PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

advertisement
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR THE PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
ISI/CONTENTS
Hal./Page
SURAT PERNYATAAN DIREKSI/BOARD OF DIRECTORS’ STATEMENT -------------------
1
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION --------------------------------
2-3
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN/
CONSOLIDATED STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME---------------------------
4
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN/
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY ----------------------------------
5
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN/
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS ---------------------------------------------
6
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS -------------------------------
7 - 58
PT Multi Bintang Indonesia Tbk
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014/31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2104
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
ASET
Catatan/
Notes
31 Maret/
March
2015
31 Desember/
December
2014
CURRENT ASSETS
ASET LANCAR
KAS
PIUTANG USAHA - BERSIH
Pihak ketiga
Pihak berelasi
PERSEDIAAN - BERSIH
BEBAN DIBAYAR DIMUKA
ASET LANCAR LAINNYA
TOTAL ASET LANCAR
2c, 2d, 2k, 3
131,467
146,364
2d,2k,4
2d,2k,2l, 4
2e, 5
6
200,765
728
251,793
44,955
1,778
631,486
381,867
184
226,717
54,542
6,820
816,494
KLAIM PENGEMBALIAN PAJAK
2i,11h
2f, 8
11a
32,820
1,298,919
66,228
28,478
1,315,305
46,528
CLAIM FOR TAX REFUND
13,060
24,246
OTHER NON-CURRENT ASSETS
1,411,027
1,414,557
2,042,513
2,231,051
ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
TOTAL ASET TIDAK LANCAR
TOTAL ASET
CASH
TRADE RECEIVABLES – NET
Third parties
Related party
INVENTORIES - NET
PREPAID EXPENSES
OTHER CURRENT ASSETS
TOTAL CURRENT ASSETS
NON-CURRENT ASSETS
ASET TIDAK LANCAR
ASET PAJAK TANGGUHAN
ASET TETAP
ASSETS
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian.
DEFERRED TAX ASSETS
FIXED ASSETS
TOTAL NON-CURRENT ASSETS
TOTAL ASSETS
See Notes to the Consolidated Financial Statements, which
form an integral part of these consolidated financial
statements.
PT Multi Bintang Indonesia Tbk
Subsidiary
2
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)/
CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (Continued)
31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014/31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
UTANG USAHA
CERUKAN
PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK
UTANG PAJAK PENGHASILAN
UTANG PAJAK LAINNYA
JAMINAN EMBALASI
LIABILITAS INSTRUMEN KEUANGAN
DERIVATIF
LIABILITAS JANGKA PENDEK LAINNYA
TOTAL LIABILITAS
JANGKA PENDEK
Catatan/
Notes
31 Maret/
March
2015
31 Desember/
December
2014
2d, 2l, 9
2d,3
2d,10
11b
11c
2d,2h,12
79,556
550,000
23,750
18,790
218,044
413
750,000
25,406
36,299
176,239
196,174
2d,7
2d,13
3,742
440,731
3,418
359,047
1,292,808
1,588,801
11h
2g, 14
70,088
15,176
69,799
15,891
DEFERRED TAX LIABILITIES
EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION
3,304
2,763
88,568
88,453
OTHER NON-CURRENT LIABILITIES
TOTAL NON-CURRENT
LIABILITIES
Equity attributable to owners of the
parent company
SHARE CAPITAL
Authorized, fully issued and paid-up
capital: 2,107,000,000 shares
par value per share Rp 10 (whole
Rupiah)
EQUITY
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
MODAL SAHAM
Modal dasar ditempatkan dan disetor penuh:
2.107.000.000 saham, nilai nominal per
saham Rp 10 (Rupiah penuh)
TAMBAHAN MODAL DISETOR
SALDO LABA:
Sudah ditentukan penggunaannya
Belum ditentukan penggunaannya
CURRENT LIABILITIES
TRADE PAYABLES
BANK OVERDRAFT
SHORT-TERM BANK LOANS
INCOME TAXES PAYABLE
OTHER TAXES PAYABLE
DEPOSITS ON CONTAINERS
DERIVATIVE FINANCIAL
INSTRUMENT LIABILITIES
OTHER CURRENT LIABILITIES
TOTAL CURRENT
LIABILITIES
NON-CURRENT LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PANJANG
LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN
LIABILITAS IMBALAN KERJA
LIABILITAS JANGKA PANJANG
LAINNYA
TOTAL LIABILITAS JANGKA
PANJANG
EQUITY
15
21,070
21,070
16
1,802
1,802
17
12
638,057
660,941
196
661,137
11
530,727
553,610
187
553,797
2,042,513
2,231,051
Kepentingan non-pengendali
TOTAL EKUITAS
TOTAL LIABILITAS
DAN EKUITAS
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian.
ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL
RETAINED EARNINGS:
Appropriated
Unappropriated
Non-controlling interests
TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITIES
AND EQUITY
See Notes to the Consolidated Financial Statements, which
form an integral part of these consolidated financial
statements.
PT Multi Bintang Indonesia Tbk
3
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN/
CONSOLIDATED STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 2014/
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
Catatan/
Notes
PENDAPATAN
BIAYA POKOK PENJUALAN
LABA BRUTO
Pendapatan lainnya
Beban pemasaran dan penjualan
Beban umum dan administrasi
31 Maret/
March
2015
2j,18
19
20
21
LABA USAHA
31 Maret/
March
2014
568,986
(260,461)
308,525
738,142
(310,033)
428,109
1,002
(127,156)
(29,978)
(156,132)
4,966
(121,630)
(31,009)
(147,673)
152,393
280,436
OPERATING PROFIT
REVENUE
COST OF GOODS SOLD
GROSS PROFIT
Other income
Marketing and selling expenses
General and administrative expenses
PENDAPATAN (BIAYA) KEUANGAN
NETO:
Pendapatan keuangan
Biaya keuangan
5,419
(13,538)
(34,050)
NET FINANCE INCOME
(COST):
Finance income
Finance costs
LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN
144,274
246,386
PROFIT BEFORE INCOME TAX
(36,934)
(62,166)
INCOME TAX EXPENSE
107,340
184,220
PROFIT FOR THE PERIOD
-
-
-
-
OTHER COMPREHENSIVE
INCOME:
Actuarial (loss) gain from defined benefit
Plan
Related income tax
107,340
184,220
Total comprehensive income for
period, net of tax
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
2i,11d
LABA PERIODE BERJALAN
PENDAPATAN KOMPREHENSIF
LAIN:
(Kerugian) keuntungan aktuarial atas
program manfaat pasti
Pajak penghasilan terkait
Total pendapatan komprehensif periode
berjalan setelah pajak
Net profit attributable to:
Laba bersih yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
107,331
9
107,340
184,184
36
184,220
107,331
9
107,340
184,184
36
184,220
Total comprehensive income attributable to:
Total Pendapatan komprehensif yang
dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
Jumlah rata-rata tertimbang saham
beredar/ditempatkan (dalam angka
penuh)
Owners of the parent company
Non-controlling interests
Basic and diluted earnings per share
attributable to owners of parent company
Laba per saham dasar dan dilusian yang
diatribusikan kepada pemilik entitas
induk
Laba periode berjalan (Rupiah penuh)*
Owners of the parent company
Non-controlling interests
2m
51
2,107,000,000)
• Efektif per tanggal 6 November 2014, saham perseroan
diperdagangkan dengan nilai nominal baru (pemecahan nilai
nominal saham dari Rp 1,000 menjadi Rp 10)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian.
8,742
)
21,070,000)
Profit for the period (whole
Rupiah)*
Weighted average of total
outstanding/issued shares (in full
amount)
* Effective as of November 6, 2014, the company's shares traded at a
new nominal value (stock split of shares from Rp 1,000 to Rp 10)
See Notes to the Consolidated Financial Statements, which
form an integral part of these consolidated financial
statements.
PT Multi Bintang Indonesia Tbk
Subsidiary
4
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN/
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 MARCH 2014/
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 MARCH 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
Diatribusikan kepada pemilik entitas induk/
Attributable to owners of the parent company
Saldo laba/
Tambahan
Retained earnings *)
modal
Modal
disetor/
Yang telah
Yang belum
saham/
Additional
ditentukan
ditentukan
penggunaannya/
penggunaannya/
Share
paid-in
capital
capital
Appropriated
Unappropriated
Saldo per 31 Maret 2014
Perubahan ekuitas periode sembilan
bulan berakhir 31 Desember 2014
Dividen kas oleh entitas anak
Pencadangan saldo laba untuk cadangan
menurut undang-undang (Catatan 17)
Laba bersih selama periode
Dividen kas (Catatan 22)
Kerugian komprehensif lain periode
berjalan, setelah pajak
Saldo per 31 Desember 2014
Perubahan ekuitas periode tiga
bulan berakhir 31 Maret 2015
Dividen kas oleh entitas anak
Pencadangan saldo laba untuk cadangan
menurut undang-undang (Catatan 17)
Laba bersih selama periode
Dividen kas (Catatan 22)
Kerugian komprehensif lain periode
berjalan, setelah pajak
Saldo per 31 Maret 2015
Kepentingan
non-pengendali/
Non-controlling
Interests
Jumlah/ Total
Jumlah
ekuitas/
Total equity
21,070
1,802
10
1,148,581)
1,171,463)
290)
1,171,753)
-
-
-
-
-
(239)
(239)
-
-
1
-
(1)
610,524
(1,221,554)
610,524
(1,221,554)
139
-
610,663
(1,221,554)
-
-
-
(6,823)
(6,823)
(3)
(6,826)
21,070
1,802
11
530,727
553,610
187
553,797 Balance as of 31 December 2014
-
-
-
-
-
-
-
-
-
1
-
(1)
107,331
-
107,331
-
9
-
107,340
-
-
-
-
-
-
-
-
21,070
1,802
12
638,057
660,941
196
661,137
*) Saldo laba termasuk keuntungan (kerugian) aktuarial
Balance as of 31 March 2014
Change in equity nine-month
period ended 31 December 2014
Cash dividend by the subsidiary
Appropriation of
retained earnings for statutory
reserves (Note 17)
Net profit for the period
Cash dividends (Note 22)
Other comprehensive expense
during the period, net of tax
Change in equity three-month
period ended 31 March 2015
Cash dividend by the subsidiary
Appropriation of
retained earnings for statutory
reserves (Note 17)
Net profit for the period
Cash dividends (Note 22)
Other comprehensive expense
during the period, net of tax
Balance as of 31 March 2015
*) Retained earnings include actuarial gain (loss)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan See Notes to the Consolidated Financial Statements, which form an integral
dari laporan keuangan konsolidasian.
part of these consolidated financial statements.
PT Multi Bintang Indonesia Tbk
Subsidiary
5
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN/
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 2014/
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
31 Maret/
March
2015
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI:
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas ke pemasok dan karyawan
Penerimaan bunga
Pembayaran bunga
Pembayaran pajak penghasilan badan
(Pembayaran) penerimaan kas lain-lain
Arus kas neto dari aktivitas
Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI:
Perolehan aset tetap
Hasil penjualan aset tetap
Arus kas neto untuk aktivitas
Investasi
31 Maret/
March
2014
754,690
(459,579)
7,933
(20,419)
(62,343)
(2,189)
751,788
(234,153)
3,647
(90,213)
8,509
218,093
439,578
(33,018)
710
(123,382)
1,081
(32,308)
(122,301)
CASH FLOWS FROM OPERATING
ACTIVITIES:
Cash received from customers
Cash paid to suppliers and employees
Interest received
Interest paid
Corporate income tax paid
Other cash (paid) received
Net cash provided by operating
Activities
CASH FLOWS FROM INVESTING
ACTIVITIES:
Acquisitions of fixed assets
Proceeds from sales of fixed assets
Net cash used in investing
Activities
(269)
(200,413)
(99)
-
(200,682)
(99)
CASH FLOWS FROM FINANCING
ACTIVITIES:
Payments of cash dividends
Proceeds from short-term bank loans
Repayments of short-term bank loans
Net cash used in financing
Activities
(PENURUNAN) KENAIKAN KAS
(14,897)
317,178
(DECREASE) INCREASE IN CASH
KAS PADA AWAL PERIODE
146,364
145,511
CASH, BEGINNING OF THE
PERIOD
KAS PADA AKHIR PERIODE
131,467
462,689
CASH, END OF THE PERIOD
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN:
Pembayaran dividen kas
Penerimaan utang bank jangka pendek
Pembayaran utang bank jangka pendek
Arus kas neto untuk aktivitas
pendanaan
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian.
See Notes to the Consolidated Financial Statements, which
form an integral part of these consolidated financial
statements.
PT Multi Bintang Indonesia Tbk
6
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)

1. UMUM
1.GENERAL
(“Perseroan”)
Parent Company PT Multi Bintang Indonesia Tbk (“the
Company”)
Perseroan didirikan pada tanggal 3 Juni 1929
berdasarkan akta notaris No. 8 dari Tjeerd Dijkstra,
notaris di Medan, dengan nama N.V. Nederlandsch
Indische Bierbrouwerijen. Perseroan berdomisili di
Indonesia dengan kantor pusat berlokasi di Talavera
Office Park Lantai 20, Jl. Let. Jend. TB Simatupang
Kav. 22-26, Jakarta 12430, dan pabrik berlokasi di
Jl. Daan Mogot KM. 19, Tangerang 15122 dan
Jl. Raya Mojosari – Pacet KM. 50, Sampang Agung,
Jawa Timur. Perseroan adalah bagian dari Kelompok
Heineken, dimana pemegang saham utama adalah
Heineken N.V. (Heineken). Transaksi dan saldo
signifikan dengan pihak berelasi disajikan dalam
Catatan23 atas laporan keuangan konsolidasian.
The Company was established on 3 June 1929, based
on notarial deed No. 8 of Tjeerd Dijkstra, notary
public in Medan, under the name N.V. Nederlandsch
Indische Bierbrouwerijen. The Company is domiciled
in Indonesia with its head office located at Talavera
Office Park 20th Floor, Jl. Let. Jend. TB Simatupang
Kav. 22-26, Jakarta 12430, and breweries located at
Jl. Daan Mogot KM. 19, Tangerang 15122 and
Jl.Raya Mojosari – Pacet KM. 50, Sampang Agung,
East Java. The Company is part of the Heineken
Group, where the ultimate shareholder is Heineken
N.V. (Heineken). Significant transactions and balances
with related parties are disclosed in Note 23 to the
consolidated financial statements.
Pada tanggal 15Desember 1981, 16,71% dari modal
dasar ditempatkan Perseroan dicatatkan di Bursa Efek
Jakarta dan Surabaya. Dengan surat dari PTBursa
Efek Jakarta No.S-3728/BEJ.EEM/12-2000 tanggal
18Desember 2000 dan PT Bursa Efek Surabaya No.
JKT-019/MKT-LIST/BES/I/2001 tanggal 29 Januari
2001, saham Perseroan yang ditempatkan sejumlah
21.070.000 dicatatkan di Bursa Efek Jakarta sejak
tanggal 12 Januari 2001 dan di Bursa Efek Surabaya
sejak tanggal 5Februari 2001. Pada tanggal
30Nopember 2007, Bursa Efek Surabaya di-merger
ke Bursa Efek Jakarta, dan keduanya membentuk
Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian, sejak
3Desember
2007,
saham-saham
Perseroan
diperdagangkan di BEI.
On 15 December 1981, 16.71% of the Company’s
authorized issued share capital was listed on the
Jakarta and Surabaya Stock Exchanges. By letters from
PT Bursa Efek Jakarta No. S-3728/BEJ.EEM/12-2000
dated 18 December 2000 and PT Bursa Efek Surabaya
No. JKT-019/MKT-LIST/BES/I/2001 dated 29 January
2001, the Company’s issued shares totalling
21,070,000 were listed on the Jakarta Stock Exchange
from 12 January 2001 and on the Surabaya Stock
Exchange from 5February 2001. On 30November
2007, the Surabaya Stock Exchange was merged into
the Jakarta Stock Exchange to become the Indonesia
Stock Exchange (IDX). Accordingly, from 3December
2007, the Company’s shares were traded on the IDX.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami
perubahan beberapa kali. Perubahan terakhir
dilakukan dengan akta notaris H. Syarif Siangan
Tanudjaja, SH No. 25, tanggal 29 September 2014,
sehubungan dengan pemecahan saham dengan
mengubah nilai nominal saham dari Rp 1.000 (nilai
penuh) per saham menjadi Rp 10 (nilai penuh) per
saham.
The Company’s Articles of Association have been
amended several times. The most recent amendment
was affected by deed of notary public H. Syarif Siangan
Tanudjaja, SH No. 25 dated 29 September 2014
regarding stock split by reducing the par value from
Rp 1,000 (full amount) per share to Rp 10 (full amount)
per share.
Pemecahan saham ini telah mendapat persetujuan dari
Bursa Efek Indonesia melalui surat No. S05116/BEI.PNG/10-2014 tanggal 29 Oktober 2014.
Dengan demikian, saham Perseroan yang dicatatkan
di Bursa Efek Indonesia menjadi 2.107.000.000
saham.
The stock split was approved by the Indonesian Stock
Exchange through its letter No. S-05116/BEI.PNG/102014 dated 29 October 2014. Accordingly, the
Company’s issued shares totalling 2,107,000,000
shares were listed on the Indonesian Stock Exchange.
a. Induk Perusahaan PT Multi Bintang Indonesia Tbk
a.
7
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
1.GENERAL (Continued)
1. UMUM (Lanjutan)
Sesuai dengan Anggaran Dasar, Perseroan beroperasi
dalam industri bir dan minuman lainnya. Untuk
mencapai tujuan usahanya, Perseroan dapat
melakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut:
In accordance with the Articles of Association, the
Company operates in the beer and other beverages
industry. To achieve its business objectives, the
Company can conduct the following activities:

Produksi bir dan minuman lainnya dan produkproduk lain yang relevan

Production of beer and other beverages and other
relevant products

Pemasaran produk-produk tersebut di atas, pada
pasar lokal dan internasional

Marketing of its products, as mentioned above, in
local and international markets

Impor atas bahan-bahan promosi yang relevan
dengan produk-produk di atas.

