daftar istilah

advertisement
DAFTAR ISTILAH
Accrued Interest, jumlah kupon (bunga) obligasi yang dihitung dari sejak pembayaran kupon terakhir
sampai dengan tanggal setelmen.
Adjusted Gross Income, pendapatan yang menjadi dasar individu atau rumah tangga dalam menghitung
federal income tax.
Agen Lelang Surat Utang Negara, pihak yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk melaksanakan lelang Surat
Utang Negara di Pasar Perdana.
Agen Fiskal, agen yang ditunjuk untuk melakukan pencatatan kepemilikan ( registry) dan melakukan
pembayaran bunga dan pokok obligasi.
Allotment, penetapan alokasi Obligasi Negara yang diperoleh.
APBN Penyesuaian, APBN yang disesuaikan volumenya sebagai akibat perubahan asumsi makro.
Penyesuaian ini tidak memerlukan pengesahan Undang-undang, namun cukup dibicarakan dengan DPR.
APBN Perubahan, APBN tahun berjalan yang pada akhir masa tersebut dilakukan perubahan, dan
perubahan ini memerlukan pengesahan oleh pemerintah bersama DPR dalam bentuk Undang-Undang (UU
APBN Perubahan). Dahulu ABPN Perubahan ini dikenal dengan nama APBN-TP.
Arranger dan Agen Penjual Obligasi Negara, pihak yang ditunjuk oleh pemerintah untuk melaksanakan
Book-building dan penjualan Obligasi Negara di pasar perdana.
Asset to Bond Swap, pertukaran antara aset yang dikelola oleh BPPN dengan obligasi negara yang
diterbitkan dalam rangka program rekapitalisasi perbankan.
Automatic Bidding System, sistem penawaran lelang secara otomatis dengan menggunakan sarana lelang
elektronis yang tersambung (on line). Bidder memasukan penawarannya dan oleh sistem secara otomatis
akan merekam dan mengurutkan atas dasar urutan waktu.
Average Maturity, rata-rata jangka waktu jatuh tempo obligasi.
Benchmark yield curve, kurva yang menggambarkan hubungan antara tingkat keuntungan (yield) pada
berbagai jatuh tempo dari surat berharga tanpa risiko. Kurva ini menjadi dasar acuan dalam proses
penentuan harga obligasi dan aset finansial lainnya serta pembentuk ekspektasi pasar tentang suku bunga
dimasa depan.
Bid-to-cover ratio, rasio antara jumlah penawaran yang masuk dengan jumlah penawaran yang
dimenangkan.
BI-SKRIP (Bank Indonesia-Sistem Kliring, Registrasi, Informasi dan Penatausahaan Surat
Berharga), sistem yang digunakan oleh Bank Indonesia untuk menatausahakan Obligasi Negara, yang
terdiri dari (i) pencatatan kepemilikan; (ii) setelmen transaksi, dan; (iii) pembayaran bunga dan pokok
Obligasi Negara.
Book Entry Registry (BER), sistem pencatatan obligasi tanpa warkat dalam suatu jurnal elektronis.
Bookbuilding, kegiatan mengumpulkan pemesanan pembelian dari para investor.
Buyback, pembelian kembali obligasi (Surat Utang Negara) sebelum jatuh tempo.
Capital Gain, keuntungan yang berasal dari selisih harga jual dan harga beli dari suatu aset finansial.
CAR (Capital Adequacy Ratio), merupakan ketentuan pemenuhan penyediaan modal minimum bank-bank
yang saat ini sebesar 8%. CAR adalah rasio antara modal dengan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR).
Central Registry, pihak yang bertanggung jawab untuk menyimpan catatan kepemilikan dari obligasi
Pemerintah, pembayaran kupon serta menatausahakan perpindahan hak kepemilikan obligasi pemerintah.
Saat ini Bank Indonesia bertindak sebagai Central Registry.
Clean price, harga obligasi dikurangi accrued interest.
Code of conduct, standar perilaku yang merupakan aturan tertulis yang harus dipatuhi oleh para anggota
suatu perkumpulan dalam menjalankan kegiatannya.
