7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Peralatan jaringan Menurut CCNA

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1.
Peralatan jaringan
Menurut CCNA Exploration 1 Versi 4.0, Modul 2.1.4 – 2.1.6 jalur yang
diambil oleh pesan dari sumber ke tujuan bisa saja sesederhana kabel yang
menghubungkan satu komputer dengan komputer lain atau serumit jaringan
yang menghubungkan dunia ini. Peralatan jaringan adalah wadah yang
mendukung jaringan kita. Ia menyediakan jalur yang stabil dan dapat dipercaya
agar komunikasi kita dapat terjadi.
Device dan media adalah komponen fisik atau hardware dari jaringan.
Hardware ini biasanya adalah komponen yang bisa terlihat dalam jaringan,
seperti laptop, PC, switch, atau kabel yang digunakan untuk menghubungkan
devices. Ada kalanya beberapa komponen bisa tidak terlihat. Seperti pada
wireless media, pesan-pesan di kirimkan melalui udara menggunakan frekuensi
radio yang tidak terlihat ataupun gelombang infrared.
2.1.1. End device
Peralatan jaringan yang paling dikenal oleh manusia adalah end
device. Alat ini membentuk tampilan antara jaringan kita dengan
jaringan komunikasi global.
7
8
Beberapa contoh dari end device adalah:
1. Komputer (work station, laptop, file server, dan web
server)
2. Network printer
3. VoIP phone
4. Security camera
5. Mobile handheld device (seperti wireless barcode
scanner, PDA)
Didalam konteks jaringan, end device dideskripsikan sebagai
host. Host device adalah sumber maupun tujuan dari pesan yang
dikirimkan melalui jaringan. Untuk membedakan antara satu host
dengan yang lain, setiap host dalam jaringan diidentifikasikan oleh
alamat. Ketika host memulai komunikasi, ia menggunakan alamat dari
host tujuan untuk menentukan kemana pesan harus dikirimkan.
Didalam jaringan modern, Host bisa bertindak sebagai client,
server, ataupun keduanya. Software yang diinstal pada host menentukan
tugas apa yang dilakukannya di dalam jaringan.
Server adalah host-host yang telah diinstal Software yang
memungkinkan mereka untuk menyediakan informasi dan layanan,
seperti e-mail atau halaman web, kepada host-host lain didalam jaringan.
Client adalah host-host yang telah diinstal Software yang
memungkinkan mereka untuk meminta dan menampilkan informasi
yang didapatkan dari server.
9
2.1.2. Intermediary device
Disamping end device yang sudah dikenal oleh manusia, jaringan
bergantung pada Intermediary device untuk menyediakan koneksi dan
bekerja dibelakang layar untuk memastikan data dapat melalui jaringan.
Alat
ini
menghubungkan
menghubungkan
beberapa
host
dengan
jaringan
jaringan
untuk
dan
membentuk
dapat
sebuah
internetwork.
Contoh – contoh Intermediary devices adalah:
1. Network Access Device (Hub, switch, dan wireless access
points).
2. InterNetworking Devices (router).
3. Communication Server dan Modem.
4. Security Device (Firewall).
Peran lain dari Intermediary device adalah mengatur data ketika
data melewati jaringan. Alat ini menggunakan alamat host tujuan dan
informasi
mengenai
jaringan-jaringan
yang
terhubung
menentukan jalur yang diambil data ketika melewati jaringan.
untuk
10
Proses yang berjalan pada Intermediary device menghasilkan
fungsi-fungsi berikut:
1. Membuat dan mengirimkan sinyal data.
2. Mengumpulkan informasi mengenai jalur-jalur yang ada
didalam suatu jaringan.
3. Memberitahu alat lain jika terjadi kesalahan maupun
komunikasi yang gagal.
4. Mengarahkan data pada jalur alternatif jika jalur utama
gagal atau putus.
5. Mengelompokkan dan menyalurkan data sesuai dengan
prioritasnya (Quality of Service).
6. Mengizinkan atau memblok arus data sesuai dengan
security setting.
2.1.2.1 Router
Router menggunakan routing protocol untuk menentukan
jalan yang terbaik untuk paket-paket (berdasarkan alamat
Internet Protocol). Sehingga di setiap port yang dimiliki sebuah
router harus memiliki alamat IP yang berbeda jaringan. Router
bekerja pada layer 3 model OSI. Router membagi collision
domain dan broadcast domain
11
2.1.2.2 Switch
Switch bekerja pada layer 2 model OSI dan mengambil
keputusan berdasarkan MAC address. Switch harus meneruskan
frame broadcast. Switch membagi collision domain tetapi tidak
membagi broadcast domain. Switch ada juga yang bekerja pada
layer 3. Switch ini meneruskan paket berdasarkan informasi
layer 3 dan biasanya digunakan untuk jaringan LAN.
2.1.2.3 Hub
Hub menggunakan sistem broadcast dan bekerja pada
layer 1 model OSI. Hub tidak membagi collision domain
maupun broadcast domain.
Collision domain merupakan sejauh mana daerah yang
terpengaruh jika terjadi tabrakan pengiriman data. Sedangkan
broadcast domain merupakan sejauh mana daerah yang
dikirimkan data broadcast.
2.1.2.4 Firewall
Hardware atau Software aplikasi yang didesain untuk
melindungi peralatan jaringan pengguna dari jaringan lain
ataupun aplikasi yang berbahaya.
12
2.1.2.5 Modem (CSU/DSU)
Modem (Modulator Demodulator) merupakan peralatan
yang mengubah sinyal digital ke dalam sinyal analog di sumber.
Di tempat tujuan, sinyal analog dikembalikan ke bentuk
digitalnya. CSU/DSU berasal dari singkatan Channel Service
Unit/Data Service Unit yang menyediakan signal timing untuk
komunikasi antar peralatan tersebut. Berbeda dengan modem,
CSU/DSU tidak mengubah sinyal, tetapi menerima dan
mengirim sinyal digital. Keduanya beroperasi di layer pertama
OSI.
2.1.2.6 Communication server
Communication server mengkonsentrasikan komunikasi
pengguna dial-in dan remote access
Gambar2.1 Simbol peralatan jaringan
13
2.2.
Media jaringan
Komunikasi melalui jaringan dibawa oleh sebuah media. Media
menyediakan saluran yang memungkinkan data bergerak dari sumber ke tujuan.
Jaringan modern umumnya menggunakan tiga jenis media untuk
menghubungkan antar alat dan menyediakan jalur yang bisa dilewati oleh data.
Media-media tersebut adalah:
1. Kawat metalik dalam kabel ( Copper ).
2. Serat kaca atau plastik (Fiber Optic).
3. Transmisi tanpa kabel ( Wireless ).
Jenis media jaringan yang berbeda memiliki fungsi dan keuntungan
yang berbeda pula. Tidak semua media jaringan memiliki karakteristik yang
sama dan sesuai untuk tujuan yang sama pula.
Kriteria yang digunakan untuk memilih media adalah:
1. Jarak yang bisa ditempuh media secara sukses dalam
mengirimkan signal.
2. Lingkungan dimana media digunakan.
3. Jumlah dan kecepatan data yang harus dikirimkan.
4. Biaya dari media beserta penggunaannya.
14
2.2.1. Copper
2.2.1.1 Kabel Coaxial
Kabel Coaxial memiliki beberapa keuntungan, salah
satunya adalah dapat dipasang dengan jarak yang lebih panjang
dibandingkan dengan STP atau UTP tanpa membutuhkan
repeater. Kabel Coaxial relatif lebih murah dibandingkan dengan
kabel Fiber-optic. Panjang maksimum kabel Coaxial adalah 500
meter.
