hubungan pengetahuan dan sikap wanita usia subur yang sudah

advertisement
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR YANG SUDAH
MENIKAH TERHADAP PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS KENDALSARI KOTA MALANG
Siska Wahyu Wakhida
Email : [email protected]
D III Akademi Kebidanan Wijaya Kusuma Malang
Jln. Raya Tlogowaru, Kedungkandang, Malang
Telp / Fax : (0341) 7500328
Abstrak. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kanker serviks dan keengganan untuk
melakukan deteksi dini menyebabkan lebih dari 70 % mulai menjalani perawatan medis ketika
sudah berada pada kondisi parah. Sebanyak 93,92% responden telah mengetahui penyakit
kanker serviks. Namun pemahaman mengenai kanker serviks ternyata tidak mendorong para
perempuan melakukan salah satu pencegahan dengan cara screening/deteksi dini karena dari
total responden tersebut hanya 7,78% yang sudah melakukan Pap Smear secara reguler. Tujuan
dari penelitian ini adalah Mengetahui hubungan sikap dan pengetahuan wanita usia subur yang
sudah menikah terhadap pemeriksaan pap smear di wilayah kerja Puskesmas Kendalsari Kota
Malang.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian survei analtik dengan populasi
berjumlah 213 orang wanita usia subur yang sudah menikah di wilayah kerja Puskesmas
Kendalsari, RW VIII Kelurahan Lowokwaru Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Teknik
sampling yang digunakan adalah simple random sampling, sampel yang didapatkan 139
responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh diolah dengan
tahapan editing, coding, transferring, tabulating. Dianalisis dengan analisis data kualitatif dan
kuantitatif kemudian melakukan pengujian data dengan Uji Chi Kuadrat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dan sikap wanita usia subur
yang sudah menikah terhadap pemeriksaan pap smear di wilayah kerja puskesmas kendalsari
RW VIII Kelurahan Lowokwaru Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.
Kata kunci : Pap Smear, Hubungan Pengetahuan dan Sikap
20 atau 30 tahun kemudian setelah infeksi
kanker menyebar.Umumnya baru terdeteksi
saat sekitar 40 tahun (Sabella, 2012).
Menurut World Health Organisation
(WHO) tahun 2008, memperkirakan 12,4
juta penduduk menderita kanker dan 7,6
juta orang meninggal karena penyakit
kanker, secara global kejadian kanker
serviks menduduki urutan kedua, setelah
kanker payudara yaitu dengan angka
kejadian sekitar 500.000 orang dan
kematian
sebanyak
288.000
orang
(Nunukan, 2015).
Insiden kanker serviks menurut
perkiraan DEPKES (2008) 100 per 100.000
penduduk pertahun, sedangkan dari data
Laboratorium Patologi Anatomi seluruh
Indonesia, frekuensi kanker yang ada di
Indonesia, bila dilihat penyebarannya
7. PENDAHULUAN
Menurut WHO 2015, Kanker serviks
merupakan penyebab utama kematian pada
perempuan. Setiap menit terdapat satu
kasus kanker serviks baru dan setiap dua
menit,terjadi kematian akibat kanker
serviks. Kasus kanker serviks paling
banyak terdapat diAsia Tengah dan Selatan,
sedangkan Asia Tenggara menempati posisi
kedua di dunia.
Kanker serviks merupakan jenis
penyakit kanker yang terjadi pada daerah
leherrahim. Yaitu bagian rahim yang
terletak dibawah, yang membuka ke arah
liang vagina.Penyebabnya adalah virus
HPV(human papilloma virus) yang menular
lewat hubunganseksual, seorang perempuan
bisa terinfeksi virus ini pada usia belasan
tahun dan barudiketahui mengidap kanker
11
terlihat bahwa 92,4 % terakumulasi di Jawa
dan Bali (Suryati, 2009).