Import of promotional materials relevant to the
above products.
Perseroan memulai operasi komersial pada tahun
1929.
The Company commenced commercial operations in
1929.
Per 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, Perseroan
mempekerjakan sejumlah 356 dan 357 karyawan.
As of 31 March 2015 and 31 December 2014, the
Company had 356 and 357 employees, respectively.
Per 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, susunan
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah
sebagai berikut:
As of 31 March 2015 and 31 December 2014, the
composition
of
the
Company’s
Board
of
Commissioners and Directors were as follows:
2015
2014
: Tn./Mr. Cosmas Batubara
Tn./Mr. Cosmas Batubara
:
President Commissioner/
Independent Commissioner
Komisaris Independen
: Tn./Mr. Subarto Zaini
Tn./Mr. Martiono Hadianto
Tn./Mr. Sumantri Slamet
Tn./Mr. Subarto Zaini
Tn./Mr. Martiono Hadianto
Tn./Mr. Sumantri Slamet
:
Independent Commissioners
Komisaris
: Tn./Mr. Bobby Henry Noya
Tn./Mr. Michiel Egeler
Tn./Mr. Theodorus Antonius
Fredericus de Rond
Tn./Mr. Roland Pirmez
Tn./Mr. Bobby Henry Noya
Tn./Mr. Michiel Egeler
Tn./Mr. Theodorus Antonius
Fredericus de Rond
Tn./Mr. Roland Pirmez
:
Commissioners
Presiden Direktur
: Tn./Mr. Chin Kean Huat
Tn./Mr. Chin Kean Huat
:
President Director
Direktur Independen
: Tn./Mr. Bambang Britono
Tn./Mr. Bambang Britono
:
Independent Director
Direktur
: Tn./Mr. Maarten Hoedemaker
Tn./Mr. Robbert Jan Mooij
Tn./Mr. Maarten Hoedemaker
Tn./Mr. Robbert Jan Mooij
:
Directors
Presiden Komisaris/
Komisaris Independen
Laporan keuangan telah diotorisasi untuk diterbitkan
oleh direksi pada tanggal 27 April 2015.
The financial statements were authorized for issuance
by directors on 27 April 2015.
8
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
1. UMUM (Lanjutan)
b. Entitas anak PT Multi Bintang Indonesia Niaga
1.GENERAL (Continued)
b.
Subsidiary PT Multi Bintang Indonesia Niaga
PT Multi Bintang Indonesia Niaga didirikan dengan
akta notaris Singgih Susilo, SH No. 69, tanggal
17 Desember 2004. Akta ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan No. C-31593 HT.01.01.TH.2004
tanggal 29 Desember 2004, didaftarkan dengan
No. TDP 09.05.1.51.50089 pada Kantor Pendaftaran
Perusahaan Jakarta Pusat No. 09.05.000055 tanggal
10 Januari 2005, dan diumumkan dalam Tambahan
No. 1059 pada Berita Negara No. 9 tanggal
1 Februari 2005.
PT Multi Bintang Indonesia Niaga was established by
deed of Singgih Susilo, SH No. 69, dated 17 December
2004. This deed was ratified by the Minister of Law
and Human Rights of the Republic of Indonesia under
No. C-31593 HT.01.01.TH.2004 on 29 December
2004, registered under No. TDP 09.05.1.51.50089 at
Central Jakarta Company Registration Office
No. 09.05.000055 on 10 January 2005, and published
in Supplement No. 1059 to State Gazette No. 9 on
1 February 2005.
Sesuai dengan Anggaran Dasarnya, entitas anak
beroperasi sebagai distributor utama minuman.
Entitas anak memulai operasi komersial pada tanggal
1 Januari 2005.
In accordance with the Articles of Association, the
subsidiary operates as a beverage main distributor.
The subsidiary commenced commercial operations on
1January 2005.
Per 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, entitas
anak mempunyai masing-masing 136 dan 137
karyawan.
As of 31 March 2015 and 31 December 2014, the
subsidiary had 136 employees and 137 employees,
respectively.
Total aset entitas anak per 31 Maret 2015 dan 31
Desember 2014 adalah masing-masing Rp 459.492
dan Rp 696.812 juta.
Total assets of the subsidiary as of 31 March 2015 and
31 December 2014 were Rp 459,492 million and
Rp 696,812 million, respectively.
Entitas anak adalah perusahaan yang berdomisili di
Indonesia dengan kantor pusat yang berlokasi di
Talavera Office Park Lantai 20, Jl. Let. Jend. TB
Simatupang Kav. 22 – 26, Jakarta 12430.
The subsidiary is an Indonesian domiciled company
with its head office located at Talavera Office Park
20th Floor, Jl. Let. Jend. TB Simatupang Kav. 22 – 26,
Jakarta 12430.
Persentase kepemilikan Perseroan pada PT Multi
Bintang Indonesia Niaga adalah 99,9%.
The Company’s ownership interest in PT Multi Bintang
Indonesia Niaga is 99.9%.
Anggaran Dasar entitas anak telah mengalami
perubahan beberapa kali. Perubahan terakhir
dilakukan dengan akta notaries H. Syarif Siangan
Tanudjaja, SH No. 6, tanggal 22 Januari 2014,
sehubungan dengan perubahan tahun buku entitas
anak yang berakhir 30 September menjadi
31 Desember. Perubahan tersebut telah didaftarkan
ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
berdasarkan surat No. AHU-0016203.AH.01.09
tanggal 28 Februari 2014 dan dicatat dalam database
Sistem Administrasi Badan Hukum Departemen
Hukum dan Hak Asasi Manusia.
The subsidiary’s Articles of Association have been
amended several times. The most recent amendment
was effected by deed of notary public H. Syarif Siangan
Tanudjaja, SH No. 6, dated 22 January 2014
regarding, among others, change of the subsidiary’s
fiscal year-end from 30 September to 31 December.
The changes have been registered to the Minister of
Law and Human Rights based on letter No. AHU0016203.AH.01.09 dated 28 February 2014 and
recorded in the database of the Legal Entities
Administraton System of the Ministry of Law and
Human Rights.
9
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
a. Basis for preparation of consolidated financial
statements
 YANG SIGNIFIKAN
Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”).
The consolidated financial statements have been
prepared in conformity with the Indonesian Financial
Accounting Standards (“SAK”).
Perseroan menyusun laporan keuangan konsolidasian
untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret
2015 dengan perbandingan laporan keuangan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014.
The Company prepared its consolidated financial
statements for the period ended 31 March 2015 with
corresponding figures for the year ended
31 December 2014.
Laporan keuangan konsolidasian yang disajikan dalam
jutaan Rupiah disusun atas dasar akrual, menggunakan
konsep biaya perolehan kecuali dinyatakan lain.
The consolidated financial statements presented in
millions of Rupiah are prepared on the accrual basis
using the historical cost concept, unless otherwise
stated.
Laporan arus kas konsolidasian menyajikan perubahan
dalam kas dari aktivitas operasi, investasi, dan
pendanaan dan disusun dengan metode langsung. Untuk
tujuan ini, kas disajikan setelah dikurangi dengan
cerukan.
The consolidated statements of cash flows present the
changes in cash from operating, investing, and
financing activities, and are prepared using the direct
method. For this purpose, cash is presented net of
bank overdrafts.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK
mengharuskan
manajemen
untuk
membuat
pertimbangan-pertimbangan, estimasi-estimasi dan
asumsi-asumsi
yang
mempengaruhi
penerapan
kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas,
pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun
estimasi-estimasi
tersebut
dibuat
berdasarkan
pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan
kegiatan saat ini, hasil aktual dapat berbeda dari
estimasi-estimasi tersebut.
The preparation of financial statements in conformity
with SAK requires management to make judgments,
estimates and assumptions that affect the application
of accounting policies and the reported amounts of
assets, liabilities, income and expenses. Although
those estimates are based on management’s best
knowledge of current events and activities, actual
results may differ from those estimates.
10
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (Continued)
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
(Lanjutan)
a. Basis for preparation of consolidated financial
statements (Continued)
Estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi yang digunakan
ditelaah secara berkesinambungan. Revisi atas estimasi
akuntansi diakui pada periode dimana estimasi tersebut
direvisi dan pada periode-periode mendatang setelah
revisi tersebut terjadi.
Estimates and underlying assumptions are reviewed
on an ongoing basis. Revisions to accounting
estimates are recognized in the period in which the
estimate is revised and in any future periods affected.
YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
b. Prinsip konsolidasian
b.
Basis of consolidation
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan
keuangan Perseroan dan entitas anak. Entitas anak
merupakan suatu entitas dimana Perseroan memiliki
kepemilikan baik secara langsung atau tidak langsung,
sebesar lebih dari setengah hak suara atau mampu
menentukan kebijakan keuangan dan operasional.
The consolidated financial statements include the
financial statements of the Company and the
financial statements of its subsidiary. Subsidiary is
the entity on which the Company directly or
indirectly, has an ownership interest of more than
half of the voting rights or otherwise has power to
govern the financial and operating activities.
Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal Perseroan
memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak lagi
dikonsolidasikan sejak pengendalian tersebut tidak lagi
dimiliki.
A subsidiary is consolidated from the date on which
effective control is obtained by the Company and is
no longer consolidated from the date that control
ceases.
Transaksi, saldo dan keuntungan signifikan yang belum
direalisasi antar perusahaan telah dieliminasi dalam
laporan keuangan konsolidasian.
Significant intercompany transactions, balances, and
unrealized gains on transactions between the
Company and subsidiary have been eliminated.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan
keuangan konsolidasian telah diterapkan secara
konsisten oleh Perseroan dan entitas anak.
The accounting policies adopted in the consolidated
financial statements have been consistently applied
by the Company and subsidiary.
Kepentingan non-pengendali disajikan di ekuitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari
ekuitas pemilik entitas induk. Laba atau rugi dan setiap
komponen pendapatan komprehensif lain dialokasikan
kepada pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali berdasarkan proporsi kepemilikan.
Non-controlling interests are presented within the
equity in the consolidated statement of financial
position, separately from the equity of the owners of
the parent company. Profit or loss and each
component of other comprehensive income are
allocated to the owners of the parent company and
non-controlling interests based on the ownership
interest proportially.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk
pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Perbedaan antara jumlah nilai tercatat kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dengan nilai wajar
imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara
langsung dalam ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk.
Changes in parent’s ownership interest in subsidiary
that do not result in the loss of control are accounted
for as equity transaction. Any difference between the
adjusted carrying amount of non-controlling interest
and the fair value of the consideration paid or
received is recognized directly in equity attributable
to the owners of the parent company.
11
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
c. Kas
2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (Continued)
c.
Kas Perseroan dan entitas anak terdiri dari kas dan kas
di bank.
d. Aset dan liabilitas keuangan
Cash
Cash of the Company and subsidiary comprise of cash
on hand and cash in banks.
d.
Financial asset and liabilities
Aset keuangan Perseroan dan entitas anak terdiri dari
kas dan piutang usaha, yang dikategorikan sebagai
“Pinjaman yang diberikan dan piutang”. Instrumen
keuangan (termasuk instrumen keuangan yang
melekat), kecuali yang telah dilindungi melalui
aktivitas lindung nilai, dikategorikan dalam “asset
keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi”.
Liabilitas keuangan terdiri dari hutang usaha, hutang
jangka pendek lainnya, jaminan embalasi dan hutang
jangka panjang lainnya, yang dikategorikan sebagai
“Liabilitas keuangan diukur sebesar biaya perolehan
diamortisasi”.
Instrumen keuangan (termasuk
instrument keuangan yang melekat) dengan nilai wajar
negatif, kecuali yang telah dilindungi melalui aktifitas
lindung nilai, juga dikategorikan dalam “Liabilitas
keuangan
diukur
sebesar
biaya
perolehan
diamortisasi”.
The Company and subsidiary’s financial assets are
comprised of cash and trade receivables which are
categorized as “Loans and receivables”. Derivative
instruments (including embedded derivatives), except
those covered by hedge accounting relationships, are
classified under “Financial assets at fair value through
profit or loss”. Financial liabilities consist of trade
payables, other current liabilities, deposits on
containers and other noncurrent liabilities, which are
categorized as “Other financial liabilities carried at
amortized cost”. Derivative instruments (including
embedded derivatives) with negative fair values, except
those covered by hedge accounting relationships, are
also classified under “Financial liabilities at fair value
through profit or loss”.
Aset dan liabilitas keuangan diakui saat Perseroan dan
entitas anak menjadi salah satu pihak dalam ketentuan
pada kontrak instrumen tersebut. Aset keuangan
dihentikan pengakuannya saat hak Perseroan dan
entitas anak untuk menerima arus kas yang berasal
dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh
risiko dan manfaat dari aset keuangan tersebut
ditransfer secara substansial kepada pihak lain.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya saat
liabilitas Perseroan dan entitas anak kadaluarsa, atau
dilepaskan atau dibatalkan.
Financial asset and liabilities are recognized when the
Company and subsidiary become a party to the
contractual provisions of the financial instruments.
Financial assets are derecognized when the
contractual rights on the Company and subsidiary to
the cash flow from the financial assets expire, or when
substantially all risks and rewards of the financial
assets are transferred to another party. Financial
liabilities are derecognized if the obligations of the
Company and subsidiary expire, or are discharged or
cancelled.
Aset keuangan yang dikategorikan sebagai “Pinjaman
yang diberikan dan piutang” pada awal pengakuannya
diukur sebesar nilai wajar, ditambah biaya transaksi
signifikan yang dapat diatribusikan secara langsung.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan ini diukur
sebesar biaya perolehan diamortisasi, dikurangi
dengan penyisihan penurunan nilai, bila diperlukan.
Financial assets that are categorized as “Loan and
receivables” are initially measured at fair value, plus
any significant directly attributable transaction costs.
Subsequent to initial recognition, these financial assets
are measured at amortized cost, net of provision for
impairment, when necessary.
12
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
 YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
d. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan)
Penyisihan penurunan nilai diakui saat terdapat bukti
yang cukup bahwa Perseroan dan entitas anak tidak
mampu memulihkan nilai tercatat sesuai dengan
ketentuan awal dari instrumen tersebut. Jumlah
kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai
tercatat aset keuangan dan nilai kini dari estimasi arus
kas yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif
awal. Perubahan cadangan penurunan nilai diakui dalam
laba atau rugi.
2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (Continued)
d. Financial asset and liabilities (Continued)
A provision for impairment is recognized when there is
objective evidence that the Company and subsidiary
will not be able to recover the carrying amounts
according to the original terms of the instrument. The
amount of the impairment loss is the difference between
the carrying amount of the financial asset and the
present value of its estimated future cash flows
discounted at the original effective interest rate.
Changes in the impairment provision are recognized in
profit or loss.
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang
dikategorikan sebagai liabilitas keuangan diukur
sebesar biaya perolehan diamortisasi, diukur pada
nilai wajar, dikurangi dengan biaya transaksi
signifikan yang dapat diatribusikan secara langsung.
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan tersebut
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Financial liabilities that are categorized as financial
liabilities measured at amortized cost are initially
measured at fair value less any significant directly
attributable transaction costs. Subsequent to initial
recognition, these financial liabilities are measured at
amortized cost using the effective interest method.
Aset dan liabilitas keuangan disaling-hapuskan dan
disajikan nilai netonya dalam laporan posisi keuangan
jikalau Perseroan dan entitas anak memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus
atas jumlah yang telah diakui dan terdapat niat untuk
menyelesaikan secara neto, atau pada saat aset
tersebut direalisasi dan liabilitas tersebut diselesaikan
secara simultan.
Financial assets and financial liabilities are offset and
presented net in the statement of financial position
when there is a legal right of offset and there is an
intention to settle on a net basis, or when the asset is
realized and the liability settled simultaneously.
13
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
 YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
d. Aset dan liabilitas keuangan (Lanjutan)
e.
f.
2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (Continued)
d. Financial asset and liabilities (Continued)
Instrumen keuangan derivatif
Derivative financial instruments
Instrumen keuangan derivatif diukur sebesar nilai
wajar dan diakui sebagai aset atau liabilitas di laporan
posisi keuangan. Perubahan atas nilai wajar instrumen
derivatif diakui sebagai penghasilan atau pendapatan
komprehensif lain tergantung pada tujuan dari
instrumen derivatif tersebut dan apakah memenuhi
persyaratan akuntansi lindung nilai. Akuntansi untuk
laba dan rugi sehubungan dengan perubahan atas nilai
wajar dari instrumen derivatif dan dampaknya
terhadap laporan keuangan akan tergantung dari
tujuan lindung nilainya dan apakah lindung nilai
sangat efektif dalam usaha mengimbangi perubahan
dalam nilai wajar atau arus kas aset, liabilitas, maupun
transaksi yang diperkirakan akan terjadi yang
dilindungi.
Derivative financial instruments are measured at fair
value and recognized as either assets or liabilities on
the statement of financial position. Changes in the fair
value of derivative instruments should be recognized in
earnings or other comprehensive income depending on
the designated purpose of the derivatives and whether
it qualifies for hedge accounting. The accounting for
gains and losses associated with changes in the fair
value of the derivatives and the effect on the financial
statements will depend on its hedge designation and
whether the hedge is highly effective in achieving
offsetting changes in the fair value or cash flows of the
asset, liability or forecasted transaction hedged.
Penilaian persediaan
e.
Inventory valuation
Persediaan dinilai menurut harga yang lebih rendah
antara biaya perolehan dan nilai bersih yang dapat
direalisasi (the lower of cost and net realizable value).
Biaya perolehan dihitung dengan metode rata-rata dan
meliputi semua biaya yang terjadi untuk memperoleh
persediaan tersebut sampai siap di lokasi dan pada
kondisi yang sekarang. Nilai persediaan barang jadi
dan barang dalam pengolahan meliputi proporsi wajar
biaya overhead pabrik tetap dan variabel, disamping
biaya material dan upah langsung.
Inventories are valued at the lower of cost and net
realizable value. Cost is determined using the average
method and includes expenditures incurred in
acquiring the inventories and bringing them to their
present location and condition. Finished goods and
goods in process include an appropriate proportion of
fixed and variable factory overhead in addition to
materials and direct labor.
Nilai bersih yang dapat direalisasi adalah taksiran
harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi
taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang
diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Net realizable value is the estimated selling price in
the ordinary course of business, less the estimated
costs of completion and the estimated costs necessary
to complete the sale.
Aset tetap
Hak atas tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan
dan tidak diamortisasi.
Perseroan dan entitias anak menggunakan model
biaya untuk mengukur aset tetap mereka dan
kebijakan tersebut diterapkan terhadap seluruh
kelompok aset tetap.
f.
Fixed assets
Land rights are stated at cost and not amortized.
The Company and subsidiary use the cost model to
measure their fixed assets and applies that policy to the
entire class of fixed assets.
14
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
2.
2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (Continued)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
 YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
f.
f.
Aset tetap (Lanjutan)
Aset tetap selain tanah dinyatakan sebesar biaya
perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi penurunan nilai. Penyusutan dihitung
dengan menggunakan metode garis lurus (straightline method) berdasarkan taksiran masa manfaat aset
yang bersangkutan sebagai berikut:
Fixed assets (Continued)
Fixed assets other than land are stated at cost less
accumulated depreciation and impairment losses.
Depreciation is calculated using the straight-line
method based on the estimated useful lives of the
respective assets as follows:
Tahun/Years
Bangunan dan perumahan
Mesin dan peralatan
Alat-alat pengangkutan
Inventaris
Krat
Botol
Keg dan tabung CO2
10 – 40
5 – 30
5
3 – 15
8 – 12
4
5 – 15
Buildings and houses
Machinery and installations
Transportation equipment
Furniture and fixtures
Crates
Bottles
Kegs and CO2 cylinders
Aset dalam penyelesaian merupakan akumulasi dari
biaya-biaya bahan, peralatan serta biaya lainnya yang
berkaitan langsung dengan penyelesaian aset tetap.
Akumulasi biaya tersebut akan direklasifikasi ke
dalam akun aset tetap yang bersangkutan pada saat
pekerjaan selesai dan aset tersebut siap untuk
digunakan sesuai dengan tujuannya.
Asset under construction represents the accumulated
