rangkuman materi kimia anorganik “bentuk molekul”

advertisement
RANGKUMAN MATERI
KIMIA ANORGANIK
“BENTUK MOLEKUL”
DISUSUN OLEH :
APRILIA LAILA FAJRIN
21030112130049
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
Bab 10 : “Bentuk Molekul”
 Mempelajari tentang berbagai macam bentuk molekul.
Menggambarkan Bentuk Molekul Sesuai Kaidah Oktet
a.) Menggambar dengan Atom Pusatnya Satu
Langkah- langkah :
1.) Tempatkan atom-atom bersebelahan satu dengan yang lainnya. Untuk atom
yang berada di golongan yang lebih rendah ditempatkan sebagai atom pusat,
karena lebih membutuhkan banyak elektron untuk mencapai oktet. Apabila
satu golongan, tempatkan atom yang meiliki periode yang lebih besar sebagai
atom pusat.
2.) Tentukan jumlah elektron yang tersedia
3.) Gambar ikatan tunggal sekitar atom pusat. Lalu kurangkan 2e- untuk setiap
ikatan tunggal.
4.) Bagi sisa elektron tadi ( lagkah no.3 ), pastikan jumlah elektron yang tadi
dihitung digambar.
5.) Pastikan semua elekton sudah tergambar, hitung jumlahnya dan samakan
dengan jumlah elektron yang ada pada langkah no.2.
Contoh soal : OF2
1. Langkah 1 : Penempatan elektron
Karena O memiliki golongan yang lebih rendah, maka O
dijadikan sebagai atom pusat.
F
O
F
2. Langkah 2 : Penjumlahan elektron valensi
(1 O x 6e- ) + ( 2 F x 7e- ) = 6e- + 14e- = 20e3. Langkah 3 : Gambarkan ikatan tunggal sekitar atom pusat
F
O
F
2 x 2e- = 4e-
Sisa elektron : 20e- - 4e- = 16e-
4. Langkah 4 : Penggambaran elektron
b.) Menggambar atom pusat lebih dari satu
Langkah-Langkah : (sama dengan penggambaran dengan atom pusat satu)
1.) Tempatkan atom-atom bersebelahan satu dengan yang lainnya.
2.) Tentukan jumlah elektron yang tersedia
3.) Gambar ikatan tunggal sekitar atom pusat. Lalu kurangkan 2e- untuk setiap
ikatan tunggal.
4.) Tambahkan sisa elektron dalam bentuk berpasangan.
5.) Bagi sisa elektron tadi ( lagkah no.3 ), pastikan jumlah elektron yang tadi
dihitung digambar.
Contoh soal :
C2H6O (tidak ada ikatan antara O dan H )
Jika pada atom pusat belum memenuhi kaidah oktet, lakukan :
6.) Buat ikatan rangkap pada pasangan elektron bebas ( PEB ) yang mengitari
atom pusat.
Contoh soal : CO2
Resonansi : Delokalisasi Pasangan Elektron
Delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap
posisinya pada 1 atom, tetapi berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.
Contohnya ada pada Ozon ( O3 )
Dalam kedua rumus ozon diatas, ada ikatan tunggal (    ) dan ikatan
rangkap ( O  O ). Berdasarkan konsep resonansi, kedua ikatan dalam molekul O 3
adalah ekivalen. Dalam atom O3, ikatan rangkap nya silih berganti. Namun
sebenarnya tidak ada salah satupun dari struktur ditas yang merupakan struktur O3,
yang benar adalah penggabungan dari kedua struktur diatas, yang disebut
STRUKTUR RESONANSI. Struktur resonansi dilambangkan dengan tanda
Sehingga bisa digambarkan
:
Kita bisa menggambarkan satu senyawa dengan berbagai macam struktur, itu
adalah hasil dari DELOKALISASI PASANGAN ELEKTRON. Delokalisasi ini
menyebarkan massa jenis elektron yang melebihi volumenya, sehingga
mengurangi tolakan antar elektron dan dengan demikian menstabilkan molekul.
Selain ozon, ada juga benzena. Benzena memiliki 2 bentuk resonansi yang
sering digambarkan menjadi 1 struktur.
c.) Menggambar Struktur Resonansi
Untuk ion poliatomik, muatannya diletakkan di luar tanda kurung siku.