Distribusi
penyakit
kanker
serviks di rumah sakit sentinel (rawat jalan)
se Jawa Timurberdasarkan waktu yaitu: 771
penderita pada tahun 2007, 821 penderita
pada tahun 2008, 671 penderita pada tahun
2009, 868 penderita pada tahun 2010 dan
901 penderita pada tahun 2011. Sedangkan
distribusi penyakit kanker serviks (rawat
inap) se Jawa Timurberdasarkan waktu
yaitu: 737 kasus pada tahun 2007, 912
kasus dan 7 orang meninggal pada tahun
2008, 592 kasus kemih ke lingkungan luar
tubuh) perempuan lebih pendek (sekitar 3-5
centi meter) tetapi pada ibu hamil
khususnya
yang
mendekati
akhir
kehamilan, panjang uretranya terbukti
berkurang, dan dengan kebiasaan menahan
kencing, uretra menjadi semakin pendek
dan memungkinkan bakteri masuk ke dalam
saluran kencing lebih cepat dan mudah.
Bagi ibu hamil, urine yang mengalami
stagnasi merupakan medium yang sangat
baik untuk pertumbuhan bakteri. Selain itu
urin wanita hamil mengandung nutrien
dalam jumlah yang lebih banyak termasuk
glukosa (Bobak,2005) dan pada saat hamil
wanita mengalami perubahan hormon oleh
karena itu daya tahan tubuhnya menurun
sehingga selama hamil, wanita rentan
terhadap infeksi saluran kemih dan 10
orang meninggal pada tahun 2009, 890
kasus dan 11 orang meninggal pada tahun
2010, 790 kasus dan 29 orang meninggal
pada tahun 2011(laporan STP RS sentinel
tahun 2007,2008,2009,2010,2011).
Kurangnya pengetahuan masyarakat
mengenai kanker serviks dan keengganan
untuk melakukan deteksi dini menyebabkan
lebih dari 70 % mulai menjalani perawatan
medis justru ketika sudah berada kondisi
parah dan sulit disembuhkan. Hanya sekitar
2% dari perempuan Indonesia mengetahui
kanker serviks (Sabrina, 2009).Deteksi dini
dilakukan dengan pemeriksaan papsmear.
Pemeriksaan
ini
berguna
sebagai
pemeriksaan penyaring (screening) dan
pelacak adanya perubahan sel ke arah
keganasan secara dini sehingga kelainan
pra-kanker
dapat
terdeteksi
serta
pengobatannya menjadi lebih mudah dan
murah. Bagi wanita berusia di atas 25 tahun
yang telah menikah atau sudah melakukan
senggama, dianjurkan untuk papsmear
sekali setahun secara teratur seumur hidup.
Bila pemeriksaan tahunan 3 kali berturutturut hasilnya normal, pemeriksaan
selanjutnya dapat dilakukan setiap tiga
tahun. Pada wanita dengan resiko tinggi,
pemeriksaan harus dilakukan sekali setahun
atau sesuai petunjuk dokter (Widyastuti,
2011).
Berdasarkan hasil survei awareness
yang
dilakukan
terhadap
138.843
perempuan di berbagai wilayah Indonesia
yaitu Jabotabek, Jawabarat, Jawa tengah,
Jawa
timur,
Sumut,
Yogyakarta.
Mengungkapkan bahwa sebanyak 93,92%
responden telah mengetahui penyakit
kanker serviks. Namun pemahaman
mengenai kanker serviks ternyata tidak
mendorong para perempuan melakukan
salah satu pencegahan dengan cara
screening/deteksi dini karena dari total
responden tersebut hanya 7,78% yang
sudah melakukan Pap Smear secara reguler
(Awareness,2009).
Di Jakarta sendiri pada tahun 2011,
menurut dr.Laila Nuranna Sp.OG, Kepala
Divisi Onkologi Ginekologi Departemen
Obstetri-Ginekologi
FKUI-RSCM,
ditargetkan 1,3 juta perempuan yang sudah
pernah melakukan hubungan seksual
melakukan skrining."Diharapkan tahun
2017 sekitar 80 persen dari populasi sudah
diskrining" katanya.
8. METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan
metode penelitian survei analtik. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
pengetahuan dan sikap responden terhadap
pemeriksaan pap smear di wilayah kerja
Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Dalam
penelitian ini populasi yang digunakan
adalah wanita usia subur yang sudah
menikah di wilayah kerja Puskesmas
Kendalsari,
RW
VIII
Kelurahan
Lowokwaru Kota Malang yang berjumlah
213 orang pada
bulan Mei tahun
2015.Sampel dalam penelitian ini adalah
Berdasarkan perhitungan maka jumlah
12
sampel yang digunakan sebanyak 139
wanita usia subur yang sudah menikah.
Dalam penelitian ini teknik pengambilan
sampel menggunakan probability sampling
yaitu simple random sampling. Dalam
penelitian ini terdapat dua variabel, variabel
terikat (variabel dependen) yaitu perilaku
pemeriksaan pap smear dan variabel bebas
(variabel indevenden) yaitu sikap dan
pengetahuan.Alat ukur yang digunakan
kuesioner.
Hasil yang diperoleh Pengetahuan
wanita usia subur yang sudah menikah
terhadap pemeriksaan pap smear di wilayah
kerja puskesmas kendalsari RW VIII
Kelurahan
Lowokwaru
Kecamatan
Lowokwaru Kota Malang. didapatkan 43
(30,93%) responden berpengetahuan baik
tentang pemeriksaan pap smear, dan
masing-masing 48 (34,53%) responden
berpengetahuan cukup dan kurang tahu
tentang pemeriksaan papsmear.
Hal ini di sebabkan karena sebagian
responden yang berpengetahuan kurang di
pengaruhi oleh faktor pendidikan dan
pekerjaan, yaitu dari 48 responden
(34,53%) yang memiliki pengetahuan
kurang, 42 diantaranya mempunyai
pendidikan tamatan SMP dan SD (30,21%).
9. HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan
wanita usia subur yang sudah menikah di
wilayah kerja puskesmas kendalsari RW
VIII Kelurahan Lowokwaru Kecamatan
Lowokwaru Kota Malang
No
.
Tingkat
Frekuensi Prosenta
Pengetahua
(n)
se
n
(%)
1
Baik
43
30,93%
2
Cukup
48
34,53%
3
Kurang
48
34,53%
No Perilaku
Jumlah Frekuensi
139 Prosentase
100%
.
(n)
(%)
1
Rutin
15
10,79%
2
Jarang
33
23,74%
3
Tidak
91
65,47%
Pernah
Jumlah
139
100%
Sedangkan dari faktor pekerjaan yaitu
sebanyak 38 responden yang tidak
bekerja.Menururt
Notoatmodjo
2012,
pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan
ini terjadi setelah orang melakukan
pengindraan terhadap suatu objek tertentu.
Pengindraan terjadi melalui pancaindra
manusia,
yakni
indra
penglihatan,
pendengaran, penciuman, rasa, dan raba.
Sebagian besar pengetahuan manusia
diperoleh
dari
mata
dan
telinga
(Notoatmodjo, 2012).
Berdasarkan
fakta
diatas,
pengetahuan wanita usia subur yang sudah
menikah di wilayah kerja puskesmas
kendalsari RW VIII kelurahan lowokwaru
kecamatan lowokwaru kota malang
tergolong kurang, hal ini dapat dilihat dari
tabel 4.5 yaitu hanya 43 responden dari
1239 responden yang memiliki pengetahuan
baik. Faktor internal adalah salah satu
Tabel 2 Distribusi Frekuensi Perilaku
wanita usia subur yang sudah menikah di
wilayah kerja puskesmas kendalsari RW
VIII Kelurahan Lowokwaru Kecamatan
Lowokwaru Kota Malang
tabel 3 Hubungan pengetahuan wanita usia
subur yang sudah menikah terhadap
pemeriksaan pap smear di wilayah kerja
puskesmas kendalsari RW VIII Kelurahan
Lowokwaru Kecamatan Lowokwaru Kota
Malang
Chi-Square Tests
Pearson Chi-Square
Likelihood Ratio
Linear-by -Linear
Association
N of Valid Cases
Value
50,911a
56,271
4
4
Asy mp. Sig.