cost of materials, equipment and other costs relating
directly to the construction of fixed assets.
Accumulated costs are reclassified to the related fixed
asset captions when construction is completed and the
asset is ready for its intended use.
Beban pemeliharaan normal dibebankan pada laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian periode
berjalan, sedangkan penambahan, pemugaran,
perluasan, dan lain-lain yang menambah masa
manfaat atau kapasitas aset dikapitalisasi. Aset tetap
yang sudah tidak digunakan atau yang dijual,
dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang
bersangkutan, sedangkan laba/ (rugi) yang terjadi
dibukukan dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasi periode berjalan.
Normal maintenance expenses are charged to the
consolidated statement of comprehensive income for
the period, while betterments, renovations, expansion,
etc. that increase the useful life or capacity of the
assets are capitalized. Fixed assets which are no
longer utilized or sold are removed from the related
class of fixed assets, and the gains (losses) are
recorded in the current period consolidated statement
of comprehensive income.
Perseroan dan entitas anak melakukan penelaahan
untuk menentukan indikasi terjadinya penurunan nilai
aset pada akhir periode. Perseroan dan entitas anak
menentukan taksiran jumlah yang dapat diperoleh
kembali (recoverable amount) atas nilai asetnya
apabila terdapat situasi atau keadaan yang
memberikan indikasi terjadinya penurunan nilai aset
dan mengakuinya sebagai beban dalam laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian.
The Company and subsidiary conduct a review to
determine whether there is any indication of asset
value impairment at the end of the period. If any such
indications exist, then the Company and subsidiary
estimate the recoverable amount of their assets and
recognize the impairment in asset values as an expense
in the consolidated statement of comprehensive
income.
Perseroan dan entitas anak melakukan penelaahan
atas nilai residu, masa manfaat aset dan metode
penyusutan, dan jika perlu disesuaikan, pada setiap
akhir periode pelaporan.
The Company and subsidiary conduct a review of the
asset residual values, useful lives and depreciation
method, and adjust if appropriate, at the end of each
reporting period.
15
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
 YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
g. Imbalan kerja
2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (Continued)
g.
Employee benefits
Imbalan pasca kerja
Kewajiban Perseroan dan entitas anak atas imbalan
pasca-kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi
jumlah imbalan pasca-kerja di masa depan yang
timbul dari jasa yang telah diberikan oleh karyawan
pada masa kini dan masa lalu, dikurangi dengan aset
program pasca-kerja. Perhitungan dilakukan oleh
aktuaris independen dengan menggunakan metode
projected unit credit. Perhitungan aktuaria yang
terakhir dilakukan adalah per 31 Desember 2014.
Post-employment benefits
The Company’s and subsidiary’s obligation for postemployment benefits is calculated at the present value
of estimated future benefits that the employees have
earned in return for their services in the current and
prior periods, deducted by any plan assets. The
calculation is performed by an independent actuary,
using the projected unit credit method. The most recent
actuarial valuation was carried out as of 31 December
2014.
Sebelum 1 Oktober 2012, keuntungan atau kerugian
aktuaria diakui sebagai pendapatan atau beban
apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuaria
yang belum diakui pada akhir periode pelaporan
sebelumnya melebihi nilai yang lebih besar antara
sepuluh persen dari nilai kini kewajiban imbalan pasti
dan sepuluh persen dari nilai wajar aset program.
Keuntungan atau kerugian diakui dengan metode
garis lurus selama taksiran rata-rata sisa masa kerja
karyawan. Jika tidak, keuntungan atau kerugian
aktuaria tidak diakui.
Prior to 1 October 2012, actuarial gains and losses
were recognized as income or expense when the
cumulative unrecognized actuarial gains or losses at
the end of the previous reporting period exceeded the
greater of ten percent of the present value of the
defined benefit obligation and ten percent of the fair
value of the plan assets. These gains or losses were
recognized on a straight-line basis over the expected
average remaining working lives of the employees.
Otherwise, the acturial gains or losses were not
recognized.
Mulai 1 Oktober 2012, Perseroan mengadopsi
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”)
No. 24 (Revisi 2010), “Imbalan Kerja”. Sebagai
dampak dari adopsi PSAK ini, Perseroan dan entitas
anak mengubah kebijakan akuntansi terkait
pengakuan keuntungan dan kerugian aktuarial,
dimana keuntungan dan kerugian aktuarial diakui
dalam pendapatan (kerugian) komprehensif lain dan
dilaporkan pada saldo laba pada periode terjadinya.
Sebagai dampak dari adopsi standar baru ini, saldo
awal dari kerugian aktuarial yang belum diakui per
tanggal 1 Oktober 2012 sebesar Rp 27.606 juta
(setelah pajak) telah dibebankan dalam saldo laba.
Effective on 1 October 2012, the Company and
subsidiary adopted Statement of Financial Accounting
Standards (“PSAK”) No. 24 (2010 Revision),
“Employee Benefits”. Following the adoption of this
PSAK, the Company and subsidiary changed its
accounting policy for recognition of actuarial gains
and losses, whereby actuarial gains or losses are
recognized in other comprehensive income (loss) and
reported in retained earnings in the period in which
they occur. As a result of adopting this new standard,
the beginning balance of unrecognized actuarial losses
as of 1 October 2012 of Rp 27,606 million (net of tax)
has been charged to retained earnings.
Imbalan kerja jangka panjang lainnya
Other long-term employee benefits
Perseroan dan entitas anak memberikan penghargaan
tambahan untuk karyawan yang mencapai kriteria
tertentu dalam masa kerja. Imbalan diberikan pada
acara tertentu setiap tahun. Perseroan dan entitas anak
juga memberikan penghargaan untuk karyawannya
yang mencapai usia pensiun.
The Company and subsidiary provide additional
awards for its employees who meet certain length of
service requirements. The benefits are given on certain
occasions each year. The Company and subsidiary also
provide awards to its employees who reach retirement
age.
16
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
2.
2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (Continued)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
 YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
g. Imbalan kerja (Lanjutan)
h.
g.
Imbalan kerja jangka panjang lainnya (Lanjutan)
Other long-term employee benefits (Continued)
Kewajiban bersih Perseroan dan entitas anak atas
imbalan kerja jangka panjang selain imbalan pasca
kerja adalah nilai dari imbalan di masa depan yang
timbul dari jasa yang telah diberikan oleh karyawan
pada masa kini dan masa lalu. Nilai kewajiban
dihitung oleh aktuaris independen dengan
menggunakan metode projected unit credit.
Keuntungan atau kerugian aktuaria yang timbul
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian di periode mereka timbul.
The Company’s and subsidiary’s net obligation in
respect of long-term employee benefits other than postemployment benefits is the amount of future benefits
that employees have earned in return for their services
in the current and prior periods. The amount of the
obligation is calculated by an independent actuary
using the projected unit credit method. Any actuarial
gains and losses are recognized in the consolidated
statement of comprehensive income in the period in
which they arise.
Jaminan embalasi
h.
Jaminan embalasi atas botol, krat, keg, dan tabung
CO2 di pasar dinilai berdasarkan harga jaminan yang
berlaku.
i.
Employee benefits (Continued)
Pajak penghasilan
Liability for deposits
The liability for deposits on bottles, crates, kegs, and
CO2 cylinders in the market is valued at current deposit
prices.
i.
Income taxes
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak
penghasilan kini dan pajak tangguhan. Pajak kini dan
pajak tangguhan diakui dalam laba rugi kecuali jika
pajak tersebut terkait dengan transaksi yang langsung
diakui dalam ekuitas atau dalam pendapatan
komprehensif lain.
Income tax expense comprises current and deferred
corporate income tax. Current tax and deferred tax are
recognized in profit or loss except to the extent that
they relate to items recognized directly in equity or in
other comprehensive income.
Pajak kini adalah perkiraan utang atau piutang pajak
atas laba kena pajak atau rugi pajak periode berjalan,
dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau
secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan
keuangan, dan penyesuaian terhadap utang pajak
periode-periode sebelumnya.
Current tax is the expected tax payable or receivable
on the taxable income or loss for the period, using tax
rates enacted or substantively enacted at the reporting
date, and any adjustment to tax payable in respect of
previous periods.
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer
antara nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tujuan
pelaporan keuangan dan nilai yang digunakan untuk
tujuan perpajakan. Pajak tangguhan ditentukan
dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
akan diterapkan terhadap perbedaan temporer pada
saat pembalikan, berdasarkan peraturan yang telah
berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal
pelaporan keuangan. Metode ini juga mengharuskan
pengakuan atas manfaat pajak di masa yang akan
datang, seperti kompensasi rugi fiskal, jika
kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa
mendatang cukup besar (probable).
Deferred tax is recognized in respect of temporary
differences between the carrying amounts of assets and
liabilities for financial reporting purposes and the
amounts used for taxation purposes. Deferred tax is
measured at the tax rates that are expected to be
applied to temporary differences when they reverse,
based on the laws that have been enacted or
substantively enacted at the reporting date. This
method also requires the recognition of future tax
benefits, such as tax loss carry forwards, to the extent
that realization of such benefits is probable.
17
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
2.
2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (Continued)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
i.
Pajak penghasilan (Lanjutan)
i.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan saling
hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian,
kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk
entitas yang berbeda, sesuai dengan cara penyajian
aset dan liabilitas pajak kini.
j.
Pengakuan pendapatan dan beban
Income taxes (Continued)
Deferred tax asset and liabilities are offset in the
consolidated statement of financial position, except if
these are for different legal entities, in the same
manner the current tax assets and liabilities are
presented.
j.
Revenue and expense recognition
Pendapatan penjualan diukur sebesar nilai wajar
imbalan yang diterima atau dapat diterima, setelah
dikurangi retur penjualan, diskon dagang dan rabat
volume. Pendapatan diakui jika risiko dan manfaat
kepemilikan barang secara signifikan telah berpindah
kepada pembeli, kemungkinan besar manfaat
ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan
mengalir, biaya terkait dan kemungkinan retur
penjualan dapat diukur secara handal dan tidak ada
lagi keterlibatan manajemen atas barang tersebut.
Revenue from the sales of goods is measured at the fair
value of the consideration received or receivable, net
of returns and allowances, trade discounts and volume
rebates. Revenue is recognized when significant risks
and rewards of ownership have been transferred to the
buyer, recovery of the consideration is probable, the
associated costs and possible return of goods can be
estimated reliably, and there is no continuing
management involvement with the goods.
Waktu perpindahan risiko dan manfaat kepemilikan
barang bervariasi tergantung pada perjanjian dalam
setiap kontrak penjualan. Untuk penjualan domestik,
perpindahan risiko dan manfaat umumnya terjadi
pada saat barang dimuat ke dalam truk di gudang
Perseroan dan entitas anak; sedangkan untuk
penjualan ekspor, perpindahan risiko dan manfaat
umumnya terjadi pada saat barang dimuat ke dalam
kapal.
The timing of the transfer of risks and rewards varies
depending on the individual terms of the contract of
sale. For local sales, transfer usually occurs when the
products are loaded to the truck at the Company’s and
subsidiary’s warehouse; however, for some export
sales, transfer occurs upon loading the goods onto the
relevant carrier.
Beban diakui pada saat terjadinya.
Expense are recognized when incurred.
18
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
2.
2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (Continued)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
k.
k.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Mata
uang
fungsional
dan
mata
uang
pencatatan/pelaporan Perseroan dan entitas anak
adalah Rupiah. Transaksi-transaksi dalam mata uang
asing dijabarkan dalam Rupiah dengan kurs tanggal
transaksi. Laba atau rugi kurs mata uang asing atas
aset dan liabilitas moneter merupakan selisih antara
biaya perolehan diamortisasi dalam Rupiah pada awal
periode, disesuaikan dengan suku bunga efektif dan
pembayaran selama periode berjalan, dan biaya
perolehan diamortisasi dalam mata uang asing yang
dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan
kurs pada akhir periode. Pada tanggal pelaporan, aset
dan liabilitas moneter dalam valuta asing telah
dijabarkan dalam Rupiah dengan kurs tengah Bank
Indonesia sebagai berikut:
The functional and recording/reporting currency of the
Company and subsidiary is Rupiah. Transactions
denominated in foreign currencies are translated into
Rupiah at the rates prevailing at transaction date. The
foreign currency gain or loss on monetary items is the
difference between amortized cost at the beginning of
the period, adjusted for effective interest and payments
during the period, and the amortized cost in foreign
currency translated at the exchange rate at the end of
the reporting period. At reporting dates, all monetary
assets and liabilities denominated in foreign currencies
have been translated into Rupiah at Bank Indonesia
middle rates as follows:
31 Maret/
March
2015
Dalam Rupiah/
In Rupiah
1 (satu) Dolar Amerika Serikat
1 (satu) Euro
1 (satu) Poundsterling Inggris
1 (satu) Dolar Australia
1 (satu) Franc Swiss
1 (satu) Dolar Singapura
31 Desember/
December
2014
Dalam Rupiah/
In Rupiah
13,086
14,235
19,459
10,110
13,604
9,527
12,440
15,133
19,370
10,218
12,582
9,422
Laba dan rugi kurs mata uang asing, yang telah
maupun yang belum direalisasi, tercermin dalam
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian di
periode yang bersangkutan.
l.
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
beredar/ditempatkan selama periode berjalan.
1 (one) United States Dollar
1 (one) Euro
1 (one) Great Britain Poundsterling
1 (one) Australian Dollar
1 (one) Swiss Franc
1 (one) Singapore Dollar
Foreign exchange gains and losses, realized and
unrealized, are reflected in the consolidated statement
of comprehensive income in the related period.
l.
Transactions with related parties
Transactions with related parties are disclosed in the
consolidated financials statements as defined in PSAK
No. 7 (2010 Revision), “Related Party Disclosures”.
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan
dalam laporan keuangan konsolidasian sesuai PSAK
No.7 (Revisi 2010) tentang “Pengungkapan Pihakpihak Berelasi”.
m. Laba per saham
Foreign currency transaction and balances
m.
Earnings per share
Earnings per share are computed by dividing net profit
by the weighted average number of shares
outstanding/issued during the period.
19
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
3.
KAS
3. CASH
31 Maret/
March
2015
Kas
Bank:
Citibank N.A, cabang Jakarta
PT Bank CIMB Niaga Tbk
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Limited,
cabang Jakarta
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Rabobank International
Indonesia
Cerukan untuk manajemen kas
Kas pada laporan arus kas
31 Desember/
December
2014
1,719
2,078)
83,931
1,190
118,360)
12,784)
446
43,746
663)
12,469)
435
131,467
10)
146,364)
131,467
(413)
145,951)
Lihat Catatan 24 untuk rincian saldo dalam mata uang
asing.
Cash on hand
Cash in banks:
Citibank N.A, Jakarta branch
PT Bank CIMB Niaga Tbk
The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation Limited, Jakarta branch
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Rabobank International
Indonesia
Bank overdraft used for cash
management purpose
Cash in the statement of cash flows
See Note 24 for details of balances in foreign
currencies.
20
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
4. PIUTANG USAHA - BERSIH
4. TRADE RECEIVABLES - NET
31 Maret/
March
2015
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Dikurangi penyisihan
piutang ragu-ragu
220,765
728
221,493
381,867
184
382,051
(20,000)
201,493
382,051
31 Maret/
March
2015
Saldo piutang usaha berdasarkan
umurnya adalah sebagai berikut:
Lancar
Lewat jatuh tempo:
1 - 30 hari
31 - 60 hari
327,933
36,268
30,075
221,493
53,257
861
382,051
(20,000)
(20,000)
Lihat Catatan 24 untuk rincian saldo dalam mata uang
asing.
Pada tanggal 31 Maret 2015, Perseroan telah membentuk
penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 20 milyar, untuk
piutang tertentu yang nilai tercatatnya melebihi perkiraan
nilai yang dapat diperoleh kembali. Perubahan penyisihan
piutang ragu-ragu dibebankan atau dikreditkan pada
beban penjualan dan marketing.
Third parties
Related parties
Less allowance for impairment
accounts
31 Desember/
December
2014
155,150
31 Maret/
March
2015
Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu
adalah sebagai berikut:
Saldo awal
Penambahan
Saldo Akhir
31 Desember/
December
2014
The aging of the trade receivables is
as follows:
Current
Overdue:
1 - 30 days
31 - 60 days
31 Desember/
December
2014
-
Movement of allowance for impairment
account is as follows:
Beginning balance
Addition
Ending balance
See Note 24 for details of balances in foreign
currencies.
As at 31 March 2015, the Company had provided an
allowance for impairment amounting to Rp 20 billion,
for certain receivable whose carrying value exceeded
their expected recoverable amounts. Changes in the
impairment account are charged or credited to
marketing and selling expenses.
21
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
FOR PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/ (In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
5. PERSEDIAAN - BERSIH
5. INVENTORIES - NET
31 Maret/
March
2015
Barang jadi
Barang dalam pengolahan
Bahan baku
Bahan kemasan
Suku cadang
Dikurangi penyisihan persediaan slowmoving
Barang dalam perjalanan
Mutasi dalam penyisihan persediaan
slow-moving adalah sebagai berikut:
Saldo awal
Penambahan
Penghapusan
Saldo akhir
31 Desember/
December
2014
61,664
38,954
55,708
46,141
22,321
224,788
54,866)
46,180)
39,584)
44,172)
20,406)
205,208)
(23,045)
201,743
50,050
251,793
(10,901)
194,307)
32,410)
226,717)
(10,901)
(12,144)
(23,045)
(1,585)
(13,761)
4,445)
(10,901)
Finished goods
Goods in process
Raw materials
Packaging materials
Spare parts
Less allowance for slow-moving
Inventories
Materials in transit
Movements in the allowance for slowmoving inventories are as follows:
Beginning balance
Additions
Write-offs
Ending balance
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan persediaan
slow-moving sudah mencukupi.
Management believes that the provision for slowmoving inventories is adequate.
Perubahan
penyisihan
persediaan
slow-moving
dibebankan atau dikreditkan pada biaya pokok penjualan.
Changes in the allowance for slow-moving are charged
or credited to cost of goods sold.
Pada 31 Maret 2015, persediaan (selain barang dalam
perjalanan) diasuransikan dengan nilai pertanggungan
sebesar Rp 165.460 juta. Manajemen berkeyakinan bahwa
jumlah pertanggungan asuransi ini dapat menutupi
kemungkinan risiko kerugian yang antara lain dapat
timbul akibat kebakaran, bencana alam, dan banjir.
At 31 March 2015, the inventories (excluding materials
in transit) were insured for Rp 165,460 million.
Management believes that the sum insured is sufficient
to cover the risk of potential loss due to, among other
risks, fire, natural catastrophe, and flooding.
6. BEBAN DIBAYAR DIMUKA
6. PREPAID EXPENSES
31 Maret/
March
2015
Cukai
Sewa
Asuransi
Lainnya
27,415
6,199
11,341
44,955
31 Desember/
December
2014
40,571
6,566
3,402
4,003
54,542
Excise
Rent
Insurance
Other
22
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
7. INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF
Merupakan nilai wajar dari kontrak valuta berjangka dengan
berbagai bank sebagai berikut:
31 Maret/
March
2015
Liabilitas instrumen keuangan
derivatif
7. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS
Represents the fair value of forward exchange contracts
with various banks as follows:
31 Desember/
December
2014
(3,742)
(3,418)
Derivative financial instrument
liabilities
Pada saat diperlukan, Perseroan mengadakan kontrak valuta
berjangka untuk mengatasi risiko perubahan nilai tukar
mata uang asing yang timbul dari aktivitas operasional.
Instrumen keuangan derivatif Perseroan tidak memenuhi
persyaratan akuntansi lindung nilai karena persyaratan
untuk penerapan akuntansi lindung nilai tidak terpenuhi.
Perubahan atas nilai wajar dari instrumen keuangan
derivatif diakui dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian pada periode berjalan.
When necessary, the Company enters into forward
exchange contracts to manage its exposure to changes in
foreign currency exchange rates arising from operating
activities. The Company’s derivative financial instruments
did not qualify for hedge accounting because the
requirements for the application of hedge accounting
were not met. The change in fair value of these derivative
instruments was recognized in the consolidated statement
of comprehensive income for the respective period.
Kontrak valuta berjangka per 31 Maret 2015 adalah sebagai
berikut:
The outstanding forward exchange contracts as of
31 March 2015 were as follows:
a. Membeli dari PT Bank DBS Indonesia:
a. To buy from PT Bank DBS Indonesia:

EUR 5.450.000 untuk Rp 85.046 juta, tanggal
penyelesaian kontrak antara 9 Maret 2015 hingga
18 Agustus 2015.

USD 5,450,000 for Rp 85,046 million, contract
settlement dates ranging from 9 March 2015 to 18
August 2015.

USD 3.200.000 untuk Rp 42.470 juta, tanggal
penyelesaian kontrak antara 11 Agustus 2015
hingga 24 Agustus 2015.

USD 3,200,000 for Rp 42,470 million, contract
settlement dates ranging from 11 August 2015 to
24 August 2015.
b. Membeli dari Citibank N.A, cabang Jakarta :

USD 15.700.000 untuk Rp 200.914 juta, tanggal
penyelesaian kontrak antara 4 Maret 2015 hingga
21 September 2015.
c. Membeli dari Deutsche Bank AG, cabang Jakarta :

EUR 4.850.000 untuk Rp 72.076 juta, tanggal
penyelesaian kontrak antara 7 Juli 2015 hingga
14 September 2015.
b. To buy from Citibank N.A, Jakarta branch:

USD 15,700,000 for Rp 200,914 million, contract
settlement dates ranging from 4 March 2015 to
21 September 2015.
c. To buy from Deutsche Bank AG, Jakarta branch :

EUR 4,850,000 for Rp 72,076 million, contract
settlement dates ranging from 7 July 2015 to
14 September 2015.
23
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
7. INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF
(Lanjutan)
7. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS
(Continued)
d. To buy from The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation Limited, Jakarta branch :
d. Membeli dari The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation Limited, cabang Jakarta:

USD 2.450.000 untuk Rp 30.770 juta, tanggal
penyelesaian kontrak antara 6 Mei 2015 hingga
12 Mei 2015.

USD 2,450,000 for Rp 30,770 million, contract
settlement dates ranging from 6 May 2015 to
12 May 2015.

EUR 2.500.000 untuk Rp 38.949 juta, tanggal
penyelesaian kontrak antara 8 Mei 2015 hingga
18 Mei 2015.

EUR 2,500,000 for Rp 38,949 million, contract
settlement dates ranging from 8 May 2015 to
18 May 2015.
e. To buy from PT Bank Rabobank International
Indonesia:
e. Membeli dari PT Bank Rabobank International
Indonesia:


EUR 1.900.000 untuk Rp 29.863 juta, tanggal
penyelesaian kontrak antara 11 Juni 2015 hingga
17 Juni 2015.
Perseroan melakukan transaksi derivatif dengan tujuan
untuk lindung nilai terhadap utang usaha. Perubahan nilai
wajar dari semua instrumen keuangan derivatif ini telah
diakui pada laporan laba rugi konsolidasian karena tidak
memenuhi kriteria lindung nilai sebagaimana yang diatur
dalam PSAK 55 (Revisi 2011), “Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran”.
8.
EUR 1,900,000 for Rp 29,863 million, contract
settlement dates ranging from 11 June 2015 to
17 June 2015.
The Company entered into derivative transactions for the
purpose of hedging of trade payables. The changes in the
fair values of the derivative financial instruments are
recognised in the consolidated profit or loss since they do
not qualify for hedge accounting under PSAK 55 (Revised
2011), “Financial Instruments: Recognition and
Measurement”.
ASET TETAP
8. FIXED ASSETS
31 Maret/March 2015
Biaya perolehan:
Tanah
Bangunan dan
perumahan
Mesin dan peralatan
Alat-alat
pengangkutan
Inventaris
Krat
Botol
Keg dan tabung CO2
Mesin dan peralatan
dalam penyelesaian
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo akhir/
Ending
balance
12,903
-
-
-
12,903
166,623
-
(1,348)
621
165,896
1,008,452
-
(2,723)
9,097
1,014,826
266
72,684
155,217
556,281
41,484
-
(25)
(104,539)
(88)
3,864
11,889
9,950
-
266
76,523
167,106
461,692
41,396
51,935
2,065,845
33,018
33,018
(108,723)
(35,421)
-
49,532
1,990,140
Cost:
Land
Buildings and
houses
Machinery and
installations
Transportation
equipment
Furniture and fixtures
Crates
Bottles
Kegs and CO2 cylinders
Machineries and
installations under
construction
24
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
8.
ASET TETAP (Lanjutan)
8. FIXED ASSETS (Continued)
31 Maret/March 2015
Saldo awal/
Beginning
balance
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan
perumahan
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo akhir/
Ending
balance
(37,689)
(1,558)
789
-
(38,458)
Mesin dan peralatan
Alat-alat
pengangkutan
Inventaris
Krat
Botol
(228,009)
(14,642)
1,958
-
(240,693)
(266)
(52,250)
(104,490)
(306,115)
(1,904)
(2,819)
(27,208)
25
104,539
88
-
(266)
(54,129)
(2,770)
(333,235)
Keg dan tabung CO2
(19,903)
(748,722)
(541)
(48,672)
107,399
-
(20,444)
(689,995)
Penurunan nilai aset:
Mesin dan peralatan
Krat
Botol
Nilai tercatat
(1,818)
(1,818)
-
592
592
-
1,315,305
(1,226)
(1,226)
1,298,919
Accumulated
depreciation:
Buildings and
houses
Machinery and
installations
Transportation
equipment
Furniture and fixtures
Crates
Bottles
Kegs and CO2
cylinders
Asset impairment:
Machinery and
installations
Crates
Bottles
Carrying amount
31 Desember/December 2014
Saldo awal/
Beginning
balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
9,798)
3,105
-)
-)
12,903
66,327)
98,460
(178)
2,014)
166,623
Mesin dan peralatan
Alat-alat
pengangkutan
712,005)
163,849
(10,910)
143,508)
1,008,452
266)
-
-)
-)
266
Inventaris
Krat
Botol
Keg dan tabung CO2
72,701)
141,416)
412,832)
39,527)
12,701
15,126
153,887
1,996
(13,089)
(1,325)
(10,438)
(49)
371)
-)
-)
10)
72,684
155,217
556,281
41,484
181,343)
1,636,215)
16,495
465,619
-)
(35,989)
(145,903)
-)
51,935
2,065,845
Biaya perolehan:
Tanah
Bangunan dan
perumahan
Mesin dan peralatan
dalam penyelesaian
Saldo akhir/
Ending
Balance
Cost:
Land
Buildings and
houses
Machinery and
installations
Transportation
equipment
Furniture and
fixtures
Crates
Bottles
Kegs and CO2 cylinders
Machineries and
installations under
construction
25
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
8.
ASET TETAP (Lanjutan)
8. FIXED ASSETS (Continued)
31 Desember/December 2014
Saldo awal/
Beginning
balance
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan
perumahan
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassifications
Saldo akhir/
Ending
Balance
(27,708)
(10,144)
163
-
(37,689)
Mesin dan peralatan
Alat-alat
pengangkutan
(204,402)
(31,692)
8,085
-
(228,009)
(266)
-
-
-
(266)
Inventaris
Krat
Botol
(58,149)
(96,208)
(214,550)
(7,178)
(9,337)
(98,467)
13,077
1,055
6,902
-
(52,250)
(104,490)
(306,115)
Keg dan tabung CO2
(17,752)
(619,035)
(2,200)
(159,018)
49
29,331
-
(19,903)
(748,722)
Penurunan nilai aset:
Mesin dan peralatan
Krat
Botol
Nilai tercatat
(4,150)
(270)
(2,924)
(7,344)
(493)
(493)
2,825
270
2,924
6,019
-
1,009,836)
1,315,305)
Penyusutan dibebankan pada:
Asset impairment:
Machinery and
installations
Crates
Bottles
Carrying amount
Depreciation was charged to:
31 Maret/
March
2015
Biaya produksi
Beban pemasaran dan penjualan
Beban umum dan administrasi
(1,818)
-)
-)
(1,818)
Accumulated
depreciation:
Buildings and
houses
Machinery and
installations
Transportation
equipment
Furniture and
fixtures
Crates
Bottles
Kegs and CO2
cylinders
46,137
351
2,184
48,672
31 Desember/
December
2014
152,405
2,174
4,439
159,018
Production costs
Marketing and selling expenses
General and administrative expenses
Mesin dan peralatan dalam penyelesaian pada tanggal
31 Maret 2015 sudah selesai 91%. Pekerjaan ini diharapkan
selesai pada bulan Juli 2015.
Machinery and installations under construction as of
31 Maret 2015 were 91% completed. Construction is
expected to be completed in July 2015.
Perseroan dan entitas anak menjual aset tetap tertentu
sebagai berikut:
The Company and subsidiary sold certain fixed assets as
follows:
31 Maret/
March
2015
Hasil penjualan aset tetap
Nilai tercatat aset tetap yang
dilepas/dijual
(Kerugian) keuntungan pelepasan/penjualan
aset tetap
31 Desember/
December
2014
710
1,687)
(732)
(639)
(22)
1,048)
Proceeds from sales of fixed assets
Carrying amount of fixed assets
disposed/sold
(Loss) gain on disposal/sales of fixed
assets
26
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
8.
ASET TETAP (Lanjutan)
8 . FIXED ASSETS (Continued)
Pada 31 Maret 2015, aset tetap (selain tanah) dengan nilai
tercatat sebesar Rp 1.286.016 juta diasuransikan dengan
nilai pertanggungan sebesar Rp 2.396.387. Manajemen
berkeyakinan bahwa jumlah pertanggungan asuransi ini
dapat menutupi kemungkinan kerugian yang antara lain
dapat timbul akibat kebakaran, bencana alam dan banjir.
At 31 March 2015, fixed assets (excluding land) with a
total carrying amount of Rp 1,286,016 million were
insured for Rp 2,396,387. Management believes this sum
insured is sufficient to cover potential loss due to, among
other risks, fire, natural catastrophe, and flooding.
Rincian dari tanah adalah sebagai berikut:
Details of land are as follows:

Satu sertifikat HGB terletak di Desa Poris Gaga,
Kecamatan Batuceper, Kabupaten Tangerang, Jawa
Barat, berlaku sampai dengan 10 April 2033.

One HGB title certificate located at Desa Poris
Gaga, Kecamatan Batuceper, Kabupaten Tangerang,
West Java, valid until 10 April 2033.

49 sertifikat HGB terletak di Desa Sampang Agung,
Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa
Timur, berlaku sampai dengan tahun 2024 – 2027.