Competitive bid auction, sistem lelang dimana tiap-tiap peserta lelang menyampaikan harga penawaran
(bid price) masing-masing.
Continuous Auction, mekanisme lelang secara berkesinambungan yang akan berhenti apabila ada
kesesuaian antara harga bid-offer.
Cost of funds, biaya yang dikeluarkan bank atas dana yang dihimpunnya sebelum diperhitungkan reserve
requirement.
Credit Risk, risiko dimana penerbit obligasi tidak mampu membayar bunga dan pokok obligasi pada saat
jatuh tempo. Credit risk ini sering juga disebut Default risk.
Cross currency swaps, pertukaran dua valuta atau mata uang yang berbeda dengan perjanjian kedua belah
pihak akan mempertukarkannya kembali sebesar nilai nominalnya pada saat jatuh tempo.
Day count, jumlah hari yang digunakan dalam menghitung accrued interest obligasi.
Debt Switching, penukaran obligasi yang telah beredar dengan obligasi jenis lain yang memiliki jangka
waktu jatuh tempo dan/atau kupon yang berbeda.
Defisit Anggaran, selisih negatif antara Penerimaan Negara dengan Belanja Negara.
Dirty price, harga obligasi yang mengandung accrued interest, sering juga disebut full price.
Discount Bonds (zero coupon bonds), obligasi yang tidak memberikan kupon atau bunga, dijual dengan
diskonto dan pada saat jatuh tempo obligasi dibayarkan atau dilunasi sesuai dengan nilai nominalnya.
Diskonto obligasi, selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak
termasuk bunga berjalan (accrued interest) untuk obligasi dengan kupon.
Divestasi, pelepasan kepemilikan (modal/saham) pada suatu perusahaan.
Due diligence, pemeriksaan secara mendalam terhadap suatu aspek dari institusi tertentu.
Duration, rata-rata tertimbang jangka waktu jatuh tempo obligasi. Duration digunakan untuk mengukur
volatilitas obligasi, semakin kecil duration semakin tinggi tingkat volatilitas obligasi.
Federal tax, kebijakan yang bertujuan untuk menjamin bahwa individu, trust, estates, dan perusahaan yang
kaya membayar paling tidak sejumlah pajak pendapatan.
Financial market, pasar keuangan, kelompok pasar dimana instrumen jangka pendek dan jangka panjang
diperdagangkan, meliputi pasar uang dan pasar modal.
Fixed Rate Bonds, Obligasi yang memiliki suku bunga tetap sampai dengan jatuh tempo. Bunga
dibayarkan setiap enam bulan pada tanggal 15 pada bulan yang telah ditentukan.
Flat yield curve, adalah kurva dimana yield obligasi jangka pendek sama dengan yield obligasi jangka
panjang.
Floating rate bonds (variable rate bonds), obligasi yang tingkat bunganya disesuaikan secara periodik
berdasarkan tingkat bunga Treasury Bills atau rata-rata deposito berjangka bank-bank tertentu. Obligasi
bunga variable yang diterbitkan pemerintah dalam rangka rekap suku bunganya ditetapkan setiap 3 bulan
berdasarkan tingkat bunga SBI 3 bulan.
Foreign currency loan, pinjaman dalam bentuk valuta asing.
Forward foreign exchange contract, suatu kontrak atau kesepakatan penyerahan kemudian sejumlah
valuta asing atas suatu transaksi (underlying) pada periode tertentu yang disepakati.
Gross income, total pendapatan individu sebelum pengurangan (deductions) dan pengecualian (exclusions).
Harga Beragam (Multiple Price), harga yang dibayarkan oleh masing-masing pemenang lelang sesuai
dengan harga penawaran yang diajukannya.
Harga indikatif, harga rata-rata Obligasi Negara di pasar sekunder dalam periode 1 (satu) minggu.
Harga Setelmen, harga yang harus dibayarkan atas lelang Surat Utang Negara yang dimenangkan.
Hedge Bonds, obligasi yang suku bunganya ditetapkan berdasarkan tingkat bunga SIBOR (Singapore
interbank offered rate) 3 bulan + 2% pada pokok yang diindeks dengan perubahan kurs rupiah terhadap
US$. Obligasi ini dimaksudkan untuk menutup posisi devisa neto (net open position) bank-bank rekap.
