15 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Komunikasi Massa Komunikasi

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
Komunikasi Massa
Komunikasi massa seperti bentuk komunikasi lainnya (komunikasi antarpersona,
komunikasi kelompok atau komunikasi organisasi), memiliki sedikitnya enam unsur,
yakni komunikator (penyampai pesan), pesan, media, komunikan (penerima pesan), efek
dan umpan balik. Proses komunikasi pada awalnya dibagi menjadi dua kategori, yakni
komunikasi antarpersona dan komunikasi massa. Sejalan dengan perkembangan
tekhnologi komunikasi, media komunikasi massa pun semakin canggih dan kompleks,
serta memiliki kekuatan yang lebih dari masa-masa sebelumnya, terutama dalam hal
menjangkau komunikan. Sebagaimana dikemukakan oleh Marshall McLuhan, kita
sekarang hidup di desa global (global village), karena media massa modern
memungkinkan berjuta-juta orang diseluruh dunia untuk berkomunikasi hampir ke
seluruh pelosok dunia. (Nurudin: 2009)
2.1.1
Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi massa itu menghasilkan suatu produk berupa pesan-pesan
komunikasi. Produk tersebut disebarkan, didistribusikan kepada khalayak luas
secara terus-menerus dalam jangka waktu yang tetap, misalnya harian, mingguan,
dwimingguan atau bulanan.
15
16
Jadi dapat dikatakan bahwa komunikasi massa merupakan jenis
komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen,
dan anonym melaui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat
diterima secara serentak dan sesaat (Rakhmat, 2003: 189)
2.1.2
Karakteristik Komunikasi Massa
Komunikasi massa berbeda dengan komunikasi antar persona dan
komunikasi kelompok. Perbedannya terdapat dalam komponen-komponen yang
terlibat di dalamnya, dan proses berlangsungnya komunikasi tersebut. Namun
agar karakteristik komunikasi massa itu tampak jelas, maka pembahasannya
perlu dibandingkan dengan komunikasi antar persona. Karakter komunikasi
massa adalah sebagai berikut:
1. Komunikator Terlembagakan
Ciri utama komunikasi massa yang pertama adalah komunikatornya karena
komunikasi massa itu melibatkan lembaga, dan komunikatornya bergerak
dalam organisasi yang kompleks
2. Pesan Bersifat Umum
Komunikasi massa itu bersifat terbuka, artinya komunikasi massa itu
ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk sekelompok orang
tertentu.
17
3. Komunikannya Anonim dan Heterogen
Komunikan pada komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen. Pada
komunikasi antarpersona, komunikator akan mengenal komunikannya dan
mengetahui idientitasnya.
4. Media Massa Menimbulkan Keserempakan
Effendy (1981) mengartikan keserempakan media massa itu sebagai
keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang
jauh dari komunikator, dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada
dalam keadaan terpisah.
5. Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan
Salah satu prinsip komunikasi adalah bahwa komunikasi mempunyai dimensi
isi dan dimensi hubungan (Mulyana, 2000:99). Dimensi ini menunjukkan
muatan atau isi komunikasi, yaitu apa yang dikatakan sedangkan dimensi
hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya, yang juga
mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu.
6. Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah
Karena komunikasi yang disampaikan melalui media massa, makan
komunikator dan komunikannya tidak dapat melakukan kontak secara
langsung.
7. Stimulasi Alat Indera Terbatas
Salah satu kelemahan lainnya dari komunikasi massa adalah stimulasi alat
indra yang terbatas. Dalam komunikasi massa, stimuli alat indra bergantung
pada jenis media massa. Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya
melihat. Pada radio siaran dan rekaman auditif, khalayak hanya mendengar,
18
sedangkan pada media televise dan film, khalayak menggunakan indra
penglihatan dan pendengaran.
8. Umpan Balik Tertunda (Delayed) dan Tidak Langsung (Indirect)
Komunikator komunikasi massa tidak dapatdengan segera mengetahui
bagaimana reaksi khalayak terhadap pesan yang disampaikannya.
2.1.3
Fungsi Komunikasi Massa
Effendy membagi fungsi komunikasi massa menjadi 3 poin. Yang
pertama adalah fungsi informasi. Fungsi memberikan informasi ini diartikan
bahwa media massa adalah penyebar informasi bagi pembaca, pendengar, atau
pemirsa. Yang kedua adalah fungsi pendidikan, media massa merupakan sarana
pendidikan bagi khalayaknya (mass education). Media massa banyak menyajikan
hal-hal yang bersifat mendidik. Slah satu cara mendidik yang dilakukan oleh
maedia massa adalah melalui pengajaran nilai, etika, serta aturan-aturan yang
berlaku kepada khalayak. Lalu yang terakhir adalah fungsi mempengaruhi.
Fungsi mempengaruhi secara implicit terdapat pada tajuk/editorial, features,
iklan, artikel dan sebagainya. (Ardianto: 2009)
2.2
Media Massa
Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari
sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi
mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV (Cangara, 2002). Media massa adalah faktor
19
lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui proses pelaziman klasik,
pelaziman operan atau proses imitasi (belajar sosial). Dua fungsi dari media massa
adalah media massa memenuhi kebutuhan akan fantasi dan informasi (Rakhmat, 2001).
2.2.1
Pengertian Media Massa
Media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang bisa menyebarkan
pesan secara serempak, cepat kepada audience yang luas dan heterogen.
Kelebihan media massa dibanding dengan jenis komunikasi lain adalah ia bisa
mengatasi hambatan ruang dan waktu. Bahkan media massa mampu
menyebarkan pesan hampir seketika pada waktu yang tak terbatas (Nurudin,
2007).
Media massa memberikan informasi tentang perubahan, bagaimana hal
itu bekerja dan hasil yang dicapai atau yang akan dicapai. Fungsi utama media
massa adalah untuk memberikan informasi pada kepentingan yang menyebarluas
dan mengiklankan produk.
2.2.2
Jenis-Jenis Media Massa
Seiring dengan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah
berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke dalam media
massa seperti internet atau sering disebut dengan istilah media baru dan telepon
selular. Media massa yang lebih modern ini memiliki ciri-ciri seperti:
20
1. Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (melalui
SMS atau internet misalnya).
2. Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga
oleh individual.
3. Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu.
4. Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam.
5. Penerima yang menentukan waktu interaksi (Prianggoro: 2010).
2.2.2.1 New Media
New media atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan internet
merupakan penggabungan media tradisional seperti film, gambar, musik,
pembicaraan atau tulisan, dengan TIK (teknologi informasi dan
komunikasi). Istilah new media baru muncul akhir abad ke-20, seiring
meluasnya akses internet oleh masyarakat.
Vin Crosbie (2002) dalam karyanya What is new media?
menjelaskan ada tiga media komunikasi. Pertama media interpersonal
yang disebut one to one. Media ini memungkinkan seseorang saling
komunikasi atau tukar informasi dengan seseorang lainnya. Kedua
dikenal sebagai mass media. Media ini digunakan sebagai sarana
menyebarluaskan informasi dari satu orang ke banyak orang (one to
many). Media komunikasi terakhir disebut new media. Media ini
merupakan percepatan sekaligus penyempurnaan dari dua media
sebelumnya. Lebih jauh media ini digunakan untuk mengkomunikasi ide
21
maupun informasi dari banyak orang ke banyak orang lainnya (many to
many).
Berbeda dengan media konvensional seperti koran atau majalah,
new media bersifat real time, sehingga dapat menyajikan informasi up to
date atau terkini. New media juga dianggap lebih demokratis dan
independen baik dalam pembuatan, penerbitan, distribusi, maupun dalam
hal konsumsi konten yang tersedia. Media ini relatif lebih “merdeka”
dalam menyam-paikan informasi karena tidak terkungkung oleh
kekuasaan dan kepentingan penguasa (baik pemerintah maupun
pemegang modal). Begitu juga pembaca bebas menikmati konten yang
disediakan dengan privasi tinggi. (Elfizar: 2011)
2.2.4
Efek-Efek Media Massa
McLuhan mengemukakan the medium is the message, media adalah
pesan itu sendiri, oleh karena itu media sangat mempengaruhi khalayak. Setelah
itu menurut Steven M. Chaffee, ada lima jenis efek kehadiran media massa
sebagai benda fisik, yaitu:
1. Efek Ekonomi
Kehadiran media massa ditengah kehidupan maanussia dapat menumbuhkan
berbagai usaha produksi, distribusi, da\n konsumsi jasa media massa.
Kehadiran surat kabar berarti menghidupkan pabrik yang mensuplai kertas
Koran; menyuburkan pengusaha percetakan dan grafika; membuka lapangan
kerja bagi para wartawan, perancang grafis, pengedar, pengecer, pencari
22
iklan, dan sebagainya. Keadaan televise baik televisi pemerintah maupun
televise swastadapat member lapangan kerja kepada sarjana ilmu
komunikasi, para juru kamera, pengarah acara, juru rias, dan profesi lainnya.
2. Efek Sosial
Efek social berkaitan dengan perubahan struktur atau interaksi sosial sebagai
akibat dari kehadiran media massa. Sebagai contoh, misalnya kehadiran
televisi dapat meningkatkan status sosial pemiliknya. Majalah yang beredar
telah menuntun pembacanya untuk memilih majalah yang menjadi
kebutuhannya.
3. Penjadwalan Kegiatan Sehari-hari
Media massa juga berfungsi untuk penjadwalan kegiatan sehari-hari. Seperti
contoh, sebelum pergi ke kantor, masyarakat kota pada umumnya membaca
Koran terlebih dahulu. Pada saat Maghrib, anak-anak biasanya mengaji
setelah shalat menjadi lebih senang menonton televisi serelah stasiun
televise menyajikan acara hiburan tertentu pada waktu tersebut.
4. Efek Hilangnya Perasaan Tidak Nyaman
Orang menggunakan media untuk memuaskan kebutuhan psikologisnya
dengan tujuan untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman, misalnya untuk
menghilangkan perasaan kesepian, marah, kesal, kecewa dan sebagainya.
5. Efek Menumbuhkan Perasaan Tertentu
Kehadiran media massa bukan saja dapat menghilangkan perasaan tidak
nyaman pada diri seseorang, tetapi dapat juga menumbuhkan perasaan
tertentu. Terkadang seseorang akan mempunyai perasaan positif atau
negative terhadap media tertentu. (Ardianto: 2009)
23
Selain efek-efek yang telah disebutkan diatas, terdapat juga efek pesan media
massa yang meliputi efek kognitif, efek afektif, dan efek behavioral.
1. Efek Kognitif
Efek kognitif adalah efek yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya
informatif bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini akan dibahas tentang
bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam mempelajari
informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitifnya.
Menurut McLuhan, media massa adalah perpanjangan alat indera kita.
Dengan media massa kita memperoleh informasi tentang benda, orang, atau
tempat yang belum pernah kita lihat atau belum pernah kita kunjungai secara
langsung.
2. Efek Afektif
Efek ini kadarnya lebih tinggi daripada efek kognitif. Tujuan dari komunikasi
massa bukan hanya sekedar memberitahu khalayak tentang sesuatu, naamun
lebih dari itu, khalayak diharapkan dapat turut merasakan perasaan iba,
terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.
3. Efek Behavioral
Efek behavioral merupakan akibat yang timbul pada diri khalayak dalam
bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan. Adegan kekerasan dalam televisi
atau film menyebabkan orang menjadi beringas. Siaran kesejahteraan
keluarga yang banyak disiarkan dalam televisi menyebabkan para ibu rumah
tangga memiliki keterampilaan baru. Pernyataan-pernyataan tersebut
mencoba mengungkapkan tentang efek komunikasi massa terhadap perilaku,
24
tindakan, dan gerakan khalayak yang tampak dalam kehidupan sehari-hari.
