Studi Kasus Konsumen Sepeda Motor Merek Honda

advertisement
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN
DALAM MEMBELI SEPEDA MOTOR MEREK HONDA
(Studi Kasus Konsumen Sepeda Motor Merek Honda di Kecamatan
Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan)
Oleh
Nurcahyo
NIM : 104081002511
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1431 H / 2010 M
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN
DALAM MEMBELI SEPEDA MOTOR MEREK HONDA
(Studi Kasus Konsumen Sepeda Motor Merek Honda di Kecamatan
Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan)
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Untuk Memenuhi Syarat-syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi
Oleh
Nurcahyo
NIM : 104081002511
Di Bawah Bimbingan
Pembimbing I
Pembimbing II
Dr.Yahya Hamja, MM
NIP.19490602 197803 1 001
Drs. Slamet Riyadi, MM
NIP.150 039 085
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1431 H / 2010 M
LEMBAR PENGESAHAN KOMPREHENSIF
Hari ini Kamis Tanggal 19 Bulan Maret Tahun Dua Ribu Sembilan telah
dilakukan Ujian Komprehensif atas nama Nurcahyo NIM: 104081002511 dengan
judul Skripsi “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN
DALAM MEMBELI SEPEDA MOTOR MEREK HONDA” (Studi Kasus
Konsumen Sepeda Motor Merek Honda di Kecamatan Ciputat Timur Kota
Tangerang Selatan)”. Memperhatikan penampilan mahasiswa tersebut selama
ujian berlangsung, maka skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 19 Maret 2009
TIM PENGUJI UJIAN KOMPREHENSIF
Prof.Dr. Ahmad Rodoni, MM
Ketua
Suhendra,S.Ag,MM
Sekretaris
Prof.DR H.Abdul Hamid, MS
Penguji Ahli
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI
Hari ini Rabu Tanggal 17 Bulan Maret Tahun Dua Ribu Sepuluh telah dilakukan
Ujian Skripsi atas nama Nurcahyo Nim: 104081002511 dengan judul Skripsi
“FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM
MEMBELI SEPEDA MOTOR MEWREK HONDA”(Studi Kasus Konsumen
Sepeda Motor Merek Honda di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang
Selatan)”. Memperhatikan kemampuan keilmuan mahasiswa tersebut selama ujian
berlangsung, maka skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Islam Negeri Sayarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, 17 Maret 2010
TIM PENGUJI UJIAN SKRIPSI
Pembimbing I
Pembimbing II
Dr. Yahya Hamja, MM
NIP.19490602 197803 1 001
Drs. Slamet Riyadi, MM
NIP. 150 039 085
Penguji Ahli I
Penguji Ahli II
Prof. Dr. H Abdul Hamid, MS
NIP.19570617 19503 1 002
Suhendra, SAg, MM
NIP.19711206 2003 121 001
SURAT PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: Nurcahyo
NIM
: 104081002511
Fakultas/Jurusan
: Ekonomi dan Bisnis / Manajemen
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi adalah hasil karya saya sendiri yang
merupakan hasil penelitian, pengolahan, dan analisis saya sendiri serta bukan
replikasi maupun saduran dari hasil karya atau hasil penelitian orang lain.
Apabila terbukti skripsi ini plagiat atau replikasi maka skripsi dianggap gugur dan
harus melakukan penelitian ulang untuk menyusun skripsi baru dan kelulusan
serta gelarnya dibatalkan.
Demikian pernyataaan ini dibuat dengan segala akibat yang timbul dikemudian
hari menjadi tanggung jawab saya.
Jakarta, 17 Maret 2010
Nurcahyo
ABSTRACT
This research aim to know about factors influencing consumer buy brand
motorcycle Honda. This research data obtained by propagating questionnaire to
131 brand motorcycle consumer Honda in Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan.
Method determination of sample is non-probability sampling, that is drawdown of
sample not random, by the way of Convenient sampling for getting sample easily
( Uma Sekaran, 2006:136). Technique in data collecting by the way of distribution
of questionnaire directly to respondent. Amount of variables which checked is 37
variables. Of data analyzed use analysis of factor with SPSS 13.0 For Windows.
Research earnings yield indicate that out of 37 variable which analyzed with
factor analysis model is 9 the formed factor, factor influencing consumer in
buying motor Honda, that is factor of 1 cultural social ( assess eigenvalue
27,996%), Factor of 2 psychology and person ( assess eigenvalue 7,754), factor of
3 brand ( assess eigenvalue 5,894%), factor of 4 service ( assess eigenvalue
5,452%), factor of 5 product ( assess eigenvalue 4,263%), factor of 6 price (
assess eigenvalue 3,770%), factor of 7 promotion ( assess eigenvalue
3,301%),faktor 8 distribution ( assess eigenvalue 3,137%), factor of 9 trust (
assess eigenvalue 2,745%),
Keyword:
Buying decision and brand motorcycle Honda.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi konsumen membeli sepeda motor merek Honda. Data penelitian
ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 131 konsumen motor sepeda
merek Honda di Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan. Metode penentuan
sampel adalah non-probability sampling, yaitu penarikan sampel secara tidak
acak, dengan cara Convenien sampling untuk mendapatkan sampel dengan mudah
(Uma Sekaran, 2006:136). Teknik pengumpulan data dengan cara penyebaran
kuesioner secara langsung kepada responden. Jumlah variabel yang diteliti adalah
37 variabel. Data diolah dengan menggunakan analisis faktor dengan alat bantu
SPSS 13.0 For Windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 37 variabel yang dianalisa dengan
model analisis faktor ada 9 faktor yang terbentuk, faktor yang mempengaruhi
konsumen dalam membeli motor Honda, yaitu faktor 1 sosial budaya (nilai eigen
value 27,996%), Faktor 2 Pribadi dan Psikologi (nilai eigenvalue 7,754), faktor 3
merek (nilai eigenvalue 5,894%), faktor 4 pelayanan (nilai eigen value 5,452%),
faktor 5 produk (nilai eigen value 4,263%), faktor 6 harga (nilai eigen value
3,770%), faktor 7 promosi (nilai eigen value 3,301%), faktor 8 tempat (nilai eigen
value 3,137%), faktor 9 kepercayaan (nilai eigen value 2,745%),
Kata kunci:
Keputusan pembelian dan sepeda motor merek Honda.
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji hanya milik Allah Robb semesta alam, yang telah menghamparkan
bumi tanpa batas dan mendirikan langit tanpa tiang penyangga, yang menguasai
kerajaan langit dan bumi, yang memberikan begitu banyak kenikmatan iman,
kenikmatan Islam, dan hidayah-Nya kepada kita semua.
Shalawat teriring salam kepada qudwah hasanah, suri tauladan Nabi
Muhammad SAW yang telah mengajarkan kita mengenai indahnya nilai-nilai
tarbiyah Islamiyah, yang membawa risalah kebenaran kepada umat manusia,
membawa cahaya kebenaran, rahmatan lil’alamiin, kepada keluarga beliau, dan
para sahabatnya.
Alhamdulillah penulis telah menyelesaikan skripsi sebagai tugas akhir
pendidikan starata satu (S1) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis
menyadari tanpa bantuan dan bimbingan serta dorongan dari berbagai pihak,
penulisan skripsi ini tidak akan pernah selesai, untuk itu pada kesempatan kali ini
penulis ingin mengucapkan jazakumullah khairankatsiran terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada:
1. Kedua Orang Tuaku Bapak Kasih Wahono dan Mama Yuni tercinta yang
memiki peran yang sangat penting dan tak terkira, yang telah memberikan
do’a tulus ikhlas, motivasi, dan kasih sayang serta dukungan moril dan
materiil kepada penulis untuk tetap semangat.
2. Bapak Prof. Dr. H. Abdul Hamid, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Bapak Indo Yama Nasarudin , SE, MAB, selaku Ketua Jurusan
Manajemen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Ibu Lies Suzanawaty, SE, M.Si, selaku Sekretaris Jurusan Manajemen
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
5. Bapak Dr. Yahya Hamja, MM, selaku Dosen Pembimbing I yang telah
meluangkan waktu, kesabaran, yang telah memberikan pengarahan, dan
bimbingannya dalam penyelesaian skripsi ini.
6. Bapak Drs. Slamet Riyadi, MM, selaku Dosen Pembimbing II yang telah
meluangkan waktunya untuk memberikan pengarahan dan bimbingan
dalam penyelesaian skripsi ini.
7. Segenap Bapak/Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah
mengajarkan ilmu yang tak ternilai, hingga penulis menyelesaikan studi di
Fakultas
Ekonomi dan Bisnis
Universitas
Islam
Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.
8. Segenap staf akademik dan staf perpustakaan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
9. Saudara-saudaraku di Lembaga Dakwah Kampus dan KAMMI Komisariat
UIN Syahid Jakarta. (Rizki R, Altaf SE, Herdy, Roditullah, Syawal, Sani
SE, Yayan S SE, Farid, Asep, Asbah SE, Finda SE, Annisa SE, Fitroh SE,
Budi K (FST), Uci (FST), Siti (FST), Tofik (FST), dll yang belum bisa
disebutkan satu persatu), yang begitu besar perhatiannya, motivasinya,
peranannya dalam memberikan pendidikan imaniyah, keislaman, dan
Indahnya Ukhuwah Islamiyah selamat berjuang untuk sebuah cita-cita
besarmu.
10. Saudara-saudaraku alumni SMAN 3 Wonogiri (Aziz, Hendy, Yogi, Mulia,
Irvan, Didit, Siswanto, Agung dan Danang), Teman-teman di UNS, UMS,
AMIKOM Yogyakarta, teman – teman kelasku Manajemen C angkatan
2004 (Sulis, Ramdhan Arif, Imam S, Denis, Miftah, Vivi, Leni, Annisa,
Iik, Rahman K, Sugih, dll yang belum bisa disebutkan satu persatu).
Temen-temen Manajemen Pemasaran ( Edwin, Pany, Ekowati, dll). yang
telah
memberikan
do’a,
semangatnya
sehingga
penulis
dapat
menyelesaikan skripsi.
11. All team skripsi (Mama, Bapak, Mas Jadi, Suheri, Firza, dll) dan Bengkel
resmi Honda Gintung (Ibu Ria).
12. Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini
yang tidak dapat disebutkan satu persatu, jazakallah atas segala
dukungannya.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan,
untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlah diharapkan
untuk menyempurnakan skripsi ini.
Akhir kata penulis mengharapkan semoga penelitian ini dapat berguna
dan bermanfaat bagi semua pihak.
Jakarta, Maret 2010
Penulis
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I. DATA PRIBADI
1. Nama
: Nurcahyo
2. Tempat/Tanggal Lahir: Wonogiri / 14 Juni 1985
3. Agama
: Islam
4. Telp
: 0813 87 55 9230 / 021 96919657
5. Alamat
: Jl. Pahlawan No. 11A Rt.01/Rw.07
Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur
Kota Tangerang Selatan.
II. PENDIDIKAN
1.
SD
SD Negeri Kerjo Kidul II
1992-1998
2.
SLTP
SLTP Negeri 2 Wonogiri
1998-2001
3.
SMA
SMA Negeri 3 Wonogiri
2001-2004
4.
S1
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
2004-2010
III. PENGALAMAN ORGANISASI
2000-2001
: Anggota Pramuka SLTP N 2 Wonogiri.
2001-2002
: Anggota Pramuka Ambalan Bratasena-Srikandi SMA N 3
Wonogiri.
2001-2002
: 8 Inti OSIS SMA N 3 Wonogiri.
2001-2002
: Anggota ROHIS SMA N 3 Wonogiri.
2002-2003
: Paskibraka Kabupaten Wonogiri.
2004-2007
: LDK SYAHID Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta.
DAFTAR ISI
Daftar Riwayat Hidup ..................................................................................... i
Abstract .......................................................................................................... ii
Abstrak ........................................................................................................... iii
Kata Pengantar ................................................................................................ iv
Daftar Isi ......................................................................................................... vii
Daftar Tabel .................................................................................................... ix
Daftar Gambar ................................................................................................. xii
Daftar Lampiran............................................................................................... xiii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian ................................................... 1
B. Rumusan Masalah............................................................... 8
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian............................................ 8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Manajemen Pemasaran ....................................................... 10
B. Bauran Pemasaran............................................................... 11
1. Product (Produk) .......................................................... 12
2. Price (Harga) ................................................................ 14
3. Place (Distribusi)........................................................... 14
4. Promotion (Promosi) ..................................................... 15
C. Perilaku Konsumen............................................................. 16
D. Merek ................................................................................. 27
E. Keputusan Pembelian.......................................................... 29
F. Penelitian Terdahulu ........................................................... 33
G. Kerangka Pemikiran............................................................ 35
H. Hipotesis ............................................................................. 40
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Ruang Lingkup Penelitian ................................................... 41
B. Metode Penentuan Sampel .................................................. 41
C. Metode Pengumpulan data .................................................. 42
D. Metode Analisis .................................................................. 43
1. Uji Validitas dan Reliabilitas ......................................... 43
2. Kosep Dasar Analisis Faktor ......................................... 44
E. Batasan Operasional Variabel ............................................. 48
BAB IV
PENEMUAN DAN PEMBAHASAN
A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian......................... 51
1. Profil Kecamatan Ciputat Timur.................................... 51
2. Sekilas Tentang PT Astra Honda Motor (AHM)............ 52
B. Pembahasan Hasil Kuesioner .............................................. 58
C. Pembahasan Analisis Faktor................................................ 87
BAB V
KESIMPULAN DAN IMPLIKASI
A. Kesimpulan ........................................................................ 115
B. Implikasi............................................................................. 116
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 118
LAMPIRAN ................................................................................................... 122
DAFTAR TABEL
Nomor
Keterangan
Hal
1.1
Data AISI ......................................................................................
3
3.1
Tingkat penilaian jawaban .............................................................
42
3.2
Instrumen penelitian ......................................................................
49
4.1
Proporsi responden berdasar jenis kelamin .....................................
58
4.2
Proporsi responden berdasar tingkat usia ........................................
59
4.3
Proporsi responden berdasar jenis pekerjaan ..................................
59
4.4
Proporsi responden berdasar kepemilikan ......................................
60
4.5
Proporsi responden berdasar pemakaian .........................................
61
4.6
Proporsi responden berdasar pengeluaran konsumen untuk
biaya sehari-hari dalam 1 bulan ......................................................
61
4.7
Ketahanan mesin(Q1) .....................................................................
62
4.8
Kenyamanan produk (Q2) ..............................................................
63
4.9
Penggunaan BBM yang irit(Q3) .....................................................
63
4.10
Fitur-fitur yang lengkap (Q4) .........................................................
64
4.11
Kecepatan yang tinggi (Q5) ...........................................................
65
4.12
Penampilan produk (Q6).................................................................
65
4.13
Persepsi harga (Q7).........................................................................
66
4.14
Harga diskon (Q8) .........................................................................
67
4.15
Purna jual produk tinggi (Q9) .........................................................
67
4.16
Harga yang bersaing (Q10) ............................................................
68
4.17
Wilayah geografis (Q11) ................................................................
69
4.18
Mencerminkan kesejahteraan dalam lingkungan (Q12) ..................
69
4.20
Lingkungan (Q14) .........................................................................
71
4.21
Pengaruh keluarga (Q15) ...............................................................
71
4.22
Pengaruh teman (Q16) ....................................................................
72
4.23
Peran (Q17) ....................................................................................
73
4.24
Nilai status sosial (Q18)..................................................................
73
4.25
Motivasi (Q19) ..............................................................................
74
4.26
Pengetahuan tentang produk (Q20) .................................................
75
4.27
Pengalaman (Q21) ..........................................................................
75
4.28
Perkerjaan (Q22).............................................................................
76
4.29
Kondisi ekonomi (Q23) ...................................................................
77
4.30
Gaya hidup (Q24) ...........................................................................
77
4.31
Usia (Q25) .....................................................................................
78
4.32
Logo yang ditimbulkan (Q26).........................................................
79
4.33
Merek yang berkualitas (Q27).........................................................
79
4.34
Merek yang dapat diadalkan (Q28) .................................................
80
4.35
Merek Honda memiliki citra yang baik (Q29) .................................
81
4.36
Ketersediaan barang (Q30) .............................................................
81
4.37
Pilihan tempat (Q31) ......................................................................
82
4.38
Jarak tempat pembelian (Q32) ........................................................
83
4.19
4.39
Kemudahan suku cadang (Q33) ......................................................
83
4.40
Frekuensi munculnya iklan (Q34) ...................................................
84
4.41
Keramahan
dan
penampilan
penjual/petugas
dalam
memperkenalkan produk Honda (Q35) ...........................................
85
4.42
Sikap dan pelayanan petugas dalam penjualan produk Honda (Q36)
4.43
Penjual yang komunikatif terhadap konsumen (Q37) .....................
86
4.44
Hasil Uji Validitas Item-total statistics ............................................
88
4.45
Hasil uji reliabilitas .........................................................................
89
4.46
KMO and Bartlett’s Test.................................................................
90
4.47
Nilai MSA ......................................................................................
91
4.48
Nilai Communalities .......................................................................
93
4.49
Total Variance Explained................................................................
99
4.50
Component Transformation Matrix.................................................
113
DAFTAR GAMBAR
Nomor
Keterangan
Hal
2.1
Model perilaku konsumen...............................................................
17
2.2
Hirarki kebutuhan menurut Maslow ...............................................
24
2.3
Kerangka pemikiran .......................................................................
38
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor
Keterangan
Hal
1.
Component Matrix(a). .......................................................................
123
2.
Rotated Component Matrix(a). ..........................................................
124
3.
Interpretasi faktor. .............................................................................
125
4.
Kuesioner Penelitian. .........................................................................
126
5.
Hasil kuesioner jawaban responden untuk uji validitas. .....................
130
6.
Hasil kuesioner jawaban responden untuk penelitian..........................
131
7.
Surat Keterangan Riset .....................................................................
133
BAB I
PENDAHULUAN
D. Latar Belakang Penelitian
Perkembangan dan persaingan dunia bisnis saat ini semakin ketat,
kebijakan dan strategi dari perusahaaan-perusahaan juga mengalami banyak
inovasi dan kreatifitas, sebuah kepercayaan dan loyalitas dari konsumen
sangatlah berarti bagi perusahaan dan tentunya dengan penjualan yang
dilakukan, perusahaan ingin mendapat profit atau keuntungan yang maksimal.
Peran pemasaran sangat penting bagi sebuah perusahaan, seperti yang
dikemukakan Kotler dan Keller (2007) “keberhasilan keuangan sering
tergantung pada kemampuan pemasaran. Operasi keuangan, akunting, dan
fungsi bisnis lainnya sesungguhnya tidak berarti kalau tidak ada permintaan
akan produk dan jasa sehingga perusahaan dapat menghasilkan laba.” (Kotler
dan Keller, 2007: 4). Dengan kata lain pemasaran merupakan ujung tombak
bagi sebuah perusahaan. Semakin dinamisnya dunia pemasaran, serta
mengingat
penduduk Indonesia konsumtif maka menjadi sasaran “empuk”
para pebisnis untuk menawarkan dan menjual produk ataupun jasanya untuk
mencapai profit yang maksimal. Mereka juga menyadari bahwa keuntungan
semata tidaklah cukup untuk dapat bertahan dalam persaingan bisnisnya, maka
berbagai cara dilakukan untuk mempertahankan pangsa pasarnya dan
kelanjutan bisnisnya.
Seperti halnya dalam dunia otomotif, persaingan bisnis sangat besar,
perebutan pangsa pasar semakin ketat, sehingga perusahaan otomotif
melakukan
berbagai
macam
strategi
untuk
meningkatkan
dan
mengembangkan produknya.
Dikutip dalam http://www.okezone.com/, bahwa data penjualan sepeda
motor nasional selama semester I-2008 tumbuh sebesar 44,3 persen menjadi
2.116.993 unit dibanding periode yang sama tahun lalu. Honda masih merajai
pasar motor nasional melonjaknya penjualan motor ini justru menepis
anggapan bahwa kenaikan harga bahan bakar akan menurunkan minat
masyarakat untuk membeli sepeda motor. Selain itu, kenaikan BI rate menjadi
8,5 persen beberapa waktu lalu, ditenggarai juga menjadi pemicu. Sejak
kemarin, BI rate bahkan sudah naik 0,25 basis poin menjadi 8,75 persen.
"Kenyataannya justru berbalik, nampaknya orang-orang malah membeli motor
sebagai solusi transportasi yang ekonomis. Bahkan jika dibanding naik
angkutan umum sekali pun," kata Sigit Kumala, General Manager Marketing
Division Astra Honda Motor (AHM).
Selama tahun 2008 Honda tetap memimpin pasar sepeda motor di
Indonesia dengan jumlah penjualan 2.874.576 unit dan mengalami
pertumbuhan (growth) 34,3% dibandingkan tahun 2007, dengan pangsa pasar
mencapai 46,2 %. Dari data AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia)
tahun 2008 menunjukkkan bahwa angka tersebut juga merupakan angka
pencapaian tertinggi selama satu tahun yang pernah dicapai selama ini. Ini
semua membuktikan bahwa Honda tetap sebagai pemimpin dalam bisnis
sepeda motor di Indonesia. dari data AISI terlihat jelas secara total tahun
2008, pencapaian Honda jauh di atas Y dan competitor yang lain. Honda
melaju semakin kencang dengan meninggalkan Y sekitar 410.000 unit di
tahun 2008 dari 308,000 unit di tahun 2007.
Tabel.1.1
Data AISI
Brand
HONDA
Motor Y
Motor S
Others
Unit
2,874,576
2,465,546
793,754
81,983
M/S
46.2%
39.7%
12.8%
1.3%
Sumber: Data AISI 2008
Sepeda motor Honda sendiri sudah ada di Indonesia sejak tahun 1969,
yang diimpor dalam kondisi CBU (Completely Build-Up). Pada tahun 1971
berdirilah PT Federal Motor yang merupakan pabrik perakitan sepeda motor
Honda sekaligus pabrik sepeda motor pertama di Indonesia, dan sejak tahun
2000 merger menjadi PT Astra Honda Motor sebagai perusahaan PMA
dengan komposisi kepemilikan saham 50% PT Astra International Tbk dan
50% Honda Motor Co. Ltd. Sejak saat itu dimulailah perkembangan industri
sepeda motor di Indonesia yang dipelopori oleh Honda. Sejak awal Honda
sudah menggunakan mesin jenis 4 tak atau 4 langkah, yang dikenal sangat
handal dan efisien dalam pengoperasiannya. Daya tahan mesin Honda benarbenar menjadi legenda di Indonesia. Honda terus berkembang dengan
menawarkan produk-produk yang handal serta sesuai dengan kebutuhan
konsumen. Pada era harga BBM yang terus meningkat, Honda ternyata
menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan sarana
transportasi yang ekonomis namun tetap handal. Di beberapa daerah
Indonesia, bahkan Honda sudah identik dengan sepeda motor. Orang
menyebut sepeda motor dengan nama Honda, apapun merek sepeda motornya.
Honda yang sudah dikenal dengan mesin yang irit BBM, tetap berupaya
meningkatkan
efisiensi
mesin
yang
diproduksi.
Ini
terlihat
dari
penyempurnaan teknologi yang terus menerus dilakukan. Honda juga
memiliki komitmen untuk selalu menghasilkan teknologi yang ramah
lingkungan dimana sejak tahun 2002 seluruh produk sepeda motor Honda di
Indonesia sudah memenuhi standar Euro II, serta memelopori mesin bersistem
injeksi di Indonesia. Honda Supra X 125 PGM FI, merupakan sepeda motor
bersistem injeksi pertama di Indonesia, yang diluncurkan di Indonesia.
Dengan teknologi ini efisiensi mesin dapat lebih ditingkatkan, namun emisi
yang dihasilkan dapat diturunkan. Dalam proses produksipun Honda tidak lagi
menggunakan material bahan baku yang tidak ramah lingkungan, misalnya
tidak menggunakan lagi bahan baku yang mengandung asbes (non asbestos),
serta dalam proses pengecatan saat ini sudah menggunakan sistem CED yang
berbahan dasar air yang sangat ramah lingkungan. Selama tahun 2008 saja
tidak kurang dari 4 model baru yang diluncurkan AHM, yaitu CS-1, Beat,
New Tiger dan Blade. Ini semua menunjukkan inovasi serta komitmen Honda
sebagai trendsetter untuk memenuhi harapan serta keinginan konsumen yang
berbeda terhadap sebuah sepeda motor. Bahkan untuk tipe Honda CS-1 adalah
suatu model yang masuk dalam kategori sebagai spesies baru, yaitu tipe Bebek
Sport, yang merupakan gabungan antara tipe bebek dan tipe sport. Atas
inovasi model ini pula Honda CS-1 mendapatkan penghargaan sebagai
Motorcycle of The Year untuk tahun 2008, dari tabloid sepeda motor
bergengsi di Indonesia, Motorplus. Prestasi yang juga sangat membanggakan
pada tahun 2008 yang lalu adalah keberhasilan pencapaian produksi 300.000
unit perbulan, yang berhasil diraih pada Bulan Agustus. Pada saat itu produksi
berhasil mencapai angka 300.588, yang berarti tertinggi selama ini, untuk itu
prestasi ini juga dicatat dalam rekor MURI sebagai pencapaian produksi
industri sepeda motor per-bulannya di Indonesia. AHM nampaknya perlu
berbangga hati, karena prestasi tertinggi ini sebenarnya tidak hanya untuk
tingkat nasional saja, bahkan untuk tingkat regional ASEAN, pencapaian
produksi ini merupakan prestasi tertinggi. Nama besar yang disandang saat ini
tentunya tidak dicapai dengan mudah, namun diperlukan upaya kerja keras
yang terus menerus untuk menghasilkan produk serta layanan berkualitas.