Holding period, masa kepemilikan suatu obligasi yang dihitung sejak pembeliannya.
Humped-backed yield curve, adalah kurva dimana yield obligasi mengalami fluktuasi.
INDO-14, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah RI dengan denominasi USD. Obligasi ini diterbitkan
pada tanggal 3 Maret 2004, dengan kupon sebesar 6.75% dan jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2014,
jumlah nominal yang diterbitkan adalah sebesar USD 1,00.
Indonesia Goverment Securities Trading System, sistem perdagangan Surat Utang Negara secara
elektronik yang digunakan dalam perdagangan Surat Utang Negara di pasar sekunder oleh pedagang Surat
Utang Negara.
Inflasi, persentase kenaikan harga umum barang dan jasa dalam suatu periode tertentu.
Instrumen investasi pendapatan tetap (fixed income asset), surat berharga yang menawarkan pendapatan
yang tetap dari waktu ke waktu. Di Indonesia surat berharga dimaksud (biasanya obligasi) ditawarkan
perusahaan sekuritas sebagai produk reksadana pendapatan tetap.
Inter Dealer Market, pasar antar dealer pedagang Surat Utang Negara.
Interest rate swap, suatu perjanjian dimana dua pihak (disebut counterparties) membuat kesepakatan untuk
mempertukarkan pembayaran bunga secara periodik.
Investment portfolio account (rekening portofolio investasi), rekening yang dipergunakan untuk
mencatat obligasi pemerintah yang dimiliki bank dalam portofolio investasi/aset-nya dengan nilai historis
(historical price).
Kupon, besarnya bunga yang dibayarkan secara reguler, yang dinyatakan dalam persentase terhadap nilai
nominal obligasi.
Lelang Surat Utang Negara, penjualan Surat Utang Negara dengan cara pengajuan penawaran pembelian
secara kompetitif maupun nonkompetitif dalam suatu periode waktu penawaran yang telah ditentukan dan
diumukan sebelumnya.
Loan to Deposit Ratio (LDR), ratio antara kredit yang diberikan dengan dana pihak ketiga yang dihimpun
oleh perbankan.
Market Expected Yield, hasil yang diharapkan oleh pasar atas suatu surat berharga (misalnya obligasi
pemerintah).
Market maker (penggerak pasar), lembaga keuangan yang bertindak sebagai penggerak pasar dengan
memberikan kuotasi harga dua arah (bid and offer prices) dan setiap saat siap menjual dan membeli.
Mismatch exposure, ketidaksesuaian antara sisi liabilities dan asset bank.
Multiple price auction, sistem lelang dimana pemenang lelang akan membayar harga surat berharga sesuai
dengan harga penawaran (bid price) yang diajukannya.
Multiple Price, metode harga beragam, yaitu metode penentuan pemenang lelang dimana harga yang
dibayarkan oleh masing-masing pemenang sesuai dengan harga penawaran yang diajukannya.
Negative spread, (dalam perspektif bank) selisih minus antara biaya dana dengan pendapatan bunga.
Non competitive bid auction, sistem lelang dimana sebagian peserta lelang tidak menyampaikan harga
penawaran dan akan menerima atau membayar berdasarkan harga rata-rata hasil lelang dari competitive
bidder.
Obligasi Negara (ON), Surat Utang Negara (obligasi) dalam mata uang rupiah dengan kupon atau dengan
pembayaran bunga secara diskonto, berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan, dan pada saat jatuh
tempo dilunasi sebesar nilai nominalnya.
Obligasi Negara, Surat Utang Negara yang berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan dengan
pembayaran bunga secara periodik dan/atau dengan pembayaran bunga secara diskonto.
Open market operation, merupakan instrumen kebijakan moneter untuk mempengaruhi jumlah uang
beredar dalam sistem perbankan melalui penjualan atau pembelian surat-surat berharga.
Outliers, istilah yang menggambarkan yield dari transaksi perdagangan yang secara signifikan berbeda dari
tingkat yield yang umum dan wajar terjadi di pasar sekunder dalam waktu tertentu.