(2-sided)
,000
,000
1
,000
df
38,228
139
a. 1 cells (11,1%) hav e expected count less t han 5. The
minimum expected count is 4,64.
tabel 4 Hubungan sikap wanita usia subur
yang sudah menikah terhadap pemeriksaan
pap smear di wilayah kerja puskesmas
kendalsari RW VIII Kelurahan Lowokwaru
Kecamatan Lowokwaru Kota Malang
Chi-Square Tests
Pearson Chi-Square
Likelihood Ratio
Linear-by -Linear
Association
N of Valid Cases
Value
60,777a
79,139
50,685
2
2
Asy mp. Sig.
(2-sided)
,000
,000
1
,000
df
139
a. 0 cells (,0%) hav e expect ed count less than 5. The
minimum expected count is 6,80.
13
penyebab wanita usia yang sudah menikah
memiliki pengetahuan kurang. Yaitu dari 3
faktor internal yang disebutkan oleh
Notoatmodjo 2012, 2 diantaranya termasuk
dalam faktor-faktor yang menyebabkan
wanita usia subur yang sudah menikah
memiliki pengetahuan kurang yaitu faktor
pendidikan dan pekerjaan.
Sikap wanita usia subur yang sudah
menikah terhadap pemeriksaan pap smear
di wilayah kerja puskesmas kendalsari RW
VIII Kelurahan Lowokwaru Kecamatan
Lowokwaru Kota Malang. Dapat diketahui
bahwa jumlah responden wanita usia subur
yang sudah menikah yang memiliki sikap
positif terhadap pemeriksaan pap smear
yaitu sebanyak 76 responden (54,67%)
sedangkan yang memiliki sikap negatif
yaitu 63 responden (45,32%).
Sikap adalah suatu bentuk evaluasi
atau reaksi perasaan. Sikapseseorang
terhadap suatu objek adalah perasaan
mendukung atau memihak (favorable)
maupun perasaan tidak mendukung atau
tidak memihak (unfavorable) pada objek
tersebut (Azwar, 2007).
Berdasarkan hasil tabel diatas,
sikap wanita usia subur yang sudah
menikah di wilayah kerja puskesmas
kendalsari RW VIII kelurahan lowokwaru
kecamatan lowokwaru kota malang
terhadap pemeriksaan paps mear tergolong
positif.
struktur karena aktivitas hormonal.
Dinding otot polos ginjal mengalami
hyperplasia, hypertrofi dan relaksasi tonus
otot. Ureter memanjang dan menjadi
berkelok-kelok membentuk lengkungan
ganda. Perubahan ini membuat reabsorpsi
glukosa di tubulus terganggu sehingga
terjadi glukosuria yang menyebabkan
wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi
Meningkatnya hormon esterogen
dapat menyebabkan pH sekresi vagina
menjadi lebih asam, keasaman berubah dari
4 menjadi 6,5. Hal ini disebabkan karena
menurunnya produksi insulin dalam
pankreas, akibatnya kadar glukosa dalam
darah ibu menurun karena hanya sebagian
glikogen yang mampu diubah dalam bentuk
glukosa. Akibatnya glukosa disimpan
dalam bentuk glikogen. Produksi esterigen
menyebabkan perubahan lapisan otot dan
epitelium vagina yang dapat meningkatkan
kadar glikogen dan interaksi bakteri
doderlein yang memproduksi asam.
Peningkatan pH ini membuat wanita hamil
lebih rentan terhadap infeksi. Pada vesika
urinaria,
akibat
penekanan
uterus
menyebabkan teganggunya drainase darah
dan limfe dari dasar kandung kemih
seringkali membuat daerah tersebut menjadi
edematosa sehingga mudah mengalami
cedera oleh karena itu lebih peka terhadap
infeksi (Cunningham,2006).
Perilaku wanita usia subur yang
sudah menikah terhadap pemeriksaan pap
smear di wilayah kerja puskesmas
kendalsari RW VIII Kelurahan Lowokwaru
Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.
Dapat diketahui bahwa
sebagian
kecilwanita usia subur yang sudah
menikahyang rutin melakukan pemeriksaan
pap smear yaitu sebanyak 15 responden
atau 10,79% dan sebagian besar
respondentidak
pernah
melakukan
pemeriksaan paps mear yaitu sebanyak 91
responden atau 65,47%.
