Looking Forward With Great Optimism

advertisement
LAPORAN TAHUNAN
MOBILE-8
A N N UA L R E P O R T
2009
Looking Forward With Great Optimism
Daftar Isi
Table of Contents
Section
Halaman Page
01.
2
p.
02.
03.
04.
05.
06.
07.
08.
09.
10.
11.
Sejarah Perseroan
History of the Company
Visi Dan Misi
Vision And Mission
Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights
p. 4
Ikhtisar Operasional
Operational Highlights
p. 6
Ikhtisar Saham
Stock Highlights
p. 7
Peristiwa Penting 2009
2009 Significant Events
p. 8
Sambutan Presiden Komisaris
Message From President Commissioner
p. 10
Profil Dewan Komisaris
Profile of the Board of Commissioners
Sambutan Presiden Direktur
Message From President Director
Profil Direksi
Profile of the Board of Directors
p. 22
38
p.
12.
p. 40
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Manajemen Risiko
Risk Management
Tanggung Jawab Sosial
Corporate Social Responsibility
Penghargaan
Awards
p. 44
p. 54
p. 56
p. 59
Pembahasan dan Analisa Manajemen
Management’s Discussion and Analysis
p. 60
Pernyataan Dewan Komisaris
dan Direksi PT Mobile-8 Telecom Tbk
Statement of the Board of
Commissioners and the Board of
Directors of PT Mobile-8 Telecom Tbk
p. 76
19.
20.
Laporan Keuangan Konsolidasi
Consolidated Financial Statements
p. 77
Data Perseroan
Corporate Data
p. 16
25
p.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
p. 14
Section
Halaman Page
Tahun Restrukturisasi Dan Reposisi
A Year Of Restructuring And
Repositioning
Peluang Pertumbuhan Baru
Melalui Sinergi
A New Growth Opportunities
Through Synergy
Sumber Daya Manusia
Human Resources
p. 167
p. 168
p. 170
p. 172
p. 173
p. 174
p. 177
p. 186
p. 188
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Direksi
Board of Directors
Komite Audit
Audit Committee
Struktur Organisasi
Organization Structure
Saham Perseroan dan
Anak Perusahaan
Shares of the Company and
Subsidiary
Produk dan Layanan
Products and Services
Mobile-8 Center
Mobile-8 Center
Informasi Perseroan
Corporate Information
Looking Forward
With Great Optimism
Selalu ada tantangan di setiap rintangan; dan tak
ada krisis yang tak berkesudahan.
Every cloud has a silver lining; and no crisis lasts
forever.
Pepatah tersebut di atas sangat tepat untuk
menggambarkan situasi Mobile-8 di tahun 2009
ini. Seiring dengan mulai pulihnya perekonomian
akibat krisis keuangan global dan resesi ekonomi,
begitu juga Mobile-8 secara perlahan namun
pasti, kembali berkiprah sebagai sebuah usaha
yang berkesinambungan dan prospektif.
The metaphor holds true for Mobile-8 in 2009.
And just as the global financial crisis and economic
recession continue to abate progressively, so
is Mobile-8 slowly but steadily reemerging as a
viable and prospective business proposition.
Jaringan Mobile-8 berbasis CDMA The Next
Generation menghadirkan layanan dengan
karakteristik unik, yang memberikan tiga
keuntungan dalam satu layanan, yaitu layanan
selular, layanan sambungan tetap nirkabel (Fixed
Wireless Access-FWA) dan layanan mobile
data broadband berkecepatan tinggi dengan
dukungan teknologi EVDO.
The Next Generation Network of Mobile-8’s
unique CDMA platform attaches equally unique
characteristics to the services of Mobile-8, which
include the three-in-one benefits of a mobile
cellular service, a Fixed Wireless Access (FWA)
service, and an EVDO-supported high speed
broadband mobile data service.
Hal itu menjadikan Mobile-8 memiliki posisi yang
tepat dalam memanfaatkan permintaan pasar
yang terus meningkat dari masing-masing jenis
layanan tersebut di atas. Dan ketika ketiga layanan
tersebut disatukan dalam satu layanan, maka
kemungkinan yang dapat diraih menjadi sangat
besar dan terlalu sayang untuk dilewatkan.
This alone makes Mobile-8 uniquely positioned
to capitalise on the growing market demands
for each one of the three services. Combined
in a single platform, the possibilities are just too
broad and too exciting to ignore.
Untuk itu kita kerahkan seluruh sumber daya
yang kita miliki dengan menyambut 2010 dan
masa depan dengan penuh optimis.
So as we rally our troops and marshal our
resources together, we look forward to 2010 and
beyond with great optimism.
1
01:
Sejarah Perseroan
History of The Company
PT Mobile-8 Telecom Tbk (“Mobile-8” atau
“Perseroan”) didirikan pada bulan Desember
2002. Pada tahun 2003, Perseroan mengakuisisi
dua operator telepon selular berlisensi, yaitu
Komselindo dan Metrosel, dan mulai beroperasi
sebagai penyelenggara jasa selular dengan
menggunakan basis teknologi CDMA. Layanan
yang pertama kali diluncurkan oleh Mobile-8
adalah Layanan Selular Prabayar dengan brand
“Fren” yang dioperasikan pada bulan Desember
2003 dengan berbasis jaringan CDMA 2000-1X.
PT Mobile-8 Telecom Tbk (“Mobile-8” or the
“Company”) was established in December 2002.
In 2003, the Company acquired two licensed
mobile phone operators, namely Komselindo
and Metrosel, and started operating as a service
provider based on CDMA technology. The first
service launched by Mobile-8 was the Mobile
Prepaid Cellular Service, “Fren” in December
2003 under CDMA 2000-1X network.
Pada bulan April 2004, Mobile-8 meluncurkan
Layanan Selular Fren Paskabayar pada jaringan
yang sama. Lima bulan kemudian Perseroan
mengakuisi satu lagi operator telepon selular
berlisensi, yaitu Telesera. Perseroan juga
serta merta menyelesaikan peralihan sistem
telekomunikasi
yang
dioperasikan
ketiga
operator berlisensi yang diakuisi tersebut dari
sistem selular analog menjadi sistem selular
digital CDMA.
In April 2004, Mobile-8 launched the Fren Mobile
Postpaid Service under the same network. Five
months later the Company acquired another
licensed mobile phone operator, namely Telesera.
The Company also completed the transition
of the telecommunications system previously
used by the three licensed operator from analog
cellular system to a digital CDMA system.
Pada tahun 2006, Mobile-8 memperkenalkan
layanan 3G pada jaringan CDMA EVDO, serta
melakukan pencatatan perdana saham pada
Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek
Jakarta). Langkah-langkah Perseroan di pasar
modal terus berlanjut, dimana pada tahun
2007 Mobile-8 berhasil menerbitkan obligasi
Rupiah pertamanya yang juga dicatatkan di
Bursa Efek Indonesia. Kemudian, Perseroan
juga turut meramaikan pasar modal regional
dengan penerbitan Eurobond pertamanya yang
dicatatkan di Bursa Efek Singapura.
In 2006, Mobile-8 has introduced 3G services
on CDMA EVDO network, and has offered its
share to the public and became listed through
an Initial Public Offering on the Indonesian Stock
Exchange (previously Jakarta Stock Exchange).
The company’s moved in raising capital continued
in the capital markets, whereas in 2007, Mobile-8
successfully issued Rupiah bonds for the first
time, which was also listed in the Indonesia Stock
Exchange. Then, the Company also entered the
regional capital market with its first Eurobond that
was listed in the Stock Exchange of Singapore.
Pada bulan April 2008, Mobile-8 memperkenalkan
fitur baru yaitu “World Passport”, dimana Mobile-8
menjadi operator CDMA pertama di dunia yang
bergabung dengan Asosiasi GSM sehingga
memungkinkan pelanggan Mobile-8 melakukan
In April 2008, Mobile-8 has introduced a new
feature called “World Passport”, in which the
Company became the first CDMA operator in
the world to join the GSM Association to enable
customers of Mobile-8 to around the world in both
VisI
vision
Menjadi “Operator Pilihan” yang memberikan
layanan yang melampaui harapan pelanggan
dengan fokus pada efisiensi dan koneksi untuk
memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat
yang dinamis, kreatif, praktis dan bermobilitas
tinggi.
To be the “Operator of Choice” by exceeding
our customers’ expectations with a focus on
efficiency and connection with their dynamic,
creative, practical and highly mobile lifestyles.
2
roaming ke berbagai penjuru dunia baik di
jaringan selular CDMA maupun GSM. Setelah
mendapatkan ijin penyelenggaraan layanan
Selular dengan Mobilitas Terbatas (FWA - Fixed
Wireless Access) pada tahun 2007, Mobile-8
mulai meluncurkan produk FWA Prabayar pada
bulan Mei 2008. Sampai dengan akhir tahun
2009, Mobile-8 telah meluncurkan layanan FWA
di 13 kota-kota besar di Indonesia.
the CDMA mobile network and GSM network.
After acquiring the Fixed Wireless Access (FWA)
license in 2007, the Company launched the FWA
product in May 2008. By the end of 2009, the
Company has FWA services in 13 major cities in
Indonesia.
Pada bulan Februari 2009, Mobile-8 meluncurkan
produk baru yaitu layanan Mobile Data baik
paskabayar maupun prabayar. Untuk lebih
melengkapi portfolio produknya, pada bulan
Mei 2009, Mobile-8 meluncurkan layanan FWA
Paskabayar. Pada bulan Juni 2009, untuk lebih
meningkatkan keunggulan produknya, Mobile-8
meluncurkan Fren Duo, yaitu layanan hybrid
yang menggabungkan layanan selular dan FWA
dalam sebuah kartu, sehingga pelanggan dapat
menikmati dua jenis layanan sekaligus.
In February 2009, Mobile-8 has launched new
product called Mobile Data service for both
postpaid and prepaid. In May 2009, to fulfill the
portfolio of the products, Mobile-8 has launched
FWA postpaid service. Moreover, to enhance the
products’ advantage, in June 2009, Mobile-8
has launched Fren Duo, a hybrid service which
integrates both cellular and FWA services in one
card that allows customers to register for two
services in a single chip.
Selama kurang lebih tujuh tahun hingga akhir
tahun 2009, Mobile-8 berhasil mengembangkan
layanan Selular, layanan FWA, dan layanan
Mobile Data. Pada saat ini, jaringan Mobile-8
telah mencakup seluruh wilayah Pulau Jawa, Bali,
Batam dan, sebagian wilayah Sumatera Utara,
dan Sumatera Selatan dan Lampung, sebagian
wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan
Timur, sebagian wilayah Sulawesi Utara dan
Sulawesi Selatan. Pada akhir tahun 2009,
Mobile-8 memiliki kurang lebih 2,9 juta pengguna
layanan Fren, Hepi dan Mobi, dan 42 layanan
M8-Center yang tersebar di berbagai kota agar
dapat memenuhi kebutuhan para pelanggannya.
Within seven years to year-end 2009, Mobile-8
has succeeded develop Cellular services, Fixed
Wireless Access services, and Mobile Data
services. Currently, Mobile-8 network covers the
whole of Java, Bali, Batam, some areas of North
Sumatera, South Sumatera and Lampung, some
areas of South and East Kalimantan, some areas
of North and South Sulawesi. As at year-end
2009, Mobile-8 has around 2.9 million subscribers
for all Fren, Hepi and Mobi and 42 M8-Center
services in many cities to fulfill the needs of the
subscribers.
Misi
Untuk memaksimalkan nilai-nilai bagi para
stakeholder dengan terus berinovasi dan
mengimplementasikan tata kelola perusahaan
yang kuat secara konsisten.
3
mission
To maximize the value for our stakeholders with
continued innovation and strong corporate
governance.
02:
Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights
dalam juta Rupiah
(kecuali dinyatakan lain)
2009
2008
2007
2006
2005
Ikhtisar Neraca Konsolidasi
Jumlah Aset Lancar
Jumlah Aset
Jumlah Kewajiban Lancar
Jumlah Kewajiban
Jumlah Ekuitas
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas
Consolidated Balance Sheet Highlights
539.174
707.994
1.474.706
1.069.830
113.776
4.756.935
4.761.935
4.536.744
3.006.047
2.328.505
Total Assets
1.269.211
1.086.189
345.491
499.253
925.879
Total Current Liabilities
3.964.403
4.034.617
2.740.558
1.414.934
1.604.365
Total Liabilities
Beban Interkoneksi dan Potongan Harga
Pendapatan Bersih
EBIT(*)
EBITDA
(**)
Total Current Assets
792.532
727.318
1.796.186
1.591.113
724.140
Total Equity
4.756.935
4.761.935
4.536.744
3.006.047
2.328.505
Total Liabilities and Equity
Ikhtisar Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Pendapatan Usaha
in million Rupiah
(unless otherwise stated)
Consolidated Income Statement Highlights
537.378
926.525
1.117.736
751.190
482.600
Gross Revenues
(168.410)
(194.694)
(235.190)
(162.549)
(131.891)
Interconnection Charges and Discount
368.969
731.831
882.546
588.641
350.709
Operating Revenues
(675.509)
(403.051)
167.539
29.132
(179.211)
EBIT(*)
(357.121)
(83.776)
397.324
239.022
11.865
EBITDA(**)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
(674.674)
(1.178.493)
56.842
84.668
(330.049)
Income (Loss) Before Tax
Laba (Rugi) Bersih
(724.396)
(1.068.868)
50.345
34.639
(288.442)
Net (Loss) Income
Saham Dasar
(34.5)
(52.8)
2,5
2,2
(18,6)
Basic
Saham Dilusian
(34.5)
(52.8)
2,4
2,2
(18,6)
Diluted
Marjin EBITDA
(66,5)
(9,0)
35,5
31,8
2,5
Marjin EBIT
(125,7)
(43,5)
15,0
3,9
(37,1)
EBIT Margin
Marjin Laba (Rugi) Bersih
(134,8)
(115,4)
4,5
4,6
(59,8)
Net (Loss) Income Margin
Imbal Hasil Atas Aktiva(***)
(15,2)
(22,9)
1,3
1,3
(13,3)
Return on Assets(***)
Imbal Hasil Atas Ekuitas(***)
(95,3)
(293,2)
3,0
3,0
(33,8)
Return on Equity(***)
42,5
66,3
426,8
214,3
12,3
Current Ratio
33.034
20.236
20.236
19.585
15.617
Earnings (Loss) per Share (in Rupiah)
Laba (Rugi) per Saham (dalam Rupiah penuh)
Rasio Keuangan (%)
Rasio Lancar
Financial Ratio (%)
Informasi Tambahan
Jumlah Saham Beredar
(dalam juta lembar saham)
EBITDA Margin
Additional Information
Total Issued Shares
(in million shares)
Catatan:
Jumlah lembar saham beredar tahun 2005 disajikan dengan asumsi perubahan nilai nominal saham dari Rp1.000 per saham menjadi
Rp100 per saham dan kapitalisasi agio saham melalui pengeluaran saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham telah terjadi pada
tahun 2005.
Note:
Total issued shares in 2005 assuming that change in par value from Rp1,000 per share to Rp100 per share and capitalization of additional
paid up capital through issuance of new shares with par value of Rp100 per share had occcurred in 2005.
(*) : Laba Sebelum Bunga dan Pajak
(*) : Earnings Before Interest and Taxes
(**) : Laba Sebelum Bunga, Pajak, Penyusutan dan Amortisasi
(**) : Earnings Before Interest,Taxes, Depreciation and Amortization
(***) : Imbal hasil atas aktiva/ekuitas dihitung berdasarkan rasio
laba (rugi) bersih terhadap rata-rata aktiva/ekuitas.
(***) : Return on asset/equity represents ratio of net income (loss)
on the averaged asset/equity
4
Pendapatan Usaha Gross Revenue
dalam miliar Rupiah in billion Rupiah
EBITDA EBITDA
dalam miliar Rupiah in billion Rupiah
1.200
Laba (Rugi) Bersih Net Income (Loss)
dalam miliar Rupiah in billion Rupiah
200
500
0
1.000
400
-200
300
800
200
-400
100
600
-600
0
-100
400
-800
-200
200
-1.000
-300
-400
-1.200
0
2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008
2009
483
751
1.118
927
537
12
239
397
(84)
(357)
(288)
35
50
(1.069)
(724)
Kewajiban Liabilities
dalam miliar Rupiah in billion Rupiah
5.000
Ekuitas Equity
dalam miliar Rupiah in billion Rupiah
2.000
Aktiva Assets
dalam miliar Rupiah in billion Rupiah
6.000
5.000
4.000
1.500
4.000
3.000
1.000
3.000
2.000
2.000
500
1.000
0
1.000
0
0
0
2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008
2009
2005
2006
2007
2008
2009
1.604
1.415
2.741
4.035
3.964
724
1.591
1.796
727
793
2.329
3.006
4.537
4.762
4.757
5
03:
Ikhtisar Operasional
Operational Highlights
2009
2008
2007
2006
2005
122.3
148.9
92.6
47.7
18.9
Postpaid
Prabayar
2.750.3
2.855.5
2.920.2
1.778.2
776.0
Prepaid
M8
2.872.6
3.004.4
3.012.8
1.825.9
795.0
M8
Basis Pelanggan (‘000)
Pascabayar
Customer Base (‘000)
ARPU (dalam ‘000 Rupiah)
Pascabayar
Prabayar
M8
ARPU (in ‘000 Rupiah)
58.7
86.4
115.3
140.7
216.7
Postpaid
11.1
21.5
37.2
46.0
57.3
Prepaid
13.4
24.0
39.8
48.0
62.3
M8
Infrastruktur Jaringan
Network Infrastructures
1.458*
1,563
945
440
429
Base Transceiver Station
Base Station Controller
55
55
51
28
23
Base Station Controller
Mobile Switching Center
28
28
16
7
5
Mobile Switching Center
Base Transceiver Station
Karyawan
Jumlah Karyawan
Employee
777
M8 : Seluruh Fren, FWA dan Mobi
* Beberapa BTS sementara dimatikan, dan dalam
proses pemindahan lokasi.
865
867
790
846
Total Employee
M8 : Total of Fren, FWA, and Mobi
* Some BTS has been temporary turned off, and
in the process of being relocated.
6
04:
Ikhtisar Saham
Stock Highlights
Periode
Period
Harga Saham (Rp)
Tertinggi
Terendah
Volume Transaksi
Penutupan
Share Price (Rp)
(dalam lembar saham)
Transaction Volume
Highest
Lowest
Closing
(in shares)
Q108
260
124
151
439.292.000
Q208
154
109
115
634.164.500
Q308
122
63
74
1.408.204.500
Q408
70
50
50
238.387.000
Q109
50
50
50
1.809.000
Q209
50
50
50
-
Q309
93
51
59
22.677.351.500
Q409
60
50
50
7.103.927.500
Volume Transaksi Saham
Stock Transaction Volume
Harga Saham (Rp)
Stock Price (Rp)
(dalam juta lembar saham)
(in millions shares)
300
250
25.000
200
20.000
150
15.000
100
10.000
50
5000
0
0
Q1/08
Q2/08 Q3/08 Q4/08 Q1/09
Q2/09 Q3/09 Q4/09
Q1/08
Q2/08
Q3/08
Q4/08
Tertinggi / Highest
Terendah / Lowest
Penutupan / Closing
7
Q1/09
Q2/09
Q3/09
Q4/09
05:
Peristiwa Penting 2009
2009 Significant Events
Q1
29 Januari
2009
Peluncuran layanan ‘Fren Sobat’, Jakarta.
Launching of ‘Fren Sobat’ service, Jakarta.
30 Januari
2009
Edukasi CDMA di Wall Street Institute, Jakarta.
Educating the CDMA at Wall Street Institute, Jakarta.
4 Februari
2009
Peluncuran layanan ‘Mobi’ di Jakarta.
Launching of ‘Mobi’ sevice in Jakarta.
11 Februari
2009
Peluncuran program ‘Asuransi Kecelakaan’, Jakarta.
Launching of ‘Asuransi Kecelakaan’ program, Jakarta.
19 Februari
2009
Peluncuran layanan ‘Mobi’, Bandung.
Launching of ‘Mobi’ service in Bandung.
25 Februari
2009
Peluncuran FWA area baru, Yogyakarta.
Launching of ‘FWA’ in a new area of Yogyakarta.
12 Maret
2009
Q2
Januari - Maret
April - Juni
29 April
2009
Rap at U mu m Pemeg an g Ob l ig asi, Rest r u kt u r isasi O bl i ga s i
Ru p iah , J akar t a.
B o n d h o ld er s Meet i n g , IDR B o n d s Rest r u c t u r i n g , Ja ka r t a .
5 Mei
2009
Peluncuran ‘Paket Maxi’, produk baru Fren Paskabayar, Jakarta
Launching of ‘Paket Maxi’, a new product from Fren Paskabayar, Jakarta.
5 Mei
2009
Peluncuran ‘Paket FWA Paskabayar’, Jakarta. Konferensi Pers.
Launching of ‘Paket FWA Postpaid’, Jakarta. Press Conference.
14 Mei
2009
Peluncuran ‘PonselPay’, layanan pembayaran melalui telepon selular, Jakarta.
Launching of ‘PonselPay’, a payment service through phone cellular, Jakarta.
15 Mei
2009
Peluncuran ’Mobi USB Modem’. Konferensi Pers.
Launching of ’Mobi USB Modem’. Press Conference.
29 Mei
2009
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa, Perubahan
Anggaran Dasar, Jakarta.
Annual and Extraordinary General Meeting of Shareholders, Changes
of Article of Association, Jakarta.
11 Juni
2009
Hadir di Indonesia Cellular Show 2009, Jakarta.
Present in Indonesia: Cellular Show 2009, Jakarta.
11 Juni
2009
Peluncuran layanan ‘Fren Duo’, raih Rekor MURI, Jakarta.
Launching ‘Fren Duo’ service, MURI Award, Jakarta.
12 Juni
2009
Peluncuran program ‘Ayo Menabung’, Jakarta.
Launching of ‘Ayo Menabung’ program, Jakarta.
19 Juni
2009
Peluncuran ‘Mobi Unlimited’, Jakarta. Konferensi Pers.
Launching of ‘Ayo Menabung’ program, Jakarta. Press Conference.
29 Juni
2009
Rapat Umum Pemegang Obligasi, Finalisasi Restrukturisasi Obligasi
Rupiah, Jakarta.
Bondholders Meeting, Finalize IDR Bond’ Restructuring, Jakarta.
Meraih Penghargaan ‘The Best Call Center Award 2009’, Jakarta.
Award winner of ‘The Best Call Center Award 2009’, Jakarta.
8
Q3
29 Juli
2009
Peluncuran ‘Asuransi Perlindungan Handset’, Jakarta.
Launching of ‘Asuransi Perlindungan Handset’, Jakarta.
31 Juli
2009
Peluncuran bundling ‘Hape Musik 2On’, Jakarta.
Launching of bundling ‘Hape Musik 2On’, Jakarta.
9 Agustus
2009
Q4
Juli - September
20 Oktober
2009
Pengumuman ’Geger 4’, program bagi hadiah untuk
pelanggan, Jakarta. Konferensi Pers.
Announcement of ’Geger 4’, a reward program for
customers, Jakarta. Press Conference.
30 Oktober
2009
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Restrukturisasi
konversi hutang menjadi saham, Jakarta.
Extraordinary General Meeting of Shareholders,
Restructuring debt-to-equity swap, Jakarta.
Peluncuran Voucher Edisi Khusus Ramadhan, Jakarta.
Launching of Ramadhan limited edition voucher, Jakarta.
27 Agustus
2009
Peluncuran ‘Mobi Internet Sehat & Aman’, Jakarta.
Launching of ‘Mobi Internet Sehat & Aman’, Jakarta.
10 September
2009
Peluncuran ‘Mobi Internet Sehat & Aman’, Bandung.
Launching of ‘Mobi Internet Sehat & Aman’, Bandung.
15 September
2009
Promo SLI ‘Bayar 5 Gratis 3’, Jakarta. Konferensi Pers.
Promotion of SLI ‘Bayar 5 Gratis 3’, Jakarta.
Press Conference.
30 September
2009
Peluncuran layanan ‘YM Mobile Chatting’, Jakarta.
Konferensi Pers
Launching of ‘YM Mobile Chatting’ service, Jakarta.
Press Conference.
9
Oktober - Desember
4 November
2009
Luncurkan paket bundling Mobi-Advan, Jakarta.
Lauching bundling ‘Mobi-Advan’ package, Jakarta.
6 November
2009
Promo ’BANTING TARIF!’ Panggilan Interlokal, Jakarta.
Konferensi Pers.
Promotion of ’BANTING TARIF!’ Long Distance Calls,
Jakarta, Press Conference.
11 November
2009
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Perubahan
Pengurus dan Anggaran Dasar, Jakarta.
Extraordinary General Meeting of Shareholders, Changes in
management and Article of Association, Jakarta.
20 November
2009
Peluncuran layanan VAS ‘FunCall’, Jakarta. Konferensi Pers
Launching of VAS ‘FunCall’ service, Jakarta. Press
Conference.
22 Desember
2009
Gelar ‘Mobi Special Deal’, promo modem murah akhir
tahun, Bandung.
Performing ‘Mobi Special Deal’, modem promotion at the
lowest tariff on end of year, Bandung.
06:
Sambutan
Presiden Komisaris
Message from President Commissioner
henry cratein suryanaga
Presiden Komisaris
President Commissioner
Sebuah Awal Baru untuk
Reposisi Bisnis Usaha
A New Start to Reposition Our Business
10
11
Tahun 2009 merupakan tahun restrukturisasi dan
reposisi bagi Mobile-8. Melalui kesempatan ini Dewan
Komisaris menginformasikan kepada para pemegang
saham bahwa hampir seluruh hutang Perseroan
telah dilunasi, diubah menjadi modal, mendapat
perpanjangan periode jatuh tempo, atau masih
menanti hasil negosiasi lebih lanjut. Pada akhir tahun
2009, total hutang yang masih harus dibayar adalah
sebesar Rp3.964,4 miliar, turun dari Rp4.034,6 miliar
di tahun sebelumnya.
PT Mobile-8 Telecom Tbk. underwent a year of
restructuring and repositioning in 2009. The
Board of Commissioners is pleased to inform
our stakeholders that most of our debt issues
had been either settled, converted to equity,
restructured for a longer period, or pending
further negotiations. As at year-end 2009, total
outstanding debt of Mobile-8 stood at Rp3,964.4
billion, compared to Rp4,034.6 billion a year
earlier.
Neraca
keuangan
Perseroan
yang
telah
direstrukturisasi, dengan rasio kewajiban yang lebih
sehat, telah memberikan Mobile-8 sebuah pijakan baru
untuk kembali memposisikan dirinya mempersiapkan
pertumbuhan usaha di tahun-tahun mendatang.
Mempertegas hal tersebut, pihak kreditur menyetujui
mengkonversi hutang sebesar Rp829,3 miliar menjadi
penyertaan modal di tahun 2009, menunjukkan
tingkat kepercayaan para pemegang saham terhadap
kesinambungan usaha Mobile-8 ke depannya.
Our restructured balance sheet, with a much more
manageable leverage ratio, has given Mobile-8
a new start to reposition its business for future
growth. Underscoring this conviction, creditors
of Mobile-8 agreed to convert Rp829,3 billion of
debt to equity in 2009, reflecting shareholders’
confidence in the continuing viability of the
Mobile-8 business going forward.
Meskipun perkembangan di segi keuangan cukup
menggembirakan, namun demikian, sesungguhnya
tahun 2009 ini merupakan tahun yang cukup sulit bagi
industri telekomunikasi selular, terutama bagi operator
dengan skala yang lebih kecil seperti Mobile-8.
Despite the good news on the financial front,
however, the year 2009 had remained extremely
tough for the cellular telecommunications
industry, especially the smaller operators such as
Mobile-8.
Menjalankan operasional di bawah persaingan yang
ketat, dan sebagian besar perhatian manajemen
tertuju pada upaya restrukturisasi hutang, Mobile-8
mencatatkan total pendapatan kotor sebesar Rp537,4
miliar, menurun 42,0% dari Rp926,5 miliar pada tahun
2008. Perseroan mencatatkan kerugian bersih sebesar
Rp724,4 miliar pada tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2009, dibandingkan dengan kerugian
bersih di tahun lalu, sebesar Rp1.068,9 miliar.
Operating under intense competition, and
with most of management attention directed
towards the debt restructuring issues, Mobile-8
posted total gross revenue of Rp537.4 billion,
a decreased of 42.0% from Rp926.5 billion in
2008. The Company also booked a net loss of
Rp724.4 billion for the year ending 31 December
2009, compared to a net loss of Rp1,068.9 billion
in 2008.
Dewan Komisaris telah me-review laporan keuangan
dari PT Mobile-8 Telecom Tbk untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, yang telah
diaudit oleh akuntan publik Mulyamin Sensi Suryanto.
Opini manajemen menyimpulkan hasil kinerja dan
kondisi keuangan Perseroan pada tahun yang
bersangkutan, menggambarkan kondisi yang tengah
dihadapi oleh Perseroan, namun tidak mempengaruhi
prospek usaha di tahun-tahun mendatang
The Board of Commissioners has reviewed the
financial reports of PT Mobile-8 Telecom Tbk
for the year ending 31 December 2009, which
had been audited by the public accountant of
Mulyamin Sensi Suryanto. In our opinion, the
results of operations and financial condition
of the Company for end as at the end of the
year under review, fully reflects the conditions
currently faced by the Company, but not its
prospects for future growth.
Sambutan Presiden Komisaris
Message from President Commissioner
Meskipun kompetisi yang ketat diantara para pelaku
industri telekomunikasi telah menempatkan Mobile-8
pada posisi yang sulit dalam mempertahankan
pertumbuhannya selama dua tahun terakhir ini,
namun Perseroan masih memiliki beberapa aset yang
signifikan dalam menentukan posisi Mobile-8 di pasar.
Seperti, jaringan CDMA2000-1X dan CDMA20001XEVDO yang ditempatkan dengan sangat tepat pada
daerah-daerah yang memiliki populasi sangat tinggi,
yaitu Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi meskipun jaringan tersebut belum difungsikan secara
maksimal.
While the tight market competition of the mobile
telecom industry has made it extremely difficult
for Mobile-8 to sustain growth in the past two
years, the Company still has significant assets
that are well-positioned in the market place. For
instance, our CDMA2000-1X and CDMA20001XEVDO networks are well deployed in highly
populated regions of Sumatra, Java, Bali,
Kalimantan and Sulawesi - albeit they are not as
yet fully utilized.
Terlebih lagi, teknologi mutakhir yang dimiliki oleh
Perseroan, berpotensi untuk memberikan layananlayanan yang lebih inovatif, menarik dan terjangkau
bagi para pelanggannya. Teknologi ini juga
memberikan peluang bagi Perseroan untuk menjalin
kerjasama strategis dengan beberapa operator selular
dalam memanfaatkan sumber daya dan peluang
pasar secara bersama-sama.
Furthermore, our leading-edge technology has
the potential to deliver more innovative, attractive
and affordable mobile services to subscribers.
This technology also opens up the possibilities of
strategic alliances with other cellular operators
in order to share resources and gain market
shares.
Singkatnya, Perseroan sangat optimis terhadap
pertumbuhan usaha jangka menengah hingga jangka
panjang, dan memiliki keyakinan terhadap Manajemen
baru untuk melanjutkan upaya reposisi Perseroan.
Pada tahun 2009, Mobile-8 menempatkan beberapa
anggota baru pada jajaran Dewan Komisaris dan
Direksi.
In short, we are excited about the intermediate
to long-term growth prospects of Mobile-8 and
place our confidence in the new Management
to undertake further initiatives in the ongoing
repositioning of the Company. In 2009, Mobile-8
replaced several members of the Board of
Commissioners and the Board of Directors.
Mobile-8 mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Komisaris lama, Bapak Agum
Gumelar, Harmanto Tanidjaja, Hary Tanoesodibjo,
Djoko Leksono Sugiarto, Mohammad Suleiman
Hidayat, Felix Ali Chendra dan Edwin Sudibyo,
dan mengucapkan selamat datang kepada Bapak
Sarwono Kusumaatmadja dan Reynold M. Batubara
sebagai anggota baru pada jajaran Dewan Komisaris.
Bapak Harmanto Tanidjaja menggantikan Bapak
Agum Gumelar, menjabat sebagai Presiden Komisaris,
dari bulan Juni hingga November 2009.
Mobile-8 expresses its appreciation to the
outgoing Commissioners, namely Messrs. Agum
Gumelar, Harmanto Tanidjaja, Hary Tanoesodibjo,
Djoko Leksono Sugiarto, Mohammad Suleiman
Hidayat, Felix Ali Chendra and Edwin Sudibyo,
and welcomes Messrs. Sarwono Kusumaatmadja
and Reynold M. Batubara as the new members
of the Board of Commissioners. Mr. Harmanto
Tanidjaja had replaced Mr. Agum Gumelar, and
served briefly as President Commissioner from
June to November 2009.
Saya merasa terhormat untuk menggantikan Bapak
Harmanto Tanidjaja sebagai Presiden Komisaris
Perseroan efektif mulai tanggal 11 November 2009.
I am honored to replace Mr. Harmanto Tanidjaja
as President Commissioner of the Company
effective 11 November 2009.
12
Pada posisi Manajemen, penghargaan yang setinggitingginya kami berikan kepada Bapak Wityasmoro
Sih Handayanto, Susanto Sosilo dan Beydra Jendi
yang telah menyelesaikan tugasnya; dan menyambut
gembira Bapak Yopie Widjaya dan Agus Heryanto
Lukas pada jajaran Direksi. Bapak Merza Fachys
dan Anthony Chandra Kartawiria tetap bertugas
pada jajaran Manajemen. Bapak Merza Fachys
menggantikan Bapak Wityasmoro Sih Handayanto
sebagai Presiden Direktur Perseroan.
At the Management level, we express our
appreciation to Messrs. Wityasmoro Sih
Handayanto, Susanto Sosilo and Beydra Jendi
who have left the Board; and welcome Messrs.
Yopie Widjaya and Agus Heryanto Lukas to the
Board of Directors. While Messrs. Merza Fachys
and Anthony Chandra Kartawiria remain on the
Management Board. Mr. Merza Fachys replaces
Mr. Wityasmoro Sih Handayanto as President
Director of the Company.
Untuk selanjutnya, secara bersama-sama, Dewan
Komisaris dan Direksi berkomitmen memegang
teguh dan melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola
perusahaan dengan penuh disiplin pada lingkungan
kerja Mobile-8. Perpaduan dari dilaksanakannya Tata
Kelola Perusahaan berikut pengawasan internal dan
resiko manajemen akan mendukung kelangsungan
hidup Perseroan yang terus berkesinambungan.
Going forward, both the Board of Commissioners
and Board of Directors are deeply committed to
uphold and implement the principles of good
corporate governance of the highest standards
at Mobile-8. A combination of Good Corporate
Governance and strong internal control and
risk management regimes will contribute to
enhancing the Company’s viability as a going
concern.
Sekali lagi, kami optimis pada restrukturisasi dan
reposisi Mobile-8 yang sedang berlangsung, dan kami
sampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya
kepada seluruh stakeholder yang selalu menyertai
kami dalam proses revitalisasi usaha Mobile-8.
Once again, we place our confidence in the
on-going restructuring and repositioning of
the Mobile-8 business, and convey our utmost
gratitude to all of our stakeholders who remain
solidly behind the revitalization efforts of
Mobile-8.
Terima kasih untuk dukungan dan kepercayaannya
yang terus diberikan selama ini.
Thank you for your continuing support and trust.
HENRY CRATEIN SURYANAGA
Presiden Komisaris
President Commissioner
13
07:
Profil
Dewan Komisaris
Profile of the Board of Commissioners
Henry Cratein Suryanaga
Presiden Komisaris
President Commissioner
Seorang eksekutif profesional di bidang keuangan
dan berbagai macam industri yang berpengalaman
lebih dari 25 tahun, dengan berbagai posisi
penting di beberapa perusahaan berskala nasional
dan multi-nasional. Ditunjuk menjadi Presiden
Komisaris sejak November 2009.
A professional executive in financial and
various industries with more than 25 years of
experiences with various important positions in
several national and multi-national companies.
Appointed as President Commissioner since
November 2009.
14
Sarwono Kusumaatmadja
Wakil Presiden Komisaris (Independen)
Vice President (Independent) Commissioner
Negarawan, mantan anggota DPR dan pernah
menjabat beberapa kementrian negara, serta
akfif di berbagai kegiatan dan lembaga berskala
nasional maupun internasional khususnya di bidang
lingkungan hidup, pendidikan dan permasalahan
sosial. Ditunjuk sebagai Wakil Presiden Komisaris
(Independen) sejak November 2009.
A reputable statesman, former member of
DPR and served in several ministries positions,
and active in various national and international
institutions mainly involving the environment,
education and social affairs. Appointed as Vice
President (Independent) Commissioner since
November 2009.
Reynold M. Batubara
Komisaris (Independen)
(Independent) Commissioner
Seorang eksekutif profesional yang berkarir di
bidang audit dengan pengalaman lebih dari 25
tahun. Ditunjuk sebagai Komisaris (Independen)
sejak November 2009.
15
A professional executive in audit with more than 25
years of experience. Appointed as (Independent)
Commissioner since November 2009.
08:
Sambutan
Presiden Direktur
Message from President Director
MERZA FACHYS
Presiden Direktur
President Director
Mengintegrasikan FWA
dan Layanan Selular
Pada Satu Platform
Integrating FWA and Cellular Services in One Platform
16
17
Pada Laporan Tahunan yang lalu, kami
mengetengahkan mengenai kesinambungan
bisnis usaha Mobile-8 yang didasari oleh prospek
pertumbuhan yang menjanjikan, baik dari layanan
selular maupun layanan FWA (Fixed Wireless
Access) dalam satu platform teknologi CDMA di
Indonesia untuk periode jangka panjang.
In our last Annual Report, we spoke of the
continuing viability of the Mobile-8 business
based on the prospective growth opportunities
of both the cellular and Fixed Wireless Access
(FWA) services within the CDMA technology
platform in Indonesia over the long-term future.
Dibahas pula, mengenai upaya-upaya Perseroan
dalam mengevaluasi cetak biru strategi bisnis
Mobile-8, memposisikan kembali produk dan
layanannya, serta pengembangan jaringan
distribusi, dalam rangka mendapatkan market
share dan mengupayakan penghematan biaya.
We also spoke of our need to re-evaluate
the business strategy blue print of Mobile-8,
reposition our products and services accordingly,
expand our distribution network in order to
gain market shares, while also focusing on cost
efficiency.
Namun demikian, sebelum upaya-upaya tersebut
dapat dilaksanakan, masalah utama yang
dihadapi oleh Perseroan di tahun 2009 adalah
mendapatkan persetujuan dari pihak kreditur
dalam merestrukturisasi dan penjadwalan ulang
pembayaran hutang Obligasi Rupiah sebesar
Rp675,0 miliar.
However, before we can achieve all of the above,
a more pressing task facing us in 2009 was the
need to secure the approval of our creditors for
the restructuring and payment rescheduling of
our outstanding IDR Bond in total of Rp675.0
billion.
Negosiasi dari restrukturisasi dan penjadwalan
ulang kewajiban Perseroan tersebut, dilakukan
di sepanjang semester pertama tahun 2009,
dengan
menghasilkan
kesepakatan
yang
menggembirakan bagi kedua belah pihak, baik
Perseroan maupun pihak kreditur.
Negotiations
for
the
restructuring
and
rescheduling of these obligations of the
Company, unwounded throughout most of the
first semester of 2009, but culminated in win-win
solution for both the Company and its creditors.
Sebesar Rp68,5 miliar dari hutang obligasi
tersebut di atas diubah menjadi penyertaan
modal. Begitu pula dengan hutang dan kewajiban
lainnya di tahun 2009 sebesar Rp829,3 miliar,
termasuk di dalamnya kewajiban terhadap
Samsung sebesar Rp230,7 miliar.
A total of Rp68.5 billion of the above mentioned
bonds were converted to equity. The Company
also converted to equity Rp829.3 billion of debts
and other liabilities in 2009, including payables
from Samsung of Rp 230.7 billion.
Sejauh ini, debt-to-equity swap tersebut
memperkokoh
posisi
neraca
keuangan
Perseroan, dan yang tak kalah penting, hal
tersebut juga memberikan landasan bagi
Mobile-8 untuk kembali pada jalurnya dan meraih
peluang-peluang baru untuk tumbuh secara
berkesinambungan.
The debt-to-equity swap strengthened the
Company’s balance sheet considerably, but
more importantly, set the stage for Mobile-8
to get back on track and pursue new growth
opportunities going forward.
Sambutan Presiden Direktur
Message from President Director
Pada akhir tahun 2009, sejalan dengan berbagai
kondisi ekonomi di Indonesia maupun di
seluruh dunia, Perseroan kembali memfokuskan
dirinya pada perkembangan bisnis usaha
Mobile-8. Terdapat beberapa perkembangan
yang menggembirakan, yang tidak hanya
memantapkan produk Mobile-8 di pasaran,
namun juga memposisikan secara strategis
kesempatan pertumbuhan di masa depan sejalan
dengan layanan telpon genggam CDMA yang
makin banyak digunakan.
Thus in late 2009, which was also in line with
improving economic conditions in Indonesia and
globally, we returned our focus on the business
development of the Mobile-8 business. There
were several encouraging developments that
we undertook during the year, which not only
enhanced the Mobile-8 brand in the market, but
also positioned it more strategically for future
growth opportunities as the CDMA cellular
service of choice.
Salah satu dari beberapa perkembangan tersebut
adalah penyatuan layanan FWA dan layanan selular
dalam satu platform. Hal ini memungkinkan
para pelanggan untuk mendaftarkan dua nomor
telepon berbeda (satu untuk layanan FWA dan
satunya lagi untuk sambungan selular) dalam
satu kartu chip/RUIM. Diluncurkan pada bulan
Juni 2009, layanan tersebut dinamakan Fren
Duo dan mendapat sambutan yang baik dari
para pelanggan, yang langsung dapat merasakan
manfaatnya memiliki layanan FWA sebagai fitur
tambahan pada layanan selularnya. Fren Duo
memberikan keuntungan utama, yaitu tarif yang
murah pada layanan FWA dan memungkinkan
penggunanya memiliki mobilitas yang tinggi
pada layanan selularnya.
One of these developments was the integration of
our FWA and cellular services in a single platform.
This allows our customers to register for two
separate telephone numbers (one each for FWA
and cellular connection) in a single chip/RUIM.
Launched in June 2009, the service is branded
as Fren Duo and received a good response from
subscribers who quickly recognized the benefits
of having the FWA service in addition to the
cellular service. Fren Duo allows subscribers to
enjoy the main benefit of FWA service of lower
tariff and cellular service of full mobility.
Pada akhir tahun 2009, Fren Duo telah tersedia di
13 kota besar di seluruh Indonesia dan berupaya
untuk terus mengembangkannya ke berbagai
kota pada tahun 2010.
As at year-end 2009, Fren Duo had been made
available in 13 major cities across Indonesia and
we expect to expand the service to other cities
in 2010.
Pada layanan data communication, Mobile-8
terus memasarkan layanan MOBI secara agresif
di beberapa kota dan area yang telah menerima
jaringan EVDO, meskipun layanan data yang
menggunakan generasi pertama CDMA20001X masih tersedia di pasaran. Sejalan dengan
bertumbuhnya pemakai internet di Indonesia,
layanan MOBI menjadi semakin populer di
kalangan pemakai unit smart phone dengan
koneksi internet di tanah air.
On the data communication front, Mobile-8
continued to market the MOBI service
aggressively in cities and areas that are already
covered by the EVDO network, even though data
services using the first generation CDMA20001X are still available in the market. In line with
the growing Internet use in Indonesia, MOBI has
become more popular among users of Internetlinked smart phone devices in the country.
18
19
Untuk mendukung merk-merk yang dimiliki
Mobile-8 dengan lebih efektif, Mobile-8
meningkatkan hubungan kerja sama di antara
importir-importir dan distributor-distributor
utama telepon genggam, dengan menyatukan
layanan FREN dan MOBI dalam satu paket
menarik. Beberapa strategi marketing dan
distribusi yang telah dilakukan Mobile-8 pada
tahun ini adalah menawarkan pembagian
keuntungan dari isi ulang pulsa dengan distributor
dan retailer telepon genggam, membentuk Tim
Penjualan Langsung untuk menguasai pasar di
beberapa area pemukiman di kota-kota besar,
dan menyelenggarakan kampanye penjualan
dan promosi secara lebih fokus di antara sesama
pengguna di wilayah Jakarta dan sekitarnya
(Jabodetabek),
Surabaya,
Semarang
dan
Bandung.
To support our brands more effectively, Mobile-8
has also intensified its business relationship with
major handset importers and distributors, in
order to bundle the FREN or MOBI services as an
attractive package offering. Other marketing and
distribution initiatives by Mobile-8 during the year
included offering top-up revenue sharing with
handset distributor and retailers, forming Direct
Sales Team to penetrate deeper into residential
areas in major cities, and undertaking a more
focused sales and promotional campaign among
communities in the Greater Metropolitan Jakarta
Area (Jabodetabek), Surabaya, Semarang, and
Bandung.
Masih di tahun 2009, Mobile-8 melakukan
pengembangan lebih jauh pada aplikasi BREW,
untuk dapat digunakan pada berbagai merek
unit telepon genggam seperti Nokia, Motorola,
Samsung, Haier dan ZTE. Aplikasi BREW sendiri
telah dikembangkan menjadi enam kategori
yang meliputi b-Entertainment, b-Fun, b-Genius,
b-SMSkatalog, b-updated, dan b-Woman.
Also in 2009, Mobile-8 further developed the
application for BREW to be used in a wideranging brand of handsets including Nokia,
Motorola, Samsung, Haier and ZTE. The BREW
applications themselves were expanded to
six categories comprising of b-Entertainment,
b-Fun, b-Genius, b-SMSkatalog, b-Updated, and
b-Woman.
Dalam hal pengembangan jaringan, Jaringan
Mobile-8 Next Generation terus berevolusi, dan
menjadi fokus utama kegiatan pengembangan
jaringan Perseroan di tahun 2009. Jaringan
next generation adalah jaringan telekomunikasi
dengan cakupan nasional, menggunakan basis
Internet Protocol, yang memungkinkan Mobile-8
memberikan cakupan area yang lebih luas dengan
investasi minimum. Jaringan tersebut juga
memungkinkan pelanggan Mobile-8 menikmati
panggilan jarak jauh dalam negeri dengan tarif
yang lebih terjangkau.
In terms of network development, the Mobile-8
Next Generation Network continued to evolve,
and was the main focus of our network
development in 2009. This next generation
network is a nationwide telecommunications
network, using an Internet Protocol basis, which
will allow Mobile-8 to provide greater coverage
with minimum investment. The network will also
enable Mobile-8 subscribers to make local longdistance calls at more affordable rates.
Mobile-8 membukukan pendapatan sebesar
Rp537,4 miliar pada tahun 2009, dibandingkan
dengan Rp926,5 miliar pada tahun 2008. Laba
sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi
(EBITDA) negatif Rp357,1 miliar pada tahun
2009, dibandingkan negatif Rp83,8 miliar pada
tahun 2008.
Mobile-8 posted revenues of Rp537.4 billion
in 2009, compared to Rp926.5 billion in 2008.
Earnings before Interest, Tax, Depreciation and
Amortization (EBITDA) amounted to minus
Rp357.1 billion in 2009, compared to minus
Rp83.8 billion in 2008.
Sambutan Presiden Direktur
Message from President Director
Pada akhir tahun 2009, Mobile-8 telah
merampungkan pembangunan konstruksi dari
1.458 Base Transceiver Stations (BTS) dan CDMA
coverage repeaters, 55 Base Station Controller
(BSC) yang menghubungkan BTS yang satu
dengan yang lainnya. 28 Mobile Switching
Centers (MSC/WSS), sembilan Home Location
Register (HLR) yang berperan sebagai database
bagi file informasi pelanggan, 19 Packet Data
Serving Nodes (PDSN) sebagai gerbang bagi
lalu lintas Internet data mobile, empat Pusat SMS
yang menangani lalu lintas SMS; dan beberapa
peralatan, diantaranya adalah Intelligent Network
Billing System.
As at year-end 2009, Mobile-8 has completed the
construction of 1,458 Base Transceiver Stations
(BTS) and CDMA coverage repeaters, 55 Base
Station Controllers (BSC) that connects one BTS
to another, 28 Mobile Switching Centers (MSC/
WSS), nine Home Location Registers (HLR) that
serves as data bases for customer information
files, 19 Packet Data Serving Nodes (PDSN) as
gateways for mobile Internet data traffic, four
SMS Centers that handle SMS traffic; and other
equipment that includes an Intelligent Network
Billing System.
Kesemuanya itu merupakan aset yang dapat
dimanfaatkan oleh Mobile-8 untuk memasarkan
secara efektif dan kompetitif layanan FREN,
FREN Duo dan MOBI di masa depan.
These are assets that could be deployed further by
Mobile-8 to market FREN, FREN Duo and MOBI
more effectively and competitively in the future.
Mobile-8 mempertahankan para karyawannya
yang memiliki keahlian dan kompetensi pada
bidangnya masing-masing. Mengingat bahwa
sumber daya manusia memegang peran utama
di setiap perusahaan telekomunikasi selular,
Mobile-8
terpaksa
menunda
penerimaan
karyawan dan tetap memanfaatkan sumber
daya manusia yang telah tersedia. Pada tahun
2009, seperti juga tahun sebelumnya, Perseroan
tidak meningkatkan jumlah karyawannya, namun
menitikberatkan pada peningkatan efisiensi dan
produktifitas yang lebih baik. Sebagai hasilnya,
total jumlah karyawan tidak berubah secara
signifikan dalam tahun yang bersangkutan. Hal
ini konsisten dengan kebijakan efisiensi biaya
Mobile-8.
Mobile-8 still retains personnel who are highly
trained and competent in their respective
fields. While human capital is key in any cellular
telecommunication operations, Mobile-8 has had
to postpone the recruitment of personnel and
make do with existing human resources pool.
In 2009, as in the previous year, the Company
did not significantly increase the number
of employees, but focused more on higher
efficiency and greater productivity. As a result,
the total number of headcount did not change
significantly during the year under review. This
is consistent with Mobile-8’s cost efficiency
program.
Menindaklanjuti perkembangan yang terjadi di
akhir tahun 2009, dan memasuki tahun 2010,
Mobile-8 menjajaki kerjasama strategis dengan
operator selular lain di Indonesia dengan
memperkenalkan layanan selular bersama antara
Mobile-8 FREN dengan Smart Telecom SMART.
Looking forward to the year 2010, in an interesting
development subsequent to year-end 2009,
Mobile-8 has developed a strategic alliance
with another cellular operator in Indonesia to
introduce a joint cellular service between those
of Mobile-8’s FREN and Smart Telecom’ SMART.
20
SMARTFREN merupakan gabungan layanan yang
diluncurkan pada bulan Maret 2010, yaitu sebuah
layanan selular baru yang menggabungkan dua
operator selular terbaik, dan menciptakan era
baru sebuah kerjasama dan kompetisi diantara
operator selular skala kecil di Indonesia sebagai
salah satu langkah untuk menghadapi kompetisi
diantara pesaing yang lebih besar pada pasar
yang lebih luas.
Launched under the joint-brand of SMARTFREN
in March 2010, the new cellular service will
combine the best of the two cellular operators,
and create a new era of competition among
smaller cellular operators in Indonesia as a way
to meet the challenges of market competition
from much larger competitors.
Sebagai penutup, atas nama Direksi Perseroan,
perkenankan saya mengucapkan terima kasih
atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan
dalam menghadapi situasi yang penuh tantangan
ini. Kita telah melewati berbagai halangan dan
rintangan di tahun 2009 dengan baik, melangkah
memasuki tahun 2010 dengan penuh kepercayaan
dan kekuatan untuk mengembangkan usaha kita
lebih kokoh dan berkesinambungan untuk jangka
panjang.
Finally, on behalf of the company’s Board of
Directors we would like to thank you all for the
trust and support that have been placed on
Mobile-8 in these challenging times. We have set
aside our challenges and difficulties in 2009, and
look forward to 2010 with renewed confidence
and strength to grow our business more solidly
and sustainably over the long-term.
MERZA FACHYS
Presiden Direktur
President Director
21
9:
Profil Direksi
Profile of the Board of Directors
Merza Fachys
Presiden Direktur
President Director
Seorang eksekutif profesional di bidang
telekomunikasi dengan pengalaman lebih
dari 29 tahun. Pernah menjabat berbagai
posisi penting di beberapa perusahaan
terkemuka. Ditunjuk sebagai Presiden
Direktur sejak Juni 2009.
A
professional
executive
in
telecommunications industry with more than
29 years of experiences. He has held various
important positions in several well-known
companies. Appointed as President Director
since June 2009.
Anthony Chandra Kartawiria
Direktur
Director
Seorang eksekutif profesional keuangan
dengan pengalaman di bidang investasi
perbankan dan pasar modal selama lebih
dari 25 tahun. Ditunjuk sebagai Direktur
sejak Maret 2008.
A professional executive in financial with
more than 25 years of experiences in
investment banking and the capital market.
Appointed as Director since March 2008.
22
Agus Heryanto Lukas
Direktur
Director
Seorang eksekutif profesional dengan
pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang
teknologi informasi dan telekomunikasi.
Ditunjuk sebagai Direktur sejak 2003.
A professional executive with more than
30 years of experiences in information
technology
and
telecommunications.
Appointed as Director since 2003.
Yopie Widjaya
Direktur
Director
Seorang eksekutif profesional yang
berkarir dan berpengalaman luas di
bidang keuangan, teknologi informasi dan
telekomunikasi. Ditunjuk sebagai Direktur
sejak November 2009.
A professional executive with wide
ranging experience in finance, information
technology
and
telecommunication
industries. Appointed as Director since
November 2009.
Beydra Jendi
Direktur
Director
Seorang eksekutif profesional dengan
pengalaman luas selama 20 tahun di
industri telekomunikasi dan media. Ditunjuk
sebagai Direktur sejak Juni 2009.
23
A professional executive with 20 years of
experiences in telecommunications and
media industries. Appointed as Director
since June 2009.
24
10:
Tahun Restrukturisasi
dan Reposisi
A Year of Restructuring and Repositioning
25
Keberhasilan restrukturisasi keuangan pada tahun
2009 telah memberikan Mobile-8 momentum
baru untuk mengejar pertumbuhan FREN dan
MOBI yang terkena dampak dari berbagai situasi
di tahun 2008, dari tertundanya pembangunan
jaringan hingga penyebaran pelayanan dan
meningkatnya kompetisi.
Our successful financial restructuring in 2009
had given Mobile-8 a new momentum to pursue
the growth of FREN and MOBI that had been
affected by a series of hindrances in 2008
ranging from delays in network construction to
service deployment and increased competition.
Namun demikian, pada tahun 2009, Mobile-8
memperkenalkan platform terintegrasi pertama
untuk layanan selular maupun layanan FWA di
Indonesia. Yang menjadikan layanan-layanan
selular Fren lebih menarik dan kompetitif di
pasar.
Nevertheless, in 2009 Mobile-8 introduced the
first truly integrated platform for both cellular
and fixed wireless services in Indonesia, which
re-positioned our Fren cellular service more
attractively and competitively in the market.
Dengan platform baru ini, Mobile-8 tidak hanya
merestrukturisasi neraca keuangannya, namun
juga memposisikan dirinya kembali secara
strategis untuk mempertahankan pertumbuhan
nilai stakeholder yang berkesinambungan dalam
jangka panjang.
With this new platform, Mobile-8 is set to not
only restructure its balance sheet but also to
reposition its business strategically to sustain
stakeholder value growth over the long-term.
Paparan berikut ini menjelaskan hasil yang telah
dicapai pada tahun 2009 dan prospek Perseroan
di tahun 2010.
The following discussion sets forth the Company’s
exploits in 2009 and its near term prospects in
2010.
Memadukan Layanan Selular dengan Layanan
Mobilitas Terbatas (FWA)
Pada tahun 2009, Mobile-8 telah berhasil
menggabungkan layanan selular dan FWA
dalam satu kartu RUIM. Hal ini dilakukan untuk
mengoptimalkan kedua lisensi yang sudah dimiliki
Perseroan, dan mengefisiensikan biaya penjualan
dan pemasaran. Layanan ini diluncurkan di pasar
pada bulan Juni 2009. Sampai dengan akhir
tahun 2009, layanan Fren Duo ada di 13 kotakota besar, dan akan terus dikembangkan di
kota-kota lainnya sesuai dengan kondisi pasar di
tahun 2010.
Integrating Cellular Service with Fixed Wireless
Access (FWA)
In 2009, Mobile-8 succeeded in integrating Fren
and FWA cellular services in one RUIM card. This
was done to optimize the two licenses already
owned by the Company and to make sales and
marketing costs more efficient. The service was
launched in the market in June 2009. As of the
end 2009, Fren Duo is available in 13 major cities,
and will continue to be expanded to other cities
in accordance with market conditions in 2010.
Tahun Restrukturisasi dan Reposisi
A Year of Restructuring and Repositioning
Kegiatan pemasaran Mobile-8 selama tahun
2009, dan akan terus dikembangkan adalah
sebagai berikut:
The Mobile-8 marketing initiatives taken
throughout 2009, and will continue to be
developed are as follows:
Meningkatkan Layanan Selular Fren dalam
rangka
memperkuat
kedudukan
Fren
sebagai pilihan layanan telepon selular
CDMA. Di tahun 2009, layanan selular telah
berhasil digabungkan dengan layanan FWA,
dengan merek Fren Duo. Dalam layanan ini,
pelanggan mendapatkan layanan selular
sekaligus layanan FWA.
Improving Fren Cellular Services in order to
strengthen its positioning as the preferred
CDMA cellular provider. In 2009, we
successfully combined our Fren and FWA
cellular services, branded Fren Duo. The
service provides subscribers with both
cellular and FWA services.
Paket Perdana Fren Duo berisi dua nomor
yakni satu nomor selular dan satu nomor
FWA dalam satu kartu, dan kedua nomor
tersebut aktif bersamaan. Ketika pelanggan
menggunakan
Fren
Duo
dan
ingin
menggunakan layanan FWA maka pelanggan
tinggal menekan 55 dan 550.
The Fren Duo start-up pack contains two
numbers, a cellular and an FWA number in
one card, and both active at the same time.
When subscribers use Fren Duo and wish to
use the FWA service, all they need to do is
dial 55 and 550.
Layanan ini diluncurkan pada bulan Juni 2009
bertepatan dengan acara ICS 2009. Layanan
ini juga memperoleh sertifikat MURI sebagai
satu-satunya dan pertama di Indonesia
dimana dua layanan, yaitu selular dan FWA
digabung dalam satu kartu RUIM. Semenjak
diluncurkan, pertumbuhan layanan ini cukup
menjanjikan. Sampai dengan akhir tahun
2009, layanan Fren Duo dijual di 13 kota besar
dimana terdapat layanan FWA. Layanan ini
akan terus dikembangkan di kota-kota lain di
tahun 2010. Jargon Fren Hemat Tidak Repot
dengan layanan Fren Duo betul-betul dapat
dirasakan oleh pelanggan karena tidak hanya
murah ketika melakukan panggilan, namun
juga murah ketika menerima panggilan.
The service was launched in June 2009 in
conjunction with the ICS 2009. It also earned
a MURI certification as the only and first in
Indonesia wherein two services, namely
cellular and FWA, are combined in one RUIM
card. Since its launching the growth of the
service has been quite good. As of the end
of 2009, the Fren Duo service is sold in 13
major cities where FWA service is available.
The service will continue to be developed at
other cities in 2010. The Fren catchphrase
“Hemat Tidak Repot” (Thrifty and Easy to
Use) with Fren Duo services can really be
experienced by subscribers because not only
is it cheap to make calls, but it is also cheap
when receiving calls.
Untuk melayani daerah-daerah yang belum
memiliki layanan Fren Duo, maka Layanan
Selular Fren tetap dijual dengan menggunakan
Fren Sobat. Dalam paket perdana Fren Sobat,
To serve areas where the Fren Duo service is
not yet available, the Fren cellular service is
still sold using Fren Sobat. The active period
of the Fren Sobat start-up pack is eight
*
*
*
*
26
27
masa aktif kartu Fren adalah delapan bulan,
namun untuk menikmati layanan, pelanggan
tetap diharuskan untuk melakukan isi ulang.
months, however, subscribers need to topup to enjoy its service.
Meningkatkan penjualan layanan data dengan
merek Mobi. Seiring dengan meningkatnya
permintaan penggunaan layanan internet,
layanan Mobi menjadi andalan di tahun 2009
dan akan terus dikembangkan di tahuntahun mendatang. Selain layanan Mobi yang
dipasarkan di kota-kota dengan layanan
EVDO, layanan data dengan teknologi CDMA
2000 1x tetap dipasarkan.
Improving Mobi data service sales. In line with
the increasing demand for internet service
use, the Mobi service became the service
of choice in 2009 and will continue to be
developed in the coming years. Besides Mobi
services that are sold at cities with EVDO
services, data services using the CDMA 2000
1x technology are also sold.
Meningkatkan kerjasama dengan pemasok
handphone maupun modem. Mulai tahun
2009, Perseroan telah berhasil menggandeng
beberapa
pemasok
handphone
dan
modem untuk di-bundling dengan layanan
Fren maupun Mobi. Kerjasama ini lebih
dikenal dengan istilah ecosystem, dimana
Perseroan tidak melakukan pembelian
handphone maupun modem, akan tetapi
hanya menyediakan layanan. Kerja-sama ini
akan terus dikembangkan di tahun-tahun
mendatang.
Increasing collaborations with hand phone as
well as modem suppliers. Beginning in 2009,
the Company has succeeded in winning
over a number of hand phone and modem
suppliers to bundle their products with Fren
or Mobi services. This kind of collaboration
is more commonly known as ecosystem,
wherein the Company does not buy the
hand phones or modems, but only provide
services. These collaborations will continue
to be developed in the coming years.
Meningkatkan layanan pascabayar baik untuk
segmen personal maupun korporasi. Untuk
layanan pascabayar personal, di tahun 2009
sudah dikeluarkan pascabayar Fren Duo,
dan Fren Maxi untuk kota-kota yang belum
terlayani layanan FWA. Layanan pascabayar
ini akan terus dikembangkan di tahuntahun mendatang karena dari sisi produksi
ARPU, pelanggan pascabayar lebih baik. Di
segmen korporasi juga sudah diluncurkan
paket korporasi untuk memenuhi kebutuhan
komunikasi dalam suatu perusahaan.
Improving post-paid services for both
personal and corporate segments. For
personal post-paid services, post-paid Fren
Duo and Fren Maxi were issued for cities
without FWA services in 2009. The postpaid
service will continue to be developed in
the coming years because from the ARPU
production side, post-paid subscribers are
better. In the corporate segment, a corporate
package was also launched to meet the
communication needs in a company.
Tahun Restrukturisasi dan Reposisi
A Year of Restructuring and Repositioning
Berbagai Tawaran Menarik Sepanjang Tahun
Selain mengeluarkan layanan Fren Duo, Fren
Sobat dan Mobi, di tahun 2009, Perseroan juga
meluncurkan beberapa program. Dalam tahun
yang penuh tantangan sekalipun, Mobile-8 tetap
terus berkomitmen untuk memberikan yang
terbaik bagi para pelanggannya.
Attractive Product Offerings Throughout the Year
In addition to providing Fren Duo, Fren Sobat
and Mobi services, the Company also launched
a number of programs in 2009. Despite the
challenges of the year, Mobile-8 continues to be
committed to giving the best to its subscribers.
• Kuis Geger
Contohnya adalah program kuis Geger, dimana
pelanggan Mobile-8 diberikan kesempatan
untuk mengikuti program kuis Geger melalui
SMS. Hadiah yang disediakan dalam kuis Geger
tersebut cukup menarik, antara lain berupa
uang tunai sebesar Rp50.000.000, handphone,
5 tabungan masing-masing Rp5.000.000, dan
pulsa senilai Rp100.000 untuk 50 pemenang
setiap bulan.
• Geger Quiz
One such example was the Geger quiz program,
wherein subscribers were given the chance to
participate via text messages. The Geger quiz
provided attractive prizes that included among
others a Rp50,000,000 cash prize, hand phones,
five saving accounts containing Rp5,000,000
each, and mobile credit vouchers worth
Rp100,000 for 50 winners every month.
Kuis Geger ternyata cukup mendapatkan
tanggapan yang baik dari konsumen dan mampu
menghasilkan pendapatan yang penting bagi
Perseroan. Layanan ini akan terus dikembangkan
di tahun-tahun mendatang dengan modifikasi
program.
Kuis Geger scored positive response from
consumers and resulted in significant revenue
for the Company. The service will continue to be
developed with some programs modification in
the years to come.
• Program Asuransi
Di samping itu, untuk memudahkan pelanggan
menikmati perjalanan mudik di hari Lebaran,
Mobile-8 dengan aman mengadakan program
Asuransi Perjalanan bekerja sama dengan Mega
Life. Selain asuransi mudik, perseroan juga
mengadakan program “Ayo Menabung” yang
juga bekerja sama dengan Mega Life. Di tahun
2009, Perseroan bekerja sama dengan PT. Jardine
Lloyd Thompson mengadakan program asuransi
handphone yang pertama di Indonesia. Hanya
dengan membayar premi senilai Rp30.000, maka
handphone pelanggan sudah terlindungi selama
setahun dengan nilai pertanggungan maksimum
Rp3.500.000.
• Insurance Program
Moreover, to facilitate peace of mind for Mobile-8
subscribers on their annual homecoming ritual
during the Lebaran holidays, the Company held
a Travel Insurance program in collaboration with
Mega Life. Besides the homecoming insurance,
the Company also held an “Ayo Menabung” (Let’s
Save) program, also with Mega Life. In 2009,
the Company in collaboration with PT. Jardine
Lloyd Thompson, held the very first hand phone
insurance program in Indonesia. By simply paying
a premium of Rp30,000 a subscriber’s hand
phone would be protected the whole year round
with a maximum coverage of Rp3,500,000.
28
29
• Program Infaq
Mobile-8 juga bekerjasama dengan Baznas
menyelenggarakan program Infaq, yang hasilnya
disumbangkan untuk mendukung program
Baznas dalam mensejahterakan masyarakat
Indonesia, dengan program ini, Mobile-8 meraih
penghargaan sebagai satu-satunya operator
telekomunikasi yang membantu program
kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.