Outright transaction, Transaksi jual-beli obligasi tanpa kewajiban membeli atau menjual kembali obligasi
tersebut. Kebalikan dari transaksi repo.
Outright, transaksi jual-beli obligasi secara lepas tanpa kewajiban membeli atau menjual kembali obligasi
tersebut.
Oversubscribed, suatu keadaan dimana permintaan dari jenis sekuritas yang baru diterbitkan melebihi
jumlah yang ditawarkan.
Over-the-Counter, pasar Obligasi Negara yang dilakukan pelaku pasar melalui perdagangan di luar bursa.
Paperless (scriptless), sekuritas atau surat berharga tanpa warkat.
Par to par, pertukaran obligasi (fixed rate menjadi variable rate) yang dilakukan berdasarkan nilai
nominalnya masing-masing.
Pasar Perdana Internasional, kegiatan penawaran dan penjualan Obligasi Negara dalam valuta asing di
luar wilayah Indonesia untuk pertama kali.
Pasar Perdana, kegiatan penawaran dan penjualan Surat Utang Negara untuk pertama kali.
Pasar Sekunder, kegiatan perdagangan Surat Utang Negara yang telah dijual di pasar perdana.
Pelaksana Penatausahaan Surat Utang Negara, pihak ditunjuk oleh Pemerintah untuk melakukan
kegiatan pencatatan kepemilikan, kliring dan setelmen, serta agen pembayar bunga dan pokok Surat Utang
Negara.
Pemesanan Pembelian Kompetitif, pemesanan pembelian dengan mencantumkan volume dan tingkat
yield yang diinginkan pemesan.
Pemesanan Pembelian Non Kompetitif, pemesanan pembelian dengan mencantumkan volume tanpa
tingkat yield yang diinginkan pemesan.
Penawaran Pembelian Kompetitif, pengajuan penawaran pembelian dengan mencantumkan volume dan
yield yang diinginkan penawar.
Penjatahan, penetapan alokasi Obligasi Negara yang diperoleh setiap pemesan seuai dengan hasil
penjualan.
Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara, merupakan suatu Self Regulatory Organization (SRO)
yang didirikan sejak Nopember 2002 untuk menyelenggarakan pasar antar dealer pedagang Surat Utang
Negara, berdasarkan sistem perdagangan dan kode etik yang telah disepakati oleh seluruh anggota.
Peserta Lelang, pihak yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk dapat ikut serta dalam lelang Surat
Utang Negara.
Positive yield curve (normal yield curve), adalah kurva dimana yield obligasi jangka pendek lebih rendah
dari obligasi jangka panjang dan disebut negative atau inverted yield curve apabila terjadi sebaliknya.
Primary dealer (dealer utama), lembaga keuangan yang ditunjuk oleh pemerintah, untuk secara aktif
melakukan penawaran (bid) obligasi pemerintah di pasar perdana. Primary Dealer dapat juga berperan
sebagai penggerak pasar (market maker) di pasar sekunder.
Primary dealer system, suatu sistem perdagangan di pasar perdana dengan menggunakan suatu panel
dealer utama (primary dealer).
Primary market (pasar primer), kegiatan penawaran dan penjualan surat berharga (termasuk obligasi
pemerintah) untuk pertama kali.
Prospektus, informasi tertulis mengenai penawaran obligasi kepada publik dengan tujuan agar pihak
membeli obligasi yang dimaksud.
Public offering auction system, penawaran umum obligasi dengan menggunakan sistem lelang.
Redemption of debt, pelunasan kembali surat utang sebelum atau setelah jatuh tempo dengan harga diskon
(at discount) atau premium (at premium).
Redemption value, nilai pokok obligasi yang harus dibayarkan kepada pemegang obligasi pada saat
obligasi jatuh tempo.
Reference rate, tingkat bunga yang dijadikan sebagai patokan atau referensi untuk menentukan bunga
obligasi, misalnya tingkat bunga SBI-1 bulan atau 3-bulan, Sibor/Libor. Reference rate juga sering disebut
sebagai benchmark.