Untuk mendukung pelayanan yang prima saat ini Honda memiliki jaringan
penjualan (H1) 1600 show room, jaringan layanan bengkel (H2) lebih dari
3800 bengkel atau yang lebih dikenal dengan AHASS (Astra Honda
Authorized Service Station) serta 6600 outlet penjualan suku cadang (H3).
Jumlah jaringan ini merupakan jumlah jaringan pelayanan produk otomotif di
Indonesia, jika dirata-ratakan saat ini minimal terdapat 1 bengkel AHASS di
setiap kecamatan di seluruh Indonesia. Di tengah kondisi perekonomian yang
penuh ketidak pastian pada tahun 2009 ini, Honda akan terus berkarya di bumi
Indonesia untuk selalu mempersembahkan produk-produknya yang inovatif,
berkualitas serta sesuai keinginan masyarakat. (Sumber: http://triomotor.co.id/
2008 IT-Division Trio Motor diakses selasa, 01/20/2009).
Dari pemaparan diatas, maka sebagai pemasar harus sepenuhnya
memahami teori maupun realitas perilaku konsumen. Adapun perilaku
pembelian konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi,
dan psikologis serta aspek atau stimuli-stimuli yang lain, misalnya ekonomi,
teknologi, politik, dan lain sebagainya. Perlu diperhatikan dalam memahami
perilaku konsumen, perilaku merek perlu dilakukan oleh para pemasar dan hal
ini dapat dilaksanakan dengan membangun persepsi melalui jalur merek
(brand equity). Ekuitas merek (brand equity) adalah seperangkat asset dan
liabilitas merek yang terkait dengan suatu merek, nama dan atau simbol, yang
mampu menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk
atau jasa, baik bagi pemasar/perusahaan maupun pelanggan. Bagi pelanggan
ekuitas merek dapat memberikan nilai dalam memperkuat interprestasi proses
informasi, memupuk rasa percaya diri dalam pembelian, serta meningkatkan
pencapaian kepuasan. Nilai ekuitas merek bagi pemasar/perusahaan dapat
mempertinggi keberhasilan program pemasaran dalam memikat konsumen
baru atau merangkul konsumen lama. Hal ini dimungkinkan karena dengan
merek yang telah dikenal maka promosi yang dilakukan akan lebih efektif.
(Refrinal,S.KH,MM:2 0 0 8 ) http://refrinal.blogspot.com/2008/01/sebuahpembelajara
n-tentang-ekuitas.html.
Perlu kita ketahui pula bahwa sebuah pemasaran tidak akan terlepas dari
product, price, promotion dan place, yang sering disebut Marketing Mix atau
bauran pemasaran, karena 4 komponen itulah yang merupakan alat yang
digunakan perusahaan dalam mencapai tujuannya,
yaitu membentuk
karakteristik barang/jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Seperti yang
dinyatakan oleh Fandy Tjiptono (2004) dalam artikel Ahmad Kurnia(2008),
bauran pemasaran merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan
pemasar untuk membentuk karakteristik barang/jasa yang ditawarkan kepada
pelanggan. (Sumber: http://elqorni.wordpress.com/2008/05/03/marketing-mix-danpromosi/.
Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan Ujianto Abdurachman
dengan judul Analisis Faktor-Faktor yang Menimbulkan Kecenderungan
Minat Beli Konsumen Sarung (Studi Perilaku Konsumen Sarung di Jawa
Timur) Staf Pengajar Fakultas Ekonomi, Universitas 17 Agustus 1945
Surabaya, yaitu Fokus penelitian ini adalah faktor-faktor apa yang
menimbulkan kecenderungan minat beli konsumen terhadap produk sarung.
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan
oleh konsumen untuk membeli produk sarung. Secara teoritik dapat dijelaskan
bahwa proses pengambilan keputusan pembelian didahului oleh stimuli
pemasaran dan stimuli lainnya yang dapat mempengaruhi minat beli sarung
calon konsumen. Penelitian dilakukan di Gresik dan Pasuruan dan
pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan data dikumpulkan
melalui kuesioner kepada sebanyak 120 responden. Kuesioner disusun dalam
bentuk Skala Likert dan data dianalisis dengan menggunakan analisis faktor
dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang
dipertimbangkan oleh konsumen untuk membeli sarung adalah kualitas,
referensi, merk dan warna serta kemasan, harga, diskon dan hadiah. Dari
keseluruhan faktor tersebut kualitas dan referensi merupakan faktor yang
paling dominan.
Sehingga dari permasalahan yang telah disampaikan diatas peneliti tertarik
untuk meneliti kembali tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen
dalam membeli suatu produk, penelitian ini akan dilakukan dalam bidang
otomotif mengingat persaingan industri otomotif semakin ketat. Adapun judul
penelitian
untuk
srikpsi
MEMPENGARUHI
ini
adalah
KONSUMEN
“FAKTOR-FAKTOR
DALAM
MEMBELI
YANG
SEPEDA
MOTOR MEREK HONDA” (Studi Kasus Konsumen Sepeda Motor
Merek Honda di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan)”.
E. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah dijelaskan diatas maka
perumusan masalah yang akan dikemukakan dalam penelitian ini adalah:
faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda
motor merek Honda.
F. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang sudah dipaparkan
di atas, secara umum penelitian ini bermaksud untuk menganalisa faktorfaktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda motor merek
Honda.
2. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan di atas, diharapkan penelitian ini dapat memberikan
suatu manfaat yang nantinya menjadi bahan informasi atau sebagai referensi
pihak lain, yaitu sebagai berikut:
a. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi salah satu referensi penelitian,
menambah khasanah keilmuan, menjadi tambahan informasi, dan
sebagai bahan perbandingan bagi peneliti lain.
b. Memberikan kontribusi bagi perusahaan untuk menciptakan strategi
pemasaran yang memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen.
c. Dengan adanya penelitian ini konsumen diharapkan akan mendapat
informasi lebih terkait produk yang mereka beli.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
I. Manajemen Pemasaran
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian,
penyusunan, pengarahan, dan pengawasan sumber daya untuk mencapai
tujuan yang sudah ditetapkan. (Oey Liang Lee dalam Manulang 2005:5).
Dalam bukunya Assauri (2004:5) menyatakan bahwa pemasaran sebagai
usaha untuk menyediakan dan menyampaikan barang dan jasa yang tepat
kepada orang-orang yang tepat pada tempat dan waktu serta harga yang
tepat dengan promosi dan komunikasi yang tepat.
Pemasaran menurut American Marketing Association (AMA) dalam
Machfoedz (2007), adalah proses perencanaan dan penerapan konsepsi,
penetapan harga, dan distribusi barang, jasa, dan ide untuk mewujudkan
pertukaran yang memenuhi tujuan individu atau organisasi. Pemasaran
mencakup berbagai aktivitas yang ditujukan pada rangkaian berbagai jenis
barang, jasa, dan ide. Aktivitas ini meliputi pengembangan, penetapan harga,
promosi, dan distribusi untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa oleh
konsumen maupun industri pengguna. (Machfoedz, 2007: 49).
Dalam bukunya, Kotler dan Keller (2007) menyebutkan bahwa pemasaran
berhubungan dengan mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan
masyarakat. Salah satu dari definisi pemasaran terpendek adalah “memenuhi
kebutuhan secara menguntungkan”. Kita dapat membedakan definisi social
dan manajerial tentang pemasaran. Definisi sosial menunjukkan peran yang
dimainkan pemasaran dalam masyarakat. Seorang pemasar mengatakan bahwa
peran pemasaran adalah “menyerahkan standar hidup yang lebih tinggi.”
Pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan
kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan
menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang
bernilai dengan pihak lain. Sedangkan menurut definisi manajerial, pemasaran
sering digambarkan sebagai “seni menjual produk”. (Kotler dan Keller,
2007:6).
Manajemen
pemasaran
menurut
Kotler
(2004:9)
adalah
proses
perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta
penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang
memenuhi sasaran individu dan organisasi.
Sehingga dari uraian di atas, manajemen pemasaran dapat diartikan
sebagai berikut, yaitu proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi penentuan
harga, promosi dan distribusi barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan
pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan
organisasi.
J. Bauran Pemasaran
Seperti diketahui, strategi pemasaran adalah himpunan asas yang secara
tepat, konsisten, dan layak dilaksanakan oleh perusahaan guna mencapai
sasaran pasar yang dituju (target market) dalam jangka panjang dan tujuan
perusahaan jangka panjang (objective), dalam situasi persaingan tertentu.
Dalam strategi pemasaran ini, terdapat strategi acuan atau bauran pemasaran
(marketing mix), yang menetapkan komposisi terbaik dari keempat komponen
atau variabel pemasaran, untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju
sekaligus mencapai tujuan dan sasaran perusahaan.
Pengertian marketing mix adalah seperangkat keputusan operasional
mengenai 4P, yaitu keputusan produk (product), keputusan harga (price),
keputusan promosi (promotion), dan tempat (place). Marketing mix
diharapkan menjadi pemikiran yang sederhana bagi manajer dalam membuat
strategi pemasaran. (Sumarwan,dkk, 2009:196).
Keempat unsur atau variabel strategi acuan / bauran pemasaran tersebut
adalah sebagai berikut:
5. Product (Produk)
Produk dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat ditawarkan
kepada pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan (dimanfaatkan,
dikonsumsi, atau dinikmati). ( Machfoedz, 2007:73).
Garvin dalam Umar (2005:93) menguraikan dimensi untuk kualitas
produk berbentuk barang berwujud. Garvin menyatakan ada delapan
dimensi untuk menentukan kualitas pada produk, yaitu :
(1) Performance atau kinerja, hal ini berkaitan dengan aspek fungsional
suatu
barang
dan
merupakan
karakteristik
utama
dipertimbangkan pelanggan dalam membeli barang tersebut.
yang
(2) Features atau fitur, yaitu aspek performansi yang berguna untuk
menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan
pengembangannya.
(3) Reliability atau kehandalan, hal yang berkaitan dengan probabilitas
atau kemungkinan suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap
kali digunakan dalam periode waktu tertentu dan dalam kondisi
tertentu pula.
(4) Conformance atau kesesuaian, hal ini berkaitan dengan tingkat
kesesuaian terhadap spesifikasi, yang telah ditetapkan sebelumnya
berdasarkan pada keinginan pelanggan. Konfirmasi merefleksikan
derajat
ketepatan
antara
karakteristik
desain
produk
dengan
karakteristik kualitas standar yang telah ditetapkan.
(5) Durability atau daya tahan, yaitu refleksi umur ekonomis berupa
ukuran daya tahan atau masa pakai barang.
(6) Serviceability atau kemudahan perbaikan, yaitu karakteristik yang
berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan, dan akurasi
dalam memberikan layanan untuk perbaikan barang.
(7) Aesthetics atau keindahan, merupakan karakteristik yang bersifat
subjektif mengenai nilai-nilai etestika yang berkaitan dengan
pertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi individual.
(8) Fit and Finish, suatu sifat subjektif, berkaitan dengan perasaaan
pelanggan mengenai keberadaan produk tersebut sebagai produk yang
berkualitas.
6. Price (Harga)
Harga menurut Umar (2003:131) adalah sejumlah nilai yang
ditukarkan konsumen dengan manfaat yang didapat dari memiliki atau
menggunakan produk atau jasa yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan
penjual melalui tawar menawar atau ditetapkan oleh penjual untuk satu
harga yang sama untuk semua pembeli. Dalam Kotler dan Armstrong
(2004: 467) disebutkan bahwa keputusan penetapan harga rentan terhadap
pengaruh dari serangkaian kekuatan lingkungan dan persaingan yang
sangat rumit. Perusahaan menetapkan bukan satu harga tunggal, tetapi
lebih berupa struktur penetapan harga (pricing structure) yang mencakup
item-item produk yang sama. Struktur penetapan harga itu berubah dari
waktu ke waktu karena produk bergerak mengikuti siklus hidup mereka.
Perusahaan menyesuaikan harga produk agar dapat mencerminkan
perubahan biaya dan permintaan serta agar dapat memperhitungkan
berubah-ubahnya pembeli dan situasi pembelian, ketika lingkungan
persaingan
berubah,
perusahaan
mempertimbangkan
kapan
harus
memprakarsai perubahan harga dan kapan harus menanggapi perubahan
harga yang terjadi di pasar.
7. Place (Distribusi)
Place yang dimaksud adalah saluran atau tempat distribusi barang,
menurut Umar (2003) distribusi adalah sekelompok organisasi yang saling
tergantung dalam keterlibatan mereka pada proses yang memungkinkan
suatu produk atau jasa tersedia bagi pengguna atau konsumsi oleh
konsumen pengguna industrial.
Sedangkan menurut Kotler dan Armstrong (2004:508) saluran
distribusi adalah sekumpulan organisasi yang saling bergantung yang
terlibat dalam proses yang membuat produk atau jasa siap digunakan atau
dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis.
8. Promotion (Promosi)
Promosi mempunyai banyak arti, konotasi awalnya berasal dari bahasa
latin yang artinya ”maju ke depan”dan kemudian dipersempit lagi bahwa
promosi berkaitan dengan kegiatan komunikasi untuk mempengaruhi
orang lain agar menerima ide, konsep, dan hal lainnya. (Angel et al.1991
tulisan Syofyan Rambe dalam Sumarwan,dkk 2009:109).
Dari pengertian tersebut maka perusahaan juga harus berkomunikasi
dengan para pelanggan sekarang dan calon pelanggan dan apa yang
perusahaan komunikasikan hendaknya dipersiapkan dengan seksama agar
sukses, tidak didasarkan pertimbangan untung-untungan. (Kotler dan
Armstrong, 2004:600). Untuk mengkomunikasikan produk perlu disusun
suatu strategi yang sering disebut dengan strategi bauran promosi yang
terdisi dari 4 kompenen utama, yaitu
1. Periklanan, menurut definisi The British Code of Advertising
Practice (1979) dalam (Sumarwan, 2009:113) yaitu pembayaran
untuk
komunikasi
kepada
publik
dengan
tujuan
untuk
mempengaruhi pendapat atau perilaku publik yang menjadi
sasaran. Kotler (2001) mendefinisikan iklan sebagai bentuk
penyajian tidak personal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh
seorang sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.
2. Promosi penjualan (Sumarwan, 2009:114), menurut Paliwoda dan
Ball et al, promosi penjualan berhubungan dengan aktivitas di
point of sales displey dan demontrasi seperti leaflet, coba gratis,
kontes,dan hadiah (misal beli satu dapat dua).
3. Hubungan masyarakat (Sumarwan, 2009:114), adalah komunikasi
dan hubungan perusahaan dengan beragam masyarakat, termasuk
pemerintah dimana perusahaan tersebut beroperasi.
4. Personal selling, merupakan alat promosi yang paling efektif pada
tahap pembelian selanjutnya, khususnya dalam membangun
preferensi, keyakinan, dan aksi pembeli.
K. Perilaku konsumen
Tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan
keinginan pelanggan sasaran secara lebih baik daripada pesaing. Perilaku
konsumen merupakan studi tentang individu, kelompok, dan organisasi
menyeleksi, membeli, menggunakan, dan mendesposisikan barang, jasa,
gagasan, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan
mereka. Studi konsumen memberikan petunjuk untuk memperbaiki dan
menyusun pesan, dan mengembangkan kegiatan pemasaran lain.
Engel, Blackwell dan Miniard (1995:4) dalam Suryani (2008:6)
mengatakan bahwa, “Consumer Behavior as a those activities direcly involved
ini obtaining, consuming, and disposing of products and service, including
the decision process that precede and follow these actions”
Swastha dan Handoko (2000:10) dalam skripsi Heri Kurniawan (2006:19)
mengatakan, perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan
sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam
mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk di
dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan menentukan
kegiatan-kegiatan tertentu.
Dari pengertian di atas maka perilaku konsumen merupakan tindakantindakan dan hubungan sosial yang dilakukan oleh konsumen perorangan,
kelompok maupun organisasi untuk menilai, memperoleh dan menggunakan
barang-barang serta jasa melalui proses pertukaran atau pembelian yang
diawali dengan proses pengambilan keputusan yang menentukan tindakantindakan tersebut. Adapun model perilaku konsumen sebagai berikut:
Gambar 2.1
Model perilaku konsumen
Psikologi
konsumen
Rangsangan
pemasaran
Produk&jasa
Harga
Distribusi
Komunikator
Rangsangan
lain
Ekonomi
Teknologi
Politik
Budaya
Motivasi
Persepsi
pembelajaran
memori
Karakteristik
Konsumen
Budaya
Sosial
Personal
Sumber: Kotler ed Indonesia: 2007:226
Proses Keputusan
pembelian
- Pengenalan
masalah
- Pencarian
informasi
- Penilaian
alternative
- Keputusan
pembelian
- Perilaku pasca
pembelian
Keputusan
Pembelian
-
pilihan produk
pilihan merek
pilihan dealler
jumlah
pembelian
- saat tepat
melakukan
pembelian
- metode
pembayaran
Berikut ini faktor –faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian:
a. Faktor kebudayaan
Kebudayaan merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling
mendasar untuk mendapatkan nilai, persepsi, preferensi dan perilaku dari
lembaga-lembaga
penting
lainnya.
Faktor
kebudayaan
memberikan
pengaruh paling luas dan dalam pada tingkah laku konsumen. Pemasar harus
mengetahui peran yang dimainkan oleh:
1) Budaya:
Menurut Hawkins, et al (2007:43) dalam Suryani (2008:285) budaya
diartikan sebagai komplek yang menyeluruh yang mencakup pengetahuan,
keyakinan seni, hukum, moral, kebiasaan, dan kapabilitas lainya serta
kebiasaan-kebiasaan yang dikuasai oleh individu sebagai anggota
masyarakat. Dalam konteks pemahaman budaya dan pengaruhnya
terhadap perilaku konsumen budaya didefinisikan sebagai keseluruhan dari
keyakinan, nilai dan kebiasaan yang dipelajari oleh suatu kelompok
masyarakat tertentu yang membantu mengarahkan perilaku konsumen.
2) Sub budaya
Masing-masing budaya terdiri dari sejumlah sub-budaya yang lebih
menampakkan indentifikasi dan sosialisasi khusus bagi para anggotanya.
Sub budaya mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan wilayah
geografis. (Kotler dan Keller, 2007: 214).
3) Kelas sosial
Kelas sosial adalah pembagian masyarakat yang relatif homogen dan
permanen, yang tersusun secara hierarkis dan yang para anggotanya
menganut nilai, minat, dan perilaku serupa.
b. Faktor sosial
Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, yaitu:
1) Kelompok acuan
Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang
memiliki pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap
sikap atau perilaku orang tersebut. (Kotler dan Keller, 2007: 217).
2) Keluarga
Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting
dalam masyarakat dan para anggota keluarga menjadi kelompok acuan
primer yang paling berpengaruh. (Kotler dan Keller, 2007: 219).
3) Peran dan status
Seseorang berpartisipasi dalam banyak kelompok sepanjang hidupnya
–keluarga, klub, organisasi. Kedudukan orang itu di masing-masing
kelompok dapat ditentukan berdasarkan peran dan statusnya. Peran
meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang, masingmasing peran menghasilkan status. (Kotler dan Keller, 2007: 221).
c. Faktor pribadi
Faktor pribadi didefinisikan sebagai karakteristik individual yang
merupakan perpaduan dari sifat, tempramen, kemampuan umum dan bakat
yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh interaksi individu dengan
lingkungan, (Suryani, 2008: 57). Dalam (Kotler dan Keller, 2007:222)
dinyatakan bahwa keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik
pribadi, antara lain:
1) Umur dan tahap siklus hidup
Orang membeli barang dan jasa yang berbeda-beda sepanjang
hidupnya. Selera orang terhadap pakaian, perabot, dan rekreasi juga
berhubungan dengan usia. Konsumsi juga dibentuk oleh siklus hidup
keluarga dan jumlah, usia, dan gender orang dalam rumah tangga pada
suatu saat. (Kotler dan Keller, 2007: 222).
2) Pekerjaan
Perkerjaan seseorang juga mempengaruhi pola konsumsinya. Pekerja
kerah biru akan membeli pakaian kerja, sepatu kerja, dan kotak makan
siang. Direktur perusahaan akan membeli pakaian yang mahal, perjalanan
dengan pesawat udara, keanggotaan country club, dan perahu layar besar.
(Kotler dan Keller, 2007: 223).
3) Situasi ekonomi
Pilihan produk sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi seseorang:
penghasilan yang dapat dibelanjakan (level, kestabilan, pola waktunya),
tabungan dan aktiva (termasuk persentase aktiva yang lancar/liquid),
utang, kemampuan untuk meminjam, dan sikap terhadap kegiatan
berbelanja atau menabung. Para pemasar barang yang peka terhadap harga
terus-menerus
memperhatikan
kecenderungan
penghasilan
pribadi,
tabungan, dan tingkat suku bunga. (Kotler dan Keller, 2007:223).
4) Gaya hidup dan nilai
Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada
aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan
diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. Keputusan
konsumen juga dipengaruhi oleh nilai inti, yaitu sistem kepercayaan yang
melandasi sikap dan perilaku konsumen. Nilai inti itu jauh lebih dalam
daripada perilaku atau sikap, dan pada dasarnya menentukan pilihan dan
keinginan orang dalam jangka panjang. (Kotler dan Keller, 2007: 224).
5) Kepribadian dan konsep diri
Masing-masing orang memiliki karakteristik kepribadian yang berbeda
yang mempengaruhi perilaku pembelianya. Kepribadian adalah ciri
bawaan psikologis manusia (human psychology traits) yang khas yang
menghasilkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap
rangsangan lingkungannya. Kepribadian biasanya digambarkan dengan
menunjukkan ciri bawaan serta kepercayaan diri, dominasi, otonomi,
kehormatan, kemampuan, bersosialisasi, pertahanan diri, dan kemampuan
beradaptasi. Para konsumen sering memilih dan menggunakan merek yang
memiliki kepribadian merek yang kosisten dengan kosep –diri aktual
mereka sendiri (bagaimana seseorang memandang dirinya), walaupun
dalam kasus yang sama pencocokan mungkin didasarkan pada konsepdiri- ideal (memandang dirinya ingin seperti apa) atau bahkan konsep –
diri- orang lain (menganggap orang lain memandang dirinya seperti apa)
dan bukannya citra diri aktual. (Kotler dan Keller, 2007: 223).
d. Faktor psikologis
Faktor psikologis sebagai bagian dari pengaruh lingkungan dimana ia
tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpa mengabaikan pengaruh dimasa
lampau atau antisipasinya pada waktu yang akan datang. Pilihan barang yang
dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh faktor psikologi yang penting.
1) Motivasi
Motivasi berasal dari bahasa latin movere yang artinya menggerakkan.
Seorang konsumen tergerak untuk membeli suatu produk karena ada suatu
yang menggerakkan. Proses timbulnya dorongan sehingga konsumen
tergerak untuk membeli suatu produk itulah yang disebut motivasi
(Suryani, 2008: 27), dalam Widjajakusuma dan Yusanto (2003:168)
menyatakan motivasi adalah dorongan psikis yang ada dalam diri
seseorang yang mendorong untuk berperilaku. Dalam Sutisno (2009:115)
disebutkan,
Motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang
untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu motvasi sering
kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang.
Sedangkan William J Stanton (1981:101) dalam Prabu Mangkunegara
(2008:93), disebutkan bahwa ”Motivation as an energizing condition ofthe
organism that serves to direct that organism toword the goal of certain
class (motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia kearah
suatu tujuan tertentu).
Maslow di dalam Kotler dan Keller (2007) mengatakan karena
kebutuhan manusia tersusun dalam hierarki, dari yang paling mendesak
sampai yang paling kurang mendesak. Berdasarkan urutan tingkat
kepentingannya, kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah kebutuhan fisik,
kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan
kebutuhan aktualisasi diri. Orang akan berusaha memuaskan dulu
kebutuhan mereka yang paling penting. Jika seseorang berhasil
memuaskan kebutuhan yang penting, kemudian dia akan berusaha
memuaskan kebutuhan yang terpenting berikutnya. (Kotler dan Keller,
2007: 227).
Teori kebutuhan dari Abraham Maslow merupakan salah satu teori
yang diperhatikan oleh manajer, karena sifatnya relatif sederhana dan
praktis. Proposisi yang dikemukakan Maslow mengenai motivasi dalam
kaitannya dengan perilaku manusia adalah sebagai berikut. (Winardi,
2001:32) dalam Suryani (2008:39).
1. Manusia merupakan makhluk yang serba berkeinginan. Manusia
senantiasa menginginkan sesuatu dan lebih banyak. Jika suatu proses
kebutuhan telah terpenuhi akan timbul kebutuhan baru dan proses ini
tidak akan berhenti sebelum manusia meninggal.
2. Sebuah kebutuhan yang terpenuhi bukanlah sebuah motivator perilaku.
Hanya kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi yang akan
memotivasi individu untuk melakukan suatu perilaku atau tindakan
tertentu.