• Infaq Program
Mobile-8 also worked with Baznas to organize
an Infaq program, the proceeds of which were
donated to support Baznas’s objective of
improving the welfare of Indonesians in general,
which also earned an award for Mobile-8 as the
only telecommunication operator contributing
to a welfare program for the nation’s people.
• Voucher Ramadhan
Selama bulan Ramadhan, Perseroan juga
mengeluarkan voucher isi ulang edisi khusus
yang diberi nama “Voucher Ramadhan”. Dalam
kemasan voucher tersebut pelanggan dapat
memperoleh informasi baik doa maupun nasehat
yang terkait dengan ibadah puasa.
• Ramadhan Voucher
During the month of Ramadhan, the Company
also issued limited edition top-up vouchers,
named “Voucher Ramadhan”. Inside the voucher’s
packaging subscribers will find information on
not only prayers but also advice pertaining to
the ritual of fasting.
• Program Loyalty
Program Loyalty juga diluncurkan berupa isi
ulang berhadiah barang-barang kebutuhan
sehari-hari misalnya sabun mandi, sabun cuci,
teh, mentega dan lain-lain. Program ini bekerja
sama dengan Indomaret yang sudah memiliki
jangkauan pemasaran luas.
• Loyalty Program
Loyalty Program were also launched in the form
of top-ups bearing gifts of daily need products,
such as soaps, detergent, tea, butter, and others.
The program was held in collaboration with
Indomaret which already has a wide marketing
network.
• Dowerr
Untuk pelanggan di luar Fren Duo dan Fren
Sobat, mereka tetap diberi layanan khusus
dengan program Fren Ngobrol Sampe Dowerr.
Program ini adalah promosi tarif panggilan murah
ke sesama Fren se-Indonesia yang menawarkan
pelanggan untuk menikmati tarif murah dengan
hanya bayar 1 menit pertama untuk berbicara
sepuasnya setiap hari. Selain pelanggan regular
juga diberikan bonus isi ulang sampai dengan
25% untuk apresiasi atas kesetiaan mereka
menjadi pelanggan Mobile-8.
• Dowerr
Those not subscribing to Fren Duo and Fren
Sobat are still given special services with the
Fren Ngobrol Sampe Dowerr (Fren Chat till
you Drop) program. The program is a low call
rate promo to Fren users throughout Indonesia
offering subscribers the freedom to talk as long
as they want by only paying for the first minute
every day. Moreover, regular subscribers are also
given bonus top-ups up to 25% in appreciation
for their loyalty to the Company.
Tahun Restrukturisasi dan Reposisi
A Year of Restructuring and Repositioning
•Tarif SMS
Untuk tetap menjaga daya saing terutama
untuk layanan SMS, Perseroan di tahun 2009
juga melakukan penurunan tarif SMS, baik
untuk pelanggan prabayar maupun pascabayar.
Penurunan tarif SMS juga berlaku untuk SMS ke
sesama Fren maupun ke operator lain .
•SMS Tariff
To maintain its competitiveness especially for text
message services, the Company also reduced
text message rates in 2009, for both pre-paid as
well as post-paid subscribers. The reduced rates
not only applied for messages among Fren users
but also to other operators.
•Tarif Data
Tarif layanan data juga diturunkan baik untuk
prabayar maupun pascabayar. Hal ini untuk
mengakomodasi kebutuhan layanan data yang
sangat meningkat di tahun 2009.
•Data Tariff
Data service tariff were also reduced for
prepaid as well as postpaid. This was done to
accommodate the sharply increasing demand
for the service in 2009.
•Bundling Handset
Paket handset tetap menjadi fitur menarik bagi
penawaran produk Mobile-8 pada tahun 2009.
Beberapa merek dengan skema ecosystem telah
berhasil dijual di pasar. Beberapa merek yang
dijual antara lain, Nokia, Motorola, Nexian, Cross,
dan Vittel.
•Handset Bundling
Hand phone packages remained to be attractive
features in marketing Mobile-8 products in 2009.
A number of brands were successfully sold in the
market using the ecosystem scheme. The brands
included, among others, Nokia, Motorola, Nexian,
Cross, and Vittel.
•Tarif SLJJ
Agar dapat lebih mengetengahkan citra Mobile-8
sebagai operator selular yang memiliki tarif SLJJ
yang paling kompetitif di Indonesia, Mobile-8
melakukan program tarif khusus ke PSTN.
Program berlangsung mulai bulan November
2009.
•Long Distance Tariff
In order to present Mobile-8’s image as a cellular
operator with the most competitive Long
Distance rate in Indonesia, Mobile-8 held a special
PSTN rate program. The program was initiated in
November 2009.
•World Passport
Untuk mereka yang sering melakukan perjalanan
ke luar negeri, Fren menawarkan layanan World
Passport, yaitu layanan roaming internasional ke
seluruh dunia baik di jaringan CDMA maupun
jaringan GSM. Inisiatif ini menjadikan Fren sebagai
operator telepon selular bergerak berbasiskan
teknologi CDMA pertama di dunia yang mampu
beroperasi di jaringan GSM yang membuka
layanan ini.
•World Passport
For frequent overseas travelers, Fren offered the
World Passport service, an international roaming
service to anywhere in the world on the CDMA as
well as GSM networks. The initiative made Fren
the first CDMA mobile cellular phone capable of
operating in the GSM network operator offering
the service.
•Mobi
Untuk layanan data Mobi, dipasarkan dalam dua
jenis, yaitu Mobi prabayar dan Mobi pascabayar.
Kedua jenis layanan Mobi menawarkan tarif
sambungan Internet yang kompetitif, selain juga
paket-paket berlangganan yang menarik dan
•Mobi
There are two types of Mobi data service
sold, that is Mobi prepaid and Mobi postpaid.
Both Mobi services offer competitive Internet
connection rates, in addition to attractive and
flexible subscription packages. The Mobi Modem
30
31
fleksibel. Paket Modem Mobi ditawarkan seharga
Rp499.000 untuk mendapatkan Modem EVDO
REV.A (3,5G CDMA) dengan tarif sambungan
Internet murah sebesar Rp0,1/Kb serta nomor
Mobi gratis dengan kuota kapasitas hingga 1GB.
Package, offered at Rp499,000, includes an
EVDO REV.A (3.5G CDMA) Modem and a low
Internet connection rate of Rp0.1/Kb, as well as
a free Mobi number with a maximum quota up
to 1 GB.
•Mobi Internet Sehat
Dalam rangka mendukung program pemerintah
untuk memerangi pornografi dan pornoaksi
khususnya di internet, Perseroan meluncurkan
produk dengan nama “Mobi Insan”. Kata Insan
merupakan singkatan dari Internet Sehat dan
Aman. Dengan menggunakan layanan ini maka
pelanggan Mobile-8 akan terhindar dari kontenkonten yang bersifat pornografi karena produk
ini mampu memblokir situs pornografi.
•Mobi Internet Sehat
In order to support the government’s war on
pornography and pornographic acts especially
on the internet, the Company launched a
product named “Mobi Insan”. The word “Insan”
is an acronym for “Internet Sehat dan Aman”
(A Healthy and Safe Internet). By using this
product Mobile-8 subscribers are protected from
pornographic contents because it is capable of
blocking porn sites.
•Mobi + Fren
Salah satu keunggulan dari layanan Mobi ini
dapat digabungkan dengan layanan pascabayar
Fren sehingga mengurangi harga langganan
bulanan Mobi.
•Mobi + Fren
One of the advantages of this Mobi service is
that it can be combined with postpaid FREN
hence reducing the cost of the Mobi monthly
subscription.
Mengkaji Ulang Pembangunan Jaringan, dan
Strategi Pemasaran dan Distribusi
Pada tahun 2009, beberapa inisiatif pemasaran
dan distribusi yang dilakukan Mobile-8 antara
lain adalah:
• Program kemitraan untuk Handset
Bundling,
dimana
distributor
mengimpor
handset
sementara
Mobile-8 menyediakan layanan.
• Meneruskan top-up revenue sharing
melalui berbagai jalur distribusi.
• Pengembangan Direct Sales Team
untuk penetrasi lebih dalam ke
tempat-tempat hunian prospektif di
kota-kota besar.
• Penguatan distribusi di Pulau Jawa,
terutama di Jabodetabek dan Jawa
Timur.
• Melakukan community selling dan
corporate sales secara lebih fokus di
Jabodetabek, Surabaya, Semarang
dan Bandung.
Reviewing Network Development and Sales and
Marketing Strategy
In 2009, Mobile-8 launched the following
marketing and distribution initiatives:
•
•
•
•
•
Partnership programs for Handset
Bundling, in which distributors import
handsets while Mobile-8 provides the
service.
Continue top-up revenue sharing
through various distribution channels.
Developing Direct Sales Teams to
further penetrate into prospective
residential areas in major cities.
Strengthening distribution in Java,
especially in the Greater Jakarta area
and East Java.
Execute a more focused community
selling and corporate sales in the
Greater Jakarta area, Surabaya,
Semarang and Bandung.
Tahun Restrukturisasi dan Reposisi
A Year of Restructuring and Repositioning
Dengan ketersediaan jaringan layanan yang masih
terbatas jangkauannya di luar Pulau Jawa, maka
Mobile-8 pun menyesuaikan strategi pemasaran
dan distribusi Fren di tahun 2009. Sebelumnya,
Mobile-8 telah mengembangkan beberapa jalur
pemasaran dan distribusi yang meliputi para
Distributor, M8 Ambassadors, Mobile-8 Center,
Direct Sales Team serta alternative channels.
Due to the limited network coverage outside
Java, Mobile-8 adapted Fren’s marketing and
distribution strategy in 2009. Before that, Mobile-8
had already developed several marketing and
distribution channels that comprised Distributors,
M8 Ambassadors, Mobile-8 Centers, Direct Sales
Teams and alternative channels.
Selama paruh pertama 2009, Mobile-8 telah
memperluas jaringan distribusinya melalui seluruh
jalur yang ada. Hingga akhir 2009, Mobile-8 telah
memiliki sebanyak 55 Distributor yang didukung
oleh 257 M-8 Ambassador, disamping 42 M-8
Center dan Direct Sales Team yang terdiri lebih
dari 200 orang lebih. Saat ini, produk-produk
Perseroan telah tersebar di 200.000 ribu gerai,
dan lebih dari 45.000 gerai yang dikunjungi
secara reguler oleh M-8 Ambassador sebagai
“touch points” M-8.
During the first half of 2009, Mobile-8 expanded
its distribution channels thru all available
channels. AS of the end of 2009, Mobile-8 owns
55 distributors that are supported by 257 M-8
Ambassadors, 42 M-8 Centers and Direct Sales
Teams consisting of more than 200 people.
Currently, the Company’s products are spread in
200,000 outlets and more than 45,000 outlets
are visited regularly by M-8 Ambassador as M-8
“touch points”.
Selain itu, Mobile-8 didukung oleh jalur alternatif
seperti ATM perbankan, fasilitas perbankan
via Internet, serta jaringan kartu kredit dengan
bank-bank anggota VISA melalui SMS yang
memfasilitasi pengisian kembali pulsa secara
elektronik untuk voucher pulsa Prabayar Fren
dan Hepi.
Moreover, Mobile-8 is supported by alternative
channels such as ATM banking, internet banking
facilities, as well as a credit card network of VISA
member banks via SMS that facilitate electronic
mobile credit reload for Fren and Hepi pre-paid
vouchers.
Perseroan melakukan kaji ulang atas penerapan
strategi pengembangan jaringan, pemasaran
maupun distribusi Mobile-8 diparuh ke dua
tahun 2009, dengan pertimbangan pasar yang
semakin kompetitif sehingga performa Perseroan
menurun.
In the second half of 2009, the Company reviewed
the implementation of its Mobile-8 network
expansion, sales and distribution strategies in
light of the more competitive market that led to
weaker performance.
Hasil dari kaji ulang tersebut yaitu merancang
ulang pengembangan jaringan dengan memberi
prioritas lebih besar terhadap:
• Peningkatan layanan jaringan yang
telah beroperasi di Pulau Jawa;
• Pengupayaan pengoperasian jaringan
di luar Pulau Jawa, khususnya yang
mampu menjangkau wilayah dengan
densitas kependudukan yang tinggi.
The review resulted in the redesign of network
development that places more priority on:
•
•
Increased services at networks already
operating on the island of Java;
Efforts to establish network operations
outside Java, especially those capable
of reaching areas with high population
densities.
32
33
Sampai dengan akhir tahun 2009, jaringan
Mobile-8 telah mencakup seluruh Pulau Jawa
dan Bali, serta sebagian wilayah di dan sekitar
Medan, Palembang, Bandar Lampung, Batam,
Banjarmasin, Makassar dan Manado.
As of the end of 2009, the Mobile-8 network has
already covered the whole of Java and Bali, and
some areas in and around Medan, Palembang,
Bandar Lampung, Batam, Banjarmasin, Makassar
and Manado.
BREW
Pada September 2007, Mobile-8 memperkenalkan
BREW, aplikasi yang memungkinkan para
pelanggan menggunakan handset CDMA
dengan harga yang terjangkau namun mampu
menikmati layanan multimedia yang kaya akan
konten dan mobile Internet berkecepatan tinggi.
Dengan demikian, Mobile-8 menjadi operator
seluler pertama yang mengoperasikan BREW di
Indonesia. Pada bulan Desember 2007, b-Live
diluncurkan secara komersial sebagai One Click
Entertainment dengan aplikasi BREW yang
tersedia pada handset CDMA ZTE C300 dan
C330 yang menawarkan sembilan menu aplikasi
termasuk browser nada dering, berita, horoskop,
kamus, permainan, dan lainnya.
BREW
In September 2007, Mobile-8 introduced BREW,
an application that enables subscribers with entry
level CDMA handsets to enjoy a rich multimedia
service contents and high-speed mobile Internet.
Thus, Mobile-8 became the first operator to
operate BREW in Indonesia. In December 2007,
b-Live was launched commercially as a One Click
Entertainment with BREW applications, available
on CDMA ZTE C300 and C330 handsets, which
offers nine applications including ringtone
browser, news, horoscope, dictionary, games,
and others.
Sampai dengan tahun 2009, aplikasi BREW
terus dikembangkan sehingga kini dapat
digunakan pada beberapa tipe handset antara
lain Nokia, Motorola, Samsung, Haier, ZTE. Selain
itu, pengembangan aplikasi BREW juga semakin
lengkap dengan enam macam kategori, yaitu
b-Entertained, b-Fun, b-Genius, b-SMSkatalog,
b-Updated dan b-Woman yang menawarkan
lebih dari 20 menu aplikasi. Aplikasi Brew akan
terus dikembangkan untuk memberikan layanan
yang terbaik untuk pelanggan, di saat ini maupun
di masa yang akan datang.
Up to 2009, the BREW application continue to
be developed so that it can now be used in a
wide ranging handset brands including Nokia,
Motorola, Samsung, Haier, ZTE. In addition,
the BREW application development is also
becoming more comprehensive with six types of
category namely b-Entertained, b-Fun, b-Genius,
b-SMSkatalog, b-Updated dan b-Woman offering
more than 20 applications. The Brew application
will continue to be developed to provide the best
service possible for subscribers now and in the
future.
Pengembangan Jaringan Next Generation
Network Mobile-8
Sejak tahun 2007, Mobile-8 telah mengembangkan
Next Generation Network CDMA 2000 1X
(NGN CDMA 2000 1X), yakni sebuah jaringan
yang berlingkup nasional dan berbasis Internet
Protocol (IP) sehingga sangat menghemat
biaya baik dari segi investasi maupun dari segi
pengoperasiannya.
Development of Mobile-8’s Next Generation
Network
Since 2007, Mobile-8 has been developing Next
Generation Network CDMA 2000 1X (NGN CDMA
2000 1X), a nation-wide Internet Protocol (IP)based network that is not only cost-effective in
terms of investment but also operation.
Tahun Restrukturisasi dan Reposisi
A Year of Restructuring and Repositioning
Jaringan berbasis IP ini memungkinkan Mobile-8
menyediakan
layanan
coverage
dengan
investasi minimal, sehingga juga memungkinkan
penyediaan layanan telepon jarak jauh dengan
harga terjangkau.
This IP-based network allows Mobile-8 to provide
coverage service with minimal investment, which
in turn enables the provision of long-distance
phone call services at affordable prices.
Pada tahun 2008, pengembangan NGN CDMA
2000 1X selain memberikan layanan Mobile juga
mencakup layanan FWA dan EVDO yaitu layanan
data broadband bekecepatan tinggi.
By 2008, the development of NGN CDMA 2000
1X in addition to providing Mobile services also
provided FWA and EVDO services, the latter
being a high-speed broadband data service.
Pada akhir tahun 2009, Mobile-8 telah
menyelesaikan 1.458 Base Transceiver Station
(BTS) dan CDMA coverage repeater, 55 Base
Station Controllers (BSC) yang menghubungkan
dan mengendalikan satu BTS dengan yang
lainnya, 28 Switching Centers (MSC/WSS),
9 Home Location Registers (HLR) yang
merupakan database yang berisi informasi profil
para pelanggan, 19 Packet Data Serving Nodes
(PDSN) yang berfungsi sebagai pintu gerbang
lalu-lintas data internet bergerak, 4 SMS Centers
yang mengendalikan dan menyalurkan lalulintas
SMS, dan peralatan lain, termasuk Intelligent
Network Billing System untuk layanan pelanggan
dan sistem penagihan yang menghitung jumlah
tagihan untuk layanan suara dan penggunaan
data.
As of the end 2009, Mobile-8 has completed the
construction of 1,458 Base Transceiver Stations
(BTS), 55 Base Station Controllers (BSC) that
connect and control one BTS to another, 28
Switching Centers (MSC/WSS), 9 Home Location
Registers (HLR), a database containing subscriber
profile information, 19 Packet Data Serving Nodes
(PDSN), that function as gateways for mobile
Internet data traffic, 4 SMS Centers that control
and distribute SMS traffic, and other equipment,
including an Intelligent Network Billing System
for subscriber service and a billing system that
calculates total charges for voice services and
data usage.
Mobile-8 mengoperasikan infrastruktur transmisi
penunjang berkapasitas tinggi Microwave
SDH dan leased line transmisi Fiber optic yang
menghubungkan pusat pengendali percakapan
selular, MSC/WSS, WGW, BSC, dan unit-unit
BTS.
Mobile-8 operates a supporting transmission
infrastructure with high-capacity Microwave SDH
(Synchronous Digital Hierarchy), and Fiber optic
leased-line transmission facilities that connect
the cellular conversation control centers, MSC/
WSS, WGW, BSC, and BTS units.
Jaringan transmisi Mobile-8 dirancang dengan
konfigurasi Redundance Hot stand by maupun
Loop, sehingga memberikan ketersediaan yang
tinggi atau menghindari terputusnya transmisi
bila terjadi kerusakan di salah satu element node
transmisi.
Mobile-8’s transmission network is designed
with Redundant Hot stand by as well as Loop
configurations, thereby providing high reliability
and may avoid failures when there are damages
in one of the transmission node.
34
Mobile-8 memiliki Network Operation Center
(NOC) yang memantau dan mengelola jaringan
selama 24 jam non-stop setiap hari. Mobile-8
juga memiliki sistem manajemen jaringan
terpadu, NMS, Network sistem manajemen
yang memungkinkan pemantauan keseluruhan
infrastruktur jaringan.
Mobile-8 has a Network Operation Center (NOC)
that monitors and manages its network 24-hours
a day. Mobile-8 also has an integrated network
management system, NMS, which enables the
monitoring of the entire network infrastructure.
Perbaikan Sistem Teknologi Informasi
Teknologi Informasi (TI) memainkan peranan
kunci dalam penyelenggaraan jasa telephone
selular bergerak dan tetap nirkabel (FWA) seperti
Mobile-8. Untuk itu, Mobile-8 mengupayakan
penyempurnaan serta peningkatan sistem
teknologi
informasi
sebagai
penunjang
operasional sehari-hari yang efisien dan efektif.
Improvement of Information System Technology
Information technology plays a key role in
providing cellular services and Fixed Wireless
Access (FWA) services such as Mobile-8. For
this, Mobile-8 strives to improve and enhance its
information technology systems to support dayto-day operations effectively and efficiently.
Beberapa pencapaian di bidang TI selama tahun
2009, antara lain:
Some achievements in the field of IT for the year
2009 are:
•
Ketersediaan Jaringan 99,59%
Keterangan: Evaluasi bagaimana teknologi
informatika telah menyalurkan layanannya
kepada para pengguna dan rekanan dengan
memastikan ketersediaan peralatan jaringan
tepat waktu untuk memenuhi kebutuhan
usaha sebuah perusahaan.
•
Network Availability 99.59%
Description: A measurement of how IT has
delivered its services to users and partners by
ensuring that network equipment is available
in a timely manner to meet the business
requirements of the company
•
Meningkatkan Produktivitas Karyawan
melalui TI
Keterangan: Meningkatkan produktivitas
karyawan
melalui
TI
dengan
hanya
mengirimkan email dan situs-situs yang sah
kepada para pengguna dengan memblok
43% dari total lalu lintas data.
•
Improving Employee Productivity through
IT
Description: Improving employee productivity
through IT by allowing only legitimate emails
and browsing for users by blocking 43% of
total traffic.
Memberlakukan Tanda “sign on” Tunggal
pada Sistem Pengiriman Pesan
Keterangan: Sistem pengiriman pesan yang
terintegrasi dengan Windows AD sehingga
pengguna hanya mengingat satu akun nama
untuk mengakses sumber daya-sumber daya
perusahaan.
•
•
35
Implementing a Single “Sign on”
Messaging System
Description: Integration of messaging system
authentication to Windows AD so that users
only need to remember a single username to
access corporate resources.
Tahun Restrukturisasi dan Reposisi
A Year of Restructuring and Repositioning
•
Sistem Penanda SMS
Keterangan: Mengimplementasikan sistem
penanda otomatis melalui SMS untuk seluruh
jaringan peralatan dan pemberitahuan akan
adanya masalah, dengan demikian, hal ini
dapat meningkatkan waktu respon dan
resolusi waktu dari seluruh kejadian TI .
•
SMS Alerting System
Description: Implementation of an automatic
SMS alert system for all network equipment
and user problems, hence improving
response and resolution time of all IT related
incidents.
•
Meningkatkan infrastruktur www.mobile-8.
com di dalam Perseroan
Keterangan:
Meningkatkan
infrastruktur
www.mobile-8.com dalam Perseroan untuk
meningkatkan ketersediaan, keamanan dan
kinerja dari sistem.
•
Developing the www.mobile-8.com
infrastructure in-house
Description: Developing the www.mobile-8.
com infrastructure in-house to improve the
availability, security and performance of the
system
Meningkatkan Layanan TI untuk Para
Pengguna
Keterangan: Meningkatkan Layanan TI untuk
para pengguna dengan melengkapi 98,98%
dari masalah-masalah pemakai dan hanya
1,77% tiket yang belum terselesaikan.
•
Improving IT Service for Users
Improving IT Services for Users by resolving
98.98% of user problems with only 1.77%
tickets pending.
•
Perpindahan Pengatur Domain Utama
Keterangan: Perpindahan Pengatur Domain
Utama dari mesin lama ke baru untuk
meningkatkan kinerja sistem TI.
•
Migration of Main Domain Controller
Migration of the main domain controller from
old to new machine to improve IT System
performance.
•
E-Leave Development
Keterangan: E-Leave adalah suatu sistem
aplikasi dimana divisi Human Capital
Management (HCM) meminta TI untuk
mengatur karyawan yang cuti, dimana saat
ini, masih diatur manual oleh HCM.
•
E-Leave Development
E-Leave is a system that Human Capital
Management (HCM) division requested
from IT. It is an application that will manage
employee leave that is currently done
manually by HCM.
•
36
37
11:
Peluang Pertumbuhan Baru
Melalui Hubungan Sinergi
A New Growth Opportunities Through Synergy
Pertumbuhan pasar bagi layanan selular di
Indonesia berkembang dengan sangat pesatnya
dalam beberapa tahun ini, begitu juga dengan
persaingan usaha dalam bisnis ini. Dengan
total 11 operator selular yang melayani 143 juta
pelanggan, terutama di area kota-kota besar
di seluruh Indonesia, maka pasar layanan
telekomunikasi selular sudah semakin ketat
dalam beberapa tahun terakhir. Namun demikian,
hanya tiga operator selular terbesar di tanah air
yang menguasai 80% dari total pasar tersebut di
atas.
38
The market for cellular services in Indonesia has
grown significantly over the years, but so too
has its competition. With a total of 11 cellular
operators serving some 143 millions subscribers,
primarily in the larger cities of Indonesia, the
market for cellular telecommunication services
has become largely saturated in recent years.
The adverbial condition is compounded by the
fact that approximately 80% or so of the market
is controlled by the three largest operators in the
country.
38
39
Persaingan untuk mendapatkan pelanggan
baru dan traffic generation menjadi sedemikian
tidak sehatnya, bahkan perang harga dengan
berlomba-lomba menurunkan tarif layanan pun
telah dilakukan dan merusak kelangsungan hidup
dari industri ini.
Competition for new subscribers and traffic
generation has become so severe, at times
it generates into a full skilled price war that is
acutely detrimental to the industry.
Kondisi ini menyebabkan operator selular kecil
seperti Mobile-8 sulit bersaing pada jenis layanan
selular yang sama, seperti yang dimiliki oleh
pesaing-pesaing besarnya. Namun, justru operator
kecil seperti Mobile-8 yang memiliki kemampuan
unik di dalam menyediakan layanan yang memiliki
nilai tambah bagi para pelanggannya. Keunikan
ini terdiri dari penggunaan teknologi mutakhir
yang memungkinkan pengaturan aplikasi yang
sangat fleksibel dan pengenalan produk-produk
baru dan fitur-fitur dalam waktu yang singkat.
This makes it doubly hard for smaller cellular
operators like Mobile-8 to compete on a same
level-playing field. On the other hand, small
operators like Mobile-8 have certain distinctive
advantages that could provide additional value to
particular market niches. These advantages range
from leading edge technology to customized
applications and quick turn-around time in the
introduction of new products and features.
Sejalan dengan upaya untuk memanfaatkan
sinergi tersebut, Mobile-8 membangun kerja
sama strategis dengan operator selular kecil yang
lain dengan tujuan saling memanfaatkan sumber
daya, potensi pasar, manfaat layanan dan saluran
distribusi yang telah dimiliki oleh masing-masing
pihak.
In order to gain synergies from the combination of
one or more advantages of these small operators,
it makes a lot of sense if Mobile-8 were able to
join forces with another small operator with
the aim of sharing resources, markets, service
benefits and distribution channels.
Mewujudkan hal tersebut, Mobile-8 bersamasama dengan Smart Telecom, berinovasi untuk
melakukan kerjasama yang baru dilakukan untuk
pertama kalinya di Indonesia.
With that in mind, Mobile-8 together with Smart
Telecom, have made a groundbreaking initiative
by forming a joint-service venture of their
two cellular services as the first of its kind in
Indonesia.
Kerjasama tersebut diperkenalkan kepada
masyarakat pada tanggal 3 Maret 2010,
dengan nama SmartFren. Penyelenggaraan
kampanye pemasaran, pembagian saluran
distribusi, pembuatan unit telpon genggam dan
penggunaan menara-menara BTS dilakukan
secara bersama-sama oleh kedua perusahaan.
Announced to the public on 3 March 2010, the
joint-service uses the brand name of SmartFren.
The two companies will share their marketing
campaigns, distribution channels, handset makes
and BTS towers.
Melalui sinergi ini, Mobile-8 mengharapkan
mampu untuk bertumbuh dengan sehat di masa
depan. Pada akhir tahun 2009, Mobile-8 memiliki
kurang lebih 2,9 juta pelanggan.
Through this synergy, Mobile-8 expect to be
able to healthy growth in the future. As at yearend 2009, Mobile-8 had around 2.9 million
customers.
Mobile-8 yakin, pada saat yang bersamaan
dengan makin meluasnya penggunaan layanan
SmartFren, baik Mobile-8 dan Smart Telecom
akan memiliki keleluasaan untuk menciptakan
berbagai inisiatif dan inovasi dalam rangka
mengembangkan usaha dan layanan SmartFren.
Mobile-8 is confident that once SmartFren is
truly off and running, both Mobile-8 and Smart
Telecom will have plenty of leeways to think
of initiatives and innovations to enhance the
SmartFren service and business.
12:
Sumber Daya Manusia
Human Resources
Di industri telekomunikasi selular yang dinamis,
Mobile-8 mempunyai nilai-nilai perusahaan yang
dikembangkan untuk mencapai tujuan Perseroan.
Mobile-8 memberikan perhatian besar terhadap
pengembangan nilai-nilai Perseroan dengan
melakukan survei kepada karyawan untuk
melahirkan nilai-nilai perusahaan baru yang sesuai
dengan perkembangan industri telekomunikasi
selular. Nilai-nilai perusahaan tersebut adalah
Core Value yaitu Integrity, Excellent Team Work,
Open Communication, Strive for Excellence,
Delight Customers, Outstanding Partnership,
Continuous Innovation, dan Asset to the Nation.
In this dynamic mobile telecommunications
industry, Mobile-8 has company values that
are implemented to achieve its goals. Mobile-8
gives great attention to the enhancement of
values, by conducting a survey to its employees
to deliver new company values in line with the
development of the mobile telecommunications
industry. These company’s values are Core Value,
such as Integrity, Excellent Team Work, Open
Communication, Strive for Excellence, Delight
Customers, Outstanding Partnership, Continuous
Innovation, and Asset to the Nation.
40
Komposisi Berdasarkan
Tingkat Pendidikan
2009
Composition by Education
S2/Master Degree
S1 / Bachelor Degree
D3 / Diploma
24
3.1%
505
65.0%
151
19.4%
SMU / High School
97
12.5%
Total
777
100.0%
Komposisi
Berdasarkan Usia
Composition by Ages
2009
20-25 Years
19
2.4%
26-30 Years
164
21.1%
31-40 Years
392
50.5%
41-50 Years
195
25.1%
> 50 Years
Total
7
0.9%
777
100.0%
Mobile-8 juga menyadari bahwa karyawan
merupakan aset yang sangat berharga bagi
perusahaan. Komitmen Mobile-8 terhadap
pengembangan karyawan diwujudkan mulai
dari proses seleksi karyawan untk mendapatkan
sumber daya manusia yang dapat berkompetisi
di industri selular, program pengembangan
karyawan dengan memberikan kesempatan
promosi dari internal organisasi, program
pendidikan dan pelatihan serta pemberian
kompensasi dan benefit yang kompetitif.
41
Mobile-8 also aware that the employee is a
very valuable asset for the company. Mobile-8’s
commitment to the employee’s development
is realized starting from the selection process
of employees that can compete in the mobile
industry, development programs for employees
by providing promotion opportunities from the
internal organization, educational and training
programs and also competitive provisions of
compensation and benefits.
Sumber Daya Manusia
Human Resources
Komposisi Berdasarkan
Jabatan
Composition by Title
2009
Director
5
0.6%
Senior Vice President
7
0.9%
Vice President
13
1.7%
Senior Manager
38
4.9%
Manager
93
12.0%
Supervisor
267
34.3%
Staff
354
45.6%
Total
777
100.0%
Komposisi Berdasarkan
Masa Kerja
Composition by Year Of
Service (YOS)
2009
<= 3 YOS
283
36.4%
>3 - <6 YOS
215
27.7%
>7 - <9 YOS
25
3.2%
>9 - <12 YOS
190
24.5%
>13 - <15 YOS
36
4.6%
>16 - <25 YOS
28
3.6%
Total
777
100.0%
Seleksi & Assessment
Selection & Assessment
Di tahun 2009, bagian Rekrutmen di Mobile-8
tetap melanjutkan perekrutan karyawan, baik di
luar Pulau Jawa maupun di Pulau Jawa. Strategi
yang digunakan dalam perekrutan karyawan
pada dasarnya tetap menggunakan metode yang
sama dengan tahun sebelumnya yaitu Employee
Referral, iklan, Internal Opportunity System serta
Campus Recruitment. Sementara itu, sebagai
komitmen Mobile-8 untuk melihat potensi internal,
Internal Promotion juga merupakan salah satu
metode yang cukup baik untuk mendapatkan
talent unggul dari dalam perusahaan sendiri
melalui mekanisme assessment.
In 2009, Recruitment Department in Mobile-8
has continued employee’s recruitment in
and outside Java. The strategy used in the
enlistment of employees is basically the same
as the previous year, namely Employee Referral,
advertisements, Internal Opportunity System
and Campus Recruitment. Meanwhile, as the
Mobile-8’s commitment to see internal potential,
Internal Promotion is also one of the methods
that is sufficient to discover outstanding talent
in the company through its own assessment
mechanism.
42
43
Sebagai wujud partisipasi Mobile-8 terhadap
program pendidikan nasional, Program Magang
masih aktif dilanjutkan berupa kerjasama dengan
beberapa institusi pendidikan, khususnya dengan
SMK yang bekerjasama dengan tim sales. Mobile-8 support of the national education
program is shown through an internship program
(Program Magang) which is still continuing
actively in cooperation of several educational
institutions, especially with SMK and collaboration
with sales team.
Pelatihan & Pengembangan Development
Program
Training &
Program
Adalah bentuk program yang sangat marak
dilaksanakan di tahun 2009. Selain pendidikan
dan
pelatihan
karyawan,
Mobile-8
juga
melakukan program pengembangan karyawan
dimana karyawan menjalani bentuk pelatihan
yang tidak hanya di dalam kelas, namun akan
dilanjutkan dengan OJT (On the Job Training)
dimana akan meningkatkan hasil kerja dibagian
masing-masing.
Is a well-known program in 2009. Besides
education and training for employees, Mobile-8
is doing the development program for the
employees, in which they have served the training
not only in class but also extended to OJT (On
the Job Training) to improve their performances
respectively.
Development Program sudah dilaksanakan
baik dibidang Teknik (TDP) maupun Sales
(SDP). Selain mempersiapkan kader-kader
yang berkualitas dibidangnya, telah terbukti
pula bahwa Development Program juga telah
membantu meningkatkan angka penjualan.
This program has already implemented for both
Engineering (TDP) and Sales (SDP). In addition
to prepare the talented employees, this program
has also proven to increase sales figures.
Sejak berdirinya Mobile-8 pada Desember 2003
yang lalu, program pelatihan dan pengembangan
karyawan selalu menyesuaikan dengan tujuan
bisnis perusahaan dimana banyak programprogram yang sangat customize dengan situasi
dan kondisi perusahaan.
Since the establishment of Mobile-8 in December
2003, employee’s training and development
programs always adjusting to the objectives of
the Company’s business, which many programs
are customized to the company’s condition.
Di tahun 2009, tercatat 230 aktivitas pelatihan
telah dilakukan dengan memaksimalkan training
in-house yang diselenggarakan oleh internal
perusahaan dengan total jumlah peserta sebanyak
4.053 dengan penekanan cost effisiency sebesar
lebih dari 500%.
In 2009, 230 training activities are recorded and
have performed by maximize in-house training by
internal trainers with 4,053 of total participants;
and cost efficiency of more than 500%.
Kompensasi & Benefit
Compensation & Benefit
Sistem kompensasi yang digunakan oleh
Mobile-8 diarahkan untuk mengembangkan
iklim kerja yang memacu produktivitas kerja.
Perusahaan juga mengikuti survei penggajian
di industri telekomunikasi untuk memberikan
sistem kompensasi yang kompetitif.
The compensation system that is used by Mobile-8
is directed to spur the climate of productivity in
the workplace. The Company has also conducted
a salary survey in telecommunications industry
to provide a competitive compensation system.
Development
Development
13:
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Sesuai dengan misi “Untuk memaksimalkan nilainilai bagi para pihak yang berkepentingan dengan
terus berinovasi dan mengimplementasikan tata
kelola perusahaan yang kuat secara konsisten”,
Perseroan menghayati sepenuhnya pentingnya
Good Corporate Governance (“GCG”) untuk
meningkatkan shareholder value dalam jangka
panjang dan untuk melindungi kepentingan para
pemegang saham minoritas. Perseroan sedang
dalam proses mengembangkan platform GCG
sebagai strategi kunci untuk mencapai sasaransasaran usaha.
In line with our mission “To maximize value for
our stakeholders with continued innovation and
strong corporate governance”, the Company fully
understands the critical role of Good Corporate
Governance (“GCG”) to increase shareholder
value in the long run and to protect the interest
of minority shareholders. The Company is in the
process of building a GCG framework as a key
strategy in achieving its business goals.
44
45
Beberapa hal pokok mengenai kebijakan dan
penerapan tata kelola perusahaan di Perseroan
antara lain adalah pemisahan otoritas dan
tanggung jawab yang jelas antara Dewan
Komisaris dan Direksi; visi dan arah bisnis
yang
jelas;
mengutamakan
pengendalian
risiko
dan
pengawasan
internal
antara
lain melalui peran Komite Audit dan Audit
Internal; menjalankan usaha secara wajar dan
transparan; penyebarluasan informasi yang
material secara tepat waktu kepada para
pihak yang berkepentingan; dan sikap yang
bertanggungjawab
terhadap
permasalahan
sosial, lingkungan dan pembangunan.
Some key points of policies and implementation
of corporate governance are the separation of
authority and clear responsibilities between the
Board of Commissioners and Board of Directors;
a clear vision and business direction; emphasis
on risk management and internal control among
other things through the roles of the Audit
Committee and the Internal Audit; conduct
business fairly and transparent; dissemination
of material information in a timely manner
to stakeholders; and responsibility to social,
environmental and developmental issues.
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Tugas Dewan Komisaris adalah untuk mengawasi
aktivitas dan manajemen Perseroan yang
dilakukan oleh Direksi. Dewan Komisaris juga
berkewajiban melindungi kepentingan para
pemegang saham minoritas.
The duty of the Board of Commissioners (“BOC”)
is to oversee the activities and management
of the Company under the Board of Directors.
The Board of Commissioners also responsible to
protect the interest of minority shareholders.
Dewan Komisaris (“Dekom”) bertanggung jawab
atas pengawasan kepengurusan Perseroan, dan
mengevaluasi efektivitas kerja Direksi atas dasar
kebijakan Perseroan, pengambilan keputusan
dan eksekusi strategi.
Board of Commissioners (“BOC”) is responsible
for overseeing the management of the Company,
and evaluating the effectiveness of Directors’
performance on the basis of company policies,
decision making process, and execution of
strategies.
Tugas dan tanggung jawab Dekom termasuk
memantau kinerja Perseroan terhadap tujuan
strategis rencana usaha, dan anggaran tahunan/
kuartalan; memberi perhatian terhadap deviasi
yang signifikan dari arah maupun sasaran
Perseroan yang telah ditetapkan dan mengusulkan
penanggulangannya; serta melakukan tugas
pengawasan lainnya sebagaimana ditentukan
oleh rapat umum pemegang saham dan atau
Anggaran Dasar Perseroan yang menjabarkan
tugas dan tanggung jawab para Dekom secara
komprehensif.
BOC duties and responsibilities including
monitoring the performance of the Company
against strategic goals, business plan, and
annual/quarterly budgets; raise attention to any
significant deviation of the Company from the
Company’s direction and goals that have been
established and propose countermeasures; and
undertake other supervisory duties as laid out
by the general meeting of shareholders and or
the Company’s Articles of Association which
sets forth the duties and responsibilities of the
Commissioners comprehensively.
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Hingga 31 Desember 2009, Dewan Komisaris
Perseroan terdiri dari tiga Komisaris termasuk
Presiden Komisaris yang juga merupakan
Komisaris Independen dan dua Komisaris dimana
kesemuanya adalah Komisaris Independen.
As of December 31, 2009, the Board of
Commissioners of the Company comprised of three
Commissioners including an Independent President
Commissioner and two Commissioners, in which
both of them are Independent Commissioners.
Mereka adalah Henry Cratein Suryanaga sebagai
Presiden Komisaris dan Komisaris Independen;
Sarwono Kusumaatmadja sebagai Wakil Presiden
Komisaris dan Komisaris Independen; Reynold
M. Batubara sebagai Komisaris dan Komisaris
Independen. Profil dari masing-masing anggota
Dewan Komisaris disajikan pada halaman terpisah
Laporan Tahunan ini.
They are Henry Cratein Suryanaga as President
Commissioner and Independent Commissioner;
Sarwono Kusumaatmadja as Vice President
Commissioner and Independent Commissioner;
Reynold M. Batubara as Commissioner and
Independent Commissioner. The profiles of each
Commissioner are presented separately in this
Annual Report.
Direksi
Board of Directors
Direksi bertanggung jawab atas kepengurusan
Perseroan sesuai dengan peraturan yang berlaku
dan sejalan dengan tujuan Perseroan.
The Board of Directors (“BOD”) is responsible
for managing the Company in accordance
with prevailing regulations and in line with the
objectives of the Company.
Tugas dan tanggung jawab anggota Direksi
mencakup antara lain menetapkan sasaran usaha
Perseroan, strategi dan anggaran periodik, serta
mengukur hasil usaha dan kinerja Perseroan
terhadap sasaran, strategi dan anggaran tersebut;
menetapkan kebijakan Perseroan perihal tata
kelola perusahaan dan manajemen; dan juga
kebijakan kepegawaian termasuk pengangkatan
dan pemutusan hubungan kerja, remunerasi,
pensiun dan manfaat lainnya. Para Direktur
juga mewakili Perseroan di setiap acara Direksi
dengan pihak-pihak internal maupun di setiap
kegiatan usaha dengan pihak-pihak eksternal.
The duties and responsibilities of the Directors
include among others, set the Company’s
objective, strategies and periodical budgets, and
measure operating results and performances
against the objectives, strategies and budget;
setting Company policies with respect to
corporate governance and management; in
addition to employment policies on recruitment
and termination, remuneration, pensions and
other benefits. The Directors also represent the
Company in all of BOD activities with internal
parties and in any business activities with external
parties.
Hingga tanggal 31 Desember 2009, Direksi
Perseroan terdiri dari lima Direktur, termasuk
seorang Presiden Direktur dan empat Direktur.
Profil masing-masing Direktur tersebut disajikan
di halaman terpisah Laporan Tahunan ini.
As of December 31, 2009, the Board of Directors
of the Company comprised of five Directors,
including a President Director and four Directors.
Profiles of each Director are presented on a
separate page of this Annual Report.
46
47
Rapat Direksi
Board Meetings
Dalam
melaksanakan
tugasnya,
Direksi
mengadakan pertemuan internal sewaktuwaktu bila diperlukan. Direksi juga mengadakan
pertemuan dengan Dewan Komisaris secara
berkala untuk mengevaluasi sasaran usaha serta
mendiskusikan hal-hal penting berkaitan dengan
perkembangan Perseroan.
In the course of their duties, the Board of
Directors held an internal meeting at any time
when needed. The Board of Commissioners and
the Board of Directors also meet regularly in the
course of the year to evaluate the business goals
and discuss issues pertinent to the progress of
the Company.
Remunerasi Komisaris dan Direksi
Remuneration of BOC and BOD
Anggota Komisaris dan Direksi menerima gaji dan
remunerasi sebesar Rp6.787.479.138,- di tahun
2009 dibandingkan dengan Rp9.421.326.538,- di
tahun 2008 secara kolektif.
Members of the Board of Commissioners and
Board of Directors received a collective salary and
remuneration amounting to Rp6,787,479,138.- in
2009 compared to Rp9,421,326,538.- in 2008.
Komite Audit
Audit Committee
Sesuai dengan ketentuan dalam UndangUndang Pasar Modal dan Bapepam-LK, dan
sejalan dengan semangat GCG, Dewan Komisaris
telah membentuk Komite Audit yang terdiri dari
seorang Komisaris Independen sebagai Ketua
dan dua professional yang independen dengan
kualifikasi yang sesuai dan pengalaman dalam
bidang keuangan.
Pursuant to the Capital Markets Law and the
regulation of Bapepam-LK, and in line with the
spirit of GCG, the Board of Commissioners has
establish Audit Committee which consist of
Independent Commissioner as Chairman and
two independent professionals with suitable
qualifications and experience in the field of
finance.
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Komite Audit yang dibentuk dan bertanggung
jawab kepada Dewan Komisaris berpartisipasi
dalam pemilihan dan penunjukan akuntan publik,
menelaah rencana serta laporan audit internal dan
eksternal, melaporkan kepada Dewan Komisaris
hal-hal yang berhubungan dengan kualitas
atau integritas laporan keuangan Perseroan,
mengidentifikasikan hal-hal yang memerlukan
perhatian
Dewan
Komisaris,
memberikan
tanggapan atas pertanyaan para anggota Dewan
Komisaris, dan memberikan pendapat yang
independen mengenai segi kepatuhan Perseroan
terhadap prosedur internal, hukum dan peraturan
perundangan-undangan yang berlaku.
The Audit Committee that is formed by, and is
responsible to the Board of Commissioners to
participate in the selection and appointment
of the registered public accountant, reviews
the plan and findings of internal and external
auditors, reports to the Board of Commissioners
pertinent matters on the quality and integrity
of the Company’s financial statements, identify
issues that require attention of the Board
of Commissioners, to respond queries from
the Board of Commissioners, and provides
independent opinions on the Company’s
compliance in terms of internal procedures, rules
and regulations and the prevailing laws.
Sepanjang tahun 2009, Komite Audit telah
beberapa kali mengadakan rapat baik dengan
auditor eksternal, auditor internal maupun dengan
Direksi Perseroan dalam rangka:
During 2009, the Audit Committee has met
several times with internal and external auditors
as well as Board of Directors in order to:
1.
Pembahasan untuk penerbitan
Laporan
Keuangan Perseroan untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2008;
2. Pembahasan rencana audit Laporan Keuangan
Perseroan untuk tahun yang berakhir 31
Desember 2009;
3. Status perkembangan obligasi perseroan serta
hal-hal yang terkait dengan obligasi.
1.
Sampai akhir tahun 2009, Komite Audit
beranggotakan Reynold M. Batubara sebagai
Ketua serta Prof. Dr. Wahjudi Prakarsa dan Andreas
Bahana sebagai anggota.
As of end of 2009, the Audit Committee
comprised of Reynold M. Batubara as Chairman
and Prof. Dr. Wahjudi Prakarsa and Andreas
Bahana as members.
Profil Komite Audit disajikan pada halaman terpisah
Laporan Tahunan ini. Ketiga anggota Komite Audit
tersebut tidak terafiliasi dengan pemegang saham
mayoritas Perseroan.
Profile of the Audit Committee is presented
separately in this Annual Report. All three
members of the Committee are not affiliated
with the Company’s majority shareholders.
Tabel berikut ini menunjukkan jumlah rapat Dewan
Komisaris, Direksi dan Komite Audit Perseroan pada
tahun 2008 serta angka kehadiran dari masingmasing Komisaris, Direktur dan Komite Audit.
The following table shows the number of meetings
of the Board of Commissioners, Directors and
the Audit Committee in 2009, and the level of
attendance of each Commissioner, Director and
Audit Committee.
Discussion for the issuance of the Company
Financial Statements for the year ended
December, 31 2008;
2. Discussion of the audit plan of the Company
Financial Report for the period ending
December, 31 2009;
3. Status of the progress of the Company’s
Bonds and related matters to the bonds.
48
Rapat Direksi
BOD Meeting
Rapat Komite Audit
Audit Committee Meeting
1
31
4
Agum Gumelar
1
0
0
Hary Tanoesoedibjo
1
0
0
Djoko Leksono Sugiarto
1
0
0
Mohammad Suleiman Hidayat
0
0
1
Wityasmoro Sih Handayanto
1
12
2
Anthony Chandra Kartawiria
1
29
3
Merza Fachys
1
23
1
Susanto Sosilo
1
11
0
Yopie Widjaya
0
2
0
Henry Cratein Suryanaga
0
1
0
Prof. Dr. Wahjudi Prakarsa
0
0
4
4
Jumlah Rapat / Total Meeting
49
Rapat Komisaris
BOC Meeting
Andreas Bahana
0
0
Reynold M. Batubara
0
0
1
Beydra Jendi
0
19
1
Felix Ali Chendra
0
18
1
Edwin Sudibyo
0
0
1
Agus Heryanto Lukas
0
31
0
Komite Remunerasi
Committee Remuneration
Saat ini fungsi dan peranan Komite Remunerasi
dijalankan oleh Dewan Komisaris, sehingga
penetapan remunerasi bagi anggota Direksi
Perseroan dilakukan oleh Dewan Komisaris,
sedangkan honorarium bagi seluruh anggota
Dewan Komisaris ditetapkan dalam suatu Rapat
Dewan Komisaris.
Currently, the role and function of the
Remuneration Committee is run by the Board
of Commissioners, so that the remuneration
of Directors are determined by the Board of
Commissioners, meanwhile the remuneration for
all members of the Board of Commissioners set
forth in a Board of Commissioners meeting.
Auditor Eksternal
External Auditors
Perseroan menunjuk Kantor Akuntan Publik
Mulyamin Sensi Suryanto sebagai auditor laporan
keuangan Perseroan untuk tahun buku 2009.
Auditor eksternal telah menjalankan tugastugasnya menurut standar dan etika profesional.
The Company appointed the registered public
accountant Mulyamin Sensi Suryanto as auditor of
the Company’s financial statements for fiscal year
2009. The external auditors has run their duties
according to professional standards and ethics.
Audit Internal
Internal Audit
Fungsi utama Audit Internal adalah menelaah
efektivitas dan kelayakan sistem pengendalian
internal Perseroan, terutama untuk melindungi
aktiva dan catatan Perseroan, memastikan
keandalan informasi keuangan dan operasional
serta kepatuhan terhadap kebijaksanaan dan
peraturan Perseroan.
The main function of Internal Audit is to
examine the effectiveness and adequacy of the
Company’s internal control system, especially to
protect assets, maintain proper records, ensuring
the reliability of financial statements as well as
compliance to policies and regulations of the
Company
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Audit Internal juga berfungsi untuk memastikan
ketaatan terhadap hukum dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Isu-isu
yang timbul harus diidentifikasikan, ditelaah dan
dikomunikasikan secara berkala kepada Komite
Audit dan Direksi. Dalam menjalankan fungsinya,
Audit Internal menerapkan risk-based auditing
agar dapat meningkatkan efisiensi biaya serta
pengendalian bidang-bidang yang memiliki
risiko tinggi.
Audit Internal also functions to ensure compliance
towards prevailing laws and regulations. Pertinent
issues that arise should be identified, reviewed
and communicated periodically to the Audit
Committee and Board of Directors. In exercising
its duties, Internal Audit implementing risk-based
auditing in order to improve cost efficiency and
control on areas that are deemed high risk.
Pengendalian Internal dan Manajemen Risiko
Internal Control and Risk Management
Dalam merancang dan menjalankan Sistem
Pengendalian Internal, fungsi Audit Internal
mengacu kepada standar yang dibuat oleh COSO
(the “Committee of Sponsoring Organizations of
the Treadway Commission”), yang meliputi lima
komponen yaitu sebagai berikut:
In designing and implementing the Internal
Control System, the Internal Audit Division
adheres to the standards of COSO (the
“Committee of Sponsoring Organizations of the
Treadway Commission”), which consist of five
items, as follows:
1.
2.
3.
4.
5.
Lingkungan Pengendalian
Penilaian Risiko
Kegiatan Pengendalian
Informasi/Komunikasi
Pengawasan
1.
2.
3.
4.
5.
Environmental Control
Risk Assessment
Control Activities
Information/Communication
Supervision
Sebagai monitoring tools, Audit Internal
juga melakukan pemeriksaan pengendalian
internal. Semua hasil audit yang dijalankan
dilaporkan secara berkala kepada Direksi
dan Komite Audit. Auditor Internal juga
melakukan monitoring dan tindak lanjut untuk
memastikan semua rekomendasi perbaikan telah
diimplementasikan.
As a monitoring tool, Internal Audit also undertake
an internal control review. All audit findings
are reported on a regular basis to the Board of
Directors and Audit Committee. The internal
auditors also undertake monitoring and follow
up actions to ensure that all recommendations
for improvements are implemented.
Manajemen Perseroan berkewajiban merancang
dan memelihara sistem pengendalian internal
yang memenuhi syarat guna memberikan tingkat
keyakinan Direksi bahwa aktiva Perseroan telah
dilindungi, risiko bisnis yang dihadapi dapat
The Management of the Company is responsible
for design and maintaining an adequate internal
control system that provides reasonable assurance
to the Board of Directors that Company’s assets
are safeguarded, all of the business risks can be
50
51
diidentifikasi, dievaluasi dan dikelola selayaknya,
transaksi penting dilaksanakan sesuai dengan
otorisasi manajemen, dan semua laporan
keuangan layak untuk diterbitkan dan tidak
melanggar hukum dan peraturan perundangundangan yang berlaku.
identified, evaluated and managed accordingly,
important transactions are carried out in
accordance with management’s authorization,
and all financial statements are appropriate to
be published and did not violate prevailing laws
and regulations.
Pada tahun 2008, Divisi Internal Audit
mengembangkan aktivitas auditnya dengan
menambahkan aktivitas Information Technology
(IT) Audit yang dimaksudkan untuk lebih
memberikan keyakinan terhadap kontrol internal
yang terkait dengan teknologi. IT Audit pada
tahun 2007 mencakup antara lain, IT General
Control, IN/Billing System dan System Electronic
Voucher.
In 2008, Internal Audit Division has extended its
activities to cover Information Technology (IT)
Audit which is intended to provide assurance for
internal control related with technology. IT audit
in 2007 has covered areas including IT General
Control, IN/ Billing System and Electronic
Voucher System.
Untuk Non IT Audit, Divisi Internal Audit
melakukan audit termasuk diantaranya, Aktifitas
Sales, Collection, Biaya Operasional Cabang dan
Biaya-biaya Umum.
For Non IT Audit activities, Internal Audit Division
has covered areas including Sales Activities,
Collection, Branch Operational Expenses and
General Expenses.
Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary
Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab atas
kepatuhan perusahaan, memastikan bahwa
Perseroan mematuhi peraturan yang berlaku di
bidang pasar modal. Sekretaris Perusahaan juga
mengelola penyebaran informasi bagi para pihak
yang berkepentingan atas Perseroan secara
tepat waktu.
The Corporate Secretary is responsible for
corporate compliance, ensuring that the Company
is updated and complies with all prevailing
regulations in capital market. The Corporate
Secretary also manages the dissemination of
information to stakeholders in a timely manner.
Saat ini Sekretaris Perusahaan dijabat oleh Chris
Taufik, Sarjana Hukum, lulusan Fakultas Hukum
Universitas Trisakti. Beliau bergabung bersama
Perseroan pada tahun 2005 sebagai Vice
President Legal. Pada bulan Mei 2008, beliau
ditunjuk dan merangkap sebagai Sekretaris
Perusahaan Perseroan. Sebelum bekerja di
Perseroan, beliau bergabung dengan beberapa
perusahaan telekomunikasi dengan pengalaman
lebih dari 10 tahun di bidang telekomunikasi.
To date, the Corporate Secretary is held by
Chris Taufik, a Law graduate of the Faculty of
Law Universitas Trisakti. He joined the Company
in 2005 as Vice President, Legal. In May 2008,
he was appointed to serve concurrently as the
Corporate Secretary of the Company. Prior
to joining the Company, he served in several
telecommunications companies with over 10
years of experience in telecommunications
industry.
Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance
Kasus Tuntutan Hukum
Litigation Cases
Di tahun 2008, Perseroan menghadapi beberapa
kasus hukum yaitu:
1. Gugatan perdata perbuatan melawan hukum
dengan CV Putra Jabar Telekomunikasi yang
masih dalam proses pemeriksaan tingkat
banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta;
2. Gugatan perdata terhadap CV Putra Jabar
Telekomunikasi atas tunggakan pembayaran
penggunaan jasa Perseroan di Pengadilan
Tinggi Jakarta;
3. Dua gugatan perdata perbuatan melawan
hukum dengan mantan karyawan Perseroan
yang sama. Satu gugatan telah diputuskan
dan telah berkekuatan hukum tetap dan
gugatan lainnya masih dalam proses banding
di Pengadilan Tinggi Jakarta;
4. Perkara dengan Komisi Pengawas Persaingan
Usaha mengenai pelanggaran UndangUndang tentang Larangan Praktek Monopoli
dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang
sampai saat ini masih menunggu Fatwa
MARI.
In 2008, the Company has several pending
litigation cases as described below:
1. A civil law suit against CV Putra Jabar
Telekomunikasi is still pending at the High
Court of Jakarta;
Keterbukaan Informasi Keuangan
Financial Disclosure
Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk
tahun buku yang berakhir 31 Desember 2009
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Mulyamin Sensi Suryanto telah disusun dengan
memperhatikan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK)
dengan
pendapat
wajar
tanpa
pengecualian.
The Annual Financial Statements of the
Company for the year ended December 31,
2009, was audited by the Public Accountand
Firm of Mulyamin Sensi Suryanto and have been
prepared in accordance with the Indonesian
Generally Accepted Accounting Principles
(PSAK) with unqualified opinion.
2. A civil law suit brought onto CV Putra Jabar
Telekomunikasi with regard to outstanding
payables for the services of the Company, which
is still pending at the High Court of Jakarta;
3. Two civil law suits were brought to a former
employee of the same company. One suit
has produced a verdict, and other lawsuit is
still pending an appeals process at the High
Court of Jakarta;
4. The case with the Commission on Fair
Business Practices on the contravention of
the Law on Anti Monopolistic and Unfair
Business Practices that hitherto still awaits a
verdict.
52
53
14:
Manajemen Risiko
Risk Management
Ada beberapa faktor Risiko Utama yang dianggap
dapat menghambat atau menjadi ancaman
bagi Mobile-8 baik dalam kelangsungan usaha
maupun dalam berkompetisi, antara lain:
There are several main risk factors that are
considered a hindrance or a threat for Mobile-8,
both in business sustainability and competition,
such as:
1.
1.
Industri telekomunikasi nasional yang
semakin kompetitif dengan banyaknya produkproduk yang baru dengan tarif yang semakin
bersaing. Untuk menghadapi tantangan
ini, Mobile-8 akan terus memperkenalkan
produk maupun layanan atau fitur baru yang
inovatif dengan harga yang kompetitif. Untuk
menghadapi tantangan tersebut, Mobile-8 akan
melanjutkan program bundling handset-nya,
dan menawarkan berbagai variasi produk Fren
dan Mobi, dan produk hibrid FrenDuo yang
memanfaatkan mobilitas dari lisensi selular dan
tarif yang lebih murah dari lisensi FWA.
Competition in the national telecommunications industry grows stronger as more
new products with competitive tariffs are
being launched. To overcome this challenge,
Mobile-8 will continue to introduce new
products, services, and innovative features
with competitive prices. Mobile-8 maintain its
handset bundling program, offering various
products Fren and Mobi, and hybrid product
of FrenDuo which utilized mobility of cellular
license and lower tariff of FWA license.
2. Kondisi perekonomian keuangan global yang
masih tidak menentu, akan mempengaruhi
melemahnya daya beli masyarakat dan
dapat berdampak pada penurunan ARPU
maupun melemahnya tingkat pertumbuhan
penetrasi. Oleh karena itu, Mobile-8 akan
terus
memantau
perkembangan
dan
memperkenalkan produk yang lebih sesuai
dengan kondisi pasar.
2. The unstable global economic condition
may weaken the purchasing power of the
subscribers and can further deteriorate
ARPU as well as weakening the growth of
penetration. Thus, Mobile-8 will continue to
monitor developments and will introduce
products that are suitable with market
conditions.
3. Kegiatan usaha Mobile-8 dapat dipengaruhi
oleh fluktuasi nilai tukar Rupiah terutama
terhadap mata uang US Dolar akibat hutang
Mobile-8 dan belanja modal untuk jaringan
telekomunikasi dan juga pembelian handset
untuk
mendukung
program
bundling
yang berdenominasi US Dolar. Selain
itu, fluktuasi nilai tukar Rupiah juga akan
berpengaruh terhadap profitabilitas dimana
Mobile-8 memiliki hutang obligasi senilai
USD100.000.000,00 dengan tingkat bunga
11,25% per tahun.
3. Mobile-8 business activities can be affected
by exchange rate fluctuations of Rupiah
especially against U.S. Dollar due to its debt,
capital expenditures for telecommunications
network,
and
handset
purchase
to
support bundling program which is in U.S.
Dollars. In addition, the Rupiah exchange
rate fluctuations will also affect the
profitability of Mobile-8 which has a debt of
USD100,000,000.00 with an interest rate of
11.25% per year.
4. Pertumbuhan pelanggan dan penggunaan
jaringan oleh pelanggan yang tidak diimbangi
dengan ketersediaan jumlah kapasitas
jaringan yang memadai dapat berdampak
negatif pada kinerja dan kegiatan usaha
Mobile-8. Untuk itu Mobile-8 akan terus
menjaga kualitas network-nya. Selain itu,
dengan berkurangnya kemampuan Mobile-8
dalam mendapatkan pendanaan untuk
memenuhi kebutuhan belanja modal dapat
semakin menghambat perbaikan kualitas
maupun perluasan network coverage.
4. Customer growth and network usage
by customers that are not supported by
the availability of adequate capacity may
have a negative impact on the business
performance of Mobile-8. For these, Mobile-8
will continue to maintain the quality of its
network. In addition, with Mobile-8’s limited
access to acquire funds to meet the capital
expenditures, will hinder the improvement of
quality and expansion of network coverage.
54
55
5. Kegagalan atas (a) operasi jaringan Mobile-8
secara berkesinambungan, (b) sistem-sistem
utama tertentu, atau (c) titik interkoneksi
(gateway) ke jaringan penyelenggara
lainnya, dapat berdampak negatif terhadap
kegiatan usaha Mobile-8. Untuk menghindari
kegagalan ini, Mobile-8 terus meningkatkan
kualitas pemeliharaan seluruh jaringan
serta perangkat pendukungnya termasuk
memastikan bahwa kegiatan usaha tidak
akan terganggu terlalu lama pada saat
terjadinya suatu gangguan.
5. The failure (a) to continuously operating
Mobile-8 network, (b) certain mains systems,
(c) in interconnection gateway to other
providers can have a negative impact on
Mobile-8 business. To prevent those failures,
Mobile-8 continue to improve the quality of
maintenance of all network and supporting
infrastructures and ensure that business
activities are not hindered for long should
there be a disturbance.
6. Mobile-8 beroperasi pada teknologi CDMA,
ditengah penggunaan teknologi GSM
yang lebih populer sehingga terdapat
risiko perubahan teknologi yang dapat
mempengaruhi kegiatan usaha Mobile-8.
Terlebih lagi, Mobile-8 juga menghadapi
persaingan dari kehadiran teknologi WiMax, yang lisensinya telah dikeluarkan oleh
pemerintah kepada beberapa perusahaan.
Dalam upaya mengantisipasi hal ini, Mobile-8
akan
terus
mengikuti
perkembangan
teknologi CDMA dengan mengaplikasikan
teknologi EVDO, yang setara dengan
teknologi 3G.
6. Mobile-8 operates on CDMA technology
in the midst of the more popular GSM
technology so there is a risk of technology
changes that can influence Mobile-8 business
activities. Furthermore, Mobile-8 also may
get a new competition with the presence
of Wi-Max Technology which license has
been isued by the government to several
companies recently. Therefore, Mobile-8 will
continue the development of CDMA with the
application of EVDO technology, which is on
par with 3G technology.
7. Saat
ini,
Mobile-8
memiliki
hutang
obligasi, dalam bentuk dollar senilai
USD100.000.000,00
tanpa
jaminan
dan hutang dalam bentuk IDR senilai
Rp606.500.000.000,00 yang didukung
dengan jaminan senilai sampai dengan
130% dari nilai terhutang, tergantung dari
rating yang dikeluarkan oleh lembaga
pemeringkat efek. Untuk obligasi Rupiah,
saat ini Mobile-8 telah menyelesaikan proses
restrukturisasi hutang. Dan berdasarkan
perjanjian restrukturisasi tersebut, salah satu
perjanjian keuangan yang mengharuskan
Mobile-8 menambah modal, jika Mobile-8
tidak membukukan positif EBITDA di kwartal
pertama pada tahun 2010.
7. Currently Mobile-8 has outstanding bonds,
comprising of unsecured Eurobonds of
USD100,000,000.00 and IDR bonds of
Rp606,500,000,000.00, of which the
later are secured by collaterals worth up
to 130% of the nominal value of the bonds,
depending upon the ratings issued by rating
companies. Regarding IDR Bonds, Mobile-8
has finished its restructuring process. And
refers to the restructuring agreement, one of
the financial covenant requires Mobile-8 to
make an additional capital if Mobile-8 could
not produce a positive EBITDA in Q1 2010.
8. Status kelanjutan transaksi derivatif antara
Lehman Brothers Special Financing Inc.
(”LBSF”) dengan Mobile-8, masih menunggu
perkembangan lebih lanjut dari proses
negosiasi dengan LBSF.
8. The status of derivative transaction between
Lehman Brothers Special Financing Inc.
(”LBSF”) with Mobile-8, is still subject to
further negotiation with LBSF.
15:
Tanggung Jawab Sosial
Corporate Social Responsibility
‘Quick Count’ Pemilu Legislatif 2009
Jakarta, 9 April 2009
Mobile-8 bekerja sama dengan RCTI, ikut
berpartisipasi dalam pelaksanaan Pemilu
Legislatif yang diselenggarakan tanggal
9 April 2009 dalam proses perhitungan
cepat (quick count) yang dilakukan oleh
lembaga survei terkemuka Lembaga
Penelitian, Pendidikan dan Penerangan
Ekonomi dan Sosial (LP3ES). Dalam hal
ini, Mobile-8 menyediakan infrastruktur
jaringan telekomunikasi untuk mendukung
sarana komunikasi LP3ES dengan para
relawan
quick
count
se-Indonesia.
Melalui keikutsertaan ini, Mobile-8 ikut
mensukseskan penyelenggaraan pemilu
dengan menghadirkan informasi yang cepat
dan akurat dan juga ikut melakukan edukasi
tentang pendidikan politik kepada seluruh
masyarakat Indonesia. Hasil quick count
ini kemudian ditayangkan dalam program
acara “Quick Indonesia Memilih” di RCTI.
‘Quick Count’ Legislative Election 2009
Jakarta, 9 April 2009
Mobile-8 collaborated with RCTI and
participated in the Legislative Election on
9 April 2009, in the process of quick count
by a leading survey institution, the LP3ES
(The Institute for Research, Education
and Information on Social and Economic
Issues). Through this collaboration, Mobile-8
provided the telecommunication network
infrastructure to support the LP3ES
communication tools for the quick count
volunteers throughout the country. Mobile-8
took part in supporting the electoral process
by providing fast and accurate information
on the progress of the vote count and also
educating to all Indonesian community.
