analisis pengaruh rasio camels pada probabilitas peringkat obligasi

advertisement
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
ANALISIS PENGARUH RASIO CAMELS PADA
PROBABILITAS PERINGKAT OBLIGASI
(Studi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Pada tahun 2005-2008)
Proposal
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dan Memenuhi Syarat-Syarat Untuk
Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Sebelas Maret Surakarta
Oleh :
HARIYANTI NUGRAHENI F0206065
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
ABSTRAKSI
ANALISIS PENGARUH RASIO CAMELS PADA PROBABILITAS
PERINGKAT OBLIGASI
(Studi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)
Hariyanti Nugraheni
F0206065
Dewasa ini banyak perusahaan menerbitkan obligasi sebagai sumber
pendanaan bagi perusahaannya untuk ekspansi perusahaan dan atau menjalankan
aktivitas perusahaan untuk dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan peluang
bisnis yang ada. Oleh karena hal inilah perusahaan menerbitkan obligasi sebagai
alternatif sumber pendanaan dan atau permodalan perusahaan.Penelitian ini menguji
rasio keuangan CAMELS pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia dalam mempengaruhi peringkat obligasi perusahaan perbankan .Hasil
penelitian diharapkan akan memberikan pemahaman tentang proses bonds ratings
yang kemudian meningkatkan pengetahuan terhadap salah satu kegunaan laporan
keuangan.
Dilatarbelakangi kondisi tersebut, penulis mengadakan penelitian yang
bertujuan yaitu; mengetahui aspek CAMELS yang diproksikan oleh rasio Capital
(Capital Adequacy Ratio), Assets Quality ( Return On Risk Assets), Management (Net
Profit Margin), Earnings (Return on Assets), Liquidity (Loan to Deposit Ratio),
Sensitivity to Market Risk (Interest Expense Ratio) yang mempengaruhi peringkat
obligasi pada perusahaan perbankan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
pada tahun 2005-2008.
Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 124 obligasi dengan
variabel independennya rasio Capital (Capital Adequacy Ratio), Assets Quality (
Return On Risk Assets), Management (Net Profit Margin), Earnings (Return on
Assets), Liquidity (Loan to Deposit Ratio), Sensitivity to Market Risk (Interest
Expense Ratio). Sedangkan variabel dependennya adalah peringkat obligasi
perusahaan (dengan variabel dummy 0 dan 1). Pengolahan data dilakukan dengan
Regresi Logit dengan tingkat signifikansi 1 % dan 10%. Hasil penelitian
menunjukkan variabel Capital Adequacy ratio (CAR) dan Net Profit Margin (NPM)
berpengaruh terhadap probabilitas peringkat obligasi pada perusahaan perbankan.
Kata Kunci : CAR, RORA, NPM, ROA, LDR, IER, peringkat obligasi.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
ABSTRACTION
ANALYSIS OF CAMELS RATIOS THAT INFLUENCE THE PROBABILITY
OF BOND RATING (Case Study In Banking Companies That Is Registered In
Indonesia Stock Exchange)
Hariyanti Nugraheni
F0206065
Recently, there are many companies that publish bond as a sources of fund
for their own company to build its business and to run the operational activities in
order to grow up and to develop appropriate with business opportunity which is exist
that published bond as alternative source of fund and/or as capital of the company.
This research tests the financial ratios of CAMELS in banking companies that is
registered in Indonesian Stock Exchange in how it influences bond rating of
investment grade of banking companies. Hopefully, the result of the research gives
the understanding of bond rating process and then increases our knowledge about the
using of financial statement.
Based on this condition, composer does a research in order to know the
CAMELS aspects that is proxy with Capital ratio (Capital Adequacy Ratio), Assets
Quality (Return On Risk Assets), Management (Net Profit Margin), Earnings (Return
on Assets), Liquidity (Loan to Deposit Ratio), Sensitivity To Market Risk (Interest
Expense Ratio) that influence bond rating of investment grade of Indonesian banking
companies. Second, to determine how much the effect of CAMELS aspect influence
the probability of bond rating of investment grade in Indonesian banking companies.
In this reserach, the number of the samples are 124 bonds. Research method
that is used is Logit Regression with its independent variables i.e. Capital ratio
(Capital Adequacy Ratio), Assets Quality (Return On Risk Assets), Management (Net
Profit Margin), Earnings (Return on Assets), Liquidity (Loan to Deposit Ratio),
Sensitivity To Market Risk (Interest Expense Ratio). While, its dependent variable is
company’s bond rating. Data processing is done by Eviews 3.0 Program with its
significancy level 1% and 10%. The result of the research shows that the variable of
Primary Equity Ratio, Operating Profit Margin and Operational Fee of Operational
Earning influence the probability of bond rating of investment grade in banking
companies in 2003-2007.
Key words: CAR, RORA, NPM, ROA, LDR, IER, BONDS RATING
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
HALAMAN PERSETUJUAN
Skripsi Dengan Judul :
ANALISIS PENGARUH RASIO CAMELS PADA
PROBABILITAS PERINGKAT OBLIGASI
(Studi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)
Disusun oleh
HARIYANTI NUGRAHENI F0206065
Surakarta, Agustus 2010
Disetujui dan diterima Oleh
Pembimbing
Drs. Bambang Hadinugroho, Msi
NIP.1955030 119850 3 1001
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
HALAMAN PENGESAHAN
Telah disetujui dan diterima dengan baik oleh tim penguji skripsi Fakultas
Ekonomi Universitas Sebelas Maret guna melengkapi tugas-tugas dan memenuhi
syarat-syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi
Pembangunan
Tim Penguji :
Surakarta,
1. Dra. Mahastuti Agung
Ketua
September 2010
(
)
Pembimbing (
)
Sekretaris (
)
NIP. 19480622 197302 2 001
2. Bambang Hadinugroho, SE, Msi
NIP. 19590508 198601 1 001
3. Deny Dwi Hartomo, SE, Msc
NIP. 198912102008121002
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
PERSEMBAHAN
Karya ini saya persembahkan kepada:
1. Ibu dan Bapak tercinta yang telah memberikan curahan kasih sayang serta
dorongan moril bagi penulis selama ini. Semoga Allah selalu menyayangimu
dengan memberimu kekuatan untuk selalu menyayangiku. Amin.
2. Mbak Sari-ku dan Nana-ku tersayang, terimakasih telah menjadi saudara yang
baik.
3. Sahabat-sahabat dekatku Irma, Anas, Cyta, Ayu, Hana, Novi, Maria, Thank’s
banget ya untuk semangat yang selalu dihadirkan untukku, selalu menjadi
teman berbagi suka dan dukaku, indah sekali.
4. Ageng Gaga Raditya, terima kasih buat semuanya, segala bantuan,
kebersamaan, semangat, dan pelajaran berharga yang aku dapat darimu.
Sangat berkesan untukku. Semangat buat skripsimu, sukses ya
5. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu baik secara langsung
maupun tidak atas bantuannya kepada penulis hingga terselesaikannya
penelitian ini.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
MOTTO
“Bacalah,
dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah,
dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah,
yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam.
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
(QS. Al „Alaq: 1-5)
I asked for strength, and Allah gave me difficulties to make me strong
I asked for wisdom, and Allah gave me problems to solve
I asked for prosperity, and Allah gave me brain and strength to work
I asked for courage, and Allah gave me danger to overcome
I asked for love, and Allah gave me troubled people to help
(Widagdo)
Tidak ada yang tidak bisa!!!
(Penulis)
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahi rabbil’alamin. Segala puji bagi Allah SWT, yang dengan
nikmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul
“ANALISIS
PENGARUH
RASIO
CAMELS
PADA
PROBABILITAS
PERINGKAT OBLIGASI (Studi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar
Di Bursa Efek Indonesia)”.
Penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio CAMELS
terhadap probabilitas peringkat obligasi pada perusahaan perbankan. Selain itu,
penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan dalam rangka
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas
Maret Surakarta.
Penulis menyadari bahwa dalam proses penyelesaian penulisan skripsi ini
tidak terlepas dari bimbingan, bantuan serta dorongan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, dengan kerendahan hati dan ketulusan yang mendalam, penulis
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Drs. Bambang Hadinugroho, Msi, selaku dosen pembimbing yang dengan arif
dan bijak telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam membimbing
dan memberikan masukan yang berarti dalam penyusunan skripsi ini juga
banyak mengembangkan
kemampuan penulis dan memberi banyak
pengetahuan yang sangat membantu penulis.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
2. Prof. Dr. Bambang Sutopo, M.Com, Ak selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sebelas Maret Surakarta.
3. Dra. Endang Suhari, M.Si, selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.
4. Reza Rahardian, SE, M.Si, selaku Sekretaris Jurusan Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.
5. Emi Indrawati, SE, MM, pojok BEI, selaku dosen pembimbing informal
penulis.
6. Seluruh Dosen Jurusan Ekonomi Manajemen beserta seluruh staff dan
karyawan Fakultas Ekonomi UNS yang telah memberi bekal ilmu dan
pengetahuan sehingga dapat menunjang selesainya penulisan skripsi ini.
Akhirnya besar harapan agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan semua
pihak yang membutuhkan.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Surakarta,
Agustus 2010
Penulis
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL .............................................................................
i
ABSTRAKSI .............................................................................................
ii
HALAMAN PERSETUJUAN . ..................................................................
iii
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................
iv
HALAMAN MOTTO ................................................................................
v
HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................
vi
KATA PENGANTAR ...............................................................................
vii
DAFTAR ISI ..............................................................................................
x
DAFTAR TABEL ......................................................................................
xii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................
xiii
DAFTAR LAMPIRAN ..............................................................................
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang masalah ...............................................................
1
B. Rumusan Masalah ........................................................................
4
C. Tujuan Penelitian .........................................................................
4
D. Manfaat Penelitian .......................................................................
4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Laporan Keuangan .......................................................................
6
B. Pengertian Bank ...........................................................................
7
1. Penilaian Tingkat Kesehatan Bank ........................................
7
2. Rasio-rasio CAMELS ............................................................
8
C. Pasar Modal ..................................................................................
11
1. Pengertian Obligasi ................................................................
12
2. Peringkat Obligasi ..................................................................
12
3. Gambaran Peringkat Obligasi ................................................
commit to user
14
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
D. Penelitian Terdahulu ....................................................................
15
E. Kerangka Pemikiran .....................................................................
19
F. Hipotesis.......................................................................................
20
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian ........................................................................
22
1. Populasi dan Sampel .............................................................
22
2. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data ........................
23
3. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran .....................
24
a. Variabel dependen………………………………………..
24
b. Variabel independen……………………………………..
25
4. Teknik Analisis Data ..............................................................
29
a. Analisis Kuantitatif ……………………………………….
29
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Deskriptif ………………………………………………
37
B. Pengujian Hipotesis……………………………………………..
38
1. Uji Individual……………………………………………
41
2. Uji F………………………………………………………
45
3. Koefisien Determinasi (R2 Mc Fadden)..............................
46
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ..................................................................................