2.2.1.2 Kabel STP
Kabel STP mengkombinasikan teknik cancellation,
shielded dan twisted wire. STP mengurangi noise antar kabel
seperti crosstalk. STP juga mengurangi noise dari luar kabel
seperti interferensi. Kekurangan STP lebih mahal dan sulit
dipasang.
2.2.1.3 Kabel UTP
Keuntungan kabel UTP yaitu lebih mudah dipasang dan
lebih murah daripada media lainnya. Kekurangan kabel UTP
yaitu sangat rentan terhadap noise dan interferensi serta memiliki
jarak sinyal yang lebih pendek dibandingkan dengan kabel
Coaxial dan kabel Fiber optic. Kabel UTP memiliki panjang
maksimum 100 m.
15
Design kabel UTP :
1. Straight-through Cable
Ciri-ciri kabel ini memiliki urutan warna
yang sama pada kedua ujungnya. Kabel ini
digunakan untuk menghubungkan Network device
yang berbeda. Misalnya : Switch – PC.
2. Cross-Over Cable
Ciri-cirinya urutan kabel ini yaitu pin 1
ditukar dengan pin 3 dan pin 2 ditukar dengan pin
6. Hal tersebut terjadi karena pin pengirim dan
penerima berada pada lokasi yang berbeda. Kabel
ini digunakan untuk menghubungkan Network
device yang sama.misalnya PC to PC.
3. Rollover Cable.
Ciri-ciri Rollover adalah kombinasi pin
dibalik pada ujung yang satunya. Kabel ini
digunakan untuk menghubungkan PC ke port
console pada Network device .
16
2.2.2. Optical Media
Media yang digunakan adalah Fiber optic. Dalam pengiriman
sinyal, Fiber optic menggunakan cahaya sebagai pengganti arus listrik.
Data digital direresentasikan sebagai bit 1 dan bit 0. Fiber optic
memiliki berbagai macam keunggulan yaitu memiliki kecepatan koneksi
yang tinggi tanpa terpengaruh interferensi elektromagnet dan tidak
mengalami crosstalk seperti menggunakan kabel lainnya dan juga
karena menggunakan cahaya sebagai sinyal, Fiber optic bisa
menjangkau jarak yang lebih jauh dibanding dengan kabel tembaga.
Namun Fiber optic lebih mahal dan lebih sulit dipasang dan ditangani
daripada media kabel. Fiber optic mempunyai dua tipe yaitu:
1. Single mode fiber
Tipe ini mengirimkan satu sinyal yang mengalir
lurus sepanjang Fiber core. Ukuran ketebalan single
mode Fiber core mencapai 8.3 sampai 10 micron, dan
sumber sinyalnya adalah cahaya laser. Fiber single mode
mempunyai jangkauan yang lebih jauh dari multi mode.
2. Multi mode Fiber
Tipe ini mampu mengirimkan beberapa sinyal
dalam satu fiber. Ukuran ketebalan multimode Fiber core
mencapai 50 atau 62.5 micron. Sumber cahaya sinyalnya
adalah Light Emitting Diodes (LED), dan sinyal
17
dipantulkan pada inner cladding yang menyelimuti Fiber
core dengan menggunakan prinsip pemantulan sempurna.
2.2.3. Wireless
Wireless Network adapter adalah alat untuk penghubung jaringan
wireless pada suatu host. Dalam penggunaan wireless dapat ditingkatkan
kompabilitasnya dengan memasang access point (AP) yang berfungsi
sama dengan hub bagi infrastruktur WLAN. AP mempunyai antena
untuk menyediakan konektivitas wireless untuk jangkauan daerah
tertentu, biasanya disebut sebagai cell. Untuk melingkupi area yang
lebih luas, AP dapat dipasang secara overlap hingga host dapat
melakukan roaming di antara cell.
2.3.
Klasifikasi Jaringan Komputer
2.3.1. Berdasarkan Topologi Jaringan
Menurut CCNA 1 Versi 4.0 modul 2.1.4, Topologi jaringan
menjelaskan struktur jaringan, dimana topologi jaringan terbagi menjadi
dua kelompok, antara lain physical topology dan logical topology.
18
2.3.1.1 Physical topology
Physical
topology
merupakan
gambar
susunan
sebenarnya dari kabel maupun medianya.
Physical topology yang umumnya digunakan, antara lain:
2.3.1.1.1
Bus
Menggunakan “single backbone segment”
sebagai penghubung semua komputer yang ada
pada jaringan. Semua komputer terhubung secara
langsung ke kabel tersebut.
2.3.1.1.2
Ring
Menghubungkan satu komputer dengan
komputer berikutnya, dan seterusnya sehingga
membentuk suatu loop tertutup.
2.3.1.1.3
Star
Menghubungkan semua kabel ke satu
pusat
.
19
2.3.1.1.4
Extended star
Menggabungkan beberapa topologi star
menjadi satu. Hub atau switch yang dipakai untuk
menghubungkan beberapa komputer pada satu
jaringan dengan menggunakan topologi star
dihubungkan lagi ke hub atau switch utama.
2.3.1.1.5
Hierarchical
Dibuat mirip dengan topologi extended
star tetapi pada sistem jaringan yang dihubungkan
dapat mengontrol arus data.
2.3.1.1.6
Mesh
Setiap host harus memiliki hubungan
langsung dengan semua host lainnya dalam
jaringan. Topologi ini juga merefleksikan internet
yang memiliki banyak jalur ke satu titik.
20
Gambar 2.2 Physical topology
2.3.2. Logical topology
Logical Topology menjelaskan bagaimana host-host saling
berkomunikasi melalui media (transmisi data). Logical Topology yang
paling sering digunakan adalah :
2.3.2.1 Broadcast
Setiap host mengirimkan data ke semua host lainnya yang
berada di jaringan. Khususnya pada topologi jaringan star, bus
dan mesh. Tidak ada aturan mengenai jalannya data pada
jaringan ini. Logical topology ini lebih dikenal dengan istilah
21
first come first serve. Salah satu teknologi yang mengaplikasikan
teknologi ini adalah ethernet.
2.3.2.2 Token passing
Teknik ini mengatur jalannya data dan pemakaian
jaringan dengan cara mengirimkan token elektronik secara
estafet ke setiap host yang ada. Host yang mendapat giliran
menerima token berhak untuk mengirimkan data di jaringan,
begitu sebaliknya, Teknologi yang mengaplikasikan teknik ini
adalah Token Ring dan FDDI (Fiber Distribute Data Interface).
2.3.3. Berdasarkan luas cakupan
Menurut CCNA Exploration 1 Versi 4.0 Modul 2.2.1 – 2.2.3
Berdasar dari luas area yang dicakup, jaringan computer terbagi menjadi
tiga ukuran, yaitu Local Area Network (LAN), Wide Area Network
(WAN), dan Internet.
2.3.3.1 LAN
LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya
mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus,
gedung, kantor, rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini,
umumnya LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet
menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan
transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi
22
Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi)
juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat
yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa
disebut hotspot.
2.3.3.2 WAN
WAN adalah jaringan komputer yang mencakup area
yang besar, sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar
wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga
sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan
saluran
komunikasi
publik.
WAN
digunakan
untuk
menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal
yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu
dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi
yang lain.
2.3.3.3 Internet
Internetwork
adalah
jaringan
global
yang
saling
berhubungan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi manusia.
