Tugas Filsafat - pengaruh musik terhadap kecerdasan manusia

advertisement
TUGAS FILSAFAT DAN
LOGIKA
O
L
E
H
NAMA: TULUS LAY
NIM: 201231227
Universitas Esa Unggul
PENGARUH MUSIK TERHADAP KECERDASAN OTAK MANUSIA
Latar Belakang
Pada kebiasaan masyarakat umum biasanya, banyak sekali orangtua yang menuntut
anaknya agar menjadi lebih pintar dan berprestasi untuk membanggakan orangtua. Padahal
tingkat kecerdasan otak setiap orang berbeda, tergantung pada cara masing-masing orang tua
dalam mengasah atau mengembangkan potensi kecerdasan anak, dan pemberian asupan gizi
yang sesuai, serta tergantung pada potensi anak itu sendiri.
Pada tulisan ini saya membahas tentang pengaruh musik terhadap kecerdasan otak. Di era yang
serba modern seperti saat ini, banyak sekali cara-cara yang diterapkan sebagai bentuk usaha
dalam peningkatan kecerdasan otak seseorang. Salah satunya melalui terapi musik. Dikalangan
masyarakat cara seperti ini mungkin sudah tidak asing lagi, banyak orangtua yang menerapkan
terapi ini.
Masyarakat mungkin telah mengetahui, bahwa musik dapat meningkatkan kecerdasan
dan daya konsentrasi seseorang. Tetapi banyak juga diantaranya yang masih belum
mengetahui, apakah ada bahaya atau efek samping dari terapi musik dalam meningkatkan
kecerdasan dan daya konsentrasi seseorang?.
Alasan saya membuat tulisan ini adalah karena saya ingin mengetahui apa saja pengaruh
musik terhadap tingkat kecerdasan seseorang. Saya juga ingin mengetahui apa bahaya atau
efek samping, serta tingkat keefektifan dari terapi musik dengan kecerdasan setiap orang
terutama pada anak, dan juga karena saya sangat menyukai music itu sendiri.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai
berikut :
a. Apakah pengaruh musik terhadap kecerdasan otak seseorang ?
b. Apa sajakah manfaat musik bagi kecerdasan otak ?
c. Adakah bahaya atau efek samping dari terapi musik untuk kecerdasan otak ?
d. Jenis aliran musik apa sajakah yang dapat digunakan dalam terapi kecerdasan otak ?
e. Seberapa besar tingkat keefektifan penggunaan terapi musik terhadap kecerdasan otak
setiap orang ?
Kerangka Teori
A. Konsep Kecerdasan
Kecerdasan dapat didefinisikan sebagai kumpulan kapasitas seseorang untuk bereaksi
searah dengan tujuan, berpikir rasional dan mengelola lingkungan secara efektif (David W
echler:2006). Sedangkan menurut Stockton (2006) kecerdasan merupakan kemampuan untuk
mempengaruhi proses memilih yang berprinsip pada kesamaan (similarities). Spearman (2006)
memutuskan bahwa seluruh aktivitas intelektual tergantung pada suatu bagan yang disebut
faktor G (general faktor).
Namun tak kalah penting juga faktor Siswa (spesifik factors) sebagai pendukung. Faktor
guru menggambarkan aspek-aspek umum sedangkan faktor S adalah aspek yang unik dan
given. Salah satu definisi kecerdasan yang paling banyak digunakan adalah yang dikemukakan
oleh Wechsler. Ia menganggap kecerdasan adalah konsep genetik yang melibatkan kemampuan
individu untuk berbuat dengan tujuan tertentu.
B. Kognitif dan Musik
Kognitif merupakan semua proses dan produk pikiran untuk mencapai pengetahuan
yang berupa aktivitas mental seperti mengingat, mensimbolkan, mengkategorikan,
memecahkan masalah, menciptakan dan berfantasi.
Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memberikan rangsangan-rangsangan yang
kaya untuk segala aspek perkembangan secara kognitif dan kecerdasan emosional (emotional
intelligent). Roger Sperry (1992) dalam Siegel (1999) penemu teori Neuron mengatakan bahwa
neuron baru akan menjadi sirkuit jika ada rangsangan musik sehingga neuron yang terpisahpisah itu bertautan dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak, sehingga terjadi perpautan
antara neuron otak kanan dan otak kiri itu.
Mengacu pada perkembangan kognitif dari Piaget (1969) dalam teori belajar yang
didasari oleh perkembangan motorik, maka salah satu yang penting yang perlu distimulasi
adalah keterampilan bergerak. Melalui keterampilan motorik anak mengenal dunianya secara
konkrit. Dengan bergerak ini juga meningkatkan kepekaan sensori, dan dengan kepekaan
sensori ini juga meningkatkan perkiraan yang tepat terhadap ruang (spatial), arah dan waktu.