The quick count result was then broadcast
by RCTI in its “Quick Indonesia Memilih”
program.
‘Quick Count’ Pemilu Presiden 2009
Jakarta, 7 Juli 2009
Mengulang kesuksesan pada acara quick
count pemilu legislatif pada bulan April
2009, Mobile-8 kembali berpartisipasi
pada acara Pemilu Presiden 2009 dengan
menyediakan infrastruktur layanan data
untuk penyajian hasil quick count yang
dilakukan oleh LP3ES. Hasil perhitungan ini
kemudian ditayangkan oleh RCTI ke seluruh
pemirsa di Indonesia. Penyelenggaraan
kerjasama ini dilakukan pada hari Selasa,
tanggal 7 Juli 2009 di kantor pusat LP3ES,
Jakarta Barat.
Presidential Election ‘Quick Count’ 2009
Jakarta, 7 July 2009
By repeating the success of the quick count
for the legislative election in April 2009,
Mobile-8 also participated in the Presidential
Election of 2009 by providing data service
infrastructure to show the quick count
results of LP3ES. The vote counts were again
broadcast by RCTI nationwide in Indonesia.
The event itself was held at the LP3ES Head
Office, in West Jakarta, on 7 July 2009.
56
‘Satu Keluarga Satu Sarjana’
Jakarta, 9 Juli 2009
“Satu Keluarga Satu Sarjana” merupakan
program CSR Mobile-8 dalam bidang
pendidikan yang diberikan bagi pelanggan
Mobile-8. Bersama-sama dengan Badan
Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Mobile-8
memberikan beasiswa kepada pelajar yang
diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
dari keluarga yang anggotanya belum pernah
mengenyam pendidikan lanjutan di perguruan
tinggi. Program ini ditujukan bagi pelajar
di suatu daerah, yang setelah lulus masa
pendidikannya bersedia kembali ke daerah
asalnya untuk membangun daerah tersebut.
Melalui program ini, Mobile-8 mengajak para
pelanggannya untuk menumbuhkan rasa
kepedulian dan membantu pemerintah dalam
meningkatkan kehidupan masyarakat melalui
program pendidikan.
‘One Family One Graduate’
Jakarta, 9 July 2009
“One Family One Graduate” is a CSR program
of Mobile-8 dealing with education for the
benefit of Mobile-8 subscribers. Together with
BAZNAS, the National Alms Board, Mobile-8
provided scholarship to students who have
been accepted to a State University, and come
from families whose members have never had
the opportunity to study at a State University.
This program also aims at providing higher
educational opportunities for students from
outer lying regions, where they would return to
help develop upon their graduation. Through
this program, Mobile-8 engages subscribers to
care for the nation’s education and hel improve
the lives of people through better education.
Voucher Edisi Khusus Ramadhan
Jakarta, 9 Agustus 2009
Menyambut Bulan Suci Ramadhan tahun
1430 Hijriyah, Mobile-8 mengajak masyarakat
bersedekah dan berinfaq melalui peluncuran
voucher edisi khusus Ramadhan untuk
pelanggan prabayar. Voucher ini ditawarkan
dengan harga Rp30.000 sudah termasuk
Ppn 10%, dimana pelanggan dapat langsung
berinfaq secara otomatis sebesar Rp600
yang akan disalurkan melalui BAZNAS.
Program ini tidak mengurangi nominal pulsa
yang telah dibeli. Peluncuran produk ini
diadakan bersamaan dengan acara ‘Tarhib
Ramadhan 1430 H’, di sepanjang Jl. HR.
Rasuna Said, Jakarta.
Ramadhan Limited Edition Voucher
Jakarta, 9 August 2009
Mobile-8 welcomed the holy month of
Ramadhan 1430H and implored communities
to give alms through the limited Ramadhan
edition voucher for pre-paid subscribers.
The voucher offered Rp30,000 included
10%PPN, and the subscriber could directly
and automatically alms amounting to Rp600
without any deduction from the account
balance that would be distributed through
Baznas. This program was presented together
with the “Tarhib Ramadhan 1430H” along Jl.
HR Rasuna Said, Jakarta.
‘Food for Work’
Jakarta, 21 Agustus 2009
Masih dalam rangkaian memperingati Bulan
Suci Ramadhan 1430 Hijriyah, Mobile-8 bekerja
sama dengan BAZNAS menggelar kegiatan
‘Food for Work’ secara nasional. Kegiatan ini
merupakan bentuk penyaluran dana zakat
dan infaq kepada fakir miskin, melalui gerakan
pemberian kerja dengan membersihkan
mesjid dan musholla di terminal bis maupun
kereta api dengan pemberian upah berupa
bahan makanan pokok (sembako). Acara ini
secara resmi dibuka oleh Dirjen Bimas Islam,
Departemen Agama RI, mewakili Menteri
Agama RI, dihadiri oleh Pejabat Tinggi Pemda
DKI serta perwakilan dari Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Pusat. Bertempat di Mesjid
Al-Makmur, Raden Saleh, Cikini, Jakarta
Pusat, pada hari Jumat tanggal 21 Agustus
2009. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk
mengajarkan arti penting bekerja untuk
memenuhi kebutuhan hidup.
‘Food for Work’
Jakarta, 21 August 2009
Still in connection to the celebration of the
Ramadhan Holy Month of 1430 Hijriyah,
Mobile-8 cooperated with BAZNAZ by
organizing ‘Food for Work’ on a national scale.
The program represents the collection of alms
for the poor, by engaging them in community
works to clean mosques and prayers quarter
(mushollas) in bus terminals and train stations,
and compensating their work with staple
foods (nine basic needs). This activity was
officially opened by Directorate General of
Bimas Moslem, Ministry of Religious Affairs RI,
represented by the Minister of Religious Affair
RI. Held in Mesjid Al-Makmur, Raden Saleh,
Cikini, Central Jakarta, on Friday, 21 August
2009. This event was attended by several High
Official of DKI province and representatives
from the Indonesian Council of Ulamas (MUI).
57
Tanggung Jawab Sosial
Corporate Social Responsibility
Mobi Internet Sehat & Aman
Jakarta, 27 Agustus 2009
Kerjasama strategis antara PT Mobile-8 Telecom
Tbk (Mobile-8), Departemen Komunikasi dan
Informatika (Depkominfo), PT. Masterdata dan
Mall Artha Gading (MAG) telah dibentuk untuk
mensosialisasikan mengenai dampak positif
dan juga dampak buruk dari internet untuk
anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun.
Keempat institusi ini sepakat untuk mendukung
program ‘Insan’ (Internet Sehat Aman), yang
ditandai dengan diluncurkannya layanan
‘Internet Sehat Mobi’ pada tanggal 27 Agustus
2009 di Mal Artha Gading, Jakarta. Program
‘Insan’ ini memberikan manfaat yang sangat
besar bagi para orangtua, guru dan pendidik,
khususnya dalam pengawasan alur informasi
yang akan diterima oleh anak melalui internet.
Tujuan program ‘Insan’ adalah memberikan
perlindungan kepada generasi muda terhadap
konten negatif sekaligus melakukan penetrasi
terhadap tumbuhnya konten-kontan lokal
yang positif.
Mobi Internet Sehat & Aman
Jakarta, 27 August 2009
Strategic cooperativeness among PT Mobile-8
Telecom Tbk (Mobile-8), Communication and
Informatics Department (Depkominfo), PT.
Masterdata, and Mall Artha Gading (MAG)
has formatted to socialize in positive and
negative effects from internet to the children
ages below 18 years old. The four institutions
are in agreement to support the ‘Insan’
(Internet Sehat Aman) program, marked by
the launching of the ‘Internet Sehat Mobi’ on
27 August 2009 at Mal Artha Gading, Jakarta.
The ‘Insan’ program provides a significant
benefit for parents, teachers and educators,
especially in terms of monitoring the flow of
information received by children through the
internet. Its objective is to protect the younger
generation from negative contents and at the
same time make headway in fostering the
growth of positive local contents.
Gempa Tasikmalaya dan Padang
Jakarta, 9 September 2009
Mobile-8 melakukan wujud nyata program
peduli sosial (CSR) kepada masyarakat korban
gempa di Jawa Barat dan Padang dengan
memberikan dan menyalurkan bantuan
melalui kegiatan dapur umum, telepon umum
gratis, SMS donasi dan sumbangan karyawan
Mobile-8. Kegiatan sosial ini bertujuan
membantu
mempercepat
penanganan
bencana gempa yang masih menyisakan
trauma bagi masyarakat, serta meringankan
penderitaan korban gempa yang selamat.
Bantuan komunikasi juga diberikan oleh
Mobile-8 untuk membantu pemulihan keadaan
dengan lebih cepat. Tersedianya jaringan
komunikasi pada saat bencana sungguh
sangat diperlukan dan memegang peranan
penting, baik untuk melakukan pemantauan
wilayah bencana maupun dalam proses
penyaluran berbagai bantuan kepada korban
bencana. Diharapkan bahwa bantuan ini dapat
mempercepat pemulihan kondisi yang lebih
baik di Tasikmalaya dan Padang.
Tasikmalaya and Padang Earthquakes
Jakarta, 9 September 2009
Mobile-8 held a CSR real program for the
earthquake victims of West Java and Padang
by providing and distributing aid through a
public kitchen, free public telephones, text
message donations, and Mobile-8 employee
donation. This social program has the intention
of helping speed-up the handling of the
earthquake disaster that left an indelible mark
on the community and alleviate the sufferings
of our brothers and sisters who fell victim
to the natural disaster. The communication
assistance was also expected to facilitate the
faster handling of the quake victims. Based on
past experiences, communication networks
are vital during times of disaster and play very
important roles, whether in monitoring the
disaster area or in the process of distributing
various aids to the disaster victims. We hope
the aid will expedite the restoration of favorable
conditions in Tasikmalaya and Padang.
58
16:
Penghargaan
Awards
59
‘The Best Call Center Award 2009’
Jakarta, 12 Maret 2009
Mobile-8
merupakan
satu-satunya
operator CDMA yang meraih penghargaan
The Best Call Center 2009 untuk kategori
Telecommunication dari Carre – Center of
Customer Satisfaction & Loyalty (CarreCCSL), yaitu sebuah lembaga independen
yang khusus memberikan jasa konsultasi
mengenai pengembangan pelayanan
konsumen.
Penghargaan
tersebut
ditujukan kepada perusahaan-perusahaan
yang dinilai memiliki layanan call center
yang baik, dan diberikan sebagai bentuk
penghargaan atas dedikasi pelaku call
center di Indonesia.
‘The Best Call Center Award 2009’
Jakarta, 12 March 2009
Mobile-8 becomes the only CDMA operator
awarded the Best Call Center 2009 in the
telecommunications category from Carre –
Center of Customer Satisfaction & Loyalty
(Carre-CCSL), an Independent Institution that
specializes on providing consultancy services
on improving customer service. The award
is dedicated to the companies who have the
best call center and given as a reward for a
dedicated call center in Indonesia.
Fren Duo di Rekor MURI
Jakarta, 11 Juni 2009
Mobile-8 sebagai satu-satunya operator
telekomunikasi yang memiliki dua lisensi
untuk layanan seluler dan mobilitas terbatas
(FWA),
mendapatkan
penghargaan
dan pengakuan dari Museum Rekor
Indonesia (MURI) atas inovasinya dalam
meluncurkan layanan Fren Duo. Layanan
ini memungkinkan pelanggan untuk
menikmati
manfaat-manfaat
layanan
seluler Fren dan nomor telepon rumah
(FWA) di dalam satu kartu RUIM secara
bersamaan (dual-on). Kehadiran Fren
Duo semakin mempertegas Fren sebagai
layanan seluler yang paling ‘hemat dan
tidak repot.’
MURI Record for Fren Duo
Jakarta, 11 June 2009
Mobile-8 is the only telecommunication
operator who owns two licenses on both
cellular and the Fixed Wireless Access (FWA)
services. For this, Mobile-8 is recognised by
the Museum of Records of Indonesia (MURI)
for the innovative and first-of-its-kind service
of Fren Duo. The service allows customers to
enjoy the benefits of the cellular Fren services
and the home telephone number (FWA) on
a single RUIM Card simultaneously (dualon). The presence of Fren Duo reinforces the
unique business value proposition of Fren as
the cellular service that is most ‘cost effective
and convenient.’
17:
Pembahasan dan
Analisa Manajemen
Management’s Discussion and Analysis
Penjelasan dalam bagian ini harus dibaca
bersama dengan laporan keuangan konsolidasi
PT Mobile-8 Telecom Tbk dan anak perusahaan
serta catatan terkait untuk tahun-tahun yang
berakhir 31 Desember 2009 dan 2008, yang
terdapat dalam bagian lain dokumen Laporan
Tahunan ini.
The following discussion in this chapter should
be read in conjunction with the consolidated
financial statements of PT Mobile-8 Telecom Tbk
and its subsidiaries, as well as the accompanying
notes to the years ending 31 December 2009
and 2008 which consist of the other chapters on
this Annual Report.
Hasil Usaha Pendapatan Usaha - Bersih
Operating Income Operating Revenues - Net
Jasa telekomunikasi CDMA kami merupakan
sumber utama pendapatan kami yang terdiri dari
pendapatan layanan jasa telekomunikasi berupa
(i) Percakapan, (ii) Layanan Pesan Singkat (SMS),
(iii) Data, (iv) Abonemen dan (v) Lain-lain. Kami
juga memperoleh pendapatan dari interkoneksi
domestik dan internasional yang diterima dari
penyelenggara telekomunikasi lainnya. Jumlah
Pendapatan Usaha kami disajikan dengan
mengurangi Beban Interkoneksi atas interkoneksi
yang dilakukan oleh pelanggan kami kepada
jaringan penyelenggara lainnya tersebut dan
Potongan Harga.
CDMA telecommunication services are our
leading revenue source which includes revenue
from (i) Voice, (ii) Short Message Service (SMS)
(iii) Data, (iv) Monthly Service Charges and (v)
Others. We also earn domestic and international
interconnection services revenues from other
telecommunication operators. Total Operating
Revenues are deducted by Interconnection
Charges
from
other
telecommunication
operators for interconnection to their networks
by our subscribers and Discount.
Tabel berikut menyajikan perincian sumber
pendapatan kami beserta persentase masingmasing sumber pendapatan terhadap total
Pendapatan Usaha kami untuk tahun-tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2009 dan 2008.
The following table shows the breakdown of our
respective revenue sources and each item as a
percentage of our total Operating Revenues for
the years ending December 31, 2009 and 2008.
Pendapatan
2009
2008
Rp
Jutaan/Million
Revenue
Rp
Jutaan/Million
%
Percakapan
331.497
61,7%
665.092
71,8%
Voice
Layanan Pesan Singkat (SMS)
Short Message Service (SMS)
%
Jasa Telekomunikasi
Telecommunication Services
82.864
15,4%
116.909
12,6%
Data
32.143
6,0%
27.205
2,9%
Data
Abonemen
4.228
0,8%
3.235
0,3%
Monthly Service Charges
Lain-lain
Sub Jumlah
13.967
2,6%
7.925
0,9%
Others
464.698
86,5%
820.365
88,5%
Sub Total
59.420
11,1%
87.354
9,4%
Domestic
Jasa Interkoneksi
Domestik
Jelajah Internasional
Sub Jumlah
Jumlah Pendapatan Usaha
Beban Interkoneksi
Potongan Harga
Sub Jumlah
Pendapatan Usaha - Bersih
Interconnection Services
13.260
2,5%
18.806
2,0%
International Roaming
72.680
13,5%
106.160
11,5%
Sub Total
537.378
100,0%
926.525
100,0%
Gross Revenues
(135.523)
-25,2%
(163.105)
-17,6%
Interconnection Charges
(32.886)
-6,1%
(31.589)
-3,4%
Discount
(168.409)
-31,3%
(194.694)
-21,0%
Sub Total
368.969
68,7%
731.831
79,0%
Operating Revenue - Net
60
61
Pendapatan Jasa Telekomunikasi
Revenue of Telecommunication Services
Pendapatan Jasa Telekomunikasi terdiri dari
Pendapatan Jasa Telekomunikasi Percakapan
Prabayar dan Pascabayar, SMS, Data, Abonemen,
pulsa dalam voucher tidak terpakai yang
kadaluwarsa dan layanan bernilai tambah lainnya,
sebelum memperhitungkan Potongan Harga.
Revenues from Telecommunication Services
consist of revenues from Prepaid and Postpaid
Voice Telecommunication Services, SMS, Data,
Monthly Service Charges, unused portion of
vouchers that have expired and other value-added
services, before Discount.
Pendapatan Jasa Telekomunikasi Prabayar
terutama terdiri dari penjualan paket perdana,
yang berisi kartu RUIM beserta pulsa, pendapatan
penggunaan pada saat voucher isi ulang
digunakan dan pendapatan non-penggunaan
pada
saat
voucher
telah
kadaluwarsa.
Pendapatan penggunaan diperoleh dari airtime,
panggilan lokal, panggilan jarak jauh domestik,
panggilan internasional, SMS, Data dan Layanan
Nilai Tambah lainnya.
Prepaid revenues from Telecommunication
Services primarily consist of the sale of starter
packs, which contains a RUIM card and bundled
airtime, usage revenue as reload vouchers are used
and non-usage revenue when vouchers expired.
Usage revenue is derived from airtime, local calls,
domestic long distance calls, international calls,
SMS, Data and other Value Added Services.
Pendapatan Jasa Telekomunikasi Pascabayar
terdiri dari airtime, panggilan lokal, panggilan
jarak jauh domestik, panggilan internasional,
SMS, Data dan Layanan Nilai Tambah lainnya.
Postpaid revenues from Telecommunication
Services consist of revenues from airtime, local
calls, domestic long distance calls, international
calls, SMS, Data and other Value Added Services.
Pada 2009, pendapatan Jasa Telekomunikasi
menurun sebesar 43,4% dari Rp820,4 miliar
pada 2008 menjadi Rp464,7 miliar pada 2009.
Penurunan tersebut terutama disebabkan jumlah
pelanggan yang relatif sama dengan tahun 2008,
sedangkan ARPU (Average Revenue Per User)
tahun 2009 turun dibandingkan tahun 2008
terutama karena tingkat persaingan yang sangat
ketat antar operator telekomunikasi di Indonesia
selama 2009.
In
2009,
the
total
revenues
from
Telecommunication Services declined by 43.4%
from Rp820.4 billion in 2008 to Rp464.7 billion
in 2009. The decline was mainly due to relatively
flat number of subscribers, compared to 2008,
while the Average Revenue Per User (ARPU)
also declined as a result of very tight competition
among cellular telecommunication operators in
Indonesia during 2009.
Pendapatan Usaha Bersih Perseroan turun 49,6%
menjadi Rp369,0 miliar pada 2009 dibandingkan
Rp731,8 miliar pada 2008. Penurunan tersebut
diakibatkan oleh penurunan pendapatan yang
signifikan dari Percakapan, SMS, Data dan Jasa
Interkoneksi Domestik. Jumlah pendapatan
dari Percakapan memberi kontribusi terbesar
yang meliputi 61,7% dari total Pendapatan
Usaha, sementara sisanya terutama berasal dari
kontribusi layanan SMS dan Data.
The Net Operating Revenue of the Company
declined by 49.6% from Rp731.8 billion in 2008
to Rp369.0 billion in 2009. This decline was in
line with the significantly lower revenues derived
from Voice, SMS, Data and Interconnection
Domestic Service. Total revenues from Voice
accounted for the largest contribution, at 61.7%,
of total Operating Revenues, with the remaining
revenues coming from the contribution of SMS
and Data services.
Pembahasan dan Analisa Manajemen
Management’s Discussion and Analysis
Pendapatan Jasa Interkoneksi
Revenues from Interconnection Services
Pendapatan Jasa Interkoneksi terdiri dari
pendapatan Layanan Jasa Interkoneksi Domestik
dan Jelajah Internasional.
Revenues from Interconnection Services comprise
of revenues from Domestic Interconnection
Services and International Roaming.
Pendapatan
Jasa
Interkoneksi
Domestik
terdiri dari pendapatan yang kami terima dari
penyelenggara layanan telekomunikasi domestik
lainnya untuk interkoneksi ke dalam jaringan
kami pada saat pelanggan penyelenggara
lainnya tersebut melakukan panggilan kepada
pelanggan kami.
Revenues from Domestic Interconnection
Services comprise of revenues that are earned
from
other
domestic
telecommunication
operators for interconnecting onto our network
when subscribers of those operators call our
subscribers.
Pendapatan Jelajah Internasional merupakan
pendapatan yang kami terima dari jelajah
masuk internasional (inbound international
roaming). Kami menerima Pendapatan Jasa
Jelajah Internasional dari penyelenggara layanan
telekomunikasi internasional lainnya untuk
pelanggan mereka yang memanfaatkan jaringan
kami.
Revenues from International Roaming are those
earned on inbound international roaming. We
receive inbound international roaming revenues
from other international telecommunications
operators for their subscribers who utilize our
network.
Pada tahun 2009, Pendapatan Jasa Interkoneksi
menurun 31,5% dari Rp106,2 miliar pada 2008
menjadi Rp72,7 miliar pada 2009. Penurunan ini
terutama disebabkan penurunan pendapatan
dari Jasa Interkoneksi Domestik, sebagai akibat
gabungan dari penurunan tarif interkoneksi dan
lalu lintas panggilan masuk.
In 2009, total revenues from Interconnection
Service declined by 31.5% from Rp106.2 billion
in 2008 to Rp72.7 billion in 2009. This decline
was primarily caused by the decreasing revenue
from Domestic Interconnection Service, as a
result of the combination of the decrease in
interconnection tariff as well as that of incoming
call traffic.
Beban Interkoneksi dan Potongan Harga
Interconnection Expenses and Discount
Dengan diterimanya pendapatan Jasa Interkoneksi
dari penyelenggara layanan telekomunikasi
lainnya, kami juga berkewajiban untuk membayar
biaya
interkoneksi
sehubungan
dengan
panggilan yang dilakukan oleh pelanggan kami
kepada pelanggan dari penyelenggara layanan
telekomunikasi domestic dan internasional lain.
By receiving the revenue from Interconnection
Service from other telecommunication service
operators, we are also responsible to pay
interconnection expenses due to the calls
done by our subscribers to other domestic
and international telecommunication service
operators.
62
63
Kami mencatat Potongan Harga yang kami
berikan kepada para distributor dan agen untuk
penjualan kartu perdana dan voucher isi ulang
sebagai beban Potongan Harga.
In addition, we have to post the allocable discount
to distributors and agents for the selling of
starter packs and top-up vouchers as Discount
expenses.
Berdasarkan perjanjian pembagian pendapatan
antara kami dengan rekanan penyedia layanan
jasa nilai tambah (misalnya ring back tones),
kami juga harus membayar pembagian
pendapatan kepada rekanan kami pada saat
pelanggan kami mengakses data dan layanan
yang disediakan oleh rekanan kami tersebut, dan
kami membukukannya sebagai bagian Beban
Interkoneksi dan Potongan Harga.
Based on the allocable revenue to the Company
and our partners who provide value-added
service, such as ring back tones, we also have to
pay the allocable revenue to our partners once
our customers access the data and services
provided by our partners, and we have to post
these allocations as part of the Interconnection
Expenses and Discount.
Secara persentase dari Pendapatan Usaha
kami, Beban Interkoneksi dan Potongan Harga
naik dari 21,0% pada 2008 menjadi 31,3% pada
2009. Kenaikan ini terutama sebagai akibat dari
naiknya lalu lintas panggilan keluar (outgoing call)
dibandingkan dengan lalu lintas panggilan masuk
(incoming call) yang mengakibatkan naiknya
biaya yang wajib dibayarkan ke operator lain.
As a percentage of our Operating Revenues,
the Interconnection and Discount expenses
increased from 21.0% in 2008 to 31.3% in 2009.
The increase was mainly due to rising outgoing
call traffic compared to the incoming traffic
(incoming call) which resulted in the increase of
expenses that are payable to other operators.
Pendapatan Bersih
Net Revenue
Pendapatan Bersih kami menurun 49,6% dari
Rp731,8 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp369,0
miliar pada tahun 2009.
As a result of the foregoing, our Net Revenue
declined by 49.6% from Rp731.8 billion in 2008
to Rp369.0 billion in 2009.
Beban Usaha
Operating Expenses
Beban Usaha kami terdiri dari (i) Penyusutan dan
Amortisasi, (ii) Operasi, Pemeliharaan dan Jasa
Telekomunikasi, (iii) Penjualan dan Pemasaran,
(iv) Karyawan dan (v) Umum dan Administrasi.
Operating Expenses comprise of (i) Depreciation
and Amortization, (ii) Operation, Maintenance
and Telecommunication Services, (iii) Sales and
Marketing, (iv) Personnel and (v) General and
Administration.
Pembahasan dan Analisa Manajemen
Management’s Discussion and Analysis
Tabel berikut menunjukkan perincian Beban
Usaha dan persentasenya terhadap jumlah
Pendapatan Usaha kami untuk tahun-tahun yang
berakhir 31 Desember 2009 dan 2008:
The following table sums up the Operating
Expenses and their percentages to our total
Operating Revenues for the years ending 31
December 2009 and 2008:
2009
Beban Usaha
Rp
Jutaan/Million
2008
%
Rp
Jutaan/Million
%
Operating
Expenses
Penyusutan dan Amortisasi
318.388
59,2%
319.275
34,5%
Depreciation and Amortization
Operasi, Pemeliharaan dan Jasa
Telekomunikasi
382.632
71,2%
307.942
33,2%
Operation, Maintenance and
Telecommunications Services
Penjualan dan Pemasaran
150.484
28,0%
272.852
29,4%
Sales and Marketing
Karyawan
134.968
25,1%
160.023
17,3%
Personnel
Umum dan Administrasi
58.006
10,8%
74.790
8,1%
General and Administration
Jumlah Beban Usaha
1.044.478
194,4%
1.134.882
122,5%
Total Operating Expenses
Rugi Usaha
(675.509)
-125,7%
(403.051)
-43,5%
Operating Loss
Beban Penyusutan dan Amortisasi
Depreciation and Amortization Expenses
Beban Penyusutan dan Amortisasi terdiri dari
(i) penyusutan infrastruktur telekomunikasi,
bangunan dan prasarana, kendaraan, peralatan
kantor dan peralatan penunjang lainnya selama
taksiran masa manfaat ekonomis aset–aset
tersebut, dan (ii) amortisasi dari biaya yang
berkaitan dengan perolehan pelanggan melalui
program promosi tertentu, termasuk subsidi
yang diberikan kepada pembeli handset.
Depreciation and Amortization
Expenses
comprise
of:
(i)
depreciation
on
telecommunications
infrastructure,
building
and fixtures, vehicles, office equipment, and
other supporting equipment over the estimated
useful life of the assets, and (ii) amortization of
expenses related to subscriptions accumulation
through certain promotional programs, including
subsidies provided to handset buyers.
Beban Penyusutan dan Amortisasi menurun 0,3%
dari Rp319,3 miliar pada 2008 menjadi Rp318,4
miliar pada 2009. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penjualan aset terutama
dalam bentuk infrastruktur telekomunikasi dan
bangunan pada tahun 2009.
Depreciation
and
Amortization
Expenses
decreased by 0.3% from Rp319.3 billion in 2008
to Rp318.4 billion in 2009. This decrease was
primarily due to sale of telecommunications
infrastructure and building in 2009.
Secara persentase dari Pendapatan Usaha kami,
Beban Penyusutan dan Amortisasi naik dari
34,5% pada tahun 2008 menjadi 59,2% pada
tahun 2009.
The percentages of our Depreciation and
Amortization Expenses to Operating Revenues
increased from 34.5% in 2008 to 59.2% in 2009.
64
65
Beban Operasi, Pemeliharaan, dan Jasa
Telekomunikasi
Operating, Maintenance, and
Telecommunication Service Expenses
Beban Operasi, Pemeliharaan, dan Jasa
Telekomunikasi terdiri dari (i) sewa tempat
untuk stasiun pengendali dan infrastruktur
telekomunikasi, yang termasuk kontrak sewa
kapasitas backbone, link interkoneksi dan
transmisi, sewa menara, (ii) beban penggunaan
frekuensi yang terdiri dari (a) Biaya Hak
Penggunaan Jasa Telekomunikasi (BHP Jastel)
sebesar 0,5% dari Pendapatan Usaha yang
telah disesuaikan dengan unsur tertentu
termasuk Beban Interkoneksi dan Potongan
Harga, (b) biaya frekuensi radio yang dihitung
dengan menggunakan formula yang ditetapkan
Pemerintah berdasarkan antara lain jumlah
carriers dalam BTS kami, dan (c) biaya USO
sebesar 1,25% dari Pendapatan Usaha disesuaikan
dengan hal-hal tertentu termasuk Beban
Interkoneksi dan Potongan Harga, (iii) listrik dan
generator, (iv) perbaikan dan pemeliharaan dan
(vi) transportasi operasional.
Operating, Maintenance, and Telecommunications
Service Expenses comprise of (i) rental space to
base station controller and telecommunication
infrastructure including rent for backbone
capacity, interconnection link and transmission,
tower leases, (ii) charges on frequency use
that consist of (a) License Concession Fee
of Telecommunication Services (BHP Jastel)
amounting to 0.5% of Operating Revenues that
have been adjusted to certain elements including
Interconnection Expenses and Discount, (b)
charges on frequency radio that is calculated by
adhering to a formula that has been established
by the Government based on among other
things the total number of carriers in our BTS,
and (c) USO charges amounting to 1.25% of
Operating Revenues that are adjusted to certain
factors including Interconnection Expenses
and Discount, (iii) electricity and generator, (iv)
repairs and maintenance, and (v) operational
transportation.
Beban Operasi, Pemeliharaan dan Jasa
Telekomunikasi naik 24,3% dari Rp307,9 miliar
pada 2008 menjadi Rp382,6 miliar pada 2009.
Kenaikan ini terutama disebabkan peningkatan
sewa tempat untuk stasiun pengendali dan
infrastruktur telekomunikasi dari Rp119,4 miliar
pada 2008 menjadi Rp167,2 miliar pada tahun
2009, beban penggunaan frekuensi dari Rp94,6
miliar pada tahun 2008 menjadi Rp107,8 miliar
pada tahun 2009, biaya listrik dan generator dari
Rp71,1 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp85,0
miliar pada tahun 2009.
Operating, Maintenance and Telecommunication
Service Expenses increased by 24.3% from
Rp307.9 billion in 2008 to Rp382.6 billion in 2009.
This increase was mainly due to the increase
of rental space for base station controller and
telecommunication infrastructure from Rp119.4
billion in 2008 to Rp167.2 billion in 2009, the
frequency usage expense from Rp94.6 billion in
2008 to Rp107.8 billion in 2009, electricity and
generator expenses from Rp71.1 billion in 2008 to
Rp85.0 billion in 2009.
Secara persentase dari Pendapatan Usaha
kami, Beban Operasi, Pemeliharaan dan Jasa
Telekomunikasi naik dari 33,2% pada tahun 2008
menjadi 71,2% pada tahun 2009.
As a percentage of our Operating Revenues, the
Operating, Maintenance and Telecommunication
Service Expenses increased from 33.2% in 2008
to 71.2% in 2009.
Pembahasan dan Analisa Manajemen
Management’s Discussion and Analysis
Beban Penjualan dan Pemasaran
Sales and Marketing Expenses
Beban Penjualan dan Pemasaran terdiri dari
(i) iklan dan promosi, (ii) kartu RUIM dan biaya
voucher, (iii) distribusi, (iv) komisi dan (v)
biaya-biaya lain seperti beban riset pemasaran
eksternal.
Sales and Marketing Expenses consist of (i)
advertising and promotion, (ii) RUIM card
and voucher expenses, (iii) distribution, (iv)
commissions, and (v) other expenses such as
external marketing research expenses.
Beban Penjualan dan Pemasaran kami menurun
44,8% dari Rp272,9 miliar pada tahun 2008
menjadi Rp150,5 miliar pada tahun 2009.
Penurunan ini disebabkan menurunnya iklan dan
promosi dari Rp237,6 miliar pada tahun 2008
menjadi Rp121,4 miliar pada tahun 2009, biaya
kartu RUIM dan biaya voucher dari Rp20,2 miliar
pada tahun 2008 menjadi Rp16,4 miliar pada
tahun 2009 dan biaya distribusi dari Rp9,3 miliar
pada tahun 2008 menjadi Rp7,0 miliar pada
tahun 2009. Selain itu ada juga kenaikan yang
dialami oleh biaya komisi dari Rp4,5 miliar pada
tahun 2008 menjadi Rp4,7 miliar pada 2009.
Sales and MarketingExpenses declined by 44.8%
from Rp272.9 billion in 2008 to Rp 150.5 billion
in 2009. This decrease was mainly a result
of declining advertisement and promotional
expenses from Rp237.6 billion in 2008 to
Rp121.4 billion in 2009, RUIM cards and voucher
expenses from Rp20.2 billion in 2008 to Rp16.4
billion in 2009 and distribution expenses from
Rp9.3 billion in 2008 to Rp7.0 billion in 2009.
On the other hand, commission and distribution
expenses increased from Rp4.5 billion in 2008 to
Rp4.7 billion in 2009.
Secara persentase dari Pendapatan Usaha kami,
Beban Penjualan dan Pemasaran turun dari 29,4%
pada tahun 2008 menjadi 28,0% pada tahun
2009.
As a percentage of Operating Revenues, the
Sales and Marketing Expenses decreased from
29.4% in 2008 to 28.0% in 2009.
Beban Karyawan
Personnel Expenses
Beban Karyawan terdiri dari (i) gaji dan tunjangan
karyawan, (ii) tenaga kerja outsource, (iii) beban
manfaat pekerja, (iv) perekrutan, pelatihan,
dan pengembangan, serta (v) beban karyawan
lainnya.
Personnel Expenses consist of (i) salary
and allowances, (ii) outsourced labors, (iii)
employee benefits, (iv) recruitment, training and
development, and (v) other personnel expenses.
Beban Karyawan turun 15,7% dari Rp160,0 miliar
pada tahun 2008 menjadi Rp135,0 miliar pada
tahun 2009. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan gaji dari Rp124,2 miliar pada
tahun 2008 menjadi Rp105,8 miliar pada tahun
2009, tenaga kerja outsource dari Rp21,9 miliar
pada tahun 2008 menjadi Rp17,4 miliar pada
tahun 2009 dan biaya perekrutan, pelatihan, dan
Personnel expenses decreased by 15.7% from
Rp160.0 billion in 2008 to Rp135.0 billion in
2009. This decrease was mainly derived from the
decline in salaries from Rp124.2 billion in 2008 to
Rp 105.8 billion in 2009, outsourced labors from
Rp21.9 billion in 2008 to Rp17.4 billion in 2009,
as well as recruitment, training and development
expenses from Rp2.9 billion in 2008 to Rp0.2
66
67
pengembangan dari Rp2,9 miliar pada tahun
2008 menjadi Rp0,2 miliar pada tahun 2009.
Penurunan tersebut diimbangi dengan kenaikan
beban manfaat kerja dari Rp8,8 miliar pada tahun
2008 menjadi Rp11,2 miliar pada tahun 2009.
billion in 2009. The amount of declines was
equivalent to the increase in employee benefits
from Rp8.8 billion in 2008 to Rp11.2 billion in
2009.
Secara persentase dari Pendapatan Usaha kami,
Beban Karyawan naik dari 17,3% pada tahun 2008
menjadi 25,1% pada tahun 2009.
As a percentage of our Operating Revenues,
Personnel Expenses increased from 17.3% in
2008 to 25.1% in 2009.
Beban Umum dan Administrasi
General and Administrative Expenses
Beban Umum dan Administrasi terdiri dari (i)
sewa gedung kantor dan Mobile-8 Centers, (ii)
transportasi, (iii) listrik, air, dan telepon, (iv)
biaya perjalanan, (v) beban penyisihan piutang
tak tertagih, (vi) biaya kantor, (vii) asuransi, (viii)
keamanan dan kebersihan, (ix) biaya profesional,
(x) jamuan dan sumbangan dan (xi) Beban
Umum dan Administrasi lainnya, termasuk biaya
yang berkaitan dengan pos dan pengiriman serta
administrasi penagihan dan pengurusan izin.
General and Administrative Expenses consist
of (i) rental of offices and Mobile-8 Centers,
(ii) transportation, (iii) electricity, water and
telephone, (iv) travel expenses, (v) bad debt
expenses, (vi) office expenses, (vii) insurance,
(viii) security and cleaning, (ix) professional
expenses, (x) entertainment and donation, and
(xi) other General Expenses and Administration,
including related expenses on postal and delivery,
and also billing administration and permits.
Beban Umum dan Administrasi kami menurun
22,4% dari Rp74,8 miliar pada 2008 menjadi
Rp58,0 miliar pada 2009. Penurunan ini
terutama disebabkan beban penyisihan piutang
tak tertagih dari Rp9,6 miliar pada tahun 2008
menjadi Rp3,3 miliar pada tahun 2009, biaya
perjalanan dinas dari Rp6,0 miliar pada tahun
2008 menjadi Rp1,9 miliar pada tahun 2009,
biaya transportasi dari Rp4,0 miliar pada tahun
2008 menjadi Rp1,3 miliar pada tahun 2009,
biaya listrik, air dan telepon dari Rp5,6 miliar pada
tahun 2008 menjadi Rp3,8 miliar pada tahun
2009, biaya kantor dari Rp3,4 miliar pada tahun
2008 menjadi Rp1,8 miliar pada tahun 2009 dan
sewa gedung kantor dan Mobile-8 Centers dari
Rp20,7 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp19,5
miliar pada tahun 2009. Namun, penurunan
ini diimbangi oleh kenaikan biaya jamuan dan
sumbangan dari Rp1,4 miliar pada tahun 2008
menjadi Rp6,6 miliar pada tahun 2009.
Our General and Administrative Expenses
declined by 22.4% from Rp74.8 billion in 2008 to
Rp58.0 billion in 2009. The decline was mainly
due to the decline in bad debt expenses from
Rp9.6 billion in 2008 to Rp3.3 billion in 2009;
official travel expenses from Rp6.0 billion in 2008
to Rp1.9 billion in 2009; transportation expenses
from Rp4.0 billion in 2008 to Rp1.3 billion in
2009; electricity, water and telephone expenses
from Rp5.6 billion in 2008 to Rp3.8 billion in
2009; office expenses from Rp3.4 billion in 2008
to Rp1.8 billion in 2009, and rent of offices and
Mobile-8 Centers from Rp20.7 billion in 2008 to
Rp19.5 billion in 2009. However, the decrease
was offset by the increase in entertainment and
donation expenses from Rp1.4 billion in 2008 to
Rp6.6 billion in 2009.
Pembahasan dan Analisa Manajemen
Management’s Discussion and Analysis
Secara persentase dari Pendapatan Usaha kami,
Beban Umum dan Administrasi naik dari 8,1%
pada tahun 2008 menjadi 10,8% pada tahun
2009.
As the percentage of Operating Revenues,
General and Administrative Expenses increased
from 8.1% in 2008 to 10.8% in 2009.
Jumlah Beban Usaha
Total Operating Expenses
Sebagai akibat dari hal-hal yang telah disampaikan
pada paragraf-paragraf sebelumnya, jumlah
Beban Usaha kami turun 8,0% dari Rp1.134,9
miliar pada tahun 2008 menjadi Rp1.044,5 miliar
pada tahun 2009.
As a result of the foregoing, total Operating
Expenses decreased by 8.0% from Rp1,134.9
billion in 2008 to Rp1,044.5 billion in 2009.
Secara persentase dari Pendapatan Usaha kami,
Total Beban Usaha naik dari 122,5% pada tahun
2008 menjadi 194,4% pada tahun 2009.
However, as a percentage of Operating Revenues,
total Operating Expenses were up from 122.5% in
2008 to 194.4% in 2009.
Penghasilan
(Beban) Lain-Lain
2009
2008
Other Income
(Expenses)
%
Rp
Jutaan/Million
%
241.883
45,0%
(182.760)
-19,7%
Gain (loss) on foreign exchange
- net
Keuntungan (kerugian)
perubahan nilai wajar instrumen
keuangan derivatif
117.933
21,9%
(142.002)
-15,3%
Gain (loss) on change in fair
value of derivative financial
instrument
Keuntungan atas realisasi selisih
nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
42.245
7,9%
-
0,0%
Gain on realization of difference
in value of restructuring
transaction among entities
under common control
Keuntungan penjualan dan
penghapusan aset tetap
21.542
4,0%
741
0,1%
Gain on sale and disposal of
property and equipment
Penghasilan investasi
10.697
2,0%
32.854
3,5%
Investment income
485
0,1%
8.981
1,0%
Interest income
Amortisasi goodwill - bersih
(11.452)
-2,1%
(11.452)
-1,2%
Amortization of goodwill - net
Beban bunga dan keuangan
lainnya
(414.826)
-77,2%
(367.253)
-39,6%
Interest expenses and other
finance charges
(7.633)
-1,4%
(114.552)
-12,4%
Others - net
834
0,2%
(775.442)
-83,7%
Total Other Income
(Expenses)
-125,5%
(1.178.493)
-127,2%
Loss Before Tax
Keuntungan (kerugian) kurs
mata uang asing - bersih
Penghasilan bunga
Lain-lain - bersih
Jumlah Penghasilan (Beban)
Lain-lain
Rugi Sebelum Pajak
Rp
Jutaan/Million
(674.675)
68
69
Rugi Usaha
Operating Loss
Rugi Usaha kami mengalami kenaikan dari
Rp403,1 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp675,5
miliar pada tahun 2009.
Our Operating Loss increased from Rp403.1
billion in 2008 to Rp675.5 billion in 2009.
Penghasilan (Beban) Lain-Lain - Bersih
Other Income (Expenses) - Net
Perseroan membukukan Penghasilan Lain-Lain
Bersih sebesar Rp0,8 miliar pada tahun 2009
dibandingkan dengan Beban Lain-Lain Bersih
Rp775,4 miliar pada tahun 2008. Perubahan
ini terutama disebabkan oleh keuntungan kurs
mata uang asing sebesar Rp241,9 miliar pada
tahun 2009 dibandingkan dengan kerugian
kurs mata uang asing Rp182,8 miliar pada
tahun 2008, keuntungan perubahan nilai wajar
instrument keuangan derivatif sebesar Rp117,9
miliar pada tahun 2009 dibandingkan posisi
kerugian yang kami alami sebesar Rp142,0 miliar
pada tahun 2008, pengakuan keuntungan atas
realisasi selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali sebesar Rp42,2 miliar pada
tahun 2009 serta keuntungan penjualan asset
tetap dari Rp0,7 miliar pada tahun 2008 menjadi
Rp21,5 miliar pada tahun 2009.
The Company posted a Net Other Income
of Rp0.8 billion in 2009 compared to Net
Other Charges of Rp775.4 billion in 2008. The
difference was mainly attributable to a gain on
foreign exchange translation of Rp241.9 billion in
2009, compared to a loss on foreign exchange
translation of Rp182.8 billion in 2008; gains
earned on changes in the fair value of derivative
financial instruments amounting to Rp117.9 billion
in 2009, compared to a loss of Rp142.0 billion in
2008; recognition of gains from the realization
of differences in the transaction value in
restructuring of the controlling entity amounting
to Rp42.2 billion in 2009; and gains made on the
sales of fixed assets that increased from Rp0.7
billion in 2008 to Rp21.5 billion in 2009.
Selain itu kami juga mengalami penurunan
penghasilan investasi dari Rp32,9 miliar pada
tahun 2008 menjadi Rp10,7 miliar pada tahun
2009 serta kenaikan beban bunga dan keuangan
terutama disebabkan kenaikan bunga hutang
obligasi dari Rp47,0 miliar pada tahun 2008
menjadi Rp66,5 miliar pada tahun 2009 dan
kenaikan denda penalti penggunaan frekuensi
dari Rp5,8 miliar pada tahun 2008 menjadi
Rp24,0 miliar pada tahun 2009.
In addition, we recognized decrease in investment
income from Rp32.9 billion in 2008 to Rp10.7
billion in 2009, as well the increase in interest
and financial charges on borrowings and bonds
from Rp47.0 billion in 2008 to Rp66.5 billion in
2009, and the increase in penalty fines on the
use of frequency from Rp5.8 billion in 2008 to
Rp24.0 billion in 2009.
Rugi Sebelum Pajak
Loss Before Tax
Sebagai akibat dari hal-hal tersebut di atas,
kami mengalami penurunan Rugi Sebelum Pajak
dari Rp1.178,5 miliar pada tahun 2008 menjadi
Rp674,7 miliar pada tahun 2009.
As a result of all the foregoing, we recorded
a Loss Before Tax of Rp674.7 billion in 2009,
compared to Rp1,178.5 billion in 2008.
Pembahasan dan Analisa Manajemen
Management’s Discussion and Analysis
Manfaat (Beban) Pajak
Tax Benefit (Expense)
Pada tahun 2009, kami mencatat Beban Pajak
sebesar Rp49,7 miliar dibandingkan dengan Manfaat
Pajak sebesar Rp109,6 miliar pada tahun 2008.
In 2009, we posted Tax Expense amounting to
Rp49.7 billion, compared to a Tax Benefit in the
amount of Rp109.6 billion in 2008.
Rugi Bersih
Net Loss
Sebagai akibat dari hal-hal tersebut di atas, kami
mengalami penurunan Rugi Bersih dari Rp1.068,9
miliar pada tahun 2008 menjadi Rp724,4 miliar
pada tahun 2009.
As a result of the above, we posted a decline
in Net Loss from Rp1,068.9 billion in 2008 to
Rp724.4 billion in 2009.
Posisi Keuangan
Financial Condition
Tabel berikut menunjukkan ringkasan posisi
keuangan kami pada 31 Desember 2009
dibandingkan dengan 31 Desember 2008:
The following table showed the summary of
our financial condition on 31 December 2009
compared to 31 December 2008:
Neraca
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Kewajiban Lancar
Kewajiban Tidak Lancar
Ekuitas
Jumlah Kewajiban Dan Ekuitas
2009
2008
Rp
Jutaan/Million
Rp
Jutaan/Million
539.174
Balance Sheet
707.994
Current Assets
4.217.761
4.053.941
Non Current Assets
4.756.935
4.761.935
Total Assets
1.269.211
1.086.189
Current Liabilities
2.695.192
2.948.428
Non Current Liabilities
792.532
727.318
Equity
4.756.935
4.761.935
Total Liabilities and Equity
Aset Lancar
Pada 31 Desember 2009, Aset Lancar tercatat
sebesar Rp539,2 miliar, menurun 23,8% dari
Rp708,0 miliar pada tahun lalu. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan investasi
jangka pendek sebesar Rp89,5 miliar dari Rp289,0
miliar pada 31 Desember 2008, menjadi Rp199,5
miliar pada 31 Desember 2009, penurunan
persediaan sebesar Rp49,3 miliar, dari Rp81,9
miliar pada 31 Desember 2008 menjadi Rp32,6
miliar pada 31 Desember 2009, penurunan pajak
dibayar dimuka sebesar Rp20,0 miliar, dari Rp81,2
miliar pada 31 Desember 2008 menjadi Rp61,1
miliar pada 31 Desember 2009, serta penurunan
piutang usaha sebesar Rp8,0 miliar, dari Rp23,1
miliar pada 31 Desember 2008 menjadi Rp15,2
pada 31 Desember 2009.
Current Assets
As of 31 December 2009, Current Assets
amounted to Rp539.2 billion, a decline of 23.8%
from Rp708.0 billion the previous year. This
decline was mainly due to the lower short-term
investment by Rp89.5 billion, from Rp289.0
billion on 31 December 2008 to Rp199.5 billion
on 31 December 2009; the decline in inventory
amounting to Rp49.3 billion, from Rp 81.9
billion on 31 December 2008 to Rp32.6 billion
on 31 December 2009; the decrease in prepaid
taxes of Rp20.0 billion, from Rp81.2 billion on 31
December 2008 to Rp61.1 billion on 31 December
2009; and the decrease in trade receivables of
Rp8.0 billion, from Rp23.1 billion on 31 December
2008 to Rp15.2 billion on 31 December 2009.
70
71
Namun, penurunan ini diimbangi oleh kenaikan
biaya dibayar dimuka sebesar Rp1,5 miliar, dari
Rp141,0 miliar pada 31 Desember 2008 menjadi
Rp142,4 miliar pada 31 Desember 2009.
However, this decline was offset by the increase
in prepaid expenses of Rp1.5 billion, from Rp141.0
billion on 31 December 2008 to Rp142.4 billion
on 31 December 2009.
Aset Tidak Lancar
Non-Current Assets
Pada 31 Desember 2009, Aset Tidak Lancar
tercatat sebesar Rp4.217,8 miliar, meningkat 4,0%
dari Rp4.054,0 miliar pada tahun lalu. Kenaikan
ini terutama disebabkan oleh peningkatan
bersih Aset Lain-Lain sebesar Rp340,0 miliar,
karena adanya security deposit atas perjanjian
penyediaan sirkit dan infrastruktur menara.
On 31 December 2009, Non-Current Assets
amounted to Rp4,217.8 billion, up by 4.0% from
Rp4,054.0 billion the previous year. This increase
was primarily caused by the increase in Other
Net Assets in the amount of Rp340.0 billion, as a
result of security deposits made on the agreement
of network and tower infrastructures.
Kenaikan tersebut diimbangi dengan penurunan
aset pajak tangguhan sebesar Rp49,3 miliar, dari
Rp244,6 miliar pada 31 Desember 2008 menjadi
Rp195,4 miliar pada 31 Desember 2009 serta
penurunan aset tetap sebesar Rp108,4 miliar, dari
Rp3.614,0 miliar pada 31 Desember 2008 menjadi
Rp3.505,5 miliar pada 31 Desember 2009.
However, this increase was offset by the decline
deferred taxes of Rp49.3 billion, from Rp244.6
billion on 31 December 2008 to Rp195.4 billion on
31 December 2009, and the decline in fixed assets
in the amount of Rp108.4 billion from Rp3,614.0
billion on 31 December 2008 to Rp3,505.5 billion
on 31 December 2009.
Kewajiban Lancar
Current Liabilities
Pada 31 Desember 2009, Kewajiban Lancar
tercatat sebesar Rp1.269,2 miliar, naik 16,8%
dari Rp1.086,2 miliar pada tahun lalu. Kenaikan
ini terutama disebabkan kenaikan biaya masih
harus dibayar sebesar Rp378,3 miliar yang
sebagian besar merupakan biaya bunga dan
biaya penggunaan frekuensi dan pengakuan
surat hutang komersil sebesar Rp80,0 miliar
pada 31 Desember 2009.
As of 31 December 2009, Current Liabilities
amounted Rp1,269.2 billion, an increase of
16.8% from Rp1,086.2 billion the previous year.
The increase was mainly due to the increase in
Accrued Expenses of Rp378.3 billion, the majority
of which was interest expense and frequency use
expense, and also the recognition of claims on
commercial notes amounting to Rp80.0 billion
on 31 December 2009.
Kenaikan tersebut diimbangi dengan penurunan
hutang usaha sebesar Rp187,6 miliar, dari
Rp579,3 miliar pada 31 Desember 2008 menjadi
Rp391,7 miliar pada 31 Desember 2009 dan
penurunan hutang lain-lain sebesar Rp112,1 miliar,
dari Rp160,4 miliar pada 31 Desember 2008
menjadi Rp48,3 miliar pada 31 Desember 2009.
Penurunan hutang tersebut terutama disebabkan
oleh adanya restrukturisasi yang kami lakukan
dengan melakukan konversi hutang menjadi
modal saham.
However, the increase was offset by the decline
in trade payables of Rp187.6 billion, from Rp579.3
billion on 31 December 2008 to Rp391.7 billion on
31 December 2009, and the decrease on other
debts of Rp112.1 billion, from Rp160.4 billion on 31
December 2008 to Rp48.3 on 31 December 2009.
The decline in debts was primarily due to our
restructuring through a debt-to-equity conversion.
Pembahasan dan Analisa Manajemen
Management’s Discussion and Analysis
Kewajiban Tidak Lancar
Non-Current Liabilites
Pada 31 Desember 2009, Kewajiban Tidak Lancar
tercatat sebesar Rp2.695,2 miliar, menurun 8,6%
dari Rp2.948,4 miliar pada tahun lalu. Penurunan
ini terutama disebabkan oleh penurunan hutang
obligasi sebesar Rp213,6 miliar akibat konversi
sebagian hutang obligasi Rupiah menjadi modal
saham.
On 31 December 2009, Non-Current Liabilities
amounted to Rp2,695.2 billion, a decline of 8.6%
from Rp2,948.4 billion a year ago. This decrease
was primarily due to the decline in outstanding
bonds amounting to Rp213.6 billion due to the
conversion of apportion of the Rupiah bonds to
equity.
Ekuitas
Equity
Pada 31 Desember 2009, Total Ekuitas kami
sebesar Rp792,5 miliar, naik 9,0% dari Rp727,3
miliar pada tahun lalu akibat Rugi Bersih tahun
2009.
On 31 December 2009, Total Equity amounted to
Rp792.5 billion, an increase of 9.0% from Rp727.3
billion a year ago, many as a result of the Net
Loss in 2009.
Likuiditas dan Sumber Modal
Liquidity and Capital Resources
Penggunaan kas kami yang utama adalah untuk
keperluan operasional, pembayaran bunga
atas hutang obligasi dan hutang sewa guna
usaha, serta keperluan ekspansi jaringan kami.
Sedangkan penerimaan kas kami selama tahun
2009 terutama dari hasil penjualan aset tetap
dan penerimaan restitusi pajak.
Cash was mainly used primarily for operational
expenses, interest payments on loan obligations
and obligations under capital lease, and also
our network expansion. Meanwhile our cash
receivables in 2009 were mainly derived from
sales of fixed assets and proceeds from claims
on tax refunds.
Tabel berikut ini menunjukkan ringkasan arus kas
kami untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31
Desember 2009 dan 31 Desember 2008:
The following table shows the summary of our
Liquidity and Capital Resources on 31 December
2009 and 31 December 2008:
Arus Kas
Kas Bersih Digunakan Untuk
Aktivitas Operasi
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk)
Aktivitas Investasi
Kas Bersih Digunakan Untuk
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Bersih
Kas Dan Setara Kas
2009
2008
Rp
Jutaan/Million
Rp
Jutaan/Million
(10.709)
(476.811)
Net Cash Used In Operating Activities
11.859
(310.576)
Net Cash Provided By (Used In)
Investing Activities
(22.374)
(42.106)
Net Cash Used In Financing Activities
194
(829.493)
Net Increase (Decrease) in
Cash and Cash Equivalents
Cash Flow
72
73
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi
sebesar Rp10,7 miliar pada tahun 2009
dibandingkan Kas Bersih Digunakan Untuk
Aktivitas Operasi sebesar Rp476,8 miliar pada
tahun 2008. Perubahan ini terutama disebabkan
oleh penurunan pembayaran beban bunga dan
keuangan sebesar Rp89,7 miliar pada tahun
2009 dibandingkan dengan Rp349,5 miliar pada
tahun 2008.
Cash Flows from Operating Activities
Selain itu terdapat (i) penurunan penerimaan
kas dari restitusi pajak menjadi Rp41,7 miliar
pada tahun 2009 dibandingkan dengan Rp58,7
miliar pada tahun 2008, (ii) dan penurunan
penerimaan kas dari pendapatan bunga dan
investasi menjadi Rp1,3 miliar pada tahun 2009
dibandingkan dengan Rp13,3 miliar pada tahun
2008.
However, this turnover also contributed from (i)
the decrease in cash receipts from tax tax refund
amounting to Rp41.7 billion in 2009., compared
to Rp58.7 billion in 2008, (ii) and the decrease
in cash receipts from interest and investment
income of Rp1.3 billion in 2009, compared to
Rp13.3 billion in 2008.
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Cash Flows from Investment Activities
Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Investasi
sebesar Rp11,9 miliar pada tahun 2009
dibandingkan Kas Bersih Digunakan Untuk
Aktivitas Investasi sebesar Rp310,6 miliar pada
tahun 2008. Perubahan ini terutama disebabkan
oleh (i) penerimaan kas bersih dari pencairan
investasi jangka pendek sebesar Rp100,2 miliar
pada tahun 2009 dibandingkan kas bersih yang
digunakan untuk penempatan investasi jangka
pendek sebesar Rp65,6 miliar pada tahun
2008, (ii) penurunan kas yang digunakan untuk
perolehan aset tetap menjadi Rp145,4 miliar
pada tahun 2009 dari Rp267,0 miliar pada tahun
2008 (iii) dan kenaikan penerimaan kas bersih
yang diterima dari penjualan aset tetap sebesar
Rp57,0 miliar pada tahun 2009 dari Rp1,1 miliar
pada tahun 2008.
Net Cash Provided By Investment Activities
amounting to Rp11.9 billion in 2009, compared to
Net Cash Used In Investment Activities amounted
to Rp310.6 billion in 2008. This changes primarily
due to (i) net cash receipts from redemption of
short-term investment amounting to Rp100.2
billion in 2009, compared to net cash used in
placement of short-term investment amounted
to Rp65.6 billion in 2008, (ii) the decrease in cash
used in acquisition of property and equipment
of Rp145.4 billion in 2009, compared to Rp267.0
billion in 2008 (iii) and the increase in net cash
proceeds from sale of property and equipment
of Rp57.0 billion in 2009, compared to Rp1.1
billion in 2008.
Net Cash Provided By Operating Activities
amounted to Rp10.7 billion in 2009, compared to
Net Cash Used In Operating Activities amounted
Rp476.8 billion in 2008. This changes was
primarily due to declining payment of interest
and financial charges of Rp89.7 billion in 2009,
compared to Rp349.5 billion in 2008.
Pembahasan dan Analisa Manajemen
Management’s Discussion and Analysis
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Cash Flows from Financing Activities
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan
turun menjadi Rp22,4 miliar pada tahun 2009
dari Rp42,1 miliar pada tahun 2008. Penurunan
ini disebabkan oleh (i) penurunan kas yang
digunakan untuk pembayaran hutang sewa
pembiayaan menjadi Rp15,2 miliar pada tahun
2009 dari Rp31,6 miliar pada tahun 2008, dan
(ii) penurunan kas bersih yang digunakan untuk
pembayaran hutang kepada pihak hubungan
istimewa menjadi Rp7,2 miliar pada tahun 2009
dari Rp10,5 miliar pada tahun 2008.
Net Cash Used in Financing Activities decrease to
Rp22.4 billion in 2009, compared to Rp42.1 billion
in 2008. This decrease due to (i) the decrease in
cash used in payment of lease liabilities of Rp15.2
billion in 2009, compared to Rp31.6 billion in
2008, and (ii) the decrease in net cash used in
payment for accounts payable to related parties
of Rp7.2 billion in 2009, compared to Rp10.5
billion in 2008.
Pembelanjaan Modal
Capital Expenditure
Tabel berikut adalah ringkasan Pembelanjaan
Modal kami yang berhubungan dengan jaringan
dan asset tetap kami, termasuk aktiva sewa
pembiayaan, pada tahun-tahun yang berakhir 31
Desember 2009 dan 31 Desember 2008:
The following table shows the summary of our
Capital Expenditure in relation with our fixed
networks and fixed assets, including leased
assets as of the years ended 31 December 2009
and 31 December 2008:
Pembelanjaan Modal
Tanah
Infrastruktur Telekomunikasi
Bangunan dan Prasarana
Peralatan kantor
Kendaraan
2009
2008
Rp
Jutaan/Million
Rp
Jutaan/Million
Capital Expenditure
2.626
3.032
Land
156.428
518.218
Telecommunication Infrastructure
-
1.222
Building and Improvements
484
18.906
Office Equipment
-
-
Vehicles
Peralatan Penunjang Lainnya
66.687
210.982
Other Supporting Equipment
Aktiva Sewa Pembiayaan
Infrastruktur Telekomunikasi
22.475
459.766
Leased Assets
Telecommunication Infrastructure
248.700
1.212.126
Total
Jumlah
Pada tahun 2009, Perseroan masih melanjutkan
kontrak pengadaan infrastruktur telekomunikasi
dengan beberapa vendor utama, yaitu Huawei
Technologies, Co., Ltd., PT Huawei Tech.
Invesment, Samsung Electronics Co., Ltd., dan
PT Samsung Telecommunication Indonesia.
Throughout 2009, the Company continues to honor
the procurement contracts for telecommunication
infrastructure with prime vendors, such as Huawei
Technologies, Co., Ltd., PT Huawei Tech. Investment,
Samsung Electronics Co., Ltd., and PT Samsung
Telecommunication Indonesia.
74
Halaman ini sengaja dikosongkan
This page is intentionally left blank
75
Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi PT Mobile-8 Tbk
Statement of The Board of Commissioners and the Board
of Directors of PT Mobile-8 Tbk
Dewan Komisaris dan Direksi PT Mobile-8 Telecom
Tbk (“Perseroan”) dengan ini menyampaikan Laporan
Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2009 (“Laporan
Tahunan”) dan menyatakan bertanggungjawab penuh
atas kebenaran isi Laporan Tahunan ini.
The Board of Commissioners and the Board of Directors
of PT Mobile-8 Telecom Tbk (“Company”) hereby present
the Annual Report of the Company of Year 2009 (“Annual
Report”) and represent that we are fully responsible for
the correctness of the content of this Annual Report.
Komisaris Perseroan
Commissioners of the Company
Henry Cratein Suryanaga
Presiden Komisaris
President Commissioner
Sarwono Kusumaatmadja
Wakil Presiden Komisaris (Independen)
Vice President Commissioner (Independent)
Reynold M.Batubara
Komisaris (Independen)
Commissioner (Independent)
Direksi Perseroan
Directors of the Company
Merza Fachys
Presiden Direktur
President Director
Agus Heryanto Lukas
Direktur
Director
Anthony Chandra Kartawiria
Direktur
Director
Yopie Widjaya
Direktur
Director
Beydra Jendi
Direktur
Director
19:
Laporan Keuangan Konsolidasi
Consolidated Financial Statements
77
Halaman ini sengaja dikosongkan
This page is intentionally left blank
78
79
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND ITS SUBSIDIARY
DAFTAR ISI/TABLE OF CONTENTS
Halaman/
Page
Salinan Surat Pernyataan Direksi atas Laporan Keuangan Konsolidasi PT Mobile-8
Telecom Tbk dan anak perusahaan untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009
dan 2008/A Copy of the Directors’ Statement on the Consolidated Financial Statements of
PT Mobile-8 Telecom Tbk and its Subsidiary for the Years Ended December 31, 2009 and 2008
Laporan Auditor Independen/Independent Auditors’ Report
1
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 serta
untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut/
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS - As of December 31, 2009 and 2008 and for the
years then ended
Neraca Konsolidasi/Consolidated Balance Sheets
3
Laporan Laba Rugi Konsolidasi/Consolidated Statements of Operations
5
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi/Consolidated Statements of Changes in Equity
6
Laporan Arus Kas Konsolidasi/Consolidated Statements of Cash Flows
7
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi/Notes to Consolidated Financial Statements
8
80
81
82
83
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
Neraca Konsolidasi
31 Desember 2009 and 2008
2009
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY
Consolidated Balance Sheets
December 31, 2009 and 2008
Catatan/
Notes
Rp
2008
Rp
ASET
ASSETS
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Investasi jangka pendek
Piutang usaha
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga - setelah dikurangi
penyisihan piutang ragu-ragu sebesar
Rp 12.265.914.335 tahun 2009 dan
Rp 8.950.704.253 tahun 2008
Piutang lain-lain
Persediaan - setelah dikurangi penyisihan
penurunan nilai persediaan sebesar
Rp 3.168.744.260
Pajak dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka
Aset lancar lain-lain
32.590.229.040
61.137.272.250
142.407.748.088
63.301.778.245
Jumlah Aset Lancar
539.174.074.589
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - bersih
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp 1.162.827.676.968 tahun 2009 dan
Rp 1.192.581.303.846 tahun 2008
Goodwill dan aset tidak berwujud
lainnya - setelah dikurangi amortisasi
sebesar Rp 99.681.378.365 tahun 2009
dan Rp 87.351.390.793
Beban tangguhan - bersih
Aset lain-lain
23.839.414.781
199.469.606.007
-
2c,2f,4,43
2g,5
2c,2h,2i,6,43
2d,39
15.166.277.830
1.261.748.348
195.355.160.379
3.505.512.536.910
172.326.930.857
344.566.041.001
81.875.706.246
81.158.313.583
140.904.445.005
66.765.686.835
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
Short-term investments
Trade accounts receivable
Related parties
Third parties - net of allowance
for doubtful accounts of
Rp 12,265,914,335 in 2009 and
Rp 8,950,704,253 in 2008
Other accounts receivable
Inventories - net of allowance
for decline in value of
Rp 3,168,744,260
Prepaid taxes
Prepaid expenses
Other current assets
707.993.644.726
Total Current Assets
23.734.079.923
288.987.187.533
4.144.987.512
18.999.756.284
1.423.481.805
2j,7
2v,8
2k,9
10
2v,35
2l,2m,2r,11
2n,12
2o,13
2c,14,43
244.619.004.768
3.613.932.169.001
184.656.918.429
5.933.698.473
4.799.152.114
NONCURRENT ASSETS
Deferred tax assets - net
Property and equipment - net of accumulated
depreciation of Rp 1,162,827,676,968
in 2009 and Rp 1,192,581,303,846
in 2008
Goodwill and other intangible asset net of accumulated amortization of
Rp 99,681,378,365 in 2009 and
Rp 87,351,390,793 in 2008
Deferred charges - net
Other assets
Jumlah Aset Tidak Lancar
4.217.760.669.147
4.053.940.942.785
Total Noncurrent Assets
JUMLAH ASET
4.756.934.743.736
4.761.934.587.511
TOTAL ASSETS
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
See accompanying notes to consolidated financial statements
which are an integral part of the consolidated financial statements.