Beberapa dari jaringan global ini dimiliki oleh sekelompok orang
dalam jumlah besar dan organisasi private, seperti agen
pemerintah atau perusahaan industri, dan dipesan secara
23
eksklusif untuk mereka gunakan. Jaringan global yang paling
dikenal dan dapat di akses oleh publik secara luas adalah internet
Internet diciptakan oleh interkoneksi jaringan yang
dimiliki oleh Internet Service Provider (ISP). ISP jaringan ini
saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya untuk
menyediakan akses kepada jutaan pengguna di seluruh dunia.
Untuk memastikan komunikasi yang efektif melalui bermacammacam prasarana, dibutuhkan aplikasi yang konsisten, teknologi
yang dikenali secara umum, dan protokol ( aturan ) serta
kerjasama dari semua agen administrasi jaringan
2.4.
Protocol
Menurut CCNA Exploration 1 Versi 4.0 Modul 2.3.1 Semua
komunikasi, baik face-to-face ataupun melalui jaringan diatur oleh aturan yang
disebut dengan protokol. Protokol-protokol ini dikelompokan berdasarkan
karakteristik dari komunikasi. Pada komunikasi probadi kita saat ini, aturan
yang kita gunakan untuk berkomunikasi melalui satu media, seperti panggilan
telepon, tidak memerlukan protokol yang sama ketika menggunakan media lain,
seperti mengirim surat.
Bayangkan berapa banyak aturan atau protokol yang mengatur semua
metode-metode komunikasi yang berbeda yang ada di dunia saat ini.
Komunikasi yang sukses antar host pada jaringan memerlukan interaksi
dari berbagai macam protokol. Sekelompok protokol berkaitan yang diperlukan
24
untuk melakukan komunikasi disebut protocol suite. Protokol-protokol ini
diimplementasikan di Software dan Hardware yang dipanggil dari setiap host
dan peralatan jaringan.
Salah satu cara yang baik untuk memvisualisasikan bagaimana semua
protokol berinteraksi pada host tertentu adalah dengan melihat itu sebagai
sebuah tumpukan. Tumpukan protokol memperlihatkan bagaimana sebuah
protokol dalam suite diimplementasikan pada host. Protokol dilihat sebagai
lapisan hirarki, yang setiap level pelayanan yang lebih tinggi tergantung pada
fungsi yang ditentukan oleh protokol pada pelayanan yang lebih rendah.
Lapisan bawah dari tumpukan berkaitan dengan pemindahan data menggunakan
jaringan dan menyediakan layanan ke lapisan atas, dimana difokuskan pada isi
dari pesan yang dikirim dan tampilan pengguna.
2.5.
Pengenalan Layer
Menurut CCNA Exploration 1 Versi 4.0 Modul 2.4.1 – 2.4.8 Konsep
layer menjelaskan bagaimana komputer berkomunikasi satu dengan lainnya.
Ketika komputer mengirimkan informasi melalui Network, semua komunikasi
diatur oleh komputer sumber dan kemudian dikirim ke tempat tujuan.
Setiap paket data dikirimkan melalui source maka data tersebut akan
melewati layer-layer dan informasi akan ditambahkan pada data tersebut di
setiap layer yang dilaluinya. Informasi tambahan inilah yang berguna dalam
keberhasilan komunikasi dengan komputer tujuan. Setiap informasi yg
25
ditambahkan pada source layer akan dibaca oleh layer yang sama pada
komputer tujuan.
Standar utama dari konsep layer ini terdapat pada model Transmission
Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) dan Open System interconnection
(OSI). Model ini menjelaskan bagaimana data berkomunikasi dari komputer
yang satu ke komputer yang lain, hanya saja terdapat perbedaan dari jumlah
layer dan fungsi dari masing masing model pe-layeran ini.
2.5.1. Transmission Control Protocol/ Internet Protocol (TCP/IP)
TCP/IP dirancang dengan standar terbuka. Diciptakan awalnya
oleh Departement of Defense U.S sebagai desain Network yang dapat
berfungsi dalam kondisi apapun, setelah itu semua orang bebas untuk
menggunakan standar TCP/IP dalam desain jaringannya.
Sebagai sebuah protokol TCP/IP memiliki referensi sendiri yang
terdiri atas empat layer dengan keterangan sebagai berikut :
1. Application Layer
Layer ini berfungsi untuk menangani High-level
Protocol. Seperti masalah representasi data, proses encoding,
dan
dialog
control
yang
memungkinkan
terjadinya
komunikasi antar aplikasi jaringan. Layer ini berisi
spesifikasi
protokol-protokol
khusus
yang
menangani
aplikasi umum seperti Telnet, File Transfer Protocol (FTP),
Domain Name System (DNS),dll.
26
2. Transport Layer
Layer ini menyediakan layanan pengiriman dari
sumber data menuju ke tujuan data dengan cara membuat
logical connection antara ke duanya. Layer ini juga berfungsi
untuk memecah data dan membangun kembali data yang
diterima dari application layer ke dalam aliran data yang
sama antara sumber dan pengirim data, Transport Layer juga
menangani masalah reliability, flow control, dan error
correction.
Dengan
terdiri
atas
dua
protokol
yaitu
transmission control Protocol dan User Datagram Protocol
(UDP). Protokol TCP memiliki orientasi terhadap reliabilitas
data. Sedang Protokol UDP lebih berorientasi atas kecepatan
pengiriman data.
3. Internet Layer
Layer ini memiliki tugas utama untuk memilih rute
terbaik yang akan dilewati oleh sebuah paket data dalam
sebuah jaringan. Selain itu, layer ini juga bertugas untuk
melakukan packet switching. Terdapat beberapa protokol
yang berjalan pada layer ini seperti Internet Protocol (IP),
Internet Control Message Protocol (ICMP), Address
Resolution Protocol (ARP), dan Reverse Address Resolution
Protocol (RARP).
27
4. Network Access Layer
Layer ini bertugas untuk mengatur semua hal yang
diperlukan sebuah paket IP agar dapat dikirimkan melalui
sebuah medium fisik jaringan. Termasuk didalamnya detil
Teknologi LAN dan WAN.
2.5.2. Open System Interconnection (OSI)
Pada awal tahun 1980an terjadi peningkatan pesat jumlah dan
ukuran jaringan komputer di seluruh dunia. Awalnya alat jaringan tidak
memiliki standar aturan, sehingga menimbulkan masalah komunikasi
antara alat jaringan yang berbeda. Oleh karena itu dibutuhkan alat-alat
komunikasi jaringan yang mampu bekerja dengan standar yang sama.
Untuk menghindari terjadinya miskomunikasi antar alat alat
jaringan ini, international Organization for Standardization (ISO)
mengembangkan model jaringan seperti Digital equipment Corporation
net (DECnet), System Network Architecture(SNA), dan TCP/IP untuk
menetapkan aturan aturan yang dapat diterapkan ke semua jaringan.
Dengan model yang dikembangkan oleh ISO, vendor dapat membuat
alat jaringan yang mampu berkomunikasi dengan alat jaringan yang di
buat oleh vendor lainnya.
28
Open System Interconnection (OSI) yang dikeluarkan oleh ISO
pada tahun 1984 merupakan model jaringan dengan serangkaian standar
yang menjamin kesesuaian yang lebih tinggi dengan teknologi jaringan
lainnya.
Keuntungan dari model OSI layer adalah :
1. Mengurangi kerumitan
2. Standarisasi interface
3. Mempermudah perancangan secara modular
4. Mempermudah pengajaran dan pembelajaran
OSI merupakan sebuah framework yang digunakan untuk
menjelaskan bagaimana informasi berjalan dalam Network. Model
referensi OSI memiliki 7 layer dengan fungsinya masing-masing.
Sebuah data yang melewati model ini akan melalui seluruh atau
sebagian tujuh layer secara berurutan sesuai dengan asal data tersebut.