Menurut
Notoatmodjo
2012,
perilaku (manusia) adalah semua kegiatan
atau aktivita manusia, baik yang dapat
diamati langsung, maupun yang tidak dapat
diamati oleh pihak luar.Dari segi biologis,
perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas
organisme
(makhluk
hidup)
yang
bersangkutan. Oleh sebab itu, dari sudut
pandang biologis semua makhluk hidup
mulai dari tumbuh-tumbuhan, binatang
sampai dengan manusia itu berperilaku,
karena mereka mempunyai aktivitas
masing-masing.
Berdasarkan hasil tabel diatas,
perilaku wanita usia subur yang sudah
menikah di wilayah kerja puskesmas
kendalsari RW VIII kelurahan lowokwaru
kecamatan lowokwaru kota malang
terhadap pemeriksaan pap smear tergolong
kurang. Dapat kita lihat dari table 4.14, dari
139 wanita usia subur yang sudah menikah,
hanya 15 orang (10,79%) yang setiap
tahunnya melakukan pemeriksaan pap
smear dan 33 orang (23,745) yang jarang
atau sekali atau lebih dalam seumur hidup.
Hubungan pengetahuan wanita usia subur
yang sudah menikah terhadap pemeriksaan
pap smear di wilayah kerja puskesmas
14
kendalsari RW VIII Kelurahan Lowokwaru
Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.
dapat kita ketahui hasil uji Chi-square
hubungan pengetahuan wanita usia subur
yang sudah menikah terhadap perilaku
pemeriksaan paps mear. Dimana hasil
perhitungan uji chi-square (X2) hitung
sebesar 50,911 dengan probabilitas (p)
0,000 lebih kecil (<) dari 0,05.
Menurut
Notoatmodjo
2003,
Sebelum seseorang mengadopsi perilaku
(berperilaku baru), ia harus tahu terlebih
dahulu apa arti atau manfaat perilaku
tersebut bagi dirinya atau keluarganya.
Dari data tersebut dapat kita
ketahui hasil uji Chi-square hubungan
pengetahuan wanita usia subur yang sudah
menikah terhadap perilaku pemeriksaan
paps mear. Yaitu keputusan terhadap Ho
ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat
hubungan
yang
signifikan
antara
pengetahuan wanita subur sudah menikah
terhadap perilaku pemeriksaan paps mear.
Hubungan sikap wanita usia subur yang
sudah menikah terhadap pemeriksaan pap
smear di wilayah kerja puskesmas
kendalsari RW VIII Kelurahan Lowokwaru
Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.
dapat kita ketahui hasil uji Chi-square
hubungan sikap wanita usia subur yang
sudah
menikah
terhadap
perilaku
pemeriksaan paps mear. Dimana hasil
perhitungan uji chi-square (X2) hitung
sebesar 60,777 dengan probabilitas (p)
0,000 lebih kecil (<) dari 0,05, maka
keputusan terhadap Ho ditolak dan H1
diterima, artinya terdapat hubungan yang
signifikan antara sikap wanita subur sudah
menikah terhadap perilaku pemeriksaan
paps mear.
Menurut Azwar 2013, teori
tindakan beralasan mengatakan bahwa
sikap mempengaruhi perilaku lewat suatu
proses pengambilan keputusan yang teliti
dan beralasan.
Dari data tersebut dapat kita
ketahui hasil uji Chi-square hubungan sikap
wanita usia subur yang sudah menikah
terhadap perilaku pemeriksaan paps mear.
Yaitu keputusan terhadap Ho ditolak dan
H1 diterima, artinya terdapat hubungan
yang signifikan antara sikap wanita subur
sudah
menikah
terhadap
pemeriksaan paps mear.
perilaku
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang
telah dilakukan pada wanita usia subur,
Kota Malang maka dapat ditarik
kesimpulan sesuai dengan masalah dan
tujuan pada BAB I pendahuluan :
3) Pengetahuan wanita usia subur yang
sudah menikah terhadap pemeriksaan
pap smear yaitu dari 139 responden, 43
responden memiliki pengetahuan baik
(30,93%).