-384
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
Neraca Konsolidasi
31 Desember 2009 and 2008 (Lanjutan)
2009
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY
Consolidated Balance Sheets
December 31, 2009 and 2008 (Continued)
Catatan/
Notes
Rp
2008
Rp
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
LIABILITIES AND EQUITY
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang usaha
Pihak hubungan istimewa
Pihak ketiga
Hutang jangka pendek
Hutang lain-lain
Hutang pajak
Biaya masih harus dibayar
Pendapatan diterima dimuka
Uang jaminan pelanggan
Hutang sewa pembiayaan jangka panjang
yang jatuh tempo dalam satu tahun
2c,15,43
2d,39
116.461.537
391.553.993.611
80.000.000.000
16
48.311.474.075
2c,17,43
12.109.308.473
2v,18
604.229.359.597 2c,19,39,41,43
18.323.882.491
2s,20
16.908.005.191
21
97.658.115.243
Jumlah Kewajiban Lancar
2m,23
1.269.210.600.218
3.247.566.505
576.002.845.626
160.402.697.770
23.102.969.799
225.964.940.249
23.393.882.804
13.290.396.558
60.783.204.986
1.086.188.504.297
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Hutang kepada pihak hubungan istimewa
Hutang sewa pembiayaan - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Hutang obligasi
Kewajiban imbalan pasca kerja
-
2d,39
1.125.658.675.428
1.519.417.829.434
50.115.244.000
2m,23
2c,2p,22,43
2u,34
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar
Jumlah Kewajiban
7.177.801.912
CURRENT LIABILITIES
Trade accounts payable
Related parties
Third parties
Short-term loan
Other accounts payable
Taxes payable
Accrued expenses
Unearned revenue
Deposits from customers
Current portion of long-term
lease liabilities
Total Current Liabilities
NONCURRENT LIABILITIES
Due to related parties
1.169.013.923.462
1.733.013.170.186
39.222.956.000
Long-term lease liabilities - net of
current portion
Bonds payable
Post-employment benefits obligation
2.695.191.748.862
2.948.427.851.560
Total Noncurrent Liabilities
3.964.402.349.080
4.034.616.355.857
Total Liabilities
EKUITAS
Modal saham
Tahun 2009:
- Seri A - nilai nominal Rp 100 per saham
- Seri B - nilai nominal Rp 50 per saham
Tahun 2008 - nilai nominal Rp 100 per saham
EQUITY
Capital stock
In 2009:
- Series A - Rp 100 par value per share
- Series B - Rp 50 par value per share
In 2008 - Rp 100 par value per share
Modal dasar
Tahun 2009:
- Seri A - 20.235.872.427 saham
- Seri B - 119.528.255.146 saham
Tahun 2008 - 60.000.000.000 saham
Authorized:
In 2009:
- Series A - 20,235,872,427 shares
- Series B - 119,528,255,146 shares
In 2008 - 60,000,000,000 shares
Modal disetor
Tahun 2009:
- Seri A - 20.235.872.427 saham
- Seri B - 12.797.783.900 saham
Tahun 2008 - 20.235.872.427 saham
Tambahan modal disetor
Issued and paid-up:
In 2009:
- Series A - 20,235,872,427 shares
- Series B - 12,797,783,900 shares
In 2008 - 20,235,872,427 shares
Additional paid-up capital
Difference in value of restructuring
transactions among entities under
common control
Retained earnings (deficit)
Appropriated
Unappropriated
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
Saldo laba (defisit)
Ditentukan penggunaannya
Tidak ditentukan penggunaannya
Jumlah Ekuitas
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS
2.663.476.437.700
725.100.350.879
24
2q,25
2.023.587.242.700
533.133.592.379
-
2b,26
42.245.424.126
100.000.000
(2.596.144.393.923)
100.000.000
(1.871.748.027.551)
792.532.394.656
727.318.231.654
4.756.934.743.736
4.761.934.587.511
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
See accompanying notes to consolidated financial statements
which are an integral part of the consolidated financial statements.
-485
Total Equity
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 and 2008
Catatan/
Notes
2009
Rp
PENDAPATAN USAHA
Jasa telekomunikasi
Jasa interkoneksi
Jumlah pendapatan usaha
Beban interkoneksi dan potongan harga
Pendapatan Usaha - Bersih
BEBAN USAHA
Operasi, pemeliharaan dan jasa
telekomunikasi
Penyusutan dan amortisasi
Penjualan dan pemasaran
Karyawan
Umum dan administrasi
Jumlah Beban Usaha
RUGI USAHA
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Keuntungan (kerugian) kurs mata uang
asing - bersih
Keuntungan (kerugian) perubahan nilai
wajar derivatif - net
Keuntungan atas realisasi selisih nilai
transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali
Keuntungan penjualan dan penghapusan
aset tetap
Penghasilan investasi
Penghasilan bunga
Amortisasi goodwill
Beban bunga dan keuangan lainnya
Lain-lain - bersih
Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih
RUGI SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK
Pajak kini
Pajak tangguhan
Jumlah
RUGI BERSIH
RUGI PER SAHAM DASAR
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY
Consolidated Statements of Income
For the Years Ended December 31, 2009 and 2008
2008
Rp
464.698.369.792
72.679.958.424
2d,2s,27,39
820.364.842.908
106.159.931.757
OPERATING REVENUES
Telecommunication services
Interconnection services
537.378.328.216
(168.409.619.392)
926.524.774.665
(194.694.127.649)
368.968.708.824
731.830.647.016
Operating Revenues - Net
307.942.137.420
319.275.171.318
272.851.555.857
160.022.543.562
74.790.116.481
OPERATING EXPENSES
Operations, maintenance and
telecommunication services
Depreciation and amortization
Sales and marketing
Personnel
General and administrative
2s
382.631.687.651
318.387.676.176
150.484.092.575
134.968.144.578
58.006.316.454
29
2l,11,13,28
30
31,34
32
1.044.477.917.434
1.134.881.524.638
(675.509.208.610)
(403.050.877.622)
Total operating revenues
Interconnection charges and discount
Total Operating Expenses
OPERATING LOSS
OTHER INCOME (EXPENSES)
241.883.271.097
2c
(182.759.945.197)
117.932.748.262
2x,17, 44
(142.001.680.062)
42.245.424.126
2b,26
21.541.829.615
10.697.096.784
485.370.236
(11.451.958.224)
2l,11
2g,5
4
2n,12
741.096.354
32.854.289.241
8.980.825.174
(11.451.958.224)
(414.865.973.300)
(7.632.820.169)
33
(367.252.536.716)
(114.552.095.155)
Gain (loss) on foreign exchange - net
Gain (loss) on change in fair value of
derivative - net
Realized gain arising from restructuring
transactions among entities under
common control
Gain on sale of property and
equipment
Investment income
Interest income
Amortization of goodwill
Interest expenses and other
finance charges
Others - net
(775.442.004.585)
Other Income (Expense) - Net
834.988.427
(674.674.220.183)
(458.301.800)
(49.263.844.389)
(1.178.492.882.207)
2v,35
(49.722.146.189)
(724.396.366.372)
(34,54)
-
109.624.878.208
TAX BENEFIT (EXPENSE)
Current tax
Deferred tax
109.624.878.208
Total
(1.068.868.003.999)
2w,37
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
LOSS BEFORE TAX
(52,82)
NET LOSS
BASIC LOSS PER SHARE
See accompanying notes to consolidated financial statements
which are an integral part of the consolidated financial statements.
-586
87
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
2b,26
24
2.663.476.437.700
-
-
639.889.195.000
2.023.587.242.700
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
Saldo per 31 Desember 2009
Rugi bersih tahun berjalan
Keuntungan atas realisasi selisih nilai
transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
Penerbitan modal saham selama
tahun berjalan
Saldo per 31 Desember 2008
-
Rugi bersih tahun berjalan
-
725.100.350.879
-6-
(42.245.424.126)
-
42.245.424.126
-
42.245.424.126
Rp
Selisih Nilai
Transaksi
Restrukturisasi
Entitas Sepengendali/
Difference in Value
of Restructuring
Transactions Among
Entities under
Common Control
-
-
191.966.758.500
533.133.592.379
-
533.133.592.379
Rp
2.023.587.242.700
Rp
Modal
Disetor/
Capital Stock
Saldo per 1 Januari 2008
Catatan/
Notes
Tambahan
Modal Disetor/
Additional paid-up
capital
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008
100.000.000
-
-
-
100.000.000
-
100.000.000
Rp
(2.596.144.393.923)
(724.396.366.372)
-
-
(1.871.748.027.551)
(1.068.868.003.999)
(802.880.023.552)
Rp
Saldo Laba (Defisit)/Retained
Earnings (Deficit)
Ditentukan
Tidak Ditentukan
Penggunaannya/
Penggunaannya/
Appropriated
Unappropriated
Balance as December 31, 2009
Net loss for the year
Reversal of difference in value of
restructuring transactions among
entities under common control
Issuance of share during the year
Balance as December 31, 2008
Net loss for the year
Balance as of January 1, 2008
See accompanying notes to consolidated financial statements
which are an integral part of the consolidated financial statements.
792.532.394.656
(724.396.366.372)
(42.245.424.126)
831.855.953.500
727.318.231.654
(1.068.868.003.999)
1.796.186.235.653
Rp
Jumlah Ekuitas/
Total Equity
Consolidated Statements of Changes in Equity
For the Years Ended December 31, 2009 and 2008
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND ITS SUBSIDIARY
Laporan Arus Kas Konsolidasi
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir 31 Desember 2009 dan 2008
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan
Consolidated Statements of Cash Flows
For the Years Ended December 31, 2009 and 2008
2009
2008
Rp
Rp
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Cash receipts from customers
Cash paid to suppliers and employees
546.522.753.624
(488.732.974.226)
833.951.940.482
(1.030.601.595.346)
57.789.779.398
41.691.338.711
1.343.962.561
(447.262.745)
(89.669.144.829)
(196.649.654.864)
58.626.743.765
13.347.208.473
(2.634.043.743)
(349.500.978.202)
Cash generated from (used in) operations
Cash receipts from tax refund
Interest received
Income tax paid
Interest expenses and financial charges paid
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan Untuk)
Aktivitas Operasi
10.708.673.096
(476.810.724.571)
Net Cash Provided by (Used in) Operating
Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pencairan investasi jangka pendek
Hasil bersih penjualan aset tetap
Penurunan bank yang dibatasi penggunaannya
Penempatan investasi jangka pendek
Perolehan aset tetap
100.214.678.310
57.028.732.479
(145.384.269.307)
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk)
Aktivitas Investasi
11.859.141.482
Kas diperoleh dari operasi
Penerimaan restitusi pajak
Penerimaan bunga
Pembayaran pajak penghasilan
Pembayaran beban bunga dan keuangan
1.196.015.871.278
1.114.779.496
20.869.423.987
(1.261.624.504.641)
(266.951.546.501)
(310.575.976.381)
NET CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Redemption from short-term investment
Net proceeds from sale of property and equipment
Withdrawal of in restricted cash in bank
Placement in short-term investments
Acquisitions of property and equipment
Net Cash Provided by (Used in)
Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran hutang kepada
pihak hubungan istimewa - bersih
Pembayaran atas hutang
sewa pembiayaan
(7.177.801.912)
(10.528.265.182)
CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Payment for accounts payable
to related parties - net
(15.196.347.038)
(31.577.284.189)
Payment of liabilities lease
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan
(22.374.148.950)
(42.105.549.371)
Net Cash Used in Financing Activities
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS
193.665.628
(829.492.250.323)
NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND
CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing
23.734.079.923
(88.330.770)
852.668.943.331
557.386.915
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT BEGINNING OF YEAR
Effect of foreign exchange rate changes
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
23.839.414.781
23.734.079.923
CASH AND CASH EQUIVALENTS AT
END OF YEAR
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN
Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak
mempengaruhi kas:
Pembayaran hutang melalui penerbitan saham
Penambahan aset tetap dengan hutang usaha
Penambahan aset tetap melalui
hutang sewa pembiayaan
Penambahan nilai aset bersih investasi
jangka pendek
Penambahan aset tetap melalui
kapitalisasi biaya pinjaman
Penambahan nilai aset tetap melalui
kapitalisasi selisih kurs
831.855.953.500
-
80.831.527.505
429.552.077.306
22.474.884.743
459.765.543.072
10.697.096.784
29.758.313.384
-
22.101.648.057
-
33.754.792.676
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
SUPPLEMENTAL DISCLOSURES
Noncash investing and financing activities:
Decrease in liabilities through issuance of shares
Increase in property and equipment through
accounts payable
Increase in property and equipment through
finance lease obligation
Increase in net asset value of short-term
investment
Increase in property and equipment through
capitalization of borrowing cost
Increase in property and equipment through
capitalization of foreign exchange difference
See accompanying notes to consolidated financial statements
which are an integral part of the consolidated financial statements.
-7-
88
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
1.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Umum
a.
1.
Pendirian dan Informasi Umum
a.
Establishment and General Information
PT Mobile-8 Telecom Tbk (“Perusahaan”)
didirikan berdasarkan akta No. 11 tanggal
2 Desember 2002 dari Imas Fatimah, S.H.,
notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam
Surat
Keputusannya
No. C-24156.HT.01.01.TH.2002 tanggal
16 Desember 2002, yang dimuat dalam
Tambahan
No. 1772,
Berita
Negara
Republik Indonesia No. 18 tanggal 3 Maret
2003. Anggaran Dasar Perusahaan telah
mengalami beberapa kali perubahan.
Perubahan terakhir dilakukan dengan akta
No. 136 tanggal 23 November 2009 dari
Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, mengenai
perubahan pemegang saham Perusahaan.
Perubahan ini masih dalam proses
persetujuan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia.
PT Mobile-8 Telecom Tbk (the “Company”)
was established based on Notarial Deed
No. 11 dated December 2, 2002 of Imas
Fatimah, S.H., public notary in Jakarta. The
Deed of Establishment was approved by
the Minister of Justice and Human Rights of
the Republic of Indonesia in his Decision
Letter
No. C-24156.HT.01.01.TH.2002
dated December 16, 2002, as stated in
Supplement No. 1772 to State Gazette of
the Republic of Indonesia No. 18, dated
March 3, 2003. The Company’s Articles of
Association have been amended several
times, most recently through Notarial Deed
No. 136 dated November 23, 2009 of
Sutjipto, S.H., public notary in Jakarta,
concerning the change in shareholders of
the Company. This amendment is in
process of approval of the Minister of Law
and Human Rights of the Republic of
Indonesia.
Sesuai dengan ketentuan pasal 3 Anggaran
Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan
Perusahaan adalah melakukan kegiatan
usaha dalam bidang telekomunikasi dan
ruang lingkup kegiatan usaha adalah
sebagai berikut:
In accordance with Article 3 of the Articles
of Association, the Company’s objective
and purpose is to conduct business in the
area of telecommunication, with the
following scope of activities:
a.
Menawarkan jasa telekomunikasi
di dalam wilayah Republik Indonesia;
a.
Offer telecommunication services in
the Republic of Indonesia;
b.
Menyediakan
berbagai
produk
multimedia dan jasa terkait lainnya
termasuk tetapi tidak terbatas pada
penjualan secara langsung maupun
tidak
langsung
voice
services,
data/image dan jasa-jasa komersial
mobile lainnya;
b.
Provide multimedia products and
related services including but not
limited to direct and indirect sales of
voice services, data/image and mobile
commercial services;
c.
Membangun,
menyewakan
dan
memiliki
jaringan
telekomunikasi
tanpa kabel di frekuensi 800 MHz
yang secara eksklusif berbasis
teknologi Code Division Multiple
Access (CDMA) khususnya teknologi
CDMA 2000 1X dan 1X EVDO;
c.
Develop, lease and own a wireless
telecommunications
network
in
800 MHZ band based exclusively on
Code Division Multiple Access
(CDMA)
technology,
specifically
CDMA 2000 1X and 1X EVDO
technology;
d.
Memperdagangkan
barang-barang,
perangkat-perangkat dan/atau produkproduk telekomunikasi, termasuk tetapi
tidak terbatas pada impor atas barangbarang, perangkat-perangkat dan/atau
produk-produk telekomunikasi tersebut;
d.
Trading telecommunication goods,
equipment and/or products, including
but not limited to import of such
telecommunication goods, equipment
and/or products;
-889
General
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
1.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Umum (Lanjutan)
a.
Pendirian
(Lanjutan)
1.
dan
Informasi
Umum
General (Continued)
a.
Establishment and General Information
(Continued)
e.
Mendistribusikan
dan
menjual
barang-barang, perangkat-perangkat
dan/atau
produk-produk
telekomunikasi;
e.
Distribute and sell telecommunication
goods, equipment and/or products;
f.
Menyediakan layanan purna jual atas
barang-barang, perangkat-perangkat
dan/atau
produk-produk
telekomunikasi.
f.
Provide after sales services for
telecommunication goods, equipment
and/or products.
Pada tanggal 4 Maret 2003, Perusahaan
memperoleh persetujuan dari Kepala
Badan
Koordinasi
Penanaman
Modal
(BKPM)
melalui
suratnya
No. 21/V/PMA/2003 mengenai perubahan
status Perusahaan dari Perusahaan Non
Penanaman Modal Asing/ Penanaman
Modal Dalam Negeri menjadi Perusahaan
Penanaman Modal Asing (PMA).
On March 4, 2003, the Company obtained
the approval from the Chairman of the
Capital Investment Coordinating Board
(BKPM) in his Letter No. 21/V/PMA/2003
with regard to the change of the Company’s
legal status from Domestic Capital
Investment Company to become a Foreign
Capital Investment Company.
Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan
kantor pusat beralamat di Menara Kebon
Sirih Lt. 18, Jl. Kebon Sirih Kav. 17 - 19,
Jakarta
10340.
Perusahaan
mulai
beroperasi secara komersial pada tanggal
8 Desember 2003.
The Company is domiciled in Jakarta and
its head office is located at the 18th Floor
of Menara Kebon Sirih, Jl. Kebon Sirih
No. 17 - 19 Jakarta 10340. The Company
started its commercial operations on
December 8, 2003.
Sebelumnya Perusahaan telah memiliki
perangkat teknologi CDMA 2000 1X dan
CDMA 2000 1X EVDO serta memperoleh
Izin Penyelenggaraan Jasa Teleponi Dasar
berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Perhubungan No. KP.309 Tahun 2003
tanggal 23 Oktober 2003, dimana
Perusahaan dapat menyelenggarakan jasa
teleponi dasar melalui jaringan bergerak
selular
milik
PT Komunikasi
Selular
Indonesia (Komselindo) dan PT Metro
Selular Nusantara (Metrosel). Komselindo,
Metrosel dan PT Telekomindo Selular Raya
(Telesera)
memperoleh
izin
Penyelenggaraan
Jaringan
Bergerak
Selular dengan menggunakan teknologi
CDMA masing-masing berdasarkan (i)
Surat Keputusan Menteri Perhubungan
No.
KP.284
Tahun
2003
tanggal
5 September 2003, (ii) No. KP.282 Tahun
2003 tanggal 27 Agustus 2003 dan (iii)
Keputusan
Menteri
Komunikasi
dan
Informatika No. 82/KEP/M.KOMINFO/8/
2006 tanggal 25 Agustus 2006.
Previously the Company owned CDMA
2000 1X and CDMA 2000 1X EVDO
technology equipments and was granted
with Basic Telephony Operating License by
the Minister of Communication based on its
Decision Letter No. KP.309 Year 2003
dated October 23, 2003, whereby the
Company can operate basic telephony
services through mobile cellular network
owned by PT Komunikasi Selular Indonesia
(Komselindo)
and
PT Metro
Selular
Nusantara
(Metrosel).
Komselindo,
Metrosel and PT Telekomindo Selular Raya
(Telesera) each were granted with mobile
cellular network operating license using the
Code Division Multiple Access (CDMA)
technology based on (i) the Ministry of
Transportation
Decision
Letter
No. KP.284/2003 dated September 5,
2003, (ii) the Ministry of Transportation
Decision Letter No. KP.282/2003 dated
August 27, 2003 and (iii) the Ministry
of
Communication
and
Information
Technology
Decree
No. 82/KEP/M.KOMINFO/8/2006 dated
August 25, 2006.
-990
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
1.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Umum (Lanjutan)
a.
Pendirian
(Lanjutan)
1.
dan
Informasi
Umum
a.
Establishment and General Information
(Continued)
Dengan mengakuisisi Komselindo, Metrosel
dan Telesera, Perusahaan dapat menjadi
penyelenggara
jasa
telekomunikasi
nasional.
By acquiring Komselindo, Metrosel and
Telesera,
the
Company
became
a nationwide telecommunication service
provider.
Sebelum memperoleh izin-izin di atas,
Komselindo, Metrosel dan Telesera (anak
perusahaan)
telah
memperoleh
izin
penyelenggaraan jasa bergerak selular
dengan menggunakan teknologi AMPS
masing-masing berdasarkan (i) Surat
Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan
Telekomunikasi No. KM.84/HK.501/MPPT95 tanggal 22 November 1995, (ii) Surat
Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan
Telekomunikasi No. PT102/6/22/MPPT-96
tanggal
1
November
1996
dan
No.
KM.22/PT102/MPPT-97
tanggal
30 Januari 1997 dan (iii) Surat Keputusan
Menteri
Pariwisata,
Pos
dan
Telekomunikasi No. KM.81/PT102/MPPT97
tanggal
8
Juli
1997.
Izin
penyelenggaraan jasa bergerak selular
dengan menggunakan teknologi AMPS
berakhir setelah masing-masing anak
perusahaan
memperoleh
izin
penyelenggaraan jasa bergerak selular
dengan menggunakan teknologi CDMA.
Before being granted with the above
licenses,
Komselindo,
Metrosel and
Telesera were granted with mobile cellular
network
operating
license
using
the Advanced Mobile Phone System
(AMPS) technology by Minister of Tourism,
Post and Telecommunication based
on
its
(i)
Decision
Letter
No.
KM.84/HK.501/MPPT-95
dated
November 22, 1995, (ii) Decision
Letters No. PT102/6/22/MPPT-96 dated
November
1,
1996
and
No.
KM.22/PT102/MPPT-97
dated
January 30, 1997, and (iii) Decision Letter
No.
KM.81/PT102/MPPT-97
dated
July 8, 1997, respectively. The mobile
cellular network operating license using the
AMPS technology was terminated after
each of the subsidiaries received the
license to provide mobile cellular network
services using the CDMA technology.
Melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal
Pos
dan
Telekomunikasi
No.258/Dirjen/2005 tanggal 5 Oktober
2005,
Perusahaan
memperoleh
izin
penyelenggaraan jasa Internet Teleponi
untuk Keperluan Publik (ITKP)
Based on the Decision Letter of General
Director of Post and Telecommunication
No. 258/Dirjen/2005 dated October 5,
2005, the Company obtained license of
Telephony Internet for Public Services
(ITKP).
Berdasarkan Surat Menteri Komunikasi dan
Informatika
Republik
Indonesia,
No. 459/M.KOMINFO/XII/2006
tanggal
15 Desember
2006,
Pemerintah
mendukung rencana penggabungan usaha
(merger) Metrosel, Komselindo, dan
Telesera (anak perusahaan) ke dalam
Perusahaan. Selama proses merger,
Perusahaan dan anak perusahaan dapat
tetap menjalankan usaha dengan tetap
tunduk kepada hak dan kewajiban yang
terdapat dalam izin penyelenggaraan
masing-masing perusahaan.
Based
on
the
Decision
Letter
No. 459/M.KOMINFO/XII/2006 of the
Minister of Communication and Information
Technology of the Republic of Indonesia
(MoCIT), dated December 15, 2006 the
Government supported the Company’s
merger plan of Metrosel, Komselindo, and
Telesera (the subsidiaries) into the
Company. During the merger process, the
Company and its subsidiaries continued to
conduct
their
normal
business
in
accordance with the rights and obligations
under their respective licenses.
- 10 91
General (Continued)
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
1.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Umum (Lanjutan)
a.
b.
Pendirian
(Lanjutan)
1.
dan
Informasi
Umum
General (Continued)
a.
Establishment and General Information
(Continued)
Setelah
Perusahaan
memperoleh
persetujuan atas perubahan Anggaran
Dasar
Perusahaan
dalam
rangka
penggabungan
usaha
(merger)
dari
Departemen Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia, Perusahaan
memperoleh
Izin
Penyelenggaraan
Jaringan Bergerak Seluler yang meliputi
seluruh wilayah Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan
Informatika
No. 293/KEP/M.KOMINFO/6/
2007 tanggal 15 Juni 2007. Dengan
diberikannya izin penyelenggaraan jaringan
bergerak
selular
ini
maka
izin
penyelenggaraan jaringan bergerak selular
dan izin penyelenggaraan jasa teleponi
dasar yang sebelumnya diberikan kepada
Perusahaan dan anak perusahaan tidak
berlaku lagi.
After the Company obtained the approval
upon the changes of the Company’s Article
of Association with regard to such merger
from the Department of Law and Human
Rights of the Republic of Indonesia,
the Company was granted with a Mobile
Cellular
Network
Operating
License
with Nationwide Coverage by MoCIT based
on
its
Decision
Letter
No. 293/KEP/M.KOMINFO/6/2007 dated
June 15, 2007. After granted with the
mobile cellular network operating license,
then, the mobile cellular operating license
and basic telephony service operating
license which were previously granted to
the Company and its subsidiaries were
terminated.
Selain izin tersebut di atas, Perusahaan
juga memperoleh Izin Penyelenggaraan
Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel Dengan
Mobilitas Terbatas berdasarkan Surat
Keputusan
Menteri
Komunikasi
dan
Informatika No. 510/KEP/M.KOMINFO/12/
2007, pada tanggal 7 Desember 2007.
Besides the abovementioned licenses, the
Company also granted with Local Fixed
Wireless Network Services with Limited
Mobility License by MoCIT based
on
its
Decision
Letter
No. 510/KEP/M.KOMINFO/12/2007 dated
December 7, 2007.
Penawaran Umum Perdana Saham dan
Hutang Obligasi
b.
Initial Public Offering of Shares and
Bonds
Penawaran Saham
Shares Offering
Pada tanggal 15 November 2006,
Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan
Efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar
Modal
dan
Lembaga
Keuangan
(BAPEPAM-LK)
dengan
Suratnya
No. S-2777/BL/2006 untuk melakukan
penawaran umum perdana 3.900.000.000
saham Perusahaan kepada masyarakat
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
dan
harga
penawaran
sebesar
Rp 225 per saham. Pada tanggal
29 November
2006,
seluruh
saham
tersebut telah dicatat di Bursa Efek
Indonesia.
On November 15, 2006, the Company
obtained an Effective Notice from the
Chairman of the Capital Market and
Financial Institution Supervisory Agency
(BAPEPAM-LK)
in
his
Letter
No. S-2777/BL/2006 for the Company’s
initial public offering of 3,900,000,000
shares with Rp 100 par value per share,
at an offering price of Rp 225 per share.
On November 29, 2006, all of these shares
were listed in the Indonesia Stock
Exchange.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
seluruh saham Perusahaan masing-masing
sejumlah 33.033.656.327 saham dan
20.235.872.427 saham telah tercatat
di Bursa Efek Indonesia.
As of December 31, 2009 and 2008, all of
the Companys’ outstanding shares of
33,033,656,327
and
20,235,872,427
respectively, were listed in Indonesia Stock
Exchange.
- 11 92
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
1.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Umum (Lanjutan)
b.
c.
1.
Penawaran Umum Perdana Saham dan
Hutang Obligasi (Lanjutan)
b.
Initial Public Offering of Shares and
Bonds (Continued)
Penawaran Obligasi
Bonds Offering
Pada tanggal 2 Maret 2007, Perusahaan
memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari
Ketua BAPEPAM-LK dengan Suratnya
No. S-980/BL/2007 untuk melakukan
penawaran umum “Obligasi I Mobile-8
Telecom Tahun 2007 Dengan Tingkat
Bunga Tetap” (Obligasi) dengan nilai
nominal maksimum sebesar Rp 675 miliar
pada tingkat bunga tetap 12,375%
per tahun yang jatuh tempo pada tanggal
15 Maret 2012. Pada tanggal 16 Maret
2007, Obligasi ini tercatat di Bursa Efek
Indonesia.
On March 2, 2007, the Company obtained
an Effective Notice from the Chairman of
the
BAPEPAM-LK
in
his
Letter
No. S-980/BL/2007 for the Company’s
public offering of “Mobile-8 Telecom Bond I
Year 2007 With Fixed Interest Rate”
(the Bonds) with a maximum nominal value
of Rp 675 billion at 12.375% fixed interest
rate per annum which will be due on
March 15, 2012. On March 16, 2007, the
bonds were listed in the Indonesia Stock
Exchange.
Anak Perusahaan
c.
Subsidiary
Pendirian Anak Perusahaan
Establishment of a Subsidiary
Pada tanggal 18 Juli 2007, Perusahaan
mendirikan Mobile-8 Telecom Finance
Company B.V. (Mobile-8 B.V.), suatu
perseroan
terbatas
yang
didirikan
berdasarkan
hukum
yang
berlaku
di Belanda dengan modal dasar sebesar
EUR 90.000 yang terbagi atas 900 lembar
saham dengan nilai nominal EUR 100
per lembar. Dari modal dasar tersebut telah
ditempatkan dan disetor penuh sebesar
EUR 18.000 oleh Perusahaan.
On July 18, 2007, the Company
established Mobile-8 Telecom Finance
Company B.V. (Mobile-8 B.V.), a private
limited liability Company under the laws of
The Netherlands with authorized capital
stock of EUR 90,000 which is divided into
900 shares at EUR 100 par value
per share. Mobile-8 B.V. had issued and
paid-up capital of EUR 18,000 which was
paid up by the Company.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
Mobile-8 B.V. mempunyai jumlah aset
masing-masing sebesar US$ 116.500.419
atau setara dengan Rp 1.095.103.938.600
dan US$ 105.044.757 atau setara
Rp 1.150.240.089.150.
As of December 31, 2009 and 2008,
Mobile-8 B.V. has total assets of
US$ 116,500,419 or equivalent to
Rp
1,095,103,938,600
and
US$
105,044,757
or
equivalent
Rp 1,150,240,089,150, respectively.
Penawaran Umum Perdana Obligasi Anak
Perusahaan
Initial Bonds Offering of a Subsidiary
Pada tanggal 15 Agustus 2007, Mobile-8
B.V. menerbitkan 11,25% Guaranteed
Senior
Notes
(Notes)
sebesar
US$ 100 juta, jatuh tempo pada tanggal
1 Maret 2013. Bunga Notes terhutang
tengah tahunan setiap tanggal 1 Maret dan
1 September, dimulai sejak 1 Maret 2008.
Notes ini tercatat di Bursa Efek Singapura.
On August 15, 2007, Mobile-8 B.V. issued
11.25%
Guaranteed
Senior
Notes
(the Notes) amounting to US$ 100 million,
due on March 1, 2013. Interest of the Notes
will be payable semi-annually in arrears on
March 1 and September 1 of each year,
commencing on March 1, 2008. The Notes
were listed in the Singapore Stock
Exchange.
- 12 93
General (Continued)
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
1.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Umum (Lanjutan)
d.
1.
Karyawan, Direktur dan Komisaris
General (Continued)
d.
Employee,
Commissioners
Directors
and
At December 31, 2009, based on
a resolution on Stockholders’ Meeting
dated November 11, 2009, as documented
in
Notarial
Deed
No.
43
dated
November 11, 2009, of Sutjipto S.H., M.Kn,
public notary in Jakarta, the Company’s
management consists of the following:
Pada tanggal 31 Desember 2009,
berdasarkan rapat umum pemegang saham
tanggal
11
November
2009
yang
didokumentasikan pada akta No. 43
tanggal 11 November 2009 dari Sutjipto,
S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, susunan
pengurus Perusahaan adalah sebagai
berikut:
Presiden Komisaris
Wakil Presiden Komisaris
Komisaris Independen
:
:
:
Henry Cratein Suryanaga
Sarwono Kusumaatmadja
Reynold M. Batubara
:
:
:
President Commissioner
Vice President Commissioner
Independent Commissioner
Presiden Direktur
Direktur
:
:
Merza Fachyz
Anthony C.Kartawiria
Beydra Jendi
Agus Heryanto Lukas
Yopie Wijaya
:
:
President Director
Directors
At December 31, 2009, based on the
Circular Decision of the Board of
Commissioners of the Company dated July
13, 2009, the composition of audit
committee is as follows:
Pada tanggal 31 Desember 2009,
berdasarkan
Keputusan
Komisaris
Perusahaan tanggal 13 Juli 2009, susunan
Komite Audit Perusahaan adalah sebagai
berikut:
Ketua
Anggota
:
:
Reynold M. Batubara
Wahjudi Prakarsa
Andreas Bahana
:
:
:
Chairman
Members
Jumlah karyawan Perusahaan, termasuk
karyawan kontrak (tidak diaudit) adalah
777 orang pada tahun 2009 dan 865 orang
pada tahun 2008.
The Company has a total number of
employees,
including
non-permanent
employees, (unaudited) of 777 in 2009 and
865 in 2008.
Jumlah gaji dan tunjangan yang dibayar
atau diakru untuk Komisaris dan Direksi
Perusahaan untuk tahun-tahun yang
berakhir 31 Desember 2009 dan 2008
masing-masing sebesar Rp 6.787.479.138
dan Rp 9.421.326.538.
Total aggregate salaries and benefits paid
and accrued by the Company to all
commissioners and directors in 2009 and
2008 amounted to Rp 6,787,479,138 and
Rp 9,421,326,538, respectively.
Dewan Direksi telah menyelesaikan laporan
keuangan konsolidasi PT Mobile-8 Telecom
Tbk dan anak perusahaan pada tanggal 29
Maret 2010 dan bertanggung jawab atas
laporan keuangan konsolidasi tersebut.
The Board of Directors had completed the
consolidated financial statements of
PT Mobile-8 Telecom Tbk and its
subsidiary on March 29, 2010 and was
responsible for the consolidated financial
statements.
- 13 94
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting
a.
2.
Penyusunan dan Pengukuran Laporan
Keuangan Konsolidasi
a.
and
Consolidated
Financial
Statements
Preparation and Measurement
Laporan keuangan konsolidasi disusun
dengan menggunakan prinsip dan praktek
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia,
yakni Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) dan Peraturan Badan
Pengawas
Pasar
Modal
(Bapepam)
(sekarang Bapepam dan LK).
The consolidated financial statements have
been
prepared
using
accounting
principles and reporting practices generally
accepted in Indonesia such as the
Statements
of
Financial
Accounting
Standards (PSAK) and the regulations of
the Capital Market Supervisory Agency
(Bapepam) (currently Bapepam-LK). Such
consolidated financial statements are an
English translation of the Company and its
subsidiary’s statutory report in Indonesia,
and are not intended to present the
financial position, results of operations,
changes in equity and cash flows in
accordance with accounting principles and
reporting practices generally accepted in
other countries and jurisdictions.
Dasar pengukuran laporan keuangan
konsolidasi ini adalah konsep biaya
perolehan
(historical
cost),
kecuali
beberapa
akun
tertentu
disusun
berdasarkan
pengukuran
lain,
sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan keuangan konsolidasi ini disusun
dengan metode akrual, kecuali laporan
arus kas.
The measurement basis used is the
historical cost, except for certain accounts
which are measured on the basis described
in the related accounting policies. The
consolidated financial statements, except
for the consolidated statements of cash
flows, are prepared under the accrual basis
of accounting.
Laporan arus kas konsolidasi disusun
dengan menggunakan metode langsung
dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The consolidated statements of cash flows
are prepared using the direct method with
classifications of cash flows into operating,
investing and financing activities.
Mata uang pelaporan yang digunakan
dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasi adalah mata uang Rupiah (Rp).
The reporting currency used in the
preparation of the consolidated financial
statements is the Indonesian Rupiah
(Rupiah).
- 14 95
Summary of Significant Accounting
Financial Reporting Policies
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
b.
2.
Prinsip Konsolidasi
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
b.
Principles of Consolidation
Laporan keuangan konsolidasi meliputi
laporan keuangan Perusahaan dan anak
perusahaan yang dikendalikannya, dimana
Perusahaan memiliki lebih dari 50%, baik
langsung maupun tidak langsung, hak
suara di anak perusahaan dan dapat
menentukan kebijakan keuangan dan
operasi dari anak perusahaan untuk
memperoleh keuntungan dari aktivitas anak
perusahaan
tersebut.
Sebuah
anak
perusahaan tidak dikonsolidasikan apabila
sifat pengendaliannya adalah sementara
karena anak perusahaan tersebut diperoleh
dengan tujuan akan dijual kembali dalam
waktu dekat; atau jika ada pembatasan
jangka panjang yang mempengaruhi
kemampuan anak perusahaan untuk
memindahkan dananya ke Perusahaan.
The consolidated financial statements
include the financial statements of the
Company and its subsidiary, wherein the
Company has direct or indirect ownership
interest of more than 50% of the voting
rights of the subsidiary’s capital stock and
is able to govern the financial and operating
policies of an enterprise so as to benefit
from its activities. A subsidiary is excluded
from consolidation when the control in such
subsidiary is intended to be temporary
because the subsidiary is acquired and
held exclusively with a view to its
subsequent disposal in the near future; or
when the subsidiary operates under longterm restrictions which significantly impair
its ability to transfer funds to the Parent
Company.
Dalam hal pengendalian terhadap anak
perusahaan dimulai atau diakhiri suatu
periode tertentu, maka hasil usaha anak
perusahaan yang diperhitungkan ke dalam
laporan keuangan konsolidasi hanya
sebatas hasil pada saat pengendalian
tersebut mulai diperoleh hingga saat
pengendalian atas anak perusahaan itu
berakhir.
When an entity either began or ceased to
be controlled during the year, the results of
the operations of that entity are included in
the consolidated financial statements only
from the date that the control commenced
up to the date that the control ceased.
Saldo dan transaksi termasuk keuntungan
atau kerugian yang belum direalisasi atas
transaksi antar perusahaan dieliminasi
untuk mencerminkan posisi keuangan dan
hasil usaha Perusahaan dan anak
perusahaan sebagai satu kesatuan usaha.
Intercompany balances and transactions,
including unrealized gains or losses on
intercompany transactions, are eliminated
to reflect the financial position and the
results of operations of the Company and
its subsidiary as one business entity.
Laporan keuangan konsolidasi disusun
dengan menggunakan kebijakan akuntansi
yang sama untuk peristiwa dan transaksi
sejenis dalam kondisi yang sama. Apabila
anak perusahaan menggunakan kebijakan
akuntansi yang berbeda dari kebijakan
akuntansi yang digunakan dalam laporan
keuangan konsolidasi, maka dilakukan
penyesuaian yang diperlukan terhadap
laporan keuangan anak perusahaan
tersebut.
The consolidated financial statements are
prepared using uniform accounting policy
for like transactions and events in similar
circumstances. If a subsidiary’s financial
statements uses accounting policies other
than those adopted in the consolidated
financial statements, appropriate adjustments
are made to its financial statements.
Selisih antara harga perolehan dan nilai
buku atas transaksi resturukturisasi antara
entitas sepengendali dicatat dalam akun
“selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali” dan disajikan dalam unsur
ekuitas.
Any difference between the transfer or
acquisition price and book value of
restructuring transaction among entities
under common control are recorded in the
account “Difference in value of restructuring
transactions among entities under common
control” presented as a component of
equity.
- 15 96
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
b.
2.
Prinsip Konsolidasi (Lanjutan)
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
b.
The balance of “Difference in value of
restructuring transactions among entities
under common control” account is taken to
the consolidated statements of operations
as realized gain or loss as a result of (1)
lost of under common control substance,
and (2) transfer of the assets, liabilities,
equity or other ownership instruments to
another party who is not under common
control. On the other hand, when there are
reciprocal transactions between entities
under common control, the existing balance
is set off with the new transaction, hence
creating a new balance for this account.
Saldo akun “selisih nilai transaksi
restrukturisasi entitas sepengendali” diakui
dalam laporan rugi laba konsolidasi
sebagai keuntungan atau kerugian yang
direalisasi akibat dari (1) hilangnya unsur
sepengendali, dan (2) pengalihan aset,
kewajiban, ekuitas atau efek kepemilikan
lainnya kepada pihak yang bukan
sepengendali. Jika terdapat transaksi
resiprokal antara entitas sepengendali,
saldo tercatat akan saling hapus dengan
transaksi baru, sehingga menimbulkan
saldo yang baru dalam akun tersebut.
c.
d.
c.
Transaksi Dan Saldo Dalam Mata Uang
Asing
Foreign Currency
Balances
Transactions
and
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan
dalam mata uang asing dicatat dengan kurs
yang berlaku pada saat terjadinya
transaksi. Pada tanggal neraca, aset dan
kewajiban moneter dalam mata uang asing
disesuaikan untuk mencerminkan kurs
yang berlaku pada tanggal tersebut sesuai
yang diterbitkan oleh Bank Indonesia.
Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul
dikreditkan atau dibebankan dalam laporan
laba rugi tahun yang bersangkutan.
Transactions during the year involving
foreign currencies are recorded at the rates
of exchange prevailing at the time the
transactions are made. At balance sheet
date, monetary assets and liabilities
denominated in foreign currencies are
adjusted to reflect the rates of exchange
prevailing at that date as published by
Bank Indonesia. The resulting gains or
losses are credited or charged to current
operations.
Pembukuan anak perusahaan diluar negeri
yang kegiatan usahanya merupakan bagian
integral dari kegiatan usaha Perusahaan
dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah
dengan menggunakan prosedur yang
sama.
The books of accounts of the foreign
subsididary which is an integral part of the
Company’s operations are translated to
Indonesian Rupiah using the same
procedures.
Transaksi Hubungan Istimewa
d.
Transactions with Related Parties
Pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa adalah:
Related parties consist of the following:
1)
perusahaan baik langsung maupun
melalui satu atau lebih perantara,
mengendalikan, atau dikendalikan
oleh,
atau
berada
di
bawah
pengendalian
bersama,
dengan
Perusahaan
(termasuk
holding
companies, subsidiaries dan fellow
subsidiaries);
1)
companies that through one or more
intermediaries,
control,
or
are
controlled by, or are under common
control with, the Company (including
holding companies, subsidiaries and
fellow subsidiaries);
2)
perusahaan asosiasi;
2)
associated companies;
- 16 97
Principles of Consolidation (Continued)
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
d.
Transaksi
(Lanjutan)
Hubungan
2.
Istimewa
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
d.
Transactions
(Continued)
with
Related
Parties
3)
perorangan yang memiliki, baik
secara langsung maupun tidak
langsung, suatu kepentingan hak
suara
di
Perusahaan
yang
berpengaruh secara signifikan, dan
anggota
keluarga
dekat
dari
perorangan
tersebut
(yang
dimaksudkan
dengan
anggota
keluarga dekat adalah mereka yang
dapat diharapkan mempengaruhi atau
dipengaruhi
perorangan
tersebut
dalam
transaksinya
dengan
Perusahaan);
3)
individuals
owning,
directly
or
indirectly, an interest in the voting
power of the Company that gives
them significant influence over the
Company, and close family members
such
individuals
(close
family
members are those who can influence
or can be influenced by such
individuals in their transactions with
the Company);
4)
karyawan kunci, yaitu orang-orang
yang mempunyai wewenang dan
tanggung jawab untuk merencanakan,
memimpin
dan
mengendalikan
kegiatan Perusahaan, yang meliputi
anggota dewan komisaris, direksi dan
manajer dari Perusahaan serta
anggota keluarga dekat orang-orang
tersebut; dan
4)
key management personnel who have
the authority and responsibility for
planning, directing and controlling the
Company’s
activities,
including
commissioners,
directors
and
managers of the Company and close
family members of such individual;
and
5)
perusahaan
di
mana
suatu
kepentingan substansial dalam hak
suara dimiliki baik secara langsung
maupun tidak langsung oleh setiap
orang yang diuraikan dalam butir (3)
atau (4), atau setiap orang tersebut
mempunyai pengaruh signifikan atas
perusahaan tersebut. Ini mencakup
perusahaan-perusahaan yang dimiliki
anggota dewan komisaris, direksi atau
pemegang
saham
utama
dari
Perusahaan
dan
perusahaanperusahaan yang mempunyai anggota
manajemen kunci yang sama dengan
Perusahaan.
5)
companies in which a substantial
interest in the voting power is owned,
directly or indirectly, by any person
described in (3) or (4), or over which
such a person is able to exercise
significant influence. These include
companies owned by commissioners,
directors or major stockholders of the
Company and companies which have
a
common
key
member
of
management as the Company.
All transactions with related parties,
whether or not made at similar terms and
conditions as those done with third parties,
are disclosed in the financial statements.
Semua transaksi dengan pihak hubungan
istimewa, baik yang dilakukan dengan atau
tidak dengan persyaratan dan kondisi yang
sama sebagaimana dilakukan dengan
pihak ketiga, diungkapkan dalam laporan
keuangan.
- 17 98
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
e.
2.
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
e.
Penggunaan Estimasi
The preparation of financial statements in
conformity with accounting principles
generally accepted in Indonesia requires
management to make estimates and
assumptions that affect the reported
amounts of assets and liabilities, and
disclosure of contingent assets and
liabilities at the date of the financial
statements, and the reported amounts of
revenues and expenses during the
reporting period. Actual results could be
different from these estimates.
Penyusunan laporan keuangan sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum
di
Indonesia
mengharuskan
manajemen membuat estimasi dan asumsi
yang mempengaruhi jumlah aset dan
kewajiban
yang
dilaporkan
dan
pengungkapan
aset
dan
kewajiban
kontinjensi pada tanggal laporan keuangan
serta jumlah pendapatan dan beban
selama periode pelaporan. Realisasi dapat
berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
f.
f.
Kas dan Setara Kas
Investasi
g.
h.
Piutang
Piutang dinyatakan sebesar nilai bersih
yang dapat direalisasikan setelah dikurangi
dengan penyisihan piutang ragu-ragu.
Piutang
yang
tidak
dapat
ditagih
dihapuskan.
i.
Accounts Receivables
Accounts receivable are stated at net
realizable value, after providing an
allowance for doubtful accounts. Accounts
receivable deemed uncollectible are written
off.
i.
Penyisihan Piutang Ragu-ragu
Allowance for Doubtful Accounts
Allowance for doubtful accounts is provided
based on a review of the status of the
individual receivable accounts at the end of
the year.
Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan
berdasarkan penelaahan terhadap masingmasing akun piutang pada akhir tahun.
- 18 99
Investments
Investment in funds handled by the fund
managers are stated at net asset value.
Unrealized gains or losses from increase or
decrease in net asset value of the funds
are recognized in the current operations.
Investment in promissory notes are stated
at nominal value plus accrued interest
receivable.
Investasi yang dikelola oleh manajer
investasi dinyatakan berdasarkan nilai aset
bersih. Laba atau rugi yang belum
direalisasi akibat kenaikan atau penurunan
nilai aset bersih disajikan dalam laporan
laba rugi tahun berjalan. Investasi dalam
surat tagih dinyatakan sebesar nilai
nominal ditambah dengan bunga yang akan
diterima.
h.
Cash and Cash Equivalents
Cash consist of cash on hand and in banks.
Cash equivalents consist of all unrestricted
investments with maturities of three months
or less from the date of placements.
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas
terdiri dari semua investasi yang jatuh
tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang
dari tanggal perolehannya dan yang tidak
dijaminkan
serta
tidak
dibatasi
penggunaannya.
g.
Use of Estimates
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
j.
2.
Persediaan
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
j.
Inventories are stated at cost or net
realizable value, whichever is lower. Net
realizable value is the estimated selling
price in the ordinary course of business
less the estimated cost necessary to make
the sale. Cost is determined by using
weighted average method. Allowance for
inventory obsolescence and decline in
value of the inventories are provided to
reduce the carrying value of inventories to
their net realizable values.
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya
atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih
rendah (the lower of cost and net realizable
value). Nilai realisasi bersih merupakan
estimasi harga jual dalam kondisi usaha
normal dikurangi estimasinya penyelesaian
dan biaya penjualan. Biaya persediaan
ditentukan berdasarkan metode rata-rata
tertimbang. Penyisihan persediaan usang
dan penyisihan penurunan nilai persediaan
dibentuk
untuk
menyesuaikan
nilai
persediaan ke nilai realisasi bersih.
k.
Biaya Dibayar Dimuka
k.
Prepaid Expenses
Prepaid expenses are amortized over their
beneficial periods using the straight-line
method.
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama
manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
l.
Inventories
Aset Tetap
l.
Property and Equipment
Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan
berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak
termasuk biaya perawatan sehari-hari,
dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Property and equipment, except land, are
carried at cost, excluding day-to-day
servicing, less accumulated depreciation
and any impairment in value. Land is not
depreciated and is stated at cost less any
impairment in value.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi
harga perolehan, termasuk bea impor dan
pajak pembelian yang tidak boleh
dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk
membawa aset ke lokasi dan kondisi yang
diinginkan
sesuai
dengan
tujuan
penggunaan yang ditetapkan.
The initial cost of property and equipment
consists of its purchase price, including
import duties and taxes and any directly
attributable costs in bringing the property
and equipment to its working condition and
location for its intended use.
- 19 100
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
l.
2.
Aset Tetap (Lanjutan)
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
l.
Property and Equipment (Continued)
Expenditures incurred after the property
and equipment have been put into
operations,
such
as
repairs
and
maintenance costs, are normally charged
to operations in the year such costs are
incurred. In situations where it can be
clearly demonstrated that the expenditures
have resulted in an increase in the future
economic benefits expected to be obtained
from the use of the property and equipment
beyond its originally assessed standard of
performance,
the
expenditures
are
capitalized as additional costs of property
and equipment. Depreciation are computed
on a straight-line basis over the property
and equipment’s useful lives as follows:
Beban-beban yang timbul setelah aset
tetap digunakan, seperti beban perbaikan
dan pemeliharaan, dibebankan ke laba rugi
konsolidasi pada saat terjadinya. Apabila
beban-beban
tersebut
menimbulkan
peningkatan manfaat ekonomis di masa
datang dari penggunaan aset tetap tersebut
yang dapat melebihi kinerja normalnya,
maka beban-beban tersebut dikapitalisasi
sebagai tambahan biaya perolehan aset
tetap. Penyusutan dihitung berdasarkan
metode garis lurus (straight-line method)
selama masa manfaat aset tetap sebagai
berikut:
Tahun/Years
Infrastruktur telekomunikasi
Peralatan telekomunikasi
Menara pemancar
Fasilitas dan perangkat listrik
Bangunan
Prasarana
Kendaraan
Peralatan kantor
Peralatan penunjang lainnya
5, 8, 10,15
8 - 20
8
20
2-8
4
4
4- 8
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali
dan dilakukan penurunan nilai apabila
terdapat peristiwa atau perubahan kondisi
tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat
tersebut
tidak
dapat
dipulihkan
sepenuhnya.
The carrying values of property and
equipment are reviewed for impairment
when events or changes in circumstances
indicate that the carrying values may not be
recoverable.
Dalam setiap inspeksi yang signifikan,
biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat
aset tetap sebagai suatu penggantian
apabila memenuhi kriteria pengakuan.
Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi
tersebut diamortisasi selama periode
sampai dengan saat inspeksi signifikan
berikutnya.
When each major inspection is performed,
its cost is recognized in the carrying
amount of the item of property and
equipment as a replacement if the
recognition criteria are satisfied.
Such
major inspection is capitalized and
amortized over the next major inspection
activity.
- 20 101
Telecommunication infrastructure
Telecommunication equipment
Relay towers
Electricity equipment and facility
Buildings
Improvements
Vehicles
Office equipment
Other supporting equipment
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
l.
m.
2.
Aset Tetap (Lanjutan)
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
l.
Property and Equipment (Continued)
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan
pengakuannya (derecognized) pada saat
dilepaskan atau tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan
dari penggunaan atau pelepasannya. Aset
tetap yang dijual atau dilepaskan,
dikeluarkan dari kelompok aset tetap
berikut
akumulasi
penyusutan
dan
amortisasi serta akumulasi penurunan nilai
yang terkait dengan aset tetap tersebut.
Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian
pengakuan
aset
tetap
ditentukan sebesar perbedaan antara
jumlah neto hasil pelepasan, jika ada,
dengan jumlah tercatat dari aset tetap
tersebut, dan diakui dalam laporan laba
rugi konsolidasi pada tahun terjadinya
penghentian pengakuan.
An item of property and equipment is
derecognized upon disposal or when no
future economic benefits are expected from
its use or disposal. When assets are sold
or retired, the cost and related accumulated
depreciation and any impairment loss are
eliminated from the accounts. Any gain or
loss arising from derecognition of property
and equipment (calculated as the
difference between the net disposal
proceeds, if any, and the carrying amount
of the item) is included in the consolidated
statement of operations in the year the item
is derecognized.
Nilai residu, umur manfaat, serta metode
penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan
dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah
berbeda dengan estimasi sebelumnya.
The asset’s residual values, useful lives
and depreciation method are reviewed and
adjusted if appropriate, at each financial
year end.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan
sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan
tersebut termasuk biaya pinjaman yang
terjadi selama masa pembangunan yang
timbul dari hutang yang digunakan untuk
pembangunan aset tersebut. Akumulasi
biaya perolehan akan dipindahkan ke
masing-masing
aset
tetap
yang
bersangkutan pada saat selesai dan siap
digunakan.
Construction in progress is stated at cost,
which includes borrowing costs during
construction on debts incurred to finance
the construction. Construction in progress
is transferred to the respective property and
equipment account when completed and
ready for use.
Sewa
m.
Leases
Finance leases, which transfer to the
Company substantially all the risks and
benefits incidental to ownership of the
leased item, are capitalized at the inception
of the lease at the fair value of the leased
property or, if lower, at the present value of
the minimum lease payments. Lease
payments are apportioned between the
finance charges and reduction of the lease
liability so as to achieve a constant rate of
interest on the remaining balance of the
liability.
Finance charges are charged
directly against income.
Sewa pembiayaan, yang mengalihkan
secara substansial seluruh risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan
suatu aset kepada Perusahaan/anak
perusahaan, dikapitalisasi pada awal sewa
sebesar nilai wajar aset sewaan atau
sebesar nilai kini dari pembayaran sewa
minimum, jika nilai kini lebih rendah dari
nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan
antara bagian yang merupakan beban
keuangan dan bagian yang merupakan
pelunasan
kewajiban
sehingga
menghasilkan suatu tingkat suku bunga
periodik
yang
konstan
atas
saldo
kewajiban. Beban keuangan dibebankan ke
laba rugi konsolidasi tahun berjalan.
- 21 102
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
m.
n.
2.
Sewa (Lanjutan)
m.
Leases (Continued)
Aset sewaan disusutkan secara penuh
selama jangka waktu yang lebih pendek
antara periode masa sewa dan umur
manfaatnya, jika tidak ada kepastian yang
memadai
bahwa
Perusahaan
akan
mendapatkan hak kepemilikan pada akhir
masa sewa.
Capitalized leased assets are depreciated
over the shorter of the estimated useful life
of the leased asset if there is no reasonable
certainty that the Company will obtain
ownership by the end of the lease term.
Otherwise, it is depreciated over the shorter
of the lease term and its useful life.
Pembayaran sewa dalam sewa operasi
diakui sebagai beban dalam laporan laba
rugi konsolidasi dengan dasar garis lurus
(straight-line basis) selama masa sewa.
Operating lease payments are recognized
as an expense in the consolidated
statements of operations on a straight- line
basis over the lease term.
Goodwill
Lainnya
dan
Aset
Tidak
Berwujud
n.
Goodwill and Other Intangible Asset
Goodwill positif merupakan selisih lebih
antara biaya perolehan dan bagian atas
nilai wajar aset dan kewajiban anak
perusahaan yang dapat diidentifikasi.
Goodwill positif diakui sebagai aset dan
diamortisasi secara garis lurus selama
dua puluh (20) tahun. Perusahaan
menetapkan masa manfaat goodwill positif
berdasarkan manfaat ekonomis yang
diperoleh dari akuisisi anak perusahaan
yang memiliki izin jaringan telekomunikasi.
Dengan akuisisi tersebut, Perusahaan
memperoleh manfaat ekonomis sebagai
penyelenggara telekomunikasi meliputi
seluruh wilayah Indonesia.
Positive goodwill represents the excess of
the cost of acquisition over the Company’s
interest in the fair value of the identifiable
assets and liabilities of a subsidiary.
Positive goodwill is recognized as an asset
and amortized using the straight-line
method over twenty (20) years. The
Company determined the useful life of
goodwill based on the economic benefits
obtained from acquisition of subsidiaries
with telecommunication network licenses,
which entitles the Company as a
nationwide
telecommunication
service
provider in Indonesia.
Goodwill negatif merupakan selisih lebih
antara bagian Perusahaan atas nilai wajar
aset
dan
kewajiban
yang
dapat
diidentifikasi dengan biaya perolehan anak
peusahaan, setelah pengurang nilai wajar
aset non-moneter yang diperoleh. Goodwill
negatif diperlakukan sebagai penghasilan
ditangguhkan
dan
diakui
sebagai
penghasilan dengan menggunakan metode
garis lurus selama dua puluh (20) tahun.
Negative goodwill represents the excess of
the Company’s interest in fair value of the
identifiable assets and liabilities over the
cost of acquisition of a subsidiary, after
reducing the fair value of non-monetary
assets acquired. Negative goodwill is
treated as deferred income and recognized
as income using the straight-line method
over twenty (20) years.
Aset tidak berwujud terdiri dari piranti lunak
komputer
dinyatakan
dalam
biaya
perolehan dalam biaya perolehan dikurangi
akumulasi amortisasi dan penurunan nilai,
jika ada. Aset tidak berwujud diamortisasi
dengan menggunakan metode garis lurus
selama delapan (8) tahun.
Intangible asset consists of computer
software is stated at cost less accumulated
amortization and any impairment in value.
Intangible asset is amortized using the
straight-line method over eight (8) years.
Perusahaan
menelaah
nilai
tercatat
goodwill dan aset tidak berwujud lainnya
pada saat terdapat peristiwa atau keadaan
yang
menunjukkan
bahwa
nilainya
menurun. Kerugian penurunan nilai diakui
sebagai beban usaha tahun berjalan.
The Company reviews the carrying amount
of goodwill and other intangible asset
whenever events or circumstances indicate
that its value is impaired. Impairment loss is
recognized as a charge to current
operations.
- 22 103
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
o.
2.
Beban Tangguhan
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
o.
Direct cost incurred in relation to the
subscriber acquisition program is deferred
and amortized based on the subscribers
churn rate, and not exceeding thirty six
months. Churn rate is reviewed periodically
to reflect actual churn rate of a subscriber
for the year, and additional impairment
losses, if any, are charged to current
operations.
Biaya langsung dalam rangka program
perolehan pelanggan dicatat sebagai
beban
tangguhan
dan
diamortisasi
berdasarkan tingkat penurunan pelanggan
dan tidak melebihi tiga pulah enam (36)
bulan. Tingkat penurunan pelanggan
ditelaah
secara
periodik
untuk
mencerminkan tingkat penurunan aktual
tahun berjalan, dan tambahan penurunan
nilai, jika ada, dibebankan pada tahun
berjalan.
p.
p.
Biaya Emisi Hutang
Biaya Emisi Saham
q.
Stock Issuance Costs
Stock issuance costs are presented as part
of additional paid-up capital and are not
amortized.
Biaya emisi saham disajikan sebagai
bagian dari tambahan modal disetor dan
tidak diamortisasi.
r.
Bonds Issuance Costs
Bonds issuance costs are deducted directly
from the proceeds of the related bonds to
determine the net proceeds. The difference
between the net proceeds and nominal
value is amortized using the straight-line
method over the term of the bonds.
Biaya
emisi
hutang
yang
timbul
sehubungan
dengan
penerbitan
obligasi/hutang dikurangkan dari hasil
penerbitan obligasi/hutang tersebut. Selisih
antara hasil emisi bersih dengan nilai
nominal diamortisasi dengan metode garis
lurus selama jangka waktu obligasi/hutang.
q.
Deferred Charges
Penurunan Nilai Aset
r.
Impairment of Assets
Manajemen menelaah ada atau tidaknya
indikasi penurunan nilai aset pada tanggal
neraca dan kemungkinan penyesuaian
ke nilai yang dapat diperoleh kembali
(recoverable amount) apabila terdapat
keadaan yang mengindikasikan penurunan
nilai aset tersebut.
An assessment by management of the
asset value is made at each balance sheet
date to determine whether there is any
indication of impairment of any asset and
possible write-down to its recoverable
amount whenever events or changes in
circumstances indicate that the asset value
may not be recoverable.
Nilai aset yang dapat diperoleh kembali
dihitung berdasarkan nilai pakai atau harga
jual neto, mana yang lebih tinggi.
An asset’s recoverable amount is
computed as the higher of the asset’s value
in use and its net selling price.
Kerugian penurunan nilai diakui jika nilai
tercatat aset melebihi nilai yang dapat
diperoleh kembali. Di lain pihak, pemulihan
penurunan nilai diakui apabila terdapat
indikasi bahwa penurunan nilai tersebut
tidak lagi terjadi.
An impairment loss is recognized only if the
carrying amount of an asset exceeds its
recoverable amount. On the other hand, a
reversal of an impairment loss is
recognized whenever there is an indication
that the asset is not impaired anymore.
Penurunan (pemulihan) nilai aset diakui
sebagai beban (pendapatan) pada laba rugi
konsolidasi tahun berjalan.
The amount of impairment loss (reversal of
impairment loss) is recognized in the
current year’s operations.
- 23 104
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
s.
2.
s.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Revenue and Expense Recognition
Pendapatan jasa prabayar terdiri dari
penjualan paket perdana dan penjualan
voucher pulsa isi ulang. Paket perdana
terdiri dari kartu Removable User
Identification Module (RUIM) dan pulsa.
Penjualan kartu RUIM diakui sebagai
pendapatan pada saat paket perdana
diserahkan kepada distributor, agen atau
pelanggan dan pulsa paket perdana dicatat
sebagai pendapatan diterima dimuka dan
diakui sebagai pendapatan pada saat jasa
diserahkan berdasarkan pulsa yang
digunakan oleh pelanggan.
Revenue from prepaid services consists of
sale of starter packs and pulse reload
vouchers. Starter packs consists of
Removable User Identification Module
(RUIM) card and preloaded pulse. Sale of
RUIM cards is recognized as revenue upon
delivery of the starter packs to distributors,
agents or customers and the preloaded
pulse is initially recorded as unearned
revenue
and
then
proportionately
recognized as revenue when the related
service is rendered based on usage of
pulse by customer.
Penjualan voucher pulsa isi ulang kepada
distributor, agen atau pelanggan dicatat
sebagai pendapatan diterima dimuka dan
diakui sebagai pendapatan pada saat jasa
diserahkan berdasarkan pulsa yang
digunakan oleh pelanggan atau pada saat
voucher tersebut kadaluarsa.
Sale of pulse reload vouchers to
distributors, agents and customers is
initially recorded as unearned revenue and
then recognized as revenue when the
related service is rendered based on usage
of pulse by customer or whenever the
unused stored value of the vouchers has
expired.
Pendapatan dari jasa pasca bayar diakui
pada saat jasa diserahkan kepada
pelanggan berdasarkan tarif yang berlaku
dan durasi hubungan telepon melalui
jaringan selular Perusahaan.
Revenue from postpaid services is
recognized when the services are rendered
to customers based on prevailing tariffs and
duration of successful phone calls and
other usage made through the Company’s
cellular network.
Pendapatan jasa bulanan (abonemen) dan
jasa
layanan
nilai
tambah
diakui
berdasarkan tagihan atas jasa yang
diberikan pada bulan tersebut.
Revenue from monthly service fee and
value added services are recognized based
on the monthly billings during the period.
Pendapatan dan beban interkoneksi yang
didasarkan pada perjanjian interkoneksi
dengan penyelenggara telekomunikasi
dalam negeri dan luar negeri, diakui pada
saat terjadinya.
Revenue from network interconnection and
interconnection charges which are based
on agreements with other domestic and
international telecommunications carriers,
are recognized as incurred.
Pendapatan penjualan modem dan telepon
selular diakui pada saat pengalihan barang
kepada
pelanggan.
Pendapatan
komunikasi data diakui berdasarkan
periode penggunaan dan biaya tetap
bulanan tergantung pada kesepakatan
dengan pelanggan.
Revenue from sales of wireless broadband
modems and cellular handsets are
recognized upon delivery to the customers.
Revenues from wireless broadband data
communications are recognized based on
the duration or usage or fixed monthly
charges depending on the arrangement
with the customers.
Pendapatan jasa lainnya diakui pada saat
jasa tersebut diberikan kepada pelanggan.
Revenues from other
recognized when the
rendered.
Beban diakui sesuai manfaatnya pada
tahun bersangkutan (accrual basis).
Expenses are recognized when incurred
(accrual basis).
- 24 105
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
services
services
are
are
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
t.
u.
2.
Biaya Pinjaman
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
t.
Borrowing Costs
Biaya pinjaman merupakan bunga dan
selisih kurs pinjaman yang diterima dalam
mata uang asing dan biaya lainnya
(amortisasi diskon/premium dari pinjaman
diterima) yang terjadi sehubungan dengan
peminjaman dana.
Borrowing costs are interest and exchange
difference on foreign currency denominated
borrowings and other costs (amortization of
discounts/premiums on borrowings, etc.)
incurred in connection with the borrowing of
funds.
Biaya pinjaman diakui sebagai beban pada
saat terjadinya biaya pinjaman tersebut,
kecuali biaya pinjaman yang secara
langsung dapat diatribusikan dengan
perolehan, konstruksi, atau produksi aset
tertentu dikapitalisasi sebagai bagian dari
biaya perolehan aset tertentu tersebut.
Borrowing costs should be recognized as
an expense in the period in which they are
incurred, except for those borrowing costs
which are directly attributable to the
acquisition, construction, or production of
qualifying assets which should be
capitalized as part of the acquisition cost of
the qualifying assets.
Apabila pinjaman hanya digunakan untuk
memperoleh suatu aset tertentu, maka
jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi
adalah seluruh biaya pinjaman yang timbul
selama peminjaman dana tersebut dikurangi
dengan pendapatan bunga yang diperoleh
dari investasi sementara atas dana pinjaman
diterima yang belum digunakan.
If the borrowing is specifically used for the
purpose of acquiring a qualifying asset, the
total
borrowing
costs
eligible
for
capitalization are all borrowing costs
incurred on that borrowing during the
period, less any interest earned from
temporary investment on the unused
borrowings.
Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan
apabila dalam suatu periode yang cukup
lama aktivitas perolehan, pembangunan
ataupun produksi ditangguhkan atau
ditunda, sedangkan kapitalisasi biaya
pinjaman tersebut diakhiri apabila aktivitas
untuk memperoleh, membangun atau
memproduksi aset tertentu sesuai dengan
tujuannya secara substansial telah selesai.
Capitalization of borrowing costs should be
suspended, if during extended periods the
active development or production of the
qualifying asset is interrupted, while
capitalization of borrowing costs should
cease when all the activities necessary to
acquire, build or produce the qualifying
asset for its intended use or sale are
substantially complete.