Perkembangan dari struktur ini merupakan dasar dari berfungsinya efisiensi pada area lain.
Kesadaran anak akan tempo dapat bertambah melalui aktivitas bergerak dan bermain yang
menekankan sinkronis, ritme dan urutan dari pergerakan. Kemampuan-kemampuan visual,
auditif dan sentuhan juga diperkuat melalui aktivitas gerak.
Gallahue, (1998) mengatakan, kemampuan-kemampuan seperti ini makin dioptimalkan
melalui stimulasi dengan memperdengarkan musik klasik. Rithme, melodi, dan harmoni dari
musik klasik dapat merupakan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan belajar anak. Melalui
musik klasik anak mudah menangkap hubungan antara waktu, jarak dan urutan (rangkaian)
yang merupakan keterampilan yang dibutuhkan untuk kecakapan dalam logika berpikir,
matematika dan penyelesaian masalah.
Hasil penelitian Herry Chunagi (1996) Siegel (1999), yang didasarkan atas teori neuron
(sel kondiktor pada sistem saraf), menjelaskan bahwa neuron akan menjadi sirkuit jika ada
rangsangan musik, rangsangan yang berupa gerakan, elusan, suara mengakibatkan neuron yang
terpisah bertautan dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak. Semakin banyak rangsangan
musik diberikan akan semakin kompleks jalinan antarneuron itu. Itulah sebenarnya dasar
adanya kemampuan matematika, logika, bahasa, musik, dan emosi pada anak.
Selain itu juga, Gordon Shaw (1996) mengatakan kecakapan dalam bidang yakni
matematika, logika, bahasa, musik dan emosi bisa dilatih sejak kanak-kanak melalui musik.
Dengan melakukan penelitian membagi 2 kelompok yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen
melalui pendidikan musik sehingga sirkuit pengatur kemampuan matematika menguat.
Musik berhasil merangsang pola pikir dan menjadi jembatan bagi pemikiran-pemikiran yang
lebih kompleks. Didukung pula oleh Martin Gardiner (1996) dalam Goleman (1995) dari hasil
penelitiannya mengatakan seni dan musik dapat membuat para siswa lebih pintar, musik dapat
membantu otak berfokus pada hal lain yang dipelajari. Jadi, ada hubungan logis antara musik
dan matematika, karena keduanya menyangkut skala yang naik turun, yaitu ketukan dalam
musik dan angka dalam matematika.
Daryono Sutoyo, Guru Besar Biologi UNS Solo, melakukan penelitian (1981) tentang
kontribusi musik yaitu menstimulasi otak, mengatakan bawha pendidikan kesenian penting
diajarkan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) agar peserta didik sejak dini memperoleh
stimulasi yang seimbang antara belahan otak kiri dan belahan otak kanannya. Bila mereka
mampu menggunakan fungsi kedua belahan otaknya secara seimbang, maka apabila mereka
dewasa akan menjadi manusia yang berpikir logis dan intutif, sekaligus cerdas, kreatif, jujur,
dan tajam perasaannya.
C. Musik dan Kecerdasan Emosi
Sternberg dan Salovery (1997) mengemukakan bahwa kecerdasan emosional adalah
kemampuan mengenali emosi diri, yang merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali
perasaannya sendiri sewaktu perasaan atau emosi itu muncul, dan ia mampu mengenali
emosinya sendiri apabila ia memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka yang
sesungguhnya dan kemudian mengambil keputusan-keputusan secara mantap.
Kemampuan mengelola emosi merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan
perasaannya sendiri sehingga tidak meledak dan akhirnya dapat mempengaruhi perilakunya
secara wajar. Misalnya seseorang yang sedang marah maka kemarahan itu tetap dapat
dikendalikan secara baik tanpa harus menimbulkan akibat yang akhirnya disesali di kemudian
hari.
Kepekaan akan rasa indah timbul melalui pengalaman yang dapat diperoleh dari
menghayati musik. Kepekaan adalah unsur yang penting guna mengerahkan kepribadian dan
meningkatkan kualitas hidup. Seseorang memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka
maka ia akan dapat mengambil keputusan-keputusan secara mantap dan membentuk
kepribadian yang tangguh.
Kemampuan motivasi adalah kemampuan untuk memberikan semangat kepada diri sendiri
untuk melakukan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Dalam hal ini terkandung adanya unsur
harapan dan optimisme yang tinggi, sehingga memiliki kekuatan semangat untuk melakukan
suatu aktivitas tertentu, misalnya dalam hal belajar. Seperti apa yang kita cita-citakan dapat
diraih dan mengisyaratkan adanya suatu perjalanan yang harus ditempuh dari suatu posisi di
mana kita berada ke titik pencapaian kita dalam kurun waktu tertentu.
