tugas dan fungsi serikat pekerja/serikat buruh dalam menyelesaikan

advertisement
TUGAS DAN FUNGSI SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH
DALAM MENYELESAIKAN PEMUTUSAN HUBUNGAN
KERJA (PHK)
TESIS
OLEH :
T E T I
017011062/M.Kn
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2006
Teti : Tugas Dan Fungsi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Dalam Menyelesaikan Pemutusan Hubungan…, 2006
USU Repository © 2007
TUGAS DAN FUNGSI SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH DALAM
M E N Y E L E S A I K A N P E M U T U S A N H U B U N G A N K E R J A (PHK)
Teti 1
Runtung Sitepu2
Djaidir 3
Syafruddin S. Hasibuan4
ABSTRAK
Sejarah perburuhan di seluruh dunia mencatat bahwa sejak jaman dahulu
kedudukan hukum kaum buruh (pekerja) selalu di bawah posisi majikan (pengusaha).
Upaya untuk mewujudkan persamaan kedudukan antara pengusaha dan pekerja telah
dimulai dengan usaha untuk membentuk organisasi yang dimaksudkan sebagai wadah
kaum pekerja untuk memperjuangkan hak dan kepentingannya sehingga tidak
diperlakukan dengan sewenang-wenang oleh pengusaha. Pembentukan organisasi ini
dikenal dengan nama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang dimulai setelah
pemerintah meratitikasi konvensi ILO No. 98 tahun 1949. timbulnya perselisihan antara pengusaha
dan buruh biasanya bermula dari adanya perasaan-perasaan kurang puas, yang kemudian dapat
berakibat terkadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemutusan hubungan kerja oleh
majikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku harus melibatkan serikat
pekerja/serikat buruh jika pekerja/buruh yang bersangkutan menjadi anggotanya (Pasal 151 ayat
(2) Undang-undang No. 13 Tahun 2003). Ataupun jika serikat pekerja/serikat buruh
mendapat kuasa tertulis dari pekerja/buruh yang bersangkutan. Keterlibatan serikat
pekerja/serikat buruh tersebut adalah upaya perundingan yang dimaksudkan untuk
mencari jalan keluar tentang bagaimana pemutusan hubungan kerja akan dilaksanakan.
Oleh karenanya yang menjadi permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini
adalah bagaimana peranan Serikat Pekerja/Serikat Buruh untuk memperjuangkan hak dan
kepentingan pekerja/buruh dalam sistem hukum ketenagakerjaan di Indonesia, sejauh
mana hak-hak yang dimiliki pekerja/buruh sesuai dengan peraturan perundang-undangan di
Indonesia dalam terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), bagaimana peranan Serikat
Pekerja/Serikat Buruh dalam menelesaikan sengketa yang timbul akibat adanya Pemutusan
Hubungan kerja (PHK).
Untuk mengkaji permasalahan tersebut di atas, maka dilakukan penelitian yang
bersifat deskriptif analitis. Lokasi penelitian dilakukan di kota Medan, di P4D Medan,
dengan populasi sampling adalah satuan unit kerja maupun organisasi pekerja/buruh di
lingkungan kota Medan. Data sekunder diperoleh melalui laporan-laporan yang
berkaitan dengan kasus baik melalui departemen/dinas terkait, organisasi pekerja/buruh maupun
dari perusahaan yang dianggap cukup kredibel. Sedangkan data primer diperoleh dengan
melakukan wawancara, kuisioner dan pengamatan langsung di lapangan
1.
2.
3.
Mahasiswa Magister Kenotariatan Sekolah Pascasarjana USU
Fakultas Flukum, Universitas Surnatera Utara
Sekolah Pascasarjana Magister Kenotariatan, Universitas Surnatera Utara
Teti : Tugas Dan Fungsi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Dalam Menyelesaikan Pemutusan Hubungan…, 2006
USU Repository © 2007
(observasi). Data yang diperoleh kemudian, dianalisis dengan menggunakan metode
kuantitatif
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran serikat pekerja/serikat buruh
diluar FSPSI, meskipun sudah berupaya untuk memperjuangkan nasib para buruh, masih saja
harus berhadapan dengan tembok tinggi yang sangat sulit untuk ditembus. Berbagai peraturan
perundang-undangan yang tidak memihak karyawan, lembaga peradilan dan lembaga-lembaga
perburuhan yang masih jalan ditempat membuat posisi buruh tetap dalam kondisi yang
tidak berdaya. Adapun hak-hak yang dimiliki buruh dalam hal terjadinya pemutusan
hubungan kerja (PHK) adalah: jika PHK karena alasan berat memperoleh uang
penggantian hak; Jika PHK karena perkara pidana memperoleh uang penghargaan masa kerja 1
(satu) kali, dan pergantian hak; perubahan status perusahaan memperoleh uang pesangon 2 (dua)
kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan
Pasal 156 ayat (3), dan uang pergantian hak sesuai dengan ketentuan Pasal 156 ayat (4)
UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; perusahaan tutup atau keadaan memaksa
memperoleh pesangon sebesar 1 kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan sebesar
1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai Pasal 156 ayat
(4); perusahaan melakukan efisiensi memperoleh pesangon sebesar 2 kali ketentuan Pasal
156 ayat (2), penghargaan masa kerja, satu kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan
penggantian hak sesuai Pasal 156 ayat (4); Perusahaan pailit, memperoleh pesangon sebesar 1
kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), penghargaan masa kerja, satu kali ketentuan Pasal 156 ayat
(3), dan penggantian hak sesuai Pasal 156 ayat (4); dan apabila pensiun, memperoleh
penggantian hak sesuai Pasal 156 ayat (4). Serikat buruh/serikat pekerja sebagai 1,vadah
organisasi buruh memegang peranan penting dalam penyelesaian perselisihan hubungan
industrial. Pasai 87 UU No. 2 Tahun 2004 secara tegas memberi wewenang kepada
serikat buruh/serikat pekerja menjadi kuasa hukum untuk beracara di pengadilan hubungan
industrial untuk mewakili anggotanya. Disamping wewenang tersebut diatas, serikat
pekerja/serikat buruh juga tetap diberikan wewenang untuk mewakili buruh/pekerja
yang menjadi anggotanya dalam perundingan-perundingan dengan pihak pengusaha.