47
B. Keterbatasan……………………………………………………..
48
C. Implikasi .......................................................................................
49
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................
51
LAMPIRAN ................................................................................................
53
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel II.1
Bonds Rating …………………………………………...
2
Tabel IV.1
Descriptive Analysis…………………………….. ……..
36
Tabel IV.2
Hasil Olah Data …………. ……………………………
38
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1
Kerangka Pemikiran …………………………………...
commit to user
19
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1
Daftar Bank Yang Mengeluarkan Obligasi…………..
53
Lampiran 2
Hasil Analisis deskriptif ……………………….…... .
54
Lampiran 3
Hasil Regresi Logit…………………… …………….
54
Lampiran 4
Representasi………………………………………….
55
Lampiran 5
Kategori Peringkat Obligasi………………….……….
55
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
ABSTRAKSI
ANALISIS PENGARUH RASIO CAMELS PADA PROBABILITAS
PERINGKAT OBLIGASI
(Studi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Pada Tahun 2005-2008)
Hariyanti Nugraheni
F0206065
Dewasa ini banyak perusahaan menerbitkan obligasi sebagai sumber
pendanaan bagi perusahaannya untuk ekspansi perusahaan dan atau menjalankan
aktivitas perusahaan untuk dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan peluang
bisnis yang ada. Oleh karena hal inilah perusahaan menerbitkan obligasi sebagai
alternatif sumber pendanaan dan atau permodalan perusahaan.Penelitian ini menguji
rasio keuangan CAMELS pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia dalam mempengaruhi peringkat obligasi perusahaan perbankan .Hasil
penelitian diharapkan akan memberikan pemahaman tentang proses bonds ratings
yang kemudian meningkatkan pengetahuan terhadap salah satu kegunaan laporan
keuangan.
Dilatarbelakangi kondisi tersebut, penulis mengadakan penelitian yang
bertujuan yaitu; mengetahui aspek CAMELS yang diproksikan oleh rasio Capital
(Capital Adequacy Ratio), Assets Quality ( Return On Risk Assets), Management (Net
Profit Margin), Earnings (Return on Assets), Liquidity (Loan to Deposit Ratio),
Sensitivity to Market Risk (Interest Expense Ratio) yang mempengaruhi peringkat
obligasi pada perusahaan perbankan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
pada tahun 2005-2008.
Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 124 obligasi dengan
variabel independennya rasio Capital (Capital Adequacy Ratio), Assets Quality (
Return On Risk Assets), Management (Net Profit Margin), Earnings (Return on
Assets), Liquidity (Loan to Deposit Ratio), Sensitivity to Market Risk (Interest
Expense Ratio). Sedangkan variabel dependennya adalah peringkat obligasi
perusahaan (dengan variabel dummy 0 dan 1). Pengolahan data dilakukan dengan
Regresi Logit dengan tingkat signifikansi 1 % dan 10%. Hasil penelitian
menunjukkan variabel Capital Adequacy ratio (CAR) dan Net Profit Margin (NPM)
berpengaruh terhadap probabilitas peringkat obligasi pada perusahaan perbankan.
Kata Kunci : CAR, RORA, NPM, ROA, LDR, IER, peringkat obligasi.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
ABSTRACTION
ANALYSIS OF CAMELS RATIOS THAT INFLUENCE THE PROBABILITY
OF BOND RATING (Case Study In Banking Companies That Is Registered In
Indonesia Stock Exchange)
Hariyanti Nugraheni
F0206065
Recently, there are many companies that publish bond as a sources of fund
for their own company to build its business and to run the operational activities in
order to grow up and to develop appropriate with business opportunity which is exist
that published bond as alternative source of fund and/or as capital of the company.
This research tests the financial ratios of CAMELS in banking companies that is
registered in Indonesian Stock Exchange in how it influences bond rating of
investment grade of banking companies. Hopefully, the result of the research gives
the understanding of bond rating process and then increases our knowledge about the
using of financial statement.
Based on this condition, composer does a research in order to know the
CAMELS aspects that is proxy with Capital ratio (Capital Adequacy Ratio), Assets
Quality (Return On Risk Assets), Management (Net Profit Margin), Earnings (Return
on Assets), Liquidity (Loan to Deposit Ratio), Sensitivity To Market Risk (Interest
Expense Ratio) that influence bond rating of investment grade of Indonesian banking
companies. Second, to determine how much the effect of CAMELS aspect influence
the probability of bond rating of investment grade in Indonesian banking companies.
In this reserach, the number of the samples are 124 bonds. Research method
that is used is Logit Regression with its independent variables i.e. Capital ratio
(Capital Adequacy Ratio), Assets Quality (Return On Risk Assets), Management (Net
Profit Margin), Earnings (Return on Assets), Liquidity (Loan to Deposit Ratio),
Sensitivity To Market Risk (Interest Expense Ratio). While, its dependent variable is
company’s bond rating. Data processing is done by Eviews 3.0 Program with its
significancy level 1% and 10%. The result of the research shows that the variable of
Primary Equity Ratio, Operating Profit Margin and Operational Fee of Operational
Earning influence the probability of bond rating of investment grade in banking
companies in 2003-2007.
Key words: CAR, RORA, NPM, ROA, LDR, IER, BONDS RATING
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
ANALISIS PENGARUH RASIO CAMELS PADA
PROBABILITAS PERINGKAT OBLIGASI
(Studi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
tahun 2005-2008)
Proposal
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dan Memenuhi Syarat-Syarat
Untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Fakultas
Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta
Oleh :
HARIYANTI NUGRAHENI F0206065
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010
BAB
commit
toIuser
1
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Memasuki abad 20, dunia investasi semakin semarak dengan adanya
banyak perusahaan menerbitkan obligasi sebagai sumber pendanaan bagi
perusahaannya untuk ekspansi usaha dan atau menjalankan aktivitas
perusahaan untuk dapat tumbuh dan berkembang serta menjadi pesat sesuai
dengan peluang bisnis yang ada. Beberapa masalah permodalan muncul
dikarenakan terdapat banyak peluang bisnis baru yang menjanjikan prospek
keuntungan bagi perusahaan, namun dana perusahaan yang bersumber dari
modal sendiri
terbatas
jumlahnya. Untuk
mendukung pertumbuhan
perusahaan itulah dimanfaatkan dana dari pihak luar, salah satunya yaitu
pasar modal.
Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang
dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing
instrumen dan melibatkan dua pihak, yakni pihak yang memiliki kelebihan
modal dan pihak yang memerlukan modal. Dalam usaha mendapatkan modal
tersebut perusahaan dapat melakukan dengan menerbitkan sekuritas utang
(debt securitities) yang merupakan pernyataan hak/ klaim atas sejumlah
pendapatan.
Salah satu sumber pendanaan yang dilakukan perusahaan yaitu
menerbitkan obligasi. Obligasi akan memberikan income yang tetap kepada
investor berupa pembayaran bunga pada waktu yang sudah terjadwal dan
investor akan mendapatkan pokok utang pada saat jatuh tempo sesuai dengan
commit to user
2
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
umur obligasi. Meskipun obligasi relatif lebih aman daripada saham, namun
obligasi juga memiliki risiko, yaitu default risk. Default risk adalah risiko
tidak terbayarnya bunga dan pokok utang. Untuk mencegah terjadinya risiko
tersebut, sebaiknya investor memperhatikan peringkat obligasi. Peringkat
obligasi merupakan sumber legal insurance bagi investor dalam mengurangi
kemungkinan terjadinya default risk dengan cara melakukan investasi hanya
pada obligasi yang memiliki peringkat tinggi.
Rating merupakan sebuah pernyataan tentang keadaan penanggung
hutang dan kemungkinan yang akan dilakukan, sehubungan dengan hutang
yang dimiliki, sehingga dapat dikatakan bahwa rating merupakan ukuran
risiko. Bonds rating penting karena rating tersebut memberikan pernyataan
yang informatif dan memberikan signal tentang probabilitas gagal bayar/
default hutang suatu perusahaan (Altman dalam Sugeng, 2003) dan bonds
rating mempunyai korelasi yang tinggi dengan debt security yield (Foster,
1986 dalam Sugeng, 2007). Peringkat obligasi pada suatu perusahaan
mempunyai banyak fungsi yang sangat berguna bagi investor, diantaranya
sumber informasi berbiaya rendah dan sumber sertifikasi tambahan atas
penyajian laporan keuangan yang dibuat perusahaan.
Secara
umum
masyarakat
mengukur
keberhasilan
perusahaan
berdasarkan pada kemampuan perusahaan yang terlihat dari kinerja
manajemen.
Kemampuan
manajemen
dalam
mengelola
perusahaan
dituangkan dalam bentuk laporan keuangan. Sehingga untuk mengukur
keberhasilan perusahaan dapat menggunakan analisis terhadap laporan
keuangan perusahaan. Hasil analisis laporan keuangan akan membantu
commit to user
3
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
mengintepretasikan berbagai hubungan kunci serta kecenderungan yang dapat
memberikan dasar pertimbangan mengenai potensi keberhasilan perusahaan
dimasa mendatang. Untuk menilai kinerja perusahaan perbankan digunakan 6
aspek penilaian rasio keuangan CAMELS, yaitu Capital (Capital Adequacy
Ratio), Assets Quality ( Return On Risk Assets), Management (Net Profit
Margin), Earnings (Return on Assets), Liquidity (Loan to Deposit Ratio),
Sensitivity to Market Risk (Interest Expense Ratio). Aspek rasio-rasio
CAMELS tersebut dapat digunakan untuk prediksi peringlat obligasi pada
perusahaan perbankan go publik yang terdaftar di Bursa Efek indonesia
(Ratih, 2009).
Penelitian yang serupa masih jarang ditemukan di Indonesia, maka
peneliti akan meneliti mengenai peranan aspek rasio keuangan CAMELS
dalam memprediksi peringkat obligasi pada perusahaan perbankan terhadap
perbedaan peringkat obligasi yang dilakukan oleh PT. PEFINDO. Penelitian
ini diharapkan dapat memberikan alternatif yang dapat digunakan untuk
memprediksi peringkat obligasi serta memberikan penjelasan secara empiris
mengenai kaitan laporan keuangan dengan peringkat obligasi. Jika ada berarti
variabel rasio-rasio keuangan tersebut dapat digunakan sebagai alat prediksi.
Atas dasar paparan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian berjudul “ANALISIS PENGARUH RASIO CAMELS PADA
PROBABILITAS PERINGKAT OBLIGASI (Studi Pada Perusahaan
Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)”.
commit to user
4
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalah yang
diangkat pada penelitian ini yaitu :
Bagaimanakah Capital Adequacy Ratio, Return On Risk Assets, Net Profit
Margin, Return on Assets, Loan to Deposit Ratio, Interest Expense Ratio
mempengaruhi probabilitas peringkat obligasi perusahaan perbankan di
Indonesia?