Efek yang terjadi dapat berdampak berbeda terhadap masing-masing individu
karena belajar dari media massa tidak tergantung hanya pada unsure stimulus
yang ada pada media massa saja. Menurut teori belajar sosial dari Bandura,
orang cenderung meniru perilaku yang diamatinnya dan stimulus menjadi
teladan untuk perilakunya. (Ardianto: 2009)
2.3
Internet
Electronic mail merupakan aktivitas mereka dalam internet. Situs juga
menjadikan sumber informasi untuk hiburan dan informasi perjalanan wisata. Pengguna
internet menggantungkan pada situs untuk memperoleh berita. Dua sampai tiga
pengguna internet meengakses situs untuk mendapatkan informasi terbaru setiap
minggunya (Straubar dan LaRose. 2000: 267). Internet dihuni oleh jutaan nontekhnik
yang menggunakannya setiap hari untuk berkomunikasi dan mencari informasi. Sekitar
tahun 1992 di Amerika Serikat , populasi internet sebagian besar adalah para peneliti
dan pendidik, dan belum banyak aplikasi serta kelompok minta relevan bagi masyarakat
umum. Dua tahun kemudian, berbagai layanan utama mendominasi penggunaan internet
itu. Sebagai akibatnya internet dibanjiri sebagai sumber daya bermanfaat dan semakin
banyak penggunanya.
Internet merupakan perkakas sempurna untuk menyiagakan dan mengumpulkan
sejumlah besar orang secara elektronis. Informasi mengenai suatu peristiwa tertentu
dapat ditransmisikan secara langsung, sehingga membuatnya suatu piranti meriah yang
sangat efektif. Informasi penting yang tersedia di internet jumlahnya terus meningkat.
25
Internet menyebabkan terbentuknya begitu banyak perkumpulan antara berbagai
orang dan kelompok. Dengan keberadaan internet, kita lebih mudah ikut bergabung
dalam sebuah diskusi yang sedang berlangsung dengan semua orang yang memiliki
minat yang sama dan kapan saja kita mau, tidak peduli dimanapun kita berada.
(Rehmeyer: 2007)
2.3.1
Komunitas Internet
Salah satu bentuk dari komunitas maya adalah jurnal berbasis web. Jurnal
web/internet (weblog, blog, atau online journal) merupakan tempat siapa saja
untuk menulis apa saja. Livejournal, Blogger, serta Wordpress adalah situs-situs
terbesar yang memiliki jutaan pengguna yang menuliskan catatan harian mereka
setiap harinya. Situs-situs ini adalah tempat untuk mengatakan apa saja yang
ingin mereka katakan yang biasanya tidak tersalurkan lewat jalur-jalur lain.
Komunitas maya ini tidak hanya berfungsi sebagai buku harian elektronik,
didalamnya kita dapat melakukan banyak hal lain seperti meng-upload data-data
layaknya file, foto, ataupun video yang pada akhirnya menjadikan komunitas
maya sebagai salah satu tempat yang digemari banyak masyarakat dari segala
umur.
2.3.2
Livejournal
Salah satu jenis dari komunitas maya adalah Livejournal atau lebih sering
disebut dengan sebutan LJ. Livejournal merupakan sebuah komunitas virtual
26
dimana para pengguna internet dapat menyimpan sebuah blog, jurnal, atau buku
harian. Selain menyimpan segala sesuatunya yang bersifat personal, Livejournal
juga merupakan sebuah komunitas berbagi karena banyaknya komunitaskomunitas yang dibuat dan tergabung didalamnya.
2.3.2.1 Komunitas Livejournal
Para penguna Livejournal dapat bertindak sebagai host dalam
suatu grup jurnal atau lebih sering disebut dengan komunitas. Siapaun
yang terganbung dalam komunitas dapat membuat entri di komunitas
tersebut seperti halnya saat mereka membuat entri di jurnal mereka
sendiri. Untuk itu komunitas Livejournal juga memiliki "maintainers"
atau pengelola yang merupakan seorang pengguna biasa, namun ia lah
yang mengawasi apa saja yang terjadi di dalam komunitas tersebut,
termasuk yang memutuskan siapa-siapa saja yang dapat masuk ke
komunitas tersebut untuk menjadi anggota.
2.4
Karakteristik Televisi
Ditinjau dari stimulasi alat indera dalam radio siaran, surat kabar dan majalah,
hanya satu alat indera yang mendapat stimulus. Radio siaran dengan indera pendengaran,
surat kabar dan majalah dengan indera penglihatan. (Baksin: 2006)
27
1. Audiovisual
Televisi memiliki kelebihan, yakni dapat didengar sekaligus dilihat (audiovisual).
Jadi apabila khalayak radio siaran hanya emendengar kata-kata, music dan efek
suara, maka khalayak televisi dapat melihat gambar yang bergerak
2. Berpikir Dalam Gambar
Pihak yang bertanggung jawab atas kelancaran acara televisi adalah pengarah
acara. Bila ia membuat naskah acara atau membaca naskah acara, ia harus
berpikir dalam gambar (think in picture).
3. Pengoperasian Lebih Kompleks
Dibandingkan dengan radio siaran, pengoperasian televisi siaran lebih kompleks
dan lebih banyak melibatkan orang.
Selain dari media-media yang telah disebutkan diatas, pada era sekarang ini telah
muncul salah satu karakteristik baru yang dikenal dengan sebutan New Media atau
Media Baru. Media baru adalah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan
digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20.
Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital,
seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat,
interaktif dan tidak memihak. Beberapa contoh dapat Internet, website, komputer
multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD.
Dalam program yang diambil peneliti untuk diteliti yaitu Arashi ni Shiyagare,
televisi dan new media memiliki perana penting, dimana acara variety show itu sendiri
sebenarnya disiarkan oleh mdia televisi, namun layanan TV kabel yang tersedia di
28
Indonesia pada saat ini tidak menyediakan channel TV tersebut, maka dari itu khalayak
yang menonton acara tersebut dapat menonton dengan cara menggunakan new media
dengan salah satu situs komunitasnya yang bernama Livejournal.
2.4.1
Program Acara Televisi
Dari berbagai macam program yang disajikan stasiun penyiaran jenisjenis program terbagi menjadi dua bagian yaitu:
1. Program informasi
a. Hard News
1. Straight News
2. Feature
3. Infotaiment
b. Soft News
1. Current Affair
2. Magazine
3. Dokumenter
4. Talk Show
2. Program Hiburan
a. Drama
1. Sinetron
2. Film
b. Permainan (Game Show)
c. Musik
29
d. Pertunjukan
e. Variety Show
2.4.2
Televisi di Jepang
Televisi Jepang merupakan sebuah industri yang besar yang telah
menjadi titik fokus dalam budaya Jepang. Pop culture dan ketertarikan dunia
terhadap Jepang seringkali berasal dari televisi dengan lebih dari 95% warga
yang menggunakan media tersebut setiap harinya sejak tahun 1985, dengan
penurunan pada jumlah waktu yang dihabiskan untuk membaca koran pada
waktu yang bersamaan (NHK Opinion Research, 2000).