Imbalan Kerja
u.
Employment Benefits
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Short-term Employee Benefits
Imbalan kerja jangka pendek merupakan
upah, gaji, dan iuran jaminan sosial.
Imbalan kerja jangka pendek diakui
sebesar jumlah yang tak-terdiskonto
sebagai kewajiban pada neraca konsolidasi
setelah dikurangi dengan jumlah yang telah
dibayar dan sebagai beban pada laba rugi
konsolidasi tahun berjalan.
Short-term employee benefits are in form of
wages, salaries, and social security
(Jamsostek)
contribution.
Short-term
employee benefits are recognized at its
undiscounted amount as a liability after
deducting any amount already paid in the
consolidated balance sheets and as an
expense in the consolidated statements of
operations.
- 25 106
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
u.
v.
2.
Imbalan Kerja (Lanjutan)
u.
Employment Benefits (Continued)
Imbalan Pasca-Kerja
Post-employment Benefits
Imbalan pasca-kerja merupakan manfaat
pasti yang dibentuk tanpa pendanaan
khusus dan didasarkan pada masa kerja
dan jumlah penghasilan karyawan saat
pensiun. Metode penilaian aktuarial yang
digunakan untuk menentukan nilai kini
cadangan imbalan pasti, beban jasa kini
yang terkait dan beban jasa lalu adalah
metode Projected Unit Credit. Beban jasa
kini, beban bunga, beban jasa lalu yang
telah menjadi hak karyawan dan dampak
kurtailmen atau penyelesaian (jika ada)
diakui pada laba rugi konsolidasi tahun
berjalan. Beban jasa lalu dan keuntungan
atau kerugian aktuarial bagi karyawan yang
masih aktif bekerja diamortisasi selama
jangka waktu rata-rata sisa masa kerja
karyawan.
Post-employment benefits are an unfunded
defined-benefit plans which amounts are
determined based on years of service and
salaries of the employees at the time of
pension. The actuarial valuation method
used to determine the present value of
defined-benefit reserve, related current
service costs and past service costs is the
Projected Unit Credit.
Current service
costs, interest costs and vested past
service costs effects of curtailments and
settlements (if any) are charged directly to
current operations.
Past service costs
which are not yet vested and actuarial
gains or losses for working (active)
employees are amortized during the
employees’ average remaining years of
service, until the benefit become vested.
Cadangan imbalan pasti pasca-kerja
disajikan bersih sebesar nilai kini cadangan
imbalan pasti setelah memperhitungkan
keuntungan atau kerugian aktuarial yang
tidak diakui, beban jasa lalu yang belum
diakui.
Defined-benefit post-employment reserve is
presented at the present value of unfunded
defined-benefit reserve net of unrecognized
actuarial gains or losses and unrecognized
past service costs.
Pajak Penghasilan
v.
Income Tax
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan
laba kena pajak dalam tahun yang
bersangkutan yang dihitung berdasarkan
tarif pajak yang berlaku.
Current tax expense is determined based
on the taxable income for the year
computed using prevailing tax rates.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui
atas konsekuensi pajak periode mendatang
yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat
aset dan kewajiban menurut laporan
keuangan dengan dasar pengenaan pajak
aset dan kewajiban. Kewajiban pajak
tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak dan aset pajak
tangguhan
diakui
untuk
perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan dan
manfaat pajak dari saldo rugi fiskal yang
belum
digunakan
sepanjang
besar
kemungkinan timbulnya laba fiskal dan
besar kemungkinan perbedaan temporer
dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba
kena pajak pada masa yang akan datang.
Deferred tax assets and liabilities are
recognized for the future tax consequences
attributable to differences between the
financial statement carrying amounts of
existing assets and liabilities and their
respective tax bases. Deferred tax liabilities
are recognized for all taxable temporary
differences and deferred tax assets are
recognized for deductible temporary
differences and carryforward tax benefit of
unused fiscal losses to the extent that it is
probable that taxable income will be
available in future periods against which
the deductible temporary differences and
carryforward tax benefit of unused fiscal
losses can be utilized.
- 26 107
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
v.
w.
2.
Pajak Penghasilan (Lanjutan)
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
v.
Income Tax(Continued)
Pajak
tangguhan
diukur
dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku atau
secara substansial telah berlaku pada
tanggal
neraca.
Pajak
tangguhan
dibebankan atau dikreditkan dalam laporan
laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang
dibebankan atau dikreditkan langsung ke
ekuitas.
Deferred tax is calculated at the tax rates
that have been enacted or substantively
enacted by the balance sheet date.
Deferred tax is charged or credited in the
consolidated statements of operations,
except when it relates to items charged or
credited directly to equity, in which case the
deferred tax is also charged or credited
directly to equity.
Nilai tercatat aset pajak tangguhan ditinjau
kembali pada tanggal neraca dan nilai
tercatat tersebut diturunkan apabila laba
fiskal tidak mungkin memadai untuk
mengkompensasi sebagian atau semua
aset pajak tangguhan. Penurunan tersebut
harus disesuaikan kembali apabila besar
kemungkinan laba fiskal memadai untuk
kompensasi tersebut.
The carrying amount of a deferred tax asset
is reviewed at each balance sheet date and
is reduced to the extent that it is no longer
probable that sufficient taxable income will
be available to allow the benefit of part or
all of that deferred tax asset to be utilized.
Any such reduction is reversed to the
extent that it becomes probable that
sufficient taxable income would be
available.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan
disajikan di neraca, kecuali aset dan
kewajiban pajak tangguhan untuk entitas
yang berbeda, atas dasar kompensasi
sesuai dengan penyajian aset dan
kewajiban pajak kini.
Deferred tax assets and liabilities are offset
in the balance sheets, except if these are
for different legal entities, in the same
manner the current tax assets and liabilities
are presented.
Perubahan atas kewajiban pajak dicatat
ketika hasil pemeriksaan diterima atau, jika
banding diajukan oleh Perusahaan dan
anak perusahaan, ketika hasil banding
ditentukan.
Amendments to tax obligations are
recorded when an asessment is received
or, if appealed against by the Company and
subsidiary, when the result of the appeal
has been determined.
Laba (Rugi) Per Saham
w.
Earnings (Loss) Per Share
Laba (rugi) per saham dasar dihitung
dengan membagi laba bersih residual
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
yang
beredar
pada
tahun
yang
bersangkutan.
Basic earnings (loss) per share is
computed by dividing net income (loss) by
the weighted average number of shares
outstanding during the period.
Laba (rugi) per saham dilusian dihitung
dengan membagi laba (rugi) bersih residual
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
biasa yang telah disesuaikan dengan
dampak dari semua efek berpotensi saham
biasa yang dilutif.
Diluted earnings (loss) per share is
computed by dividing net income (loss) by
the weighted average number of shares
outstanding as adjusted for the effects of all
dilutive potential ordinary shares.
- 27 108
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
x.
y.
2.
Instrumen Keuangan Derivatif
x.
Derivative Financial Instruments
Perusahaan melakukan perjanjian Swap
untuk mengelola resiko yang berkaitan erat
dengan kurs mata uang asing dan mutasi
tingkat bunga yang berasal dari hutang dan
obligasi Perusahaan dalam mata uang
asing. Instrumen keuangan derivatif dinilai
berdasarkan nilai wajar. Nilai wajar
merupakan perhitungan nilai sekarang
dengan menggunakan tanggal dan asumsi
yang umum digunakan. Berdasarkan
persyaratan tertentu untuk akuntansi
lindung nilai dalam PSAK 55 (revisi 1999),
instrumen Perusahaan tidak memenuhi
syarat dan tidak ditujukan sebagai aktivitas
lindung nilai untuk tujuan akuntansi.
Perusahaan dan anak perusahaan tidak
menggunakan instrumen keuangan derivatif
ini untuk tujuan spekulasi. Perubahan nilai
wajar dari instrumen derivatif dibebankan
atau dikreditkan pada laporan laba rug
tahun berjalan.
The Company enters into swap agreement
for the purpose of managing its foreign
exchange and interest rate exposures
emanating from the Company’s loans and
bonds payable in foreign currencies.
Derivative
financial
instruments
are
measured at fair value. Fair value is a
computation of present value by using date
and assumptions which are commonly
used. Based on the specific requirements
for hedge accounting under PSAK 55
(revised 1999), the Company’s instruments
do not qualify and are not designated as
hedge activities for accounting purposes.
The Company and its subsidiary do not use
the derivative financial instruments for
speculative purposes. The changes in the
fair value of such derivative instruments are
recorded directly as a charge or credit to
current operations.
Derivatif yang melekat pada instrumen
keuangan lainnya atau kontrak lainnya atau
kontrak
utama
non-finansial
lainnya
diperlakukan sebagai derivatif terpisah bila
resiko dan karakteristiknya tidak secara
jelas dan erat berhubungan dengan resiko
dan karakteristik kontrak utama dan kontrak
utama tersebut tidak dinyatakan dengan
nilai wajar, dengan keuntungan atau
kerugian yang belum direalisasi diakui pada
laporan laba rugi konsolidasi.
Embedded derivative in other financial
statements or other non-financial host
contracts are treated as separate derivative
when their risk and characteristics are not
closely related to those of the host
contracts and the host contracts are not
carried at fair value, with unrealized gain or
loss recognized in the consolidated
statements of operations.
Perubahan bersih ada nilai wajar perjanjian
swap, biaya atau penghasilan swap dan
biaya penghentian atau pendapatan dari
instrumen keuangan derivatif dibebankan
atau
dikreditkan
pada
“Keuntungan
(kerugian) perubahan nilai wajar instrument
keuangan derivatif - bersih” pada laporan
laba rugi konsolidasi.
The net changes in fair value of swap
agreement, swap cost or income, and
termination cost or income from derivative
financial instruments are charged or
credited to “Gain (Loss) on Change in Fair
Value or Derivative - Net” in the
consolidated statements of operations.
Informasi Segmen
y.
Segment Information
Segment information is prepared using the
accounting principles adopted for preparing
and presenting the financial statements.
The primary reporting segment information
is based on business segment, while the
secondary reporting segment information is
based on geographical segment.
Informasi segmen disusun sesuai dengan
kebijakan akuntansi yang dianut dalam
penyusunan
dan
penyajian
laporan
keuangan. Bentuk primer pelaporan
segmen adalah segmen usaha sedangkan
segmen
sekunder
adalah
segmen
geografis.
- 28 109
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
2.
Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Penting (Lanjutan)
y.
3.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
2.
Informasi Segmen (Lanjutan)
Summary of Significant Accounting and
Financial Reporting Policies (Continued)
y.
Segment Information (Continued)
Informasi segmen disusun sesuai dengan
kebijakan akuntansi yang dianut dalam
penyusunan
dan
penyajian
laporan
keuangan. Bentuk primer pelaporan
segmen adalah segmen usaha sedangkan
segmen
sekunder
adalah
segmen
geografis.
Segment information is prepared using the
accounting principles adopted for preparing
and presenting the financial statements.
The primary reporting segment information
is based on business segment, while the
secondary reporting segment information is
based on geographical segment.
Segmen
usaha
adalah
komponen
perusahaan yang dapat dibedakan dalam
menghasilkan produk atau jasa, baik
produk atau jasa individual maupun
kelompok produk atau jasa terkait, dan
komponen itu memiliki risiko dan imbalan
yang berbeda dengan risiko dan imbalan
segmen lain.
A business segment is a distinguishable
component of an enterprise that is engaged
in producing an individual product or
service or a group of related products or
services and that is subject to risks and
returns that are different from those of other
segments.
Segmen geografis adalah komponen
perusahaan yang dapat dibedakan dalam
menghasilkan produk atau jasa pada
lingkungan
ekonomi
tertentu
dan
komponen itu memiliki risiko dan imbalan
yang berbeda dengan risiko dan imbalan
pada komponen yang beroperasi pada
lingkungan ekonomi lain.
A
geographical
segment
is
a
distinguishable component of an enterprise
that is engaged in providing products or
services within a particular economic
environment and that is subject to risks and
returns that are different from those of
components operating in other economic
environments.
Aset dan kewajiban yang digunakan
bersama dalam satu segmen atau lebih
dialokasikan kepada setiap segmen jika,
dan hanya jika, pendapatan dan beban
yang terkait dengan aset tersebut juga
dialokasikan
kepada
segmen-segmen
tersebut.
Assets and liabilities that relate jointly to
two or more segments are allocated to their
respective segments, if and only if, their
related revenues and expenses also are
allocated to those segments.
Penggabungan Usaha
3.
Merger
On May 2, 2007, the Company obtained an
Effective Notice from the Chairman of the
BAPEPAM-LK in his Letter No. S-2065/BL/2007
concerning the merger of Komselindo, Metrosel
and Telesera into the Company.
Pada tanggal 2 Mei 2007, Perusahaan
memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari
Ketua
BAPEPAM-LK
dalam
Suratnya
No. S-2065/BL/2007 sehubungan dengan
penggabungan usaha Komselindo, Metrosel dan
Telesera ke dalam Perusahaan.
- 29 110
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
3.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Penggabungan Usaha (Lanjutan)
3.
Merger (Continued)
Sebelum penggabungan usaha, Perusahaan
memiliki 100% saham PT Metro Selular
Nusantara (Metrosel) dan PT Telekomindo
Selular Raya (Telesera), serta 98,57% saham
PT Komunikasi Selular Indonesia (Komselindo).
Penggabungan usaha dilakukan dengan metode
penyatuan kepemilikan (pooling of interest),
dimana
Perusahaan
tetap
berdiri
dan
Komselindo, Metrosel serta Telesera bubar demi
hukum
tanpa
melalui
proses
likuidasi.
Penggabungan usaha dinyatakan dalam akta
No. 152 dan 153 tanggal 22 Mei 2007 dari Aulia
Taufani S.H., pengganti Sutjipto S.H., notaris di
Jakarta. Berdasarkan akta penggabungan
usaha, seluruh aktivitas, operasi, kekayaan, izin,
kewajiban serta karyawan Komselindo, Metrosel
dan Telesera beralih secara hukum kepada
Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar
Perusahaan hasil penggabungan usaha tersebut
telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
No. W7-HT.01.04-7621 tanggal 29 Mei 2007.
Prior to the merger, the Company owned 100%
of the shares of Metrosel and Telesera, and
98.57% of the shares of Komselindo.
Accordingly, the merger was accounted for using
the pooling of interest method, wherein the
Company became the surviving entity and
Komselindo, Metrosel and Telesera were legally
dissolved
without
undergoing
liquidation.
The merger was stated in Notarial Deed No. 152
and No. 153 dated May 22, 2007 of Aulia
Taufani S.H., substitute of Sutjipto S.H., notary
public in Jakarta. Based on the merger deed,
all activities, operations, assets, permits,
liabilities and employees of Komselindo,
Metrosel and Telesera were legally transferred
to the Company. The change of the Articles
of Association of the Company as a result
of the merger had been received by the Minister
of
Law
and
Human
Rights
of
the
Republic
of
Indonesia
in
his
Letter
No. W7-HT.01.04-7621 dated May 29, 2007.
Pada tanggal 29 Mei 2007, Perusahaan
memperoleh persetujuan atas penggabungan
usaha
dari
Kepala
Badan
Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM) dalam Suratnya
No. 715/III/PMA/2007.
On May 29, 2007, the Company obtained the
approval for the merger from the Chairman of the
Capital Investment Coordinating Board (BKPM)
in his Letter No. 715/III/PMA/2007.
Pada tanggal 31 Mei 2007, perubahan Anggaran
Dasar Perusahaan dalam rangka penggabungan
usaha
telah
didaftarkan
dalam
Daftar
Perusahaan
Departemen Perdagangan
Republik
Indonesia
dengan
agenda
No. 1300/RUB.09.05/V/2007.
On May 31, 2007, the amendment of the
Company’s Articles of Association pursuant to
the merger was registered in the Company’s List
of the Department of Trade of the Republic of
Indonesia with agenda No. 1300/RUB.09.05/V/
2007.
Sehubungan dengan penggabungan usaha
tersebut, tidak ada saham baru yang dikeluarkan
untuk Metrosel dan Telesera karena Perusahaan
memiliki seluruh saham Metrosel dan Telesera,
sedangkan
untuk
Komselindo,
terdapat
sebanyak 4.319.692 saham dimiliki oleh
pemegang
saham
minoritas.
Sebagai
konsekuensi, Perusahaan mengeluarkan saham
baru kepada pemegang saham minoritas
tersebut dengan menggunakan faktor konversi
satu saham Komselindo akan memperoleh
9.964.962 saham Perusahaan. Faktor konversi
tersebut didasarkan pada laporan penilaian dari
PT Zodiac Perintis Penilai, penilai independen.
Dengan penggunaan faktor konversi tersebut,
seluruh pemegang saham minoritas Komselindo
memperoleh sebanyak 43.045.567 saham
Perusahaan dengan nilai nominal Rp 100
per saham. Saldo awal hak minoritas
Komselindo sebesar Rp 1.254.540.742 akan
tereliminasi dan dicatat sebagai tambahan modal
disetor atas penerbitan saham kepada
pemegang saham minoritas Komselindo.
In relation to this merger, no new shares were
issued to Metrosel and Telesera since the
Company owned 100% of the shares of these
companies. While for Komselindo, there were
4,319,692 shares owned by the minority
stockholders, consequently, the Company issued
new shares to the minority stockholders, using
conversion factor of one Komselindo’s share is
equivalent to 9,964,962 of the Company’s
shares. This conversion factor is based on the
valuation report of PT Zodiac Perintis Penilai, an
independent appraiser. Using this conversion
factor, all the minority stockholders of
Komselindo received 43,045,567 of the
Company’s shares, with par value of Rp 100 per
share. The beginning balance of the minority
interest
of
Komselindo
amounting
to
Rp 1,254,540,742 will be eliminated and to be
recorded under additional paid-up capital for the
shares to be issued to minority stockholders of
Komselindo.
- 30 111
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
3.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Penggabungan Usaha (Lanjutan)
3.
All the significant agreements entered into by
Telesera, Metrosel and Komselindo were legally
transferred to the Company.
Seluruh perjanjian signifikan yang dilakukan
Telesera, Metrosel dan Komselindo telah
dialihkan secara hukum kepada Perusahaan.
4.
Kas dan Setara Kas
4.
2009
Rp
Kas
Bank
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Merger (Continued)
Cash and Cash Equivalents
2008
Rp
680.148.373
918.868.922
10.387.180.594
9.631.642.042
489.845.680
390.745.015
120.536.701
108.277.481
73.872.575
1.181.000
7.587.967.411
9.477.007.165
153.760.102
349.584.508
286.890.100
514.834.759
269.597.885
1.517.000
Dolar Amerika Serikat (Catatan 43)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Standard Chartered Bank
PT Bank Sinar Mas
Deutsche Bank AG, Amsterdam
153.071.380
84.804.074
70.046.674
41.197.192
1.776.600
902.400
179.415.088
98.656.544
82.340.277
1.133.667.297
75.343.665
Euro (Note 43)
Deutsche Bank AG, Amsterdam
195.820.800
145.875.900
21.750.900.208
20.356.457.701
Subjumlah
Deposito berjangka
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Euro (Catatan 43)
Deutsche Bank AG, Amsterdam
Subjumlah
Jumlah
Tingkat bunga per tahun deposito berjangka
Rupiah
Euro
400.000.000
400.000.000
1.008.366.200
2.058.753.300
1.408.366.200
2.458.753.300
23.839.414.781
23.734.079.923
9,04%
0,10%
6,75%
0,40%
Cash on hand
Cash in banks
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
U.S. Dollar (Note 43)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Standard Chartered Bank, Jakarta
PT Bank Sinar Mas
Deutsche Bank AG, Amsterdam
Euro (Note 43)
Deutsche Bank AG, Amsterdam
Subtotal
Time deposits
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Euro (Note 43)
Deutsche Bank AG, Amsterdam
Subtotal
Total
Interest rate per annum of time deposits
Rupiah
Euro
- 31 112
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
5.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Investasi Jangka Pendek
PT Bhakti Asset Management
Surat tagih
TDM Aset Manajemen
Clariden Leu Ltd.
Jumlah
5.
Short-term Investments
2009
Rp
2008
Rp
132.446.481.007
67.023.125.000
-
200.647.490.550
87.480.000.000
859.696.983
199.469.606.007
288.987.187.533
PT Bhakti Asset Management
Promissory notes
TDM Aset Manajemen
Clariden Leu Ltd.
Total
Pada tahun 2009 dan 2008, penghasilan
investasi
masing-masing
sebesar
Rp 10.697.096.784 dan Rp 32.854.289.241.
In 2009 and 2008, investment income amounted
to Rp 10,697,096,784 and Rp 32,854,289,241,
respectively.
PT Bhakti Asset Management (BAM)
PT Bhakti Asset Management (BAM)
Berdasarkan Kontrak Pengelolaan Dana tanggal
15 Desember 2006, Perusahaan menunjuk BAM,
pihak hubungan istimewa, sebagai manajer
investasi,
untuk
mengelola
dana
milik
Perusahaan sesuai dengan arahan investasi
Perusahaan dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Based on the Fund Management Contract dated
December 15, 2006, the Company had
appointed BAM, a related party, as fund
manager, to manage the Company’s fund in line
with the Company’s investment policy and
prevailing regulations.
Selama tahun 2009 Perusahaan melakukan
penarikan dana sebesar Rp 75.854.981.327.
In 2009, the Company withdrew from its fund
amounting to Rp 75,854,981,327.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
harga perolehan dana masing-masing adalah
sebesar
Rp
103.373.892.821
dan
Rp 179.228.874.148. Kenaikan nilai aset bersih
adalah sebesar Rp 29.072.588.186 dan
Rp 21.418.616.402 masing-masing pada tanggal
31 Desember 2009 dan 2008.
As of December 31, 2009 and 2008, the cost of
the fund amounted to Rp 103,373,892,821 and
Rp 179,228,874,148, respectively. Increase in
net
asset
value
amounted
to
Rp 29,072,588,186 and Rp 21,418,616,402 as of
December 31, 2009 and 2008, respectively.
TDM Aset Manajemen (TDM)
TDM Aset Manajemen (TDM)
Berdasarkan Kontrak Pengelolaan Dana tanggal
14 Desember 2007, Perusahaan menunjuk TDM,
sebagai manajer investasi, untuk mengelola
dana milik Perusahaan sesuai dengan arahan
investasi
Perusahaan
dan
peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Based on the Fund Management Contract dated
December 14, 2007, the Company had
appointed TDM, as fund manager, to manage
the Company’s fund in line with the Company’s
investment policy and prevailing regulations.
Pada tanggal 5 November 2009, Perusahaan
memutuskan Kontrak Pengelolaan Dana dengan
TDM, di mana pihak TDM menyerahkan
beberapa surat tagih, termasuk bunga, kepada
Perusahaan sebesar Rp 92.680.000.000 yang
sesuai dengan nilai dana kelolaan pada saat itu.
On November 5, 2009, the Company terminated
the Fund Management Contract with TDM,
wherein TDM submitted several promissory
notes including interest to the Company totaling
to Rp 92,680,000,000 which is equivalent to the
net asset value at the termination date.
- 32 113
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
5.
6.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Investasi Jangka Pendek (Lanjutan)
5.
Short-term Investments (Continued)
Surat Tagih
Promissory Notes
Perusahaan mempunyai investasi jangka pendek
dalam bentuk beberapa surat tagih yang diterima
pada saat pemutusan Kontrak Pengelolaan Dana
dengan TDM pada tanggal 5 November 2009.
Surat tagih tersebut mempunyai nilai nominal
sebesar Rp 80.000.000.000 dan bunga yang
akan diterima sebesar Rp 12.680.000.000.
Seluruh surat tagih memiliki tingkat bunga tetap
9% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal
17 Juni 2010. Pada tanggal 30 November 2009,
Perusahaan melakukan pencairan dana atas
salah satu surat tagih dengan nilai nominal
Rp 23.500.000.000.
The Company holds short-term investment in
promissory notes which was received when the
Company terminated the Fund Management
Contract with TDM on November 5, 2009.
The promissory notes have nominal amount
totaling to Rp 80,000,000,000 and accrued
interest totaling to Rp 12,680,000,000. All of the
promissory notes bear 9% fixed interest rate per
annum and will be due on June 17, 2010.
On November 30, 2009, the Company redeemed
one of the promissory notes with nominal value
of Rp 23,500,000,000.
Pada tanggal 31 Desember 2009, nilai nominal
dan bunga yang akan diterima masing-masing
adalah sebesar Rp 56.500.000.000 dan
Rp 10.523.125.000.
As of December 31, 2009, the nominal value and
accrued interest amounted to Rp 56,500,000,000
and Rp 10,523,125,000, respectively.
Clariden Leu Ltd.
Clariden Leu Ltd.
Pada tanggal 31 Desember 2008, nilai asset
bersih investasi sebesar US$ 78.511 atau
ekuivalen Rp 859.696.983. Pada bulan Januari
2009, Perusahaan menarik investasi sementara
di Clariden Leu sebesar US$ 78.511 atau
Rp 891.492.405.
As of December 31, 2008, the net asset value of
the fund amounted to US$ 78,511 or equivalent
to Rp 859,696,983. In January 2009, the
Company withdrew the balance of the fund
amounting to US$ 78,511 or equivalent to
Rp 891,492,405.
Piutang Usaha
a.
6.
Berdasarkan pelanggan
a.
2009
Rp
Pihak hubungan istimewa
(Catatan 39)
Penyedia konten
Agen dan pelanggan
Lain-lain
Subjumlah
Pihak ketiga
Agen dan pelanggan
Pelanggan pasca bayar
PT Selular Prima Sukses Jaya
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp 1 miliar)
Subjumlah
Operator dalam negeri
PT Telekomunikasi Selular
Lain-lain
Subjumlah
Trade Accounts Receivable
By Debtors
2008
Rp
-
1.903.926.753
4.141.428
2.236.919.331
-
4.144.987.512
19.072.566.923
-
15.464.598.565
5.665.429.000
3.729.826.102
3.616.960.791
22.802.393.025
24.746.988.356
1.597.739.029
341.377.133
345.167.620
1.939.116.162
345.167.620
Related parties (Note 39)
Content provider
Subscriber and agency
Others
Subtotal
Third parties
Subscriber and agency
Postpaid subscriber
PT Selular Prima Sukses Jaya
Others (each below
Rp 1 billion)
Subtotal
Domestic operator
PT Telekomunikasi Selular
Others
Subtotal
- 33 114
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
6.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Piutang Usaha (Lanjutan)
a.
6.
Berdasarkan pelanggan (Lanjutan)
a.
2009
Rp
Pihak ketiga (Lanjutan)
Operator luar negeri
SK Telecom Co., Ltd.
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp 1 miliar)
Subjumlah
Jumlah
Penyisihan piutang ragu-ragu
Bersih
Jumlah
b.
169.171.905
Bersih
c.
1.444.653.352
2.690.682.978
2.858.304.561
27.432.192.165
(12.265.914.335)
27.950.460.537
(8.950.704.253)
Total
Allowance for doubtful accounts
15.166.277.830
18.999.756.284
Net
15.166.277.830
23.144.743.796
Total
b.
Bersih
16.016.620.006
5.218.639.659
1.993.352.240
762.899.694
3.564.647.940
11.811.226.334
695.234.143
1.832.785.747
821.908.652
699.271.403
12.029.628.098
Not yet due
Past due
1 - 30 days
31 - 60 days
61 - 90 days
91 - 120 days
More than 120 days
27.432.192.165
(12.265.914.335)
32.095.448.049
(8.950.704.253)
Total
Allowance for doubtful accounts
15.166.277.830
23.144.743.796
Net
c.
By Currency
2008
Rp
24.741.509.187
2.690.682.978
29.237.143.488
2.858.304.561
Rupiah
U.S. Dollar (Note 43)
27.432.192.165
(12.265.914.335)
32.095.448.049
(8.950.704.253)
Total
Allowance for doubtful accounts
15.166.277.830
23.144.743.796
Net
- 34 115
By Age
4.081.426.298
2009
Rp
Jumlah
Penyisihan piutang ragu-ragu
Subtotal
2008
Rp
Berdasarkan Mata Uang
Rupiah
Dolar Amerika Serikat (Catatan 43)
1.413.651.209
Third parties (Continued)
Overseas operator
SK Telecom Co., Ltd.
Others (each below
Rp 1 billion)
2.521.511.073
2009
Rp
Jumlah
Penyisihan piutang ragu-ragu
By Debtors (Continued)
2008
Rp
Berdasarkan Umur (hari)
Belum jatuh tempo
Sudah jatuh tempo
1 - 30 hari
31 - 60 hari
61 - 90 hari
91 - 120 hari
> 120 hari
Trade Accounts Receivable (Continued)
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
6.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Piutang Usaha (Lanjutan)
6.
Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu:
The changes in allowance for doubtful accounts
are as follows:
2009
Rp
7.
Trade Accounts Receivable (Continued)
2008
Rp
Saldo awal
Penambahan (Catatan 32)
Penghapusan
8.950.704.253
3.315.210.082
-
Saldo akhir
12.265.914.335
3.308.642.253
9.619.326.513
(3.977.264.513)
8.950.704.253
Beginning balance
Provisions (Note 32)
Writte-off
Ending balance
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan
piutang ragu-ragu atas piutang kepada pihak
ketiga adalah cukup untuk menutup kerugian
yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya
piutang tersebut.
Management believes that the allowance for
doubtful accounts is adequate to cover possible
losses on uncollectible receivables based on
a review of the status of the individual receivable
accounts at the end of the period.
Manajemen juga berpendapat bahwa tidak
terdapat risiko yang terkonsentrasi secara
signifikan atas piutang pihak ketiga.
Management believes that there are no
significant concentrations of credit risk in third
party receivables.
Persediaan
7.
2009
Rp
Inventories
2008
Rp
Kartu perdana dan voucher pulsa isi ulang
Telepon genggam dan aksesoris
31.639.429.516
4.119.543.784
35.910.191.872
49.134.258.634
Starter packs and vouchers
Handsets and accessories
Jumlah
Penyisihan penurunan nilai persediaan
35.758.973.300
(3.168.744.260)
85.044.450.506
(3.168.744.260)
Total
Allowance for decline in value
Bersih
32.590.229.040
81.875.706.246
Net
Tidak terdapat mutasi penyisihan penurunan nilai
persediaan selama tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2009 dan 2008.
There were no changes in the allowance for
decline in value of inventories for the years
ended December 31, 2009 and 2008.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan
penurunan nilai persediaan tersebut adalah
cukup untuk menutup kerugian yang mungkin
timbul.
Management believes that the allowance for
decline in value of inventories is adequate to
cover possible losses on decline in value of
inventories.
Pada tanggal 31 Desember 2009, seluruh
persediaan
telah
diasuransikan
kepada
PT Asuransi AIU Indonesia dan PT Asuransi
Allianz Utama Indonesia terhadap risiko
kebakaran, pencurian dan risiko lainnya sebesar
Rp 39.000.000.000. Manajemen berpendapat
bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang
diasuransikan.
As of December 31, 2009, inventories are
insured with PT Asuransi AIU Indonesia and
PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, third
parties, against fire, theft and other possible
risks with total coverage of Rp 39,000,000,000.
Management believes that the insurance
coverage is adequate to cover possible losses
on the assets insured.
- 35 116
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
8.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Pajak Dibayar Dimuka
8.
2009
Rp
Prepaid Taxes
2008
Rp
Pajak penghasilan
Pasal 28A
2009
2008
2007
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 26
Pajak pertambahan nilai - bersih
447.262.745
8.543.374.172
836.100.935
4.411.287.397
46.899.247.001
8.543.374.172
12.282.643.739
836.100.935
1.580.431.014
4.411.287.397
53.504.476.326
Income tax
Article 28A
2009
2008
2007
Article 21
Article 23
Article 26
Value added tax - net
Jumlah
61.137.272.250
81.158.313.583
Total
Pada tanggal 28 Agustus 2008, Perusahaan
menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
(SKPLB) Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
No. 00044/407/07/054/08 untuk masa pajak
tahunan 2007 sebesar Rp 57.776.067.796 yang
telah
diterima
Perusahaan
pada
bulan
September 2008. Perusahaan mengajukan
keberatan atas SKPLB tersebut untuk jumlah
PPN sebesar Rp 1.176.574.767, karena menurut
Perusahaan
jumlah
kelebihan
bayar
PPN sebesar Rp 58.952.642.563. Pada tanggal
7
Juli
2009,
Perusahaan
menerima
Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak
No.
KEP-766/WPJ.07/BD.05/2009
yang
menerima sebagian keberatan Perusahaan
sebesar Rp 289.189.642.
On August 28, 2008, the Company received
Overpayment Tax Assessment Letter (SKPLB)
No. 00044/407/07/054/08 for overpayment of
value added tax for the fiscal year 2007
amounting to Rp 57,776,067,796, in which such
amount has been received in September 2008.
The Company objected on such SKPLB for an
amount of Rp 1,176,574,767, while according to
the Company total overpayment amounted to
Rp 58,952,642,563. On July 7, 2009,
the Company received a Decision Letter
No.KEP-766/WPJ.07/BD.05/2009 from Director
General of Taxation which granted part of the
Company’s
objection
amounting
to
Rp 289,189,642.
Pada tanggal 17 Juli 2008, Perusahaan
menerima Surat Keputusan Direktur Jenderal
Pajak
No.
KEP-1293/WPJ.06/BD.06/2008
tentang
keberatan
Wajib
Pajak
atas
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)
Pajak Pertambahan Nilai yang menetapkan
untuk
mempertahankan
SKPKB
No. 00028/207/05/073/07 tanggal 30 April 2007
untuk
tahun
pajak
2005
sebesar
Rp 17.897.451.678 yang sudah dibayar oleh
Perusahaan pada bulan Agustus 2007,
sementara menurut Perusahaan adalah nihil.
Perusahaan
menerima
Surat
Keputusan
Pengadilan Pajak No. Put.20388/PP/M.VII/16/
2009 tertanggal 29 Oktober 2009 yang
memutuskan
kurang
bayar
sebesar
Rp 14.269.932. Pada tanggal 11 Desember
2009, Perusahaan menerima hasil banding
tersebut sebesar Rp 17.883.181.746 dan
bunganya sebesar Rp 8.583.927.238.
On
July
17,
2008,
the
Company
received
a
Decision
Letter
No. KEP-1293/WPJ.06/BD.06/2008 from the
Director General of Taxation regarding the
Company’s objection on Underpayment Tax
Assessment
Letter
(SKPKB)
No. 00028/207/05/073/07 dated April 30, 2007
for underpayment of value added tax for the year
2005 amounting to Rp 17,897,451,678, which
has been paid by the Company in August 2007,
while according to the Company is nil. The
Company received Tax Court Decision Letter
No. 20388/PP/M.VII/16/2009 dated October 29,
2009, which deciding underpayment amounting
to Rp 14,269,932. On December 11, 2009, the
Company received the refund from such appeal
amounting to Rp 17,883,181,746 and its interest
amounting to Rp 8,583,927,238.
- 36 117
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
8.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Pajak Dibayar Dimuka (Lanjutan)
8.
Prepaid Taxes (Continued)
Pada tanggal 5 Februari 2007, Perusahaan
menerima Surat Keputusan Direktur Jenderal
Pajak No. KEP-116/WPJ.06/BD.06/2007 tentang
keberatan
Perusahaan
atas
SKPKB
No. 00005/201/04/073/05 tanggal 30 Desember
2005 pajak penghasilan kurang bayar pasal 21
untuk tahun pajak 2004 yang menyatakan bahwa
kurang
bayar
Perusahaan
sebesar
Rp
1.022.384.685,
sementara
menurut
Perusahaan
adalah
Rp
836.100.935.
Perusahaan
mengajukan
banding
atas
keputusan tersebut dan sampai dengan tanggal
laporan keuangan konsolidasi ini diterbitkan,
belum ada tanggapan atas keberatan tersebut
dari pengadilan pajak.
On
February
5,
2007, the Company
received
a
Decision
Letter
No. KEP-116/WPJ.06/BD.06/2007 from the
Director General of Taxation regarding the
Company’s
objection
on
SKPKB
No.
00005/201/04/073/05 dated December 30, 2005
for underpayment of income tax Article 21 for the
year 2004. Based on Decision Letter, the
Company's
underpayment
amounted
to
Rp 1,022,384,685, while according to the
Company amounted to Rp 836,100,935. The
Company filed an appeal to such decision and
until the completion date of the consolidated
financial statements, the Company has not
received the reponse from Tax Court.
Pada tanggal 5 Februari 2007, Perusahaan
menerima Surat Keputusan Direktur Jenderal
Pajak No: KEP-115/WPJ.06/BD.06/2007 tentang
keberatan
Perusahaan
atas
SKPKB
No. 00004/203/04/073/05 tanggal 30 Desember
2005 untuk tahun pajak 2004 yang menyatakan
bahwa kurang bayar Perusahaan sebesar
Rp
1.964.940.401,
sementara
menurut
Perusahaan adalah nihil. Perusahaan telah
membayar sebesar Rp 1.964.940.401 dan
mengajukan banding atas ketetapan tersebut.
Perusahaan
menerima
Surat
Keputusan
Pengadilan Pajak No. Put.18160/PP/M.VII/12/
2009 tertanggal 14 Mei 2009, yang menetapkan
bahwa jumlah pajak kurang bayar adalah
sebesar Rp 384.509.387. Pada tanggal
23
Juli
2009,
Perusahaan
menerima
pengembalian
atas
kelebihan
pajak
tersebut dan bunga masing-masing, sebesar
Rp 1.580.431.014 dan Rp 758.606.887.
On
February
5,
2007, the Company
received
a
Decision
Letter
No. KEP-115/WPJ.06/BD.06/2007 from the
Director General of Taxation regarding the
Company’s
objection
on
SKPKB
No. 00004/203/04/073/05 dated December 30,
2005 for underpayment of income tax Article 23
for the year 2004. Based on the Decision Letter,
the Company's underpayment amounted to
Rp
1,964,940,401,
while
according
to
the Company is nil. The Company had paid
Rp 1,964,940,401 and at the same time had filed
an appeal to such decision. The Company
received
Tax
Court
Decision
Letter
No.
Put.18160/PP/M.VII/12/2009,
dated
May 14, 2009, stating that the underpayment
amounted to Rp 384,509,387. On July 23, 2009,
the Company received tax refund and interest
amounting
to
Rp
1,580,431,014
and
Rp 758,606,887, respectively.
Pada tanggal 5 Februari 2007, Perusahaan
menerima Surat Keputusan Direktur Jenderal
Pajak No: KEP-127/WPJ.06/BD.06/2007 tentang
keberatan Wajib Pajak atas SKPKB Pajak
Penghasilan pasal 26 yang menetapkan
untuk
mempertahankan
SKPKB
No. 00002/204/04/073/05 tanggal 30 Desember
2005 untuk tahun pajak 2004 yang menyatakan
bahwa kurang bayar Perusahaan sebesar
Rp
4.411.287.397
sementara
menurut
Perusahaan adalah nihil. Jumlah tersebut sudah
dikompensasikan dengan lebih bayar Pajak
Pertambahan Nilai tahun pajak 2004 dan diakui
sebagai “Pajak dibayar dimuka”, Perusahaan
mengajukan banding atas keputusan tersebut
dan sampai dengan tanggal laporan keuangan
konsolidasi ini diterbitkan, belum ada tanggapan
atas keberatan tersebut.
On
February
5,
2007, the Company
received
a
Decision
Letter
No: KEP-127/WPJ.06/BD.06/2007 from the
Director General of Taxation regarding the
Company’s
objection
on
SKPKB
No. 00002/204/04/073/05 dated December 30,
2005 for underpayment of income tax Article 26
for the year 2004. Based on the Decision Letter,
the Company's underpayment amounted to
Rp 4,411,287,397, while according to the
Company is nil. The amount has been
compensated against overpayment of value
added tax for fiscal year 2004 and recognized as
part of “Prepaid Taxes”. The Company filed an
appeal to such decision and until the completion
date of the consolidated financial statements, the
Company has not received the respone from Tax
Court.
- 37 118
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
9.
10.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Biaya Dibayar Dimuka
9.
Prepaid Expenses
2009
Rp
2008
Rp
Sewa
Penggunaan spektrum frekwensi radio
(Catatan 41b)
Asuransi
Transportasi
Lain-lain
140.429.760.801
113.733.260.865
745.295.698
501.837.535
730.854.054
19.158.940.558
1.319.601.066
1.060.745.310
5.631.897.206
Jumlah
142.407.748.088
140.904.445.005
Aset Lancar Lain-lain
10.
Akun ini terdiri dari uang muka atas perluasan
jaringan, perjalanan dinas dan biaya operasional.
11.
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah
Infrastruktur telekomunikasi
Bangunan dan prasarana
Kendaraan
Peralatan kantor
Peralatan penunjang lainnya
Aset dalam penyelesaian:
Infrastruktur telekomunikasi
Bangunan dan prasarana
Peralatan kantor
Peralatan penunjang lainnya
Aset sewa pembiayaan
Infrastruktur telekomunikasi
Jumlah
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung
Infrastruktur telekomunikasi
Bangunan dan prasarana
Kendaraan
Peralatan kantor
Peralatan penunjang lainnya
Aset sewa pembiayaan
Infrastruktur telekomunikasi
Total
Other Current Assets
This account consists of advances for network
expansion, business travel and operational
expenses.
Aset Tetap
11.
1 Januari/
January 1 , 2009
Rp
Rental
Radio frequency spectrum usage charge
(Note 41b)
Insurance
Transportation
Others
Property and Equipment
Perubahan selama tahun 2009/
Changes during 2009
Penambahan/
Pengurangan/
Reklasifikasi/
Additions
Deductions
Reclassifications
Rp
Rp
Rp
31 Desember/
December 31 , 2009
Rp
1.272.364.277.038
22.474.884.743
9.392.478.756
-
1.285.446.683.025
At cost:
Direct acquisitions
Land
Telecommunication infrastructure
Building and improvements
Vehicles
Office equipment
Other supporting equipment
Construction in progress:
Telecommunication infrastructure
Building and improvements
Office equiment
Other supporting equipment
Leased telecommunication
infrastructure
4.806.513.472.847
248.700.681.555
386.873.940.524
-
4.668.340.213.878
Total
31.029.109.217
2.765.625.747.315
20.249.060.974
2.066.939.848
111.992.692.697
373.012.392.782
2.626.160.808
28.634.173.556
474.778.727
47.264.168.775
12.133.725.751
337.575.078.185
7.206.385.631
885.501.220
17.372.124.546
630.731.108
9.345.740.515
4.618.500.000
4.285.288.730
27.546.052.023
21.521.544.274
2.466.030.583.201
17.661.175.343
1.181.438.628
99.380.635.608
447.191.882.472
204.823.215.335
127.793.970.701
1.641.915.327
(13.964.240.515)
317.011.030.194
7.743.770.524
17.606.267.117
9.239.549
19.423.304.696
36.000.000
-
(4.991.321.970)
(26.840.018.783)
2.725.688.103
10.189.553.030
935.950.833.987
10.582.058.643
1.036.423.174
70.112.018.805
88.446.718.742
154.191.248.600
502.539.974
307.972.926
14.158.067.276
51.854.457.111
320.929.129.364
2.755.035.891
481.615.807
17.344.455.875
484.321.967
-
769.212.953.223
8.329.562.726
862.780.293
66.925.630.206
139.816.853.886
Accumulated depreciation:
Direct acquisitions
Telecommunication infrastructure
Building and improvements
Vehicles
Office equipment
Other supporting equipment
Leased telecommunication
infrastructure
86.453.250.495
91.439.691.819
213.045.680
-
177.679.896.634
Jumlah
1.192.581.303.846
312.453.977.706
342.207.604.584
-
1.162.827.676.968
Total
Jumlah Tercatat
3.613.932.169.001
3.505.512.536.910
Net Book Value
- 38 119
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
11.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Aset Tetap (Lanjutan)
11.
1 Januari/
January 1 , 2008
Rp
Harga perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah
Infrastruktur telekomunikasi
Bangunan dan prasarana
Kendaraan
Peralatan kantor
Peralatan penunjang lainnya
Aset dalam penyelesaian:
Infrastruktur telekomunikasi
Peralatan kantor
Peralatan penunjang lainnya
Property and Equipment (Continued)
Perubahan selama tahun 2008/
Changes during 2008
Penambahan/
Pengurangan/
Reklasifikasi/
Additions
Deductions
Reclassifications
Rp
Rp
Rp
31 Desember/
December 31 , 2008
Rp
At cost:
Direct acquisitions
Land
Telecommunication infrastructure
Buildings and improvements
Vehicles
Office equipment
Other supporting equipment
Construction in progress:
Telecommunication infrastructure
Office equipment
Other supporting equipment
27.997.377.510
2.576.943.699.421
24.306.665.807
3.896.856.157
106.603.740.343
170.166.528.726
3.031.731.707
331.437.628.079
1.222.350.000
13.066.645.552
203.031.252.949
431.584.658.991
6.649.119.544
1.829.916.309
19.384.965.137
7.629.618.334
288.829.078.806
1.369.164.711
11.707.271.939
7.444.229.441
31.029.109.217
2.765.625.747.315
20.249.060.974
2.066.939.848
111.992.692.697
373.012.392.782
308.241.173.311
13.612.070.429
17.099.384.100
186.780.285.541
5.838.972.034
7.951.112.458
-
(290.198.243.517)
(11.707.271.939)
(7.444.229.441)
204.823.215.335
7.743.770.524
17.606.267.117
812.598.733.966
459.765.543.072
-
-
1.272.364.277.038
Leased telecommunication
infrastructure
Jumlah
4.061.466.229.770
1.212.125.521.392
467.078.278.315
-
4.806.513.472.847
Total
Akumulasi penyusutan dan
Pemilikan langsung
Infrastruktur telekomunikasi
Bangunan dan prasarana
Kendaraan
Peralatan kantor
Peralatan penunjang lainnya
Aset sewa pembiayaan
Infrastruktur telekomunikasi
1.239.733.371.789
16.657.781.002
1.766.387.975
75.885.575.222
60.228.911.829
127.802.121.054
573.397.170
827.139.003
13.566.554.394
35.791.409.086
431.584.658.856
6.649.119.529
1.557.103.804
19.340.110.811
7.573.602.173
-
935.950.833.987
10.582.058.643
1.036.423.174
70.112.018.805
88.446.718.742
16.710.684.504
69.742.565.991
-
-
86.453.250.495
Jumlah
1.410.982.712.321
248.303.186.698
466.704.595.173
-
1.192.581.303.846
Total
Jumlah Tercatat
2.650.483.517.449
3.613.932.169.001
Net Book Value
Aset sewa pembiayaan
Infrastruktur telekomunikasi
Deductions in 2009 and 2008 include the sale of
certain property and equipment with details as
follows:
Pengurangan aset tetap di 2009 dan 2008
termasuk penjualan dan pelepasan aset tetap
adalah sebagai berikut:
2009
Rp
Harga perolehan
Akumulasi penyusutan
Nilai tercatat
Harga jual
Keuntungan penjualan dan
pelepasan aset tetap
Biaya sehubungan dengan penjualan
aset menara
Keuntungan penjualan dan
pelepasan aset tetap - bersih
Accumulated depreciation:
Direct acquisitions
Telecommunication infrastructure
Building and improvements
Vehicles
Office equipment
Other supporting equipment
Leased telecommunication
infrastructure
2008
Rp
377.481.461.768
(341.994.558.904)
467.078.278.315
(466.704.595.173)
35.486.902.864
58.684.605.666
373.683.142
1.114.779.496
23.197.702.802
741.096.354
(1.655.873.187)
21.541.829.615
741.096.354
Acquisition cost
Accumulated depreciation
Net book value
Sales price
Gain on sale of property and
equipment
Cost related to sale of tower assets
Gain on sale of property and
equipment - net
In March 2009, the Company entered into
a sale agreement on Company’s land and
building located at Jalan Patimura, DenpasarBali and Jalan Galaxi, Surabaya for a total price
of Rp 3,100,000,000 and Rp 26,000,000,000,
respectively. Sale transaction has been executed
on the date of May 28, 2009.
Pada
bulan
Maret
2009,
Perusahaan
mengadakan perjanjian pengikatan jual beli atas
tanah dan bangunan milik Perusahaan yang
berlokasi di Jalan Patimura, Denpasar-Bali dan
Jalan Galaxi, Surabaya dengan harga jual
masing-masing sebesar Rp 3.100.000.000 dan
Rp 26.000.000.000. Akta Jual Beli telah ditanda
tangani pada tanggal 28 Mei 2009.
- 39 120
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
11.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Aset Tetap (Lanjutan)
11.
Property and Equipment (Continued)
Pada tanggal 5 Oktober 2009, Perusahaan
menanda tangani Perjanjian Jual Beli Menara
Antena sebanyak 36 tower dengan harga jual
Rp 28.800.000.000. Atas penjualan tersebut
Perusahan mencatat keuntungan sebesar
Rp 11.395.265.795.
On October 5, 2009, the Company entered into
Sales and Purchase agreement of 36 towers for
total sales price of Rp 28,800,000,000. The
Company recorded gain on such transaction
amounted to Rp 11,395,265,795.
Pengurangan aset tetap pada tahun 2009
termasuk aset sewa pembiayaan infrastruktur
telekomunikasi yang dihentikan oleh perusahaan
dengan nilai tercatat Rp 9.179.433.076.
Deduction in 2009 include the leased
telecommunication infrastructure pre-terminated
by the Company with net book value of
Rp 9,179,433,076
Beban
penyusutan
adalah
sebesar
Rp 312.453.977.706 dan Rp 248.303.186.698
masing-masing untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2009 dan 2008 (Catatan 28).
Depreciation
expense
amounted
to
Rp 312,453,977,706 and Rp 248,303,186,698
in 2009 and 2008, respectively (Note 28).
Pada tahun 2008, beban bunga dan beban
keuangan lain yang dikapitalisasi ke aset dalam
penyelesaian Rp 22.101.648.057 dan kerugian
kurs mata uang asing-bersih yang dikapitalisasi
ke
aset
dalam
penyelesaian
sebesar
Rp 33.754.792.676.
In 2008, interest and other financial charges
capitalized to construction in progress amounted
to Rp 22,101,648,057 and the Company
capitalized net loss on foreign exchange to
construction
in
progress
amounting
to
Rp 33,754,792,676.
Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah
yang terletak di Jakarta, Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa Timur, Medan, Banda Aceh,
Padang, Ujung Pandang, Palu, Kendari,
Manado, Bali, Jambi, Palembang, Lampung,
Mataram,
Balikpapan,
Banjarmasin
dan
Pontianak seluruhnya seluas 63.775 meter
persegi dengan hak guna bangunan (HGB) atas
nama Perusahaan dengan jangka waktu antara
20 sampai dengan 30 tahun, jatuh tempo antara
tahun 2014 dan 2031 dan tanah seluas 660
meter persegi masih dalam proses sertifikasi.
Manajemen Perusahaan berpendapat tidak
terdapat masalah dengan sertifikasi dan
perpanjangan hak atas tanah karena seluruh
tanah diperoleh secara sah dan didukung
dengan bukti pemilikan yang memadai.
The Company owns several parcels of land
located in Jakarta, West Java, Central Java,
East Java, Medan, Banda Aceh, Padang, Ujung
Pandang, Palu, Kendari, Manado, Bali, Jambi,
Palembang, Lampung, Mataram, Balikpapan,
Banjarmasin and Pontianak measuring 63,775
square meters with Building Use Right
(Hak Guna Bangunan or HGB) under the name
of the Company with term of 20 to 30 years and
will expire between 2014 to 2031 and land
measuring 660 square meters is still in process
of certification. Management believes that there
will be no difficulty in the extension and legal
processing of the landrights since these were
acquired legally and supported by sufficient
evidence of ownership.
Aset
dalam
penyelesaian
merupakan
pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan
peralatan penunjang lainnya dalam rangka
ekspansi Perusahaan yang diperkirakan akan
selesai pada tahun 2010.
Construction in progress represents the
development of telecommunication infrastructure
and other supporting equipment under
installation for the expansion of the Company
which is estimated to be completed in 2010.
- 40 121
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
11.
12.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Aset Tetap (Lanjutan)
11.
Property and Equipment (Continued)
Pada tanggal 31 Desember 2009, aset tetap
infrastruktur telekomunikasi telah diasuransikan
kepada
PT Asuransi
Export
Indonesia,
PT
Asuransi
Allianz
Utama
Indonesia,
PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Wahana
Tata dan PT Asuransi Mitsui Sumitomo, pihak
ketiga, terhadap risiko kebakaran, pencurian
dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan
sebesar US$ 180.210.500, sedangkan aset tetap
lainnya, kecuali tanah telah diasuransikan
kepada PT Asuransi AIU Indonesia dan PT Citra
International Underwriters, pihak ketiga, dengan
jumlah
pertanggungan
sebesar
Rp
3.475.100.000.
Perusahaan
juga
mengasuransikan menara pemancar kepada
PT Zurich Insurance Indonesia, pihak ketiga,
terhadap risiko kerugian publik dengan jumlah
pertanggungan US$ 5.000.000. Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut
cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian
atas aset yang dipertanggungkan.
As of December 31, 2009, the Company’s
telecommunication infrastructure were insured
with PT Asuransi Export Indonesia, PT Asuransi
Allianz Utama Indonesia, PT Asuransi Central
Asia, PT Asuransi Wahana Tata and
PT Asuransi Mitsui Sumitomo, third parties,
against fire, theft and other possible risks with
total coverage of US$ 180,210,500, while other
property and equipment, excluding land, were
insured with PT Asuransi AIU Indonesia and
PT Citra International Underwriters, third parties,
with total coverage of Rp 3,475,100,000.
The Company also covered its tower assets
against public liability risk with PT Zurich
Insurance Indonesia, third party, for a total of
US$ 5,000,000. Management believes that the
insurance coverage is adequate to cover
possible losses on the assets insured.
Pada tanggal 31 Desember 2009, sebagian
infrastruktur telekomunikasi dijadikan jaminan
atas obligasi I (Catatan 22) dan hutang jangka
pendek (Catatan 16).
As of December 31, 2009, part of the Company’s
telecommunication infrastructure were used as
collateral for the Company’s Bond I (Note 22)
and short-term loan (Note 16).
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
menurut manajemen Perusahaan tidak terdapat
penurunan nilai atas aset tetap.
As of December 31, 2009 and 2008, based on
the Company’s management, there is no
impairment in values of the aforementioned
property and equipment.
Goodwill dan Aset Tidak Berwujud
12.
Akun ini terdiri dari :
This account consists of the following:
Goodwill /
Goodwill
Rp
Nilai tercatat bruto
Goodwill and Other Intangible Asset
2009
Aset tidak
berwujud lainnya /
Other intangible
asset
Rp
Jumlah/
Total
Rp
264.984.073.565
7.024.235.657
272.008.309.222
Akumulasi amortisasi :
Saldo awal tahun
Beban amortisasi
86.619.699.579
11.451.958.224
731.691.214
878.029.348
87.351.390.793
12.329.987.572
Accumulated amortization
Balance at beginning of year
Amortization during the year
Saldo akhir tahun
98.071.657.803
1.609.720.562
99.681.378.365
Balance at end of the year
166.912.415.762
5.414.515.095
172.326.930.857
Nilai buku bersih
Gross carrying amount
Net book value
- 41 122
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
12.
Goodwill dan Aset Tidak Berwujud (Lanjutan)
Nilai tercatat bruto
12.
Goodwill and
(Continued)
2008
Aset tidak
berwujud lainnya /
Other intangible aset
Rp
Goodwill /
Goodwill
Rp
Other
Intangible
Asset
Jumlah/
Total
Rp
264.984.073.565
7.024.235.657
272.008.309.222
Akumulasi amortisasi :
Saldo awal tahun
Beban amortisasi
75.167.741.355
11.451.958.224
731.691.214
75.167.741.355
12.183.649.438
Accumulated amortization
Balance at beginning of year
Amortization expense
Saldo akhir tahun
86.619.699.579
731.691.214
87.351.390.793
Balance at end of the year
178.364.373.986
6.292.544.443
184.656.918.429
Nilai buku bersih
13.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Gross carrying amount
Net book value
Goodwill merupakan goodwill positif yang
berasal dari akuisisi Metrosel dan Telesera dan
goodwill negatif yang berasal dari akuisisi
Komselindo.
Masing-masing
perusahaan
merupakan pemegang izin penyelenggaraan
jasa bergerak selular. Dengan akuisisi ini,
Perusahaan memperoleh manfaat ekonomis
sebagai penyelenggara telekomunikasi yang
meliputi seluruh wilayah Indonesia. Selanjutnya
pada tahun 2007, Metrosel, Telesera dan
Komselindo telah dilebur ke dalam Perusahaan.
Oleh karena itu, goodwill positif dan goodwill
negatif dari akuisisi perusahaan tersebut
digabungkan.
Goodwill represents positive goodwill arising
from the acquisitions of Metrosel and Telesera,
and negative goodwill from the acquisition of
Komselindo. Each company held the license to
provide mobile cellular network services. By
acquiring these companies, the Company
obtains economic benefits as a nationwide
telecommunication
services
provider.
Furthermore in 2007, Metrosel, Telesera and
Komselindo had been merged into the Company,
and therefore, positive goodwill and negative
goodwill arising from the acquisitions of the
companies were combined.
Aset tidak berwujud lainnya merupakan
perangkat lunak BREW yang diperoleh dari
Qualcomm
Incorporate,
pihak
hubungan
istimewa (Catatan 39e).
Other intangible assets represents the BREW
software provided by Qualcomm Incorporated,
a related party (Note 39e).
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
berdasarkan
penilaian
manajemen,
tidak
terdapat penurunan nilai atas goodwill dan aset
tidak berwujud lainnya tersebut.
As of December 31, 2009 and 2008, based on
management
assessment,
there
is
no
impairment in values of the aforementioned
goodwill and other intangible asset.
Beban Tangguhan - Bersih
13.
Akun ini merupakan biaya subsidi ditangguhkan
dalam rangka program perolehan pelanggan
sebagai berikut:
Program frensip
Program stylo
Program slimo
Jumlah
Akumulasi amortisasi
Jumlah tercatat
This account represents deferred charges
incurred in relation to subscribers acquisition
programs as follows:
2009
Rp
2008
Rp
204.703.678.401
10.776.055.179
8.472.703.800
204.703.678.401
10.776.055.179
8.472.703.800
223.952.437.380
(223.952.437.380)
223.952.437.380
(218.018.738.907)
-
5.933.698.473
Frensip program
Stylo program
Slimo program
Total
Accumulated amortization
Carrying amount
Amortization expense in 2009 and
amounted
to
Rp
5,933,698,470
Rp 70,971,984,620, respectively (Note 28).
Beban amortisasi untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing
sebesar
Rp
5.933.698.470
dan
Rp 70.971.984.620 (Catatan 28).
- 42 123
Deferred Charges - Net
2008
and
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
14.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Aset Lain-lain
14.
2009
Rp
Uang jaminan sewa (Catatan 41g)
Lain-lain
Jumlah
2008
Rp
343.969.404.044
596.636.957
4.155.658.786
643.493.328
Rental deposits (Note 41g)
Others
344.566.041.001
4.799.152.114
Total
Uang jaminan sewa merupakan jumlah yang
diberikan Perusahaan pada bulan September
2009 untuk mendapatkan jaminan kontinuitas
pemberian jasa dari para pemasok serta untuk
mendukung proses restrukturisasi hutang
Perusahaan (Catatan 41g).
15.
Rental deposits represent the amount rendered
by the Company in September 2009 to obtain
guarantee from the vendors to continue to
provide services to the Company and to support
the restructuring of the outstanding payables of
the Company (Note 41g).
Hutang Usaha
a.
15.
Berdasarkan Pemasok
Pihak hubungan istimewa
(Catatan 39)
Qualcomm Incorporated
PT Freekoms Indonesia
PT Flash Mobile
PT Infokom Elektrindo
Jumlah
Pihak ketiga
Operator dalam negeri
PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk
PT Indosat Tbk
PT Bakrie Telecom
PT Excelcomindo Pratama Tbk
PT Telekomunikasi Selular
Lain-lain (dibawah Rp 1 miliar)
Subjumlah
Kontraktor dan pemasok
Huawei Technologies, Co., Ltd
PT Samsung Telecommunication
Indonesia
PT. Huawei Tech. Investment
Samsung Electronics Co., Ltd
ZTE Corporation
PT NEC Indonesia
PT Mora Telematika Indonesia
PT Cipta Televisi Pendidikan
Indonesia
PT Hitelnet Nusantara
Gemalto Pte, Ltd
PT Wahyu Abadi
PT Infokom Elektrindo
PT Maxima Cipta Integrasi
PT Interindo Internusa
PT Dawamiba Engineering
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp 1 miliar)
Subjumlah
Other Assets
Trade Accounts Payable
a.
2009
Rp
By Creditor
2008
Rp
116.461.537
-
157.691.717
2.180.121.754
644.593.206
265.159.828
116.461.537
3.247.566.505
Related parties
(Note 39)
Qualcomm Incorporated
PT Freekoms Indonesia
PT Flash Mobile
PT Infokom Elektrindo
Total related parties
Third parties
Domestic operators
PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk
PT Indosat Tbk
PT Bakrie Telecom
PT Excelcomindo Pratama Tbk
PT Telekomunikasi Selular
Others (below Rp 1 billion)
33.782.449.411
4.729.920.830
1.126.607.180
1.103.194.367
382.452.683
26.131.926.538
5.195.207.316
344.930.515
1.226.297.488
2.746.976.754
315.804.792
41.124.624.471
35.961.143.403
107.967.967.600
121.546.116.900
100.370.459.672
37.107.466.001
32.991.633.174
19.881.000.000
8.326.100.601
3.431.323.329
116.558.902.812
36.152.352.400
180.275.416.848
23.159.250.000
8.434.376.689
21.351.553.456
2.561.611.126
2.074.429.439
1.310.595.000
1.131.570.000
1.119.131.889
600.654.029
276.912.720
212.231.130
96.708.334
153.546.375
1.635.898.187
1.314.038.521
1.074.296.176
Contractors and suppliers
Huawei Technologies, Co., Ltd
PT Samsung Telecommunication
Indonesia
PT. Huawei Tech. Investment
Samsung Electronics Co., Ltd
ZTE Corporation
PT NEC Indonesia
PT Mora Telematika Indonesia
PT Cipta Televisi Pendidikan
Indonesia
PT Hitelnet Nusantara
Gemalto Pte, Ltd
PT Wahyu Abadi
PT Infokom Elektrindo
PT Maxima Cipta Integrasi
PT Interindo Internusa
PT Dawamiba Engineering
17.462.118.257
24.609.177.974
Others (each below Rp 1 billion)
336.825.203.967
536.361.634.672
Subtotal
Subtotal
- 43 124
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
15.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Hutang Usaha (Lanjutan)
a.
Berdasarkan Pemasok (Lanjutan)
Pihak ketiga (Lanjutan)
Penyedia konten
PT Freekoms Indonesia
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp 1 miliar)
a.
2009
Rp
By Creditor (Continued)
2008
Rp
9.471.311.200
-
Third parties (Continued)
Content provider
PT Freekoms Indonesia
4.132.853.973
3.680.067.551
Others (each below Rp 1 billion)
3.680.067.551
Subtotal
Jumlah pihak ketiga
391.553.993.611
576.002.845.626
Total third parties
Jumlah
391.670.455.148
579.250.412.131
Total
b.
Berdasarkan Mata Uang
By Currency
2009
Rp
2008
Rp
Dolar Amerika Serikat (Catatan 43)
Rupiah
304.987.622.083
86.682.833.065
469.356.972.252
109.893.439.879
U.S. Dollar (Note 43)
Rupiah
Jumlah
391.670.455.148
579.250.412.131
Total
The Company had entered into Memorandum of
Understanding with Several Creditors regarding
the conversion of the outstanding payables of
the Company into the Company’s Series B
shares (Note 24).
Perusahaan melakukan kesepakatan dengan
beberapa
kreditur
sehubungan
dengan
mengkonversi hutang usaha Perusahaan
menjadi saham Perusahaan Seri B (Catatan 24).
16.
Trade Accounts Payable (Continued)
13.604.165.173
Subjumlah
b.
15.
Hutang Jangka Pendek
16.
Short-term Loan
Pada tanggal 25 November 2009, Perusahaan
telah menandatangani Perjanjian dengan
PT Sinar Mas Sekuritas (“SMS”), dimana
Perusahaan dapat menerbitkan surat hutang
komersil
dengan
nilai
maksimum
Rp 200.000.000.000, penerbitan akan dilakukan
dalam beberapa tahap berdasarkan permintaan
penarikan dana keapda SMS.
On November 25, 2009, the Company has
signed the agreement with PT Sinar Mas
Sekuritas (“SMS”) to issue commercial loan with
maximum amount of Rp 200,000,000,000. The
loan issuance will be made in several stages,
based on the withdrawal request to SMS.
Surat hutang komersil ini jatuh tempo pada
tanggal 30 November 2010 dan dikenakan
tingkat bunga tetap sebesar 16% per tahun yang
dibayarkan
pada
akhir
bulan
Februari,
Mei, Agustus, dan November 2010. Surat hutang
komersial tersebut dijamin dengan jaminan aset
tetap Perusahaan (Catatan 11). Pada tanggal
31 Desember 2009, Perusahaan telah menarik
dana sebesar Rp 80.000.000.000.
The
commercial loan will mature on
November 30, 2010 and bears a fixed interest
rate of 16% per annum. The interest is payable
at the end of February, May, August, and
November 2010. The commercial loan is
secured by property and equipment (Note 11).
As of December 31, 2009, the Company has
withdrawn Rp 80,000,000,000.
- 44 125
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
17.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Hutang Lain-Lain
17.
2009
Rp
Lehman Brothers Special
Financing (Catatan 44)
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
PT Azec Indonesia Management Services
PT Serasi Autoraya
PT Cipta Reksa Pitama
PT Pandu Siwi Sentosa
Lain-lain (masing-masing dibawah
Rp 1 Milyar)
Jumlah
18.
2008
Rp
24.068.931.800
5.395.453.190
1.469.476.176
1.272.171.738
1.046.225.646
1.009.328.047
142.001.680.062
1.053.886.536
306.474.750
1.246.764.387
507.865.248
14.049.887.478
15.286.026.787
48.311.474.075
160.402.697.770
Hutang Pajak
18.