C. Tujuan Penelitian
Suatu penelitian mempunyai makna dan bermanfaat apabila penelitian itu
mempunyai arah dan tujuan yang jelas yang akan dicapai. Tujuan dari
diadakannya penelitian ini yaitu :
Mengetahui pengaruh Capital Adequacy Ratio, Return On Risk Assets, Net
Profit Margin, Return on Assets, Loan to Deposit Ratio, Interest Expense
Ratio terhadap probabilitas peringkat obligasi perusahaan perbankan di
Indonesia.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Akademisi
a.
Mengetahui rasio-rasio keuangan yang mempengaruhi probabilitas
peringkat obligasi perusahaan perbankan.
b.
Sebagai tambahan wacana dan referensi bagi civitas akademika yang
melakukan penelitian dengan topik sejenis.
commit to user
5
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
2. Bagi praktisi
a.
Dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang berkaitan
dengan obligasi dan pemeringkatan obligasi yang dilakukan oleh PT.
PEFINDO.
b.
Dapat memberikan antisipasi dan petunjuk dalam mempertahankan
dan atau meningkatkan peringkat obligasi perusahaan perbankan.
3. Bagi dunia pasar modal
a.
Sebagai model pendugaan berkaitan dengan sinyal awal yang
seharusnya diikuti oleh para investor agar tidak terjebak dalam
pembelian obligasi yang berisiko atau bermasalah.
b.
Memberikan masukan bagi regulation maker dalam pembuatan
keputusan mengenai pemeringkatan obligasi perusahaan khususnya
pada perusahaan perbankan.
BAB II
commit to user
6
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
TELAAH PUSTAKA
A.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan (Financial Statement) merupakan ikhtisar mengenai
keadaan keuangan suatu perusahaan dan merupakan laporan peristiwa masa
lalu yang berkelanjutan dari sumber, kewajiban, dan aktivitas ekonomi
perusahaan (yang mengubah sumber dan kewajiban tersebut), serta
dikuantitaskan dalam satuan uang, yang hasil akhir dari proses akuntansi
meliputi neraca, laporan laba-rugi, dan laporan perubahan posisi keuangan.
Laporan keuangan bertujuan untuk:
1. Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva
dan kewajiban serta ekuitas suatu bank.
2. Memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam
aktiva netto (aktiva dikurangai kewajiban) suatu bank yang timbul dari
kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
3. Memberikan informasi keuangan yang membantu para pengguna laporan
didalam menaksir potensi perubahan dalam menghasilkan laba.
4. Memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva
dan kewajiban suatu bank seperti informasi mengenai aktivitas
pembiayaan dan investasi.
B.
Pengertian Bank
Menurut Undang-undang No.10 Tahun 1998 tentang Perubahan UndangUndang No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan, mendefinisikan bank sebagai
“Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
commit to user
7
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan
atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak”.
1. Penilaian Tingkat Kesehatan Bank
Kesehatan suatu bank dapat diartikan sebagai kemampuan suatu
bank untuk melaksanakan kegiatan operasional perbankan secara normal
dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik melalui caracara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku (Mudrobah,
2004).
Dengan semakin meningkatnya kompleksitas dan risiko usaha
perbankan, bank perlu mengidentifikasi permasalahan yang mungkin
timbul dari operasional bank. Bagi perbankan, hasil akhir penilaian
kondisi bank tersebut dapat digunakan sebagai salah satu sarana dalam
menetapkan strategi usaha di waktu yang akan datang sedangkan bagi
Bank Indonesia antara lain digunakan sebagai sarana penetapan dan
implementasi strategi pengawasan bank oleh Bank Indonesia.
Sesuai dikeluarkan Peraturan Bank Indonesia No. 6/10/PBI/2004
tanggal 12 April 2004 dan Surat Edaran Bank Indonesia No.
6/23/DPNP/2004 tanggal 31 Mei 2004 tentang sistem penilaian tingkat
kesehatan bank. Pelaksanaan sistem penilaian tingkat kesehatan bank
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bank Indonesia dan Surat edaran
Bank Indonesia di atas mulai diterapkan sejak posisi bulan Desember
2004. Dalam rangka persiapan penerapan secara efektif sistem penilaian
commit to user
8
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
tingkat kesehatan bank sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia di atas,
bank wajib melaksanakan penilaian tingkat kesehatan bank sejak posisi
bulan Juni 2004 dan apabila perlu Bank Indonesia meminta hasil penilaian
tingkat kesehatan yang dilakukan oleh bank. Untuk menilai kinerja
perusahaan perbankan digunakan aspek penilaian rasio-rasio keuangan.
Untuk perusahaan perbankan rasio yang biasa digunakan adala rasio
CAMELS.
2. Rasio-rasio CAMELS
Penilaian rasio keuangan CAMELS meliputi kuantitatif dan atau
penilaian kualitatif terhadap faktor-faktor permodalan, kualitas asset,
manajemen, rentabilitas, likuiditas dan sensitivitas terhadap risiko pasar.
a. Capital Adequacy adalah kecukupan modal yang menunjukkan
kemampuan bank dalam mempertahankan modal yang mencukupi dan
kemampuan
manajemen
dalam
mengidentifikasi,
mengukur,
mengawasi dan mengontrol risiko-risiko yang timbul, yang dapat
berpengaruh terhadap besarnya modal bank. Perhitungan Capital
Adequacy ini didasarkan atas prinsip bahwa setiap penanaman yang
mengandung risiko harus disediakan jumlah modal sebesar persentase
tertentu (risk margin) terhadap jumlah penanamannya.
Berdasarkan ketentuan-ketentuan Pokok Perbankan Bank Indonesia
pada Ketentuan Kehati-hatian, bank diwajibkan untuk memenuhi rasio
KPMM (Kewajiban Penyediaan Modal Minimum) yaitu CAR (Capital
commit to user
9
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Adequacy Ratio) minimal sebesar 8% yang dihitung dari perbandingan
antara modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR).
b. Assets quality (kualitas aktiva produktif) menunjukkan kualitas asset
sehubungan dengan risiko kredit yang dihadapi bank akibat pemberian
kredit dan investasi dana bank pada portofolio yang berbeda. Penilaian
kualitas aktiva produktif didasarkan pada prospek usaha, kondisi
keuangan dengan penekanan pada arus kas debitur dan kemampuan
membayar. Rasio yang digunakan pada penilaian terhadap faktor
kualitas aktiva produktif adalah Return on Risked Assets (RORA).
RORA digunakan untuk mengukur kemampuan bank
dalam
mengoptimalkan penanaman aktiva yang dimiliki untuk memperoleh
laba.
c. Management quality (kualitas manajemen) menunjukkan kemampuan
manajemen bank untuk mengidentifikasi, mengukur, mengawasi dan
mengontrol risiko-risiko yang timbul melalui kebijakan-kebijakan dan
strategi bisnisnya untuk mencapai target. Aspek manajemen untuk
memprediksi potensi kebangkrutan dalam penelitian ini tidak dapat
diterapkan dengan manajemen kuesioner karena menggunakan data
sekunder, tetapi diproksikan dengan Net Profit Margin (NPM)
d. Earnings (Rentabilitas) menunjukkan kemampuan bank untuk
menghasilkan laba atau keuntungan. Penilaian terhadap rentabilitas
adalah dengan ROA (Return on Assets). ROA ini mengukur
kemampuan bank dalam mengelola asset yang dimilikinya untuk
menghasilkan laba.
commit to user
10
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
e. Liquidity (likuiditas) menunjukkan ketersediaan dana dan sumber dana
bank pada saat ini dan masa yang akan datang. Pengaturan likuiditas
bank terutama dimaksudkan agar bank setiap saat dapat memenuhi
kewajiban-kewajiban yang harus segera dibayar (untuk mengukur
seberapa besar kemampuan bank tersebut mampu membayar hutanghutangnya dan membayar kembali kepada deposannya). Penilaian
terhadap likuiditas ini didasarkan atas besarnya Loan to Deposit Ratio
(LDR). LDR ini untuk mengetahui kemampuan bank dalam membayar
kembali kewajiban kepada para deposannya dengan menarik kembali
kredit-kredit yang telah diberikan kepada debiturnya. LDR yang
semakin tinggi memberikan indikasi rendahnya kemampuan likuiditas
bank yang bersangkutan. Hal ini disebabkan karena jumlah dana yang
diperlukan untuk membiayai kredit semakin besar.
f. Sensitivitas terhadap risiko pasar (risiko yang timbul karena adanya
pergerakan variabel pasar dari portofolio yang dimiliki oleh bank, yang
dapat merugikan bank, misal suku bunga dan nilai tukar) menunjukkan
bahwa dalam mencapai rentabilitas yang tinggi suatu bank dihadapkan
pada berbagai risiko pasar. Penilaian pada sensitivitas terhadap risiko
pasar ini didasarkan atas besarnya Interest Expense Ratio (IER). IER
ini merupakan ukuran atas biaya dana yang dikumpulkan oleh bank
yang dapat menunjukkan efisiensi bank di dalam mengumpulkan
sumber-sumber dananya. IER mempunyai ciri kalau semakin besar
semakin buruk dan begitu sebaliknya.
commit to user
11
perpustakaan.uns.ac.id
C.
digilib.uns.ac.id
Pasar Modal
Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal
mendefinisikan pasar modal sebagai “Kegiatan yang bersangkutan dengan
penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang
berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi
yang berkaitan dengan efek”.
Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara
karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu
1.
Pasar Modal sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana
bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal
(investor).
2.
Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk
pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lainlain, kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk
berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksa
dana, dan lain-lain.
Dengan demikian, masyarakat dapat menempatkan dana yang
dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masingmasing instrumen dan melibatkan dua pihak, yakni pihak yang memiliki
kelebihan modal dan pihak yang memerlukan modal. Salah satu sekuritas
yang ada di pasar modal adalah obligasi.
a.
Pengertian Obligasi
commit to user
12
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang
yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang
menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode
tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan
kepada pihak pembeli obligasi tersebut (Jogiyanto, 2003).
b.
Peringkat Obligasi
Sebelum obligasi ditawarkan di pasar terlebih dahulu dibuat
rating oleh badan yang berwenang. Rating tersebut disebut sebagai
credit rating yang merupakan skala risiko dari semua obligasi yang
diperdagangkan. Skala ini menunjukkan seberapa aman suatu obligasi
bagi pemodal. Keamanan ini ditunjukkan dengan kemampuannya
untuk membayar bunga dan pelunasan pokok pinjaman.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka jauh sebelumnya
harus dilakukan suatu prediksi tentang peringkat dari masing-masing
obligasi, agar dapat menunjukkan kemampuan perusahaan tersebut
dalam mengembalikan hutang-hutangnya.
Peringkat obligasi harus diperhatikan oleh investor apabila
investor akan membeli obligasi karena peringkat obligasi dapat
menunjukkan risiko obligasi. Risiko obligasi terkait dengan
kemampuan perusahaan yang mengeluarkan obligasi untuk membayar
pokok pinjaman dan bunga pada saat jatuh tempo. Misalnya, membeli
obligasi yang memiliki peringkat BBB ke atas relatif lebih aman
dibandingkan dengan obligasi berperingkat B ke bawah. Alasannya,
commit to user
13
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
obligasi yang memiliki peringkat B ke bawah memiliki yield yang
tinggi, peringkat rendah, dan risiko default besar/junk debt (Foster,
1986: 500).
