surya 36 - STIKES Muhammadiyah Lamongan

advertisement
PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN PSIKOSEKSUAL ANAK DENGAN
JENIS APE YANG DIBERIKAN PADA ANAK USIA 1-12 BULAN
Ihda Mauliyah
ABSTRAK
Alat Permainan Edukatif adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak
yang disesuaikan dengan tingkat perkembangannya. Berdasarkan survei awal menunjukkan masih
terdapat orang tua yang memberikan alat permainan yang tidak sesuai. Tujuan penelitian ini adalah
menganalisa hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan psikoseksual anak dengan jenis
APE yang diberikan pada anak usia 1-12 bulan.
Desain penelitian ini adalah studi korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi
sebanyak 30 responden, sampel sebanyak 28 responden dengan teknik Simple random sampling.
Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan observasi, kemudian ditabulasi dan dianalisis
dengan uji Chi Square dengan p = 0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar ibu memiliki
pengetahuan cukup sebanyak 16 orang (57,1%), dan sebagian besar orang tua memberikan APE
yang sesuai sebanyak 15 orang (53,6%). Melalui uji Chi Square dapat diketahui bahwa hubungan
pengetahuan orang tua tentang perkembangan psikoseksual anak dengan jenis APE yang diberikan
p = 0,007 dimana p < 0,05 yang berarti kesimpulannya yaitu H1 diterima, artinya terdapat
hubungan pengetahuan orang tua dengan jenis APE yang diberikan pada anak usia 1-12 bulan.
Melihat hasil penelitian ini maka bidan perlu melakukan penyuluhan kesehatan pada orang
tua tentang perkembangan psikoseksual dan APE untuk meminimalkan kesalahan dalam memilih
alat permainan pada anak usia 1-12 bulan yang dapat dilakukan pada saat posyandu.
Kata kunci
: Pengetahuan Ibu, Perkembangan Psikoseksual Anak, APE
saling berhubungan serta ada keterkaitan
antara satu komponen dan komponen lain
(Supartini, 2004).
Sebagai individu yang unik, anak
memiliki berbagai kebutuhan yang berbeda
satu dengan yang lain sesuai usia tumbuh
kembang. Kebutuhan tersebut dapat meliputi
kebutuhan fisiologis seperti kebutuhan nutrisi
dan cairan, aktivitas, eliminasi, istirahat, tidur
dan lain – lain. Selain kebutuhan fisiologis
tersebut, anak juga sebagai individu yang
juga membutuhkan kebutuhan psikologis,
social dan spiritual. Hal tersebut dapat
terlihat pada tahap usia tumbuh kembang
anak, pada saat yang bersamaan perlu
memandang tingkat kebutuhan khusus yang
dialami oleh anak (Alimul Azis, 2005).
Bermain lebih penting untuk bayi
daripada orang dewasa, bermain biasanya
merupakan bentuk rekreasi untuk bayi, ini
adalah bentuk latihan yang berharga dan
merupakan cara untuk mempelajari tentang
diri sendiri dan dunia sekitarnya. Disamping
PENDAHULUAN
Setiap individu hidup akan melalui
tahapan pertumbuhan dan perkembangan,
yaitu sejak masa embrio sampai akhir
hayatnya mengalami perubahan kearah
peningkatan baik secara ukuran maupun
secara
perkembangan.
Kecapatan
pertumbuhan dan perkembangan anak akan
bervariasi dari satu anak dengan anak lainnya
bergantung pada beberapa hal yang
mempengaruhinya, sedangkan pendekatan
dalam melaksanakan asuhan keperawatan
sangat
bergantung
pada
tahapan
perkembangan mana yang sedang dilalui
anak tersebut. Perkembangan berhubungan
dengan perubahan secar kualitas, diantaranya
terjadi peningkatan kapasitas individu untuk
berfungsi yang dicapai melalui proses
pertumbuhan, pematangan, dan pembelajaran.
Proses pematangan berhubungan dengan
peningkatan kematangan dan adaptasi. Proses
tersebut terjadi secara terus menerus- dan
SURYA
36
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Psikoseksual Anak Dengan Jenis APE Yang
Diberikan Pada Anak Usia 1-12 Bulan
itu bermain merupakan aktivitas yang dapat
dilakukan anak sebagai upaya stimulasi
pertumbuhan dan perkembangan sehingga
penting peran tua untuk mengetahui dan
memberikan jenis permainan yang tepat
untuk setiap tahap pertumbuhan dan
perkembangan anak (Supartini, 2004).