3. Kebutuhan manusia tersusun secara berjenjang. Menurut Maslow
dalam Suryani (2008) dinyatakan bahwa manusia memiliki lima
macam kebutuhan yang tersusun secara berjenjang (hirarkis), mulai
dari kebutuhan yang paling mendasar yaitu kebutuhan fisiologis
hingga kebutuhan aktualisasi diri.
Berikut ini gambar hirarki kebutuhan menurut Maslow:
Gambar.2.2
Sumber: Kotler 2001:197 dalam skripsi kurniawan 2006:27
Adapun penjelasan sebagai berikut:
1. Kebutuhan fisiologis,
Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang diperlukan
individu untuk mempertahanakan hidup, contoh: makan, minuman,
pakaian, istirahat, seks, dan lain-lain.
2. Kebutuhan rasa aman
Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan individu
untuk melindungi dirinya baik secara fisik maupun psikologi,
contoh: kebutuhan rasa aman dari serangan atau ancaman fisik,
aspek finansial.
3. Kebutuhan sosial
Kebutuhan untuk bersama, diterima, dan bergabung dengan
konsumen lain serta masyarakat.
4. Kebutuhan akan pernghargaan
Mencakup kebutuhan memperoleh prestasi, kepercayaan diri,
penghargaan diri, dan penghargaan dari orang lain.
5. Kebutuhan aktualisasi diri.
Kebutuhan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,
misalnya kreatifitas, minat, dan bakat.
2) Persepsi
Persepsi adalah proses dimana dalam proses tersebut individu memilih,
mengorganisasikan dan mengintepretasikan stimuli menjadi sesuatu yang
bermakna. (Suryani 2008:97). Dalam skripsi Heri Kurniawan (2006),
Seseorang yang termotivasi siap untuk bertindak. Bagaimana orang tersebut
bertindak dipengaruhi oleh persepsinya mengenai situasi. Orang dapat
membentuk persepsi berbeda dari rangsangan yang sama karena 3 macam
proses penerimaan indera, yaitu:
a) Perhatian selektif
Kecenderungan bagi manusia untuk menyaring sebagian besar
informasi yang mereka hadapi, berarti bahwa pemasar harus bekerja
cukup keras untuk menarik perhatian konsumen.
b) Distorsi selektif
Menguraikan kecenderungan orang untuk mengintepretasikan
informasi dengan cara yang akan mendukung apa yang telah mereka
yakini.
c) Ingatan selektif
Orang cenderung lupa akan sebagian besar hal yang mereka
pelajari. Mereka cenderung akan mempertahankan atau mengingat
informasi yang mendukung sikap dan keyakinan mereka. Karena
adanya ingatan selektif.
3) Pengetahuan
Pembelajaran menggambarkan perubahan dalam tingkah laku individual
yang muncul dari pengalaman. Pentingnya praktik dari teori pengetahuan bagi
pemasar adalah mereka dapat membentuk permintaan akan suatu produk
dengan menghubungkannya dengan dorongan yang kuat, menggunakan
petunjuk yang membangkitkan motivasi, dan memberikan peranan positif.
4) Memory
Semua informasi dan pengalaman yang dihadapi orang ketika mereka
mengarungi hidup dapat berakhir dalam memori panjang. Para psikolog
kognitif membedakan memori jangka –pendek (STM –short-term memory) –
satu gudang informasi sementara dan memori jangka panjang (LMT –longterm memory)-gudang yang lebih permanen. (Kotler dan Keller, 2007: 230).
L. Merek
Keahlian paling unik dari pemasaran adalah kemampuanya untuk
menciptakan, memelihara, melindungi, dan meningkatkan merek. American
Marketing Association dalam Kotler dan Keller (2007) mendefinisikan merek
sebagai berikut: “Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan,
atau kombinasi dari hal-hal tersebut untuk mengidentifikasi barang atau jasa
dari seorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakan dari produk
pesaing.”
Sebuah nama merek memberikan identitas pada suatu produk atau jasa,
menyediakan cara yang tepat untuk memahami manfaat utama merek tersebut
secara rasional ataupun emosional. (Sumarwan, dkk, 2009: 29).
Hermawan, Ancella Anitawati, Philip Kotler (1995:523) dalam Dahlan
(2007). Menyatakan bahwa merek mengidentifikasikan penjual atau pembuat.
Dalam UU Merek Dagang, penjual diberi hak eksklusif untuk menggunakan
merek selamanya. Ini berbeda dari aktiva lainnya seperti paten dan hak cipta
yang mempunyai batas waktu. Merek sebenarnya merupakan janji penjual
untuk secara konsisten memberikan tampilan, manfaat, dan jasa tertentu
kepada pembeli. Merek sebenarnya merupakan janji penjual untuk secara
konsisten memberikan tampilan, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli.
Merek-merek terbaik memberikan jaminan mutu. Tetapi merek lebih dari
sekedar simbol. Merek dapat memiliki enam tingkat pengertian:
1. Atribut: Merek mengingatkan pada atribut-atribut tertentu Mercedes
menyatakan sesuatu yang mahal, dibuat dengan baik, terancang baik,
tahan lama, bergengsi tinggi, nilai jual kembali yang tinggi, cepat, dan
lain-lain. Perusahaan dapat menggunakan satu atau lebih atribut-atribut
ini untuk mengiklankan, “Dirancang tidak seperti mobil manapun juga
di dunia ini.” Ini berfungsi sebagai dasar untuk meletakkan posisi bagi
memproyeksikan atribut lainnya.
2. Manfaat: Merek tidak saja serangkaian atribut. Pelanggan tidak
membeli atribut, mereka membeli manfaat. Atribut diperlukan untuk
dikembangkan menjadi manfaat fungsional dan atau emosional.
Atribut ‘tahan lama’ dapat dikembangkan menjadi manfaat fungsional,
“Saya tidak ingin membeli mobil baru setiap beberapa tahun.” Atribut
‘mahal’ mungkin dapat dikembangkan menjadi manfaat emosional,
“Mobil ini membuat saya penting dan dihargai.” Atribut dibuat dengan
baik, dikembangkan menjadi manfaat fungsional dan emosional, “Saya
akan tetap aman seandainya terjadi kecelakaan.”
3. Nilai: Merek juga menyatakan nilai produsen. Mercedes menyatakan
kinerja tinggi, keamanan, prestise, dan lain-lain. Pemasar merek harus
dapat mengetahui kelompok pembeli mobil yang mana mencari nilainilai ini.
4. Budaya: Merek juga mewakili budaya tertentu. Mercedes mewakili
budaya Jerman: terorganisasi, efisien, dan mutu tinggi.
5.
Kepribadian: Merek juga mencerminkan kepribadian tertentu. Jika
merek merupakan orang, binatang, atau suatu obyek, apa yang akan
terpikir oleh kita? Mercedes mencerminkan seorang pimpinan yang
masuk akal (orang), singa yang memerintah (binatang), atau suatu
tempat yang sederhana (obyek). Kadang-kadang merek mencerminkan
kepribadian seorang yang terkenal. Pemakai: Merek menunjukkan
jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut.
Kita akan terkejut melihat seorang sekretaris berumur 20 tahun
mengendarai Mercedes. Yang kita harapkan adalah seorang manajer
puncak berumur 55 tahun di belakang kemudi. Pemakai adalah orangorang yang menghargai nilai, budaya, dan kepribadian produk tersebut.
http://dahlanforum. wordpress.com/2007/12/19/merek/
M. Keputusan Pembelian
Setiap hari konsumen menggambil berbagai keputusan untuk membeli
produk atau jasa. Perusahaan, khususnya perusahaan besar pada umumnya
melakukan riset dengan cermat tentang keputusan konsumen membeli produk
untuk mengetahui sesuatu yang dibeli oleh konsumen, tempat, alasan, dan cara
mereka membeli serta tingkat harga yang mereka bayar. Mengkaji alasan
perilaku pembelian konsumen dan proses keputusan untuk membeli bukan hal
yang mudah karena alasan tersebut berada di dalam pikiran konsumen. Proses
pembelian bermula jauh sebelum seseorang membeli suatu produk dan
berlangsung lama sesudahnya. Ini mendorong produsen atau pemasar untuk
fokus pada seluruh proses pembelian daripada sekedar pada proses pembelian.
(Machfoedz, 2007: 61).
Para rekayasawan Honda mengambil gambar video tentang para
pembelanja yang memuat barang-barang makanan ke dalam bagasi mobil
untuk mengobservasi kekecewaan mereka dan menghasilkan rancangan yang
bisa memberikan solusi. Para sarjana pemasaran telah menyusun “model
urutan tahap” proses keputusan pembeliaan melewati lima tahap, (Kotler dan
Keller, 2007: 234). Penjelasan kelima tahap itu menurut beberapa ahli, adalah
sebagai berikut:
1. Pengenalan kebutuhan.
Hal ini konsumen akan mengenal suatu masalah atau kebutuhan.
Pembeli akan merasakan adanya perbedaan antara keadaan dia yang nyata
dengan keadaan yang diinginkan. Kebutuhan dapat dipicu oleh stimuli
internal pada saat kebutuhan normal, seperti lapar, haus, dan hasrat seksual
yang muncul hingga tingkat yang dapat menjadi pendorong. Dari
pengalaman yang pernah terjadi, orang telah mempelajari cara mengatasi
dorongan demikian dan memotivasinya ke arah yang diketahuinya akan
dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Kebutuhan juga dapat dipicu oleh
stimuli eksternal. Iklan yang menawarkan suatu produk atau jasa dapat
menjadikan seseorang menyadari kebutuhannya. Pada tahapan ini
produsen atau pemasar perlu menetapkan faktor dan keadaan yang dapat
memicu konsumen mengenali kebutuhannya. (Machfoez, 2007:62).
2. Pencarian Informasi.
Konsumen, didasari atau tidak, akan mencari informasi. Jika
motivasinya kuat dan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan harganya
terjangkau olehnya, mungkin ia akan membelinya. Jika tidak maka
konsumen itu barangkali hanya akan mengingat kebutuhan tersebut atau
mencari informasi sebatas yang berkaitan dengan kebutuhannya.
(Machfoez, 2007: 63)
Ada empat sumber informasi yang didasarkan pada kelompok: Sumber
pribadi (keluarga, teman, tetangga, kenalan), sumber komersial (iklan,
pedagang perantara, penjual, tenaga, pengemasan), sumber pengalaman
(Penanganan, permeriksaan, pengunaan produk), sumber publik (media
massa, organisasi ranting konsumen). (Kotler dan Susanto, 2000: 252).
3. Evaluasi Alternatif,
Bagaimana konsumen memproses informasi mengenai merek yang
bersaing dan membuat pertimbangan nilai yang terakhir. (Kotler dan
Susanto, 253). Untuk mengetahui proses tersebut bukan hal yang mudah
karena konsumen menempuh berbagai cara untuk mengevaluasi setiap
situasi pembelian.
Konsep dasar tertentu dapat membantu menerangkan setiap proses
evaluasi konsumen. Pertama, diasumsikan bahwa setiap konsumen
berusaha untuk memenuhi beberapa kebutuhan dan mencari manfaat
tertentu yang dapat diperoleh dengan membeli produk atau jasa.
Selanjutnya, konsumen memandang produk sebagai sekelompok ciri
barang dengan berbagai kapasitas yang menawarkan manfaat untuk
memenuhi kebutuhan. Kamera misalnya, ciri produk ini meliputi kualitas
gambar yang baik, mudah digunakan, ukuran yang praktis, harga yang
terjangkau, dan juga ciri-ciri lain. Konsumen akan menentukan alternative
dalam memilih ciri produk yang manfaatnya sesuai dengan kebutuhan.
Kedua, konsumen akan memperhatikan tingkat perbedaan pada setiap
keunggulan sifat produk. Perbedaan dapat terletak di antara ciri produk
dan keunggulannya, ciri keunggulan berasal dari penilaian konsumen
ketika mereka berpikir tentang ciri produk. Meskipun demikian hal
tersebut bukan yang terpenting bagi konsumen. Beberapa ciri suatu produk
dapat menonjol, karena iklan yang dibaca oleh konsumen menyebutkan
berbagai keunggulan sehingga mampu menempatkan pada peringkat
teratas dalam pikiran konsumen. Diantara ciri-ciri suatu produk
adakalanya ada yang terlupakan oleh konsumen, dan ketika ciri tersebut
disebutkan maka akan mengingatkannya pada keunggulan. Produsen atau
pemasar harus lebih memperhatikan arti penting ciri suatu produk daripada
keunggulannya. Ketiga, konsumen mungkin akan mengembangkan
ketetapan rasa percaya pada suatu merek dengan merinci setiap
keungulannya. Pengembangan kepercayaan pada merek tertentu ini
kemudian dikenal sebagai citra merek. Kepercayaan konsumen dapat
bervariasi dari kebenaran ciri berdasarkan pengalaman dan dampak
persepsi seletif, distorsi selektif, dan retensi selektif. (Machfoez, 2007:64).
4. Keputusan pembelian.
Dalam tahap evaluasi, para konsumen membentuk preferensi atas
merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. Konsumen juga
membentuk niat untuk membeli merek yang paling disukai. (Kotler dan
Keller, 2007: 240).
5. Perilaku setelah pembelian, setelah konsumen membeli produk, konsumen
akan mengalami suatu tingkat kepuasan atau ketidak-puasan tertentu.
Konsumen juga akan melakukan tindakan setelah pembelian dan
menggunakan produk tersebut yang mendapat perhatian dari pemasar.
(Kotler dan Susanto, 2000:258).
N. Penelitian Terdahulu
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan
keputusan pembelian produk mie instan merek sedaap (studi pada Mahasiswa
Fakultas Ekonomi Unmer Malang) oleh Herry Kurniawan Fakultas Ekonomi
Universitas Merdeka Malang, 2006.
Penelitian ini bertujuan untuk:1) Untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh perilaku konsumen yang terdiri dari faktor budaya, sosial, pribadi
dan psikologis terhadap keputusan untuk membeli produk mie instan merek
sedaap, 2) Untuk mengetahui diantara faktor budaya, sosial, pribadi dan
psikologi yang berpengaruh dominan terhadap keputusan mahasiswa untuk
membeli produk mie instan merek sedaap. Dengan menggunakan analisis
regresi linier berganda dan menggunakan sampel sebanyak 40 responden
mahasiswa didapatkan hasil sebagai berikut: Dari hasil analisis didapatkan
bahwa variabel faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara
simultan/bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan (bermakna) terhadap
keputusan pembelian produk mie instan merek Sedaap dan variabel psikologis
mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk mie
instan merk Sedaap.
Penelitian selanjutnya adalah identifikasi faktor yang mempengaruhi
frekuensi pembelian konsumen oleh Hotniar Siringoringo dan Yussy Amelia
Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma. Majalah Ekonomi Dan Komputer
No.2 Tahun XIV-2006.
Adapun penjelasannya sebagai berikut, berbelanja adalah kegiatan yang
dilakukan oleh semua orang yang sudah mampu membuat keputusan.
Sebagian orang menikmati proses rutinitas berbelanja, tapi sebagian lagi
melakukannya hanya karena keterpaksaan.
Supaya orang menikmati
berbelanja dan semakin sering melakukan aktivitas ini, manajemen ritel
menggunakan berbagai strategi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk
mengidentifikasi
pembelanjaan
faktor
konsumen.
yang
mempengaruhi
Hasil
menunjukkan
frekuensi
bahwa
kunjungan
faktor
yang
mempengaruhi frekuensi kunjungan pembelanjaan adalah ketersediaan
sarana/prasarana, letak yang strategis, keamanan dan kenyamanan yang
dirasakan konsumen di toko yang dikunjungi, serta pemberian diskon. Faktor
seperti mutu barang yang dijual, harga, pelayanan yang diberikan dan
kelengkapan barang yang dijual tidak mempengaruhi frekuensi kunjungan
pembelanjaan.
Penelitian
mengenai
analisis
faktor-faktor
yang
menimbulkan
kecenderungan minat beli konsumen sarung (studi perilaku konsumen sarung
di Jawa Timur) oleh Ujianto Abdurachman Staf Pengajar Fakultas Ekonomi,
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jurnal Manajemen & Kewirausahaan
Vol. 6, No.1, Maret 2004: 34 - 53
Fokus penelitian ini adalah faktor-faktor apa yang menimbulkan
kecenderungan minat beli konsumen terhadap produk sarung. Tujuan
penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh
konsumen untuk membeli produk sarung. Secara teoritik dapat dijelaskan
bahwa proses pengambilan keputusan pembelian didahului oleh stimuli
pemasaran dan stimuli lainnya yang dapat mempengaruhi minat beli sarung
calon konsumen. Penelitian dilakukan di Gresik dan Pasuruan dan
pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan data dikumpulkan
melalui kuesioner kepada sebanyak 120 responden. Kuesioner disusun dalam
bentuk Skala Likert dan data dianalisis dengan menggunakan analisis faktor
dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang
dipertimbangkan oleh konsumen untuk membeli sarung adalah kualitas,
referensi, merk dan warna serta kemasan, harga, diskon dan hadiah. Dari
keseluruhan faktor tersebut kualitas dan referensi merupakan faktor yang
paling dominan.
O. Kerangka Pemikiran
Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi pembeli atau calon
pembeli agar bersedia membeli produk perusahaan. Karena itu sangat penting
bagi manajer pemasaran untuk mengetahui perilaku pembeli dan pola
pembelian mereka, sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan
harga, melakukan promosi, dan mendistribusikan produknya secara lebih
efektif.
Perusahaan menghasilkan produk tidak untuk dipakai sendiri, melainkan
untuk dijual kepada pemakai akhir atau diproses kembali untuk menghasilkan
jenis produk lainnya. Oleh karena itu, dalam membuat suatu perencanaan
pemasaran serta penetapan kebijakan/strategi pemasaran untuk dasar
pelaksanaan kegiatan pemasaran, haruslah dipelajari segala sesuatu yang
berhubungan dengan pembeli atau konsumen dan produk yang akan dijual
kepada mereka. Tanpa mengetahui dan mengerti sifat, kebiasaan, dan
keinginan mereka, perusahaan tidak akan mengetahui apa yang akan
dipasarkan guna memenuhi kebutuhan mereka. (Assauri, 2004 :132).
Pelaku pemasaran harus mengetahui pendekatan yang akan membantu
mereka merumuskan strategi bauran pemasaran yang efektif. Berikut ini
penjelasan mengenai bauran pemasaran (4 P), P yang pertama dan paling
penting adalah positioning atau penetapan ancangan. Positioning yang efektif
bisa berhasil hanya jika Anda memiliki produk yang bisa memuaskan
kebutuhan. Tetapi, produk yang hebat tidak akan berarti apa-apa jika produk
itu tersembunyi dan tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaanya.
Produk harus dikomunikasikan kepada pelanggan sehingga hadirlah promosi.
Setelah dunia mengetahui produk anda, produk tersebut harus dibuat agar
selalu tersedia dan pelanggan bisa dengan nyaman membelinya, baik secara
langsung dari perusahaan atau melalui penjual perantara seperti peritel. Ini
adalah P untuk place (tempat).
Ketika tiga P ini dikumpulkan, hal terakhir yang penting adalah
menentukan harga untuk produk Anda. Tidak heran jika tiga elemen P
pertama adalah biaya. Harga adalah satu-satunya elemen yang menghasilkan
keuntungan di dalam bauran pemasaran. Setelah mengetahui biaya produk
Anda, Anda bisa menentukan harga produk Anda dengan efektif. (Sunny dan
Khoo Kheng, 2003: 116). Perlu diperhatikan dalam memahami perilaku merek
perlu dilakukan oleh para pemasar dan hal ini dapat dilaksanakan dengan
membangun persepsi melalui jalur merek (brand equity). Ekuitas merek
(brand equity) adalah seperangkat asset dan liabilitas merek yang terkait
dengan suatu merek, nama dan atau simbol, yang mampu menambah atau
mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau jasa, baik bagi
pemasar/perusahaan maupun pelanggan. Bagi pelanggan ekuitas merek dapat
memberikan nilai dalam memperkuat interprestasi proses informasi, memupuk
rasa percaya diri dalam pembelian, serta meningkatkan pencapaian kepuasan.
Nilai
ekuitas
merek
bagi
pemasar/perusahaan
dapat
mempertinggi
keberhasilan program pemasaran dalam memikat konsumen baru atau
merangkul konsumen lama. Hal ini dimungkinkan karena dengan merek yang
telah
dikenal
maka
promosi
yang
dilakukan
akan
lebih
efektif.
http://refrinal.blogspot.com/2008/01/sebuah-pembelajaran-tentang ekuitas.html).
Titik awal untuk memahami perilaku konsumen adalah model rangsangantangapan. Pemasaran dan rangsangan lingkungan memasuki kesadaran
konsumen.
Satu
perangkat
proses
psikologis
berkombinasi
dengan
karakteristik konsumen tertentu untuk menghasilkan proses keputusan dan
keputusan pembelian. Tugas pemasar adalah memahami apa yang terjadi
dalam kesadaran konsumen antara datangnya rangsangan pemasaran luar dan
keputusan pembelian akhir. Empat proses psikologis penting-motivasi,
persepsi, pembelajaran, dan memori- secara fundamental mempengaruhi
tangapan konsumen terhadap berbagai rangsangan pemasaran. (Kotler dan
Keller, 2007: 228).
Syarat yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan agar sukses dalam
persaingan adalah berusaha mencapai tujuan dengan mempertahankan dan
meningkatkan pelanggan. Mempertahankan pelanggan berarti perusahaan
harus mampu memuaskan apa yang dibutuhkan dan diinginkan pelanggannya
melebihi apa yang diberikan pesaing, sedangkan meningkatkan pelanggan
berarti perusahaan harus dapat menangkap setiap peluang yang ada melalui
strategi pemasarannya untuk mendapatkan pelanggan baru. (Suryani, 2008:2).
Setelah konsumen membeli produk, konsumen akan mengalami suatu
tingkat kepuasan atau ketidak-puasan tertentu. Konsumen juga akan
melakukan tindakan setelah pembelian dan menggunakan produk tersebut
yang mendapat perhatian dari pemasar. (Kotler dan Susanto, 2000:258).
Gambar.2.3
Kerangka pemikiran
Harga
Distribusi
Faktor 1
Promosi
Merek
Kebudayaan
Sosial
Faktor 2
Analisis Faktor
DalamMembeli Sepedamotor Merek Honda
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Produk
Faktor 3
Faktor 4
Psikologi
Faktor ke-n
Pribadi
Keterangan:
1. Produk (Ujang Sumarwan, 2009:15 dan Husein Umar, 2005:93), dalam
penelitian ini terdiri dari beberapa indikator, yaitu: ketahanan mesin,
kenyamanan produk, penggunaan BBM yang irit, fitur-fitur yang lengkap,
kecepatan yang tinggi, dan penampilan produk.
2. Harga (jurnal manajemen & kewirausahaan vol. 6, no. 1, maret 2004: 34
– 53 Ujianto Aburachman), dalam penelitian ini terdiri dari beberapa
indikator, yaitu: persepsi harga, harga diskon, purna jual produk tinggi,
dan harga yang bersaing.
3. Distribusi (Kotler dan Keller : 2007 dan skripsi Heri Kurniawan: 2006),
dalam penelitian ini terdiri dari beberapa indikator, yaitu: ketersediaan
barang, pilihan tempat, jarak tempat pembelian, dan kemudahan suku
cadang.
4. Promosi (Ujang Sumarwan: 2009, Kotler dan Keller: 2007), dalam
penelitian ini terdiri dari beberapa indikator, yaitu: Frekuensi munculnya
iklan, Keramahan dan penampilan penjual/petugas dalam memperkenalkan
produk Honda, Sikap dan pelayanan petugas dalam penjualan produk
Honda, dan Penjual yang komunikatif terhadap konsumen.
5. Merek (Ujang Sumarwan,dkk.:2009), dalam penelitian ini terdiri dari
beberapa indikator, yaitu: logo yang ditimbulkan, merek yang berkualitas,
merek yang dapat diadalkan, merek Honda memiliki citra yang baik.
6. Kebudayaan (Kotler dan Keller: 2007), dalam penelitian ini terdiri dari
beberapa variabel, yaitu: wilayah geografis, mencerminkan kesejahteraan
dalam lingkungan, dan rasa solidaritas.
7. Sosial (Kotler dan Keller: 2007), dalam penelitian ini terdiri dari beberapa
variabel, yaitu: lingkungan, pengaruh keluarga, pengaruh teman, peran,
dan nilai status sosial.
8. Psikologi (Tatik Suryani: 2008, Kotler dan Keller: 2007), dalam penelitian
ini terdiri dari beberapa indikator, yaitu: motivasi, pengetahuan tentang
produk, dan pengalaman.
9. Pribadi (Kotler dan Keller:2007), dalam penelitian ini terdiri dari beberapa
indikator, yaitu: pekerjaan, kondisi ekonomi, gaya hidup, dan usia.
P. Hipotesis
Faktor-faktor produk, harga, kebudayaan, sosial, psikologi, pribadi, merek,
distribusi, dan promosi mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda
motor merek Honda di Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
F. Ruang Lingkup Penelitian
Objek penelitian ini dilakukan kepada konsumen sepeda motor merek
Honda di wilayah Ciputat Timur. Dalam penelitian ini membahas faktorfaktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda motor merek
Honda. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner secara
langsung pada sampel yang dipilih dari suatu populasi dari objek.
Pengumpulan data dilakukan pada bulan November s/d Desember 2009.
G. Metode Penentuan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen sepeda motor merek
Honda di wilayah Kota Tangerang Selatan. Sampel dipilih dari suatu populasi
dari objek penelitian di wilayah Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan.