Peringkat obligasi perusahaan secara umum dibagi menjadi dua
yaitu obligasi investment grade dan non-investment grade. Dasar dari
pengelompokan peringkat ini adalah risiko default obligasi (Brigham
& Houston, 2001) yaitu :
1) Investment grade Bond
Obligasi ini termasuk dalam peringkat yang layak untuk
investasi dan merupakan obligasi dengan peringkat tertinggi bagi
bank dan investor institusional lainnya yang boleh dimiliki oleh
undang-undang (Brigham dan Houston, 2001). Yang termasuk
dalam obligasi jenis ini adalah peringkat AAA, AA, A, dan BBB.
2) Non-investment grade Bond
Obligasi ini tidak termasuk dalam peringkat yang layak untuk
investasi dengan probabilitas kegagalan yang signifikan. Obligasi
jenis ini sering pula disebut obligasi spekulatif atau junk (Brigham
dan Houston, 2001). Junk bond merupakan obligasi yang default
risk (risiko kegagalannya) sangat tinggi karena perusahaan
penerbitnya menggunakan hutang dalam jumlah yang terlalu basar.
Junk bond dapat berasal dari obligasi baik yang berubah menjadi
sangat berisiko,
ketika perusahaan penerbitnya mengalami
kesulitan keuangan dan obligasi yang sejak diterbitkannya sudah
berisiko tinggi karena penerbitnya memiliki hutang yang besar
commit to user
14
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
(Atmaja, 2002). Yang termasuk didalamnya adalah obligasi dengan
peringkat BB, B, CCC, dan D.
Menurut PT. PEFINDO, pemeringkatan atas efek hutang dilakukan
berdasar penilaian:
a) Kemampuan pelunasan pembayaran.
b) Struktur yang diatur dalam penerbitan obligasi tersebut.
c) Perlindungan atas klaim investor jika terjadi default.
c.
Gambaran Peringkat Obligasi
Tabel II.1
Bonds Rating
Credit Rating
Agency
Sangat
Tinggi
Standard& Poor’s AAA AA
Moody’s
Aaa Aa
Sumber : PT.PEFINDO
Kualitas
Kualitas
Spekulatif
Sangat
Tinggi
Buruk
A BBB
BB B
CCC D
A
Baa
Ba B
Caa C
Keterangan:
a. Moody’s dan Standartd & Poors telah menyesuaikan pemeringkatan
mereka.
b. S & P menggunakan tanda plus dan minus: A+ merupakan peringkat
A paling kuat dan A- yang paling lemah.
c. Moodys menggunakan tanda 1, 2, atau 3, tanda 1 menunjukkan yang
paling kuat (Manurung, Adler, 2006).
Seperti halnya Standard & Poor’s Rating Service (S&P’s) dan
Moody’s di Amerika, di Indonesia juga ada lembaga pemeringkat obligasi.
commit to user
15
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Pemeringkatan obligasi di Indonesia dilakukan oleh dua lembaga, yaitu
PT. PEFINDO (Pemeringkat Efek Indonesia) dan Kasnic Credit Rating.
PT. PEFINDO mempublikasi peringkat obligasi setiap bulan, sedangkan
Kasnic tidak. Selain itu, jumlah perusahaan yang menggunakan jasa
pemeringkatan obligasi PT. PEFINDO jauh lebih banyak dibandingkan
yang menggunakan jasa pemeringkatan Kasnic. Oleh karena itu, penelitian
ini menggunakan peringkat obligasi yang dikeluarkan oleh PT. PEFINDO.
D. Penelitian Terdahulu
Penelitian yang menguji kemampuan prediksi data akuntansi dalam
memprediksi peringkat obligasi perusahaan pertama kali dilakukan oleh
Horrigan (1966) dengan menguji apakah data akuntansi, khususnya
dalam bentuk rasio keuangan dapat digunakan untuk menentukan
keputusan kredit jangka panjang. Menggunakan model regresi OLS
(ordinary least square) dengan memberi kode variabel dependen yaitu
peringkat obligasi dengan 9 skala poin 9 untuk rating obligasi tertinggi
(Moody's Aaa dan Standard & Poor's AAA) dan angka 1 untuk rating
terendah (C). Penelitian ini mengambil sampel 70 peringkat Moody's dan
60 peringkat S&P untuk tahun 1961 - 1964. Hasil penelitian
membuktikan bahwa data akuntansi dan rasio keuangan berguna untuk
penentuan peringkat obligasi perusahaan. Terbukti 58% mendekati
peringkat dari Moody's dan 52% mendekati Standard & Poor's. Variabel
yang digunakan terdiri dari TA; long term solvency ratio; long term
capital turnover ratio, profit margin ratio yaitu terdiri dari: net operating
commit to user
16
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
profit / sales dan sales / net worth ratio, dan juga dummy legal. Status
variabel berupa variabel sub ordinat yang dapat memprediksi peringkat
obligasi
Chan & Jegadesh dalam Sugeng (2007) meneliti beberapa model
statistik untuk memprediksi rating obligasi menggunakan informasi
keuangan seperti provitability, earnings, liquidity, firm size, leverage,
dan cash flow to debt ratio, kemudian membandingkannya dengan rating
yang dikeluarkan rating agencies. Menggunakan data bulanan, dari April
tahun 1974 - Maret 1997 berjumlah 4.474 obligasi industri dari 415
perusahaan dengan Moody's Investors Service's ratings. Metode yang
dibandingkan adalah: multiple discriminant analysis (MDA), probit
models, MDA dengan cross-validation (MDA-C), dan probit dengan
stepwise variable selection (probit-S). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa MDA memiliki kesesuaian prediksi tertinggi mendekati rating
dari agency dengan 86%, kemudian probit model dengan tingkat akurasi
79%, serta MDA-C dan probit-S yang terendah dengan hanya 75%.
Namun demikian MDA-C dan probit-S menunjukkan abnormal return
positif signifikan yang kuat, dimana MDA-C yang terkuat dengan ratarata abnormal return 5%. Bahkan hanya MDA-C yang menghasilkan
abnormal return signifikan jika penelitian hanya menggunakan
investment-grade bonds.
Sulistyowati, 2005 menggunakan Konsep CAMELS sebagai dasar
seleksi untuk memprediksi potensi kebangkrutan pada perusahaan
perbankan yang Go Public di Indonesia dengan menggunakan data
commit to user
17
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
laporan keuangan tahun 1996-1998 rasio keuangan bank yang diduga
relevan yaitu Capital Adequacy, Assetss Quality, Portofolio risk,
Management, Earning, Liquidity dan Sensitivity To Market Risk.
Ternyata aspek CAMELS yang diproksikan dengan rasio CAR, RORA,
NPM, OPM, ROA, BOPO, IRRR dengan menggunakan Discriminant
Analysis terdapat hubungan positif yang secara statistik signifikan
membedakan prediksi kebangkrutan antara perusahaan perbankan yang
sehat dengan perusahaan perbankan yang gagal.
Penelitian diatas semua mengindikasikan bahwa rating obligasi adalah
proxy untuk default risk suatu perusahaan. Hickman (1959) menemukan
adanya hubungan antara peringkat obligasi dengan default selama
periode penelitian 1900-1943. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa
rating obligasi merupakan perwujudan risiko hutang jangka panjang.
Penelitian terdahulu mengenai prediksi peringkat obligasi (bond ratings)
telah banyak dilakukan, namun penelitian serupa dengan mengambil
sampel perusahaan perbankan dan kondisi pasar Indonesia masih jarang
ditemukan, oleh karena itu penelitian ini meneliti mengenai peranan
aspek rasio keuangan CAMELS dalam memprediksi peringkat obligasi
pada perusahaan perbankan terhadap perbedaan peringkat obligasi yang
dilakukan oleh PT. PEFINDO. Hasil penelitian diharapkan dapat
memberi alternatif yang dapat digunakan untuk memprediksi peringkat
obligasi serta dapat menjawab secara empiris ada tidaknya kaitan analisis
laporan keuangan dengan peringkat obligasi. Jika ada berarti variabel
rasio-rasio keuangan tersebut dapat digunakan sebagai alat prediksi.
commit to user
18
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
E. Kerangka Pemikiran
Capital Aspect
CAR
Asset Quality Aspect
RORA
Laporan Perusahaan
Perbankan Yang
Menerbitkan Obligasi
Management Aspect
NPM
Peringkat Obligasi
Perusahaan
Earning Aspect
ROA
Liquidity Aspect
LDR
Sensitivity to Market
IER
Gambar I. Kerangka Pemikiran
(Sumber: Sugeng,2007)
Keterangan :
Pengaruh aspek rasio CAMELS yaitu Capital Adequacy Ratio, Return
On Risk Assets, Net Profit
Margin,
Return on Assets, Loan to Deposit
commit
to user
19
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Ratio, Interest Expense Ratio terhadap probabilitas peringkat obligasi
perusahaan perbankan.
F. Hipotesis
Penelitian yang menggunakan CAMELS (Capital, Asset Quality,
Management, Earnings, Liquidity, Sensitivity To Market Risk) dilakukan
untuk memprediksi kegagalan bisnis di bidang perbankan. Sulistyowati,
2005 menggunakan konsep CAMELS sebagai dasar seleksi untuk
memprediksi potensi kebangkrutan pada perusahaan perbankan yang Go
Public di Indonesia dengan menggunakan data laporan keuangan tahun
1996-1998 rasio keuangan bank yang diduga relevan yaitu Capital
Adequacy, Assetss Quality, Portfolio Risk, Management, Earning,
Liquidity dan Sensitivity To Market Risk. Ternyata aspek CAMELS yang
diproksikan dengan rasio CAR, RORA, NPM, OPM, ROA, BOPO, IRRR
dengan menggunakan Discriminant Analysis terdapat hubungan positif
yang secara statistik signifikan membedakan prediksi kebangkrutan antara
perusahaan perbankan yang sehat dengan perusahaan perbankan yang
gagal.
Analisis rasio keuangan dapat juga dipakai sebagai sistem peringatan
awal (early warning system) terhadap kemunduran kondisi keuangan dari
suatu perusahaan (Sugeng; 2007). Proses pemeringkatan obligasi
didasarkan baik atas faktor kualitas maupun kuantitas dari perusahaan
penerbit obligasi. Baik Standard & Poor's maupun Moody's, dua agen
pemeringkat obligasi internasional terbesar, menyatakan bahwa komponen
commit to user
20
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
pokok yang digunakan untuk melakukan pemeringkatan adalah data
kuantitatif
berupa
financial-statement
analysis,
meskipun
dalam
analisisnya tidak hanya terbatas pada pengolahan data akuntansi saja
(Horrigan; 1966)
Berdasarkan uraian di atas dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
Terdapat pengaruh antara enam (6) rasio keuangan dengan probabilitas
peringkat obligasi pada perusahaan perbankan di Indonesia. Untuk
menguji bahwa rasio CAMELS secara signifikan berpengaruh, maka
dirumuskan hipotesis alternatif sebagai berikut:
Ha: Terdapat pengaruh antara rasio keuangan Capital Adequacy Ratio,
Return On Risk Assets, Net Profit Margin, Return on Assets, Loan to
Deposit Ratio, Interest Expense Ratio dengan probabilitas peringkat
obligasi pada perusahaan perbankan di Indonesia.
commit to user
21
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian
1.
Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi yaitu keseluruhan kelompok, individu atau kejadiankejadian atau benda-benda yang menarik perhatian atau diselidiki
(Sekaran, 2000:261). Populasi yang digunakan sebagai sample
frame penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan perbankan yang
telah go public yang terdaftar (listed) di Bursa Efek Indonesia
(BEI) serta mengeluarkan obligasi pada rentang waktu 2005-2008.
Tipe penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory
research) yaitu penelitian yang memfokuskan pada penjelasan
hubungan antar variabel. Jumlah populasi menurut Indonesian
Capital Market Directory (ICMD).
b. Sampel
Sampel
merupakan
sebagian
dari
elemen-elemen
populasi
(Sekaran, 2000:261). Pemilihan sampel dilakukan secara purposive
sampling dengan kriteria pemilihan sampel seperti berikut:
1) Obligasi yang diterbitkan oleh bank-bank umum negeri dan
swasta nasional selama 1 Januari 2005 s/d 31 Desember 2008.
commit to user
22
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
2) Obligasi yang diterbitkan oleh bank yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia yang mengeluarkan laporan keuangan tahunan
pada tahun 2005 s/d 2008.
3) Laporan keuangan bank tersebut harus mempunyai tahun buku
yang berakhir 31 Desember pada tahun 2005 s/d 20098. Hal
bertujuan untuk menghindari adanya pengaruh waktu parsial
dalam penghitungan rasio keuangan.
4) Obligasi yang bank penerbitnya terdaftar dalam peringkat
obligasi yang dikeluarkan oleh PT. PEFINDO selama 1 Januari
2005 s/d 31 Desember 2008.
Dari kriteria tersebut, diperoleh 124 sampel obligasi dari 31 obligasi
tiap tahunnya yang diterbitkan oleh perusahaan perbankan yang
mempunyai data peringkat obligasi dan laporan keuangan tahunan
lengkap selama kurun waktu 2005 – 2008.
2.
Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data sekunder umumnya
berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam
arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak
dipublikasikan. Alasan peneliti menggunakan data sekunder karena
data ini mudah diperoleh dan memiliki waktu yang lebih luas. Data
sekunder tersebut berupa laporan keuangan dari perusahaan yang telah
go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diperoleh
dari Indonesia Capital Market Directory (ICMD) serta laporan
commit to user
23
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
keuangan yang dipublikasikan di internet melalui website resmi Bursa
Efek Indonesia (www.idx.co.id).
Karena keseluruhan data yang digunakan merupakan data sekunder,
maka teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive
sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan berdasarkan pada
ciri-ciri atau kriteria tertentu. Metode purposive sampling terkadang
sangat penting digunakan dalam mencari informasi sasaran spesifik,
karena tipe-tipe khusus dari objek penelitian dapat memberikan
informasi
yang
dibutuhkan
(Sekaran,
2006:136).
Penulis
menggunakan metode sampling ini karena tidak semua sampel
mempunyai data lengkap sehingga sulit untuk dilakukan pengukuran.
3.
Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran
a. Variabel Dependen
Variabel dependen adalah variabel terikat atau variabel yang
dipengaruhi oleh perubahan variabel independen dan mempunyai
hubungan positif atau negatif bagi variabel independen nantinya
(Pi). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah peringkat
obligasi (bonds rating). Terdiri dari peringkat AAA sampai dengan
D yang dikeluarkan oleh PT.PEFINDO. Peringkat obligasi (bonds
rating) merupakan variabel dummy dengan dua kategori.
Pi diberi nilai : 1 : bonds rating (AAA s/d BBB) termasuk dalam
investment grade
commit to user
24
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Pi diberi nilai : 0 : bonds rating (BB s/d D) termasuk dalam noninvestment grade
Pembagian peringkat menjadi invesment grade dan non-investment
grade didasarkan pada pembagian peringkat hutang yang dilakukan
oleh Standard & Poor’s pada tahun 1985.
b. Variabel Independen
Variabel independen adalah variabel yang dapat mempengaruhi
perubahan variabel dependen dan mempunyai hubungan positif
atau negatif bagi variabel dependen nantinya. Dalam hal ini
variabel independen adalah rasio keuangan dari laporan keuangan
yang diterbitkan oleh perusahaan yang dijadikan sampel. Rasio
keuangan yang digunakan berjumlah 6 rasio keuangan CAMELS,
yaitu: Capital Adequacy Ratio, Return On Risk Assets, Net Profit
Margin, Return on Assets, Loan to Deposit Ratio, Interest Expense
Ratio dalam memprediksi peringkat obligasi pada perusahaan
perbankan yang dirumuskan sebagai berikut:
1) Capital Aspect
Capital Aspect diukur dari rasio kecukupan modal dengan
menggunakan rasio leverage berupa Capital Adequancy Ratio,
sebagai berikut :
CAR=
Equity Capital - Fixed Assets
x 100 %
Total Loan  Securities
(Sumber : Titik Aryati &Hekinus Manao; Sulistyowati,2005)
commit to user
25
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan permodalan
suatu bank untuk menutup kemungkinan kerugian didalam
perkreditan dan perdagangan surat-surat berharga.
2) Assets Quality Aspect
Assets Quality Aspect atau Kualitas Aktiva Produktif (KAP)
diproksikan dengan Return On Risk Assets (RORA), sebagai
berikut :
RORA =
Laba sebelum pajak
x 100%
Total Loans  Securities
(Sumber: Muljono,Teguh,Pudjo.1994:432;Sulistyowati,2005).
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam
mengoptimalkan penanaman aktiva yang dimiliki untuk
memperoleh laba. Rasio ini cenderung secara signifikan
berpengaruh positif terhadap peringkat Obligasi (Bouzoita &
Young (1998) dalam Sugeng, 2003).
3)
Management Aspect
Aspek Manajemen diproksikan dengan Net Profit Margin,
sebagai berikut:
NPM =
Net Income
x 100%
Operating Income
(Sumber: Muljono,Teguh Pudjo.1994:432; Sulistiowati,2005).
commit to user
26
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam
menghasilkan laba bersih ditinjau dari sudut pendapatan
operasi.
4) Earnings Aspect
Aspek earnings dimaksudkan untuk mengukur profitabilitas
dan efisiensi bank yang bersangkutan. Rentabilitas bank diukur
dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
ROA=
LabaSebelu mPajak
x100%
Total Aktiva
(Sumber : Martono, 2004, Sulistyowati, 2005).
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen
bank dalam memperoleh keuntungan (laba sebelum pajak)
yang dihasilkan dari rata-rata total assets bank yang
bersangkutan. Semakin besar ROA, semakin besar pula tingkat
keuntungan yang dicapai bank sehingga kemungkinan suatu
bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Laba sebelum
pajak adalah laba bersih dari kegiatan operasional sebelum
pajak. Sedangkan rata-rata total asset adalah rata-rata volume
usaha atau aktiva (SE BI No 3/30 DPNP tanggal 14 Desember
2001). Rasio ini cenderung secara signifikan berpengaruh
positif terhadap peringkat obligasi, semakin tinggi ROA
semakin tinggi peringkat obligasi perusahaan. (Bouzoita &
Young (1998) dalam Sugeng, 2003.
commit to user
27
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
5) Liquidity Aspect
Aspek likuiditas dimaksudkan untuk mengukur seberapa besar
kemampuan
bank
tersebut
mampu
membayar
hutang-
hutangnya dan membayar kembali kepada para deposannya.
Tingkat likuditas bank diukur dengan menggunakan rumus
sebagai berikut:
Loan to Deposit Ratio (LDR) =
Loan
x 100 %
Total Deposito
(Sumber: Martono, 2004; Sulistyowati, 2005).
Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan bank
dalam membayar kembali kewajiban kepada para nasabah
yang telah menanamkan dananya dengan kredit-kredit yang
telah diberikan kepada para debiturnya. Semakin tinggi
rasionya semakin tinggi tingkat likuiditasnya. Penelitian
Carson Scot Bouzoita & Young 1998 (Sugeng, 2003)
menemukan hubungan antara likuiditas dengan credit rating.
Semakin
tinggi
likuiditas
perusahaan
semakin
baik
kemungkinan peringkat obligasi perusahaan tersebut.
6) Sensitivity to Market Risk Aspect
Penilaian aspek sensitivitas diukur dengan menggunakan rasio
berupa Interest Expense Ratio, sebagai berikut:
commit to user
28
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Interest Expense Ratio (IER) =
Interest Paid
x 100%
Total Deposito
(Sumber:Muljono,Teguh Pudjo.1994:432;Sulistiowati, 2005).
Rasio ini merupakan ukuran atas biaya yang dikumpulkan oleh
bank yang dapat menunjukkan efisiensi bank didalam
mengumpulkan sumber-sumber dananya. Apabila nilai rasio
ini semakin besar maka menunjukkan kondisi bank yang
semakin buruk dan apabila bernilai semakin kecil maka akan
semakin baik. (Sulistyowati, 2005).
4.
Teknik Analisis Data
a. Analisis Kuantitatif
Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan metode logistic
karena variabel dependen berupa variabel kualitatif yang
mencerminkan pilihan antara dua alternatif (investment grade/
peringkat layak investasi yang memiliki default risk yang rendah
dan non investment grade/ peringkat tidak layak investasi yang
memiliki bond default risk (risiko gagal bayar) yang tinggi. Model
ini dipilih karena hendak mengkuantitatifkan hubungan antara
probabilitas dua pilihan tersebut dengan beberapa variabel lainnya,
yaitu aspek rasio CAMELS (Capital Adequacy Ratio, Return On
Risk Assets, Net Profit Margin, Return on Assets, Loan to Deposit
Ratio, Interest Expense Ratio).
