93 Assistant Secretary Kurt Campbell visits Indonesia to prepare for

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Adanya globalisasi semakin memperluas dan meningkatkan
hubungan yang melintasi batas-batas negara, terutama dalam bidang
ekonomi, sosial, dan budaya. Seperti hal lainnya, globalisai juga memiliki
dampak positif dan negatif. Diluar dari dampak positif, globalisasi juga
mendatangkan dampak negatif yang termasuk di dalamnya seperti;
perubahan iklim, perdagangan manusia, terorisme, konflik etnis, dan
pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Dengan adanya berbagai macam
permasalahan yang terjadi di dunia internasional, sehingga membuat
negara-negara di dunia berusaha membuat aturan untuk menyelesaikan
permasalahan tersebut. Adapun salah satu usaha untuk menyelesaikan
permasalahan tentang HAM, maka badan organisasi internasional seperti
United Nations (PBB) membuat komisi HAM yang diberi nama
Comission on Human Rights.
Dewasa ini masalah HAM menjadi isu yang sering dibicarakan dan
menjadi pembahasan di sebagian negara-negara dunia. Masalah HAM
sudah dikenal sejak zaman dulu di berbagai kawasan dunia, akan tetapi
negara-negara Barat yang pertama kali mengenalkan tentang masalah
HAM. Meskipun di negara-negara ketiga telah mengenal bentuk hak-hak
tertentu mengenai warganya, akan tetapi tidak seperti yang dikenal oleh
1
negara-negara Barat. Sehingga pemikiran negara-negara Barat mengenai
HAM lebih mendominasi, terutama pemikran-pemikiran negara yang
tergabung dalam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Dimana PBB telah
merumuskan masalah tentang HAM yang dapat diterima secara universal.
HAM dianggap sebagai hak dasar yang dimiliki oleh setiap
manusia. Dimana hak yang dimiliki oleh manusia sejak lahir. Dalam
proses perkembangannya, HAM mengalami perkembangan dengan
bermunculan berbagai tuntutan dari manusia itu sendiri dan perkembangan
zaman. Proses perkembangan HAM juga tidak terlepas dari pengaruh
lingkungan dan masyarakatnya. Adapun macam-macam HAM, seperti;
hak untuk hidup, hak untuk hidup tanpa ada rasa takut, hak kebebasan, hak
untuk bebas, hak untuk memiliki kepercayaan, hak untuk memperoleh
informasi, hak menyatakan pendapat, hak berserikat, dan sebagainya.1
Munculnya isu-isu baru dalam hubungan internasional juga akan
berpengaruh terhadap aktifitas, cara, metode, dan aktor-aktor diplomasi.
Masyarakat internasional tidak hanya berkepentingan terhadap masalahmasalah politik dan keamanan, tetapi telah meningkatkan kepedulian
mereka terhadap isu-isu hak asasi manusia dan semakin meningkatnya
kebutuhan untuk dapat memperoleh serta mengakses informasi secara
bebas. Semakin meningkatnya kepedulian terhadap hak-hak asasi manusia
1
Syarif Hidayatullah. (2000). Pendidikan Kewargaan; Demokrasi, HAM & Masyarakat Madani.
Jakarta: IAIN Jakarta Press. Hal. 207.
2
juga semakin banyak bentuk pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi
terutama di sejumlah negara berkembang.
Setiap negara memiliki politik luar negeri yang berbeda. Poltik luar
negeri juga dimaknai sebagai sebuah identitas yang menjadi karakteristik
tersendiri dari suatu negara dengan negara lain di dunia. Politik luar negeri
merupakan cerminan dari kepentingan nasional suatu negara. Seperti yang
diketahui, adapun landasan dari politik luar negeri Amerika Serikat, yakni
HAM, Demokratisasi, Free Trade, lingkungan hidup dan keamanan
internasional.
Negara Amerika Serikat sebagai pemenang dalam Perang Dunia II
sehingga menjadikannya negara super power, serta menjadi salah satu
negara yang memiliki Hak Veto dalam Dewan Keamanan PBB
menyebabkan
Amerika
Serikat
sering
permasalahan-permasalah yang terjadi di
melibatkan
diri
dalam
negara lain. Dengan adanya
kekuatan yang dimiliki Amerika Serikat, sering kali negara-negara di
dunia meminta bantuan kepada Amerika Serikat untuk menyelesaikan
permasalahan mereka. Akan tetapi, dengan berjalannya waktu Amerika
Serikat juga secara langsung ataupun tidak langsung telah melakukan
berbagai bentuk intervensi. Intervensi yang dilakukan ialah untuk
memperoleh apa yang dapat menguntungkan Amerika Serikat itu sendiri.
Seperti halnya yang terjadi di Libya. Amerika Serikat melakukan
intervensi militer kepada Libya melalui NATO.
3
Intervensi Amerika Serikat di Libya diatasnamakan sebagai salah
satu bentuk pelanggaran HAM, karena banyak rakyat Libya yang
melakukan perlawanan terhadap pemerintah Gaddafi dan menimbulkan
banyak rakyat Libya yang tewas bahkan ada sebagian rakyat Libya
berusaha mencari perlindungan di negara-negara tetangganya. Libya
merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar. Amerika Serikat
merupakan negara industri, sehingga sangat membutuhkan minyak. Untuk
dapat menguasai minyak di Libya, Amerika Serikat harus menurunkan
rezim Gaddafi yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemimpin dunia
yang anti terhadap Amerika Serikat.
Adapun pembenaran dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan
berbagai negara anggota sekutu lainnya dalam membombardir Libya
adalah intervensi kemanusiaan karena beberapa pelanggaran HAM berat
yang dilakukan oleh rezim pemerintahan Gaddafi. Pemerintah Amerika
Serikat pada Era Barack Obama sebagai presiden dengan adanya resolusi
PBB yang memberikan kewenangan intervensi internasional di Libya
untuk mengijinkan bantuan seperti memasok senjata-senjata ke oposisi
Libya. Barack Obama percaya resolusi PBB yang memberikan
kewenangan intervensi internasional di Libya memiliki peluang untuk
mengizinkan bantuan seperti itu. 2
2
AS dan NATO Pertimbangkan Senjatai Oposisi Libya.
http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/03/26/46611/AS-dan-NATO-PertimbangkanSenjatai-Oposisi-Libya, diakses pada tanggal 22 Februari 2012. Pukul 17.52 Wita.
4
Aktor dalam hubungan internasional saat ini tidak lagi hanya
didominasi oleh
negara, tapi juga di lakukan oleh individu, NGO,
kelompok teroris, serta MNC (Multinational Corporation). Bagi Negaranegara berkembang, dengan masuknya investor asing ke negaranya akan
meningkatkan
pertumbuhan
perekonomiannya.
Dampak
masuknya
investasi asing, yakni akan membuka banyak lapangan kerja sehingga
mengurangi kemiskinan dan akan meningkatkan pendapatan dan
pertumbuhan ekonomi suatu negara melalui upah yang di dapat oleh
pekerja. MNC merupakan salah satu bentuk dari investasi asing langsung
dalam bentuk pendirian perusahaan yang merupakan cabang dari
perusahaan induk yang berada di negara asalnya. Menjamurnya MNC
merupakan salah satu pengaruh dari sistem kapitalis Amerika Serikat di
dunia internasional.
Perkembangan MNC ini merupakan bentuk dari globalisasi
ekonomi. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh
batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Ketika
globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur
dan
keterkaitan
antara
ekonomi
nasional
dengan
perekonomian
internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak
akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar
internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang
masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
5
Perusahaan Multinasional atau yang sering disebut dengan MNC
ini merupakan bentuk dari globalisasi ekonomi Amerika Serikat untuk
menyebarkan pengaruhnya di dunia. Laporan dari Business Week (4-11
Agustus, 2005) menyebutkan, delapan dari sepuluh MNC terbesar di dunia
bermarkas di Amerika Serikat, yaitu Coca-Cola, Microsoft, IBM, GE,
Intel, Disney, McDonald’s, dan Marlboro. Dari seratus merek dunia, 62 di
antaranya adalah dari Amerika Serikat. Dapat dilihat dewasa ini MNC
Amerika Serikat yang telah menjamur dimana-mana, seperti; McDonalds,
Exxon, Coca-Cola, Microsoft, Chevron, dan Freeport yang juga berada di
Indonesia dan berbagai negara di penjuru dunia. Hal ini nampak bahwa
MNC telah menguasai seluruh bidang dari kehidupan manusia. 3
Salah satu yang membuat para investor menanamkan investasinya
terutama dalam bentuk investasi asing langsung (FDI) dengan mendirikan
perusahaan di negara yang di datangi (home country), akan memberikan
berbagai macam manfaat. Salah satu manfaatnya, yakni akan menciptakan
lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Akan tetapi, dengan prinsip dari
MNC ingin mendapat keuntungan yang maksimal, biasanya MNC
memberikan upah yang rendah dibandingkan dengan upah buruh yang ada
di negaranya ataupun standar upah minimum. Hal ini, merupakan salah
satu alasan perusahaan-perusahaan ini mendirikan anak perusahaan di
negara lain. MNC juga seharusnya mematuhi peraturan yang ada di negara
yang di datangi, akan tetapi kadangkala MNC banyak melakukan berbagai
3
Multinational Corporation. http://www.scribd.com/doc/57687304/BAB-I1, diakses pada tanggal 9
Januari 2012. Pukul 08.27 Wita.
6
macam pelanggaran aturan-aturan di negara tempat beroperasinya (host
country) yang berujung pada pelanggaran HAM. Salah satunya adalah aksi
mogok buruh PT. Freeport Indonesia (PTFI) karena pekerja/buruh tersebut
merasa gaji/upah yang mereka terima sangat rendah. Karena, dengan
hadirnya MNC seperti Freeport di suatu daerah seperti di Papua, maka
secara tidak langsung akan meningkatkan standar kehidupan masyarakat di
sana dan yang menjadi pekerja/buruh di PTFI kebanyakan merupakan
masyarakat asli Papua.
Salah satu MNC asal Amerika Serikat yang ada di Indonesia, yakni
PTFI yang merupakan anak perusahaan dari Freeport-McMoRan Copper
& Gold Inc. yang beroperasi di Papua. Pada 1 Mei 1963 Papua masuk ke
dalam kesatuan Republik Indonesia dan pada tanggal 5 April 1967
Freeport melakukan perjanjian Kontrak Karya (KK) untuk 30 tahun
dengan pemerintah Indonesia, sehingga Freeport menjadi perusahaan satusatunya yang menangani kawasan Ertsberg seluas 10 kilometer persegi.
Kontrak Karya I seharusnya berakhir pada tahun 1997, akan tetapi di
perpanjang pada 30 september 1991 selama 30 tahun lagi.4
Dalam karakteristik KK di dalamnya seluruh urusan manajemen
dan operasional diserahkan kepada penambang/perusahaan (MNC).
Berdasarkan Kontrak Karya Freeport dengan pemerintah Indonesia,
pemegang saham terbesar yaitu Freeprt McMoran Coppert & Gold Inc
4
Riwayat Proyek. http://www.ptfi.com/about/history.asp. diakses pada tanggal 28 November
2011. Pukul 19.44 Wita.
7
(AS) 81,28%, Pemerintah Indonesia 9,36%, dan PT. Indocopper
Investama 9,36 %. 5 Masuknya Papua dalam NKRI serta juga diikuti oleh
masuknya Freeport di Indonesia dengan melakukan KK yang pada saat itu
Indonesia dipimpin oleh Soeharto dan beroperasi hingga sekarang ini.
Berdasarkan karakteristik dari KK itu sendiri dapat disimpulkan bahwa
yang mendapatkan keuntungan yang lebih adalah perusahaan.
Adapaun hubungan antara kepentingan nasional dan politik luar
negeri dari suatu negara tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling
mendukung satu sama lain, karena yang menjadi rumusan mengenai
kepentingan nasional akan dipergunakan sebagai pedoman dan landasan
dalam melaksanakan kebijakan luar negeri suatu negara untuk negara lain.
Seperti juga hubungan Amerika Serikat - Indonesia, dalam melakukan
hubungan bilateral semuanya tidak terlepas dari kepentingan nasional dari
masing-masing negara yang diperjuangkan dalam politik luar negeri kedua
negara tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan atau kepentingan dalam
negeri, biasanya negara akan melakukan hubungan internasional dengan
negara-negara lain. Selain itu, untuk menjalin hubungan bilateral biasanya
suatu negara harus mengetahui potensi serta kekurangan yang dimiliki
oleh negara lain. Hal ini merupakan hal dasar bagi suatu negara untuk
menjalin hubungan dengan negara lain. Seperti halnya hubungan antara
Amerika Serikat-Indonesia. Amerika Serikat melihat Indonesia sebagai
negara demokrasi yang memiliki SDA yang melimpah, memiliki jumlah
5
PT. Freeport Indonesia. http://id.wikipedia.org/wiki/Freeport_Indonesia, diakses pada tanggal 11
November 2011. Pukul 16.43 Wita.
8
penduduk yang banyak, negara islam moderat terbesar di dunia dan juga
sama-sama negara yang memiliki beraneka ragam budaya seperti halnya
penduduk Amerika Serikat.
Seperti halnya Amerika Serikat akan mendapatkan keuntungan
berupa pajak dari Freeport yang ada di Indonesia. Pajak yang diterima
akan meningkat apabila keuntungan yang didapat PTFI juga meningkat,
begitu
pula
sebaliknya
jika
PTFI
mengalami
hambatan
dalam
pengoperasiannya secara tidak langsung akan mempengaruhi pemasukan
bagi Amerika Serikat itu sendiri. Hal ini juga terjadi pada Indonesia
sebagai host country yang juga mendapat keuntungan dari pajak, dividen,
dan lain-lain.
PT. Freeport Indonesia (PTFI) merupakan salah satu MNC
Amerika Serikat yang ada di Indonesia yang bergerak pada sektor
pertambangan. Sehingga dengan keberadaan Freeport di Indonesia
diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Akan
tetapi, selain manfaat yang di dapat dengan tersedianya lapangan kerja dan
berbagai pendapatan bagi negara terdapat juga hal yang merugikan.
Seperti, pada masalah lapangan kerja yang sering menjadi sorotan di home
country adalah eksploitasi terhadap pekerja lokal oleh MNC. Dengan dalil
menekan biaya produksi dan tersedianya upah buruh yang rendah tentu
menjadi komoditas MNC dalam melakukan ekspansi bisnis. Tidak tertutup
kemungkinan, kesempatan untuk mendapatkan buruh dengan upah yang
murah dijadikan eksploitasi atas para pekerja lokal. Terkait dengan
9
rendahnya upah buruh yang rendah oleh MNC, akan tetapi MNC masih
menjual produknya dengan harga yang relatif tinggi. Hal ini pun dilakukan
oleh PTFI yang beroperasi di salah satu provinsi Indonesia-Papua. Dimana
gaji buruh yang diterima oleh buruh PTFI sangat murah bila dibandingkan
dengan gaji buruh Freeport dinegara lain maupun MNC yang sama
bergerak dalam bidang pertambangan.
Antara pekerja/buruh dan pengusaha mempunyai persamaan
kepentingan ialah untuk kelangsungan hidup dan kemajuan perusahaan.
Akan tetapi, di sisi lain hubungan antar keduanya juga memiliki perbedaan
dan bahkan potensi konflik, terutama apabila berkaitan dengan persepsi
atau interpretasi yang tidak sama tentang kepentingan masing-masing
pihak yang pada dasarnya memang ada. Salah satu penyebab konflik yaitu
jika kepentingan salah satu pihak atau di antara kedua belah pihak ada
yang merasa dirugikan. Hal inilah yang melatarbelakangi pegawai/ buruh
PTFI untuk
melakukan mogok dan meminta kenaikan upah mereka.
Seperti yang diketahui sebagian besar pekerja di PTFI merupakan
penduduk asli Papua. Dengan meningkatnya standar hidup yang tinggi di
Papua, yang juga salah satu dampak akibat adanya MNC di daerah mereka.
Dilihat dalam kasus pemogokan buruh Freeport di Indonesia. Salah
satu pemicu buruh PTFI ini melakukan pemogokan, karena mereka merasa
di rugikan dengan gaji yang menurut mereka sangat rendah. Gaji yang
diterima buruh PTFI termasuk yang sangat rendah dibandingkan MNC
Amerika Serikat yang ada di Indonesia. Berdasarkan KK keuntungan yang
10
di terima Freeport Indonesia lebih banyak dibandingkan yang di dapat
pemerintah Indonesia. Begitupun dengan gaji pekerja/butuh PTFI yang
berada seperti di Afrika dan New York memiliki gaji sepuluh kali lipat
dibandingkan yang diterima oleh buruh di Indonesia. Kontribusi PTFI
telah membayar 2 miliar dolar Amerika Serikat yang terdiri dari pajak,
royalti, dan dividen pada 9 bulan pertama di tahun 2011 dan 13,4 miliar
dolar Amerika Serikat secara total sejak 1992 berdasarkan Kontrak Karya
saat ini kepada pemerintah Indonesia6.
Adanya perbedaan yang sangat jauh antara gaji pekerja/buruh
Freeport yang ada di Indonesia dengan gaji buruh Freeport di negara lain
sehingga menimbulkan berbagai masalah. Demonstarasi yang diikuti oleh
pemogokan dari buruh PTFI pada 15 September 2011 yang menyebabkan
beberapa buruh tewas, untuk menuntut kenaikan upah mereka dari US$
35/jam dari sebelumnya berkisar US$ 2.1 /jam hingga US$ 3,5/jam.
Sementara upah buruh Freeport di Amerika sendiri mencapai US$ 66,43/
jam.7 Tidak bias dipungkiri hubungan antara MNC dengan negara asalnya
tidak dapat dipisahkan. Kadangkala, secara tidak langsung MNC juga
mempengaruhi kebijakan host country dans home country dan tidak
terkecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat sebagai negara adikuasa
menyebabkan negara ini dengan mudah dapat mengintervensi negara-
6
Fakta Mengenai Perundingan Perjanjian Kerja Bersama PT Freeport Indonesia (PTFI).
http://www.ptfi.com, diakses pada tanggal 9 Februari 2012. Pukul 21 :49 Wita
7
Satukan Perjuangan Buruh PT Freeport dan Perjuangan Buruh Seluruh Indonesia,
http://www.rakyatpekerja.org/2011/10/satukan-perjuangan-buruh-pt-freeport.htm. diakses pada
tanggal 8 Februari 2012, pukul 23:55 Wita.
11
negara lain, terutama negara-negara berkembang untuk memenuhi
kepentingannya.
Permasalahaan
ini
menimbulkan
pelanggaran-pelanggaran
terhadap hak-hak pekerja/buruh untuk menuntut hak mereka untuk
mendapatkan kehidupan yang lebih baik, sehingga dapat digolongkan
dalam pelanggaran HAM yang dilakukan Freeport di Indonesia.
Berdasarkan UU No. 13/2003 RI, telah diatur tentang mogok kerja
merupakan hal yang sah dilakukan. Akan tetapi, bagi pihak Freeport
mogok kerja merupakan hal yang tidak sah, karena akan membawa
dampak negatif secara finansial, terutama bagi perusahaan. Selama
sebagian besar pekerja/buruh PTFI mogok kerja dan berdemonstrasi untuk
meminta kenaikan upah gaji, akan tetapi respon yang diberikan oleh pihak
dari Freeport yang awalnya tidak ingin menaikan upah gaji buruhnya
berusaha untuk menghentikan para demonstran dengan berbagai cara. Cara
yang dilakukan seperti, meminta bantuan kepolisian maupun TNI untuk
membubarkan aksi mogok. Sehingga, secara langsung Freeport telah
melanggar hak-hak dari buruh Indonesia (HAM) berdasarkan UU No
13/2003 tentang mogok kerja sah dilakukan.
Dengan adanya fenomena tentang berbagai masalah yang
ditimbulkan oleh PTFI dimana merujuk pada pelanggaran HAM, sehingga
secara tidak langsung Amerika Serikat sebagai home country dari Freeport
McMoran akan terlibat, karena sebagai negara asal Freeport dan menjadi
negara yang sangat menjunjung tentang HAM sehingga fenomena tersebut
12
menarik untuk di kaji lebih jauh. Hal ini mendorong penulis untuk
melakukan penelitian dengan judul; “Sikap Pemerintah Amerika
Serikat Terhadap Pelanggaran HAM di Indonesia (Studi Kasus: PT.
Freeport ).”
B. Batasan dan Rumusan Masalah
Mengingat dalam judul yang sudah di kemukakan di atas
mencakup berbagai aspek dengan kompleksitas masalah maka dalam hal
ini, penulis perlu membatasi yaitu hanya berkisar kepada respon atau sikap
dari pemerintah Amerika Serikat dalam bentuk pernyataan, aksi, dan pola
kebijakan mengenai permasalahan HAM di Indonesia dalam hubungannya
dengan kasus pelanggaran HAM yang melibatkan Freeport di Indonesia
mengenai aksi mogok yang dilakukan oleh pekerja/buruh Freeport
Indonesia untuk menuntut kenaikan gaji.
Dari latar belakang masalah dan pembatas yang telah diuraikan di
atas, sehingga ada beberapa masalah yang akan dibahas penulis dalam
penelitian ini, yaitu:
1. Bagaimana
sikap
pemerintah
Amerika
Serikat
terhadap
Pelanggaran HAM di PT. Freeport?
2. Apa saja faktor pendorong dan penghambat penyelesaian
pelanggaran HAM di PT. Freeprt?
13
3. Bagaimana pengaruh pelanggaran HAM di PT. Freeport terhadap
hubungan bilateral Amerika Serikat-Indonesia?
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitan
1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui sikap pemerintah Amerika Serikat terhadap
kasus pelanggaran HAM di PT. Freeport.
b. Memaparkan faktor pendorong dan pengahambat penyelesaian
pelanggaran HAM di PT. Freeport.
c. Untuk mengetahui pengaruh pelanggaran HAM di PT. Freeport
terhadap hubungan bilateral Amerika Serikat-Indonesia.
2. Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk:
a. Diharapkan dapat memberikan analisa mengenai sikap pemerintah
AS terhadap pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia,
khususnya yang melibatkan salah satu MNC AS PT. Freeport
Indonesia.
b. Secara akademis, dapat dijadikan referensi dan bahan kajian lebih
lanjut dalam studi hubungan internasional bagi peneliti yang
memeliki kajian lebih lanjut mengenai kebijakan politik luar negeri
Amerika Serikat terhadap pelanggaran HAM di Indonesia yang
melibatkan perusahaan asing (PTFI) milik Ameria Serikat.
14
D. Kerangka Konseptual
Politik luar negeri merupakan salah satu sarana pencapaian
kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. Politik luar negeri
pada dasarnya merupakan “action theory” atau kebijaksanaan suatu negara
yang ditujukan ke negara lain untuk mencapai suatu kepentingan tertentu.
Secara umum, politik luar negeri (foreign policy) merupakan suatu
perangkat formula nilai, sikap, arah serta sasaran untuk mempertahankan,
mengamankan, dan memajukan kepentingan nasional di dalam percaturan
dunia internasional.8
Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pembuatan politik luar negeri
selalu terkait dengan berbagai konsekuensi yang ada di dalam negeri.
Menurut Henry Kissinger, menyatakan bahwa “foreign policy begins when
domestic policy ends”. Dengan kata lain studi politik luar negeri berada
pada intersection antara aspek dalam negeri (domestik) dan aspek
internasional (eksternal) dari kehidupan suatu negara. Dalam kajian politik
luar negeri sebagai suatu sistem, rangsangan dari lingkungan eksternal dan
domestik sebagai input yang mempengaruhi politik luar negeri suatu
negara yang dipersepsikan oleh para pembuat keputusan dalam proses
konversi menjadi output.9
Dalam pelaksanaan tentang politik luar negeri terdapat tiga
determinan yang harus di perhatikan. Salah satunya merupakan
8
Anak Agung Banyu Perwira & Yanyan Mochamad Yani. (2005). Pengantar Ilmu Hubungan
Internasional. Bandung: Remaja Rosdakary. Hal 47.
9
Ibid. hal 48.
15
kepentingan nasional, dimana politik luar negeri adalah pencerminan dari
kepentingan nasional suatu negara terhadap lingkungan luarnya. Politik
luar negeri sebagai pencerminan dari kepentingan nasional dikemukakan
oleh J. Frankel :
Politik luar negeri merupakan pencerminan dari kepentingan
nasional yang ditujukan ke luar negeri, yang tidak terpisah dari
keseluruhan tujuan nasional, dan tetap merupakan komponen atau
unsur dari kondisi dalam negeri.10
Sebagaimana diketahui, Barack H. Obama menjadi Presiden
Amerika Serikat yang ke-44, serta menjadi Presiden Amerika Serikat
pertama yang Afro-Amerika menggantikan Presiden sebelumnya George
W. Bush yang telah menjabat selama dua periode. Presiden Obama sendiri
sebagai Presiden pertama yang barasal dari keturunan Afro-Amerika dan
pernah menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia. Sehingga
masyarakat Amerika Serikat dan dunia internasional terutama Indonesia
sendiri mengharapkan agar terjadi pergeseran global Amerika Serikat
seiring dengan tampilnya Obama sebagai orang nomor satu di Gedung
Putih. Akan tetapi, seperti diketahui bahwa Obama bukanlah satu-satunya
aktor dalam penentu arah kebijakan global Amerika Serikat.
Setiap Presiden yang terpilih mempunyai sejumlah kebijakan
tersendiri selama masa pemerintahannya. Begitupun dengan Presiden
Barack Obama. Untuk melihat kebijakannya, maka kita dapat melihat dari
partai yang mana. Seperti diketahuai Amerika Serikat menganut sistem
10
J. Frankel.(1990). Hubungan Internasiona. Jakarta: ANS Sungguh Barsaudara. Hal 55.
16
dwi-partai atau ada dua partai besar yang berkuasa, yakni; Demokrat dan
Republik. Setiap partai telah memiliki visi dan misi masing-masing. Maka,
tidak terlalu sulit untuk menentukan kebijakan-kebijakannya dan hanya
disesuaikan dengan kondisi serta perubahan-perubahan yang terjadi saat
ini dan kedepannya.
Pada umumnya politik luar negeri suatu negara itu bervariasi dan
seringkali mengalami perubahan yang diakibatkan oleh adanya benturanbenturan baik dengan faltor-faktor eksternal atau situasi internasional yang
selalu berkembang. Hal ini juga dialami oleh seluruh negara dunia, tidak
terkecuali Amerika Serikat. Walaupun dalam pelaksanaan politik luar
negeri Amerika Serikat tetap memiliki prinsip-prinsip utama dalam
pelaksanaanya.
Secara umum Amerika Serikat selalu berusaha untuk menjadi
penguasa dunia dan menegakkan nilai-nilai Amerika Serikat di seluruh
muka bumi dengan dukungan dari jaringan ekonomi yang besar dan
kekuatan militernya. Adapaun tudingan yang diberikan kepada kebijakan
internasional yang dijalankan merupakan standar ganda, sebagaimana
berkaitan dengan sikap Amerika Serikat di Timur Tengah yang senantiasa
unilateralisme di bawah kepimpinan George W. Bush. Sehingga dalam
praktik kebijakan luar negeri Amerika Serikat sering disebut “minus
malum”, yaitu harus memilih yang kurang buruk ketika menghadapai yang
17
terburuk. 11 Jadi, kebijakan luar negeri suatu negara akan dapat berubah
kapan saja sesuai dengan kepentingan nasional dari suatu negara.
Menurut Jan Materson dari komisi HAM PBB, hak asasi manusia
adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpa hak-hak
tersebut manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia. 12 Hak asasi
manusia merupakan hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan
dibawanya bersamaan dengan kelahiran atau kehadirannya di dalam
kehidupan masyarakat. Hak-hak yang dimiliki manusia tanpa ada
perbedaan bangsa, ras, agama atau gender karena bersifat asasi dan
universal.13
Dalam proses politik internasional dewasa ini peranan perusahaanperusahaan multinasional atau MNC tidak mungkin diabaikan lagi,
disebabkan karena MNC memeliki peranan yang sangat menentukan
dalam
ekonomi
politik
internasional.