Caranya sama seperti penggambaran struktur yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Namun pada tahap ke 5, terjadi perubahan yaitu : ikatan pada pasangan elektron
bebas diubah menjadi ikatan rangkap. Setelah mendapatkan satu struktur,
pindahkan ikatan rangkap ke iktan pada atom yang lain.
Contohnya ada pada NO3-.
S
Selain itu, ada pada CO32-
Pengecualian untuk Penggambaran Struktur Lewis dengan Kaidah Oktet.
Pengecualian terletak pada golongan IIA dan IIIA. Pada golongan ini sering
terjadi defisiensi (kekurangan) elektron. Unsur pada golongan tersebut tidak dapat
membentuk 8 elektron. Unsur pada golongan IIA hanya dapat membentuk 4
elektron, sedangan unsur pada golongan IIIA hanya dapat membentuk 6 elektron.
BeCl2
BF3
Contoh lain ada pada XeF4 :
VALENCE-SHELL ELECTRON-PAIR REPULSION
(VSEPR) THEORY (Teori tarik menarik pasangan elektron valensi) dan Bentuk
Molekul
VSEPR adalah prinsip dasar dimana tiap elekton valensi dari suatu golongan
yang megitari sebuah atom pusat, diletakkan sejauh mungkin dari yang lainnya
untuk mengurangi gaya tarik menarik.
 Pengelompokan kelompok elektron dan bentuk molekul
Kelompok elektron dibagi berdasarkan golongan elektron valensi,
Bentuk molekul dibagi berdasarkan posisi terhadap inti atom.
Untuk memudahkan pembuatan betuk molekul, menggunakan rumus AXmEn.
Dimana A = atom pusat
X = PEI (pasangan elektron ikatan)
E = PEB (pasangan elektron bebas)
Dibawah ini adalah 5 bentuk molekul dasar beserta sudut yang dibentuk :
Bentuk molekul dengan kelompok dua elektron
Ketika ada dua kelompok elektron yang besrsebelahan namun ditengahnya
terdapat atom pusat, jadi dapat dikatakan kedua kelompok elektron itu
berlawanan, akan menghasilkan bentuk molekul linier. Rumus yang kita dapat
adalah AX2. Artinya, ada 2 pasangan elektron yang berikatan dan tidak ada
pasangan elektron bebas. Contoh nya : CS2, HCN, BeF2,BeCl2.
BeCl2 yang mengalami defisiensi elektron memiliki bentuk molekul linier
dengan hanya ada dua pasangan elektron sekitar atom pusat. Dibawah ini adalah
bentuk molekul BeCl2 :
Bentuk molekul dengan kelompok tiga elektron
Tiga kelompok elektron yang saling tolak-menolak menuju sudut-sudut
segitiga, akan menghasilkan bentuk molekul trigonal planar. Rumus dari bentuk
molekul ini adalah AX3. Artinya, ada 3 elektron yang berikatan dan tidak ada
PEB. Contohnya pada : SO3 , BF3, NO3-, CO32-.
Dibawah ini adalah contoh dari senyawa yang memiliki bentuk trigonal planar :
BF3
Karena trigonal pyramida merupakan bentuk dasar, maka trigonal pyramida
juga dapat dikembangkan menjadi planar V. Planar V adalah keadaan dimana ada
1 PEB, sehingga planar V memliki rumus AX3E.
Contohnya pada : SO3 , PbCl2 ,
SnBr2. Dibawah ini adalah gambar dari planar V :
 Pengaruh ikatan rangkap
Sudut ikatan menyimpang dari arti sebenarnya karena ikatan rangkap, dengan
massa jenis elektron yang lebih besar, menolak dua ikatan tunggal lebih kuat
kemudian merka saling tolak menolak. Contohnya : CH2O.
Dan seperti ini bentuk molekulnya :
 Pengaruh ikatan elektron bebas
Elektron bebas menolak ikatan rangkap lebih kuat dibandingkan denagan
tolak-menolak antar ikatan rangkap. Tolakan yang lebih kuat ini menurunkan
sudut antar ikatan rangkap. Contohnya pada SnCl2. Sudutnya biasanya 120 o
namun
Gambarnya :
menjadi
95o.