Persamaan model Logit (fungsi Logistic distribusition) yang
commit to user
digunakan dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut:
29
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Logit (ŷi) = ln (
) = Zi
Rat i = β0 + β1 CAR i + β2 RORA i + β3 NPM i +  4 ROA i + β5 LDR i
+ β6 IER i +e i
(Sumber: Gujarati, 2003: 596)
Keterangan:
Rati = Probabilitas peringkat obligasi pada perusahaan perbankan i
yang memiliki obligasi
β0 = Konstanta
β1 – β6 = Koefisien persamaan logit
CAR = Capital Adequacy Ratio
RORA = Return On Risk Assets
NPM = Net Profit Margin
ROA = Return On Asset
LDR = Loan To Deposit Ratio
IER = Interest Expense Ratio
ei = variabel di luar model yang dapat mempengaruhi variabel
dependen
i = observasi (1, 2, 3,......, N )
(
) disebut sebagai rasio Odds, L i merupakan logaritma dari
rasio Odds. Pi didefinisikan tingkat pengaruh rasio keuangan
CAMELS yang dapat mempengaruhi probabilitas peringkat obligasi
perusahaan perbankan yang dikategorikan sebagai invesment grade
dan non-invesment commit
grade, tojika
user probabilitas peringkat obligasi
30
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
perusahaan perbankan yang dikategorikan sebagai invesment grade
maka Pi = 1 dan probabilitas peringkat obligasi perusahaan perbankan
yang dikategorikan sebagai non invesment grade perusahaan
perbankan ke-i maka Pi = 0.
Dengan demikian distribusi probabilitas Y adalah sebagai berikut:
Zi
Probabilitas
0
1
1-Pi
Pi
Sehingga (
) merupakan tingkat pengaruh rasio keuangan
CAMELS yang dapat mempengaruhi probabilitas peringkat obligasi
perusahaan perbankan, baik investment grade maupun non investment
grade.
Suatu probabilitas dari sebuah peristiwa akan berada diantara
angka satu dan nol. Model logit (fungsi distribusi logistik/ logistic
distribution function) juga dapat dinyatakan langsung dengan Pi.
Dengan meng-antiln-kan kedua sisi persamaan logit di atas maka
diperoleh persamaan sebagai berikut:
Logit (ŷi) = ln (
) = Zi di-antilog-kan
=
Pi =
(1 – Pi)
Pie-Zi =1 – Pi
Pie-Zi+ Pi =1
commit to user
31
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Pi (e-Zi+1) =1
Pi =
Pi =
Pi =
Keterangan :
= β0 + β1 CAR i + β2 RORA i + β3 NPM i +  4 ROA i + β5 LDR i +
β6 IER i +e i
  bilangan dasar logaritma natural = 2,718 (Gujarati, 2003:175)
 Zi merupakan antilog dari Zi. (Gujarati, 2003:175)
Rumus probabilitas di atas adalah rumus probabilitas untuk
tingkat X tertentu. Untuk menghitung probabilitas rata-rata yang
menunjukkan besarnya perubahan Pi untuk setiap perubahan satu unit
dalam X dapat digunakan rumus  Pi(1-Pi) (Gujarati, 1995: 602).
Rumus tersebut menunjukkan slope dari variabel independen tertentu.
Probabilitas Y = 0 adalah 1-Pi, maka 1-Pi adalah sebagai berikut:
 Zi
1-Pi = 1 
1   Zi
=
1   Zi
 Zi

1   Zi 1   Zi
=
1
1   Zi
Rasio probabilitas tingkat ketepatan rasio tingkat ketepatan rasio
keuangan
untuk
memprediksi peringkat obligasi perusahaan
commit to user
perbankan terhadap probabilitas ketidakberhasilan rasio keuangan
32
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
untuk memprediksi peringkat obligasi perusahaan perbankan (rasio
odds) adalah:
 Zi
Pi
 Zi  1

1 Zi
1  Pi
 1
=
 Zi
 Zi  1
x
1
 Zi  1
=  Zi
Keterangan :
Z i = β0 + β1 CAR i + β2 RORA i + β3 NPM i +  4 ROA i + β5 LDR i +
β6 IER i +e i
Bila koefisien suatu variabel ternyata positif berarti semakin
tinggi nilai variabel tersebut berkaitan dengan semakin rendahnya
probabilitas bahwa Y=0, dengan kata lain semakin tinggi nilai suatu
variabel berarti semakin tinggi probabilitas Y=1.
Dalam penelitian ini dilakukan beberapa uji, yakni:
1) Uji Statistik
Terhadap analisis logit dengan model tersebut di atas dilakukan
beberapa pengujian untuk menganalisis seberapa besar pengaruh
variabel independen terhadap variabel dependen.
Uji statistik dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Adapun
uji yang dimaksud antara lain:
commit to user
33
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
a) Uji individual (Z statistik)
Uji ini merupakan uji terhadap parameter regresi secara
individual/ parsial. Sesuai hipotesis yang telah dibuat maka
pengujian yang dilakukan peneliti adalah pengujian dua sisi
untuk mengetahui apakah variabel independen mempunyai
pengaruh terhadap variabel dependen.
b) Uji bersama-sama (F statistik)
Uji ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis terhadap semua
variabel independen secara bersama-sama. Uji ini ingin
mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama
mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Uji ini
menggunakan nilai F sebagai ukurannya:
R 2 /( k  1)
F
(1  R 2 ) /( N  k )
(Sumber: Gujarati, 2003: 596)
Keterangan :
F: nilai F statistik
R2: nilai koefisien determinasi ganda
k: parameter total termasuk intersep/ konstanta
N: jumlah observasi
Adapun kriteria pengujian F statistik adalah:
F statistik > F kritis  Ho Ditolak
F statistik < F kritis  Ho Diterima
commit to user
34
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Variabel independen signifikan terhadap variabel dependen jika
p-value kurang dari tingkat signifikan 5% (Hartono, 2005)
c) Uji R2 Mc Fadden
Uji ini digunakan untuk mengetahui berapa % variasi variabel
dependent dapat dijelaskan oleh variasi variabel independent.
Misalnya, R2 Mc Fadden = 0,85, artinya 85 % variasi variabel
dependent dijelaskan oleh variasi variabel independent di dalam
model dan sisanya 15 % dijelaskan oleh variasi variabel
independen di luar model.
commit to user
35
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Pada bagian ini akan dikemukakan hasil analisis data dari pengolahan data
dengan menggunakan alat analisis logistic model. Penelitian ini menggunakan
data sekunder yaitu perusahaan-perusahaan perbankan yang telah go public yang
terdaftar (listed) di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta mengeluarkan obligasi pada
rentang waktu 2005-2008. Berdasarkan kriteria pengambilan sampel yang telah
dikemukakan pada bab sebelumnya, maka jumlah sampel yang diambil dalam
penelitian ini sebanyak 124 sampel obligasi dari 31 obligasi tiap tahunnya yang
diterbitkan oleh perusahaan perbankan yang mempunyai data peringkat obligasi
dan laporan keuangan tahunan lengkap selama kurun waktu 2005 – 2008.
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data peringkat obligasi
yang dikeluarkan oleh PT. PEFINDO (www.pefindo.co.id) dan data rasio rasio
keuangan berupa aspek CAMELS yang diproksikan oleh rasio Capital (Capital
Adequacy Ratio), Assets Quality ( Return On Risk Assets), Management (Net
Profit Margin), Earnings (Return on Assets), Liquidity (Loan to Deposit Ratio),
Sensitivity to Market Risk (Interest Expense Ratio) yang diperoleh dari Indonesian
Capital Market Directory (ICMD), laporan keuangan dari perusahaan yang telah
go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta laporan keuangan
yang dipublikasikan di internet melalui website resmi Bursa Efek Indonesia
(www.idx.co.id). Pengolahan data yang digunakan untuk menganalisis data
menggunakan program E Views 3.0
A. Analisis Deskriptif
commit to user
36
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Pada analisis statistik dimulai dengan melakukan analisis deskriptif untuk
menganalisa semua rasio keuangan CAMELS :
Tabel VI.I
Descriptive Statistics
N
Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
Car
124
.05
.42
.1403
.07293
Roar
124
.01
.09
.0348
.01859
Npm
124
.00
.85
.3255
.27961
Roa
124
.00
.45
.1161
.12030
Ldr
124
.06
1.00
.6916
.23700
Ier
124
.01
.86
.2028
.23952
Valid N (listwise)
124
Deskripsi untuk masing-masing variabel penelitian adalah sebagai berikut:
1. Nilai minimum untuk rasio CAR sebesar 0,05 yang dicapai oleh Bank
DKI pada tahun 2008 nilai maksimum rasio CAR di patok pada angka
0,42 dan diraih oleh emiten Bank Ekpor Indonesia pada tahun 2008
rata-rata rasio CAR untuk seluruh emiten bank selama periode
pengamatan adalah sebesar 0,1403 dengan besar simpangan baku
0,07293
2. Nilai minimum untuk rasio RORA sebesar 0,01 yang dicapai oleh
bank Permata pada tahun 2008 nilai maksimum rasio RORA di raih
pada angka 0,09 dan diraih oleh emiten Bank Victoria pada tahun
2008 rata-rata rasio RORA untuk seluruh emiten bank selama periode
pengamatan adalah sebesar 0,0348 dengan besar simpangan baku
0,01859
3. Nilai minimum untuk rasio NPM sebesar 0,00 yang dicapai oleh Bank
Mega pada tahun 2008 nilai maksimum rasio NPM di patok pada
angka 0,85 dan diraihcommit
oleh emiten
Bank Ekspor Indonesia pada tahun
to user
37
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
2005 rata-rata rasio NPM untuk seluruh emiten bank selama periode
pengamatan adalah sebesar 0,3255 dengan besar simpangan baku
0,27961
4. Nilai minimum untuk rasio ROA sebesar 0,00 yang dicapai oleh Bank
Mega pada tahun 2008 nilai maksimum rasio ROA di capai pada
angka 0,45 dan diraih oleh emiten Bank Ekspor Indonesia pada tahun
2007 rata-rata rasio ROA untuk seluruh emiten bank selama periode
pengamatan adalah sebesar 0,1161 dengan besar simpangan baku
0,12030
5. Nilai minimum untuk rasio LDR sebesar 0,06 yang dicapai oleh Bank
Muamalat pada tahun 2008 nilai maksimum rasio LDR di raih pada
angka 1,00 dan diraih oleh emiten Bank BTN pada tahun 2008 ratarata rasio LDR untuk seluruh emiten bank selama periode pengamatan
adalah sebesar 0,6916 dengan besar simpangan baku 0,23700
6. Nilai minimum untuk rasio IER sebesar 0,01 yang dicapai oleh Bank
NISP pada tahun 2005 nilai maksimum rasio IER di capai pada angka
0,86 dan diraih oleh emiten Bank NTB pada tahun 2008 rata-rata rasio
IER untuk seluruh emiten bank selama periode pengamatan adalah
sebesar 0,2028 dengan besar simpangan baku 0,23952
B. Pengujian Hipotesis
Penelitian ini menggunakan Logistic Analysis, analisis ini dipergunakan
untuk menganalisis model penelitian yang memiliki variabel dependen
berupa variabel dummy. Model penelitian adalah sebagai berikut:
commit to user
38
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Rat i = β0 + β1 CAR i + β2 RORA i + β3 NPM i +  4 ROA i + β5 LDR i
+ β6 IER i +e i
(Sumber: Gujarati, 2003: 596)
Dari model di atas diperoleh hasil regresi logit sebagai berikut:
Tabel IV.II
Hasil Olahan Data
Dependent Variable: RAT
Method: ML - Binary Logit
Date: 08/13/10 Time: 11:46
Sample: 1 124
D observations: 124
Included
Convergence achieved after 7 iterations
Covariance matrix computed using second derivatives
Variable
Coefficient
Std. Error
z-Statistic
Prob.