Layer-layer OSI berikut fungsinya dari layer teratas (ketujuh)
adalah sebagai berikut :
1. Application Layer
Berhubungan dengan aplikasi-aplikasi seperti email,
transfer file, web browser dan lainnya. Dengan Protocol
Data Units (PDU) pada layer ini disebut data.
29
2. Presentation layer
Menangani
representasi
data
seperti
format,
encoding/encryption dan compression, dengan Protocol Data
Units (PDU) berupa data.
3. Session layer
Membuat, mengatur dan memutuskan sesi antar
aplikasi, dengan Protocol Data Units (PDU) masih berupa
data.
4. Transport Layer
Menyediakan end-to-end-connection yang menjamin
reabilitas data, dengan Protocol Data Units (PDU) pada layer
ini yaitu Segment.
5. Network layer
Memberikan alamat logik data dan menentukan jalur
yang akan dilalui informasi, dengan PDU yaitu packet
6. Data link Layer
Menangani perpindahan data dari Network-interface
menuju ke medium fisik. Dengan PDU berupa Frame
7. Physical Layer
Mengatur bagaimana data dapat ditransmisikan dalam
sebuah medium fisik, dengan PDU berupa Bits
30
Gambar 2.3 PDU dari informasi antar host yang saling berkomunikasi
2.5.3. Perbandingan OSI layer dan TCP/IP layer
Menurut CCNA Exploration 1 Versi 4.0 Modul 2.4.8, perbedaan
antara model OSI dan TCP/IP :
1. TCP/IP menggabungkan presentation layer dan session layer
OSI ke dalam Application Layer-nya.
2. TCP/IP meggabungkan dataling layer dan physical layer OSI
ke dalam Network access layer.
3. TCP/IP lebih sederhana karena memiliki 4 layer.
4. Protocol TCP/IP merupakan standar untuk pengembangan
internet sehingga model TCP/IP mendapatkan kredibilitas
hanya karena protokolnya. Sebaliknya, jaringan tidak bisa
31
dibangun dengan protokol OSI, meskipun OSI digunakan
sebagai panduan.
Gambar 2.4 Perbandingan OSI Model dengan TCP/IP Model
32
2.6.
Teknologi WAN
2.6.1. Leased Lines
Menurut CCNA Exploration 4 Versi 4.0 Modul 1.3.2 Link pointto-point menyediakan komunikasi WAN dari customer premises ke
penyedia jaringan sampai tujuan. Point-to-point lines biasanya
dikeluarkan oleh carrier, sehingga disebut leased lines.
Sirkuit yang dikhususkan dihargai berdasarkan Bandwidth yang
dibutuhkan dan jarak antara dua tempat yang dihubungkan. Kecepatan
leased line sendiri bisa mencapai 64 Kbps-45Mbps.
Secara umum, Link point-to-point lebih mahal daripada layanan
yang dibagi-bagi, seperti Frame relay. Biaya Leased line bisa menjadi
mahal ketika digunakan untuk menghubungkan banyak tempat.
Keuntungan menggunakan leased line adalah tidak adanya
latency dan jitter antara dua tempat, dan koneksi yang selalu tersedia.
Leased line digunakan untuk membangun WAN dan memberikan
kapasitas tersendiri yang permanen. Karena lalu lintas WAN sering
berubah-ubah, sehingga kapasitas Bandwidth yang tersedia sering tidak
sama. Pada setiap ujungnya, membutuhkan sebuah interface pada
router, yang mana akan menaikan biaya peralatan. Namun leased lines
juga mempunyai kelemahan, antara lain : penggunaan Bandwidth yang
kurang optimal karena kapasitasnya yang tetap, setiap end-point
memerlukan penambahan interface, dan perubahan kapasitas terhadap
leased lines memerlukan kunjungan carrier langsung ke tempat.
33
Gambar 2.5 Topologi Leased Line
Gambar 2.6 Tipe Line dan Bandwidth
34
2.6.2. Analog Dialup
MenurutCCNA Exploration 4 Versi 4.0 Modul 1.3.3.1 ketika
perpindahan data dibutuhkan, modem dan analog dialed telephone line
menyediakan koneksi berkapasitas rendah dan switch yang pribadi, dan
mengidentifikasi tipe dari skenario bisnis yang mempunyai banyak
keuntungan dari pilihan ini.
Telepon tradisional menggunakan kabel tembaga, yang disebut
local loop, untuk menghubungkan ke Public Switched Telephone
Network (PSTN). Local loop tidak sesuai untuk mengirimkan langsung
data biner komputer, tetapi dengan bantuan modem, data komputer bisa
melalui jaringan telepon.
Local hoop tradisonal dapat mengirim data komputer binari
melalui jaringan suara telepon melalui modem. Modem memodulasikan
data binari ke sinyal analog pada asal dan medemodulasi sinyal analog
ke data binari pada tujuannya. Karakteristik fisik dari loop count dan
koneksi ke PSTN kecepatannya dibatasi hanya sampai dengan 56 kb/s.
Untuk bisnis yang relatif kecil, analog dialup cukup memadai
untuk pertukaran harga, laporan rutin, email, dan gambar-gambar
penjualan, dimana transfer data tidak memerlukan bandwith yang besar
dan tidak digunakan terus-menerus Menggunakan dialup pada malam
hari dan hari libur untuk pertukaran data yang besar dan back-up data
memberi keuntungan dengan tarif yang lebih murah. Tarifnya berdasar
pada jarak antar kedua titik, waktu dan lama koneksi.
35
Keuntungan dari modem dan jaringan analog adalah kemudahan,
dan implementasi yang murah. Kerugiannya adalah transfer data yang
lambat dan cenderung lama tersambung. lalu lintas suara dan video tidak
akan beroperasi dengan memadai.
Gambar 2.7 Topologi Analog Dial-Up
2.6.3. Integrated Services Digital Network (ISDN)
Menurut CCNA Exploration 4 Versi 4.0 Modul 1.3.3.2 ISDN
merupakan jaringan yang menyediakan koneksi digital dari sumber ke
tujuan untuk mendukung sekumpulan layanan termasuk layanan suara
dan data. ISDN memperbolehkan beberapa saluran digital beroperasi
secara terus-menerus melalui kabel telepon yang sama dengan yang
digunakan untuk seluruh analog dan memperbolehkan sinyal digital
dikirim melalui kabel telepon yang ada serta menyediakan Bandwidth
36
lebih dari koneksi dialup 56 Kbps. Pada umumnya ISDN digunakan
untuk back up data. Konektivitasnya sendiri tidak permanen.
ISDN mengubah local loop menjadi koneksi digital TimeDivision Multiplexed (TDM). Koneksinya menggunakan jalur 64 kbps B
channel.
Struktur transmisi ISDN dibentuk dari beberapa channel yang
terhubung menjadi satu dan terintegrasi menjadi satu sistem. Channel
tersebut antara lain:
1. Channel B (64 Kbps)
Channel ini digunakan untuk membawa
semua tipe data digital.
2. Channel D (16 Kbps)
Channel ini digunakan untuk membawa
Signaling information.
Ada dua macam tampilan ISDN :
1. Basic Rate Interface (BRI)-ISDN digunakan untuk rumah
dan perusahaan kecil dan menyediakan dua 64kb/s
channel B dan satu 16 kb/s channel D. Channel D BRI
didesign
untuk
mengatur
dan
sering
dibawah
penggunaan, karena hanya mempunyai dua channel B
untuk diatur. Beberapa provider mengizinkan channel d
untuk mengangkut data pada low bit rate seperti koneksi
X.25 pada 9.6 kb/s
37
2. Primary Rate Interface (PRI)-ISDN juga tersedia untuk
instalasi yang lebih besar. PRI mengirim 23 channel B
dan satu channel D dengan kecepatan 64 kb/s di Amerika
utara, untuk bit rate sampai dengan 1.544 Mb/s. pada
Amerika utara, PRI cocok untuk koneksi T1.