Refinancing Risk, risiko dimana pemerintah tidak mampu memperoleh dana dari hasil penjualan obligasi
baru yang dibutuhkan untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo.
Refunding bonds, obligasi yang diterbitkan dalam rangka melunasi obligasi yang akan jatuh tempo.
Rekening Kas Negara, rekening yang menampung seluruh penerimaan negara baik yang bersumber dari
perpajakan, non perpajakan, maupun hibah dan seluruh pengeluaran negara dalam rangka penyelenggaraan
kegiatan pemerintahan.
Remote Trading, sistem perdagangan jarak jauh yang dapat dilakukan oleh Anggota Bursa dari kantor
Anggota Bursa masing-masing dimana setiap order langsung dikirim ke sistem perdagangan tanpa perlu
memasukkan order melalui lantai bursa.
Reopening, Penerbitan kembali seri obligasi yang telah diterbitkan sebelumnya.
Repo, yang juga disebut RPs atau buybacks, sering digunakan sebagai instrumen investasi pasar uang dan
sebagai instrumen kebijakan moneter oleh Bank Sentral.
Reprofiling, program penawaran pertukaran (exchange offer) dengan maksud untuk menata ulang struktur
jatuh tempo obligasi agar menjadi lebih seimbang dan mengurangi tekanan fiskal di masa mendatang.
Repurchase Agreement (Repo), persetujuan antara penjual dan pembeli surat berharga dimana penjual
menyetujui untuk membeli kembali surat berharga tersebut dengan harga dan dengan jangka waktu yang
telah disepakati.
Revenue bonds, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyek atau perusahaan
tertentu dimana pemilik obligasi dijamin dengan hasil (revenue) proyek yang dibiayai dengan obligasi
tersebut. Obligasi ini adalah salah satu jenis dari municipal bonds.
Reverse repo, pembelian surat berharga oleh satu pihak (pembeli) dari pihak lainnya (penjual) dengan
perjanjian akan dijual kembali dengan harga dan jangka waktu yang telah disepakati.
Risk exposure, merupakan potensi risiko yang ada dari struktur portofolio yang dimiliki.
Risk management, pengelolaan risiko yang mungkin timbul dari penerbitan Surat Utang Negara terutama
yang berkaitan dengan risiko pendanaan, risiko gagal bayar, risiko operasional, risiko pasar.
Rounding method, Cara pembulatan atas hasil penghitungan, misalnya pembulatan penuh (simple
rounding) atau pembulatan dengan desimal atau fraksi.
Secondary market (pasar sekunder), kegiatan perdagangan surat berharga (termasuk obligasi negara)
yang telah dijual di pasar primer.
Sektor, pengelompokan obligasi berdasarkan time to maturity-nya.
Setelmen, penyelesaian transaksi Surat Utang Negara yang terdiri dari setelmen dana dan setelmen
kepemilikan Surat Utang Negara.
Single price/uniform price auction, sistem lelang dimana pemenang lelang akan membayar surat berharga
sesuai dengan harga rata-rata penawaran.
Stapled Bond *) , obligasi yang digolongkan ke dalam program pertukaran obligasi lama dengan 2 (dua)
jenis obligasi baru, dimana obligasi jenis pertama memberikan kupon yang lebih tinggi dari obligasi jenis
kedua, namun rata-rata tertimbang kupon kedua jenis obligasi tersebut sama dengan kupon obligasi rekap
yang akan dipertukarkan. Contoh: obligasi Seri FR0001 ditukarkan dengan Seri FR0006 dan FR0007. Seri
FR0003 ditukarkan dengan FR0008 dan FR0009.
Stop-out Rate, penjualan Surat Utang Negara berdasarkan target jumlah Surat Utang Negara yang akan
dijual Pemerintah.
Straight bonds, obligasi yang dapat dilunasi oleh atau dijual kembali kepada pemiliknya sebelum jatuh
tempo.
Sub Registry, lembaga yang ditunjuk Bank Indonesia untuk melakukan seluruh kegiatan kliring, setelmen
termasuk pencatatan dan pengalihan kepemilikan obligasi pemerintah dan melakukan fungsi sebagai agen
pembayar untuk pemilik surat berharga yang tercatat pada Sub Registry.