49 HGB title certificates located at Desa Sampang
Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto,
East Java, valid through 2024 - 2027.
Sertifikat tanah tersebut di atas adalah atas nama Perseroan.
Berdasarkan hukum yang berlaku saat ini, Perseroan dapat
mengajukan perpanjangan atas sertifikat HGB tersebut.
These land title certificates are in the name of the
Company. Under current law, the Company can apply for
an extension of the term of HGB title certificates.
Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014,
Perseroan telah membentuk penyisihan penurunan nilai aset
tetap sebesar masing-masing Rp 1.226 juta dan Rp 1.818
juta, untuk aset tetap tertentu yang nilai tercatatnya melebihi
perkiraan nilai yang dapat diperoleh kembali. Perubahan
penyisihan penurunan nilai aset dibebankan atau
dikreditkan pada beban umum dan administrasi atau biaya
produksi sesuai dengan pencatatan beban penyusutan dari
aset yang bersangkutan.
As at 31 March 2015 and 31 December 2014, the
Company had provided an impairment allowance
amounting to Rp 1,226 million and Rp 1,818 million,
respectively, for certain fixed assets whose carrying value
exceeded their expected recoverable amounts. Changes in
the allowance for asset impairments are charged or
credited to general and administrative expenses or
production costs in accordance with the recording of
depreciation expense of the related assets.
Per 31 Maret 2015, biaya perolehan dari aset tetap yang
telah disusutkan penuh tetapi masih digunakan adalah
sebesar Rp 226.494 juta.
As of 31 March 2015, the acquisition cost of fully
depreciable assets that were still being used amounted to
Rp 226,494 million.
Per 31 Maret 2015, nilai jual objek pajak untuk tanah dan
bangunan yang dimiliki Perseroan dan entitas anak adalah
sebesar Rp 399.432 juta.
As of 31 March 2015, the sale value of the tax object of
the Company’s and subsidiary’s land and buildings
amounted to Rp 399,432 million.
27
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
9.
UTANG USAHA
9. TRADE PAYABLES
Utang usaha merupakan liabilitas yang timbul atas
pembelian bahan baku, bahan kemasan dan suku cadang.
31 Maret/
March
2015
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Trade payables represent liabilities incurred for the
purchases of raw materials, packaging materials and
spareparts.
31 Desember/
December
2014
72,590
6,966
79,556
209,587
8,457
218,044
Third parties
Related parties
Lihat Catatan 24 untuk rincian saldo dalam
mata uang asing
See Note 24 for details of balances in
foreign currencies
Saldo utang usaha berdasarkan
umurnya adalah sebagai berikut:
1 - 30 hari
31 - 60 hari
> 60 hari
The aging of the trade payables is as
follows:
1 - 30 days
31 - 60 days
> 60 days
64,023
14,184
1,349
79,556
154,349
32,040
31,655
218,044
10. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK
10. SHORT-TERM BANK LOANS
31 Maret/
March
2015
31 Desember/
December
2014
Citibank N.A, cabang Jakarta
PT Bank Rabobank International
Indonesia
Hongkong and Shanghai Banking
Corporation
200,000
200,000
-
250,000
200,000
-
Deutsche Bank AG, cabang Jakarta
150,000
550,000
300,000
750,000
Citibank N.A, cabang Jakarta
PT Bank Rabobank International
Indonesia
Hongkong and Shanghai Banking
Corporation
Deutsche Bank AG, Jakarta branch
Citibank N.A, cabang Jakarta
Citibank N.A, Jakarta branch
Fasilitas cerukan, pinjaman jangka pendek, pembiayaan
utang dan piutang dagang, maksimal fasilitas sebesar
Rp 429 miliar, tersedia sampai 15 Agustus 2015. Per
31 Maret 2015, Perseroan memanfaatkan fasilitas bank
garansi sebesar Rp 729 juta dan USD 229.005.
Bank overdraft, short-term bank loan and trade payable
and trade receivable financing facilities, maximum facility
totalling to Rp 429 billion, available until 15 August
2015. As at 31 March 2015, the Company utilized the
bank guarantee facility amounted to Rp 729 million and
USD 229,005.
28
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
10. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
10. SHORT-TERM BANK LOANS (Continued)
Pada tanggal 17 Juni 2014, Perseroan telah melakukan
penarikan pinjaman sebesar Rp 200 miliar. Pinjaman ini
tidak dijamin, tingkat suku bunga tahunan sebesar 9,9%,
jatuh tempo pada 17 Juni 2015.
On 17 June 2014, the Company has drawdown a loan of
Rp 200 billion. The loan is unsecured, bearing interest at
an annual rate 9.9%, due on 17 June 2015.
PT Bank Rabobank International Indonesia
PT Bank Rabobank International Indonesia
Fasilitas cerukan dan pinjaman jangka pendek, maksimal
fasilitas masing-masing Rp 50 miliar dan Rp 300 miliar,
tersedia sampai 1 Oktober 2015.
Bank overdraft and short-term bank loan facilities,
maximum facility Rp 50 billion and Rp 300 billion,
respectively, available until 1 October 2015.
Deutsche Bank AG, cabang Jakarta
Deutsche Bank AG, Jakarta branch
Fasilitas cerukan dan pinjaman jangka pendek, maksimal
fasilitas Rp 350 miliar. Fasilitas bank garansi, maksimal
fasilitas sebesar Rp 200 miliar. Semua fasilitas tersedia
sampai 31 Mei 2015. Per 31 Desember 2014, Perseroan
memanfaatkan fasilitas bank garansi sebesar Rp 108 miliar.
Bank overdraft and short-term loan, maximum facilities
Rp 350 billion. Bank guarantee facility, maximum facility
Rp 200 billion. The facilities are available until 31 May
2015. As at 31 December 2014, the Company utilized the
bank guarantee facility amounted to Rp 108 billion.
Pada tanggal 13 Maret 2015, Perseroan telah melakukan
penarikan pinjaman sebesar Rp 150 miliar. Pinjaman ini
tidak dijamin, tingkat suku bunga tahunan sebesar 8,7%,
jatuh tempo pada 13 April 2015.
On 13 March 2015, the Company has drawdown loans of
Rp 150 billion. The loan is unsecured, bearing interest at
an annual rate 8.7%, due on 13 April 2015.
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank DBS Indonesia, Jakarta branch
Fasilitas garansi bank, kredit, dan cerukan maksimal Rp 665
miliar tersedia sampai 26 Mei 2015. Per 31 Desember 2014,
Perseroan memanfaatkan fasilitas bank garansi sebesar
Rp 156 miliar.
Bank guarantee, credit, and bank overdraft facilities,
maximum facility Rp 665 billion, available until 26 May
2015. As at 31 December 2014, the Company utilized the
bank guarantee facility amounted to Rp 156 billion.
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited,
cabang Jakarta
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation
Linmited, Jakarta branch
Pada tanggal 13 Maret 2015, Perseroan telah melakukan
penarikan pinjaman sebesar Rp 200 miliar, sebagai bagian
dari perjanjian fasilitas garansi bank dan kredit jangka
pendek untuk jumlah maksimal fasilitas sebesar Rp. 400
milyar.
On 13 March 2015, the Company has drawdown loans of
Rp 200 billion, which was part of bank guarantee and
short-term revolving working capital credit facility
agreement with total maximum facility of Rp. 400 billion.
Pinjaman ini tidak dijamin, tingkat suku bunga tahunan
sebesar 8,35%, masing-masing jatuh tempo pada 13 April
2015.
The loan is unsecured, bearing interest at an annual rate
8.35%, due on 13 April 2015.
29
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
11.
PERPAJAKAN
11. TAXATION
a. Klaim pengembalian pajak terdiri dari:
a.
31 Maret/
March
2015
Claim for tax refund consist of:
31 Desember/
December
2014
Entitas anak:
Lebih bayar periode 1 Oktober 2012
sampai 30 September 2013
Lebih bayar periode 1 Januari 2015
sampai 31 Maret 2015
3,315
16,708
16,665
19,980
16,708
31 Maret/
March
2015
Entitas anak:
Lebih bayar periode 1 Januari sampai
31 Desember 2014
Lebih bayar periode 1 Januari 2015
sampai 31 Maret 2015
29,820
16,428
46,248
29,820
66,228
46,528
Subsidiary:
Overpayment for period from
1 January to 31 December 2014
Overpayment for period from
1 January 2015 to 31 March 2015
b. Income taxes payable consist of:
31 Maret/
March
2015
23,750
23,750
31 Desember/
December
2014
22,519
2,887
25,406
Income tax article 25
Income tax article 29
c. Other taxes payable consist of:
c. Utang pajak lainnya terdiri dari:
31 Maret/
March
2015
Pajak penghasilan pasal 21
Pajak penghasilan pasal 23/26
Pajak Pertambahan Nilai
31 Desember/
December
2014
29,820
b. Utang pajak penghasilan terdiri dari:
Pajak penghasilan pasal 25
Pajak penghasilan pasal 29
Parent:
Overpayment for period from
1 Oktober 2012 to 30 September
2013
Overpayment for period from
1 January 2015 to 31 March 2015
1,596
1,685
15,509
18,790
31 Desember/
December
2014
1,525
2,295
32,479
36,299
Income tax article 21
Income tax article 23/26
Value Added Tax
30
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
11.
PERPAJAKAN (Lanjutan)
11. TAXATION (Continued)
d. Komponen beban pajak penghasilan adalah sebagai
berikut:
31 Maret/
March
2015
d. The components of income tax expense are as follows:
31 Maret/
March
2014
Pajak kini
Entitas induk:
Tahun kini
Entitas anak:
Tahun kini
Pajak tangguhan:
Entitas induk
Entitas anak
Current tax expense
30,012
48,960
7,956
37,968
12,627
61,587
290
(1,324)
(1,034)
1,543
(964)
579
36,934
62,166
Parent:
Current year
Subsidiary:
Current year
Deferred tax:
Parent
Subsidiary
31
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
11. PERPAJAKAN (Lanjutan)
11. TAXATION (Continued)
e. Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak peghasilan
konsolidasian dengan beban pajak penghasilan adalah
sebagai berikut:
31 Maret/
March
2015
Laba sebelum pajak penghasilan
konsolidasian
Tarif pajak yang berlaku
Penyesuaian untuk tahun-tahun
sebelumnya
Perbedaan permanen dikalikan dengan
tarif pajak 25%:
Tunjangan karyawan
Perjamuan, sumbangan dan lainnya
Pendapatan bunga
e. The reconciliation between the consolidated profit
before income tax and income tax expense is as
follows:
31 Maret/
March
2014
144,274
25%
36,068
246,386
25%
61,596
-
-)
956
111
(201)
866
1,859
754
(2,043)
570
36,934
62,166
Consolidated profit before income
Tax
Statutory tax rate
Adjustment for prior years
Permanent differences, at
25% tax rate:
Employee benefits
Entertainment, donations and others
Interest income
f. Pajak penghasilan badan dihitung untuk setiap
perusahaan sebagai suatu badan hukum yang terpisah
(laporan keuangan konsolidasian tidak dapat digunakan
dalam perhitungan pajak penghasilan badan).
f. Corporate income tax is computed for each company
as a separate legal entity (consolidated financial
statements are not applicable for computing corporate
income tax).
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan
konsolidasian dengan laba kena pajak Perseroan adalah
sebagai berikut:
The reconciliation of consolidated profit before
income tax to the Company’s taxable profit is as
follows:
31 Maret/
March
2015
Laba sebelum pajak penghasilan
konsolidasian
Laba sebelum pajak penghasilan
entitas anak
Eliminasi
Laba sebelum pajak penghasilan
entitas induk
31 Maret/
March
2014
144,274
246,386
(12,139)
1,247
(54,727)
1,979
133,382
193,638
Consolidated profit before income tax
Subsidiary’s profit
before income tax
Elimination
Parent’s profit before
income tax
32
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
11. PERPAJAKAN (Lanjutan)
11. TAXATION (Continued)
31 Maret/
March
2015
31 Maret/
March
2014
Perbedaan permanen:
Tunjangan karyawan
Perjamuan, sumbangan, dan lainnya
Dividen
Pendapatan bunga
Jumlah perbedaan permanen
5,612
179
(12,139)
(818)
(7,166)
Perbedaan temporer:
Penyusutan aset tetap
Laba penjualan aset tetap
(19,852)
1,250 1,250
6,774
2,937
(1,092)
8,619
Permanent differences:
Employee benefits
Entertainment, donations, and others
Dividends
Interest income
Total permanent differences
(26,850)
-
Temporary differences:
Depreciation of fixed assets
Gain on sales of fixed assets
3,702)
Beban imbalan kerja dan bonus
yang masih harus dibayar
Penyisihan persediaan slowmoving
Penyisihan untuk penurunan nilai
aset tetap
Lainnya
Jumlah perbedaan temporer
Laba kena pajak
2.895
(7,788)
-
(568))
(592)
10,129
(6,170)
(137)
25,304
(10,039)
120,046
192,218)
Laba kena pajak masing-masing perusahaan adalah
sebagai berikut:
31 Maret/
March
2015
Entitas induk
Entitas anak
120,046
31,824
151,870
Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, jumlah
penghasilan kena pajak 31 Maret 2015 didasarkan atas
perhitungan sementara, karena Perseroan dan entitas
anak belum menyampaikan Surat Pemberitahuan
Tahunan Pajak penghasilan badan.
Employee benefits
expenses and bonus, accrued
Provision for slow-moving
Inventory
Provision for impairment of
fixed assets
Others
Total temporary differences
Taxable profit
The taxable profit of each company is as follows:
31 Maret/
March
2014
192,218
50,508
242,726
Parent
Subsidiary
In these consolidated financial statements, the amount
of taxable income for 31 March 2015 is based on
preliminary calculations, as the Company and
subsidiary has not yet submitted its corporate income
tax returns.
33
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND DECEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
11. PERPAJAKAN (Lanjutan)
11. TAXATION (Continued
g. The calculation of current tax expense and payable is
as follows:
g. Perhitungan beban pajak kini dan utang pajak adalah
sebagai berikut:
31 Maret/
March
2015
Entitas induk:
Laba kena pajak
Beban pajak kini
Pajak dibayar dimuka:
Pajak penghasilan pasal 22
Pajak penghasilan pasal 23
Pajak penghasilan pasal 25
Lebih bayar atas pajak penghasilan
badan untuk entitas induk untuk
tahun buku yang berakhir pada
30 September 2013
Utang pajak penghasilan
Entitas anak:
Laba kena pajak
Beban pajak kini
Pajak dibayar dimuka:
Pajak penghasilan pasal 23
Pajak penghasilan pasal 25
Pajak penghasilan lebih bayar (utang
pajak penghasilan)
31 Maret/
March
2014
120,046
(30,012)
192,218
(48,960)
1,882
391
44,404
2,068)
468)
42,512)
16,665
-)
3,912
31,824
(7,956)
50,508
(12,627)
24,384
510
16,202
16,428
4,085
Parent:
Taxable profit
Current tax expense
Prepaid taxes:
Income tax article 22
Income tax article 23
Income tax article 25
Overpayment of corporate income
tax of the parent company
for the year ended
30 September 2013
Corporate Income tax payable
Subsidiary:
Taxable profit
Current tax expense
Prepaid taxes:
Income tax article 23
Income tax article 25
Overpayment of Corporate income tax
(corporate Income tax
payable)
)
h. The components of the deferred tax assets and
liabilities are as follows:
h. Komponen aset dan liabilitas pajak tangguhan adalah
sebagai berikut:
Diakui dalam
laba atau rugi
selama
periode/
Recognized in
31
Desember/ profit or loss
December during the
period
2014
Entitas induk:
Aset pajak tangguhan:
Laba belum terealisasi dalam
persediaan
Cukai
Imbalan dan kompensasi
kerja
Penyisihan persediaan slowmoving
Penyisihan untuk penurunan
nilai aset tetap
Lain-lain
Liabilitas pajak tangguhan:
Aset tetap
Liabilitas pajak tangguhan,
bersih
Diakui dalam
pendapatan
komprehensif
lainnya/
Recognized in
other
comprehensive
income
31
Maret/
March
2015
Parent:
Deferred tax assets:
Unrealized profits in
Inventories
Excise
Employee benefits and
compensation
Allowance for slow-moving
inventories
Provision for impairment of
fixed assets
Others
14,151
(7,469)
(5.356)
6,608
-
8,795
(861)
7,132
724
-
7,856
651
-
-
651
454
15,486
30,405
(269)
2,532
4,239
-
185
18,018
34,644
(100,204)
(4,528)
-
(104,732)
Deferred tax liability:
Fixed assets
(69,799)
(289)
-
(70,088)
Deferred tax liability, net
34
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
11.TAXATION (Continued)
11. PERPAJAKAN (Lanjutan)
31 Desember/
December
2014
Entitas anak:
Aset pajak tangguhan:
Beban promosi dan jasa
profesional yang masih
harus dibayar
Imbalan dan kompensasi
kerja
Aset tetap
Aset pajak tangguhan,
bersih
Diakui dalam
laba atau rugi
selama periode/
Recognized in
profit or loss
during the
period
Penyisihan untuk penurunan
nilai aset tetap
Lain-lain
Liabilitas pajak tangguhan:
Aset tetap
Liabilitas pajak tangguhan,
bersih
31 Maret/
March
2015
19,863
685
-
20,548
8,298
317
3,675
(18)
-
11,973
299
Subsidiary:
Deferred tax assets:
Accrued promotion and
professional
fees expense
Employee benefits and
compensation
Fixed assets
28,478
4,342
-
32,820
Deferred tax assets, net
31
Desember/
December
2013
Entitas induk:
Aset pajak tangguhan:
Laba belum terealisasi dalam
persediaan
Cukai
Imbalan dan kompensasi
kerja
Penyisihan persediaan slowmoving
Diakui dalam
pendapatan
komprehensif
lainnya/
Recognized in
other
comprehensive
income
Diakui
dalam laba
atau rugi
selama
periode/
Recognized
in profit or
loss during
the period
Diakui dalam
pendapatan
komprehensif
lainnya/
Recognized in
other
comprehensive
income
31
Desember/
December
2014
Parent:
Deferred tax assets:
Unrealized profits in
Inventories
Excise
Employee benefits and
compensation
Allowance for slowmoving
inventories
Provision for impairment
of
fixed assets
Others
6,074)
(3,636)
8,077)
(3,833)
-
14,151)
(7,469)
5,995)
(135)
1,272
7,132)
396)
255)
-
651)
1,836)
5,613)
16,278)
(1,382)
9,873)
12,855)
1,272
454)
15,486)
30,405)
(75,623)
(24,581)
-
(100,204)
Deferred tax liability:
Fixed assets
(59,345)
(11,726)
1,272
(69,799)
Deferred tax liability, net
35
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
11.TAXATION (Continued)
11. PERPAJAKAN (Lanjutan)
31
Desember/
December
2013
Entitas anak:
Aset pajak tangguhan:
Beban promosi dan jasa
profesional yang masih
harus dibayar
Imbalan dan kompensasi
kerja
Aset tetap
Aset pajak tangguhan,
bersih
Diakui dalam
laba atau rugi
selama periode/
Recognized in
profit or loss
during the
period
Diakui dalam
pendapatan
komprehensif
lainnya/
Recognized in
other
comprehensive
income
31
Desember/
December
2014
19,140
723)
-
19,863
8,039
137
(744)
180)
1,003
-
8,298
317
27,316
159)
1,003
28,478
Subsidiary:
Deferred tax assets:
Accrued promotion and
professional
fees expense
Employee benefits and
compensation
Fixed assets
Deferred tax assets, net
Realisasi dari aset pajak tangguhan Perseroan dan
entitas anak tergantung pada laba fiskal yang dapat
dihasilkan pada periode mendatang. Manajemen
berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan ini dapat
dipulihkan pada periode mendatang.
Realization of the Company’s and subsidiary’s
deferred tax assets is dependent upon the availability
of future taxable income. Management believes that
these deferred tax assets are realizable in the
foreseeable future.
i. Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, Perseroan dan
entitas anak melaporkan pajak-pajaknya berdasarkan
sistem self-assessment. Fiskus dapat menetapkan atau
mengubah pajak-pajak tersebut sebelum masa
kadaluwarsa pemeriksaan sebagaimana yang telah
ditetapkan oleh peraturan yang berlaku.
