Workshop Literasi Kominfo Peningkatan

advertisement
Paser (6/9) – Kementerian Komunikasi dan
Informatika (Kemkominfo) RI melalui Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan
Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi
Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Paser melaksanakan Workshop Literasi
Kominfo peningkatan kompetensi PPID bagi aparatur pemerintah Kabupaten Paser.
Pembukaan dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Hukum,
Prof.Dr.Henri Subiakto, MA, Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi
dan Informatika Drs. Irbar Samekto, M.Si, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik
dan Persandian Kabupaten Paser, Kapolres Paser, Ketua Pengadilan Agama Tanah Grogot,
Sekda Kab.Paser Futhur, nara sumber Sukartono Kabid Informasi Pusat Informasi dan
Humas Kemkominfo, seluruh pimpinan SKPD Kabupaten Paser atau yang mewakili, Kepala
Orgnisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Kabupaten Paser, selasa (6/9), di Pendopo
Kantor Bupati Paser.
Sambutan dan arahan Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan
Informatika (BBPPKI) Medan, Drs. Irbar Samekto,M.Si, dalam sambutannya mengatakan
dalam UUD 1945 pasal 28 F diamanatkan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi
dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta
berhak mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan
informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. UU KIP No 14 Tahun
2008 secara jelas mengatur kewajiban badan atau pejabat publik untuk memberikan akses
informasi yang terbuka kepada masyarakat. Kewajiban untuk memberikan informasi,
dokumen dan data diintegrasikan sebagai bagian dari fungsi birokrasi pemerintahan,
diperkuat dengan sanksi-sanksi yang tegas untuk pelanggarannya.
Selanjutnya UU KIP juga mengatur klasifikasi informasi sedemikian rupa sebagai upaya
untuk memberikan kepastian hukum tentang informasi-informasi yang wajib dibuka kepada
publik dan yang bisa dikecualikan dengan alasan tertentu. Dalam menjalankan pelayanan
informasi yang cepat dan tepat dan sederhana setiap badan publik perlu menunjuk pejabat
pengelola informasi dan dokumentasi (PPID). Untuk menjalankan tugasnya, baik Pejabat
pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) maupun pejabat fungsional lainnya seperti
Pranata Humas, Arsiparis ataupun pengelola informasi dan dokumentasi (PFPID),
Workshop Literasi Kominfo Peningkatan Kompetensi PPID Bagi Aparatur Pemerintah
Kabupaten Paser | 1
memerlukan kompetensi di bidang pengelolaan data, informasi dan dokumentasi lembaga
publik. Dengan memahami latar belakang asas, maksud dan tujuan UU KIP, memahami
ketentuan yang terdapat dalam UU KIP, memahami ketentuan – ketentuan pelaksanaan UU
KIP, memahami ketentuan-ketentuan standar layanan imformasi publik.
Kegiatan workshop Literasi Budaya Dokumnetasi PPID dibuka secara resmi oleh Bupati
Kabupaten Paser Drs.H.Yusriansyah Syarkawi, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, UU
No 14 Tahun 2008 tentang KIP mulai diberlakukan secara efektif di seluruh wilayah
Indonesia sejak tahun 2010, seiring dengan hal ini, saya memandang perlu upaya-upaya kita
untuk mempelajari dan memahami serta mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan
dengan pelaksanaan UU tersebut. Sehingga mampu direalisasikan yang salah satu
implementasinya yaitu dengan menetapkan atau membentuk pejabat sebagai salah satu
badan publik dengan fungsi dan tugas pokok memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Harus mampu menjalankan sekaligus berkomitmen untuk memenuhi ketentuan-ketentuan
yang tertuang dalan UU keterbukaan Informasi Publik dengan sebaiknya-baiknya sehingga
dapat menjamin kebutuhan masyarakat dalam memperoleh informasi yang sesuai dengan
haknya.
Staf Ahli Bidang Hukum Menteri Komunikasi Informatika (Kominfo) RI, Prof.Dr.Henri
Subiakto, SH, sebagai nara sumber dalam paparannya menjelaskan, pokok-pokok Undang
Undang KIP, culture of secrecy, sebelum berlakunya UU KIP, Badan publik wajib terbuka,
kewajiban badan publik, macam informasi, informasi yagn wajib disediakan dan diumumkan
secara berkala, informasi yang wajib diumumkan serta merta, informasi yang wajib tersedia
setiap saat. Kedudukkan PPID, PPID ditetapkan oleh badan Publik dalam melaksanakan
tugasnya PPID dibantu oleh pejabat fungsional seperti Humas dan PPID bisa saling
melengkapi dan mendukung. “PPID wajib memberikan pemberitahuan tertulis terhadap
setiap permohonan informasi publik untuk memberitahukan badan publik mana yang
menguasai informasi yang diminta dalam hal informasi tersebut tidak berada dibawah
penguasaannya,” ujar Henri.
Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Infoirmatika RI Soekartono dalam
paparannya menjelaskan, tata kelola Informasi Publik, tentang tujuan keterbukaan
informasi publik yang tertuang dalam UU No 14 Tahun 2014. Yaitu menjamin hak warga
Negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik
dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan
publik. Badan Publik harus membangun dan mengembangkan sistem informasi dan
dokumentasi untuk mengelola informasi publik secara baik dan efisiensi sehingga dapat
diakses dengan mudah. Badan Publik dapat memanfaatkan sarana media elktronik dan nonelektronik.
Dalam penyediaan informasi publik berdasarkan peraturan perundang-undangan badan
Publik wajib menyediakan, memberikan atau menerbitkan informasi publik yang akurat,
Workshop Literasi Kominfo Peningkatan Kompetensi PPID Bagi Aparatur Pemerintah
Kabupaten Paser | 2
benar dan tidak menyesatkan yang berada dibawah kewenagannya kepada pemohon
informasi Publik, selain infoprmasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan. Diharapkan
hasil dari workshop literasi Kominfo PPID ini peserta mampu menjadi agent of change untuk
implementasi UU KIP dan UU ITE dalam melayani masyarakat. Sehingga dapat memberikan
manfaat derta pencerahan yang optimal, untuk mewujudkan Kabupaten Paser menjadi Good
Government Governance.(marta)
Workshop Literasi Kominfo Peningkatan Kompetensi PPID Bagi Aparatur Pemerintah
Kabupaten Paser | 3
Download