Karakteristik
Multinational
Corporation berdasarkan Michael J. Carbaugh menyebutkan sedikitnya
terdapat empat karakteristik. Pertama, MNCs disebutkan sebagai suatu
perusahaan bisnis yang beroperasi di dua atau lebih host country dimana
kantor pusatnya berada di home countr). Kedua, MNCs seringkali
melakukan kegiatan research and development di negara tujuan. Ketiga,
sifat kegiatan operasionalnya melintasi batas negara. Keempat, adanya
pemindahan modal yang ditandai dengan arus investasi asing langsung
11
Taufik Adi Susilo. (2009). Mengenal Amerika Serikat. Yogyakarta: Garasi. Hal 53.
A. Ubaidillah, dkk. (2000). Pendidikan Kewarganegaraa: Demokrasi, HAM, dan Masyarakat
Madani. Jakarta: IAIN Jakarta Press. Hal 207.
13
Ibid. Hal 210.
12
18
FDI dari daerah yang sedikit memberikan keuntungan kepada MNCs ke
daerah yang dianggap mampu memberikan kontribusi positif atas
keberadaan MNCs.14
Perusahaan-perusahaan MNC tersebut tertarik akan SDA di
negara-negara berkembang yang kaya, upah buruh yang rendah dan
kurangnya penegakan pajak dan hukum yang berkaitan dengan regulasi
perlindungan lingkungan, hak pekerja dan keselamatan kerja. Sehingga,
terkadang para pekerja dibayar dibawah UMR (Upah Minimum Buruh)
dan melakukan berbagai pelanggaran HAM. Amerika Serikat adalah salah
satu dari sedikit negara yang telah menolak untuk menandatangani
konvensi internasional untuk penghapusan pekerja anak dan kerja paksa.
Multi National Corporation (MNC) atau juga dikenal sebagai
Transnational Corporation (TNC) adalah perusahaan yang terdaftar dan
beroperasi di lebih dari satu negara. Secara umum, perusahaan itu
memiliki pusat di sebuah negara dan mengoperasikan perusahaan tersebut
secara keseluruhan atau parsial. Bila secara parsial, maka ada perusahaan
lain (subsidiary company) yang didirikan untuk mengurus cabang
perusahaan itu di negara lain dan perusahaan subsidiary tersebut melapor
kepada kantor pusat.15
E. Metode Penelitian
Aknolt Kristian Pakpahan. (2005). “Multinational Corporations Dalam Perekonomian Global”.
Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, vol. 1. September. hal. 235
15
Multinational Corporation. “Encyclopædia Britannica” .
http:/www.search.eb.com.colib.ccc.edu:80/eb/article-9054240. Diakses pada tanggal 15 Februari
2012, pukul 21.34 Wita.
14
19
1. Tipe Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian
deskriptif (descriptive research) yang biasanya juga disebut dengan
penelitian taksonomik, dimana tujuannya untuk eksplorasi dan klarifikasi.
Dimulai
dengan
menggambarkan,
mencatat,
menganalisis
dan
menjabarkan mengenai sikap pemerintah Amerika Serikat terhadap
pelanggaran HAM di Indonesia terutama yang terjadi di PTFI.
2. Teknik Pengumpulan Data
Dalam
pengumpulan
data,
penulis
menggunakan
teknik
pengumpulan data telaah pustaka (Library Research) disertai dengan
melihat perkembangan fakta yang berhubungan dengan permasalahan
yang dibahas. Data yang dikumpulkan diperoleh dari berbagai macam
sumber berupa buku-buku, jurnal ilmiah, dokumen, surat kabar, dan
internet.
Adapun
tempat-tempat
yang
dikunjungi
dalam
proses
pengumpulan data antara lain;
1. Perpustakaan Pusat Universitas Hasanuddin di Makassar
2. Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Hasanuddin di Makassar
3. Ruang Baca dan Ilmu Politik UNHAS Makassar
4. Perpustakaan Ali Alatas KEMLU di Jakarta.
20
5. Perpustakaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Jakarta.
6. Perpustakaan Centre for Strategic and International Studies (CSIS)
di Jakarta.
3. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan
gabungan dari data sekunder dan data primer. Data sekunder merupakan
data yang diperoleh dari beberapa sumber baik yang berupa jurnal, buku,
laporan
tertulis
dan
dokumen-dokumen
yang
berkaitan
dengan
pelanggaran HAM yang terjadi di PTFI dan kebijakan politik luar negeri
Amerika Serikat tentang HAM pada pemerintahan Barack H. Obama, serta
respon dari pemerintah Amerika Serikat terhadap pelanggaran HAM yang
terjadi
terhadap
pengaruh
hubungan
bilateral
Amerika-Indonesia.
Sedangkan data primer, didapat dengan melakukan wawancara dengan
pihak yang terlibat mengenai terjadinya aksi mogok dan demonstrasi oleh
pekerja/buruh PTFI serta tuntutan mereka kepada pihak PTFI.
4. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan merupakan teknik kualitatif,
yaitu penulis akan mengumpulkan data, menjelaskan atau menggambarkan
berdasarkan fakta-fakta yang terjadi sejak kehadiran PT. Freeport di
Indonesia, serta kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat di Indonesia
yang berkaitan dengan HAM dan aksi mogok pekerj/buruh PTFI untuk
menuntut kenaikan gaji/upah.
21
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Multinational Corporation (MNC)
Dalam perkembangan dunia internasional terdapat berbagai macam
aktor bermunculan dan terlibat dalam fenomena hubungan internasional.
22
Serta tidak dapat dipungkiri aktor-aktor tersebut memiliki peran yang
berbeda dalam hubungan internasional. Pada mulanya pemerintahan suatu
negara dianggap satu-satunya aktor yang terlibat dalam hubungan
internasional. Akan tetapi, dewasa ini aktor non-negara juga berperan aktif
meskipun peran utama dalam hubungan internasional masih dipegang oleh
pemerintah suatu negara. Salah satu aktor non-negara berkembang pesat
dewasa ini, yakni MNC (Multinational Corporation).
MNC atau sering disebut juga dengan perusahaan multinasional
yang juga dewasa ini memainkan peran yang penting dalam tata
perekonomian global. Perubahan dalam perekonomian global ditandai
dengan adanya globalisasi ekonomi yang menurut Lairson dan Skidmore
disebut sebagai era yang mana sistem Bretton Woods dengan fixed
exchange-nya tumbang dan jatuhnya kontrol atas produksi minyak dari
negara-negara Barat. Michael J. Carbough menyebutkan bahwa arus
globalisasi ekonomi sudah terjadi sejak lama. Dengan terjadinya
perubahan tata perekonomian global, MNC juga disebut dengan agen
globalisasi.
Dalam
buku
“Transformasi
Dalam
Studi
Hubungan
Internasional”, John H. Dunning mengatakan bahwa MNC dalam
melakukan aktivitasnya tidak hanya terbatas pada sektor produksi
melainkan juga MNC memainkan peranan yang penting dalam sektor
barang dan jasa. Pada dasarnya tidak dapat dipungkiri bahwa perpindahan
23
barang dan jasa secara internasional melibatkan banyak sekali peran dari
MNC.16
Adapun
pendapat
lain
seperti
dari Thomas
Oatley juga
menambahkan bahwa karakteristik MNC, yakni
adanya sifat managerial control lintas batas negara yang
memberikan wewenang kepada MNC tersebut untuk mengeluarkan
kebijakan-kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi
negara tujuan atau negara tepat beroperasinya MNC tersebut.17
Selain itu juga, Spero dan Hart juga menambahkan karakteristik
MNC dengan menyebutkan bahwa MNC biasanya memberikan share
kepemilikan fasilitas produksinya (di negara lain) selain kepemilikan
tunggal juga ada yang dikenal dengan sebagai joint venture. Hal ini dapat
dilihat juga dari kepemilikan saham pada PTFI, dimana dalam
kepemilikan sahamnya terdapat beberapa persen milik Pemerintah
Indonesia serta salah satu perusahaan lain. Secara umum, definisi dari
Thoedore H. Cohn dimana suatu perusahaan dapat didefinisikan atau
dikarakteristikan sebagai MNC apabila perusahaan tersebut memiliki satu
proyek FDI di negara tujuan. 18
Dalam proses politik internasional dewasa ini, peranan perusahaanperusahaan multinasional
(MNC) tidak mungkin
diabaikan lagi,
disebabkan karena MNC memiliki peranan yang sangat menentukan dalam
ekonomi politik internasional. Karakteristik Multinational Corporation
berdasarkan Michael J. Carbaugh menyebutkan sedikitnya terdapat empat
16
Yulius P. Hermawan. (2007). Transformasi Dalam Studi Hubungan Internasional. Yogyakarta:
Graha Ilmu. Hal 211.
17
Ibid. Hal 213.
18
Ibid.
24
karakteristik. Pertama, MNC disebutkan sebagai suatu perusahaan bisnis
yang beroperasi di dua atau lebih host country dimana kantor pusatnya
berada di negara asal MNC (home country). Kedua, MNC seringkali
melakukan kegiatan research and development di negara tujuan. Ketiga,
sifat kegiatan operasionalnya melintasi batas negara. Keempat, adanya
pemindahan modal yang ditandai dengan arus investasi asing langsung
FDI dari daerah yang sedikit memberikan keuntungan kepada MNC ke
daerah yang dianggap mampu memberikan kontribusi positif atas
keberadaan MNC. 19 Kehadiran MNC secara umum telah memberikan
manfaat bagi negara penerima dan mitra bisnis lokal di negara tersebut.
Aktor non-state (MNC) berkembang pesat pasca PD II, dalam
proses pengembangannya MNC tidak hanya sebagai institusi ekonomi
bahkan juga sebagai institusi politik dalam mempengaruhi kebijakan host
country atau home country. Negara tetap menjadi aktor utama dalam
hubungan internasional, terutama mengenai kepentingan-kepentingan
nasional yang ingin diwujudkan, baik antara negara berkembang ataupun
dengan negara-negara maju. Dengan adanya globalisasi yang disertai
kemajuan teknologi menyebabkan terbukanya kesempatan bagi negaranegara untuk menjalin kerja sama, dimana jarak geografi antar benua tidak
lagi menjadi halangan, terutama dalam bidang ekonomi.
Setiap negara akan berupaya untuk meningkatkan dan memajukan
kesejahteraan masyarakatnya melalui pembangunan. Pembangunan di
Aknolt Kristian Pakpahan. (2005). “Multinational Corporations Dalam Perekonomian Global”.
Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, vol. 1. September. hal. 235
19
25
negara maju sangat pesat bila dibandingkan dengan negara berkembang.
Untuk
mengejar ketinggalannya,
negara-negara berkembang
akan
menggali potensi dan sumber daya alam yang dimiliki untuk membangun
perekonomiannya. Adapun salah satu cara yang digunakan, yaitu menarik
investor asing agar menanamkan modal di negaranya. Adapun bentukbentuk dari investasi asing, yaitu; portofolio investmen, direct investment,
dan amortization. Bentuk dari Foreign Direct Investment (FDI) adalah
dengan menanamkan modalnya dalam bentuk pendirian perusahaan, baik
perusahaan baru maupun anak/cabang perusahaan yang sudah ada di
negara sendiri (MNC).
Demi membangun dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya,
serta adanya pengaruh dari globalisasi dan demokrasi sehingga negaranegara berkembang berlomba-lomba untuk menarik investor untuk
menanamkan modal di negaranya. Dengan semakin banyak persaingan
untuk
menarik
investor
asing
antar
negara-negara
berkembang,
menyebabkan beberapa negara menggunakan cara seperti menurunkan
harga pajak dan bahkan menyedikan fasilitas yang dibutuhkan demi
memperoleh yang diinginkan. Karena, kebijakan pemerintah negara tujuan
juga menjadi salah satu alasan adanya kehadiran MNC. Biasanya
perlakuan khusus untuk pajak investasi atau bahkan pemberian fasilitas,
seperti pabrik gratis atau semacamnya menjadi daya tarik masuknya
investasi asing.
26
Dengan adanya MNC di host country, secara tidak langsung telah
menghubungkan antara negara asalnya dan negara dimana dia datangi.
Negara-negara berkembang yang merupakan negara-negara dari tujuan
MNC saling berkompetisi satu sama lain untuk dapat menarik masuk
MNC ke negara mereka. Hal ini kemudian dijadikan senjata bagi MNC
untuk menarik keuntungan. Dimana MNC cenderung untuk menerima
insentif yang lebih terkait pajak dan aturan perburuhan yang longgar (gaji
buruh yang rendah) menjadi sesuatu yang umum.20
Kehadiran MNC tidak terlepas dari yang mendukung dan
menentang
beroperasinya.
Bagi
kaum
liberalis
akan
tetap
merekomendasikan negara untuk membuka peluang yang lebih luas bagi
beroperasinya MNC di negara mereka. Untuk kaum Merkantilis dapat
mengajukan hal yang serupa, selama hal tersebut menguntungkan negara
dan kaum Marxis mengusulkan untuk membatasi atau bahkan kalau
mungkin menarik diri dari keterlibatan dengan MNC, agar tidak terkena
dampak negatifnya. 21 Menurut Vernon dalam buku Hukum Penanaman
Modal di Indonesia, mengemukakan bahwa MNC adalah sekelompok
perusahaan dari berbagai negara yang tergabung menjadi satu oleh ikatan
pemilikan bersama dan tanggap terhadap satu strategi manajemen
bersama. 22 MNC tersebut akan bergerak dimana saja secara dinamis
dengan melalui lintas regional dan nasional. Pada umumnya negara-negara
penerima modal (host country) mewajibkan MNC yang beroperasi di
20
Yulius P. Hermawan. Op.Cit. Hal 220.
Ibid. Hal 102.
22
Aminuddin Ilmar. (2004). Hukum Penanaman Modal di Indonesia. Jakarta: Kencana. Hal 12.
21
27
negaranya mewajibkan untuk menggunakan hukum yang berlaku di
negaranya.
Pada hakekatnya, menurut Lia Amalia dalam bukunya Ekonomi
Internasional mendefinisikan MNC yakni:
MNC sebagai perusahaan yang operasi bisnisnya bersifat
multinasional atau internasional, dimana ada perusahaan yang
beroperasi di negara induk yakni sebagai kantor pusat
(headquarter) dan memiliki lokasi perusahaan di tiga negara atau
lebih. Atau dengan kata lain memiliki lokasi kegiatan atau operasi
perusahaan cabang senantiasa dikendalikan dan diawasi baik secara
langsung maupun tidak langsung oleh perusahaan induknya.23
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa MNC menjalankan
usaha mereka tidak hanya di dalam negeri melainkan juga melintasi
perbatasan negara yang bahkan lebih dari tiga negara sekaligus. Dengan
memiliki jaringan yang luas, maka perusahaan multinasional ini yang pada
umumnya berasal dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat,
negara-negara Asia, China, dan negara-negara Eropa memiliki kompetensi
untuk memperluas jaringan kerja dan pasarnya ke tempat atau negaranegara yang akan menguntungkan operasi perusahaannya.
Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan MNC melakukan
ekspansi melintasi batas-batas negara dan melakukan investasi ke daerahdaerah baru. Secara sederhana, alasannya dapat dibagi menjadi dua faktor.
Pertama adalah faktor permintaan (demand factor) biasanya didasarkan
pada adanya tekanan kepada MNC untuk mendapatkan keuntungan.
Tekanan untuk mendapatkan keuntungan membuat MNC harus mencari
23
Lia Amalia. (2007). Ekonomi Internasional. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hal 204.
28
daerah-daerah baru yang memiliki sumber daya dan dianggap mampu
memberikan sumber-sumber produksi baru. Misalnya, MNC yang
bergerak dalam sektor pertambangan seperti Freeport, dikarenakan negara
asalnya Amerika Serikat (negara-negara maju) sangat kekurangan sumber
daya alam (SDA), maka alternatifnya harus mencari ke daerah-daerah
ataupun ke negara-negara lain seperti di Indonesia ataupun di negaranegara berkembang lainnya. Karena, negara-negara berkembang yang
biasanya terletak di daerah tropis sehingga biasanya memiliki cadagan
sumber daya alam, mulai dari minyak bumi atau minyak mentah, emas,
tembaga, dan lain-lain.
Kedua merupakan faktor biaya (cost factor), dimana jika berbicara
mengenai bagaimana MNC menurunkan atau menekan biaya produksi
dengan tujuan untuk memaksimalkan profit juga untuk menjaga daya
saing di dunia internasional atas produk yang dihasilkan. Dengan
dibukanya fasilitas produksi di luar negeri, sehingga akan mengurangi
biaya produksi suatu produk. Dimulai dari tersedianya bahan baku mentah
untuk produksi sampai dengan tersedianya tenaga kerja dengan upah buruh
yang rendah. Dengan dikuranginya biaya tersebut, maka harga jual produk
MNC tersebut akan bisa bersaing di pasar domestik maupun pasar
global.24
Pertumbuhan dari perusahaan multinasional ini sangat cepat, serta
kemungkinkan
24
bahwa
dapat
menimbulkan
konflik-konflik
antara
Yulius P. Hermawan. Op. Cit. Hal 214.
29
kepentingan perusahaan dengan kepentingan negara atau dengan para
pekerja/buruh. Pada umunya MNC ini melakukan investasinya pada
negara yang persediaan tenaga kerjanya murah, mengekspor hasilnya ke
negara asal dan kemudian hasilnya di jual pada pasar internasional yang
mana pada akhirnya akan dijual kembali ke negara tersebut dengan harga
yang berkali-kali lipat.
Kehadiran MNC secara umum telah memberikan manfaat bagi
negara penerima dan mitra bisnis lokal di negara tersebut. Bahkan jika
upaya ini disiasati dengan lebih baik dan pintar bukan tidak mungkin
dengan kehadiran MNC di negara-negara berkembang, seperti Indonesia
akan dapat memberikan manfaat dan dampak positif yang luas yang dapat
diimbangi dengan membuat peraturan-peraturan yang jelas dan yang bisa
menguntungkan host country. Keberadaan MNC sebagai pelaku investasi
luar negeri merupakan hal yang tidak terelakan di Indonesia. Keberadaan
MNC di Indonesia juga seringkali menimbulkan friksi di antara pelakupelaku yang terkait di dalamnya seperti negara, MNC, dan masyarakat.
Dalam keberadaannya yang mendukung perekonomian Indonesia dalam
bentuk penerimaan negara, dan dalam bentuk pengadaan lapangan kerja
bagi masyarakat, keberadaan MNC di Indonesia masih diwarnai dengan
permasalahan.
B. Politik Luar Negeri
30
Politik luar negeri cenderung dimaknai sebagai sebuah identitas
yang menjadi karakteristik suatu negara yang berbeda dengan negara lain
di dunia. Politik luar negeri merupakan kebijaksanaan suatu negara dalam
mengatur hubungan luar negeri. Tujuan dari politik luar negeri, yakni
untuk mewujudkan kepentingan nasional dari negaranya serta memuat
gambaran atas keadaan negara di masa datang dalam dunia internasional.
Dalam pelaksanaan politik luar negeri terdapat tiga determinan yang harus
diperhatikan. Pertama adalah kepentingan nasional. Politik luar negeri
merupakan pencerminan dari kepentingan nasional suatu negara
dikemukakan oleh J. Frankel:
Politik luar negeri merupakan pencerminan dari kepentingan
nasional yang ditujukan ke luar negeri, yang tidak terpisah dari
keseluruhan tujuan nasional, dan tetap merupakan komponen atau
unsur dari kondisi dalam negeri.25
Dalam politik luar negeri tidak saja melibatkan aspek-aspek
eksternal, melainkan juga aspek-aspek internal yang berupa kepentingankepentingan nasional dari suatu negara sehingga sangat kompleks. Aktor
utama dalam sistem hubungan internasional tetap dilakukan oleh negara,
walaupun banyak aktor non-negara yang mulai turut berperan penting di
dalamnya.
Pada dasarnya politik luar negeri merupakan “action theory”, atau
kebijaksanaan dari suatu negara yang ditujukan untuk negara lain untuk
mencapai kepentingan tertentu. Sehingga, secara umum dalam memahami
politik luar negeri adalah dengan jalan memisahkannya menjadi politik
25
J. Frankel. (1990). Hubungan Internasional. Jakarta: ANS Sungguh Barsaudara. Hal 55.
31
dan luar negeri. Politik (policy), yaitu seperangkat keputusan yang menjadi
pedoman untuk bertindak, atau seperangkat aksi yang bertujuan untuk
mencapai sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Policy itu sendiri
berakar pada konsep pilihan, dimana untuk tindakan atau membuat
keputusan-keputusan untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan, mengenai
wilayah dan konsep wilayah akan membantu dalam upaya memahami
konsep luar negeri (foreign). Jadi, politik luar negeri (foreign policy) dapat
diartikan sebagai seperangkat pedoman untuk memilih tindakan yang
ditujukan ke luar wilayah suatu negara.26
Determinan kedua, yang berhubungan dengan politik luar negeri
merupakan kemampuan nasional. Kemampuan nasional dapat diartikan
sebagai kemampuan yang dimiliki suatu bangsa, baik yang secara aktual
maupun yang bersifat potensial. Salah satu aspek yang dapat dikategorikan
dalam kemampuan nasional, yakni memiliki sumber daya alam yang
melimpah. Dengan memiliki sumber daya alam yang melimpah, suatu
negara dapat mengembangkan hubungan luar negerinya dengan negara
lain dalam berbagai bidang seperti, sosial-budaya, politik dan terutama
dalam bidang ekonomi.
Determinan ketiga adalah kondisi internasional dengan sifatnya yang
dinamis. Setiap negara merumuskan kebijakan politik luar negerinya masingmasing, tetapi tidak akan mungkin mengatur dan menetapkan proses
26
Anak Agung Banyu Perwira & Yanyan Mochamad Yani. Op. Cit. Hal 47-48.
32
dinamikan internasional. Karena, adanya interaksi terus-menerus antara
bangsa-bangsa di dunia.
Dalam buku “Pengantar Ilmu Hubungan Internasional”, K. J. Holsti
memberikan tiga kriteria untuk mengklasifikasikan tujuan-tujuan politik luar
negeri suatu negara, yakni:
1. Nilai (Values) yang menjadi tujuan dari para pembuat keputusan.
2. Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan yang
telah ditetapkan. Dengan kata lain ada tujuan jangka pendek,
jangka menengah, dan jangka panjang.
3. Tipe tuntutan yang diajukan suatu negara kepada negara lain.27
Kebijakan politik luar negeri suatu negara berupa suatu arah tindakan
yang direncanakan untuk mencapai suatu sasaran yang merupakan strategi
serta taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam hubungannya dengan
negara lain. Sedangkan politik luar negeri berupa pola perilaku yang
diwujudkan oleh suatu negara sewaktu dalam proses memperjuangkan
kepentingannya dalam hubungannya dengan negara lain. Politik luar negeri
juga berkaitan dengan proses pengambilan keputusan yang mengikuti
serangkaian tindakan khusus.
Kebijakan luar negeri mempunyai tiga konsep untuk menjelaskan
hubungan suatu negara dengan kejadian dan situasi di luar negaranya, yaitu:
a. Politik luar negeri sebagai sekumpulan orientasi adalah pedoman
bagi para pembuat keputusan dalam mengahadapi kondisi-kondisi
27
Anak Agung Banyu Perwira & Yanyan Mochamad Yani. Op. Cit. Hal 51-52.
33
eksternal yang menuntut pembuat keputusan dan tindakan
berdasarkan orientasi tersebut.
b. Politik luar negeri sebagai seperangkat komitmen dan rencana
untuk bertindak. Sedangkan, kebijakan luar negeri berupa rencana
dan komitmen konkrit yang dikembangkan oleh para pembuat
keputusan untuk membina dan mempertahankan situasi lingkungan
eksternal yang konsisten dengan orientasi kebijakan luar negeri.
c. Kebijakan luar negeri sebagai bentuk perilaku atau aksi.28
Perlu diperhatikan dalam keterkaitan kepentingan nasional dan
politik luar negeri adalah bahwa pelaksanaan politik luar negeri tersebut
semaksimal mungkin dapat menguntungkan bagi kepentingan nasional,
baik diukur dari kepentingan keselamatan dan keamanan nasional, maupun
diukur dari peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan nasional. Sufri
Yusuf memberikan sebuah definisi standar bahwa politik luar negeri itu
adalah politik untuk mencapai tujuan nasional dengan menggunakan
segala kekuasaan dan kemampuan yang ada.29 Karena situasi dan kondisi
dunia yang dinamis dan mengalami dinamika yang terus berkembang,
maka kebijaksanaan politik suatu negara selalu mengalami penyusunan
atau peyesuaian dengan kondisi politik luar negeri, karena politik luar
negeri merupakan perpanjangan tangan dari politik dalam negeri. Oleh
sebab itu, kebijaksanaan politik luar negeri sangat ditentukan oleh kondisi
obyektif politik dalam negeri. Apa yang dirumuskan pada politik dalam
28
Ibid. Hal 53-54.
Sufri Yusuf, Hubungan Internasional dan Politik Luar Negeri, Sebuah Analisis Teoritis dan
Uraian Pelaksanaanya, Pustaka Sinar, Jakarta, 1989, hal 110.
29
34
negeri, akan menjadi acuan untuk perumusan politik luar negeri yang di
tujukan pada dunia internasional.
1. Dasar Kebijakan Politik Luar Negeri AS
Negara Amerika Serikat sebagai suatu negara yang dikenal dengan
sebutan negara adidaya, dalam pelaksanaan politik luar negerinya juga
akan berorientasi pada kepentingan nasionalnya yang didasarkan pada
kondisi obyektif baik di dalam negeri maupun kondisi politik internasional
yang berkembang saat ini. Adapun nilai-nilai dasar politik luar negeri
Amerika Serikat, yakni HAM (peace and prosperity), demokratisasi, freetrade, lingkungan hidup, dan stabilitas dan keamanan. Pola kebijakan luar
negeri Amerika Serikat selain dipengaruhi oleh nilai-nilai dasar di atas,
juga tidak lepas dari pengaruh atau perubahan-perubahan yang terjadi
dalam dunia internasional.
Pada pidato perpisahan George Washington tahun 1796, menyatakan
bahwa Amerika Serikat menghindari keterlibatan dalam perang di luar
negeri dan Amerika Serikat bekonsentrasi pada kepentingan nasionalnya,
sehingga dikenal dengan kebijakan isolasi. Pada masa Perang Dunia I (19121914) menandai mulai keterlibatan Amerika Serikat di dunia internasional
dan Perang Dunia II (1939-1945) Amerika Serikat mulai tampil dan terlibat
aktif dalam dunia internasional, terutama pasca Perang Dunia II. Masa ini
diwarnai dengan adanya persaingan antara Blok Barat yang dipimpin
Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet. Dengan
berakhirnya perang dingin di akhir abad-20, kemudian mulai adanya
35
perubahan-perubahan penting dalam hubungan internasional dan bagi
Amerika Serikat dikenal sebagai Tatanan Dunia Baru (New Wolrd Order).30
Seperti yang kita ketahui, kepentingan nasional suatu negara
bersumber dari budaya bangsanya, yaitu hidup bangsa, pola pikir dan sikap
yang terbentuk melalui proses pengalaman sejarah yang diwariskan dari
bangsa itu sendiri. Karena, politik luar negeri suatu negara merupakan
kelanjutan atau perjuangan dari kepentingan nasionalnya, maka Amerika
Serikat sebagai negara besar dan adikuasa sejak berakhirnya Perang Dingin
memfokuskan politik luar negerinya terhadap penciptaan tata politik
internasional yang sesuai dengan kepentingan nasionalnya.
Kini Amerika Serikat berada di bawah pemerintahan Barack
Hussein Obama Presiden Amerika Serikat yang ke-44 menggantikan
pemerintahan George Walker Bush dan Obama juga merupakan keturunan
Afro-Amerika pertama yang membantahkan struktur masyarakat Amerika
Serikat yang berbasis pada WASP (White Anglo Saxon Protestant) serta
dicalonkan oleh Partai Demokrat. 31 Partai Demokrat adalah salah satu
partai terbesar di Amerika Serikat, selain Partai Republik. Yang menjadi
fokus dalam politik luar negeri Obama, ialah berusaha menjalin hubungan
yang baik dengan negara-negara muslin seperti Indonesia yang mayoritas
beragama muslim. Hubungan antara dunia Islam dan Barat tidak ada
perubahan yang berarti, hanya ada sedikit perubahan gaya dan cara.