i. Under the taxation laws of Indonesia, the Company
and subsidiary submit tax returns on the basis of selfassessment. The tax authorities may assess or amend
taxes within the statute of limitations, under
prevailing regulations.
Posisi pajak perseroan mungkin akan dipertanyakan
oleh fiskus. Manajemen berusaha mempertahankan
posisi pajak perseroan yang sebagaimana dipercaya
memiliki dasar-dasar teknis yang memadai berdasarkan
peraturan perpajakan.
The Company’s tax positions may be challenged by
the tax authorities. Management vigorously defends
the Company’s tax positions which are believed to be
grounded on sound technical basis, in compliance
with the tax regulations.
36
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
12. JAMINAN EMBALASI
12. DEPOSITS ON CONTAINERS
Jaminan embalasi merupakan deposit atas kemasan (botol,
keg, tabung CO2 dan krat) yang diterima dari pelanggan dan
akan dikembalikan pada saat kemasan tersebut
dikembalikan, dalam jangka pendek.
Deposits on containers represent returnable packaging
(bottle, keg, CO2 cylinders and crates) deposits received
from customers and will be refunded when the packaging
is returned, in the short-term period.
13. LIABILITAS JANGKA PENDEK LAINNYA
31 Maret/
March
2015
Iklan dan promosi
Jasa teknik dan royalti
Perolehan aset tetap
Transportasi
Gaji dan kompensasi karyawan
lainnya
Dividen
Cukai
Uang muka dari pelanggan
Lainnya
13. OTHER CURRENT LIABILITIES
31 Desember/
December
2014
109,923
32,196
25,026
39,486
88,680
49,469
39,540
33,612
38,920
11,202
82,042
7,508
94,428
440,731
29,621
11,471
2,362
104,292
359,047
14. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Advertising and promotions
Technical fees and royalty
Acquisition of fixed assets
Transportation
Salaries and other employee
compensation
Dividends
Excise
Advance from customer
Others
14. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION
a. Program pensiun imbalan pasti
Perseroan dan entitas anak telah membentuk program
pensiun imbalan pasti (“Program”) yang pesertanya
meliputi seluruh karyawan tetap Perseroan dan entitas
anak. Program tersebut memberikan imbalan pensiun
yang akan dibayarkan pada saat karyawan pensiun, yang
jumlahnya terutama tergantung pada masa kerja dan
kompensasi pada saat karyawan tersebut pensiun.
a. Defined benefit pension plan
The Company and its subsidiary have established a
defined benefit pension plan (the “Plan”) that covers
all permanent employees of the Company and its
subsidiary. The Plan provides for benefits to be paid
to eligible employees at retirement based primarily
upon years of service and remuneration on retirement.
Perseroan dan entitas anak memberikan kontribusi pada
Dana Pensiun Multi Bintang (Dana Pensiun telah
disetujui oleh Menteri Keuangan). Perseroan dan entitas
anak mendanai program ini melalui kontribusi yang
jumlahnya cukup untuk memenuhi persyaratan
minimum dalam peraturan dana pensiun.
The Company and subsidiary make contributions to
the Multi Bintang Pension Fund (the Pension Fund
has been approved by the Minister of Finance). The
Company and subsidiary have funded this plan
through contributions which are sufficient to meet the
minimum requirements set forth in applicable pension
fund laws.
37
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
14. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)
14. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (Continued)
b. Selisih antara
liabilitas menurut Undang-Undang
Ketenagakerjaan dengan program pensiun imbalan pasti
b. Excess of obligation under Labor Law over defined
benefit pension plan
Berdasarkan peraturan ketenagakerjaan Indonesia
(Undang-Undang No. 13/2003), Perseroan dan entitas
anak diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun
minimum, jika belum dipenuhi oleh program pensiun
yang diselenggarakan, kepada para karyawan yang
mencapai usia pensiun.
Under Indonesian labor regulations (Law No.
13/2003), the Company and its subsidiary are
required to provide a minimum pension benefit, if not
already covered by the sponsored pension plan, to
their employees upon retirement.
c. Jumlah yang diakui di laporan posisi keuangan
konsolidasian adalah sebagai berikut:
c. The amounts recognized in the consolidated
statements of financial position are as follows:
Program pensiun
imbalan pasti/
Defined benefits
pension plan
Mar 2015 Dec 2014
Nilai kini dari liabilitas
imbalan pasti
Nilai wajar aset program
Status tidak didanai
Aset diakui dalam ekuitas
Nilai bersih kerugian
aktuaria yang belum
diakui
Biaya jasa lalu yang
belum diakui
Liabilitas pensiun
imbalan pasti
Liabilitas pensiun pada
awal periode
Dampak dari penerapan
PSAK No.24 (Revisi
2010)
Beban imbalan
Imbalan yang dibayarkan
Pengakuan di pendapatan
komprehensif lain
Liabilitas pensiun
pada akhir periode
Selisih antara liabilitas
menurut UndangUndang
Ketenagakerjaan
dengan program
pensiun imbalan pasti/
Excess of obligation
under Labor Law over
defined benefits
pension
Plan
Mar 2015 Dec 2014
Imbalan kerja jangka
panjang lainnya/
Other long-term
employee benefits
Mar 2015 Dec 2014
Liabilitas imbalan
kerja/
Employee benefits
obligation
Mar 2015 Dec 2014
105,098
(98,431)
6,667
101,048)
(93,088)
7,960)
7,670
7,670
7,161)
-)
7,161)
840
840
770)
-)
770)
113,607
(98,431)
15,176
108,979)
(93,088)
15,891)
-
-)
-
-)
-
-)
-
-)
-
-)
-
-)
-
-)
-
-)
6,667
7,960)
7,670
7,161
840
770)
15,176
15,891)
7,960
3,533)
7,161
7,577)
770
797)
15,891
11,907)
2,026
(3,319)
-)
6,445)
(12,945)
509
-
-)
1,958)
(548)
70
-
-)
174)
(201)
2,606
(3,319)
-)
8,577)
(13,694)
-
10,927)
-
(1,826)
-
-)
-
9,101)
6,667
7,960)
7,670
7,161
840
770)
15,176
15,891)
Present value of
defined benefits
obligation
Fair value of plan assets
Unfunded status
Asset recognized in equity
Unrecognized net
actuarial loss
Unrecognized past
service cost
Defined benefits pension
liability
Benefits obligation at
beginning of the period
Impact of adoption of
PSAK No.24 (2010
Revision)
Benefits expense
Benefits paid
Recognized in other
comprehensive income
Benefits obligation at
end of the period
38
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
14. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)
14. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (Continued)
d. The amounts recognized in the consolidated
statements of comprehensive income are as follows:
d. Jumlah yang diakui di laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian adalah sebagai berikut:
Program pensiun
imbalan pasti/
Defined benefit
pension plan
Mar 2015 Dec 2014
Biaya jasa kini
Biaya bunga
Hasil yang diharapkan
dari aset program
Kerugian (keuntungan)
bersih aktuaria yang
diakui
Beban imbalan bersih
e.
Selisih antara liabilitas
menurut UndangUndang
Ketenagakerjaan
dengan program
pensiun imbalan pasti/
Obligation under
Labor Law over
defined
Benefit pension plan
Mar 2015 Dec 2014
Imbalan kerja jangka
panjang lainnya/
Other long-term
employee benefits
Mar 2015 Dec 2014
Beban imbalan/
Benefit expense
Mar 2015 Dec 2014
1,999
2,050
6,741)
7,340)
358
151
1,353)
605)
56
14
204)
52)
2,413
2,216
8,298)
7,997)
(2,022)
(7,636)
-
-)
-
-)
(2,022)
(7,636)
2,027
-)
6,445)
509
-)
1,958)
70
(82)
174)
2,606
(82)
8,577)
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai wajar
asset
31 Maret/
March
2015
Nilai wajar aset program pada awal
periode
Hasil yang diharapkan dari aset
program
Kontribusi dari pemberi kerja
Imbalan yang dibayarkan
Keuntungan (kerugian) aktuarial dari
aset program
Nilai wajar aset program pada akhir
periode
e.
Current service cost
Interest cost
Expected return on
plan assets
Recognized net
actuarial loss (gain)
Net benefit expenses
Reconciliation of the beginning and ending
balances of the fair value of plan asset
31 Desember/
December
2014
93,088
82,026)
1,937
5,192
(1,538)
7,636)
12,945)
(8,199)
(247)
(1,320)
98,432
93,088)
Fair value of plan assets, beginning of
the period…
Expected return on plan assets
Contribution by employer
Benefits paid
Actuarial gain (loss) on plan assets
Fair value of plan assets, end of the
period
39
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
14. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)
f.
14. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (Continued)
Aset program terdiri dari:
f.
31 Maret/
March
2015
Deposito berjangka
Tabungan
Properti
Obligasi
g.
76,540
5,513
3,412
12,967
98,432
31 Desember/
December
2014
78%
6%
3%
13%
100%
Asumsi aktuaria
69,278
8,713
3,412
11,685
93,088
g.
Asumsi dasar per 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014
adalah sebagai berikut:
31 Maret/
March
2015
Tabel Mortalita
Tingkat diskonto
Tingkat imbal hasil yang
diharapkan dari aset program
Tingkat kenaikan gaji
Usia pensiun
Plan assets consist of the following:
74%
9%
4%
13%
100%
Time deposits
Saving accounts
Property
Bonds
Actuarial assumptions
The principal actuarial assumptions as of 31 March
2015 and 31 December 2014 2014 are as follows:
31 Desember/
December
2014
ITM 2011
8.52% per tahun/p.a.
ITM 2011
8.52% per tahun/p.a.
8.52% per tahun/p.a.
8% per tahun/p.a.
57
8.52% per tahun/p.a.
8% per tahun/p.a.
57
Mortality table
Discount rate
Rate of expected return
on plan assets
Pensionable salary increases
Pension age
40
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
14. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)
h.
14. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (Continued)
Nilai kini liabilitas imbalan, nilai wajar aset program
dan status pendanaan, serta penyesuaian aset dan
liabilitas program dari tahun 2010 sampai 2015 adalah
sebagai berikut:
31 Mar
2015
Nilai kini liabilitas
imbalan pasti
Nilai wajar aset
program
Status tidak
didanai
Penyesuaian aset
program
The amount of the present value of obligation, the
fair value of plan assets, the funding status and
experience adjustment arising from plan assets and
liabilities for the years from 2010 to 2015 were as
follows:
30 Sep
2012
31 Dec
2011
31 Dec
2010
(113,607)
(108,979)
(117,414)
(102,505)
(80,518)
98,431
93,088)
78,272)
73,694)
74,158)
Present value of
defined benefits
obligation
Fair value of plan
assets
(15,176)
(15,891)
(39,142)
(28,811)
(6,360)
Unfunded status
31 Mar
2015
Penyesuaian
liabilitas
program
31 Dec
2014
h.
31 Dec
2014
30 Sep
2012
31 Dec
2011
31 Dec
2010
(1,310)
(1,747)
3,749)
647)
(4,856)
990
1,320
(387)
(990)
65)
15. MODAL SAHAM
Experience
adjustments arising
from plan liabilities
Experience
adjustments arising
from plan assets
15. SHARE CAPITAL
Per 31 Desember 2014, jumlah saham dasar ditempatkan
dan disetor penuh terdiri atas 2.107.000.000 saham (nilai
nominal Rp 10 [Rupiah penuh] per saham).
As of 31 December 2014, the Company’s authorized, issued
and paid-up share capital comprised of 2,107,000,000
shares (par value Rp 10 [in whole Rupiah] per share).
Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Maret 2015
dan 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:
The Company’s shareholders as of 31 March 2015 and 31
December 2014 were as follows:
Pemegang saham
Heineken International B.V.
Masyarakat lainnya
Hollandsch Administratiekantoor B.V.
Jumlah
saham/
Number
of shares
1,723,151,000
344,005,000
39,844,000
2,107,000,000
Persentase/
Percentage
81.78
16.33
1.89
100.00
Jumlah
nominal/
Nominal
value
17,232
3,440
398
21,070
Shareholders
Heineken International B.V.
Public shareholders
Hollandsch Administratiekantoor B.V.
41
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
16. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Tambahan modal disetor merupakan selisih antara harga
jual dengan nilai nominal saham Perseroan yang dijual
kepada masyarakat Indonesia pada tahun 1981.
17. SALDO LABA YANG DICADANGKAN
16. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL
This account represents the amount received by the
Company in excess of the Rupiah par value of the shares
sold to the Indonesian public in 1981.
17. APPROPRIATED RETAINED EARNINGS
Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas
No. 40/2007, Perseroan diwajibkan mengalokasikan
sejumlah tertentu dari laba bersih setiap tahunnya ke dana
cadangan hingga cadangan tersebut mencapai 20% dari
modal ditempatkan. Jumlah minimum yang wajib
dicadangkan belum ditetapkan oleh Pemerintah
Indonesia. Cadangan ini akan digunakan untuk menutup
kerugian pada masa yang akan datang yang tidak dapat
ditutup dengan saldo laba.
Under the Indonesian Company Law No. 40/2007, the
Company is obliged to annually allocate a certain amount
from its net income to a statutory reserve fund, until the
statutory reserve fund reaches 20% of subscribed capital.
The minimum requested amount, to be annually allocated to
the statutory reserve fund, has not yet been determined by
the Indonesian Government. The statutory reserve fund
shall be used to offset future losses not otherwise absorbed
by retained earnings.
Pada Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham
Perseroan tanggal 15 Februari 2013 (risalah dituangkan
dalam pernyataan notaris H. Syarif Siangan Tanudjaja,
SH No. 27/K/II/2013, tanggal 15 Februari 2013), para
pemegang saham menyetujui untuk mengalokasikan
sejumlah Rp 1 juta dari laba bersih Perseroan tahun 2012
sebagai cadangan.
At the Annual General Shareholders’ Meeting of
Company on 15 February 2013 (minutes notarized
statement of H. Syarif Siangan Tanudjaja,
No. 27/K/II/2013
dated
15 February
2013),
shareholders agreed to allocate Rp 1 million of
Company’s 2012 net income to a statutory reserve.
Pada Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham
Perseroan tanggal 12 Mei 2014 (risalah dituangkan dalam
pernyataan notaris H. Syarif Siangan Tanudjaja, SH.
No. 60/K/V/2014, tanggal 12 Mei 2014), para pemegang
saham menyetujui untuk mengalokasikan sejumlah Rp 1
juta dari laba bersih Perseroan tahun 2013 sebagai
cadangan.
At the Annual General Shareholders’ Meeting of the
Company on 12 May 2014 (minutes notarized by H. Syarif
Siangan Tanudjaja, SH. No. 60/K/V/2014 dated 12 May
2014), the shareholders agreed to allocate Rp 1 million of
the Company’s 2013 net income to a statutory reserve.
Saldo laba yang dicadangkan pada tanggal 31 Maret 2015
dan 31 Desember 2014 masing-masing berjumlah Rp 12
juta dan Rp 11 juta.
The balance of appropriated retained earnings as at
31 March 2015 and 31 December 2014 amounted to Rp 12
million and Rp 11 million.
the
by
SH
the
the
42
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
18. PENDAPATAN
18. REVENUE
31 Maret/
March
2015
Penjualan bersih ke pihak ketiga:
Lokal
Ekspor
Penjualan ekspor ke pihak berelasi
Penjualan bersih berdasarkan
kelompok produk:
Bir
Soft drink
554,570
12,667
1,749
568,986
526,047
42,939
568,986
Rincian pelanggan utama dengan nilai penjualan bersih
melebihi 10% dari nilai penjualan bersih konsolidasian
adalah sebagai berikut:
31 Maret/
March
2015
PT Bintang Bali Indah
PT Gitaswara Indonesia
102,615
87,595
31 Maret/
March
2014
726,189
7,167
4,786
738,142
663,948
74,194
738,142
Net sales by product
group:
Beer
Soft drink
Major customers for which the net sales value exceeded
10% of the consolidated net sales are as follows:
31 Maret/
March
2014
92,913
115,700
19. BIAYA POKOK PENJUALAN
PT Bintang Bali Indah
PT Gitaswara Indonesia
19. COST OF GOODS SOLD
31 Maret/
March
2015
Bahan baku dan bahan kemasan yang
dipakai
Biaya upah langsung
Biaya pabrikasi
Jumlah biaya produksi
Penurunan/(kenaikan) persediaan
barang dalam pengolahan
Biaya pokok produksi
Penurunan/(kenaikan) persediaan
barang jadi
Net sales to third parties:
Local
Export
Export sales to related parties
99,966
24,999
135,068
260,033
7,226
267,259
(6,798)
260,461
Tidak ada pembelian dari satu penjual yang melebihi 10%
dari jumlah pendapatan konsolidasian.
31 Maret/
March
2014
Raw materials and packaging
materials used
Direct labor cost
Manufacturing overhead
Total production costs
Decrease/(increase) of goods in process
(68,089)
inventory
316,089
Cost of goods manufactured
Decrease /(increase) of finished goods
(6,056)
Inventory
310,033
247,874
23,486
112,818
384,178
No purchases from any single supplier which exceeded 10%
of the total consolidated revenue.
43
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
20. BEBAN PEMASARAN DAN PENJUALAN
20. MARKETING AND SELLING EXPENSES
31Maret/
March
2015
Promosi
Distribusi
Gaji dan kompensasi karyawan
lainnya
Penyusutan
Penyisihan piutang ragu - ragu
Lain-lain
31 Maret/
March
2014
46,974
36,344
55,351
44,724
16,063
351
20,000
7,424
127,156
11,663
519
9,373
121,630
21. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
21. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
31 Maret/
March
2014
31 Maret/
March
2015
Gaji dan kompensasi karyawan
lainnya
Penyusutan dan amortisasi
Perjalanan, komunikasi, jasa
profesional, dan lain-lain
13,766
2,184
9,923
1,843
14,028
29,978
19,243
31,009
22. DIVIDEN KAS
Dividen kas untuk hasil operasi
tahun 2014:
Dividen kas interim sebesar Rp
119 (Rupiah penuh) per saham,
sesuai dengan Keputusan Sirkuler
dari Direksi Perseroan tanggal
21 Oktober 2014
Salaries and other employee
compensation
Depreciation and amortization
Travelling, communications,
professional fees, and other
22. CASH DIVIDENDS
31 Maret/
March
2015
Dividen kas untuk hasil operasi tahun
2013:
Dividen kas final sebesar
Rp 46.076 (Rupiah penuh) per
saham diputuskan dalam Rapat
Umum Pemegang Saham
Perseroan Tahunan Tanggal
12 Mei 2014
Promotions
Distribution
Salaries and other employee
compensation
Depreciation
Allowance for Impairment account
Others
31 Desember/
December
2014
970,821
Cash dividends for 2013
results:
Final cash dividends of
Rp 46,076 (whole Rupiah)
per share, as per Annual
general Meeting of Shareholders
of the Company on
12 May 2014
-
250,733
Cash dividends for 2014
results:
Interim cash dividends of Rp 119
(whole Rupiah) per share, based on
Circular Resolution of the Board of
Directors of the Company dated 21
October 2014
-
1,221,554
-
44
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN
PIHAK-PIHAK BERELASI
23. RELATED PARTIES BALANCES AND
TRANSACTIONS
Saldo signifikan dengan pihak berelasi per tanggal
31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebagai
berikut:
31 Maret/
March
2015
Dalam
jutaan
Rupiah/In
millions
of Rupiah
%*)
Significant outstanding balances with related parties as of
31 March 2015 and 31 Desember 2014 are as follows:
31 Desember/
December
2014
Dalam
jutaan
Rupiah/In
millions
of Rupiah
%*)
Piutang usaha (Catatan 4):
Drinkworks Limited., Australia
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(dahulu Asia Pacific Breweries
Limited), Singapura