2009
Rp
Pajak penghasilan
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 26
Total
Total
Taxes Payable
7.985.585.747
11.271.640.771
3.845.743.281
Income taxes
Article 21
Article 23
Article 26
12.109.308.473
23.102.969.799
Total
The filing of tax returns is based on the
Company’s own calculation of tax liabilities (self
assessment). Based on the Third Amendment of
the General Taxation Provisions and Procedures
No. 28 Year 2007, the time limit for the Tax
Authorities to assess or amend taxes was
reduced from 10 to 5 years, subject to certain
exceptions, since the tax became payable and
for year 2007 and prior years, the time limit will
end at the latest on fiscal year 2013.
19.
2009
Rp
Subjumlah
Others (each below Rp 1 billion)
1.100.226.689
7.160.094.343
3.848.987.441
Biaya Masih Harus Dibayar
Pihak hubungan istimewa
(Catatan 39)
Biaya operasional
Sewa
Lehman Brothers Special
Financing (Note 44)
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
PT Azec Indonesia Management Services
PT Serasi Autoraya
PT Cipta Reksa Pitama
PT Pandu Siwi Sentosa
2008
Rp
Besarnya
pajak
penghasilan
terhutang
ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang
dilakukan
sendiri
oleh
wajib
pajak
(self assessment). Berdasarkan Undang-Undang
No. 28 Tahun 2007 mengenai Perubahan Ketiga
atas Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan, Kantor Pajak dapat melakukan
pemeriksaan atas perhitungan pajak dalam
jangka waktu 5 tahun (dari sebelumnya
10 tahun) setelah terhutangnya pajak, dengan
beberapa pengecualian, sedangkan untuk tahun
pajak 2007 dan sebelumnya ketetapan tersebut
berakhir paling lama pada akhir tahun pajak
2013.
19.
Other Accouts Payable
Accrued Expenses
2008
Rp
-
17.796.707.461
1.145.518.669
-
18.942.226.130
Related parties (Note 39)
Operating expenses
Rental
Subtotal
- 45 126
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
19.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Biaya Masih Harus Dibayar (Lanjutan)
19.
2009
Rp
Pihak ketiga
Bunga
Pengunaan frekuensi (Catatan 41b)
Sewa
Biaya operasional
Perbaikan dan pemeliharaan
Lain-lain
Subjumlah
Jumlah
20.
2008
Rp
308.622.967.930
141.155.847.482
122.995.708.361
20.238.432.959
1.080.677
89.001.680.982
31.107.024.209
10.383.365.651
70.918.241.780
2.140.025.843
11.215.322.188
3.472.375.654
604.229.359.597
207.022.714.119
604.229.359.597
225.964.940.249
Pendapatan Diterima Dimuka
20.
Uang Jaminan Pelanggan
21.
2009
Rp
22.
16.908.005.191
Jumlah
16.908.005.191
Subtotal
Total
Unearned Revenue
Deposits from Customers
10.190.796.558
-
3.099.600.000
Hutang Obligasi
13.290.396.558
22.
2009
Rp
Vouchers
Telecommunication facilities usage
(Note 41d)
Total
Bonds Payable
2008
Rp
606.500.000.000
675.000.000.000
940.000.000.000
1.095.000.000.000
Jumlah
Biaya emisi hutang obligasi
yang belum diamortisasi
1.546.500.000.000
1.770.000.000.000
Bersih
1.519.417.829.434
(27.082.170.566)
- 46 127
Others
2008
Rp
Pembelian voucher
Sewa fasilitas telekomunikasi
(Catatan 41d)
Obligasi - Rupiah
Guaranteed senior
Catatan - US$ 100 juta
Third parties
Interest
Frequency usage charges (Note 41b)
Rental
Operating expenses
Repairs and maintenance
This account represents revenue from preloaded
voucher sales that had not been used with
unexpired stored values.
Akun ini merupakan pendapatan atas penjualan
voucher pulsa isi ulang prabayar yang belum
digunakan
dan
belum
melewati
masa
berlakunya.
21.
Accrued Expenses (Continued)
(36.986.829.814)
1.733.013.170.186
Bonds - Rupiah
Guaranteed senior
Notes - US$ 100 million
Total
Unamortized bonds/notes
issuance cost
Net
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
22.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Hutang Obligasi (Lanjutan)
22.
Bonds Payable (Continued)
Obligasi - Rupiah
Bonds - Rupiah
Term awal pada saat diterbitkan
Initial terms at the issuance date
Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari
Ketua
BAPEPAM-LK
dengan
Suratnya
No. S-980/BL/2007 tanggal 2 Maret 2007 dalam
rangka Penawaran Umum Obligasi I (Obligasi)
sebesar Rp 675 miliar. Sehubungan dengan
penerbitan obligasi tersebut, PT Bank Permata
Tbk bertindak sebagai wali amanat, berdasarkan
Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi I
No. 114 tanggal 22 Februari 2007 dari Sutjipto
S.H., notaris di Jakarta.
The Company obtained an Effective Notice from
the Chairman of BAPEPAM-LK in his Letter
No. S-980/BL/2007 dated March 2, 2007 for the
Public Offering of Bond I of Rp 675 billion.
In relation to the issuance of the Bonds, PT Bank
Permata Tbk was appointed as Trustee, based
on Trust Deed on the Bond I No. 114 dated
February 22, 2007 of Sutjipto, S.H., notary public
in Jakarta.
Hasil penerbitan obligasi digunakan untuk
melunasi seluruh hutang pembelian aset tetap
beserta bunga yang belum dibayar kepada
Samsung Corporation dan modal kerja.
The proceeds were used to pay all outstanding
liability, plus accrued and unpaid interest to
Samsung Corporation and the remaining for
working capital.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari
jumlah pokok obligasi dengan tingkat bunga
tetap sebesar 12,375% per tahun. Bunga
obligasi dibayarkan setiap tiga bulan dimana
pembayaran pertama dilakukan pada tanggal
15 Juni 2007 dan pembayaran terakhir akan
dibayarkan pada tanggal 15 Maret 2012. Obligasi
ini berjangka waktu lima tahun. Perusahaan
diperkenankan untuk membeli kembali sebagian
pokok obligasi sebelum tanggal jatuh tempo
pelunasan obligasi, baik sebagai pelunasan lebih
awal maupun sebagai treasury bonds, dengan
ketentuan pembelian kembali dilaksanakan
setelah hari jadi pertama penerbitan obligasi
(15 Maret 2007).
The bonds were offered at 100% of the bonds
principal amount, with fixed interest rate of
12.375% per annum. The interest is payable on
quarterly basis where the first payment will be
executed on June 15, 2007 and the last payment
will be on March 15, 2012. The Bonds will
mature in 5 years. The Company is allowed to
buy back, either as treasury bonds or early
redemption, a portion or the entire bonds prior to
the maturity date, after the first anniversary of
the bonds issuance (March 15, 2007).
Biaya yang berhubungan dengan penerbitan
obligasi sebesar Rp 11.225.194.490 dicatat
sebagai biaya emisi pinjaman dan diamortisasi
selama periode pinjaman. Biaya emisi pinjaman
belum diamortisasi sebesar Rp 4.370.621.372
dan Rp 7.109.291.664 masing-masing pada
tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 dicatat
sebagai pengurang pinjaman.
The costs incurred in relation to the issuance of
the bonds totaling to Rp 11,225,194,490 were
recorded as debt issuance cost and amortized
over the term of the bonds. Unamortized bonds
issuance costs amounting to Rp 4,370,621,372
and Rp 7,109,291,664 as of December 31, 2009
and 2008, respectively, are presented as
deduction of the outstanding face value of the
bonds.
Perusahaan disyaratkan untuk memenuhi
beberapa batasan keuangan dan umum sesuai
dengan kondisi obligasi. Pada tanggal 16 Maret
2007, obligasi tersebut didaftarkan pada Bursa
Efek Indonesia.
The Company is required to fulfill certain general
and financial covenants in accordance with the
Bonds conditions. On March 16, 2007, the bonds
were listed in the Indonesia Stock Exchange.
- 47 128
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
22.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Hutang Obligasi (Lanjutan)
22.
Bonds Payable (Continued)
Obligasi - Rupiah (Lanjutan)
Bonds - Rupiah (Continued)
Term awal pada saat diterbitkan (Lanjutan)
Initial terms at the issuance date (Continued)
Pada saat tanggal penerbitan, obligasi
Perusahaan tersebut memperoleh peringkat
BBB+ (Stable Outlook) dari PT Pemeringkat
Efek Indonesia (Pefindo). Obligasi yang dijamin
dengan jaminan fidusia atas sebagian perangkat
infrastruktur
telekomunikasi
Perusahaan
(Catatan 11) sebesar 110% dari seluruh jumlah
pokok obligasi yang masih beredar apabila
peringkat obligasi adalah BBB atau lebih baik,
apabila tidak, maka jaminan fidusia menjadi
130%.
At issuance date, the bonds have BBB+ (Stable
Outlook) from PT Pemeringkat Efek Indonesia
(Pefindo). The bonds are secured by fiduciary
guarantee over the Company’s infrastructure
telecommunication
equipment
(Note
11)
amounting to 110% of the total outstanding
bonds principal if the bond rating is BBB or
above, otherwise the fiduciary guarantee is
130%.
Pada laporan terakhir Pefindo tertanggal
16 Maret 2009 peringkat obligasi tersebut adalah
idD (Default)
Based on the latest report from Pefindo released
on March 16, 2009, the bonds have idD (default)
rating.
Restrukturisasi Obligasi
Restructuring of Bonds
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Obligasi
tanggal 29 Juni 2009 yang dinyatakan dalam
akta No. 246 dari Sutjipto S.H. notaris di Jakarta,
para pemegang obligasi menyetujui untuk
melakukan restrukturisasi hutang obligasi
Perusahaan dengan persyaratan sebagai
berikut:
Based on the Bondholders’ Meeting dated
June 29, 2009 as stated in Notarial Deed
No. 246 of Sutjipto S.H., notary public in Jakarta,
the Bondholders agreed to restructure the
outstanding bonds payable of the Company
written the following terms:
1.
Jatuh tempo diperpanjang menjadi 15 Juni
2017.
1.
The maturity is extended to June 15, 2017.
2.
Pembayaran bunga kupon obligasi diubah
menjadi:
a.
12,375% untuk 9 kuartal dimulai pada
15 Juni 2007
2.
Interest payment is set as of follows:
a.
12.375% for 9
in June 15, 2007
quarters
starting
b.
5% untuk 8 kuartal dimulai pada
15 September 2009
b.
5%
for
8
quarters
in September 15, 2009
starting
c.
8% untuk 12 kuartal dimulai pada
15 September 2011
c.
8%
for
12
quarters
in September 15, 2011
starting
d.
18% untuk 12 kuartal dimulai pada
15 September 2014
d.
18% for 12 quarters
in September 15, 2014
starting
3.
Kupon terhutang untuk periode 15 Maret
dan 15 Juni 2009 termasuk denda akan
dibayarkan dalam 4 pembayaran dimana
pembayaran terakhir adalah tertanggal
15 Maret 2010 (Catatan 47c).
3.
Outstanding interest due on March 15 and
June 15, 2009 including penalty is to be
paid in 4 equal payments and the last
payment date is March 15, 2010
(Note 47c).
4.
Perusahaan disyaratkan untuk menjaga
dana sinking fund sebesar 2 kali
pembayaran bunga berikutnya.
4.
The Company is required to maintain a
sinking fund in the amount of 2 times next
interest payment.
5.
Perusahaan disyaratkan untuk memenuhi
beberapa batasan umum dan keuangan.
Salah satu klausul mensyaratkan adanya
injeksi modal di tahun 2010 apabila
Perusahaan tidak memenuhi batasan
tersebut.
5.
The Company is required to fulfill certain
general and financial covenants. One
clause requires capital injection in 2010 if
the Company fails to meet the covenant.
- 48 129
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
22.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Hutang Obligasi (Lanjutan)
22.
Bonds Payable (Continued)
Obligasi - Rupiah (Lanjutan)
Bonds - Rupiah (Continued)
Restrukturisasi Obligasi (Continued)
Restructuring of Bonds (Continued)
Pada tanggal 19 Februari 2009, Perusahaan dan
PT Bank Permata Tbk (Permata), selaku wali
amanat
dalam
Obligasi
I
Perusahaan,
telah menandatangani Addendum Pembebanan
Jaminan Secara Fidusia Atas Peralatan No. 104
yang dibuat di hadapan notaris Aulia Taufani,
SH., notaris pengganti dari Sutjipto, SH, Notaris
di Jakarta, sehubungan dengan kewajiban
Perusahaan untuk menambah jaminan menjadi
130% dari jumlah terutang apabila Perusahaan
mengalami penurunan peringkat obligasi.
Perubahan terakhir Perjanjian Perwaliamanatan
sebagaimana tercantum dalam akta No. 73
tanggal 17 Juli 2009 yang dibuat dihadapan
notaris Aulia Taufani, SH., notaris pengganti dari
Sutjipto, SH., Notaris di Jakarta guna
mengakomodir
keputusan
Rapat
umum
pemegang obligasi tanggal 29 Juni 2009. Saat
ini
Perusahaan
sedang
dalam
proses
memperbarui jaminan Fidusia menjadi 130% dan
mengurangi jumlah jaminan sebagai akibat
konversi hutang menjadi saham pada tanggal
9 Desember 2009.
On February 19, 2009, the Company and
PT Bank Permata Tbk (Permata), acting as
trustee in Bond I, entered into Amendment of
Fiduciary Over the Company’s Equipment as
stated in Notarial Deed No.104 of Aulia Taufani,
SH., substitute of Sutjipto, SH., notary public in
Jakarta concerning to the Company’s obligation
to increase the guarantee to 130% of the total
outstanding bonds since the rating of the bonds
decreased. The latest amendment of the Deed of
Trustee Agreement has been executed as stated
on the Notarial Deed No. 73, dated July 17, 2009
of Aulia Taufani, SH., substitute of Sutjipto, S.H.,
notary in Jakarta, to accommodate Bondholders’
Meeting resolution on June 29, 2009. Currently,
the Company is in the process of renewing the
Fiduciary Guarantee to maintain 130% level and
to lower the fiduciary amount as a result of debtto-equity conversion on December 9, 2009.
Konversi hutang menjadi saham
Debt-to-equity conversion
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa tanggal 30 Oktober 2009, pemegang
saham menyetujui hutang Perusahaan menjadi
saham Perusahaan. Pada tanggal 9 Desember
2009, Perusahaan melakukan kesepakatan
dengan beberapa pemegang obligasi untuk
melakukan konversi hutang menjadi saham.
Per 31 Desember 2009, Perusahaan telah
mengkonversi obligasi dengan nilai nominal
sebesar Rp 68.500.000.000 berikut bunga
serta
denda
seluruhnya
sebesar
Rp 2.534.065.625 menjadi saham perusahaan
seri B (Catatan 24).
Based on the Extraordinary Stockholders’
General Meeting held on October 30, 2009, the
Stockholders approved the debt-to-equity
conversion. On December 9, 2009, the Company
has entered into agreement with few
bondholders to execute the debt-to-equity
conversion. As of December 31, 2009, the
Company has converted bonds with face value
of Rp 68,500,000,000 and the related
interest
and
penalty
totaling
to
Rp 2,534,065,625 to Company’s Series B shares
(Note 24).
Guaranteed Senior Notes - US$ 100 juta
Guaranteed Senior Notes - US$ 100 million
Pada tanggal 15 Agustus 2007, Mobile-8
Telecom Finance Company B.V. (Mobile-8 B.V.),
anak
Perusahaan,
menerbitkan
11,25%
Guaranteed Senior Notes (Notes) sebesar
US$ 100 juta, jatuh tempo pada tanggal 1 Maret
2013. Notes ini tercatat di Bursa Efek Singapura.
On August 15, 2007, Mobile-8 Telecom Finance
Company B.V (Mobile-8 B.V.), a subsidiary,
issued 11.25% Guaranteed Senior Notes
(the Notes) amounting to US$ 100 million, due
on March 1, 2013. The notes are listed in the
Singapore Stock Exchange.
- 49 130
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
22.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Hutang Obligasi (Lanjutan)
22.
Bonds Payable (Continued)
Guaranteed Senior Notes - US$ 100 juta
(Lanjutan)
Guaranteed Senior Notes - US$ 100 million
(Continued)
Dalam rangka penerbitan Notes ini, Deutsche
Bank Trustees (Hong Kong) Limited bertindak
sebagai wali amanat dan agen penjamin. Notes
ini ditawarkan pada nilai nominal dengan tingkat
bunga tetap sebesar 11,25% per tahun. Bunga
obligasi dibayarkan setiap tanggal 1 Maret dan
1 September dimulai sejak 1 Maret 2008.
In relation to the issuance of the Notes,
Deutsche Bank Trustees (Hong Kong) Limited
was appointed as Trustee and Collateral Agent.
The Notes were offered at face value with fixed
interest rate of 11.25% per annum. The interest
of the Notes is payable on March 1 and
September 1 of each year, starting from March 1,
2008.
Setiap saat pada atau setelah tanggal
15 Agustus 2010, Mobile-8 B.V. dapat menebus
Notesnya, secara keseluruhan atau sebagian,
pada harga tebusan yang sama dengan
persentase dari nilai pokok yang telah
ditetapkan, ditambah bunga yang belum dibayar,
jika ada, pada tanggal tebusan, jika ditebus
selama masa 12 bulan sejak tanggal 15 Agustus
dari tahun berikut: tahun 2010 sebesar
105,625%, tahun 2011 sebesar 102,813% dan
tahun 2012 dan seterusnya sebesar 100%.
Setiap saat sebelum tanggal 15 Agustus 2010,
Mobile-8 B.V. mempunyai opsi untuk menebus
Notes, secara keseluruhan tetapi tidak secara
sebagian, dengan harga tebusan 100% dari nilai
pokok Notes, ditambah premi yang berlaku saat
itu, dan bunga yang belum dibayar, jika ada,
pada saat tanggal tebusan.
At any time on or after August 15, 2010, Mobile-8
B.V. may redeem the Notes, in whole or in part,
at a redemption price equal to the percentage of
determined principal amount already set, plus
accrued and unpaid interest, if any, on the
redemption date, if redeemed during the
12 month period commencing on August 15 of
any year set forth as follows: year 2010 at
105.625%, year 2011 at 102.813% and year
2012 and years there after at 100%. At any time
prior to August 15, 2010, Mobile-8 B.V. may at its
option redeem the Notes, in whole but not in
part, at a redemption price equal to 100% of the
principal amount of the Notes plus the applicable
premium as of, and accrued and unpaid interest,
if any, to, the redemption date.
Selain itu, setiap saat sebelum 15 Agustus 2010,
Mobile-8 B.V. dapat menebus sampai dengan
35% dari nilai pokok Notes, ditambah dengan
bunga yang belum dibayar, jika ada, pada saat
tanggal tebusan; asalkan setidaknya 65% dari
nilai pokok agregat Notes yang diterbitkan pada
tanggal penerbitan awal, tetap beredar setelah
tebusan tersebut dan tebusan tersebut dilakukan
dalam 60 hari setelah penutupan penawaran
saham di masa datang.
In addition, at any time prior to August 15, 2010,
Mobile-8 B.V. may redeem up to 35% of the
aggregate principal amount of the Notes, plus
accrued and unpaid interest, if any, to the
redemption date; provided that at least 65% of
the aggregate principal amount of the Notes
originally issued on the original issue date
remains outstanding after each such redemption
and any such redemption takes place within 60
days after the closing of any future equity
offering.
Hasil penerbitan Notes digunakan untuk
melunasi seluruh pinjaman dan bunga yang
belum dibayar dari fasilitas Lehman Commercial
Paper Inc. dengan jumlah US$ 71.600.000 dan
untuk pembelian perlengkapan jaringan serta
untuk tujuan umum Perusahaan.
The proceeds were used to pay all amounts
outstanding plus accrued and unpaid interest
under the Company’s loan facility with Lehman
Commercial
Paper
Inc.
totalling
to
US$ 71,600,000 and the balance for the
purchase of network equipment and for general
corporate purpose.
Perusahaan dan Mobile-8 B.V. diwajibkan untuk
memenuhi persyaratan umum dan keuangan
tertentu.
The Company and Mobile-8 B.V. are required to
fulfill certain general and financial covenants.
- 50 131
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
22.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Hutang Obligasi (Lanjutan)
22.
Bonds Payable (Continued)
Guaranteed Senior Notes - US$ 100 juta
(Lanjutan)
Guaranteed Senior Notes - US$ 100 million
(Continued)
Notes ini dijamin oleh Perusahaan dan Mobile-8
B.V.,
dimana
Perusahaan
menjaminkan
sahamnya di Mobile-8 B.V. dan Mobile-8 B.V.
mengalihkan seluruh haknya atas pinjaman antar
perusahaan. Pinjaman antar perusahaan dibuat
pada tanggal penerbitan Notes merupakan
pinjaman dalam US Dollar yang diberikan oleh
Mobile-8 B.V. kepada Perusahaan sebesar
jumlah yang sama dengan penerimaan Mobile-8
B.V. dari penawaran Notes sesuai dengan
perjanjian pinjaman antar perusahaan awal yang
dibuat antara Mobile-8 B.V. dan Perusahaan.
The Notes are guaranteed by the Company and
Mobile-8 B.V. where the Company pledged its
shares in Mobile-8 B.V. and an assignment by
Mobile-8 B.V. of all of its interest and rights
under the Intercompany Loan. Intercompany
loan represents the loan in U.S. Dollars made on
the original issue date by Mobile-8 B.V. to the
Company in the amount equal to the amount of
the gross proceeds received by Mobile-8 B.V.
from the offering of the Notes pursuant to the
intercompany loan agreement entered on the
original issue date between Mobile-8 B.V. and
the Company.
Pada saat penerbitan, Notes ini telah
memperoleh peringkat “B” dari Standard &
Poor’s Rating Group (Standard & Poor’s), yang
merupakan divisi dari Mc Graw-Hill Companies
Inc, dan “B2” dari Moody’s Investors Service, Inc.
(Moody’s).
At the issuance, the Notes have been rated “B”
by Standard & Poor’s Rating Group (Standard &
Poor’s), a division at McGraw-Hill Companies,
Inc. and “B2” by Moody’s Investors Service, Inc.
(Moody’s).
Pada laporan terakhir Standard & Poor’s yang
diterbitkan tanggal 2 Desember 2008, peringkat
Notes tersebut adalah “D” (Default), sedangkan
Moody’s tidak lagi memberikan peringkat
terhadap
Notes
tersebut
sejak
20 Februari 2009.
Based on the latest report from Standard &
Poor’s released on December 2, 2008, the Notes
have “D” (Default) rating, while the Moody’s has
withdrawn its rating on February 20, 2009.
Biaya yang berhubungan dengan penerbitan
Notes sebesar Rp 40.603.730.631, dicatat
sebagai biaya emisi pinjaman dan diamortisasi
selama periode pinjaman. Biaya emisi pinjaman
belum
diamortisasi
sebesar
Rp 22.711.549.194 dan Rp 29.877.538.150
masing-masing pada tanggal 31 Desember 2009
dan 2008, disajikan sebagai pengurang nilai
Notes.
The costs incurred in relation to the issuance of
the Notes totaling to Rp 40,603,730,631, were
recorded as notes issuance cost and amortized
over the term of the bonds. Unamortized notes
issuance costs amounting to Rp 22,711,549,194
and 29,877,538,150 as of December 31, 2009
and 2008, respectively, are presented as
deduction of the outstanding face value of the
Notes.
Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah tercatat
atas penyisihan biaya bunga yang belum dibayar
Perusahaan sebesar US$ 15.000.000 atau
ekuivalen Rp 141.000.000.000 (Catatan 19).
As of December 31, 2009, the accrued interest
on Notes amounted to US$ 15,000,000 or
equivalent to Rp 141,000,000,000 (Note 19).
Pada tanggal 20 Januari 2009, Perusahaan telah
menerima panggilan dari Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat (“Pengadilan”) untuk sidang
gugatan perdata Wanprestasi yang diajukan oleh
DB Trustee (Hong Kong) limited atas kegagalan
Perusahaan untuk melakukan penawaran untuk
membeli oleh Perseroan sebagai konsekwensi
atas terjadinya penurunan saham PT Global
Mediacom Tbk dibawah 51% tahun 2008. Pada
tanggal 3 Desember 2009, DB Trustee (Hong
Kong) limited menyatakan mencabut Gugatan
Wanprestasi melalui surat Pencabutan Gugatan
yang disampaikan pada Pengadilan.
On January 20, 2009, the Company was
summoned to the Central Jakarta Indonesia
court of justice (“Court”) over a civil case placed
by DB Trustee (Hong Kong) Limited due to the
Company’s failure to conduct offer to purchase
as a consequence of PT Global Mediacom Tbk
ownership’s fell below 51% in 2008.
On December 3, 2009, DB Trustee (Hong Kong)
limited withdrew the case through a letter sent to
the Court.
- 51 132
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
22.
23.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Hutang Obligasi (Lanjutan)
22.
Bonds Payable (Continued)
Guaranteed Senior Notes - US$ 100 juta
(Lanjutan)
Guaranteed Senior Notes - US$ 100 million
(Continued)
Pada tanggal 29 Juni 2009, Perusahaan selaku
Tergugat III telah menerima panggilan dari
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk sidang
gugatan perdata Perbuatan Melawan Hukum
yang diajukan oleh PT Global Mediacom Tbk
(“MCOM”), sehubungan dengan ketidaktahuan
dan tidak adanya persetujuan MCOM atas
klausula change of control didalam indenture.
Pada tanggal 3 Desember 2009, MCOM
menyatakan mencabut gugatan perdata tersebut
melalui surat Pencabutan Gugatan yang
disampaikan pada Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat.
On June 29, 2009, the Company was summoned
to the Central Jakarta Indonesia Court of Justice
over a civil case placed by PT Global Mediacom
Tbk (“MCOM”), because MCOM was not aware
and did not provide any consent for the change
control
clause
under
the
indenture.
On December 3, 2009, MCOM withdrew the case
through a letter sent to the Central Jakarta
Indonesia Court.
Hutang Sewa Pembiayaan
23.
Lease Liabilities
Perusahaan mengadakan perjanjian sewa
dengan beberapa penyedia menara pemancar
(lessor) untuk jangka waktu 11 - 12 tahun.
Perusahaan
mempunyai
opsi
untuk
memperpanjang selama 10 tahun. Kewajiban
Perusahaan atas sewa pembiayaan ini dijamin
dengan hak pemilikan lessor atas menara
pemancar yang disewa.
The Company entered into lease agreements
with several tower providers (lessor) with lease
terms ranging from 11 to 12 years. The
Company has an options to extend the leases for
additional 10 years. The Company’s obligations
under the finance leases are secured by the
lessors’ title to the leased towers.
Jumlah pembayaran minimum sewa pembiayaan
dan nilai kini pembayaran minimum sewa
pembiayaan adalah sebagai berikut:
The total of future minimum lease payments and
present value of future minimum lease payments
are as follows:
Pembayaran minimum
sewa pembiayaan di masa depan/
Future minimum lease
payments
2009
2008
Rp
Rp
Tidak lebih dari 1 tahun
Lebih dari 1 tahun sampai
dengan 5 tahun
Lebih dari 5 tahun
Jumlah
Dikurangi beban keuangan
di masa depan
Nilai kini pembayaran minimum
sewa pembiayaan dimasa depan
No later than 1 year
Later than 1 year but not
later than 5 years
Later than 5 years
438.621.477.120
273.246.426.482
97.658.115.243
60.783.204.986
1.350.256.382.209
785.637.430.367
1.321.258.756.534
1.028.224.124.148
517.666.106.382
607.992.569.046
431.409.344.195
737.604.579.267
2.574.515.289.696
2.622.729.307.164
1.223.316.790.671
1.229.797.128.448
(1.351.198.499.025)
(1.392.932.178.716)
-
-
1.223.316.790.671
1.229.797.128.448
1.223.316.790.671
1.229.797.128.448
Total
Less future finance
charges
Present value of future
minimum lease payments
97.658.115.243
1.125.658.675.428
60.783.204.986
1.169.013.923.462
Presented as
Current liabilities
Noncurrent liabilities
1.223.316.790.671
1.229.797.128.448
Disajikan sebagai
Kewajiban lancar
Kewajiban tidak lancar
Jumlah
- 52 133
Nilai kini pembayaran minimum
sewa pembiayaan di masa depan/
Present value of future minimum
lease payments
2009
2008
Rp
Rp
Total
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
24.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Modal Saham
24.
Capital Stock
The Company’s capital stock ownership as of
December 31, 2009 and 2008 is as follows:
Modal saham Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai
berikut:
Jumlah
saham/
Number of
Shares
Nama Pemegang Saham/
Name of Stockholder
Saham seri A/Series A shares
Jerash Investment Ltd.
Qualcomm Incorporated
Masyarakat/Public, pemilikan kurang dari 5%/
less than 5% ownership
Saham seri B/Series B shares
Corporate United Investments Ltd.
Etrading Securities
Boquete Group S.A
PT Gerbang Mas Tunggal Sejahtera
Masyarakat, pemilikan kurang dari 5%/
Public (each holding below 5%)
Jumlah/Total
Jerash Investment Ltd.
PT Global Mediacom Tbk
UOB Kay Hian Private Limited
Qualcomm Incorporated
KT Freetel Co., Ltd., Korea
Masyarakat, pemilikan kurang dari 5%/
Public (each holding below 5%)
Jumlah/Total
Jumlah
modal disetor/
Total paid-up
capital
Rp
6.475.479.000
1.013.051.863
19,60
3,07
647.547.900.000
101.305.186.300
12.747.341.564
38,59
1.274.734.156.400
4.186.863.458
3.954.016.294
1.416.511.153
1.011.793.681
12,67
11,97
4,29
3,06
209.343.172.900
197.700.814.700
70.825.557.650
50.589.684.050
2.228.599.314
6,75
111.429.965.700
33.033.656.327
100,00
2.663.476.437.700
Jumlah
saham/
Number of
Shares
Nama Pemegang Saham/
Name of Stockholder
2009
Persentase
pemilikan/
Percentage
of ownership
%
2008
Persentase
pemilikan/
Percentage
of ownership
%
Jumlah
modal disetor/
Total paid-up
capital
Rp
6.475.479.000
3.844.815.988
2.690.118.600
1.013.051.863
404.611.912
32,00
19,00
13,29
5,01
2,00
647.547.900.000
384.481.598.800
269.011.860.000
101.305.186.300
40.461.191.200
5.807.795.064
28,70
580.779.506.400
20.235.872.427
100,00
2.023.587.242.700
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa tanggal 30 Oktober 2009 yang
dinyatakan dalam Akta No. 18 tanggal
5 November 2009 dari notaris Sutjipto,
S.H.,M.Kn., para pemegang saham Perusahaan
menyetujui hal-hal berikut:
Based on the Extraordinary Stockholders’
General Meeting as stated in Notarial Deed
No. 18 dated November 5, 2009 of Sutjipto, S.H.,
M.Kn, notary public in Jakarta, the shareholders
agreed to:
a.
a.
Peningkatan modal dasar yang semula
Rp 6 triliun yang terdiri dari 60 miliar saham
dengan nilai nominal Rp 100 menjadi
setinggi-tingginya Rp 8 triliun yang terbagi
atas 20.235.872.427 saham Seri A dengan
nilai nominal Rp 100 per saham dan
119.528.255.146 saham Seri B dengan nilai
nominal Rp 50.
Increase the authorized capital stock from
Rp 6 trillion, which is consist of 60 billion
shares with Rp 100 par value per share, to
Rp 8 trillion, which is consist of
20,235,872,427 Series A shares with
Rp 100 par value per share and
119,528,255,146 Series B shares with
Rp 50 par value per share.
- 53 134
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
24.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Modal Saham (Lanjutan)
b.
24.
b.
Pelaksanaan konversi hutang obligasi dan
hutang usaha Perusahaan, termasuk
namun tidak terbatas pada nilai pokok,
bunga dan denda sebesar-besarnya
Rp 1.435.821.887.464, menjadi saham
Perusahaan Seri B.
Tambahan Modal Disetor
25.
2009
Rp
Konversi tambahan modal disetor
Jumlah - Bersih
2008
Rp
191.966.758.500
6.098.943.125
182.853.121.214
347.050.077.429
486.874.188.119
6.098.943.125
182.853.121.214
347.050.077.429
486.874.188.119
(10.915.145.012)
(10.915.145.012)
(1.011.663.819.000)
(1.011.663.819.000)
192.264.124.375
- 54 135
Additional Paid-Up Capital
Additional paid-up capital represents the
difference between the total paid-up capital
received from the stockholders and par value of
stocks issued less stock issuance cost, as
follows:
Tambahan modal disetor merupakan selisih
setoran modal dari pemegang saham dengan
nilai nominal saham setelah dikurangi dengan
biaya penerbitan saham, sebagai berikut:
Agio saham atas pengeluaran
saham
Tahun 2009 (Catatan 24)
Tahun 2006
Tahun 2005
Tahun 2004
Tahun 2003
Dikurangi
Biaya penerbitan saham
Conversion of the bonds payable and trade
accounts payable, including but not limited
to principal, interest and penalty, with
maximum amount of Rp 1,435,821,887,464
to Series B shares of the Company.
The Company has entered into Memorandum of
Understanding with several bondholders and
creditors regarding the conversion of the
outstanding payables of the Company into the
Company’s Series B shares. Until December 31,
2009, bonds payable and trade accounts
payable totalling to Rp 831,855,953,500 have
been converted to Company’s Series B shares at
conversion price of Rp 65 per share. Several
creditors have appointed third parties as
recipient of the conversion. The debt-to-equity
conversion
resulted
to
issuance
of
12,797,783,900 Series B shares or equivalent to
Rp 639,889,195,000. The difference of
Rp 191,966,758,500 was recorded as “Additional
Paid-up Capital” in the equity section of the
consolidated balance sheets (Note 25).
Perusahaan telah melakukan Kesepakatan
Bersama dengan beberapa pemegang obligasi
dan
kreditur
tentang
konversi
hutang
Perusahaan menjadi saham Perusahaan Seri B.
Sampai dengan 31 Desember 2009, jumlah
hutang obligasi dan hutang usaha yang
dikonversi menjadi saham Perusahaan Seri B
adalah sebesar Rp 831.855.953.500 dan
konversi dilakukan dengan harga pasar
Rp 65 per saham. Beberapa kreditur telah
menunjuk pihak ketiga sebagai pihak yang
menerima hasil konversi tersebut. Saham seri B
hasil konversi adalah sebesar 12.797.783.900
saham atau Rp 639.889.195.000. Selisih
sebesar Rp 191.966.758.500 dicatat sebagai
“Tambahan modal” disajikan sebagai unsur
ekuitas pada neraca konsolidasi (Catatan 25).
25.
Capital Stock (Continued)
297.365.875
Additional paid-up capital from
stocks issued
In 2009 (Note 24)
In 2006
In 2005
In 2004
In 2003
Less
Stocks issuance costs
Conversion of additional
paid-up capital
Net
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
25.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Tambahan Modal Disetor (Lanjutan)
25.
2009
Rp
Agio saham atas penawaran
umum saham kepada masyarakat
setelah dikurangi dengan biaya
emisi saham sebesar
Rp 45.594.340.944
Tambahan modal disetor atas
hak minoritas pemegang saham
Komselindo sehubungan
dengan merger (Catatan 3)
Penurunan agio saham atas
penerbitan saham baru kepada
pemegang saham minoritas
Komselindo
Penjualan dan pelaksanaan waran
Jumlah Agio Saham
26.
Additional Paid-Up Capital (Continued)
2008
Rp
441.905.659.056
441.905.659.056
1.254.540.742
1.254.540.742
(4.304.556.700)
93.980.583.406
(4.304.556.700)
93.980.583.406
725.100.350.879
Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali
533.133.592.379
26.
Additional paid-up capital from
initial public offering net of stocks issuance
costs of Rp 45,594,340,944
Additional paid-up capital
from minority interest of
Komselindo's stockholders
in relation to merger (Note 3)
Decrease in additional paid-up
capital from the issuance of new
shares to minority stockholders
of Komselindo
Sale and exercise of warrants
Total Additional Paid-up Capital
Difference In Value Of Restructuring
Transaction Among Entities Under Common
Control
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali merupakan selisih antara nilai
transaksi dengan jumlah tercatat atas perolehan
saham Komselindo dalam rangka restrukturisasi
entitas sepengendali.
Difference in value of restructuring transactions
among entities under common control represents
difference in transaction price over book value of
Komselindo’s shares purchased by the
Company, which is considered as a transaction
among entities under common control.
Pada tanggal 11 November 2009. PT Global
Mediacom Tbk menjual seluruh saham
Perusahan miliknya. Berdasarkan PSAK No.38
(Revisi 2004) “Akuntansi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali”, saldo selisih nilai transaksi
restrukturisasi entitas sepengendali diakui
sebagai realisasi keuntungan atau kerugian jika
terdapat perubahan pada aset, kewajiban,
saham, atau instrumen kepemilikan lainnya yang
dikuasai oleh entitas sepengendali dialihkan ke
entitas tidak sepengendali. Oleh sebab itu, sejak
tanggal penjualan saham Perusahaan oleh
PT Global Mediacom Tbk saldo selisih nilai
transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
diakui sebagai keuntungan dan disajikan dalam
akun “Keuntungan atas realisasi selisih nilai
transaksi entitas sepengendali” dalam laporan
laba rugi konsolidasi.
On November 11, 2009, PT Global Mediacom
Tbk has sold the outstanding ownership over the
Company’s common stock. Based on PSAK No.
38 (Revised 2004) “Accounting for Restructuring
of Entities Under Common Control”, the balance
of the difference arising from restructuring
transactions of entities under common control is
recognized as realized gain or loss if the
underlying assets, liabilities, shares or other
ownership instruments, which previously resulted
in the difference arising from restructuring
transactions of entities under common control,
have been disposed to another party not under
common control. Accordingly, on the date of sale
of
the
Company’s
stock
by
PT Global Mediacom Tbk in value of the balance
of the difference arising from the restructuring
transactions among entities under common
control is recognized as realized gain and
presented under “Realized gain on difference
arising from restructuring transactions among
entities under common control” account in the
consolidated statement of operations.
- 55 136
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
27.
Pendapatan Usaha
27.
2008
Rp
331.497.481.493
82.864.044.347
32.142.671.135
4.227.600.509
13.966.572.308
665.091.691.093
116.908.570.746
27.205.100.783
3.234.761.804
7.924.718.482
Subjumlah
464.698.369.792
820.364.842.908
Jasa interkoneksi
Domestik
59.420.069.264
87.353.980.804
Interconnection services
Domestic
Jelajah Internasional
13.259.889.160
18.805.950.953
International Roaming
Subjumlah
72.679.958.424
106.159.931.757
Jumlah Pendapatan
537.378.328.216
926.524.774.665
Beban interkoneksi
Potongan harga
(135.523.234.952)
(32.886.384.440)
(163.105.159.887)
(31.588.967.762)
Interconnection charges
Discount
Subjumlah
(168.409.619.392)
(194.694.127.649)
Subtotal
368.968.708.824
731.830.647.016
Pendapatan Usaha - Bersih
Beban Penyusutan dan Amortisasi
28.
2009
Rp
Penyusutan aset tetap
(Catatan 11)
Amortisasi beban tangguhan
(Catatan 13)
Jumlah
29.
Operating Revenues
2009
Rp
Jasa telekomunikasi
Percakapan
Pesan singkat (SMS)
Data
Abonemen
Lain-lain
28.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Beban Operasi,
Telekomunikasi
Pemeliharaan
Jumlah
248.303.186.698
5.933.698.470
70.971.984.620
318.387.676.176
319.275.171.318
Jasa
29.
Gross Revenues
Operating Revenues - Net
Depreciation of property and
equipment (Note 11)
Amortization of deferred charges
(Note 13)
Total
Operations,
Maintenance
Telecommunication Services Expenses
2008
Rp
167.205.155.461
119.405.761.655
107.809.534.440
85.028.536.943
18.198.305.123
4.390.155.684
94.606.472.016
71.078.051.613
18.518.397.139
4.333.454.997
382.631.687.651
307.942.137.420
- 56 137
Subtotal
2008
Rp
2009
Rp
Sewa tempat untuk stasiun
pengendali dan infrastruktur
telekomunikasi
Beban penggunaan frekuensi
(Catatan 41b)
Listrik dan generator
Perbaikan dan pemeliharaan
Transportasi operasional
Subtotal
Depreciation and Amortization Expenses
312.453.977.706
Dan
Telecommunication services
Voice
Short messaging service (SMS)
Data
Monthly service charges
Others
Rental of spaces for base station
and telecommunication
infrastructure
Frequency usage charges
(Note 41b)
Electricity and generator
Repairs and maintenance
Operational transportation
Total
and
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
30.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Beban Penjualan Dan Pemasaran
30.
2009
Rp
2008
Rp
Iklan dan promosi
Kartu dan biaya voucher
Distribusi
Komisi
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp 1 miliar)
121.424.369.511
16.437.389.979
7.001.735.837
4.705.759.498
237.552.736.622
20.194.711.231
9.290.302.934
4.467.489.608
914.837.750
1.346.315.462
Jumlah
150.484.092.575
272.851.555.857
Beban Karyawan
31.
2009
Rp
32.
Advertising and promotion
Card and voucher cost
Distribution
Commissions
Others (each below Rp 1 billion)
Total
For the year ended December 31, 2009 and
2008, nil and 52.37% of total sales and
marketing expenses was rendered by related
parties, respectively (Note 39).
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009
dan 2008, masing-masing sebesar nihil dan
52,37% dari beban penjualan dan pemasaran
dilakukan dengan pihak hubungan istimewa
(Catatan 39).
31.
Sales and Marketing Expenses
Personnel Expenses
2008
Rp
Gaji dan tunjangan karyawan
Tenaga outsource
Imbalan kerja (Catatan 34)
Perekrutan, pelatihan dan
pengembangan
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp 1 miliar)
105.818.299.875
17.383.249.694
11.199.447.000
124.246.311.809
21.875.637.986
8.778.778.000
190.318.221
2.858.222.895
Salaries and allowances
Outsourcing of employees
Post-employment benefits (Note 34)
Recruitment, training and
development
376.829.788
2.263.592.872
Others (each below Rp 1 billion)
Jumlah
134.968.144.578
160.022.543.562
Beban Umum Dan Administrasi
32.
2009
Rp
Sewa
Jamuan dan sumbangan
Keamanan dan kebersihan
Listrik, air dan telepon
Asuransi
Penyisihan piutang ragu-ragu
(Catatan 6)
Jasa profesional
Perjalanan dinas
Beban kantor
Transportasi
Lain-lain (masing-masing dibawah
Rp 1 miliar)
Total
General and Administrative Expenses
2008
Rp
19.542.264.088
6.629.663.755
5.023.879.481
3.761.966.030
3.455.621.524
20.695.418.385
1.423.160.862
5.735.059.918
5.569.944.828
4.241.193.507
3.315.210.082
2.279.733.362
1.880.394.275
1.814.816.007
1.344.053.087
9.619.326.513
2.532.797.933
6.037.175.679
3.400.318.870
4.028.388.364
Rental
Entertainment and donation
Security and cleaning
Electricity, water and telephone
Insurance
Provision for doubtful accounts
(Note 6)
Professional fees
Travelling expenses
Office expenses
Transportation
8.958.714.763
11.507.331.622
Others (each below Rp 1 billion)
58.006.316.454
74.790.116.481
- 57 138
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
33.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Beban Bunga dan Keuangan Lainnya
33.
2009
Rp
Beban bunga
Bunga atas hutang sewa pembiayaan
Penyisihan bunga Guaranteed
Senior Notes
Bunga atas hutang obligasi
Beban keuangan lainnya
Denda penalti penggunaan
frekuensi (Catatan 41b)
Penyisihan denda penalti sewa
pembiayaan
Lain-lain (masing-masing dibawah
Rp 1 miliar)
Jumlah
34.
Interest and Other Financial Charges
2008
Rp
202.491.665.743
203.131.277.693
116.506.875.000
66.482.949.700
109.763.437.500
47.041.967.459
24.071.656.533
5.817.945.386
3.561.872.043
-
1.750.954.281
1.497.908.678
414.865.973.300
367.252.536.716
Imbalan Pasca Kerja
34.
Interest on:
Lease liabilities
Guaranteed Senior Notes
Bonds payable
Other financial charges:
Penalty on frequency
usage charges (Note 41b)
Penalty on lease liabilities
Others (each below
Rp 1 billion)
Total
Post-Employment Benefits
Besarnya imbalan pasca kerja dihitung
berdasarkan Undang-undang No. 13 Tahun 2003
tanggal 25 Maret 2003. Tidak terdapat
pendanaan khusus yang disisihkan oleh
Perusahaan sehubungan dengan imbalan pasca
kerja tersebut.
The amount of post-employment benefits is
determined based on the outstanding regulation
Law No. 13 Year 2003, dated March 25, 2003.
No funding of the benefits has been made to
date.
Laporan aktuaria terakhir atas cadangan imbalan
pasti pasca kerja Perusahaan dan anak
perusahaan dilakukan oleh PT Eldridge Guna
Prima Solution, aktuaris independen.
The latest actuarial valuation report on the
defined post-employment benefits was from
PT Eldridge Guna Prima Solution, an
independent actuary.
Rekonsiliasi dari nilai kini cadangan imbalan
pasti yang tidak didanai dan cadangan imbalan
pasti pasca kerja dalam neraca konsolidasi
adalah sebagai berikut:
A reconciliation of the present value of unfunded
defined benefit reserve to the amount of definedbenefit post-employment reserve presented in
the consolidated balance sheets is as follows:
2009
Rp
Nilai kini cadangan imbalan
pasti yang tidak didanai
Beban jasa lalu yang belum diakui
(Keuntungan) kerugian aktuarial
yang tidak diakui
Cadangan imbalan pasti pasca kerja
2008
Rp
51.487.454.000
(989.142.000)
37.860.228.000
(1.234.052.000)
(383.068.000)
2.596.780.000
Present value of unfunded
defined-benefit reserve
Unrecognized past service costs
Unrecognized actuarial gains
(losses)
39.222.956.000
Defined-benefit post-employment
reserve
50.115.244.000
- 58 139
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
34.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Imbalan Pasca Kerja (Lanjutan)
34.
Beban imbalan pasca kerja adalah sebagai
berikut:
Defined-benefit
post-employment
consist of the following:
2009
Rp
Biaya jasa kini
Biaya bunga
Biaya jasa lalu
Biaya pemutusan kontrak kerja
Jumlah
expense
2008
Rp
6.444.555.000
4.506.896.000
244.910.000
3.086.000
5.847.392.000
3.875.903.000
(2.172.796.000)
1.228.279.000
11.199.447.000
8.778.778.000
Current service cost
Interest cost
Past service costs
Contract termination cost
Total
Beban imbalan pasti pasca kerja disajikan
sebagai bagian dari “Beban karyawan” dalam
laporan laba rugi konsolidasi (Catatan 31).
Defined-benefit post-employment expense is
presented as part of “Personal expenses”
(Note 31) in the consolidated statements of
operations.
Mutasi cadangan imbalan pasti pasca-kerja
adalah sebagai berikut:
Movement of defined-benefit post-employment
reserve are as follows:
2009
Rp
Cadangan imbalan pasti pasca-kerja
awal tahun
Beban imbalan pasti pasca-kerja
tahun berjalan
Pembayaran selama tahun berjalan
Cadangan imbalan pasti pasca-kerja
akhir tahun
2008
Rp
39.222.956.000
11.199.447.000
32.296.622.000
8.778.778.000
(307.159.000)
(1.852.444.000)
50.115.244.000
39.222.956.000
2009
Tingkat diskonto per tahun
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Tingkat pensiun normal
Tingkat Kematian
Tingkat cacat
Defined benefit post-employment
reserve at beginning of the year
Defined benefit post-employment
expense during the year
Payments made during the year
Defined benefit post-employment
reserve at end of the year
The actuarial valuation was carried out using the
following key assumptions:
Asumsi
utama
yang
digunakan
dalam
menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai
berikut:
35.
Post-Employment Benefits (Continued)
2008
10,5%
10%
9%
9%
55 tahun/years
55 tahun/years
Tabel Kematian Indonesia
Mortality table of
1999 (of TMI II)
Indonesia 1999 (TM II)
10% of TMI II 1999
10% of TMI II 1999
Pajak Penghasilan
35.
Penghasilan beban pajak Perusahaan dan anak
perusahaan terdiri dari:
Discount rate per annum
Salary increase rate per annum
Normal pension rate
Mortality rate
Disability rate
Income Tax
The tax benefit (expense) of the Company and
its subsidiary consists of the following:
2009
Rp
2008
Rp
Pajak kini
Pajak tangguhan
(458.301.800)
(49.263.844.389)
109.624.878.208
Current tax
Deferred tax
Jumlah
(49.722.146.189)
109.624.878.208
Total
- 59 140
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
35.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Pajak Penghasilan (Lanjutan)
35.
Income Tax (Continued)
Pajak Kini
Current Tax
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut
laporan laba rugi konsolidasi dengan laba fiskal
Perusahaan adalah sebagai berikut:
A reconciliation between income before tax
expense per consolidated statements of
operations and taxable income is as follows:
2009
Rp
Rugi sebelum pajak menurut
laporan laba rugi konsolidasi
Laba sebelum pajak
anak perusahaan
Rugi sebelum pajak Perusahaan
Perbedaan temporer:
Penyusutan aset sewa
pembiayaan
Beban imbalan pasca kerja
Beban tangguhan
Beban piutang ragu-ragu
Pembayaran sewa pembiayaan
Perbedaan penyusutan komersial
dan fiskal
Lain-lain
Bersih
Perbedaan yang tidak dapat
diperhitungkan menurut fiskal:
Keuntungan atas realisasi selisih
nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
Amortisasi goodwill
Perjamuan dan sumbangan
Beban pajak
Kesejahteraan karyawan
Transportasi
Penghasilan bunga dikenakan
pajak final
Lain-lain
2008
Rp
(674.674.220.183)
(1.178.492.882.207)
(587.717.007)
(2.423.790.217)
(675.261.937.190)
(1.180.916.672.424)
91.439.691.819
10.892.288.000
5.933.698.470
3.315.210.082
(19.149.891.042)
69.742.652.212
6.926.334.000
70.971.898.399
5.642.062.000
(39.954.066.555)
(121.630.309.843)
6.007.533.629
(81.322.246.248)
1.501.636.647
(23.191.778.885)
33.508.270.455
(42.245.424.126)
11.451.958.224
6.629.663.755
4.841.559.502
486.157.977
442.839.680
(185.880.508)
(503.201.457)
Jumlah
(19.082.326.953)
Rugi fiskal
(717.536.043.028)
- 60 141
11.451.958.224
1.423.160.862
9.868.600.850
1.630.578.987
1.401.563.928
(7.491.194.243)
(298.645.477)
17.986.023.131
(1.129.422.378.838)
Loss before tax per consolidated
statements of income
Income before tax
of subsidiary
Loss before tax expense
of the Company
Temporary differences:
Depreciation of finance
leased assets
Post-employment benefits
Deferred charges
Provision for doubtful accounts
Payments of finance lease
Difference between commercial
and fiscal depreciation expenses
Others
Net
Permanent differences:
Gain on realization of difference in value
of restructuring transaction among
entities under common control
Goodwill amortization
Entertainment and donation
Tax expenses
Personnel expenses
Transportation
Interest income subjected
to final tax
Others
Net
Fiscal loss
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
35.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Pajak Penghasilan (Lanjutan)
35.
Pajak Kini (Lanjutan)
Income Tax (Continued)
Current Tax (Continued)
2009
Rp
2008
Rp
Akumulasi rugi fiskal tahun-tahun
sebelumnya - setelah penyesuaian
dengan surat ketetapan pajak dan
surat keberatan Perusahaan dan
keputusan pengadilan pajak
2008
2006
2005
2004
2003
(1.041.893.685.511)
(57.513.281.809)
(374.953.847.069)
(428.786.489.059)
-
(57.513.281.809)
(283.403.865.286)
(347.166.993.354)
(8.257.890.849)
Akumulasi rugi fiskal
(2.620.683.346.476)
(1.825.764.410.136)
Prior years' fiscal losses - net of
adjustment per tax assessment
letter and the Company's
objection letter and tax
court decision
2008
2006
2005
2004
2003
Fiscal losses carryforward
Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember
2009 dan 2008, Perusahaan mengakui rugi
pajak sehingga tidak terdapat taksiran pajak kini
untuk periode tersebut. Beban pajak kini pada
tahun 2009 sebesar Rp 458.301.800 merupakan
pajak penghasilan badan anak perusahaan.
For the years ended December 31, 2009 and
2008, the Company was in fiscal loss position,
hence, there was no estimated current income
tax for those periods. Current tax expense in
2009 amounted to Rp 458,301,800 is corporate
income tax of the subsidiary.
Rugi fiskal Perusahaan tahun 2008 sesuai
dengan Pemberitahuan (SPT) Tahunan yang
disampaikan Perusahaan kepada Kantor Pajak.
The fiscal loss of the Company in 2008 is in
accordance with the corporate income tax
returns filed with the Tax Service Office.
Pada tanggal 18 Maret 2009, Perusahaan
menerima SKPLB Pajak Penghasilan Badan
No. 00059/406/07/054/09 untuk masa pajak
tahunan
2007
milik
Perusahaan
yang
menyatakan
bahwa
lebih
bayar
pajak
penghasilan badan tahun 2007 sebesar
Rp 12.239.025.011 dan laba fiskal Perusahaan
sebesar
Rp
61.218.176.523.
Sementara
Perusahaan juga menerima SKPKB Pajak
Penghasilan pasal 21, 23, 4 ayat 2 dan 26
dengan jumlah Rp1.490.868.666. Pada bulan
April 2009 Perusahaan telah menerima
pengembalian bersih atas lebih bayar tersebut
sebesar Rp 10.748.156.345.
On March 18, 2009. the Company received
Overpayment Tax Assessment Letter (SKPLB)
on
Corporate
Income
Tax
No. 00059/406/07/054/09 for the fiscal year
2007, which stated that the Company’s corporate
income tax overpayment for fiscal year 2007
amounted to Rp 12,239,025,011 and taxable
income amounted to Rp 61,218,176,523. At the
same time, the Company also received
Underpayment Tax Assessment Letter (SKPKB)
on Income Tax Articles 21, 23, 4 (2) and 26
totaling to Rp 1,490,868,666. In April 2009, the
Company received the refund for aforementional
overpayment, net of underpayment, amounting
to Rp 10,748,156,345.
Pada tanggal 30 Januari 2009, Perusahaan
menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
(SKPLB)
Pajak
Penghasilan
Badan
No. 00014/406/07/014/09 untuk masa pajak
tahunan 2007 milik anak Perusahaan sebelum
merger, PT Komunikasi Selular Indonesia (KSI),
yang menyatakan bahwa lebih bayar pajak
penghasilan badan tahun 2007 sebesar
Rp 2.347.189.369 dan laba fiskal Perusahaan
sebesar Rp 110.473.929.831. Pada bulan
Maret 2009 Perusahaan telah menerima
pengembalian lebih bayar tersebut sebesar
Rp 2.137.035.481 dan sisanya sebesar
Rp 210.153.888 digunakan untuk penyelesaian
hutang Pajak Penghasilan pasal 23, 4 ayat 2 dan
Pajak Pertambahan Nilai Perusahaan.
On January 30, 2009. the Company received
Overpayment
Tax
Assessment
Letter
(SKPLB)
on
Corporate
Income
Tax
No. 00014/406/07/014/09 for the fiscal year
2007, on behalf of PT Komunikasi Selular
Indonesia (KSI), which stated that the
Company’s corporate income tax overpayment
for
fiscal
year
2007
amounted
to
Rp 2,347,189,369 and taxable income amounted
to Rp 110,473,929,831. In March 2009, the
Company
received
the
refund
for
aforementioned overpayment amounted to
Rp 2,137,035,481. The remaining balance of
Rp 210,153,888 was compensated against the
Company’s tax payable for Income Tax Article
23, 4(2) and Value Added Tax.
- 61 142
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
35.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Pajak Penghasilan (Lanjutan)
35.
Income Tax (Continued)
Pajak Kini (Lanjutan)
Current Tax (Continued)
Pada tanggal 12 Januari 2008, Perusahaan
menerima SKPLB Pajak Penghasilan Badan
No. 00007/406/06/901/08 untuk masa pajak
tahunan 2006 milik anak Perusahaan sebelum
merger, PT Telekomindo Selular Raya (TSR),
yang menyatakan bahwa lebih bayar pajak
penghasilan badan tahun 2007 sebesar
Rp 4.885.435 dan rugi fiskal Perusahaan
sebesar Rp 10.770.510.718. Pada bulan
Februari 2008 Perusahaan telah menerima
pengembalian tersebut sebesar Rp 3.465.346
dan sisanya sebesar Rp 1.420.089 digunakan
untuk penyelesaian hutang pajak penghasilan
pasal 21 Perusahaan.
On January 12, 2008, the Company received
SKPLB
on
Corporate
Income
Tax
No. 00007/406/06/901/08 for the fiscal year
2006, on behalf of PT Telekomindo Selular Raya
(TSR), which stated that the Company’s
corporate income tax overpayment for fiscal year
2007 amounted to Rp 4,885,435 and fiscal loss
amounted
to
Rp
10,770,510,718.
In
February 2008 the Company has received the
refund for the aforementioned overpayment
amounted to Rp 3,465,346 and the remaining
balance of Rp 1,420,089 was compensated
against the Company’s tax payable for income
tax Article 21.
Pada tanggal 15 Oktober 2008, Perusahaan
menerima SKPLB Pajak Penghasilan Badan
No.
00175/406/06/054/08
dan
Pajak
Pertambahan Nilai No. 00058/407/06/054/08
untuk masa pajak tahunan 2006 masing-masing
sebesar Rp 868.055.309 dan Rp 6.065.736.163
yang telah diterima Perusahaan pada bulan
November 2008 sebesar Rp 5.145.150.360 dan
sisanya sebesar Rp 1.788.641.112 digunakan
untuk penyelesaian hutang Pajak Penghasilan
pasal 23, 26 dan Pajak Pertambahan Nilai
Perusahaan.
On October 15, 2008, the Company received
SKPLB
on
Corporate
Income
tax
No. 00175/406/06/054/08 and Value Added Tax
No. 00058/407/06/054/08 for the fiscal year 2006
amounting
to
Rp
868,055,309
and
Rp 6,065,736,163, respectively. In November
2008, the Company received the refund for the
aforementioned overpayment amounting to
Rp 5,145,150,360 and remaining balance of
Rp 1,788,641,112 was compensated against the
Company’s tax payable for Income Tax Article
23, 26 and Value Added Tax.
Pada tanggal 8 Juli 2008, Perusahaan menerima
Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak
No:
KEP-1079/WPJ.06/BD.06/2008
tentang
keberatan Wajib Pajak atas SKPLB Pajak
Penghasilan
Badan
yang
menetapkan
untuk
mempertahankan
SKPLB
No. 00028/406/05/073/07 tanggal 30 April 2007
untuk tahun pajak 2005 yang menyatakan bahwa
peredaran
usaha
Perusahaan
sebesar
Rp 413.244.435.394, sementara menurut
Perusahaan adalah Rp 321.694.453.611.
Perusahaan
menerima
Surat
Keputusan
Pengadilan Pajak No. Put.20387/PP/M.VII/15/
2009 tertanggal 29 Oktober 2009, yang
mengabulkan banding Perusahaan.
On July 8, 2008, the Company received
a Decision Letter No: KEP-1079/WPJ.06/BD.06/
2008 from the Director General of Taxation
regarding the Company’s objection on SKPLB on
the Company’s Income Tax wherein defending
SKPLB
No.00028/406/05/073/07
dated
April 30, 2007 for fiscal year 2005 which stated
the
Company’s
revenue
amounted
to
Rp 413,244,435,394, while according to the
Company amounted to Rp 321,694,453,611.
The Company received the Tax Court Decision
Letter No. Put.20387/PP/M.VII/15/2009 dated
October 29, 2009, approving the Company’s
appeal.
- 62 143
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
35.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Pajak Penghasilan (Lanjutan)
35.
Income Tax (Continued)
Pajak Kini (Lanjutan)
Current Tax (Continued)
Sehubungan dengan penggabungan usaha,
pada tanggal 25 Juni 2007, Perusahaan
mengajukan surat permohonan kepada Kantor
Pelayanan Pajak untuk penggunaan nilai buku
atas pengalihan harta dalam rangka merger
sehingga Perusahaan dapat menggunakan
akumulasi rugi fiskal anak perusahaan. Pada
tanggal 16 Agustus 2007, Perusahaan menerima
Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak
No.
30/PJ.03/2007
tentang
penolakan
permohonan penggunaan akumulasi rugi fiskal
anak perusahaan. Pada tanggal 12 September
2007, Perusahaan mengajukan banding kepada
pengadilan pajak. Pada tanggal 30 April 2008,
Perusahaan
menerima
Surat
Keputusan
Pengadilan Pajak No. Put.13799/PP/M.VII/99/
2008 tertanggal 17 April 2008, yang
mengabulkan banding Perusahaan. Dengan
adanya keputusan Pengadilan Pajak ini, maka
rugi fiskal anak perusahaan yang dapat
diperhitungkan dalam Perusahaan berjumlah
Rp 251.126.636.375, terdiri dari masing-masing
Rp 8.257.890.849 dari rugi fiskal 2003,
Rp 66.141.656.045 dari rugi fiskal 2004,
Rp 119.213.807.672 dari rugi fiskal 2005, dan
Rp 57.513.281.809 dari rugi fiskal 2006.
In relation to the merger, on June 25, 2007, the
Company filed a request to the Tax Service
Office to allow the Company to transfer fiscal
loss carryforward of the former subsidiaries to
the Company. On August 16, 2007, the
Company received the Director General of
Taxation Decision Letter No.30/PJ.03/2007
rejecting the request to transfer the former
subsidiaries’
accumulated
fiscal
loss
carryforward to the Company in relation to the
merger. On September 12, 2007, the Company
had appealed to the Tax Court. On April 30,
2008, the Company received the Tax Court
Decision Letter No. Put.13799/PP/M.VII/99/2008
dated April 17, 2008, approving the Company’s
appeal. With such court decision, accumulated
fiscal loss carryforwards which were transferred
to the Company totaling to Rp 251,126,636,375,
comprises of Rp 8,257,890,849 from tax loss of
2003, Rp 66,141,656,045 from tax loss of 2004,
Rp 119,213,807,672 from tax loss of 2005, and
Rp 57,513,281,809 from tax loss of 2006.
Pada tanggal 5 Februari 2007, Perusahaan
menerima Surat Keputusan Direktur Jenderal
Pajak No: KEP-147/WPJ.06/BD.06/2007 tentang
keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan
Pajak
Kurang
Bayar
(SKPKB)
Pajak
Penghasilan
Badan
yang
menetapkan
untuk
mempertahankan
SKPKB
No. 00001/406/04/073/05 tanggal 30 Desember
2005 untuk tahun pajak 2004 yang menyatakan
bahwa
rugi
fiskal
Perusahaan
sebesar
Rp 463.515.783.060, sementara menurut
Perusahaan adalah Rp 466.766.718.031.
Perusahaan
mengajukan
banding
atas
keputusan tersebut dan sudah menerima
Surat
Keputusan
Pengadilan
Pajak
No.
Put.17019/PP/M.VII/15/2009
tanggal
18 Februari 2009 yang memutuskan bahwa rugi
fiskal perusahaan adalah Rp 464.628.868.048.
On February 5, 2007, the Company received a
decision letter No: KEP-147/WPJ.06/BD.06/2007
from the Director General of Taxation regarding
the Company’s objection on Tax Underpayment
Assessment Letter (SKPKB) on the Company’s
Income Tax wherein defending SKPKB
No. 00001/406/04/073/05 dated December 30,
2005 for fiscal year 2004 which stated the
Company’s
fiscal
loss
amounted
to
Rp 463,515,783,060, while according to the
Company amounted to Rp 466,766,718,031.
The Company appealed to the such decision
and received Tax Court Decision Letter
No.
Put.17019/PP/M.VII/15/2009,
dated
February 18, 2009 approving the Company’s
fiscal loss amounted to Rp 464,628,868,048.
- 63 144
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
35.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Pajak Penghasilan (Lanjutan)
35.
Income Tax (Continued)
Pajak Kini (Lanjutan)
Current Tax (Continued)
Pada tanggal 29 Juni 2005, Perusahaan
menerima SKPLB Pajak Penghasilan Badan
No. 00028/406/03/073/05
dari
Direktorat
Jenderal Pajak yang menyatakan bahwa lebih
bayar pajak penghasilan badan Perusahaan
tahun 2003 adalah Rp 557.753.145 dan rugi
fiskal tahun 2003 adalah Rp 62.062.457.743.
Atas
lebih
bayar
tersebut
dilakukan
pemindahbukuan dengan hutang pajak PPh
pasal 23 dengan jumlah yang sama sebesar
Rp 557.753.145. Pada tanggal 6 September
2005, Perusahaan mengajukan keberatan atas
rugi fiskal tahun 2003 berdasarkan SKPLB
tersebut.
Berdasarkan
surat
keberatan
Perusahaan tersebut, rugi fiskal 2003 menurut
Perusahaan adalah Rp 80.506.410.717. Pada
tanggal
6 September
2006,
Perusahaan
menerima
Keputusan
Dirjen
Pajak
No.
KEP-1073/WPJ.06/BD.06/2006
yang
menolak Keberatan Perusahaan. Pada Tanggal
5 Oktober 2006, Perusahaan mengajukan
banding atas KEP-1073/WPJ.06/BD.06/2006.
Pada tanggal 22 Agustus 2008, Perusahaan
menerima Surat Keputusan Pengadilan Pajak
No.
Put.14694/PP/M.VII/15/2008,
yang
mengabulkan banding Perusahaan.
On June 29, 2005, the Company received
SKPLB No. 00028/406/03/073/05 from the
Director General of Taxation which stated that
the
Company’s
corporate
income
tax
overpayment for fiscal year 2003 amounted to
Rp 557,753,145 and tax loss for fiscal year 2003
amounted
to
Rp
62,062,457,743.
The
overpayment had been compensated against
withholding tax article 23 in the same amount
totalling to Rp 557,753,145. On September 6,
2005, the Company filed an objection letter
against the fiscal loss amount for fiscal year
2003 as stated in the SKPLB. Based on the
objection letter, the 2003 fiscal loss per
Company’s
calculation
amounted
to
Rp 80,506,410,717. On September 6, 2006, the
Company received the Director General
of
Taxation
Decision
Letter
No.
KEP-1073/WPJ.06/BD.06/2006
which
rejected the Company’s objection. On October 5,
2006, the Company filed an appeal of
KEP-1073/WPJ.06/BD.06/2006. On August 22,
2008, the Company received Tax Court Decision
Letter
No.