Metode Pengambilan sample yang digunakan non-probability sampling, yaitu
(penarikan sampel secara tidak acak) dikembangkan untuk menjawab
kesulitan yang ditimbulkan dalam menerapkan metode acak, terutama dalam
kaitannya dengan pengurangan biaya dan permasalahan yang mungkin timbul
dalam pembuatan kerangka sampel, dengan melalui cara convenien sampling
untuk mendapatkan sampel dengan mudah, dengan tujuan apakah orang lebih
menyukai satu produk. (Uma Sekaran, 2006: 136). Jadi, sampel ditentukan
berdasarkan kemudahan dan kebutuhan bagi peneliti.
H. Metode Pengumpulan data
Penelitian ini mengunakan dua sumber data, yaitu data primer dan
sekunder:
A. Data primer
Data primer yaitu data yang langsung didapat oleh peneliti melalui
kuesioner maupun wawancara langsung dilapangan, eksperimen, dan
observasi terhadap konsumen Honda yang berada di Ciputat Timur
Kota Tangerang Selatan.
B. Data sekunder
Peneliti mendapatkan dari data yang sudah diolah oleh pihak ke
tiga, dengan melalui buku, perpustakaan, pustaka, media elektronik
atau sumber dari internet.
Adapun jenis skala yang akan digunakan untuk menjawab
pernyataan dalam kuesioner adalah metode skala likert, (Sekaran,
2006: 31) dimana skala likert yang didesain untuk menelaah seberapa
kuat subjek setuju atau tidak setuju sengan pernyataan pada skala 5
titik dengan susunan sebagai berikut:
Tabel.3.1
Tingkat penilaian jawaban
No
Jenis jawaban
Bobot
1
SS = Sangat Setuju
5
2
S
= Setuju
4
3
R
= Ragu-ragu
3
4
TS = Tidak Setuju
2
5
STS = Sangat Tidak Setuju
1
I. Metode Analisis
3. Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji Validitas digunakan untuk mengukur sudah atau valid tidaknya
suatu kuesioner. Suatu kuesinoner dikatakan valid jika pertanyaan pada
kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh
kuesioner tersebut. (Gozali, 2006:45). Teknik yang digunakan adalah
korelasi product moment dari pearson yaitu :
N ∑ XY-( ∑ X)( ∑ Y)
rxy =
N ∑ X 2 − (∑ X 2) ( N ∑ Y 2 −(∑ Y 2)
Dimana :
X = Pertanyaan nomor tertentu
Y = Skor total
N = Jumlah responden
Uji hipotesis untuk validitas tiap butir pertanyaan suatu angket adalah
sebagai berikut :
Ho = Skor butir berkolerasi positif dengan skor faktornya
H1 = Skor butir tidak berkolerasi positif dengan skor faktornya
Dengan tingkat signifikan 5 % atau 0,05 dengan Rhasil ≤ Rtabel = maka
Ho tidak ditolak, sedangkan jika Rhasil ≥ Rtabel = maka Hi butir pertanyaan
valid.
Reliabilitas adalah alat ukur untuk mengukur suatu kuesioner yang
merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner
dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan
adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. (Gozali, 2006:45).
Sarwono (2006) dalam bukunya telah dijelaskan, bahwa reliabilitas
menunjuk pada adanya konsistensi dan stabilitas nilai hasil skala
pengukuran tertentu, reliabilitas berkonsentrasi pada masalah akurasi
pengukuran dan hasilnya (Jonathan Sarwono, 2006:218). Reliabilitas
dalam penelitian ini adalah uji reliabilitas Alpha, yaitu :
Rn =
∑ σb 2
k
1−
k −1
σ2
Dimana :
Rn
= Relatif instrumen
K
= Banyaknya pertanyaan
∑σb2 = Jumlah varians
σ2
= varians total
Dalam penelitian ini menggunakan model analisis faktor. Analisis
faktor digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
4. Kosep Dasar Analisis Faktor
Analisis faktor merupakan nama umum yang menunjukkan suatu kelas
prosedur, utamanya dipergunakan untuk mereduksi data atau meringkas,
dari variabel yang banyak diubah menjadi sedikit variabel. (Supranto,
2004: 114).
Dalam Sarwono (2006:202) dijelaskan bahwa, kegunaan utama analisis
faktor ialah melakukan pengurangan data atau dengan kata lain melakukan
peringkasan sejumlah variabel yang akan menjadi kecil jumlahnya.
Pengurangan dilakukan dengan melihat interdependensi beberapa variabel
yang dapat dijadikan satu yang disebut faktor. Sehingga ditemukan
variabel-variabel atau faktor-faktor yang dominan atau penting untuk
dianalisis lebih lanjut. Persamaan atau rumus analisis faktor adalah sebagai
berikut :
Xi = Ai1F1+Ai2F2+Ai3F3+Ai4F4+..........+ViUi
Dimana :
Xi = Variabel terstandar ke-i
Ai1 = Koefisien regresi dari variabel ke-1 pada common faktor-i
F = Common faktor
Ui = Variabel unik untuk variabel ke-i
Vi = Koefisien regresi terstandar dari variabel ke-1 pada common faktor
unik ke-i
M = jumlah common faktor
Secara jelas common faktor dapat diformulasikan sebagai berikut :
Fi = Wi1X1+Wi2X2+Wi3X3+.........+WikXk
Dimana :
Fi = Faktor ke-1 estimasi
Wi = Bobot faktor atau skor koefisien faktor
K = Jumlah variabel
Prinsip utama analisis faktor adalah korelasi, maka asumsi-asumsi
yang terkait dengan metode statistik korelasi :
a. Besar korelasi atau korelasi antar independen variabel harus cukup
kuat.
b. Besar korelasi parsial, korelasi antar dua variabel dengan menganggap
tetap variabel yang lain.
c. Pengujian sebuah matriks korelasi diukur dengan besaran Bartlett Test
of Sphericity atau dengan Measure Sampling Adequacy (MSA).
Setelah sampel didapat dan diuji asumsi terpenuhi, maka langkah
selanjutnya adalah melakukan proses analisis faktor. Proses tersebut
meliputi :
a.
Menguji variabel apa saja yang akan dianalisis
b. Menguji variabel-variabel yang telah ditentukan, menggunakan
Bartlett Test of Sphericity dan MSA
c.
Melakukan proses inti analisis faktor, yakni factoring, atau
menurunkan satu atau lebih faktor dari variabel-variabel yang telah
lolos pada uji variabel sebelumnya.
d. Melakukan proses factor rotation, atau rotasi terhadap faktor yang
terbentuk. Tujuan rotasi untuk memperjelas variabel yang masuk ke
dalam faktor tertentu.
e.
Interpretasi atau faktor yang telah terbentuk, yang dianggap bisa
mewakili variabel-variabel anggota faktor tersebut.
f.
Validasi atas hasil faktor untuk mengetahui apakah faktor yang
terbentuk telah valid.
Tahap pertama dalam analisis faktor adalah dengan menilai mana saja
variabel yang dianggap layak untuk dimasukkan dalam analisis
selanjutnya. Pengujian ini dilakukan dengan memasukkan semua variabel
yang ada, dan kemudian pada variabel-variabel tersebut dikenakan
sejumlah pengujian.
Logika pengujian adalah jika sebuah variabel memang mempunyai
kecenderungan mengelompok dan membentuk sebuah faktor, variabel
tersebut akan mempunyai korelasi yang cukup tinggi dengan variabel lain.
Sebaliknya, variabel dengan korelasi yang lemah dengan variabel yang
lain, akan cenderung tidak akan mengelompok dalam faktor tertentu.
Uji KMO dan Bartlett Test, memiliki beberapa hal yaitu angka KMO
haruslah berada diatas 0,5 dan signifikan harus berada di bawah 0,05.
Sedangkan pada uji MSA angkanya haruslah berada pada 0 sampai 1,
dengan kriteria :
a. MSA = 1, variabel dapat diprediksi tanpa kesalahan oleh variabel yang
lain.
b. MSA > 0,5, variabel masih bisa diprediksi dan bisa dianalisis lebih
lanjut.
c. MSA < 0,5, variabel tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dianalisis
lebih lanjut, atau dikeluarkan dari variabel lainnya.
Setelah satu atau lebih faktor terbentuk, dengan sebuah faktor berisi
sejumlah variabel, mungkin saja sebuah faktor berisi sejumlah variabel
yang sulit ditentukan akan masuk ke dalam faktor mana, maka proses
selanjutnya adalah dengan melakukan proses rotasi yang akan memperjelas
kedudukan sebuah variabel di dalam sebuah faktor. Dalam penentuan
banyaknya faktor dapat ditentukan melalui berikut ini, nilai eigenvalue,
scree plot, percentage of variance accounted for, split half reliability, dan
significance test (Supranto, 2004:128). Sedangkan dua pendekatan dalam
analisis faktor adalah principal component analysis dan common factor
analysis. Di dalam principal component analysis jumlah varians dalam
data yang terkandung dalam semua variabel asli dipertimbangkan.
Sedangkan dalam common factor analysis, faktor hanya diperkirakan
berdasarkan hanya pada common variance. Dan kebanyakan penelitian
menggunakan principal component analysis.
Alat terpenting untuk interpretasi terhadap faktor adalah rotasi faktor.
Ada beberapa metode rotasi, yaitu; rotasi Orthogonal yaitu memutar
sumbu 90 o. Proses rotasi Orthogonal dibedakan lagi menjadi Quartamax,
varimax, dan Equamax. Rotasi Oblique yaitu memutar sumbu kekanan,
tetapi tidak harus
90o. Proses rotasi Oblique dibedakan lagi menjadi
Oblimin, Promax, dan Orthoblique, tidak ada aturan khusus kapan harus
memilih rotasi Orthogonal atau Oblique. (Ghozali 2007: 268).
J. Batasan Operasional Variabel
Operasional variabel penelitian merupakan batasan pendefinisian dari
serangkaian variabel yang digunakan dalam penulisan penelitian, dengan
maksud
menghindari kemungkinan
adanya
makna
ganda,
sekaligus
mendefinisikan variabel-variabel sampai dengan kemungkinan pengukuran
dan cara pengukurannya (Abdul Hamid, 2007:32). Jadi, operasional variabel
penelitian merupakan penjabaran atau penjelasan mengenai variabel-variabel
yang ada, dan juga merupakan penjelasan-penjelasan mengenai variabelvariabel yang menjadi kajian dalam penelitian tersebut. Dalam penelitian ini
terdiri dari 37 indikator yang akan dianalisis lebih lanjut.
Tabel.3.2
Instrumen penelitian
Variabel Sub Variabel
Indikator Variabel
skala
Faktor-
Produk(Ujang
Ketahanan Mesin(Q1)
Ordinal
faktor
Sumarwan, 2009:15 dan
Kenyamanan Produk (Q2)
Penggunaan BBM yang
yang
Huesin Umar,2005:93)
irit(Q3)
mempen
Fitur-fitur yang lengkap (Q4)
Kecepatan yang tinggi (Q5)
garuhi
Penampilan Produk(Q6)
perilaku Harga (Jurnal Manajemen Persepsi harga (Q7)
konsum & Kewirausahaan Vol. 6, Harga diskon (Q8)
No. 1, Maret 2004: 34-53 Purna jual produk tinggi(Q9)
en
Ujianto Aburachman)
Harga yang bersaing (Q10)
dalam
Kebudayaan
Wilayah geografis (Q11)
Mencerminkan kesejahteraan
membeli (Kotler: 2007)
dalam lingkungan (Q12)
sepeda
Rasa Solidaritas (Q13)
motor
Sosial (Kotler: 2007)
Lingkungan (Q14)
Pengaruh Keluarga (Q15)
merek
Pengaruh teman (Q16)
Honda
Peran (Q17)
Nilai status sosial (Q18)
Psikologi( Kotler: 2007
Motivasi (Q19)
Pengetahuan tentang produk
dan Tatik Suryani:2008)
(Q20)
Pengalaman (Q21)
Pribadi (Kotler: 2007)
Perkerjaan (Q22)
Kondisi Ekonomi (Q23)
Gaya hidup (Q24)
Usia (Q25)
Merek
Logo yang ditimbulkan (Q26)
Merek yang berkualitas (Q27)
Merek yang dapat diandalkan
(Ujang Sumarwan, dkk
(Q28)
Merek
Honda memiliki citra
:2009)
yang baik (Q29)
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Distribusi(Kotler :2007,
Heri Kurniawan 2006)
Promosi(Ujang
Sumarwan:2009)
Ketersediaan barang (Q30)
Pilihan tempat (Q31)
Jarak tempat pembelian
(Q32)
Ordinal
Ordinal
Kemudahan Suku cadang
(Q33)
Frekuensi munculnya iklan
(Q34)
Keramahan dan penampilan
penjual/petugas dalam
memperkenalkan produk
Honda (Q35)
Sikap dan pelayanan petugas
dalam penjualan produk
Honda (Q36)
Penjual yang komunikatif
terhadap konsumen (Q37)
Ordinal
Ordinal
Ordinal
Ordinal
BAB IV
PENEMUAN DAN PEMBAHASAN
A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Profil Kecamatan Ciputat Timur
Dalam bab ini peneliti akan menjelaskan profil Kecamatan Ciputat
Timur. Letak wilayah Ciputat Timur sangat strategis, Kecamatan Ciputat
Timur masuk dalam wilayah Kota Tangerang Selatan, Ciputat Timur
memiliki luas wilayah 1.695,5 Ha/Km2. Kecamatan Ciputat Timur
memiliki batas-batas wilayah, yaitu meliputi, batas utara berbatasan
dengan kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Pesanggrahan (DKI
Jakarta), sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Pamulang,
sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Ciputat, dan sebelah timur
berbatasan dengan Kecamatan Cilandak (DKI Jakarta) dan Kecamatan
Limo (Depok). Adapun lahan yang digunakan di wilayah Kecamatan
Ciputat Timur, antara lain lahan sawah (10 Ha), lahan darat/kering
(510,5 Ha), lahan perkebunan (11,5 Ha), permukiman (1132,5 Ha), dan
lahan yang digunakan untuk industri (104 Ha). Jumlah penduduk di
wilayah Kecamatan Ciputat Timur terdiri dari 80.671 laki-laki dan
80.300 perempuan sehingga total jumlah penduduk 160.971 jiwa.
Agama yang dianut penduduknya antara lain Islam, Kristen, Katholik,
Hindu, Budha, Konghucu, dan aliran kepercayaan. Penduduknya pun
memiliki berbagai macam profesi dan pekerjaan, antara lain, IRT,
pelajar, POLRI, TNI, pensiunan, PNS, pedagang, petani, peternak,
karyawan (BUMN/BUMD/SWASTA), buruh, guru, dosen, dokter,
perawat, bidan, dan ada yang belum memiliki pekerjaan. Jenis
pendidikan: tidak atau belum sekolah, belum tamat SD/Sederajat, tamat
SD/Sederajat, SLTP/sederajat, SLTA/ Sederajat, Diploma III/Akademik,
Diploma III/Strata I, Strata II, dan Strata III. Kecamatan Ciputat Timur
terdiri dari beberapa kelurahan antara lain; Cempaka Putih, Rengas,
Podok Ranji, Rempoa, Cirendeu, dan Pisangan. Untuk menunjang
dibidang kesehatan, terdapat beberapa sarana prasarana dan jumlahnya,
antara lain: rumah sakit (4), puskesmas (1), puskesmas pembantu (2),
klinik umum, gigi/bersalin (23), rumah bersalin (8), dokter praktek (52),
bidan praktek (34), dan posyandu (113). Selain itu Ciputat Timur juga
memiliki berbagai penunjang bagi masyarakatnya, yaitu: sarana
peribadatan, sarana olah raga, pendidikan, perdagangan, sarana hiburan
dan penginapan, perbankan dan koperasi, jalan, dan jembatan, sehingga
dapat membantu berbagai aktivitas warganya.
2. Sekilas Tentang PT Astra Honda Motor (AHM)
Sepeda motor Honda sendiri sudah ada di Indonesia sejak tahun
1969, yang diimpor dalam kondisi CBU (Completely Build-Up). Pada
tahun 1971 berdirilah PT Federal Motor yang merupakan pabrik
perakitan sepeda motor Honda sekaligus pabrik sepeda motor pertama di
Indonesia, dan sejak tahun 2000 merger menjadi PT Astra Honda Motor
sebagai perusahaan PMA dengan komposisi kepemilikan saham 50% PT
Astra International Tbk dan 50% Honda Motor Co. Ltd. Sejak saat itu
dimulailah perkembangan industri sepeda motor di Indonesia yang
dipelopori oleh Honda. Sejak awal Honda sudah menggunakan mesin
jenis 4 tak atau 4 langkah, yang dikenal sangat handal dan efisien dalam
pengoperasiannya. Daya tahan mesin Honda benar-benar menjadi
legenda di Indonesia. Honda terus berkembang dengan menawarkan
produk-produk yang handal serta sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Pada era harga BBM yang terus meningkat, Honda ternyata menjadi
pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan sarana transportasi
yang ekonomis namun tetap handal. Di beberapa daerah Indonesia,
bahkan Honda sudah identik dengan sepeda motor. Orang menyebut
sepeda motor dengan nama Honda, apapun merek sepeda motornya.
Honda yang sudah dikenal dengan mesin yang irit BBM, tetap berupaya
meningkatkan efisiensi mesin yang diproduksi. Ini terlihat dari
penyempurnaan teknologi yang terus menerus dilakukan. Honda juga
memiliki komitmen untuk selalu menghasilkan teknologi yang ramah
lingkungan dimana sejak tahun 2002 seluruh produk sepeda motor
Honda di Indonesia sudah memenuhi standar Euro II, serta memelopori
mesin bersistem injeksi di Indonesia. Honda Supra X 125 PGM FI,
merupakan sepeda motor bersistem injeksi pertama di Indonesia, yang
diluncurkan di Indonesia. Dengan teknologi ini efisiensi mesin dapat
lebih ditingkatkan, namun emisi yang dihasilkan dapat diturunkan.
Dalam proses produksipun Honda tidak lagi menggunakan material
bahan baku yang tidak ramah lingkungan, misalnya tidak menggunakan
lagi bahan baku yang mengandung asbes (non asbestos), serta dalam
proses pengecatan saat ini sudah menggunakan sistem CED yang
berbahan dasar air yang sangat ramah lingkungan. Selama tahun 2008
saja tidak kurang dari 4 model baru yang diluncurkan AHM, yaitu CS-1,
Beat, New Tiger dan Blade. Ini semua menunjukkan inovasi serta
komitmen Honda sebagai trendsetter untuk memenuhi harapan serta
keinginan konsumen yang berbeda terhadap sebuah sepeda motor.
Bahkan untuk tipe Honda CS-1 adalah suatu model yang masuk dalam
kategori sebagai spesies baru, yaitu tipe Bebek Sport, yang merupakan
gabungan antara tipe bebek dan tipe sport. Atas inovasi model ini pula
Honda CS-1 mendapatkan penghargaan sebagai Motorcycle of The Year
untuk tahun 2008, dari tabloid sepeda motor bergengsi di Indonesia,
Motorplus. Prestasi yang juga sangat membanggakan pada tahun 2008
yang lalu adalah keberhasilan pencapaian produksi 300.000 unit
perbulan, yang berhasil diraih pada Bulan Agustus. Pada saat itu
produksi berhasil mencapai angka 300.588, yang berarti tertinggi selama
ini, untuk itu prestasi ini juga dicatat dalam rekor MURI sebagai
pencapaian produksi industri sepeda motor per-bulannya di Indonesia.
AHM nampaknya perlu berbangga hati, karena prestasi tertinggi ini
sebenarnya tidak hanya untuk tingkat nasional saja, bahkan untuk tingkat
regional ASEAN, pencapaian produksi ini merupakan prestasi tertinggi.
Nama besar yang disandang saat ini tentunya tidak dicapai dengan
mudah, namun diperlukan upaya kerja keras yang terus menerus untuk
menghasilkan produk serta layanan berkualitas. Untuk mendukung
pelayanan yang prima saat ini Honda memiliki jaringan penjualan (H1)
1600 show room, jaringan layanan bengkel (H2) lebih dari 3800 bengkel
atau yang lebih dikenal dengan AHASS (Astra Honda Authorized
Service Station) serta 6600 outlet penjualan suku cadang (H3). Jumlah
jaringan ini merupakan jumlah jaringan pelayanan produk otomotif di
Indonesia, jika dirata-ratakan saat ini minimal terdapat 1 bengkel
AHASS di setiap kecamatan di seluruh Indonesia. Di tengah kondisi
perekonomian yang penuh ketidak pastian pada tahun 2009 ini, Honda
akan terus berkarya di bumi Indonesia untuk selalu mempersembahkan
produk-produknya yang inovatif, berkualitas serta sesuai keinginan
masyarakat. (Sumber: http://triomotor.co.id/ 2008 IT-Division Trio Motor
diakses selasa, 01/20/2009).
Berdasarkan data resmi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia
(AISI), PT Astra Honda Motor (AHM) berhasil melanjutkan
kepemimpinannya di pasar kendaraan roda dua 2009 dengan angka
penjualan 2.701.278 atau 46,2% terhadap total pasar motor nasional
yang mencapai 5.852.040 unit. http://www.astra-honda.com/index.php
diakses 10 Februari 2010.
PT Astra Honda Motor merupakan sinergi keunggulan teknologi dan
jaringan pemasaran di Indonesia, sebuah pengembangan kerja sama
antara Honda Motor Company Limited, Jepang, dan PT Astra
International Tbk, Indonesia.
Keunggulan teknologi Honda Motor diakui di seluruh dunia dan
telah dibuktikan dalam berbagai kesempatan, baik di jalan raya maupun
di lintasan balap. Honda pun mengembangkan teknologi yang mampu
menjawab kebutuhan pelanggan yaitu mesin "bandel" dan irit bahan
bakar, sehingga menjadikannya sebagai pelopor kendaraan roda dua
yang ekonomis. Tidak heran, jika harga jual kembali sepeda motor
Honda tetap tinggi.
Astra International memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang
kebutuhan para pemakai sepeda motor di Indonesia, berkat jaringan
pemasaran dan pengalamannya
yang luas. Astra juga mampu
memfasilitasi pembelian dan memberikan pelayanan purna jual
sedemikian rupa sehingga brand Honda semakin unggul.
Jenis Produk Motor Honda :
Sepeda Motor : Honda Fit S, Honda Revo, Honda Blade, Honda
Supra X 125, Honda Supra X 125 DD, Honda Supra X 125
PGM-FI, Honda City Sport 1, Honda Tiger, dan Honda Mega Pro
Sekuter : Honda beat dan Honda vario
Referensi Standar
:
JIS (Japan Industrial Standard)
SII (Standar Industri Indonesia)
SNI (Standar Nasional Indonesia)
HES (Honda Engineering Standard)
ISO 9001
ISO 14001
ISO 17025
OHSAS 18001
PT Astra Honda Motor, perusahaan yang menjalankan fungsi
produksi, penjualan dan pelayanan purna jual yang lengkap untuk
kepuasan pelanggan dan memiliki:
Visi
Kami senantiasa berusaha untuk mencapai yang terbaik dalam industri
sepeda motor di Indonesia, untuk memberi manfaat bagi masyarakat
luas, dalam menyediakan alat transportasi yang berkualitas tinggi, sesuai
kebutuhan konsumen, dengan harga yang terjangkau, serta didukung
oleh fasilitas manufaktur terpadu, teknologi mutakhir, jaringan
pemeliharaan, suku cadang dan manajemen kelas dunia.
Misi
Kami bertekad untuk menyediakan sepeda motor yang berkualitas tinggi
dan handal sebagai sarana transportasi bagi masyarakat yang sesuai
kebutuhan konsumen, pada tingkat harga yang terjangkau.
B. Pembahasan Hasil Kuesioner
Dalam pembahasan ini peneliti akan menjelaskan hasil kuesioner yang
telah dianalisis. Kuesioner yang dianalisis adalah sebanyak 131 responden.
Kuesioner disebar di lingkungan wilayah Ciputat Timur Kota Tangerang
Selatan dan diberikan kepada konsumen sepeda motor merek Honda.
Adapun gambaran responden yang menjawab kuesioner dalam penelitian
ini akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Jenis kelamin
Berikut ini adalah distribusi frekuensi responden berdasar jenis
kelamin, yaitu sebagai berikut:
Tabel.4.1
Proporsi responden berdasar jenis kelamin
Keterangan
Pria
Wanita
Total
Frekuensi
115
16
131
Presentase
87,79%
12,21%
100%
Sumber: Data primer yang telah diolah
Berdasarkan tabel.4.1 di atas, proporsi responden berdasarkan jenis
kelamin terbesar adalah pria yaitu sebanyak 115 orang, sedangkan
responden wanita sebanyak 16 orang. Dengan data di atas maka dapat
diindikasikan
bahwa
kecenderungan
pria
lebih banyak
yang
menggunakan sepeda motor Honda dari pada wanita.