Disarankan agar kepentingan buruh/pekerja di kota Medan dapat diperjuangkan,
sebaiknya buruh/pekerja yang bekerja di perusahaan-perusahaan kota Medan masuk
m e n j a d i a n g g o t a o r g a n i s a s i b u r u h / p e k er ja. Selain itu Untu k me letak k an hak
buruh/pekerja pada porsi yang lebih baik, perlu koreksi atas Undang-undang Perburuhan y a n g
menyangkut hak-hak buruh dan juga pengawasan terhadap lembagalembaga/institusi-institusi maupun personil yang berhubungan langsung dengan masalah
perburuhan.
Kata Kunci :
Tugas dan fungsi serikat pekerja/serikat buruh
Pemutusan hubungan kerja (PHK)
Teti : Tugas Dan Fungsi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Dalam Menyelesaikan Pemutusan Hubungan…, 2006
USU Repository © 2007
D U T Y A N D F U N C T I O N S O F W O R K E R S ’ U N I O N I N SOLVING
EMPLOYMENT TERMINATION
Teti 1
Runtung Sitepu2
Djaidir 3
Syafruddin S. Hasibuan4
ABSTRACT
The history of labor everywhere reveals that since the olden time, the position of laborers is
always under the position of employer in regards of employment laws. In order to reach
an equal position of employer and laborer, there has been effort to create an organization as
a mean of media for the laborer to fight their rights and interest so that they will not be
treated as employer's heart content. The establishment of this organization is known as SPSI
(Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) which began after the government rectified ILO
convention No.98 year 1949, there has been dispute between employer and laborer which
usually started from dissatisfaction which resulted in employment termination.
Employment termination done by the employer is based on current employment law that
has to get workers' union involved if the workers' union has a written appointment from
that particular labor. The involvement of workers' union in the negotiation is seen as a
mean of finding a solution on how the employment termination will be done.
Therefore, the main problem that will be discussed is this research is how the workers'
union will fight the rights and interest of the worker in employment law system in
Indonesia, what right the laborers have in Indonesian law if there is employment
termination, what role the worker’s union play in solving disputed cost by the employment
termination.
To analyze the above matter, an analytical descriptive will be done., The location of the
research will be in the city of Medan, P4D Medan with sampling population of a group of
workers organization inside the city of Medan. The secondary data achieved from
reports concerning cases from the department involved, workers' union or credible
company. While the primary data will be achieved from enquires, questionnaires, and
direct of observation. The data achieved will then analyze with quantitative method.
The result of the research showed that the worker's unions outside FSPSI despite
effort to tight for the labor have to face tremendous difficulties. Manu employment
laws that do not take labor side, law agencies and labor agencies that are never
improve make the laborer helpless. The rights that the laborers have
upon
terminations are; if an employment termination is cost by a serious
reason, laborer will get reimbursement; if an employment termination is cost by legal
case, laborer will get reward as much as one time of his last salary, and
reimbursement; incase of company changing status, laborer will get pension as much
1.
2.
3.
4.
Student of Postgraduate Notariat Programme University of North Sumatera
Faculty of Law University of North Sumatera.
Postgraduate Notaries Programme University of Sumatera.
Faculty of Law University of North Sumatera.
Teti : Tugas Dan Fungsi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Dalam Menyelesaikan Pemutusan Hubungan…, 2006
USU Repository © 2007
as two times of his last salary according to Chapter 156 verse 2, reward as much as one time of
last salary according to Chapter 156 verse 3, and reimbursement according to Chapter 156
verse 4 UU No.13 year 2003 about employment; incase of bankruptcy laborer will get pension as
much as one time according to Chapter 156 verse 2, reward as much as one time according
to Chapter 156 verse 3 and reimbursement according Chapter 156 verse 4; incase of company
doing efficiency, laborer will get pension as much as two time according to Chapter 156
verse 2, reward as much as one time to according to Chapter 156 verse 3, and reimbursement
according Chapter verse 4, and if laborer retired he will get reimbursement according to Chapter
156 verse 4. Workers’ unions as a mean for organizing labor play an important role in
solving industrial dispute. UU No.2 year 2004 gives full authority to worker's union as legal
representative to deal with industrial relationship court to represent the member. Besides the above
authority, worker's union is also given the rights to represent member laborers in doing negotiation
with tile employer.
Our suggestion is that laborers who worked in company in the city of Medan become a
member of worker's union in order to accommodate their rights and interest. Moreover, to place the
rights of laborers in better portion, we need to revise labor law that constitute the rights of labor
and also surveillance on the institution as well as personnel the have direct connection to the
problem with labor.
Keywords:
Duty and function of workers’ union
Employment termination
Teti : Tugas Dan Fungsi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Dalam Menyelesaikan Pemutusan Hubungan…, 2006
USU Repository © 2007
Download