Bentuk molekul dengan kelompok empat elektron
Untuk menggambarkan bentuk molekul dengan kelompok 4 elektron, hanya
bisa digambarkan dengan menggunakan 3 dimensi. Rumus dari bentuk molekul
dengan 4 elektron adalah AX4 dan nama dari bentuk molekulnya adalah
tetrahedral. Contoh senyawa yang berbentuk tertrahedral adalah : CH4 , SiCl4 ,
SO42-, ClO4-. Dibawah ini adalah bentuk molekul tetrahedral dan sudut yang
dibentuk :
o Karena tetrahedral merupakan bentuk molekul dasar, bentuk molekul ini dapat
berganti sesuai dengan keadaan senyawa :
o
Apabila ada 1 PEB, maka bentuk molekul berubah menjadi trigonal planar
dan rumusnya pun berubah menjadi AX3E. Contohnya : NH3 , PF3 , ClO3-.
o
Apabila ada 2 PEB, maka bentuk molekul berubah menjadi linier dan
rumusnya pun berubah menjadi AX2E2. Contohnya : H2O OF2, SCl2.
Dari pengelompokan diatas dapat disimpulkan bahwa :
Bentuk molekul dengan kelompok lima elektron
Ketika kelompok lima elektron memisahkan diri emaksimal mungkin, akan
membentuk trigonal bipiramida. Yang perlu diperhatikan dalam bentuk moleku
ini adalah, ada 2 jenis dari kelompok elektron yang mengelilingi dan 2 sudut
ikatan sebenarnya. Rumus dari bentuk molekul ini adalah AX5. Contohnya yaitu :
PF5, AsF5, SOF4. Di bawah ini adalah gambar dari trigonal bipiramida dan sudut
yang dibentuk :
o Karena trigonal bipiramida merupakan bentuk molekul dasar, bentuk molekul
ini dapat berganti sesuai dengan keadaan senyawa :
o
Apabila ada 1 PEB, maka bentuk molekul berubah menjadi bentuk seesaw
dan rumusnya pun berubah menjadi AX 4E. Contohnya : SF4 , XeO2F2,
IF4+.
o
Apabila ada 2 PEB, maka bentuk molekul berubah menjadi planar bentuk
T dan rumusnya pun berubah menjadi AX3E2. Contohnya : ClF3 , BrF3.
o
Apabila ada 3 PEB, maka bentuk molekul berubah menjadi linier dan
rumusnya pun berubah menjadi AX2E3. Contohnya : XeF2 , I3-,IF2-.
Bentuk molekul dengan kelompok enam elektron
Yang teraktir dari aturan pengelompokan dalah bentuk molekul dengan 6 elektron.
Bentuk molekulnya disebut dengan oktahedral. Oktehedral memiliki rumus yaitu
AX6 dimana ada 6 pasangan elektron yang berikatan. Contohnya yaitu : SF6 dan
IOF5. Di bawah ini adalah bentuk molekul oktahedran dan sudut yang dibentuk :
o Karena oktahedral
merupakan bentuk molekul dasar, bentuk molekul ini
dapat berganti sesuai dengan keadaan senyawa :
o
Apabila ada 1 PEB, maka bentuk molekul berubah menjadi bentuk square
pyramid (piramida kotak) dan rumusnya pun berubah menjadi AX5E.
Contohnya : BrF5, TeF5-, XeOF4.
o
Apabila ada 2 PEB, maka bentuk molekul berubah menjadi planar kotak
dan rumusnya pun berubah menjadi AX4E2. Contohnya : XeF4 ,ICl4-.
Untuk mempersingkat :
Menggunakan VSEPR untuk menentukan bentuk molekul
Langkah-langkahnya :
 Langkah 1 : Gambarkan struktur lewis dari rumus senyawa.
 Langkah 2 : Berdasarkan pengelompokan elektron tadi, buat rumus
VSEPR. Cari berapa yang berikatan dan berapa yang bebas.
 Langkah 3 : Prediksikan sudut ikatan dari pengelompokan elektron dan
arah deviasi yang disebabkan oleh PEB maupun PEI
(pasangan elektron berikatan).
 Langkah 4 : Gambar dan tulis nama bentuk molekul dengan menghitung
kelompok ikatan dan kelompok tidak berikatan secara
terpisah.
Bentuk molekul dengan atom pusat lebih dari satu
Tidak semua senyawa memiliki satu atom pusat. Ada dan bahkan banyak
senyawa yang memiliki atom pusat lebih dari satu. Contohnya : Ethanol
( CH3CH 2OH dan rumus formula : C2H6O ). Kelompok CH3 meiliki bentuk
molekul tersendiri yatitu tetrahedral, kelompok O memiliki bentuk V, sehingga
bila digabungkan bentuk molekul etanol seperti dibawah ini :

Download