2. Tingkat usia responden
Berikut ini adalah distribusi frekuensi responden berdasar tingkat
usia:
Tabel.4.2
Proporsi responden berdasar tingkat usia
Keterangan
< 25 Tahun
25-35 Tahun
> 35 Tahun
Total
Frekuensi
43
51
37
131
Presentase
32.82%
38,93%
28,24%
100%
Sumber: Data primer yang telah diolah
Berdasarkan table.4.2 di atas, proporsi responden berdasarkan tingkat
usia adalah usia di bawah 25 tahun sebanyak 43 orang, sedangkan usia
25-35 tahun berjumlah 51 orang, dan usia diatas 35 tahun yang
berjumlah 37 orang. Dari data diatas dapat diindikasikan bahwa
kebanyakan konsumen yang membeli atau memakai sepeda motor
Honda adalah usia 25-35 tahun, kemudian usia dibawah 25 tahun, dan
terakhir adalah usia di atas 35 tahun, namun selisih jumlah berdasarkan
umur tidak terlalu jauh. Sehingga sepeda motor Honda memang dapat
diterima disegala usia dan ini menjadi peluang Honda atau PT Astra
Honda Motor dalam membidik pangsa pasarnya.
3. Jenis pekerjaan responden
Berikut ini adalah distribusi frekuensi responden berdasar jenis
pekerjaan.
Tabel.4.3
Proporsi responden berdasar jenis pekerjaan
Keterangan
Pelajar/Mahasiswa
Wiraswasta
PNS
Swasta
Yang lainnya (TNI, IRT, Pesiunan)
Total
Sumber: Data primer yang telah diolah
Frekuensi
26
27
8
60
10
131
Presentase
19.85%
20.61%
6.12%
45.80%
7.63%
100%
Berdasarkan tabel.4.3 di atas, proporsi responden berdasarkan jenis
pekerjaan, pelajar/mahasiswa sebanyak 26 orang, Wiraswasta sebanyak
27 orang, PNS sebanyak 8 orang dan Swasta 60 orang dan yang lainnya
(TNI, IRT, dan Pensiunan) sebanyak 10 orang. Dari data diatas
mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen yang membeli dan
memakai
Honda
adalah
pekerja
swasta,
wiraswasta
dan
pelajar/mahasiswa.
4. Dari Segi Kepemilikan
Berikut ini adalah distribusi frekuensi responden berdasar
kepemilikan, yaitu sebagai berikut:
Table.4.4
Proporsi responden berdasar kepemilikan
Keterangan
Ya (memiliki)
Tidak (Tidak memiliki)
Total
Frekuensi
131
0
131
Presentase
100%
0
100%
Sumber: Data primer yang telah diolah
Berdasarkan tabel.4.4 di atas, proporsi responden berdasarkan
kepemilikan, jumlah total responden adalah 131 orang dan semua
memiliki sepeda motor Honda. Dari data diatas maka dapat di jelaskan
bahwa konsumen yang di jadikan objek penelitian adalah konsumen yang
memiliki sepeda motor merek Honda.
5. Dari Segi Penggunaan/pemakaian Motor Honda
Berikut ini adalah distribusi frekuensi responden berdasar
pengunaan/pemakaian sepeda motor Honda, yaitu sebagai berikut:
Tabel.4.5
Proporsi responden berdasar penggunaan/pemakaian
Keterangan
Sangat Sering
Sering
Tidak sering/jarang
Sangat tidak sering
Total
Frekuensi
70
55
6
0
131
Presentase
53.44%
41.98%
4.58%
0
100
Sumber: Data primer yang telah diolah
Berdasarkan tabel.4.5 di atas, maka dapat di jelaskan bahwa dari
131 responden penggunaan/pemakaian sepeda motor motor Honda
dapat
dipetakan,
dimana
proporsi
responden
berdasar
penggunaan/pemakaian sepeda motor merek Honda adalah sebagai
berikut, responden yang menjawab sangat sering 70 orang, responden
yang menjawab sering 55 orang, responden yang menjawab tidak
sering/jarang adalah 6 orang dan sedangkan responden yang menjawab
tidak sering tidak ada.
6. Dari segi pengeluaran konsumen untuk biaya sehari-hari dalam 1
bulan.
Berikut ini adalah distribusi frekuensi responden berdasar
pengeluaran konsumen sehari-hari dalam 1 bulan, yaitu sebagai
berikut;
Tabel.4.6
Proporsi responden berdasar pengeluaran konsumen untuk biaya
sehari-hari dalam 1 bulan
Keterangan
< Rp500.000,Rp 500.000,- s/d Rp 1.000.000,> Rp 1.000.000
Total
Sumber: Data Primer yang telah diolah
Frekuensi
26
53
52
131
Presentase
19.85%
40.46%
39.69%
100
Berdasarkan tabel.4.6 di atas, maka dapat di jelaskan bahwa dari 131
responden pemakai motor Honda dapat dipetakan, dimana proporsi
responden berdasar pengeluaran konsumen untuk biaya sehari-hari adalah
sebagai berikut, responden yang mempunyai pengeluaran < Rp500.000,sebanyak 26 orang, responden yang mempunyai pengeluaran Rp 500.000,s/d Rp 1.000.000,- sebanyak 53 orang, responden yang mempunyai
pengeluaran > 1.000.000,- sebanyak 52 orang.
Distribusi jawaban responden berdasarkan ketahanan mesin, adalah
sebagai berikut:
Tabel.4.7
Ketahanan mesin (Q1)
Frequency
Valid Sangat Tidak Setuju
0
Tidak Setuju
6
Ragu-ragu
13
Setuju
95
Sangat setuju
17
Total
131
Percent
0
4,6
9,9
72,5
13,0
100,0
Valid
Percent
0
4,6
9,9
72,5
13,0
100,0
Cumulative
Percent
0
4,6
14,5
87,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.7 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda motor
merek Honda berdasarkan ketahananan mesin, diketahui bahwa 0% atau 0
orang menyatakan sangat tidak setuju, 4,6% atau 6 orang menyatakan tidak
setuju, 9,9% atau 13 orang menyatakan ragu-ragu, 72,5% atau 95 orang
menyatakan setuju, dan 13,0% atau 17 orang menyatakan sangat setuju.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa ketahanan mesin mempengaruhi keputusan
pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan kenyamanan produk, adalah
sebagai berikut:
Tabel.4.8
Kenyamanan produk (Q2)
Valid Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Frequency Percent
0
0
2
1,5
2
1,5
94
71,8
33
25,2
131
100,0
Valid Cumulative
Percent Percent
0
0
1,5
1,5
1,5
3,1
71,8
74,8
25,2
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.8 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan kenyamanan produk, diketahui
bahwa diketahui bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju,
,5% atau 2orang menyatakan tidak setuju, 1,5% atau 2 orang menyatakan
ragu-ragu, 71,8% atau 94 orang menyatakan setuju, dan 25,2% atau 33
orang menyatakan sangat setuju.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa
kenyamanan produk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan penggunaan BBM yang irit,
adalah sebagai berikut:
Tabel.4.9
Penggunaan BBM yang irit (Q3)
Valid Sangat tidak Setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Frequency
0
2
7
62
60
131
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Percent
0
1,5
5,3
47,3
45,8
100,0
Valid Cumulative
Percent Percent
0
0
1,5
1,5
5,3
6,9
47,3
54,2
45,8
100,0
100,0
Tabel.4.9 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan penggunaan BBM yang irit,
diketahui bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 5% atau
2 orang menyatakan tidak setuju, 5,3% atau 7 orang menyatakan raguragu, 47,3% atau 62 orang menyatakan setuju, dan 45,8% atau 60 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan
BBM yang irit mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan fitur-fitur yang lengkap,
adalah sebagai berikut:
Tabel.4.10
Fitur-fitur yang lengkap (Q4)
Frequency Percent
Valid Sangat Tidak Setuju
0
0
Tidak Setuju
4
3,1
Ragu-ragu
8
6,1
Setuju
93
71,0
Sangat setuju
26
19,8
Total
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
3,1
3,1
6,1
9,2
71,0
80,2
19,8
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.10 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan fitur-fitur yang lengkap, diketahui
bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 3,1% atau 4 orang
menyatakan tidak setuju, 6,1% atau 8 orang menyatakan ragu-ragu, 71,0%
atau 93 orang menyatakan setuju, dan 19,8% atau 26 orang menyatakan
sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa fitur-fitur yang lengkap
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan kecepatan yang tinggi, adalah
sebagai berikut:
Tabel.4.11
Kecepatan yang tinggi (Q5)
Valid
Sangat tidak setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Frequency Percent
1
,8
13
9,9
32
24,4
67
51,1
18
13,7
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
,8
,8
9,9
10,7
24,4
35,1
51,1
86,3
13,7
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.11 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda motor
merek Honda berdasarkan kecepatan yang tinggi, diketahui bahwa 0,8%
atau 1 orang menyatakan sangat tidak setuju, 9,9% atau 13 orang
menyatakan tidak setuju, 24,4% atau 32 orang menyatakan ragu-ragu, 51,1%
atau 67 orang menyatakan setuju, dan 13,7% atau 18 orang menyatakan
sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kecepatan yang tinggi
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan penampilan produk, adalah
sebagai berikut:
Tabel.4.12
Penampilan produk (Q6)
Frequency Percent
Valid Sangat Tidak Setuju
0
0
Tidak Setuju
9
6,9
Ragu-ragu
21
16,0
Setuju
82
62,6
Sangat setuju
19
14,5
Total
131
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
6,9
6,9
16,0
22,9
62,6
85,5
14,5
100,0
100,0
Tabel.4.12 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda motor
merek Honda berdasarkan penampilan produk, diketahui bahwa 0% atau 0
orang menyatakan sangat tidak setuju, 6,9% atau 9 orang menyatakan tidak
setuju, 16,0% atau 21 orang menyatakan ragu-ragu, 62,6% atau 82 orang
menyatakan setuju, dan 14,5% atau 19 orang menyatakan sangat setuju.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa penampilan produk mempengaruhi
keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasar persepsi harga, adalah sebagai
berikut:
Tabel.4.13
Persepsi harga (Q7)
Valid Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Frequency
0
9
13
80
29
131
Percent
0
6,9
9,9
61,1
22,1
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
6,9
6,9
9,9
16,8
61,1
77,9
22,1
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.13 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda motor
merek Honda berdasarkan persepsi harga, diketahui bahwa 0% atau 0 orang
menyatakan sangat tidak setuju, 6,9% atau 9 orang menyatakan tidak setuju,
9,9% atau 13 orang menyatakan ragu-ragu, 61,1% atau 80 orang
menyatakan setuju, dan 22,1% atau 29 orang menyatakan sangat setuju.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa yang mempengaruhi keputusan pembelian
konsumen karena persepsi harga yang dimiliki oleh konsumen tersebut.
Distribusi jawaban responden berdasar harga diskon, adalah sebagai
berikut:
Tabel.4.14
Harga diskon (Q8)
Valid
Sangat tidak setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Frequency
1
26
40
55
9
131
Percent
,8
19,8
30,5
42,0
6,9
100,0
Valid
Percent
,8
19,8
30,5
42,0
6,9
100,0
Cumulative
Percent
,8
20,6
51,1
93,1
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.14 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan harga diskon, diketahui bahwa
0,8% atau 1 orang menyatakan sangat tidak setuju, 19,8% atau 26 orang
menyatakan tidak setuju, 30,5% atau 40 orang menyatakan ragu-ragu,
42,0% atau 55 orang menyatakan setuju, dan 6,9% atau 9 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa harga diskon
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Berikut ini tabel distribusi jawaban responden berdasar purna jual
produk tinggi.
Tabel.4.15
Purna jual produk tinggi (Q9)
Frequency
Valid Sangat Tidak Setuju
0
Tidak Setuju
9
Ragu-ragu
20
Setuju
82
Sangat setuju
20
Total
131
Percent
0
6,9
15,3
62,6
15,3
100,0
Valid Cumulative
Percent Percent
0
0
6,9
6,9
15,3
22,1
62,6
84,7
15,3
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.15 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan purna jual produk tinggi,
diketahui bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 6,9%
atau 9 orang menyatakan tidak setuju, 9,9% atau 13 orang menyatakan
ragu-ragu, 61,1% atau 80 orang menyatakan setuju, dan 22,1% atau 29
orang menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa purna
jual produk tinggi mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Berikut ini adalah distribusi jawaban responden berdasar harga yang
bersaing.
Tabel.4.16
Harga yang bersaing (Q10)
Frequency Percent
Valid Sangat Tidak Setuju
0
0
Tidak Setuju
2
1,5
Ragu-ragu
6
4,6
Setuju
104
79,4
Sangat setuju
19
14,5
Total
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
1,5
1,5
4,6
6,1
79,4
85,5
14,5
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.16 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan harga yang bersaing, diketahui
bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 1,5% atau 2 orang
menyatakan tidak setuju, 4,6% atau 6 orang menyatakan ragu-ragu, 79,4%
atau 104 orang menyatakan setuju, dan 14,5% atau 19 orang menyatakan
sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa harga yang bersaing
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Berikut ini adalah distribusi jawaban responden berdasar wilayah
geografis
Tabel.4.17
Wilayah geografis (Q11)
Valid
Sangat tidak setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Valid
Frequency Percent Percent
1
,8
,8
22
16,8
16,8
16
12,2
12,2
77
58,8
58,8
15
11,5
11,5
131
100,0
100,0
Cumulative
Percent
,8
17,6
29,8
88,5
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.17 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan wilayah geografis, diketahui
bahwa 0,8% atau 1 orang menyatakan sangat tidak setuju, 16,8% atau 22
orang menyatakan tidak setuju, 12,2% atau 16 orang menyatakan raguragu, 58,8% atau 77 orang menyatakan setuju, dan 11,5% atau 15 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa wilayah
geografis mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasar mencerminkan kesejahteraan
dalam lingkungan, adalah sebagai berikut
Tabel.4.18
Mencerminkan kesejahteraan dalam lingkungan (Q12)
Valid
Sangat tidak setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Frequency
3
23
38
Percent
2,3
17,6
29,0
Valid
Percent
2,3
17,6
29,0
Cumulative
Percent
2,3
19,8
48,9
Setuju
Sangat setuju
Total
59
8
131
45,0
6,1
100,0
45,0
6,1
100,0
93,9
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.18 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda motor
merek Honda berdasarkan mencerminkan kesejahteraan dalam lingkungan,
diketahui bahwa 2,3% atau 3 orang menyatakan sangat tidak setuju, 17,6%
atau 23 orang menyatakan tidak setuju, 29,0% atau 38 orang menyatakan
ragu-ragu, 45,0% atau 59 orang menyatakan setuju, dan 6,1% atau 8 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa, karena sepeda
motor merek Honda dapat mencerminkan kesejahteraan dalam lingkungan,
maka hal ini dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli
Berikut ini adalah distribusi jawaban responden berdasarkan rasa
solidaritas.
Tabel.4.19
Rasa solidaritas (Q13)
Valid
Sangat tidak setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Frequency
2
23
27
64
15
131
Percent
1,5
17,6
20,6
48,9
11,5
100,0
Valid
Percent
1,5
17,6
20,6
48,9
11,5
100,0
Cumulative
Percent
1,5
19,1
39,7
88,5
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.19 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda motor
merek Honda berdasarkan rasa solidaritas, diketahui bahwa 1,5% atau 2
orang menyatakan sangat tidak setuju, 17,6% atau 23 orang menyatakan
tidak setuju, 20,6% atau 27 orang menyatakan ragu-ragu, 48,9% atau 64
orang menyatakan setuju, dan 11,5% atau 15 orang menyatakan sangat
setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa rasa solidaritas mempengaruhi
keputusan pembelian konsumen.
Berikut ini adalah distribusi jawaban responden berdasarkan lingkungan.
Tabel.4.20
Lingkungan (Q14)
Frequency Percent
Valid Sangat Tidak Setuju
0
0
Tidak Setuju
17
13,0
Ragu-ragu
21
16,0
Setuju
78
59,5
Sangat setuju
15
11,5
Total
131
100,0
Valid
Percent
0
13,0
16,0
59,5
11,5
100,0
Cumulative
Percent
0
13,0
29,0
88,5
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.20 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan lingkungan, diketahui bahwa 0%
atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 13,0% atau 17 orang
menyatakan tidak setuju, 16,0% atau 21 orang menyatakan ragu-ragu,
59,5% atau 78 orang menyatakan setuju, dan 11,5% atau 15 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa lingkungan
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Berikut ini adalah distribusi jawaban responden berdasarkan pengaruh
keluarga.
Tabel.4.21
Pengaruh keluarga (Q15)
Valid Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Frequency
0
19
15
85
12
Percent
0
14,5
11,5
64,9
9,2
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
14,5
14,5
11,5
26,0
64,9
90,8
9,2
100,0
Total
131
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.21 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan pangaruh keluarga, diketahui
bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 14,5% atau 19
orang menyatakan tidak setuju, 11,5% atau 15 orang menyatakan raguragu, 64,9% atau 85 orang menyatakan setuju, dan 9,2% atau 12 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan
pembelian konsumen dapat dipengaruhi oleh pengaruh keluarga.
Berikut ini adalah distribusi jawaban responden berdasarkan pengaruh
teman.
Tabel.4.22
Pengaruh teman (Q16)
Valid Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Frequency Percent
0
0
9
6,9
16
12,2
91
69,5
15
11,5
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
6,9
6,9
12,2
19,1
69,5
88,5
11,5
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.22 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan pengaruh teman, diketahui bahwa
0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 6,9% atau 9 orang
menyatakan tidak setuju, 12,2% atau 16 orang menyatakan ragu-ragu,
69,5% atau 91 orang menyatakan setuju, dan 11,5% atau 15 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan
pembelian konsumen dapat dipengaruhi oleh pengaruh teman.
Distribusi jawaban responden berdasarkan peran adalah sebagai berikut:
Tabel.4.23
Peran (Q17)
Frequency
Valid Sangat Tidak Setuju
0
Tidak Setuju
8
Ragu-ragu
16
Setuju
83
Sangat setuju
24
Total
131
Percent
0
6,1
12,2
63,4
18,3
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
6,1
6,1
12,2
18,3
63,4
81,7
18,3
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.23 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan peran, diketahui bahwa 0% atau 0
orang menyatakan sangat tidak setuju, 6,1% atau 8 orang menyatakan
tidak setuju, 12,2% atau 16 orang menyatakan ragu-ragu, 63,4% atau 83
orang menyatakan setuju, dan 18,3% atau 24 orang menyatakan sangat
setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa peran mempengaruhi keputusan
pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan nilai status sosial adalah
sebagai berikut:
Table.4.24
Nilai status sosial (Q18)
Valid
Sangat tidak setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Frequency Percent
5
3,8
22
16,8
28
21,4
69
52,7
7
5,3
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
3,8
3,8
16,8
20,6
21,4
42,0
52,7
94,7
5,3
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.24 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan nilai status sosial, diketahui
bahwa 3,8% atau 5 orang menyatakan sangat tidak setuju, 16,8% atau 22
orang menyatakan tidak setuju, 21,4% atau 28 orang menyatakan raguragu, 52,7% atau 69 orang menyatakan setuju, dan 5,3% atau 7 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai status
sosial mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan motivasi adalah sebagai
berikut:
Tabel.4.25
Motivasi (Q19)
Frequency
Valid Sangat Tidak Setuju
0
Tidak Setuju
13
Ragu-ragu
24
Setuju
76
Sangat setuju
18
Total
131
Percent
0
9,9
18,3
58,0
13,7
100,0
Valid
Percent
0
9,9
18,3
58,0
13,7
100,0
Cumulative
Percent
0
9,9
28,2
86,3
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.25 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan motivasi, diketahui bahwa 0%
atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 9,9% atau 13 orang
menyatakan tidak setuju, 18,3% atau 24 orang menyatakan ragu-ragu,
58,0% atau 76 orang menyatakan setuju, dan 13,7% atau 18 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Berikut ini adalah distribusi jawaban responden berdasarkan
pengetahuan tentang produk.
Tabel.4.26
Pengetahuan tentang produk (Q20)
Valid
Frequency Percent
Sangat Tidak Setuju
0
0
Tidak Setuju
3
2,3
Ragu-ragu
6
4,6
Setuju
77
58,8
Sangat setuju
45
34,4
Total
131
100,0
Valid
Percent
0
2,3
4,6
58,8
34,4
100,0
Cumulative
Percent
0
2,3
6,9
65,6
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.26 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan pengetahuan tentang produk,
diketahui bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 2,3%
atau 3 orang menyatakan tidak setuju, 4,6% atau 6 orang menyatakan
ragu-ragu, 58,8% atau 77 orang menyatakan setuju, dan 34,4% atau 45
orang menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa
pengetahuan tentang produk mempengaruhi keputusan pembelian
konsumen.
Berikut ini adalah distribusi jawaban responden berdasarkan
pengalaman.
Tabel.4.27
Pengalaman (Q21)
Frequency Percent
Valid Sangat Tidak Setuju
0
0
Tidak Setuju
2
1,5
Ragu-ragu
7
5,3
Valid
Percent
0
1,5
5,3
Cumulative
Percent
0
1,5
6,9
Setuju
Sangat setuju
Total
99
23
131
75,6
17,6
100,0
75,6
17,6
100,0
82,4
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.27 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan pengalaman, diketahui bahwa 0%
atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 1,5% atau 2 orang
menyatakan tidak setuju, 5,3% atau 2 orang menyatakan ragu-ragu, 75,6%
atau 99 orang menyatakan setuju, dan 17,6% atau 23 orang menyatakan
sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pengalaman mempengaruhi
keputusan pembelian konsumen.
Berikut ini adalah distribusi jawaban responden berdasarkan pekerjaan.
Tabel.4.28
Perkerjaan (Q22)
Valid Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Frequency Percent
0
0
2
1,5
10
7,6
88
67,2
31
23,7
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
1,5
1,5
7,6
9,2
67,2
76,3
23,7
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.28 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan pekerjaan, diketahui bahwa 0%
atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 1,5% atau 2 orang
menyatakan tidak setuju, 7,6% atau 10 orang menyatakan ragu-ragu,
67,2% atau 88 orang menyatakan setuju, dan 23,7% atau 31 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pekerjaan
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan kondisi ekonomi adalah
sebagai berikut:
Tabel.4.29
Kondisi ekonomi (Q23)
Valid Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Frequency Percent
0
0
13
9,9
14
10,7
82
62,6
22
16,8
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
9,9
9,9
10,7
20,6
62,6
83,2
16,8
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.29 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan kondisi ekonomi, diketahui
bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 9,9% atau 13
orang menyatakan tidak setuju, 10,7% atau 14 orang menyatakan raguragu, 62,6% atau 82 orang menyatakan setuju, dan 16,8% atau 22 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kondisi
ekonomi mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Berikut ini adalah distribusi jawaban responden berdasarkan gaya
hidup.
Tabel.4.30
Gaya hidup (Q24)
Valid
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Sangat tidak setuju
2
1,5
1,5
1,5
Tidak Setuju
30
22,9
22,9
24,4
Ragu-ragu
25
19,1
19,1
43,5
Setuju
Sangat setuju
Total
63
11
131
48,1
8,4
100,0
48,1
8,4
100,0
91,6
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.30 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda motor
merek Honda berdasarkan gaya hidup, diketahui bahwa 1,5% atau 2 orang
menyatakan sangat tidak setuju, 22,9% atau 30 orang menyatakan tidak
setuju, 19,1% atau 25 orang menyatakan ragu-ragu, 48,1% atau 63 orang
menyatakan setuju, dan 8,4% atau 11 orang menyatakan sangat setuju.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya hidup mempengaruhi keputusan
pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan usia, adalah sebagai berikut:
Tabel.4.31
Usia (Q25)
Frequency Percent
Valid Sangat Tidak Setuju
0
0
Tidak Setuju
6
4,6
Ragu-ragu
11
8,4
Setuju
90
68,7
Sangat setuju
24
18,3
Total
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
4,6
4,6
8,4
13,0
68,7
81,7
18,3
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.31 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda motor
merek Honda berdasarkan usia, diketahui bahwa 0% atau 0 orang
menyatakan sangat tidak setuju,4,6% atau 6 orang menyatakan tidak setuju,
8,4% atau 11 orang menyatakan ragu-ragu, 68,7% atau 90 orang
menyatakan setuju, dan 18,3% atau 24 orang menyatakan sangat setuju.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa usia mempengaruhi keputusan pembelian
konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan logo yang ditimbulkan.
Tabel.4.32
Logo yang ditimbulkan (Q26)
Valid Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Frequency Percent
0
0
7
5,3
11
8,4
88
67,2
25
19,1
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
5,3
5,3
8,4
13,7
67,2
80,9
19,1
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.32 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan logo yang ditimbulkan, diketahui
bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 5,3% atau 7 orang
menyatakan tidak setuju, 8,4% atau 11 orang menyatakan ragu-ragu,
67,2% atau 88 orang menyatakan setuju, dan 19,1% atau 25 orang
menyatakan sangat setuju.Dapat ditarik kesimpulan bahwa logo yang
ditimbulkan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan merek yang berkualitas.