Trade receivables (Note 4):
600
128
0.11
0.02
184
-
0.1
Drinkworks Limited, Australia
-
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(formerly Asia Pacific Breweries
Limited), Singapore
Utang usaha (Catatan 9):
Mouterij Albert N.V., Belanda
Liabilitas jangka pendek lainnya
(Catatan 13):
Jasa teknik:
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(dahulu Asia Pacific Breweries
Limited), Singapura
Royalti:
Heineken Brouwerijen B.V.,
Belanda
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(dahulu Asia Pacific Breweries
Limited), Singapura
Heineken International BV
Biaya-biaya tenaga kerja asing:
Heineken International B.V.,
Belanda
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(dahulu Asia Pacific
Breweries Limited),
Singapura
Lainnya:
Heineken International B.V.,
Belanda
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(dahulu Asia Pacific
Breweries Limited),
Singapura
Heineken Browerijen B.V.,
Belanda
Heineken Supply chain B.V.,
Belanda
6,966
8.76
8,457
3.9
4,481
1.02
29,585
8.2
2,425
0.55
3,521
1.0
10,431
2.37
-
-
2,245
0.55
-
-
2,944
0.67
3,123
0.9
1,939
0.44
1,246
0.3
1,320
0.30
1,497
0.4
323
0.07
816
0.2
229
0.05
159
0.1
1,622
27,959
0.37
6.39
1,435
41,382
0.4
11.5
Trade payables (Note 9):
Mouterij Albert N.V., The
Netherlands
Other current liabilities
(Note 13):
Technical fees:
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(formerly Asia Pacific Breweries
Limited), Singapore
Royalty:
Heineken Brouwerijen
B.V., the Netherlands
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(formerly Asia Pacific Breweries
Limited), Singapore
Heineken International B.V.,
the Netherlands
Charges related to employee costs:
Heineken International B.V.,
The Netherlands
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(formerly Asia Pacific
Breweries Limited), Singapore
Others:
Heineken International B.V.,
the Netherlands
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(formerly Asia Pacific Breweries
Limited), Singapore
Heineken Browerijen B.V.,
The Netherland
Heineken Supply chain B.V.,
The Netherland
45
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN
PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
23. RELATED PARTY BALANCES AND
TRANSACTIONS (Continued)
Transaksi-transaksi signifikan dengan pihak-pihak
berelasi pada 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014
adalah sebagai berikut:
31 Maret/
March
2015
Dalam
jutaan
Rupiah/In
millions
of Rupiah
%**)
Significant related party transactions during 31 March
2015 and 31 December 2014 are as follows:
31 Desember/
December
2014
Dalam
jutaan
Rupiah/
In
millions
of Rupiah
%**)
Pembelian persediaan:
Mouterij Albert N.V., Belanda
Jasa teknik:
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(dahulu Asia Pacific
Breweries Limited),
Singapura (Catatan 26)
Royalti:
Heineken Brouwerijen B.V.,
Belanda (Catatan 26)
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(dahulu Asia Pacific
Breweries Limited),
Singapura
Heineken International BV.,
Belanda
Penjualan:
Drinkworks Limited.,
Australia
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(dahulu Asia Pacific
Breweries Limited),
Singapura (Catatan 26)
*) % terhadap jumlah akun bersangkutan
**) % terhadap total pembelian
***) % terhadap penjualan bersih
10,235
4,481
3.9
1.7
46,417
89,674
3.9
Purchases of inventories:
Mouterij Albert N.V., The
Netherlands
7.6
Technical services:
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(formerly Asia Pacific Breweries
Limited), Singapore (Note 26)
2,541
2.1
13,241
1.1
10,431
2,245
1.0
4.0
-
-
-
-
Royalty:
Heineken Brouwerijen B.V.,
The Netherlands (Note 26)
Heineken Aasia Pacific Ltd.,
(formerly Asia Pacific
Breweries Limited),
Singapore
Heineken International B.V.,
the Netherlands
0.41***)
Sales:
Drinkworks Limited.,
Australia
1,030
128
1,158
0.2
0.02
0,2
12,136
466
12,602
0.02***)
0.43
Heineken Asia Pacific Ltd.,
(formerly Asia Pacific
Breweries Limited),
Singapore (Note 26)
*) % of total respective account
**) % of total costs of purchase
***) % of total net sales
46
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN
PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
23. RELATED PARTY BALANCES AND
TRANSACTIONS (Continued)
Sifat hubungan dan jenis transaksi dengan pihak-pihak
berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak berelasi/
Related parties
The nature of the relationship and transactions with related
parties is as follows:
Hubungan relasi/
Related parties relationship
Transaksi/
Transactions
Heineken Asia Pacific Ltd., (dahulu Asia
Pacific Breweries Limited), Singapura/
Heineken Asia Pacific Ltd., (formerly Asia
Pacific Breweries Limited), Singapore
Perusahaan afiliasi/
Jasa teknik/Technical services
Affiliated company
Penjualan/Sales
Mouterij Albert N.V., Belanda/
Mouterij Albert N.V., The Netherlands
Perusahaan afiliasi/
Affiliated company
Pembelian persediaan/
Purchases of inventories
Heineken Supply Chain B.V., Belanda/
Heineken Supply Chain B.V.,
The Netherlands
Perusahaan afiliasi/
Affiliated company
Jasa teknik/Technical services
Heineken International B.V., Belanda/
Heineken International B.V., The
Netherlands
Perusahaan induk/
Parent company
Jasa teknik/Technical services
Heineken Brouwerijen B.V., Belanda/
Heineken Brouwerijen B.V.,
The Netherlands
Perusahaan afiliasi/
Affiliated company
Royalti/Royalty
Drinkworks Limited., Australia/
Drinkworks Limited., Australia
Perusahaan afiliasi/
Affiliated company
Penjualan/Sales
Kompensasi personil manajemen kunci
Yang termasuk personil
Komisaris dan Direksi.
manajemen
Key management employees compensation
kunci
adalah
Berikut ini mencerminkan kompensasi yang dibayarkan
atau terutang kepada personil manajemen kunci:
The following reflects compensation paid or payable to key
management personnel:
31 Maret/March 2015
Dewan Direksi dan Komisaris
Board of Directors & Commisioners
%
Rp
Gaji dan imbalan kerja
jangka pendek lainnya
Imbalan pasca kerja
Imbalan kerja jangka
panjang lainnya
Key management includes Commissioners and Directors.
31 Maret /March 2014
Dewan Direksi dan Komisaris
Board of Directors & Commisioners
%
Rp
91.1%
7.9%
8,665
752
93.9%
0.8%
8,273
67
1.0%
96
5.3%
467
Salaries and other shortterm benefits
Post-employment benefits
Other long-term
benefits
47
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
24. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM
MATA UANG ASING
Aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing per
tanggal 31 Maret 2015 adalah sebagai berikut:
Mata uang asing/
Foreign currency
Aset:
Kas
Piutang usaha
24. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES IN
FOREIGN CURRENCIES
Monetary assets and liabilities in foreign currencies as of
31 March 2015 are as follows:
Dalam jutaan
Rupiah/
In millions
of Rupiah
USD
EUR
GBP
SGD
CHF
AUD
14,375
13,107
1,108
361
113
2
USD
4,820
Assets:
Cash
Trade receivables
33
33,886
Liabilitas:
Utang usaha
USD
EUR
GBP
9,957
9,965
22,961
Liabilitas jangka pendek
lainnya
Liabilities:
Trade payables
Other current liabilities
EUR
GBP
SGD
USD
10,203
20
2,308
8,700
(64,114)
Liabilitas moneter bersih dalam
mata uang asing
Pada saat diperlukan, Perseroan mengadakan kontrak
valuta berjangka untuk mengatasi risiko perubahan nilai
tukar mata uang asing yang timbul dari aktivitas
operasional.
(30,228)
Net monetary liabilities in foreign
currencies
When necessary, the Company enters into forward exchange
contracts to manage its exposure to changes in foreign
currency exchange rates arising from operating activities.
48
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
25. INSTRUMEN KEUANGAN DAN
MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
25. FINANCIAL INSTRUMENTS AND
FINANCIAL RISK MANAGEMENT
Instrumen Keuangan
Financial Instruments
Aset dan liabilitas Perseroan dan entitas anak diharapkan
dapat terealisasi atau diselesaikan dalam waktu dekat.
Oleh karena itu, nilai tercatatnya diperkirakan mendekati
nilai wajarnya.
The Company’s and subsidiary’s financial assets and
liabilities are expected to be realized or settled in the near
term. Therefore, their carrying amounts approximate their
fair values.
Manajemen risiko keuangan
Financial risk management
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan
Perseroan dan entitas anak adalah risiko pasar, risiko
kredit dan risiko likuiditas.
The main risks arising from the Company’s and
subsidiary’s financial instruments are market risk, credit
risk and liquidity risk.
a. Risiko Pasar
a. Market risk
i. Risiko nilai tukar mata uang
i. Currency risk
Transaksi pembelian aset tetap dan persediaan dari
produsen luar negeri dan pembayaran biaya iklan dan
promosi menyebabkan Perseroan dan entitas anak
memiliki risiko nilai tukar mata uang asing, terutama
dari hutang dalam mata uang US Dolar dan Euro.
Perseroan dan entitas anak mengelola keseluruhan
risiko dengan membeli atau menjual US Dolar dan
Euro, jika diperlukan.
Purchases of fixed assets and inventories from overseas
suppliers and payment of advertising and promotions
costs expose the Company and subsidiary to fluctuating
foreign exchange rates, primarily arising from US Dollar
and Euro payables. The Company and subsidiary
manage the overall risk by buying or selling US Dollars
and Euro at spot rates when necessary.
Pada saat diperlukan, Perseroan mengadakan kontrak
valuta berjangka untuk mengatasi risiko perubahan
nilai tukar mata uang asing yang timbul dari aktivitas
operasional. Instrumen keuangan derivatif dari
Perseroan tidak memenuhi persyaratan akuntansi
lindung nilai karena persyaratan untuk penerapan
akuntansi lindung nilai tidak terpenuhi. Perubahan
nilai wajar dari instrument derivatif diakui dalam laba
rugi periode berjalan.
When necessary, the Company enters into forward
exchange contracts to manage its exposure to changes in
foreign currency exchange rates arising from operating
activities. The Company’s derivative financial
instruments did not qualify for hedge accounting because
the requirements for the application of hedge accounting
were not met. The changes in the fair value of these
derivative instruments were recognized in the profit or
loss for the respective period.
Pada tanggal pelaporan, nilai bersih risiko nilai tukar
mata uang asing Perseroan dan entitas anak tercermin
di Catatan 24.
At reporting dates, the Company’s and subsidiary’s net
exposure to foreign currencies was reflected in Note 24.
49
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
25. INSTRUMEN KEUANGAN DAN
MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
25. FINANCIAL INSTRUMENTS AND
FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
ii. Risiko harga
Perseroan dan entitas anak akan mengalami risiko
harga jika terjadi kenaikan tarif pada pajak cukai yang
ditetapkan oleh pemerintah. Perseroan dan entitas anak
dapat meminimalkan risiko harga dengan memonitor
perubahan tarif pada pajak cukai dan menghitung efek
kenaikan tersebut pada harga jual.
ii. Price risk
The Company and subsidiary would be exposed to price
risk if there is a tariff increase of excise tax which is
determined by Government. The Company and
subsidiary manage to minimize the price risk by
monitoring tariff changes on excise tax and calculating
the impact to the increase of selling price.
iii. Risiko suku bunga
Pinjaman dengan tingkat bunga variabel mengekspos
Perseroan terhadap risiko suku bunga arus kas.
Pinjaman yang diterbitkan dengan tingkat suku bunga
tetap mengekspos Perseroan terhadap risiko nilai
wajar. Risiko tingkat suku bunga dari aset keuangan
tidak signifikan.
iii. Interest rate risk
Borrowings at variable rates expose the Company to
cash flow interest rate risk. Company issued at fixed
rates expose the Company to fair value risk. The interest
rate risk from financial assets is not significant.
Pada tanggal pelaporan, profil liabilitas keuangan
Perseroan yang dikenakan bunga adalah sebagai
berikut:
At the reporting dates, the profile of the Company
interest-bearing financial liabilities is as follows:
31 Maret/
March
2015
31 Desember/
December
2014
Pinjaman pada tingkat suku
bunga mengambang
-
250,000
9.1%
Pinjaman pada tingkat suku
bunga tetap
550,000
8.35% - 9.9%
500,000
8.5%-9.9%
Perseroan tidak mencatat liabilitas keuangan yang
dikenakan suku bunga tetap berdasarkan nilai wajar
melalui laba rugi sehingga perubahan suku bunga tidak
mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan.
Borrowings at variable rate
Borrowings at fixed rate
The Company does not account for its fixed-rate interest
bearing financial liabilities at fair value through profit
or loss. Therefore, change in the interest rate does not
affect the Company’s financial performance.
50
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
25. INSTRUMEN KEUANGAN DAN
MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
25. FINANCIAL INSTRUMENTS AND
FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
b. Risiko kredit
b. Credit risk
Risiko kredit Perseroan dan entitas anak terutama
berasal dari risiko kerugian yang muncul apabila
pelanggan gagal memenuhi kewajiban kontraktual
mereka. Perseroan dan entitas anak mengelola dan
mengendalikan risiko kredit dengan memiliki kebijakan
untuk memonitor risiko kredit seperti menetapkan
batasan jumlah piutang yang diberikan kepada
pelanggan. Penjualan produk dilakukan dengan
pelanggan yang memiliki sejarah kredit yang baik.
The Company’s and subsidiary’s credit risk mainly arises
from risk of loss if customers fails to discharge their
contractual obligations. The Company and subsidiary
manage and control the credit risk by having policies in
place to monitor credit risk, such as setting customers
credit limits. Sales of products are made to customers
with an appropriate credit history.
Untuk menghindari konsentrasi atas risiko kredit, kas
dan setara kas telah disimpan pada beberapa institusi
keuangan berbeda yang berkinerja baik.
To avoid concentration of credit risk, cash and cash
equivalents have been deposited at a number of different
financial institutions of good standing.
Eksposur maksimum Perseroan dan entitas anak atas
risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat bersih dari
tiap aset keuangan di laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Maximum exposure of the Company and subsidiaries to
credit risk is represented by net carrying amount of each
financial assets in the consolidated statements of
financial position.
Pelanggan paling signifikan dari Perseroan dan entitas
anak adalah PT Bintang Bali Indah dengan nilai
piutang tercatat per 31 Maret 2015 sebesar Rp 20.781
juta (2014: PT Bintang Bali Indah Indonesia Rp 47.969
juta).
Company’s and subsidiary’s most significant customer,
PT Bintang Bali Indah, accounts for Rp 20,781 million
of the trade receivables carrying amount at 31 March
2015 (2014: PT Bintang Bali Indah Rp 47,969 million).
Saldo piutang usaha adalah sebagai berikut:
Trade Receivable balances are as follows:
Nilai Bruto/
Gross Amount
31 Maret/
March
2015
Belum jatuh tempo
Lewat jatuh tempo
1-30 hari
Lewat jatuh tempo
31 - 60 hari
Penurunan Nilai/
Impairment
31 Maret/
March
2015
Nilai Bruto/
Gross Amount
31 Desember/
December
2014
Penurunan Nilai/
Impairment
31 Desember/
December
2014
155,150
-
327,933
-
Not past due
36,268
-
53,257
-
Past due 1 - 30 days
30,075
221,493
-
861
382,051
-
Past due 31 - 60 days
51
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
25. INSTRUMEN KEUANGAN DAN
MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
25. FINANCIAL INSTRUMENTS AND
FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
c. Liquidity risk
c. Risiko likuiditas
Perseroan dan entitas anak akan mengalami risiko
likuiditas jika terdapat perbedaan waktu yang
signifikan antara tertagihnya piutang dan penyelesaian
hutang yang signifikan. Perseroan dan entitas anak
mengelola risiko likuiditas ini dengan melakukan
pengawasan secara terus menerus atas arus kas
proyeksi dan aktual.
The Company and subsidiary would be exposed to
liquidity risk if there is a significant mismatch in the
timing of receivables collection and the settlement of
payables. The Company and subsidiary manage this
liquidity risk by on going monitoring of the projected and
actual cash flows.
Berikut ini adalah jatuh tempo kontraktual dari
liabilitas keuangan per 31 Maret 2015:
The following are the contractual maturities of financial
liabilities as of 31 March 2015:
Nilai tercatat/
Carrying amount
Utang usaha
Utang bank jangka pendek
Liabilitas jangka pendek lainnya
Liabilitas instrument keuangan
derivatif
Arus kas
kontraktual/
Contractual
cash flows
Kurang dari
1 tahun/
Less than
1 year
79,556
550,000
440,731
79,556
550,000
440,731
79,556
550,000
440,731
3,742
3,742
3,742
Trade payables
Short-term bank loan
Other current liabilities
Derivatif financial
instruments liabilities
Pengelolaan risiko modal
Capital risk management
Kebijakan Perseroan dan entitas anak adalah untuk
menjaga landasan modal yang kuat sehingga menjaga
kepercayaan investor, kreditor dan pasar dan juga untuk
mempertahankan perkembangan masa depan dari bisnis
Perseroan dan anak perusahaan. Dalam usaha untuk
menjaga struktur modal yang optimal, manajemen dapat
menentukan jumlah dividen yang dibayarkan kepada
pemegang saham.
The Company’s and subsidiary’s policy is to maintain a
strong capital base so as to maintain investor, creditor and
market confidence and to sustain future development of the
Company’s and subsidiary’s business. To maintain optimal
structure of capital, management determine the level of
dividends paid to shareholders.
Tidak ada perubahan yang dilakukan oleh Perseroan dan
anak perusahaan dalam melakukan pengelolaan modalnya
selama tahun/periode berjalan.
There were no changes in company’s and subsidiary’s
approach to capital management during the year/period.
52
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
26. PERJANJIAN-PERJANJIAN
a.
Perseroan mengadakan perjanjian bantuan teknik
(“Perjanjian”) dengan Heineken Supply Chain B.V.,
Belanda (“HSC”), pihak berelasi, di mana HSC
setuju untuk memberikan bantuan teknik jasa,
pembelian dan jasa lainnya, sebagaimana dan pada
saat diminta oleh Perseroan, selama jangka waktu 10
tahun efektif sejak 1 Januari 1981. Berdasarkan
Perjanjian ini, HSC juga akan memberikan
Perseroan untuk pemakaian yang berkelanjutan atas
label dan merek dagang Bir Bintang. Perjanjian ini
secara otomatis diperpanjang untuk setiap 10 tahun
berikutnya (perpanjangan terakhir di tahun 2001)
selama tidak ada pernyataan secara tertulis dari salah
