PT Argha Karya Prima Industry, Tbk dan Entitas Anak

advertisement
PT Argha Karya Prima Industry, Tbk dan Entitas Anak/and Subsidiaries Laporan keuangan konsolidasian
beserta laporan auditor independen
tanggal 31 Desember 2011 dan 2010, dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009 dan
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011 dan 2010/
Consolidated financial statements
with independent auditors’ report
as of December 31, 2011 and 2010, and January 1,
2010/December 31, 2009 and for the years ended
December 31, 2011 and 2010
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
WITH INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
AS OF DECEMBER 31, 2011 AND 2010, AND
JANUARY 1, 2010/DECEMBER 31, 2009 AND
FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2011
AND 2010
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
TANGGAL 31 DESEMBER 2011 DAN 2010, DAN
1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009 DAN TAHUN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 DESEMBER 2011 DAN 2010
Table of Contents
Daftar Isi
Halaman/
Page
Laporan Auditor Independen
Independent Auditors’ Report
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian....................
1-2
.…...Consolidated Statements of Financial Position
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian........
3-4
Consolidated Statements of Comprehensive
……………………………………………… Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian................
5
Consolidated Statements of Changes in
………………………………………………. Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian................................
6-7
…………… Consolidated Statements of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.........
8 - 90
….. Notes to the Consolidated Financial Statements
******************************
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL
POSITION
December 31, 2011 and 2010, and January 1, 2010/
December 31, 2009
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Desember 2011 dan 2010, dan 1 Januari 2010/
31 Desember 2009
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
1 Januari 2010/
31 Desember 2009
31 Desember 2011/ 31 Desember 2010/ January 1, 2010/
December 31, 2011 December 31, 2010 December 31, 2009
ASET
ASSETS
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Dana yang dibatasi
penggunaannya
Investasi jangka pendek
2c,2v,4,33
2c,2v
5,15,18,33,36
2d,2v,6,33
2v,7,
15,18,33
Piutang usaha
Pihak-pihak berelasi - setelah
dikurangi cadangan penurunan
nilai sebesar Rp244.468 pada
tanggal 31 Desember 2011,
Rp260.468 pada tanggal
31 Desember 2010 dan
1 Januari 2010/
31 Desember 2009
2e,31a
Pihak ketiga - setelah
dikurangi cadangan penurunan
nilai sebesar RpNihil
pada tanggal 31 Desember
2011 dan 2010 dan Rp1.435.724
pada tanggal 1 Januari 2010/
31 Desember 2009
Piutang lain-lain - neto
2v,33
Persediaan - setelah dikurangi
cadangan persediaan usang
sebesar Rp201.416 pada
tanggal 31 Desember 2011
dan 2010 dan Rp77.027
pada tanggal 1 Januari 2010/
31 Desember 2009
2f,8,15,18
Biaya dibayar dimuka
2g
Uang muka
9
Pajak dan bea masuk dibayar di muka
2t,10a
TOTAL ASET LANCAR
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi
Uang muka
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan dan
amortisasi sebesar Rp940.656.063
pada tanggal 31 Desember 2011,
Rp895.738.063 pada
tanggal 31 Desember 2010
dan Rp1.193.337.738
pada tanggal 1 Januari 2010/
31 Desember 2009
Goodwill - neto
Biaya ditangguhkan - neto
Uang jaminan
TOTAL ASET TIDAK LANCAR
TOTAL ASET
2h,11
9
2i,2j,2k,
12,15,18
1d,2l,13
2m,14
2v,33
96.625.992
68.906.085
253.907.815
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
30.829.145
99.817
17.982.000
-
40.355.291
28.200.000
Restricted funds
Short-term investments
Trade receivables
51.039
159.466
255.465.830
356.550
165.770.749
128.405
214.737.251
1.477.597
13.770.166
61.443.102
215.518.516
1.047.397
13.135.151
19.173.943
Related party - net of
allowance for impairment of
Rp244,468 as of December 31,
2011, Rp260,468 as of
December 31, 2010 and
January 1, 2010/
64.895
December 31, 2009
Third parties - net of
allowance for impairment of
RpNil as of December 31,
2011 and 2010,
and Rp1,435,724
as of January 1, 2010/
192.945.032
December 31, 2009
1.315.646
Other receivables - net
Inventories - net of
allowance for obsolescence of
Rp201,416 as of December 31,
2011 and 2010,
and Rp77,027 as of
January 1, 2010/
204.682.982
December 31, 2009
8.713.576
Prepaid expenses
51.305.451
Advance payments
183.104
Prepaid taxes and customs duties
674.856.489
501.821.712
781.673.792
TOTAL CURRENT ASSETS
98.748.938
4.126.805
95.067.521
-
-
NON-CURRENT ASSETS
Investment in associated company
Advance payments
748.562.284
32.931.681
12.882.636
11.585.475
Fixed assets - net of accumulated
depreciation and amortization of
Rp940,656,063 as of December
31, 2011, Rp895,738,063 as
of December 31,2010 and
Rp1,193,337,738 as of
January 1, 2010/
December 31, 2009
Goodwill - net
Deferred charges - net
Guarantee deposits
743.001.109
3.016.190
698.017.148
2.992.001
848.893.042
796.076.670
805.962.076
TOTAL NON-CURRENT ASSETS
1.523.749.531
1.297.898.382
1.587.635.868
TOTAL ASSETS
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying notes to consolidated financial statement
form an integral part of these
consolidated financial statements taken as a whole.
1
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL
POSITION (continued)
December 31, 2011 and 2010 and January 1, 2010/
December 31, 2009
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN (lanjutan)
31 Desember 2011 dan 2010 dan 1 Januari 2010/
31 Desember 2009
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
1 Januari 2010/
31 Desember 2009
31 Desember 2011/ 31 Desember 2010/ January 1, 2010/
December 31, 2011 December 31, 2010 December 31, 2009
LIABILITIES AND
EQUITY
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek
Utang usaha
Pihak - pihak berelasi
Pihak ketiga
Utang lain-lain
Utang pajak
Biaya masih harus dibayar
Bagian liabilitas jangka panjang
yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman jangka panjang
Liabilitas jangka panjang lainnya
2v,15,33
2v,16,33
2e,31b
2v,33
2t,10b
2v,17,33
2v,18,33
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK
161.025.162
90.419.797
81.798.730
278.459
237.582.006
5.067.504
2.629.944
10.955.665
472.925
101.222.017
7.035.443
2.133.664
8.072.475
145.781
116.355.356
11.348.657
6.181.837
31.054.925
65.628.450
-
70.797.430
-
273.564.793
556.296
CURRENT LIABILITIES
Short-term bank borrowings
Trade payables
Related parties
Third parties
Other payables
Taxes payable
Accrued expenses
Current maturities of
long-term debts
Long-term borrowings
Other long-term liabilities
483.167.190
280.153.751
521.006.375
TOTAL CURRENT LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Pinjaman jangka panjang
2v,18,33
Liabilitas jangka panjang lainnya
Kewajiban imbalan kerja
2n,19
Liabilitas pajak tangguhan - neto
2t,10d
LONG-TERM LIABILITIES
236.737.548
18.868.884
44.811.343
271.497.698
17.959.494
39.336.218
114.311.525
741.728
16.696.102
103.720.562
Long-term debts - net of
current maturities
Long-term borrowings
Other long-term liabilities
Employee benefits liability
Deferred tax liabilities - net
TOTAL LIABILITAS JANGKA
PANJANG
300.417.775
328.793.410
235.469.917
TOTAL LONG-TERM LIABILITIES
TOTAL LIABILITAS
783.584.965
608.947.161
756.476.292
TOTAL LIABILITIES
EKUITAS
EQUITY
EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK
Modal saham
Modal dasar - 2.000.000.000
saham dengan nilai nominal
Rp500 (angka penuh) per saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 680.000.000 saham
21
Tambahan modal disetor - neto
2o,22
Modal saham diperoleh kembali
2p,21
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan
2b,2h,23
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya
29
Belum ditentukan penggunaannya
Ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
TOTAL EKUITAS
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS
2b,20,38
EQUITY ATTRIBUTABLE TO
OWNERS OF THE PARENT ENTITY
Share capital
Authorized capital - 2,000,000,000
shares at par value of Rp500
(full amount) per share
Issued and fully paid 340.000.000
680,000,000 shares
303.829.224
Additional paid-in capital - net
Treasury stock
Exchange rate differences from
31.772.990
financial statement translation
Retained earnings
2.500.000
Appropriated
97.486.506
Unappropriated
340.000.000
303.829.224
(79.566.944)
340.000.000
303.829.224
(79.566.944)
18.355.185
19.994.119
7.500.000
150.052.300
5.000.000
99.694.822
740.169.765
(5.199)
688.951.221
-
775.588.720
55.570.856
Equity attributable to:
Owners of the parent entity
Non-controlling interests
740.164.566
688.951.221
831.159.576
TOTAL EQUITY
1.523.749.531
1.297.898.382
1.587.635.868
TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying notes to consolidated financial statements
form an integral part of these
consolidated financial statements taken as a whole.
2
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
COMPREHENSIVE INCOME
Years ended December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2011
PENJUALAN NETO
BEBAN POKOK PENJUALAN
Catatan/
Notes
2010*
2e,2r,
24,31c 1.099.386.282
2e,2r,25
1.294.415.423
31e
891.081.736
1.505.559.487
LABA KOTOR
211.144.064
Beban umum dan administrasi
Beban penjualan
(60.317.997)
(50.534.478)
208.304.546
2r,27
2r,26
Gain on disposal of fixed assets - net
Foreign exchange losses - net
Others income (expense) - net
971.392
(1.223.744)
(814.652)
LABA USAHA
98.285.669
95.259.996
LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN
76.684.216
GROSS PROFIT
General and administrative expense
Selling expense
436.681 2i,2r,12
(3.003.263) 2r,2s
560.662
2r
9.063.769 2h,2r,11
1.631.765
2r
(32.296.987) 2r, 15,18
COST OF GOODS SOLD
(63.372.325)
(48.605.221)
Laba pelepasan aset tetap - neto
Rugi selisih kurs - neto
Pendapatan (beban) lain-lain - neto
Bagian laba neto entitas
asosiasi - setelah dikurangi
dengan amortisasi goodwill
Pendapatan bunga
Beban bunga
NET SALES
8.524.013
2.072.528
(16.041.501)
89.815.036
OPERATING PROFIT
Equity in net earnings of an
associated company - net of
goodwill amortization
Interest income
Interest expense
PROFIT BEFORE INCOME TAX
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN
Kini
Tangguhan
(17.815.867)
(6.015.720)
(29.917.915)
2.531.574
INCOME TAX BENEFIT
(EXPENSE)
Current
Deferred
Beban Pajak Penghasilan - Neto
(23.831.587)
(27.386.341)
Income Tax Expense - Net
52.852.629
62.428.695
LABA TAHUN BERJALAN
2t,10
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
PROFIT FOR THE YEAR
The accompanying notes to consolidated financial statements
form an integral part of these
consolidated financial statements taken as a whole.
3
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
COMPREHENSIVE INCOME (continued)
Years ended December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
2011
LABA TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
52.857.478
(4.849)
Total
52.852.629
LABA PER SAHAM DASAR YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK
(angka penuh)
LABA TAHUN BERJALAN
86
2b
2q,28
52.852.629
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINSETELAH PAJAK
Selisih kurs karena penjabaran laporan
keuangan
(1.639.284)
PENDAPATAN
KOMPREHENSIF NETO
51.213.345
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINSETELAH DIKURANGI PAJAK YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
(1.638.934)
(350)
Total
(1.639.284)
2010*
62.233.042
195.653
PROFIT FOR THE YEAR
ATTRIBUTABLE TO:
Owners of the parent entity
Non-controlling interests
62.428.695
Total
98
BASIC EARNINGS PER SHARE
ATTRIBUTABLE TO OWNERS
OF THE PARENT ENTITY
(full amount)
62.428.695
PROFIT FOR THE YEAR
OTHER COMPREHENSIVE INCOMENET OF TAX
Difference in foreign currency
5.571.304
translation
67.999.999
23
NET COMPREHENSIVE INCOME
OTHER COMPREHENSIVE INCOME NET OF TAX ATTRIBUTABLE TO:
4.813.704
Owners of the parent entity
757.600
Non-controlling interests
5.571.304
Total
PENDAPATAN KOMPREHENSIF
NETO YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
51.218.544
(5.199)
67.046.746
953.253
NET COMPREHENSIVE INCOME
ATTRIBUTABLE TO:
Owners of the parent entity
Non-controlling interests
Total
51.213.345
67.999.999
Total
* includes the operating results of Stenta Films (Malaysia)
Sdn. Bhd. until April 11, 2010 (Note 11)
* termasuk hasil operasi dari Stenta Films (Malaysia)
Sdn. Bhd. sampai dengan tanggal 11 April 2010
(Catatan 11)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying notes to consolidated financial statements
form an integral part of these
consolidated financial statements taken as a whole.
4
The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
Years ended December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah)
Catatan/
Notes
Saldo per 1 Januari 2010
Perolehan kembali modal saham
Penyesuaian karena
perubahan penyertaan saham
pada Stenta Films (Malaysia)
Sdn. Bhd. (“STENTA”),
Entitas Anak – neto
Pendapatan komprehensif lain
Pencadangan saldo laba
sebagai dana cadangan
Umum
Laba tahun berjalan*
2p,21
Saldo per 31 Desember 2011
340.000.000
303.829.224
-
-
-
31.772.990
2.500.000
97.486.506
-
-
-
(79.566.944)
2h
2b,2h,23
-
-
-
29
-
-
-
340.000.000
303.829.224
2b,2h, 23
-
-
-
29
-
-
-
340.000.000
303.829.224
Saldo per 31 Desember 2010
Pendapatan komprehensif lain
Pencadangan saldo laba
sebagai dana cadangan
Umum
Laba tahun berjalan
Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk/Equity Attributable to Owners of the Parent Entity
Selisih kurs
karena
penjabaran
laporan
Modal saham
keuangan/
ditempatkan
Tambahan
Exchange
Saldo laba/
dan disetor
modal
Modal saham
rate
Retained earnings
penuh/
diperoleh
disetor - neto/
differences
Issued and
Additional
kembali/
Belum ditentukan
from financial
Telah ditentukan
fully paid
Treasury
Total/
paid-in
penggunaannya/
statement
penggunaannya/
share capital
Total
capital - net
stock
Unappropriated
translation
Appropriated
(79.566.944)
(79.566.944)
775.588.720
(79.566.944)
Kepentingan
Nonpengendali/
Non-controlling
Interests
55.570.856
-
Total ekuitas/
Total equity
831.159.576
Balance as of January 1, 2010
(79.566.944)
Purchase of treasury stock
(130.641.410)
5.571.304
-
(57.524.726)
-
(74.117.301)
4.813.704
-
2.500.000
-
(2.500.000)
62.233.042
62.233.042
195.653
62.428.695
Adjustment due to change in
investment in shares of
Stenta Films (Malaysia) Sdn.
Bhd (“STENTA”),
a Subsidiary - net
Other comprehensive income
Appropriation of
retained earnings for
general reserve
Profit for the year*
19.994.119
5.000.000
99.694.822
688.951.221
-
688.951.221
Balance as of December 31,
2010
-
-
(16.592.575)
4.813.704
(1.638.934)
-
2.500.000
-
18.355.185
7.500.000
*termasuk hasil operasi dari Stenta Films (Malaysia) Sdn. Bhd. sampai dengan tanggal 11 April 2010 (Catatan 11)
(2.500.000)
52.857.478
150.052.300
(1.638.934)
(56.524.109)
757.600
(350)
(1.639.284)
52.857.478
(4.849)
52.852.629
Other comprehensive income
Appropriation of
retained earnings for
general reserve
Profit for the year
740.169.765
(5.199)
740.164.566
Balance as of December 31,
2011
*includes the operating results of Stenta Films (Malaysia) Sdn. Bhd. until April 11, 2010 (Note 11)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying notes to consolidated financial statements form an integral part of these
consolidated financial statements taken as a whole.
5
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
Years ended December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah)
Catatan/
Notes
2011
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan dari pelanggan
1.491.111.682
Pembayaran kepada pemasok
(1.143.575.612)
Pembayaran kepada karyawan
(104.823.064)
Pembayaran untuk beban usaha
dan lainnya
(67.489.298)
Pembayaran untuk pajak penghasilan
(41.863.173)
Penerimaan pendapatan bunga
1.594.856
Kas neto diperoleh dari
(digunakan untuk)
aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penerimaan dividen
Hasil penjualan aset tetap
Perolehan aset tetap
Penambahan uang muka
Penurunan (peningkatan)
investasi jangka pendek
Peningkatan uang jaminan
Kas neto digunakan untuk
aktivitas investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan pinjaman bank jangka
pendek
Penerimaan (pembayaran)
pinjaman jangka panjang
Pembayaran beban bunga
Penurunan (kenaikan) pada
dana yang dibatasi
penggunaannya
Pembayaran untuk pembelian
modal saham diperoleh kembali
Pembayaran liabilitas
jangka panjang lainnya
Kas neto diperoleh dari
(digunakan untuk) aktivitas
pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO
KAS DAN SETARA KAS
PENGARUH NILAI TUKAR ATAS
KAS DAN SETARA KAS
2010*
(61.905.102)
(44.221.661)
2.256.712
CASH FLOWS FROM OPERATING
ACTIVITIES
Receipts from customers
Payments to suppliers
Payments to employees
Payments for operating expenses
and others
Payment for income taxes
Interest income received
(3.720.686)
Net cash provided by (used in)
operating activities
1.146.276.443
(944.502.638)
(101.624.440)
134.955.391
(99.817)
(24.189)
28.200.000
(283.731)
CASH FLOWS FROM INVESTING
ACTIVITIES
Dividend received
Proceeds from sale of fixed assets
Acquisitions of fixed assets
Increase in advance payments
Decrease (increase) in
short-term investments
Increase in guarantee deposits
(83.797.537)
(261.838.019)
Net cash used in investing
activities
3.219.971
661.000
(83.427.697)
(4.126.805)
11
12
1.139.142
(290.893.430)
-
65.786.359
49.185.530
(47.080.647)
(34.439.727)
200.909.943
(19.044.853)
(12.847.145)
19.580.539
-
21
-
CASH FLOWS FROM FINANCING
ACTIVITIES
Proceeds of short-term
bank borrowings
Proceeds (repayments) of
long-term borrowings
Interest expense paid
Decrease (increase)
in restricted funds
(79.566.944) Payment for purchase of treasury stock
Repayments of
(123.317)
other long-term liabilities
(28.581.160)
170.940.898
Net cash provided by
(used in) financing activities
22.576.694
(94.617.807)
NET INCREASE (DECREASE) IN
CASH AND CASH EQUIVALENTS
(9.172.040)
EFFECT OF EXCHANGE RATE
CHANGES ON CASH AND
CASH EQUIVALENTS
5.143.213
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying notes to consolidated financial statements
form an integral part of these consolidated financial statements
taken as a whole.
6
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
(continued)
Years ended December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
(lanjutan)
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah)
Catatan/
Notes
2011
KAS DAN SETARA KAS PADA
AWAL TAHUN
KAS DAN SETARA KAS
ENTITAS ANAK
YANG DIDEKONSOLIDASI
KAS DAN SETARA KAS PADA
AKHIR TAHUN
68.906.085
2010*
253.907.815
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT BEGINNING OF YEAR
-
11
(81.211.883)
CASH AND CASH EQUIVALENTS
OF A DECONSOLIDATED
SUBSIDIARY
96.625.992
4
68.906.085
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT END OF YEAR
* includes the cash flows of Stenta Films (Malaysia) Sdn.
Bhd. until April 11, 2010 (Note 11)
* termasuk arus kas dari Stenta Films (Malaysia) Sdn.
Bhd. sampai dengan tanggal 11 April 2010
(Catatan 11)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
The accompanying notes to consolidated financial statements
form an integral part of these consolidated financial statements
taken as a whole.
7
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM
1.
a.
Pendirian Perusahaan
a. The Company’s establishment
b.
GENERAL
PT Argha Karya Prima Industry, Tbk (Perusahaan)
didirikan dalam kerangka Undang-undang No. 6
tahun 1968 dan No. 12 tahun 1970 tentang
Penanaman Modal Dalam Negeri berdasarkan akta
notaris No. 108 tanggal 7 Maret 1980 dari Ridwan
Suselo, S.H., notaris di Jakarta. Pengesahan dari
Menteri Kehakiman Republik Indonesia atas
pendirian Perusahaan tersebut telah diperoleh pada
tanggal 25 September 1981 dengan Surat Keputusan
No. Y.A.5/406/9 dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 27 dan Tambahan
No. 391 tanggal 2 April 1982.
PT Argha Karya Prima Industry, Tbk (the Company)
was established within the framework of Laws No. 6
of 1968 and No. 12 of 1970 regarding Domestic
Capital Investment based on notarial deed No. 108
dated March 7, 1980 of Ridwan Suselo, S.H., notary
in Jakarta. Approval for the Company’s establishment
from the Minister of Justice of the Republic of
Indonesia
was
obtained
under
decree
No. Y.A.5/406/9 dated September 25, 1981 and was
published in Supplement No. 391 dated April 2, 1982
of the State Gazette No. 27 of the Republic of
Indonesia.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta
notaris No. 284 tanggal 29 Juli 2008 dari DR. Irawan
Soerodjo, S.H., M.Si., notaris di Jakarta, sehubungan
dengan, antara lain, perubahan atau penyesuaian
seluruh Anggaran Dasar Perusahaan terhadap
Undang-undang No. 40 Tahun 2007 dan Peraturan
Badan Pengawas Pasar Modal (“BAPEPAM-LK”)
No. IX.J.1. Akta perubahan ini telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia
Republik
Indonesia
dengan
Surat
Keputusan No. AHU-75410.AH.01.02.Tahun 2008
tanggal 20 Oktober 2008.
The Company's Articles of Association have been
amended from time to time, with the latest
amendment being made by notarial deed No. 284
dated July 29, 2008 of DR. Irawan Soerodjo, S.H.,
M.Si., notary in Jakarta, relating to, among others,
changes in the Company’s Articles of Association to
comply with Law No. 40 Year 2007 and the regulation
No. IX.J.1 of the Capital Market and Financial
Institutions Supervisory Agency (“BAPEPAM-LK”).
The latest amendment was approved by the
Minister of Law and Human Rights of the
Republic
of
Indonesia
under
decree
No.
AHU-75410.AH.01.02.Year
2008
dated
October 20, 2008.
Perusahaan bergerak dalam bidang produksi dan
distribusi kemasan fleksibel berupa Biaxially Oriented
Poly Propylene (“BOPP”) film, Polyester (“PET”) film,
Cast Poly Propylene (“CPP”) film dan Poly
Acrylonitrile film. Pabrik perusahaan berlokasi di
Citeureup, Bogor. Perusahaan memulai produksi
komersialnya pada tahun 1982.
The Company is engaged in the production and
distribution of flexible packaging of Biaxially Oriented
Poly Propylene (“BOPP”) film, Polyester (“PET”) film,
Cast Poly Propylene (“CPP”) film and Poly
Acrylonitrile film. Its manufacturing facilities are
located in Citeureup, Bogor. The Company
commenced its commercial operations in 1982.
PT Nawa Panduta adalah entitas induk terakhir dari
Perusahaan dan entitas anak dan juga induk
langsung dari Perusahaan.
PT Nawa Panduta is the ultimate parent company of
the Company and subsidiaries and it is also the
immediate parent company of the Company.
b. The Company’s public offering
Penawaran umum saham Perusahaan
Berdasarkan surat izin dari Menteri Keuangan
Republik Indonesia No. C2-9054 HT.01.04.Th92
tanggal 4 November 1992 dan Surat Pernyataan
Efektif
dari
Ketua
BAPEPAM-LK
No. S-1854/PM/1992 tanggal 16 November 1992,
Perusahaan telah menawarkan 16.000.000 saham
kepada masyarakat.
Based on approval letter No. C2-9054 HT.01.04.Th92
dated November 4, 1992 from the Minister of Finance
of the Republic of Indonesia and the Effective
Confirmation Letter No. S-1854/PM/1992 dated
November 16, 1992 from the Head of BAPEPAM-LK,
the Company initially offered 16,000,000 shares to
the public.
8
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
1.
b.
Penawaran umum saham Perusahaan (lanjutan)
b. The Company’s public offering (continued)
c.
GENERAL (continued)
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAPEPAM-LK
No. S.220/PM/1994 tanggal 7 Februari 1994,
Perusahaan telah melakukan penawaran umum
terbatas pertama atas sejumlah 12.000.000 saham.
Based on approval letter No. S.220/PM/1994 dated
February 7, 1994 from the Head of BAPEPAM-LK,
the Company conducted its first limited offering
(rights issue) of 12,000,000 shares.
Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di
Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta).
All of the Company's shares are listed on the
Indonesia Stock Exchange (formerly Jakarta Stock
Exchange).
c.
Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit serta
karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan
pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris Independen
Direksi
Direktur Utama
Direktur
The composition of the Company’s Boards of
Commissioners and Directors as of December 31,
2011 and 2010 is as follows:
Andry Pribadi
Ibrahim Risjad
Henry Liem
Surya Widjaja
Johan Paulus Yoranouw
Widjojo Budiarto
Wilson Pribadi
Kristianto Mangkusaputra
Edward Djumali
Jimmy Tjahjanto
Jeyson Pribadi
Susunan Komite Audit dan Sekretaris Perusahaan
pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 adalah
sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua
Anggota
Sekretaris Perusahaan
Boards of Commissioners and Directors, Audit
Committee and employees
Board of Commissioners
President Commissioner
Commissioners
Independent Commissioners
Board of Directors
President Director
Directors
The composition of the Company’s Audit Committee
and the Corporate Secretary as of December 31,
2011 and 2010 are as follows:
Johan Paulus Yoranouw
Iwan Budijanto Suryadi
Willie Tandanu
Theodorus Leonardi
Pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
Perusahaan memiliki masing-masing 828 dan 782
karyawan tetap (tidak diaudit).
Audit Committee
Chairman
Members
Corporate Secretary
As of December 31, 2011 and 2010, the Company
had 828 and 782 permanent employees (unaudited),
respectively.
9
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
UMUM (lanjutan)
1.
GENERAL (continued)
d.
Susunan Entitas Anak
d.
Subsidiaries
Entitas anak yang dikonsolidasi dan persentase
kepemilikan pada tanggal 31 Desember 2011 dan
2010 adalah sebagai berikut:
Entitas Anak/
Subsidiaries
International Resources
(H.K.) Ltd.
Stenta Films (Malaysia)
Sdn. Bhd (“STENTA”)
Domisili/
Domicile
Hong Kong
Malaysia
The consolidated Subsidiaries and the percentages
of equity held as of December 31, 2011 and 2010
were as follows:
Tahun awal
operasi/
Year of start of
operations
Aktivitas utama/
Principal activity
Perdagangan dan pemasaran
film/Marketing and trading of films
Manufaktur BOPP film/
Manufacture of BOPP films
1991
% kepemilikan/
% of ownership
2011
2010
98,00%
98,00%
Total aset/
Total assets
1
2011 (2010)
4.608.798
(4.933.116)
(Catatan 11)/ (Note 11)
“1” Total aset sebelum eliminasi pada konsolidasi/Total assets before elimination in consolidation
e.
International Resources (H.K.) Ltd., Hong Kong
(“IR-HK”)
International Resources (H.K.) Ltd., Hong Kong
(“IR-HK”)
Pada bulan Agustus 1991, Perusahaan mendirikan
IR-HK di Hong Kong dengan kepemilikan sebesar
80%. IR-HK bergerak dalam bidang perdagangan
dan pemasaran produk-produk film.
In August 1991, the Company established IR-HK in
Hong Kong, in which the Company had 80%
ownership. IR-HK is involved in marketing and
trading of film products.
Pada bulan Juli 2006, Perusahaan meningkatkan
kepemilikan sahamnya di IR-HK sebesar 18%
sehingga penyertaan Perusahaan menjadi sebesar
98%.
In July 2006, the Company increased its share
ownership in IR-HK by 18% to become a shareholder
with 98% ownership.
Stenta Films (Malaysia) Sdn. Bhd (“STENTA”)
Stenta Films (Malaysia) Sdn. Bhd (“STENTA”)
STENTA adalah Entitas Anak sampai dengan
11 April 2010 pada saat 70% kepemilikan saham
berkurang menjadi 22,95% (Catatan 11).
STENTA was a subsidiary until April 11, 2010 when
the Company’s 70% interest was reduced to 22.95%
(Note 11).
e.
Persetujuan dan Pengesahan untuk Penerbitan
Laporan Keuangan Konsolidasian
Penerbitan
laporan
keuangan
konsolidasian
Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal
31 Desember 2011 dan 2010 dan 1 Januari 2010/
31 Desember 2009 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 telah
disetujui dan disahkan oleh Direksi pada tanggal 26
Maret
2012,
yang
telah
direviu
dan
direkomendasikan untuk disetujui oleh Komite Audit.
Approval and Authorization for the Issuance of
Consolidated Financial Statements
The issuance of the consolidated financial statements
of the Company and Subsidiaries as of December 31,
2011 and 2010 and January 1, 2010/December 31,
2009 and for the years ended December 31, 2011
and 2010 was approved and authorized by the Board
of Directors on March 26, 2012, as reviewed and
recommended for approval by the Audit Committee.
10
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
2.
SUMMARY
POLICIES
OF
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
a.
Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasian
a.
Basis of consolidated financial statements
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan
Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
(“DSAK”) dan Peraturan-peraturan serta Pedoman
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK. Seperti
diungkapkan dalam catatan-catatan terkait laporan
keuangan konsolidasian, beberapa standar akuntansi
yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif
tanggal 1 Januari 2011.
The consolidated financial statements have been
prepared in accordance with Indonesian Financial
Accounting Standards (“SAK”), which comprise the
Statements and Interpretations issued by the
Financial Accounting Standards Board of the
Indonesian Institute of Accountants (“DSAK”) and the
Regulations and the Guidelines on Financial
Statement Presentation and Disclosures issued by
BAPEPAM-LK. As disclosed further in the relevant
succeeding notes to the consolidated financial
statements, several amended and published
accounting standards were adopted effective
January 1, 2011.
Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai
dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(“PSAK”) 1 (Revisi 2009), “Penyajian Laporan
Keuangan”, yang diterapkan pada tanggal 1 Januari
2011.
The consolidated financial statements are prepared in
accordance with Statement of Financial Accounting
Standards (“PSAK”) 1 (Revised 2009), “Presentation
of Financial Statements”, adopted on January 1,
2011.
PSAK 1 (Revisi 2009) mengatur penyajian laporan
keuangan, yaitu antara lain, tujuan pelaporan,
komponen laporan keuangan, penyajian secara
wajar, materialitas dan agregasi, saling hapus,
perbedaan antara aset lancar dan tidak lancar dan
liabilitas jangka pendek dan jangka panjang,
informasi komparatif, konsistensi penyajian dan
memperkenalkan pengungkapan baru, antara lain,
sumber estimasi ketidakpastian dan pertimbangan,
pengelolaan permodalan, pendapatan komprehensif
lainnya, penyimpangan dari standar akuntansi
keuangan dan pernyataan kepatuhan.
PSAK 1 (Revised 2009) regulates presentation of
financial statements as to, among others, the
objective, components of financial statements, fair
presentation, materiality and aggregation, offsetting,
distinction between current and non-current assets
and short-term and long-term liabilities, comparative
information and consistency, and introduces new
disclosures such as key estimations and judgments,
capital management, other comprehensive income,
departures from accounting standards and statement
of compliance.
Penerapan PSAK 1 (Revisi 2009) memberikan
pengaruh yang signifikan bagi penyajian dan
pengungkapan terkait dalam laporan keuangan
konsolidasian (Catatan 38).
The adoption of PSAK 1 (Revised 2009) has
significant impact on the related presentation and
disclosures in the consolidated financial statements
(Note 38).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian selaras
dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam
penyusunan
laporan
keuangan
konsolidasian
Perusahaan dan IR-HK untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2010, kecuali bagi
penerapan beberapa PSAK yang telah direvisi efektif
sejak tanggal 1 Januari 2011 seperti yang telah
diungkapkan pada catatan ini.
The accounting policies adopted in the preparation of
the consolidated financial statements are consistent
with those made in the preparation of the Company
and IR-HK’s consolidated financial statements for the
year ended December 31, 2010, except for the
adoption of several amended PSAKs effective
January 1, 2011 as disclosed in this note.
11
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
a.
Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasian
(lanjutan)
b.
2.
a.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
Basis of consolidated
(continued)
ACCOUNTING
financial
statements
Laporan
keuangan
konsolidasian
disusun
berdasarkan dasar akrual dengan menggunakan
konsep nilai perolehan, kecuali untuk akun-akun
tertentu yang diukur dengan dasar sebagaimana
dijelaskan di dalam kebijakan akuntansi terkait.
The consolidated financial statements have been
prepared on the accrual basis using the historical
cost concept, except for certain accounts which are
measured on the basis as described in the related
accounting policies.
Laporan arus kas konsolidasian yang disusun
dengan menggunakan metode langsung, menyajikan
penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas
yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan.
The consolidated statements of cash flows, which
have been prepared using the direct method, present
receipts and disbursements of cash and cash
equivalents classified into operating, investing and
financing activities.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah
rupiah.
