disampaikan
melalui media massa, tetapi dilakukan secara antar personal, maka untuk
mencapai jumlah komunikan yang banyak akan membutuhkan waktu yang
lama dan tidak bersamaan.
17
5. Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan
Salah satu prinsip komunikasi adalah bahwa komunikasi mempunyai
dimensi isi dan dimensi hubungan. Dimensi ini menunjukkan muatan atau
isi komunikasi yaitu apa yang dikatakan, sedangkan dimensi hubungan
menunjukkan bagaimana cara mengatakan yang juga mengisyaratkan
bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu. Dalam konteks
komunikasi massa, komunikator tidak harus selalu kenal dengan
komunikannya dan sebaliknya. Yang penting adalah bagaimana seorang
komunikator menyusun pesan secara sistematis, baik, sesuai dengan jenis
medianya agar komunikannya bisa memahami isi pesan tersebut.
6. Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah
Dalam hal ini, komunikator dan komunikan tidak dapat melakukan kontak
secara langsung. Komunikator aktif dalam menyampaikan pesan dan
komunikan aktif dalam mendengarkan pesan yang diberikan oleh
komunikator. Namun antara komunikator dan komunikan tidak dapat
melakukan dialog, karena komunikasi yang digunakan adalah komunikasi
satu arah, dimana salah satu pihak hanya bisa mendengar apa yang
dibicarakan tanpa bisa memberikan respon.
7. Stimulasi Alat Indra Terbatas
Dalam komunikasi massa, stimulasi alat indra bergantung pada jenis media
massa. Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya melihat, berbeda pada
media televisi dimana penontonnya bisa melihat dan mendengar apa yang
disampaikan.
8. Umpan Balik Tertunda (Delayed) dan Tidak Langsung (Indirect)
Umpan balik merupakan hal penting dalam berkomunikasi karena bisa
mengukur seberapa efektif komunikasi yang terjadi. Namun, sayangnya
dalam komunikasi massa umpan balik bersifat tertunda dan tidak langsung.
Jadi, komunikator disini tidak dapat secara langsung mengetahui bagaimana
reaksi dari masyarakat terhadap pesan yang komunikator sampaikan.
18
2.2.6. Fungsi Komunikasi Massa
(Effendy, 2006) mengemukakan beberapa fungsi Komunikasi Massa sebagai
berikut:
1. Fungsi Informasi
Fungsi informasi ini diartikan bahwa media massa adalah penyebar
informasi bagi pembaca, pendengar, atau pemirsa. Berbagai informasi
dibutuhkan oleh khalayak media massa yang bersangkutan sesuai
kepentingan.
2. Fungsi Pendidikan
Media massa merupakan sarana pendidikan bagi khalayak (Mass
Education). Karena media massa banyak menyajikan hal-hal yang sifatnya
mendidik. Salah satu cara mendidik yang dilakukan media massa adalah
melalui pengajaran nilai, etika, serta aturan-aturan yang berlaku kepada
pemirsa atau pembaca.
3. Fungsi Mempengaruhi
Fungsi mempengaruhi dari media massa secara implicit terdapat pada
tajuk/editorial, features, iklan, artikel, dan sebagainya. Khalayak dapat
terpengaruh oleh iklan-iklan yang ditayangkan televisi ataupun surat kabar.
2.2.7. Teori Uses And Effect
Pemikiran yang pertama kali dikemukakan oleh Sven Windahl (1979), dalam
Ardianto, (2007) ini merupakan sintesis antara pendekatan uses and gratifications
dan teori tradisional mengenai efek. Konsep ‘use’ (penggunaan) merupakan bagian
yang sangat penting atau pokok dari pemikiran ini. Karena pengetahuan mengenai
penggunaan media dan penyebabnya, akan memberikan jalan bagi pemahaman dan
perkiraan tentang hasil dari suatu proses komunikasi massa. Penggunaan media
massa dapat memiliki banyak arti. Ini dapat berarti exposure yang semata-mata
menunjuk pada tindakan mempersepsi.
Dalam konteks lain, pengertian tersebut dapat menjadi suatu proses yang
lebih kompleks, dimana isi tertentu dikonsumsi dalam kondisi tertentu, untuk
19
memenuhi fungsi tertentu dan terkait harapan-harapan tertentu untuk dapat dipenuhi.