Koichi Iwabuchi di dalam bukunya yang didasarkan pada hasil penelitian
untuk desertasinya pada University of Western Sidney Nepean mengatakan
bahwa semakin luasnya penyebaran budaya pop Jepang ini memang didukung
oleh pemerintah Jepang melalui pembentukan sebuah komite yang khusus
menangani promosi ekspor program-program televisi Jepang ke seluruh dunia,
khususnya pada pasar Asia, oleh Menteri Pos dan Telekomunikasi Jepang di
tahun 1997. Peningkatan ekspor program acara TV Jepang berdampak pada
meningkatnya gairah konsumsi program drama TV Jepang dan juga tumbuhnya
artis-artis idola asal Jepang bagi khalayak negara-negara asia Timur dan
Tenggara (Iwabuchi, 2003:5).
30
2.4.2.1 Nippon Television Coorporation
NTV (Nihon Television) merupakan jaringan televisi swasta
dengan peringkat tertinggi di Jepang dan sejak tahun 2002 NTV secara
reguler menghasilkan rating tertinggi disepanjang harinya dari slot
primetime, golden time, dan non-primetime. NTV menyediakan lebih dari
lima puluh juta penonton dan dua puluh juta penonton berlangganan
(kabel dan satelit). Investasi-investasi tersebut dinilai sama besarnya
dengan uamg yang terdapat pada music production (produksi musik),
taman hiburan, tim olahraga dan biro per di tiga belas negara.
2.5
Variety Show
Variety show merupakan salah satu acara primetime yang paling terpopuler pada
tahun-tahun awal pertelevisian Amerika. Variety show merupakan format acara televisi
yang mengkombinasikan berbagai format lainnya, seperti talkshow, magazine show, kuis,
game show, music concert, drama dan komedi skit. Variasi acara tersebut dipadukan
dalam sebuah pertunjukkan dalam bentuk siaran langsung maupun siaran rekaman
(Naratama, 2004).
Program variety show merupakan sebuah program acara televisi yang
memadukan berbagai jenis acara hiburan panggung televisi seperti lawak, lagu dan
drama. Variety show adalah suatu sajian hiburan yang dikemas dalam aneka suguhan,
terutama untuk pentas musik dan sketsa komedi yang biasanya dipandu oleh host.
Beberapa dari acara variety show menggunakan artis atau komedian sebagai
31
host/presenter dan biasanya host yang dipakai namanya sudah sering didengar dari
media massa.
Konsep campuran yang menayangkan aneka tontonan ini, jika dikemas dengan
baik akan mampu menghadirkan suasana yang berbeda bagi penontonnya. Maka dari itu
karakter serta fungsi dari variety show inilah yang membuat model ini banyak dipilih
oleh berbagai stasiun televisi. Karena variety show sebagai tayangan yang menghibur
dengan kemasan yang ringan bisa memenuhi permintaan para pemirsa yang haus akan
suguhan alternatif.
2.5.1
Program Variety Show Arashi ni Shiyagare
Arashi ni Shiyagare merupakan improvisasi dari variety show yang
sebelumnya tidak pernah ada dalam dunia pertelevisian sebelumnya. Acara ini
terbilang unik karena konsepnya yang berbeda. Para host yang terdiri dari lima
orang (Arashi) tidak tahu-menahu siapa bintang tamu yang akan datang, dan apa
yang akan mereka lakukan di episode tersebut. Yang mereka ketahui hanyalah
bintang tamu yang akan datang adalah “aniki” (kakak laki-laki) atau dengan kata
lain seorang bintang tamu laki-laki yang berumur lebih tua dari mereka dan
memiliki spesialisasi tertentu untuk diajarkan kepada Arashi. Hal-hal yang akan
diajari tersebut seringkali sulit dan aneh sehingga membutuhkan improvisasi
langsung dari member Arashi yang pada akhirnya menjadikan acara ini tidak
dapat ditebak dan menarik untuk ditonton.
32
2.6
Presenter
Sebuah program televisi biasanya dibawakan oleh pembawa acara atau presenter
atau bisa juga disebut host. Dalam dunia penyiaran, kita mengenal juga istilah announcer
atau penyiar.Namun istilah tersebut lazim digunakan diduinia radio. Televisi sendiri
menggunakan istilah presenter atau pembawa acara untuk orang yang memandu dan
membawakan program dan menyiarkan berita, laporan, informasi dan kejadian dalam
suatu acara dari awal hingga akhir.
Istilah presenter mulai akrab didengar dan dipopulerkan oleh industry televisi di
Indonesia. Presenter televisi adalah istilah Inggris untuk orang yang membawakan acara
atau program televisi. Saat ini istilah tersebut banyak melekat pada selebritis yang sering
memainkan peran ini, meski ada juga orang yang bukan selebriti yang berhasil menekuni
karir ini, terutama dalam dunia program anak televisi, dimana selebriti menjadi kurang
penting.
Seorang presenter televisi biasanya juga seorang actor, penyanyi dan lainnya
yang umumnya terkenal karena menjadi presenter program tertentu. Pengecualiannya
adalah presenter untuk program politik atau iptek yang biasanya merupakan professional
di bidangnya.
Menurut Fred Wibowo dalam bukunya Tekhnik Produksi Program Televisi,
presenter adalah seseorang yang mengantar suatu sajian baik berupa acara music,
program feature dan magazine, kuis dan sebagainya. Sebagai seorang pengantar sajian,
presenter boleh menambah daya tarik dari materi yang disajikan melalui kata-katanya
(improve).
33
Karena presenter idientik dengan program non-berita, maka gaya bicara, bahasa
tubuh, tata busana, dan bagaimana cara ia menyajikan berita harus luwes dan mampu
memecahkan keadaan yang monoton dan stagnan. (Ardianto: 2009)
2.6.1
Kriteria Menjadi Presenter yang Baik
Presenter juga harus mampu menghidupkan acara yang dibawakannya.
Presenter yang baik akan menempatkan dirinya sebagai seorang teman yang baik
dalam menyampaikan pesan dan informasinya (tidak menggurui pemirsa).