30
A Short History of The Department State. http://history.state.gov/departmenthistory/shorthistory/development. diakses pada tanggal 29 Februari 2012, pukul 08.28 Wita.
31
Kementerian Luar Negeri RI. (2009). Hubungan Bilateral Indonesia-AS di Era Presiden
Obama. Bukit Tinggi: Deputi Seswapres Bidang Politik. Hal 1.
36
Obama memilih Hillary Clinton sebagai Menteri Luar Negeri Amerika
Serikat yang juga merupakan mantan pesaing utamanya saat pemilihan
calon presiden dari Partai Demokarat. Hillary Clinton juga merupakan
mantan ibu negara yang pernah menjadi anggota Senat Amerika Serikat
dari bagian New York yang menunjukan kemampuannya dalam urusan
luar negeri.32
Di Amerika Serikat terdapat dua partai besar, yakni Partai Republik
dan Partai Demokrat. Partai Republik menonjolkan nuansa konserfatif,
unilateralisme, lebih fokus dalam bidang pertahanan-keamanan, dan
memiliki basis konstituen dari kelas menengah ke atas. Hal ini dapat kita
lihat dalam Pemerintahan George W. Bush dimana dalam pengambilan
keputusan terutama dalam invasinya ke Irak yang bertindak sesuai
keinginannya dan sangat fokus dalam bidang-pertahanan dalam dunia
internasional. Terutama pasca Tragedi 9/11, terlihat Amerika Serikat dengan
gencar melawan teroris. Dimana teroris selalu dihubungkan dengan agama
islam.
Presiden Barack H. Obama berasal dari Partai Demokrat. Dimana
politik luar negeri yang dijalankan oleh Obama serta merta akan diwarnai
paradigma dari Partai Demokrat. Dalam politik luar negeri Obama, sifat
yang digunakan dalam pengambilan keputusan bersifat multilateralisme
dan berbentuk kooperatif. Serta sangat mengedepankan soal HAM dan
32
Obama dan Politik Luar Negeri AS. http://aipi.wordpress.com/2009/01/19/obama-dan-politikluar-negeri-as. Diakses pada tanggal 28 Februari 2012. Pukul 13.56 Wita.
37
demokratisasi. Jika dibandingkan dengan Partai Republik yang sering
menggunakan kekuatan militer dalam penerapan politik luar negerinya,
Partai Demokrat lebih fokus tentang persoalan HAM, demokrasi, dan
lingkungan hidup menjadi bagian penting dari politik domestik dan luar
negeri Amerika Serikat.33
Dalam era Pemimpinan Obama, Amerika Serikat diharapkan dapat
lebih menggunakan pendekatan soft power dengan penerapan smart
diplomacy yang lebih menekankan pada penyebaran nilai-nilai demokrasi
dan penghormatan terhadap HAM tanpa harus menggunakan militer.
Melalui smart power Amerika Serikat cenderung akan lebih bersikap do
listening daripada do talking sebagai wujud dari kesediaan Amerika
Serikat untuk lebih mendengar suara dunia daripada mengambil tindakantindakan unilateral yang sering dilakukan pada era George W. Bush. 34
Pernyataan tentang smart power pernah dikatakan oleh Hillary Clinton
sebagai Menteri Luar Negeri. Dimana dia menyatakan bahwa:
Saya percaya bahwa kepemimpinan Amerika telah ingin, tapi
masih ingin. Kita harus menggunakan apa yang telah disebut smart
power, berbagai alat yang kita miliki-diplomasi, ekonomi, militer,
politik, hukum, dan budaya-memilih alat yang tepat atau kombinasi
alat bagi setiap situasi. Dengan cerdas kekuasaan diplomasi akan
menjadi garda depan politik luar negeri kami.35
33
Samsul Muarif. (2008). Obama Presiden Amerika Anak Menteng. Jakarta: Grafindo. Hal 112115.
34
Kementerian Luar Negeri RI. Op.Cit. Hal 2.
35
Nomination Hearing To Be Secretary of State.
http://www.state.gov/secretary/rm/2009a/01/115196.htm. Diakses pada tanggal 23 Maret 2012.
Pukul 21. 52 Wita.
38
Dari pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri
Amerika Serikat ini pada tanggal 13 Januari 2009. Telah menggambarkan
bagaimana politik luar negeri Amerika Serikat ke depannya. Dimana akan
lebih mengutamakan diplomasi, sebelum menggunakan jalan yang lainnya.
C. Hak Asasi Manusia (HAM)
Hak asasi manusia adalah hak-hak yang dimiliki manusia sematamata karena ia manusia. Umat manusia memilikinya bukan karena
diberikan kepadanya oleh masyarakat atau berdasarkan hukum positif,
melainkan semata-mata berdasarkan martabatnya sebagai manusia.
36
Dapat diartikan HAM telah dimiliki oleh setiap orang sejak dilahirkan
yang tidak dibeda-bedakan satu sama lainnya, baik dari budaya, warna
kulit, jenis kelamin atau dari negara mana. Hal ini merupakan hak-hak
yang bersifat universal.
Dalam buku “Hak Asasi Manusia dalam Konstitusi Indonesia”,
mengartikan
Hak
Asasi
(fundamental
rights)
bersifat
mendasar
(grounded). Sedangkan HAM adalah hak-hak yang bersifat mendasar dan
inhern dengan jati diri manusia secara universal. Sehinga, menurut
Todung Mulya Lubis menelaah HAM adalah menelaah totalitas
kehidupan, sejauh mana kehidupan kita memberi tempat yang wajar
kepada kemanusiaan. Hak-hal asasi sendiri merupakan suatu perangkat
asas-asas yang timbul dari nilai-nilai yang kemudian menjadi kaidah-
36
Jack Donnely. (2003). Universal Human Rights in Theory and Practice. Ithaca and London:
Cornell University Press. Hlm. 7-21
39
kaidah yang mengatur perilaku manusia dalam hubungan dengan sesama
manusia. 37
Berakhirnya Perang Dingin telah mengakhiri sistem bipolar dan
berubah pada multipolar atau telah mengalihkan persaingan dari militer ke
arah persaingan atau konflik kepentingan ekonomi di antara negara-negara
di dunia. Pasca Perang Dingin, isu-isu hubungan internasional yang
sebelumnya lebih terfokus pada isu-isu high politics atau isu politik dan
keamanan meluas ke isu-isu low politics, seperti isu-isu HAM, ekonomi,
lingkungan hidup, dan terorisme. Masalah HAM dewasa ini telah menarik
perhatian dari negara-negara di dunia, terutama negara-negara yang telah
meratifikasi dari Deklarasi HAM yang dicetuskan PBB.
Pada mulanya perumusan konsep hak asasi manusia di dunia Barat
dimulai dari filsuf Inggris abad ke-17, John Lock merumuskan beberapa
hak alam (natural right) yang inhern melekat pada diri manusia. Konsep
ini kembali bangkit pasca PD II pada tahun 1948 dengan adanya Universal
Declaration of Human Rights oleh negara-negara yang tergabung dalam
PBB. Dengan adanya deklarasi ini, muncullah beragam piagam yang
menunjukan bahwa hak asasi manusia tidak lagi menjadi pembahasan di
dunia Barat. Dengan adanya proses globalisasi menjadikan permasalahan
37
Majda El-Muhtaj. (2007). Hak Asasi Manusia Dalam Konstitusi Indonesia. Jakarta: Kencana.
Hal 47-48.
40
HAM bersifat universal yang diwarnai secara khusus berdasarkan
kebudayaan dan agama yang dimiliki masing-masing negara.38
Munculnya isu-isu baru dalam hubungan internasional juga akan
berpengaruh terhadap aktifitas, cara, metode, dan aktor-aktor diplomasi.
Masyarakat internasional tidak hanya berkepentingan terhadap masalahmasalah politik dan keamanan tetapi telah meningkatkan kepedulian
mereka terhadap isu-isu Hak Asasi Manusia dan semakin meningkatnya
kebutuhan untuk dapat memperoleh dan mengakses informasi secara
bebas. Semakin meningkatnya kepedulian terhadap semakin banyaknya
pelanggaran-pelanggaran HAM terutama di sejumlah negara berkembang.
Kepedulian
masyarakat
internasional
mengenai
maraknya
pelanggaran-pelanggaran HAM disebabkan karena banyak negara yang
terlibat dalam pelanggaran HAM berat untuk mempertahankan kekuasaan.
Adapun pelanggaran-pelanggaran tersebut dilakukan dengan alasan untuk
mengalahkan kelompok-kelompok perlawanan dan untuk menghentikan
perang saudara, seperti yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah
yakni; Irak dan Libya. Dalam kondisi seperti itu, sebagian masyarakat
internasional percaya bahwa intervensi dibenarkan jika tujuannya adalah
untuk
menyelamatkan
kemanusiaan
dan
mempertahankan
HAM.
Sehingga, Rein Mullerson mendefinisikan Hak Asasi Manusia sebagai;
“pemakaian
instrument-instrumen
politik
luar
negeri
untuk
38
T. May Rudy. (2003). Hubungan Internasional Kontemporer dan Masalah-masalah Global.
Bandung: PT. Refika Aditama. Hal. 47.
41
mempromosikan HAM, selain pemakaian isu-isu HAM bagi kepentingan
politik luar negeri yang lain”.39
Perdebatan ideologis atas kelahiran Konvensi Hak Ekonomi,
Sosial, dan Budaya. Berdasarkan liberalis-kapitalis yang menjadi kontra
dari lahirnya konvensi ini, bahwa negara tidak boleh intervensi atas
kegiatan ekonomi. Sedangkan negara-negara sosialis mendukung kelahiran
konvensi ini dengan alasan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk
mensejahterakan rakyatnya.
40
Untuk mengambil jalan tengah dari
perdebatan ini, maka dikeluarkan dua konvensi atas derivasi Deklarasi
Universal HAM 1948, yaitu Konvensi Hak Sipil dan Politik serta
Konvensi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Hak-hak tentang ekonomi,
sosial, dan budaya termuat dalam Pasal 22 dalam Deklarasi Universal
HAM, yang berbunyi:
Setiap orang berhak atas pekerjaan, berhak dengan bebas memilih
pekerjaan, berhak akan terlaksananya hak-hak ekonomi, sosial dan
budaya yang sangat diperlukan untuk martabat dan pertumbuhan
bebas pribadinya, melalui usaha-usaha nasional maupun kerjasama
internasional, dan sesuai dengan pengaturan sumber daya setiap
negara.41
Dari pasal tersebut bahwa setiap individu berhak berusaha untuk
memenuhi kebutuhannya, dimulai dari aspek kesehatan, pendidikan,
kesepakatan reproduksi demi mencapai standard kesejahteraan dengan
39
Yulius P. Hermawan. (2007). Transformasi Dalam Hubungan Internasional; Aktor, Isu, dan
Metodelogi. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hal 68.
40
E. Shobirin Nadj. (2002). Diseminasi Hak Asasi Manusia: Perspketif dan Aksi. Yogyakarta:
Garasi.
41
Deklarasi Universal HAM. http://www.kontras.org/baru/Deklarasi%20Universal%20HAM.pdf .
Diakses pada tanggal 6 April 2012. Pukul 18.40 Wita.
42
berusaha untuk memiliki pekerjaan untuk kehidupan yang lebih baik.
Dimana semuanya akan kembali pendekatan hak-hak dasar (basic needs
approach).
Ada dua macam cara untuk melihat kasus pelanggaran HAM.
Pertama, pelanggaran HAM yang dilakukan oleh individu terhadap
individu lainnya sebagai bagian dari kejahatan biasa (ordinary crime) yang
disebabkan oleh hakekat manusia yang tidak sempurna. Kedua,
pelanggaran HAM yang terjadi karena penyangkalan terhadap HAM
secara sistemik atau sistematis yang mengarah pada apa yang disebut
grass violation of human rights. Kategori pelanggaran yang ini sering kali
lebih menjadi fokus perhatian dalam analisis politik global karena aktoraktor internasional yang terikat dalam analisis politik global karena aktoraktor internasional yang terikat oleh berbagai konvensi internasional dan
tanggung jawab moral sebagai bagian dari komunitas internasional yang
berkepentingan untuk menyatakan sifat dan pendirian menyangkut
masalah ini.
Penghormatan terhadap hak asasi manusia adalah hal yang
dianggap sangat mendasar, hal yang memang wajib untuk dihormati.
Karena, penghormatan akan hak asasi manusia ini merupakan salah satu
solusi yang dianggap ampuh dalam menjaga perdamaian dunia apabila
terlaksana secara total dan menyeluruh. Bagi Amerika Serikat situasi
global pasca PD II menuntut Amerika Serikat untuk menyebarkan nilainilai demokrasi kesuluruh penjuru dunia yang dilandasi oleh liberalisme
43
yang mana mengutamakan penghormatan terhadap HAM. Sementara
pengaruh dari dalam negeri Amerika Serikat sendiri ditujukan dengan
bangkitnya kesadaran warganegara terhadap solidaritas kemanusiaan. Hal
ini bermula ketika dilansirnya seruan dari Presiden Willian Jefferson
Clinton yang bertekad untuk menegakkan HAM ke seluruh penjuru dunia
secara lebih keras dan sungguh-sungguh.42
Dalam membuat kategori pelanggaran HAM, Cecillia Medina
Quiroga mengartikan bahwa:
Gross violation of human rigts sebagai “those violation,
instrumental to the achievement of goverment policies, perpetrated
in such quantity and in such a manner as to create a situation in
which the right to life, to personal integrity or to personal liberty
the population as a whole or of one or more sectors of the
population of a country are countinously infringer or threathed.43
Definisi di atas dapat dimaknai sebagai di negara-negara yang
dikuasai oleh seorang pemimpin yang otoriter dan diktatorial biasanya
sering melakukan pelanggaran HAM, dimana sering terjadi penyangkalan
secara sistematik yang mengarah pada apa yang disebut dengan groos
violation of human rights. Contohnya seperti di Indonesia pada Era
Pemerintahan Orde Baru. Dimana pemerintahan Orde Baru di Indonesia
yang saat itu dipimpin oleh Presiden Soeharto sangat otoriter.44
Jin Junhui. (1994). An Analysis of The Clinton Administration’s Foreign Policy. CIIS:
Internationa; Studies.
43
Aleksius Jemadu. (2008). Politik Global dalam Teori & Praktik. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hal
280-281.
44
Ibid
42
44
BAB III
GAMBARAN UMUM
KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT
DI INDONESIA
A. PT. Freeport Indonesia (PTFI)
PT. Freeport Indonesia merupakan salah satu perusahaan besar di
Indonesia yang berasal dari Amerika Serikat dan bergerak dalam bidang
pertambangan. PTFI mayoritas sahamnya dimiliki oleh Freeport
45
McMoRan Copper & Gold Inc (FXC). Perusahaan ini menjadi perusahaan
penghasil emas terbesar di dunia melalui tambang Grasberg di salah satu
provinsi Indonesia, yakni Provinsi Papua.
Freeport yang beroperasi di Timika Papua merupakan salah satu
anak perusahaan dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. yang
berkantor pusat di Phoenix, Arizona Amerika Serikat. Freeport-McMoRan
Copper & Gold Inc (FCX) menjadi perusahaan transnasional (TNC) atau
juga disebut MNC yang beroperasi di empat benua yang menambang
tembaga, emas, dan molybdenum. Salah satunya tempat beroperasinya
berada di Indonesia, yakni di Pegunungan Khatulistiwa di Papua. Selain
beroperasi di Indonesia, FXC juga beroperasi di Gunung Api Megah Peru,
di Chili, gurun-gurun di Barat Daya Amerika Serikat, dan yang terbaru di
Republik Demokrasi Kongo. Sehingga Freeport McMoRan Copper &
Gold Inc (FCX) menjadi pemasokan tembaga, logam, molybdenum,
produk-produk kimia, dan pelumas yang terbesar di dunia serta menjadi
produsen besar emas.45
Dalam buku Hubungan Internasional
“Percikan Pemikiran
Diplomat Indonesia”, Trie Edi Mulyani menjelaskan catatan sejarah dari
Papua atau yang biasanya juga disebut dengan Irian Jaya. Pada 1 Oktober
1962 pemerintah Belanda yang saat itu masih berada di Irian Barat
menyerahkan kepada PBB, yakni melaui UNTEA hingga mulai pada
45
Sekilas Tentang PT. Freeprot Indonesia. http://www.ptfi.com/about/default.asp. diakses pada
tanggal 29 November 2011. Pukul 20:54 Wita.
46
tanggal 1 Mei 1963 bendera Belanda diturunkan dan digantikan bendera
PBB dan bendera Indonesia. Dalam proses penyerahan Irian Barat (Papua)
ke Indonesia, PBB merancang sebuah kesepakatan yang dikenal dengan
“New York Agreement” yang bertujuan memberikan kesempatan kepada
masyarakat Irian Barat sekarang Papua untuk memilih setelah dua puluh
lima tahun menjadi bagian dari NKRI akan tetap bergabung atau ingin
berdiri sendiri dengan melalui Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat).46
Berdasarkan pada sejarah masuknya Papua menjadi salah satu
provinsi Indonesia, banyak pendapat yang menyatakan bahwa masuknya
Papua ke Indonesia merupakan hal yang benar. Hal ini berdasarkan pada
sejarah yang termasuk wilayah Indonesia merupakan daerah-daerah yang
dikuasai oleh Belanda. Pada akhirnya hasil dari Pepera 1969 yang diwakili
175 orang sebagai utusan dari delapan kabupaten masa itu di Irian Barat
setuju untuk tetap bersatu dengan pemerintahan Indonesia.47
Dalam proses penyatuan Papua menjadi bagian dari Negara
Kesatuan Republik Indonesia semuanya tidak lepas dari campur tangannya
Amerika Serikat yang saat itu dipimpin oleh John F. Kennedy. Dimana
Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang mendukung penuh
penyatuan Papua dalam NKRI. Setiap negara dalam berinteraksi dengan
negara yang lain semuanya tidak terlepas dari adanya kepentingan nasional
46
A. Agus Sriyono, dkk. (2004). Hubungan Internasional: Percikan Pemikiran Diplomat
Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hal. 18-20
47
Sejarah Papua dalam NKRI Sudah Benar.
http://oase.kompas.com/read/2009/08/21/06205938/Sejarah.Papua.Dalam.NKRI.Sudah.Benar.
diakses pada tanggal 24 November 2011. Pukul 19:45 Wita.
47
yang dibawa oleh negara masing-masing. Seperti yang dikemukakan S.L.
Roy dalam bukunya “Diplomasi” bahwa, politik luar negeri merupakan
pengejawantahan kepentingan nasional suatu negara terhadap negara
lain.48 Hal ini dapat dimaknai sebagai semua yang menjadi kebijakan suatu
negara dalam melakukan interaksi dengan negara lain adalah untuk
mewujudkan kepentingan nasionalnya. Seringkali dalam menjamin agar
kepentingan nasionalnya dapat terwujud, penguasa negara dapat
menempuh jalur apapun dalam menjalankan politik luar negerinya. Tidak
lain tujuannya untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin dan
meminimalkan kerugian dalam kerjasama bilateral maupun multilateral.
Riwayat proyek Freeport di Indonesia telah ada sejak tahun 1936,
dimana Colijn dan Jean-Jacques Dozy melakukan ekspedisi dan menjadi
kelompok luar pertama yang mencapai Gunung Gletser Jayawijaya
sehingga menemukan Ertsberg. Pada tahun 1960, ekspedisi Freeport yang
dipimpin oleh Forbes Wilson dan Del Flint menjelajahi Ertsberg. Pada
tahun 1963 sejak serah terima Irian Barat yang sekarang berubah nama
menjadi Papua ke Indonesia, sebenarnya sudah ada rencana proyek
tambang dari Freeport, tetapi ditangguhkan akibat kebijaksanaan rezim
Soekarno. Dengan adanya pengalihan kekuasaan dari Presiden Soekarno
kepada Jenderal Soeharto tahun 1966, sehingga sejak itulah aturan
48
S. L. Roy. (1991). Diplomasi. Jakarta: Rajawali Pers. Hal. 31.
48
mengenai investasi asing di Indonesia dibuat dan membuka diri bagi
investasi asing.49
Sejak tanggal 5 April 1967 Freeport telah melakukan perjanjian
Kontrak Karya (KK) untuk 30 tahun dengan pemerintah Indonesia,
sehingga Freeport menjadi perusahaan satu-satunya yang menangani
kawasan Ertsberg seluas 10 kilometer persegi. Kontrak Karya I seharusnya
berakhir pada tahun 1997, akan tetapi diperpanjang pada 30 september
1991 selama 30 tahun lagi sehingga akan berakir tahun 2021 dan
kesepakatan kerja tersebut masih dapat diperpanjang dua kali masingmasing dalam waktu sepuluh tahun . 50 Karakteristik KK di dalamnya
seluruh urusan manajemen dan operasional diserahkan kepada penambang
(MNC). Negara tidak memiliki kontrol terhadap kegiatan operasional
perusahaan dan hanya memperoleh royalti yang besarnya telah ditentukan
dalam KK tersebut. Jadi, Indonesia berdasarkan KK hanya menerima satu
persen dari hasil tambang dan Freeport menerima keuntungan yang jauh
sangat besar, sehingga negara dan rakyat Indonesia sangat dirugikan. Hal
inilah
yang
menyebabkan
sekarang
banyak
permasalahan
yang
bermunculan. Yang memimpin Freeport adalah Chairman of The Board
FCX James R. Moffett dan Chief Executive Officer (CEO) FCX Richard
C. Adkerson.
49
Riwayat Proyek. http://www.ptfi.com/about/history.asp, diakses pada tanggal 28 November
2011, pukul 19.44 Wita.
50
Ibid.
49
Proses masuknya PTFI tidak dapat dipungkiri tidak terlepas dari
dukungan Amerika Serikat kepada Indonesia dalam proses integrasi Irian
Barat (Papua) ke NKRI, karena setahun dari masuknya Papua ke NKRI
kemudian disusul oleh penandatangani kontrak karya pertama (KK I)
antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan Freeport. Dalam proses
integrasi Papua ke NKRI sebenarnya banyak masalah yang telah ada,
sehingga dengan masuknya Freeport makin memperbanyak aktor yang
terlibat di dalamnya sehingga semakin banyak masalah yang ditimbulkan.
Sumber-sumber konflik yang berada di Papua dapat dikelompokkan
dalalm empat isu. Yang pertama, masalah merjinalisasi dan efek
diskriminatif terhadapat orang asli papua akibat pembangunan ekonomi
yang tidak merata antara Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian
Timur, konflik politik, dan migrasi massal ke Papua sejak 1970.
Kedua, kegagalan pembangunan terutama di bidang pendidikan
yang masih belum terjangkau sampai ke pelosok desa, kesehatan, terutama
kesehatan bagi penduduk asli Papua sendiri yang masih sangat tradisional,
dan pemberdayaan ekonomi rakyat, terutama bagi penduduk asli Papua
yang harus dipindahkan demi beroperasinya Freeport yang telah
bekerjasama dengan pemerintah pusat. Masalah utama ketiga adalah
adanya kontradiksi sejarah dan konstruksi identitas politik antara Papua
50
dan Jakarta. Dan isu keempat adalah pertanggung jawaban atas kekerasan
negara di masa lalu terhadap warga negara Indonesia di Papua.51
Menurut hasil penelitian tim kajian Papua LIPI tahun 2004, secara
garis besar terdapat tiga aktor utama yang terlibat dalam konflik di Papua
dan berada di level lokal, nasional, dan internasional, yakni negara/
pemerintah (state), masyarakat (society), dan pembisnis (market). Peran
dan kepentingan dari aktor-aktor tersebut dapat dipetakkan, namun tidak
mudah dalam pemetaan pola dari hubungan di antara para aktor tersebut.
Hal ini disebabkan karena banyaknya jumlah aktor yang terlibat baik
secara langsung maupun tidak langsung dan setiap aktor memiliki lebih
dari satu kepentingan yang saling berhubungan satu sama lainnya.52
Kebijakan-kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh Pemerintah
Indonesia pada Era Orde Baru mengenai penanaman modal asing, adalah
UU No. 1 Tahun 1967 mengenai Penanaman Modal Asing dan UU No. 11
Tahun 1967 Mengenai Pertambangan53. Kedua undang-undang inilah yang
menjadi awal penanaman modal asing dan terbuka bagi luar. Jika pada
jaman Soekarno yang sangat nasionalis sehingga aturan kontrak yang
dibuat juga yang akan selalu menguntungkan. Sehingga, masuknya
Freeport ke Indonesia tidak terlepas dari bantuan dari Amerika Serikat
yang merupakan negara asalnya.
51
Adriana Elizabeth. (2006). Dimensi Internasional Kasus Papua. Jurnal Penelitian Politik. vol.3,
No.1. Hal. 44.
52
53
Ibid.
Aminuddin Ilmar. (2005). Hukum Penanaman Modal Asing. Jakarta: Kencana. Hal 32.
51
Adapun komitmen PTFI terhadap pembangunan berkelanjutan
yang diperhatikan. Karena Freeport menyadari pentingnya hasil tambang
seperti logam bagi perekonomian dunia. Dalam pemenuhan kebutuhan,
maka harus diimbangi dengan kewajiban sosial dan lingkungan sehingga
dalam memenuhi kebutuhan generasi saat ini dan tidak membahayakan
generasi mendatang. Hal inilah yang menjadi doktrin pokok dari
pembangunan berkelanjutan yang juga mendasari komitmen pihak
Freeport McMoran Copper & Gold Inc. PTFI selaku anak perusahaan dari
Freeport McMoran Copper & Gold Inc. juga menganut dan mentaati
kebijakan-kebijakan organisasi induk yang menyangkut etika, sosial, dan
lingkungan. Kebijakan
inilah yang memandu PTFI dalam menempuh
jalan menuju pembangunan berkelanjutan. PTFI juga garus bertanggung
jawab atas amanah ataupun aturan dari Pemerintah Indonesia, serta
terhadap Provinsi Papua, Kabupaten Mimika serta masyarakat asli Papua
yang berada di sekitar tempat beroperasinya proses tambang. Sedangkan
tanggung jawab pembayaran yang harus dibayar oleh PTFI, yaitu berupa
pajak, royalti, dividen dan berbagai iuran kepada Pemerintah Indonesia.
Berdasarkan laporan PTFI, pada tahun 2008 saja pembayarannya
mencapai 1,2 milliar dolar AS. Serta menurut laporan PTFI juga, PTFI
merupakan penyedia pekerja swasta terbesar di Papua, memberikan pajak
terbesar bagi Pemerintah Indonesia.
Prinsip-prinsip bisnis dari Freeport McMoran Copper & Gold Inc
dan PTFI juga terikat oleh prinsip-prinsip tersebut. Prinsip perilaku bisnis
52
mewajibkan setiap karyawan untuk memenuhi standar etika yang telah
ditetapkan baik yang ditetapkan oleh perusahaan maupun undang-undang
yang berlaku (dimana tempat beroperasinya) termasuk undang-undang anti
korupsi dan Undang-Undang Amerika Serikat Sarbanes-Oxley. Setiap
karyawan diwajibkan untuk melaporkan setiap dugaan
terhadap
pelangaran prinsip-prinsip tersebut kepada pejabat kepatuhan dari
perusahaan. Setiap kejadian atau permasalahan yang dilaporkan yang
menyangkut pelanggaran atau potensi pelanggaran diselidiki dan
ditanggulangi sebagaimana mestinya.54
Diketahui bahwa sudah 37 ribu lebih saham milik MNC untuk
mata rantai ekonomi dalam negeri dan dunia internasional. Dimana 21
perusahaan negara di dunia merupakan pendukung investasi operasi
tambang bagi PTFI dan 150 ribu anak perusahaan di dunia yang punya
hubungan produksi di bawah payung eksplorasi tambang milik Freeport
yang berpusat di Amerika Serikat dan skala operasi terbesar Freeport di
dunia, yakni yang berada di Papua “Tembaga Pura” Indonesia dengan
memiliki cadangan emas, batubara, dan merkuri.55
Laporan tentang pembayaran Freepor McMoran Copper & Gold
Inc. pada tahun 2010 (dapat dilihat di Lampiran 1 ). Dimana berdasarkan
tabel tersebut, dapat dilihat bahwa Indonesia lebih banyak menerima
54
Tata Kelola Koporasi. http://www.ptfi.com/about/tatakelola.asp. diakses pada tanggal 20
Februari 2012. Pukul 16.24 Wita.