Gambar 2.8 Topologi dan jenis kabel ISDN
38
2.6.4.
X.25
Menurut CCNA Exploration 4 Versi 4.0 Modul 1.3.4 X.25
merupakan protokol layer ketiga model OSI dimana virtual circuits
(VC) bisa dibuat dalam jaringan dengan memanggil paket request.
Dengan kata lain X.25 menggunakan Switched Virtual Circuit.
Meresponi mahalnya leased line, dibuatlah X.25. Namun X.25
sudah tidak dapat dipakai lagi karena mempunyai kapasitas yang rendah.
Hal ini disebabkan dengan penggunaan extensive error checking, yaitu
error dan flow control. Saat ini X.25 sudah digantikan Frame relay.
Biaya tergantung dari banyaknya data yang dikirim, bukan dari
lamanya koneksi, ataupun jarak koneksi sehingga X.25 menjadi
terjangkau.
Kecepatan X.25 bervariasi dari 2400 b/s sampai dengan 2 Mb/s.
Biasanya jaringan publik memakai kapasitas rendah jarang diatas
64kb/s.
Jaringan X.25 sekarang digantikan dengan teknologi layer 2
yang lebih baru seperti frame relay, ATM, dan ADSL. X.25 masih ambil
bagian dalam memajukan dunia, dimana ada akses terbatas untuk
teknologi yang lebih baru.
39
Gambar 2.9 Topologi X.25
2.6.5. ATM (Asynchronous Transfer Mode)
Menurut CCNA Exploration 4 Versi 4.0 Modul 1.3.4 ATM
merupakan teknologi yang mampu mengirim suara, video dan data
melalui jaringan pribadi ataupun umum. ATM dibuat berdasarkan
arsitektur cell. Besar sebuah cell selalu 53 bytes, dimana 5 bytes-nya
merupakan headernya. Header cell ATM mengandung Virtual Path
Identifier (VPI) dan Virtual Channel Identifier (VCI). Kecepatan ATM
bisa mencapai 1.544 Mbps- 9953 Mbps.
Bandwidth yang dibutuhkan 20% lebih besar untuk mengirimkan
data yang sama dibandingkan Frame relay. Besar paketnya adalah 53
bytes, sementara jaringan biasa dapat mengirim 1500 bytes. Pengguna
jaringan umumnya terkoneksi dengan menggunakan ethernet, dan
40
peralatan ethernet tidak menghasilkan cell. Ketika sebuah router
menerima sebuah paket yang akan dikirim ke jaringan ATM, router
tersebut akan membuat cell dengan memecahkan paket menjadi
beberapa cell yang kecil.
ATM diperuntukkan untuk skala besar dan dapat mendukung
T1/E1 OC12 (622 Mb/s) dan lebih tinggi.
Kelebihan ATM antara lain kemampuannya untuk mendukung
PPP links atau multipoint links, Class of Service (CoS) , Quality of
Service (QoS), dan mengirim data, suara dan video.
Gambar 2.10 Topologi ATM
41
2.6.6.
Frame relay
Menurut CCNA Exploration 4 Versi 4.0 Modul 1.3.4 Walaupun
mirip dengan X.25, Frame relay berbeda dengan X.25 beberapa sisi.
Paling pentingnya, protokol yang digunakan lebih sederhana yang
bekerja pada layer data link dibanding dengan layer Network. Frame
relay mengimplementasikan no error atau flow control. Frame relay
menawarkan kecepatan sampai dengan 4 Mbps, bahkan beberapa
jaringan menawarkan kecepatan yang lebih cepat.
Frame relay VC (Virtual Circuit) dapat dikenali dari DLCI
(Data Link Connection Identifier), ketika memastikan komunikasi
jaringan dari satu alat DTE ke peralatan lainnya. Kebanyakan koneksi
frame relay menggunakan PVC (Permanent Virtual Circuit) daripada
SVC (Switched Virtual Circuit).
Frame relay memberikan koneksi permanen, shared, dan
koneksi bandwith medium yang mengirim baik suara maupun lalu lintas
trafik. Frame relay ideal untuk menghubungkan LAN perusahaan.
Router pada LAN hanya membutuhkan satu alat, meskupun banyak VC
yang dipakai. Koneksi short-leased line ke jaringan frame relay dapat
menghemat biaya diantara LAN yang berantakan.
42
Gambar 2.11 Topologi Frame relay
2.6.7.
DSL (Digital Subscriber Line)
Menurut CCNA Exploration 4 Versi 4.0 Modul 1.3.5.1 teknologi
DSL merupakan teknologi broadband yang menggunakan saluran telepon
yang ada untuk mentransportasi data yang besar untuk pelanggannya.
Dimana broadband merupakan suatu teknik yang menggunakan banyak
frekuensi dalam media fisik yang sama untuk mengirim data.
Kabel-kabel
DSL pelanggan disatukan menjadi satu, kapasitas
tinggi menggunakan DSL access multiplexer (DSLAM) pada lokasi
penyedia jaringan. DSLAM dipadu dengan teknologi TDM untuk
43
mengumpulkan banyak kabel pelanggan menjadi satu media. Biasanya
koneksi T3 (DS3). Sekarang teknologi DSL digunakan coding canggih dan
teknik modulasi untuk mengambil kecepatan sampai dengan 8.192 Mb/s
Banyak macam tipe DSL, standar. DSL sekarang pilihan populer
pada departemen perusahaan IT untuk mendukung pekerja rumah.
Biasanya pelanggan tidak dapat memilih untuk menghubungkan jaringan
perusahaan langsung, tetapi harus terhubung ke ISP kemudian koneksi IP
terhubung ke perusahaan melalui internet. Resiko keamanan terjadi pada
proses ini tetapi dapat dicegah dengan langkah-langkah pencegahan
keamanan.
Gambar 2.12 Topologi DSL
44
2.6.8. Cable Modem
Menurut CCNA Exploration 4 Versi 4.0 Modul 1.3.5.1 kabel
Coaxial banyak digunakan di perkotaan untuk menyalurkan sinyal
televisi. Dimana akses jaringan tersedia pada beberapa jaringan televisi.
Hal ini mengijinkan Bandwidth yang lebih besar daripada local loop
yang menggunakan kabel tembaga. Sebuah cable modem mampu
mengirim data 30-40 Mbps.
Cable modem menyediakan koneksi yang selalu aktif dan
pemasangan yang mudah. Namun koneksi yang selalu aktif berarti
komputer yang terhubung rentan terhadap masalah keamanan, sehingga
cable modem services menyediakan kemampuan untuk menggunakan
koneksi Virtual Private Network (VPN) ke server VPN, yang berada
pada lokasi perusahaan.
Pelanggan cable modem harus memakai ISP dan bekerjasama
dengan penyedia jaringan. Semua pelanggan lokal memiliki bandwith
yang sama. Semakin banyak orang yang ikut serta semakin kecil
bandwith yang kita dapat.
45
Gambar 2.13 Topologi Cable Modem
2.6.9. VPN Technology
Menurut CCNA Exploration 4 Versi 4.0 Modul 1.3.5.2. Resiko
keamanan akan banyak muncul ketika pekerja telekomunikasi
menggunakan pelayanan broadband untuk mengakses WAN lebih dari
internet. Untuk memperhatikan keamanan alamat, broadband service
menyediakan kemampuan untuk menggunakan koneksi Virtual Private
Network (VPN) untuk VPN server.