Tabel.4.33
Merek yang berkualitas (Q27)
Frequency Percent
Valid Sangat Tidak Setuju
0
0
Tidak Setuju
4
3,1
Ragu-ragu
25
19,1
Setuju
80
61,1
Sangat setuju
22
16,8
Total
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
3,1
3,1
19,1
22,1
61,1
83,2
16,8
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.33 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan merek yang berkualitas, diketahui
bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 3,1% atau 4 orang
menyatakan tidak setuju, 19,1% atau 25 orang menyatakan ragu-ragu,
61,1% atau 80 orang menyatakan setuju, dan 16,8% atau 22 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa merek yang
berkualitas mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan merek yang dapat
diandalkan, adalah sebagai berikut:
Tabel.4.34
Merek yang dapat diandalkan (Q28)
Valid Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Frequency Percent
0
0
2
1,5
15
11,5
90
68,7
24
18,3
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
1,5
1,5
11,5
13,0
68,7
81,7
18,3
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.34 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan merek yang dapat diandalkan,
diketahui bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 1,5%
atau 2 orang menyatakan tidak setuju, 11,5% atau 15 orang menyatakan
ragu-ragu, 68,7% atau 90 orang menyatakan setuju, dan 18,3% atau 24
orang menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa merek
yang dapat diandalkan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan merek Honda memiliki citra
yang baik, adalah sebagai berikut:
Tabel.4.35
Merek Honda memiliki citra yang baik (Q29)
Valid Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
Frequency
0
2
10
93
26
131
Percent
0
1,5
7,6
71,0
19,8
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
1,5
1,5
7,6
9,2
71,0
80,2
19,8
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.35 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan merek Honda memiliki citra yang
baik, diketahui bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju,
1,5% atau 2 orang menyatakan tidak setuju, 7,6% atau 10 orang
menyatakan ragu-ragu, 71,0% atau 93 orang menyatakan setuju, dan
19,8% atau 26 orang menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan
bahwa merek Honda memiliki citra yang baik mempengaruhi keputusan
pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan ketersediaan barang, adalah
sebagai berikut:
Tabel.4.36
Ketersediaan barang (Q30)
Frequency Percent
Valid Cumulative
Percent Percent
Valid Sangat Tidak Setuju
Tidak Setuju
Ragu-ragu
Setuju
Sangat setuju
Total
0
1
2
92
36
131
0
,8
1,5
70,2
27,5
100,0
0
,8
1,5
70,2
27,5
100,0
0
,8
2,3
72,5
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.36 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan ketersediaan barang, diketahui
bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 0,8% atau 1 orang
menyatakan tidak setuju, 1,5% atau 2 orang menyatakan ragu-ragu, 70,2%
atau 92 orang menyatakan setuju, dan 27,5% atau 36 orang menyatakan
sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ketersediaan barang
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan pilihan tempat, adalah
sebagai berikut:
Tabel.4.37
Pilihan tempat (Q31)
Frequency
Valid Sangat Tidak Setuju
0
Tidak Setuju
5
Ragu-ragu
3
Setuju
86
Sangat setuju
37
Total
131
Percent
0
3,8
2,3
65,6
28,2
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
3,8
3,8
2,3
6,1
65,6
71,8
28,2
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.37 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan pilihan tempat, diketahui bahwa
0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 3,8% atau 5 orang
menyatakan tidak setuju, 2,3% atau 3 orang menyatakan ragu-ragu, 65,6%
atau 86 orang menyatakan setuju, dan 28,2% atau 37 orang menyatakan
sangat
setuju.
Dapat
ditarik
kesimpulan
bahwa
pilihan
tempat
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan jarak tempat pembelian,
adalah sebagai berikut:
Tabel.4.38
Jarak tempat pembelian (Q32)
Frequency
Valid Sangat Tidak Setuju
0
Tidak Setuju
0
Ragu-ragu
11
Setuju
97
Sangat setuju
23
Total
131
Percent
0
0
8,4
74,0
17,6
100,0
Valid
Percent
0
0
8,4
74,0
17,6
100,0
Cumulative
Percent
0
0
8,4
82,4
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.38 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan jarak tempat pembelian, diketahui
bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 0% atau 0 orang
menyatakan tidak setuju, 8,4% atau 11 orang menyatakan ragu-ragu,
74,0% atau 97 orang menyatakan setuju, dan 17,6% atau 23 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa jarak tempat
pembelian mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan kemudahan suku cadang,
adalah sebagai berikut:
Tabel.4.39
Kemudahan suku cadang (Q33)
Frequency Percent
Valid Sangat Tidak Setuju
0
0
Tidak Setuju
7
5,3
Ragu-ragu
17
13,0
Setuju
78
59,5
Sangat setuju
29
22,1
Total
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
5,3
5,3
13,0
18,3
59,5
77,9
22,1
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.39 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan kemudahan suku cadang,
diketahui bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 5,3%
atau 7 orang menyatakan tidak setuju, 13,0% atau 17 orang menyatakan
ragu-ragu, 59,5% atau 78 orang menyatakan setuju, dan 22,1% atau 29
orang menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa
kemudahan suku cadang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan frekuensi munculnya iklan,
adalah sebagai berikut:
Tabel.4.40
Frekuensi munculnya iklan (Q34)
Frequency Percent
Valid Sangat Tidak Setuju
0
0
Tidak Setuju
9
6,9
Ragu-ragu
22
16,8
Setuju
84
64,1
Sangat setuju
16
12,2
Total
131
100,0
Valid
Percent
0
6,9
16,8
64,1
12,2
100,0
Cumulative
Percent
0
6,9
23,7
87,8
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.40 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan frekuensi munculnya iklan,
diketahui bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 6,9%
atau 9 orang menyatakan tidak setuju, 16,8% atau 22 orang menyatakan
ragu-ragu, 64,1% atau 84 orang menyatakan setuju, dan 12,2% atau 16
orang menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa
frekuensi
munculnya
iklan
mempengaruhi
keputusan
pembelian
konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan keramahan dan penampilan
penjual/petugas dalam memperkenalkan produk Honda, adalah sebagai
berikut:
Tabel.4.41
Keramahan dan penampilan penjual/petugas dalam memperkenalkan
produk Honda (Q35)
Frequency Percent
Valid Sangat Tidak Setuju
0
0
Tidak Setuju
5
3,8
Ragu-ragu
41
31,3
Setuju
67
51,1
Sangat setuju
18
13,7
Total
131
100,0
Valid
Percent
0
3,8
31,3
51,1
13,7
100,0
Cumulative
Percent
0
3,8
35,1
86,3
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.41 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan keramahan dan penampilan
penjual/petugas dalam
memperkenalkan produk Honda,
diketahui
bahwa0% atau 0 orang menyatakan sangat tidak setuju, 3,8% atau 5 orang
menyatakan tidak setuju, 31,3% atau 41 orang menyatakan ragu-ragu,
51,1% atau 67 orang menyatakan setuju, dan 13,7% atau 18 orang
menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan bahwa keramahan dan
penampilan penjual/petugas dalam memperkenalkan produk Honda
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan sikap dan pelayanan
petugas dalam penjualan produk Honda, adalah sebagai berikut:
Tabel.4.42
Sikap dan pelayanan petugas dalam penjualan produk Honda (Q36)
Frequency Percent
Valid Sangat Tidak Setuju
0
0
Tidak Setuju
3
2,3
Ragu-ragu
32
24,4
Setuju
78
59,5
Sangat setuju
18
13,7
Total
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
2,3
2,3
24,4
26,7
59,5
86,3
13,7
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.42 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan sikap dan pelayanan petugas
dalam penjualan produk Honda, diketahui bahwa 0% atau 0 orang
menyatakan sangat tidak setuju, 2,3% atau 3 orang menyatakan tidak
setuju, 24,4% atau 32 orang menyatakan ragu-ragu, 59,5% atau 78 orang
menyatakan setuju, dan 13,7% atau 18 orang menyatakan sangat setuju.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa sikap dan pelayanan petugas dalam
penjualan produk Honda mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Distribusi jawaban responden berdasarkan Penjual yang komunikatif
terhadap konsumen adalah sebagai berikut:
Tabel.4.43
Penjual yang komunikatif terhadap konsumen (Q37)
Frequency Percent
Valid Sangat Tidak Setuju
0
0
Tidak Setuju
4
3,1
Ragu-ragu
33
25,2
Setuju
81
61,8
Sangat setuju
13
9,9
Total
131
100,0
Valid Cumulative
Percent
Percent
0
0
3,1
3,1
25,2
28,2
61,8
90,1
9,9
100,0
100,0
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah.
Tabel.4.43 di atas menunjukkan distribusi pernyataan responden
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda berdasarkan penjual yang komunikatif
terhadap konsumen, diketahui bahwa 0% atau 0 orang menyatakan sangat
tidak setuju, 3,1% atau 4 orang menyatakan tidak setuju, 25,2% atau 33
orang menyatakan ragu-ragu, 61,8% atau 61 orang menyatakan setuju, dan
9,9% atau 13 orang menyatakan sangat setuju. Dapat ditarik kesimpulan
bahwa penjual yang komunikatif terhadap konsumen mempengaruhi
keputusan pembelian konsumen.
C. Pembahasan Analisis Faktor
Berikut ini adalah penjelasan dan langkah-langkah mengenai hasil
pengolahan data dengan menggunakan analisis faktor.
1. Menentukan variabel yang akan dianalisa
Awalnya ada empat puluh enam variabel, sembilan variabel yang
dimungkinkan mirip atau memiliki makna ganda dihapuskan setelah di cek
dan atas saran dari dosen pembimbing, karena untuk menghindari terlalu
banyaknya faktor baru yang terbentuk dan sulitnya interpretasi hasil,
sehingga Variabel dalam penelitian ini adalah sebanyak 37 variabel,
adapun variabel untuk penelitian ini adalah dapat dilihat dalam BAB III
hal 49 dalam tabel.3.2 pada instrumen penelitian.
2. Menguji variabel-variabel yang telah ditentukan
a. Uji validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu
kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner
mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut.
(Ghozali 2006: 45).
Sejalan seperti yang dikatakan Sarwono, bahwa suatu skala
pengukuran dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk
mengukur apa yang seharusnya diukur. (Sarwono, 2006: 218)
Untuk mendapatkan data primer penulis melakukan penyebaran
kuesioner secara langsung, data yang akan dianalisis sebanyak 131
responden, sedangkan data yang akan dianalisis untuk uji validitas
dilakukan terhadap 53 responden dengan 37 butir pernyataan kuesioner.
Output data SPSS dalam tabel 4.44 merupakan hasil uji validitas itemtotal statistics yang digunakan untuk menilai validitas dari masing-masing
pernyataan, untuk melihat hasilnya dapat diketahui dari nilai Corrected
Item-Total Correlation. Ghozali (2006: 45).
Tabel 4.44
Hasil Uji Validitas
Item-total statistics
Ketahanan Mesin(Q1)
Kenyamanan Produk (Q2)
Penggunaan BBM yang irit(Q3)
Fitur-fitur yang lengkap (Q4)
Kecepatan yang tinggi (Q5)
Penampilan Produk(Q6)
Persepsi harga (Q7)
Harga diskon (Q8)
Purna jual produk tinggi(Q9)
Harga yang bersaing (Q10)
Wilayah geografis (Q11)
Mencerminkan kesejahteraan dalam
lingkungan (Q12)
Rasa Solidaritas (Q13)
Lingkungan (Q14)
Pengaruh Keluarga (Q15)
Pengaruh teman (Q16)
Peran (Q17)
Nilai status sosial (Q18)
Motivasi (Q19)
Pengetahuan tentang produk (Q20)
Pengalaman (Q21)
Perkerjaan (Q22)
Kondisi Ekonomi (Q23)
Gaya hidup (Q24)
Usia (Q25)
Logo yang ditimbulkan (Q26)
Merek yang berkualitas (Q27)
133,74
133,26
133,26
133,62
134,09
133,87
133,60
134,38
133,55
133,64
134,04
Scale
Variance if
Item Deleted
254,737
257,583
259,006
252,778
252,241
248,848
259,205
251,278
257,868
257,965
243,037
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Cronbach's
Alpha if
Item Deleted
,935
,934
,936
,934
,934
,933
,937
,934
,936
,935
,932
134,43
246,443
134,53
134,13
133,98
133,85
133,98
134,43
134,08
133,43
133,66
133,79
133,89
134,42
133,83
133,57
133,83
246,369
247,886
249,019
245,477
248,173
245,173
245,840
254,789
248,844
249,629
252,756
242,747
243,682
249,827
247,336
,638
.
,932
,593
,519
,470
,689
,582
,669
,602
,488
,595
,575
,359
,684
,723
,525
,620
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
,933
,933
,934
,932
,933
,932
,933
,934
,933
,933
,935
,932
,931
,933
,932
Merek yang dapat diadalkan (Q28)
Merek Honda memiliki citra yang
baik (Q29)
Ketersediaan barang (Q30)
Pilihan tempat (Q31)
Jarak tempat pembelian (Q32)
133,77
133,58
253,794
,532
.
,933
253,632
,537
.
,933
133,47
133,60
133,62
252,946
251,090
258,086
,499
,462
,304
.
.
.
,934
,934
,935
Kemudahan Suku cadang (Q33)
133,81
246,194
,547
.
,933
Frekuensi munculnya iklan (Q34)
Keramahan dan penampilan
penjual/petugas dalam
memperkenalkan produk Honda
(Q35)
Sikap dan pelayanan petugas dalam
penjualan produk Honda (Q36)
Penjual yang komunikatif terhadap
konsumen (Q37)
133,74
251,429
,645
.
,933
133,96
250,152
,559
.
,933
134,02
248,865
,609
.
,933
133,91
250,549
,531
.
,933
Scale Mean if
Item Deleted
Corrected
Item-Total
Correlation
,391
,439
,216
,504
,451
,571
,160
,454
,237
,343
,671
Squared
Multiple
Correlation
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah
Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung
dengan r table untuk degree or freedom (df) = n-2, dalam hal ini n adalah
jumlah sampel. Pada penelitian ini jumlah sampelnya 53 dan besarnya df
dapat dihiting 53-2 = 51, dengan df = 51 dan Alpha = 0,05 didapat r tabel
= 0,2706. Dari hasil analisis dapat dilihat bahwa ada 3 butir pernyataan
yang tidak valid yaitu penggunaan BBM yang irit (Q3), persepsi harga
(Q7), dan purna jual produk tinggi (Q9), namun penulis mengikutsertakan
butir pernyataan tersebut atas saran dari dosen pembimbing, yaitu agar
melakukan
penelitian
langsung
dengan
memperbaiki kalimat dari butir pernyataan.
b. Uji reliabilitas
menambah
.
sampel
dan
Uji reliabilitas ini adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang
merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner
dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan
adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu, untuk menguji
reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Reliabilitas suatu instrumen
variabel dikatakan baik jika
memiliki Cronbach Alpha
> 0,6
(Ghozali,2004:41-42) Reliabilitas dapat dilihat pada tabel. 4.45 sebagai
berikut
Tabel.4.45
Hasil uji reliabilitas
Cronbach'
s Alpha
,926
Cronbach's
Alpha Based on
Standardized
Items
,927
N of
Items
37
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah
Berdasarkan tabel.4.45 diatas, nilai Cronbach Alpha 0,939 > 0.6, maka
dapat disimpulkan bahwa ke 37 butir pernyataan sudah reliabel. Setelah
melakukan pengujian validitas dan reliabilitas, Sehingga pernyatanpernyataan tersebut dapat digunakan untuk keperluan analisis berikutnya.
Untuk melakukan analisis faktor persyaratan yang harus dipenuhi
adalah nilai angka Measure of Sampling Adequacy (MSA) harus diatas
0.5. Hasil analisis penelitian ini dapat dilihat dalam tabel 4.46, yaitu tabel
KMO dan Bartleett’s.
Berikut ini Tabel 4.46 KMO dan Bartlett’s Test:
Tabel.4.46
KMO and Bartlett's Test
Kaiser-Meyer-Olkin Measure
of Sampling Adequacy.
Bartlett's Test of Approx. ChiSphericity
Square
Df
Sig.
,838
2307,202
666
,000
Sumber: Output SPSS yang telah diolah
Berdasarkan hasil perhitungan tabel.4.46 di atas angka KMO Measure
of Sampling Adequacy adalah sebesar 0,838 dengan signifikansi sebesar
0,000. Angka 0,838 di atas 0,5 dan signifikansi 0,000 lebih kecil dari
angka 0,005 sehingga variabel dan data di atas dalam penelitian ini dapat
dianalisis lebih lanjut. Ketentuan tersebut didasarkan pada kriteria sebagai
berikut:
a. Jika probabilitas (sig) < 0,05, maka variabel dapat dianalisis lebih
lanjut.
b. Jika probabilitas (sig) > 0,05, maka variabel tidak dapat dianalisis lebih
lanjut.
Setelah melihat nilai KMO dan Bartleett’s Testnya, maka akan disajikan
nilai atau angka MSA, Angka MSA terdapat dalam tabel Anti Image Matriks
yang terdapat pada Anti Image Correlation, yaitu angka korelasi yang
bertanda “a” (arah dari kiri atas ke kanan bawah).
Berikut ini tabel yang menunjukkan nilai MSA yang telah diteliti:
Tabel.4.47
Nilai MSA
Variabel
Ketahanan Mesin(Q1)
Kenyamanan Produk (Q2)
Penggunaan BBM yang irit(Q3)
Fitur-fitur yang lengkap (Q4)
Kecepatan yang tinggi (Q5)
Penampilan Produk(Q6)
Persepsi harga (Q7)
Harga diskon (Q8)
Purna jual produk tinggi(Q9)
Harga yang bersaing (Q10)
Wilayah geografis (Q11)
Mencerminkan kesejahteraan dalam lingkungan (Q12)
Rasa Solidaritas (Q13)
Lingkungan (Q14)
Pengaruh Keluarga (Q15)
Pengaruh teman (Q16)
Peran (Q17)
Nilai status sosial (Q18)
Motivasi (Q19)
Pengetahuan tentang produk (Q20)
Pengalaman (Q21)
Perkerjaan (Q22)
Kondisi Ekonomi (Q23)
Gaya hidup (Q24)
Usia (Q25)
Logo yang ditimbulkan (Q26)
Merek yang berkualitas (Q27)
Merek yang dapat diadalkan (Q28)
Merek Honda memiliki citra yang baik (Q29)
Ketersediaan barang (Q30)
Pilihan tempat (Q31)
Jarak tempat pembelian (Q32)
Kemudahan Suku cadang (Q33)
Frekuensi munculnya iklan (Q34)
Keramahan dan penampilan penjual/petugas dalam
memperkenalkan produk Honda (Q35)
Sikap dan pelayanan petugas dalam penjualan produk
Honda (Q36)
Penjual yang komunikatif terhadap konsumen (Q37)
Nilai
MSA
,821
,838
,835
,846
,851
,833
,768
,864
,767
,865
.850
,877
,903
,868
,781
,832
,826
,818
,849
,793
,842
,868
,862
,905
,843
,853
,886
,831
,879
,690
,797
,827
,858
,795
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
,841
Valid
,753
,844
Valid
Valid
Validitas
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah
Dalam tabel.4.47 dari ke 37 variabel yang ada, selanjutnya dapat
dilihat nilai MSAnya. Angkanya harus berada pada 0 sampai 1, dengan
kriteria :
a. MSA = 1, variabel dapat diprediksi tanpa kesalahan oleh
variabel yang lain.
b. MSA > 0,5, variabel masih bisa diprediksi dan bisa dianalisis
lebih lanjut.
c. MSA < 0,5, variabel tidak bisa diprediksi dan tidak bisa
dianalisis lebih lanjut, atau dikeluarkan dari variabel lainnya.
Dari tabel diatas terlihat bahwa angka MSA dalam penelitian
ini diatas 0,5 maka variabel dapat dianalisis secara keseluruhan
lebih lanjut.
3. Melakukan Faktoring dan Rotasi
Setelah semua variabel yang telah memenuhi syarat untuk
dianalisis lebih lanjut maka langkah selanjutnya dalam analisis
faktor, melakukan proses inti dari analisis faktor yaitu melakukan
ekstraksi terhadap semua variabel yang ada, sehingga terbentuk satu
atau beberapa faktor. Metode yang digunakan dalam proses ekstraksi
adalah
Principal
Component
Analysis.
Setelah
diekstraksi
terbentuklah 9 faktor. Dimana dalam satu faktor terdiri dari beberapa
variabel dan mungkin saja sebuah variabel sulit untuk ditentukan
akan masuk ke faktor mana. Untuk mengatasi hal tersebut maka
dilakukan proses rotasi pada faktor yang terbentuk, sehingga
memperjelas posisi sebuah variabel akan dimasukkan ke dalam
faktor satu atau faktor yang lainnya. Metode yang digunakan dalam
proses rotasi adalah varimax, varimax merupakan bagian dari metode
rotasi orthogonal hal ini akan dibahas lebih lanjut.
Nilai communalities menunjukkan berapa banyak dari varians
dalam variabel-variabel yang telah dijelaskan oleh faktor-faktor yang
diekstrak
Tabel 4.48
Nilai Communalities
Ketahanan Mesin(Q1)
Kenyamanan Produk (Q2)
Penggunaan BBM yang irit(Q3)
Fitur-fitur yang lengkap (Q4)
Kecepatan yang tinggi (Q5)
Penampilan Produk(Q6)
Persepsi harga (Q7)
Harga diskon (Q8)
Purna jual produk tinggi(Q9)
Harga yang bersaing (Q10)
Wilayah geografis (Q11)
Mencerminkan kesejahteraan dalam lingkungan (Q12)
Rasa Solidaritas (Q13)
Lingkungan (Q14)
Pengaruh Keluarga (Q15)
Pengaruh teman (Q16)
Peran (Q17)
Nilai status sosial (Q18)
Motivasi (Q19)
Pengetahuan tentang produk (Q20)
Pengalaman (Q21)
Perkerjaan (Q22)
Kondisi Ekonomi (Q23)
Gaya hidup (Q24)
Usia (Q25)
Logo yang ditimbulkan (Q26)
Merek yang berkualitas (Q27)
Merek yang dapat diadalkan (Q28)
Merek Honda memiliki citra yang baik (Q29)
Ketersediaan barang (Q30)
Pilihan tempat (Q31)
Jarak tempat pembelian (Q32)
Kemudahan Suku cadang (Q33)
Frekuensi munculnya iklan (Q34)
Keramahan dan penampilan penjual/petugas dalam memperkenalkan
produk Honda (Q35)
Sikap dan pelayanan petugas dalam penjualan produk Honda (Q36)
Penjual yang komunikatif terhadap konsumen (Q37)
Initial
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
Extraction
,704
,619
,633
,590
,628
,690
,643
,550
,596
,438
,612
,697
,743
,696
,634
,745
,685
,677
,694
,704
,542
,693
,467
,646
,604
,636
,639
,554
,632
,739
,441
,707
,495
,644
1,000
,754
1,000
1,000
,854
,771
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah
Ketentuan
communalities
adalah
semakin
besar
nilai
communalities sebuah variabel, maka semakin erat hubungannya
dengan faktor yang terbentuk. Pada tabel 4.48 di atas dapat dilihat
bahwa variabel ketahanan mesin(Q1) angkanya adalah 0,704 hal ini
menunjukkan bahwa sekitar 70,4% varians dari variabel ketahanan
mesin dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk (jika pada tabel
component matrix ada sembilan component, yang berarti ada
sembilan faktor yang terbentuk). Untuk variabel kenyamanan produk
(Q2) sebesar 0,619 hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan
bahwa sekitar 61,9% varians dari variabel kenyamanan produk dapat
dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel penggunaan BBM
yang irit (Q3) sebesar 0,633 hal ini menunjukkan bahwa hal ini
menunjukkan bahwa sekitar 63,3% varians dari variabel penggunaan
BBM yang irit dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel
fitur-fitur yang lengkap (Q4) sebesar 0,590 hal ini menunjukkan
bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 59,0% varians dari
variabel fitur-fitur yang lengkap dapat dijelaskan oleh faktor yang
terbentuk. Variabel kecepatan yang tinggi (Q5) sebesar 0,628 hal ini
menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 62,8%
varians dari variabel kecepatan yang tinggi dapat dijelaskan oleh
faktor yang terbentuk. Variabel penampilan produk (Q6) sebesar
0,690 hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar
69,0% varians dari variabel penampilan produk dapat dijelaskan oleh
faktor yang terbentuk. Variabel persepsi harga (Q7) sebesar 0,643
hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar
64,3% varians dari variabel persepsi harga dapat dijelaskan oleh
faktor yang terbentuk. Variabel harga diskon (Q8) sebesar 0,550 hal
ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 55,0%
varians dari variabel harga diskon dapat dijelaskan oleh faktor yang
terbentuk. Variabel purna jual produk tinggi (Q9) sebesar 0,596 hal
ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 59,6%
varians dari variabel purna jual produk dapat dijelaskan oleh faktor
yang terbentuk. Variabel harga yang bersaing (Q10) sebesar 0,438
hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar
43,8% varians dari variabel harga yang bersaing dapat dijelaskan
oleh faktor yang terbentuk. Variabel wilayah geografis (Q11) sebesar
0,612 hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar
61,2% varians dari variabel wilayah geografis dapat dijelaskan oleh
faktor yang terbentuk. Variabel mencerminkan kesehateraan dalam
lingkungan (Q12) sebesar 0,697 hal ini menunjukkan bahwa hal ini
menunjukkan
bahwa
sekitar
69,7%
varians
dari
variabel
mencerminkan kesejahteraan dalam lingkungan dapat dijelaskan oleh
faktor yang terbentuk. Variabel rasa solidaritas (Q13) sebesar 0,743
hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar
74,3% varians dari variabel rasa solidaritas dapat dijelaskan oleh
faktor yang terbentuk. Variabel lingkungan (Q14) sebesar 0,696 hal
ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 69,6%
varians dari variabel lingkungan dapat dijelaskan oleh faktor yang
terbentuk. Variabel pengaruh keluarga (Q15) sebesar 0,634 hal ini
menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 63,4%
varians dari variabel pengaruh keluarga dapat dijelaskan oleh faktor
yang terbentuk. Variabel pengaruh teman (Q16) sebesar 0,745 hal ini
menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 74,5%
varians dari variabel pengaruh teman dapat dijelaskan oleh faktor
yang terbentuk. Variabel peran (Q17) sebesar 0,685 hal ini
menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 68,5%
varians dari variabel peran dapat dijelaskan oleh faktor yang
terbentuk. Variabel nilai status sosial (Q18) sebesar 0,677 hal ini
menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 67,7%
varians dari variabel nilai status sosial dapat dijelaskan oleh faktor
yang terbentuk. Variabel motivasi (Q19) sebesar 0,694hal ini
menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 69,4 %
varians dari variabel motivasi dapat dijelaskan oleh faktor yang
terbentuk. Variabel pengetahuan tentang produk (Q20) sebesar 0,704
hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar
70,4% varians dari variabel pengetahuan tentang produk dapat
dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel pengalaman (Q21)
sebesar 0,542 hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan
bahwa sekitar 54,2% varians dari variabel pengalaman dapat
dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel pekerjaan (Q22)
sebesar 0,693 hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan
bahwa sekitar 69,3% varians dari variabel pekerjaan dapat dijelaskan
oleh faktor yang terbentuk. Variabel kondisi ekonomi (Q23) sebesar
0,467 hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar
46,7% varians dari variabel kondisi ekonomi dapat dijelaskan oleh
faktor yang terbentuk. Variabel gaya hidup (Q24) sebesar 0,646 hal
ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 64,6%
varians dari variabel gaya hidup dapat dijelaskan oleh faktor yang
terbentuk. Variabel usia (Q25) sebesar 0,604 hal ini menunjukkan
bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 60,4% varians dari
variabel usia dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel
logo yang ditimbulkan (Q26) sebesar 0,636 hal ini menunjukkan
bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 63,6% varians dari
variabel logo yang ditimbulkan dapat dijelaskan oleh faktor yang
terbentuk. Variabel merek yang berkualitas (Q27) sebesar 0,639 hal
ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 63,9%
varians dari variabel merek yang berkualitas dapat dijelaskan oleh
faktor yang terbentuk. Variabel merek yang dapat diandalkan (Q28)
sebesar 0,554 hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan
bahwa sekitar 55,4% varians dari variabel merek yang dapat
diandalkan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel
merek Honda memiliki citra yang baik (Q29) sebesar 0,632 hal ini
menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 63,2%
varians dari variabel merek honda memiliki citra yang baik dapat
dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel ketersediaan barang
(Q30) sebesar 0,739 hal ini menunjukkan bahwa hal ini
menunjukkan bahwa sekitar 73,9% varians dari variabel ketersediaan
barang dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel pilihan
tempat (Q31) sebesar 0,441 hal ini menunjukkan bahwa hal ini
menunjukkan bahwa sekitar 44,1% varians dari variabel pilihan
tempat dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel jarak
tempat pembelian (Q32) sebesar 0,707 hal ini menunjukkan bahwa
hal ini menunjukkan bahwa sekitar 70,7% varians dari variabel jarak
tempat pembelian dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.
