GAYA _materi Fisika klaz VIII

advertisement
A. Pengertian Gaya
Tarikan dan dorongan yang kita berikan pada benda disebut gaya. Apakah gaya yang kita berikan
memiliki arah? Tentu, gaya memiliki arah. Ketika kita mendorong ke depan, benda pun akan bergerak
ke depan. Jadi, gaya dapat dikatakan sebagai tarikan atau dorongan.
Gaya dapat menyebabkan sebuah benda berubah bentuk, berubah posisi, berubah kecepatan, berubah
panjang atau volume, dan juga berubah arah. Sebuah gaya disimbolkan dengan huruf F singkatan dari
Force. Satuan gaya dalam Satuan Internasional (SI) adalah Newton (N) yang merupakan
penghormatan bagi seorang ilmuwan Fisika Inggris bernama Sir Isaac Newton (1642-1727).
B. Jenis-Jenis Gaya
Semua kegiatan yang dilakukan dengan memberi tarikan dan dorongan pada benda-benda sehingga
benda dapat berubah bentuk, kecepatan, panjang, atau arah. Ketika kita mendorong sebuah mobil, kita
telah memberikan gaya. Dorongan tersebut menyebabkan mobil dapat bergerak dan berpindah tempat.
Contoh beberapa gaya yang bekerja :
(b) buah kelapa yang jatuh dari
pohonnya.
(a) orang yang sedang mendorong
mobil dan
Selain itu, kita tentu pernah melihat buah kelapa tiba-tiba jatuh dari pohonnya, seperti pada Gambar
(b). Apakah ada yang menarik buah kelapa tersebut sehingga jatuh dari pohonnya? Bagaimanakah
cara menariknya? Dari kedua contoh tersebut, ada dua cara gaya bekerja terhadap suatu benda.
Gaya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gaya yang bekerja melalui sentuhan langsung dan gaya yang
bekerja tidak melalui sentuhan langsung.
Ringkasa Gaya oleh NAUFAL R. RAMADHAN
1
Gaya yang bekerja melalui sentuhan langsung disebut gaya sentuh, sedangkan gaya yang bekerja tidak
melalui sentuhan langsung disebut gaya tak sentuh. Adapun pengaruh gaya pada benda, antara lain
dapat menggerakkan benda serta mengubah bentuk, kecepatan, dan arah gerak benda.
C. Mengukur Gaya
Ketika kita memberikan tarikan atau dorongan pada sebuah benda, tentu kita tidak tahu seberapa besar
tarikan atau dorongan yang kita berikan. Untuk dapat mengetahui besar gaya yang kita berikan,
diperlukan suatu alat ukur. Alat ukur gaya yang paling sederhana dan dapat mengukur secara langsung
adalah neraca pegas (dinamometer).
Gambar dinamometer
D. Penjumlahan Gaya dan Pengaruhnya pada Benda
Apakah gaya memiliki arah? Coba kita jatuhkan sebuah benda. Apakah yang terjadi? Ke arah
manakah benda tersebut jatuh? Tariklah sebuah benda di mejamu. Ke manakah benda itu bergerak?
Coba belokkan arah tarikanmu. Apakah arah gerak benda juga mengikuti gaya tariknya?
Dari contoh tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa gaya termasuk besaran yang memiliki nilai dan
arah yang kita kenal dengan besaran vektor. Sebuah besaran gaya dapat digambarkan dengan sebuah
anak panah. Misalnya, kita memberikan gaya terhadap sebuah benda ke kanan, seperti terlihat pada
Gambar dibawah ini.
Panjang anak panah menyatakan nilai (besar) gaya, sedangkan
arah anak panah menyatakan arah kerja gaya.
Misalnya, sebuah gaya F yang besarnya 5 N bekerja pada sebuah
benda. Jika 1 cm menggambarkan 1 N, gaya tersebut dapat
digambarkan sebagai berikut.
Panjang OF menyatakan nilai gaya dan arah OF menyatakan arah gaya.
Ringkasa Gaya oleh NAUFAL R. RAMADHAN
2
Penjumlahan Gaya
Apabila kita disuruh memindahkan sebuah meja di kelasmu, manakah yang lebih mudah? Apakah
dengan mendorong sendirian atau dibantu dengan temanmu? Mengapa demikian?
Mendorong meja oleh dua orang dengan arah yang sama tentu akan lebih mudah dibandingkan dengan
mendorong meja oleh satu orang. Hal ini menunjukkan bahwa dua buah gaya atau lebih dapat
dijumlahkan. Namun, bagaimanakah jika kedua gaya yang kita kerjakan itu saling berlawanan arah?