Put.14694/PP/M.VII/15/2008,
approving the Company’s appeal.
Pajak Tangguhan
Deferred Tax
Rincian aset (kewajiban) pajak
Perusahaan adalah sebagai berikut:
1 Januari
2008/
January 1,
2008
Rp
Aset (kewajiban) pajak
tangguhan:
Rugi fiskal
Depresiasi aset sewa
pembiayaan
tangguhan
Dikreditkan
(dibebankan) ke
laporan
laba rugi/
Credited
(charged)
to income
statement
Rp
The details of the Company’s deferred tax assets
(liabilities) are as follows:
1 Januari
2009/
January 1,
2009
Rp
Dikreditkan
(dibebankan) ke
laporan
laba rugi/
Credited
(charged)
to income
statement
Rp
31 Desember
2009/
December 31,
2009
Rp
181.107.784.116
101.247.810.587
282.355.594.703
(102.971.583.946)
179.384.010.757
5.013.205.351
17.435.663.053
22.448.868.404
22.859.922.955
45.308.791.359
10.182.340.532
1.731.583.500
11.913.924.032
614.886.966
12.528.810.998
2.853.424.090
Imbalan pasca kerja
Penyisihan piutang
ragu-ragu
Penyisihan penurunan
nilai persediaan
Beban tangguhan
Pembayaran aset sewa
pembiayaan
Penyusutan aset tetap
Lain-lain
1.410.515.500
4.263.939.590
(1.197.461.007)
3.066.478.583
950.623.278
(23.071.679.062)
17.742.974.600
950.623.278
(5.328.704.462)
(158.437.213)
5.328.704.462
792.186.065
-
(2.690.993.713)
(39.350.577.968)
-
(9.988.516.639)
(20.330.561.562)
375.409.105
(12.679.510.352)
(59.681.139.530)
375.409.105
(4.787.472.761)
30.967.737.136
79.859.019
(17.466.983.113)
(28.713.402.394)
455.268.124
Jumlah
134.994.126.624
109.624.878.208
244.619.004.768
(49.263.844.389)
195.355.160.379
- 64 145
Deferred tax assets
(liabilities):
Fiscal loss
Depreciation of
leased assets
Post-employment
benefits obligation
Allowance for doubtful
accounts
Allowance for decline
in value of inventory
Deferred charges
Payments of finance
leases
Depreciation of fixed assets
Others
Sub-total
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
35.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Pajak Penghasilan (Lanjutan)
35.
Income Tax (Continued)
Pajak Tangguhan (Lanjutan)
Deferred Tax (Continued)
Pada 31 Desember 2009, Perusahaan
mempunyai akumulasi rugi fiskal sebesar
Rp 2.620.683.346.476. Rugi fiskal yang dapat
dikompensasikan dengan laba kena pajak
di masa dating sebesar Rp 2.191.896.857.417.
Pada 31 Desember 2009, Perusahaan
mengakui aset pajak tangguhan dari rugi fiskal
tahun berjalan sebesar Rp 717.536.043.028.
Pajak tangguhan atas rugi fiskal sebesar
Rp 1.474.360.814.388 tidak diakui karena
Perusahaan belum memiliki dasar memadai
untuk memperkirakan laba kena pajak di masa
mendatang yang dapat dikompensasikan.
At December 31, 2009, the Company has
accumulated
fiscal
losses
carryforward
amounted
to
Rp
2,620,683,346,476.
Rp 2,191,896,857,417 of the fiscal losses
carryforward is available for offset against future
taxable income. A deferred tax asset has been
recognized in respect of the current year’s
fiscal loss amounting toRp 717,536,043,028.
No deferred tax asset on fiscal losses has been
recognized in respect of the remaining
Rp 1,474,360,814,388 due to unpredictability of
future profit stream of which the fiscal losses can
be utilized.
Pada bulan September 2008, Undang-Undang
No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan
direvisi melalui penerbitan Undang-Undang
No. 36 Tahun 2008. Undang-Undang revisi
tersebut mengatur perubahan tarif pajak
penghasilan badan, dari sebelumnya tarif
progresif menjadi tarif tunggal sebesar 28%
untuk tahun pajak 2009 dan sebesar 25% untuk
tahun pajak 2010 dan seterusnya. Perusahaan
telah menghitung dampak perubahan tarif pajak
tersebut dalam perhitungan aset dan kewajiban
pajak tangguhan dan membukukannya sebagai
bagian dari beban pajak pada laba rugi
konsolidasi.
In September 2008, Law No. 7 Year 1983
regarding “Income Tax” has been revised with
Law No. 36 Year 2008. The revised Law
stipulates changes in corporate income tax rate
from progressive tax rates to a flat rate of 28%
for fiscal year 2009 and 25% for fiscal year 2010
onward. The Company has recorded the impact
of changes in tax rates in the calculation of
deferred tax assets and liabilities as part of tax
expense in the consolidated income statements
of operations.
Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil
perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan
tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:
A reconciliation between the total tax expense
and the amounts computed by applying the
effective tax rates to income before tax is as
follows:
2009
Rp
2008
Rp
Rugi sebelum pajak menurut
laporan laba rugi konsolidasi
Laba anak perusahaan sebelum pajak
(674.674.220.183)
(587.717.007)
(1.178.492.882.207)
(2.423.790.217)
Loss before tax expense per
consolidated statements of operations
Income before tax of subsidiary
Rugi sebelum beban pajak Perusahaan
(675.261.937.190)
(1.180.916.672.424)
Loss before tax expense the Company
Pajak penghasilan dengan tarif
yang berlaku
(189.073.342.413)
(295.229.168.099)
Pengaruh pajak tangguhan
Perbedaan tetap:
Keuntungan atas realisasi selisih
nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali
Amortisasi goodwill
Perjamuan dan sumbangan
Beban pajak
Kesejahteraan karyawan
Transportasi
Penghasilan bunga
dikenakan pajak final
Lain-lain
Bersih
(11.828.718.755)
3.206.548.303
1.856.305.851
1.355.636.661
136.124.234
123.995.110
2.862.989.556
355.790.216
2.467.150.213
407.644.747
350.390.982
(52.046.542)
(140.896.408)
(1.872.798.561)
(74.661.377)
(5.343.051.546)
4.496.505.776
Tax benefit at effective tax rate
Deferred tax effect of
Permanent differences:
Gain on realization of difference in value
of restructuring transaction among
entities under common control
Goodwill amortization
Entertainment and donation
Tax expenses
Personnel expenses
Transportation
Interest income subjected
to final tax
Others
Net
- 65 146
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
35.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Pajak Penghasilan (Lanjutan)
35.
2009
Rp
Pengaruh pajak tangguhan (Lanjutan)
Penyesuaian atas aset pajak
tangguhan tahun sebelumnya
rugi fiskal
Pengaruh perubahan tarif
pajak penghasilan dan lainnya
36.
37.
Income Tax (Continued)
2008
Rp
282.355.594.703
181.107.784.116
(38.675.356.355)
-
Deferred tax effect of (Continued)
Derecognition of prior year's
deferred tax assets on
fiscal loss
Effect of change of income tax tariff
Beban (penghasilan) pajak
Perusahaan
Anak perusahaan
49.263.844.389
458.301.800
(109.624.878.208)
-
Tax expense (benefit)
The Company
The Subsidiary
Jumlah
49.722.146.189
(109.624.878.208)
Total
Sewa Operasi
36.
Operating Leases
Perusahaan mengadakan perjanjian sewa
operasi menara pemancar dengan beberapa
penyedia menara pemancar untuk masa sewa
10 tahun. Perjanjian tersebut juga memuat
ketentuan
yang
dapat
mengakibatkan
pengakhiran perjanjian sebelum masa sewa
berakhir.
The Company entered into operating lease
agreements with several tower providers in
relation to the rentals of transmitter towers with
the lease terms up to 10 years. The lease
agreements include certain conditions that may
cause the leases to be terminated prior to the
expiry of the lease periods.
Tanah atas aset sewa pembiayaan diklasifikasi
sebagai sewa operasi karena hak pemilikan atas
tanah tidak akan beralih pada akhir masa sewa
dan tanah tersebut mempunyai manfaat tidak
terbatas.
Land related to the leased asset is classified as
operating lease since the title of ownership on
the land does not transfer to the Company at the
end of the lease term and land has an indefinite
economic useful life.
Beban sewa operasi atas perjanjian sewa
operasi menara pemancar, biaya jasa dan tanah
atas aset sewa pembiayaan untuk tahun-tahun
yang berakhir 31 Desember 2009 dan 2008
masing-masing sebesar Rp 89.407.309.572 dan
Rp 61.037.931.367 (Catatan 29).
Operating lease expenses relating to such
operating lease agreements, service charge and
land related to the finance leased assets
amounted
to
Rp
89,407,309,572
and
Rp 61,037,931,367 for the year ended
December 31, 2009 and 2008, respectively
(Note 29).
Rugi Dasar Per Saham
37.
Perhitungan rugi dasar per saham adalah
sebagai berikut:
The calculation of basic loss per share is as
followings:
2009
Rp
Rugi bersih untuk perhitungan
rugi per saham
2008
Rp
(724.396.366.372)
- 66 147
Basic Loss Per Share
(1.068.868.003.999)
Net loss for computation
of basic loss per share
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
37.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Rugi Dasar Per Saham (Lanjutan)
37.
2009
Rata-rata tertimbang saham
untuk perhitungan rugi dasar
per saham
2008
20.972.183.282
Rugi per saham
20.235.872.427
34,54
52,82
Program Opsi
Karyawan
Saham
Manajemen
Weighted average number
of shares outstanding to compute
basic loss per share
Basic loss per share
The Company did not compute the diluted loss
per share since there was no potentially dilutive
ordinary shares in 2009 and 2008.
Perusahaan tidak menghitung rugi per saham
dilusian karena tidak ada efek berpotensi
dilusian atas saham biasa pada tahun 2009 dan
2008.
38.
Basic Loss Per Share (Continued)
dan
38.
Management and Employee Stock Option
Plan
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa pada tanggal 8 Mei 2007,
sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris
No. 60 dari Aulia Taufani, S.H., pengganti
Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang
saham menyetujui pengeluaran 587.560.805
saham atau 3% dari jumlah saham beredar
Perusahaan tanpa hak memesan efek terlebih
dahulu sehubungan dengan Program Opsi
Saham Manajemen dan Karyawan Perusahaan
(Program).
Based on the minutes of the extraordinary
general meeting of stockholders dated
May 8, 2007, as stated in Notarial Deed No. 60
of Aulia Taufani, S.H., the substitute of Sutjipto,
S.H., notary in Jakarta, the stockholders
approved the issuance of 587,560,805 shares or
equal to 3% of the Company’s total issued
shares of stock which will be made without preemptive rights in relation to the Company’s
Management and Employees Stock Option Plan
(the Plan).
Jumlah Saham
The Number of Shares
Manajemen dan karyawan Perusahaan yang
memenuhi kriteria Program (peserta) akan
menerima penghargaan dalam bentuk opsi
saham dalam tiga periode, dimana sepertiga dari
opsi merupakan penghargaan yang menjadi hak
peserta pada setiap periode penghargaan.
Program opsi saham diberikan dalam lima tahap
yang dimulai pada tahun 2008 dan berakhir pada
2014 (20% dari jumlah opsi saham yang dapat
dikeluarkan berdasarkan program tersebut
dialokasi untuk setiap tahap).
The Company’s management and employees
qualified to avail of the Plan (participants) will
receive awards in the form of stock options
which will vest over a three-year period, with
one-third of the options which are the subject of
the award vesting on each anniversary of the
award. The Stock option plan will be granted in
five phases commencing in 2008 and ending in
2014 (with 20% of the total stock options
issuable under the Plan allocated in each
phase).
Harga pelaksanaan opsi saham untuk setiap
tahap adalah harga rata-rata penutupan harga
saham Perusahaan di Bursa Efek Indonesia
dalam kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut
sebelum
tanggal
pemberitahuan
rencana
pelaksanaan opsi saham kepada Bursa Efek
Indonesia.
The exercise price of the stock option granted
under any phase of the Plan will be the weighted
average of the closing price per share for 25
consecutive trading days prior to the date on
which the participant notifies the Indonesia Stock
Exchange of the exercise of such stock option.
- 67 148
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
38.
Program Opsi Saham
Karyawan (Lanjutan)
Manajemen
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
dan
38.
As of December 31, 2009, no shares option have
been granted to the Company’s management
and employees.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2009,
tidak ada opsi saham yang telah diberikan untuk
manajemen dan karyawan Perusahaan.
39.
Management and Employee Stock Option
Plan (Continued)
Sifat Dan Transaksi Hubungan Istimewa
39.
Nature of Relationship and Transactions With
Related Parties
Sifat Hubungan Istimewa
Nature of Relationship
a.
PT Bhakti Investama Tbk (Bhakti)
merupakan pemegang saham induk
PT Global Mediacom Tbk (Mediacom).
a.
PT Bhakti Investama Tbk (Bhakti) is the
ultimate stockholder of PT Global
Mediacom Tbk (Mediacom).
b.
PT Infokom Elektrindo (IE), PT MNC Sky
Vision, PT Rajawali Citra Televisi Indonesia
(RCTI), PT Media Nusantara Citra Tbk
(MNC), PT Media Nusantara Informasi
(MNI), PT Global Informasi Bermutu (Global
TV),
PT Cipta
Televisi
Pendidikan
Indonesia (TPI), PT Freekoms Indonesia
(Freekoms), PT MNI Global (MNI Global),
PT Telesindo Media Utama (Telesindo),
PT Flash Mobile, PT Bhakti Asset
Management (BAM), PT Bhakti Securities
(Bsec), PT Bhakti Share Registrar,
PT Global Land Development Tbk.,
PT Usaha Gedung Bimantara (UGB) dan
PT Cross Media International merupakan
pihak
hubungan
istimewa
karena
pemegang sahamnya sama (Mediacom)
atau pada akhirnya sama dengan
pemegang saham induk Perusahaan
(Bhakti) atau mempunyai pengurus yang
sama.
b.
PT Infokom Elektrindo (IE), PT MNC Sky
Vision, PT Rajawali Citra Televisi Indonesia
(RCTI), PT Media Nusantara Citra Tbk
(MNC), PT Media Nusantara Informasi
(MNI), PT Global Informasi Bermutu
(Global TV), PT Cipta Televisi Pendidikan
Indonesia (TPI), PT Freekoms Indonesia
(Freekoms), PT MNI Global (MNI Global),
PT Telesindo Media Utama (Telesindo),
PT Flash Mobile, PT Bhakti Asset
Management (BAM), PT Bhakti Securities
(Bsec),
PT Bhakti
Share
Registrar,
PT Global Land Development Tbk,
PT Usaha Gedung Bimantara (UGB) and
PT Cross Media International are related
parties which have the same stockholder
(Mediacom) or ultimate stockholder as the
Company
(Bhakti)
or
the
same
management.
c.
Mediacom,
Qualcomm
Incorporated
(Qualcomm), dan KT Freetel Co., Ltd.,
Korea (KTF) merupakan pemegang saham
Perusahaan.
c.
Mediacom,
Qualcomm
Incorporated
(Qualcomm), and KT Freetel Co., Ltd.,
Korea (KTF) are stockholders of the
Company.
On November 11, 2009, Mediacom sold all of its
shares in the Company. Following to the change
of the Company’s Shareholders, the Company is
no longer affiliated to the companies within the
Global Mediacom group and Bhakti Investama.
Pada tanggal 11 November 2009, Mediacom
menjual seluruh saham Perusahaan yang
dimilikinya. Sehubungan dengan pergantian
pemegang saham tersebut, Perusahaan tidak
lagi memiliki hubungan istimewa dengan
perusahaan yang berada dalam grup Global
Mediacom maupun Bhakti Investama.
- 68 149
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
39.
Sifat Dan
(Lanjutan)
Transaksi
Hubungan
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Istimewa
39.
Nature of Relationship and Transactions With
Related Parties (Continued)
Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa
Transactions with Related Parties
Perusahaan melakukan transaksi tertentu
dengan pihak hubungan istimewa, yang meliputi
antara lain:
The Company has certain transactions with
related parties, among others, as follows:
a.
a.
Perusahaan
melakukan
perjanjian
kerjasama
dengan
pihak
hubungan
istimewa
sehubungan
dengan
penyelenggaraan
jasa
telekomunikasi
kepada pelanggan. Rincian pendapatan
jasa telekomunikasi dan piutang usaha,
beban interkoneksi dan potongan harga,
serta hutang usaha kepada pihak
hubungan istimewa sebagai berikut:
The Company entered into agreements
with
related
parties
regarding
telecommunication services for their
customers. The details of revenue from
telecommunication
services,
trade
accounts
receivable,
interconnection
charges and discount and trade accounts
payable to related parties are as follows:
2009
Jasa content
Qualcom Inc.
Persentase dari pendapatan
usaha
Persentase dari beban
interkoneksi dan potongan
harga
Persentase dari jumlah
kewajiban
Pendapatan
Usaha/
Operating
Revenue
Rp
390.730.002
Piutang
Usaha/
Trade Accounts
Receivable
Rp
-
Beban
Interkoneksi dan
Potongan harga/
Interconnection
Charges and
Discount
Rp
Hutang
Usaha/
Trade Accounts
Payable
Rp
1.102.320.198
116.461.537
Content provider
Qualcom Inc.
Percentage to operating
revenues
0,07%
Percentage to interconnection
charges and discount
0,65%
0,00%
Percentage to total liabilities
2008
Jasa content
PT Freekoms Indonesia
PT Infokom Elektrindo
PT Flash Mobile
Qualcom Inc.
Lain-lain
PT Flash Mobile
PT Rajawali Citra
Televisi Indonesia
PT Media Nusantara Informasi
PT Freekoms Indonesia
Jumlah
Persentase dari pendapatan
usaha
Persentase dari jumlah aset
Persentase dari beban
interkoneksi dan potongan
harga
Persentase dari jumlah
kewajiban
Piutang
Usaha/
Trade Accounts
Receivable
Rp
Beban
Interkoneksi dan
Potongan harga/
Interconnection
Charges and
Discount
Rp
Hutang
Usaha/
Trade Accounts
Payable
Rp
7.215.039.000
1.441.570.250
646.136.020
614.129.001
492.376.041
1.415.692.140
-
6.718.634.873
840.946.475
605.310.918
2.538.623.616
2.180.121.754
265.159.829
644.593.206
157.691.717
1.841.048.902
375.095.344
-
-
805.336.140
689.751.491
-
698.870.140
1.161.093.847
1.860.000
-
-
13.253.010.804
4.144.987.512
Pendapatan
Usaha/
Operating
Revenue
Rp
10.703.515.883
3.247.566.506
Content provider
PT Freekoms Indonesia
PT Infokom Elektrindo
PT Flash Mobile
Qualcom Inc.
Others
PT Flash Mobile
PT Rajawali Citra
Televisi Indonesia
PT Media Nusantara Informasi
PT Freekoms Indonesia
Total
Percentage to operating
revenues
Percentage to total assets
1,81%
0,09%
Percentage to interconnection
charges and discount
5,50%
0,08%
Percentage to total liabilities
- 69 150
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
39.
Sifat Dan
(Lanjutan)
Transaksi
Transaksi-transaksi
(Lanjutan)
b.
Hubungan
Hubungan
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Istimewa
39.
Istimewa
Transactions
(Comtinued)
b.
Perusahaan juga melakukan transaksi
dengan
pihak
hubungan
istimewa
sehubungan dengan sewa ruangan,
pemasangan iklan dan promosi serta
operasi dan pemeliharaan.
with
Related
Parties
The Company entered into a space rental
agreement, advertising, and operation and
maintenance transactions with related
parties. Payable from these transactions
are interests free and have no definite
terms of payment.
Pada tahun 2009 tidak terdapat transaksi
hubungan istimewa.
In 2009, there were no transactions with
related parties.
Pada tahun 2008, hutang yang timbul dari
transaksi ini tidak dikenakan bunga dan
tanpa jangka waktu pembayaran tertentu.
Rincian beban usaha, hutang kepada pihak
hubungan istimewa dan biaya masih harus
dibayar adalah sebagai berikut:
In 2008, the details of operating expenses,
accounts payable to related parties and
accrued expenses are as follows:
Beban
usaha/
Operating
expenses
Rp
Sewa ruangan
PT Usaha Gedung Bimantara
PT Global Mediacom Tbk
PT Infokom Elektrindo
PT Global Land Development Tbk
PT Bhakti Investama Tbk
Subjumlah
Pemasangan iklan
PT Cross Media Internasional
PT Rajawali Citra Televisi Indonesia
PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia
PT Global Informasi Bermutu
PT Media Nusantara Informasi
PT Media Nusantara Citra Network
PT Media Nusantara Informasi Global
PT Media Nusantara Citra
PT MNC Sky Vision
Subjumlah
Operasi dan pemeliharaan
PT Infokom Elektrindo
Biaya pemeliharaan infrastruktur
teknologi informasi
Lainnya
PT Bhakti Share Registrar
Subjumlah
Jumlah
Persentase dari beban usaha
2008
Hutang kepada
pihak hubungan
istimewa/
Accounts payable
to related parties
Rp
Biaya masih
harus dibayar/
Accrued
expenses
Rp
4.071.291.148
353.878.800
785.941.605
190.867.170
90.749.997
1.431.275.000
1.343.282.084
2.169.808.790
-
89.397.456
185.550.000
680.133.463
190.437.750
-
5.492.728.720
4.944.365.874
1.145.518.669
58.549.840.339
51.806.924.000
15.287.504.565
11.691.623.936
3.748.166.000
1.378.857.668
313.632.000
86.100.000
17.500.000
252.528.838
1.657.440.000
82.500.000
53.835.300
170.631.900
16.500.000
7.034.670.369
61.706.667
330.000.000
4.526.687.906
2.500.787.502
1.698.645.835
222.210.000
449.046.881
142.880.148.508
2.233.436.038
16.823.755.160
865.057.741
-
947.952.301
-
-
25.000.000
-
-
25.000.000
149.237.934.969
7.177.801.912
18.942.226.130
13,18%
Space rental
PT Usaha Gedung Bimantara
PT Global Mediacom Tbk
PT Infokom Elektrindo
PT Global Land Development Tbk
PT Bhakti Investama Tbk
Subtotal
Advertising placement
PT Cross Media Internasional
PT Rajawali Citra Televisi Indonesia
PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia
PT Global Informasi Bermutu
PT Media Nusantara Informasi
PT Media Nusantara Citra Network
PT Media Nusantara Informasi Global
PT Media Nusantara Citra
PT MNC Sky Vision
Subtotal
Operation and maintenance
PT Infokom Elektrindo
Information technology infrastructure
maintenance
Others
PT Bhakti Share Registrar
Subtotal
Total
Percentage to operating expenses
Persentase dari jumlah kewajiban
0,18%
- 70 151
Nature Of Relationship And Transactions
With Related Parties (Continued)
0,47%
Percentage to total liabilities
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
39.
Sifat Dan
(Lanjutan)
Transaksi
Transaksi-transaksi
(Lanjutan)
Hubungan
Hubungan
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Istimewa
39.
Istimewa
Transactions
(Comtinued)
with
Related
Parties
c.
Perusahaan menunjuk BAM sebagai
pengelola dana, untuk mengelola dana
Perusahaan sesuai dengan kebijakan
investasi Perusahaan dan peraturan yang
berlaku (Catatan 5).
c.
The Company had appointed BAM, as fund
manager, to manage the Company’s fund
in line with the Company’s investment
policy and prevailing regulations (Note 5).
d.
Perusahaan menunjuk Bsec sebagai
penjamin untuk penerbitan hutang obligasi
dalam mata uang Rupiah. Biaya-biaya yang
terjadi dalam kegiatan tersebut merupakan
bagian dari biaya penerbitan obligasi.
d.
The Company engaged Bsec to perform
underwriting activities in relation to the
issuance of the Rupiah bonds payable.
Such costs incurred were considered as
part of the bonds issuance cost.
e.
Perusahaan
mengadakan
perjanjian
“BREW
Carrier
Agreement”
dengan
Qualcomm.
Berdasarkan
perjanjian,
Qualcomm akan menyediakan perangkat
lunak BREW dan beberapa jasa pelatihan
serta pendukung integrasi, termasuk
pendukung
on-site,
untuk
set-up,
pengoperasian, integrasi dan memelihara
BREW Distribution System. Sesuai dengan
perjanjian, Perusahaan harus membayar
kepada Qualcomm atas biaya set-up awal
dan pengoperasian perangkat lunak
tersebut sebesar USD300.000. Pada
tanggal 31 Desember 2009, peralatan
tersebut telah terpasang dan dibukukan
sebagai aset tidak berwujud lainnya
(Catatan 12).
e.
The Company entered into a BREW Carrier
Agreement with Qualcomm. Based on the
agreement, Qualcomm will provide the
Company with BREW software, certain
training and integration support services,
including
on-site
support,
set-up,
deployment, integration and maintenance
of the BREW Distribution System.
As stated in the agreement, the Company
shall pay Qualcomm for the initial set-up
and deployment of the software amounting
to USD300,000. As of December 31, 2009,
the software was installed, and was
presented as other intangible assets
(Note 12).
The Company also agreed to pay
Qualcomm on behalf of each activation
BREW software and its data content by
subscriber
through
Revenue
Share
method.
Perusahaan juga sepakat membayar dalam
jumlah tertentu kepada Qualcomm untuk
setiap aktivasi perangkat lunak BREW
beserta akses datanya oleh pelanggan
melalui pola Revenue Share.
40.
Nature Of Relationship And Transactions
With Related Parties (Continued)
Informasi Segmen
40.
Segment Information
Segmen Usaha
Business Segments
Perusahaan
menjalankan
dan
mengelola
usahanya
dalam
satu
segmen
yaitu
menyediakan jasa selular CDMA dan jasa
jaringan
telekomunikasi
untuk
para
pelanggannya.
The Company operates and maintains its
business in one segment, that is, providing
CDMA cellular service and Ù› ariffÙ› entÙ› cation
network service for subscribers.
- 71 152
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
40.
Informasi Segmen (Lanjutan)
40.
Segment Information (Continued)
Pendapatan berdasarkan pasar geografis
Revenue by geographical market
Berikut
ini
adalah
jumlah
pendapatan
Perusahaan berdasarkan pasar geografis:
The following table shows the distribution of the
Company’s revenues by geographical market:
Jasa
telekomunikasi/
Telecommunication
services
Rp
2009
Beban interkoneksi
dan potongan harga/
Interconnection
charges and discount
Rp
Jakarta, Bogor, Tangerang
dan Bekasi
Jawa Tengah
Jawa Timur
Jawa Barat
Sumatera
Sulawesi
Bali
Kalimantan
211.925.893.097
117.280.910.582
114.606.856.754
44.734.424.752
20.003.962.028
18.295.289.687
5.789.502.951
4.741.488.365
89.181.872.669
23.629.464.282
23.206.332.528
10.887.225.713
11.278.391.433
5.714.828.295
2.823.570.137
1.687.934.335
122.744.020.428
93.651.446.300
91.400.524.226
33.847.199.039
8.725.570.595
12.580.461.392
2.965.932.814
3.053.554.030
Jakarta, Bogor, Tangerang
and Bekasi
Central Java
East Java
West Java
Sumatera
Sulawesi
Bali
Kalimantan
Jumlah
537.378.328.216
168.409.619.392
368.968.708.824
Total
Area
Area
Jakarta, Bogor, Tangerang
dan Bekasi
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jawa Barat
Sumatera
Sulawesi
Bali
Kalimantan
Jumlah
41.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Jasa
telekomunikasi/
Telecommunication
services
Rp
2008
Beban interkoneksi
dan potongan harga/
Interconnection
charges and discount
Rp
Area
84.596.504.678
38.156.766.277
32.369.606.464
11.516.487.663
13.098.611.409
7.621.423.275
3.385.311.748
3.949.416.135
244.169.467.404
201.418.082.365
195.834.506.161
64.533.291.408
11.173.058.118
7.423.249.631
3.949.469.315
3.329.522.614
Jakarta, Bogor, Tangerang
and Bekasi
East Java
Central Java
West Java
Sumatera
Sulawesi
Bali
Kalimantan
926.524.774.665
194.694.127.649
731.830.647.016
Total
41.
Commitments and Agreements
a.
Pada tanggal 21 Desember 2002,
Perusahaan
menandatangani
Supply
Agreement dengan Samsung Electronics
Co., Ltd (SEC) dan Samsung Corporation
(SC) terutama untuk penyediaan perangkat
CDMA 2000 1X Cellular Network dan
penyediaan jasa tertentu yang terkait
dengan Initial Network dan Expansion
Network.
- 72 153
Pendapatan
usaha - bersih/
Operating
revenues - net
Rp
Area
328.765.972.082
239.574.848.642
228.204.112.625
76.049.779.071
24.271.669.527
15.044.672.906
7.334.781.063
7.278.938.749
Ikatan dan Perjanjian
a.
Pendapatan
usaha - bersih/
Operating
revenues - net
Rp
On December 21, 2002, the Company
entered into a Supply Agreement with
Samsung Electronics Co., Ltd (SEC) and
Samsung Corporation (SC) mainly to
provide the CDMA 2000 1X Cellular
Network and perform certain services with
respect to the Initial Network and
Expansion Network
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
41.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikatan dan Perjanjian (Lanjutan)
b.
41.
Commitments and Agreements (Continued)
Pada tanggal 23 Desember 2005,
Perusahaan
menandatangani
After
Warranty Service Agreement dengan
PT Samsung Telecommunication Indonesia
(STIN) untuk jasa pemeliharan perangkat
lunak dan perangkat keras CDMA 2000 1X
dari Initial Network yang dibeli berdasarkan
Supply Agreement.
On December 23, 2005, the Company
entered into an After Warranty Services
Agreement
with
PT
Samsung
Telecommunication Indonesia (STIN) for
maintenance services of software and
hardware of CDMA 2000 1X from Initial
Network which were purchased based on
the Supply Agreement.
Pada
tanggal
28
Februari
2007,
Perusahaan menandatangani “Network
System and Equipment Supply, Installation
and Support Agreement” dengan SC dan
STIN untuk implementasi tarif dan
penyediaan peralatan baru untuk area
Jawa dan luar Jawa dengan nilai kontrak
sebesar US$ 372.939.071 untuk jangka
waktu 9 tahun dari tanggal kontrak
sebagaimana terakhir dirubah dengan
amandemen perjanjian tanggal 1 Agustus
2008. Sehingga, berdasarkan perhitungan
nilai kontrak menjadi US$ 80,2 juta.
On February 28, 2007, the Company
entered into the Network System and
Equipment Supply, Installation and Support
Agreement with SC and STIN for new
systems implementation and equipment
supply for Java and non Java sites with
contract value of US$ 372,939,071 for nine
years from the date of the contract as last
amended by Amendment Agreement dated
August 1, 2008. Therefore, based on
contract value calculation the amount
became US$ 80.2 million.
Perjanjian ini termasuk penyediaan jasa
warranty atas perangkat yang dibeli
sebelumnya oleh Perusahaan berdasarkan
Supply Agreement dan After Warranty
Service Agreement. Berdasarkan perjanjian
ini, sejak 1 April 2006, Perusahaan tidak
dikenakan biaya atas penyediaan jasa
warranty yang dilakukan oleh STIN dan
tidak terdapat hutang atas jasa yang sudah
diberikan kepada Perusahaan.
This aggrement include warranty services
of the equipment bought by the Company
based on Supply Aggrement and After
Warranty Service Agreement. Under this
agreement, since April 1, 2006, the
Company was not charged for the warranty
services delivered by STIN and the
Company is under no obligation to make
any payment to STIN with respect of
warranty services.
b.
Perusahaan
sebagai
operator
telekomunikasi
mempunyai
kewajiban
kepada pemerintah sebagai berikut:
The Company as telecommunication
operator has obligations to government as
follows:
x
Berdasarkan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia No. 7 / 2009,
setiap
operator
telekomunikasi
dikenakan BHP Jastel sebesar 0,5%
dari pendapatan telekomunikasi.
x
Based on the Government of Republic
of Indonesia Regulation No. 7 / 2009,
each of telecommunication operators
is charged with 0.5% of its
telecommunication services revenue
for Frequency Fee (BHP Jastel).
x
Berdasarkan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia No. 7 / 2009
mengenai
kontribusi
kewajiban
Pelayanan Universal Telekomunikasi,
setiap
operator
telekomunikasi
dikenakan biaya Pelayanan Universal
Telekomunikasi sebesar 1,25% dari
pendapatan telekomunikasi.
x
Based on the Government of Republic
of Indonesia Regulation No. 7 / 2009
regarding
Universal
Services
Obligation
(USO),
each
of
telecommunication
operators
is
charged
1.25%
of
its
telecommunication services revenue
for USO.
- 73 154
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
41.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikatan dan Perjanjian (Lanjutan)
x
41.
Commitments and Agreements (Continued)
x
Berdasarkan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia No. 7 / 2009,
setiap
operator
telekomunikasi
dikenakan BHP Spektrum Frekuensi
Radio Jastel berdasarkan formula
sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Based on the Government of Republic
of Indonesia Regulation No. 7 / 2009,
each of telecommunication operators
is charged with Radio Frequency
Spectrum Usage Charges (BHP
Spektrum Frekuensi Radio Jastel)
based on formula determined under
the prevailing laws and regulations.
The related expenses arising from these
regulations
were
recognized
under
frequency usage charges (Note 29).
Beban sehubungan dengan ketentuan ini
dicatat
sebagai
beban
penggunaan
frekuensi (Catatan 29).
c.
Sebelum
penggabungan
usaha,
Komselindo,
Metrosel
dan
Telesera
memiliki perjanjian kerjasama dengan
Telkom untuk penggunaan alat dan fasilitas
komunikasi
pendukung.
Setelah
penggabungan usaha, perjanjian anak
perusahaan ini secara hukum beralih
kepada
Perusahaan.
Biaya
atas
penggunaan alat dan fasilitas komunikasi
pendukung
berdasarkan
tarif
yang
disepakati (Catatan 3).
c.
Prior to merger, Komselindo, Metrosel and
Telesera have agreements with Telkom for
the utilization of equipment and supporting
telecommunication facilities. After the
merger, these subsidiaries’ agreements
were legally transferred to the Company.
Charges for the utilization of the equipment
and supporting telecommunication facilities
are based on the agreed tariffs (Note 3).
d.
Pada tanggal 3 September 2005,
Perusahaan menandatangani perjanjian
kerjasama dengan PT Natrindo Telepon
Seluler (Natrindo) untuk penggunaan
ruangan, menara dan fasilitas komunikasi
pendukung yang dimiliki Perusahaan. Biaya
atas penggunaan ruangan, menara dan
fasilitas komunikasi pendukung didasarkan
pada perjanjian tarif yang disetujui kedua
belah pihak. Pada tanggal 31 Desember
2008, saldo deposit dari Natrindo sebesar
Rp 3.099.600.000 dicatat sebagai uang
jaminan pelanggan (Catatan 21). Pada
tahun 2009, deposit tersebut telah
digunakan
untuk
pembayaran
sewa
ruangan, menara dan fasilitas komunikasi
pendukung milik Perusahaan.
d.
On September 3, 2005, the Company
entered into a cooperation agreement with
PT Natrindo Telepon Seluler (Natrindo) for
the utilization of rooms, tower and
supporting telecommunication facilities
owned by the Company. Charges for the
utilization of the equipment and supporting
telecommunication facilities are based on
the rates agreed by both parties.
As of December 31, 2008, deposit from
Natrindo amounted to Rp 3,099,600,000,
was recorded under deposits from
customers (Note 21). In 2009, such deposit
has been applied to the current years’
rental of rooms, tower and supporting
telecommunication facilities.
e.
Perusahaan menandatangani persetujuan
roaming internasional dengan provider jasa
telekomunikasi di beberapa negara seperti
Australia, Hong Kong, Taiwan, Thailand,
China, Korea, New Zealand, Singapura,
India, Malaysia, Amerika Serikat, Vietnam,
Guam, Filipina dan Saudi Arabia.
e.
The Company entered into international
roaming
agreements
with
telecommunication
operators/service
providers on several countries such as
Australia, Hong Kong, Taiwan, Thailand,
China, Korea, New Zealand, Singapore,
India, Malaysia, United States of America,
Vietnam, Guam, Philippines and Saudi
Arabia.
- 74 155
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
41.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Ikatan dan Perjanjian (Lanjutan)
41.
Commitments and Agreements (Continued)
f.
Pada tanggal 19 Desember 2006,
Perusahaan
telah
menandatangani
Perjanjian
“System
Implementation,
License and Maintenance Agreement”
dengan Huawei Technology Co., Ltd
(Huawei) untuk pembelian billing system
dengan nilai kontrak sebesar US$ 49 juta
untuk jumlah pembelian selama lima tahun,
dimana pada tahun pertama sebesar
US$ 21 juta, sedangkan tahun kedua dan
seterusnya pembelian billing system akan
sepenuhnya tergantung pada pertumbuhan
pelanggan.
f.
On December 19, 2006, the Company
signed the System Implementation, License
and Maintenance Agreement with Huawei
Technology Co., Ltd (Huawei) for the
purchase of billing system with the contract
value of US$ 49 million for the total
purchase for five years, wherein purchases
for
the
first
year
amounted
to
US$ 21 million, while in the second and
subsequent years, the purchase of billing
system will depend on the growth of
subscribers.
g.
Perusahaan
mengadakan
perjanjian
pembangunan/penyediaan dan penyewaan
menara pemancar dengan 28 menara
pemancar (pemasok). Jangka waktu
perjanjian
sewa
berkisar
antara
10 – 12 tahun dengan opsi perpanjangan
10 tahun. Harga sewa menara pemancar
bervariasi tergantung pada ketinggian dan
lokasi menara pemancar.
g.
The Company entered into Build-to-Suit
Agreements and Transmitter Tower Rental
Agreement with 28 third parties (tower
provider). The lease term is for
10 to 12 years with an option to extend for
additional 10 years. Rent for such towers
generally varies depending on the height
and location of the tower transmitter.
Pada tahun 2009, Perusahaan berhasil
menandatangani perjanjian restrukturisasi
hutang dengan beberapa pemasok dimana
secara umum pemasok setuju atas usulan
penjadwalan ulang pembayaran utang yang
jatuh tempo tidak mengenakan denda
keterlambatan, konversi hutang ke saham
perusahaan,
komitmen
untuk
tetap
memberikan
jasa
ke
Perusahaan,
pemberian jaminan pembayaran dan
lainnya (Catatan 14).
In 2009, the Company entered into
agreements with several vendors in regard
to the restructuring of the Company’s
outstanding payables. Based on the
agreements, the vendors agreed, among
others, to reschedule the matured loan
payments, not to charge penalty for delay in
payment, convert the outstanding payable
of the Company to Company’s shares,
commit to continue to provide services to
the Company and obtain the guarantee
payment
from
the
Company
(Note 14).
h.
Pada tanggal 25 Juni 2007, Perusahaan
dan
ZTE
Corporation
(ZTE)
menandatangani perjanjian pengadaan.
Perusahaan setuju untuk membeli produk
dengan jumlah tertentu dari ZTE. Perjanjian
berlaku sejak ditandatanganinya perjanjian
ini dan akan terus berlanjut sampai tahun
berikutnya atau sampai kadaluarsanya
setelah perjanjian purna jual, mana yang
lebih lama, kecuali bila perjanjian ini
diputus oleh Perusahaan.
h.
On June 25, 2007, the Company and ZTE
Corporation (ZTE) entered into a supply
agreement. The Company agreed to
purchase specific product with specific
volume from ZTE. The term of this supply
agreement commences with effect from the
date of signing of the agreement and
continues until the first anniversary date or
until the expiry of the after sales agreement
whichever is the latest, unless terminated
earlier by the Company.
i.
Pada tanggal 28 November 2007,
Perusahaan dan PT Mora Telematika
Indonesia
(Moratel)
menandatangani
perjanjian berlangganan sirkit, dimana
Moratel menyewakan saluran jaringan milik
PT Excelcomindo Pratama Tbk kepada
Perusahaan selama delapan (8) tahun.
Perjanjian tersebut terutama meliputi
pengaturan tentang biaya sirkit dan jangka
waktu pembayaran, perhitungan hak dan
kewajiban dari kedua belah pihak, sanksi,
dan penghentian perjanjian.
i.
On November 28, 2007, the Company and
PT Mora Telematika Indonesia (Moratel)
had signed the circuit subscription
agreement, wherein Moratel lease the
circuit owned by PT Excelcomindo Pratama
Tbk to the Company for eight (8) years.
The agreement includes among others the
circuit lease cost and term, rights and
obligation of each party, penalty, and
agreement termination.
- 75 156
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
41.
Ikatan dan Perjanjian (Lanjutan)
j.
42.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
41.
Pada
tanggal
11
Agustus
2008,
Perusahaan telah menanda tangani
Network System & Equipment Supply,
Installation and Maintenance Agreement
dengan
ZTE
(H.K)
limited
untuk
implementasi system dan penyediaan
peralatan baru dengan nilai kontrak
US$ 32.709.770. Perjanjian tetap berlaku
kecuali diputuskan oleh kedua belah pihak.
j.
Sistem Tarif
a.
42.
Pada
tahun
2008
Pemerintah
mengimplementasikan Peraturan Menteri
Komunikasi
dan
Informatika
No. 09/Per/M.KOMINFO/04/2008 tertanggal
7 April 2008 tentang tata cara penetapan
tarif jasa telekomunikasi yang disalurkan
melalui jaringan bergerak selular, dan
Peraturan
Menteri
Komunikasi
dan
Informatika
No. 15/Per/M.KOMINFO/04/
2008 tertanggal 30 April 2008 tentang tata
cara penetapan prosedur jasa teleponi
dasar yang disalurkan melalui jaringan
tetap. Sebelumnya, tarif jasa sambungan
telepon bergerak selular diatur dalam
Peraturan
Menteri
Komunikasi
dan
Informatika No. 12/Per/M.KOMINFO/02/
2006 tanggal 28 Pebruari 2006 tentang tarif
dasar jasa telepon jaringan bergerak
seluler.
Biaya aktivasi
Biaya berlangganan bulanan
Biaya penggunaan
Biaya fasilitas tambahan
Activation fee
Monthly fee
Usage fee
Value added fee
Usage fee of cellular services are grouped
into 3 categories:
Biaya penggunaan jasa teleponi dasar
Biaya penggunaan jelajah
Biaya penggunaan jasa multimedia
Sedangkan biaya penggunaan pada
telepon melalui jaringan tetap lokal dengan
mobilitas terbatas merupakan biaya yang
dibebankan oleh penyelenggara kepada
pengguna atas penggunaan suatu jenis
layanan.
Usage fee for basic telephony
services
Usage fee for roaming services
Usage fee for multimedia services
As for the usage fee of local fixed wireless
is the fee charged to customer by the
provider from the usage of certain type of
service.
- 76 157
In 2008, the Government implemented
Regulation No. 09/Per/M.KOMINFO/04/
2008 of the Minister of Communication and
Information Technology dated April 7, 2008
regarding the determination procedures of
the telecommunication service tariff for
cellular mobile network services, and
Regulation
No. 15/Per/M.KOMINFO/04/
2008 of the Minister of Communication and
Information Technology dated April 30,
2008
regarding
the
determination
procedure of the basic telephony service
tariff
for
fixed
network
services.
Previously, the tariff for cellular providers is
set on the basis of the Decree
of
Communication
and
Information
No. 12/Per/M.KOMINFO/02/2006 dated
February 28, 2006 regarding the basic tariff
of cellular network based telephone.
Based on the Minister of Communication
and Information Technology Regulation
No. 12/Per/M.KOMINFO/02/ 2006, the tariff
structure of cellular services consisted of
the following elements:
Biaya penggunaan telepon bergerak selular
terdiri dari:
On August 11, 2008, the Company entered
into a Network System & Equipment
Supply, Installation and Maintenance
Agreement with ZTE (H.K) limited for new
systems implementation with contract value
US$ 32,709,770. The contract is binding
unless terminated by either party.
Tariff System
a.
Berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi
dan Informatika No.12/Per/M.KOMINFO/02/
2006 tersebut, struktur tarif jasa teleponi
dasar melalui jaringan bergerak selular
lainnya terdiri dari:
Commitments and Agreements (Continued)
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
42.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Sistem Tarif (Lanjutan)
b.
42.
Formula tarif yang ditetapkan dalam
Peraturan Menteri tersebut merupakan
formula tarif maksimum. Adapun tarif
pungut jasa teleponi dasar dan fasilitas
tambahan SMS untuk telepon bergerak
selular dihitung dengan formula sebagai
berikut:
x
Tarif Pungut = Biaya Elemen Jaringan
+ Biaya Aktivitas Layanan Retail +
Profit Margin
Formula of retail tariff as stipulated in the
Decree of Minister of Communication and
Information is set as maximum price. The
retail tariff for basic telephony and
additional facility SMS in cellular network is
calculated with the formula as follows:
Sedangkan besaran tarif jasa teleponi
dasar yang disalurkan melalui jaringan
tetap dan atau fasilitas tambahan SMS
ditetapkan
penyelenggara
dengan
menggunakan formula perhitungan tarif
berbasis biaya.
As for the retail tariff for basic telephony
and additional facility SMS in fixed wireless
network is stipulated by the provider using
the cost based tariff formula.
x
b.
Perusahaan
mempunyai
perjanjianperjanjian
bilateral
dengan
operator
telekomunikasi domestik lainnya mengenai
pembagian tarif interkoneksi untuk setiap
percakapan
interkoneksi.
Perjanjian
tersebut sesuai dengan peraturan serta
undang-undang yang berlaku.
Aset dan Kewajiban Moneter Dalam Mata
Uang Asing
43.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
Perusahaan mempunyai aset dan kewajiban
moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:
The Company entered into several bilateral
agreements
with
other
domestic
telecommunication operators regarding
interconnection tariff sharing for each call
sent from or terminated on the Company’s
network. These agreements are in
accordance with the prevailing regulation.
Monetary Assets and Liabilities Denominated
In Foreign Currencies
As of December 31, 2009 and 2008, the
Company had monetary assets and liabilities in
foreign currencies as follows:
2009
Mata uang
asing/
Foreign
currency
Aset
Kas dan setara kas
USD
SGD
THB
EUR
Investasi jangka pendek USD
Piutang usaha
USD
Uang jaminan
USD
Lain-lain
USD
Jumlah aset
37.861
688
8.000
89.133
286.243
55.100
59.734
Retail Tariff = Network Element Cost
+ Retail Service Activities Cost +
Profit Margin
Based on the Minister of Communication
and Information Technology Regulation
No.
8/Per/M.KOMINFO/02/2006 dated
February 8, 2006, the interconnection tariff
is determined using the cost based
interconnection tariff which should be
included in the Interconnection Offering
Document of each operator. The regulation
is implemented by all operators effective on
January 1, 2007.
Berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi
dan Informatika No. 8/Per/M.KOMINFO/02/
2006 tanggal 8 Februari 2006, tarif
interkoneksi ditetapkan berdasarkan biaya
yang harus dicantumkan dalam Dokumen
Penawaran Interkoneksi dari masingmasing operator. Peraturan tersebut
diterapkan oleh seluruh operator terhitung
sejak 1 Januari 2007.
43.
Tariff System (Continued)
2008
Ekuivalen/
Equivalents
Rp
355.896.720
4.611.729
2.256.240
1.204.187.000
2.690.682.978
517.943.948
561.499.600
5.337.078.215
Mata uang
asing/
Foreign
currency
142.308
1.135
8.000
142.861
78.511
261.032
98.834
180.593
Ekuivalen/
Equivalents
Rp
1.558.270.191
8.632.680
2.520.000
2.204.629.200
859.696.983
2.858.304.561
1.082.236.899
1.977.493.569
10.551.784.083
Assets
Cash and cash equivalents
Trade accounts receivable
Refundable deposits
Others
Total assets
- 77 158
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
43.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Aset dan Kewajiban Moneter Dalam Mata
Uang Asing (Lanjutan)
43.
Monetary Assets and Liabilities Denominated
In Foreign Currencies (Continued)
2009
Mata uang
asing/
Foreign
currency
Kewajiban
Hutang usaha
Hutang lain-lain
Biaya masih harus
dibayar
Hutang obligasi
Hutang kepada pihak
hubungan istimewa
2008
Mata uang
asing/
Foreign
currency
Ekuivalen/
Equivalents
Rp
Ekuivalen/
Equivalents
Rp
USD
USD
SGD
THB
32.445.492
2.754.397
4.166
400
304.987.622.083
25.891.329.916
27.908.034
112.800
42.863.650
13.355.946
18.373
400
469.356.972.252
146.247.608.591
139.766.986
126.000
USD
USD
273.590
100.000.000
2.571.746.000
940.000.000.000
942.347
100.000.000
10.318.696.256
1.095.000.000.000
USD
-
-
154.541
1.692.223.950
Liabilities
Trade accounts payable
Other accounts payable
Accrued expense
Bonds payable
Due to related parties
Jumlah kewajiban
1.273.478.718.833
1.722.755.394.034
Total liabilities
Kewajiban - Bersih
(1.268.141.640.618)
(1.712.203.609.951)
Net Liabilities
Kurs konversi yang digunakan Perusahaan dan
anak perusahaan adalah sebagai berikut:
The conversion rates used by the Company and
its subsidiary were as follows:
31 Desember / December 31,
2009
2008
Rp
Rp
1 USD
1 SGD
1 THB
1 EUR
44.
9.400
6.699
282
13.510
Instrumen Keuangan Derivatif
10.950
7.607
315
15.432
44.
USD 1
SGD 1
THB 1
EUR 1
Derivative Financial Instrument
Pada tanggal 8 Agustus 2007, Perusahaan
mengadakan perjanjian swap dengan Lehman
Brothers Special Financing (LBSF) yang berlaku
efektif tanggal 15 Agustus 2007 sampai dengan
1 Maret 2013 untuk mengelola risiko pergerakan
tingkat bunga dengan nilai notional sebesar
US$ 100 juta.
On August 8, 2007, the Company entered into
a swap agreement with Lehman Brothers Special
Financing (LBSF) effective August 15, 2007 until
March 1, 2013 with a notional amount of
US$ 100 million to manage the exposure to
interest rate movement.
Berdasarkan perjanjian tersebut Perusahaan
membayar tingkat bunga tetap sebesar 10,45%
per tahun secara enam bulanan dan menerima
tingkat bunga floating maksimum 11,25%
dikalikan dengan Range Accrual per tahun
sebagaimana didefinisikan dalam perjanjian
swap.
Based on the agreement, the Company will pay
fixed interest rate of 10.45% per annum semiannually and will receive floating interest rate of
11.25% multiplied by Range Accrual as defined
in the swap agreement per annum.
- 78 159
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
44.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Instrumen Keuangan Derivatif (Lanjutan)
44.
Derivative Financial Instrument (Continued)
Pada tanggal 26 Agustus 2008, Perusahaan
menerima tagihan penyelesaian transaksi swap
dari LBSF untuk periode perhitungan sejak
tanggal 3 Maret 2008 sampai dengan
2 September 2008 sebesar US$ 2.047.576,03.
Selanjutnya, pada tanggal 15 September 2008,
Lehman Brothers Holding Inc, yang merupakan
holding dari LBSF mengajukan permohonan
kepailitan di Amerika Serikat.
On August 26, 2008, the Company received
settlement claim of swap transaction from LBSF
for the period from March 3, 2008 to
September
2,
2008
amounting
to
US$ 2,047,576.03. Further, on September 15,
2008, Lehman Brothers Holding Inc, the holding
company of LBSF filed for bankruptcy in USA.
Pada tanggal 29 Juni 2009, Perusahaan
menerima surat dari LBSF tertanggal 18 Juni
2009, yang menyatakan bahwa pihak LBSF
secara sepihak melakukan early termination atas
transaksi ini per tanggal 7 April 2009 dan
menyatakan bahwa terdapat jumlah yang harus
dibayar Perusahaan kepada LBSF sebesar
US$ 2.560.472 untuk pengakhiran transaksi
(Termination Payment).
On June 29, 2009, the Company received
a letter from LBSF dated June 18, 2009, stating
that LBSF had determined April 7, 2009 as the
Early Termination Date for such agreement, and
for such termination the Company is required to
pay a Termination Payment amounting
US$ 2,560,472.
Atas surat ini, Perusahaan telah mengirimkan
surat kepada LBSF pada tanggal 3 Juli 2009
untuk menanyakan dasar perhitungan jumlah
yang
harus
dibayarkan
tersebut,
dan
menegaskan bahwa Perusahaan tidak pada
posisi untuk menindaklanjuti isi surat tersebut
lebih lanjut sampai Perusahaan mempelajari
seluruh informasi yang relevan termasuk
perhitungan jumlah yang harus dibayarkan
tersebut. Perusahaan sudah mencatat biaya
pengakhiran tansaksi tersebut namun saat ini
sedang
dalam
proses
negosiasi
untuk
pengurangan jumlah yang akan disetujui.
Namun, sampai dengan tanggal laporan
keuangan konsolidasi ini, belum terdapat
tanggapan yang diterima oleh Perusahaan.
In response, the Company has replied to LBSF
requiring information on how the Termination
Payment was calculated, and the Company
stated that it is in no position to comment on the
termination payment until the Company assess
all the relevant information including the
calculation of the Termination Payment. The
Company already accrued the aforementioned
termination fee but currently still negotiating for
the reduction of amount to be settled. As of the
completion date of the consolidated financial
statements, no response has been received from
LBSF.
Sementara itu, berdasarkan kutipan dari
penilaian dengan menggunakan data pasar
Bloomberg yang digunakan sebagai acuan oleh
Perusahaan, pada tanggal 31 Desember 2009,
posisi mark to market (”MTM”) sebaliknya
menunjukkan keuntungan bagi Perusahaan
sebesar US$2.588.897 atau setara dengan
Rp 24.335.631.800.
Meanwhile, based on the valuation quoted from
Bloomberg’s, the mark to market (“MTM”)
position as at December 31, 2009 represents a
positive or gain in favor to the Company in the
amount of US$2,588,897 or equivalent to
Rp 24,335,631,800.
Sehubungan dengan kondisi di atas, Manajemen
Perusahaan beranggapan bahwa masih terdapat
ketidakpastian akan kelanjutan perjanjian swap
ini dan jumlah yang harus diselesaikan akibat
transaksi tersebut.
With respect to conditions above, the
Management of the Company is in the opinion
that there is a high degree of uncertainty on the
continuity of the swap transaction and the
settlement amount.
- 79 160
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
45.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Kontinjensi
a.
45.
Berdasarkan Keputusan Komisi Pengawas
Persaingan
Usaha
(KPPU)
perkara
No.
26/KPPU-L/2007,
yaitu
sebagai
berikut :
Contingencies
a.
-
Bahwa KPPU telah memberikan
laporan
Pemeriksaan
Perkara
No.26/KPPU-L/2007,
yang
menyimpulkan PT Mobile-8 Telecom
Tbk terbukti melanggar pasal 5
Undang-undang No. 5 tahun 1999.
-
KPPU had given the investigation
report case No.26/KPPU-L/2007,
which concluded that PT Mobile-8
Telecom Tbk has proven to violate the
Law No. 5 year 1999 act 5.
-
Bahwa selanjutnya, pada tanggal
18 Juni 2008, perkara aquo telah
diputus oleh KPPU, dengan putusan
yaitu:
-
Furthermore, on June 18, 2008, the
aquo case has been decided by
KPPU, with decision:
-
PT Mobile-8 Telecom Tbk
terbukti melanggar pasal 5
Undang-undang No 5 tahun
1999.
-
PT Mobile-8 Telecom Tbk
dikenakan
denda
sebesar
Rp5.000.000.000 dan dituduh
mengakibatkan
kerugian
konsumen periode tahun 2004
sampai dengan 2007 sebesar
Rp 52.300.000.000.
-
PT Mobile-8 Telecom Tbk
proved violating the Law No. 5
year 1999 act 5.
-
PT Mobile-8 Telecom Tbk was
fined to pay Rp5,000,000,000
and being suspected of creating
customers loss for the years
2004 to 2007 amounting to
Rp 52,300,000,000.
The Company objected on such decision
which registration in case register
No. 03/KPPU/2008/PN.JKT.PST and as of
the date of completion of the financial
statements, the Company still waiting for
the further court process.
Perusahaan telah mengajukan keberatan
terhadap putusan KPPU tersebut yang
terdaftar
dalam
register
perkara
No.
03/KPPU/2008/PN.JKT.PST
dan
sampai dengan tanggal penyelesaian
laporan keuangan ini, Perusahaan masih
menunggu proses persidangan lebih lanjut.
b.
The Commission for the Supervision of
Business Competition (KPPU) had issued
decision No. 26/KPPU-L/2007, for the
following:
b.
Berdasarkan
Keputusan
Menteri
Komunikasi dan Informatika Republik
Indonesia No. 46 tahun 2002 pasal 16
ayat 1c ditetapkan bahwa airtime yang
menjadi hak pengusaha wartel sekurangkurangnya adalah 10%. Peraturan tersebut
telah dihapus dengan Keputusan Menteri
Komunikasi dan Informatika No. 5 tahun
2006 dengan masa peralihan satu tahun.
Based On Decree of Minister of
Communication
and
Information
of
Republic Of Indonesia No. 46 Year 2002
Article 16 (1c) stated that airtime which
became the rights Of telecommunication
kiosk owners is 10%. This regulation was
eliminated with the Decree of Minister
Information and Information No. 5 year
2006 with one year transition period.
Sampai dengan tanggal 31 Desember
2009, Perusahaan belum memperoleh
tagihan atas kewajiban kepada pengusaha
wartel tersebut. Perusahaan tidak dapat
menentukan besarnya kewajiban tersebut
karena tidak memiliki data yang akurat
mengenai besarnya airtime dan jumlah
wartel yang ada.
Until December 31, 2009, the Company
has not obtained invoice on the liability to
telecommunication kiosk owners. The
Company could not determine the amount
of the liability due to lack of accurate data
of
airtime
and
the
existing
telecommunication kiosk.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas,
Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat
kejadian setelah penyelidikan atau keputusan
pengadilan tersebut yang memiliki pengaruh
keuangan yang signifikan terhadap Perusahaan
dan anak perusahaan.
For the matters and cases stated above, the
Company do not believe that any subsequent
investigation or court decision will have
significant financial impact to the Company and
its subsidiary.
- 80 161
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
46.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Kelangsungan Usaha
46.
Going Concern
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009,
Perusahaan memperoleh rugi usaha sebesar
Rp 675.509.208.610 dan rugi bersih sebesar
Rp 724.396.366.372, sedangkan untuk tahun
yang berakhir 31 Desember 2008, Perusahaan
mencatat
rugi
usaha
sebesar
Rp 403.050.877.622 dan rugi bersih sebesar
Rp
1.068.868.003.999.
Pada
tanggal
31 Desember 2009 dan 2008, defisit Perusahaan
tercatat
masing-masing
sebesar
Rp
2.596.044.393.923
dan
Rp 1.871.648.027.551. Perusahaan dan anak
perusahaan juga memiliki jumlah hutang usaha,
biaya masih harus dibayar, hutang sewa
pembiayaan dan hutang obligasi yang signifikan.
For the year ended December 31, 2009, the
Company incurred loss from operations of
Rp 675,509,208,610, and net loss of
Rp 724,396,366,372, and for the year ended
December 31, 2008, the Company incurred loss
from operations of Rp 403,050,877,622 and
net
loss
of
Rp
1,068,868,003,999.
On December 31, 2009 and 2008, the Company
incurred accumulated deficits amounting to
Rp
2,596,044,393,923
and
Rp
1,871,648,027,551,
respectively.
The
Company and its subsidiary also have significant
outstanding amounts of trade accounts payable,
accrued expenses, lease liabilities and bonds
payable.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan
telah dan akan tetap fokus mengambil langkahlangkah sebagai berikut:
In response to such condition, the Company has
and will remain focus to the following subjects:
x
Restrukturisasi, Guaranteed Senior Notes
Perusahaan sebesar US$100 juta.
x
Restructure its US$100million Guaranteed
Senior Notes.
x
Melanjutkan melakukan negosiasi dengan
para kreditur dan pemegang obligasi untuk
mengimplementasikan konversi hutang
menjadi saham Perusahaan.
x
Continue the negotation with creditors and
bondholders to implement the debt-toequity conversion.
x
Mendapatkan tambahan pendanaan baru
melalui
penerbitan
saham
untuk
mendukung rencana Perusahaan.
x
Raise additional new equity to finance the
company’s business plan.
x
Meningkatkan jumlah basis pelanggan agar
dapat menghasilkan pendapatan yang
memadai untuk menutupi beban usaha.
x
Increase its number of subscribers to
generate adequate revenues to cover its
operating expenses.
x
Melakukan pembaharuan dalam rencana
usaha Perusahaan untuk dapat focus pada
hal-hal berikut:
x
Revisit business plan to focus on the
following:
(i)
Melakukan perubahan dalam desain
jaringan, dimana Perusahaan akan
lebih Ù› arif di daerah-daerah yang
sudah beroperasi dan menunda
perluasan jaringan di daerah baru.
Selain itu Perusahaan juga akan
memperluas jaringan dari produk Hepi
di beberapa kota baru, dengan
menggunakan jaringan yang telah
ada, sehingga penambahan biaya
modal sangat minimal;
(i)
Re-design network to focus on
existing areas and to delay expansion
into new areas. Further, the Company
will expand the coverage of Hepi
product into new cities. The cost to
rollout Hepi is incremental as Hepi
operate
under
existing
CDMA
network;
- 81 162
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
46.
47.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Kelangsungan Usaha (Lanjutan)
46.
Going Concern (Continued)
(ii)
Melakukan
beberapa
inisiatif
pemasaran, dimana Perusahaan akan
mempertegas positioning dari Fren
maupun Hepi, termasuk jasa layanan
data kecepatan tinggi - Mobi, dan
produk hybrid (Fren Duo), yang
merupakan kombinasi dari Fren
(selular) dan Hepi (layanan mobilitas
terbatas) dengan tarif interkoneksi
yang lebih rendah;
(ii)
Re-strengthen our product positioning
for Fren and Hepi through creative
marketing initiatives, including high
speed data services - Mobi and hybrid
product (Fren Duo), a combination of
Fren - full mobile services and Hepi limited mobile services but with lower
interconnect tariff;
(iii)
Memperluas jaringan penjualan dan
distribusi. Perusahaan juga akan
mengembangkan
armada
direct
selling Perusahaan agar dapat lebih
mengontrol penyebaran produk;
(iii)
Expand
sales
coverage
and
distribution. The Company plan to
increase direct selling team to control
product penetration;
(iv)
Fokus pada pengembangan CRM
(Customer Relationship Management)
untuk dapat mengontrol level churn.
(iv)
Focus on developing CRM (Customer
Relationship Management) to control
subscriber churn.
Peristiwa Setelah Tanggal Neraca
47.
Subsequent Events
a.
Pada tanggal 11 Januari 2010, Perusahaan
menandatangani Perjanjian Kerjasama
Co-Branding dengan PT Smart Telecom.
a.
On January 11, 2010, the Company
entered into agreement of Co-Branding with
PT Smart Telecom.
b.
Pada beberapa tanggal di bulan Februari
dan Maret 2010, Perusahaan melakukan
kesepakatan bersama dengan beberapa
pemasok untuk melakukan restrukturisasai
hutang dan melakukan konversi hutang
menjadi saham.
b.
In February and March 2010, the Company
entered
into
memorandum
of
understanding with several vendors to
restructure the Companys’ outstanding
payables and convert to Companys’
Series B shares.
c.
Pada tanggal 15 Maret 2010, Perusahaan
gagal melakukan pembayaran bunga serta
dendanya
seluruhnya
sebesar
Rp 17.234.608.155 sesuai restrukturisasi
obligasi (Catatan 22). Akibat kegagalan ini
Bursa Efek Indonesia menghentikan
sementara perdagangan transaksi saham
Perusahaan.
c.
On March 15, 2010, the Company has
defaulted on the payment of the
outstanding interest and penalty totaling to
Rp 17,234,608,155, as agreed in the bonds
restructuring (Note 22). Consequently,
Indonesia Stock Exchange has suspended
the trading of the Company’s stock
transactions.
On March 26, 2010, the Company
has paid all of the outstanding interest and
penalty due on March 15, 2010. Based on
Indonesia Stock Exchange announcement
No. Peng-UPT-0006/BEI.PPJ/03-2010, the
suspension of the Company’s stock
transactions has been revoked.
Pada tanggal 26 Maret 2010 Perusahaan
telah membayar seluruh bunga dan
denda yang jatuh tempo pada tanggal
15 Maret 2010. Berdasarkan pengumuman
Bursa Efek Indonesia No. Peng-UPT0006/BEI.PPJ/03-2010 tanggal 29 Maret
2010,
pemberhentian
sementara
perdagangan transaksi saham Perusahaan
telah dicabut.
- 82 163
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
47.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Peristiwa Setelah Tanggal Neraca (Lanjutan)
d.
47.
Subsequent Events (Continued)
d.
Pada tanggal 22 Maret 2010, Perusahaan
menandatangani
perjanjian
untuk
menerbitkan surat hutang komersil sebesar
maksimum Rp 100.000.000.000 dengan
PT Sinarmas Sekuritas sebagai pelaksana
penerbitan surat utang komersil tersebut.
Up to date of issuance of this financial
statement, the Company has issued
Rp 3,000,000,000 commercial paper.
Sampai dengan tanggal laporan keuangan
ini,
Perusahaan
telah
menerbitkan
Rp 3.000.000.000.
48.
Reklasifikasi Akun
48.
Sesudah Reklasifikasi/
After Reclassification
Rp
Sebelum Reklasifikasi/
Before Reclassification
Rp
19.158.940.558
31.107.024.209
55.116.153.696
67.064.237.347
Biaya dibayar dimuka
Biaya yang masih harus dibayar
Standar
Akuntansi
Prepaid expense
Accrued expenses
The above reclassifications did not affect the
2008 consolidated statement of operations and
consolidated statement of changes in equity of
the Company and its subsidiary.
Reklasifikasi diatas tidak mempengaruhi laporan
laba rugi konsolidasi dan laporan perubahan
ekuitas konsolidasi Perusahaan dan anak
perusahaan tahun 2008.
Penerbitan
Baru
Reclassification Accounts
Several accounts in 2008 consolidated financial
statements have been reclassified to conform
with the 2009 consolidated financial statement
presentation. A summary of such is as follows:
Beberapa akun dalam laporan keuangan tahun
2008 telah direklasifikasi agar sesuai dengan
penyajian laporan keuangan tahun 2009.