The reporting currency used in the preparation of the
consolidated financial statements is the Indonesian
rupiah.
b.
Prinsip konsolidasi
Principles of consolidation
Sejak Tanggal 1 Januari 2011
From January 1, 2011
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan IRHK menerapkan secara retrospektif PSAK 4 (Revisi
2009), “Laporan Keuangan Konsolidasian dan
Laporan Keuangan Tersendiri”, kecuali beberapa hal
berikut yang diterapkan secara prospektif: (i) rugi
entitas anak yang menyebabkan saldo defisit bagi
kepentingan non-pengendali (“KNP”); (ii) kehilangan
pengendalian pada entitas anak; (iii) perubahan
kepemilikan pada entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian; (iv) hak
suara potensial dalam menentukan keberadaan
pengendalian; dan (v) konsolidasi atas entitas anak
yang memiliki pembatasan jangka panjang.
Effective January 1, 2011, the Company and IR-HK
retrospectively adopted PSAK 4 (Revised 2009),
“Consolidated and Separate Financial Statements”,
except for the following items that were applied
prospectively: (i) losses of a subsidiary that result in a
deficit balance to non-controlling interests (“NCI”); (ii)
loss of control over a subsidiary; (iii) change in the
ownership interest in a subsidiary that does not result
in a loss of control; (iv) potential voting rights in
determining the existence of control; and (v)
consolidation of a subsidiary that is subject to longterm restriction.
PSAK 4 (Revisi 2009) mengatur penyusunan dan
penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk
sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian
suatu entitas induk, dan akuntansi untuk investasi
pada entitas anak, pengendalian bersama entitas
dan entitas asosiasi ketika laporan keuangan
tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan.
PSAK 4 (Revised 2009) provides for the preparation
and
presentation
of
consolidated
financial
statements for a group of entities under the control
of a parent, and the accounting for investments in
subsidiaries,
jointly
controlled
entities
and
associated entities when separate financial
statements are presented as additional information.
Seluruh transaksi material dan saldo akun antar
perusahaan (termasuk laba atau rugi yang signifikan
yang belum direalisasi) telah dieliminasi.
All material intercompany transactions and account
balances (including the related significant unrealized
gains or losses) have been eliminated.
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan
keuangan Perusahaan dan Entitas Anak seperti yang
disebutkan pada Catatan 1d, yang dimiliki oleh
Perusahaan (secara langsung atau tidak langsung)
dengan kepemilikan saham lebih dari 50%.
The consolidated financial statements include the
accounts of the Company and Subsidiaries
mentioned in Note 1d, in which the Company
maintains (directly or indirectly) equity ownership of
more than 50%.
12
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
b.
Prinsip konsolidasi (lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
ACCOUNTING
b. Principles of consolidation (continued)
Sejak Tanggal 1 Januari 2011 (lanjutan)
From January 1, 2011 (continued)
Entitas Anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal
akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh
pengendalian, sampai dengan tanggal entitas induk
kehilangan pengendalian. Pengendalian dianggap ada
ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak
langsung melalui Entitas Anak, lebih dari setengah
kekuasaan suara suatu entitas. Pengendalian juga ada
ketika Perusahaan memiliki setengah atau kurang
kekuasaan suara suatu entitas jika terdapat:
Subsidiaries are fully consolidated from the date of
acquisitions, being the date on which the Company
obtains control, and continue to be consolidated until
the date such control ceases. Control is presumed to
exist if the Company owns, directly or indirectly
through Subsidiaries, more than half of the voting
power of an entity. Control also exists when the
Company owns half or less of the voting power of an
entity when there is:
a) kekuasaan yang melebihi setengah hak suara
sesuai perjanjian dengan investor lain;
b) kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan
operasional entitas berdasarkan anggaran dasar
atau perjanjian;
c) kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti
sebagian besar direksi atau organ pengatur setara
dan mengendalikan entitas melalui direksi atau
organ tersebut; atau
d) kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada
rapat dewan direksi atau organ pengatur setara dan
mengendalikan entitas melalui direksi atau organ
tersebut.
a) power over more than half of the voting rights by
virtue of an agreement with other investors;
b) power to govern the financial and operating
policies of the entity under a statute or an
agreement;
c) power to appoint or remove the majority of the
members of the board of directors or equivalent
governing body and control of the entity is by that
board or body; or
d) power to cast the majority of votes at meetings of
the board of directors or equivalent governing body
and control of the entity is by that board or body.
Rugi entitas anak yang tidak dimiliki secara penuh
diatribusikan pada KNP bahkan jika hal ini
mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit.
Losses of a non-wholly owned subsidiary are
attributed to the NCI even if they create an NCI deficit
balance.
Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak,
maka Perusahaan:
• menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill)
dan liabilitas entitas anak;
• menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap
KNP;
• menghentikan pengakuan akumulasi selisih
penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
• mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
In case of loss of control over a subsidiary, the
Company:
• derecognizes the assets (including goodwill) and
liabilities of subsidiaries;
• derecognizes the carrying amount of any NCI;
•
mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
13
•
•
•
derecognizes
the
cumulative
translation
differences, recorded in equity, if any;
recognizes the fair value of the consideration
received;
recognizes the fair value of any investment
retained;
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
b.
Prinsip konsolidasi (lanjutan)
2.
b.
•
ACCOUNTING
Principles of consolidation (continued)
From January 1, 2011 (continued)
Sejak Tanggal 1 Januari 2011 (lanjutan)
•
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan
sebagai keuntungan atau kerugian dalam
laporan laba rugi; dan
mereklasifikasi bagian atas komponen yang
sebelumnya
diakui
sebagai
pendapatan
komprehensif lainnya ke laporan laba rugi, atau
mengalihkan secara langsung ke saldo laba
ditahan.
•
recognizes any surplus or deficit in profit or loss;
and
•
reclassifies its share of components previously
recognized in other comprehensive income to
profit or loss or retained earnings, as appropriate.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan
aset neto dari IR-HK yang tidak dapat diatribusikan
secara langsung maupun tidak langsung pada entitas
induk, yang masing-masing disajikan dalam laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian dan dalam
ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian,
terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada
pemilik Perusahaan.
NCI represent the portion of the profit or loss and net
assets of IR-HK not attributable, directly or indirectly,
to the parent entity, which are presented in the
consolidated statements of comprehensive income
and under the equity section of the consolidated
statements of financial position, respectively,
separately from the corresponding portion attributable
to the owners of the Company.
Sebelum Tanggal 1 Januari 2011
Prior to January 1, 2011
Bagian pemilikan pemegang saham minoritas pada
aset neto dan laba atau rugi neto dari Entitas Anak
yang dikonsolidasi sebelumnya disajikan sebagai
“Hak Minoritas” pada laporan posisi keuangan
konsolidasian dan sebagai “Hak Minoritas Atas Rugi
(Laba) Neto Entitas Anak” dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.
The proportionate shares of minority shareholders in
net assets and net income or loss of the consolidated
subsidiaries were previously presented as “Minority
Interests” in the consolidated statements of financial
position and as “Minority Interests in Net Loss
(Income) of Subsidiaries” in the consolidated
statements of comprehensive income.
Kerugian yang menjadi bagian dari pemegang saham
minoritas pada suatu Entitas Anak dapat melebihi
bagiannya dalam modal disetor Entitas Anak
tersebut. Kelebihan tersebut dan kerugian lebih lanjut
yang menjadi bagian pemegang saham minoritas
dibebankan kepada Perusahaan sebagai pemegang
saham mayoritas, kecuali pemegang saham
minoritas memiliki kepentingan jangka panjang
lainnya pada Entitas Anak terkait atau terdapat
liabilitas yang mengikat pemegang saham minoritas
dan pemegang saham minoritas mampu memenuhi
kewajibannya. Apabila selanjutnya Entitas Anak
melaporkan laba, maka laba tersebut harus
dialokasikan kepada pemegang saham mayoritas,
dalam hal ini, Perusahaan, sampai seluruh bagian
kerugian pemegang saham minoritas
yang
sebelumnya dibebankan kepada Perusahaan dapat
dipulihkan.
The losses applicable to the minority interests in a
Subsidiary may have exceeded the minority interests
in the equity of the Subsidiary. The excess and any
further losses applicable to the minority interests
were absorbed by the Company as the majority
shareholder, except to the extent that the minority
interests had other long-term interest in the related
Subsidiary or had binding obligations for, and were
able to make good of, the losses. If the Subsidiary
subsequently reported profits, all such profits were
allocated to the majority interest holder, in this case,
the Company, until the minority interests’ share of
losses previously absorbed by the Company was
recovered.
14
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
b.
Prinsip konsolidasi (lanjutan)
c.
2.
b.
ACCOUNTING
Principles of consolidation (continued)
Sebelum Tanggal 1 Januari 2011 (lanjutan)
Prior to January 1, 2011 (continued)
Untuk tujuan konsolidasi, laporan keuangan Entitas
Anak di luar negeri dijabarkan ke dalam rupiah
dengan dasar sebagai berikut:
For consolidation purposes, the financial statements
of the foreign Subsidiaries are translated into rupiah
on the following basis:
• Aset
dan
liabilitas
dijabarkan
dengan
menggunakan kurs pada tanggal laporan posisi
keuangan.
• Ekuitas dijabarkan dengan menggunakan kurs
historis.
• Dividen dijabarkan dengan menggunakan kurs
pada tanggal pembagian dividen.
• Penghasilan dan beban dijabarkan dengan
menggunakan kurs rata-rata tertimbang dari kurs
tengah bulanan yang berlaku sepanjang tahun
yang bersangkutan.
• Selisih kurs yang timbul akibat penjabaran
tersebut disajikan sebagai bagian dari ekuitas
melalui akun "Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan".
• Assets and liabilities are translated at the rates of
exchange prevailing at the statements of financial
position date.
• Equity is translated using the historical rates of
exchange.
• Dividends are translated using the exchange rate
on the date of the dividend declaration.
• Revenues and expenses are translated at the
average of the monthly middle rates of exchange
prevailing during the year.
• Foreign exchange differences resulting from the
translation are recorded directly in the equity
section, through the account "Exchange rate
differences from financial statement translation".
Jika
pelepasan/pengalihan
atau
penurunan
penyertaan di Entitas Anak menyebabkan hilangnya
pengendalian di Entitas Anak tersebut, maka hasil
operasi dari Entitas Anak diperhitungkan dalam
laporan laba rugi konsolidasian hingga tanggal efektif
pelepasan/pengalihan tersebut.
If a disposal/transfer of investments or decrease in
investments in the Subsidiaries causes the Company
to cease having control in the Subsidiaries, then the
results of operations of the Subsidiaries are included
in the consolidated statements of income until the
effective date of disposal/transfer.
c.
Setara kas
Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan
atau kurang sejak tanggal penempatan yang tidak
dibatasi penggunaannya dan tidak digunakan
sebagai jaminan diklasifikasikan sebagai “Setara
Kas”.
d.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
Cash equivalents
Time deposits with maturities of three months or less
at the time of placement, which are not restricted nor
pledged as collateral, are classified as “Cash
Equivalents”.
d.
Investasi jangka pendek
Short-term investments
Short-term investments are defined as time deposits
with maturities of greater than three months but not
more than one year from the time of placement,
short-term notes payable, mutual fund, and other
money market securities, which are not restricted nor
pledged as collateral.
Investasi jangka pendek didefinisikan sebagai
deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari
tiga bulan tetapi kurang dari satu tahun, surat utang
berjangka pendek, reksadana, dan surat berharga
pasar
uang
lainnya,
yang
tidak
dibatasi
penggunaannya dan tidak digunakan sebagai
jaminan.
15
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
e.
Pihak-pihak berelasi
f.
g.
2.
e.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
ACCOUNTING
Related parties
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan
IR-HK menerapkan PSAK 7 (Revisi 2010),
“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi
ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi
dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen,
dalam laporan keuangan konsolidasian dan laporan
keuangan tersendiri entitas induk, dan juga
diterapkan terhadap laporan keuangan secara
individual. Penerapan PSAK revisi tersebut
memberikan
pengaruh
signifikan
terhadap
pengungkapan terkait dalam laporan keuangan
konsolidasian.
Effective January 1, 2011, the Company and IR-HK
applied PSAK 7 (Revised 2010), “Related Party
Disclosures”. The revised PSAK requires disclosure
of related party relationships, transactions and
outstanding balances, including commitments, in the
consolidated and separate financial statements of a
parent, and also applies to individual financial
statements. The adoption of this revised PSAK has
significant impact on the related disclosures in the
consolidated financial statements.
Seluruh transaksi dan saldo signifikan dengan pihakpihak berelasi, baik yang dilakukan dengan
persyaratan dan kondisi normal maupun tidak,
sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga,
diungkapkan dalam catatan yang bersangkutan.
All significant transactions and balances with related
parties, whether or not conducted under normal
terms and conditions similar to those granted to third
parties, are disclosed in the related notes.
f.
Persediaan
Inventories
Persediaan dinyatakan menurut nilai terendah antara
nilai perolehan atau nilai realisasi neto.
Inventories are stated at the lower of cost or net
realizable value.
Nilai perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
yang meliputi biaya pembelian, biaya konversi dan
biaya lainnya yang timbul hingga persediaan berada
dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dijual atau
dipakai. Persediaan barang jadi dan barang dalam
proses mencakup alokasi yang layak atas biaya
produksi tidak langsung tetap dan variabel, di
samping bahan baku dan upah langsung.
Cost is determined using the average method and
comprises all costs of purchase, costs of conversion
and other costs incurred in bringing the inventory to
its present location and condition. Finished goods
and goods in process include an appropriate
allocation of fixed and variable factory overheads in
addition to direct materials and labor.
Nilai realisasi neto adalah taksiran harga penjualan
dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi
taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang
diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Net realizable value is the estimated selling price in
the ordinary course of business, less the estimated
cost of completion and the estimated cost necessary
to make the sale.
Cadangan persediaan usang ditetapkan untuk
menurunkan nilai tercatat persediaan ke nilai
realisasi netonya.
Allowance for inventory obsolescence is provided to
reduce the carrying value of inventories to their net
realizable value.
g.
Biaya dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa
manfaat.
Prepaid expenses
Prepaid expenses are amortized over the periods
benefited.
16
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
h.
Investasi pada entitas asosiasi
2.
h.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
ACCOUNTING
Investments in associated company
Sejak Tanggal 1 Januari 2011
From January 1, 2011
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan
menerapkan PSAK 15 (Revisi 2009), “Investasi pada
Entitas Asosiasi”. PSAK revisi ini diterapkan secara
retrospektif dan mengatur akuntansi investasi dalam
entitas asosiasi dalam hal penentuan pengaruh
signifikan, metode akuntansi yang harus diterapkan,
penurunan nilai investasi dan laporan keuangan
tersendiri.
Effective January 1, 2011, the Company applied
PSAK 15 (Revised 2009), “Investments in Associated
Companies”. The revised PSAK is applied
retrospectively and prescribes the accounting for
investments in associated companies as to the
determination of significant influence, accounting
method to be applied, impairment in value of
investments and separate financial statements.
Investasi Perusahaan pada entitas asosiasi diukur
dengan menggunakan metode ekuitas. Entitas
asosiasi adalah suatu entitas di mana Perusahaan
mempunyai pengaruh signifikan. Sesuai dengan
metode ekuitas, nilai perolehan investasi ditambah
atau dikurang dengan bagian Perusahaan atas laba
atau rugi neto, dan penerimaan dividen dari entitas
asosiasi sejak tanggal perolehan.
The Company’s investment in associated company is
accounted for using the equity method. An
associated company is an entity in which the
Company has significant influence. Under the equity
method, the cost of investment is increased or
decreased by the Company’s share in the net
earnings or losses of, and dividends received from,
the associated company since the date of acquisition.
Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
mencerminkan bagian Perusahaan atas hasil operasi
dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang
diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi,
Perusahaan mengakui bagiannya atas perubahan
tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika dapat
diterapkan, dalam laporan perubahan ekuitas
konsolidasian. Laba atau rugi yang belum direalisasi
sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara
Perusahaan dengan entitas asosiasi dieliminasi pada
jumlah sesuai dengan kepentingan Perusahaan
dalam entitas asosiasi.
The consolidated statements of comprehensive
income reflect the Company’s share of the results of
operations of the associated company. Where there
has been a change recognized directly in the equity
of the associated company, the Company recognizes
its share of any such changes and discloses this,
when applicable, in the consolidated statements of
changes in equity. Unrealized gains and losses
resulting from transactions between the Company
and the associated company are eliminated to the
extent of the Company’s interest in the associated
company.
Perusahaan menentukan apakah perlu untuk
mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas
investasi dalam entitas asosiasi. Perusahaan
menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah
terdapat bukti yang obyektif yang mengindikasikan
bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami
penurunan nilai. Dalam hal ini, Perusahaan
menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan
selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam
entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan
mengakuinya dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.
The Company determines whether it is necessary to
recognize an additional impairment loss on its
investment in associated company. The Company
determines at each reporting date whether there is
any objective evidence that the investment in the
associated company is impaired. If this is the case,
the Company calculates the amount of impairment as
the difference between the recoverable amount of the
investment in the associated company and its
carrying value, and recognizes the amount in the
consolidated statements of comprehensive income.
17
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
h.
Investasi pada entitas asosiasi (lanjutan)
2.
h.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
ACCOUNTING
Investments in associated company (continued)
Sebelum Tanggal 1 Januari 2011
Prior to January 1, 2011
Investasi pada entitas asosiasi dimana Perusahaan
mempunyai persentase kepemilikan paling sedikit
20% tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas (equity method),
dimana penyertaan dinyatakan sebesar biaya
perolehan dan ditambah/dikurangi dengan bagian
Perusahaan atas laba (rugi) neto entitas asosiasi
sejak tanggal perolehan; dan dikurangi dengan
dividen kas yang diterima oleh Perusahaan dari
entitas asosiasi. Bagian atas laba (rugi) neto entitas
asosiasi disesuaikan dengan jumlah amortisasi
secara garis lurus selama dua puluh tahun atas
selisih antara biaya perolehan penyertaan saham
dan proporsi kepemilikan Perusahaan atas nilai wajar
aset neto entitas asosiasi pada tanggal perolehan
(goodwill).
Investment in associated company wherein the
Company has ownership interest of at least 20% but
not exceeding 50% is accounted for under the equity
method, whereby the cost of such investment is
increased or decreased by the Company’s share in
the net earnings (losses) of the investee since the
date of acquisition; and is reduced by cash dividends
received by the Company from the investee. The
share in net earnings (losses) of the investee is
adjusted for the straight-line amortization, over a
twenty-year period, of the difference between the
cost of such investment and the Company’s
proportionate share in the fair value of the underlying
net assets of the investee at date of acquisition
(goodwill).
Investasi Perusahaan pada entitas asosiasi yang
menggunakan mata uang fungsional dan mata uang
pelaporan dalam mata uang asing dikonversikan ke
dalam rupiah dengan menggunakan kurs yang
berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian, sedangkan bagian atas laba (rugi)
neto entitas asosiasi tersebut dikonversikan dengan
nilai kurs rata-rata tahun yang bersangkutan. Selisih
kurs karena penjabaran yang timbul dibukukan oleh
Perusahaan sebagai akun “Selisih kurs karena
penjabaran laporan keuangan” dalam bagian ekuitas
pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
The Company’s investment in an associated
company which uses foreign currency as its
functional and reporting currency is translated into
rupiah using the exchange rate prevailing at
consolidated statement of financial position date,
while the equity in the net earnings (losses) of the
associated company is translated using the average
rate during the year. Exchange differences arising
from the translation of the investment are recorded by
the Company as “Exchange rate differences from
financial statement translation”, which is presented
under the equity section of the consolidated
statements of financial position.
Berdasarkan PSAK 40, “Akuntansi Perubahan pada
Nilai Ekuitas Anak Perusahaan/Entitas Asosiasi”,
selisih antara nilai tercatat penyertaan saham
Perusahaan, dan bagian Perusahaan atas nilai aset
neto dari anak perusahaan/entitas asosiasi sebagai
akibat
adanya
perubahan
ekuitas
anak
perusahaan/entitas asosiasi yang bukan berasal dari
transaksi
antara
Perusahaan
dengan
anak
perusahaan/entitas asosiasi yang bersangkutan
dicatat dan disajikan sebagai “Selisih transaksi
perubahan ekuitas anak perusahaan/entitas asosiasi”
dalam bagian ekuitas pada laporan posisi keuangan
konsolidasi.
In compliance with PSAK 40, “Accounting for
Changes in the Value of Equity of a
Subsidiary/Associated Company”, the differences
between the carrying amount of the Company’s
investment in, and the value of the underlying net
assets of, the subsidiary/investee arising from
changes in the latter’s equity which are not resulting
from transactions between the Company and the
concerned subsidiary/investee, are recorded and
presented as “Differences arising from changes in the
equity of subsidiary/associated company” under the
equity section of the consolidated statements of
financial position.
18
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
h.
Investasi pada entitas asosiasi (lanjutan)
i.
2.
h.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
ACCOUNTING
Investments in associated company (continued)
Sebelum Tanggal 1 Januari 2011 (lanjutan)
Prior to January 1, 2011 (continued)
Apabila nilai ekuitas anak perusahaan/entitas
asosiasi yang menjadi bagian Perusahaan sesudah
transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan/entitas
asosiasi lebih besar dari nilai ekuitas anak
perusahaan/entitas asosiasi yang menjadi bagian
Perusahaan sebelum transaksi perubahan ekuitas
anak perusahaan/entitas asosiasi, maka perbedaan
tersebut, oleh Perusahaan diakui sebagai bagian dari
ekuitas dengan akun “Selisih transaksi perubahan
ekuitas anak perusahaan/entitas asosiasi”.
If the Company’s share in the equity of a
subsidiary/associated company subsequent to
transactions resulting in a change in the equity of a
subsidiary/associated company, is greater than the
Company’s share in the equity of a subsidiary/
associated company prior to such transactions, the
difference is recognized as a component of equity in
the “Differences arising from changes in the equity of
a subsidiary/associated company” account.
Apabila nilai ekuitas anak perusahaan/entitas
asosiasi yang menjadi bagian Perusahaan sesudah
transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan/entitas
asosiasi lebih kecil dari nilai ekuitas anak
perusahaan/entitas asosiasi yang menjadi bagian
Perusahaan sebelum transaksi perubahan ekuitas
anak perusahaan/entitas asosiasi dan sebelumnya
tidak terdapat saldo akun “Selisih transaksi
perubahan ekuitas anak perusahaan/entitas asosiasi”
atau saldo akun tersebut adalah nol, maka
penyesuaian terhadap saldo akun “Investasi pada
entitas asosiasi” diakui sebagai pengurang terhadap
akun “Saldo Laba”.
If the Company’s share in the equity of a subsidiary/
associated company subsequent to transactions
resulting in a change in the equity of a
subsidiary/associate company, is smaller than the
Company’s
share
in
the
equity
of
a
subsidiary/associated company prior to such
transactions, and previously the Company has no
balance in the “Differences arising from changes in
the equity of a subsidiary/associated company”
account or this account has zero balance, the
adjustment to the account “Investments in associated
companies” is recognized as a reduction of the
“Retained Earnings” account.
i.
Aset tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan
(termasuk kapitalisasi biaya pinjaman tertentu
selama masa konstruksi - lihat Catatan 2k) dikurangi
akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai (jika
ada). Biaya perolehan termasuk biaya penggantian
bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika
memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada
saat inspeksi rutin yang signifikan dilakukan, yang
merupakan suatu kondisi untuk menentukan
kelangsungan operasional suatu jenis aset tetap,
biaya atas masing-masing inspeksi signifikan
tersebut diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying
amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika
memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya
pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi
kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya.
Fixed assets
Fixed assets are stated at cost (which includes
certain capitalized borrowing costs incurred during
the construction phase - see Note 2k) less
accumulated depreciation and impairment loss (if
any). Such cost includes the cost of replacing part of
the fixed assets when that cost is incurred, if the
recognition criteria are met. Likewise, when
performing regular major inspections for faults is a
condition for continuing to operate an item of fixed
assets, the cost of each major inspection is
recognized in the carrying amount of fixed assets as
a replacement if the recognition criteria are satisfied.
All other repairs and maintenance costs that do not
meet the recognition criteria are recognized in the
consolidated statements of comprehensive income
when these are incurred.
19
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
i.
Aset tetap (lanjutan)
2.
i.
Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode
garis lurus, kecuali untuk mesin CPP dan metalizing
(bagian dari mesin dan peralatan), berdasarkan
estimasi masa manfaat sebagai berikut:
Bangunan
Prasarana
Mesin dan peralatan
Instalasi listrik
Genset dan oil boiler
Peralatan pabrik
Kendaraan bermotor
Perlengkapan dan inventaris
15 - 50
10
30
10
8
5
5
5 - 12
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
ACCOUNTING
Fixed assets (continued)
Fixed assets are depreciated using the straight-line
method over their estimated useful lives, except for
CPP and metallizing machines (part of machinery
and equipment), as follows:
tahun/years
tahun/years
tahun/years
tahun/years
tahun/years
tahun/years
tahun/years
tahun/years
Buildings
Infrastructure
Machinery and equipment
Electrical installations
Gensets and oil boilers
Factory equipment
Motor vehicles
Furniture and fixtures
Mesin CPP dan metallizing yang diperoleh sejak
tahun 1995 disusutkan dengan metode unit produksi
atas dasar taksiran total produksi masing-masing
sebesar 75.000 metrik ton dan 2,4 miliar meter
persegi.
CPP and metallizing machines acquired since 1995
are depreciated on the unit-of-production basis using
the estimated total production of 75,000 metric tons
and 2.4 billion square meters, respectively.
Sesuai dengan PSAK No. 47, “Akuntansi Tanah”,
perolehan tanah dinyatakan berdasarkan biaya
perolehan dan tidak disusutkan. Hak atas tanah yang
dimiliki Perusahaan diamortisasi berdasarkan metode
garis lurus selama jangka waktu 30 tahun.
In accordance with PSAK No. 47, “Accounting for
Land”, land acquired is stated at acquisition cost and
is not amortized. Leasehold land properties owned by
the Company are amortized using the straight-line
method over the lease terms of 30 years.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya
pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari
penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung
sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan
dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
An item of fixed assets is derecognized upon
disposal or when no future economic benefits are
expected from its use or disposal. Any gain or loss
arising on derecognition of the asset (calculated as
the difference between the net disposal proceeds and
the carrying amount of the asset) is included in the
consolidated statements of comprehensive income in
the year the asset is derecognized.
Aset tetap dalam penyelesaian dinyatakan sebesar
biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari
aset tetap. Biaya perolehan tersebut dikurangi
dengan pendapatan neto yang diperoleh dari hasil
penjualan produk selama tahap uji coba produksi
setelah dikurangi beban produksi. Akumulasi biaya
perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset
tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut
selesai dikerjakan dan siap digunakan.
Construction in progress is stated at cost and is
presented as part of fixed assets. Cost is reduced by
the amount of net revenue generated from the sale of
finished products during the trial production run less
the related cost of production. The accumulated costs
are reclassified to the appropriate fixed assets
account once the construction is substantially
completed and the constructed asset is ready for its
intended use.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur
manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah,
dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara
prospektif.
The fixed assets’ residual values, useful lives and
methods of depreciation are reviewed and adjusted
prospectively, if appropriate, at each financial year
end.
20
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
j.
Penurunan nilai aset bukan keuangan
2.
j.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
ACCOUNTING
Impairment of non-financial assets
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan IRHK menerapkan secara prospektif PSAK 48 (Revisi
2009), “Penurunan Nilai Aset”, termasuk goodwill dan
aset yang berasal dari kombinasi bisnis sebelum
tanggal 1 Januari 2011.
Effective January 1, 2011, the Company and IR-HK
prospectively adopted PSAK 48 (Revised 2009),
“Impairment of Assets”, including goodwill and assets
acquired from business combinations before
January 1, 2011.
PSAK 48 (Revisi 2009) menetapkan prosedurprosedur yang diterapkan entitas agar aset dicatat
tidak melebihi jumlah terpulihkannya. Suatu aset
dicatat melebihi jumlah terpulihkannya jika nilai
tercatatnya melebihi jumlah yang akan dipulihkan
melalui penggunaan atau penjualan aset. Pada
kasus demikian, aset mengalami penurunan nilai dan
PSAK yang direvisi ini mensyaratkan entitas
mengakui rugi penurunan nilai. PSAK yang direvisi ini
juga menentukan kapan entitas membalik suatu rugi
penurunan nilai dan pengungkapan yang diperlukan.
PSAK 48 (Revised 2009) prescribes the procedures
to be employed by an entity to ensure that its assets
are carried at no more than their recoverable amount.
An asset is carried at more than its recoverable
amount if its carrying amount exceeds the amount to
be recovered through use or sale of the asset. If this
is the case, the asset is described as impaired and
this revised PSAK requires the entity to recognize an
impairment loss. This revised PSAK also specifies
when an entity should reverse an impairment loss
and prescribes disclosures.
Seperti diuraikan pada bagian ini, penerapan PSAK
48 (Revisi 2009) tersebut memberikan pengaruh
yang berarti terhadap pelaporan keuangan, berikut
pengungkapan terkait, terutama atas uji penurunan
nilai bagi goodwill yang diharuskan minimal satu kali
setiap tahun atau lebih sering bila ada indikasi
penurunan nilai.
As described herein, the adoption of PSAK 48
(Revised 2009) has a significant impact on financial
reporting, including for the related disclosures, mainly
on the impairment test of goodwill which is required at
least once a year and more frequently when
indications for impairment exist.
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan
dan IR-HK menilai apakah terdapat indikasi suatu
aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat
indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan
nilai aset tahunan (yaitu aset tidak berwujud dengan
umur manfaat tidak terbatas, aset tidak berwujud
yang belum dapat digunakan, atau goodwill yang
diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis) diperlukan
maka Perusahaan dan IR-HK membuat estimasi
jumlah terpulihkan atas aset tersebut.
The Company and IR-HK assess at each annual
reporting period whether there is an indication that an
asset may be impaired. If any such indication exists,
or when annual impairment testing for an asset (i.e.,
an intangible asset with an indefinite useful life, an
intangible asset not yet available for use, or goodwill
acquired in a business combination) is required, the
Company and IR-HK make an estimate of the asset’s
recoverable amount.
21
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
ACCOUNTING
j.
Penurunan nilai aset bukan keuangan (lanjutan)
j.
Impairment of non-financial assets (continued)
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset
individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajar aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) dikurangi
biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali
aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk
yang sebagian besar independen dari aset atau
kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar
daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut
dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai
tercatat aset diturunkan nilainya menjadi sebesar nilai
terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi
yang berkelanjutan diakui pada laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian sebagai “rugi penurunan
nilai”. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus
kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini
dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum
pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari
nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
An asset’s recoverable amount is the higher of the
asset’s or its cash generating unit (CGU)’s fair value
less costs to sell and its value in use, and is
determined for an individual asset, unless the asset
does not generate cash inflows that are largely
independent of those from other assets or groups of
assets. Where the carrying amount of an asset
exceeds its recoverable amount, the asset is
considered impaired and is written down to its
recoverable amount. Impairment losses of continuing
operations are recognized in the consolidated
statements of comprehensive income as “impairment
losses”. In assessing the value in use, the estimated
net future cash flows are discounted to their present
value using a pre-tax discount rate that reflects
current market assessments of the time value of
money and the risks specific to the asset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir,
jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut,
model penilaian yang sesuai digunakan untuk
menentukan
nilai
wajar
aset.
Perhitunganperhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda
(valuation multiples) atau indikator nilai wajar lain
yang tersedia.
In determining fair value less costs to sell, recent
market transactions are taken into account, if
available. If no such transactions can be identified, an
appropriate valuation model is used to determine the
fair value of the asset. These calculations are
corroborated by valuation multiples or other available
fair value indicators.
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang
berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian sesuai dengan kategori
biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang
diturunkan nilainya.
Impairment losses of continuing operations, if any,
are recognized in the consolidated statements of
comprehensive income under expense categories
that are consistent with the functions of the impaired
assets.
22
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
j.
Penurunan nilai aset bukan keuangan (lanjutan)
j.
Impairment of non-financial assets (continued)
Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode
pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa
rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode
sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak
ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi
dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi
jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan
nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya
untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat
perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak
rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini,
jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah
terpulihkannya.
Pembalikan
tersebut
dibatasi
sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah
terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah
penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan
nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada
tahun-tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan
nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.
Setelah
pembalikan
tersebut,
penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode
mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat
aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan
dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
k.
ACCOUNTING
An assessment is made at each annual reporting
period as to whether there is any indication that
previously recognized impairment losses recognized
for an asset other than goodwill may no longer exist
or may have decreased. If such indication exists, the
recoverable amount is estimated. A previously
recognized impairment loss for an asset other than
goodwill is reversed only if there has been a change
in the assumptions used to determine the asset’s
recoverable amount since the last impairment loss
was recognized. If that is the case, the carrying
amount of the asset is increased to its recoverable
amount. The reversal is limited so that the carrying
amount of the asset does not exceed its recoverable
amount, nor exceeds the carrying amount that would
have been determined, net of depreciation, had no
impairment loss been recognized for the asset in prior
years. Reversal of an impairment loss is recognized
in the consolidated statements of comprehensive
income. After such a reversal, the depreciation
charge on the said asset is adjusted in future periods
to allocate the asset’s revised carrying amount, less
any residual value, on a systematic basis over its
remaining useful life.
k.