CAR
RORA
NPM
ROA
LDR
IER
C
55.09159
27.69661
-4.911249
12.11032
1.577679
10.82194
-5.891130
17.44173
33.09858
2.970862
8.832967
2.040148
10.30361
2.428784
3.158609
0.836791
-1.653140
1.371036
0.773316
1.050306
-2.425547
0.0016
0.4027
0.0983
0.1704
0.4393
0.2936
0.0153
Mean dependent var
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
Restr. log likelihood
LR statistic (6 df)
Probability(LR stat)
Obs with Dep=0
Obs with Dep=1
0.903226
0.227121
6.035333
-22.13797
-39.42416
34.57238
5.21E-06
S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Avg. log likelihood
McFadden R-squared
12
112
Total obs
0.296849
0.469967
0.629177
0.534642
-0.178532
0.438467
124
(Sumber: Data sekunder diolah E-views 3.0 )
Dari tabel di atas tersebut maka persamaan logit dapat ditulis secara
lengkap sebagai berikut:
commit to user
39
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Y = -5.891130 + 55.09159CAR + 27.69661RORA - 4.911249NPM +
12.11032ROA + 1.577679 LDR + 10.82194IER
Keterangan:
Y = RATING = Probabilitas peringkat obligasi perusahaan perbankan i yang
memiliki obligasi.
CAR= Capital Adequacy Ratio
RORA = Return On Risk Assets
NPM = Net Profit Margin.
ROA = Return On Asset.
LDR = Loan To Deposit Ratio.
IER = Interest Expense Ratio
ei = variabel di luar model yang dapat mempengaruhi variabel dependen.
i = observasi ( 1, 2, 3, ......, N )
Hasil pengolahan data pun menghasilkan satu variabel independen yang
signifikan. Dengan demikian peneliti memutuskan untuk melakukan
pengujian statistik hasil pengolahan data tersebut.
a) Uji Hipotesis
Dalam penelitian ini meliputi uji hipotesis secara individual yaitu
terhadap masing-masing variabel independen, uji hipotesis terhadap
variabel independen secara bersama-sama dan koefisien determinasi.
Berikut ini akan diuraikan masing-masing uji hipotesis tersebut.
1) Uji Individual
commit to user
40
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Uji hipotesis secara individual, sebagaimana telah disebutkan
adalah
pengujian
hipotesis
terhadap
masing-masing
variabel
independen secara parsial memiliki pengaruh atau tidak terhadap
variabel dependen. Berikut ini akan diuraikan uji individual untuk
masing-masing variabel independen.
(a)
Variabel CAR ( Capital Adequacy Ratio)
Hasil pengolahan data pada Tabel IV.1 menunjukkan bahwa
probabilitas tingkat signifikansi koefisien regresi parsial dari
variabel capital adequacy ratio (  1 = 55.09159) adalah 0.0016
maka didapatkan kesimpulan bahwa variabel Capital Adequacy
Ratio berpengaruh signifikan terhadap probabilitas peringkat
obligasi perusahaan perbankan pada tingkat signifikansi 1 %. Dari
probabilitas kesalahan ini juga dapat diketahui bahwa besarnya
kemungkinan kebenaran dalam nilai koefisien  1 (0.0016) adalah
sebesar 99.84 %.
Hasil ini sesuai dengan Ratih (2009) menggunakan Konsep
CAMELS sebagai dasar seleksi untuk memprediksi potensi
peringkat obligasi pada perusahaan perbankan yang Go Public di
Indonesia dengan menggunakan data laporan keuangan tahun
2003-2007 rasio keuangan bank yang diduga relevan yaitu Capital
Adequacy, Net Profit Margin, Risk On Asset. Ternyata aspek
CAMELS yang diproksikan dengan rasio CAR, PER, RORA, LAR,
commit to user
41
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
NPM, OPM, ROA, BOPO, LDR, IPR, IER, IRRR dengan
menggunakan Discriminant Analysis.
(b)
Variabel RORA ( Return On Risk Assets)
Hasil pengolahan data pada Tabel IV.1 menunjukkan bahwa
probabilitas tingkat signifikansi koefisien regresi parsial dari
variabel return on risk assets (  2 = 27.69661) adalah 0.4027
maka didapatkan kesimpulan bahwa variabel Return On Risk
Assets
tidak
berpengaruh
signifikan
terhadap
probabilitas
peringkat obligasi perusahaan perbankan pada tingkat signifikansi
5 %. Dari probabilitas kesalahan ini juga dapat diketahui bahwa
besarnya kemungkinan kebenaran dalam nilai koefisien  2
(0.4027) adalah sebesar 59.73%.
Hasil ini sesuai dengan Ratih (2009) menggunakan Konsep
CAMELS sebagai dasar seleksi untuk memprediksi potensi
peringkat obligasi pada perusahaan perbankan yang Go Public di
Indonesia dengan menggunakan data laporan keuangan tahun
2003-2007 rasio keuangan bank yang diduga relevan yaitu Return
On Risk Assets.
(c)
Variabel NPM (Net Profit Margin)
Hasil pengolahan data pada Tabel IV.1 menunjukkan bahwa
probabilitas tingkat signifikansi koefisien regresi parsial dari
variabel net profitcommit
marginto( user
 3 = -4.911249) adalah 0.0983 maka
42
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
didapatkan kesimpulan bahwa variabel Net Profit Margin
berpengaruh signifikan terhadap probabilitas peringkat obligasi
perusahaan perbankan pada tingkat signifikansi 10 % Dari
probabilitas kesalahan ini juga dapat diketahui bahwa besarnya
kemungkinan kebenaran dalam nilai koefisien  3 (0.0983) adalah
sebesar 90.17%.
Hasil ini sesuai dengan Ratih (2009) menggunakan Konsep
CAMELS sebagai dasar seleksi untuk memprediksi potensi
peringkat obligasi pada perusahaan perbankan yang Go Public di
Indonesia dengan menggunakan data laporan keuangan tahun
2003-2007 rasio keuangan bank yang diduga relevan yaitu Net
Profit Margin.
(d)
Variabel ROA (Return on Assets).
Hasil pengolahan data pada Tabel IV.1 menunjukkan bahwa
probabilitas tingkat signifikansi koefisien regresi parsial dari
variabel variabel Return On Assets (  4 = 12.11032) adalah 0.1704
maka didapatkan kesimpulan bahwa variabel Return On Assets
tidak berpengaruh signifikan terhadap probabilitas peringkat
obligasi perusahaan perbankan pada tingkat signifikansi 5 % Dari
probabilitas kesalahan ini juga dapat diketahui bahwa besarnya
kemungkinan kebenaran dalam nilai koefisien  4 (0.1704) adalah
sebesar 82.96 %.
commit to user
43
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Hasil ini sesuai dengan Ratih (2009) menggunakan Konsep
CAMELS sebagai dasar seleksi untuk memprediksi potensi
peringkat obligasi pada perusahaan perbankan yang Go Public di
Indonesia dengan menggunakan data laporan keuangan tahun
2003-2007 rasio keuangan bank yang diduga relevan yaitu Return
on Assets.
(e)
LDR (Loan to Deposit Ratio).
Hasil pengolahan data pada Tabel IV.1 menunjukkan bahwa
probabilitas tingkat signifikansi variabel Loan To Deposit Ratio
(  10 = 1.577679) adalah 0.4393 maka didapatkan kesimpulan
bahwa variabel Loan To Deposit Ratio tidak berpengaruh
signifikan terhadap probabilitas peringkat obligasi perusahaan
perbankan pada tingkat signifikansi 5 %. Dari probabilitas
kesalahan ini juga dapat diketahui bahwa besarnya kemungkinan
kebenaran dalam nilai koefisien  1 (0.4393) adalah sebesar 56.07
%.
Hasil ini sesuai dengan Ratih (2009) menggunakan Konsep
CAMELS sebagai dasar seleksi untuk memprediksi potensi
peringkat obligasi pada perusahaan perbankan yang Go Public di
Indonesia dengan menggunakan data laporan keuangan tahun
2003-2007 rasio keuangan bank yang diduga relevan yaitu Loan
to Deposit Ratio.
commit to user
44
perpustakaan.uns.ac.id
(f)
digilib.uns.ac.id
IER (Interest Expense Ratio)
Hasil pengolahan data pada Tabel IV.1 menunjukkan bahwa
probabilitas tingkat signifikansi variabel Interest Expense Ratio
(  1= 10.82194) adalah 0.2936 maka didapatkan kesimpulan
bahwa variabel Interest Expense Ratio tidak berpengaruh
signifikan terhadap probabilitas peringkat obligasi perusahaan
perbankan pada tingkat signifikansi 5 % Dari probabilitas
kesalahan ini juga dapat diketahui bahwa besarnya kemungkinan
kebenaran dalam nilai koefisien  1 (0.2936) adalah sebesar
70.64%.
Hasil ini sesuai dengan Ratih (2009) menggunakan Konsep
CAMELS sebagai dasar seleksi untuk memprediksi potensi
peringkat obligasi pada perusahaan perbankan yang Go Public di
Indonesia dengan menggunakan data laporan keuangan tahun
2003-2007 rasio keuangan bank yang diduga relevan yaitu
Interest Expense Ratio
2) Uji Secara Bersama-sama (Uji F)
Uji secara bersama-sama menggunakan uji F untuk mengetahui
variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh
terhadap variabel dependen. Dengan kata lain uji F digunakan untuk
mengetahui apakah besarnya variabel Capital (Capital Adequacy
Ratio), Assets Quality (Return On Risk Assets), Management (Net Profit
Margin), Earnings (Return
Liquidity
commitonto Assets),
user
45
(Loan to Deposit
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Ratio), Sensitivity to Market Risk (Interest Expense Ratio) secara
bersama-sama berpengaruh terhadap probabilitas peringkat obligasi
perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun
2005-2008.
Hasil pengolahan data pada Tabel IV.1 menunjukkan nilai
probabilitas kesalahan F statistik sebesar 0.0000521 maka dapat
disimpulkan bahwa secara bersama-sama variabel besarnya Capital
(Capital Adequacy Ratio), Assets Quality ( Return On Risk Assets),
Management (Net Profit Margin), Earnings (Return on Assets),
Liquidity (Loan to Deposit Ratio), Sensitivity to Market Risk (Interest
Expense Ratio) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap
pada tingkat 1%. Dengan kata lain variabel-variabel tersebut memiliki
pengaruh yang signifikan dalam prediksi peringkat obligasi investment
grade perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Tahun 2005-2008.