satu pihak yang memberitahukan keinginannya
untuk mengakhiri Perjanjian tersebut. Sebagai
imbalan atas bantuan teknik dan hak penggunaan
merek dagang, Perseroan setuju membayar kepada
HSC sebesar EUR 3,6302 untuk setiap hektoliter bir
yang diproduksi.
26. AGREEMENTS
a.
The Company entered into a technical assistance
agreement (“the Agreement”) with Heineken Supply
Chain B.V., The Netherlands (“HSC”), a related
party, whereby the latter will render technical,
buying and other services, as and when requested by
the Company, for a period of 10 years effective from
1January 1981. Under the Agreement, HSC shall
also provide the Company the continued use of the
Bir Bintang label and trademark. The Agreement was
automatically renewed for another 10years (most
recently in 2001) as neither of the parties gave notice
in writing of any intention to terminate the
Agreement. In consideration for the technical
services and the right to use trademarks, The
Company has agreed to pay HSC a fee of
EUR 3.6302 per hectoliter of lager beer produced.
Berkenaan dengan perubahan kepemilikan pemegang
saham mayoritas pada 10 Februari 2010, maka HSC
mengalihkan seluruh hak, kepentingan dan kewajiban
yang ada di Perjanjian kepada Heineken Asia Pacific
Ltd. (dahulu Asia Pacific Breweries Limited) .
In relation to the change of the major shareholders
of the Company on 10 February 2010, HSC assigned
all rights, interests and obligations of the Agreement
to Heineken Asia Pacific Ltd. (formerly Asia Pacific
Breweries Limited).
Efektif 1 Januari 2015, semua perjanjian-perjanjian
di bawah ini akan menggantikan perjanjian bantuan
teknis sebelumnya.
Effective 1 January 2015, the below agreements will
replace the old Technical Assistance Agreement.
Perseroan mengadakan perjanjian-perjanjian dengan
pihak-pihak sebagaimana di bawah ini:
The Company entered into Agreements with the
following parties:
-
Perjanjian Ijin Merk Dagang (“TMLA”) dengan
Heineken Asia Pacific Pte. Ltd (‘HAPPL’)
Berdasarkan Perjanjian ini, HAPPL akan
memberikan Perseroan hak untuk menggunakan
label dan merk dagang Bir Bintang secara
berkelanjutan selama 5 tahun, efektif dari
tanggal 1 Januari 2015. Sebagai imbalan atas
hak ini, Perseroan setuju untuk membayar
HAPPL sejumlah royalti sebesar 2,5% dari total
penjualan konsolidasi atas produk bermerk
“Bintang”. Perjanjian ini akan diperpanjang
secara otomatis untuk periode 5 tahun
berikutnya kecuali diakhiri oleh salah satu pihak
secara tertulis 12 bulan sebelumnya.
-
Trade mark License Agreements with Heineken
Asia Pacific Pte. Ltd (‘HAPPL’)
Under this agreement, HAPPL shall provide the
Company with the continued use of Bir Bintang
label and trademark, for a period of 5 years
effective from 1 January 2015. In consideration
for this right, the Company has agreed to pay
HAPPL a royalty fee equal to 2.5% of the
consolidated revenue from products branded
“Bintang”. This agreement shall be automatically
renewed for a further period of 5 years unless
terminated by either party providing 12 months
written notice towards the end of the first period.
53
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
26. PERJANJIAN-PERJANJIAN (Lanjutan)
-
Perjanjian Bantuan Teknis dengan Heineken
Supply Chain B.V. (‘HSC’)
26. AGREEMENTS (Continued)
-
Berdasarkan Perjanjian ini HSC akan
memberikan jasa, nasihat dan bimbingan
berkaitan dengan aspek teknis dan operasional
dari kegiatan operasi industri bir, untuk periode
5 tahun dimulai dari 1 Januari 2015. Sebagai
imbalan atas jasa ini, Perseroan akan membayar
kepada HSC semua biaya langsung dan/atau
tidak langsung sehubungan dengan servis yang
diberikan. Perjanjian ini akan diperpanjang
secara otomatis untuk periode 5 tahun
berikutnya kecuali diakhiri oleh salah satu pihak
secara tertulis 12 bulan sebelum akhir dari
periode 5 tahun pertama atau akhir dari periode
5 tahun berikutnya.
-
Perjanjian Jasa Manajemen dengan Heineken
Asia Pacific Pte. Ltd (“HAPPL’)
Berdasarkan Perjanjian ini, HAPPL akan
memberikan jasa, nasihat dan bimbingan kepada
Perseroan dalam berbagai fungsi manajemen
diantaranya pemasaran, penjualan, keuangan,
logistik, teknologi informasi, sumber daya
manusia dan hukum, untuk periode 5 tahun
dimulai dari 1 Januari 2015. Atas jasa ini,
Perseroan akan membayar kepada HAPPL
sejumlah fee yang perhitungannya didasarkan
pada biaya aktual dalam pemberian jasa
ditambah 10% mark-up. Perjanjian ini akan
diperpanjang secara otomatis untuk periode
5 tahun berikutnya kecuali diakhiri oleh salah
satu pihak secara tertulis 6 bulan sebelum akhir
dari periode 5 tahun pertama atau akhir dari
periode 5 tahun berikutnya.
Technical Assistance Agreement with Heineken
Supply Chain B.V. (‘HSC’)
Under this agreement, HSC shall provide services,
advices and guidance related to technical and
operational aspect from operational activity of
breweries, for a period of 5 years effective from
1 January 2015. In consideration of the service
rendered, the Company shall pay to HSC all
direct and/or indirect costs incurred from the
services rendered. This agreement shall be
automatically renewed for a further period of
5 years unless terminated by either party
providing 12 months written notice towards the
end of the first period or at the end of any
subsequent period of 5 years.
-
Management Service Agreement with Heineken
Asia Pacific Pte. Ltd (“HAPPL’)
Under this agreement, HAPPL shall provide
services, advices and guidance related to
management function such as marketing, selling,
finance, logistics, information technology, human
resources and legal, for a period of 5 years
starting from 1 January 2015. For the service
provided, the Company shall pay to HAPPL a fee
based on actual costs incurred plus 10% mark-up.
This agreement shall be automatically renewed
for a further period of 5 years unless terminated
by either party providing 6 months written notice
towards the end of the first period or at the end of
any subsequent period of 5 years.
54
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
26. PERJANJIAN-PERJANJIAN (Lanjutan)
-
Perjanjian ‘Corporate Know-How’
Heineken International (“HI”)
26. AGREEMENTS (Continued)
dengan
-
Corporate Know-How’ Agreement with Heineken
International (“HI”)
Berdasarkan
Perjanjian
ini,
HI
akan
mentransfer,
menyediakan
dan
mengkomunikasikan pengetahuan dan informasi
yang bersifat rahasia kepada Perseroan yang
berhubungan dengan merk dagang produk,
database, prosedur, sistem dari Grup Heineken
dan praktek-praktek yang baik yang berlaku di
Grup Heineken, untuk periode 5 tahun dimulai
dari 1 Januari 2015. Sebagai imbalan atas hak
ini, Perseroan setuju untuk membayar HI
sejumlah remunerasi net atas pajak dan cukai
sebesar 0.4% dari total penjualan konsolidasi
Perseroan.
Under this agreement, HI shall transfer, provide,
and communicate of the knowledge and
information which is confidential, related to
trademarked product, database, procedures,
system of the Heineken Group, good practices
available in the Heineken Group, for a period of
5 years effective from 1 January 2015. In
consideration of this knowledge, the Company
shall pay to HI remuneration net of, all duties and
taxes and the rate of 0.4% of the consolidated
revenue of the Company.
Perjanjian ini akan diperpanjang secara
otomatis untuk periode 5 tahun berikutnya
kecuali diakhiri oleh salah satu pihak secara
tertulis 6 bulan sebelum akhir dari periode
5 tahun pertama atau akhir dari periode 5 tahun
berikutnya.
This agreement shall be automatically renewed
for a further period of 5 years, unless terminated
by either party providing 6 months written notice
towards the end of the first period or at the end of
any subsequent period of 5 years.
Selain perjanjian-perjanjian di atas, Perseroan
juga mengadakan Perjanjian Jasa Pengadaan
dengan Heineken Global Procurement B.V.
(‘HGP’).
In addition to above agreements, the Company
also entered into a Procurement Service
Agreement with Heineken Global Procurement
B.V. (‘HGP’).
Berdasarkan Perjanjian ini, HGP akan
melakukan negosiasi dengan pemasok atas
nama Perseroan. Kontrak perjanjian pemasokan
barang tetap antara Perseroan dengan pemasok.
HGP tidak menanggung risiko atas penjualan
dan pembelian barang. Dengan penandantangan
perjanjian ini, diharapkan adanya penurunan
harga pembelian untuk barang yang dinegosiasikan
oleh HGP. Untuk jasa pengadaan barang ini,
Perseroan akan membayar kepada HGP komisi
(“komisi pembelian”) sebesar 2,5% dari total
nilai pengadaan barang yang dinegosiasikan
oleh HGP. Perjanjian ini berlaku mulai dari
1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember
2019 kecuali diakhiri lebih awal sebagaimana
diatur oleh perjanjian ini.
Under this agreement, HGP will negotiate with
the vendors on behalf of the Company. The
procurement contract will still between the
Company and the vendors. HGP shall not take
any risk related to the sale and purchase of the
goods. With the signing of this agreement, it is
expected that the purchase price will decrease for
the goods negotiated by HGP. For this
procurement service, the Company will pay HGP
a commission (‘buying commission) equal to 2.5%
of the total procurement value negotiated by
HGP. This agreement covers a period from
1 January 2015 until 31 December 2019, unless
terminated earlier in accordance with the terms of
this agreement.
55
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
26. PERJANJIAN-PERJANJIAN (Lanjutan)
b. Pada tahun 2003, Perseroan mengadakan perjanjian
lisensi merek dagang (“Perjanjian”) dengan Diageo
Ireland, Republik Irlandia, dan Diageo Great Britain
Limited (“DGBL”), Inggris. Berdasarkan Perjanjian
ini, Perseroan memiliki hak eksklusif untuk
memproduksi dan menjual Guinness Foreign Extra
Stout (“FES”) di Indonesia dan dapat meminta
bantuan teknik dari DGBL sehubungan dengan
produksi FES. Perjanjian ini berlaku untuk masa
10 tahun sampai dengan 31 Desember 2013 dan
selanjutnya, kecuali dan sampai salah satu pihak
memberitahukan keinginannya untuk mengakhiri
Perjanjian ini. Atas hak eksklusif tersebut, Perseroan
membayar kepada DGBL sejumlah royalti sebesar
8,5% dari nilai penjualan bersih FES termasuk pajak
penjualan barang mewah dan bea cukai.
c.
Pada tahun 1982, Perseroan mengadakan perjanjian
royalti (“Perjanjian”) dengan Green Sands S.A.,
Swiss (“GSS”). Berdasarkan Perjanjian ini, Perseroan
diperbolehkan menggunakan merek dagang Green
Sands, membeli konsentrat dan memproduksi Green
Sands selama jangka waktu 10 tahun efektif sejak
30 Juni 1982. Perjanjian ini secara otomatis
diperpanjang untuk setiap 5 tahun berikutnya, kecuali
dan sampai salah satu pihak memberitahukan
keinginannya untuk mengakhiri perjanjian ini secara
tertulis 12 bulan sebelum tanggal pengakhiran. Tidak
ada pihak yang mengeluarkan pemberitahuan tersebut
sampai saat ini. Perseroan setuju untuk membayar
royalti kepada GSS sebesar CHF 1,79 untuk setiap
hektoliter penjualan Green Sands.
d. Efektif
sejak
1Januari
2004,
Perseroan
memperbaharui perjanjian distribusi (“Perjanjian”)
dengan
PTGitaswara
Indonesia,
dimana
PT Gitaswara Indonesia memiliki hak tunggal untuk
mendistribusikan dan menjual bir hitam Guinness
(Guinness Stout) yang diproduksi oleh Perseroan di
seluruh Indonesia. Perjanjian ini berlaku untuk masa
10 tahun sampai dengan 31 Desember 2013 dan
selanjutnya, kecuali dan sampai salah satu pihak
memberitahukan keinginannya untuk mengakhiri
Perjanjian ini. Perseroan saat ini sedang dalam proses
pengubahan Perjanjian.
26. AGREEMENTS (Continued)
b. In 2003, the Company entered into a trademark license
agreement (“the Agreement”) with Diageo Ireland,
Republic of Ireland, and Diageo Great Britain Limited
(“DGBL”), United Kingdom. Under the Agreement, the
Company has the exclusive right to produce and sell
Guinness Foreign Extra Stout (“FES”) in Indonesia and
may request technical assistance from DGBL in
connection with the production of FES. The agreement
covers a period of 10 years until 31December 2013 and
thereafter, unless and until terminated by either party.
For these rights, the Company pays DGBL a royalty fee
equal to 8.5% of FES net sales price including any luxury
sales tax and excise duty.
c. In 1982, the Company entered into a royalty agreement
(“the Agreement”) with Green Sands S.A., Switzerland
(“GSS”). Under the Agreement, the Company is granted
the permission to use the Green Sands trademark, to
purchase their concentrate and manufacture Green Sands
for a period of 10 years effective from 30 June 1982. The
Agreement is automatically renewable for another
5 years, unless and until either party gives to the other
12-month prior notice in writing of its intention to
terminate the Agreement. Neither party has issued such
notice to date. The Company has agreed to pay GSS a
royalty of CHF 1.79 per hectoliter of Green Sands sales
as consideration for such rights.
d. Effective from 1January 2004, the Company renewed its
distribution agreement (“the Agreement”) with
PT Gitaswara Indonesia, whereby PT Gitaswara
Indonesia has the sole right to distribute and sell
Guinness Stout brewed by the Company in and
throughout Indonesia. The Agreement covers a period of
10 years until 31 December 2013 and thereafter, unless
and until terminated by either party. The Company is
currently in process of amending the agreement.
56
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
26. PERJANJIAN-PERJANJIAN (Lanjutan)
e.
Pada
tanggal
17 Januari
2005,
Perseroan
mengadakan perjanjian lisensi merek dagang
(“Perjanjian”) dengan Heineken Brouwerijen B.V.,
Belanda, pihak berelasi. Berdasarkan Perjanjian ini,
Perseroan
memiliki
hak
eksklusif
untuk
menggunakan merek dagang Heineken selama jangka
waktu 10 tahun efektif sejak 1 Agustus 2004, yang
mana Perseroan membayar sejumlah royalti sebesar
7,2% dari nilai penjualan Heineken. Perjanjian ini
akan diperpanjang secara otomatis untuk periode
5 tahun berikutnya kecuali diakhiri oleh salah satu
pihak secara tertulis 12 bulan sebelum akhir dari
periode 10 tahun pertama atau akhir dari periode
5 tahun berikutnya.
27. STANDAR AKUNTANSI BARU
26. AGREEMENTS (Continued)
e.
On 17 January 2005, the Company entered into a
trademark license agreement (“the Agreement”) with
Heineken Brouwerijen B.V., the Netherlands, a
related party. Under the Agreement, the Company
has the exclusive right to use Heineken trademarks
for a period of 10 years effective from 1 August 2004,
for which the Company pays a royalty fee equal to
7.2% of Heineken sales proceeds. This agreement
shall be automatically renewed for a further period
of 5 years unless terminated by either party
providing 12 months written notice toward the end of
the first period of 10 years or at the end of any
subsequent period of 5 years.
27. NEW ACCOUNTING STANDARDS
Berikut ini adalah standar baru, revisi dan interpretasi
yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) yang
relevan untuk Perseroan dan entitas anak, berlaku efektif
per tanggal 1 Januari 2015:
The following are new standards, amendments and
interpretation issued by the Financial Accounting Standard
Board Institute of Accountant of Indonesia (DSAK-IAI) that
relevant to the Company and subsidiary, effective 1 January
2015 :
- PSAK No.1 (revisi 2013) “Penyajian laporan
keuangan”.
- PSAK No.4 (revisi 2013) “Laporan keuangan
tersendiri”.
- PSAK No.24 (revisi 2013) “Imbalan kerja”.
- PSAK No.65 “Laporan keuangan konsolidasian”.
- PSAK No.67 “Pengungkapan kepentingan dalam
entitas lain”.
- PSAK No.46 (revisi 2014) “Pajak Penghasilan”.
- PSAK No.48 (revisi 2014) “Penurunan nilai asset”.
- PSAK No.50 (revisi 2014) “Instrumen keuangan:
penyajian” .
- PSAK No.55 (revisi 2014) “Instrumen keuangan:
pengakuan dan pengukuran”.
- PSAK No. 60 (revisi 2014) “Instrumen keuangan:
pengungkapan”.
- ISAK No.15,”PSAK No. 24 - Batas Aset Imbalan
Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan
interaksinya”.
- PSAK No.1 (revised 2013) “Presentation of financial
statements”.
- PSAK No.4 (revised 2013) “Separate financial
statements”.
- PSAK No.24 (revised 2013) “Employee benefits”.
- PSAK No.65 “Consolidated financial statements”.
- PSAK No.67 “Disclosure of interests in other entities”.
Pada tanggal otorisasi penerbitan laporan keuangan
konsolidasian, Perseroan dan entitas anak sedang
mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari
standar dan interpretasi tersebut terhadap laporan
keuangan konsolidasian.
As at the authorisation date for issuance of this
consolidated financial statements, the Company and
subsidiary are still evaluating the potential the impact of
these standards and interpretation to the consolidated
financial statements.
- PSAK No. 46 (revised 2014) “Income tax”.
- PSAK No.48 (revised 2014) “Impairment of asset”.
- PSAK No.50 (revised 2014) “Financial instrument:
presentation”.
- PSAK No.55 (revised 2014) “Financial instrument:
recognition and measurement”.
- PSAK No. 60 (revised 2014) “Financial instrument
disclosures”.
- ISAK No.15,”PSAK No. 24 - The limit on Defined Assets,
Minimum Funding Requirements and their interaction”.
57
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK/
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PERIODE YANG BERAKHIR 31 MARET 2015 DAN 31 DESEMBER 2014
PERIOD ENDED 31 MARCH 2015 AND 31 DESEMBER 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)/(In millions of Rupiah, unless otherwise specified)
28. KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA
Pada tanggal 16 Januari 2015, Kementrian Perdagangan
menerbitkan Permendag No. 06/M-DAG/PER/1/2015
yang
merubah
Permendag No. 20/M-DAG/PER/4/2014
“Pengendalian Dan Pengawasan Terhadap Pengadaan,
Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol”.
Peraturan baru ini mencabut izin penjualan alkohol
kategori A (alkohol dengan kadar kurang dari 5%) di
minimarket dan pengecer lainnya, efektif 16 April 2015.
Manajemen menelaah bahwa perubahan peraturan ini
akan berdampak pada penurunan performa Perseroan.
28. SUBSEQUENT EVENT
On 16 January 2015, the Ministry of Trade issued
Permendag No. 06/M-DAG/PER/1/2015 which amended the
Permendag No. 20/M-DAG/PER/4/2014 “Pengendalian
Dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran dan
Penjualan Minuman Beralkohol”. The new regulation
revokes all selling permits of Category A alcohol beverage
(<5% alcohol by volume) at minimarket and other retailers,
effective 16 April 2015. Management assessed that the
change in the regulation will lead to a decline in its
company performance.
58
Download