Kapitalisasi biaya pinjaman
Capitalization of borrowing costs
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung
dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan
aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya
perolehan aset tersebut. Jika tidak, biaya pinjaman
diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya
pinjaman terdiri dari biaya bunga dan biaya lain yang
ditanggung
Perusahaan
sehubungan
dengan
peminjaman dana.
Borrowing costs that are directly attributable to the
acquisition, construction or production of a qualifying
asset are capitalized as part of the cost of the related
asset. Otherwise, borrowing costs are recognized as
expenses when incurred. Borrowing costs consist of
interest and other financing charges incurred in
connection with the borrowing of funds.
Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai ketika aktivitas
untuk
mempersiapkan
pembangunan
aset
kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan
tujuannya sedang berlangsung dan pengeluaran
untuk aset kualifikasian tersebut serta biaya
pinjamannya sedang terjadi. Kapitalisasi biaya
pinjaman dihentikan pada saat seluruh aktivitas yang
diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian
agar dapat digunakan sesuai dengan tujuannya telah
selesai secara subtansi.
Capitalization of borrowing costs commences when
the activities to prepare the qualifying asset for its
intended use have started and and the expenditures
for the qualifying assets and the borrowing costs are
being incurred. Capitalization of borrowing costs
ceases when all the activities necessary to prepare
the qualifying asset for its intended use are
substantially completed.
23
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
l.
Goodwill
l.
Goodwill
Selisih lebih yang tidak teridentifikasi antara biaya
perolehan dan nilai wajar aset neto Entitas Anak
yang diakuisisi dibukukan sebagai “goodwill”.
Sebelum tanggal 1 Januari 2011 goodwill
diamortisasi selama dua puluh (20) tahun dengan
menggunakan metode garis lurus.
The unidentified excess of purchase price over the
underlying fair value of the net assets of acquired
Subsidiaries is booked as “goodwill”. Prior to January
1, 2011, goodwill had been amortized using the
straight-line method over twenty (20) years.
Sejak 1 Januari 2011, Perusahaan menghentikan
amortisasi atas goodwill tersebut dan melakukan uji
penurunan nilai atas goodwill sesuai dengan PSAK
48 (Revisi 2009), “Penurunan Nilai Aset”.
Since January 1, 2011, the Company has ceased the
goodwill amortization and has performed an
impairment test of goodwill in accordance with PSAK
48 (Revised 2009), “Impairment of Assets”.
m. Deferred charges
m. Biaya ditangguhkan
n.
ACCOUNTING
Biaya riset dan pengembangan diakui sebagai beban
pada saat terjadinya, kecuali biaya yang timbul dari
pengembangan proyek yang diakui sebagai suatu
aset sepanjang aset tersebut diharapkan akan
menghasilkan manfaat ekonomis masa depan.
Research and development costs are expensed as
incurred, except for costs incurred on development
projects which are recognized as an asset to the
extent that such asset is expected to generate future
economic benefits.
Biaya pengembangan produk untuk masing-masing
proyek ditelaah pada akhir tahun dan jika keadaan
tidak membenarkan penangguhan biaya, atau biaya
dianggap tidak dapat diperoleh kembali, biaya-biaya
tersebut segera dihapuskan. Biaya pengembangan
tangguhan diamortisasi dengan metode garis lurus
selama lima tahun yang dimulai sejak produksi
komersial produk tersebut.
The product development costs for each project
are reviewed at the end of the year and where the
circumstances do not justify the deferral of costs, or
the costs are considered unrecoverable, such costs
are written off immediately. Deferred development
costs are amortized from the date of commercial
production of the product using the straight-line
method over a period of five years.
n.
Imbalan kerja
Employee benefits
Perusahaan menerapkan PSAK 24 (Revisi 2004),
“Akuntansi Imbalan Kerja”, untuk mengakui
kewajiban imbalan kerja karyawan yang tidak didanai
berdasarkan
Undang-undang
Ketenagakerjaan
No. 13/2003
tanggal
25 Maret
2003
(“UU
No. 13/2003”).
The Company applies PSAK 24 (Revised 2004),
“Accounting for Employee Benefits”, to recognize its
unfunded employee benefits liability in accordance
with Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003
(“LL No. 13/2003”).
Berdasarkan PSAK 24 (Revisi 2004), biaya imbalan
kerja
ditentukan
berdasarkan
UU
No. 13/2003 dan dihitung dengan menggunakan
metode “Projected-Unit-Credit”. Keuntungan atau
kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau
beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian
aktuarial neto yang belum diakui pada akhir periode
pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih
besar dari 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti.
Keuntungan atau kerugian yang melebihi batas 10%
ini diakui atas dasar garis lurus selama rata-rata sisa
masa kerja yang diperkirakan dari para pekerja.
Selanjutnya, biaya jasa lalu yang timbul dari
pengenalan program imbalan pasti atau perubahan
kewajiban imbalan pada program imbalan pasti yang
ada diamortisasi selama periode sampai dengan
imbalan tersebut menjadi hak pekerja (vested).
Under PSAK 24 (Revised 2004), the cost of providing
employee benefits under LL No. 13/2003 is
determined using the “Projected-Unit-Credit” method.
Actuarial gains or losses are recognized as income or
expense when the net cumulative unrecognized
actuarial gains and losses for each individual plan at
the end of the previous reporting year exceed 10% of
the present value of the defined benefit obligation.
These gains or losses in excess of the 10% threshold
are recognized using the straight-line basis over the
expected average remaining working lives of the
employees. Further, past service costs arising from
the introduction of a defined benefit plan or changes
in the benefits payable of an existing plan are
required to be amortized over the period until the
benefits concerned become vested.
24
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
n.
Imbalan kerja (lanjutan)
n.
Employee benefits (continued)
Perusahaan dan IR-HK berpartisipasi
dalam
program pensiun nasional sebagaimana ditentukan
oleh hukum di masing-masing negara tempat
beroperasinya Perusahaan dan Entitas Anak.
Sebagaimana diwajibkan oleh hukum di Indonesia,
Perusahaan memberikan iuran kepada Jamsostek
yang merupakan program pensiun negara. Dana
Jamsostek diperuntukkan bagi keseluruhan klaim
asuransi terkait kecelakaan kerja karyawan dan
kewajiban manfaat pensiun dari setiap karyawan. IRHK memberikan iuran kepada program Mandatory
Provident Fund (“MPF”) di Hong Kong, yang
merupakan program pensiun iuran pasti. Iuran
kepada program pensiun nasional diakui sebagai
beban dalam periode dimana iuran yang
bersangkutan dibayarkan.
o.
The Company and IR-HK participate in national
pension schemes as defined by the laws of the
countries in which they operate. As required by
Indonesian law, the Company makes contributions to
the state pension scheme, Jamsostek. The
Jamsostek fund is responsible for the entire
insurance claim relating to accidents involving
employees at the work place and for the entire
retirement benefit obligations to the related
employees. IR-HK makes contributions to the
Mandatory Provident Fund (“MPF”) scheme in Hong
Kong, which is a defined contribution pension
scheme. Contributions to national pension schemes
are recognized as an expense in the year when the
related service is performed.
Biaya emisi efek ekuitas
o.
Sesuai dengan Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran
Surat Keputusan BAPEPAM-LK No. Kep-06/PM/2000
tanggal 13 Maret 2000 mengenai “Pedoman
Penyajian Laporan Keuangan”, biaya yang terjadi
sehubungan dengan penerbitan efek ekuitas dan hak
memesan efek terlebih dahulu dikurangkan dari
tambahan modal disetor yang diperoleh dari
penawaran efek tersebut.
p.
Share issuance costs
In accordance with Rule No. VIII.G.7 of BAPEPAMLK decision letter No. Kep-06/PM/2000 dated
March 13, 2000, concerning “Guidelines in the
Presentation of Financial Statements”, expenses
incurred in connection with the public offerings of
shares and rights issue are deducted from the
additional paid-in capital derived from such offerings.
p.
Modal saham diperoleh kembali
Modal saham yang diperoleh kembali dicatat sebesar
nilai perolehan dan disajikan dalam bagian ekuitas
dalam laporan posisi keuangan konsolidasi. Selisih
lebih penerimaan dari penjualan modal saham yang
dibeli kembali di masa yang akan datang atas nilai
perolehan atau sebaliknya, diperhitungkan sebagai
penambah atau pengurang akun tambahan modal
disetor - neto.
q.
ACCOUNTING
Treasury stock
Treasury stock is stated at acquisition cost and
presented under the equity section of the
consolidated statements of financial position. The
excess of proceeds from future re-sale of treasury
stock over the related acquisition cost, or vice-versa,
is accounted for as an addition or deduction to
additional paid-in capital - net.
Laba per saham
q.
Laba per saham dihitung dengan membagi laba
tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk dengan jumlah tertimbang
saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama
tahun
yang
bersangkutan,
termasuk
memperhitungkan saham yang dibeli kembali
(Catatan 2p).
Earnings per share
Earnings per share amount is computed by dividing
profit for the year attributable to the owners of the
parent entity by the weighted-average number of
issued and fully paid shares outstanding during the
year, after considering repurchase of shares (Note
2p).
25
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
r.
Pengakuan pendapatan dan beban
r.
Revenue and expense recognition
s.
ACCOUNTING
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan IRHK menerapkan PSAK 23 (Revisi 2010),
“Pendapatan”. PSAK revisi ini mengidentifikasi
terpenuhinya
kriteria pengakuan pendapatan,
sehingga pendapatan dapat diakui, dan mengatur
perlakuan akuntansi atas pendapatan yang timbul
dari transaksi dan kejadian tertentu, serta
memberikan panduan praktis dalam penerapan
kriteria
mengenai
pengakuan
pendapatan.
Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat
ekonomi akan diperoleh oleh Perusahaan dan Entitas
Anak dan jumlahnya dapat diukur secara handal.
Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran
yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan
Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”).
Effective January 1, 2011, the Company and IR-HK
adopted PSAK 23 (Revised 2010), “Revenue”. This
revised PSAK identifies the circumstances in which
the criteria on revenue recognition are met and,
therefore, revenue may be recognized, and
prescribes the accounting treatment of revenue
arising from certain types of transactions and events,
and also provides practical guidance on the
application of the criteria on revenue recognition.
Revenue is recognized to the extent that it is
probable that the economic benefits will flow to the
Company and Subsidiaries and the revenue can be
reliably measured. Revenue is measured at the fair
value of the consideration received, excluding
discounts, rebates and Value Added Taxes (“VAT”).
Beban diakui pada saat terjadinya.
Expenses are recognized when these are incurred.
s.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Transactions and balances in foreign currencies
Perusahaan
menyelenggarakan
pembukuannya
dalam mata uang rupiah. Transaksi-transaksi dalam
mata uang selain rupiah dicatat berdasarkan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi.
The Company maintains its accounting records in
rupiah. Transactions in currencies other than rupiah
are recorded at the prevailing rates of exchange in
effect on the date of the transactions.
Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian,
seluruh aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing dijabarkan ke dalam rupiah dengan
menggunakan kurs tengah yang ditetapkan Bank
Indonesia pada tanggal tersebut. Laba atau rugi
selisih kurs yang timbul diakui dalam operasi tahun
berjalan, kecuali untuk jumlah yang dikapitalisasi, jika
ada (Catatan 2k).
As of the consolidated statements of financial
position dates, all foreign currency monetary assets
and liabilities are translated at the middle exchange
rates quoted by Bank Indonesia on those dates. The
resulting net foreign exchange gains or losses are
recognized in current operations, except for any
capitalization made, if any (Note 2k).
Kurs yang digunakan pada tanggal 31 Desember
2011 dan 2010 adalah sebagai berikut (dalam angka
penuh):
The exchange rates used as of December 31, 2011
and 2010 were as follows (in full amounts):
2011
1 Euro Eropa (EUR)
1 Dolar Amerika Serikat (AS$)
1 Ringgit Malaysia (RM)
1 Dolar Hong Kong (HK$)
2010
11.739
9.068
2.853
1.167
26
11.956
8.991
2.916
1.155
European euro (EUR) 1
U.S. dollar (US$) 1
Malaysian ringgit (RM) 1
Hong Kong dollar (HK$) 1
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR
(lanjutan)
t.
Pajak penghasilan
u.
KEBIJAKAN
AKUNTANSI
PENTING
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
t.
Income tax
ACCOUNTING
Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran
laba kena pajak tahun berjalan. Aset dan liabilitas
pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer
pada setiap tanggal laporan antara aset dan liabilitas
untuk tujuan komersial dan aset dan liabilitas untuk
tujuan perpajakan. Manfaat pajak masa yang akan
datang, seperti rugi pajak yang dapat dikompensasi,
juga diakui apabila besar kemungkinan manfaat
tersebut dapat direalisasi. Pengaruh pajak untuk
suatu tahun dialokasikan pada usaha tahun berjalan,
kecuali untuk pengaruh pajak dari transaksi yang
langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Current tax expense is provided based on the
estimated taxable income for the year. Deferred tax
assets and liabilities are recognized for temporary
differences between the financial and the tax bases
of assets and liabilities at each reporting date. Future
tax benefits, such as the carry-forward of unused tax
losses, are also recognized to the extent that
realization of such benefits is probable. The tax
effects for the year are allocated to current
operations, except for the tax effects from
transactions which are directly charged or credited to
equity.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan
menggunakan tarif pajak yang akan berlaku pada
tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas dilunasi,
yaitu dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang
telah berlaku atau yang secara substantif telah
berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan.
Deferred tax assets and liabilities are measured at
the tax rates that are expected to apply to the year
when the assets are realized or the liabilities are
settled, based on tax rates (and tax laws) that have
been enacted or substantively enacted at the
statements of financial position date.
Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak
tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif
pajak dibebankan pada operasi tahun berjalan,
kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya
telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke
ekuitas.
Changes in the carrying amount of deferred tax
assets and liabilities due to a change in tax rates are
charged to current year operations, except to the
extent they relate to items previously charged or
credited to equity.
Perubahan atas liabilitas perpajakan dicatat ketika
ketetapan pajak diterima atau, jika keberatan
diajukan oleh Perusahaan, ketika hasil dari keberatan
tersebut telah ditentukan.
Amendment to tax obligation is recorded when an
assessment is received or, if appealed against by
the Company, when the result of the appeal is
determined.
Undang-undang dan peraturan perpajakan Indonesia
tidak mengakui penerapan pajak konsolidasi. Saldo
perpajakan yang dilaporkan dalam laporan keuangan
konsolidasian
merupakan
gabungan
saldo
perpajakan Perusahaan dan Entitas Anak.
Indonesian tax laws and regulations do not apply the
concept of consolidated tax. The tax balances
reported in the consolidated financial statements
represent the Company’s and Subsidiaries’ combined
tax position.
u.
Informasi segmen
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan IRHK menerapkan PSAK 5 (Revisi 2009), “Segmen
Operasi”.
PSAK
revisi
ini
mensyaratkan
pengungkapan yang memungkinkan pengguna
laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan
dampak keuangan atas aktivitas bisnis yang mana
entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana
entitas beroperasi. Penerapan PSAK yang direvisi
tersebut tidak memberikan pengaruh yang berarti
terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Segment information
Effective January 1, 2011, the Company and IR-HK
applied PSAK 5 (Revised 2009), “Operating
Segments”. The revised PSAK requires disclosures
that will enable users of financial statements to
evaluate the nature and financial effects of the
business activities in which the entity engages and
the economic environments in which it operates. The
adoption of the said revised PSAK has no significant
impact on the consolidated financial statements.
27
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR
(lanjutan)
KEBIJAKAN
AKUNTANSI
u.
Informasi segmen (lanjutan)
PENTING
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
u.
Segment information (continued)
Pendapatan segmen, beban segmen dan aset segmen
dan liabilitas segmen ditentukan sebelum saldo dan
transaksi dalam kelompok perusahaan dieliminasi
sebagai bagian dari proses konsolidasi.
v.
ACCOUNTING
Segment revenue, segment expenses, and segment
assets and liabilities are determined before intragroup balances and transactions are eliminated as
part of the consolidation process.
v.
Instrumen keuangan
Financial instruments
Perusahaan dan IR-HK telah menerapkan PSAK 50
(Revisi 2006), "Instrumen Keuangan: Penyajian dan
Pengungkapan", dan PSAK 55 (Revisi 2006),
"Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran".
The Company and IR-HK have applied PSAK 50
(Revised 2006), “Financial Instruments: Presentation
and Disclosures”, and PSAK 55 (Revised 2006),
“Financial
Instruments:
Recognition
and
Measurement”.
PSAK 50 (Revisi 2006), berisi persyaratan penyajian
dari instrumen keuangan dan mengidentifikasikan
informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan
pengungkapan berlaku terhadap klasifikasi instrumen
keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset
keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas;
pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga,
dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan
dimana aset keuangan dan liabilitas keuangan akan
saling hapus. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan,
antara lain, informasi mengenai faktor yang
mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian
arus kas masa datang suatu entitas yang terkait
dengan instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi
yang diterapkan untuk instrumen tersebut.
PSAK 50 (Revised 2006) contains the requirements
for the presentation of financial instruments and
identifies the information that should be disclosed.
The presentation requirements apply to the
classification of financial instruments, from the
perspective of the issuer, into financial assets,
financial liabilities and equity instruments; the
classification of related interest, dividends, losses
and gains; and the circumstances in which financial
assets and financial liabilities should be offset. This
PSAK requires the disclosure of, among others,
information about factors that affect the amount,
timing and certainty of an entity’s future cash flows
relating to financial instruments and the accounting
policies applied to those instruments.
PSAK 55 (Revisi 2006) mengatur prinsip-prinsip
pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas
keuangan dan beberapa kontrak pembelian atau
penjualan item non-keuangan. PSAK ini, antara lain,
menyediakan definisi dan karakteristik derivatif,
kategori instrumen keuangan, pengakuan dan
pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan
hubungan lindung nilai.
PSAK 55 (Revised 2006) establishes the principles
for recognizing and measuring financial assets,
financial liabilities and some contracts to buy or sell
non-financial items. This PSAK, among others,
provides the definitions and characteristics of
derivatives, the categories of financial instruments,
recognition and measurement, hedge accounting and
determination of hedging relationships.
v.1. Aset keuangan
v.1. Financial assets
Pengakuan awal
Initial recognition
Aset keuangan dalam lingkup PSAK 55 (Revisi
2006) diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi,
pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi
dimiliki hingga jatuh tempo, atau aset keuangan
tersedia untuk dijual, mana yang sesuai.
Perusahaan dan IR-HK menentukan klasifikasi
aset keuangannya pada pengakuan awal dan, jika
diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali
setiap akhir tahun keuangan.
Financial assets within the scope of PSAK 55
(Revised 2006) are classified as financial assets
at fair value through profit or loss, loans and
receivables, held-to-maturity investments, or
available-for-sale
financial
assets,
as
appropriate. The Company and IR-HK determine
the classification of their financial assets at initial
recognition and, where allowed and appropriate,
re-evaluate this designation at each financial
year end.
28
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR
(lanjutan)
KEBIJAKAN
AKUNTANSI
v.
Instrumen keuangan (lanjutan)
PENTING
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
v.
Financial instruments (continued)
ACCOUNTING
v.1. Financial assets (continued)
v.1. Aset keuangan (lanjutan)
Pengakuan awal (lanjutan)
Initial recognition (continued)
Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai
wajarnya ditambah, dalam hal investasi yang tidak
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi,
biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung.
Financial assets are recognized initially at fair
value plus, in the case of investments not at fair
value through profit or loss, directly attributable
transaction costs.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang
memerlukan pengiriman aset dalam kurun waktu
yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan
yang berlaku di pasar (perdagangan yang lazim)
diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal
Perusahaan atau IR-HK berkomitmen untuk
membeli atau menjual aset tersebut.
Purchases or sales of financial assets that
require delivery of assets within a time frame
established by regulation or convention in the
marketplace (regular way trades) are recognized
on the trade date, i.e., the date that the Company
or IR-HK commits to purchase or sell the assets.
Pada tanggal 31 Desember 2011 aset keuangan
Perusahaan dan IR-HK mencakup kas dan setara
kas, dana yang dibatasi penggunaannya, investasi
jangka pendek, piutang usaha, piutang lain-lain
dan uang jaminan.
As of December 31, 2011, the Company’s and
IR-HK’s financial assets include cash and cash
equivalents, restricted funds, short term
investment, trade receivables, other receivables
and guarantee deposits.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Subsequent measurement
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan
awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
berikut:
The subsequent measurement of financial assets
depends on their classification as follows:
•
•
Aset Keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi
Financial assets at fair value through profit
or loss
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi termasuk aset keuangan
untuk diperdagangkan dan aset keuangan yang
ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Financial assets at fair value through profit or
loss include financial assets held for trading and
financial assets designated upon initial
recognition at fair value through profit or loss.
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok
diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk
tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu
dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat
dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai kelompok
diperdagangkan
kecuali
derivatif
tersebut
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajar
dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Financial assets are classified as held for trading
if they are acquired for the purpose of selling or
repurchasing in the near term. Derivatives,
including separated embedded derivatives, are
also classified as held for trading unless they are
designated as effective hedging instruments.
Financial assets at fair value through profit or
loss are carried in the consolidated statements of
financial position at fair value with changes in fair
value recognized in the consolidated statements
of comprehensive income.
29
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
IKHTISAR
(lanjutan)
KEBIJAKAN
AKUNTANSI
v.
Instrumen keuangan (lanjutan)
PENTING
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
v.
Financial instruments (continued)
ACCOUNTING
v.1. Financial assets (continued)
v.1. Aset keuangan (lanjutan)
Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)
Subsequent measurement (continued)
•
•
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Loans and receivables
Loans and receivables are non-derivative
financial assets with fixed or determinable
payments that are not quoted in an active
market. After initial measurement, such financial
assets are subsequently measured at amortized
cost using the effective interest rate method
(EIR), less impairment. Amortized cost is
calculated by taking into account any discount or
premium on acquisition and fees or costs that are
an integral part of the EIR. The EIR amortization
is included in the consolidated statements of
comprehensive income. The losses arising from
impairment are also recognized in the
consolidated statements of comprehensive
income.
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset
keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap
atau telah ditentukan, yang tidak mempunyai
kuotasi di pasar aktif. Setelah pengukuran awal,
aset keuangan tersebut selanjutnya diukur
sebesar biaya perolehan diamortisasi (amortized
cost) dengan menggunakan metode suku bunga
efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya
perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya
akuisisi atau biaya yang merupakan bagian
integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat
dalam
laporan
laba
rugi
komprehensif
konsolidasian. Kerugian yang timbul dari
penurunan nilai diakui juga pada laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.
v.2. Liabilitas keuangan
v.2. Financial liabilities
Pengakuan awal
Initial recognition
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 55
(Revisi 2006) diklasifikasikan sebagai kewajiban
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi, pinjaman dan utang, atau
derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen
lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana
yang sesuai. Perusahaan dan IR-HK menentukan
klasifikasi liabilitas keuangannya pada saat
pengakuan awal.
Financial liabilities within the scope of PSAK
55 (Revised 2006) are classified as financial
liabilities at fair value through profit or loss, loans
and borrowings, or as derivatives designated as
hedging instruments in an effective hedge, as
appropriate. The Company and IR-HK determine
the classification of their financial liabilities at
initial recognition.
Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar
nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung.
Financial liabilities are recognized initially at fair
value and, in the case of loans and borrowings,
inclusive of directly attributable transaction costs.
30
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN
(lanjutan)
v.
AKUNTANSI PENTING
Instrumen keuangan (lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
v.
Financial instruments (continued)
ACCOUNTING
v.2. Liabilitas keuangan (lanjutan)
v.2. Financial liabilities (continued)
Pengakuan awal (lanjutan)
Initial recognition (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2011, liabilitas
keuangan Perusahaan dan IR-HK mencakup
pinjaman bank jangka pendek, utang usaha, utang
lain-lain, biaya masih harus dibayar dan pinjaman
jangka
panjang.
Perusahaan
dan
IR-HK
menetapkan bahwa semua liabilitas keuangan
tersebut dikategorikan sebagai utang dan
pinjaman.
As of December 31, 2011, the Company’s and
IR-HK’s financial liabilities include short-term
bank borrowings, trade payables, other payables,
accrued expenses and long-term borrowings.
The Company and IR-HK have determined that
all of those financial liabilities are categorized as
loans and borrowings.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Subsequent measurement
Setelah pengakuan awal, pinjaman dan utang
yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada
biaya
perolehan
diamortisasi
dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat
liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta
melalui proses amortisasi.
After initial recognition, interest-bearing loans
and borrowings are subsequently measured at
amortized cost using the effective interest rate
method. Gains and losses are recognized in the
consolidated statements of comprehensive
income when the liabilities are derecognized as
well as through the amortization process.
v.3. Offsetting of financial instruments
v.3. Saling hapus dari instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling
hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika,
terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah
diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan
tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan
dengan menggunakan dasar neto, atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas
nya secara bersamaan.
31
Financial assets and financial liabilities are offset
and the net amount reported in the consolidated
statements of financial position if, and only if,
there is a currently enforceable legal right to
offset the recognized amounts and there is an
intention to settle on a net basis, or to realize the
assets and settle the liabilities simultaneously.
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN
(lanjutan)
v.
AKUNTANSI PENTING
Instrumen keuangan (lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
v.
Financial instruments (continued)
ACCOUNTING
v.4. Fair value of financial instruments
v.4. Nilai wajar instrumen keuangan
Nilai
wajar
instrumen
keuangan
yang
diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan dengan acuan pada kuotasi
harga pasar atau kuotasi harga pedagang efek
(harga penawaran untuk posisi beli dan harga
permintaan untuk posisi jual), tidak termasuk
pengurangan apapun untuk biaya transaksi. Untuk
instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar
aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan
teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup
penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan
secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan
dan memahami (recent arm’s length market
transactions), penggunaan nilai wajar terkini
instrumen lain yang secara substansial sama,
analisa arus kas yang didiskonto, atau model
penilaian lain.
The fair value of financial instruments that are
traded in active market at each reporting date is
determined by reference to quoted market prices
or dealer price quotations (bid price for long
position and ask price for short position), without
any deduction for transaction costs. For financial
instruments where there is no active market, fair
value is determined using valuation techniques.
Such techniques may include using recent arm’s
length market transactions, reference to the
current fair value of another instrument that is
substantially the same, discounted cash flow
analysis, or other valuation models.
Penyesuaian risiko kredit
Credit risk adjustment
Perusahaan dan IR-HK menyesuaikan harga di
pasar
yang
lebih
menguntungkan
untuk
mencerminkan adanya perbedaan risiko kredit
pihak
lawan
antara
instrumen
yang
diperdagangkan di pasar tersebut dengan
instrumen yang dinilai untuk posisi aset keuangan.
Dalam menentukan nilai wajar posisi liabilitas
keuangan, risiko kredit Perusahaan dan IR-HK
terkait dengan instrumen harus diperhitungkan.
The Company and IR-HK adjust the price in the
more advantageous market to reflect any
differences in counterparty credit risk between
instruments traded in that market and the ones
being valued for financial asset positions. In
determining the fair value of financial liability
positions, the Company's and IRHK’s own credit
risks associated with the instrument are taken
into account.
v.5. Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen
keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan
menggunakan metode suku bunga efektif
dikurangi dengan cadangan atas penurunan nilai
dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat
ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan
premium atau diskonto pada saat perolehan dan
termasuk biaya transaksi dan fee yang merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga
efektif.
32
v.5. Amortized cost of financial instruments
Amortized cost is computed using the effective
interest rate method less any allowance for
impairment and principal repayment or reduction.
The calculation takes into account any premium
or discount on acquisition and includes
transaction costs and fees that are an integral
part of the effective interest rate.
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN
(lanjutan)
v.
AKUNTANSI PENTING
Instrumen keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
v.
Financial instruments (continued)
ACCOUNTING
v.6. Impairment of financial assets
v.6. Penurunan nilai dari aset keuangan
Pada setiap akhir periode
dan IR-HK mengevaluasi
yang obyektif bahwa
kelompok aset keuangan
nilai.
2.
pelaporan, Perusahaan
apakah terdapat bukti
aset keuangan atau
mengalami penurunan
- Aset keuangan dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi
The Company and IR-HK assess at the end of
each reporting period whether there is any
objective evidence that a financial asset or a
group of financial assets is impaired.
- Financial assets carried at amortized cost
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang
dicatat pada biaya perolehan diamortisasi,
Perusahaan dan IR-HK pertama kali menentukan
apakah terdapat bukti obyektif mengenai
penurunan nilai secara individual atas aset
keuangan yang signifikan secara individual, atau
secara kolektif untuk aset keuangan yang
jumlahnya tidak signifikan secara individual.
For loans and receivables carried at amortized
cost, the Company and IR-HK first assess
whether objective evidence of impairment
exists individually for financial assets that are
individually significant, or collectively for
financial assets that are not individually
significant.
Jika Perusahaan dan IR-HK menentukan tidak
terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai
atas aset keuangan yang dinilai secara
individual, terlepas dari apakah aset keuangan
tersebut signifikan atau tidak, maka mereka
memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok
aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko
kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai
kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang
penurunan nilainya dinilai secara individual, dan
untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau
tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian
penurunan nilai secara kolektif.
If the Company and IR-HK determine that no
objective evidence of impairment exists for an
individually assessed financial asset, whether
significant or not, the asset is included in a
group of financial assets with similar credit risk
characteristics and the group is collectively
assessed for impairment. Assets that are
individually assessed for impairment and for
which an impairment loss is, or continues to be,
recognized are not included in a collective
assessment of impairment.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian
penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian
tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat
aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa
datang (tidak termasuk ekspektasi kerugian kredit
masa datang yang belum terjadi). Nilai kini
estimasi arus kas masa datang didiskonto
menggunakan suku bunga efektif awal dari aset
keuangan tersebut. Jika “pinjaman yang diberikan
dan piutang” yang memiliki suku bunga variabel,
tingkat diskonto untuk mengukur kerugian
penurunan nilai adalah suku bunga efektif terkini.
If there is objective evidence that an impairment
loss has occurred, the amount of the loss is
measured as the difference between the asset’s
carrying amount and the present value of
estimated future cash flows (excluding future
expected credit losses that have not yet been
incurred). The present value of the estimated
future cash flows is discounted at the financial
asset’s original effective interest rate. If a “loans
and receivables” financial asset has a variable
interest rate, the discount rate for measuring
impairment loss is the current effective interest
rate.
33
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN
(lanjutan)
v.
AKUNTANSI PENTING
Instrumen keuangan (lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
v.
Financial instruments (continued)
ACCOUNTING
v.6. Impairment of financial assets (continued)
v.6. Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan)
Nilai tercatat aset tersebut berkurang melalui
penggunaan akun cadangan dan jumlah kerugian
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian. Pendapatan bunga tetap diakui
berdasarkan nilai tercatat yang telah dikurangi,
berdasarkan suku bunga efektif aset tersebut.
Pinjaman yang diberikan dan piutang, bersamasama dengan cadangan terkait, akan dihapuskan
pada saat tidak terdapat kemungkinan pemulihan
di masa depan yang realistik dan semua jaminan
telah terealisasi atau telah dialihkan kepada
Perusahaan dan IR-HK.
The carrying amount of the asset is reduced
through the use of an allowance account and the
amount of the loss is recognized in the
consolidated statements of comprehensive
income. Interest income continues to be accrued
on the reduced carrying amount based on the
original effective interest rate of the asset. Loans
and receivables, together with the associated
allowance, are written-off when there is no
realistic prospect of future recovery and all
collateral has been realized or has been
transferred to the Company and IR-HK.
Jika, pada periode berikutnya, jumlah taksiran
kerugian penurunan nilai bertambah atau
berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi
setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka
kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui
ditambah atau dikurangi dengan menyesuaikan
akun cadangan. Jika penghapusan kemudian
dipulihkan, maka pemulihan tersebut diakui dalam
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
If, in a subsequent period, the amount of the
estimated impairment loss increases or
decreases because of an event occurring after
the impairment was recognized, the previously
recognized impairment loss is increased or
reduced by adjusting the allowance account. If a
future write-off is later recovered, the recovery is
recognized in the consolidated statements of
comprehensive income.
v.7. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas
keuangan
v.7. Derecognition
liabilities
of
financial
assets
and
Aset keuangan
Financial assets
Aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan
untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan
pengakuannya pada saat: (1) hak untuk menerima
arus kas yang berasal dari aset tersebut telah
berakhir; atau (2) Perusahaan dan IR-HK telah
memindahkan hak mereka untuk menerima arus
kas yang berasal dari aset atau berkewajiban
untuk membayar arus kas yang diterima secara
penuh tanpa penundaan material kepada pihak
ketiga dalam perjanjian “pass-through”; dan baik
(a) Perusahaan dan IR-HK telah secara
substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat
dari aset, atau (b) Perusahaan dan IR-HK secara
substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki
seluruh risiko dan manfaat suatu aset, namun
telah mentransfer kendali atas aset tersebut.