Anak usia 0 – 11 bulan berdasarkan
tahap
perkembangannya,
khususnya
perkembangan psikoseksual mereka dalam
tahap fase oral, yaitu sumber kesenangan
anak terbesar berpusat pada aktivitas oral,
seperti menghisap, menggigit mengunyah,
dan mengucap. Sehingga pengetahuan
mengenai
tahapan
perkembangan
memungkinkan perawat membimbing orang
tua mengenai permainan yang tepat untuk
bayi. Contoh alat permainan yang dianjurkan
adalah benda yang aman untuk dimasukkan
ke mulut.
Berdasarkan survey awal yang
dilakukan pada tanggal 24 Januari 2011, di
desa Warungering Kec. Kedungpring dari 7
orang tua bayi usia 1-12 bulan didapatkan 2
orang (28,57 %) yang masih memberikan
permainan yang tidak sesuai bagi anaknya,
yaitu permainan boneka berbulu dan mobilmobilan berukuran besar yang berbahan dari
atom, 5 orang (71,43 %) sudah memberikan
permainan yang aman, yaitu permainan yang
berbahan
lunak,
seperti
permainan
perangsang tumbuh gigi dan permainan dari
plastik. Berdasarkan kenyataan di atas dapat
diketahui bahwa masih ada orang tua yang
masih memberikan permainan yang tidak
sesuai. (Nursalam, 2005).
Kemampuan orang tua dalam memilih
alat permainan yang sesuai untuk anak
dipengaruhi oleh berapa faktor antara lain,
pengetahuan, pekerjaan atau pendapatan
keluarga,
dan
paritas.
Pengetahuan
merupakan domain yang sangat penting
untuk terbentuknya tindakan, karena
pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan
ini terjadi setelah orang melakukan
penginderaan terhadap suatu objek tertentu
(Soekidjo Notoatmodjo, 2003). Dengan
adanya pengetahuan yang baik akan fungsi
dan jenis mainan akan mempengaruhi cara
pemberiannya terhadap anak. Jika orang tua
mengetahui tahap perkembangan anaknya,
SURYA
maka mereka akan memberikan alat
permainan yang sesuai dengan tahap
perkembangan anaknya.
Pekerjaan
juga
mempengaruhi
pemilihan
alat
permainan,
dimana
ketersediaan waktu orang tua yang bekerja
akan lebih sedikit dalam mendampingi
anaknya bermain daripada orang tua yang
tidak bekerja, sehingga dengan waktu yang
sedikit memungkinkan orang tua kurang bisa
mengawasi tahap perkembangan anaknya,
sehingga orang tua yang memiliki waktu
sedikit dengan anaknya memungkinkan
mereka kurang tahu alat permainan yang
cocok untuk tahap perkembangan yang
dialami oleh anak tersebut.
Paritas atau jumlah anak dalam
keluarga
akan
mempengaruhi
dalam
pemberian APE karena semakin pendek jarak
usia antar anak, orang tua akan cenderung
memberikan alat permainan yang sama
walaupun tidak sesuai,
stabilitas dan
keharmonisan
dalam
rumah
tangga
mempengaruhi kesediaan orang tua untuk
mencurahkan perhatian dan berusaha untuk
memberikan yang terbaik untuk anaknya.
Dengan adanya faktor-faktor di atas sering
kita jumpai orang tua yang masih
memberikan permainan yang tidak sesuai
dengan tahap perkembangan anak, bahkan
permainan
yang
diberikan
bisa
membahayakan anak tersebut khususnya bagi
anak usia 1-12 bulan.
Keadaan ekonomi orang tua juga
mempengaruhi pemberian alat permainan,
semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang
maka semakin banyak tersedia alat
permainan yang diberikan pada anak karena
orang tua sering memberikan permainan
yang di anggap bagus untuk anaknya.
Sehingga kebutuhan permainan anak akan
terpenuhi, kadang orang tua tidak
memperhatikan apakah alat permainan
tersebut aman bagi anaknya atau tidak, bagi
mereka yang penting anaknya suka dengan
permainan yang dibelinya tersebut.