55
Freeport Akar Separatis Negara. http://etnohistori.org/freeport-akar-separatisme-negara.html.
Diaskes pada tanggal 3 November 2012. Pukul 20.01 Wita.
53
bayaran dari Freeport yaitu totalnya dari pajak penghasilan sampai pada
pajak properti dan biaya pajak lainnya mencapai $1,974 juta atau hampir
sekitar dua milliyar rupiah. Bila dibandingkan dengan negara-negara lain,
seperti Amerika Serikat $749 juta, Chili, Peru dan negara-negara lainnya
yang tidak mencapai seperdua dari Indonesia. Sehingga, menjadikan PTFI
sebagai penyumbang devisa negara yang sangat besar dan menjadi salah
satu objek vital nasional. Apabila PTFI mengalami penurunan karena
berbagai hambatan, maka akan mempengaruhi pemasukan terhadap
Pemerintahan Indonesia serta perekonomian masyarakat Papua dimana
sebagian besar pekerja/buruh PTFI merupakan masyarakat asli Papua dan
juga akan berdampak terhadap pendapatan home country, yakni Amerika
Serikat.
B. Kasus Pelanggaran HAM PT. Freeport
Dewasa ini selain aktor negara, terdapat juga aktor non-negara
yang berperan sangat dominan dalam perpolitikan global yang dikenal
dengan MNC, TNC atau Global Firm, yang seterusnya akan disebut
dengan MNC. Dengan kata lain, perkembangan politik di tingkat nasional
maupun regional ataupun internasional harus memperhitungkan peran dan
kepentingan dari perusahaan-perusahaan berskala dunia tersebut. Yang
menjadi ciri umum dari MNC adalah beroperasi lebih dari satu negara dan
lebih banyak beroperasi di negara-negara berkembang dan dapat
memindahkan pabriknya kapan saja ke nagara lain. Seperti halnya
Indonesia, yang menurunkan harga pajak (murah) atau juga menyiapkan
54
fasilitas. Hal ini dilakukan untuk menarik investasi asing sebanyakbanyaknya datang ke Indonesia guna membangun pertumbuhan ekonomi
dalam negeri.
Salah satu MNC pertama yang berasal dari Amerika Serikat yang
beroperasi di Indonesia sejak tahun 1967 hingga sekarang masih
beroperasi, yakni PTFI. 56 PTFI beroperasi di Timika (Papua) salah satu
provinsi Indonesia sangat kaya akan SDA, terutama tanahnya yang
mengandung tembaga dan emas. Akan tetapi, SDA yang ada tidak
dinikmati langsung oleh masyarakat asli Papua sendiri ataupun oleh
masyarakat Indonesia secara umum. Hal ini disebabkan karena kurangnya
sumber daya manusia dari masyarakat Indonesia yang masih rendah
sehingga menjadi salah satu faktor MNC Amerika Serikat yang
mengelolanya, yakni PTFI.
Permasalahan yang terjadi di Papua hingga sekarang ini belum
dapat terselesaikan merupakan serangkaian peristiwa sejak sebelum
integrasinya Papua ke dalam NKRI. Sejak masuknya Papua telah
melibatkan banyak aktor yang terlibat di dalamnya sehingga dengan
masuknya Papua dalam NKRI disusul dengan beroperasinya PTFI di
Papua dan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Pemerintahan Indonesia
pada Era Soeharto, sehingga permasalahan di Papua sekarang ini menjadi
sangat kompleks. Dari permasalahan gerakan separatisme (OPM),
banyaknya bentuk pelanggaran HAM, dan terutama masalah kesejahteraan
56
Ibid.
55
masyarakat Papua (kemiskinan) yang mewarnai permasalahan di sana
serta adanya pihak-pihak yang mengambil keuntungkan dari beroperasinya
PTFI yang menikmati hasilnya sendiri.
Adapun bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan PTFI yang
termasuk pelanggaran HAM di Papua, seperti kerusakan alam. Dimana
lingkungan di sekitar tempat beroperasinya PTFI sangat memprihatinkan.
Terutama pencemaran hutan dan sungai-sungai terutama di lingkungan
tempat tinggal masyarakat asli Papua (Amungme) karena dijadikan tempat
pembuangan limbah pertambangan dari PTFI. Selain itu gunung-gunung
di sekitar tempat beroperasinya PTFI telah rusak sehingga tatanan budaya
dari masyarakat asli (Amungme) ikut berantakan.
Dari berbagai macam persoalan yang terjadi di Papua, faktor utama
yang sering mejadi alasan utama, yaitu dimana terjadi penguasaan dan
eksploitasi terhadap kekayaan alam Papua yang dikuasai oleh orang-orang
luar. Sedangkan, masyarakat asli Papua hanya bekerja sebagai
pekerja/buruh, terutama sebagai buruh di PTFI yang menguasai daerah
tambang di daerah Erstberg dan Grasberg. Dengan kehadiran MNC asing
secara tidak langsung akan meningkatkan taraf kehidupan yang tinggi bila
dibandingkan dengan daerah yang tidak menjadi tempat beroperasinya
MNC.
Hal ini menjadi salah satu alasan buruh PTFI melakukan mogok
untuk menaikkan gaji/upah mereka, dimana dari manajemen PTFI
mengajukan penawaran 28% dan pihak mediator dari Kementerian Tenaga
56
Kerja dan Transmigrasi 25%. Para pekerja menuntut kenaikan gaji dari
US$1,8 atau RP 15.000 per jam menjadi US$15 atau Rp 128.000. 57 Ini
dianggap wajar, karena jika dibandingkan dengan keuntungan dari
penghasilan yang diterima oleh PTFI jauh berkali-kali lipat jumlahnya,
sehingga ini menjadi acuan para buruh untuk menuntut kenaikan gaji/
upah mereka. Untuk mencapai tuntutan yang diinginkan, para buruh PTFI
melakukan pemogokan dan demonstrasi. Pemogokan tersebut terjadi
dalam dua kali, dimana yang pertama dari tanggal 4 Juli 2011 s/d 12 Juli
2011. Mogok pertama kali ini disebabkan karena kekecewaan seluruh
pekerja atas tindakan yang dilakukan oleh managemen PTFI yang
melakukan PHK terhadap enam pekerjanya yang juga menjadi pengurus
SPSI, dimana saat itu serikat buruh PTFI sedang mengajak pihak
managemen PTFI untuk melakukan PKB yang ke-17 untuk periode 20112013 (dapat dilihat pada hasil wawancara pada lampiran 6).
Pemogokan kedua oleh pekerja/buruh PTFI dimulai pada tanggal
15 September 2011 s/d 15 Januari 2012. Dimana yang menjadi latar
belakang pemogokan kedua ini akibat tidak adanya kesepakatan dalam
perundingan PKB. Dimana pada tanggal 2 November 2011 juga telah
dilakukan perundingan bersama Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja PTFI
dalam rangka untuk mencapai kesepakatan yang adil dan wajar dalam
57
Perundingan Karyawan Freeport dengan Perusahaan.
http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2011/07/110712_freepor.shtml. diakses pada
tanggal 11 April 2012. Pukul 11.07 Wita.
57
mencapai Perjanjian Kerja Sama (PKB) untuk periode 2011-2013 akan
tetapi tidak menemui kesepakatan.
Para pekerja/buruh PTFI yang melakukan mogok didukung oleh
PUK SPSI PT. Freeport Indonesia. Dimana yang juga menjadi Pengurus
SPSI dan buruh yang melakukan aksi mogok tersebut semuanya termasuk
dalam golongan non-staff (dapat dilihat pada lampiran 6) dan juga
sebagian besar pekerja/buruh PTFI merupakan masyarakat asli Papua. 58
Sebelum
melakukan
aksi
tersebut
serikat
pekerja
PTFI
telah
memberitahukan kepada pihak wewenang (kepolisian setempat) sebelum
melakukan mogok dan pada tanggal 7 Oktober 2011 mereka juga
memberikan surat pemberitahuan kepada pihak berwenang terkait dengan
demo lanjutan. 59 Sehingga, para buruh/pekerja PTFI yang melakukan
mogok tidak melanggar UU N0.13 Tahun 2003 dan sah sesuai dengan
ketentuan UU No.13 Tahun 2003 Pasal 137-145, dimana mogok dapat
dilakukan dengan catatan adanya pemberitahuan dan dilakukan paling
lambat tujuh hari sebelumnya.60 Hal ini berbalik dengan pihak manajemen
dari PTFI yang mengatakan pemogokan ini tidak sah, karena merugikan
perusahaan maupun karyawan itu sendiri.
Dari pihak PTFI Presiden Direktur & CEO PTFI Armando Mahler
menagatakan, bahwa:
58
PT. Freeport Indonesia, Ketenagakerjaan.. http://www.ptfi.com/about/tenagakerja.asp. Diakses
pada tanggal 20 Februari 2011. Pukul 16. Wita
59
Ini Daftar Gaji Karyawan Freeport. http://nasional.vivanews.com/news/read/252669-ini-daftargaji-karyawan-freeport. Diakses pada tanggal 9 Februari 2012. Pukul 12.04 Wita
60
UU No.13 Tahun 2003. Op.Cit.
58
Mogok kerja yang tidak sah adalah kegiatan yang membawa
dampak negatif secara finansial, terutama bagi karyawan dan
keluarganya. Kami peduli dengan karyawan kami termasuk
keluarganya. Karena itu kami ingin menghindari kesulitan ekonomi
yang mungkin timbul dari mogok kerja yang tidak sah ini. Kami
mengimbau kepada seluruh karyawan untuk segera kembali
bekerja supaya tidak ada pihak yang dirugikan. Kami senantiasa
yakin bahwa hubungan industrial yang harmonis antara Perusahaan
dengan Serikat Pekerja yang disertai itikad baik dari kedua belah
pihak, termasuk pihak lainnya yang terkait, akan membantu kita
untuk menyelesaikan perundingan Perjanjian Kerja Bersama
(PKB) 2011-2013 ini.61
Dari pernyataan dari pihak Freeport sendiri bisa disimpulkan
bahwa PTFI juga peduli dengan karyawan/buruh mereka dan mereka
menyadari dampak yang akan ditimbulkan dari mogok kerja yang
dilakukan oleh pekerja/buruh PTFI. Dampak yang akan ditimbulkan bukan
hanya bagi perusahaan melainkan juga bagi para pekerja/buruh PTFI.
Sehingga, dapat menyelesaikan perundingan Perjanjian Kerja Bersama
antara managemen PTFI dengan serikat pekerja buruh PTFI.
Para pekerja/buruh PTFI melakukan mogok kerja demi menaikan
upah/gaji mereka untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya, akan tetapi
selama proses pemogokan terjadi sejak pertengahan 15 September 2011
telah menyebabkan korban dari pekera/buruh PTFI. Korban merupakan
buruh dari masyarakat asli Papua serta beberapa orang yang terluka dan
harus mengalami perawatan. Selain itu juga, selama pemogokan terjadi
PTFI membuka peluang kerja untuk mengisi tempat kosong yang
ditinggalkan pekerja/buruh untuk mogok dan demonstrasi. Dalam proses
61
Berita Terkini. http://www.ptfi.com/news/ebk/gen_ebk.asp?ed=20110920. Diakses pada tanggal
14 April 2012. Pukul 21.32 Wib.
59
pemberhentian aksi mogok dan demonstrasi para pekerja/buruh, PTFI
meminta dukung kepolisian Indonesia, dan membuat pekerja yang
berdemo khawatir akan diberhentikan. Ini dimasukan dalam bentuk
pelanggaran HAM yang mengarah pada violation of human rights yang
dilakukan PTFI kepada para pekerja/buruhnya. Karena, berdasarkan UU
No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, PTFI telah melanggar
beberapa pasal, seperti:
a. Pasal 139
“Pelaksanaan mogok kerja bagi pekerja/buruh yang bekerja
pada perusahaan yang melayani kepentingan umum dan/atau
perusahaan
yang
jenis
kegiatannya
membahayakan
keselamatan jiwa manusia diatur sedemikian rupa sehingga
tidak mengganggu kepentingan umum dan/atau membahayakan
keselamatan orang lain”.
b. Pasal 140
1) Sekurang-kurangnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sebelum
mogok kerja dilaksanakan, pekerja/buruh dan serikat
pekerja/serikat buruh wajib memberitahukan secara tertulis
kepada pengusaha dan instansi yang bertanggung jawab di
bidang ketenagakerjaan setempat.
2) Pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
sekurang-kurangnya memuat :
a. Waktu (hari, tanggal, dan jam) dimulai dan diakhiri mogok
kerja.
b. Tempat mogok kerja;
c. Alasan dan sebab-sebab mengapa harus melakukan mogok
kerja.
d. Tanda tangan ketua dan sekretaris dan/atau masing-masing
ketua dan sekretaris serikat pekerja/serikat buruh sebagai
penanggung jawab mogok kerja.
3) Dalam hal mogok kerja akan dilakukan oleh pekerja/buruh yang
tidak menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh, maka
pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)
ditandatangani oleh perwakilan pekerja/buruh yang ditunjuk
sebagai koordinator dan/atau penanggung jawab mogok kerja.
60
4) Dalam hal mogok kerja dilakukan tidak sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1), maka demi menyelamat kan alat produksi dan
aset perusahaan, pengusaha dapat mengambil tindakan
sementara dengan cara :
a. Melarang para pekerja/buruh yang mogok kerja berada
dilokasi kegiatan proses produksi, atau
b. Bila dianggap perlu melarang pekerja/buruh yang mogok
kerja berada di lokasi perusahaan.62
Upah merupakan hak yang harus diberikan oleh pengusaha
terhadap pekerja/buruhnya terhadap kontribusi yang telah diberikan.
Pengertian upah memiliki pengertian sebagaimana tertuang dalam Pasal 1
angka 30 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 yang mendefinisikan
upah, adalah
“Hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk
uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada
pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa
yang telah atau akan dilakukan”.63
Di dalam UU No.13 Tahun 2003 juga tertulis sanksi-sanksi bagi
yang berusaha menghalang-halangi para pekerja yang diatur pada Pasal
143 ayat (1) dan ayat (2) Pasal 145 ayat (1). Selain itu juga Surat Edaran
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.368.kp.02.03.2002 dan
Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 323/men/2003.
Dalam
Keputusan
Menteri
Tenaga
Kerja
dan
Transmigrasi
No.323/men/2003 juga mendefinisikan mogok kerja pada Pasal 1, ayat (1)
dimana “Mogok kerja adalah tindakan pekerja/buruh yang direncanakan
62
63
UU No.13 Tahun 2003. Op.Cit
Ibid.
61
dan
dilaksanakan
secara
bersama-sama
dan
atau
oleh
serikat
pekerja/serikat buruh untuk menghentikan atau memperlambat pekerjaan”.
Sedangkan, Pasal 2 menjelaskan tentang mogok kerja. “Mogok
kerja merupakan hak dasar pekerja/buruh dan/atau serikat pekerja/serikat
buruh yang dilakukan secara sah, tertib dan damai sebagai akibat gagalnya
perundingan”. Pasal 3, mengatur tentang mogok kerja tidak sah apabila
dilakukan:
a. Bukan akibat gagalnya perundingan.
b. Tanpa pemberitahuan kepada pengusaha dan instantsi yang
bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan.
c. Dengan pemberitahuan kurang dari 7 (tujuh) hari sebelum
pelaksanaan mogok kerja.
d. Isi pemberitahuan tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 140 ayat
(2) huruf a, b, c, dan d Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan.64
Para pekerja/buruh PTFI melakukan mogok dan demonstrasi yang
didukung oleh serikat pekerja buruh PT. Freeport Indonesia dan beberapa
organisasi buruh Indonesia, seperti KSBSI, SPSI PT FI, FMN, GSBI, dan
Fokker
Papua.
Organisasi
pekerja/buruh
ini
bertujuan
untuk
memperjuangkan dan membela hak-hak dari pekerja/buruh Indonesia.
Setiap organisasi buruh dapat menampung, menyalurkan aspirasi dan
memperjuangkan hak serta kepentingan anggotanya, dan bahkan pada
akhirnya
bertujuan
meningkatkan
kesejahteraan
pekerja
dan
keluarganaya. 65 Seperti yang dilakukan untuk membantu pekerja/buruh
64
65
Ibid.
Djumadi. (2005). Sejarah Keberadaan Organisasi Buruh. Jakarta: PT. Grafindo Persada. Hal 86.
62
PTFI dalam meningkatkan tingkat kesejahteraan mereka dengan menaikan
gaji/upah mereka melalui PKB.
Dalam bidang ketenagarakerjaan internasional, terdapat juga
pernghargaan terhadap HAM di tempat kerja yang biasa juga dikenal
melalui 8 (delapan) konvensi dasar dan 7 (tujuh) konvensi umum
International Labour Organization (ILO). Dimana konvensi ini terdiri atas
4 (empat) kelompok, yaitu:
a. Kebebasan berserikat dan berunding bersama (Konvensi
ILO No. 87 dan No.98)
b. Larangan diskriminasi (Konvensi ILO No. 100 dan No.
111)
c. Larangan kerja paksa (Konvensi ILO No.29 dan No. 105)
d. Larangan memperkerjakan anak (Konvensi ILO No. 138
dan No. 182)
Sedangkan ketujuh Konvensi ILO yang tergolong ke dalam
kelompok konvensi umum, adalah sebagai berikut:
a. Konvensi No.19 tentang perlakuan yang sama bagi pekerja
nasional dan asing.
b. Konvensi No. 27 tentang pemberian tanda berat pada
pengepakan barang besar yang diangkut dengan kapal.
c. Konvensi No.45 tentang tenaga kerja wanita pada segala
macam tambang.
63
d. Konvensi No.106 tentang istirahat mingguan dalam
perdagangan dan kantor-kantor.
e. Konevensi No. 144 tentang konsultasi Tripartit.
f. Konvensi No. 68 tentang sertifikasi bagi juru masak
kapala.66
Penghargaan terhadap HAM di tempat kerja juga menjadi
komitmen Indonesia dengan meratifikasi delapan konvensi dasar
tersebut dan telah diadopsi ke dalam UU No. 13 Tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan. Pembangunan ketenagakerjaan harus
diatur, karena untuk memenuhi hak-hak dan perlindungan
mendasar bagi tenaga kerja dan pekerja/buruh serta dapat
mewujudkan kondisi yang kondusif bagi pembangunan dunia
usaha. 67 Adapun hak pekerja dalam konstitusi Indonesia dapat
dilihat dalam pasal-pasal, sbb;
a. Pasal 27 ayat (2)
“Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan
yan layak bagi kemanusiaan”.
b. Pasal 28A
“Setiap orang berhak untuk hidup serta
mempertahankan hidup dan kehidupannya”.
66
67
berhak
untuk
Yeni Rosdianti. (2005). Hak Pekerja dan Jaminan Sosial. Jakarta: Komnas HAM. Hlm 6-7.
Ibid.
64
c. Pasal 28C
(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan
kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan
memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni
dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi
kesejahteraan umat manusia.
(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam
memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun
masyarakat, bangsa dan negaranya.
d. Pasal 28D
(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan
perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.
e. Pasal 28I
(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat
tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan
sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
(2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan
khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama
guna mencapai persamaan dan keadilan.
(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan
pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang
bermartabat.68
Gaji/upah buruh sering dijadikan standar gaji/upah maksimal dari
pekerja, bukan dijadikan standar minimum. Karena setiap perusahaan atau
MNC memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Berdasarkan UMP (Upah
Minimum Provinsi) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi Papua yang
ditetapkan oleh Gubernur Provinsi Papua pada tahun 2012 sebesar
Rp 1.585.000/bulan. Jumlah ini mengalami peningkatan 9% dibandingkan
dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 1.403.000/bulan. Sementara untuk
Upah Minimum Sektoral Provinsi Papua, sub-sektor untuk minyak dan gas
68
Ibid. Hal 3-4.
65
bumi sebesar Rp. 1.647.000/bulan, untuk emas dan tembaga Rp.
1.647.000/bulan, dan jasa konstruksi sebesar Rp.1.591.000/bulan.69 UMP
yang ditentukan sebagai upah bulanan terendah dan hanya berlaku bagi
pekerja pada tingkat paling rendah dan masa kerja kurang dari satu tahun.
Pembayaran gaji buruh PTFI telah memenuhi UMP Provinsi
Papua, tetapi sangat rendah bila dibandingkan dengan anak perusahaan
Freeport McMoran di negara-negara lain serta jika dibandingkan dengan
keuntungan yang diterima oleh pihak PTFI. Hal ini bisa dilihat dalam
tabel berikut ini mengenai skala upah pokok Freeport di Amerika UtaraMorenci. Dimana dalam tabel 3.1 dapat dilihat berapa gaji pekerja/buruh
dari Freeport McMoran Copper & Gold Inc (FXC) di Amerika Utara yang
memiliki gaji/upah minimum pada tingkatan N1, yaitu 20.700 US$ dan
pada tingkatan minimumnya 96.400 US$ dan maksimum mencapai
144.600 US$ seperti yang tertera dalam table 3.1 dibawah ini. Hal ini juga
terjadi dengan gaji FXC di Chino Mines Company (dapat dilihat dalam
lampiran 6).
Lampiran 3.1: Skala Upah Pokok Freeport di Amerika
Utara - Morenci.
2006 U.S Salary Structure US$-Morenci
Tingkatan
Minimum
Midpoint
Maximum
9
96,400
120,500
144,600
69
UMP Papua 2012 Rp 1.585.000.
http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=4738. Diakses pada tanggal 16
April 2012. Pukul 16.48 Wita.
66
8
83,800
104,800
125,800
7
72,900
91,100
109,300
6
63,400
79,200
95,000
5
55,100
68,900
82,700
4/N7
47,900
59,900
71,900
3/N6
41,700
52,100
62,500
2/N5
36,200
45,300
54,400
1/N4
31,500
39,400
47,300
N3
27,400
34,300
41,200
N2
23,800
29,800
35,800
N1
20,700
25,900
31,100
Sumber: PUK (SP-KEP SPSI PTFI) – Lampiran 6.
Hal inilah yang menjadikan serikat buruh PTFI dan para buruh
merasa sangat wajar jika menuntut kenaikan gaji. Para buruh PTFI
mempunyai tujuan dari aksi mogok bukan meminta gaji/upah sama persis
dengan perusahaan FXC di negara lain dalam US$, tetapi meminta adanya
penyesuaian sesuai dengan kontribusi pekerja/buruh terhadap perusahaan
Freeport itu sendiri. Sedangkan, tuntutan gaji/upah berdasarkan US$ hanya
sebagai dasar saja untuk meminta penyesuaian gaji, disertai dengan
keuntungan PTFI yang didapatkan dari tanah Papua sehingga sangat wajar.
Daftar gaji buruh PTFI sebelum adanya tuntutan kenaikan gaji/upah buruh
berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVI tahun 2009-2010, yaitu
sbb:
67
Tabel 3.2
Daftar Gaji PTFI Tahun 2011 Tingkatan Master
Jabatan Master
Jumlah
A5
Rp 5.517.000
A4
Rp5.375.000
A3
Rp5.233.000
A2
Rp5.091.000
A1
Rp4.949.000
Sumber: FUK SP-KEP SPSI PTFI dan Viva News ( Frans Wonmaly). 4
Oktober 2011.70
Tabel 3.3
Daftar Gaji PTFI Tahun 2011 Tingkatan Spesialis
Jabatan Spesialis
B5
B4
B3
B2
B1
Jumlah
Rp4.806.000
Rp4.668.000
Rp4.531.000
Rp4.393.000
Rp4.255.000
Sumber: FUK SP-KEP SPSI PTFI dan Viva News ( Frans Wonmaly). 4
Oktober 2011.71
Tabel 3.4
Daftar Gaji PTFI Tahun 2011 Tingkatan Komptensi Dasar
Kompetensi Dasar
C4
C3
C2
C1
Jumlah
Rp4.117.000
Rp3.998.500
Rp3.878.00
Rp3.759.000
70
Ini Daftar Gaji Karyawan Freeport. http://nasional.vivanews.com/news/read/252669-ini-daftargaji-karyawan-freeport. Diakses pada tanggal 9 Maret 2012. Pukul 12.04 Wita.
71
Ibid
68
D4
D3
D2
D1
E3
E2
E1
F3
F2
F1
Rp3.639.000
Rp3.592.000
Rp3.544.000
Rp3.496.000
Rp3.449.000
Rp3.422.000
Rp3.395.000
Rp3.370.000
Rp3.343.000
Rp3.343.000
Sumber: FUK SP-KEP SPSI PTFI dan Viva News ( Frans
Wonmaly). 4 Oktober 2011.72
Berdasarkan kesepakatan terkahir, dengan melakukan perundingan
antara pihak PTFI dengan Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja PTFI
dalam rangka mencapai kesepakatan yang adil dan wajar dalam Perjanjian
Kerja Bersama (PKB) untuk periode 2011-2013 yang disaksikan oleh
pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia
pada tanggal 24 Desember 2011. 73 Hasil dari kesepakatan antara serikat
buruh PTFI dengan managemen PTFI, yaitu kenaikan upah secara flat
(rata) selama dua tahun sebanyak 37% (dapat dilihat di Lampiran 5).
Selain itu juga PTFI akan tetap membayar gaji/upah pekerja yang mogok
dan tidak ada pekerja/burh PTFI yang mengikuti aksi mogok dikenai
sanksi.
72
Ibid
Karyawan Freeprt Sepakat Akhiri Mogok.
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/12/111214_freeportstrikeends.shtml. Diakses pada
tanggal 11 April 2012. Pukul 11.06 Wita.
73
69
Selain itu, adanya laporan yang diterima oleh serikat buruh PTFI
bahwa adanya diskriminasi antara buruh PTFI yang menuntut kenaikan
dan melalukan aksi pemogokan dengan buruh yang tidak ikut dalam aksi
tersebut. Karena, pasca pemogokan hingga Januari 2012 kurang lebih 300
pekerja dari sejumlah perusahaan kontraktor PTFI kesulitan kembali
bekerja karena adanya perekrutan pekerja baru saat terjadi aksi mogok
kerja. Juru Bicara Serikat Pekerja PTFI, Virgo Salossa mengatakan
“berbagai fasilitas pekerja, misalnya rumah, sudah dihuni oleh
penggantinya. Menurut Virgo, perusahaan kontraktor PTFI bertanggung
jawab untuk mempekerjakan kembali karyawan terdahulu”.74
Serikat Pekerja perusahaan tambang PTFI mendesak pemerintah
untuk terlibat menangani diskriminasi yang diberlakukan manajemen PTFI
terhadap pekerja. Serikat Pekerja perusahaan tambang PTFI juga mencatat
ada diskriminasi perlakukan terhadap karyawan yang ikut dan tidak ikut
mogok. Juru bicara serikat buruh PTFI, Juli Parorongan mengatakan
“karyawan yang tidak ikut mogok mendapatkan bonus gaji yang besar
serta kenaikan pangkat”. Hal ini menimbulkan kecemburuan sosial bagi
pekerja yang ikut mogok. Juli Parorongan juga menambahkan bahwa
74
Perusahaan Kontraktor PT. Freeport Rekrut Ratusan Kayawan Baru.
http://kbr68h.com/berita/daerah/17489-perusahaan-kontraktor-pt-freeport-rekrut-ratusankaryawan-baru. Diakses pada tanggal 4 April 2012. Pukul 14.04 Wib.