Fokus dari teori ini lebih kepada pengertian yang kedua. Dalam uses and
gratifications, penggunaan media pada dasarnya ditentukan oleh kebutuhan dasar
individu, sementara pada uses and effect kebutuhan hanya salah satu dari faktorfaktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan media. Karakteristik individu,
harapan, dan persepsi terhadap media, dan tingkat akses kepada media, akan
membawa individu kepada keputusan untuk menggunakan atau tidak menggunakan
isi media.
Hasil dari proses komunikasi massa dan kaitannya dengan penggunaan media
akan membawa pada bagian penting berikutnya dari teori ini. Hubungan antara
penggunaan dan hasilnya, dengan memperhitungkan pula isi media, memiliki
beberapa bentuk yang berbeda yaitu: Pada kebanyakan teori efek tradisional,
karakteristik isi media menentukan sebagian besar dari hasil. Dalam hal ini,
penggunaan media hanya dianggap sebagai faktor perantara, dan hasil dari proses
tersebut dinamakan efek. Dalam pengertian ini pula, uses and grattifications hanya
akan dianggap berperan sebagai perantara, yang memperkuat atau melemahkan isi
media.
Dalam berbagai proses, hasil lebih merupakan akibat penggunaan daripada
karakteristik isi media. Penggunaan media dapat mengecualikan, mencegah, atau
mengurangi aktivitas lainnya, disamping dapat pula memiliki konsekuensi psikologis
seperti ketergantungan pada media tertentu.Jika penggunaan merupakan penyebab
utama dari hasil maka disebut konsekuensi.
Kita dapat juga beranggapan bahwa hasil ditentukan sebagian oleh isi media
(melalui perantaraan penggunanya) dan sebagian lain oleh penggunaan media itu
sendiri. Oleh karenanya ada dua proses yang bekerja secara serempak, yang bersamasama menyebabkan terjadinya suatu hasil yang disebut ‘conseffects’ (gabungan
antara konsekuensi dan efek). Proses pendidikan biasanya menyebabkan hasil yang
berbentuk ‘conseffects’. Dimana sebagian dari hasil disebabkan oleh isi yang
mendorong pembelajaran (efek), dan sebagian lain merupakan hasil dari suatu proses
penggunaan media yang secara otomatis mengakumulasikan dan menyimpan
pengetahuan.
20
2.2.8. New Media
Media baru (New Media) adalah istilah yang dimaksud untuk menjelaskan
kemunculan era digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi
di akhir abad ke-20. Karakteristik dari new media adalah dapat diubah (edit), bersifat
jaringan, padat, interaktif dan bersifat user generated content. User-generated
content adalah konten atau isi artikel dalam internet yang ditulis oleh khalayak
umum, menandakan bahwa konten media internet tidak lagi hanya dapat dimonopoli
oleh pihak berkepentingan namun dapat diunggah oleh semua internet user
(Solomon, 2011).
Beberapa contoh dari new media adalah seperti internet, website, komputer
multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD.New media merupakan basis
media baru dan bukanlah media konvensional seperti televisi, film, majalah, buku,
atau publikasi berbasis kertas. New media merupakan sebuah konsep yang
dikembangkan oleh Pierre Levy, yang mengemukakan bahwa new media merupakan
teori yang membahas mengenai perkembangan media dari konvensional ke era
digital.
2.2.9. Pandangan New Media
Dalam new media, terdapat dua pandangan yang dikemukakan oleh Pierre
Levy, yaitu:
1. Pandangan interaksi sosial, yang membedakan media menurut kedekatannya
dengan interaksi tatap muka. Pierre Levy memandang World Wide Web
(WWW) sebagai sebuah lingkungan informasi yang terbuka, fleksibel, dan
dinamis,
yang
memungkinkan
manusia
mengembangkan
orientasi
pengetahuan yang baru dan juga terlibat dalam dunia demokratis tentang
pembagian mutual dan pemberian kuasa yang lebih interaktif dan
berdasarkan pada masyarakat.
2. Pandangan integrasi sosial, yeng merupakan gambaran media bukan dalam
bentuk informasi, interaksi, atau penyebarannya, tetapi dalam bentuk ritual,
atau bagaimana manusia menggunakan media sebagai cara menciptakan
masyarakat. Media bukan hanya sebuah instrumen informasi atau cara untuk
21
mencapai ketertarikan diri, tetapi menyatukan kita dalam beberapa bentuk
masyarakat dan memberi kita rasa saling memiliki (Solomon, 2011).