VPN mengenkripsi koneksi antara jaringan private diatas
jaringan public seperti internet. VPN menggunakan koneksi virtual yang
disebut VPN tunnel (terowongan VPN), dimana jalur internet dari
jaringan private perusahaan menuju ke pegawai dan penerima.
46
Manfaat VPN:
1. Mengurangi biaya
Dengan
menggunakan
VPN,
perusahaan
menggunakan internet global untuk berhubungan dengan
cabang dan pengguna lainnya, sehingga menghapus
kemahalan harga jalur WAN dan modem bank.
2. Keamanan
VPN menyediakan level keamanan tertinggi
dengan
menggunakan
enkripsi
yang
maju
dan
autentifikasi protocol untuk menjaga keamanan data dari
para pencuri data.
3. Skalabilitas
VPN menggunakan infrastruktur internet dalam
ISP dan perlengkapannya untuk mempermudah user yang
baru.Perusahaan bisa menambahkan kapasitas dalam
jumlah besar tanpa menambah infrastruktur penting
4. Kesesuaian dengan teknologi broadband
VPN teknologi didukung oleh broadband service
seperti DSL dan kabel, jadi mobile workers dan
telecommuter bisa menggunakan pelayanan internet
berkecepatan
tinggi
perusahaan mereka.
untuk
mengakses
jaringan
47
Ada 2 tipe akses VPN :
1. Site-to-site VPN : menghubungkan seluruh jaringan agar
dapat diakses oleh jaringan lainnya, sebagai contoh :mereka
dapat menghubungkan jaringan cabang perusahaan ke
jaringan perusahaan pusat. Setiap site harus menggunakan
VPN gateway seperti router,Firewall,VPN concentrator atau
alat-alat keamanan lainnya.
2. Remote-access VPN : memungkinkan individual host, seperti
telecommuters,mobile user,dan pelanggan extranet,untuk
mengakses jaringan perusahaan dengan aman lebih dari
menggunakan internet.Setiap host harus memiliki VPN client
Software atau menggunakan web-based client
48
Gambar 2.14 Topologi VPN
2.6.10. Metro Ethernet
Menurut CCNA Exploration 4 Versi 4.0 Modul 1.3.5.3 Metro
ethernet merupakan teknologi jaringan yang berkembang dengan cepat
yang menyalurkan ethernet kepada jaringan publik oleh perusahaan
telekomunikasi. Penghubung IP-aware ethernet memungkinkan jasa
provider
untuk
memberi
tawaran
kepada
perusahaan
untuk
pengumpulan suara, data dan layanan video seperti IP telephony, video
streaming, gambar dan simpanan data. Dengan memperpanjang ethernet
ke daerah metropolitan, perusahaan dapat menyediakan kantor terpencil
mereka dengan akses yang dapat dipercaya untuk aplikasi dan data pada
kepala bagian LAN perusahaan.
49
Keuntungan metro ethernet meliputi:
1. Mengurangi biaya, dan administrasi metro ethernet
menyediakan sebuah penghubung, lapisan luas bidang
dua jaringan yang sanggup mengelola data, suara dan
video pada infrastruktur yang sama. Karakteristik ini
meningkatkan lebar jalur dan menghapus penukaran yang
mahal dari ATM ke frame relay. Teknologi ini
memungkinkan perusahaan untuk berhubungan dengan
banyak tempat dengan biaya yang tidak mahal dalam area
metropolitan ke semua dan ke internet.
2. Integrasi yang mudah dengan jaringan metro ethernet
yang ada dapat dengan mudah terhubung ke LAN
ethernet lain yang ada, mengurangi biaya dan waktu
instalasi.
3. Ditingkatkannya
memungkinkan
produktivitas
perusahaan
metro
mengambil
ethernet
banyak
keuntungan dari peningkatan produktivitas aplikasi IP
yang sulit diimplementasikan pada TDM atau jaringan
frame relay, seperti pusat komunikasi IP, VoIP, dan video
streaming serta siaran video.
50
Gambar 2.15 Topologi Metro Ethernet
2.7.
Routing
Menurut CCNA Exploration 2 Versi 4.0 Modul 1.3.3 routing merupakan
pemilihan rute dalam sebuah jaringan untuk mengirim data ataupun lalu lintas
fisik. Routing loop dapat terjadi saat terjadi inkonsistensi dalam tabel routing
karena konvergensi yang lambat pada saat terjadi perubahan jaringan.
51
Routing dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
1. Static Routing
Remote Network ditambahkan ke routing table manapun
dengan configuring routes atau menggunakan dynamic routing
protocol.Ketika IOS mempelajari tentang remote network dan
alat penghubungnya itu akan digunakan untuk mencapai suatu
jaringan,itu menambah rute itu untuk routing table selama exit
interface ada.
Static route itu termasuk alamat network dan subnet mask
dari remote Network, bersama dengan alamat IP tentang next-hop
router atau exit interface. Static route ditandai dengan kode S
didalam routing table yang diketahui di dalam figur.
2. Dynamic Routing
Menurut CCNA Exploration 2 Versi 4.0 Modul 1.3.4
Remote jaringan dapat juga ditambahkan pada routing table
dengan
menggunakan
dynamic
routing
protocol.Dynamic
routing protocol digunakan router untuk menyebarkan informasi
tentang rute dan status dari remote network.
Protokol
dynamic
routing
melakukan
beberapa
pekerjaan, termasuk :
1. Network
discovery
atau
pencarian
Network.
2. Update dan perawatan routing tables.
sebuah
52
2.7.1. Classful dan Classless Routing
Menurut CCNA Exploration 2 Versi 4.0 Modul 10.1.1 untuk
meningkatkan efisiensi, biasanya sebuah jaringan yang relatif besar
dipecah-pecah menjadi jaringan yang lebih kecil (subnet). Dimana setiap
subnet mempunyai subnetmask yang terdiri dari 32-bit address mask
yang digunakan IP untuk mengidentifikasi bit-bit yang dimiliki alamat
IP yang akan digunakan untuk alamat subnet.
2.7.1.1 Classful Routing
Routing protocol yang menggunakan Classful Routing
memiliki subnetmask yang sama di setiap subnet yang berada
dalam jaringannya.
2.7.1.2 Classless Routing
Routing protocol yang menggunakan Classless Routing
memiliki subnetmask yang berbeda di setiap subnet yang berada
dalam jaringannya.
53
2.7.2. Algoritma Routing
Menurut CCNA Exploration 2 Versi 4.0 Modul 4.1.2 umumnya
algoritma routing digolongkan menjadi dua kategori:
1. Distance vector
Seperti namanya distance vector berarti bahwa rute
itu disebutkan sebagai distance (jarak) dan direction (arah)
garis vektor. Distance digambarkan dalam suatu matrik
seperti hop-count dan direction mudahnnya adalah next-hop
router atau exit interface.
Sebuah router menggunakan vector routing protocol
tidak memiliki pengetahuan tentang seluruh jalur untuk ke
jaringan yang dituju. Router itu hanya mengetahui :
1. Direction atau interface paket harus di
sampaikan.
2. Distance
atau
seberapa
jauhnnya
paket
tersebut ke jaringan tujuan.
Yang termasuk distance vector adalah Routing
Information Protocol (RIP) versi 1, RIP versi 2, Interior
Gateway routing Protocol (IGRP).