70
“sampai saat ini masih ada 6 karyawan yang dirumahkan karena ikut
berdemo”.75
Adapun isi surat dari buruh PTFI yang mewakili pekerja/buruh
yang mogok kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (dapat dilihat
di lampiran 3). Dalam surat tersebut memuat tuntutan dari pekerja/buruh
PTFI perihal Perbaikan Kesejahteraan Pekerja, dimana angka yang
ditawarkan oleh pihak perusahaan PTFI sebesar 35% dari upah pokok
sebelumnya sebesar Rp 3.316.000 untuk level F1 belum disepakati.
Karena, menurut pekerja/buruh PTFI
tawaran tersebut belum sesuai
dengan kontribusi yang diberikan oleh pekerja kepada perusahaan (PTFI).
Seperti diketahui, Freeport McMoran Copper & Gold Inc. merupakan
MNC tambang nomor satu di dunia serta MNC penghasil emas. Dan
menurut para pekerja/buruh PTFI, jika gaji mereka naik maka akan
memberikan dampak positif bagi negara sebab pajak PPh akan meningkat.
Surat ini ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena
pemerintah memiliki saham 9,6% dari PTFI.
C. Gambaran Umum Kebijakan Politik Luar Negeri Amerika Serikat di
Indonesia.
Hubungan bilateral Indonesia-Amerika Serikat telah terbina sejak
sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Pada masa
perang kemerdekaan Indonesia, keterlibatan Amerika Serikat dapat dilihat
75
SP Freeport Minta Pemerintah Turun Tangan . http://kbr68h.com/berita/nasional/20091-spfreeport-minta-pemerintah-turun-tangan. Diakse pada tanggal 4 April 2012. Pukul 13.55 Wib
71
dalam berbagai kebijakan politik luar negerinya, seperti mendesak
Presiden Soekarno agar Indonesia bersedia menghentikan perlawanan
dalam Agresi Militer ke-2 dan duduk bersama Belanda dalam Konferensi
Meja bundar. Secara resmi, hubungan diplomatik kedua negara ditandai
dengan pembukaan Kedutaan Besar di kedua negara. Tanggal 28
Desember 1949, AS membuka Kedutaan Besar di Jakarta dan menunjuk
Duta Besar AS pertama untuk Indonesia, Horace Merle Cochran. Tanggal
20 Februari 1950, Indonesia menunjuk Dr. Ali Sastroamidjojo sebagai
Duta Besar Indonesia pertama di Amerika Serikat. 76
Selama ini hubungan Amerika Serikat-Indonesia dapat dikatakan
baik. Karena walaupun dalam keadaan tertentu sering mengalami
fluktuasi. Hal ini dapat dilihat dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat
pasca persitiwa 9/11. Dimana kebijakan luar negeri Amerika Serikat lebih
berperan dalam memerangi teroris. Teroris selalu diidentikan dengan yang
beragama muslim. Indonesia sebagai negara yang mayoritas muslim secara
tidak langsung menerima dampaknya. Obama sebagai Presiden Amerika
Serikat sekarang ini berusaha untuk merubah kebijakan-kebijakan dulu
dengan lebih menggunakan Smart Diplomacy dan berusaha mendekatkan
diri kepada negara-negara muslim, seperti Indonesia.
Negara Republik Indonesia merupakan negara yang teridiri dari
berbagai etnis dan budaya sehingga menjadi sebuah entitas pluralistik.
76
Kerjasama Bilateral.
http://www.kemlu.go.id/Pages/IFPDisplay.aspx?Name=BilateralCooperation&IDP=37&P=Bilater
al&l=id. Diakses pada tanggal 18 Maret 2012. Pukul 20.27 Wita.
72
Bagi Amerika Serikat, tentu kawasan Asia Tenggara dengan Indonesia
yang pluralistik tapi stabil dan damai merupakan salah satu penyumbang
bagi tujuan politik luar negerinya di tingkat global. karena sama-sama
memiliki masyarakat yang pluralis, hubungan Amerika Serikat-Indonesia
memiliki berbagai peluang kerja sama di bidang penelitian, pendidikan,
dan pemberdayaan masyarakat.
Indonesia dan Amerika Serikat merupakan negara demokrasi. Bagi
Amerika Serikat sebagai negara adidaya meyakini bahwa demokrasi
adalah sebuah kerangka kebangsaan yang baik dan sesuai dengan keadaan
dunia internasional saat ini yang disertai dengan HAM, sehingga Amerika
Serikat selalu menyebarkan nilai-nilai demokrasi dan HAM kepada dunia
internasional. Hal ini diungkapkan oleh Secretary of State, Madelaine
Allbright. Bagi Amerika Serikat, advokasi terhadap nilai-nilai demokrasi
dan HAM merupakan sejalan dengan elemen utama politik luar negerinya.
Penerimaan negara-negara dunia terhadap kedua hal tersebut akan sangat
menentukan
kebijakan
Amerika
Serikat
untuk
membuka
jalur
perekonomian yang dapat melancarkan dan menjadikan negara tersebut
sebagai US trading partners. Sedangkan, Indonesia merupakan salah satu
negara demokrasi tersebar setelah India dan Amerika Serikat, serta salah
satu negara yang telah meratifikasi Deklarasi HAM Universal.
Selain itu, Negara Republik Indonesia yang dikenal dengan pluralis
dan demokrasi juga memiliki jumlah penduduk banyak, mayoritas muslim
yang juga dikenal sebagai negara yang berpenduduk muslim terbanyak di
73
dunia, memiliki SDA yang melimpah baik kandungan tanahnya maupun
lautnya, sebagai negara kepulauan yang terletak di antara Samudera
Hindia dan Samudera Pasifik sehingga menjadikan Indonesia sebagai
negara yang cukup diperhitungkan di dunia internasional. Selain itu juga
Amerika Serikat sebagai negara adidaya melihat potensi Indonesia sebagai
pasar, dimana memiliki sumber daya manusia (SDM) terbesar setelah
RRC, India dan Amerika Serikat,
memiliki posisi yang strategis di
kawasan Asia Pasifik dan menjadi negara yang cukup berpengaruh di
kawasan Asia Tenggara.
Saat berbicara pada US-Asia Business Summit di Tokyo pada
tanggal 1 Maret 2012, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot
Marcial menyatakan bahwa “pertumbuhan ekonomi dan populasi di
Indonesia yang besar seperti menyajikan peluang ekonomi yang signifikan
untuk bisnis Amerika Serikat, khususnya di sektor infrastruktur dan sektor
kekuatan”. Adapun kerjasama yang dilakukan oleh Kedutaan Besar
Amerika Serikat di Indonesia dengan AmCham Indonesia untuk
mengidentifikasi peluang yang akan memungkinkan perusahaan Amerika
untuk menjadi lebih kompetitif di Indonesia. 77
Mempromosikan hak asasi manusia merupakan kepentingan
nasional penting, sehingga Amerika Serikta melakukan berbagai usaha-
77
U.S Ambassador to Indonesia Scot Marcial Touts Substantial.
http://jakarta.usembassy.gov/news/embnews_03052012.html. Di akses pada tanggal 21 Maret
2012, pukul 21.42 Wib.
74
usaha. Pertama, pemerintah bertanggung jawab kepada kewajiban mereka
menurut norma-norma HAM yang universal dan instrumen HAM
internasional, kedua mempromosikan penghormatan terhadap HAM
termasuk kebebasan dari penyiksaan, kebebasan berekspresi, kebebasan
pers, hak perempuan, hak-hak anak, dan perlindungan kaum minoritas.
Ketiga, mempromosikan aturan hukum, mencari akuntabilitas, dan
mengubah
budaya
impunitas.
Kelima,
membantu
upaya
untuk
mereformasi dan memperkuat kapasitas kelembagaan dari Kantor
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dan Komisi Hak Asasi
Manusia PBB. Dan yang keenam, mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan
HAM dengan sekutu yang penting, termasuk Uni Eropa, dan organisasi
regional.78
Negara adidaya seperti Amerika Serikat selalu ingin mencampuri
urusan dalam negeri dari negara lain. Seperti intervensi yang dilakukan
Amerika Serikat di Irak dan Libya selalu mengemukakan tentang
pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin negara
tersebut. HAM selalu menjadi alasan bagi Amerika Serikat untuk
mengintervensi negara lain. Karena, HAM merupakan salah satu nilai-nilai
yang terkandung dalam politik luar negeri Amerika Serikat. Sehingga,
Amerika Serikat selalu memperhatikan dan mengintervensi tentang
permasalahan HAM baik di dalam negeri maupun di negara-negara lain.
78
Human Rights. http://www.embassyofindonesia.org/ina-usa/statement/jointstatementSDV.htm.
Dikases pada tanggal 12 April 2012. Pukul 11.32 Wita.
75
Dalam Pemerintahan Amerika Serikat saat ini, Obama sebagai Presiden
dan sebagai perwakilan dari Partai Demokrat tentu akan menerapkan
prinsip dari Partai Demokrat itu sendiri yang liberal internasionalisme.
Dimana Amerika Serikat dipandang sebagai bagian intergral dari dunia
internasional, sehingga Amerka Serikat harus menjadi bagian dari
kolaborasi internasional dalam menyelesaikan permasalahan global,
terutama yang berkaitan dengan masalah kemanusiaan, stabilitas politik,
dan ekonomi regional dan global.
Dalam permasalahan konflik di Papua Amerika Serikat memainkan
peran yang signifikan. Untuk itu, Menteri Luar Negeri RI, Hassan
Wirayuda dalam siaran pers “Refleksi tahun 2002” menyatakan bahwa
Indonesia secara khusus melakukan pendekatan dengan Pemerintah
Amerika Serikat untuk mempertahankan dukungannya terhadap integritas
wilayah Indonesia. Posisi atau peran Amerika Serikat sulit dipisahkan
dari sejarah panjang dan proses poitik di Papua. Tindakan Amerika Serikat
di Papua berhubungan juga dengan keberadaan PTFI sebagai perusahaan
tambang tembaga terbesar di dunia.79 Sebagai salah satu MNC PTFI juga
ingin mendapatkan
keuntungan yang melimpah dengan mengurangi
pengeluaran semaksimal mungkin, salah satu caranya juga dengan
membayar upah buruh yang sangat rendah/ murah bila dibandingkan
dengan pemasukan PTFI sendiri yang berkali-kali lipat banyaknya,
79
Adriana Elizabeth. Op.Cit. Hal 47.
76
sehingga menimbulkan berbagai macam pelanggaran Hak Asasi Manusia
(HAM) di Papua.
Kasus yang melibatkan Freeport menjadi sangat kompleks karena
adanya tantangan dari masyarakat setempat (pelarangan penambangan
tradisional), kasus-kasus pengakapan terhadap mereka yang dituduh
melakukan penembakan yang menewaskan warga Amerika Serikat, dan
kemungkinan teradopsinya tuntutan separatisme masyarakat lokal.
Berbeda dengan kasus Exxon dan Newmont, kasus Freeport telah terkait
dengan aspek separatisme (politik). Dalam kasus ini kepentingan negara
untuk memegang prinsip formal dan kepentingan untuk menjaga modal
asing berhadapan dengan penolakan masyarakat lokal yang menjadi sangat
rumit.
BAB IV
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
77
A. Sikap Pemerintah Amerika Serikat Terhadap Pelanggaran HAM di
PT. Freeport.
Pelanggaran HAM telah mendapat perhatian dari masyarakat
internasional, karena semakin meningkatkan kebutuhan untuk dapat
memperoleh dan mengakses informasi secara bebas mengenai isu-isu
terbaru dalam dunia internasional. Dengan munculnya isu-isu baru dalam
hubungan internasional juga akan berpengaruh terhadap aktivitas, cara,
metode dan aktor-aktor diplomasi. Selain itu juga, masalah HAM berisi
tentang hak-hak yang bersifat mendasar dari setiap manusia yang juga
dapat dikategorikan dalam hak-hak sosial, budaya, maupun hak ekonomi.
Hak-hak sosial, budaya dan ekonomi lebih menjelaskan bahwa negara
memiliki tanggung jawab untuk mensejahterakan rakyatnya.
Dalam Deklarasi Universal HAM pada Pasal 22 memuat tentang
hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya yang menjelaskan tentang hak-hak
setiap orang berhak atas pekerjaan serta berhak akan terlaksananya hakhak ekonomi, sosial, budaya yang sesuai dengan pengaturan sumber daya
dari negara.
80
Sehingga dapat disimpulkan bahwa negara memiliki
tanggung jawab dalam mengatur setiap orang untuk mendapatkan
pekerjaan dan terlaksananya hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya yang
sangat diperlukan baik melalui kerjasama nasional maupun internasional.
Dengan adanya kerjasama baik secara nasional maupun internasional
dalam memenuhi hak-hak tersebut sehingga menimbulkan kepedulian
80
Deklarasi Universal HAM. Op.Cit.
78
yang besar bagi masyarakat dari suatu negara maupun masyarakat
internasional.
Untuk
mewujudkan
nilai-nilai
HAM
dalam
dunia
internasional, maka negara-negara yang tergabung dalam PBB meratifikasi
Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Dengan adanya deklarasi ini
menunjukan bahwa hak asasi manusia tidak lagi menjadi pembahasan di
dunia Barat saja, akan tetapi sudah menjadi pembahasan masyarakat
internasional.
Masalah-masalah dunia internasional mengalami perkembangan
yang disebabkan makin banyaknya aktor-aktor internasional yang
bermunculan dan memiliki pengaruh yang cukup besar. Salah satu aktor
internasional non-state dewasa ini yang memiliki peran yang cukup
berpengaruh disebut juga dengan MNC. Negara yang sering menjadi home
country adalah negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Negaranegara Eropa, dan beberapa negara Asia, seperti Jepang. Salah satu negara
yang banyak menjadi home country bagi MNC di dunia dewasa ini adalah
Amerika Serikat. Dimana yang menjadi tujuan utama dari MNC untuk
berinvestasi ke luar negeri merupakan negara-negara berkembang. Negaranegara berkembang biasanya masih memiliki hukum yang lemah, SDA
melimpah dan murah, serta gaji buruh yang rendah. Indonesia sebagai
negara berkembang sangat membutuhkan modal untuk menumbuhkan
perekonomian, sehingga Indonesia juga menjadi salah satu negara sasaran
untuk didatangi MNC. Meskipun Indonesia telah membuka diri untuk
masuknya investasi asing masuk ke Indonesia, tetapi Indonesia tetap harus
79
bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya yang memiliki
persoalan yang sama dan juga memiliki keunggulan masing-masing dalam
menarik investor asing.
Menurut penulis, Amerika Serikat sebagai negara industri sangat
membutuhkan minyak dan hasil tambang yang cukup besar, sehingga
banyak MNC minyak dan tambang Amerika Serikat yang beroperasi di
negara-negara yang memiliki SDA, dimana salah satunya Indonesia.
Indonesia yang dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia juga
memiliki SDA yang melimpah dan masyarakat Indonesia belum mampu
untuk mengolah SDA sendiri atau SDM masih rendah, sehingga sangat
menjadi daya tarik bagi investor. Untuk dapat mengolah SDA tersebut,
Pemerintah
Indonesia
membuka
kesempatan
bagi
MNC
untuk
menanamkan modal dan mengolah SDA tersebut. MNC Amerika Serikat
yang beroperasi di Indonesia dalam bidang tambang dan minyak, seperti
Freeport McMoran, Exxon Mobile, Conoco Philips, dan Newton serta
masih ada 300 perusahaan Amerika Serikat lainnya yang beroperasi di
Indonesia dalam berbagai bidang.81
Salah satu MNC asal Amerika Serikat yang masih beroperasi di
Indonesia dan sering menarik perhatian baik dalam negeri maupun luar
negeri adalah PT. Freeport Indonesia yang merupakan anak perusahaan
81
Perihal Pangkalan Militer AS di Australia dan Kepentingan AS di Papua.
http://mawatejamaya.wordpress.com/2011/11/26/perihal pangkalan-militer-as-di-australia-dankepentingan-as-di-papua/. Diakses pada tanggal 12 Maret 2012. Pukul 16.21 Wita.
80
dari Freeport McMoran Copper & Gold Inc. Masalah atau hambatan yang
dialami Freeport di Indonesia akan berdampak pada negara home country
(Amerika Serikat). Amerika Serikat sebagai home country dari Freeport
McMoran juga mendapat keuntungan dari pengoperasian Freeport di
Indonesia,
sehingga
jika
Freeport
mengalami
hambatan
dalam
pengoperasian di Indonesia, maka akan berdampak pada pemasukan
negara Amerika Serikat juga. Untuk itu, hubungan antara Freeport dan
Pemerintah Indonesia juga akan memberikan dampak baik langsung
maupun tidak dalam hubungan Amerika Serikat dan Indonesia.
Aksi mogok yang dilakukan oleh pekerja/buruh PTFI adalah untuk
meminta kenaikan gaji/upah mereka sesuai dengan kontribusi yang
diberikan mereka kepada perusahaan. Ini dikategorikan dalam hak-hak
ekonomi, sosial, dan budaya yang tujuannya untuk mensejaterakan melalui
pekerjaan. Dewasa ini setiap orang untuk mendapatkan kehidupan yang
yang lebih baik, maka berusaha untuk mendapatkan pekerjaan. Dimana
setiap pekerjaan akan mendapatkan upah/ gaji yang diharapkan sesuai
dengan kontribusi yang telah diberikan oleh pekerja tersebut. Begitupun
yang dilakukan oleh para pekerja/buruh yang bekerja di PTFI. Dimana
mereka bekerja guna untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. PTFI
beroperasi di Papua yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia.
Setiap provinsi di Indonesia memiliki standard gaji/upah tersendiri dan
berbeda-beda antara satu provinsi dengan provinsi lainnya. Begitupun
dengan provinsi Papua yang memiliki standar upah minimumnya untuk
81
emas dan tembaga sebesar Rp. 1.647.000/bulan. 82 Berdasarkan upah
minimum di Provinsi Papua, PTFI sebenarnya telah memenuhi standard
gaji tersebut bagi karyawan PTFI, tetapi para pekerja/buruh PTFI merasa
belum sesuai dengan kontribusi mereka terhadap perusahaan dan
keuntungan yang sangat besar yang didapat setiap bulan oleh PTFI. Hal
inilah yang menjadi salah satu penyebab para pekerja/buruh PTFI
melakukan aksi mogok untuk menuntut kenaikan gaji mereka. Aksi mogok
ini didukung oleh Serikat Buruh Seluruh Indonesia yang bekerja sama
dengan PTFI dalam menjamin hak-hak buruh yang bekerja di PTFI.
Tuntutan dari para pekerja/buruh PTFI adalah menuntut kenaikan
gaji sebesar dari $35/jam dari sebelumnya berkisar $2.1 /jam hingga
$3,5/jam. Sementara upah buruh PT Freeport di Amerika sendiri mencapai
$66,43/ jam. 83 Direktur Indonesian Resurces Studies, Marwan Batubara
menjelaskan, bahwa “keuntungan yang didapat PT. Freeport Indonesia
dari hasil tambangnya di Papua mencapai Rp 4.000 triliun. Hal ini
dihitung dari hasil laporan cadangan mineral PTFI di tahun 2010”. 84
Perjuangan yang dilakukan oleh para pekerja bukanlah untuk meminta gaji
yang sama seperti gaji pekerja/buruh Freeport di Amerika, melainkan
hanya
meminta
adanya
penyesuaian
sesuai
dengan
kontribusi
pekerja/buruh dan keuntungan yang diterima oleh perusahaan.
82
UMP Papua 2012 Rp 1.585.000. Op.Cit.
Satukan Perjuangan Buruh PT Freeport dan Perjuangan Buruh Seluruh Indonesia. Loc. Cit.
84
Keuntungan Freeport Rp 4000 Triliun Negara dapat 1 %.
http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?category=18&newsnr=4975. Diakses pada
tanggal 13 Maret 2012. Pukul 14. 32 Witan.
83
82
Para pekerja/buruh PTFI yang melakukan aksi mogok tersebut
berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 telah sesuai dan legal. Akan tetapi,
bagi pihak Freeport Indonesia, hal ini sangat merugikan dan Freeport
Indonesia berusaha untuk menghentikan aksi mogok tersebut dengan cara
bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk memberhentikan dengan
paksa aksi mogok tersebut, membuka lapangan kerja untuk mengisi
kekosongan tempat para buruh yang ikut aksi mogok, adanya diskriminasi
yang dilakukan oleh managemen Freeport Indonesia antara buruh yang
ikut aksi mogok dan tidak mengikuti aksi mogo, dan juga memberi
tekanan bagi para buruh yang ikut mogok akan diberhentikan. Sebagai
sebuah MNC, Freeport Indonesia juga tidak ingin mengalami kerugian
karena akan berpengaruh terhadap pendapatannya. Akan tetapi, tindakan
Freeport juga melanggar hak-hak buruh berdasarkan Konvensi Umum ILO
dan UU No. 13 Tahun 2003. Dimana salah satu isi dari Konvensi Umum
ILO adalah memberikan kebebasan berserikat bagi para buruh dan tidak
boleh adanya diskriminasi. Sedangkan UU No. 13 Tahun 2003,
Pemerintah Indonesia telah mengatur dengan jelas tentang hak-hak
pekerja/buruh di Indonesia serta sanksi yang diterima. Dimana salah satu
isi dalam pasal UU No.13 Tahun 2003 adalah memberikan kebebasan bagi
para buruh untuk melakukan mogok jika tidak menemukan jalan dalam
perundingan dengan pihak perusahaan.
Berdasarkan faktanya dari para pekerja/buruh PTFI dalam hasil
wawancara bahwa, MNC asal Amerika Serikat ini telah melanggar UU No.
83
13 Tahun 2003 (dapat dilihat dalam lampiran 7). Jika UU No. 13 Tahun
2003, maka secara langsung Konvensi ILO tentang ketenagakerjaan
internasional juga telah dilanggar oleh Freeport. Akan tetapi, Freeport
Indonesia tidak mendapatkan sanksi. Dikarenakan adanya perbedaan
persepsi antara serikat buruh PTFI yang menyatakan bahwa PTFI telah
melanggar UU No. 13 Tahun 2003 dan bagi managemen PTFI yang
mengatakan bahwa mereka telah mengambil tindakan sesuai aturan dan
prosedur yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia. Bagi Pemerintah
Indonesia, sebenarnya bisa dikatakan bahwa Pemerintah Indonesia juga
mengalami keadaan yang “dilematis”. Hal ini disebabkan, PTFI sebagai
MNC asing yang beroperasi di Indonesia merupakan salah satu sumber
pengahasilan terbesar bagi negara dan Freeport juga merupakan MNC asal
Amerika Serikat, dimana secara tidak langsung dengan adanya Freeport
beroperasi di Indonesia akan menghubungkan Indonesia sebagai host
country dengan Amerika Serikat yang merupakan home country, terutama
bila Freeport mengalami hambatan beroperasi.
Salah satu bagian dari HAM adalah perlindungan terhadap hakhak ekonomi menyangkut kesejahteraan pekerja dan buruh. Untuk
mendukung hak-hak ekonomi dari buruh, Department of State AS
memiliki Department’s Office of International Labor Affairs (ILA).
Departemen ini didirikan atas penghormatan terhadap hak-hak buruh dan
kemajuan demokrasi di tempat kerja dalam ekonomi global. ILA juga merupakan
representatif dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat terkait masalah HAM,
promosi demokrasi, perdagangan, dan pertumbuhan berkelanjutan. ILA berupaya
84
untuk mempromosikan hak-hak pekerja/buruh yang diakui secara internasional
dan berkaitan dengan kebebasan berserikat, hak untuk melakukan perundingan
bersama, penghapusan kerja paksa, pekerja anak, dan diskriminasi.85
Dengan adanya ILA, seharusnya dapat dijadikan pegangan oleh
MNCs asal Amerika Serikat untuk lebih memperhatikan permasalahan hak
pekerja/buruh
dengan
tidak
melakukan
diskriminasi,
memberikan
kebebasan berserikat, dll. FXC sendiri melalui anak perusahaannya PTFI
telah berusaha untuk tetap menjalin kerjasama dengan serikat buruh PTFI
untuk bekerja sama demi perusahaan dan kesejahteraan para buruh dan
PTFI juga memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR).
Program ini bertujuan untuk menciptakan image baik dari MNC. Salah
satu programnnya dengan melibatkan masyarakat asli/adat di sekitar
pertambangan PTFI dengan kegiatan-kegiatan sosial. Akan tetapi, semua
itu tidak akan menghilangkan kontra tentang keberadaan MNC tersebut,
karena prinsip-prinsip dasar dari adanya keberadaan MNCs seperti FXC di
Indonesia, yaitu untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Ini
dapat tercapai dengan salah satu caranya, yaitu datang ke negara-negara
berkembang. Karena, faktor rendahnya gaji/upah tenaga kerja, adanya
kemudahan untuk mendapatkan SDA dan dapat dijadikan pasar untuk
mendistribusikan produk mereka.
Saat terjadi aksi mogok tersebut terjadi, Asisten Sekretaris Kurt
Campbell Amerika Serikat mengunjungi Indonesia untuk mempersiapkan
85
International Labor Affairs-ILA. http://www.state.gov/j/drl/ila/index.htm. diakses pada tanggal
26 April 2012. Pukl 01.12 Wita.
85
partisipasi Amerika Serikat dalam KTT Asia Timur. Dimana Kurt
menjelaskan bahwa :
we obviously recognize that there are on-going labor disputes and
intense discussions, disagreements between Freeport and various
labor groups. The United States does not play a role in that, but
we think an equitable solution and a thorough-going process is
important going forward and we encourage.86
Penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa, Amerika Serikat
mengetahui tentang adanya perselisihan antara pekerja/buruh PT. Freeport
Indonesia dan pihak manegemen Freeport Indonesia dan Amerika Serikat
tidak terlibat langsung, tetapi turut memikirkan dan mendorong dalam
mencari solusi yang adil untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Penjelasan tersebut telah menggambarkan sikap dari Pemerintahan
Amerika Serikat yang tidak terlibat secara langsung dalam penyelesaian
permasalahan HAM mengenai pekerja/buruh PTFI yang menuntut
kenaikan upah tersebut. Hal ini juga dapat dilihat dari Pidato Obama di
Universitas Indonesia pada November 2010, dimana Presiden Obama
mengatakan bahwa:
Amerika punya keuntungan dari meningkatnya kemakmuran
masyarakat Indonesia. Semakin banyak jumlah penduduk ekonomi
menengah Indonesia berarti target pasar baru bagi produk Amerika.
Sama halnya Amerika menjadi sasaran barang produksi
Indonesia.87
86
Assistant Secretary Kurt Campbell visits Indonesia to prepare for U.S. participation at East Asia
Summit.http://jakarta.usembassy.gov/embnews_10262011.html. Diakses pada tanggal 12 Mei
2012. Pukul 22. 01 Wita.
87
Pidato Obama: Indonesia Rangsang Ekonomi Amerika.
http://www.voaindonesia.com/content/pidato-obama-indonesia-rangsang-ekonomi-amerika107118268/85856.html. Dikses pada tanggal 23 Maret 2012. Pukul 13.23 Wib.
86
Selama berpidato, orang nomor satu Amerika Serikat-Barak
Obama selalu mengingatkan kedekatannya dengan Indonesia. Dimana dia
pernah tinggal di Indonesia dan menyebutkan beberapa makanan khas
Indonesia.
Pidato
Obama
tersebut
juga
membawa
pesan
ingin
meningkatkan hubungan dengan Indonesia terutama dalam bidang
ekonomi. Indonesia dengan memiliki jumlah penduduk yang banyak,
sehingga bisa dijadikan pasar bagi produk Amerika Serikat. 88 Namun,
tidak sekalipun dalam pidato Presiden Obama tersebut membahas tentang
masalah aksi mogok oleh pekerja/buruh PTFI untuk menuntut kenaikan
gaji/upah, tetapi lebih membahas tentang peluang kerjasama bilateral
Amerika-Indonesia terutama dalam bidang ekonomi. Dimana Amerika
Serikat ingin menjadikan Indonesia sebagai pasar yang dapat membantu
perkenomian Amerika Serikat.