Variabel kemudahan suku cadang (Q33) sebesar 0,495 hal ini
menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar 49,5%
varians dari variabel kemudahan suku cadang dapat dijelaskan oleh
faktor yang terbentuk. Variabel frekuensi munculnya iklan (Q34)
sebesar 0,644 hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan
bahwa sekitar 64,4% varians dari variabel frekuensi munculnya iklan
dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel keramahan dan
penampilan penjual/petugas dalam memperkenalkan produk Honda
(Q35) sebesar 0,754 hal ini menunjukkan bahwa hal ini
menunjukkan bahwa sekitar 75,4% varians dari variabel keramahan
dan penampilan penjual/petugas dalam memperkenalkan produk
Honda dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel sikap
dan pelayanan petugas dalam penjualan produk Honda (Q36) sebesar
0,854 hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa sekitar
85,4% varians dari variabel sikap dan pelayanan petugas dalam
penjualan produk Honda dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.
Variabel penjual yang komunikatif terhadap konsumen (Q37)
sebesar 0,771 hal ini menunjukkan bahwa hal ini menunjukkan
bahwa sekitar 77,1% varians dari variabel penjual yang komunikatif
terhadap konsumen dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.
Total Variance Explained adalah persentase varian konstruk
ukur yang dapat dijelaskan oleh pembagian faktor. Dalam melihat
faktor yang terbentuk, maka dapat dilihat pada nilai eigenvaluenya.
Dalam pendekatan ini hanya faktor dengan nilai eigenvaluenya lebih
besar dari 1 (satu) yang dipertahankan (eigenvaluenya>1), kalau
lebih kecil dari satu maka tidak diikutsertakan dalam model. Jumlah
angka eigenvaluenya susunannya selalu diurutkan pada nilai yang
terbesar sampai yang terkecil. Dibawah ini merupakan tabel Total
Variance Explained.
Tabel 4.49
Total Variance Explaine
Component
Initial Eigenvalues
Total
% of
Varian
ce
Cumulat
ive %
1
10.359
27,996
2
2,869
7,754
3
2,181
4
Extraction Sums of Squared
Loadings
Total
% of
Varian
ce
Cumul
ative %
27,996
10.359
27,996
27,996
35,751
2,869
7,754
35,751
5,894
41,644
2,181
5,894
2,017
5,452
47,096
2,017
5
1,577
4,263
51,359
6
1,395
3,770
7
1,221
8
Rotation Sums of Squared
Loadings
% of
Varian
ce
Cumul
ative %
4,758
12,860
12,860
3,292
8,898
21,758
41,644
3,116
8,422
30,180
5,452
47,096
2,786
7,529
37,709
1,577
4,263
51,359
2,431
6,571
44,281
55,129
1,395
3,770
55,129
2,208
5,966
50,247
3,301
58,430
1,221
3,301
58,430
1,916
5,178
55,425
1,161
3,137
61,567
1,161
3,137
61,567
1,736
4,692
60,117
9
1,015
2,745
64,311
1,015
2,745
64,311
1,552
4,195
64,311
10
,982
2,655
66,966
11
,951
2,570
69,536
12
,889
2,403
71,939
13
,834
2,255
74,195
14
,802
2,169
76,364
15
,700
1,892
78,256
16
,679
1,835
80,091
17
,646
1,746
81,837
18
,598
1,616
83,453
19
,588
1,588
85,041
20
,558
1,509
86,550
21
,511
1,380
87,930
22
,481
1,299
89,230
23
,437
1,180
90,410
24
,425
1,148
91,558
25
,392
1,060
92,618
26
,352
,950
93,568
27
,321
,867
94,435
28
,292
,789
95,223
29
,264
,713
95,937
30
,242
,653
96,590
31
,234
,631
97,221
32
,214
,578
97,799
33
,210
,567
98,366
34
,185
,500
98,866
35
,167
,452
99,317
36
,140
,378
99,696
37
,113
,304
100,000
Total
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah
Dari table.4.49 dapat dilihat bahwa terdapat 37 variabel (compenent)
yang dimasukkan ke dalam analisis faktor, yaitu variabel variabel
ketahanan mesin(Q1), variabel kenyamanan produk (Q2), variabel
penggunaan BBM yang irit (Q3), variabel fitur-fitur yang lengkap (Q4),
variabel kecepatan yang tinggi (Q5), variabel penampilan produk (Q6),
variabel persepsi harga (Q7), variabel harga diskon (Q8), variabel purna
jual produk tinggi (Q9), variabel harga yang bersaing (Q10), variabel
wilayah geografis (Q11), variabel mencerminkan kesehateraan dalam
lingkungan (Q12), variabel rasa solidaritas (Q13), variabel lingkungan
(Q14), variabel pengaruh keluarga (Q15), variabel pengaruh teman (Q16),
variabel peran (Q17), variabel nilai status sosial (Q18), variabel motivasi
(Q19), variabel pengetahuan tentang produk (Q20), variabel pengalaman
(Q21), variabel pekerjaan (Q22), variabel kondisi ekonomi (Q23), variabel
gaya hidup (Q24), variabel usia (Q25), variabel logo yang ditimbulkan
(Q26), variabel merek yang berkualitas (Q27), variabel merek yang dapat
diandalkan (Q28), variabel merek honda memiliki citra yang baik (Q29),
variabel ketersediaan barang (Q30), variabel pilihan tempat (Q31),
variabel jarak tempat pembelian (Q32), variabel kemudahan suku cadang
(Q33), variabel frekuensi munculnya iklan (Q34), variabel keramahan dan
penampilan penjual/petugas dalam memperkenalkan produk Honda (Q35),
variabel sikap dan pelayanan petugas dalam penjualan produk Honda
(Q36), variabel penjual yang komunikatif terhadap konsumen (Q37).
Tabel 4.49 di atas menunjukkan bahwa hanya 9 faktor yang terbentuk,
karena dengan 1 faktor angka eigenvaluenya masih diatas 1, dengan 2
faktor angka eigenvaluenya masih diatas 1, dengan 3 faktor angka
eigenvaluenya masih diatas 1, dengan 4 faktor angka eigenvaluenya masih
diatas 1, dengan 5 faktor angka eigenvaluenya masih diatas 1, dengan 6
faktor angka eigenvaluenya masih diatas 1, dengan 7 faktor angka
eigenvaluenya masih diatas 1, dengan 8 faktor angka eigenvaluenya masih
diatas 1, dengan 9 faktor angka eigenvaluenya masih diatas 1, sedangkan
yang lainnya dibawah 1, sehingga hasil yang didapat hanya terbatas 9
faktor saja.
Setelah diketahui bahwa ada sembilan faktor yang paling optimal
terbentuk, maka tahap selanjutnya adalah dengan melihat component
matrix (a) dalam lampiran 1. Component mastrix (a) dalam lampiran 1
menunjukkan ke 37 variabel tersebut ada sembilan faktor yang terbentuk,
yaitu faktor 1, faktor 2, faktor 3, faktor 4, faktor 5, faktor 6, faktor 7,
faktor 8, dan faktor 9. Perlu diketahui bahwa matriks faktor awal atau
component matrix ini jarang menghasil faktor yang bisa diinterpretasikan
(diambil kesimpulannya) hal ini dapat dilihat variabel-variabel yang ada
hanya mengumpul dalam satu faktor saja atau beberapa faktor saja hal ini
menyulitkan untuk mengambil suatu kesimpulan, untuk memperjelas
variabel yang lain sehingga masuk ke faktor mana maka dilakukan proses
rotasi agar semakin jelas perbedaan sebuah variabel yang akan
dimasukkan ke dalam faktor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Di dalam
melakukan rotasi faktor, yang diinginkan dalam proses ini adalah agar
setiap variabel mempunyai muatan (loading ) yang tidak nol atau signifikan
dengan beberapa faktor saja, kalau mungkin hanya dengan satu faktor saja.
Rotasi adalah untuk mengurangi jumlah faktor-faktor di mana variabel
yang sedang diselidiki mempunyai loadings tinggi, rotasi membuat
interpretasi analisis lebih mudah, untuk melihat hasil analisis proses rotasi
dapat dilihat dalam Rotated Component Matrix(a) pada lampiran 2.
Variabel-variabel yang masuk dalam tiap-tiap faktor adalah sebagai
berikut: Faktor 1 terdiri dari variable harga diskon (Q8), variabel wilayah
geografis (Q11), mencerminkan kesejahteraan dalam lingkungan (Q12),
rasa solidaritas (Q13), lingkungan (Q14), nilai status sosial (Q18),
motivasi (Q19), gaya hidup (Q24), usia (Q25). faktor 2 terdiri dari variabel
pengaruh teman (Q16), variabel peran (Q17), variabel pengalaman (Q21),
variabel pekerjaan (Q22), variabel kondisi ekonomi (Q23), variabel pilihan
tempat (31), variabel jarak tempat pembelian (Q32). Faktor 3 terdiri dari
variabel penggunaan BBM yang irit (Q3), variabel pengetahuan tentang
produk (Q20), variabel merek yang berkualitas (Q27), variabel merek yang
dapat diadalkan (Q28), merek honda memiliki citra yang baik (Q29).
Faktor 4 terdiri dari variabel keramahan dan penampilan penjual/petugas
dalam memperkenalkan produk Honda (Q35), variabel sikap dan
pelayanan petugas dalam penjualan produk Honda (Q36), variabel penjual
yang komunikatif terhadap konsumen (Q37). Faktor 5 terdiri dari variabel
kenyamanan produk (Q2), variabel fitur-fitur yang lengkap (Q4), variabel
kecepatan yang tinggi (Q5), variabel penampilan produk (Q6). Faktor 6
terdiri dari variabel persepsi harga (Q7), variabel purna jual produk tinggi
(Q9), variabel Harga yang bersaing (Q10). Faktor 7 terdiri dari variabel
kemudahan suku cadang (Q33), variabel frekuensi munculnya iklan (Q34).
Faktor 8 terdiri dari variabel logo yang ditimbulkan (Q26), variabel
ketersediaan barang (Q30). Faktor 9 terdiri dari variabel ketahanan mesin
(Q1), dan variabel pengaruh keluarga (Q15).
Setelah terbentuk faktor-faktor, namun variabel-variabel yang masuk
ke dalam faktor baru ada perbedaan dengan prediksi sebelumnya, sehingga
perlu ada nama faktor yang bisa representatif untuk variabel-variabel yang
masuk ke dalam masing-masing faktor, dalam tahap ini cukup sulit dalam
menentukan nama faktor yang terbentuk, namun tahap ini pemberian nama
perlu dilakukan, adapun nama baru itu sebagai berikut: faktor 1 sosial
budaya (nilai eigenvalue 27,996%), faktor 2 pribadi dan psikologi(nilai
eigenvalue 7,754), faktor 3 merek (nilai eigenvalue 5,894%), faktor 4
pelayanan (nilai eigenvalue 5,452%), faktor 5 produk (nilai eigenvalue
4,263%), faktor 6 harga (nilai eigen value 3,770%), faktor 7 promosi (nilai
eigen value 3,301%), faktor 8 distribusi (nilai eigenvalue 3,137%), dan
faktor 9 kepercayaan (nilai eigenvalue 2,745%).
Ringkasan dari masing-masing variabel yang masuk dalam faktorfaktor yang sudah terbentuk dapat dilihat dalam interpretasi faktor dalam
lampiran 3.
Adapun penjelasan faktor-faktor yang terbentuk adalah sebagai
berikut:
Faktor 1
sosial budaya (nilai eigenvalue 27,996%), merupakan
faktor terbesar dalam mempengaruhi konsumen dalam membeli motor
merek Honda, faktor ini memiliki pengaruh paling luas, terdiri dari
variabel harga diskon (Q8) (loading 0.380) wilayah geografis (Q11)
dengan loading 0.570, mencerminkan kesejahteraan dalam lingkungan
(Q12) dengan loading 0.777, rasa solidaritas (Q13) dengan loading 0.782,
lingkungan (Q14) dengan loading 0.627, nilai status sosial (Q18) dengan
loading 0.807, motivasi (Q19) dengan loading 0.693, gaya hidup (Q24)
dengan loading 0.631, usia (Q25) dengan loading 0.354.
Harga diskon pada dasarnya indikator dari variabel harga namun ia
memiliki kontribusi yang tinggi dalam faktor yang terbentuk dalam
penelitian ini yaitu faktor sosial budaya, hal ini dapat dijelaskan sebagai
berikut, harga diskon merupakan harga yang digemari oleh konsumen
dalam pembelian, hal ini mengindikasikan bahwa harga diskon menjadi
suatu kultur tersendiri, menjadi semacam adat istiadat dalam jual beli atau
transaksi, sebagai contoh adalah sebagai berikut; pada moment-moment
tertentu konsumen menginginkan adanya harga diskon (hari raya atau
tahun baru), sehingga harga diskon menjadi daya tarik tersendiri bagi
konsumen.
Masyarakat yang mendiami suatu wilayah akan memiliki karakteristik
tertentu, kosumen akan dipengaruhi kondisi geografis suatu wilayah yang
mereka diami, kondisi geografis suatu wilayah menjadi salah satu
pertimbangan
dalam
menentukan
strategi
pemasaran
bagi
suatu
perusahaan.
Mencerminkan kesejahteraan dalam lingkungan, menggambarkan
bahwa konsumen tidak ingin terlihat terbelakang di mata masyarakat
lainnya, sehingga ketika ia membeli suatu produk tertentu ia memilih
barang yang memang dapat mencerminkan kesejahteraan hidupnya.
Rasa solidaritas, hal ini menggambarkan bahwa seseorang ingin
menunjukkan rasa solidaritasnya terhadap orang lain, ia berharap ketika
membeli sepeda motor maka rasa solidaritas terhadap kelompok atau
masyarakat menjadi lebih meningkat.
Lingkungan berperan besar bagi konsumen untuk melakukan
pembelian suatu produk, ia akan melihat apakah produk itu dapat diterima
di lingkungan ia tinggal ataukah menjadi bahan ejekan dilingkungannya.
Memberikan status sosial yang baik menjadi pertimbangan bagi
konsumen dalam membeli sepeda motor, bagi mereka Honda telah
memberikan suatu nilai status yang baik dalam bermasyarakat, sehingga
konsumen tidak ragu lagi untuk membeli produk-produk dari Honda.
Motivasi merupakan indikator dari faktor psikologi, namun ia
memberikan nilai loading yang tinggi bagi faktor baru yang terbentuk
yaitu sosial budaya, karena motivasi merupakan suatu dorongan yang bisa
timbul dari dalam diri atau di luar dirinya. Honda telah memberikan nilai
lebih berupa tingkat kepercayaan diri dan kepuasan bagi dirinya, sehingga
dengan motivasi itulah ia memutuskan untuk membeli sepeda motor merek
Honda.
Sepeda motor merek Honda dipilih karena sesuai dengan gaya hidup
sekarang, gaya hidup merupakan pola hidup seseorang di dunia yang
terungkap
pada
aktivitas,
minat,
dan
opininya.
Gaya
hidup
menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinetraksi dengan
lingkungan.
Orang membeli barang dan jasa yang berbeda-beda sepanjang
hidupnya, seseorang juga akan berinteraksi dengan orang lain. Dalam
melakukan proses interaksi itu sepeda motor merek Honda dapat diterima
disetiap kalangan usia, maka motor Honda menjadi pilihan utama
konsumen untuk proses interaksi tersebut.
Faktor 2 pribadi dan psikologi (nilai eigenvalue 7,754%) terdiri
dari variabel pengaruh teman (Q16) (loading 0,746), variabel peran (Q17)
dengan loading 0,525, variabel pengalaman (Q21) dengan loading 0,530,
variabel pekerjaan (Q22) dengan loading 0,633, variabel kondisi ekonomi
(Q23) dengan loading 0.594, variabel pilihan tempat (Q31) dengan loading
0,424, variabel jarak tempat pembelian (Q32) dengan loading 0,548.
Keputusan
pembeli
dipengaruhi
oleh
karakteristik
pribadi.
Karakteristik pribadi tersebut antara lain pekerjaan, keadaan atau kondisi
ekonomi. Pekerjaan seseorang mempengaruhi pada pola konsumsinya, Ia
membeli motor Honda karena sesuai dengan pekerjaan yang ia miliki, ia
juga melihat kondisi ekonominya pada saat akan membeli, selain itu
penghasilannya juga akan mempengaruhi pola konsumsinya.
Variabel pengaruh teman, peran, dan pengalaman, ini mengindikasikan
bahwa semakin tinggi dan positif pengaruh teman-temannya dalam
menyampaikan info terkait suatu produk maka ia akan menilai positif pula
terhadap produk tersebut dan ia cenderung membeli barang atau produk
itu.
Sedangkan variabel peran, mengindikasikan bahwa dalam hidup
bermasyarakat manusia memiliki peran tertentu, karena pada dasarnya
peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang, ia
mempunyai harapan bahwa dengan membeli motor Honda, ia dapat lebih
banyak berperan dalam bermasyarakat atau lingkungan pekerjaannya.
Variabel pengalaman,
konsumen memiliki
suatu
pengalaman-
pengalaman tertentu apakah itu baik ataukah buruk terhadap suatu produk,
hal ini mengindikasikan bahwa ketika seseorang itu memiliki pengalaman
yang baik maka ia akan cenderung mendekati atau memilih produk itu,
sedangkan apabila ia mempunyai pengalaman buruk tentang produk itu
maka ia akan menghindari atau menjauhi produk itu.
Variabel pilihan tempat dan jarak tempat pembelian pada dasarnya
variabel ini merupakan indikator dari marketing mix yaitu place
(distribusi), namun inikator ini telah memberikan nilai yang tinggi
terhadap faktor yang terbentuk di dalam penelitian ini, hal ini dapat
dijelaskan bahwa secara individu konsumen menginginkan suatu tempat
yang
nyaman dalam membeli produk selain itu pilihan tempat ini
mengindikasikan bahwa semakin baik tempat yang dipilih konsumen,
maka konsumen menganggap bahwa kenyamanan, kelengkapan dan
pilihan produknyapun sangat variatif, sehingga konsumen lebih suka
dengan pilihan yang variatif tersebut, sedangkan variabel jarak yang dekat
mengindikasikan bahwa konsumen berpikir semakin dekat jarak tempat
pembelian semakin hemat waktu dan energi yang dikeluarkan konsumen,
konsumen tidak harus kelelahan ke tempat yang jauh atau membuang
waktunya karena alasan jarak yang jauh.
Faktor 3 merek (nilai eigenvalue 5,894%), terdiri dari variabel
penggunaan BBM yang irit (Q3) dengan loading 0.731, variabel
pengetahuan tentang produk (Q20) dengan loading 0.807, variabel merek
yang berkualitas (Q27) dengan loading 0.486, variabel merek yang dapat
diadalkan (Q28) dengan loading 0.519, Merek Honda memiliki citra yang
baik (Q29) dengan loading 0.561.
Penggunaan BBM yang irit merupakan salah satu variabel indikator
dari produk, namun dalam penelitian ini penggunaan BBM yang irit
memberikan nilai loading yang tinggi terhadap faktor yang terbentuk, hal
ini dapat dijelaskan bahwa, yang menjadi pertimbangan konsumen dalam
membeli motor salah satunya adalah BBM, konsumen tidak ingin boros
dalam penggunaan BBM, sehingga faktor ini menjadi cukup penting bagi
konsumen dalam membeli produk motor. Pilihan konsumen didasarkan
pada pengetahuan tentang produk, semakin dia tahu tentang produk baik
kelebihan atau kekurangannya, maka besar kemungkinan mereka akan
menentukan pilihan terhadap produk yang mereka tahu. Sedangkan ketiga
variabel, yaitu merek yang berkualitas, variabel merek yang dapat
diandalkan, dan merek Honda memiliki citra yang baik. Hal ini
mengambarkan bahwa semakin merek itu baik, dapat diandalkan dan
berkualitas maka semakin dipertimbangkan konsumen dalam membeli
produk, sehingga konsumen juga tidak akan mengambil resiko terlalu
besar jika produk itu tidak bermerek dan tidak berkualitas.
Faktor 4 pelayanan (nilai eigenvalue 5,452%), terdiri dari variabel
keramahan dan penampilan penjual/petugas dalam memperkenalkan
produk Honda (Q35) dengan loading 0.802, variabel sikap dan pelayanan
petugas dalam penjualan produk Honda (Q36) dengan loading 0.870,
variabel penjual yang komunikatif terhadap konsumen (Q37) dengan
loading 0.797.
Ketiga variabel diatas sangatlah penting untuk diperhatikan dan
dipertahankan, sekali ada kesalahan dalam melakukan pelayanan terhadap
konsumen maka akan terjadi kefatalan, karena konsumen akan melihat dan
merasakan bagaimana ia diperlakukan oleh pihak produsen atau penjual.
Karena pembeli adalah raja. Semakin tinggi dan baik pelayanan maka
semakin besar pula tingkat keinginan konsumen dalam membeli produk
itu, namun sebaliknya semakin kurang baik pelayanan, maka konsumen
akan menjauhi produk bahkan tidak mau membeli produk itu.
Faktor 5 Produk (nilai eigenvalue 4,263%), terdiri dari variabel
kenyamanan produk (Q2) dengan loading 0.515, variabel fitur-fitur yang
lengkap (Q4) dengan loading 0.695, variabel kecepatan yang tinggi (Q5)
dengan loading 0.659, variabel penampilan produk (Q6) dengan loading
0.573.
Semakin nyaman suatu produk sudah barang tentu konsumen akan
membelinya, karena kenyamanan suatu produk akan memberikan tingkat
kepuasan tersendiri bagi konsumen.
Kelengkapan
fitur
dari
suatu
produk
merupakan
penunjang
kelengkapan kualitas suatu produk. Pilihan tambahan yang dapat
memperbaiki kemudahan penggunaan, keamanan, atau kenikmatan dari
produk dapat menjadi sumber penting untuk diperhatikan. Semakin tinggi
kelengkapan fitur, maka konsumen akan lebih memilihnya. Selan fiturfitur yang ada maka kecepatan menjadi pilihan konsumen dalam
melakukan aktvitasnya, ia tidak ingin membuang-buang waktunya, maka
kecepatan kerja suatu produk menjadi pilihan konsumen untuk menghemat
waktu yang memang terbatas. Variabel penampilan produk, semakin bagus
produk itu ditampilkan maka konsumen akan menilai bahwa produk ini
berkualitas, memiliki keunikan serta nilai seni yang tinggi.
Faktor 6 harga (nilai eigenvalue 3,770%), terdiri dari variabel
persepsi harga (Q7) dengan loading 0.582, variabel purna jual produk
tinggi (Q9) dengan loading 0.655, variabel harga yang bersaing (Q10)
dengan loading 0.535.