Orang tua sangat berperan dalam
pemilihan alat permainan yang sesuai bagi
anak usia 1-12 bulan, karena pada usia ini
anak sepenuhnya masih bergantung pada
orang tuanya (Supartini, 2004). Jika orang
37
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Psikoseksual Anak Dengan Jenis APE Yang
Diberikan Pada Anak Usia 1-12 Bulan
tua tidak mengetahui tahap perkembangan
psikoseksual
yang
dialami
anaknya,
khususnya fase oral, maka orang tua sering
memberikan permainan yang tidak sesuai
dengan usia dan tahap perkembangan anak.
Dampak dari alat permainan yang
tidak sesuai antara lain permainan yang
diberikan dapat membahayakan anak mereka,
akibatnya permainan akan tertelan, anak
merasa sakit pada gusi bahkan sampai terjadi
perdarahan sehingga anak menjadi rewel
serta masuknya kuman kedalam sistem
pencernaan melalui alat permainannya.
Disamping itu ketidaksesuaian dalam
memilih alat permainan dapat pula
mengganggu tahap perkembangan anak.
Dengan
adanya
hal
tersebut,
diharapkan petugas kasehatan lebih berupaya
meningkatkan pengetahuan orang tua tentang
pemilihan jenis APE dengan memberikan
penyuluhan atau pendidikan kesehatan
tentang perkembangan anak khususnya
perkembangan psikoseksual agar orang tua
dapat menyesuaikan alat permaianan yang
cocok bagi anak usia 1-12 bulan. Orang tua
perlu melakukan pengawasan terhadap
anaknya sehingga seorang anak tidak
sembarang memasukkan sesuatu ke dalam
mulutnya, termasuk alat permainan yang
tidak aman, disamping itu orang tua
diharapkan memberikan permainan yang
mudah
dibersihkan
sehingga
ketika
permainan dimasukkan ke dalam mulut anak
diharapkan tidak membahayakan anak
tersebut serta menghindari permainan yang
berukuran kecil sangat penting untuk
mencegah tertelannya mainan ke dalam
mulut anak. Cara lain yang perlu diketahui
oleh orang tua dalam memberikan permainan
pada anaknya yaitu selalu membaca label
yang tertera dalam alat permainan, apakah
permainan yang akan dibeli itu cocok atau
tidak untuk amaknya. Dengan beberapa
langkah diatas diharapkan orang tua mampu
memberikan alat permainan yang aman bagi
anaknya.
Berdasarkan
fenomena
tersebut
peneliti tertarik untuk meneliti hubungan
pengetahuan
orang
tua
tentang
perkembangan psikoseksual anak dengan
jenis APE yang diberikan pada anak usia 1–
SURYA
12 bulan di Desa Warungering Kecamatan
Kedungpring Kabupaten Lamongan tahun
2011.
METODOLOGI PENELITIAN
Desain penelitian yang digunakan
Analitik Korelasional. Penelitian analitik
penelitian yang diarahkan untuk menjelaskan
suatu keadaan atau situasi (Notoatmodjo, 2005
: 26). Penelitian korelasional mengkaji
hubungan antara variabel. Peneliti mencari,
menjelaskan,
memperkirakan,
menguji
berdasarkan teori yang ada (Notoatmodjo,
2005).
Pendekatan yang digunakan Cross
sectional. Cross sectional adalah jenis
penelitian yang menekankan pada waktu
pengukuran / observasi data variabel
independen dan dependen hanya satu kali
pada satu saat (Nursalam, 2003).
HASIL PENELITIAN
1. Data Umum
1) Karakteristik responden berdasarkan umur
Tabel 1 Distribusi usia responden di Desa
Warungering
Kecamatan
Kedungpring Kabupaten Lamongan
Tahun 2011
No
Umur
Frekuensi (%)
1
<20 tahun
0
0
2
20-45 tahun
27
96,4
3
>45 tahun
1
3,6
Jumlah
28
100
Berdasarkan tabel 1 diatas hampir
seluruhnya (96,4%) usia responden adalah
antara 20-45 tahun dan tidak satupun (0%)
usia reponden adalah <20 tahun.
2) Karakteristik responden berdasarkan
Pekerjaan
Tabel 2. Distribusi Pekerjaan Responden di
Desa Warungering Kecamatan.