Batu pondasi dalam pembentukan Negara Amerika Serikat adalah
perlindungan terhadap hak asasi manusia (HAM) yang telah menjadi
tujuan utama dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat sendiri,
sehingga Amerika Serikat tidak bisa menutup mata mengenai banyaknya
bentuk pelanggaran HAM yang terjadi di Papua termasuk masalah yang
pelanggaran HAM yang dilakukan oleh salah satu MNC-nya, yakni PT.
Freeport Indonesia. Pada akhirnya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat
Hillary Clinton angkat suara mengenai kekhawatiran konflik di Papua saat
usai menyampaikan pidato di pertemuan Asia Pacific Economy
88
Ibid.
87
Cooperation (APEC) di Honolulu, Hawai-AS dalam menanggapi
pertanyaan seorang mahasiswa dari Kepulauan Solomon, Derek Mane.
Dimana Derek Mane menanyakan tentang bagaimana sikap Amerika
Serikat dalam masalah pelanggaran HAM Papua di Indonesia. Hillary
Clinton menjawab, “Pemerintah AS telah menyatakan kekhawatiran secara
langsung mengenai kekerasan dan tuduhan pelanggaran HAM yang terjadi
(di Papua). Kami tidak meyakini adanya dasar dari semua itu”.
Selain itu juga Hillary Clinton juga menambahkan bahwa
“Diperlukan adanya dialog dan reformasi politik untuk memberikan
keinginan masyarakat Papua yang sesuai dengan hukum. Kami akan tetap
mendorong dilakukannya pendekatan seperti itu (dialog),” seperti dikutip
dari website Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Jumat 11
November 2011. 89 Hal ini dapat dijadikan perhatian bagi pemerintahan
Indonesia dalam menyikapi pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri
Luar Negeri Amerika Serikat ini, mengenai apa yang dimaksudkan dengan
adanya dialog dan reformasi politik tersebut. Serta, apa yang dimaksudkan
dengan keinginan masyarakat Papua sesuai dengan hukum.
Dalam rapat kerja dengan DPR di Senayan, pada 25 November
2011, Menko Polhukan Djoko Suyanto juga menyatakan bahwa
“Pertemuan bilateral dengan Obama kemarin, juga mengatakan Papua
secara eksplisit wilayah NKRI. Tidak ada intervensi Amerika soal Papua
89
Pernyataan Hillary Clinton, Intervensi atau Keprihatinan. Loc. Cit.
88
atau Freeport”.90 Selain itu juga, di sela-sela KTT ASEAN ke-19 di Nusa
Dua Bali pada tanggal 18 November 2011, yang menjadi perbincangan
dalam pertemuan bilateral antara Presiden Obama dan Presiden Yudhyono
salah satunya, yaitu mengenai pelanggaran HAM di Timikia, Papua.
Dimana Obama menyatakan “Amerika Serikat percaya penuh Indonesia
tahu bagaimana jika ada tindakan aparat yang tidak sejalan dengan norma
HAM”.91 Sedangkan, juru bicara kepresidenan bidang luar negeri Teuku
Faizasyah yang juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut, mengungkapkan
bahwa “Obama sangat menyimak penjelasan Presiden Yudhoyono terkait
kebijakan di Papua”. Teuku Faizasyah juga menambahkan bahwa:
Amerika Serikat percaya penuh Indonesia tahu bagaimana jika ada
tindakan aparat yang tidak sejalan dengan norma HAM. Tentu
hukum yang berlaku dan digarisbawahi oleh Presiden Yudhoyono
sejak enam bulan pertama menjabat orang nomor satu di Indonesia,
dirinya menginstruksikan aparat di lapangan untuk memperhatikan
sisi HAM.92
Walaupun Presiden Obama menghormati setiap kebijakan Presiden
Yudhoyono untuk menyelesaikan permasalahan HAM di Papua, tetapi
tidak sekalipun kedua pemimpin negara ini membahas langsung masalah
Freeport Indonesia yang beroperasi di Papua dan sering terlibat dalam
berbagai persoalan yang terjadi di Papua.
Dalam permasalahan aksi
mogok yang dilakukan oleh para buruh PTFI untuk menuntut kenaikan
90
Perihal Pangkalan Militer AS di Australia dan Kepentingan AS di Papua.
http://mawatejamaya.wordpress.com/2011/11/26/perihal pangkalan-militer-as-di-australia-dankepentingan-as-di-papua/. Diakses pada tanggal 12 Maret 2012. Pukul 16.21 Wita.
91
Obama Respects Yudhotono. http://www.aseansummit.org/news246-obama-respectsyudhoyono%60s-policies-on-papua.html. Diakses pada tanggal 12 April 2012. Pukul 19.30 Wita.
92
Obama Hormati Sikap RI Soal Papua. http://www.jurnas.com/halaman/17/2011-11-19/189624.
Diakses pada tanggal 12 Mei 2012. Pukul 19.48 Wita.
89
gaji, Amerika Serikat juga tidak terlibat dalam penyelesaiannya. Sehingga,
dapat disimpulkan bahwa, masalah yang berhubungan dengan Freeport
Indonesia merupakan pembahasan yang sensitif bagi kedua negara. Hal ini
didukung dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal
Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam hasil
wawancara (dapat dilihat di Lampiran 6), bahwa PT. Freeport Indonesia
merupakan salah satu objek vital nasional dari Indonesia dan Pemerintah
Indonesia mendorong proses divestasi saham PT. Freeport Indonesia
sesuai dengan kebijakan nasional.
B. Faktor Pendorong dan Penghambat Penyelesaian Pelanggaran HAM
di PT. Freeport.
Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan salah satu nilai-nilai yang
terkandung dalam politik luar negeri Amerika Serikat. Perlindungan
terhadap hak asasi manusia menjadi batu pondasi dalam pembentukan
Amerika Serikat lebih dari 200 tahun yang lalu. Sejak itu, tujuan utama
kebijakan luar negeri Amerika Serikat adalah untuk mempromosikan
penghormatan
dalam Deklarasi
terhadap
Universal
HAM,
Hak
sebagaimana
Asasi
yang
Manusia. Amerika
termasuk
Serikat
memahami bahwa keberadaan hak asasi manusia dapat membantu
mengamankan
perdamaian,
memerangi
kejahatan
dan
korupsi,
memperkuat demokrasi, dan mencegah krisis kemanusiaan. Sehingga,
90
Amerika Serikat selalu memperhatikan dan sering mengintervensi tentang
permasalahan HAM baik di dalam negeri maupun di negara-negara lain.
Dalam Pemerintahan Obama sebagai presiden dan perwakilan dari
Partai Demokrat tentu akan menerapkan prinsip dari Partai Demokrat itu
sendiri yang liberal internasionalisme. Dimana Amerika Serikat dipandang
sebagai bagian integral dari dunia internasional, sehingga Amerika Serikat
harus menjadi bagian dari dunia internasional dalam menyelesaikan
permasalahan
global,
terutama
yang
berkaitan
dengan
masalah
kemanusiaan, stabilitas politik, ekonomi regional, dan global. Sehingga,
Amerika Serikat sering mengintervensi negara-negara lain terutama
menyangkut masalah HAM.
Dalam menyikapi permasalahan Hak Asasi Manusia (HAM) yang
dilakukan oleh salah satu MNC-nya, yakni PT. Freeport Indonesia (PTFI)
mengenai rendahnya gaji pekerja/buruh PTFI. Dimana menurut penulis,
PT. Freeport Indonesia sebagai anak perusahaan dari Freeport McMoran
Copper & Gold Inc. yang berkantor pusat di Amerika Serikat, sehingga
bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Managemen PT. Freeport
Indonesia di Papua (Indonesia) akan berhubungan dengan negara asal
MNC tersebut, yakni Amerika Serikat. Amerika Serikat sebagai negara
yang sangat menjunjung HAM, sehingga permasalahan yang terjadi di
Papua baik yang melibatkan PTFI yang menurut host country telah
melanggar HAM dilihat dari sudut pandang serikat buruh PTFI yang
merupakan wadah bagi para pekerja/buruh PTFI untuk memebuhi
91
kepentingannya. Akan tetapi bagi Managemen Freeport Indonesia sendiri
hal itu tidak melanggar HAM.
Bagi semua MNC, semua tindakan yang dilakukannya adalah
untuk mencapai keuntungan yang maksimal dengan menjalankan prinsipprinsip dasar dari MNC. Sehingga, hal ini dapat dikategorikan dalam
pelanggaran HAM yang tidak disadari atau pelanggaran HAM yang terjadi
karena penyangkalan terhadap HAM secara sistematis. Kategori ini sering
menjadi fokus perhatian dalam analisis politik global, karena aktor-aktor
internasional yang terikat oleh berbagai konvensi intenasional dan memilik
tanggung jawab moral sebagai bagian dari komunitas internasional untuk
menyatakan sifat dan pendirian menyangkut masalah ini. Inilah yang
terjadi dengan masalah pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pihak
managemen PTFI, terutama menyangkut aksi mogok yang dilakukan oleh
pekerja/buruh PTFI yang dimulai sejak 4 Juli 2011 s/d 12 Juli 2011 pada
periode pertama dan pada tanggal 15 September 2011 yang berakhir sejak
tercapainya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk tahun periode tahun
2011-2013. Aksi mogok ini memiliki tujuan untuk menaikan gaji/upah
buruh PTFI yang merasa dirugikan, karena gaji mereka merupakan gaji
yang terendah bila dibandingkan dengan gaji/upah buruh Freeport di
negara lain.
Pelanggaran HAM akan terus terjadi dan berhubungan dengan
PTFI selama MNC ini masih beroperasi di Papua. Karena, yang sering
menjadi alasan utama banyaknya pelanggaran HAM di Papua adalah
92
disebabkan oleh tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat asli/adat Papua
yang masih hidup dalam tingkatan rendah dan bahkan ada yang masih
belum tersentuh oleh kehidupan yang modern seperti masyarakat
Indonesia secara umumnya. Hal ini disebabkan ketidakmerataan antara
keuntungan yang diterima oleh PTFI dan Pemerintahan Indonesia dengan
yang diterima oleh masyarakat asli/adat Papua. Perasaan masyarakat
asli/adat Papua sejak integrasi Papua ke dalam NKRI hingga sekarang ini
masih merasa “dianaktirikan”. Sebab, mereka tidak dapat menikmati
kekayaan alam yang dimiliki oleh tanahnya sendiri. Masalah-masalah
seperti inilah yang sering menjadi alasan banyaknya pelanggaran HAM
yang terjadi di Papua. Dalam menyelesaikan permasalahan HAM di Papua
yang melibatkan PTFI tidak mudah untuk diselesaikan, disebabkan karena
banyak aktor yang terlibat baik yang di dalam negeri sendiri maupun aktor
dari luar negeri (Amerika Serikat) dan memiliki kesamaan kepentingan
untuk turut serta mendapatkan keuntungan dari beroperasinya PTFI di
Papua (Indonesia).
Negara Amerika Serikat sebagai Home Country juga akan
mengalami dampak, jika proses operasi PTFI terganggu oleh masalahmasalah, seperti aksi mogok yang dilakukan oleh para pekerja/buruh PTFI
kemarin. Dimana hampir sebagian pekerja/buruh PTFI yang mogok saat
itu, sehingga PTFI mengalami kerugian yang cukup besar. Disebabkan
oleh hanya sebagian kecil pekerja/buruh PTFI yang tidak ikut aksi mogok
dan tetap bekerja. Sehingga, apabila PTFI mengalami kerugian juga akan
93
berdampak pada pendapatan yang dibayar FXC kepada Amerika Serikat.
Untuk itu managemen PTFI mengambil tindakan untuk memberikan
kenaikan pangkat dan tambahan gaji mereka yang tidak ikut aksi mogok,
sebagai pelajaran bagi para pekerja/buruh mereka yang ikut aksi mogok.
Hal ini merupakan tindakan yang sangat tidak adil dan melanggar tentang
hak-hak pekerja/buruh yang harus diberlakukan dengan adil satu sama
lainnya.
Dilihat dari sikap Pemerintah Amerika Serikat dalam menanggapi
permasalahan yang dihadapi oleh salah satu MNC-nya PTFI, dalam aksi
para pekerja/buruh perusahaan untuk menuntut kenaikan gaji/upah mereka
bisa disimpulkan menurut penulis, bahwa Amerika Serikat berusaha untuk
tidak mengintervensi secara langsung masalah tersebut. Hal ini dapat
dilihat dari penjelasan dari Asisten Sekretaris Kurt Campbell saat
mengunjungi Indonesia sebelum kedatangan Obama dalam KTT Asia
Timur, dimana Kurt mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak ikut
memainkan peran dalam masalah tersebut, tetapi memikirkan solusi yang
adil dan proses yang penting secara menyeluruh.93 Hal ini juga didukung
oleh Obama yang membahas tentang HAM di Papua, tetapi tidak
menyinggung tentang permasalahan HAM yang di sekitar beroperasinya
PTFI tersebut.
93
Assistant Secretary Kurt Campbell visits Indonesia to prepare for U.S. participation at East Asia
Summit.Loc. Cit
94
Sehingga,
dapat
disimpulkan
yang
menjadi
faktor-faktor
pendorong dalam penyelesaian masalah aksi mogok buruh PTFI, adalah
sbb:
a. Amerika Serikat sebagai home country dari Freeport Indonesia
masih menginginkan Freeport McMoran tetap beroperasi di
Papua-Indonesia melalui anak perusahaannya PTFI. Dengan
tidak ikut campur secara langsung dalam penyelesaian
permasalahan tersebut, tetapi Amerika Serikat memberikan
saran untuk mencari solusi yang adil bagi kedua bela pihak
antara pekerja/buruh PTFI dengan manegemen dari PTFI.
b. Sebagai Negara yang sangat menjujung HAM, Amerika Serikat
sangat menghargai perkembangan demokrasi dan HAM di
Indonesia yang mengalami perbaikan dari sebelumnya,
meskipun masih banyak hal yang harus diperbaiki. Sehingga,
Obama sebagai Presiden Amerika Serikat dalam perbincangan
dengan Presiden Yudhoyono mengenai permasalahan HAM di
Papua,
mengambil
tindakan
untuk
menghargai
dan
menghormati kebijakan Pemerintah Indonesia di Papua.
Dengan kata lain, Amerika Serikat mempercayai kebijakan
Pemerintah Indonesia dalam menangani masalah di Papua.
c. Perekonomian Amerika Serikat saat ini masih dalam keadaan
yang belum stabil, akibat dari intervensi militer yang dilakukan
oleh Presiden Bush. Sehingga, Presiden Obama sekarang ini
95
berusaha untuk memperbaiki perekonomian Amerika Serikat.
Salah satunya, yaitu menjadikan Indonesia pasar bagi hasil
produksi Amerika Serikat begitupun sebaliknya, sehingga
masalah yang dialami Freeport di Indonesia walaupun
berdampak pada Amerika Serikat dari segi pemasukan negara,
tetapi Amerika Serikat lebih melihat peluang yang lebih besar
dari peningkatan kerjasama kedua negara. Terutama dalam
bidang ekonomi dan militer. Seperti diketahui, Amerika Serikat
merupakan mitra dagang keempat terbesar bagi Indonesia,
setelah Jepang, China, Singapura.94
d. Adanya
dukungan
dari
Pemerintah
Indonesia
untuk
menyelesaikan permasalahan antara pekerja/buruh PTFI yang
didukung oleh Serikat Pekerja Buruh PTFI dengan pihak
Managemen PTFI dengan menjadikan Kementerian Tenaga
Kerja dan Transmigrasi sebagai mediator untuk mencapai
kesepakatan antara pihak serikat buruh PTFI dengan pihak
managemen PTFI. Karena, jika makin lama permasalahan ini
terjadi, maka akan banyak pihak yang dirugikan baik dari
Freeport sendiri, maupun Pemerintah Indonesia dari jumlah
pemasukan yang dibayar oleh Freeport Indonesia, serta bagi
para pekerja/buruh.
94
Kerjasama Bilateral.
http://www.kemlu.go.id/Pages/IFPDisplay.aspx?Name=BilateralCooperation&IDP=37&P=Bilater
al&l=id. Diakses pada tanggal 23 Maret 2012. Pukul 12.01 Wib.
96
e. Adanya UU No. 13 Tahun 2003 yang menjadi pelindung dan
alasan bagi Serikat Buruh PTFI untuk memperjuangkan
tuntutan mereka, sehingga pihak managemen PTFI akhirnya
menyetujui adanya kenaikan gaji/upah buruh sekitar 40% jika
dijumlahkan secara keseluruhan.
Sedangkan
yang
menjadi
faktor-faktor
penghambat
dalam
penyelesaian mengenai aksi mogok buruh PTFI, yaitu:
a.
Adanyak pihak-pihak yang berkepentingan, seperti orangorang yang terlibat baik dari dalam negeri maupun luar negeri
sejak awalnya beroperasinya PTFI di Indonesia yang merasa
dirugikan, jika gaji/upah buruh tersebut dinaikkan. Maka,
pendapatan mereka akan berkurang dibandingkan jumlah
sebelumnya.
b. Kesepakatan PKB yang harusnya sudah harus dinegosiasikan
sehak tahun 2011 untuk periode 2011-2013, selalu mengalami
hambatan dalam menemukan kesepakatan.
c. Manajemen PTFI terlanjur kecewa dengan Pengurus Unit Kerja
Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK FSP KEP SPSI),
karena mereka memutuskan menggelar aksi pemgokan. Selain
itu juga, manajemen PTFI selalu berupaya melakukan
perundingan untuk mencapai kesepakatan yang adil dan wajar.
97
Hal inilah yang dikatakan oleh Ramdani Sirait sebagai juru
bicara PTFI.95
d. Kekecewaan dari PTFI sendiri dari aksi pemogokan yang
dilakukan, karena pemogokan pekerja/buruh PTFI telah
merugikan PTFI yang mengalami penurunan produksi 230.000
ton biji emas dan tembaga per hari. Dimana bagi PTFI
berdasarkan Director, Executive, Vice President & CAO PTFI
mengalami kerugian yang cukup besar dan penurunan
pendapatan sekitar US$ 200 ribu.96
e. Menurut PTFI, perusahaan ini telah banyak memberikan
kontribusi kepada Indonesia dan Papua. Bentuk kontribusinya
dimulai dari pembayaran pajak, royalti, dan dividen kepada
Pemerintah Indonesia berdasarkan Kontrak Karya. Selain itu
juga, PTFI telah mempekerjakan sekitar 22.000 karyawan di
Papua yang mencakup 98% merupakan warga Indonesia yang
sisanya 28 % adalah karyawan asli Papua, dan PTFI juga telah
melakukan investasi lebih dari US$ 137 juta pada berbagai
program pembangunan berkelanjutan di Papua, dimana US$ 64
juta didedikasikan bagi komunitas lokal melalui dana
kemitraan bagi pengembangan masyarakat. Dengan banyaknya
kontribusi yang telah diberika oleh PTFI, sehingga managemen
95
Freeport: Mogok Kerja Karyawan Tidak Sah. http://nasional.vivanews.com/news/read/247453freeport-kecewa--karyawan-mogok-kerja.Dikases pada tanggal 4 April 2012. Pukul 13.47 Wib.
96
Kerugian Freeport US$20 Juta per har.
http://economy.okezone.com/read/2011/10/12/19/514431/kerugian-freeport-usd20-juta-per-hari.
Diakses pada tanggal 4 April 21012. Pukul 13. 48 Wib.
98
dari PTFI sendiri merasa seharusnya para pekerja/buruh PTFI
yang
melakukan
pemogokan
lebih
mengutamakan
perundingan.97
f. Para pekerja/buruh PTFI yang ikut melakukan aksi mogok
tetap bersekukuh untuk menaikan gaji/upah mereka sesuai
dengan tuntutan mereka, dimana mereka ingin mendapatkan
gaji yang sesuai dengan kontribusi mereka terhadap perusahaan
PTFI. Selain itu juga, para pekerja Buruh PTFI selalu merasa
dirugikan karena adanya perbedaan yang mencolok antara
gaji/upah pekerja PTFI dengan gaji pekerja di anak perusahaan
Freeport di negara lain. Perbandingan inilah yang selalu
menjadi pegangan bagi para pekerja/buruh PTFI untuk
melakukan pemogokan, selain adanya faktor ekonomi seperti
adanya peningkatan taraf hidup yang semakin tinggi.
g. Para pekerja/buruh dan serikat pekerja buruh PTFI, sudah
terlanjur merasa kecewa dan sangat dirugikan, karena selama
belum dalam proses perundingan managemen PTFI malah
membuka lowongan kerja untuk mengisi tempat pekerja yang
ikut dalam aksi mogok, telah melakukan PHK sepihak kepada
pengurus serikat buruh seluruh Indonesia dalam pemogokan
pertama, para pekerja/buruh PTFI juga merasa selama ini yang
97
Fakta Mengenai Perundingan Perjanjian Kerja Bersaa PT. Freeport Indonesia.
http://www.ptfi.com/. Diakses pada tanggal 3 Februari 2012. Pukul 14. 32 Wita.
99
tidak mau berunding adalah dari pihak managemen PTFI
sendiri.
h. Para
pengurus
serikat
buruh
PTFI merasa
cenderung
dimanfaatkan oleh pihak perusahaan PTFI untuk meloloskan
segala
bentuk
kebijakan
yang
hanya
menguntungkan
menjadi
faktor
pendorong
perusahaan.
Faktor-faktor
inilah
yang
dan
penghambat dalam proses perundingan PKB 2011-2013 yang berujung
dalam aksi pemogokan oleh sebagian para pekerja/buruh PTF untuk
menaikan gaji/upah mereka. Dan setelah hampir lima bulan melakukan
aksi mogok, akhirnya pada tanggal 24 Desember 2011 terjadilah
kesepakatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara PTFI dan serikat
buruh. Hal ini diikuti dengan proses pengembalian para pekerja/buruh
yang ikut aksi mogok untuk kembali bekerja.
C. Pengaruh Pelanggaran HAM di PT. Freepport Terhadap Hubungan
Bilateral Amerika Serikat-Indonesia.
Hubungan
bilateral
Amerika
Serikat-Indonesia
merupakan
hubungan diplomatik yang mencakup kerjasama di bidang politik,
ekonomi,
sosial
budaya,
pertahanan
keamanan
serta
kerjasama
internasional yang merupakan kepentingan nasional dan kepentingan
strategis kedua negara. Hubungan bilateral tersebut telah terjalin sebelum
kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Kedua negara ini mengakui memiliki
100
nilai-nilai yang hampir sama, seperti demokrasi, pluralism, toleransi, serta
kepentingan bersama terhadap stabilitas dan kesejahteraan.
Pada masa Presiden Obama sejak pelantikannya pada Januari 2009,
diharapkan dapat meningkatkan lagi hubungan bilateral kedua negara
karena pasca peristiwa 9/11 pada Era Bush untuk memerangi teroris yang
diidentikan dengan Islam sempat membuat rentang hubungan kedua
negara. Untuk itu Obama yang pernah tinggal di Indonesia, menggunakan
kedekatan ini untuk lebih mendekatkan diri antara Indonesia dengan
Amerika Serikat. Pemerintahan Obama dapat dimaknai sebagai kombinasi
dari sistem dan managemen pemerintahan antara kebijakan fundamental
Amerika Serikat dan kebijakan partai yang berkuasa (Partai Demokrat),
serta gaya dari Presiden Obama. Dalam bidang ekonomi, Obama
berdasarkan kebijakan fundamental Amerika Serikat dan kebijakan Partai
demokrat, maka diperkirakan Obama akan terus meningkatkan peran
pemerintah dalam menerapkan berbagai kebijakan yang ditujukan bagi
pemerataan kesejahteraan, antara lain melalui kebijakan kebijakan
perpajakan, kebijakan ekonomi dan sosial yang saling terkait, dan
perlindungan kepentingan buruh.
Selain itu, terdapat kemungkinan Amerika Serikat di bawah
kepimpinan Obama akan menerapkan kebijakan yang proteksionis, karena
dengan banyaknya isu-isu global dan munculnya aktor-aktor internasional
non-state seperti MNC dan kelompok kepentingan internasional akan
mendorong Amerika Serikat untuk menaruh perhatian lebih besar terhadap
101
kerjasama ekonomi regional dalam rangka mendorong pasar bebas
termasuk Asia Tenggara. Karena, selama kampanye Obama cenderung
berpihak pada kebijakan perdagangan bebas.
Dalam hubungan Freeport Indonesia sebagai anak perusahaan dari
Freeport McMoran Copper & Gold Inc. yang berpusat di Amerika Serikat,
sehingga menjadikan negara adidaya tersebut sebagai home Country.
Hubungan Amerika Serikat sebagai home country dari Freeport Indonesia
dengan Indonesia sebagai host country memiliki hubungan saling
tergantung satu sama lainnya. Karena, setiap negara akan berupaya untuk
meningkatkan dan memajukan kesejahteraan masyarakatnya melalui
pembangunan ekonomi.
Pembangunan ekonomi di negara maju (Amerika Serikat) sangat
berkembang pesat bila dibandingkan dengan negara berkembang seperti
Indonesia. Untuk mengejar ketinggalannya, negara berkembang seperti
Indonesia akan menggali potensi dan sumber daya alam (SDA) yang
dimiliki untuk membangun perekonomiannya. Adapun salah satu cara
yang digunakan, yaitu menarik investor asing sebanyak-banyaknya agar
menanamkan modal di negaranya. Dimana salah satu bentuk investasi,
yaitu FDI. 98 Pemerintah negara-negara berkembang seperti Indonesia
sangat perhatiaan pada FDI, karena FDI merupakan bentuk investasi asing
yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan bentuk investasi lainnya.
Bila investasi masuk dan keluar dari Indonesia maka berpengaruh yang
98
Lia Amalia. Loc. Cit.
102
cukup signifikan bagi negara. Salah satu bentuk FDI adalah dengan
mendirikan perusahaan langsung di negara yang ditanami modal atau
sering disebut juga dengan MNC.
Dalam hubungannya dengan aksi mogok para pekerja/buruh PTFI,
Amerika Serikat mengambil sikap untuk tidak membahas masalah tersebut
dalam pertemuan Presiden Obama dan Presiden Yudhoyono di Indonesia,
walaupun kedua negara tersebut sempat membahas tentang masalah HAM
di Papua. Akan tetapi, tidak sekalipun pemimpin kedua negara ini
menyinggung masalah Freeport Indonesia di Papua. Sehingga menurut
penulis, pembahasan mengenai Freeport di Indonesia merupakan
pembahasan yang tidak terlalu penting untuk dibahas secara khusus,
walaupun masalah Freeport di Indonesia sensitif untuk dibahas karena
banyak aktor yang terlibat di dalamnya. Terutama kedua negara ini, berada
dalam keadaan dan situasi untuk lebih meningkatkan hubungan bilateral
kedua negara. hubungan bilateral kedua negara lebih banyak diwarnai
dengan upaya dari Amerika Serikat maupun Indonesia untuk mengatasi
krisis ekonomi di negara masing-masing.
Sehingga, pengaruh HAM di PTFI terhadap hubungan bilateral
Amerika Serikat-Indonesia jika dilihat dari sikap Pemerintah Amerika
Serikat dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: berpengaruh dan tidak
berpengaruh. Dimana berpengaruh, karena PTFI merupakan anak
perusahaan dari Freeport McMoran yang berkantor pusat di Amerika
Serikat. Sehingga, keberadaan Freeport di Indonesia tidak terlepas dari
103
adanya kebijakan Amerika Serikat yang mendukung Freeport untuk
beroperasi di Indonesia-Papua. Ini disebabkan karena, sebuah MNC hanya
bisa beroperasi di luar negaranya apabila home country memiliki
hubungan bilateral dengan negara yang ingin dijadikan host country oleh
MNC tersebut. Hubungan bilateral Amerika Serikat-Indonesia telah
terjalin sejak kemerdekaan Indonesia. Dimana pada umumnya hubungan
Amerika Serikat-Indonesia telah berlangsung secara positif dan stabil,
walaupun masih dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kepentingan
kedua negara tersebut.