Berikut adalah kriteria atau hal-hal yang harus diperhatikan oleh seorang
presenter:
1. Harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan memiliki motivasi yang
besar untuk menjadi seorang sahabat yang baik dan mengerti sahabatnya
(pemirsanya).
2. Memiliki
kemampuan
membangun
suasana
dengan
memanfaatkan
kemamouan intelegensinya dalam mempengaruhi orang lain.
3. Memiliki wawasan yang luas dan mau untuk terus belajar dan menggali
informasi.
4. Mau belajar untuk memahami bahasa secara baik dan memahami istilahistilah baru.
5. Meningkatkan kepekaan untuk melihat dan mendengar sesuatu yang penting
(selalu membaca Koran).
6. Selalu mencoba untuk mengetahui lingkungan secara sungguh-sungguh,
seperti yang menyangkut aspek seni budaya, ekonomi, sosial, dan politik.
34
Mengetahui apa kelebihan dan kekurangan dirinya, dan membuat kelebihan
dan kekurangan tersebut menjadi daya tarik yang positif bagi pemirsa.
(Ardianto: 2009)
2.6.2
Modal Dasar Seorang Presenter
Selain kriteria-kriteria, ada juga lima modal dasar yang perlu dimiliki
oleh seorang presenter menurut Sony Tulung dalam bukunya Anda Juga Bisa
Jadi Presenter Sukses (2007). Memiliki lima modal dasar ini adalah hak yang
mutlak sebagai pijakan seorang presenter. Sadar atau tidak seorang presenter
yang baik harus memiliki lima modal dasar ini, yaitu:
1. Impian
Impian adalah modal dasar pertama yang harus dimiliki jika ingin menjadi
seorang presenter terlebih lagi presenter sukses. Impian terkadang disebut
sebagai cita-cita, obsesi, hasrat dan motivasi. Secara tepatnya impian
menggambarkan sesuatu yang kita inginkan yang memiliki kemungkinan
untuk diraih, dengan adanya impian, seorang presenter akan menjadi lebih
termotivasi dan lebih memacukemampuan yang ada di dalam dirinya.
Seorang presenter yang baik seharusnya berjuang untuk mendapatkan dan
mencapai impiannya tersebut.
2. Wawasan
Modal dasar berikutnya yang perlu dimiliki seorang presenter adalah
wawasan. Seorang presenter tidak harus pintar secara akademis, tidak perlu
juara kelas, tetapi cukup dengan memiliki wawasan yang luas. Wawasan
35
tersebut didapatkan melalui pengalaman hidup, kegiatan sehari-hari,
membaca buku, mendengarkan informasi, bergaul dan sebagainya. Banyak
hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan wawasan yang luas. “Seorang
presenter dituntut berwawasan luas dan sebaliknya mengetahui semua hal”
(Kunto, 2007), maksud dari kalimat tersebut adalah seorang presenter adalah
orang yang menggerakan suatu acara. Suatu acara dinilai berhasil atau
tidaknya tergantung dari penampilan presenternya, jadi sebaiknya untuk
menjadi seeorang presenter itu harus menguasai semua hal.
3. Suara
Suara sangatlah unik. Walaupun semua modal dasar itu penting, tak dapat
dipungkiri lagi bahwa suara adalah aset yang berharga bagi seorang presenter.
Berkualitas atau tidaknya seorang presenter dapat dinilai dari suara. Misalnya,
suara yang lantang dan teratur dapat membuat penonton tertarik untuk
mendengarnya, lain halnya dengan suara yang pelan dan kecil, maka akan
membuat pendengar merasa bosan. Walaupun suara merupakan pembawaan
sejak lahir, namun suara dapat dilatih. Dari suara seseorang juga bisa
merasakan mood atau suasana hatinya, baik yang sengaja ditampilkan
ataupun suasana hati yang desembunyikan. Suara bida membangun theater
mind di benak orang yang mendengarna. Theater mind kurang lebih berarti
penciptaan suatu gambaran dalam benak seseorang mengenai suatuhal atau
peristiwa stimulasi suara yang kita dengar. Namun demikian, banyak
nyatanya presenter yang tidak menyadari hal-hal yang berkaitan dengan suara,
pentingnya suara dan bagaimana cara menjaga kualitasnya.
36
4. Keahlian Berkomunikasi
Menurut Hendi Triono (2007) komunikasi adalah bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari dunia presenter. Komunikasi adalah suatu proses
penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak lain agar terjadi
saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi
dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan). Banyak hal yang perlu
menjadi perhatian seorang presenter dalam proses komunikasi melalui media
televisi. Karakter unik televisi yakni perpaduan unsur gambar dan suara
menjadikan televisi sebagai media massa modern terpopuler sampai satt ini,
dan bagaimana seorang presenter mampu menyampaikan pesan kepada
audience
tanpa
mengurangti
isi
dari
pesan
tersebut
dan
bahkan
mempengaruhi audience. Keahlian berkomunikasi juga berhubungan dengan
kemampuan seorang presenter atau pembawa acara menggunakan kata-kata
yang bisa dipahami oleh penontonnya atau audience. Karena tidak semua
penonton memiliki pengetahuan yang sama, sehingga seorang presenter harus
benar-benar mengetahui tingkat kemampuan penontonnya.
5. Sikap
Modal dasar yang terakhir adalah sikap. Meski sikap berada dalam urutan
terakhir, jangan berpikir bahwa ini adalah hal yang kurang penting. Sikap
inilah yang menjadi faktor penentu melengkapi modal dasar lainnya. Tanpa
sikap yang benar, keempat modal dasar sebelumnya tidak akan ada artinya.
“Sikap adalah segalanya, seberapa besar dan kuat impian anda, seberapa
mahir anda berkomunikasi, tanpa sikap yang benar jangan harap anda bisa
menjadi presenter sukses. Semua modal dasar sangat penting karena
37
seharusnya itu merupakan satu kesatuan yang tidak dipaksakan”. menurut
Stephen Chovey dalam bukunya “Seven Habbits of Highly Effective People”.