Tentu benda akan lebih sulit untuk bergerak. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan kedua gaya
tersebut saling mengurangi. Penjumlahan atau pengurangan dua buah gaya atau lebih disebut resultan
gaya.
Misalnya, dua orang sedang mendorong sebuah mobil dengan gaya masing-masing 50 N dan 40 N.
Gaya kedua orang yang memengaruhi mobil tersebut menjadi 90 N. Apabila kedua gaya itu kita
gambarkan dan 1 cm mewakili 10 N akan didapatkan
Secara matematis, resultan beberapa buah gaya dapat ditulis dengan persamaan sebagai berikut.
R (N) = F1 (N) + F2 (N) + F3 (N)
Bagaimanakah jika kedua gaya itu saling berlawanan arah?
Misalnya, kedua gaya tersebut adalah F1 = 50 N ke arah kanan dan F2 = 40 N ke arah kiri, berapakah
resultan gayanya? Kemanakah arah gaya resultannya? Secara aljabar, resultan gaya ditulis.
R = F1 + (– F2)
R = 50 N + ( –40 N)
R = 50 N – 40 N
R = 10 N
Tanda minus pada gaya F2 menunjukkan bahwa F2 berlawanan arah dengan F1. Adapun secara
grafis, dapat digambar sebagai berikut.
Kesetimbangan
Menjumlahkan dua buah gaya yang saling berlawanan arah adalah dengan cara mengurangkan besar
kedua gaya tersebut.
Bagaimanakah jika besar kedua gaya itu sama? Berapakah resultannya? Apakah akibatnya terhadap
benda? Tentu benda akan diam karena jumlah kedua gaya tersebut sama dengan nol.
Keadaan ini disebut benda berada dalam kesetimbangan. Jadi, suatu benda dikatakan setimbang
apabila resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol.
Ringkasa Gaya oleh NAUFAL R. RAMADHAN
3
Hukum-Hukum Newton
1. Hukum I Newton
Apabila kita naik sebuah bus, kemudian bus itu tibatiba di rem, kita akan terdorong ke depan.
Bagaimana apabila bus tersebut maju tiba-tiba? Tentu kita akan terdorong ke belakang. Mengapa hal
itu bisa terjadi?
Suatu benda yang sedang diam memiliki kecenderungan untuk diam. Benda yang sedang bergerak
cenderung untuk terus bergerak. Hal ini sesuai dengan sifat benda yaitu sifat lembam (malas). Untuk
benda yang bergerak terus, kita dapat melihatnya pada contoh berikut.
Ketika kita mendorong sebuah balok di atas meja yang permukaannya datar kita akan melihat bahwa
balok tersebut akan cenderung bergerak dan kemudian berhenti.
Akan tetapi, pada saat permukaan meja tersebut diperhalus, balok akan cenderung terus bergerak.
Kejadian tersebut dipelajari kali pertama oleh Sir Issac Newton dan dinyatakan sebagai Hukum I
Newton yang menyatakan bahwa "suatu benda akan tetap diam atau tetap bergerak lurus beraturan
jika resultan gaya yang bekerja pada benda itu sama dengan nol".
Prinsip inilah yang menyebabkan kita terdorong kedepan ketika bus tiba-tiba direm atau terdorong ke
belakang ketika bus bergerak maju secara mendadak. Keadaan tersebut berhubungan dengan sifat
kelembaman diri kita. Oleh sebab itu, Hukum I Newton dikenal dengan hukum kelembaman.
Hukum II Newton
Bagaimanakah akibatnya pada suatu benda apabila resultan gaya yang bekerja padanya tidak sama
dengan nol? Tentu hanya ada satu kemungkinan, benda pasti akan bergerak. Gerak apakah itu? Untuk
menjawabnya, kita harus mengingat pelajaran yang telah lalu tentang gerak.
Berdasarkan jawabanmu, dapat disimpulkan bahwa apabila resultan gaya yang bekerja pada benda
tidak sama dengan nol tetapi konstan, benda akan bergerak lurus berubah beraturan. Benda yang
bergerak lurus berubah beraturan kecepatannya berubah secara beraturan sehingga mengalami
percepatan yang tetap.
Ketika kita mendorong meja seorang diri, tentu meja tersebut bergerak lambat. Beda halnya ketika
kita bersama teman-temanmu mendorongnya, meja tersebut lebih mudah lagi bergerak. Hal ini terjadi
karena gaya yang diberikan terhadap meja olehmu sendiri lebih kecil dibandingkan ketika kita dibantu
teman-temanmu. dengan demikian, meja lebih mudah digerakkan karena percepatannya lebih besar.