Selain itu, harapan dari Pemerintah Indonesia dengan kehadiran
MNC seperti, PTFI akan meningkatkan pendapatan nasional, adanya
inevestasi infrastruktur secara fisik, menerima pendapatan dari pajak, serta
adanya transfer teknologi Berdasarkan data dari PTFI, dikatakan bahwa
PTFI selalu membayar kurang lebih 2 milliyar per tahun kepada
Pemerintah Indonesia. Jumlah pembayaran dari pihak Freeport kepada
Pemerintah Indonesia pada tahun 2010, dapat dilihat pada (Lampiran 2).
Dimana dalam tabel pada lampiran 2 tersebut tertulis bahwa jumlah
pembayaran keseluruhan mencapai $1,974 juta pada tahun 2010. Jumlah
tersebut merupakan seperempat dari jumlah pendapatan Indonesia.
Sehingga, jika adanya kenaikan gaji/upah buruh PT. Freeport Indonesia
akan berdampak pada jumlah pendapatan yang diterima Indonesia. Dan
bagi Amerika Serikat juga akan mendapatkan keuntungan yang sama
dengan Indonesia berupa pajak. Bagi Amerika Serikat keberadaan Freeport
104
di Indonesia maupun di negara lain akan tetap berpengaruh terhadap
pendpatan Amerika Serikat secara keseluruhan. Karena, MNC selalu
memiliki modal yang sangat besar terutama MNCs asal Amerika Serikat
seperti Freeport McMoran Copper & Gold Inc.
Sedangkan, permasalahan mengenai aksi mogok para pekerja/
buruh PT. Freeport Indonesia bisa tidak berpengaruh terhadap hubungan
bilateral Amerika Serikat-Indonesia. Hal ini bisa dilihat bahwa Presiden
Obama tetap ingin lebih meningkatkan kerjasama kedua negara. ini juga
diperjelas dengan pidato Obama di Universitas Indonesia. Dimana Obama
sering menyatakan kedekatannya dengan Indonesia, karena pernah tinggal
di Indonesia dan dalam pidato Obama tersebut juga lebih mengungkapan
adanya keinginan Amerika Serikat untuk meningkatkan hubungan bilateral
Amerika Serikat-Indonesia dalam berbagai bidang, terutama ekonomi dan
militer. Dalam pidato Obama di Universitas Indonesia maupun saat
menghadiri KTT Asia Timur di Indonesia, Obama tidak sekalipun
membahas secara spesifik permasalahan HAM di Papua yang juga
melibatkan PT. Freeport Indonesia. Hal ini mungkin disebabkan karena,
Amerika Serikat melihat peluang kerjasama kedua negara akan jauh lebih
besar dibandingkan hanya mempermasalahkan tentang pelanggaranpelanggaran HAM yang terjadi di Papua. Dimana sebagian besar masalah
yang terjadi di Papua diakibatkan oleh kehadiran dan pengoperasian
Freeport di Indonesia.
105
Pemerintah
Indonesia
ingin
tetap
terus
memelihara
dan
mengingkatkan hubungan baik dan kerjasama dengan Amerika Serikat,
seperti dalam bidang pemberantasan korupsi, terorisme, HAM, dan
kehidupan demokrasi. Sedangkan dalam bidang ekonomi juga mengalami
peningkatan, dimana nilai perdagangan kedua negara dalam tahun 2008
mencapai US$ 21.7 milyar, 17% lebih tinggi dari total nilai perdagangan
tahun 2007 yang mencapai US$ 18.5 milyar. Selain dalam bidang
perdagangan, terjadi juga pada bidang-bidang lain, seperti Counter
Terrorism,
pertahanan,
pendidikan
dan
Millennium
Challenge
Corporation. Dengan adanya peningkatan hubungan dan kerjasama
tersebut, sehingga Amerika Serikat mencabut travel warning ke
Indonesia.99
Selain itu juga Hillary Clinton saat di Hawai mengatakan bahwa
“Diperlukan adanya dialog dan reformasi politik untuk memberikan
keinginan masyarakat Papua yang sesuai dengan hukum. Kami akan tetap
mendorong dilakukannya pendekatan seperti itu (dialog),” seperti dikutip
dari website Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Jumat 11
November 2011. 100 Dari pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa
walaupun Amerika Serikat tidak terlibat secara langsung dalam
penyelesaian HAM yang menyangkut aksi mogok para/pekerja PT.
Freeport Indonesia, akan tetapi masalah HAM yang terjadi di Papua telah
menarik perhatian masyarakat internasional. Sehingga, Amerika Serikat
99
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Op. Cit. Hal 93.
Pernyataan Hillary Clinton, Intervensi atau Keprihatinan. Loc. Cit.
100
106
sebagai negara yang sangat menjunjung tentang HAM memberikan saran
untuk adanya dialog dan reformasi politik untuk Papua. Hal ini dapat
dijadikan perhatian bagi pemerintahan Indonesia dalam menyikapi
pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat
ini, mengenai apa yang dimaksudkan dengan adanya dialog dan reformasi
politik tersebut. Serta, apa yang dimaksudkan dengan keinginan
masyarakat Papua sesuai dengan hukum.
Dari pernyataan tersebut, dapat dilihat bahwa Amerika Serikat
telah memperhatikan tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi di
Papua, baik yang berhubungan langsung dengan Freeport maupun
menyangkut berbagai bentuk pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.
Jadi, Amerika Serikat sewaktu-waktu dapat mengambil kebijakan dan
tindakan untuk Indonesia, hubungannya dengan bentuk pelanggaran HAM
di Papua baik yang dapat menguntungkan ataupun bisa berdampak buruk
bagi Indonesia. Ini bisa dilihat dari kebijakan luar negeri yang dikeluarkan
oleh Amerika Serikat selama ini. Terutama saat Amerika Serikat masih
dipimpin oleh George W. Bush, dimana kebijakan tersebut juga disebut
dengan minus malum, yaitu harus memilih yang kurang buruk ketika
menghadapai yang terburuk. Seperti saat Amerika Serikat menghadapi
pemimpin Irak, Saddam Hussein, merupakan yang terburuk jika
dibandingkan dengan kelompok-kelompok pembangkang Irak. Maka,
107
kelompok tersebut yang di rangkul untuk bersama-sama menyingkirkan
Saddam Hussein.101
101
Taufik A. Susilo. Loc. Cit.
108
BAB V
PENUTUPAN
A. Kesimpulan
a. Sikap Pemerintah Amerika Serikat terhadap pelanggaran HAM di PT.
Freeport di Indonesia mengenai aksi mogok oleh pekerja/buruh PTFI,
sejauh ini Pemerintah Amerika Serikat tidak turut serta dalam
penyelesaian masalah aksi mogok tersebut secara langsung. Dimana
Pemerintah Amerika Serikat membiarkan pihak Freeport sendiri yang
menyelesaikan permasalahan aksi mogok yang disebabkan adanya
tuntutan
kenaikan
gaji.
Pemerintah
Amerika
Serikat
hanya
mengharapkan adanya solusi yang adil bagi kedua belah pihak, baik
bagi PT. Freeport Indonesia sendiri maupun bagi pekerja/buruh yang
diwakili oleh serikat buruh PT. Freeport Indonesia (PTFI).
b. Permasalahan aksi mogok yang dilakukan oleh pekerja/buruh PTFI
untuk menuntut kenaikan gaji pada perusahaan PTFI, terdapa faktorfaktor yang pendorong dan penghambat dalam penyelesaiannya.
Dimana dasar dari faktor-faktor tersebut berasal dari kepentingan dari
masing-masing pihak baik dari perusahaan PTFI maupun dari
pekerja/buruh PTFI yang diwakili oleh serikat buruh PTFI yang
berusaha untuk mempertahankan apa yang menurut mereka benar.
Selain dari faktor yang diakibatkan oleh banyaknya kepentingan dari
aktor-aktor yang terlibat di dalamnya, baik aktor yang di dalam
maupun luar negeri.
109
c. Sejak terjadinya aksi pemogokan tersebut hingga sekarang ini tidak
ada pengaruh yang ditimbulkan bagi hubungan bilateral Amerika
Serikat- Indonesia. Hubunga bilateral kedua negara tetap berjalan
sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang diambil, dimana kedua negara
Amerika Serikat-Indonesia ingin lebih mendekatkan diri terutama pada
Pemerintahan Obama dalam berbagai bidang. Akan tetapi, secara tidak
langsung PTFI yang merupakan anak perusahaan dari Freeport
McMoran Gold Inc di Amerika serikat akan tetap memperngaruhi
hubungan bilateral kedua negara yang disebabkan memiliki keterkaitan
satu sama lainnya.
B. Saran
1. Pemerintahan Amerika Serikat maupun Pemerintah Indonesia tidak
perlu mengambil sikap yang tergas dalam permasalahan PT. Freeport
Indonesia yang dituntut oleh pekerjanya untuk menaikan gaji/upah
mereka. Karena, masih banyak hal yang lebih baik dilakukan untuk
meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Serta, bagi Pemerintah
Indonesia memperbaiki regulasi mengenai penanaman modal asing di
Indonesia agar kedua pihak mendapat keuntungan yang sama dari hasil
kerjasama tersebut.
2. Permasalahan HAM yang terjadi di Papua baik yang bersumber dari
adanya Freeport Indonesia di Papua maupun tidak telah menarik
perhatian dari dunia internasional. Sehingga, Pemerintah Indonesia
110
harus mengambil kebijakan untuk meredakan atau mengurangi
permasalahan yang terjadi di Papua. Hal ini dilakukan untuk
menghindari adanya intervensi dari negara lain dalam menggangu
NKRI.
111
DAFTAR PUSTAKA
A. BUKU
Amalia, Lia. (2007). Ekonomi Internasional. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Djumadi. (2005). Sejarah Keberadaan Organisasi Buruh. Jakarta: PT. Grafindo
Persada
Donnely, Jack. (2003). Universal Human Rights in Theory and Practice. Ithaca
and London: Cornell University Press.
El-Muhtaj, Majda. (2007). Hak Asasi Manusia Dalam Konstitusi Indonesia.
Jakarta: Kencana.
Frankel, J.(1990). Hubungan Internasiona. Jakarta: ANS Sungguh Barsaudara.
Hermawan, Yulius P. (2007). Transformasi Dalam Hubungan Internasional;
Aktor, Isu, dan Metodelogi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Hermawan, Yulius P.. (2007). Transformasi
Internasional. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Dalam
Studi
Hubungan
Hidayatullah, Syarif. (2000). Pendidikan Kewargaan; Demokrasi, HAM &
Masyarakat Madani. Jakarta: IAIN Jakarta Press.
Ilmar, Aminuddin. (2004). Hukum Penanaman Modal di Indonesia. Jakarta:
Kencana.
Ilmar, Aminuddin. (2005). Hukum Penanaman Modal Asing. Jakarta: Kencana.
Jemadu, Aleksius. (2008). Politik Global dalam Teori & Praktik. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Junhui, Jin. (1994). An Analysis of The Clinton Administration’s Foreign Policy.
CIIS: Internationa: Studies.
Kementerian Luar Negeri RI. (2009). Hubungan Bilateral Indonesia-AS di Era
Presiden Obama. Bukit Tinggi: Deputi Seswapres Bidang Politik.
Muarif, Samsul. (2008). Obama Presiden Amerika Anak Menteng. Jakarta:
Grafindo.
112
Nadj E, Shobirin. (2002). Diseminasi Hak Asasi Manusia: Perspketif dan Aksi.
Yogyakarta: Garasi.
Perwira, Anak Agung Banyu. (2005). Pengantar Ilmu Hubungan Internasional.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Rudy, T. May. Hubungan Internasional Kontemporer dan Masalah-masalah
Global. Bandung: PT. Refika Aditama.
Sriyono , A. Agus, dkk. (2004). Hubungan Internasional: Percikan Pemikiran
Diplomat Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Susilo, Taufik Adi. . (2009). Mengenal Amerika Serikat. Yogyakarta: Garasi.
Ubaidillah, A, dkk. . (2000). Pendidikan Kewarganegaraa: Demokrasi, HAM, dan
Masyarakat Madani. Jakarta: IAIN Jakarta Press.
Yusuf, Sufri. (1989). Hubungan Internasional dan Politik Luar Negeri, Sebuah
Analisis Teoritis dan Uraian Pelaksanaanya. Jakarta: Pustaka Sinar.
B. Jurnal
Adriana Elizabeth. (2006). Dimensi Internasional Kasus Papua. Jurnal Penelitian
Politik. vol.3, No.1. Hal. 44.
Aknolt Kristian Pakpahan. (2005). “Multinational Corporations Dalam
Perekonomian Global”. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, vol. 1.
September. hal. 235
C. Internet
A
Short
History
of
The
Department
State.
http://history.state.gov/departmenthistory/short-history/development.
diakses pada tanggal 29 Februari 2012, pukul 08.28 Wita.
AS dan NATO Pertimbangkan Senjatai Oposisi Libya.
http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/03/26/46611/ASdan-NATO-Pertimbangkan-Senjatai-Oposisi-Libya, diakses pada tanggal
22 Februari 2012. Pukul 17.52 Wita.
Assistant Secretary Kurt Campbell visits Indonesia to prepare for U.S.
participation at East Asia Summit.
http://jakarta.usembassy.gov/embnews_10262011.html. Diakses pada
tanggal 12 Mei 2012. Pukul 22. 01 Wita.
113
Berita Terkini. http://www.ptfi.com/news/ebk/gen_ebk.asp?ed=20110920.
Diakses pada tanggal 14 April 2012. Pukul 21.32 Wib.
Deklarasi Universal HAM. http://www.kontras.org/baru/Deklarasi%20Universal
%20HAM.pdf . Diakses pada tanggal 6 April 2012. Pukul 18.40 Wita.
Di Amerika saja diadukan , Masa Di Indonesia Freeprt di Lindungi.
http://nasional.kompas.com/read/2011/11/05/14472574/Di.Amerika.Saja.
Diadukan.Masa.di.Indonesia.Freeport.Dilindungi. Diakses pada tanggal 21
Maret 2012. Pukul 18.50 Wita.
Fakta Mengenai Perundingan Perjanjian Kerja Bersama PT Freeport Indonesia
(PTFI). http://www.ptfi.com. Diakses pada tanggal 9 Februari 2012,
pukul 21 :49 Wita.
Fakta Mengenai Perundingan Perjanjian Kerja Bersama PT. Freeport Indonesia.
http://www.ptfi.com/. Diakses pada tanggal 3 Februari 2012. Pukul 14. 32
Wita.
Freeport Akar Separatis Negara. http://etnohistori.org/freeport-akar-separatismenegara.html. Diaskes pada tanggal 3 November 2012. Pukul 20.01 Wita.
Freeport: Mogok Kerja Karyawan Tidak Sah.
http://nasional.vivanews.com/news/read/247453-freeport-kecewa--karyawanmogok-kerja. Dikases pada tanggal 4 April 2012. Pukul 13.47 Wib.
http:/www.search.eb.com.colib.ccc.edu:80/eb/article-9054240. Diakses pada
tanggal 15 Februari 2012, pukul 21.34 Wita.
Human.Rights.http://www.embassyofindonesia.org/inausa/statement/jointstateme
ntSDV.htm. Dikases pada tanggal 12 April 2012. Pukul 11.32 Wita.
Ini Daftar Gaji Karyawan Freeport.
http://nasional.vivanews.com/news/read/252669-ini-daftar-gaji-karyawanfreeport. Diakses pada tanggal 9 Maret 2012. Pukul 12.04 Wita.
International Labor Affairs-ILA. http://www.state.gov/j/drl/ila/index.htm. diakses
pada tanggal 26 April 2012. Pukl 01.12 Wita.
Karyawan Freeprt Sepakat Akhiri Mogok.
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/12/111214_freeportstrikeends
.shtml. Diakses pada tanggal 11 April 2012. Pukul 11.06 Wita.
114
Kerjasama Bilateral.
http://www.kemlu.go.id/Pages/IFPDisplay.aspx?Name=BilateralCooperati
on&IDP=37&P=Bilateral&l=id. Diakses pada tanggal 18 Maret 2012.
Pukul 20.27 Wita.
Kerugian Freeport US$20 Juta per har.
http://economy.okezone.com/read/2011/10/12/19/514431/kerugianfreeport-usd20-juta-per-hari. Diakses pada tanggal 4 April 21012. Pukul
13. 48 Wib.
Keuntungan Freeport Rp 4000 Triliun Negara dapat 1 %.
http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?category=18&newsnr
=4975. Diakses pada tanggal 13 Maret 2012. Pukul 14. 32 Wita.
Multinational Corporation. http://www.scribd.com/doc/57687304/BAB-I1,
diakses pada tanggal 9 Januari 2012. Pukul 08.27 Wita.
Obama dan Politik Luar Negeri AS.
http://aipi.wordpress.com/2009/01/19/obama-dan-politik-luar-negeri-as.
Diakses pada tanggal 28 Februari 2012. Pukul 13.56 Wita.
Obama Hormati Sikap RI Soal Papua. http://www.jurnas.com/halaman/17/201111-19/189624. Diakses pada tanggal 12 Mei 2012. Pukul 19.48 Wita.
Obama Respects Yudhotono. http://www.aseansummit.org/news246-obamarespects-yudhoyono%60s-policies-on-papua.html. Diakses pada tanggal
12 April 2012. Pukul 19.30 Wita.
Perihal Pangkalan Militer AS di Australia dan Kepentingan AS di Papua.
http://mawatejamaya.wordpress.com/2011/11/26/perihal pangkalanmiliter-as-di-australia-dan-kepentingan-as-di-papua/. Diakses pada tanggal
12 Maret 2012. Pukul 16.21 Wita.
Pernyataan Hillary Clinton, Intervensi atau Keprihatinan.
http://politik.kompasiana.com/2011/11/13/pernyataan-hillary
clinton%E2%80%9Cintervensi-atau-keprihatinan. Diakses pada tanggal 5
April 2012. Pukul 09.13 Wita.
Perundingan Karyawan Freeport dengan Perusahaan.
http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2011/07/110712_freepor
.shtml. diakses pada tanggal 11 April 2012. Pukul 11.07 Wita.
Perusahaan Kontraktor PT. Freeport Rekrut Ratusan Kayawan Baru.
http://kbr68h.com/berita/daerah/17489-perusahaan-kontraktor-pt-freeportrekrut-ratusan-karyawan-baru. Diakses pada tanggal 4 April 2012. Pukul
14.04 Wib.
115
Pidato Obama: Indonesia Rangsang Ekonomi Amerika.
http://www.voaindonesia.com/content/pidato-obama-indonesia-rangsangekonomi-amerika-107118268/85856.html. Dikses pada tanggal 23 Maret
2012. Pukul 13.23 Wib.
PT. Freeport Indonesia. http://id.wikipedia.org/wiki/Freeport_Indonesia, diakses
pada tanggal 11 November 201. Pukul 16.43 Wita.
Riwayat Proyek. http://www.ptfi.com/about/history.asp. Diakses pada tanggal 28
November 2011, pukul 19.44 Wita.
RiwayatProyek. http://www.ptfi.com/about/history.asp, diakses pada tanggal 28
November 2011. Pukul 19.44 Wita.
Satukan Perjuangan Buruh PT Freeport dan Perjuangan Buruh Seluruh Indonesia,
http://www.rakyatpekerja.org/2011/10/satukan-perjuangan-buruh-ptfreeport.htm. diakses pada tanggal 8 Februari 2012. Pukul 23:55 Wita.
Sejarah Papua dalam NKRI Sudah Benar.
http://oase.kompas.com/read/2009/08/21/06205938/Sejarah.Papua.Dalam.
NKRI.Sudah.Benar. diakses pada tanggal 24 November 2011. Pukul 19:45
Wita
Sekilas Tentang PT.Freeport Indonesia. http://www.ptfi.com/about/default.asp.
diakses pada tanggal 29 November 2011. Pukul 20:54 Wita.
SP Freeport Minta Pemerintah Turun Tangan .
http://kbr68h.com/berita/nasional/20091-sp-freeport-minta-pemerintahturun-tangan. Diakse pada tanggal 4 April 2012. Pukul 13.55 Wib.
Tata Kelola Koporasi. http://www.ptfi.com/about/tatakelola.asp. diakses pada
tanggal 20 Februari 2012. Pukul 16.24 Wita.
UMP Papua 2102 Rp.
1.585.000.http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail
&id=4738. Diakses pada tanggal 16 April 2012. Pukul 16.48 Wita
US Ambassador to Indoneisa Scot Marciel Touts Substantial Opportunities for US
Businesses in Indonenesia.
http://jakarta.usembassy.gov/news/embnews_03052012.html. Di akses
pada tanggal 21 Maret 2012, pukul 21.42 Wib.
116
Us Freeport Indonesia. http://www.reuters.com/article/2012/01/02/us-freeportindonesia idUSTRE80101B20120102. Di askses pada tanggal 23 April
2012. Pukul 21.32 Wita.
UU No.13 Tahun 2003. http://www.bpkp.go.id/uu/filedownload/2/40/258.bpkp.
diakses pada tanggal 21 Maret 2012. Pukul 13.02 Wita.
D. Lain-lain
Laporan Tahunan PT. Freeport McMoran Copper & Gold. 2010. Working
Toward Sustainable Development Report. United States: FXC.
Laporan dan Data dari PUK (SP KEP SPSI PTFI)
117
Lampiran 1.
Laporan Pembayaran Terhadap Pemerintahan Tahun 2010
(Juta)
Pajak
Penghasilan
Perusahaan,
dikurangi
restitusi
Pemotongan pajak
atas dividen asing
Pajak Karyawan
Dividen
Royalti dan Pajak Pesangon
Bersih
Properti Pajak
Biaya dan Pajak lainnya
Total
Other
Countries
Total
$1
$2
$2,234
173
43
169
39
-
13
-
267
373
169
185
14
97
$1,974
29
73
$142
2
10
$27
285
97
319
$3,744
U.S
Chili Peru
$327
$239 $327 $1,293
243
-
63
18
-
31
17
-
31
81
22
$749
40
72
$432
45
$420
-
Indonesia DRC
Sumber: 2010 Working Toward Sustainable Development ReportFreeport McMoran Copper & Gold.Hal 11.
118
Lampiran 2: Surat Terbuka dari Pekerja/Buruh PTFI kepada Presiden Republik
Indonesia (Susilo Bambang Yudhoyono)
SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Dari PEKERJA DI PT FREEPORT INDONESIA
Kepada Yth;
Presiden Republik Indonesia
DR.H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Di Istana Negara Jl. Veteran No.16
Jakarta Pusat
Bapak Preseiden yang kami hormati,
Pertama – tama kami panjatkan puji dan syukur kepada Allah pencipta langit dan bumi, atas
pekenaan-Nya,sehingga kita masih diberikan nafas kehidupan dan doa kami agar Allah selalu
memberikan kesehatan yang baik dan kekuatan untuk bapak Presiden dalam hidup sehari-hari
serta memimpin dan mengatur bangsa dan negara yang kami cintai ini .
Dalam aksi mogok kerja yang telah kami lakukan di PT Freeport Indonesia , perihal Tuntutan
Perbaikan Kesejahteraan Pekerja yang menyangkut Penyesuaian Upah Pokok belum ada
kesepakatan, sebab “angka” tawaran dari pihak perusahan PT-FI sebesar 35% dari upah Pokok
sebelumnya sebesar Rp 3,316,000 untuk level terendah F1 belum dapat kami terima, karena
tawaran tersebut menurut kami belum sesuai dengan kontribusi pekerja yang telah memberikan
keuntungan berlipatganda untuk PT-FI dan Freeport McMoran Copper and Gold serta sumber
tambang mineral emas, tembaga dan perak di Grasberg ( tambang terbuka dan tambang bawah
tanah ) dalam jumlah cadangan dan produksi yang terbesar di dunia .
Tuntutan kami terakhir tentang Penyesuaian Upah Pokok kepada pihak pimpinan PT Freeport
Indonesia adalah US$7,5 per jam untuk level/grade terendah F-1 dan akan dikonvesikan ke mata
uang rupiah yaitu untuk upah per jam Rp67,500 dan upah pokok per bulan Rp 11,677,000,- per
bulan . Tuntutan kami untuk level/grade terendah F-1 sampai level atas yaitu level 3.
Dalam penyesuaian gaji yang kami maksud akan berdampak positif bagi Negara sebab pajak
PPh akan meningkat.
Kami tahu bahwa perusahan PT Freeport Indonesia adalah Affliate of Freeport McMoran
Copper and Gold yang adalah investasi Amerika di Indonesia . Sudah 40 tahun Freeport berada
di Tanah Papua, tetapi belum memberikan kesejahteraan yang baik untuk pekerja dan
masyarakat lokal serta rakyat Indonesia pada umumnya.
119
Kami mohon agar investasi Freeport dapat memberikan kontribusi dan kesejahteraan yang baik dan
adil bagi rakyat Indonesia yang bekerja di Freeport .
Para utusan menteri terkait , pemerintah daerah kabupaten dan provinsi sudah pernah bertemu
dengan kami, dan juga masalah ini sudah dimediasikan di Kemenakertrans RI di Jakarta, tetapi
belum ada titik temu . Masalah ini juga telah didaftarkan oleh pimpinan PT Freeport Indonesia ke
Pengadilan Hubungan Industrial di Jakarta Pusat . Dalam Pandangan kami, persidangan di PHI
akan menyita waktu yang lama .
Kami telah membaca di media, bahwa bapak Presiden telah bertemu dengan Mr.Richard
C.Adkerson-President Director CEO Freeport McMoran Copper and Gold, di Hawaii Honohulu
pada saat pertemuan APEC . Richard C. Adkerson menyampaikan bahwa mereka (Freeport) akan
menambah investasi lagi US$10 milyar sampai US$20 milyar .
Mengingat hubungan diplomatik antar dua Negara, Indonesia dan Amerika dan beberapa Negara
yang menanamkan investasinya di Freeport Grasberg dan juga kepemilkan Saham 9,6% oleh
Pemerintah Indonesia, sehingga pandangan kami bahwa tuntutan pekerja di PT Freeport Indonesia
dapat diselesaikan oleh bapak Presiden sebagai pemegang Otoritas Penuh.
Freeport adalah sebagian dari masalah di Tanah Papua . Sebagaimana konsen bapak Presiden agar
masalah di Papua diselesaikan dengan hati dan kasih, maka kami memohon bapak Presiden dapat
mempertimbangkan serta menyelesaikan Tuntutan Pekerja di PT Freeport Indonesia secara adil dan
bijaksana. Dengan harapan agar rakyat Indonesia yang bekerja di PT Freeport Indonesia dapat
menikmati kesejahteraan yang baik dan adil dan dapat membantu keluarga dan orang lain, dan juga
dapat hidup sejahtera dan setara dengan Negara-negara maju di dunia.
Pancasila dan UUD 1945 adalah dasar dari Perjuangan kami di PT Freeport Indonesia. Demikian
dan atas perhatian bapak Presiden, kami sampaikan banyak terima kasih.
Timika, 03 Desember 2011.
Salam dan Hormat Kami,
Mewakili Pekerja di PT.Freeport Indonesia
FRANS BERNHARD OKOSERAY
Sumber: Politikana.102
102
Surat Terbuka Pekerja Serikat Freeprt Buat Presiden Indonesia.
http://politikana.com/baca/2011/12/11/surat-terbuka-pekerja-freeport-buat-presidenindonesia.html. Diakses pada tanggal 15 Maret 2012. Pukul 12.28 Wita.