A financial asset (or where applicable, a part of a
financial asset or part of a group of similar
financial assets) is derecognized when: (1) the
rights to receive cash flows from the asset have
expired; or (2) the Company and IR-HK have
transferred their rights to receive cash flows from
the asset or have assumed an obligation to pay
the received cash flows in full without material
delay to a third party under a “pass-through”
arrangement; and either (a) the Company and
IR-HK have transferred substantially all the risks
and rewards of the asset, or (b) the Company
and IR-HK have neither transferred nor retained
substantially all the risks and rewards of the
asset, but have transferred control of the asset.
34
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN
(lanjutan)
v.
AKUNTANSI PENTING
Instrumen keuangan (lanjutan)
v.7. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas
keuangan (lanjutan)
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
v.
Financial instruments (continued)
v.7. Derecognition of financial
liabilities (continued)
ACCOUNTING
assets
and
Liabilitas keuangan
Financial liabilities
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya
pada saat liabilitas tersebut dilepaskan atau
dibatalkan atau kadaluwarsa.
A financial liability is derecognized when the
obligation under the liability is discharged or
cancelled or has expired.
Ketika suatu liabilitas keuangan yang sudah ada
digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari
pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan
yang berbeda secara substantial, atau modifikasi
secara substansial persyaratan dari suatu liabilitas
yang saat ini ada, pertukaran atau modifikasi
tersebut diperlakukan sebagai penghentian
pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas
baru, dan selisih antara nilai tercatat masingmasing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.
When an existing financial liability is replaced by
another from the same lender on substantially
different terms, or the terms of an existing liability
are substantially modified, such an exchange or
modification is treated as an extinguishment of
the original liability and the recognition of a new
liability, and the difference in the respective
carrying amounts is recognized in the
consolidated statements of comprehensive
income.
w. Adoption of Other Revised Financial Accounting
Standards and Interpretations
w. Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Revisi
dan Interpretasi Lainnya
Selain standar akuntansi revisi yang telah disebutkan
sebelumnya di atas, Perusahaan dan IR-HK juga telah
menerapkan standar akuntansi revisi dan interpretasi
berikut pada tanggal 1 Januari 2011, yang dianggap
relevan terhadap laporan keuangan konsolidasian
namun tidak menimbulkan dampak yang signifikan
kecuali untuk pengungkapan terkait:
Other than the revised accounting standards
previously mentioned above, the Company and IRHK also adopted the following revised accounting
standards and interpretations on January 1, 2011,
which were considered relevant to the consolidated
financial statements but did not have significant
impact except for the related disclosures:
•
•
•
•
•
PSAK 2 (Revisi 2009), “Laporan Arus Kas”.
PSAK 8 (Revisi 2010), “Perisitiwa Setelah Periode
Pelaporan”.
PSAK 25 (Revisi 2009), “Kebijakan Akuntansi,
Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan”.
PSAK 57 (Revisi 2009), “Provisi, Liabilitas
Kontinjensi dan Aset Kontinjensi”.
35
•
•
•
PSAK 2 (Revised 2009), “Statements of Cash
Flows”.
PSAK 8 (Revised 2010), “Events after the
Reporting Period”.
PSAK 25 (Revised 2009), “Accounting Policies,
Changes in Accounting Estimates and Errors”.
PSAK
57
(Revised
2009),
“Provisions,
Contingent Liabilities and Contingent Assets”.
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.
3.
PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN
ASUMSI OLEH MANAJEMEN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Perusahaan dan IR-HK mensyaratkan manajemen
untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi
yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas
pendapatan, beban, aset dan liabilitas, serta
pengungkapan liabilitas kontinjensi, pada akhir tahun
pelaporan. Namun, ketidakpastian asumsi dan
estimasi ini dapat menyebabkan hasil yang
memerlukan penyesuaian material atas nilai tercatat
aset atau liabilitas yang berdampak pada masa
mendatang.
a.
MANAGEMENT’S
USE
OF
ESTIMATES AND ASSUMPTIONS
JUDGMENTS,
The preparation of the Company and IR-HK
consolidated
financial
statements
requires
management to make judgments, estimates and
assumptions that affect the reported amounts of
revenues, expenses, assets and liabilities, and the
disclosure of contingent liabilities, at the end of the
reporting period. However, uncertainty about these
assumptions and estimates could result in outcomes
that require a material adjustment to the carrying
amount of the asset or liability affected in future
years.
a. Judgment
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan dan IR-HK, manajemen telah membuat
pertimbangan atas penurunan nilai aset-aset non
keuangan, yang terpisah dari estimasi dan asumsi,
yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap
jumlah yang dicatat dalam laporan keuangan
konsolidasian.
In the process of applying the Company and IR-HK’s
accounting policies, management has made
judgment on impairment of non-financial assets,
apart from those including estimations and
assumption, which have the most significant effect on
the amounts recognized in the consolidated financial
statements.
Penurunan nilai terjadi ketika nilai tercatat dari aset
atau unit penghasil kas melebihi nilai terpulihkannya,
yang lebih tinggi dari nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual dan nilai pakai. Perhitungan nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual berdasarkan data yang
tersedia dari transaksi penjualan yang mengikat
dalam sebuah transaksi wajar (arm's length
transaction) dari aset serupa atau harga pasar yang
dapat diobservasi dikurangi biaya pelepasan
(incremental costs) untuk menjual aset tersebut.
Perhitungan nilai pakai berdasarkan pada model arus
kas yang didiskontokan. Data arus kas diambil dari
anggaran untuk lima tahun yang akan datang dan
tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum
dilakukan oleh Perusahaan dan IR-HK atau investasi
signifikan di masa datang yang akan memutakhirkan
kinerja aset dari UPK yang diuji. Nilai terpulihkan
paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang
digunakan
dalam
model
arus
kas
yang
didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas
masuk di masa datang (future cash-inflow) yang
diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan
untuk tujuan ekstrapolasi.
An impairment exists when the carrying value of an
asset or its cash-generating unit exceeds its
recoverable amount, which is the higher of its fair
value less costs to sell and its value in use. The fair
value less costs to sell calculation is based on
available data from binding sales transactions in
arm’s length transactions of similar assets or
observable market prices less incremental costs for
disposing of the asset. The value in use calculation is
based on a discounted cash flow model. The cash
flows are derived from the budget for the next five
years and do not include restructuring activities that
the Company and IR-HK are not yet committed to or
significant future investments that will enhance the
asset’s performance of the CGU being tested. The
recoverable amount is most sensitive to the discount
rate used for the discounted cash flow model as well
as the expected future cash-inflows and the growth
rate used for extrapolation purposes.
36
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.
PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN
ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)
3.
MANAGEMENT’S
USE
OF
JUDGMENTS,
ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
b.
Estimasi dan Asumsi
b. Estimates and Assumptions
Asumsi kunci mengenai masa depan dan sumber
kunci lainnya untuk estimasi ketidakpastian pada
akhir periode pelaporan yang memiliki risiko
signifikan yang menyebabkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam
periode pelaporan berikutnya dijabarkan sebagai
berikut:
The key assumptions concerning the future and other
key sources of estimation uncertainty at the end of
the reporting period that have a significant risk of
causing a material adjustment to the carrying
amounts of assets and liabilities within the next
financial period are discussed below:
• Penentuan nilai wajar dari aset keuangan dan
liabilitas
• Determination of fair values of financial assets and
financial liabilities
Ketika nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitas
keuangan dicatat dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian tidak dapat diambil dari pasar yang
aktif, maka nilai wajarnya ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian termasuk model
discounted cash flow. Masukan untuk model
tersebut dapat diambil dari pasar yang dapat
diobservasi, tetapi apabila hal ini tidak
dimungkinkan, sebuah tingkat pertimbangan
disyaratkan dalam menetapkan nilai wajar.
Pertimbangan tersebut mencakup penggunaan
masukan seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan
volatilitas. Perubahan dalam asumsi mengenai
faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai
wajar dari instrumen keuangan yang dilaporkan.
When the fair value of financial assets and
financial liabilities recorded in the consolidated
statements of financial position cannot be derived
from active markets, their fair value is determined
using
valuation
techniques
including
the
discounted cash flow model. The inputs to these
models are taken from observable markets where
possible, but where this is not feasible, a degree of
judgment is required in establishing fair values.
The judgment includes consideration of inputs
such as liquidity risk, credit risk and volatility.
Changes in assumptions about these factors could
affect the reported fair value of financial
instruments.
• Estimasi masa manfaat aset tetap dan
ditangguhkan
biaya
• Estimating useful lives of fixed assets and deffered
charges
Perusahaan dan IR-HK mengestimasi masa
manfaat dari aset tetap dan biaya ditangguhkan
berdasarkan utilisasi dari aset yang diharapkan
dapat didukung dengan rencana dan strategi
usaha
yang
juga
mempertimbangkan
perkembangan teknologi di masa depan dan
perilaku pasar. Estimasi dari masa manfaat aset
tetap
adalah
berdasarkan
penelaahan
Perusahaan dan IR-HK secara kolektif terhadap
praktek industri, evaluasi teknis internal dan
pengalaman untuk aset yang setara. Estimasi
masa manfaat ditelaah paling sedikit setiap akhir
tahun pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi
berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan
pemakaian dan kerusakan fisik, keusangan secara
teknis atau komersial dan hukum atau
pembatasan lain atas penggunaan dari aset.
Tetapi, adalah mungkin, hasil di masa depan dari
operasi dapat dipengaruhi secara material oleh
perubahan-perubahan dalam estimasi yang
diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang
disebutkan diatas.
The Company and IR-HK estimate the useful lives
of their fixed assets and deferred charges based
on expected asset utilization as anchored on
business plans and strategies that also consider
expected future technological developments and
market behavior. The estimation of the useful lives
of property and equipment is based on the
Company’s and IR-HK’s collective assessment of
industry practice, internal technical evaluation and
experience with similar assets. The estimated
useful lives are reviewed at least each financial
year end and are updated if expectations differ
from previous estimates due to physical wear and
tear, technical or commercial obsolescence and
legal or other limitations on the use of the assets. It
is possible, however, that future results of
operations could be materially affected by changes
in the estimates brought about by changes in the
factors mentioned above.
37
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.
PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN
ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)
3.
b.
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
b. Estimates and Assumptions (continued)
Jumlah dan saat beban dicatat setiap tahun akan
terpengaruh oleh perubahan atas faktor-faktor dan
situasi tersebut. Pengurangan dalam estimasi
masa manfaat dari aset tetap Perusahaan dan IRHK akan meningkatkan beban operasi dan
menurunkan aset tidak lancar yang dicatat.
MANAGEMENT’S
USE
OF
JUDGMENTS,
ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
The amounts and timing of recorded expenses for
any year will be affected by changes in these
factors and circumstances. A reduction in the
estimated useful lives of the Company and IR-HK’s
fixed assets will increase the recorded operating
expenses and decrease non-current assets.
• Realisasi dari aset pajak tangguhan
• Realizability of deferred income tax assets
Perusahaan dan IR-HK melakukan penelaahan
atas nilai tercatat aset pajak tangguhan pada
setiap akhir periode pelaporan dan mengurangi
nilai tersebut sampai sebesar kemungkinan aset
tersebut tidak dapat direalisasikan, dimana
penghasilan
kena
pajak
yang
tersedia
memungkinkan untuk penggunaan seluruh atau
sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut.
Penelaahan Perusahaan dan IR-HK atas
pengakuan
aset
pajak
tangguhan
untuk
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
didasarkan atas tingkat dan waktu dari
penghasilan kena pajak yang ditaksirkan untuk
periode pelaporan berikutnya. Taksiran ini
berdasarkan hasil pencapaian Perusahaan dan
IR-HK di masa lalu dan ekspektasi di masa depan
terhadap pendapatan dan beban, sebagaimana
juga dengan strategi perencanaan perpajakan di
masa depan. Tetapi tidak terdapat kepastian
bahwa
Perusahaan
dan
IR-HK
dapat
menghasilkan penghasilan kena pajak yang cukup
untuk memungkinkan penggunaan sebagian atau
seluruh bagian dari aset pajak tangguhan
tersebut.
The Company and IR-HK review the carrying
amounts of deferred income tax assets at the end
of each reporting period and reduces these to the
extent that it is no longer probable that sufficient
taxable income will be available to allow all or part
of the deferred income tax assets to be utilized.
The Company’s and IR-HK’s assessment on the
recognition of deferred income tax assets on
deductible temporary differences is based on the
level and timing of forecasted taxable income of
the subsequent reporting periods. This forecast is
based on the Company’s and IR-HK’s past results
and future expectations on revenues and
expenses as well as future tax planning strategies.
However, there is no assurance that the Company
and IR-HK will generate sufficient taxable income
to allow all or part of the deferred income tax
assets to be utilized.
• Estimasi cadangan untuk kerugian penurunan
nilai atas piutang
• Estimating allowance for impairment loss on
receivables
Apabila terdapat bukti objektif bahwa rugi
penurunan nilai telah terjadi atas piutang (piutang
usaha dan lainnya, dan piutang dari pihak-pihak
berelasi), Perusahaan dan IR-HK mengestimasi
cadangan untuk kerugian penurunan nilai atas
piutang yang secara khusus diidentifikasi raguragu untuk ditagih. Tingkat cadangan ditelaah
oleh manajemen dengan dasar faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkat tertagihnya piutang
tersebut.
If there is an objective evidence that an impairment
loss has been incurred on receivables (accounts
receivable trade and others, and due from related
parties), the Company and IR-HK estimate the
allowance for impairment losses related to their
receivables that are specifically identified as
doubtful of collection. The level of allowance is
evaluated by management on the basis of factors
that affect the collectibility of the receivables.
38
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.
PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN
ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)
3.
MANAGEMENT’S
USE
OF
JUDGMENTS,
ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
b.
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
b. Estimates and Assumptions (continued)
Dalam kasus ini, Perusahaan dan IR-HK
menggunakan pertimbangan berdasarkan faktafakta terbaik yang tersedia dan situasi-situasi,
termasuk tetapi tidak terbatas pada, jangka waktu
hubungan Perusahaan dan IR-HK dengan
pelanggan
dan
status
kredit
pelanggan
berdasarkan laporan dari pihak ketiga dan faktorfaktor pasar yang telah diketahui, untuk mengakui
pencadangan spesifik untuk pelanggan terhadap
jumlah yang jatuh tempo untuk menurunkan
piutang Perusahaan dan IR-HK ke jumlah yang
diharapkan dapat ditagih. Pencadangan secara
spesifik ini ditelaah dan diselesaikan jika terdapat
informasi
tambahan
yang
diterima
yang
mempengaruhi jumlah yang diestimasikan.
In these cases, the Company and IR-HK use
judgment based on the best available facts and
circumstances, including but not limited to, the
length of the Company’s and IR-HK’s relationship
with the customers and the customers’ credit
status based on third-party credit reports and
known market factors, to record specific reserves
for customers against amounts due in order to
reduce the Company’s and IR-HK’s receivables to
amounts that they expect to collect. These specific
reserves are re-evaluated and adjusted as
additional information received affects the amounts
estimated.
Sebagai tambahan atas cadangan terhadap
piutang yang secara individual signifikan,
Perusahaan dan IR-HK juga meneliti cadangan
penurunan nilai secara kolektif terhadap risiko
kredit debitur mereka yang dikelompokkan
berdasarkan karakteristik kredit yang sama, yang
meskipun tidak diidentifikasi secara spesifik
memerlukan cadangan tertentu, memiliki risiko
yang lebih besar tidak tertagih dibandingkan
dengan piutang yang diberikan kepada debitur.
Cadangan secara kolektif ini dihitung berdasarkan
pengalaman
kerugian
historis
dengan
menggunakan faktor yang bervariasi seperti
kinerja historis dari debitur dalam grup kolektif,
penurunan kinerja pasar dimana debitur
beroperasi, dan kelemahan struktural yang
diidentifikasi atau penurunan kinerja arus kas dari
debitur.
In addition to specific allowance against
individually significant receivables, the Company
and IR-HK also assess a collective impairment
allowance against credit exposure of their debtors
which are grouped based on common credit
characteristics, which group, although not
specifically identified as requiring a specific
allowance, has a greater risk of default than when
the receivables were originally granted to the
debtors. This collective allowance is based on
historical loss experience using various factors
such as historical performance of the debtors
within the collective group, deterioration in the
markets in which the debtors operate, and
identified structural weaknesses or deterioration in
the cash flows of the debtors.
39
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.
PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN
ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)
3.
b.
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
b. Estimates and Assumptions (continued)
• Estimasi beban imbalan kerja lainnya
MANAGEMENT’S
USE
OF
JUDGMENTS,
ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
•
Estimation of employee benefits
Beban dari program pensiun manfaat pasti dan
nilai kini dari kewajiban pensiun ditentukan
dengan menggunakan metode projected-unitcredit. Penilaian aktuaris termasuk membuat
variasi asumsi yang terdiri dari, antara lain, tingkat
diskonto, tingkat pengembalian dana pensiun
yang diharapkan, tingkat kenaikan kompensasi
dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda
dengan asumsi Perusahaan dan IR-HK diakui
sebagai pendapatan atau beban ketika akumulasi
laba atau rugi aktuarial neto pada akhir masa
periode pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari
mana yang lebih tinggi antara nilai kini dari
kewajiban manfaat pasti dan nilai wajar dari dana
pensiun pada tanggal tersebut. Dikarenakan
kompleksitas dari penilaian, dasar asumsi dan
periode jangka panjang, kewajiban manfaat pasti
sangat sensitif terhadap perubahan asumsi.
The cost of defined benefit plan and the present
value of the employee benefits liability are
determined using the projected-unit-credit
method. Actuarial valuation includes making
various assumptions which consist of, among
other things, discount rates, expected rates of
return on plan assets, rates of compensation
increases and mortality rates. Actual results that
differ from the Company’s and IR-HK’s
assumptions are recognized as income or
expense when the net cumulative unrecognized
actuarial gains and losses at the end of the
previous reporting period exceed 10% of the
higher of the present value of the defined benefit
obligation and the fair value of plan assets at that
date. Due to the complexity of the valuation, the
underlying assumptions and their long-term
nature, a defined benefit obligation is highly
sensitive to changes in assumptions.
Perusahaan dan IR-HK percaya bahwa asumsi
mereka adalah memadai dan tepat, perbedaan
signifikan dalam pengalaman aktual Perusahaan
dan IR-HK atau perubahan signifikan dalam
asumsi dapat mempengaruhi secara material
beban dan kewajiban pensiun dan imbalan kerja
jangka panjang lainnya. Semua asumsi ditelaah
pada setiap tanggal pelaporan.
While the Company and IR-HK believe that their
assumptions are reasonable and appropriate,
significant differences in the Company’s and IRHK’s actual experience or significant changes in
their assumptions may materially affect the costs
and obligations of pension and other long-term
employee benefits. All assumptions are reviewed
at each reporting date.
• Ketidakpastian liabilitas perpajakan
•
Dalam situasi tertentu, Perusahaan dan IR-HK
tidak dapat menentukan secara pasti jumlah
liabilitas pajak mereka pada saat ini atau masa
depan karena proses keberatan, dan pemeriksaan
dari otoritas perpajakan. Ketidakpastian timbul
terkait dengan interpretasi dari peraturan
perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu
dari penghasilan kena pajak di masa depan.
Dalam menentukan jumlah yang harus diakui
terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti,
Perusahaan
dan
IR-HK
menerapkan
pertimbangan yang sama yang akan mereka
gunakan dalam menentukan jumlah cadangan
yang harus diakui sesuai dengan PSAK 57,
“Provisi,
Liabilitas
Kontinjensi,
dan
Aset
Kontinjensi”. Perusahaan dan IR-HK membuat
analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan
pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas
pajak untuk beban yang belum diakui harus diakui.
Uncertain tax exposure
In certain circumstances, the Company and IRHK may not be able to determine the exact
amount of their current or future tax liabilities due
to ongoing objections and investigations by the
taxation authority. Uncertainties exist with
respect to the interpretation of complex tax
regulations and the amount and timing of future
taxable income. In determining the amount to be
recognized in respect of an uncertain tax liability,
the Company and IR-HK apply similar
considerations as they would use in determining
the amount of a provision to be recognized in
accordance with PSAK 57, “Provisions,
Contingent Liabilities and Contingent Assets”.
The Company and IR-HK make an analysis of all
tax positions related to income taxes to
determine if a tax liability for unrecognized tax
expense should be recognized.
40
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.
PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN
ASUMSI OLEH MANAJEMEN (lanjutan)
3.
b.
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
b. Estimates and Assumptions (continued)
4.
MANAGEMENT’S
USE
OF
JUDGMENTS,
ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2011, Perusahaan
menjadi subyek pemeriksaan pajak untuk tahun
pajak 2010.
As of December 31, 2011, the Company is
subject to tax audit for fiscal year 2010.
Perusahaan dan IR-HK mencatat bunga dan
denda untuk kekurangan pembayaran pajak
penghasilan, jika ada, dalam Pendapatan (Beban)
Lain-lain - neto dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.
The Company and IR-HK present interest and
penalties for the underpayment of income tax, if
any, under Other Income (Expenses) - net in the
consolidated statements of comprehensive
income.
4.
KAS DAN SETARA KAS
2011
CASH AND CASH EQUIVALENTS
2010
Kas
Kas di bank
Deposito berjangka
288.726
6.930.218
89.407.048
415.384
13.189.233
55.301.468
Cash on hand
Cash in banks
Time deposits
Total
96.625.992
68.906.085
Total
Rincian kas, kas di bank dan deposito berjangka
berdasarkan jenis mata uang:
Details of cash on hand, cash in banks and time
deposits based on currency:
2011
2010
Kas
Rupiah
Mata uang asing
168.750
119.976
218.750
196.634
Cash on hand
Rupiah
Foreign currencies
Total kas
288.726
415.384
Total cash on hand
178.259
86.589
70.584
29.490
4.367
11.393
47.044
49.484
6.981
160.884
2.578
Cash in banks
Rupiah accounts:
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank ANZ Panin Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mega Tbk
Other banks
380.682
266.971
Kas di bank
Rekening rupiah:
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank ANZ PaninTbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mega Tbk
Bank lain-lain
Rekening dolar Amerika Serikat
(AS$655.213 pada tahun 2011 dan
AS$1.397.999 pada tahun 2010):
Standard Chartered Bank
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank ANZ Panin Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
3.934.842
1.006.003
567.174
378.062
15.517
41
1.830.057
9.642.144
598.300
195.015
U.S. dollar accounts
(US$655,213 in
2011 and US$1,397,999 in 2010):
Standard Chartered Bank
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank ANZ Panin Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
4.
4.
KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
Rincian kas, kas di bank dan deposito berjangka
berdasarkan jenis mata uang (lanjutan):
Details of cash on hand, cash in banks and time
deposits based on currency (continued):
2011
Bank of China (H.K.) Ltd.
Bank lain-lain
Rekening euro Eropa (EUR31.680
pada tahun 2011 dan EUR27.371
pada tahun 2010):
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mega Tbk
Standard Chartered Bank
Rekening dolar Hong Kong
(HK$202.324 pada tahun 2011 dan
HK$22.199 pada tahun 2010):
Bank of China (H.K.) Ltd.
Total kas di bank
Deposito berjangka
Deposito rupiah:
PT Bank Mega Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
Deposito dolar Amerika Serikat
(AS$6.486.000 pada tahun 2011 dan
AS$4.809.417 pada tahun 2010):
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
Total deposito berjangka
2010
39.883
259.537
44.319
5.941.481
12.569.372
272.615
98.245
1.041
312.679
11.454
3.107
371.901
327.240
Bank of China (H.K.) Ltd.
Other banks
European euro accounts
(EUR31,680 in 2011 and
EUR27,371 in 2010):
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mega Tbk
Standard Chartered Bank
236.154
25.650
Hong Kong dollar accounts
(HK$202,324 in 2011 and
HK$22,199 in 2010):
Bank of China (H.K.) Ltd.
6.930.218
13.189.233
Total cash in banks
18.600.000
10.677.000
1.315.000
9.231.000
2.520.000
309.000
Time deposits
Rupiah deposits:
PT Bank Mega Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
30.592.000
12.060.000
47.788.360
9.702.760
1.323.928
32.052.915
7.745.000
3.443.553
58.815.048
43.241.468
89.407.048
55.301.468
2011
Kisaran tingkat bunga per tahun untuk
deposito berjangka:
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
U.S. dollar deposits (US$6,486,000
in 2011 and US$4,809,417 in 2010):
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
Total time deposits
2010
4,25% - 7,25%
1,00% - 2,75%
Semua rekening bank dan deposito berjangka
ditempatkan pada bank pihak ketiga.
6,00% - 7,00%
0,25% - 1,85%
Ranges of annual interest rates of
time deposits:
Rupiah
U.S. dollar
All cash in banks and time deposits are placed in
third-party banks.
42
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
5.
5.
DANA YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA
2011
Kas di bank:
PT Bank CIMB Niaga Tbk
(AS$2.649.773)
Standard Chartered Bank
(AS$750.000)
Deposito berjangka - PT Bank CIMB
Niaga Tbk (AS$2.000.000)
Total
2010
24.028.145
-
6.801.000
-
-
17.982.000
Cash in banks:
PT Bank CIMB Niaga Tbk
(US$2,649,773)
Standard Chartered
Bank (US$750,000)
Time deposits - PT Bank CIMB
Niaga Tbk (US$2,000,000)
30.829.145
17.982.000
Total
Kas di bank dan deposito berjangka pada PT Bank
CIMB Niaga Tbk dan Standard Chartered Bank
dibatasi penggunaannya sehubungan dengan
pinjaman jangka pendek dan jangka panjang yang
diperoleh dari bank yang sama (Catatan 15b, 18c,
36a dan 36d).
6.
Cash in bank and time deposits in PT Bank CIMB
Niaga Tbk and Standard Chartered Bank are
restricted in relation to short-term and long-term
borrowing obtained from the same bank (Notes 15b,
18c, 36a and 36d).
INVESTASI JANGKA PENDEK
6.
Rincian investasi pada tanggal 31 Desember 2011
adalah sebagai berikut:
SHORT-TERM INVESTMENTS
The details of investments as of December 31, 2011
are as follows:
Reksadana
Penurunan Nilai Aset Neto
7.
RESTRICTED FUNDS
100.000
(183)
Mutual funds
Decrease in Net Asset Value
Neto
99.817
Net
PIUTANG USAHA
7.
Piutang usaha - pihak-pihak berelasi (Catatan 31a)
Trade receivables - related party (Note 31a)
2011
Pelanggan lokal
Cadangan penurunan nilai
Neto
TRADE RECEIVABLES
2010
295.507
(244.468)
419.934
(260.468)
51.039
159.466
43
Local customer
Allowance for impairment
Net
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
7.
7.
PIUTANG USAHA (lanjutan)
Rincian umur piutang usaha - pihak-pihak berelasi:
TRADE RECEIVABLES (continued)
Aging analysis of trade receivables - related party:
2011
2010
Belum jatuh tempo
Telah jatuh tempo
51.039
244.468
159.466
260.468
Current
Overdue
Total
295.507
419.934
Total
Mutasi cadangan penurunan nilai - pihak-pihak
berelasi:
Movements in the allowance for impairment related party:
2011
2010
Saldo awal tahun
260.468
Pemulihan cadangan penurunan nilai
(16.000)
Saldo akhir tahun
244.468
260.468
-
Balance at beginning of year
Reversal of allowance
for impairment
260.468
Balance at end of year
Manajemen
berkeyakinan
bahwa
cadangan
penurunan nilai atas piutang usaha - pihak berelasi
adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
atas tidak tertagihnya piutang usaha tersebut.
Management believes that the allowance for
impairment of trade receivables - related party is
sufficient to cover possible losses arising from
uncollectible trade receivables.
Piutang usaha - pihak ketiga
Trade receivables - third parties
2011
2010
Pelanggan lokal
Pelanggan ekspor
198.837.092
56.628.738
119.065.591
46.705.158
Local customers
Export customers
Total
255.465.830
165.770.749
Total
Rincian umur piutang usaha - pihak ketiga:
Aging analysis of trade receivables - third parties:
2011
2010
Belum jatuh tempo
Telah jatuh tempo:
0 - 30 hari
31 - 60 hari
61 - 90 hari
> 91 hari
169.902.676
131.601.395
56.236.454
21.259.057
5.247.560
2.820.083
28.190.655
4.437.464
1.233.334
307.901
Current
Overdue:
0 - 30 days
31 - 60 days
61 - 90 days
> 91 days
Total
255.465.830
165.770.749
Total
44
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
7.
7.
PIUTANG USAHA (lanjutan)
Mutasi cadangan penurunan nilai - pihak ketiga pada
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010:
Saldo awal tahun
Cadangan penurunan nilai piutang STENTA
pada tanggal perubahan
penyertaan saham
(Catatan 1d)
Movements in the allowance for impairment - third
parties for the year ended December 31, 2010:
1.435.724
Balance at beginning of year
STENTA’s allowance for impairment
on its receivable from customer
at the date of its deconsolidation
(Note 1d)
(1.435.724)
Saldo akhir tahun
-
Manajemen Perusahaan yakin bahwa semua piutang
usaha - pihak ketiga dapat ditagih seluruhnya,
sehingga tidak ada cadangan penurunan nilai untuk
akun ini.
The Company’s management believes that all of
trade receivables - third parties are collectible in
full, therefore there is no allowance for impairment
for this account.`
Rincian piutang usaha berdasarkan jenis mata uang:
Balance at end of year
Details of trade receivables based on currency:
2011
2010
Piutang usaha pihak-pihak berelasi:
Dalam rupiah
295.507
419.934
Trade receivables - related party:
In rupiah
Total
295.507
419.934
Total
Piutang usaha - pihak ketiga:
Dalam rupiah
Dalam mata uang asing
60.396.998
195.068.832
42.212.167
123.558.582
Trade receivables - third parties:
In rupiah
In foreign currencies
Total
255.465.830
165.770.749
Total
Piutang usaha dijadikan jaminan atas untuk pinjaman
bank jangka pendek dan pinjaman jangka panjang
(Catatan 15 dan 18).
8.
TRADE RECEIVABLES (continued)
Trade receivables are pledged as security for shortterm bank borrowings and long-term borrowings
(Notes 15 and 18).
8.
PERSEDIAAN
2011
INVENTORIES
2010
Barang jadi
Barang dalam proses
Bahan baku
Bahan pembantu
Suku cadang dan lainnya
51.768.353
9.055.457
135.565.936
2.156.616
16.392.305
27.718.521
7.093.410
165.443.313
961.789
14.502.899
Cadangan persediaan usang
214.938.667
(201.416)
215.719.932
(201.416)
Neto
214.737.251
215.518.516
Manajemen
berkeyakinan
bahwa
cadangan
persediaan usang adalah cukup untuk menutup
kemungkinan penurunan nilai persediaan.
Finished goods
Work-in-process
Raw materials
Indirect materials
Spare parts and others
Allowance for obsolescence
Net
Management believes that the allowance for
obsolescence is sufficient to cover the possibility of
decline in value of inventories.
45
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
8.
9.
8.
PERSEDIAAN (lanjutan)
INVENTORIES (continued)
Persediaan dijadikan jaminan untuk pinjaman bank
jangka pendek dan pinjaman jangka panjang
(Catatan 15 dan 18).
Inventories are pledged as security for short-term
bank borrowings and long-term borrowings (Notes 15
and 18).
Persediaan telah diasuransikan dengan nilai
pertanggungan sebesar AS$30.000.000 atau setara
dengan Rp272.040.000 pada tanggal 31 Desember
2011 dan sebesar AS$22.000.000 dan berjumlah
Rp197.802.000 pada tanggal 31 Desember 2010.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan
asuransi tersebut telah memadai untuk menutup
kemungkinan kerugian yang timbul dari persediaan.
Inventories have been insured for a total coverage of
US$30,000,000 or equivalent to Rp272,040,000 as of
December 31, 2011 and US$22,000,000 or
equivalent to Rp197,802,000 as of December 31,
2010. Management believes that the insurance
coverage is adequate to cover possible losses on the
inventories.
9.
UANG MUKA
Uang muka terutama terdiri dari uang muka untuk
pembelian lokal dan impor, dan uang muka untuk
keperluan operasional Perusahaan dan IR-HK.
ADVANCE PAYMENTS
Advance payments mainly consist of advances for
local and import purchases, and advances related
with the Company’s and IR-HK’s operations.
10. PERPAJAKAN
10. TAXATION
a.
a.
Pajak dan bea masuk dibayar dimuka
2011
Perusahaan:
Pajak penghasilan badan
Bea masuk
Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) masukan - neto
Total
b.
Prepaid taxes and customs duties
2010
36.331.614
17.043.279
11.479.533
-
8.068.209
7.694.410
Company:
Corporate income tax
Customs duties
Value Added Tax (“VAT”) input - net
61.443.102
19.173.943
Total
b.
Utang pajak
2011
Taxes payable
2010
Perusahaan:
Pajak penghasilan pasal 4(2)
Pajak penghasilan pasal 21
Pajak penghasilan pasal 23/26
Pajak penghasilan pasal 25
11.333
665.765
75.237
1.877.609
96.301
892.852
72.376
1.072.135
Company:
Income tax article 4(2)
Income tax article 21
Income tax articles 23/26
Income tax article 25
Total
2.629.944
2.133.664
Total
46
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
10. PERPAJAKAN (lanjutan)
10. TAXATION (continued)
c.
c.