Kedungpring Kabupaten Lamongan
Tahun 2011
38
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Psikoseksual Anak Dengan Jenis APE Yang
Diberikan Pada Anak Usia 1-12 Bulan
No
1
2
3
4
Pekerjaan
Petani
PN/TNI/
POLRI
Wiraswasta
Tidak
bekerja
Frekuensi
3
0
(%)
10,7
0
18
7
64,3
25,0
28
100
5) Karakteristik responden berdasarkan jenis
kelamin anak
Tabel 5 Distribusi Jenis Kelamin Anak
Responden di Desa warungering
Kecamatan
Kedungpring
Kabupaten Lamongan Tahun 2011.
No. Jenis
Frekuensi (%)
Kelamin
Anak
Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui
bahwa sebagian besar (64,3%) pekerjaan
responden adalah wiraswasta dan tidak
satupun (0%) pekerjaan responden adalah
PN/TNI/POLRI.
1
2
Laki-laki
15
53,6
Perempuan
13
46,4
Jumlah
28
100
Berdasarkan tabel 5 sebagian besar
(53,6%) jenis kelamin anak responden adalah
laki-laki.
3) Karakteristik responden berdasarkan
Jumlah anak
Tabel 3 Distribusi Jumlah Anak Responden
di Desa Warungering Kecamatan
Kedungpring Kabupaten Lamongan
Tahun 2011
No Jumlah Frekuensi
%
Anak
1
<2
15
53,6
2
2-3
10
35,7
3
>3
3
10,7
28
100
Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui
bahwa sebagian besar (53,6%) jumlah anak
responden adalah kurang dari 2 dan sebagian
kecil (10,7%) jumlah anak responden adalah
lebih dari 3.
2. Data Khusus
1) Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang
Perkembangan Psikoseksual Anak.
Tabel 6 Distribusi Tingkat Pengetahuan
Responden Tentang Perkembangan
Psikoseksual Anak di Desa
Warungering
Kecamatan
Kedungpring Kabupaten Lamongan
Tahun 2011.
No Pengetahuan
Frekuensi
%
Ibu
1
Kurang
2
7,1
2
Cukup
16
57,1
3
Baik
10
35,7
Jumlah
28
100
Berdasarkan tabel 6 dapat diketahui
bahwa sebagian besar (57,1%) responden
mempunyai pengetahuan yang cukup tentang
perkembangan psikoseksual anak dan
sebagian kecil (7,1%) responden mempunyai
pengetahuan
yang
kurang
tentang
perkembangan psikoseksual anak.
4) Karakteristik responden berdasarkan usia
anak
Tabel 4 Distribusi Usia Anak Responden
di Desa Warungering Kecamatan
Kedungpring Kabupaten Lamongan
Tahun 2011
No Usia Anak
Frekuensi
(%)
1
1-3 bulan
5
17,9
2
4-6 bulan
9
32,1
3
7-12 bulan
14
50
28
100
Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui
bahwa sebagian (50%) usia anak responden
adalah 7-12 bulan dan sebagian kecil (17,9%)
usia anak responden adalah 1-3 bulan.
SURYA
2)
Jenis APE Yang Diberikan Pada Anak
Usia 1-12 Bulan
Tabel 7 Distribusi Jenis APE Yang Diberikan
Pada Anak Usia 1-12 Bulan di Desa
Warungering
Kecamatan
Kedungpring Kabupaten Lamongan
Tahun 2011.
39
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Psikoseksual Anak Dengan Jenis APE Yang
Diberikan Pada Anak Usia 1-12 Bulan
No Jenis APE Yang Frekuensi (%)
Diberikan
1
Tidak sesuai
13
46,4
2
Sesuai
15
53,6
Jumlah
28
100
Berdasarkan tabel 7 dapat diketahui
bahwa sebagian besar (53,6%) responden
memberikan APE yang sesuai untuk anak
usia 1-12 bulan.
dimana p<0,05 sehingga H1 diterima artinya
terdapat hubungan yang signifikan antara
pengetahuan
orang
tua
tentang
perkembangan psikoseksual anak dengan
jenis APE yang diberikan pada anak usia 112 bulan di Desa Warungering Kecamatan
Kedungpring Kabupaten Lamongan.
3) Analisa Hubungan
Tabel 8 Hubungan
Pengetahuan
Ibu
Tentang
Perkembangan
Psikoseksual Anak Dengan Jenis
APE Yang Diberikan Pada Anak
Usia 1-12 Bulan di Desa
Warungering
Kecamatan
Kedungpring Kabupaten Lamongan
Tahun 2011.