120
Lampiran 3: Daftar GajiUntuk Non-Staff (Grade F1 s/d A5)
Sesuai dengan Hasil Upah Pokok Saat ini ( PKB 2011-2013 )
Grade
Master
A5
A4
A3
A2
A1
Spesialis
B5
B4
B3
B2
B1
Kompetisi
dasar
C4
C3
C2
C1
D4
D3
D2
D1
E3
E2
E1
F3
F2
F1
2010-2011
Upah pokok
2011-2012
%Kenaikan
Upah Pokok
Total
Kenaikan
Majemuk
2012-2013
%Kenaikan Upah Pokok
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
5,517,000
5,375,000
5,733,000
5,091,000
4,949,000
24%
24%
24%
24%
24%
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
6,841,100
6,665,000
6,489,000
6,312,900
6,136,800
13%
13%
13%
13%
13%
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
7,730,500
7,531,500
7,332,600
7,133,600
6,934,600
40%
40%
40%
40%
40%
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
4,896,000
4,668,000
4,531,000
4,393,000
4,255,000
24%
24%
24%
24%
24%
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
5,959,500
5,788,400
5,618,500
5,447,400
5,276,200
13%
13%
13%
13%
13%
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
6,743,300
6,540,900
6,349,000
6,155,600
5,962,200
40%
40%
40%
40%
40%
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
4,117,000
3,998,500
3,878,000
3,799,500
3,839,000
3,582,000
3,544,000
3,496,000
3,449,000
3,422,000
3,395,000
3,370,000
3,343,000
3,316,000
24%
24%
24%
24%
24%
24%
24%
24%
24%
24%
24%
24%
24%
24%
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
5,105,100
4,958,200
4,808,800
4,661,800
4,512,400
4,454,100
4,394,600
4,335,100
4,276,800
4,243,300
4,209,800
4,178,800
4,145,400
4,111,900
13%
13%
13%
13%
13%
13%
13%
13%
13%
13%
13%
13%
13%
13%
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
5,768,800
5,602,900
5,434,000
5,267,900
5,099,100
5,033,200
4,965,900
4,898,700
4,832,800
479,500
4,757,100
4,722,100
4,684,400
4,646,500
40%
40%
40%
40%
40%
40%
40%
40%
40%
40%
40%
40%
40%
40%
Sumber: PUK (SP-KEP SPSI PTFI)
121
Lampiran 4: Hasil Wawancara dengan Dirjen AMEROP-Kementerian Luar
Negeri Indonesia
Pertanyaan:
1) Bagaimana sikap Pemerintahan Amerika Serikat Terhadap Pelanggaran
HAM yang melibatkan PT. Freeport Indonesia_PTFI yang berhubungan
dengan:
a. Adanya pembayaran kepada pihak kepolisian Indonesia yang
telah mengirim surat kepada Departemen Kehakiman AS, dengan
dugaan
melanggar
FCPA.
FCPA
adalah
larangan
bagi
perusahaan AS untuk membayar pejabat/aparat negara lain
melakukan
atau
tidak
melakukan
suatu
tindakan
yang
bertentangan dengan pekerjaan/jabatan dari pejabat tersebut yang
sah.
b. Mengenai renegosiasi kontrak karya PT. Freeport Indonesia?
c. Tuntutan kenaikan gaji buruh yang dilakukan oleh pekerja PTFI
beserta serikat buruh PT. Freeport Indonesia kemarin?
d. Pengusiran masyarakat asli Papua (kaum minoritas) dari tempat
tinggal mereka, seperti suku Amungme yang harus berpindah
demi beroperasinya PTFI.
122
2) Apa yang menjadi faktor Pendorong dan Penghambat Penyelesaian
Pelanggaran HAM di Papua dan berbagai macam kasus yang melibatkan
PT. Freeport Indonesia?
3) Bagaimana pengaruh Pelanggaran HAM yang dilakukan PT. Freeport
Indonesia terhadap Hubungan Bilateral Amerika-Indonesia? Apakah
berdampak terhadap hubungan bilateral keduan negara? Kalau iya, dalam
bidang apa saja?
4) Sejauh mana pentingnya PT. Freeport Indonesia (PTFI) bagi Amerika
Serikat sendiri sebagai Home Country dimana PT.Freeport Indonesia
merupakan anak perusahaan dari Freeport McMoran Copper dan Gold Inc
dan bagi Indonesia sendiri sebagai Host Country?
5) Apakah yang akan terjadi jika Freeport berhenti beroperasi di Indonesia
dan dampak apa saja yang ditimbulkan bagi Indonesia maupun Amerika
Indonesia?
Jawaban:
1a. Kepolisian Republik Indonesia salah satu lembaga penegak hukum, salah
satu tugasnya adalah mengamankan objek-objek vital di seluruh Indonesia.
PT. Freeport Indonesia merupakan salah satu objek vital nasional.
Keberadaan Polisi di wilayah Freeport adalah untuk mengamankan wilayah
sekitar. PT. Freeport Indonesia. Sementara itu untuk keamanan di dalam PT.
Freeport Indonesia merupakan tanggung jawab internal dari PT. Freeport
Indonesia itu sendiri.
1b. Mengenai peran dan kegiatan PT. Freeport Indonesia, Pemri mendorong
proses divestasi saham PT. Freeport Indonesia sesuai dengan kebijakan
ekonomi nasional.
1c. Mengenai tuntutan kenaikan gaji, kami berpendapat, hal ini berada dalam
wewenang PT. Freeport, Pemri cq KementerianTenaga Kerja mempunyai
123
peran memfasilitasi dan mendorong agar kedua pihak dapat mencapai
kesepakatan.
1d. Mengenai masalah penduduk asli Papua, PT. Freeport Indonesia sebagai
sebuah perusahaan swasta mempunyai program Corporate Social
Responsibility (CSR), sepengetahuan kami PT. Freeport Indonesia telah
melibatkan suku-suku asli sekitar pertambangan, seperti dalam program
pelestarian lingkungan hidup.
2/3. Dalam berbagai kasus tuduhan pelanggaran HAM, sampai saat ini belum ada
bukti-bukti kuat yang menyatakan keterlibatan PT. Freeport Indonesia.
Namun dapat disampaikan bahwa semenjak terbinanya hubungan RI-AS
sejak tahun 1950an, proses reformasi dan perkembangan positif yang terjadi
di Indonesia telah meningkatkan leverage Indonesia dalam berhadapan
dengan mitra, termasuk dengan AS. Hubungan RI – AS yang sebelumnya
lebih berpola donor dan recipient country disertai ”tekanan” AS terhadap
Indonesia mengenai masalah-masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia
(HAM), reformasi Tentara Nasional Indonesia (TNI), goodgovernance dan
lain-lain, telah bergeser kepada pengakuan AS terhadap keberhasilan
Indonesia melakukan demokratisasi dan memerangi terorisme, aktivitas
Indonesia di kawasan Asia Tenggara dan dunia muslim, forum G-20 dan
PBB. Pengakuan tersebut diwujudkan dalam hubungan Kemitraan
Komprehensif (Comprehensive Partnership) yang menempatkan Indonesia
sebagai mitra AS dalam upaya mengatasi masalah-masalah regional dan
global. Sebagai sebuah kesepakatan, CP merupakan sebuah kemitraan setara
(equal partnership) dan berpandangan ke depan (forward looking) dengan
mengoptimalkan segala kesempatan (opportunity driven) dalam kerja sama
bilateral. Hubungan tersebut bersifat komprehensif dan multi-sektoral
sehingga tidak lagi terpaku pada single issue interest.
Kuatnya dukungan AS terhadap Indonesia di indikasikan dengan:
a. Dukungan terhadap integritas teritorial Indonesia;
b. Dukungan dalam perkembangan demokrasi dan kesinambungan reformasi
di Indonesia, termasuk upaya Indonesia dalam memerangi teroris
memelalui berbagai bentuk bantuan, pelatihan dan kerjasama;
c. Dukungan terhadap upaya Indonesia dalam menjaga stabilitas nasional,
guna meningkatkan stabilitas keamanan dan ekonomi di kawasan Asia
Tenggara;
d. Pencabutan travel warning/travel advisory terhadap Indonesia pada 23
Mei 2008, setelah diberlakukan selama 8 tahun;
124
e. Pulihnya hubungan militer antara kedua negara dan meningkatnya
dukungan Kongres terhadap perlunya pembangunan kembali kerjasama
pertahanan dan keamanan yang erat antara kedua negara, walau masih
terdapa treservasi beberapa anggota Kongres terhadap isu normalisasi
hubungan Kopassus-US SpecialForces;
f. Tingginya intensitas pertemuan dan kunjungan dari kedua belah pihak.
Pemerintah AS mendukung segala upaya Indonesia dalam menegakkan HAM
dan reformasi TNI, ini terbukti dengan menguatnya persepsi positif kalangan
pemerintah, militer dan parlemen AS terhadap proses reformasi di tubuh
Tentara Nasional Indonesia (TNI), diaktifkannya kembali dan dimulainya
kerjasama-kerjasama di bidang militer dengan Indonesia juga merupakan
contoh lain bahwa AS menganggap Indonesia mengalami kemajuan yang
sangat berarti di bidang penegakan HAM dan Reformasi TNI.
4/5. Keberadaan PT. Freeport Indonesia di Papua didasari oleh Undang-undang
No. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. Sebagai perusahaan
swasta asing, PT. Freeport Indonesia, membayar pajak sekitar US$ 2
Miliar/tahun. Pemri dalam melakukan kontrak karya dengan PT. Freeport
Indonesia seperti halnya dengan perusahaan-perusahaan lainnya selalu
mencantumkan klausul yang memungkinkan dilakukannya renegosiasi
apabila dirasa ada yang dirugikan.
Jakarta, 24 April 2012
[email protected]
125
Lampiran 5: Hasil Wawancara dengan Serikat Pekerja Buruh PT. Freeport
Indonesia (SPSI)
Pertanyaan:
1. Sebenarnya hal apa yang menjadi landasan bagi pekerja/buruh PT. Freeport
Indonesia dalam melakukan aksi mogok serta demonstrasi untuk meminta
kenaikan upah (gaji) mereka?
Jawaban:
Kami menginginkan perubahan kesejahteraan, perubahan yang lebih baik
dari yang ada saat itu. Perubahan pada perilaku Management PTFI
(perusahaan) terhadap pekerjanya yang sudah sekian lama dibiarkan semenamena dan anehnya bahwa saat itu semua keluhan kami tidak didengarkan oleh
siapapun dan dari manapun. Sebagai salah satu contoh bahwa perubahan roster
kerja di suatu departemen dilakukan secara paksa tanpa mau lagi mendengar
atau mempertimbangkan masukan dari pekerja melalui Serikat Pekerja. Lagipula
saat itu (sejak 10 tahun terakhir) para pengurus di Serikat Pekerja (beberapa
Oknum) cenderung hanya dimanfaatkan oleh pihak Perusahaan untuk meloloskan
segala bentuk “kebijakan” Perusahaan (yang sebenarnya sangat tidak bijak bagi
Pekerja) yang merugikan pihak Pekerja dan pun oknum-oknum Pengurus tersebut
hanya menggunakan Serikat Pekerja sebagai “jalan” untuk mendapatkan
Jabatan di Perusahaan. Tentunya hal ini sangat merugikan kami sebagai Anggota
Serikat Pekerja dan merasa di zolimi, hingga akhirnya dari sekian lama
tertindas secara bersama-sama maka secara bersama-sama pula kami harus
bangkit dari keterpurukan Hubungan Industrial dengan Perusahaan yang sudah
cenderung mengarah ke perbudakan gaya Modern. Sebagai contoh lainnya
adalah bahwa dulunya Poin Of Leave (tempat Cuti) Pekerja semuanya ke
daerah masing-masing dimana Keluarga atau Orang-Tua berada, tetapi di rubah
menjadi Cuti di Timika saja (Cuti Lokal). Walaupun itu disepakati dalam
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) bersama dengan Serikat Pekerja (SPSI) tetapi
hal itu merupakan “kemunduran”, bukan kemajuan. Kalau dulunya kami Cuti
semua biaya di tanggung hingga sampai di halaman rumah kami di daerah
masing-masing, saat ini hanya sampai ke Ibu Kota Provinsi, dan itupun tidak
semuanya, misalnya yang ke Sumatera, hanya sampai di Jakarta, sisanya (ke
Sumatera-nya) harus di tanggung sendiri oleh masing-masing Pekerja. Semua itu
merugikan kami sebagai Pekerja di Tambang kelas Dunia, Nomor 1 di Indonesia,
bahkan Cadangan Tambang No. 1 di Dunia. Silahkan bandingkan dengan
Kesejahteraan Pekerja di PT.KPC (yang memproduksi Batu Bara, kebetulan
sebagian batu-baranya di konsumsi oleh PTFI), PT.INCO di Sorowako (yang
memproduksi Nikel), PT.NNT di Batu Hijau NTB yang juga memproduksi Emas
tetapi Perusahaan baru kemaren (10 tahunan). Kami yang sudah 46 Tahun
126
memproduksi Emas, Perak dan Tembaga (belum termasuk 7 komoditi/Tambang
lainnya sebagai Material ikutan di 3 Komoditi utama tersebut). Gak bisa dong
Nikel, apalagi Batu Bara mau dibandingin dengan Emas…!!! Gak Fair dong. Hal
itulah yang membangkitkan kami untuk memperjuangkan Kesejahteraan kami,
walaupun saat ini baru sebagian kecil yang dapat kami raih. Dan sebagai
tambahan, jangan percaya dengan promosi-promosi atau info-info (menggiurkan)
tentang PTFI di luar sono (di luar Timika)….tidak semua benar dan banyak
BOHONG-nya. Biasalah….namanya juga Iklan. Kelompok Pekerja yang sudah
masuk dalam kategori SEJAHTERA adalah hanya pada kalangan (golongan)
Pekerja STAFF, itupun belum semuanya yaitu hanya pada Kelas/Golongan/Level
4 (empat) keatas (sampai Level 7).
Kelas/Golongan/Grade di Pekerja PTFI adalah:
 Non Staff yaitu golongan Pekerja dari yang baru masuk (Apprentice)
atau Karyawan Baru di Grade F1 sampai Grade A5.
Grade 1
2
3
4
5
Rp….
Rp….
Rp….
Rp….
Rp….
A
Rp….
Rp….
Rp….
Rp….
Rp….
B
Rp….
Rp….
Rp….
Rp….
C
Rp….
Rp….
Rp….
Rp….
D
Rp….
Rp….
Rp….
E
Rp….
Rp….
Rp….
F


Staff yaitu golongan Pekerja dari Level 1 (Foreman/Pengawas) sampai
dengan level 7 (Vice Presiden).Skala upah pada golongan ini sangat di
rahasiakan dan antar golongan yang sama belum tentu Nominal Gajinya
sama, sekalipun masa kerjanya sama.
Kontraktor & Privatisasi yaitu kelompok Pekerja yang masih bekerja di
Perusahaan Kontraktor maupun Perusahaan Privatisasi dan belum
menjadi Karyawan PTFI secara permanen .Skala upah di golongan ini
sangat bervariasi, tergantung perusahaan masing-masing. Pada golongan
ini, terdiri dari puluhan Perusahaan Kontraktor maupun Privatisasi, baik
yang sudah PT (Perseroan Terbatas) maupun yang masih CV
(Commanditaire Vennotschaap). Beberapa Perusahaan Kontraktor dan
Privatisasi adalah PT Pangansari Utama (PT.PSU) yang mengelola
Catering & Cleaning Service, PT.HERO Supermarket (Yang mengelola
pusat perbelanjaan/Shooping), PT.Sandvik SMC (mengelola Drilling di
Tambang), PT.REDPATH (mengelola wilayah tertentu dalam Tambang
Bawah Tanah / Underground), PT.PONTIL Indonesia (Mengelola
Peledakan Tambang/Blasting), PT.Trakindo Utama atau PTTU
(Pengelolaan dan Pemeliharaan peralatan khusus Caterpillar serta alat
127
berat produk Caterpillar), PT.Sanggar Sarana Baja (PT.SSB) yang
mengelola bidang Pengelasan khusus, PT.United Tractor (PT.UT) yang
mengelola dan pemeliharaan alat berat produk KOMATSU, PT.Cummins
(yang mengelola produk Cummins), PT.Buma Intinaker (penyedia tenaga
kerja), PT.Salju Abadi Sejahtera atau PT.SAS (penyedia tenaga kerja),
PT.OSATO (pembangunan Barak-Barak bagi Pekerja), PT.Srikandi
(perawatan perumahan bagi Pekerja Staff), PT.Kuala Pelabuhan
Indonesia atau PT.KPI (yang mengelola angkutan/Transportasi bagi
Pekerja, pengapalan Konsentrat ke perusahaan pembeli tambang), dan
masih banyak lagi.
Sebagai tambahan pula bahwa ada perbedaan sangat mencolok
antara upah Pekerja di PTFI dengan upah Pekerja di anak perusahaan
FCX lainnya di beberapa Negara, seperti di Amerika Utara (8 anak
Perusahaan), Amerika Selatan (3 Perusahaan), Afrika (1 Perusahaan).
Dan yang paling mengecewakan adalah bahwa sesungguhnya PTFI-lah
yang menjadi PRIMADONA bagi FCX (Freeport McMoRan Copper &
Gold), yang seharusnya Pekerja PTFI jugalah yang menjadi Primadona
dan perlu dihargai dengan Kesejahteraan yang terbaik dari FCX. Malah
sebaliknya, justeru Upah dan Kesejahteraan kamilah yang terkecil dari
semua anak perusahaan itu, karena belakangan baru ketahuan jika
ternyata Pemerintah juga punya kebijakan yang mendukung Upah Murah
tersebut, sangat ironis memang.
A. Anak Perusahaan FCX di Amerika Utara :
128
B. Anak Perusahaan FCX di Amerika Selatan :
C. Anak Perusahaan FCX di Afrika :
D. Anak Perusahaan FCX di Indonesia :
2. Sejak kapan tepatnya pegawai/buruh PT. Freeport Indonesia melakukan
aksi mogok? Dan sejak tanggal berapa aksi mogok itu berhenti?
 Mogok Jilid-1, dari tgl. 04 Juli 2011 s/d 12 Juli 2011, adalah Mogok
Kerja akibat kekecewaan seluruh Pekerja atas tindakan Management
PTFI yang justeru melakukan PHK terhadap 6 (enam) Pekerjanya yang
menjadi Pengurus di SPSI, yaitu: Bung Sudiro (Ketua SPSI), Albar
129

Sabang (Sekretaris), Karolus Kameubun (Bendahara), Virgo Solossa
(Wakil Ketua Bidang Organisasi), Juli Parorrongan (Wakil Ketua Bid.
Kesejahteraan) dan Supardiyanto (Bendahara-1), dimana saat itu justeru
kami sedang mengajak pihak (Management) PTFI untuk melakukan
Perundingan PKB yang ke 17 untuk periode 2011-2013, malah dibalas
dengan PHK.
Mogok Jilid-2, dari 15 September 2011 s/d 15 Januari 2012, adalah
Mogok Kerja akibat tidak adanya kata sepakat (Buntu, walaupun PTFI
menyatakan belum Buntu) selama perundingan PKB berlangsung. Aksi
mogok berhenti sejak tgl. 24 Desember 2011 sejak tercapainya Perjanjian
Bersama antara PTFI dan SPSI.
3. Berapa gaji terendah pegawai/buruh PT. Freeport Indonesia berdasarka
PKB sebelum adanya tuntutan kenaikan gaji/upah buruh PT. Freeport?
 Untuk Non-Staff (Grade F1 s/d A5) :

Untuk Upah Pekerja Staff sampai sekarang belum ada data akurat yang
dapat kami berikan, sekali lagi sangat mereka rahasiakan dan hanya
Pekerja Golongan Staff-lah yang memiliki data itu, kebetulan kami semua
Pengurus SPSI pada Golongan Non-Staff, namun yang pastinya bahwa
penghasilan mereka jauh diatas Non-Staff. Juga bagi Pekerja Kontraktor,
belum ada data akurat yang dapat kami berikan, namun gaji mereka
variatif, ada yang dibawah Golongan Non-Staff PTFI namun ada juga
130
yang sama dengan Golongan Staff PTFI, walaupun mereka adalah NonStaff Perusahaan Kontraktor.
4. Berapa perbandingan gaji/upah buruh PT. Freeprt Indonesi bila
dibandingkan dengan anak perusahaan dari Freeport McMoran Copper &
Gold Inc di negara seperti Amerika Sendiri, Chili ataupun yang di Peru?
 Sebagai contoh perbandingan :
Skala Upah bulanan Pekerja di Freeport Morenci (North America) tahun
2006 dan di Chino Mines (New Mexico) tahun 2011-2013. Bandingkan
dengan Upah kami saat ini (2011-2013). Artinya, jika di tahun 2006 saja
sudah begitu, bagaimana dengan saat ini..?
Upah sebulan dengan hanya memproduksi Tembaga dan
Pengeras Baja
Intinya bahwa perjuangan kami bukan meminta Gaji/Upah sama persis dengan
perusahaan FCX di belahan dunia lainnya, apalagi meminta Gaji dalam US$,
tetapi kami meminta agar ada “penyesuaian”, sebagaimana kontribusi kami
terhadap perusahaan hingga menjadi nomor 1 dan terbaik di kelasnya.
Menyangkut Gaji US$, tuntutan kami dalam US$ per jam adalah hanya sebagai
dasar perhitungan, toh nantinya dapat di konversi ke Rp.
131
*Rumus gaji/upah Pokok adalah Upah per jam x 173 = Upah Pokok
sebulan,
*Rumus Upah perjam adalah Upah Pokok / 173 = Upah per jam-nya.
*Sedangkan untuk tuntutan kami dalam US$ per jam, tentu Anda dapat
menghitungnya jika US$1 = Rp.9000 dengan Rumus diatas.
5. Apa saja hasil yang telah disepakati oleh serikat buruh PT. Freeport dengan
pihak dari managemen PT. Freeport Indonesia?
Hasil kesepakatan kami adalah apa yang tertuang dalam PKB untuk periode
2011-2013 yang ditanda-tangani di Jakarta pada tgl. 25 Januari 2012. Namun
intinya adalah sebagaimana yang tertuang dalam Perjanjian Bersama (PB)
terlampir dalam imel.
6. Berapa jumlah gaji pegawai/buruh PT. Freeprt Indonesia sekarang ini
berdasarkan kesepakatan PKB 2011-2013? Dari tingkatan Master, Spesialis
dan tingkatan Kompetensi dasar?
Dapat dilihat pada Skala Upah sebagaimana tertera pada jawaban No.3 diatas
(Upah saat ini).
7. Apakah PT. Freeport Indonesia telah melanggar UU No. 13 Tahun 2003
Tentang Ketenagakerjaan??? Kalau iya, pasal-pasal berapa saja dan
alasannya ??
Ya….
a. Melakukan PHK sepihak (pada Mogok Kerja Jilid 1 diatas) kepada
Pengurus SPSI.
b. Tidak mau berunding, dengan berbagai alasan-alasan klasik (pada Mogok
Kerja Jilid 1).
c. Sebelum Mogok Kerja (jilid 1) terjadi, Management PTFI sudah
merencanakan beberapa langkah yang tentunya merupakan langkahlangkah yang sangat tidak terpuji sebagai Perusahaan Tambang Kelas
Dunia (terlampir dibawah ini).
d. Melakukan perekrutan karyawan baru (selama mogok kerja Jilid 2,
bahkan hingga saat ini) untuk menggantikan Pekerja yang sedang mogok
saat itu.
e. Melakukan Intimidasi dengan berbagai cara selama Mogok Kerja Jilid 2,
seperti :
132
o
o
o
o
o
o
o
o
Memaksakan Pekerja yang Mogok untuk menanda-tangani Surat
Pernyataan “tidak mendukung aksi mogok kerja oleh SPSI” dan
bersedia keluar dari keanggotaan SPSI jika ingin kembali bekerja.
Membuang semua barang pribadi Pekerja dari kamar masing-masing
untuk kemudian kamar itu ditempati oleh Pekerja Baru selama Mogok
Kerja
Menggunakan Aparat untuk memaksakan Pekerja yang Mogok Kerja
namun hanya tinggal di kamar masing-masing (di Tembagapura)
untuk bekerja ke tempat kerja masing-masing, dan jika ingin Mogok
maka Pekerja tersebut seharusnya turun ke Timika dimana temantemannya yang lain melakukan aksi Mogok. (jarak Tembagapura dan
Timika > 60 KM).
Melakukan Intimidasi langsung kepada keluarga para Pekerja yang
Mogok, yaitu menakut-nakuti mereka bahwa Suami mereka nanti
akan di PHK.
Menggunakan Paguyuban-paguyuban, Pengurus Gereja, Pengurus
Masjid, dll untuk mempengaruhi Pekerja agar kembali bekerja dan
berhenti Mogok.
Mengirimkan Surat-surat Pemberhentian Sementara (RFD) dan Surat
Warning ke keluarga masing-masing Pekerjayang tinggal di luar
Timika (Jayapura, Biak, Sorong, dll, di Jawa, Kalimantan, Sulawesi,
seluruh Indonesia). Akibatnya, ada beberapa keluarga Pekerja yang
Mogok yang keluarganya meninggal karena Stress (isteri atau Orang
tua), bahkan ada Pekerja yang cerai dengan Isterinya karena
suaminya tetap tegar ikut memperjuangkan Kesejahteraannya, dan
masih banyak lagi.
Menggunakan kelompok-kelompok dari suku pribumi Warga Lokal
Kabupaten Mimika (7 Suku) yang mudah di pengaruhi untuk
melakukan intimidasi langsung ke tempat dimana Pekerja melakukan
Mogok Kerja (Check Point Mile-28), misalnya dengan menjanjikan
sejumlah Uang, membuat mereka mabuk, dll. Dan upaya itu masih
tetap dilakukan hingga saat ini, karena sebagian besar warga
setempat (dari suku-suku asli Papua di Kabupaten Mimika/ 7 Suku)
sangat mudah di pengaruhi (di bodohi) dengan janji-janji, Jabatan
dalam Perusahaan, dll.
Menggunakan aparat untuk menahan Pekerja yang mau naik ke
Tembagapura saat terjadi penembakan di luar terminal GorongGorong (10 Oktober 2011), hingga sangat mungkin Perusahaan telah
bekerjasama dengan aparat hingga saat ini sebagaimana yang
pernah diberitakan di Tv-Tv.
133
Intinya, terlalu banyak Bisnis dalam Bisnis PTFI yang dilakukan oleh oknumoknum Pejabat dalam Perusahaan ini sehingga apapun harus dilakukan demi
mempertahankan asset-aset mereka, sekalipun mereka di penjarakan dari pada
bisnis mereka terungkap/diketahui.
f. Melanggar Kesepakatan Bersama (KB) dan Perjanjian Bersama (PB)
bahkan PKB, seperti:
 Tetap memberikan Sanksi kepada Pekerja yang melakukan Mogok Kerja,
sementara dalam Kesepakatan bahwa tidak akan memberikan Sanksi
kepada Pekerja yang telah melakukan Mogok Kerja. Tabungan Hari Tua
(Savings-Plan) yang seharusnya berjalan paling lambat akhir Maret 2012
lalu, hingga saat ini belum dilaksanakan, hingga saat ini masih ada
Pekerja yang belum di kembalikan bekerja ke tempat kerjanya semula
sekembalinya dia dari Mogok Kerja, Pekerja yang sedang cuti saat masih
berlangsungnya Mogok Kerja masih dibiarkan di kampong halamannya
karena tidak diberikan Tiket kembali ke Timika saat berangkat cuti (Tiket
hanya sekali jalan), melakukan mutasi (memindahkan) kepada Pekerja
dari tempat kerjanya semula ke tempat kerja lainnya sekalipun bukan
bidang atau keahliannya, dll.
g. Mempekerjakan kembali pekerja yang sudah pensiun selama Mogok
Kerja.
h. Memaksakan Pekerja untuk melakukan pekerjaan yang bukan
keahliannya, seperti Karyawan PT.PSU disuruh membawa alat berat
(Haul Truck) untuk membantu produksi, Karyawan Mekanik di
perintahkan untuk membawa Haul Truck untuk produksi, Siswa Magang
(Apprentice) diperintahkan untuk membawa Haul Truck yang seharusnya
belum boleh dilakukan, dll.
Itu adalah sebagian pelanggaran nyata (Fakta) yang dilakukan di PTFI
oleh Management. Mengenai Pasal-pasal pelanggarannya, silahkan Anda
hubungkan sendiri…(maaf ya..  .. )
Alasan mereka melakukan semua itu adalah karena mereka serakah, gila
jabatan, tidak punya hati nurani dan jiwa patriot serta cinta kepada
Bangsa dan Negaranya sendiri……karena Mayoritas Management PTFI
adalah orang Indonesia sendiri.
Demikian jawaban dari kami, jika ada kata-kata yang kurang berkenan
mohon di maklumi.
[email protected]
134
Download