Pajak kini
Taksiran laba kena pajak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:
The Company’s estimated taxable income for the
years ended December 31, 2011 and 2010 is
determined as follows:
2011
Laba sebelum pajak
penghasilan per laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian
Laba Entitas Anak
sebelum pajak penghasilan dan
dampak dari eliminasi
konsolidasi antar perusahaan
Laba Perusahaan sebelum pajak
penghasilan
Ditambah (dikurangi) beda tetap:
Beban yang tidak dapat dikurangkan
Pendapatan bunga yang dikenakan
pajak final
Ditambah (dikurangi) beda temporer:
Beban imbalan kerja - neto
Penyusutan aset tetap
Bagian laba neto Entitas Anak
dan entitas asosiasi
Pemulihan cadangan penurunan
nilai piutang
Cadangan persediaan usang
Taksiran laba kena pajak
Current tax
2010
76.684.216
4.849
89.815.036
(195.653)
76.689.065
89.619.383
20.268.859
21.363.029
(1.631.575)
(1.437.046)
95.326.349
109.545.366
909.390
(19.112.477)
1.263.391
16.233.894
(5.843.798)
(16.000)
71.263.464
Perhitungan beban pajak kini dan taksiran tagihan
pajak penghasilan badan Perusahaan adalah
sebagai berikut:
Profit before income tax
per consolidated statements of
comprehensive income
Subsidiaries’ income
before income tax and reversal of
inter-company consolidation
eliminations
Company’s income before
income tax
Add (deduct) permanent differences:
Non-deductible expenses
Interest income subject to
final tax
Add (deduct) temporary differences:
Net employee benefits expense
Depreciation of fixed assets
Share in net earnings of Subsidiary
(7.495.381)
and associated company
Reversal of allowance for
impairment of receivables
124.389 Provision for inventory obsolescence
119.671.659
Estimated taxable income
The computations of the Company’s current tax
expense and its estimated corporate income tax
refundable are as follows:
2011
2010
Taksiran laba kena pajak
71.263.464
119.671.659
Estimated taxable income
Beban pajak kini
17.815.867
29.917.915
Current tax expense
Prepayments of income taxes:
Income tax article 22
Income tax articles 23/26
Income tax article 25
Pajak penghasilan dibayar dimuka:
Pajak penghasilan pasal 22
Pajak penghasilan pasal 23/26
Pajak penghasilan pasal 25
24.908.727
12.985
17.746.936
16.609.234
7.020
24.781.194
Total
42.668.648
41.397.448
Total
11.479.533
Estimated corporate income tax
refundable of the Company
Taksiran tagihan pajak
penghasilan badan Perusahaan
24.852.781
47
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
10. PERPAJAKAN (lanjutan)
10. TAXATION (continued)
c.
c.
Pajak kini (lanjutan)
Perhitungan beban pajak kini dan taksiran tagihan
pajak penghasilan badan tahun 2011 sesuai dengan
yang akan dilaporkan pada tahun 2011 oleh
Perusahaan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan
kepada Kantor Pelayanan Pajak. Perhitungan beban
pajak kini dan taksiran utang pajak penghasilan
badan tahun 2010 telah sesuai dengan jumlah yang
telah dilaporkan oleh Perusahaan pada tahun 2010.
d.
The above computation of current tax expense and
the estimated corporate income tax refundable for
2011 will conform with the amounts that will be
reported for 2011 by the Company to the tax authority
in its Annual Tax Returns. The computation of current
tax expense and the estimated corporate income tax
payable for 2010 conformed with the amounts
reported by the Company for 2010.
d.
Pajak tangguhan
Manfaat (beban) pajak tangguhan:
Neto
2010
(4.000 )
-
31.097
Company:
Net employee benefits expense
Depreciation of fixed assets
Share in net earnings of Subsidiary
and associated company
Reversal of allowance for
impairment of receivables
Provision for inventory obsolescence
(6.015.720)
2.531.574
Net
227.348
(4.778.119)
315.848
4.058.474
(1.460.949)
(1.873.845)
Pengaruh pajak atas perbedaan temporer antara
aset dan liabilitas untuk tujuan komersial dan untuk
tujuan perpajakan adalah sebagai berikut:
The tax effects of outstanding temporary differences
between the financial and the tax bases of assets
and liabilities are as follows:
2011
Perusahaan:
Aset pajak tangguhan:
Investasi pada Entitas Anak
dan entitas asosiasi
Kewajiban imbalan kerja
Cadangan penurunan nilai piutang
Cadangan persediaan usang
Liabilitas pajak tangguhan:
Nilai tercatat aset tetap
Nilai tercatat beban ditangguhkan
Liabilitas pajak tangguhan - neto
Deferred tax
Deferred tax benefit (expense):
2011
Perusahaan:
Beban imbalan kerja - neto
Penyusutan aset tetap
Bagian laba neto Entitas Anak
dan entitas asosiasi
Pemulihan cadangan penurunan
nilai piutang
Cadangan persediaan usang
Current tax (continued)
2010
18.080.259
4.717.221
19.000.613
4.489.873
61.117
65.117
50.354
50.354
22.908.951
23.605.957
(67.427.600)
(292.694)
(62.649.481)
(292.694)
(67.720.294)
(62.942.175)
(44.811.343)
(39.336.218)
48
Company:
Deferred tax assets:
Investment in Subsidiary
and associated company
Employee benefits liability
Allowance for impairment
of receivables
Allowance for inventory
obsolescence
Deferred tax liabilities:
Carrying value of fixed assets
Carrying value of deferred charges
Deferred tax liabilities - net
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
10. PERPAJAKAN (lanjutan)
10. TAXATION (continued)
d.
d.
Pajak tangguhan (lanjutan)
Perusahaan dan IR-HK mengakui aset pajak
tangguhan hanya atas perbedaan temporer yang
dapat terpulihkan di masa depan. Penggunaan aset
pajak tangguhan diakui oleh Perusahaan dan IR-HK
tergantung atas laba kena pajak di masa mendatang
yang melebihi laba yang timbul atas pemulihan
perbedaan temporer kena pajak.
e.
The Company and IR-HK recognized deferred tax
assets only for the future recoverable temporary
differences. The utilization of deferred tax assets
recognized by the Company and IR-HK is dependent
upon future taxable income arising from the reversal
of existing taxable temporary differences.
e.
Manfaat (beban) pajak penghasilan
2011
Beban pajak kini:
Perusahaan
Manfaat (beban) pajak tangguhan:
Perusahaan
Neto
(17.815.867)
(29.917.915)
(6.015.720)
2.531.574
(23.831.587)
(27.386.341)
Beban pajak penghasilan dengan tarif
pajak maksimum yang berlaku
Perbedaan tetap neto dengan tarif
pajak maksimum yang berlaku
Beban pajak penghasilan - neto
Current tax expense:
Company
Deferred tax benefit (expense):
Company
Net
The reconciliation between the Company’s profit
before income tax multiplied by the applicable tax
rate of 25% and the net income tax expense is as
follows:
2011
Laba Perusahaan sebelum pajak
penghasilan
Income tax benefit (expense)
2010
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan
Perusahaan dikalikan dengan tarif pajak 25% dan
beban pajak penghasilan - neto adalah sebagai
berikut:
Laba sebelum pajak
penghasilan per laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian
Laba Entitas Anak
sebelum pajak penghasilan dan
dampak dari eliminasi
konsolidasi antar perusahaan
Deferred tax (continued)
2010
76.684.216
4.849
89.815.036
(195.653)
Profit before income tax
per consolidated statements of
comprehensive income
Subsidiaries’ income
before income tax and reversal of
inter-company consolidation
eliminations
Company’s income before
income tax
76.689.065
89.619.383
(19.172.266)
(22.404.846)
(4.659.321)
(4.981.495)
Income tax expense at the
applicable maximum tax rate
Net permanent differences at the
applicable maximum tax rate
(23.831.587)
(27.386.341)
Net income tax expense
49
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
11. INVESTMENT IN AN ASSOCIATED COMPANY
11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
Pada tanggal 31 Desember 2011, akun ini
merupakan investasi Perusahaan, yang dicatat
dengan menggunakan metode ekuitas, sebagai
berikut:
Persentase
kepemilikan/
Percentage
of ownership
___________________
STENTA Films (Malaysia)
Sdn. Bhd (”STENTA”)
22,95%
_______________
As of December 31, 2011, this account consists of
the Company’s investment, with detail as follows,
which is accounted for under the equity method:
Bagian
Laba Neto
Nilai tercatat
Entitas Asosiasi/
31 December 2010/
Equity in Net
Penerimaan
Carrying amountIncome of
Dividen/
December 31,
Associated
Dividend
2010
Company
Received
____________________________
95.067.521
______________________
____________________
9.063.769
________________
_____________________
(3.219.971)
__________________
Selisih Kurs
Karena
Penjabaran
Laporan Keuangan/
Nilai tercatat
Foreign Currency 31 Desember 2011/
Transalation
Carrying amountReserves
December 31, 2011
____________________________
(2.162.381)
______________________
________________________
98.748.938
___________________
Penyertaan pada STENTA dilakukan sejak
pendiriannya pada bulan Mei 1989, dengan
kepemilikan sebesar 44%. Pada bulan Juni 1998,
Perusahaan
mengakuisisi
tambahan
26%
kepemilikan saham di STENTA sehingga penyertaan
saham Perusahaan menjadi 70%. Akuisisi tersebut
dilakukan berdasarkan metode pembelian dengan
nilai Rp154.612.500 yang menimbulkan goodwill
sebesar
Rp100.544.281
yang
diamortisasi
berdasarkan metode garis lurus selama 20 tahun.
The Company invested in STENTA in May 1989, the
subsidiary’s incorporation date, with ownership
interest of 44%. In June 1998, the Company acquired
additional 26% interest in STENTA to increase its
interest to 70%. The acquisition cost of
Rp154,612,500 was accounted for using the
purchase method of accounting, resulting in goodwill
of Rp100,544,281, which was being amortized using
the straight-line method over 20 years.
STENTA bergerak dalam bidang manufaktur BOPP
film dan memulai produksi komersialnya pada awal
tahun 1993.
STENTA is engaged in the manufacture of BOPP
films and commenced its commercial operations in
early 1993.
Sehubungan dengan penyelesaian pinjaman jangka
panjang STENTA melalui penerbitan saham biasa
baru sebanyak 41.000.000 saham dengan nilai
nominal 1 RM per saham yang seluruhnya diterbitkan
untuk Rentak Rimbun Sendirian Berhad, Malaysia,
maka sejak tanggal 12 April 2010 penyertaan
14.000.000 saham Perusahaan di STENTA berubah
dari 70% menjadi 22,95%. Setelah perubahan
penyertaan saham tersebut, Perusahaan tidak lagi
menjadi pemegang saham pengendali STENTA, oleh
karenanya sejak tanggal 12 April 2010, laporan
keuangan STENTA tidak dikonsolidasi dengan
laporan keuangan Perusahaan.
In accordance with the settlement of STENTA’s longterm loan by the issuance of up to 41,000,000 new
ordinary shares with par value of RM1 each share
which were fully subscribed for by Rentak Rimbun
Sendirian Berhad, Malaysia, starting April 12, 2010,
the Company’s investment in 14,000,000 shares of
STENTA has changed from 70% to 22.95%. After
such change, the Company is no longer the
controlling shareholder of STENTA, therefore, since
April 12, 2010, the financial statements of STENTA
were no longer consolidated into the Company’s
financial statements.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat
penurunan nilai investasi pada entitas asosiasi pada
tanggal 31 Desember 2011.
Management believed that no impairment of
investment in an associated company value had
occurred as of December 31, 2011.
50
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
11. INVESTMENT IN AN ASSOCIATED COMPANY
(continued)
11. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI (lanjutan)
Mutasi penyertaan saham pada STENTA pada tahun
2010 adalah sebagai berikut:
Saldo pada tanggal 31 Desember 2009
Bagian atas laba neto STENTA
periode 1 Januari 2010 - 11 April 2010
Saldo goodwill yang dialokasikan ke aset tetap
setelah perubahan penyertaan saham
pada STENTA (Catatan 12)
Saldo goodwill setelah perubahan penyertaan
saham pada STENTA (Catatan 13)
Penyesuaian akibat penurunan penyertaan
saham pada STENTA
Bagian atas laba neto STENTA
periode 12 April 2010 - 31 Desember 2010,
setelah dikurangi amortisasi goodwill
Pengaruh penjabaran
Movements of the investment in shares of STENTA
in 2010 were as follows:
129.665.328
8.524.013
5.853.603
Balance as of December 31, 2009
Equity in net earnings of STENTA for the
period January 1, 2010 to April 11, 2010
Balance of goodwill assigned to fixed assets
after change in investment in shares of
STENTA (Note 12)
Balance of goodwill after change in investment
in shares of STENTA (Note 13)
Adjustment due to decrease in investment
in shares of STENTA
Equity in net earnings of STENTA for the
period April 12, 2010 to December 31, 2010,
net of goodwill amortization
Translation effect
95.067.521
Balance as of December 31, 2010 presented as “Investment in
Associated Company”
456.523
7.295.099
32.397.671
(89.124.716)
Saldo pada tanggal 31 Desember 2010 disajikan sebagai “Investasi pada
Entitas Asosiasi”
Bagian atas aset dan liabilitas entitas asosiasi dan
bagian atas penjualan neto dan laba neto entitas
asosiasi pada tanggal 31 Desember 2011 adalah
sebagai berikut:
Total aset
Lancar
Tidak Lancar
Total Kewajiban
Lancar
Tidak Lancar
Penjualan Neto
Laba Neto
The share in the associated company’s assets and
liabilities and share in its net sales and net income as
of December 31, 2011 are as follows:
42.355.699
86.013.012
20.856.979
20.748.719
96.218.383
9.063.769
51
Total Assets
Current
Non-current
Total Liabilities
Current
Non-current
Net Sales
Net Income
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
12. FIXED ASSETS
12. ASET TETAP
Penambahan/
Mutasi 2011
Pelepasan/
Reklasifikasi/
Reklasifikasi/
Saldo Awal/
Additions/
Disposals/
Beginning Balance Reclassifications Reclassifications
Pengaruh Penjabaran/Translation Effect
Saldo Akhir/
Ending Balance
2011 Movements
Nilai tercatat
Pemilikan langsung:
Tanah
Hak atas tanah
Bangunan
Prasarana
Mesin dan peralatan
Instalasi listrik
Genset dan oil boiler
Peralatan pabrik
Kendaraan bermotor
Perlengkapan dan inventaris
13.724.637
2.431.391
37.168.553
1.794.523
1.097.383.584
28.497.146
41.598.834
17.037.030
14.004.555
18.790.352
1.770.348
126.600
68.323.992
3.207.789
288.093.169
34.302.529
10.918.677
5.347.773
1.914.776
(1.423.113)
(51.711)
(1.194.700)
(111.509)
1.905
42
15.494.985
1.134.878
105.492.545
4.952.506
1.385.476.753
62.799.675
41.598.834
27.955.707
18.157.628
20.593.661
Carrying value
Direct ownership:
Land
Leasehold land
Buildings
Infrastructure
Machinery and equipment
Electrical installations
Gensets and oil boilers
Factory equipment
Motor vehicles
Furniture and fixtures
Aset tetap dalam penyelesaian
1.272.430.605
321.324.606
414.005.653
52.891.119
(2.781.033)
(374.215.725)
1.947
-
1.683.657.172
-
Construction in progress
1.593.755.211
466.896.772
(376.996.758)
1.947
1.683.657.172
Akumulasi penyusutan dan
amortisasi
Pemilikan langsung:
Hak atas tanah
Bangunan
Prasarana
Mesin dan peralatan
Instalasi listrik
Genset dan oil boiler
Peralatan pabrik
Kendaraan bermotor
Perlengkapan dan inventaris
Nilai buku neto
331.333
24.848.397
1.399.143
767.912.972
28.055.715
34.371.896
14.372.651
7.627.649
16.818.307
28.421
3.624.552
235.553
31.235.058
2.027.866
3.810.090
2.047.167
2.250.219
794.110
(51.613)
(970.700)
(111.288)
(657)
(778)
359.754
28.472.949
1.582.426
799.148.030
30.083.581
38.181.986
16.419.818
8.907.168
17.500.351
895.738.063
46.053.036
(1.133.601)
(1.435)
940.656.063
698.017.148
743.001.109
Penambahan/
Mutasi 2010
Accumulated depreciation
and amortization
Direct ownership:
Leasehold land
Buildings
Infrastructure
Machinery and equipment
Electrical installations
Gensets and oil boilers
Factory equipment
Motor vehicles
Furniture and fixtures
Net book value
Pelepasan/
Reklasifikasi/
Reklasifikasi/
Saldo Awal/
Additions/
Disposals/
Beginning Balance Reclassifications Reclassifications1
Pengaruh Penjabaran/Translation Effect
Saldo Akhir/
Ending Balance
2010 Movements
Nilai tercatat
Pemilikan langsung:
Tanah
Hak atas tanah
Bangunan
Prasarana
Mesin dan peralatan
Instalasi listrik
Genset dan oil boiler
Peralatan pabrik
Kendaraan bermotor
Perlengkapan dan inventaris
13.724.637
26.053.587
69.563.989
1.797.127
1.696.920.861
28.497.146
41.511.937
15.806.636
19.506.020
24.207.355
2.431.390
300.664
12.372.063
819.798
1.533.102
1.259.337
1.172.513
(26.173.781)
(32.781.579)
(613.872.355)
(732.901)
(302.708)
(6.779.822)
(6.594.541)
120.195
85.479
(2.604)
1.963.015
19.020
5.025
13.724.637
2.431.391
37.168.553
1.794.523
1.097.383.584
28.497.146
41.598.834
17.037.030
14.004.555
18.790.352
Carrying value
Direct ownership:
Land
Leasehold land
Buildings
Infrastructure
Machinery and equipment
Electrical installations
Gensets and oil boilers
Factory equipment
Motor vehicles
Furniture and fixtures
Aset tetap dalam penyelesaian
1.937.589.295
4.310.727
19.888.867
317.013.879
(687.237.687 )
-
2.190.130
-
1.272.430.605
321.324.606
Construction in progress
1.941.900.022
336.902.746
(687.237.687)
2.190.130
1.593.755.211
52
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
12. FIXED ASSETS (continued)
12. ASET TETAP (lanjutan)
Penambahan/
Mutasi 2010
Akumulasi penyusutan dan
amortisasi
Pemilikan langsung:
Hak atas tanah
Bangunan
Prasarana
Mesin dan peralatan
Instalasi listrik
Genset dan oil boiler
Peralatan pabrik
Kendaraan bermotor
Perlengkapan dan inventaris
Pelepasan/
Reklasifikasi/
Reklasifikasi/
Pengaruh PenSaldo Awal/
Additions/
Disposals/
jabaran/TransBeginning Balance Reclassifications Reclassifications1
lation Effect
4.710.485
33.740.875
1.326.159
1.047.072.935
27.978.725
30.938.797
13.850.092
11.977.702
21.741.968
93.580
1.573.526
75.562
29.418.358
76.990
4.166.000
825.267
2.085.389
718.513
(4.490.981)
(10.494.081)
(309.570.571)
(732.901)
(302.708)
(6.454.116)
(5.645.042)
1.193.337.738
39.033.185
(337.690.400)
Nilai buku neto
18.249
28.077
(2.578)
992.250
18.674
2.868
1.057.540
748.562.284
Saldo Akhir/
Ending Balance
2010 Movements
331.333
24.848.397
1.399.143
767.912.972
28.055.715
34.371.896
14.372.651
7.627.649
16.818.307
Accumulated depreciation
and amortization
Direct ownership:
Leasehold land
Buildings
Infrastructure
Machinery and equipment
Electrical installations
Gensets and oil boilers
Factory equipment
Motor vehicles
Furniture and fixtures
895.738.063
698.017.148
Net book value
1 termasuk dalam pelepasan aset tetap selama tahun 2010 adalah (a) pelepasan aset tetap STENTA yang tidak dikonsolidasikan sejak tanggal 12 April
2010 dengan nilai tercatat dan akumulasi penyusutan dan amortisasi masing-masing sebesar Rp670.038.104 dan Rp327.953.665 dan (b) reklasifikasi
goodwill yang dialokasikan ke aset tetap ke akun investasi pada entitas asosiasi dengan nilai tercatat dan akumulasi penyusutan dan amortisasi
masing-masing sebesar Rp14.686.949 dan Rp7.391.850 (Catatan 11)/included in the disposals of fixed assets during 2010 are (a) disposals of fixed
assets of STENTA which was deconsolidated starting April 12, 2010 with carrying value and accumulated depreciation and amortization amounting to
Rp670,038,104 and Rp327,953,665, respectively, and (b) reclassification of goodwill assigned to fixed assets to investment in associated company
with carrying value and accumulated depreciation and amortization amounting to Rp14,686,949 and Rp7,391,850, respectively (Note 11)
Beban penyusutan dan amortisasi untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
dialokasikan sebagai berikut:
Depreciation and amortization expense for the years
ended December 31, 2011 and 2010 was charged to
the following:
2011
Beban pokok penjualan beban produksi
Beban umum dan administrasi
(Catatan 27)
Beban penjualan
Total
2010
43.254.713
36.307.567
2.639.857
158.466
2.590.864
134.754
Cost of goods sold production expenses
General and administrative expenses
(Note 27)
Selling expenses
46.053.036
39.033.185
Total
Termasuk di dalam pelepasan aset tetap pada tahun
2011 dan 2010 adalah penjualan aset tetap dengan
rincian sebagai berikut:
2011
Disposals to fixed assets in 2011 and 2010 include
sales of fixed assets, with details as follows:
Harga perolehan
Akumulasi penyusutan
2.512.635
(2.344.885)
2010
1.357.920
(1.133.601)
Cost
Accumulated depreciation
Nilai buku
Hasil penjualan aset tetap
224.319
661.000
167.750
1.139.142
Net book value
Proceeds from sale of fixed assets
Laba pelepasan aset tetap
436.681
971.392
Gain on disposal of fixed assets
53
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
12. FIXED ASSETS (continued)
12. ASET TETAP (lanjutan)
Perusahaan memiliki hak atas tanah di berbagai
lokasi dengan masa berlaku yang akan berakhir pada
berbagai tanggal antara tahun 2015 dan tahun 2041.
Manajemen berpendapat bahwa kepemilikan hak
atas tanah tersebut dapat diperpanjang pada saat
berakhirnya hak tersebut.
The Company owns titles of leasehold land at several
locations with legal terms which will expire on various
dates between 2015 and 2041. Management
believes that such titles to leasehold land ownerships
can be extended upon their expiration.
Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke dalam aset
tetap adalah sebesar Rp7.830.236 dan Rp7.022.783
masing-masing pada tahun 2011 dan 2010.
Borrowing costs which were capitalized to fixed
assets amounted to Rp7,830,236 and Rp7,022,783 in
2011 and 2010, respectively.
Pada tanggal 31 Desember 2010, aset tetap dalam
penyelesaian terutama terdiri dari bangunan,
prasarana dan mesin dan peralatan yang
berhubungan
dengan
pembangunan
fasilitas
produksi
BOPP
baru,
dengan
persentase
penyelesaian sekitar 75,41% dan diperkirakan dapat
diselesaikan pada bulan Maret 2011. Persentase
penyelesaian aset tetap dalam penyelesaian pada
tanggal 31 Desember 2010 tersebut dihitung
berdasarkan biaya aktual yang terjadi dibandingkan
dengan biaya yang direncanakan (budget). Tidak
terdapat asset tetap dalam penyelesaian tanggal
31 Desember 2011.
As of December 31, 2010, construction in progress
mostly consists of building, infrastructures and
machinery and equipment related with the
development of the new BOPP production line, with
percentage of completion of approximately 75.41%
and estimated completion time in March 2011. The
percentage completion of the construction in
progress as of December 31, 2010 is based on the
actual expenditures incurred compared to the total
budgeted cost. There is no construction in progress
as of December 31, 2011.
Aset tetap dijadikan jaminan atas pinjaman bank
jangka pendek dan pinjaman jangka panjang
(Catatan 15 dan 18).
Fixed assets are pledged as collateral for short-term
bank borrowings and long-term borrowings (Notes 15
and 18).
Aset tetap, kecuali tanah dan hak atas tanah, telah
diasuransikan dengan nilai pertanggungan sebesar
AS$142.300.000
atau
setara
dengan
Rp1.290.376.400, dan AS$106.000.000 atau setara
dengan Rp953.046.000, masing-masing pada
tanggal 31 Desember 2011 dan 2010. Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi
tersebut telah memadai untuk menutup kemungkinan
kerugian atas aset tetap yang dipertanggungkan.
As of December 31, 2011 and 2010, fixed assets,
excluding land and leasehold land, are insured for a
total coverage of US$142,300,000 or equivalent to
Rp1,290,376,400, and US$106,000,000 or equivalent
to Rp953,046,000, respectively. Management
believes that the insurance coverage is adequate to
cover the possible losses on the insured fixed assets.
Manajemen juga berkeyakinan bahwa tidak terdapat
indikasi penurunan nilai aset tetap pada tanggal
31 Desember 2011 dan 2010.
Management also believes that there is no indication
of impairment in value of fixed assets as of
December 31, 2011 and 2010.
54
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
13. GOODWILL
13. GOODWILL
2010
Selisih lebih nilai perolehan atas
nilai aset bersih
Dikurangi:
Akumulasi amortisasi
Pengaruh penjabaran
100.544.281
(41.704.023)
(26.442.587)
Reklasifikasi ke akun “Investasi pada
Entitas Asosiasi” (Catatan 11)
(32.397.671)
Goodwill - neto
Excess of cost over book value
Less:
Accumulated amortization
Translation effect
Reclassification to account
“Investment in Associated
Company” (Note 11)
-
Goodwill yang diamortisasi untuk periode sejak
tanggal 1 Januari sampai dengan 11 April 2010
(sebelum reklasifikasi) sebesar Rp971.513.
Goodwill - net
Goodwill amortization for the period January 1 to
April 11, 2010 (prior to reclassification) amounted to
Rp971,513.
14. DEFERRED CHARGES
14. BIAYA DITANGGUHKAN
Akun biaya ditangguhkan seluruhnya berasal dari
STENTA yang tidak dikonsolidasi sejak tanggal
12 April 2010 (Catatan 11). Amortisasi biaya
ditangguhkan untuk periode sejak tanggal 1 Januari
sampai dengan 11 April 2010 sebesar Rp1.256.341
(Catatan 27).
Deferred charges which are fully derived from
STENTA are no longer consolidated starting April 12,
2010 (Note 11). Amortization of deferred charges for
the period January 1 to April 11, 2010 amounted to
Rp1,256,341 (Note 27).
15. SHORT-TERM BANK BORROWINGS
15. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek terdiri dari:
Short-term bank borrowings consist of the following:
2011
2010
PT Bank Mega Tbk
Standard Chartered Bank
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Pinjaman transaksi khusus 2
Pinjaman tetap
159.777.314
1.247.848
25.235.047
-
-
47.202.750
17.982.000
PT Bank Mega Tbk
Standard Chartered Bank
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Special-purpose loan 2
Demand loan
Total
161.025.162
90.419.797
Total
55
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)
15. SHORT-TERM BANK BORROWINGS (continued)
a.
a.
b.
PT Bank Mega Tbk (“Mega”)
PT Bank Mega Tbk (“Mega”)
Berdasarkan perjanjian kredit tanggal 3 Desember
2010 yang selanjutnya telah diubah pada tanggal
22 Agustus 2011, Perusahaan memperoleh fasilitas
demand loan dengan sub-limit fasilitas L/C dan/atau
SKBDN dan/atau bank garansi dan/atau L/C
refinancing dari Mega untuk jumlah maksimum
sebesar AS$21.500.000 (Catatan 36b). Hasil
penerimaan dari pinjaman ini digunakan untuk
membiayai modal kerja Perusahaan untuk pembelian
bahan baku dan/atau barang jadi. Pinjaman ini akan
jatuh tempo pada tanggal 17 September 2012 dan
dikenakan bunga dengan tingkat bunga tahunan 8%
dan 8,5% masing-masing pada tahun 2011 dan
2010. Pinjaman ini dijamin dengan aset yang sama
yang dijaminkan atas pinjaman jangka panjang yang
diperoleh dari bank yang sama (Catatan 18b). Saldo
pinjaman pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
masing-masing sebesar AS$16.555.990 atau setara
dengan Rp150.129.723 dan AS$2.806.700 atau
setara dengan Rp25.235.047 merupakan penarikan
dari demand loan.
Based on a loan agreement dated December 3,
2010 which was amended on August 22, 2011, the
Company obtained demand loan facility with sub-line
L/C and/or SKBDN and/or bank guarantee and/or
refinancing L/C facilities from Mega for a maximum
amount of US$21,500,000 (Note 36b). The proceeds
from this facility were used to finance the Company’s
working capital for the purchase of raw materials
and/or finished goods. The loan will mature on
September 17, 2012 and bore interest at the annual
rate of 8% and 8.5% in 2011 and 2010, respectively.
The loan is secured by the same assets pledged as
collateral for long-term borrowings obtained from the
same bank (Note 18b). The outstanding principal as
of December 31, 2011 and 2010 amounted to
US$16,555,990 or equivalent to Rp150,129,723 and
US$2,806,700 or equivalent to Rp25,235,047,
respectively, which represents drawings from the
demand loan line.
Selanjutnya, berdasarkan perjanjian kredit tanggal
22 Agustus 2011, Perusahaan memperoleh fasilitas
pinjaman rekening koran (”PRK”) dengan jumlah
maksimum sebesar Rp10.000.000 (Catatan 36b).
Hasil penerimaan dari pinjaman ini digunakan untuk
membiayai kegiatan operasional Perusahaan.
Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal
17 September 2012 dan dikenakan bunga dengan
tingkat bunga tahunan 13%. Pinjaman ini dijamin
dengan aset yang sama yang dijaminkan atas
pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari bank
yang sama (Catatan 18b). Saldo pinjaman pada
tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp9.647.591.
In addition, based on a loan agreement dated
August 22, 2011, the Company obtained overdraft
facility for a maximum amount of Rp10,000,000
(Note 36b). The proceeds from this facility were used
to finance the Company’s operating activities. The
loan will mature on September 17, 2012 and bears
interest at the annual rate of 13%. The loan is
secured by the same assets pledged as collateral for
long-term borrowings obtained from the same bank
(Note 18b). The outstanding principal as of
December 31, 2011 amounted to Rp9,647,591.
b.
Standard Chartered Bank (“SCB”)
Berdasarkan perjanjian kredit tanggal 9 Februari
2011 yang selanjutnya telah diubah pada tanggal
18 November 2011, Perusahaan memperoleh
Fasilitas L/C Impor dari SCB untuk jumlah
maksimum sebesar AS$5.000.000 (Catatan 36d).
Hasil penerimaan dari pinjaman ini digunakan untuk
membiayai modal kerja Perusahaan untuk pembelian
bahan baku. Fasilitas ini tersedia sampai tanggal 31
Oktober 2012. Pinjaman dari fasilitas dikenakan
bunga dengan tingkat bunga tahunan 5%. Pinjaman
ini dijamin dengan kas sebesar 15% dari jumlah
fasilitas maksimum. Saldo pinjaman pada tanggal
31 Desember 2011 sebesar AS$137.610 atau setara
dengan Rp1.247.848.
Standard Chartered Bank (“SCB”)
Based on the facility agreement dated February 9,
2011, which was amended on November 18, 2011,
the Company obtained Import L/C facility from SCB,
for a maximum amount of US$5,000,000 (Note 36d).
The proceeds from this facility were used to finance
the purchase of raw materials. The facility is
available until October 31, 2012. The loan from the
facility bears interest at the annual rate of 5%. The
loan is secured by cash representing 15% of the
maximum amount of the facility. The outstanding
loan as of December 31, 2011 amounted to
US$137,610 or equivalent to Rp1,247,848.
56
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)
15. SHORT-TERM BANK BORROWINGS (continued)
c.
c. PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”)
PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”)
Pinjaman Transaksi Khusus 2 (”PTK-2”)
Special-Purpose Loan 2 (“PTK-2”)
Berdasarkan perubahan dan pernyataan kembali
perjanjian kredit tanggal 31 Mei 2010, Perusahaan
memperoleh fasilitas PTK-2 dari CIMB Niaga untuk
jumlah maksimum sebesar AS$5.250.000. Hasil
penerimaan dari pinjaman ini digunakan untuk
membiayai modal kerja Perusahaan untuk pembelian
bahan baku dan/atau pembayaran L/C sight yang
jatuh tempo.
Based on an amendment and reaffirmation of loan
agreement dated May 31, 2010, the Company
obtained PTK-2 from CIMB Niaga for a maximum
amount of US$5,250,000. The proceeds from this
loan were used to finance the Company’s working
capital related to the purchase of raw materials
and/or to pay matured sight L/C.
Perjanjian tersebut telah mengalami perubahan pada
tanggal 24 Oktober 2011, antara lain mengenai
peningkatan pagu kredit dari sebelumnya sejumlah
AS$5.250.000 menjadi AS$28.000.000. Dengan
perubahan
pagu
kredit
tersebut
sekaligus
mengakibatkan berakhirnya fasilitas Pinjaman Tetap
(”PT”) dan PTK-3. Fasilitas PTK-2 tersedia sampai
tanggal 17 September 2012. Pinjaman dari fasilitas
dikenakan bunga dengan tingkat bunga tahunan
7,5%. Pinjaman ini dijamin dengan aset yang sama
yang dijaminkan atas pinjaman jangka panjang yang
diperoleh dari bank yang sama (Catatan 18c). Saldo
pinjaman pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
masing-masing sebesar RpNihil dan AS$5.250.000
atau setara dengan Rp47.202.750.