Dari hasil perhitungan Chi-Square
didapatkan X2 hitung = 8,551, p = 0,014,
tetapi terdapat 3 cell yang nilai harapannya <
5 sehingga hasil uji tidak layak, maka harus
diuji dengan Exact Fisher’s dimana
didapatkan p = 0,007 berarti p < 0,05
sehingga H1 diterima. Berarti terdapat
hubungan antara pengetahuan orang tua
tentang perkembangan psikoseksual anak
dengan jenis APE yang diberikan pada anak
usia 1-12 bulan di Desa Warungering
Kecamatan
Kedungpring
Kabupaten
Lamongan. Hal ini sesuai dengan teori yang
menyatakan bahwa salah satu diantara
beberapa faktor yang menyebabkan orang tua
memberikan jenis Alat Permainan Edukatif
(APE) pada anak adalah pengetahuan dimana
pengetahuan merupakan domain yang sangat
penting untuk membentuk sikap dan perilaku
seseorang sehingga dengan pengetahuan
yang
baik
tentang
perkembangan
psikoseksual anak seorang ibu diharapkan
mempunyai perilaku untuk melaksakan
pemberian APE yang sesuai untuk anaknya
(Soekidjo Notoadmodjo, 2010).
Pengetahuan
ibu
tentang
perkembangan psikoseksual anak sangat
penting mengingat pengetahuan tersebut
sangat mempengaruhi orang tua dalam
memberikan APE yang sesuai untuk
perkembangan anak. Untuk anak usia 1-12
bulan sumber kesenangan anak terbesar
berpusat pada aktivitas oral, seperti
menghisap, menggigit, mengunyah, dan
menegucap sehingga jenis permainan yang
diberikan harus aman bagi anak, permainan
tersebut diantaranya adalah mainan gantung
yang berwarna terang dengan bunyi musik
yang menarik, memberi mainan yang mudah
dipegangnya dan berwarna terang, serta
hindari alat permainan yang mudah terurai
No
1
2
3
Pengeta
huan
Kurang
Cukup
Baik
Jumlah
Jenis APE
Tidak
Sesuai
sesuai
%
%


1
50
1
50
11 68,8 5
31,2
1
10
9
90
13 46,4 15 53,6
PEMBAHASAN …
(%)

2
16
10
28
%
100
100
100
100
Tabel 8 diatas menunjukkan bahwa ibu
yang memiliki pengetahuan kurang, sebagian
(50%) memberikan APE yang sesuai dan
sebagian (50%) memberikan APE yang tidak
sesuai. Sedangkan Ibu yang memilki
pengetahuan cukup, sebagian besar (68,8%)
memberikan APE yang tidak sesuai dan
hampir sebagian memberikan APE yang
sesuai. Kemudian Ibu yang memiliki
pengetahuan baik, hampir seluruhnya (90%)
memberikan APE yang sesuai dan sebagian
kecil (10%) memberikan APE yang tidak
sesuai.
Berdasarkan hasil uji statistik dengan
menggunakan SPSS for windows versi 16,00
dan menggunakan uji statistic Chi Square
menunjukkan nilai signifikan p = 0,01
dimana p<0,05 karena didalam tabel Chi
Square didapatkan 3 sell (50%) mempunyai
nilai harapan <5, artinya sel tersebut
berjumlah 20% dari sell yang ada maka
dilakukan uji Fisher Exact. Hasil dari Fisher
Exact didapatkan nilai signifikan p = 0,007
SURYA
40
.…
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Psikoseksual Anak Dengan Jenis APE Yang
Diberikan Pada Anak Usia 1-12 Bulan
(misalnya kalung dengan manik-manik),
permainan yang mengandung bahan dan cat
yang berbahaya serta alat permainan yang
berbahan dari bulu, mata dan hidung harus
tertempel kuat agar tidak mudah terlepas.
PENUTUP
pelayanan yang berkualitas, khususnya
asuhan pada anak usia 1-12 bulan,
khususnya dalam pemberian APE
yang sesuai.
4) Bagi Profesi Kebidanan
Dengan adanya penelitian ini
dapat dijadikan masukan bagi profesi
dalam memberikan asuhan kebidanan
pada anak dalam upaya pemilihan
jenis APE.