54
2. Link-State
Menurut CCNA Exploration 2 Versi 4.0 Modul
10.1.1 algoritma ini menghitung dan menggunakan jalan
yang terpendek ke router lain, update dikirim jika ada
perubahan topologi jaringan, lebih cepat untuk converge,
tidak rentan terhadap routing loop, lebih sulit untuk
dikonfigurasi, membutuhkan lebih banyak memori dan
processing power, lebih sedikit menghabiskan bandwidth
dibanding distance vector, mengambil pandangan umum
seluruh topologi jaringan. Yang termasuk link-state adalah
OSPF, dan IS-IS.
2.7.3. Routing Protocol
Routed protocol merupakan protokol yang dijalankan dalam
internetwork.
Yang termasuk dalam routed protocol adalah Internet Protocol
(IP), DECnet, AppleTalk, Novell NetWare, OSI, Banyan VINES, dan
Xerox Network System (XNS).
Routing protocol merupakan protokol yang mengimplementasi
algoritma routing, seperti algoritma distance vector dan algoritma
linkstate. Intinya, Routing protocol digunakan untuk membangun tabel
yang digunakan untuk menentukan pemilihan jalan dari routed protocol.
55
Menurut CCNA Exploration 2 Versi 4.0 Modul 10.1.1 Routing
protocol terbagi menjadi dua bagian, antara lain:
1. Interior Gateway Protocols (IGPs)
Interior Gateway Protocols (IGPs) digunakan untuk
penyaluran dalam daerah penyaluran yang mana jaringannya
dalam pengawasan organisasi tunggal. Sebuah sistem
autonom biasanya terdiri atas banyak jaringan individu yang
dimiliki oleh perusahaan, sekolahan dan institusi lain. IGP
digunakan sebagai rute dalam sistem autonom dan juga rute
dalam jaringan individu milik mereka. Sebagai contoh,
CENIC mengoperasikan sistem autonom yang terdiri atas
sekolah, kampus dan universitas di California. CENIC
menggunakan IGP untuk rute dalam sistem autonomnya
supaya semua institusi tersebut saling berhubungan. Masingmasing institusi pendidikan tersebut juga menggunakan IGP
pada pilihan mereka untuk rute pada jaringan individu
mereka. IGP digunakan oleh masing-masing badan untuk
menyediakan determinasi lintasan yang tepat dalam area rute
mereka, seperti CENIC yang menggunakan IGP untuk
menyediakan lintasan rute yang terbaik dalam sistem
autonom mereka. IGP untuk IP terdiri dari RIP, IGRP,
EIGRP, OSPF dan IS-IS.
56
2. Exterior Gateway Protocols (EGPs)
Exterior Gateway Protocols (EGPs) pada sisi lain,
diciptakan untuk penggunaan antar dua sistem autonom yang
berbeda yang berada di bawah pengawasan administrasi yang
berbeda. BGP merupaka satu-satunya EGP yang sekarang ini
masih terus berjalan dan merupakan protokol penyalur yang
digunakan oleh internet. BGP merupakan vektor lintasan
protokol yang dapat menggunakan berbagai macam atribut
yang berbeda untuk mengukur rute. Pada tingkatan ISP,
sering terdapat banyak jaringan daripada hanya memilih
lintasan yang tercepat. BGP khas digunakan antar ISP dan
kadang antar perusahaan dan ISP.
2.7.4. Routing Information Protocol (RIP)
Menurut CCNA Exploration 2 Versi 4.0 Modul 4.1.1 RIP
routing protocol original yang pertama ditetapkan di RFC 1058.RIP
memiliki Karakteristik kunci :
1. Hop count digunakan sebagai matrik untuk pemilihan
jalur yang akan ditempuh.
2. Jika hop count untuk Network lebih dari 15, RIP tidak
dapat menyediakan suatu rute untuk network tersebut.
3. Routing update dengan broadcast atau multicast setiap 30
detik (by default).
57
2.7.5. Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
Menurut CCNA Exploration 2 Versi 4.0 Modul 4.1.1 IGRP
adalah tatacara pengaturan protokol yang dimiliki dan dikembangkan
oleh cisco. IGRP memiliki desain karakteristik:
1. Bandwidth,delay,load dan kehandalannya digunakan untuk
membuat gabungan matrik.
2. Melakukan routing update setiap 90 detik (by default)
IGRP adalah pendahulu EIGRP,dan sekarang sudah
jarang bahkan hampir tidak ada yang menggunakannya.
2.7.6. Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
Menurut CCNA Exploration 2 Versi 4.0 Modul 4.1.1 EIGRP
adalah routing protocol yang mengatur tentang jarak vektor yang
dikembangkan dan menjadi hak milik cisco.Karakteristik kunci EIGRP :
1. Dapat mengubah pengeluaran beban keseimbangan menjadi
tidak sama.
2. Dapat menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL)
untuk perhitungan jalur terpendek.
3. Tidak ada update secara periodik seperti RIP dan
IGRP.Update
Routing
perubahan di topologi.
hanya
dikirimkan
ketika
ada
58
2.7.7. Open Shortest Path First (OSPF)
Menurut CCNA Exploration 2 Versi 4.0 Modul 11.0.1 – 11.5.2
Open Shortest Path First (OSPF) merupakan protokol Link State yang
dikembangkan sebagai pengganti Distance Vector protokol RIP. RIP
merupakan protokol penyalur yang dapat diterima saat ini oleh jaringan
maupun internet, namun mereka percaya kepada hop count sebagai satusatunya ukuran untuk memilih rute terbaik dengan cepat menjadi tak
dapat diterima dalam jaringan yang lebih besar yang dibutuhkan untuk
solusi penyaluran yang lebih baik. OSPF merupakan protokol penyalur
yang tidak dibedakan golongannya yang menggunakan konsep area
untuk skalabilitas. RFC 2328 menetapkan metrik OSPF sebagai sebuah
nilai sebarang yang disebut harga. IOS Cisco menggunakan luas bidang
sebagai metrik harga OSPF. Keuntungan utama OSPF diatas RIP adalah
konvergennya yang cepat dan skalabilitasnya terhadap implementasi
jaringan lebih besar.
OSPF mempunyai 11 tipe LSA, yaitu:
1. Router LSA ( Link State Advertisement )
Tipe LSA ini dibuat untuk setiap area yang
terhubung ke router dan hanya disebarkan dalam area
OSPF tersebut. Router LSA menjelaskan biaya dan status
link router dalam area.
2. Network LSA
59
Network LSA dibuat oleh DR dalam jaringan
multi-akses dan mengandung informasi untuk semua
router yang terhubung dengan jaringan multi-akses.
3. Network Summary LSA
Tipe LSA ini dihasilkan oleh ABR, disebarkan ke
area OSPF selain area 0, dan mengandung informasi
mengenai prefix inter-area OSPF.
4. ASBR Summary LSA
Tipe
LSA
ini
dihasilkan
oleh
ABR
dan
mempunyai format yang sama seperti Network Summary
LSA, namun ASBR Summary LSA hanya berisi lokasi
sebuah ASBR bukan informasi prefix IP yang spesifik.
5. AS External LSA
Tipe LSA ini dihasilkan oleh ASBR dan
mengandung informasi mengenai prefix diluar domain
OSPF.
6. Multicast OSPF LSA
Tipe
LSA
ini
menggunakan multicast.
7. NSSA External LSA
digunakan
ketika
OSPF
60
NSSA Eksternal LSA dihasilkan oleh ASBR
ketika sebuah area telah dikonfigurasi sebagai NSSA.
External routes hanya disebarkan dalam NSSA.
8. External Atributes LSA untuk Border Gateway Protocol
Tipe LSA ini digunakan dalam internetworking
OSPF dan Border Gateway Protocol (BGP).
9. Opaque LSA
Opaque LSA tipe 9 dibanjiri dalam sebuah
subnetwork lokal.