The loan agreement was amended on October 24,
2011, relating to, among others, the increase in the
maximum
amount
from
US$5,250,000
to
US$28,000,000. In respect of the change in the
maximum amount, the Demand Loan (“PT”) and
PTK-3 facilities were officially terminated. The PTK-2
facility is available until September 17, 2012. The
loan from the facility bears interest at the annual rate
of 7.5%. The loan is secured by the same assets
pledged as collateral for long-term borrowings
obtained from the same bank (Note 18c). The
outstanding loan as of December 31, 2011 and 2010
amounted to RpNil and US$5,250,000 or equivalent
to Rp47,202,750, respectively.
Pinjaman Tetap (”PT”)
Demand Loan (“PT”)
Berdasarkan perubahan dan pernyataan kembali
perjanjian kredit tanggal 15 Desember 2010,
Perusahaan memperoleh fasilitas PT dari CIMB
Niaga
untuk
jumlah
maksimum
sebesar
AS$2.000.000. Hasil penerimaan dari pinjaman ini
digunakan untuk membiayai modal kerja Perusahaan
terutama untuk pembelian bahan baku dari pemasok
lokal. Pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal
17 September 2011 dan dikenakan bunga dengan
tingkat bunga tahunan 7,5%. Pinjaman ini dijamin
dengan aset yang sama yang dijaminkan atas
pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari bank
yang sama (Catatan 18c). Pada tanggal
31 Desember 2011 fasilitas ini telah berakhir
(Catatan 36a). Saldo pinjaman pada tanggal
31 Desember 2010 sebesar AS$2.000.000 atau
setara dengan Rp17.982.000.
Based on an amendment and reaffirmation of loan
agreement dated December 15, 2010, the Company
obtained PT from CIMB Niaga for a maximum
amount of US$2,000,000. The proceeds from this
facility were used to finance the Company’s working
capital mainly related with the purchase of raw
materials from local suppliers. The loan matured on
September 17, 2011 and bore interest at the annual
rate of 7.5%. The loan was secured by the same
assets pledged as collateral for long-term borrowings
obtained from the same bank (Note 18c). As of
December 31, 2011 this facility had been officially
terminated (Note 36a). The outstanding loan as of
December 31, 2010 amounted to US$2,000,000 or
equivalent to Rp17,982,000.
57
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
16. TRADE PAYABLES
16. UTANG USAHA
2011
Utang usaha kepada pihak berelasi
(Catatan 31b)
Utang usaha kepada pihak ketiga:
Pemasok luar negeri
Pemasok lokal
Total
2010
278.459
472.925
Trade payables to related parties
(Note 31b)
218.465.121
19.116.885
77.017.150
24.204.867
Trade payables to third parties:
Foreign suppliers
Local suppliers
237.582.006
101.222.017
237.860.465
101.694.942
Rincian utang usaha berdasarkan jenis mata uang:
Total
Details of trade payables based on currency:
2011
2010
Utang usaha kepada pihak - pihak
berelasi:
Dalam rupiah
Dalam mata uang asing
278.459
-
364.175
108.750
Trade payables to related parties:
In rupiah
In foreign currencies
Total
278.459
472.925
Total
Utang usaha kepada pihak ketiga:
Dalam rupiah
Dalam mata uang asing
16.028.517
221.553.489
16.089.928
85.132.089
Trade payables to third parties:
In rupiah
In foreign currencies
Total
237.582.006
101.222.017
Total
Tidak ada jaminan yang diberikan atas utang usaha
tersebut.
All of the trade payables are unsecured.
17. ACCRUED EXPENSES
17. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
Biaya masih harus dibayar terdiri dari akrual berikut:
Accrued expenses consist of accruals for the
following:
2011
Sewa, listrik dan air
Beban bunga
Ongkos angkut
Komisi
Lain-lain
Total
2010
6.693.458
1.669.354
1.216.725
81.752
1.294.376
5.117.341
1.463.790
599.901
201.688
689.755
Rent, electricity and water
Interest
Freight charges
Commission
Others
10.955.665
8.072.475
Total
58
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
18. LONG-TERM BORROWINGS
18. PINJAMAN JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang terdiri dari:
Long-term borrowings consist of the following:
2011
2010
Pokok pinjaman
a. UniCredit Bank AG (dahulu
Bayerische Hypo-und
Vereinsbank AG) (“UniCredit”)
b. PT Bank Mega Tbk
c. PT Bank CIMB Niaga Tbk
d. PT Bank CIMB Niaga Tbk Unit Usaha Syariah
e. PT BCA Finance
200.452.284
72.456.032
34.592.139
209.875.983
97.792.760
57.336.671
11.301.114
3.227.163
3.073.770
-
Total pokok pinjaman
322.028.732
368.079.184
Biaya perolehan pinjaman yang
belum diamortisasi
(19.662.734)
(25.784.056)
Neto
302.365.998
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
a. UniCredit
(25.056.535)
b. PT Bank Mega Tbk
(35.788.613)
c. PT Bank CIMB Niaga Tbk
(2.720.400)
d. PT Bank CIMB Niaga Tbk
Unit Usaha Syariah
(1.303.975)
e. PT BCA Finance
(758.927)
a.
342.295.128
(39.252.086)
(31.468.500)
(76.844)
-
Principal
a. UniCredit AG (formerly
Bayerische Hypo-und
Vereinsbank AG (“UniCredit”)
b. PT Bank Mega Tbk
c. PT Bank CIMB Niaga Tbk
d. PT Bank CIMB Niaga Tbk Sharia Business Unit
e. PT BCA Finance
Total principal
Unamortized loan
arrangement costs
Net
Portion maturing within one year
a. UniCredit
b. PT Bank Mega Tbk
c. PT Bank CIMB Niaga Tbk
d. PT Bank CIMB Niaga Tbk Sharia Business Unit
e. PT BCA Finance
Total bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
(65.628.450)
(70.797.430) Total portion maturing within one year
Bagian jangka panjang
236.737.548
271.497.698
a.
UniCredit
Berdasarkan perjanjian pinjaman standar dan
perjanjian kerangka kerja tanggal 25 Agustus 2009,
yang telah diperbaharui beberapa kali dengan
perubahan terakhir dilakukan pada tanggal 29 Juli
2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan
kredit ekspor dari UniCredit dengan jumlah
maksimum
sebesar
AS$23.669.327.
Hasil
penerimaan dari pinjaman ini digunakan untuk
membiayai pembelian mesin BOPP dari Bruckner
Maschinenbau GmbH & Co. KG (Catatan 36c).
Long-term portion
UniCredit
Based on standard loan and framework agreements
dated August 25, 2009 which were amended several
times, with the latest amendment being made on
July 29, 2010, the Company obtained export contract
finance facility from UniCredit for a maximum
amount of US$23,669,327. The proceeds from this
facility were used to finance the purchase of BOPP
machineries from Bruckner Maschinenbau GmbH &
Co. KG (Note 36c).
59
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
18. LONG-TERM BORROWINGS (continued)
a.
a.
UniCredit (lanjutan)
Pinjaman tersebut terhutang dalam 17 kali angsuran
semesteran dalam jumlah yang sama, dengan
angsuran pertama akan jatuh tempo dan harus
dibayarkan 6 bulan setelah titik awal (starting point)
sebagaimana dijelaskan dalam perjanjian kerangka
kerja,
selambat-lambatnya
pada
tanggal
25 September 2011, tanggal mana yang lebih awal.
Pinjaman ini dikenakan bunga dengan tingkat bunga
tahunan sebesar 2,25% diatas suku bunga LIBOR
AS 6 bulanan. Pinjaman tersebut dijamin dengan
penjaminan fidusia atas mesin dan peralatan milik
Perusahaan yang perolehannya dibiayai dengan
pinjaman ini (Catatan 12). Saldo pinjaman pokok
pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masingmasing sebesar AS$22.105.457 atau setara dengan
Rp200.452.284 dan AS$23.342.896 atau setara
dengan Rp209.875.983.
b.
UniCredit (continued)
The loan is repayable in 17 equal consecutive semiannual installments, the first of which shall become
due and payable 6 months after the starting point as
described in the framework agreement, at the latest
on September 25, 2011, whichever date is the
earlier. The loan bears interest at the annual rate of
2.25% above 6 months US$ LIBOR. The loan is
secured by fiduciary transfer of ownership of the
Company’s future machinery and equipment
financed under this loan facility (Note 12). The
outstanding principal as of December 31, 2011 and
2010 amounted to US$22,105,457 or equivalent to
Rp200,452,284 and US$23,342,896 or equivalent to
Rp209,875,983, respectively.
b.
PT Bank Mega Tbk (“Mega”)
2011
PT Bank Mega Tbk (“Mega”)
2010
Pinjaman jangka panjang - Mega:
Pinjaman berjangka 1 (“TL-1”)
Pinjaman berjangka 2 (“TL-2”)
Pinjaman berjangka 3 (“TL-3”)
22.594.534
10.569.079
39.292.419
49.072.525
23.151.316
25.568.919
Long-term borrowings - Mega:
Term Loan 1 (“TL-1”)
Term Loan 2 (“TL-2”)
Term Loan 3 (“TL-3”)
Total
72.456.032
97.792.760
Total
Berdasarkan perjanjian kredit tanggal 18 Oktober
2006, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman
berjangka dari Mega dengan jumlah maksimum
sebesar AS$12.650.000. Hasil penerimaan dari
pinjaman
ini
digunakan
untuk
membiayai
pembayaran pinjaman jangka panjang dari PT Bank
Internasional Indonesia Tbk. Pinjaman tersebut
terhutang dalam 20 kali angsuran kwartalan mulai
tanggal 18 Oktober 2007 sampai dengan tanggal
18 Oktober 2012.
Based on a loan agreement dated October 18, 2006,
the Company obtained a term loan facility from Mega
for a maximum amount of US$12,650,000. The
proceeds of the loan from this facility were used to
finance the repayment of long-term borrowings
obtained from PT Bank Internasional Indonesia Tbk.
The loan is repayable in 20 quarterly installments
starting on October 18, 2007 until October 18, 2012.
60
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
18. LONG-TERM BORROWINGS (continued)
b.
b.
PT Bank Mega Tbk (“Mega”) (lanjutan)
PT Bank Mega Tbk (“Mega”) (continued)
Perjanjian tersebut telah mengalami perubahan pada
tanggal 25 November 2008 antara lain mengenai
perubahan
pagu
kredit
dari
sebelumnya
berdenominasi dalam dolar Amerika Serikat menjadi
berdenominasi dalam dolar Amerika Serikat (dikenal
dengan nama TL-1) dan rupiah (dikenal dengan
nama TL-2). Saldo pinjaman pokok yang terhutang
pada
saat
tanggal
perubahan
sebesar
AS$12.017.500
dikonversi
menjadi
sebesar
AS$9.017.500 (TL-1) dan Rp38.250.000 (TL-2), yang
terhutang dalam 16 kali angsuran kwartalan mulai
tanggal 18 Oktober 2008 sampai dengan tanggal
18 Oktober 2012.
The loan agreement was amended on November 25,
2008 relating to, among others, change in the
maximum
amount
from
being
previously
denominated in U.S. dollar to becoming
denominated in both U.S. dollar (namely TL-1) and
rupiah (namely TL-2). The outstanding loan payable
at the latest amendment date amounting to
US$12,017,500 was converted to become
US$9,017,500 (TL-1) and Rp38,250,000 (TL-2),
which are repayable in 16 quarterly installments
starting on October 18, 2008 until October 18, 2012.
Saldo pinjaman pokok dari fasilitas TL-1 pada
tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing
sebesar AS$2.491.678 atau setara dengan
Rp22.594.534 dan AS$5.457.961 atau setara
dengan Rp49.072.525. Saldo pinjaman pokok dari
fasilitas TL-2 pada tanggal 31 Desember 2011 dan
2010 masing-masing sebesar Rp10.569.079 dan
Rp23.151.316.
The outstanding principal of TL-1 facility as of
December 31, 2011 and 2010 amounted to
US$2,491,678 or equivalent to Rp22,594,534 and
US$5,457,961 or equivalent to Rp49,072,525,
respectively. The outstanding principal of TL-2
facility as of December 31, 2011 and 2010 amounted
to Rp10,569,079 and Rp23,151,316, respectively.
Selanjutnya, perjanjian kredit tersebut telah diubah
kembali pada tanggal 17 September 2009, dimana
Perusahaan memperoleh fasilitas TL-3 dengan
jumlah maksimum sebesar Rp42.000.000. Hasil
penerimaan dari pinjaman ini digunakan untuk
membiayai pembangunan fasilitas produksi BOPP
baru, termasuk didalamnya pembelian mesin dan
peralatan pabrik terkait. Penarikan atas fasilitas ini,
antara lain, berdasarkan perkembangan fisik dari
pembangunan yang dibuat oleh penilai independen
dan surat penawaran atau tagihan dari pemasok
yang telah diverifikasi oleh Mega. Pinjaman tersebut
terhutang dalam 24 kali angsuran kwartalan mulai
tanggal 25 Desember 2011 sampai dengan tanggal
17 September 2017. Saldo pinjaman pokok dari
fasilitas TL-3 pada tanggal 31 Desember 2011 dan
2010 masing-masing sebesar Rp39.292.419 dan
Rp25.568.919.
Subsequently, the loan agreement was further
amended on September 17, 2009, whereby the
Company obtained TL-3 facility for a maximum
amount of Rp42,000,000. The proceeds from this
facility were used to finance the development of the
new BOPP production line, including purchase of the
related machinery and equipment tools. The
drawdown of this term loan facility should be based
on physical progress of the development based on
report from an independent appraiser and quotation
letter or invoice from suppliers which is verified by
Mega. The loan is repayable in 24 quarterly
installments starting on December 25, 2011 until
September 17, 2017. The outstanding loan from TL3 facility as of December 31, 2011 and 2010
amounted to Rp39,292,419 and Rp 25,568,919,
respectively.
61
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
18. LONG-TERM BORROWINGS (continued)
b.
b.
c.
PT Bank Mega Tbk (“Mega”) (lanjutan)
PT Bank Mega Tbk (“Mega”) (continued)
Pinjaman ini dijamin dengan:
• Pembebanan hak tanggungan atas 14 bidang hak
atas tanah (Hak Guna Bangunan) dengan jumlah
luas keseluruhan 160.012 meter persegi yang
terletak di Citeureup, Bogor berikut bangunan di
atasnya dengan jumlah nilai pertanggungan
minimum
sebesar
Rp91.700.000
dan
AS$5.250.000 (Catatan 12).
The loans are secured by:
• Registered mortgages of 14 parcels of the
Company’s leasehold land totaling 160,012
square meters located in Citeureup, Bogor,
including buildings thereon, with total minimum
pledged
value
of
Rp91,700,000
and
US$5,250,000 (Note 12).
• Penjaminan fidusia atas mesin dan peralatan milik
Perusahaan (tidak termasuk mesin dan peralatan
yang diperoleh melalui fasilitas pinjaman dari
UniCredit - lihat Catatan 18a) dengan nilai
penjaminan sebesar Rp576.000.000 (Catatan 12)
• The Company’s machinery and equipment
(excluding machinery and equipment financed
under credit facility from UniCredit - see Note
18a) pledged under fiduciary transfer of
ownership with pledge values of Rp576,000,000
(Note 12).
• Penjaminan fidusia atas piutang usaha dan
persediaan milik Perusahaan dengan nilai
penjaminan
masing-masing
sebesar
AS$23.000.000 dan AS$54.000.000 (Catatan 7
dan 8).
• The Company’s trade receivables and inventories
pledged under a fiduciary transfer of ownership
with pledged value of US$23,000,000 and
US$54,000,000, respectively (Notes 7 and 8).
TL-2 dan TL-3 dikenakan bunga dengan tingkat
bunga tahunan sebesar 13% pada tahun 2011 dan
berkisar antara 13,5% sampai dengan 14% pada
tahun 2010. TL-1 dikenakan bunga dengan tingkat
bunga tahunan sebesar 8% pada tahun 2011 dan
berkisar antara 8,5% sampai dengan 9% pada tahun
2010.
The TL-2 and TL-3 bore interest at the annual rate of
13% in 2011 and at rates ranging from 13.5% to
14% in 2010. The TL-1 bore interest at the annual
rate of 8% in 2011 and at rates ranging from 8.5% to
9% in 2010.
c.
PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”)
2011
Pinjaman investasi
Pinjaman transaksi khusus 1 (“PTK-1”)
Total
PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”)
2010
34.592.139
-
25.868.171
31.468.500
34.592.139
57.336.671
Berdasarkan perubahan dan penegasan kembali
perjanjian kredit tanggal 17 September 2009,
Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman investasi
dari CIMB Niaga untuk jumlah maksimum sebesar
AS$4.000.000. Hasil penerimaan dari pinjaman ini
digunakan untuk membiayai pembangunan fasilitas
produksi BOPP baru, termasuk didalamnya
pembelian mesin dan peralatan pabrik terkait.
Penarikan atas fasilitas pinjaman investasi, antara
lain,
berdasarkan
perkembangan
fisik
dari
pembangunan yang dibuat oleh penilai independen
dan surat penawaran atau tagihan dari pemasok
yang telah diverifikasi oleh CIMB Niaga.
Investment loan
Special-purpose loan 1 (“PTK-1”)
Total
Based on an amendment and reaffirmation of loan
agreement dated September 17, 2009, the Company
obtained an investment loan facility from CIMB
Niaga for a maximum amount of US$4,000,000. The
proceeds from this facility were used to finance the
development of the new BOPP production line,
including purchase of the related machinery and
equipment and tools. The drawdown of this
investment loan facility is based on physical
progress of the development based on report from
an independent appraiser and quotation letter or
invoices from suppliers which are verified by CIMB
Niaga.
62
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
18. LONG-TERM BORROWINGS (continued)
18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
c.
PT Bank
(lanjutan)
CIMB
Niaga
Tbk
(“CIMB
c.
Niaga”)
PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”)
(continued)
Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tanggal
17 September 2017 dan terhutang dalam 24 kali
angsuran kwartalan, dengan pembayaran pertama
dilakukan setelah masa tenggang selama 2 tahun
sejak tanggal perjanjian kredit. Saldo pinjaman pokok
dari fasilitas pinjaman investasi pada tanggal
31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing adalah
sebesar AS$3.814.748 atau setara dengan
Rp34.592.139 dan AS$2.877.118 atau setara
dengan Rp25.868.171.
The loan, which will mature on September 17, 2017,
is repayable in 24 quarterly installments, with the first
installment taking place after a 2-year grace period
from the loan agreement date. As of December 31,
2011 and 2010, the outstanding loan from the
investment loan facility amounted to US$3,814,748
or equivalent to Rp34,592,139 and US$2,877,118 or
equivalent to Rp25,868,171, respectively.
Berdasarkan perjanjian kredit tanggal 28 Oktober
2003
yang
diperbaharui
pada
tanggal
29 November 2005, Perusahaan memperoleh
fasilitas PTK-1 dari CIMB Niaga untuk jumlah
maksimum
sebesar
AS$10.000.000.
Hasil
penerimaan dari pinjaman ini digunakan untuk
membiayai pembayaran pinjaman bank jangka
pendek. Pinjaman tersebut terhutang dalam 20 kali
angsuran kwartalan mulai tanggal 31 Maret 2007
sampai dengan tanggal 30 Desember 2011. Saldo
pinjaman pokok dari fasilitas PTK-1 pada tanggal
31 Desember 2010 AS$3.500.000 atau setara
dengan Rp31.468.500.
Based on a loan agreement dated October 28, 2003
which was amended on November 29, 2005, the
Company obtained PTK-1 facility from CIMB Niaga
for a maximum amount of US$10,000,000. The
proceeds from this facility were used to finance the
repayment of short-term bank borrowings. The loan
was paid in 20 quarterly installments starting on
March 31, 2007 until December 30, 2011. As of
December 31, 2010, the outstanding loan from the
PTK-1 facility amounted to US$3,500,000 or
equivalent to Rp31,468,500.
Pinjaman ini dijamin, atas dasar pari passu, dengan
aset yang sama yang dijaminkan atas pinjaman yang
diperoleh
dari
Mega.
Perusahaan
juga
menggadaikan
deposito
berjangka
sebesar
AS$2.000.000 pada tanggal 31 Desember 2010
(Catatan 5) dengan tujuan memperoleh tingkat suku
bunga efektif yang lebih kompetitif atas pinjaman dari
CIMB Niaga tersebut.
The loans are secured, on a pari passu basis, by the
same assets pledged as collateral for loans obtained
from Mega. The Company also pledged time
deposits amounting to US$2,000,000 as of
December 31, 2010 (Note 5) to obtain competitive
effective interest rates on CIMB Niaga’s borrowings.
Pinjaman dari CIMB Niaga dikenakan bunga dengan
tingkat bunga tahunan berkisar antara 4,67% sampai
dengan 7,50% pada tahun 2011 dan berkisar antara
4,47% sampai dengan 7,50% pada tahun 2010.
The loans from CIMB Niaga bore interest at annual
rates ranging from 4.67% to 7.50% in 2011 and from
4.47% to 7.50% in 2010.
63
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
18. LONG-TERM BORROWINGS (continued)
d.
d.
PT Bank CIMB Niaga Tbk - Unit Usaha Syariah
(“CIMB Niaga Syariah”)
Berdasarkan
perjanjian
penyediaan
fasilitas
pembiayaan
tanggal
29
September
2010,
Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan
murabahah dari CIMB Niaga Syariah dengan jumlah
maksimum
sebesar
Rp15.000.000.
Fasilitas
pembiayaan ini digunakan untuk membiayai
pembayaran dalam rangka pembelian mesin-mesin,
khususnya mesin coating film dan peralatan lainnya.
Pembiayaan tersebut harus dibayar kembali melalui
60 kali angsuran bulanan, dengan pembayaran
pertama dapat dilakukan setelah masa tenggang
maksimal selama 1 tahun sejak penandatanganan
perjanjian
penyediaan
fasilitas
pembiayaan.
Pembiayaan ini dijamin dengan fidusia atas barang
sekurang-kurangnya senilai dengan harga mesin
dan/atau peralatan yang dibiayai oleh CIMB Niaga
Syariah. Saldo pembiayaan pokok dari pembiayaan
murabahah pada tanggal 31 Desember 2011 dan
2010 masing-masing sebesar Rp11.301.114 dan
Rp3.073.770. Fasilitas pembiayaan ini dikenakan
margin keuntungan tertentu
yang disepakati
bersama oleh Perusahaan dan CIMB Niaga Syariah,
yang besarnya setara dengan sekitar 11,5% per
tahun pada tahun 2011 dan 2010.
e.
PT Bank CIMB Niaga Tbk - Sharia Business Unit
(“CIMB Niaga Syariah”)
Based
on
a
financing
agreement
dated
September 29, 2010, the Company obtained
murabahah financing facility from CIMB Niaga
Syariah for a maximum amount of Rp15,000,000.
The proceeds of the loan from this financing facility
were used to finance payments of purchase of
machineries, mainly coating film machine and other
equipment. This financing facility is repayable in 60
monthly installments, with the first installment taking
place after a 1-year grace period from the financing
agreement signing date. This financing facility is
secured by a fiduciary transfer of ownership of the
Company’s machineries and/or equipment financed
under this financing facility. As of December 31,
2011 and 2010, the outstanding loan from the
murabahah financing amounted to Rp11,301,114
and Rp3,073,770, respectively. This financing facility
is subject to certain profit margin sharing between
the Company and CIMB Niaga Syariah, which is
equivalent to approximately 11.5% per annum in
2011 and 2010.
e.
PT BCA Finance
PT BCA Finance
Pada
bulan
September
2011,
Perusahaan
memperoleh fasilitas kredit dari PT BCA Finance
sebesar Rp1.532.000 dengan bunga tahunan
sebesar 9,68% per tahun. Perolehan pinjaman ini
digunakan untuk membiayai pembelian kendaraan.
Pinjaman ini dibayar dengan cicilan bulanan dengan
pembayaran cicilan terakhir pada tanggal 14 Agustus
2015. Pinjaman tersebut dijamin dengan kendaraan
yang dimiliki melalui pinjaman tersebut (Catatan12).
Pada tanggal 31 Desember 2011, saldo terhutang
dari fasilitas kredit ini adalah sebesar Rp1.425.669.
In September 2011, the Company obtained a credit
facility from PT BCA Finance amounting to
Rp1,532,000 with annuity interest of 9.68% per
annum. The proceeds of the loan were used to
finance the acquisition of vehicles. The loan is
payable in monthly installments, with the last
payment being due on August 14, 2015. The loan is
collateralized by the vehicles acquired from the
proceeds of the loan (Note12). As of December 31,
2011, the outstanding loan from this credit facility
amounted to Rp1,425,669.
Pada bulan Oktober 2011, Perusahaan memperoleh
fasilitas kredit dari PT BCA Finance sebesar
Rp1.900.000 dengan bunga anuitas sebesar 9,68%
per tahun. Perolehan pinjaman ini digunakan untuk
membiayai pembelian kendaraan. Pinjaman ini
dibayar dengan cicilan bulanan dengan pembayaran
cicilan terakhir pada tanggal 6 September 2015.
Pinjaman tersebut dijamin dengan kendaraan yang
dimiliki melalui pinjaman tersebut (Catatan 12). Pada
tanggal 31 Desember 2011, saldo terhutang dari
fasilitas kredit ini adalah sebesar Rp1.801.494.
In October 2011, the Company obtained a credit
facility from PT BCA Finance amounting to
Rp1,900,000 with annuity interest of 9.68% per
annum. The proceeds of the loan were used to
finance the acquisition of a vehicle. The loan is
payable in monthly installments, with the last
payment being due on September 6, 2015. The loan
is collateralized by the vehicle acquired from the
proceeds of the loan (Note12). As of December 31,
2011, the outstanding loan from this credit facility
amounted to Rp1,801,494.
64
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
18. LONG-TERM BORROWINGS (continued)
18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)
Sesuai dengan persyaratan dalam perjanjian
pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi
beberapa batasan tertentu antara lain, mendapatkan
persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak
kreditur, antara lain dalam hal merger, akuisisi,
konsolidasi, pelepasan aset tetap utama, penjaminan
utang pihak lain, penjaminan aset saat ini dan masa
datang kepada pihak lain, perubahan struktur
kepemilikan, perubahan aktivitas usaha, pembayaran
pinjaman pemegang saham dan deklarasi dan
pembayaran dividen kas. Perusahaan juga
diwajibkan untuk memelihara rasio-rasio keuangan
tertentu.
Under the terms and conditions of the covering loan
agreements, the Company is required to comply with
certain restrictive covenants, such as obtaining prior
written approval from the creditors with respect to,
among others, mergers, acquisitions consolidation,
disposal of their major fixed assets, granting of
guarantees or indemnities, pledging of their present
and future assets, changes in the ownership
structure, changes in the scope of business activities,
payments of loans from shareholders, and
declaration and payment of cash dividend. The
Company is also required to maintain certain financial
ratios.
19. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY
19. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA
Perusahaan memberikan imbalan kerja kepada
karyawan yang telah mencapai usia pensiun normal
55 tahun berdasarkan UU No. 13/2003. Imbalan
tersebut tidak didanai.
The Company provides benefits for its employees
who reach the retirement age of 55 years based on
the provisions of LL No. 13/2003. The benefits are
unfunded.
Unsur biaya imbalan kerja neto yang diakui dalam
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
dan 2010 dan jumlah kewajiban imbalan kerja yang
diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasi
pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 seperti
ditentukan oleh PT Bumi Dharma Aktuaria, aktuaria
independen, dalam laporannya masing-masing pada
tanggal 20 Januari 2012 dan 8 Februari 2011, adalah
sebagai berikut:
The components of net employee benefits expense
recognized in the consolidated statements of
comprehensive income for the years ended
December 31, 2011 and 2010 and the amounts
recognized in the consolidated statements of financial
position as of December 31, 2011 and 2010 for the
employee benefits liability as determined by PT Bumi
Dharma Aktuaria, an independent actuary, in its
reports dated January 20, 2012 and February 8,
2011, respectively, are as follows:
a.
a. Beban imbalan kerja neto
2011
Biaya jasa kini
Biaya bunga
Laba aktuaria yang diakui
Amortisasi biaya jasa lalu yang belum
menjadi hak
Pengakuan segera
biaya jasa lalu - vested
Beban yang diakui dalam
laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian
Net employee benefits expense
2010
1.861.603
1.398.178
(753.820)
1.046.550
1.367.120
(285.629)
436.443
447.804
144.704
1.087.195
Current service cost
Interest cost
Recognized actuarial gains
Amortization of unvested past
service cost
Immediate recognition of
past service cost - vested
3.663.040
Expense recognized in the
consolidated statements of
comprehensive income
3.087.108
65
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
19. KEWAJIBAN IMBALAN KERJA (lanjutan)
19. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued)
b. Kewajiban imbalan kerja
b.
2011
Nilai kini kewajiban imbalan kerja
karyawan
Biaya jasa lalu yang belum diakui belum menjadi hak
Laba aktuaria belum diakui
Liabilitas yang diakui pada
laporan posisi keuangan
konsolidasian
Employee benefits liability
2010
23.838.662
16.586.772
(5.122.517)
152.739
(5.703.664)
7.076.386
Present value of employee benefits
liability
Unrecognized past service cost unvested
Unrecognized actuarial gains
17.959.494
Liability recognized in
the consolidated statements of
financial position
18.868.884
Perubahan kewajiban imbalan kerja untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan
2010 adalah sebagai berikut:
Movements in the employee benefits liability for the
years ended December 31, 2011 and 2010 are as
follows:
2011
2010
Saldo pada awal tahun
Beban imbalan kerja - neto
Pembayaran selama tahun berjalan
17.959.494
3.087.108
(2.177.718)
16.696.102
3.663.040
(2.399.648)
Saldo pada akhir tahun
18.868.884
17.959.494
Asumsi-asumsi
utama
yang
dipakai
dalam
menentukan kewajiban imbalan kerja pada tanggal
31 Desember 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:
Balance at beginning of year
Net employee benefits expense
Benefits paid during the year
Balance at end of year
The principal assumptions used in determining
employee benefits liability as of December 31, 2011
and 2010 are as follows:
Tingkat diskonto
7% (2010: 9,5%) per tahun/per annum
Discount rate
Tingkat kenaikan gaji
8% per tahun/per annum
Salary increment rate
Tabel mortalitas
CSO-1980
Mortality table
Usia pensiun (semua karyawan dianggap
Retirement age (all employees are
akan pensiun pada usia pensiun)
55 tahun/years
assumed to retire at their retirement age)
20. NON-CONTROLING INTERESTS
20. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Akun ini merupakan ekuitas kepentingan nonpengendali atas liabilitas neto IR-HK sebesar
Rp5.199 pada tanggal 31 Desember 2011.
This account represents the equity of non-controlling
interests in the net liabilities of IR-HK, amounting to
Rp5,199 as of December 31, 2011.
Bagian kepentingan non-pengendali atas rugi
komprehensif neto IR-HK untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp5.199.
The share of the non-controlling interests in the net
comprehensive loss of IR-HK for the year ended
December 31, 2011 amounted to Rp5,199.
Bagian kepentingan non-pengendali atas pendapatan
komprehensif neto STENTA untuk periode sejak
tanggal 1 Januari sampai dengan 11 April 2010
sebesar Rp953.253.
The share of the non-controlling interests in the net
comprehensive income of STENTA for the period
January 1 to April 11, 2010 amounted to Rp953,253.
66
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
21. SHARE CAPITAL
21. MODAL SAHAM
Berdasarkan akta notaris No. 20 tanggal
10 November 2003 dari Fathiah Helmi, S.H., modal
dasar Perusahaan adalah sebesar Rp1.000.000.000
yang terbagi atas 2.000.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp500 (angka penuh) per saham.
Based on notarial deed No. 20 dated November 10,
2003 of Fathiah Helmi, S.H., the Company’s
authorized capital is Rp1,000,000,000 divided into
2,000,000,000 shares with par value of Rp500 (full
amount) per share.
Susunan pemegang saham Perusahaan pada
tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 sesuai dengan
pencatatan PT Raya Saham Registra, biro
administrasi efek, adalah sebagai berikut:
Based on the records maintained by the shares
registrar, PT Raya Saham Registra, the composition
of the Company’s shareholders as of December 31,
2011 and 2010 is as follows:
Pemegang saham
Modal ditempatkan
dan disetor penuh/
Issued and fully
Jumlah saham/ % kepemilikan/
paid share capital
Number of shares % of ownership
(Rupiah)
Shareholders
Asia Investment Limited
Shenton Finance Corporation
PT Nawa Panduta
Heca Holding Limited
International Capital Limited
PT Gitanirwana Mandrasakti
Irawan Basuki
Lain-lain (masing-masing dengan
kepemilikan kurang dari 5%)
117.747.275
115.835.001
92.133.534
73.032.133
40.135.006
28.693.660
3.256.178
19,22
18,92
15,05
11,93
6,56
4,69
0,53
58.873.638
57.917.501
46.066.767
36.516.067
20.067.503
14.346.830
1.628.089
141.415.213
23,10
70.707.605
Asia Investment Limited
Shenton Finance Corporation
PT Nawa Panduta
Heca Holding Limited
International Capital Limited
PT Gitanirwana Mandrasakti
Irawan Basuki
Others (each with ownership
of less than 5%)
Sub-total
Modal saham diperoleh kembali
612.248.000
67.752.000
100,00
306.124.000
33.876.000
Sub-total
Treasury stock
Total
680.000.000
340.000.000
Total
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) tanggal 19 Februari
2010, pemegang saham menyetujui rencana
Perusahaan untuk melakukan pembelian kembali
(“buyback”)
sahamnya.