…
1. Kesimpulan
Berdasarkan tujuan, hasil penelitian dan
pembahasan
mengenai
hubungan
pengetahuan orang tua dengan jenis APE
yang diberikan pada anak usia 1-12 bulan di
Desa Warungering Kecamatan Kedungpring
Kabupaten Lamongan, maka peneliti dapat
mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1) Pengetahuan
orang
tua
tentang
perkembangan psikoseksual anak di Desa
Warungering Kecamatan Kedungpring
Kabupaten Lamongan Tahun 2011
sebagian besar cukup.
2) Jenis APE yang diberikan pada anak usia
1-12 bulan di Desa Warungering
Kecamatan Kedungpring Kabupaten
Lamongan Tahun 2011 sebagian besar
sesuai dengan tahap perkembangan anak.
3) Terdapat hubungan antara pengetahuan
orang
tua
tentang
perkembangan
psikoseksual anak dengan jenis APE yang
diberikan pada anak usia 1-12 bulan di
Desa
Warungering
Kecamatan
Kedungpring Kabupaten Lamongan.
DAFTAR PUSTAKA
A. Wawan dan Dewi M. (2010). Teori &
Pengukuran Pengetahuan, sikap, dan
Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha
Medika
Handayani, Faras. (2010). Alat Permainan
Yang
Berbahaya.
Http://musafircyber,blogspot.com/20
10/12/alat
-permainan
yang
berbahaya-dan.html. Diakses 26
Februari Jam 20.00 WIB
Hidayat, A. Aziz Alimul. (2005). Pengantar
Ilmu Keperawatan Anak 1. Jakarta :
Salemba Medika
_______________
.
(2007).
Riset
Keperawatan dan Teknik Penulisan
Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika
Koesworini,
Erni.
(2004).
Tahap
Perkembangan Psikoseksual. PT
Sarana Kinasih Satya Sejati
2. Saran
1) Bagi Peneliti Yang Akan Datang
Hasil penelitian ini dapat dijadikan
sebagai bahan masukan dan acuan untuk
penelitian selanjutnya yang berkaitan
dengan perkembangan psikoseksual anak
dan APE.
2) Bagi Institusi Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat dijadikan
bahan evaluasi bagi mahasiswa STIKES
Muhammadiyah Lamongan khususnya
dalam hal peran keluarga tentang
pemberian APE yang sesuai dengan
perkembangan anak.
3) Bagi Pelayanan Kesehatan
Hasil
dijadikan
penelitian
SURYA
…
Maulina, Mirza. (2008). Panduan Lengkap
kehamilan. Yogyakarta : Kata Hati
Mayke S. Tedjasaputra. (2001). Bermain,
Mainan dan Permainan. Jakarta :
Grasindo
Mochtar, Rustam. (2002). Sinopsis Obstetri:
obstetri fisiologi,obstetri patologi.
Jakarta : EGC
Mohamad, Syuropati. (2009). Inspirasi anak
Anda dengan Permainan yang
Mencerdaskan. Bantul : IN AzNa
Books
penelitian
ini
dapat
masukan bagi lahan
guna
meningkatkan
Ngastiyah. (2005). Perawatan Anak Sakit.
Jakarta : EGC
41
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Psikoseksual Anak Dengan Jenis APE Yang
Diberikan Pada Anak Usia 1-12 Bulan
Notoatmodjo, Soekidjo. (2003). Pendidikan
dan Perilaku Kesehatan. Jakarta :
Rineka Cipta
_______________.
(2010).
Penelitian Kesehatan.
Rineka Cipta
Metode
Jakarta :
Nursalam. (2005). Asuhan Keperawatan Bayi
dan Anak (untuk perawat dan bidan).
Jakarta : Salemba Medika
________. (2008). Konsep dan Penerapan
Metodologi
Penelitian
Ilmu
Keperawatan. Jakarta : Salemba
Medika
Soetjiningsih. (2003). Tumbuh Kembang
Anak. Jakarta : EGC
Sugiyono. (2006). Statistika untuk Penelitian.
Bandung: Alfabeta
Suharsimi, Arikunto (2006). Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta : Rineka Cipta
Supartini, Yupi. (2004). Buku Ajar Konsep
Dasar Keperawatan Anak. Jakarta :
EGC
Wasis. (2008). Pedoman Riset Praktis untuk
Profesi Perawat. Jakarta : EGC
Wong,
Donna L. (2008). Buku Ajar
Keperawatan Pediatrik. Jakarta :
EGC
SURYA
42
Vol.01, No.XVII, Maret 2014
Download