Definisi lain mengemukakan, new media merupakan digitalisasi yang mana
sebuah konsep pemahaman mengikuti perkembangan zaman menyangkut teknologi
dan sains, dari semula yang bersifat manual menjadi otomatis , dan dari semua yang
bersifat rumit menjadi ringkas (Napitulu, 2011).
2.2.10. Efektivitas
Kata Efektif berasal dari bahasa Inggris yaitu effective yang berarti berhasil
atau sesuatu yang dilakukan berhasil dengan baik.Efektivitas merupakan unsur
pokok untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dalam organisasi, kegiatan,
ataupun program. Disebut efektif apabila tercapai tujuan yang telah ditentukan.
Menurut (Kurniawan, 2005) Efektivitas adalah kemampuan melaksanakan
tugas, fungsi suatu organisasi atau yang lainnnya tanpa ada ketegangan atau tekanan
didalamnya. Menurut (Susanto, 2007) Efektivitas adalah daya pesan untuk
mempengaruhi atau tingkat kemampuan pesan-pesan untuk mempengaruhi, bisa juga
diartikan sebagai suatu pengukuran akan tercapainya tujuan yang telah direncanakan
sebelumnya secara matang.
Pengertian Efektivitas menurut Reddin seperti yang dikutip oleh (Rohiat,
2010), ialah menghasilkan alternatif yang kreatif, mengerjakan hal-hal yang benar
atau kepada apa yang seharusnya dikerjakan, optimalisasi pemanfaatan sumber,
tercapainya hasil, dan meningkatkan keuntungan.
Mc Lead dalam (Susanto, 2007), efektivitas artinya informasi harus sesuai
dengan kebutuhan pemakai dalam mendukung suatu proses bisnis, termasuk
didalamnya informasi tersebut harus disajikan dalam waktu yang tepat, format yang
tepat sehingga dapat dipahami, konsisten dengan format sebelumnya, isinya sesuai
dengan kebutuhan saat ini dan lengkap atau sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan.
Menurut pendapat (P. Robbins, 2010), efektivitas adalah menjalankan
aktivitas-aktivitas yang secara langsung membantu organisasi mencapai berbagai
sasaran.Efektivitas secara umum menunjukkan sampai seberapa jauh tercapainya
22
suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan target (kuantitas, kualitas, dan waktu)
yang telah dicapai oleh manajemen, yang mana target tersebut sudah ditentukan
terlebih dahulu.
Efektivitas
merupakan dampak atau pengaruh
dari membuat atau
menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan atau sasaran yang ingin dicapai
akan tetapi tetap menjadi tanggung jawab yang juga akan dirasakan dan dialami
sendiri oleh individu yang menciptakan dan menjalankan pada akhirnya akan
kembali lagi kepada apa yang menjadi fokus atau tujuan semula tanpa harus
menghiraukn hal-hal atau melibatkan pengorbanan yang menyangkut biaya
sekalipun.
Dari beberapa pengertian diatas, peneliti menyimpulkan bahwa efektivitas
dapat diartikan sebagai suatu proses pencapaian tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya, suatu usaha atau kegiatan tersebut telah mencapai tujuannya. Apabila
tujuan yang dimaksud adalah tujuan suatu instansi maka proses pencapaian tujuan
tersebut merupakan keberhasilan dalam melaksanakan program atau kegiatan
menurut tugas dan fungsi dari instansi tersebut.
2.2.11. Ukuran Efektivitas
Menurut pendapat Ricard M Streers (dalam Nadia Azlin, 2012) mengatakan
beberapa ukuran dari efektivitas yaitu:
1. Kualitas artinya kualitas yang menghasilkan oleh organisasi.
2. Produktivitas artinya kuantitas dari apa yang dihasilkan oleh organisasi.
3. Kesiagaan yaitu penilaian menyeluruh sehubungan dengan kemungkinan
dalam hal penyelesaian suatu tugas khusus dengan baik.
4. Efisiensi merupakan perbandingan beberapa aspek prestasi terhadap biaya
untuk menghasilkan prestasi tersebut.
5. Penghasilan yaitu jumlah sumber daya yang masih tersisa setelah semua
biaya dan kewajiban dipenuhi.