3) Koefisien Determinasi (R2) Mc Fadden
Koefisien determinasi diartikan sebagai seberapa besar variabel–
variabel independen dapat mempengaruhi variabel dependen atau
seberapa besar variasi variabel–variabel independen dapat menjelaskan
variasi variabel dependen. Dari hasil regresi logit (Lampiran)
ditemukan bahwa besarnya koefisien determinasi adalah 0, 438467
artinya 43.85% variasi dalam variabel prediksi peringkat obligasi
perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun
commit to user
46
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
2005-2008 dapat dijelaskan oleh variasi variabel Capital (Capital
Adequacy Ratio), Assets Quality ( Return On Risk Assets), Management
(Net Profit Margin), Earnings (Return on Assets), Liquidity (Loan to
Deposit Ratio), Sensitivity to Market Risk (Interest Expense Ratio)
sisanya 46.15% dijelaskan oleh variabel yang lain. Adapun rasio
CAMELS yang menunjukkan pengaruh yang signifikan pada α = 1%
dan α = 10% yaitu rasio CAR dengan nilai prob. sig 0.0016 dan rasio
NPM dengan nilai prob. Sig. 0.0983. Aspek tersebut terdapat pada
aspek Capital dan Management
Variabel lain yang dimaksud adalah variabel yang dapat
mempengaruhi probabilitas peringkat obligasi pada perusahaan
perbankan (misalnya pertumbuhan perusahaan (growth), ukuran
perusahaan (size), profitabilitas, likuiditas, jaminan (secure), umur
obligasi (year to maturity), tingkat suku bunga (coupon). Menurut
Brigham & Davies 2002 dalam Sugeng, 2007, agen pemeringkat dalam
menentukan suatu obligasi dipengaruhi oleh beberapa kriteria yakni
berbagai rasio keuangan, mortgage provision sinkin fund and maturity.
Bila dilihat dari data, kecilnya koefisien determinasi ini logis karena
tidak adanya variasi dalam data. Setiap data memiliki nilai yang hampir
sama, akibatnya hanya tiga variabel independen yang signifikan secara
statistik di antara dua belas variabel independen.
commit to user
47
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
BAB V
KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN
Pada bab ini akan disajikan beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan hasil
penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya. Dari kesimpulan yang
ada, diberikan saran sehubungan dengan permasalahan yang telah dikemukakan,
sehingga dapat dijadikan bahan masukan bagi pihak-pihak yang berkaitan.
Adapun kesimpulan pada penelitian meliputi diskripsi dari variabel yang diteliti
dan hasil estimasi dari model analisis.
A. Kesimpulan
1. Pada Capital Aspect, variabel Capital Adequacy Ratio terbukti
berpengaruh signifikan positif pada tingkat signifikasi 0.0016 terhadap
probabilitas peringkat obligasi pada perusahaan perbankan pada tingkat
signifikansi 1 % yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 20052008. Dari probabilitas kesalahan ini juga dapat diketahui bahwa
besarnya kemungkinan kebenaran dalam nilai koefisien  1 (0.0016)
adalah sebesar 99.84 %.
2. Pada aspek Management menunjukkan bahwa probabilitas tingkat
signifikansi koefisien regresi parsial dari variabel net profit margin (  3=4.911249) adalah 0.0983 maka didapatkan kesimpulan bahwa variabel
Net Profit Margin berpengaruh signifikan terhadap probabilitas peringkat
obligasi perusahaan perbankan pada tingkat signifikansi 10 % Dari
probabilitas kesalahan commit
ini juga
dapat diketahui bahwa besarnya
to user
48
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
kemungkinan kebenaran dalam nilai koefisien  3 (0.0983) adalah sebesar
90.17 %.
3. Pada uji bersama-sama atau uji F menunjukkan nilai probabilitas
kesalahan F statistik sebesar 0.0000521 maka dapat disimpulkan bahwa
secara bersama-sama variabel besarnya Capital (Capital Adequacy
Ratio), Assets Quality (Return On Risk Assets), Management (Net Profit
Margin), Earnings (Return on Assets), Liquidity (Loan to Deposit Ratio),
Sensitivity to Market Risk (Interest Expense Ratio) secara bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap pada tingkat 1%. Dengan kata lain
variabel-variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan dalam
peringkat obligasi perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Tahun 2005-2008.
B. Keterbatasan
Didalam penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan, antara lain:
1. Jumlah perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini relatif kecil
karena hanya mensyaratkan perusahaan perbankan yang menerbitkan
obligasi serta terdaftar di BEI tahun 2005-2008. Jumlah sampel dalam
penelitian selanjutnya dapat ditambahkan dengan memperluas bidang
industri selain perbankan agar cakupannya lebih luas serta memperpanjang
tahun pengamatan untuk meningkatkan daya uji (power of test) dan
memperkuat hasil penelitian.
2. Penelitian ini tidak mengambil semua emiten yang menerbitkan obligasi
karena perbedaan dalam analisis laporan keuangan (jenis rasio dan
commit to user
49
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
perhitungannya) antara industri keuangan dan perbankan dengan industri
non keuangan. Dimungkinkan untuk memperbanyak rasio keuangan yang
digunakan pada penelitian selanjutnya agar hasil yang diperoleh lebih baik
dan lebih representatif.
3. Penelitian ini hanya mengobservasi beberapa variabel rasio keuangan
sedangkan untuk menentukan peringkat obligasi yang sebenarnya selain
analisis laporan keuangan juga digunakan variable-variabel non keuangan
sebagai dasar penilaian. Penelitian selanjutnya tidak hanya menggunakan
data laporan keuangan tetapi juga memasukkan informasi non keuangan
seperti umur obligasi (year of maturity), tingkat suku bunga (coupon),
kualitas penjaminan obligasi, serta faktor lingkungan lainnya seperti iflasi,
subsidi pemerintah, tingkat bunga. Menurut Brigham & Davies 2002
dalam Sugeng, 2007, agen pemeringkat dalam menentukan suatu obligasi
dipengaruhi oleh beberapa kriteria yakni berbagai rasio keuangan,
mortgage provisio, sinkin fund and maturity, dan sebagainya yang belum
dipertimbangkan
dalam
penelitian
ini,yang
dimungkinkan
dapat
berpengaruh terhadap probabilitas peringkat obligasi.
C. Implikasi
1. Bagi para investor agar lebih memperhatikan rasio - rasio keuangan
CAMELS terutama Capital adequacy ratio ketika hendak menanamkan
dananya untuk membeli obligasi pada perusahaan perbankan yang ada
pasar modal Indonesia. Mulai Maret 2007, Lembaga Penjamin Simpanan
(LPS) simpanan masyarakat hanya dijamin sebesar Rp 100 juta. Untuk itu,
commit to user
50
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
masyarakat harus lebih cerdas dalam memilih bank yang memiliki
peringkat obligasi yang baik. Selain harus melihat bank tersebut sehat tapi
juga pastikan bank tersebut dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan
(LPS).
2. Bagi para investor agar lebih memperhatikan rasio - rasio keuangan
CAMELS, selain CAR juga harus memperhatikan Net Profit Margin
ketika hendak menanamkan dananya untuk membeli obligasi pada
perusahaan perbankan yang ada pasar modal Indonesia. Sehingga dengan
memperhatikan kedua rasio tersebut dapat djadikan acuan bagi investor
untuk berinvestasi.
3. Bagi
perusahaan
perbankan
perusahaan
perbankan
agar
lebih
memperhatikan rasio keuangan-keuangan CAMELS terutama Capital
(Capital Adequacy Ratio) dan Management (Net Profit Margin) sehingga
perusahaan dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan perbankan
dan melakukan manajemen strategi yang sesuai agar peringkat obligasi
perusahaannya dapat dipertahankan atau ditingkatkan menjadi investment
grade. Sebab dengan nilai rasio keuangan CAR (Capital Adequacy Ratio)
dan NPM (Net Profit Margin) yang baik maka akan diperoleh peringkat
obligasi perusahaan perbankan yang investment grade.
commit to user
51
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
DAFTAR PUSTAKA
Altman, Edward I. 1968. "Financial Ratios, Discriminant Analysis and the
Prediction of Corporate Bankrupty." The Journal of Finance
(September):589-609.
Chan, Konan and Narasimhan Jegadesh. 2004. Marked Based Evaluation o
Predicts Bond Ratings, Review Of Pacific Basin Financial arkets and
Policies,Vol .7 no.2(153-172).
Dahlan Siamat, (1993,1. " Manajemen Bank Umum". Intermedia, Jakarta. Dahlan
Manajemen Bank Umum". Intermedia, Jakarta.
Diant Ervidona. Fransiska, 2007" Penggunaan Analisis CAMEL Sebagai EARLY
WARNING SYSTEM untnk Memprediksi Kebangknitan Bank Umum
Swasta Nasional di Indonesia.”
Gujarati, Damodar. 2002. Essential Of Econometrics. Mc Graw Hill International
edition.
Gujarati, Damodar. 1995. Ekonometrika Dasar. Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit
Erlangga.
Haymans Manurung, Adler, Dr, ChFC, RFC.(2006). ”Dasar-Dasar Investasi
Obligasi”. PT. Elex Media Komputindo: Gramedia Jakarta.
Horrigan, James O. 1966. The Determination Of Long-Term Credit Standing With
Financial Ratio.Journal Of Accounting Research, 4,44-62
Insukindro, dan Maryatmo dan Aliman. 2003. Ekonometrika Dasar. Yogyakarta :
Bank Indonesia dan FE UGM.
Kuncoro, Mudrajad. 2001. Metode Kuantitatif. Yogyakarta: Unit Penerbit dan
Percetakan AMP YKPN.
Mabruboh . 2004. Manfaat dan pengaruh ratio keuangan dalam analisis kinerja
keuangan perbankan. Benefit, volume 8 (1) : 37-51
Moody’s investor services. 1999. Rating Metodologi : Bank Credit Risk In
Emerging Market (July)
Ratih kusumawardhani. 2009. Skripsi s1. pengaruh rasio keuangan terhadap
probabilitas peringkat obligasi studi pada perusahaan perbankan.
Sulistyowati. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol 7, No. 2, Nopember 2005,
ISSN 1411 - 0288.
commit to user
52
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
Mamduh, M. Hanafi, (2005)." Manajemen Keuangan ". BPFE UGM, Yogyakarta.
Munawir, S, Drs, Ak. 2002. " Analisa Laporan Keuangan " Yogyakarta: Penerbit
Liberty.
Murti Sumarni, (1993) " Marketing Perbankan". Liberty, Yogyakarta. Sartono, R.
Agus, (2001). " Manajemen Keuangan". BPFE UGM, Yogyakarta.
Rahardjo, Sapto. 2003.”Panduan Investasi Obligasi”. Jakarta. Penerbit PT
Gramedia Pustaka Utama.
Samsul, Mohammad. 2003. ”Pasar Modal dan Manajemen Portofolio”. Jakarta:
Erlangga.
Sekaran, Uma. 2006. Research Methods for Bussiness. Jilid 2. Jakarta: Salemba
Empat.
Undang-Undang RI No. 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Jakarta: Penerbit PT
Sinar Grafika.
www.bei.co.id
www.jsx.co.id
www.pefindo.co.id
commit to user
53
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
54
Download