Program
buyback
dilaksanakan selama periode yang tidak melebihi 18
bulan ke depan sejak tanggal pelaksanaan RUPSLB.
Melalui program ini, Perusahaan dapat melakukan
buyback maksimum sampai dengan 10% dari modal
ditempatkan dan disetor penuh. Perusahaan
mengalokasikan dana dengan jumlah maksimum
Rp80.000.000 yang berasal dari saldo laba untuk
mendukung program buyback tersebut.
Pursuant to the resolution of the Extraordinary
General Meeting of Shareholders (“EGMS”) dated
February 19, 2010, the shareholders approved the
Company’s plan to buy back its shares. The shares
buy-back program will be exercised within an 18month period from the EGMS date. Under the
program, the Company can repurchase up to 10% of
its total issued and fully paid share capital. The
Company allocated funds at the maximum of
Rp80,000,000 taken from its retained earnings to
support the shares buy-back program.
67
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
21. SHARE CAPITAL (continued)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
Program buyback sudah diselesaikan pada tanggal
19 Agustus 2011 dimana jumlah saham yang telah
dibeli kembali adalah sebanyak 67.752.000 saham,
setara dengan 9,96% dari modal saham ditempatkan
dan disetor penuh, dengan jumlah pembelian
sebesar Rp79.566.944. Seluruh saham yang dibeli
kembali tersebut dicatat dan disajikan sebagai
“Modal Saham Diperoleh Kembali” pada bagian
ekuitas
dalam
laporan
posisi
keuangan
konsolidasian.
The buy-back program has been finalized on August
19, 2011, where the Company has repurchased
67,752,000 shares, equivalent to 9.96% of total
issued and paid-up capital, with total purchase price
of Rp79,566,944. The said repurchased shares are
accounted for and presented as “Treasury Stock”
under the Equity section of the consolidated
statements of financial position.
Untuk mendukung pelaksanaan buyback tersebut,
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Indo
Premier Securities (“IPS”), dimana Perusahaan
menunjuk IPS sebagai penasihat dan broker tunggal
untuk melaksanakan rencana buyback sahamnya.
Sebagai kompensasi, Perusahaan setuju untuk
membayar jasa processing sebesar Rp400.000 dan
jasa transaksi sebesar 0,20% dari nilai transaksi
buyback tersebut. Selama tahun 2010, Perusahaan
telah menyediakan dana pada IPS dengan jumlah
keseluruhan sebesar Rp80.000.000 untuk digunakan
dalam pelaksanaan program buyback tersebut. Atas
dana yang ditempatkan tersebut dan selanjutnya
telah digunakan untuk buyback, terdapat sisa dana
Perusahaan yang belum dikembalikan oleh IPS
sebesar Rp659.159 yang disajikan sebagai bagian
dari “Uang Muka” dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2011.
In order to support its buy-back program, the
Company entered into an agreement with PT Indo
Premier Securities (“IPS”), whereby the Company
appointed IPS as the advisor and sole broker to
manage the execution of the planned shares buyback. The Company agreed to compensate IPS a
processing fee of Rp400,000 and a transaction fee
computed at 0.20% of the transaction value of the
shares buy-back. During 2010, the Company had
provided funds to IPS totaling Rp80,000,000 for use
in the shares buy-back program. From the total funds
provided to be used to buy back shares, there are
remaining unused funds not yet returned to the
Company by IPS amounting to Rp659,159, which is
presented as part of “Advance Payments” in the
consolidated statement of financial position as of
December 31, 2011.
22. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Saldo akun ini pada tanggal-tanggal 31 Desember
2011 dan 2010 merupakan agio saham yang berasal
dari selisih antara hasil penerimaan dari penawaran
umum perdana dan penawaran umum terbatas
saham kepada masyarakat dengan nilai nominalnya
(Rp1.000 - angka penuh, per saham) dan konversi
liabilitas menjadi saham (nilai nominal Rp500 - angka
penuh, per saham), setelah dikurangi biaya emisi
saham.
The balance of this account as of December 31, 2011
and 2010 represents the premium on share capital
resulting from the difference between the proceeds
from the initial public offering and the limited offering
of shares to the public and the par value of the
shares issued (Rp1,000 - full amount, per share) and
conversion of debts into shares (at par value of
Rp500 - full amount, per share) less share issuance
costs.
68
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
22. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL (continued)
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR (lanjutan)
Rincian dari akun ini adalah sebagai berikut:
The details are as follows:
Penawaran umum perdana 16.000.000 saham
pada harga Rp3.800 (angka penuh) per saham
Penawaran umum terbatas 12.000.000 saham
pada harga Rp4.400 (angka penuh) per saham
Pembagian saham bonus
Biaya emisi saham
Konversi liabilitas menjadi 328.000.000 saham
pada harga Rp1.425 (angka penuh) per saham
303.400.000
Initial public issuance of 16,000,000 shares
at Rp3,800 (full amount) per share
Limited offering of 12,000,000 shares at
Rp4,400 (full amount) per share
Issuance of bonus share
Share issuance costs
Conversion of debts to 328,000,000 shares
at Rp1,425 (full amount) per share
Neto
303.829.224
Net
23. SELISIH
KURS
KARENA
LAPORAN KEUANGAN
44.800.000
40.800.000
(84.000.000)
(1.170.776)
23. EXCHANGE
RATE
DIFFERENCES
FINANCIAL STATEMENT TRANSLATION
PENJABARAN
2011
FROM
2010
Saldo pada awal tahun
Ditambah (dikurangi):
Peningkatan (penurunan) neto selisih
kurs atas penjabaran investasi pada
entitas asosiasi dan laporan
keuangan Entitas Anak setelah bagian kepentingan
non-pengendali
sebesar Rp350 pada tahun 2011
dan Rp757.600 pada tahun 2010
Penyesuaian akibat penurunan
penyertaan saham
pada STENTA - neto
19.994.119
Saldo pada akhir tahun
18.355.185
(1.638.934)
-
31.772.990
4.813.704
(16.592.575)
19.994.119
Balance at beginning of year
Add (deduct):
Net increase (decrease) in exchange
rate differences due to translation of
investments in associated
company’s and Subsidiary’s
financial statements - net of
non-controlling interests’ share
of Rp350 in 2011 and
Rp757,600 in 2010
Adjustment due to
decrease in investment
in shares of STENTA - net
Balance at end of year
24. NET SALES
24. PENJUALAN NETO
2011
2010
Penjualan domestik
Pihak ketiga
Pihak-pihak berelasi (Catatan 31c)
1.007.798.196
528.013
741.406.801
2.258.671
Domestic sales
Third parties
Related parties (Note 31c)
Penjualan ekspor
1.008.326.209
497.233.278
743.665.472
355.720.810
Export sales
Total
1.505.559.487
1.099.386.282
Total
Tidak terdapat penjualan kepada satu pelanggan
yang melebihi 10% dari jumlah penjualan konsolidasi
untuk
tahun
yang
berakhir
pada
tanggal
31 Desember 2011 dan 2010.
There were no sales to any single customer of more
than 10% of the total consolidated sales for each of
the years ended December 31, 2011 and 2010.
69
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
25. COST OF GOODS SOLD
25. BEBAN POKOK PENJUALAN
2011
Pemakaian bahan baku
Upah langsung
Beban produksi
Persediaan barang dalam proses:
Pada awal tahun
Pada akhir tahun
Beban pokok produksi
Persediaan barang jadi:
Pada awal tahun
Transfer dan lain-lain
Pada akhir tahun
Beban pokok penjualan
2010
1.055.625.189
32.801.082
252.330.145
678.896.006
32.442.896
188.887.729
1.340.756.416
900.226.631
7.093.410
(9.055.457)
1.338.794.369
903.500.420
33.321.083
(18.021.246)
(27.718.521)
(44.378.946)
(12.418.684)
Tidak terdapat pembelian dari satu pemasok yang
melebihi 10% dari jumlah penjualan konsolidasi untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
dan 2010.
Work-in-process inventory:
At beginning of year
At end of year
10.367.199
(7.093.410)
25.953.025
(18.674.396)
(51.657.575)
1.294.415.423
Raw materials used
Direct labor
Production expenses
Cost of goods manufactured
Finished goods inventory:
At beginning of year
Transfers and others
At end of year
891.081.736
Cost of goods sold
There were no purchases from any single supplier of
more than 10% of the total consolidated purchases
for each of the years ended December 31, 2011 and
2010.
26. SELLING EXPENSES
26. BEBAN PENJUALAN
2011
2010
Ongkos angkut
Gaji dan kesejahteraan karyawan
Komisi dan asuransi
Transportasi dan perjalanan dinas
Jamuan dan representasi
Beban klaim
Sewa, listrik dan air
Pos, telepon dan teleks
Lain-lain
19.986.340
12.771.713
5.937.595
5.261.306
2.440.932
1.059.792
851.047
664.695
1.561.058
20.207.796
11.521.251
5.524.938
4.825.889
2.255.641
1.657.886
674.088
709.837
1.227.895
Freight charges
Salaries and employee benefits
Commissions and insurance
Travel and transportation
Representation and entertainment
Claim expenses
Rent, electricity and water
Post, telephone and telex
Others
Total
50.534.478
48.605.221
Total
70
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
27. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2011
2010
Gaji dan kesejahteraan karyawan
Beban bank
Jasa profesional dan legal
Penyusutan dan amortisasi (Catatan 12)
Transportasi dan perjalanan dinas
Jamuan dan representasi
Sewa, listrik dan air
Pos, telepon dan teleks
Asuransi
Amortisasi biaya ditangguhkan
(Catatan 14)
Lain-lain
42.621.901
5.736.363
2.705.557
2.639.857
1.669.500
1.630.550
1.135.314
596.809
116.684
Total
60.317.997
1.465.462
42.537.380
Salaries and employee benefits
3.209.480
Bank charges
2.584.421
Legal and professional fees
2.590.864 Depreciation and amortization (Note 12)
1.246.262
Travel and transportation
6.317.457
Representation and entertainment
1.440.706
Rent, electricity and water
520.323
Post, telephone and telex
164.387
Insurance
Amortization of deferred charges
1.256.341
(Note 14)
1.504.704
Others
63.372.325
Total
28. EARNINGS PER SHARE
28. LABA PER SAHAM
Jumlah laba tahun berjalan yang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk digunakan dalam
menghitung laba per saham dasar untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
masing-masing
adalah
Rp52.857.478
dan
Rp62.233.042. Rata-rata tertimbang saham beredar
(setelah memperhitungkan saham yang dibeli
kembali selama tahun 2010) yang digunakan sebagai
denominator untuk menghitung laba per saham untuk
tahun
yang
berakhir
pada
tanggal
31 Desember 2011 dan 2010 masing-masing adalah
612.248.000 dan 632.539.366 saham (Catatan 21).
The amounts of profit for the year attributable to the
owners of the parent entity which are used in
calculating the basic earnings per share for the years
ended December 31, 2011 and 2010 are
Rp52,857,478 and Rp62,233,042, respectively. The
weighted average number of outstanding shares
(after considering repurchase of shares during 2010)
used as the denominator in computing the earnings
per share for the years ended December 31, 2011
and 2010 is 612,248,000 and 632,539,366 shares,
respectively (Note 21).
29. APPROPRIATION OF RETAINED EARNINGS
29. PEMBENTUKAN SALDO LABA YANG TELAH
DITENTUKAN PENGGUNAANNYA
Dalam rangka memenuhi Undang-undang Perseroan
Terbatas No. 40 Tahun 2007, yang mengharuskan
perusahaan-perusahaan
secara
bertahap
mencadangkan sekurang-kurangnya 20% dari modal
yang ditempatkan sebagai cadangan dana umum,
para pemegang saham menyetujui pencadangan
sebagian dari saldo laba Perusahaan sebagai
cadangan dana umum sebesar Rp2.500.000 pada
tahun 2011 dan 2010 yang masing-masing
diputuskan dalam Rapat Umum Tahunan Pemegang
Saham (“RUPS”) tanggal 9 Juni 2011 dan tanggal
10 Juni 2010.
In compliance with Corporation Law No. 40 Year
2007, which requires companies to set aside, on a
gradual basis, an amount equivalent to at least 20%
of their subscribed capital as general reserve, the
shareholders approved the partial appropriation of
the Company’s retained earnings as general reserve
amounting to Rp2,500,000 each year in 2011 and
2010, which was declared during the Annual General
Meetings of Shareholders (“AGMS”) held on June 9,
2011 and June 10, 2010, respectively.
30. DIVIDEND
30. DIVIDEN
Berdasarkan keputusan RUPS tanggal 9 Juni 2011
dan 10 Juni 2010, Perusahaan telah memutuskan
untuk tidak membagikan dividen dari laba neto tahun
2010 dan 2009.
Pursuant to resolutions in the AGMS dated June 9,
2011 and June 10, 2010, there was no dividend
declared or distributed in respect to the 2010 and
2009 net income.
71
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
31. BALANCES
AND
RELATED PARTIES
31. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK
BERELASI
Saldo dan transaksi signifikan dengan pihak-pihak
berelasi adalah sebagai berikut:
Persentase terhadap total aset
konsolidasi
WITH
Significant balances and transactions with related
parties were as follows:
a. Trade receivables
a. Piutang usaha
PT Megah Jaya Tape Lestari
TRANSACTIONS
2011
2010
295.507
419.934
PT Megah Jaya Tape Lestari
0,02%
0,03%
Percentage to total consolidated
assets
b. Trade payables
b. Utang usaha
2011
2010
PT Megah Jaya Tape Lestari
STENTA
278.459
-
364.175
108.750
Total
278.459
472.925
Total
0,08%
Percentage to total consolidated
liabilities
Persentase terhadap total
liabilitas konsolidasi
0,04%
PT Megah Jaya Tape Lestari
STENTA
c. Net sales
c. Penjualan neto
2011
2010
PT Megah Jaya Tape Lestari
STENTA
528.013
-
1.318.514
940.157
PT Megah Jaya Tape Lestari
STENTA
Total
528.013
2.258.671
Total
0,04%
0,21%
Percentage to total consolidated
net sales
Persentase terhadap total
penjualan neto konsolidasi
d. Salaries and benefits for key management
d. Gaji dan kesejahteraan manajemen kunci
2011
Dewan Komisaris dan
Direksi
Imbalan kerja jangka pendek
Persentase terhadap total
beban umum dan administrasi
konsolidasi
2010
19.709.250
32,68%
72
19.227.750
Board of Commissioners and
Board of Directors
Short-term employee benefits
30,34%
Percentage to total consolidated
general and administration
expenses
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
31. BALANCES
AND
TRANSACTIONS
RELATED PARTIES (continued)
31. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK PIHAK BERELASI (lanjutan)
WITH
e. Purchase of inventories
e. Pembelian persediaan
2011
2010
STENTA
-
2.483.995
STENTA
Persentase terhadap total
penjualan neto konsolidasi
-
0,23%
Percentage to total consolidated
net sales
Transaksi-transaksi yang berkaitan dengan penjualan
kepada dan pembelian dari pihak-pihak berelasi
dilaksanakan dengan persyaratan dan kondisi yang
sama seperti yang dilakukan dengan pihak ketiga.
Transactions relating to sales to and purchases from
related parties were conducted under terms and
conditions similar to those granted to/received from
third parties.
Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan
pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
The
relationship
and
nature
of
account
balances/transactions with related parties are as
follows:
No.
Pihak-pihak Berelasi/
Related Parties
Hubungan/Relationship
Sifat Saldo Akun/Transaksi/
Nature of Account Balances/
Transactions
1.
PT Megah Jaya Tape
Lestari
Kesamaan pemegang saham/
Common shareholders
Piutang usaha, utang usaha dan
penjualan/ Trade receivables, trade
payables and sales.
2.
STENTA
Entitas asosiasi/
Associated company
Utang usaha, penjualan dan
pembelian
persediaan/
Trade
payables, sales and purchase of
inventories.
3.
Dewan Komisaris dan
Direksi/ Board of
Commisioners and Board
of Directors
Manajemen kunci/
Key management
Gaji dan kesejahteraan manajemen
kunci/ Salaries and benefits for key
management.
73
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
32. ASSETS
AND
CURRENCIES
32. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG
ASING
Saldo aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
adalah sebagai berikut:
Dana yang
dibatasi penggunaannya
Piutang usaha:
Pihak ketiga
Piutang lain-lain
Mata uang
asing/Foreign
currency
Setara dengan/
Equivalent in
rupiah
ASSETS
AS$/US$7.147.441
EUR35.773
HK$207.829
RM179
Lainnya/Others
64.812.996
419.933
242.579
510
8.542
AS$/US$6.218.482
EUR31.356
HK$30.572
RM12
Lainnya/Others
55.908.950
374.892
35.324
35
41.163
AS$/US$3.399.773
30.829.145
AS$/US$2.000.000
17.982.000
Cash and cash equivalents
Restricted funds
Trade receivables:
Third parties
AS$/US$20.955.321
EUR83.128
HK$3.487.086
Lainnya/Others
190.022.851
975.835
4.070.145
-
AS$/US$13.425.876
EUR74.201
Lainnya/Others
120.712.049
887.134
1.959.399
AS$/US$1.000
EUR500
9.068
5.869
AS$/US$5.770
-
51.876
-
Other receivables
197.952.822
Total assets
Total aset
291.397.473
LIABILITAS
LIABILITIES
Pinjaman bank jangka pendek AS$/US$16.693.600
151.377.571
AS$/US$10.056.700
90.419.797
Utang usaha:
Pihak-pihak berelasi
FOREIGN
2010
Setara dengan/
Equivalent in
rupiah
ASET
Kas dan setara kas
IN
Monetary assets and liabilities denominated in
foreign currencies as of December 31, 2011 and
2010 were as follows:
2011
Mata uang
asing/Foreign
currency
LIABILITIES
Short-term bank borrowings
Trade payables:
AS$/US$0
-
AS$/US$12.095
108.750
Related parties
Pihak ketiga
AS$/US$24.143.973
EUR217.662
Lainnya/Others
218.937.546
2.555.137
60.806
AS$/US$9.322.344
EUR108.844
Lainnya/Others
83.817.195
1.301.317
13.577
Third parties
Utang lain-lain
AS$/US$0
EUR500
5.869
AS$/US$9.739
EUR2.858
87.563
34.170
Other payables
AS$/US$268.210
HK$24.316
2.432.128
28.382
AS$/US$217.894
-
1.959.086
-
Accrued expenses
AS$/US$28.411.883
257.638.957
AS$/US$35.177.976
316.285.179
Long-term borrowings
Biaya masih harus dibayar
Pinjaman jangka panjang
Total liabilitas
LIABILITAS - NETO
633.036.396
494.026.634
(341.638.923)
(296.073.812)
Total liabilities
NET LIABILITIES
Penjabaran ke dalam rupiah dilakukan dengan
menggunakan kurs tengah Bank Indonesia yang
berlaku pada tanggal laporan konsolidasian posisi
keuangan (Catatan 2s).
Translation into rupiah is based on the middle rates
of exchange quoted by Bank Indonesia at the
consolidated statements of financial position dates
(Note 2s).
Jika liabilitas moneter neto Perusahaan dan Entitas
Anak pada tanggal 31 Desember 2011 dijabarkan ke
dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah
tanggal 26 Maret 2012, maka liabilitas moneter neto
akan naik sekitar Rp4.288.128.
If the Company’s and Subsidiaries’ net monetary
liabilities as of December 31, 2011 were translated to
rupiah using the middle exchange rates at
March 26, 2012, the net monetary liabilities will
increase by about Rp4,288,128.
74
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
33. FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS
33. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat yang
mendekati nilai wajar dari instrumen keuangan
Perusahaan dan IR-HK pada tanggal 31 Desember
2011 dan 2010:
The following table sets out the carrying values,
which approximate the fair values, of the Company’s
and IR-HK’s financial instruments as of December
31, 2011 and 2010:
2011
2010
Aset Keuangan Lancar
Kas dan setara kas
Dana yang dibatasi
penggunaannya
Investasi jangka pendek
Piutang usaha
Piutang lain-lain
96.625.992
68.906.085
Current Financial Assets
Cash and cash equivalents
30.829.145
99.817
255.516.869
356.550
17.982.000
165.930.215
128.405
Restricted funds
Short-term investment
Trade receivables
Other receivables
Total Aset Keuangan Lancar
383.428.373
252.946.705
Total Current Financial Assets
Aset Keuangan Tidak Lancar
Uang jaminan
3.016.190
2.992.001
Non-current Financial Assets
Guarantee deposits
386.444.563
255.938.706
Total Financial Assets
161.025.162
237.860.465
5.067.504
10.955.665
90.419.797
101.694.942
7.035.443
8.072.475
65.628.450
70.797.430
Current Financial Liabilities
Short-term bank borrowings
Trade payables
Other payables
Accrued expenses
Current maturities of long-term
borrowings
480.537.246
278.020.087
Total Current Financial Liabilities
Total Aset Keuangan
Liabilitas Keuangan Lancar
Pinjaman bank jangka pendek
Utang usaha
Utang lain-lain
Biaya masih harus dibayar
Pinjaman jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun
Total Liabilitas Keuangan Lancar
Liabilitas Keuangan Tidak Lancar
Pinjaman jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Non-current Financial Liabilities
236.737.548
271.497.698
Long-term borrowings net of current maturities
Total Liabilitas Keuangan
717.274.794
549.517.785
Total Financial Liabilities
Nilai wajar didefinisikan sebagai jumlah dimana
instrumen tersebut dapat dipertukarkan di dalam
transaksi terkini antara pihak yang berkeinginan dan
memiliki pengetahuan yang memadai melalui suatu
transaksi yang wajar, bukan dalam penjualan yang
dipaksakan atau penjualan likuidasi. Nilai wajar
didapatkan dari kuotasi harga pasar, model arus kas
diskonto dan model penentuan harga opsi yang
sewajarnya.
Fair value is defined as the amount at which the
instrument could be exchanged in a current
transaction between knowledgeable willing parties in
an arm's length transaction, other than in a forced or
liquidation sale. Fair values are obtained from quoted
market prices, discounted cash flow models and
option pricing models, as appropriate.
75
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
33. FAIR VALUE
(continued)
33. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN
(lanjutan)
OF
FINANCIAL
INSTRUMENTS
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian dicatat sebesar nilai
wajar, atau sebaliknya, disajikan dalam jumlah
tercatat apabila jumlah tersebut mendekati nilai
wajarnya atau nilai wajarnya tidak dapat diukur
secara handal. Metode-metode dan asumsi-asumsi
di bawah ini digunakan untuk mengestimasi nilai
wajar untuk masing-masing kelas instrumen
keuangan:
Financial instruments presented in the consolidated
statements of financial position are carried at their fair
values, otherwise, they are presented at carrying
values as either these are reasonable approximation
of fair values or their fair values cannot be reliably
measured. The following methods and assumptions
are used to estimate the fair value of each class of
financial instruments:
a. Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek
a. Short-term financial assets and liabilities
Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh
tempo dalam satu tahun atau kurang (kas dan
setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya,
piutang usaha, piutang lain-lain, pinjaman bank
jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain dan
biaya masih harus dibayar) mendekati nilai
tercatatnya karena bersifat jangka pendek.
Short-term financial instruments with remaining
maturities of one year or less (cash and cash
equivalents, restricted funds, trade receivables,
other receivables, short-term bank borrowings,
trade payables, other payables and accrued
expenses) approximate their carrying amounts due
to their short-term nature.
Investasi pada reksadana dicatat sebesar nilai
wajar mengacu pada harga kuotasi yang
dipublikasikan pada pasar aktif.
Investments in mutual funds are carried at fair
value using the quoted prices published in the
active market.
b. Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang
b. Long-term financial assets and liabilities
Instrumen keuangan jangka panjang terdiri uang
jaminan dan pinjaman jangka panjang. Uang
jaminan dicatat sebesar biaya historis karena nilai
wajarnya tidak dapat diukur secara handal. Tidak
praktis untuk mengestimasi nilai wajar dari uang
jaminan karena tidak ada jangka waktu
pembayaran
yang
pasti
walaupun
tidak
diharapkan untuk dikembalikan dalam jangka
waktu 12 bulan setelah tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian. Nilai wajar dari pinjaman
jangka panjang mendekati nilai tercatat karena
memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan
dengan pergerakan suku bunga pasar.
Long-term financial instruments consist of
guarantee deposits and long-term borrowings. The
guarantee deposits are carried at historical cost
because their fair value cannot be reliably
measured. It is not practical to estimate the fair
value of the guarantee deposits because there are
no fixed repayment terms although they are not
expected to be settled within 12 months after the
consolidated statement of financial position date.
The fair values of long-term borrowings
approximate their carrying values since the loans
have floating interest rates which are adjusted
based on the movements of market interest rates.
76
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES
34. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO
KEUANGAN
Risiko Manajemen
Risk Management
Instrumen keuangan utama Perusahaan dan IR-HK
terdiri dari kas dan setara kas dan pinjaman.
Perusahaan dan IR-HK mempunyai aset dan liabilitas
keuangan yang lainnya seperti piutang usaha dan
lain-lain dan utang usaha dan lain-lain, yang muncul
secara langsung dari kegiatan usahanya.
The Company’s and IR-HK’s principal financial
instruments consist of cash and cash equivalents and
borrowings. The Company and IR-HK have various
other financial assets and liabilities such as trade and
other receivables and trade and other payables,
which arise directly from their operations.
Tujuan utama dari instrumen keuangan utama
tersebut adalah untuk mengumpulkan dana untuk
kegiatan operasional Perusahaan dan IR-HK. Telah
menjadi kebijakan Perusahaan dan IR-HK untuk tidak
melakukan perdagangan atas instrumen keuangan
yang dimilikinya.
The main purpose of these financial instruments is to
raise funds for operations of the Company and IRHK. It is and has been the policy of the Company and
IR-HK that no trading in financial instruments shall be
undertaken.
Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan
dan IR-HK adalah risiko tingkat suku bunga, risiko
likuiditas, risiko kredit, risiko mata uang asing dan
risiko harga komoditas. Penelaahan direksi dan
kebijakan yang disetujui untuk mengelola masingmasing risiko ini dijelaskan secara detail sebagai
berikut:
The main risks arising from the Company’s and IRHK’s financial instruments are interest rate risk,
liquidity risk, credit risk, foreign currency risk and
commodity price risk. The Board of directors reviews
and approves policies for managing each of these
risks, which are described in more detail as follows:
a. Risiko tingkat suku bunga
a. Interest rate risk
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko bahwa
nilai wajar atau arus kas dimasa depan dari
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat dari
berubahnya suku bunga pasar. Perusahaan dan
IR-HK menghadapi risiko atas perubahan suku
bunga pasar sehubungan dengan pinjaman
Perusahaan dan IR-HK yang dikenakan tingkat
suku bunga mengambang.
Interest rate risk is the risk that the fair value or
future cash flows of a financial instrument will
fluctuate because of changes in market interest
rates. The Company’s and IR-HK’s exposure to the
risk of changes in market interest rates relates
primarily to their borrowings with floating interest
rates.
Perusahaan dan IR-HK melakukan evaluasi dan
pengawasan terhadap pergerakan suku bunga
pasar untuk meminimalisasi dampak negatif
terhadap Perusahaan dan IR-HK.
The Company and IR-HK monitor and evaluate the
movements of relevant interest rates in the
financial markets to minimize the negative effect to
the Company and IR-HK.
77
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
34. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO
KEUANGAN (lanjutan)
b. Risiko likuiditas
b. Liquidity risk
Perusahaan dan IR-HK mengelola profil
likuiditasnya untuk dapat mendanai pengeluaran
modalnya dan membayar pinjaman yang jatuh
tempo dengan menjaga kecukupan kas dan setara
kas dan ketersediaan pendanaan melalui jumlah
fasilitas kredit berkomitmen yang cukup.
The Company and IR-HK manage their liquidity
profile to be able to finance their capital
expenditure and service their maturing borrowings
by maintaining sufficient cash and cash equivalent,
and the availability of funding through an adequate
amount of committed credit facilities.
Perusahaan dan IR-HK mengevaluasi proyeksi
arus kas dan arus kas aktual secara regular dan
mencermati keadaaan pasar keuangan secara
terus-menerus dalam rangka mencari kesempatan
untuk mengejar inisiatif penggalangan dana
diantaranya dalam bentuk pinjaman baru yang
lebih kompetitif.
The Company and IR-HK regularly evaluate their
projected and actual cash flow information and
continuously assess conditions in the financial
markets for opportunities to pursue fund-raising
initiatives, which may include, among others, new
competitive borrowings.
Tabel di bawah ini merupakan jadwal jatuh tempo
liabilitas keuangan Perusahaan dan IR-HK
berdasarkan pembayaran kontraktual semula
yang tidak didiskontokan:
The table below summarizes the maturity profile of
the Company’s and IR-HK’s financial liabilities
based on original contractual undiscounted
amounts to be paid:
Kurang dari/
Below
1 tahun/year
1-2 tahun/years
2-3 tahun/years
Biaya perolehan
pinjaman/
Loan arrangement
cost
Lebih dari/
Over
5 tahun/years
3-5 tahun/years
Nilai tercatat
pada tanggal
31 Desember 2011/
Carrying value
as of
December 31, 2011
Pinjaman bank jangka pendek/Short-term
bank borrowings
161.025.162
-
-
-
-
-
161.025.162
Utang usaha/Trade payables
237.860.465
-
-
-
-
-
237.860.465
5.067.504
-
-
-
-
-
5.067.504
10.955.665
-
-
-
-
-
10.955.665
Utang lain-lain/Other payables
Beban masih harus dibayar/Accrued
expenses
Pinjaman jangka panjang/Long-term
borrowings
Total/Total
65.628.450
37.034.779
41.612.494
93.130.045
84.622.964
(19.662.734)
302.365.998
480.537.246
37.034.779
41.612.494
93.130.045
84.622.964
(19.662.734)
717.274.794
c. Risiko kredit
c. Credit risk
Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan dan
IR-HK berasal dari kredit yang diberikan kepada
pelanggan. Sebagai langkah mitigasi atas risiko
ini, terdapat kebijakan untuk memastikan
penjualan produk hanya dilakukan terutama
kepada pelanggan yang dapat dipercaya dan
terbukti mempunyai sejarah kredit yang baik. Hal
ini merupakan kebijakan Perusahaan dan IR-HK
dimana semua pelanggan yang akan melakukan
pembelian secara kredit harus melalui prosedur
verifikasi kredit.
The Company and IR-HK are exposed to credit
risk arising from the credit granted to their
customers. To mitigate this risk, they have policies
in place to ensure that sales of products are made
mainly to creditworthy customers with proven track
record or good credit history. It is the Company’s
and IR-HK's policy that all customers who wish to
trade on credit are subject to credit verification
procedures.
78
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
34. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO
KEUANGAN (lanjutan)
c. Risiko kredit (lanjutan)
c. Credit risk (continued)
Perusahaan dan IR-HK memiliki kebijakan untuk
memberikan
batasan
jumlah
kredit
dan
menetapkan termin pembayaran kepada setiap
pelanggan. Adapun untuk pelanggan baru,
Perusahaan
dan
IR-HK
pada
umumnya
mengharuskan mereka untuk memberikan uang
muka dan/atau membayar penuh sebelum
dilakukan pengiriman barang. Sebagai tambahan,
saldo piutang dipantau secara terus menerus
untuk mengurangi kemungkinan piutang yang
tidak tertagih.
The Company and IR-HK have policies that limit
the amount of credit exposure and determine the
credit term granted to each customer. In addition,
the Company and IR-HK have policies that require
new customers to make full payment and/or pay
sales advances prior to goods shipment.
Moreover, receivable balances are monitored on
an ongoing basis to reduce the exposure to bad
debts.
Ketika pelanggan tidak mampu melakukan
pembayaran dalam jangka waktu yang telah
diberikan,
Perusahaan
dan
IR-HK
akan
menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti
piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika
pelanggan tidak melunasi piutang yang telah jatuh
tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan,
Perusahaan dan IR-HK akan melakukan negosiasi
dengan
pelanggan,
diantaranya
melalui
perpanjangan jangka waktu agar pelanggan dapat
melunasi seluruh kewajibannya. Jika pelanggan
masih tidak dapat menyelesaikan kewajibannya
setelah perpanjangan jangka waktu tersebut,
Perusahaan dan IR-HK menindaklanjutinya
melalui jalur hukum. Cadangan khusus dapat
dibuat jika utang pelanggan tersebut dianggap
tidak tertagih, tergantung pada penilaian
Perusahaan.
When a customer fails to make payment within the
credit term granted, the Company and Subsidiaries
contact the customer to act on the overdue
receivables. If the customer does not settle the
overdue receivables within a reasonable time, the
Company and IR-HK make negotiation with the
customer through, among others, an extension of
the credit term to enable the customer to repay its
payable. If the customer still does not settle after
the extended period, the Company and IR-HK
proceed to commence legal proceedings.
Depending on the assessment of the Company
and IR-HK, specific provisions may be made if the
customer’s debt is deemed uncollectible.