Kemampuan membina hubungan bersosialisasi sama artinya dengan kemampuan
mengelola emosi orang lain. Evelyn Pitcer dalam Kartini (1982) mengatakan musik membantu
remaja untuk mengerti orang lain dan memberikan kesempatan dalam pergaulan sosial dan
perkembangan terhadap emosional mereka.
Remaja, merupakan pribadi sosial yang memerlukan relasi dan komunikasi dengan
orang lain untuk memanusiakan dirinya. Remaja ingin dicintai, ingin diakui, dan dihargai.
Berkeinginan pula untuk dihitung dan mendapatkan tempat dalam kelompoknya. Jelas bahwa
individualitas dan sosialitas merupakan unsur-unsur yang komplementer, saling mengisi dan
melengkapi dalam eksistensi remaja.
Kecerdasan emosional perlu dikembangkan karena hal inilah yang mendasari keterampilan
seseorang di tengah masyarakat kelak, sehingga akan membuat seluruh potensi anak dapat
berkembang secara lebih optimal.
Idealnya seseorang dapat menguasai keterampilan kognitif sekaligus keterampilan sosial
emosional. Daniel Goleman (1995) melalui bukunya yang terkenal “Emotional Intelligences
(EQ)”, memberikan gambaran spectrum kecerdasan, dengan demikian anak akan cakap dalam
bidang masing-masing namun juga menjadi amat ahli. Sebagaimana dikatakan oleh para ahli,
perkembangan kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh rangsangan musik seperti yang
dikatakan Gordon Shaw (1996).
Menurut Siegel (1999) ahli perkembangan otak, mengatakan bahwa musik dapat
berperan dalam proses pematangan hemisfer kanan otak, walaupun dapat berpengaruh ke
hemisfer sebelah kiri, oleh karena adanya cross-over dari kanan ke kiri dan sebaliknya yang
sangat kompleks dari jaras-jaras neuronal di otak. Efek atau suasana perasaan dan emosi baik
persepsi, ekspresi, maupun kesadaran pengalaman emosional, secara predominan diperantarai
oleh hemisfer otak kanan. Artinya, hemisfer ini memainkan peran besar dalam proses
perkembangan emosi, yang sangat penting bagi perkembangan sifat-sifat manusia yang
manusiawi.
Kehalusan dan kepekaan seseorang untuk dapat ikut merasakan perasaan orang lain,
menghayati pengalaman kehidupan dengan “perasaan”, adalah fungsi otak kanan, sedang
kemampuan mengerti perasaan orang lain, mengerti pengalaman dengan rasio adalah fungsi
otak kiri. Kemampuan seseorang untuk dapat berkomunikasi dengan baik dan manusiawi
dengan orang lain merupakan percampuran (blending antara otak kanan dan kiri itu).
Proses mendengar musik merupakan salah satu bentuk komunikasi afektif dan
memberikan pengalaman emosional. Emosi yang merupakan suatu pengalaman subjektif yang
inherent terdapat pada setiap manusia. Untuk dapat merasakan dan menghayati serta
mengevaluasi makna dari interaksi dengan lingkungan, ternyata dapat dirangsang dan
dioptimalkan perkembangannya melalui musik sejak masa dini.
Campbell 2001 dalam bukunya efek Mozart mengatakan musik romantik (Schubert,
Schuman, Chopin, dan Tchaikovsky) dapat digunakan untuk meningkatkan kasih sayang dan
simpati.
Musik digambarkan sebagai salah satu “bentuk murni” ekspresi emosi. Musik mengandung
berbagai contour, spacing, variasi intensitas dan modulasi bunyi yang luas, sesuai dengan
komponen-komponen emosi manusia.
D. Pengaruh Musik Pada Kecerdasan Otak
IQ (Intelegent Quotien), EQ (Emotional Quotien) dan SQ (Spiritual Quotien) berpengaruh
sangat besar pada proses perkembangan kecerdasan seorang anak. Pada Musik, IQ, EQ, SQ
dapat diibaratkan seperti beat, irama, dan melodi. Anak yang sejak dalam kandungan terbiasa
didengarkan musik biasanya kecerdasan emosional dan intelegensinya lebih berkembang
dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini
adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada
"miring" (musik rock atau dangdut misalnya) akan lebih baik pilih lagu yang lembut dan
bernuansa rohani keagamaan. Tingkat kedisiplinan dan daya serap (mudah menghafal) anak
yang sering mendengarkan musik juga biasanya lebih baik dibanding dengan anak yang jarang
mendengarkan musik (tentunya dilakukan dengan pembiasaan).