4) Sikap wanita usia subur yang sudah
menikah terhadap pemeriksaan pap
smear yaitu dari 139 responden,
sebanyak 76 responden (54,67%)
diantaranya memiliki sikap positif.
5) Perilaku wanita usia subur yang sudah
menikah terhadap pemeriksaan pap
smear yaitu dari 139 responden,
sebanyak 15 responden (10,79%)
diantaranya
rutin
melakukan
pemerriksaan pap smear.
6) Terdapat hubungan antara pengetahuan
wanita usia subur yang sudah menikah
terhadap pemeriksaan pap smear di
wilayah kerja Puskesmas Kendalsari
Kota Malang.
7) Terdapat hubungan antara sikap wanita
usia subur yang sudah menikah terhadap
pemeriksaan pap smear di wilayah kerja
Puskesmas Kendalsari Kota Malang.
SARAN
Bedasarkan
kesimpulan
yang
diperoleh, peneliti memberikan sedikit
saran yaitu sebagai berikut :
1. Bagi Responden
Meningkatkan informasi tentang
pengetahuan dan sikap wanita usia subur
yang sudah menikah terhadap
pemeriksaan pap smear.
2. Bagi Peneliti
Memberikan penyuluhan terutama
tentang kanker serviks dan pemeriksaan
pap smear sebagai aplikasi dan
pengalaman yang baik dengan cara
banyak membaca referensi dan
membuka browsing internet, sehingga
nantinya dapat memberikan
15
keterampilan dan pengetahuan pada
wanita usia subur yang sudah menikah.
3. Bagi Profesi Kebidanan
Meningkatkan pengetahuan pada
wanitausiasubur yang sudah menikah
khususnya tentang kanker serviks dan
pemeriksaan pap smear.
4. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini dapat digunakan
sebagai awalan untuk melakukan
penelitian ulang atau lanjutan dengan
lebih memperbanyak sampel dan
menggunakan metode penelitian lain.
12. Maharani, Sabrina. 2009. Mengenal
13
Jenis
Kanker
dan
Pengobatannya.
Yogyakarta:
Katahati
13. Widyastuti, yani, SSiT, M.Keb,
dkk. 2011. Kesehatan Reproduksi.
Yogyakarta: Fitramaya
14. Wijaya, Delia. 2010. Pembunuh
Ganas Itu Bernama Kanker
Serviks. Yogyakarta: Sinar Kejora
15. Manuaba, dkk. 2010. Buku Ajar
Penuntun
Kuliah
Ginekologi.
Jakarta: Buku Kedokteran EGC
DAFTAR PUSTAKA
1. Arikunto.
2006.
Prosedur
Penelitian
Suatu
Pendekatan
Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
2. Azwar, syaifudin. 2007. Sikap
Manusia
Teori
dan
Pengukurannya.
Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
3. Bustan.
2007.
Epidemiologi
Penyakit Tidak Menular. Jakarta :
Rineka Cipta
4. Fajar, Ibnu dkk. 2009. Statistika
Untuk
Praktisi
Kesehatan.
Yogyakarta: Graha Ilmu
5. Hidayat A. Aziz Alimul. 2012.
Metode. Penelitian Kebidanan dan
Teknik Analisis Data. Jakarta:
Salemba Medika
6. Notoatmodjo, soekidjo, Prof. Dr.
S.K.M.
2005.
Metodologi
Penelitian Kesehatan. Jakarta:
Rineka Cipta
7. Notoatmodjo, soekidjo, Prof. Dr.
S.K.M. 2012. Promosi Kesehatan
dan Perilaku Kesehatan. Jakarta:
Rineka Cipta
8. Nursalam.
2003. Konsep &
Penerapan Metodologi Penelitian
Ilmu
Keperawatan.
Jakarta:
Salemba Medika
9. Tilong, Adi D. 2012. Bebas dari
Ancaman
Kanker
Serviks.
Yogyakarta: Flash Book
10. Sabella, Rifdah. 2009. Cara Pintar
Atasi Kanker. Klaten : Cable Book
11. Kumalasari, intan, dkk. 2012.
Kesehatan Reproduksi. Jakarta:
Salemba Medika
16
Download