6. Pertumbuhan adalah suatu perbandingan mengenai eksistensi.
7. Stabilitas adalah pemeliharaan struktur, fungsi, dan sumber daya sepanjang
waktu.
23
8. Kecelakaan yaitu frekuensi dalam hal perbaikan yang berakibat pada
kerugian waktu.
9. Semangat kerja yaitu adanya perasaan terikat dalam hal pencapaian tujuan
yang melibatkan usaha tambahan, kebersamaan tujuan dan perasaan
memiliki.
10. Motivasi adalah adanya kekuatan yang muncul dari setiap individu untuk
mencapai tujuan.
11. Kepaduan yaitu fakta bahwa para anggota organisasi saling menyukai satu
sama lain, artinya bekerja sama dengan baik, berkomunikasi, dan
mengkoordinasikan.
12. Keluwesan adaptasi artinya adanya suatu rangsangan baru untuk
mengubah prosedur standar operasinya yang bertujuan untuk mencegah
keterbukaan terhadap rangsangan lingkungan.
2.2.12. Pengetahuan
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang ada dikepala kita. Kita dapat
mengetahui sesuatu berdasarkan pengalaman yang kita miliki. Selain pengalaman,
kita juga menjadi tahu karena kita diberitahu oleh orang lain. Pengetahuan juga
didapat dari tradisi (Prasetyo, 2007).
Pengetahuan merupakan hasil “Tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan
penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indra
manusia yakni: penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar
pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoadmojo, 2005).
Pengetahuan (knowledge) adalah suatu proses dengan menggunakan panca indra
yang dilakukan seseorang terhadap objek tertentu dapat menghasilkan pengetahuan
dan keterampilan (Hidayat, 2007).
Pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor pendidikan formal.
Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan, dimana diharapkan bahwa
dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula
pengetahuannya. Akan tetapi perlu ditekankan, bukan berarti seseorang yang
berpendidikan rendah mutlak berpengetahuan rendah pula. Pengetahuan seseorang
tentang suatu objek mengandung dua aspek, yaitu aspek positif dan aspek negatif.
24
Kedua aspek ini yang akan menentukan sikap seseorang semakin banyak aspek
positif dan objek yang diketahui, maka akan menimbulkan sikap makin positif
terhadap objek tertentu (Dewi & Wawan, 2010).
2.2.13. Jenis Pengetahuan
Menurut (Notoatmodjo, 2010) cara mendapatkan pengetahuan dapat dibagi
menjadi 2 jenis yakni:
1. Cara memperoleh kebenaran non ilmiah
a. Cara Coba Salah (Trial and Error)
Cara memperoleh kebenaran non ilmiah, yang pernah digunakan
oleh manusia dalam memperoleh pengetahuan adalah melalui
cara coba-coba atau dengan kata yang lebih dikenal “trial and
error”. Metode ini telah digunakan oleh orang dalam waktu yang
cukup lama untuk memecahkan berbagai masalah. Bahkan sampai
sekarang pun metode ini masih sering digunakan, terutama oleh
mereka yang belum atau tidak mengetahui suatu cara tertentu
dalam memecahkan suatu masalah yang dihadapi. Metode ini
telah banyak jasanya, terutama dalam meletakan dasar-dasar
menemukan teori-teori dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan.
b. Secara Kebetulan
Penemuan kebenaran secara kebetulan terjadi karena tidak
disengaja oleh orang yang bersangkutan. Salah satu contoh adalah
penemuan enzim urease oleh Summers pada tahun 1926.
c. Cara Kekuasaan Atau Otoritas
Dalam kehidupan manusia sehari-hari, banyak sekali kebiasaankebiasaaan dan tradisi-tradisi yang dilakukan oleh orang tanpa
melalui penalaran apakah yang dilakukan tersebut baik atau tidak
kebiasaan seperti ini tidak hanya terjadi pada masyarakat
tradisional saja, melainkan juga terjadi pada masyarakat modern.
Para pemegang otoritas, baik pemimpin, pemerintah, tokoh
agama,
maupun ahli ilmu
pengetahuan pada
prinsipnya
25
mempunyai
mekanisme
yang
sama
didalam
penemuan
pengetahuan.
d. Berdasarkan Pengalaman Pribadi
Pengalaman adalah guru yang baik, demikian bunyi pepatah.