Sikap adalah hal kecil yang membuat perbedaan yang besar, beberapa sikap
positif dapat membantu mencapai kesuksesan di bidang presenter dan
mempertahankan kesuksesan. Sikap positif yang dapat membantu adalah
rendah hati, tidak mudah menyerah, tidak cepat puas, selalu mau belajar,
disiplin waktu, mudah diajak kerjasama, sabar, mau mendengarkan orang
lain (open minded), jujur, bisa diandalkan, dan menghargai orang lain.Sikap
dalam seorang presenter dapat dilihat dari hal-hal kecil seperti mimik wajah,
perilaku dan tutur katanya.
2.6.3
Prasyarat Menjadi Presenter
Presenter sebagai komunikator bertugas menyampaikan informasi dan
memandu acara yang dibutuhkan oleh audience, sehingga keberhasilan suatu
acara yang dibawakan akan sangat sangat tergantung pada kemampuan audience
untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan menghibur. Untuk menjadi
presenter yang baik juga diperlukan kepribadian yang tepat. Dan berikut ini
adalah beberapa prasyarat untuk menjadi presenter televisi yang baik, yaitu:
1. Penampilan yang baik perlu didukung oleh watak dan pengalaman. Tidak
cukup hanya good looks wanita cantik atau pria tampan. Bagi wanita
diperlukan wajah yang menarik serta perawakan yang baik, sedangkan bagi
pria perlu memiliki kemampuan membawakan dirinya.
38
2. Kecerdasan pikiran yang meliputi pengetahuan umum, penguasaan bahasa,
daya penyesuaian, dan daya ingatan yang kuat, sehingga mampu
membawakan announcement didepan kameradengan enak dan jelas tanpa
membaca, dan jika perlu semuanya dihafal dan dilatih sendiri.
3. Keramahan yang tidak berlebihan (over friendly) yang dapat menjengkelkan
dan menjadi tidak wajar.
4. Jenis suara yang tepat dengan warna suara yang enak menyenangkan untuk
didengardan memiliki wibawa yang cukup mantap, yaitu suara yang
menimbulkan kepercayaan, meyakinkan bagi yang mendengarnya, sehingga
membuat penirsa memperhatikan apa yang dikatakan.
Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa prasyarat bagi presenter
yang baik adalah seorang yang enak dilihat dan enak didengarkan dalam
membawakan acara siaran, serta menunjukkan kepribadian yang wajar. Sebagai
seorang presenter juga harus dapat mengendalikan sikap/gerakan dan perasaan
(motions & emotions) dalam memelihara imitacy (kedekatan) dengan pemirsa
melalui kontak mata (eye contact).Penggunaan humor dan bahasa tubuh juga
merupakan salah satu kiat untuk menjadi seorang presenter yang baik.
Kemampuan membuat humor akan sangat membantu seorang presenter dalam
merebut hati khalayak. Lalu bahasa tubuh, metode komunikasi manusia tidak
semata-mata hanya bergantung dari kata-kata yang diucapkan. Gerakan fisik
seseorang dapat menggambarkan apa yang sedang mereka pikirkan dan raskan
dan gerakan ini biasa disebut dengan bahasa tubuh. Dalam konteks sebagai
pembicara/presenter, penggunaan bahasa tubuh yang baik dan benar dapat
39
mempermudah seorang presenter untuk memberikan pengertian terhadap apa
yang hendak mereka sampaikan. (Triono: 2009)
2.6.4
Tugas dan Tanggung Jawab Seorang Presenter
Berikut adalah tugas dan tanggung jawab dari seorang presenter :
1. Seorang presenter bertugas mengantarkan dan membawakan mata acara
siaran baik radio maupun televisi dan bertanggung jawab atas kelancaran
acara yang berlangsung.
2. Memberikan narasi pada saat pembukaan dan penutupan siaran yang
diproduksi oleh stasiun setempat.
3. Menyediakan setiap saat interview dan membacakan naskah siaran berita.
2.6.5
Nuansa Karakter (AKTING) Seorang Presenter
Menjadi presenter relatif lebih berat dibading menjadi anchor. (Ardianto:
2009) Untuk menjadi seorang presenter, hal-hal berikut harus diperhatikan;
1. Mampu memainkan akting (face act) yang pas dengan focus programnya.
2. Menguasai tekhnik dramatisasi suara (dialog yang dramatis) agar menarik
dan sesuai dengan fokus programnya.
3. Mampu
menggerakan
tubuh
sesuai
dengan
mempertegas atau memberikan kesan tertentu.
tuntutan
dialog untuk
40
Seorang
presenter
harus
menampilkan
secara
penuh
face
act
(akting/ekspresi wajah), termasuk sorot mata, tarikan wajah, dan gerak bibir.
Agar terlihat komunikatif dan menarik dalam membawakan acara, seorang
presenter perlu memperhatikan hal-hal ini:
1. Sesuaikan akting dengan jenis/spesifikasi program. Bila fokus program
siarannya membicarakan tindak criminal, prostitusi, terorisme, perang dan
lainnya, maka
karakter (face performance) dan sikap seorang presenter
bernuansa serius, tegas dan penuh kharisma.
2. Untuk profesi host, akting/karakter (face performance) dan sikap, nuansanya
agak lunak/sedang.
3. Untuk profesi anchor, bernuansa familiar, tegas, berwibawa dan simpatik.
4. Khusus untuk presenter infotainment, harus menunjukkan karakter familiar,
ceria dan gembira.
5. Untuk presenter program siaran horor, misteri, mistik, maka presenter harus
bernuansa seram, menakutkan dan menyeramkan. (Ardianto: 2009)
2.7
Social Cognitive Theory
Teori Kognitif Sosial (Social Cognitive Theory) dikembangkan oleh seorang
tokoh bernama Albert Bandura, penamaan baru dari teori yang pada awalnya
bernamakan Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory) ini bermula pada tahun 1970an dan 1980-an. Pada beberapa publikasinya, Bandura telah mengelaborasi proses
belajar sosial dengan faktor-faktor kognitif dan behavioral yang mempengaruhi
seseorang dalam proses belajar sosial. Teori ini sangat berperan dalam mempelajari efek
41
dari isi media massa pada khalayak media di level tertentu. Secara singkat Teori
Kognitif Sosial memberikan sebuah penjelasan tentang bagaimana perilaku bisa
dibentuk melalui pengamatan pada model-model yang ditampilkan oleh media massa.