Eillen Rahman dalam suatu seminar menjelaskan mengenai perasaan seseorang tentang
musik."Musik sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari manusia untuk menjadi satu
kesatuan yang harmony diperlukan keseimbangan pengaruh, "Beat berpengaruh pada tubuh,
ritme berpengaruh pada jiwa, sedangkan melodi berpengaruh pada roh". Contoh paling nyata
bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam musik rock. Bisa dipastikan tidak ada
orang dewasa maupun anak2 yang sehat bila mendengar musik rock tubuhnya tidak bergerak.
Semuanya bergoyang, bahkan cenderung lepas kontrol. Bahkan trend "head banger", suatu
gerakan memutar-mutar kepala yang kencang (saat ini dipopulerkan oleh trio macan dengan
music dangdut rocknya) mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Namun jika hati kita sedang
susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama yang teratur. Perasaan
kita akan lebih baik dan terasa lebih nyaman. Bahkan rumah sakit baik di dalam maupun luar
negeri banyak yang memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para
pasiennya terutama pada proses operasi. Itu merupakan salah satu bukti, bahwa irama sangat
mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan melodi sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton
film horror yang membuat bulu kuduk kita berdiri atau film sedih, selalu terdengar melodi yang
terkesan mistis dan menyayat hati, Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan
melodi yang seakan2 membawa roh manusia keluar dari alam duniawi sehingga sampai
menitikkan air mata.
Pada olah raga yoga, musik diperoleh dari suara-suara alam disekelilingnya seperti pegunungan
atau pantai, sekarang ini yoga menjadi trend sebagai olahraga yg digandrungi artis2 karena
terbukti dapat mengurangi stress dan menyegarkan tubuh. Oleh karena itu kecerdasan dalam
memilih musik merupakan hal terpenting bagi manusia untuk menghasilkan pribadi yang
behavior.
Hipotesis
Dugaan sementara dari permasalahan bagaimana pengaruh musik terhadap kecerdasan
otak, bahwa musik dapat mempengaruhi meningkatnya kecerdasan otak. Karena musik dapat,
merangsang kerja otak kira dan menyeimbangkannya dengan kerja otak kanan, dan memicu
peningkatan daya komsentrasi seseorang, sehingga mudah mengingat dan menyerap informasiinformasi penting. Jenis aliran musik yang paling banyak digunakan dalam terapi kecerdasan,
biasanya adalah aliran musik klasik. Karena musik memiliki irama yang lembut, sehingga
membuat relaksasi pada otak, sehingga dapat menenangkan otak, untuk menghilangkan pikiran
yang membebani otak. Dan kemudian otak menjadi lebih siap untuk berkonsentrasi.
A. Kesimpulan
a. Pengaruh musik terhadap kecerdasan otak seseorang yaitu membuat nouron baru akan
menjadi sirkuit jika terdapat rangsang musik, sehingga neuron yang terpisah-pisah itu bertautan
dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak, sehingga terjadi perpautan antara neuron otak
kanan dan kiri itu.
b. Manfaat musik bagi kecerdasan otak yaitu musik dapat memberikan rangsangan-rangsangan
yang kaya untuk segala aspek perkembangan secara kognitif dan kecerdasan emosional.
c. Bahaya atau efek samping dari terapi musik ini yaitu jika seseorang terlalu sering
mendengarkan musik dengan volume yang keras maka dapat menggangku sistem kerja syaraf
pendengaran.
d. Jenis aliran musik yang cocok untukl terapi kecerdasan otak yaitu musik yang memiliki irama
yang tertur dan nada – nada yang teratur, akan lebih baik memilih lagu yang lembut.
e. Tingkat keefektifan penggunaan terapi musik terhadap kecerdasan otak seseorang yaitu
sebesar 70%.
B. SARAN
Sebaiknya orang tua tidak menentang atau membatasi bagi anaknya yang belajar sambil
mendengarkan musik karena dengan mendengarkan musik akan membantu anak untuk
meningkatkan konsentrasi bahkan menstimuli kecerdasan anak. Melihat manfaat terapi musik
sangat positif dan sangat mendukung terhadap kecerdasan anak, maka tidak ada salahnya para
orang tua memilih terapi kecerdasan otak untuk anaknya namun untuk hasil yang optimal,
perlu memilih musik yang bernada lembut dan harus proporsional sehingga tidak menimbulkan
efek samping yang tidak diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Fauzi, Luthfi Seli.2004.Konsep Kecerdasan.(online),(http://www.mariat-mariats.blogspot.com,
Diposting 2009)
Hilmi, Yusef J.2006.Kognitif dan Musik.(online),(http://www.gizi.net, diposting Desember 2009)
Aemilia, Sondang, dr.2008.Musik dan Kecerdasan Emosi.(online),(http://gizi.net, diposting
Desember 2009)
Andaka, Deddy.2009.Pengaruh Musik Pada Kecerdasan Otak.(online)
,(http://www.mediaindo.co.id, diposting Desember 2009)
Wikipedia.//manfaat mendengarkan music.
Download