Rangkuman reklasifikasi tersebut adalah sebagai
berikut:
49.
On March 22, 2010, the Company entered
an agreement with PT Sinar Mas Sekuritas
to issue commercial loan with maximum
amount of Rp 100,000,000,000.
Keuangan
49.
Prospective Accounting Pronouncements
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan
keuangan
(konsolidasi),
Ikatan
Akuntan
Indonesia telah menerbitkan revisi Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)
serta mencabut beberapa PSAK tertentu.
Standar-standar akuntansi keuangan tersebut
akan berlaku efektif sebagai berikut:
As of date of completion of the consolidated
financial statements, the Indonesian Institute of
Accountants has issued the following revised
financial accounting standards (PSAK) and
interpretations (ISAK) and has rescinded certain
accounting
standards
(PPSAK).
These
standards will be applicable to financial
statements as follows:
Periode yang
1 Januari 2010
Periods beginning on or after January 1, 2010
dimulai
pada
atau
setelah
PSAK
PSAK
1.
PSAK 26 (Revisi 2008), Biaya Pinjaman
1.
PSAK 26 (Revised 2008), Borrowing Cost
2.
PSAK 50 (Revisi 2006), Instrumen
Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan
2.
PSAK 50 (Revised 2006), Financial
Instruments: Presentation and Disclosures
3.
PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
3.
PSAK 55 (Revised 2006),
Instruments:
Recognition
Measurement
- 83 164
Financial
and
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
48.
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Dampak Kondisi Ekonomi Terhadap Kegiatan
Usaha Perusahaan (Lanjutan)
Periode yang dimulai pada
1 Januari 2010 (Lanjutan)
atau
48.
Effects Of Economic Condition On The
Activities Of The Company (Continued)
Periods beginning on or after January 1, 2010
(COntnued)
setelah
PPSAK
PPSAK
1.
PPSAK 1, Pencabutan PSAK 32, Akuntansi
Kehutanan;
PSAK
35,
Akuntansi
Pendapatan Jasa Telekomunikasi, dan
PSAK 37, Akuntansi Penyelenggaraan
Jalan Tol
1.
PPSAK 1, Deletion of PSAK 32, Accounting
for Forestry; PSAK 35, Accounting for
Revenues
from
Telecommunication
Services, and PSAK 37, Accounting for
Toll Road Operations
2.
PPSAK 2,
Pencabutan PSAK 41,
Akuntansi Waran dan PSAK 43, Akuntansi
Anjak Piutang
2.
PPSAK 2,
Deletion of PSAK 41,
Accounting for Warrants and PSAK 43,
Accounting for Factoring
3.
PPSAK 3, Pencabutan PSAK 54, Akuntansi
Restrukturisasi Hutang-Piutang Bermasalah
3.
PPSAK 3, Deletion of PSAK 54, Accounting
for the Restructuring of Troubled Debt
4.
PPSAK 4, Pencabutan PSAK 31, Akuntansi
Perbankan;
PSAK
42,
Akuntansi
Perusahaan
Efek,
dan
PSAK 49, Akuntansi Reksa Dana
4.
PPSAK 4, Deletion of PSAK 31, Accounting
for Banks; PSAK 42, Accounting for
Security Companies, and PSAK 49,
Accounting for Mutual Funds
5.
PPSAK 5, Pencabutan ISAK 6, Interpretasi
paragraf 12 dan 16 dari PSAK 55 (1999)
mengenai Instrumen Derivatif Melekat pada
Kontrak dalam Mata Uang Asing
5.
PPSAK 5, Deletion of ISAK 6, Interpretation
of paragraphs 12 and 16 of PSAK 55
(1999) regarding Derivative Instruments
Embedded in Foreign Currency Contracts
Periode yang
1 Januari 2011
dimulai
pada
atau
Periods beginning on or after January 1, 2011
setelah
PSAK
PSAK
1.
PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan
Keuangan
1.
PSAK 1 (Revised 2009), Presentation of
Financial Statements
2.
PSAK 2 (Revisi 2009): Laporan Arus Kas
2.
PSAK 2 (Revised 2009), Statements of
Cash Flows
3.
PSAK 4 (Revisi 2009): Laporan Keuangan
Konsolidasian dan Laporan Keuangan
Tersendiri.
3.
PSAK 4 (Revised 2009), Consolidated and
Separate Financial Statements
4.
PSAK 5 (Revisi 2009): Segmen Operasi.
4.
PSAK 5
Segments
5.
PSAK 7 (Revisi 2010), Pengungkapan
Pihak-Pihak Yang Mempunyai Hubungan
Istimewa
5.
PSAK 7 (Revised 2010), Related Party
Disclosures
6.
PSAK 12 (Revisi 2009): Bagian Partisipasi
dalam Ventura Bersama
6.
PSAK 12 (Revised 2009), Investments in
Joint Ventures
7.
PSAK 15 (Revisi 2009): Investasi Pada
Entitas Asosiasi
7.
PSAK 15 (Revised 2009), Investments in
Associates
8.
PSAK 19
Berwujud
8.
PSAK 19 (Revised 2010), Intangible Assets
(Revisi
2010),
Aset
Tidak
- 84 165
(Revised
2009),
Operating
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
31 Desember 2009 dan 2008 serta untuk
Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut
48.
Penerbitan Standar
Baru (Lanjutan)
Akuntansi
Periode yang dimulai pada
1 Januari 2011 (Lanjutan)
PT MOBILE-8 TELECOM Tbk AND
ITS SUBSIDIARY
Notes to Consolidated Financial Statements
December 31, 2009 and 2008 and
for the Years then Ended
Keuangan
atau
48.
setelah
Prospective
(Continued)
Accounting
Pronouncements
Periods beginning on or after January 1, 2011
(Continued)
PSAK (Lanjutan)
PSAK (Continued)
9.
PSAK 23 (Revisi 2010), Pendapatan
9.
PSAK 23 (Revised 2010), Revenues
10.
PSAK 25 (Revisi 2009): Kebijakan
Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi,
dan Kesalahan
10.
PSAK 25 (Revised 2009), Accounting
Policies, Changes in Accounting Estimates
and Errors
11.
PSAK 48 (Revisi 2009): Penurunan Nilai
Aset
11.
PSAK 48 (Revised 2009), Impairment of
Assets
12.
PSAK 57 (Revisi 2009): Provisi, Liabilitas
Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
12.
PSAK 57 (Revised 2009), Provisions,
Contingent Liabilities and Contingent
Assets
13.
PSAK 58 (Revisi 2009): Aset Tidak Lancar
yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang
Dihentikan
13.
PSAK 58 (Revised 2009), Non-Current
Assets Held for Sale and Discontinued
Operations
ISAK
ISAK
1.
ISAK 7 (Revisi 2009), Konsolidasi Entitas
Bertujuan Khusus
1.
ISAK 7 (Revised 2009), ConsolidationSpecial Purpose Entities
2.
ISAK 9, Perubahan atas Liabilitas Purna
Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas
Serupa
2.
ISAK
9,
Changes
in
Existing
Decommissioning, Restoration and Similar
Liabilities
3.
ISAK 10, Program Loyalitas Pelanggan
3.
ISAK 10, Customer Loyalty Program
4.
ISAK 11, Distribusi Aset Nonkas Kepada
Pemilik
4.
ISAK 11, Distribution of Non-Cash Assets
to Owners
5.
ISAK 12, Pengendalian Bersama Entitas:
Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer
5.
ISAK 12, Jointly Controlled Entities Nonmonetary Contributions by Venturers
6.
ISAK 14 (2010), Biaya Situs Web
6.
ISAK 14 (2010), Website Cost
The Company and its subsidiaries are still
evaluating the effects of these revised PSAKs
and ISAKs and have not yet determined the
related effects on the consolidated financial
statements.
Perusahaan dan anak perusahaan masih
mengevaluasi dampak penerapan PSAK dan
ISAK di atas dan dampak terhadap laporan
keuangan (konsolidasi) dari penerapan PSAK
dan ISAK tersebut belum dapat ditentukan.
*******
- 85 166
20:
Data Perseroan
Corporate Data
167
Data Perseroan
Corporate Data
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Henry Cratein Suryanaga
Presiden Komisaris | President Commissioner
Warga Negara Indonesia, 48 tahun, ditunjuk menjadi
Presiden Komisaris Perseroan sejak November 2009.
Memulai karirnya sebagai Manager Audit di perusahaan
asuransi dari tahun 1985-1987, meneruskan karirnya di
berbagai posisi manajerial sebagai General Manager
dan Presiden Direktur, serta Komisaris di beberapa
perusahaan nasional dan multi-nasional dari tahun 19872009. Meraih gelar Master of Business Administration
(MBA) dari New York University, New York, USA; dan
gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya,
Jakarta, Indonesia (1986). Memiliki lisensi sebagai Wakil
Manajer Investasi dari BAPEPAM-LK (1998).
Indonesian citizen, 48 years of age, appointed as
President Commissioner of the Company in November
2009. Starting his career as Audit Manager of an
insurance company in 1985 to 1987, he proceeded to
serve in various managerial positions as General Manager
and President Director as well as Commissioner of several
national and multi-national companies from 1987 to 2009.
He graduated with a Master of Business Administration
degree from the New York University, New York, USA; and
Economics degree from the Atmajaya Catholic University,
Jakarta, Indonesia (1986). He also holds a license to act as
an Investment Manager from BAPEPAM-LK (1998).
168
Sarwono Kusumaatmadja
Wakil Presiden Komisaris (Independen) | Vice President (Independent) Commissioner
Warga Negara Indonesia, 66 tahun, ditunjuk sebagai
Wakil Presiden Komisioner (Independen) Perseroan
pada November 2009. Negarawan yang berpengalaman
di layanan umum dan pemerintahan, akfif di berbagai
kegiatan dan lembaga berskala nasional dan internasional
khususnya di bidang lingkungan hidup, pendidikan
dan permasalahan sosial. Jabatan kenegaraan: Menteri
Kelautan dan Perikanan (1999-2001), Menteri Lingkungan
Hidup (1993-1998), Menteri Pendayagunaaan Aparatur
Negara (1988-1993), Anggota DPD-RI (1971-1988) dan
DPR-RI (2004-2009). Menjabat sebagai Anggota Dewan
Kelautan Indonesia, Ketua Dewan Penasehat MAPPEL.
Meraih gelar Sarjana Tehnik dari Institut Teknologi
Bandung (ITB) pada 1974.
Indonesian citizen, 66 years of age, appointed as Vice
President (Independent) Commissioner of the Company
in November 2009. A reputable statesman with an
illustrious career in public service and the government, he
is active in various national and international institutions
mainly involving the environment, education and social
affairs. Among several other positions, he has served as
Minister of Maritime and Fisheries (1999-2001), Minister of
Environment (1993-1998), Minister for the Empowerment
of State Apparatus, (1988-1993) and member of DPD-RI
(1971-1988) and DPR-RI (2004-2009). Currently Chairman
of the Indonesian Maritime Council and Chairman of the
Advisory Board of MAPPEL. He graduated with a degree
in Engineering from Bandung Institute of Technology,
Bandung in 1974.
Reynold M. Batubara
Komisaris (Independen) | (Independent) Commissioner
Warga Negara Indonesia, 53 tahun, ditunjuk sebagai
Komisaris (Independen) Perseroan pada November
2009. Memiliki karir profesional di bidang audit, dan
telah berkarir di berbagai bidang audit keuangan,
dengan posisi terakhir sebagai Manajer Audit di Kantor
Akuntan Ernst & Young di Jakarta dan Amsterdam.
Pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja Audit
Intern dan anggota Komite Audit dan Manajemen
Risiko di beberapa bank berskala internasional, dari
1983 sampai 2009. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari
Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia.
169
Indonesian citizen, 53 years of age, appointed as
(Independent) Commissioner of the Company in November
2009. A career audit professional, he has spent most of
his career serving in the financial audit realm, serving last
as an Audit Manager with the Public Accounting Firm of
Ernst & Young at their offices in Jakarta and Amsterdam.
He has also served as Head of the Internal Audit Unit and
a member of the Audit and Risk Management Committee
of several international banks, from 1983 to 2009. He
graduated with a degree in Economics from the University
of Indonesia, Jakarta, Indonesia.
Data Perseroan
Corporate Data
Direksi
Board of Directors
Merza Fachys
Presiden Direktur | President Director
Warga Negara Indonesia, 53 tahun, ditunjuk
sebagai Presiden Direktur Perseroan pada Juni
2009, sebelumnya menjabat sebagai Direktur dan
Chief Corporate Affair sejak Mei 2007. Seorang
profesional yang berkarir di bidang telekomunikasi,
dan menjabat berbagai posisi manajer di sektor
telekomunikasi, termasuk menjabat sebagai
Account Manager, Regional Manager dan General
Manager, dari tahun 1982-2009. Lulusan Master of
Business Administration (MBA) dari IPMI Business
School, Jakarta, Indonesia (2006); dan meraih
gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi
Bandung(1980).
Indonesian citizen, 53 years of age, appointed as
President Director of the Company in June 2009,
having served previously as the Director and Chief
Corporate Affairs Officer of Mobile-8 since May
2007. A career telecommunications professional,
he has served in various managerial positions in
the telecommunications sector, including serving
as Account Managers, Regional Managers and
General Managers with Siemens Indonesia,
Indosat, TELKOM and INTI, from 1982 until 2009.
He graduated with an MBA degree from the IPMI
Business School, Jakarta, Indonesia(2006) and a
degree in Electrical Engineering from the Bandung
Institute of Technology, Bandung, Indonesia (1980).
Anthony Chandra Kartawiria
Direktur | Director
Warga Negara Indonesia, 53 tahun, ditunjuk
sebagai Direktur dan Chief of Financial Officer
Perseroan pada Maret 2008. Seorang profesional
yang berkarir di bidang keuangan dengan
pengalaman luas di bidang perbankan dan pasar
modal, menjabat berbagai posisi direksi di sektor
pembiayaan, perbankan dan keuangan dari tahun
1985 sampai dengan tahun 2003. Meraih gelar
Bachelor of Commerce (dengan honors) dari
University of Ottawa, Carleton, Canada.
Indonesian citizen, 53 years of age, appointed
as Director and Chief of Financial Officer of the
Company in March 2008. A financial professional
with an extensive career in banking and the capital
markets, he has served in various positions as a
Director in the fields of financing, banking, and
finance from 1985 to 2003. He graduated with
a degree in Commerce (with honors) from the
University of Ottawa, Carleton, Canada.
170
Agus Heryanto Lukas
Direktur | Director
Warga Negara Indonesia, 53 tahun, ditunjuk
sebagai Direktur dan Chief Network Development
Officer Perseroan sejak 2003. Profesional di bidang
teknologi informasi dan telekomunikasi. Beliau
pernah menjabat berbagai posisi senior sebagai
Manajer Teknik di Centralindo Panca Sakti dan
Wakil Presiden Operasional, Direktur dan Presiden
Direktur di Metro Selular Nusantara (1995-2003).
Lulusan Sarjana Teknik dari Universitas Kristen
Satya Wacana, Salatiga, Indonesia (1981).
Indonesian citizen, 53 years of age, appointed as
Director and Chief Network Development Officer
of the Company since 2003. An information
technology and telecommunications professional,
he has served in various senior positions as Technical
Managers with Centralindo Panca Sakti and as Vice
President of Operations, Director and President
Director of Metro Selular Nusantara, (1995-2003),
the precursor of Mobile-8. He graduated with a
degree in Engineering from the Satya Wacana
Christian University, Salatiga, Indonesia (1981).
Yopie Widjaya
Direktur | Director
Warga Negara Indonesia, 38 tahun, ditunjuk sebagai
Direktur Perseroan pada November 2009. Eksekutif
bisnis dengan pengalaman di bidang keuangan,
teknologi informasi dan industri telekomunikasi.
Beliau pernah menjabat sebagai Manajer, Senior
Executive dan DIrektur dari beberapa perbagai
perusahaan besar seperti Prasetyo, Utomo &
Co., PT Multipolar Tbk., Share Star Indonesia dan
beberapa perusahaan telekomunikdasi sebelum
bergabung dengan Mobile-8, dari tahun 19942009. Lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas
Katolik Atmajaya, Jakarta, Indonesia.
Indonesian citizen, 38 years of age, appointed as
Director of the Company in November 2009. A
business executive with wide ranging experience
in the finance, information technology and
telecommunication industries, he has served as
Manager, Senior Executive and Director of several
leading companies such as Prasetyo, Utomo & Co.,
PT Multipolar Tbk., Share Star Indonesia and several
telecommunications companies prior to joining
Mobile-8, from 1994 until 2009. He graduated with
a degree in Economics from Atmajaya Catholic
University, Jakarta, Indonesia.
Beydra Jendi
Direktur | Director
Warga Negara Indonesia, 44 tahun, menjabat
sebagai Direktur Perseroan sejak Juni 2009 sampai
dengan Februari 2010. Mempunyai karir sebagai
Business Manager, dan telah menjabat posisi manajer
senior di berbagai perusahaan, antara lain Itochu
Corporation, Excelcomindo Pratama dan MNC
Skyvision sebelum bergabung dengan Mobile-8,
dari 1996 sampai 2009. Meraih gelar Master of
Business Administration (MBA) dari University of
Central Arkansas, Conway, USA (1995).
171
Indonesian citizen, 44 years of age, served as
Director of the Company from June 2009 until
February 2010. A career business manager, he has
served in various senior managerial positions with
Itochu Corporation, Excelcomindo Pratama and
MNC Skyvision prior to joining Mobile-8, from 1996
until 2009. He graduated with an MBA degree
from the University of Central Arkansas, Conway,
USA (1995).
Data Perseroan
Corporate Data
Komite Audit
Audit Committee
Reynold M. Batubara
Ketua Komite Audit | Chairman of Audit Committee
(lihat profil di halaman sebelumnya)
(see profile in the previous page)
Prof. Dr. Wahjudi Prakarsa
Anggota Komite Audit | Audit Committee Member
Warga Negara Indonesia, 72 tahun. Seorang
profesor terkemuka dari Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia. Beliau adalah Pendiri dan
Ketua Program Studi Magister Akuntansi (1977)
dan Ketua Program Studi Magister Manajemen
(1988-1996). Meraih gelar PhD di bidang Akuntansi
dari University of Missouri, USA (1980), gelar
MBA dari University of Wisconsin, USA (1974),
dan sarjana Ekonomi di bidang Akuntansi dari
Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia (1968).
Indonesian citizen, 72 years of age. A distinguished
serving professor of the Faculty of Economics
of the University of Indonesia, he is the Founder
and Dean of the Graduate Accountancy Program
(1977) and the Graduate Business School of
the University of Indonesia (1988-1996). He
graduated with a PhD degree in Accountancy
from the University of Missouri, USA (1980), an
MBA degree from the University of Wisconsin,
USA (1974), and a degree in Economics majoring
in Accountancy from the University of Indonesia,
Jakarta, Indonesia (1968).
Andreas Bahana
Anggota Komite Audit | Audit Committee Member
Warga Negara Indonesia, 67 tahun, sebelumnya
menjabat di beberapa perusahaan antara lain
sebagai konsultan untuk PT Optik Melawai Prima
Jakarta (2003-2005), representative officer di
PT Pastika Bhinna Ekapaksa di Jakarta, pelaksana
proyek di PT Ciputra Development, Jakarta
(1996-1998) dan Direktur PT LG ASTRA dan PT
Graha Kartika Kencana, Jakarta (1990-1996).
Beliau meraih gelar Sarjana di bidang Teknik
Listrik dari Institut Teknologi Bandung pada 1972
serta gelar MBA dari Prasetiya Mulya Institute of
Management pada 1986.
Indonesian citizen, 67 years of age, previously
held position in several companies, including as
Consultant of PT Optik Melawai Prima Jakarta
(2003-2005), as a representative officer of PT
Pastika Bhinna Ekapaksa in Jakarta, a project
officer at PT Ciputra Development in Jakarta
(1996-1998) and a Director at PT LG ASTRA and
PT Graha Kartika Kencana, Jakarta (1990-1996).
He obtained a degree in Electrical Engineering
from the Bandung Institute of Technology,
Bandung, Indonesia in 1972 and an MBA degree
from the Prasetiya Mulya Institute of Management,
Jakarta, Indonesia in 1986.
172
Data Perseroan
Corporate Data
Struktur Organisasi
Organization Structure
Board of
Commissioners
Audit
Committee
President
Director
Corporate
Secretary
Finance
Director
173
Sales & Marketing
Director
Internal
Audit
Technique
Director
Compliance
Director
Data Perseroan
Corporate Data
Saham Perseroan dan Anak Perusahaan
Shares of The Company and Subsidiary
Susunan Kepemilikan Saham Perseroan
Ownership Structure of the Company Shares
Per tanggal 31 December 2009, Perseroan telah
menerbitkan 33.033.656.327 lembar saham yang
terdiri dari Saham Seri A yang memiliki nilai
nomina Rp100,- per lembar saham sebanyak
20.235.872.427 lembar saham dan Saham Seri B
yang memiliki nilai nominal sebesar Rp50,- per
lembar saham sebanyak 12.797.783.900 lembar
saham. Tabel berikut menjelaskan kepemilikan
saham oleh Direksi, Komisaris Perseroan, para
Pemegang Saham Utama sampai dengan tanggal
31 Desember 2009. “Pemegang Saham Utama”
adalah pihak yang secara langsung maupun
tidak langsung, memiliki lima persen atau lebih
saham Perseroan.
As of 31 December 2009, the Company has issued
a total of 33,033,656,327 shares comprising
Series A Shares with a nominal value of Rp 100,per share totaling of 20,235,872,427 shares and
Series B Shares with a nominal value of Rp 50,per share totaling 12,797,783,900 shares. The
following table shows the share ownership of
Board of Directors, the Board of Commissioners,
the Majority Shareholeders as of 31 December
2009. “Majority Shareholders” are parties that
either directly or non-directly, holds 5 percent or
more shares of the Company.
Susunan Kepemilikan Saham Perseroan sampai
dengan tanggal 31 Desember 2009 adalah
sebagai berikut :
The Ownership Structure of the Company Shares
as of 31 December 2009 is as follows:
Nama
Jumlah (Lembar Saham)
Persentase %
Name
Amount (Shares)
Percentage %
6.475.479.000
19,6%
Corporate United Investments Limited
4.186.863.458
12,7%
PT ETrading Securities
3.954.016.294
12,0%
Masyarakat / Public
18.417.297.575
55,8%
33.033.656.327
100,0%
Jerash Investment Ltd
Jumlah / Total
Kepemilikan saham oleh Komisaris dan Direksi
sampai dengan tanggal 31 Desember 2009
adalah sebagai berikut :
Share Ownership by the Board of Commissioners
and the Board of Directors as of 31 December
2009 is as follows:
Nama
Jabatan
Jumlah (Lembar Saham)
Persentase %
Name
Title
Amount (Shares)
Percentage %
Henry Cratein Suryanaga
Presiden Komisaris
President Commissioner
500.000
0,0%
Kronologis Pencatatan
Jumlah Saham
dan
Perubahan
Chronology of Share Listing and Change in
Total Shares
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2009,
Perseroan memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar
Rp1.651.682.816.350,- yang seluruhnya dicatatkan
di Bursa Efek Indonesia (d/h Bursa Efek Jakarta
dan Bursa Efek Surabaya). Saham Perseroan
mengalami perkembangan dengan berbagai
macam aksi korporasi yang dilakukan oleh
Perseroan. Berikut ini adalah kronologis pencatatan
dan perubahan jumlah saham Perseroan.
As of 31 December 2009, the Company has a
market capitalization value of Rp1,651,682,816,350,all of which is listed in the Indonesia Stock
Exchange (previously Jakarta Stock Exchange and
Surabaya Stock Exchange). The Company shares
underwent development through a number of
corporate actions by the Company. This following
is chronology of the listing and change to the
number of the Company’s shares.
174
Tanggal
Efektif/
Pencatatan
Saham Baru
(lembar saham)
Jumlah Saham
(lembar saham)
Nilai Nominal
Effective/
Recording
Date
New Share
(shares)
Total Share
(shares)
Nominal Value
15.685.360.160
Rp100,-
Before Initial Public
Offering
Penawaran Umum
Perdana
29-Nov-06
3.900.000.000
19.585.360.160
Rp100,-
Initial Public Offering
Penggabungan
Usaha
22-May-07
43.045.567
19.628.405.727
Rp100,-
Merger
Konversi Waran
15-Aug-07
607.466.700
20.235.872.427
Rp100,-
Warrant Conversion
Penambahan Modal
Tanpa HMETD *
9-Dec-09
12.797.783.900
33.033.656.327
Aksi
Korporasi
Sebelum Penawaran
Umum Perdana
Rp100,- & Rp50,-**
Corporate
Action
Share Issuance Without
Preemptive Rights
* HMETD : Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
** Seri A: 20.235.872.427 lembar saham, nilai nominal Rp. 100,-
Seri B: 12.797.783.900 lembar saham, nilai nominal Rp. 50,Seri A: 20.235.872.427 shares, nominal value Rp. 100,-
Seri B: 12.797.783.900 shares, nominal value Rp. 50,-
175
Kebijakan Dividen
Dividend Policy
Sampai dengan saat ini Perseroan belum
membagikan dividen. Di masa depan Perseroan
akan membagikan dividen setelah mendapatkan
persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham
dengan mempertimbangkan total nilai kas yang
dimiliki Perseroan, kinerja keuangan, perkiraan
besarnya belanja modal investasi pada saat itu
dan peraturan yang berlaku.
To date the Company has not distributed
any dividends. In the future the Company will
distribute dividends following approval by an
Annual General Meeting of Shareholders and
consideration of the total cash value owned by
the Company, financial performance, estimated
investment capital expenditure at the time, and
prevailing regulations.
Anak Perusahaan
Subsidiary
Sampai dengan saat ini Mobile-8 memiliki
sebuah anak Perusahaan yaitu Mobile-8 Telecom
Finance B.V.(“M-8 BV”) yang beroperasi sejak
18 Juli 2007 dan beralamat di Herengracht
450, 1017 CA Amsterdam, The Netherlands.
Kepemilikan Perseroan atas M-8 BV adalah
seluruhnya atau 100%. M-8 BV bergerak di
bidang keuangan seperti mencari pendanaan,
pinjam dan meminjamkan modal, memberikan
jasa konsultansi, dan hal-hal bersifat industri
finansial dan komersial lainnya.
To date Mobile-8 only has one subsidiary
namely Mobile-8 Telecom Finance B.V. (“M-8
BV”) that has been in operation since 18 July
2007 and is domiciled at Herengracht 450,
1017 CA Amsterdam, the Netherlands. The
Company ownership of M-8 BV is entirely or 100
percent. M-8 BV moves in the financial sector,
such as financing, capital loan and borrowing,
consultancy services, and others financial and
commercial in nature.
176
Data Perseroan
Corporate Data
Produk dan Layanan
Products and Services
177
PRODUK
PRODUCT
FREN Prabayar
Produk ini menawarkan keuntungan bagi
pelanggannya dengan bebas biaya aktivasi,
bebas roaming, dengan tarif yang kompetitif.
Kartu perdananya, Fren, dipasarkan di lebih
dari 45.000 gerai. Mobile-8 juga bekerja sama
dengan beberapa bank untuk kemudahan isi
ulang, menggunakan lebih dari 5.000 ATM,
Internet Banking, Phone Banking, dan bahkan
lewat VISA.
FREN Prepaid
The product offers the benefits of complimentary
activation fee, free roaming and competitive tariff
rate. Fren is marketed in over 45,000 outlets.
Working in cooperation with several national
banks, Mobile-8 provides convenient ways to
reload using more than 5,000 ATM, Internet
Banking, Phone Banking as well as through Visa.
Fren Duo
Produk yang menawarkan pelanggan dapat
menikmati layanan seluler Fren dan layanan
nomor telepon rumah (FWA) di dalam satu kartu
RUIM secara bersamaan (dual-on).
Kelebihan Fren Duo:
1. Dua nomor aktif bersamaan dalam satu kartu;
2. 1x isi ulang, 2 nomor langsung terisi;
3. Nomor telpon lokal tetap/tidak berubah;
4. Murah menelpon dan ditelpon.
Fren Duo
A product that offers subscribers the benefits
of the Fren cellular and FWA services in a single
RUIM card simultaneously (dual-on).
Benefits of Fren Duo:
1. Two active numbers in one card;
2. One top-up for two cards simultaneously;
3. Local phone numbers are fixed/nonchanging;
4. Inexpensive outgoing and incoming calls.
Fren SOBAT
Produk yang menawarkan solusi komunikasi
‘terbuka’ tanpa adanya syarat dan ketentuan
menjebak yang didedikasikan bagi pelanggan
untuk berkomunikasi dengan orang-orang
terdekatnya. Sesama sahabat dekat ataupun
keluarga dapat berkomunikasi dengan tarif Fren
ke Fren gratis dan tarif SMS yang murah ke
semua operator sebesar Rp88/SMS. Fren Sobat
menawarkan fasilitas call conference yang sangat
murah, dan 50% bonus pulsa isi ulang untuk 8X
isi ulang pertama.
Fren Sobat
A product that offers the “open communication
solutions,” with unrestrictive terms and
conditions
that are dedicated to customers
who communicate frequently with loved ones.
Communicating with relatives and loved ones
become much more affordable with free Frento-Fren calls and low SMS rate of Rp88/SMS
to all operators. Fren Sobat alo offers highly
competitive conference call rates four numbers
in sequence with very affordable tariff for
conference call facilities, and a 50% credit bonus
for the first eight reloads.
Fren Pascabayar Paket MAXI (50 & 100):
Adalah paket pascabayar yang memberikan
berbagai kejutan menguntungkan, semakin
sering digunakan, semakin banyak kejutan bonus,
seperti unlimited talk, unlimited sms, unlimited
internet dan diskon tagihan.
Fren Postpaid MAXI (50 & 100) Package
Postpaid package that offers various bonus
suprises - with more calls generating more bonus
surprises, such as unlimited talk, unlimited sms,
unlimited internet and billing discount.
Produk dan Layanan
Products and Services
Fren Pascabayar Paket Corporate
Adalah layanan pascabayar yang ditujukan bagi
perusahaan-perusahaan yang ingin menikmati
biaya komunikasi hemat dan tidak repot dengan
kualitas pelayanan yang terbaik dan khusus
ditawarkan untuk pelanggan korporat dengan
system One Bill. Pelanggan korporat dapat
menikmati Gratis Bicara, Gratis SMS dan Gratis
Internet/Data dengan pilihan-pilihan paket yang
sangat fleksibel.
Fren Postpaid Corporate Package
Postpaid service for corporations seeking costeffective telecommunications, in addition to
the convenience and high-quality service that
is provided to business customers through the
One Bill system. These corporate customers can
enjoy Free Calls, Free SMS, Free Internet/Data
with optional packages that are highly flexible.
Fren Duo Pascabayar
Adalah innovasi 2 nomor aktif bersamaan dalam 1
kartu dengan layanan Fren Pascabayar, pelanggan
dapat menikmati kenyamanan GSM dengan
nomor seluler (0888xxx) dan hematnya CDMA
dengan nomor FWA (021xxx, 031xxx, dsb).
Kelebihan Fren Duo:
1. Dua nomor aktif bersamaan dalam satu kartu;
2. 1x isi ulang, 2 nomor langsung terisi;
3. Nomor telpon lokal tetap/tidak berubah;
4. Murah menelpon dan ditelpon.
Fren Duo Postpaid
An innovative two-number-in-one-card of the
Fren Postpaid service; subscribers enjoy the
convenience of a GSM cellular number (0888xxx)
and the economies of the CDMA with the FWA
number (021XXX, 031xxx, etc).
Benefits of the Fren Duo:
1. Two active numbers in one card;
2. One top-up for two numbers simultaneously;
3. Local phone numbers are fixed and permanent;
4. Inexpensive outgoing/incoming calls.
FWA Pasca Bayar Paket Diskon (khusus
Perumahan & Small Office)
Program ini merupakan paket diskon yang
diperuntukkan pelanggan di perumahan dan
small office. Dalam paket diskon ini, pelanggan
yang terdaftar akan mendapatkan diskon tagihan
per bulan maksimum Rp25.000. Diskon tagihan
akan dikenakan setelah minimal pembayaran
(minimum
payment)
sebesar
Rp25.000
tercapai.
FWA Postpaid Discount Package (particularly
for homes & small office)
This program is a discount package for
subscribers in homes and small offices. In this
package, registered subscribers get a maximum
discount of Rp25,000 on their monthly billing.
The discount becomes effective once minimum
billing of Rp25,000 is met.
FREN Mobile Internet
Layanan ini dikembangkan dengan dukungan
teknologi CDMA2000 1X dan CDMA2000 1XEVDO, untuk memenuhi kebutuhan akses internet
berkecepatan tinggi, seperti browsing, e-mail,
chatting, video streaming ataupun on-line game.
Selain stabil, layanan ini 40 kali lebih cepat dari
kecepatan transfer data menggunakan GPRS
dengan biaya yang sangat terjangkau.
Fren Mobile Internet
This service is developed wit the support of
the CDMA2000 1X and CDMA2000 1XEV-DO
technology, to provide high speed internet access
for browsing, e-mail, chatting, video streaming
and also online games. In addition to being stable
and highly affordable, the service is 40 times
faster than the date transfer speed of GPRS.
Fren Smart Buy (FSB)
Adalah program bundling handphone dan
modem dengan aktivasi instant dan non-instant
approval menggunakan layanan Fren Pascabayar
yang ditujukan bagi pelanggan pascabayar
personal dan corporate.
Fren Smart Buy (FSB)
A bundling of cellphone and modem offering
with instant activation and non-instant approval
by using Fren Postpaid service for personal and
corporate postpaid subscribers.
World Passport
Merupakan layanan roaming internasional ke
seluruh dunia, baik di jaringan GSM maupun CDMA.
Dengan adanya layanan ini, maka seluruh pelanggan
Mobile-8 dapat menggunakan nomor Fren pada
World Passport
An international roaming capability on both GSM
and CDMA networks worldwide. All Mobile-8
customers can use Fren when they are abroad
and communicate with each other by voice, SMS
178
179
saat berada di luar negeri dan saling berkomunikasi
melalui panggilan telepon maupun berkirim-kiriman
SMS. Untuk layanan roaming internasional, Mobile-8
telah terhubung langsung dengan 52 negara baik
di jaringan GSM maupun CDMA. Saat ini, layanan
roaming internasional Mobile-8 hanya terbatas bagi
pelanggan Fren pascabayar. and data. At the present time, the international
roaming service of Mobile-8 is available only to
post-paid subscribers.
Mobile Broadband Internet / Mobi
Layanan Mobile Broadband Internet berbasis
teknologi CDMA EVDO Rev. A yang setingkat dengan
layanan 3,5G yang dapat dinikmati oleh pelanggan
di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang,
Bekasi dan Bandung. Dengan kecepatan download
hingga 3,1 Mbps serta upload hingga 1,8 Mbps, Mobi
mendukung berbagai aplikasi yang memerlukan
bandwidth besar sehingga memungkinkan proses
pengiriman dan penerimaan file berukuran besar
dengan cepat dan mudah
Mobile Broadband Internet / Mobi
Mobile Broadband Internet service that is based
on advanced CDMA EVDO Rev technology that
is equivalent to a 3.5G service, and available to
subscribers in the areas of Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang, Bekasi and Bandung. With download
speeds up to 3.1 Mbps and upload speed of up
to 1.8 Mbps, Mobi supports various applications
that require large bandwidth to enable sending
and receiving large files quickly and easily.
Mobi Prabayar
Produk prabayar yang menawarkan banyak pilihan
dan keuntungan bagi pelanggannya, untuk harga
starter pack Mobi, pelanggan dapat membelinya
Rp75.000 dan mendapat Preload Balance
Rp50.000, serta juga penawaran harga Modem
USB EVDO Rev A yang murah habis, dengan
Rp499.000 dimana akan mendapatkan bonus
50% untuk 5x isi ulang. Mobi juga menawarkan
tarif online yang kompetitif, Rp0,1/KB pada jam
(00.00-12.00) dan di luar jam itu Rp0,5/KB.
Selain itu, mereka tidak perlu mengisi pulsa senilai
nominal tertentu untuk tetap bermain internet.
Mobi Prepaid
A prepaid product that offers more benefits and
choices. With a Mobi starter pack of Rp75,000,
the customer receives a Preload Balance of
Rp50,000; and the fantastic offer for an EVDO
Rev A USB Modem of Rp499,000 with a 50%
credit bonus for five reloads. In addition, Mobi
offers competitive on-line rates of Rp 0.1/KB for
the hours (00.00-12.00), and Rp0.5/KB outside
those hours. Also, subscribers need not reload
at certain nominal amounts for their internet
connections.
Mobi Unlimited
Kebutuhan akan akses internet tanpa batas
dengan kecepatan maksimal membuat banyak
orang memilih paket internet unlimited. Menjawab
hal tersebut, Mobi menawarkan paket unlimited
termurah dari produk internet unlimited yang ada
sekarang ini. Dengan harga mulai dari Rp50.000,
pelanggan dapat menikmati akses internet unlimited
selama 1 bulan penuh dimanapun dan kapanpun.
Mobi Unlimited
The need for unlimited internet access with
maximum speed drives subscribers to choose the
unlimited internet package. In response to this
need, Mobi offers the most affordable unlimited
internet package available in the market today.
Price starts from Rp50,000 and subscribers can
have access to unlimited internet for one full
month anywhere and at any time.
Mobi Pascabayar
Mobi pascabayar memberikan kemudahan untuk
pelanggan untuk menikmati tarif murah Mobi
tanpa di batasi oleh waktu dan mereka tidak
perlu repot untuk mengisi ulang Mobi. Pelanggan
dapat berubah ke layanan Pascabayar dengan
kemudahan proses berlangganan di mana mereka
tidak harus berlangganan 12 bulan dan selain itu
pelanggan dapat berganti-ganti paket setiap
bulannya. Ketiga paket yang di tawarkan akan
membuat pelanggan dengan leluasa mengatur
kebutuhan internet setiap bulannya.
Mobi Postpaid
Mobi postpaid offers convenience to subscribers
to enjoy competitive Mobi tariff rate without
time restrictions and reload requirements.
Customers can switch to postpaid subscription
with the convenience of not having to subscribe
for 12 months, and moreover they can change
packages every month. The three packages
offer subscribers the freedom to manage their
monthly internet needs.
Produk dan Layanan
Products and Services
Paket Modem Mobi
Mobi memberikan penawaran yang sangat terjangkau
untuk mendapatkan Paket Modem Mobi yaitu hanya
dengan Rp499.000. Pelanggan akan mendapatkan
Modem USB EVDO REV.A (3,5G CDMA), tariff
murah yaitu Rp0,1/Kb dan nomor Mobi gratis dan
memberikan bonus 50% untuk 5x isi ulang.
Mobi Modem Package
A highly affordable offer to obtain the Mobi
Modem Package for Rp499,000. Subscribers will
get the USB EVDO Modem REV.A (3.5 G CDMA),
at the competitive rate of Rp0.1/Kb and a free
Mobi number in addition to a 50% credit bonus
for every five reloads.
Paket Internet Sehat Mobi
Layanan Paket Modem Mobi yang memberikan
manfaat yang sangat besar bagi para orang tua,
guru dan pendidik, khususnya dalam pengawasan
alur informasi yang akan diterima oleh anak
melalui internet. Pengguna layanan ini secara
otomatis tidak dapat mengakses situs pornografi,
selanjutnya akan berkembang untuk kontenkonten negatif seperti pelanggaran kesusilaan,
perjudian, SARA, kekerasan dan sebagainya.
Mobi Wholesome Internet Package
This Mobi Modem Package provides tremendous
benefits to parents, teachers and educators,
particularly in supervising the flow of information
to internet users who are children. Users of this
service will automatically be restricted to porn
program, and subsequently also to negative
contents such as transgression to moral values,
gambling, ethnic and religious prejudices,
violence, and others.
Program
Program
Nonton Bareng Fren
Merupakan program loyalitas dan retensi untuk
pelanggan Fren prabayar dan paskabayar.
Bentuk apresiasi kepada pelanggan setia Fren
ini diberikan bertepatan di hari Valentine dengan
memberikan tiket nonton gratis yang dapat
digunakan bersama pasangannya.
Movie Treat with Fren
A customer loyalty and retention program
for both Fren prepaid and postpaid users.
Appreciation is provided to loyal Fren customers
and subscribers who are given a free pair of
tickets to cinemas on Valentine’s Day.
Banting Tarif Panggilan Interlokal
Penawaran yang diberikan dengan menurunkan
tarif komunikasi Rp100/30 detik untuk panggilan
hemat Interlokal ke telepon rumah (PSTN) di
seluruh pelosok Nusantara.
Tariff Slash for Long Distance Calls
A special offer that slashes the voice rate by
Rp100/30 seconds of long distance calls to home
numbers or publicly switched telephone network
(PSTN) nationwide.
Voucher Rp 30.000 Edisi Ramadhan
Merupakan voucher edisi ramadhan Rp30.000
yang memberikan fasilitas pelanggan untuk
mengisi voucher sekaligus berinfaq Rp600 secara
automatis tanpa mengurangi pulsa yang disalurkan
melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Ramadhan Voucher of Rp30.000
A Ramadhan edition voucher of Rp30,000 that
allows users to top-up and at the same time
donate infaq in the amount of Rp600 without
deducting the balance thru the National Alms
Board, BAZNAS.
Beli Voucher Fren Gratis Produk Indomaret
Penawaran yang diberikan kepada pelanggan
saat pembelian pulsa Fren di Indomaret dengan
memberikan bonus gratis berupa produk-produk
rumah tangga.
Buy Fren Voucher Get Free Indomaret Products
A special offer to customers who buy the Fren
vouchers at any Indomaret outlet, giving them
free bonus of household products.
Ayo Menabung
Mobile-8 bekerjasama dengan Megalife, memberikan
kemudahan menabung menggunakan pulsa untuk
pelanggan Fren. Cukup kirim SMS melalui Fren dengan
mengetik MENABUNG dan mengirim ke 2131.
Let’s Save
In cooperation with Megalife, Mobile-8 has
provided a simple way to save by using the credits
of customers. Simply send an SMS through Fren
by typing MENABUNG and send to 2131.
180
181
Bonus Pulsa 25% bagi Fren Reguler
Bonus Pulsa 25% bagi Fren Reguler setiap isi ulang
pulsa dalam periode masa aktif nomor Fren-nya.
Credit Bonus of 25% for Fren Regulars
Credit Bonus of 25% is given to Fren Regulars for every
reload within the active period of their Fren numbers.
Bonus Pulsa 25%
Bonus Pulsa 25% setiap isi ulang Fren di ATM BCA.
Credit Bonus of 25%
Credit Bonus of 25% is given for every reload at BCA ATM.
Program On Time Payment
Program Apresiasi bagi pelanggan pascabayar Fren
yang selalu membayar tagihan tepat waktu denga
mendapatkan hadiah voucher belanja Carrefour.
On Time Payment Program
An appreciation program for postpaid Fren
subscribers who pay their bills on time and
recieve a shopping voucher gift from Carrefour.
Promo Asuransi Mudik
Program
berupa
perlindungan
asuransi
kecelakaan bagi semua pelanggan Fren yang
mudik selama bulan Ramadhan dan Lebaran.
Home Travel Insurance Promo
An accident insurance protection program for
all Fren users during their homecoming trips for
Ramadhan and Lebaran.
Event Rampak Beduk
Bekerja sama dengan BAZNAS dalam rangka
menyambut bulan puasa dan bersamaan dengan
launching SMS Infaq dan voucher Ramadhan 30.000.
Rampak Beduk Event
In cooperation with BAZNAZ, the event welcomes
the fasting month with the launching of SMS Infaq
and Ramadhan voucher worth Rp30,000.
Hape Musik
Promo Frenduo dengan hape Nexian NX-981,
seharga Rp299.000, paket hape musik 2 ON, 2
Nomor Aktif dalam satu hape. Promo Frenduo
dengan hape Vitell V306 & V305, seharga
Rp255.000, paket hape musik 2 ON, 2 Nomor
Aktif dalam satu hape.
Music on Cellphone
FrenDuo promotion with Nexian NX-981 cellphone
worth Rp200,000, cellphone music package 2
ON, 2 Active Numbers in one cellphone. FrenDuo
promotion with cellphones Vitell V306 & V305
worth Rp255,000, cellphone music 2 ON, 2
Active Numbers in one hape.
Hape Multimedia Dual On
Promo Frenduo dengan hape Cross CG31, seharga
Rp665.000, paket hape multimedia 2 ON, 2
Nomor Aktif dalam 1 kartu + 1 Nomor Aktif.
Multimedia Dual On Cellphone
Frenduo promotion with cellphone Cross CG31
worth Rp665,000, cellphone multimedia package 2
ON, 2 Active Numbers in 1 card + 1 Active Number.
Hape Murah
Promo Frenduo dengan hape TiPhone 1233, seharga
Rp249.000, paket hape murah 2 ON, 2 Nomor Aktif
dalam satu hape.
Low-cost Cellphone
Frenduo promotion with cellphone TiPhone 1233
worth Rp249,000, low-cost cellphone package 2
ON, 2 Active Numbers in one card.
Hape Qwerty EVDO
Promo Frenduo dengan hape Motorola Q CDMA,
seharga Rp1.399.000, paket hape qwerty EVDO, 2
Nomor Aktif dan bonus 1 GB dalam satu hape .
Qwerty EVDO Cellphone
Frenduo promotion with cellphone Motorola Q
CDMA worth Rp1,399,000, cellphone qwerty EVDO
package, 2 Active Numbers and bonus of 1GB in
single cellphone.
Hape Musik Murah
Promo Frenduo dengan hape Motorola W212,
seharga Rp249.000, paket hape musik murah 2
ON, 2 Nomor Aktif dalam satu hape.
Low-cost Music Cellphone
Frenduo promotion with cellphone Motorola W212
worth Rp249,000, low-cost cellphone music package
2 ON, 2 Active Numbers in single cellphone.
Asuransi Handset All Risk
Program asuransi handset dengan menggunakan
nomor Fren dan premi sekali bayar Rp30.000
berlaku untuk bundling tipe handset tertentu, selama
12 bulan.
All Risk Handset Insurance
An insurance program for handset by using Fren
number and a one-time premium payment of
Rp30,000 valid for the bundling of certain handset
types over 12 months.
Produk dan Layanan
Products and Services
Kemudahan Pembayaran
Sebagai bagian dalam memberikan kemudahan
kepada pelanggan, Mobile-8 pembuka berbagai
jalur pembayaran untuk pembelian isi ulang pulsa
prabayar maupun pelunasan tagihan pascabayar.
Didukung oleh jaringan ATM, internet banking,
kartu kredit dan SMS banking dari berbagai bank
ternama di Indonesia, pelanggan Mobile-8 akan
mendapatkan kemudahan dalam hal ini.
Flexibility of Payment
In order to make payment easier for customers,
Mobile-8 opens several payment channels
for reload vouchers, as well as paymet for
postpaid invoices. Supported by ATM network,
internet banking, credit cards and SMS banking
from established banks in Indonesia, Mobile-8
subscribers enjoy the convenience of paying
their bills.
LAYANAN
SERVICES
Layanan Korporasi
Pada saat ini, Perseroan menawarkan suatu
konsep total solusi komunikasi untuk pelanggan
korporasi, baik untuk komunikasi percakapan
maupun data, seperti: Mobile Access Hunting,
Data Access Services, Mobile Virtual Private
Network, dan Layanan VoIP (Voice over Internet
Protocol) dan Corporate Milis.
Corporate Services
The service offers a total solution concept for
corporate customers, both for voice and data,
such as: Mobile Access Hunting, Data Access
Services, Mobile Virtual Private Network, and
VoIP Services (Voice over Internet Protocol).
Sambungan Internasional 01068
Pelanggan Fren dan Hepi dapat melakukan
panggilan internasional melalui layanan SLI 01068
dengan penghematan biaya hingga 80%. Dengan
menggunakan kode akses 01068 [Kode Negara]
[Nomor Tujuan] pelanggan dapat berkomunikasi
dengan sanak saudara, sahabat maupun relasi usaha
ke seluruh nomor selular dan PSTN di luar negeri.
International Connection 01068
Fren and Hepi subscribers can do international
call from SLI 01068 service with a discounted
fee up to 80% by using this access code 01068
[country code] [phone number], subscribers can
communicate with family, friends and business
relation to any cellular number and PSTN
abroad.
SMS International 001
Layanan yang dapat digunakan oleh pelanggan
Fren untuk mengirimkan SMS ke nomor handphone
yang berada di luar negeri, tanpa harus registrasi
atau mengganti kartunya. Pelanggan cukup tekan
[001+ Kode Negara+ Nomor Hp Tujuan].
SMS International 001
A service that can only be used by Fren
subscribers to send SMS to the number abroad,
without any registration or card changing. The
subscriber need only to dial [001+Country Code+
Cellular No].
Traffic Monitoring (Live Traffic)
Layanan nilai tambah (Value Added Services) yang
memungkinkan pelanggan untuk melihat kondisi
jalan raya: 5 points (Bundaran HI, Tol Kebon Jeruk,
Semanggi, Cawang, Graha Pasifik-Surabaya).
Traffic Monitoring (Live Traffic)
Value-added services that allows customers to
monitor traffic conditions: 5 points: (Bundaran
HI, Kebon Jeruk Highway, Semanggi, Cawang,
Graha Pasifik-Surabaya).
SMS Millis
Layanan ini disediakan untuk mendukung
pengiriman informasi ke banyak nomor. Pelanggan
dapat menggunakan SMS milis ini untuk membuat
komunitasnya sehingga mempermudah untuk
berbagi berita ataupun pesan kepada sesama
anggota komunitas. Layanan ini bisa digunakan
untuk personal maupun korporat serta dapat
digunakan untuk pelanggan Fren dan Hepi.
Mailing List SMS
A service that provides delivery information
to support users to many numbers. Users can
use this SMS mailing list service to create one
community to share news and message to fellow
community members easily. This service can be
used for personal and corporate, as well as Fren
and Hepi subscribers.
182
183
Yahoo Messenger
Aplikasi layanan chatting yang mudah dan
praktis yang memungkinkan para pengguna
menggunakannya dari ponselnya masingmasing. Pengguna dapat mengoperasikan
seluruh fungsi dalam layanan chatting melalui
ponsel hanya dengan mengunakan SMS seperti
untuk menambah teman (add), get, ignore,
membaca, membalas dan berinteraksi secara
langsung dengan pengguna lainnya.
Yahoo Messenger
This Yahoo Messenger service provides chatting
application service to users from their own
cellulars easily and practically. The users may
operate all the functions in chatting service thru
their cellular by SMS, such as add friends, get,
ignore, read, reply and direct interactive with
other customers.
FunCall
Layanan yang memungkinkan kamu untuk
menikmati fitur berkaraoke ria sambil merekam
suaramu dan mengirimkan pesan diiringi dengan
lagu yang kamu suka. Dengan cara telpon ke 5050.
FunCall
This FunCall service provides the possibility to
enjoy the features of karaoke by recording your
voice and sending messages with the song you
like. Please call 5050.
M-Call Me
Merupakan layanan yang ditawarkan bila pelanggan
tidak memiliki pulsa tetapi hendak dihubungi.
Pelanggan hanya mengetik #83+nomer Fren dan
pesan akan terkirim ke nomer tujuan dan meminta
nomer tersebut untuk menghubungi.
M-Call Me
A service offered if customers do not have credit
but want to be contacted. Customers only need
to type # 83 + FREN number and the message
will be sent to the destination number and
request that number to call back.
M-Talk
Fasilitas di mana pelanggan dapat mengirim dan
menerima pesan pendek dalam bentuk suara (voice).
M-Talk merupakan salah satu alternative untuk
mengirimkan pesan, baik ke nomor Fren ataupun
seluler lain. Cara mengirimkan pesan dengan
menggunakan M-Talk hanya dengan mengetik #81
+ Nomer Fren atau nomor selular lain.
M-Talk
This is a short voice message system where
customers send and receive messages through
voice. M-Talk is an alternative to send messages for
both Fren and other cellular numbers. It is done by
just sending a message by using M-Talk and typing
# 81 + Fren number or other cellular numbers
Data-ku
Fasilitas ini mendukung pelanggan untuk
menyimpan nomor telpon sehingga pelanggan
tidak perlu khawatir bila kehilangan telpon atau
mengganti handset. Pelanggan dapat download /
mengunduh nomor telpon dari server bila pelanggan
memerlukannya cukup dengan menggunakan SMS.
Untuk informasi ketik: Info kirim ke 2080.
My Data
This facility helps customers to store phone
numbers so they do not need to worry when
they lose their phone or replace their handset.
Customer can download phone numbers
from the server when needed only by SMS. To
information, type: Info and send to 2080.
RingGo
Mobile-8
menawarkan
Melodi
Sambung
Pribadi sebagai layanan bernilai tambah yang
memungkinkan
pelanggan
Fren
memilih
berbagai macam melodi sambung pribadi
sebagai ungkapan ekspresi kepribadian. Fren
RingGo juga menyediakan fitur menarik lainnya
seperti pengelompokkan berdasarkan waktu,
penelepon, serta bisa juga memberikan melodi
sambung sebagai hadiah kepada pengguna Fren
lainnya. Informasi RingGo bisa di akses melalui
Website: http://ringgo.Mobile-8.com
RingGo
Mobile-8 offers a Personal Ring Back Tone as
a value added service whereby subscribers
can choose a variety of personal ring tones as
an expression of their personality. Fren RingGo
also provides other attractive features such as
grouping by time, by caller and the ability to give
melodies to other Fren subscribers as gifts. This
RIngGo information can be access thru website:
http://ringgo.Mobile-8.com
Produk dan Layanan
Products and Services
b-Live
Sebuah layanan kaya isi berbasis aplikasi BREW
dan telah diluncurkan Mobile-8 dengan tajuk
b-Live. Layanan ini disebut sebagai “One Click
Entertainment” yang memungkinkan pelanggan
untuk men-download dan menikmati berbagai
macam aplikasi menarik antara lain: facebook, ring
tone, membaca berita on-line, bermain games.
Pelanggan dapat menikmati layanan ini melalui
handset low-end hingga handset high-end.
b-Live
A service that provides variety of rich content
applications under BREW application and has
launched by Mobile-8 entitled b-Live. This service
called “One Click Entertainment” and offered the
user to download and use various of interesting
application, such as facebook, ringtone, online
news reading, and games. Subscribers can enjoy
the convenience of this service thru handset lowend to handset high-end.
Fren Geger atau Fren Gesek-Gesek-Grreengg
Fren Geger adalah program rewards yang
ditujukan untuk pelanggan Fren Prabayar. Dengan
mengikuti program ini pelanggan prabayar dapat
memenangkan jutaan hadiah yang spektakuler.
Fren Geger or Fren Gesek-Gesek-Grreengg
Fren Geger Rewards program is targeted for the
Fren Prepaid customers. By joining this program
prepaid subscribers will have the opportunity to
win millions of spectacular prizes.
SMS 123
Sebuah portal SMS untuk mengakses berbagai
macam informasi Produk dan Promo secara
mudah dan gratis. Layanan ini di akses dengan
cara: ketik Fren kirim SMS ke 123
SMS 123
An SMS portal to access various information
on product and promotion easy and free. This
service can be accesed by: type Fren then SMS
to 123
WAP
Sebuah portal WAP untuk mengakses berbagai
macam layanan hiburan dan streaming secara
Mobile. Layanan ini dapat langsung di akses pada
handphone yang menyediakan WAP akses.
Alamat WAP Mobile-8: http://wap.Mobile-8.net
WAP
A WAP portal to access various entertainment
services and streaming by Mobile. The service
can direcly access to handphone with WAP
access. WAP address of Mobile-8: http://wap.
Mobile-8.net
Voice Mail Service
Fasilitas ini memungkinkan seseorang yang
menelepon dapat meninggalkan pesan, baik dalam
bentuk suara, nomor telepon kembali ataupun
berupa faksimili. Bila telepon sedang aktif, maka
telepon akan dialihkan ke fasilitas call waiting
dan apabila masih tidak diterima maka panggilan
tersebut akan dialihkan ke voice mail service.
Voice Mail Service
A facility that allows the caller to leave a message
in voice form, call back number or facsimile. When
the telephone is active, the caller will be directed
to call waiting facility and if unanswered then the
call will be directed to voice mail service.
Short Message Service
Fasilitas yang memungkinkan untuk mengirim
dan menerima pesan-pesan teks lewat telepon
seluler Fren hingga 160 karakter.
Short Message Service
This facility allows all users to send and receive
text messages using Fren cellular phone up to
160 characters.
Calling Number Identification Restriction
Fasilitas untuk menyembunyikan dan tidak
menampilkan nomor Fren pada telepon seluler
penerima.
Calling Number Identification Restriction
This facility allows all users to hide their Fren
phone numbers in the receiver’s phone screen.
Call Forward Unconditional
Fasilitas untuk mengalihkan semua panggilan
yang masuk ke telepon seluler Fren ke manapun
juga tanpa kondisi tertentu.
Call Forward Unconditional
This facility allows all Fren users to divert all
incoming calls to other phone numbers with no
specific conditions.
184
185
Call Forward Default
Fasilitas untuk mengalihkan semua panggilan
yang masuk ke telepon seluler Fren kemanapun
juga apabila sedang sibuk, tidak ada jawaban,
ataupun berada di luar jangkauan.
Call Forward Default
This facility allows all Fren users to divert all
incoming calls to other phone numbers whenever
they are busy, unable to answer, or out of reach.
Call Forward Busy
Fasilitas untuk mengalihkan semua panggilan
yang masuk ke telepon seluler Fren ke manapun
juga apabila sedang sibuk.
Call Forward Busy
This facility allows all Fren users to divert all
incoming calls to other phone numbers whenever
they are busy.
Call Forward No Answer
Fasilitas untuk mengalihkan semua panggilan
yang masuk ke telepon seluler Fren ke manapun
juga apabila tidak menjawab panggilan.
Call Forward No Answer
This facility allows all Fren users to divert all
incoming calls to other phone numbers whenever
they are not able to answer the call.
Call Waiting
Fasilitas untuk menjawab panggilan lain
yang masuk pada saat sedang melakukan
percakapan.
Call Waiting
This facility allows all users to accept other
incoming call during a conversation.
Call Hold
Fasilitas untuk menahan percakapan dengan satu
orang tanpa terputus untuk menerima panggilan
lain yang masuk.
Call Hold
Provides all users to hold a conversation without
being disconnected when accepting other
incoming call.
Mobile Internet Data Access
Fasilitas untuk akses internet dengan kecepatan
transfer data yang cepat baik melalui telepon
seluler yang telah dilengkapi kabel network
atau dengan notebook yang dilengkapi dengan
modem data nirkabel, di wilayah jaringan
Perseroan.
Mobile Internet Data Access
A facility that allows all users to access high
speed internet both through cellular phone and
network cable as well as notebook and wireless
data card, using company’s networks.
Roaming
Fasilitas untuk menggunakan nomor Fren
di luar wilayah asal, memungkinkan layanan
Fren digunakan di mana saja di dalam wilayah
jangkauan Perseroan.
Roaming
This facility allows all subscribers and customers
to use Fren number out of town, within the
Company’s network.
Mobile-8 Center
Mobile-8 Center
JABODETABEK SEKAR
JAWA BARAT
M-8 Center Sabang
Jl. Sabang No. 45
Jakarta Pusat 10340
M-8 Center BANDUNG - BEC
Lower Ground G01
Jl. Purnawarman No. 13-15
Bandung 40116
M-8 Center GRAHA CEMPAKA MAS
Jl. Yos Sudarso, Rukan Blok C No.31
Jakarta Timur 10640
M-8 Center ITC FATMAWATI
Komplek Ruko ITC Fatmawati Blok A2 No. 1
Jakarta Selatan 12150
M-8 Center ROXY MAS
Komplek Pertokoan ROXY MAS,
Rukan Blok E1 No. 7
Jakarta Barat
M-8 Center DEPOK
Ruko Pesona Khayangan No. 2
Jl. Margonda Raya No.45
Depok
M-8 Center BEKASI
Jl. A. Yani. Blok A-8 No. 16
Bekasi 17144
M-8 Center BOGOR
Jl. Raya Pajajaran No. 5, Ruko No. 28E
Bogor 16153
M-8 Center KARAWANG
Sentral Niaga Galuh Mas, Ruko No. 26
Jl. Akses Interchange,
Karawang, 41361
M-8 Center SERANG
Jl. Jend. Sudirman No. 38
Serang - Banten
M-8 Center SERPONG
WTC Matahari Serpong, Ruko 5853,
Jl. Raya Serpong No. 39
Tangerang 15322
M-8 Center BANDUNG - SUCI
Jl. Surapati No.233
Bandung 40123
M-8 Center CIREBON
Jl. Dr. Cipto No. 83C
Cirebon 45131
M-8 Center TASIKMALAYA
Ruko Permata Regency Kav.4
Jl.KHZ Mustofa No. 343
Tasikmalaya 46115
JAWA TIMUR
M-8 Center SURABAYA – GALAXY
Jl. Raya Kertajaya Indah No. 79
Surabaya 60116
M-8 Center SURABAYA – WTC
Lt. 2 R8.1 dan 8.2
Jl. Pemuda No. 27-31
Surabaya 60271
M-8 Center BLITAR
Jl. Veteran No. 123
Blitar 66137
M-8 Center JEMBER
Jl. A. Yani No. 123
Jember 68118
M-8 Center KEDIRI
Jl. Achmad Dahlan No. 30A
Kediri
M-8 Center MALANG
Jl. A Yani No. 10
Malang 65130
M-8 Center MADIUN
Jl. Letjen S.Parman No. 36
Madiun 63132
186
JAWA TENGAH
SUMATERA
M-8 Center SEMARANG
Jl. Gajah Mada No. 152A
Semarang
M-8 Center MEDAN SAGITA
Jl. Palang Merah No. 110,
Medan 20111
M-8 Center KUDUS
Ruko Sudirman No.7
Jl.Jendral Sudirman
Kudus
M-8 Center MEDAN FAIR
Plaza Medan Fair Lt. IV No.70,
Jl. Jenderal Gatot Subroto No.30,
Medan
M-8 Center SALATIGA
Jl Diponegoro No 83
Salatiga 50711
M-8 Center PEMATANG SIANTAR
Ruko Megaland Jl. Asahan Blok A No. 40
Pematang Siantar
M-8 Center PEKALONGAN
Jl. Gajah Mada No.21
Pekalongan
M-8 Center BATAM
Komplek Orchid Business Park B1 No. 5
Batam Center, Batam
M-8 Center TEGAL
Ruko No.5 Bani Saleh
Jl.Wahid Hasyim No.9
Tegal
M-8 Center LAMPUNG
Jl. Raden Intan No. 138 C-D
Tanjung Karang Pusat , Bandar
Lampung
M-8 Center SOLO – GRAND MALL
Lantai 3. Blok M-8
Jl. Slamet Riyadi 273
Solo 57141
M-8 Center PALEMBANG
Ruko Palembang Trade Center,
Jl R. Sukamto Blok G No 8B-8C
Palembang
M-8 Center SOLO - MEGALAND
Megaland, Jl. Slamet Riyadi No. 351
Solo 57142 Jawa Tengah
SULAWESI
M-8 Center PURWOKERTO
Jl. Jend. Sudirman No. 89
Purwokerto
M-8 Center YOGYAKARTA
Jl. Adi Sucipto No. 155
Yogyakarta 55281
BALI
M-8 Center BALI - DENPASAR
Jl. Diponegoro No. 109,
Denpasar
M-8 Center BALI - KUTA
Jl. Sunset Road, Banjar Abianbase
Kuta
187
M-8 Center MAKASAR
Jl. Urip Sumoharjo 168, Makasar
M-8 Center MAKASSAR - MTC
Makasar Trade Center Karebosi
Jl Ahmad Yani no 38 A LT 3 Blok L1-L2
Makasar
M-8 Center MENADO
Manado Mall Blok N – 14 Bahu
Manado 95111
KALIMANTAN
M-8 Center BANJARMASIN
Jl. A. Yani Km 4,5 No 56
Banjarmasin
Informasi Perseroan
Corporate Information
Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan PT Mobile-8 Telecom Tbk
Tahun 2010
Annual General Meeting of
Shareholders 2010 of PT MOBILE-8
Telecom Tbk
RUPS Tahunan diselenggarakan paling lambat
6 (enam) bulan setelah tahun buku Perseroan
berakhir.
Annual General Meeting of Shareholders will be
held at the latest 6 (six) months after the end of
fiscal year.
Pencatatan Saham
Share Listing
Saham Perseroan tercatat di Bursa Efek
Indonesia (d/h Bursa Efek Jakarta dan Bursa
Efek Surabaya) pada tanggal 29 November
2006 dengan kode saham FREN.
Company’s shares was listed in Indonesia Stock
Exchange (previously Jakarta Stock Exchange
and Surabaya Stock Exchange) on November
29, 2006 with ticker code FREN.
Akuntan Publik
Independent Auditors
Mulyamin Sensi Suryanto
Registered Public Accountants
Intiland Tower, 7th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 32
Jakarta 10220
Mulyamin Sensi Suryanto
Registered Public Accountants
Intiland Tower, 7th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 32
Jakarta 10220
Notaris
Notary
Kantor Notaris Sutjipto, SH
Menara Sudirman Lantai 18
Jl.Jend Sudirman Kav. 60
Jakarta 12190
Kantor Notaris Sutjipto, SH
Menara Sudirman 18th Floor
Jl.Jend Sudirman Kav. 60
Jakarta 12190
Biro Administrasi Efek
Share Registrar
PT. Sinartama Gunita
Plaza BII Menara 3, Lt. 12
Jl. M.H. Thamrin no. 51
Jakarta 10350
PT. Sinartama Gunita
Plaza BII Menara 3, Lt. 12
Jl. M.H. Thamrin no. 51
Jakarta 10350
Wali Amanat
Trustee
PT Bank Permata Tbk
Permata Bank Tower I
Jl. Jend. Sudirman Kav. 27
Jakarta 12920
PT Bank Permata Tbk
Permata Bank Tower I
Jl. Jend. Sudirman Kav. 27
Jakarta 12920
188
189
PT. MOBILE-8 TELECOM Tbk.
MNC Tower (d/h Menara Kebon Sirih), 18th floor
Jl. Kebon Sirih Kav. 17-19
Jakarta 10340, Indonesia
Phone : +62 21 392 0218
Fax. : +62 21 392 0219
www.mobile-8.com
Download