Variabel yang masuk didalamnya adalah persepsi harga, Harga
mempengaruhi persepsi pelanggan atau konsumen. Harga yang rendah
dapat memberi persepsi murahan, produk berkualitas rendah, sedangkan
harga yang lebih tinggi mengesankan kualitas produk yang lebih baik.
Selain itu variabel yang masuk dalam faktor harga adalah Honda
memiliki purna jual produk yang tinggi, Honda memiliki harga purna jual
yang tinggi dibanding dengan merek lain, konsumen tidak mau mengalami
banyak kerugian, konsumen meniilai bila harga jual kembali tinggi maka
konsumen akan memilihnya sedangkan apabila produk yang dijual
kembali turun maka konsumen akan berfikir ulang untuk membeli produk
tersebut.
Harga bisa mempengaruhi persepsi pelangan atau konsumen, semakin
produk itu memiliki harga yang bersaing dengan produk lain, maka
konsumen akan menganggap produk itu memiliki kualitas yang baik dan
terjamin mutunya bila harganya mampu bersaing dengan motor merek
lain.
Faktor 7 promosi (nilai eigenvalue 3,301%), terdiri dari variabel
kemudahan suku cadang (Q33) dengan loading 0.485, variabel frekuensi
munculnya iklan (Q34) dengan loading 0.659.
Honda memiliki berbagai strategi untuk menjaga kualitas produknya,
Honda sering mengiklankan suku cadang asli Honda sebagai sarana
promosi kepada konsumen, suku cadang asli Honda sangat mudah didapat
dan harganya relatif terjangkau artinya konsumen tidak terlalu sulit
mendapatkannya, sehingga dengan menggunaan suku cadang yang asli
dari Honda maka mesin ataupun produknya akan terjamin.
Frekuensi munculnya iklan menjadi sarana komunikasi untuk
menyampaikan produk-produk Honda termasuk suku cadang asli Honda,
semakin sering iklan itu muncul maka kosumen akan mendapatkan
berbagai macam informasi tentang produk-produk yang dikeluarkan
Honda.
Faktor 8 distribusi (nilai eigenvalue 3,137%), terdiri dari variabel
logo yang ditimbulkan (Q26), variabel ketersediaan barang (Q30).
Pada dasarnya logo merupakan bagian dari merek, namun logo
memiliki kontribusi nilai loading yang tinggi terhadap faktor yang
terbentuk, yaitu faktor distribusi, hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut,
semakin mudah dalam mengingat logo atau simbol suatu produk, maka
semakin mudah pula ia mengenali jenis suatu produk, ketika merek itu
dikenal maka konsumen mempunyai persepsi bahwa semakin terkenalnya
suatu produk di masyarakat, maka produk itu akan mudah didapat atau
dijumpai diberbagai tempat.
Ketersediaan barang menjadi pilihan kosumen dalam memilih suatu
produk, artinya karena Honda menjadi pemimpin pasar dan merupakan
merek terkenal, sudah barang tentu produk-produk sepeda motor merek
Honda dibutuhkan oleh konsumen, sehingga ketersediaan barang di
pasaran harus terpenuhi agar konsumen tidak khawatir jika produk itu
kehabisan, semakin banyak persediaan yang dimiliki, konsumen akan
lebih responsif dalam membeli, sehingga keterediaan barang dipasaran
harus diperhatikan bagi perusahaan.
Faktor 9 kepercayaan (nilai eigenvalue 2,745%), terdiri dari variabel
ketahanan mesin (Q1), dan variabel pengaruh keluarga (Q15).
Ketahanan mesin merupakan indikator dalam menentukan kualitas
suatu produk motor, semakin mesin itu kuat dan awet maka semakin besar
peluang untuk menarik minat konsumen untuk membelinya, karena
mereka percaya bahwa kualitas mesin Honda sangat baik, awet, dan kuat.
Selain itu variabel pengaruh keluarga menjadi acuan kosumen dalam
membeli produk, karena keluarga organisasi pembelian konsumen yang
paling penting dalam masyarakat dan para anggota keluarga menjadi
kelompok acuan primer yang paling berpengaruh, semakin besar pengaruh
keluarga dalam meyakinkan produk maka konsumen dalam keluarga itu
lebih yakin kepada keluarganya sehingga akan mempercayai terhadap
produk yang belinya.
Di bawah ini adalah tabel component transformation matrik, dalam
tabel.4.50 ini akan diperlihatkan nilai korelasi faktor yang terbentuk.
Tabel.4.50
Component Transformation Matrix
Component
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
,526
-,744
-,015
-,308
-,226
-,019
-,083
,123
-,011
2
,388
,291
,626
-,376
,436
-,043
,107
,091
-,139
3
,379
,472
-,283
-,294
-,491
-,104
,069
-,427
-,168
4
,328
-,102
,407
,710
-,174
,091
,212
-,358
-,026
5
,302
-,025
-,525
,159
,518
,390
,156
-,028
-,402
6
,290
,130
-,246
,282
,075
-,689
,257
,439
,141
7
,245
,240
,032
,261
-,106
,091
-,821
,310
-,156
8
,220
,228
-,051
-,020
-,177
,567
,233
,363
,598
9
,193
-,030
-,145
-,016
,414
-,149
-,337
-,495
,623
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.
Sumber: Hasil output SPSS yang telah diolah
Dalam tabel.4.50 terlihat angka-angka yang terdapat pada diagonal,
antara component 1 dengan component 1, component 2 dengan component
2, component 3 dengan component 3, component 4 dengan component 4,
component 5 dengan component 5, component 6 dengan component 6,
component 7 dengan component 7, component 8 dengan component 8,
component 9 dengan component 9, dapat dijelaskan bahwa pada diagonal
faktor (Compenent) 1, 4, 5, 6, 7, dan 9 jatuh di atas angka 0,5 yaitu
(0.526, 0.710, 0.518, -.689, -.821, dan 0.623), membuktikan bahwa
keenam faktor (Compenent) yang terbentuk sudah tepat karena
mempunyai korelasi yang tinggi dan sudah mewakili. Diagonal
Compenent 2, 3, dan 8 menunjukkan angka dibawah 0.5 hal ini
menunjukkan bahwa ada component lain pada masing-masing faktor yang
mempunyai korelasi cukup tinggi.
Pada faktor (component) 2, diagonalnya menunjukkan angka
0,291. Component 2 pada faktor-faktor 3, 5, 6, 8, dan 9 menunjukkan
angka lebih kecil yaitu -.102, -.025, 0.130, 0.228, -.030, namun pada
faktor 1, 4, dan 7 menunjukkan angka yang besar yaitu -.744, 0.472 dan
0.240. Pada faktor Component 3, diagonalnya menunjukkan angka -.283,
Component 3 pada faktor-faktor 1, 6, 7, 8, dan 9 lebih kecil (-.015, -.246, .145, -.051, 0.032), pada faktor 2, 4, dan 5 menunjukkan angka lebih besar
(0.626, 0.407 dan -.525). Sedangkan faktor Component pada faktor 8,
diagonalnya menunjukkan angka 0.363, Component 8 pada faktor-faktor
1, 2, 4, 5, dan 7, menunjukkan angka lebih kecil ( 0.123, 0.091, -.358, .028, dan 0.310). Pada faktor 3, 6, dan 9 menunjukkan angka yang lebih
besar yaitu (-.427, 0.439, dan -.495).
BAB V
KESIMPULAN DAN IMPLIKASI
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan pembahasan dari data tentang faktorfaktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda motor
merek Honda, maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa faktor-faktor
yang mempengaruhi konsumen dalam membeli sepeda motor merek
Honda adalah sebagai berikut:
1. Faktor 1 sosial budaya (nilai eigenvalue 27,996%), merupakan
faktor terbesar yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda, karena faktor ini memiliki pengaruh
paling luas dan memiliki nilai eigenvalue tertinggi.
2. Faktor 2 pribadi dan psikologi (nilai eigenvalue 7,754%), faktor
kedua ini merupakan faktor yang mempengaruhi konsumen dalam
membeli sepeda motor merek Honda.
3. Faktor 3 merek (nilai eigenvalue 5,894%), faktor merek
merupakan faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda.
4. Faktor 4 pelayanan (nilai eigenvalue 5,452%), faktor pelayanan
merupakan faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli
sepeda motor merek Honda.
5. Sedangkan faktor 5 produk (nilai eigenvalue 4,263%), faktor 6
harga (nilai eigenvalue 3,770%), faktor 7 promosi (nilai
eigenvalue 3,301%), faktor 8 distribusi (nilai eigenvalue
3,137%), dan faktor 9 kepercayaan (nilai eigenvalue 2,745%),
masing-masing merupakan faktor yang menjadi pertimbangan
konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda.
B. Implikasi
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor 1 sosial budaya,
faktor 2 pribadi, faktor 3 merek, faktor 4 pelayanan, faktor 5 kualitas
produk, faktor 6 harga, faktor 7 komunikasi, faktor 8 persediaan, dan
faktor 9 kepercayaan merupakan faktor yang mempengaruhi keputusan
konsumen dalam membeli sepeda motor merek Honda, sehingga
dengan temuan penelitian ini akan memberikan dampak atau implikasi
kepada pihak-pihak tertentu, adapun implikasinya adalah sebagai
berikut:
1. Bagi dunia penelitian, penelitian ini dapat dijadikan referensi
untuk penelitian selanjutnya, yaitu indikator-indikator apa saja
yang masih menjadi daya tarik konsumen tentang keputusannya
untuk membeli sebuah produk, secara khusus pembelian sepeda
motor.
2. Bagi Perusahaan Honda atau PT Astra Honda Motor, dengan
adanya penelitian ini bisa mengeluarkan strategi baru
bagaimana mempertahankan pangsa pasarnya, dengan berbagai
indikator-indikator yang telah dianalisa, maka membentuk
faktor-faktor yang dapat dijadikan referensi untuk membuat
kebijakan bagi perusahaan.
3. Bagi konsumen dengan adanya penelitian ini, maka konsumen
akan melihat bagaimana perusahaan menjawab kebutuhan
ataupun keinginan dari konsumen, antara lain: apakah Honda
masih irit, berkualitas, dengan harga yang tepat, dan ekonomis.
Maka keputusan konsumen akan membeli produk dari Honda
lebih terbuka lebar apabila keinginan mereka terpenuhi.
Dari hasil penelitian dan didasarkan pada kesimpulan yang ada,
maka dapat dikemukakan bahwa dari 37 variabel dapat disarikan
menjadi 9 faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam
membeli sepeda motor merek Honda, maka bagi pihak Perusahaan
dalam hal ini PT Astra Honda Motor (PT AHM), dapat memperhatikan
faktor-faktor yang telah terbentuk, faktor-faktor itu antara lain adalah
faktor 1 sosial budaya, faktor 2 pribadi dan psikologi, faktor 3 merek,
faktor 4 pelayanan, faktor 5 produk, faktor 6 harga, faktor 7 promosi,
faktor 8 distribusi, dan faktor 9 kepercayaan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurachman, Ujianto ,” Analisis Faktor-Faktor yang Menimbulkan
Kecenderungan Minat Beli Konsumen Sarung (Studi Perilaku Konsumen
Sarung di Jawa Timur),” Staf Pengajar Fakultas Ekonomi, Jurnal
Manajemen & Kewirausahaan Vol. 6, No. 1, Maret 2004 34 –
5,3,Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya: 2004.
Alim, Hanif Nur, “Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Membeli Obat
Di Apotik (Studi Kasus di Apotik “SEHAT”)”, Jurusan Teknik Industri
Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Teknik, 2008.
Arwani dan Kristyanto ,”Analisis Pengaruh Factor Bauran Pemasaran Dan
Factor Individu Terhadap Keputusan Pembelian Memilih Bank Syariah Di
Kota Malang”,Teknologi dan manajemen informatika, Vol 5, Nomor 2,
Agustus, Malang, 2007.
Assauri, Sofjan.”Manajemen Pemasaran, Dasar,Konsep, dan Strategi”, Ed.1.Cet
7, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2004.
Ferrinadewi, Erna, “Atribut Produk Yang Dipertimbangkan dalam Pembelian
Kosmetik dan Pengaruhnya pada Kepuasan Konsumen Di Surabaya”,
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jurnal Manajemen &
Kewirausahaan, Vol. 7, No. 2, September: 139-151, 2005.
Ghozali, Imam, ”Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS”, Cetakan
IV, Semarang, 2006.
Hamid, Abdul,”Buku Panduan Penulisan Skripsi”Fakultas ekonomi dan Ilmu
Sosial, 2007.
Ismail Yusanto, Muhammad, ” Pengantar Manjemen Syari’at”, PT Khourul
Bayaan, Jakarta, 2003.
Kotler, (terjemahan A.B. Susanto), “Manajemen Pemasaran di Indonesia”, Jilid1
Edisi Pertama, Salemba Empat, Jakarta, 1999.
_____, (terjemahan A.B. Susanto), “Manajemen Pemasaran di Indonesia”, Edisi
Pertama, Salemba Empat, Jakarta, 2001.
Kotler, Philip, ”Marketing Manajemen”, 10 th edition, Jilid I, Pt Indeks Jakarta,
2004.
Kotler, Philip dan Amstrong, ”Dasar-dasar Pemasaran”, Edisi sembilan, Jilid 2,
PT Indeks, Jakarta, 2004.
Kotler,Philip dan Keller, Kevin Line,Edisi Bahasa Indonesia,”Manajemen
Pemasaran”,Jilid 1, Ed 12,PT Indeks,2007.
Kurniawan, Hery,”Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam
pengambilan keputusan pembelian produk Mie instan merek sedaap”
(studi pada mahasiswa fakultas ekonomi unmer malang), Fakultas
Ekonomi Universitas Merdeka Malang, 2006.
Machfoedz, Mahmud, ”Pengantar Bisnis Modern”, Ed 1, PT ANDI,Yogyakarta,
2007.
Manulllang, M, ”Dasar-dasar Manajemen”, Gajah Mada University Press,
Yogyakarta, 2005.
Muhammad, Ardinal, “Analisis Factor Lingkungan Terhadap Keputusan
Pembelian Telepon Genggam di Kalangan Mahasiswa Universitas
Widayatama Bandung”, Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas
Widayatama Bandung, 2005.
MS, Mahrinasari,” Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek(Studi Pada Produk
Tabungan, Tiga Bank Umum Terbesar Di Provinsi Lampung),”, Dosen
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Unila Jurnal Bisnis Dan
Manajemen Vol. 2 No.3 Hal. 159 -256 Bandar Lampung Mei, 2006.
Novianti,”Survey Keputusan Pembelian,”,Ed 07/Juli,jurnal ISIP ilmu social dan
ilmu politik, Yayasan Kampus Tercinta, Jakarta, 2008.
Noviani, Ismalia, “Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan
Penggunaan Garam Beryodium Di Rumah Tangga Di Desa Sumurgede
Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Tahun 2007”, Fakultas Ilmu
Keolahragaan Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri
Semarang, 2007.
Prabu Mangkunegara, Anwar,”Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan”,
Cet 8, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2008.
P Siagaan, Sondang, ”Manajemen Sumber Daya Manusia”, Ed 1, Cet 16, PT
Bumi Aksara, 2008.
Rangkuti, Freddy,”Riset Pemasaran”,cet ketujuh April, PT Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta, 2005.
Semuel, Kosasih, Novia, ”Perilaku dan Keputusan Pembelian Konsumen
Restoran Melalui Stimulus 50% Dicount di Surabaya”, jurnal manajemen
pemasaran, vol. 2, no. 2, Oktober 2007: 73-80.
Sarwono, Jonathan, ”Analisis Data Penelitian Menggunakan SPPS”,Ed.1, PT
ANDY, Yogyakarta, 2006.
Sekaran,Uma,”Research Methods for Business Metodologi Penelitian untuk
Bisnis”, Jilid 2, Ed 4, Salemba Empat, Jakarta,2006.
Siringoringo, Hotniar dan Amelia, Yussy,” Identifikasi Faktor Yang
Mempengaruhi Frekuensi Pembelian Konsumen, Universitas Gunadarma
Jl.
Margonda
Raya
No.
100
Depok
164241
[email protected], Majalah Ekonomi Dan Komputer No.2
Tahun XIV-2006.
Sudiyarti dan Hanani,”Kajian Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku
Konsumen Dalam Membeli / Mengkonsumsi Buah Lokal)”, diakses melalui
internet
dengan
alamat
http://lecture.brawijaya.ac.id/
nuhfil/files/2009/03/makalah-jurnal.pdf,www.apli.or.id/download_pdf.
php?id=13&PHPSESSID=5eb1245ae42ba092801e4abf8327fcd4,http://w
ww.smecda.com/kajian/files/Jurnal_3_2008/02_Lestari.pdf.
Sumarwan, dkk, ”Pemasaran Startegik - Stategi Untuk Pertumbuhan Perusahaan
dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham”,Ed Pertama, Inti Prima
Promosindo, Jakarta, 2009.
Suprapto, J,”Analisis Multivariat Arti & Interpretasi”. Cet Pertama, PT Rineka
Cipta, Jakarta, 2004.
Suryani, Tatik, ”Perilaku Konsumen:Implikasi Pada Strategy Pemasaran”, Edisi
pertama, Graah Ilmu, Yogyakarta, 2008.
Sutisno, Edi, ”Manajemen Sumber Daya Manusia”, Ed Pertama, Cet ke 1,
Kencana Media Group, Jakarta, 2009.
TH Goh, Sunny dan Kheng-Hor, Khoo,”Marketing wise”, PT Bhuana Ilmu
Populer, Jakarta, 2003.
Tedjakusuma,Ritawati, dkk ”Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku
Konsumen dalam Pembelian Air Minum Mineral di Kotamadya
Surabaya”, Jurnal Penelitian Dinamika Sosial Vol. 2 No. 3 Desember : 48
-58, 2001.
Urip Wahyuni, Dewi,” Pengaruh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen
Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merek “Honda” di
Kawasan Surabaya Barat”, Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan,
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Fatahillah Surabaya, Vol.10, No. 1, Maret
2008 hal 30-37. 2008.
Umar, Husein, ” Business An Introduction”, PT Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta, 2003.
Umar, Husein, ” Studi Kelayakan Bisnis”, Edisi tiga, PT Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta, 2005.
Wahyudian, at.al, ”Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Konsumsi Kopi dan
Analisis Pemetaan beberapa merek Kopi dan Implikasinya pada
Pemasaran Kopi”, IPB, Jurnal Manajemen & Agribisnis, Vol.1. No1
April:55-68: 2003.
Lampiran 4
Kuesioner Penelitian
Kepada : Bpk/Ibu/Sdr
Ditempat
Dalam rangka adanya penelitian untuk tugas akhir program Sarjana Strata
1 (S1) di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta, dengan judul skripsi “FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MEMBELI SEPEDA MOTOR
MEREK HONDA (Studi Kasus Konsumen Sepeda Motor Merek Honda di
Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan)”, Saya mohon kesediaan
Bpk/Ibu/Sdr berkenan mengisi angket yang telah saya sediakan di bawah ini.
A. Petunjuk Pengisian Kuesioner.
Isilah pernyataan di bawah ini dengan memberi tanda (√) dalam salah satu
kolom jawaban.
Adapun makna alternative jawaban yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Keterangan
SS
S
R
TS
STS
(Sangat
(Setuju)
(Ragu-
(Tidak
(Sangat Tidak
ragu)
Setuju)
Setuju)
Setuju)
B. Biodata Responden:
Nama
Responden
:………………………………………………………………………..
1. Jenis kelamin : Contreng (√)lingkaran salah satu saja
o 1.Pria
o 2.Wanita
2. Berapakah Usia anda? Contreng (√)lingkaran salah satu saja
o Di bawah 25 tahun
o 25 – 35 tahun
o Di atas 35 tahun
3. Apa perkerjaan anda? Contreng (√)lingkaran salah satu saja
o
o
o
o Swasta
o Yang lainnya
sebutkan…………….
o
Pelajar/Mahasiswa
Wiraswasta
PNS
Alamat
:
………………………………………….tlp..……………..………………
………….…….
Kelurahan…………………………………………………………………………..
…………………
Kecamatan…………………………………………………………………………
………………….
C. PERNYATAAN KUESIONER
1. Apakah anda memiliki sepeda motor merek Honda? Contreng(√) salah
satu jawaban
o
Ya
o tidak
2. Seberapa seringkah anda menggunakan/memakai sepeda motor Merek
Honda? Contreng(√) salah satu jawaban
o
Sangat sering
o sering
o Tidak sering/jarang o Sangat tidak sering
Contreng (√)salah satu jawaban Anda di kotak yang telah disediakan
Q
PERNYATAAN
1
Mesin sepeda motor merek Honda tahan
terhadap getaran.
2
Sepeda motor merek Honda nyaman saat
dikendarai
3
Menurut saya sepeda motor merek Honda irit
BBM
SS
S
R
TS
STS
4
Sepeda motor merek Honda memiliki fitur
khusus(seperti lampu yang terang,pengaman
kunci, warna yang bervariasi, felg yang
variatif)
5
Menurut saya,sepeda motor merek Honda
memiliki kecepatan yang tinggi
6
Body sepeda motor merek Honda kokoh/kuat
dan menarik
7
Harga motor merek Honda yang tinggi
mencerminkan kualitas, performa dan
reputasi merek yang handal
8
Sepeda motor merek Honda telah
memberikan harga diskon yang sesuai
dengan harapan saya
9
Menurut saya, Harga purna jual sepedamotor
Honda tinggi
10
Sepeda motor merek Honda memiliki harga
yang bersaing dengan motor merek lain.
11
Karena tempat tinggal saya semakin
berkembang dan moderen, sehingga
mendorong saya untuk membeli sepeda
motor merek Honda.
12
Dengan membeli sepeda motor merek
Honda, dapat mencerminkan kesejahteraan
dan kemakmuran hidup saya, dalam
bermasyarakat.
13
Dengan membeli sepeda motor merek Honda
dapat meningkatkan rasa solidaritas terhadap
teman-teman dan lingkungan
14
Sepeda motor merek Honda dapat diterima
dilingkungan tempat tinggal saya, sehingga
saya tertarik untuk membeli.
15
Saya membeli sepeda motor merek Honda,
karena mendapat dukungan dari keluarga
16
Saya membeli sepedamotor merek Honda
karena adanya informasi yang bernilai positif
dari teman tentang Honda.
17
sepedamotor merek Honda, mempermudah
saya untuk berperan aktif dalam lingkungan
kerja maupun masyarakat
18
Dengan memiliki sepedamotor merek Honda
dapat memberikan nilai status yang baik
dalam bermasyarakat.
19
Saya termotivasi membeli sepeda motor
merek Honda karena dapat meningkatkan
kepuasan diri dan kepercayaan diri.
20
Saya membeli Honda karena saya
mengetahui kelebihan sepeda motor Honda:
irit BBM, produknya berkualitas.
21
Saya lebih memilih sepeda motor merek
Honda karena memiliki pengalaman baik dan
mendapat informasi yang bernilai positif
tentang sepeda motor merek Honda.
22
Sepeda motor merek Honda sesuai dengan
kebutuhan perkerjaan saya,
misalnya(kekantor/ kekampus,…dll)
23
Saya memperhatikan kondisi keuangan
pribadi dalam membeli sepeda motor merek
Honda.
24
Saya memilih sepeda motor merek Honda
karena sesuai dengan gaya hidup sekarang
25
Saya memakai Sepedamotor merek Honda
karena dapat diterima disegala kalangan usia.
26
Saya dapat dengan cepat mengingat simbol
atau logo merek Honda, karena logonya
menjadi identitas pembeda dengan merek
lain.
27
Menurut
merupakan
saya,
sepeda
merek
motor
Honda
berkualitas
tinggi
dibanding sepedamotor merek lain
28
Menurut saya, sepeda motor merek Honda
dapat diandalkan disetiap kondisi karena
mempermudah perkerjaan/aktivitas saya.
29
Menurut saya sepeda motor Merek Honda
memiliki citra yang baik karena produknya
yang berkualitas
30
Menurut saya, sepeda motor merek Honda
mudah didapat dan dibeli disemua dealer
Honda yang telah banyak berdiri diberbagai
tempat
31
Saya memilih tempat pembelian sepeda
motor merek Honda yang terkenal dan
memiliki fasilitas lengkap (misal: adanya
tempat service yang nyaman)
32
Tempat pembelian sepeda motor merek
Honda dapat ditempuh dengan cepat karena
jaraknya dekat dan jalur aksesnya mudah.
33
Suku cadang sepeda motor merek Honda
murah, mudah didapat dan kualitasnya
terjamin.
34
Iklan Honda yang sering ditampilkan di
media masa dan elektronik (TV) sangat
menarik.
35
Petugas Honda telah memberikan penjelasan
yang detail tentang sepeda motor merek
Honda sehingga saya tertarik untuk
membelinya.
36
SPG sepeda motor merek Honda sangat
ramah dan berpenampilan menarik.
37
SPG sepeda motor merek Honda sangat
komunikatif terhadap konsumen.
3. Berapakah biaya sehari-hari anda dalam satu bulan (listrik, makan, dll) yang
tidak termasuk cicilan kendaraaan atau bayaran rumah? Contreng (√)dalam
kolom, salah satu saja.
Kurang dari Rp 500.000,Rp 500.000 – Rp 1000.000,Lebh dari Rp 1.000.000,Terima kasih, atas kerjasama yang baik diantara kita. Semoga kesuksesan selalu
menyertai Saudara
Hormat saya
Nurcahyo
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Download