Pepatah ini mengandung maksud bahwa pengalaman itu
merupakan sumber pengetahuan, atau pengalaman itu merupakan
suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh
karena itu pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai
upaya memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara
mengulang
kembali
pengalaman
yang
diperoleh
dalam
memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa yang lalu.
e. Cara Akal Sehat
Akal sehat atau common sense kadang-kadang dapat menemukan
teori atau kebenaran. Sebelum ilmu pendidikan ini berkembang,
para orang tua zaman dahulu agar anaknya mau menuruti nasihat
orang tuanya, atau agar anak disiplin menggunakan cara hukuman
fisik bila anaknya berbuat salah, misalnya dijewer telinganya atau
dicubit. Ternyata cara menghukum anak ini sampai sekarang
berkembang menjadi teori atau kebenaran, bahwa hukuman
adalah merupakan metode (meskipun bukan yang paling baik)
bagi pendidikan anak. Pemberian hadiah dan hukuman (reward &
pusnishment) merupakan cara yang masih dianut oleh banyak
orang untuk mendisiplinkan anak dalam konteks pendidikan.
f. Kebenaran Melalui Wahyu
Ajaran dan dogma adalah suatu kebenaran yang diwahyukan dari
Tuhan melalui para Nabi. Kebenaran ini harus diterima dan
diyakini oleh pengikut-pengikut agama yang bersangkutan,
terlepas dari apakah kebenaran tersebut rasional atau tidak.
g.
Kebenaran Secara Intuitif
Kebenaran secara intuitif diperoleh manusia cepat sekali melalui
proses diluar kesadaran dan tanpa melalui proses penalaran atau
26
berpikir. Kebenaran yang diperoleh melalui intuitif sukar
dipercaya karena kebenaran ini tidak menggunakan cara-cara
yang rasional dan yang sistematis. Kebenaran ini diperoleh
seseorang hanya berdasarkan intuisi atau suara hati saja.
h.
Melalui Jalan Pikiran
Sejalan dengan perkembangan kebudayaan umat manusia, cara
berpikir manusia pun ikut berkembang. Dari sini manusia telah
mampu
menggunakan
pengetahuannya.
Dengan
penalarannya
kata
lain,
dalam
memperoleh
dalam
memperoleh
kebenaran pengetahuan manusia telah menggunakan jalan
pikirannya.
i.
Induksi
Induksi adalah proses penarikan kesimpulan yang dimulai dari
pernyataan-pernyataan khusus ke pernyataan yang bersifat
umum. Proses berpikir induksi berasal dari hasil pengamatan
indra atau hal-hal yang nyata, maka dapat dikatakan bahwa
induksi beranjak dari hal-hal yang konkret kepada hal-hal yang
abstrak.
j.
Deduksi
Deduksi adalah pembuatan kesimpulan dari pernyataanpernyataan umum mengarah kepada pernyataan-pernyataan
khusus. Aristoteles (384-322SM) mengembangkan cara berpikir
deduksi ini kedalam suatu cara yang disebut “silogisme”.
Silogisme merupakan suatu bentuk deduksi berlaku bahwa
sesuatu yang dianggap benar secara umum pada kelas tertentu,
berlaku juga kebenarannya pada semua peristiwa yang terjadi
pada setiap yang termasuk dalam kelas itu.
2. Cara Ilmiah Dalam Memperoleh Pengetahuan
Cara baru atau modern dalam memperoleh pengetahuan pada
dewasa ini lebih sistematis, logis, dan ilmiah. Cara ini disebut
“metode penelitian ilmiah”, atau lebih populer disebut metodologi
27
penelitian
(research
methodology).Cara
ini
mula-mula
dikembangkan oleh Francis Bacon (1561-1626).Ia mengatakan
bahwa
dalam
memperoleh
kesimpulan
dilakukan
dengan
mengadakan observasi langsung, dan membuat pencatatanpencatatan terhadap semua fakta sehubungan dengan objek yang
diamati. Pencatatan ini mencakup tiga hal pokok, yakni:
a.
Segala sesuatu yang positif, yakni gejala tertentu yang muncul
pada saat melakukan pengamatan.
b.
Segala sesuatu yang negatif, yakni gejala tertentu yang tidak
muncul pada saat melakukan pengamatan.
c.
Gejala-gejala yang muncul secara bervariasi, yaitu gejala-gejala
yang berubah-ubah pada kondisi-kondisi tertentu.