Efek dari pemodelan ini meningkat melalui pengamatan tentang imbalan dan hukuman
yang dijatuhkan pada model, melalui identifikasi dari khalayak pada model tersebut, dan
melalui sejauh mana khalayak memiliki efikasi diri tentang perilaku yang dicontohkan di
media.
Asumsi dari teori kognitif sosial adalah bahwa proses belajar akan terjadi jika
seseorang mengamati seorang model yang menampilkan suatu perilaku dan
mendapatkan imbalan atau hukuman karena perilaku tersebut. Melalui pengamatan ini,
orang tersebut akan mengembangkan harapan-harapan tentang apa yang akan terjadi jika
ia melakukan perilaku yang sama dengan sang model. Harapan-harapan ini akan
memengaruhi proses belajar perilaku dan jenis perilaku berikutnya yang akan muncul.
Namun, proses belajar ini akan dipandu oleh sejauh mana orang tersebut
mengidentifikasi dirinya dengan sang model dan sejauh mana ia merasakan efikasi diri
tentang perilaku-perilaku yang dicontohkan sang model.
Melalui dasar pemikiran ini, aplikasi dari teori kognitif sosial dengan penelitian
di media massa perlu diperjelas. Di dalam masyarakat masa kini, banyak model yang
kita pelajari adalah model yang kita lihat, dengar, atau baca di media massa.
2.7.1
Social Learning Theory
Manusia belajar dari observasi. Namun yang menjadi pertanyaan adalah
seberapa jauh dan apa jenis perilaku yang dipelajari orang dari media. Beberapa
42
faktor dari pembelajaran sosial tersebut yang pertama adalah imitasi. Imitasi
adalah istilah dari duplikasi perilaku secara langsung. Yang kedua adalah
idientifikasi yang merupakan bentuk khusus dari imitasi yang meniru model
yang tergeneralisasi melampaui tindakan tertentu, berasal dari keinginan usaha
untuk menjadi seperti model dengan kualitas yang lebih luas. Teori ini kini
diaplikasikan pada perilaku konsumen kendati pada awalnya menjadi bidang
penelitian komunikasi massayang bertujuan untuk memahami efek terpaan media
massa. Berdasarkan penelitian Albert Bandura, teori ini menjelaskan bahwa
pemirsa meniru apa yang mereka lihat di televisi, melalui suatu proses yang
disebut observational learning (pembelajaran dari hasil pengamatan). (Baran:
2010)
2.7.2
Konsep-Konsep Utama dalam Cognitive Social Theory
Konsep utama dari teori kognitif sosial adalah pengertian tentang
obvervational learning atau proses belajar dengan mengamati. Jika ada seorang
"model" di dalam lingkungan seorang individu, misalnya saja teman atau
anggota keluarga di dalam lingkungan internal, atau di lingkungan publik seperti
para tokoh publik di bidang berita dan hiburan, proses belajar dari individu ini
akan terjadi melalui cara memperhatikan model tersebut. Terkadang perilaku
seseorang bisa timbul hanya karena proses modeling. Modeling atau peniruan
merupakan "the direct, mechanical reproduction of behavior”, reproduksi
perilaku yang langsung dan mekanis (Baran & Davis, 2000: 184).
43
Baranowski, Perry, dan Parcel (1997) menyatakan bahwa "reinforcement
is the primary construct in the operant form of learning" proses penguatan
merupakan bentuk utama dari cara belajar seseorang. Proses penguatan juga
merupakan konsep sentral dari proses belajar sosial. Di dalam teori kognitif
sosial, penguatan bekerja melalui proses efek menghalangi (inhibitory effects)
dan efek membiarkan (disinhibitory effects). Inhibitory Effects terjadi ketika
seseorang melihat seorang model yang diberi hukuman karena perilaku tertentu,
misalnya penangkapan dan vonis hukuman terhadap seorang artis penyanyi
terkenal karena terlibat dalam pembuatan video porno. Dengan mengamati apa
yang dialami model tadi, akan mengurangi kemungkinan orang tersebut
mengikuti apa yang dilakukan sang artis penyanyi terkenal itu. Sebaliknya,
Disinhibitory effects terjadi ketika seseorang melihat seorang model yang diberi
penghargaan atau imbalan untuk suatu perilaku tertentu.
Efek-efek yang dikemukakan di atas tidak tergantung pada imbalan dan
hukuman yang sebenarnya, tetapi dari penguatan atas apa yang dialami orang
lain tapi dirasakan seseorang sebagai pengalamannya sendiri (vicarious
reinforcement). Menurut Bandura (1986), vicarious reinforcement terjadi karena
adanya konsep pengharapan hasil (outcome expectation) dan harapan hasil
(outcome expectancies). Outcome expectations menunjukkan bahwa ketika kita
melihat seorang model diberi penghargaan dan dihukum, kita akan berharap
mendapatkan hasil yang sama jika kita melakukan perilaku yang sama dengan
model. Selanjutnya, seseorang mengikat nilai dari pengharapan tersebut dalam
bentuk outcome expectancies, harapan akan hasil. Harapan-harapan ini
44
mempertimbangkan sejauh mana penguatan tertentu yang diamati itu dipandang
sebagai sebuah imabalan/penghargaan atau hukuman.
Konsep-konsep yang telah dikemukakan merupakan proses dasar dari
pembelajaran dalam teori kognitif sosial. Meskipun demikian, terdapat beberapa
konsep lain yang dikemukakan teori ini yang akan memengaruhi sejauh mana
belajar sosial berperan. Salah satu tambahan yang penting bagi teori ini adalah
konsep identifikasi (indentification) dengan model di dalam media. Secara
khusus teori kognitif sosial menyatakan bahwa jika seseorang merasakan
hubungan psikologis yang kuat dengan sang model, proses belajar sosial akan
lebih terjadi. Menurut White (1972: 252) identifikasi muncul mulai dari ingin
menjadi hingga berusaha menjadi seperti sang model dengan beberapa kualitas
yang lebih besar.
Teori kognitif sosial juga mempertimbangkan pentingnya kemampuan
sang "pengamat" untuk menampilkan sebuah perilaku khusus dan kepercayaan
yang dipunyainya untuk menampilkan perilaku trsebut. Kepercayaan ini disebut
dengan self-efficacy atau efikasi diri (Bandura, 1977) dan hal ini dipandang
sebagai sebuah prasayarat kritis dari perubahan perilaku.