Surat Perbendaharaan Negara (SPN), Surat Utang Negara (obligasi) dalam mata uang rupiah tanpa
kupon yang dijual secara diskonto, berjangka waktu sampai dengan 12 (dua belas) bulan, dan pada saat
jatuh tempo dilunasi dengan nilai nominalnya.
Surat Utang Negara (SUN), surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah
maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia,
sesuai dengan masa berlakunya.
Syndicate underwriting, penjaminan emisi dalam bentuk sindikasi yang terdiri dari lead-underwriter,
managing underwriter dan co-underwriter.
Tax exemption, pembebasan dari kewajiban pembayaran pajak atas obyek pajak tertentu berdasarkan
ketentuan yang berlaku.
Tax washing, tindakan untuk menghindari pembayaran pajak oleh wajib pajak, dengan memanfaatkan
individu atau institusi yang memperoleh fasilitas tax exemption.
Taxable income, pendapatan bersih (laba bersih) sebelum dikurangi pajak.
Tenor, jangka waktu jatuh tempo obligasi.
Time to maturity, waktu yang tersisa (umumnya dalam tahun) hingga suatu obligasi dilunasi atau jatuh
tempo.
Trading portfolio account (rekening portofolio perdagangan), rekening yang dipergunakan untuk
mencatat obligasi pemerintah yang dimiliki bank dalam portofolio investasi/aset-nya dengan harga pasar
(marked to market) dan siap untuk diperdagangkan.
Transaksi Outright, transaksi obligasi jual beli obligasi tanpa kewajiban untuk menjual atau membeli
kembali.
Treasuries, surat pengakuan hutang Pemerintah Federal AS yang dijamin pembayarannya ( full faith and
credit), diterbitkan dalam berbagai jangka waktu jatuh tempo dan dapat diperdagangkan. Surat Berharga ini
terdiri dari Treasury Bills, Treasury Notes dan Treasury Bonds.
Treasury Bills, surat berharga yang berjangka waktu satu tahun atau kurang dijual dengan cara diskonto (at
discount) dari nilai nominalnya melalui lelang.berjangka pendek yang diterbitkan oleh pemerintah Amerika
Serikat (US Treasury) dengan diskonto dan pada saat jatuh tempo dibayarkan sesuai dengan nilai
nominalnya.
Treasury Bonds (T-Bonds), surat berharga berjangka waktu panjang yang jatuh temponya 10 tahun atau
lebih yang diterbitkan dengan denominasi minimum USD 1.000.
Treasury Notes(T-Notes), surat berharga berjangka waktu tempo menengah yaitu satu sampai dengan 10
tahun dijual dengan cara langsung (cash subscription) melalui penukaran utang pemerintah yang masih
berjalan atau yang jatuh tempo, atau dengan melalui cara lelang. Denominasinya mulai dari USD 1000.
Uang Primer atau Reserve Money, kewajiban otoritas moneter yang terdiri atas uang kertas dan uang
logam yang berada di luar BI dan KPKN, yang dimiliki oleh bank umum dan sektor swasta , serta simpanan
giro bank umum dan sektor swasta (penduduk) pada BI.
Variable Rate Bonds, obligasi yang suku bunganya ditetapkan berdasarkan tingkat bunga SBI 3 bulan.
Bunga dibayarkan setiap 3 bulan pada tanggal 25 pada bulan yang telah ditentukan.
Weighted Average Price (WAP), harga obligasi yang ditetapkan secara rata-rata tertimbang.
Withholding tax, pajak yang dipungut dimuka oleh Wajib Pungut.
Yield (Imbal Hasil), keuntungan yang diharapkan oleh investor dalam persentase per tahun.
Yield curve (kurva hasil), grafik yang menggambarkan hubungan antara tingkat keuntungan (rate of
return) atau yield dengan berbagai jangka waktu jatuh tempo obligasi.
Yield to maturity (YTM), tingkat keuntungan (rate of return) yang akan diterima investor dari suatu
obligasi apabila dimiliki sampai dengan jatuh tempo.
*) pengertian terutama mengacu kepada obligasi rekap
Download