2.2.14. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan
Dalam (Dewi & Wawan, 2010) terdapat dua faktor yang mempengaruhi
pengetahuan, yaitu:
1. Faktor Internal
a.
Pendidikan
Pendidikan diperlukan untuk mendapatkan informasi misalnya
hal-hal
yang
menunjang
kesehatan
sehingga
dapat
meningkatkan kualitas hidup. Pada umumnya makin tinggi
pendidikan seseorang maka akan semakin mudah menerima
informasi.
b.
Pekerjaan
Pekerjaan adalah kebutuhan yang harus dilakukan terutama
untuk menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarganya.
28
c.
Usia
Usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan
sampai
berulang
tahun.
Semakin
cukup
umur,
tingkat
kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam
berpikir dan bekerja.
2. Faktor Eksternal
a.
Faktor Lingkungan
Lingkungan merupakan suatu kondisi yang ada disekitar
manusia
dan
pengaruhnya
yang
dapat
mempengaruhi
perkembangan perilaku orang atau kelompok.
b.
Sosial Budaya
Sistem sosial budaya yang ada pada masyarakat dapat
mempengaruhi dari sikap dalam menerima informasi.
2.2.15. Tingkatan Pengetahuan
Dari pengalaman dan penelitian, ternyata perilaku yang didasari oleh
pengetahuan akan lebih baik dibandingkan perilaku yang tidak didasari oleh
pengetahuan karena didasari oleh kesadaran, rasa tertarik, dan adanya pertimbangan
dan sikap positif. Adapun tingkatan pengetahuan menurut (Notoatmodjo, 2005)
terdiri dari enam tingkat, yakni:
1. Tahu (Know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya.Termasuk didalamnya adalah mengingat kembali terhadap
suatu yang khusus dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang
telah diterima. Oleh karena itu, “Tahu” merupakan tingkat pengetahuan
yang paling rendah gunanya untuk mengukur bahwa orang tahu yang
dipelajari seperti: menyebutkan, mendefinisikan, menguraikan, menyatakan,
dan sebagainya.
2. Memahami (Comprehension)
29
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan secara benar tentang objek
yang diketahui, dapat menjelaskan materi dengan benar.
3.
Aplikasi (Aplication)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang
dipelajari pada situasi atau kondisi nyata.
4. Analisis (Analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu
objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih didalam suatu struktur
organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain.
5. Sintesis (Syntesis)
Sintesis
menunjukkan
suatu
kemampuan
untuk
meletakkan
atau
menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang
baru.
6. Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penelitian
terhadap suatu materi atau objek.Penilaian ini berdasarkan suatu kriteria
yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang ada.
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket
(kuesioner) yang menanyakan tentang materi yang ingin diukur dari subjek
penelitian atau responden.Kedalaman pengetahuan yang ingin diketahui atau diukur
dapat disesuaikan dengan tingkatan-tingkatan diatas.Pengukuran tingkat pengetahuan
dimaksudkan untuk mengetahui status pengetahuan seseorang dan disajikan dalam
tabel distribusi frekuensi (Notoatmodjo, 2005).
2.3.
Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran dalam penelitian ini dibangun berdasarkan landasan
teori yang telah diuraikan diatas. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini
menunjukkan bahwa dalam penelitan ini menggunakan 2 variabel yakni: variabel
Independent (X) “Efektivitas Video Branding PT Etnomark Consulting”, dan
variabel
Dependent
(Y)
“Pengetahuan
Branding
Mahasiswa
Marketing
30
Communication Angkatan 2014” untuk selanjutnya dianalisis dan dapat diberikan
kesimpulan dan saran.
VARIABEL X
VARIABEL Y
Efektivitas Video
Branding
PT.Etnomark
Consulting
Pengetahuan Branding
Mahasiswa Marketing
Communication Angkatan 2014
1. Fungsi
(Kurniawan, 2005)
2. Keunikan
(Rohiat, 2010)
3. Kemudahan
(Susanto, 2007)
1. Tahu (Know)
2. Memahami (Comprehension)
3. Aplikasi (Aplication)
4. Analisis (Analysis)
5. Sintesis (Syntesis)
6. Evaluasi (Evaluation)
(Notoadmodjo, 2005)
Gambar 2.2: Kerangka Pemikiran
Download