2.8
Perubahan Perilaku
Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang
dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan dan baik disadari
maupun tidak. Seiring dengan tidak disadari bahwa interaksi itu sangat kompleks
sehingga kadang- kadang kita tidak sempat memikirkan penyebab seseorang
45
menerapkan perilaku tertentu. Dilihat dari Segi Biologis, perilaku adalah suatu kegiatan
atau aktivitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Perilaku manusia adalah
semua tindakan atau aktivitas manusia, baik yang diamati lansung maupun yang tidak
dapat diamati pihak luar.
Menurut Skiner (1938), perilaku adalah suatu respon atau reaksi seseorang
terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Pengertian itu dikenal dengan teori S-O-R
(stimulus-organisme-respons). Skiner membedakan respons tersebut menjadi 2 jenis,
yaitu respondent response (reflexive) dan operant response (instrumental response).
Secara lebih proposional perilaku dapat diartikan suatu respons organisme atau seseoang
terhadap rangsangan (stimulus) dari luar subjek tersebut. Respon ini berbentuk 2 macam,
yakni bentuk pasif adalah respon internal yaitu terjadi didalam diri manusia dan tidak
secara langsung dapat terlihat oleh orang lain. Bentuk aktif yaitu apabila perilaku itu
jelas dapat diobservasi secara langsung. Perilaku sudah tampak dalam bentuk tindakan
nyata makan disebut overt behavior.
Disini peneliti mencoba untuk meneliti perubahan perilaku yang terjadi terhadap
komunitas I no Arashi di Jakarta setelah menonton acara Arashi ni Shiyagare. Perubahan
perilaku yang terjadi terdiri dari berbagai macam perubahan seperti gaya penampilan
(style) ataupun perubahan idientitas. (Wawan: 2010)
46
2.9
Model Analisis
Tabel 2.1: Model Analisis
Pengaruh presenter Arashi ni
Perubahan perilaku anggota
komunitas I no Arashi di
Shiyagare di livejournal
⇒
Variabel X
2.10
Jakarta
Variabel Y
Definisi dan Operasionalisasi Konsep
2.10.1 Definisi Konsep
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu independen dan
dependen. Variabel indepenten presenter terdiri dari dua dimensi, yaitu:
1. Penampilan
2. Kemampuan pribadi
Di masing-masing dimensi akan diturunkan menjadi indikator yang mana
indikator-indikator tersebut terwakili oleh konsep-konsep yang ada di dalam teori
sosial kognitif:
1. Observational learning: merupakan proses belajar dengan mengamati.
2. Inhibitory effects: terjadi ketka seseorang melihat seorang model yang diberi
hukuman karena perilaku tertentu.
3. Disinhibitory effects: terjadi ketika seseorang melihta seorang model yang
diberi penghargaan atau imbalan untuk suatu perilaku tertentu.
47
4. Vicarious reinforcement: terjadi karena adanya konsep pengharapan hasil
(outcome expectation) dan harapan hasil (outcome expectancies).
5. Self-efficasy: kemampuan sang “pengamat” untuk menampilan sebuah
perilaku khusus dan kepercayaan yang dipunyainya untuk menampilkan
perilaku tersebut.
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perubahan perilaku.
Perubahan perilaku terbagi atas beberapa dimensi, yaitu diantaranya:
1. Penampilan
2. Perbuahan idientitas
2.10.2 Operasionalisasi Konsep
Tabel 2.2: Operasionalisasi Konsep
Variabel/Konsep
Dimensi
Indikator
Presenter Arashi
Penampilan
Saya tertarik dengan gaya rambut member / salah satu
ni Shiyagare
member Arashi
Saya tertarik dengan gaya berpakaian member / salah
satu member Arashi
Menurut saya Arashi dapat membawa diri di hadapan
para guests
Menurut saya Arashi dapat menjaga sikap di hadapan
para guests
48
Saya setuju bila salah satu member Arashi berbicara
tidak baik atau melakukan hal bodoh, member
lainnya akan men-tsukkomi-nya.
Saya setuju bila member / salah satu member Arashi
melakukan yang terbaik, mereka akan diberikan
reward
Kemampuan Arashi memiliki wawasan yang luas sebagai presenter
Pribadi
Arashi dapat membawakan acara Arashi ni Shiyagare
dengan baik
Arashi dapat membangun suasana selama acara
berlangsung
Arashi memiliki warna suara yang khas sehingga
dapat membuat audience bersemangat
Arashi menguasai tekhnik dramatisasi suara dalam
membawakan programnya
Arashi mampu berakting dengan baik
Arashi mampu menggerakan tubuh sesuai dengan
tuntutan dialog
Arashi mampu menjalin hubungan baik terhadap
guest yang diundang
Arashi
mampu
membuat
penonton
jalannya acara dari awal sampai akhir
menikmati
49
Arashi dapat membuat penonton mengetahui banyak
informasi baru
Arashi mampu melakukan tantangan-tantangan yang
diberikan dengan baik
Arashi memiliki kemauan untuk mempelajari setiap
tantangan-tantangan yang diberikan oleh guest
Perubahan
Perubahan
Gaya rambut saya berubah mengikuti member / salah
Perilaku
Penampilan
satu member Arashi
Gaya rambut saya berubah mengikuti gaya rambut
wanita ideal yang disenangi oleh member / salah satu
member Arashi
Gaya berpakaian saya berubah mengikuti member /
salah satu member Arashi
Gaya berpakaian saya berubah mengikuti gaya
berpakaian wanita ideal yang disenangi oleh member
/ salah satu member Arashi
Perubahan
Saya merubah / membuat nama baru yang memiliki
Idientitas
unsur nama Jepang
Karena Arashi saya memiliki keinginan untuk pergi
ke Jepang
Karena Arashi saya tertarik untuk mendalami bahasa
Jepang
50
Karena Arashi kemampuan berbahasa Jepang saya
bertambah sedikit demi sedikit
Karena Arashi, pernah terlintas di dalam pikiran saya
untuk menjadi warga negara Jepang
Gaya berbicara saya mengikuti member / salah satu
member Arashi
Gaya berpikir saya mengikuti member / salah satu
member Arashi
Download