Besarnya percepatan suatu benda sebanding dengan resultan gayanya. Semakin besar resultan gaya
yang bekerja pada suatu benda, percepatannya akan semakin besar.
Apabila percepatan disimbolkan dengan a dan resultan gaya disimbolkan dengan ΣF, dapat dituliskan
a ∞ ΣF
Suatu benda memiliki sifat kelembaman yang selanjutnya disebut massa kelembaman. Massa
kelembaman ini sangat memengaruhi percepatan gerak suatu benda.
Jika suatu benda yang sedang bergerak dengan percepatan tertentu kita tambahkan massa
kelembamannya,makapercepatan benda akan semakin kecil. Hal ini membuktikan bahwa percepatan
benda berbanding terbalik dengan massa benda. Untuk resultan gaya tetap yang bekerja pada suatu
benda dengan massa semakin besar, semakin kecil percepatan yang terjadi. Apabila massa
kelembaman benda disimbolkan dengan m, diperoleh hubungan percepatan dan massa sebagai berikut.
a ∞
1
m
Gejala-gejala tersebut telah dipelajari sebelumnya oleh Newton sehingga menghasilkan Hukum II
Newton, yang menyatakan bahwa jika resultan gaya yang bekerja pada suatu benda tidak sama dengan
nol, benda akan bergerak dengan percepatan yang besarnya sebanding dengan resultan gayanya dan
berbanding terbalik dengan massa kelembamannya. Secara matematis dituliskan
Ringkasa Gaya oleh NAUFAL R. RAMADHAN
4
a=
∑F
m
atau
ΣF = ma
dengan:
a = percepatan (m/s2)
ΣF = resultan gaya (N)
m = massa (kg)
Untuk benda yang bergerak dengan gaya yang bekerja ΣF = konstan, a = konstan. Artinya, benda
mengalami gerak lurus berubah beraturan.
Hukum III Newton
Apabila kita memiliki sepatu roda, coba kita lakukan kegiatan sederhana untuk menggali konsep
Hukum III Newton. Caranya, pakailah sepatu roda, ikatkan sebuah tali pada dinding, lalu tariklah tali
tersebut, seperti pada Gambar beikut ini
Apakah yang terjadi?
Apabila kita tarik dinding melalui tali, ternyata kita
tertarik oleh dinding. Seolah-olah ada gaya yang
menarikmu
ke dinding sebagai reaksi dari gaya tarik yang kita
berikan. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa apabila
kita memberikan gaya aksi pada suatu benda, ternyata
benda tersebut akan mengadakan gaya reaksi yang
arahnya
berlawanan. Apakah kedua gaya tersebut sama?
Jawaban kita pada pertanyaan ini dikenal dengan
Hukum III Newton atau Hukum Aksi Reaksi yang
menyatakan bahwa apabila sebuah benda mengerjakan
gaya (gaya aksi) kepada benda yang lain, benda kedua akan mengerjakan gaya (gaya reaksi) pada
benda pertama yang besarnya sama dan arahnya berlawanan. Secara matematis Hukum III Newton
dapat ditulis sebagai berikut.
Gaya aksi = – Gaya reaksi
Faksi = – Freaksi
Gaya aksi dan reaksi tersebut memiliki besar yang sama, tetapi berlawanan arah dan bekerja pada dua
benda yang berbeda. Kini coba kita analisis beberapa benda lain yang mengadakan aksi terhadap
benda yang lainnya.
a. Gaya Normal
Sebuah benda yang diletakkan di atas meja memiliki resultan gaya sama dengan nol, tetapi bukan
berarti tidak ada gaya yang bekerja padanya. Pada benda tersebut ada dua gaya yang saling
berlawanan.Gaya yang arahnya ke bawah terjadi akibat benda tersebut mengalami gaya yang
dilakukan oleh pusat bumi,
sedangkan gaya ke atas diberikan oleh meja akibat benda tersebut mengerjakan gaya pada meja.
Apakah kedua gaya tersebut aksi-reaksi? Tentu bukan, karena gaya ke atas bukan diberikan oleh gaya
ke bawah. Gaya yang diberikan meja terhadap benda dengan arah tegak lurus permukaan disebut gaya
normal (N). Apabila kita gambarkan seluruh gaya yang bekerja pada benda, akan terlihat seperti
Gambar 9.17.
Pasangan aksi-reaksi yang terjadi sebagai berikut.
1. Gaya aksi diberikan bumi pada benda (w) menimbulkan gaya reaksi dari benda ke pusat bumi (w' ).
Jadi, pasangan aksi reaksinya:
w = – w'
Ringkasa Gaya oleh NAUFAL R. RAMADHAN
5
Download