10. Opaque LSA
Opaque LSA mengandung informasi yang harus
dibanjiri dalam sebuah area namun tidak diteruskan di
luar perbatasan area yang berhubungan.
11. Opaque LSA
Opaque LSA yang dibanjiri kemanapun selain
area stub. LSA ini setara dengan tipe LSA 5.
Sebuah router menyadari ada perubahan dalam
topologi jaringan, jika :
1. Router tersebut kehilangan koneksi pada
jaringan yang terhubung, baik pada layer 1
maupun layer 2.
61
2. Router tersebut tidak menerima sejumlah
pesan Hello OSPF yang berurutan dan
telah ditentukan.
3. Router tersebut menerima update LSA
dari adjacent neighbor, yang memberitahu
ada perubahan dalam topologi jaringan.
Sekumpulan LSA yang dihasilkan semua router disebut sebagai
link-state database. Router memproses informasi tentang link-states dan
membangun link-state database. Oleh karena itu, setiap router
mempunyai informasi link-states dan neighbors dari setiap router.
Jika LSA baru, maka router ditambahkan ke dalam database dan
di-flood ke links yang lain. Jika nomor urutan LSA sama, maka router
tidak menggubris LSA tersebut. Namun jika nomor urutan LSA lebih
tua, maka router akan mengirimkan LSA yang lebih baru ke pengirim
LSA yang lebih tua tersebut
Setiap router juga mempunyai adjacency database yang berisi
daftar neighbor routers dimana router tersebut telah membangun
komunikasi dua arah secara langsung. Untuk mengurangi jumlah
pertukaran informasi routing antar beberapa neighbor dalan jaringan
yang sama, router-router OSPF memilih sebuah designated router (DR)
dan sebuah backup designated router (BDR).
62
OSPF mengenali empat kelas router, antara lain :
1. Internal router merupakan router yang berada di dalam
satu area.
2. Area Border router (ABR) menghubungkan 2 atau lebih
area.
3. Backbone router (BR) merupakan router yang terhubung
dengan dua atau lebih area.
4. AS boundary router (ASBR) berkomunikasi dengan
router yang berada di AS lain.
OSPF mendukung tiga macam koneksi dan jaringan, antara lain:
point-to-point lines antara dua router, dan jaringan multiaccess dengan
broadcasting ataupun nonbroadcasting.
Router OSPF menentukan router mana yang menjadi adjacent
berdasarkan tipe jaringan yang terhubung.
Ada empat macam jaringan yang dikenali oleh interfaces OSPF,
antara lain:
1. Broadcast multiaccess
Pada tipe jaringan ini, jumlah router yang akan
dihubungkan tidak diketahui. Jika setiap router harus
membangun adjacency penuh dengan setiap router dan
saling bertukar informasi dengan setiap neighbor-nya
maka akan terjadi overhead. Untuk menanggulangi
masalah overhead tersebut, maka dilakukan pemilihan
63
DR. Dimana router DR akan adjacent ke semua router
dalam broadcast segment.
Semua router dalam segment akan mengirim
informasi
link-state
ke
DR.
DR
yang
akan
menyebarkannya dengan alamat multicast 224.0.0.5 ke
semua router OSPF. Jika DR gagal, maka router yang
dipilih sebagai BDR akan menggantikan DR dalam
melakukan tugasnya. Untuk meyakinkan DR dan BDR
melihat link-states semua router, digunakan alamat
multicast 224.0.0.6.
2. Jaringan Point-to-point
Tipe jaringan ini tidak memerlukan pemilihan DR
dan BDR, karena kedua router tersebut mempunyai
adjacent penuh.Contoh broadcast multiaccess antara lain
: Ethernet, Token Ring, atau FDDI.
3. Nonbroadcast multi-access (NBMA)
NBMA melakukan pemilihan DR dan BDR.
Contoh NBMA antara lain PPP, HDLC.
4. Point-to-multipoint
Tipe jaringan ini biasanya dikonfigurasi oleh
seorang administrator, sehingga tidak memerlukan
pemilihan DR dan BDR.
64
Area merupakan suatu jaringan atau sebuah kelompok jaringan
yang berurutan. Area backbone disebut sebagai area 0. Pada area 0,
jaringan OSPF mengenali beberapa tipe area, antara lain:
1. Standar area
Area ini dilihat sebagai sebuah SPF domain ke dalam
dirinya sendri. Setiap router mengetahui tentang setiap
prefiks di dalam area, dan mempunyai database topologi
yang sama.
2. Stub area
Area ini tidak akan menerima rangkuman route dari
luar AS. Area ini berguna karena dapat melindungi router
yang kurang kuat dari router luar yang bagus.
3. Not so stubby area
Area ini merupakan stubby area yang dapat merubah
informasi dari luar sehingga dapat dikirim ke area 0.
4. Totally stubby area
Area ini tidak menerima rangkuman LSA dari luar
area maupun AS. Totally stubby area melindungi routerrouter internal dengan memperkecil routing table dan
merangkum semua yang berada di luar area dengan sebuah
default route.
65
Ada lima macam pesan yang dikenali dalam OSPF:
1. Hello untuk menemukan siapa tetangganya.
2. Link-state update yang menyediakan biaya pengirim ke
tetangganya.
3. Link-state ack yang Acknowledges link-state update.
4. Database description mengumumkan update yang mana
yang dimiliki pengirim.
5. Link-state request untuk meminta informasi dari rekan.
Ketika sebuah router memulai proses routing OSPF pada sebuah
interface, router tersebut mengirim sebuah Hello packet dan tetap
mengirimnya secara teratur dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.
Jika router tersebut berada dalam jaringan multi-access, Hello
protocol menentukan DR dan BDR. Kemudian setiap router
mengirimkan LSA dalam link-state update (LSU) packets. Setiap LSA
menjelaskan semua link router. Setiap router, yang menerima LSA dari
tetangganya, mencatat LSA tersebut ke dalam link-state database.
Setelah database lengkap, setiap router menghitung untuk membuat
topologi logikal yang bebas loop.
Kelebihan OSPF antara lain: mendukung multi-area, adanya fitur
stub area, menggunakan multicast untuk routing update, memiliki fitur
authentikasi,
summarization.
mendukung
penggunaan
VLSM,
mendukung
66
2.7.8. Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS)
Menurut CCNA Exploration 2 Versi 4.0 Modul 10.1.1 IS-IS
merupakan protokol IGP yang digunakan oleh router untuk menentukan
jalan yang terbaik untuk mengirim datagram atau paket melalui jaringan
packet switching. IS-IS menganut algoritma link-state.
IS-IS menyebarkan status link dengan menggunakan link-state
packets (LSPs). IS-IS menggunakan dasar model OSI dan bisa
mendukung jaringan yang lebih besar dibanding dengan OSPF walaupun
dengan peralatan yang sama. IS-IS diadaptasi untuk mengirim paketpaket IP sebagai tambahan paket-paket Network Service Access Point
(NSAP).
2.8.
Border Gateway Protocol (BGP)
Menurut CCNA Exploration 2 Versi 4.0 Modul 3.1.1 BGP merupakan
EGP yang menggunakan algoritma distance vector. Sesuai dengan yang tertulis
pada BGP sering digunakan diantara AS yang membentuk Internet Service
Provider (ISP) dan ISP-clients.
Tetangga BGP bertukar semua informasi routing ketika koneksi TCP
antara tetangga pertama kali terjalin. Ketika perubahan terhadap routing table
diketahui, router BGP mengirim route yang berubah dan optimal route ke
tetangganya. Router BGP tidak mengirimkan update routing secara berkala.
Download