Sehubungan dengan risiko kredit yang timbul dari
saldo pada bank, risiko tersebut dapat muncul
karena wanprestasi dari counterparty. Perusahaan
dan IR-HK memiliki kebijakan untuk hanya
menempatkan dananya pada bank dengan
reputasi yang baik.
With respect to credit risk from balances with
banks, credit risk exposure arises from default of
the counterparty. The Company and IR-HK have a
policy to place their funds only in banks with good
reputation.
Nilai maksimum eksposur dari instrumen
keuangan saat ini adalah sebesar nilai tercatatnya
sebagaimana diungkapkan pada Catatan 33.
The maximum exposure of the financial
instruments is equal to the carrying values as
disclosed in Note 33.
79
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
34. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO
KEUANGAN (lanjutan)
d. Risiko mata uang asing
d. Foreign currency risk
Mata uang pelaporan Perusahaan dan IR-HK
adalah
rupiah.
Perusahaan
dan
IR-HK
menghadapi risiko nilai tukar mata uang asing
karena pinjaman, penjualan ekspor dan biaya
beberapa pembelian dalam mata uang dolar
Amerika Serikat atau harga yang secara signifikan
dipengaruhi oleh tolak ukur perubahan harganya
dalam mata uang asing (terutama dolar Amerika
Serikat).
The Company’s and Subsidiaries’ reporting
currency is the rupiah. The Company and IR-HK
face foreign exchange risk as their borrowings,
export sales and the costs of certain purchases are
either denominated in U.S. dollars or whose price
is significantly influenced by their benchmark price
movements in foreign currencies (mainly U.S.
dollar).
Perusahaan dan IR-HK tidak mempunyai
kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju
pertukaran mata uang asing. Akan tetapi, terkait
dengan hal-hal yang telah didiskusikan pada
paragraf di atas, fluktuasi dalam nilai tukar rupiah
dan dolar Amerika Serikat menghasilkan lindung
nilai natural untuk laju nilai tukar Perusahaan dan
IR-HK.
The Company and IR-HK do not have any formal
hedging policy for foreign exchange exposure.
However, in relation to the matters discussed in
the preceding paragraph, the fluctuations in the
exchange rates between the rupiah and U.S. dollar
provide some degree of natural hedge for the
Company’s and Subsidiaries’ foreign exchange
exposure.
Aset dan liabilitas moneter Perusahaan dan IR-HK
dalam mata uang asing pada tanggal
31 Desember 2011 disajikan dalam Catatan 32.
Monetary assets and liabilities of the Company and
IR-HK denominated in foreign currencies as of
December 31, 2011 are presented in Note 32.
e. Risiko harga komoditas
e. Commodity price risk
Dampak risiko harga komoditas yang dihadapi
Perusahaan dan IR-HK terutama sehubungan
dengan pembelian bahan baku utama, yaitu bijih
plastik. Harga bahan baku tersebut secara
langsung dipengaruhi oleh fluktuasi harga
komoditas
serta
tingkat
permintaan
dan
penawaran di pasar.
The Company’s and Subsidiaries’ exposure to
commodity price risk relates primarily to the
purchase of major raw materials, such as plastic
ore. The prices of this raw material are directly
affected by commodity price fluctuations and the
level of demand and supply in the market.
Kebijakan Perusahaan dan IR-HK untuk
meminimalkan risiko yang berasal dari fluktuasi
harga komoditas adalah dengan menjaga tingkat
persediaan bijih plastik secara optimal untuk
meyakinkan
produksi
yang
berkelanjutan.
Perusahaan dan IR-HK juga mencermati
keadaaan pasar komoditas secara terus-menerus
dalam rangka mencari kesempatan untuk
mendapatkan harga pembelian yang paling
kompetitif bagi Perusahaan dan IR-HK.
The Company’s and Subsidiaries’ policy is to
minimize the risks arising from the fluctuations in
the commodity prices by maintaining the optimum
inventory level of plastic ore to ensure continuous
production. The Company and IR-HK continuously
assess conditions in the commodity markets for
opportunities to obtain the most competitive
purchase price for their benefits.
80
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended
December 31, 2011 and 2010
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
34. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
34. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO
KEUANGAN (lanjutan)
Pengelolaan Modal (lanjutan)
Capital Management (continued)
Pengelolaan Modal
Capital Management
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan dan
IR-HK adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio
modal yang sehat untuk mendukung usaha dan
memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
The primary objective of the Company’s and IR-HK’s
capital management is to ensure that they maintain
healthy capital ratios in order to support their
business and maximize shareholder value.
Selain itu, Perusahaan dipersyaratkan oleh Undangundang Perseroan Terbatas efektif tanggal
16 Agustus 2007 untuk mengkontribusikan sampai
dengan 20% dari modal saham ditempatkan dan
disetor penuh ke dalam dana cadangan yang tidak
boleh didistribusikan. Persyaratan eksternal tersebut
dipertimbangkan oleh Perusahaan pada Rapat
Umum Pemegang Saham (“RUPS”).
In addition, the Company is also required by the
Corporate Law effective August 16, 2007 to
contribute to and maintain a non-distributable reserve
fund until the said reserve reaches 20% of the issued
and fully paid share capital. This externally imposed
capital requirement is considered by the Company in
its Annual General Meetings of Shareholders
(“AGMS”).
Perusahaan dan IR-HK mengelola struktur
permodalan dan melakukan penyesuaian terhadap
perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan
menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dan
IR-HK dapat menyesuaikan pembayaran dividen
kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru
atau mengusahakan pendanaan melalui pinjaman.
Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun
proses pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010.
The Company and IR-HK manage their capital
structure and make adjustments to it, in light of
changes in economic conditions. To maintain or
adjust the capital structure, the Company and IR-HK
may adjust the dividend payment to shareholders,
issue new shares or raise debt financing. No
changes were made in the objectives, policies or
processes as of December 31, 2011 and 2010.
Kebijakan
Perusahaan
dan
IR-HK
adalah
mempertahankan struktur permodalan yang sehat
untuk mengamankan akses terhadap pendanaan
pada biaya yang wajar.
The Company and IR-HK’s policy is to maintain a
healthy capital structure in order to secure access to
financing at a reasonable cost.
35. SEGMENT INFORMATION
35. INFORMASI SEGMEN
Untuk kepentingan manajemen Perusahaan dan IRHK digolongkan menjadi unit usaha berdasarkan
produk dan jasa dan memiliki dua segmen operasi
yang dilaporkan: manufaktur dan distribusi.
For management purposes, the Company and IR-HK
are organized into business units based on their
products and services and have two reportable
operating segments: manufacturing and distribution.
81
The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
Years ended December 31, 2011, 2010 and 2009
(Expressed in thousands of rupiah, unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011, 2010 dan 2009
(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. SEGMENT INFORMATION (continued)
35. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
Manufaktur/
Manufacturing
2011
Distribusi/
Distribution
2010
2011
Eliminasi/Elimination
2010
2011
Konsolidasi/Consolidated
2010
2011
2010
PENJUALAN NETO
NET SALES
Eksternal
Antar segmen
1.425.966.011
74.986.958
1.034.112.064
67.036.953
79.593.476
-
65.274.218
-
(74.986.958)
(67.036.953)
1.505.559.487
-
1.099.386.282
-
External
Inter-segment
Total penjualan neto
1.500.952.969
1.101.149.017
79.593.476
65.274.218
(74.986.958)
(67.036.953)
1.505.559.487
1.099.386.282
Total net sales
HASIL
Laba (rugi) usaha
Bagian laba neto entitas asosiasi setelah dikurangi dengan amortisasi
goodwill
Pendapatan bunga
Beban bunga
Beban pajak penghasilan - neto
RESULTS
98.528.308
8.826.169
1.631.575
(32.296.987)
(23.831.587)
95.626.303
8.614.424
2.072.334
(16.041.501)
(27.386.341)
(242.639)
(366.307)
190
-
194
-
-
237.600
-
-
(90.411)
-
Laba tahun berjalan
98.285.669
95.259.996
9.063.769
1.631.765
(32.296.987)
(23.831.587)
8.524.013
2.072.528
(16.041.501)
(27.386.341)
52.852.629
62.428.695
INFORMASI LAINNYA
Aset segmen
Operating profit (loss)
Equity in net earnings of an
associated company - net of
goodwill amortization
Interest income
Interest expense
Income tax expense - net
Profit for the year
OTHER INFORMATION
1.523.603.157
1.297.817.262
4.608.798
4.933.116
(4.462.424)
(4.851.996)
1.523.749.531
1.297.898.382
Segment assets
783.433.392
608.866.041
5.736.971
5.801.343
(5.585.398)
(5.720.223)
783.584.965
608.947.161
Segment liabilities
Pengeluaran modal
91.138.223
336.895.327
119.711
7.419
-
-
91.257.934
336.902.746
Penyusutan dan amortisasi aset tetap
46.023.941
39.026.475
29.095
6.710
-
-
46.053.036
39.033.185
Capital expenditures
Depreciation and amortization
of fixed assets
Liabilitas segmen
82
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended December 31, 2011, 2010 and 2009
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011, 2010 dan 2009
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
35. SEGMENT INFORMATION (continued)
35. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
Penjualan berdasarkan pasar
Sales by market
Informasi berikut menunjukkan distribusi dari
penjualan konsolidasi Perusahaan dan IR-HK
berdasarkan pasar geografis:
The following information shows the distribution of
consolidated sales of the Company and IR-HK by
geographical market:
2011
Indonesia
Asia dan Jepang
Afrika
Eropa
Amerika
Timur Tengah
Australia dan Selandia Baru
Total
2010
928.732.739
368.436.850
69.273.888
37.434.257
37.437.196
35.416.373
28.828.184
594.904.671
344.361.857
59.858.272
32.254.208
31.212.769
22.886.773
13.907.732
Indonesia
Asia and Japan
Africa
Europe
America
Middle East
Australia and New Zealand
1.505.559.487
1.099.386.282
Total
Aset berdasarkan wilayah geografis
Assets by geographical area
Informasi berikut menunjukkan nilai tercatat aset
segmen berdasarkan wilayah geografis aset tersebut
berada:
The following information shows the carrying amount
of segment assets by geographical area in which the
assets are located:
Nilai tercatat aset segmen/
Carrying amount of segment assets
____________________________________________________________________________________________________
2011
2010
Indonesia
Hong Kong
1.519.140.733
4.608.798
1.292.965.266
4.933.116
Indonesia
Hong Kong
Total
1.523.749.531
1.297.898.382
Total
83
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended December 31, 2011, 2010 and 2009
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011, 2010 dan 2009
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
36. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING
36. SIGNIFICANT
COMMITMENTS
a.
a.
PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”)
AGREEMENTS
AND
PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”)
Berdasarkan
perjanjian
kredit
tanggal
28 Oktober 2003 yang telah mengalami perubahan
pada tanggal 15 Desember 2010, Perusahaan
memperoleh fasilitas kredit dari CIMB Niaga sebagai
berikut:
• Fasilitas L/C Impor dan/atau SKBDN 1 (“L/C-1”)
dengan jumlah maksimum sebesar AS$8.000.000
atau jumlah yang setara dalam mata uang
lainnya.
• Fasilitas L/C Impor dan/atau SKBDN 2 (“L/C-2”)
dengan jumlah maksimum sebesar AS$7.500.000
atau jumlah yang setara dalam mata uang
lainnya.
• Fasilitas L/C Impor dan/atau SKBDN 3 (“L/C-3”)
dengan jumlah maksimum sebesar AS$8.000.000
atau jumlah yang setara dalam mata uang
lainnya.
• Fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus (“PTK”)
dengan
jumlah
maksimum
sebesar
AS$10.000.000.
• Fasilitas PTK-2 dengan jumlah maksimum
sebesar AS$5.250.000.
• Fasilitas PTK-3 dengan jumlah maksimum
sebesar AS$5.600.000.
• Fasilitas Pinjaman Tetap (“PT”) dengan jumlah
maksimum sebesar AS$2.000.000.
• Fasilitas Bank Garansi dengan jumlah maksimum
sebesar AS$300.000.
• Fasilitas Standby L/C dengan jumlah maksimum
sebesar AS$300.000.
• Fasilitas Pinjaman Investasi dengan jumlah
maksimum sebesar AS$4.000.000 (Catatan 18c).
Based on a loan agreement dated October 28, 2003
which had been amended on December 15, 2010,
the Company obtained several credit facilities from
CIMB Niaga as follows:
Perjanjian ini mengalami perubahan kembali dengan
perubahan terakhir pada tanggal 24 Oktober 2011,
antara lain:
This loan agreement has been amended several
times, with the latest amendment being made on
October 24, 2011, as follows:
• Berakhirnya fasilitas L/C-1, L/C-2, L/C-3, PTK,
PTK-3, Bank Garansi, Standby L/C dan PT serta
menggantinya dengan fasilitas L/C Impor
dan/atau SKBDN dan/ atau Standby Letter of
Credit (“SBLC”)-2.
• Memberikan fasilitas SBLC-2 dengan jumlah
maksimum sebesar AS$35.000.000 atau jumlah
yang setara dalam mata uang lainnya.
• Menaikkan jumlah maksimum fasilitas PTK-2 dari
AS$5.250.000 menjadi AS$28.000.000 yang
merupakan sub-limit dari fasilitas SBLC-2.
• The termination of L/C-1, L/C-2, L/C-3, PTK, PTK3, Bank Guarantee, Standby L/C and PT facilities
and their replacement with Import L/C and/or
SKBDN and/ or Standby Letter of Credit
(“SBLC”)-2 facilities.
• Providing SBLC-2 facility with a maximum amount
of US$35,000,000 or equivalent in other
currencies.
• Increase maximum amount of PTK-2 facility from
US$5,250,000 to US$28,000,000 which is a subline from SBLC-2 facility.
• Import L/C and/or SKBDN 1 facility (“L/C-1”) with
a maximum amount of US$8,000,000 or
equivalent in other currencies.
• Import L/C and/or SKBDN 2 facility (“L/C-2”) with
maximum amount of US$7,500,000 or equivalent
in other currencies.
• Import L/C and/or SKBDN 3 facility (“L/C-3”) with
maximum amount of US$8,000,000 or equivalent
in other currencies.
• Special-purpose Loan (“PTK”) facility
maximum amount of US$10,000,000.
with
• PTK-2 facility with maximum amount of
US$5,250,000.
• PTK-3 facility with maximum amount of
US$5,600,000.
• Demand Loan (“PT”) facility with maximum
amount of US$2,000,000.
• Bank Guarantee facility with maximum amount of
US$300,000.
• Standby L/C facility with maximum amount of
US$300,000.
• Investment Loan facility with maximum amount of
US$4,000,000 (Note 18c).
84
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended December 31, 2011, 2010 and 2009
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011, 2010 dan 2009
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
36. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan)
36. SIGNIFICANT
AGREEMENTS
COMMITMENTS (continued)
a.
a.
PT Bank
(lanjutan)
CIMB
Niaga
Tbk
(“CIMB
Niaga”)
PT Bank CIMB
(continued)
Niaga
Tbk
(“CIMB
AND
Niaga”)
Seluruh fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada
tanggal 17 September 2012 (setelah perubahan)
kecuali fasilitas pinjaman investasi yang akan jatuh
tempo pada tanggal 17 September 2017. Seluruh
fasilitas tersebut dijamin dengan aset yang sama
yang dijaminkan atas pinjaman jangka pendek dan
jangka panjang yang diperoleh dari bank yang sama
serta kas sebesar 15% dari penggunaan fasilitas
SBLC-2 (Catatan 15 dan 18c).
All of the above facilities will expire on September 17,
2012 (as amended) except for investment loan facility
that will expire on September 17, 2017. All of the
above facilities are secured by the same assets
pledged as collateral for short-term and long-term
borrowings obtained from the same bank and cash
representing 15% of SBLC-2 facility utilization (Notes
15 and 18c).
Fasilitas SBLC-2 dapat dipergunakan secara
bersama-sama dengan fasilitas PTK-2 dengan
ketentuan tertentu yang diatur dalam perjanjian.
The SLBC-2 facility is interchangeable with PTK-2
facility based on provisions as stipulated under this
agreement.
b.
b. PT Bank Mega Tbk (“Mega”)
PT Bank Mega Tbk (“Mega”)
Berdasarkan
perjanjian
kredit
tanggal
18 Oktober 2006 yang telah mengalami beberapa
kali perubahan, dengan perubahan terakhir pada
tanggal 22 Agustus 2011, Perusahaan memperoleh
fasilitas kredit dari Mega sebagai berikut:
• Fasilitas TL-1, TL-2, dan TL-3 dengan jumlah
maksimum
masing-masing
sebesar
AS$5.457.960, Rp23.151.315, dan Rp42.000.000
(Catatan 18).
• Fasilitas non-cash loan berupa L/C sight dan/atau
usance dan/atau SKBDN dan/atau bank garansi
dan/atau L/C refinancing dengan jumlah
maksimum
sebesar
AS$12.500.000,
yang
tersedia sampai dengan tanggal 18 Oktober 2012.
• Fasilitas demand loan dengan sub-limit berupa
fasilitas L/C dan/atau SKBDN dan/atau bank
garansi dan/atau L/C refinancing dengan jumlah
maksimum
sebesar
AS$21.500.000,
yang
tersedia sampai dengan tanggal 17 September
2012 (Catatan 15).
• Fasilitas pinjaman rekening Koran dengan jumlah
maksimum sebesar Rp10.000.000 yang tersedia
sampai dengan tanggal 17 September 2012
(Catatan 15).
Based on a loan agreement dated October 18, 2006
which has been amended several times, with the
latest amendment being made on August 22, 2011,
the Company obtained several credit facilities from
Mega as follows:
• TL-1, TL-2, and TL-3 facilities with maximum
amount of US$5,457,960, Rp23,151,315, and
Rp42,000,000, respectively (Note 18).
Seluruh fasilitas tersebut dijamin dengan aset yang
sama yang dijaminkan atas pinjaman jangka pendek
dan jangka panjang yang diperoleh dari bank yang
sama (Catatan 15 dan 18b).
All of those facilities are secured by the same assets
pledged as collateral for short-term and long-term
borrowings obtained from the same bank (Notes 15
and 18b).
• Non-cash loan facility in the form of L/C sight and
usance and/or SKBDN and/or bank guarantee
and/or refinancing L/C facilities for a maximum
amount of US$12,500,000, which are available
until October 18, 2012.
• Demand loan facility with sub-line L/C and/or
SKBDN and/or bank guarantee and/or refinancing
L/C facilities for a maximum amount of
US$21,500,000, which are available until
September 17, 2012 (Note 15).
• Overdraft facility for maximum amount of
Rp10,000,000
which
is
available
until
September 17, 2012 (Note 15).
85
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended December 31, 2011, 2010 and 2009
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011, 2010 dan 2009
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
36. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan)
36. SIGNIFICANT
AGREEMENTS
COMMITMENTS (continued)
c.
c.
d.
Bruckner Maschinenbau
(“Bruckner”)
GmbH
&
Co.
KG
Bruckner Maschinenbau
(“Bruckner”)
GmbH
AND
&
Co.
KG
Pada tanggal 19 Juni 2008, Perusahaan
mengadakan perjanjian supply No. AKPI 2008 - 001
(kontrak ekspor) dengan Bruckner, dimana Bruckner
setuju untuk menyediakan dan menjual dan
Perusahaan setuju untuk membeli mesin BOPP dan
peralatan pendukung lainnya.
On June 19, 2008, the Company entered into supply
contract No. AKPI 2008 - 001 (export contract) with
Bruckner, whereby Bruckner agreed to supply and
sell and the Company agreed to purchase BOPP
machineries and other factory equipment.
Selanjutnya, perjanjian tersebut telah mengalami
beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir
dilakukan pada tanggal 8 Mei 2010, antara lain
mengenai perubahan nilai kontrak dari sebelumnya
berdenominasi dalam Euro menjadi berdenominasi
dalam dolar Amerika Serikat.
The contract has been amended several times, with
the latest amendment being made on May 8, 2010
relating to, among others, change in the total
contract value from being previously denominated in
Euro to becoming denominated in U.S. dollar.
Pada tanggal 31 Desember 2011, Bruckner telah
memenuhi penyediaan mesin BOPP serta peralatan
pendukungnya, dan Perusahaan telah membayar
kewajiban sesuai dengan perjanjian.
As of December 31, 2011, Bruckner had completed
supplying the BOPP machineries and other
equipment, and the Company had paid its obligations
under the contract.
d. Standard Chartered Bank
Standard Chartered Bank
Berdasarkan Banking Facilities Agreement tanggal
9 February 2011 yang selanjutnya telah diubah
dalam beberapa waktu, dengan perubahan terakhir
pada tanggal 18 November 2011, Perusahaan
memperoleh Fasilitas L/C Impor dalam bentuk L/C
Import, Import Loan, Import Invoice Financing, Export
Invoice Financing and Committed Credit Bills
Negotiated-Discrepant Facility, Bond and Guarantee
Facility, dan Shipping Guarantee Facility, yang
mempunyai
jumlah
maksimum
sebesar
AS$5.000.000, fasilitas tersebut dijamin dengan kas
sebesar 15% dari fasilitas maksimum. Fasilitas ini
berlaku sampai 31 Oktober 2012.
Based on Banking Facilities Agreement dated
February 9, 2011, which has been amended several
times, with the latest amendment being made on
November 18, 2011, the Company obtained Import
L/C facility in the form of L/C Import, Import Loan,
Import Invoice Financing, Export Invoice Financing
and Committed Credit Bills Negotiated-Discrepant
Facility, Bond and Guarantee Facility, and Shipping
Guarantee Facility, which has a maximum amount of
US$5,000,000, and the facility is secured by cash
representing 15% of the maximum facility. The facility
is available until October 31, 2012.
86
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended December 31, 2011, 2010 and 2009
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011, 2010 dan 2009
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
36. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan)
36. SIGNIFICANT
AGREEMENTS
COMMITMENTS (continued)
e.
e. ANZ Panin Bank
PT ANZ Panin Bank
Berdasarkan perjanjian tanggal 2 Maret 2011,
Perusahaan mendapatkan Uncommitted Multi Option
Trade Facility ('MOTF") dari
ANZ Panin Bank.
Besarnya batasan agregat pada MOTF tidak akan
melebihi AS$10.000.000 yang terdiri dari Documentary
Credit (Sight or Usance) ("DC"), Trust Receipt Facility
("TR"), Trade Finance Loan against Supplier's Invoice
and Transport Document Facility ("TFL-1"), Trade
Finance Loan Against Buyers's Invoice and Transport
Document Facility ("TFL-2"). Tujuan dari fasilitas ini
untuk membiayai modal kerja Perusahaan karena
penundaan hasil penjualan dari pelanggan yang tidak
memakai fasilitas DC. Fasilitas ini berlaku hingga
31 Januari 2012. Tidak ada saldo pinjaman pada
tanggal 31 Desember 2011.
AND
Based on an agreement dated March 2, 2011, the
Company has obtained Uncommitted Multi Option
Trade Facility (“MOTF") from ANZ Panin Bank. The
aggregate maximum amount of the MOTF is
USD$10,000,000 which consists of: Documentary
Credit (Sight or Usance) ("DC"), Trust Receipt Facility
("TR"), Trade Finance Loan against Supplier's
Invoice and Transport Document Facility ("TFL-1"),
Trade Finance Loan Against Buyers' Invoice and
Transport Document Facility ("TFL-2"). The purpose
of the facility is to finance the Company’s working
capital due to pending proceeds from the sale to a
customer not under DC. The facility is available until
January 31, 2012. There was no outstanding balance
as of December 31, 2011.
37. REVISED AND NEW ACCOUNTING STANDARDS
37. STANDAR AKUNTANSI REVISI DAN BARU
Berikut adalah ikhtisar PSAK revisi dan baru yang telah
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
(DSAK) dan relevan bagi Perusahaan dan IR-HK tetapi
baru akan efektif mulai tanggal 1 Januari 2012:
The following summarizes the revised and new
PSAKs which have been issued by the Indonesian
Accounting Standards Board (DSAK) and relevant to
the Company and IR-HK but are effective only
starting January 1, 2012:
a.
PSAK 10 (Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan
Kurs Valuta Asing”, menjelaskan bagaimana
memasukkan transaksi-transaksi dalam mata uang
asing dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam
laporan keuangan suatu entitas dan menjabarkan
laporan keuangan ke dalam suatu mata uang
pelaporan.
a. PSAK 10 (Revised 2010), “The Effects of
Changes in Foreign Exchange Rates”,
prescribes how to include foreign currency
transactions and foreign operations in the
financial statements of an entity and translate
financial statements into a presentation
currency.
b.
PSAK 16 (Revisi 2011), “Aset Tetap”, mengatur
perlakuan akuntansi aset tetap, sehingga
pengguna laporan keuangan dapat memahami
informasi mengenai investasi entitas dalam aset
tetap dan perubahan dalam investasi tersebut.
Masalah utama dalam akuntansi aset tetap adalah
pengakuan aset, penentuan jumlah tercatat,
pembebanan penyusutan, dan rugi penurunan
nilainya.
b. PSAK 16 (Revised 2011), “Property, Plant and
Equipment”,
prescribes
the
accounting
treatment for property, plant and equipment so
that users of the financial statements can
discern information about an entity's investment
in its property, plant and equipment and the
changes in such investment. The principal
issues in accounting for property, plant and
equipment are the recognition of the assets, the
determination of their carrying amounts and the
depreciation charges and impairment losses to
be recognized in relation to them.
87
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended December 31, 2011, 2010 and 2009
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011, 2010 dan 2009
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
37. STANDAR
(lanjutan)
AKUNTANSI
REVISI
DAN
37.
BARU
REVISED AND NEW ACCOUNTING STANDARDS
(continued)
c.
PSAK 18 (Revisi 2010), “Akuntansi dan Pelaporan
Program Manfaat Purnakarya”, mengatur tentang
penentuan biaya manfaat purnakarya dalam
laporan keuangan pemberi kerja yang memiliki
program
manfaat
purnakarya.
PSAK
ini
melengkapi PSAK 24 (Revisi 2010), “Imbalan
Kerja”.
c.
PSAK 18 (Revised 2010),“Accounting and
Reporting by Retirement Benefit Plans”, is
concerned with the determination of the cost of
retirement benefits in the financial statements
of employers having plans. This PSAK
complements PSAK 24 (Revised 2010),
“Employee Benefits”.
d.
PSAK 24 (Revisi 2010), “Imbalan Kerja”, mengatur
akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja dan
mensyaratkan pengakuan liabilitas dan beban jika
pekerja telah memberikan jasanya dan entitas
menikmati manfaat ekonomis yang dihasilkan dari
jasa tersebut.
d.
PSAK 24 (Revised 2010), “Employee Benefits”,
establishes the accounting and disclosures for
employee benefits and requires the recognition
of liability and expense when an employee has
provided service and the entity consumes
economic benefit arising from the service.
e.
PSAK 26 (Revisi 2011), “Biaya Pinjaman”,
menentukan
biaya
pinjaman
yang
dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan,
konstruksi, atau produksi aset kualifikasian
dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset
tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai
beban.
e. PSAK 26 (Revised 2011), “Borrowing Costs”,
provides that borrowing costs directly
attributable to the acquisition, construction or
production of a qualifying asset form part of the
cost of that asset. Other borrowing costs are
recognized as an expense.
f.
PSAK 28 (Revisi 2011), “Akuntansi Kontrak
Asuransi Kerugian”, melengkapi pengaturan dalam
PSAK 62, “Kontrak Asuransi”.
f. PSAK 28 (Revised 2011), “Accounting for
Casualty Insurance Contracts”, serves to
complement the provisions of PSAK 62,
“Insurance Contract”.
g.
PSAK 30 (Revisi 2011), “Sewa”, mengatur
kebijakan akuntansi dan pengungkapan yang
sesuai, baik bagi lessee maupun lessor terkait
dengan sewa, yang berlaku untuk perjanjian yang
mengalihkan hak untuk menggunakan aset
meskipun penyediaan jasa substansial oleh lessor
tetap diperlukan dalam mengoperasikan atau
memelihara aset tersebut.
g. PSAK 30 (Revised 2011), “Leases”, prescribes,
for lessees and lessors, the appropriate
accounting policies and disclosure to apply in
relation to leases which apply to agreements
that transfer the right to use assets even though
substantial services by the lessor may be called
for in connection with the operation or
maintenance of such assets.
h.
PSAK 46 (Revisi 2010), “Akuntansi Pajak
Penghasilan”, mengatur perlakuan akuntansi untuk
pajak penghasilan dalam menghitung konsekuensi
pajak kini dan masa depan untuk pemulihan
(penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) di
masa depan yang diakui dalam laporan posisi
keuangan; dan transaksi dan kejadian lain pada
periode kini yang diakui dalam laporan keuangan
entitas.
h. PSAK 46 (Revised 2010), “Accounting for
Income Taxes”, prescribes the accounting
treatment for income taxes to account for the
current and future tax consequences of the
future recovery (settlement) of the carrying
amount of assets (liabilities) that are recognized
in the statement of financial position; and
transactions and other events of the current
period that are recognized in the financial
statements.
88
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended December 31, 2011, 2010 and 2009
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011, 2010 dan 2009
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
37. STANDAR
(lanjutan)
AKUNTANSI
REVISI
DAN
37. REVISED AND NEW ACCOUNTING STANDARDS
(continued)
BARU
i.
PSAK 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan:
Penyajian”,
menetapkan
prinsip
penyajian
instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas
dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas
keuangan.
i.
PSAK
50
(Revised
2010),
“Financial
Instruments: Presentation”, establishes the
principles for presenting financial instruments as
liabilities or equity and for offsetting financial
assets and financial liabilities.
j.
PSAK 55 (Revisi 2011), “Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran”, mengatur prinsipprinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset
keuangan, liabilitas keuangan, dan kontrak
pembelian atau penjualan item nonkeuangan.
Persyaratan
penyajian
informasi
instrumen
keuangan diatur dalam PSAK 50 (revisi 2010),
“Instrumen Keuangan: Penyajian”. Persyaratan
pengungkapan informasi instrumen keuangan
diatur dalam PSAK 60 “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan”.
j.
PSAK
55
(Revised
2011),
“Financial
Instruments: Recognition and Measurement”,
establishes principles for recognizing and
measuring financial assets, financial liabilities
and some contracts to purchase or sell nonfinancial items. The requirements for presenting
information about financial instruments are
prescribed in PSAK 50 (Revised 2010),
“Financial Instruments: Presentation”. The
requirements for information that needs to be
disclosed about financial instruments are
prescribed in PSAK 60, “Financial Instruments:
Disclosures”.
k.
PSAK 56 (Revisi 2011), “Laba per Saham”,
menetapkan prinsip penentuan dan penyajian laba
per saham, sehingga meningkatkan daya banding
kinerja antar entitas berbeda pada periode
pelaporan sama dan antar periode pelaporan
berbeda untuk entitas yang sama.
k. PSAK 56 (Revised 2011), “Earnings per Share”,
prescribed principles for the determination and
presentation of earnings per share, so as to
improve performance comparisons between
different entities in the same period and
between different reporting periods for the same
entity.
l.
PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”,
mensyaratkan pengungkapan dalam laporan
keuangan yang memungkinkan para pengguna
untuk
mengevaluasi
signifikansi
instrumen
keuangan atas posisi dan kinerja keuangan; dan
jenis dan besarnya risiko yang timbul dari
instrumen keuangan yang mana entitas terekspos
selama periode dan pada akhir periode pelaporan,
dan bagaimana entitas mengelola risiko-risiko
tersebut.
l. PSAK 60, “Financial Instruments: Disclosures”,
requires disclosures in financial statements that
enable users to evaluate the significance of
financial instruments for financial position and
performance; and the nature and extent of risks
arising from financial instruments to which the
entity is exposed during the period and at the
end of the reporting period, and how the entity
manages those risks.
Perusahaan dan IR-HK belum melakukan estimasi atas
dampak penerapan PSAK revisi dan baru tersebut
terhadap laporan keuangan konsolidasian.
The Company and IR-HK have not estimated the
effects of the application of these revised and new
PSAKs on the consolidated financial statements.
89
The original consolidated financial statements included herein
are in Indonesian language.
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years ended December 31, 2011, 2010 and 2009
(Expressed in thousands of rupiah,
unless otherwise stated)
PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRY, Tbk
DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2011, 2010 dan 2009
(Disajikan dalam ribuan rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
38. RECLASSIFICATIONS OF ACCOUNTS
38. REKLASIFIKASI AKUN
Berikut adalah akun-akun pada laporan posisi
keuangan konsolidasian 31 Desember 2010 dan
1 Januari 2010/31 Desember 2009 yang direklasifikasi
untuk memungkinkan daya banding akun-akun
tersebut pada laporan posisi keuangan konsolidasian
31 Desember 2011:
Dari/from
Menjadi/to
1 Januari 2010/31 Desember 2009/ January 1, 2010/
December 31, 2009
Hak Minoritas atas Aset Neto Entitas Anak/
Minority Interest in Subsidiaries’ Net Assets
Saldo kepentingan non-pengendali
31 December 2010 adalah RpNihil.
Following are the accounts in the December 31, 2010
and January 1, 2010/December 31, 2009
consolidated statements of financial position which
have been reclassified to allow their comparison with
the accounts in the December 31, 2011 consolidated
financial statements:
pada
Kepentingan non-pengendali/
Non-controlling Interests
tanggal
90
Jumlah/amount
55.570.856
The balance of non-controlling interests as of
December 31, 2010 was RpNil.
Download